Page 6

6

MP S E L A S A ,

2 5

O K T O B E R

Punya agenda gereja yang ingin diberitakan?

SMS atau Hubungi

085398957381 0853 4282 1130

2 0 1 1

Amos Tempone

Pisah Sambut Kakanwil Kemenag Sulut

Domu Dilepas dengan ‘Kemesraan’’ ‘’Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini, ingin ku kenang selalu.’’ Penggalan lagu kemesraan ini menjadi lagu yang dihadiahkan para tokoh agama, jajaran Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulut kepada Drs H Halil Domu pada acara pisah sambut Kakanwil Kemenag Sulut, kemarin. Domu yang didampingi isteri tercinta, terus mendapatkan ucapan selamat berpisah dari seluruh yang hadir. Bahkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut berharap tali silaturahmi yang sudah terbangun baik selama ini tidak akan putus. Ketika diberikan kesempatan memberikan sambutan, Domu menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag se Sulut yang menopang kerjanya selama 5 tahun, 2 bulan 22 hari. Juga, kepada FKUB Sulut yang terus mendampinginya ketika turun ke masyarakat. Dia juga menambahkan, Drs Sya’ban Maulluddin MPdI adalah orang yang tepat menggantikan dirinya. “Maulluddin adalah orang yang cerdas dan loyal dalam pekerjaan,” ujar Domu yang saat itu mengena-

Qurban Salah Satu Pendekatan Diri Berkorban Merupakan Sunnah Muaqadah Editor:

Lukman/Manado Post

KEBERSAMAAN: Keberhasilan Drs H Halil Domu memimpin Kanwil Kemenag Sulut terlihat dalam acara pisah sambut yang dilaksanakan lebih berbeda dengan pisah sambut pejabat-pejabat sebelumnya.

kan batik berwarna biru. Domu juga menitipkan salah satu tugasnya yang belum sempat ia selesaikan yaitu, pembangunan kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berada tepat di samping Kantor Gubernur Sulut itu. Usai menyampaikan sambutan, Domu didaulat menjadi dirigen musik bambu yang ikut menyemarakkan suasana siang itu. Sya’ban Maulluddin sendiri berharap, dukungan seluruh jajaran kanwil Kemenag dan tokoh agama. Dia juga dengan tegas

menyatakan siap mendukung program Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang. Asisten I Setprov Sulut Drs Mecky M Onibala MSi yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, menyampaikan salut dan penghormatan kepada Halil Domu yang dinilai berhasil menjalankan tugasnya di daerah ini. Dia juga yakin Sya’ban Maulludin mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Kakanwil Kemenag yang baru. Hajatan yang sangat meriah

ini dihadiri 2 mantan Kakanwil Kemenag Sulut yakni Drs H Djainudin (1993-1999) dan H Yusuf Otoluwa (1999-2006), Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Dr dr Abeng Ellong, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Fauzie Nurani, FKUB Sulut, Presedium BKSAUA Sulut, Kakanwil Kemenag Gorontalo dan seluruh jajaran Kanwil Kemenag Sulut serta kota/ kabupaten. Ungkapan terima kasih atas pengabdian Domu ditandai dengan pemberian bingkisan.(tr-03/tas)

Tenni Assa

UMAT Muslim pada 6 November mendatang akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban. Qurban adalah salah satu ibadah dalam ajaran Islam yang diwarisi dari peristiwa yang terjadi sejak zaman Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Drs KH Fauzie Nurani mengatakan, ketika itu Nabi Ibrahim menerima perintah Allah SWT untuk me-nyembelih Ismail, anak yang dinantinantikan Ibrahim sejak berpuluh tahun lamanya. ‘’Ini adalah ujian ke-imanan Allah untuk mereka berdua, karena ketika akan disembelih, Allah menggantikannya dengan seekor domba,’’ jelasnya. Karena itu bagi Ketua Presidium Badan Kerjasama Antar Umat Beragama

(BKSAUA) Sulut ini, Qurban adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. ‘’Didalam Al-Quran disebutkan, bukanlah darah yang kita qurbankan itu, bukanlah daging yang kita bagikan. Melainkan bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah dan bagaimana kemauan kita untuk melaksanakan perintah Allah,’’ ujar Nurani. Tokoh pluralis ini juga menambahkan, banyak manfaat yang bisa dipetik dari Hari Raya Qurban. Salah satunya adalah menguji peringkat keimanan umat dengan mengorbankan harta benda. Seperti, sapi, kerbau, kambing yang disembelih pada 10 Zulhijjah. ‘’Hukum berqurban adalah Sunnah Muaqadah (sunnah yang hampir mendekati wajib) jika mempunyai kelebihan harta, termasuk biaya makan sehari-hari dan pendidikan untuk anak-anaknya. Karena ketika ada kelebihan pada

KH Fauzie Nurani

saat bulan Zulhijjah maka sangat dianjurkan untuk berqurban,’’ jelasnya. Nurani menambahkan, perbedaan nazar dan qurban adalah orang yang bernazar tidak boleh mengambil daging yang dinazarkan. Sedangkan orang yang berqurban boleh memakan 1/3 daging yang diqurbankan. ‘’Dan untuk kemaslahatan umat, hendaknya qurban itu dibagi dengan merata. Karena ada sebagian orang yang bisa menikmati daging hanya satu kali dalam setahun,’’ ujarnya.(*)

Mando Post  

Manado Target Pusat Gereja Setan di Asia

Advertisement