Page 32



S E L A S A ,

2 5

O K T O B E R

2 0 1 1

 

31 AlďŹ an Tinangon

INFO SEHAT

VS

Kartun Tertentu Bukan untuk Anak ORANG tua yang memiliki anak usia balita, harus pandai memilah tayangan televisi untuk buah hati mereka. Sebab, tidak semua kartun yang identik dengan anak-anak layak ditonton balita. Kartun yang gambarnya relatif cepat berubah, mempengaruhi fungsi eksekutif otak anak-anak. Salah satunya, SpongeBob SquarePants yang gambarnya berubah tiap 11 detik sekali. Angeline Lillard, dokter anak dari University of Virginia, mengatakan, adegan kartun yang terlalu cepat berubah membuat anak usia empat tahun susah berkonsentrasi. Sebab, mereka tak perlu berkonsentrasi untuk bisa mengikuti tayangan kartun semacam itu. Selain sulit konsentrasi, terlalu sering menonton kartun semacam itu juga membuat memori jangka pendek anak tak terasah. �Membiarkan balita menonton kartun yang gambarnya berubah sangat cepat, berdampak buruk pada fungsi eksekutif otak. Karena itu, orang tua harus tanggap,� kata Lillard seperti dikutip Daily Mail. Sebab, jika dibiarkan, kemampuan problem solving anak akan terus menurun. Lebih parah lagi, anak berisiko tumbuh menjadi pribadi yang labil dan cenderung mudah marah.(jpnn/gel)

Contoh Game untuk Anak Berdasar Minat Action New Super Mario Bros (Wii & DS), Super Mario Galaxy 2 (Wii), Dragon Quest Sword (Wii)

RPG Super Paper Mario (Wii), Mario & Luigi RPG 3!!! (DS), Pokemon (semua mesin Nintendo, Dragon Quest (semua mesin) Racing Mario Kart (Wii & DS) Sports Wii Sports (Wii) Lain-lain Katamari Damacy (PS2, PS3, PSP, Xbox 360, iOS), LittleBigPlanet (PS3 & PSP), Cooking Mama (DS), semua turunan Dance Dance Revolution (PS2).

Pilihan Tepat,

Hasilkan Manfaat

DI balik stereotip negatif, video game memiliki sejumlah manfaat bagi si kecil. Namun, bunda harus pintar-pintar memilih agar contain game yang dimainkan tetap aman untuk anak-anak VIDEO game kerap diasosiasikan dengan hal-hal negatif. Bunda sering berpikir sepuluh kali jika buah hati minta dibelikan mesin PlayStasion atau Nintendo DS. Takutnya, nanti si kecil menjadi keasyikan main, lalu lupa belajar. Ada pula kekhawatiran anak menjadi lebih suka ngendon di depan TV dan mengutak-atik controller daripada main bola bersama teman-temannya. Berbagai kekhawatiran itu bisa dipahami. Sebab, sebagaimana hobihobi yang lain, main game memiliki efek candu. Ada rasa penasaran jika belum berhasil mengalahkan musuh terkuat atau level tersulit. Namun, di balik sisi adiktifnya, video game juga memiliki sejumlah nilai positif. ’’Secara umum, video game merangsang kinerja otak yang memengaruhi kecerdasan. Sebab, bisa dipastikan semua jenis game membutuhkan strategi untuk memenangkan. Pemain dituntut untuk selalu berpikir,’’ papar Radix W.P., pakar video game. ’’Efek main game yang merangsang kecerdasan itu bisa berlaku untuk balita hingga warga senior,’’ imbuhnya. Selain strategi, yang dibutuhkan untuk memenangkan game adalah ketangkasan saat menggerakkan controller. Dalam permainan balap mobil, olahraga, petua-langan, atau game teka-teki sekalipun, pemain dituntut untuk menggerakkan mouse atau pengendali. ’’Ini berguna untuk melatih saraf motorik anak. Paling tidak koordinasi antara otak, mata, dan tangan berperan di sini,’’ jelas Radix. Game juga efektif untuk melatih kesabaran. Di sini bunda bisa melihat dan mengevaluasi karakter si kecil dari caranya menyikapi kekalahan. Jika kalah, apakah si kecilakanmengambek,membanting controller, atau bahkan marah kepada teman yang mengalahkan. Atau sebaliknya, justru semakin bersemangat dan terpacu untuk bermain lebih baik lagi. ’’Peran bunda diperlukan. Bunda bisa mendampingi dan mengarahkan si kecil untuk menyikapi kekalahan dengan sportif. Beri motivasi dia untuk meningkatkan permainan,’’ kata Radix. ’’Kalau di rumah ada teman yang ikut bermain, selalu tanamkan permainan sportif kepada mereka. Di situ bunda juga bisa membiasakan

iklim kompetisi yang sehat kepada anak-anak,’’ lanjut pengasuh rubrik Game DetEksi Jawa Pos itu. Meski game memiliki banyak manfaat, bunda harus hati-hati dalam memilih. Sebab, zaman sekarang banyak beredar game yang memang didesain untuk pemain remaja hingga dewasa. Biasanya, game jenis itu mengandung unsur cerita yang rumit. Misalnya, intrik politik dan filosofi yang berat. Ada pula contain kekerasan yang jelas bukan konsumsi anak di bawah usia 12 tahun. Untuk si kecil, sebaiknya pilih permainan dengan latar belakang cerita yang ringan dan penuh unsur fantasi. Misalnya, Super Mario Bros yang inti ceritanya hanya bagaimana menyelamatkan Putri Peach. Atau Sonic the Hedgehog, yang menuntut kita harus membebaskan hew an-hewan hutan yang diculik dan dijadikan mesin perang oleh Dr man. Game fighting alias pertempuran sangat tidak disarankan oleh Radix. Terutama yang cukup eksplisit dan realistis seperti karakternya berdarahdarah jika ditembak. Atau bagian tubuhnya terpisah-pisah kala terkena sabetan pedang. ’’Unsur kekerasan dalam game sangat berpotensi ditiru anak karena memang seru dan asyik. Tapi, kan bahaya kalau sampai anak berantem dengan temannya dengan menggunakan teknik-teknik seperti di game,’’ papar Radix. ’’Efeknya sama dengan nonton film action atau tayangan kekerasan lain seperti gulat smack down,’’ lanjutnya. Hindarkan pula si kecil dari contain sensualitas. Dalam game, sensualitas tidak semata bisa dinilai dari kostum tokoh-tokohnya. Sebab, kadang unsur seks justru disampaikan melalui jalan cerita dan dialog-dialog di tengah permainan. Lantas, bagaimana cara mengenali itu? ’’Lihat konteks game-nya. Kalau ada cewek berbikini, tapi cuma berjemur atau berenang di kolam, tentu tidak mengarah ke sensualitas,’’ jelas Radix. ’’Jika dari story line-nya ada unsurunsur menggoda lawan jenis dengan keseksian, ini jelas bukan untuk anak-anak,’’ lanjut dia. Seperti halnya ďŹ lm, game juga punya rating. Sayang, di Indonesia rating hanya disematkan di disc game orisinal. Sementara rating pada kaset game bajakan sering tidak akurat. Cara mengetahui game itu cocok atau tidak buat si kecil ialah melalui ulasan di internet maupun majalah. (jpnn/gel)

ang Rangs asan d Kecer Latih dan aran Kesab

JPPhoto

BISA BERMANFAAT: Dengan melakukan seleksi yang tepat, game yang disuguhkan pada anak bisa memberikan manfaat positif bagi perkembangannya.

Seleksi Sesuai Minat Anak SATU hal lagi yang perlu diperhatikan dalam memilih game buat si kecil adalah kesesuaian dengan minat. Seturut dengan perkembangan teknologi, tema permainan video sudah sangat bervariasi, sehingga hampir semua jenis bakat dan minat anak diwakili video game. ’’Untuk pertimbangan kepraktisan saja. Daripada memaksakan game tertentu yang menurut bunda baik tapi dia tidak suka, nanti malah tidak dimainkan. Bisa-bisa malah dia main terus ke rumah teman yang punya game tersebut,’’ papar pakar game Radix W.P. ’’Dengan begitu, dia malah lebih sulit diawasi,’’ lanjutnya. Bunda sebaiknya melihat bidang ketertarikan si kecil, lalu memperkenalkan game yang sesuai kepadanya. Jika dia suka kuliner, bisa dikenalkan pada game masak-memasak seperti Cooking Mama. Jika suka teka-teki, berikan game puzzle semacam BookWorm untuk game komputer atau LittleBigPlanet yang dirilis untuk mesin PlayStation3 dan PlayStation Portable. Tapi, ada kalanya minat tidak harus dibarengi pemilihan game. Yakni, jika si kecil punya hobi olahraga atau kegiatan-kegiatan outdoor lainnya. Misalnya, outbound atau rafting. Bunda justru tidak

disarankan untuk mengenalkan game yang sesuai dengan kegiatan yang ditekuninya. ’’Kalau suka sepak bola, lalu dibelikan Winning Eleven, bisa-bisa dia menganggap main game lebih menarik daripada main bola sungguhan. Lebih asyik, tidak capai, dan tidak berkeringat. Takutnya, dia berhenti main bola,’’ papar Radix. Bagaimanapun, ungkap dia, permainan yang menuntut gerak badan sungguhan tetap lebih penting. Kegiatan ďŹ sik sangat perlu untuk mengimbangi aktivitas belajar yang lebih banyak indoor. ’’Tentunya, lebih sehat juga kalau dia banyak exercise,’’ ujarnya. Game sebisa mungkin justru menjadi penyeimbang. Bila sudah punya kegiatan outdoor yang asyik, si kecil bisa diarahkan untuk memainkan game yang lebih mengasah kinerja otak seperti teka-teki atau game strategi. Nah, jika anak terlalu banyak belajar atau mengerjakan tugas di depan komputer, pilihkan game yang menuntut gerak badan seperti Wii Sports. Di situ, ada satu set peralatan olahraga. Pemainnya harus bergerak layaknya olahraga betulan untuk mendapat poin. Pilihan cabang olahraganya mulai tenis, bisbol, bowling, golf, dan tinju.(jpnn/gel)

Mando Post  

Manado Target Pusat Gereja Setan di Asia

Advertisement