Page 15

MP S E L A S A ,

2 5

O K T O B E R

Ada persoalan kemasyarakatan, atau peristiwa maupun kegiatan di sekitar lingkungan Anda?

15

SMS atau Hubungi

081340624792

2 0 1 1 Amos Tempone

AMR Diduga Hindari Pajak

TAEKWONDO

Tak Berkontribusi Optimal Untuk Bitung

Berlatih dan Berprestasi

Editor: Dixie Tasiam Peliput: Budi Siswanto

BITUNG — Keberadaan PT Agro Makmur Raya (AMR) di Bitung menimbulkan sejumlah masalah. Diantaranya masalah dengan pekerja warga Bitung dan bau busuk menyengat yang dikeluhkan warga sekitarnya. Karena itu, beberapa karyawannya menilai perusahaan ini hanya ingin mengambil keuntungan semata di Bitung tanpa memperhatikan daerah ini.

Budi Siswanto/Manado Post

BENTUK PENGURUS: Ketua Harian Taekwondo Indonesia Sulut, Xaverius Danes melantik Ketua Taekwondo Indonesia Bitung, Willy Ch Kojongian.

BITUNG — Ketua Harian Taekwondo Sulut, Xaverius Danes berharap ke depan akan muncul bibit-bibit tangguh pada cabang olahraga beladiri yang dipimpinnya. Hal itu disampaikannya usai pelantikan kepengurusan Taekwondo Indonesia Bitung, di lapangan Pemkot Bitung, kemarin. “Disiplin dan berlatih keras lalu berprestasi,” kata Danes yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Terlebih khusus para atlet muda dari Bitung yang diharapkan dapat mengharumkan nama Sulut di berbagai ajang ke depan. “Tak ada yang tak mungkin dengan kerja keras,” yakinnya, setelah pelantikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Malton Andalangi, mewakili Wali Kota, Hanny Sondakh. Hal senada dikatakan Willy Ch Kojongian, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bitung yang dilantik sebagai Ketua Taekwondo Indonesia Bitung. Menurutnya, olahraga seni beladiri Taekwondo berkembang sangat pesat di Bitung. ”Kini ratusan atlet siap dibina untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi di tingkat kota, provinsi sampai nasional,” paparnya. Dikatakannya, beberapa tahun terakhir sekitar sepuluh atlet yang telah mengharumkan Bitung di tingkat provinsi maupun nasional. “Mereka mampu menjuarai beberapa kelas yang diperlombakan, bahkan membawa nama Indonesia di ajang Internasional,” ujar Kojongian.(sto/ddt)

KLIK

istimewa

MOU KUA-PPAS: Wali Kota Bitung, Hanny Sondakh menandatangani KUA-PPAS di hadapan Ketua Dekot Bitung, Santy Luntungan dan wakilnya, Maurits Mantiri, kemarin.

sengaja menghindari pajak. “Harusnya perusahaan sebesar PT AMR memiliki papan nama di depan. Perusahaan kecil-kecil saja punya dan membayar pajaknya,” kata Tole, sapaan akrabnya. Dikatakannya, sudah 7 tahun PT AMR beroperasi di Bitung harusnys sudah memasang papan nama di depan perusahaan. “Jangan hanya mau mencari keuntungan saja. Sikap PT AMR ini patut dipertanyakan,” katanya. “PT AMR yang beroperasi di Bitung mesti

Budi Siswanto/Manado Post

BERTANGGUNGJAWAB: Wali Kota Hanny Sondakh saat ditemui Fatma Safaat yang menyampaikan masalahnya.Sondakh Respon Keluhan Warga

Sondakh Respon Keluhan Warga BITUNG — Fatma Safaat, warga Winenet menemui Sondakh di kantor dewan di selasela rapat paripurna penandatanganan KUA-PPAS APBD 2012, kemarin. Ia meminta bantuan agar bisa menyelesaikan pembuatan sertifikat tanahnya berukuran 50 x 29 meter. Tujuh tahun lamanya pembuatan sertifikat itu terkatung–katung. Dalam pertemuan dengan

Sondakh yang hanya sekitar 15 menit, Fatma mengeluarkan unegunegnya. Sondakh pun langsung merespon dengan me-merintahkan Assisten I Malton Andalangi juga Kadis Tata Kota dan Pertamanan, Hendry Sutanto untuk membantu menyelesaikan masalah itu. Fatma pun terharu dan berterimakasih kepada Sondakh yang menerima dengan baik keluhannya. “Kami sangat senang

mendapat pemimpin seperti ini,” ujarnya usai menemui Wali Kota. Sondakh sendiri merasa sikapnya itu bukanlah sesuatu yang harus dibesar-besarkan. “Apa yang saya lakukan merupakan bagian dari tanggungjawab saya sebagai pemimpin. Masyarakat wajib dibantu dan dilayani, direspon dan diselesaikan berbagai keluhannya,” tegasnya.(sto/ddt)

Marinir Gelar Pertandingan Futsal BITUNG — Menyambut HUT ke-66 Korps Marinir 15 November 2011 mendatang, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII akan menggelar pertandingan futsal. Kegiatan yang memperebutkan Piala Komandan Yonmarhanlan VIII ini dibuka untuk umum. Pendaftarannya telah dibuka sejak 20 Oktober dan ditutup 31 Oktober nanti. Bagi yang ingin ikut serta dapat segera mendaftarkan timnya di markas korps (Mako) Yonmarhanlan VIII. Tiap tim berjumlah 12 orang dengan 7 pemain inti. Biaya pendaftaran Rp100 ribu untuk setiap

Apollinaris AW

tim. “Dengan kegiatan seperti ini kami ingin turut memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” kata Komandan Yonmarhanlan VIII, Letkol Marinir

Apollinaris AW, kemarin. Ia menambahkan, kegiatan itu juga bertujuan untuk mempererat kemitraan marinir dengan berbagai elemen masyarakat. Karena itu, peserta futsal dibuka untuk umum agar terbina komunikasi yang baik dengan masyarakat banyak. “Warga juga dapat menyaksikan langsung tiap pertandingannya,” paparnya. Dikatakannya, sportivitas dan fair play sangat diutamakan dalam pertandingan. “Pada intinya bukan siapa yang menang atau kalah. Tapi tim mana yang mampu tampil bagus dalam tiap kemenangan,” tandasnya.(sto/ddt)

Budi Siswanto/Manado Post

MISTERIUS: Tak banyak warga yang tahu perusahaan ini adalah tempat beroperasinya PT AMR. Tak ada papan nama perusahaan terpasang di bagian depannya.

Perkataan itu sepertinya dibenarkan dengan tidak adanya papan nama di depan perusahaan yang berada di kawasan Pelabuhan Bitung. Padahal, dari pemasangan papan nama itu pemerintah daerah bisa menarik pajak. Anggarannya bisa digunakan untuk pembangunan daerah. HRD sekaligus Humas PT AMR, Agusman Tahlim yang dijumpai akhir pekan lalu mengatakan, perusahaannya memang tak memasang papan nama di depan. “Ini papan namanya,” kata Tahlim sambil menunjuk nama perusahaan yang ada di dalam gedung perusahaan. Menanggapi ini, Petrus Rumbayan, Ketua LSM Sakti menduga PT AMR sepertinya

memberikan sumbangsih maksimal untuk pembangunan kota. “ tandasnya. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bitung, Olga Makarau menegaskan, setiap perusahaan memang wajib memiliki papan nama di depan. “Yang dapat dilihat semua orang. Kami sudah beberapa kali menyampaikan hal itu lewat media massa,” kata Makarau yang dijumpai akhir pekan lalu. Tak hanya PT AMR, Makarau mengatakan, masih terdapat beberapa perusahaan lain yang tak mamasang papan nama. “Kami hanya ingin semua perusahaan mengikuti aturan dan membayar pajaknya,” kata Makarau.(sto/ddt)

Mando Post  

Manado Target Pusat Gereja Setan di Asia

Advertisement