Issuu on Google+

 









  

    

SELASA, 19 FEBRUARI 2013

EDISI NO: 7950

ECERAN: Rp4000,-

Membersihkan Gorong-Gorong Buntu di Otak SAMBIL mengambil pisau bedah, Dokter Terawan mulai menyanyikan lagu kesukaannya, Di Doa Ibuku. Suaranya pelan, tapi sudah memenuhi ruang operasi itu. Saya berbaring di depannya, di sebuah ruang operasi di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Jumat pagi lalu. Peralatan operasi sudah disiapkan dengan rapi. Para perawat juga sudah berada di posisi masing-masing. Sebenarnya saya tidak dalam keadaan sakit. Juga

tidak punya keluhan apa pun. Hanya, saya memang sudah lama ingin melakukan ini: cuci otak. Sejak masih jadi direktur utama Perusahaan Listrik Negara dulu. Keinginan itu tertunda terus oleh kesibukan yang padat, terutama setelah menjadi menteri BUMN. Bahkan, keinginan untuk coba-coba melakukan stem cell pun tertunda sampai sekarang. Mencoba merasakan cuci otak ini bisa dianggap penting, bisa juga tidak. Saya

ingin mencobanya karena ini merupakan metode baru untuk membersihkan saluransaluran darah di otak. Agar terhindar dari bahaya stroke atau perdarahan di otak. Dua bencana itu biasanya datang tiba-tiba. Kadang tanpa gejala apa-apa. Dan bisa menimpa siapa saja. Saya tahu, metode cuci otak Dokter Terawan ini masih kontroversial. Pendapat kalangan dokter masih terbelah. Masih banyak dokter yang belum bisa

25 Tahun, Sulut DiancamBencana

menerimanya sebagai bagian dari medical treatment. Pengobatan model Dokter Terawan, ahli radiologi yang berumur 48 tahun, yang berpartner dengan Dokter Tugas, ahli saraf yang berumur 49 tahun, ini masih terus dipersoalkan. Dia masih sering “diadili� di rapat-rapat profesi kedokteran. Saya terus mengikuti perkembangan pro-kontra itu. Termasuk ingin tahu sendiri secara langsung seperti apa cuci otak itu. Dengan cara menjalaninya. Baca MEMBERSIHKAN... Hal: 11

Selamat Jalan Saudaraku...

SATU KELUARGA: Jenazah Riska Megi Ruru (22), Grecia Gisela Gosal (3), dan Rifka Gosal (10), korban longsor di Tingkulu.

MANADO-Pasca bencana tanah longsor yang menewaskan 6 penghuni Eden Bridge VIII Citraland, warga sekitar mulai ketakutan dengan isu-isu menyeramkan.

Dari pantauan Manado Post, kawasan sekitar lokasi bencana tampak sepi. Sejumlah orang yang mau masuk ke lokasi bencana Baca SELAMAT... Hal: 11

Tak Percaya Citraland Longsor

PEMKOT

Tangani Bencana, GSVL Tidak Tidur

BERES-BERES: Setelah banjir, kesibukan warga adalah membersihkan rumah dan perabot, seperti yang dilakukan warga di Ternate Tanjung ini. Tampak pula warga terpaksa MCK di lokasi lain karena persediaan air bersih tidak ada.

Perambahan Hutan dan Penyempitan Sungai Tinggi

Editor: Bahtin Razak Peliput: Helmy Hi Yusuf

MANADO — Setiap musim penghujan sebagian besar wilayah Sulut, khususnya Manado, dalam posisi waspada banjir. Kondisi hutan penyerap curahan

 istimewa

TURUT BERDUKA: Setibanya dari Jakarta, GSVL langsung melayat ke rumah duka korban bencana.

WALI KOTA Manado Dr GS Vicky Lumentut yang selama beberapa jam harus menunggu di bandara Jakarta Baca TANGANI... Hal: 11

MANADO POST-BRI PEDULI DONASI ANDA UNTUK KORBAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR DAPAT DITRANSFER MELALUI REKENING DI “BANK BRI DAN MANADO POST PEDULI BENCANA� UNTUK MANADO. NOMOR REKENING 054 01 089909 503 ATAU ANTAR LANGSUNG KE MANADO POST CENTER, RUKO MANTOS BLOK D 14/15, TERIMA KASIH JUMLAH KEMARIN

Rp 2. 500.000,-

8. VHIA PONAMON Rp 150.000,9. SARAH PANGEMANAN Rp 200.000,10. HAMBA ALLAH SOLO Rp 100.000,11. AZRUL A R BUKA Rp 200.000,12. TRIVENA CHRIST Rp 250.000,13. ALUMNI SMPN 29 MANADO Rp 2.000.000,14. DZULQARNAIN ABRAHAM Rp 150.000,15. OSBAL SARAGI Rp 1.000.000,16. FATIMAH CHALIM Rp 500.000,17. RUKITA Rp 250.000,18. NURUL ASNA Rp 15.000,19. AGUNG PRIMBODO Rp 200.000,20. DAVID AS Rp 100.000,21. NAFI SALSABILL Rp 200.000,22. WERDHATMA WINDUSA Rp 250.000,23. CHRIS UTOMO Rp 100.000,24. HARMIEN Rp 50.000,25. ERIZAL Rp 500.000,26. AGUS TOBERIHARTO Rp 200.000,27. MUKHAMAD ROSYIKUDIN Rp 150.000,28. KABUL SUPRAYIT Rp 50.000,29.FRENGKY KARAMOY Rp 100.000,30. BRI BUMI BERINGIN Rp 1.010.000,31. JOKO WINARNO Rp 50.000,32.WISNAHARA

Rp 100.000,-

TOTAL SEMENTARA

Rp13.715.000

BAHAN NATURA 1. JERRY SAMBUAGA COMMUNITY

& BLACKMAMBAS (BMS) Bahan Natura

2. MANTOS

102 Paket Sembako (Sudah Disalurkan)

DAS‚        Â?         

 ‚   ƒ„… €      „Â?      

            †Â?Â?        †Â?Â?      

   ‡    ‡   ‚ 

      ƒ ˆ   

  

  ‡     

sebagai muara sekira enam sungai dari pegunungan menjadi langganan banjir. Apalagi bantaran sungai-sungai itu penuh dengan pemukiman warga. Menurut Direktur Eksekutif Lestari Manado Arief Hariyadi, untuk beberapa puluh tahun ke depan Manado masih akan tetap diancam bencana alam, banjir khususnya. “Ada banyak sebab. Bukan hanya perkembangan kota yang pesat, tapi pengelolaan lingkungan yang tidak terarah dan komprehensif,� katanya. Kondisi hulu, misalnya, Manado di-

Permasalahan di DAS Tondano      

      

         

                                    

  Â Â?Â?Â?  Â?   

          ­  

MANADO- Manager Marketing perumahan paling prestisius Citraland Denny Misman, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa dua keluarga dan 1 security di kawasan elit tersebut. Misman menambahkan, musibah tanah longsor ini telah berdampak pada penjualan dan citra mereka. Karena itu ia mengimbau warga Citraland agar tidak terpancing dengan isu bencana susulan. “Diketahui,

lokasi longsor adalah lokasi tanah asli yang belum tersentuh alat-alat berat. Tempat musibah, bukan tanah yang digaruk, atau belum digarap. Di sana kami telah taruh tanggul hanya 2 meter tepat di dasarnya, sementara kejadian longsornya di tengah, bukan dari bawah, yang tidak dipasang talud,� katanya. Misman menambahkan, untuk korban, semua biaya dari rumah sakit dan pemakaman akan ditanggung pengelola Citraland serta akan ada santunan. (ctr-16)

SHS Sampaikan Turut Berdukacita

Wagub Bersama Ny Sarundajang dan Ny Kansil Kunjungi Rumah Duka

Tingkat Kekritisan 2.205 €

1.784€

1.703 €

 



 



air hujan sudah dalam kondisi kritis, yang butuh minimal 25 tahun lagi dapat berfungsi jika direboisasi. Penyelamatan hulu dan penataan kawasan pemukiman di hilir harus segera dilakukan. “Belum terlambat karena pemukiman belum padat, dan di hulu hanya gundul tapi tak dijadikan kawasan pemukiman. Tidak seperti di Jakarta,� ujar salah seorang staf di Bidang Tata Ruang Dinas PU Sulut. “ Dalam RTRW yang baru juga di daerah hulu hanya untuk daerah konservasi, walaupun ada sebagian sudah jadi perkebunan,� tambahnya. Sedangkan letak geografis Manado

kepung enam sungai: Tondano, Tikala, Karombasan (Sario), Bahu, Malalayang, dan Bailang. “Nah, di sekitar aliran sungaisungai ini sering banjir jika musim penghujan datang,� katanya. “Terutama Tondano dan Tikala,� tambahnya. Dan, banjir besar yang merendam sebagian besar dataran rendah Manado itu karena sungai-sungai ini tak mampu lagi menampung limpahan air dari hulu yang terbilang dekat dengan Manado. “Hulunya juga sudah tidak dalam kondisi baik. Tingginya perambahan hutan menjadi Baca 25 TAHUN... Hal: 11

BANTU KORBAN BENCANA: Isteri Gubernur Sulut Ny Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun memberikan bantuan bersama Wagub Djouhari Kansil dan Ny Mieke Kansil-Tatengkeng.

MANADO- Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menyampaikan bela sungkawa dan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Kota Manado. Di aman dalam musibah ini, menyebabkan 18 warga tewas tertimbun longsor. ‘’Saya pribadi, keluarga, dan selaku Gubernur Sulawesi Utara, menyampaikan

turut berdukacita yang sedalamdalamnya bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan. Musibah ini sungguh memilukan bagi kita semua. Kiranya keluarga akan terus diberi ketambahan dan penghiburan oleh Yang Maha Kuasa,’’ ujar SHS, kemarin. Gubernur sendiri memonitor secara intensif semua upaya Baca SHS... Hal: 11

Hengky Terenyuh, Jalan Becekpun Diterjang

Mantos-Manado Post Peduli Sumbang Ribuan Natura Murka alam yang mendera Sulut, Minggu (17/2) menimbulkan korban bencana banjir dan tanah longsor. Bencana hebat ini mengundang simpati warga Sulut lainnya, termasuk Mantos-Manado Post. Editor: Idham Malewa Peliput: Agus Tomaito /Helmy Yusuf

RASA iba owner Manado Town Square (Mantos) Hengky Wijaya dan karyawan Mantos langsung muncul, manakala melihat penampilan lusuh ribuan warga yang diterjang banjir hebat, Sabtu – Minggu. Hengky disertai Dirut

Manado Post Suhendro Boroma, Redaktur Pelaksana Tommy Waworundeng Senin (18/2) sore, terenyuh melihat kondisi lokasi rumah dan halaman rumah warga. Hengku langsung mengunjungi dan membawa ribuan bungkus natura ke 10 titik Kelurahan yang kondisinya parah. Setiba Baca MANTOS... Hal: 11 KURANGI BEBAN: owner Mantos Hengky Wijaya serahkan bantuan kepada Lurah Ketang Baru (wakili juga Ternate Baru) disaksikan Dirut Manado Post Suhendro Boroma,di halaman Masjid Nurul Huda, Senin sore.



Manado Post Selasa 19 Februari 2013