Issuu on Google+





 SENIN, 10 SEPTEMBER 2012

NOMOR: 7793

RP.4.000,-

MAX MANGIMBULUDE

Sualang Dukung JWS-IvanSa

Indah Pada Waktunya

Ganggu Golkar, Tong Kosong Namanya

RENCANA Tuhan indah pada waktunya. Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SE, akhirnya mengakhiri masa lajang, setelah Sabtu (8/9) akhir pekan lalu, dipersunting Kristovorus Decky Palinggi SE. Keduanya diberkati oleh Pdt Jimmy Monintja dalam suatu sakramen pernikahan yang dilangsungkan di Hotel Grand Indonesia Ballroom, Jakarta. Pernikahan yang cukup mengejutkan bagi yang Baca Indah.... Hal 11

Jantje Wowiling Sajouw

Ivan Sarundajang

MANADO – Arus dukungan terhadap duet Jantje Wowiling Sajouw (JWS) dan Ivan Sarundajang (IvanSa) makin tak terbendung. Terbukti pasangan yang diusung PDI-Perjuangan di Pilkada Minahasa itu Baca Sualang..... Hal 11

Careig Naichel Runtu

Denny Jhonlie Tombeng

TONDANO- Wakil Ketua DPD I Golkar Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay mengatakan, Partai Baca Ganggu..... Hal 11

at Ke du a me mp ela i sa . ah nik n menikah pemberkata Kedua mempelai usai

Deky dan Tetty saat foto pre wedding

Waspadai Kontrak Politik Minahasa Jangan Ikut Boltim Editor: Idham Malewa Peliput: Mardi Golindra

MANADO— Kabupaten/Kota di Sulut yang akan menghadapi pemilihan kepala daerah, rakyatnya diminta

waspada. Jangan sampai dibuai dengan janji manis para calon kepala daerah. Padahal, di belakang mereka membuat kontrak politik bagi-bagi kekuasaan dan proyek. Kasus kontrak politik yang diteken Bupati Bolmong Timur (Boltim)

  

    



                   Â



Â? Â?     Â?              Â?   Â

Sehan Salim Landjar dan Wakil Bupati Boltim Medy Lensun pada 2 Agustus 2010 menjadi contoh. Apa yang dilakukan Sehan-Medy dan disepakati empat pimpinan partai (diluar PDS yang diketuai Medy Lensun sendiri) sangat melukai dan ditengarai menipu para pendukungnya saat Pemilihan Bupati Boltim 2010 silam. Dalam

kontrak politik sebanyak dua lembar yang dibeber ke publik memuat tujuh poin kesepakatan. Mereka berdua setuju selama lima tahun akan ‘membajak’ 40 persen anggaran kegiatan infrastruktur dari APBD Boltim, APBD Sulut dan APBN. Baca Waspadai..... Hal 11

SUPER HEBOH: Gubernur Dr SH Sarundajang, Ketua Indonesia Hash House Harriers Letjen TNI (Purn) Soejono, Kapolda Brigjen Pol D Atotoy, Danrem Brigjen TNI JL Tobing, para Hasher Master, dan panitia Pan Indo Hash XXVIII 2012, memimpin para hasher untuk tos. Foto lain, para hasher mengangkat tangan saat menyanyikan Indonesia Tanah Air Beta.

Sulut Siap Tuan Rumah International Malindo Hash

Editor: Tommy Waworundeng Peliput: Adrian Sigar

MANADO—Sulawesi Utara siap menyelenggarakan hajatan hash

Satu Pukulan Lino untuk 130 Tahun INILAH bukti bahwa birokrasi kita tidak jadi faktor penghambat. Kata-kata itu diucapkan dengan semangat oleh R.J. Lino, direktur utama PT Indonesia Port Corporation, nama baru PT Pelindo II (Persero). Nadanya seperti promosi. Baca Satu.... Hal 11

MARKETING SERIES

tingkat internasional yang rencananya dilaksanakan dua tahun mendatang, akan dibuat lebih meriah. “Kita akan buat lebih heboh dari sekarang,� janjinya. Namun SHS mengucapkan selamat kepada panitia Pan Indo Hash Manado XXVIII 2012 yang didukung Manado Post, sukses menggelar iven

SAYA berusaha mencari cara yang baik untuk menghindar ketika ketemu sales representative yang di balik kartu namanya ada embelembel berbagai award yang dia terima sebagai juara penjualan. Yang paling saya hindari biasanya adalah salesman asuransi jiwa. Karena banyak yang bekerja dengan

Lima Lainnya Diciduk Densus 88 di Ambon

Editor: Bahtin Razak Peliput: Dwidyawati Mopeng Kenjiro Tanos

MANADO — Novotel Grand Kawanua Convention Centre, Minggu (9/9) tadi malam, langsung membahana saat diumumkan Brian Pangemanan (Bitung) sebagai Nyong Sulut 2012. Suasana tambah riuh ketika Noni Sulut 2011 Rebecca Kezia Karundeng memasangkan mahkota ke kepala Tessalonika Pelealu (Minahasa). Dengan raut wajah tak percaya, Brian dan Tessa, menerima Baca Brian.... Hal 11 DUTA SULUT: Brian Pangemanan dan Tessalonika Pelealu.

Wartawan dan seluruh karyawan event organizer, iklan, dan pemasaran Manado Post dilarang menerima uang atau pemberian dalam bentuk apapun dari sumber berita dan relasi.

Editor: Bahtin Razak

JAKARTA — Tidak butuh waktu lama bagi aparat untuk mengendus adanya keterkaitan antara ledakan bom di Jalan Nusantara, Beji, Depok dengan pelaku teror Solo. Meski belum berani menyimpulkan keterkaitan itu, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) mengurai berbagai kemiripan.

Keyakinannya satu, mereka berasal dari kelompok sama. Kemiripan itu disampaikan oleh Kepala BNPT Ansyaad Mbai di kantor Kemenkopolhukam, kemarin. Dia menyebut kalau pistol yang ditemukan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Widara sama dengan milik pelaku teror Solo. “Sama dengan milik Farhan saat baku tembak di Solo,� ujarnya. Pistol yang dimaksud Ansyaad adalah Beretta yang memiliki kaliber 9 mm. Pistol buatan Fabbrica d’Armi Pietro Beretta, Baca Teroris.... Hal 11

Ribuan Hasher Enjoy Nikmati Alam di Tomohon

Hasher Pun Ingin Kembali ke Kota Bunga Keindahan alam Kota Tomohon menjadi sorotan mata ribuan peserta Pan Indo Hash XXVIII, Sabtu (8/9), pekan lalu. Para peserta Super Long Run, Long Run, Medium Run hingga Short Run tak melewatkan pandangan mata sedetikpun untuk melihat obyek wisata alam seperti Gunung Lokon, Kelurahan Rurukan untuk agrowisata hingga Bukit Doa Mahawu, yang menjadi site run (tempat lintas alam, red). Berikut kesan hasher selama berada di kota bunga. Editor: Stenly Kowaas Peliput: Filip Kapantow

(26)

Baca Hasher..... Hal 11

Seorang hasher dari manca negara saat menyusuri Desa Kali melewati hutan belantara menuju Kota Tomohon

Teroris Depok (Juga) Alumni Mindanao

Brian dan Tessa Nyong-Noni Sulut 2012

rian korengkeng/manado post

Ingat Kualitas Hubungan, Jangan Hanya Kuantitas

Baca Ingat.... Hal 11

internasional. Hal ini terungkap dari pernyataan Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang saat memberikan sambutan pada acara Grand Party Pan Indo Hash Manado

XXVIII di Manado Convention Center (MCC), Sabtu (8/9) sekira pukul 19.00 Wita. “Saya menerima usul untuk pelaksanaan Hash Malindo (MalaysiaIndonesia) di Sulut beberapa tahun mendatang,� tutur Sarundajang dan disambut dengan tepuk tangan oleh ribuan hasher (sebutan anggota Indonesia Hash House Harriers). SHS berjanji, kegiatan hash

“KAMI senang berada di Tomohon dan Bukit Doa Mahawu yang menjadi tempat berkumpulnya ribuan hasher,� kalimat spontan ini disampaikan Ketua Indonesia Hash House Harriers Letjen TNI (Purn)

Soejono, saat melepas peserta terakhir Short Run yang mengambil start dari kompleks eks Rindam. On‌ on‌, Hasher pun bergerak menuju ke Bukit Doa Mahawu melewati belakang lapangan eks

Seluruh urusan pembayaran ke Manado Post dalam bentuk advetorial, society, iklan, dan koran harus melalui kontrak dan atau kwitansi resmi.

Rindam. Tak ketinggalan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Jhony L Tobing, Kapolres Kota Tomohon AKBP Marlien Tawas SH MH, Sekkot Dr Arnold Poli dan bergabung bersama ratusan hasher. Hasher yang mengenakan Baca Hasher.... Hal 11

SERU: Usai diguyur hujan di Tomohon, seorang hasher cewek bule melewati tantangan duduk di es balok sambil menenggak bir.

Bila sumber atau relasi mensinyalir adanya transaksi ilegal sangat dianjurkan menyampaikan sms pengaduan ke 085343951819

Lucky P/Manado Post

Alamat: Manado Post Center Manado Town Square Blok B 14/15 Telp. 0431 855558, 855559, Fax: 0431 860398 homepage: www.manadopost.co.id e-mail: editor@mdopost.com


Baca Kontrak..... Hal 8

11

SENIN, 10 SEPTEMBER 2012

MAX MANGIMBULUDE

HASHER............ SAMBUNGAN HAL 1

seragam serba warna-warni yang didominasi dengan celana pendek mengikuti jejak serpihan kertas biru dan kuning, yang sengaja ditaruh panitia di pinggir jalan. Peserta tampak enjoy melewati area persawahan yang terletak di Kelurahan Kakaskasen III, berlatar belakang pemandangan Gunung Lokon. Dalam perjalanan, canda ria dan gelak tawa mewarnai hasher berusia lanjut maupun yang masih muda. “Kami senang melihat pohon-pohon hijau,” ungkap rombongan hasher asal Surabaya yang berjalan berkelompok. Tak hanya pemandangan alam, hasher pun takjub melihat bangunan Pagoda yang berdiri megah di Kelurahan Kakaskasen. Tanpa membuangbuang waktu, tak dilewatkan kesempatan untuk foto bersama. “Hitung-hitung sekalian dengan berwisata religi,” sambung sejumlah hasher asal Bandung. Selama di perjalanan sajian pemandangan Gunung Lokon, Empung, sebagian Tomohon dan persawahan memanjakan mata hasher yang bersemangat untuk menaklukkan alam Kota Bunga. Sementara itu, rombongan wali kota Tomohon tampak INGAT............

SAMBUNGAN HAL 1

imbalan seratus persen komisi, tanpa gaji, mereka biasanya sangat agresif. Semua orang yang ditemui diposisikan sebagai target market. Dan mereka, para sales, biasa pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dengan membawa customer-nya. Tentu, perusahaan yang ditinggal akan kehilangan customer base. Beberapa orang yang bekerja di direct-selling juga sangat agresif mengejar-ngejar customer. Mungkin karena pelatihan yang very heavy di area motivasional. Karena itu, saya acap kali mengingatkan, jangan mendidik staf penjualan untuk menjadi over-motivated, understrategized person. Tidak punya motivasi jelas salah. Tapi, terlalu SATU............

SAMBUNGAN HAL 1

Juga seperti melawan arus besar yang hidup di masyarakat. Tapi, Lino memberikan bukti. Mungkin Lino sendiri kaget bahwa proyek besar yang dia prakarsai itu akhirnya bisa berjalan. Tidak gagal, misalnya, karena ruwetnya birokrasi. Padahal, proyek yang dia gagas dan dia perjuangkan ini bukan proyek sembarangan. Besar skalanya, besar urusannya, dan besar biayanya. Inilah proyek pelabuhan baru Tanjung Priok yang akan menelan biaya Rp40 triliun. Lino dengan ucapannya yang agak bombastis itu sebenarnya bukan hanya ingin memuji birokrasi, tapi juga ingin mengkhotbahkan prinsip bahwa seberat apa pun persoalan asal diurus sungguhsungguh akan berhasil. Jadi, kuncinya di sungguhsungguh itu. Banyak orang mengatakan sudah bersungguhsungguh, tapi tidak juga berhasil. Untuk orang seperti itu, rasanya perlu diukur kadar kesungguhannya itu. Seperti juga emas, sungguh-sungguh itu ada beberapa macam. Ada sungguh-sungguh yang 24 karat, tapi ada yang 22 karat, 20 karat, dan bahkan yang hanya 18 karat. Jangan-jangan ada sungguhsungguh yang tidak berkarat sama sekali. Lino tentu termasuk yang sungguh-sungguhnya 24 karat. Kalau hanya 20 karat, tidak mungkin dia berhasil. Untuk menggambarkan beratnya merintis proyek tersebut, saya bisa mengatakannya dengan satu kalimat: Mungkin hanya proyek HASHER HAPPY............ SAMBUNGAN HAL 1

akbar tersebut. Karena kegiatannya sukses mendatangkan sekira 3.500 wisatawan ke Sulut. Yang otomatis menggairahkan pariwisata dan perekonomian di Sulut. SHS juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh hasher yang telah merestui pelaksanaan Pan Indo Hash di Sulut. “Karena acara ini turut memicu dan memacu sektor pariwisata di Sulut. Sehingga kami bisa berupaya meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi ke para pengunjung (wisatawan). Terlebih untuk penambahan hotel dan infrastruktur,” kata Sarundajang. SHS juga meminta maaf kepada seluruh hasher atas kekurangan-kekurangan yang ada. “Mohon maaf sebesarbesarnya, karena pasti ada kekurangan. Ini pengalaman kami dan pasti disempurnakan dalam waktu mendatang,” tutup orang nomor satu Sulut ini. Sementara Ketua Indonesia Hash House Harriers Letjen TNI (Purn) Soejono mengungkapkan,

enjoy saat mengitari area persawahan hingga tembus di jalan Salib Suci Mahawu. Tantangan pun datang saat hujan deras membasahi Kota Relijius, namun tak menyurutkan langkah kaki pria murah senyum ini. Setapak demi setapak menaiki tangga jalan salib, udara dingin pun tak menghentikan langkah wali kota yang berbasah-basahan bersama dengan hasher . Sekira pukul 15.30 Wita, Danrem pun tiba di lokasi finish di Bukit Doa Mahawu, disusul wali kota bersama Kapolres dan Sekkot. Ribuan hasher yang sebelumnya sudah berada di tempat finish usai mengikuti Super Long Run, Long Run hingga Medium Run menyambut dengan tepuk tangan. Pesta hasher sesungguhnya pun dimulai di Bukit Doa Mahawu. Sambil mencicipi aneka makanan kuliner yang disediakan Pemkot Tomohon dan pengelola Bukit Doa Mahawu, seperti pisang goreng, milu rebus, ubi goreng, panekuk, apang, nasi bungkus hingga cakalang, hasher pun mulai bernyanyi, menari hingga melakukan aksi-aksi gokil. Sajian makanan kuliner yang diatur rapi di tenda-tenda diserbu hasher dan disantap lahap. “Makanannya enak dan banyak, apalagi disajikan panaspanas usai melakukan perjalanan

jauh. Kami ingin kembali ke Tomohon,” ujar rombongan hasher asal Palu. Seakan tak peduli dengan udara dingin, sejumlah hasher tak memakai baju sambil bernyanyi di amphiteater ataupun di depan amphiteater. Aksi tergokil, saat hasher ditantang duduk di balok es tanpa memakai celana. Aksi ini pun membuat Wali Kota Tomohon Jimmy Eman, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Jhony L Tobing, Kapolres Kota Tomohon AKBP Marlien Tawas SH MH dan Sekkot Tomohon Dr Arnold Poli tertawa terbahak-bahak menyaksikannya. Ada yang bernyanyi dan menari, ada juga yang hanya berfoto bersama di depan chapel atau di belakang chapel dengan view Gunung Lokon. Dengan ditemani segelas bir, hasher pun saling menyapa dengan salam on, on yang selalu menjadi ciri khas mereka. “Fantastis, pemandangan di Bukit Doa Mahawu. Saya sampai dua kali datang ke tempat ini,” ujar Rob, hasher asal Inggris. “Kami puas. Meskipun letih, itu terbayarkan saat berada di finish karena lokasinya sejuk dan pemandangan yang unik. Ada chapel, amphiteater dan latar belakang Gunung Lokon. Sempurna,” tambah Anton,

hasher asal Bandung. Super Long Run ini sendiri dimulai sekira pukul 10.00 Wita dengan start dari Monumen Yesus Memberkati (Citra Land). Peserta melewati Desa Lota, Koka, Kali, Kelurahan Kinilow, Kakaskasen dan disuguhkan pemandangan Kota Manado dan sekitarnya. Para peserta Long Run start dari Rurukan menuju ke Puncak Gunung Mahawu dan finish di Bukit Doa Mahawu. Mereka lewati pemandangan Gunung Lokon, Empung, Klabat, Danau Tondano, Perkebunan Tomohon menuju Mahawu dan kembali ke Rurukan. Sedangkan, para peserta Medium Run berjalan dari kantor wali kota Tomohon lama di kompleks eks Rindam menuju ke Bukit Doa Mahawu, dengan sajian pemandangan Gunung Lokon, Empung, sebagian Tomohon dan persawahan. Untuk Super Long Run, sebelum melakukan long march, para hasher menggunakan sejumlah bus memasuki kawasan Citra Land. “Rute sangat menantang karena ada tanjakan dan cuacanya cukup panas,” kunci Herdi, hasher asal Palu. “Tapi tantangan ini bisa dilewati karena pemandangan dan nuansa alam yang menakjubkan,” sambungnya. (***)

banyak motivasi juga ada tidak baiknya. Buat saya, orang yang mau bekerja di bidang sales mestinya bisa memotivasi diri sendiri. Tidak perlu selalu berharap dimotivasi orang lain. Malah saking keterlaluannya seorang sales, kita sampai sering mendengar banyak yang menggunakan cara menghipnotis dalam bekerja. Marketing masa kini mensyaratkan untuk memperlakukan customer sebagai pihak yang harus dihargai spiritnya. Karena itu, sales representative seharusnya menjadi manusia yang tidak hanya berusaha menambah jumlah customer secara kuantitas. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana meningkatkan kualitas hubungan dengan customer. Kalau customer merasa selalu

mendapatkan personal growth dari hubungannya dengan seorang sales staff, dia akan terus melanjutkan hubungan baik. Kebanyakan customer relationship management atau CRM menggunakan model get-keep-grow. Get the right customers supaya customer retention-nya mudah. Lantas, keep the good customers. Sebab, tidak semua customers adalah pelanggan yang bener. Ada yang rewelnya minta ampun tapi sering lupa bayar. Ada juga yang selalu bad mouthing. Customer seperti itu tidak perlu dikelola. Jadi, kadang kala, customer is not always right. Yang terakhir, grow the best customer. Customer-customer terbaik perlu tidak hanya di-retain, tapi juga harus diajak beli produk lain. Bisa up-selling, cross-selling, atau next selling.

Tapi, saya justru ingin mengajak Anda untuk berpikir terbalik. Sebagaimana diuraikan di awal, tujuan kita haruslah selalu meng-grow customer. Tidak sekadar meng-grow ourselves. Kalau itu sudah ada, pekerjaan keep jadi jauh lebih mudah. Dan dengan sendirinya, customer tersebut akan membantu kita untuk get the new and right customers. Dan biasanya, customer yang dikenalin, direkomendasikan atau diberi referensi oleh customer lama, itu adalah customer yang oke. So, get the customer, keep and grow them! Tapi, cari (get) customer yang kira-kira bisa dipertahankan (keep) saja, lalu kembangkan (grow). Biar penjualan berjalan dengan mantap dan berkelanjutan. Bagaimana pendapat Anda? (*)

Jembatan Selat Sunda yang lebih sulit daripada ini. Inilah proyek yang kalau jadi nanti bisa mengubah peta logistik nasional. Inilah satu proyek yang kalau jadi nanti bernilai lebih besar daripada apa yang sudah dibangun di Tanjung Priok selama 130 tahun. Inilah proyek yang akan membuat pelabuhan di Indonesia sejajar dengan pelabuhanpelabuhan besar di dunia. Kalaupun tidak menang, kita tidak akan kalah lagi oleh Malaysia atau Singapura. Inilah pelabuhan yang dalamnya sampai 16 meter sehingga kapal terbesar di dunia pun bisa bersandar di Jakarta. Inilah The New Tanjung Priok. Dunia perkapalan memang punya kecenderungan baru: Kian tahun kian besar saja ukuran kapal yang dibuat. Itu untuk mengejar efisiensi angkutan barang. Kian besar kapalnya, kian banyak yang bisa diangkut. Dan kian murah biaya angkutannya. Akibatnya, kian banyak saja kapal yang tidak bisa mampir ke Indonesia. Indonesia pun kian terkucil. Pelabuhan-pelabuhan Indonesia hanya bisa jadi feeder untuk pelabuhan-pelabuhan besar di negara lain. Sekarang ini, misalnya, sudah ada kapal yang begitu besarnya sehingga bisa mengangkut 18.000 kontainer. Pelabuhan kita kian jauh dari itu. Pelabuhan sebesar Tanjung Perak, Surabaya, pun hanya mampu menerima kapal 3.000 kontainer. Medan, Makassar, dan Batam hanya bisa menerima kapal 1.000 kontainer. Betapa jauhnya kapasitas yang

harus kita loncati. Lino tergolong CEO BUMN yang tidak pantang menyerah. Dia tembus semua kesulitan. Dia gedor semua pintu. Dia hadapi semua persoalan. Wajar jika di ajang Anugerah BUMN tahun lalu, dia mendapat gelar CEO BUMN Paling Inovatif. Tapi, Lino juga beruntung. Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Prof Armida Alisjahbana, dan terutama Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan berada dalam satu barisan. Bahkan, presiden dan wakil presiden memonitor terus proyek itu. Masalah terakhir yang sangat melegakan adalah ketika Menhub E.E. Mangindaan memberikan hak konsesi selama 70 tahun. Dengan keluarnya keputusan itu, tidak ada lagi masalah birokrasi yang dinanti. Kini semuanya tinggal menjadi tanggung jawab Lino. Mulai dari bagaimana membangun fisiknya hingga bagaimana mencari uangnya yang sebesar gajah bengkak itu. Proyek tersebut memang tidak menggunakan dana dari negara sama sekali. Tidak ada dana dari APBN. Begitu kuatnya keinginan agar proyek itu segera terealisasikan (tahap satu harus sudah bisa diresmikan tahun 2014), sebelum hak konsesi didapat pun semua persiapan sudah diselesaikan. Dengan demikian, begitu semua perizinan beres, proyek langsung bisa dimulai. Minggu ini kontrak pekerjaan sudah bisa ditandatangani antara Lino dan Bambang Triwibowo, Dirut PT PP (Persero) Tbk. PP

adalah BUMN yang sudah sangat berpengalaman membangun pelabuhan. Saya akan minta, begitu hari itu tanda tangan kontrak dilakukan, besoknya PT PP sudah harus mulai bekerja. Lantaran letak pelabuhan baru itu di tengah laut (untuk mendapatkan kedalaman yang cukup), Lino juga menggagas perlunya jalan tol baru yang langsung menuju pelabuhan tersebut. Sekaligus ikut mengatasi padatnya lalu lintas truk di kawasan Priok. Proyek jalan tol sepanjang 7 km itulah yang Jumat lalu juga disepakati untuk langsung saja dibangun oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Proyek tersebut juga melibatkan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) karena harus menggunakan tanah miliknya. Begitu pelabuhan baru dan jalan tol baru mulai dikerjakan, empat perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pelabuhan mulai menjalankan program peningkatan kapasitas di beberapa pelabuhan utama. Dengan demikian, pelabuhan seperti Medan, Batam, Surabaya, dan Makassar akan berubah menjadi pelabuhan yang bisa dimasuki kapal 3.000 kontainer. Mereka juga akan membuat pelabuhan baru yang langsung berukuran besar di Sorong. Semua perubahan tersebut tentu perlu segera diantisipasi oleh kalangan bisnis, terutama bisnis perkapalan. Misalnya saja sampai saat ini belum ada pengusaha kapal kita yang memiliki kapal kelas 3.000 kontainer. Tentu sekarang perlu menyiapkan diri agar kelak bisa benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (*)

komunitas hash Indonesia sangat bergembira karena bisa mewujudkan cita-cita melaksanakan Pan Indo Hash di Manado. “Sebenarnya iven ini sudah dirancang dan dikampanyekan sejak lalu. Dan diterima seluruh jajaran hash Indonesia. Sungguh senang kali ini bisa terwujud,” ungkapnya. Lanjutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan Indo Hash yang pertama kali dilaksanakan di luar pulau Jawa. Terlebih pelaksanaan hash nasional ini dihadiri oleh hash luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. “Terimakasih gubernur. Mereka (para hasher) puas untuk keindahan pariwisata di Sulut. Mudah-mudahan di waktu mendatang kita bisa melangsungkan lagi di Manado,” harap Soejono dan disambut dengan tepuk tangan para hasher. Siang harinya, para hasher melakukan run (lintas alam) di daerah Tomohon. Yakni super long run, dari Monumen Yesus Memberkati (Citra Land) sampai Bukit Doa, Kakaskasen Tomohon; long run, dari Rurukan puncak Mahawu

sampai Bukit Doa; medium run dan short run, dari Rindam (eks Kantor Wali Kota Tomohon) sampai Bukti Doa. Sekira pukul 17.00-18.00 Wita, para hasher kembali berdatangan di MCC untuk mengikuti Grand Pary sekaligus penutupan hajatan hash nasional yang dibuat sangat heboh. Pantauan wartawan, seluruh hasher terlarut dalam acara kekeluargaan. Setelah menaklukkan Gunung Mahawu, mereka larut dalam kegembiraan di Bukit Doa Kelong, Kaki Gunung Mahawu. Kemudian dilanjutkan di MCC. Para hasher seperti anak manja yang baru dibebaskan orang tuanya. Mereka terlihat liar. Bernyanyi, berjoget, bercanda, dan bersukacita melupakan kesibukan mereka di kota besar. Tidak hanya hasher saja yang larut, tapi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sulut juga ikut hanyut dalam suasana tersebut. Yakni Gubernur Sulut SH Sarundajang, Danrem 131/ Santiago Brigjen TNI Jhony L Tobing, Kapolda Brigjen Pol Dicky Atotoy, dan Danlanudsri

Letkol Pnb Jorry S Koloay. Sampai-sampai Atotoy dan Koloay ikut menari katrili bersama hasher dan penari dari Ikatan Wulan dan Waraney Minahasa. Tidak hanya tarian tradisional saja, tarian cakacaka dan poco-poco serta musik rock n roll dan dangdut, lebih menyemarakkan acara ini. Walau pun larut dalam acara yang sangat menghebokan, seluruh hasher tidak pernah lupa untuk menghormati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini terungkap saat para hash master (ketua hash daerah), berkumpul di atas panggung dengan FKPD dan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka bersama para hasher. Suasana kekeluargaan lebih terasa saat para hash master dan FKPD melaksanakan tradisi down-down atau minum bersama sampai-sampai para hasher bersorak melihat kebersamaan tersebut. Selesai itu, dilanjutkan dengan pemberian pataka dan modal awal sebesar Rp20.120.908 dari panitia Pan Indo Hash Manado XXVIII kepada hasher Mataram

INDAH...........

SAMBUNGAN HAL 1

mengenal kedua mempelai tersebut, terkesan sembunyisembunyi. Beberapa tamu pejabat Minsel yang hadir, mengaku harus naik lewat tangga darurat untuk menuju ke lantai tempat pernikahan. Kepada koran ini, Pdt Jimmy Monintja yang memberkati kedua pengantin itu, mengaku pihaknya baru dihubungi kedua mempelai belum sampai 1x24 jam. “Ini memang baru dihubungi. Tetapi konsepnya sudah ada,” ujar Wakil Gembala GMKI Sario Manado itu. Uniknya, dalam pernikahan yang merupakan impian dari setiap pasangan, justru tidak dihadiri keluarga dari mempelai wanita. Prof Jopie Paruntu dan Ny JJ Paruntu-Tumbuan tidak terlihat dalam acara tersebut. Adik Tetty, Ny Mika Kojongian-Paruntu juga tidak tampak. Gubernur Sulut SH Sarundajang juga walau pun yang menikah mantan ajudannya, tetapi tidak hadir. Gubernur menghadiri acara yang lebih penting, yaitu menerima 3.500 tamu Indo Pan Hash XXVIII 2012. Yang terlihat dari puluhan undangan tersebut hanyalah para pejabat eselon II dan III, sejumlah camat, dan Kumtua serta ajudan dari bupati. Lalu siapa yang jadi saksinya? Menurut informasi, yang menjadi Tetty yakni Asisten I Setdakab Minsel Danny Rindengan, sedangkan pihak laki-laki oleh Ir SUALANG........... SAMBUNGAN HAL 1

terus mendapat apresiasi positif berbagai kalangan. Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Manado Ricard Sualang S.Ked dengan tegas mengatakan siap mengamankan pasangan JWS-IvanSa di suksesi tanah Toar Lumimuut. “Sudah jelas dukungan pada JSW-IvanSa relatif akan kami lakukan, karena pasangan ini yang diusung partai kami,” jelas Sualang saat ditemui usai mendaftar sebagai peserta Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado. Tak hanya Sualang, dukungan pada JWS-IvanSa juga datang dari 6 Partai Gabungan (Pargap), yakni PKB, PKPB, PKDI, PKPI, Partai Patriot dan Partai Pakar Pangan yang menyatakan GANGGU........... SAMBUNGAN HAL 1

Golkar tidak pernah goyah ketika diacak-acak pihak lain, terutama menjelang Pilbup Minahasa. “Saya hanya bisa tertawa membaca pemberitaan media massa, dimana ada pihak kandidat lain yang terus menggangu Partai Golkar dan Partai Demokrat. Itu namanya ‘tong kosong nyaring bunyinya’, tidak punya cara cerdas dan tidak punya infrastruktur di bawah, kemudian mengacak-acak kader lain. Ini Minahasa, yang tidak mudah bisa digoyang dengan berbagai cara hingga permainan uang. Karena di sini ada harga diri yang akan terus dijaga dan dipertahankan,” kata Mailangkay. Pria yang juga anggota DPR Sulut ini menegaskan, cara-cara yang dilakukan menggoyang Golkar adalah bukti ketakutan pihak kandidat lain dengan kekuatan Golkar di Minahasa. Apalagi kini, Golkar telah bersatu dengan Partai Demokrat yang muncul menjadi kekuatan besar. Perlu dicatat, dikatakan pria pemegang gelar Doktor bidang hukum ini, di Pilbup Minahasa hanya Partai Golkar dan Partai Demokrat yang mengusung kadernya. Sementara lainnya, bisa dinilai oleh masyarakat Minahasa sendiri yang sudah cukup cerdas. “Kalau dengan partainya sendiri tidak setia, bagaimana kesetiaan dengan partai barunya atau yang mengusungnya bahkan dengan masyarakat Minahasa? Itu patut dipertanyakan. Ketika mereka tidak memiliki Jogjakarta. Karena tahun depan hajatan hash nasional akan dilangsungkan di daerah hasher Mataram Jogjakarta. “Sampai jumpa di Mataram Jogjakarta 2013,” ungkap Suyono dengan lantang. Deketahui, kegiatan Pan Indo Hash Manado XXVIII berlangsung 6-9 September. Dan diikuti 3.500an hasher Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Panitia pun kelabakan menyediakan penginapan, konsumsi dan kebutuhan hasher, karena kedatangan hasher di luar perkiraan. “Diperkirakan sekitar 2.500 peserta, tapi yang datang banyak sekali. Untuk yang mendaftar per daerah saja 2.554 hasher, belum yang datang sendiri-sendiri. Sekira 3.500 peserta yang ikut kegiatan ini,” ungkap Sekretaris Panitia Ronny Maramis. BANTU KAKI PALSU Di sisi lain, para hasher tidak hanya menjelajah hutan rimba. Tapi bidang sosial juga menjadi prioritas utama. Seperti membantu masyarakat yang kurang mampu. Hal ini terbukti saat penyelenggaraan Grand Party

Elisa Bunga Allo MM. Sementara bertindak sebagai pembantu pencatat sipil, yakni Pdt Frangky Montolalu STh. Keduanya pun kini resmi tercatat sebagai keluarga baru di Minahasa Selatan. Tidak banyak pejabat Minsel yang hadir. Mereka yang hadir ialah Sekkab Drs MC Kairupan MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir Esry Wowor, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Drs Jan Rattu MPd, Kepala Dinas PU Joutje Tuerah ST MSi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jimmy Tamon SE, Kepala BP4K Franky Tangkere SP MSi, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs Jeffry Prang MSi, dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pengky Terok SSos. Sedangkan pejabat eselon III masing-masing Kabag SDA Setdakab Samuel Slat ST, Kabag Perekonomian Drs Corneles Mononimbar, Kabag Humas Alvons Sumenge, Kabid Hukum dan HAM BKDD Roy Mandey SH, Kepala Seksi Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Ir Frangky Pasla, Kepala Sat Pol PP Drs Nofriet Ransulangi, Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Ir Handry Novi Pusung, dan Kabag Keuangan Meity Tumbuan SE. Khusus para camat, di antaranya Camat Motoling Barat Alex Rindorindo SE dan Camat Sinonsayang Adrian Sumuweng

SSos. Sementara anggota DPRD, tampak hadir Wakil Ketua John Sumual SE SH, Sekretaris Fraksi PG Karel Lakoy, Bendahara PG Joppy Mongkaren, dan Tertius Ulaan ST MSI. Sayangnya, dari mereka yang hadir semuanya seperti seiya sekata untuk tidak membeberkan dimana lokasi perkawinan tersebut. Informasi menyebutkan Hotel JW Marriot digelar sebagai tempat resepsinya. Setelah dikunjungi, ternyata memang ada wedding party tapi bukan acara milik kepala daerah Minsel ini. Pencarian selanjutnya di Hotel Twin Jakarta, hasil nihil pun diperoleh. Hingga sekira pukul 21.30 WIB akhirnya informasi jelas datang dari salah satu pejabat yang memberkan bahwa Hotel Grand Indonesia tepatnya di Ballroom level 11. Ironis, untuk masuk ke lokasi tersebut, tamu harus melewati tangga darurat yang dikawal ketat security. Tiba di ballroom, para pejabat yang hadir terlihat tengah asik bercakap-bercakap sambil menunggu kedua pengantin keluar kembali setelah keduanya berganti pakaian. Kepada koran ini, kedua suami istri tersebut bercakap-cakap santai. Tepat pukul 24.00 WIB, kedua raja dan ratu semalam itu bersama para tamu undangan, meninggalkan tempat acara melewati tangga darurat lagi. Tiba di parkiran lantai 10, keduanya langsung menumpangi kendaraan hitam yang mengangkut mereka menuju Kimpinski Hotel. (tr-08)

diri siap mengamankan JWSIvanSa di Minahasa. Tak tanggung-tanggung ketua DPC dari enam partai tersebut, Melva Koosoy (PKB) Joice Batas (PKPB) Ricard Dauhan (PKDI), Rein Lolong (PKPI), Vicky Rey (Partai Patriot) dan David Lengkey (Partai Pakar) menyatakan siap all out memenangkan JWS-Ivansa. Bahkan komitmen ini dinyatakan enam ketua tersebut saat bertemu dengan Ketua PDI-Perjuangan Sulut Olly Dondokambey SE, Jumat (8/9) lalu.“Kami akan habis-habisan mendukung JWSIvansa, karena kami melihat hanya pasangan ini yang dapat membawa Kabupaten Minahasa lebih baik ke depan, serta tentunya masyarakat yang lebih sejahtera,” jelas Melva Kossoy,

mewakili teman-temannya. Ditemui terpisah, Ketua PKB Sulut Gretty Tielman Sister membenarkan bahwa partainya mendukung JSW-Ivansa. “Memang benar dukungan kami berikan pada JWS-Ivansa,” kata Gretty, yang ikut didampingi saudaranya Grace Tielman Sister. “Kami memberikan dukungan karena beberapa pertimbangan, diantaranya kalau JWS adalah incumbent karena jabatannya saat ini adalah Wakil Bupati Minahasa. Jadi sangat tepat program pemerintah akan dilanjutkan saat dirinya memimpin,” nilai Gretty. “Sedangkan Ivan Sarundajang adalah figur muda, yang bisa saja mengikuti jejak kehebatan ayahnya (SH Sarundajang, red). Apa salahnya diberi kesempatan,” lanjutnya.(ras)

pendukung besar dan tidak didukung masyarakat Minahasa, maka mereka akan berusaha keras obral janji dan serangan di media massa,” tambahnya. Sementara itu, pengamat politik yang juga akademisi FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Johny Lumolos mengatakan, kader dan simpatisan Partai Golkar di Minahasa masih sangat loyal dengan keputusan partainya mendukung CNR-DJT.

“Partai Golkar dan Partai Demokrat yang paling berani mengusung kader sendiri. Hal ini tentu akan mempengaruhi psikologis dari kader dan simpatisan kedua partai tersebut. Sehingga saya melihat kekuatan Golkar masih cukup dominan untuk meraih peluang kemenangan di Pilbup Minahasa,” kata peraih gelar Doktor dan mantan Dekan FISIP Unsrat dua periode ini. (*/lee)

BRIAN...........

potensi budaya dan pariwisata Sulut ke semua tingkatan. “Harus menjadi agents of change yang bisa membawa Sulut menjadi lebih baik, terutama berekspresi dalam lingkungan hidup. Karena Sulut adalah pintu gerbang kawasan Asia Pasific,” ujar Kansil. Pemilihan yang diikuti 36 peserta dari 15 daerah di Sulut ini menampilkan juri antara lain Asisten III Setprov Edwin Silangen (Ketua), Leidy Takapaha (Ketua INNS), Fabian Sarundajang (KNPI), Miss Indonesia Inez Puteri, Jesy Wenas (Budayawan), dan Prof Winda Mingkid (Akademisi), dan Mr Kei (Tourism). Laporan disampaikan Ketua Panitia Drs Aneke Rondonuwu, Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut. (***) TERORIS...........

SAMBUNGAN HAL 1

pemasangan mahkota itu. Sebelumnya suasana tegang menyelimuti seantero ruangan perhelatan, ketika penentuan kandidat mulai dari 10 besar. Raut wajah keenam finalis yang sudah masuk babak 3 besar juga terlihat tegang saat MC Asrid Tatumpe dan Richie Porajouw menyebut nama mereka. Tapi, ketegangan mereda ketika juri memutuskan untuk rapat sebentar menentukan posisi jawara, runner up, dan runner up II. Sebelumnya, mereka yang masuk 3 besar adalah Noni: Novia Mamuaja (Manado), Tessalonika Pelealu (Minahasa), Fergie Mahaganti (Sangihe). Sedangkan Nyong Alfian Poluan (Manado), Brian Pangemanan (Bitung), dan Diego Mamahani (Minut). Wagub juga saat membacakan sambutan Gubernur DR SH Sarundajang menuturkan, pemilihan ini sebagai salah satu Calender of Event untuk mencari putra dan putri terbaik di Nyiur Melambai Sulut, untuk mempromosikan Pan Indo Hash Manado XXVIII di Manado Convention Center (MCC), Sabtu (8/9) malam. Secara spontan, para hasher berinisiatif untuk menyerahkan secara simbolis kaki palsu kepada 35 warga Sulut. Menurut Ketua Indonesia Hash House Harriers Letjen TNI (Purn) Soejono, sumbangan ini merupakan spontanitas para hasher. “Wujud kepedulian teman-teman di seluruh Indonesia,” ungkapnya sembari berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penerima. Ditambahkannya, para penerima kaki palsu tersebut akan diukur dulu. “Biar sesuai dan cocok dengan penerima bantuan. Dan akan dikirim secepatnya saat kaki (palsu) itu selesai dibuat,” tutup Suyono. Marty S Polii, penerima kaki palsu secara simbolis mengaku sangat berterima kasih terhadap bantuan tersebut. “Karena saya bisa melaksanakan aktifitas saya seperti orang normal lainnya. Sekali lagi terima kasih banyak kepada hash Indonesia,” ungkapnya dengan raut wajah yang gembira. (tr-06)

SAMBUNGAN HAL 1

Beretta, Italia itu sebelumnya dimiliki Farhan. Nah, dari milik Farhan diketahui kalau senjata yang memiliki effective range tembakan 50 meter itu berasal dari Filipina. Sebab, dari pistol yang dimiliki Farhan terdapat ukiran yang menyebut kalau pistol itu bagian dari propeti Philipines National Police (PNP). Senjata itu juga yang membuat Bripda Suherman, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri tewas saat baku tembak di dekat perbelanjaan Lottemart di Jalan Veteran, Solo pada 31 Agustus lalu. “Kita tidak membicarakan analisis dulu, namun faktanya memang senjata yang ditemukan sama,” imbuhnya. Sementara itu, lima orang terduga teroris, kemarin (9/9) diciduk anggota Densus 88 dari Mabes Polri di dua tempat berbeda dan tidak bersamaan di Ambon. Empat orang ditangkap di daerah Gunung Malintang, bersamaan dengan dua pucuk senjata jenis MK3 dan SKS. Satu orang lainnya ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman. Diduga penangkapan terhadap empat orang ini berdasarkan pengembangan kasus Solo. “Kami belum tahu. Yang jelas ada empat orang yang ditahan. Nanti kita periksa. Selanjutnya tanya saja ke Kapolda,” ungkap sumber Ambon Ekspres (Manado Post group) di Polda Ambon, tadi malam. (JPNN)



Manado Post Senin 10 September