Issuu on Google+

S A B T U ,

NOMOR: 7995

0 6

A P R I L

2 0 13

RP.4.000,-

UN 2013 Tersulit

Karso Kopassus, Solidaritas Keblabasan

Tryout di Sejumlah Daerah Kelulusan Parah

TEMUAN Tim Investigasi TNI di Lapas Cebongan, Sleman DIY, agak mencengangkan semua orang. Bahwa pembantaian di Sabtu pagi di dalam Lapas Cebongan dilakukan 11 anggota baret merah, sebutan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 di Jogyakarta. Sikap mereka yang mengaku sebagai pelaku menerbitkan kontroversial. Ada yang pro dan kontra mendengar mendengar alasan mereka. Kebanyakan yang pro berasal dari kalangan militer, khususnya TNI AD. Mereka berpandangan sikap para anggota pasukan elit dari Kopassus disebut prajurit yang bertanggung jawab. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut mereka bersifat kesatria, bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Malah SBY menilai ada semangat korsa dari prajurit TNI. ‘’Itulah prajurit sejati yang harus ditunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia.’’ Mulyana W Kusumah berpendapat insiden Cebongan simbol wibawa negara tengah dipertaruhkan. Mulai dari kasus pembantaian 4 tahanan di Lapas Cebongan hingga serangan anggota Danyon Armed Martapura yang menyerang dan membakar Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan 14 Maret lalu. Tentu saja, insiden Lapas Cebongan tak pernah dibenarkan di negara manapun. Meski Kopassus berdalih atas nama karso, tapi tindakan sudah di luar koridor hukum. Meski, yang jadi korban adalah para preman yang perilaku mereka suka meneror. tapi tindakan para Kopassus masuk kategori teror. Semua sepakat, sikap para preman yang seenaknya menghilangkan nyawa orang tak bisa diterima. Tapi, cara yang ditempuh bukan dengan balas dendam, apalagi berdalih semangat korps. Mulai saat ini, semua komit bahwa sikap semau gue pasukan elit ini, jangan dibiarkan apalagi sampai dipuja. Negara dan aparat penegak hukum harus hentikan semangat seperti ini. Kalau tidak dihentikan, dan tidak ditindaki dengan tegas, maka akan lahir Kopassus-Kopassus baru, Danyon Mertapura baru di tempat lain. Untuk menghentikan, para penjaga kedaulatan negara di eksekutif dan legislatif harus tegas mengawal konstitusi dan penegakan kedaulatan hukum. Para pimpinan harus lebih sering membaurkan anggota TNI, masyarakat maupun anggota Polri. Jangan satu dikungkung di barak, yang lain diistimewakan.(*)

Serangan Fajar Kebocoran Kunci Jawaban Dicurigai Editor: Bahtin Razak

JAKARTA — Dengan sistem baru, boleh dikata Ujian Nasional (UN) 2013 ini adalah yang tersulit. Betapa tidak, di beberapa daerah hasil try out atau uji coba UN sangat rendah. Ada yang bahkan di bawah 20 persen. “Tryout memang bukan ujian sebenarnya, tapi model ujiannya sama. Makanya, masih rendah capaian hasilnya,” sejumlah guru SMA di Manado. Kenyataan ini pula yang membikin galau 29.147 siswa SMA, MA, dan SMK di Sulut. Namun sistem baru ini: 20 model soal yang berbeda untuk 20 siswa dalam satu kelas, masih punya peluang untuk dicurangi. Kementerian Pendidikan Nasional mencium kecurangan itu terjadi sebelum ujian digelar atau serangan fajar. Baca UN.....Hal 11

SBY Sebut Kopassus Ksatria

Baca SBY.....Hal 11

PENGHORMATAN TERAKHIR: Foto atas, jenazah mantan Gubernur Sulut Mayjen CZI TNI (Purn) Cornelius John Rantung saat tiba di Bandara Sam Ratulangi, kemarin. Foto bawah, Gubernur Sinyo H Sarundajang dan Ny Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun menangis saat melayat, tadi malam.

ARTIS

Tangis Sarundajang dan Istri Pecah

Presiden SBY dengan Baret Merah

Editor: Tommy Waworundeng peliput: Benyamin Allo, Lucky Mamahit

Editor: Tommy Waworundeng Peliput: JPNN

JAKARTA-Pasca terungkapnya pelaku penyerangan empat tahanan Lapas Klas II B Cebongan, Sleman, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan apresiasinya terhadap pihak TNI. Apresiasi tersebut tampaknya tidak hanya ditujukan kepada tim investigasi TNI. Melainkan juga kepada oknum Kopassus yang mengakui perbuatannya menghilangkan nyawa empat orang. Baca SBY.....Hal 11

MANADO- Tangis Sinyo Harry Sarundajang dan istri Ny Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun, pecah saat menemui keluarga mantan Gubernur Sulut Mayjen CZI TNI (Purn) Cornelius John Rantung di bandara Sam Ratulangi, Jumat (5/4) pagi. Gubernur Sarundajang memimpin langsung penyambutan dan penghormatan jenazah mantan

gubernur dua periode itu. Jenazah disambut dengan upacara militer dari TNI dan Polri menuju ruang VIP bandara. Istri almarhum Ny Hilda Rantung-Karepouwan bersama anak-anak dan keluarga, tampak tak mampu menahan rasa sedih. Isak tangis histeris dari keluarga terlebih istri almarhum, juga mewarnai upacara penyambutan tersebut. Tak hanya Sarundajang, semua yang hadir di ruang VIP bandara, juta tak bisa menyem-

Tetap Langsing Editor: Budi Siswanto

bunyikan kesedihan. Tampak hadir antara lain Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy, Danrem 131 Santiago Brigjen Jhony L Tobing, Danlantamal VIII Laksamana Pertama Guguk Handayani, Danlanudsri Kolonel (Pnb) Ferdinand Roring, Kepala BIN Brigjen TNI Supangkat, Kajati Sulut Dr Onggal Siahaan SH SSos MSi, Kepala Pengadilan Tinggi Sulut, Ketua DPRD Meiva Salindeho-Lintang, Wali Kota Baca Tangis.....Hal 11

UMUMNYA, wanita yang sedang mengandung enam bulan tak mungkin dapat menutupi kehamilannya. Namun hal itu justru tidak berlaku untuk Kate Middleton. Lihat saja penampilan Duchess of Cambridge saat mengunjung i salah satu perkampungan miskin di Glasgow. Dengan enerjik, istri Pangeran William melakukan permainan basket dan tenis meja bersama penduduk. Uniknya, kandungan Kate nyaris tidak terlihat sama sekali. Tampil dengan terusan kotak-kotak, perut wanita 31 tahun itu tak terlihat buncit layaknya wanita yang sedang hamil enam bulan. Kondisi ini jelas berbeda dengan Kim Kardashian yang tubuhnya makin melar karena kehamilan.

Kenangan Manis Bersama CJ Rantung

PEDULI: GSVL-Ai saat memantau persiapan lokasi pemakaman Alm. CJ Rantung di TMP Kairagi.

Kawal Kesiapan Lokasi Pemakaman Alm. Rantung M A N A D O — K e p e rgian mantan Gubernur Sulut Mayjen (Purn) TNI CJ Rantung benar-benar mengundang empati yang sangat mendalam dari pasangan Wali Kota Dr GS Vicky Lumentut dan Wawali Harley AB Ma-

ngindaan SE MSM. Ya, usai melakukan penjemputan jenazah gubernur Sulut dua periode di ruangan VVIP Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Baca Kawal.....Hal 11

DI suatu hari di Bulan versitas Sam Ratulangi (UnSeptember 1989, Bung srat), IKIP Negeri Manado Philip Pantouw yang di(sekarang Unima), Sekolah panggil akrab Ile menemui Tinggi Filsafat Seminari Pinesaya. Ia membawa pesan leng, juga dari UKI Tomohon khusus dari Gubernur serta para pakar lainnya yang Sulawesi Utara Corneles tersebar di Sulawesi Utara. John (CJ) Rantung. “Pak Saya jawab, boleh! Tetapi Gubernur Rantung memsyaratnya, gubernur jangan inta Anda menyiapkan dan cuma hadir pada acara pemmenyelenggarakan sebuah bukaan. Tegasnya, saya minta acara seminar yang dikaitkepada Bung Ile untuk diterkan dengan HUT ke-25 uskan kepada Pak CJ agar Freddy Roeroe Provinsi Sulawesi Utara. Pak Rantung bersedia hadir Pak Gub berharap, agar sejak awal hingga akhir acara seminar disiapkan untuk seminar”. Artinya, Pak Gub membahas tema Masa Depan Sulawesi diharapkan mengikuti dengan cermat Utara,” tutur Bung Ile waktu itu. seluruh diskusi. Bukan cuma menerima Pak CJ minta para nara sumber dan laporan staf, atau menerima rumusan peserta seminar berasal dari kalangan kesimpulan dari penyelenggara. Ile kemupakar dari berbagai perguruan tinggi di dian kembali ke Kantor Gubernur dan Sulawesi Utara. Pak CJ, kata Ile Pantouw, membicarakan usul saya dengan Pak menyebutkan penting menghadirkan Baca Kenangan.....Hal 4 pakar atau kalangan akademisi dari Uni-

Baca

Tetap..... Hal 11

Awal Kelahiran Pasukan Elit Kopassus

Dibentuk Kawilarang, Dimekarkan Prabowo KOPASSUS dibentuk oleh Kolonel E Kawilarang yang waktu menjabat sebagai Panglima TT III/ Tentara Teritorium Siliwangi. Ia memanggil seorang bekas tentara KNIL yang memilih menjadi WNI, ketika terjadi perang DI/TII, namanya Mayor Ijon Jambi (orang Belanda, Nama aslinya RB Visser). Pasukan yang memiliki motto: ‘Berani - Benar – Berhasil’ ini, diresmikan oleh AH Nasution pada waktu itu. Hanya 6 bulan berada di bawah

TT III Siliwangi sebelum akhirnya diambil alih oleh AD. Baretnya pun berwarna merah, karena memang mengambil alih konsep pasukan Belanda “rod beret”. Mengenai warna baret ini perlu kita ketahui bersama bahwa seluruh pasukan khusus di dunia menggunakan warna hijau, sedangkan pasukan “airborne/lintas udara” nya berwarna merah. Tapi di Indonesia Kolonel E Kawilarang

Brigjen Prabowo Subianto

Baca Dibentuk.....Hal 11

Kate Middleton



Manado Post Sabtu 06 April 2013