Page 1

0 3

NOMOR:7961

M A R E T

2 0 1 3

ECERAN: RP3.000,Amos Tempone

Dari Deklarasi Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI

‘Tuhan Apa Yang Kau Inginkan Dariku. Kenapa Pilih Saya’

DICINTAI: Pengunduran diri Paus Benediktus XVI tidak melunturkan kecintaan umat Katolik seluruh dunia. Tampak paus penuh kelembutan dengan seorang bayi.

Cuaca di kota Roma hari ini tidak seperti biasanya. Rabu, 27 dan aparat keamanan pun Pebruari 2013, sebuah hari musim dingin yang sangat indah. siaga sekeliling Vatikan. Matahari bersinar cerah sejak pagi. Inilah sebuah hari penting Para peziarah berjuang di dalam sejarah Gereja Katolik: Sri Paus Benediktus XVI tampilmasuk ke Lapangan Santo ke publik dalam upacara audiensi umum untuk terakhir kali Petrus dan mengambil setelah pengumuman pengunduran dirinya dua pekan lalu. tempat paling depan supaya bisa melihat Laporan: Tahta Suci-Vatikan Sri Paus dari dekat dan mengucapkan kata-kata perpisahan yang bisa SEJAK pukul 07.00 jalan itu pula sudah dipasang pagi waktu Roma, para beberapa layar lebar. Di situ didengar oleh Bapa Suci peziarah sudah memenuhi terdapat beberapa titik kontrol, sendiri. Dari saat ke saat Lapangan Via della Conciliazione, ruas selain dari arah Porta Santa jalan panjang membujur Anna, tepi barat, dan Porta Santo Petrus seperti digenangi dari Lapangan Santo Petrus Sant’Angelo dari tepi arah lautan manusia. Mereka hingga sungai Tiber. Di ruas timur Vatikan. Ribuan polisi melambai-lambaikan berbagai

bentuk dan ragam spanduk dengan tulisan bermacammacam, seperti “Grazie Santo Padre” (Terima kasih Bapa Suci), atau “Arrivederci” (Sampaijumpalagi),atau“Prega per noi” (doakan kami), dan berbagai tulisan dalam berbagai bahasa. Mereka pula tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel “Benedetto”, nama Sri Paus dalam bahasa Italia. Kadang pula terdengar teriakan “Viva il Papa” dan diikuti oleh paduan suara campur yang menggetarkan suasana pagi ini.

Sabah Memanas, 600 WNI Terancam

Tatelu Ambruk 2 Penambang Tak Bisa Diselamatkan Terkubur di Kedalaman 60 Meter

SIAGA: Pasukan Kesultanan Sulu berjagajaga atas serangan tentara Malaysia.

33 PD Tak Kompak Qodari: SBY Harus Mundur dari Demokrat

Editor: Firman Tobeleu

MINUT— Bunyi tanah longsor di salah satu lokasi penggalian Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), di Desa Tatelu I, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara menggemparkan warga sekitar. Peristiwa yang terjadi Jumat (1/3) sekira pukul 11.30 Wita, sangat tiba-tiba. Warga yang kebanyakan penambang emas, langsung berlarian menuju salah satu lubang yang ditutup

terpal hitam. Mereka terlihat cemas, karena bersamaan dengan ambruknya tanah di bagian atas, di dalam lubang ada penambang Arie Ratumbanua (31) dan Andre Telew (20), dari Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa. Berbagai upaya dilakukan, tapi belum membuahkan hasil. Mereka menghubungi tim SAR. Tapi, sayang tidak ada hasil nihil. Pencarian kedua korban penambang masih Baca Tambang... Hal: 11

Baca Tuhan... Hal: 11

PERANG

Tambang

MENANTI: Keluarga korban (atas) tak sabar menanti ditemukannya jenazah korban yang tertimbun longsoran tanah di pertambangan rakyat Tatelu. Tim SAR dibantu penambang lain dan warga setempat (bawah) terus berupaya mencari meski dengan peralatan seadanya.

Tepat pkl. 10.35 pagi waktu Roma, Papa Mobil meluncur pelan, masuk ke Lapangan Santo Petrus dari samping kanan Basilika. Di belakangnya duduk Sekretaris pribadi, Mons. George Gaenswein, yang sudah ditahbiskan beliau sendiri menjadi Uskup Agung tanggal 6 Januari lalu dan merangkap Kepala Rumah Tangga (Prefettura) Sri Paus.

Editor: Idham Malewa

BOGOR – Loyalitas para ketua Partai Demokrat (PD) tingkat provinsi se Indonesia

kepada Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih disangsikan. Meski sudah ada instruksi berkumpul di Cikeas, Bogor, tapi Ketua PD Jawa Timur Sukarwo dan Ketua DPD Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi tidak memenuhi undangan Majelis Tinggi. “DPD Jatim sedang dinas di luar negeri sedangkan DPD NTB ada acara adat selaku tetua disana,” kata politisi Partai Demokrat, Roy Suryo melalui pesan pendeknya, Sabtu (2/3). Menurut Roy, absennya kedua ketua DPD yang kebetulan juga merupakan gubernur di provinsinya masing-masing itu tidak menjadi Baca 33 PD... Hal: 11

Kekerasan Densus 88 Beredar di Youtube Editor: Firman Tobeleu

JAKARTA— Video kekerasan aparat keamanan terhadap warga terduga teroris menyebar luas di internet. Rekaman penganiayaan yang dilakukan sejumlah personel polisi diduga dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror

dan Brigade Mobil (Brimob) beredar di situs Youtube. Kini video tersebut ramai dibicarakan, sementara Densus 88 makin terpojok untuk dibubarkan. Video berdurasi sekira 13.55 menit, berisi tindakan penganiayaan oleh polisi. Di dalam video tergambar jelas puluhan orang berpakaian

seragam dan sebagian di antara mereka menggunakan seragam serba hitam mirip Densus 88. Ada juga polisi berseragam Brigade Mobil. Mereka menenteng senjata laras panjang.

PERANG antarnegara tetangga, Malaysia dan Kerajaan Sulu Filipina Selatan membahayakan nyawa warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Sabah. Konsulat Jendral Republik Indonesia di Sabah langsung mengungsikan 600 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di ladang kelapa sawit di Felda Sahabat Blok 17, di negara bagian Sabah, Malaysia. “KJRI bekerjasama dengan Felda dan Kepolisian Daerah Sabah mulai mengungsikan pekerja kita sejak tanggal 12 Februari lalu. Sehingga saat terjadi kontak senjata kemarin, tak ada satupun warga negara kita yang menjadi korban,” kata Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Sabah Soepeno Sahid kepada Tempo, Sabtu, 2 Maret 2013. Felda adalah perusahaan perkebunan di Malaysia. Para pekerja di ladang sawit tersebut diungsikan sementara hingga menunggu kondisi aman. Soepeno mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Felda, gaji mereka akan dibayar penuh. Sebanyak 600 pekerja di ladang sawit itu berasal berasal dari Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Baca Sabah... Hal: 11

ARTIS

Bebas Tanpa Kehilangan Jati Diri

SANTAI serta bebas, itulah Joss Stone, penyanyi cantik asal Inggris yang berhasil memuaskan penggemar musik jazz Indonesia. Penyanyi bernama asli Joscelyn Eve Stoker m a m p u memukau penonton dengan penampilan s e k s i dan gaya spontannya, tanpa alas kaki. Para penggemar yang memadati Hall D2 JIExpo Kemayoran, dalam gelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2013. Perempuan yang belum genap berusia 26 tahun ini tampil begitu santai. Para penggemarnya pun tidak menghiraukan sang bintang tidak

Baca Kekerasan... Hal: 11

M. Sarengat, Pelari Tercepat Asia yang Kini Tak Berdaya

Diibaratkan Mobil yang Tak Pernah Balapan Lagi M. Sarengat, mantan atlet nasional yang pernah mengharumkan nama bangsa, kini hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur. Pelari tercepat Asia pada Asian Games 1962 itu terkena stroke. RIDLWAN HABIB, Jakarta DUA untai tasbih tergantung di atas tiang infus yang mengalir ke tubuh Mohammad Sarengat. Tepat di sampingnya, sebuah tabung LEGENDA: M. Sarengat, mantan atlet nasional yang pernah mengharumkan nama bangsa, kini hanya bisa tergolek lemah di tempat tidur. Pelari tercepat Asia pada Asian Games 1962 itu terkena stroke.

oksigen dan peralatan monitor tersambung ke tenggorokan pria 72 tahun itu. “Ayo Pak, yang gembira. Ini mau difoto wartawan, nanti fotonya dilihat orang seluruh dunia, lho,” ujar Munir, terapis dan perawat yang mengurus Sarengat di rumahnya. Disapa begitu, mata Sarengat berbinar-binar. Apalagi setelah melihat cucu lelakinya, Aldiano, berlari-lari kecil ikut bergabung.

Tangan kanannya yang diikat sapu tangan di ujung ranjang ikut bergerak-gerak seakan ikut bersorak. “Tangan kanan Papa memang kami ikat karena sering menggaruk ke mana-mana. Takutnya bikin luka,” ujar Sari Sarengat, putri kedua, ibu Aldiano. Istri Sarengat, Nani, minta diri tak bisa menemani Jawa Pos karena sedang Baca

Diibaratkan... Hal: 11

Joss Stone

Baca Bebas... Hal: 11


0 3

TAMBANG..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

terus dilakukan tim SAR Sulut. Tim SAR mengaku terkendala kontur tanah yang labil. Dikhawatirkan, longsor susulan akan terjadi sewaktuwaktu. “Kami terkendala tanah labil, bisa terjadi longsor susulan di dalam lobang,” ujar Kasi Operasional Basarnas Sulut Djeffry Mewo. Selain kelabilan tanah, Feri Arianto,anggotatimSARlainnya, mengaku kesulitan menghadapi lobangtambangyangsangatkecil, hanya berukuran sekira 80x80 centimeter. Dengan keterbatasan perlengkapan, terpaksa tim SAR meminta bantuan penambang lainnya, yang sudah memahami struktur lobang. “Kami silih berganti bersama penambang dan warga lainnya turun ke dalamlobang dengan kedalaman TUHAN..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

Ketika melihat Papa Mobil, massa semakin kuat dan ramai meneriakkan yel-yel seraya bertepuk tangan meriah. Setelah melewati beberapa blok untuk menyalami massa dan disaluti oleh Musik Militer dari wilayah kelahirannya, Bavaria, Jerman, beliaunaikkeSinggasana,sebuah Kursi putih yang sudah akrab dengannya sejak 8 tahun ini. Seperti biasa, sebelum duduk, beliau merentangkan kedua tangan ke arah para hadirin, seolah-olah ingin merangkul mereka satu persatu. Di saat itu keharuan mulai terasa. Setelah rangkaian salam dan pembacaan dari Kitab Suci, beliau mulai membacakan wejangannya yang terakhir. Hadirin hening dan mendengar dengan penuh perhatian. Sering juga hadirin menyela Sri Paus dengan tepukan tangan panjang dan yel “Benedetto”, terutama ketika beliau mengungkapkan kata-kata peneguhan dan pujian yang masuk hingga ke lubuk hati pendengar.Pertama-tama Sri Paus mengucapkan terima kasih kepadaTuhanyangtelahmemilih dan mempercayakan tugas ini kepadanya. Katanya:”Delapan SABAH..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

Soepeno mengatakan, jumlah perkebunan di daerah itu ada 52 blok dan pekerja asal Indonesia di sana sebanyak 8.000 orang. Namun yang bekerja di blok 17 sebanyak 600 orang. Persoalan ini bermula ketika ratusan orang bersenjata pengikut Sultan Jamalul Kiram III dari Kesultanan Sulu, Filipina selatan, mendarat di Lahad Datu, wilayah timur Sabah, Malaysia, sejak 11 Februari lalu. Dipimpin oleh Agbimuddin Kiram, adik Sultan, mereka menuntut pengakuan dan pembayaran DUUBARATKAN..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

kurang enak badan. “Nyuwun sewu nggih Mas (permisi ya Mas) sama Sari dulu,” kata Nani yang kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, itu. Menurut Sari, ayahnya terserang stroke sejak tiga tahun lalu. Saat itu bulan Ramadan 2009. Sarengat tibatiba jatuh dan harus dilarikan ke rumah sakit. “Papa sempat satu setengah bulan dirawat di rumah sakit,” ungkap Ayi, sapaan akrab Sari. Sejak itu, Sarengat keluar masuk rumah sakit. “Kami kebetulan belum sempat mengurus asuransi Papa. Jadi, ya biayanya cukup besar,” imbuh Ayi. Kini Sarengat menjalani home therapy (perawatan di rumah) di bawah pengawasan tiga terapis. Selain Munir, ada dua perawat lain yang mengurusi. Yang satu ahli pijat refleksi, satu lagi ahli fisioterapi. Sarengat harus dipasangi tracheostomy di ujung tenggorokannya.

M A R E T

11

2 0 1 3

sekira 25 meter. Lubang yang sempit membuat kami kesulitan mengevakuasi korban. Namun, pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan hingga kedua korban ditemukan,” kata Feri, optimis. Keterangan warga sekitar, saat hari naas tak ada tandatanda buruk. Cuaca saat itu cukup panas. Keduanya mengambil posisi dan satu per satu mulai turun. Dari kedalaman 0 hingga 10 meter, kemudian berlangsung ke kedalaman 20 meter lancar saja. Memasuki kedalaman 25 meter tanah bagian atas mulai runtuh secara perlahan dan akhirnya jatuh menghantam Arie dan Andre dan mengubur keduanya di dasar lobang. Saat peristiwa tragis itu terjadi, sejumlah rekan kerja korban langsung bergegas melakukan pencarian.

Namun para penambang ini tidak mampu membongkar bongkahan tanah hanya dengan menggunakan peralatan seadanya. Para penambang ini pun akhirnya menyerah. “Sekira 10 menit mereka berada di dalam lobang, kemudian terdengar suara reruntuhan, namun tidak keras. Lalu disusul dengan longsoran kedua yang lebih keras lagi. Kami berusaha menggunakan tali yang biasa menarik material batuan yang mengandung emas, tapi tidak berhasi. Kami pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib,” terang Ferry Gahung, rekan kerja korban. Diketahui, bukan baru kali ini lobang tambang di WPR Tatelu tertimbun tanah. Desember 2011 lalu, kejadian serupa pernah terjadi, bahkan lebih parah. Saat itu, lubang tambang milik Stenly

Korua, tertimbun tanah, yang menyebabkan tiga warga Desa Motoling Barat, meninggal dunia. Sementara yang dialami Arie dan Andre yang menjadi korban, sedang menggali di lobang milik Merfy Ticoalu warga Desa Wasian Kecamatan Dimembe. Sementara itu, Kapolsek Dimembe AKP Rustam Antuke ketika dimintai keterangan, mengaku pihaknya bekerjasama dengan tim SAR terus melakukan pencarian. Belum diketahui posisi tepat ke dua korban di dalam lobang tambang. “Belum bisa diprediksi keberadaan ke dua korban. Mudahmudahan tidak tertimbun hingga ke dasar lobang. Kami akan terus berusaha melakukan pencarian,” janji Antuke.(ctr-03/fir)

tahun lalu, ketika sudah jelas bahwa diri saya terpilih menjadi Paus, pertanyaan yang dominan di dalam hati saya adalah: Tuhan, apa yang Kau inginkan dariku? MengapaEngkaumemilihsaya? Saya tahu bahwa sejak itu saya memikulbebanberatdibahuku”. Lanjutnya: delapan tahun yang lalu adalah tahun-tahun yang indah dan penuh arti. Tetapi juga masa-masa penuh tantangan, sehingga Gereja ibarat bahtera para rasul yang terombang-ambing di danau Genesaret.Badaidangelombang menerjang menimbulkan rasa takut dan panik, dan Tuhan tidur di buritan. Tetapi syukur, Tuhan tidak meninggalkan bahtera ini, karenabahterainibukanmilikkita manusia atau milik saya pribadi, tetapi milik Tuhan sendiri. Mendengar itu, massa bertepuk tangan ramai sambil meneriakkan nama Sri Paus. Beliua sadar bahwa selama masa bakti, Tuhan senantiasa dekat dengan umat-Nya dan menganugerahkan segala yang perlu untuk kemajuan Gereja-Nya. Sri Paus juga mengungkapkan terima kasih kepada para pekerjanya di Tahta Suci Vatikan dan seluruh umat yang tersebar di seluruh dunia. Selama masa jabatannya, beliau

betul-betul merasakan dukungan dan kedekatan umat Katolik sejagad, sekalipun banyak dari mereka yang belum pernah berjumpa dengannya secara langsung. Menjelang sambutannya yang berdurasi kurang lebih 20 menit itu, beliau meneguhkan hati dan iman umat Katolik sedunia. Katanya dalam nada getar: “Saya pergi. Itu keputusan yang saya ambil dengan sukarela. Tetapi kamu harus tetap riang gembira di dalam iman. Saya pergi bukan untuk urusan pribadi. Saya pergi untuk membaktikan diri kepada doa untuk Gereja kita yang kita cintai ini. Tuhan yang memanggil kita ke dalam satu komunitas iman, akan tetap bersama kita, memenuhi hati kita dengan harapan dan menyinari kita dengan kasihNya tanpa batas.” Usai sambutan terakhir ini, hadirin yang saat itu sudah membludak hingga ujung Via della Conciliazione berdiri, memberikan aplaus panjang. Lambaian bendera-bendera dan spanduk-spanduk kelihatan semakin tenang pertanda sedih. SriPauspunberdiri,melambaikan tangan kepada hadirin. Sebuah momentum kuat yang sempat

menuai deraian air mata. Upacara dilanjutkan dengan penyampaianucapanSalampisah dan terima kasih dari para hadirin yang diwakili melalui kelompok bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, Portugis, Polandia dan Arab. Di akhir audiensi, Sri Paus dan hadirin bersama-sama menyanyikan lagu Bapa Kami di dalam bahasa Latin. Lalu beliau menutup dengan berkat terakhirnya sebagai Paus. Beliau turun tahta. Berjalan menuju Papa Mobil, mengambil tempat duduk.Papamobilturunperlahan dari pelataran Basilika menuju hadirin. Tahtanya, Kursi putih, tinggal kosong. Sri Paus bergerak keluar, diiringi aplaus panjang, memanggil-manggil namanya dan seraya air mata tetap berderai. Di atas Papa Mobil beliau terus merentangkan kedua tangannya, seakan-akan ingin membawa pergi sekitar 200.000-an hadirin bersamanya. Rangkulan lengannya tentu terlalu pendek untuk jumlah sebesar ini, apalagi untuk umat Katolik sedunia. Tetapi di dalam doa dari atas bukti Mons Vaticanus, beliau dan seluruh umat Katolik di lima benua akan tetap bersatu. Terima kasih Bapa Suci Benediktus XVI.(***)

kompensasi dari pemerintah Malaysia. Menurut sejarah, Sabah, yang sekarang menjadi bagian Malaysia, merupakan wilayah Kesultanan Sulu yang disewakan kepada pemerintah kolonial Inggris. Perdana Menteri Najib, seperti dikutip kantor berita Bernama, mengakui adanya korban jiwa polisi Malaysia. Dia juga mengatakan 1012 warga Filipina tewas setelah berusaha menerobos pengepungan di Desa Tandou, Lahad Datu, Sabah, yang mereka duduki selama lebih dari dua pekan. Duta besar Malaysia di Manila, Mohammad Zamri bin Mohammad Kassim,

dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Filipina Alberto Del Rosario, kemarin siang, menyampaikan bahwa masalahnya telah berakhir. Pemerintah Malaysia dan Filipina mengimbau kelompok bersenjata dari Sulu agar pulang. Rosario juga meminta akses bagi kapal perang Filipina BRP Tagbanua berlabuh di Lahad Datu untuk mengangkut warganya itu. Sebagian besar anggota kelompok masih dalam pengejaran pascapertempuran. Polisi Malaysia memberlakukan jam malam di wilayah tersebut. “Jangan uji kesabaran kami, kesabaran kami sudah

mencapai batasnya,” kata Najib seperti dikutip Bernama. Kedatangan tentara Sulu di Sabah menempatkan Najib dalam posisi sulit. Apalagi dia akan menyelenggarakan pemilihan raya pada April mendatang. Pihak oposisi mendesak pemerintah segera bertindak. Juru bicara kelompok bersenjata Sulu, Abraham Idjirani, kepada wartawan di Manila mengatakan mereka berpindah ke lokasi lain untuk meneruskan perjuangan dan mendesak pemerintah Malaysia memenuhi tuntutan mereka, yaitu pengakuan Malaysia atas tanah milik Kesultanan Sulu.(tic)

“Sebab, dahaknya banyak. Maklum, stroke kan membuat otak pasien tidak bisa koordinasi mengeluarkan lendir,” jelas ibu muda itu. Untuk asupan nutrisi, Sarengat juga harus menggunakan slang yang dipasang di perut dan langsung terhubung ke lambung. “Gigi Papa patah semua. Dulu sih masih bisa berkomunikasi dengan lisan,” katanya. Sekarang keluarga besar Sarengat tinggal bersama di rumah peraih medali emas pertama nomor sprint 100 meter dalam Asian Games 1962 itu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Rumah tersebut cukup luas, bertingkat, dan ada garasi yang cukup untuk tiga mobil. Tepat di depan rumah ada restoran cepat saji paling besar di kawasan Kemang. “Kami menganut prinsip mangan ora mangan ngumpul,” tegas Ayi lantas tersenyum. Tentu, bukan itu alasan utamanya. “Kondisi pasien stroke itu benar-benar

unpredictable. Jadi, kami semua boyongan tidur di sini,” ujarnya. Sarengat punya tiga anak. Yakni, Meidy Sarengat, Sari (Ayi) Sarengat, dan Andung Sarengat. “Kami tidak ada yang kuliah di kedokteran. Jadi, tidak tahu apa yang harus diperbuat bila sewaktu-waktu terjadi sesuatu terhadap Papa,” kata alumnus FE Universitas Pancasila, Jakarta, tersebut. Ayi mengaku cukup surprised ketika awal Februari lalu Menpora KRMT Roy Suryo bersama rombongan besar mengunjungi papanya. “Halaman rumah ini sampai penuh,” katanya. Sejak sakit, memang hanya teman-teman dekat Sarengat yang menjenguk. Pejabat yang datang baru Roy Suryo. “Mungkin kalau Pak Andi (Andi Mallarangeng, Menpora sebelumnya, Red) sedang sibuk dengan Hambalang ya,” sindir Ayi. Sebelumnya, ketika teman-teman Sarengat menjenguk dan Sarengat masih bisa berkomunikasi, tak

jarang mereka bercengkerama. “Bahkan, Papa mengajak karaoke segala,” tuturnya. Sarengat merupakan pensiunan dokter TNI-AD. Dia juga pernah menjadi Sekjen KONI. “Papa jabat Sekjen, kalau tidak salah, saat Mbak Susi Susanti dapat emas di Olimpiade (1992),” ungkap Ayi. Saat masih aktif menjadi dokter TNI-AD, Sarengat pernah menjadi dokter wakil presiden. Dua periode, yakni pada zaman Sri Sultan HB IX dan Adam Malik. Setelah pensiun, dia mendirikan klinik Sport Wijayakusuma yang berfokus pada rehabilitasi pecandu narkoba. Menurut Ayi, awalnya ayahnya didiagnosis mempunyai kelainan katup jantung. Detak jantungnya bermasalah. Kata dokter, itu terjadi karena pada masa muda jantungnya sering dipacu secara keras dan terusmenerus. Ayi mengibaratkan sebuah mobil yang sering dipakai balapan.

pemain terbaik,” katanya. Kedua adalah penentuan ketua umum. “Ini adalah suatu keniscayaan. Demokrat harus cepat membuka lembaran baru,” ucap Qodari. Terakhir adalah SBY harus menggunakan cara bottom up atau pemilihan dari bawah. “Waktu menuju 2014 sudah sangat pendek. SBY jangan terus menjadi variabel konflik bagi Demokrat”. Qodari mengatakan, sejumlah hal tersebut dapat membangun kesepakatan politik bagi partai berlambang Mercy itu. “Mau tidak mau orang yang dipilih untuk Demokrat harus dari bawah, namun yang sudah memiliki keterlibatan secara intens di partai,” ucapnya. Kolega Anas Urbaningrum sewaktu masih aktif di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Abdul Kholik menyatakan dirinya dan Anas Urbaningrum sempat membicarakan mengenai pertemuan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) dengan para ketua DPD PD di Cikeas, Sabtu (2/3). “Yah tadi sekilas saja tapi tidak intens. Iya bahwa ada pertemuan di Cikeas untuk konsolidasi, mungkin untuk mencari calon ketua umum,” ujar Abdul di kediaman Anas di bilangan Duren Sawit,

Jakarta Timur, Sabtu (2/3). Ketua Bidang Pembangunan Nasional PB HMI tahun 1997-1999 itu menerangkan, dalam pertemuannya dengan Anas, sempat membicarakan mengenai nama-nama calon kuat pengganti Anas yakni Marzuki Alie, Pramono Edhie, dan Gita Wirjawan. Namun demikian diakui pengurus Gerindra tersebut, Anas tidak memberikan dukungan kepada para calon tersebut. “Yah enggak menjagokan siapa-siapa,” pungkasnya. Seperti diketahui, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat mengadakan pertemuan dengan petinggi DPD, Sabtu (2/3) di Cikeas. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Amir Syamsuddin menyatakan dalam pertemuan itu membahas konsolidasi partai pasca mundurnya Ketua Umum Anas Urbaningrum. Majelis Tinggi, lanjut Amir, ingin mendengarkan masukan dari DPD mengenai solusi-solusi masalah yang dihadapi Demokrat saat ini. “Alhamdulillah, kesimpulannya saya kira ada pemahaman bersama untuk menomorsatukan keberhasilan kita dalam menjalankan kesatuan. Ada kebulatan untuk sepakat lakukan upaya maksimal,” kata Amir.(jpnn)

Sangat senang bisa ada di sini,” ujar Joss Stone ketika membuka lagu keduanya. Dia berlanjut membawakan lagu Super Duper Love yang lebih bernuansa nge-beat. Penonton pun tak segan bergoyang buat sekadar mengikuti irama. Interaksi yang dilakukan pun cukup hangat. Joss Stone beberapa kali turun ke panggung untuk menyalami para penggemarnya dan selalu membuat penonton berteriak histeris. Stone yang sempat dihebohkan memiliki hubungan khusus Pangeran William 2007 silam, terbilang paling ramah dengan penonton. Ia sibuk menyalami para penonton di dekat panggung. Biarpun bebas

dan cuek, Joss Stone tetap kualitas suaranya. Dua di atas panggung, kualitas suara tidak berubah. Begitu pun dengan penguasaan panggungnya. Mulai lagu pertama, For God Sake suara kuat khas Joss Stone sudah langsung dipamerkan. Tanpa basabasi, dia langsung meraungraung lewat lagu cover milik The Chi-Lites (1971) itu. Para penonton pun langsung berlarian ke depan panggung, berusaha mendekati idolanya. Beberapa hitsnya seperti You Had Me, Stone Out Of My Mind, Treat Me Right, dan Landlord tak ketinggalan dilantunkan, bahkan meminta para penonton ikut bernyanyi bersamanya.(*)

Pada menit awal terlihat beberapa warga dengan tangan terikat, berbaring di tengah tanah lapang sambil bertelanjang dada. Menit berikutnya, terlihat seorang warga dengan tangan terborgol berjalan menuju tanah lapang seorang diri. Terdengar suara teriakan petugas kepada orang tersebut agar membuka celana. Sambil berjongkok dia membuka celana. Gambar berikutnya, orang tersebut sudah berdiri sambil berjalan, namun tiba-tiba tersungkur.

Dia terkena tembakan di dada tembus ke punggung. Meski sudah tertembak, dia dipaksa berjalan ke tanah lapang. Orang itu diketahui bernama Wiwin setelah polisi menginterogasinya. Meski Wiwin bersimbah darah, polisi tetap saja menanyai dia tanpa berusaha untuk menolong. Bahkan ada di antara polisi yang justru mengingatkan Wiwin, bahwa sebentar lagi akan mati. “Win istigfar, kamu sudah mau mati,” kata seorang polisi. Sementara itu, Mabes Polri merespons laporan penganiayaan terduga

teroris yang beredar dalam bentuk video. Polisi berjanji melakukan penyelidikan dan penegakan hukum secara transparan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, apabila nantinya ada oknum-oknum Polri terbukti melakukan kekerasan, maka akan dihukum. “Akan dicek dulu. Jika mereka-mereka yang terkait gambar itu terbukti melakukan kekerasan tentu dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku,” ujar Boy di Mabes Polri kemarin.(jpnn)

“Setelah itu, didiamkan bertahun-tahun di garasi,” katanya. Sejak aktif menjadi dokter, Sarengat memang jarang berolahraga berat. Berkat prestasi dan jasanya bagi bangsa ini, nama Sarengat diabadikan untuk nama stadion di Batang, Jawa Tengah, tanah leluhurnya. “Biasanya saat Lebaran dulu kami sewa bus mudik ke Batang. Selain bersilaturahmi dengan keluarga di sana, kami meninjau stadion yang diberi nama ayah itu,” cerita Ayi merujuk pada stadion sepak bola M. Sarengat di Batang. Dia lantas menunjukkan sebuah buku bersampul kulit beludru cokelat. Judulnya Namaku Sarengat. “Buku ini tidak ada di toko. Ini kado dari teman-teman Papa dan Ibu saat ulang tahun pada 2009,” jelas anak kedua di antara tiga bersaudara itu. Isinya berupa catatan pribadi Sarengat sebelum sakit. Rupanya, diamdiam, alumnus FK Universitas Indonesia tersebut membuat catatan pribadi yang ditulis

kala senggang. “Temanteman ibu yang menyusun, lalu mencetaknya jadi buku,” kata Ayi. Sarengat lahir pada 28 Oktober 1940 di Desa Kedung Uter, Banyumas, Jawa Tengah. Desa itu berada di tepi jalan raya Banyumas ke arah Purwokerto. Ayahnya seorang guru bernama R Prapto Prawirosuprapto. Setamat SMP di Batang, Sarengat mengembara ke Surabaya. Dia ngenger (tinggal menumpang) di rumah pakdenya, Meorhadi, seorang polisi di Surabaya. Sarengat bersekolah di SMA Wijayakusuma II Surabaya dan bergabung di IPAS (Ikatan Penggemar Atletik Surabaya). Sempat dua kali gagal ujian SMA, dia berpindah ke Jakarta ikut pamannya yang menjadi kiper PSSI saat itu, Mursanyoto. Dia bersekolah lagi di SMA Budi Utomo dan sebangku dengan Siswono Yudho Husodo (mantan menteri negara perumahan rakyat). Saat itu, Sarengat sudah dikenal mempunyai bakat sebagai pelari. Larinya

sangat kencang. Maka, setelah melalui seleksi ketat, dia terpilih untuk mengikuti training centre PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Sejak itu, berbagai prestasi ditorehkan. Puncaknya saat Sarengat terpilih menjadi anggota tim atletik yang terjun dalam Asian Games 1962 di Jakarta. Kepercayaan itu dibayar dengan dua medali emas yang diraihnya saat tampil di nomor bergengsi sprint 100 meter dan lari gawang 110 meter. Namanya pun langsung berkibar di seantero Nusantara, bahkan di Asia. Ayiberharapatlet-atletmuda bisa meniru semangat ayahnya saat menjadi atlet. “Padahal, fasilitas latihan yang diterima atlet sekarang, jauh lebih baik dibanding zaman Papa dulu. Harusnyamerekalebihsemangat dan berprestasi,” ujarnya. KeluargaSarengatdengantelaten akan terus merawat orang yang mereka banggakan itu. “Kami optimistis Papa akan sembuh,” tegas Ayi. (*/c5/ari)

33 PD..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

masalah. “Jadi bisa dikatakan mayoritas semua ketua DPD hadir dalam acara tadi,” ujar Roy. Namun, di lain Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan SBY harus rela menyerahkan kekuasaan partainya. Sebab, SBY dinilai gagal menertibkan kadernya yang bermasalah. “SBY harus mundur pelan-pelan dan menyerahkan Demokrat ke generasi berikutnya,” ujar Qodari dalam acara “Polemik” yang diselenggarakan oleh Sindo Radio, di Jakarta, Sabtu, 2 Maret 2013. Dia mengatakan, hal itu harus dimanfaatkan SBY agar tidak melulu mengurusi partai, melainkan melaksanakan tugasnya sebagai presiden. “Ibaratnya kader itu adalah seorang anak. Waktu masih kecil bisa diatur, semakin dewasa kalau diatur akan marah,” ucap Qodari. Menurut dia, SBY harus mau mengatur mekanisme untuk menentukan ketua umum. Qodari menyebutkan tiga hal yang bisa menjadi penyelamat Demokrat. Pertama adalah kompromi politik terkait dengan nasib kader. “Kalau masih memaksakan satu kubu, ibaratnya tidak akan muncul BEBAS..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

menggunakan alas kaki di panggung. Stone benar-benar tampil mendobrak etika konser. Dia berada di atas panggung tanpa alas kaki, memakai gaun backless, rambutnya pirang tergerai bahkan terkesan acak-acakan. Mengawali aksinya menjelang tengah malam, Joss Stone membawakan lagu berjudul (For God Sake) Give More Power to The People. Sebelum konser dimulai, penonton lebih dulu diminta oleh penyelenggara untuk beramai-ramai menyanyikan lagu Indonesia Raya. “Terima kasih semuanya. KEKERASAN..... SAMBUNGAN DARI HAL 1


Manado Post Minggu 03 Maret 2013  

Tambang Tatelu Ambruk

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you