Page 1


S A B T U

KONJEN..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

penutup. U S N S Mercy me lakukan welcoming dinner khusus kepada Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang (SHS) di atas geladak kapal rumah sakit terbesar milik Amerika Serikat (AS) itu. SHS dijemput kapal khusus dari dermaga Mega Mas Manado, pukul 19.00 tadi malam. SHS didampingi Konjen Kristen F Baue, disertai Wagub Jauhari Kansil, Ketua DPRD Sulut Meiva SalindehoLintang STh, Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy, Danlantamal VIII Laksamana Pertama TNI Guguk Handayani, Danlanud Sam Ratulangi Letkol Pnb Jorry S Koloay, Asisten II Sekprov Ir Roy Roring MSi, Asisten III Edwin Silangen SE MSi, Kepala Inspektorat Jeffry Korengkeng SH, Kepala Kesbang Linmas Drs Gun Lapadengan, Kadis Kesehatan dr Maxi Rondonuwu, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Ir Hoyke Makarawung MSi. Turut juga Deputi Pencegahan dan Kesiap-siagaan Bencana BNPN Sugeng Triutomo, Mayjen TNI Hambali Hanafia, Asisten Operasi Panglima TNI, Drs Winsulangi Salindeho, dan Ny Paula Lumentut-Runtuwene. Tiba sekira pukul 19.15 Wita, SHS dan rombongan disambut hangat crew USNS Mercy. Sebelum mencicipi hidangan malam, rombongan dibagi dua tim, melakukan tour singkat di kapal berbobot mati 69.360 ton itu. Sementara SHS dan Kristen langsung ke ruangan VVIP di lantai 9 kapal yang mampu menampung 1.000 pasien rawat inap itu. Makan malam digelar di atas geladak kapal yang punya panjang 272 meter dan lebar 32 meter itu. SHS dan Kristen disambut karpet merah, dengan penghormatan khusus yang diberikan oleh para perwira dan awak USNS Mercy. Semua perwira utama USNS Mercy menyambut hangat SHS dan rombongan. Tampak Capten Jim Morgan, Commanding Officer MTF USNS Mercy Capten Tim Hinman, Executive Officer MTF USNS Mercy Capten William Cogar, Comanding Master Chief MTF USNS Mersy HMCM Thomas Twigg, dan Ship’s Master Capten Jonatahn Olmsted. Diiringi band USNS Mercy, SHS diberi kehormatan memulai jamuan makan malam. Lima meja untuk VIP disediakan, lainnya melahap sajian makan malam layaknya standing party. ‘’Lima menit lagi acara remi dimulai,’’ kata pembawa acara memberi

AGUNG..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

kepada kader-kader Golkar yang beda pendapat dan pilihan dengan pengurus DPP, DPD, dan DPC. “Golkar ini bukan milik nenek moyang pengurus tertentu yang dengan seenaknya bisa memecat pengurus dan kader yang sudah membesarkan partai selama ini. Mencari 10 orang teman saja sulitnya minta ampun, apalagi mengajak masuk menjadi kader partai. Ini malah terbalik, yang sudah ada malah ingin dipecat,” tegas Agung. Lanjutnya, beda pilihan dalam demokrasi itu merupakan hal biasa, dan di DPP Partai Golkar saja itu ada. Ditanya bagaimana dengan sikap sejumlah kader Golkar di Minahasa yang tetap mendukung Hangky

P/KB..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

Dalam khotbahnya yang diambil dari Lukas 4: 18 dan 19, Pdt Sumakul juga berharap, PKB bisa membudayakan karunia yang sudah diberikan Tuhan. “Kegiatan ini bukan hanya sekedar rutinitas tiap tahun saja, tapi ini merupakan bentuk nyata dari penyertaan Kasih Tuhan kepada jemaat-Nya, terlebih bagi kita sekalian yang boleh bersama memaknai perayaan ini. Janganlah kita sekalikali melupakan ajaran serta ajakan Tuhan untuk senantiasa beribadah

JADI..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

kata Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa, M Kes AAAK, pelayanan Askes diibaratkan pesawat Airbus dengan kapasitas lebih besar. ‘’Kita ini ibarat pesawat Airbus berbadan besar. Saat berubah menjadi BPJS, daya angkut penumpang lebih bertambah banyak, tapi pelayanan tidak terganggu, malah makin meningkat,’’tutur pria yang lahir di Tabanan, Bali, 21 Maret 1951 ini kepada Koran ini di Hotel Aryaduta Manado, Jumat malam. Kata Gede, dengan kesungguhan, kerja keras disertai fokus kepada pelayanan, Askes akan memuaskan semua peserta Askes. Karena sejauh ini, kata Gede, PT Askes tetap mendapatkan kepercayaan publik maupun stake holders lain. Kepercayaan itu bisa dipertahankan dan ditingkatkan karena pengelolaan dana peserta dan premi bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Kami dapat WTP selama 20 tahun berturut-turut. WTP dari BPK menjadi jaminan dari publik bahwa Askes sudah good governance. Meski ada kesempatan dan niat, kita punya sistem untuk mencegahnya,’’katanya. Saat ini, menurut Gede semua SDM di kantor pusat dan di masingmasing Divre terus dilatih, organisasi dibenahi dan teknologi informasi ditingkatkan. ‘’Kita ingin semua yang mengganjal tuntaskan di Desember 2013. Supaya memasuki awal 2014 kita mulai dari hal yang baru. Untuk itu, saya berterima kasih kepada teman-teman (Divre),’’ ucap Gede yang saat itu dibalut batik terang. Menurutnya, dengan trust yang dimiliki, maka tahun 2012 PT Askes yakin pendapatan Premi bisa sentuh

pengumuman. “Kami meminta semua untuk mendekat ke depan,’’ katanya. SHS, Kristen dan Jim Morgan duduk berdampingan di depan. Sejumlah perwira USNS Mercy berdiri melingkar di belakang ketiganya, satu orang di sisi kanan kiri memegang Star Spangled Banner (bendera Amerika Serikat), di ujung kanan memegang bendera Merah Putih. Di podium Capten Jonathan Olmsted memperkenalkan semua perwira pimpinan USNS Mercy, pemain band dan para juru masak. ‘’Malam ini kami sangat berbahagia atas kedatangan Gubernur Sarundajang, bapak-bapak dan ibu-ibu,’’ tutur Olmsted. ‘’Pacific Partnership ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama antara Presiden Barrack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,’’ kata Kristen yang didaulat memberi sambutan pertama. “Kami berharap kerjasama ini membawa manfaat bagi peningkatan kerjasama kedua negara dan kesejahteraan rakyat di Indonesia,’’ katanya. Kristen menggambarkan Pacific Partnership ini terselenggara tidak lepas dari peran SHS, juga keramahan dan kehangatan warga Sulut. ‘’Ini memberi dampak yang positif bagi jalinan kerjasama yang makin erat antara Amerika dan Indonesia, khususnya dengan masyarakat Sulut,’’ ujar Kristen. ‘’Terima kasih kepada semua partisipan, khususnya pemerintah Amerika yang telah mengirim USNS Mercy ke perairan Teluk Manado. Ini bukan saja bermanfaat bagi masyarakat Sulut, tetapi amat berharga bagi warga Indonesia,’’ timpal SHS yang memberi sambutan kedua. Capten Jim Morgan menyebut peran USNS Mercy dalam berbagai misi kemanusiaan di dunia, termasuk tiga kali di Indonesia. Pertama kali saat terjadi tsunami di Banda Aceh tahun 2004, misi kemanusiaan di Ambon dan Morotai (2010), dan kali ini ikut dalam Pacific Partnership di Manado. ‘’Ini merupakan bagian dari kegiatan kami untuk bersamasama menjaga stabilitas keamanan dan meningkatkan kesejahteraan di kawasan Pacific. Secara khusus bagi masyarakat Indonesia di Sulawesi Utara,’’ kata Morgan. Komandan misi kemanusiaan USNS Mercy ini memuji persiapan dan pelaksanaan Pacific Partnership di Manado. ‘’Sangat baik persiapan dan pelaksanaannya. Kami berterima kasih atas penyambutan dan kehangatan masyarakat Sulut,’’ katanya. Sebelumnya, sore kemarin di pelataran Pohon Kasih Mega Mas, kegiatan Pacific Partnership didahului dengan upacara pembukaan. Acara

RS..... SAMBUNGAN DARI HAL 1

Sebagai rumah sakit dengan fasilitas bertaraf internasional pertama di Sulut, Siloam Hospitals Manado memang diperlengkapi peralatan medis canggih, bahkan bisa dibilang yang paling terdepan

yang dibuka Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono itu, dihadiri para peserta Pacific Partnership, termasuk sejumlah awak kapal USNS Mercy. Agung Laksono yang bertindak sebagai inspektur upacara menyematkan tanda peserta kepada perwakilan RI dan AS untuk kegiatan pelatihan penanggulangan bencana ini. Dalam sambutannya Agung Laksono memuji kegiatan berskala Internasional. “Terima kasih untuk Pak Gubernur Sarundajang dan semua warga Sulut. Ke depannya kami berharap akan ada banyak lagi iven yang boleh dilaksanakan,” kata Menko Kesra. Gubernur SH Sarundajang dalam pidato bahasa Inggris mengharapkan ada pergerakan yang baik untuk masyarakat Sulut dengan berbagai iven yang selalu dilaksanakan di Sulut seperti CTI Summit, Sail Bunaken, WOC dan ATF. “Berbagai iven in bertujuan untuk kepentingan masyarakat Sulut,” katanya. Khusus untuk Pacific Partnership ini, katanya, supaya warga siap sedia khususnya menyikapi bencana alam yang kapanpun bisa terjadi. “Enjoy and success for Pacific Partnership 2012 in North Sulawesi,” tutupnya. Suasana yang panas kemarin sore itu sedikit mencair ketika Konjen AS di Surabaya Mrs. Kristen K Baue, yang sangat fasih mengucapkan selamat sore dan terimah kasih, dalam sambutannya menyatakan sangat senang berkesempatan hadir di Manado. “Manado is beautifull city,” tuturnya sampai tiga kali. Bahkan dikatakannya sejak lama berada di Indonesia dia sangat menggagumi Manado, terutama keindahan alam dan sambutan hangat masyarakatnya. “Sulut dan USA basudara,” katanya dengan fasih, dan disambut riuh tepuk peserta upacara. Sementara itu ada kesaksian khusus dari Wiliam C. Mcqullkin saat dia membawakan sambutannya. Dengan bahasa Manado yang cukup lancar Mcqullkin mengaku menikmati makanan khas Manada. “Selamat sore, hari ini saya banyak makan bubur Manado,” katanya. Sontak semua yang hadir langsung tertawa. (***)

0 2

J U N I

7

2 0 1 2

di Indonesia bagian timur. Sebut saja MRI (Magnetic Resonance Imaging) 1,5 Tesla sebagai alat pencitraan saraf tercanggih di Manado, atau CT (Computed Temography) Scan 128 slice yang mampu menampilkan organ dalam tubuh secara mendetail. Fasilitas kateterisasi jantung dari cath-lab Siloam Manado termasuk sebagai mesin medis canggih, yang harganya tak tanggung-tanggung, hingga Rp15 miliar. Kini yang menjadi pertanyaan, siapakah yang dilayani dengan fasilitas mahal itu? “Kehadiran Siloam tak lain untuk merealisasikan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok daerah. Fasilitas bertaraf internasional Siloam ada untuk seluruh lapisan masyarakat, artinya tidak memilih siapa yang akan dilayani,” ujar James. Bagi peserta Askes, bukan perkara mudah saat berhadapan dengan masalah kesehatan. Dan, bukan hal biasa jika mereka berobat ke rumah sakit swasta. Maklum, tanggungan biayanya tak sampai ke taraf semahal itu. Siloam Manado melihat kondisi ini sebagai momen untuk menjangkau para peserta Askes. Karena itulah, di lantai satu

bangunan terdapat kantor Askes Siloam. “Inilah rumah sakit yang diperlukan di Sulut. Beda dari rumah sakit yang lain, dalam hal pelayanan termasuk the best-lah karena berperan dalam meningkatkan mutu kesehatan masyarakat. Sebagai wakil pemerintah, saya memberikan apresiasi atas kehadiran Siloam,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Kesehatan Prof dr Ali Ghufron Mukti Msc PhD. Terpisah, dalam perbincangan dengan Manado Post, Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa memberi apresiasi keberadaan RS Siloam di Sulut. Masyarakat Sulut juga harus bersyukur dengan kehadiran RS Siloam di daerah ini. Sebab di mata Gede, Siloam satu-satunya rumah sakit (RS) swasta bertaraf internasional, yang mau melayani pasien peserta Askes standar kelas 3. Menurutnya, pelayanan Siloam begitu profesional. Dari sekian banyak RS swasta yang bermitra dengan Askes, pelayanan RS milik James Riady kepada peserta Askes kelas 3, jauh di atas RS swasta lainnya. ‘’Saya salut pelayanan pasien Askes kelas 3

jauh lebih lux dibanding rumah sakit yang lain,’’ kata Gede didampingi GM PT Askes Divisi Regional X dr Budi Muhammad Arif di lobi hotel. Dari 2,1 juta penduduk Sulut sendiri, peserta Askes mencapai 271.080 orang. Mereka ini tentu bersyukur, karena bisa mendapatkan pelayanan kesehatan bertaraf internasional dengan harga murah. Karena itu Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang juga dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada CEO Lippo Group. ‘’Saya pribadi, keluarga, pemerintah, dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Lippo Group dalam hal ini CEO James Riady dan Presiden Theo Sambuaga yang sudah membangun rumah sakit bertaraf internasional di daerah ini,’’ ujar SHS. Theo Sambuaga juga berterimakasih kepada Gubernur SHS. ‘’Sebab berkat perjuangan Gubernur, Pak James Riady mau membangun rumah sakit di daerah ini. Pak SHS berhasil membujuk CEO Lippo Group, sehingga saat ini masyarakat Sulut sudah

bisa mendapatkan pelayanan kesehatan bertaraf internasional dengan harga terjangkau,’’ ujar Sambuaga. Sarundajang juga mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan investor dalam negeri untuk membangun Sulut. ‘’Daripada susah-susah mencari investor di luar negeri, lebih baik saya menggandeng investor merah putih. Hasilnya, sangat membantu masyarakat di daerah ini. Lippo tak hanya membangun rumah sakit, tetapi juga membangun sarana pendidikan. Ini tentu akan meningkatkan atau mengangkat kualitas hidup masyarakat di daerah ini lewat indeks pembangunan manusia,’’ kata SHS. Lebih dari itu, Sulut akan makin ramai. Karena Sulut satusatunya daerah di Indonesia Timur yang memiliki rumah sakit taraf internasional. Sehingga seluruh penduduk di Indonesia Timur (Papua, Ambon, Maluku Utara, Su l a w e si Se l a ta n , Su l a w e si Tengah, Gorontalo, akan berobat ke Manado. Tidak lagi ke Jakarta atau ke Singapura. ‘’Lippo Group juga menopang cita-cita kami menjadikan Sulut pintu gerbang di Indonesia Timur,’’ ujar SHS. (*)

DOMBA.....

ikut jamuan makan malam. Mereka bergabung dengan 75 anggota rombongan Gubernur SHS. Dengan hanya 200 orang memadati area itu, serasa seperti di tengah lapangan luas. Mirip pesta taman. Bedanya di atas laut. Tak ada rerumputan, tanpa pepohonan. Tapi lantainya bersih. Tak ada secuil pun potongan kertas atau jenis sampah apa saja. Temaran dan sinar lampu semua gedung di pinggiran Teluk Manado dan puncak-puncak kota Manado membuat jamuan makan malam itu beraroma romantik. Saya tidak sempat mencicipi semua makanan yang disajikan. Apalagi dominan daging-dagingan. Bagi yang hanya bisa makan seafood, aneka sajian itu enak dipandang tapi tak cocok di tenggorokan. Saya mengambil ‘setengah sendok’ nasi, dicampur udang, plus saus tomat. Dilengkapi kue-kue kering yang dipadu sirup segar sebagai penyempurna. Tak cukup sepuluh menit saya menyantap makanan itu. Selebihnya menikmati kemegahan, keindahan dan pesona makan malam pada momen langka di atas rumah sakit terapung yang hingga tadi malam sudah merawat ratusan pasien berbiaya gratis dari Sulut. Semua perwira dan petingga USNS Mercy berbaur dan bercengkrama dengan tamu. Siapa saja. Tak pilih-pilih. Jim Morgan, Coammanding Officer MTF USNBS Mercy Tim Hinman, Executive Officer William Cogar, Command Master Chief Thomas Twigg, dan Ship’s Master Jonathan Olmsted, menyapa ramah. Tak ketinggalan Kristen F Baue, Konjen AS di Surabaya. Tak kelihatan mereka perwira tinggi atau pentinggi USNS Mercy. Mereka tampil seperti general manejer hotel berbintang: ramah, bersahabat dan bersemangat. Dengan riang gembira mereka melayani siapa saja berfoto ria bersama. Liam meja untuk tamu VIP disediakan. Tapi mayoritas menikmati aneka makanan dalam posisi berdiri sambil bercengkrama. Seperti standing party. Beberapa mengelompok di meja tinggi tanpa tempat duduk. Seperti meja di bar-bar. Bukan berarti acara kehilangan dimensi formal. Jim Morgan, Kristen, SH Sarundajang dan Jonathan Olmsted menjadi “empat serangkai” memimpin

acara formal usai makan malam. Morgan, Kristen dan Sarundajang berdempetan. Di belakang ketiganya, sepuluh perwira USNS Mercy berbaris setengah lingkaran. Perwira di ujung kiri memegang Star Spangled Banner, bendera Amerika Serikat. Di ujung kanan memegang Merah Putih, bendera Indonesia. Tepat di bagian atas bagian tengah, termampang logo USNS Mercy. Didahului penyampaian singkat Olmsted, lalu Ship’s Master USNS Mercy itu merangkap sebagai pembawa acara dengan mempersilakan Kristen, Sarundajang dan Morgan pidato singkat. Ketiganya menggunakan waktu hanya sekitar 30 menit. Lalu, tibalah pada acara puncak acara bertajuk Welcoming Dinner of Pacific Partnership 2012 itu. Seorang perwira menyerahkan pedang panjang, seperti samurai, kepada Jim Morgan. Dia mengeluarkan pedang dari pembungkusnya, memegang pedang berwarna kebirubiruan itu. Morgan lalu mengajak Kristen, Sarundajang dan Olmsted berdiri, melangkah sekira 30 meter. Tempat yang dituju tidak lain kue tart seukuran 50 cm x 100 meter yang terletak di tengah meja-meja jamuan makan. Kue taart raksasa itu dioles warnawarni, dominan biru dan putih. Seperti melambangkan ciri khas angkatan laut secara universal. Tiba di depan kue, Morgan, Kristen, Sarundajang dan Olmsted sama-sama memegang pedang. Seperti sudah lihai memotong kue, tanpa dikomando mereka berempat kompak memotong kue pas di bagian tengah. Sambil menebar senyum dan roman bahagia, semua sumringah menyaksikan adegan itu. Kli-klik-klik. Puluhan kamera dan handphone mengabadikan momen langka itu. Tak terasa sudah pukul 21.45, hampir tiga jam di USNS Mercy. Sebagian masih ingin menikmati kemegahan dan kehebatan satu dari lima rumah sakit terapung terbesar di muka bumi itu. Sebagian sudah bergegas ingin pulang. Gubernur Sarundajang pamit, menuju lift dan sesaat kemudian sudah duduk di kapal yang siap membawa pulang ke dermaga Mega Mas. Para pejabat tinggi lainnya segera mengikuti

langkah Sarundajang. Marinir dan petinggi USNS Mercy mengantar dengan respek dan hangat sampai di pintu terakhir kapal. Mereka tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasih. Senyum selalu menghiasi, tak kalah ramah dengan orang-orang Indonesia. Tidak terasa berada di kapal milik angkatan laut USA, negara super power. Tidak kelihatan seperti anggota militer. Mereka lebih menonjol sebagai pelayan rumah sakit dengan prilaku dan budaya ramah: inti dan substansi namanya: hospital, dasar dari hospitality, keramatamahan. Tak berarti kehilangan aspek standar keamanan. Saat menuju USNS Mercy, petugas menyeleksi ketat. Hanya nama-nama yang sudah di daftar dan menunjukkan undangan yang boleh masuk. Tak ada x-ray. Tapi ada tiga marinir yang menjaga di pintu masuk. Terdaftar dan ada undangan, belum pasti bisa lolos. Tiga marinir tadi hanya membolehkan masuk jika petugas pengecek daftar nama sudah menyatakan ok. Lolos dari situ, berjalan di jalan setapak yang dipabati tali kiri kanan. Menyerupai lorong hingga di depan dermaga. Tak ada lagi pemeriksaan saat naik kapal kecil menuju USNS Mercy. Begitu juga saat tiba di USNS Mercy. Malah keramahan dan kehangatan yang menyambut. Walau sudah letih bekerja seharian, mereka masih menyempatkan waktu membawa tour keliling kapal berlantai sembilan itu. Kecuali ruang-ruang operasi dan karena alasan medik (bukan alasan keamanan), ruangan lain bebas dikunjungi. Telepon selular, kamera dan tas bebas dibawa. Tapi hanya satu lantai yang memberi keleluasaan handphone beroperasi: geladak kapal. Lainnya, atau di delapan lantai lainnya, handphone tak bisa menangkap signal. Malah, di lantai laboratorium dan farmasi, handphone harus dimatikan. Kecuali si pemilik mau kehabisan baterai handphone. ‘’Lantai ini menyedot baterai handphone,’’ kata salah satu awak. ‘’Sebaiknya dimatikan.” Sarannya. Saya tak mematikan telepon genggam. Benar, tiba di geladak kapal, handphone saya tewas: kehabisan baterai.****

SAMBUNGAN DARI HAL 1

Sajian makanan utama dimulai dari ayam goreng asam manis, diikuti aneka sayuran dan bumbubumbunya. Seperti menghormati perut orang Indonesia, disediakan nasi lengkap dengan ‘sendok’ ukuran sekira 50 gram. Sendok itu seperti mengingatkan, jangan banyak makan nasi. Lalu ada daging asam manis, diikuti aneka kue: biskuit, lumpia goreng kering, klappertaart, dan kue kering khas Manado. Buah pepaya diiris kecil-kecil disajikan bersama biskuit. Sementara semangka disajikan dengan aneka ukiran indah. Enak dipandang, hingga menjadi sayang untuk dimakan. Itulah rangkaian menu sajian di dua meja utama. Di tengah, disajikan udang rebus yang sudah dikupas. Di bawah sinar lampu temaran berwarna kuning, warna merah udang berpadu dengan ukiran es batu berbentuk burung Manguni di tengah hamparan udang. Jadilah sajian udang itu mamancarkan paduan warna kuning, merah dan putih. Disajikan di atas meja dengan alas biru, menjadi seperti pelangi yang dijaga Burung Manguni. Ada meja ‘penutup’ untuk tiga meja tadi. Di atasnya ada taart seukuran meja sekira 50 cm x 100 meter itu. Di seberangnya terlentang domba guling. Tidak seperti di restoran Turki yang umumnya biasa memampang domba atau kambing guling dalam posisi menggantung, domba guling itu disajikan dalam posisi tidur. Ada mayonnaise, kecap, sambal, dan saus tomat. Coca cola, minuman khas Amerika tak ketinggalan. Disajikan bersama sprite, bir kaleng, dan minuman khas Manado: sirup segar berwarna merah. Aneka makanan itu disajikan di geladak kapal USNS Mercy yang berukuran lebih dari dua kali lapangan sepakbola. Geladak untuk lapangan helipad yang berkapasitas dua helikopter itu terasa amat lapang. Kapal rumah sakit terapung paling besar di Amerika itu membawa awak 1.215 orang, dan menampung pasien rawat inap 1.000 orang. Tadi malam hanya sekira 120 awak yang

A Gerungan bertarung di Pilbup Minahasa walau tidak diusung Partai Golkar, sembari tersenyum Agung Laksono mengatakan, Kosgoro sudah memberikan kader terbaik untuk maju di Pilbup Minahasa, kalau tidak diusung ya terpaksa kita harus mencari jalan lain. “Yang penting intinya untuk membangun Minahasa dan mensejahterakan rakyat. Untuk sampai ke Jakarta tidak selamanya harus naik pesawat Garuda, bisa menggunakan Lion, Batavia dan sejenisnya. Yang penting sampai dengan selamat dan memenangkan pertarungan,” tukas Agung yang disambut tepuk tangan meriah hadirin yang hadir dalam pelantikan pengurus Kosgoro Manado. Ditambahkannya, sebagai Wakil Ketua DPP, saya berharap agar Hangky A Gerungan sebelum maju

menggunakan kendaraan lain kiranya bisa terlebih dahulu membuat surat izin dan tak perlu keluar dari partai.. “Pesan saya rubah wajah Minahasa dan harus jauh lebih baik dari saat ini. Secara pribadi saya mendukung Hangky maju di Minahasa kalaupun nantinya saya punya waktu luang, saya siap kampanye di Minahasa,” tegas Agung yang didampingi oleh pengurus DPP Golkar lainnya seperti Leo Nababan, Berny Tamara, dan Rene Manembu. Terpisah, Hangky A Gerungan ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan Agung padanya. “Semua kan sudah jelas, isu pemecatan hanya dilempar oknumoknum yang tak bertanggungjawab karena mulai gelisah dengan kekuatan lawan. Jadi, kita lihat saja nanti,” tegas pria bersahaja ini.(ylo/irz)

dan mengucap syukur,”ujar Sumakul dalam ibadah pembukaan sekira pukul 10 Wita itu. Sementara itu, Wagub Pnt Dr Djouhari Kansil MPd memberikan apresiasi kepada PKB. “Selama ini PKB mendukung percepatan pembangunan dan berkontribusi bagi perekonomian masyarakat,” sanjung Kansil yang juga penasehat PKB GMIM itu. Peneguhan Kansil sebagai penasehat dilakukan di sela-sela ibadah. Meningkatnya kriminalitas yang terjadi akhir-akhir ini, membuat PKB menunjukkan sikap. Ketua Komisi PKB GMIM Pnt Djenrie Keintjem SH MH menyerukan seluruh anggota yang tersebar di Minahasa Raya, Bitung, dan

Manado untuk perang terhadap aksi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. “PKB harus berperan untuk mencegah berbagai bentuk kriminalitas seperti yang terjadi akhir-akhir ini,” kata Keintjem saat membawakan sambutan. Daloam ibadah, paduan suara yang akan mengikuti 7th World Choir Games 2012 di Amerika ikut memberikan kesaksian puji-pujian. Usai ibadah, peserta pun langsung menyebar ke jemaat-jemaat setempat yang menjadi lokasi berbagai lomba. Cerdas Cermat Alkitab (CCA) di Jemaat Bethesda Poopo, Musik Bambu Klarinet di Jemaat Efrata Pontak, Vokal Grup Seri A di jemaat Eben Haezer Motoling, Vokal Grup

seri B di Jemaat Imanuel Picuan Baru, solo di Jemaat Zaitun Motoling, dan gerak jalan di Jemaat Kinaweruang Motoling. “Dalam lomba ini, diharap-kan seluruh peserta bisa bertanding sehat dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik,” harap Kansil. Perayaan yang selalu diadakan setiap tahun itu, selalu saja mengundang antusias PKB. Buktinya, begitu banyak kendaraan yang berjejer sepanjang Amurang hingga Motoling. Tak bisa dihindari, kemacetan panjang pun terjadi. Sepanjang 5 kilometer, baik mobil, sepeda motor hingga pejalan kaki mengular. Meski macet, namnun, sukacita tetap menyelimuti para PKB.(***)

Rp8 triliun dari 16,6 juta anggota peserta. Premi sebesar ini dialokasikan untuk pelayanan medis Rp6,5 triliun dan sisanya pelayanan non medis. Target laba mencapai Rp1,5 triliun dan diperoleh dari cadangan Rp5,4 triliun. Premi ini akan makin bertambah, karena salah satu implementasi BPJS, semua masyarakat akan menjadi peserta Askes. Peserta Jamkesda, Jamkesmas maupun Jamsostek akan dicovoer oleh Askes. ‘’PNS, karyawan swasta, pengusaha, karyawan BUMN, maupun warga biasa semua masuk peserta Askes. Yang membedakan adalah hak dan fasilitas. Makin tinggi Premi makin bagus dan lengkap fasilitas pelayanan,’’kata Gede sambil menambahkan premi peserta Askes Rp40 ribu per bulan. Target lain yang dikejar Askes adalah indeks kepuasaan peserta (IKP). Saat ini, IKP sekira 87, tahun ini ditargetkan 88 dan diupayakan menyentuh angka 90 paling tinggi. ‘’Yang melakukan survei independen,’’katanya. Satu hal yang menarik perhatian Gede saat berkunjung di perbatasan Miangas dan Marore. Dia terkesan dengan daya tahan penduduk perbatasan. Meski jauh dari jangkauan Askes, tapi masyarakat bisa menerima kondisi pelayanan apa adanya. ‘’Kami akan membantu masyarakat di perbatasan dengan kerjasama dengan pemerintah. Supaya pelayanan cepat tersaji, para perawat di Puskesmas akan kita latih bagaimana mengatasi pertolongan pertama,’’katanya. Selain itu, di daerah Miangas dan Marore, Askes akan memberikan buku data tentang kesehatan masyarakat dan menyiapkan fasilitas kesehatan lainnya. Ia menambahkan, ada gagasan ke depan Askes akan mengadakan mobil customer service yang akan berjalan keliling. Untuk kartu kepersertaan, Askes

akan bekerjasama dengan Kemendagri soal penggunaan e-KTP. ‘’Kelak jika BPJS, para peserta Askes akan menggunakan e-KTP sebagai kartu peserta, supaya lebih efektif,’’tandasnya. Ia juga mengingatkan para dokter tak harus memilih-milih tempat kerja. Entah dokter PTT atau dokter praktek, dengan hadirnya

BPJS, semua pendapatan akan sama. Tergantung seberapa tinggi pelayanan dokter untuk tetap menjaga masyarakat tidak sakit. ‘’Kalau dia mampu menjaga kesehatan warga di mana dia bertugas, maka biaya kesehatan makin berkurang, otomatis preminya akan beralih ke dokter bersangkutan,’’katanya.(ham)


Manado Post Sabtu 02 Juni  

Konjen: Sulut-USA Basudara