Issuu on Google+

Pilihan Anda Yang Tepat

Vol.V No.111 3 April 2009 (Main Edition) 35,000 Eksemplar

Jumlah BMI terus membengkak Underpayment dituding sebagai faktor

buruh migran Filipina dinilai menjadi salah satu faktornya. Terlebih popuHINGGA akhir Februari 2009, jumlah lasi orang Hong Kong yang berusia 65 buruh migran Indonesia yang bekerja tahun ke atas diperkirakan naik dari di Hong Kong mencapai 124.753 orang, 11,7 persen di tahun 2003 menjadi 14,3 hanya beda 1778 dengan buruh mi- persen di tahun 2015. Dan pada tahun gran asal Filipina yang kini berjumlah 2033, naik mencapai 27% dari total pop126.531. ulasi Hong Kong yang saat ini mencapai Ada sejumlah faktor yang menjadi 7 juta. pemicu. Kemampuan BMI menguasai Para orang berusia lanjut ini lebih nyabahasa Kantones yang lebih baik dari man bercakap dengan bahasa Kantones Oleh Santi

–yang dikuasai BMI- dibanding bahasa Inggris yang secara umum dikuasai buruh migran asal Filipina. “Kemampuan anak-anak kita dalam penguasaan bahasa lebih baik. Mereka bisa multibahasa. Banyak yang eks Singapura dan eks Taiwan. Mereka bisa bahasa Mandarin, Hoakian, dan Kantones,” ungkap Ketua Appih Howard Cheung kepada SUARA, Selasa (31/3). Selain itu, ia juga menyebut kebera-

nian PJTKI untuk melakukan investasi dan memberikan sponsor fee terlebih dulu bagi para BMI yang akan berangkat. “Ini tidak seperti Filipina, “ ujarnya.

Selamat jalan Timbul...

Komunitas pelawak Indonesia kembali berduka. Timbul, pelawak didikan Srimulat, tutup usia. Selama ini, ia dikenal dekat dengan seniman-seniman daerah. Halaman 35

Underpayment Namun pendapat berbeda disampaikan oleh Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Eni Lestari dan Ketua Underpayment...halaman 2

Anggap tak ubah nasib BMI, IMWU nyatakan golput Cairan pemutih di botol susu anak majikan

BMI asal Bengkulu jadi tahanan polisi setelah diduga mencampur cairan pemutih ke botol susu anak majikannya. Halaman 14

PARA pengurus IMWU menunjukkan tulisan “Ada Pemilu atau Tidak, Nasib Kami Tak Berubah” yang mereka pakai sebagai bentuk protes. Bay, Minggu (29/3). IMWU juga menyerukan kepada orANGGAP pemilu tidak berpihak pada ganisasi BMI dan massa BMI di setiap perbaikan nasib jutaan buruh migran negara penempatan untuk tidak mengIndonesia (BMI) dan keluarganya, gunakan hak pilihnya pada Pemilu Indonesian Migrant Workers Union 2009, memperhebat aksi menuntut (IMWU) menyatakan tidak akan meng- hak-hak dasar buruh migran Indonegunakan hak pilih mereka alias golput sia, dan makin menyatukan perjuandalam Pemilu 2009. Pernyataan terse- gan BMI di setiap negara penerima. but mereka sampaikan dalam jumpa Ketua IMWU Sringatin dalam ketpers di kantor mereka di Causeway erangannya kepada pers menyatakan, Oleh Fanani

proses pemilu yang berlangsung setiap lima tahun sekali tak tak pernah menghasilkan apa-apa kecuali pergantian penguasa. IMWU juga mencatat survei dan penelitian yang dilakukan dari waktu ke waktu hingga saat ini selalu menunjukkan bahwa masalah yang dihadapi oleh BMI tetap sama, yaitu tidak ada perlindungan, underpayment, dan biaya agen yang tinggi. “Jadi ada tidak ada pemilu nasib

kami tetap tak berubah dan tetap tertindas,” ujarnya. Bahkan, untuk makin menunjukkan keseriusan sikap, seluruh anggota IMWU yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengenakan kaus yang mereka buat secara khusus. Slogan “Ada Pemilu atau Tidak, Nasib Kami Tak Berubah” di kaus berwarna putih

PUBLISHED BY: HK PUBLICATIONS LTD. TEL: 2851 1766

Hanya...halaman 2

98 tewas dan 102 hilang, bencana Situ Gintung Halaman 26


WARTA



3 April 2009

Underpayment jadi alasan majikan Hong Kong pilih BMI Dari halaman 1

Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Sringatin. Eni menilai bahwa penguasaaan bahasa Kantones mungkin salah satu faktor, tapi bukan faktor yang signifikan. “Survei yang kami lakukan tahun 2005 menunjukkan, dari 2777 responden yang kita tanyai, 53% mendapatkan gaji underpay. Sebanyak 38% diantaranya bahkan hanya menerima HK$1800-

HK$2000 perbulan,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh Sring. Ia bahkan mengatakan bahwa naiknya jumlah BMI ini sesuai dengan target pemerintahan SBY-Kalla yang mematok pengiriman BMI ke luar negeri sebesar 1-2 juta pertahun. “Tanpa melihat apakah para pekerja yang dikirim ini siap atau tidak,” ujarnya. Para BMI yang tak siap, latar belakang pendidikan rendah, dan tak punya pengalaman inilah yang kemudian mau

(karena tidak tahu) untuk digaji di bawah standar. “Kalau alasannya penguasaan bahasa Kantones, mengapa sejak dulu PRT asal Thailand tak pernah bertambah? Padahal mereka jauh lebih fluent,” ungkap Eni. Kesadaran buruh migran Thailand yang lebih tinggi, menurut Eni, menjadi salah satu faktor pemicunya. Sebelumnya Atase Ketenagakerjaan Konsulat Filipina Romulo Saud juga mengatakan bahwa underpayment

dapat menjadi salah satu faktor yang digunakan oleh majikan Hong Kong untuk memilih PRT-nya. Ia bahkan terangterangan menuding bahwa Konsulat Indonesia tak agresif dalam memberikan bantuan dan perlindungan. Sayangnya, pihak KJRI –hingga berita ini diturunkan- tak bisa dimintai tanggapan. Sementara Wakil Atase Ketenagakerjaan Konsulat Filipina Leonida Romulo juga mengatakan bahwa agen penyalur

tenaga kerja lebih memilih PRT asal Indonesia karena mereka jarang protes, bahkan jika digaji underpay. Menanggapi ini, Howard Cheung mengatakan bahwa dirinya kini sudah jarang mendengar soal praktik underpayment. “Saya sekarang tak pernah dengar lagi,” ujarnya. Tapi ia mengakui bahwa buruh migran asal Indonesia cenderung “nrimo”. “Mereka itu lugu, lebih ‘Jawa’, dan nrimo,” ujarnya.

Hanya pergantian rejim Dari halaman 1

tersebut sekaligus juga menjadi slogan IMWU menyikapi Pemilu 2009. Menurut pendapat IMWU, dari sekian rejim yang pernah berkuasa, yang berubah dari penanganan BMI hanyalah tingkat pengisapan. Di mana setiap rejim menunjukkan tingkat pengisapan yang makin dalam. Dalam pernyataan sikap yang mereka keluarkan, IMWU menyebut pada jaman Orde Baru tak kurang dari 90 persen BMI yang bekerja di Hong Kong bergaji di bawah standar (undepaid) dan harus membayar biaya agen HK$21.000 dengan pemotongan tujuh bulan gaji pertama. Kondisi itu makin diperburuk dengan pembangunan terminal khusus BMI (Terminal Tiga) yang mereka nilai lebih sebagai sarang pemerasan pada BMI. Pada jaman pemerintahan Megawati dan Gus Dur, IMWU melihat pengisapan terhadap BMI semakin dikokohkan dengan dibuatnya Undang Undang No 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indo-

nesia di Luar Negeri (PPTKILN) yang memberikan kewenangan berlebih pada Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Praktik kebal hukum bagi PJTKI bahkan mereka nilai masih berlangsung sampai sekarang. Sementara pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dituding makin mengukuhkan pengisapan BMI dengan dikeluarkannya target pengiriman buruh migran sebesar 1 juta orang per tahun untuk mencapai target pendapatan devisa dari buruh migran sebesar 125 trilyun per tahun. Ditanya soal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan golput dan Undang Undang No 10 tahun 2008 yang memasukkan penganjur golput sebagai pelanggar hukum, Sringatin menyatakan kalau IMWU sudah tahu akan hal tersebut dan sudah mempertimbangkannya dengan masak-masak. “Kita semua sudah tahu adanya Fatwa MUI dan juga Undang Undang No 10 tahun 2008 itu dan sikap kita tetap sama karena kita menganggap ada tidak ada pemilu nasib kami tetap tertindas,” tegasnya.


3 April 2009

SUARA






SUARA

3 April 2009


3 April 2009

SUARA




WARTA



3 April 2009

Maret, dua jenazah BMI dikirim pulang Oleh Santi

KOMUNITAS buruh migran Indonesia di Hong Kong kembali berduka. Sepanjang bulan Maret ini, sudah dua jenazah BMI dikirim pulang, yakni Samini Sarju (34), BMI asal Jawa Timur dan Supiyem (54), BMI yang keluarganya menetap di Bali. Menurut keterangan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI),

keduanya meninggal karena sakit. Samini Sarju disebutkan menderita sakit sejenis TBC. BMI yang diberangkatkan oleh PT.Sinar Makmur Jaya Pasuruan dan ditempatkan di Hong Kong oleh agen Futa ini baru belum ada sebulan bekerja di rumah majikannnya di South Horizon, Aberdeen. Ia datang ke Hong Kong dan mulai bekerja di majikan pada 28 Februari 2009. Namun tak sampai sebulan, te-

patnya 10 Maret 2009, Samini ditemukan meninggal. Diperkirakan, ia sudah menderita sakit sejak sebelum diberangkatkan. Jenazah Samini dikirim pulang ke keluarganya pada Kamis (19/3) lalu. Sementara jenazah Supiyem dipulangkan ke Bali, atas permintaan keluarganya, pada Sabtu (21/3) lalu. Menurut keterangan KJRI, jenazah Supiyem nyaris tak bisa pulang karena dikira korban flu burung. Namun pemeriksaan lanju-

tan membuktikan bahwa perkiraan itu salah. Tapi belum diperoleh keterangan penyakit yang diderita Supiyem hingga merenggut nyawanya. Supiyem meninggal pada 12 Maret. BMI yang diberangkatkan oleh PT. Swadaya Kerta Utama Surabaya ini telah 15 tahun bekerja di Hong Kong. Data terakhir menyebut ia bekerja pada majikan di IslandResort, Shiu Shai Wan dan ditempatkan oleh agen Home Brilliant. Copy paspor Samini & Supiyem

Putus cinta, BMI serang majikan Oleh Santi

GARA-gara terima SMS, seorang buruh migran asal Indonesia mendadak kalap dan menyerang majikan. Riyanti (24), BMI asal Temanggung tersebut menjambak rambut dan menggigit lengan majikannya saat sang majikan hendak menelpon polisi karena melihat pekerjanya tersebut dalam kondisi depresi. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Jumat (27/3) petang, memastikan kondisi Riyanti yang telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Kwai Chung. BMI eks Singapura ini ditempatkan oleh agen Technique. Menurut pihak KJRI, Riyanti akan segera dibawa pulang begitu ia dalam kondisi baik. Seperti diberitakan South China Morning Post, polisi menerima telepon dari

aktris sekaligus model Hong Kong, Sonija Kwok Sin-nei, Selasa (24/3). Memberitahu tentang insiden yang terjadi dengan pekerja rumah tangganya. Keduanya kemudian dilarikan polisi ke Rumah Sakit Kwong Wah. Sonija Kwok dilepas setelah mendapat perawatan dari pihak rumah sakit. Sementara Riyanti ditranfer ke Rumah Sakit Jiwa Kwai Chung. Menurut keterangan Sonija Kwok, insiden itu bermula saat Riyanti menjadi emosional usai menerima SMS dari lelaki Indonesia. “Kemudian mendadak ia lari ke dapur dan mengambil pisau. Lalu mengarahkan ke lehernya,� jelasnya. Sonija berhasil membujuknya untuk menyerahkan pisau tersebut. Namun Riyanti kemudian menyerangnya ketika Sonija tengah menelpon polisi untuk menceritakan apa yang terjadi.


WARTA



3 April 2009

Aliansi organisasi BMI kembali gelar aksi iansi, mengatakan bahwa aksi yang digelar empat hari sebelum pelaksanaan ALIANSI 41 organisasi buruh migran Pemilu Legislatif ini juga mengkritisi Indonesia yang mendesak pencabutan perhelatan pemilu yang sama sekali Undang-Undang No.39/2004 tentang tak punya dampak terhadap nasib Penempatan dan Perlindungan Tenaga pekerja migran. Kerja Indonesia di Luar Negeri (PPT“Kami mengangkat sejumlah masaKILN) kembali berencana mendatangi lah yang selama ini dihadapi BMI,” ujar kantor Konsulat Jenderal Republik In- Sring kepada SUARA, Senin (30/3). donesia, Minggu (5/4). Aksi ini sendiri akan dimulai sekitar Ratusan BMI yang bergabung dalam jam 1 dan berakhir 1,5 jam kemudian. aksi tersebut menyerukan kepada Menurut Sring, massa aksi berkumpul pemerintah Indonesia agar segera di depan pusat perbelanjaaan Sogo mencabut UU No.39/2004 karena UU di kawasan Causeway Bay, sebelum itu dinilai menempatkan posisi BMI bergerak ke arah KJRI. sebagai barang dagangan. Masing-masing koordinator lapanMereka juga mendesak pemerintah gan sebelumnya juga menyisir massa untuk meratifikasi Konvensi ILO (In- aksi di sejumlah titik di Victoria Park. ternational Labour Organization) tenAliansi Cabut UU No.39/2004 sendtang Perlindungan BMI dan Anggota iri dibentuk dan dideklarasikan di City Keluarganya, serta melibatkan organ- University beberapa waktu lalu, dimoisasi BMI dalam setiap pengambilan tori oleh dua organisasi dengan massa keputusan atau pembuatan kebijakan besar, yakni Asosiasi Tenaga Kerja yang menyangkut soal BMI. Indonesia (ATKI) dan Indonesian MiSringatin, salah satu koordinator Al- grant Workers Union (IMWU). Oleh Santi

SEJUMLAH BMI membantu memasukkan formulir pemilihan yang akan dikirim melalui pos. (foto:santi)

PPLN Hong Kong sortir pemilih ganda Oleh Santi

KEMUNGKINAN munculnya pemilih ganda pada Daftar Pemilih Tetap di Hong Kong terjadi karena perbedaan nomor paspor dan pergantian alamat surat. Ketua Panitia Pemillihan Luar Negeri (PPLN) Hong Kong, Dicky D Soerjanatamihardja memperkirakan dari total DPT di Hong Kong yang mencapai 103.931, sekitar 600 diantaranya adalah data ganda. “Kini kami sedang melakukan sortir data dan segera mengirim (pembaharuan data-red) ke Jakarta,” ungkapnya saat ditemui SUARA di sela kesibukan persiapan pemilu di kantor KJRI, Minggu (29/3) lalu. Dua hari sebelumnya, seorang BMI mengaku mendapatkan tiga formulir

pemilihan atas nama dirinya via pos. Sementara sejumlah BMI lainnya mengeluh karena belum mendapatkan formulir pemilihan hingga Jumat (27/3) lalu. Menurut Dicky, pihaknya mulai mengirimkan formulir pemilihan, sesuai dengan data pemilih yang mereka miliki, sejak Kamis (26/3) lalu. “Total 31.000 formulir yang telah kami kirimkan. Senin (30/3) ini, kami mungkin bisa kirimkan lagi 40.000 formulir,” ungkapnya. Sisanya akan dikirimkan secara berkelanjutan hingga tanggal 3 April. Sementara mengatasi sejumlah pemilih yang mendapatkan formulir pemilihan lebih dari satu, Dicky meyakinkan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan ulang. “Kalaupun ia menggunakan semua, kami hanya akan ambil

satu. Itu akan kelihatan nantinya,” katanya. Dicky menyatakan bahwa pihaknya akan mengandalkan identifikasi KTP Hong Kong. “Kalau KTP Hong Kong kan nggak mungkin sama,” ujarnya. Ia mencontohkan beberapa kali menemukan nama sama hingga enam orang. Namun setelah dicek, mereka masingmasing memiliki no.KTP berbeda. Pemilu legislatif sendiri akan digelar pada 9 April. KJRI menyiapkan enam Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tiga TPS akan bertempat di Ruang Ramayana, satu TPS di Mezanin, dan dua TPS lainnya masing-masing di ruang Imigrasi dan Kekonsuleran. Keenam TPS tersebut berkapasitas 3000 pemilih. Namun karena pelaksanaan pemilu berlangsung pada hari kerja, Dicky memperkirakan bahwa yang akan datang ke TPS hanya sekitar 600-1000 orang. Sementara lainnya akan melakukan pilihan melalui pos. Penghitungan suara untuk TPS akan dilakukan pada hari yang sama segera setelah pemilihan usai. Sementara untuk pemilihan yang dilakukan melalui pos, penghitungan akan dimulai pada tanggal 10 atau 11 April dan diselesaikan maksimal tanggal 22 April. “Tanggal 23 April, hasil pemilihan harus sudah diterima Jakarta,” jelasnya. Dari pemantauan SUARA, panitia PPLN disibukkan dengan berbagai jenis persiapan pemilu. Sejak dua minggu lalu, Ruang Ramayana di KJRI dijadikan “markas” untuk menyiapkan kertas suara dan juga menyiapkan formulir pemilihan yang dikirim melalui pos. Menurut Dicky, pada hari Minggu pihaknya melibatkan BMI untuk membantu persiapan ini. “Kalau Minggu, ada 75 tenaga yang bisa bantu. Kalau hari biasa, sekitar 40 orang,” ungkapnya.


FORUM

10

Teliti pasangan sebelum Anda menikah

Untuk dilihat

Mimbar Rohani Anda Oleh H. Abdul Muhaemin

DALAM sebuah hadis diriwayatkan bahwa Mughirah bin Syu’bah pernah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepadanya:”Sudahkah kamu melihat perempuan itu?” Dia menjawab:”Belum”. Baginda bersabda:”Lihatlah dia terlebih dahulu agar nanti kamu berdua dapat hidup bersama lebih harmonis dalam berumah tangga.” (Nasaí, Ibnu Majah, dan Tirmidzi) Hadis di atas menjelaskan bahwa Editorial untuk mendapatkan pasangan hidup yang ideal setiap individu Muslim, baik pria maupun wanita, harus benar-benar melakukan penyiasatan dan penelitian yang mendalam terhadap calon pasangannya. Hal ini perlu dilakukan demi untuk meyakinkan dirinya bahwa pasangan yang sedang diidam-idamkannya itu adalah benar-benar pasangan yang bertanggung-jawab dan menjadi pasangan rumah tangga yang ideal. Sesuatu yang barangkali bisa membuat Setelah mendapatkan informasi tenkita bangga sebagai bangsa Indonesia. tang calon pasangannya itu, dia harus Namun, jika kita mengaji lebih dalam, meneliti, menganalisa dan membandbahwa ternyata salah satu faktor melingkan dengan sikon dia yang sebeonjaknya jumlah BMI di berbagai neganarnya. ra penempatan tersebut tak lain karena pemerintah Indonesia telah rela dan senang hati menjual warganya dengan murah dan tanpa perlindungan memadai, apakah itu masih sebuah kebanggaan? DI Hong Kong, memalsukan keterangan Bukan rahasia lagi bahwa banyak di paspor termasuk sebagai pelanggaran sekali BMI dari berbagai negara pen- hukum yang serius. Bukan hanya mengempatan harus pulang dalam keadaan ganti nama tetapi mengganti tanggal layang mengenaskan tanpa uluran tangan hir juga merupakan pelanggaran serius. pemerintah. Mulai dari pulang dengan Ini dikarenakan pada saat Anda masuk tangan hampa karena seluruh gajinya ke Hong Kong, Anda memperlihatkan dirampas agen, jadi korban penga- paspor Anda kepada petugas Imigrasi niayaan, perkosaan hingga harus pu- yang berfungsi sebagai aparat pemerlang dalam keadaan gila. intah Hong Kong. Memberikan keteranDengan kondisi yang demikian sebe- gan palsu kepada petugas Imigrasi sama narnya sungguh tak layak bagi pemer- saja dengan memberikan keterangan intah Indonesia untuk berbangga. Di palsu kepada pemerintah Hong Kong. samping kenyataan bahwa buruh mi- Oleh karena itu, perbuatan ini dikatgran Indonesia hanya mampu bersaing agorikan sebagai perbuatan kriminal. di sektor-sektor pekerjaan berkeahlian Jika ketahuan oleh pihak Imigrasi, Anda rendah, juga lonjakan jumlah BMI di bisa dibawa ke pengadilan dan dapat berbagai negara penempatan hanyalah dijatuhi hukuman penjara. Pengalaman menunjukkan bahwa pemerintah sebe- kami menangani kasus, hukuman yang narnya tak mampu menghidupi war- dikenakan untuk pelanggaran ini bisa ganya sendiri. mencapai 6 bulan hukuman penjara.

Bengkaknya jumlah BMI bukan sebuah kebanggaan JUMLAH buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Dibanding buruh migran Filipina misalnya, jumlah BMI melonjak hampir dua kali lipat dalam empat tahun terakhir hingga terpaut tak lebih dari 2.000 saja. Data per Februari menunjukkan jumlah BMI mencapai 124.753, terpaut 1.778 dari jumlah buruh migran Filipina yang 126.531. Beberapa pendapat menyebutkan, faktor underpayment menjadi salah satu penyebab, di samping pemerintah Indonesia menggenjot program mengekspor warganya, melonjaknya jumlah BMI di beberapa negara penempatan termasuk Hong Kong. Bahkan, pemerintah Filipina lewat Atase Tenaga Kerja mereka (Hong Kong News edisi awal April 2009) terang-terangan menyebut bahwa banyak BMI rela dibayar undepay karena KJRI tak cukup memberikan perlindungan buat BMI. Di satu sisi, lonjakan jumlah BMI di luar negeri memang berimbas pada lonjakan besaran devisa yang masuk ke pemerintah Indonesia. Atau, sekilas menunjukkan kemampuan bersaing buruh Indonesia di pasar kerja luar negeri.

3 April 2009

Faktor-faktor terpenting yang harus difokuskan dalam menyelidiki kebenaran calon pasangan adalah kepribadiannya, pendidikannya, pergaulannya, hubungan sosialnya, kesehatan fisik mentalnya, pekerjaannya, latar belakang keluarganya, dan agamanya. Penelitian dan informasi seperti ini sangat penting dilakukan agar seseorang dapat mempersiapkan segala-galanya sebelum memasuki gerbang kehidupan berumah tangga. Anjuran ini telah direkomendasikan sendiri oleh Rasulullah s.a.w. dengan sabdanya:” Apabila ingin menikahi seorang perempuan, maka utuslah salah seorang wanita untuk memeriksa keadaannya dan ciumlah bau mulutnya, bau ketiaknya dan perhatikan urat kakinya.”(Thabrani dan Baihaqi) Apa yang dimaksudkan oleh Rasulullah s.a.w. adalah apabila orang yang mau dilamar atau dilihat itu adalah wanita maka yang harus datang untuk melihat keadaannya mestilah oleh utusan wanita juga. Dan apabila orang yang ingin dilihatnya itu adalah calon pria maka yang datang untuk melihat keadaannya adalah dari kalangan pria pula. Jika seorang wanita ingin melihatnya dengan sendirinya maka dia harus ditemani oleh mahram pria atau pihak pria disertai oleh saudara perempuannya. Dalam agama, berdua-duaan di tempat yang sunyi untuk tujuan menjajagi dan mengetahui lebih dalam akan keadaan diri masing-masing adalah haram

hukumnya, apalagi keduanya ingin membuktikan cinta dan kasih sayang masing-masing dengan melakukan asmara dan tidur bersama. Jika ada konflik di antara kedua belah pihak di kemudian hari maka pihak yang paling dirugikan adalah wanita. Harus diingat bahwa seorang pacar yang sudah berani mengajak tidur bersama adalah bukan calon pasangan yang bertanggungjawab dan harus ditolak. Sebaliknya, jika seorang pacar itu tidak mau berbicara hal-hal yang jorok serta tidak pernah mendesak untuk melakukan hal-hal yang dilarang Allah maka orang tersebut merupakan pasangan yang ideal dan harus dijadikan pilihan. Akibat dari kejadian tersebut, tidak sedikit dari kaum wanita yang mengalami depresi mental dan trauma hingga hidupnya merana tanpa arah tujuan yang bermakna. Oleh sebab itu, para pembaca yang akan dan sedang mencari pasangan melalui alam maya, baik dengan cara berchating ataupun bertelpon, supaya berhati-hati dengan bujuk-rayu dan manisnya bicara. Pastikan bahwa calon pasangan anda benar-benar menepati keinginan dan cita-cita anda sehingga dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga nanti tidak akan diterjang oleh ombak tsunami yang akan memporakporandakan segala-galanya. Wallahu a’lam.

Persoalan “blacklist”, majikan tidak bisa mem “blacklist” domestic helper. Hanya Imigrasi yang bisa mem “black list” domestic helper. Imigrasi biasanya mem “blacklist” orang, jika dia melanggar hukum di Hong Kong dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Misalkan orang yang dinyatakan bersalah karena mencuri, memukul, melewati batas tinggal visa (overstay), tertangkap kerja illegal dsb. Jadi majikan tidak bisa mem “blacklist” hanya dengan alasan pekerjaan kita tidak berkenan di majikan. Misalkan majikan menuduh domestic helpernya mencuri dan memutuskan kontrak, dia tetap tidak bisa memblacklist domestic helpernya karena tuduhan itu tidak diperkuat oleh keputusan pengadilan. Jadi dalam hal ini, si TKI tetap bisa mengajukan permohonan ganti majikan dengan menunggu visa di luar

Hong Kong. Tetapi banyak kejadian di mana Majikan menakut-nakuti domestic helpernya dan memaksanya untuk menandatangani surat pengakuan yang menyatakan bahwa ia mencuri barang majikan. Biasanya karena takut diputus kontrak, akhirnya surat ditandatangani. Tetapi ini tidak akan menjamin bahwa majikan tidak akan memutus kontrak. Bahkan bisa saja Majikan memakai surat pengakuan itu untuk melaporkan si domestic helper ke polisi dan ini akan berbuntut panjang. Oleh karena itu jangan pernah mau memalsukan dokumen atau menandatangani surat apapun yang tidak benar.

Soal “blacklist” dan ganti nama paspor

Kolom ini diasuh oleh Domestic Helpers and Migrant Workers Programme (Ph. 2739 6193)

Surat pembaca Pemilu dan nasib BMI BELAKANGAN saya melihat SUARA beberapa kali menulis tentang pemilu. Mulai dari soal fatwa MUI sampai dengan jumlah pemilih dan iklan tentang pemilu yang besarnya minta ampun. Yang jadi pertanyaan saya, begitu pentingkah pemilu ini buat kami para BMI yang bekerja di Hong Kong? Kepada siapakah sebenarnya suara kami para BMI ini akan diambil? Atau sebegitu pentingnyakah kita-kita para BMI ini, yang melawan agen yang jumlahnya sedikit itu saja nggak mampu, buat mereka para calon wakil rakyat yang hampir semuaya orang kaya dan sangat kaya dan sangat berpengaruh? Terus apa iya penting sebenarnya kalaupun kita punya pemimpin baru? Sudah berapa kali pemilu dan bagaimana nasib BMI

sampai sekarang? Sudah berapa menteri dan hasilnya nasib BMI sekarang? Sebagai manusia memang kita tidak boleh menyerah dan putus asa, tapi bagaimana sih sebenarnya definisi putus asa dan menyerah dalam hal semacam ini. Saya ibaratkan pemerintah itu tak lebih seperti agenagen tenaga kerja di Hong Kong ini yang menyandra seluruh dokumen kita, meminta bayaran dengan potongan tujuh bulan gaji dan sebagainya-dan sebagainya. Dan karenanya kita kemudian berusaha melawan karena kita menganggap itu ketidakadilan. Nah, ketika kita menuntut biaya agen yang rendah, meminta kembali dokumen kita yang disandra dan kemudian menyatakan tidak akan menggunakan jasa agen karena kita anggap agen tidak bisa melindungi kita. Apakah itu juga sebuah keputusasaan?

Tak jauh beda halnya ketika ada orang yang kemudian menyatakan diri tidak akan ikut pemilu alias golput karena menganggap pemilu tidak akan mengubah nasib mereka. Apakah itu sebuah bentuk keputusasaan atau justru perjuangan mereka melawan ketiadaaan perlindungan dari pemerintah? Siti Rubiyah

Tambah halaman Hai SUARA, Sebelumnya sukses deh buat kamu karena makin banyak pengemar aja (jaileee kayak artis aja hi hi hi ). Aku mau kasih usul nich, gimana kalau halamannya diperbanyak (he he seperti halaman rumah aja ya) Maksudnya biar kita makin banyak dapat info gratis (he he).Dan buat mbakmbaknya, tolong dong kalau ambil koran jangan poligami dan buat alas duduk aja. Kasihan kan yang belum kebagian. Thanks

banget Suara, moga makin ok aja.

Fanani Kattrina

Halo Katrrina, Terima kasih atas usulannya. Kami akan mengusahakan agar halaman SUARA bisa diperbanyak. Redaksi.

Hati-hati penipuan kerja JAGAD memang lagi dibayang-batyangi oleh krisis global. Sampai-sampai semakin banyak saja yang waswas. Termasuk saya. Sudah gitu, banyak yang ribut soal penanganan/pengurusan CBMI/BMI, yang ujung-ujungnya duit! Pada akhirnya CBMI/ BMI juga yangg jadi korban. Untuk itu, hatihati penipuan gaya baru dengan iming-iming kerja di bagian penting-penting. Salam untuk semua saudara seperjuangan! Ka yau! l1n4_putr1_98@yahoo.com

Santi

Nurul Qoiriah Joko Harjanto

Dante Peralta

Jeneth B. Piscano Nin Tang

Editor

Reporter

Editorial Consultant Sales Executive Sales Executive

Advertising Coordinator Designer

Published by HK Publications Ltd. 31/F., Prosperity Millennia Plaza, 663 King’s Rd. North Point, Hong Kong Telp: 3416 3647, 2851 1766 Fax: 2858 8979 E-mail: news@hkpub.com Tsat Tsz Mui P.O. Box 60185

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced without the written permission of the publisher. We wish to acknowledge the following news sources: Asian Migration News, Kompas, Suara Pembaruan, Tempo Interaktif, Sinar Harapan and South China Morning Post.


3 April 2009

WARTA

SUARA

Tak ada aturan, potongan agen di Macau 8-10 bulan Oleh Lantip

KETIDAKJELASAN aturan penempatan buruh migran Indonesia (BMI) di Macau menyebabkan biaya penempatan atau potongan agen tidak jelas dan cenderung sangat tinggi. Menurut catatan Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) saat ini potongan agen untuk BMI di Macau bervariasi antara

RINGKASAN AIDS Festival 2009 ST. John’s Cathedral HIV Education Centre kembali menggelar festival budaya “AIDS Festival 2009” dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk buruh miugran, terhadap virus HIV dan menumbuhkan solidaritas terhadap para penderitanya. Festival tahun ini akan digelar di Chater Road, Pedestrian Precinct, Central pada Minggu (5/4). Festival akan diisi dengan lomba busana dan tarian yang melibatkan komunitas lokal dan buruh migran, termasuk buruh migran sektor rumah tangga dari Indonesia. Menurut panitia penyelenggara, acara lomba akan digelar mulai pukul 11:00 am – 2:00 pm dan grand opening yang akan diikuti pula dengan sejumlah pentas pertunjukan akan dimulai pukul 3:00 pm.

Tour Ziarah ke Guangzhou YOGYA International Club (YIC) bersama dengan Annah Dliyah, Al-Mujahidah, Mutiara Qolbu, dan Family & Maid Interaktif Association menggelar tour ziarah ke Guangzhou pada Minggu (5/4). Dalam tour ziarah ini, peserta bisa mengetahui lebih dekat sejarah Islam di China dengan mengunjungi Masjid HuaiSheng dan makam Abi Waqqas. Masjid Huai-Sheng diyakini sebagai masjid tertua di China. Usia bangunan ini diperkirakan sekitar 1300 tahun. Sementara Abi Waqqas diyakini adalahorang pertama yang membawa Islam ke China. Acara tour ini akan berlangsung selama sehari. Selain mengunjungi makam Abi Waqqas dan masjid Huai-Sheng, peserta juga berkesempatan untuk menikmati jalan-jalan di Shenzhen.

Kartini Day IMWU MENYAMBUT datangnya hari lahir pejuang emansipasi perempuan Indonesia, RA Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, IMWU mengadakan acara peringatan dengan tema “Melanjutkan Semangat Kartini, Berjuang Merebut Hak-Hak BMI”. Acara akan berlangsung Minggu 19 April dan bertempat di Basketball Court, Hong Lok Road, Yuen Long (patokan terminal siupa). Acara juga akan diisi dengan berbagai lomba yang bebas diikuti oleh BMI. Antara lain Karaoke & hadroh progresif (Menggubah syair dengan tema perjuangan BMI), per orangan/ kelompok. Kompetisi Kartini Cerdas (menilai penampilan, pengetahuan dan kepedulian terhadap masalah BMI), perorangan. Dan Modern Dance untuk kelompok. Info lebih lanjut 2375-8337, 5168-1477, 9207-6584

5-10 bulan. “Bagi BMI yang datang dari Hong Kong, rata-rata harus membayar potongan agen selama lima bulan. Sementara bagi BMI yang datang langsung dari Indonesia rata-rata akan dikenai potongan agen antara 8-10 bulan sebesar 2.500 pataca per bulan,” ujar ketua SRINGATIN IMWU Sringatin usai jumpa pers menyikapi Pemilu 2009, Minggu (29/3). tegasnya.

Padahal, menurut Sringatin, gaji ratarata pekerja rumah tangga di Macau sebesar 2.500 pataca. “Artinya ya selama 10 bulan bekerja itu mereka tidak terima uang sama sekali,”

Selain masalah potongan gaji, masalah lain yang menurut IMWU sangat krusial di Macau adalah praktik penahanan seluruh dokumen milik BMI oleh pihak agen dan dokumen kontrak kerja yang seluruhnya ditulis dalam bahasa portugis dan China. Praktik ini diduga menjadi penyebab utama banyaknya kasus termination atau pemutusan kerja sepihak terhadap

11

BMI setelah mereka menyelesaikan pembayaran potongan agen. Bahkan, jika termination terjadi sebelum potongan agen lunas, banyak BMI yang kemudian dipaksa agen untuk bekerja part time tanpa bayaran demi melunasi sisa potongan agen. Praktik penahanan dokumen juga dianggap sebagai penyebab utama BMI tak memiliki posisi tawar.


WARTA

12

Majikan setuju two-week rule Oleh Santi

KOMUNITAS buruh migran dan majiikan di Hong Kong beda pandangan soal two-week rule atau aturan dua minggu yang hanya memberi waktu 14 hari bagi pekerja migran untuk mencari majikan. Hal ini terungkap dalam forum “Happy Under One Roof?” yang digelar oleh Mission for Migrant Workers bekerja sama dengan Justice and Peace Diocese di North Point, Minggu (22/3) lalu. Ketua Hong Kong Employers of Overseas Domestic Helpers Association, Joseph Law, dalam forum itu mengatakan ia tidak setuju dengan penerapan levy, tapi sepakat dengan penerapan two-week rule. Argumen yang disampaikan Joseph

Law sama dengan pemerintah, yakni jika PRT asing dimungkinankan tinggal di Hong Kong lebih dari 14 hari setelah kontrak berakhir, maka ia akan punya peluang untuk bekerja di sektor lain atau mencari pekerjaan tambahan. Hal ini, menurut Joseph, akan mengurangi peluang pekerja lokal dalam mendapatkan kesempatan kerja. Namun Direktur Mission for Migrant Workers, Cynthia Ca Abdon-Tellez, justru melihat bahwa kebijakan two-week ruleini, seperti halnya penerapan levy, adalah pelanggaran terhadap hak PRT asing. “Kebijakan seperti two-week rule membuat kontrak kerja ini menjadi lemah dan PRT sendiri tidak punya bargaining power,” ungkapnya. Kebijakan lain yang dinilai melangar hak PRT asing adalah kebijakan pemo-

tongan gaji yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu lalu, dan juga mandatory live in. Cynthia justru menegaskan bahwa banyak keuntungan yang diterima Hong Kong dengan keberadaan para buruh migran ini. Sementara Wu Kin-kwok, perwakilan dari Labour Department, dalam forum itu menjelaskan tentang si kontrak kerja dan bilang memang kontrak kerja hanya berfungsi untuk menjamin hak-hak PRT asing secara minimum. Panitia menggagas acara ini untuk menciptakan ruang dialog antara majikan dan PRT asing. Forum ini diakhiri dengan mengundang dua pembahas, masing-masing dari perwakilan majikan dan PRT asing. Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Eni Lestari menjadi perwakilan dari PRT asing tersebut.

3 April 2009

Aturan upah minimum tak ikutkan migran Oleh Santi

RENCANA pemerintah Hong Kong untuk memasukkan legislasi (pembuatan aturan perundangan-red) tentang upah minimum, diputuskan tak menyertakan buruh migran sektor rumah tangga. Keputusan yang dibuat Labour Advisory Board (Dewan Penasihat Perburuhan) ini kontan mengundang kecaman dari komunitas buruh migran. Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Eni Lestari, mengatakan bahwa pengeluaran buruh migran dari legislasi minimum wage dengan alasan mereka bekerja 16 jam perhari, sama saja dengan pemerintah menyetujui perbudakan. “Ini sama saja mereka mengatakan bahwa perbudakan modern dibenarkan,” ujarnya Selasa (31/3). Pengeluaran buruh migran sektor rumah tangga dari legislasi ini, menurut LAB, karena hitungan upah minimum berdasarkan jam kerja membuat PRT asing akan membuat PRT asing menerima gaji sebesesar HK$12.480.

Padahal sebelumnya, dalam pertemuan antara perwakilan buruh migran dan Labour Department pada 20 Maret, Labour menjanjikan untuk melakukan survei terdahulu guna memastikan berapa upah yang bisa ditetapkan ke buruh migran sektor rumah tangga. Dalam pertemuan 20 Maret itu, hadir perwakilan dari ATKI, Indonesian Migrant Workers Union (IMWU), Kotkiho, Asia Pacific Mission for Migrants (APMM), Asian Migrant Centre (AMC), United Filipinos, dan Thai Regional Alliance. Staf AMC Aryo Adityo yang hadir dalam pertemuan tersebut, saat diwawancara SUARA, Senin (29/3), mengatakan memang saat itu masih ada kerancuan soal penghitungan jam kerja, terutama membedakan PRT yang bekerja di dalam rumah (PRT asing) dan yang bekerja di luar rumah (PRT lokal). Menurut Labour Department, legislated minimum wage akan mengatur gaji per jam yang berlaku bagi pekerja di Hong Kong.


3 April 2009

SUARA 13


WARTA

14

3 April 2009

Pemutih di susu bayi, BMI ditahan polisi Oleh Santi

SEORANG buruh migran asal Indonesia ditahan polisi karena diduga mencampur susu dengan cairan pemutih untuk diberikan ke anak majikannya yang baru berusia sembilan bulan. Ia ditangkap di rumah majikannya di Tin Yiu Estate, Tin Shui Wai, Rabu (25/3) lalu.

Informasi yang dihimpun SUARA menyebut pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan memanggil pengacara guna mendampingi BMI asal Bengkulu tersebut. Dikatakan, Lismiwati (31) langsung diajukan ke pengadilan pada Jumat (27/3) lalu, setelah ditahan di kantor polisi Tin Shui Wai. Polisi, menurut

keterangan agen, menolak memberikan informasi tentang Lismiwati dengan alasan perempuan tersebut telah diajukan ke pengadilan. BMI yang diberangkatkan oleh PT.Tejamukti Jakarta dan ditempatkan oleh agen Tonfair ini, seperti diberitakan South China Morning Post, sebelumnya telah menerima surat one-month notice dari majikannya. Majikan menyadari ada sesuatu yang tak beres ketika anaknya menolak minum susu dalam botol yang ia berikan. Susu tersebut memang diberikan oleh BMI tersebut ke majikannya untuk diminumkan ke bayinya. Karena curiga anaknya tak mau minum susu, majikan yang berusia 24 tahun itu kemudian membuka botol susu tersebut dan mencium cairan pemutih tersebut. Ia kemudian memanggil polisi. Saat itu juga bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Tuen Muen. “Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa kondisi bayi tersebut dalam keadaan baik,” ungkap sumber kepolisian. Botol susu itu sendiri telah dibawa ke laboratorium pemerintah untuk diperiksa. Seorang sumber di sana menyebut aroma cairan pemutih langsung terdeteksi dari susu tersebut dalam pemeriksaan awal. Juru bicara polisi mengatakan BMI tersebut ditahan karena diduga telah

Ibu yang tengah menyusui bayi. BMI Bengkulu ditahan gara-gara susu. melakukan tindak meracuni yang membahayakan nyawa. Jika terbukti, BMI tersebut bisa dijatuhi hukuman maksimal 10 tahun penjara. “Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa PRT tersebut telah mendapatkan one-month notice dari majikan karena pekerjaannya dianggap tak beres dan ia membenci majikannya,” ungkap sumber yang menambahkan bahwa BMI itu telah bekerja di rumah tersebut antara tiga hingga empat bulan. Rabu (25/3) malam, BMI tersebut ditahan di kantor polisi Tin Shui Wai. Ketua Asosiasi Majikan Hong Kong, Joseph Law, mengatakan bahwa majikan yang mempunyai anak kecil seharusnya ber-

hari-hari saat hendak me-PHK pekerja rumah tangganya. “Majikan harus membiarkan pekerja itu keluar sesegera mungkin begitu mereka di-PHK dengan memberi mereka satu bulan gaji,” ungkapnya. Jika majikan masih membutuhkan pekerja tersebut hingga mereka menemukan pengganti, majikan harus menjalin hubungan baik dengan pekerjanya secara hati-hati. “Jika majikan tak mengizinkan pekerjanya pergi saat itu juga, setidaknya ia harus ketat mengawasi pekerjaan pembantunya ketika ia ditugasi menjaga anak-anak dalam keluarga tersebut,” tambah Law.


3 April 2009

SUARA 15


16

WARTA

BMI pulang dengan membawa penyakit mengatakan enam bulan terakhir di rumah majikan dia sudah menderita sakit NASIB malang dialami oleh Mara Ani- dan sudah 15 kali berobat ke dokter. sah (34). Buruh migran Indonesia (BMI) “Tapi saya nggak nyangka akan sepaasal Bandung, Jawa Barat ini harus pu- rah ini. Karena dulu saya cuma batuklang ke Indonesia, Senin (30/3), dengan batuk dan nggak mau berhenti. Makanmenyandang berbagai macam penyakit, ya saya juga kaget ketika dokter bilang diantaranya diabetes, TBC, maag, paru- penyakit saya komplikasi kaya gitu. Tapi paru, jantung serta ginjal. mungkin juga sudah nasib, saya pasrah Mara yang setelah menyelesaikan saja,” ungkap ibu dari satu anak ini. kontrak tinggal di agen, langsung dilariMara mengaku selama dirawat di rukan ke Kwong Wah Hospital dan men- mah sakit, tidak sekalipun agen yang dapat perawatan selama tiga minggu. menyalurkan dirinya bekerja datang Karena kondisi Mara tidak mengalami menjenguk. perbaikan, pihak rumah sakit kemudian “Nggak ada yang datang. Malahan memindahkan Mara ke Tung Wah Hos- sebelum saya masuk rumah sakit saya pital, Wong Tai Sin di mana dia menda- ditawarin kerjaan. Padahal sudah tahu pat perawatan intensif selama tiga bulan saya sakit-sakitan kayak begini. Cuma satu minggu. temen-temen saya aja yang sesekali daDitemui SUARA di shelter Koalisi Or- tang menjenguk. Dari Konsulat (KJRIganisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong red) pun juga ada yang menjenguk saya Kong (Kotkiho), Minggu (29/3), Mara waktu itu,” jelasnya. Oleh Aliyah Purwati

Mara sendiri kemudian diijinkan keluar dari rumah sakit bukan karena penyakitnya telah sembuh. Namun karena dokter yang menanganinya merasa tidak tega melihat kondisi Mara. “Saya suka menangis sendiri inget keluarga. Makanya dokter mengijinkan saya untuk pulang aja agar bisa bertemu keluarga,” ujar Mira yang menyebut agennya bernama Angle dan berkantor di daerah Mong Kok ini. Karena sakit yang tak kunjung membaik, berat badan Mara juga susut drastis dari semula 55 kg menjadi 37 kg. Mara sendiri mengaku pasrah karena dia sudah tidak punya apa-apa lagi. Mara telah kembali ke Tanah Air, Senin (30/3) lalu bersama staf dari KJRI. “Tiketnya juga dibelikan KJRI,”ujarnya Dari Jakarta, Mara juga akan diantar khusus oleh pihak Departemen Luar Negeri hingga ke tempat tinggalnya.

3 April 2009

Lelaki Nepal ditembak, ribuan orang gelar protes Oleh Lintang

RIBUAN anggota kelompok etnis minoritas menggelar unjuk rasa di Hong Kong, Minggu (29/3) lalu, menuntut kepala polisi Hong Kong meminta maaf atas aksi penembakan yang dilakukan petugas polisi terhadap lelaki Nepal yang menyebabkan ia meninggal. Mayoritas demonstran yang oleh organizer aksi diperkirakan mencapai 5000 orang itu mengenakan kostum hitam, termasuk di dalamnya adalah warga Nepal, Pakistan, India, Filipina, Thailand dan Indonesia. Mereka juga mendesak ada penyelidikan terbuka dan dan independen terhadap kematian Dil Bahadur Limbu (31). Limbu, orang Nepal kelahiran Hong Kong, ditembak di kepalanya oleh petugas polisi yang bereaksi terhadap laporan keributan di Ho Man Tin, 17 Maret lalu. Polisi, seperti diberitakan The Stand-

ard, mengatakan Limbu telah diminta berkali-kali menghentikan serangannya dengan bangku kayu, sebelum polisi melepaskan dua tembakan. Tembakan pertama meleset. Sementara tembakan kedua mengenai kepalanya. Dalam unjuk rasa yang digelar Minggu (29/3) lalu, yang dimulai dari Wan Chai, para demonstran berjalan diam menuju kantor pemerintah Hong Kong (Central Government Office), sambil membawa plakat yang bertuliskan slogan menentang ketidakadilan terhadap etnis minoritas dan minta polisi bertindak adil. Menanggapi tuntutan ini, polisi mengatakan bahwa setiap kasus diperlakukan secara “adil dan tidak berpihak”, tanpa memandang ras. Ganesh Kumar Ijam, penasihat Hong Kong Nepalese Federation dan juga juru bicara aksi tersebut, mengatakan komunitas etnis minoritas menginginkan keterbukaan penyelidikan terhadap kematian Limbu.

Suami istri anianya BMI di Singapura Oleh Lintang

PASANGAN suami istri berkebangsaan Singapura diadili karena menganiaya pekerja rumah tangganya yang berasal dari Indonesia . Sang suami, Lim Beng Tai dikenai 11 dakwaan penyiksaan termasuk melukai dengan serius mata pekerja rumah tangga, Jasmiati. Sedangkan istri agen properti itu, Connie Ng Lay Har dikenai satu dakwaan penganiayaan. Keduanya berumur 38 tahun. Lim didakwa menimbulkan luka di mata kanan Jasmiati dengan memukul perempuan Indonesia itu pada 24 Juli 2008 lalu. Demikian seperti diberitakan media Singapura, Straits Times, Rabu (25/3) lalu. Tindak kekerasan yang dilakukan Lim terhadap Jasmiati terjadi di rumahnya, parkiran dan di luar rumahnya antara 16 Maret dan Juni 2008. Jasmiati berumur 25 tahun. Di pengadilan pasangan suami istri itu tidak muncul. Mereka diwakili oleh pengacara. Jika terbukti melakukan penyiksaan berat, Lim terancam hukuman penjara maksimum 10 tahun dan denda atau cambuk. Persidangan kasus ini akan kembali dilanjutkan pada 20 April mendatang. Kasus penganiaan terhadap pekerja rumah tangga asal Indonesia di Singapura tergolong cukup sering terjadi. Dalam beberapa kasus pelaku berhasil dimasukkan ke dalam pernjara, namun banyak juga yang lolos.


3 April 2009

SUARA 17


WARTA

18

3 April 2009

Surat Dari Kampung

Bertamu di Jakarta (V): Pakde ditahan polisi

Kami malu bertanya kepada Pakde. Ketika menjelang kami akan makan bersama, tiba-tiba datang banyak orang. Kami tentu tak ikut menyambut, tetap menunggu di ruang makan. Pakde dan Bude yang keluar menyambut mereka di ruang tamu. Kang Mul Mungkin, pikirku, para tamu itu terkait dengan acara perkawinan anaknya Pakde Dik Srie di rantau SEBAGAIMANA aku ceritakan pada dua hari lagi. “Panitia atau teman kantor suratku yang lalu, kami berempat benar- Pakde,” batinku. Karena ruang makan dan ruang tamu benar dibuat terbengong-bengong saat berada di dalam rumah Pakde Gimin. Semua dekat, kami bisa mendengar jelas mereka. barang di dalamnya belum pernah aku lihat Kian lama perbincangan Pakde-Bude dengan atau aku pegang sebelumnya. Ada lampu para tamu itu kian ramai, dan cenderung tegang. Kami berempat cuma saling pandang. kristal, ada pesawat teve gede tapi tipis. “Mul, gimana cara mandinya?” tanya Dan mendadak pecah tangis Bude. Kami Emak setelah menengok kamar mandi bingung, tapi tak berani saling bicara. Terdengar suara Bude disertai tangis, yang ada di kamar tidur tempat Bapak dan Emak. “Aku juga belum pernah mandi kay- “Pak.. pak, mohon kebijakannya, jangan ak gini,” jawabku sambil melihat sebuah dibawa sekarang suami saya... mohon pak.. pancuran yang ada dua tombol berbintik kami akan mantu lusa.” Kurang jelas jawaban orang yang disebut “Pak” oleh Bude, merah dan biru di dinding. Akhirnya, pembantu Pakde yang menga- yang jelas tangis Bude tambah menjadi. Beberapa saat kemudian Pakde-Bude dan jari kami menggunakan kamar mandi itu.

beberapa orang masuk ke dalam, melalui ruang makan sehingga kami bisa dengan jelas melihat siapa tamunya. Empat orang yang ikut masuk, dua orang di antaranya berseragam polisi. Dua lainnya aku tidak tahu memakai seragam apa itu. Pakde dan Bude masuk kamarnya, dan tamu itu menunggu di depan pintu kamar. Dik Srie, aku takut benar saat itu. Kulihat Bapak, Emak, Mbakyumu juga begitu. Kami tak beranjak dari kursi makan. Rasa laparku lenyap oleh ketakutan dan kebingungan. Selang sebentar kemudian Pakde keluar kamar disusul Bude. Kulihat matanya merah, habis menangis. Dia membawa tas besar. Wajahnya tegang. Bude masih menangis. “Saya tinggal dulu ya,” katanya sambil menyalami Bapak, yang tak bisa menjawab apa-apa karena terlihat masih bingung. Pakde keluar rumah. Entah apa yang menggerakkan, aku berdiri dan mengikuti rombongan itu sampai di halaman. Pakde dimasukkan ke dalam mobil Kijang. Bude menangis di samping mobil itu, seolah tak

ingin mobil itu jalan. Emak dan Mbakyumu aku lihat sudah berdiri di samping Bude. Dua mobil tamu itu pun keluar rumah beserta Pakde di dalamnya. Emak dan Mbakyumu memapah Bude yang nyaris pingsan, masuk ke dalam kamar Bude. Aku dan Bapak cuma bisa saling pandang, tidak mengerti apa yang harus diperbuat. Tak berapa lama kemudian datang anak perempuannya yang akan menikah itu bersama dua kakaknya. Mungkin mereka sedang ada urusan di luar rumah kemudian pulang karena ditelepon ibunya. Mereka segera masuk ke kamar. Emak dan Mbakyumu keluar dari kamar Bude. Dik Srie, sampai tengah malam lewat kami berempat hanya di dalam kamar, ngrasani, menduga-duga. Baru pagi harinya Bude mengajak bicara Bapak dan Emak. Cukup lama mereka bicara di ruang lain. Setelah pembicaraan itu, Bapak bilang, “Mul, kita berkemas. Kita pulang, acara kawinan dibatalkan. Pakde ditahan pulisi.” Saat berpamitan berulang kali Bude

meminta maaf kepada kami. Anak-anaknya juga. Mereka terlihat sangat sedih. Kami pun merasa sedih, dan bisa memaklumi kondisinya. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta kusempatkan membeli koran, yang tak pernah kulakukan di kampung. Di koran itu dimuat berita bahwa Pakde Gimin ditangkap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Ia dituduh melakukan korupsi sebuah proyek senilai Rp 10 miliar di departemennya. Dik Srie, dari berita itu barulah aku tahu apa jabatan Pakde, dan bekerja di departemen apa. Tapi aku sungguh tidak tahu apakah dia salah atau tidak. Pusing aku membaca kasusnya, kok kelihatan ruwet. Yang pasti Dik, di rumah Pakde Gimin lah aku bisa merasakan mandi pancuran air hangat, yang bisa disetel kenceng-kendor. Beda sama pancuran di kampung kita yang airnya selalu dingin. Enak lhoo Dik. Dik Srie, cerita tentang bertamu di Jakarta disudahi ya, surat berikutnya cerita yang lain.(*)

Istilah TKI diubah TKLN

dibekali dengan keahlian khusus. ”Saya ingin mengubah image dan stigMENTERI Tenaga Kerja dan Transmi- ma negatif terhadap keberadaan tenaga grasi Erman Suparno mengakui adanya kerja Indonesia,” ujar Erman dalam stigma buruk atas istilah Tenaga Kerja siaran persnya ketika berdialog dengan Indonesia (TKI). Karena itu pemerintah TKLN dan komunitas PPTKIS (Pelakberencana mengubah stigma tersebut sana Penempatan TKI Swasta) Cilacap dengan cara mengganti sebutan TKI di Cilacap, Jawa Tengah, seperti dilapordengan istilah baru yang disebutnya kan Seputar Indonesia, Rabu (1/4). Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN). Berdasarkan data Departemen Tenaga Upaya mengubah stigma nega- Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) tif tersebut juga akan dilakukan dengan pada 2008, pengiriman TKLN didomicara memperbanyak pengiriman TKLN nasi pekerja sektor informal dengan formal yang legal dan profesional serta persentase 75%. Oleh Fanani


WARTA

3 April 2009

Kaki dipatahkan majikan, agen malah menyiksa Oleh Lantip

NASIB sangat buruk benar-benar dihadapi oleh Ria Nasrini (21). Perempuan asal Cirebon yang bekerja sebagai buruh migran di Kuwait ini harus mengalami siksaan sangat sadis baik dari majikan maupun dari agen yang menyalurkan hingga kakinya patah dan matanya rusak berat. Kisah bermula ketika Ria Nasrini memutuskan berganti majikan untuk menghindar dari siksaan fisik yang kerap dia terima dari majikan pertamanya. Sialnya, justru di majikan keduanya inilah Ria mendapatkan siksaan yang jauh lebih keji. “Saya kabur dari majikan pertama karena dia kejam. Tapi saat kerja di majikan kedua ternyata lebih kejam lagi. Kedua mata saya buram karena dicongkel hingga berdarah oleh kuku majikan perempuan dan tanpa alasan jelas. Kedua kaki saya dipatahkan majikan lelaki sehingga kini saya tak bisa berdiri tegak,” ungkap Rini sambil terisak. Cerita tersebut diungkapkan langsung oleh Ria Nasrini di mushala Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait, Senin (23/3) lalu, di depan para pejabat KBRI, para pemilik Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia, dan 339 BMI lainnya yang juga mengalami masalah. Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusa-

SUARA

19

BMI gila sepulang dari Arab Saudi

lami gangguan jiwa. Menurut orangtua Imas, Nining, gangIMAS (25), warga Desa Pawenang, Na- guan jiwa yang diderita anak pertamangrak, Sukabumi mengalami gangguan ya itu bermula ketika Imas baru pulang jiwa dan harus hidup dengan dirantai dari bekerja sebagai BMI di Arab Saudi. usai bekerja sebagai buruh migran ke Imas saat itu dipulangkan paksa oleh PT Arab Saudi pada 2002. Waktu dipulang- Amri, PJTKI yang mengirimkannya. kan, kondisi Imas sangat mengenaskan Sewaktu dipulangkan, lanjut Ninkarena di sekujur tubuhnya penuh luka. ing, Imas langsung dibawa ke RS Polri Paling parah terdapat luka bekas ben- Kramat Jati untuk mendapat perawatan turan di bagian kepalanya. Diduga, luka dengan biaya dari upah bekerja selama 3 haan Jasa TKI (Apjati) Rusjdi Basalamah di kepala itulah penyebab Imas menga- bulan di Arab Saudi. dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3), Isak tangis dari ratusan BMI lainnya tak tertahankan saat Ria mengatakan, majikan mencederai matanya dan mematahkan kakinya. “Selain saya, saat itu, hadir Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M Yamani, Ketua Bidang Organisasi Indonesia Employment Agencies Asociation (Idea) Aminullah serta Konsul KBRI Kuwait serta Konsul I KBRI Kuwait Dino Nurwahyudin, dan 339 TKW lainnya,” papar Rusjdi seperti diberitakan media baru-baru ini. Guna menyelamatkan diri dari kekejaman majikan keduanya, Ria Nasrini yang baru enam bulan bekerja, namun belum diketahui PJTKI yang mengirimnya, dia pun berlindung di penampungan agen Ashkanani, di Salmiah, Kuwait. “Namun bukan perlindungan di sana dia malah disekap selama sebulan. Wajahnya diguyur air dingin tiga ember dan tangannya diikat, lalu dipukuli dan disetrum di ruang bawah tanah di penampungan Ashkanani tersebut. Menurut pengakuan, Ria di saat pertemuan itu bukan hanya dia, TKW lainnya juga diperlakukan kasar, malah ada yang hingga diperkosa di sana, selayaknya agen yang memfasilitasinya menolong dari tindakan kasar majikan tetapi sebaliknya malah dia disiksa,” ungkap Rusjdi. Oleh Lantip

“Uang itu habis dipakai biaya berobat dan tak bersisa sedikit pun,” ujar Nining seperti dilaporkan Pos Kota 29 Maret lalu. Akhirnya Imas dipulangkan ke kampungnya karena tak lagi memiliki biaya. Keluarga kemudian merantai Imas di ruang belakang rumahnya karena iasering mengamuk. “Asuransi TKI juga tak pernah kami terima. Padahal kami membutuhkan untuk perawatan Imas,” ujar Nining.


20

Salah satu aktivitas kelompok BMI penulis di Hong Kong

3 April 2009

FEAT

Bukan sekada Dua BMI penulis dari Hong Kong membuktikan karyanya tak hanya jadi konsumsi terbatas. Komunitas internasional dan non-BMI juga memberi apresiasi.

pen-nya telah dibukukan dalam “Penari Naga Kecil” dan sejumlah antologi. SeLANTAI 6 sebuah gedung di ruas Wel- mentara sejumlah puisinya juga telah lington Street Hong Kong, pertengahan terbit dalam antologi bersama dengan Maret lalu, tampak sibuk. Dua orang penyair lain di kalangan BMI. duduk sebagai penerima tamu. Namun baru kali ini, karyanya masuk Di dalam ruangan, puluhan lelaki dan dalam jurnal terbitan Hong Kong yang perempuan duduk dan berdiri mengo- merangkum karya-karya penulis perbrol dengan mengepit buku di lengan empuan yang tinggal di Hong Kong. kiri dan memegang gelas wine di tanDiberi judul “Mrs.Employer”, cerpen gan. Hampir semuanya berwajah bule. Tarini yang diterbitkan dalam jurnal Ada beberapa yang bermata sipit dan tersebut berkisah tentang buruh migran ada pula satu-dua orang berkulit hitam Indonesia yang ribut dengan majikandan berambut kriwil. nya gara-gara uang belanja. Hanya satu perempuan berkulit sawo Menurut Tarini, versi Indonesia dari matang yang saya temukan di situ. Agak cerpen ini, berjudul “Nyonya Majikan”, canggung berbaur dengan tamu lain di telah diterbitkan dalam kumpulan certempat bernama Kee Club itu. pennya “Penari Naga Kecil.” Namanya Tarini Soritta. Umurnya 30Ia berkisah, salah seorang member an. Di kalangan buruh migran Indonesia dari Kee Club-nya yang memberitahunyang ada di Hong Kong, namanya tak ya soal komunitas Women in Publishing asing. Ia dikenal sebagai cerpenis, juga Society Hong Kong (WiPS) yang menerpenyair dan penulis puisi. Beberapa cer- bitkan jurnal bernama Imprint tersebut. Oleh Santi

TARINI Soritta (kiri) dan Etik Juwita (ka Menurut Carol Dyer, editor jurnal tersebut, Tarini adalah satu-satunya perempuan penulis asal Indonesia dan satu-satunya penulis dengan latar buruh migran yang pernah muncul di ju-


TURE

3 April 2009

ar jago kandang

jurnal ini merupakan hal bagus karena setidaknya karya BMI bisa dibaca oleh komunitas Hong Kong. Sebelumnya, karya seorang penulis BMI lainnya, Etik Juwita, juga telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan dalam jurnal Word Without Borders, bersama dengan sejumlah cerpenis perempuan asal Indonesia, antara lain Dorothea Rosa Herliany (pemenang Khatulistiwa Literary Award 2005-2006), Abidah El Khalieqy (penulis novel Perempuan Berkalung Sorban), Oka Rusmini (penulis novel Tarian Bumi), dan Cok Sawitri (penulis novel Janda dari Jirah). Cerpen Etik berjudul “Bukan Yem” yang masuk dalam jurnal tersebut sebelumnya sudah diterbitkan oleh Gramedia dalam antologi 20 cerpen terbaik versi Pena Kencana Award. Bersama Etik, sejumlah cerpen lain yang diterbitkan dalam antologi ini antara lain cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, Triyanto Triwikromo, Puthut EA, dan anan) membuktikan bahwa karya-karya mereka diakui komunitas luas. Ratih Kumala. Baik Etik maupun Tarini menunjukkan rnal Imprint. Imprint 2009. bahwa penulis BMI bukan sekadar jago “Tahun lalu, kami menerbitkan karya Shiho Sawai, peneliti Jepang yang tenpenulis Filipina, tapi dia bukan pekerja gah melakukan penelitian soal aktivis kandang. Kepiawaian mereka merangrumah tangga,” ujar Carol saat ditemui BMI penulis di Hong Kong, mengatakan kai kata diakui bukan hanya di komuSUARA di sela acara peluncuran jurnal bahwa masuknya cerpen Tarini dalam nitas buruh migran, tapi juga kalangan

yang lebih luas. Bukan hanya nasional, tapi juga internasional. Kebetulan juga, baik “Mrs.Employer” maupun “Bukan Yem” membawa gambaran jelas tentang kondisi buruh migran Indonesia.

SUARA

21

Ini membuat banyak kalangan berharap sastra yang ditulis komunitas buruh migran bisa menjadi suara dan membawa pesan kuat kepada khalayak yang lebih luas tentang kondisi buruh migran.


WARTA

22

3 April 2009

Jelang Pemilu, rakyat belum tentukan pilihan Oleh Lilis Herlina

MENDEKATI hari pemungutan suara, proporsi calon pemilih yang belum memutuskan pilihan politik mereka (undecided voters) masih cukup besar. Apabila tidak terdapat perubahan berarti yang mampu memastikan keyakinan pilihan politik, kemungkinan besar kelompok ini tidak menggunakan hak pilihnya. Kesimpulan demikian menjadi salah satu temuan survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas di 33 provinsi pada 20 Februari-3 Maret 2009. Survei yang menjaring 3.000 responden di kawasan perkotaan maupun pedesaan ini secara khusus diselenggarakan untuk mengamati perilaku para pemilih menjelang pemilihan umum legislatif pada 9 April 2009. Masih cukup besarnya calon pemilih yang belum memutuskan pilihan poli-

tik mereka itu tampak dari sekitar 22,5 persen responden yang mengaku “tidak tahu” terhadap pilihan politik yang akan mereka ambil pada saat pemilu mendatang. Selain itu, terdapat pula 16,9 persen responden yang masih merahasiakan pilihan politik mereka. Pemilu legislatif diikuti 38 partai politik nasional dan enam partai politik lokal di Aceh serta 11.219 calon anggota legislatif untuk DPR. Selain anggota DPR, pemilu 9 April juga akan memilih anggota DPRD provinsi, DPRD kota/kabupaten, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Bagi pemilih di DKI Jakarta, mereka hanya memilih anggota DPR, DPD, dan DPRD provinsi. Sebaliknya, seperti diberitakan Kompas, hasil survei juga menunjukkan terdapat sekitar 60,6 persen responden yang telah menentukan pilihan politik

mereka. Jika ditelusuri, dari sedemikian besar responden yang belum menentukan pilihannya itu, hampir separuh bagian adalah mereka yang sejak dini memilih tidak akan berpartisipasi dalam pemilu kali ini. Ada beragam alasan yang menyertai keputusan tersebut, di antaranya kendala teknis yang sejak awal membuat Semburan lumpur Lapindo menenggelamkan rumah-rumah penduduk mereka enggan hadir di bilik suara pemilu. Nama yang belum terdaftar, jarak tempuh ke tempat pemungutan suara, dan rencana bepergian atau memprioritaskan kegiatan lain menjadi alasan ketidakikutsertaan mereka. Di samping alasan teknis, ada pula pada rakyat?” kata Hari Suwandi, Rabu Oleh Lilis Herlina kelompok responden yang enggan (25/3). menggunakan hak pilih karena ketiRIBUAN korban lumpur PT Lapindo Pernyataan golput warga korban dakpercayaan pada partai politik atau Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur, memu- lumpur PT Lapindo juga disampaikan pemilu itu sendiri. tuskan tidak menggunakan hak pilih melalui pemasangan spanduk di atas dalam Pemilihan Umum 2009. Mereka tanggul penahan lumpur. Spanduk itu kecewa atas sikap pemerintah yang tid- bertuliskan “Koalisi Korban Lumpur ak kunjung menyelesaikan kasus ini. Lapindo Bersatu serukan boikot pemilu” Hari Suwandi, salah satu koordina- dan “Saat rakyat sengsara, saat negara tor warga korban lumpur PT Lapindo, dilanda krisis global, masih perlukah mengatakan, sikap untuk tidak memilih pesta pemilu itu...!”. (golput) dalam pemilu mendatang dipuMenurut Hari Suwandi, 1 April nanti tuskan berdasarkan kesepakatan warga. ribuan korban lumpur Lapindo akan Menurut dia, seperti diberitakan VHR- kembali ke Jakarta menuntut realisasi media.com, kebulatan tekad warga un- Peraturan Presiden 14/2007 tentang tuk golput akan disampikan ke Komisi Badan Penanggulangan Lumpur SidoarPemilihan Umum Daerah Sidoarjo, 27 jo. Mereka akan berunjuk rasa ke Istana Maret. Negara dan menuntut keluarga Bakrie “Selama ini rakyat selalu dianjurkan sebagai pemilik PT Lapindo Brantas untuk memenuhi kewajiban sebagai menyelesaikan pembayaran ganti rugi. warga negara. Tapi apakah pemerintah “Kami siap berjuang dalam kondisi apa sudah memenuhi kewajibannya ke- pun untuk mendapatkan hak kami.”

Ribuan korban Lapindo putuskan Golput


WARTA

3 April 2009

SUARA

23

Kantor perwakilan RI kurang membumi Oleh Lilis Herlina

KANTOR perwakilan Indonesia di luar negeri selama ini terkesan kurang membumi dan mirip menara gading yang sulit dijangkau. Padahal, sesuai amanat konstitusi, tugas kantor perwakilan Indonesia adalah melindungi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengakui, selama ini kesan kantor perwakilan yang menjadi menara gading semacam itu memang ada. Oleh karena itu, sejak sekitar empat tahun lalu Deplu mulai membenahi kinerja sejumlah staf kantor perwakilan RI dalam melayani warganya. ”Kami ingin mengubah perwakilan RI dari kesan sebagai menara gading menjadi perwakilan yang membumi. KBRI di negara-negara yang banyak warga Indonesia menjadi proyek percontohan,” kata Menlu Hassan, Selasa (24/3) di Yogyakarta. Sejumlah KBRI yang masuk dalam proyek percontohan, seperti diberitakan Kompas, antara lain, adalah KBRI di Singapura, Malaysia, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Kuwait, dan KJRI Hong Kong. Setelah berja-

lan selama empat tahun, kinerja KBRI Singapura dan Malaysia menjadi yang terbaik sehingga mendapat sertifikat International Organization for Standardization 9001. Menurut Hassan, KBRI Singapura dan Malaysia berhasil mewujudkan prinsip pelayanan kepada publik yang cepat, mudah, murah, dan ramah. Untuk mengurus perpanjangan paspor atau visa, misalnya, mereka bisa melakukannya kurang dari tiga jam. Orang yang mengurus dokumen tidak lagi dikenakan pungutan liar. ”Kalau pungutan liar tidak ada, pasti proses mengurus dokumen lebih mudah dan cepat,” katanya. Hassan mengatakan, model pelayanan di dua KBRI itu akan terus dikembangkan di sejumlah KBRI lainnya. Model itu juga akan menjadi sistem yang terus berlaku sehingga tidak akan mudah dilanggar oleh siapa pun. ”Bagi staf perwakilan, ada sistem imbalan dan hukuman untuk mendukung sistem ini,” katanya. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, staf perwakilan yang berprestasi dalam melayani publik akan mendapat tambahan poin. Sebaliknya, bagi yang tidak melayani publik, poin mereka akan

BMI ke Jerman, pendidikan minimal SMA Oleh Lilis Herlina

MENTERI Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno mengatakan, pemerintah serius mengarap peluang penempatan buruh migran Indonesia ke Jerman. Untuk itu, pemerintah memutuskan, penempatan BMI akan melalui proses pemagangan terlebih dulu seperti yang sudah dilakukan dengan Jepang. Hal itu, menurut Erman, lantaran pemerintah telah mendapat lampu hijau dari pemerintah Jerman. “Mereka sangat terbuka untuk penempatan tenaga kerja karena negara itu se-

dang memperluas ke sektor pertanian,” ujar Erman, Jumat (20/3). Nah lantaran Jerman termasuk negara yang menggunakan teknologi canggih maka tenaga kerja yang bakal di kirim adalah yang mempunyai keterampilan. Karena itu, pemerintah memutuskan penempatan BMI ke Jerman akan diprioritaskan untuk tenaga kerja dengan keahlian. “Akan diutamakan untuk yang diploma atau minimal SMA,” ungkapnya seperti diberitakan Kompas. Menurut Erman, pengiriman BMI ke Jerman bakal melalui mekanisme antar pemerintah (G to G).

dikurangi. Selain KBRI Singapura dan Malaysia, ISO 9001 juga diberikan pada Deplu untuk kriteria perekrutan pegawai. Menjadi staf Deplu kini didasarkan pada proses seleksi yang terbuka, bersih, dan berorientasi pada kemampuan calon. Tak boleh lagi ada kasus pejabat menitipkan anak atau keluarganya ke Deplu.

MENTERI Luar Negeri Hassan Wirajuda mengakui bahwa sejumlah kantor perwakilan RI masih seperti “menara gading”


FEATURE

24

3 April 2009

BMI, korban sistem atau Catatan bincang-bincang Dina Nuriyati, mantan BMI di Hong Kong dengan beberapa anggota Indonesian-Swiss Club. Oleh Sigit Susanto

ZÜRICH:(18/03/09). Sisa musim dingin masih di bawah 10 derajat. Di saat dingin seperti itu, terbetik kabar hangat, bahwa Dina Nuriyati, seorang aktivis buruh asal Malang yang juga mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong akan diundang oleh organisasi di Kota Zürich, bernama SOLIFONDS (Solidarity Fund for Social Struggles for Liberation in the Third World). Dina saat ini sedang magang di Jenewa di kantor International Labour Organisation (ILO). Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Indonesia-Swiss Club. Sebuah organisasi sosial yang terdiri atas para perantau Indonesia di Swiss dan beberapa orang Swiss. Bertempat di Cafe Bibliothek Universitas Zürich, Zähringerplatz 6.Zürich, kehadiran Dina Nuriyati dimasukkan dalam agenda Bincang Santai Jilid-9. Mengingat kelompok kecil dan relatif baru ini setiap dua minggu sekali menggelar acara Bincang Santai dengan berbagai tema. Dari tema makanan sampai Islam, dari Multatuli sampai Tsunami. Undangan sudah diedarkan beberapa hari sebelumnya, sayang yang hadir hanya 4 orang (Zainal, Usep, Rosidi, dan Sigit), sementara Ronny menyusul bertemu di Warung Malaysia. Meski minim

yang hadir, namun tak menyusutkan perbincangan pada Rabu sore, 18 Maret 2009 itu. Sigit membuka acara dengan membacakan puisi penyair yang dihilangkan Orde Baru, yakni Wiji Thukul, sedang Dina juga sudah punya langganan baca puisinya Thukul yang berjudul bunga dan tembok. Dina memulai paparannya, bahwa dirinya lebih suka mewakili sebagai I am, ketimbang sebagai aktivis buruh. Alasannya, ia merasa bukan orang yang hanya peduli tetapi mengalami langsung. Ia mengutarakan kisah awal bisa terdampar ke Hong Kong karena dipicu oleh masalah ekonomi. “ Penghasilan Bapak tidak cukup untuk membiayai sekolah. Bapak juga selalu merugi dalam bertani karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil panen.” Pertimbangan Dina, jika dirinya bekerja di dalam negeri, apalagi lulusan SMA, misalnya kerja di toko, pastinya upah yang diterima akan habis untuk menyewa kos. Untuk itu niatnya bundar menjadi pekerja rumah tangga (PRT) di Hong Kong. Dari pengalamannya bekerja di Hong Kong itu, ia mulai tahu, ternyata motif orang kabur dari negeri sendiri untuk menjadi PRT bermacammacam. Ya, karena ekonomi, masalah keluarga, atau sekadar cari pengalaman.

DINA saat berbincang-bincang dengan anggota Indonesian-Swiss Club pada Rabu (18/3) di Swiss. Ada di antara PRT itu mantan pramugari, guru, dan lain-lain. Dina menceritakan bahwa ketika dirinya tiba di Hong Kong, organisasi buruh sudah ada tetapi belum banyak seperti sekarang. Kasus memilukan banyak menimpa para PRT, seperti tubuh yang diseterika majikan, underpayment dan yang lain. Setelah Dina mengalami

sendiri menjadi PRT, tumbuh kesadaran sosial untuk membela hak-hak kaum buruh. Ia mulai melibatkan diri di organisasi buruh migran. Kasus-kasus PRT atau dengan istilah lain buruh migran Indonesia (BMI) di tiap negara berbedabeda. BMI di Hong Kong masih bisa perjuangkan hak istirahat, di Malaysia dan Timur Tengah lebih parah.

Dina mengkritik keras kebijakan pemerintah tentang pengaturan tenaga kerja. ”Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan tak lebih hanya upaya untuk pengkomoditasian warganya. Aturan penempatan lebih dominan daripada perlindungan. Mestinya Indonesia yang kaya sumber alam ini bisa lebih memberi ruang pekerjaan yang layak, menyediakan pendidikan yang murah dll. Masalahnya praktik korupsi ada di mana-mana hingga pembangunan tidak jalan.” Kemudian Dina menceritakan peranan agen terhadap para BMI. Pihak agen yang menampung mereka, tidak transparan dalam memberi info. Lebih jauh Dina menjelaskan, awalnya organisasi-organisasi perburuhan yang memberikan advokasi kepada para BMI di Hong Kong, sering disindir lewat newsletter yang didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), yang intinya menganggap tidak layak untuk membuat demo-demo di


3 April 2009

u nasib? jalan, hal itu mungkin karena dianggap mempermalukan Indonesia. Tapi masalahnya itu adalah wujud protes dari sebegitu lamanya BMI terabaikan. Tetapi itu dulu, perlahan-lahan situasinya terbalik. Semakin banyak organisasi buruh migran Indonesia di Hong Kong dan gerakannya semakin kuat, pihak KJRI pun memperhitungkan untuk kemudian mengajak dialog. Hematnya, menurut Dina, setiap tenaga kerja Indonesia di luar negeri, juga mahasiswa ikut membantu. Sebab mereka lebih punya akses bergerak daripada BMI sendiri. Bukankah BMI sehari-harinya terkurung dan akses informasi keluar tertutup. Efektifnya, semua buruh migran di luar negeri apa pun pekerjaannya bisa bersatu untuk lebih bisa menghasilkan pressure daripada jalan sendiri-sendiri. Dalam diskusi lebih lanjut, Dina merasa iri dengan organisasi buruh dari Filipina yang begitu kuat. Solidaritas mereka tinggi. Di sela-sela itu, Usep, salah satu hadirin membandingkan, “Itu seperti solidaritas orang Batak, sangat tinggi.” Dikisahkan pengalaman pribadi Dina, ketika ia bertemu tenaga kerja Indonesia di luar negeri, buru-buru orang Indonesia itu bilang, “Mbak aku kerja di luar negeri, tapi bukan TKW lho mbak, melainkan kerja di bank.” Dina menyesalkan pendapat seperti itu. Sampai di sini, Sigit menengahi, “Bahwa revolusi Prancis bukan dimotori kaum proletar, melainkan kaum borjuis kecil. Sebab itu untuk memperkuat perjuangan BMI harus melibatkan borjuis

kecil. Mereka punya akses yang lebih luas. Harus ada intervensi borjuis kecil yang identik dengan kelas menengah ke bawah.” Zainal, yang hadir dengan antusias memberikan masukan, ”Masalah tenaga kerja kita sangat klasik. Tenaga kerja kita, kalau tidak punya masalah, ya mereka tidak mau campur tangan. Seperti tadi, misalnya, pegawai bank, kerjanya nyaman, ya tentu tidak mau tahu dengan masalah tenaga kerja yang lain.” Lepas dari munculnya berbagai pandangan, di forum kecil sore itu sepakat, bahwa setiap tenaga kerja, pegawai di luar negeri otomatis adalah buruh migran. Zainal masih ingin memburu informasi seputar problem BMI yang tidak terdaftar. Dina menjawab, banyak kasus pemalsuan dokumen menimpa para BMI. Ia memberikan contoh di Sukabumi, ada satu desa yang jumlah penduduknya keluar negeri sangat tinggi, padahal penduduknya tidak sebegitu besar. Dina yang kini sedang menempuh studi S2 di Iniversitas Kassel, Jerman mengambil jurusan Labour and Globalisation ini, sekarang mulai paham bahwa problem BMI bukanlah sebuah nasib, tetapi korban sistemlah yang sesungguhnya terjadi. Usai acara sore itu, Dina diantar oleh kawan-kawan menengok bekas rumah Lenin yang dipakai menggerakkan revolusi 1917 di Rusia. Sebelum makan bersama di Warung Malaysia, masih berhenti sebentar di Kafe Voltaire Cabaret 1916. Sebuah kafe bersejarah, di sinilah dulu gerakan seni Dadaisme lahir.

FEATURE

SUARA

25

MENYEMPATKAN diri berfoto bersama di depan Zentral Bibliothek yang merupakan salah sati icon kota Swiss.


26

WARTA

3 April 2009

Pengungsi Situ Gintung kekurangan beras minim. “Kita memerlukan sebanyak 30 buah kasur, bantal dan guling seSAMPAI hari keenam pascajebolnya banyak 20 buah,” kata Ricky di posko tanggul Situ Gintung, Rabu (1/4), ban- utama UMJ. tuan terus mengalir ke posko utama Namun, Ricky menyarankan, bagi yang berlokasi di Fakultas Hukum warga yang ingin menyumbang untuk Universitas Muhammadiyah Jakarta di tidak lagi memberikan bantuan dalam Cirendeu, Ciputat. bentuk pakaian. Kompas.com melaporkan, meski “Bantuan untuk pakaian masih terlihat berlimpah, ternyata masih ada menggunung, lebih baik bantuannya juga bantuan yang dirasakan kurang, diberikan dalam bentuk lain,” ujar seperti beras, minyak goreng, dan per- Ricky. lengkapan untuk memasak. Bagi para donatur yang ingin menySementara itu, seperti dijelaskan umbang, dapat menghubungi meRicky, salah seorang relawan, kebu- dia center di posko utama UMJ atau tuhan kasur dan guling juga masih menelepon nomor 021-7490385. Oleh Lantip

TIM penyelamat terus berusaha mencari korban yang hilang dengan menyusuri Kali Pesanggrahan yang penuh sampah.

Tanggul Situ Gintung jebol 98 tewas, 102 hilang Oleh Fanani

BENCANA jebolnya tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang, Banten, Jumat (27/3) dini hari lalu yang mengakibatkan banjir bandang sampai kini masih menyisakan duka yang mendalam. Hingga berita ini ditulis tercatat 98 orang dinyatakan meninggal dan lebih dari 100 orang masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat yang terdiri atas tim SAR, TNI, relawan, mahasiswa, dan kelompok pencinta alam terus melakukan pencarian korban hilang dengan cara menyusuri Kali Pesanggarahan. Namun, tebalnya timbunan lumpur di lokasi bencana dan banyaknya sampah yang berserakan sepanjang Kali Pesanggahan menyebabkan tim penyelamat mengalami kesulitan. Penyusuran Kali Pesanggrahan yang di lakukan tim SAR

gabungan sepanjang Senin (30/3) hingga Selasa (31/3) tak menemukan satu pun korban. Sementara itu korban selamat saat ini masih tinggal di beberapa penampungan sementara seperti di Kampus Universitas Muhammadiyah dan beberapa tenda darurat yang didirikan di dekat lokasi bencana. Koordinator Posko Utama bencana Situ Gintung di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Rahmat Salam menyampaikan, Senin (30/3) didasarkan pada laporan keluarga kepada RT disertai data lengkap mulai dari nama, jenis kelamin hingga ciri-ciri fisik. Usaha pencarian korban juga akan terus dilakukan dengan mendatangkan alat-alat berat untuk membersihkan lumpur dan juga pengerahan anjing pelacak oleh Tim Brimob di sekitar lokasi bencana.

O D N I

t e n a Arem

Sementara itu sejumlah fasilitas umum yang rusak total seperti putusnya jalan yang menghubungkan Ciputat, Cirendeu, Pondok Cabe mulai diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan sudah mulai bisa dilalui kendaraan. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen PU Iwan Nursyirwan menyampaikan, bila ada keputusan untuk memperbaiki dan membangun kembali Situ Gintung harus dibarengi dengan relokasi pemukiman warga. “Instansi masing-masing harus berperan. Departeman PU membangun kembali infrasruktur tapi pemerintah daerah harus menata kembali kawasan itu,” ujar Iwan, Senin (30/3). Terkait rehabilitasi, pejabat sementara Walikota Tangerang Selatan, M Shaleh menegaskan, pihaknya akan tetap merelokasi warga sekitar meskipun mereka menolak untuk pindah.


3 April 2009

BULLETIN

SUARA

27

BMI Ponorogo menang lomba foto CA posisi menarik, terlebih dengan sudut bidik pengambilan dari atas. Atas hasil karyanya, Laksmi berhak atas piala, piagam penghargaan dan voucher senilai HK$750. Sedangkan juara III diraih oleh buruh migran asal Indramayu, Sumirah, dengan foto hitam-putihnya yang menampilkan BMI di tengah pasar. Selain piala dan piagam penghargaan, Sumirah berhak atas voucher senilai HK$500. Sementara Susilowati, BMI asal Jateng, memenangkan juara favorit. Nora Tecada, fotografer asal New York yang menjadi salah satu juri perlombaan ini, menyebut bahwa fotografi adalah masalah kebiasaan. Semakin lama diasah, maka kita akan semakin peka dalam membidik objek. Emi sendiri mengaku bahwa mulai Foto hasil bidikan Emi Tri Dwianti ini menggondol Juara I belajar motret baru-baru ini. “SebelumBMI asal Ponorogo, ini berhasil men- nya juga sudah motret, tapi ya potret Oleh Santi gungguli 28 foto lainnya. Selain men- pemandangan atau jalan-jalan di Hong FOTO buruh migran Indonesia yang dapatkan piala dan piagam penghar- Kong,� ungkapnya. Sejumlah foto yang diiikutkan dalam tengah memasukkan surat dalam kotak gaan, Emi berhak atas voucher senilai pos dan di sebelahnya tampak seorang HK$1000 untuk mengikuti kursus pen- lomba ini sebenarnya memiliki pesan yang kuat tentang potret kehidupan BMI tengah menelpon, menjadi juara I didikan di CA. Lomba Foto yang digelar Christian AcSementara juara II diraih oleh buruh BMI di Hong Kong. Sayangnya, kebanyakan memiliki tion memperingati Hari Perempuan In- migran asal Srilangka, Laksmi. Fotonya ternasional, Minggu (22/3) lalu. tentang seorang buruh migran yang kelemahan teknis, dari komposisi, anFoto hasil bidikan Emi Tri Dwianti, tengah mencuci mobil, memiliki kom- gle, dan ketajaman.

FAUZIL Adhim saat menyampaikan ceramah di Hong Kong

Sukses dalam berusaha Oleh Aliyah Purwati

SESEORANG ingin menjadi pengusaha sukses hendaklah benar-benar mempunyai tekad kuat dalam mencapi tujuan, pintar dalam mencari celah serta jangan pernah merasa takut gagal. Demikian benang merah dari pelatihan wirausaha yang disampaikan oleh Fauzil Adhim, penulis buku “Ku Pinang Engkau dengan Hamdalah� dan berepa buku bertemakan keluarga. Acara digelar oleh Alif Al-Khoiriyah, di Masjid Ammar, Wan Chai, Minggu (29/3) lalu. Lebih lanjut, Fauzil Adhim mengatakan, besarnya modal tidak begitu berpengaruh dalam menjalankan sebuah usaha. Karena sebuah usaha tanpa disertai dengan keuletan juga tidak akan membuahkan hasil. Namun sebaliknya, dengan modal kecil pun, jika dengan ke-

jelian dan kesungguhan akan memberi hasil yang maksimal. Masih menurut penulis buku Kado Pernikahan Buat Istriku ini, pelayanan atau service juga mempunyai pengaruh sangat besar dalam membuka sebuah usaha. Factor lain yang tidak kalah penting adalah kejujuran serta tahan banting. Seseorang yang sudah berniat membuka usaha hendaklah benar-benar mempunyai mental kuat dan tidak mudah tergoda usaha lain. Contoh, jangan mencoba usaha lain dulu apabila usaha pertama belum benar-benar menunjukkan hasil, entah sukses atau gagal. Ratusan BMI yang hadir dalam acara tersebut pun nampak antusias dalam mengikuti materi traning. Karena mayoritas dari mereka terkadang masih bingung dengan apa yang harus dilakukan sepulang dari Hong Kong nantinya.


28 Galeri

BULLETIN

3 April 2009

Tiga buah pengajian digelar dalam sehari Oleh Aliyah Purwati

Para peserta pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Sekar Bumi di Wan Chai, Minggu (22/3). Materi pelatihan disampaikan oleh Santi dari Koran SUARA. Kegiatan tulis menulis merupakan salah satu kegiatan rutin di Sekar Bumi sebagai organisasi budaya dan seni BMI.

TREND penyelenggaraan pengajian tampak makin marak di kalangan buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Minggu (22/3) lalu, misalnya, tiga acara pegajian digelar bersamaan oleh organisasi yang berbeda. Pengajian pertama digelar oleh Lembaga Donatur Az Zahra di Hotung Secondary School. Acara bertajuk Kenduri Cinta ini menghadirkan Emha Ainun Najib atau yang lebih akrab dikenal Cak Nun bersama istri Novia Kolopaking sebagai pembicara. Tampilnya pasangan pendakwah sekaligus seniman ini tampak sukses memikat pengunjung. Jemaah yang hadir membludak dan banyak yang tidak kebagian tempat. Cak Nun tampil begitu lihai dalam mengemas acara sehingga suasana benar-benar hidup. Pengajian yang kedua digelar oleh Capto Al-Masithoh di Masjid Tsim Sha Tsui dengan menghadirkan Jefry Al-

EMHA dan Novia Kolopaking saat tampil mengisi acara di Hong Kong bukhory dari Jakarta. Acara dibagi menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang. Hadir dalam kesempatan tersebut, Konjen Ferry Adamhar bersama Kepala Bidang Konsuler Bambang Setyobudhi. Berbeda dengan acara-acara yang menghadirkan Jefry Albukhory sebelumnya, kali ini jumlah jamaah yang hadir tidak begitu banyak.

Sementara pengajian ketiga diadakan oleh Komunitas Muslimah Al-Fitroh Hong Kong. Mereka mengundang penyanyi religi, Sulis dari Jakarta. Acara yang digelar di Yuen Long Town Hall tersebut juga diisi tauziah oleh pendakwah H Abdul Muhaemin Karim. Berlangsung seharian penuh, acara berjalan sangat meriah.

angan di Pura Happy Valley. Sedikit berbeda dari yang sudah-sudah, dalam perayaan kali ini Dharma Wacana disampaikan oleh Kadek Amet (BMI asal Bali) yang merupakan anggota IWHDI sendiri. Dharma Wacana merupakan penjelasan tentang berbagai hal terkait makna dari peringaan Nyepi. Menurut Kadek, peringatan Nyepi merupakan momen untuk introspeksi

diri dari hal-hal telah berlalu serta belajar berpikiran positif untuk hal-hal yang akan datang. Meskipun Puluhan anggota IWHDI yang hadir nampak serius mengikuti dan acara berjalan khidmad. Selain Dharma Wacana, acara juga diisi dengan kidungan serta beberapa pertunjukan seni dari para simpatisan seperti dari Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI).

IWHDI rayakan Nyepi Oleh Aliyah Purwati

Istadz Jefry Al Bukhori (baju hitam) menyempatkan diri berpose memamerkan produk DrSmith usai memberikan ceramah pada pengajian yang diadakan oleh Capto Al-Masitoh di Masjid Tsim Sha Tsui, Minggu (22/3)

IKATAN Wanita Hindu Dharma Indonesia (IWHDI), mengadakan perayaan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1931, yang jatuh pada 26 Maret yang lalu. Acara berlangsung di area tenda putih atas, Victoria Park, Minggu (29/3) lalu. Perayaan diikuti puluhan anggota IWHDI dan diawali dengan sembahy-


JAGAD

3 April 2009

SUARA

29

Seputar Jagad BMI diganti robot

TOKYO - Pemerintah Jepang akan menggantikan para pekerja dari Indonesia dan Filipina yang bekerja sebagai perawat orang tua lanjut usia di Jepang dengan robot. Rencananya dalam lima tahun mendatang robot-robot perawat itu sudah dapat menggantikan tenaga manusia itu. “Kami berharap industri robot di Jepang akan berlanjut dan menjadi terdepan,� kata Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Motoki Korenaga seperti dilansir SMH, Kamis (26/3) lalu.

Selama ini Jepang dikenal banyak menggunakan ratusan tenaga kerja dari luar untuk merawat masyarakat yang berusia lanjut.

resesi dan juga para pekerja di pabrik-pabrik lokal yang jatuh akibat tuntutan global yang memburuk, katanya dalam wawancara dengan radio pemerintah. Jumlah orang Filipina yang kehilangan 41.000 orang Filipina kehilangan pekerjaan itu meningkat 6.000 dari jumlah pekerjaan yang diumumkan awal bulan ini. MANILA - Sedikitnya 41.000 orang Filipina Arroyo mengatakan, jumlah terbaru kehilangan pekerjaan akibat krisis global, kata meliputi beberapa pekerja yang melepaskan Presiden Gloria Arroyo, Selasa (24/3) lalu. kewarganegaraannya yang kembali dari Jumlah itu meliputi para pekerja kontrak Dubai dan Qatar, dan juga orang-orang yang di luar negeri yang dipulangkan karena menabung dari industri yang berorientasi perekonomian tuan rumah memburuk akibat ekspor di Filipina.

SIAPA MEREKA

Srikandi dari Aceh Keumala Hayati (akhir abad XV-awal abad XVI)

INDONESIA tak hanya memiliki Kartini. Jauh sebelumnya, Indonesia juga melahirkan seorang perempuan kuat di Aceh. Seorang perempuan panglima laut yang disegani. Namanya Keumala Hayati. Tahun kelahiran dan kematian Keumala Hayati tak diketahui pasti. Namun para sejarahwan memperkirakan masa hidup Keumala Hayati sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI. Pada masa Keumala Hayati remaja, Kerajaan AcehDarussalam telah memiliki Akademi Militer yang bernama Mahad Baitul Makdis, yang terdiri dari jurusan Angkatan Darat dan Laut, dengan para instrukturnya sebagian berasal dari Turki. Sebagai anak seorang Panglima Angkatan Laut, Keumala Hayati mendapat kebebasan untuk memilih pendidikan yang ia inginkan. Setelah melalui pendidikan agama di Meunasah, Ranakang dan Dayah, Keumala Hayati berniat mengikuti karir ayahnya yang pada waktu itu telah menjadi Laksamana. Ia kemudian masuk sebagai siswa taruna di Akademi Militer Mahad

Baitul Makdis. Prestasinya sangat memuaskan. Tamat pendidikan, Keumala Hayati menikah dengan seniornya di Akademi Militer tersebut. Sejarah kemudian mencatat keduanya menjadi Perwira Tinggi Angkatan Laut Aceh yang tangguh dalam setiap pertempuran laut melawan armada Portugis. Kisah kepahlawanan Keumala Hayati dimulai ketika terjadi pertempuran laut antara armada Portugis versus armada Kerajaan semasa Pemerintahan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil. Sejarah hidup Keumala Hayati mengingatkan kita pada perjalanan hidup Cut Nyak Dhien. Ketika suaminya, Teuku Umar, gugur di medan perang melawan Belanda, Cut Nyak Dhien bertekad untuk meneruskan perjuangan suaminya. Demikian halnya dengan Keumala Hayati. Ketika suaminya gugur dalam pertempuran laut melawan Portugis di perairan Selat Malaka, Keumala Hayati bersumpah akan menuntut balas kematian suaminya. Untuk melaksanakan niatnya, Keumala Hayati mengajukan perrnohonan kepada Sultan Al Mukammil untuk membentuk armada Aceh yang prajurit-prajuritnya semua perempuan janda, yang suami mereka gugur dalam pertempuran Teluk Haru. Ia kemudian diserahi tugas sebagai panglima armada dan diangkat menjadi Laksamana.

Malaysia tahan lebih dari 200 ribu buruh migran

KUALA LUMPUR - Departemen Imigrasi Malaysia telah menahan 216.373 buruh migran tak berdokumen dari tahun 20052008. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.583 telah dideportasi. Kelompok terbesar berasal dari Indonesia yang mencapai 104.026, diikuti Filipina dengan 32.687 orang, Myanmar 18.986 orang, Bangladesh 14.433 orang, dan Thailand 9.481 orang. Insiden para buruh migran tak berdokumen

ini telah menjadi pusat perhatian, terutama di Sabah dimana pihak oposisi pemerintah mengatakan jumlah para buruh migran tak berdokumen tersebut kini telah melebihi penduduk lokal. Pilihan mempekerjakan buruh migran juga telah dikritik karena akan mempersempit peluang warga lokal untuk mendapatkan pekerjaan dan bahkan mengurangi upah ketika buruh migran bersedia dibayar lebih rendah. Diperkirakan ada 2 juta buruh migran di Malaysia.


30

JABAT TANGAN

manis selalu. Kapan kita bisa ketemu juga teman-teman dari PT Tritama Bina Bibit Puji Lestari Karya. Ani dari Malang, tolong hubungi SUARA sayang, saya mau minta tolong aku. makasih atas termuatnya surat dalagi nih. Saya putus komunikasi den- riku. Buat SUARA tambah laris manis gan teman yang bernama Bibit Puji Le- emuaach. Tika stari asal Kanigoro, Blitar. Sobat where are you now? Kita semua kangen nih pengin ketemu kamu. Masih aktifkah Khusnul Kholifah di ATKI? Buat sobatku Bibit Puji Lestari, Salam kenal dan sejahtera buat SUARA, kalau kamu baca coretanku ini tolong terima kasih atas dimuatnya surat ini. hubungi saya di 92059915 atau Mbak melalui rubrik Jabat Tangan ini aku mau Tina di Taiwan 886917742388 atau Mbak cari temanku sewaktu masih di SMP Umiyatun di 60924397. Sekian SUARA dulu. Aku dengar kabar dia ada di Hong Kong. namanya Khusnul Kholifah dari atas dimuanya terima kasih. Padmi Nursanti Kamogan, Wonodadi, Blitar. “Lip kalau kamu baca surat ini tolong hubungi aku, Muya (Rasti) Dolopo Sunarsih di 9717 6765. buat SUARA maDear SUARA, lewat tur suwun. Sunarsih surat perdana ini sebelumnya makasih banyak buat SUARA Cari Jumini Dear SUARA yang yang makin cantik. makin oke, numpang Boleh dong aku minta sedikit coret-coret tolong carikan teboleh kan? Aku mau manku juga. Aku mau TIKA cari temanku. Kangen cari temanku dari banget sama teman Dolopo namanya Muya (Rasti) tolong aku yang namanya Juhubungi Tika ke 67632949, aku kanget banget sama kamu. Terakhir ketemu MUSLIKHATUN mini, Sumberagung, Weleri. Buat Jumini tahun 2007 waktu kamu cuti pulang di sendiri yang lagi baca surat ini, please Sri Ratu Madiun. Juga buat Maya salam

3 April 2009

call me 9609 5851. Sebelumnya terima kasih buat SUARA. Muslikhatun (Likah) Yoeni Mendhez Dear SUARA, dengarkanklah aku, apakabar pujaan hatiku, aku di sini menunggumu, masih berharap di dalam hatinya. SUARA, dengarkanlah aku selalu di hatinya, aku di sini menunggunya, masih berharap di dalam hatinya. SUARA, emkoy laeiaaa... bantuan aku mencari best friend-ku yang punya nama Sri Wahyuni (Mendhez) dari Sooko, Ponorogo. Aku merindukannya, hubungi aku ya... 6701 0683. suwun. Enchie, hung Hom MMS, dari Taiwan nih! Halo SUARA, apakabar? Salam kenal, my name is aviet, aku adalah penggemar lamamu dulu waktu di Hong Kong. Aku mau menyapa sobat-sobatku dari PT Jasatama Dana Mandiri angkatan April-September 2008. “hai kawan-kawan, pada ngumpet di mana loe? Yang sudah nongol hati-hati di tempat persembunyian yah! Spesial untuk pujaan hatiku, MMS, kukan setia kepadamu. Dan buat Mbak Resmi di Kowloon, xie xie mea. Tuk MMS kalau sudah punya ponsel call/mms me ke nomr +886981474675. Tuk SUARA thanks banget atas dimuatnya suratku dan semoga kamu tetap jaya dan jadi idola para BMI. Aviet, Fachry Mbak Nuriyah

Dear SUARA yg selalu kutunggu, lewat Jangan (Jabat Tangan) ini,saya mau mencari sahabat saya dari Banjarnegara, namanya Mbak Nuriyah, Tahun 2005-2007 dia SARI. kerja di Grand Horison Tsing Yi. Tapi sejak ganti majikan nggak ada kabarnya lagi. Untuk Mbak

LHO Mbak... kok teleponnya malah ke saya ini gimana? nggak ngerti saya! Nuriyah, jika membaca woro-woro ini ya. Buat SUARA thanks banget ya atas tolong hubungi saya di No 63505534, bantuannya. Tiren Y, Tung Cung Sari. Untuk SUARA makasih banyak, kalau kurang ambil sendiri ya. Untuk teman-teman seperjuangan di Hong Kong moga sukses selalu,.amin. Sari. Mbak Titim, Magetan SUARA yang makin oke, aku mau cari teman lamaku, namanya Titin dari Lembengan, Magetan, Jawa Timur. Buat Mbak Titin sendiri kalau sempat membaca suratku ini TIREN tolong hubungi aku ya mbak di 96030442. Masih ingat kan Mbak sama aku? Masak lupa sama teman di penampungan dulu? Aku Riren Yuana dari Banyuwangi Mbak. Dan untuk semua teman-temanku alumni PT BGS Pasuruan, salam kompak selalu

Mau ikutan Jabat Tangan

RUBRIK Jabat Tangan boleh menampilkan foto diri masing-masing (bukan foto orang lain) untuk dipublikasiskan bersama suratnya. Silahkan mengirimkan surat dan foto tercantik yang Anda miliki ke Redaksi SUARA, 31/F., Prosperity Millennia Plaza, 663 King’s Rd. North Point, Hong Kong. Tulis “Jabat Tangan” di pojok kiri atas amplop. Atau bisa juga kirim melalui email ke news@hkpub.com. Mohon tidak menggunakan untuk urusan utang piutang. Terima kasih.


DUNIA KITA

3 April 2009

SUARA

31

Mbak Krisna bilang momongannya goblok! Dunia kita dalam cerita JADI BMI memang ada banyak yang bernasib mujur, tapi tak sedikit juga yang bernasib kujur. Mbak Krisna yang kerja momong dua bocah perempuan di keluarga yang tinggal di Chai Wan ini tampaknya lebih mendekati pilihan kedua, sedikit kujur. Hari-harinya selalu tampak sibuk mulai dari mengantar anak sekolah, belanja ke pasar, bersih-bersih rumah, masak, hingga menemani belajar dan bermain kedua momongannya itu. “Hooomun!” begitu dia bercerita pekerjaanya. Setiap Sabtu, kedua majikan Krisna libur kerja dan mereka lebih banyak ngendon di rumah. Jadwal kerja Krisna pun berganti total, menemani bermain kedua momongannya. Tak perlu bersih-bersih dan juga masak karena setiap Sabtu keluarga itu akan tamcha bersama bobo, kungkung, dan sanak famili mereka. “Sumpek!” begitu keluahan khusus Mbak Krisna setiap Sabtu. Sabtu beberapa waktu lalu, jadwal kembali terulang, kedua majikan ngendon di rumah dan Mbak Krisna harus bermain dengan kedua momongan seharian. Dari mulai main anjing-anjingan, kusing-kucingan, petak umpet, gambar menggambar hingga terakhir berhitung dan perkalian. “Cece lei ciemci 5 x 5 tang yu keto a?” tanya si sulung pada Mbak Krisna. “Kanhai cilah 25 loh,” jawab Mbak Krisna dan seterusnya dan seterusnya sampai giliran Mbak Krisna yang mem-

MAMA... Mbak Krisna tuh yang nakal pakai ngatain goblok segala! beri tebakan. “Ruby (begitu nama si sulung), 5 x 6 leh?” tanya Mbak Krisna. Si Ruby pun mulai menghitung dengan jarinya dan, “10 a Cece!” “Kao joa, coisotoji,” komentar Mbak Krisna jengkel karena si Ruby yang selalu sok pintar. Ditunggu beberapa menit, jawaban dari Ruby nggak keluar juga selain mulutnya yang tambah manyun dan tangan terus diayun. “Kei to a?” “10 a Cece!” jawab Ruby lantang, melotot penuh emosi. Sambil menggebrak meja, spontan Mbak Krisna bilang “Goblok!” hingga Ruby dan adiknya terkaget. Mereka memandang Mbak Krisna tanpa mampu bergerak saking kagetnya. Segera Mbak Krisna sadar namun dua pasang mata majikannya sudah telanjur menatapnya kaget, “Goblo? Apa itu?” Degan pringisan dan mencoba sesantai mungkin, Mbak Krisna mejelaskan, “Goblok ce hei ho lek a daidai...” Beruntung saat itu kedua majikannya hanya mengiyakan saja. Tapi masalahnya, “Mati aku! Kalau nyonya omong

sama kakaknya yang bisa bahasa Indonesia lak yo modar aku...,” keluh Mbak Krisna. Tuti Lestari Salah asuhan Maaf kawan, ini bukan judul novel terkenal karya pujangga Abdul Muis, tapi hanyalah ulah salah satu anggota Tiga Sekawan yang bernama Intan.

Menjadi seorang kungyan bukanlah cita-citanya. Waktu di sekolah dasar dia pernah ditanya oleh guru tentang citacitanya, dengan lantang dia menjawab, “Saya ingin jadi presiden.” Namun, garis hidup manusia sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Manakala dia mendapati dirinya harus menjadi seorang kungyan, diterimalah takdir ini dengan legawa, ikhlas dan berusaha melakukan semua tugas-tugas dengan sebaik-baiknya. Berbagai macam training/pelatihan di organisasi tempat dia bergabung diikutinya semua. Mulai dari pendidikan dasar organisasi, leadership, hingga training paralegal. Berbagai penghargaan dari majikan pun diterimanya, termasuk menggondol predikat sebagai “kungyan of the year”. Atas kesuksesan tersebut maka majikan merekomendasikan pada anaknya untuk mengambil Intan sebagai kungyan. Tugas pertama yang dia terima adalah mengurus bayi mereka. Pendidikan bagi anak adalah hal yang paling utama bagi pasangan muda ini. Bayi yang baru berumur dua tahun ini pun

diikutkan keberbagai kursus bahasa asing. Hari Senin kursus Bahasa Spanyol, Rabu Bahasa Perancis, Kamis Bahasa Mandarin, dan Jumat Bahas Inggris. Pun tak ketinggan tiap hari Selasa dan Kamis harus pergi ke Sekolah Internasional di Central. Saya tak bisa membayangkan bagaimana kerja otak anak sekecil itu yang harus menerima berbagai bahasa tiap harinya. Namun kawan, bukan Intan namanya kalau tidak membuat ulah. Segala pendidikan yang diterima anaknya dari berbagai kursus rasanya amat mubadzir karena setiap hari dia diajari berbicara dalam Bahasa Indonesia olehnya. Nyanyian yang dikuasai oleh si anak adalah lagu-lagu perjuangan seperti Halo-halo Bandung. Maklumlah, kawan kita yang satu ini dulu anggota fanatik Pramuka yang konon memang diwajibkan menghapal lagu-lagu perjuangan. Hasilnya, jika si anak lapar dia tidak lagi bilang, “I am hungry atau Wo tuce er,” tapi malah bilang, “Intan cece, mimi susu” Praptiz


DUNIA KITA

32

3 April 2009

Balada Kishi, didera cemburu disumpah biksu Dunia kita dalam cerita BEGINILAH rasanya jadi kungyan. Majikan berantem, kita juga yang jadi sasaran. Bukan hanya sasaran kemarahan tapi juga jadi sasaran kecemburuan. Gosip punya cerita menuturkan bahwa Kishi, gadis manis asal Jawa Tengah ini sedang dicemburui majikan perempuannya di Lai King sana. Kishi menuturkan, suatu malam simbok dan bapak sedang berantem di rumah. Tidak tahu apa penyebabnya dan Kishi juga tidak ingin bertanya. Cuma kali ini cukup parah sampaisampai simbok membanting pintu kamar dengan keras. Kishi sampai terlonjak kaget saat korah-korah di dapur. “Sialan!” umpatnya dalam hati karena dia juga sedang merana putus cinta dengan si dia. Menjelang waktu tidur, simbok masih ngambek tidak mau membuka pintu kamar buat sinsang. Jadi, tuan besar pun berinisiatif mengetuk pintu kamar pembantunya. Jangan berpikir ngeres lho? “Kishi, emkoi, kamu tidur sama anakanak di kamar mereka malam ini. Saya akan tidur di kamarmu,” kata tuan be-

sar. Namanya saja kungyan teladan, tentu saja Kishi segera angkat kaki meninggalkan kamar yang selalu mengantarnya menuju surga sambil membawa bantal dan selimut dingin. Bukan ke kamar anak-anak, Kishi memilih “nggloso” di sofa ruang tamu. Pagi sekali dia sudah bangun dan mengerjakan pekerjaan rutinnya. Eh, tak lama kemudian simbok yang baru bangun memanggilnya. Wajahnya merah padam ketika tahu sang suami tercinta masih ngorok di kamar sang kungyan. “Kishi! Apa yang kamu lakukan semalam dengan Sinsang?” tanya simbok dengan suara marah. Dia juga menjerit memanggil sang suami agar keluar dari sarang barunya dan berteriak “lei kao met kwai a?” Tentu saja tuan menjawab mou met ye a. Tapi simbok masih tak percaya sampai tuan menggelengkan kepala tak tahu apa yang harus dia katakan lagi. Karena tidak merasa, Kishi juga kukuh menjawab bahwa dia tak melakukan hal apa pun semalam. Tapi simbok malah mencak-mencak dan menuduh mereka berdua telah bersekongkol. Simbok tetap yakin telah terjadi apa-apa karena singsang sampai tidur di kamar Kishi dengan nyenyaknya. Oh what happened? Untuk membuktikan kebenaran tuduhannya, simbok segera saja tiga biksu sekaligus ke rumahnya untuk

Kunci hilang lapor siapa? ANGPAO merah? Yess! Apalagi isinya bukan hanya 10-an dolar tapi HK$500 seperti yang biasa diterima Winona ini. Perempuan asal Tulungagung yang bekerja di Robinson ini sering dapat rejeki nomplok dari majikan kaya-rayanya. Bagaimana tidak? Hadiah Natal angpao HK$500, hadiah ulang tahun angpao HK$500 lagi. Eh si bobo ulang tahun juga angpao merah HK$500 lagi. Begitulah, seusai menerima angpao merah, Winona pun melangkahkan kaki dengan ringannya ke Kampung Jawa sana ketika Minggu cerah itu tiba. Dia ingin menghadiahi diri sendiri dengan meliukkan tubuh sebentar di Wanchai sana dengan sohib kentalnya. Ah, berjoget sebentar kan enggak apaapa toh? Siapa yang melarang? Maka berangkatlah Winona ke salah satu disBELUM tahu gue cemburu, gue hantam ekormu kapok loe! kotek yang menjamur di Wan Chai sana melakukan ‘sumpah pocong’. Tiga lelaki bil menelan ludah paling pahit seumur dan pulang hampir tengah malam. Tak berkepala plontos itu segera melakukan hidupnya, eh sepahit ketika dia harus apalah simbok sedang pelesir ke Beijing, upacara mendadak menyumpah mereka rela menyerahkan gajinya ke agen se- jadi pulang nggak pulang kan mereka tidak tahu. Tapi, daripada menyewa bertiga, Kishi, tuan dan simbok dengan bagai setoran rutinnya. disaksikan sanak kadang dan handai Upacara penuh horor pun selesai. Apa kamar dan keluar biaya mengapa tak toulan dari pihak majikan. yang terjadi? Simbok lemas dan nde- pulang saja ke Robinson sana dan tidur “Duh Tuhan... kok ya ada-ada saja?” prok-prok sambil meminta maaf kepada mlungker sampai siang. Kaki terasa penat bercampur sakit keluh Kishi panjang pendek dalam hati, Kishi karena dia merasa bersalah telah “mana potongan potongan gaji belum mencurigai sekaligus mencemburui Ki- akibat ber-aerobic saat winona mendapatkan siupa yang membawanya pulang. habis kok majikan sudah berulah!. Ya shi tanpa alasan. Dia duduk di belakang sendiri. Meraih Tuhan... selamatkanlah kontrakku.” tissue, mengelap peluh di pelipis. Suara Kishi disuruh berganti pakaian. Dia belitkan kain kuning di tubuhnya samTina Weeska gemerincing logam jatuh tak dihiraukannya. “Ah paling uang receh, kan di kantong masih ada lembaran HK$500?” begitu pikirnya. Sesampai di depan pintu rumah majikan, dia mengubek-ubek isi tas liburnya. “Eh, alamak... di mana kunciku?” tanyanya pada diri sendiri sambil bingung plus takut karena majikan bisa saja pulang sewaktu-waktu dan menyaksikan bagaimana amburadul rumahnya hari itu? “ Pak polisi aku mau lapor nih, kunciku hilang, emkoi tolong lah saya... please...?” tiba-tiba saja tangan gemetarnya telah memencet 999. “Weh siuce... lei yao mou kao jho a...? Kunci hilang jangan lapor ke polisi dong, panggil itu si juru kunci! Ji sin a!” bentak si polisi yang mungkin saja berkepala botak karena suaranya galak. Tahu apa yang terjadi? Andai saja dia cukup peduli dengan benda yang jatuh di dalam siupa, tentu Winona tak akan kehilangan HK$450 buat ongkos tukang kunci yang telah membantunya “mbandrek” pintu rumah majikannya. Jadi angpao merah berkurang satu dong...? Tina Weeska

Bukannya ini kunci si Winona?


3 April 2009

SUARA 33


SELEBRITI

34

Gigi rilis buku Oleh Lintang

GROUP Band GIGI merayakan ulang tahun ke-15. Armand Maulana cs mengabadikan perjalanan mereka ke dalam sebuah buku. Buku itu dirilis 31 Maret lalu di Djakarta Theater XXI. Dalam buku tersebut menurut Dewa Budjana, gitaris GIGI menceritakan kisah band mereka. ‘’Semua cerita tentang perjalanan GIGI,’’ kata Budjana seperti diberitakan Vivanews.com barubaru ini. Apa saja yang diceritakan oleh si penulis, Adib Hidayat? ‘’Memandang musik dari berbagai sisi,’’ Budjana berujar. Lebih lanjut Budjana menjelaskan musik bisa di-

GIGI luncurkan buku lihat dari sisi bisnis, pergaulan, dan keindahan. Dalam buku itu, juga disisipkan DVD 11 Januari yang dirilis tahun kemarin. GIGI tak menulis sendiri buku itu, karena menurut drummer GIGI, Gusti Hendy, menulis bukan kapasitas dia. ‘’Nggak punya ilmu menulis,’’ kata dia. Buku tersebut dirilis bersama album teranyar mereka.

Koalisi 13 parpol dukung pencalonan Deddy “Seharusnya semua parpol berhak mengajukan calon TIGA belas partai politik (parpol) yang sendiri-sendiri, apalagi ketergabung dalam koalisi Merak mendek- 13 parpol ini tidak memiliki larasikan pencalonan aktor kawakan cacat dan tidak pernah menDeddy Mizwar sebagai calon presiden. yakiti hati masyarakat. Beda Kesepakatan tersebut dituangkan dalam dengan partai-partai besar dokumen Deklarasi Koalisi Merak di yang kadernya duduk di lemSurabaya, Kamis (26/3). baga legislatif,” kata Rohani. Ketiga belas parpol Koalisi Merak Sementara itu, Deddy Mizwar adalah Partai Pengusaha dan Pekerja In- menegaskan, terbentuknya donesia (PPPI), Partai Peduli Rakyat Na- Koalisi Merak sebagai sional (PPRN), Partai Kedaulatan, Partai bukti keseriusan Pemuda Indonesia (PPI), Partai Nasion- dirinya sebagai al Indonesia Marhaen (PNI Marhaen), capres. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Indonesia Sejahtera (PIS), Partai Merdeka, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI), dan Partai Buruh. “Kami berharap koalisi ini bisa memenuhi parliamentary threshold (ambang batas perolehan kursi di DPR) sebanyak 2,5 persen, sehingga pasangan Deddy-Saurip bisa kami ajukan sebagai capres-cawapres,” kata Siti Rohani, selaku Ketua Panitia Deklarasi Koalisi Merak, seperti diberitakan Kompas. Menurut dia, kalau saja Mahkamah Konstitusi (MK) tidak memutuskan parliamentary threshold sebesar 2,5 persen mungkin partai-partai itu tidak perlu DEDDY Mizwar benar-benar serius dengan niat nyapres-nya mengadakan koalisi. Oleh Lintang

3 April 2009


SELEBRITI

3 April 2009

ditemui di sela syuting video klip ‘MeBERANGKAT sebagai bintang sinetron, nanti Sebuah Jawaban’, di Paso Inspira Donita awalnya hanya mencoba dunia Cilandak, Jakarta Selatan, pekan lalu. Bukan perkara mudah, membawakan akting dan bintang iklan. Tapi belakanulang lagu milik band gan, mojang Bandung itu tertarik juga besar ‘Padi’. Belum terjun ke dunia tarik suara. lagi, lagu ‘Menanti Tidak tanggung-tanggung, suara Sebuah Jawaban’ Donita berhasil memikat band sekelas sudah familiar di tel‘Padi’. Mereka rela melepas lagunya inga pecinta musik ‘Menanti Sebuah Jawaban’ dinyanyikan Indonesia. Bekerja seulang Donita. maksimal mungkin, “Mas Piyu itu orangnya perfeksionis. DONITA dan meminimalkan Dia kepingin video klip ini sempurna kesalahan dalam olah vokal, adalah trik seperti lagunya,” kata Donita ketika Donita.

Donita pikat Piyu “Padi”

Timbul tutup usia Oleh Lintang

PELAWAK Timbul menghembuskan nafas terakhirnya Kamis (26/3), pukul 13.00 WIB di kediamannya setelah dirawat di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta. Almarhum mengalami komplikasi asam urat, diabetes dan kolesterol. Jenazah dikebumikan di TPU Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (27/3). Menurut Tarzan, rekan Timbul di grup Srimulat, kepergian Timbul merupakan kehilangan besar bagi dunia lawak Indonesia. “Kami TIMBUL kehilangan tokoh terbaik. Beliau adalah orang yang selalu membantu seniman-seniman daerah,” katanya. Pemilik nama lengkap Timbul Suhardi meninggal dalam usia 67 tahun. Ia lahir di Magelang, Jawa Tengah, 28 Desember

1942. Ia meninggalkan seorang istri, Sukarti dengan enam orang anak. Mereka adalah Kadar Sumarsono, Teguh Sunardi, Bingah, Ovi, Widi Hariati, dan Oki Nugroho Mulat. Almarhum bergabung dengan Srimulat pada 1979, empat tahun kemudian karirnya menanjak dan di angkat menjadi stradara kelompok ini. Pada 1986, ia hegkang dari kelompok Srimulat. Pertengahan 1999 ia mendirikan Yayasan Paguyuban Kesenian Samiaji, yang salah satu produksnya Ketoprak Humor yang ditayangkan di stasiun RCTI. Timbul juga main film layar lebar. Film yang pernah dibintangi Maki Lama Makin Asyik (1987), Bendi Keramat (1988). Almarhum juga main sinetron serta bintang iklan produk jamu.

SUARA

Seperti diberitakan Vivanews.com, rasa tidak percaya diri sempat dirasakan DI awal kemunculannya, Pinkan dara 20 tahun itu. Tapi akhirnya Donita Mambo bersinar digandeng Maia lewat melaju juga sampai proses pembuatan duo ‘Ratu’. Baru setahun umur ‘Ratu’, video klip. “Ini take-nya lumayan lama Pinkan memutuskan 12 jam,” ujarnya. Donita optimis, video mundur. Ia keluar klipnya cepat rampung, dan bersaing dari ‘Ratu’ dengan dengan musisi tanah air lain. banyak kontroversi Debut album Donita sudah rampung. di belakang. Sepuluh lagu siap dilempar ke pasaran. Bertahun-tahun Namun judul album pertama Donita itu berlalu. Setelah dua masih jadi rahasia. kali bongkar pasang PINKAN M Apakah Donita pantas menjadi penpersonel, Pinkan biyanyi? Atau sekedar aji mumpung? lang tak akan menolak tawaran kolabo-

Buka tangan untuk Maia

35

rasi dengan ‘Duo Maia’, eks duo ‘Ratu’. “Aku membuka tangan untuk kolaborasi,” kata Pinkan seperti diberitakan Vivanews.com baru-baru ini. Pinkan terikat label untuk bersolo karir. Tapi, sekedar mengenang masa lalu, dan membuka tali silahturahmi, Pinkan bersedia menggarap single dengan ‘Duo Maia’. “Ya single persahabatan,” ujar Pinkan. Sebelum bergabung dengan Ratu, Pinkan adalah penyanyi latar grup band Dewa 19, yang digawangi oleh Ahmad Dhani. Pinkan kemudian mengundurkan diri dari Ratu akhir tahun 2004.


SELEBRITI

36

3 April 2009

Titi Kamal ngambek Oleh Lantip

BARU-BARU ini Titi kamal langsung ngambek begitu wartawan menanyainya soal kemungkinan dia sudah hamil dengan Christian Sugiono. Titi bertemu wartawan usai menghadiri acara Panasonic Award di Ballroom Djakarta Theatre, baru-baru ini. “Jangan karena enggak ada berita, nanyanya jadi macam-macam,” kata Tikam, sapaan Titi, yang saat itu didampingi suaminya. Kompas.com menyampaikan, kekesalan juga tampak dari ekspresi Tian (sapaan Christian). Ia langsung menghindar ketika para wartawan infotainment terus membrondongnya dengan sejumlah pertanyaan. Tian langsung mengajak istrinya untuk ber-

TITI & suami

jalan menuju mobil mereka yang sudah menunggu sambil berkata. “Apa sih? Pertanyaannya macam-macam, udah aja yuk,” ujar Tian sambil menggandeng tangan is-

trinya itu. Kabar bahwa Titi sedang berbadan dua, awalnya dipicu dengan pernyataan Tian sebelumnya yang mengaku mereka merasakan kebahagian yang luar biasa. Namun, saat itu, ia tak merinci alasan kebahagiannya itu, Inilah yang memancing reaksi wartawan untuk menayakan kabar kemungkinan kabar tersebut. “Sekarang ini kami sedang bahagia,” ujar Tian.

Anak-anak Belitung yang bermain dalam film Laskar Pelangi

Laskar Pelangi tayang di Hong Kong Oleh Santi

FILM Laskar Pelangi, yang diangkat dari buku berjudul sama karya Andrea Hirata, tayang di bioskop Hong Kong, sebagai bagian dari Hong Kong International Film Festival yang digelar antara 22 Maret- 13 April 2009. Selain Laskar Pelangi, film “Under The Tree” (Di Bawah Pohon) besutan sutradara Garin Nugraha juga akan diputar di Hong Kong dalam ajang serupa. Dua film tersebut diputar masingmasing dua kali yakni tanggal 25 dan

28 Maret untuk Laskar Pelangi, serta tanggal 10 dan 30 April untuk Di Bawah Pohon. Riri Reza, sutradara Laskar Pelangi, hadir dalam pemutaran perdana tanggal 25 Maret di UA Langham Place. Dalam pemantauan SUARA, tiket untuk tayangan Laskar Pelangi di UA Langham Place tersebut ludes sebelum hari-H. Hal sama terjadi pada pemutaran kedua di Kowloon. Seluruh kursi penonton terisi penuh. Beberapa waktu lalu Riri Reza juga pernah datang ke Hong Kong saat pem-

utaran film “3 Hari Untuk Selamanya”. Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Adinia Wirasti ini juga merupakan besutan Riri Reza. Saat itu, Riri datang ke Hong Kong bersama dua pemeran utamanya dan juga Mira Lesmana yang menjadi produser film tersebut. HK International Film Festival ke-33 yang digelar tahun ini menampilkan puluhan film besutan sutradara lokal dan internasional. Tiket untuk menonton film-film tersebut bisa dibeli dengan harga HK$60. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://www.hkiff.org.hk.


3 April 2009

SUARA 37


KEHIDUPAN

38 Zodiak

Banyak kejadian yang Anda alami di bulan ini. Banyak pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Anda juga harus berbangga diri sebagai pendengar, teman yang baik dan menyenangkan.

Kesuksesan yang Anda capai membuat Anda lebih banyak dikenal orang, sehingga order pun semakin banyak. Demikian juga dengan keuangan yang semakin meningkat tapi juga keborosan juga selalu mengikuti. Berhematlah selagi ada.

Keuangan: Terima dengan sabar Asmara: Dapat gebetan baru nih Kesehatan: Lakukan olahraga lagi Hari Baik: Jum,at Pekerjaan: Hasil kerja mulai kelihatan.

Keuangan: Tidak ada masalah berarti Asmara: Tanda-tandanya masih meragukan Kesehatan: Konsumsi suplemen kesehatan Hari Baik: Minggu Pekerjaan: Ada cobaan yang datang, bersabarlah.

Kejujuran itu sangat penting dan akan membuat Anda tenang dikemudian hari. Maka katakan bukan jika bukan, katakan benar jika memang benar. Penasaran memang tidak enak, sebelum Anda sendiri membuktikannya.

Hasil kerja tidak begitu saja cepat dapat dinikmati, bisa jadi melalui proses yang panjang. Sabar dulu mungkin dengan kegigihan Anda sekarang, kelak uang akan mengalir deras ke kocek Anda. Jangan lupa berdoa dan berusaha.

Keuangan: Jangan terlampau boros Asmara: Berjalan seperti biasanya Kesehatan: Perbanyak makan buah dan sayur Hari Baik: Selasa Pekerjaan: Kalau ada masalah konsultasikan dengan keluarga.

Keuangan: Ada pemasukan Asmara: Kesabaran juga ada batasnya Kesehatan: Jangan banyak berpikir keras Hari baik: Rabu Pekerjaan: Usaha Anda mulai menunjukkan perkembangan.

Kali ini ada banyak peluang, tentukan pilihan dengan matang. Jangan sampai terjadi penyesalan dikemudian hari. Jangan setengah-setengah dalam menjalaninya. Sebuah perkenalan akan membawa Anda hanyut dalam suasana yang romantis.

Jangan takut untuk mengubah arah walau akan ada yang mengomentari bahwa Anda tidak tegas dan plin-plan. Biarkan mereka bersikap seperti itu, toh mereka juga tak tahu kesulitan Anda dan Andalah yang menjalani kehidupan Anda, bukan orang lain.

Keuangan: Santai saja Asmara: Harus ada saling pengertian Kesehatan: Jangan banyak keluar malam Hari Baik: Sabtu Pekerjaan: Saatnya untuk melakukan instropeksi diri.

Keuangan: Banyak pengeluaran tak terduga Asmara: Belum ada keputusan Kesehatan: Kurang bergairah Hari Baik: Kamis Pekerjaan: Untung dan rugi dalam berbisnis sudah biasa.

Jangan mudah percaya pada orang yang baru Anda kenal, salah-salah malah dipermainkan. Namun Anda juga tidak boleh menutup diri pada kemungkinan bertemu dengan siapa saja, asal Anda tahu sifat orang tersebut.

Awal bulan ini Anda akan mendapat kejelasan dari kabar yang ingin Anda ketahui sehingga Anda akan merasa tenang kembali. Bersih-bersih dan berbenah akan mengusir kejenuhan yang selama ini melanda diri Anda.

Keuangan: Sangat baik dan bisa diharapkan Asmara: Lagi ingin sendiri Kesehatan: Kurang begitu mendukung Hari Baik: Sabtu Pekerjaan: Banyak urusan yang harus diselesaikan secepatnya.

Keuangan: Dapat tercukupi semuanya Asmara: Bahagia bersamanya Kesehatan: Tidak ada masalah Hari Baik: Minggu Pekerjaan: Hati-hati jika memulai usaha baru, rencanakan dengan matang.

Kejenuhan dalam melakukan aktivitas seharihari itu hal yang biasa. Yang penting bagaimana Anda menyikapinya dan mencari suasana yang dapat menghilangkan kejenuhan seperti rekreasi dan santai sejenak.

Apa yang Anda harapkan selama ini dapat dinikmati. Namun kegiatan yang super padat membuat kondisi badan Anda menurun. Bila tak sanggup jangan memaksakan diri. Sepertinya masalah pribadi membuat bimbang.

Keuangan: Hati-hati pinjaman yang berbunga Asmara: Dia mulai berubah Kesehatan: Jangan meremehkan penyakit Hari Baik: Selasa Pekerjaan: Jangan biarkan masalah berlarutlarut tanpa penyelesaian.

Keuangan: Ada pemasukan yang tak terduga Asmara: Tidak ada gangguan serius Kesehatan: Perlu istirahat yang cukup Hari Baik: Rabu Pekerjaan: Wah.. lagi banyak job menunggu Anda. Pilih yang terbaik meurut Anda.

Pekerjaan yang Anda tunggu-tunggu akhirnya tercapai juga, dan Anda menikmati pekerjaan itu tidak seperti sebelumnya. Memang dalam hidup diperlukan pengorbanan yang besar untuk keinginan yang tercapai. Keuangan: Kalau rejeki ngga akan lari Asmara: Belum ada jawaban yang pasti Kesehatan: Lakukan check up kesehatan Hari Baik: Senin Pekerjaan: Saat ini lingkungan kerja kurang mendukung, hati-hati dalam bersikap.

Nomor-nomor Penting KJRI : Christian Action-DMW : Kotkiho : Islamic Union :

2890 4421 2739 6193 2576 4563 2893 5704 2838 1514

Jangan dengar apa kata orang, yang penting Anda yakin atas apa yang Anda lakukan. Bisa jadi mereka iri atas kesuksesan Anda. Anda sedang sibuk-sibuknya menjalani bisnis, jadi jika ada yang mengajak kerjasama pikirkan dulu. Keuangan: Rejeki nomplok Asmara: Hendaknya mencoba memahaminya Kesehatan: Hindari dulu makanan berlemak Hari Baik: Kamis Pekerjaan: Jangan mudah patah semangat jika ingin menggapai cita-cita.

Bantuan Darurat : 999 Polisi : 2525 7717 / 2527 7177 Rumah Sakit : 2300 6555 Imigrasi HK : 2824 6111 Labour Dept : 2852 3535

Notice to advertisers Advertisers are responsible for the content and accuracy of their advertisements. SUARA will not be liable for inaccurate advertising and/or legal disputes involving third parties.

3 April 2009

Potongan agen turun? Hanya Tuhan yang tahu Oleh Lantip

“Byuh aku ki wis buyuten kerja di Hong Kong. Lebih dari 12 tahun aku ngawulo nyantrik ngosek WC neng Hong Kong iki. Lha kok eram tenan...,” “Stop... stop, Mbokde. Ini what the maksud kok situ tiba-tiba marah kayak kebakaran celana kolor saja. Apa enggak bisa bicara baik-baik? Apa rikane sudah ikutan kena penyakit teriak-teriak kebanyakan pakai headfree juga?” Tulki susah payah menyetop Atun yang tampaknya sedang sepanas kompor mleduk itu. “Ini bukan soal kupingku yang memang sudah mulai budek. Ini soal harga diri. Harga diri kita sebagai BMI. Rikane, eh maksudku, kowe rumongso BMI ora? Emosi aku!” kata Atun dengan mendengus keras. “Ya tap....” “Mosok, mentang-mentang kita ini BMI terus mereka enggak menghargai kita? Enggak mau mengerti nasib kita? Enggak mau menolong kita? Minta duit melulu, motong gaji kita melulu. Huh!” kali ini sambil bicara, tangan Atun juga menunjuk-nunjuk Tulki. “Ya tap...” “Coba kamu bayangin, berapa tuh duit yang meraka ambil dari kita? Apa mereka enggak tahu kita ke sini ini mau kerja jadi BMI? Supaya bisa ngidupin anak sama suami? Biar bisa nyekolahin anak? Coba berapa kamu hitung? Tujuh bulan potong gaji itu bukan uang sedikit! paham kamu?” selain tangan yang terus bergerak bak pendekar silat, kali ini mata Atun pun pakai sedikit mendelik. “Ya tapi...” “Itu lagi, di sini katanya ada pemerintah kita. Perwakilan Indonesia. Tapi buktinya? Mana? Puluhan tahun lihat kita para BMI diperas tenaganya kok diam saja? Mana? Diminta buka hari Minggu saja kalau enggak diobori pan-

tatnya bertahun-tahun ya enggak bakalan dibuka. Ngicrit-ngicrit lagi bukanya. Iya toh? Pikir itu!” sekarang tambah bibirnya Atun yang ikut berulah, mencibir. “Lho, kok...” “Ya iya! Apa? Kamu pura-pura enggak paham? Jangan bilang nggak paham kamu! Orang cuma bikinin paspor dua tahun sekali saja bilangnya sudah berjasa. Cuma dak dok dak dok stempel kontrak saja katanya sudah melindungi. Gitu kok enggak mau dikritik,” kali ini ekspresi Atun sama dengan yang tadi. Sudah kehabisan gaya soalnya. “Sudah? Puas? Atau masih mau ngomel lagi? Ya sudah ngomel saja dulu. Aku mau kirim SMS ke Indonesia dulu,” jengkel juga Tulki rupanya diceramahi

cerita ini di koran SUARA, Tulki bisa bersikap sabar dan santai saja saat dikata-katain dan ditunjuk-tunjuk orang. “Tapi ini kan menyangkut nasib, masa depanku, sahabat terbaik kamu satusatunya? Kalau aku harus pulang juga kayak Budi dan Jeng Juminten bagaimana? Kamu mau pamer Kang Bokirmu sama siapa? Gak ada kan?” “Sik to. Sebenarnya rikane ki mau omong apa? Mengeluh apa? Maunya bagaimana? Enggak ada angin enggak ada topan kok situ mulutnya sudah nerocos kayak senapan,” ujar Tulki. “Masak aku disuruh bayar potongan tujuh bulan sama agen! Katanya karena aku gak finish kontrak. Aku kasih tahu kalau aku sudah 12 tahun kerja di Hong Kong cuma di dua majikan, eh malah dijawab katanya aturannya memang sudah begitu. Eram tenan!” kali ini ada sedikit nada mengeluh di suara Atun. “Masak? Agen mana itu? Kok beraniberaninya bilang begitu? Sudah jelas aturannya cuma 10 persen kok. Laporin saja ke KJRI,” Tulki ikut prihatin memberi saran. “Lapor KJRI? Soal potongan agen? Kowe ki nglindur apa pancen ra waras? Ya mana ada KJRI peduli urusan potongan gaji kita yang mencekik itu? Berapa tahun kamu kerja di sini? Enggak pernah baca SUARA ya? Bacamu koran dukun terus sih. Wong sudah didemo terus-terusan sama Atun. Apalagi setiap dari tahun kapan sampai mau mencret kali mau angkat bicara selalu saja Atun teriaknya, masalah potongan gaji sama lebih dulu buka mulut. underpay ini ya enggak pernah dilirik. “Kok gitu? Rikane ki jian ora penger- Bikin pengumuman gede-gede di koran tian babar blas. Aku ki kancane rika. katanya potongan agen turun, buktiKowe sadar apa ora? Masak sama te- nya? Teriak di koran katanya underpay man sendiri kayak gitu? Namanya tidak itu kriminal, buktinya? Pikir itu, pikir! perhatian. Tidak solider, tidak senasib Jangan asal njeplak saja kalau kasih sepenanggungan.” saran itu!” “Ya mau solider kepriben? Mau sepen“Hehehe... iya juga ya Tun. Kayaknya anggungan kepriben? Rikane ngasih hanya Tuhan deh yang tahu kapan powaktu buat aku ngomong saja enggak! tongan agen bisa turun,” percaya engKok minta aku solider,” ujar Tulki santai gak percaya pembaca, kali ini Tulki bicsaja. Baru sekali ini dalam sejarah serial ara dalam nada sedih.

Kamus ketawa-ketiwi Komputer dokter yang canggih Suatu hari Joko mengeluh sakit kepada Budi. Joko bilang kalau sikutnya sakit. Budi menyarankan pergi ke komputer dokter yang ada di toko obat. Komputer dokter tersebut tersiar luas bisa mendiagnosa berbagai macam penyakit lebih cepat dari dokter dan lebih murah pula dari jasa dokter biasa. “Cukup masukkan sampel urinemu dan komputer akan mendiagnosa masalahmu lalu mengatakan padamu apa yang harus kamu lakukan. Biayanya cuman Rp. 10.000,- kok.” Joko berpikir tak ada salahnya dicoba. Jadi dia mengisi botol kecil dengan sampel urinenya dan pergi ke toko obat. Melihat ada komputer yang dimaksud, Joko menuangkan urine-nya dan memasukkan Rp. 10.000,-. Komputer dokter itu langsung mengeluarkan suara-suara aneh dan berkedapkedip di sana-sini. Setelah muncul bunyi “Beep”, keluarlah kertas kecil hasil print yang menganalisa penyakit Joko, tertulis: “Penyakit di sikutmu karena kebanyakan main tenis. Bilaslah sikutmu

dengan air hangat. Jangan mengangkat beban yang terlalu berat. Semoga membaik dalam dua minggu.” Malamnya, Joko yang masih terkesima dengan kecanggihan teknologi komputer dokter itu, berpikir bahwa dunia kedokteran benarbenar secara radikal telah mengubah zaman.

Joko lalu berpikir apakah komputer dokter itu bisa ditipu dan bagaimana hasilnya jika dia berusaha merekayasa penyakitnya (biasa, penyakit orang pintar.... tapi bukan karena minum Sidomuncul loh). Lalu Joko membuat campuran dari air keran di rumahnya ditambah urine dari anjingnya, istrinya dan anak perempuannya. Lalu di atasnya, Joko menambah sperma dengan masturbasi. Lalu Joko kembali ke toko obat, mencari komputer dokter, menuangkan campuran itu dan memasukkan Rp. 10.000,-. Komputer dokter tersebut seperti biasa mengeluarkan suara-suara aneh dan berkedapkedip, lalu mengeluarkan print-out: “Air keran di rumahmu terlalu dingin. Cobalah beli pemanas air. Anjingmu cacingan. Beri dia vitamin. Anakmu pakai kokain. Masukkan dia ke klinik rehabilitasi. Istrimu hamil lagi, bayi kembar perempuan. Bukan dari hubungan denganmu. Cari pengacara. Dan kalau kamu tidak berhenti masturbasi, sikutmu tidak akan sembuh.” Jadi, siapa mau mencoba kecanggihan dari komputer dokter yang ini?


40 SUARA

3 April 2009


SUARA Vol.V No.111 03 April 2009 main