Issuu on Google+

Pilihan Anda Yang Tepat

Vol.V No.133 5 Maret 2010

GKR Hemas angkat suara soal nikah siri Istri Sultan Hamengkubuwono X ini menilai perempuan adalah pihak yang paling dirugikan dalam perniakahan siri.

Halaman 35

ANGGOTA F.I.T Concern Group usai pertemuan dengan perwakilan dari Labour dan Imigrasi Hong Kong, Minggu (28/2).

124 majikan kena Praktik underpayment terhadap PRT asing selama tahun 2009

bali diungkap oleh perwakilan Labour Department dalam pertemuan dengan SEPANJANG tahun 2009, sebanyak 124 perwakilan F.I.T. (Filipino, Indonesian majikan Hong Kong telah ditetapkan & Thai) Concern Group, Minggu (28/2) bersalah atas pelanggaran pemberian lalu. gaji pada PRT asing mereka. Satu di“Mereka bilang jumlah itu menurun antaranya dikenai hukuman sembilan dari tahun–tahun sebelumnya. Kalau bulan penjara pada Januari 2009. dari tahun 2002-2009, ada sebanyak 1124 Data yang dilaporkan Labour Depart- majikan yang dinyatakan bersalah atas ment dalam sidang panel dengan Legis- pelanggaran gaji,” ungkap Rita, buruh lative Council 21 Januari 2010 itu kem- migran asal Indonesia yang menjadi Oleh Santi

salah satu juru bicara F.I.T. Pertemuan 13 perwakilan F.IT dengan pihak Labour Department dan Immigration Department itu sendiri merupakan pertemuan pertama setelah F.I.T mengajukan permintaan pertemuan sejak tiga tahun lampau. Selain menyoroti praktik underpayment yang masih marak terjadi, terutama di kalangan BMI, perwakilan F.I.T juga menyoroti sedikitnya majikan yang

dikenai sanksi atas pelanggaran kontrak. Mereka juga menyoroti “tidak adilnya” perlakuan hukum Hong Kong terhadap majikan dan PRT asing yang sama-sama tengah berkasus. Di satu sisi, buruh migran yang tengah menjalani proses pengadilan dilarang mencari majikan baru, sementara majikan yang tengah berkasus bebas

Saat benih tumbuh di Hong Kong

Perempuan pekerja migran butuh ketabahan ekstra saat menemukan dirinya hamil di rantau. Apa yang mesti dilakukan? Halaman 20 - 22

Dua agen...halaman 2

Jumlah kasus BMI hamil di HK meningkat Oleh Santi

JUMLAH buruh migran Indonesia yang hamil di Hong Kong ternyata tak bisa dibilang sedikit. Setidaknya hal tersebut terungkap dari data Pathfinders, lembaga yang bergerak dalam penanganan kasus buruh migran, dalam rentang 15 bulan.

Dari 120 buruh migran hamil yang meminta bantuan konsultasi dan advokasi ke Pathfinders selama 15 bulan terakhir, sebanyak 80 persen diantaranya adalah BMI. “Saya tidak tahu kenapa yang banyak datang adalah Indonesia. Bisa jadi juga karena jumlah buruh migran Indonesia di Hong Kong paling banyak sekarang,”

ungkap Pendiri dan Direktur Pathfinders Kylie Uebergang, dalam wawancara dengan SUARA di ruang kerjanya, Jumat (26/2). Menurut Kylie, rata-rata buruh migran yang datang atau menghubungi kantornya sudah dalam kondisi hamil tua atau visa tinggalnya hampir berakhir. “Biasanya yang datang adalah

mereka yang jadwal melahirkannya tinggal 2 minggu lagi atau visanya habis dalam 1 atau 2 hari lagi,” terangnya. Tak sedikit pula yang datang sudah dalam kondisi overstayed, bahkan hingga lebih dari 3 tahun. Mayoritas dari mereka, sekitar 70 persen, ditingg-

PUBLISHED BY: HK PUBLICATIONS LTD. TEL: 2851 1766

Ada...halaman 2

2,6 juta BMI sumbang devisa Rp 61 triliun Halaman 23


WARTA



5 Maret 2010

Ada yang membawa pulang, ada yang menyerahkan untuk adopsi Dari halaman 1 keluarga dan kerabat di kampung hala-

alkan atau sudah tak berhubungan lagi dengan lelaki yang menghamilinya. Menurut Kylie, terkait dengan kehamilan mereka, kebanyakan buruh migran asal Filipina memilih untuk melahirkan atau memulangkan anak yang dilahirkan ke Tanah Air. Namun buruh migran asal Indonesia kebanyakan ragu-ragu untuk pulang dan malu karena mesti berhadapan dengan

man yang belum tentu bisa menerima kondisi mereka. Beberapa di antara mereka kemudian memilih menyerahkan anak yang mereka lahirkan untuk diadopsi oleh warga Hong Kong. Kebanyakan pengadopsi adalah kaum expatriate Caucasians yang telah menjadi warga permanen Hong Kong. Dari 10 kasus adopsi –hingga saat ini masih dalam proses- yang diserahkan

Pathfinders ke Social Welfare Department Hong Kong, sembilan diantaranya adalah bayi yang dilahirkan oleh BMI. Ayah biologis dari bayi yang dilahirkan BMI tersebut rata-rata berasal dari Nepal dan Pakistan. Namun Konsuler di KJRI Hong Kong, Bambang Susanto, mengatakan bahwa kasus kehamilan yang terjadi pada BMI yang ia tangani justru mengalami penurunan dari tahun 2008 ke 2009. “Laporan yang masuk ke sini terhitung jarang.

Saya tidak tahu kenapa begitu. Apakah karena malu atau karena posisi mereka biasanya sudah overstayed. Ada banyak faktor yang mempengaruhi,” ungkap Bambang. Ia mengatakan hampir mayoritas BMI hamil yang ditangani oleh KJRI biasanya akan membawa bayi yang dilahirkannya pulang ke kampung halaman. Ia juga menyebut bahwa jumlah BMI hamil dan melahirkan yang ditampung oleh shelter KJRI mengalami pe-

nurunan dari tahun 2008 ke 2009. Sementara untuk kasus adopsi, Bambang hanya bisa berkomentar bahwa syarat adopsi untuk anak Indonesia kini tak mudah. Beberapa waktu yang lalu, Departeman Sosial RI datang ke Hong Kong untuk menyosialisasikan hal ini di kalangan komunitas BMI. Mereka, menurut Bambang, juga sempat bertemu dengan pihak Social Welfare Department Hong Kong.

Dua agen dicabut lisensi Dari halaman 1

yalahi hukum peradilan yang mengganggap tindakan itu sebagai “suap terhadap saksi”. Yang paling mungkin dilakukan adalah memanggil kembali buruh migran tersebut dari Tanah Air jika ia telanjur pulang. Dan negara akan menyediakan transportasi serta akomodasi saat proses sidang berlangsung.

saja mendapatkan PRT baru. “Argumen Labour (Department), jika buruh migran (yang tengah menjalani proses pengadilan) boleh mencari majikan baru maka ini akan dipakai oleh PRT-PRT lain untuk menggugat majikannya agar bisa mendapatkan majikan baru,” ungkap Leony yang juga Tindak Agen Nakal dari F.I.T. Data yang dihimpun SUARA juga Namun argumen ini tak bisa diterima F.I.T. Ada banyak kasus di mana majikan menyebut sepanjang tahun 2009, dua mengulang praktik yang sama terhadap agen penyalur tenaga kerja dicabut lisensinya karena PRT barunya. F.I.T praktik pemungutan bahkan menuding Dua agen kutipan di atas 10 tak ada koordinasi penyalur persen dari gaji perantara Labour Detenaga kerja tama yang diterima partment, ImmigraPRT. Pencabutan tion Department, dan dicabut lisensi dua agen Kepolisian dalam lisensinya tersebut dilakukan menangani persoalan karena praktik dalam rentang 940 ini. Karena kalau ada inspeksi yang digelar koordinasi semestinovercharging Labour Department ya majikan nakal tak punya peluang untuk mempekerjakan sepanjang tahun 2009. Sementara itu memasuki tahun 2010, PRT asing lagi. Menanggapi hal ini, menurut Leony, Labour Department juga memenangkan pihak Labour dan Imigrasi menyatakan kasus melawan majikan yang melakubahwa mereka tak mungkin mengung- kan praktik underpayment terhadap PRT asing. kap data tersebut ke publik. Lewat putusan Pengadilan Kwun Sedangkan soal buruh migran yang dijadikan saksi negara atas majikan, Tong tanggal 12 Februari, majikan pihak Labour dan Imigrasi mengatakan tersebut dikenai denda HK$42.000 dan bahwa mereka tak mungkin menyedi- hukuman 160 jam memberikan layanan akan penampungan dan subsidi selama komunitas. Sementara total kekurangan proses menunggu proses persidangan. gaji yang mesti dibayarkan pada PRT asKarena mereka tak mau dianggap men- ingnya sebesar HK$15.360.


5 Maret 2010

SUARA






SUARA

5 Maret 2010


5 Maret 2010

SUARA




WARTA



Lewat Terminal 2, BMI HK dipalak polisi bandara Oleh Santi

WINARNINGSIH (36), buruh migran asal Kebumen yang telah bekerja selama 12 tahun di Hong Kong, dipalak oleh petugas bandara saat keluar dari Terminal 2, selepas mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, 6 Februari lalu. “Padahal saya sudah naik mobil. Tapi sekitar 1 km kemudian dicegat sama mobil polisi bandara. Mereka kemudian minta paspor saya,”ungkap perempuan yang akrab dipanggil Ning ini kepada SUARA, Senin (22/2). Suami Ning yang berada di mobil jemputan bersama Ning dan sopir kemudian diminta masuk dalam mobil polisi. Dari obrolan mereka, Ning diberitahu harus lewat Terminal 4 karena dalam paspor tercantum bahwa ia masih berstatus sebagai BMI. Ning menolak permintaan ini karena menurut informasi yang ia terima dan pemberitaan media massa yang ia baca, Menakertrans Muhaimin Iskandar menyebut khusus BMI Hong Kong dan Taiwan per awal Februari sudah bisa keluar lewat jalur Terminal 2. Ia juga menolak ajakan “damai” petugas yang minta uang Rp 300.000 sehingga Ning bisa melanjutkan perjalanan pulang.

BMI Hong Kong ternyata masih belum bisa melenggang di Terminal 2 “Saya bahkan ngotot minta ditemukan dengan Kepala BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Jumhur Hidayat,” ujar Ning. Ia menyanggupi dibawa petugas balik ke bandara. Namun di tengah jalan, petugas minta suami Ning ikut mobil mereka. Di sinilah kemudian tiga petugas yang berada dalam mobil tersebut membujuk suami Ning untuk membayar “uang damai” Rp 100.000, berkurang Rp 200.00 dari permintaan awal mereka. Sebelumnya, seorang BMI yang lo-

los di Terminal 2 setelah mendarat dari Hong Kong, tak bisa langsung pulang ke kampung halamannya di Nusa Tenggara Barat. Ia sudah dicegat oleh sopir perusahaan jasa TKI yang menyalurkannya dan langsung dibawa ke penampungan PT tersebut. Sejumlah kalangan menilai rencana pemerintah untuk menutup Terminal 4 hanya akan memindahkan persoalan yang ada selama ini jika tak diikuti dengan penanganan masalah yang menyeluruh, termasuk menindak tegas para calo dan petugas yang korup.

5 Maret 2010

Tolak tanda tangan, BMI terima HK$30.000 Oleh Santi

SIKAP kukuh Sulastri (37) –bukan nama sebenarnya- buruh migran Indonesia asal Tulungagung, untuk tak menandatangani receipt atau kwitansi penerimaan gaji dari majikan yang tak sesuai dengan jumlah uang sebenarnya yang ia terima, ternyata berbuah. Senin (1/3) lalu, lewat bantuan Helpers for Domestic Helpers (HDH), perempuan yang pertama kali menginjak Hong Kong tahun 2008 ini, akhirnya berhasil memaksa majikannya untuk membayar ganti rugi atas praktik underpayment yang dilakukan dan juga libur yang tak dibayarkan sebesar HK$30.635 dan tiket pesawat Hong Kong-Surabaya. Ditemui SUARA di kantor HDH, Senin (1/3), Sulastri mengatakan bahwa ia mulai bekerja pada majikannya yang bertempat tinggal di kawasan Cental itu pada November 2008. Ia disuruh bekerja di dua rumah dan juga restoran dengan gaji HK$1800 per bulan. Itupun selama lima bulan pertama, seluruh gajinya harus ia setorkan ke agen untuk biaya penempatan. “Saya tidur di dapur dan baru bisa tidur di atas jam 2 pagi,” terangnya. Sulastri juga tak pernah mendapat libur mingguan. Seingatnya ia hanya pernah mendapatkan libur dua kali selama bekerja di tempat tersebut yakni pada 27 Septem-

ber 2009 dan 15 Februari 2010, itupun masing-masing dengan waktu libur enam dan satu jam. Namun di libur pertamanya itulah, Sulastri justru bisa mendapatkan informasi tentang hak-haknya sebagai pekerja migran sektor rumah tangga. Sejak itulah, Sulastri mulai “mogok” menandatangani kwitansi gaji yang disodorkan oleh majikannya. Sikap Sulastri ini membuat majikannya panik. Genap 9 bulan tindakan menolak menandatangani slip gaji ini dilakukan, majikannya pun lapor ke agen. Namun Sulastri bergeming. Hingga kemudian setelah ia dan majikan bolak-balik ke agen, pada 24 Februari, ia dipaksa menandatangani pertanyataan untuk tak menuntut majikan dan akan mendapat ganti rugi sekitar HK$5000. “Saya menyerah. Saya hampir saja menandatangani surat itu saat majikan saya bilang bahwa saya di-terminate hari itu juga dan harus beresi barang di rumah,” ungkapnya. Dan gara-gara majikan minta Sulastri beli koper hari itu juga untuk menaruh barang-barangnya, jadilah Sulastri punya kesempatan untuk keluar dari kantor agen. Saat itulah, Sulastri kemudian kabur ke HDH. Memutuskan menggugat balik majikan dengan menuntut HK$47.000. Namun kemudian proses negosiasi membuat Sulastri sepakat menerima HK$30.000.


5 Maret 2010

SUARA






WARTA

5 Maret 2010

Seks jadi sebab tertinggi penularan HIV di HK Oleh Santi

HUBUNGAN atau kontak seksual masih menjadi penyebab tertinggi dari kasus penularan atau penyebaran virus HIV di Hong Kong. Data terbaru yang dirilis Departemen Kesehatan Hong Kong dalam konferensi pers yang digelar Selasa (2/3), menyebutkan, dari 396 kasus HIV baru yang muncul sepanjang tahun 2009, sebanyak 270 diantaranya terjadi karena hubungan atau kontak seksual, baik yang dilakukan oleh pasangan sejenis (sesama lelaki), beda jenis maupun mereka yang memiliki orientasi seksual ganda atau biseksual. Sementara 14 kasus penyebaran HIV terjadi karena suntikan obat, satu kasus karena transfusi darah dan tiga kasus karena kelahiran. Sementara itu, informasi yang dilansir Depkes juga menyebut dengan ber-

tambah 71 orang yang positif HIV pada kuartal keempat tahun 2009 atau antara bulan Oktober-Desember 2009, maka total orangyang terkena HIV positif di Hong Kong sejak tahun 1984 mencapai 4443 orang. Dari 71 kasus yang terjadi di kuartal keeempat tahun 2009 tersebut, 57 diantaranya adalah laki-laki dan 14 perempuan. Sementara kasus baru penderita AIDS yang muncul di kuartal keempat 2009 berjumlah 20 kasus. Sehingga total jumlah kasus AIDS di Hong Kong sejak tahun 195 mencapai 1106. Dari jumlah tersebut 50 persen terjadi karena kontak atau hubungan yang dilakukan pasangan heteroseksual dan 45 persen terjadi pada hubungan homoseksual atau biseksual. Seperti diketahui AIDS adalah penyakit yang diperoleh bersamaan dengan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Se-

dangkan HIV adalah virus yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, dari total 4443 kasus HIV positif yang terjadi sejak tahun 1984, 2954 diantaranya terjadi pada komunitas China, sementara 1489 terjadi pada komunitas non-China. Menurut Manager St. John’s Cathedral HIV Education Centre, Elijah Fung, dalam wawancara dengan SUARA, Senin (1/3), dari 1489 komunitas nonChina tersebut, termasuk di dalamnya adalah buruh migran. Namun ia mengatakan, tak ada data yang bisa diungkap oleh Depkes Hong Kong tentang jumlah pasti buruh migran yang terinfeksi HIV positif. Selama ini, menurut Elijah, pihaknya –bekerja sama dengan jaringan lokal dan internasional- menangani konsultasi dan advokasi kasus-kasus buruh migran yang terinfeksi HIV, termasuk sampai proses penanganan di Tanah Air.

bagi pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri. “Jika tes HIV dilakukan maka harus diketahui apa motifnya. Kalau hanya untuk menghentikan penyebaran HIV, bagaimana dengan korban? Tapi kalau untuk melindungi buruh migran, maka harus ada program lengkap mengikuti tes tersebut, termasuk melakukan pendidikan publik tentang HIV,” ungkapnya. Pendidikan publik ini akan menciptakan situasi yang kondusif di kalangan masyarakat untuk memahami apa

itu HIV/AIDS. Dengan demikian, akan tercipta rasa aman di kalangan komunitas migran untuk memeriksakan diri atau menjalani tes HIV begitu pulang ke Tanah Air tanpa khawatir kena stigma. Sebelumnya, seperti diberitakan sejumlah media di Indonesia, Disnakertrans Nusa Tenggara Barat (NTB) dan BP3TKI mendukung rencana dilakukan tes HIV terhadap BMI asal NTB yang baru pulang dari luar negeri. Usul ini awalnya diajukan oleh Komisi Penanggulangan AIDS NTB.

Tes HIV harus bermotif perlindungan Oleh Santi

TES HIV terhadap para buruh migran yang kembali ke Tanah Air harus dilandasi motif perlindungan terhadap buruh migran serta merupakan suatu pilihan. Kalau tidak, maka justru menciptakan tindak diskriminatif terhadap korban. Demikian dikatakan Manager St. John’s Cathedral HIV Education Centre, Elijah Fung, kepada SUARA, Senin (1/3), menanggapi rencana salah satu provinsi di Indonesia untuk melakukan tes HIV


5 Maret 2010

SUARA




FORUM

10

Pidato penting iblis di neraka

Untuk dilihat

Mimbar Rohani Anda Oleh H. Abdul Muhaemin

Editorial

Hong Kong tak cukup adil pada PRT asing

KORAN ini melaporkan, sepanjang tahun 2009, sebanyak 124 majikan telah dinyatakan bersalah atas pelanggaran gaji pada pekerja rumah tangga (PRT) asing mereka. Satu di antaranya bahkan dikenai hukuman sembilan bulan penjara. Sekilas kabar ini terasa menggembirakan karena seolah majikan yang selama ini dikenal “super kuasa” itu ternyata masih tersentuh juga oleh hukum. Apalagi kalau kita melihat jumlah yang dinyatakan bersalah lebih dari 100 orang dalam setahun. Tapi, benarkah mereka, para majikan itu, benar-benar menanggung hukuman sesuai dengan kesalahan meraka? Atau pengumuman jumlah ini sekadar pelipur lara bagi PRT asing belaka? Jika kita cermati, dari berbagai kasus yang selama ini terjadi, tampak bahwa pertanyaan yang kedualah yang lebih mendekati kenyataan. Barangkali memang benar bahwa para majikan tersebut secara resmi dinyatakan bersalah, tapi sebenarnya mereka tidak menanggung hukuman

5 Maret 2010

sama sekali. Bahkan, melihat proses penyelesaian perselisihan antara PRT asing dengan majikan yang selama ini terjadi, bisa dibilang justru pihak majikanlah yang diuntungkan. Sebab, selama menunggu proses penyelesaian itu, sang PRT dilarang untuk bekerja dan pemerintah sama sekali tidak menjamin biaya hidup mereka. Sementara di sisi lain, pihak majikan, meski sedang dalam proses hukum, dengan bebas merdeka mengambil PRT baru. Ini belum ditambah kenyataan bahwa dari nyaris seluruh proses penyelesaian, hasil akhir, majikan hanya perlu membayar jauh di bawah jumlah yang seharusnya mereka bayarkan. Proses yang berlarut dan bertele-tele membuat PRT asing menyerah dan menerima hasil yang nyata-nyata tidak adil tersebut. Jadi, sepanjang Hong Kong masih memberlakukan sistem penyelesaian perselisihan yang berat sebelah seperti itu, bisa dibilang, Hong Kong tak cukup adil pada PRT asing.

DALAM sebuah haditz diterangkan bahwa apabila penghuni neraka sudah sampai di neraka, maka di situ disediakan sebuah mimbar dari api, dipakaikan pakaian dari api, bermahkotakan yang terbuat dari api dan diikat dengan tali yang terbuat dari api. Kemudian dikatakan kepada Iblis terkutuk:” Wahai Iblis naiklah kamu ke atas mimbar dan berceramahlah kamu kepada penghuni neraka.” Setelah Iblis menerima perintah itu maka dia naik ke atas mimbar dan berpidato:” Wahai para penghuni neraka.” Semua orang yang berada di dalam neraka mendengar ucapan Iblis dan memandang Iblis.” Iblis meneruskan ceramahnya dan berkata:” Wahai orang-orang kafir dan munafiq, sesungguhnya Allah (swt) telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahwa kamu semua itu mati dan akan digiring ke padang mahsyar untuk dihisab kemudian akan dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok ke syurga dan satu kelompok lagi ke neraka.” Iblis juga menerangkan segala tipu

dayanya terhadap anak cucu Adam selama hidup di dunia lalu menegaskan:” Kamu semua menyangka bahwa kamu semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia. Aku tidak memiliki kekuasaan atas kamu melainkan hanya menggoda dan menjerumuskan kamu semua yang akhirnya kamu se-

mua dari siksaan Allah di neraka. Dan kamu semua juga tidak akan mampu menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari ini aku telah terlepas dari apa yang telah aku katakana kepada kamu. Sesungguhnya aku diusir dan ditolak oleh Tuhan seru sekalian alam..” Setelah penghuni neraka mendengar pidato Iblis, mereka dengan spontan mengutuk dan mencaci Iblis. Setelah itu Iblis dipukul oleh Malaikat Zabaniah Aku tidak dengan tombak yang terbuat dari api memiliki dan terhumbanlah dia ke tempat yang kekuasaan paling bawah dan dia kekal di dalam neraka jahannam untuk selama-lamanatas kamu ya bersama orang-orang yang mengikumelainkan hanya ti jejak dan langkahnya ketika hidup di dunia dulu. menggoda dan Malaikat Zabaniah berkata:” Tidak ada menjerumuskan kematian bagi kamu semua dan tidak kamu semua ada pula kesenangan untuk kamu. Rasakanlah azab Allah yang maha dasyat yang akhirnya ini sebagai balasan atas keingkaranmu. kamu semua Kamu semua hidup kekal di dalamnya mengikuti buat selama-lama. Pidato penting Iblis di atas merupaajakanku... kan peringatan serius yang harus kita mua mengikuti ajakanku, maka kamu camkan sekaligus harus berhati-hati sendirilah yang menanggung dosamu. dalam menjalani kehidupan seharian Oleh karena itu, janganlah kamu men- kita agar tidak diperdaya oleh Iblis dan gutuk dan mencaci aku, sebaliknya ku- anak-anak buahnya tuk dan cacilah dirimu sendiri .” Semoga Allah (SWT) melindungi kita Iblis menambahkan lagi:” Hari ini aku semua dari godaan setan yang terkutidak dapat menyelamatkan kamu se- tuk.

Bingung dengan pemberian majikan kasih atas suratnya, saya pikir adik juga ada kasus dimana teman Konsultasi mengetahui – teman kita yang di tuduh mencuri hukum barang – barang dari majikan walapun itu adalah barang bekas yang telah di buang di tong sampah ataupun barang bekas yang majikan berikan kepada Oleh Tania Sim mereka karena majikan sudah tidak Mbak Tania, mau memakainya lagi. Saya bingung dengan apa yang haTentu saja kita tidak bisa mengatakan rus lakukan karena majikan saya mem- bahwa majikan adik nanti bakalan menberikan beberapa baju bekas yang ka- uduh adik mencuri juga tetapi belajar tanya cocok untuk di pakai oleh anak dari pengalaman teman – teman kita saya. Saya bingung Mbak karena saya maka saya menyarankan adik untuk semendengar dari teman – teman saya baiknya tidak menerima barang pembekalau majikan saya nantinya bisa men- rian dari majikan. uduh saya mencuri baju – baju tersebut. Adik bisa menolak pemberian itu seTetapi kalau mau menolak saya takut di cara halus. Adik bisa mengatakan bahwa anggap tidak sopan oleh majikan saya. anak adik tidak suka dengan modelnya. Tolong Mbak, apa yang harus saya laku- Saya benar – benar menyarankan kepakan. da adik untuk tidak menyimpan barang Dari Yani – barang pemberian dari majikan atau Yang terhormat Adik Yani, Terima memunggutnya barang yang telah di

buang oleh majikan Anda karena biasanya ada majikan yang membuat laporan palsu terhadap Pramuwismanya kepada polisi setelah ada perselisihan dengan majikan. Majikan bisa melaporakan Pramuwismanya untuk pencurian tetapi selama tidak ada barang bukti maka polisi tidak akan bisa membuat tindakan terhadap Pramuwisma tetapi kalau barang yang di laporkan hilang itu ada dengan Anda maka akan sangat susah buat Pramuwisma untuk membuktikan kalau barang – barang itu adalah pemberian. Kalau bisa saya menyarankan Adik untuk mencatat daftar barang pemberian tersebut dan meminta majikan menanda tanganinya untuk membuktikan bahwa itu adalah pemberian dari majikan. Saya berharap penjelasan ini akan bisa membantu adik. Untuk berkonsultasi secara langsung silahkan hubungi 2739 6193

Surat pembaca Prihatin nasib BMI Hallo SUARA, aku adalah salah satu penggemarmu yang ada di North Point. Namaku Budi asal Malang. Begini, setiap kali saya membaca, mendengar, atau melihat lewat TV tentang penyiksaan pada BMI yang terjadi di Malaysia, perasaan saya berontak. Saya sakit hati dengan perlakuan agen dan majikan di Malaysia. Saya adalah salah satu korban ketidakbaikan agen dan majikan. Saya pernah ke malaysia tahun 2005 lewat PT di Sidoarjo. Saya tida di agen, tas dan baju saya diperiksa. Semua dirampas termasuk nomer telepon keluarga. Tinggal bedak MBK. Saya disuruh training di agen dan bahkan rumah staf agen selama dua minggu. Saya tidak mendapatkan apa-apa, cuma makan. Di penampungan itu seperti penjara.

Dikunci pakai gembok. Waktu panggil anak atau beri makan baru dibuka. Di situ juga ada yang gila dan kena hukuman merangkak seperti anjing. Tas baju ditaruh di atas kepala berdiri berjam-jam dan tidak dikasih makan. Seandainya mati pun di situ tidak akan ada yang tahu, keluar tidak bisa, komunikasi juga tidak bisa. Saya pernah dihukum hampir satu hari berdiri dan di depan saya ada kipas angin besar. Di Malaysia saya kerja di keluarga berisi 10 orang di satu rumah. Kerja di toko, di gudang, di rumah cuci baju pakai tangan. Saya jatuh sakit dan hampir mati kalau tidak cepat tertolong dokter. Majikan marah waktu saya minta pulang, tapi saya nekat. Akhirnya saya dijemput agen. Saya minta tas baju saya tapi tidak dikasih.

Akhirnya selama kurang lebih dua minggu di penampungan agen saya tidak pernah ganti baju. Seluruh gaji saya selama satu tahun bekerja diambil dan saya dipulangkan hanya dengan kaus oblong, celana pendek dan sandal jepit. Ini keluh kesah saya. Besar harapan saya ini bisa menjadi pelajaran buat kita dan teman-teman kita semua. Buat pemerintah, lindungilah rakyatmu.

Harus menunggu proses yang tidak fleksibel dan paad kenyataannya banyak pemerasan, pelecehan, tidak bisa bertemu keluarga, belum lagi keselamatan di jalan. Jarak yang seharusnya bisa ditempuh tiga jam bisa memakan waktu satu hari penuh karena harus muter-muter dulu. Kebhagiaan yang ditunggu selama satu tahun langsung berubah jadi waswas dan trauma. Kalau dalih operator angkutan bangkrut, Budi tentu pemerintah harus mencarikan solusi. Apa mesti kami yang harus dijadikan Soal Terminal IV korban? Terminal IV pada dasarnya hanya Menanggapi pengalihan terminal khusus menimbulkan ketidaknyamanan. Tolong beri pemulangan TKI (teminal VI) Jakarta, kami kami kemerdekaan. sebagai BMI sangat mendukung Ibu Diah Terima kasih atas dimuatnya surat ini Pitaloka dan Fraksi PDIP. dan maaf atas keterbatasan kata-kata dan Karena kamu yang menggunakan jasa kekurangan saya. Dari Indramayu, Jabar. bandara setiap cuti merasa tidak nyaman. Marina, To Kwa Wan

Fanani Santi

Editor Reporter

Nurul Qoiriah

Editorial Consultant

Joko Harjanto

Assistant Sales Manager

Corelene B. Cruz Jeneth P. Julve Nin Tang

Sales & Marketing Executive Advertising Coordinator Designer

Published by HK Publications Ltd. 31/F., Prosperity Millennia Plaza, 663 King’s Rd. North Point, Hong Kong Telp: 3416 3647, 2851 1766 Fax: 2858 8979 E-mail: news@hkpub.com Tsat Tsz Mui P.O. Box 60185

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced without the written permission of the publisher. We wish to acknowledge the following news sources: Asian Migration News, Kompas, Suara Pembaruan, Tempo Interaktif, Sinar Harapan and South China Morning Post.


5 Maret 2010

SUARA

11

5 Maret 2010

SUARA

15


WARTA

12

5 Maret 2010

Solidaritas IMWU untuk pekerja migran di Korea SALAH seorang anggota IMWU membawa poster menuntut legalisasi pekerja migran tak berdokumen di Korea dalam aksi demonstrasi di depan Konsulat Korea di Hong Kong.

Oleh Ally dalijo

INDONESIAN Migrant Workers Union (IMWU) menggelar aksi solidaritas bagi Migrant Trade Union (MTU) di depan Kedutaan Korea Selatan yang berkantor di Admiralty, Hong Kong, Minggu (28/2). MTU merupakan serikat buruh migran di Korea Selatan yang berdiri sejak 2005. Meski demikian, keberadaan MTU tidak diakui oleh kementrian tenaga kerja maupun pemerintah Korea Selatan dengan alasan sebagian anggota MTU adalah pekerja migran tak berdokumen. Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa pekerja tak berdokumen tidak punya hak maupun perlindungan

secara hukum, baik nasional maupun internasional. Tidak hanya mengabaikan keberadaan MTU, pemerintah Korea Selatan bahkan melakukan tindakan kekerasan dengan menangkap dan mendeportasi pengurus dan anggota MTU sejak beberapa tahun lalu. MTU kemudian membawa masalah tersebut ke meja peradilan. Bagaimanapun MTU pernah memenangkan kasusnya dalam sidang Pengadilan Tinggi di Seoul, 1 Februari 2007. Pengadilan Tinggi memutuskan bahwa pekerja tak berdokumen tetap memiliki hak sebagaimana pekerja lain. Hal ini berdasarkan beberapa aturan yang menyatakan bahwa peraturan internasional melindungi hak pekerja tak

berdokumen untuk berserikat. Aturan tersebut antara lain terdapat dalam ILO Commitee on Freedom of Association (2001) dan Inter-America Court of Human Rights (2003). Menurut IMWU, tindakan pemerintah Korea Selatan dalam menangkapi dan mendeportasi angota MTU bukan hanya tindakan kekerasan, namun juga merupakan tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang bersifat rasial. Untuk itu, IMWU menuntut pemerintah Korea Selatan untuk mengakui keberadaan MTU, mengakhiri tindakan kekerasan terhadap MTU serta melegalkan pekerja migran tak berdokumen yang semakin banyak jumlahnya di Korea Selatan.

Desakan tentang pemasukan pekerja rumah tangga asing dalan Statutory Minimum Wage (SMW) masih menjadi tuntutan utama. BMI yang bergabung dalam Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) dan Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho) juga akan menggelar aksi di depan kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), sebelum bergabung dengan aksi ke CGO. “Kami akan menggelar aksi di KJRI dulu, sebelum kemudian ke CGO,” ujar Ketua IMWU Sringatin dihubungi SUARA pekan lalu. Sementara Ketua ATKI Eni Lestari

mengatakan pihaknya akan langsung rally menuju CGO. Di bawah bendera AMCB, ia memperkirakan aksi ini bisa melibatkan sekitar 700 buruh migran. Selain unjuk rasa damai, peringatan Hari Perempuan juga dimanfaatkan oleh Equal Opportunities Commission (EOC) untuk menggelar seminar bagi komunitas BMI tentang isu gender dan diskriminasi. Seminar yang akan digelar di Indonesian Christian Fellowship (ICF) antara pukul 2.00-4.30 sore ini diadakan EOC bekerja sama dengan St.John’s Cathedral HIV Education Centre, Christian Action, Asian Migrant Centre, dan Chinese Rhenish Church.

Peringati Women’s Day, BMI gelar aksi Oleh Santi

MEMPERINGATI Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, ratusan buruh migran asal Indonesia akan bergabung dengan komunitas lokal dan buruh migran asal negara lain, menggelar aksi damai pada Minggu (7/3). Aksi damai yang menggunakan sejumlah bendera berbeda ini –diantaranya adalah Asian Migrant Coordinating Body (AMCB), Federation of Asian Domestic Worker’s Union (FADWU) dan Hong Kong Confederation of Trade Unions (HKCTU)- mendatangi Central Government Office untuk menyampaikan aspirasi mereka.


5 Maret 2010

SUARA

13


14

WARTA

5 Maret 2010

Ekspor buruh bukan solusi pembangunan men Filipina dari Partai Akbayan, dalam dampak lingkungan,” diskusi yang digelar Asian Migrant Cenungkap Bello di deLABOUR export atau pengiriman buruh tre (AMC) di YMCA, Kowloon, Sabtu pan 20 peserta diskusi migran ke luar negeri bukanlah solusi (20/2) lalu. yang hadir. bagi pembangunan nasional suatu ne“Pembangunan nasional juga tak Ia mengkritik pemgara. Ini terbukti dari banyaknya buruh boleh lagi difokuskan pada produksi bangunan sejumlah migran yang dipaksa pulang ke Tanah ekspor, tapi mesti fokus pada pembannegara, termasuk FiliAir saat krisis ekonomi meledak. gunan pertanian dan industri manufak- WALDEN B. pina dan Indonesia, Demikian disampaikan Walden Bello, tur dalam negeri, serta pembangunan yang terlalu tunduk mantan aktivis yang juga anggota parle- berkelanjutan yang memperhitungkan pada dikte Bank Dunia dan InternationOleh Santi

al Monetary Fund (IMF) lewat Structural Adjustment Program (SAP)-nya. Di bawah SAP, maka negara harus melakukan privatisasi (menjual ke pihak swasta-red) sejumlah perusahaan yang dahulunya milik negara, menerapkan deregulasi serta liberalisasi dimana sejumlah aturan dilonggarkan (termasuk pemangkasan bea masuk) sehingga memungkinkan barang impor lebih mudah masuk. Sebuah konsep yang kemudian popular dengan istilah neoliberalisme. “Dalam logika (neo)liberalisme, semakin liberal dan semakin terbuka ekonomi sebuah negara terhadap asing atau dunia luar, maka semakin efisien ekonominya,” ungkapnya. Konsekuensinya, dalam liberalisme ekonomi, maka peran pemerintah akan semakin sedikit atau dikurangi. Namun pengalaman sejumlah negara yang menganut resep IMF dan Bank Dunia ini menunjukkan bahwa pemangkasan intervensi negara dalam ekonomi justru membawa dampak negatif. Penguasaan sejumlah perusahaan yang

melayani kepentingan publik (contoh: air minum, rumah sakit dan sekolah) oleh kelompok swasta membuat kaum miskin semakin tak terlayani. Efisiensi yang diminta oleh perusahaan-perusahan swasta membuat banyak tenaga kerja produktif di negara berkembang tak terserap dengan baik. Ini yang kemudian menjadikan banyak tenaga kerja produktif pergi ke negara lain menjadi buruh migran atau pekerja sektor informal. “Sebut negara apa saja. Meksiko, Columbia, Argentina, Chili, Angola, Filipina, negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah, semuanya memiliki jumlah pengganggur yang sangat besar dan semuanya adalah negara-negara yang banyak mengirim warganya ke luar untuk jadi buruh migran,” ungkap Bello. Karena itu, menurutnya, yang dibutuhkan saat ini –terutama oleh negara berkembang- adalah restrukturisasi ekonomi, dengan memfokuskan pembangunan ekonomi di dalam negeri sehingga bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.


16

WARTA

5 Maret 2010

Yang hilang dari sekitar Causeway Bay Oleh Santi

AWALNYA seorang kawan yang langganan beli rokok menanyakan keberadaannya. Saya bilang bahwa mungkin ia datang pada jadwal yang tak tepat sehingga sering berselisih jalan dan tak ketemu muka dengan perempuan penjual rokok merek Indonesia yang berada di bawah jalan layang Causeway Bay, persis di depan pintu masuk sebelah barat Victoria Park itu. Namun kawan saya ngotot. Sudah beberapa kali ia ke situ, tapi tak ketemu, pun di hari Minggu. Gara-gara aduan itu, saya mulai memperhatikan lokasi di bawah jalan layang itu, siapa tahu menemukan sosoknya. Tapi saya memang tak lagi menemukannya. Dua kali hari Jumat, hari di mana SUARA biasa melakukan distribusi setiap usai cetak dua pekan sekali, saya juga tak menemukan sosoknya.Biasanya, setiap hari distribusi, saya selalu bertemu dengannya. Tengah duduk di tempat yang sama, dengan koper besar yang berisi dagangan rokok dan kartu telepon. Juga kadang nasi dan lauk

berbungkus mika yang dijual sekitar HK$15. Serta jasa pengiriman uang. Kerap kali, ia akan mengajak saya mengobrol soal berita terbaru tentang BMI, situasi politik Tanah Air hingga gosip selebritis, sambil sesekali ia meneriakkan dagangan kartu atau rokoknya

saat ada BMI yang melintas. Saya mengenalnya dengan nama Dewi. Setidaknya begitulah ia mengenalkan diri dan dengan nama itulah ia biasa dipanggil oleh teman dan orangorang di sekitarnya. Selain ngobrol soal gosip atau berita seputar BMI, selebritis, dan sesekali politik, nyaris ia tak pernah ngobrol soal lainnya dengan saya. Ia cenderung menutup diri. Ia hanya berkisah bahwa ia sudah lama menginjak Hong Kong dan sudah lama menjadi penjual kartu dan rokok di bawah jalan layang tersebut. Ia menyebut penghasilan bersih yang didapat dari bisnis jualannya tersebut cukup lumayan, rata-rata HK$400 per hari khusus untuk kartu telepon. Di hari Minggu, di mana mayoritas BMI menikmati libur, Dewi bahkan bisa mendapatkan keuntungan HK$600 sehari hanya dari kartu telepon yang ia jual. Ia kadang juga bercerita soal razia yang kerap dilakukan polisi maupun petugas Imigrasi dan bagaimana ia bisa DEWI (perempuan berkaca mata yang duduk di tengah) saat menjajakan dagangannya. tetap bertahan di situ. “Asal nggak tertangkap tangan, petugas biasanya ng- dengan demikianlah ia bisa bertahan lama dideritanya. bahwa jenazah Sri Utami dikirim pulang gak akan bisa berbuat apa-apa,� ujarnya tinggal di Hong Kong serta melakukan Dari data Konsulat Jenderal Republik ke Tanah Air pada Selasa (2/3) lalu. Indonesia (KJRI), saya kemudian tahu Awalnya, suami Sri Utami menawarbahwa Dewi bukan nama aslinya. Ia kan jenazah dibakar atau diperabukan dilahirkan di Malang pada 8 Septem- di Hong Kong saja. Dengan demikian, ber 1963 dengan nama Sri Utami Bakin. hanya perlu dana HK$10.000 untuk Bakin adalah nama ayahnya. proses perabuan jenasah. Itupun dana KJRI tak mencatat tahun berapa ia da- berasal dari pemerintah. Namun pihak tang di Hong Kong. Apakah masuk se- keluarga tetap meminta jenazah dikirim bagai turis atau BMI sektor rumah tang- pulang. Menurut pihak KJRI, seluruh ga. KJRI hanya punya catatan bahwa Sri ongkos pemulangan jenazah yang menUtami menikah dengan warga Hong capai sekitar HK$35.000 ditanggung Kong pada tahun 2004 dan tak memiliki oleh keluarga. anak. “Suaminya sudah kami panggil. Kini, setiap kali melintas di bawah Tapi ia menyatakan tak punya uang un- jembatan layang tersebut, saya masih tuk mengirim jenazah pulang,� jelas staf terbayang sosok Dewi dengan jaket pudi Bagian Ketenagakerjaan KJRI kepada tih panjang yang ia kenakan setiap kali SUARA. musim dingin datang, dengan tangan Sementara keluarga di Malang meng- yang dimasukkan di saku jaket serta teinginkan agar jenazah Sri Utami diki- riakannya menawarkan kartu dan rokok suatu ketika. aktivitasnya. rim pulang. Perwakilan dari keluarga pada sejumlah BMI yang lewat. Sesekali Namun soal keluarga atau kehidupan Sampai kemudian saya mendapatkan bahkan sudah datang ke Hong Kong, wajahnya meringis menahan dingin dan pribadinya, ia enggan bercerita banyak. kabar bahwa Dewi tak akan pernah lagi Sabtu (20/2), untuk memastikan kepu- kram di perutnya. Ia hanya mengatakan berasal dari Ma- bisa saya temui. Ia menghembuskan langan jenazah. Saya tak pernah tahu bahwa ia tengah lang dan sesekali pulang kalau kangen napas terakhir di Rumah Sakit Pamela. Pembicaraan antara KJRI, suami Sri digerogoti leukimia dan tak menyangka dengan keluarganya di rumah. Ia men- Hong Kong, pada 12 Februari lalu. Di- Utami, dan pihak keluarga dari Indo- kanker itulah yang kemudian merenggaku bersuami orang Hong Kong dan duga karena kanker darah yang sudah nesia, akhirnya mencapai kata sepakat gut nyawanya.


WARTA

5 Maret 2010

Imlek, PRT asing beri “lai see” ke anggota Legco Oleh Santi

SAMBUT tahun baru Imlek, sebanyak 30 buruh migran sektor rumah tangga -termasuk dari Indonesia- mendatangi gedung parlemen Hong Kong, Kamis (11/2) lalu. Sambil membawa “lai see” berukuran raksasa, mereka mendesak anggota Legislative Council untuk meninjau ulang proposal Rancangan Undang-Undang tentang Upah Minimum atau Statutory Minimum Wage (SMW) yang telah dimasukkan pemerintah ke parlemen dan kini sedang dalam pembahasan. Mereka berharap agar anggota Legco bisa mendesakkan agar PRT asing dimasukkan dalam RUU tersebut. “Sampai sekarang tidak ada perubahan sikap pemerintah dari posisi semla. Pemerintah tetap bersikukuh untuk mengeluarkan PRT asing dari SMW. Tapi kami akan terus mendesakkan tun-

tutan tersebut ,” ungkap Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Eni Lestari dihubungui SUARA, Jumat (26/2). Eni yang juga juru bicara Asian Migrant Coordinating Body (AMCB) ini menuturkan, tuntutan pemasukan PRT asing dalam SMW yang mereka bawa dalam aksi 11 Februari lalu akan kembali mereka angkat dalam aksi peringatan Hari Perempuan Internasional yang akan mereka gelar Minggu (7/3). “Bola sekarang ada di tangan Legco. Harus segera diputuskan apakah ketetapan itu akan menjadikan Hong Kong sebagai tempat di mana perbudakan modern masih berlangsung atau tempat di mana diskriminasi tak boleh ada dan keadilan menjadi satu-satunya hal yang penting,” ungkapnya. Namun agaknya peluang buruh migran sektor rumah tangga masuk dalam SMW sangat kecil. Anggota Legco dari

Democratic Party, Nelson Wong Sing-chi, dalam wawancara dengan SUARA, November lalu, mengatakan, nyaris muskil pemerintah akan melakukan amandemen terhadap proposal SMW dengan memasukkan PRT asing di dalamnya. AKSI BMI di depan gedung Legco, Kamis (11/2). foto: Carina P.

17


WARTA

18

5 Maret 2010

Emansipasi di ultah ke-100 Women’s Day Oleh Ally Dalijo

TANGGAL delapan Maret, hampir setiap negara di seluruh penjuru dunia (tidak termasuk Indonesia) mengakuinya sebagai Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day dan menjadikannya sebagai hari libur resmi. Hari Perempuan Sedunia yang pertama kali dicetuskan oleh Clara Zetkin, seorang aktivis demokrasi sosialis perempuan dari Jerman, pada Konferensi perempuan sosialis kedua yang digelar di Kopenhagen, Denmark, tahun 1910, terwujud ditahun 1911 setelah terjadinya demonstrasi di berbagai negara di Eropa dan Rusia, yang menuntut persamaan hak perempuan dalam bidang politik, sosial dan ekonomi. Namun demikian, masalah kesetaraan atau keadilan gender yang telah diperjuangkan sejak awal abad 20 itu, masih menjadi bahan perdebatan yang hangat

untuk diperbincangkan hingga saat ini. Perdebatan itu muncul karena adanya pro dan kontra dari masyarakat umum tentang bagaimana mereka berpendapat mengenai perempuan dan peranannya. Menurut mitos,, perempuan hanya memiliki peran dalam urusan seputar Dapur-Sumur-Kasur. Perempuan yang dianggap mahkluk lemah ini, masih selalu dijadikan subordinasi dari laki-laki, yakni peletakan perempuan sebagai abdi sekaligus kekuasaan dari laki-laki. Eksistensi perempuan kadang hanya sekedar ditempatkan sebagai pusat reproduksi, di mana perempuan hanya melakukan pekerjaan rumah tangga yang di dalamnya termasuk mengandung, melahirkan, mengasuh anak, dan menyediakan makanan. Dari sinilah penindasan terhadap perempuan berawal, hingga lahirlah budaya patriarki, budaya yang menempatkan kaum laki-laki lebih tinggi, lebih

berkuasa dan lebih dominan daripada kaum perempuan dalam hal politik, ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Lihatlah bagaimana posisi mereka yang dengan sangat terpaksa harus berprofesi sebagai pekerja rumah tangga, misalnya! Di Indonesia, yang katanya negara merdeka, pekerja rumah tangga tidak mempunyai perlindungan hukum yang memadai, atau bahkan bisa dikatakan tidak mempunyai perlindungan sama sekali. Posisi mereka yang sudah terpatri di benak masyarakat sebagai ‘pembantu’, kadang malah menjadikan mereka sebagai seorang jongos, yang bisa diperlakukan seenak perut majikan, dengan memberikan upah yang sangat rendah atau bahkan malah tanpa upah sama sekali. Bagaimana dengan perempuan yang harus terjebak dalam lingkaran setan pelacuran? Apakah itu sepenuhnya

BMI Perempuan di Hong Kong berdemostrasi menuntuk hak. merupakan kesalahan perempuan itu sendiri? Ataukah memang itu cita-cita dan harapan mereka untuk melakoninya? Sedangkan masyarakat maupun pemerintah kadang hanya menumpukan semua kesalahan sosial itu di pundak perempuan sebagai pelaku. Mereka dengan seenaknya menghakimi perempuan yang kadang terpaksa terjun ke dunia tersebut karena menjadi korban perdagangan perempuan (trafficking) atau mungkin karena kekalahan ekonomi yang harus mereka terima. Dalam bidang industri, perempuan yang menempati posisi buruh juga sangat terdiskriminasi. Semua itu akibat

dari skema pembangunan industri yang tidak bertujuan untuk kepentingan rakyat. Sehingga mereka terpaksa menerima upah yang rendah, dan juga tidak terpenuhinya hak-hak mereka sebagai buruh oleh majikan. Kondisi inilah yang saat ini terjadi dan dialami oleh buruh migran perempuan Indonesia yang berada di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Arab dan negara lain yang menjadi pusat penyebaran mereka sebagai buruh migran. Pengiriman buruh migran ke luar negeri, yang didominasi oleh kaum perempuan ini juga merupakan bentuk eksploitasi yang memihak kepada kapitalisme/sistem kepemilikan modal. Mereka secara umum ditempatkan sebagai komoditas, sebagai barang dagangan, tanpa memperhatikan tingkat kesejahteraan apalagi perlindungan yang layak terhadap mereka. Terlihat jelas emansipasi perempuan yang telah diperjuangkan sejak seabad lalu memang sama sekali belum tercapai. Belum lagi pandangan sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa emansipasi adalah perjuangan perempuan yang menyalahi kodrat. Beberapa pertanyaan yang masih tersisa mendekati peringatan hari perempuan sedunia ke-100 di tahun ini, mungkin membutuhkan pemahaman kesadaran pemikiran yang lebih dalam. Haruskah perempuan selalu menjadi ‘konco wingking’ dalam kehidupan? Haruskah pula perempuan dilarang berkarya dan mengekspresikan diri? Ataukah memang kita harus menempatkan perempuan hanya di rumah, di dapur dan di ladang saja, sebagaimana lagu lama yang patriotis sekaligus patriarkis ‘Melati Di Tapal Batas’, yang secara eksplisit menghakimi perempuan yang melakukan perjuangan? Emansipasi adalah wujud pembebasan perempuan untuk berperan aktif dalam segala aspek kehidupan. Dalam konteksnya, emansipasi tentu bukan feminisme, yang oleh sebagian orang disebut sebagai emansipasi kebablasan, yang menuding bahwa emansipasi merupakan tindakan kaum perempuan yang menyalahi kodrat dengan berusaha melangkahi hak-hak kaum lelaki. Kembali lagi kepada hak asasi manusia yang diakui oleh bangsa-bangsa di dunia, bukankah setiap manusia mempunyai hak yang sama tanpa batas gender, ras, kewarganegaraan dan berbagai hal lainnya? Tidakkah emansipasi hanyalah sebuah usaha penegakan hak asasi yang tidak membedakan laki-laki dan perempuan secara morfologis? Bagaimanapun, selamat hari perempuan sedunia. Penulis adalah pekerja rumah tangga. bekerja di Hong Kong


5 Maret 2010

Cafe Blitar bantah lakukan pemukulan Oleh Fanani

PEMILIK Cafe Blitar, Hj Fatimah membantah melakukan pemukulan terhadap seorang buruh migran Indonesia (BMI) bernama Yeni seperti yang diberitakan SUARA edisi 19 Februari 2010. Bahkan dia balik menuduh Yeni-lah yang melakukan fitnah dengan melontarkan tuduhan tersebut. Ditemui SUARA di cafenya, Selasa (23/2), Hj Fatimah menjelaskan, bahwa memang pada Minggu (24/1) itu sempat terjadi cekcok antara dirinya dengan Yeni. Namun dia menolak mentah-mentah kalau dibilang dirinya memulai. Bahkan, tuduhan dirinya memukul juga hanya fitnah belaka karena dia merasa sama sekali tidak melakukan itu. “Yang benar itu dia di sini bikin ribut. Karyawan saya sudah menegur tapi nggak bisa ngatasi. Karyawan saya lapor

WARTA

Biak tolak raskin

19

Beras tersebut, selain akan digunakan untuk raskin, juga dipakai sebagai beras DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah jatah untuk para pegawai negeri sipil (DPRD) Kabupaten Biak Numfor, Pa- (PNS), anggota TNI dan Polri di Biak. pua menolak masuknya 3.200 ton beras Harian Jurnal Nasional melaporkan, kauntuk warga miskin (raskin) yang dida- langan dewan langsung meminta raskin tangkan dari Makassar, Sulawesi Sela- tersebut dipulangkan ke tempat asal. ke saya dan saya datang. Saya bilang ke puluhan tahun membuka bisnis dan se- tan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) “Dari temuan di lapangan, beras undia, ‘kamu keluar!’, sambil saya ginikan muanya jalankan dengan resmi berijin. DPRD Biak ke KM Sentosa dan gudang tuk warga miskin ini kondisinya sudah (menunjukkan gerakan mendorong-red) Bisnis yang dijalankannya bisa sebesar penampungan Dolog Biak di Pelabuhan sangat rusak dan tidak layak dikonsumsi ke bahunya,” ujarnya. sekarang ini juga berkat BMI. Jadi adalah Biak, Sabtu (27/2) lalu, didapati kualitas masyarakat. Berasnya tidak bersih, dan Seperti diberitakan sebelumnya, Yeni lucu kalau dirinya sampai dibilang tidak beras yang dikirim tidak layak dikon- berwarna cokelat kehitaman,” kata Jan bertekat menggugat ke pengadilan pe- mencintai BMI. sumsi. Dantje Kbarek, Wakil Ketua II DPRD. milik warnet di lantai II Causeway Bay Centre itu lantaran telah memukul dirinya sebanyak tiga kali. Yeni mengaku melakukan gugatan tersebut lantaran dirinya tidak ingin kejadian serupa terjadi pada BMI lain. Lebih lanjut Hj Fatimah menambahkan, saat itu Yeni tidak terima dia perlakukan seperti itu dan sempat terjadi cekcok mulut. Yeni kemudian memutuskan menelepon polisi. “Saya tetap di sini dan saya tunggu polisi datang. Saya berani karena saya yakin saya tidak bersalah,” tegasnya. Urusan kemudian berlanjut ke polisi. Dia juga menjelaskan, dirinya sudah Oleh Lantip

*Juara III*

DVD (Multiplayer) Paket Collagen Plus untuk 3 bulan 1 set Produk Kecantikan 1 set Produk Kesehatan Gigi

5.5 Juta *Juara II*

DVD (Multiplayer) 1 Black Casio Watch & 1 K70-Ponsel Dual Sim Paket Collagen Plus untuk 6 bulan 1 set Produk Kecantikan 1 set Produk Kesehatan Gigi

9 Juta *Ms. Total Care 2010*

DVD (Multiplayer) 1 Nexus Watch & 1 K70-Ponsel Dual Sim (Layar Sentuh) Paket Collagen Plus untuk 1 tahun 1 set Produk Kecantikan 1 set Produk Kesehatan Gigi

12.5 Juta


FEATURE

20

Saat benih tumbuh di H 5 Maret 2010

Oleh Santi

SARAH, bukan nama sebenarnya, pingsan di jalan di kawasan Jordan. Ini bukan kali pertama ia pingsan di tempat umum. Sejak benih yang ditanam seorang lelaki Nepal tumbuh di rahimnya tiga bulan lalu, ia mulai cepat lelah dan gampang pingsan. Namun pingsannya kali ini bisa jadi dipicu oleh beban pikirannya yang bertumpuk. Setelah lelaki Nepal itu pamit pulang menengok ibunya Januari lalu, Sarah juga mesti menghadapi situasi dimana majikannya batal memperpanjang kontrak ketiganya setelah mengetahui kehamilannya. Kamis (25/2) malam, saat ia jatuh pingsan di Jordan itu adalah malam terakhir sebelum visa tinggalnya habis. Beruntung ia ditemukan oleh Lorna, seorang staf Pathfinders, sebuah lembaga yang bergerak dalam penanganan

KYLIE Uebergang menangani 120 kasus dalam 15 bulan terakhir buruh migran yang tengah menghadapi masalah. Lorna kemudian melarikan Sarah malam itu juga ke Rumah Sakit Queen Elizabeth. Dokter yang memeriksa memberi Sarah surat istirahat 4 hari.

Dengan surat ini, baik Sarah maupun Lorna, berharap pihak Imigrasi bisa memberikan perpanjangan visa tinggal yang agak panjang. Namun saat Lorna membawa Sarah ke Imigrasi keesokan harinya, Jumat (26/2), Imigrasi hanya memberi perpanjangan visa tinggal 4 hari, persis seperti waktu istirahat yang diminta dokter. Jadilah Sarah harus mengepak barang pada Senin (1/3) malam karena penerbangan Rabu (2/3) pagi sudah harus membawanya pulang ke Tanah Air. Diwawancarai SUARA, Senin (1/3) malam, Sarah mengaku tak pernah berniat menggugurkan benih yang di kandungnya, terlebih saat mengetahui bahwa janin di rahimnya adalah kembar. Hanya saja, ia belum berani mengatakan kondisinya pada orang tuanya di rumah. “Ibu saya punya sakit jantung. Saya belum siap memberitahu sekarang. Mungkin nanti kalau (bayi) sudah lahir, saya baru berani ngomong,� ungkap

SEORANG perempuan migran yang memilih melahirkan bayinya di Hong Ko perempuan asal Blitar yang pertama kali menginjakkan kaki di Hong Kong tahun 2004 ini. Kepulangannya Selasa (2/3) itupun tak langsung menuju Blitar adan tak ada satupun keluarganya yang diketahui perihal kepulangannya. Menurut Lorna, untuk sementara Sarah akan tinggal di Yogyakarta. Di rumah kerabat seorang staf yang dikenal Lorna di Catholic Centre, Hong Kong. Kepada SUARA, Sarah mengaku belum memutuskan apakah ia akan memelihara sendiri bayi kembar yang

bakal dilahirkannya itu, menitipkan pada orang tuanya, atau menyerahkan ke orang lain untuk diadopsi. Yang pasti, ia berniat kembali ke Hong Kong setelah proses persalinan itu. 120 kasus Banyak kasus sejenis Sarah yang ditangani oleh Pathfinders. Pendiri sekaligus Direktur Pathfinders Kylie Uebergang, menyebut bahwa selama 15 bulan, ada sebanyak 120 kasus perempuan hamil yang mereka tangani. Dari jumlah tersebut, 80 persen diantaranya adalah kasus yang dialami buruh migran asal


FEATURE

Hong Kong 5 Maret 2010

rata-rata berusia masih sangat muda. Lingkungan pergaulan mereka yang terbatas saat di Tanah Air dan pemahaman seksualitas yang minim, menurut Kylie, bisa jadi menjadi salah satu alasan maraknya kasus kehamilan tak diinginkan di kalangan mereka. Pathfinders, menurut Kylie, bekerja sama dengan banyak lembaga dan organisasi yang ada di Hong Kong untuk menangani kasus-kasus mereka. Diantaranya Christian Action, Helpers for Domestic Helpers (HDH), Caritas, International Social Services (ISS), dan Mother’s Choice. “Untuk konsultasi bisa dengan Mother’s Choice, untuk gugatan ketenagakerjaan bisa ke Christian Action dan HDH, untuk kasus torture claim (gugatan terkait penganiayaan) bisa ke ISS, dan sebagainya,” terangnya. Kylie menyebut Pathfinders hanya mengupayakan bagaimana para perempuan migran yang hamil di Hong Kong bisa bertahan dan punya masa depan melanjutkan hidupnya. Karena ong. (dok. Pathfinders) hampir rata-rata perempuan migran Indonesia. “Kebanyakan (hamil) den- yang hamil di Hong Kong kebingungan laki-laki asal Nepal dan Pakistan,” gan menghadapi kondisi yang menimpanya, baik karena status tinggalnya ujar Kylie. Kylie juga menyebut bahwa keban- yang sudah overstayed, ditinggal pacar yakan perempuan Indonesia tersebut atau lelaki yang menghamilinya sehinga

status tinggalnya juga tak jelas, diputus kontrak oleh majikan, dan tak ada mau yang menerimanya bekerrja dengan perut yang semakin buncit. Sementara pulang ke Tanah Air dengan perut buncit menjadi pilihan yang takut mereka bayangkan. Selain karena malu pada keluarga, kerabat dan tetangga –terlebih jika ayah sang bayi tak jelasjuga karena mereka masih ingin kembali bekerja di Hong Kong. Bagi perempuan yang dibelit situasi semacam ini, Kylie menghimbau agar mereka tak gampang putus asa. Selalu ada jalan keluar untuk semua masalah. Bahkan bagi mereka yang sudah overstayed, Kylie berharap agar mereka lebih baik menyerahkan diri ke Imigrasi. “Dalam kondisi hamil, biasanya Imigrasi akan membatalkan penahanan terhadap mereka,” ungkap Kylie sambil menyebut contoh kasus seorang buruh migran yang sudah overstayed selama 10 tahun. Setelah status hukumnya jelas maka tahapan lanjutnya bisa dipikirkan apakah ia akan memelihara sendiri anak yang dilahirkannya atau menyerahkan untuk proses adopsi. Karena rata-rata mereka masih ingin melanjutkan kerja di Hong Kong. “Semua terserah pilihan mereka,”ujarnya.

21

Ada yang mengirim bayinya pulang, ada yang memutuskan diadopsi


22

WARTA

5 Maret 2010

Korban LapSurat dari Kampung indo himpun Bertentangga kuburan massal dana pendidikan anak Oleh Lilis Herlina

WARGA korban lumpur PT Lapindo Brantas mendirikan Posko Keselamatan Korban Lumpur Lapindo. Posko ini akan dijadikan pusat menggalang dukungan publik dalam memulihkan hak ekonomi serta pendidikan anak-anak korban Lapindo. Salah seorang penggagas Posko Keselamatan Korban Lumpur Lapindo, Bambang Catur Nusantara, mengatakan lumpur Lapindo menghancurkan basis ekonomi warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh. Selain itu, pemerintah tidak memiliki upaya khusus untuk melindungi hak pendidikan anak korban lumpur. “Pemerintah tidak serius menyelesaikan masalah ini. Mereka enggan memikirkan bagaimana kelanjutan pendidikan anak korban lumpur,� kata Bambang Catur yang juga Direktur Walhi Jawa Timur, Senin (1/3). Posko Keselamatan Korban Lumpur Lapindo, seperti diberitakan Vivanews. com, akan menyalurkan bantuan biaya pendidikan untuk anak korban melalui rekening Bank CIMB Niaga Cabang Mampang Jakarta Nomor 9030101046008 atas nama Perkumpulan Jaringan Advokasi Tambang. Posko ini juga menerima sumbangan buku bacaan anak untuk perpustakaan kampung di Desa Permisan dan Besuki, Sidoarjo. Melalui posko yang didirikan di Jalan Kusuma Bangsa, Desa Gedang, Sidoarjo, diharapkan anak-anak korban lumpur mampu melanjutkan pendidikan.

Kang Mul

BAGAIMANA kabarmu? Bagaimana suasana Imlekan di HK, wah mesti seru ya, trus dapat angpao berapa? Wah, kami di kampung di Tahun Macan ini sudah merasakan ganasnya dia. Ya, baru lewat seminggu lebih si macan sudah menerkam. Maksudku, sudah muncul bencana di tanah longsor, tepatnya bukit runtuh di Kabupaten Bandung. Lokasinya yang pasti di daerah perkebunan teh Dewata, Desa Tenjolaya, Pasir Jambu, Ciwidey. Memang jarak tempat itu dengan kampung kita sangat jauh Dik, tapi kabar tentang bencana itu menjadi terasa dekat karena terus-menerus disiarkan televisi dan radio. Dan eristiwa itu menjadi makin terasa dekat dengan kami di kampung karena orang-orang yang tertimpa musibah tersebut adalah orang-orang kampung. Ya, mereka orang-orang kecil, yang mencari sesuap nasi dari banting tulang setiap hari di ladang, persis seperti kita. Aduh, Dik, mengerikan sekali. Kabarnya, ada 44 orang yang langsung terkubur hidup-hidup di rumah mereka masing-masing. Yang lebih cilaka lagi, daerah itu sungguh terpencil. Kabar tentang bencana itu baru sampai di telinga para pejabat pemerintah daerah setempat sekitar lima jam kemudian. Jalan menuju ke desa itu kecil-kecil, dan malah kemudian terputus akibat longsor tersebut. Di situ juga tidak ada sinyal handphone, jadi sungguh sulit

mengirimkan kabar. Aku bandingkan, rasanya jauh lebih gampang dijangkau kampung kita. Mobil sudah bisa masuk sampai ujung jalan desa kita. Alat berat yang didatangkan untuk mengeduk tanah longsor baru tiba sehari kemudian, itu pun cuma satu. Satu demi satu orang-orang yang sudah menjadi mayat itu ditemukan. Isak tangis disertai jeritan-jeritan histeris dari orang-orang yang kehilangan anggota keluarganya selalu terjadi saat mayat ditemukan. Namun, sampai Senin yang lalu, 1 Maret, masih ada 11 orang yang belum berhasil ditemukan. Mungkin mereka akan tetap dibiarkan terkubur, karena upaya pencarian sudah maksimal, dan tubuh mereka mungkin sudah membusuk. Barangkali tempat itu akan ditetapkan sebagai kuburan massal. Dik, melihat tragedi itu aku terus merasa was-was dengan kampung kita ini. Memang kampung kita tidaklah berada persis di bawah bukit. Masih ada kampung sebelah yang lebih dekat dengan bukit yang berada di sebelah belakang rumah kita itu. Tapi, setelah aku perhatikan, bukit itu kian hari tambah gundul saja. Ya, orang-orang makin tinggi saja membuka lokasi ladangnya. Pohonpohon di bukit itu sudah tak lagi kelihatan, berganti dengan pohon jagung. Aku membayangkan, cepat atau lambat bukit itu bakal runtuh. Dan pastilah kampung sebelah itu akan menjadi korban yang pertama. Memang Dik, longsoran itu mungkin tidak sampai di kampung kita, tapi yang aku kuatirkan, kita nanti akan bertentangga dengan kuburan massal. Duuh Dik, semoga kekuatiranku itu tidak terjadi yaa.


5 Maret 2010

BMI disiksa, Konsulat tidak membantu

Wakil General Manager Rumah Sakit Dr Ahmed Erfan, seperti diberitakan BURUH MIGRAN Indonesia kembali Tempo. menjadi korban penyiksaan di Arab Korban dibawa ke rumah sakit oleh Saudi. Ironisnya, pihak Konsulat Indo- petugas dari Bulan Sabit Merah dennesia tidak membantu korban. gan luka-luka dan memar di berbagai Sariti Haiti, nama BMI tersebut, dira- bagian tubuhnya. Berdasarkan laporan wat di Rumah Sakit Erfan dan Bagedo awal menyebutkan, tulung punggung di Jeddah sejak 20 Desember 2009, dan leher korban patah setelah jatuh setelah ia jatuh dari lantai tiga gedung dari gedung tersebut. apartemen tempatnya bekerja. Dokter rumah sakit mengatakan Sariti, menurut keterangan pihak gadis itu dipukuli dan disiksa. Dokter rumah sakit, tetelah menemukan lah disiksa oleh tanda-tanda penPerwakilan majikannya. Sehyiksaan di pungKonsulat datang ingga pihak rumah gung korban dalam sakit menolak perbentuk luka bakar memeriksa, tapi mintaan Kepolisian dan pukulan. KorSafa untuk menyerban juga mengalasetelah itu tak ahkan Sariti kepada mi pendarahan dan kembali majikannya. cedera kepala. Pihak rumah sakit kemudian mengTagihan biaya pengobatan mencapai hubungi Konsulat Indonesia, namun 120 ribu Riyal atau sekitar Rp 360 juta. Konsulat menolak menerima surat dari Korban bekerja untuk seorang perrumah sakit secara langsung untuk empuan di Arab Saudi. “Kami mengmenangani kasus tersebut. Disebutkan, hubungi pihak majikan agar membayar harus mengirim surat melalui fax. tagihan perawatan. Seorang lelaki menSetelah sepekan, seorang perwakilan yahut dan mengakui mengenal korban dari Konsulat datang untuk memerik- dan korban bekerja untuk mereka. sa kondisi gadis itu, tetapi setelah itu ia Namun dia menolak untuk membayar tidak kembali lagi. tagihan,” kata Erfan. “Setelah dua bulan, kami menulis suLalu kemudian pihak rumah sakit rat kepada Gubernur Jeddah Pangeran menghubungi konsulat Indonesia, tapi Mishaal bin Majed, yang berjanji untuk hanya satu kali ditengok dan tak ada menindaklanjuti masalah ini,” kata kabar lanjutan. Oleh Lilis Herlina

WARTA

2,67 juta BMI sumbang devisa Rp 61 triliun

BMI mengirim uang di salah satu kios pengiriman di Causeway Bay Dari segi jumlah, Malaysia masih tetap menjadi negara penempatan terKEMENTERIAN Tenaga Kerja dan besar bagi BMI, yaitu mencapai 1, 2 juta Transmigrasi (Kemanakertrans) menyat- orang. Sedangkan Arab Saudi menemakan sampai awal Februari 2010, tercatat pati urutan kedua, dengan 927.500 BMI. 2,67 juta buruh migran Indonesia yang Menakertrans mengungkapkan selain bekerja di luar negeri, dengan pemasu- kedua negara penempatan BMI tersebut, kan devisa mencapai US$6,6 miliar atau data jumlah BMI yang bekerja Taiwan sekitar Rp 61 triliun. berjumlah 130.000 orang, Hong Kong Hal tersebut diungkapkan Menteri 120.000 dan Brunei Darussalam 40.450 Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Me- orang, nakertrans) Muhaimin Iskandar di Ja“Sedangkan TKI yang bekerja di nekarta, Minggu (28/2), seusai melakukan gara Singapura berjumlah 80.150 orang, kunjungan kerja sehari ke Banjarmasin, Yordania 38.000 orang. Ada juga yang Kalimantan Selatan. bekerja di Bahrain sebanyak 6.500 orang, Oleh Lilis Herlina

23

Kuwait 61.000 orang, UEA 51.350 orang dan Qatar 24.586 orang,” ungkapnya, seperti diberitakan Antara. Selama bekerja di berbagai negara penempatan, menurut Menakertrans, ada permasalahan yang seringkali menimpa BMI. ”Kasus yang mendominasi permasalahan TKI di luar negeri adalah adanya PHK secara sepihak, yang jumlahnya mencapai 19.429 kasus,” ujarnya. Kasus lainnnya adalah sakit bawaan sebanyak 9.378 kasus, sakit akibat bekerja 5.510 kasus. Sedangkan kasus gaji tidak dibayar mencapai 3.550 kasus, dan penganiyaan mencapai 2.952 kasus. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan, melindungi dan menyelamatkan para BMI yang bekerja di luar negeri, di antaranya dengan melakukan penegakan hukum berdasarkan UU No. 39 tahun 2004 dan PP Nomor 38 tahun 2007. “Saat ini Pemerintah tengah serius melakukan `review` terhadap beberpa Nota Kesepakatan (MoU) Penempatan dan Perlindungan TKI yang dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi yang terjadi saat ini,” kata Muhaimin. Sejauh ini ada 10 MoU yang telah ditandatangani oleh Pemerintah RI dan negara penempatan.


24

WARTA

5 Maret 2010

DI Malang, bukan hanya pedagang kaki lima yang didenda kalau jualan sembarangan, tapi juga pembelinya.

Di Malang, beli di kaki lima bisa kena denda Oleh Lilis Herlina

SATPOL PP Kota Malang, Jawa Timur, mengeluarkan aturan baru terkait para pembeli (konsumen) yang membeli barang dagangan atau makanan yang dijual oleh para pedagang kaki lima (PKL) ilegal bakal disanksi. Kepala Satpol PP Kota Malang Bambang Suharijadi, Selasa (2/3), menegaskan, yang diberi sanksi tidak hanya para PKL saja, para pembeli juga harus diberikan sanksi apalagi kalau konsumen tersebut sudah tahu jika PKL itu berjualan di tempat-tempat terlarang (ilegal). “Keduanya, pembeli maupun PKL-

nya harus sama-sama ditindak. Kalau itu bisa dilakukan pasti persoalan PKL ilegal di daerah ini segera tuntas,� ungkapnya, seperti diberitakan Antara. Untuk memonitor transaksi antara pembeli dan penjual (PKL) ilegal itu, katanya, pihaknya menyusulkan di beberapa titik fasilitas umum dipasang kamera tersembunyi. Hal ini dilakukan agar dalam melakukan penindakan ada bukti sehingga keduanya bisa disanksi (didenda) melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring). Selain memberlakukan sanksi bagi penjual dan pembeli, katanya, sudah saatnya peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2000 tentang PKL itu di-

revisi, sebab Perda tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak ada klausal yang memberikan sanksi bagi pembeli. Sebenarnya, kata Bambang, ada delapan titik kawasan yang terlarang untuk tempat mangkal PKL di antaranya Alunalun Merdeka, sepanjang Jalan Pasar Besar serta bundaran Tugu Kota Malang. “Penertiban sudah sering kami lakukan, bahkan setiap hari dan mereka (PKL) yang `tertangkap` juga dikenakan denda lewat sidang tipiring. Namun, mereka tetap kembali lagi dan kalau tertangkap mereka beralasan untuk menghidupi keluarga, ini kan menyulitkan kami,� tegas Bambang.


WARTA

5 Maret 2010

Gerakan sosial di dunia maya RS Omni Internasional misalnya, rasa ketidakadilan muncul dalam perkara PENGGALANGAN gerakan melalui buruknya pelayanan kesehatan. Facedunia maya, hanya efektif jika menyen- book sukses menggugah kepedulian tuh isu ketidakadilan terhadap masyar- untuk melawan kuasa birokrasi. Wajar, akat. jika gerakan ‘Koin untuk Prita’ muncul Ajakan untuk melakukan gerakan so- di berbagai daerah. sial berbau politik yang tidak populis, “Seluruh belas kasihan dimobilisir. terbukti loyo di situs jejaring sosial. Mereka disatukan dalam isu, justice for Dalam kasus Prita Mulyasari melawan all. Dunia maya, bukan gerakan sosial Oleh Lintang

Brimob tembak tujuh warga Pulau Bege Oleh Lilis Herlina

WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melaporkan penembakan terhadap 7 warga Pulau Bege, Halmahera Tengah, oleh personel Brigade Mobil. Warga diserang aparat ketika menduduki kantor PT Aneka Tambang Halmahera Tengah, menuntut rehabilitasi lahan bekas areal pertambangan biji besi milik perusahaan itu. Menurut Pius Ginting, Manajer Kampanye Tambang Walhi Nasional, warga 4 desa di Pulau Bege menduduki kantor PT Antam pada 22 - 24 Februari lalu. Warga mendesak bertemu dengan Albert, pemimpin PT Antam Halmahera Tengah, untuk menyampaikan tuntutan. Aksi warga dibubarkan 41 personel Brimob dan mereka dijanjikan bertemu dengan Albert pada 27 Februari. Namun Dirut PT Antam Pusat di Jakarta dan Manager Community Development membatalkan rencana pertemuan tersebut. Warga kemudian memutuskan kembali menduduki kantor PT Antam.

“Sekitar pukul 18.00 warga dibubarkan dengan gas air mata, tembakan peluru, dan pemukulan,” kata Pius di kantor Walhi, Jakarta, Senin (1/3), seperti diberitakan VHRmedia.com. Walhi Maluku Utara menyebutkan, korban tertembak dalam penyerangan itu Sunardi (luka tembak di betis), Djafar (paha kanan), Udin Masroni (pipi kanan), Yuslan (kaki), Soleman (kepala), Ahmad (paha), dan Rajak (pipi kiri dan kepala). Penyerangan juga menyebabkan Rini Djafar luka di kepala akibat dipukul, Udin luka mata kiri akibat dipopor senapan, serta Abdullah Hj Syukur terluka berat. Walhi mengaku belum dapat mengidentifikasi 5 warga yang terluka ringan akibat insiden tersebut. Menurut Pius, PT Antam membuka tambang biji besi di Pulai Bege sejak 1979. Setelah biji besi di areal seluas 153 km2 itu habis, tambang berhenti beroperasi pada tahun 2004. Warga menuntut PT Antam merehabilitasi kawasan itu, karena aktivitas pertambangan merusak hutan, tanah, dan laut.

baru, tapi membawa kita ke komunikasi lintas sektoral dan menyatukannya dalam satu isu utama yaitu keadilan,” kata Daniel Dhakidae, Wakil Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), dalam diskusi peluncuran buku ‘Oposisi Maya’ di Jakarta, Kamis (25/2). Menurut Daniel, seperti diberitakan

Vhrmedia.com, harus diakui kecanggihan teknologi berdampak besar pada tatanan sosial. Namun reaksinya hanya efektif pada kalangan sosial tertentu. Sebab itu, gerakan ‘Turunkan SBY’ di Facebook, tidak terlalu mendapat respon. “Hanya isu keadilan yang bisa diterima,” ujarnya. Hilmar Farid, sejarawan muda mengatakan, aktivitas sosial di dunia maya

25

saat ini menjelma menjadi gerakan sosial yang nyata. Menurut dia, tipikal gerakan yang sederhana dalam jejaring sosial di dunia maya, mudah dicerna masyarakat awam. “Ini riil. Dukungan di dunia maya begitu mudah ditangkap oleh orang yang lugu. Akhirnya muncul kepedulian baru, meski sesaat,” kata Hilmar.


WARTA

26

Harga obat tak bisa diserahkan ke pasar Oleh Lilis Herlina

PRODUK obat tidak dapat sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar. Obat merupakan komoditas berbeda. Rakyat mempunyai informasi dan akses sangat terbatas dalam menentukan pilihan obat sehingga posisi tawarnya lemah. Pakar Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, Kamis (25/2), mengatakan, dengan penyerahan pada mekanisme pasar malah sulit mengharapkan obat semakin murah. Hal itu karena produk obat sangat bervariasi dan informasinya bersifat asimetrik antara konsumen, tenaga kesehatan dan produsen. Informasi mengenai kondisi kesehatan dan obat yang digunakan sepenuhnya ada di tangan dokter dan perusahaan farmasi penyedia obat. ”Masyarakat tidak dapat memilih obat secara langsung. Terutama untuk obat etikal, harus

dengan resep dokter. Mereka mengikuti yang diresepkan. Kalau tidak ditebus, takut tidak sembuh,” ungkapnya seperti diberitakan Kompas. Hasbullah berpendapat, pemerintah telah keliru menerapkan konsep mekanisme pasar untuk obat dengan harapan ada persaingan sehingga harga murah. Hal itu tidak cocok untuk obat. Harga eceran tertinggi obat generik juga tidak bisa menjadi barometer mengingat produsen punya pilihan: menjual produk generik bermerek yang lebih menguntungkan. Anomali produk obat dalam mekanisme pasar di Indonesia tertuang dalam disertasi Erni Widhyastari untuk memperoleh gelar doktor bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bertajuk, Faktor yang Berpengaruh terhadap Perubahan Harga Obat di Indonesia Tahun 2003-2005. Erni, Kepala Subdit Pemeriksaan Paten III Kemente-

rian Hukum dan Hak Asasi Manusia, mencontohkan harga amoksisilin per kapsul 250 mg Rp 210-Rp 2.902. Harga termahal hampir 14 kali dibanding harga obat generik termurah. Dalam penelitian itu Erni menulis, produsen obat di Indonesia bebas menentukan harga. Intervensi pemerintah dengan menetapkan harga obat generik tidak menurunkan harga obat secara umum. Menurut Hasbullah, pengendalian harga obat, antara lain, dapat dengan sistem kesehatan berbasis asuransi seperti diterapkan berbagai negara. ”Pemerintah bisa negosiasi agar produsen obat bisa menjadi penyedia obat dalam sistem asuransi itu. Produsen diuntungkan karena mendapat pasar yang lebih pasti dan besar. Tidak perlu tunggu 2014, Sistem Jaminan Sosial Nasional, termasuk asuransi kesehatan itu diterapkan saja segera,” ujarnya.

Maling ayam rebutan jatah ayam Oleh lantip

AKSI dua pencuri ayam ini menggelikan. Belum lagi ayam-ayam itu dijual, mereka duel hingga babak belur karena rebutan jatah. Mereka adalah Fatkhur, 19, warga Desa Sedayu, sedang satu pelaku lagi yang berinisial Mn, 20, warga Kecamatan Gondanglegi, dinyatakan DPO (daftar pencarian orang). Menariknya, mereka ditangkap aparat karena warga curiga melihat ada dua orang yang tak dikenal berkelahi di tengah makam Desa Sedayu, Kecamatan Turen. Warga tersebut melapor ke Polsek Turen, Sabtu (27/2) siang. “Satu pelaku sudah kami amankan, yang satu lagi masih kami buru,” kata AKP Amung Sri Wulandari, Kapolsek Turen, Minggu (28/2) seperti dilaporkan Harian Surya di Jawa Timur. Akhirnya, terbongkarlah, mereka mencuri lima ekor jenis Bangkok milik Supangat, 45, warga Keluarahan/Kecanmatan Turen. Mn mengaku sering datang ke rumah Fatkhur karena mereka sesama pengangguran. Sampai akhirnya, Jumat (26/2)

5 Maret 2010

mereka mencuri ayam milik Supangat. Kelima ayam senilai Rp 1,5 juta itu dimasukkan ke dalam saks. Sabtu pagi, mereka janjian bertemu di makam Desa Sedayu, untuk menentukan rencana selanjutnya. Saat bertemu, Mn langsung menagih jatah uang dari lima ayam curiannya itu. Padahal Fakhur belum menjual ayam itu. Namun Mun tetap ngotot minta jatahnya. Buntutnya, mereka berkelahi di tengah makam hingga sama-sama luka memar. Fatkhur menjelaskan kalau ayamnya masih ada. Ia lantas mengambil saksnya, kemudian mengeluarkan kelima ekor ayam curiannya. Mungkin karena kesal, Fatkhur membanting-banting ayam curiannya itu hingga mati tiga ekor. Mn marah dan langsung pergi. Di luar dugaan, perkelahiannya itu diawasi seorang warga. Curiga dengan ulah mereka, warga itu menghubungi petugas Polsek Turen. Sesaat kemudian petugas datang dan meringkus Fakthur. Sedang Mn, tak terkejar. Dari tangan Fatkhur, petugas mengamankan dua ekor ayam curian yang masih hidup.

Curi kacang, nenek dilaporkan ke polisi Oleh Lantip

GARA-GARA kedapatan mencuri dua bungkus kacang goreng merek Garuda seharga Rp7.000 di minimarket, seorang nenek, Ns (60), warga Desa Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harus berurusan dengan polisi. Awalnya, seperti dilaporkan Kompas. com, Ns jalan-jalan ke Pasar Senggol, lalu mampir ke Minimarket Sumatera. Setelah melihat-lihat, dia memasukkan dua bungkus kacang goreng ke dalam tas tanpa membayar terlebih dulu ke kasir. Petugas keamanan toko pun menggeledah tas Ns dan ditemukan dua bungkus kacang Garuda yang belum dibayar. Akhirnya kasus itu dilaporkan ke Kepolisian Sektor Gresik. Ns mengaku mencuri dua bungkus kacang Garuda buat oleh-oleh yang akan diberikan kepada cucunya. Sebenarnya saat kejadian Ns juga membawa uang. Kepala Polsek Gresik, Sri Andriyani, Senin (1/3/2010) menjelaskan, masalah pencurian pada Rabu (24/2/2010) lalu itu sudah diselesaikan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat. Malamnya, manajemen Minimarket Sumatera menemui Ns di Polsek. Kedua pihak membuat surat pernyataan. Intinya, Ns tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari, dan manajamen Minimarket Sumatera tidak memperpanjang dan mempermasalahkan perkara itu.


5 Maret 2010

Awal cerita Teater Angin Oleh Rie Rie

MINGGU (21/2), Teater Angin, sebuah komunitas seni yang mencintai teater, menggelar lounching komunitas sekaligus pengumuman lomba puisi dan cerpen bertemakan “Bertepuk Sebelah Tangan”. Acara ini berlangsung di lantai atas Pasar Bowrington, Wan Chai. Pada lomba yang diselenggarakan pertama kali ini, Teater Angin membuka kesempatan kepada siapa saja termasuk anggota untuk berpartisipasi. Pihak penyelenggara beralasan, semua itu hanyalah sebagai kompor penggiat minat menulis anggota sendiri. Lomba diikuti oleh 30 peserta (16 peserta lomba puisi dan 14 peserta lomba cerpen). Sementara lima orang juri yang ditunjuk penyelenggara adalah Agusti-

nus Wahyono, Johannes Sugianto dan Saut Situmorang (sastrawan), Ramon Parero (wartawan ANTV) dan Shanty Monica (dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia). Cerpen “Awal Cerita Yang Kusimpan” dan puisi “Air Mata Langit September”, keduanya karya Elly Trisnawati (anggota Teater Angin), berhasil menyabet juara satu. Agustinus Wahyono menilai cerpen tersebut mempunyai judul yang memikat dan menganggap Elly sudah memahami betul keberadaan latar tempat dan suasana yang utuh, kuat, dan mampu memberi peluang bagi imaji pembaca. Sedangkan Johannes Sugianto memberi penilaian plus atas kematangan berbahasa dan pemilihan diksi dalam dua karya tersebut.

BULLETIN

Pahami UU Ras, ATKI gelar training konselor

RINGKASAN Ronnie Sianturi ke Hong Kong SALAH satu personil Trio Libels, Ronnie Sianturi bakal ke Hong Kong atas undangan International Christian Assembly (ICA) Jemaat Indonesia, guna meramaikan acara “Kebaktian Spesial” yang bakal digelar di aula ICA, North Poin, Minggu (7/3). Selain Ronnie, yang akan membawakan kesaksian dan lagu-lagu pujian, acara yang digelar bersama Mission Trips GSJA CWS Kelapa Gading Jakarta ini, juga akan menghadirkan Ev.Alloisius Jema sebagai pembicara . Acara direncanakan berlangsung antara pukul 2.30-6.00 petang dan diharapkan

dihadiri ribuan jemaat, terutama di kalangan buruh migran Indonesia.

Sayembara cerpen&puisi FLP-HK FORUM Lingkar Pena Hong Kong (FLP-HK) menggelar sayembara menulis cerpen dan puisi dengan tema “BMI Punya Potensi”. FLP menyediakan piala, piagam, uang tunai, dan beberapa hadiah menarik lainnya dari sponsor. Batas akhir pengiriman naskah 31 Maret 2010 naskah bisa dikirim melalui email ke lingkarpena_hongkong@yahoo. com atau lewat pos. keterangan lebih lanjut bisa menghubungi hotline FLP-HK di 6677 4172.

SUASASANA training konselor di Wan Chai, Minggu (21/2). Oleh Santi

BEKERJA sama dengan Equal Opportunity Commission (EOC), Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) menggelar training atau pelatihan konselor untuk buruh migran Indonesia. Bertempat di Boys & Girls Club, Wan Chai, Minggu (21/2), pelatihan yang diikuti 50 BMI ini diharapkan dapat melahirkan konselor di kalangan BMI yang

paham bagaimana menangani kasus-kasus diskriminasi, terutama yang berkaitan dengan ras. Sebagai instruktur dari pelatihan ini adalah Devi Novianti dari EOC dan Fermi Wong dari Unison. Yang terakhir ini adalah organisasi nonpemerintah yang gigih memperjuangkan hak-hak etnis minoritas di Hong Kong. Dalam uraiannya, Fermi mengatakan bahwa para konselor mesti memiliki

27

kesabaran saat mendengarkan masalah yang disampaikan oleh BMI yang tengah mengalami masalah. “Ditanya pelan-pelan kejadiaanya seperti apa, di mana, kapan,” ujarnya. Jika BMI tersebut belum bisa menjawab atau mengatakan lupa, konselor tak boleh marah-marah karena BMI tersebut pasti masih dalam kondisi bingung. Selain itu, para konselor juga mesti bersedia untuk mengantar BMI yang merasa diperlakukan diskriminatif tersebut ke kantor EOC jika ia memang berniat melaporkan masalahnya. “Sebagai korban kan kadang-kadang ia merasa takut kalau pergi sendiri, jadi harus ditemani,” ungkapnya. Dan yang paling penting, para konselor perlu memahami sejumlah UU Diskriminasi yang dimiliki Hong Kong, termasuk UU Diskriminasi Ras yang dirilis paling akhir. Dalam sesi tanya jawab, Fermi dan Devi mencoba menjelaskan apa yang dimaksud diskriminasi ras dan apa yang bukan. Banyak peserta yang masih sulit membedakan mana yang tergolong diskriminasi –termasuk di dalamnya diskriminasi ras- dan mana yang merupakan pelanggaran kontrak atau kasus ketenagakerjaan.


28 Galeri

BULLETIN

5 Maret 2010

Purwanti kembali jabat Ketua Kotkiho Oleh Ally Dalijo

ANGGOTA MDz Ilham berfoto bersama usai Tausyiah dan Dzikir bersama di Satin, Minggu (7/2). Tausyiah dihadiri oleh pendakwah KH Muhaemin Karim dan Rachmat Widiyanto dari Bank Mandiri.

Philippine Nasional Bank (PNB) mita kerja Bank Mandiri, mengadakan dialog dengan tujuh organisasi BMI pada Minggu (28/2) di World Wide Centre lantai 26, Central.

LUTFI Purwanti yang lebih akrab dipanggil Purwanti, kembali terpilih sebagai Ketua Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho) untuk periode 2010-2011 dalam rapat umum tahunan Kotkiho ke-10 yang berlangsung di Politechnic University, Hung Hom, Minggu (28/2). Purwanti berhasil memenangkan pemilihan dengan mengantongi 50% suara anggota dan mengalahkan dua kandidat lainnya, Muthi dan Nurhalimah. Muthi yang meraih suara terbanyak kedua secara otomatis menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Kotkiho. “Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan anggota Kotkiho untuk memilih saya sebagai ketua kembali. Saya akan berusaha melakukan tugas saya lebih baik dari tahun kemarin dan melanjutkan kerja-kerja saya yang belum selesai di tahun lalu,” kata Pur-

LUTFI Purwanti usai terpilih sebagai Ketua Kotkiho, Minggu (28/2). Purwanti akan kembali memimpin Kotkiho hingga satu tahun ke depan. wanti setelah pemilihan. Rapat umum dihadiri oleh 10 dari 11 organisasi anggota Kotkiho. Masingmasing organisasi memiliki 5 hak suara dalam pemilihan tersebut. Selain anggota, rapat umum tahunan juga dihadiri oleh undangan dari beberapa organisasi

buruh migran lain di Hong Kong. Selain pemilihan ketua dan sekjen, rapat juga menghasilkan beberapa keputusan penting seperti perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang akan menjadi dasar perjuangan Kotkiho ke depan.

Festival AIDS untuk etnis minoritas kembali digelar Oleh Santi

St. John’s Cathedral HIV Education Centre kembali menggelar Festival AIDS pada 21 Maret mendatang. Bertempat di Chater Road Pedestrian Precinct, Central, festival outdoor yang sudah ketujuh kalinya digelar oleh St. John’s ini akan menggelar berbagai atraksi lomba dan pertunjukan yang melibatkan komunitas etnis minoritas, termasuk buruh migran asal Indonesia. Menurut Manager St. John’s Cathedral HIV Education Centre, Elijah Fung, festival ini digelar dengan tujuan mempromosikan kesadaran AIDS di kalangan etnis minoritas di Hong Kong. Juga untuk memastikan bahwa hakhak dasar mereka atas perawatan kesehatan adalah hal yang penting. Serta membebaskan mereka dari rasa takut terhadap stigma dan diskriminasi. Seperti tahun–tahun sebelumnya, festival ini dimeriahkan dengan berbagai lomba. Mulai dari lomba menghias tenda hingga pentas musik dan tarian. Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah “Akses Universal dan Hak Azasi Manusia”. Selama ini, HIV/AIDS masih dianggap penyakit yang dikaitkan dengan moralitas, dan para penderitanya kerap dikucilkan dengan stigma yang buruk. Dibutuhkan sosialisasi terus menerus untuk membongkar cara berpikir sempit tersebut.


JAGAD

5 Maret 2010

SIAPA MEREKA

Intelektual dari Garut RA Lasminingrat (1843 - 10 April 1948)

DI luar RA Kartini, Dewi Sartika, dan Cut Meutia, Indonesia ternyata pernah memiliki sosok perempuan inspiratif yang bahkan disebut-sebut sebagai perempuan intelektual pertama yang dimiliki Indonesia. Raden Ayu Lasminingrat namanya. Lahir di Garut tahun 1843, Lasminingrat adalah anak Raden Haji Moehammad Moesa, seorang perintis kesusastraan cetak Sunda, pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Di usianya yang masih kanak, Lasminingrat pindah ke Sumedang untuk belajar membaca, menulis, dan juga belajar bahasa Belanda. Di sana ia diasuh oleh teman Belanda ayahnya, Levyson Norman. Karena didikan Norman, Lasminingrat tercatat sebagai perempuan pribumi satu-satunya yang mahir dalam menulis dan berbahasa Belanda pada masanya. Pada 1871 ia kembali dan menetap di Pendopo Kabupaten Garut. Di tahun itu pula, ia menulis beberapa buku berbahasa Sunda yang ditujukan untuk anak-anak sekolah. Pada 1875 ia menerbitkan buku Carita Erman yang

merupakan terjemahan dari Christoph von Schmid. Setelah karya tersebut, pada 1876 terbit Roepa-roepa Dongeng Jilid I dalam aksara Jawa. Terobosan baru yang dicapai Lasminingrat di dunia kepengarangan adalah penggunaan kata ganti orang pertama. Mikihiro Moriyama dalam bukunya Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad ke-19 mencatat bahwa ia merupakan penulis pribumi pertama menggunakan kata ganti orang pertama dalam tulisan berbahasa Sunda. Lasminingrat, tulis Mikihiro, memakai kata kula yang merujuk kepada saya dalam kata pengantar bukunya Warnasari atawa Roepa-roepa Dongeng yang terbit pada 1876. Buku ini merupakan kumpulan berbagai macam karya terjemahan. Dunia pendidikan Setelah menjadi istri Bupati Garut RAA Wiratanudatar VIII, Lasminingrat menghentikan aktivitas kepengarangannya. Ia berkonsentrasi di bidang pendidikan bagi kaum perempuan Sunda. Pada tahun 1907, ia mendirikan sekolah Keutamaan Istri di ruang gamelan Pendopo Kabupaten Garut. Di sekolah ini Lasminingrat memakai kurikulum. Sekolah ini mendapatkan pengesahan dari pemerintah Hindia Belanda pada 1913. Lasminingrat meninggal pada 10 April 1948 dalam usia 105 tahun.

PRT dan majikan wajib ikut seminar Oleh Lintang

MULAI Maret, para pekerja rumah tangga asing yang baru masuk ke Malaysia dan juga majikan yang mempekerjakan mereka diwajibkan menghadiri seminar tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak. Menteri Sumber Manusia Malayia Datuk Dr S. Subramaniam, seperti diberitakan Bernama, mengatakan seminar ini diharapkan bisa mengantisipasi masalah yang muncul dalam hubungan majikan dan PRT asing, mulai dari kasus

pencurian hingga penganiayaan. “Diharapkan melalui program ini, masalah-masalah seperti penganiayaan dan penyiksaan bisa dikurangi. Dan di saat yang sama, bisa melahirkan PRT yang bertanggung jawab. Sehingga kasus-kasus kabur dari rumah majikan dan pencurian akan berkurang,” ungkapnya baru-baru ini di sela-sela acara peluncuran buku barunya “Buku Garis Panduan Penggajian Pembantu Rumah Asing”. Menurut Subramaniam, seminar separuh hari yang dinamakan ”Seminar

29

dan Sesi Dialog Pembantu Rumah Asing” yang diusulkan oleh Kementerian Menerusi Jabatan Tenaga Kerja (JTK) tersebut wajib dihadiri oleh PRT asing yang baru masuk ke Malaysia setidaknya kurang dari enam bulan setelah mereka menginjak Malaysia. Ditambahkan, pihak agen yang menyalurkan para PRT juga diwajibkan menghadiri seminar. “Pihak agen diminta hadir guna memastikan mereka punya tanggung jawab. Ini karena kadang-kadang ada aduan terhadap agensi oleh majikan,” katanya.

Seputar Jagad Inggris minta maaf pengiriman anak-anak miskin ke LN

LONDON – Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, Rabu (24/2), meminta maaf atas kebijakan Inggris untuk mengirim ribuan anak-anak miskin ke luar negeri, kebanyakan tanpa sepengetahuan orangtua mereka, di mana banyak yang menderita penganiayaan. Ribuan orang dikirim dari panti asuhan dan lembaga-lembaga di Inggris ke negaranegara Persemakmuran, terutama Australia dan Kanada, di bawah Program Migran Anak yang berakhir 40 tahun yang lalu. Para saudara pun berpisah, beberapa anak-anak dibohongi dan diberitahu bahwa mereka anak-anak yatim, sementara orang tua mereka tidak tahu di mana anak mereka telah dikirim.“Kami mohon maaf karena perlu waktu lama agar hari-hari penting ini tiba dan untuk semua maaf yang pantas,” ungkapnya seperti diberitakan AFP.

Pemogokan 24 jam lumpuhkan Yunani

pasar”. Keluhan-keluhan utama para pemrotes ATHENA - Pesawat-pesawat tidak terbang. adalah pembekuan gaji publik, kenaikan Kantor-kantor kementerian dan sekolah- pajak, dan peningkatan usia pensiun. sekolah tutup di Yunani, Rabu (24/2), ketika karyawan sipil dan swasta melakukan PBB kecam program rasis terhadap mogok nasional untuk memprotes tindakan- suku Aborigin tindakan penghematan yang didukung Uni SIDNEY- Program mencegah penyiksaan terhadap anak suku Aborigin yang ditetapkan Eropa itu. Keikutsertaan sejumlah pemogok dianggap pemerintah Australia dinilai rasis dan sebagai barometer jumlah rakyat Yunani melanggar hak asasi manusia. yang mendukung usaha-usaha pemerintah Pelapor Khusus PBB untuk Hak Masyarakat untuk mengurangi defisit dalam mengatasi Adat James Anaya meminta program ini krisis fiskal yang mengguncang pasar-pasar segera diubah. dan menimbulkan kecemasan tetangga- Menurut James Anaya, program yang dikenal sebagai “intervensi” ini memberlakukan tetangganya di Uni Eropa. Athena tengah dibanjiri poster-poster dan sejumlah aturan terhadap warga Aborigin di pamflet-pamflet yang menyerukan agar wilayah Australia utara, termasuk larangan mengonsumsi alkohol dan pornografi. warga Yunani mogok. Slogan yang ditampilkan adalah “Rakyat dan Namun, program tersebut tidak berlaku bagi kebutuhan mereka lebih penting dari pada masyarakat di luar komunitas Aborigin.


DUNIA KITA

30

5 Maret 2010

Tragedi munyuk ke sasar di Hong Kong Dunia kita dalam cerita JAM sebelas malam ketika semua tugasku sudah selesai dan momongan kecilku dan bos perempuanku sudah masuk kamarnya, bos laki-lakiku belum juga pulang. Saat itu aku sudah ‘melangkring’ di sarangku yang berada di atas mesin cuci dan kulkas. Heran? Keterbatasan tempat di apartemen bosku menyebabkan mereka memilih tempat paling strategis untuk membuat sarang untukku. Di atas dua buah kulkas dan mesin cuci diberi papan yang digelari kasur di atasnya, itulah dan di situlah sarangku. Nah uniknya, untuk sampai di atas kasur tersebut, dibutuhkan tangga setinggi satu setengah meter. Jadi konon tiap jam sebelas malam waktu Hong Kong, sudah bisa dipastikan ada sebangsa munyuk manis tanpa ekor yang

lagi manjat tangga menuju sarangnya. Sayup-sayup terdengar gendinggending jawa dari ponselku, sebentar saja aku sudah hampir tidur, liyer-liyer. Baju-bajuku carut marut kubiarkan saja. Antara kaus, celana, cempak dan BH menjadi timbunan yang tak keruan lagi bercampur dengan buku dan koran-koran gratisan. Tak sempat kulipat karena keinginan untuk memberesi sarang kalah dengan kebutuhan jasmani. Kantuk itu tak tertahankan. Sayup-sayup pula terdengar pintu depan dibuka kemudian ditutup dengan segera. Namun aku sudah mulai ‘melukis peta’ di bantalku, tak peduli. Tiba-tiba saja, entah berapa menit kemudian, suara bos laki-laki mengagetkanku. Berteriak memanggilku persis di bawah sarangku. Seketika aku tersentak, di antara rasa ngantuk dan iler yang ‘ndlewer’ di pipiku aku bangun dengan amat sangat tidak ikhlas. “Cecee!” teriak bosku. “Hm,” jawabku enggan. “Cece, I got promotion!” katanya bangga dan gembira. Sudah kebiasaan antara aku dan bosku untuk berbicara

dalam bahasa Inggris. Katanya lebih mudah komukasi dengan bahasa Inggris karena aku tak fasih berbahasa kantonis. Aku dan bosku pun saling terbuka. Berita-berita yang menggembirakan sering kami bagi bersama. Dalam hal ini mungkin bos berpikir dia ingin berbagi cerita bahagianya denganku, tapi bagiku ini adalah awal petaka. “What? Apa?” tanyaku lagi, kali ini aku siap-siap turun dari sarangku. Dengan mata setengah terpejam kujulurkan kakiku ke bawah mencari-cari tangga untuk turun. Sial, tangganya terjatuh hingga menimpa gelas yang berada di atas microwave. Gelasnya jatuh dan pecah. Sedangkan aku ‘gandul-gandul’ bergelantungan, kedua tangan memegang erat kasurku. “Ce, aku dipromosikan. Aku naik jabatan,” kata bosku masih dengan nada gembiranya. “Sialan!” pikirku. Ada orang tergelantung kayak gini bukannya bantuin malah ngocehin tentang hal lain. Dasar bos kalau nggak pengertian. Huh!” “I got promotion, aku naik jabatan,” katanya lagi. “Dancuuukk! Dasar bos egois!” umpatku dalam hati. “Are you not happy? Kamu nggak seneng ya denger berita ini?” tanya bos tanpa dosa. “I don’t care! Ga peduli! Help me! Bantuin!” jeritku panik. Tanganku rasanya kesemutan karena bergelantungan. Sedangkan mau loncat turun aku takut karena di bawah ada pecahan gelas. “Oh sorry,” kata bos. Dalam hati aku ayem akan segera ada bantuan. Tapi nggak sangka malah bos membungkuk memunguti pecahan gelas bukannya bantuin aku turun dari tempat gelantunganku. “Dasar Chiken,

BEGINILAH kondisi peraduan si munyuk kesasar, eh salah, si empunya cerita ini selama ngangsu kaweruh dan ngangsu duit di Hong Kong. CHIna KENtir,” umpatku lagi dalam hati. “Help me! Bantuin aku! Take me down, take me down! Turunkan aku!” teriakku panik. Mungkin saat itu bosku baru tersadar. Kemudian kulihat tangannya menjulur mau meraihku tapi diurungkannya. “Goblook!” bentakku dalam hati. Sapa butuh tanganmu? Ih jangan sampe deh si bos nurunin aku kayak gaya Shahrukh Khan megang pinggang Aiswarya Rai

gitu, iihh! Aku tambah panik. “Turunkan aku, ambilin tangga!” bentakku. Kali ini benar-benar membentak. Bosku kemudian ambilin tangga buatku. Aku turun dari tangga sambil menggerutu. “Apakah gajiku dinaikkan?” tanyaku sambil memberesi pecahan gelas. Bos malah nggeloyor pergi. Dasar! benarbenar tragedi munyuk kesasar di Hong Kong Rie Rie


5 Maret 2010

SUARA

31


DUNIA KITA

32

5 Maret 2010

Pembantu sampah, majikan tong sampah Dunia kita dalam cerita MEMBEKALI diri dengan pengetahuan tentang hukum di Hong Kong adalah

hal yang sangat penting bagi setiap BMI. Agar jika tersandung masalah dengan majikan, kita bisa membela diri dengan pengetahuan yang kita miliki. Tidak sedikit majikan berlaku diskriminatif. Adalah Lela, perempuan asal Lampung Selatan ini baru tiga bulan menginjakkan kaki di rumah majikan barunya, berhadapan dengan nenek yang tampak masih sehat. Padahal usianya sudah 90

tahun. Hebat kan? Setahu Lela, pekerja rumah tangga (PRT) di Hong Kong baru akan mendapatkan liburan nasional jika sudah melewati masa tiga bulan bekerja. Kebetulan, bulan ke sepuluh lalu ada hari libur untuk para PRT, namun majikan Lela diam saja. Lela yang paham haknya, dengan terus-terang bilang ke majikannya bahwa hari itu adalah hari liburnya.

Namun majikan yang tinggal di daerah Sha Kok, Shatin ini justru marah-marah, dan menuduh Lela mengada-ada. “Mana ada pembantu liburan pada labour day!” kata Bobo sengit. “Liburan pembantu ya hanya setiap Minggu. Kayak pegawai negeri saja minta libur!” Tapi Lela tetap ngotot meminta jatahnya. Ia coba menerangkan panjang lebar tentang hak PRT. Bobo marah dan berniat memecatnya. “Dasar pembantu Indonesia, sampah!” sumpah serapahnya. Lela yang merasa harga dirinya diinjak-injak langsung ikut mendamprat. “Berarti kamu tong sampahnya!” balasnya pada Bobo. “Kalau bukan tong sampah, mana mau memungut sampah?” Bobo semakin marah mendengar jawaban Lela. Dipanggilnya semua anak keturunannya beserta cucu-cucunya. Ketika semua berkumpul, Lela diinterogasi, “Jika sudah tidak mau bekerja di sini, ya pergilah,” kata salah satu dari mereka. Lela membantah, mengatakan dia

tidak takut diterminate, tapi dia tidak akan memulainya. Diteleponlah agen. Beruntung bagi Lela, agen membelanya dengan mengatakan bahwa pemerintah Hong Konglah yang memberikan jatah libur itu. Sudah cukup? Belum. Majikan tetap belum puas dan tidak percaya pada agen. Pada agen saja tidak percaya, apalagi pada Lela! Mereka pun menelepon Labour Departement. Lela tidak peduli. Keesokan harinya, salah satu anak Bobo yang tidak ikut bicara ketika semua memarahi Lela, datang mendekati Lela. “Lela, maafkan kami ya?” katanya memulai. “Kami belum pernah ambil pembantu sebelumnya, jadi kami belum tahu kalau aturannya begini.” Padahal Lela tahu dia adalah PRT ke-dua bagi mereka. Namun pembantu pertama dulu menurut saja meski hanya dapat libur hari Minggu. Hayo... siapa mau mengikuti jejak Lela?

MBAK-Mbak, gantengan mana saya sama tempat sampah ini?

Ida Raihan


5 Maret 2010

HEALTH & BEAUTY

33

Mengenali liver dan gangguannya

Oleh Judie

HEPATITIS, cirrhosis, jaundice(penyakit kuning) dan kanker adalah beberapa penyakit yang menyerang hati/liver. Penyakit pada hati biasanya disebarkan oleh ‘virus’. Beberapa gejala yang bisa dilihat dari seseorang yang menderita gangguan pada hati, antara lain; suhu badan yang meninggi, mual, muntahmuntah, sesak nafas, air kencing menjadi kecoklatan dan biasanya kulit dan mata berwarna kekuningan. Penyakit yang mengganggu liver ini menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian penduduk dalam satu Negara. Di Asia Tenggara, Indonesia diketahui sebagai negara yang penduduknya banyak meninggal dunia disebabkan oleh ‘virus hepatitis’. Kebanyakan terjadi di pulau Jawa dengan presentasi mencapai 34.5%. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus maka kita harus berhati-hati, sep-

erti kita ketahui penyebaran virus tidak memandang kedudukan orang, kaya miskin, orang tua dewasa atau pun anak-anak. Penyakit yang disebabkan virus sangat cepat dalam penularan dari orang satu ke orang lain. Kita harus benar-benar menjaga kebersihan. Usahakan tidak makan di luar sembarangan yang belum tentu terjamin

kebersihannya. Resiko tertular hepatitis sangat tinggi, karena kita tidak tahu makanan tersebut bersih atau ada virusnya. Kurang bisa diketahui virus hepatitis ini kenapa sangat kuat untuk bertahan hidup meski di air yang mendidih. Virus yang mematikan akan mudah pindah dari orang satu ke orang lain, lewat ludah atau air liur, lewat makanan dan

peralatan bekas penderita, seperti; sendok, garpu, chopstick, piring, gelas dan lainnya yang tidak higienis cara membersihkannya. Kalau anda menderita penyakit ini, usahakan memisahkan peralatan makan dan minum anda dari orang lain atau anggota keluarga, baik cara pencucian atau pun penyimpanan, untuk men-

jaga agar mereka tak tertular. Usahakan penggunaan detergen dan air yang mendidih untuk pencuciannya. Pisahkan alat mandi anda seperti sabun, alat cukur, dan jangan pernah sharing penggunaan sikat gigi Penularan ini juga bisa tertular lewat alat-alat kedokteran, seperti alat transfusi darah, atau jarum suntik yang sebelumnya pernah dipakai oleh penderita hepatitis. Dan dalam melakukan hubungan sex pun harus berhati-hati, harus menggunakan protection/alat pelindung. Untuk penyembuhan anda bisa mengkonsumsi suplemen temulawak yang mengandung 100% ‘curcuma cantorrina’ dan anda bisa juga menggunakan suplemen dari Dr Smith, produsen suplemen terbesar dari New Zealand. Healthy Heart yang kandungannya Omega 3 dapat diharapkan untuk: - Membantu mencegah dan mengobati masalah pada liver dan penyakit kuning, - Menambah tenaga dan nafsu makan, - Menyeimbangkan cholesterol, dan gula darah - Menghindarkan anda dari komplikasi yang ditimbulkan. Dengan mengkonsumsi banyak Omega 3, anda juga bisa terhindar dari penyakit lain seperti paparan saya di edisi-edisi sebelumnya. Bagaimana pun mencegah/preventif lebih baik dari pada mengobati/kuratif (curative).


SELEBRITI

34

5 Maret 2010

Iwan Fals luncurkan album baru Oleh lintang

PENYANYI legendaris Iwan Fals meluncurkan album barunya bertitel “Keseimbangan”, yang ditandai dengan konser di rumahnya di Leuwinanggung, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (20/2) malam. Konser “Keseimbangan” yang juga disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional itu dibuka oleh Iwan Fals dan bandnya dengan lagu dari album Swami, “Kuda Lumping”. Ratusan penggemar Iwan Fals atau lebih dikenal sebagai “OI” ata Orang Indonesia berteriak gembira sambil ikut menyanyikan bersama idolanya itu. Iwan fals yang tampil santai dengan kaos hitam bertuliskan “Panji-panji Demokrasi” dan celana jins biru itu kemudian menyanyikan lagu kedua yaitu “Libur Kecil Kaum Kusam” bersama dengan bintang tamu vokalis bumerang, Roy Jeconiah. Untuk lagu ketiga, Iwan Fals dan bandnya menyanyikan lagu lawas “Mata Indah Bola Pingpong”, kemudian

lagu “Sat-Satu” dan lagu dari album Swami yaitu “Bunga Trotoar, serta lagu lama “Asik Gak Asik”. Sebelum menyanyikan lagu “Asik Gak Asik”, seperti diberitakan Antara, Iwan Fals sempat menasehati penonton dan para penggemarnya untuk hidup ramah IWAN Fals lingkungan dengan memisahkan sampah organik dan organik sebelum dibuang. Setelah berganti baju menggunakan kemeja putih dan kaos hitam, Iwan kemudian menyanyikan lagu baru dalam album “Keseimbangan” yaitu “Aku Menyayangimu”, yang merupakan lagu dengan lirik dari puisi karangan KH Mustofa Bisri. Kemudian secara berturut-turut, Iwan Fals menyanyikan lagu-lagu dari album barunya “Keseimbangan yaitu “Jenderal Tua”, “Kuda Coklat” dan “Suhu”. Lalu dua lagu bertema lingkungan hidup dia nyanyikan.

BIMBIM melelang sandal jepitnya, juga jaket dan stick drum untuk membantu musisi dan seniman yang sakit.

Bimbim Slank lelang sandal jepit Oleh Lintang

DRUMER Slank, Bimbim melelang sandal jepit dan “merchandise” Slank lainnya untuk penggalangan dana organisasi “Charity Club Indonesia” (CCI) yang bertujuan membantu musisi dan seniman yang sakit. “Slank memberikan merchandise untuk dilelang,” kata Bimbim mewakili Slank pada jumpa pers acara konser amal dan peluncuran CCI, di Jakarta, Selasa (23/2). Merchandise Slank antara lain sandal jepit, sepatu, berbagai kaos, beberapa album dari album pertama sampai album terakhir yang bertanda tangan personil Slank, jaket sampai dengan stik drum Bimbim. Bimbim yang ditemani basis Slank Ivanka dan Bunda Ivet mengatakan Slank tidak dapat tampil pada acara konser amal CCI dikarenakan harus melakukan rekaman.

Konser amal CCI sendiri, seperti diberitakan Antara, digelar pada Jumat (26/2) malam di Twin Plaza, Jakarta. Bimbim mengharapkan CCI ini bisa menjadi organisasi mempunyai dana abadi untuk membantu seniman dan wartawan musik pada masa senja. “CCI di masa mendatang agar terus bergulir penggalangan dana bagi seniman,” katanya Slank sendiri, tegas Bimbim, siap membantu CCI kapanpun dan dengan cara apapun.“Kita juga pernah melakukan pengumpulan dana untuk

almarhum Imanez waktu dia sakit dan kemarin untuk Yudhi Grass Rock (Yudhi Tamtama Adji,bassis grup rock 80an Grass Rock),” katanya. Pada kesempatan yang sama, inisiator CCI, Bens Leo mengatakan CCI didrikan untuk membantu para seniman yang menderita sakit. “Tujuan utama CCI adalah membantu para seniman yang mengalami kesulitan biaya untuk mengobati penyakit yang dideritanya,” kata Bens. Dia menyebutkan beberapa seniman yang saat ini sedang menderita sakit.


SELEBRITI

5 Maret 2010

35

Ingin tatto di tubuh Oleh Lintang

AKTRIS Fahrani Pawaka Empel terbilang gadis nekat. Ia rela menyakiti sekujur tubuhnya dengan tusukan jarum demi menyalurkan hobi yang tergolong ekstrim. Dengan hobi itu, Fahrani, begitu ia kerap disapa, jadi terlihat sangar. Kini, 30-an gambar bunga berwarna-warni memenuhi sekujur tubuhnya, dari leher hingga betis. “Nanti kalau saya pulang ke Bali, saya mau bikin lagi di lengan

“Saya tidak setuju dan menolak kawin siri,” ujar GKR Hemas.

Perempuan rugi nikah siri

perempuan. Dengan mimik tenang ibu lima anak PERDEBATAN Rancangan Undang-Un- ini mengatakan kendati pernikahan atau dang (RUU) Nikah Siri yang kini marak kawin siri diakui dan dinyatakan sah menarik perhatian Gusti Kanjeng Ratu menurut agama, namun tetap saja san(GKR) Hemas. gat merugikan kaum hawa. “Mungkin Permaisuri Raja Yogyakarta itu den- awalnya bagi mereka yang melakukan gan suara tegas dan nada lugas menga- sepintas hal mudah, sepele dan gamtakan tidak suka dengan pola kawin siri. pang. Padahal setelah dilakoni barulah Apalagi belakangan ini menjadi perbin- terurai lengkap kekusutan dan kekisrucangan dan terjadi di kalangan selebritis han,” ungkapnnya prihatin. Indonesia. Menurut GKR Hemas ini pernikahan “Saya tidak setuju dan menolak kawin atau perkawinan merupakan hal yang siri,” ujarnya beberapa waktu lalu, sep- paling sakral. “Saya mengingatkan erti diberitakan Tempo. Perempuan sebaiknya para perempuan berpikir kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1952 ini matang sebelum memutuskan dan menilai gara-gara melakukan pernika- melakukan tindakan pernikahan siri,” han siri justru sangat merugikan kaum tandasnya serius. Oleh Lintang

kanan saya,” kata Fahrani, di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, (5/2). Menurut gadis kelahiran 27 September di Jakarta, 25 tahun silam ini, ia makin intens membubuhi tato di tubuhnya sejak memutuskan untuk menetap di Pulau Dewata. “Saya punya teman asal Italia yang bisa bikin tato di sana. Namanya Mahyar. Dia tukang kebun saya (tukang tatonya),” tambah Fahrani, seperti diberitakan Tempo. Dari teman asal Italia itu juga Fahrani FAHRANI Pawaka Empel belajar membikin tato.


SELEBRITI

36

Denada pasrah Oleh Lintang

DI usianya yang sudah berkepala tiga, Denada belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan melangsungkan pernikahan. Denada mengaku dirinya hanya bisa pasrah soal tersebut. “Kalau target sih sudah dari lima tahun yang lalu. Sekarang nggak mau begitu. Kemarin saja sudah mau menikah tapi nggak jadi,” kata Denada saat

ditemui di Dragon Fly, Jakarta Selatan, Rabu (24/2). Meski terkesan pasrah, jauh dilubuk hati putri artis lawas Emilia Contessa ini ingin sekali segera menyusul temanteman seangkatannya yang sudah berumah tangga. Dia suka iri bila melihat teman-temannya menikah. “Sepertinya itu indah sekali. Cuma belum kesampaian sampai sekarang,” ucapnya, seperti diberitakan Vivanews.com. DENADA

5 Maret 2010

Kotak luncurkan album ketiga

PERSONIL band Kotak saat menerima penghargaan mereka tampil bak roker sejati, di sisi lain ketika menampilkan lagu mereka BAND Kotak, yang mengusung musik dengan gaya akustik, tampilan mereka rock, memantapkan eksistensi mereka berubah menjadi casual. dengan menelurkan album ketiga. RenTantri dan Cua tak terlalu ribet bercananya, album itu akan diluncurkan dandan. Sebelum naik panggung, mereMaret 2010. Melalui konser mini yang ka mempersiapkan penampilan mereka digelar Warner Music beberapa waktu sendiri tanpa dibantu penata rias wajah. lalu, mereka memberikan ”bocoran” ”Kami biasa merias wajah sendiri. lagu yang akan ditampilkan dalam al- Rambutku termasuk yang gampang bum ketiga. diatur. Ya, cuma disisir pakai tangan ”Single ’Pelan-pelan Saja’ juga akan juga bisa. Maklum, lupa bawa peralatan masuk ke album ketiga,” kata sang untuk rambut,” kata Tantri saat di bevokalis band Kotak, Tantri, seperti diber- lakang panggung. itakan Kompas baru-baru ini. Sejak awal kemunculan mereka seTantri, yang bergaya cuek ini, bersama bagai juara sebuah kompetisi, power Cella (gitaris), Cua (basis), dan Posan adalah modal utama Kotak. Tak cuma Tobing (drumer) hari itu melantunkan ditampilkan dari suara khas Tantri yang beberapa tembang Kotak. Mereka tampil melengking tinggi, mereka juga punya sederhana, tetapi unik. Di satu sisi, kekuatan lain, yakni mandiri. Oleh Lintang


5 Maret 2010

SUARA

37


KEHIDUPAN

38

5 Maret 2010

Ketika desakan tak tertahan

Zodiak

Perasaan yang nyaman di lingkungan kerja, akan mendatangkan energi positip untuk beberapa gagasan yang cemerlang. Ada peluang bagus dalam beberapa hari ke depan. Langkah bijak yang harus kamu ambil adalah terima dan syukuri apa yang diperoleh dengan ikhlas.

Hindari pertengkaran dengan seseorang apalagi hanya karena masalah sepele. Hal ini hanya akan membuatmu sebel dan mengganggu pikiran. Nggak ada salahnya berdamai dan kompromi aja. Usaha yang telah kamu rencanakan dapat dimulai dari sekarang. Akan ada kabar yang menggembirakan.

Keuangan: Sisihkan untuk ditabung Asmara : Ada perubahan Kesehatan: Jangan terlalu pikirkan dietmu Hari baik : Sabtu Pekerjaan: Masih ada beberapa hal yang mesti diselesaikan.

Keuangan: Jangan terlalu dipikirkan Asmara : Perlu kesabaran Kesehatan: Jika sakit segera ke dokter Hari baik: Kamis Pekerjaan: Pertahankan kinerja kamu.

gkarut. Pada waktu bersamaan, kidungan jula-juli Cak Ipin pada malam resepsi pernikahannya dengan Kardi kembali terngiang.

3

Oooo... Kardi yang penuh kasih sayang. Kardi yang selalu mau memahami dan memaafkan ketika Mini salah sikap salah ucap. Kardi yang tak pernah jengah-ogah menyelesaikan pekerjaan rumah saat Mini capek atau tak sempat. Kardi yang tak jemu ngeloni Imin dan Atik –sebelum akhinya ngeloni Mini juga. Selama di Hong Kong, lewat telepon, tak sekali pun Mini mendengar suaminya mengeluh, apalagi meminta

kiriman uang. Hanya bertanya kabar, bertanya kesehatan. Bercanda, tertawa, lalu di setiap ujung perbincangan, menyampaikan rindu lewat butir-butir pulsa yang beterbangan di udara! Maka yakinlah yakin Mini tak bakalan pernah terjadi apa-apa. Apalagi, perubahan yang menjadi niat dan impian, tampak jinggrang-jinggrang: rumah yang tidak mewah tapi jelas lebih bagus daripada empat tahun lalu, isi rumah dari kursi sampai televisi yang tak lagi ngisin-isini, baju-celanasepatu-sepeda Imin dan Atik yang apikapik, serta kios voucher pulsa di depan sana. Itu semua bukti, Kardi memenuhi janji: gak ape macem-macem, tidak menggunakan uang kiriman untuk royal tak keruan. Jika Kardi tergila-gila pada perempuan lain, pastilah amblas uang kiriman dan Mini pulang hanya untuk menyaksikan rumah serta kehidupan anak yang kian parah –seperti Sumik, temannya, yang balik lagi ke Hong Kong dengan hati dan jiwa lantak karena suami yang amat disayang dirindu tibake asu! Jika Kardi begitu, pastilah pula Mini mendengar dari Rukhin, tetangga sebelah rumah sekaligus teman sekolah yang dia ”titipi” sambil guyon empat tahun lalu. Lalu apa yang sedang terjadi pada Kardi? Pertanyaan itu membuat hati Mini luluh meluruh. Empati yang teramat kuat menjalar dan menggerakkan tangannya, menyentuh tangan Kardi yang masih memegang gelas kopi. ”Cak...” katanya, tercekat. Kardi menatap dengan sorot mata sesal berkuintal-kuintal dan menggeleng teramat pelan. ”Gak iso, Ni... Gak iso... Gak sanggup aku megat awakmu...” Mini kian tercekat. Di tenggorokan, tersangkut beratus kalimat. Dia titi gerak waktu dalam diam yang menyiksa. Pada menit kesekian, ketika desakan dari dalam benar-benar tak tertahan, Mini bertanya serak...”Jange onok opo se, Cak?” Kardi bungkam, menelan seluruh sesal dengan mulut rapat terkatup. Lalu... sontak dia berdiri, bersicepat keluar rumah, meninggalkan Mini... (Bersambung)

“Apa permintaan anda?” tanyanya. “Saya ingin rekening saya setiap bulan terisi 1 milyar rupiah, sepanjang hidup saya,” pinta Bambang.

“Bimsalabim…sudah terlaksana! Silakan cek rekening anda mulai bulan depan,” kata Bapak itu. “Dan apa permintaan anda, nona cantik?” tanya Bapak itu pada Siska. “Saya minta mobil dan perhiasan paling mewah yang ada di muka bumi,” katanya. “Bimsalabim….sudah terlaksana juga! Bisa dilihat mulai besok pagi,” kata Bapak itu lagi. Bambang dan Siska girang bukan main. “Lalu, permintaan Bapak Jin sendiri apa?” tanya Bambang penasaran. “Begini…ehm…saya ingin bercinta sepanjang hari ini bersama istri anda,” jawab Bapak itu. Bambang dan Siska terkejut bukan main. Tapi karena jin itu sudah bermurah hati memberikan mereka segalanya, maka Bambang dengan berat hati mengijinkan Siska menemani jin tersebut. Singkat cerita, mulai pagi itu hingga malam harinya, Siska yang parasnya mirip Sandra Dewi itu harus melayani kebutuhan seks Bapak Jin. Menjelang malam, Bapak itu mengijinkan Siska pulang. “Terima kasih, kamu hebat sekali,” katanya sambil mengedipkan mata. “Ngomong-ngomong, berapa usia kamu?” “Saya 25 tahun, Pak,” kata Siska. “HAH, 25 tahun? Umur 25 tahun kok masih percaya sama jin sih?” kata Bapak itu.

Bapak turu kaget njenggirat Sebab onok montor banter liwat Nek gegeran ojok kesusu njaluk pegat Dipikir bolak-balik sampek tamat Timbangane urip dhewe-dhewe

Jangan anggap remeh persahabatan yang telah lama terjalin. Jagalah kepercayaan yang ada. Tidak baik membuka rahasia orang lain apalagi menjelek-jelekannya. Buang jauh sifat keras kepala karena hanya akan memperburuk keadaan. Bersikaplah lebih dewasa dan wajar saja.

Dalam bertindak harus menentukan arah dan tujuan, jangan gampang berubah pendirian. Jika kamu ingin mendapat kepercayaan dari orang lain, maka perlu pengertian dan toleransi yang lebih dikedepankan daripada hanya mengumbar sifat egois dan arogansi kamu itu.

Keuangan: Pikir dulu sebelum membeli Asmara : Perlu suasana baru Kesehatan : Jaga pola makan Hari baik : Sabtu Pekerjaan : Keinginan kamu pelan-pelan akan terwujud.

Keuangan: Hemat pangkal kaya Asmara : Jangan sepelekan masalah kecil Kesehatan: Waspadai penyakit lama Hari baik: Rabu Pekerjaan: Hati-hati jangan sampai keteter.

Godhong gedhang dinggo bungkus iwak Bebojoan ojok gampang nalak

Jula-juli Cinta Mini

Cerbung Massakerah Tosin

Kalau kamu lebih serius sedikit lagi, maka hasil pekerjaan akan lebih bagus. Yang penting, belajarlah menghadapi hidup dengan lebih tenang dan jangan menganggap cobaan sebagai beban. Tenang saja, sukses akan menghampirimu pada akhirnya. Keuangan: Hemat boleh tapi jangan pelit Asmara : Cobalah saling pengertian Kesehatan: Hindari makan berlemak Hari baik : Senin Pekerjaan: Pelajari dan perhitungkan baik-baik rencana kamu itu.

Persiapkan diri Anda dengan rencana yang lebih matang sehingga tidak sampai meleset. Saat ini kamu lagi kesal karena kepercayaanmu disalahgunakan oleh keluarga atau kerabat dekatmu. Jadikan sebagai pelajaran dan lebih baik selalu mawas diri dan berhati-hati. Keuangan: Kondisi keuanganmu cukup rentan Asmara : Damai itu indah bukan? Kesehatan: Waspadai sakit kepala Hari baik: Sabtu Pekerjaan: Ubah cara kerja kamu yang lebih sederhana.

Gunakan waktu untuk melakukan evluasi atas apa yang telah kamu kerjakan, sekaligus menyiapkan rencana ke depan. Kesabaran dan ketekunan adalah kunci dalam berusaha. Dalam waktu dekat kamu dapat merasakan hasil kerja kerasmu, maka bersyukurlah pada Tuhan Yang Maha Esa.

Saat ini usaha kamu sedang mengalami kemunduran, namun demikian jangan berkecil hati. Tetaplah optimis bahwa kesuksesan akan kembali dalam genggaman. Jangan layani jika ada teman yang ngajak tengkar. Cuekin aja nanti juga akan baik-baik saja. Bersikaplah seperti biasa saja.

Keuangan: Ada tambahan lumayan Asmara : jangan kecewakan si dia Kesehatan: Dalam keadaan baik Hari baik: Minggu Pekerjaan: Tetaplah pada jalur Anda.

Keuangan: Pinter-pinter aja ngatur pengeluaran Asmara: Ada yang baru nih Kesehatan: Jaga makanan Hari baik : Rabu Pekerjaan: Siapa bilang kamu nggak mampu.

Bulan ini peruntungan kamu lebih baik dari bulan kemarin. Saat ini kamu perlu dorongan semangat baru dari orang-orang terdekat. Pererat tali silaturahmi dengan siapa pun. Siapa tahu kamu mendapat partner kerja yang tak terpikir sebelumnya. Percayalah Tuhan punya rencana.

Kemampuan kamu memang dapat diandalkan. Namun bukan berarti tidak butuh nasehat dari orang lain. Hindari sikap mau menang sendiri, cobalah introspeksi diri siapa tahu barangkali ada pihak lain yang terluka atas keegoisan kamu. Tetaplah percaya diri dan pantang menyerah.

Keuangan: Hampir tidak ada masalah Asmara : Saatnya berhenti berpetualang Kesehatan : Jangan terlalu banyak makan Hari baik : Jumat Pekerjaan: Jangan lupa mengevaluasi hasil kerja kamu.

Keuangan: Atur keuangan dengan bijak Asmara : Kamu harus konsisten Kesehatan: Hindari keluar malam Hari baik : Kamis Pekerjaan: Hasil positip bisa diharapkan dari pertemuan itu.

Waspadai apa yang akan terjadi pada pertangahan bulan ini. Jangan sampai salah membuat keputusan. Lakukan dengan santai saja tidak perlu memaksakan keadaan. Usaha yang kamu rintis mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ingat jangan cepat puas atas pencapaian ini.

Ada saatnya kita luangkan waktu khusus untuk santai mengendorkan ketegangan. Pekerjaan tidak pernah ada habisnya. Hal terpenting adalah menyusun tugas-tugas yang ada sesuai jadwal sehingga tidak tumpang tindih. Dahulukan mana pekerjaan yang menjadi prioritas.

Keuangan: Jangan sampai larut Asmara : Galau dan bimbang Kesehatan: Perlu istirahat yang cukup Hari baik: Jumat Pekerjaan: Jika perlu bicarakan dengan orang yang lebih tahu.

Keuangan: Rezeki berlimpah Asmara : Jangan menyerah Kesehatan: Jaga makanan dan olah raga Hari baik : Minggu Pekerjaan: Tekuni usaha yang kamu jalani pasti ada hasilnya.

Nomor-nomor Penting KJRI : Christian Action-DMW : Kotkiho : Islamic Union :

2890 4421 2739 6193 2576 4563 2893 5704 2838 1514

Bantuan Darurat : 999 Polisi : 2525 7717 / 2527 7177 Rumah Sakit : 2300 6555 Imigrasi HK : 2824 6111 Labour Dept : 2852 3535

Notice to advertisers Advertisers are responsible for the content and accuracy of their advertisements. SUARA will not be liable for inaccurate advertising and/or legal disputes involving third parties.

MINI ingin benar berdiri, berkacak, mengentak sambil teriak-teriak --sebagaimana galibnya istri kalap berderak-derak. Ingin benar dia bertriwikrama: membesar, membesar, dan terus membesar hingga menjebol atap rumah, lalu melempar segala agar gundah gelisah amarah sampai ke muara. Paling tidak, lepas pecah ke mana pun entah! Dan, ini yang tak boleh tidak, dia injakinjak Kardi hingga ajur-mumur, tak terbedakan lagi dari tanah. Betapa cinta dan benci bisa tidak berhijab sama sekali. Malih rupa hanya dalam sekali klik pada mouse yang bahkan mungkin tak sengaja. Malam cinta mendidih meletup-letup, pagi benci meruncing menusuk-nusuk. Mini terpelanting terkapar terhina tersia-sia karena Kardi tak menyentuhnya dengan bara. Itulah sebab dia meradang dan menyentak, ”Nek ancene sampeyan wis gak boto, pegaten aku, Cak. Pegaten!” Namun menatap lelakinya yang terus saja menunduk tanpa jawab, Mini terperangkap. Meronta-ronta seperti ikan dalam pukat: antara amarah yang butuh jalan lepas dan iba yang memanggil-manggil rasa asih-welas. Benci, iya. Cinta, iya. Marah, iya. Iba iya. Teraduk tercampur menjadi jus-hati-silang-sen-

Sungguh memang tak bisa. Ya, tak bisalah Mini melupakan atau mengabaikan secepat kilat di antara mendung pekat apa yang telah mereka jalani sejak akad. Jauh sebelum dia bekerja di Hong Kong, kontak meski hanya lewat telepon selama dia di negeri seberang, pun apa saja yang dia saksikan saat pulang sekarang.

Kardi menatap dengan sorot mata sesal berkuintalkuintal dan menggeleng teramat pelan. ”Gak iso, Ni... Gak iso... Gak sanggup aku megat awakmu...

Kamus ketawa-ketiwi Jin di rumah mewah Pasangan muda suami istri Bambang dan Siska sedang bermain golf di sebuah lapangan yang dikelilingi oleh perumahan mewah. Rata-rata harga rumah di kawasan itu 5 milyar rupiah. “Sis, ati-ati kalo mukul bola, jangan sampai kena kaca rumah orang. Kita bisa bangkrut kalau harus mengganti kaca rumah mewah di sekitar sini,” kata Bambang. Tapi malang, ayunan stick Siska yang kuat ternyata tidak terarah dengan baik dan akhirnya … praaanggg!!!!!….bola golf itu mengenai kaca rumah paling mewah di dekat situ. Bambang dan Siska berlari-lari ke arah rumah mewah tersebut. Mereka terkejut ketika sampai di pintu ruang tamu. Tidak hanya kaca-kaca yang berserakan, potpot keramik Cina dan vas bunga juga pecah. “Aduuuh…maaf Pak, istri saya nggak sengaja,” kata Bambang kepada seorang Bapak yang tampak duduk dengan tenang. “Nggak apa-apa,” kata Bapak itu. “Saya seharusnya berterima kasih pada anda berdua karena telah membebaskan saya dari belenggu vas bunga kuno buatan Cina itu. Saya sebenarnya adalah jin. Nah, sebagai ucapan terima kasih,saya akan meluluskan tiga permintaan. Satu untuk anda, satu untuk istri anda, dan satu lagi untuk saya sendiri,” ujar Bapak itu dengan mimik serius dan berwibawa.


5 Maret 2010

SUARA

39


40

SUARA

5 Maret 2010


SUARA Maret 2010 Main