Issuu on Google+

Pilihan Anda Yang Tepat

Vol.V No.109 6 March 2009 (Main Edition) 35,000 Eksemplar

Ruwetnya urusan asuransi BMI warisnya tahu ke mana dan bagaimana mengurus klaim asuransi. JAMAKNYA asuransi, si pembeli asurTapi khusus asuransi seharga Rp ansi akan memegang polis yang men- 400.000 yang wajib dibeli oleh setiap jamin ia atau ahli warisnya bisa men- buruh migran Indonesia yang akan begajukan klaim sesuai dengan asuransi rangkat ke luar negeri, hal tersebut tak yang ia beli. Atau setidaknya ia dan ahli terjadi. BMI yang pergi ke negeri penempatan mana pun tak pernah ada yang memegang polis asuransi. Bahkan banyak yang tak paham bahwa mereka bisa mengajukan klaim asuransi jika mengalami masalah selama proses prakeberangkatan, penemOleh Santi/Fanani

patan, atau saat pemulangan. Tak sedikit yang menganggap itu sebagai sumbangan “suka rela” yang tak bisa diambil balik. Ketua Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Sringatin dan Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) Hong Kong Eni Lestari mengakui bahwa banyak BMI di Hong Kong tak paham tentang asuransi ini. “Banyak yang tak paham bagaimana cara mengurus asuransi ini. Ini terjadi karena informasi tentang hal ini tak pernah dibuat transparan oleh pemerintah,” ungkap Sringatin. Sementara ATKI, menurut Eni, selama ini concern untuk memperjuangkan klaim asuransi kecelakaan atau kematian BMI, tapi untuk asuransi selama penempatan, ATKI belum pernah melakukannya. IMWU sendiri selama ini melakukan kerja sama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk mencairkan k l a i m asur-

ansi di tanah air. Biasanya, IMWU (juga Kotkiho) akan mendampingi BMI yang bermasalah untuk mendapatkan surat pengantar dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) guna melengkapi pengajuan klaim asuransi mereka di tanah air. Menurut Bambang Setyobudi, Konsuler di KJRI, surat pengantar yang dibuat ini ditujukan ke Direktur PJTKI dengan tembusan ke beberapa lembaga lain, seperti Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). “Rata-rata yang minta yang tinggal di shelter itu,” ungkapnya. SBMI sendiri mengaku gampanggampang sulit membantu pengurusan asuransi BMI. Ada puluhan kasus asuransi yang telah mereka selesaikan dengan klaim asuransi antara Rp 1 juta – Rp 40 juta. Salah satu faktornya adalah surat dari KBRI/KJRI yang menerangkan bahwa yang bersangkutan tengah mengalami masalah. Namun jenis permasalahannya harus disebut jelas karena kalau tidak akan menjadi alasan pihak asuransi untuk tak membayar klaim tersebut. Menariknya, salah satu pejabat di KJRI Hong Kong menyebut jumlah klaim asuransi yang berhasil dicairkan jauh melebihi surat pengantar yang mereka berikan. “Tidak tahu apakah memang bisa mencairkan tanpa su-

Jenderal Naga Bonar nyapres

Aktor pemeran Jendral Naga Bonar, Deddy Mizwar, mendeklarasikan niatnya untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2009. Cawapresnya jenderal beneran lho... Halaman 34

Krisis global perburuk nasib buruh migran

Krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini dikhawatirkan punya imbas buruk ke buruh migran. Halaman 8

Kartu...halaman 2

DUA BMI tiba di Bandara HK awal Februari 2009 lalu. Semua BMI yang tak pernah membawa kartu asuransi.

BMI baru rawan eksploitasi Oleh Santi

BURUH migran asal Indonesia yang baru datang ke Hong Kong dan menjalani kontrak pertamanya paling rawan eksploitasi. Mulai dari penerimaan gaji di bawah standar, biaya agen 58 kali lebih tinggi dari yang ditetapkan aturan hukum Hong Kong, tidak mendapatkan libur mingguan maupun libur tanggal merah, hingga disuruh bekerja di luar kesepakatan kontrak. Kesimpulan ini muncul dalam survei

terbaru yang digelar oleh Caritas Community Development Service. Juru bicara Caritas, Wesley Man, mengatakan survei digelar dari Agustus 2007-Desember 2008 dengan melibatkan 580 responden. Sebanyak 484 diantaranya buruh migran asal Indonesia, 101 asal Filipina, dan 15 orang asal Thailand. Semuanya perempuan dan bekerja di sektor rumah tangga. Sebanyak 34% adalah pendatang baru yang bekerja di Hong Kong kurang dari 2 tahun dan lainnya 37,2% adalah

pekerja berpengalaman Hasil riset yang dipublikasikan pada Minggu (15/2) ini sampai pada temuan bahwa PRT asal Indonesia paling tereksploitasi dibanding dua kelompok lainnya. “Underpayment” tetap menjadi masalah yang hanya dialami oleh BMI. Sementara pada kelompok lain, hal ini tak terjadi. Pada studi tahun 2008, masih ada sekitar 12,1% responden yang menerima upah di bawah standar upah minimum yang ditetapkan pemerintah.

Kebanyakan BMI menerima antara HK$1800-HK$2000. Survei juga menemukan panjang pendeknya waktu tinggal seorang PRT di rumah majikan terkait dengan faktor underpayment. Semakin pendek waktu tinggal, semakin menunjukkan bahwa PRT tersebut di-underpay. Demikian sebaliknya. Di antara mereka yang bekerja di Hong Kong dalam waktu 2 tahun atau satu kali kontrak kerja,

PUBLISHED BY: HK PUBLICATIONS LTD. TEL: 2851 1766

Biaya...halaman 2

Kebangkrutan neoliberal & nasib BMI Halaman 18-19


WARTA



6 March 2009

Kartu asuransi BMI dipegang oleh PPTKIS Yuwono pernah memastikan hampir semua BMI yang datang ke Hong Kong rat pengantar dari kita atau ada pihak tak pernah memegang kartu asuransi. Ia menanyai para BMI yang mengikuti lain yang mencairkan,” ungkapnya. Tapi yang pasti, yang bisa mencairkan Welcoming Program dan tak satu pun adalah mereka yang memegang polis dari mereka yang memegang kartu asatau kartu asuransi. Dan sudah men- uransi. Hal senada juga pernah disampaikan jadi rahasia umum bahwa hampir semua kartu asuransi BMI dipegang oleh oleh Atase Tenaga Kerja di KJRI-Hong PPTKIS yang memberangkatkan BMI Kong Sri Setiawati. Dalam kesempatan Welcoming Protersebut. Beberapa waktu lalu, Konsul Sukmo gram, ia pernah menanyakan hal sama Dari halaman 1

kepada para BMI dan menemukan bahwa tak satu pun dari mereka yang memegang kartu asuransi. “Seluruh kartu asuransi dipegang oleh PT (PPTKIS-red),” ujarnya. Padahal para BMI yang telah membayar asuransi harusnya memegang kartu asuransi terkait ketika sampai di negeri tujuan. Dengan kartu ini maka jika kemudian ada masalah di tempat kerja, termasuk putus kontrak, klaim asuransi bisa diajukan.

Namun ketiadaan kartu asuransi tersebut membuat surat pengantar dari KJRI menjadi salah satu syarat yang dibutuhkan untuk mempermudah pencairan klaim asuransi. Pihak KJRI menyatakan bahwa surat pengantar yang mereka buat sudah cukup rinci, termasuk menerangkan bahwa BMI tersebut di-terminate bukan karena kesalahan dia. Namun sesuai aturan, salah satu syarat pencairan klaim asuransi memang harus

menyebutkan data sama dengan yang ada di polis asuransi, misalnya nama, nama majikan, dan alamat. Jadi kalau nama majikannya beda, misalnya, maka klaim asuransi tak bisa diajukan. Tapi belum banyak BMI yang paham masalah pengurusan asuransi yang menjadi haknya ini. Hingga saat ini, menurut KJRI, hanya sekitar 5 persen dari BMI yang di-terminate yang meminta surat pengantar dari KJRI.

Biaya penempatan tinggi

donesia, ada persentase penurunan pekerja yang tidak mendapatkan libur sedikitnya 30% mengalami praktik un- nasional, dari 74% di tahun 2006, turun derpayment. Dalam tahun-tahun terse- menjadi 61,3 di tahun 2007 dan 59,4 % but, potongan gaji yang dibayarkan ke di tahun 2008. Dalam studi tahun 2008, agen tetap tak berubah dan hanya ter- masih ada sekitar 30% BMI yang tak mendapatkan kompensasi apapun. jadi di komunitas Indonesia. Selain itu, tingginya biaya penemPada survei tahun 2008, masih ada sebanyak 8,2% majikan dari PRT asal patan terjadi pada 3 komunitas, tapi Indonesia yang langsung memberikan Indonesia yang terburuk. Studi mengaji pekerjanya ke agen penyalur kerja unjukkan 90% responden mengalami tanpa persetujuan pekerjanya. Meski overcharge, 88,4% di tahun 2006, 89,7% begitu, untuk pemberian hari libur, ada di tahun 2007 dan 88,7 % di tahun 2008. perbaikan di kalangan pekerja Indone- Hampir 30% BMI harus membayar sia. Persentase responden asal Indone- biaya 58 kali lebih tinggi dibanding sia yang menikmati hari libur ming- yang ditetapkan UU, 31,4% di tahun guan meningkat dari 56% di tahun 2006, 30,4% di tahun 2007 dan 28,8% di 2006 menjadi 65,6% di tahun 2007 dan tahun 2008. Caritas mendesak pemerintah HK 73% di tahun 2008. Tapi pada tahun 2008 masih tersisa 30% PRT asal Indo- mengambil langkah serius dalam menangani masalah eksploitasi ini. Seperti nesia yang tak menikmati liburnya. Eksploitasi terjadi dalam pemberian keberadaan Support Centre untuk Penhari libur nasional. Untuk pekerja asal datang Baru dari China daratan, CariThailand dan Filipina, kebanyakan tas mendesak pemerintah membikin dari mereka mendapatkan kompensa- “Support Center” bagi PRT pendatang si atau alternatif hari libur lainnya jika baru yang dananya bisa diambil dari levy yang selama ini dibayarkan matak mendapatkan libur nasional. Sementara untuk pekerja asal In- jikan yang mempekerjakan PRT asing. Dari halaman 1


6 March 2009

SUARA






SUARA

6 March 2009


6 March 2009

SUARA




WARTA



Informasi tentang asuransi cenderung ditutupi Oleh Fanani

SERIKAT Buruh Migran Indonesia (SBMI) menilai carut-marut masalah pengurusan asuransi bagi buruh migran di Indonesia karena tiadanya transparasi dan kecenderungan pejabat terkait untuk menutup-nutupi informasi. SBMI kemudian menyoroti praktik “pemaksaan” penyerahan kuasa dari seluruh BMI berkasus yang pulang melalui Terminal Empat dan tidak adanya satu pun BMI yang memegang kartu asuransinya sendiri saat diberangkatkan ke luar negeri. “Ini kan hak. Seharusnya waktu PAP (Pembekalan Akhir Pemberangkatanred) itu dikasih tahu tapi malah tidak. Atau kalaupun dikasih tahu tapi tidak lengkap dan cenderung ditutup-tutupi,” tegas Seketraris Jenderal SBMI Muhammad Chairul Hadi, Rabu (4/3). Dia juga menyoroti praktik “pemaksaan” penyerahan kuasa yang terjadi di Terminal Empat oleh lembaga bantuan hukum yang ditunjuk oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Penyerahan kuasa tersebut antara lain terkait dengan pengurusan klaim asuransi. “Mereka itu dipaksa kecuali mereka berani dengan tegas menolak dengan

tegas. Tapi itu kan bukan mudah apalagi banyak yang tidak paham sama sekali atau tidak peduli dan yang penting cepat sampai ke rumah,” terangnya. Hadi kemudian mengatakan pihaknya menengarai ada praktik yang tidak benar di sana karena setelah pihaknya mengecek ke pihak MC. Hadi asuransi, ternyata banyak yang sudah dicairkan dan dananya masuk ke rekening Deputi Perlindungan BNP2TKI. Sementara di sisi lain kalangan BMI minim sekali informasi tentang asuransi ini. Berkait dengan kartu asuransi yang seluruhnya dipegang oleh PJTKI, Hadi mengatakan pihaknya belum melakukan protes secara resmi. Namun dia memastikan begitu riset yang dilakukan SBMI terkait masalah asuransi ini selesai dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya akan memasukkan masalah penahanan kartu asuransi ini. “Kita memang belum punya bukti tapi indikasinya kuat,” ujarnya soal kemungkinan PJTKI melakukan klaim asuransi tapi uangnya tak sampai ke BMI.

6 March 2009

Pernah ditolak, KJRI seragamkan model surat surat baru hari itu juga,” ujarnya. Sementara standar surat yang sehaMUNCULNYA kasus penolakan pihak rusnya adalah ditujukan langsung ke asuransi untuk mencairkan klaim dari Direktur Perusahaan Jasa Tenaga Kerja seorang mantan buruh migran Indo- Indonesia (PJTKI). nesia (BMI) dari Hong Kong beberapa Bambang melihat meski tingkat perwaktu lalu tampaknya memaksa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mengambil langkah cepat. Kepala Bidang Konsuler KJRI Hong Kong Bambang Setyobudhi kepada SUARA mengatakan bahwa saat ini KJRI sudah menstandarkan model surat keterangan bagi BMI yang hendak mengurus klaim asuransi di Indonesia. “Jadi ke depan tidak ada lagi kesulitan karena sudah ada standartnya. Sekarang kita bikin modelnya sama, bunyinya juga sama,” katanya, Selasa (3/3). Lebih jauh Bambang menjelaskan kalau penolakan pihak asuransi saat itu semata-mata karena menilai surat pengantar yang dibawa oleh BMI yang ber- BAMBANG Setyobudhi sangkutan terlalu bersifat umum. “Memang pernah ada yang tidak ber- mohonan surat keterangan tidak banyak, hasil karena surat yang dibawa dinilai namun dia melihat indikasi peningkatan terlalu umum. Kira-kira tiga bulan lalu kesadaran BMI akan hak asuransi. dan itu langsung di blow up besar-besar. “Terutama yang tinggal di shelterSementara yang berhasil ya enggak per- shelter. Kalau Kotkiho (Koalisi Organnah diberitakan sama sekali. Waktu itu isasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong begitu diberitahu kita langsung buatkan Kong-red) itu pasti ke saya,” terangnya. Oleh Fanani

Kenyataan bahwa kartu asuransi dibawa PJTKI dan bukan oleh BMI, dilihat Bambang sebagai tidak seharusnya terjadi. Si BMI seharusnya memegang kartu asuransi mereka masing-masing. Namun dia mengaku tidak bisa mengambil tindakan terkait dengan itu karena menurutnya itu wewenang Jakarta untuk melakukan. Begitu pun soal sinyalemen bahwa banyak klaim asuransi yang dicairkan pihak PJTKI tanpa melibatkan BMI dan uangnya masuk ke PJTKI, dia mengaku tidak pernah mendengar informasi tersebut. “Saya kan hanya sebatas membantu bagaimana anak-anak bisa mengurus dan mencairkan hak mereka atas klaim asuransi,” terangaya. Sementara itu seorang pejabat lain di KJRI yang enggan dicantumkan namanya menyatakan bahwa kasus percairan klaim asuransi tanpa melibatkan BMI itu marak terjadi. Bahkan dia mengaku sudah pernah mempertanyakan itu ke Jakarta tapi hingga sekarang tak kunjung ada jawaban yang pasti. “Wong surat yang dikeluarkan dari Hong Kong nggak banyak tapi kok dicairkan banyak. Itu siapa yang mencairkan? BMI kan nggak bawa kartu asuransi,” ujarnya kepada SUARA.


6 March 2009

SUARA




WARTA



Krisis global perburuk nasib buruh migran Oleh Santi

KRISIS ekonomi global yang kini melanda berbagai belahan dunia bakal memperburuk nasib buruh migran. Diramalkan, dampak krisis kali ini akan jauh lebih buruk dibanding Depresi Besar tahun 1930-an. Jumlah orang yang bakal kehilangan kerja di berbagai penjuru dunia akan mencapai 190 juta orang di tahun 2009 saja. Sementara krisis diramalkan masih akan berlangsung hingga tahun 2010. Demikian benang merah forum “Global Economic Crisis: Effects, Implications & Strategies for Migrants Workers” yang digelar oleh Asian Migrant Centre (AMC) dan Coalition for Migrant’s Right (CMR) di Wanchai, Minggu (1/3). “Krisis yang terjadi kali ini merupakan krisis sistematik akibat model pembangunan neoliberalisme,” ungkap Direktur Eksekutif AMC Rex Varona yang menjadi salah satu pembicara dalam forum tersebut. Pembicara lainnya Y. Stephen Chiu, Associate Professor School of Economics and Finance dari University of Hong Kong; Vic Dimagiba dari Konsulat Filipina; Sumiati dari CMR; dan Shinsa dari Christian Action for Domestic Helpers and Migrant Workers Program.

REX Varona dalam forum soal Krisis Global di Wanchai, Minggu (1/3) Rex juga menyebutkan bahwa neoliberalisme, model pembangunan ekonomi yang berevolusi pasca Perang Dunia II, menjadi biang keladi dari berbagai krisis yang terjadi saat ini. “Penderitaan kita (buruh migran-red) tak baru di bawah sistem neoliberal, tapi kini lebih buruk. Itu yang membuat kita khawatir,” ungkapnya. Rex menyebut prediksi International Monetary Fund (IMF) bahwa di tahun 2009, total orang yang bakal kehilangan pekerjaan di seluruh dunia akan mencapai 190 juta orang. Stephen Chiu juga memprediksi bsam-

pai tahun 2010, krisis ekonomi masih akan terus melanda dunia. Ia menyebut sistem intensif atau pemberian komisi yang besar kepada pegawai di perusahaan multinasional, membuat bangunan ekonomi neoliberal menjadi kolaps. Rex meramalkan krisis saat ini akan membuat kebijakan Imigrasi di negara tujuan buruh migran menjadi lebih ketat, jumlah PHK melonjak, kemungkinan pemangkasan gaji akan terjadi, kondisi kerja akan lebih buruk, dan sentimen terhadap pekerja migran dari warga lokal akan menguat.

6 March 2009

BMI tak khawatir tergusur PRT lokal

tak cukup kaya untuk mengeluarkan uang banyak untuk membayar PRT BURUH migran asal Indonesia yang mereka. Jadinya mereka akan lebih bekerja di sektor rumah tangga di condong memilih PRT asing. “PRT Hong Kong tak khawatir “pasar kerja” lokal minimal menerima HK$6000 ke mereka akan tergusur oleh pekerja ru- atas dihitung berdasarkan jam kerja. mah tangga lokal. Tuntutan kerja yang Sementara mayoritas penduduk lokal lebih banyak dengan jam kerja panjang bukan orang kaya yang mampu memserta upah lebih rendah membuat ma- bayar segitu,” ungkapnya. jikan Hong Kong akan lebih cenderung Hal senada dikatakan oleh Sringamemilih PRT asing. tin. Beda jam kerja dan upah membuat Demikian pendapat yang disam- PRT asing lebih “diminati” dibanding paikan Ketua Asosiasi Tenaga Kerja PRT lokal. Indonesia (ATKI) di Hong Kong Eni Namun Sringatin tak memungLestari dan Ketua Indonesian Migrant kiri bahwa kekhawatiran itu ada jika Workers Union (IMWU) Sringatin saat pemerintah menyamakan gaji PRT dihubungi SUARA secara terpisah, lokal dengan PRT asing. Namun baik pekan lalu. IMWU maupun ATKI mengkhawatirIni menanggapi rencana Employees kan bahwa pemerintah akan memanRetraining Board (ERB) untuk menam- gkas gaji buruh migran seperti yang bah training atau pelatihan bagi PRT pernah dilakukan saat krisis sebellokal guna meningkatkan daya saing. umnya. Tapi kekhawatiran ini ditepis “Tuntutan kebutuhan atas PRT lokal oleh Stephen Chiu. Analis finansial dan (buruh) migran tidak sama,” ujar dari Hong Kong University ini mengaEni Lestari. Pertama, menurut Eni, takan bahwa pemerintah Hong Kong PRT lokal tidak stay-in seperti PRT as- tak akan melakukan perubahan drastis ing. Sementara mayoritas warga Hong terkait kebijakan buruh migran. “PRT Kong lebih cenderung memilih PRT asing adalah salah satu tulang pungyang bisa stay-in karena jam kerjanya gung perekonomian Hong Kong. Saya sudah pasti lebih panjang. Kedua, pikir krisis kali ini tak akan membuat upah PRT lokal lebih mahal dibanding pemerintah melakukan perubahan kePRT asing. Sementara mayoritas warga bijakan yang punya pengaruh drastis Hong Kong yang menggunakan PRT pada PRT asing,” ungkapnya kepada adalah kelas menengah ke bawah yang SUARA, Minggu (1/3). Oleh Santi


6 March 2009

SUARA




FORUM

10

Mengenal menteri-menteri kabinet setan

Untuk dilihat

Editorial

Kartu asuransi harus dipegang BMI SAAT aturan yang mewajibkan setiap calon buruh migran Indonesia (BMI) membeli asuransi sebelum mereka diberangkatkan bekerja di luar negeri diciptakan, semestinya adalah demi sebuah tujuan yang mulia. Demi bagaimana membuat anak bangsa yang “dipaksa” mengais rejeki di negeri orang itu lebih terlindungi dengan relatif lebih baik. Tapi yang jadi masalah adalah tujuan dan praktik tidak selalu berjalan seiring. Puluhan tahun berlaku, “perlindungan” yang harus ditebus sebesar Rp. 400.000 nyaris tak pernah dinikmati BMI. Sementara mereka yang seharusnya tidak menerima, ditengarai justru menjadi pihak yang menikmatinya. Bagaimana itu bisa terjadi? Mentalitas dari pejabat terkaitlah yang sebenarnya menjadi sumber ketidakjelasan kemana larinya uang perlindungan ini. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menuding adanya konspirasi dan kecenderungan para pejabat untuk menutup informasi tentang asuransi kepada BMI. Mereka malah mengaku sudah mencium adanya indikasi penggelapan uang asuransi BMI ini setelah mereka melihat praktik yang terjadi di

6 March 2009

Terminal Empat. Bahkan, seorang pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong pun menyebutkan adanya indikasi penggelapan dana asuransi BMI ini. Si pejabat mengaku keheranan mengetahui bahwa klaim asuransi yang dicairkan jauh lebih banyak dari surat pengantar yang dikeluarkan KJRI. Padahal, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap calom BMI yang diberangkan ke luar negeri, meski mereka yang membayar, tak pernah ada yang memegang kartu asuransi. Seluruh kartu asuransi mereka ditahan oleh Perusahaan Jasa Tenaga Kerja yang memberangkatkan mereka. Padahal jelasjelas program asuransi itu dirancang dan dibayar oleh BMI. Akibatnya, BMI pun hanya jadi bulanbulanan yang di satu sisi dipaksa membayar namun justru pihak lain yang berpesta pora. Jika pemerintah memang masih punya niat “melindungi” dengan program asuransi ini, semestinya bisa saja dengan mudah memutus rantai konspirasi ini. Betapapun, kartu asuransi itu adaalah hak BMI dan tak ada satu pun alasan bagi pihak lain untuk menahannya.

ai Departemen Urusan Pelacuran nya adalah setan perempuan. Jika Manusia (DEPURLACUR). Ia, denyang masuk itu perempuan maka Mimbar gan trilyunan pegawainya, bekerja yang menunggu dan menggoda di Rohani keras menggoda manusia dengan dalamnya adalah setan laki-laki. berbagai teknik hias dan tipu musli- 7. Wulhan. Menteri setan ini mengepalAnda hat supaya mereka berbuat zina. ai Departemen Urusan Penggodaan 3. Mabsuth. Menteri setan ini mengepalWudhu Manusia (DEPURGODHU). Oleh H. Abdul Muhaemin ai Departemen Urusan Pemberdosaan Ia dengan trilyunan pegawainya, SEGALA puji dan syukur kehadirat AlManusia (DEPURDOSA). Ia, dengan bekerja keras menggoda orang yang lah, Tuhan Pencipta alam. Solawat dan trilyunan pegawainya, bekerja keras akan dan sedang berwudhu dengan salam kehadirat junjungan Nabi Besar menggoda manusia supaya berbuat membuat keraguan niat, menggangMuhammad SAW, pemungkas segala dosa sebanyak-banyaknya. gu cara berwudhu, melamun ketika utusan. 4. Dasim. Menteri setan ini mengepalai berwudhu dan sebagainya. Sesungguhnya hidup dan kehidupan Departemen Urusan Pengadu-dom- 8. Wusynan. Menteri setan ini mengepalkita ini bisa diibaratkan sebagai medan baan Manusia (DEPURDUDOM). ai Departemen Urusan Penggodaan jihad. Dalam pertempuran di medan Ia, dengan trilyunan pegawainya, Shalat Manusia (DEPURDALAT). Ia, perang pasti akan ada yang menang dan bekerja keras dengan berbagai tedengan trilyunan pegawainya, bekada yang kalah. Dalam kehidupan kita knik mengadu domba antara suami erja keras menggoda manusia yang juga demikian. Ada yang menang dan dengan isteri, antara anak dengan akan dan sedang melakukan shalat. ada yang kecundang. Jika dalam medan orang tua, antara saudara dengan Ada 7 tingkat godaannya: Jangan pertempuran biasanya kita memersaudara, antara keluarga dengan shalat, nanti dulu, percepat solat, berangi musuh manusia, namun dalam keluarga, antara kelompok dengan fikir dalam shalat, membaikkan shakehidupan keseharian kita memerangi kelompok, antara organisasi dengan lat karena riya, menyempurnakannya musuh setan yang tidak kelihatan, sanorganisasi, antara kampung dengan agar dipuji dan membaikkan serta gat profesional dan bekerja keras 24 jam kampung, antara penganut agama menyempurnakan supaya dipuji sehari. yang satu dengan penganut agama orang. Berperang melawan setan tentunya yang lainnya, antara partai dengan 9. Abyadh. Menteri setan ini mengepaltidak sama dengan bergerilya menenai Departemen Urusan Penyesatan tang manusia. Setan itu sangat cangManusia (DEPURSAT). Menteri gih tipu-dayanya, lebih profesional setan ini yang dibantu oleh bala bekerjanya, lebih banyak jumlahnya tentaranya, berusaha keras untuk dan tidak kelihatan wujudnya. menyesatkan manusia. Mereka Untuk lebih jelas bagaimana setan membisiki calon korbannya untuk dapat menggerakkan roda pemermenjauhi masjid dan mengajaknya intahannya dengan lancar tanpa ke disco, karaoke dan tempat-tempat adanya demo dan protes dari kayang dilarang Allah. langan rakyatnya, Imam Mujahid, 10. Aswad. Menteri setan ini seperti yang telah dinukil oleh Prof. mengepalai Departemen Urusan Baihaqi, mengatakan bahwa Allah Penggalakan Manusia Berbuat Jatelah menetapkan 10 Malaikat besar hat (DEPURGALHAT). Ia, dengan yang dikepalai Jibril untuk bertutrilyunan pegawainya, bekerja keras gas kepada manusia. Kemudian, Ifrit, partai, antara etnis dengan etnis dan untuk menggalakkan manusia berperdana menteri setan, mengangkat 10 sebagainya. buat jahat. Mereka menggunakan menterinya yang berpengalaman dan 5. Zalanbur. Menteri setan ini teknik yang licik dengan cara mengprofesional untuk merencanakan pengmengepalai Departemen Urusan hiasi yang buruk supaya terlihat baik godaan manusia. Mereka ini, dengan triPertipuan Perdagangan Manusia dan menguntungkan jika terjual, lyunan pejabat tinggi bersama pegawai(DEPURTIPDAGMAN) Ia, dengan merangsang hawa nafsu dengan pegawainya, bertugas menggoda dan trilyunan pegawainya, bekerja keras membujuk untuk melihat filem yang mencelakakan manusia siang malam, menggoda para pedagang dalam merangsang, menghiasi perbuatan pagi sore tanpa henti. segala transaksi perdagangan dan zina dengan alasan menolong dan Kesepuluh menteri setan itu adalah sepjual beli untuk menipu lawan dagang memberikan kapuasan, dan mengerti berikut: dan segala transaksi. hiasi minuman keras dengan mem1. Tsabar. Menteri setan ini mengepalai 6. Khinzib. Menteri setan ini mengepalbisikkan rasa bahagia dan bangga. Departemen urusan Pencelakaan ai Departemen Urusan Penggodaan Semoga dengan mengenal cara setan Manusia (DEPURLAKA). Ia denManusia di dalam W.C. (DEPUR- menggoda manusia, kita akan dapat gan trilyunan pegawainya, bekerja GANGWC). Ia, dengan trilyunan mempertahankan diri dari panah-panah keras menggoda dan menipu tanpa pegawainya, bekerja keras mengoda setan yang ditembakkan ke arah kita dan mengenal lelah untuk mencelakakan orang yang masuk WC. Jika yang dapat melumpuhkan mereka sehingga manusia sebanyak-banyaknya. masuk WC itu laki-laki maka yang kita akan menang dan setan kecundang. 2. Al-A’war. Menteri setan ini mengepalmenunggu dan menggoda di dalam- Wallahu A’lam

Surat pembaca Minta kontak Miss Amanda Jane Woodcock. Hallo,Suara. Aku salah satu penggemarmu. Tidak membaca satu edisi saja seperti nggak diapelin pacar! Anyway, langsung aja. Aku salut pada Miss Amanda yang berani mengungkapkan kebenaran sebenarbenarnya. SUARA, aku minta tolomg dong... Aku kepengin menghubungi Miss Amanda tapi nggak tahu caranya... Maka dari itu aku minta bantuanmu.

sangat tidak suka dengan fatwa yang dikeluarkan MUI. Sebelumnya saya minta maaf sekali, saya tidak tahu apakah Anda Muslim/Nonmuslim. Tapi perlu diketahui, Fatwa itu jelas untuk umat Islam di Indonesia yang mayoritas Muslim. Dan saya memberi komentar untuk saudara-saudaraku umat Islam. Dilihat dari manfaat dan dampaknya, pasti ada yang setuju dan tidak. Coba kalau umat Islam (umat terbesar di Indonesia Golput Monic. Tsuen Wan. NT semua), sedangkan orang Nonmuslim yang punya partai hak pilihnya digunakan semua. Tanggapan atas tulisan Elly Trisnawati Coba pikir siapa yang akan jadi pemimpin di Sebelumnya saya ucapkan terima kasih legislatif, presidennya? atas dimuatnya surat saya. Saya ingin Dan umat Islam yang Golput mau dipimpin menanggapi tulisan Elly Trisnawati di kolom oleh orang Nonmuslim? Kalau mau, ya Feature edisi/No.108. silahkan saja Golput. Islam mengajarkan kita Dilihat dari tulisannya, kayaknya dia sangat- untuk selalu berusaha mencari yang terbaik

dalam hal apa pun termasuk menentukan maaf bila tidak berkenan. pemimpin. Kemalasan berpikir dan Fita bertindaklah yang menyebabkan munculnya Golput. Pasti masih ada yang terbaik dari Minta kolom resep semua yang buruk. Trimakasih Hallo SUARA, saya mau usul nih, boleh Erwin Susanti nggak? Kalau bisa sih tolong kasih kolom resep masakan buat BMI. “Berbagi resep Saran materi iklan masakan dari BMI ke BMI” karena sangat Aku mau kasih masukan nih. Mengeai iklan berguna sekali buat BMI yang baru datang yang kamu muat, bagaimana kalau sebelum dan bekerja di Hong Kong. Memang sih ada iklan-iklan itu kamu muat kamu teliti dulu. bekal dari PT, tapi kita juga butuh variasi resep Seperti iklan dari toko (aku tidak cantumkan) masakan biar disayang majikan hehehe. yang ada di taipo KCR yaitu mengenai Kalau bisa resep masakan Hong Kong pengisian lagu, film dan lain-lain. Di situ ditulis karena BMI tidak lepasa dari dapur. Nak dengan bahasa dan istilah yang menurut saya kalau BMI pinter masak maka akan jadi Bmi tidak sopan dan edukatif. Ada istilah lebih yang berkualitas dan mungkin mengurangi sopan, dengan begitu SUARA kan benar- termination. Semoga usulanku diterima oleh benar perhatian dengan nilai kesopanan dan SUARA. edukatif. Buat yang bersangkutan mohon Warlina

Fanani Santi Nurul Qoiriah Joko Harjanto Richard S. Del Valle Dante Peralta Jeneth B. Piscano Nin Tang

Editor Reporter Editorial Consultant Sales Executive Sales Executive Sales Executive Advertising Coordinator Designer

Published by HK Publications Ltd. 30/F., Hopewell Centre, 183 Queen’s Road East, Wan Chai, Hong Kong Telp: 3416 3647, 2851 1766 Fax: 2858 8979 E-mail: hknews@hkpub.com WAN CHAI P.O. Box 23133

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced without the written permission of the publisher. We wish to acknowledge the following news sources: Asian Migration News, Kompas, Suara Pembaruan, Tempo Interaktif, Sinar Harapan and South China Morning Post.


6 March 2009

SUARA 11


WARTA

12

6 March 2009

Tentang Hari Perempuan Oleh Santi

SEORANG buruh migran Indonesia, Minggu (22/2) lalu bertanya malu-malu tentang Hari Perempuan Internasional. Ia tak paham beda antara Hari Kartini, International Women’s Day, dan juga Hari Ibu. Toh ketiganya sama-sama sebuah peringatan untuk perempuan. Lalu apa bedanya? Secara sederhana beda ketiga peringatan itu adalah pada tanggal. Jika Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April, Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember, maka Hari Perempuan Interasional jatuh setiap tanggal 8 Maret. Perbedaan lainnya, Hari Kartini merupakan peringatan untuk men-

genang pejuang perempuan dari Jepara. Sementara Hari Ibu untuk mengenang keberanian kaum perempuan Indonesia dalam menggelar Kongres I mereka pada 22-25 Desember di Yogyakarta. Sedangkan Hari Perempuan Internasional menjadi sebuah peringatan terhadap keberanian ribuan buruh perempuan di Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menggelar aksi untuk menuntut persamaan upah, pengurangan jam kerja dan hak untuk memilih dalam pemilu. Menariknya, khusus untuk Hari Kartini dan Hari Ibu, peringatan selalu dilakukan dengan ritual yang justru menempatkan perempuan tak lebih dari “konco wingking.” Semangat “emansipasi” kaum perempuan yang menjadi

pesan paling kuat dari Kartini dan juga Kongres Perempuan I di Yogya, justru kurang tersampaikan. Peringatan dua hari penting tersebut justru hanya ditandai dengan acara seremonial, seperti lomba kecantikan, lomba kebaya, lomba memasak, dan sebagainya. Juga dengan pesan-pesan”sponsor” bahwa perempuan yang “baik” adalah yang tetap tak lupa mengurus anak, suami, dan mengerjakan urusan rumah tangga, meski sudah menjadi perempuan karier. Padahal, pesan yang ingin disampaikan oleh Kartini dan juga Kongres Perempuan I di Yogya adalah bagaimana kaum perempuan bisa berperan di sektor publik (termasuk ranah sosial dan politik) dan bukan hanya terkurung di sektor domestik (rumah tangga). Dan bahwa urusan domestik atau rumah tangga, sebenarnya, bisa dibagi bersama kaum lelaki karena keduanya memiliki tanggung jawab yang sama. Perempuan harus memiliki suara dan penghargaan yang sama dengan kaum laki-laki. Dan selain itu, bersama kaum lelaki, menyuarakan kepentingan kaum paling miskin dan paling tertindas di Indonesia, sehingga kesejahteraan tak hanya dicecap segelintir orang. Untunglah, “spirit” perjuangan kaum perempuan ini masih terasa dalam peringatan Hari Perempuan Internasional. Inilah mengapa, buruh migran perempuan mesti mengetahui persis tentang sejarah Hari Perempuan Internasional, sebagai tonggak pengingatingat bahwa perempuan punya peran dan bisa menjadi garda terdepan dalam mengubah nasib kaum tertindas menjadi lebih baik. Tentu saja, perjuangan perempuan tak bisa melulu eksklusif atau hanya

AKSI buruh migran di HK menolak kekerasan terhadap perempuan dikhususkan kepada kaum perempuan, tapi juga harus fokus pada penderitaan rakyat. Di masa lalu, Indonesia pernah memiliki sebuah organisasi perempuan yang kuat, yang memiliki kader-kader termaju dan bekerja untuk kesejahteraan, baik di kota maupun pedesaan. Mereka membangun TK dan penitipan anak gratis di tiap kecamatan, hingga memungkinkan para perempuan tani dan buruh untuk bekerja tanpa perlu merasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka. Mereka juga membuka program-program pendidikan gratis Kejar Paket A dan B untuk mem-

berantas buta huruf di kalangan rakyat miskin yang tak sempat mencecap bangku sekolah karena biaya pendidikan yang mahal. Mereka juga gigih memperjuangkan kenaikan upah bagi buruh dan persamaan upah bagi buruh pabrik perempuan. Mereka juga menyelenggarakan pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin. “Spirit” yang dibawa oleh organisasi perempuan tersebut mestinya saat ini juga masih ada di dada setiap perempuan Indonesia, di manapun mereka berada. Entah sebagai ibu rumah tangga, pegawai kantoran, guru, jurnalis, maupun buruh migran.


6 March 2009

SUARA 13


WARTA

14

Dalam sehari, KJRI didemo dua kali Oleh Santi

KANTOR Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kewicks Street, Causeway Bay, bakal didatangi ratusan buruh migran Indonesia (BMI), Minggu (8/3), yang menuntut pencabutan Undang-Undang No.39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (PPTKILN) dan perbaikan layanan KJRI. Aksi ini tak hanya digelar sekali, tapi dua kali, pada hari yang sama, bersamaan dengan peringatan International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Aksi pertama, digelar oleh Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) dan Persatuan BMI Tolak Overcharging (Pilar) pada jam 12 siang, kemudian dilanjutkan dengan aksi yang dimotori oleh Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) dan Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho) pada jam 1 siang. Desakan soal pencabutan UU No.39/2004 akan menjadi tuntutan bersama, baik oleh ATKI maupun oleh IMWU. Juga soal perbaikan layanan KJRI. Sebelumnya, mereka juga telah memotori Aliansi Organisasi BMI Cabut

ATKI dan IMWU menggelar aksi terpisah pada Minggu (8/3) UU No.39/2004. Namun beda tuntutan soal biaya penempatan, membuat ATKI dan IMWU memutuskan untuk melakukan aksi terpisah. Menurut Ketua ATKI-HK, Eni Lestari, dalam aksinya mereka akan mendesakkan tuntutan agar biaya penempatan BMI di Hong Kong hanya sebesar satu kali potongan gaji sebulan dan biaya pelatihan di penampungan ditanggung oleh negara. Sementara IMWU, menurut Ketuanya Sringatin, akan mendesakkan tuntutan agar pemerintah merealisasikan janjinya untuk memangkas

biaya penempatan menjadi Rp 9 juta. Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Dirjen Pembinaan dan Penempatan (Binapenta) No. KEP 653/2004 disebutkan bahwa biaya penempatan BMI di Hong Kong ditetapkan sebesar Rp 9.132.000. Namun dalam praktiknya, SK ini tak pernah terealisasi. Selain aksi ke KJRI, ratusan BMI ini juga akan menggelar aksi di Central Government Office (CGO). IMWU dan Kotkiho bergabung dengan CMR. Sementara Atki dan Pilar bergabung dengan AMCB.

6 March 2009

Dituduh nyuri, BMI dipenjara 40 hari Oleh Aliyah Purwati

NASIB kurang mujur dialami oleh Rulita (18), buruh migran Indonesia (BMI) asal Indramayu, Jawa Barat. Karena tidak tahan dengan perlakuan majikan serta kondisi kerja, dia nekad kabur. Namun majikannya malah menuduhnya telah mencuri perhiasan senilai HK$ 80 ribu dan dia harus meringkuk di penjara Tai Lam selama 40 hari. Rulita yang baru bekerja di rumah majikannya di Laguna City selama 22 hari tersebut berkisah, bahwa tanggal 8 Januari lalu ia kabur dari rumah majikannya meski ia tidak tahu jalan karena sama sekali tidka pernah keluar rumah. “Aku tanya sana sini akhirnya sampai Konsulat Causeway Bay. Aku berharap mereka (KJRI-red ) bisa bantu. Eh, malah aku disuruh ke agen aja,” kisahnya saat ditemui SUARA di shelter milik Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia (Kotkiho), Minggu (1/3) lalu. Pihak KJRI, menurut Rulita, akhirnya menelpon agen yang langsung menjemputnya. Namun Rulita tak menyangka bahwa pada hari yang sama ia dikenai tuduhan mencuri oleh majikannya. Ia pun ditangkap polisi dan diajukan ke pengadilan Kwun Tong untuk tuduhan pencurian. Dua kali sidang, Rulita dikirim ke penjara Tai Lam dan ditahan selama 40 hari. Namun pada sidang berikutnya

pada tanggal 20 Februari, Rulita dinyatakan tak bersalah. Keluar dari pengadilan, Rulita kembali mendatangi KJRI. Namun ia hanya tinggal dua hari di shelter KJRI dan memutuskan pindah ke shelter Kotkiho. Perempuan yang disalurkan oleh agen Starcare ini mengaku tak merasa cukup diurus di KJRI. Tinggal di sehelter Kotkiho, ia kemudian mengurus kasus ketenagakerjaannya di Labour Department dengan bantuan Christian Action for Domestic Helpers and Migrant Workers Program. Namun Rulita mengaku bahwa selama ia berada di tahanan, Atase Ketenagakerjaan KJRI Sri Setiawati beserta rombongan sempat datang menjenguknya. “Ada lima orang yang datang waktu itu njenguk aku. Ya aku cuma berharap agar Konsulat bisa bantu BMI, bukannya nyuruh-nyuruh agar agen aja yang ngurus,” ungkapnya. Selama di majikan, Rulita hanya menjaga bayi berumur dua tahun. Namun karena waktu kerja yang hampir 24 itu lah yang membuat dia tidak kuat dan memutuskan kabur. “Aku tidur rata-rata cuma tiga jam sehari. Soal makan juga kurang banget. Bahkan dua terakhir kerja aku nggak dikasih makan,” ungkapnya. Sementara itu, Rulita menerima gaji HK$3580 dan mengalami masa potong gaji selama tujuh bulan.


6 March 2009

SUARA 15


WARTA

16

Lagi, BMI jadi korban pukul majikan Oleh Aliyah Purwati

KASUS kekerasan terhadap buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong terus terjadi. Kali ini yang menjadi korban adalah Malikah (22), BMI asal Blitar. Gara-gara dianggap tidak mampu bekerja, ia menerima pukulan dari majikan perempuannya hampir setiap hari. Tidak tahan, Malikah memutuskan melaporkan majikan ke polisi dan kabur pada Sabtu (28/2) lalu. Ditemui SUARA di Bethune House, Minggu (1/3) Malikah menceritakan, hampir semua pekerjaan yang ia kerjakan tidak pernah dinilai benar. “Apa-apa salah. Dan majikan saya selalu memaksa saya memukul diri saya sendiri. Kalau saya nggak mau dia ganti mukul keras banget. Malahan akhir-akhir ini saya juga sering dijewer sampai telinga saya kayak gini. Saya nggak kuat akhirnya saya lapor polisi dan kabur,” ungkapnya sambil menunjukkan luka di telinga akibat jeweran

majikannya itu. Ia juga mengatakan, majikan perempuan pernah memukulnya dengan botol minum hingga membekas di punggungnya saat dia dinilai salah dalam bekerja. “Dia (majikan perempuanRed) langsung telepon agen waktu itu melaporkan bahwa saya nggak bisa kerja. Lalu saya ngadu ke agen tentang majikan saya yang suka mukul. Eh, malah agen bilang nyuruh saya diem dan sabar sampai empat bulan,” jelas perempuan yang mengaku agennya Bestwell dan berkantor di daerah Yuen Long ini. Malikah mengaku baru bekerja di rumah majikan di kawasan Yuen Long tersebut selama satu bulan. Dia bertugas menjaga anak berumur 10 tahun serta bersih-bersih rumah. Dia menerima gaji HK$3580 dengan masa potong gaji selama tujuh bulan. Ini adalah majikan kedua baginya setelah sebelumnya dia bekerja pada seorang majikan, juga di daerah Yuen Long.

6 March 2009

Majikan penganiaya BMI tak tersentuh polisi Oleh Santi

POLISI Hong Kong tak menuntut majikan penganiaya buruh migran Indonesia, meski banyak bukti yang disodorkan terkait kasus penganiayaan tersebut. Yayah (30), BMI asal Batam, mengaku pasrah dan memutuskan pulang Selasa (3/3), setelah klaim gugatan ke majikan untuk kasus ketenagakerjaan yang ia ajukan ke Labour Department, hanya bisa memaksa majikannya memberikan ganti rugi sebesar HK$20.000. Sementara kasus penganiayaan terhadap dirinya yang dilaporkan ke polisi tak ada kelanjutannya karena polisi menganggap ia tak cukup punya bukti. “Tapi saya bersedia datang lagi ke Hong Kong sebagai saksi kalau kasus ini bisa dibuka lagi,” ungkap Yayah saat ditemui SUARA di kantor Helpers Domestic Helpers (HDH), Central, Rabu

(25/2) lalu. Kemungkinan untuk membuka kembali kasus penganiayaan Yayah disampaikan oleh Assistant Manager HDH, Betty Listianti Wagner. “Kita sedang upayakan berbagai cara agar kasus ini bisa reopen,” ungkapnya. Yayah sendiri mulai dianiaya majikan perempuannya sejak Juni 2008 saat ia menjalani kontrak keduanya dengan majikan yang sama. “Padahal selama kontrak per- YAYAH tama, majikan perempuan saya nggak pernah mukul,” terang Yayah. Awalnya, Maret 2008, majikan perempuannya yang selalu tinggal di rumah ini sering mengomel. Apa saja yang dikerjakan Yayah tampak salah di matanya. Kemudian pada Juni 2008, ia mulai main tangan. Dari menjambak rambut Yayah, menampar dan menjotos wajah, menendang bokong, hingga yang terakhir mencocok kantung mata dengan sumpit. Majikan Yayah juga punya buku kecil yang berisi catatan berbagai “kesalahan” Yayah. Dari masakan yang dianggap tak enak hingga soal “salah” meletakkan mangkok makan. Dan untuk setiap kesalahan sepele seperti itu, gaji Yayah dipotong $10. Padahal dalam satu hari, tak cukup sekali tindakan Yayah dianggap salah oleh majikannya. Yayah juga tak pernah mendapatkan libur mingguan secara penuh. “Kalau Minggu, saya disuruh keluar jam 10, ter-

us disuruh belanja ke Tung Chung. Jam 1 sudah harus sampai di rumah. Jadi teman-teman saya suka bingung, itu libur apa bukan,” jelas Yayah yang majikannya tinggal di kawasan Discovery Bay. Yayah juga tak pernah mendapatkan waktu tidur yang cukup dan jatah makan yang baik. Bukan hal aneh jika dalam sehari, ia hanya mendapatkan jatah makan satu kali. Penderitaan Yayah berakhir saat lukaluka penganiayaan yang ia dapatkan dipergoki oleh seorang ekspatriat yang menyewa flat milik majikannya, juga di kawasan Discovery Bay. Ekspatriat tersebut awalnya bertanya kepada Yayah, mengapa ia berencana pulang ke Indonesia. Perempuan ekspatriat itu mengenal Yayah cukup baik karena selama renovasi rumah sewaanya, Yayah selalu disuruh majikannya untuk ikut membantu. Mendapat pertanyaan itu, Yayah yang sejak Juni 2008 selalu disuruh majikannya untuk memakai masker dan topi guna menutupi bekas pukulan di wajahnya, berterus terang tentang apa yang terjadi. Saat masker dan topinya dibuka, ekspatriat itu memeluk Yayah dan menangis. Ia kemudian minta Yayah tak balik ke rumah majikan dan melapor ke polisi. Ia juga sempat memotret lebam di wajah dan tubuh Yayah. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 29 Juli 2008. Dari sinilah kemudian, kasus Yayah ditangani oleh HDH. Sayang, polisi menutup kasus dan mengatakan tak cukup bukti untuk menyeret majikan Yayah ke pengadilan.


6 March 2009

SUARA 17


18

6 March 2009

FEAT

Kebangkrutan neolibera Oleh Santi

SISTEM ekonomi neoliberal -dimana mekanisme pengerukan keuntungan diserahkan sepenuhnya ke pasar dan negara atau pemerintah tak boleh melakukan intervensi terlalu besar- telah bangkrut. Seluruh negara di berbagai belahan dunia terkena dampaknya. Jutaan orang kehilangan kerja, gelombang PHK di ribuan perusahan seolah tak pernah berhenti sejak Oktober 2008 hingga saat ini. Tak bisa dihitung berapa banyak orang yang kini jadi gelandangan. Kemiskinan begitu tampak terang benderang di depan mata. Kondisi ini membuat hampir seluruh negara di dunia mengubah arah kebijakan ekonominya menjadi lebih protektif. Jika kebijakan pasar bebas di bawah bendera neoliberal memungkinkan barang dan jasa serta kapital bertukar tempat secara bebas antarnegara dengan kebijakan yang longgar, maka kini masingmasing pemerintahan cenderung untuk fokus melindungi warganya. Di Amerika Serikat, jantung kapitalisme global, Presiden Barack Obama memberikan dana talangan agar proyekproyek besar yang melibatkan banyak pekerja bisa berjalan. Pasalnya prediksi

tahun 2009 menyebut bahwa lebih dari 5 juta warga AS bakal kehilangan kerja di tahun 2009 ini saja. Dalam pemberian dana talangan tersebut, Obama juga menyebut soal poin “Buy American” dimana industriindustri manufaktur dan infrastruktur sebaiknya membeli bahan-bahan dari Amerika. Kebijakan inilah yang dianggap “menyalahi” hukum pasar, menyalahi neoliberal. Padahal mestinya, pasarlah yang menentukan harga. Pemerintah tak boleh melakukan intervensi untuk menyelamatkan industri dalam negerinya dengan membuat belanja negara kembali ke negeri asalnya. Tapi sepertinya, tren inilah yang terjadi di seluruh dunia. Di Inggris, para pekerja mogok, menuntut agar pekerjaan di Inggris diberikan kepada warga Inggris. Di Prancis, lebih dari 1 juta turun ke jalan pada 29 Januari lalu dan menuntut pekerjaan dan upah yang layak. Di Yunani, polisi terpaksa menggunakan gas air mata guna mengatasi demonstrasi petani yang menuntut pemberian subsidi lebih besar. Di Malaysia, pemerintah menginstruksikan perusahaan memprioritaskan pekerja non-Malaysia yang diPHK duluan jika gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) tak terelakkan

dan mulai membatasi masuknya aliran tenaga kerja asing. Di Indonesia, demonstrasi ribuan buruh juga nyaris menjadi pemandangan setiap pekan. Neoliberalisme memang benar-benar sudah bangkrut. International Monetary Fund (IMF), sang penganjur neoliberalisme, bahkan ”terpaksa” mengakui bahwa dunia kini sedang memasuki sebuah penurunan aktivitas ekonomi yang serius dan di ambang kejutan ekonomi paling berbahaya sejak peristiwa depresi besar tahun 1930-an. Peraih nobel ekonomi, Joseph Stiglitz, bahkan memperkirakan krisis saat ini tak jelas kapan pulihnya. Wakil Presiden RI-I Mohammad Hatta pernah mengatakan bahwa kapitalisme –yang kini muncul dalam bentuk baru sebagai neoliberalisme- pada akhirnya menggali lubang kuburnya sendiri. Di buku yang ia tulis tahun 1934 dari balik jeruji penjara di Glodok, sebelum kemudian ia dibuang ke Digul, Hatta menyimpulkan bahwa krisis ekonomi memang ”penyakit” bawaan kapitalisme. Dalam istilah Hatta, kapitalisme menjadi sekadar nafsu untuk mengejar keuntungan dan menjadikan penumpukan modal/kapital sebagai tujuan itu sendiri. Kapitalisme pada akhirnya men-

BURUH migran Indonesia di Victoria Park. Krisis global membuat nasib pek ciptakan kontradiksi dalam dirinya (AMC) Rex Varona bahwa penderitaan sendiri dan menjadikan hasil dari kon- yang dialami buruh migran sama sekali tradiksi sebagai lubang kuburnya. bukan kisah baru, tapi krisis yang melanda dunia saat ini membuat kondisi Nasib buruh migran menjadi lebih buruk. Di tengah situasi ini, nasib buruh Selama ini, di bawah kebijakan neomigran, termasuk BMI, menjadi makin liberal, buruh migran diperlakukan tak terpuruk. Menarik mengutip ucapan Di- lebih dari komoditas barang dagangan, rektur Eksekutif Asian Migrant Centrre yang bisa dipertukarkan semata-mata


TURE

6 March 2009

al & nasib BMI

Kanada, Amerika Serikat, dan Eropa Barat. Semua terjadi karena perusahaan-perusahaan multinasional yang di-back up oleh penyokong neoliberal (termasuk di dalamnya sejumlah lembaga finansial global seperti IMF, Bank Dunia, dan juga lembaga perdagangan dunia WTO) telah merampok sumber daya alam di berbagai belahan dunia dengan pemberian kompensasi utang yang disyaratkan oleh lembaga-lembaga finansial. Semua kebijakan yang dibuat negara bersangkutan berada di bawah dikte lembaga-lembaga finansial global tersebut, dengan konsekuensi perusahan-perusahaan multinasional diberi jalan lapang untuk berinvestasi atau memasarkan produknya. Dalam logika pengerukan untung sebesar-besarnya inilah, nasib manusia menjadi tak pasti. Kemiskinan menjadi kerja migran semakin terjepit. cerita sehari-hari. Pendidikan dan kesehatan yang mahal atas alasan harga atau uang. Bukan hal aneh kemudian di bawah membuat akses kaum miskin untuk keneoliberal, aliran buruh migran men- hidupan yang lebih baik semakin tertugalir dari negeri-negeri miskin di Asia, tup. Migrasi kemudian menjadi sebuah Amerika Latin, dan Eropa Timur ke keterpaksaan. Namun ternyata, sistem neoliberal senegeri-negeri kaya di jajaran “macan� Asia seperti Hong Kong, Singapura, Tai- makin menunjukkan wajah buruknya. wan atau ke negeri-negeri kaya minyak Kini saat, sistem tersebut bangkrut, naseperti Arab Saudi dan Kuwait. Juga ke sib buruk berlapis menimpa buruh mi-

SUARA

gran. Kemiskinan akan semakin akut dan aliran migrasi akan semakin besar. Namun karena setiap negara melakukan antipasi terhadap pekerja asing, maka kebijakan migrasi di masing-masing negara diperkirakan akan lebih ketat. Yang terjadi nantinya, akan makin banyak orang bermigrasi secara illegal. Sementara itu, kalaupun negara-negara tujuan membutuhkan buruh migran, maka yang ditawarkan adalah pekerjaan dengan upah murah atau berisiko tinggi yang warga lokalnya tak mau melakukan. Namun dikhawatirkan, dalam jangka panjang, krisis ini juga akan memicu sikap anti-migran. Kondisi tanpa kerja dan kemiskinan yang akan dialami oleh seluruh warga dunia membuat mereka akan memiliki sikap curiga terhadap pekerja asing secara berlebihan. Jika ini terjadi, maka kericuhan atau kerusuhan rasial tak terelakkan. Agaknya dunia perlu memikirkan tentang sebuah sistem ekonomi alternatif yang tak terus menerus menempatkan kaum miskin sebagai tumbal. Bukan semata sebuah sistem yang “memoles� wajah buruk neoliberal, tapi sebuah sistem yang benar-benar menjadi antitesis dari sistem yang telah bangkrut ini. DIKHAWATIRKAN krisis global akan memicu sentimen antimigran

19


WARTA

20

6 March 2009

Citizen service dimulai Juni mendatag Oleh Fanani

KONJEN Ferry Adamhar berharap sistem pelayanan warga dalam satu atap (citizen service) di di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong sudah bisa digelar mulai Juni mendatang. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada wartawan usai meresmikan pengoperasian shelter baru KJRI di lantai 8 gedung KJRI, Minggu (1/3) lalu. “Saya berharap Mei sudah siap semuanya,” tegasnya. Dia juga menyampaikan, salah satu alasan dipindahnya shelter dari lantai satu ke lantai delapan ini selain demi kenyamanan juga dalam rangka persiapan citizen service yang akan dipusatkan di sana. Menyinggung kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mengoperasikan program tersebut, Ferry Adamhar

menyatakan tidak ada masalah karena dalam beberapa waktu ke depan akan datang tambahan pejabat dari Jakarta. Program citizen service sebenarnya sudah diluncurkan di KJRI Hong Kong sejak Oktober 2008. Saat itu, kepada SUARA, Konjen menyatakan Hong Kong menjadi salah satu dari 18 perwakilan Indonesia di luar negeri yang diamanatkan Permenlu No 4/2008 untuk menyelenggarakan citizen service. Pada awalnya, sistem layanan warga ini memang difokuskan di negara-negara yang menjadi daerah tujuan BMI. Perwakilan lain yang juga ditunjuk antara lain KBRI Abu Dhabi, Kuwait, Kuala Lumpur, Tokyo, KJRI Penang, Johor Baru, Los Angeles, dan Sydney. Tahun sebelumnya, merujuk pada Instruksi Presiden No.6/2006, layanan sejenis dibuka di enam perwakilan pemerintah RI, yakni di KBRI Singapu-

Komunitas Filipina di Hong Kong geram fair. Perbandingan yang mereka buat menyudutkan orang Filipina,” ungkap KOMUNITAS Filipina di Hong Kong keduanya saat ditemui SUARA di halageram terkait laporan terbaru yang man St. John’s Cathedral, Rabu lalu. diberitakan oleh The Standard, Rabu Berita kontroversial tersebut dipub(29/2) lalu. Berita tersebut menyebut likasikan dengan judul Superbug Dilbahwa komunitas Filipina menjadi lema: Screening Call as Cases Rise pembawa bakteri yang menyebabkan Among Filipinos. Diberitakan bahwa infeksi kulit dan dalam kondisi ek- orang Filipina punya kemungkinan 23 strem, bisa menyebabkan masalah di lebih besar dibanding orang Chinese organ internal yang bisa membahay- untuk terinfeksi bakteri yang disebut akan nyawa. methicillin-resistant Staphylocauccus Pejabat Filipina menyebut head- aureus (MRSA). line The Standard tersebut “menggeMereka mengutip data dari Centre lisahkan” dan “diskriminatif” ke- for Health Protection yang menyebut tika menyebut jumlah warga Filipina kemungkinan bahwa penyakit tersebut yang terkena infeksi, pun jika mereka dibawa ke Hong Kong dari Filipina. menyebut jumlah komunitas Chinese Namun persentase komunitas yang dan komunitas kulit putih yang terk- terinfeksi MRSA di Hong Kong menena infeksi jauh lebih tinggi di Hong unjukkan bahwa komunitas Filipina Kong. bukanlah yang terbesar. Sebanyak “Headline tersebut menunjukkan 61 persen adalah orang Chinese, 21 bahwa komunitas Filipina adalah pem- persen Filipina, 10 persen orang kubawa penyakit tersebut ke Hong Kong, lit putih dan 5 persen adalah orang bahkan mengusulkan screening bagi Asia lainnya. Laporan juga menyebut pekerja migran,” ungkap Wakil Konsul bahwa orang kulit putih sebenarnya Jenderal Filipina Kira Danganan-Azu- punya kecenderungan lebih besar terkcena kepada Hong Kong News, Rabu. ena infeksi MRSA. Disebutkan ada 38 “Artikel tersebut menyesatkan. Dari dari 100.000 orang kulit putih di Hong sejumlah kasus yang terjadi tahun Kong yang terinfeksi MRSA, semen2008, jumlah terbesar justru melibatkan tara Filipina 30 kasus per 100.000. dorang Chinese dan kulit putih, jadi Pakar kesehatan di Centre for Health mengapa orang Filipina yang menjadi Protection juga menyebut bahwa fokus pemberitaan tersebut?” ungka- persentase tertinggi orang Filipina pnya. yang terkena infeksi ini di Hong Kong Kegeraman yang sama juga disam- bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga paikan oleh Direktur Eksekutif Bet- (PRT). Mereka juga menyebut infeksi hune House Migrant Women’s Refuge ini sangat jarang terjadi pada PRT asal Edwina Antonio-Santoyo dan Direktur Indonesia yang jumlahnya mencapai Eksekutif Mission for Filipino Migrant 123.000 di Hong Kong, beda sekitar Workers Cynthia A.Tellez. 3000 dari total jumlah PRT asal Fili“Berita tersebut sama sekali tak pina. Oleh Blanche S.Rivera/Santi

ra, Amman (Jordania), Bandar Sri Begawan (Brunei Darussalam), Seoul (Korea Selatan), Suriah, dan Doha (Qatar). Jika semuanya berjalan, dengan diberlakukannya program ini nantinya semua urusan pelayanan warga akan bisa diurus dalam satu atap. “Ketenagakerjaan di situ, Imigrasi di situ. Koordinatornya dari kekonsuleran,” ujarnya saat itu dan menyatakan kalau KJRI sudah memanggil Asosiasi Pengusaha Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Appih) untuk dimintai masukan dan mengingatkan para agen tersebut agar tak melakukan pelanggaran. Nantinya, sejumlah kebijakan yang akan diberlakukan KJRI di bidang ketenagakerjan, termasuk menetapkan suspend atau blacklist terhadap agen bermasalah, akan diputuskan oleh tim ‘satu atap’ tersebut.

O D N I

t e n a Arem


WARTA

6 March 2009

SUARA

21

8 kasus BMI Timteng mandeg di Deplu Oleh Santi

DELAPAN kasus buruh migran Indonesia (BMI) Timur Tengah yang ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum Buruh Migran IWORK mandeg di Departemen Luar Negeri. Padahal berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurus kasuskasus tersebut. “Kasus tersebut sudah laporkan ke

RINGKASAN BMI HK sumbang HK$71.544 ke korban Palestina BURUH Migran Indonesia (BMI) yang berada di Hong Kong berhasil menghimpun dana sumbangan untuk korban di Palestina sebesar HK$71.544. Dana tersebut kemudian diserahkan langsung kepada masyarakat Pelestina melalui tim relawan Dhompet Duafa yang berangkat langsung ke Palestina. Dalam surat yang dikirim Dompet Dhuafa Hong Kong ke redaksi, jumlah itu hanya yang terkumpul sampai dengan 8 Februari 2009 dan merupakan sumbangan yang dihimpun dari 52 pihak baik atas nama organisasi maupun per orangan. “Alhamdulliah atas dukungan dan semangat dari bapak/ibi/saudara, dana yang terhimpun kami sudah salurkan secara langsung ke rakyat Palestina yang berduka. Mohon doa restu mudahmudahan seluruh rangkaian program yang kami laksanakan di Jalur Gaza dapat berjalan dengan baik serta mendapat pertolongan dari Allah Swy” demikian tulis surat yang ditandatangani hardiansah atas nama Manajemen Dompet Dhuafa Hong Kong.

Lomba busana dan tari pocopoco Sanggar Budaya MEMPERINGATI Hati Kartini 2009, Sanggar Budaya KJRI Hong Kong akan menyelenggarakan lomba Peragaan Busana dan Lomba Tari Poco-Poco. Lomba Peragaan Busana akan dibagi menjadi busana tradisional bukan pengantin dan busana batik modern. Sementara untuk lomba tari poco-poco hanya diperuntukkan bagi peserta dalam kelompok atau grup. Lomba akan dilangsungkan di Hotung Secondary School pada 26 April 2009 dan akan memperebutkan Tropy Sanggar Budaya. Peserta bisa mendaftar dengan menghubungi Yayuk (90630550), Nanda (67566525.

Lomba bikin video pendek EQUAL Opportunities Commission (EOC), atau Komisi Persamaan Hak di Hong Kong mengadalan Lomba Video Pendek dengan tema “Stop Discrimination Now-Starting with You and Me.” Atau Stop Diskriminasi Sekarang-Mulai dari diri Anda dan Saya. Lomba terbuka untuk umum, bukan profesional, termasuk para BMI di Hong Kong. EOC menyediakan bermacam hadiah termasuk dalam bentuk uang tunai dan mensyaratkan materi lomba dalam bahasa Inggris atau Cantonis. Batas akhir memasukkan materi lomba sampai dengan 15 Mei 2009. Peserta bisa mendaftar langsung dengan datang ke kantor EOC yang terletak 19th Floor, Cityplaza Three, 14 Taikoo Wan Road, Taikoo Shing. Anda korban diskriminasi? Partisipasi dong.

Deplu sejak 24 November 2008 lalu, mengingat secara hukum Deplu adalah institusi pemerintah yang bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan WNI dan BHI yang terjadi di luar negeri, dan termasuk di dalamnya adalah BMI yang wajib dilindungi” ungkap Direktur LBH-BM IWORK, Yuni Asriyanti, kepada SUARA, akhir pekan lalu. Delapan kasus tersebut antara lain ka-

sus hilangnya jenazah BMI Perempuan Sri Puji Astuti (Arab Saudi) asal Brebes Jawa Tengah yang meninggal dunia pada Mei 2008 lalu; kasus trafficking yang dialami oleh Sukriyah binti Mukarim yang dijual ke Sudan; kasus hilang kontak yang dialami oleh Aisyah binti Kardi (Abu Dhabi), Maemunah binti Mari ( Saudi Arabia), Khaeriyah binti Dasuki (Arab Saudi), adan Lilis alias

Ella (Kuwait); serta kasus kerja paksa dan upah tidak dibayar yang dialami oleh Winah binti Darsu (Kuwait) dan Kasriyah binti Januri dan Sarnah binti Irsyat Sayafin (Abu Dhabi). Menurut Yuni, kasus-kasus tersebut sebenarnya sudah dilaporkan oleh pihak keluarga BMI sejak beberapa waktu lalu dan pihaknya telah melakukan upaya penyelesaian masalah ke pihak-

pihak yang bertanggung jawab, antara lain PPTKIS pengirim BMI, perwakilan pemerintah RI di negara tujuan, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Terakhir kasus-kasus tersebut dilaporkan ke Direktorat perlindungan WNI dan BHI Deplu dan belum ada kelanjutannya hingga saat ini.


22

Belum ada dana “trafficking” yang ada di luar negeri. ”Kami berunding dengan Malaysia dan menjelaskan MESKI Gugus Tugas Pencegahan dan hukum-hukumnya. Harus dibedakan Penanganan Tindak Pidana Perdagan- TKI ilegal dengan perdagangan orang,” gan Orang sudah terbentuk, hingga saat katanya, seperti diberitakan Kompas. ini belum ada anggaran yang solid unBerdasarkan laporan Organisasi Intuk mengatasi perdagangan orang atau ternasional untuk Migrasi (IOM) tahun trafficking. Padahal, korban perdagan- 2005-2007, mereka memulangkan 3.127 gan orang kian bertambah. korban perdagangan orang baik di ”Gugus Tugas belum ada pengang- dalam negeri maupun luar negeri, sepgaran yang solid. Setiap pekerjaan ada erti Malaysia, Singapura, Hongkong, dananya. Departemen Sosial menyedi- Arab Saudi, Jepang, Kuwait, Suriah, Taiakan dana untuk trafficking sebesar Rp 2 wan, dan Jordania. Dari 3.127 korban, miliar tahun 2008 dan Rp 3 miliar tahun 5 bayi, 801 anak, 2.321 dewasa, dan se2009,” kata Menteri Negara Pember- bagian besar korban adalah perempuan dayaan Perempuan Meutia Farida Hatta (88,9 persen). Swasono usai rapat dengan jajaran Akar permasalahan perdagangan terkait di Jakarta, Kamis (26/2). orang adalah kemiskinan dan rendahnMenteri Koordinator Kesejahteraan ya tingkat pendidikan. Oleh karena itu, Rakyat Aburizal Bakrie menyatakan, upaya penghapusan perdagangan perpemerintah memiliki sikap politik jelas, empuan dan anak harus sejalan dengan yakni melindungi warga negaranya penghapusan kemiskinan. Oleh Lilis Herlina

WARTA

6 March 2009

Surat Dari Kampung Bertamu di Jakarta (IV): Ingat Parmin Nah, ketika dalam perjalanan dari Bandara ke rumah Pakde, aku selalu jelalatan melihat kiri-kanan jalan. Bangunan tinggi-tinggi. Mobil banyak sekali. Aku perhatikan pula sebuah sungai yang airnya hitam. Di sisi kiri-kanannya berderet ruKang Mul mah-rumah dari kayu dan tak beraturan. Siapakah yang tinggal di rumah seperti Dik Srie di rantau Maaf ya, surat ini masih melanjutkan gubuk itu? Aku hanya menduga-duga saja. kisah yang lalu. Maklumlah Dik, bertamu Barangkali mereka orang-orang kampung ke Jakarta merupakan kenangan tak ter- seperti kita yang mengadu nasib di Jakarta. Aku jadi ingat dengan Parmin, temanku lupakan. Ya, ini pengalaman pergi jauh dari desa yang pertama, dan mungkin tera- SD yang tak melanjutkan sekolah. Setelah khir bagiku, Mbakyumu, Emak, dan Bapak. sekian lama memburuh tani di desa, ia pergi Naik pesawat terbang pula. Singkat cerita Dik, selama berada di pesawat terbang hatiku cuma deg-degan terus. Antara seneng banget, karena pengalaman pertama, tapi juga was-was. Tentu saja aku memperhatikan jendela. Ingat godaan dari Kang Jenu, yang bilang aku jangan membuka jendela untuk dadah-dadah ke dia. Aku sepintas juga memperhatikan Emak, Bapak dan Mbakyumu. Mereka juga diam semua. Mungkin perasaan mereka sama seperti aku. Jadi, selama perjalanan di pesawat, kami semua membisu. Emak tidak pipis, tidak seperti yang dia khawatirkan sebelum berangkat. “Kang, atiku ser-ser-an terus-terusan saat pesawatnya mau turun,” kata Mbakyumu saat kita sudah mendarat. Aku cuma mesem, sambil membatin, “Sama. Aku ke Jakarta sejak 5 tahun lalu. Lebaran lalu ia pulang kampung, dan kami bertemu. juga gitu.” Kami mengobrol lama. Dia bercerita Kami dijemput oleh sopirnya Pakde Gimin di Bandar Udara Soekarno-Hatta. bahwa di Jakarta hidup dengan mengandalWah, kami diperlakukan seperti tamu is- kan tenaga saja. “Jadi buruh. Apa saja aku timewa. Mobil yang dipakai menjemput kerjakan. Dari buruh bangunan, tukang bagus sekali. Aku tidak tahu apa mereknya. gali tanah, sampai tukang angkut sayur di Yang pasti aku belum pernah melihatnya di pasar, Mul,” katanya. Mungkin dia bercerita sejujurnya. Aku kota kecamatan, apalagi di desa kita.

perhatikan tubuhnya tetap gelap seperti waktu di desa. Masih tegap, tapi terlihat lebih kasar tangannya “Aku tinggal berpindah-pindah. Sewa bedeng, gubuk kayu, bersama teman-teman senasib. Pernah tinggal di gubuk di dalam kampung, pernah pula di pinggir kali,” katanya. Rumah kita di kampung juga tak jauh dari kali ya Dik. Tapi lebih jernih ketimbang sungai di Jakarta itu. Banyak sekali sampahnya. Airnya tidak bergerak. Ketika aku sedang membayangkan cerita Parmin, tiba-tiba mobil sudah berhenti di depan gerbang tinggi. Dari luar gerbang tidak kelihatan rumah di baliknya. “Sudah sampai kita,” kata sopir. Pintu gerbang terbuka, mobil terus masuk. Kulihat rumah gedong berlantai dua. Aku cuma bengong. Suara Pakde Gimin menyetop kebengonganku. “Selamat datang di Jakarta, di gubukku. Ayo masuk,” katanya. Wajahnya sumringah. Kulihat Bapak dan Emak sangat kikuk. Tentu saja kami kaget, karena memasuki rumah yang begitu mewah, seperti rumah yang biasa ditampilkan di sinetron televisi itu lho Dik. Ketika hendak melangkah ke dalam rumah itu rasanya kaki ini takut menginjak lantainya yang mengkilap. Duduk di kursi yang indah itu pun rasanya aku tak siap. “Ayolah, jangan sungkan-sungkan. Anggap seperti rumah sendiri,” kata Pakde. Duh... Dik Srie, gara-gara ingat Parmin itu aku jadi serba salah berada di rumah Pakde. Aku jadi merasa lebih siap tidur di gubuk Parmin, ketimbang di rumah Pakde Gimin. Laa, apa aku bisa betah tinggal empat hari di rumah yang begini mewah? (Dik, diteruskan di surat berikutnya ya... mohon sabar, masih ada banyak kejutan kami di Jakarta).


WARTA

6 March 2009

Kecanduan pornografi ganggu otak Oleh Lilis Herlina

PAPARAN materi pornografi secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi otak dan kemampuan inteligensia pencandu. Menurut Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan Sjafi’i Ahmad dalam seminar bertema ”Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba”, Senin (2/3) di Jakarta, pornografi memicu kekerasan seksual dan menurunkan mutu sumber daya manusia. Otak merupakan pusat pengaturan perilaku, terdiri dari banyak sirkuit, melibatkan beberapa area yang terbentuk dari proses belajar. ”Anak dan remaja yang kecanduan pornografi akan mengalami gangguan perilaku dan kemampuan inteligensia, merasa senang bila melihat materi pornografi,” kata Ketua Divisi Neurologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Yetty Ramli. Ahli bedah saraf Rumah Sakit San Antonio, AS, Donald L Hilton Jr, menjelaskan, kecanduan mengakibatkan otak bagian tengah depan (ventral tegmental area) mengecil. Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamine, zat kimia pemicu rasa senang, itu mengacaukan kerja neurotransmitter, pengirim pesan.

Kecanduan pornografi sama prosesnya dengan kokain dan zat adiktif lain. Paparan pornografi menyebabkan perubahan konstan pada neurotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Seseorang yang kecanduan pornografi tak bisa mengontrol perilaku seksnya dan mengalami gangguan memori. ”Kondisi ini tidak terjadi segera, tetapi melalui tahapan dan ditandai tindakan impulsif kecanduan dan perubahan perilaku,” ujarnya seperti diberitakan Kompas. Kerusakan otak akibat kecanduan ini lebih berat dibandingkan dengan jenis kecanduan lain. Kepala Pusat Pemeliharaan, Peningkatan, dan Penanggulangan Inteligensia Kesehatan Departemen Kesehatan Jofizal Jannis menambahkan, kecanduan pornografi dan narkoba mengakibatkan kegagalan adaptasi sosial. Kecanduan tersebut juga merusak fungsi otak dan struktur otak dengan pola yang sama dengan gejala-gejala adiksi fisiologis karena obat-obatan dan alkohol. ”Tidak seperti adiksi lainnya, kecanduan pornografi tidak hanya memengaruhi fungsi luhur otak, tetapi juga merangsang tubuh, fisik, dan emosi diikuti perilaku seksual,” kata Jofizal. Bila gangguan perilaku dan kemampuan inteligensia itu meluas, hal itu akan memperburuk kemampuan, kesehatan fisik, mental, dan sosial.

SUARA

23

Bunuh nenek, dipenjara seumur hidup perbuatannya. “Keadilan bukan cuma menyangkut SEORANG buruh migran asal Indo- terdakwa. Keadilan juga menyangkut nesia diharuskan menjalani hukuman korban dan keluarga mereka serta demi penjara seumur hidup karena mem- kebaikan masyarakat luas,” kata Hakim bunuh majikannya di Singapura. Sidang Tay seperti dilansir Straits Times, Jumat Peninjauan Kembali (PK) memutuskan (27/2). Barokah pantas menerima vonis terseHakim mengingatkan, depresi yang but. dialami Barokah telah mendorong pemHakim Mahkamah Agung (MA) Sin- bunuhan tersebut. Depresi itu sebagian gapura, Tay Yong Kwang mengatakan, besar disebabkan pilihannya untuk ada risiko Barokah akan mengulangi menjalin affair dengan pria-pria beristri. Oleh Lintang

Barokah telah mengaku bersalah pada November 2007 atas dakwaan pembunuhan Madam Wee Keng Wah, majikannya yang telah lanjut usia. PRT tersebut memukul perempuan berumur 75 tahun itu hingga pingsan. Dia kemudian mendorong tubuh majikannya keluar dari jendela apartemen yang berada di lantai sembilan. Barokah pun divonis penjara seumur hidup namun dia mengajukan banding. Namun banding ditolak.


WARTA

24

Parpol kurang peduli nasib buruh migran

Suara BMI dikhianati

SALAH satu poster kampanye seorang calon legislatif dari daerah Gorontalo yang mencoba mengais dukungan dari ketenaran anaknya. buruh migran dengan pemerintah negara penerima kerap menghadapi kendala karena minimnya peraturan Indonesia yang memberikan perlindungan terhadap buruh migran Indonesia. Oleh karenanya, menurut Eva Kusuma partainya berkeinginan menggolkan kebijakan-kebijakan untuk perlindungan buruh migran seperti ratifikasi konvensi PBB tahun 1990 dan merancang Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Sementara itu, Nova Riyanti Yusuf, caleg dari Partai Demokrat menyatakan

jahtera) yang berada di Komisi I; dan Afni Ahmad (Partai Amanat Nasional) MIGRANT Care, lembaga yang concern yang berada di Komisi V. pada permasalahan buruh migran, meMenurut Migrant Care, yang paling nuding sembilan anggota DPR-RI yang nyata dan kasat mata adalah tidak ada terpilih untuk masa jabatan 2004-2009 satupun anggota DPR-RI yang terpilih dari daerah pemilihan DKI Jakarta II, dari suara buruh migran menjadi angtelah mengkhianati suara BMI. gota Komisi IX yang membidangi maPasalnya, sembilan nama tersebut, salah perburuhan. berdasarkan penelusuran yang diSementara di komisi I yang membilakukan oleh Migrant CARE sepanjang dangi masalah luar negeri, tiga angperiode 2004-2009 ini, tidak melaku- gota yang terpilih dari suara buruh kan satu tindakan politik apapun yang migran juga tak bersuara sama sekali memiliki konstrikasus Nirmala Bonbusi positif bagi at (2004), deportasi Sembilan perlindungan BMI. massal Malaysia anggota DPRSuara BMI dalam (2005), eskalasi huRI yang terpilih pemilu memang kuman mati buruh mengalirnya ke migran (2006), kadari Dapil kantong dapil DKI sus Ceriyati dan DKI Jakarta Jakarta II. penganiayaan keji II tak punya Kesembilan angempat buruh migota DPR itu adalah gran Indonesia di konstribusi Fahmi Idris (Partai Saudi Arabia (2007), positif bagi Golkar yang terpilih hukuman mati tersebagai Menakerhadap Yanti Iriyaperlindungan trans dan Menteri nti (2008) dan kasus BMI Perindustrian) dan Umi Saodah. kemudian digantikan Watty Amir yang Di Komisi V dimana masalah perberada di Komisi VII; Roy BB Janis hubungan menjadi salah satu area (Partai Demokrasi Indonesia Perjuan- kerjanya, juga tidak ada inisiatif yang gan, kemudian mengundurkan diri signifikan dari dua anggota DPR yang dan bergabung ke Partai Demokrasi dipilih dari suara buruh migran, padaPembaruan) dan kemudian digantikan hal persoalan buruknya pengelolaan Sabam Sirait yang berada di Komisi I; angkutan TKI dan terminal pemulanChudlory Syafei Hadzami (Partai Per- gan TKI adalah masalah yang paling satuan Pembangunan) yang berada di banyak dikeluhkan. Komisi I; Husein Abdul Aziz (Partai Dari suara buruh migran Indonesia, Demokrat) yang berada di Komisi V; bahkan muncul anggota DPR yang Indria Octavia Muaja (Partai Demokrat) menjadi Ketua MPR RI, namun dalam yang berada di Komisi IV; Hidayat Nur posisinya sebagai salah satu pejabat Wahid (Partai Keadilan Sejahtera) yang tinggi negara tidak pernah memaksimmenjadi Ketua MPR; Aaan Rohanah alkan posisi politiknya untuk diploma(PKS) yang berada di Komisi X; Con- si politik perlindungan buruh migran stant M. Ponggawa (Partai Damai Se- Indonesia. Oleh Lilis Herlina

Oleh Syamsul Ardiansyah

MAYORITAS partai politik (parpol) yang akan terlibat dalam pemilihan umum 2009 yang akan datang ternyata tidak memiliki platform mengenai perlindungan buruh migran. Padahal, kontribusi ekonomi yang disumbangkan buruh migran Indonesia semakin berarti. Hal ini terungkap dalam dialog publik “Mempertanyakan Agenda Parpol tentang Perlindungan Buruh Migran Indonesia” yang diselenggarakan Migrant Care dengan Yayasan Tifa di Jakarta, Selasa (3/3). Menurut Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care, dari 43 parpol peserta pemilu yang dihubungi dan dimintai keterangannya seputar platform perlindungan buruh migran, hanya sembilan partai yang bersedia memberikan keterangan. “Itupun harus ditanyai terus,” keluhnya. Diskusi tersebut menghadirkan beberapa panelis dari parpol peserta pemilu, yakni Eva Kusuma Sundari dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nova Riyanti Yusuf caleg Partai Demokrat, Setia Darma Palawi caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Aryo Judhoko caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hadir sebagai penanggap, Anis Hidayah dari Migrant Care dan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jaleswari Pramodhawardani. Salah-satu panelis, Eva Kusuma Sundari mengakui bahwa advokasi masala

6 March 2009

bahwa sementara ini kebijakan pemerintah SBY telah berada di atas jalur yang benar dan tinggal dilanjutkan. Maria Hartiningsih, wartawan Kompas, yang juga hadir sebagai peserta dalam diskusi tersebut, menyatakan pesimis dengan kinerja parpol dalam hal perlindungan buruh migran Indonesia. Pasalnya, selain sampai sekarang belum terbukti memberikan pengaruh positif bagi perlindungan BMI, sensitifitas parpol dan kapasitas caleg yang akan duduk di DPR hal isu-isu BMI juga meragukan.


WARTA

6 March 2009

SUARA

25

Politisi muda Yogya dukung Sultan HB X maju sebagai capres makin bertambah banyak. “Beberapa rekan lain sudah setuju bergabung, namun belum mau diekspos,” katanya, Rabu (4/3) di Yogyakarta. Menurut Haris, seperti diberitakan Kompas, dukungan kepada Sultan bukan semata-mata faktor emosional, tetapi sudah melalui serangkaian diskusi panjang. Sultan dianggap sosok tepat sebagai capres karena reformis dan berpandangan maju. “Dari elektabilitas dan kapa-

Oleh Lilis Herlina

BEBERAPA politisi muda Yogyakarta yang bergabung dalam Kaukus Politisi Muda Lintas Partai mendeklarasikan diri mendukung pencalonan Sultan Hamengku Buwono X sebagai presiden 2009-2014. Gerakan kaukus ini untuk memacu partai politik memberikan dukungan kepada Sultan HB X. Kaukus ini berangggotakan tujuh politisi dari tujuh parpol. Mereka adalah Haris Setyawan (Wakil Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional DI Yogyakarta), Paulus Riyanto (Wakil Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DIY), Hasanuddin Nur Taji (Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan DIY), Fachrur Rozi (Wakil Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa DIY), Purnomo Suharintoyo (Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar DIY), Bambang

SULTAN Hamengku Buwono X Ratmoko (Wakil Ketua DPD Partai Patriot DIY), dan Rudi Wicaksono (Sekretaris Partai Damai Sejahtera DIY). Haris mengatakan, tidak menutup kemungkinan anggota koalisi akan se-

Pabejo tolak politikus busuk Oleh Lilis Herlina

PULUHAN tukang becak anggota Paguyuban Becak Jombang (Pabejo) menyeru masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas dalam Pemilihan Umum 2009. Masyarakat perlu mewaspadai kemunculan politikus busuk pada pemilu mendatang. Seruan itu disampaikan dalam kirab becak yang digelar di jalan-jalan pusat Kota Jombang, Jawa Timur, Minggu (22/2). Menurut para tukang becak, politikus busuk tidak layak dipilih menjadi anggota Dewan karena hanya akan menyengsarakan rakyat. Seperti diberitakan VHRmedia.com, selain membentangkan spanduk “Ojo pilih politisi bodoh, politisi pembual, politisi korup, dan politisi busuk”, para tukang becak juga membagikan sele-

baran yang mengkritisi aturan pemerintah yang menyengsarakan rakyat. “Kami butuh kebijakan yang tidak purapura gratis,” kata mereka. Mat Ali, pengurus Pabejo, mengatakan kirab becak dilakukan sebagai sarana menyuarakan aspirasi tukang becak yang selama ini sering diabaikan. Menurutnya, masyarakat harus mewaspadai kehadiran politikus pembual dalam Pemilu 2009. “Masyarakat jangan terlena dengan janji-janji caleg. Kita harus pintar memilah mana caleg yang baik dan mana yang tidak baik. Itu pesan yang ingin disampaikan dalam kirab ini,” katanya. Menurut Ketua Pabejo Taufiq, pemilu adalah pesta demokrasi yang harus didukung oleh seluruh rakyat. Dukungan penting terhadap susksesnya pemilu adalah berperilaku cerdas dalam menentukan pilihan.

bilitas sudah terbukti. Beliau seorang negarawan dan seorang reformis, tidak ambisius pada kekuasaan,” katanya. Dari gerakan Kaukus Politisi Muda ini, setiap anggota yang bergabung diharapkan bisa memengaruhi internal parpol masing-masing untuk mendukung Sultan. “Parpol-parpol sudah mewacanakan dan menominasikan capres. Nah dengan kaukus ini agar parpol itu mempercepat

penentuan sikapnya. Sekarang berkembang wacana capres alaternatif tetapi siapa? Capres alternatif itu kan sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana parpol tegas menyebut nama,” katanya. Dukungan kepada Sultan, tuturnya, bukan bentuk sikap melawan partai masing-masing. Sebab, meski anggota kaukus adalah pengurus parpol, kaukus itu dibentuk atas nama pribadi, tidak membawa bendera partai.


WARTA

26

6 March 2009

SBY-JK pecah kongsi Oleh Lilis Herlina

DUA partai pengusung duet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Partai Demokrat dan Partai Golkar, sudah menyatakan niat masing-masing untuk mengusung calon presiden sendiri. Hal ini menimbulkan perubahan perkiraan dinamika politik, di mana sebelumnya kedua partai ini dinilai akan kembali berkoalisi. Dua blok, S (SBY) dan M (Megawati), akan menghadapi beberapa kemungkinan. Bertarung head to head atau ada blok baru yang akan menantang keduanya. Prediksi Reform Institute, seperti diberitakan Kompas, ada beberapa pemetaan kemungkinan koalisi pascapecahnya kongsi SBY-JK. Pemetaan koalisi didasarkan pada faktor preferensi politik pemilih, faktor tokoh capres, dan unsur tokoh-tokoh politisi masingmasing partai. Direktur Riset Reform Institute Zaim Saidi memaparkan, ada tiga kemungkinan koalisi yang akan dilakukan Golkar. Pertama, Golkar akan menggandeng satu atau dua partai kecil untuk menga-

jukan pasangan kadernya sendiri, misalnya JK-Sultan. “Ada trend suara Golkar turun sehingga tidak dapat mengajukan capres sendiri (tanpa koalisi),” kata Zaim pada diskusi “Peluang Capres Alternatif Pascapecah Kongsi SBY-JK” di Jakarta, Rabu (4/3). Kemungkinan kedua, Golkar akan menggandeng PKS dengan mengusung JK-Hidayat Nur Wahid. Zaim mengatakan, kemungkinan ini dengan catatan bila PKS menolak tawaran berkoalisi dengan Demokrat untuk memasangkan SBY-Hidayat. “Kemungkinan lain, Golkar bisa saja berkoalisi dengan PAN dengan atau tanpa dukungan partai lain,” tutur Zaim. Sebelumnya, sejumlah pengamat memprediksikan, pasangan status quo AKSI para PRT di bundaran hotel HI, Jakarta, Minggu (15/2). Perlindungan terhadap mereka masih lemah. masih akan berjaya dan cukup merepotkan para pesaingnya. Kini, peta persaingan semakin sulit diprediksi karena semakin bernafsunya partai-partai mengusung calon sendiri. “Walaupun pada akhirnya semua partai akan pragmatis dan tidak akan mengambil langkah yang merugikan,” ujar Direktur Reform Institute Yudi Latief.

Pemerintah tak serius lindungi PRT mah Tangga (Jala PRT), Lita Anggraeni, dalam jawaban tertulisnya ke SUARA, PEMERINTAH dinilai tak serius dalam baru-baru ini. melakukan upaya perlindungan bagi Untuk itu, Jala PRT, mewakili masyarpekerja rumah tangga di Indonesia. akat sipil, akhir Februari ini, mengajukan Ini terbukti dengan mandegnya proses draft RUU PRT ke Komisi IX dan Badan pembahasan Rancangan Undang-Un- Legislatif DPR-RI dan mendesakkan dang (RUU) Perlindungan PRT oleh agar RUU tersebut menjadi agenda Departemen Tenaga Kerja dan Transmi- Program Legislasi Nasional pada 2010. grasi (Depnakertrans). Diharapkan, RUU tersebut segera dapat “Proses di Depnakertrans terhenti diundangkan. karena memang Menakertrans tidak Menurut Lita, point penting dalam memprioritaskan PRT. Hal yang sangat RUU yang mereka ajukan adalah pendisesalkan,” ungkap Koordinator Jar- gakuan pekerjaan PRT sebagai pekerjaan ingan Advokasi Nasional Pekerja Ru- yang sama dengan pekerjaan lainnya Oleh Santi

dan pengakuan PRT sebagai pekerja. Selain itu juga penciptaan kondisi dan syarat-syarat kerja PRT sebagaimana pekerja yang lainnya termasuk hakhaknya. Minggu (15/2) lalu, Jala PRT menggelar aksi untuk mendesak pemerintah segera merealisasikan UU Perlindungan PRT, dan memaklumatkan 15 Februari sebagai Hari Nasional PRT. Aksi yang digelar di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta ini diikuti oleh sekitar 300 orang. Mereka menggunakan peralatan dapur sebagai alat bunyibunyian dalam aksi tersebut.


6 March 2009

WARTA

SUARA

27

BNP2TKI laporkan perbaikan layanan perbaikan sistem pelayanan publik dan potensi koruptif dalam penanganan MENINDAKLANJUTI rekomendasi perlindungan maupun penempatan TKI yang disampaikan Komisi Pemberan- kepada KPK. tasan Korupsi (KPK) terkait indikasi “Ini kami laporkan ke KPK sebagai pungli (pungutan liar) dalam praktik upaya pencegahan dari KPK agar ekpenempatan dan pemberangkatan TKI sploitasi terhadap TKI itu tidak terjadi. ke luar negeri, Badan Nasional Perlind- Apabila itu tak diperbaiki, maka keungan dan Penempatan Tenaga Kerja mungkinan eksploitasi itu akan muncul Indonesia (BNP2TKI) menyampaikan kembali,” ungkap Kepala BNP2TKI M Oleh Lantip

PAN pecat Abdul Hadi Oleh Lintang

KETUA Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Soetrisno Bachir mengungkapkan, partainya telah memecat Abdul Hadi Djamal sebagai pengurus dan anggota PAN menyusul penangkapan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya. Pemberhentian tersebut, ujarnya kepada pers di Kantor DPP PAN Jakarta, Rabu (4/3), sesuai dengan Anggaran Dasar PAN Bab XVII Pasal 30 tentang sanksi dan Anggaran Rumah Tangga PAN Bab I Pasal 2 ayat 2 serta Bab II Pasal 3 dan 7. Namun sesaat sebelumnya pada Rabu (4/3) pagi, menurut Bachir, pihak keluarga Abdul Hadi Djamal juga telah menyampaikan pernyataan pengunduran dirinya sebagai salah satu Ketua DPP PAN. “Kalau pun yang bersangkutan tidak mengundurkan diri, PAN tetap akan memberhentikannya,” ujar Bachir seperti diberitakan Kompas. Kendati telah memecat dari keanggotaan PAN, partai itu tetap memberikan bantuan hukum kepada Abdul Hadi Djamal dalam menjalani proses pemeriksaan di KPK. Sebelumnya KPK telah menangkap tangan Abdul Hadi Djamal bersama petugas Tata Usaha Departemen Perhubungan Darmawati Dareho di salah satu restoran di kawasan Jakarta Pusat dengan barang bukti uang suap senilai US$ 80.000 dan Rp 54,5 juta. Bachir menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan pukulan berat bagi PAN karena beberapa hari sebelumnya, ia turut menandatangani deklarasi antikorupsi di KPK. “PAN sesuai dengan platform dan garis perjuangannya telah berkomitmen menjalankan amanat reformasi. Karenanya kami mendukung kerja KPK memberantas korupsi di Indonesia tanpa pandang bulu,” ungkapnya. Pada kesempatan itu, Bachir yang didampingi jajaran pengurus DPP PAN, seperti Sekjen PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN Totok Daryanto, itu juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa itu Sementara itu blog Abdul Hadi Djamal dipenuhi kecaman dari masyarakat pasca penangkapan tersebut.

Jumhur Hidayat kepada wartawan usai menyampaikan laporan kepada KPK, Jakarta, Rabu (2/3). Menurut Jumhur, seperti diberitakan Kompas, KPK pernah memberikan himbauan kepada Depnaker dan Badan (BNP2TKI) tentang perbaikan pelayanan publik. “Kita melaporkan hasilnya sekarang pada KPK dan beberapa pembenahan yang sudah kami lakukan

seperti pelayanan di bidang kesehatan, dsb,” terangnya. Menurutnya, pemerintah sudah menganggarkan Pembiayaan Akhir Pemberangkatan (PAP) melalui APBN, tetapi dengan adanya Permenakertrans No 22/2008 tentang perlindungan dan penempatan TKI di LN justru menyebabkan adanya potensi pengeluaran uang dari masyarakat. Pasalnya, dana PAP itu ada pada BNP2TKI tetapi,

menurut Jumhur, Depnakertrans justru mengambil alih kewenangan BNP2TKI. “Depnaker itu mengambil alih kewenangan Badan tetapi dananya tidak ada, karena dananya ada di Badan, akhirnya dia (Depnakertrans) membiarkan masyarakat penyelenggara pelatihan (PJTKI) untuk melakukan pungutan kepada masyarakat padahal anggarannya sudah ada miliaran,” jelas Jumhur.


BULLETIN

28

6 March 2009

Galeri ORKES dangdut Palapa saat tampil dalam launching Ponorogo Migrant Group (PMG) yang berlangsung di Southorn Stadium, Wan Chai, Minggu (8/2) lalu. (foto: aliyah)

KONJEN Ferry Adamhar momotong tumpeng pada peresmian shelter baru KJRI, Minggu (1/3) RETAIL Sales Manager IDT Telecom, Alan Yeung, foto bersama para pemenang yang beruntung mendapatkan kartu telepon gratis dari IDT dalam acara Special Valentine Day di shelter Bethune House.

Konjen resmikan shelter Usai pemotongan tumpeng, Konjen mengajak tamu dan wartawan keliling KONSUL Jenderal Ferry Adamhar melihat seluruh ruangan shelter termeresmikan penggunaan shelter baru masuk kamar mandi dan ruang khusus milik Konsulat Jenderal Republik Indo- untuk belajar bagi penghuni shelter. nesia (KJRI) yang terletak di lantai 8 geDibanding dengan shelter lama yang dung KJRI, Minggu (1/3). Hadir dalam terletak di lantai 1, selaian lebih luas kesempatan tersebut Ibu Ferry Adam- karena menempati seluruh lantai, juga har, Ustadz Muahemin Karim, Konsul fasilitas di shelter baru ini relatif lebih Tenaga Kerja Sri Setiawati dan beberpaa lengkap. pejabat KJRI lain. Salahnya satunya adalah tersedia Peresmian ditandai dengan pemoton- ruang khusus untuk belajar dan ruang gan tumpeng oleh Konjen Ferry Adah- hiburan dengan pesawat televisi yang mar dan menyerahkan kepada salah mampu menangkap siaran dari Indoseorang penghuni shelter. nesia. Oleh Fanani

Dalam sambutannya, Konjen Ferry menyampaikan, selain alasan kenyamanan dengan tempat lebih luas dan fasilitas yang lebih baik, juga karena tempat yang lama di lantai satu akan dipakai untuk Citizen Service. “Jadi lantai satu itu akan kita persiapkan untuk dipakai citizen service. Nantinya semua pelayanan masyarakat akan terpusat di sana,� teranganya. Selain itu dia juga meminta mereka yang tinggal di shelter untuk samasama merawat shelter agar bisa digunakan lebih nyaman lagi dan ke depan lebih berguna.


BULLETIN

6 March 2009

SUARA

29

4 pejabat KJRI akhiri tugas Oleh Aliyah Purwati

SETELAH hampir genap empat tahun menjalanai masa tugas, empat pejabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mengakhiri masa kerjanya. Mereka adalah Kepala Bidang Penerangan dan Kebudayaan Nugroho Y. Aribhimo, Sekretaris Satu Protokol dan Konsuler Sukmo Yuwono, Kepala

Bidang Konsuler Bambang Setyobudhi serta Konsul Muda Bidang Penerangan dan Kebudayaan Victor S Hardjono. Acara perpisahan berlangsung di Ruang Ramayana gedung KJRI, Minggu (22/2) dan dihadiri sekitar 200 BMI. Dalam sambutan mereka, keempat pejabat tersebut menyampaikan permohonan maaf pada semua pihak serta pesan mereka bagi BMI di Hong Kong.

SUASANA rapat umum tahunan Kotkiho, Minggu (22/2).

Purwati terpilih jadi ketua baru Kotkiho Oleh Fanani

Calon yang diajukan Forum Komunikasi Mukmimat Peduli Umat (FKMPU) Purwanti akhirnya terpilih menjadi ketua baru Koaliasi Organisasi Tenega kerja Indonesia Hong Kong (Kotkiho) menggantikan ketua lama Sri wulan Mawarsih yang sudah dua kali menjabat. Purwanti resmi memimpin Kotkiho setelah dia memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang meruakan

bagian dari rapat umum tahunan Kotkiho yang berlangsung di City University, Kowloon Thong, Minggu (22/2) lalu. Terpilih sebagai Sekjen, Muthi Hidayati dari Indonesian Migrant Workers Union (IMWU). Selain memilih ketua baru, rapat umum tahunan Kotkiho kali ini juga melakukan pengubahan di struktur organisasi dengan memasukkan Dewan Ketua sebagai forum konsultasi ketua terpilih.

“Tanpa Mbak-Mbak, kita bukan apaapa. Atas partisipasi Mbak-Mbaklah KJRI mendapat nilai lebih dan kita berharap Mbak-Mbak tetap merasa memiliki KJRI sebagai rumah kita,� ungkap Sukmo Yuwono. Dari keempat pejabat tersebut, baru Kepala Bidang Penerangan dan Kebudayaan Nugroho Y. Aribhimo yang saat PARA pejabat yang hendak mengakhiri masa tuga berfoto bersama. ini sudah kembali ke Indonesia.


30

JABAT TANGAN untuk mencari ibu kandungku yang sudah lama tidak pernah kutemukan. Nama ibuku Surkiyah dari Wonosobo, Jawa Tengah. Buat NUR ibu kalau baca surat ini tolong hubungi aku anakmu, Nur Rohimah. Kuharap ibu selalu merindukan aku dan segera bisa menghubungi aku. Aku juga selalu berdoa semoga Ibu selalu berada dalam LindunganNya di manapun kau berada. Buat SUARA dan teman-teman yang mau membantu, terima kasih. Nur Rohimah/Cahya

PT Dhamas yang yang dulunya bernama Phoenix Sinar Jaya, Bu Iwan. Aku salah salah satu dari sana juga. Buat Siti Arofah, apa benar SAROAH kamu Siti yang waktu itu bareng sama aku. Kalau benar tolong hubungi aku ya, Saroah di 9162 5166. Tuk SUARA banyak terima kasih. Saroah

Supadmi dari Ponorogo Dear SUARA, melalui rubrik Jabat Tangan ini aku sedang mencari saudaraku yang bernama Supadmi ibu dari Ridwah yang sudah bekerja di Hong Kong hampir satu ANI tahun. Aku sudah kangen sekali. Buat Mbak Supadmi kalau baca surat ini tolong segera hubungi Pokoknya cari teman saya ke nomer 51322544. Ada kabar Mau cari teman-tepenting dari keluarga. Mohon cepat. manku nih. Melalui Buat SUARA thanks a lot atas dimuanya rubrik Jabat Tangan suratku ini. ini aku mau mencari Ani Mai yuni Buat Siti Arofah teman-temanku yang Salam kenal dan salam sejartera buat dah lama menghiCari ibuku, Surkiyah SUARA. Terima kasih atas dimuatnya lang. Antara lain, MuSalam sukses selalu. Di ulang tahunku suratku ini. di edisi yang lalu aku baca nayiroh atau Muna ini aku aku mohon bantuan SUARA ada yang mencari teman-teman alumni JANAH

(Mijen, Demak), Indah (Nglegok, Blitar), Puji (Tandonan, Wonosobo), Siti Kasiyati (Kesugihan, Cilacap), dan Misdawati (Sidoarjo). Jika teman-teman semua baca suratku ini tolong hubungi aku, Janah atau Atun di 96029121 atau 64886176. buat SUARA thanks banget. Janah, Hung Hom Nanik Darwaty

6 March 2009

kamu titipkan ke aku enam (6) tahun lalu. Sebelum tanggal 7 bulan Maret ini sudah harus kamu ambil bila tidak ingin dibuang. Buat SUARA terima kasih dan moga jaya selalu. Yuli Windarti Ipah, Sarlina, Yanti Dear SUARA yang makin asyik, salam sejahtera. Saya mau mohon bantuannya SUARA melalui Jabat Tangan ini. Saya mau cari teman saya Ipah (Cilacap), Ina Sarlina (Indramayu), Yanti (Cilacap) dan semua yang dari PT Arafah Bintang Perkasa angkatan tahun 2004. Buat Ipah, Ina, Yanti, kalau baca SUARA tolong hubungi aku nomor 51819760. Buat SUARA, suwun. Purwanti, Cepiring

Hi SUARA, terima kasih sudah memuat suratku, kali ini aku mau minta tolong lagi karena orang yang aku cari belum ketemu. Buat Mbak YULI nanik Sarwaty dari Gandusari, Blitar mohon secepatnya hubungi aku Yuli Windarti ke nomor 68230491 karena aku Kak Yoga dari Indramayu mau pulang Indonesia dan mohon den- Melalui Jabat Tangan ini minta bantuangan sangat kamu ambil kopermu yang nya untuk mencarikan Kak Yoga dari Indramayu. Dulunya tinggal di Sei Kip Mai. Kak Yoga masih ingat kan sama Aby yang dulu punya masalah sama majikan sampai sidang di labor. Aby mau mengucapkan banyak terima kasih atas semangat dan dukungannya. Semoga kak Yoga membaca surat Aby di SUARA ini. Aby mohon Kak Yoga secepatnya menghubungi saya di 97390954. Saya juga mau mengucapkan banyak terima kasih kepada semua anggota Kotkiho dan IMWU khususnya Mbak Mega dan Mbak Mia. Makasih SUARA. Aby, Saikung Anita Candra Aetia Ningrum Kami dari Along Family minta bantuannya mencarikan sahabat-saudara kami yang terkecil Anita Candra Setia Ningrum yang sering dikenal Candra adiknya randy Po Lam. Mengingat tali persaudaraan, jika Candra sendiri yang membaca harapan kami ini di SUARA, kami mohon kedatangannya di Pantai Sai Kung, tempat biasa kita mangkal bareng. Tolong hubungi kami Denny 9739 0944 atau A Long di 6920 0144. Terima kasih SUARA atas tongkrongannya semoga makin jaya dan maju terus. A Long Family Buat Keluarga Bunga Halo SUARA, lewat Jabat Tangan ini saya mau titip salam buat Keluarga Bunga semoga makin rukun dan semoga apa yang selama ini kita bina MATAHARI tidak akan pudar oleh masa dan suasana. Aku berharap persahabatan ini akan terus terjalin. Mari bersama membangun Keluarga Bunga supaya tetap terus maju. Bagi yang ingin kenalan degan saya bisa menghubungi 95864156 atau 95177647. Buat SUARA terima kasih. Matahari

Yuk pasang foto RUBRIK Jabat Tangan boleh menampilkan foto diri masing-masing (bukan foto orang lain) untuk dipublikasiskan bersama suratnya. Silahkan mengirimkan surat dan foto tercantik yang Anda miliki ke Redaksi SUARA, 30/F Hopewell Centre, 183 Queen’s Road East, Wan Chai, Hong Kong. Tulis “Jabat Tangan� di pojok kiri atas amplop. Mohon tidak menggunakan untuk urusan utang piutang. Terima kasih.


JAGAD

6 March 2009

SIAPA MEREKA

Pemberani dari Sumbar Siti Roehana Koeddoes 20 Desember 1884 – 17 Agustus 1972

TANGGAl 8 Maret diperingati dunia sebagai hari perempuan internasional. Sebuah peringatan untuk mengenang keberanian kaum buruh perempuan dalam memperjuangkan nasibnya. Di Indonesia, Siti Roehana Koeddoes adalah salah satu perempuan pemberani tersebut. Ia dilahirkan di Kotogadang, Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 20 Desember 1884. Di Kotogadang, adat dan agama yang penafsirannya mengekang kemajuan perempuan, membuat perempuan terpuruk dalam kebodohan dan mendapat perlakuan tak adil. Beruntung Roehana memiliki ayah yang tidak terpaku pada adat istiadat serta ajaran agama yang cenderung mengekang anak perempuan. Ayahnya malah memfasilitasi minat belajar tulisbaca yang dimiliki Roehana sejak usia balita. Ketika ayahnya pindah tugas ke Pasaman, Roehana yang suka membaca lantang di teras orangtuanya menarik perhatian teman barunya. Mereka mendengarkan, bahkan kemudian minta diajari membaca dan menulis. Roehana menikah pada usia 24 tahun dengan Abdul Koeddoes, keponakan ayahnya yang berpikiran maju. Abdul Koeddoes aktif dalam organisasi bawah tanah melawan Belanda dan aktif menulis mengenai politik di surat kabar yang terbit di Padang. Beberapa bulan setelah menikah, Roehana difitnah. Kegiatannya mengumpulkan gadis-gadis itu dinilai hanya merusak pekerti mereka. Mereka takut pendidikan yang diberikan Roehana akan membuat gadis-gadis itu lupa kewajibannya untuk menikah dan tak pandai mengurus rumah tangga. Melalui perjuangan keras di hada-

pan para tetua perempuan, Roehana mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS), semacam sekolah keterampilan ditambah ilmu pengetahuan lainnya-dan agama-untuk para gadis pada tahun 1911. Ia kemudian juga berniat menjadi jurnalis dan menulis surat kepada Maharaja Soetan, Pemimpin Redaksi Surat Kabar Oetoesan Melajoe. Tahun 1912 terbit surat kabar Soenting Melajoe dan ia bertindak sebagai redaktur pelaksana. Tulisan Roehana banyak menyoroti kehidupan perempuan yang digambarkannya hanya sebagai perhiasan rumah tangga yang dikekang berbagai ajaran adat dan kepercayaan. Ia juga menyoroti sistem matriarkat Minangkabau yang cenderung hanya memperhatikan tali persaudaraan dari garis ibu, selain menyoroti kehidupan para nyai Belanda di Jawa, perempuan buruh pabrik dan lain-lain yang pada dasarnya mengangkat suara perempuan. Meskipun Soenting Melajoe tutup pada tahun 1921, Roehana masih menulis sampai usianya mencapai 60 tahun. Tahun 1917 ia mendirikan Roehana School di Bukittinggi untuk anak perempuan dan laki-laki. Ia meninggal di Jakarta tanggal 17 Agustus 1972 dalam usia 88 tahun.

SUARA

31

Seputar Jagad Malaysia latih PRT lokal

KUALA LUMPUR - Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pekerja asing, terutama pekerja perempuan di sektor rumah tangga, pemerintah Malaysia akan meluncurkan program pelatihan bagi perempuan lokal untuk bisa masuk sektor ini. Menteri Perempuan, Keluarga dan Pembangunan Komunitas Malaysia, Ng Yen Yen mengatakan, program ini diluncurkan pertama kali di Kuching, Sarawak, Sabtu (28/2) dan menawarkan pelatihan pada 1000 perempuan dengan alokasi dana sebesar RM 10 juta. “Kami menawarkan pelatihan keahlian dan pembentukan kapasitas untuk seluruh warga Malaysia secara gratis, tak memandang status mereka. Pelatihan ini bahkan bisa diikuti oleh ibu tunggal yang butuh pendapatan tambahan untuk keluarganya,” ungkapnya dalam wawancara dengan Radio 24 di Wisma Bernama, Senin (23/2) lalu. Mereka yang ikut pelatihan ini akan diberi pilihan untuk bekerja penuh, part-time, atau PRT mobile. Ng mengatakan ia berharap dengan program ini, ketergantungan Malaysia pada PRT asing akan berkurang. “Program ini juga dapat dilihat sebagai pengurangan pengeluaran negara yang dibayarkan untuk

membayar PRT asing,” katanya.

Rusia kurangi kuota buruh migran

MOSCOW - Tingkat pengangguran di Rusia mencapai 8,1 persen pada bulan Januari 2009. Ini merupakan angka tertinggi selama enam tahun terakhir. Sejumlah perusahaan telah menutup 300.000 pekerjaan bulan lalu dan menyebabkan jumlah orang yang kehilangan pekerjaan mencapai 6,1 juta, naik 23 persen dari tahun sebelumnya. Sementara di bulan Februari ini, seperti diberitakan The St. Petersburg News, PHK akan terus berlanjut. Wakil Menteri Kesehatan dan Pembangunan Sosial Rusia, Maxim Topilin, Kamis (19/2), mengatakan pada 11 Februari, sebanyak 470.000 orang telah menghadapi PHK dan 920.000 orang lainnya terpaksa hanya bekerja part-time. Lebih dari 1,8 juta orang tercatat menganggur dan jumlah ini akan mencapai 2,2 juta pada akhir tahun 2009. Ini membuat Rusia memutuskan untuk mengurangi kuota pekerja migran sebesar 70 persen guna memberi peluang warga lokal mendapatkan pekerjaan. Kota Moscow sendiri hanya akan mengizinkan 250.000 pekerja migran yang boleh masuk tahun ini,

separuh dari kuota tahun 2008. Mayoritas buruh migran ini bekerja sebagai pekerja rumah tangga.

Inggris perketat aliran pekerja asing

LONDON - Pemerintah Inggris, Minggu (22/2), mengatakan akan memperketat aliran pekerja asing dari luar Uni Eropa guna meningkatkan peluang warga Inggris untuk mendapatkan pekerjaan di tengah situasi krisis saat ini. Menteri Dalam Negeri Inggris, Jacqui Smith, mengatakan ia tengah meningkatkan anggaran finansial dan pendidikan bagi para pekerja yang berkeahlian, seperti ilmuwan dan pengacara. Ini membuat 12.000 pencari pekerjaan asal luar Inggris yang telah memasukkan aplikasi bakal tak punya kesempatan tahun ini. Mulai April 2009, para pencari kerja diwajibkan punya ijazah S2 dan memiliki kualifikasi kerja untuk gaji sekitar 20.000 poundsterling atau sekitar HK$197.987. Sejumlah perusahaan kini sedang mencari izin untuk merekrut pekerja asing, seperti pengajar matematika, yang pos bagi pekerja asing telah dipangkas oleh pemerintah Inggris.


DUNIA KITA

32

6 March 2009

Aduh mak, jangan ditarik... melorot nih! Dunia kita dalam cerita KISAH ini dialami temanku, Adheng. Dia berasal dari Madiun dan sudah bekerja enam tahun lebih enam bulan majikannya sekarang ini. Setiap Lebaran China, majikan Adheng selalu pergi ke Amerika sebulan penuh. “Mantap,” begitu salah satu alasang si Adheng betah enam tahun bekerja. Kalender Adheng pun akan segera penuh dengan jadwal janjian dengan gengnya. Masalahnya, sebelum ditinggal, Adheng pasti akan mendapat banyak tugas. Salah satunya membersihkan seluruh isi rumah termasuk mengelap semua pintu, jendela, lemari, gudang, dan bahkan langit-langit rumah. Siang itu, Adheng disuruh membersihkan kamar ruang tengah yang berisi rak-rak kaset hasil rekaman dan bermacam kostum menyanyi majikan Adheng. Semua lemari dan rak di ruangan itu tinggi sampai atap. Karena Adheng bertubuh pendek, dia tidak bisa bebersih ganya dengan bertumpun pada kursi seperti yang biasa dilakukan majikannya. Dia harus menggunakan tangga. Meski begitu, Adheng termasuk pembantu yang super disayang majikan perempuan (sekali lagi majikan perempuan, bukan majikan laki-laki!) yang selalu mencemaskan keselamatannya setiap kali acara bersih-bersih rumah. Beda sekali dengan kebanyakan majikan yang selalu jadi mandor supergalak setiap kali kungyannya bersih-bersih rumah. Bahkan

dengan senang hati, majikan Adheng akan turun bekerja bersama. Apalagi kalau bersih-bersih menjelang Lebaran China begini. Alhasil, Adheng sering kali tak enak hati. “Aku kan kungyan tahu diri,” begitu ujarnya. Saat itu Adheng sedang membersihkan bagian atas lemari dengan nangkring ai atas tangga. Sementara sang majikan mengangkuti kardus-kardus isi sepatu keluar kamar. Tiba-tiba kardus yang di tangan kanan majikannya menyenggol kaki tangga hingga bergeser. Seketika itu Adheng yang saat itu mengelap sambil melamun, entah melamunkan kangmasnya di kampung sana atau melamunkan utangnya ke bank yang belum juga lunas, kaget dan langsung sibuk menjaga keseimbangan tubuhnya agar tak terjatuh. Belum juga berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya, tiba-tiba dua buah tangan memegangnya dan sret.... “E... e… copot! Dhei-dhei celanaku kok dipelorotin,” teriak Adheng seketika. “To em chi… to em chi... Salah tarik,” ujar sang majikan yang sebenarnya hendak menolong Adheng agar tak terjatuh Alamakkk…!! Nasib…nasib. Kok ya bisa-bisanya majikan perempuan melorotin celana kungyan sendiri.

kerucut kayak ikan cucut. Sudah tentu Reni tidak cukup senang karena itu artinya jadwal dating on the phone-nya terganggu “Reni, come here!”seru si bos. “Yes sir?” jawab Reni sigap menyembunyikan kepanikannya dengan langsung pasang tampang pilon. “Aku akan beri hukuman buat kamu, pilih nyanyi apa potong gaji?” “Lho? Apa salah dan dosaku boss?” tanya Reni enggak paham. “Tahu enggak? Hari ini aku kena tilang karena salah parkir. Terus waktu polisi tanya surat-surat, ID Card, dan pasporku, semua enggak aku bawa. Kenapa kamu tahan pasporku? Kamu sudah ketularan virus agen BMI yang sering kamu ceritakan itu ya?” serbu si boss tanpa ampun. “Kok saya yang disalahkan? Kenapa tuan enggak minta dari saya? Saya kan lupa. Banyak yang harus saya pikirin, mae sung lah, sai lo lah, belum masalah orang di kampung saya sana.” elak Reni dengan jurus balik menyalahkan (ilmu ngeyel yang khusus didapat Reni dari dari cerita serial Tulki di SUARA yang dia koleksi). “Bukannya aku lebih sibuk dari kamu? anyway, you have to sing for me, or aku potong gajimu!” potong si boss yang tahu betul kungyan kesayangannya itu adalah penyanyi kamar mandi yang handal. Alhasil, Reni yang benar-benar alergi Maqhia Nisima mendengar kata “potong gaji” ini pun terpaksa menyanyi lagu “Patah Hati” Tahan paspor majikan? Why not? sementara si boss tersenyum puas meraSEKALI kamu potong gaji,, paspor ini aku buang. Mau? Reni, BMI asal Lampung yang beksa berhasil mengerjai kungyannya. erja di daerah Aplei Chau ini memang orang New Zealand hingga urus per- urus-mengurus soal begituan ya sudah Wah, kalau Reni nyanyiin lagunya tergolong kungyan cerdik, paling tidak panjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) menjadi urusan keseharian Reni. Megi Z pasti tambah seru tuh. hehehe menurut pengakuannya. Dari kelaya- si boss sudah jadi langganan tugasnya. Suatu hari, sang boss pulang lebih Nanda Ragil ban ke imigrasi urus visa majikan yang Maklum, si boss supersibuk, jadi urusan awal dengan muka ditekuk dan mulut


6 March 2009

SUARA 33


SELEBRITI

34

Libur dunia hiburan demi anak Oleh Lantip

LYRA Virna (27) dan suaminya, Eric Scada, sama-sama libur panjang dari dunia hiburan demi kedua buah hati mereka. Dari perkawinan mereka yang baru tiga tahun, Eric, yang bernama asli Syarif Kasim dan pernah menjadi bintang film panas 1990-an, dan Lyra, yang pemain LYRA Virna sinetron, telah dikaruniai dua anak--Qouizal Mirosavir Ali Bachmid atau Eizel (2) dan Quizal Nahla

Bachmid atau Eisha (lima bulan). Dengan kehadiran kedua anak tersebut, Eric dan Lyra memilih untuk berkonsentrasi mengurus mereka. “Aku rasa kami balik lagi ke komitmen awal. Aku sekarang jadi ibu rumah tangga, cukup stay di rumah untuk mengurus anak. Memang sudah berkomitmen dengan Eric sejak awal nikah. Kalau mau terjun lagi ke entertainment, anak-anak pasti akan kutinggal, karena enggak ada waktu, dan aku enggak sanggup,” tuturnya di Jakarta, Minggu (1/3). Sementara itu, menurut Eric, ia tak pernah melarang Lyra untuk menjalani kariernya di dunia hiburan.

6 March 2009

“Jenderal Naga Bonar” Deddy Mizwar berniat serius untuk maju sebagai calon presiden dalam Pemilu 2009. Pasangan cawapresnya berasal dari jenderal beneran.

Jenderal Naga Bonar nyapres “Saya belum melirik partai (yang mana). Tapi setelah ini akan ada komuAKTOR pemeran Jenderal Naga nikasi politik dan semuanya akan terBonar, Deddy Mizwar, mengaku siap buka. Komunikasinya akan mulai hari mencalonkan diri menjadi Presiden RI ini,” ujarnya. pada Pemilu 2009. Sementara itu, dalam pidatonya, “Saya siap untuk mencalonkan diri. Deddy secara tegas mengaku keingiKalau enggak yakin, kami enggak nannya untuk terjun ke dunia politik. bakal ada di sini,” ujar Deddy sebelum “Saya tidak pernah ngomong politik semengikuti acara diskusi Refleksi Politik belumnya. Kalau saya ngomong, pasti Jenderal Naga Bonar, Jenderal Negeri ada suatu dorongan. Ada yang salah Merak (Mengutamakan Rakyat), di dalam negeri ini,” ungkapnya. Galeri Cipta, Taman Ismail Marzuki Deddy, seperti diberitakan Kom(TIM), Jakarta, Jumat (27/2). pas, juga sempat menyentil proses Sejauh ini, kata Deddy, ia belum me- demokrasi yang berlangsung di negnentukan partai mana yang akan di- eri ini. “Pemilu di negeri ini seperti jadikan kendaraan baginya untuk mer- membeli kucing dalam karung karena amaikan bursa calon presiden (capres) rakyat enggak tahu siapa yang akan dimendatang. pilihnya,” katanya. Oleh Lintang

Di mata Deddy, sudah saatnya Indonesia memiliki pemimpin yang memenuhi persyaratan. Salah satunya, pemimpin yang mempunyai solusi untuk menghentikan keterpurukan, punya paradigma baru tentang sistem kenegaraan Indonesia ke depan, pemimpin yang punya keberanian dan mempunyai integrasi pribadi yang tinggi, bukan janji-janji. Terakhir, pemimpin yang tidak bermasalah. Deddy dikabarkan akan berpasangan dengan Mayjen (Purn) Saurip Kadi. Kedua “jenderal” ini berniat maju dengan mencuri suara golongan putih (Golput). Sejumlah parpol juga dikabarkan sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengusung nama Deddy sebagai capres mereka.


6 March 2009

SELEBRITI

SUARA

35

Titi-Christian, pesta setelah pemilu incaran wartawan dan pekerja infotainment, Kamis(26/2), Cilandak TownPASANGAN artis muda Titi Kamal square, Jakarta, pasangan ini memberi dan Christian Sugiono rupanya tak keterangan soal kabar pernikahan tahan terlalu lama menutupi berita ba- diam-diam mereka di luar negeri awal hagia. Pasangan suami istri dalam film Februari 2009. “Tipu Kanan Tipu Kiri” ini meresmikan “Karena bulan Februari 10 tahun hubungan mereka jauh dari pengge- yang lalu pertama kali ketemu dengan marnya. Titi di Jakarta. Kita ingin memanfaatkan Setelah beberapa minggu menjadi momen bulan Februari. Jadi 10 tahun Oleh Lantip

TITI Kamal dan Christian Sugiono nikah di Australia.

Tere biking gank perempuan ede itu, Metalia dipilih karena genre yang dipilih adalah rock. Syair-syair TAK seperti calon legislator lainnya lagu yang dibawakan pun bercerita tenyang kini tengah gencar-genarnya tang fenomena sosial dan cinta. “Nggak menebar beragam strategi untuk me- tahu, apa apa nanti coraknya benar-benarik simpati calon pemilih, penyanyi nar metal atau cuma metal-metalan, ngdan penulis lagu Tere yang juga tercatat gak tahu...yang penting ada ngerocknya sebagai calon legislator justeru bersikap lah,” tandasnya diiiringi tawa. santai. Ihwal para personilnya yang semuanMeski tetap menyiapkan kampanye, ya kaum hawa itu, Tere mengatakan pelantun tembang Begitu Berharga ini bahwa ia dan temanmasih sempat nge-band. Namun, temannya sengaja penampilannya di band itu untuk membentuk Metatujuan kampanye yang bersifat lia untuk mensosial. Untuk penggalangan dogungkapkan nor darah, pendidikan anak-anak aspirasi kaum kurang mampu, dan sebagainya. perempuan. “Soalnya, bagi aku, kampanye sosial lebih penting ketimbang kampanye politik. Karena, kegiatannya nyata. Manfaatnya pun bisa langsung dirasakan,” ujar Tere di Jakarta, Senin (23/2). Lantaran itulah, seperti diberitakan Tempo, beberapa waktu lalu, secara spontan Tere dengan beberapa temannya telah membentuk grup band yang semua personelnya perempuan. Nama band tersebut Metalia dengan personel Cecil, Via, dan Ika. Menurut perempuan pemilik TERE nama Theresia Ebbena Ezeria PardOleh Lintang

yang lalu kita bertemu,10 tahun kemudian kita menikah,” kata Christian tersenyum sambil menatap sang istri. Pada 6 Februari 2009 lalu, bertempat di Australia, disaksikan 20 orang kerabat kedua belah pihak, pasangan berbeda keyakinan ini resmi menjadi suami-istri. Pasangan ini berencana akan menggelar resepsi pernikahan setelah pemilihan umum.


SELEBRITI

36

Krisdayanti “Menanti Cinta” Oleh Lintang

kita nggak boleh punya timbal balik. Apa yang diyakini bagus, dikerjain aja,” KD berujar.

KRISDAYANTI kembali digandeng Melly Goeslaw. Personel ‘DI3VA’ itu menyanyikan lagu ciptaan Melly untuk soundtrack film ‘Ketika Cinta Bertasbih’. Video klip lagu itu kini sedang digarap. “Kalau dulu ‘Cinta’, kali ini lagunya ‘Menanti Cinta’,” kata KD -julukan Krisdayanti- di Jakarta Selatan, Selasa(24/2). Dalam klip ‘Menanti Cinta’, istri Anang Hermansyah itu tampil dengan pakaian adat Aceh. KD yang baru pertamakali mengenakannya jadi membayangkan rasanya menikah. Namun ia juga mengeluhkan beratnya hiasan kepala ala Aceh yang harus disangga. Seperti diberitakan Vivanews. com, KD tak berharap lagunya akan meledak seperti ‘Ayat-Ayat Cinta’ yang dibawakan Rossa untuk lagu tema film berjudul sama. “Kontribusi KRISDAYANTI

6 March 2009

Nabila Syakieb tak akan nikah siri Oleh Lintang

ARTIS sinetron dan film Nabila Syakieb yang kini menjalin hubungan dengan Yuri Ihza Mahendra, mengaku belum memiliki rencana untuk menikah dalam waktu dekat. “Kita belum punya rencana untuk nikah, kita masih jalani pacaran, belum ada pemikiran ke arah sana. Saya sendiri masih fokus film dan sinetron,” terang Nabila yang mengaku hubungannya baik–baik saja, dengan putra mantan Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra itu. Sementara soal anggapan hubungannya dengan Yuri yang stagnan, perempuan yang baru perdana main film itu membantah. “Kita masih jalani saja hubungan ini apalagi kita masih muda saya masih 23

tahun. Kita tetap jalani hubungan dengan serius tapi belum ke arah sana,” tambah Nabila seperti diberitakan Kapanlagi.com baru-baru ini. Sementara ditanya soal kemungkinan nikah siri, seperti yang banyak dilakukan para selebriti saat ini, ia menyerahkan sepenuhnya kepada mereka yang melakukan. Namun secara pribadi, dirinya tidak akan menempuh jalan semacam itu. Menurutnya pernikahan harus disebarluaskan, karena itu kabar menggembirakan. “Kalau nikah siri aku no comment, tapi itu semua kembali kepada keyakinan masing–masing, yang percaya saja. Kalau kita mau nikah kenapa harus diam–diam. Kan itu kabar bahagia jadi semua orang harus tau,” pungkasnya.

NABILA Syakieb


6 March 2009

SUARA 37


KEHIDUPAN

38 Zodiak

Segera ubah cara-cara yang salah, kalau Anda tidak ingin terseret dalam kesusahan karena kesalahan Anda sendiri. Semua belum terlambat untuk melakukannya. Berterima kasihlah kepada Tuhan karena masih ada orang baik yang mau menolong Anda.

Lumayan kini kemajuan mulai tampak. Persiapkan diri dengan kesabaran. Namun Anda juga harus lebih tegas dalam menentukan sikap agar tidak terombang-ambing oleh keadaan. Dan jangan lupa, santuni anak-anak yatim piatu dan fakir miskin.

Keuangan: Sedikit boros Asmara: Berbunga-bunga Kesehatan: Menurun Hari Baik: Selasa Pekerjaan: Usaha perlu ditekuni lebih serius

Keuangan: Banyak pengeluaran Asmara: Jangan mudah cemburu Kesehatan: Jaga makanan Hari Baik: Selasa Pekerjaan: Jangan cari kambing hitam

Rutinitas membuat Anda stress. Kini saatnya Anda membawa diri untuk bersenang-senang agar Anda tidak terlalu mengalami kejenuhan. Memang berat, beban yang sedang Anda hadapi saat ini. Namun uluran tangan Anda sangatlah dinanti.

Bersabarlah dan instrospeksi bahwa apa yang telah Anda lakukan salah, semoga Anda benarbenar menyadari dan meminta maaf. Anda mempunyai banyak kesempatan bersilahturahmi dengan saudara. Insya Allah hidup Anda akan mendapat keberkahan.

Keuangan: Cukup baik, ada saja rejeki Asmara: Kelembutan meluluhkan hati Anda Kesehatan: Agak menurun Hari Baik: Kamis Pekerjaan: Ambil langkah tepat dan cerdas

Keuangan: Membaik, ada pemasukan Asmara: Perlu ketabahan dan ketegaran Kesehatan: Jaga stamina Hari baik: Minggu Pekerjaan: Banyak kerjaan harus dibereskan

Saatnya bangun dari mimpi indah yang panjang. Bekerjalah selagi ada banyak kesempatan. Yang terpenting adalah jangan hanya merencanakan saja. Namun juga lakukan dengan usaha. Jaga kondisi dan makan teratur, seimbangkan antara kehidupan dengan pekerjaan.

Hidup pasti banyak cobaan datang silih berganti. Namun jika Anda yakin bahwa semua yang terjadi merupakan ujian dan peringatan agar lebih pasrah dan terima kenyataan dengan legowo serta introspeksi diri. Anda sedang sensitif, jangan mengumbar kemarahan.

Keuangan: Jangan pasrah tanpa berusaha Asmara: Terimalah dengan lapang dada Kesehatan: Cukup baik Hari Baik: Minggu Pekerjaan: Suka duka dalam bekerja wajar kok

Keuangan: Tidak ada masalah Asmara: Hindari kesalahpahaman kalian Kesehatan: Sangat baik Hari Baik: Kamis Pekerjaan: Peruntungan Anda sedang bagus

Kontrol diri Anda agar tidak keteteran. Rintangan akan Anda temui di bulan-bulan ini. Akan lebih baik jika Anda berusaha mencari uang dari hasil keringat sendiri ketimbang cuma menunggu bantuan. Gunakan akal sehat Anda serta yakinlah pada diri sendiri.

Ada banyak masalah dalam pikiran Anda. Namun yang terpenting kini Anda sudah tahu dan jelas bahwa orang tersebut cuma bermulut manis. lebih baik kini Anda lebih berhati-hati serta lebih konsentrasi pada pekerjaan. Tetaplah pada jalur kebenaran. Keuangan: Lancar Asmara: Bakal ada ganjalan, sabar saja Kesehatan: Mudah lelah Hari Baik: Rabu Pekerjaan: Jangan ditunda-tunda selagi ada kesempatan

Keuangan: Hati-hati jaga pengeluaran Asmara: Mawas diri dan tenangkan diri Kesehatan: Tidak ada gangguan serius Hari Baik: Sabtu Pekerjaan: Tetap semangat jangan surut

Jika Anda menunda kesempatan baik. Pastilah hasil yang Anda terimapun tidak sepenuh yang Anda harapkan. Memang saat ini hampir semua mengalami penurunan. Namun jika Anda terus berusaha pasti ada banyak jalan. Jaga kondisi dan jangan terlampau banyak pikiran.

Dalam minggu ini Anda banyak kegiatan. Namun jangan lupa bahwa Anda mempunyai tanggung jawab yang harus tetap Anda kerjakan. Bersabar adalah utama. Karena ada banyak masalah di kanan kiri Anda, hadapi dengan kesabaran.

Keuangan: Belum bisa terlalu berharap Asmara: Bahagia, pilihan terbaik Kesehatan: Kurang begitu baik Hari Baik: Senin Pekerjaan: Jangan rusak suasana anda

Keuangan: Ada pengeluaran mendadak Asmara: Keterbukaan membuatmu tenang Kesehatan: Tak ada masalah serius Hari Baik: Kamis Pekerjaan: Hasil kerja Anda tidak sia-sia

Ada banyak pilihan yang harus Anda amati dan pelajari untuk tidak salah dalam memilih. Karena saat ini yang Anda hadapi masih penuh liku. Dan semua kembali tergantung pada Anda bukan pada orang lain. Kendalikan emosi dan jangan keras kepala.

Anda seringkali berani berspekulasi dalam segala hal. Coba sadari selama ini Anda seringkali kepentok oleh keadaan. Memang rejeki Anda itu cukup lumayan baik. Namun jika saat ini Anda tidak menyiasati keadaan, akan sulit bisa mengumpulkannya.

Keuangan: Belum banyak perubahan Asmara: Mungkin dia bukan yang terbaik Kesehatan: Dalam kondisi cukup baik Hari Baik: Jumat Pekerjaan: Ada kemajuan dalam karier Anda

Keuangan: Belum banyak pemasukan Asmara: Jangan menyakiti kesetiaannya Kesehatan: Waspadai penyakit lama Hari Baik: Kamis Pekerjaan: Ada peluang untuk berkembang

Nomor-nomor Penting KJRI : Christian Action-DMW : Kotkiho : Islamic Union :

2890 4421 2739 6193 2576 4563 2893 5704 2838 1514

Bantuan Darurat : 999 Polisi : 2525 7717 / 2527 7177 Rumah Sakit : 2300 6555 Imigrasi HK : 2824 6111 Labour Dept : 2852 3535

Notice to advertisers Advertisers are responsible for the content and accuracy of their advertisements. SUARA will not be liable for inaccurate advertising and/or legal disputes involving third parties.

6 March 2009

Oh Dear, Valentine-nya Tulki berantakan Oleh Etik Juwita

KONON, apa-apa yang terjadi hari ini bisa ada karena kejadian-kejadian yang telah lewat. Konon juga, apa yang akan terjadi di kemudian hari, berangkat dari apa-apa yang terjadi di sekitar kita hari ini. Begitukah? Itu sebabnya, kalau sampeyan sering mau bersusah-payah mendengarkan dua kawan-kawan kita yang berbuihbuih di depan mikrofon di gelaran terpal warna pelangi di tenda putih atau di lapangan rumput Victoria Park itu, akan sampeyan dengar bahwa kita jadi BMI ini bukan sebuah peristiwa ‘batu tiban’ yang dilemparkan geledek saat musim hujan. Bukan pula semata-mata sebuah kodrat Ilahi apalagi mukjizat dari Yang Maha-tinggi, ada faktor-faktor penting berhubungan dengan sejarah negara kita sejak dari jaman dahulu kala. Konon begitu… maaf bila keliru, Mbakyu. Bukan tanpa sebab, omongan melantur begini harus jadi pembukaan kisah tokoh njelehi si Tulki kali ini. Karena agaknya, apa yang terjadi pada Tulki belakangan ini sudah sulit ditelusuri lagi di mana runtut peristiwa sebab akibatnya, hingga menjadikan kawan kita yang punya ajimat celana dalam batik ini sampai pada tahapan susah dikronologikan lagi seperti yang kita baca akhir-akhir ini. Seorang gadis desa yang alim (hampir jadi perawan tua kalau mau jujur, mendekati 30-an umurnya sekarang!), dilahirkan di pondok Pak Mul di Desa Lugu, bercita-cita mulia memperbaiki ekonomi keluarga dan menyekolahkan adiknya. Bekerja dengan segala duka dan tenaga, dan hanya bisa menjadi agak gila di hari Minggu saja, eh lahdalah setelah sekian lama kok jadi gila sebenar-benarnya. Ya begitu, sudah gila dia itu. Kalau misalnya di Hong Kong ini pemerintah kita punya rasa peduli pada rakyatnya dan menyediakan semacam konsultasi

psikologi gratis dan setulus hati, sudah pasti Tulki masuk dalam daftar tidak terkonsultasikan lagi. Walaupun, waktu telah pula menghadirkan kenyataan bahwa dalam hal prestasi, dalam hal gila, dalam segala situasi dan segala kondisi, di bagian pojok SUARA ini, tetap saja yang lebih punya nilai dan jauh lebih asyik kita bicaraka di sini tetap si Tulki, bukan KJRI. Begini, Tulki pada tanggal 15 Februari 2009 yang lalu, dengan segala aksesori dan wajah polesan seperti banci, dengan baju seksi dan syah syah syah sebagai korban fashion nomor wahid di antara korban fashion kelas teri di kalangan kita-kita para BMI, karena internet “ora konek”, Tulki telah gagal total berasyik

masyuk dengan pujaan jiwa belahan jantung di dalam dada yang jauh di mata di Indonesia sana. Tulki gagal pacaran dengan Bustanul Bokir bin Klanting karena janji bertemu di chatting tidak sukses. Komputer yang disewa Tulki telah tewas begitu saja sementara Si Tulki sedang bersiap-siap action di depan kamera di warnet di Causeway Bay Centre sana. Tulki yang waktu itu masuk warnet dengan menyamarkan namanya menjadi Sherly, sempat teriak-teriak minta tolong, minta didatangkan Bokirnya di komputer. Tapi si penjaga warnet

bilang, biar Mbak Sherly teriak sampai urat lehernya putus, cowoknya itu tidak bisa dihadirkan di komputer. (Stt, kisah punya cerita, Tulki harus memalsukan namanya begitu karena tak mau malu. Dia tak ingin namanya yang terlanjur populer itu hancur lebur hanya perkara mejeng, jegagas-jegigis di depan mesin. Sesuatu yang dari sejak jaman dahulu sering disebutnya sebagai “hobi amitamit mirip-mirip kelakuan demit”). “Harga mati, pokoknya Mbak Sherly. Berdoa sajalah, Kangmas sampeyan itu nggak selingkuh sama semua yang ada di warnet ini.” kata penjaga warnet sambil menunjukkan pada Tulki berbagai macam bentuk wajah yang sedang action meringas-meringis di depan komputer di warnet yang sangat ramai itu. Maka, wajah Tulki yang ‘mbencongi’ itu pun jadi kerlap kerlip seperti lampu stopan, kebat-kebit hatinya, jangan-jangan Kang Bus selingkuh… mau pindah warnet kayaknya juga tidak akan merubah keadaan. Warnet di belahan bumi Hong Kong yang mana sih yang tidak penuh pada hari Minggu begini, pas Valentin-an lagi! Tinggallah Tulki yang nelangsa tiada tara, duduk berpangku tangan mengenang Bokirnya di pinggir laut di seberang Kafe Pokka. Tulki teringat perjumpaan pertamanya dengan Bustanul Bokir waktu itu. Tulki, saat itu, sebenarnya sudah ‘jalan’ sama Kang Dullah kurang lebih setahun. Tapi ndilalah sudah Dikersa Maring Gusti Allah, Bokir datang bertamu ke rumah Tulki pada suatu malam Jum’at Legi. Tok tok tok hati-hati mengetuk pintu, sambil melirik-melirik, Bokir menyodorkan kertas ke arah Tulki yang tersipu-sipu malu. “Yem, kie kertas tulung rika isi ya? Kie piranti digawe PEMILU” kata Bokir, ia waktu itu datang memang sebagai Pawaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Bersambung maning…

Kamus ketawa-ketiwi Domba Seorang gembala sedang menggembalakan domba. Seorang yang lewat berkata, “Engkau mempunyai kawanan domba yang bagus sekali. Bolehkan saya mengajukan pertanyaan tentang domba-domba itu?” “Oh, tentu. Akan saya jawab dengan senang hati,” kata gembala itu. Orang itu berkata, “Berapa jauh domba-dombamu berjalan setiap hari?” “Yang mana, yang putih atau yang hitam.” “Yang putih.” “Ah, yang putih jalan sekitar 6 kilo setiap hari.” “Dan yang hitam?” “Yang hitam juga,” jawab si gembala “Berapa rumput mereka makan setiap hari?” “Yang mana? yang putih atau yang hitam?” “Yang Putih,” “Ah, yang putih makan sekitar empat kilo rumput setiap hari.” “Dan yang hitam?” “Yang hitam juga.” “Dan berapa banyak bulu yang mereka hasilkan setiap tahu?” orang itu masih kembali bertanya. “Yang mana? yang putih atau yang hitam?” “Yang putih,” “Ah menurut perkiraan saya, yang putih menghasilkan sekitar enam kilo bulu setiap tahun

Gembala itu menjawab, “Tentu saja saya harus membedakan. Karena domba-domba yang putih itu adalah milik saya.” “Ooo, begitu,” orang itu jadi mengerti dan mulailah dia bertanya kembali, “... Kalau yang hitam?” “Yang hitam juga.” Nikmah Ristanti

kalau mereka dicukur.” “Dan yang hitam?” “Yang hitam juga.” Orang yang bertanya menjadi penasaran. “Boleh saya bertanya, mengapa engkau mempunyai kebiasaan yang aneh, membedakan dombamu menjadi domba putih dan hitam setiap engkau menjawab. Padahal semuanya sama?”

Penghargaan Pada suatu hari, seorang dokter spesialis jantung meninggal dunia. Untuk mengenang jasanya, para koleganya sepakat buat sebuah peti mati berbentuk jantung. Acara penguburan berjalan khidmat. Satu bulan kemudian, seorang dokter spesialis mata juga meninggal dunia. Seperti yang sudahsudah, para koleganya sepakat untuk membuatkan peti mati berbentuk mata. Setelah selesai, para pengantar pulang. tinggal satu orang dokter saja yang masih merenung sendirian di pinggir makam. Salah seorang temannya melihat dan segera menghampirinya. “Sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu. Tidak usah engkau pikirkan,” kata si teman dokter tersebut. “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan kepadamu,” jawab si dokter, “kalau saya mati nanti, akankah kalian mengenang jasa-jasaku dengan membuatkan peti mati seperti mereka?” kata si dokter spesialis kelamin.


6 March 2009

SUARA 39


40 SUARA

6 March 2009


SUARA Maret 2009 Main