Page 1

1

26 Maret 2003 26 Maret 2016

eMPe

th

Art:rizky izzy

EDISI SABTU • 15 OKTOBER 2016

24 HALAMAN

ECERAN: Rp 5.000,-

Diangkat Lagi Setelah Dipecat JAKARTA – Kabinet Kerja Jokowi-JK kembali lengkap. Kemarin (14/10), Presiden Joko Widodo melantik Menteri dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Istana Negara. Keduanya bukanlah wajah baru, karena samasama pernah didepak dari kabinet beberapa bulan silam. Mereka adalah Ignasius Jonan sebagai menteri dan Arcandra Tahar sebagai wakilnya. Baca DIANGKAT... H.9

WAJAH LAMA: Presiden Jokowi (tengah) usai melantik Ignasius Jonan (kiri) sebagai menteri ESDM dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10)

RAKA DENNY/JAWAPOS

PERINGATAN DARI RSUD CB

P

ADA peringatan HUT ke-17 Provinsi Maluku Utara, Gubernur Abdul Ghani Kasuba membeberkan keberhasilan yang dicapai Maluku Utara di bawah kepemimpinannya. Di hadapan DPRD Provinsi Malut, orang nomor satu di Malut itu mengatakan pada semester pertama tahun 2016, Baca CB... H.11

PENDIDIKAN 500 Guru Besar Asing Siap Didatangkan JAKARTA - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir membuat gebrakan di dunia pendidikan tinggi. Dia berencana mendatangkan sejumlah guru besar asing ke tanah air. Langkah ini jadi tahap awal untuk bisa mendorong perguruan tinggi Indonesia masuk di ranking dunia. Niatan itu dikemukakan oleh Mantan Rektor Universitas Diponegoro, Semarang itu kemarin (14/10). Dia menyampaikan, pada tahap pertama nanti ada sekitar 200-500 guru besar asing yang diproyeksi datang ke Indonesia. Baca GURU... H.9

Halbar 4 – 2 Halut Kapolda Bocorkan Skema Penyelesaian Enam Desa

Petugas Rutan Kembali Bertingkah TERNATE – Ulah oknum petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ternate bikin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, petugas bernama Aulia Rachman itu dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap Arman Juniar La Ila alias Arman (44), salah satu warga binaan di rutan. Petugas lelaki itu sebelumnya diketahui telah dua kali menganiaya warga binaan lantaran persoalan sepele. Baca RUTAN... H.9

SAMSIR HAMAJEN / MALUT POST

Sikap

TOBELO – Usai pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara memutuskan duduk bersama membahas sengketa tapal batas beberapa waktu lalu, prospek penyelesaian status enam desa kian benderang. Indikasi ini dikuatkan dengan bocoran yang disampaikan Kapolda Maluku Utara Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto. Dalam tatap muka dengan Pemkab Halut di kantor Bupati Halut, Jumat (14/10), mantan Kasetukpa Lemdikpol Polri itu memaparkan ‘porsi’ pembagian enam desa tersebut dalam dua kabupaten yang selama ini bersengketa.

Kita sangat sesali. Saya sendiri sudah berikan teguran keras kepada pihak Rutan. Pargiyono Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkum-HAM

BRIGJEN (Pol) Tugas Dwi Apriyanto

Operasional Rp 64,5 M, Pansus Ngotot Pangkas OPD SOFIFI – Panitia Khusus (Pansus) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Maluku Utara bersikeras mengurangi jumlah OPD yang semula telah diusulkan Pemerintah Provinsi, yakni sebanyak 37 OPD. Alasan utama pengurangan ini adalah tingginya anggaran

operasional yang harus dialokasikan untuk 37 OPD tersebut. ”Rp 64,5 miliar (untuk 37 OPD, red) terlalu tinggi. Meskipun kenaikan biaya operasional ini hanya mencapai Rp 600 juta dari OPD yang digunakan saat ini, Baca OPD... H.9

Baca HALBAR... H.9

Kepala BNNP Minta Maaf TERNATE – Tingkah oknum anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara yang menyebarkan informasi palsu tentang penangkapan anggota Polres Halbar akhirnya menuai akibat. Kepala BNNP Malut Kombes (Pol) Bambang Setiawan Jumat (14/10) kemarin langsung memanggil

oknum tersebut untuk dimintai keterangan sekaligus diberikan teguran. ”Oknum anggota saya di BNNP ini sudah saya panggil dan sudah saya berikan teguran, agar bercanda tidak seperti itu,” kata Bambang. Tak hanya anggota BNNP,

Menyusuri Jejak Sejarah Pramoedya Ananta Toer dan Eks Tapol di Pulau Buru (Habis)

Ngabinem Nyusul karena Tak Tega Suami Sendirian Tidak semua tahanan politik (tapol) yang dibuang ke Pulau Buru kembali ke kampung halaman ketika bebas pada 1979. Di antara 12 ribu tapol, sekitar 290 orang memilih menetap di pulau itu. Mereka beranak pinak hingga sekarang. Berikut catatan terakhir wartawan Jawa Pos DIAR CANDRA dari sana.

KELUARGA EKS TAPOL: Dari kiri, Suhartini, Ngabinem (ibu), dan Darsini. Mereka adalah istri dan anak-anak Rabimin, eks tapol yang menghuni Unit IV Savanajaya

TUMPUKAN 12 karung gabah kering yang masing-masing berbobot 100 kilogram tersusun rapi di ruang tamu rumah Ngabinem di Desa Savanajaya, Kecamatan Waeapo, Buru. Di ruang tamu berukuran 4 x 5 meter itu, janda eks tapol Rabimin tersebut menerima saya bersama Tumiso dan Diro Utomo. Tumiso dan Diro adalah kawan senasib sepenanggungan almarhum Rabimin selama dalam pembuangan di Pulau Buru.

Baca BNNP... H.9

Tukang Kuti Pekan Depan Studio XXI Dibangun Jang lupa depe pajak juga Petugas Rutan Kembali Bertingkah Itu tangan gatal ka memang kapala gaya?

Baca NYUSUL... H.11 DIAR CANDRA/JAWA POS

HOTLINE : REDAKSI : (0921) 3127055 • UMUM : (0921) 3127210 • IKLAN : (0921) 3128265 • FAXSIMILE : (0921) 3127205

WEB-MAIL : www.malutpost.co.id • editor@malutpost.co.id

@MalutPost

Malut Post


SABTU, 15 OKTOBER 2016

HALTIM & HALTENG

AKHIR PEKAN • HAL. 2

art:Yono

KANTOR URUSAN AGAMA Tunggu Persetujuan Pusat WEDA - Rencana pembentukan Kantor Urusan Agama (KUA) pada tiga kecamatan di Kabupaten Halteng ( Kecamatan Weda Timur, Patani Barat dan Kecamatan Patani Timur) masih menunggu persetujuan dari Kementrian Agama. “Kami sudah sampaikan ke Kanwil Kemenag Malut dan sudah disulkan ke pusat,” ujar Kepala Kantor Kemenang Kabupaten Halteng Hi. Idris, kemarin (14/10). Ia mengatakan, Kemenang Halteng berkeinginan agar proses persetujuan itu secepatnya dikeluarkan sehingga mempermudah urusan masyarakat terkait masalah administrasi pernikahan atau bentuk surat lainya yang berkaitan dengan Kantor Urusan Agama. “Tujuan kita mendorong ini tidak hanya sekedar sebagai tanggung jawab, tapi juga bertujuan memperpendek rentang kendali terkait pengurusan administrasi di KUA oleh masyarakat di setiap kecamatan di Halteng,”terangnya. Sementara untuk meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, Kemenag Halteng telah membenahi beberapa fasilitas perkantoran KUA. Salah satunya di KUA Kecamatan Weda. “Dengan anggaran ada, pembenahan akan dilakukan secara bertahap di seluruh KUA dalam wilayah Halteng,”tandasnya.(rid/kox)

RUMAH LAYAK HUNI 99 KK di Lalaici dan Maratana Jaya Butuh Rumah Layak Huni MABA - Puluhan Komonitas Adat Terpencil (KAT) di Kecamatan Maba Tengah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) belum memiliki tempat tinggal layak seperti masyarakat pada umumnya. “Masyarakat KAT di Maba Tengah ada 99 Kepala Keluarga (KK). Tersebar di Dusun Lalaici sebanyak 49 KK dan Maratana Jaya 50 KK. Mereka masih tinggal digubuk kecil beralas tanah,” ujar Kepala Desa Yawanli Hasan Hi.Ali kepada Malut Post (14/10) kemarin. Dia mengatakan pemerintah desa sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Haltim agar membangun rumah layak huni bagi masyarakat KAT itu. Dan usulan itu mendapatkan respon baik dari Pemkab Haltim. “Kami suda siapkan lahan untuk pembangunan pemukiman masyarakat KAT yang dihibahkan Pak Ferdinan Koraag dan Pak Ferry Maramis,”katanya. Di tempat lain, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Hj. Kusnia mengatakan Pemkab Haltim telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan rumah layak huni untuk warga Dusun Lalaici. “Insah Allah usulan kami diakomodir pemerintah pusat untuk 2017 mendatang dengan bantuan 50 unit perumahan. Nantinya akan dipusatkan di Dusun Lalaici,”kata Hj Kusnia. (ado/kox)

Ini Dua Dugaan Pelanggaran Muttiara Kesimpulan Panwas Atas Dugaan Ijazah Palsu Muttiara Editor : Ako La Owi Peliput : Ridwan Arif

WEDA – Setelah memeriksa Hj. Muttiara T. Yasin dua hari lalu, kemarin (14/10) Panwas Halteng mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Halteng. Rekomendasi dengan nomor 045/Panwaslih-HT/X/2016 itu intinya mendesak KPU Halteng untuk meneliti dugaan ijazah palsu Muttiara atas laporan Koalisi Fogogoru sebelum penetapan calon pada 24 Oktober mendatang. “Suratnya perihal rekomendasi keterpenuhan syarat calon,” kata Ketua Panwas Halteng Ubaidi Abd. Halim, kemarin (14/10). Menurut dia, sebelum mengeluarkan rekomendasi, Panwas Halteng telah melakukan

kajian secara mendalam dengan memeriksa sejumlah saksi pelapor, termasuk memeriksa Muttiara sendiri sebagai terlapor. “Hasilnya, Panwas Halteng berkesimpulan telah terjadi dugaan pelanggaran administrasi dan dugaan tindak pidana umum,” ujarnya. Ubaid mengatakan dasar Panwas mengambil kesimpulan di atas sesuai hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan yang dimasukkan pelapor. Panwas juga mengacu pada PKPU Nomor 9 pasal 101, ayat 1 dan 2. Bunyi Pasal 1 dalam hal terdapat pengaduan atau laporan tentang ketidakbenaran ijazah/surat tanda tamat belajar STTB, pasangan calon pada salah satu atau semua jenjang pendidikan, setelah dilakukan penetapan pasangan calon, KPU meneruskan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkaitan hukum tetap. Pasal 2 (dua) menjelaskan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 di atas menyatakan ijazah/STTB bakal calon tidak sah, penggunaan ijazah/STTB yang dimaksud

dinyatakan tidak memenuhi syarat maka pasangan calon yang bersangkutan dinyatakan gugur. “Ini adalah dasar rekomendasi Panwas terkait masalah ini ke KPU Halteng,”terangnya. Ketua Devisi Hukum dan Penindakan Panwas Halteng Yusuf Haruna menambahkan soal kesimpulan pidana umum yang juga tercantum dalam hasil rekomendasi Panwas. Dasarnya sebagaimana diatur dalam KUHP pasal 263 ayat 1 (satu) yang berbunyi, bahwa barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain untuk memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak palsu, maka diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena atas pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun. “Ini hasil subtansi kesimpulan dari rekomendasi Panwas tersebut. Dan ini wajib hukumnya KPU menindaklanjutinya,”tandasnya.(rid/kox)

Mesin Baru untuk PLN Tiba di Weda WEDA - Janji Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk mengatasi krisis listrik di Kota Weda bakal segera terwujud. Kamis dua hari lalu, 3 unit mesin dengan kapasitas masing-masing 500 KW telah tiba di Kota Weda. Dua unit akan dikelola PLN Rayon Weda. Dan satu unit dikelola PLN Rayon Patani. Pemkab sendiri kemarin langsung melakukan pembersihan lahan untuk penempatan mesin tersebut di Kota Weda. Kepala PLN Rayon Weda, Risdam, kepada wartawan mengatakan, tiga unit mesin yang baru datang itu merupakan hibah dari Pemkab Halteng. PLN sendiri kata dia, juga akan mendatangkan dua unit mesin pada Januari 2017 mendatang.

SOLUSI: Pemkab Halteng mulai membersihkan lahan untuk mesin yang akan dihibahkan ke PLN Rayon Weda

Dengan penambahan mesin di PLN Rayon Weda, ia optimis masalah pemadaman dan krisis listrik di Kota Weda sampai di wilayah Trans Wale, Kecamatan Weda Timur bakal berkurang bahkan tidak terjadi lagi. Selama ini kata Risdan, masalah besar yang dihadapi PLN Rayon Weda adalah beban puncak. Pada fase ini PLN membutuhkan 1,2 mega

Kapolres Dukung Kegitan OTT Dari tingkat desa M A BA - Po l re s sampai pemerintah Halmahera Timur daerah maupun di (Haltim) siap mentubuh kepolisian gawal kegiatan Opsendiri. erasi Tangkap Tan“Bila ada punggan (OTT). utan liar kami akan Hal itu sampaimenindak sesuai kan Kapolres Halaturan berlaku,” ujar tim AKBP Driyano Ode mengutip perAndri Ibrahim Sik nyataan kapolres. melalui Kasubag Kapolres juga kata Humas Polres HalOde meminta peran tim Iptu Ode Ibraaktif dari masyarah i m s aat d i k o n firmasi wartawan AKBP Driyano Andri Ibrahim kat. Bila mendapat informasi ada pungutan liar (14/10) kemarin. Untuk mendukung OTT terse- segera melaporkan kepada petubut, dirinya akan menggerak- gas kepolisian. Sebab untuk kan seluruh kekuatan anggota memberantas pungli, harus intelejen di Polres Haltim untuk ada kerjasama yang baik antara memantau selur uh aktifitas kepolisian dengan masyarakat. (ado/kox) pemerintahan.

untuk melayani pelanggan. Sementara kapasitas mesin yang tersedia hanya mampu melayani beban puncak 650 KW. “Inilah masalahnya mengapa dilakukan pemadaman bergilir selama ini. Tapi dengan kehadiran tiga unit mesin baru ini, Insha Allah ‘penyakit’ mati lampu di Kota Weda bisa terjawab dan bisa melayani 1x24 jam tanpa pemadaman lagi,” yakinnya.(rid/kox)

AMAN Haltim Polisikan Badrun Cs MABA - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mempolisikan Badrun Cs ke Polsek Maba Selatan Sub Sektor Kota Maba. Ketua OKK AMAN Haltim Udin Abubakar menjelaskan Badrun Cs dilaporkan karena mengeluarkan anak rimba suku Togutil dari habitatnnya mereka di hutan. Langkah itu oleh AMAN dianggap tindakan mencederai kemanusian. Awalnya, kata Udin, Rurut yang pertama kali dikelaurakan dari hutan pada 5 Agustus 2016 lalu. Lalu disusul oleh Purenge (bapak tiri Rurut) dan Rina (Ibu kandung Rurut) pada 2 Oktober lalu. Selain ayah tiri dan ibu kandung Rurut, ada keluarga Rurut lain yang turut dikeluarkan dari Hutan Haltim. Mereka ada , Bili, Rinto, Bella,Eva dan Boy. “Kelima

bersaudara ini merupakan anak dari papa tiri Rurut. Dan Ibu Janda Mauina serta anaknya Zety yang diajak oleh Badrun,” jelas Udin. Atas tindakan ini, AMAN Haltim meminta Kapolsek Mabsel untuk memanggil Badrun Cs menjelaskan alasan Rurut dan keluarganya diturunkan, meninggalkan habitat mereka dan sekarang sementara berada di kediaman Gubernur Malut. “Sebab kami menilai tindakan Badrun Cs ini sudah dilatarbelakangi komersial. Dan mereka pantas diperiksa,” ujarnya. Kapolsek Mabsel Subsektor Kota Maba, Iptu Ivan Prabowo saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima laporan yang diajukan AMAN Haltim. “Saya sudah terima laporan dan kita akan pelajari dulu laporannya,” katanya. (ado/kox)


SABTU, 15 OKTOBER 2016

MAJANGPOLIS

AKHIR PEKAN • HAL. 3

Pekan Depan Studio XXI Dibangun TERNATE-Pembangunan Studio XXI akan dimulai pekan depan. Ini terungkap dalam rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (KPRD) Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate di aula Kantor Bappeda.

PENDIDIKAN Siswa SMP Islam 1 Wakili Malut di Kuis Kihajar

Tim BKPRD yang terdiri dari Bappeda, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BP2TSP), Dinas Tata Kota dan Pertamanan (DTKP) serta pihak Kecamatan dan Kelurahan tersebut membuat kajian

terkait dari berbagai aspek. ”Tim sudah sepakat, kita dukung kegiatan tersebut akan tetapi syarat dan ketentuan pembangunan terlebih dahulu dikroscek dan tadi kita sudah bahas,” jelas Kadis DTKP Rizal Marsaoly usai rapat kemarin.

Lokasi Cinema XXI yang akan dibangun oleh pihak Jatiland itu, bertempat di belakang Jatiland Mall, tepatnya di areal parkir. Untuk itu, sesuai rencana, Senin (17/10) nanti, izin pembuatannya akan diterbitkan. Sebab, pembangunan akan dimulai setelah izin diterbitkan. Baca: STUDIO.. Hal 4

November, Proyek Jagung Terrealisasi Abdillah: Sasaran Petani Korban Kemarau Editor : Sunarty Peliput : Ikram Salim

PRESTASI: Intan (tengah kiri) dan Sultana bersama Kepsek Abdullah Pelupessy dan guru pembimbing

TERNATE-Dua siswi SMP Islam 1 Kota Ternate, sukses meraih juara pada ajang kompetisi tingkat provinsi yaitu Kuis Kita Harus Belajar (Kihajar). Kedua siswa, yakni Intan Sulthanah Rasid dan Indah Cahya Putri, meraih juara pertama dan kedua. ”Intan memperoleh nilai 85,5 sementara Indah Cahya Putri memperoleh nilai 72.8 dan juara tiga itu dari SMPN 5,”kata Kepsek, Abdullah Pelupessy kepada Malut Post, kemarin. Kompetisi yang dilaksanakan di aula SMKN 2 Kota Ternate itu dilaksanakan oleh Dikjar Malut itu, berlangsung dua hari yang telah berakhir Kamis (13/10) dengan pesertanya dari SD, SMP dan SMA. Intan menjadi yang terbaik dan nantinya akan mewakili Malut di tingkat nasional pada 14 Neovember nanti, setelah mempresentasikan karyanya tentang Pengelolaan Sampah. Sebelum tampil, para peserta telah mengikuti kompetisi awal yang dilakukan secara online. ”Kompetisi awal itu mereka mengikuti uji pengetahuan umum secara online dan selanjutnya presentasi materi yang sudah ditentukan temanya,”jelas Abdullah. Baca: WAKILI.. Hal 4

PILIH KASIH: Petugas penagih retribusi parkir di jalan masuk kawasan Pasar Gamalama terkesan pilih kasih, setiap warga yang melintas masuk ke kawasan tersebut akan diminta retribusi parkir senilai Rp1000 untuk roda dua dan Rp2000 untuk roda empat, namun petugas ini hanya diberlakukan kepada warga sipil biasa, ketika ada anggota keamanan lewat, baik itu berseragam dinas utuh atau setengah dinas, petugas langsung membiarkannya lewat tanpa menagih retribusi parkir. Seperti yang terlihat dalam foto yang diambil pada Selasa (11/10) lalu.

Dekot Siap Hadapi Ancaman Makuwaje T E R N AT E - L a n g k a h L S M Makuwaje untuk melakukan Pranata Hukum guna menelusuri anggaran perjalanan Dinas diapresiasi kalangan Akade-

misi, seperti Dekan Fakultas Hukum, Syawal Abdullajid. Syawal menyarankan agar gugatan LSM tersebut harus benar-benar tepat sasaran. “Kalau objek yang disengketakan harus menyangkut dengan kerugian materil, yaitu kerugian yang seperti apa, ini yang harus jelas, seperti bagaimana kerugiannya,” ungkapnya. Menurutnya, jika gugatan itu terkait dengan kinerja, dalam hal ini tentang studi banding sedikit repot. “Karena, kinerja dewan sudah terukur dan terurai dalam program kerja dewan, mulai dari reses hingga peningkatan kapasitas melalui kunjungan kerja,” terang Syawal. Baca: HADAPI.. Hal 4

TERNATE– Proyek penananaman jagung seluas 200 hektar yang sebelumnya dikabarkan gagal, kabarnya akan terrealisasi tahun ini. Informasinya bantuan dari Kementerian pertanian untuk petani di Kota Ternate itu, akan turun pada November nanti. Ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pertanian Malut, Musdalifa Ilyas saat dikonfirmasi Malut Post. Meski demikian, dia masih enggan berkomentar soal informasi detailnya. ”Nanti hari Senin, karena saya masih di Jakarta,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kota Ternate Abdillah, kemarin (14/10) mengaku baru mengetahui kabar itu. Baca: JAGUNG.. Hal 4

Gelar Operasi Yustisi Antisipasi Tawuran RAZIA: Tim gabungan saat beraksi di Mangga Dua utara

TERNATE-Sebanyak 14 Koskosan di Kelurahan Mangga Dua Utara, tadi malam dirazia tim gabungan dari Pemerintah Kota

(Pemkot) Ternate dengan aparat keamanan. Baca: RAZIA.. Hal 4


SAMB MAJANG

SABTU, 15 OKTOBER 2016

AKHIR PEKAN • HAL. 4

Art: ATU

Jadwal UKG Belum Jelas TERNATE-Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Ternate, hingga kini belum membuka pendaftaran Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2016. Pasalnya, hingga kini Diknas masih menunggu pentunjuk teknis dari kementerian. Kepala Diknas Kota Ternate Muhdar Din, saat ditemui di ruang kerjanya mengaku, petunjuk itu termasuk jadwal dan mekanisme UKG. Dia juga mengaku hingga kini belum menyediakan data termasuk calon peserta. “Kita masih menunggu instruksi dari kementerian. Tapi dipastikan, semua guru wajib untuk mengikuti kompetensi ini, baik honor, yayasan maupun PNS,”tegas Muhdar. Ditambahkannya, dampak lain yang nantinya dialami jika tidak mengikuti seleksi yakni, sertifikasinya akan terhambat, karena tidak tercatat sebagai guru, apalagi PNS,”ungkapnya. Lebih lanjut, ia juga mengatakan, sebelum mengikuti UKG, para guru wajib untuk tranining atau pembekalan. “Jadi pelatihan ini akan difasilitasi langsung pihak P4TK Bidpar. Jadi modul, atau materi yang menjadi soal di UKG nanti disiapkan pihak Bispar,”terang Muhdar. Setelah di training, para guru juga akan diikutkan dalam uji kompetensi. “Stelah pelati8han, para guru ini juga akan diuji, lagi melalui sistim komputer, sehingga bisa diketahui kategori dari masing-masing guru,”tambah Muhdar. Sebab, lanjut Muhdar, passing grade atau nilai UKG dalam setiap tehun selalu mengalami keianiakan hingga pada 9,0. “Tahun lalu 5,0, tahun ini 6,0 hingga nanti 2019. Ini sudah menjadi program kementrian, makanya para guru akan terus kita latih dan uji semaksimal mungkin. Kita juga berupaya agar semua guru di Ternate, Hiri dan Batang Dua adalah guru-guru yang berkualitas,”tutup Muhdar. (cr-01/nty)

...STUDIO Samb Hal. 3

Bangunan yang akan difungsikan sebagai bioskop itu, sesuai kesepakatan bersama dengan pihak Jatiland, bangunannya akan dibangun dua lantai. Pihak Manajmen Jatiland menyiapkan pembangunan-

...WAKILI Samb Hal. 3

Sementara guru pembimbing Yati Arbain S.Pd dan Rusda Subada S.Pd, menambahkan, pihaknya akan tetap meluangkan

...HADAPI Samb Hal. 3

Ketua DPRD, Merlisa yang dikonfrimasi mengaku siap menghadapi tuntutan itu.

TAK PEDULI KESELAMATAN: Buruh yang bekerja di bangunan lantai empat salah satu gedung rumah sakit di jalan Arnol Mononutu Ternate tengah, terlihat tak perdulikan keselamatan mereka, meski bekerja dengan resiko tinggi, namun sebagian besar pekerja tersebut, tidak menggunakan alat safety saat melaksanakan pekerjaan

Baru 7 Sekolah Cairkan BOSDA TERNATE-Hingga pertengahan bulan Oktober, pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) di Kota Ternate, baru dilakukan di 7 sekolah. Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Muhdar Din, kemarin saat ditemui di ruang kerjanya. Menurutnya, pencairan baru dilakukan di 7 sekolah, karena mereka telah memasukkan

nya dan pengelolanya diserahkan ke XXI. Rizal mengaku, kehadiran bioskop ini menandakan bahwa kota ini sudah menjadi perhatian investor. ”Artinya banyak investor yang tertarik dengan Kota Ternate dan ini juga untuk menjawab Ternate kota modern kedepan,”pungkasnya. (cr-02/ nty) waktu untuk membimbing kedua siswa tersebut. ”Seleksi kemarin itu, langsung tim dari Jakarta dua orang ditambah dari provinsi. Intinya kami tetap akan bekerja keras untuk mempersiapkan lebih baik lagi,”tutup dia. (end/nty/pn) Menurutnya, lambaga yang dipimpinnya itu tidak ada masalah bahkan dia mengaku bisa mempertanggungjawabkannya. Dia juga mengaku perjalanan dinas itu telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan. (cr-01/nty)

laporan pertanggungjawaban anggaran. “Sekolah yang telah melaporkan pertanggungjawaban, maka sekolah tersebut yang dicairkan dana Bosnya untuk di triwulan sekarang,”terang Muhdar. Ditambahkannya, sesuai mekanisme, pencairan dana Bosda, harus diikuti dengan pertanggungjawaban pada bulan sebelumnya. “Kalau mau cepat cair, maka wajib bagi ke-

...JAGUNG Samb Hal. 3

Meski begitu dia optimis tidak akan terkendala karena sudah ada kesiapan baik itu Calon Petani maupun Calon Lahan (CPCL) sebagaimana yang telah diminta pemerintah pusat, sebelum setelah

...RAZIA Samb Hal. 3

Dini dilakukan karena ada kecurigaan pemicu tawuran antara kelompok pemuda Toboko Mangga dua (Tomang) adalah kehadiran orang luar. “Ada kecurigaan, makanya seluruh penghuni kos-kosan kita datangi untuk mengecek langsung asal-usul, maksud dan tujuan mereka di Ternate,” ungkap Kepala Badan Kesbangpol, Abdullah Sadik usai gelar razia tadi malam. Namun dari operasi yustisi yang berlangsung sekitar dua jam itu,

pala sekolah untuk memasukan laporan pertanggungjawabannya dulu. Ini sudah menjadi mekanisme,”tambah Muhdar. Sementara diketahui, pencairan dana Bosda hingga Oktober 2016 mencapai Rp2,267 miliar yang diperuntukan bagi 106 sekolah tingkat dasar (SD) dan 26 SMP di kota Ternate, termasuk Batang Dua, Hiri dan pulau Moti. (cr-01/nty)

proyek itu diumumkan. Lebih jauh, diakuinya bibit jagung yang akan turun nanti, akan dikelola oleh petani di Kota Ternate yang lahan kebunnya terkena dampak musim kemarau pada 2015 lalu. ”Termasuk petani di Hiri, Moti dan Batang Dua,” katanya.

Dikatakannya bantuan dari Kementrian Pertanian tersebut sempat tidak jelas. Sebab, pihaknya telah berulang kali berkooridanasi dengan pihak provinsi namun belum ada kepastian yang jelas. Bukan itu saja, proyek ini juga sering dipertanyakan petani. (cr-02/nty)

tidak mendapatkan apa-apa, hanya saja dalam operasi itu tim langsung memberikan arahan dan imbauan kepada penghuni kos, tentang aturan dan syarat yang harus dipenuhi terkait keberadaan mereka sebagai warga pendatang. Sementara itu, pihak-pihak yang terlibat dalam Operasi Yustisi itu adalah Kesbangpol, Satpol PP,Disdukcapil, Diknas, TNI, Polri serta pihak kecamatan dan kelurahan. Abdullah Sadik mengaku, dari 14 kos-kosan 12 yang peng huninya dari luar Ternate dan didominasi para pekerja swasta. “Besok (Hari ini,red) mereka akan

dipanggil oleh pihak kelurahan untuk diinterogasi,”terang Sadik yang juga koordinator operasi yustisi. Terpisah, Camat Ternate Selatan, Ibrahim Muhammad langsung menginstruksikan pihak RT dan kelurahan Mangga Dua agar mendata kembali para penghuni kostkosan. Operasi yang digelar baru berakhir sekitar pukul 23.00. Sekadar diketahui, operasi yustisi ini akan berlanjut di kelurahan Toboko dan di Mangga dua utara yang belum dirazia, Sabtu pagi ini. (cr-01/nty)


SABTU, 15 OKTOBER 2016

HALUT & HALSEL

AKHIR PEKAN • HAL. 5

art:Yono

TES URINE Kapolda Tiba, Langsung Tes Urine TOBELO - Setibanya di Polres Halmahera Utara (Halut), Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto, langsung memerintahkan tes urine kepada perwira dan anggota polisi yang bertatap muka dengan Kapolda. Tes urine dilakuTUGAS Dwi Aprianto kan secara acak, dan 8 anggota yang menghadiri pertemuan tersebut yakni Kasat Lantas Polres Halut AKP Andreas Adi Febriato, Kapolsek Tobelo AKP Randir P, anggota Brimob Kupa Kupa Brigpol Wawan Setiawan, anggota Brimob Polda Malut Brigpol Rino Giop, Ka SPKT Polres Halut Ipda Lakahena, D KBO Reskrim Polres Halut Iptu Mansur, Kasat Bimas Polres Halut AKP Musare, dan BA KP3 Pelabuhan Tobelo Briptu Sugiato Sarif. Hasilnya mereka semua negatif. Pada kesempatan itu, Kapolda menegaskan jika dalam tes urine acak ini ditemukan anggota positif narkoba langsung ditindak tegas bahkan bisa dipecat. “Pemberantasan narkoba di kepolisian tidak main-main,” tegasnya. (sam/onk).

Bikin SIM di Polres Halut Lama Kapolda: Percepat Pembuatan SIM Editor : Bukhari Kamaruddun Peliput : Samsir Hamajen TOBELO - Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto, selama satu hari kemarin (14/10) mengunjungi Halmahera Utara (Halut). Dari Morotai, Kapolda bersama rombongan menggunakan speedboat tiba di Pelabuhan Dufa Dufa pukul 09.00 WIT, disambut Wakil Bupati Muchlis Tapi Tapi, Kapolres Halut AKBP Ivan Indarta, Wakapolres Kompol Robert D Wosia, Forkompinda dan undangan lainnya. Dari pelabuhan rombongan langsung menuju ke Mapolres Halut, menggelar pertemuan dengan sejumlah kalangan baik jajaran polisi, pemkab dan juga tokoh agama serta masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai hal terkait kinerja polisi. diantaranya terkait dengan pelayanan pembuatan SIM di Polres Halut yang wak-

KUNJUNGAN: Kapolda saat tiba di Pelabuhan Dufa Dufa Tobelo pagi kemarin. ft samsir

tunya lama dibandingkan polres lain. “Saya mau tanya apakah pembuatan SIM di Polres Halut tak bisa sama dengan Polres Halbar. Di Halut lama, di Halbar cepat,” tanya Pendeta Wice. Soal lain yang disinggung warga, adalah ketidakkonsitennya polisi dalam hal penegakan aturan. Misalnya penggunaan knalpot racing dilarang, namun ada oknum polisi justru menggunakan knalpot jenis itu. Nelayan juga resah karena aparat Polairud menahan kapal mereka, padahal tak bermasalah.

Periksa Jaringan, Pegawai PLN Kesetrum

PERDA Belum Miliki Perda ANT dan ATT LABUHA - Masalah nahkoda speedboat yang tidak memiliki dokumen Keahlian Nautika Tingkat (ANT) dan Keahlian Tehnik Tingkat (ATT), akhirnya mendapat titik terang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Halmahera Selatan (Halsel), Soadri Ingratubun. Menurutnya, Selain diatur undang undang, pemerintah daerah harus memiliki regulasi baik itu Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup). “Kita belum memilikinya,” aku Soadri. Saat ini sedang dibuat draf Ranperda ANT dan ATT yang akan diusulkan ke DPRD. jika sudah disahkan, maka pemkab bisa menjalankan aturan tersebut. (cr-07/onk).

FOLLOW UP Kasus Bakar Kantor Desa Masuk Polres LABUHA - Kasus pembakaran Kantor Desa Larumabati Kecamatan Kayoa Utara mulai dilidik polisi. Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Syahrul Hariady, mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Dia menjelaskan kasus ini terjadi karena ketidakpuasan pendukung kandidat kades yang digugurkan panitia desa dan kabupaten, karena kandidat tersebut tidak berdomisili di Larumabati. Pelaku yang melakukan aksi pembakaran mencapai puluhan orang. Diduga aksi ini dilakukan pendukung kandidat yang tak lolos, M. Irham Z. Saban. (cr-07/onk)

Kapolda merespons semua keluhan, dan meminta jajarannya bekerja baik dan benar. Misalnya soal pembuatan SIM, Kapolda memerintahkan Kasat Lantas mempercepat proses pembuatan SIM. “Paling lambat pekan depan apa yang dikeluhkan warga sudah harus ditanggapi,” perintah Kapolda. Sebelum meninggalkan Halut, Kapolda bersama Wabup dan jajarannya makan siang di kawasan Danau Galela. (sam/onk)

EVAKUASI: Korban dievakuasi dari tiang listrik.. ft sahril

LABUHA - Karyawan PLN Labuha Usman Sanusi, kesetrum saat memeriksa jaringan listrik yang dikeluhkan warga. insiden yang terjadi di pertigaan Desa Tomori Kecamatan Bacan Halmahera Selatan (Halsel) pukul 15.30 WIT kemarin (14/10) ini, membuat warga sekitar panik. Untung, korban selamat. Menurut Mulkan Kaireu, saksi mata, saat itu korban memeriksa jaringan listrik namun tak sengaja tangannya menyentuh kabel. Kontan saja terjadi ledakan dan korban terpelanting. Dia tak sampai jatuh ke tanah, karena menggunakan pengamanan, sehingga hanya tergantung di tiang listrik. “Saya melihatnya seperti kejang-kejang, karena itu saya panggil warga,” katanya. Warga kemudian mengevakuasi korban yang sudah pingsan, dan dibawa ke RSUD Labuha. Korban mengalami luka bakar di kepala, dada, tangan kanan dan kiri, namun tidak terlalu parah. Setelah mendapat pengobatan, Usman diperbolehkan pulang ke rumah. General Manager PLN Labuha Samsul Gayus, merasa kaget Usman kena setrum, karena saat itu dia lagi off. Namun Samsul bersyukur kondisi anak buahnya tak terlalu parah. “Ini musibah, dan itu menjadi perhatian kami agar lebih berhati-hati dalam bekerja,” ujar Samsul. (cr-07/onk).

Frans Pertahankan Paulus Noya TOBELO - Bupati Halmahera Utara (Halut) Frans Manery, belum melengserkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Paulus Noya dari jabatannya. Padahal yang bersangkutan sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus pengadaan genset dan rumah

genset senilai Rp 125 juta tahun 2014. Menurut Bupati, dia masih mempertahankan Paulus karena belum ada keputusan tetap dari pengadilan. “Kan belum ada keputusan tetap dari Pengadilan, jadi belum saya ganti,” katanya, seraya menuturkan nanti dilihat pada

Januari 2017 saat pelantikan pejabat sesuai OPD baru. Untuk diketahui polisi sudah menetapkan Paulus bersama Kepala ULP Halut JA alias Juril serta lima tersangka lainnya. Namun belum dilakukan pelimpahan tahap dua ke Kejaksaan. (sam/onk)

Pilkades Serentak Kembali Ditunda L ABUHA - Untuk kedua kalinya, pelaksanaan pilkades serentak di Halmahera Selatan (Halsel) ditunda. Sebelumnya dijadwalkan berlangsung 21 Juli, kemudian diundur 19 Oktober, dan kemarin ditunda lagi 10 hari menjadi tanggal 29 Oktober. Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Otonomi Desa (BPM dan Otdes) Halsel Bustamin Hi Soleman, pemberitahuan penundaan sudah disampaikan ke seluruh camat. “Kita sudah sampaikan penundaan tersebut ke kecamatan dan panitia di desa,” katanya. Penyebabnya karena surat suara baru tiba 19 Oktober, dan butuh waktu untuk sortir dan distribusi. Surat resmi Bupati Bahrain Kasuba terkait penjadwalan ulang pilkades sudah dibuat dan menunggu ditandatangani bupati. Terpisah, kandidat Kades K i d a Ke c a m a t a n K a y o a Almin Abd Rahman Wais, mengaku sudah menerima informasi soal penundaan tersebut. “Saya sudah terima informasi penundaan pilkades dari kecamatan,” akunya. (cr-07/onk).

30 Peserta Lolos Seleksi Berkas SEPI: Suasana RS Betesha kemarin. ft ist

RS Bethesda Sepi TOBELO - Meskpun sudah diaktifkan kembali, namun kondisi RS Bethesda GMIH Tobelo masih sepi. Belum banyak pasien yang datang berobat. Pantauan Malut Post kemarin, petugas rumah sakit tetap standby meskipun belum ada pasien. Tertera juga nama-nama dokter yang melakukan pelayanan, terdiri dari dokter

spesialis dan dokter umum. Ketua Yayasan RS Bethesda GMIH Pendeta Yakub Soselisa menjelaskan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan, sehingga pemegang kartu BPJS Kesehatan bisa berobat tanpa dipungut bayaran. “Kita memiliki 9 dokter spesialis,” akunya. (sam/onk)

TOBELO - Proses seleksi berkas calon komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Halut meloloskan 30 orang lebih. Wakil Ketua Tim Seleksi Lutfi Bakance mengatakan, nantinya akan dipilih 5 orang diusulkan ke Baznas pusat untuk dibuatkan SK. Dia menjelaskan Baznas adalah lembaga independen yang memungut dan mengelola pajak. Mereka bekerja secara profesional. “Di Halut Baznas baru pertama kali dibentuk,” jelasnya. Dia berharap yang lolos seleksi memiliki kualifikasi dalam bidang tersebut. (sam/onk)


SABTU, 15 OKTOBER 2016

MOROTAI & SULA

AKHIR PEKAN • HAL. 6

art:ATU

PNS PNS Bolos Siap Ditahan SANANA – Meningkatkan kedisi p l i n a n Pe g aw a i Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Kepulauan Sula (Kepsul), Bupati Hendrata Thes membijakinya dengan tegas. Salah satunya, PNS yang s u k a b o l o s.” Ja m kantor PNS tak bisa bolos. Nanti kita HENDRATA Thes akan bangun pos penjagaan sebelum masuk ke kawasan pemerintahan di Desa Pohea,”katanya, Jumat (14/10). Bupati mengatakan, abseni kehadiran PNS juga akan diperketat. Bagi PNS yang tak berkantor tanpa alasan yang jelas, akan diberikan sanksi berupa pemotongan gaji yang dihitung sesuai jumlah hari tak berkantor. (rul/met)

Pemkab Morotai Siapkan 37 OPD Dinas Kehutanan Gabung BLH Editor : Muhammad Nur Husen Peliput : Samsudin Chalil DARUBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai siap membentuk 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari jumlah tersebut, 27 diantaranya berstatus dinas dan sisanya adalah Badan dan Sekretariat. Hal ini disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Mustafa Lasidji,

Jumat (14/10). Beberapa instansi yang rencana diubah adalah Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos), pecah menjadi dua dinas. Yakni Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) diubah menjadi Dinas PMD. Dinas Kehutanan dihapus dan digabungkan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) diubah menjadi Dinas Pariwisata (Dispar). Sementara Budaya digabungkan ke Dinas Pendidikan, sehingga menjadi Dinas Pendidikan Kebudayaan. Pemuda Olahraga berdiri sendiri menjadi

dinas, yakni Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Dinas Pendapatan dihapus dan digabungkan ke DPPKAD, Badan Keluarga Berencana Daerah (BKBD) diubah menjadi Dinas KB. Sementara Dinas Tata Kota digabungkan ke Dinas Pekerjaan Umum. Sementara yang berstatus Badan adalah, Bappeda, Bencana Alam, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Badan Perbatasan Daerah. Dan Sekretariat, yakni Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD dan Inspektorat,”tahapan selanjutnya, tinggal dibahas bersama Badan Legislasi (Banleg) DPRD,”ucapnya. (din/met)

PANSEL Pansel SKPD Diminta Independen SANANA – DPRD Kepulauan Sula (Kepsul) meminta panitia seleksi (pansel) calon pimpinan Satuan Kerja Perangkan Daerah (SKPD) yang sementara asesmen agar profesional dan independen dalam kinerjanya. Penilaian yang diberikan harus sesuai hasil tes. Tidak terpengaruh dengan intervensi pihak manapun. Ini karena hasil dari pansel yang disampaikan ke Bupati hendrata Thes dan Wakilnya Zulfahri Abdullah akan dijadikan dasar evaluasi dalam penempatan pimpinan SKPD pada jabatan yang sesuai hasil asesmen. Karena itu, hasilnya harus benar-benar murni.”Jangan ada kepentingan politik dalam proses asesmen yang sementara berlangsung,” ujarnya. Sementara Ketua pansel DR Irham memastikan akan bekerja profesional dan tahapan asesmennya berlangsung terbuka.”Kami tidak ada kepentingan lain, selain perubahan di Kepulauan S u l a ,” u n gkapnya. (rul/met) ILYAS Yainahu

KANTOR Bupati Morotai

Polsek Simpan 4 Hari Pj Bupati tak Berkantor Kasus Penganiayaan DARUBA – Kepolisian Sektor (Polsek) Morotai diduga menyembunyikan kasus penganiayaan yang dilakukan Bripda Ika Nurjaka Hadiyanta, saat kunjungan Kapolda Brigjen Pol Drs Tugas Dwiapriyanto di Morotai beberapa waktu lalu. Ika sendiri sudah ditetapkan tersangka atas kasus penganiayaan terhadap Ayu Dwi Anjani, Minggu (28/8) lalu. Anehnya, kasus tersebut tidak lagi ditindaklanjuti. Bah-

kan, hingga kini belum dilaporkan ke Polda Malut. Sebelumnya mantan Kapolda Brigjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara telah memerintahkan Polsek Morotai segera melimpahkan kasus tersebut ke Polda, namun tidak dilakukan.”Saya belum tahu kasus itu. Jadi nanti saya tanyakan lagi ke Polsek,”kata Kapolda. Karena itu, warga diminta melaporkan anggota nakal ke Polda.”Kalau terbukti saya pecat,”tegasnya. (din/met)

Akri Y Wijaya mengatakan, DA RU BA – A kt i v i t a s usai menghadiri HUT Pempemerintahan di Kabupatprov, Pj Bupati langsung en Pulau Morotai berlangbertolak ke Kalimantan unsung tanpa Penjabat (Pj) tuk menghadiri Sail Selat Bupati Samsuddin A Kadir. Karimata.”Pak Bupati diunIni karena orang nomor satu dang langsung, makanya di Pemkab itu tak terlihat harus hadir,”katanya. berkantor sejak empat hari Selain acara tersebut, Pj terakhir. Pj tinggalkan MoBupati juga memiliki agenda rotai, Rabu (5/10) untuk penting. Yakni, penandatanmenghadiri upacara Hari ganan Memorandum of UnUlang Tahun (HUT) Pemderstanding (MoU) tentang prov Malut di Sofifi. pembangunan Pembangkit Usai upacara, Pj belum SAMSUDDIN A Kadir juga kembali ke Morotai hingga, Jumat Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan Lit(14/10). Bahkan, saat kunjungan Kapolda bang Kementerian Energi Sumber Daya Brigjen Pol Tugas Dwiapriyanto dijemput Mineral (ESDM).”Pak Bupati harus hadir Asisten I Lukman Bajak. Terpisah Kepala karena MoU itu dihadapan Presiden Joko Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Widodo,”ungkapnya.(din/met)

Tanpa RPJMD Arah Pembangunan tak Jelas SANANA – Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepulauan Sula 2017-2021, hingga kini belum dirampungkan. Targetnya dalam waktu dekat sudah selesai disusun dan diserahkan ke DPRD untuk disahkan.”Pembangunan berjalan tak terarah, tanpa RPJMD,”kata Wakil Bupati Zulfahri Abdullah, Jumat (14/10). Selain itu, dalam penyusunan APBD 2017 harus ada gambaran dan itu rujukannya

ada pada RPJMD. Tetapi hingga kini RPJMD Kepsul belum juga rampung. ”Sesuai hasil koordinasi, masalah ini harus diselesaikan. Wabup mengatakan, dalam RPJMD akan dijabarkan visi misi bupati dan wakil bupati yang dituangkan dalam program-program. ”Bila demikian, arah untuk mewujudkan visi misi yang dituangkan dalam APBD 2017 menjadi lebih jelas dan terarah,”ungkapnya. (rul/ met)

KANTOR Bupati Kepsul


SABTU, 15 OKTOBER 2016

TIDORE KEPULAUAN

AKHIR PEKAN • HAL. 7

art: Adie

Usulan 31 OPD Baru Bakal Berkurang Pembahasannya Masuk Tahap Finalisasi Editor : Mahmud Ici Peliput : Fahrudin Abdullah TIDORE— Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tidore Kepulauan memasuki tahap finalisasi. Draft yang diajukan sebanyak 31 OPD, setelah konsultasi ke pemerintah pusat dan pembahasan dengan DPRD Tikep, berkurang menjadi 30 OPD. Pembahasan antara tim OPD, Pemerintah Kota Tikep dengan DPRD, di ruang paripurna DPRD kemarin (14/10), muncul banyak sorotan yang datang dari Pansus OPD DPRD. Rapat dipimpin Ketua Pansus OPD Elvry Habib itu dihadiri Sekkot Tikep Tamrin Fabanyo, Sekretaris Pansus Ratna Namsa, anggota Pansus dan sejumlah Pimpinan SKPD Pemkot Tikep. Rapat sebelumnya, diagendakan pembahasan finalisasi. Namun sampai rapat ditutup, OPD itu belum final. Dalam rapat itu Pansus DPRD menyoal tuntutan struktur OPD yang terlalu banyak bidang, dan terkesan gemuk. Dalam OPD baru, Pansus menawarkan minimal 1 OPD baru dua bidang saja. Anggota Pansus Ridwan Moh. Yamin meminta tim OPD Pemkot menjelaskan rinci lahirnya bidang- bidang yang melekat di dinas dan badan yang baru terbentuk. “Harus dijelaskan agar OPD, tak ada kesan muncul karena bagi-bagi jabatan. Mestinya lahir OPD itu, untuk kepentingan pelayanan yang rill atau tepat sasaran,” tandasnya. Sekretaris Pansus OPD DPRD Tikep Ratna Namsa, dikonfirmasi usai rapat pembahasan OPD menjelaskan, hasil konsultasi ke provinsi dan ke Kemendagri, menghasilkan OPD Tikep sudah sesuai dan baik. “Yang kita lakukan pembahasan lagi ini untuk berjaga-jaga. Ketika turun lagi regulasi baru, khawatir berubah lagi,” katanya. Ketika konsultasi ke Kemendagri, dengan berlakunya

PEMBAHASAN : Rapat pembahasan OPD antara Pansus DPRD Tikep dengan Tim OPD Pemkot Tikep

PP Nomor 18 2016, tentang OPD diharapkan ada efisiensi dalam struktur. Tetapi yang terjadi usulan OPD yang diajukan, ada struktur OPD gemuk. “Sehingga butuh perampingan, ,”ujarnya. Menurut Ratna, meski ada pemekaran OPD baru, khusunya jabatan struktur esalon II, namun jangan diikuti struktur esalon III dan IV.

FESTIVAL MAITARA

dikonfirmasi menjelaskan, sebelumnya draft OPD yang diajukan ada 31. Namun ketika konsultasi ke pemerintah provinsi dan Kemendagri, Korpri dimerger ke BKD. Sementara penyuluh pertanian sebelumnya diajukan bergabung dinas ketahanan pangan kini berubah dan digabungkan ke Dinas Pertanian. (far/ici)

Pemprov Belum Banyak Berbuat untuk Tikep

Festival Maitara Fokus Dua Kegiatan TIDORE— Festival Maitara, rencananya digelar Desember mendatang. Dalam festival ini akan difokuskan dua kegiatan. Yakni wisata bawah laut dan lomba dayung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan Yakub Husain menjelaskan, sebelumnya ada sejumlah kegiatan misalnya pentas musik dan beberapa kegiatan lainnya. Untuk Festival Maitara tahun ini acara seperti itu ditiadakan. “Kita fokus wisata bawah laut dan lomba dayung,” terangnya saat dikonfirmasi Jumat (14/10). Khusus wisata bawah laut, pihaknya melibatkan sejumlah komunitas diving di Indonesia. “Ini untuk mempromosikan wisata bawah laut Tikep di kancah nasional maupun internasional. “Kita akan berupaya memperkenalkan spot-spot bawah laut yang ada di sekitar Pulau Maitara,” terangnya. Dia mengatakan, komuntas diving tak semua diundang karena katerbatasan anggaran. Sementara lomba dayung, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Parawisata Kota Ternate. Dimana dalam kegiatan ini mengundang pedayung dari Ternate maupun Halbar. Untuk anggaran kegiatan, disiapkan Rp300 juta lebih. (far/ici)

“Ketika ada pemekaran OPD baru, turunan OPD itu juga harus ramping. “Jangan sampai gemuk semua dari struktur teratas sampai di bawah. Dia berharap, lahirnya OPD baru dan OPD yang terbentuk ke depan lebih memberikan pelayanan yang ril di masyarakat. Terpisah, Kabag Organisasi DR. Sofyan Saraha

Muhammad Sinen

TIDORE— Pusat pemerintahan Porvinsi Maluku Utara berada dalam wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Meski begitu pemerintah provinsi dianggap kurang memperhatikan Tikep. Dalam hal distribusi proyek sarana publik misalnya, jarang masuk Tikep. Jika ada belum berjalan maksimal.

Jalan Oba Selatan yang menjadi proyek provinsi, hingga kini belum tuntas dan masyarakat Oba Selatan kesulitan melintasi jalan tersebut. Wakil Wali Kota Muhammad Sinen kepada Malut Post belum lama ini meminta, pemerintah Provinsi lebih fokus menyelesaikan persoalan tapal batas

di kabupaten/kota termasuk soal infrastruktur. Dari sisi infrastruktur, Tikep dianggap kurang mendapat perhatian provinsi. Sebab porsi pembangunan yang menjadi tanggung jawab provinsi di Tikep, seperti infrastruktur jalan saja belum direalisasikan. “Hingga kini warga kesulitan melalui jalan lintas yang menjadi tanggung jawab provinsi,” ujarnya. Wakil Wali Kota lantas berharap, pemerintah provinsi sadar, bahwa mereka di wilayah Kota Tikep maka harus lebih banyak mendapat perhatian dari Provinsi. (far/ici)

KUNJUNGAN: Sejumlah wisatawan mengunjungi Pasar Goto

Akses Internet di Tikep akan Lebih Baik TIDORE— Desember 2016 nanti akses internet menggunakan fiber optic segera aktif di dua titik. Yakni di Pantai Tugulufa dan Pelabuhan Rum. Fasilitas itu disediakan untuk mempermudah masyarakat mengakses internet secara cepat. Kepala Bidang Kominfo Dinas

Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Budi T. Mustafa dikonfirmasi Malut Post di kantor DPRD Tikep kemarin (14/10) menjelaskan, untuk pemasangan fiber optic itu, akan ditarik dari Ternate oleh pihak Telkomsel. Dikatakan untuk area publik sep-

erti pantai Tugulufa dan pelabuhan Rum menjadi titik sentral akses internet fiber optic reading. Tak hanya itu, fiber optik itu akan dipasang keliling pulau Tidore. Ini memudahkan masyarakat memakai fasilitas internet dengan cepat. (far/ici)

Budi T. Mustafa


SABTU, 15 OKTOBER 2016

HALMAHERA BARAT

AKHIR PEKAN • HAL. 8

art:Yono

Julius Marau Penuhi Syarat LHKPN JULIUS Marau

JAILOLO – Dari 6 calon Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Halmahera Barat (Halbar), baru Julius Marau yang sudah memasukkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke

ANGGARAN Soal DD, 6 Kades Dipolisikan JAILOLO – Enam kepala desa (kades) di Halmahera Barat (Halbar) dipolisikan. Ini menyusul adanya dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Adalah, Desa Kie Ici Kecamatan Ibu, Sidangoli Gam Jailolo AKBP Sutoyo Selatan, Ulo Jailolo Selatan, Kuripasai Kecamatan Jailolo, Tongute Ternate serta Desa Tuguraci.”Meski sudah dilaporkan secara resmi, kami tidak langsung menindaklanjuti karena masih pada tahap pembinaan,”kata Kapolres AKBP Sutoyo, Jumat (14/10). Langkah yang akan dilakukan kata Kapolres, adalah berkoordinasi dengan Inspektorat Pemkab Halbar.”Ini untuk memastikan ada unsur pidana atau tidak. Jadi nanti ada rekomendasi dari Inspektorat baru kami tindaklanjuti,”jelasnya.(ato/met)

DIALOG Juliche: Perempuan Harus Mampu Berkarir JAILOLO – Dialog Three Ends yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dimanfaatkan Ketua DPRD Juliche D Baura untuk memotivasi kaum perempuan sebagai agen perubahan. ”Perempuan harus mampu meniti karir. Baik birokrasi, politisi maupun tempat lainnya,”kata Juliche dalam dialog yang berlangsung di Aula Bidadari Kantor Bupati, Jumat (14/10). Saat ini perempuan yang duduk di parlemen Halmahera Barat (Halbar) hanya empat orang. Diharapkan kedepan kuota perempuan bisa sejajar dengan laki-laki. Karena itu DPRD secara kelembagaan siap mendukung dan mensukseskan program jelajah Theree Ends.”Mudah-mudahan rancangan program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa memberi ruang untuk pemberdayaan perempuan,”harap politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD dua periode ini.(ato/met)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LHKPN adalah salah satu dari sekian syarat pencalonan Sekkab. Selain LHKPN, syarat lainnya adalah kepangkatan minimal IV b serta syarat

lainnya yang diumumkan melalui layar TV di depan Sekretariat pansel.”Semua syarat pencalonan ditayang melalui layar terbuka. Jadi silahkan lihat,”kata anggota pansel Jemmy Ch Rakinaung, Jumat (14/10). Jemmy mengatakan, di hari pertama pengumuman pendaftaran, Jumat (14/10), baru calon Sekkab Martinus Djawa yang mengambil formulir.”Pendaftaran ini dibuka selama dua minggu pada setiap jam kerja,”ungkapnya. Diketahui,

enam pejabat yang digadang ikut seleksi Sekkab adalah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Syahril Abd Radjak, Kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Sayuti Djama, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan yang juga Plh Sekkab Julius Marau, Kadisperindag Zubair T Latif, mantan Kadisperindag Malut Martinus Djawa dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Malut Nirwan MT Ali.(ato/met)

DPRD tak Mampu Imbangi Pemkab Hanya Asal Bicara, Ranperda OPD Semuanya Lolos Editor : Muhammad Nur Husen Peliput : Suparto Mahyudin JAILOLO – Ancaman komisi I DPRD terkait perombakan Ranperda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diajukan Pemkab Halbar, hanya isapan jempol. Buktinya, dalam pembahasan dengan tim program pembentukan peraturan daerah (propemperda), DPRD tak mampu mengimbangi sehingga Ranperda usulan Pemkab semuanya lolos. Salah satu ancaman yang disampaikan adalah, menghilangkan jabatan Staf Ahli Bupati dalam pembahasan Ranperda OPD. Ancaman ini kesannya omong kosong karena jabatan Staf Ahli tidak bisa dihilangkan. Bahkan, karena kepiawaian tim Pemkab, berhasil menambahkan tiga OPD baru di masa injury time. Adalah, Dinas Pengadaan Barang dan Jasa, Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan

Pangan. Usulan awalnya, Ketahanan Pangan melekat di Dinas Pertanian, Sosial melekat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD). Bahkan, tidak ada pengadaan barang dan jasa. Karena tidak mampu mengimbangi maka barang dan jasa juga dimasukkan menjadi OPD tersendiri.”Jadi ada 29 OPD yang disetujui. Terdiri dari 4 Badan, 23 Dinas dan 2 Sekretariat,”kata salah satu sumber. Sementara Ketua Komisi I DPRD Djufri Muhammad yang ditemui mengakui, saat pembahasan terjadi perdebatan serius, karena ada beberapa regulasi yang harus dibentuk. Terkait jabatan Staf Ahli itu memang dalam regulasi wajib. Makanya, tidak bisa dihilangkan.(ato/met)

PERSIAPAN: Kapal yang mengangkut alat berat menuju Kecamatan Loloda untuk membuka akses jalan.

Sepakat Wujudkan Program Three Ends JAILOLO – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA),

Pemprov Malut dan Pemkab Halbar sepakat mewujudkan program Three Ends di Halma-

hera Barat. Komitmen ini disampaikan dalam dialog Three Ends di Aula Kantor Bupati, Jumat (14/10). Menteri Yohana dalam sambutannya mengatakan, negara dikatakan belum maju bila perempuan dan anak belum berada pada titik aman. Harus menghentikan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kaum lelaki wajib memberikan posisi strategis untuk kaum perempuan dalam segala bentuk.”Kami apresiasi keseriusan Pemkab Halbar yang kerja ekstra menyambut kegiatan ini,”ungkapnya. Sementara Gubernur Abdul Ghani Kasuba dalam sambutannya mengapresiasi komitmen kementerian yang disambut Pemkab Halbar.”Ini wujud nyata Halbar akan dijadikan kota layak anak,”ucapnya. Hal yang sama juga disampaikan Bupati Danny Missy. Jadi tiga program Three Ends bakal dijadikan program prioritas sehingga mulai tahun depan dukungan lebih dimaksimalkan. ”Kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan perempuan dan anak di Halbar,”ujarnya. (ato/met)


AKHIR PEKAN • HAL. 9

SABTU, 15 OKTOBER 2016 Art:rizky izzy

...RUTAN

Samb Hal. 1

Arman merupakan tahanan Kejaksaan Negeri Ternate yang dititipkan di Rutan. Ia tersangka kasus kecelakaan lalu lintas yang ditahan di Rutan sejak 7 Oktober lalu. Belum pasti apa penyebab Aulia menganiayanya. Namun akibat penganiayaan tersebut, Arman sempat mendapatkan perawatan di RS Tentara Ternate. Sialnya, usai menganiaya Arman Kamis (13/10) kemarin, keluarga Arman yang tak terima lalu melaporkan Aulia ke pihak Rutan. Aulia pun dikabarkan sempat ditahan lantaran tuntutan keluarga warga binaan tersebut. Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkum-HAM Pargiyono saat dikonfirmasi Malut Post kemarin membenarkan adanya kasus penganiayaan di dalam Rutan. Akibat pemukulan tersebut, korban harus dilarikan ke rumah sakit. ”Saya sudah konfirmasi (ke Kepala Rutan, red), dan itu benar,” kata Pargiyono. Namun Pargiyono mengaku belum mengetahui secara pasti motif pemukulan yang dilakukan oknum petugas Rutan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah mendalami hal tersebut. “Kita sangat sesali. Saya sendiri sudah berikan teguran keras kepada pihak Rutan. Kita juga akan panggil oknum yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi,” tuturnya.

...BNNP

Samb Hal. 1

oknum anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tidore Kepulauan yang turut menyebarkan barang bukti dan keterangan (baket) palsu itu melalui media sosial juga bakal ditegur. Apalagi, oknum anggota BNNK yang diketahui bernama Memet tersebut menyebarkan hoax itu ke instansi lain dan publik. ”Saya lebih menyesali perbuatan oknum yang di BNNK ini,” ungkap mantan Kepala BNNP Riau tersebut. Untuk itu, Bambang menegaskan dalam waktu dekat dirinya bakal memanggil Memet guna dimintai keterangan. Pasalnya, ulahnya di mata Bambang telah mencoreng nama baik lembaga BNNP. ”Yang saya sesali ini si Memet, kenapa menyebarkan informasi palsu ini ke publik. Memet ini akan saya panggil, apa maksud dia menyebarkan informasi itu? Karena ini sudah mencoreng nama baik BNNP,” tegasnya. Bambang juga menyadari kerugian yang ditimbulkan akibat ulah dua anak buahnya itu. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh institusi yang merasa dirugikan. ”Saya minta maaf kepada Kapolda atas kelakuan anak buah saya ini. Dan kepada publik, saya minta maaf atas masalah ini,” ucapnya. Bambang sendiri menolak menyebutkan identitas anggota BNNP yang memulai viralnya informasi palsu tersebut. Pasalnya, oknum tersebut merupakan petugas lapangan yang bertugas mencari informasi tentang potensi penyalahgunaan narkotika. Mau tak mau, identitasnya tak dapat diekspos. Tindak Tegas Ulah dua oknum anggota BNN itu juga mengundang reaksi akademisi. Dosen Fakultas Hukum Universitas Khairun Abdul Kadir Bubu mengecam keras ulah anggota BNN yang disebutnya telah meresahkan publik itu. Pria yang karib disapa Dade itu menegaskan, Kepala BNNP mesti serius menyikapi permasalahan ini. ”Pasalnya, informasi palsu

Disinggung apakah Aulia bakal dipecat, Pargiyono belum dapat memberikan kepastian. Pasalnya, pihaknya masih harus mendalami lagi kasus ini, termasuk mendengarkan klarifikasi dari oknum yang bersangkutan. “Tidak semudah itu kita pecat pegawai. Kita dengar dulu klarifikasinya,” pungkasnya. Kekerasan terhadap warga binaan ini mendapat reaksi dari praktisi hukum Muhammad Konoras. Ketua Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Malut itu menyatakan prihatin atas perlakuan tidak terpuji oknum sipir Rutan tersebut. Diungkapkan Konoras, insiden tersebut bukan pertama kalinya. ”Semestinya mereka para tersangka dan terdakwa harus dibina agar kelak nanti setelah bebas dari tahanan bisa berperilaku baik. Bukan malah diajarkan untuk menjadi preman dengan cara menganiaya seperti ini,” semprotnya. Ditambahkan pengacara senior itu, apapun kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka sudah dimintai pertanggunggungjwaban melalui proses hokum. Tugas Rutan adalah membina dan memberikan pelajaran berharga bagi mereka. Tujuannya, agar di kemudian hari bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku terpuji. ”Bukan malah disiksa dan dianiaya. Kepada petugas yang menganiaya perlu mendapat tindakan tegas dari atasannya,” tandas Konoras.(tr-02/kai) yang disebarkan tersebut menyangkut nama baik orang dan nama baik dari institusi. Karena itu saya minta Kepala BNNP tindak tegas dua oknum itu. Dua oknum itu (seharusnya, red) tidak bisa lagi difungsikan karena jangan sampai kembali melakukan pembodohan terhadap publik,” paparnya. Dade menuturkan, sebagai institusi yang menangani masalah narkotika, mesti memahami betul resiko pekerjaan yang diemban. Apalagi Indonesia sekarang sedang darurat narkoba dan semua pihak tengah gencar-gencarnya memberantas narkoba. ”Kita ini sudah darurat narkoba, kok tiba-tiba anggota BNNP menyebarkan informasi seperti itu dan terkesan main-main. Ini sangat disayangkan,” tuturnya. Dade menyarankan Kepala BNNP Malut memberikan sanksi tegas terhadap dua anggotanya. BNNP, kata Dade, merupakan lembaga yang ditugaskan untuk memberantas narkoba di Indonesia. Bila BNNP menugaskan orang-orang yang tak becus dalam bekerja, maka akan menimbulkan masalah besar bagi lembaga itu sendiri. Parahnya, jika nantinya informasi yang disampaikan oleh lembaga BNNP tak lagi dipercaya oleh publik. ”Sanksinya harus dikeluarkan dari BNNP. Kalau oknum itu berasal dari instansi pemerintah maka harus segera dikembalikan ke instansi pemerintah. Kalau oknum itu adalah tenaga kontrak maka harus diputuskan kontraknya. Karena masalah narkoba ini bukan masalah main-main,” tegas Dade. Senada, Kapolres Halmahera Barat (Halbar) AKBP Sutoyo menyayangkan tersebarnya isu yang menyinggung instansinya tersebut. Menurutnya, meski isu itu dikatakan hanya main-main, oknum anggota BNNP dan BNNK mestinya lebih berhati-hati. ”Seharusnya lebih profesional lagi. Jangan terlalu mengumbar berita sebelum ada fakta karena ini menyinggung dan merugikan pihak-pihak lain. Jangan hanya pandai bicara tapi tidak ada fakta,” ujarnya menyesali.(tr-04/kai)

...HALBAR

Samb Hal. 1

Menurut Tugas, rapat pimpinan tingkat I yang digagas Pemerintah Provinsi Malut telah menetapkan skema 4:2 untuk posisi enam desa tersebut. Yakni empat desa masuk ke wilayah administratif Halbar, yang berarti masuk Kecamatan Jailolo Timur, sementara dua desa lainnya tetap bergabung dengan Kecamatan Kao Teluk, Halut. ”Memang dalam pembahasan internal pembina tingkat I itu 4:2. Untuk Halbar dan Halut, setelah dua kabupaten itu menyerahkan ke Gubernur Malut untuk menyelesaikannya,” ungkap perwira asal Surakarta, Jawa Tengah tersebut, menjawab pertanyaan Sekretaris BPM dan Pemdes Halut Eli Londinkene dalam tatap muka kemarin. Eli sendiri mengaku menyayangkan keputusan Pemkab Halbar menggelar Pemilihan Kepala Desa di lima dari

...DIANGKAT

Samb Hal. 1

Penunjukan mendadak itu sempat menimbulkan pertanyaan. Terutama, penunjukan Jonan yang sama sekali tidak memiliki latar belakang di bidang energi. Namun, Presiden buru-buru menepis hal tersebut. Dia mengisyaratkan penunjukan Jonan adalah untuk membenahi manajemen internal Kementerian tersebut. ’’Keduanya adalah figur-figur profesional yang tepat, berani, dan punya kompetensi untuk melakukan reformasi besar-besaran di ESDM,’’ ujar Jokowi usai pelantikan. Isu yang dikemukakan Jokowi bukan lagi kebutuhan maupun pengelolaan energi nasional, melainkan manajemen. Menurut Jokowi, keduanya akan mampu menyelesaikan masalah-maslah yang selama ini ada di Kementerian ESDM. ’’Meskipun saya tahu dua-duanya keras kepala, tapi suka terjun ke lapangan,’’ tambahnya. Dia enggan menjelaskan lebih lanjut apa saja pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Jonan dan Arcandra. Jonan sebelumnya merupakan Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja. Saat Jokowi merombak kabinetnya 27 Juli lalu, dia menjadi salah satu menteri yang terdepak dari kabinet. Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu digantikan oleh mantan Dirut Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi. Reshuffle tersebut dilakukan tidak lama setelah masa mudik Lebaran 2016. Kala itu, terjadi kemacetan parah di ujung jalur tol pantura di Brebes Timur yang lebih dikenal dnegan sebutan Brexit. Alhasil, sejumlah pihak sempat mengaitkan tergusurnya Jonan dengan kemacetan tersebut. Sementara, Arcandra merupakan menteri ESDM sebelumnya. Dia menggantikan Sudirman Said pada Reshuffle jilid II. Pria kelahiran Padang, Sumbar, itu merupakan salah satu menteri dengan masa jabatan paling singkat. Dia masuk kabinet pada 27 Juli, lalu diberhentikan oleh Jokowi pada 15 Agustus malam. Total dia hanya menjabat selama 20 hari. Dia diberhentikan setelah status kewarganegaraan gandanya terkuak. Arcandra sebelum menjadi menteri tinggal di Amerika Serikat. Dia juga akhirnya diketahui memiliki paspor negara Paman Sam. Padahal, bila memiliki paspor negara lain, secara otomatis status WNI

...OPD

Samb Hal. 1

tapi bagi pansus terlalu tinggi,” ungkap Ketua Pansus Wahda Zainal Imam kepada wartawan, Jumat (14/10). Wahda menuturkan, total biaya operasional bagi 37 OPD ini dinilai sangat tinggi dan membebani APBD Provinsi. Mau tak mau, OPD yang diusulkan Pemprov harus dikurangi. ”Apalagi semangat dari pembentukan OPD, biaya belanja pegawai harus diperkecil dan belanja publik yang harus diutamakan,” sambung Ketua Komisi I DPRD Provinsi tersebut. Politisi Partai

...GURU

Samb Hal. 1

Mereka berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Jepang, dan Korea selatan. ”Amerika bahkan sudah siapkan modelnya. Kalau Inggris masih dalam pembicaraan tapi mereka sudah sepakat. Nanti kita diundang ke sana untuk melihat programnya,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Untuk memuluskan rencana ini, Nasir sudah melakukan pembicaraan dengan kementerian/lembaga terkait. Bersama Kementerian Keuangan untuk rencana anggaran, Kementerian Hukum dan HAM terkait penerbitan visa dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk masalah izin. Pihaknya juga sudah berunding dengan perwakilan perguruan tinggi. ”Kami jelaskan bahwa ini bukan semata-mata nyari uang, tapi pengembangan akademik untuk membantu kami mendorong perguruan tinggi masuk kelas dunia,” paparnya. Bila pengajuan anggaran disetujui, lanjut dia, program langsung tancap gas di 2017. Para guru besar ini akan tinggal selama 2-3 tahun di Indonesia. Tugas mereka difokuskan untuk membimbing mahasiswa program doktor. Selain untuk membantu meraih gelar doktor bimbingannya, mereka turut diminta untuk membantu publikasi internasional dari hasil yang diperoleh. ”Target kami untuk meningkatkan program doktor dan publikasi internasional. Juga kerja sama

enam desa tersebut, yakni BObane Igo, Pasir Putih, Dum Dum, Akelamo Kao, dan Gamsungi. Pasalnya, secara administratif hingga kini enam desa masih masuk wilayah Halut. ”Tapi justru Pemkab Halbar menggelar Pilkades di lima desa tersebut,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kapolda pun kembali menegaskan bahwa pembicaraan di internal tingkat satu telah menghasilkan keputusan. Empat desa yang disebut berpeluang besar masuk Halbar adalah Pasir Putih Bobane Igo, Tetewang, dan Akelamo Kao. Sementara Desa Gamsungi dan Dum Dum tetap bertahan di Halut. ”Saya sendiri belum mengetahui jelas lokasi enam desa sengketa di Kecamatan Kao Teluk tersebut. Tapi setahu saya dalam pembicaraan bersama Gubernur itu enam desa dibagi 4:2 untuk Halbar dan Halut,” jelas pejabat yang baru dilantik akhir September lalu itu. Pemkab Halut sendiri mengaku telah

memasrahkan semua keputusan terkait tapal batas ke Pemprov. Wakil Bupati Muchlis Tapi Tapi mengungkapkan, penyelesaian tapal batas, baik di Roko Galela Barat dan Tuakara di Loloda Kepulauan, serta enam desa, semuanya sudah diserahkan ke tangan Gubernur Malut oleh kedua bupati. Apapun hasilnya, Muchlis menyatakan dua kabupaten tersebut siap menerimanya. ”Soal penyelesaian tapal batas sudah diserahkan ke Gubernur Malut. Apapun hasilnya tetap diterima dua kabupaten yakni Pemkab Halut dan Halbar,” tegasnya dalam kesempatan yang sama. Sekadar diketahui, empat desa yang diskemakan bakal masuk wilayah administratif Halbar memang letaknya cenderung lebih dekat ke Jailolo, ibukota Halbar, ketimbang ke Tobelo, ibukota Halut. Sedangkan Gamsungi dan Dum Dum terletak di dekat Kantor Camat Kao Teluk, sehingga terbilang dekat dengan Tobelo.(sam/kai)

menjadi gugur. Setelah diberhentikan, status kewarganegaraan Arcandra mulai digarap. Akhirnya, awal September lalu dia secara resmi kembali berkewarganegaraan Indonesia. Paspor AS sudah dikembalikan, dan dia mendapatkan paspor Indonesia dari Kemenkum HAM. Kemarin, Arcandra kembali menegaskan status kewarganegaraannya. ’’Saya kira semua persoalannya sudah diselesaikan dan alhamdulillah saya sekarang dilantik oleh bapak presiden,’’ ujarnya usai pelantikan. Bahkan, sedikitnya dua kali dia memberi penegasan lewat kalimat ’’Sebagai Warga Negara Indonesia’’ saat ditanya oleh wartawan. Sementara itu, Jonan mengisyaratkan dia belum memiliki program apapun untuk dijalankan sebagai menteri. Untuk sementara, dia berpegang pada arahan Presiden yang membawa isu manajerial sebagai sektor yang harus dibenahi. ’’Lebih detail mungkin nanti menunggu beliau (Presiden), kalau ada kesempatan nanti kami berdua akan menghadap,’’ ujarnya. Jonan mengakui, dia tidak memiliki latar belakang di bidang energi. ’’Belum,’’ ucapnya saat ditanya apakah pernah bekerja di sektor energi. Di almamaternya, Jonan mengambil kuliah di bidang akuntansi. Kariernya malang melintang di sejumlah bank sebelum ditarik menjadi dirut PT KAI dan berlanjut menjadi Menteri Perhubungan sebelum di-reshuffle. ’’Saya pikir begini, ini kan ada pak wamen dengan saya, kami harus tandem,’’ tutur pria kelahiran Singapura itu. Dia berjanji bakal bekerjasama sebaik mungkin dengan Arcandra, yang merupakan salah satu pakar di bidang perminyakan lulusan A&M University Texas, Amerika Serikat, itu. Hal senada disampaikan Arcandra. Secara umum, yang harus dilakukan saat ini adalah revitalisasi sektor energi. ’’Dalam hal ini, kita butuh figure pak Jonan,’’ ucapnya. Dia juga menjanjikan kerjasama yang apik dengan Jonan untuk membenahi kementerian tersebut. Keduanya sepakat enggan membahas kariernya yang mandek beberapa bulan silam karena dicopot dari kabinet. ’’Kalau kita bekerja, kan lihatnya juga ke depan,’’ tambah Jonan yang disambut anggukan Arcandra. ’’Saya Sepakat,’’ ucapnya. Pelantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri ESDM tidak dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. bukan kali ini saja, JK tidak

menghadiri pelantikan pejabat dalam acara kenegaraan. Sebelumnya, pada 9 September lalu saat pelantikan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, JK juga tidak hadir lantaran menghadiri peringatan Hari Olah Raga Nasional di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Kemarin (14/10), JK punya agenda kunjungan kerja ke Makassar seharian. Sekitar pukul 06.00 dia sudah berangkat ke Makassar dari pangkalan udara Halim Perdana Kusuma. Sekitar pukul menuju 10.00 dia menghadiri pembukaan The 3rd Brunai, Indonesia, Malaysia, Philipines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Acara itu terangkai pula dengan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Trade Expo, Conference and Business Matching 2016 di Hotel Four Point, Makassar. Di Makassar, JK menuturkan bahwa penentuan Jonan sebagai menteri itu baru diputuskan pagi hari kemarin sekitar pukul 10.00. Segera setelah ada keputusan tersebut, JK langsung ditelepon oleh Jokowi. Tapi, JK saat itu sudah berada di Makassar. ”Memang jam 10.00 tadi baru diputusin,” ujar JK. Dia memberikan keterangan pada media hanya setengah jam sebelum pelantikan yang berlangsung pukul 13.30 WIB. Dia mengaku tidak masalah tidak ikut serta dalam pelantikan tersebut. Termasuk pada pelantikan kepala BIN. Toh, yang melantik adalah presiden. ”Tidak (tidak merasa ditinggal, red). Beliau (presiden, red) tadi katanya minta izin,” imbuh JK lantas tersenyum. Namun, JK mengungkapkan bahwa sebelumnya memang sudah ada pembicaraan intensif dengan presiden terkait orang yang mengisi jabatan menteri ESDM. Mereka sama-sama sepakat kursi menteri ESDM itu harus berasal dari kalangan profesional. Bukan dari partai politik. ”Kita punya prinsip harus dari profesional,” tegas mantan ketua umum Partai Golkar itu. Terkait dengan sosok Jonan, JK menyebutkan bahwa mantan Menteri Perhubungan itu harus banyak belajar lagi dalam bidang ESDM. Termasuk pula Arcandra yang sebelumnya menjabat Menteri ESDM dalam waktu 20 hari saja juga harus lebih banyak belajar lagi. Pemerintah membutuhkan orang yang lebih berpengalaman. ”Orangnya (Jonan, red) tegas. Memang harus banyak belajar ESDM,” imbuh JK.(jpg/kai)

Gerindra itu mengatakan, Pansus telah bersepakat untuk menekan jumlah OPD hingga di bawah angka 30. Sebab, jika Pansus menuruti usulan Pemprov maka sudah pasti beban belanja pegawai akan lebih besar dibanding belanja publik. Wahda juga mengakui, pembahasan mengenai OPD masih membutuhkan proses yang panjang untuk mencapai kesimpulan. Namun DPRD bertekad sebelum 23 Oktober mendatang semua pembahasan OPD sudah harus final. Pasalnya, Pansus berencana kembali berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri pada 23 Oktober. “Kita upayakan di akhir bulan ini OPD ini su-

dah harus di-Perda-kan. Karena OPD ini menjadi syarat juga untuk pembahasan APBD Induk 2017 mendatang,” tukasnya. Sementara Kepala Biro Organisasi Malut Idrus Assagaf saat dikonfirmasi tak mau banyak berkomentar. Menurutnya, langkah pengurangan dari 37 OPD ke 30 itu masih sebatas rancangan DPRD. Itu pun belum pasti karena masih harus melalui beberapa tahapan, salah satunya berkoordinasi ke Kemendagri. “Prinsipnya perampingan harus dilakukan secara cermat dan merujuk pada PP 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Sebab ada urusan wajib yang wajib dilaksanakan,” tandasnya.(udy/kai)

riset antar perguruan tinggi,” papar Guru besar di bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting itu. Nanti pun, tidak semua perguruan tinggi langsung dilibatkan. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan melakukan seleksi perguruan tinggi mana yang siap. Sehingga, bisa secara serempak masuk di kancah internasional. ”Kita lihat mana yang siap kita dorong ke perguruan tinggi kelas dunia,” ungkapnya. Diakuinya, keterlibatan guru besar asing ini bisa sangat membantu mengejar ketertinggalan. Banyak ilmu baru yang bisa ditransfer oleh mereka. ”Indonesia tidak bisa berkembang lebih cepat kalau kita tidak melakukan kolaborasi sistem pendidikan ini. kita sudah tidak bisa menggunakan cara lama,” katanya. Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Usman Thamrin Usman mengatakan gerbang kampusnya terbuka buat kedatangan para gubes dari luar negeri. Dia berhatap guru besar (gubes) yang diimpor nanti dari rumpun sainsteknologi (saintek). “Khususnya sains dasar dan teknologi sesuai kebutuhan daerah,” jelasnya. Usman mengatakan di kampusnya saat ini jumlah gubes ada 33 orang. Mereka terbagi ke semua rumpun bidang keilmuan. Usman mempertanyakan kehadiran gubea dari luar negeri nantinya bakal masuk dalam hitung-hitungan akreditasi atau tidak. Usman juga berharap kedatangan

gubes asing nanti tetap ada ramburambunya. Diantaranya para gubes itu nantinya siap berbagi pengalaman dengan para dosen dan mahasiswa di kampus yang menampung. Selanjutnya tidak mengganggu anggaran (DIPA) Kemristekdikti serta ditempatkan di PTN dengan akreditasi institusi C dan B. Sehingga keberadaan gubes asing itu bisa mengangkat akreditasi institusi menjadi B atau A. “Jangan lupa juga harus ada kontrak kinerja,” jelasnya. Jika aspekaspek itu dijalankan, kalangan PTN bakal terbuka menerima gubes asing. Dukungan serupa juga dikemukakan oleh Rektor Universitas Andalas (20112015) Werry Darta Taifur. Menurutnya, program ini baik untuk bisa meningkatkan akademik perguruan tinggi di Indonesia. ”Selain itu, bisa meningkatkan akses perguruan tinggi ke dunia internasional terutama perguruan tinggi di daerah. karena selama ini susah. Mereka biasanya hanya mau dengan yang sudah maju,” ungkapnya. Akan tetapi, ada catatan pula yang harus jadi perhatian pemerintah. Yakni, seleksi dari para guru besar ini. dia berharap, guru besar yang didatangkan lebih diprioritaskan untuk program-program yang memang masih belum memiliki guru besar. Di Universitas Andalas misalnya, hingga kini belum ada guru besar untuk jurusan perawat dan kedokteran gigi. ”Jadi program bisa lebih terasa manfaatnya juga,” tutur alumni Flinders University, Adelaide, Australia itu.(jpg/kai)


SABTU, 15 OKTOBER 2016 Art: Mus

POLMAS

Malut Post • HAL. 10

malutpost.co.id

ANGGARAN Senin, Purbaya Cair Tunjangan Dokter

Ahmad Purbaya

TAPAL BATAS: Wakil Gubernur (tengah) saat memimpin pertemuan penyelesaian tapal batas Desa Roko dan Tuakara. Hadir dalam rapat itu, Bupati Halbar Danny Missi (ke-4 dari kanan) dan Bupati Halut Frans Manery (ke-4 dari kiri) di ruang kantor gubernur, Selasa (11/10).

S OFIFI - Pe rnyataan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, Samsul Bahri bahwa tunjangan dokter spesialis dan dokter umum belum dibayarkan karena biro keuangan belum memproses usulan pencairan, dibantah oleh Ahmad Purbaya selaku Kepala Biro (karo) Setdaprov

Malut. Purbaya mengatakan pihaknya tidak bisa proses usulan anggaran tunjangan dokter dikarenakan administrasi yang diusulkan direktur Rumah sakit tidak lengkap. “Administrasinya baru surat perintah penyediaan dana (SPD), sementara Surat Perintah Membayar (SPM) belum ada,” ungkap Purbaya kepada Malut Post Jumat (14/10). Dia memastikan anggaran tunjangan dokter itu akan dicairkan jika direktur melengkapi administrasi dimaksud. Selain itu, dia mengaku keterlambatan pembayaran tunjangan dokter itu dari pemberitaan media. “Tapi setelah masalah ini diberitakan saya (Ahmad Purbaya, red) langsung menghubungi pihak RSUD untuk segera menyampaikan SPM. Sekarang sudah diproses dan hari Senin (17/10) dipastikan sudah dibayarkan,” janji Purbaya. Keterlambatan pembayaran tunjangan para dokter inipun sampai ke telinga DPRD Provinsi (Deprov). Sekretaris komisi II Deprov Malut Iskandar Idrus, meminta kepada Sekretaris provinsi (Sekprov) Muabdin H Radjab dan Karo Keuangan Ahmad Purbaya agar memberikan perhatian terhadap pelayanan kesehatan. Tentunya harus didukung dengan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah. “Selain fasilitas kesehatan, hak para dokter dan tenaga kesehatan lain menjadi perhatian. Sebab berhubungan dengan pelayanan dasar. Jangan sampai keterlambatan pembayaran hak-hak tenaga medis ini akan memengaruhi pelayanan terhadap orang sakit (pasien, red). Kita berharap jangan sampai hal itu bisa terjadi,” pungkas Iskandar. (udy/wat)

PPP Salim : Rekomendasi PPP ke Ali-Yuk dan ERA Cacat Hukum TERNATE – Seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta. Konflik internal partai berlambang K a’ b a h i n i j u g a terjadi di Maluku Utara. Ketua DPW PPP Malut kubu Djan Faridz, Salim A Khalik menegaskan rekomendasi dukungan kepada pasangan calon BuSalim A Khalik pati dan wakil bupati Halteng Edi Langkara-Abd. Odeyani (ERA) dan di Morotai Ali Sangaji-Yucle Maksaratar (Ali-Yuk) cacat hukum. “PPP versi Djan Faridz tidak mengeluarkan rekomendasi buat paslon di Morotai maupun Halteng. Setahu saya, rekomendasi dari kubu Romahurmuziy. Rekomendasi itu catat hukum karena tidak sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA),“ aku Salim A Khalik via telpon kemarin (14/10). Dia mengatakan paslon yang mendapat rekomendasi dari kubunya Romahurmuziy tanpa mendapat rekomendasi dari Djan Faridz maka otomatis cacat hukum. Bahkan tidak berlaku SK tersebut. “Sekarang inikan PPP lagi hangat diperbincangkan, jadi kami meminta kepada Menkumham untuk meninjau kembali SK Romahurmuziy karena tidak sesuai dengan keputusan MA,” desak Salim. Sementara ketua PPP Malut kubu Romahurmuziy, Ridwan Tjan justru menuding kepengurusan Djan Faridz yang tidak sah. “Kepengurusan Djan Fardiz tidak diakui Menkumham dan pemerintah. Karena itulah PPP di bawah pimpinan DPP PPP Romahurmuziy merekomendasikan Ali Sangaji dan Edi Langkara. Rekomendasi itu tidak bisa dicabut. (mg-01/wat)

Akademisi dan Deprov Ragu Pidato Gubernur Pertumbuhan Ekonomi Catatan Mukhtar Adam atas Pidato Gubernur Abdul Ghani Kasuba Bisa Lebih Tinggi Pertumbuhan ini, Potensi bertumbuh Gubernur tidak Pertumbuhan karena sumbangsi dari bisa mencapai 6.5 mampu mengelola ekonomi 5,64 persen Pengangguran dan Kemiskinan Kalau konsumsi masyarakat sampai dengan 7 persen. pengeluaran dibilang tumbuh yang tinggi. Bukan Ini yang tidak bisa pemerintah yang Keliru. tidak Sesuai Fakta peran gubernur. Artinya dicapai. efektif untuk Editor : Awat Halim Peliput : Rusdi Abdurrahman/Gunawan Tidore TERNATE – Pidato Gubernur Abdul Ghani Kasuba tentang keberhasilan pembangunan Maluku Utara di ulang tahun provinsi ke-17 di paripurna DPRD provinsi (Deprov) baru-baru ini diragukan oleh sejumlah pihak. Dosen ekonomi Unkhair Mukhtar Adam menilai gubernur tidak perlu bangga dengan pertumbuhan ekonomi Malut smester I tahun 2016 sebesar 5,64 persen. Sebab menurut dia, ekonomi Malut seharusnya bisa tumbuh 6,5 persen sampai dengan 7 persen. Tetapi itu tidak dicapai oleh pemerintah. “Lagi pula pertumbuhan ekonomi 5,64 persen itu sumbangsih dari konsumsi masyarakat. Artinya, pertumbuhan ekonomi Malut bukan karena peran gubernur. Tanpa ada gubernur pun ekonomi bakal tumbuh. Faktor ini disebabkan gubernur tidak mampu mengelola pengeluaran pemerintah yang efektif untuk meningkatkan kinerja ekonomi,” papar Muhtar. Lanjutnya, jJika gubernur bisa mengkonsolidasi ekonomi degan baik maka pertumbuhan bisa mencapai 7 persen, dan setiap 1 persen tumbuh bisa menyerap angkatan kerja lima ribu orang, dan bisa menggeser penduduk

Dugaan Ijazah Palsu di Halteng Masuk Babak Baru TERNATE –Kasus dugaan pemalsuan ijazah palsu oleh bakal calon Bupati Halmahera Tengah Muttiara T Yasin memasuki babak baru. Ini setelah Panwas Halmahera Tengah (Halteng) mengkaji, dan merekomendasikan dua keputusan yakni pelanggaran pidana umum dan pelanggaran administrasi. “Pelanggaran administrasi akan diproses atau ditindaklanjuti oleh KPU sesuai rekomendasi Panwas Halteng yang dikeluarkan Kamis (13/10) kemarin. Sedangkan pelanggaran pidana umum akan diproses oleh pihak kepolisian,” terang Humas Bawaslu Malut Irwanto Djurumudi usai menghubungai divisi Pengawasan Panwaslih Halteng Iswadi Saleh di kantor Bawaswlu kemarin (15/10). Berdasarkan hasil kajian atas fakta dan keterangan maka Panwaslih Halteng mengeluarkan

Kalau Gubernur bisa mengkonsolidasi ekonomi degan baik, maka pertumbuhan bisa mencapai 7%, dan setiap 1 % pertumbuhan bisa menyerap angkatan kerja 5.000 orang, bisa menggeser penduduk miskin menjadi tidak miskin.

miskin menjadi tidak miskin. “Gubernur kelihatan belum mampu mengidentifikasi masalah dasar pembangunan. Ini juga atas kesalahan Bappeda dalam merumuskan kebijakan dan pemetaan masalah,” akunya seraya mengatakan gubernur hanya bisa baca teks sambutan tetapi tidak cukup memahami apa yang ditulis dalam teks sambutan tersebut. Lebih jauh, staf ahli kementerian keuangan itu menilai gubernur saat ini terjebak dengan masalah rutinitas PNS, terjebak pada pujian yang sesaat dan terjebak dalam jebakan politik sesaat. Gubernur kata dia, harus menata kembali perekonomian. Produksi pertanian melambat di tanah yang subur. “Bisa dibayangkan jika gubernur memimpin langsung masa tanam untuk atasi kelangkaan pangan yang berdampak pada harga yang mahal, akan sangat membantu 1 juta penduduk yang bermukim di Malut,” tutup Mukhtar.

tanpa ada gubernur pun ekonomi bakal tumbuh.

meningkatkan kinerja ekonomi.

Gubernur harus bisa memimpin masa tanam untuk atasi kelangkaan pangan yang berdampak pada harga yang mahal, akan sangat membantu 1 juta penduduk yang bermukim di Malut

Hal yang sama disampaikan anggota Deprov Sahril Tahir. Politisi Partai Gerindra ini mengatakan pernyataan gubernur tentang penurunan angka pengangguran dan kemiskinan tidak sesui fakta. Sebab kondisi daerah saat ini, beberapa perusahaan besar seperti PT Antam dan NHM telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Kondisi ini, akan menciptakan angka pengangguran meningkat. “Memang sebagian pidato gubernur ada benar bahwa disektor lain bagus. Tapi dibilang pengangguran maupun kemiskinan menurun, saya masih ragu.Saya pikir apa yang disampaikan Gubernur sangat tidak sesuai fakta,” ujarnya seraya mengatakan pemprov menggunakan indikator Pemda Kebupaten/Kota. “Semestinya pemprov memiliki indokator tersendiri melalui program peningkatan perekonomian dan sektor tenaga kerja,” tutupnya. (udy/mg-01/wat)

“Surat Cinta” Panwas buat KPU Halteng Memastikan KPU Halteng meneliti kembali kebenaran persyaratan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Halteng ( pasal 4 ayat 1 huruf C PKPU Nomor 9 tahun 2016). Memastikan kebenaran dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon (pasal (p 42 ayat y 1 PKPU Nomor 9 tahun 2016). Memastikan keaslian persyaratan dokumen calon Bupati dan Wakil Bupati (pasal asal 101 PKPU nomor 9 tahun 2016) Memastikan poin 1,2,3 dan 4 sudah terpenuhi secara hukum sebelum KPU U Halteng menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Sumber : Bawaslu Malut

rekomendasi nomor : 045/B/Panwaslih-HT/X/2016 yang ditujukan kepada KPU. Poin-poinnya lihat grafik. “Ini termasuk pidana umum. Panwas sudah sampaikan secara langsung ke pelapor untuk segera melaporkan dengan bukti-bukti yang ada ke pihak kepolisian untuk diproses. Dan sekarang bukan lagi ranah Panwas. Karena bukan lagi pelanggaran pidana pemilu tapi pidana umum, ” sambung Irwanto. Sementara Divisi Pengawasan Panwaslih Halteng Iswadi Saleh membenarkan hasil kajian Panwas terdapat dua pelanggaran yakni pelanggaran pidana umum dan pelanggaran administrasi. “Jadi dari

laporan dugaan pemalsuan ijazah itu sudah ada perubahan statusnya yakni dugaan pelanggaran pidana umum dan pelanggaran administrasi. Pelanggaran pidana umum ini kata dia, nantinya dikembalikan kepada pelapor. Selanjutnya apakah pelapor mau melanjutkan ke pihak kepolisian atau tidak. Panwas hanya mengkaji apakah dugaan tersebut masuk dalam pelanggaran Pemilu atau pelanggaran pidana umum,” ungkapnya sembari mengatakan kasus tersebut dari pihak pengadilan yang berhak memutuskan palsu atau tidaknya ijazah tersebut. (mg-01/wat)

Besok, Setwan dan UMMU PRESS Launching Buku Kroni Perjalanan DPRD Provinsi SOFIFI – Ditengah kesibukan menyelenggarakan pemerintahan di daerah, DPRD Provinsi (Deprov) Malut berhasil melahirkan buku dengan judul Kroni Perjalanan DPRD. Ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi wakil rakyat itu. Sebab kehadiran buku ini bertepatan dengan momentum ulang tahun provinsi ke-17 yang baru usai idperingati 12 Oktober lalu. Buku ini, ditulis oleh Herman Oesman dan Agus Salim Bujang yang akan

dilounching pada Minggu (16/10) pukul 19.30 wit di meeting room Royal Resto. “Ini kerjasama sekretariat dewan (Setwan) dan UMMU PRESS. Mulai dari riset, dibukukan hingga diterbitkan. Ditulis oleh Herman Oesman dan Agus Salim Bujang,” kata kasubag Perpustakaan Setwan Zulkifli Bian Jumat (14/10) tadi malam. Dia mengatakan buku ini membahas tentang perjalanan pemerintahan Provinsi Maluku Utara, ringkasan sejarah perubahan sistim pemerintah, sejarah

pembentukan Provinsi dan DPRD dan Sekretariat Dewan Provinsi Maluku Utara. “Launching buku sekaligus diskusi dengan menghadirkan beberapa narasumber yakniKetua panitia pengisian keanggotaan DPRD Rivai Umar,, Akademisi Darsis humah dan aktivis, pemuda dan pejuang pembentukan Provinsi Malut Sofyan Daud,” ungkap pria yang biasa disapa IPI itu sembari mengatakan kegiatan launching buku ini terbuka untuk umum. (udy/pn/wat)

Zulkifli Bian


SPORTIVO

SABTU, 15 OKTOBER 2016

AKHIR PEKAN • HAL. 11

art:Yono

Gol Injury Time, Gunawan Bawa Persija Raih Kemenangan PERSIJA Jakarta berhasil memenuhi target menang atas lawannya, PS TNI dalam laga di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (14/10) malam tadi. ?Bermain di hadapan ribuan The Jakmania, meskipun

berstatus sebagai tim tamu, Macan Kemayoran unggul dengan skor 2-1. Hasil ini melanjutkan tren positif Macan Kemayoran saat bermain tandang dengan meraih tambahan tripoin kembali Dalam laga ini. Per-

tandingan pada babak kedua dalam laga ini, lebih menarik dibanding babak pertama. Terbukti, seluruh gol tercipta pada babak kedua. Persija sejatinya tertinggal 0-1 terlebih dulu, setelah gelandang PS

TNI Suhandi ?mencetak gol menit ke-49 Persija yang tak mau malu di hadapan pendukungnya tampil lebih terbuka dan mencoba melancarkan serangan lebih intens. Usaha itu tidak sia-sia karena Greg Nwokolo berhasil membuat skor berubah menjadi 1-1 menit ke-62 setelah headingnya berhasil menjebol gawang Dhika Bhayangkara. Saat laga terlihat bakal berakhir imbang, Gunawan Dwi Cahyo

mampu memberikan perbedaan dengan sontekannya. Berawal dari setpiece corner kick, bola ditanduk Pacho Kenmogne, tapi bisa ditepis Dhika. Namun, bola yang meluncur liar, berhasil disapu oleh Gunawan saat injury time babak kedua. Skor pun berubah 2-1 untuk kemenangan Persija. Hasil ini pun membuat Persija sukses meraih kemenangan tandang perdananya di putaran kedua ISC A ini. (jpnn/ yun)

CR7 Berambisi Jadi Yang Terkuat Bantah Masih Cedera, Siap Jalani Musim Spektakuler

PEMAIN Chelsea

Chelsea Deal Senilai 900 Juta Pound Dengan Nike CHELSEA baru saja mengumumkan kesepakatan yang baru saja mereka capai dengn produsen apparel Nike. Kedua pihak sudah setuju untuk menjalani kerjasama teknis jangka panjang. Chelsea menyatakan bahwa deal ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah klub mereka. Kerjasama teknis ini akan menjadikan Nike sebagai supplier jersey resmi Chelsea mulai

musim 2017/18. “Ini adalah deal yang sangat menarik dan penting bagi tim seperti Chelsea. Seperti halnya Chelsea, Nike dikenal di seluruh dunia karena kehebatan dan inovasi mereka. Kami yakin kerjasama ini akan membawa kesuksesan bersama,” terang Marina Granovskaia, Direktur Chelsea di situs resmi klub. Menurut Express, kerjasama ini

bernilai 900 juta pound untuk waktu yang lama. Trevor Edwards, presiden brand Nike meyakini kerjasama ini akan menegaskan posisi Nike sebagai pemimpin pasar di sepakbola. “Chelsea adalah klub kelas dunia dengan tradisi yang kaya dan fans di seluruh dunia. Kerjasama ini akan semakin menguatkan posisi kami sebagai pemimpin di sepak bola,” katanya. (hsw/yun)

MEGA bintang Cristiano Ronaldo mengaku tak pernah kehilangan ambisi untuk menjadi pemain terbaik. Hal ini yang membuatnya mampu tampil konsisten meski sudah menginjak usai yang ke-31 tahun. Ronaldo pada musim lalu menunjukkan betapa penting perannya di Real Madrid dan timnas Portugal. Madrid dibawanya menjadi juara di Liga Champions. Sementara Portugal diantar untuk memenangkan Euro 2016. “Saya bekerja sangat keras setiap hari dengan ambisi untuk menjadi pemain yang terkuat. Saya pikir, saya adalah pemain terbaik di dunia. Selanjutnya, terserah publik yang menilai,” ucap mantan pemain Manchester United ini. Nyaris semua capaian sudah pernah dirasakan oleh Ronaldo sebagai pemain, baik di level individu maupun tim. Meski begitu, ia mengaku masih ingin memperbaiki diri. Ia selalu memiliki motivasi dan ini yang menjadi kunci suksesnya bertahan sebagai pemain di level teratas. “Saya selalu ingin memperbaiki diri. Saya sangat termotivasi dan selalu mempercayai itu sebagai kunci sukses saya di atas lapangan,” tukasnya. Saat ini, CR7 memang masih belum menemukan permainan terbaiknya bersama Real Madrid pada musim 2016/17 ini. Baru satu gol yang ia cetak dari empat pertandingan La Liga yang sudah dimainkan oleh pemain berusia 31 tahun. Media-media di Spanyol lantas menulis tajuk bahwa Ronaldo masih dalam kondisi yang cedera. Hal ini membuat penampilannya menurun. Namun, Ronaldo membantah

CRISTIANO Ronaldo

spekulasi ini. “Benar bahwa saya mengalami cedera yang serius (di Final Euro 2016) dan harus absen selama dua bulan, tapi saat ini saya merasa dalam kondisi yang baik,” terang Ronaldo. Ronaldo mengalami cedera lutut saat membela Portugal di final Euro 2016. Ia terpaksa tak bisa meneruskan pertandingan hingga usai kala lututnya mengalami benturan dengan gelandang Prancis, Dimitri Payet. Portugal sendiri mampu memenangkan pertandingan dan menjadi juara. Kepada para fans Real Madrid, mantan pemain Sporting Lisbon berjanji akan tampil lebih baik lagi. “Saya akan kembali dalam performa terbaik saya dan siap menikmati musim-musim yang spektakuler lagi,” tandasnya. (vhy/yun)

Sambungan Halaman 1

...CB

...NYUSUL Samb Hal. 1

Sore itu (7/10) Ngabinem mengenakan jilbab krem. Dia ditemani si sulung Suhartini dan putri keempatnya, Darsini. Gurat-gurat di wajah sepuhnya menandakan beratnya beban hidup yang dipikul ibu lima anak tersebut di tanah pengasingan. Apalagi setelah suaminya, Rabimin, meninggal pada 2009. Dia harus membesarkan kelima anaknya seorang diri. Ngabinem menyusul ke Pulau Buru pada 1974. Itu dilakukan setelah pemerintah Orde Baru membolehkan keluarga tapol bergabung bersama suami atau bapaknya di pulau terbesar ketiga di Maluku tersebut. Mereka difasilitasi pemerintah untuk menuju lokasi. ”Kulo mboten tego kaliyan bapake. Nggih kulo nyusul sakkeluarga (Saya tidak tega dengan bapak. Saya lantas menyusul sekeluarga, Red),” kata perempuan asal Ponjong, Gunungkidul, Jogjakarta, tersebut. Perjalanan dari Jogja ke Buru seingat Ngabinem memakan waktu 7 hari 6 malam. Setiba di Unit IV Savanajaya, lokasi penampungan Rabimin, Ngabinem dan kelima anaknya langsung dihadapkan pada kondisi kehidupan yang sulit. Mereka tinggal di ”gubuk” berukuran 6 x 6 meter, berdinding kayu, berlantai tanah dengan dua kamar. Mereka harus bekerja keras agar bisa hidup. Namun, Ngabinem dan kelima anaknya ternyata tak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Mereka langsung membantu Rabimin bertani dan berladang. Ketika itu, sebagai tapol, Rabimin mendapat jatah sawah seluas 0,75 hektare dan 1 hektare ladang untuk digarap. ”Saya cangking (bawa, Red) semua anak ke sawah dan ladang. Masing-masing punya tugas sendiri-sendiri,” ucap Ngabinem. ”Suhartini, misalnya, tugasnya membawa ceret air putih. Darsini membawa piring blek (seng) untuk makan,” lanjut dia. Bukan hanya siang, pada malam hari menjelang musim panen, Ngabinem juga ikut membantu suaminya menjaga ladang dari serangan hama babi hutan. ”Pokoknya, untuk bisa makan, kami harus mau kerja keras siang malam,” timpal Darsini. Hebatnya, kata Darsini, dalam kondisi yang sulit seperti itu, sang ayah tetap mewajibkan anak-anaknya bersekolah. Rabimin tak ingin anak-anaknya jadi orang bodoh seperti kedua

orang tuanya. Maka, selain membantu ke sawah, anak-anak Rabimin-Ngabinem tetap bersekolah. Sebagai anak tapol, Darsini mengaku sempat mendapat perlakuan diskriminatif. Baik saat masih bersekolah maupun dalam pergaulan di masyarakat. Namun, dia sudah tebal telinga. Sehingga perlakuan tersebut tidak sampai dimasukkan ke hati. ”Biasanya kalau marahnya kepada saya memuncak, seseorang akan bilang, ’O... dasar anak PKI!’ atau ’Dasar anak tapol!’,” ungkap perempuan 49 tahun tersebut. Darsini yang kini menjadi pegawai negeri di SDN Savanajaya juga mengakui bahwa kehidupan keluarganya membaik begitu Orde Baru tumbang. Rasa sakit hati atas perlakuan tak adil penguasa sudah mereda. ”Kami seperti lahir kembali,” ujarnya. Banyak kenangan ”manis” yang tercatat di memori Darsini sewaktu bapaknya masih menjadi tapol. Misalnya, ketika dia asyik menonton siaran televisi di gedung kesenian Unit IV Savanajaya, tiba-tiba volume suaranya dimatikan tentara yang berjaga. Padahal, Darsini dan banyak penonton lainnya sedang menunggu berita dari berbagai daerah di Indonesia dan di dunia. ”Kalau sudah begitu, tidak ada yang berani menanyakan kenapa suara televisinya dikecilkan,” kata aktivis LSM Ajar (Asia Justice and Rights) itu. Darsini maupun kakaknya, Suhartini, menambahkan, selama mendampingi sang ayah, mereka tidak pernah menjumpai secara langsung kasus penganiayaan yang dilakukan tentara kepada ayah mereka. Namun, rumor tentara yang bertugas di Pulau Buru kejam-kejam itu bukan isapan jempol. ”Tentara tidak segan-segan memukul tapol yang dianggap memberontak atau melanggar aturan,” ungkapnya. Kisah pilu anak tapol Pulau Buru juga dirasakan Sugeng Hayati Koangit. Anak pasangan Koangit Iswani dan Iswarati itu sempat dilanda trauma dan ketakutan setiap melewati pos militer. Bahkan, melihat kerumunan orang berseragam militer saja, Sugeng sudah merasa ngeri. ”Rasa ngeri dan traumatis itu tidak pernah saya buat-buat. Muncul dengan sendirinya setiap kali melewati pos tentara. Bahkan pos kosong sekalipun,” ucap mantan anggota DPRD Buru (dua periode) dan DPRD Ambon dari PDI Per-

juangan tersebut. Sejak kecil Sugeng mengaku dididik ayahnya dengan disiplin dan jiwa pantang rendah diri. Meski berstatus anak tapol, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut dibiasakan bersikap terbuka dan tidak perlu merasa malu. Ayah Sugeng adalah penghuni Unit V Wanakarta. Sugeng bersama kakak dan ibunya menyusul sang ayah ke Pulau Buru pada 1974. Ketika para tapol lain kembali ke daerah asal saat bebas pada 1979, keluarga Sugeng yang asli dari Purworejo, Jateng, memilih menetap di Buru. Namun, mereka kemudian pindah ke Unit IV Savanajaya. Pada masa sekolah, Sugeng mengaku tak pernah mengalami diskriminasi yang berlebihan. Kalaupun ada, itu terjadi ketika dia masuk SMA di Namlea, ibu kota Kabupaten Buru. Sama seperti anak tapol lainnya, dia juga harus mengurus surat sampul D, yakni surat keterangan keterlibatan dalam PKI. Baik sebagai anak, saudara, maupun hubungan keluarga yang lain. Sugeng juga pernah dimarahi guru di SMPnya gara-gara prakarya yang dibuatnya dicap berbau PKI. Saat itu, pada pelajaran keterampilan, Sugeng bersama kelompoknya membuat taplak meja dengan hiasan yang dianggap provokatif. ”Kami bikin taplak dengan tulisan Tuhan di tengah, dikelilingi simbol lima agama di Indonesia,” kenang Sugeng soal karyanya. ”Namun, guru keterampilan kurang berkenan. Taplak karya kami lalu digunting di depan kelas,” imbuhnya. Tapi, ada juga sikap toleransi yang ditunjukkan teman-teman sekolah Sugeng. Ceritanya, saat pelajaran PSPB (pendidikan sejarah perjuangan bangsa) membahas tema Gerakan 30 September, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyinggung perasaan Sugeng. ”Dalam diskusi kelompok, mereka akan sangat hati-hati berbicara soal kejadian 30 September tersebut. Mereka menjaga perasaan saya yang notabene anak tapol,” ungkap Sugeng. ”Dari berbagai pengalaman yang sudah saya alami itu, saya tetap bangga menjadi anak tapol. Dan saya tak pernah menutupi asal muasal keluarga saya. Biarlah itu menjadi bagian dari sejarah,” pungkas Sugeng.(jpg/kai)

Samb Hal. 1

ekonomi Malut tumbuh 5,64 persen dibandingkan tahun 2016. Hingga akhir tahun ekonomi Malut diprediksi tumbuh pada angka 6 persen. Pun dengan indeks pembangunan manusia (IPM). IPM Malut menanjak naik hingga mencapai 65,91 persen pada tahun 2015. Gubernur mengatakan indikasi ini menunjukan perbaikan kesejahteraan pada aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat. Pun dengan berbagai sektor lain. Namun di saat bersamaan, puluhan tenaga dokter kontrak, baik spesialis maupun dokter umum yang bertugas di RSUD Chasan Boesoirie gelisah. Tunjangan kelangkaan yang biasa mereka terima tersendat. Biasanya tunjangan itu lancar dibayar. Tapi masuk triwulan ketiga macet. Direktur RSUD Chasan Bosoirie dr Syamsul Bahri mengaku tak tahu penyebab Biro Keuangan Provinsi Malut menyetop tunjangan itu. Karena jauh-jauh hari permintaan sudah diajukan. Kegelisahan puluhan tenaga dokter spesialis dan umum itu secepatnya harus diatasi. Apalagi sudah sampai ‘berani’ disampaikan lewat media massa. Lazimnya, bila sudah disampaikan lewat media massa, baik cetak maupun elektronik, beberapa berbagai upaya sudah dilakukan sebelumnya. Jalan terakhirnya lewat media, agar gubernur sebagai kepala pemerintahan di daerah tahu kerja anak buahnya. Dan dampak psikologisnya akan berujung pada pasien yang sementara menjalani perawatan di rumah sakit rujukan satu-satunya di Maluku Utara itu. Tidak bisa kita menyalahkan para dokter itu. Sebab sebelum bertugas, sudah ada hitam di atas putih. Kontrak kerja sama. Mereka bisa saja pergi mencari alternatif lain karena kesepakatan telah dilanggar manajemen rumah sakit yang mewakili Provinsi Maluku Utara. Ini yang seharusnya cepat disadari pemerintah provinsi. Sebelum mereka benar-benar pergi. Sebab mendatangkan mereka bukan perkara mudah. Apalagi dokter spesialis. Profesi mereka langka. Mereka hanya beberapa orang untuk melayani masyarakat Maluku Utara. Tentu kita juga berharap pada dokter yang bertugas di RSUD Chasan Boesoirie. Macetnya tunjangan kelangkaan tidak dijadikan alasan untuk tidak melayani pasien secara tulus. Ingat sumpah dokter: ‘SAYA BERSUMPAH BAHWA: Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan; Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.(*)


ALL SPORT

SABTU, 15 OKTOBER 2016

AKHIR A KHIR HIR PEKA HI PEKAN P PE EKA KAN • H HAL. AL. 12

art:MuS

CHELSEA

vs

DIEGO Costa

LEICESTER

Duel Dua Kepentingan TUGAS berat akan menghadang Chelsea akhir pekan ini saat mereka kedatangan juara bertahan Premier League musim lalu, Leicester City di Stamford Bridge, Sabtu (15/10) malam nanti. (LIVE, beIN Sports1pukul 18.30 WIB). Chelsea dituntut untuk meraih kemenangan pada laga tersebut agar bisa mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara saat ini, di mana mereka tertahan di posisi tujuh. Tambahan tiga poin juga akan membawa The Blues terus menjaga jarak dengan puncak klasemen, Manchester City yang kini unggul lima poin dari posisi mereka. Banyak pertanyaan yang muncul menjelang pertandingan tersebut, terutama terkait formasi apa yang akan dipakai Antonio Conte pada laga tersebut. Di pertandingan terakhir mereka, pelatih asal Italia tersebut sukses menerapkan formasi 3-4-3 saat mengalahkan Hull City dua gol tanpa balas. Dengan kabar bakal kembalinya John Terry akhir pekan ini, Conte memiliki pilihan terbaik di lini belakang mereka yang sepanjang awal musim ini selalu menjadi sorotan. Trio John Terry, David Luiz dan Gary Cahill akan bermain sejak awal dan siap menjadi

tembok kokoh bagi Thibaut Courtois. Satu-satunya kekhawatiran adalah kemungkinan Willian absen pada laga tersebut. Winger enerjik tersebut terbang ke Brasil setelah kabar kematian ibunya. Bila Willian absen, Conte bisa kembali memainkan Victor Moses atau Pedro di sayap kanan untuk menemani Diego Costa dan Eden Hazard. Mantan pemain Arsenal, Paul Merson mengatakan bahwa pertemuan Chelsea melawan Leicester City akan menjadi pertemuan penting bagi kedua tim. Kedua tim sendiri butuh kemenangan untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen. Ini adalah duel dua kepentingan, yakni tuan rumah The Blues perlu kemenangan untuk melanjutkan tren positif di Hull City di pertandingan sebelumnya sekaligus membawa mereka mendekati empat besar. The Foxes juga perlu meraih poin bila tak ingin terlampau jauh mengejar papan atas. "Ini adalah pertandingan besar bagi kedua tim. Bagi Chelsea, mereka perlu untuk kembali dalam perlombaan empat besar, dan bagi Leicester, bila mereka kalah, ini akan jadi salah satu awal terburuk untuk mempertahankan gelar," ujarnya. "Saya tak mengatakan kemenangan akan menempatkan kembali Chelsea

dalam perburuan gelar, saya melihat cukup banyak permainan mereka dan ini akan mengejutkan bila mereka juara dari posisi ini. Tapi ini bisa mengembalikan mereka dalam perebutan zona liga Champions," tandasnya. Eden Hazard mengatakan ia masih mewaspadai kekuatan Leicester City, juara bertahan Premier League yang akan menjadi lawan Chelsea di laga liga domestik pekan ini. Meski musim ini tim tidak tampil terlalu bagus, dengan duduk di peringkat 12 klasemen usai tujuh laga, Hazard mengatakan bahwa The Blues tak boleh memandang sebelah mata The Foxes. "Mereka bermain dengan bagus musim lalu," tutur Hazard menurut laporan ESPN. "Namun musim ini sangat berbeda. Kami tahu karena kami pernah bermain sebagai juara bertahan sebelumnya dan musim sesudahnya amat sulit. Namun mereka masih punya banyak pemain yang bagus," terangnya. (jpg/yun)

JAMIE Vardy

Enrique: Messi Siap Bermain!

LIONEL Messi

LUIS Enrique memberikan kabar buruk kepada lawan Barcelona pada lanjutan La Liga akhir pekan ini, Deportivo La Coruna. Pada pertandingan Sabtu (15/10) malam nanti, pelatih Barca itu memastikan Lionel Messi akan kembali dan siap bermain. Messi mendapatkan cedera pada bulan September yang lalu usai pertandingan melawan Atletico Madrid. Pemain berusia 28 tahun melewatkan beberapa laga penting, termasuk bersama timnas

Argentina. Namun, La Pulga kini dikonfirmasi sudah kembali. "Pada dasarnya, Samuel Umtiti dan Messi sudah kembali bersama tim. Messi bahkan sudah bergabung dengan latihan sejak hari Rabu," terang Enrique kepada media dikutip dari Soccerway. "Kondisi Messi terlihat sangat bagus," sambungnya. Mantan pelatih AS Roma ini juga membuka kemungkinan untuk lang-

sung memainkan Messi melawan Deportivo. Menurutnya, La Pulga butuh menit bermain untuk beradaptasi dan kembali menemukan sentuhannya. "Agar bisa kembali dalam bentuk permainan terbaik, Anda membutuhkan menit bermain dan saya akan membicarakan ini dengannya, tentang pertandingan besok (malam nanti). Tapi pada prinsipnya dia sudah siap, begitu juga dengan Umtiti," tukasnya. (asa/yun)


Penanggung Jawab: Irman Saleh Fotografer: Erwin Syam

SABTU, 15 OKTOBER 2016

PROPUBLIK

Telaah Merawat Prasangka, Memproduksi Kekerasan Oleh : Herman Oesman Dosen Sosiologi FISIP UMMU “KONFLIK memiliki siklus hidup sendiri, hampir menyerupai sesuatu yang organik…” demikian diungkapkan Johan Galtung (dalam Woodhouse, et.al, 2015 : 34). Begitulah yang dapat digambarkan mengenai bentrok warga Toboko dan Mangga Dua. Sejak Sabtu malam (01/10), lalu minggu pagi (09/10) hingga Selasa malam (11/10), bentrok kekerasan itu tidak berkesudahan. Korban luka dan kerugian material pada sebagian warga tak bersalah ikut menanggung akibatnya. Dikatakan siklus, karena bentrok TobokoMangga Dua telah terjadi berulang kali, dan selalu polanya bergeser menjadi kekerasan (violence), yang saling melibas dan saling menghancurkan (destruktif). Yang mengkhawatirkan, justru keterlibatan para remaja, yang masih berstatus pelajar begitu massif dalam area “perang kampung” itu. Hal ini dapat dilihat dari korban luka yang ratarata dialami para remaja.

Tim Redaksi: Badrun Ahmad, Maslan Ajid, Mahfud H. Husen, Gunawan Tidore

AKHIR PEKAN • HAL. 13

Salam Damai untuk Tomang Jangan Mudah Terprovokasi

B

ENTROK warga Kelurahan TobokoMangga Dua (Tomang) pecah lagi. Terakhir terjadi pada Rabu (12/10) dini hari. Sebagian warga sudah tak terkejut ketika bentrok terjadi. Mereka bahkan hanya diam, duduk dan beraktivitas seperti biasa atau melanjutkan diskusinya di warung kopi, ketika mendapat informasi bentrok Tomang pecah. Sebagian besar warga cuek, bukan berarti ingin bentrok terus terjadi. Bisa saja warga sudah jenuh dengan kondisi yang ada. Bahkan, ada mengatakan, biarkan saja bentrok terjadi. Kalau bentrok pecah di jalan reklamasi, maka kita tinggal melintas di jalan tengah. Tapi kalau bentrok di jalan tengah, masih ada jalan alternatif. Meskipun begitu, publik berkeinginan agar bentrok tak lagi terjadi. Pasalnya, tak ada sesuatu yang positif didapat setelah bentrok. Justru, yang ada adalah korban berjatuhan. Ada yang kena panah, batu dan kiosnya dibakar. Selain itu, bentrok ini tentu saja mengganggu aspek lainnya, lalulintas, sosial dan ekonomi serta lainnya. Sehingga itu, demi menjaga stabilitas keamanan dan membentuk citra baik bahwa orang Maluku Utara (Malut) tak ‘sekejam’ seperti yang dibayangkan warga di luar Malut, maka pihak terkait harus segera duduk bersama. Baca: Damai.. Hal 19

DAMAI ITU INDAH: Suasana gelar pasukan yang diikuti personel gabungan TNI-Polri di Mapolres Ternate

Stereotype Hampir pasti, bentrok yang (ter)melibatkan warga berusia remaja masing-masing saling mengenal, saling mengetahui antara satu dengan yang lain, tentu memahami “motif” tindakan kekerasan itu. Ini berarti, pembentukan identitas tentang individu dan kelompok yang saling “berjibaku” sudah terpola dalam pengelompokkan status : siapa lawan dan siapa kawan. Karena itu, pembentukan identitas tersebut memunculkan prasangka dan stereotype. Stereotype kadang hadir dalam kondisi yang tidak selalu benar dan seringkali menyesatkan karena dibentuk atas dasar informasi tidak lengkap, bersifat sepihak, dan disaring serta diserap oleh individu dengan berbagai latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Maka, ketika bentrok pecah, siapa saja yang berada dalam area tersebut, walau pun mereka bukan berada dalam pengelompokkan itu, akan dijadikan sasaran. Kasus bentrok kekerasan Toboko-Mangga Dua, harus dilihat secara komprehensif hingga ke akar-akarnya. Tentu, pemicunya (trigger) belum sepenuhnya terungkap secara jelas walau pun memang ada pendapat mengenai minuman keras--, namun penyebab utama yang membuat kondisi terpecah (underlying causes) antara dua kelompok warga ini memerlukan kajian secara serius dan intensif. Apakah berkaitan dengan stereotype yang telah tertanam lama dalam alam pikiran para remaja di kedua kelompok yang berseteru, dan menjadi dendam yang merupakan salah satu sumber keterpecahan itu. Ataukah soal perebutan dan dominasi atas sumber daya (ekonomi maupun alam). Ataukah persoalan governance (kaitan dengan distribusi kekuasaan/sistem kepemerintahan/ ketidakadilan), sehingga bentrok kekerasan ini selalu berulang dan meminta korban. Baca: Kekerasan.. Hal 19

DAMAI ITU INDAH: Aparat berjaga-jaga di perbatasan Tomang

Hentikan Pertikaian, Bentuk Kita Bersaudara Forum Khusus TERLEBIH dulu kita dudukkan soal latarbelakang bentrok ini. Bahwa Toboko dan Mangga Dua adalah mayoritas beragama Muslim. Jika dalam konteks itu dipahami berarti sesama orang muslim adalah bersaudara dan Baca: Hentikan.. Hal 19

TENTU saja kita semua berharap tawuran di Kelurahan Toboko-Mangga Dua (Tomang) ini tidak terjadi, karena sangat jauh dari nilai-nilai budaya kita di bumi Maluku Utara. Faktanya, hal ini telah terjadi, dan yang disesali di dalamnya Husain Sjah Sultan Tidore

Baca: Khusus.. Hal 19

Ikram Haris Wakil Ketua DPRD Provinsi Malut

Peran Orang Tua Dukung Sangat Penting Pengamanan Aparat BENTROK warga di Kelurahan Toboko dan Mangga Dua (Tomang) terjadi terus-menerus karena banyak faktor. Secara psikologi, yang pertama: bagaimana orang tuanya mencari ekonomi sehingga anaknya tidak dipedulikan lagi. Baca: Peran.. Hal 19

TA W U R A N a n t a r a p e mu d a To b o k o d a n Mangga Dua, saya kira apa yang telah diumumkan oleh pihak kepolisian baik perintah Kapolda untuk tembak di tempat, ataupun pemberlakukan jam malam selama waktu yang tidak ditentukan, Saiful Bahri Psikolog

Dr. Ridha Ajam

Baca: Dukung .. Hal 19 Wakil Rektor 1 Unkhair


SABTU, 15 OKTOBER 2016

HEALTHY

AKHIR PEKAN • HAL. 14

art:MuS

Penyebab BAB Bayi tak Lancar SEMBELIT, salah satu masalah yang sering kali terjadi pada bayi yang berhubungan dengan masalah gangguan pencernaan, ditandai dengan susah buang air besar. Kondisi ini sering kali membuat bayi tidak nyaman, menangis histeris bahkan kesakitan ketika buang air besar. Tentu saja kondisi ini akan membuat orang tua serba salah, khawatir dan juga panik. Mengapa pada usia bayi yang baru saja diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dapat terjadi sembelit? Sembelit atau konstsipasi merupakan keadaan umum ditandai dengan kondisi dimana feses bayi abnormal, teksturnya lebih keras dari biasanya. Sehingga bayi sering kali kesakitan dan kesulitan buang air besar hingga berhari hari. Anda dapat membedakan sembelit, salah satunya adalah bayi kesulitan buang air besar lebih dari lima hari berturut-turut sehingga tidak nyaman dengan kondisi ini. Penyebabnya karena perutnya kembung dan

terasa penuh sehingga kehilangan nafsu makan. Sembelit tidak saja membuat bayi tidak nyaman melainkan akan memicu masalah kesehatan yang serius apabila tidak diatasi. Normalnya, bayi buang air besar satu kali dalam mensehari. Sedangkan apabila men galami gangguan pencernaan atau sembelit, ditandai dengan sering menangis kemudian nyeri di bagian anus, perut bayi anda keras, tinja keras yang terkadang disertai dengan bercak darah.Timbulnya bercak darah yang segar dikarenakan adanya gesekan pada anusnya yang menyebabkan luka dan terbawa oleh tinja. Supaya bayi terhindar dari sembelit, sebaiknya anda mengenali beberapa penyebab yang dapat membuat bayi anda sembelit. Berikut adalah penyebab bayi pada usia 6-12 bulan mengalami sembelit. Pertama karena pemberian susu formula. Pada bayi yang diberikan susu for-

mula memiliki kecenderungan yang lebih tinggi mengalami sembelit, hal ini berhubungan dengan protein dan lemak yang terdapat pada susu formula yang tidak seimbang. Selain dari ketidakseimbangan dua jenis nutrisi tersebut, juga dipengaruhi oleh fosfor dan kalsium yang lebih tinggi sehingga menyebabkan cairan sulit terserap oleh dinding-dinding usus, dan menjadikan tinja menjadi keras. Meskipun kondisi ini tidak akan sama pada masing masing bayi dikarenakan kecocokan susu formula akan berbeda beda. Sebai-

knya bayi memang diberikan ASI selain mengurangi resiko sembelit dikarenakan kandungan di dalam ASI mudah dicerna, juga mengandung bakteri bayi yang dapat mengurai protein sehingga lebih mudah buang air besar. Nilai lebih dari ASI adalah adanya hormon motilin, yang dapat meningkatkan pergerakan usus bayi dan memudahkan pencernaan bayi. Kedua, kekurangan cairan. Pada dasarnya kebutuhan cairan pada bayi dapat dilengkapi dari ASI, sehingga anda

tidak perlu khawatir untuk memberikan air putih. Meskipun demikian pada bayi yang sudah diberikan makanan pendamping ASI, dapat diberikan tambahan cairan, air putih. Tambahan cairan ini dapat dilakukan ketika proses memasak. Salah satu contohnya penambahan air pada proses memasak jenis bahan yang teksturnya cukup keras. Pada intinya adalah menyeimbangkan makanan padat dan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh bayi, sehingga memperkecil resiko sembelit. Ketiga, penyakit tertentu. Penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan pada pencernaannya, salah satunya adalah luka yang terjadi pada anus. Awalnya bayi mengalami kesulitan ketika mengejan sehingga menunda buang air besar dan menyebabkan tinja keras. Semakin sulit dikeluarkan maka akan menyebabkan sembelit. Selanjutnya disebabkan oleh hirschsprung, yaitu masalah gerakan usus dan selanjutnya dapat dikarenakan alergi makanan tertentu. (sumber: bidanku.com).

Kenali Bintik Merah pada Bayi Bedakan Virus Roseola Infantum dan Campak

KULIT bayi bisa sangat sentisitif terhadap paparan benda asing yang menengenai bagian tubuhnya. Itulah mengapa bayi yang baru lahir tidak diperkenankan untuk menggunakan produk kecantikan untuk digunakan pada kulitnya. Meski tak sedikit orangtua yang menginginkan bayi baru lahir mereka agar selalu wangi, segar dan tercium lezat. Akan tetapi, hal ini sebenarnya belumlah diperlukan pada bayi. Tidak seperti orang dewasa, bayi tidak akan melakukan gerakan yang terlalu berlebihan yang membuat tubuhnya dicucuri keringat. Selain itu, kulit bayi pun umumnya belum dapat memproduksi keringat sebanyak orang dewasa. Jadi demikian, sebenarnya anak bayi belum memerlukan segala perlengkapan kecantikan yang akan menunjang tubuhnya agar tetap tercium menyegarkan. Sayangnya, ada sebagian ibu yang memaksakan kehendaknya untuk memakaikan berbagai produk asing pada tubuh anak bayinya. Pemakaian berbagai jenis produk perlengkapan bayi memang tidak dilarang. Hanya saja, kondisi kulit bayi yang masih begitu sensitif membuatnya akan lebih beresiko mengalami iritasi pada kulitnya. Bila anda tetap ingin menggunakan berbagai jenis produk tersebut, sebaiknya pilihlah produk yang aman yang tidak bereaksi menyakiti kulit si buah hati. Selain itu, untuk memastikan tidak adanya kemungkinan alergi pada kulit bayi. Sebaiknya, tidak langsung mengaplikasikan produk tersebut ke seluruh

permukaan tubuh bayi secara merata. Melainkan, dengan mencobanya pada beberapa bagian tertentu pada tubuh bayi dan menunggu beberapa saat atau satu hari guna melihat ada atau tidak adanya reaksi alergi pada tubuh bayi. Kondisi gangguan kulit adalah salah satu masalah kesehatan yang umum sekali dialami oleh para bayi. Bahkan mungkin setiap orangtua pernah dihadapkan pada masalah ini sewaktu bayi mereka mengalami masalah dengan kulitnya. Semua masalah kesehatan yang menyerang si bayi akan tentu saja membuat setiap orang tua panik. Belum lagi, si kecil yang masih bayi tergeletak di rumah tak berdaya, akan mungkin mempengaruhi angka produktivitas ayah dan ibu. Gangguan kesehatan kulit yang menyerang anak bayi, akan mungkin menimbulkan rasa yang tidak nyaman yang umumnya bila terjadi, si kecil malah akan berubah menjadi rewel dan sulit untuk dikendalikan. Bila sudah begini maka penting sekali untuk segera mencari solusi, guna mengatasi gangguan kulit yang dialami oleh buah hati. Jangan pernah mengabaikan atau menunda pengobatan saat si kecil mulai terlihat rewel, atau bunda menemukan sesuatu yang janggal dengan gerak-geriknya. Salah satu gangguan kulit yang mungkin sering bunda jumpai pada bayi, adalah timbulnya bintik merah atau ruam kulit. Kondisi ini seringkali membuat ibu bertanya-tanya tentang apakah bintik merah tersebut. Penye-

bab bintik-bintik merah pada bayi, umumnya bisa sangat kompleks dan pengaruhnya pun bisa dipicu banyak hal. Faktor dari dalam tubuh, seperti faktor keturunan pun bisa mengambil alih sebagai pemicu dalam hal ini. Sementara faktor lainnya adalah cuaca panas, lingkungan yang lembab, debu beterbangan dan lain sebagainya. Adapun penyebabnya pertama, bakat alergi (faktor keturunan). Apabila anda dan pasangan memiliki riwayat alergi, maka risiko yang sama akan pula dialami oleh si kecil. Bahkan sebuah studi menjelaskan, orangtua yang mengalami alergi kulit akan 40-60 persen mampu meningkatkan resiko alergi terhadap buah hatinya. Akan tetapi bila salah satu orangtua saja yang mengalami alergi, maka kemungkinan anak anda memiliki bakat atau risiko alergi lebih kecil yakni hanya sebesar 25-40 persen saja. Bayi yang mengidap alergi lebih rentan untuk terkena dengan masalah kulit, termasuk timbulnya bintik-bintik merah pada kulitnya. Pada reaksi alergi yang tergolong parah, biasanya yang muncul bukan hanya bintik-bintik merah akan tetapi juga dapat berupa bengkak yang timbul di bagian kulit si bayi. Cara yang paling efektif dalam menangani alergi kulit pada si kecil adalah dengan menjauhkan bayi dari sumber pencetus alergi (alergen). Bila buah hati anda mengalami reaksi alergi setelah berdekatan dengan debu dan tungau, maka sebaiknya hindarkan bayi anda agar tidak terpapar dengan alergen jenis ini. Selain itu, pastikan pula agar ibu selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar terutama ruangan yang ditempati oleh si buah hati. Kedua, biang keringat. Bintik-bintik merah yang timbul pada tubuh bayi dan pada beberapa bagian tertentu seperti punggung, jidat, leher dan bagian lainnya biasanya dipicu sebab adanya biang keringat. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya sumbatan pada bagian pori-pori kulit bayi yang disebabkan oleh sistem untuk mengatur suhu tubuh bayi belum berkembang secara sempurna. Untuk mengatasi bayi yang mengalami biang keringat, orangtua perlu jeli dalam memperhatikan pemakaian baju untuk si buah hati. Upayakan untuk tidak mengenakan baju yang berlapis-lapis dan sebaiknya lebih selektiflah dalam memilih bahan pakaian bayi. Hindari memilih jenis bahan pakaian yang tidak menyerap keringat, seperti nilon. Sebaliknya, pemilihan bahan pakaian yang baik adalah dari bahan katun. Berikan si kecil pakaian yang nya-

man dan tidak terlalu sempit sewaktu dikenakan guna mengurangi panas berlebihan terhadap tubuhnya. Selain itu, bersihkan pula tubuh dan wajah bayi dari keringat, dengan cara menyeka bagian tersebut dengan menggunakan lap basah atau dengan menggunakan tisu yang lembut dengan perlahan. Pastikan pula bila kamar si buah hati memiliki sirkulasi udara yang baik. Agar ia tidak merasa kepanasan dengan suhu didalam ruangannya. Ketiga, Eksim Bayi. Bukan hanya terjadi pada orang dewasa, kondisi gangguan kulit ini pun bisa dialami oleh si bayi. Pada bayi jenis eksim ini lebih dikenal dengan sebutan eksim susu. Akan tetapi, kondisi ini bukan berarti timbul sebab pemberian ASI. Perlu diketahui bahwa apapun itu, sisa ASI, susu formula, makanan bayi yang dikonsumsi atau air liur yang dibiarkan menempel pada tubuh bayi yang tidak segera dibersihkan, akan dapat berpotensi menghasilkan reaksi timbulnya iritasi terhadap kulit bayi. Penyebab iritasi ini akan bereaksi terutama untuk mereka para bayi yang memang sudah memiliki bakat alergi. Bila anda mengetahui persis bahwa bayi anda memiliki riwayat alergi. Sebaiknya segera jauhnya dirinya dari bahan alergen yang akan mengiritasi bagian kulitnya. Misalkan, segera bersihkan wajah si kecil pada saat setelah diberikan ASI. Atau segera lap bagian mulutnya dan lehernya setelah ia diberikan makanan. Bukan hanya itu, rajin mengganti pakaian ketika bayi sering mengeluarkan liur dari mulutnya pun akan dapat dijadikan langkah pencegahan dari alergi yang akan dialaminya. Keempat, jerawat bayi. Kondisi ini biasanya merupakan bagian dari sisa hormon yang masih terbawa sejak masih berada dalam kandungan ibunya. Timbulnya bintik-bintik merah ini akan disertai dengan benjolan tengah yang runcing seperti pada jerawat orang dewasa. Untuk mengatasi kondisi ini, maka orangtua perlu rajin membersihkan wajah bayi, dan mengeringkannya dengan baik. Selain itu, upayakan untuk menggunakan handuk bayi yang berbahan lembut, serta jangan biasakan memencet jerawat si kecil. Selain dapat menimbulkan rasa sakit pada si kecil, hal ini pun akan dapat menimbulkan iritasi serta infeksi yang cukup parah. Kelima, ruam popok. Untuk diketahui, penggunaan popok memungkinkan timbulnya bintik-bintik merah pada kulit bayi. Ini terjadi jika kualitas popok yang tidak baik atau penggunaan popok yang terlalu sempit untuk bayi. Ruam popok yang dibiarkan begitu saja tanpa segera diatasi, menyebabkan semakin

parah seperti bintil-bintil kecil yang melepuh dan akan pecah. Bila bintil tersebut sudah pecah, maka bayi akan semakin rentan meningkatkan risiko terhadap infeksi. Untuk itu, maka segeralah mengganti popok anda dengan merk lain yang lebih baik. Perhatikan pula ukuran pas untuk bayi anda. Meskipun pada kemasan tertera ukuran yang diatur berdasarkan berat si bayi, terkadang ukuran tersebut tidaklah menjamin muat dengan ukuran bayi anda. Cara pemakaian pun perlu diperhatikan, upayakan agar anda tidak merekatkannya terlalu kuat yang akan membuat kulit si bayi bergesek dan meninggalkan ruam. Keenam, akibat virus. Mungkin terdengar jarang, namun Roseola infantum merupakan penyakit menular yang seringkali menyerang bayi dan anak-anak kecil. Penyebabnya adalah virus jinak yang umumnya mudah menyebar melalui percikan ludah si penderita, misalnya saat pemeriksaan kesehatan atau imunisasi yang dilakukan di rumah sakit. Gejala yang akan dapat ditimbulkan dari kondisi ini adalah deman hingga mencapai 39,5 derajat Celicus selama beberapa hari. Setelah demam hilang, penyakit ini akan mulai menimbulkan bintik-bintik merah pada permukaan tubuh bayi yang tidak berubah menjadi bernanah, dan tidak pula meninggalkan gatal. Bayi yang mengalami kondisi ini akan mungkin rewel, cepat mengantuk dan kehilangan selera makan. Pada saat diagnosis, terkadang terjadi kesalahan dengan mengatakan ini adalah penyakit campak. Yang perlu diketahui bedanya dengan campak, adalah bintik-bintik merah yang timbul pada kulit bayi sebab akibat virus roseola timbul setelah demamnya turun. Sementara pada campak, bintik-bintik ini timbul pada saat demam sedang tinggi-tingginya, dan kondisi ini hanya terjadi 1 kali dalam seumur hidup. Tak perlu merasa khawatir sebab penyakit ini diakibatkan oleh herpes virus tipe 6 dan tipe 7 ini tidaklah berbahaya. Meskipun virus ini berasal dari keluarga yang sama yakni herpes simplex viruses, akan tetapi virus ini tidak menyebabkan herpes di bagian mulut atau pada bagian kelamin. Untuk mengatasi kondisi panas pada bayi, maka turunkan demam pada bayi dengan memberikan obat yang aman. Bila perlu kompres si buah hati dengan lap bersih yang dibasahi dengan air hangat. Yang perlu diperhatikan apabila bintik-bintik tersebut tidak kunjung hilang setelah beberapa lama dan bahkan kondisi ini berubah menjadi lebih parah, maka segera bawa si kecil ke dokter. (sumber: bidanku.com).


K MUNITAS

SABTU, 15 OKTOBER 2016 art: art rt: Adie A Adie

AKHIR PEKAN • HAL. 15

Generasi Gamalama Kreatif

Ubah Si Pemalu Jadi Percaya Diri Editor : IKA FUJI RAHAYU

Nama Generasi Gamalama Kreatif (GGK) sebagai sebuah komunitas seni begitu popular di Kota Ternate. Mereka bahkan berkembang menjadi Event Organizer (EO) profesional. Siapa nyana, GGK ternyata berangkat dari satu tujuan sederhana: membantu anak-anak muda menumbuhkan rasa percaya diri. TAHUN ini, usia GGK memasuki 12 tahun. Kematangan usia komunitas seni ini ditandainya dengan melanglangbuananya mereka di berbagai pentas. Saat Zulkifli Norman yang karib disapa Ungke mendirikan GGK belasan tahun lalu, sudah ada mimpi untuk menelurkan anakanak muda kreatif dan berkarakter. ”Tujuan utama GGK memang untuk pengembangan diri dan mentalitas, baik dari segi sikap, maupun performance. Belajar nari, modeling, nyanyi, maupun MC hanyalah sarananya,” ungkap Ungke. Di GGK, Ungke menekankan pentingnya menjaga sikap ketika berhadapan dengan orang lain. Sejauh ini, banyak orang tua yang mengirimkan anak-anaknya ke GGK untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. ”Dan ternyata dengan seni itu lebih mempermudah anakanak untuk mencapai kepercayaan diri mereka. Anak-anak yang awalnya pemalu, setelah berlatih di GGK, kemudian bisa disuruh nyanyi di depan kelas. Nah, perubahan-perubahan kecil seperti inilah yang nantinya akan berimbas pada perubahan perilaku yang lebih besar jika terus dipupuk,” tutur lelaki berusia 42 tahun itu. Selain berlatih modern dance, modeling, dan MC, anggota GGK diharuskan berlatih kepribadian. Ada aturan-aturan sederhana yang diterapkan di GGK, yang nantinya dapat

diterapkan ketika si anak kembali ke rumah. ”Misalnya di GGK, anak-anak dilarang berbicara dengan menggunakan kata “kita (aku, red)” sebagai kata ganti dirinya. Mereka hanya boleh menggunakan kata “saya” atau namanya sendiri, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua darinya. Ini melatih anak dalam hal sopan santun,” tambah dancer sekaligus koreografer itu. Dari sisi seni sendiri, kemampuan jebolan GGK tak perlu diragukan lagi. Tiap perwakilan yang dikirimkan Ungke untuk mengikuti kompetisi, baik di level daerah maupun nasional, selalu menjadi juara. Entah kompetisi tari maupun menyanyi di Jakarta, Yogyakarta, ataupun Makassar, anggota GGK adalah langganan juaranya. Hal ini, menurut Ungke, membuktikan bahwa bukan fasilitas ataupun nama besar yang menjadi jaminan untuk seorang pemenang. ”Fasilitas yang dimiliki GGK tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka yang berasal dari kota besar. Namun itu membuktikan bahwa fasilitas bonafid bukan jaminan untuk unggul di kompetisi seni,” papar ayah dari dua anak itu. Komunitas yang berdiri sejak 2004 silam itu kini telah menelurkan ratusan anggota. Bahkan, ada anggota GGK yang kemudian mengikutsertakan anaknya di komunitas tersebut. GGK sendiri menerima anggota usia 3 sampai

23 tahun. Tak ada seleksi untuk masuk ke GGK, sebab Ungke percaya tiap orang memiliki bakatnya masing-masing dalam bidang seni. ”Jadi saya melatih ibunya, bertahun-tahun kemudian, giliran anaknya yang dibawa si ibu ke GGK. Karena di sini kita sudah seperti keluarga, dan mereka sudah merasakan sendiri manfaatnya bergabung dengan komunitas seni,” ujar Ungke.

Ungke mengklaim anggota GGK tidak ada yang kaku ketika berhadapan dengan orang asing, dalam suasana apapun. Mereka juga dididik untuk menjadi pribadi yang tidak mudah dipengaruhi untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip hidup mereka. ”Mereka dididik untuk tangguh, aktif, dan membuka diri terhadap orang-orang baru. Jadi anakanak yang tadinya suka menutup diri dari pergaulan, kita latih supaya untuk menjadi terbuka, terutama pada orang-orang baru,” kata suami dari Bina Purna Karyati ini. Para anggota GGK sendiri saat ini telah tersebar ke mana-mana. Mereka kebanyakan bekerja di instansi swasta, seperti perbankan, maupun instansi pemerintahan. Tiap tahun, selalu ada generasi baru yang masuk ke GGK dan melanjutkan proses regenerasi. Hal inilah yang membuat regenerasi GGK tak pernah putus. ”Anggota yang sudah lebih senior mungkin tidak bisa lagi berlatih rutin seperti dulu. Namun komunikasi mereka dengan kami tidak pernah putus. Kalau ada waktu, kita ngumpul. Sedangkan anggota yang aktif berlatih mencapai puluhan orang, sehingga kita suka kesulitan mencari tempat untuk berlatih,” kata Ungke. Meskipun saat ini Ungke memiliki kesibukan lain, yakni mengurusi Event Organizer (EO), ia tak pernah melupakan tugas utamanya sebagai pembina GGK. Ungke sendiri tak lagi melatih tari. Anak-anak binaannya di GGK telah mampu menggantikan tugas yang satu itu. Namun pria yang pembawaannya ceplas-ceplos itu tidak lepas tangan begitu saja. ”Mereka tetap butuh bimbingan dan masukan. Dan saya ingin selalu ada bersama mereka ketika mereka menemui kesulitan,” tandasnya.(kai)


SABTU, 15 OKTOBER 2016

OPINI

AKHIR PEKAN • HAL. 16

art:ATU

Suara Kasih

G uru Menulis Redaksi menerima artikel yang ditulis oleh guru terkait tugas dan tanggung jawab profesinya terutama pengembangan mata pelajaran sekolah

Surat Untuk Bapak Wahda Zainal Imam Ketua Pansus OPD Oleh: Hasan Ismail Penyuluh Pertanian Maluku Utara

RANPERDA Organisasi Perangkat Daerah yang sedang dibahas DPRD bersama Pemerintah Provinsi saat ini adalah amanat Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 wajib hukumnya, tetapi wajib juga hukumnya disebar luaskan kepada masyarakat dan pihak yang berkompeten untuk memberikan masukan. Pernyataan Ketua Pansus OPD Selasa (4/10) lalu agar badan penyuluhan dialihkan ke Dinas Pertanian yang memiliki fungsi penyuluhan adalah keliru. Tapi ini mungkin pendapat pribadi dan bukan pendapat Pansus, karena azas, tujuan dan fungsi penyuluhan diatur tersendiri dalam Undang-undang Penyuluhan Nomor 16 2014 tentang sistem penyuluhan dan Peraturan Pemerintah nomor 154 tahun 2014 tentang Kelembagaan Penyuluhan yang diundangkan di lembaran negara dan juga wajib hukumnya untuk dilaksanakan. Mohon maaf tidak pantas saya berbicara hukum karena bapak lebih ahli dibidang hukum. Undang-undang itu dibuat agar semua warga negara wajib mengetahui dan menaati. Seharusnya ketika ada masukan atau saran maka itu dijadikan acuan agar Pansus bisa membahas bersama dengan mengundang pakar Hukum Tata Negara agar bisa dijadikan bahan menguatkan referensi dalam penetapan Perda. Karena azas tujuan dan fungsi penyuluhan jelas-jelas berbeda dengan Dinas. Jika acuan Ranperda UU nomor 23 dan PP 18, maka dari 411 pasal tidak ada pasal yang menyatakan UU nomor 16 tidak berlaku lagi atau atau dicabut dan di PP 18 pun sama tidak mencabut PP 154 bahkan tanggal diundangkannya UU 23 tanggal 1 Oktober 2014 dan PP diundangkan 17 Oktober 2014. Untuk diketahui bapak bahwa dalam UU nomor 16 mengatur tentang azas, tujuan dan fungsi penyuluhan dalam pasal 34 UU 16 mengatur tentang Kelembagaan, Ketenagaan, Sarana dan Prasarana, Pembiayaan, Penyelenggaraan, Pembinaan daqn evaluasi dan Penyelenggaraan. Yang terpenting saat ini adalah Pansus harus lebih arif dan bijaksana agar penetapan Ranperda nantinya tidak bertentangan dengan UU dan peraturanperaturan lainnya yang pada akhirnya menimbulkan polemik dan meresahkan masyarakat (Penyuluh, Petani, Peternak dan Pekebun). Pernyataan bapak telah menyakiti 600 Penyuluh di Maluku Utara yang tersebar di Kabupaten/Kota dan tinggal di desa mendampingi petani dalam rangka pengembangan SDM. Menyangkut pembiayaan yang akan dikoordinasikan, bagi kami hal yang terpenting. Kami para penyuluh mendambakan rumah yang aman, sejuk sehingga dalam melaksanakan tugas jauh dari intervensi dan pemaksaan kehendak dengan tujuan sesaat yang berteentangan dengan azas, tujuan dan fungsi Penyuluhan dan kode etik penyuluh itu sendiri. Penyuluhan pertanian sangatlah berbeda dengan Penyuluhan hukum dan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan hukum bertujuan agara masyarakat dapat memahami hukum dan penyuluhan kesehatan agar masyarakat memahami kesehatan bagi diri dan keluarga. Tetapi penyuluhan pertanian bertujuan untuk menjadikan pelaku utama (Petani, Peternak dan Pekebun) ahli di bidangnya dengan menerapkan berbagai metode penyuluhan berazaskan demokrasi, manfaat, kesetaraan, keterpaduan dan berkelanjutan sehingga dibutuhkan lembaga penyuluhan yang bisa menaungi mereka. Tuntutan ini, mungkin bagi Pansus OPD berlebihan, tapi kami butuh pencerahan dari bapak selaku anggota DPRD. Karena sebuah Undang-undang yang dibuat pasti mencakup aspek tujuan. Azas manfaat, kewajiban, larangan dan sanksi. Oleh karena itu, jika memang dasar pembahasan Ranperda hanya berdasarkan pasal 11 dan 12 tentang kewenangan wajib dan pilihan dengan mengabaikan pasal-pasal yang lain di Undang-undang 23 dan PP 18, maka apakah Perda bisa bertentangan dengan Peraturan Perundang- Undangan yang lebih tinggi yakni pasal 250 UU 23. Apakah Kepala Daerah dan DPRD hanya wajib taat pada UU 23 dan PP 18 saja dengan menyampingkan UU dan PP serta peraturan lainnya. Saat ini persoalan Kelembagaan yang tidak menentu di semua Kabupaten dan Provinsi akibat perbedaan pandangan tentang kedudukan UU 23, PP 18 dan UU 16 dan 14 peraturan turunannya serta PP 154 TENTANG Kelembagaan Penyuluhan. Tetapi kelembagaan penyuluhan dikebiri tugas dan fungsinya dengan dasar efisiensi dan Perda bisa menggugurkan UU Nomor 16 dan PP 154 TENTANG Kelembagaan Penyuluhan maka 12 turunannya juga tidak dapat dilaksanakan jika Pemerintah dan DPRD hanya tunduk pada UU 23 dan PP 18 maka, 600 penyuluh siap masuk kantor bersama pegawai struktur di dinas. Pertanian atau pangan, Pemerintah dan DPRD mengalokasikan mengangkat penyuluh daerah untuk ditempatkan di 600 desa dan membuat Perda tentang tugas dan fungsi penyuluh pertanian daerah karena dasar pembentukan kelembagaan penyuluhan juga diatur dalam UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan pasal 18.b. Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban memberikan penyuluhan dan pendampingan dalam upaya memenuhi kebutuhan Pangan. UU nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani pasal 46 poin 1,2 dan 3 tentang fasilitasi penyuluhan dan kelembagaan penyuluhan. Dan UU 23 tahun 2014 pasal 67 huruf f, dimana kewajian Kepala Daerah melaksanakan program strategis nasional. Sehubungan dengan hal itu maka Permentan 131 tahun 2014 turunan UU 23 pertama yang mengatur tentang mekanisme antar lembaga dalam mendukung program strategis nasional jangan dikesampingkan dimana kelembagaan Bakorluh Provinsi Babel di Kabupaten dan BPP di Kecamatan memegang peranan yang sangat penting. Semoga, Amin, Wassalam.(*)

Malut Post ALAMAT REDAKSI : Jalan Hasan Esa, Takoma - Ternate, Telp (0921) 3127055, Fax (0921) 3127205 E-mail:editor@malutpost.co.id - iklan@malutpost.co.id

PEMBINA : Dahlan Iskan KOMISARIS UTAMA: Imawan Mashuri KOMISARIS : Suhendro Boroma DIREKTUR UTAMA : M. Tauhid Arief DIREKTUR : Urief Hassan DEWAN REDAKSI : Ketua: Ismit Alkatiri , Anggota: Muhammad Syadri, M. Ikhsan Ali, Faisal Djalaluddin, Mahmud Ici COORPORATE LAWYER JPG/MALUT POST : Dr. Harris Arthur Hedar, SH. MH.

Busuk BUKAN main! Rasanya belum pernah sesuatu yang berlabel busuk mendapat liputan dan pembahasan yang sangat luas, seperti yang tengah terjadi di negeri kita belakangan ini. Mungkin karena label busuk kali ini tidak disandang oleh telur, atau pepaya, atau daging, melainkan oleh manusia. Mungkin juga karena mengenali kebusukan manusia tidak semudah mengenali kebusukan telur, pepaya, atau daging. Jika telur busuk mengambang dalam air, dan pepaya busuk mempunyai penampilan yang mudah dikenali, juga daging busuk berbau khas, maka mengenali “manusia busuk” tidak semudah itu. “Manusia busuk” tidak mengambang dalam kehidupan bermasyarakat, sebaliknya mereka sering kali mempunyai pijakan yang sangat kukuh di tengah masyarakat. “Manusia busuk” tidak berpenampilan aneh, mereka sama saja dengan manusia lainnya. “Manusia busuk” juga tidak berbau, bahkan mereka seringkali beraroma sangat wangi dan menyegarkan. Mengingat demikian piawainya para “manusia busuk” menyamarkan dirinya, tidak jarang kita dibuat tercengang saat kebusukan mereka akhirnya diketahui. Namun terbongkarnya kebusukan tersebut menunjukkan betapa tepat peringatan yang disampaikan oleh penulis Injil Lukas: “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.” (Lukas 8:17) Jadi, apabila saat ini Anda - karena satu dan lain hal - tengah mempertimbangkan untuk terlibat dalam “gerombolan si busuk”, saran saya, segera batalkan rencana keterlibatan ini. Bukankah tidak seorang pun dari kita ingin dipermalukan karena kebusukan kita terbongkar kelak? Namun seringkali tidak mudah bagi mereka yang sudah lama

Aspirasi Pembaca

Oleh: Timur Citra Sari

berkubang dalam kebusukan untuk meninggalkan pola dan kebiasaan hidup seperti ini. Pertama, bisa jadi mereka sendiri tidak sadar bahwa mereka tengah berkubang dalam kebusukan. Kedua, sebagaimana seringkali terjadi, berkubang dalam kebusukan terasa menyenangkan bagi mereka, sehingga mereka betah dan tidak ingin meninggalkannya. Jika kondisi itu yang terjadi, maka mereka memerlukan pertolongan dan bantuan kita. Apa yang dapat kita lakukan untuk menolong dan membantu mereka? Khususnya dalam rangka menghadapi Pemilu, kita dapat menolong “gerombolan si busuk” dengan tidak memilih mereka untuk menjadi bagian dari para pemimpin negeri ini di masa mendatang. Jangan keliru, dengan melakukan itu kita sama sekali tidak bermaksud jahat pada mereka. Sebaliknya, kita bermaksud menolong dengan memberi kesempatan pada mereka agar dapat segera meninggalkan kubangan kebusukan tempat hidup mereka selama ini. Bukankah jauh lebih baik jika mereka tidak mendapat kesempatan menjadi “pemimpin busuk”, daripada mereka berkesempatan melakukannya tetapi kemudian berhadapan dengan “... wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.” (Mazmur 34:17). Selain menolong mereka, dengan tidak memilih “gerombolan si busuk” sesungguhnya kita juga telah menolong negeri kita. Walau memang tidak mudah dan pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bangkit dari begitu banyak dan beraneka keterpurukan kita, Nabi Yesaya mengingatkan. “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera,

dan akibat kebenaran adalah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” (Yesaya 32:17) Jadi, jika yang kita dambakan adalah damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman, maka yang perlu kita upayakan seoptimal mungkin adalah menghadirkan kebenaran di negeri ini. Dan, salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah tidak memberi kesempatan “gerombolan si busuk” menjadi pemimpin negeri ini. Lalu, bagaimana caranya kita dapat memilih para pemimpin yang mendukung kehadiran kebenaran di negeri ini? Perlengkapan apa saja yang kita butuhkan sehingga kita tidak kebobolan? Saya ingatkan, memperlengkapi diri agar kita tidak terlalu innocent saat Pemilu nanti bukanlah persoalan yang amat-sangat mudah. Namun, jika kita tidak keberatan memilih-milih telur, pepaya dan daging sebelum membelinya karena ingin mendapatkan hasil yang terbaik, saya yakin tentu kita juga tidak akan keberatan untuk memperlengkapi diri sebaik-baiknya sebelum menetapkan siapa saja calon pemimpin negeri ini yang akan kita pilih. Di antara begitu banyaknya kriteria yang dimunculkan, kejujuran kelihatannya menjadi sorotan utama banyak orang di negeri ini. Hal itu tidak aneh, mengingat begitu lama kita berhadapan dengan begitu banyak ketidakjujuran di tengah dan di antara kita. Kita pun tahu betapa ketidakjujuran telah memakan korban banyak orang yang tidak bersalah. Sungguh menyakitkan! Ini berarti, salah satu perlengkapan yang kita butuhkan adalah “koleksi” calon-calon pemimpin yang jujur. Dari mana kita mendapatkan informasi itu? Tentu dari berbagai sumber pemberitaan. Tidak mudah mencarinya? Bisa jadi, tetapi

bukan berarti tidak mungkin. Bukankah kita ingin hasil yang terbaik? Karena itu jangan enggan mencari informasi. Firman Tuhan berikut ini menguatkan kita: “Siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.” (Mazmur 50:23). Jika pemimpin kita jujur jalannya, tentu keselamatan dari Allah akan diperlihatkan kepadanya. Hal lain yang juga mendapat perhatian besar adalah penghargaan terhadap hukum, misalnya berbagai kasus korupsi. Tampilnya tuntutan itu juga tidak mengherankan, karena di depan mata kita melihat berlimpahnya berbagai pelanggaran yang membuat kita mempertanyakan keberadaan hukum di negeri ini. Benar-benar menyebalkan! Bagi kita, dalam urusan memperlengkapi diri dengan sebaik-baiknya, ini berarti kita perlu memiliki - sekali lagi “koleksi” calon-calon pemimpin yang menghargai hukum. “Koleksi” ini juga kemungkinan besar tidak mudah dicari. Tetapi - juga sekali lagi - bukan berarti tidak mungkin ditemukan. Betapa melegakannya jika pemimpin kita kelak memperhatikan Firman Tuhan ini: “Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan.” (Yesaya 56:1) Tentu saja masih banyak lagi kriteria yang ingin kita tetapkan pada para pemimpin kita. Namun kali ini cukup dua hal di atas dulu. Terakhir, mari kita berdoa agar para pemimpin kita kelak berdoa seperti Raja Salomo: “... Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umatMu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat....” (1 Raja-raja 3:9) Kiranya Tuhan menolong kita! (artikel Kristen. com)

Redaksi menerima kiriman opini serta surat pembaca anda. Ketik dua spasi pada kertas HVS dan kirimkan ke alamat redaksi Jl. Hasan Esa, Takoma. Telp. (0921) 3127055 atau melalui Email: birocenter@ yahoo.com.sg, Sertai foto copy kartu pengenal anda. Tulisan maksimal 3 page dengan poin huruf 12. Redaksi juga menerima kiriman SMS. Anda dapat mengirimkan permasalahan pembangunan di sekitar anda melalui nomor : 081356722755. Jika tulisan anda melebihi page yang ditetapkan, maka redaksi berhak mengedit/menyesuaikan.

Batas Kekuasaan BEBERAPA bulan terakhir, ada gempita pemberitaan konflik batas wilayah di Maluku Utara. Pada edisi 30 September 2016, SKH Malut Post menampilkan konflik sengketa batas wilayah di halaman depan, dengan headline “Sengketa Tapal Batas Kabupaten Kota”. Pemberitaan itu mengangkat isu otonomi daerah; pemekaran wilayah, Pembangunan; alokasi dana ADD dan DD, infrastruktur dan sumber daya alam; beroperasinya PT Nusa Halmahera Minerals sebagai penyebab konflik batas wilayah Halut dan Halbar. Ketika undang-undang otonomi daerah mengamanatkan pemekaran wilayah demi tercapainya pembangunan yang cepat dan merata, sengketa batas daerah pun bermunculan. Sengketa batas wilayah yang terjadi di Malut, diantaranya Halmahera Utara dan Halmahera Barat yang menyengketakan wilayah Desa Pasir Putih, Bobane Igo, Tetewang, Dum Dum, Akelamo Kao, Gamsungi, Tuakara dan wilayah tambang di Gogoroko, juga Halmahera Tengah (Halteng) dengan Halmahera Timur (Haltim) yang menyengketakan wilayah yang melibatkan Desa Sakam (Halteng) dan Bicoli (Haltim). Ada juga sengketa antara Haltim-Halut dan Haltim dengan Tidore Kepulauan (Tikep) (Malut Post, 30/09/2016). Dalam catatan ini, saya hanya memfokuskan konflik enam desa Halut-Halbar. Sebelum tahun 1999, enam desa yang saat ini disengketakan Halut-Halbar adalah wilayah administrasinya Kabupaten Malut. Malut Post mencatat; enam desa itu merupakan bagian dari Kecamatan Jailolo Kabupaten Malut. Setelah keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 1999 tentang Pembentukan dan Penataan Beberapa Kecamatan, maka dibentuklah Kecamatan Makian yang wilayahnya men-

Jufri Abubakar Pegiat PILAS Institute

cakup enam desa yang saat ini disengketakan, yang sebelumnya merupakan wilayahnya Kecamatan Jailolo. Lalu, pada tahun 2003, dengan terus menggelorakan semangat otonomi daerah, pemerintah pusat menerbitkan UU Nomor 03 tentang Pembentukan Halmahera Utara. Pembentukan wilayah otonom baru mencakup hingga wilayah Kecamatan Malifut. Alhasil, Enam desa yang sebelumnya menjadi bagian dari Kecamatan Malifut kemudian berada dalam kecamatan baru, Kao Teluk. Sengketa pun kian terik, yang awalnya masyarakat menolak tergabung dengan kecamatan Malifut, kini berbalik menolak wilayah administrasi Halut. Terbitlah konflik sengketa wilayah antara kabupaten Halut dan Halbar. Selain amanat pemekaran wilayah, sumberdaya alam juga diberikan pengelolaannya oleh undang-undang kepada masingmasing daerah, yang mana setiap daerah memiliki wewenang untuk mengelola sumberdaya alam di wilayahnya. Sumberdaya alam yang menjanjikan terletak antara Halut dan Halbar, saat ini dieksploitasi oleh PT NHM, yang telah beroperasi sejak tahun 1997. Enam desa yang dipersengketan berada di wilayah lingkar tambang tersebut. Otonomi daerah juga mengharuskan penetapan dan penegasan batas wilayah. Perihal aturannya telah tertuang dalam keputusan Mendagri Nomor 76 Tahun 2012. Peraturan tersebut membedakan batas berdasarkan dua tempat; di darat dan di laut. Batas di darat dalam implementasinya sebagai batas wilayah administrasi pelayanan publik dan di laut sebagai wilayah pengelolaan sumberdaya

laut (perlu diketahui sengekata Halut-Halbar hanya batas di darat). Batas di darat ditandai berupa pilar, gapura atau sejenisnya yang dibuat oleh manusia, atau tanda alam berupa sungai atau danau, sedangkan tanda batas di laut adalah dengan mengukur titik garis pantai antar kabupaten yang berdekatan. Batas tersebut sebagai penanda dari proses penyelenggaraan administrasi dan pengelolaan sumberdaya alam. Batas (border) juga didefinisikan oleh Dirk Godenau sebagai garis pemisah (demarcation). Batasbatas (borders) juga merupakan institusi sosial, ukuran batas-batas dikontruksi secara sosial dan secara politik dikelola oleh negara, yakni menetapkan sebuah batas (border) adalah tindakan kekuasaan (2012). Negara memiliki kekuasaan untuk menetapkan batas wilayah dengan berdasarkan pranata sosial dan kebudayaan, yang mana batas wilayah adalah pemahaman setiap individu yang sesuai kebudayaan di mana individu tinggal. Batas wilayah selain sebagai batas penyelenggaraan pelayanan publik; pelayanan administrasi, KTP, KK, dan pelayanan infrastruktur jalan, air listrik, pendidikan kesehatan maupun keamanan, batas juga merupakan batas kekuasaan negara. Penyelenggaraan pemerintahan ataupun proses administrasi publik untuk masyarakat hanya bisa dilaksanakan di wilayah batas daerah dan pada masyarakat yang berdomisili di dalam wilayahnya. Sehingga, penetapan dan penegasan batas wilayah setiap daerah adalah bentuk demarcation kekuasaan yang terdistribusi. Namun, distribusi kekuasaan bukanlah pemberian melainkan penguasaan dan diba-

SMS Pembaca

PEMIMPIN REDAKSI : Faisal Djalaluddin REDAKTUR PELAKSANA : Awat Halim KOORDINATOR LIPUTAN : Muhammad Nur Husen, Irman Saleh KOORDINATOR LIPUTAN KHUSUS: Ika Fuji Rahayu KOORDINATOR KREATORIAL : Ako La Owi KOORDINATOR BIRO JPG : Mahmud Ichi REDAKTUR : Faisal Djalaluddin, Ako La Owi, Bukhari Kamaruddin, Muhammad Nur Husen, Awat Halim, Sunarti, Irman Saleh, Ika Fuji Rahayu, Jufri Duwila, Wawan Kurniawan, Mahmud Ici, Abdullah Dahlan Conoras(Nonaktif) PENGEMBANG ANAK PERUSAHAAN : Dahlan Malagapi, Purwanto Ngatmo REPORTER : Amirudin Ibrahim, Sahril Samad, Rusdi Abdurahman, Ikram Salim, Fitrah A. Kadir, Munawir Taoeda, Wahyudin Madjid, Suhendi Suherman BIRO WASHINGTON : Maydi Pakasi

BIRO TIDORE : Fahrudin Abdullah, BIRO HALUT : Samsir Hamajen BIRO HALTENG : Ridwan Arif, BIRO HALBAR : Suparto Mahyudin BIRO MOROTAI : Samsudin Chalil BIRO HALSEL : Safri Noh BIRO HALTIM : Muhamad Kabir BIRO KEPSUL : Fahrul Marsaoly FOTOGRAFER : Erwin Syam OPERATOR JPNN : Andhy Eko H, Taher Marsaoly SEKRETARIS REDAKSI :Ari Sunarti MANAGER ARTISTIK & PERWAJAHAN : M. Ikhsan Ali DESAIN GRAFIS : Budi Santoso, STAFF : Ademus Alani

tasi batas wilayah –bukan membatasi kekuasaannya melainkan membatasi jangkauan kekuasaan dengan keterbatasan ruang kekuasaan, sehingga fungsi kontrol untuk pendisiplinan individu bisa dilakukan. Pendisiplinan individu dengan instrumen batas wilayah inilah yang oleh Foucault disebut sebagai teknik kekuasaan, yakni disiplin sebagai prinsip berfungsinya organisasi, atau oleh aparat negara yang harus menjamin disiplin masyarakat. Selain konflik sengketa antar kedua kabupaten, konflik juga terjadi antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dengan pemerintah. Pada bentuk konflik yang kedua adalah bentuk penolakan warga terhadap praktek-praktek kekuasaan atau melawan kebijakan, Haryatmoko menyebutnya sebagai akuntabilitas politik warga negara, yakni persetujuan atau penolakan terhadap kebijakan publik atau aktivitas pemerintah (2011). Warga yang menolak berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Halut ataupun Halbar karena tidak mau dikontrol dan memilih dikontrol oleh salah satunya. Akuntabilitas politik itu terjadi akibat dari pemisahan, ketidaksamaan dan diskriminasi (Haryatmoko, 2016). Singkatnya, kekuasaan juga menjadi penyebab warga menolak batas wilayah dan memilih sendiri batas wilayah administrasinya. Penolakan kebijakan pemerintah adalah bentuk konkret penolakan terhadap kekuasaan negara. Penolakan tersebut merupakan perlawanan terhadap pemerintah yang korup. Untuk itu, penyelesaiannya tidak hanya pemerintah dengan pemerintah tetapi juga antara pemerintah dengan warga, yakni pemerataan pembangunan bagi kesejahteraan warga tanpa adanya korupsi, terutama di wilayah sengketa enam desa, Halut-Halbar. (*)

MANAJER UMUM/KEUANGAN : STAFF : Rugaya Hamaya, Mila Ariani, Azis Dali MANAJER PERSONALIA : Deddy Dano Dasim MANAJER PEMASARAN : Rustam La Ode Nuru STAFF : Leli Mahmud, Selly Jaya Sari, Ruslan Amaturi MANAJER IKLAN : Jalal Husen STAFF : Firdha R Barakati, Imelda DESAIN IKLAN : M. Ikhsan Yusuf MANAGER PERCETAKAN : Jan Gimon STAFF : Febryanto, Hamid Radjab, Ijal, Junaidi PENERBIT: PT. Ternate Cemerlang PEMASANGAN IKLAN: Hitam Putih (BW): Rp 30.000/mmk. Warna (FC): Rp 40.000/mmk. HARGA ECERAN: Rp 5.000/Eks HARGA LANGGANAN: Rp 120.000/bulan


JUMAT, 14 OKTOBER 2016

KABAR RANTAU

Malut Post • HAL. 17

malutpost.co.id

Art: Adhie

MAKASSAR

Nurdin Halid.

Loyalis Yasin Limpo Lompat ke Nurdin Halid MAKASSAR – Dinamika di internal Partai Golkar Sulsel bergerak cepat. Setelah Golkar Sulsel diambil alih Nurdin Halid (NH), loyalis klan Yasin Limpo (YL) di partai berlambang beringin terkesan tidak berdaya. Khususnya yang berstatus legislator atau anggota DPRD. Mereka pun memilih mengamankan posisi dengan masuk dalam kepengurusan Nurdin. Padahal, sebelumnya mereka dengan tegas menolak kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar menurukan pelaksana tugas (Plt) menggantikan Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. Misalnya saja, Legislator Partai Golkar di DPRD Sulsel, Rahmansyah. Ia menegaskan di Golkar tidak ada kader yang loyal pada figur. Kader tentunya harus loyal pada partai. “Semua sama saja. Tidak ada ji dirasakan seperti itu bahwa ada loyalis Ichsan, loyalis Syahrul, atau loyalis Nurdin. Semua karena Golkar,” katanya, di Gedung DPRD Sulsel, Rabu (12/10). Dikatakan, Menurut dia, ia bersama rekannya yang masuk dalam kepengurusan Golkar saat ini merupakan bagian dari kader lama yang dianggap cakap untuk kebaikan partai kedepan. “Pengurus DPD I saat ini sebagain besar pengurus pada masa Amin Syam dan Syahrul. Sementara kader baru yang masuk sekarang semua dianggap sebagai orang yang kapabel sesuai bidang masing-masing,” jelasnya. Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) DPD II Partai Golkar Kabupaten Jeneponto, Hoist Bahtiar mengharapkan Golkar tetap solid di bawah kepemimpinan Nurdin Halid. Terlebih partai ini sudah menjadi bagian dari partai pemerintah. “Hampir dua tahun kondisi Golkar tak menentu. Sudah saatnya panaskan mesin partai,”jelasnya. Apalagi jelang momen politik penting, yakni Pilkada 2017 dan 2018 maupun Pileg dan Pilpres 2019. “Untuk mengejar keterpurukan itu, saya sepakat apa yang disampaikan oleh Pak Nurdin yaitu sejak dini menjalankan program yang bersentuhan langsung kepada rakyat,” tutupnya. (jpnn/Wat)

MANADO

BAHAYA: Puing-puing hasil tebangan pohon dibiarkan berserakkan di jalan, depan Kantor Keuangan Negara. Foto: Jovan Rakian/MP

Pohon yang Membahayakan Dipangkas MANADO- Puing-puing dari hasil tebangan pohon terlihat berserakan di sejumlah lokasi di Kota Manado. Selain mengganggu para pengguna jalan, warga yang tinggal dekat lokasi penebangan pohon pun terkena imbasnya. “Kenapa ini (batang pohon) tidak diangkut?,” tanya salah satu warga saat wartawan koran ini berada di lokasi, dekat patung Sam Ratulangi tepatnya depan Kantor Keuangan Negara, Kamis (13/10) sekira pukul 15.30 Wita. Kepala Badan Lingkungan Hidup Herry Saptono menuturkan penebangan yang dilakukan dikarenakan pohon-pohon yang sudah membahayakan. “Kita potong tapi juga ada yang dipangkas dahan-dahan yang membahayakan” tutur Herry. Lanjutnya, penebangan tersebut bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Terpisah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan J D Oehlers mengatakan, penebangan dilakukan sejak hari jumat, pekan lalu. “Sesuai arahan Walikota saat turun langsung di lokasi bersama. Kata beliau, pohon yang sudah menghalangi trotoar bahkan sudah merusak dan menghalangi jalan umum segera dipotong,” ungkap Oehlers. Lanjutnya, penebangan di mulai di sekitaran TKB, shopping center, Bethesda dan hari ini di depan Freshmart jalan RW Monginsidi. Terkait sisa tebangan yang berserakan, Oehlers membenarkan hal tersebut. “Waktu mau angkut sisa-sisa pohon, ada seorang warga yang ingin membersihkannya. Saya kasih izin. Namun, jika sampai sebentar masih berserakkan pihak saya yang akan angkut,” pungkasnya. Penebangan akan terus dilakukan dengan memantau pohon yang mengganggu. “Ini tidak mudah, karena dalam penebangan terdapat halangan. Seperti kabel listrik dan terhambat akan parkiran mobil-mobil,” tutupnya. (ctr-33/Wat)

TERGELINCIR: Pesawat angkut yang tergelincir di bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (113/10). Foto: Humas Kemenhub

Landasan Licin, Pesawat Asia One Tergelincir JAKARTA - Pesawat jenis caravan yang dioperasikan maskapai Asia One mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga di Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (13/10) pagi. Kecelakaan diduga karena landasan licin. ?Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Suprasetyo mengatakan bahwa akibat insiden

itu, Bandara Ilaga ditutup hingga Jumat (14/10). Pasalnya, badan pesawat yang tergelincir menutupi landas pacu atau runway. “Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Tapi pesawat yang memuat bahan sembako tersebut mengalami beberapa kerusakan yaitu propilor bengkok dan refblack rem kiri tidak

aktif,” jelas Suprasetyo melalui siaran persnya. Suprasetyo menambahkan, kemungkinan pesawat yang mengangkut bahan kebutuhan pokok itu tergelincir karena cuaca berkabut dan konsisi runway yang licin. Oleh karena itu Kemenhub mengimbau seluruh pilot tidak melalukan pendaratan di Bandara Ilaga apabila cuaca

tidak mendukung. “Saat ini pesawat tersebut dijaga oleh Satgas Korps Pasukan Khas karena kondisi sayap kiri pesawat tersebut mengeluarkan avtur dan sedang dilakukan investigasi oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi, red) untuk mengetahui penyebab kecelakaannya,” ujar Suprasetyo. (jpnn)

Kemenag Sultra: Banyak Aliran Sesat, Pengikut Juga Banyak Ali Irfan: Kita Sudah identifikasi, tapi tidak bisa disebutkan Editor : Awat Halim KENDARI—Kementerian Agama Sultra bersama Pemkot Kendari menggelar rapat koordinasi pembinaan aliran dan paham keagamaan, Rabu(12/10). Pertemuan itu digelar untuk menyatukan strategi mencegah masyarakat serta membina mereka yang pernah bergabung dengan paham radikal. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra, Moh. Ali Irfan mengatakan di daerah ini sudah banyak aliran sesat dengan jumlah pengikut cukup besar. “Kita sudah identifikasi, tapi tidak bisa disebutkan apa dan berapa

Polda Kejar 2 DPO Pembakaran Kantor DPRD Gowa

karena itu sangat sensitif,” katanya, kemarin. Yang bisa dilakukan pemerintah kata dia hanya membentengi masyarakat agar tidak mudah bergabung dengan kelompok radikal itu. Menurut Ali Irfan, banyak faktor yang membuat paham radikal itu bertumbuh subur di masyarakat. “Tokoh agama saat ini banyak yang tak netral lagi, sudah mengedepankan kepentingan politik juga. Ini bahaya menurut saya,” katanya. Kakanwil juga mengkritisi kinerja kepolisian khususnya dalam urusan pengawasan terhadap aktivitas aliran sesat itu. “Tertangkapnya Dimas Kanjeng itu karena ada tokoh-tokoh besar yang jadi korban. Padahal praktik seperti itu banyak. Hanya polisinya saja yang masih kerja parsial,” lanjutnya. Dia membantah jika pertemuan itu digelar sebagai reaksi mendadak dari pembubaran perMAKASSAR— Dit Reskrimum Polda Sulsel kembali mengejar dua DPO perusakan Kantor DPRD Gowa. Dua DPO yang enggan dibeberkan identitasnya tersebut terungkap setelah dua tersangka utama yakni Iksan Dg Tika (36) dan Ridwan Dg Limpo (41) yang

temuan Kelompok Syiah di Kota Kendari, awal pekan ini. “Soal Syiah akan kita bahas terpisah, Rakor ini sudah terjadwal,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari, H. Musadar Mappasomba menuturkan ada tiga pendekatan untuk merubah paham seseorang. Pertama memberikan ilmu, pengalaman baru dan rekonstruksi tata nilai yang dipahami. “Kalau itu dilakukan maka pasti akan terjadi perubahan presepsi, sehingga bisa kembali ke jalan yang benar,” katanya. Karena itu, akademisi UHO ini mengajak seluruh tokoh agama meningkatkan koordinasi dengan masyarakat untuk menjaga mereka dari masuknya paham radikal. Senada dengan itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kendari, Ridwansyah Taridala juga mengimbau Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat meningkatkan partisipasinya. (eln/Wat)

ditangkap di Kolaka Utara, Rabu 12 Oktober kemarin. ” Kemungkinan ada dua tersangka lain sedang kita kejar,” ungkap Dir Reskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Erwin Zadma kepada FAJAR (Grup Malut Post), Kamis (13/10). Ia berharap setelah dua DPO

ditangkap pelaku pemberi perintah dapat mempertanggungjawabkan kejadian tersebut. Sementara sudah ada 12 tersangka yang ditahan di Mapolda Sulsel terkait kasus perusakan dan pembakaran Kantor DPRD Gowa pada Senin 26 September lalu. (Ksa/aci/Wat)

Ribuan Makanan dan Obat Senilai Rp 2 Miliar Dimusnahkan JAYAPURA - Sebanyak 220.111 barang dari 3.401 obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat (TMS), dimusnahkan di halaman kantor BPOM Jayapura, Rabu (12/10). Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan POM Penny K Lukito, Kepala Balai POM Jayapura Hans Kakerisa, serta Sekda Provinsi Papua TEA Hery Dosinaen. Penny menyebutdengan nilai ekonomi dari obat dan makanan yang dibakar sekitar Rp 2,1 miliar. “Barang yang dimusnahkan ini merupakan temuan tahun 2015 dan 2016. Jenis pelanggaran yang ditemukan antara lain mengedar-

kan obat tanpa izin edar, mengandung bahan kimia obat, kosmetik mengandung bahan berbahaya serta pangan kadaluarsa,” katanya kepada Cenderawasih Pos. Dalam acara pemusnahan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen dukungan sekaligus deklarasi Gerakan Papua Peduli Obat dan Pangan Aman (GPPOPA). Sekda Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen mengatakan Pemprov Papua sangat mendukung deklarasi GPPOPA ini. “Kami juga akan membuat kesepakatan bahwa bukan hanya minuman keras yang kami basmi di tanah ini tetapi juga obat

Ribuan produk makanan dan obat dibakar di depan kantor BPOM Jayapura. Foto: Cenderawasih Pos

dan makanan yang tidak layak pakai. Kalau lengah sama juga artinya kita

turut membunuh umat yang ada di Papua,” tandasnya. (jpnn/Wat)

WASPADA! Curah Hujan Tinggi dan Badai Mengintai Sultra JAKARTA—Musim hujan baru permulaan. Namun, bencana sudah terjadi di banyak daerah. Pemerintah dan warga dituntut ekstrawaspada untuk mencegah korban jiwa dan material akibat bencana yang dipicu curah hujan tinggi. Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yunus Subagyo Swarinoto menegaskan, saat ini masyarakat memang harus berhati-hati terkait banjir dan longsor. Pasalnya, dalam dua tiga hari ke depan, terdapat 14 provinsi yang diramalkan mendapatkan curah

hujan tinggi disertai badai. Antara lain Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan seluruh wilayah Jawa. “Kami sudah memberi tahu semua pemangku kepentingan soal kemungkinan banjir dan longsor,” ujarnya. Terpisah, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mengirimkan jembatan darurat (bailey) ke lokasi Jembatan Ciputrapinggan di

wilayah Kabupaten Pangandaran dan Jembatan Ketapang di wilayah Kabupaten Banjar. “Kami langsung memobilisasi jembatan darurat, sekarang sudah di jalan. Kami harap dua hari ke depan sudah bisa normal lagi,” ucap Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto kemarin. Selaras dengan itu, Arie mengaku bakal menyiapkan desain jembatan (baru) supaya sesuai dengan kondisi sungai saat ini. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR

Bambang Hartadi mengatakan, penanganan selanjutnya akan dilaksanakan setelah proses identifikasi di lapangan. Untuk longsor di ruas batas Jawa Barat-Karangpucung, jelas dia, jalan sudah bisa dilalui dengan lancar. Petugas Ditjen Bina Marga sudah melakukan tindakan pembersihan longsoran dengan alat berat, yaitu 2 unit ekskavator, 1 unit loader, dan 9 unit dump truck. “Untuk antisipasi jika terjadi longsor lagi, kami stand by-kan di lapangan 1 unit ekskavator dan 1 unit loader beserta beberapa petugas lapangan.” (bil/c9/ang/Wat)


AKHIR PEKAN • HAL. 18

OKT TO OB BER ER 2016 201 16 SABTU, 15 OKTOBER Art:rizky izzy

Intel Luncurkan Drone Industri “Falcon 8+”

JAKARTA - Intel meluncurkan sebuah drone atau pesawat tanpa awak, Falcon 8+. Drone asli buatan Intel ini bukan dibuat untuk pehobi, melainkan untuk berbagai kegiatan industri. Bobotnya dibuat ringan, sekitar 2,7 kilogram dan bisa terbang lebih cepat dibandingkan drone untuk segmen pehobi yang banyak di

pasaran. Kecepatannya maksimal bisa mencapai 35 mil atau sekitar 56 kilometer per jam. Sebagaimana informasi yang dirangkum KompasTekno dari Recode, Kamis (13/10/2016), pengguna bisa mengendalikan drone ini melalui sebuah kokpit pengendali. Kokpit tersebut dilengkapi dengan sebuah joystick, tablet, dan kemampuan tahan air. Raksasa teknologi prosesor itu juga membekali Falcon 8+ dengan sensor pemindai udara dan sistem auto pilot AscTec Trinity. Sistem dalam drone tersebut bisa memberikan hasil pindai dengan tingkat akurasi hingga ukuran milimeter, sehingga bisa membantu penggunanya mendeteksi berbagai hal.

Semua teknologi tersebut dipakai untuk melakukan inspeksi suatu wilayah industri. Misalnya, untuk meninjau wilayah konstruksi yang sangat luas dan membutuhkan waktu berjam-jam jika dilakukan dengan berjalan kaki. Sekadar diketahui, sebelum membuat Falcon 8+, Intel juga pernah membuat drone lain. Perusahaan bekerja sama dengan Ascending Technologies untuk menggarap teknologi kamera pemindai ruang yang dipakai di drone industri AscTech Falcon 8 dan Yunees Typhoon H. Selanjutnya Intel membeli Ascending Technologies. Drone Falcon 8+ yang ada saat ini merupakan drone komersil pertama yang membawa label Intel.(kmp)

Sangat Aman, Tak Perlu Helm Saat Kendarai BMW Vision Next 100 JAKARTA - BMW mengungkap motor masa depannya dan dari desain yang diberikan otor ini terlihat sangat pintar dan bahkan Anda tidak memerlukan helm saat mengendarainya. Tapi, tentu saja Anda harus menggunakan helm, seperti yang kita ketahui semua motor sangat berbahaya dan lebih mudah terjatuh. Namun bagi BMW, masa depan motor adalah, masa depan motor yang tidak ada satupun celah untuk kecelakaan. Adalah Vision Motorrad Next 100, motor dengan zero-emission dan memberikan keseimbangan tanpa kaki perlu menginjak tanah. Next 100 mampu mendeteksi bahaya bahkan sebelum Anda bisa melihatnya dan membantu Anda berkendara layaknya seorang profesional. Motor ini baru diperkenalkan, Selasa (11/10) lalu di di Santa Monica, California, Amerika Serikat dalam rangkaian ulang tahun ke-100 BMW. Motor ini adalah sebuah motoi koneksi hiper dari gabungan macam teknologi, seperti jika saat Anda berbelok, maka motor ini akan memberikan arahan posisi paling baik dalam semua sudut jalanan. Bukan hanya motor super pintar, bahkan penampakan baju berkendara dari motor ini terlihat lebih seperti baju luar angkasa yang

mampu menyesuaikan suhu badan untuk tetap sejuk. Dalam kecepatan tinggi, kerah leher akan memberikan dukungan ekstra menutup angin untuk mellindungi tubuh.

Motor ini dengan pakaian khususnya, jelas akan membuat Anda tampak seperti seorang pahlawan super dan tampaknya memang untuk itu motor ini dibuat.

Namun pabrikan tidak akan membuat motor ini dalam waktu dekat, bahkan BMW menyatakan 2030 motor ini belum tentu ada di jalanan. (cnn)

TIPS TEKNO

Diretas, Microsoft Perbarui Sistem Keamanan Windows

Trik Mengisi Baterai Smartphone Secara Kilat BANDUNG - Mengisi baterai ponsel ternyata bukan lah urusan mudah dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Jika dilakukan demikian, ponsel Anda akan terkena banyak dampaknya. Misalnya, baterai bocor yang membuat ponsel cepat rusak.  Yang paling fatal, bisa-bisa ponsel Anda meledak atau terbakar. Untuk itu, Anda harus membiasakan untuk tidak menggunakan ponsel saat baterainya di-charge. Jika Anda tak ingin menunggu lama, ada  beberapa trik yang dapat Anda coba agar baterai ponsel Andai dapat terisi cepat.  1. Ponsel dalam Keadaan Mati  Tips  pertama, charge  baterai saat ponsel dalam keaadaan mati. Dengan cara ini, ponsel akan sepenuhnya menerima daya, tidak membakar daya untuk aktivitas lain meskipun dalam kondisi tidak aktif. 2. Aktifkan Mode Pesawat Jika tidak ingin dimatikan, Anda bisa mengaktifkan Mode Pesawat atau Airplane Mode saat mengisi baterai smartphone. Cara ini memang lebih praktis dibandingkan harus menonaktifkan smartphone sebelum mencharge. 3. Gunakan Charger Asli Tak jarang para pengguna smartphone kerap menggunakan charger  murah.  Padahal penggunaan perangkat yang tidak orisinal akan berdampak buruk pada smartphone itu sendiri. Vendor asli pastinya memperhitungkan hal-hal terkait tegangan dan aliran arus yang pas serta ukuran fisik yang tepat digunakan pada  smartphone.  Jadi, pakailah charger yang asli. 4. Jangan Pakai  Smartphone  Saat Dicharge Ini adalah tantangan paling sulit bagi para pecandu smartphone. Jika Anda menggunakan smartphone dalam keadaan dicharge, Anda memaksanya untuk aktif bekerja yang justru menguras baterai. Akibatnya, pengisian ulang daya baterai menjadi lebih lama dan smartphone bisa menjadi lebih panas. (lp6)

REDMOND - Microsoft diketahui memiliki beberapa kelemahan pada sistem keamanan miliknya. Perusahaan mengklaim terdapat 49 kemungkinan ancaman dengan pembaruan software yang saat ini telah dilakukan. Beberapa software yang telah diperbarui Microsoft antara lain Internet Explorer, peramban

bawaan Windows 10, Microsoft Edge, dan juga Office. Sebelumnya, deretan produk tersebut diketahui mendapatkan serangan peretas. Dilansir Express, Kamis (13/10/2016), Microsoft mengatakan bahwa software sebelumnya memiliki bugs kritis yang tidak diketahui dan peretas meman-

faatkan celah tersebut. Meski begitu Microsoft tidak menyebutkan kerentanan mana saja yang diserang. Seorang peretas yang sukses mengeksploitasi kerentanan sistem dapat memperoleh hak sebagai pemilik perangkat. Peretas dengan sistem online dapat memasang software, melihat,

mengubah, dan menghapus data, atau membuat akun baru dengan sebagai administrator. Pembaruan yang telah diberikan Microsoft bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan dan keandalan isu untuk Windows 7, Windows 8.1, Windows Server 2008 R2, Windows Server 2012 dan Windows Server 2012 R2. (okz)

Fakta di Balik Meledaknya Galaxy Note 7 JAKARTA - Belakangan ini, penghentian penjualan Galaxy Note 7 jadi bahan perbincangan pengguna smartphone. Siapa sangka, phablet premium terbaru Samsung yang memiliki segudang kemampuan itu justru mengalami “kecelakaan” yang kerugiannya ditaksir mencapai Rp 221 triliun. Ledakan di beberapa Galaxy Note 7 tersebut dipercaya karena baterai yang digunakan di dalamnya, yakni baterai jenis lithiumion. Mengutip informasi yang disajikan Tech Radar, Jumat (14/10/2016), untuk mengetahui mengapa baterai Galaxy Note 7 terus-terusan terbakar, kamu harus mengetahui cara kerja kerja lithium-ion.  Perlu diketahui, pada baterai lithium-ion terdapat dua elektroda, yakni kutub positif (anoda) dan kutub negatif (katoda). Adapun komponen yang berada di antara kedua elektorda itu disebut elektrolit. Saat pengisian daya berlangsung, lithium-ion bergerak ke

anoda, sedangkan saat pengisian daya tidak berlangsung, lithiumion bergerak ke katoda. Pergerakan Lithium-Ion Terlalu Cepat Biasanya, tingkat pengisian baterai lithium-ion bersifat terbatas dan lithium-ion bergerak tak terlalu cepat. Masalah muncul ketika pergerakan itu terlalu cepat, sehingga terbentuk piringan di sekeliling anoda.  Ini menciptakan sirkuit pendek sekaligus memicu panas. Hawa panas itulah yang memicu elektrolit terbakar, sehingga baterai pun ikut terbakar. Meski begitu, itu bukan satusatunya hal yang menyebabkan sirkuit pendek. Penyebab lain adalah terbentuknya lubanglubang kecil atau fragmen logam tertinggal di casing selama proses manufaktur. Jika hal ini terjadi, baterai pun bisa terbakar. Makin banyak sel digunakan pada perangkat baru, kemungkinan kegagalan baterai makin meningkat.

Semua Karena Elektrolit Proses pengecekan kualitas pada pabrik baterai biasanya bisa mencegah ledakan terjadi terlalu sering. Meski begitu, kadang saat pengecekan kualitas pun ada hal terlewatkan. Karena itu, hingga saat ini perusahaan Korea Selatan itu belum menemukan penyebab baterai Galaxy Note 7 terbakar dan meledak. Kini Samsung masih melakukan investigasi, sehingga memutuskan untuk ‘membunuh’ Galaxy Note 7. Jangan khawatir, para ilmuwan tentunya akan berusaha lebih keras mengembangkan baterai baru yang tak memicu ledakan, tak menggunakan elektrolit mudah terbakar, serta menggunakan bahan alternatif lebih efisien. Terpenting, sebagai konsumen tugas kita adalah terus mengawasi smartphone selama proses pengisian daya, sehingga baterai terbakar karena overheat bisa sedikit dihindari. (lp6)


SAMBUNGAN PROPUBLIK

AKHIR PEKAN • HAL. 19

SABTU, 15 OKTOBER 2016 art:Yono

...DAMAI Samb Hal. 13

Yakin saja, bahwa warga di Toboko dan Mangga Dua, juga ingin bentrok tak lagi pecah. Mereka juga ingin hidup damai. Kare-

...HENTIKAN Samb Hal. 13

tingkat persaudaraan sesama muslim itu jauh lebih tinggi dari persaudaraan sesama darah. Bila sesama orang mukmin saja sudah bertikai terus menerus, apakah golongan seperti ini sudah bisa dikategorikan sebagai orang Mukmin?. Bila kesadaran bahwa sesama muslim itu adalah bersaudara, maka saya minta pertikaian segera dihentikan. Kedua, warga yang ada di Kelurahan Toboko dan Mangga Dua itu rata-rata adalah orang Tidore dan Makean, dan orang Tidore dan Makean yang ada di Toboko dan Mangga Dua ini masih ada tali persaudaraan, kenapa tidak dijaga

...KHUSUS Samb Hal. 13

melibatkan pemuda, remaja dan pelajar. Tentunya, kita mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak keamanan yang bereaksi cepat dalam menangani persoalan ini, salah satunya dengan menetapkan lokasi tawuran di tiga kelurahan tersebut sebagai daerah zona merah. Ini merupakan langkah awal yang baik, apalagi ada rencana dari Pemerintah Kota Ternate yang dalam waktu dekat segera menge-

...PERAN Samb Hal. 13

Jadi orang tua pusing cari ekonomi sehingga anaknya tidak diperhatikan. Faktor yang ke dua adalah pendidikan. Di daerah ini, nyaris menjadi tradisi di mana sering terjadi kekerasan di sekolah, baik tingkat SD, SMP dan SMA. Kalau setiap remaja/ warga selalu mengalami kekerasan, pasti ada tekanan-tekanan. Tekanan itu akan meledak ketika mengalami peristiwa seperti bentrok ini. Jadi, terjadi konflik ini karena mereka ingin melepaskan atau mengekspresikan keresahan mereka di sekolah tadi ke lingkungan masyarakat. Yang ketiga, tidak ada kepedulian masyarakat. Misalnya tokohtokoh masyarakat tidak pernah tegur atau memberi suatu peringatan terhadap anakanak mereka. Mereka acuh tak tak acuh atau cuek terhadap keadaan tersebut. Termasuk ada tradisi meniru. Anak-anak muda/ remaja melihat kemudian meniru seniar atau kakak-kakak mereka di kampungnya menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

na masih ada hal baik lainnya yang harus dikerjakan. Sekali lagi, tak ada cara lain, selain pihak terkait, yakni aparat TNI-Polri, Pemerintah Daerah, harus duduk satu meja memecahkan masalahnya kemudian melahirkan solusi terbaik.

Masalah bentrok ini menjadi tema propublik edisi hari ini (15/10), dengan menghadirkan komentar narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan. Berikut komentar narasumber yang diramu Irman Saleh, wartawan Malut Post. SALAM DAMAI.

tali persaudaraan itu. Jadi saya harap ada kesadaran bersama dari semua komponen masyarakat yang ada di Toboko dan Mangga Dua. Isnya Allah, satu waktu saya juga akan bertemu langsung dengan tokoh-tokoh yang ada di Toboko dan Mangga Dua termasuk Kota Baru dalam rangka membicarakan percepatan perdamaian dan kemudian tali persaudaraan itu diikat untuk semakin dieratkan baik dari sisi agama maupun etnis. Karena pertikaian itu hanya akan membuat kita terlambat dan tertinggal dari berbagai macam hal, seperti ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya. Orang lain sudah pergi jauh, namun kita masih bertikai hanya karena hal-hal yang sepeleh.

Saya juga akan bicarakan dengan pemerintah Kota Ternate mulai dari Wali Kota hingga ke perangkat pemerintah di kelurahan, agar sedianya membentuk satu forum seperti forum silaturahmi. Dan pelaksanaan forum ini bisa sebulan sekali ataupun dua bulan sekali. Hal ini dimaksudkan agar adanya jalinan batin antara satu dengan yang lain. Jangan hanya karena sekat-sekat kampung membuat kita fanatic. Seperti kata Rasulullah bahwa membela Ashabiyah itu kelak akan masuk neraka. Usulan ini akan saya sampaikan ke Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman untuk membentuk forum silaturahmi ini dan diundang seluruh para tokoh-tokoh masyarakat para tetuah-tetuah untuk duduk bersama satu dengan lainnya.(*)

luarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pemberlakuan jam malam bagi pelajar. Bagi saya, ini langkah pencegehan dini yang cukup ideal. Namun begitu, hal ini tentunya belum cukup, perlu suatu forum untuk membicarakannya lebih jauh bagaimana upaya pencegahan, agar tidak lagi terjadi tawuran dikemudian hari. Perlu suatu forum, yang dapat mempertemukan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan stakeholder terkait lainnya untuk bisa duduk satu meja membicarakan bagaima-

na upaya pencegahan jangka panjang. Karena, pemberlakuan zona merah dan jam malam bagi pelajar, belum tentu dapat menyelesaikan persoalan ini, untuk jangka pendek bisa saja, namun untuk jangka panjang belum tentu. Karena itu, sekali lagi, butuh suatu forum yang bisa mewadahi pertemuan yang bisa membicarakan hal ini. Dan kita semua berharap, melalui forum tersebut, dapat melahirkan suatu solusi, untuk mengakhiri konflik saudara tersebut. Tentunya hal ini membutuhkan komitmen kita semua. (*)

Kalau soal menuman keras (miras), menurut saya hanya sebagai pemicunya saja. Masalah-masalah yang ada pada diri mereka itu tidak mampu dikontrol. Saya kemudian ingat satu rohaniawan Mesir Kono pernah mengatakan, kenakalan remaja itu tidak bisa dihilangkan. Bisa dihindarkan apa bila orang tua peduli terhadap anak mereka. Untuk itu secara psikologi pendidikan, maka kekerasan di lingkungan sekolah harus dikurangi atau dihilangkan, baik kekerasan dalam bentuk verbal, kekerasan fisik. Solusi atau intinya terletak pada orang tua. Ketika mereka keluar malam, maka sebagai orang tua, wajib mencari tahu kenapa mereka keluar, ada keperluan apa. Karena masyarakat juga kurang efektf kalau hanya memberi tahu saja, tapi kontrol dari orang tua jauh lebih penting dan efektif. Sekali lagi, peran orang tua sangat dibutuhkan. Konflik dalam bentuk kekarasan antara kedua kelurahan itu memang sudah tertaman sejak lama. Namun kekerasan ini disisi lain juga berawal dari orang tua juga. Misalnya, penyelesaian suatu masalah antar anak dan orang tua melalui kekrasan, kemudian saat

mereka memasuki lingkungan sekolah hal yang sama juga dialami. Salah satu faktor yang sangat penting bagi saya adalah mendengar suara hati anak. Di lingkungan keluarga misalnya sering orang tua membuat suatu keputusan tanpa mempertimbangan keinginan anaknya, lingkungan sekolah misalnya kebanyakan suatu kebijakan yang diambil pihak sekolah tidak melibatkan siswa. Akan menjadi satu keresahan juga buat mereka (remaja), ketika aturan dibuat tidak pernah mendengar suara hati mereka. Ini menjadi kendala. Jadi suasana batin seperti itu, dimana anak cenderung memandang masalah mereka, ketika ada suata perstiwa seperti perkelahian ini maka mereka lampiaskan amarah atau emosi mereka. Jadi konflik itu bukan karena miras. Terkadang juga orang tua menganggap kekerasan itu untuk memperbaiki perilaku anak, padahal justru sebaliknya, memberi kesan yang nantinya ditiru anak. Selain itu lingkungan masyarakat juga kadang menganggap perkelahian itu cara menyelesaikan masalah, pada hal tidak. Nah, lagi-lagi solusinya kembali ke orang tua.(*)

...KEKERASAN Samb Hal. 13

Ataukah juga (barangkali) bentrok kekerasan ini (sengaja) dirawat sebagai bagian untuk membangun simpati dan komunikasi Pemerintah Kota dengan warganya yang selama ini kurang berjalan maksimal? Tentu, kita masih membangun asumsiasumsi. Integrasi Nilai Kasus Toboko-Mangga Dua merupakan potret buram tentang belum berfungsinya secara baik keteraturan sosial. Dikatakan demikian, karena masih begitu banyaknya ketidak-saling memahami merembesi dinding kehidupan sosial pada kelompokkelompok tersebut. Saling curiga dan saling tidak percaya telah menjadi orientasi terhadap kelompok lawan. Akibatnya, dialog dan saling mengisi ketimpangan informasi maupun interaksi merupakan sesuatu yang demikian langka dan sulit untuk digapai. Pada posisi ini, struktur kekerabatan, sebagai bagian penting untuk pengaturan ungkapan emosional sekaligus medium pendidikan keluarga seolah-olah tidak berfungsi sama sekali. Teritorialitas keluarga yang diharapkan memberikan kekuatan untuk mendorong hadirnya integrasi nilai di kalangan para remaja pada dua kelompok bertikai itu seakan-akan tidak ada lagi. Teritorialitas keluarga yang berfungsi untuk

...DUKUNG Samb Hal. 13

saya kira ini langkah yang baik. Tetapi, yang sangat strategis yang harus dilakukan oleh kita semua terutama pemerintah dan tokohtokoh masyarakat yang ada di sekitar Toboko Mangga Dua, adalah niat baik dari aparat penegak hukum terutama polisi. Ini tidak bisa dilihat sebagai tanggung jawab Negara semata. Akan tetapi masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat, ini harus terlibat di dalam kebijakan ini. Sehingga yang kita harapkan kesadaran itu bukan hanya dipaksa oleh aparat penegak hukumnya atau kepolisian tetapi ini harus dibicarakan secara intensif oleh masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di dua kelurahan itu. Jika tidak dilakukan maka polisi selain penegak hukum, dia juga menjadi pemadam kebakaran dan dia akan berada pada posisi yang sangat rentan untuk melakukan hal-hal yang mungkin bisa dinilai melanggar HAM dan lain-lain. Padahal jika kita melihat di lapangan, memang kepolisian harus tegas. Saya sangat senang ketika mendengar instruksi Kapolda untuk tembak di tempat. Kita berharap tembak di tempat itu karena memang ada prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan protapnya. Dan saya berharap memang ini menjadi warning yang tegas, warning yang serius kepada semua pihak baik tokoh-tokoh masyarakat maupun teman-teman aktivis HAM agar perintah ini dilihat sebagai sebuah warning untuk mencegah hal besar

mengorganisasikan perilaku sosial individu dalam level institusi terkecil sama sekali terabaikan. Secara tradisional, dalam pandangan ini, nilai-nilai yang dibanggakan (baik agama maupun tradisi/kultur) yang hidup di tengah-tengah struktur kekerabatan masyarakat Kota Ternate dan menjadi kebanggaan serta kekuatan integrasi nilai, tersumbat. Makin kaburnya semua “kekuatan” untuk mendorong integrasi nilai di tengah para remaja TobokoMangga Dua yang selalu “merawat kekerasan dan kebencian” itu, sangat diharapkan peran “Tetua Kampung” Toboko-Mangga Dua untuk duduk bersama, menyelami akar permasalahannya, serta bagaimana membangun kembali keseimbangan sosial yang telah lama terabaikan. Pendekatan kultural ini memerlukan waktu panjang, karena itu, perlu kematangan para pihak untuk suatu tujuan jangka panjang. Selain itu, langkah yang akan diambil Pemerintah Kota Ternate dengan menghidupkan jam malam melalui regulasi untuk “membatasi” ruang gerak para remaja, perlu diapresiasi. Namun, hal yang menjadi perhatian adalah dibutuhkan sikap konsisten Pemerintah Kota Ternate untuk menjalankan regulasi tersebut sesuai konteksnya dengan tegas dan tentu tidak bersikap diskriminatif. Kita berharap kasus bentrok kekerasan ini dapat segera menemukan jawabannya, sehingga tidak mengganggu proses pembangunan yang sedang berjalan. Semoga []

terjadi. Tidak dalam pengertian memprovokasi atau tidak dalam pengertian melegalkan sebuah tindakan kekerasan ataupun tindakan di luar prosedur. Karena ini adalah sebuah warning untuk kebaikan yang lebih besar, maka yang kita harapkan adalah kerja sama, dukungan dari tokoh agama, tokoh masyarakat dari dua kelurahan ini sangat dibutuhkan untuk memastikan, ini hanya menjadi warning, tidak dalam realisasi. Artinya kalau kita berhasil mengkomunikasikan dengan baik kepada anak-anak muda kita, tokoh masyarakat dan tokoh agama kita dan tenang, maka kita berharap polisi akan menjalankan tugas sebagaimana yang selama ini dijalankan. Tidak lagi dalam pengertian melakukan tindakan-tindakan yang berlebihan seperti itu. Sikap tegas aparat kepolisian harus didukung teman-teman aktivis. Caranya adalah tidak menyalahkan sikap kepolisian tetapi mari kita bersama-sama mendorong, mengkomunikasikan ini dengan tokoh masyarakat di Toboko-Mangga Dua untuk memastikan tidak ada lagi bentrok yang timbul. Memang kita tidak tahu apakah ini karena miras, mabuk dan lain-lain. Tetapi faktanya itu yang terjadi, karena mabuk orang bisa berkelahi. Itu adalah fakta-fakta di lapangan. Oleh karena itu, selain tegas dalam pengamanan bentrok, polisi juga tegas terhadap miras dan juga tegas terhadap mereka yang mengkonsumsi miras. Miras menyebabkan banyak hal, termasuk kekerasan dan perkelahian antar kampung ini.(*)


SABTU, 15 OKTOBER 2016

JURNALISME WARGA

AKHIR PEKAN • HAL. 20

art: Adie

Penari SD Pertiwi Tampil di Three End Positif untuk Kembangkan Bakat Anak PELAKSANAAN kegiatan Three Ends di Jailolo, Halmahera Barat, Rabu (12/10) berlangsung meriah dengan salah satu agendanya pentas tarian three ends. Dalam kegiatan tersebut, SD Pertiwi Gam Ici sebagai perwakilan dari Kecamatan Ibu dipercayakan untuk tampil di Panggung FTJ. Guru sekaligus pembina tari, Fitri A Joisangaji, usai anak-anaknya tampil menyatakan, kegiatan ini sangat positif untuk mengembangkan potensi dan bakat anak. ”Juga memberikan kesan baik bagi siswa dalam mengembangkan diri mereka,” kata fitri. Untuk diketahui, tarian three end adalah tarian yang diajarkan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak ke daerahdaerah seperti di Halbar. Di Halbar, instrukutur mengajarkan di setiap sekolah lalu masing-masing sekolah mementaskannya di tingkat kecamatan. Tim terbaik di kecamatan lah

yang berhak mewakili kecamatannya dan tampil di Panggung TFJ. SD Pertiwi sendiri hanya memiliki waktu dua hari untuk menyerap tarian tersebut. Solidaritas dan kemampuan siswa-siswi membuat mereka terpilih untuk tampil di kabupaten. Ketua kelompok tari SD Pertiwi, Siti Sakila Balulu menuturkan kebanggaanya dapat tampil di kegiatan besar, apalagi menari di hadapan pejabat Kementerian PPA. ”Kelompok tari kami sebanyak 10 orang, enam orang putri dan empat putra. Kami sangat bangga bisa mewakili Kecamatan Ibu,” tutur siswi kelas V SD itu. Pembina tari berharap, kegiatan positif lainnya juga dapat digagas Pemda Halbar untuk mengembangkan potensi anak-anak yang begitu banyak dalam bidang seni dan budaya.(*) Pengirim: FURKAN ABDULLAH

TERPILIH: Kelompok penari SD Pertiwi Gam Ici yang terpilih menjadi perwakilan Kecamatan Ibu untuk tampil di Three Ends

Butuh Perbaikan SUNYI: Sejumlah lapak terlihat kosong.

Lapak tak Terpakai BEBERAPA lapak yang harus diisi dengan jualan pakai, justru terlihat kosong. Ini bisa jadi karena lokasinya tidak strategis. Tentu saja masalah seperti ini patut menjadi perhatian Pemkot Ternate. Setidaknya Pemkot harus menganalisa lebih dulu sebelumnya menetapkan sebuah lokasi sebagai pasar. Kalau membuat

pasar tanpa ada perencanaan, maka dampak buruk. Dampak tak baik justru dialami penjual. Barang dagangan mereka tidak laku. Akibatnya, bisnis yang dilakoni pun tersendat-sendat.

MOBIL patroli milik Polsek Ternate Utara ini terlihat di tepi jalan Kelurahan Salero, Ternate Tengah. Kondisi mobil sudah menua. Mobil operasional seperti ini harus menjadi perhatian Kapolda Brigjen (Pol) Tugas Dwi Aproyanto. Pasalnya, fasilitas yang memadai sudah pasti membakar semangat personel polisi untuk memantapkan tugasnya menjaga keamanan. Sebaliknya, fasilitas yang tak mendukung, terpaksa membuat malas personel. Petinggi Polda harus melihat ke bawah juga, bagaimana kondisi yang dialami personel Polsek, baik di Ternate maupun kabupaten/kota lainnya.

Pengirim: MASITA, Warga Ternate Tengah

Pengirim: Hariyanto, Warga Ternate

TERBIAR: Mobil patroli milik Polsek Ternate Utara terparkir di tepi jalan.

Yang Begini Sangat Rawan

Malut Post menambah rubrik ‘Jurnalisme Warga’. Rubrik ini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat mengirimkan berita dan informasi seputar peristiwa atau kegiatan sosial kemesyarakatan yang terjadi di desa-desa atau kelurahan masing-masing. Berita yang dikirim warga disertai gambar (foto) dan tidak bersifat menyerang orang atau kalompok serta tidak menyinggung Suku,Agama Ras dan antar golongan (SARA).

KESELAMATAN dalam berlalulintas, tergantung juga pada pengendara atau yang menumpangi kendaraan. Sekali saja lalai, akibatnya sangat fatal. Lihat saja seorang pria ini. Ia justru nekat berada di pintu bak mobil bagian belakang. Tentu saja tingkah pemuda itu berbahaya untuk keselamatannya. Pihak yang mempekerjakannya harus memperhatikan juga yang begini. Selain itu, aparat kepolisian harus menindak cara menumpangi mobil seperti yang diperagakan pemuda satu ini. Mungkin saja aksi pemuda ini tak terlihat polisi. Kalau saja terlihat, bisa saja ditilang dan diberi peringatan. Sekali lagi, keselamatan berlalulintas, 90 persen ada pada pengguna jalan.

Berita dapat dikirim ke: PIN BBM: D160CDBF Twiter: @Malut Post FB: Malut Post Email: Jurnalisme.warga@malutpost. co.id Atau diantar langsung ke Kantor SKH Malut Post Jl MS Djahir, Takoma. AWAS: Jangan abaikan keselamatan seperti ini.

Pengirim: INDAH, Warga yang taat lalulintas


SABTU, 15 OKTOBER 2016

HUKUM & KRIMINAL

AKHIR PEKAN • HAL. 21

art:MuS

LALULINTAS: Personel polisi lalulintas Polres Ternate menggelar kegiatan tilang kendaraan di jalan raya depan Mapolres Ternate, Kelurahan Takoma, Ternate Tengah, Jumat (14/10) pagi. Kendaraan roda dan empat ditilang. Yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan, ditahan. Terdapat belasan kendaraan roda dua dan empat ditilang. Kegiatan tilang seperti akan intens dilakukan personel polisi lalulintas Polres Ternate.

ADA-ADA SAJA Ketemu Mantan Istri, Keluarga Jadi Nomor Dua TERNATE – Salma Lajaka, warga Kelurahan Bastiong, Ternate Selatan, tak habis pikir kenapa empat bulan terakhir ini suaminya, Nyong alias Ongen Bacan (40) jarang pulang ke rumah. Jumat (14/10), wanita 38 tahun itu baru mendapat jawabannya, betapa suaminya diduga memiliki simpanan di luar sana. Salma menduga bahwa suaminya nikah lagi setelah mendapat informasi dari warga. Salma akhirnya meminta Nyong membawa wanita simpanannya itu ke rumah. Nyong pun memenuhi permintaan sang istri dan membawa wanita idaman lainnya (WIL) ke rumah Salma. Setelah tahu bahwa WIL Nyong bernama Mitha, Salma bertandang ke Mapolsek Ternate Selatan dan membuat laporan resmi. Ia mengadukan suaminya dengan tuduhan Kawin Tanpa Izin (KTI). Polisi langsung bergerak dan mengamankan Nyong dan Mitha. “Saya tersiksa dengan tingkah suami saya, karena selama beberapa bulan ini saya dengar dia menikah lagi. Bahkan hanya tiga kali datang ke rumah. Itupun hanya jenguk anak-anak saja, tidak menafkahi,”aku Salma pada polisi. Saat diterogasi, Nyong dan Mitha mengaku belum menikah. Tapi di luar dugaan, Mitha adalah mantan istri Nyong. Mitha dinikahi Nyong pada tahun 1997 dan cerai kemudian bertemu beberapa bulan terakhir. Nyong mengaku, keduanya bertemu untuk urusan bisnis. “Kami bertemua untuk urusan bisnis. Kami sering bersama untuk meminta orang tua-tua buat doa tolak bala,”kata Nyong pada polisi. Meski belum menikah, keduanya diduga hidup bersama belakangan ini. Terkait hal itu, polisi sementara mengusutnya. Hingga berita ini diturunkan, pelapor dan terlapor masih menjalani pemeriksaan. “Kami coba untuk mediasi,”kata Wakil Kepala Jaga Polsek Ternate Selatan, Aiptu S. Sangaji.(mg-03/lex)

ASUSILA 1 Pelaku Cabul Ditangkap TERNATE – Masih ingat kasus pencabulan yang dilakukan sejumlah pemuda di Kelurahan Fitu, Ternate Selatan terhadap seorang mahasiswi cantik pada malam takbiran idul fitri tahun 2016. ternyata kasus ini masih diproses Polsek Ternate Selatan. Alhasil, personel Polsek berhasil menangkap satu pelaku. Dia bernama Zuitsal Yahya alias Ewin (26). Ia ditangkap di Fitu, Rabu (12/10) dan kemudian digiring ke Mapolsek Ternate Selatan untuk diproses lanjut. Sementara pelaku lainnya masih dalam pencarian. Sekadar diketahui, ketika itu korban, sebut saja bunga, mengendarai motor dari Ternate Utara menuju Selatan melintas melalui jalan raya Fitu. Tiba di depan SD Fitu, gadis cantik itu dicegat sejumlah pemuda yang sudah dalam keadaan mabuk. Setelah dicegat, ia dirayu. Karena menolak, sejumlah pemuda itu meremas buah dada korban dan meraba bagian (maaf) kelamin korban. Beruntung ulah sejumlah pemuda mabuk itu dilihat warga dan langsung dilerai. Tak terima, korban dan keluarganya membuat laporan resmi di Polsek Ternate Selatan. “Pelakunya sudah kami tahan. Pelaku lainnya kami sedang buru,”kata Kanit Binmas Polsek Ternate Selatan, Aiptu Amrin Jolo.(mg-03/lex)

Surat Kejati tak Sakti Saksi Kasus PU Malut Mangkir Penyidik Masih Beri Toleransi Editor : Irman Saleh Laporan : M. Noval Kasman TERNATE – Surat panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut sepertinya tidak bernilai bagi saksi-saksi kasus dugaan korupsi anggaran Rp 40 miliar lebih yang melakat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Malut untuk kegiatan jalan kabupaten-kota tahun 2015. Lihat saja, para saksi yang harus sudah diperiksa pekan kemarin, justru molor, karena mereka mangkir. Padahal. Surat sudah dilayangkan dua pekan lalu. Meski begitu, pihak Kejati masih memberi toleransi. Lembaga yang dipimpin Deden Hayatul Firman (Kajati) ini menganggap bahwa para saksi belum berkesempatan hadir, sehingga diberi waktu hingga pekan depan. Kalau pekan depan masih juga tak hadir, penyidik akan melayangkan surat kedua. “Ada beberapa saksi yang kami konfirmasi. Mareka akan datang pekan depan. Surat panggilan sudah kami kirim ke sejumlah saksi,”jelas Kasi Penkum Kejati, Apris Lingua, kemarin (15/10). Hanya saja, Apris masih merahasiakan siapa saja yang bakal bersaksi. “Kami

KANTOR Kejati Malut

belum bisa sampaikan, karena masih dalam tahap pulbaket,”katanya. Sekadar diketahui, dugaan korupsi Rp 40 miliar lebih ini dilaporkan Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) Unkahir. Dalam kasus tersebut, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PU Malut Jafar Ismail terdaftar sebagai terlapor. Selain dia, Direktur PT Sumber Jaya Abadi sebagai kontraktor

Pelaku Narkoba Ditahan di Rutan TERNATE - Satu lagi tersangka kasus narkoba dikurung di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Ternate. Dia adalah Ikwan H Abd Latif yang kesehariannya sebagai tukang ojek. Ia dititip Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate di Rutan, kemarin (14/10). Ikwan yang ditangkap 12 Agustus 2016 ini awalnya

diproses penyidik Polres Ternate. Berkasnya baru lengkap kemarin (14/1) dan kemudian diserahkan ke Kejari (tahap dua). “Berdasarkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan), penyidik dan jaksa memperoleh bukti yang cukup kuat, makanya pelaku harus ditahan,”jelas Kasi Pidum Kejari Ternate, Windra.

pelaksana untuk pekerjaan peningkatan jalan ruas Jailolo-Goal-Ibu kategori Hotmix, Direktur PT Obi Prima Nusantara untuk pekerjaan pembangunan jalan Laiwui-Anggai Halmahera Selatan (Halsel) dan Direktur PT Hijra Nusantara untuk pekerjaan peningkatan jalan ruas Payahe-Dehepodo, jalan Payahe-Nuku-Batulak dan Saketa-Dehepodo, juga berstatus terlapor.(tr-02/lex) Ikwan ditangkap di Kelurahan Bastiong, Ternate Selatan 12 Agustus 2016. di tangannya petugas mengamankan satu paket sabu-sabu ukuran kecil seberat 0,34 gram. Akibatnya, ia dijerat pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Ia akan dikurung di Rutan selama 20 hari menunggu berkasnya dilimpah ke pengadilan untuk disidangkan,”tutup Windra.(tr-02/lex)

Ratusan Liter Captikus dari Bitung Disita TERNATE - Unit Opsnal Intelmob Polda Malut kembali menggagalkan penyelundupan minuman keras (miras) jenis captikus yang dikemas ke dalam kemasan air mineral berukuran besar sebanyak delapan puluh botol dan lima jerigen. Miras yang dipasok dari Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) itu berhasil diamankan di jalan perbatasan Kelurahan Bastiong dan Mangga Dua Kecamatan Ternate Selatan, Jumat (14/10) sekitar pukul 03.15 WIT dini hari. Penggerebekan miras tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya kegiatan bongkar muat miras dari satu unit mobil truck yang baru datang dari Bitung ke satu unit mobil angkot dengan nomor polisi DG 1814 KU. Mendapat informasi itu, unit Opsnal langsung menuju ke lokasi. Mobil angkutan umum tersebut langsung dibuntuti. Alhasil, tepatnya di jalan utama perbatasan Kelurahan Mangga Dua dan Bastiong, petugas langsung memcegat mobil tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan miras tersebut bersama pemiliknya bernama Sandi Karim (32) beserta supir angkot. Pemilik dan barang bukti

DIAMANKAN: Barang bukti miras saat dimanakan di Mapolres Ternate, Jumat (14/10) dini hari. Foto Hasby MP

langsung dibawa ke pos Brimob untuk dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, Sandi Karim (32) mengaku miras tersebut berasal dri Bitung yang dititipkan oleh temannya bernama Bim-Bim untuk menjualnya ke pengecer yang berada di Kelurahan Santiong yang diketahui bernama Adi dengan harga per botol ukuran 1,5

liter sebesar Rp 50 ribu.“Sedangkan untuk yang ada di gelon, biasanya setelah sampai di pengecer baru diukur menggunakan botol guna mengetahui jumlah keseluruhannya,” akunya. Setelah diinterogasi, pemilik serta barang bukti langsung diamankan ke Polres Ternate untuk ditindaklanjuti. (tr-04/jfr)


SABTU, 15 OKTOBER 2016 art:ATU

SH

T

“Kolam Renang”

“Penyesalan di Usia Senja”

Nama Kamera F-Stop Speed ISO Lokasi

Nama Kamera F-stop Speed Iso Lokasi

: Efen Karepesina : B-pro5 AE2 ::: : Ternate Wonder Island Waterboom

AKHIR PEKAN • HAL. 22

: Mukrim Fabanyo : Blackbarry z3 : : : : Pantai Bobo, Tidore

“Penuh Ketenangan” Nama : Muhammad Fajar Putra Rusli Kamera : Nikon D3200 Iso : 400 F-stop : F8 Speed : 1/30 Lokasi : Danau Ngade, Ternate Utara

“Berkibarlah Terus Sampai Nanti”

“Waterfall”

Nama Kamera F-stop Speed Iso Lokasi

Nama Kamera F-stop Speed Iso Lokasi

: Kazawa : Canon Eos D1100 :::: Dek Luar Ferri Gorango

: Kazawa : Canon Eos D1100 : : : : Air Terjun Sigela

Redaksi, menerima kiriman foto dari masyarakat umum yang memiliki karya fotografi. Karya yang memenuhi syarat akan dimuat satu kali dalam edisi Shoot setiap akhir pekan. Foto yang dihasilkan bisa menggunakan kamera apa saja, minimal berukuran 3 mega pixel. Kelayakan foto yang dihasilkan dari kamera handphone ditentukan oleh redaksi berdasarkan momentum dan nilai informasi yang hendak disampaikan lewat foto. Foto disertai keterangan fotografer, jenis kamera, keterangan lokasi, waktu pengambilan, diafragma dan rana (speed). Foto harus original dan bukan hasil rekayasa (manipulasi). Objek foto yang ditayangkan merupakan tanggung jawab fotografer bersangkutan. Foto bisa dikirim melalui shootfotografimalutpost@gmail.com atau diantar langsung ke redaksi Malut Post jalan Hasan Esa Takoma, Ternate, dalam bentuk softcopy setiap hari kerja.


SASTRA BUDAYA

SABTU, 15 OKTOBER 2016

AKHIR PEKAN • HAL. 23

art:ATU

Pilihan Cerpen: Dhea CLP

D

ia Derajat. Sudah 5 tahun aku mengenalnya. Tidak terlalu dekat, hanya sekedar tahu saja. Kemarin dia datang ke rumah bersama keluarganya dengan sebuah niat yang sangat aku hargai. Aku bisa melihat keseriusan di dalam matanya ketika mengutarakan maksud kedatangannya malam itu. Dia melamarku. Dia Hendra. Baru seminggu yang lalu aku bertemu dengannya. Kami saling berbalas pesan sejak saat itu. Tadi dia meneleponku, mengatakan sesuatu yang membuatku berbunga-bunga. Dia ingin datang ke rumah minggu depan. Bersama keluarganya. Dia akan melamarku. Dia Lutfi. Baru kemarin aku bertemu dengannya, dikenalkan oleh Ibu. Kedua orangtuaku menjodohkanku dengannya. Dia orang yang taat agama, katanya. Tidak ingin pacaran, ingin menjalin hubungan yang benar di mata Tuhan saja. Dia menyetujui keinginan kedua orangtuaku untuk melamarku. “Kamu terima lamaran Derajat?” Tanya Fiah, sahabatku. “Aku minta waktu untuk berpikir. Ayah juga sudah mengatakan dengan hati-hati pada mereka kalau aku akan dijodohkan dengan anak temannya.” Aku menyeruput teh hangat yang Fiah buatkan untukku. “Kamu sudah berpikir?” “Aku sudah sholat istikharah.” “Lalu?” “Hm.” Aku menggeleng dan membenarkan posisi kerudungku. “Masih buntu.” “Belum waktunya saja. Nanti pasti datang petunjuk.” Fiah mengelus lenganku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Usia yang hampir kepala tiga membuat kedua orangtuaku terus saja mendesak agar aku segera menikah. Aku punya beberapa teman lelaki, hanya saja tidak ada di antara mereka yang menurutku bisa dijadikan suami. Dunia malam masih menjadi favorit mereka sedangkan aku berharap mempunyai pendamping yang bisa menuntunku menuju akhirat dengan selamat. Dalam waktu yang berdekatan, mereka bertiga tiba-tiba datang. Aku benci mengakui kalau aku telah terlibat dalam kegundahan karena masalah hati. Tapi itu faktanya. Ada Derajat, Hendra dan Lutfi. Kenapa aku harus memilih di saat aku dengan tangan terbuka menerima siapapun yang siap melamarku. Aku rasa Tuhan menjawab doaku, Ibu dan Ayah secara serempak. Aku didatangkan tiga pria dengan niat menghalalkanku dalam satu waktu sekaligus. “Aku malah mau kenalkan kamu sama teman Mas Heru. Eh sudah duluan dilamar ternyata.” Fiah terkekeh. Aku menatapnya terkejut. “Sudah dua tahun aku mengeluh tentang keluhan orangtuaku, baru sekarang kamu mau kenalkan aku sama teman suamimu.” “Baru ketemu sekarang, Ziya, orang yang memenuhi kriteria suami yang baik untuk kamu. Aku tidak akan sembarangan mengenalkan laki-laki dengan kamu.” Aku tertawa mendengar penuturan Fiah. Aku tidak punya kriteria seorang suami. Soal iman dan taqwa itu sudah menjadi syarat dari agama. Lalu kenapa aku masih sendiri hingga sekarang? Bisa dikatakan bahwa aku wanita yang mandiri. Terlalu mandiri, menurut sahabatku. Kemandirianku membuat laki-laki kebingungan untuk mendekatiku. Mereka tidak bisa menemukan celah untuk menjadi seorang penyempurna. Selain itu, banyak dari mereka hanya sekedar penasaran saja. Setelah tahu aku hanya ingin menjalin hubungan yang halal, mereka mulai menjauh. Tuhan tunjukkan betapa tidak bertanggungjawabnya mereka sebagai laki-laki. Ingin memiliki yang bukan haknya dengan memberi label hasil ciptaan manusia itu sendiri. Sampai hari itu Derajat menghubungiku. Dia menanyakan kabar dan aku jawab sekenanya. Dia menanyai statusku yang aku jawab dengan jujur. Tanpa nada pongah dia menjelaskan padaku bahwa dia sudah menjadi lelaki yang mapan. Pendidikannya juga tinggi, tidak kalah denganku. Aku tahu dia mencoba menunjukkan padaku bahwa dia sudah siap menjadi seorang suami. Dia tidak hanya asal main lamar anak orang begitu saja tanpa bisa mempertanggung-

jawabkan kehidupan wanita yang menjadi istrinya itu kelak. “Jadi, bagaimana tanggapan bapak dan ibu dengan lamaran saya?” Dengan penuh percaya diri dia menatap kedua orangtuaku malam itu. “Kami serahkan keputusannya pada putri kami. Ziya sudah dewasa untuk bisa menentukan apa yang baik untuk dirinya.” Begitu kata Ayah. “Bagaimana, nak?” Lelaki yang aku ketahui sebagai paman Derajat bertanya padaku yang hanya menundukkan kepala. Bukan bermaksud tidak sopan, aku hanya tidak ingin mereka membaca emosiku yang sebenarnya. “Sa-saya… butuh waktu.” Tiga kata yang paling sulit aku utarakan seumur hidupku. Aku tidak ingin keluarga Derajat menganggapku sebagai wanita yang sok jual mahal. Sudah syukur mereka merestui anak mereka untuk menikahi perawan tua sepertiku. Memberikan jawaban ‘ya’ pasti akan lebih mudah kalau saja aku belum bertemu Hendra saat itu. Hendra Kurnia merupakan salah seorang dosen Fakultas Keguruan di Universitas yang sama tempatku mengajar. Kami bertemu dalam kebetulan yang klise. Nyaris persis dengan rangkaian kejadian pertemuan antara dua sejoli yang kubaca dari novel-novel romance atau yang kutonton dari FTV yang tiap hari tayang. Pagi itu, di perputakaan Universitas, kami memilih buku yang sama. Tujuanku datang ke perpustakaan untuk menyerahkan hardcopy dan softcopy paper penelitianku. Iseng-iseng menunggu petugas administrasi menginput data ke dalam sistem, aku berjalan menuju rak buku-buku fiksi. Aku telusuri satu per satu buku dengan jari-jariku. Belum ada judul ataupun penulisnya yang menarik perhatianku. Selain sebagian besar sudah pernah kubaca semasa SMP dan SMA, kebanyakan dari buku-buku itu adalah fiksi bertema kolosal yang tidak begitu aku sukai. Hingga mataku menangkap nama Arifin C Noer dengan karyanya berjudul Sumur Tanpa Dasar. Buku itu selalu dibicarakan oleh guru Bahasa Indonesia dulu semasa SMA, tapi aku belum pernah membacanya. Saat aku akan menarik buku itu dari sesakan buku-bukan yang lain, sebuah tangan mendahuluiku. Aku terkejut dan spontan mundur ke belakang hingga menabrak rak yang ada di belakangku. “Maaf.” Ucap sang pemilik tangan. Dia melihatku dengan tatapan khawatir karena selain punggungku yang menabrak rak, kepalaku juga terhantuk pada tiang besi rak. “Saya tidak apa-apa.” Jawabku berdusta karena kepalaku sungguh nyut-nyutan rasanya waktu itu. “Anda mau meminjam buku ini?” tanyanya menunduk memandangi buku yang ada di tangannya. “Tidak.” Aku berdusta lagi dan tanpa sadar mengelus kepalaku. “Sakit?” Dia benar-benar terlihat peduli dan hal itu membuatku gelagapan. “Tidak apa-apa.” Sudah berapa kali aku berbohong kepadanya. “Saya Hendra.” Dia langsung memperkenalkan diri. Suaranya yang begitu tegas serasi dengan tubuhnya yang tegap dan parasnya yang rupawan. “Dosen Fakultas Keguruan Bahasa Indonesia dan Sastra.” Lanjutnya tanpa mengulurkan tangan. Kemudian dia diam, membuatku mengira dia menungguku memperkenalkan diri. “Sa-saya Ziya.” Tatapannya yang penuh percaya diri membuatku merasa terintimidasi. “Saya juga dosen, Fakultas Ekonomi.” Dia tersenyum. Membuat kakiku serasa berubah menjadi jeli. Aku tahu ini salah. Berdekatan dan bertatapan dengan lawan jenis seintens itu bukanlah suatu kebiasaan bagiku. Aku harus menjaga mataku dan juga hatiku dari harapan-harapan yang salah. Mungkin itu juga salah satu sebab aku belum menikah hingga sekarang. Tapi bagiku mendapatkan suami dengan perbuatan dosa sama saja dengan merendahkan diriku sendiri. Untuk mendapatkan pasangan yang baik, aku harus melakukannya dengan cara yang benar. “Keberatan kalau kita mengobrol sebentar di tempat ramai?” pertanyaan yang keluar dari mulutnya membuatku tersadar

Puisi

Benang Merah yang Terputus Karya: Najwa Futhana Ramadhani

Maafkan daku, Itu adalah kecerobohanku Maafkan daku, Semoga kau mengerti itu Terputus sudah, Benang merah di antara kita Kutahu itu salah, Tak berarti lagi bagiku asmara Terajut kisah asmara, Antar dua insan manusia Namun kandas sudah kisah mereka Kandas ditiup marah dan benci yang dirasa

kami berada di lorong yang sepi. Karyakarya sastra memang jarang jadi lirikan para mahasiswa, karena itulah rak-rak buku ini kekurangan sentuhan tangan pembaca. Kami berjalan menuju meja diskusi yang berada tepat di tengah-tengah ruangan. Meja itu penuh dengan para mahasiswa yang bekerja dengan laptopnya. Hanya menyisakan dua kursi yang saling berhadapan. Di sana kami duduk. Dia yang memulai percakapan, bertanya sekali lagi tentang kepalaku. Kemudian pembahasan berlanjut dengan dia menceritakan sebagian besar isi novel sastra itu, yang hampir semuanya sebenarnya sudah kuketahui. Namun aku tetap menyimaknya dengan penuh perhatian. “Kamu sudah menikah, Ziya?” Pertanyaan itu terlontar sesaat setelah kami membahas mengenai tempat tinggal. Segala sesuatu yang kami bahas mengalir begitu saja seolah aku bertemu dengan teman lama yang saling menumpahkan segunung kisah yang terjadi selama kami berpisah. Aku tidak langsung menjawab. Entah apa yang menahanku saat itu. Mungkin aku hanya ingin hatiku terhindar dari perasaan berharap ada maksud lain di balik keingintahuannya itu. “Belum.” Kataku. “Berapa umurmu?” “29 tahun.” “Boleh saya minta nomor hp kamu?” Kami saling bertukar nomor. Dan sejak saat itu, komunikasi di antara kami terjalin. Tidak kirim mengirim pesan basa basi. Keseringan dia menanyakan pendapatku tentang berbagai hal. Mulai dari siapa narasumber yang tepat diundang ke dalam seminar yang diadakan Fakultasnya, atau bertanya situs online tempat membeli buku. Sampai waktu itu dia meneleponku. “Ziya, kamu sudah siap?” aku mengangguk lesu saat Ibu bertanya. “Dia laki-laki baik. Tidak mungkin ibu dan ayah mengenalkan kamu sama orang yang tidak jelas bibit bobotnya.” “Iya Ibu. Ini aku mau pergi, kan? Aku tidak pernah bilang kalau aku tidak mau pergi.” Malam ini keluargaku diundang oleh keluarga Lutfi untuk makan malam bersama. Kalau boleh jujur, semenjak mendengar keinginan Hendra untuk melamarku, keinginanku untuk diperkenalkan dengan laki-laki asing semakin menguap. Sudah cukup rasanya kedatangan Derajat membuatku gundah gulana. Telepon genggamku berbunyi, menampilkan nama Derajat pada layarnya. Aku sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Derajat padaku, dan aku sudah punya jawaban untuk menjawabnya dengan mengatakan aku belum bisa menjawab. “Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam.” Suara di seberang sana menjawab. “Apa kabar, Ziya?” Basabasi yang dia lakukan justru membuatku semakin gugup. “Alhamdulillah baik. Ada apa, Derajat?” Tanyaku dengan suara lembut. Aku tidak ingin dia mengira aku tidak mengharapkan telepon darinya meskipun begitu adanya. “Aku cuma mau tanya, kapan aku bisa datang ke rumah kamu lagi, melanjutkan yang kemarin?” Sudah kuduga. “Aku belum bisa menjawab, Derajat. Maaf. Aku bukannya menjadi wanita sok pemilih dan jual mahal. Aku masih menunggu petunjuk dari Allah apakah keputusan yang akan kuambil nanti adalah keputusan yang tepat.” Aku mendengar helaan nafas berat di sana. “Baiklah. Besok aku akan telepon lagi. Kamu tidak keberatan, kan?” sebenarnya iya. “Tidak. Tidak masalah.” Panggilan itu akhirnya berakhir dengan ucapan salam. Meski kedua orangtuaku tidak mengatakan apapun, aku tahu mereka tidak begitu berharap aku menerima lamaran dari Derajat. Selain karena alasan perjodohanku dengan Lutfi, menurutku ibu menyimpan perasaan tidak yakin pada Derajat. Aku tahu begitu karena ibu tidak hentinya bertanya tentang bagaimana aku bisa mengenal Derajat, “Kamu saja yang turun ya. Beli kue dan buah secukupnya saja. Ibu yakin mereka sudah menyiapkan semua. Cuma tidak enak kalau datang dengan tangan kosong.” Aku mengangguk kemudian turun dari mobil yang diparkir ayah di depan swalayan. Aku sempat kebingungan memilih beberapa dari sekian banyak kue yang ada. Aku bahkan tidak tahu berapa banyak yang harus kubeli karena aku tidak tahu berapa jumlah anggota keluarga Lutfi. Mungkin dua kotak kue bolu gulung sudah cukup. “Mama aku suka kue ini, mas.” Aku mendengar suara wanita berbicara dengan nada manja di belakangku. Tangannya mengambil sekotak kue kemudian berjalan ke arah berlawanan denganku. Tapi tunggu dulu, dua kotak rasanya terlalu sedikit. Aku kembali berjalan mengambil kue bolu gulung dan melihat punggung wanita tadi berjalan menjauh. Dia tidak sendiri. Ada lelaki di sampingnya yang menggandeng tangannya dengan protektif. Sepertinya wanita itu mengatakan hal lucu karena aku lihat bahu mereka bergoncang dan lelaki itu menoleh ke arah wanita. Deg. Aku mengenal wajah itu. Laki-laki yang kini merangkul mesra wanitanya itu adalah Derajat. Aku tidak mengenal wanita berpakaian seksi itu tapi aku yakin dia bukan saudara perempuan Derajat. Ya Tuhan, apa ini petunjukmu? Setelah memilih buah-buahan, aku langsung berjalan ke kasir. Dengan terburuburu mengeluarkan dompetku hingga uang recehku berjatuhan. Saat aku berjongkok

untuk memungutnya, ada tangan lain yang membantuku. “Ziya?” Derajat nyaris menjerit histeris ketika melihatku. Wanita tadi berdiri tepat di belakangnya. “Aku rasa kamu sudah tahu jawaban untuk lamaran kamu.” Kataku datar, kemudian membayar dan pergi dengan langkah pasti. Keluarga Lutfi begitu ramah. Ibundanya menyambut kedatangan kami dengan hangat. Ayahandanya juga tidak kalah baik. Beliau begitu humoris dan dalam waktu singkat suasana langsung mencair. Namun tidak dengan Lutfi. Melihat ke arahku saja tidak. Dia sangat pendiam dan tidak ada ekspresi apapun di wajahnya. Pantas saja dia belum menikah. Dingin begitu. “Sudah berapa lama kamu menjadi dosen, nak?” tanya Ibunda Lutfi. “Baru dua tahun, tante. Sebelumnya saya jadi asisten dosen dulu selama satu tahun.” “Kamu mengajar apa?” “Ekonomi.” “Oh. Bagus. Lutfi juga punya yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Ada sekolah kejuruan juga. Mungkin kamu bisa mengajar di sana, bahkan jadi pengurusnya nanti.” Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan Ibunda Lutfi yang begitu antusias. Hal itu tentunya hanya akan terjadi jika aku menjadi isteri Lutfi. Namun kelihatannya Lutfi sama sekali tidak tertarik padaku. Dari awal kami datang hingga akhirnya pulang, dia tidak ada berkata sepatah katapun padaku. Hanya pada ayah dan ibu, itu pun sekedar menjawab pertanyaan yang diajukan padanya. Aku rasa kedua orangtua tidak akan memaksakan perjodohan ini lagi padaku setelah melihat reaksi Lutfi. “Sepertinya dia tidak menyukaiku, ya?” aku memulai pembicaraan saat kami di tengah perjalanan pulang. “Kata siapa? Lutfi memang begitu. Menjadi pemalu kalau bertemu dengan wanita yang bukan mahramnya.” Jawab ibu. “Dia juga tidak bilang kalau dia menyukaiku, kan?” “Karena dia laki-laki yang baik dan soleh, Ziya. Dia akan mulai menyukai kamu ketika kalian sudah menikah.” Aku tidak akan lagi mendebat ibu. Sepertinya ibu sudah begitu tersihir dengan pesona Lutfi. “Aku menolak lamaran Derajat.” Kataku setelah beberapa selang keadaan di dalam mobil diselimuti sunyi. “Kenapa?” ada nada keterkejutan dalam suara ibu. “Aku sudah yakin dengan keputusanku, bu. Tapi bukan berarti aku sudah memutuskan masalah perjodohan dengan Lutfi ini. Ada seseorang yang akan datang melamarku. Dan aku menyukai dia.” Rombongan keluarga Hendra datang dua hari kemudian. Tidak begitu ramai, hanya sekitar delapan orang saja. Seorang lelaki memperkenalkan dirinya sebagai ayahanda Hendra. Dia menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereke ke kediamanku dan orangtuaku. “Bapak, Ibu dan Ziya sudah mendengar tujuan kami datang ke mari. Sebelum kami menerima jawaban, saya ingin memperkenalkan seseorang terlebih dahulu.” Ayahanda Hendra menoleh pada wanita yang duduk tepat di sebelah Hendra, yang kukira adalah kakaknya. “Ini Sarah.” Wanita yang dari tadi menunduk itu akhirnya mendongak ketika mendengar namanya disebut. Aku bisa melihat dengan jelas matanya berkaca-kaca. Meski kelihatan sulit, aku perhatikan dia berusaha menyunggingkan senyuman. “Sarah ini adalah istri dari Hendra.” Jantungku rasanya ingin melompat keluar ketika mendengar kalimat yang keluar dari mulut ayahanda Hendra. Aku melirik ke arah ibu dan ayah, mereka sama terkejutnya denganku. Ibu berusaha menyembunyikan keterkejutannya dengan tersenyum tipis. Sedangkan ayah, beliau mencengkram pegangan kursi dengan kuat hingga ruas-ruas jarinya memerah. “Sarah ini wanita yang luar biasa. Dia bersedia dipoligami oleh Hendra karena besarnya cintanya pada suaminya. Dan dia semakin ikhlas untuk berbagi ketika mengetahui wanita yang ingin dinikahi Hendra adalah wanita soleha seperti nak Ziya.” Kenapa Hendra tidak pernah mengatakan ini sebelumnya padaku? Dan bodohnya, kenapa aku tidak pernah menanyakan mengenai statusnya? Ayahanda Hendra terus berbicara namun pendengaranku tidak lagi begitu tajam. Aku menatap Hendra yang balik menatapku. Dengan sengaja aku mempertontonkan tatapan penuh kekecewaan padanya, mungkin juga pada seluruh anggota keluarganya sekalipun, aku tidak peduli. Apa mereka kira kerena aku belum laku di usiaku ini sehingga aku bersedia dijadikan istri kedua? Aku mengenal diriku. Aku bukan wanita hebat seperti khadijah istri baginda Rasulullah. “Saya rasa anak saya baru mengetahui bahwa Hendra sudah menikah sebelumnya. Begitu juga dengan kami. Kami mohon maaf belum bisa menjawab niat baik dari pihak bapak malam ini.” Ayah mengambil inisiatif yang membuatku merasa begitu terselamatkan. Aku tidak tahan lagi harus memasang wajah baik-baik saja di depan mereka. “Ziya,” Ayah menatapku dengan raut sedih. Kedua orangtuaku tahu betapa aku menyukai Hendra. Aku sudah menceritakan mengenai pertemuan kami, kemudian komunikasi kami yang terjalin selama seminggu lebih. “Aku tidak akan menikahinya, ayah.” Jawabku kemudian berlari ke kamar. Aku meraih telepon genggamku yang tergeletak di atas nakas, membuka kontak, mencari

dua buah nama, Derajat dan Hendra. Aku memblokir kedua nomor itu. — “ZIYA!” Aku mendengar teriakan tidak jauh dari tempatku duduk. “Fiah?” dia melambai-lambaikan tangan memanggilku. Saat ini aku sedang berada di salah satu restoran yang tidak jauh dari universitas. Seharusnya siang ini aku bertemu dengan salah satu agen percetakan buku untuk membicarakan mengenai kumpulan paperku dan dosen-dosen lain yang akan dibukukan. Namun sang agen membatalkan janji di menit-menit terakhir, saat aku sudah memesan makanan dan minuman sehingga akhirnya aku harus makan siang sendirian. “Hey.” Aku mengecup kedua pipi Fiah dan tersenyum pada Heru, suaminya. “Tumben makan di luar. Sudah bosan masak, ya kamu?” aku duduk pada sofa di sebelah Fiah yang berhadapan dengan suaminya. “Mas Heru mau bertemu temannya. Itu loh, yang aku bilang waktu itu.” “Yang mana?” aku tidak menangkap maksud perkataan Fiah. “Yang mau dia jodohkan sama kamu.” Celetuk mas Heru. Aku terkekeh teringat kejadian beberapa waktu yang lalu itu. “Aku dengar kamu menolak lamaran Derajat. Iya?” Aku mengangguk. Aku rasa Fiah mengetahuinya dari Ibu. Atau Ibundanya. Karena kedua ibu kami berteman akrab. “Kalau begitu tidak ada salahnya, kan, kalau kamu kenalan sama teman mas Heru ini?” aku mengangguk lagi. “Dia laki-laki baik, Ziya. Pengusaha sukses, soleh, ganteng, ramah, …” “Assalamualaikum.” Kalimat Fiah terputus ketika kami mendengarkan salam. Dengan serempak kami mendongak. “Waalaikumsalam.” Hanya Fiah dan mas Heru yang menjawab. Sedangkan aku begitu terpana melihat sosok teman mas Heru itu. Bukan, bukan karena ketampanannya –meskipun dia memang tampan-. Tapi karena aku mengenalnya. Maksudku bukan kenal. Aku tahu dia siapa. “Lutfi.” Kata itu meluncur begitu saja dari bibirku. Lutfi menoleh padaku. Ini untuk pertama kalinya kami melakukan kontak mata. Sesuatu berdesir di dalam dadaku. “Kalian sudah saling kenal?” tanya Fiah terkejut. “Lutfi, jangan menatap wanita yang bukan muhrim terlalu lama.” Teguran dari mas Heru membuat Lutfi beristigfar dan menundukkan kepalanya. Hal itu membuat kami semua tergelak. “Lutfi ini laki-laki yang dijodohkan oleh orangtuaku.” “Kamu juga menolak dia?” Fiah terdengar penasaran. “Aku belum melamar, Fiah. Kelihatannya Ziya tidak menyukaiku.” Ucapan Lutfi menggelitik perutku untuk menegurnya. “Bukan aku yang menjadi sosok dingin, pendiam dan tanpa ekspresi saat calon pendampingku datang ke rumah. Bukan aku juga yang mendiaminya sepanjang malam.” Aku menjadi sedikit sarkastik. Perkataanku membuat Fiah dan Heru memasang ekspresi lucu. Seperti, menahan tawa. “Itu tandanya kamu membuat dia gugup. Kamu berpotensi membuat dia suka sama kamu, Ziya.” Kata Fiah. “Itu kan menurut kamu, Fiah.” Aku begitu geram karena Lutfi belum juga mengangkat wajahnya, apalagi merespon ucapanku. “Fiah benar.” Nada bicaranya begitu tegas, membuatku merinding. Lutfi mengangkat wajahnya, dan mata kami bertemu untuk kedua kalinya. “Aku menjaga pandanganku, Ziya. Karena jika aku tidak bisa menjaga pandanganku, aku tidak yakin aku akan bisa menjaga hatiku.” Dia masih menatapku. Rasanya seolah tidak ada siapasiapa di sini, hanya kami berdua. “Jawab pertanyaanku dengan jujur. Apa kamu punya kekasih?” “Kekasihku saat ini hanyalah Rasulullah.” “Apa kamu punya istri?” tanyaku lagi. Entah kenapa Fiah dan Heru diam saja dari tadi, seperti sedang menikmati pertunjukan teater. “Tidak, Ziya. Jika aku sudah punya istri, orangtuaku tidak akan menjodohkan kita dan aku tidak akan pernah mau dijodohkan.” “Apa semua jawaban kamu itu jujur?” “Ya. Demi Allah.” “Baiklah. Aku percaya.” “Sekarang giliran aku yang bertanya. Boleh?” aku mengangguk meski jantungku berdebar-debar. “Apa kamu sudah menikah?” “Tentu saja belum.” “Hanya ingin memastikan. Apa kamu sudah menerima lamaran seorang laki-laki?” “Belum ada.” “Kalau begitu aku dan keluargaku akan datang nanti malam untuk melamarmu.” Aku begitu tersentuh mendengarnya mengatakan hal itu penuh keyakinan. Aku yakin ini semua sudah dalam rencana Tuhan. Dan aku percaya, jodoh tidak akan pernah tertukar. Mataku berkaca-kaca, begitu juga dengan mata Lutfi. “Rasanya aku ingin dilamar lagi.” Celetukan Fiah membawaku kembali ke dunia nyata. “Tapi kisah kita tidak akan bisa mengalahkan romantisnya kisah mereka.” Kata Heru. Kami semua tertawa dan melanjutkan makan siang. Aku menyadari satu hal. Lutfi bukan hanya akan menjadi pilihanku. Tapi juga pilihan kedua orangtuaku dan kedua sahabat terbaikku. Kurang meyakinkan apalagi jika orang-orang yang paling aku percaya dalam hidupku sudah terlibat dalam mempertemukan kami? (*)


FIND MORE ON:

zetizen.com AKHIR PEKAN • HA HAL. 24

SABTU, 15 OKTOBER 2016

a y a b a r u s i d t

i m m u s izen

zet

an

umk r a H is

ut

al M a m Na

ntai. lebih sa ruh a is b in l ungk i, selu eserta m rma n hari in lan ini, p a sesi penjuria mpilkan perfo leksi a n a a d y n a s e n p s e ntu Namun akal dituntut m lomba di prose riah. ”Te arga e m b n k ja a ia ta a an s , Bany mit k peser gan h ereka. ” eleksi perorang encananya zen Sum akan pertarun a orang m ti e ik Z a b a p ter k. R as arom akili lim esi perelompo an hany ini meru rap n ini. Buk ga seleksi berk n soya-soya di s New mpetisi Malut yang diwak. Kami berha asil elepasa o p k n a d e ju n tid kah erh namun n bawakan taria tu yang bakal k kan penjuria rbaiki dan perdiri, apa mpil baik atau i hari ini bisa b a a a si pada s k a e r ta a p a ta i m i n y ta a d a e m n k i m U s e is a s a e n u b r h ini t k aluk siapa ipun kami m tang. Kompeti dan saat p r lu M k e a s h p tus Joni e in a M e k d l n M c a a u . a y ,” s s ma form rbaik arin, tetap gan a ersiap ngsi, a . ih i e n p a te m b M g o y e m r b le n m n k a e i e p k ti a b n m g z a , i a o w n k g eti ,r pa petis mba deng Zealand bagai salah satu nkhair. finalis Z baik,” un nya di Surabaya abaya. Menum si tempat siapkan ini adalah kom n niat untuk me i inta e U re! Lima a di Surabaya, a Tuz r in a a v u b S o e a w ti a r y e w n k p is a keluar s ri, mahasiswa alut juga mem lah S e s b E m h z a a Sur HE R Halim ya tib i u Zeti uju jumla enana Halima, mah a . r M d n e o n s k s it m k e ir g n d t i e m h e n r h m b s m u u z k a a a A p k a m a c tr ti d d a a u a e S ra P aw dijem k kami su ik Malut,” ujar un, saat berbin lma dan pih besar Z a peserta f ini dib abaluku Uta ungnya Zetizen i Iriansyah, Salmusdi Kelima Maluku Utara an mereka untuat ba , Sa r s bersam ak muda kreati hmad Yani, Sur a hair s a R a a u g K d b n m iff n s a a a a h n la k t ti n it r e G a p a p s e S a o k r n e d b ias aa Jl. A Unive 4/10). Kalau dan M S masyara pus agar mend emoga seleksi d ilai , Achma alis lain lain, par na Jawa Pos di lain pasti luar b kita Hukum wat kemarin (1 ecara materi. “ saja n Zaadiah ni Patrumsari, dengan 165 fin 170 S m i e l s P ta s l a in a n s v p h ta e e serta ka rian hari ini. ” mendapatkan akan o a Jo g ia r n p r G dari p rsiapan dan m enonjol,” o ju n Rasyid, sung bergabun elama tiga hari, rebut- atas engaku telah s ng. Tinggal me pil nanti. ta d a n r e d n e p s o ik i e h e ses pe g S mo il m n ba ya. ”P pun m n sudah mata sebelum tam alah. pun lan ruh Indonesia. si untuk memp pi kalau alut bisa tamp isapa Ian. n denga ma orang tua, tr-05/kai) a la T . ja a i r s a g u e a p b ti la d sem is M ada m persia lu diperkuat mpak.( dari selu kan berkompe w Zealand. ik. Teruta ng ng akrab a optim ata ah tidak r a yang ba ta kelimanya ko e ilepas oke, say eptian Rusdi ya diajak berkelili arena yang pe mpetisinya sud dengan baik,” k n a anak ini et fun trip ke N sebelumnya d llah k S n a il k kami,” g u ucap M ha Pena, pesertaksi Jawa Pos da perkeKalau ko mis bisa tamp te ini. Perwakil ah, kan 34 ti esar Malut yan ara Sultan Bab n ke a a i r s d ti e y G a e s s r p i n i o r n g b D a d e D a n ia n n a T . a ) i1 ri Ir Alm Lim a di Ba dalam perjala n, jungi ru ue (DBL A Neger d Ghiffa mpea merek mengun asketball Leag siswi SM Ternate, Achma t mengikuti ko mu orangtu mpak antusias njang perjalana n B i a ta a a Deteks SMAN 8 kan bangga dap sempatan berte at Ternate wa Timur. Sep mempersiapk apan e u b K ta a h Ja t. m y h u e la n ta ta b e te m o e ti k s a m r u aku ibu engsi te i lain jug k mengik i, ya meng tisi berg an dari provins keliman ik mungkin untu cara, presentas ntas il n e perwak diri seba ulai dari wawa ond, hingga p an tb k M u u i. o k s , k la k i o le e o m s yang ka si scrapb kompeti egala kesalahan S bakat. “

Lima

tim

Op s i l a Fin

FIRST DAY: Kelima finalis Malut saat menikmati momen-momen kebersamaan di Zetizen Summit pada hari pertama, Jumat (14/10)

be a good zetizen and go to new zealand! PUNCAK BULAN BAHASA Halima Tuz Zaadiah, 19, Universitas Khairun Mengikuti puncak acara Bulan Bahasa yang diselenggarakan Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Selain itu, mengingatkan kita betapa pentingnya bahasa daerah yang harus dilestarikan dan bahasa asing yang harus dipelajari agar dapat menghadapi era globalisasi saat ini.(*)

AYO OLAHRAGA! Mirjan K Kuweso, 18, Universitas Khairun Weekend kamu kemana? Daripada nggak ada kerjaan di rumah, mending ngisi waktu dengan berolahraga, supaya badan kita tetap sehat. Yuk olaraga!(*)

national challenge

Malut post, 15 oktober 2016  

Halbar 4 - 2 Halut

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you