Page 43

TRAGEDI DI BALIK PETI ○

Masyarakat penambang emas itu harus disentuh hatinya, didekati secara manusiawi.

penertiban terus menerus, mengejar-ngejar penambang, membakar kapal-kapal tambang mereka. Sementara penambang tetap dengan sikapnya, saat operasi lari dan berhenti menambang,tapi saat tidak ada operasi, aktivitas penambangan kembali dilakukan. Begitulah yang terjadi saat ini, tanpa ada penyelesaian,’’ tuturnya. Pola seperti itu, lanjutnya, tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Sebab, pola ini tidak menyentuh hati, tetapi bertentangan dengan keinginan para pelaku penambang. Masyarakat penambang emas itu harus disentuh hatinya, didekati secara manusiawi. ‘’Kalau ini dilakukan, saya yakin masyarakat akan menerima. Karena mereka punya hati,’’ ujarnya. Selain itu, penertiban jangan tebang pilih. Di satu sisi masyarakat ditertibkan. Tapi ada perusahaan tambang yang melakukan aktivitas serupa dibiarkan, malah diberi izin belasan ribu hektare. ’’Kapan izinnya dikeluarkan, masyarakat tidak tahu. Sementara perusahaan ini punya dampak lebih besar, karena melakukan aktivitas penambangan emas skala besar,’’ ujarnya. Soal air Batang Singingi dan Kuantan yang disebutkan tercemar merkuri, Andi Nurbai tidak tahu pasti apakah para penambang menggunakan merkuri untuk membilas emas atau tidak. Akan tetapi, soal kondisi air sungai masih layak atau tidak dan tercemar, ini sudah menjadi tugas dari EDISI 052/TAHUN II  16 - 22 JANUARI 2014

Majalah Riau Pos  

Majalah Riau Pos edisi 052 | 16 - 22 Januari 2014

Majalah Riau Pos  

Majalah Riau Pos edisi 052 | 16 - 22 Januari 2014

Advertisement