Page 1


DARI REDAKSI

2

Dari Redaksi

TAJUK

3

Muhammadiyah untuk Pendidikan Berkemajuan Merefleksi dan Bermetamorfosis Berkaca Dari : ‘The Most Educated Country’ (Negara-Nagara Paling Maju Dalam Pendidikan) Menanam Sekarang, Memanen Kemudian Arah Pengembangan Pendidikan di Kota Magelang Peran Guru Muhammadiyah untuk Pendidikan Berkemajuan Guru Ideal Guru Inspiratif Be A 21th Century Teacher Intelligent Mindset Estafet Kepemimpinan SD Mutual Mengenal Lebih Dekat Bapak Mustaqim, S.Pd.I, M.Pd. Masjid Tanwir Komplek PTM Kota Magelang Dulu dan Kini Ulama yang Berharga Amazing Time Teacherpreneurship Dafina, Putri Kecil Bunda Little Chef Bilal Budaya Inovasi dan Kreasi Batara Guru (Sanghyang Manikmaya) Asal Usul Bilangan Fibonacci:dari Kelinci Hingga Barbil Maafkan Aku, Bu! Puisi From Holland to Mut Berbagi Pengalamanku Sebagai Delegasi Apresiasi Sastra Siswa SD dan Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2015 Hobiku Prestasiku Anak Sosok Yang Luar Biasa Trip To Bromo Memperingati Hut Ri Ke 70 Ala Sd Mutual Mapsi, Ajang Meraih Prestasi Eta Berlaga Cipta Puisi Holiday In Pare Mengenal Lebih Dekat FRC dan KMNR Bantu Aku… Ayo Mengenal dan Membuat Water Roket Guru Miturut Pamanggih Ngelmu Jawa Cacar Air Dreams! Reach Your Passion Guru SD Ku Kepanduan Hizbul Wathan SD Mutual Fatta

5

ISI INTI

SEKOLAH

TERAS OASE OPOR LEMBUD KHASANAH SENI MATRIKS SASTRA ANAK ALA ENGLISH SOSOK

PARENTING KRONIKA

SMART QUIZ TRITIKAN KAWRUH JAWI SEHAT KILMI KOMUNITAS FATTA

8 10 12 14 17 20 23 25 27 29 31 32 33 36 38 40 41 43 44 45 48 49 52 53 54 55 56 58 60 62 64 65 68 69 70 72 74 76


SALAM REDAKSI

Salam Redaksi Mutualista Edisi 8 Assalamualaikum wr. wb., semoga keimanan dan kesehatan selalu beserta pembaca Mutualista. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan berkah, rahman, dan rahim-Nya kepa-da kita semua. Salawat dan salam senantiasa teriring kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, pembuka jalan terang akan indahnya Islam.

2

Pembaca yang budiman, tema edisi kali ini adalah Be Inspiring Teacher and Make a Change (Jadilah Guru Inspiratif dan Buatlah Perubahan). Melalui tema ini, kita bersama-sama menyelami sekaligus menimba ilmu untuk menjadi guru yang tidak sekadar baik namun mampu memberikan inspirasi, apapun profesi kita saat ini. Tak hanya itu kita juga dapat menjadikan pengalaman dan orang di sekitar kita sebagai guru kehidupan kita. Dengan demikian kita akan tumbuh sebagai pribadi yang senantiasa belajar dan bertumbuh. Allah Swt telah memberikan contoh teladan guru terbaik sepanjang hayat

Rasullullah Muhammad Saw. Melalui akhlak, perangai, sikap, dan perilaku beliau dapat diambil banyak pelajaran, hikmah dan teladan. Bahkan, sebuah penelitian dari study Michael H. asal Amerika menempatkan Nabi Muhammad Saw sebagai tokoh nomor 1 paling berpengaruh sepanjang masa. Guru merupakan sosok yang banyak berjasa bagi kehidupan. Guru selain menjadi profesi yang mulia juga memiliki nilai ibadah berupa jariyah amal yang akan terus mengalir apabila diniati dengan ibadah dan keikhlasan. Guru memegang tang-gung jawab untuk dapat mendidik dan menumbuhkembangkan seluruh potensi siswa. Peran guru bahkan tidak akan dapat digantikan oleh mesin secanggih apapun karena guru tidak sekedar mengajarkan dan mentrasfer ilmu pengetahuan namun ia mendidik siswa secara menyeluruh baik aspek afektif, psikomotor maupun kognitif. Pembaca Mutualista, majalah edisi ini mengangkat hal-hal terkait menjadi guru inspiratif dan

membuat perubahan, yang diulas dalam beragam rubrik. Kami ucapkan selamat membaca dan menikmati sajian dari kami. Saran, kritik, maupun testimoni selalu kami tung gu dalam upaya perbaikkan dan penyempurnaan majalah ini. Kami juga mengundang partisipasi pembaca untuk ikut berkontribusi dalam bentuk ide, tulisan, sponsorship dan lainnya. Jangan lupa untuk selalu meng-update seputar SD MUTUAL dan Majalah Mutualista di www.sdmutual.sch.id atau di www.mutualista.weebly.com. Terimakasih, Wassalamualaikum wr.wb. n

DROP SPOT Majalah MUTUALISTA dapat ditemukan di: Perpustakaan SD Muhammadiyah 1 Alternatif, PDM Kota Magelang, PDM Kabupaten Magelang, Kantor Dinas Pendidikan Kota Magelang, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, TK Aisiyah 1-8, TK Pertiwi, MI Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah Alternatif, SMP M Plus Gunungpring, SMA Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 1, UM Magelang, Perpustakaan Kota Magelang, Perpustakaan Daerah Muntilan, Waiting Room English Institute, LPK Amaliya, Kantor Pajak, Samsat, Polres Jagoan dan alun-alun Magelang, PEMKOT, PEMKAB, Kospin Jasa, BMT LE Syariah, BRI KCP Shopping, Bank Mandiri Kota Magelang, CV AlFatiya, Apotek Al-Fatiya, Al-Fatiya Butik dan Toserba, Paris Parfum, Rumah Makan Ayam Goreng Bu Tatik, Integra Variasi Mobil, Radio UNIMMA FM, Radio Tidar FM, Radio Magelang FM, Ruang Tunggu RSU Tidar, RSUD Muntilan, RSJ, dan RST Kota Magelang.

No.8/Th. 5/Feb. 2016


TAJUK

Muhammadiyah untuk Pendidikan Berkemajuan Muhammadiyah adalah persyarikatan yang sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 telah berkiprah membangun masyarakat, umat, dan bangsa. Muhammadiyah dikenal dengan gerakan Islam, gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar dan gerakan tajdid /pembaharuan, yang kemudian menjadi ciri khusus organisasi Muhammadiyah hingga saat ini. Muhammadiyah meyakini bahwa untuk keluar dari belenggu penjajahan, kejumudan akibat taqlid buta, keterpurukan serta berbagai krisis yang melanda dan menerpa bangsa dengan cara mengentaskan kemiskinan dan kebodohan masyarakat dengan menguatkan iman dan ilmu. Isyarat dan sinyal yang telah ditunjukkan oleh Allah Swt melalui firman-Nya dalam surat alMujadilah ayat: 11

Hasil Muktamar 47 : H.Solichin,S.Ag Motto : Hidup adalah untuk ibadah, muda berkarya ,tua bahagia, mati insya allah masuk surga.

Artinya: .... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. Firman Allah QS. Ar-Rahman: 33 3

Artinya: Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (kekuatan yang dimaksud adalah ilmu). Rasulullah juga bersabda yang artinya: “Barang siapa menghendaki sukses dunia, maka dapat dicapai dengan ilmu, barang siapa menghendaki sukses akhirat, maka dapat dicapai dengan ilmu, dan barang siapa menghendaki sukses duniaakhirat, maka hanya dapat dicapai dengan ilmu�. Untuk mencapai kesuksesan dunia maupun akhirat hanya dapat dicapai oleh seseorang yang kuat imannya dan ilmunya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor keimanan dan ilmu merupakan persyaratan yang memiliki kekuatan super. Usaha/ikhtiar Muhammadiyah secara terus menerus dari generasi ke generasi untuk merealisasi firman Allah Swt dan sabda Rasulullah Saw sebagai berikut: 1. Ijtihad yaitu dengan merubah sistem dikotomi pendidikan yang memisahkan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama di sekolah-sekolah pemerintah dengan mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan agama. 2. Muhammadiyah melalui pendirinya KH. A. Dahlan yang diteruskan oleh para tokoh Muhammadiyah di seluruh wilayah Indonesia, mendirikan sekolah-sekolah mulai dari Taman

No.8/Th. 5/Feb. 2016


TAJUK

4

Kanak-kanak hingga perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman dengan mengintegrasi kurikulum nasional /pemerintah dengan kurikulum ciri khusus Muhammadiyah. Pendirian sekolah-sekolah tersebut dimaksudkan sebagai suatu usaha untuk mencapai tujuan Muhammadiyah sebagaimana tercantum di dalam bab III AD Muhammadiyah pasal 6, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, berakhlak mulia, cerdas berilmu, maju dan modern, beradab dan bermartabat, tenteram dan damai, serta masyarakat adil dan makmur sejahtera lahir batin yang diridhoi Allah Swt. Untuk mewujudkannya diperlukan pendidikan yang berkesinambungan dan berkemajuan. Penyelenggaraan pendidikan yang berkemajuan adalah pendidikan yang terstruktur, terorganisir rapi, modern, mengacu kepada visi terbentuknya manusia/insan pembelajar yang bertaqwa kepada Allah Swt, berakhlak mulia dan berkemajuan. Misinya meliputi : 1. Mendidik manusia agar memiliki kesadaran ilahiyah, jujur, dan berkepribadian mulia. 2. Membentuk manusia berkemajuan yang memiliki jiwa pembaharuan, berpikir cerdas, kreatif dan inovatif, dan berwawasan luas. 3. Mengembangkan potensi manusia berjiwa mandiri, beretos kerja keras, wira usaha, dan kompetitif. 4. Membina peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kecakapan hidup dan ketrampilan sosial, memiliki dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

5. Membimbing peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki jiwa dan daya cipta serta kemampuan mengapresiasi karya seni budaya. 6. Membentuk kader persyarikatan, kader bangsa, kader umat yang ikhlas beramal, bermoral, peka dan memiliki kepedulian, serta bertanggung jawab terhadap kemanusiaan dan lingkungan. Sudah tentu pendidikan nasional yang holistik tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga menjadi gerakan dan strategi kebudayaan yang menyeluruh menuju tingkat kemajuan sehingga menjadi masyarakat dan bangsa yang bermartabat. Rancang bangun sistem pendidikan tersebut tidak lepas dari hakikat dan tugas kemanusiaan itu sendiri, sehingga visi yang perlu dikedepankan adalah lahirnya insan cerdas yang mantap dalam keimanan, unggul intelektualitasnya, anggun dalam akhlak dan sikap serta sigap dalam berkarya. Manusia yang mantap dalam keimanan akan mampu memiliki kesadaran tinggi tentang ketuha-

nan yang menghidupkan dan membebaskan serta diharapkan dapat memiliki jiwa dan semangat kemandirian. Sementara keunggulan intelektual akan mengantarkan keunggulan terhadap penguasaan ilmu dan teknologi, mengoptimalkan akal fikirannya dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan sebaikbaiknya. Kesigapan berkarya merupakan aktivitas seseorang dalam memanfaatkan ilmu dan teknologi yang telah dikuasai, dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan dan kemajuan peradaban umat yang mestinya harus ditampilkan oleh manusia yang memiliki karakter mulia atau akhlakul karimah. Inilah hendaknya yang selalu harus diupayakan oleh setiap penyelenggara pendidikan di lingkungan amal usaha Muhammadiyah. Pendidikan yang memiliki visi iman yang mantap, unggul intelektualitas, anggun berakhlak dan sigap dalam berkarya, bukan pendidikan yang merampas hak dan kemerdekaan peserta didik, bukan pula pendidikan yang memenjarakan dan memasung peserta didik menjadi terbelenggu tetapi pendidikan yang berbasis kesadaran. Muhammadiyah sebagai penyelenggara pendidikan yang berkemajuan hendaknya tampil menjadi miniatur masyarakat yang mampu menghadirkan nilainilai religius, mampu menghadirkan kondisi sosial ekonomi dan kultural, ke dalam ruang-ruang pendidikan dengan pendekatan multidisiplin dalam berbagai aktivitas/kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Dalam hal ini di samping memandang ilmu tanpa dikotomi juga sangat dibutuhkan aktivitas pembelajaran berdimensi kontekstual, yaitu suatu pendekatan yang menghadirkan seluruh situasi dan suasana kehidupan kemasyarakatan dalam ruangruang pendidikan. Wallahu a'lam bishshowab.n


TAJUK

Merefleksi dan Bermetamorfosis Berkaca dari : 'The Most Educated Country' (Negara-negara Paling Maju dalam Pendidikan) kemampuan siswa di bidang sains, membaca, dan juga matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga unggul dalam pendidikan anakanak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas! Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi negara dengan kualitas pendidikan nomor satu dunia ?

Oleh : ALI MAHRUS ALKAFI, S.Pd, M.Pd. Ketua komite SD Mutual

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia? Jawabnya adalah: Finlandia. Disusul kemudian oleh Negara-negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura, Hongkong, Jerman, Selandia Baru, Swiss, Kanada, dan Belanda. https://sulitabatigol.wordpress.c om/2014/10/10/sepuluhnegara-dengan-sistempendidikan-terbaik-di-dunia/ Sistem Pendidikan di Finlandia Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki tersebut, memang luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia. Peringkat satu dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA, mengukur

Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jamjam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau membombardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perming gu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam per minggu. Lalu apa kuncinya ? Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Guru-guru Finlandia adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah terlalu besar. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolahsekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Tingkat persaingan lebih ketat dibandingkan masuk ke fakultas bergengsi lain seperti fakultas h u ku m ata u ke d o kte ra n !

Bandingkan dengan Indonesia y a n g g u r u - g u r u ny a h a ny a memiliki kualitas seadanya dan merupakan hasil didikan perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan pelatihan guru yang berkualitas, tak salah jika mereka menjadi guruguru dengan kualitas luar biasa. Dengan kualifikasi dan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan test itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak test membuat guru cenderung mengajar siswa hanya untuk lolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur dengan ujian. Pada usia 18 tahun siswa mengambil ujian untuk mengetahui kua-lifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjut-kan ke perguruan tinggi. Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK, ini membantu siswa belajar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Kalau siswa bertanggung jawab, mereka guru bekerja lebih bebas karena

No.8/Th. 5/Feb. 2016

5


TAJUK

tujuan dari lamanya jam belajar tersebut adalah agar para siswa bisa masuk ke dalam perguruan tinggi favorit karena persaingan di sana cukup tinggi.

tidak harus selalu mengontrol mereka. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar apa-apa kalau kita hanya menuliskan apa yang dikatakan oleh guru.

6

Di Finlandia guru tidak mengajar dengan metode ceramah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan. Siswa yang lambat mendapat dukungan secara intensif baik oleh guru maupun siswa lain. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaannya antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dan lain sebagainya. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menja-wab dengan benar, yang penting mereka berusaha. Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah� pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Kehebatan dan keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya. Itu benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggung jawab. http://biologimediacentre.com/f inlandia-negara-dengan-kualitaspendidikan-terbaik-di-dunia/

Sistem Pendidikan di Korea Selatan 1. Jam Belajar Fakta pertama dari sistem pendidikan di Korea Selatan adalah lamanya jam belajar. Jam belajar yang diterapkan tentu sangat berbeda dengan jam belajar yang ada di Indonesia. Para siswa sekolah tinggi di Korea Selatan belajar selama 14 jam. Pendidikan di Korea Selatan mulai masuk jam 08.30 pagi sampai jam 22.00. Untuk di negara Indonesia mungkin itu terasa lama, namun

Tidak cukup sekolah di sekolah formal saja, para siswa di Korea Selatan juga akan menghadiri lembaga pendidikan swasta. Ini berarti para siswa sekolah tinggi rata-rata tidak pulang sampai tengah malam. Sedangkan bagi siswa sekolah menengah, pihak sekolah masih memberi toleransi dengan waktu belajar antara 08:00 pagi sampai 04:00 sore, dengan tambahan Hagwon sepulang sekolah. jam belajar memang sangat mempengaruhi kualitas pendidikan di Korea Selatan. 2. Fasilitas Belajar Selain jam belajar fasilitas belajar juga mempengaruhi kemajuan pendidikan di Korea Selatan. Dengan sistem pendidikan paling baik di dunia tentu Korea Selatan memiliki fasilitas belajar yang benar-benar menunjang kemajuan para siswanya. Beberapa sekolah memiliki ruangan dengan peralatan dan teknologi canggih yang memungkinkan keadaan dalam ruangan tersebut sama seperti keadaan di lingkungan luar agar para pelajar dapat mempraktikkan langsung ilmu pembelajaran yang diterimanya. Seperti ruangan kelas ekonomi yang dilengkapi dengan lorong, rak, pasar mini atau ruangan kelas kesehatan yang dibuat seperti rumah sakit. Selain itu presentasi Power Point, USB adalah hal-hal dasar yang digunakan dalam sistem pembelajaran SD-SMA. Ruang kelas dilengkapi Komputer yang terhubung ke salah satu sistem proyektor overhead atau layar datar LCD. 3. Tenaga Pendidik Di Korea ada pepatah yang mengatakan, “Guru adalah hal


TAJUK

tertinggi selayaknya Tuhan.” Masyarakat Korea menganggap guru memegang posisi yang berharga dan tinggi karena Korea menanamkan bahwa pendidikan adalah hal yang utama. Akibatnya, Korea benar-benar menjunjung tinggi para guru. Usia pensiun mereka tidak sampai 65 tahun. Senioritas di kalangan guru dilihat melalui bayaran yang tinggi dan jam mengajar yang lebih banyak. Sistem pendidikan di Korea Selatan ternyata menerapkan rotasi mutasi guru setelah lima tahun mengajar. Hal ini dilakukan agar setiap guru mendapat kesempatan yang adil untuk mengajar di berbagai sekolah yang baik atau buruk. Langkah ini dirasa tepat, karena dengan hal tersebut pendidikan akan merata dan kualitas para pendidik akan semakin meningkat. 4. Proses Belajar Kualitas Pendidikan di Korea Selatan tidak terlepas dari proses belajarnya. Pendidikan di Korea Selatan menekankan praktik yang mendominasi dalam proses belajar siswa. Melalui praktik,

siswa dapat lebih mengembangkan kreativitas mereka serta dapat bermain sambil belajar. Tetapi, Kurikulum di Korea Selatan pun tidak sepenuhnya mengacu dan terfokus kepada bidang akademik saja. Namun juga mengacu kepada bidang non akademik. Pihak sekolah juga memberi kesempatan maupun dukungan kepada siswa yang berminat, dan intinya adalah menyediakan fasilitas yang dapat membantu mengembangkan bakat–bakat siswa. 5. Kedisiplinan Siswa Sistem pendidikan di Korea Selatan memang sangat ketat dan keras. Bukan hal yang tabu jika guru melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan muridnya. Bahkan para orang tua tidak masalah dengan peraturan itu. Hanya saja saat ini hukuman fisik itu memiliki batasan yang lebih kuat. Kebersihan sekolah adalah tanggung jawab murid. Sistem pendidikan di Korea mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab terhadap perawatan sekolah mereka. Sementara para petugas kebersihan melakukan tugastugas utama seperti membersihkan kamar mandi, membersihkan lorong, ruang kelas, tangga, para siswa diwajibkan memungut sampah di halaman sekolah setiap pagi sebelum bel berbunyi. Itulah beberapa fakta yang turut memengaruhi kemajuan pendidikan di Korea Selatan. Tidak dapat dipungkiri setiap negara sudah pasti ingin memiliki kualitas pendidikan yang baik. Namun semua hal tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakatnya. Kita sama-sama berdoa dan berusaha semoga Indonesia mampu belajar dari sistem pendidikan Korea Selatan agar dapat meningkatkan kualitas pendidiknya bagi rakyatnya. http://indonesiasekarang.com/fa kta-pendidikan-di-korea-selatan/

Belajar dari Finlandia dan Korea Selatan, ada beberapa benang merah yang bisa diambil . Diantaranya sebagai pendidik, guru memiliki peran penting tidak hanya di kelas atau saat proses pembelajaran berlangsung, tetapi juga membentuk dan memengaruhi karakter anak atau peserta didiknya. Dengan posisi itu, semestinya guru menenemkan nilai-nilai : seperti etos kerja, ke r j a ke ra s , ke d i s i p l i n a n , integritas, optimisme, dan gotong royong, hingga menjadi kebiasaan. “Guru yang ceria dan optimis bisa membuat anak-anak ikut semangat,”

Tingkatkan mutu Di tengah kenangan akan peran guru, muncul juga kritik terhadap kualitas guru merujuk pada hasil uji kompetensi 2014, lebih dari 1,3 juta guru dari total 1,6 juta guru yang mengikuti uji kompetensi ternyata memiliki nilai ujian di bawah 60 dari rentang 0 hingga 100. Dari ujian ini, hanya 192 guru, sebagian besar guru SMP, yang mencapai nilai 90-100. Hampir 130.000 guru mempero-leh nilai antara 0 dan 30. Mereka umumnya lemah dalam penguasaan materi ajar dan kemampuan mendidik ( Kompas, 8/7). Untuk mengatasi masalah kualitas guru, pada peringatan Hari Guru Nasional di Istora Senayan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan m e n g in gat ka n G u r u u nt u k menjadi pembelajar serta saling belajar dan berbagai pengalaman praktik terbaik. Dengan menjadi pembelajar, guru akan bisa meningkatkan kompetensi diri dan kualitas pembelajar di kelas. “Masyarakat harus lebih mengapresiasi guru, terutama guru yang menghasilkan karya. Guru yang mulia adalah guru yang berkarya,”n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

7


TAJUK

Menanam Sekarang Memanen Kemudian

Oleh: Prof. IMAM ROBANDI, Penggerak Percepatan Pertumbuhan Sekolah-sekolah Indonesia, berdomisili di Kota Surabaya dan di www.jpsmindonesia.web.id

8

“Tanamlah di hari ini agar SD Mutual semakin memanen di 10 tahun yang akan datang”

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Sekian tahun yang silam, Principal Salamun memasang Billboard di Kota Magelang, dan saat itu saya mengatakan kepada para kepala sekolah bahwa SD Mutual sedang menanam untuk 5 tahun yang akan datang atau bahkan lebih di perlimaan Mertoyudan. Saat Principal Mustaqim datang ke SDM 4 Pucang, Sept. 13, 2015, saya juga berpesan dengan kalimat pendek, “Tanamlah di hari ini agar SD Mutual semakin memanen di 10 tahun yang akan datang”, dan pada saat saya diundang di Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Propinsi Banten di Kota Rangkasbitung, saya juga sempat berpesan “mulailah kita sekarang untuk s e n a n g m e n a n a m ” u nt u k menyongsong panen raya. Saya mengobrol dengan Wali Kota Pekanbaru dan Ketua PW Muhammadiyah Propinsi Riau di Acara Musyawarah Wilayah, saya juga saat itu berpesan kepada banyak kepala sekolah Muhammadiyah yang datang s a at i t u , d e n ga n ka l im at “berkaryalah mulai sekarang untuk memanen di lain waktu”. Acara sore itu adalah sangat berkesan untuk saya karena situasinya sangat “akrab” antara para kepala sekolah yang datang dari berbagai tempat. Itu adalah acara National Symposium yang diprakarsai oleh Perguruan Muhammadiyah di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ustadz Daryono dan kawan-kawan datang dari Kabupaten Purbalingga, Kafilah dari Indramayu dipimpin oleh

Ustadz Suparman Principal SMKM Haurgeulis, ada juga rombongan dari Kabupaten Tegal yang dibawa oleh Ustadz Bahrun Naim Principal SDM 1 Kota Tegal, dan lain-lain, pendek kata sore itu, January, 9 2016, situasinya sangat bermakna untuk mengawali tahun 2016 yang sangat semakin kompetitif. Sore itu saya diberi topik tentang “Growth” atau pertumbuhan, dan suguhan istimewa sore itu adalah buah “Cipedak” atau Cempedak, yang banyak tumbuh di sekitar Cilandak, Pondok Labu, Pasar Minggu, dan sekitarnya. Penampilan siswi-siswi dari SMPM 1 Jakarta di acara itu sangat memukau, apalagi setelah tarikan suara pertama dengan nada dasar major C, memecah situasi, dan tentu kepala sekolahnya Ustadz Muammar Khadafi menjadi semakin percaya diri bahwa sekolahnya semakin hari semakin menjadi perbincangan masyarakat karena prestasinya. Principal mulai belajar menanam pada anak didiknya agar mereka mulai berani tampil di depan publik yang datang dari berbagai daerah di tanah air. Memang hari itu sangat spesial, karena saya pertama kali turun dari Bandara Halim Perdana Kusuma, dan saat itu juga Ustadz Ahmad Said Matondang Principal SDM 5 Jakarta, Ustadz Daryono Principal Musabangga Purbalingga dan kawan-kawan sudah menunggusaya di pintu “ketibaan” airport itu, dan langsung menuju sebuah acara di


TAJUK

Jl. TB Simatupang, di pagihari. Diskusi dari Halim Perdanakusuma Airport menuju Jalan TB Simatupang saat itu sangat menarik, karena yang diceritakan adalah pertumbuhan sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah yang mempunyai diferensiasi masingmasing. Ini adalah sebuah babak baru, jika ada dua atau lebih kepala sekolah, maka yang diceritakan tentang pertumbuhan dan percepatan. Ustadz Ahmad Said bercerita tentang gedung barunya yang umurnya akan hamper mendekati satu tahun, ternyata gedung itu mempunyai dampak yang sangat setratejik dalam hal marketing. Padahal 7 tahun yang lalu Ustadz Ahmad Said masih bermazhab bahwa nilai ujian nasional adalah variabel terpenting dalam marketing sekolah, dan sekarang mazhab itu sudah mulai luntur, dan hal yang seperti itu sudah banyak dialami oleh kepala sekolah yang sudah bolak-balik mengikuti “kuliah” jalanan saya dengan judul “mindset revolution”. Acara pagi itu di Jalan TB Simatupang segera berakhir, dan saya harus pindah di sore harinya ke Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jagakarsa, yang harus melewati jalan tikus, yang benar-benar super sempit dan super krodit. S e t e l a h a c a ra N a t i o n a l Symposium selesai, saya diberi pe-eruntuk mengevaluasi ruangruang kelas yang sedang direnovasi, dan semua advice saya ditulis oleh para tukang kayu yang sedang bekerja disitu, dan Ustadz Muammar Khadafi hanya menjawab dengan kata siap, dan tidak ada perkataan “apakah granit merek itu mahal”, seperti sebagian besar kepala sekolah yang sedang “bongkar-bongkar” kelas ketika mendengarkan kuliah lapangan saya. Saya hanya mengatakan singkat ke Mas Muammar,

“Jika sudah mempunyai citacita, maka jangan dibenturkan dengan harga.” “Jika sudah mempunyai cita-cita, maka jangan dibenturkan dengan harga.” Jika ingin membenturkan dengan harga, maka berhentilah bercita-cita. Memilih material lantai, atau jendela, atau apapun akan mempunyai dampak dan resiko masing-masing, dan ini harus menjadi jurus ampuh di setiap manajemen sekolah. Berlantai granit akan berdampak beda dengan berlantai keramik, dan berlantai keramik berkualitas satu juga akan berdampak berbeda dengan lantai berkeramik yang berkualitas 2. Kelas menggunakan blackboard juga berdam-pak berbeda dengan kelas yang ber-whiteboard, dan kelas yang ber-LCD Plasma Toshiba pipih juga sangat berbeda dengan kelas yang ber-LCD layar kain. Kita tinggal mengatur dan mencocokkan dengan cita-cita. Perjalanan dua hari di Jakarta saat itu, saya mengakhirinya dengan berkunjung di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sebuahk ompleks perguruan yang sangat raksasa, dengan jumlah murid lebih dari 5000 siswa, dan saya baru memenuhi undangan pengurusnya untuk dapat datang kesana, karena salah satu kepala sekolahnya, Ustadzh Ana pernah mengundang saya di tahun 2007, dan saya baru dapat menepati janji itu di awal tahun 2016. Para kepala sekolahnya, kata mereka berminat sekali ingin menjalin

kerja sama dengan sekolahsekolah di Jepang, dan mereka sangat iri dengan Ustadz Ahmad Said, UstadzSalamun, dan Ustadz Muammar yang sudah diajak menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Tottori, Osaka, dan Kyoto. Dengan permintaan yang sangat kuat itu, saya hanya menjawab singkat, “Saya mau menghubungkan sekolah-sekolah Anda dengan sekolah-sekolah di Jepang, tetapi kunjungi dulu sekolah-sekolah Muhammadiyah yang sudah melesat dan moncer prestasinya, minimal ke Pucang Surabaya atau ke Gondanglegi Malang”. Tidak lama saya berada di Sekolahsekolah Muhammadiyah Cileungsi, dan saya harus mengakhir memori saya di Taman Bunga dan Buah Mekarsari, kembali menjadi anak kecil, naik mobil odong-odong keliling taman buah, sambil mengingat-ingat pertama kali saya datang di tempat itu di tahun 1987, dan yang kedua di tahun 1997, dan seharusnya yang ketiga di tahun 2017. Ustadz Ahmad Said danustadz Muammar Khadafi sudah membeli dua tanaman merambat seharga Rp.70.000,00 di taman itu, semoga setahunl agi Kampus Sekolah Muhammadiyah di Kebayoran Baru dan Jagakarsa sudah ijo royo-royo. Mungkin di hari ini mereka telah menanamnya di kampus masing-masing, dan merekapula yang akan insyaAllah memanennya. Sepuluh Januari 2016, yang telah menjadi tonggak sejarah. Begitu pula saya juga sedang menunggu karyakarya spektakuler dari SD Mutual Kota Magelang, dan juga sekolahsekolah Muhammadiyah yang lain di Jawa Tengah. Saya percaya bahwa mereka sekarang sedang giat menanam, semoga tidak akan terlalu lama akan segera memanen.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

9


TAJUK

Arah Pengembangan Pendidikan

di Kota Magelang Oleh:Risti Apriliyani, S.Pd

Sejalan meningkatnya perkembangan zaman, dituntut pula kemampuan SDM yang menunjang. Perkembangan begitu pesat di segala bidang tidak dapat kita jadikan alasan untuk menyerah tapi justru semangat kita untuk tetap mengembangkan kemampuan kita. Meskipun tergolong kota kecil, tapi nyali Magelang tidaklah kecil. Banyak prestasi yang terukir untuk mengharumkan nama Kota Magelang tercinta. Untuk mengetahui kiprah pendidikan di Kota Magelang, SD Muhammadiyah 1 Alternatif mencoba menggali informasi dari Drs. Jarwadi M.Pd, Kadisdik Kota Magelang. Berikut hasil wawancara Pak Sigit dan Bu Wulan dengan Drs. Jarwadi M.Pd. Selamat menyimak. Bagaimanakah kondisi pendidikan di Kota Magelang saat ini?

10

Pendidikan di Kota Magelang cukup membanggakan, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai prestasi yang telah diukir oleh para peserta didik, baik dari jenjang tingkatan eks Karesidenan Kedu, Provinsi Tengah, Nasional dan Internasional. Semua keberhasilan itu tentunya atas dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, diantaranya orang tua/ wali murid, masyarakat, sekolah dan pemerintah daerah. Bagaimanakah sistem pendidikan di Kota Magelang saat ini? Sistem pendidikan di Kota Magelang sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan), Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Magelang sebagai implementator kebijakan. Yang harus dituntaskan saat ini adalah program wajib belajar 9 tahun dan pendidikan menengah universal, sehingga seluruh warga masyarakat Kota Magelang usia sekolah mendapatkan layanan minimal lulus pendidikan menengah (SMA/SMK) baik melalui jalur formal maupun pendidikan kesetaraan. Langkah-langkah apa sajakah yang sudah dilakukan untuk meningkatkan pendidikan di Kota Magelang saat ini? Langkah-langkah yang diupayakan dinas pendidikan untuk wajib belajar adalah sebagai

Drs. Jarwadi M.Pd, Kadisdik Kota Magelang

berikut : a. Melaksanakan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat dengan berbagai media, b. Pendidikan yang terjangkau semua lapisan masyarakat, c. Beasiswa bagi peserta didik dari warga kurang mampu d. Subsidi silang bahkan pembebasan biaya pendidikan bagi peserta didik kurang mampu untuk sekolah menengah. e. Program kesetaraan anak putus sekolah. f. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeroyo Magelang untuk mengatasi masalah kejiwaan anak sekolah . Hal apa sajakah yang menjadi visi dan misi Bapak saat menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang? Visi dan Misi dinas pendidikan mengacu pada

No.8/Th. 5/Feb. 2016


TAJUK

RPJMD 2010- 2015. Visi terwujudnya Layanan Pendidikan yang Kreatif, Inovatif dan Bermutu. Misi melaksanakan layanan prima di bidang administrasi dan informasi pendidikan serta layanan pengembangan karier. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan pendidikan pada jenjang pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar, dan menengah. Melaksanakan pembinaan dan p e n ge m b a n ga n d i b i d a n g p e m u d a d a n o lah ra ga .M elaks an a ka n p emb in a an d an pengembangan pada jalur pendidikan luar sekolah menuju tercapainya SDM berdaya saing tinggi, mandiri, maju dan produktif. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan pelayanan dan pelestarian di bidang perpustakaan serta membuktikan dan meningkatkan budaya membaca masyarakat. Adakah perbedaan perkembangan pendidikan di Kota Magelang dengan kota di daerah lain? Ada kekhususan setiap daerah dalam menentukan kebijakan pendidikan. Di Kota Magelang kekhususan tersebut adalah tidak adanya diskriminasi dalam mengembangkan pendidikan baik negeri maupun swasta, begitu juga peserta didiknya asalkan memenuhi ketentuan akan diberikan layanan pendidikan yang sama. Memang bagi anak kota dalam mengantisipasi pembiayaan personal diupayakan dapat sekolah di dalam Kota Magelang tetapi masih dalam batas kewajaran. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah, sehingga peran orang tua dan masyarakat perlu didorong agar seimbang. Maka diterbitkannya Perwal Jam Belajar Masyarakat, Sidak Pelajar, dan kegiatan pembinaan Karakter yang dilaksanakan secara periodik dan terjadwal. Mendorong pendidikan parenting (pendidikan dalam keluarga) di mana tahun 2016 ini Dinas Pendidikan menggandeng para dokter dan psikiater dari RSJ Dr. Soerojo Magelang untuk bersama-sama memantau proses tumbuh kembang anak-anak dengan parameter baku. Bila ditemukan anak-anak yang berpotensi masalah dalam tumbuh kembang kami akan gandeng keluarganya untuk bersama-sama secara komprehensip mengatasinya. Apakah harapan Bapak pada pendidikan di Indonesia khususnya di Kota Magelang? Pendidikan Indonesia harus ditingkatkan, baik pengelolaan, sarpras, dan kurikulumnya mengacu pada 8 standar nasional pendidikan. Namun yang

sangat mendesak yang memerlukan penataan dan pengembangan adalah tenaga pendidik/guru. Guru selain kompeten dibidangnya, juga harus menguasai 4 dimensi kompetensi secara lengkap, maka harus ada pembinaan/pelatihan dan diklat yang berkesinambungan, dan ada assesment secara berkala, jika tidak ada peningkatan maka perlu diberikan reward dan punishment, misalnya penghentian sementara yang bersifat mendidik. Kemampuan anak-anak kita di bidang pemecahan masalah (problem solving) dan kerja sama tim (team working) masih sangat lemah, bahkan dalam jurnal “Partnership For 21 Century Skill 2015“, kemampuan anak-anak kita menempati ranking 64 dari 65 negara sampling. Tentunya perlu langkahlangkah konkret untuk mendongkrak potensi anakanak kita itu, salah satunya dengan peningkatan kompetensi tendiknya. Adakah hambatan yang ditemui ketika menjalankan visi dan misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Magelang saat ini? Setiap cita-cita tentunya akan menemui banyak hambatan dan rintangan, namun dalam menempatkan cita-cita tersebut tentunya harus realistis melihat kemampuan dan potensi sumber daya yang dimiliki. Kendala untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau disebabkan terbatasnya sumber daya guru yang potensial dari segi kuantitas dan kualitas. Banyak kekurangan guru di bidang pendidikan dasar khususnya SD, dan masih banyak guru yang lain belum linier antara mapel yang diampu dan kualifikasi akademik yang dimiliki. Apa pesan-pesan untuk sekolah-sekolah di Magelang khususnya SD Muhammadiyah 1 Alternatif? Sekolah-sekolah di Kota Magelang harus berbenah, baik secara fisik infrastruktur sekolah (performa) juga kualitas pembelajarannya. Hal tersebut dapat diukur dari prestasi sekolah, baik akademik maupun nonakademik. Mana kala sekolah tidak ada gereget (roh) maka tinggal tunggu saatnya sekolah tersebut akan ditinggalkan masyarakat. Yang dimaksud “roh� adalah disekolah tersebut tumbuh berbagai kegiatan baik kurikuler maupun nonkurikuler yang secara aktif terjadwal dan dinamis. Untuk SD Mutual walaupun sekarang sudah menjadi pilihan sebagian masyarakat, namun jangan merasa puas atas apa yang telah dicapai sekarang. Tetap selalu menggali, mencari, berusaha agar kepercayaan masyarakat tersebut tetap terbina.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

11


TAJUK

Peran Guru Muhammadiyah untuk Pendidikan Berkemajuan

12

Nama: Jumari Al Ngluwary Tempat/Tanggal Lahir: Magelang, 27 Juli 1967 Motto: Boleh nakal asal halal Jabatan: Sekretaris Majelis Pendidikan Kader PWM Jawa Tengah Wakil Sekretaris PDM Kabupaten Magelang Alamat: Jalan Nanas IV No 59 Perum Kalinegoro Mertoyudan Magelang

Gelar akademik yang dimiliki para guru sangat beragam. Kenyataan ini menggambarkan betapa sangat beragamnya latar belakang seseorang menjadi guru. Yang jelas, tidak semuanya by designed (diniati sejak dini). Tidak sedikit yang karena 'kecelakaan sejarah' (by accident). Sepanjang dapat menjalankan tugas secara profesional, tentu tidak perlu dipersoalkan. Toh dalam kenyataannya tidak jarang ditemukan, orang yang tidak berlatar belakang keguruan bisa 'lebih guru' daripada yang berlatar belakang keguruan. Ada pula yang berlatar belakang keguruan, tetapi sulit memiliki 'jiwa guru', yang ideal memang berpendidikan keguruan sekaligus berjiwa guru. Padahal menjadi guru di zaman sekarang tidak semakin gampang. Banyak tuntutan yang

No.8/Th. 5/Feb. 2016

menjadi beban, dari administratif, akademik, prestasi dan lain-lain, tetapi minus penghargaan. Salah sedikit saja dalam mendidik murid, orang tua dengan gampang melaporkan ke polisi. Padahal kalau ada banyak murid yang perilakunya menjengkelkan, guru tidak dapat melaporkan ke polisi. Sebaiknya para wali murid itu memahami betapa mendidik beragam anak itu tidak sederhana. Ketika guru, sekolah, wali murid dan negara sudah saling memahami dan saling menghargai (bukan saling menuntut), maka cita-cita terwujudnya pendidikan yang berkemajuan mudah menemukan titik terang. Pendidikan yang berkemajuan adalah pendidikan yang merupakan pengejawantahan pesan Al Qur'an surat al Baqarah ayat 257 : “Allah pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya�. Wujudnya adalah membebaskan dari kebodohan menuju kecerdasan, dari akhlaq tercela menjadi berakhlaq mulia, dari malas beribadah menjadi tekun beribadah, dari belajar dengan terpaksa menjadi belajar dengan bergembira dan seterusnya. Untuk pendidikan yang berkemajuan, maka tidak mungkin dikelola oleh guru, wali murid, sekolah dan negara yang partisi-

pasinya ala kadarnya. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur'an surat an Nisaa' ayat 9 yang artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir t e r h a d a p ( ke s e j a h t e r a a n ) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.� Mahfhum mukhalafah-nya, kita diperintahkan untuk mendidik generasi yang kuat agama dan kesejahteraannya. Metode yang disarankan adalah dengan menjadi teladan dalam ketaqwaan dan kejujuran. Keteladanan ini mutlak harus dimiliki oleh orang tua dan guru. Pendidikan menjadi timpang jika guru telah mendidik dengan seharusnya, tetapi anak tidak menemukan teladan di rumahnya.

Pendidikan yang berkemajuan adalah pendidikan yang merupa-kan pengejawantahan pesan Al Qur'an surat al Baqarah ayat 257


TAJUK

Sekolah Muhammadiyah sebagai pelopor pendidikan berkemajuan, diselenggarakan dengan membangun sinergi antara guru, wali murid, yayasan, masyarakat dan negara. Harus menjadi kesadaran bersama bahwa yang ingin diraih dari sekolah Muhammadiyah tidaklah semata-mata ilmu, tetapi 'ilmu yang amaliyah' dan 'amal yang ilmiah'. Mendidik murid tidak sekedar berpengetahuan luas dan mengerti Islam, tetapi juga berani menjadi pelopor dan teladan dalam mengamalkan ilmunya. Pendidikan Muhammadiyah (juga sangat bagus diterapkan dalam keluarga) mencakup tiga aspek sekaligus, yakni ta'lim, tarbiyah dan ta'dib. Ta'lim artinya usaha mencerdaskan otak atau mendidik intelektualnya, tarbiyah artinya mendidik perilaku yang benar, dan ta ' d i b a r t i nya p e n d i d i ka n memperhalus adab kesopanan. Masyarakat memandang bahwa guru Muhammadiyah (apapun statusnya) itu memiliki pemahaman dan pengamalan Islam yang lebih baik. Harus disadari bahwa predikat Muhammadiyah yang melekat itu adalah amanah dan sekaligus anugerah yang akan menjadi berkah atau musibah sangat bergantung pada ketulusan dan kesungguhan masing-masing. Guru Muhammadiyah setidaknya harus memiliki tiga keunggulan sekaligus, yakni unggul secara spiritual, unggul secara moral dan unggul secara sosial. Unggul secara spiritual berarti menjadi ahli ibadah, memahami ajaran Islam secara benar, menjadi teladan dalam mengamalkan Al Qur'an dan As Sunnah, serta tidak berhenti mengkaji sehingga dapat memperbaiki diri. Unggul secara moral berarti memiliki akhlaq yang mulia, sopan dalam pergaulan, menghargai

Mendidik murid tidak sekedar berpengetahuan luas dan mengerti Islam, tetapi juga berani menjadi pelopor dan teladan dalam mengamalkan ilmunya.

sesama, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, lisannya terpelihara, pakaiannya selalu menutup aurat, mengucap salam menjadi teladan dalam mentaati peraturan. Pendeknya, senantiasa meneladani akhlaq Nabi Muhammad SAW. Unggul secara sosial berarti berani mengambil inisiatif (peran) dalam pelaksanaan fardhu kifayah dalam masyarakat. Fardhu kifayah adalah kwajiban yang hanya dapat diselesaikan secara bersama. Hanya mereka yang punya skill dan terpanggil jiwanya saja yang mau terlibat dalam fardhu kifayah. Dengan demikian, guru Muhammadiyah haruslah berpengetahuan dan berwawasan luas sekaligus luwes dalam pergaulan sosial, dengan tetap memegang teguh prinsip kebenaran. Guru Muhammadiyah adalah ibarat kain putih, maka harus pandai dan serius dalam menjaga diri. Jangan membuka peluang orang untuk melihat kelemahan kita. Caranya, otomatis dengan meminimalkan kelemahan yang kita miliki. Oleh

karena itu, jadi guru Muhammadiyah itu yen wani aja wediwedi, yen wedi aja wani-wani (kalau berani tidak usah takuttakut, kalau takut tidak usah ikut). Menjadi guru Muhammadiyah jangan setengah-setengah, tetapi harus kaaffah (total)! Naluri atau jiwa Muhammadiyah itu adalah berjuang dan menjadi pelopor (bukan pengekor). Konsekuensi orang berjuang itu kudu wani ngrekasa dan sanggup berkorban. Dan resiko menjadi pelopor itu awalnya dipaido, diremehkan, dipandang aneh hingga diasingkan. Tradisi Muhammadiyah itu umumnya mirip dengan tradisi para Nabi, yakni awalnya dibenci tetapi akhirnya diikuti. Sekolah Muhammadiyah adalah pelopor p e n d i d i k a n b e r ke m a j u a n , sehingga harus bersiap diri dengan memiliki mental-mental tangguh tersebut. Sekolah dan guru Muhammadiyah harus selalu menemukan terobosan baru dalam memajukan pendidikan sesuai kebutuhan agar tidak tergilas oleh sejarah. Inovasi dan kreasi sangat diperlukan untuk meraih keunggulan yang fungsional, bukan untuk mengikuti trend atau selera zaman semata. Semua pihak harus bahumembahu membantu dan memberi semangat serta peluang kepada para guru Muhammadiyah untuk maju dan unggul dalam akademiknya, ibadahnya, akhlaqnya, wawasannya, kesakinahan keluarganya dan daya juangnya. Dengan memiliki keunggulan tersebut, para guru dapat berperan aktif menghidupi Muhammadiyah, sebagaimana wasiat KHA Dahlan : Hiduphidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah. Selamat Berjuang Guru Muhammadiyah! Allahu A'lam.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

13


ISI INTI

Guru Ideal Pembaca yang budiman, khususnya para guru (guru di rumah maupun di sekolah), kita bisa terinspirasi dari sebuah cerita, film atau buku, perjalanan tokoh bahkan orang-orang yang dikenal di sekitar kita. Dan dengan inspirasi tersebut mendorong kita untuk mencapai sesuatu. Memiliki ledakan semangat untuk mewujudkan keinginan dan impian kita. Inspirasi merupakan kata yang paling tepat bagi sesuatu yang dapat mempertahankan motivasi dalam jangka waktu sangat panjang.

14

Siapakah sosok atau figur yang menginspirasi hidup Anda? Tentunya ia adalah sosok yang kita idolakan. Setiap orang mungkin punya idola, yaitu seseorang yang telah memberikan inspirasi ataupun mengajarkan banyak hal dalam perjalanan hidup. Figur yang diidolakan atau diteladani bisa jadi membawa dampak sangat besar dalam kepribadian seseorang. Mempengaruhi cara ia berbicara, berpikir, bertindak, dan berperilaku. Lalu bagaimana dengan anak-anak atau siswa di sekolah? Kita tahu bahwa anak-anak mencari figur atau sosok untuk diteladani dan ditirunya. Hal yang paling mudah kita lihat misalnya, anak-anak yang mengidolakan seorang artis atau tokoh dalam sebuah film; lihat bagaimana ia berbicara dan berpakaian seperti artis atau tokoh dalam film tersebut. Meniru apa yang dilihat, dan didengarnya. Ingatlah pula asal dari kata “guru” itu. Singkatan kata bahasa Jawa) dari digugu lan ditiru. Yang berarti bahwa seorang guru yang kata-katanya dipatuhi dan perilakunya senan-tiasa dicontoh oleh anak-anaknya. Jika tidak bisa menjadi contoh bagi anak, hal ini bisa saja membuat “kecelakaan pendidikan” yang akan berdampak dalam jangka waktu yang panjang. Siswa bisa saja membenarkan perilaku

No.8/Th. 5/Feb. 2016

“menyimpang” itu. Jika sudah demikian, mengajarkan, mendidik, dan mendakwahkan kebatilan bisa saja dilakukan seorang guru. Na`udzubillaah…

Oleh Mustaqim, S.Pd.I., M.Pd

“Sesungguhnya yang paling baik di antara kamu adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya” (Al Hadits)

Sebaliknya, kita sering pula mengidolakan karakter atau perilaku seorang guru yang mengajarkan kita arti keikhlasan. Guru yang mendidik dengan hati dan menginspirasi. Mendidik atau mengajar bukan hanya dianggap bagian dari pekerjaan atau profesi tapi dimaknai sebagai pengabdian dan ibadah. Siswa bukan hanya sebagai objek tetapi insan seperti anak yang tidak hanya dididik tapi juga didoakan. Karenanya, profesi guru adalah sebuah amanah besar yang menggabungkan antara intelektual seseorang, spiritual, usaha, dan doa. Beberapa Tips untuk Menjadi Seorang Guru Ideal Mencoba mengingat-ingat kembali guru-guru luar biasa yang pernah kita temui dalam kehidupan kita sejak pertama kita bersekolah hingga kini. Kita mencoba memetik karakter yang mereka miliki sehingga begitu melekat pikiran siswa-siswanya dan menjadi sosok guru ideal, guru idola. Karakteristik-karakteristik itu kemudian disajikan dalam bentuk tips menjadi guru idola. Nah, ada beberapa tips yang mungkin dapat dicoba bila mindset Bapak dan Ibu Guru tentang guru idola sudah seperti tulisan di atas. Marilah kita uraikan satu per satu. Tips 1. Memiliki Kesabaran dalam Membimbing Siswa Semua guru idola memiliki kesabaran yang kuat dalam membimbing siswa. Ciri ini menjadi ciri utama. Saya pernah bertemu dengan seorang “mantan siswa nakal” yang kini telah mandiri dan cukup sukses dalam kehidupan di masyarakat. Ia menceritakan kepada saya bahwa ia bisa menjadi


ISI INTI

seperti sekarang karena seseorang telah berhasil membimbingnya. Orang itu bukan orang tuanya, tetapi gurunya. Guru idolanya. Ia menceritakan bagaimana sabarnya guru idolanya itu membimbingnya walaupun guru-guru lain justru cenderung menganggap ia sebagai sampah dan siswa bengal yang tak dapat lagi dibimbing. Tips 2. Tunjukkan Bahwa Guru Menghormati Siswa Sebagai individu siswa juga manusia, mereka individu yang perlu dihormati. Walaupun mereka mungkin masih anak-anak atau remaja yang belum dewasa, guru perlu menghargai mereka. Siswa tidak akan menghargai Anda sebagai guru apabila Anda tidak menghargai mereka. Tunjukkan bahwa Anda respek terhadap mereka setiap saat. Tips 3. Memahami Apa Tujuan Siswa dalam Berperilaku Beberapa siswa berperilaku buruk karena mempunyai tujuan tertentu. Pahami mengapa mereka berperilaku demikian. Apa tujuan mereka: ingin menunjukkan protes terhadap anda? Ingin memperoleh perhatian? Mengalami masalah dalam pergaulan di kelas? Mengalami masalah di rumah? Semua tindak-tanduk ada tujuan, jadi sekali lagi... Pahami! Dengan pemahaman akar masalah perilaku buruk siswa, guru akan dapat menentukan cara-cara yang dapat membantu mereka untuk kembali menjadi siswa yang berperilaku baik. Tips 4. Pedulilah kepada Setiap Siswa Setiap siswa punya masalah mereka masing-masing. Bahkan secara kelompok, mereka juga punya masalah di kelas. Pedulilah kepada permasalahan yang mereka alami. Dengan peduli kepada siswa anda dapat membantu meringankan atau bahkan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Selain itu, kepedulian juga bahkan dapat ditunjukkan melalui hal-hal yang sepele, seperti ketika seorang siswa

berpenampilan rapi dan bersih, Anda dapat memberikan pujian kecil untuknya.

Ide-ide dan masukan dari siswa dapat menjadi referensi yang sangat bagus untuk memperbaiki kelas dan pembelajaran Anda.

Tips 5. Jangan Meneriaki Siswa Banyak kejadian di kelas yang dapat membuat darah Anda mendidih. Berbekal kesabaran, Anda pasti dapat menaklukkannya. Ingat, jangan sesekali berteriak kepada mereka apalagi menumpahkan sumpah serapah. Mereka bisa merekam itu sebagai sesuatu yang negatif. Meneriaki siswa tidak akan menyelesaikan masalah dan justru akan membuat amarah Anda akan semakin memuncak. Tips 6. Dengarkan Siswa Anda Banyak hal di kelas dapat memunculkan pro-kontra hingga ide-ide baru tentang kelas Anda. Dengarkan siswa Anda apabila mereka berpendapat tentang kelas dan pembelajaran Anda. Ide-ide dan masukan dari siswa dapat menjadi referensi yang sangat bagus untuk memperbaiki kelas dan pembelajaran Anda. Seringkali mereka punya pemecahan masalah atau ide yang begitu brilian yang bahkan Anda sendiri tidak memikirkannya sebelumnya. T i p s 7 . J a n ga n M e n u n j u k ka n Kekuasaan Anda Sebagai Pemegang Kendali Kelas Guru memang manajer di dalam kelas. Akan tetapi biar bagaimanapun Anda bukanlah seorang bos yang bisa bertindak semaunya. Apalagi menunjukkan bahwa guru berkuasa dan dapat melakukan atau berbuat apa saja. Tidak ada guru otoriter dan mau enaknya sendiri yang disukai oleh siswa. Tips 8. Jadilah Guru dengan Sense of Humor Berbagai riset dilakukan di barat dan ternyata membuktikan bahwa guru ideal, bahkan menjadi idola adalah guru yang memiliki sense of humor yang baik. Guru yang berinteraksi dengan siswanya sesekali harus menggunakan humor. Perlu diketahui

No.8/Th. 5/Feb. 2016

15


ISI INTI

bahwa humor dapat mengakrabkan guru dengan siswa, membuat pembelajaran yang semula membawa siswa kepada ketegangan dapat kembali rileks. Tips 9. Jangan Menunjukkan Sikap Berlawanan dengan Harapan Siswa Siswa seringkali mempunyai harapan-harapan terhadap bagaimana Anda mengelola kelas dan pembelajaran. Oleh karena itu seorang guru perlu memperhatikan apa aspirasi dan harapan mereka. Dengan demikian selanjutnya guru akan dapat berusaha menunjukkan sikap yang tidak berlawanan dengan harapan mereka. Jikapun memang demikian maka guru

harus dapat memberikan alasan logis mengapa harapan-harapan siswa tidak dapat diwujudkan.

Guru ideal, bahkan menjadi idola adalah guru yang memiliki sense of humor yang baik.

Tips 10. Tunjukkan Bahwa Anda Selalu dalam Mood yang Bagus Tampil prima setiap saat di depan siswa Anda. Tunjukkan selalu bahwa Anda selalu dalam mood yang bagus. Dengan demikian, Anda akan selalu menjadi pribadi yang menarik, hangat, dan antusias. Kita semua pasti tahu, bahwa guru juga kadang mempunyai permasalahan yang harus dihadapi, akan tetapi selalulah berusaha untuk menunjukkan bahwa semua itu tidak m e m p e n ga r u h i A n d a . A p a p u n masalah yang sedang dihadapi, jangan bawa masuk ke dalam kelas dan ke hadapan siswa Anda.n

Talangan Haji

16

hanya dengan

2,5 jt porsi haji ditangan tunggu apa lagi...??!!

TABUNGAN HAJI LABBAIKA

Niatkan Haji Menuju Tanah Suci dengan Membuka Tabungan Haji Jl. Sarwo Edi No.33 Magelang (Depan DPRD Kota Magelang) Phone. (0293) 313094 HP. 081392981133

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Labbaika Kospin Jasa Syariah Magelang Jl. Singosari no. 27 Magelang No. Telp (0293) 366242


ISI INTI

Guru Inspiratif Oleh: Dr. Riana Mashar, M.Psi; Psi

Mendidik merupakan kemampuan untuk menyalakan api ketertarikan terhadap proses belajar, mendorong tumbuhnya bakat dan potensi siswa, serta menguatkan siswa untuk terus menjadi pribadi yang bertumbuh.

Sebagai guru adakah keinginan Bapak/Ibu untuk dikenang oleh siswa dan para alumni? Saya sendiri berperan sebagai dosen. Jauh dalam hati saya, saya memiliki keinginan untuk meninggalkan kenangan positif yang long lasting dalam diri para mahasiswa dan alumni saya. Keinginan itu secara tidak saya sadari mengarahkan saya untuk dapat dekat dan berinteraksi positif dengan mahasiswa. Penelitian kecil yang saya lakukan terhadap mahasiswa dan alumni menunjukkan bahwa ingatan kuat seorang siswa terhadap gurunya lebih banyak dikaitkan dengan kepribadian guru dibanding materi yang diajarkan. Ingatan jangka panjang siswa tersebut merupakan modal bagi kita sebagai guru untuk memberi warna dan fondasi bagi keberhasilan dan masa depan siswa kita. Ingatan yang paling melekat dalam diri siswa sebagian besar terkait dengan pengalaman belajar yang penuh muatan emosional bersama gurunya, baik pengalaman dengan emosi negatif ataupun emosi positif. Andrea Hirata penulis novel best seller Laskar Pelangi misalnya, ia mengingat figur Ibu Muslimah di SD dan guru sejarahnya di SMA yang telah memberi inspirasi dan membangkitkan raksasa dalam dirinya untuk bermimpi besar. Ingatan Andre Hirata kepada kedua guru tersebut bukan karena ia mengingat materi-materi yang diajarkan, namun lebih karena mengingat sosok mereka yang memberikan sentuhan emosional begitu mendalam pada diri Andrea Hirata. Sentuhan emosional itulah yang membangkitkan Andrea Hirata untuk mengoptimalkan berbagai potensi yang dimilikinya. Guru menjadi figur sentral keberhasilan proses pendidikan. Peran guru akan menjadi salah satu faktor penting untuk mencetak siswa berhasil atau gagal. Hal ini menyebabkan sebagian guru menganggap indikator keberhasilan sebagai guru hanya dikaitkan dengan seberapa banyak materi yang dapat diajarkan kepada siswa dan seberapa tinggi nilai yang dicapai siswa. Sejatinya guru

adalah sebuah profesi yang tidak hanya sekedar mengajar tapi juga mendidik. Pengajar yang sukses membutuhkan kompetensi peadogogis, profesional, kepribadian, dan sosial. Namun kemampuan pengajar untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, ijazah, dan pengalaman sebagai guru saja tidak secara otomatis membuat seorang guru dapat menjadi pendidik yang inspiratif. Kesibukan guru mengajar sering kali menyebabkan guru terlena dan lupa dengan tugasnya sebagai pendidik. Mengajar lebih fokus pada proses kognitif saja sedangkan mendidik merupakan kemampuan untuk menyalakan api ketertarikan terhadap proses belajar, mendorong tumbuhnya bakat dan potensi siswa, serta menguatkan siswa untuk terus menjadi pribadi yang bertumbuh. Kapankah kita dapat dikatakan sebagai guru yang inspiratif? Menjadi pendidik yang inspiratif akan mengarahkan guru untuk bertindak tidak hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi yang lebih penting dari hal tersebut adalah kemampuannya untuk membuat proses belajar mengajar menjadi proses yang penuh makna (meaningful) baik bagi siswa maupun guru itu sendiri. Proses mendidik akan memberi manfaat timbal balik (reciprocal). Guru dan siswa akan sama-sama memperoleh sebuah makna penting dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Dalam buku Aplikasi Ilmu Psikologi Positif dinyatakan bahwa menjadi guru inspiratif berarti menjadi guru yang memberikan stimulus mental kepada siswa. Stimulus mental tersebut berdampak kuat terhadap pemahaman siswa karena melibatkan banyak emosi positif dalam proses pembelajaran. Terdapat beberapa syarat untuk menjadi guru yang berperan sebagai pendidik inspiratif. Saya akan mencoba menguraikannya berdasar makna

No.8/Th. 5/Feb. 2016

17


ISI INTI

huruf dalam kata INSPIRATIF tersebut.

18

1. I: integrity Integrity merupakan suatu sikap mental yang akan mengarahkan kita sebagai pribadi yang tidak berpamrih atau pribadi yang nothing to lose dalam bertindak. Integrity means consistenly doing what is right, even when it would be easier to do something that is personally more benefisial and choosing to do the right thing, even when no one is looking (Lumpkin, 2008). Dari persepsi agama, saya mengartikan integrity sebagai ikhlas dan ikhsan. Orang yang memiliki integritas tinggi akan melakukan apa yang harus dilakukan tanpa pamrih. Guru yang memiliki integritas tinggi akan menunjukkan hasil berupa program-program akademik yang berkualitas dan menghasilkan pengalaman belajar yang positif. Dalam integritas terkandung kejujuran, kemampuan untuk dapat dipercaya, dan tanggung jawab. 2. N: nonjudgemental, genuine warmth, and empathy Kunci keberhasilan guru inspiratif terletak pada

No.8/Th. 5/Feb. 2016

kemampuannya dalam menjalin hubungan yang dilandasi dengan unconditioning positive regard (penghargaan yang tidak bersyarat). Suatu hubungan positif yang menekankan pada adanya penghargaan tanpa syarat akan menuntun kita sebagai orang dewasa (guru) untuk menghargai setiap siswa dengan a p a a d a ny a , t a n p a h a r u s memberikan syarat-syarat agar mereka dapat memperoleh penghargaan atau perhatian kita. Tidak perlu ada kata “Bu Guru bangga karena kalian sholih� atau “Pak Guru senang dengan kalian karena kalian anak pintar�. Kata-kata tersebut menguatkan adanya syarat dalam penerimaan guru. Guru hanya akan bangga dan senang jika murid-muridnya memenuhi syarat sebagai anak sholih dan pintar. Jika tidak, maka rasa bangga dan senang guru akan hilang. Hal ini akan mengajarkan kepada siswa untuk tidak merasa berharga dan dapat dibanggakan jika mereka tidak sholih dan tidak pintar. Padahal Allah saja sudah berfirman bahwa tidaklah Ia ciptakan manusia, kecuali dalam sebaik-baik bentuk. Kita memberikan perhatian tidak h a nya ke p a d a s i s wa ya n g berprestasi tetapi juga memberi

perhatian yang tulus kepada siswa yang walau tidak berprestasi tetapi telah survive dalam kehidupan mereka. Anakanak yang tetap bertahan walau dibesarkan dalam kondisi rumah yang tidak kondusif misalnya, mereka membutuhkan penghargaan tidak melulu terhadap prestasi mereka tapi juga pada kemampuan diri mereka untuk melalui masamasa sulitnya. Guru dengan kemampuan ini akan memiliki keluasan hati untuk selalu memberi maaf dan memahami setiap siswa, sehingga akan terjalin hubungan positif yang menjadi wahana penciptaan lingkungan belajar yang positif pula bagi setiap siswa.

3. S: sensitive, supportive, and skillful Guru yang inspiratif memiliki kepekaan yang tinggi terhadap situasi yang dialami siswa di kelas. Kepekaan guru ini akan membantunya untuk segera menemukan strategi yang tepat dalam menyampaikan proses KBM. Sepuluh sampai lima belas menit terbuang untuk energizer atau ice breaking jauh lebih berharga dibanding satu jam mengajar dengan kondisi semua siswa dalam keadaan tertekan, bosan, dan diam namun pikiran mereka sibuk sendiri dengan doa agar guru segera mengakhiri pembelajaran. Kepekaan yang dimiliki guru juga akan membantu guru untuk dapat menemukan cara-cara yang tepat dalam memberi support/dukungan bagi setiap siswa. Guru yang peka akan memahami bagaimana memperlakukan masing-masing siswanya dengan tepat. Ketrampilannya dalam mengelola kelas, mengatasi perilaku anak, menyampaikan tujuan pembelajaran dengan jelas, memiliki harapan yang tinggi bagi


ISI INTI

siswa-siswanya untuk dapat mencapai tujuan belajar, serta kemampuannya dalam mengajukan pertanyaan, dan memberi umpan balik positif bagi siswa akan sangat membantu guru untuk mengoptimalkan potensi para siswa.

4. P: promote positive learning and positive relationship Guru inspiratif identik dengan g u r u y a n g d a p a t m e n y e l e n g g a ra k a n p r o s e s pembelajaran dengan cara yang menyenangkan dan m e n ga sy i k ka n b a g i s i s wa siswanya. Jika guru memiliki persepsi dan keyakinan bahwa siswa itu menyenangkan, merupakan lahan ibadah, dan belajar bagi guru, maka secara otomatis guru akan dengan mudah menjalin hubungan positif dengan siswa. Sebaliknya, jika guru memandang siswa hanya sebagai beban dan target menuntaskan jam belajar agar dapat memenuhi tunjangan sertifikasi guru, maka akan lebih banyak beban yang terdapat dalam diri guru selama proses mengajar. 5. I: intelligent Kecerdasan menjadi syarat mutlak sebagai guru. Kecerdasan dalam hal ini tidak hanya bermakna kecerdasan secara kognitif namun kecerdasan dalam beragam bentuk seperti yang dimaksud oleh Howard Gardner. Setiap sekolah idealnya memiliki guru yang berkecerdasan jamak, tidak melulu guru yang cerdas secara kognitif saja. Figur-figur beragam kecerdasan guru akan m e m b a n t u s i s w a mengidentifikasikan dirinya s e s u a i d e n ga n j e n i s - j e n i s kecerdasan yang dimiliki. 6. R: respect for the students Sebagaimana telah saya ungkapkan sebelumnya bahwa

penghargaan kepada setiap siswa menjadi syarat mutlak bagi g u r u ya n g i n s p i rat i f. Penghargaan ini akan dengan mudah diberikan oleh guru baik dalam bentuk penghargaan verbal maupun tindakan. 7. A: accurate responsibility Tanggung jawab menjadi salah satu nilai karakter yang mudah dikatakan namun tidak selalu mudah untuk dilaksanakan. Tanggung jawab dalam hal ini meliputi tanggung jawab guru baik secara pribadi maupun sosial. Guru yang bertanggung j a wa b a ka n s e l a l u b e ra n i m e n ga k u i ke s a l a h a n a t a u kelemahan yang dimiliki baik dihadapan sesama guru, siswa, atau orang tua. Guru yang bertanggung jawab memiliki kemampuan untuk menyadari setiap tindakan yang dilakukan dan bersedia menerima semua konsekuensi dari tindakannya. 8. T: trust Kemampuan untuk dapat dipercaya merupakan salah satu indikator penting pula bagi s e o r a n g g u r u i n s p i r a t i f. Kemampuan ini akan membuat orang lain baik siswa, orang tua, maupun rekan sesama guru merasa aman untuk berada di dekatnya. Guru yang dapat dipercaya juga selalu mampu menjaga kerahasiaan masingmasing siswa ketika mereka mencurahkan beragam permasalahan mereka.

9. I: inovation and continues improvement Di era yang tanpa batas dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat seperti saat ini, setiap siswa dapat mengakses informasi melalui berbagai media elektronik kapan saja dan di mana saja. Selama 24 jam siswa dapat mengakses sumber ilmu dan informasi dalam waktu yang

relatif singkat dengan jumlah materi yang tidak terbatas. Perubahan ilmu yang begitu pesat menuntut kita sebagai guru untuk memberi bekal cara belajar yang tepat bagi siswa kita. Bukan lagi hanya terkait dengan isi materi.Kondisi ini membuat kita harus terus mampu melakukan inovasi dan improvisasi sesuai dengan keadaan sehingga kita tidak dianggap kadaluarsa dan ditinggalkan jaman. Terdapat tiga “mata pelajaran utama� yang perlu kita ajarkan kepada siswa untuk terus mengikuti perkembangan jaman, yakni mata pelajaran tentang cara belajar, cara berpikir, dan cara mengelola masa depan diri sendiri (Dyden dan Vos, 2003). Ketiga cara belajar ini diberikan terintegrasi dalam setiap pelajaran yang ada.

10. F: fairness Fa i r n e s s a t a u ke a d i l a n merupakan kemampuan guru untuk mampu bersikap adil kepada setiap siswa. Guru yang adil akan memberikan rasa aman dan kepercayaan. Keadilan ini membantu guru bersikap obyektif baik dalam pemberian nilai, perlakuan, dan tindakan kepada siswa. Kesepuluh indikator sebagai guru inspiratif tersebut tidak kita miliki sebagai bawaan lahir atau anugerah yang datang dengan sendirinya. Semua ini merupakan bagian kepribadian dan kemampuan yang dapat kita peroleh dengan latihan dan proses belajar yang terus menerus. Selamat berproses dan tetap semangat... Allah selalu memberikan keberhasilan bagi siapa saja yang bersungguhsungguh... mari rapatkan barisan menjadi figur-figur pendidik yang sukses untuk selalu lebih baik dari kemarin. Salam pribadi bertumbuh...!n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

19


ISI INTI

Be A 21 Century Teacher ‌ st

Oleh: Kussariyani, SP

20

Munculnya laptop yang sangat memudahkan penggunaan komputer disusul dengan munculnya gadget-gadget lain yang tidak kalah canggih membuat semuanya menjadi sangat mudah, dan tidak berbatas dalam segala hal.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Tanpa terasa kita sudah memasuki era abad 21 yang ditandai dengan semakin ca n g g i h nya i n fo r m a s i d a n telekomunikasi. Munculnya laptop ya n g s a n gat m e m u d a h ka n penggunaan komputer disusul dengan munculnya gadget-gadget lain yang tidak kalah canggih membuat semuanya menjadi sangat mudah, dan tidak berbatas dalam segala hal. Begitu juga dalam dunia pendidikan, alat-alat informasi dan telekomunikasi yang canggih tersebut memunculkan banyak perubahan. Laptop, handphone, tablet, i-pod sudah menjadi sesuatu yang “biasa� bagi m u r i d - m u r i d k i ta , b a h ka n terkadang apa yang mereka gunakan dan mereka ketahui lebih banyak dari yang gurunya miliki. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk bisa menjadi guru abad 21 yang sesuai dengan tuntutan zaman? Sesuai judul di atas, mari kita coba untuk mengidentifikasi seperti apa sih karakteristik guru-guru abad 21 itu? Sebelum membahas tentang karakteristik guru abad 21, coba kita pelajari dahulu seperti apa sih 21 th Century Education atau pendidikan abad 21 itu, karena keberadaan kita sebagai seorang guru pastilah tidak terlepas dari sistem atau kondisi pendidikan yang ada. Saya jadi teringat bahwa saya pernah mengikuti In Country Tr a i n i n g P r o g r a m m e f o r Indonesian Primary Science Teachers yang dilaksanakan di Yo g y a ka r t a t a n g ga l 1 8 - 2 2 November 2013. Program ini adalah salah satu kegiatan yang

diprakarsai oleh SEAMEO-RECSAM (Southeast Asian Ministers of Education Organization-Regional Centre for Education in Science and Mathematics) yang berpusat di Penang, Malaysia. Salah seorang narasumber yaitu Mr. Dominador Dizon Mangao atau sering dipanggil Mr. Dom yang berasal dari Filipina memberikan sebuah materi yang sangat menarik yaitu 21st Century Education. Mr. Dom menjabarkan bahwa pendidikan abad 21 memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Pembelajaran dengan model penemuan (Discovery learning) 2. Pembelajaran untuk belajar (Learning to learn) 3. Didasarkan pada keluaran (Outcame-based) 4. Dikembangkan atas dasar pengetahuan dan kemampuan siswa (What student know and they can do) 5. P e m b e l a j a r a n b e r b a s i s penelitian (Research-based) 6. Pembelajaran aktif (Active learning) 7. A d a n y a k o l a b o r a s i (Collaboration learning) 8. Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) 9. Memberikan ruang untuk kebebasan siswa (Great deal of student freedom) 10.Kurkulum yang terintegrasi (Integrated curriculum) 11.Harapan yang tinggi (High expectations) 12.Pendengar yang lebih luas (Worldwide audience) 13.Kurikulum yang mengakomodasi minat dan bakat siswa (Curriculum being connected


ISI INTI

dengan siswa, dengan sesama guru dan dengan atasan/ pimpinan untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif. Selain itu guru juga harus bisa mengkolaborasikan segala kemampuan yang dimiliki dengan materi, metode, strategi dan sarana belajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berhasil dengan maksimal.

to the student's interest, experiences, and talents) Ciri-ciri pendidikan abad 21 ini sangatlah berbeda dengan pendidikan abad 20 yang dahulu kita dapatkan dari bangku sekolah. Dahulu belajar di sekolah lebih banyak didominasi dengan penyelesaian materi secara textbook, penuh hafalan, tidak ada kebebasan bagi siswa untuk berekspresi, dan guru adalah pusat dan hakim (judge) dalam proses pembelajaran. Pendidikan abad 21 menuntut peran yang harus dilakukan oleh guru seperti yang ditunjukkan bagan di bawah ini :

4. The Risk Taker (pengambil risiko) Bukan hanya seorang pengusaha yang harus berani mengambil resiko, tetapi seorang guru pun harus juga berani mengambil resiko. Maksudnya guru harus berani mengambil resiko untuk mencoba sesuatu yang baru baik itu berupa materi, metode, strategi ataupun sarana belajar. Berani mengambil resiko juga berarti guru tidak boleh menyerah dalam menyampaikan ilmu.

1. The adaptor (pengadopsi) Guru harus menjadi seorang pengadopsi yang baik, artinya bisa mengadopsi atau menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan menuangkannya dalam bahan ajar yang sesuai. Selain itu guru juga harus dapat mengadopsi sesuatu yang baru berupa teknologi (software dan hardware) pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

dengan ilmu dan keterampilan yang maksimal. Pendidikan abad 21 mengisyaratkan anak didik harus memiliki kemampuan 4 C yaitu: communication (berkomunikasi), collaboration (berkolaborasi), critical thinking (berpikir kritis), and creativity (kreatif). Keempat kemampuan tersebut akan tercapai secara maksimal bila guru memiliki visi yang jelas.

2. The Visionary (berpandangan jauh ke depan) Murid-murid kita adalah pemilik masa depan yang penuh dengan tantangan yang jauh lebih berat, maka kita sebagai guru harus mempersiapkan mereka

3. T h e C o l l a b o r a t o r (kolaborator) Guru harus bisa menjadi orang yang bisa berkolaborasi atau bekerjasma dengan orang l a i n . B e r ko l a b o ra s i d a p a t dilakukan dengan siapa saja,

5. The Learner (pembelajar) Guru harus terus belajar dan memperbanyak pengalaman untuk memperkaya pengetahuan yang dimiliki. Semboyan long life education (belajar sepanjang hayat) hendaknya menjadi semangat untuk terus belajar karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Belajar bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja, bahkan dari anak didik kita sekalipun. 6. T h e C o m m u n i c a t o r (komunikator) Menjadi komunikator yang baik sangat diperlukan oleh seorang guru terutama untuk menyampaikan pelajaran kepada anak didiknya supaya materi dapat dipahami dengan baik. Kemampuan berkomunikasi juga berguna untuk memfasilitasi, menstimulasi, mengontrol, dan mengatur anak didik saat

No.8/Th. 5/Feb. 2016

21


ISI INTI

pelajaran berlangsung. Kemampuan berkomunikasi ini akan berbanding lurus dengan kemampuan berkolaborasi, sehingga guru yang mampu berkomunikasi dengan baik juga akan mampu berkolaborasi dengan baik juga. 7.

22

The Model (model atau panutan)

Guru harus menjadi model atau teladan bagi anak didiknya. Apa yang kita harapkan dari anak didik kita harus kita contohkan terlebih dahulu. Misalnya kita menginginkan siswa kita menjadi orang yang toleran, maka kita pun harus memberikan contoh perilaku toleran kepada siswa. Dalam hal ini bolehlah kita mencontoh bagaimana sang teladan utama Rasulullah Saw mendidik sahabat-sahabatnya melaui contoh langsung (uswatun khasanah) tanpa banyak kata dan tanpa paksaan. Hasilnya, sejarah mencatat dengan tinta emas bagaimana sahabat-sahabat Rasulullah Saw tumbuh menjadi pejuang-pejuang Islam sejati yang mampu membuktikan kapasitas keilmuan dan keagamaan mereka kepada dunia. 8. The Leader (pemimpin) Terakhir, peran sebagai pemimpin yang baik harus dilakukan guru di dalam kelas. Bagaimanapun keadaannya, guru adalah pemimpin bagi anak didiknya saat pembelajaran

Satu hal yang tidak dapat ditinggalkan oleh seorang guru sampai kapan pun, yaitu “mengajar dengan hati”.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

berlangsung. Gurulah yang berhak mengatur jalannya pembelajaran tanpa mengesampingkan keberadaan anak didiknya. Guru memimpin anak didiknya untuk belajar, untuk bertanya, untuk menemukan sesuatu yang baru. Di luar kedelapan hal tersebut di atas, menurut saya ada satu hal yang tidak dapat ditinggalkan oleh seorang guru sampai kapan pun, yaitu “mengajar dengan hati”. Maksudnya, segala aktivitas mengajar kita sebagai seorang guru di sekolah haruslah lahir dari dalam hati. Semua yang kita lakukan sebagai seorang guru hendaknya didasari dengan niat dari dalam hati dan disertai dengan keikhlasan. Sadar bahwa mengajar adalah tugas mulia untuk mencerdaskan tunas-tunas bangsa, bukan sekedar menjalankan tugas karena tuntutan kita sebagai seorang guru apalagi karena sekedar ingin mendapatkan gaji. Mengajar dengan hati, dengan ikhlas akan melahirkan semangat yang luar biasa dalam diri kita untuk senantiasa memberikan yang terbaik untuk anak didik kita dan secara ajaib akan memberikan nuansa yang sangat berbeda

pada proses pembelajaran di kelas. Semua yang kita lakukan saat mengajar, bila kita lakukan dengan sepenuh hati akan membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan saat memberikan hukuman (punishment) sekalipun, bila dilakukan dengan “hati” maka anak didik akan dapat menerima bahwa yang kita lakukan adalah sebagai sebuah bentuk kasih sayang kita kepada mereka, bukan karena kita membenci mereka. Bagaimana, teman-teman guru yang hebat…sulit atau tidak menjadi guru abad 21? Semuanya kembali kepada diri kita masingmasing. Bila kita ingin menjadi sosok guru abad 21 yang berkompeten, tentunya kita harus mampu melaksanakan peran-peran tersebut di atas dengan baik. Tidak ada yang sulit kalau kita mau berusaha, tidak ada yang tidak mungkin kalau kita yakin. Saya yakin semua guru di SD Mutual ini pasti mampu menjadi sosok guru abad 21 yang sama-sama kita impikan. Terakhir, marilah kita berikan yang terbaik yang kita punya untuk kemajuan SD Mutual tercinta ini. Be a 21th century teachers? Yes, we will…n


n

ISI INTI

Intelligent Mindset Oleh: Wati Prihayanti, S.Ag., M.Pd.

“J i ka s e s e o ra n g i n g i n mendapatkan hasil panen setelah 3 bulan maka tanamlah jagung. Namun, jagung itu akan habis dijual atau dikonsumsi dalam kurun waktu seperti halnya ketika jagung itu ditanam. Jika ingin memanen dalam hitungan tahun maka tanamlah pohon, namun lama waktu menanamnya akan tetapi cepat habisnya tanpa bekas. Uniknya, ada sebuah bibit atau tanaman yang jika ditanam akan memberikan hasil panen selamanya setelah kita memanennya. Bibit itu bernama pendidikan yang ditanam dalam diri manusia. Hasil panennya yang baik ibarat manusia yang telah siap untuk memberikan perubahan pada dirinya bahkan dunia. Hasil panen tanaman itu, yaitu manusia akan selalu memberikan hasil-hasil yang baik dan positif jika telah ditanam pada dirinya pendidikan yang baik pula.” Kutipan di atas berasal dari mantan Presiden RI pertama Ir. Soekarno tentang pendidikan. Hasil renungan Bung Karno kala itu sungguh dalam dan mampu membuka mata akan pentingnya peran dan arti pendidikan bagi kemajuan setiap bangsa di dunia. Pendidikan merupakan roda utama penggerak kemajuan bangsa sehingga para penggagas kemerdekaan dahulu merumuskan paragraf ketiga pembukaan UUD 1945 bahwa tujuan negara “ M e n c e rd a s ka n ke h i d u p a n bangsa”. Tugas utama guru tidak hanya mengajar namun mendidik siswa agar pandai. Pandai dalam hal

akademik? Ya, tentu saja. Apakah cukup akademik saja? Apakah guru, cukup menstransfer ilmu (transfer of knowledge) yang dimilikinya kepada muridnya sehingga mendapatkan nilai-nilai yang fantastis melebihi KKM atau lulus dari Ujian Nasional? Tentu saja tidak. Beberapa orang tua sedih bahkan marah jika anaknya mendapat nilai di bawah KKM atau di bawah teman-temannya. Sebuah percakapan singkat namun menarik. “Mama malu jika

nilaimu seperti ini. Apalagi kalah dengan si B.” “Mama, nilai ulangan kakak 85.” Jawaban spontan mama, “lho, kok enggak 100?” Si kakak terbengong dan menunduk. Pe r u b a h a n s i ka p ka ka k tersebut kadang tidak disadari sang mama. Tak jarang juga, guru membicarakan bagaimana si A dalam menyelesaikan soal yang diberikan, sehingga nilai yang diperoleh jauh dari harapan guru. Kecewa pastinya. Apa yang dirasakan orang tua dan guru sangatlah wajar. Namun, jika berlarut-larut dan menjadi penyesalan yang tak kunjung

selesai, itu yang perlu diubah. Manusia senantiasa berproses dan lekat dengan perubahan. Berbicara tentang guru, orang tua juga sebagai seorang guru yang mendidik di rumah. Secara emosional dan hati jelas lebih dekat dibanding guru di sekolah. Orang tua, terutama ibu menjadi guru pertama dalam pendidikan di rumah. Image guru sangat lekat dengan perubahan dan melahirkan transformasi/ metamorfosis utamanya bagi peserta didik. Tugas guru yang utama adalah mengembangkan segala potensi manusia seutuhnya/developing people. Peran guru dan orang tua sama pentingnya dalam mencerdaskan serta mempersiapkan masa depan anak. Mencermati apa yang disampaikan Bapak H.D. Iriyanto dalam bukunya “Learning Metamorphosis Hebatnya Guru Dahsyatnya Muridnya” Menjadi kajian hangat bagaimana caranya kita mampu mengubah mindset tentang proses hingga hasil akhir dari pembelajaran yang didapat siswa. Sebuah cerita dari seorang guru ya n g wa k t u s e ko l a h ka m i mengadakan kegiatan outbound d e n ga n m e n ge n d a ra i t r u k tentara. Guru ikut mendampingi berdiri di truk yang terdapat kursi namun sudah dipenuhi siswa. Dari sekian anak yang ikut ada satu anak yang mengatakan, “Bu Inggrit duduk sini Bu,” sambil si anak berdiri mempersilakan duduk gurunya. Mendengar hal itu, kagetlah sang guru. Anak ini bukanlah anak yang selalu men-

No.8/Th. 5/Feb. 2016

23


ISI INTI

24

dapat nilai bagus, dia termasuk anak yang sering diceritakan guru karena keunikannya. Sedangkan anak yang lain dengan santainya tetap duduk dan hanya melihat. Merujuk pada kasus di atas menunjukkan bahwa kepintaran atau kecerdasan akademis itu bukan segalanya, bukan satusatunya yang mengantarkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup di masa depan. Kecerdasan akademik menurut H.D. Iriyanto identik dengan kecerdasan konvesional yang terpusat pada sebuah nilai. Diakui atau tidak selama ini kita masih menomersatukan hasil belajar pada sebuah value atau nilai. Tidaklah benar jika kita juga tidak mulai menghargai hal lain yang ternyata bakat dan bermanfaat untuk bekal anak kelak. Ada beberapa kecerdasan yang perlu kita ketahui dan pahami, bahwa kecerdasan ini juga tidak kalah penting yaitu, kecerdasan sukses dan kecerdasan majemuk. Menurut Sternberg dan Grigorenko kecerdasan sukses adalah sekumpulan t e r p a d u y a n g d i b u t u h ka n seseorang untuk mencapai kesuksesan hidup, terlepas bagaimana sesorang mengartikan kesuksesan itu, dalam konteks sosio-kultural.

Successfull intelligence menurut mereka adalah orang yang mengenali kelemahan, kekuatan dalam waktu yang sama serta mampu menemukan cara untuk mereduksi kelemahan-kelemahan tersebut. Sedangkan Iriyanto memaknai kesuksesan itu cakap religi-sosio-kultural. Kesuksesan yang terakhir ini yang dikembangkan guru SD Mutual dengan menggarap religi untuk para siswa, pendekatan keagamaan melalui berbagai ibadah wajib maupun sunah antara lain salat dhuhur, dhuha, ashar, puasa Senin Kamis, dan salat tahajud yang terkontrol di sini. Secara sosial, anak-anak dilatih untuk berderma membantu teman yang sakit melalui gerakan infaq. Kesuksesan majemuk atau multiple intelligence dapat berupa kecedasan fisik, musikal, linguistik, visual, dll. Setiap anak memiliki kombinasi kepandaian yang berbeda. Kepandaian ini tidak menghasilkan value tersurat dalam hasil belajar yang kadang dijadikan acuan dalam peringkat. Kemampuan anak dalam bidang musik misalnya, berarti juga menunjukkan bahwa siswa ini mampu mengharmoninisasikan dirinya dengan nada dan alat musik.

Guru harus membuat rubrikasi terstruktur yang digunakan dasar untuk penilaian mereka. Penilaian di sini dapat dimasukkan sebagai tambahan nilai pada mata pelajaran yang mendukung. Tidak semata hanya pada hasil ujian tertulis saja. Oleh karena itu, semua kelebihan dan keunikan anak terekam dalam catatan guru. Kegalauan orang tua dan perhatian yang masih tersentral pada satu nilai perlu diubah dengan cara memahami serta mencari bakat dan kelebihan apa yang dimiliki buah hatinya, sehingga dapat diarahkan dan dikembangkan. Memfasilitasi mereka sesuai dengan kemampuan “uniknya� adalah jalan terbaik agar anak bisa beraktualisasi diri. Pondasi religi yang kuat akan membentuk karakter mendalam bagi siswa untuk hari ke depan. Dapat saya katakan, pondasi ini lebih utama dibandingkan yang lain. Tentu saja, kita ingin mempunyai anak yang cerdas tapi didukung agama yang kuat, “Cerdas Akademik serta Cerdas Spiritualnya�. Mari, menanam pendidikan kepada buah hati kita d e n ga n ra m u a n ya n g p a s sehingga kita memiliki generasi penerus yang cakap ilmu dunia dan akhirat. Bismillah.n

PESAN IKLAN MUTUALISTA HUBUNGI Oki Yanuar mutualista.sch@gmail.com atau 0293 - 314181

No.8/Th. 5/Feb. 2016


SEKOLAH

Estafet Kepemimpinan

SD Mutual

25

Oleh: Sigit Kurniawan, M.Pd

Pergantian kepemimpinan untuk kemajuan dan perkembangan organisasi adalah suatu hal yang lumrah dan wajar.

Pergantian kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah suatu hal yang wajar dan lumrah. Pasalnya setiap manusia memiliki titik puncak atau klimaks dalam sebuah kepemimpinan. Pemimpin kadang akan menjadi tirani ketika harus dipaksakan memimpin terlalu lama. Bahkan akan ada kecenderungan terjadi pergerakan yang hanya jalan di tempat. Kejadian inilah yang tidak mungkin diinginkan oleh semua organisasi termasuk lembaga pendidikan di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. Semua organisasi pasti menginginkan perkembangan yang signifikan dalam organisasinya dan mereka tidak akan mengijinkan sedikit pun jika ada orang yang berusaha memundurkan pergerakan organisasi tersebut. Tentu kejadian di atas tidak hanya dalam satu organisasi saja namun hampir semua organisasi

tentu mengalami reformasi kepemimpinan. Tidak terkecuali kepemimpinan yang ada di SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang. Tepat pada tanggal 1 Juli 2015 telah dilangsungkan prosesi pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab). Dalam acara tersebut Bapak H. Salamun, S.Ag.,M.Pd.I juga menyampaikan Buku Memori Sewindu Memimpin SD Mutual sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban tertulis. Pelantikan kepala sekolah yang baru, dilaksanakan oleh Bp. KH. Djam'an Muhyiddin Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Magelang. Dalam proses peralihan Kepemimpinan di SD Muhammadiyah 1 Kota Magelang (SD Mutual), tentu bukan perkara yang mudah, karena beban yang diserahterimakan sangatlah besar, sehingga diperlukan sosok yang memang

No.8/Th. 5/Feb. 2016


SEKOLAH

dipandang benar-benar mampu melanjutkan perjuangan dalam memajukan SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang. Perjuangan yang sudah diawali oleh Drs. Muchroji sebagai kepala sekolah yang telah meletakkan dasardasar dan konsep pengembangan SD Mutual. Kemudian dilanjutkan dan dikuatkan oleh H. Salamun, S.Ag.,M.Pd.I (sebagai kepala sekolah demisioner) memang tidaklah mudah, memerlukan perjuangan yang sangat panjang. Sebuah perjuangan yang diawali dari nol sampai SD Mutual menjadi sekolah yang banyak dikenal oleh masyarakat luas dan menjadi rujukan study banding, khususnya sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jawa Tengah sekarang ini. 26

Selama 8,5 tahun H. Salamun, S.Ag.,M.Pd.I beserta jajaran guru/karyawan yang hebat dan penuh semangat berusaha mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, dan kemampuannya untuk membesarkan SD Mutual. Karena memang awalnya SD Mutual bukanlah sekolah yang sudah maju, melainkan sekolah yang memiliki fasilitas yang sangat minim dengan jumlah siswa yang sangat sedikit. Sungguh kondisi sangat memprihatinkan, akan tetapi justru hal inilah yang dapat memompa semangat team work dalam memajukan SD Mutual. Perjuangan sudah pasti memerlukan pengorbanan. Seperti halnya yang dilakukan team work SD Mutual yang di komandani oleh H. Salamun, S.Ag.,M.Pd.I. Mereka senantiasa meluangkan waktu satu persatu silaturahmi ke TK/RA/Play Group mencari calon siswa baru. Bahkan setelah merekrut siswa baru, mereka lantas memberikan berbagai

No.8/Th. 5/Feb. 2016

layanan prima seperti antar jemput dan lain sebagainya. Usaha yang didasari dengan keikhlasan tentu akan membuahkan hasil yang manis. Upaya yang dilakukan oleh H. Salamun, S.Ag.,M.Pd.I dan kawan-kawan ini tidak sia-sia. Ketika SD Mutual memiliki program layanan prima semi full day dengan berbagai macam terobosan dan inovasi, grafik pertumbuhan jumlah murid SD Mutual senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Selama 8,5 tahun memimpin setidaknya hasil yang bisa dilihat hingga tahun 2015 ini, siswa SD Mutual mencapai 825 siswa. Tenaga Pendidik dan Kependidikan berjumlah sekitar 55 orang sedangkan aset yang dimiliki sudah mencapai milyaran. Untuk itu sosok yang tangguh, ulet, pekerja keras tanpa lelah, pemikir besar, rela mengorbankan tenaga dan waktunya untuk sekolah, mampu bertahan dan berdaya saing dengan adanya kompetitor yang kian banyak dan hebat, selalu berinovasi, memiliki loyalitas terhadap Muhammadiyah, berpikir jangka panjang, serta mampu menjadi leader untuk sekolah, itulah kinerja pemimpin yang pantas menjadi pengganti Kepala SD Mutual. Tentu sangat sulit mencari seseorang dengan tipologi tersebut. Kalaupun tidak ada, minimal memiliki tekad dan loyalitas te r h a d a p M u h a m m a d i ya h , sehingga sosok tersebut dapat melanjutkan tugas dengan sebaik-baiknya, sebagaimana harapan para pendiri dan tim pengembang SD Mutual terdahulu. Walaupun sangat sederhana, proses pencarian calon Kepala SD mutual tetap dilakukan. Kriteria

pemimpin ung gul menjadi acuhan para pimpinan persyarikatan Muhammadiyah Kota Magelang. Melalui seleksi yang cukup ketat dan informasiinformasi yang ditampung oleh persyarikatan dari warga SD Mutual akhirnya ditemukanlah sosok yang di maksud. Beliau adalah Mustaqim, S.Pd.I.,M.Pd. Pria kelahiran 1978 ini akhirnya benar-benar dipilih oleh persyarikatan menggantikan H. Salamun, S.Ag.,M.Pd.I yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala SD Mutual karena ditarik oleh instansi induknya menjadi Pengawas Pendidikan Agama Islam di Kementrian Agama Kota Magelang. Mustaqim, S.Pd.I.,M.Pd merupakan salah satu tenaga pendidik senior, ia juga merupakan bagian team work di era kepemimpinan H. Salamun, S.Ag., M.Pd.I, sehingga diharapkan beliau mampu mengimitasi dan menguasai serta mengembangkan jurus-jurus yang digunakan o l e h p a ra ke p a l a s e ko l a h pendahulunya dalam memajukan SD Mutual. Tantangan dari waktu ke waktu kian banyak dan kuat, sehingga diharapkan kepemimpinan yang baru ini mampu bertahan dan bersaing bahkan meningkatkan prestasi siswa serta kesejahteraan guru/ karyawan SD Mutual dengan lebih baik lagi. Tentu dalam memajukan SD Mutual tidak bisa dilakukan kepala sekolah seorang diri. Seperti halnya kepemimpinan sebelumnya, kepemimpinan periode 2015–2019 ini pun memerlukan team work yang solid dan siap berjuang untuk kemajuan sekolah tercinta. Selamat dan semangat! Bravo SD Mutual!n


SEKOLAH

Mengenal Lebih Dekat BAPAK MUSTAQIM, S.Pd.I, M.Pd. Oleh: Tim jurnalis cilik Majalah Mutualista Amarylisse Mc Ganz (kelas 5 Ibnu Taimiyah) dan Athaya Cendana (kelas 4 Ar-Razi

Siapakah yang tidak mengenal Bapak Mustaqim? Bagi warga SD Mutual tentu sudah tidak asing lagi, sudah kenal akrab dengan sosok yang ramah dan murah hati ini. Bapak Mustaqim telah mengabdikan diri di SD Mutual selama 11 tahun, sejak tahun 2004 hingga sekarang. Sekarang, Bapak Mustaqim telah terpilih sebagai kepala sekolah kami yang baru. Pada kesempatan ini, klub ekstra jurnalis cilik majalah Mutualista yaitu kami (Rere dan Athaya), berkesempatan untuk wawancara mengenal lebih dekat dengan bapak kita, bapak Mustaqim. Assalamualaikum wr.wb. Pertama-tama kami ucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak sebagai Principal of SD Mutual Kota Magelang, menggantikan Bapak Salamun yang telah purna tugas sebagai kepala sekolah. Kami juga mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan waktu yang telah diberikan oleh Bapak Mustaqim kepada kami, bahwa di sela-sela kesibukan Bapak yang begitu padat, masih bersedia untuk memberikan sedikit waktu bagi kami, tim jurnalis cilik Mutualista untuk sekedar mewawancarai dan mengenal Bapak lebih dekat.

hankan atau bahkan meningkatkan menjadi sekolah yang lebih baik lagi di masa depan?

Jurnalis cilik: Bagaimana perasaan Bapak ketika tahu bahwa Bapak terpilih menjadi kepala sekolah SD MUTUAL yang baru? Pak Mustaqim: Ya... saya terkejut, kaget, tidak menyangka kalau terpilih. Itu kejutan ketika diberitahu oleh PDM bahwa saya terpilih. Tapi bagi saya ini adalah sebuah amanah yang besar, yang telah dipercayakan di pundak saya. Jadi saya harus siap mengemban amanah tersebut. Jurnalis cilik: Selama ini SD Mutual sudah terkenal di masyarakat sebagai sekolah terbaik dan favorit di Kota Magelang. Bagaimana langkah-langkah yang akan Bapak ambil dalam memimpin SD Mutual ini ke depannya untuk bisa memperta-

Pak Mustaqim: Kami berusaha untuk mengadakan program-program yang lebih ditingkatkan lagi dan inovatif dalam proses pembelajaran. Misalnya, kami berencana bagi para siswa kelas empat yang naik ke kelas lima, akan diadakan studi banding, pertukaran pelajar, student exchange ke negara Malaysia dan Singapura. Program ini belum pernah ada sebelumnya, kita baru mau merintis ke arah sana. Sebenarnya kalau sudah siap akan diterapkan di tahun ini, tapi mungkin kurang siap dalam program conversation, ya, jadi ke depannya kami akan menyiapkan program conversation sebagai bahasa pengantar yaitu bahasa Inggris, sehingga siswa siap bisa go international kapan saja. Dengan begitu SD Mutual akan lebih dikenal di dunia international. Jurnalis Cilik: Langkahlangkah apa yang akan Bapak ambil demi kemajuan SD Mutual kita tercinta ini? Pak Mustaqim: Kami akan meningkatkan koordinasi. Lebih meningkatkan lagi hubungan yang sinergis antara murid, dewan guru, staf karyawan, dan

No.8/Th. 5/Feb. 2016

27


SEKOLAH

orangtua murid agar bekerjasama secara sinergis untuk memajukan SD Mutual ini. Tanpa kerjasama dan kerja keras seperti selama ini, tentu hasil yang maksimal tidak akan diraih. Jurnalis Cilik: Terimakasih Bapak, lalu apa tips dan trik khusus yang akan Bapak terapkan untuk SD Mutual, mungkin ada inovasi-inovasi baru, pencerahan atau perubahan ke arah yang lebih baik?

28

Pak Mustaqim: Wah, pertanyaan yang bagus itu Mbak Rere. Jadi begini, terutama untuk kelas enam, pasti kita lebih fokus dan pasti melibatkan secara aktif dan proaktif antara murid dan wali murid. Kami mengadakan bimbingan belajar yang lebih intensif di kelas enam. Tahajud call dan lain-lain seperti selama ini juga sudah kita lakukan, untuk lebih ditingkatkan lagi. Lalu program home visit bagi siswa yang bermasalah. Baik itu masalah akademik maupun masalah sosial yang lain, menyiapkan psikologis siswa kelas enam yang akan menempuh UN, memotivasi, mengarahkan dan menyiapkan mentalnya itu yang penting agar siap berjuang menembus UN. Jurnalis Cilik: Bagaimana agar tercipta sinergi yang baik, hubungan yang kondusif antara para murid, orangtua murid, komite sekolah, dewan guru, dan segenap pimpinan beserta jajaran stafnya untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang baik dan berprestasi seperti selama ini telah diraih? Pak Mustaqim: Berkumpulnya komite sekolah, bahkan rapat seluruh wali murid untuk memecahkan masalah yang

No.8/Th. 5/Feb. 2016

dihadapi sebagai persoalan bersama, khususnya yang menyangkut permasalah siswasiswi. Jurnalis Cilik: Pertanyaan selanjutnya, yang mungkin banyak ditanyakan oleh siswasiswi ya, Pak. Selama ini anakanak sudah sangat dekat dengan Bapak, suka ngelendotlendot segala, terutama adekadek kelas yang masih kecil. Seperti dulu saya waktu kelas satu atau dua. Ketika Bapak sekarang sudah menjadi kepala sekolah, kami jadi takut-takut, jangan-jangan nanti Pak Mustaqim jadi galak atau gimana. Ada kesan, janganjangan nanti ada jarak, siswa jadi segan sama Bapak? Soalnya teman-teman suka bercanda begini, “Ati-ati, lho, sama Pak Mustaqim, beliau itu kepala sekolah, loh...� Kalau begitu bagaimana, Pak? Pak Mustaqim: Saya berusaha dekat dan menjaga hubungan baik dengan siapa saja. Tidak usah takut sama Pak Mustaqim. Lagipula anak-anak sudah biasa bercanda kalau sama Pak Mustaqim. Jurnalis Cilik: Amiin... alhamdulilah, kalau Bapak tetap ramah, hangat, dan menyenangkan bagi kami, jadi kekhawatiran kami nggak beralasan, ya. Bapak tetap care dan sangat kebapakan bagi kami, anak-anakmu. Tak terasa waktu berlalu, terimakasih bapak atas segala waktu dan kesempatan indah yang telah diberikan kepada kami. Kami berdoa, semoga Bapak Mustaqim selalu sehat, panjang umur, sukses dunia dan akhirat. Semoga senantiasa menjadi hamba Allah yang taat,

pemimpin yang shalih dan amanah, pemimpin yang baik bagi umat, pemimpin teladan bagi sekolah, pemimpin bagi keluarga, dan terutama pemimpin bagi diri sendiri, amin. Insyaallah kami akan selalu mendukung perjuangan Bapak, perjuangan di jalan Allah. Semoga Allah Swt memberkahi jalan kita. Sekali lagi, selamat dan sukses, selamat berjuang dan berprestasi. Make a wish all of your dreams come true, karena mimpimu adalah harapan kami juga. Tetaplah menjadi inspirasi kami, penyemangat kami, dan kebanggaaan bagi kami, keluarga besar SD Mutual kota Magelang.

Wassalamualaikum wr. wb. n

Profil Singkat Narasumber: Mustaqim S.Pd.I, M.Pd Kepala Sekolah SD Mutual (Periode 2015-2019) Tempat, Tgl lahir: Magelang, 28 Juli 1979 Alamat: Boton Kopen Rt. 4 Rw. 7 Magelang Tengah Kota Magelang Moto: “Prestasi terbaik dalam hidup ini adalah menjadikan amal hidup menjadi ibadah� Hobi: membaca Riwayat Pendidikan: TK RA Masyitoh Bandongan Magelang: SDN Bandongan 3 Magelang: SMP N 1 Bandongan Magelang : SMU N 3 Kota Magelang : S-1 FAI UMM 2003 : S-2 MP UNY 2012 Nama istri : Chusnani Mumtahin Nama anak: 1. Tafakkarina Muna Zahiya 2. Zuyyina Muna Khadija 3. Ibrahim Muna Ahmad Pengalaman Organisasi : 1. Sekertaris PCM Magelang Tengah 2. Anggota Majelis Tabligh PDM Kota Magelang


SEKOLAH

Masjid Tanwir Komplek PTM Kota Magelang Dulu dan Kini Oleh: Sulaiman, S. Sos.

n 29 Gambar. Sketsa Masjid Tanwir - Sumber Panitia Pembangunan

Masjid adalah bangunan untuk beribadah umat Islam. Bangunan masjid selain digunakan sebagai tempat ibadah juga tak jarang dijadikan sebagai monumen sehingga dibangun dengan seindah dan semegah mungkin. Di Indonesia bertebaran bangunan masjid dengan bermacam corak dan keindahannya. Sebut saja Masjid Istiqlal, Masjid Kubah Emas Depok, dan Masjid Raya Aceh sebagai bangunan masjid yang cukup terkenal di nusantara. Di tanah suci sendiri Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa juga memilki desain, arsitektur, dan corak yang begitu indah dan megah. Baitullah itulah sebutan yang sering disematkan untuk masjid sebagai tempat suci dalam rangka ibadah, utamanya shalat. Masjid juga memiliki fungsi yang lebih luas yaitu untuk kemaslahatan umat Islam, diantaranya untuk

pengajian, belajar ilmu fiqih, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Rasululullah Saw pernah berpesan bahwa sangat disayangkan bila sebuah masjid yang besar dan megah namun sepi dari jamaah dan sepi dari kegiatan-kegiatan keagamaan. Sejarah adanya masjid dapat ditelusuri dari rekam jejak perjalanan umat Islam di Jazirah Arab. Masjid pada awal perjalanan masa pemerintahan Rasul Saw, yakni pada awal hijrahnya beliau ke M a d i n a h ya i t u d a l a m pembangunan masjid Nabawi. Pada saat itu, panjang masjid 70 hasta (sekitar 35 meter) dan lebar 60 hasta (sekitar 30 meter). Masjid N a b a w i d i b a n g u n d e n ga n arsitektur yang sangat sederhana hingga lantai masjid kala itu terbuat dari tanah yang berbatu, atap terbuat dari pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu.

Pada tahun 7 H, jumlah umat Islam semakin banyak dan masjid menjadi penuh. Nabi Saw mengambil kebijakan memperluas Masjid Nabawi, beliau menambahkan masingmasing 20 hasta untuk panjang dan lebarnya. Ustman bin Affan adalah orang yang menanggung biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid saat itu. Pembaca yang budiman, setelah mengetahui sejarah awal dibangunnya masjid kita akan beranjak dengan masjid yang ada di sekitar kita. Masjid Tanwir merupakan satu-satunya masjid di Komplek Perguruan Ting gi Muhammadiyah yang dibangun pertama kali. Berlokasi di Jalan Tidar No. 21 A Kota Magelang, keberadaan masjid ini memiliki peran yang sangat sentral bagi kegiatan keagamaan baik untuk para siswa dan guru serta

No.8/Th. 5/Feb. 2016


SEKOLAH

Foto. Masjid Tanwir dan kegiatannya – Sumber Dokumen Saspras SD Mutual

30

masyarakat sekitar di komplek ini. Masjid Tanwir ini dibangun di atas 2 tanah seluas 122,5 m milik Persyarikatan Muhammadiyah yang dibangun tahun 1957. Berdasrkan penuturan Bapak H. Abu Ubaidah, masjid yang dipugar kedua kalinya ini dahulu dibangun dalam program departemen sosial untuk pendidikan. Pembangunan tersebut terwujud dalam gedung SMK Muhammadiyah yang awalnya difungsikan sebagai sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA). Masjid Tanwir mulai Juli 2015 lalu dipugar untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas guna m e n i n g ka t ka n kenyamanan beribadah semua penggunanya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari panitia pembangunan, M a s j i d Ta nw i r a ka n didesain sebagai bangunan yang mencerminkan kemajuan serta berbagai makna lainnya. Hal tersebut salah satunya didasarkan pada kutipan pendapat Prof. Dr. Din Syamsudin tentang “Islam b e r ke m a j u a n ” bahwasanya Islam harus mampu beradaptasi, mengakomodasi serta menyesuaikan diri secara

No.8/Th. 5/Feb. 2016

tegas dengan dinamika zaman. Masjid Tanwir yang ada di Komplek PTM Kota Magelang ini rencananya akan menjadi 4 lantai yang keseluruhan memiliki luas 843,75 m2. Adapun rincian luas tiap lantainya adalah: a. b. c. d.

Lantai 1 seluas 122,5 m2 2 Lantai 2 seluas 196 m Lantai 3 seluas 220,5 m2 Lantai 4 seluas 206,75 m2

Biaya untuk pembangunan masjid ini sejak awal hingga akhir bulan Desember 2015 telah menghabiskan dana sekitar Rp800.000.000,00. Total dana

yang sudah terkumpul dari semua pihak sampai saat ini sekitar ± 1 miliar. Rencana ke depan Masjid Ta n w i r i n i d i b a n g u n menghabiskan dana 2,5 miliar. Demi kelancaran proses tersebut, tentu masih sangat dibutuhkan bantuan dan amal jariah dari para pembaca sekalian. Hal tersebut dimaksudkan agar pembangunan masjid ini dapat terlaksana sesuai dengan rencana dan harapan kita semua, Amin. Adapun bagi pembaca yang berkenan untuk investasi akherat menjadi donatur bisa disalurkan melalui Rekening BNI Cabang Magelang a.n. Panitia Pembangunan Masjid Tanwir Muhammadiyah 038-134-6455. Pembaca yang budiman, demkian artikel pendek berkaitan dengan bangunan. Masjid Tanwir dulu dan kini. Kita tunggu tampilan Majid Tanwir yang InsyaAllah Juli tahun 2016 ini akan selesai pembangunannya. Semoga dengan dibangunnya masjid ini semua kegiatan dapat terfasilitasi dengan baik dan nantinya masjid ini akan semakin ramai dan semarak melalui aktivitas keagamaan dan lainnya yang bernilai ibadah.n


TERAS

Ulama yang Berharga Oleh : Luqman Novianto, S.Pd.I

Kata Ulama dalam bahasa Arab berasal dari kata tunggal 'alim yang mempunyai arti pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas mengayomi, membina, dan membimbing umat Islam baik dalam masalahmasalah agama maupun masalah sehari-hari baik kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Membahas tentang kata ulama dalam Alquran, dinyatakan dalam dua ayat. Pertama terdapat pada Surat Asy-Syu'ara ayat 197 yang artinya ''Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Israil m e n g e t a h u i ny a ? ' ' , Ke d u a , terdapat pada surat Al Fathir ayat 28, ''Dan demikian pula diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacammacam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.� Ayat pertama berkaitan dengan Bani Israil, menunjukkan bahwa seseorang yang dikatakan ulama itu apabila ia memiliki keluasan dan kedalaman ilmuilmu yang berkaitan dengan

wahyu dan sunah Rasul-Nya serta tempat orang bertanya dan meminta fatwa. Ayat kedua menggambarkan secara jelas bahwa ulama itu adalah orang-orang yang memiliki rasa khaasysyah (takut dan cinta) yang tinggi kepada Allah Swt dan juga senantiasa memelihara hubungan dengan-Nya. Fatwa dan ilmu yang disampaikannya kepada umat, mencerminkan ketaqwaanya kepada Allah Swt. Said Hawwa menafsirkan ayat tersebut sebagaimana pendapat Ibn Mas'ud, bahwa ulama itu bukanlah semata-mata ditentukan berdasar keluasan ilmunya, akan tetapi yang lebih esensial adalah tingkat ketaqwaannya kepada Allah Swt. Perpaduan antara ilmu dan taqwa itulah yang akan mengantarkannya pada derajat ahli waris para nabi. Sementara itu, hadis nabi yang menerangkan tentang ulama, hampir seluruhnya berkaitan dengan akhlak, kepribadian, karakter, dan sikapnya terhadap hak dan batil, sikapnya terhadap umat, dan sikapnya terhadap kekuasaan. Rasulullah Saw bersabda, ''Ulama itu adalah panutan dan pemimpin umat. Barangsiapa yang selalu bergaul dengannya,

maka akan bertambah kebaikannya.'' (HR Jamaah). Dalam hadis lain riwayat Anas Ibn Malik, beliau bersabda, ''Ulama itu adalah orang-orang yang dipercaya oleh para rasul, selama tidak mukhallatah (dikendalikan) oleh penguasa yang zalim dan selama tidak menjadikan materi sebagai tujuan hidupnya. Apabila mereka dikendalikan oleh penguasa yang zalim, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada para rasul. Jauhilah mereka itu!� Pada era globalisasi sekarang ini, adanya problematika yang beragam, membuat masyarakat membutuhkan sosok ulama yang dapat menguraikan segala permasalahan yang dihadapinya. Meskipun kehadiran ulama yang rela mewakafkan waktu serta pikirannya dalam waktu tak terbatas seperti jaman nabi dulu, suatu keniscayaan akan ditemui di kehidupan sekarang ini. Konsulltasi atau pencerahan dilakukan melalui dunia maya, lebih tepatnya dengan media elektronik yang menunjang untuk itu. Ulama dituntut untuk selalu berpihak pada kejujuran, kebenaran, keadilan, dan kepentingan kaum dhuafa. Kehadiran ulama yang seperti itu, sama pentingnya dengan kehadiran penguasa yang adil, para aghniya yang dermawan, kaum fuqara yang terpuji akhlaknya, serta birokrat, dan para pegawai yang jujur dan amanah. Semoga para ulama kita termasuk kategori ulama ahli waris nabi dan kepercayaan para rasul, sehingga masyarakat pun bisa merasakan nilai-nilai positif yang mereka ajarkan. Wallahu a'lam.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

31


OASE

Amazing Time

setiap selesai shalat fardhu” (Sunan AtTirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782). 3. Saat Sujud dalam Sholat

Allah memberikan kita waktu 24 jam untuk bermuamalah dan beribadah. Muamalah itu adalah hubungan antara manusia dengan manusia lainnya dan ibadah itu adalah hubungan antara manusia dengan Allah sebagai Sang Pencipta. Nah, dari 24 jam itu, Allah memberikan beberapa waktu yang mustajab untuk berdoa. Kapan itu? Yuk, kita simak bersama! 1. Sepertiga malam terakhir

32

Sepertiga malam terakhir itu kira-kira pukul 02.00-04.00 pagi. Kakak-kakak kalian kelas 6 bisa kalian contoh. Disaat mereka ingin lulus Ujian Nasional dengan nilai sempurna, mereka tidak melupakan Allah. Mereka berjuang bangun untuk ber-qiyamul lail. Setelah selesai sholat qiyamul lail barulah mereka berdoa. Dalam hadits riwayat A b u H u ra i ra h R A b a hwa s a n nya Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barang siapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya” (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150).

“Demi masa, sesungguhnya manusia benarbenar dalam kondisi rugi, melainkan orang-orang yang beriman dan saling menasehati agar menaati kebenaran dan menasehati agar selalu sabar”. (QS Al-'Asr)

2. Selepas Sholat Wajib Kalian pasti pernah melihat ada jamaah yang setelah selesai sholat wajib langsung pergi tanpa dzikir, namun ada juga yang duduk tenang dan khusyuk berdoa. Kira-kira bagus yang mana ya? Nih, ada haditsnya : Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah SWT, beliau menjawab: “Di pertengahan malam yang akhir dan

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Oleh: Dika Prima Nugraha, S.Pd

Sujud itu adalah aktivitas yang paling disukai oleh orang-orang sholih. Bagaimana tidak, kepala yang posisinya di atas, saat sujud berada di bawah. Itu menandakan bahwa kita itu tidak ada apa-apanya di hadapan Allah, karena hanya Allah Yang Maha Perkasa dan Mulia. Ada Hadits dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi Al Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48). 4. Di Antara Adzan dan Iqomah Siapa yang pernah sholat di Masjid Tanwir SD Mutual? Pasti pernah lihat beberapa jama'ah yang mengangkat tangan dan khusuk dalam doanya di antara waktu adzan dan iqomah. Nah, mereka itu jama'ah yang beruntung karena bisa memanfaatkan waktu yang hanya sebentar untuk berdoa. Ada hadist dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqomah” (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410, dishahihkan oleh AlAlbani, kitab Tamamul Minnah hal. 139). Nah anak-anakku, Allah berfirman dalam QS. Al Ghofir ayat 60 : “Berdoalah padaku niscaya Aku kabulkan”. Lalu apalagi yang menghalangi kita untuk berdoa kepada Allah di waktu waktu yang mustajab itu? Dan ingat juga nak, Allah mengabulkan doa hamba-Nya lewat 3 jalan yaitu: (1) Langsung sesuai dengan doa umatnya (2) Dikabulkan dengan sesuatu yang lebih baik; dan (3) Dikabulkan Allah kelak di hari akhir. Allahu Akbar, innallaha ma'ana, Allah selalu bersama kita.n


OASE

TEACHERPRENEURSHIP “Guruku tersayang guruku tercinta.... Tanpamu apa jadinya aku....� Sepenggal lirik lagu yang mengingatkan betapa pentingnya kehadiran seorang guru dalam kehidupan kita. Berbanggalah Anda yang berprofesi sebagai guru karena Anda memiliki kemampuan untuk mengubah kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik melalui mendidik anak didik kita dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Perlu kita ingat bahwa berhasil tidaknya tujuan pendidikan juga bergantung pada kualitas guru. Tanpa disadari seorang guru harus memahami bahwa dirinya adalah role model dalam masyarakat yang seharusnya dapat menjadi panutan. Be inspiring teacher adalah kata yang tepat untuk menumbuhkan semangat guru dalam memberikan pelayanan prima kepada anak didiknya. Idealisme be inspiring teacher akan memaksimalkan peran dan fungsi seorang guru sebagai pelita dalam kegelapan. Kita menyadari bahwa idealisme itu masih minim sekali dalam dunia pendidikan kita. Saat ini, pemerintah berusaha maksimal untuk memperhatikan kesejahteraan guru. Akan tetapi, tidak semua guru memiliki ke s e m p a t a n y a n g s a m a u n t u k menikmati berbagai tunjangan yang sudah disediakan oleh pemerintah. Kita tahu bahwa guru masih memerlukan sumber penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Berawal dari latar belakang itulah kita dapat menemukan fakta bahwa guru yang memiliki keterbatasan finansial pastilah akan menempuh jalan lain untuk memenuhi kebutuhannya dengan m e l a k u ka n b e r b a ga i p e ke r j a a n tambahan dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya. Mulai dari

“Guruku tersayang guruku tercinta.... Tanpamu apa jadinya aku....�

Oleh : Herwinta Inggil R, S.Pd.

pekerjaan tambahan yang sesuai dengan perannya sebagai guru bahkan ada pula ya n g m e m b e ra n i ka n d i r i u nt u k melakukan pekerjaan tambahan di luar peran yang dimilikinya sebagai guru. Teacherpreneurship adalah kata yang tepat untuk mewakili keadaan seorang guru yang ingin melakukan pekerjaan tambahan di luar kompetensinya sebagai seorang guru. Penumbuhan jiwa wirausaha seorang guru memiliki urgensi untuk meningkatkan produktivitas guru menjadi pribadi yang tidak selalu mempersoalkan masalah tetapi lebih suka memecahkan suatu masalah1. Dalam perkembangannya, seorang guru harus mampu memilih pekerjaan tambahan yang berkaitan erat dengan kompetensinya agar dapat meningkatkan pencitraan dirinya di masyarakat dan demi peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik. Guru yang mampu m e n g e m b a n g ka n j i w a t e a c h e r preneurship dan tidak keluar dari jalur kompetensi serta potensi yang dimilikinya dapat kita sebut sebagai Guru Cerdas Finansial. Menjadi seorang guru yang cerdas finansial memiliki berbagai

No.8/Th. 5/Feb. 2016

33


OASE

tahapan penting untuk mengembangkan pikiran positifnya dalam memperoleh solusi yang tepat untuk keterbatasan finansialnya. Tahapan penting itu antara lain adalah kecerdasan mendapatkan uang, kecerdasan mengelola uang, dan 2 kecerdasan memanfaatkan uang .

34

Hal ini tidak hanya berlaku untuk seorang guru tapi juga untuk semua orang yang ingin memiliki kondisi finansial yang stabil serta kehidupan yang sejahtera. Kembali ke permasalahan guru, dalam memperoleh pendapatan tambahan, guru melakukan berbagai macam profesi yang sejalan ataupun tidak sejalan dengan kompetensi guru yang dimilikinya. Akan tetapi guru yang memiliki kecerdasan finansial akan lebih bijaksana dalam memilih sumber pendapatan tambahan untuknya. Contoh sederhana guru yang memiliki kompetensi menulis akan jauh lebih baik menjadi seorang penulis buku. Guru yang memiliki kompetensi berbicara juga dapat mengembangkan potensinya menjadi seorang trainer pendidikan. Hal terpenting yang perlu kita ingat adalah pekerjaan tambahan untuk finansial seorang guru seharusnya dapat meningkatkan pencitraan dirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Walaupun tidak menutup kemungkinan pekerjaan lain pun sebenarnya juga boleh dilakukan, akan tetapi Guru Cerdas Finansial akan memilih pekerjaan tambahan yang tidak mengganggu tugas pokok sebagai seorang pendidik. Setelah seorang guru sudah dapat memilih pekerjaan tambahan yang sejalan dengan pencitraan dirinya sebagai seorang guru, maka hasil yang diperoleh pun harus dapat dikelola dengan baik. Kesalahan yang masih sering kita lakukan dalam pengelolaan keuangan adalah tidak ada perencanaan yang matang tentang pemasukan dan pengeluaran. Manajemen pengeluaran operasional yang baik dapat diawali dengan kegiatan menabung di awal bulan. Hal ini sangat diperlukan karena menabung

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Guru yang memiliki kecerdasan finansial akan lebih bijaksana dalam memilih sumber pendapatan tambahan untuknya.

merupakan hal yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan keluarga di masa yang akan datang. Dalam menabung kita dapat melakukan dengan cara membuka dua atau tiga rekening yang fungsinya berbeda. Rekening pertama untuk tabungan operasional bulanan, tabungan ini harus kita miliki beserta ATM-nya sehingga memudahkan kita saat membeli sebuah kebutuhan. Rekening kedua untuk tabungan dana cadangan keluarga, tabungan ini baru akan kita gunakan jika ada pengeluaran mendadak yang belum kita anggarkan sebelumnya. Rekening ketiga adalah tabungan jangka panjang atau sering kita kenal dengan investasi, jadi kita tidak akan menggunakannya jika bukan untuk kebutuhan yang telah kita rencanakan jauh sebelumnya. Investasi uang bagi Guru Cerdas Finansial pun dapat dilakukan dengan cara mengalokasikan dana yang ada untuk dana pendidikan, dana pensiun, dan yang terpenting adalah dana sosial. Dalam ajaran agama Islam kita wajib zakat 2,5% dari pendapatan kita per bulan jika sudah mencapai ukurannya. S e b a ga i i n s a n ya n g m e m a h a m i kehidupan sosial maka dana sosial ini b u ka n h a nya u n t u k p e n g g u g u r kewajiban saja akan tetapi meluruskan niat untuk membantu sesama. Memang tidak mudah dalam mencapai tahapan Guru Cerdas Finansial akan tetapi kita harus ingat bahwa ada Allah SWT yang selalu bersama kita. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan�(Q.S. Al-Insyirah: 5).Keyword kesuksesan dalam dunia pendidikan salah satunya adalah guru. Seorang Guru Cerdas Finansial harus dapat menciptakan keseimbangan dalam melaksanakan perannya sebagai pendidik dan sebagai insan yang menjadi sumber penghasilan untuk keluarganya. Satu hal yang harus kita sadari saat ini adalah kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Salam semangat untuk seluruh guru di Indonesia. Just do something and start now be inspiring teacher!!!n


NATIF

SD MUHAM

R LTE

KO

DIYAH 1 A MA

TA M ELANG AG

1. Pembina: 1. Majelis Dikdasmen PDM Kota Magelang 2. Dinas Pendidikan Kota Magelang 3. Dewan Pendidikan Kota Magelang 2. Penasehat: H. Salamun,S.Ag, M.Pd.I. 3. Ketua: Ali Mahrus Alkafi, S.Pd, M.Pd Wakil Ketua I: Drs. Budi Wardoyo, M.Pd Wakil Ketua II: M. Zazin, SH, MH 4. Sekretaris : Singgih Hardjanto, S.Pd Wakil Sekretaris I: Miftakhul Aziz, SE Wakil Sekretaris II: Priyo Haryatmoko, SH 5. Bendahara : Dian Kurniawan B, SE Wakil Bendahara I: Rury Hendrayani, SE Wakli Bendahara II: Nur Cahyo Megantoro, S.Pt 6.Seksi-seksi: A. Pengembangan pendidikan & Peningkatan SDM : 1. Drs. H. Asep Kusman, M.Si 2. Anwar Rosyid, M.Pd 3. Ahmad Khariri, S.Pd 4. Dr. Riana Mashar, M.Psi.,Psi B. Usaha: 1. Dian Mega Ariyani, SE, MM 2. Drs. Abbot Sudaryatmo 3. Luqman Novianto, S.Pd.I 4. Nurbaiti, S.Sos

KOMITE SD MUTUAL C. Sarana / Prasarana: 1. Drs. H. Didik Sinung Haryadi, MM 2. Sulaiman, S.Sos 3. Bambang Nuryanto, SE, MM 4. Aulia Nurul Umiyati, S.Hut, M.Eng D.Hubungan Masyarakat: 1. Budi Prayitno 2. Wati Prihayanti, M.Pd 3. Suroya Isnaeni BE, S.Pd 4. dr. Sakinah Syarifah

No.8/Th. 5/Feb. 2016


OPOR

Dafina, Putri Kecil B Oleh: Ibu Dessi Ariyanti - Swasta (KJKS BMT Karisma) Ibunda Ridhwaa Dafina Jauzaa (3 Ibnu Batutah) Pemenang Lomba Menulis Special Moment ke-1Majalah Mutualista Edisi 7

36

Ridhwaa Dafina Jauzaa, putri pertama bunda yang kini sudah mulai tumbuh dewasa, dewasa yang dipaksakan, karena ketika usiamu baru enam bulan, engkau harus menerima adik kecil yang mulai tumbuh dan berkembang di perut bunda. Dewasa yang dipaksakan, karena tepat usia 15 bulan, adikmu lahir ke dunia dan mau tak mau kau harus rela berbagi waktu untuk bunda merawat adikmu yang masih bayi. Dan kembali lagi dengan dewasa yang dipaksakan, tepat diusia dua tahun kau harus masuk playgrup. Ketika itu jam masuk sekolahmu pukul setengah tujuh pagi, karena bunda tidak ingin terlambat masuk kantor, maka dengaan keterpaksaan pula setiap pagi harus meninggalkanmu di sekolah yang waktu itu terbilang masih sepi, karena kadang bu guru masih belum datang. Namun sekali lagi bunda menuntut pengertianmu, dan hebatnya waktu itu kau tidak menangis ketika bunda memaksa untuk salim (jabat tangan). Kau hanya duduk di ayunan dengan tas cangklong yang setia selalu menemanimu. Pandangan mata kecilmu itu, Nak, yang akan terus menerus bunda ingat. Pandangan mata kecilmu yang terus-menerus melihat bunda sampai bunda tidak terlihat lagi.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Alhamdulillah, dengan dewasa yang dipaksakan ini membuatmu bisa mandiri, melakukan segala hal sendiri. Yang membuat bunda bangga adalah kau anak yang sangat sabar. Kau rela makanmu direbut adikmu, rela dijambak rambutmu, dan rela malammalammu berbagi pelukan bunda dengan adikmu. Semoga kau akan selalu sabar sampai akhir hayatmu, Nak, sesuai dengan nama yang kami berikan kepadamu, Ridhwaa. Juni 2011, adikmu membawa piala pertama ke rumah mungil kita. Betapa bunda paham waktu itu ada sinar cemburu di matamu. “Kakak anak pertama, namun kenapa adik yang mendapat piala, Bunda?� begitu pertanyaanmu. “Kau tidak tahu bahwa untuk mendapatkan piala, kau harus ikut lomba, sayang�. November 2012, tiba-tiba kau terpilih mengikuti lomba mewakili sekolahmu. Lomba diadakan untuk playgroup dan TK di tingkat Kedu. Alhamdulillah, bunda tidak menyangka, kau berhasil membawa pulang piala pertamamu ke rumah. Waktu itu kau mendapat juara II lomba hafalan Juz'Amma dalam rangka Festival Pendidikan Jaringan Sekolah Islam Terpadu Tingkat Kedu. Sinar kebahagiaan jelas


l Bunda

OPOR

terpancar di matamu. “Kakak dapat piala, Bunda, seperti adik. Kakak akan rajin menghafal surat pendek lagi, Bunda, biar dikirim apabila ada lomba. Nanti kakak bawa pulang piala lagi, ya, Bunda...� A l l a h Sw t m e n ga b u l ka n permintaanmu, Nak. Kau memang pandai dalam mengingat, sehingga h a f a l a n m u b e r ke m b a n g dengan baik. Piala keduamu kau dapat di bulan Maret 2013. Kau mewakili sekolahmu u nt u k m e n g i ku t i l o m b a Murotatil Qur'an dalam rangka Gebyar Fatayat 2013 tingkat Kota Magelang. Wajahmu kembali berseri-seri ketika namamu dipanggil untuk menerima piala. April 2013, Alhamdulillah kau membawa sebuah piala untuk diletakkan di sebelah piala-pialamu terdahulu. Kali ini engkau berhasil memperoleh Juara I lomba cerdas cermat putri, Peringatan Hari Kartini 2013. Ridhwaa Dafina Jauzaa, jadilah wanita yang sabar dan bercahaya seperti bintang, sesuai nama yang telah ayah berikan kepadamu. Sinarilah l i n g k u n ga n d i s e k i t a r m u dengan ilmu yang telah kau dapatkan. Tegakkanlah selalu agama Islam dan jangan lupa untuk selalu bertaqwa dan istiqomah dalam berakhlak dan berakidah. Ajari kedua adikmu ilmu sabar yang telah kau miliki dan jaga mereka selalu karena kau anak pertama. Ridhwaa Dafina Jauzaa, kau adalah putri pertama bunda dan putri yang selalu menjadi

kebanggaan ayah dan bunda. Semoga engkau akan selalu dan selalu menjadi kebanggan kami. Engkau telah dianugrahi hafalan yang kuat, Nak, teruslah menghafal, teruslah menghafal, dan teruslah menghafal. Ilmu yang kau dapat, kelak ajarkanlah kepada siapa saja yang membutuhkan. Janganlah sombong, jadilah anak yang berbudi pekerti l u h u r d a n wa n i ta ya n g istimewa. Bunda tidak pandai merangkai kata-kata, namun melalui tulisan ini semoga bisa selalu menjadi pengingatmu, bahwa sampai kapanpun kasih sayang bunda dan ayah akan s e l a l u a d a s a m p a i k i ta dipertemukan lagi di jannahNya. Kami akan selalu mendoakanmu di setiap sujud-sujud kami, semoga engkau menjadi wanita sabar sesabar Khadijah binti Khuwailid, menjadi wanita cerdas secerdas Aisyah binti Abu Bakar, dan menjadi ibu tauladan seperti Fatimah binti Muhammad. Satu lagi, Nak, pesan bunda untukmu, rajinlah dalam beribadah, tekunlah dalam menuntut ilmu, latihlah hafalanmu seperti Ali Bin Abi Thalib. Ia seorang penghafal al Qur'an yang kuat dan termasuk diantara orang yang p e r ta m a ka l i m e n d a p at hidayah Islam. Beliau juga terkenal zuhud, wara, dan dermawan. Ia menganggap rendah dunia dan selalu beramal untuk keridhaan Allah Sw t. Semoga Allah Sw t mengabulkan harapan bunda, amin.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

37


OPOR

Artos Family Cooking !! “Wah Little Chef lagi siapin apa ya ini “. Itulah salah satu kalimat di post FB Artos Mall. Di situ juga di upload video Bilal yang sedang memasak. https://www.facebook.co m/hashtag/3xtraordinary 38

Profil Singkat Penulis: Ibu Nina Maika (nina_maika@yahoo.fr) Ibunda dari Bilal Fadhirrahman Zaim Harin (kelas Al Farabi) Pemenang Lomba Menulis Special Moment ke-2 Majalah Mutualista Edisi 7

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Little Chef Bilal

Seru sekali hari ini, Bilal Fadhirraman (biasa di sapa Bilal) yang hobi memasak, mendapat kesempatan ikut lomba di Mall Artos tahun 2014 kemarin. Pada babak pertama Bilal bertugas menyiapkan sayur acar, memasak bumbu sate, dan membakar sate. Soal potong-memotong sayur, Bilal sudah terbiasa. Menu kali ini sate ayam nasi merah lengkap dengan acar dan kerupuk udang. Acara ini seru dan menyenangkan. Selain lomba memasak dan platting (menata makanan di piring), di babak ke dua, Bilal dan ibu diuji kemampuan berbelanja secara tepat dan cepat. Setelah itu dipersiapakan untuk dimasak serta di hidangkan di hadapan juri. Pada babak ini tim ibu dan Bilal menyiapkan bubur sumsum pandan sebagai hidangan pembuka, sate seafood ubi madu sebagai hidangan utama, dan Jamur crispy sebagai hidangan penutup. Walaupun tidak menang, Alhamdulillah, Bilal berhasil masuk ke babak selanjutnya di 10 besar. Hadiah bagi yang masuk di babak ini berupa piagam dan appron putih chef, mengantikan appron kecil biru yang di pakai Bilal di babak pertama. Reward ini sudah cukup menghibur hati Bilal yang belum menang pada lomba kali ini. Tetap semangat, ya, Bilal. Jika ada lomba memasak anak-anak atau orangtua dan anak lagi, Bilal ingin memasak onigiri dan empek-empek khas Palembang yang merupakan salah satu menu kesukaannya. Ia juga kadang membuat ice cream sendiri dan dessert ice


OPOR

Bilal sejak kecil sangat suka memasak cream dari buah- buahan yang dibekukan terlebih dahulu. Sayangnya Bilal kadang hanya suka membuatnya, tapi tidak suka memakan dessert buah-buahan kecuali pisang dan pepaya saja. Jangan ditiru, ya, teman-teman, semua buahbuahan itu baik dan banyak manfaatnya. Selain belajar memasak dengan Ibu, Bilal juga belajar memasak dengan eyangnya di Jogja, khususnya belajar memasak aneka cake dan muffin. Bilal juga belajar melalui acara memasak di televisi. Bilal sejak kecil sangat suka memasak. Latihan memasak pertama kali yaitu membuat pizza di salah satu restoran pizza di Solo bersama temanteman sekolahnya. Setelah pizza, dilanjutkan membuat burger di tahun berikutnya. Semenjak pindah ke Magelang, Bilal berlatih sendiri hobi yang sangat ia sukai ini. Membuat telur ceplok dan omelet mie untuk sarapan secara mandiri, Bilal jagonya. Sedikit demi sedikit koleksi perlengkapan memasak Bilal telah terkumpul. Sebagian dibeli dengan uangnya sendiri, dari uang lebaran bahkan sampai uang khitanan yang didapat Bilal. Pisau chef made in Brazil sampai dessert maker juga dibeli dari tabungan sendiri. Berbagai cetakan aneka bentuk, loyang, mixer, serta yang lainnya menjadi barang kesukaan Bilal. Bilal juga sudah berlatih membuat kue tart, puding, zuppa soup, dan sweet corn. Ia senang membuat serta menata kue tart dengan aneka toping kesukaan seperti coklat tabur dan coklat berbentuk kancing. Kedepannya Bilal ingin belajar menu yang lain lagi. Menu kesukaan Bilal baru-baru ini adalah onigiri atau biasa dikenal dengan sushi. Itu loh, teman, nasi kepal berisi ayam atau ikan cincang lalu dibalut dengan rumput laut kering. Walaupun beberapa hasil masakannya belum sempurna, tidak masalah, yang penting senang, tetap semangat, dan mau terus belajar memasak. Kelak Bilal bercita-cita membuka restoran sendiri. Nama restorannya belum tahu katanya. Doakan, ya, teman-teman, semoga cita-cita Bilal tercapai, aamiin.n

39

No.8/Th. 5/Feb. 2016


LEMBUD

Budaya Inovasi dan Kreasi

40

Assalamualaikum, salam Mutualista! “Bagaimana kabar Anda semua? Alhamdulillah semuanya pasti tetap semangat! tetap berinovasi untuk mencapai prestasi”. Teman, jumpa kembali di rubrik LEMBUD. “Aduuh… aku kok merasa belum paham, bingung, dan bosan gaya penyampaiannya begitu saja alias monoton. Aku suka dengan guru A itu kreatif, asyik dan lucu tetapi guru B itu kurang asyik suka bikin ngantuk”. Celoteh ini mungkin pernah kita dengar dari mulut kecil seorang anak. Dalam mengikuti kegiatan pembelajaran siswa dapat juga memberi penilaian kepada gurunya. Kepekaan seorang guru sangat diperlukan untuk memahami anak didiknya. Penyampaian materi tentunya, anak-anak lebih tertarik kepada pembelajaran kreatif. Tertuju pada permainan edukasi yang bersifat tantangan, fun, dan kerja kelompok. Kali ini rubrik lembud akan mengulas tentang budaya inovasi dan kreasi seorang guru demi mewujudkan generasi aktif. Inovasi, wajib dimiliki setiap guru. Terobosan variasi penyampaian materi akan membawa suasana kegiatan belajar akan lebih menarik. Penunjang media pembelajaran sebagai teman sejati demi suksesnya penyampaian pelajaran. Teknik pembelajaran serta trik sukses kadang kurang mendominasi. Budaya pembelajaran berbasis teknologi IT atau pun fresh update, adalah salah satu terobosan dari berbagai metode. “Pak, Aku ingin melihat secara langsung sistem penyerbukan pada bunga! Dalam buku paket ini contohnya sangat terbatas”. Pertanyaan kritis siswa tersebut kadang membuat kita tercengang dan merasa tertantang untuk menjabarkan lebih lanjut. Berkembangnya teknologi seperti internet positif era ini patut kita ikut

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Terobosan variasi penyampaian materi akan membawa suasana kegiatan belajar akan lebih menarik.

Oleh: Jodi Nur Ismawan, S.Pd

sertakan perannya dalam pembelajaran. Dengan cara memberikan contoh video proses penyerbukan, maka siswa akan terbantu dalam mendalami materi. Kita dapat mengkritisi, memahami, dan mengamati setiap prosesnya. Budaya memancing ketertarikan dan kenyamanan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran kepada siswa. Dengan diberikan variasi pembelajaran melalui video, anak menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelajaran. “Ternyata seperti ini ya, proses penyerbukan. Aku boleh bertanya?”. Dari ketertarikan tersebut anak-anak menjadi berani dalam menyampaikan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Budaya evaluasi pembelajaran melalui tes tertulis atau permainan. “Anak-anak dari pembelajaran yang kita pelajari tadi Pak Guru ingin tahu sejauh mana kalian memahami materi ini. Pak Guru mempunyai permainan dan pertanyaan untuk kalian”. Pertanyaan tersebut akan membangkitkan rasa kompetisi setiap siswa dalam mengukur kemampuan setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada intinya mari kita sebagai guru selalu mewujudkan inovasi dan kreasi dalam kegiatan. Update materi yang berkaitan lingkungan atau pun kegiatan sehari-hari, tetap bersemangat dan total dalam menyampaikan materi. Berikan kasih sayang kepada mereka, bagaimana pun mereka adalah generasi penerus yang akan mengharumkan nama bangsa di dunia global. Tanamkan akhlak untuk mendampingi ilmu yang mereka miliki. Semangat untuk semua guru Indonesia. Budaya inovasi yang kreatif akan selalu menjadi penyemangat bagi kita. Insyaallah pendidikan Indonesia akan semakin maju. Semoga bermanfaat untuk anda semua cukup sekian dari kami Wassalamualaikum wr. wb sampai jumpa pada edisi selanjutnya.n


KHASANAH SENI

Batara Guru

(Sanghyang Manikmaya) Berjumpa kembali di edisi Mutualista yang terbaru, membaca lagi menambah ilmu pengetahuan kembali. Kali ini dalam rubrik Khasanah Seni, penulis akan mengulas sedikit tentang salah satu tokoh wayang yang bernama Batara Guru. Siapa yang sudah tahu? Pasti sudah ada yang paham tentang tokoh wayang kulit purwa yang satu ini. Menurut mitologi Jawa, Batara Guru merupakan Dewa serta pewayangan yang merajai kahyangan, wilayah para dewa. Ia merupakan perwujudan dari Dewa Siwa yang mengatur wahyu, hadiah, dan berbagai ilmu. Batara Guru merupakan satu-satunya wayang kulit yang digambarkan dalam posisi menghadap ke depan, ke arah manusia. Hal ini dapat dilihat dari posisi kakinya. Hanya saja karena berbentuk wayang, maka ia menghadap ke samping. Wahana (hewan kendaraan) Batara Guru adalah sang lembu Nandini/Andini. Ia juga dikenal dengan berbagai nama seperti Sang Hyang Manikmaya, Sang Hyang Caturbuja, Sang Hyang Otipati, Sang Hyang Jagadnata, Nilakanta, Trinetra, dan Girinata. Batara Guru (Manikmaya) diciptakan dari cahaya yang gemerlapan oleh Sang Hyang Tunggal, bersamaan dengan cahaya yang berwarna kehitam-hitaman yang merupakan asal jadinya Ismaya (Semar). Oleh Hyang Tunggal, diputuskanlah bahwa Manikmaya yang berkuasa di

Suryalaya/Suralaya, sedangkan Ismaya turun ke bumi untuk mengasuh para Pandawa. Saat diciptakan, ia merasa paling sempurna dan tiada cacatnya. Hyang Tunggal mengetahui perasaan Manikmaya, lalu Hyang Tunggal bersabda b a hwa M a n i k m aya a ka n memiliki cacat berupa lemah di kaki, belang di leher, bercaling, dan berlengan empat. Batara Guru amat menyesal mendengar perkataan Hyang Tunggal, dan sabda dia betul-betul terjadi. Suatu ketika Manikmaya merasa sangat dahaga, dan ia menemukan telaga. Saat meminum air telaga itu yang tidak diketahuinya bahwa air tersebut beracun. Lantas air itu dimuntahkannya kembali, maka ia mendapat cacat belang di leher. Diperhatikannya kalau manusia ketika lahir amatlah lemah kakinya. Seketika, kakinya terkena tulah, dan menjadi lemahlah kaki kiri Manikmaya. Saat ia bertengkar dengan istrinya Dewi Uma, dikutuknya Manikmaya oleh Dewi Uma, agar ia bercaling seperti raksasa, maka bercalinglah Manikmaya. Sewaktu Manikmaya melihat manusia yang sedang sembahyang yang bajunya menutupi tubuhnya, maka tertawalah Manikmaya karena dikiranya orang itu berlengan empat. Maka seketika berlengan empatlah Manikmaya. Batara Guru (juga disebut Batara Guru dan Debata Batara Guru) adalah nama sesosok mahadewa dalam

41

Batara Guru merupakan satu-satunya wayang kulit yang digambarkan dalam posisi menghadap ke depan, ke arah manusia.

Oleh: Dony Arsena Bayuaji, S.Sn

No.8/Th. 5/Feb. 2016


KHASANAH SENI

42

beberapa mitologi Indonesia. Namanya berasal dari bahasa Sanskerta, Bhattara yang berarti "tuan terhormat" dan Guru, epitet dari B?haspati Menurut pendapat Drs. H. Solichin, Batara Guru adalah putra ketiga Sanghyang Tunggal dengan Dewi Wirandi/ Rekatawati, putri Prabu Yuyut/ Resi rekatama, raja Samodralaya. Ia mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama Sanghyang Tejamaya/ Antaga dan Sanghyang Ismaya. Batara Guru (Sanghyang Manikmaya) juga mempunyai tiga orang saudara seayah lain ibu putra Dewi Darmani, putri Darmayaka dari Selong, masingmasing bernama Sanghyang Rudra/Dewa Esa, Sanghyang D e w a n j a l i d a n S a n g hya n g Darmastuti. Pernahkah mendengar istilah Dasanama'? Dasanama adalah kata lain yang mempunyai arti atau makna sama, sering disebut persamaan kata atau sinonim. Nah, di dunia pewayangan juga mengenal hal tersebut. Sanghyang Manikmaya mempunyai 27 nama gelar, tapi yang dikenal diantara-

nya Sanghyang Jagadnata, Sanghyang Jagadpratingkah, Sanghyang Pramesti Guru, Sanghyang Siwa, dan Sanghyang Girinata. Batara Guru (Sanghyang Manikmaya) adalah seorang tokoh yang mempunyai kekuasaan tertinggi di dalam dunia pewayangan. Ia menguasai tiga benua yaitu Mayapada (dunia Kadewatan), Madyapada (dunia makhluk halus), dan Arcapada (dunia Fana/dunia manusia di bumi).

Batara Guru tidak tinggal di bumi melainkan di Kahyangan Jonggring-saloka. Ia mempunyai dua orang permaisuri, keduanya putri Umaran, hartawan di Merut dengan Dewi Nurweni, putri Prabu Nurangin, raja jin di Kalingga. Permaisuri I, Dewi Umayi berputra enam orang masing-masing bernama Batara Sambo, Batara Brahma, Batara Indra, Batara Bayu, Batara Wisnu, dan Batara Kala. Permaisuri II bernama Dewi Umarakti/ Umaranti, berputra tiga orang masing-masing bernama Batara Cakra, Batara Mahadewa, dan Batara Asmara. Sanghyang Manikmaya mempunyai pusaka sakti bernama Cis Kalaminta dan senjata Trisula. Ia juga memiliki aji kesaktian b e r n a m a A j i Kaw ra stawa n (kewaspadaan), Aji Pangambaran ( p e m b e ra n ta s a n ) , d a n A j i Kemayan yang dapat beralih rupa sesuai dengan kehendaknya. Semoga uraian di atas tentang Batara Guru dapat memberikan tambahan pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. Berjumpa kembali untuk edisi selanjutnya ....n

KOPERASI SIMPAN PINJAM DAN PEMBIAYAAN SYARI’AH

KSPPS LESYARIAH UMM Badan Hukum : SK Nomor : 14132/BH/KDK.11/VI/2007

Kami siap memberikan pelayanan terbaik, di rumah ataupun di kantor anda.

Jenis Simpanan :

SI SUKA (Simpanan Sukarela) SI PADI (Simpanan Pendidikan) SI FITRI (Simpanan Idul Fitri) SI QURBAN (Simpanan Idul Qurban) SI HAJI (Simpanan Haji) SI JANGKA (Simpanan Berjangkan), dengan nisbah bagi hasil 10 % per tahun

LEMBAGA PELATIHAN KERJA

“AMALIYA”

AMALIYA

Kursus Menjahit Modiste, Garment, dan Bordir

Alamat : Kantor 1 Jl. Tidar No.21 Magelang Telp. 085 643 195 017 Kantor 2 Pasar Anyar Sumberejo Mertoyudan Magelang Telp. 085 643 904 134 email : ksppslesyariah@gmail.com

Praktek 8 Model

. Blus . Rok . Celana . Kemeja

Indahnya bermuamalah dengan nilai-nilai syari’ah

. Gamis . Kulot . Kebaya . Jas

Jl. Tidar III No. 105 Perum Tidar Indah Magelang (0293) 311280 544EF1D1

No.8/Th. 5/Feb. 2016

0858 6965 8780

Lpk Amaliya

0888 270 1517

Lpk Amaliya Magelang

Mau Kursus Jahit?? Cari yang Spesialis dan Berijin!!


MATRIKS

Asal Usul Bilangan Fibonacci:

dari Kelinci Hingga Barbil Tentunya di antara kita pernah mendengar istilah fibonacci atau bahkan belum pernah sama sekali. Bagi yang biasa berkutat dengan matematika, tentunya istilah ini tidak asing. Bahkan deret fibonacci kerap sekali muncul pada soal olimpiade. Menarik untuk kita kupas tuntas tentang asal usul bilangan fibonacci. Agar lebih dekat, mari kita merapat. Leonardo of Pisa atau Leonardo Bigollo yang dikenal dengan nama Fibonacci (singkatan dari bahasa Latin, Fillus Bonacci yang berarti anaknya Bonacci, karena berasal dari keluarga Bonacci) lahir di Pisa, Italia pada tahun 1170. Salah satu buku yang ditulisnya dan sangat terkenal yang merupakan tonggak awal penggunaan angka Arab (Arabic numerals) yaitu Liber Abaci (Book of the Abacus or Book of Calculating). Pada bab 12 buku te rs e b u t te rd a p at s e b u a h permasalahan yang mampu mengusik “akal sehat � matematikawan yaitu tentang problem kelinci beranak-pinak. Pertanyaan sederhana tapi diperlukan kejelian dalam berpikir. Inilah masalah yang terdapat pada buku tersebut: A certain man put a pair of rabbits in a place surrounded by a wall. How many pairs of rabbits can be produced from that pair in a year if it is supposed that every month each pair begets a new pair which from the second month on becomes productive? Bila diterjemahkan kira-kira pertanyaannya begini, berapa banyak pasangan kelinci

Oleh: Wike Rismawati, S.Pd

yang beranak-pinak selama satu tahun jika diawali dari sepasang kelinci (jantan dan betina) dan kelinci tersebut tumbuh jadi dewasa dan bisa kawin setelah mereka berumur satu bulan sehingga setiap bulan kedua masing-masing kelinci betina selalu melahirkan sepasang kelinci baru? Fibbonacci menggambarkan jumlah kelinci dalam setahun melalui barisan bilangan 1 , 1, 2 , 3 ,5, 8, 13, 21, . . . .atau bila dinotasikan menjadi f1, f2, f3, f4 ,f5 ,f6, f7, f8,. . . . Nah, barisan bilangan inilah yang dinamakan dengan barisan bilangan fibonacci, diambil dari namanya sendiri. Bila kita perhatikan pola bilangan di atas, dengan mudah kita mengetahui bahwa bilangan ketiga merupakan penjumlahan dari dua bilangan sebelumnya. Misalnya (2= 1+1, 3=2+1, 5= 3+2, dan seterusnya). Kembali ke permasalahan tadi, berarti kita diminta untuk menentukan nilai dari f12. Pola bilangan di atas dimulai dengan 1 yang berarti bahwa pada bulan pertama 1 pasang: ketika awal bulan pertama (sepasang kelinci muda, baru mulai tumbuh jadi dewasa).

Sepasang: ketika akhir bulan pertama (sepasang kelinci muda tadi sudah dewasa dan mulai kawin) Dua pasang: ketika akhir bulan ke dua (sepasang kelinci tadi melahirkan sepasang kelinci lagi) Tiga pasang: ketika akhir bulan ke tiga (pasangan kelinci pertama melahirkan lagi sepasang kelinci muda baru, pasangan kelinci yang bulan lalu lahir mulai tumbuh dewasa). 5 pasang: ketika akhir bulan ke empat (pasangan kelinci pertama melahirkan sepasang kelinci baru, pasangan kelinci kedua pun melahirkan sepasang kelinci baru juga, sedangkan sepasang kelinci yang lahir bulan lalu baru tumbuh dewasa). Dan begitu seterusnya! Sehingga, dengan sangat mudah, banyaknya pasangan kelinci tiap bulan tersebut digambarkan dengan barisan bilangan 1 , 1, 2 , 3 , 5 , 8 , 13 , 21 , . . . Jadi banyaknya pasangan kelinci selama 1 tahun (f12)adalah 377 pasang. Sekian dulu, sejarah singkat bilangan Fibonacci yang asal mulanya dari sepasang kelinci ternyata mengahsilkan BAR_isan BIL_angan. Semoga bermanfaat. Sumber: http://www.maths.surrey.ac.uk/hostedsites/R.Knott/Fibonacci/fibBio.html http://citizendia.org/Liber_Abaci http://www.maths.surrey.ac.uk/hostedsites/R.Knott/Fibonacci/fibmaths.html#pyt hagfib

No.8/Th. 5/Feb. 2016

43


SASTRA ANAK

Maafkan Aku, Bu! Oleh: Indarrahmani Hasna Afina, Kelas VI Tasbit bin Qurrah

44

“Hai, Kamu! Kok lama, sih? Yuk, kita renang!” seru Nia kepada Irma, sahabatnya. “Maaf, tadi macet. Ya udah, kita lompat, yuk!”ajak Irma. Nia dan Irma lalu melompat dari pinggir kolam renang. GEDEBUG!!! “Aaaw! Hanya mimpi, to?” pikir Nia mengusap punggungnya. “Nia, Bangun sayang!” teriak Bunda membuka pintu kamar. “Iya, Bun, ini udah bangun!” balas Nia bangkit dari lantai. “Tumben, nih. Ya udah, sholat dulu!” perintah Bunda. Nia lalu mengambil handuk dan akan mandi. “Nia, salat dulu!” ujar Bunda setengah berteriak. “Eh, iya, lupa Bun!” jawab Nia tersenyum. Lalu, ia pun segera salat subuh. … Pukul 05.40 “Yuk, sarapan!” ajak Bunda. Nia pun segera sarapan bersama Bunda. Selesai sarapan, Nia berangkat ke sekolah naik sepeda. “Kring…kring…!“ bel sepeda Nia berbunyi. “Yuk, Ni! Mau telat lagi kamu?” tegur Lauren ketika melihat sahabatnya santai. Nia tersenyum,

No.8/Th. 5/Feb. 2016

lalu mengayuh sepedanya cepat-cepat. Sesampainya di sekolah, Nia dan Lauren segera memarkir sepeda mereka masing-masing. “Kamu tahu nomer 4?”tanya Lauren “Maksudmu?” tanya Nia balik. “Tugas rumah dari Bu Ening,” jawab Lauren singkat. “HAH??!! Aduh, aku lupa tidak mengerjakan, nih!” Nia menepuk jidatnya. ... “Lagi-lagi kamu?!” tanya Bu Ening galak. “I...iyaa…Bu, maaf” jawab Nia takut. “Kerjakan lima kali! Sekarang, kamu lari keliling lapangan dan besok kumpulkan PR-nya! Lari sampai pelajaran Ibu selesai!” perintah Bu Ening. Nia bergegas keluar kelas. Dengan cepat ia berlari. Ah, kenapa harus cepat-cepat? Santai saja, ah! Dia pun hanya berlari-lari kecil. Nia sangat capek. Kira-kira dia sudah enam kali memutari lapangan. Padahal, pelajaran Bu Ening 2 jam lebih 30 menit. “Ah, Bu Ening memang menyebalkan, aku, kan, capek! Huuh, masih 2 jam lagi!” hanya keluhan yang keluar dari mulut Nia. Dia terus saja mengomel. Irma yang melihatnya dari kelas merasa iba. “Kasihan, ya, Nia?” bisik Irma pada Melli,


SASTRA ANAK

Lauren, dan Daicy. Mereka mengangguk serentak. “IRMA, MELLI, LAUREN, DAICY!!! Keluar!!! Lari keliling lapangan tiga kali!” seru Bu Ening. “Eh…iya, Bu!” kata Daicy setengah terkejut. Merekapun segera mengikuti Nia keliling lapangan. “Kalian ngapain?” tanya Nia. “Lari…” jawab Melli. Ia pun menjelaskan alasan mereka dihukum. “Capek!!! Aku sudah sebelas kali memutari lapangan! Huh, masih 1 jam 45 menit, nih!” lagilagi Nia mengeluh. “Udah, nggak usah mengeluh, Kita lanjutkan saja! Sambil ngobrol pasti asyik!” usul Daicy. Akhirnya, merekapun berlari santai sambil mengobrol. Nia, Irma, dan Lauren mengobrol tentang mimpi semalam, sedangkan Melli dan Daicy mengobrol tentang film kemarin. Tak terasa mereka sudah tiga kali memutari lapangan. “Eh, udah, ya! Kita Cuma disuruh lari tiga kali. Maaf,” kata Daicy lalu meninggalkan Nia. “Nggak apa-apa! Makasih, ya!” sahut Nia tetap berlari. “Ya, sama-sama.” balas Melli. Kini Nia tidak mengeluh lagi. KRIING…bel sekolah berbunyi tanda pergantian pelajaran. Nia tersenyum lega. Ia pun masuk ke kelas. Bu Ening tersenyum kecut kepada Nia. Nia hanya membalasnya dengan tersenyum terpaksa. ... Sepulang sekolah, Nia mengerjakan sanksi dari Bu Ening. “Huff...selesai, deh!” Nia menghembuskan nafas lega. Tiba-tiba, terbayang wajah Bu Ening yang sudah tidak muda lagi. Kulitnya keriput, dan rambutnya sudah beruban. Sebenarnya Nia merasa tenang saat membayangkan wajah Bu Ening yang sebenarnya teduh. Dia jadi merasa bersalah selama ini karena membenci Bu Ening. Tapi, dia malu jika meminta maaf secara langsung. “Gimana, ya?” Nia terus berpikir. Ya, Nia benarbenar menyesal dan ingin minta maaf. “Oh, iya, besok, kan, hari Guru! Aku akan memberikan ucapan selamat hari Guru sekaligus permintaan maaf kepada Bu Ening. Ah, semoga Bu Ening mau memaafkanku!” gumam Nia. Dia lalu membuat sebuah gambar tentang mulianya jasa seorang guru. Di bawah gambar itu dia menuliskan Dari muridmu yang menyayangimu, Tania Putri Amanda. Nia lalu memetik setangkai bunga mawar di halaman rumahnya untuk melengkapi permintaan maafnya. ...

Esoknya... Nia sangat bersemangat pergi ke sekolah. Karena masih pagi, dia meletakkan bunga dan gambarnya di meja Bu Ening di kantor guru. Ketika pelajaran bu Ening, Nia menunggu. Namun, yang datang malah Bu Arin. “Bu, Bu Ening di mana?” tanya Nia. “Bu Ening sakit parah di rumah sakit Panti Medika. Sekarang, kita belajar dulu, ya,” jawab Bu Arin. Nia shock mendengarnya, dan dia jatuh pingsan. ... “Akhirnya kamu sadar juga.” kata Irma. “Aku kenapa?” tanya Nia “Kamu tadi pingsan ketika mendengar kabar tentang Bu Ening,” jawab Melli. “Aku harus menjenguknya. Aku menyesal. Dia guruku, tak seharusnya aku mengeluh karena perintah atau hukuman yang dia berikan. Aku yang salah karena tak mengerjakan tugas. Aku benarbenar malu!” Nia menyalahkan dirinya. “Ni, tak seharusnya kamu menyalahkan dirimu. Kalau kamu memang salah, kamu bisa minta maaf kok” nasihat Irma. “Iya, Ir. Kalian mau menemaniku ke RS, kan?” tanya Nia kepada sahabat-sahabatnya. Mereka mengangguk. Nia lalu beranjak dari UKS dan mengambil tasnya. Sesampainya di rumah sakit, Irma dan Daicy bertanya kepada resepsionis, sedangkan Nia, Laura, dan Melli menunggu. Setelah itu, Irma mengajak keempat sahabatnya menuju kamar tempat Bu Ening dirawat. “Permisi…” ucap Nia membuka pintu kamar. Bu Ening tampak tertidur pulas tanpa ada yang menemani. Nia duduk di samping tempat tidur sambil menitikkan air mata. Dia tidak berani membangunkan Bu Ening. “Maaf, kami akan memeriksa pasien sebentar,” kata seorang perawat yang tiba-tiba masuk. “Iya Mbak, silahkan...” kata Lauren. Mereka menunggu di luar kamar. Beberapa menit kemudian, perawat itu keluar. “Bagaimana keadaannya, Mbak?” tanya Lauren. “Sudah banyak kemajuan, mungkin nanti sudah diperbolehkan pulang. Kami permisi dulu, Dik” pamitnya. Nia lalu mengajak teman-temannya pulang, sekalian dia ingin bermain ke rumah Irma. ...

No.8/Th. 5/Feb. 2016

45


SASTRA ANAK

46

Beberapa hari kemudian di rumah .... “Eh, sudah pulang, to? Dari mana kamu?” tanya bunda. “Dari main ke rumah sebelah, Bun,” jawab Nia. “Ini ada surat,” kata bunda. “Barusan saja Bunda terima.” “Oh, makasih ya, Bun!” kata Nia. Nia berlari ke kamarnya. Tak sabar dia ingin membuka amplop yang baru diterimanya itu. Tampak tulisan di bagian depan amplopnya: Untuk Tania P. A, Jl. Mangga Manalagi 154 C3 6215 Dan tertulis di bagian belakangnya : Dari :Anie Ningtyas, Jl Kebon Apel 72 B 7767 “Anie Nintyas? Siapa ya?” pikir Nia sambil membuka amplop. Ada surat di situ, isinya begini: Assalamu'alaikum, muridku Nia. Bu Ening sudah terima gambar darimu. Terimakasih, ya! Bu Ening langsung kirim surat ini untukmu begitu Bu Ening merasa sehat. Bu Ening galak bukan karena benci kepadamu, tetapi karena sayang. Bu Ening selalu ingin memberikan yang terbaik untuk muridmurid Ibu. Bu Ening sudah memaafkanmu bahkan sebelum kamu meminta maaf kepada Ibu. Bu Ening juga minta maaf, ya, bila selama ini sering memarahimu. Wassalamu'alaikum “Ternyata...” kata Nia. Dia tersenyum senang. Bu Ening rela menulis surat untuknya walaupun baru saja sembuh dari sakitnya. Nia merasa tambah sayang pada gurunya itu. ... “Nia, bangun! Sudah jam enam!” teriak Bunda. Nia segera terbangun. Dia cepat-cepat mandi, salat lalu sarapan. “Nia berangkat dulu ya, Bun”pamit Nia sambil tidak lupa mencium tangan Bunda. Dia lalu mengayuh sepedanya dengan cepat. Sampai sekolah, tampak semua sudah sepi. Sepuluh menit yang lalu bel berbunyi. Dia memasuki kelasnya dengan gugup. “Assalamualaikum…” ucap Nia sambil mengetuk pintu. “Waalaikumsalam…” balas sebuah suara. Nia tahu itu suara buArin. “Maaf Bu, tadi saya bangun kesiangan,” kata Nia tak berani menatap wajah bu Arin. “Ya, untuk kali ini Bu Guru maafkan. Oh, iya, gambarmu bagus lho!” kata Bu Erin. Gambar? Gambar apa, ya? Sepintas Nia teringat gambar yang ia kirimkan ke Bu Ening. “Tapi, kok, Bu Erin

No.8/Th. 5/Feb. 2016

tahu, ya?” batin Nia. “Ah, eh…Bu Arin tahu gam …” Nia belum menyelesaikan kalimatnya, ketika dia mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinganya. “Hai, Nia!” sapa Bu Ening. Nia terkejut melihat Bu Ening sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum tulus. Tanpa dikomando, Nia segera mencium punggung tangan Bu Ening. “Duduklah!” perintah Bu Ening. “Iya, Bu. Ibu tambah ramah, deh!” puji Nia lalu duduk. Bu Ening tersenyum. “Oke anak-anak, mari kita lanjutkan pelajaran kemarin yang sempat tertunda karena Ibu sakit. Jadi, jika kita mengerjakan soal semacam ini, kita harus teliti. Teliti seperti kita menancapkan peniti ke kain. Mudeng atau mubeng?” tanya bu Ening. Seisi kelas tertawa, baru pertama kali ini mereka mendengar lelucon Bu Ening yang sebenarnya tidak lucu. Di tengah derai tawa, Bu Ening melempar senyum kepada Nia. Sambil tertawa, teman-teman Nia menyimpan rasa penasaran akan perubahan Bu Ening. Nia hanya tersenyum melihat semua temannya sedikit bingung. Ah, itu rahasia. Biar aku dan Bu Ening saja yang tahu tentang ini, batin Nia lalu kembali tertawa mendengar lelucon Bu Ening selanjutnya.n


SASTRA ANAK

Karya: Rahmadika Kemala Salsabiela/ Kelas VI Jabir bin Hayyan

Termenung di waktu senja Semilir angin mewarnai suasana Diguyur semua hujan reda Tangisan awan apa artinya Senyuman kini ada Langit biru berwarna Terhias pelangi gembira Hanya bernostalgia Terlintas sebuah kata Orang yang kini ada Tepikir olehnya tentangnya Memberi duniaku penuh warna Keceriaan, suka, dan duka Kita lewati bersama Memberi segalanya Pentingnya dalam kehidupan Tuk meraih cita Di masa depan Apalah arti kehidupan Tanpa ilmu pengetahuan Dialah lentera kehidupan Seorang guru Yang berarti dalam hidupku

Guruku Karya: M. Wisnu Adhyaksa/ Kelas V Ibnu Taimiyah

Guruku . . . . Kau bagaikan cahaya di gelapnya malam Kau telah mengajar kami tanpa lelah Berbagai cobaan telah kau jalani Untuk menyelamatkan kami dari kebodohan Oh guruku . . . . Kau telah mengajarkan berbagai hal pada kami Terkadang kami sering membantah perkataanmu Tetapi . . . . Kau menasehati kami dengan penuh rasa sabar Guruku . . . . Akhirnya kami mengerti Betapa pentingnya dirimu Kau telah membuat masa depan kami menjadi cerah Dengan ilmu darimu itu Terima kasih Atas pengorbananmu itu Berusaha mencerdaskan kami Hingga kami sukses dan berhasil Terima kasih . . . . guru . . . .

PESAN IKLAN MUTUALISTA HUBUNGI Oki Yanuar mutualista.sch@gmail.com atau 0293 - 314181

No.8/Th. 5/Feb. 2016

47


ALA ENGLISH

From Holland to Mutual For less than 10 years teaching English at Mutual school and almost every year the conversation club goes to Borobudur, makes me have a dream to present native speaker to our school, Mutual.

Mr. Mustaqim as the principal also asked their opinion about SD Mutual. They said SD Mutual is very nice. They were very happy with the students whom very excited with their arrival. Loui also asked the students about their arrival. The students answered it quite smooth.

On October, our big family 1arrival relatives from Holland. They were my father's in law cousin and his family. They were not definitely come to Indonesia in once a year, so I was not neglected that opportunity. I asked them to 2drop in at Mutual school. Alhamdulillah, they gave a time for it.

48

Time went so fast. They must continued their journey. Before left the school we asked to take photo in the school yard. At that time the students of first grade had their break time. They bring paper and pencil and ran toward the guests to ask their signature. The students 7 regarded them like artist. They were very happy for the signature. The teachers also joined the conversation and tried to speak English as they can.

As quick as possible, I informed the news to the principal. After instant coordination, we make a plan to welcome them. At 10.30, the guests from Holland 3 finally arrived. A big welcome and enthusiastic precisely came from the students. They were very glad to see “bule” in their school. They were very enthusiastic and 4crowd around the guests. The guests were very glad with the welcoming.

The arrival of the guest were very impressive for SD Mutual mainly for the English teachers and the students. This made our spirit and confident to speak English much better. And for Loui, Mario and Evelyn their arrival to SD Mutual was the most 8impressive event for them during stay at Magelang, “Wow… proudly thing, right?”

We tried to 5utilize the opportunity as well. Some of the teachers who were not teaching at that time join to welcome them. For about 15 minutes we had conversation. Not only the teachers who chat with the guests but also the students. We asked some students to join the conversation while practicing their English. The guests came from Holland. They were family. Loui, Mario and their daughter Evelyn. They came to Indonesia for holiday and to visit their 6relatives (my father in law) at Magelang. Loui's father is Javanese and his mother is Dutch, that's why he also has Javanese face. They like Indonesia because the people were very friendly and its delicious food. They like to eat Satay, fried rice and Lodeh. They said that Indonesian food “enak”. They had a plan to visit Ketep Pass, Borobudur temple and Bali.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

For the next, we have a plan to present the other native speaker with better 9 readiness, planning and 10purpose. Hope our school SD Mutual we be better and global, Amen. See you! Vocabularies 1. arrival : 2. drop in : 3. arrived : 4. crowd around : 5. utilize : 6. relatives : 7. regard : 8. impressive : 9. readiness : 10. purpose : By: Hany Hendraswati, S.S

kedatangan mampir tiba mengerumuni menggunakan sanak saudara menganggap mengesankan kesiapan tujuan


SOSOK

Berbagi Pengalamanku

Sebagai Delegasi Apresiasi Sastra Siswa SD dan Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) 2015

49

Oleh: Amarylisse Mc. Ganz (Rere) Kelas 5 Ibnu Taimiyah

Assalamualaikum wr, wb. Namaku Amarylisse Mc. Ganz, biasa dipanggil Rere. Aku seorang siswi kelas 5 di SD Mutual Kota Magelang. Aku akan berbagi pengalamanku ketika mengikuti ajang paling bergengsi dan paling diimpikan oleh para penulis cilik di Indonesia. Inilah impianku, mengikuti Apresiasi Sastra Siswa SD dan KPCI 2015. Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar dan Konferensi Penulis Cilik Indonesia adalah acara yang diselenggarakan rutin setahun sekali sejak tahun 2010 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) pusat di Jakarta dengan menggandeng Dar! Mizan, sebuah penerbit berskala nasional yang banyak menampung hasil karya para penulis cilik yang tergabung

dalam komunitas KKPK (KecilKecil Punya Karya) sebagai Event Organizer (EO) atau Liaison Officer (LO) nya. Selama ini, sekolahku belum pernah memiliki delegasi yang dikirim ke sana. Bahkan dari Kota Magelang, belum pernah ada. Alhamdulillah, tahun ini aku bisa menjadi delegasi dari kotaku tercinta. Untuk Jawa Tengah diwakili 7 orang. Selain aku, ada juga temanteman dari Semarang, Surakarta, Kebumen, dan Jepara. Apresiasi Sastra meliputi lomba menulis cerpen yang dibagi dua kategori yaitu bagi pemula dan penulis, lomba cipta syair, pantun, dan mendongeng bagi para siswa siswi SD kelas 4,5, dan 6. Waktu itu, pengumuman lomba Apresiasi Sastra Siswa SD ini ditempel diseluruh sekolahsekolah SD diseluruh Indonesia.

No.8/Th. 5/Feb. 2016


SOSOK

50

Akupun tergerak untuk mengikuti lomba tersebut. Aku mengirim cerpen berjudul “Aku dan Adikku, A m a r �. C e r p e n h a r u s ditandatangani oleh kepala sekolah dan di stempel sekolah. Juga dilampiri surat pernyataan keaslian karya dan pernyataan bahwa karya dibuat sendiri tanpa bantuan dari siapapun. Pada tahun ini, ternyata panitia menerima total ada 1.317 hasil karya dari siswa SD di seluruh Indonesia. Tim juri menyeleksi untuk menjaring 165 karya terpilih sebagai pemenang dan para penulisnya akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti babak final Apresiasi Sastra Siswa SD dan KPCI 2015. Alhamdulilah, karyaku adalah salah satu dari 165 karya terpilih itu. Aku masuk kategori lomba menulis cerpen kategori penulis. Sempat kaget juga, kok, aku kategori penulis, bukan pemula, ya? Ketika melihat pengumuman, para pemenang kategori penulis adalah anak-anak yang sudah menerbitkan banyak buku-buku KKPK. Ternyata ini juga ajang para penulis KKPK berkumpul dari seluruh penjuru tanah air. Sedangkan aku? Baru

No.8/Th. 5/Feb. 2016

menerbitkan satu buku, itupun masih dalam proses, baru penandatanganan akad SAN yang bukunya pun belum launching. Buku antologi pula, karena kebetulan aku masuk tiga besar ketika KKPK mengadakan lomba menulis cerpen bulan April lalu. Jadi aku merasa down, saingannya luar biasa berat. Tahun ini, kegiatan Apresiasi Sastra Siswa SD dan KPCI 2015 diadakan di Bogor, tanggal 27-30 Oktober 2015 di hotel Royal Safari Garden, Cisarua Bogor, Jawa Barat. Berangkatlah aku dengan diantar orangtua menuju ke lokasi kegiatan. Selama kegiatan ini, para siswa tidak boleh didampingi oleh orangtua, harus mandiri. Selama masa karantina, banyak kegiatan yang harus diikuti. Kegiatannya sangat menyenangkan. Kami mendapatkan tas sekolah yang keren, lengkap dengan buku-buku dan alat tulis, mendapat topi, seragam, t-shirt, stiker, PIN KPCI, dan mendapat gelang persahabatan. Gelang KPCI hanya dimiliki dan harus dipakai oleh peserta KPCI selama kegiatan. Selain itu juga mendapat satu set

tas Tiwi Tupperware, produk Tupperware. Seluruh peserta juga mendapatkan gratis rekening tabungan BNI Taplus anak atas nama sendiri dan ATM yang berisi uang sebesar Rp.600.000,00 sebagai uang saku. Selain itu, panitia juga menanggung seluruh biaya akomodasi dan transportasi termasuk tiket pesawat PP bagi peserta yang jumlah nominalnya berbeda-beda, tergantung jarak tempuh/domisili. Dari Provinsi Jawa Tengah masing-masing peserta mendapatkan Rp2.200.000,00 sebagai pengganti transport, Alhamdulilah. Temanku yang dari DKI Jakarta, karena dekat, uang transportnya Rp.500.000,00 kalau dari luar Pulau Jawa tentu lebih banyak lagi. Di hari pertama, ada pelatihan menulis. Saya sangat menyukai kelas menulis ini. Ruangan dipenuhi logat bahasa yang bermacam-macam dari peserta yang merupakan perwakilan dari d a e ra h - d a e ra h d i s e l u r u h Indonesia. Di dalam kelas ini dijelaskan bagaimana menulis yang baik, menciptakan konflik, memilih ending cerita yang menarik, dan lain-lain. Dijelaskan pula apa itu plagiasi, yaitu peserta dilarang keras melakukan plagiat karya. Jika ketahuan maka akan ada sanksi hukum yang berat. Selain itu, sebagai seorang penulis cilik, dalam membuat hasil karya dilarang mendapatkan bantuan dari guru, orangtua, pembimbing, dan semacamnya. Karya harus hasil murni, tanpa editor. Ketika pelaksanaan lomba, seluruh peserta harus menulis tangan cerpen dengan durasi waktu lebih dari tiga jam dan ditunggu oleh panitia. Tema cerpen telah ditentukan sebelumnya secara mendadak,


SOSOK

tanpa persiapan sama sekali. Di sinilah lomba benar-benar menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas yang tinggi. Semuanya murni hasil karya anak bangsa, tanpa campur tangan orangtua, guru, atau pembimbing. Peserta pun tidak bisa mencontek, karena ide menulis itu tidak bisa dicuri. Hasil menulis cerpen ini akan dicetak menjadi buku. Setelah kegiatan lomba yang menguras energi itu, kamipun diajak refreshing ke Taman Safari B o go r. D i s it u la h te rc ipta keakraban para peserta lomba. Kata kakak panitia, seluruh peserta wajib mengenal satu sama lain, sehingga ketika suatu saat nanti kita berkunjung di manapun, di situ selalu ada teman untuk dikunjungi. Di hotel tempat kami menginap aku sekamar dengan Ghea, peserta dari Bekasi. Dari total 165 anak, dibagi lagi menjadi 11 kelompok, tiap kelompok berisi 12 sampai 15 anak. Aku terpilih sebagai ketua kelompoknya. Tiap kelompok ada satu kakak pembimbing. Acara Konferensi Penulis Cilik pun dimulai. Semua ketua kelompok berkumpul untuk memilih satu orang sebagai ketua angkatan KPCI 2015. Sebenarnya, aku ingin sekali menjadi ketua angkatan. Ada 11 calon ketua angkatan, lalu divoting. Tapi aku kalah suara dalam voting. Apa mungkin karena selama ini ketua angkatan selalu anak laki-laki, ya? Lalu terpilihlah Danish, perwakilan dari DKI Jakarta sebagai ketua angkatan. Mengapa menjadi ketua angkatan itu diinginkan semua peserta? Karena ketua angkatan a d a l a h j u r u b i ca ra ke t i ka diwawancara oleh media, baik media cetak maupun elektronik. Ketua angkatan pula yang akan membacakan hasil deklarasi

Di sinilah lomba benar-benar menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas yang tinggi.

penulis cilik di depan bapak menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Keren banget, kan. Dalam konferensi itu, ada 4 komisi yaitu komisi penerbit, komisi pemerintah, komisi sekolah, dan komisi orang tua. Aku masuk sebagai komisi p e n e r b i t . D i s i t u l a h ka m i sampaikan segala aspirasi, keinginan, dan pendapat para penulis cilik. Agenda acara di hari ketiga adalah berkunjung ke kantor kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemdikbud) pusat di Jakarta. Kami mengadakan audiensi dengan kemdikbud. Tapi sayangnya, Bapak Menteri pendidikan dan kebudayaan, Bapak Anies Baswedan pada saat yang bersamaan harus meninjau SD yang terkena bencana asap di Jambi. Jadi, agenda acara ini diwakili oleh Sekjend Pendidikan dan Kebudayaan. Acara terakhir adalah malam penganugerahan (Awarding Ceremony), wisuda, dan pemberian medali bagi seluruh

peserta serta pengumuman pemenang lomba cerpen. Juara satu adalah Andi Tenribali dari SDI Al-Azhar Pontianak. Juara 2 dari Jawa Barat dan juara 3 dari Lampung. Para pemenang ini berhak mengikuti lomba tingkat internasional di Thailand dan mendapat piala, piagam, dan hadiah uang beasiswa sebesar Rp.500.000,00. Banyak yang tidak menang, tapi kekecewaan kami terobati ketika panitia menyatakan “Bagi yang tidak menang, tidak usah kecewa, karena kalian semua yang ada di sini adalah para pemenang dari daerah masingmasing. Dan seluruh peserta akan mendapatkan masing-masing uang beasiswa sebesar tiga juta rupiah� Alhamdulilah. Aku sebenarnya kecewa karena tidak menang, tapi seorang kakak pembimbing berkata padaku. “Re, Kakak lihat di score nilai, kamu masuk 10 besar, loh.� Senang sekali aku mendengarnya. Hal itu mencambukku untuk berjuang lebih keras lagi. Semoga tahun depan, aku masih memiliki kesempatan untuk meraih juara. Tahun ini, walaupun aku tidak menang, tapi pengalaman dan ilmu yang akan kubawa adalah oleh-oleh yang paling penting bagi teman-temanku di sekolah. Karena pengalaman dan ilmu adalah harta yang berharga, yang bahkan tidak pernah bisa hilang atau dicuri, hanya bisa dibagi, dan semoga bisa menginspirasi, amin. Semoga kedepannya, setiap tahun sekali, selalu ada delegasi sekolahku tercinta, SD Mutual Kota Magelang. Untuk semua teman-temanku, yuk, semangat berkarya. Sebelum kita besar nanti, buatlah sebuah karya, untuk dikenang ketika kelak kita dewasa nanti. Teruslah berkarya. Semangat! Wassalamualaikum, wr. wb.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

51


SOSOK

Hobiku Prestasiku Oleh: Inggrit Diyah Ismaya

52

Segudang kesibukan tak membuat salah satu siswa terbaik S D M u t u a l i n i ke h i l a n ga n keceriaannya. Saat Mutualista menemuinya untuk wawancara, senyum selalu mengembang dari wajah ganteng cowok yang bernama lengkap Giffari Aqsa Al Ghaniyy. Pemegang beberapa medali dari cabang olahraga renang, teakwondo, dan sepak bola ini mengakui hari-harinya banyak dihabiskan dengan berbagai les dan ekstra. Dari ekstra sekolah seperti renang dan sepak bola masih ditambah latihan renang dan teakwondo di beberapa klub khusus, juga masih mengikuti les musik gitar. Belum lagi tugas dan PR dari sekolah yang tetap harus dikerjakan tak membuatnya banyak mengeluh. Putra Letkol Inf. Bayu Tirtiyanto S.Sos ini juga tetap bisa mempertahankan prestasi akademiknya. Terbukti walaupun sering meninggalkan kelas untuk mengikuti beberapa lomba, nilainilai ulangan cowok yang duduk di kelas 5 Ibnu Taimiyah ini masih tetap memuaskan. Ketertarik annya pada renang dan te a k wo n d o berawal dari sebuah ketidaksengajaan. “ Waktu masih TK aku sering ikut

No.8/Th. 5/Feb. 2016

mama antar jemput kakak latihan renang dan teakwondo, terus lama-lama aku tertarik juga ikut latihan. Ternyata seru, ya udah deh aku jadi ketagihan”. Sampai akhirnya hobi yang ia sukai bisa menghasilkan prestasi gemilang di antaranya juara I renang 100 m gaya dada putra di ajang POPDA tingkat Kota Magelang dan juara I teakwondo tingkat nasional di Salatiga tahun 2015. Bahkan cowok penyuka makanan nasi goreng ini pernah menjadi juara I renang se Jawa–Bali untuk kelompok umur 5 tahun dan juara III antar SSB tingkat Jateng dan DIY “ Bina Putra Cup Klaten” usia 8 tahun. Wow, patut diacungi dua jempol. Berbagai prestasi yang ia raih didapat dengan kerja keras. Tak kenal lelah saat berlatih, tak cepat puas dengan berbagai pujian dan tak lupa selalu memanjatkan doa pada sang Illahi agar diberi hasil yang memuaskan. Saat Mutualista menanyakan apa motto hidupnya dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya ia menjawab dengan lantang ”always happy , dibuat slow tapi tetap harus kerja keras. Karena untuk mendapatkan hasil maksimal dibutuhkan perjuangan”. Cita-citanya untuk menjadi tentara membuatnya harus pintar- pintar membagi waktu antara sekolah atau berbagai olahraga yang ia sukai. Ia harus tetap mempertahankan nilai-nilai di setiap pelajaran. Sepulang sekolah cowok yang sudah menyimpan 12 medali dan 6 piala ini menyempatkan membaca pelajaran untuk esok hari,

mengerjakan PR dan tugas yang harus tetap dikerjakan dengan maksimal. Terkadang rasa lelah dan bosan membuatnya malas untuk belajar dan berlatih, tetapi hal itu tidak bertahan lama karena keinginan untuk bisa sekolah di SMP Negeri 1 Kota Magelang dan juga melanjutkan ke sekolah favoritnya SMA Taruna Nusantara membuatnya harus segera memacu semangat untuk tetap fokus pada apa yang dicitacitakan. “Semua kegiatan aku kerjakan dengan senang, kan banyak temannya. Di sekolah aku punya temen di tempat latihan aku juga punya temen. Walaupun kadang ada yang jadi pesaingku, tapi itu malah bikin aku jadi lebih semangat,” jawabnya. Dari awal wawancara cowok yang kadang berangkat sekolah dengan bersepeda ini memang selalu terlihat senang, selalu tersenyum, dan bersemangat. Untuk anak-anak Mutual yang lain, cintailah apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan semuanya dengan rasa senang. Karena mungkin dari hobimu akan menjadi prestasi yang membanggakan untukmu. Semangat, mari berjuang bersama.n Biodata : Nama TTL Alamat

: Giffari Aqsa Al Ghaniyy : Magelang, 21 Juni 2005 : Jl. Kyai Ronggo 1, Rt. 1 Rw.7, Kranggan, Banyurojo, Mertoyudan Nama Ayah : Letkol. Bayu Tirtiyanto, S. Sos Nama Ibu : Retno Hartati, Amd. Hobi : Olahraga


PARENTING

Anak

Sosok Yang Luar Biasa

Memiliki anak merupakan suatu anugerah yang sungguh luar biasa. Perkembangan anak sangat cepat berubah bahkan dalam hitungan detik, sehingga kita sebagai orang tua terkadang terkejut dengan cepatnya perubahan ini. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, bahkan anak kembar identik sekalipun. B a g i o ra n g t u a , a n a k m e n j a d i penyemangat yang luar biasa untuk terus bertahan hidup dalam keadaan sesulit apapun. Hal tersebut dikarenakan orang tua pasti akan berusaha keras berjuang demi masa depan anaknya. Miris memang selama ini, sering terdengar berita tentang kekerasan dan penelantaran terhadap anak baik yang dilakukan oleh orang tua angkat bahkan oleh orang tua kandung sendiri. Pada dasarnya setiap anak yang baru saja lahir sama sekali tidak mempunyai dosa. Anak yang baru saja lahir dapat diibaratkan selembar kertas yang putih bersih. Ingin menjadi apa kertas itu sesuai dengan pengisi kertas tersebut. Seperti halnya anak, bagaimana kelak anak tersebut tergantung dari orang tua yang mendidik dan mengarahkannya. Segala potensi hendaknya dikembangkan oleh orang tua sejak dini. Usia anak SD (5–12 tahun) merupakan masa yang paling tepat bagi orang tua untuk mengamati secara jeli potensi yang ada pada diri anak. Pada usia tersebut bakat maupun potensi anak akan dengan mudah dikembangkan jika ada kerja sama antara orang tua dan anak. Orang tua harus memiliki kesabaran yang cukup dalam membimbing dan mengarahkan anak.

Anak menjadi penyemangat yang luar biasa untuk terus bertahan hidup dalam keadaan sesulit apapun.

Oleh: Risti Apriliyani, S.Pd

Bisa dikatakan gampang-gampang susah tergantung pada keduanya. Selama ini masih banyak wali murid yang curhat karena kebingungan menghadapi anaknya dan belum menemukan cara yang tepat untuk mengembangkan potensi dan bakat yang ada pada diri anaknya. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mengenali dan mengembangkan potensi, bakat dan minat anak : 1. Perhatikan baik-baik setiap detil kebiasaan, minat, dan kesukaan maupun hobi anak. Jika orang tua sudah tahu, cobalah untuk bergabung di dalamnya. 2. Kebersamaan yang terjalin antara anak dan orang tua akan membuat anak menjadi terbuka, sehingga saat itulah waktu yang tepat bagi orang tua untuk memberi arahan yang baik tentang minat dan hobi mereka. 3. Beri ruang, waktu, dan fasilitas pada mereka untuk menyalurkan apa yang menjadi keinginan mereka, biarkan berjalan apa adanya sesuai keadaan sambil memantau perkembangannya. 4. Jangan menargetkan apapun atas potensi yang mereka miliki, sehingga mereka tidak merasa terbebani. 5. Tetap memberikan semangat atau support penuh atas setiap pencapaian potensi anak apapun bentuknya. Mengembangkan potensi anak usia 5–12 tahun sangat penting dilakukan orang tua mengingat pada usia-usia inilah orang tua dapat membekali anak dalam mengembangkan minat dan keinginan anak di masa depan. Pada masa-masa ini juga, anak sangat memerlukan asupan gizi yang cukup serta kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Peran orang tua yang optimal dalam mengembangkan kecerdasan dan perkembangan emosi anak, secara bertahap akan mendorong potensi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mampu mengendalikan emosi serta kuat fisik, mental maupun spiritualnya.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

53


KRONIKA

Trip To Bromo 54

Oleh: Anwar Rasyid, M.Pd http://yudatama.com/

Sekitar pukul 17.00, kami, rombongan SD MUTUAL berangkat dari Surabaya menuju kawasan Gunung Bromo. Setibanya di kawasan Gunung Bromo sekitar pukul 21.00, kami langsung menuju penginapan. Kami beristirahat setelah menempuh Surabaya – Bromo yang cukup melelahkan. Sekitar pukul satu malam kami terbangun karena ada keramaian di luar. Ternyata ada rombongan lain yang sudah siap beragkat menuju Bromo. Penginapan yang kami tempati memang salah satu starting point menuju Bromo. Tepat pukul 03.00 kami siap-siap menuju Bromo menaiki jeep. Ada sekitar 10 jeep yang siap mengantar rombongan SD MUTUAL. Sebelum berangkat kami dibrifing oleh pemandu. Tak lupa sebelum berangkat kami wudhu dulu untuk persiapan shalat subuh di atas. Satu persatu jeep yang kami tumpangi melesat

No.8/Th. 5/Feb. 2016

menuju puncak penanjakan. Perjalanan terasa cukup lama dengan jalan yang berkelok. Menjelang subuh kami sampai lokasi. Destinasi pertama yang kami tuju adalah puncak penanjakan. Puncak penanjakan adalah tempat favorit wisatawan untuk melihat sunrise. Kami sarankan bila ingin melihat sunrise di Bromo pada musim kemarau agar bisa melihat sunrise tanpa terhalang mendung. Sampai di sana suasana sudah ramai oleh pengunjung. Hal pertama yang saya rasakan adalah dinginnya suhu udara, jadi saya sarankan untuk menggunakan jaket, shal, sarung tangan dan sepatu yang dapat menahan dingin, bukan sekadar untuk model fashion saja. Setelah masuk waktu subuh kami siap-siap melaksanakan salat berjamaah di alam terbuka. Subhanallah terasa nikmat.


KRONIKA

Inilah awal sunrise yang ditunggu-tunggu. Ratusan orang sudah siap dengan kameranya. Benarlah, di ufuk timur langit mulai memerah, pertanda matahari akan terbit. Fajar mulai menyingsing. Subhanallah, indah betul pagi itu. Cuaca cerah sehingga sunrise terlihat begitu indah. Di sisi lain, dari puncak penanjakan itu kami juga bisa melihat lautan pasir dari ketinggian. Lautan pasir yang diselimuti kabut tipis dilatarbelakangi kokohnya Gunung Bromo, Batok dan Semeru. Puas berfoto-foto di puncak Pananjakan, kami kembali turun. Di sana mobil jeep sudah menunggu untuk membawa kami ke petualangan yang lebih seru lagi, yaitu melintasi lautan pasir. Tujuan berikutnya adalah padang sabana. Ada yang menyebut bukit teletubbis. Letaknya di selatan kawah Gunung Bromo, tepatnya di kawasan Jemplang. Di tempat ini, kami sempatkan untuk sarapan. Bekal yang kami bawa dari penginapan serasa baru keluar dari almari es. Perjalanan kami lanjutkan menuju kawasan pasir berbisik. Di sini kami serasa berada di gurun pasir di tanah arab.Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi Gunung Bromo. Hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis - garis yang elok. Anda akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga Anda ke dekat pasir. Tempat ini juga pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo Puncak Gunung Bromo adalah destinasi terakhir kami. Beberapa dari kami ada yang sampai ke puncak kawah Bromo dengan menaiki ratusan anak tangga. Dari bibir kawah terlihat kawah Bromo yang menganga lebar dengan asap tipis yang membumbung tinggi. Dari sini juga dapat melihat hamparan lautan pasir yang maha luas, puluhan jeep yang menunggu di sana terasa kecil seperti mobil mainan saja, lalu tampak juga sebuah pura. Di latar belakang tebing-tebing Gunung Tengger. Puas menikmati keindahan Bromo kami pun bersiap-siap pulang ke penginapan dengan menaiki jeep yang sama. Sambil menunggu rekan yang lain, kami sempatkan membeli cindera mata berupa kaos bromo yang banyak di jajakan di sana.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

55


KRONIKA

Memperingati Hut Ri Ke 70

Ala Sd Mutual Oleh: Aji Jaya Putra, S.Pd

56

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Setiap tanggal 17 Agustus, Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Diberbagai daerah diadakan berbagai perlombaan, karnaval, dsb. Begitu juga halnya di SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang (Mutual). Pada bulan Agustus lalu SD Mutual mengadakan perlombaan antarkelas dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Perlombaan itu diikuti oleh siswa kelas 1-6. Perlombaan yang diselenggarakan untuk kelas I dan II dalah mewarnai dengan tema “Pahlawan�, kelas III-VI ada 3 macam kegiatan yaitu memasukan benang kedalam 10 jarum secara bergantian, memasukkan pensil dalam botol, dan menggigit koin dalam buah yang dilumuri dengan arang. Para siswa sangat bersemangat mengikuti perlombaan tersebut. Perlombaan yang sangat ditunggu-tunggu adalah menggigit koin dalam semangka yang dilumuri arang hitam pekat bercampur kopi. Sorak sorai para suporter dari masing-masing pendukung membuat suasana semakin meriah. Banyak noda hitam yang memenuhi wajah dan mulut peserta. Panas tidak menjadi penghalang. Bagi mereka perlombaan ini adalah salah satu penyemangat dalam mengisi kemerdekaan, kalah menang bukan masalah, yang terpenting adalah sikap disiplin dan kerja sama yang tanamkan, sehingga kegiatan ini akan berimbas pada pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Itulah cerita singkat perlombaan yang diadakan SD Mutual dalam rangka memperingati HUT RI Ke 70 TH. Semangat yang membara akan tetap ada dalam jiwa kita semua dalam mencapai cita-cita dan mengharumkan nama orang tua kita, sekolah, dan Negara Republik Indonesia. Sampai berjumpa kembali dikegiatan berikutnya dan akan ada perlombaan-perlombaan yang lebih seru dan menantang. �Burung pleci hinggap di papan, sampai bertemu kembali di tahun depan�.n


KRONIKA

Mapsi, Ajang Meraih Prestasi

Oleh : Subekti Endro Susilo, S.Ag.

MAPSI adalah sebuah kejuaraan lomba yang menjadi agenda tahunan Departemen Agama. MAPSI singkatan dari “Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami”. Jadi, MAPSI adalah lomba di bidang pengetahuan dan seni Islam sebagai ajang untuk menjaring bakat dan prestasi para siswa di bidang keagamaan. Penyelenggaraan kejuaraan lomba MAPSI ini meliputi ranah kognitif, afektif dan motorik. Secara kognitif, melatih siswa mendalami dan memahami ilmu pengetahuan Agama Islam. Dari ranah afektif, siswa diharapkan semakin memiliki akhlak, budi pekerti dan semangat untuk menghayati nilai-nilai keislaman dan secara motorik siswa akan tergerak mempraktekkan nilainilai itu dalam kehidupan dalam bentuk apresiasi kesenian Islam. MAPSI di tingkat Sekolah Dasar (SD) dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan kecamatan sampai ke tingkat Provinsi. Adapun jenisjenis lomba yang dilaksana-kan adalah lomba di bidang

keagamaan dan kesenian Islam. Di bidang keagamaan Islam antara lain adalah LP (Lomba Pengetahuan) PAI, LP BTQ, LK (Lomba Ketrampilan) GEBSATA (Gerakan dan Bacaan Shalat Fardlu dan Tartil Al Qur'an, LK TIKI ( Te k n o l o g i I n f o r m a s i d a n Komunikasi Islami), LCCT PAISUM (Lomba Cerdas Cermat Terpadu Pendidikan Agama Islam dan Umum), LKI (Lomba Kewirausahaan Islami), dan LKA (Lomba Keterampilan Adzan). Dalam Bidang seni di antaranya ada LOSIMURS (Lomba Seni Irama Musik Rebana Spesifik), LOSKHAQ (Lomba Seni Khat Al Qur'an), LOSKAQ ( Lomba Seni Kaligrafi Al Qur'an), LSTQ (Lomba Seni Tilawatil Qur'an), LHQ (lomba Hifdzil Qur'an), LCTK (Lomba Cipta Teks Khitabah), LSK (Lomba Seni Khitabah), LOSM (Lomba Seni

Hasil selengkapnya kejuaraan MAPSI tingkat Kota Magelang Tahun 2015 sebagai berikut : Nama Ahmad Zidan Ghaitsa Alkafi

Kejuaraan

Keterangan

Juara I TIKI Putra

Maju ke tingkat Provinsi

Ataya Cendana Pambudi

Juara I TIKI Putri

Maju ke tingkat Provinsi

Chaisa Rafi Andhika

Juara I Cerita Islami Putra

Maju ke tingkat Propinsi

Nashriyyah Nur Imani

Juara I Cerita Islami Putri

Maju ke tingkat Provinsi

Irdina Izzah Nabila

Juara I LCCT Paisum

Maju ke tingkat Provinsi

Rifda Alverina Rachman

Juara I Khitobah Putri

Maju ke tingkat Provinsi

Rahmadika Kemala Salsabila

Juara II PAI

Muhammad Aris Al-Kautsar

Juara III Khitobah Putra

Millati Tauhida Al Haris Fauzia

Juara III Tilawah dan Hifdhil Qur’an

Macapat Islami), LCCI (Lomba Cipta Cerita Islami), LOSBI (Lomba Bercerita Islami). Wah, ternyata cukup banyak dan beragam ya lomba MAPSI itu! SD Mutual sebagai salah satu SD favorit di kota Mgelang, pasti tidak akan mau ketinggalan mengirimkan kontingenkontingennya di ajang lomba tersebut. Di ajang lomba MAPSI ini, nama SD Mutual sudah tidak asing lagi malang melintang sebagai juaranya. Bagaimana tidak, tiap tahunnya SD Mutual selalu menjadi juara umum di tingkat kecamatan dan selalu saja ada siswa SD Mutual yang lolos hingga ke tingkat Provinsi. Ternyata banyak juga siswa SD Mutual yang memiliki prestasi bidang keagamaan lho, dan hal ini menepis anggapan bahwa SD mutual selama ini hanya mengedepankan keunggulan akademik saja. Untuk pelaksanaan lomba MAPSI Tahun 2015, Alhamdu-lillah lagi-lagi SD Mutual berhasil menjadi Juara Umum Tingkat Kecamatan Magelang Selatan dan berhak maju ke tingkat Kota Magelang. Lomba MAPSI di Tingkat Kota Magelang juga sangat menggembirakan dimana 6 anak berhak maju lagi ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

57


KRONIKA

Eta Oleh: Wati Prihayanti, M.Pd

58

Devita yang akrab dipanggil Eta adalah siswa kelas 6 SD Mutual yang multitalenta. Eta memiliki paras yang murah senyum dan mudah berkomunikasi baik dengan teman, guru, maupun orang lain. Penampilannya super cuek ketika dia di atas pentas. Kadang-kadang secara mengejutkan, dia akan berimprovisasi ketika tampil. Di luar skenario kami, sebagai guru pendampingnya. Terkadang, jika diberikan masukan “new style� yang harus dia tampilkan ketika lomba, awalnya hanya senyum, dengan sedikit penjelasan dan pengarahan, kemudian dia mengikutinya. Dan tak jarang juga dia meminta atau memberi usulan yang lain. Hmmmmm....unik ya.. Sebelum maju lomba puisi ini, dia mewakili Kota Magelang maju tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam lomba mendongeng. Untuk kali pertamanya, dia maju lomba tersebut. Kali ini, Eta mencoba mengikuti lomba Cipta Seni Pelajar Provinsi Jawa Tengah dalam lomba puisi yang diikutinya ketika masih duduk di kelas 5 semester genap. Mulai dari tingkat Kecamatan Magelang Selatan meraih juara 1, dan di Kota Magelang juga meraihnya kembali juara 1. Berbagi pengalaman ketika lomba di tingkat kota. Tahap pertama puisi yang temanya sudah ditentukan sesuai juknis. Tahap kedua, peserta diminta menulis puisi pagi dengan tema yang diluar juknis atau serta merta juri yang menentukan. Mungkin untuk mengukur seberapa kemampuan peserta dalam membuat puisi. Hasil puisi Eta memang berbeda, makanya juri memilihnya menjadi juara 1. Alhamdulillah. Pengumuman hasil tersebut ketika Eta masih duduk di kelas 5 akhir semester. Selamat ya, Eta. Kelas 6 sudah dinikmati Eta di awal masuk sekolah. Tanggal 11-12 Agustus 2015 di Donohudan, Sukoharjo, Eta berlaga di sana. Bertemu dengan kawan-kawan se-Jawa Tengah dari tingkat SD-SMP yang hebat-hebat. Sekamar dengan peserta dari Pekalongan yang akan beradu dalam lomba lukis, cipta puisi SMP,

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Berlaga Cipta Puisi Sampah Buah Karya : Devita Armia Purasani

Saat aku menonoton televisi Kulihat berita banjir Sampah.... Di mana-mana Bertebaran.... Di sepanjang jalan Setiap kualihkan pandanganku Yang kulihat hanyalah sampah Di mana-mana Namun, mengapa... Mengapa kau harus disalahkan Atas semua yang kita perbuat Yang membuat lingkungan rusak Tidak peduli dimana Sampah selalu menjadi perusak pemandangan Dan terkadang kita mengeluh Tentangnya kepada orang lain Namun, pernahkah kita sadar Bahwa kita yang seharusnya Disalahkan olehnya? dan cipta lagu. Mencoba untuk berkomunikasi dan bertukar pengalaman dengan mereka para juara di daerah masing-masing. Kami mendapat ilmu bagaimana membuat dan membiasakan membuat puisi dari mereka. Sekolah mereka punya sanggar sastra para pecinta puisi. Wow... Tanggal 11 Agustus 2015 siang, dilaksanakan pembukaan. Dan sore harinya, para pendamping atau pelatih technical meeting dengan para juri. Terjadi komunikasi hangat di sini karena para juri membuka diri menanggapi berbagai pertanyaan dari para pendamping ataupun pelatih yang tentunya, mereka menginginkan apa yang disampaikan juri terekam bahkan tercatat dalam agenda. Hal-hal teknis juga ditanyakan pelatih karena penting untuk kelancaran


KRONIKA

menit, dilanjutkan dengan tema yang spontan diberikan juri. Menunggu pengumuman tiba, kami jalan-jalan di lingkungan Donohudan. Sayangnya, jenis puisi yang bagaimana yang berhasil mendapatkan juara 1, 2, 3. Jadi, kita tidak tahu kekurangan dan kelemahan puisi peserta. Sehingga kita tidak dapat belajar dari para juara. Meskipun belum dapat mewarnai di Provinsi Jawa Tengah, kami takkan menyerah. Masih ada hari esok, harus belajar lagi untuk menjadi lebih baik lagi.n

59

PESAN IKLAN MUTUALISTA HUBUNGI Oki Yanuar mutualista.sch@gmail.com atau 0293 - 314181

peserta dalam lomba. Hebat juga nie, para pelatih dan pendamping! Lomba cipta puisi kali ini melalui 3 tahap. Tidak ada sistem gugur, semua peserta punya kesempatan untuk berlaga sampai 3 tahap. Malam harinya dilaksanakan tahap pertama, peserta diminta menciptakan puisi dengan tema kebudayaan Indonesia. Tahap kedua dilaksanakan pukul 07.00, peserta diminta mencipta dengan tema yang sudah di tentukan. Jeda istirahat 30

No.8/Th. 5/Feb. 2016


KRONIKA

Holiday In Pare Penulis: Rassya Rayandra (Rere) Kelas III Ibnu Sina

60

Liburan kenaikan kelas kali ini aku dan kedua kakakku berlibur di kampung Inggris Pare, Kediri. Awalnya aku membayangkan bahwa di kampung itu akan banyak bule yang aku jumpai. Ternyata dugaanku salah. Disebut kampung Inggris karena di tempat itu ada banyak sekali tempat kursus bahasa Inggris bahkan katanya jumlahnya sekitar 150 tempat kursus. Semua orang belajar bahasa Inggris di sana, dari anak-anak sampai orang tua. Ada yang dari Papua, Kalimantan, Sumatera, Bali, dan banyak lagi. Aku dan kedua kakakku belajar di sana selama 3 minggu. Aku ingat sekali pada puasa hari pertama, aku tiba di kampung itu. Orang tuaku memilihkan sebuah tempat kursus bahasa Inggris y a n g p e n d i d i ka n ny a s e m i pesantren. Di sana aku tidak hanya belajar bahasa Inggris tapi juga belajar tentang agama. Aku dan kakak laki-lakiku yang kelas 6 SD tinggal di asrama laki-laki namanya “To Man Dormitory'. Di asrama itu satu kamar bisa ditempati 3 sampai dengan 4 orang. Ada sekitar 50 orang yang tinggal di asrama itu. Sedangkan kakak perempuanku di asrama perempuan namanya “Central D o r m i to r y ” ya n g l eta k nya berseberangan dengan asramaku. Di asrama kami harus mandiri dan disiplin. Kami harus menjaga kebersihan dan kerapian. Kami harus patuh pada peraturan yang ada. Awalnya, aku agak bingung karena semua peraturan No.8/Th. 5/Feb. 2016

menggunakan bahasa Inggris. Karena aku belum mengerti peraturan, sepedaku pernah dibalik dengan roda berada di atas karena aku salah parkir. Aku bingung kenapa sepedaku jadi begitu. Ternyata aku memang salah menempatkan sepeda. Karena aku kursus saat bulan ramadhan, maka kegiatannya disesuaikan. Aku bangun pukul 03.00 kemudian salat tahajud dan dilanjutkan makan sahur. Setelah itu, aku siap-siap melaksanakan salat subuh berjamaah di aula dormitory. Kami diberi “parcel” kalau tidak berjamaah subuh. Parcel adalah sebutan untuk hukuman atau sanksi kalau melanggar peraturan. Misalnya kalau tidak salat berjamaah subuh dan magrib di dormitory kami diberi parcel harus istighfar 500 kali atau selama 5 menit tidak berhenti. Parcel juga diberikan saat kami ketahuan kakak pengasuh tidak berbahasa Inggris di asrama. Alhamdulillah aku

tidak pernah mendapat parcel karena aku selalu salat tepat waktu dan patuh pada peraturan. Setelah salat subuh kami mengaji dan bersiap-siap berangkat ke kampus untuk mengikuti program. Program dimulai pukul 07.30 dan selesai pukul 12.00. Selama 3 minggu di sana, aku diajari bahasa Inggris oleh 2 guru yaitu Miss Ozza dan Miss Lis. Kedua miss ini ramah, smart, dan baik. Setiap akan memulai program kami harus berdoa dilanjutkan menghafal juz 30 Alquran. Salah satu doa yang selalu kita ucapkan bunyinya adalah Allahummaghfirli dzunubi waliwalidayya 2x. Warhamhuma2x kama robbayani soghiro. Oh my god. Forgive me and our parents. Bless them 4X. As they care me since baby 2x. Doa itu dilagukan sehingga sampai sekarangpun aku masih sangat hafal. Setelah i t u , a ku d i a j a r i s p e a k i n g , grammar,dan vocabulary sambil


KRONIKA

bermain. Sekelas ada 18 orang. Laki-laki 5 orang dan 13 orang perempuan. Letak asrama dan kampus tempatku belajar jaraknya sekitar 1 km. Setiap hari aku dan kakakku selalu naik s e p e d a . A ku d a n ka ka k ku menyewa 2 sepeda selama 3 minggu dengan biaya Rp 50 ribu untuk 1 buah sepeda. Selama belajar di Pare, semua percakapan harus menggunakan bahasa Inggris. Aku yang awalnya malu-malu, sedikit demi sedikit mulai berbahasa Inggris baik dengan teman-temanku, guruguru, dan semua orang yang aku temui di sana. Kata Miss Ozza kami tidak boleh malu dan tidak boleh takut salah. Katanya, languange is a habit. Kalau dibiasakan pasti bisa. Alhamdulillah akhirnya aku mulai berani berbicara bahasa Inggris karena vocabularyku semakin bertambah. Bahkan sekarang aku semakin suka membaca buku cerita dalam bahasa Inggris dan menyanyi lagulagu berbahasa Inggris. Tidak terasa sudah 3 minggu aku tinggal di Pare. Saatnya berpisah dengan teman-temanku karena programnya sudah selesai. Kami semua sedih. Rasanya ingin lebih lama lagi tinggal di sana. Kami semua merencanakan akan kembali ke Pare liburan sekolah nanti. Sampai sekarang aku masih berkomunikasi dengan temantemanku. Kami tidak sabar lagi menunggu liburan tiba. Ok my friends, i think that's all my story. I hope that my experience will be usefull in our life. Let's improve our english where ever we are. Because english is fun, english is easy.n

PESAN IKLAN MUTUALISTA HUBUNGI Oki Yanuar mutualista.sch@gmail.com atau 0293 - 314181

No.8/Th. 5/Feb. 2016


KRONIKA

Mengenal Lebih Dekat

FRC dan KMNR Oleh : Wike Rismawati, S.Pd.

62

Mathematic is mother of science. Istilah singkat yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya matematika bagi kehidupan. Upaya SD MUTUAL untuk menciptakan pioner-pioner Islami yang memiliki kemampuan di bidang matematika tercermin dari keikutsertaan SD MUTUAL d a l a m Fa k h r u d d i n A r - R a z i Competition (FRC) dan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) setiap tahunnya. Apa itu FRC dan KMNR? Mari, kita mengenal keduanya dengan lebih dekat. Fakhruddin Ar-Razi Competition (FRC) adalah kompetisi yang menggabungkan Studi Islam dan Matematika secara bersamaan dengan visi-misi “Membentuk Generasi Ulama Intelek� yang menguasai Ilmu Pengetahuan Agama dan Matematika secara bersamaan sebagaimana ulama-ulama terdahulu seperti Fakhruddin ArRazi, Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan lain-lain. Kegiatan ini diprakarsai oleh Majalah Gontor bekerja sama dengan KPM (Klinik P e n d i d i k a n M I PA ) d a n diperuntukkan bagi Sekolah Dasar (SD) atau sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

Fakhruddin Ar-Razi Competition (FRC) merupakan event tahunan yang dilaksanakan secara serentak di kota-kota besar di Indonesia yaitu Medan, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Lumajang, Tuban, Malang, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Kota Kediri, Kab. Kediri, Jember, Jombang, Ponorogo, Semarang, Solo, Yogyakarta, Magelang, Banjar, Banten, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Jakarta,. Bahkan, tidak hanya di Indonesia, namun FRC kini telah merambah hingga ke luar negeri, sepert Arab Saudi, Malaysia, Mesir dan Thailand. Adapun tujuan dari kompetisi ini adalah meningkatkan kemampuan, kreativitas serta minat siswa dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Agama Islam dan Matematika, menumbuhkan suasana kompetisi yang positifkonstruktif di kalangan siswa, mencari bibit-bibit ulama yang intelek serta menjalin Ukhuwah Islamiyah. Salah satu kelebihan dari kompetisi ini yaitu biaya

pendaftaran seikhlasnya sesuai kemampuan, agar dapat diikuti oleh siswa-siswa dari beragam latar belakang ekonomi. Kali ini SD MUTUAL diberi kepercayaan lagi untuk menjadi pelenggara babak penyisihan yang diadakan pada hari Ahad, 20 September 2015. Penyelenggaraan babak penyisihan ini diikuti sekolahsekolah di Kota Magelang dan sekitarnya. Sekolah yang ikut berpartisipasi dalam babak penyisihan kali ini selain SD MUTUAL sendiri adalah MI Ma'arif Grabag 1, MI Muhammadiyah Kaweron, MI Muhammadiyah Meduro, SD IT Ar Risalah,SD IT At Taqwa Grabag, SD IT Ikhsanul Fikri, SD Muham-madiyah Payaman, SD Muhammadiyah Plus Salatiga, SD Muhammadiyah Purwodadi, SD N Kedungsari 5, SD N Magersari 2, SMP Muhammadiyah Kota Magelang, SMP M Plus Gunungpring, dan SMP N 2 Magelang. Hasil babak penyisihan diumumkan 2 minggu setelah pelak-


KRONIKA

sanaan lomba. Alhamdulillah, banyak siswa-siswa SD MUTUAL yang berhasil lolos ke babak final. Dari kelas 4 ada 7 siswa yaitu : Pratidina Siwi Maharani, Aniela Putri Salsabila, Zelda Brilliantine Widyestya, Kayla Maylinda, Lubna Zahra Aqila Rayya, Ataya Cendana Pambudi, dan Hasna Mutiah Khairunnisa, sedangkan dari kelas 5 ada 3 siswa yaitu : Putri Elza Kusuma W, Aizar Dzaky Ahmadi, dan Muhammad Wisnu Adhyaksa. Terakhir, dari kelas 6 ada 7 siswa yang berhak maju ke babak final yaitu : Naila Tsabitah Nuha, Devita Armia Purasani, Rahmadika Kemala Salsabila, Nida Aulia Amartika, Gea Nada Aderangga, Nakhwa Syarifah Ali, dan Irdina Izzah Nabila Babak final dilaksanakan pada hari Ahad, 1 November 2015 bertempat di GOR Ciracas Jakarta Timur, Jl. Raya Bogor Km. 25-26, Ciracas, Jakarta Timur. Meski di babak final, para wakil dari SD M U T UA L b e l u m a d a ya n g beruntung meraih juara, namun pengalaman yang berharga dan sangat membanggakan telah mereka peroleh. Kita nantikan FRC berikutnya dan semoga di tahuntahun mendatang siswa-siswa SD MUTUAL bisa berkesempatan menjadi juara. Sekarang kita akan mengenal lebih jauh tentang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR). Kompetisi ini diawali dengan diselenggarakannya Uji Coba Soal KMNR yang diadakan pada hari Kamis, 29 Oktober 2015 yang diadakan di SD MUTUAL. Uji Coba Soal tersebut diikuti oleh seluruh siswa SD MUTUAL sebanyak 814 anak. Selain itu juga turut berpasrtisipasi siswa-siswa dari sekolah lain di sekitar Kota Magelang, diantaranya SD IT Ikhsanul Fikri, SD Muhammadiyah Parakan, MI Arrosyidin Payaman,

SD N Jambu, SD Muhammadiyah Menoreh, SD Muhammadiyah Bandongan, SD N Tanggulrejo, SD N Sidoagung 3, SMP Sunan Plumbon, dan SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo. Dari Uji Coba Soal KMNR tersebut sebanyak 104 siswa SD MUTUAL berhasil lolos ke babak berikutnya, terdiri dari 18 siswa kelas 1, 18 siswa kelas 2, 19 siswa kelas 3, 16 siswa kelas 4, 17 siswa kelas 5, dan 16 siswa kelas 6. Untuk babak semifinal diadakan di Solo pada hari Ahad, 31 januari 2016, sedangkan babak final akan dilaksanakan di Bogor pada hari Ahad, 16-17 April 2016. Semoga di

babak final nanti, siswa-siswa SD MUTUAL dapat meraih hasil terbaik dan bisa menjadi juara, Insya Allah. Demikianlah yang dapat penulis sampaikan untuk mengajak pembaca Mutuaslista mengenal lebih dekat tentang FRC dan KMNR. Semoga bermanfaat dan menambah motivasi kita semua untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang apapun terutama di bidang agama dan matematika. Ingatlah, pengalaman adalah guru yang paling berharga dalam kehidupan ini, so tetap semangat, terus belajar dan terus berjuang menggapai semua impian.n

“Pre International Islamic School� 63

SYARAT

&

WAKTU PENDAFTARAN

Syarat : a. Mengisi Formulir Pendaftaran b. Foto copy Nilai raport kelas VI c. Ijazah asli beserta fotocoy yang dilegalisir (3lembar) d. SKHU SD/MI asli beserta foto copy (3 lembar) e. Pas Foto 3x4 (4 lembar) * Kekurangan syarat bisa menyusul

Gelombang I : 01 Maret s/d 30 April Gelombang II : 01 Mei s/d 30 Juli

No.8/Th. 5/Feb. 2016


SMART QUIZ

Bantu Aku‌

Semut sedang mencari makanan yang dia sukai. Bantulah semut mencari makanan itu dengan menarik garis dari tempat semut menuju makanan kesukaan semut‌ Selamat Mencoba!!!

64

Nama Kelas Alamat No. HP

: ............................................................... : ............................................................... : ............................................................... : ...............................................................

Ketentuan: 1. Quiz ini berlaku untuk umum 2. Untuk menjawab quiz ini foto copy halaman ini. 3. Isi identitas dan jawab quiz dengan benar 4. Buat garis dari semut menuju makanan semut 5. Masukkan ke drop box majalah Mutualista di Mutual Library (Perpustakaan SD Mutual) 6. Tunggu Pengumuman Pemenangnya di Bulan April 2016. 7. Ada 5 pemenang yang akan dipilih. 2 pemenang yang beruntung akan mendapatkan masing-masing Rp. 50.000,00 dan 3 pemenang lainnya akan mendapat masing-masing sebuah buku persembahan Mutual Library. 8. Pengumpulan quiz paling lambat 10 April 2016.

Pemenang SMART QUIZ edisi 7

No.8/Th. 5/Feb. 2016


TRITIKAN

Ayo Mengenal dan Membuat

Water Rocket Ahad, 13 Desember 2015, 9 anak yang terbagi dalam 3 tim SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang Berangkat ke Kota Cilacap untuk mengikuti kompetisi “Java Water Rocket Competiton� yang diadakan oleh SMP Muhammadiyah 2 Cilacap. Walaupun belum memberikan hasil sesuai harapan, akan tetapi banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat diperoleh dari perlombaan tersebut. Di antara kita mungkin belum mengetahui apa definisi dari Rocket air. Nah, definisi Rocket menurut Wikipedia adalah wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi Rocket terhadap keluarnya bahan fluida dari keluaran mesin Rocket. Aksi dari keluaran dalam ruang bakar dan nozle pengem-bang, mampu membuat gas mengalir dengan kecepatan hipersonik sehingga menimbul-kan dorongan reaktif y a n g b e s a r u n t u k Ro c ke t (sebanding dengan reaksi balasan sesuai dengan Hukum Pergerakan Newton ke 3). Seringkali definisi Rocket diguna-kan untuk merujuk kepada mesin Rocket. Faktor yang mempengaruhi kinerja Rocket air adalah: 1. Wings (sayap) Ukuran wings yang bagus adalah yang tidak terlalu lebar atau tidak terlalu sempit, karena dapat berpengaruh pada

Oleh: Miftachul Azis, S.E

kestabilan Rocket saat meluncur. Makin lebar sayap maka makin lebar pula luas penampang Rocket. Semakin lebar luas penampang Rocket maka makin mudah bagi Rocket untuk mengalirkan udara, akan tetapi juga makin besar hambatan yang diterima Rocket. Bahannya bisa dari kertas karton (dipakai untuk pintu kanopi), atau bisa juga menggunakan sterofoam. Tetapi apabila kita meng gunakan sterofoam, bisa cepat rusak karena tidak kuat. Jumlah sayap dapat tiga atau empat buah tetapi yang bagus adalah tiga buah. Apabila Rocket meluncur di udara berbelok atau berputar-putar seperti balingbaling, mungkin terjadi kesalahan pada jumlah sayap, bentuk dan ukuran yang tidak sama sehingga menyebabkan Rocket jatuh sebelum mencapai jarak yang maksimal. Fungsi dari wings adalah sebagai pengarah aliran udara dari ujung Rocket menuju belakang. Selain itu juga, sebagai penyeimbang ketika Rocket

meluncur di udara agar tetap stabil. 2. Body (Botol) Body Rocket terdiri dari satu atau dua botol air minum bekas baik yang bersoda maupun air minum biasa. Tetapi botol yang bagus di gunakan untuk membuat Rocket adalah botol bersoda ukuran besar (1 liter). Alasannya karena mampu menampung lebih banyak udara dan air serta mempunyai tekanan yang lebih kuat sehingga Rocket akan meluncur lebih jauh. Dalam pembuatan Rocket seringnya ruang kompresi digunakan sebagai body Rocket pula. Alur pada permukaan botol juga berpengaruh pada hambatan angin yang diterima Rocket. 3. Nose cone Nose cone adalah bagian paling ujung dari Rocket. Bentuknya bermacammacam, mulai dari bentuk kerucut, kerucut tumpul, sampai yang tidak m e m p u nya i n o s e co n e (hanya ujung botol saja). Bentuk nose cone yang bagus adalah bentuk kerucut karena lebih mudah membelah udara saat Rocket meluncur. Bahan untuk membuat nose cone hendaknya lebih lunak dari pada bahan untuk membuat wings supaya lebih mudah untuk dibentuk, misalnya bahan karton. 4. Volume Air Bahan bakar dari Rocket air adalah air. Volume air dalam botol yang paling ideal adalah 1/3

No.8/Th. 5/Feb. 2016

65


TRITIKAN

volume botol. Apabila volumenya terlalu banyak maka akan membutuhkan waktu pemompaan yang lama dan Rocket biasanya menjadi tidak stabil. Sebaliknya jika volumenya kurang dari 1/3 maka Rocket akan meluncur sebelum waktunya sehingga jarak tempuh Rocket kurang maksimal. 5. Cara Memompa Pompa yang digunakan adalah pompa sepeda yang memiliki tekanan udara yang kuat. Teknik memompa diawali dengan pelanpelan kemudian cepat, hingga botol terlepas dari peluncurnya. A p a b i l a p ro s e s m e m o m p a berhenti dan botol belum terlepas atau tidak segera diluncurkan maka udara dalam botol akan habis, sehingga Rocket tidak dapat meluncur secara maksimal. 66

6. Sudut Peluncuran S u d u t p e l u n c u ra n ya n g m a m p u m e m b u at Ro c ket mencapai jarak maksimal adalah 45°. Apabila sudutnya lebih dari itu maka Rocket akan meluncur ke atas dan jarak yang di tempuh jadi kurang maksimal. Begitu juga sebaliknya apabila sudutnya kurang dari itu, Rocket akan jatuh dalam jarak yang masih lumayan dekat.

b. Pipa Paralon ½ inch 2 meter.

h. Sambungan pipa berbentuk. c. L e m b a ra n p o l y c a r b o n a t (dipakai untuk atap atap kanopi)

I. Kerikil atau kelereng.

d. 7-10 cable teast.

j. Sambungan pipa paralon 1 inc.

e. 3 penutup pipa paralon ( Dop tanpa ulir) ukuran ½ inc.

Berikut ini adalah Cara Membuat Rocket Air Sederhana dan Peluncurnya 1. Alat dan Bahan a. 2 botol bekas air mineral lebih baik yang bersoda karena lebih kuat.

k. Gunting, lem paralon, lakban bening, lakban hitam, cutter, dan double tape,

f. Pentil (air intake) sepeda motor.

No.8/Th. 5/Feb. 2016

g. Lembaran fiber atau kertas tebal (bc ivory)


TRITIKAN

2. Cara Membuat Rocket Air a. Ambil satu botol kemudian p o to n g b a g i a n b a wa h nya . Masukan alas botol yang belum dipotong ke dalam botol yang sudah berlubang dan rekatkan dengan lakban bening.

b u a t l a h l i n g ka ra n d e n ga n diameter yang diinginkan. Tergantung dari ujung botol lancip atau tumpul. Apabila ujung botol semakin lancip maka diameter lingkarannya harus semakin lebih lebar. Kemudian buatlah bentuk ke r u c u t . Re ka t ka n s i s i nya m e n g g u n a ka n d o u b l e ta p e . Masukan pemberat ke dalam kerucut dan rekatkan di ujung kerucut dengan double tape agar posisinya tetap saat meluncur. Kemudian satukan nose cone dengan botol mengunakan lakban bening.

b. Buatlah sayap menggunakan lembaran polycarbonate dengan bentuk sesuai selera dan ukurannya sama. Bisa bentuk segitiga sikusiku, bujur sangkar, atau setengah bulan sabit. Kemudian rekatkan pada ujung botol yang tidak dipotong menggunakan lakban bening.

3. Cara Membuat Peluncur

c. Buatlah bagian nosecone menggunakan fiber. Caranya

a. Potong pipa paralon ½ inch menjadi 3 bagian dan rangkailah membentuk huruf T, kemudian satukan dengan sambungan pipa. Bagian kepala rangkaian huruf T diberi dop yang nantinya berfungsi sebagai alas. Ujung yang berlawanan disambung dengan pipa yang sama ukurannya tapi tanpa menggunakan sambungan pipa. Agar bagian sambungan tersebut terlihat menggelembung. Fungsinya untuk menahan Rocket saat akan diluncurkan. rekatkan sambungan-sambungan tersebut menggunakan lem paralon. b. S u s u n c a b l e t e a s t mengelilingi sambungan pipa yang meng gelembung dan rekatkan dengan lakban hitam supaya lebih kuat. Masukan sambungan pipa ukuran 1 inch sehingga posisi cable teast berada

di dalam sambungan tersebut. Fungsi dari cable teast dan sambungan ini adalah sebagai penahan agar Rocket tidak terlepas sebelum mencapai tekanan yang maksimal. c. Ujung pipa bagian badan huruf T diberi dop yang telah di pasang pentil (air intake sepeda motor). Kemudian diberi lem paralon. Fungsinya adalah untuk menghubungkan peluncur dengan pompa. d. U s a h a ka n d i s et i a p sambungan jangan sampai ada lubang supaya udara tidak dapat keluar ataupun masuk. 4.

Cara Menerbangkan Posisikan peluncur menghadap ke atas dengan sudut 450. Isi 1/3 volume botol dengan air. Masukkan ujung peluncur yang menggelembung, sedikit ditekan dan kunci dengan cable teast dan sambungan pipa ukuran 1 inch dinaikkan. Usahakan airnya tidak masuk ke dalam pipa ataupun keluar. Kemudian pompa botol tersebut dengan teknik pelan kemudian cepat, hingga Ro c ket m e l u n c u r d e n ga n sendirinya. Selamat belajar dan bermain bersama Rocket air!n Sumber: Dikutip dari berbagai sumber

No.8/Th. 5/Feb. 2016

67


KAWRUH JAWI

Guru Miturut Pamanggih Ngelmu Jawa

Dening : Wulan Charismawati, S.Pd

Miturut pamanggih ngelmu jawa, tembung guru yaiku jarwa dhosok saka tembung digugu lan ditiru. Saka tetembungan iki bisa diwenehi teges yen guru duweni pribadhi saha pakaryan kang oleh pakurmatan saka masyarakat, yaiku tansah digawe panutan lan dadi tuladha kanggo sapa wae sing mesthine ing babagan kabecikan. Kang dadi wigatining masyarakat menawa guru mesthi duweni kapinteran, kaprigelan, lan tumindak kang pantes dadi tuladha. Mula sabenere dadi guru kuwi ora gampang. Ana kang ngandhakake menawa sadurunge dadi guru kanggo wong liya, kudu bisa dadi gurune awake dhewe. Ing masyarakat guru wis mesthine dadi sosok kang uga digawe panutan. Kabeh tumindake padha digatekake marang wong akeh. Aja nganti guru duweni watak utawa tindak tanduk kang ora becik. Guru kudu tansah bisa njaga tumindak, lan pangandikane uga becik. Amarga dadi guru kuwi ora mung nalika lagi ing sekolahan wae, nanging dadi guru kuwi ya sedina sewengi ing sajrone patlikur jam. Supaya bisa dadi guru kang apik pawongan kang pakaryane dadi guru kudu bisa duweni sipat mulus ing sarira (tidak cacat), alus ing wicara (halus dalam bertutur kata), jatmika ing solah (bersahaja dalam perilaku), antepan bebudene (memiliki kepribadian yang mantap), paramarta lelabuhane (tulus dalam pengabdian), patitis nalare (cerdas), becik labete (berkelakuan baik), ora duwe pakareman (tidak memiliki kesenangan yang dapat menistakan kedudukannya). Guru kudu duweni watak lan tumindak kang apik amarga guru kang bakal nyitak para putra supaya dadi wong kang duwe ngelmu lan bebuden luhur. Para putra iki kang digadhanggadhang supaya nerusake perujangane bangsa lan negara. Kang mbesuk

68

No.8/Th. 5/Feb. 2016

didadekake pemimpin bangsa, mula liwat sekolah dheweke didhidhik supaya duweni tumindak kang becik. Guru becike uga duweni watak wolung perkara yaiku, paramasastra (memiliki kemampuan dalam bidang sastra), paramakawi (memiliki kemampuan dalam bahasa Kawi), mardibasa (mampu berbahasa dengan baik), mardawalagu (mampu membawakan lagu dengan luwes), awicarita (memiliki kemampuan tutur/bercerita yang baik), mandraguna (memiliki keahlian dan ketrampilan), nawungkrida (cerdas dalam menangkap “tanda-tanda alam dan zaman), lan sambegana (selalu ingat, tidak pelupa). Gegayutane karo murid, guru kudu bisa empan papan yaiku bisa mapanake marang muride nalika kapan dadi guru, kanca, lan wong tuwa. Saengga para siswa bisa ngrasakake katentreman lan seneng nalika sesrawungan karo gurune. Murid pancen kudu ngajeni marang gurune, amung aja nganti duweni rasa wedi kang linuwih saengga ndadekake sesrawungan antarane guru lan murid kurang apik. Supayane antarane guru lan murid kaciptakake sesrawungan kang nentremake, mula guru uga disuwun supaya asih ing murid (asih kepada murid; dianggap sebagai anak dan cucu sendiri), telaten pamulange (telaten dalam memberikan pelajaran), lumuh ing pamrih (tidak memiliki pamrih, kecuali untuk tujuan kemajuan murid), tanggap ing sasmita (mampu menangkap keinginan murid), sepen ing panggrayangan (tidak membuat murid berprasangka), ora ambalekaken patakon (mampu memberikan jawaban), ora ngendak kagunan (tidak meremehkan murid), lan ora amburu aleman (tidak mengunggul-unggulkan kepandaiannya).n


SOSOK

Cacar Air

Cacar air atau varisela atau chicken pox atau yang dikenal oleh Orang Jawa sebagai “cangkrangen�, merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun berisiko besar terkena cacar air. Cacar air disebabkan oleh virus varicella zoster. Penularan penyakit ini melalui percikan ludah penderita, kontak langsung dengan cairan dari bintik merah penderita, ataupun kontak tidak langsung melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan dari bintik merah tersebut (contoh: baju, handuk). Penyakit ini potensial terjadi pada waktu pergantian musim dari kemarau menuju musim hujan ataupun sebaliknya. Hal ini disebabkan pada musim seperti ini kelembaban udara cukup tinggi sehingga memungkinkan virus dapat berkembang biak dengan baik. Gambar 1.Varicella zoster virus dilihat dengan mikroskop elektron Sumber: Public Health Image Library,2005

Penyakit ini mempunyai gejala awal yang tidak spesifik antara lain demam, nyeri perut, pusing, dan nyeri badan (seperti gejala influenza). Gejala ini akan diikuti dengan gejala spesifik yaitu timbulnya rasa gatal dan ruam yang akan berkembang menjadi bintik merah berair. Ruam dengan bintik merah berair ini pada umumnya timbul pertama kali di kepala, wajah, badan kemudian diikuti di tangan dan kaki. Mulamula cairan di bintik merah ini jernih tetapi 24 jam kemudian akan berubah menjadi keruh. Lama kelamaan bintik merah ini akan mengering menjadi keropeng (krusta). Gejala penyerta dari cacar air antara lain infeksi bakteri di lesi (bintik merah), infeksi paru-paru (pneumonia), hilangnya nafsu makan. Gejala timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak langsung pada penderita. Sebanyak 50% kasus cacar air diderita oleh anak usia 5-9 tahun, sebagian di antaranya memerlukan rawat inap di rumah sakit karena ada gejala penyerta. Hilangnya nafsu makan pada penderita menjadi hal yang harus diwaspadai. Keadaan ini dapat mengakibatkan penyakit bertambah parah karena kurangnya zat gizi yang masuk dan kurangnya cairan tubuh (dehidrasi). Hal ini dapat diatasi dengan tetap memberikan asupan makanan dan minuman kepada penderita sedikit demi sedikit secara terus menerus.

Penulis: Rini Listyaningrum Dokter Spesialis Patologi Klinik di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Magelang (Ibunda Athaya Rafif H.(1 Imam Maliki) Gambar 2. Bintik merah berair pada cacar air Sumber: Halosehat.com, 2015

Pada umumnya seseorang hanya akan menderita cacar air sekali seumur hidup karena saat pertama terkena cacar air tubuh akan segera membentuk sistem kekebalan terhadap virus tersebut. Ketika virus cacar kembali datang, tubuh sudah mempunyai sistem pertahanan khusus sehingga virus dapat langsung dibasmi. Namun tidak tertutup kemungkinan ada orang yang menderita cacar air lebih dari sekali tetapi kejadian ini dalam jumlah yang sedikit. Cacar air yang tidak parah dapat sembuh sendiri melalui peran dari daya kekebalan tubuh. Pada beberapa kasus dibutuhkan beberapa obat tambahan seperti obat antivirus, obat anti gatal, obat penurun panas ataupun antibiotik. Saat ini cacar air dapat dicegah dengan cara memberikan vaksin. Vaksin merupakan senyawa yang berfungsi untuk meningkatkan daya kekebalan tubuh terhadap virus penyakit. Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin cacar air diberikan setelah umur 12 bulan dan terbaik diberikan pada usia sebelum masuk sekolah dasar . Konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C sangat dianjurkan untuk penderita cacar air . Buah dan sayur sangat baik untuk pemulihan kekebalan tubuh. Apabila tidak suka mengkonsumsi buah dan sayur secara langsung, maka dapat mengolahnya menjadi jus yang segar. Jenis buah yang paling baik untuk penyakit cacar adalah buah jambu dan tomat sedangkan untuk sayur disarankan memilih sayuran berwarna hijau. Beberapa keyakinan yang berkembang di masyarakat terkait dengan penyakit cacar air antara lain penderita tidak diperbolehkan mandi. Hal tersebut kurang tepat. Penderita tetap diharuskan menjaga kebersihan badan salah satunya dengan mandi secara teratur. Penggunaan sabun yang mengandung antiseptik diperbolehkan. Pada saat mandi dan mengeringkan tubuh dengan handuk disarankan untuk melakukan dengan perlahan menjaga agar bintik merah berair tidak pecah sehingga mengurangi risiko penularan. n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

69


KILMI

70

Dreams! Reach Your Passion

Assalamualaikum Mutualista!! Haloo!!Apa kabar? Semoga selalu baik dan selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin! Sebelumnya kenalin duluya, karena ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Nama ku Alfian Muhammad Aldi, temantemanbiasamemanggilku Aldi. Aku angkatan 3 SD Mutual, keliatan udah tua ya, hehehe. Sebenarnya bingung mau nulis apa karena belum pernah nulis sebelumnya. O..iya, bicara soal travelling atau “ngetrip� pasti semua suka dengan hobi ini. Ditambah imingiming dari acara di televisi yang

No.8/Th. 5/Feb. 2016

menarik buat kita keluar rumah. Nah, saya salah satu orang yang tergiur dengan hal itu, hehehe. Tapiiii, nggak cuma sekadar menghambur-hamburkan uang untuk travelling dan sejenisnya. Dengan kegiatan sosial misalnya, kita bisa lebih menikmati dan mensyukuri ciptaan-Nya. Mungkin aneh kalo ada orang yang tiba-tiba bersihin pantai, bersihin gunung, dan lainnya. Tapi itu saya lakukan saat menjadi perwakilan Jawa Tengah di acara IYF (Indonesia Youth Forum) 2015 di Provinsi Bengkulu. Melihat bunga bangkai yang dari kecil hanya dibayang-bayang saja,

akhirnya bisa terwujud. Menginjakkan kaki di pantai terpanjang se-Asia, mengunjungi benteng terbesar se-Asia, dan menjadi bagian dari perumusan Deklarasi Raflesia. Selain kegiatan itu,the best moment yang pernah ada di hidup saya yaitu bisa berdialog aktif dengan mantan Wakil Presiden Indonesia, Bapak Budiono yang waktu itu masih menjabat. A l h a m d u l i l l a h s aya te r p i l i h menjadi perwakilan Jawa Tengah bersama 11 pelajar dari Jawa Tengah lainnya di acara FOR6 (Forum Pelajar Indonesia ke-6) yang diselenggarakan di


KILMI

Jakarta.Nggak cuma berdialogdenganbeliau, sayajugaberdialog dengan para menteri, petinggi perusahaan, dan yang paling membanggakan adalah saat menampilkan budaya Jawa Tengah khususnya Kota Magelang di tingkat nasional. Itu semua adalah beberapa mimpi yang pernah saya ucapkan ketika SD. Jangan salah kaprah dulu, di SD saya adalah orang yang pendiam, cupu, nggak pintar, dan tertutup. Bahkan saya pernah mendapat rangking 22 dari 23 siswa dikelas, hehehe. Tapi saya masih ingat ketika Bu Ambar mengucapkan 1 kalimat yang membangkitkansaya ketika pelajaran KTK dengan materi menyanyi. “Kok selesai? Padahal saya lagi nikmatin suaramu yang bagus.” Dari situlah semangat untuk berubah http://travelingfull.info/ dan lebih berani saya tumbuh. Hingga akhirnya dapat mengantarkan saya untuk meraih prestasi di bidang tarik suara. Karena kecintaan saya di bidang seni, saya juga belajar cara menari, berakting, dan lainnya, tetapi belum maksimal. Karena terbiasa dengan banyaknya kegiatan setiap harinya, saya menjadi orang yang nggak bisa diam dirumah, hehehe. Ketika menungguOspek selama 2 bulan, saya bingung mau ngapain karena kegiatan outdoor tidak diberi restu oleh orang tua. Dan diajaklah sayaolehteman untuk mengikuti Pemilihan Putra-Putri Duta Wisata Kota Magelang. Iseng-iseng ikutan daripada cuma tidur di rumah. Ketika diberi tahu lolos 15 besar jelas kaget karena saat perkenalan nggak kepikiran untuk lolos. Setelah pembekalan, tes tertulis, wawancara, unjuk bakat, koreo, dan lainnya tibalah saat grand final, yang diselenggarakan di Hotel Atria. Tidak ada gambaran sedikitpun ketika saya dinobatkan sebagai Duta Wisata Kota Magelang 2015. Bahkan waktu itu orang tua belum http://indonesiansuperguide.com/ ikhlas karena dikhawatirkan akan mengganggu jadwal kuliah nanti. Dari situlah saya menyimpulkan bahwa tidak selamanya kepintaran itu akan membawa kita untuk meraih mimpi-mimpi kita. Justru dengan membuka pikiran, menambah teman, menambah pengalaman, dan mencoba hal barulah yang dapat meraih mimpi-mimpi kita. Dan saya baru paham ketika Pak Singgih berkata “BERMIMPILAH!” ternyata semua itu nyata.n Wassalamualaikum Wr. Wb

Profil Singkat Penulis: Nama : Alfian Muhammad Aldi Panggilan : Aldi Alamat :Gg. Kejuron No. 17 Cacaban, Magelang Tengah, Magelang TTL : Magelang, 24 Oktober 1996 Pendidikan : Universitas Brawijaya Agama : Islam Hobi : Vacation Motto : Never fall never learn

71

http://www.masedytour.com/

No.8/Th. 5/Feb. 2016


KILMI

Oleh: Aulia Tirhania Chumaira Kelas IX SMP N 1 Kota Magelang

GURU

SD KU

72

Assalamualaikum wr. wb.! Hai, penggemar Mutualista! Nama saya Aulia Tirhania Chumaira, biasa dipanggil Ira. Saya adalah salah satu dari sekian banyak alumni Mutual, tepatnya alumni angkatan 7 yang lulus pada tahun 2013. Alhamdulillah setelah lulus dari SD Mutual, saya bisa melanjutkan pendidikan ke SMPN 1 Magelang. Sekarang saya dan teman-teman sedang berjuang untuk menghadapi Ujian Nasional 2016. Kami mohon doanya, ya, agar sukses UN 2016! Kami juga akan mendoakan adik-adik mutual angkatan 10 agar juga sukses UN 2016. Aamiin. By the way, saya memiliki dua adik yang masih bersekolah di SD Mutual loh… Yang pertama adalah Giffari Aqsa Al Ghaniyy, sebut saja Aqsa. Ia duduk di bangku kelas 5 Ibnu Taimiyah. Yang kedua bernama Najwa Ra'idah Nadhifah. Ia biasa dipanggil Najwa. Ia duduk di bangku kelas 2 Al Batani. Senin, 28 Desember 2015, saat saya sedang bersantai, tibatiba handphone saya berdering. Saya mendapat pesan dari Pak Luqman. Saya diminta untuk mengisi majalah Mutualista dengan sebuah artikel yang bertema “guru SD ku”, maka dengan senang hati saya akan membuatnya. Guru? Siapa mereka? Apa

No.8/Th. 5/Feb. 2016

tugas mereka? Mengapa mereka sangat penting dalam hidup kita? Menurut saya guru adalah sosok manusia yang mengajari kita tentang hal baru. Mereka selalu menasihati kita, memberi kita ilmu, dan mendampingi kita di sekolah. Mereka juga sangat sabar, terutama guru SD. Tidak mudah untuk menghadapi muridmurid yang masih termasuk dalam kategori 'anak-anak' tersebut. Yahh…, walaupun kadang kita berpikir bahwa ada guru yang menyebalkan, terlalu tegas, terlalu sering menghukum, memberi terlalu banyak tugas, dan hal lain semacamnya, akan tetapi dari setiap perbuatan mereka, mereka ingin agar muridmuridnya sukses, menjadi yang terbaik, menjadi anak yang patuh pada agama, dan tentu saja berguna bagi nusa dan bangsa. Bagaimana dengan Guru Mutual? Sebenarnya mereka semua menyenangkan. Yang namanya guru, ya, tentu saja memiliki karakter dan cara mengajar yang berbeda-beda. Saat saya kelas 1 SD, saya didampingi oleh 2 wali kelas. Yang pertama bernama Pak Adi. Beliau menjadi wali kelas selama 1 semester yang kemudian diganti oleh Pak Muslim. Pak Muslim ini sudah dekat dengan keluarga saya karena Pak Muslim juga

merupakan pendamping saya saat masih TK. Ada beberapa kejadian lucu bersama guru yang tidak bisa saya lupakan semasa saya kelas satu. Contohnya dengan Pak Endro. Saya ingat sekali bagaimana beliau mengajarkan saya dan temanteman menulis huruf 'a' kecil. “Jadi, pertama buat garis dari atas ke bawah melengkung, terus dikasih blendu'an gedii” ujarnya. Menurut kami kata-kata itu cukup lucu sampai membuat kami tertawa. Lalu, ada juga dengan Pak Mustaqim, yang sekarang menjadi kepala sekolah SD Mutual. Dulu kalau tidak salah beliau mengajar Bahasa Inggris. Entah karena saya yang imut atau karena pipi saya yang terlalu besar, setiap bertemu, Pak Mustaqim pasti menyubit pipi saya sampai merah. Menyakitkan memang, tapi hal itu tidak masalah karena bisa menjadi kenangan yang cukup lucu. Kelas 2 saya diampu oleh Pak Anwar. Menurut saya wajah Pak Anwar cukup datar, tetapi terkadang Pak Anwar senang mengajak saya dan teman-teman bercanda. Lanjut di kelas 3, saya didampingi lagi-lagi oleh guru Bahasa Indonesia yaitu Bu Hani. Ibu guru yang sangat lembut dalam berkata, dalam berbuat juga. Walaupun begitu saya sering dihukum oleh beliau. Tentu saja


KILMI

saya dihukum karena kesalahan saya. Guru di SD Mutual tidak ada yang pilih kasih, kok. Mari kita lanjut ke kelas 4! Bu Wike menjadi wali kelas 4 kami saat itu. Guru Matematika yang satu ini cukup imut. Beliau menjadi guru 'gaul' pertama yang saya kenal di SD Mutual. Beliau juga suka mencoba mengajar menggunakan bahasa Inggris. Cara mengajarnya tidak membosankan, suka diselingi dengan cara-cara menghafal rumus yang menyenangkan, terkadang mengajak bercanda, tetapi disiplin dan tegas. Kelas favorit saya yang saya tempatkan di peringkat pertama akhirnya saya ceritakan juga. Yap! Kelas 5 Muhammad yang di ampu oleh Pak Bayu Ahmad Danisworo. Beliau merupakan guru baru yang mulai bekerja di SD Mutual saat saya duduk di bangku kelas 4. Walaupun merupakan guru baru, beliau bisa menjadi salah satu guru favorit saya dan temanteman. Pak Bayu mengampu mata pelajaran IPS. Beliau memiliki cara yang menyenangkan saat mengajar. Beliau juga memiliki trik tertentu agar kami dapat menghafal materi dengan mudah. Menurut saya beliau adalah guru yang cukup sabar karena dapat menghadapi 'penghuni' 5 Muhammad yang terkenal sering membuat kelas gaduh saat itu. Beliau juga termasuk guru yang kreatif. Guru favorit saya selain Pak Bayu pada masa itu ialah Bu Inggrid. Bu Inggrid mengampu mata pelajaran matematika. Yang saya suka dari Bu Inggrid, beliau selalu mengajarkan saya dan teman-teman untuk selalu bersyukur dengan mengucapkan 'Alhamdulillah' pada setiap pertemuan. Jadi, seperti ini “Ya, Alhamdulillah, ya, anak-anak

sudah hari Kamis�. Lucu memang jika kita mendengarnya setiap hari, tetapi maksud Bu Inggrid memang baik, yaitu mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Menurut saya beliau merupakan guru yang cantik, gaul, asyik, baik, dan sangat tegas. Mirip-miriplah dengan Bu Wike. Bu Inggrid juga senang menyelipkan kalimat bahasa Inggris saat sedang mengajar. Waktu bersenang-senang sudah habis. Saatnya saya dan teman-teman serius untuk menghadapi Ujian Nasional pertama kami. Tim guru sukses UN pada masa kami memang tegas, mereka berusaha keras agar kami dapat mempertahankan peringkat pertama se-kota. Bu Wati, Bu Elin, Bu Uun, Bu Ambar, Pak Salamun, Pak Singgih, Pak Luqman, Miss Erni, dan yang lainnya menjadi guru favorit saya. Mari kita mulai dari Bu Wati. Bu Wati mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Satu pesan dari Bu Wati yang saya ingat sampai saat ini adalah “Kita tidak boleh mengeluh dalam menghadapi setiap cobaan�. Kalimat tersebut selalu saya lantunkan setiap saya sedang mengalami kesusahan. Bu Wati sempat sakit selama kami berjuang, jadi Bu Elin menggantikan Bu Wati sampai beliau benarbenar sembuh. Yang kedua Bu Uun. Bu Uun adalah guru matematika yang juga menjadi wali kelas saya, kelas 6 KH Ahmad Dahlan.

Cara beliau menjelaskan tidak membingungkan tetapi ia tegas dalam berbicara. Yang ketiga ada Bu Ambar. Bu Ambar mengampu mata pelajaran IPA. Seingat saya Bu Ambar sering memberi kuis 'Warming Up' kepada kami. Lalu ada Pak Salamun yang juga merupakan bagian dari tim ini karena saat itu beliau masih menjadi kepala sekolah SD Mutual. Selanjutnya Pak Singgih, motivator kami. Motivasi beliau selalu membuat hati kami tersentuh, membuat kami tersadar agar berubah menjadi yang lebih baik. Raut wajahnya memang galak, cara bicaranya juga tegas, tapi sebenarnya beliau adalah guru yang baik dan menyenangkan. Lalu ada Pak Luqman. Pak Luqman mengampu mata pelajaran Agama Islam. Beliau sangat menyenangkan, beliau juga sering memotivasi 73 kami dengan video-video yang beliau peroleh dari internet. Pak Luqman biasanya mengajar sambil menyalakan musik islami dari Maher Zain. Yang terakhir Miss Erni. Beliau adalah guru bahasa Inggris yang sangat saya kagumi. Sejak kelas 3 beliau menyatukan saya, dan dua teman saya yaitu Anggit dan Adel. Kami sering diajari bagaimana story telling yang benar. Beliau juga meminta kami untuk speaking English each other, berbicara bahasa Inggris dengan sesama. Beliau juga membawa kami ke perlombaan JSM. Walaupun kami belum bisa membawa pulang medali dan piala, tetapi kami senang karena bisa mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dan tentu saja mendapatkan ilmu bahasa Inggris yang lebih daripada temanteman. Ilmu-ilmu tersebut akan sangat berguna untuk kami di jenjang yang lebih tinggi nanti.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016


KOMUNITAS

Kepanduan Hizbul Wathan Oleh: Ida Mubasyiroh, S.Ag.

74

Sedikit bicara banyak bekerja”, itulah sepenggal lirik dalam lagu Mars Kepanduan Hizbul Wathan yang mengisyaratkan bahwa anggota kepanduan Hizbul Wathan memiliki sifat tidak banyak bicara namun kerja yang diutamakan dalam kepanduan Hizbul Wathan di qabilah SD MUTUAL Kota Magelang. Pembuktian akan hal itu dapat kita lihat dalam kegiatan kemah yang selalu diagendakan oleh qabilah SD MUTUAL Kota Magelang setiap tahunnya. Agenda kemah tersebut dikenal dengan sebutan Perkema-han Ceria. Dalam kegiatan Perkemahan Ceria, anak-anak dalam qabilah SD MUTUAL diharapkan bisa memahami histori dan tujuan kepanduan Hizbul Wathan dengan m e l a t i h ke m a n d i r i a n d a n keterampilan anak. Kepanduan Hizbul Wathan didirikan oleh KH.Ahmad Dahlan pada tahun 1918. Kepanduan Hizbul Wathan adalah sistem pendidikan anak, remaja, dan pemuda diluar lingkungan keluarga dan sekolah dalam membentuk warga masyarakat islami yang berguna dan berakhlak mulia, dengan metode kepanduan yang islami. Kepanduan Hizbul Wathan SD MUTUAL dimasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler wajib yang harus diikuti oleh siswa kelas 3,4, dan 5 setiap hari Jumat. Kegiatan ini untuk melatih kemandirian, sikap sosial, kerjasama, kepedulian terhadap orang lain, dan disiplin beribadah. Kepanduan Hizbul Wathan (HW) mempunyai sifat sebagai berikut: 1 .Te r b u k a , a r t i n y a d a p a t

No.8/Th. 5/Feb. 2016

SD Mutual

menerima siapa saja yang m e m e n u h i sya rat m e n j a d i anggota. 2.Sukarela, artinya tidak ada paksaan atau perintah untuk menjadi anggota tetapi wajib diikuti siswa kelas 3-5. 3. Nasional, artinya diperuntukkan bagi bangsa Indonesia, bergerak di bumi Indonesia dalam rangka mencerdaskan bangsa. 4. Islami, sebagai salah satu dari ortom Muhammadiyah yang mengemban visi dan misi persyarikatan. Prinsip dasar yang harus dipatuhi gerakan HW SD Mutual adalah pengamalan akidah islamiyah, pembentukan dan pembinaan akhlak mulia menurut ajaran Islam, dan tidak terkait dan berorientasi kepada partai politik atau golongan tertentu. Simbol gerakan HW adalah sekuntum bunga melati yang di bawahnya bertuliskan Fastabiqul Khairat yang artinya “berlomba-lomba dalam kebaikan”. Lambang HW adalah lingkaran matahari bersinar 12 dengan inisial HW ditengahnya. Sinar matahari

berarti diharapkan setiap pandu HW mampu memancarkan sinar pribadi muslim kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Metode pendidikan yang diterapkan adalah kegiatan yang dilakukan di alam terbuka dengan metode yang menarik, menyenangkan, dan menantang. Pe m b e rd aya a n a n a k d i d i k dilakukan dengan penerapan sistem beregu. Setiap akhir tahun, kepanduan Hizbul Wathan SD MUTUAL m e n ga d a ka n p e r ke m a h a n , dengan nama “Perkemahan Ceria” yang diikuti oleh siswa kelas 5. Perkemahan ceria tahun ini dilaksanakan tanggal 5-6 September 2015, di komplek perguruan Muhammadiyah Borobudur. Perkemahan ini diikuti dua angkatan sekaligus (kelas 5 dan 6) karena tahun kemarin belum terlaksana. Perkemahan ini diikuti kurang lebih 260 siswa, terbagi menjadi 22 regu yang terdiri dari 11 regu putri dan 11 regu putra dengan 35 guru dan pendamping. Semua guru dan karyawan ikut berperan aktif dalam kemah ini.


KOMUNITAS

Perkemahan Ceria selalu diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kepala SD MUTUAL, Ketua PCM Borobudur, Kepala SMP Muhammadiyah, dan Kepala SMK Muhammadiyah. Kegiatan kemah ceria diantaranya sebagai berikut : 1. Keagamaan, meliputi disiplin dalam beribadah (salat dan membaca al Quran), khitobah (pidato), dan hafalan surat pendek. 2. Kemandirian, anak dilatih untuk menyiapkan sendiri kebutuhan makan dengan bimbingan pendamping. Selain itu mereka juga menyiapkan alat yang dibutuhkan selama diperkemahan, menjaga kebersihan diri dan kebersihan tenda, merawat barang milik diri sendiri, menghargai orang lain, dan disiplin waktu. 3. Pengetahuan umum, berupa lomba cerdas-cermat, kerjasama dan kekompakan regu peserta kemah diharapkan siap membantu orang lain yang membutuhkan, tidak saling menyalahkan, dan bertanggung jawab. 4. Lintas alam (wide game), berupa tadabur alam sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada kita. Kegiatan ini menyusuri jalan, sawah, jembatan, sungai, naik turun jalanan yang terjal, licin, dan berlumpur. Sembari menikmati pemandangan yang indah, peserta juga melihat kehidupan di

luar yang banyak tantangan dan harus dihadapi. Kegiatan ini melatih siswa agar mengetahui bahwa kehidupan harus diperjuangkan, tidak hanya duduk manis seperti di rumah. 5. Bakti Sosial Setiap siswa mengumpulkan beras, gula pasir, dan mie instan yang akan dibagikan kepada masyarakat setempat di sekitar perkemahan. Para siswa mendatangi dari rumah ke rumah memberikan tali kasih, agar para siswa mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat kelas bawah,sehingga senantiasa bersyukur. 6. Api Unggun Kegiatan ini dilakukan untuk melatih mental dan kreativitas siswa. Setiap regu menampilkan kreativitasnya: gerak lagu, puisi, musik perkusi, drama, dll. Setiap tahun dalam kegiatan api unggun selalu ada acara spektakuler yang secara spontan ditampilkan oleh panitia. Semua peserta kemah dibuat terkejut, panik, bahkan ada yang sampai menangis. Disini Kak Lukman, Kak Bayu, Kak Jodi, Kak Aji, dan Kak Ida mulai beraksi. Menggunakan seutas tali yang direntangkan di atas api, Kak Ida akan meniti di tali itu. Sebelumnya Kak Ida mengajak berdoa agar selamat dalam meniti tali itu. Kak Ida meminta maaf pada semua siswa dan pembina atas semua kesalahan yang telah dilakukan. Beliau memberikan pesan terakhir kepada semua siswa agar selalu

bertaqwa kepada Allah, berbakti kepada orang tua, patuh kepada guru, dan rukun pada semua teman. Tiba-tiba anak-anak menangis tersedu-sedu, bahkan ada yang sampai histeris. Disitulah mental siswa dilatih agar dapat menghadapi dunia luar yang penuh dengan gejolak dan b e r a n e k a r a g a m ke a d a a n sehingga mereka menjadi tangguh kelak dewasa nanti. Dalam kemah ceria, setiap kegiatan ada reward bagi peserta dan regu yang terbaik dan tergiat. Regu yang mendapat nilai paling banyak, merekalah yang menyandang regu terbaik dan menjadi juara serta mendapat hadiah. Dari kegiatan kemah HW ini diharapkan peserta didik dapat hidup mandiri, tidak tergantung pada orang lain, bisa bekerja sama dengan orang lain, saling menghargai, dan mensyukuri semua karunia Allah Swt. Saya sangat bangga dengan semua guru dan karyawan yang kompak bekerja sama dan saling melengkapi selama kegiatan. Berbagai hal sulitpun dapat dihadapi dengan mudah. Tak lupa jalinan kerja sama yang baik dengan semua wali murid yang selalu memberi kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Perasaan syukur dan ucapan terima kasih kepada semua guru dan karyawan SD Mutual dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini.n

No.8/Th. 5/Feb. 2016

75


Karya: Bagas Dwi Prasetya III Ibnu Sina

membantu sesama Suatu hari Fatta berjalan menuju rumah...

Eh, jarak kerumah masih jauh

Itu kan Al

76 Al, boleh aku bantu?

Ya, boleh. ....

Sampai jumpa

Samasama

Terima kasih ya..

Ya...


Mutualista edisi #8  

Majalah Mutualista Edisi 8 l Tema "Be Inspiring Teacher"

Advertisement