Page 1

ISSN 2302-8386

9 772302 838612

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

TERWUJUD DI NEGARA DUA BENUA

REFLEKSI PERKEMBANGAN SD MUTUAL SELAMA SEWINDU 2007 – 2014

7

7

2

3

0

2

8

3

8

6

1

2

DAKWAH PENCERAHAN MENUJU INDONESIA BERKEMAJUAN Antara Ikhtiar dan Tawakal

SASTRA ANAK Ibnu Ismail Al Jazari

“Ayo Bercerita...” Membentuk Karakter Anak Dengan Bercerita

SOSOK Kami Perempuan, Juga Bisa!

English Quiz

UJIAN SEKOLAH, MOMOK YANG TAK PERLU DITAKUTI

KOMUNITAS Belajar Broadcast? Seru!

Ketua KPK Menyapa Anak SD Mutual SD MUTUAL Islamic Creative Innovative and Competitive School | edisi 5 - 2014


Daftar Isi TAJUK

ISI INTI OASE

PARENTING TERAS LEMBUD KHASANAH SENI MATRIKS BILIK SASTRA SASTRA ANAK ALA ENGLISH SOSOK KRONIKA

TRITIKAN KAWRUH JAWI SEHAT KILMI OLAH RAGA SMART QUIZ OPOR DUNIA PUSTAKA KOMUNITAS FATTA

Refleksi Perkembangan SD MUTUAL Selama Sewindu 2007 – 2014 Keberhasilan Berawal dari Sebuah Impian “ Refleksi atas pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah “ Dakwah Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan Membaca Beda Zaman Beda Impian Amazing Fasting Antara Ikhtiar dan Tawakal “Ayo Bercerita...” Membentuk Karekter Anak dengan Bercerita Homevisit SD MUTUAL Aku Bingung dengan Impianku Budaya Santun Wayang Kancil Asal Mula Bilangan Nol Inspirasi Melahirkan Sebuah Karya Keinginan Cyndi Bidadari yang Murah Hati Internal English Competition Kami Perempuan, Juga Bisa! Serunya Mabit Kelas 6 Ketua KPK Menyapa Anak SD Mutual Ujian Sekolah, Momok Yang Tak Perlu Ditakuti Lomba Cipta Lagu "Jingle Perpustakaan Keliling" Tamu Istimewa dari Malaysia Ibnu Ismail Al Jazari Tembang Macapat Amandel Terwujud di Negara Dua Benua Pencegahan dan Penanganan Cedera Olahraga English Quiz Jadikan Anak Kita Juara Mahalnya Kepedulian dan Keteladanan Librarian Kids, Belajar Menjadi Pustakawan Kecil di SD MUTUAL Belajar Broadcast? Seru! Fatta’s Dream

2 7 10 14 16 18 21 23 26 27 29 30 32 33 35 36 39 40 42 43 45 46 47 48 49 52 54 58 59 60 62 64 66 69

MUTUALISTA terbit setiap 6 bulan sekali, diterbitkan oleh SD Muhammadiyah 1 Alternatif, Jl. Tidar No. 21 A Telp 0293-314181 Kota Magelang. Website sekolah www.sdmutual.sch.id | www.mutualista.weebly.com ● Penganggung Jawab: H. Salamun,S.Ag, M.Pd.I ● Pemimpin Umum: Wati Prihayati, M.Pd ● Pemimpin Redaksi: Sigit Kurniawan,S.Pd ● Sekretaris Umum: Wike Rismawati,S.Pd ● Penyelaras Bahasa: Herlian Ardivianti,S.S ● Redaksi: Jodi Nur Ismawan,S.Pd; Erni Setyowati,S.S; Ambarsari PR, M.Pd; Luqman Novianto,S.Pd.I; Mustaqim, M.Pd; Wulan Charismawati,S.Pd, Dony Arsena Bayuaji, SSn ● Bank Data: Wahtyu Setyo Utomo,S.Pd ● Fotografer: Miftachul Azis, S.E ● Desain & Layout: Joko Adi Yunarto, AMa.Pust ● Keuangan: Lis Apriyanti DA. ● Sirkulasi Produks& Iklan: Oki Yanuar Septana, S.Pd.Jas. Mutualista menerima sumbangan tulisan dalam bentuk opini, cerpen, puisi, pantun, kritik, saran, dan karya lainnya. Sertakan foto dan identitas diri. Jika tulisan merupakan saduran/petikan, cantumkan sumbernya. Karya dapat dikirimkan melelui email mutualista.sch@gmail.com, atau diserahkan langsung kepada dewan redaksi. Redaksi berhak mengedit dan mengubah kiriman tanpa merubah tujuannya.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah Swt. Hanya karena kemurahan rahmat-Nya dan rahim-Nya kita masih diberi kesempatan untuk bersua kembali. Salawat dan salam senantiasa kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad Saw, Sang Pembawa Pencerahan. Pembaca yang budiman, Mutualista edisi terbaru ini disusun dengan tema "My Dream, My Inspiration" atau "Impianku, Inspirasiku" yang sejenak akan membawa kita pada masa lalu untuk kemudian memantapkan langkah mewujudkan impian-impian di masa depan. Impian-impian di sini akan dibalut kisah-kisah inspiratif dari para pemimpi yang tanpa banyak bicara menuliskan dan mewujudkan impiannya. Impian dan inspirasi adalah dua hal yang berbeda, namun serasi dan sepadan bila dipadukan sehingga jalan menuju kesuksesan hidup yang dicita-citakan untuk bahagia dunia akhirat dapat tercapai. Ya, "happiness for success" bukankah dengan berbahagia itu akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Impian dan inspirasi di sini akan memacu, menantang, dan mengobarkan semangat perjuangan dalam mewujudkannya.

Selain membahas impian dan inspirasi, edisi kali ini akan menampilkan pula kisah-kisah sukses para siswa dan alumni SD MUTUAL, serentetan kegiatan yang berlangsung selama enam bulan terakhir, prestasi yang membanggakan, artikel dan quiz berhadiah yang lebih segar, cerpen edisi spesial juara lomba menulis cerpen "Mutual Library" serta komik Fatta yang selalu dinanti kisahnya. Selamat menikmati sajian majalah Mutualista via cetak dan digital (www.issuu.com/MajalahMutualista). Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam bentuk waktu, ide, tulisan, dan sebagainya untuk memajukan majalah ini. Pembaca dapat berkunjung ke www.mutualista.weebly.com untuk meng-update seputar majalah Mutualista. Semoga mendapat balasan yang berlipat ganda dan menjadi catatan amal baik di sisiNya. Amin. Tegur sapa serta saran kritik selalu kami nanti demi penyempurnaan Mutualista di masa mendatang. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Redaksi

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya" (Al Hadist). Pembaca yang budiman, bukankah kita manusia ditebarkan di bumi untuk membawa kedamaian, kebaikan, dan saling melengkapi satu sama lain. Banyak kisah-kisah inspiratif datang dari seluruh belahan dunia yang dapat membuat kita terinspirasi bahkan membuat kita ingin berbuat lebih bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

DROP SPOT Majalah MUTUALISTA dapat ditemukan di: Perpustakaan SD Muhammadiyah 1 Alternatif, PDM Kota Magelang, TK Aisiyah 1-8, TK Pertiwi, MI Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah Alternatif, SMP M Plus Gunungpring, SMA Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 1, UM Magelang, Perpustakaan Kota Magelang, Perpustakaan Daerah Muntilan, BRI KCP Shopping, Apotek Al Fatiya, Radio UNIMMA FM, Ruang Tunggu RSU Tidar, RSUD Muntilan, RSJ dan RST Magelang, Paris Parfum. Pajak, SAMSAT, POLRES Jagoan dan alun-alun, PEMKOT, dan PEMKAB.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

1


TAJUK

REFLEKSI PERKEMBANGAN SD MUTUAL SELAMA SEWINDU 2007 – 2014 Oleh: Salamun,S.Ag.,M.Pd.I. dengan guru adalah unsur esensial yang tidak tergantikan oleh megahnya gedung atau kelengkapan sarana fisik lainnya. Oleh karena itu, mutu sebuah lembaga pendidikan/sekolah yang pertama dan utama harus diukur dari mutu pembelajarannya.

E

ksistensi Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Alternatif (SD MUTUAL) Kota Magelang sebagai salah satu di antara 80 an SD Negeri dan swasta yang ada di Kota Magelang saat ini cukup diakui. Pengakuan itu dirasakan datang dari berbagai pihak, baik sesama SD, Dinas Pendidikan/Pemerintah Kota Magelang, Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengakuan ini tentu merupakan buah dari kerja keras semua pihak, terutama dalam sewindu terakhir (2007-2014). Tulisan ini hendak mengungkap kembali beberapa poin penting perkembangan dan kemajuan SD MUTUAL khususnya dalam bidang prestasi akademik dan sedikit non akademik. Refleksi ini dimaksudkan sebagai tonggak bagi lompatan ke depan dalam rangka percepatan pengembangan kelembagaan dan mutu SD MUTUAL. Beberapa poin penting yang dapat direfleksikan sebagai kemajuan SD MUTUAL dalam sewindu (2007-2014) adalah sebagai berikut.

1. Mutu Proses dan Out Put Pembelajaran Dalam sebuah lembaga pendidikan, ruh yang paling menentukan maju tidaknya lembaga tersebut terletak pada proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar atau interaksi siswa

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

2

No.5/Th.3/Ags-2015

Menyadari hal tersebut, maka segenap guru dan karyawan SD MUTUAL memiliki komitmen bersama untuk menjaga kualitas belajar mengajar, meskipun secara umum latar belakang guru banyak yang tidak keguruan (bukan sarjana pendidikan). SD MUTUAL berupaya menjamin setiap outputnya memiliki standar kompetensi minimal secara khusus dalam bidang keagamaan (keislaman): harus dapat membaca al Quran, hafal surat-surat pendek, hadits-hadits ringan, doa-doa harian, dan terbiasa melaksanakan ibadah wajib dan sunnah. Di samping itu, dalam materi pelajaran umum juga tidak boleh ketinggalan alias harus paling depan sehingga dapat menunjukan prestasi yang spektakuler dalam bidang akademik yaitu meraih peringkat 1 ujian SD/MI se-Kota Magelang sejak bernama Ujian Akhir Berstandar Nasional (UASBN), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Sekolah (US) selama 7 tahun berturut-turut, angkatan ke 2-8 mulai tahun 2008-2014, dan peringkat 70 an di tingkat Provinsi Jawa Tengah dari sekitar lebih dari 19.000 an SD/MI. Selain itu setiap tahun selama 8 tahun (sewindu) selalu mewakili Kota Magelang dalam event lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berhasil maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Bahkan pada tahun 2012 dapat maju ke tingkat internasional yaitu internasional and Sains Olimpiade (IMSO) di India dan meraih medali perunggu. Dengan komitmen seperti itu maka secara perlahan terbangun citra bahwa SD MUTUAL betul-betul konsisten menjaga kualitas proses dan output pendidikannya. Anggapan positif ini mulai terbangun di tengah masyarakat, bahkan diakui dalam skala nasional.


TAJUK Sewindu Prestasi Nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) Sejak Tahun 2007/2008 s/d. 2013/2014 selalu menempati peringkat satu tingkat SD/MI se-Kota Magelang No

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Ujian/ Mata Pelajaran Untuk UASBN Tahun Nilai B.IND MAT. IPA Ujian Mandiri 2006/2007 Klasifikasi A A A Rata-rata 9,06 8,67 8,32 UASBN Terendah 8,00 6,00 7,25 2007/2008 Tertinggi 9,80 10.00 9,25 Std.Deviasi 0,48 1,05 0,59 Klasifikasi A A A Rata-rata 8.73 8.75 8.77 UASBN Terendah 6.60 5.75 7.25 2008/2009 Tertinggi 9.60 10.00 9.50 Std.Deviasi 0.50 1.14 0.54 Klasifikasi A A A Rata-rata 8.60 9.80 8.90 UASBN Terendah 7.40 8.25 7.75 2009/2010 Tertinggi 9.80 10.00 9.75 Std.Deviasi 0.53 0.32 0.43 Klasifikasi A A A Rata-rata 8.72 8.83 8.77 UN Terendah 7.60 5.75 6.00 2010/2011 Tertinggi 9.60 9.75 9.75 Std.Deviasi 0.40 0.69 0.69 Klasifikasi A A A Rata-rata 8.53 9.35 8.70 UN Terendah 7.40 7.90 6.90 2011/2012 Tertinggi 9.40 10.00 9.60 Std.Deviasi 0.42 0.45 0.48 Klasifikasi A A A Rata-rata 9.22 9.62 8.19 UN Terendah 8.40 7.50 6.75 2012/2013 Tertinggi 10.00 10.00 9.25 Std. Deviasi 0.37 0.47 0.56 Klasifikasi A A A Rata-rata 9.12 9.38 8.58 US Terendah 7,60 7.50 7,00 2013/2014 Tertinggi 9,80 10.00 9.75 Std. Deviasi 0.44 0.52 0.65

Keterangan JMLH

A 26,05 21,50 28,60 1,8 A 26.25 21.35 28.85 1.79 A 27.30 24.90 28.90 0.82 A 26.32 21.85 28.50 1.29 A 26.58 23.40 28.90 1.13 A 27.03 23.85 28.60 0.98 A 27.08 23.85 29.55 1,20

Belum ada pemeringkat an nilai Nilai rata -rata tertinggi se Kota Magelang Nilai rata -rata tertinggi se Kota Magelang Nilai rata -rata tertinggi se Kota Magelang Nilai rata -rata tertinggi se Kota Magelang Nilai rata -rata tertinggi se Kota Magelang Nilai rata-rata tertinggi se Kota Magelang Nilai rata-rata tertinggi se Kota Magelang

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

3


TAJUK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Juara 1 Lomba Perpustakaan SD/MI Tk. Kota Magelang tahun 2013 Juara 1 Lomba Perpustakaan SD/MI Tk. Karisidenan Kedu tahun 2013 Juara 1 Lomba Perpustakaan SD/MI Tk Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 Juara 1 Lomba Perpustakaan SD/MI Tk. Kota Magelang tahun 2014 Juara 3 Sekolah Berkarakter Kebangsaan Jenjang SD Tk. Kota Magelang 2012 Juara 2 Lomba K3 Tk. Kota Magelang tahun 2012 Juara 1 Lomba robot Tk. Nasional tahun 2012 Juara Harapan 2 Lomba Robot Tk. Nasional 2012 Juara 3 Story Telling tingkat nasional 2013 Juara 3 Olimpiade Bahasa Inggris Tk. Nasional 2012 Meraih Medali Perak Lomba Robot Tk. Internasional di Malaysia tahun 2012 Meraih Predikat The Best Design Perak Lomba Robot Tk. Internasional di Malaysia tahun 2012 Juara 2 Sepak bola Mini Putra SD/MI Tk. Karesidenan Kedu tahun 2014 Juara 2 Footsal Guru Tk. Kota Magelang tahun 2013 Juara 2 Mocopat Tk. Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tk. SD/MI se-Kota Magelang tahun 2009 dan 2010 Juara 1 Lomba Guru Berprestasi Tingkat SD/MI se-Kota Magelang tahun 2011 Juara 1 Lomba Guru Berpretasi Tingkat SD/MI se-Kota Magelang tahun 2013 Juara 1 Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat SD/MI se-Kota Magelang tahun 2014 Juara 1 Lomba Guru OSN Tingkat SD/MI se-Kota Magelang tahun 2014

2. Akreditasi Sekolah Selama sewindu atau 8 tahun (2007-2014) SD MUTUAL telah menjalani akreditasi sekolah selama dua kali dengan hasil yang sangat menggembirakan yaitu tahun 2009 dengan nilai 96 (A) dan tahun 2014 dengan hasil 97 (A). Dengan predikat nilai tersebut SD MUTUAL meraih nilai tertinggi di Kota Magelang untuk jenjang akreditasi SD/MI. Bahkan sekarang SD MUTUAL sedang mempersiapkan untuk mendapatkan predikat dari Badan Standarisasi Nasional dalam penerapan manajemen mutu untuk meraih Standar Nasional Indonesia (SNI) Award dan ISSO.

3. Majalah yang sudah memiliki ISSN Salah satu mercusuar SD MUTUAL adalah dimilikinya majalah yang sudah memiliki ISSN. Di kota dan Kabupaten Magelang, sekolah yang mampu menerbitkan majalah untuk level SD, bahkan sampai jenjang SMP dan SMA, Insya Allah baru SD

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

4

No.5/Th.3/Ags-2015

MUTUAL. Majalah Mutualista berani bersaing dengan majalah sekolah lain. Majalah ini sebagai ajang media silaturahmi antara wali murid dengan guru, komite, dan stake holder lainnya. Keberadaan majalah Mutualista yang telah berISSN hakekatnya merupakan reputasi akademik sebuah sekolah. Untuk bisa memiliki majalah yang memiliki ISSN, civitas akademik (guru dan siswa) di sebuah sekolah/lembaga dituntut memiliki produktivitas keilmuan, konsistensi, ketekunan, dan tentu saja kualitas produk keilmuannya. Hal ini telah dibuktikan oleh para guru SD MUTUAL, sehingga menjadi salah satu harapan guru-guru sekolah lain yang ingin mempublikasikan karya ilmiahnya di majalah Mutualista. Produktivitas keilmuan, konsistensi, dan ketekunan ini tentu harus terpelihara agar salah satu mercusuar SD MUTUAL senantiasa bersinar.


TAJUK

4. Pembelajaran dengan semi billingual mata pelajaran Matematika dan IPA

7. Dijadikan Sekolah Unggulan Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Nasional

Sejak tahun 2010 SD MUTUAL menerapkan metode khusus untuk pelajaran Matematikan dan IPA. Mulai kelas 3-6, pembelajaran di kelas menggunakan pembelajaran semi billingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Soal-soal ulangan/semesteran pun 15 % menggunakan bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil seleksi lomba sekolah unggulan SD/MISMA/SMK/MA tingkat Provinsi Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah tahun 2013, SD MUTUAL meraih skor nilai tertinggi sehingga dinobatkan sebagai sekolah unggulan di Jawa Tengah. Berdasarkan surat edaran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menetapkan bahwa SD MUTUAL termasuk kategori 3 sekolah unggulan dari wilayah Jawa Tengah untuk jenjang SD/MI, sehingga banyak sekolah-sekolah baik dari lingkungan Muhammadiyah maupun yang lain dari wilayah Provinsi Jawa Tengah dan luar Jateng, datang berkunjung/studi banding ke SD MUTUAL. Para tamu berkunjung untuk belajar berbagai hal, mulai dari manajemen pengelolaan perpustakaan, manajemen prestasi dan sukses ujian, manajemen sekolah dan lain-lain. Di samping itu banyak mahasiswa S2 dari berbagai perguruan tinggi /universitas yang mengadakan penelitian di SD MUTUAL untuk pembuatan tesis/Tugas Akhir dengan berbagai judul. Hampir semua mahasiswa tertarik meneliti karena nilai keunggulan dan prestasi yang telah diraih oleh SD Mutual baik akademik maupun non akademik.

5. Program Studi Lanjut (S2) bagi guru dan Kerja Sama Internasional Satu hal lain yang menunjukkan SD MUTUAL Kota Magelang beberapa langkah di depan di banding sekolah lainnya adalah kebijakan mengalokasikan dana peningkatan SDM untuk studi lanjut bagi guru/karyawan. Hingga sekarang sudah 8 guru bergelar Master (S2) dan 4 guru dalam proses menyelesaikan studi lanjut S2. Sejalan dengan banyaknya guru yang melaksanakan studi lanjut S2, maka SD Mutual juga menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Kepala sekolah telah menjajaki dan menjalin kerjama dengan sekolah-sekolah di Jepang dan Malaysia. Penjajakan ini dimulai ketika mengikuti program study exchange ke Jepang tahun 2011 dan ke Malaysia tahun 2012. Hal ini ditindaklanjuti dengan kedatangan lawatan rombongan guru dari Malaysia pada bulan Mei 2014 ke SD MUTUAL.

6. Pembangunan Pusat Perpustakaan dan IT Branding yang tak kalah menarik dan cukup menjadi mercusuar dibandingkan dengan yang lain adalah SD MUTUAL mampu membangun gedung perpustakaan, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa seharga kurang lebih Rp1.000.000.000,00 (satu milyar). Gedung ini dilengkapi dengan koleksi buku-buku perpustakaan yang lengkap. Perpustakaan yang diberi nama Mutual Library dan diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. DR. Din Syamsuddin ini berbasis digital. Gedung ini dilengkapi laboratorium bahasa dan laboratorium komputer, sehingga bangunan dan segala fasilitas yang ada di dalamnya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan putra-putrinya, maupun sekolah-sekolah lain yang datang untuk studi banding ke SD MUTUAL.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

5


TAJUK Daftar tamu yang berkunjung/studi banding adalah sebagai berikut NO.

ASAL INSTANSI/SEKOLAH

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

6

No.5/Th.3/Ags-2015

KETERANGAN/TUJUAN


TAJUK

Keberhasilan Berawal dari Sebuah Impian “ Refleksi atas pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah “

S

uara riuh sontak menggema di aula UnTidar Magelang pada hari Sabtu, 21 Juni 2014 ketika Kepala Sekolah SD Mutual mengumumkan hasil kelulusan pada acara pelepasan purna siswa angkatan ke 8. Hal yang paling menggembirakan dan membuat lega bagi SD Mutual adalah dengan diraihnya kembali peringkat 1 ujian SD/MI se-Kota Magelang untuk yang ke 7 kalinya beserta 5 prestasi lainnya, setidaknya yang sempat saya catat baik dari lomba kepala sekolah, guru, siswa, dan lomba perpustakaan.

was) untuk tahun depan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), karena pasti akan sangat diminati oleh masyarakat seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya dibuka beberapa hari saja peminatnya sudah mencapai ratusan. Inilah salah satu magnet SD Mutual bagi masyarakat.

Model PPDB SD Mutual menjadi salah satu model untuk penyelenggaraan PPDB di Kota Magelang. Bagaimana sekolah swasta dapat sangat diminati oleh masyarakat, pasti ada sesuatu yang berbeda bila dibandingkan dengan pengelolaan sekolah negeri. Ini merupakan Oleh: sesuatu yang kurang lazim untuk Kota Magelang. Ketika mengikuti acara tersebut secara Ali Mahrus Alkafi, S.Pd.,M.Pd. Biasanya sekolah swasta akan mendapatkan seksama, tersirat juga tersurat curahan hati dari (Ketua Komite SD MUTUAL) siswa setelah kuota sekolah negeri terpenuhi dan kepala sekolah yang mengakui bahwa tahunsudah menjadi fenomena untuk jenjang Sekolah tahun ini adalah tahun yang paling berat Dasar beberapa tahun terakhir bahwa sekolah swasta bernuansa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena banyak hal. Mulai agama justru menjadi pilihan utama masyarakat. persoalan motivasi siswa, mengkondisikan orang tua siswa, dan juga mongkonsolidasikan IKWAM, juga hasil pra ujian sekolah yang diselenggarakan oleh dinas menempatkan SD Mutual bukan pada peringkat pertama. Namun puji syukur Alhamdulillah semua kegamangan tersebut tidak terbukti, berkat kerja keras, kerja cerdas, dedikasi, kolaborasi, dan saling bahu membahu disertai doa bapak/ibu guru dan kepala sekolah, SD Mutual masih dapat mempertahankan kembali prestasinya. Seperti sudah kita pahami bahwa mempertahankan jauh lebih berat dari pada meraihnya. Apalagi masalah Ujian Sekolah (baca Ujian Nasional) saat ini masih menjadi tolok ukur utama dan persepsi masyarakat tentang baik tidak dan juga mutu tidaknya suatu sekolah. Setidaknya nyicil ayem (tidak perlu was-

Bapak Kepala Dinas Pendidikan dalam beberapa kesempatan menyampaikan dalam forum rapat kedinasan bahwa sekolah negeri dapat mencontoh SD Mutual. Jika sekolah dikelola dengan baik dan dapat membuktikan prestasinya kepada masyarakat, pasti nantinya akan diminati masyarakat. Kita berharap agar di Kota Magelang ini muncul Mutual effect, sehingga sekolah-sekolah di Kota Magelang dapat terus berpacu untuk senantiasa berkreasi, berinovasi, dan meningkatkan mutu kualitas layanan yang terbaik kepada masyarakat. Agar keberlangsungan SD Mutual dapat terjaga dan tetap lestari maka diperlukan penyemaian semangat champion semenjak kelas 1 SD, agar mental juara sudah tertanam sejak dini.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

7


TAJUK 1. Impian menunjukkan arah kepada kita Impian dapat berperan sebagai petunjuk arah, memberitahu kita arah mana yang harus ditempuh, hingga kita mengenali arah yang benar, kita tidak akan pernah mengetahui apakah langkah kita benar-benar merupakan kemajuan. Langkah kita mungkin membawa kita ke belakang dan bukan ke depan. Jika bergerak ke sembarang arah, engkau akan kehilangan kesempatankesempatan yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

MENUJU IMPIAN

2. Impian meningkatkan kekuatan kita

Para siswa mulai kelas 1 sudah harus tahu apa yang diinginkannya dan berusaha untuk mengejarnya dengan segenap kemampuan. Atas prestasi dan posisi SD Mutual ibarat semakin tinggi pohon, akan semakin kencang angin akan meniupnya. Hidup hakikatnya hanya ada dua pilihan, menjadi pohon yang akan tertiup angin kencang atau menjadi rumput yang siap untuk diinjak atau terinjak.

Keberhasilan Berawal dari Sebuah Impian Sesungguhnya pernyataan "Keberhasilan Berawal dari Impian" bukanlah sesuatu yang baru bagi kita. Namun, meskipun sudah tahu bagaimana kekuatan mimpi, tidak banyak yang menggunakannya sebagai awal dari semua keinginan kita. Impian adalah salah satu rahasia suksees yang harus kita miliki. Tentu saja impian harus dijalankan dengan action. Istilah kerennya adalah dream and action! Jika kita mau membaca sejarah biografi tokoh-tokoh ternama, maka kita akan menemukan bahwa apa yang telah mereka hasilkan berawal dari mimpi. Orang-orang yang sukses karena mereka berani bermimpi meraih sukses. Orang-orang menjadi kaya karena mereka berani bermimpi menjadi kaya. Sesungguhnya, hal tersebut berawal dari semua yang kita alami, yang membuat kita ingin terus maju dan membuat diri sendiri dan keluarga menjadi bangga. Bahkan kita merasa senang karena telah memanfaatkan waktu yang ada. Kita harus mampu meningkatkan pengetahuan melalui proses belajar dengan baik. Ada 5 (lima) macam kekuatan impian yaitu sebagai berikut.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

8

No.5/Th.3/Ags-2015

Tanpa impian, kita mungkin harus berjuang keras untuk melihat kekuatan yang ada dalam diri karena kita tidak bisa melihat situasi di luar keadaan kita saat ini. Akan tetapi dengan impian, kita mulai memandang diri kita dalam cahaya baru, karena mempunyai kekuatan yang lebih besar dan mampu merentangkan dan berkembang untuk mencapainya. Setiap kesempatan yang kita temui, setiap sumber yang kita dapatkan, setiap talenta yang kita kembangkan, menjadi bagian kekuatan kita untuk tumbuh ke arah impian itu. Semakin besar impian, semakin besar pula kekuatannya.

3. Impian membantu kita menentukan prioritas Impian memberi kita harapan untuk masa depan, impian membuat kita memprioritaskan segala sesuatu yang kita lakukan. Seseorang yang memiliki impian mengetahui apa yang akan atau harus dikorbankannya agar bisa maju. Dia mampu mengukur segala sesuatu yang dikerjakannya apakah membantu atau menghambat impian itu, memusatkan perhatiannya pada hal-hal yang membawanya lebih dekat pada impian itu dan memberi sedikit perhatian pada hal-hal sebaliknya.

4. Impian menambah nilai pada pekerjaan kita Impian menempatkan segala yang kita lakukan ke dalam perspektif. Bahkan tugas-tugas yang tidak menyenangkan pun nilainya menjadi tinggi, saat kita mengetahui hal itu memberi kontribusi pada pemenuhan impian. Setiap aktivitas menjadi bagian penting di dalam gambar yang lebih besar tersebut.

5. Impian meramal masa depan kita Ketika kita mempunyai impian, kita bukan hanya penonton yang duduk di belakang dan mengharapkan segala sesuatu berubah membaik. Kita harus aktif ikut serta dalam membentuk tujuan dan arti hidup kita. Angin perubahan tidak begitu saja meniup


TAJUK ke sini dan ke sana. Impian kita, ketika dilanjutkan, mungkin sekali merupakan peramal masa depan kita. Orang bisa sukses karena mempunyai impian. Mimpi juga merupakan sebuah inspirasi kita ke depan yang membuat kita menjadi berusaha supaya mimpi itu terwujud dengan selalu mengandalkan Sang Pencipta, Allah Swt. Kesuksesan kita akan membuat keluarga bangga, senang atas kesuksesan yang kita punya. Sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita mencerminkan nilai-nilai KeIslaman dalam berpikir dan bertindak, sehingga setiap impian yang kita impikan menjadi sebuah kenyataan. Seperti pepatah yang mengatakan "janganlah selalu memandang ke belakang tetapi tetap memandang ke depan", sehingga kita dapat mengantarkan peserta didik menjadi berkarakter, berbudaya, cerdas, terampil, dan berakhlaq mulia." Mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengingatkan kembali bahwa SD Mutual mempunyai visi, misi, dan tujuan sebagai berikut.

Visi "Menjadi sekolah yang unggul dan model bagi SD Islam pada umumnya dan SD di lingkungan Muhammadiyah pada khususnya”

Misi •

• •

Mewujudkan sekolah islam yang melaksanakan proses belajar mengajar dengan mengaitkan secara mendalam ketiga aspek perkembangan yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menyiapkan siswa sebagai sumber daya insani yang muttaqin dan berkualitas unggul dalam berbagai aspek. Mewujudkan 5 kualitas output secara maksimal: Keislaman, Keilmuan, KeIndonesiaan, Kebahasaan dan Keterampilan. Tujuan Menghasilkan lulusan yang unggul dan berkualitas, mampu mewarnai sekolah di jenjang yang lebih atas dan lebih berperan dalam lingkungan masyarakat. Membentuk pribadi muslim yang berakhlaq mulia, berwawasan luas, mandiri, sehat jasmani dan rohani, sehingga bermanfaat bagi dirinya, agama, keluarga, bangsa, dan negaranya di masa sekarang dan yang akan datang.

Menjadi pertanyaan mendasar bagi warga sekolah dan kita semua kemudian adalah Apakah visi, misi, tujuan dan motto SD Mutual "Islamic, Creative, Innovative, and Competitive School sudah tercapai saat ini? Seharusnya visi misi sekolah merupakan impian dan juga menginspirasi bagi seluruh warga sekolah yang barangkali sampai saat ini masih terabaikan atau bahkan mungkin terlupakan.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

9


ISI INTI

DAKWAH PENCERAHAN MENUJU

INDONESIA BERKEMAJUAN

Oleh: Drs. Yatino P. Sumarto

J

udul tersebut saya ambil dari tema Tanwir Muhammadiyah yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur 23-24 Mei 2014 yang baru lalu. Tanwir Muhammadiyah merupakan sebuah permusyawaratan setingkat di bawah Muktamar. Dengan demikian Tanwir Muhammadiyah memiliki posisi yang penting di dalam permusyawaratan Muhammadiyah. Paling tidak ada dua alasan kenapa Tanwir Samarinda memiliki momentum penting dan strategis. Pertama, Muhammadiyah memasuki fase akhir dalam menuntaskan amanat Muktamar ke-46 Yogyakarta menuju muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015 yang akan datang. Kedua, dinamika perkembangan nasional, di mana bangsa Indonesia pada tahun 2014 ada dua even kenegaraan penting yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, yang akan menentukan kepemimpinan nasional lima tahun ke depan.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

10

No.5/Th.3/Ags-2015

Terinspirasi oleh tema Tanwir Muhammadiyah Samarinda tersebut bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi munkar sekaligus gerakan tajdid (pembaharuan), maka perlu kiranya kita mempertegas kembali komitmen seluruh warga Muhammadiyah pada gerakan dakwah yang berwatak tanwir atau dakwah pencerahan. Bangsa Indonesia dewasa ini baru diliputi suasana ujian akan keutuhan dan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara bahkan beragama. Rasa persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathoniyah) dan rasa persaudaraan sesama Islam (ukhuwah Islamiyah) semakin menipis. Repotnya kondisi dan suasana seperti itu tidak kita sadari bersama. Jika itu dapat menimbulkan potensi konflik di antara sesama warga negara bahkan sesama penganut agama Islam. Maka sudah saatnya dakwah Muhammadiyah difokuskan ke


ISI INTI arah pencerahan untuk meninggalkan segala bentuk kegelapan menuju pada keadaan terang benderang atau takhrij min aldhulumat ila al-nur (QS. Al-Baqarah:257).

Dakwah Pencerahan Begitu si Fulan mendengar kata dakwah, langsung saja ia bereaksi apa itu dakwah?. Ternyata kata dakwah belum familier di telinga dan otak si Fulan itu. Dan rupanya tidak hanya si Fulan, rekan-rekan si Fulan juga rata-rata masih sama dengan si Fulan. Mereka belum paham tentang makna dan arti dakwah yang sesungguhnya. Dakwah belum menjadi aktifitas harian yang terencana dengan baik dan melekat pada setiap tindakan umat. Siapa saja sebenarnya bisa menjadi Dai sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing- masing. Menurut DR. H. Haidar Nashir, M.Si, dakwah merupakan usaha mengajak pada Islam secara demokratis, bukan monolitik dan paksaan. Dakwah berasal dari kata "da'a-yad'u-da'wata" artinya memanggil, menyeru dan menjamu. Yakni memanggil, menyeru, dan menjamu orang agar mau di jalan Allah menuju keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Dakwah itu harus yang cerdas bijaksana

(bil hikmah), edukatif yang baik (wal-mauidhat al-hasanah), dan dialogis yang unggul (wa jadil-hum bi-latiy hiya ahsan) sebagaimana dititahkan Allah (QS. An Nahl: 125). Sedangkan secara definitif, dakwah adalah panggilan atau seruan bagi umat manusia menuju jalan Allah (QS. Yusuf: 108). Atau jalan menuju Islam (QS. Ali Imran:19). Dakwah sebagai upaya tiap Muslim uantuk merealisasikan (aktualisasi) fungsi kerisalahan dan fungsi kerahmatan. Fungsi kerisalahan dari dakwah adalah melanjutkan tugas Rasulullah (QS. Al Maidah: 67) menyampaikan diennul Islam (agama Islam) kepada seluruh umat manusia (QS. Ali Imran: 104,110, dan 114). Adapun fungsi kerahmatan adalah upaya menjadikan Islam sebagai rahmat (penyejahtera, pembahagia, dan pemecah persoalan) bagi seluruh manusia (QS. Al Anbiya: 107). Sedangkan Dakwah Pencerahan dimaksudkan sebagai upaya-upaya menyebarluaskan dan mewujudkan ajaran Islam sehingga melahirkan perubahan ke arah yang lebih baik, unggul, dan utama dalam kehidupan pemeluknya dan menjadi rahmat bagi masyarakat luas di muka bumi. Dakwah Pencerahan memiliki sifat membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan menuju terwujudnya peradaban umat yang utama. Dengan

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

11


ISI INTI demikian setiap upaya dakwah harus mencerahkan.

Dadiyo Islam Kemajuan Sejak awal Muhammadiyah berdiri, Muhammadiyah terus menerus menyerukan hal ihwal kemajuan. Tokoh utama pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan menyerukan kepada ummatnya "Dadiyo Islam sing Kemajuan". Seruan seperti itu tidak hanya berhenti diucapan tetapi dibuktikan dengan perbuatan dan kerja nyata di masyarakat yang bisa dirasakan manfaatnya. Muhammadiyah memang gerakan Islam namun dalam semua aksi gerakannya tidak pernah membatasi diri melulu untuk umat Islam saja, melainkan gerakan Muhammadiyah untuk semua. Siapa pun tanpa kecuali dapat dan berhak untuk menerima pelayanan kebaikan Muhammadiyah (Muhammadiyah For All). Muhammadiyah tidak pernah membuat sekat untuk sesama umat, sesama warga bangsa. Muhammadiyah sadar bahwa dihadapan Allah manusia itu sama yang membedakan hanya ketaqwaannya. Sekolah, universitas, panti asuhan, rumah sakit, dan berbagai layanan sosial lainnya terbuka untuk siapa saja, aliran mana saja, dan pemeluk agama apa pun. Kepada mereka dipersilakan masuk dan memanfaatkan fasilitas layanan milik Muhammadiyah sebaik mungkin dan senyaman mungkin. Muhammadiyah akan dengan senang hati dan terbuka menerima saudara-saudara kita sesama warga bangsa untuk menikmati layanan yang ada disediakan Muhammadiyah. Kalau sementara dikelompok umat Islam ada model dakwah yang menakutkan dan diucapkan dengan nada penuh kebencian kepada golongan lain, dapat dipastikan itu bukan dakwahnya muhammadiyah. Dakwah Muhammadiyah adalah dakwah yang menggembirakan, santun, penuh kebersamaan, dan mencerahkan umat. Muhammadiyah tetap berpegang teguh pada garis perjuangan dakwah yang diteladani dan digariskan pendahulu Muhammadiyah yang bijak dan mengayomi, yakni menyeru pada kebaikan dan kebenaran (Yad'u ilal khair).

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

12

No.5/Th.3/Ags-2015

Wujud Dakwah Pencerahan Dakwah pencerahan melahirkan kegiatan atau gerakan pencerahan pula. Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid atau pembaharuan merupakan wujud nyata dari dakwah dan gerakan pencerahan itu. Gerakan kembali ke ajaran Al Quran dan As Sunnah (Ila Ruju' Al Quran wa As Sunnah ) pada dasarnya merupakan aktualisasi dakwah pencerahan. Banyak hal yang dilakukan Muhammadiyah dalam rangka pencerahan umat, seperti pelurusan arah kiblat, pembaruan sistem pendidikan, pemberdayaan masyarakat melalui teologi al-Ma'un, pemberdayaan perempuan melalui gerakan Aisyiyah, dakwah bil lisan dan bil hal dan gerakan menyehatkan masyarakat. Tidak hanya itu, Muhammadiyah juga tampil di depan dalam pergerakkan kemerdekaan Indonesia, ikut membidangi kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tak lupa ikut menjaga dan mengisi dinamika kemerdekaan Indonesia. Menyongsong hadirnya abad ke-2 kelahiran Muhammadiyah, dalam Muktamar Muhammadiyah ke-46 pada tahun 2010 di Yogyakarta, lahir pemikiran pencerahan yang dituangkan dalam bentuk Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua. Dalam pernyataan itu dituangkan pemikiran Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk melakukan gerakan pencerahan. Gerakan pencerahan itu berkemajuan membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan. Hadirnya gerakan pencerahan memberikan jawaban kepada persoalan-persoalan


ISI INTI kemanusiaan seperti : kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan masalah lain yang bercorak struktural dan kultural. Di sisi lain gerakan pencerahan memberikan jawaban konkrit pada rohani yang kusut, krisis moral, konflik sosial, korupsi, terorisme, dan bentuk kejahatan kemanusiaan lainnya. Gerakan pencerahan juga mengembangkan hubungan sosial tanpa diskriminasi, harkat martabat manusia, menjunjung tinggi toleransi, dan kemajemukan. Dengan gerakan pencerahan Muhammadiyah mencoba menghadirkan Islam sebagai ajaran dengan prinsip tengahan (ummatan wasatha), mengutamakan perdamaian, menghargai perbedaan, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjunjung tinggi akhlak mulia dan menyejahterakan kehidupan umat manusia. Komitmen Muhammadiyah seperti itu menunjukkan karakter gerakan yang dinamis dan berkemajuan dalam menjawab tantangan zaman, tanpa harus kehilangan identitas dan rujukan Islam yang outentik. Dalam hal pengembangan pemikiran, Muhammadiyah berpijak pada pembaharuan (tajdid) yang bersifat purifikasi (pemurnian ajaran) dan dinamisasi serta mengembangkan orientasi praksis untuk memecahkan masalah kehidupan. Muhammadiyah membangun dunia pendidikan dalam kerangka pengembangan akal budi manusia seutuhnya. Sementara pengembangan keagamaan dititikberatkan pada pengayaan nilainilai akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah menuju

terciptanya kesalehan individu dan sosial menuju pada tatanan sosial lebih religius dan humanistik. Konsep jihad diaktualisasi sebagai ikhtiar mengerahkan segala kemampuan (badlul-juhdi ) untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat. Dalam pandangan Muhammadiyah Jihad bukanlah perjuangan dengan kekerasan, konflik, dan permusuhan. Strategi perjuangan diubah dari "melawan sesuatu "(al-jihad li-al muaradah) berubah menjadi "menghadapi sesuatu" (al-jihad li-al muwajahah) dalam wujud memberikan jawaban-jawaban alternatif yang terbaik untuk membentuk masyarakat utama. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Muhammadiyah mengagendakan revitalisasi visi dan karakter bangsa , mencerdaskan kehidupan bangsa yang lebih luas dan merata, menjaga perdamaian dunia yang abadi sesuai dengan konstitusi. Dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin kuat dan bebas, diperlukan manusia-manusia unggul yang berkarakter kuat yaitu manusia-manusia yang terpercaya, jujur, ikhlas, berani, tegas, tegar, dan kuat dalam prinsip dan sifat-sifat khusus yang melekat pada diri mereka. Demikian pula nilai-nilai spiritualitas, solidaritas, kedisiplinan, kemandirian, keunggulan, dan kemajuan terus dipupuk dan ditumbuh kembangkan terus menerus. Insya Allah, jika gerakan pencerahan terus menerus berlangsung dan menyinari Indonesia tanpa henti Indonesia dapat dipastikan berkemajuan.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

13


ISI INTI

Oleh: Imam Robandi (Guru Besar Teknik Elektro ITS) dan menjadi Guru Besar Tamu (Visiting Professor) beberapa Universitas di Jepang.

A

da kebiasaan yang sangat positif yang sekarang sudah banyak ditinggalkan oleh kita, yaitu membaca. Saat saya mengantar Ustadz Salamun (Principal SD Muhammadiyah 1 Kota Magelang) ke Osaka, saya tunjukkan dua kegiatan rutin orang Jepang saat sedang naik kereta api, yaitu membaca atau tidur. Tidur adalah kegiatan istirahat dan juga tidak ingin mengganggu orang yang di sekitarnya, sedangkan membaca adalah ikhtiar untuk menambah ilmu (charging). Dari kejadian ini perlu kita catat bahwa orang Jepang selalu menambah ilmu di saat waktu sesempit apapun. Membaca adalah bagian dari kehidupan mereka, dan membaca menjadi ruh kehidupan bangsa Jepang yang selalu di depan bangsa-bangsa lain. Nabi Muhammad Saw disuruh membaca oleh malaikat Jibril saat wahyu pertama diturunkan di Gua Hira, yaitu dengan kata perintah "iqra", bacalah. Makna membaca

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

14

No.5/Th.3/Ags-2015

adalah luas, yaitu membaca tentang hal-hal yang tersirat (terlihat dan terrasakan) dan membaca hal yang tersurat (tertulis atau tergambar). Dalam dunia persekolahan (schooling), membaca dari hal-hal yang tertulis belum banyak menjadi prioritas. Kegiatan yang selalu diprioritaskan oleh banyak sekolah di sekitar kita adalah menjawab soal ujian yaitu semakin cepat dalam menjawab soal dan semakin tepat menebak jawaban soal adalah pertanda kesuksesan sebuah proses pembelajaran. Hal ini diyakini sebagai teori pedagogik sesaat yang ampuh dalam sistem pembelajaran pragmatik yang merusak tatanan akademik. Apalagi jika jawaban soalnya ditulis dalam bentuk banyak pilihan. Hasil menjawab soal itu harus gemilang dan selalu dinanti gembira oleh banyak wali murid, tanpa mengetahui makna persoalan yang harus diselesaikan. Hal ini memunculkan fenomena bahwa


ISI INTI menjawab soal di lembar jawaban adalah lebih urgent daripada aktivitas membaca. Di sini kita telah lupa bahwa membaca adalah pintu gerbang menggali ilmu, yaitu sebuah proses yang sangat fundamental yang harus menjadi kebiasaan setiap orang, yang harus dilatih dan dimulai dari usia belia. Mempunyai habit (kebiasaan, kegemaran) membaca adalah bukan diperoleh secara tiba-tiba atau ujug-ujug. Tibatiba menjadi orang yang senang membaca, apa saja dibaca, dan di mana saja selalu membaca. Kegiatan membaca adalah kegiatan yang sangat membosankan untuk manusia yang belum terbiasa. Kalau dapat, kita harus pintar secepatnya tanpa membaca. Mencetak manusia yang secara tiba-tiba mempunyai habit membaca adalah seperti menunggu sebuah perahu gabus tenggelam atau menunggu besi baja pejal terapung di air. That mean is not easy, bukan pekerjaan mudah. Mempunyai habit membaca harus dimulai dari usia dini, terutama di sekolah dan juga di rumah. Saat para kepala sekolah Muhammadiyah berkunjung ke Hendersen Public School Singapore, mereka sangat kaget karena kegiatan awal sekolah adalah mengumpulkan semua siswa duduk rapi di lapangan terbuka hanya untuk aktivitas membaca dalam waktu sekitar 15 menit. Seorang guru di Koyamanishi Sogakko, Jepang, menjelaskan kepada para tamunya dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di bulan Oktober 2013, bahwa kegagalan sebuah kurikulum adalah dapat dilihat dari persentase siswanya yang mempunyai kebiasaan membaca. Tidak sulit untuk mengukur keberhasilan sebuah kurikulum dari sebuah sekolah, survei saja dalam satu kelas berapa persen siswa yang mempunyai habit membaca. Survei seperti ini sudah banyak dilakukan oleh sekolahsekolah di tanah air, dan hasilnya sangat memprihatinkan, yaitu dapat mendekati angka nol persen. Ini mempunyai arti bahwa jika dalam satu kelas ada 40 siswa, maka hampir tidak ada satupun yang senang membaca. Walaupun data ini mungkin tidak valid, tetapi hasil survei ini dapat menjadi pengingat kita bahwa kebiasaan membaca untuk siswa masih belum tersentuh oleh kurikulum sekolah secara serius, ataupun belum tersentuh oleh kepedulian para wali murid di rumah.

Murid atau siswa sering menjadi objek yang sering terkena dampak "manusia kecil yang disalahkan akibat sistem". Siswa yang hebat (termasuk gemar membaca) adalah lahir dari lingkungan yang hebat. Lingkungan yang hebat di sekolah akan melahirkan guru yang hebat, yaitu guru yang dapat menjadi teladan atau guru yang selalu dapat dicontoh etos dan kepribadiaanya. Ingat, jumlah persentase siswa yang mempunyai kegemaran membaca tidak akan melebihi persentase kegemaran membaca para gurunya. Begitu juga rumus ini dapat berlaku saat di rumah, yang orang tua adalah guru, dan pada saat di sekolah guru adalah sebagai orang tua. Ping-pong keberhasilan di sekolah dan di rumah akan menjadi keberhasilan bersama anak-anak kita yang akan mewarnai masyarakat di masa yang akan datang. Mendesain sebuah iklim pendidikan anak yang harus beres di sekolah dan di rumah adalah pekerjaan yang tidak mudah, tetapi bukan berarti sulit. Hanya kemauan yang dapat mendobrak kebekuan ini, yang harus juga dimulai dari hari ini. Senang membaca adalah ciri-ciri orang cerdas dan ingin maju, maka berikhtiarlah maksimal, selama masih ada waktu. Good Luck.

Imam Robandi

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

15


OASE

BEDA ZAMAN BEDA IMPIAN Oleh: Siti Nurhayati, S.H.

Setiap manusia yang ada di dunia ini pasti mempunyai impian. Dari seorang pejabat negara, ahli agama bahkan seorang rakyat jelata pun mempunyai impiannya masing-masing. Impian sering diartikan dengan mimpi, cita-cita, harapan, dan keinginan. Menurut motivator ternama, Bapak Andrie Wongso, impian adalah salah satu rahasia sukses yang harus kita miliki. Impian memang sangat penting dimiliki oleh anak muda karena anak mudalah yang menentukan masa depannya. Ingin masa depannya bagus atau masa depannya jelek. Meraih impian tidaklah sulit. Yang penting kita gigih dalam meraih

impian tersebut. Jika kita sering berusaha untuk meraih impian, kita pasti dapat menemukan titik terang yang ingin di capai. Selain itu, mewujudkan impian butuh usaha dan kerja keras. Sekali impian kita gagal, maka coba lagi sampai impian itu tercapai. Tidak ada seorang manusia pun yang bodoh kecuali malas dalam menggapai impian. Jika kita melihat ke belakang, banyak tokoh-tokoh ternama, pahlawan, dan pendiri negeri ini yang meraih keberhasilan gemilang. Apa yang mereka hasilkan berawal dari sebuah mimpi. Orang-orang yang sukses karena mereka berani bermimpi untuk meraih kesuksesan atau impian mereka.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

16

No.5/Th.3/Ags-2015

Seratus sepuluh tahun yang lalu, ada sebuah harapan atau impian seorang perempuan muda yang menginspirasi bangsa Indonesia. Impiannya adalah meletakkan derajat kaum perempuan bangsa ini sejajar dan sederajat dengan kaum laki-laki dalam menunaikan hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia. Ya, dialah R.A. Kartini. Cita-cita dan mimpi Raden Ajeng Kartini sudah terwujud dan terlihat nyata di berbagai sektor kehidupan kita dewasa ini. Tidak ada lagi batas perbedaan antara laki-laki dan perempuan untuk mengikuti, melakukan, dan menekuni suatu pekerjaan, pendidikan, dan jabatan tertentu baik di dalam keluarga, masyarakat, dan negara.


OASE

Pada zaman Raden Ajeng Kartini, saat itu sangat tidak mungkin bagi seorang wanita mempunyai kedudukan dan dapat mengenyam pendidikan seperti kaum laki-laki. Kita sangat bersyukur karena Raden Ajeng Kartini dapat mewujudkan impian dan cita-citanya bahwa kaumnya dapat disejajarkan dan sederajat dengan lakilaki. Dengan perjuangan dan cita-cita dari Raden Ajeng Kartini, Alhamdulillah bangsa Indonesia pernah dipimpin oleh seorang wakil presiden dan presiden perempuan pertama yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri. Delapan puluh enam tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta, berkumpullah para pemuda dan pemudi Indonesia dalam Kongres Pemuda. Kongres Pemuda tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan dan nasionalisme serta demokrasi. Saat itu para pemuda dari penjuru Indonesia, mempunyai kegiatan dan impian yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia. Saat itu tidak mungkin meraih kemerdekaan jika perkumpulan para pemuda masih bersifat kedaerahan. Oleh karena itu impian untuk meraih kemerdekaan akan bisa terwujud jika masing-masing organisasi pemuda saling bersatu padu. Sejak peristiwa Sumpah Pemuda

para pemuda bertekad untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Sebab mereka sadar hanya dengan bersatu bangsa Indonesia sulit dilawan dan dipatahkan oleh penjajah mana pun. Dengan Sumpah Pemuda, perjuangan rakyat Indonesia tidak lagi bersifat kedaerahan, tetapi sudah menjadi kesatuan yang kuat. Semua kekuatan bersatu untuk melawan para penjajah, sehingga dalam waktu singkat, bangsa Indonesia berhasil mengusir penjajah. Puncaknya, pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia dapat memproklamasikan kemerdekaannya. Sekarang, setelah 69 tahun bangsa Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan, masih menyisakan sebuah harapan agar negeri ini bisa terbebas dari korupsi. Perjalanan 69 tahun kemerdekaan juga belum mampu menghadirkan bangsa yang merdeka dari korupsi. Praktik korupsi bahkan dilakukan oleh lembaga yang sebenarnya mempunyai tugas pokok melindungi rakyat, masyarakat, dan negara terhadap gangguan korupsi. Contohnya saja korupsi dilakukan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Jika di era kemerdekaan, rakyat bahu membahu berani mati melawan penjajah Belanda dan Jepang untuk meraih kemerdekaan. Maka di era kemerdekaan terutama pemerintahan sekarang para birokrat, kepala daerah, pengusaha dan akademisi berani mati untuk melakukan tindak pidana korupsi. Harapan kami untuk wakil rakyat dan presiden yang baru, benar-benar memiliki rekam jejak anti korupsi dan mempunyai program jelas dalam memerangi korupsi di Indonesia. Tahun 2014-2019 adalah tahun penting bagi Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari korupsi. Seluruh rakyat Indonesia bahu membahu, bekerjasama, untuk mengangkat bedil intelektual, bedil moral, bedil kepatuhan terhadap hukum, bedil agama, bedil keberanian, dan bedil hati bersih untuk membunuh sikap dan keinginan melakukan korupsi. Pada saatnya nanti kita akan merayakan negeri ini bebas dari penjajah korupsi.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

17


OASE

ha a Nugra im r P a ik Oleh: D

saat Nabi Nuh diperintahkan membuat bahtera dan akhirnya terjadi hujan lebat dan banjir.

Assalamualaikum. Anak-anakku, kalian tahu tidak, ternyata puasa itu Subhanallah, lho. Puasa bukan hanya soal bangun sahur, buka puasa, tarawih, tidur, ngabuburit, dan Idul Fitri. Ada banyak rahasia dan hikmah di dalamnya. Pokoknya seperti judulnya, “Amazing Fasting�. Pertama, amazing-nya puasa para nabi Allah. Anak-anakku, ternyata puasa itu sudah dilakukan oleh Nabi Adam. Sejarawan Muslim Ibnu Katsir meyakini bahwa ajaran puasa sudah ada sejak zaman Nabi Adam dan istrinya Siti Hawa. Menurut Ibnu Katsir, Adam berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Selain Nabi Adam, Nabi Nuh juga berpuasa selama tiga hari setiap bulan sepanjang tahun. Nabi Nuh juga memerintahkan kaumnya untuk berpuasa ketika mereka berbulan-bulan hidup terkatung-katung di dalam perahu besar di tengah samudera luas seraya bertaubat kepada Allah. Itu, lho,

Nah, berikut ini puasanya Nabi Ibrahim as yang sering disebut bapak para nabi. Nabi Ibrahim as. juga terkenal dengan kegemarannya berpuasa, terutama pada saat hendak menerima wahyu dari Allah, yang kemudian dijadikan suhuf Ibrahim. Selain Nabi Ibrahim, putranya juga melaksanakan puasa, Ismail yang terkenal taat beribadah. Puasa Ibrahim diikuti pula oleh Ishaq (putra Ibrahim dari Sarah). Nabi Yakub terkenal sebagai orang tua dan nabi yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putraputranya. Nabi Daud juga berpuasa, lho. Perintah puasa yang paling populer hingga sekarang ini adalah puasa Nabi Daud as. Puasa ini tergolong istimewa karena Nabi Daud tidak hanya seorang prajurit, tetapi juga raja dan ahli perang terkemuka. Nabi Daud dikenal sebagai nabi yang berhasil mengalahkan musuh yang jauh lebih besar, yaitu Goliath. Pelaksanaan

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

18

.Pd. Putra, S

No.5/Th.3/Ags-2015

ibadah puasa Nabi Daud juga tergolong aneh bila dibandingkan dengan puasa nabinabi lainnya. Puasa Nabi Daud dilaksanakan sehari puasa, sehari tidak. Bahkan, puasa Nabi Daud ini ternyata berlangsung hingga Nabi Sulaiman, putranya dan nabi sesudahnya. Sepeninggal Nabi Daud, pelaksanaan puasa tidak lenyap begitu saja. Hingga sekarang ini umat Nabi Muhammad Saw juga banyak yang menjalankan puasa Daud selain puasa Senin-Kamis.


OASE Nabi Musa juga tidak kalah amazing puasanya. Perintah melaksanakan puasa bagi umat Nabi Musa merupakan rentetan dari kewajiban puasa yang diwajibkan pada umat Nabi Muhammad Saw, seperti dalam Q.S Al-Baqarah:183. Puasa yang dijalankan oleh Nabi Musa beserta umatnya jauh lebih berat dari pada puasa Nabi Muhammad Saw. Mereka diwajibkan berpuasa selama 40 hari 40 malam. Kalian masih ingat kisah Nabi Yunus? Nabi yang pernah dimakan oleh ikan. Beliau berpuasa dari makan dan minum saat berada dalam perut ikan besar selama beberapa hari, kemudian berbuka puasa setelah dimuntahkan kembali dari dalam perut ikan tersebut. Untuk berbuka, dikisahkan beliau memakan buah seperti buah labu yang tumbuh di tepi pantai. Nabi Ayub berpuasa pada waktu dia hidup dalam serba kekurangan dan menderita penyakit selama bertahun-tahun, sampai akhirnya sehat seperti sediakala. Nabi Syuaib terkenal kesalehannya dan sebagai orang tua yang banyak melakukan puasa dalam rangka bertakwa kepada Allah. Kedua, puasanya para binatang. Yang pertama, puasanya unta. Saat kondisi panas membakar seperti di gurun, menemukan sumber makanan dan minuman sangat sulit. Namun, itu bukan masalah bagi unta. Bahkan pada suhu panas lima puluh derajat celcius sekalipun, hewan padang pasir ini dapat bertahan hidup hingga delapan hari tanpa makan dan minum. Subhanallah, daya tahan hidup yang luar biasa, tak lain karena unta memiliki tempat penyimpanan energi, yaitu berada pada punuk di tubuhnya. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Sedikit demi sedikit lemak di punuk tersebut akan ia gunakan sebagai sumber energi. Maka tak heran jika unta berhasil

bertahan menahan rasa haus, di cuaca panas. Setiap unta berpuasa, ia akan kehilangan sebagian berat badan di tubuhnya. Jika punuknya telah kempis, maka persediaan makanan di tubuhnya sudah menipis. Ketika hewan ini menemukan air, unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit saja. Hewan lainnya yang juga gemar berpuasa, yaitu ayam betina. Ya, setiap kali ayam betina mengerami telur, ia akan senantiasa menahan lapar dan haus, seperti halnya manusia yang sedang melakukan praktik puasa. Hal itu dilakukan oleh ayam betina untuk menghangatkan suhu badannya, sehingga telur yang dieraminya selama hampir 3 minggu, dapat menetaskan anak-anak ayam. Induk betina dengan sabar harus mengerami telurtelurnya hingga ia tidak bisa beraktivitas, seperti makan, minum, hingga membersihkan diri di bawah terik matahari. Ia harus tetap konsisten memberikan kehangatan kepada calon anaknya yang masih di dalam telur, dan menunggunya sampai telur-telur itu menetas. Bila sang induk tidak sabar menjalani proses tersebut,

telur-telur itu akan busuk dan anak ayam yang dinantikannya akan mati. Setelah telur-telur itu menetas menjadi anak ayam, maka sang ayam betina yang kemudian menjadi induk ini, akan berubah perilaku. Ia akan tampak sensitif demi melindungi anakanaknya dari berbagai ancaman. Ayam betina juga akan rajin mencari makan, dan mengajarkan anak-anaknya tumbuh menjadi ayam-ayam yang mandiri. Saat berpuasa penuh, biasanya ular tidak akan melakukan aktivitas apaapa. Ular hanya akan bersembunyi dan berdiam diri. Saat itulah ular mengalami proses biologi yang kita kenal dengan proses ganti kulit. Puasa yang dilakukan ular bertujuan untuk meningkatkan suhu badan hingga beberapa derajat di atas normal guna melakukan pergantian kulit baru. Ular akan mengganti kulitnya yang tua dan kusam hingga berubah menjadi kulit yang segar, warna-warni, dan indah. Namun, setelah masa puasa berakhir dan mendapatkan kulit yang lebih baik, sang ular yang tidak makan dalam kurun waktu lama ini akan tampak lebih ganas, dan aktif mencari mangsa.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

19


OASE

Hewan lainnnya yang suka berpuasa adalah ulat. Baik berbulu atau tidak, ulat merupakan binatang yang sering menimbulkan rasa geli, jijik, bahkan menakutkan banyak orang. Namun, di balik tubuhnya yang gemuk berbulu itu, ulat adalah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Dari wujud ulat yang menjijikkan menjadi wujud kupu-kupu yang indah dipandang mata. Perubahan wujud ulat menjadi kupu-kupu, ternyata melalui proses puasa, yaitu masa di mana ulat memasuki kepompong dengan tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 hingga 16 hari. Setelah melalui perjuangan tidak makan dan minum dengan berdiam diri di dalam kepompong, kemudian ulat keluar dari kepompong dengan wujud yang sama sekali berbeda. Ia berubah menjadi binatang bersayap indah rupawan yang kita kenal dengan kupu-kupu. Dengan perjuangan puasanya yang sungguh-

sungguh, ulat yang asalnya dibenci oleh sebagian orang karena bulunya yang membuat kulit gatal, ulat berubah menjadi kupu-kupu yang banyak disukai dan dikagumi oleh setiap orang yang memandangnya. Ritual puasa sang ulat yang asalnya menjijikkan dan perusak tanaman tersebut, berubah menjadi kupukupu yang anggun dengan sayap berwarna-warni, yang nantinya bermanfaat untuk membantu penyerbukan bunga. Puasa sunnah apa saja yang sudah kamu lakukan? Selain puasa wajib Ramadhan, Allah juga memberikan beberapa puasa sunnah untuk umat-Nya. Semuanya amazing tentunya. 1. Puasa Yaumul Bith, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 tiap bulannya dalam kalender Hijriah. 2. Puasa Senin Kamis, yaitu puasa pada hari Senin dan Kamis tiap minggunya.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

20

No.5/Th.3/Ags-2015

3. Puasa Arafah, yaitu puasa pada tanggal 9 Zulhijjah. 4. Puasa Sya'ban, yaitu puasa beberapa hari di bulan Sya'ban. 5. Puasa Asyura, yaitu puasa pada tanggal 10 Muharram. 6. Puasa Daud, yaitu puasa dengan cara sehari puasa sehari tidak, begitu seterusnya. 7. Puasa Syawal, yaitu puasa pasa tanggal 2 sampai 7 Syawal, atau puasa enam hari di bulan Syawal. Nah, anak-anakku, sudah tambah pengetahuan tentang puasa kan? Yuk, kita lakukan puasa dan kita raih rahmat Allah. Akhirul kalam, "Nikmatnya Puasa, Indahnya Berbuka". Wassalamualaikum.


OASE

Antara Tawakal &

Ikhtiar Oleh: Luqman Novianto, S.Pd.I.

Ikhtiar dan tawakal adalah satu kesatuan yang sulit dipisahkan. Keduanya bagaikan keping uang logam yang berbeda sisi. Keberhasilan seseorang dalam kariernya tidak bisa lepas dengan ikhtiar. Bagi kaum yang beriman mereka selalu mengaitkan antara ikhtiar dan tawakal sebagai aspek keberhasilan dan kesuksesan. Ikhtiar adalah aspek psikomotorik yang didasari oleh keinginan individu yang muncul dari dalam dirinya sendiri, sedangkan tawakal didasari oleh aspek religi, yaitu keimanan yang mendalam. Ikhtiar berasal dari bahasa Arab (ikhtara-yakhtaru-ikhtiyaaran) yang berarti memilih. Ikhtiar artinya berusaha, karena pada hakikatnya orang yang berusaha berarti memilih. Adapun menurut istilah, ikhtiar adalah berusaha dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk meraih suatu harapan dan keinginan yang dicita-citakan. Dengan kata lain ikhtiar merupakan usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang dikehendaki. Orang yang berikhtiar berarti

dia memilih suatu pekerjaan, kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguhsungguh agar dapat berhasil dan sukses. Ikhtiar disinggung oleh Rasulullah Saw dalam hadis riwayat Imam Bukhari. “Sungguh jika sekiranya salah seorang di antara kamu membawa talinya (untuk mencari kayu bakar) kemudian ia kembali dengan membawa seikat kayu di punggungnya lalu ia menjualnya sehingga Allah mencukupi kebutuhannya (dengan hasil itu) adalah lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia baik mereka memberi atau mereka menolak (HR.Bukhari)

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

21


OASE Tawakal adalah suatu sikap mental seseorang yang merupakan hasil dari keyakinannya yang bulat kepada Allah. Di dalam aqidah Islam kita diajari untuk meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan segala-galanya, pengetahuan-Nya Maha Luas. Dia lah yang menguasai dan mengatur alam semesta. Keyakinan inilah yang mendorong kita untuk menyerahkan segala persoalan kepada Allah. Hati kita akan merasa tenang dan tenteram, serta tidak ada rasa curiga, karena Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Menurut Al Ghazali, tawakal adalah keteguhan hati dalam menyerahkan urusan kepada orang lain. Sifat yang demikian itu terjadi sesudah timbul rasa percaya kepada orang yang diserahi urusan tadi. Artinya, ia betul-betul mempunyai sifat amanah (terpercaya) terhadap apa yang diamanatkan dan ia dapat memberikan rasa aman terhadap orang memberikan amanat tersebut.

Pada zaman Rasulullah Saw ada seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat terlebih dahulu. Ketika ditanya, mengapa tidak diikat? ia menjawab, "Saya telah benar-benar bertawakkal kepada Allah�. Nabi Saw tidak membenarkan jawaban tersebut. Nabi pun berkata, "Ikatlah dan setelah itu bolehlah engkau bertawakal." Dialog ini mengisyaratkan bahwa setiap tawakal wajib didahului dengan ikhtiar.

Jika seseorang hanya mengandalkan ikhtiar tanpa mempertimbangkan tawakal, ibarat burung yang terbang tetapi ia tidak mengetahui di mana ia akan hinggap. Jiwanya akan tertekan dengan tuntutan pekerjaan, sehingga seseorang bisa saja menjadi terganggu mentalnya. Begitu juga jika seseorang hanya menambatkan hidupnya dengan tawakal tanpa melakukan ikhtiar, bagaikan batu yang terkena tetesan air, batu tersebut menjadi berlubang.

Bagi seorang muslim kata ikhtiar dan tawakal tentunya sudah tidak asing, Allah Swt mengisyaratkan dalam kitab suci al Quran. Ada banyak ayat yang berbicara mengenai tawakal, setidaknya ada 70 ayat. Di antara ayat-ayat tersebut adalah QS. Ali Imran ayat 159. “Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya�. Ikhtiar dan tawakal akhirnya menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang.

Menjadi sebuah tuntutan bagi seorang muslim jika ingin berhasil dalam meraih cita-cita. Ia harus berusaha dengan gigih, sebab Allah tidak akan mengubah keadaan seseorang sehingga seseorang itu mampu mengubah keadaan pada dirinya sendiri. Selepas usaha harus diikuti doa, sebab dengan doa hati akan tentram dan sebagai upaya untuk menambatkan harapan kepada Allah Swt. Wallahua'lam.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

22

No.5/Th.3/Ags-2015


PARENTING

“AYO BERCERITA...” Membentuk Karakter Anak Melalui Cerita Oleh: Riana Mashar,M.Psi.

Seorang kakek mengajari cucunya tentang hidup. Beliau menyatakan “Suatu pertempuran terjadi dalam diriku, pertempuran antara 2 serigala”. Satu serigala hitam mewakili rasa takut, marah, kebencian, permusuhan, iri, sombong, mengasihani diri, ingin menang sendiri, malas, merasa bersalah, angkuh, dan merasa tidak berdaya. Satu serigala putih mewakili rasa damai, kasih sayang, kebahagiaan, kejujuran, semangat, kemandirian, persahabatan, penghargaan, kemauan bekerja sama, keberanian, berbagi, mau menolong, dan empati. Pertarungan ini ada juga dalam dirimu dan setiap orang lain. Si cucu terdiam dan berpikir, kemudian salah satu gadis kecil bertanya kepada kakeknya, “Serigala mana yang akan memenangkan pertarungan?”. Kakek tua itu menjawab “Serigala yang paling sering kalian beri makan”. (Sumber: Eleonora Gilbert, diadaptasi dalam Owen, 2004)

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

23


PARENTING

C

erita tersebut adalah salah satu cerita metafora yang pernah saya sampaikan kepada anak-anak saya (juga beberapa siswa SD MUTUAL Magelang yang tergabung dalam kelompok “STAR KIDS�). Saya hanya sekali menceritakan pertempuran serigala hitam dan serigala putih dalam diri setiap orang kepada anakanak, namun di setiap kesempatan saya sering bertanya kepada mereka serigala apa yang saat itu mereka beri makan. Seperti saat membangunkan anak-anak sahur misalnya, ketika mereka susah bangun, saya akan bertanya “Serigala apa yang akan jadi lebih gemuk dan tidak akan bisa keluar dari dalam diri kita kalau pagi ini tidak bangun sahur?�, dan si bungsu biasanya akan menjawab walau masih dengan mata setengah terpejam, “Adek mau ngasih makan serigala putih kok...�. Waktu sahur menjadi lebih mudah bagi saya karena anak-anak tahu pilihan yang harus mereka pilih. Cerita sederhana yang singkat tapi mudah diingat dan mengajarkan anakanak kita untuk dapat mengambil keputusan yang baik adalah salah satu modal bagi kita sebagai orangtua untuk membentuk karakter baik dalam diri anak. Saat saya pergi bersama anakanak, saya berusaha sengaja menyelipkan suatu cerita dalam setiap obrolan kami selama dalam perjalanan. Dulu sebelum anak-anak beranjak besar dan si sulung remaja, cerita akan selalu ada untuk mereka menjelang mereka tidur, tetapi dengan

semakin besarnya anak-anak, episode bercerita berganti waktu dengan obrolan kami saat berada di dalam kendaraan. Mengapa harus cerita? Secara naluriah, setiap anak selalu menyukai cerita (Burns, 2005). Anak-anak menjadikan fantasi sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka. Anak sangat suka cerita-cerita “liar� dan beberapa anak berpikir bahwa fantasi mereka adalah nyata. Geldard (2011) menyatakan bahwa cerita akan membantu anak untuk mengidentifikasikan dirinya dengan karakter, tema, atau peristiwa yang ada dalam cerita. Anak juga dapat merefleksikan diri mereka ke dalam situasi yang ada dalam cerita. Ketertarikan anak terhadap pemikiran, emosi, dan perilaku tokoh cerita akan membantu anak memproyeksikan pikiran, emosi, dan perilaku yang ada pada dirinya. Penelitian yang dilakukan oleh De Rosier dan Mercer (2007) membuktikan bahwa bercerita (story telling) dapat meningkatkan perilaku sosial siswa SD, mengurangi prilaku agresi, dan perilaku impulsif yang tidak matang. Berdasar hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bercerita mampu menarik perhatian anak dan imajinasi anak. Pengajaran ketrampilan sosial dan karakter dapat secara mudah diterima anak melalui proses identifikasi terhadap karakter dan situasi dalam cerita. Penggunaan cerita mampu

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

24

No.5/Th.3/Ags-2015

meningkatkan perhatian, motivasi untuk berpartisipasi, dan mengulang kembali pelajaran tentang isi cerita pada diri anak. Lickona (1991) menyatakan bahwa cerita baik yang dibaca maupun dituturkan merupakan alat pengajaran primer dalam pendidikan. Penggunaan cerita didasarkan pada beberapa alasan, yakni untuk menarik perhatian anak, mendorong imajinasi anak, dan meningkatkan belajar konseptual. Cerita akan mengundang anak untuk berpartisipasi menggunakan imajinasi kreatifnya dan membiarkan anak mengalami pengalaman dan konsekuensi yang dirasakan melalui imajinasinya. Cerita dapat menggerakkan emosi, yang berdasar penelitian neuroscience disarankan sebagai alat utama yang efektif untuk meningkatkan perhatian dan ingatan (Caine & Caine dalam De Rosier & Mercer, 2007). Penggunaan cerita juga diyakini dapat mengajarkan nilai-nilai abstrak dalam karakter secara lebih konkrit melalui ilustrasi dan mudah dipahami anak. Ketertarikan anak terhadap cerita dan manfaat cerita bagi perkembangan karakter anak merupakan kunci penting bagi orangtua dan guru untuk memasukkan nilai-nilai yang diharapkan dapat terbentuk dalam diri anak. Kegiatan ini merupakan kegiatan mudah, dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan tidak membutuhkan banyak biaya untuk merealisasikannya. Terdapat beberapa cara sederhana bagi kita orangtua dan guru untuk


PARENTING

mengembangkan kemampuan dan ide bercerita. Close (1998;279) memberikan kiat-kiat cara menciptakan cerita metafora, yakni dengan banyak membaca baik cerita rakyat, dongeng, cerita peri, cerita menjelang tidur, cerita nabi, maupun ceritacerita lain. Cara kedua adalah dengan banyak mengobservasi. Berbagai proses di alam semesta. Seperti pertumbuhan pohon, pola-pola cuaca, pergantian kulir pada kerang, kepiting, atau lobster, pola pada bunga-bungaan dan binatang, serangga dan burung yang terbang, semua hal tersebut dapat digunakan sebagai metafora dalam proses bercerita. Begitu pula dengan pola belajar yang kita alami semenjak masa kecil, proses berjalan, naik sepeda,

berenang, kompetisi olahraga, dan beragam kejadian dalam kehidupan seharihari dapat dijadikan sebagai sebuah kisah metafora. Pengalaman personal dapat pula dijadikan sebagai salah satu cara membuat metafora. Pengalaman saat mendaki gunung atau melakukan pengabdian di tempat yang penuh resiko, dan beragam pengalaman yang pernah terjadi dapat dijadikan sebagai metafora pula. Cara selanjutnya melalui reflect atau pencerminan dari sebuah pengalaman hidup yang dialami seseorang. Kemampuan untuk merefleksikan suatu perjalanan hidup dapat dijadikan sebagai metafora yang memberi dampak positif bagi

anak. Cara kelima adalah dengan berbagi (share). Berbagi cerita atau pengalaman dengan orang lain akan menciptakan cerita relevan yang lain yang diungkapkan oleh lawan bicara. Hal ini dapat memperkaya sumber kognitif yang kita miliki untuk menciptakan metafora. Cara yang terakhir adalah dengan menulis. Saat menulis kita akan memberi perhatian lebih pada pilihan kata dan frase yang digunakan, hal ini akan memudahkan dalam membuat cerita secara lebih spontan. Jadi, mengapa tidak mulai mencoba sejak sekarang. Kita memperbanyak cerita untuk membentuk nilai moral dan karakter anak-anak bangsa. Selamat bercerita.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

25


PARENTING

HOMEVISIT

SD MUTUAL Oleh: Inggrit Diyah Ismaya,S.Pd. Banyak agenda rutin yang ada di SD Mutual, salah satunya adalah kegiatan home visit. Tidak sedikit dari siswa ataupun wali murid yang belum tahu persis apa itu home visit. Home visit adalah kegiatan kunjungan langsung ke rumah siswa yang dilakukan oleh bapak/ibu guru. Bapak/ibu guru bisa melaksanakan kunjungan ini sendiri atau bersama-sama dengan bapak/ibu guru yang lain. Kunjungan ini biasanya dilaksanakan setelah ada hasil evaluasi nilai mid semester ganjil ataupun genap. Setelah nilai mid semester dievaluasi, bapak /ibu guru dapat melihat perkembangan siswa-siswanya yang memiliki grafik prestasi yang cenderung menurun atau pun mengalami peningkatan. Siswa-siswi yang perkembangannya cenderung menurun akan menjadi prioritas pertama dari kegiatan home visit ini, walaupun sebenarnya semua siswa berhak mendapat kunjungan langsung dari bapak/ibu guru. Selain dari grafik nilai di kelas, bapak/ ibu guru juga memiliki catatan-catatan khusus seperti sikap dan semangat dari siswasiswinya selama di kelas yang juga bisa dijadikan acuan untuk menetukan mana anak didiknya yang akan menjadi target utama kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui aktifitas siswa di rumah setelah kegiatan sekolah berakhir. Home

visit juga bertujuan agar guru dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang tua siswa secara lebih terbuka. Dengan berkunjung secara langsung, bapak/ibu guru dapat mengetahui kendala apa saja yang menghambat motivasi dan semangat belajar siswa, sehingga masalah yang dihadapi siswa segera dicari solusinya. Komunikasi antara guru dan orang tua siswa juga lebih intensif jika dapat langsung bertatap muka, berbeda jika konsultasi dilakukan lewat SMS, ataupun telepon. Obrolan santai dan tidak terlalu formal antara guru dan siswa akan membuat siswa lebih nyaman untuk mengungkapkan masalah yang ia hadapi saat di kelas. “Home visit sangat baik di laksanakan karena dapat memotivasi siswa dalam belajar, karena siswa merasa diperhatikan oleh guru�, pernyataan tersebut adalah salah satu kesan dari wali murid yang telah di home visit. Harapan terbesar dari kegiatan home visit ini adalah agar mampu membangkitkan motivasi dan daya juang siswa dalam belajar sehingga menghasilkan nilai yang maksimal. Motivasi dan semangat belajar yang naik turun merupakan masalah terbesar yang dihadapi para siswa. Berbagai hal menjadi penghambat semangat siswa dalam belajar. Mulai dari rasa capek, malas, game on line, facebook, twitter, sepak bola bahkan juga ketidaksukaan siswa pada pelajaran

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

26

No.5/Th.3/Ags-2015

tertentu dan juga guru di kelas semakin membuat siswa tidak memiliki motivasi untuk memperbaiki nilai-nilai yang tidak maksimal. Dengan obrolan langsung yang terjadi saat home visit, diharapkan semua pihak yaitu guru, siswa, dan orang tua dapat memperbaiki pola-pola yang salah yang membuat siswa tidak bersemangat dalam belajar. Jika semua hal yang menghambat dan mengganggu semangat belajar siswa mampu dicari solusinya, pasti nilai-nilai siswa akan maksimal sesuai dengan kemampuan terbaik mereka. Bukan hanya nilai dari pelajaranpelajaran di sekolah saja yang diharapkan semakin membaik dengan adanya kegiatan home visit. Hal yang tidak kalah penting adalah etika, sopan santun, dan sikap siswa kepada orang tua di rumah dapat sejalan dengan nilai-nilai moral yang diajarkan di kelas, karena sekolah merupakan tempat untuk belajar berbagai hal, yaitu pelajaran dan juga etika bersopan santun. Home visit diharapkan mampu memberikan manfaat terbaik untuk siswa-siswi kita, sehingga SD Mutual dapat menghasilkan generasi yang penuh prestasi dan berakhlak mulia.


TERAS Rubrik Tanya Jawab Keislaman

Hari Jumat, 11 Juli 2014, pukul 14.30 WIB, telah berkumpul anak-anak alumni SD Muhammadiyah 1 Alternatif angkatan 4 (empat) yang tergabung dalam panitia silaturahim dan buka bersama lintas angkatan. Tsani, Amel, Rosyi, Joko, dan beberapa anak lainnya, menghampiri dan berdiskusi asyik di serambi masjid. Umur mereka sekitar 15-16 tahun. Mereka sekarang kelas 2 SMA. Meskipun sudah SMA, ternyata mereka masih ingat dan terkesan sewaktu mereka belajar di Sekolah Dasar. Sebuah pertanyaan muncul dari Fadilah Tsani yang membuat diskusi itu menjadi hangat dan berkembang, “Pak Luqman, saya dari TK sampai SMA bersekolah di Muhammadiyah. Lalu ibu dan ayah menyarankan saya untuk ikut program PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih) sekaligus mendapat gelar Strata Satu di UMY. Harapan Ibu saya jadi seorang guru. Padahal cita-citaku ingin menjadi teknisi. Menurut Pak Luqman bagaimana?”. Pertanyaan ini seketika disambut dengan jawaban dari Pak Luqman. Mbak Tsani, setiap orang harus memiliki cita-cita. Sebab cita-cita kita akan menjadi motivasi terbesar dalam hidup kita. Nabi Muhammad Saw dan para sahabat pun memiliki cita-cita yang sangat mulia

yaitu meninggikan kalimat tauhid dan menjalankan syariat yang telah ditentukan oleh Allah dan rasul. Bahkan mereka rela menyerahkan harta dan jiwanya demi meraih cita-cita tertinggi tersebut. PUTM (Pendidikan Ulama Tarjih) adalah sebuah lembaga pendidikan alternatif untuk mempersiapkan kaderkader ulama yang mempunyai kapabilitas maupun kredibilitas di bidang keagamaan. Untuk PUTM khusus anak putri berada di kampung Tundan Ngrame, Kecamatan Tamantirto Utara, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka yang sudah lulus dari PUTM mendapat gelar Strata Satu (S1).

Perlu dipahami bagi kita semua bahwa orang tua mengarahkan putraputrinya pasti sudah memikirkan jangka panjangnya. Ibarat harimau tidak mungkin memakan anaknya. Harapan dari orang tua adalah anak-anaknya sukses dunia akhirat. Seperti yang diungkapkan oleh Jamaludin Ancok bahwa setiap orang tua pasti memikirkan putra-putrinya. “Pak Luqman, lalu bagaimana dengan cita-citaku yang ingin jadi teknisi?” sahut Tsani. Sebelum berbicara tentang teknisi pertanyaan yang mendasar dari Pak Luqman adalah “Teknisi bidang apa? Ada teknik sipil, informatika, perbengkelan, dan lain-lain” Tsani pun menjawab dengan wajah yang kebingungan, “Waduh, Pak, saya belum kepikiran sampai ke sana, jadi bingung, nih.” Pertanyaan susulan muncul dari Pak Luqman, “Kira-kira Tsani besok menjadi guru atau dosen mau tidak?” Tsani menyahut dengan suara lantang dan senyum menyumbul “Mau...mau...mau, Pak!” Menjadi seorang teknisi adalah citacita yang bagus. Perlu kita pahami bahwa cita-cita yang kita miliki akan lebih mudah dicapai jika kita juga mempunyai bakat terpendam. Misalnya ketika bersekolah di SMP/SMU Mbak Tsani aktif dalam organisasi IPM (Ikatan Pelajar

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

27


TERAS Muhammadiyah), maka Pak Luqman yakin bahwa Mbak Tsani sudah terbiasa berbicara di muka umum atau di depan orang banyak menjadi pemateri. Cita-cita Tsani yang tadi ingin menjadi teknisi ternyata masih membuatnya bingung. Guru atau dosen adalah pekerjaan yang sangat mulia, mereka adalah pewaris para nabi. Di sisi lain Rasul pernah mewasiatkan kepada para sahabatnya bahwa orang yang berilmu, anak sholih, dan orang yang menafkahkan rizkinya di jalan Allah akan mendapat pahala yang terus mengalir walaupun dirinya sudah meninggal. Hindari menjadi guru atau dosen yang mengajarkan kesesatan bahkan kesyirikan, sebab guru yang seperti ini oleh Allah akan diberi adzab yang sangat pedih. Allah memiliki sifat Ar Razak (Maha Pemberi Rizki), kita yakin pada Allah yang akan memilihkan cita-cita kita nantinya, tentunya setelah berikhtiar. Menjadi guru atau dosen adalah jalan terbaik untuk menyampaikan kebenaran dengan dasar keikhlasan dan kesyukuran pada Allah. Allah berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7 “Barang siapa yang bersyukur pada Allah maka Allah akan menambah nikmat dan barang siapa yang ingkar kepada Allah maka Allah akan memberi azdab�.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

28

No.5/Th.3/Ags-2015

?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ?

?

?


LEMBUD

Oleh: Jodi Nur Ismawan, S.Pd. Assalamualaikum. Apa kabar anak sholeh? Alhamdulillah, atas segala rahmat Allah kita senantiasa diberi kesehatan. Masih semangat berkreasi dan berprestasi, kan?� Kita berjumpa kembali di rubrik Lembar Budaya (LEMBUD) Mutualista. Asyiiik...aku naik kelas! Selamat, ya! Semoga di kelas yang baru ini anakanak bisa meningkatkan prestasi dan kreasi yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. Nah, ngobrol tentang prestasi dan kreasi, ada sedikit yang ingin penulis sampaikan. Setiap orang tentunya punya inspirasi minimal untuk dirinya sendiri. Tak lepas dari prestasi dan kreasi tentu ada budaya yang harus mendampinginya, salah satunya budaya santun. Ada baiknya kita flashback, mengingat tokoh-tokoh nasional Indonesia yang berprestasi dan berjasa. Siapa yang tahu K.H. Ahmad Dahlan? Yup, beliau adalah salah satu figur nasional sekaligus pendiri organisasi Muhammadiyah. Prestasi dan kreasinya patut diacungi jempol, pantas dijadikan tauladan bagi generasi penerus seperti kita. Perjuangannya telah membawa nasib bangsa ini menjadi lebih baik ketika jaman penjajahan kolonial waktu itu. Pengorbanan beliau begitu ikhlas. Bila kalian pernah nonton film Sang Pencerah, di sana diceritakan K.H. Ahmad Dahlan yang pernah mengajar di sekolah Belanda. Prestasi beliau khususnya di bidang pendidikan tentu tidak diragukan lagi. Nah, sekarang apa yang perlu kita contoh dari kepribadian K.H. Ahmad Dahlan? Ya, benar, budaya santun. Selain berprestasi beliau memiliki pribadi yang santun. Santun di sini berarti mempunyai rasa menghargai, menghormati, dan menyayangi. Kita sebagai generasi penerus harus mewarisi kepribadian tersebut. Kita sebagai kader Muhammadiyah, tentunya harus menerapkan dalam diri kita. Kita akan memerolah manfaat yang luar biasa jika dapat melaksanakannya. Mari kita berlomba-lomba menjadi pribadi yang santun. Kita iringi era globalisasi ini dengan kesantunan. Tidak hanya prestasi yang kita unggulkan tetapi juga jiwa dan akhlak kita. Buat apa kita berprestasi jika dalam diri kita tidak membiasakan budaya santun baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat. Semua hal perlu keseimbangan. Jangan sampai arus globalisasi menggerus kebudayaan asli bangsa kita. Mulailah belajar mengatur diri kita sendiri barulah kita beri tauladan kepada orang lain. Kami yakin kalian semua adalah generasi yang sangat penting dan berperan terhadap kemajuan bangsa. “Prestasi, kreasi, dan santun� itulah kata kunci pada rubrik LEMBUD kali ini. Siap menjadi orang yang santun? Ya, Siap! Jangan ragu-ragu untuk melangkah. Landasilah dengan iman dan taqwa, serta tetap kreatif dan semangat. Allahu Akbar! Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kalian. Cukup sekian dari kami. Sampai jumpa pada edisi selanjutnya.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

29


KHASANAH SENI

Wayang Kancil oleh: Dony Arsena Bayuaji, S.Sn. Pernahkah kalian mendengar kata wayang? Pasti sering dan tidak asing di telinga. Banyak jenis wayang yang ada di Pulau Jawa, misalnya wayang kulit purwa yang mengisahkan tentang cerita Ramayana dan Mahabarata, wayang suket, wayang beber, wayang klithik, dan ada juga wayang kancil. Wayang kancil mengisahkan tentang cerita hewan. Kita mengenal cerita tentang hewan di dalam pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa Jawa yang sering disebut dengan fabel. Dalam wayang kancil tokoh utamanya adalah binatang yang bernama Kancil. Nah, selanjutnya akan kita kupas sedikit tentang wayang kancil. Siapakah yang tahu tentang wayang kancil? Menurut s u m b e r d a r i id.wikipedia.org, wayang kancil adalah jenis wayang dengan boneka berukuran kecil, berupa binatang buruan, binatang merangkak, binatang merayap, binatang yang terbang yang termasuk dalam dongeng kancil. Wujud orang dalam wayang ini hanya sedikit dan jumlahnya hanya 100 buah. Wayang kancil diciptakan oleh seorang Tionghoa bernama Babah Bo Liem pada tahun 1925 dan ditatah oleh Babah Liem Too Hien. Pada bagian kiri dan kanan

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

30

No.5/Th.3/Ags-2015

kelir digambar hutan, di tengah ada bundaran tanpa gambar untuk paseban saat wayang keluar. Salah satu kisah yang ada dalam pertunjukan wayang kancil yaitu cerita yang berjudul “Kancil Beradu Kecepatan�. Ceritanya adalah sebagai berikut. Beranjak dewasa, Kancil sering pergi ke mana-mana. Ia sangat sombong dan nakal. Untung ada Kerbau yang selalu mengingatkan perbuatan Kancil yang salah. Namun perangai Kancil tidak berubah. Suatu hari Kancil menyendiri berjalan mengikuti aliran sungai. Ia tertarik oleh rumput-rumputan yang tumbuh di tepiannya. Sampailah ia di hulu sungai, namanya Situbanda. Ia ingin mandi dan turun ke dalam air, tetapi tiba-tiba pandangannya tertarik oleh seekor siput yang menggantung di lumut. Kancil menghina siput habis-habisan. Siput menjadi marah dan mengajak si Kancil untuk mengadu kecepatan lari sepanjang aliran sungai. Keduanya setuju dilaksanakan pada keesokan harinya.


KHASANAH SENI

Siput segera mengumpulkan teman-temannya yang besarnya sama. Setiap empat meter sepanjang aliran sungai akan ditempati seekor siput yang menggantung pada lumut. Siput yang berada di depan Kancil harus memanggil Kancil sampai Siput yang berada di ujung sawah. Begitulah terjadi pada esok hari. Semua siput berada di tempat yang ditentukan. Pagi-pagi Kancil telah tiba sambil tertawa-tawa. Perlombaan segera dimulai. Mula-mula Kancil hanya berjalan lambat kemudian memanggil Siput. Ternyata di depannya kira-kira dua meter Siput minta agar Kancil mengejarnya. Demikianlah berulang-ulang terjadi, selalu Siput telah berada di depan Kancil, walaupun Kancil berlari secepat-cepatnya. Seratus meter kemudian Kancil jatuh kehabisan napas. Tenaganya terkuras habis. Ia kemudian meminta maaf kepada Siput setelah pulih tenaganya. Siput kemudian menyampaikan bermacam-macam petuah kepada Kancil. Antara lain janganlah merasa diri paling pandai. Biar pun keturunan orang rendahan jika mau belajar dengan sungguh-sungguh pasti meningkat derajatnya. Selain itu dalam hidup orang harus mencari budi yang baik. Itulah sekelumit cerita yang dikisahkan dalam wayang kancil. Mungkin ada dari kalian sudah pernah mendengar atau membaca ceritanya. Dari cerita di atas dapat kita ketahui amanat yang dapat kita ambil hikmahnya yaitu setiap saat kita harus berusaha berperilaku baik dan tidak boleh sombong. Meskipun kemampuan kita biasa saja akan tetapi jika kita mau berusaha serta belajar sungguh-sungguh pasti cita-cita akan tercapai. Sumber: 1. id.wikipedia.org, 2. wayang.wordpress.com

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

31


0� MATRIKS

Asal Mula Bilangan “Nol�

Nol (0) memang suatu bilangan yang agak membingungkan. Sekalipun bilangan '0' nampaknya biasa, namun penggunaan '0' dapat dianggap sebagai salah satu ciptaan kecendekiawanan dari kebudayaan modern (teori Max Black). Banyak pendapat ahli tentang bilangan ini, tetapi kadang kita juga dibuat bingung dari manakah asalnya?

Menurut penyelidikan para ahli, ide bilangan kuno ini berasal dari India kuno. Kapan munculnya dan siapa yang mengusulkan ide bilangan ini belum diketahui. Bilangan '0' diketahui muncul sebelum abad ke-7. Pada zaman itu bilangan '0' dikenal sebagai 'Sunya' yang berarti kosong. Di dalam naskah yang ditemukan di Baksholi-India, nol (0) dinyatakan sebagai titik. Naskah ini pun belum dapat diketahui siapa penciptanya.

Dari India kuno kemudian diterima oleh Arab yang menamakannya 'Al-Sifr' atau 'Sifr' yang artinya kosong. Inilah yang kemudian masuk Eropa lama menjadi 'Zephirum' atau 'Cophirum' serta bentuk ubahan lainnya. Dari arti tersebut terbentuklah kata 'Nulla Figura' yang juga berarti kosong. Melalui kata 'Nulla Figura' ini ditemukan kata 'nol' yang kita kenal sekarang.

Ilmuwan kita pada zaman dahulu membutuhkan suatu bilangan dari kekosongan tersebut, sehingga suatu kekosongan dapat disebutkan keberadaannya. Ada pemikiran lain yang mendasari terciptanya 'nol' tersebut, yaitu konsep garis bilangan. Garis bilangan adalah suatu urutan bilangan besar positif menuju ke negatif. Sehingga perlu diciptakan suatu bilangan yang moderat, yang berdiri di tengah dan tidak memihak siapapun. Maka terciptalah bilangan '0' tersebut.

Sekarang kita harus berhati-hati dalam menilai bilangan nol tersebut. Apakah ia mengungkapkan suatu ketiadaan atau suatu bilangan yang dapat dioperasikan. Tetapi mau tidak mau '0' sebagai konsep ketiadaan pun dapat dipakai sebagai operasi hitung. Nol sebagai suatu ketiadaan dan kekosongan tetapi ada, mampu memberikan andil yang besar dalam memajukan dunia aritmatika dewasa ini. Sumber: http://budix.wordpress.com/asal-mula/bilangan-0

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

32

No.5/Th.3/Ags-2015


BILIK SASTRA

Inspirasi Melahirkan Sebuah Karya Oleh: Herlian Ardivianti,S,S.

Duniamu terlampau luas, anakku. Bagimu, langit tak selalu membiru. Gemintang tak selalu benderang. Bebunga tak selalu mekar. Hari tak selalu berganti. Duniamu berliku. Aku berlari dalam labirin tuk mencapaimu. Anakku, kau tetap megah dalam ruang hatiku. Meski kata-kata tak pernah tereja. Tak kupusingkan panggilan “ibu” yang belum pernah terucap lewat bibir mungilmu, meski sungguh aku merindu. Anakku, ibu percaya. Suatu saat kita akan saling bercerita, di bawah langit biru, tentang terangnya bintang saat hari jatuh malam, tentang bunga mekar saat mentari menggoda pagi, dan tentang hari berganti secepat waktu berlalu. Hanya kita berdua, aku dan kamu.

Larik-larik puisi di atas terinspirasi dari Alkhawarizmi, anak usia 2 tahun penyandang autisme. Tingkah lakunya yang “unik” namun menggemaskan membuat penulis tertarik menyelami dunianya yang “misterius” tetapi mampu menginspirasi. Senantiasa bersyukur, itulah inspirasi pertama saat melihat Azmi dengan kondisi “unik” nya yang penulis yakin bahwa dia istimewa. Penulis merencanakan mengabadikan cerita kecil Azmi pada rubrik parenting edisi Mutualista mendatang, Insya Allah. Bicara tentang inspirasi, tentu lekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengapa? Karena dari kehidupanlah berbagai inspirasi bermunculan. Inspirasi dapat berupa ide atau gagasan kreatif. Inspirasi juga dapat berupa hasil tindakan manusia. Jika berupa ide, maka inspirasi inilah yang sering digunakan para penulis, pelukis, pemahat, seniman, sineas film, jurnalis, atau profesi lainnya untuk menghasilkan sebuah karya. Jika berupa tindakan, maka menurut hemat penulis inspirasi menjadi milik semua orang yang action nya mampu memengaruhi orang lain secara positif. Tulisan ini sedikit membahas tentang inspirasi dalam hidup yang didokumentasikan penulisnya dalam bentuk karya sastra.

1.

Novel Laskar Pelangi

Masih ingat novel Laskar Pelangi? Ya, novel best seller dan fenomenal karya Andrea Hirata. Novel yang menurut koran Tempo ageless, timeless, and borderless ini bayak terinspirasi dari kehidupan masa kecil tokoh Ikal dengan 10 sahabatnya “Laskar Pelangi” di Pulau Belitung. Novel yang pada tahun 2013 telah diterbitkan di 46 negara ini pun telah menginspirasi banyak orang di

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

33


BILIK SASTRA

berbagai kalangan, termasuk penulis. Penulis tidak hanya terhibur saat membacanya tetapi juga tercerahkan. Semangat Ikal, Lintang, Mahar, dan tujuh sahabat lainnya untuk terus bersekolah demi menggapai mimpi, diramu menjadi kata-kata memikat yang dapat menggerakan hati pembacanya. Sangat menarik pendapat dari Asrori S. Karni tentang pengaruh keberadaan novel ini. Dalam tulisannya “Laskar Pelangi: The Phenomenon”, Asrori menulis, sekian orang yang mengabdikan diri pada profesi tertentu tanpa pamrih mendadak mendapat energi baru. Sejumlah pemuda yang selalu resah tiba-tiba mendapat kekuatan batin baru untuk bangkit dari mental cengeng. Kalangan marginal, mendapat suntikan kepercayaan diri baru yang menyalaknyalak. Orangtua jadi punya cara menuturi anak-anaknya. Pasangan muda jadi punya bahasa untuk mengungkapkan cinta. Gubernur, bupati, wali kota, jadi punya inovasi baru untuk memompa stamina warga yang lesu. Laskar Pelangi, dari sebuah pengalaman hidup, khususnya tentang pahit manisnya perjuangan memeroleh pendidikan di tengah keterbatasan inilah lahirlah sebuah karya yang memorable sekaligus inspiring.

2.

Sajak-sajak W.S. Rendra

Para penggemar dunia sastra Indonesia tentu tidak asing dengan nama W.S. Rendra. Rendra yang dijuluki si Burung Merak ini banyak melahirkan sajak-sajak indah yang terinspirasi dari berbagai hal. Rendra banyak menulis puisi balada yang erat berhubungan dengan peristiwa kehidupan. Rendra pernah menuangkan perasaanya lewat puisi berjudul “Dimana Kamu De'Na?” saat terjadi tsunami Aceh 26 Desember 2004. Buku “Empat Kumpulan Sajak” pun merupakan hasil karya yang terinspirasi dari romantisme antara Rendra dan istrinya, Sunarti Suwandi. Sajak “Aku Tulis Pamplet Ini” adalah salah satu karyanya di tahun 1978 yang terinspirasi dari jeritan hati kaum terpinggir yang terhalang untuk menyampaikan aspirasinya. Rendra yang tutup usia pada tanggal 6 Agustus 2009 ini memang menjadi kebanggaan dunia sastra Indonesia lewat sajaksajaknya. Kehadiranya mewarnai khazanah kesusastraan.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

34

No.5/Th.3/Ags-2015

Sajaknya mampu memotret likunya kehidupan dengan begitu apik. Permasalahan sosial memang amat menarik perhatiannya hingga menghasilkan puluhan sajak yang tak lekang oleh zaman. Dengan caranya ini Rendra menunjukkan rasa cintanya terhadap negeri ini . Novel Laskar Pelangi dan sajak-sajak Rendra hanya sedikit dari ribuan karya yang lahir dari peristiwa dalam kehidupan. Karya sastra pada hakekatnya adalah model dan potret kehidupan nyata di dalam masyarakat. Memang, hidup itu sendiri sejatinya adalah sebuah inspirasi. Tinggal bagaimana cara kita memaknai dan mengambil banyak hikmah dalam setiap episodenya. Dari sanalah, beragam inspirasi diolah, yang salah satunya menjadi sebuah karya yang dapat memberi manfaat bagi pembacanya.


SASTRA ANAK Juara 1 lomba menulis cerpen “Mutual Library” kategori B

Keinginan Cyndi Karya: Indarrahmani Hasna Afina

Cyndi menatap gambar mermaid yang baru saja didownload-nya. Ia begitu menyukai mermaid atau putri duyung. Ia jadi teringat peristiwa sewaktu di sekolah tadi siang. “Mimpi itu harus tinggi. Setinggi awan kalau bisa. Tetapi, jika kita mempunyai citacita atau mimpi, kita harus berusaha untuk menggapainya. Jangan sampai kita punya cita-cita menjadi seorang guru tetapi tidak pernah belajar. Nah, ibu mau tanya. Apa cita-cita kalian?” tanya Bu Hana seraya melihat anak-anak didiknya dengan penuh senyuman. “Saya guru!” seru Ryana, Kintar, Tya, Dzul, dan Hafidz. “Saya dokter!” jawab Deffa, Ully, Gendra, Dian, dan Bomi. “Saya insinyur!” teriak Vena, Ghani, Dony, dan Raihan. “Tazkia, kamu punya mimpi apa?” tanya Bu Hana pada Tazkia. “Saya ingin jadi presiden wanita seperti Bu Megawati Soekarno Putri,” jawab Tazkia lantang. Teman-teman Tazkia pun tertawa riuh sambil bertepuk tangan. “Kalau kamu, Cyndi?” tanya Bu Hana pada Cyndi. ”Eh...oh, sa... saya ingin menjadi putri duyung,” jawab Cyndi tergagap. Semua teman saling pandang, sebelum akhirnya tertawa lepas. Mereka mengejek dan mengolok-olok Cyndi. “Hei, jangan bermimpi terlalu jauh, Cyndi! Itu mustahil!” ejek Gendra dan disusul yang lainnya.

Huh, bukankan kata Bu Hana bermimpi itu boleh tinggi? Pikir Cyndi kesal. Cindy lalu menghempaskan dirinya di kasur putri duyung Aries yang empuk. Tak berapa lama kemudian, dia sudah terlelap. Bunda yang melihatnya segera mengambil kertas bergambar putri duyung yang masih dipegangnya dan diletakkan di atas meja. Bunda lalu menyelimuti Cyndi. “Hai, Cyndi!” sapa seseorang. “Hai. Kamu di mana dan siapa?” tanya Cyndi seraya mencari arah suara. “Aku di atas pohon.” jawab suara asing itu. Cyndi mendongakkan kepala melihat pohon kelapa yang menjulang tinggi. Di sana, ada seorang gadis cantik. Tiba-tiba gadis itu melompat terjun ke dalam laut. “Aku putri duyung. Namaku Vanytta, panggil aku Vany,” ujar gadis putri duyung. “Wow! Senang berkenalan denganmu. Namaku Aulia Cyndi Farellia. Aku juga ingin

menjadi putri duyung,” kata Cyndi bersemangat. Ajaib! Seketika kakinya menjadi ekor ikan. Ia menjadi seorang putri duyung. Lalu, ia dan Vany menceburkan diri ke dalam laut. Cyndi merasa air di laut itu sangat hangat namun sedikit. Ia juga merasa tubuhnya sakit karena seperti jatuh ke lantai kayu. “Cyndi, bangun!” seru bunda. Cyndi segera terbangun dari mimpinya. “Kenapa kamu ngompol?!” keluh bunda. Oh, ternyata Cyndi jatuh dari tempat tidur dan mengompol. Makannya, dia merasakan sakit seperti jatuh ke lantai kayu, karena lantai di kamar Cyndi terbuat dari kayu. Walaupun hanya mimpi, Cyndi sudah merasa gembira, karena setengah mimpinya tercapai. Sejak bermimpi menjadi putri duyung, ia lalu mengubah citacitanya menjadi seorang duta besar Indonesia di luar negeri. Itu adalah sebuah mimpi yang bisa dicapai dengan kesungguhan hati seperti pesan Bu Hana. Bunda tak lupa mendorong cita-cita Cyndi dengan doa dan semangat yang menggebu-gebu untuk putri tunggalnya tersebut. Bunda sampai rela memberikan berbagai fasilitas. Nah, teman-teman, ingatlah pesan Bu Hana. Kalian boleh bermimpi yang tinggi, setinggi awan, tetapi kalian juga harus berusaha untuk bersungguh-sungguh mencapainya.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

35


SASTRA ANAK Juara 1 lomba menulis cerpen “Mutual Library” kategori A

Bidadari yang Murah Hati Oleh: Ataya Cendana Pambudi

Minggu pagi, Bella dan dua sahabatnya, Ruri dan Syifa sedang bermain di taman. Saat asyik bermain, mereka menemukan selembar kertas bertuliskan “Lembaga Kepedulian Masyarakat”. Di bawahnya tertulis nama panitia dan alamat lembaga tersebut. Ternyata alamatnya berada di dekat sekolah mereka. “Aku pulang dulu, ya!” kata Bella. “Sampai jumpa besok!” sambung Bella. Sesampainya di rumah, Bella bertanya kepada mamanya. ”Ma, aku boleh ikut Lembaga Kepedulian Masyarakat, enggak?” tanya Bella. “Tidak boleh sayang, kamu sudah kelas VI, sebentar lagi kamu ujian!” ujar mama lembut. Tanpa berkata apapun Bella segera pergi ke kamarnya dengan sedikit kecewa. Keesokan paginya di ruang kelas. ”Hai Ruri!” sapa Bella. “Hai juga Bella!” balas Ruri. “Kamu jadi ikut yang kemarin?” tanya Ruri. “Mamaku tidak mengijinkan”, jawab Bella. “Miss Ani datang, tuh!” kata Tio sang ketua kelas. Setelah Miss Ani menerangkan pelajaran fisika, Ruri dan Bella pergi ke kantin Happy School.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

36

No.5/Th.3/Ags-2015

“Mbak Leny, aku pesan lemon tea dan spageti, ya!” ucap Bella. “Aku soda gembira dan bihun spesial!”, tambah Ruri. Setelah makanan habis, mereka kembali ke kelas. Setelah kelas musik selesai, Bella segera keluar dari ruang biola dan Ruri keluar dari ruang piano. Mereka pulang ke rumah masing-masing. “Selamat siang Azura. Kakak pulang!” kata Bella kepada sepupunya Azura Nathalia. “Oh iya, kak! Om Alfa dan tante Flyssa mana?” tanya Azura. “Om Alfa sama tante Flyssa ada tugas di Perancis” jawab Bella. Kriiing….kriiing!, telepon rumah Bella berbunyi. “Halo...Assalamualaikum”, Bella mengawali telepon. “Hallo Bella, Ini mama. Tanggal 15 juni, kan kamu ulang tahun, mama sudah transfer uang ke kamu. Bella boleh gunakan uang itu. Asal kamu senang, sayang. Bella boleh merayakannya di gedung seperti tahun kemarin. Assalamu'alaikum” ucap mama mengakhiri telepon. ”Wa'alaikumsalam”, jawab Bella. “Aku main ke rumah Ruri aja, ah!”, batin Bella. “Assalamualaikum”, ucap Bella sopan. “Wa'alaikum salam. Masuk, yuk!” ajak Bi Devi, pembantu Ruri. “Terima kasih, Bi. Rurinya ada?”, tanya Bella sopan. “Emm... Ruri sedang pergi” jawab Bi Devi. “Pergi kemana, ya, Bi?”, tanya Bella lagi. “Kayaknya Ruri pergi ke Rumah Sakit Ayah Bunda, Tante Nally sedang sakit”, jawab Bi Defi.


SASTRA ANAK

“Makasih, ya, Bi”, jawab Bella, sembari bergegas menuju RS Ayah Bunda. Di RS Ayah Bunda, Bella menghampiri seorang perawat yang sedang duduk di belakang meja. “Suster, ruangan Bu Nally di mana ya?” tanya Bella. Sambil melihat buku daftar pasien. “Kamar pasien atas nama Bu Nally ada di Anggrek no.136”, sambil menunjukkan arah letak kamar yang dimaksud. “Terima kasih, suster” jawab Bella singkat. Di depan pintu kamar 136, nampak Ruri yang sedang duduk di kursi. ”Bagaimana keadaan tantemu, Ruri?” tanya Bella yang memang sudah mengetahui kalau Tante Nally sakit. “Oh, tante sedang istirahat. Sebentar lagi harus dioperasi. Masalahnya aku harus membayar biaya operasi terlebih dahulu hari ini, tapi….”, jawab Ruri. Kalimatnya terpotong. Kepalanya tertunduk sembari memegang kertas bertuliskan angka Rp5.000.000,00 yang harus dibayarkan untuk biaya operasi. Tiba-tiba air matanya menetes menunjukkan kesedihan karena tidak memiliki uang untuk membayarnya. “Sabar, ya, Ruri” bisik Bella kepada sahabatnya sembari mengelus pundak Ruri. Bella kemudian berlalu menuju ATM yang letaknya tidak jauh dari ruangan Anggrek 136. Bella mengambil uang dan menuju bagian administrasi untuk membayarkan biaya operasi. “Suster, saya mau membayar biaya administrasi pasien atas nama Ibu Nally” kata Bella sembari menyodorkan uang 5 juta. “Baik, terima kasih, Dik”, jawab suster sembari menulis tanda bukti pembayaran dan menyerahkannya ke Bella. Bella lalu kembali ke ruangan Anggrek. ”Kamu dari mana Bella, kok, lama banget?” tanya Ruri. “Aku dari toilet” kata Bella, yang tadi memang sempat pergi ke toilet. Tidak lama kemudian suster menghampiri kamar 136.

“Permisi, Adik, Ibu Nally akan segera dioperasi, silahkan tunggu di luar, ya” kata suster dengan ramah.”Baik”, jawab Ruri dengan wajah heran. Sore harinya, setelah operasi selesai, suster keluar dari ruang operasi dan mengatakan bahwa operasinya berhasil. “Alhamdulillah. Suster kalau boleh tahu, bagaimana dengan biaya operasinya?” ucap Ruri. “Oh, sudah dilunasi, Dik”, jawab suster. Ruri masih bingung dengan jawaban suster. Sementara Bella hanya tersenyum. “Siapa yang sudah melunasinya, suster?”, lanjut Ruri. Suster hanya melirik ke arah Bella tanpa menjawab. “Aku yang membayarnya”, jawab Bella. “Oh..terima kasih sahabatku. Kau adalah sahabat terbaik dalam hidupku”, kata Ruri sambil meneteskan air mata sembari memeluk sahabatnya itu. Akhirnya Bella pamit pulang. “Aku pulang dulu, ya. Om Ridha sudah lama menungguku di mobil”, kata Bella berpamitan kepada Ruri. Tanggal 15 Juni, setelah pulang sekolah Bella, Ruri, dan Syifa, pergi ke swalayan untuk membeli bingkisan yang akan dibagikan Bella pada ulang tahunnya yang akan

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

37


SASTRA ANAK

dirayakan pada sore hari. Bella berencana untuk merayakan ulang tahunnya dengan mengundang sahabatsahabatnya dan anak-anak panti asuhan yang ada di dekat rumahnya. Keluar dari swalayan, Bella melihat seorang nenek tua penjual pakaian bekas. Rasa penasaran membuat mereka bertiga mengikuti ke mana perginya nenek itu. Nenek itu berjalan dengan membawa jualannya menuju rumahnya. “Perasaan aku sudah pernah ke sini, ke perumahan kardus ini”, ungkap Syifa. Ternyata nenek itu mempunyai cucu yang menyambut kedatangannya, ”Itu kan…”, ucap mereka bertiga hampir bersamaan. Alline! Aline adalah teman sekelas mereka bertiga. Pantesan, aku sudah pernah nganterin Alline pulang”, cerita Syifa. Setelah itu mereka masuk ke rumah Alline sambil melihat buku-buku yang ada di rumah Alline. Walaupun rumahnya kotor, dinding dan atapnya bolong, tetapi mereka tidak mempedulikannya. Akhirnya Bella tahu kondisi rumah sahabatnya, Alline, yang selama ini secara diam-diam dia yang membayarkan uang SPP nya, karena Aline sering tidak dapat membayarnya. Sore itu rumah Bella sudah dipenuhi oleh sahabat-sahabat dan anak panti asuhan. Kali ini ia merayakan ulang tahunnya di rumah bersama sahabatsahabatnya. Dia tidak mau menggunakan uang yang dikirimkan mamanya untuk merayakan ulang tahunnya di gedung. Sahabat-sahabat Bella yang datang sangat gembira dengan sajian makanan yang begitu banyak. Mulai dari aneka kue, minuman, dan berbagai makanan yang lezat. ”Terima kasih, ya, teman-teman atas kedatangannya. Kali ini Bella merayakan ultah ke-13. Mohon doanya. Semoga Bella menjadi anak yang sholihah, amiin”, ucap Bella. Tapi Bella masih keliatan gelisah menunggu mamanya yang belum datang dari Perancis.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

38

No.5/Th.3/Ags-2015

“Ting...tong” bel rumah berbunyi. “Assalamu'alaikum. Mama dan Papa datang, Bella..”, ucap mama Bella sembari memeluk dan mencium anaknya. “Ini hadiah ulang tahun untukmu Bella”, kata mama sembari memberikan sebuah amplop kepada Bella. “Ini apa, Ma? ucap Bella sembari membuka lembaran kertas yang ada di amplop. “Alhamdulillah” ucap Bella sembari menciumi mamanya. Ternyata Bella mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di Inggris. Bella kemudian menatap wajah sahabatnya. Mereka menghampiri Bella dan mengucapkan selamat sembari memeluk Bella. Tanpa terasa mereka semua meneteskan air mata. Mereka sadar bahwa sebentar lagi mereka akan berpisah dengan Bella sang bidadari yang murah hati. Seminggu kemudian, sore hari di London, Inggris, Bella menulis di buku hariannya. “Ulang tahun terindahku adalah saat ulang tahun ke13. Walaupun aku merayakan dengan sederhana, tetapi aku sangat bahagia. Aku bisa berbagi dengan siapa saja. Persahabatan adalah segalanya. Aku senang bisa membantu orang lain. Aku juga senang punya sahabat seperti Ruri, Syifa, dan Alline. Kami tetap bersahabat meski ada perbedaan. Bersahabat tak peduli kaya atau miskin dan berbagi itu indah ”


ALA ENGLISH By: Erni Setyowati,S.S.

Start the academic year 2014/2015 with new curriculum? No problem. New curriculum 2013 in Elementary School is not only gathered1 some subjects into one theme but also deleting some subjects, including English subject. State2 elementary school puts the English subject as an extra curricular. But, different with elementary state school, Muhammadiyah 1 Alternatif, as a private3 elementary school, won't delete English subject yet. It still includes the subject in the learning process as a local content (mulok), alhamdulillah. All this time, the students of Muhammadiyah 1 alternatif elementary school have already joint many English competitions which held by other school from elementary school level to university level. They also joint competition which held by education department or private course foundation4 and already gain many victories, Subhanallah. Now, it's the time for Muhammadiyah 1 alternatif elementary school to organize its own English competition. To hold internal English competition between the students from first grade to six grade. There are some goals5 that we want to gain6 from the internal English competition program in Muhammadiyah 1 alternatif elementary school. First, to motivate the students to be brave and self confident in joining the competition as well as to raise7 their spirit to compete with the other students. Second, to hunt for talented students in English, to be trained8 and optimize their skill to get ready for the wider English competition out of the school. The internal English competition program insyaallah will be arranged in semester one, after the midterm examination9 or after the final examination. There will be two categories of the competition. They are spelling be and story telling. The competition will be divided10 into three levels; first level for 1-2 grade students, second level for 3-4 grade students and third level for 5-6 grade students. We hoped this internal English competition program will be realizable and success, amen. DICTIONARY 1. gather/gæòí?r/gathered: menghimpun; kt. Memungut, mengumpulkan, mengkerut, memeluk, merasa, membawa; kki. Berkerumun, bergumpal 2. state/steit/negeri; kb. negarabagian, Negara, keadaan; kkt. Menulis, menyebutkan, memberitahukan, menguraikan, merumuskan, menyatakan, mengatakan 3. private/'praivit/ swasta; kb. Mil tamtama, prajurit biasa; ks. pribadi, tersendiri 4. foundation/fawn'deisy?n/yayasan; kb. pondasi, dasar 5. goal/gowl/tujuan; kb. sasaran, gawang, cita-cita, gol 6. gain/gein/capai; kb. keuntungan, tambahan; kkt. memperoleh, menambah, mendapat 7. raise/reiz/meningkatkan; kkt. mengangkat, menaikkan, memelihara, membesarkan, mendapatkan, mendirikan, menghidupkan, menyebabkan, mengemukakan, mengajukan, bertanam, mematahkan; ks. ditinggikan 8. train/trein/trained: dilatih; kb. kereta api, pancung, deretan, gerombolan, ekor, jalan, rentetan; kkt. melatih, membidik, mengatur, mengarahkan 9. examination/eg'zæm?'neisy?n/ujian; kb. pemeriksaan 10. divide/d?'daid/divided: dibagi; kb. pembagi; kkt. membagi, memisahkan; ks. yang

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

39


SOSOK

Kami, Perempuan Juga Bisa! Oleh: Risti Apriliyani, S.Pd.

“Rusak semua! Rusak! Lihat itu semua tanaman rusak! Sekian puluh tahun ditabung. Ngerti ndak! Itu semua uang rakyat!� Penggalan kalimat yang dilontarkan oleh wanita paruh baya tersebut membuat orang-orang yang berada di area Taman Bungkul tercengang. Kalimat bernada marah tersebut diucapkan oleh Wali kota Surabaya, Bu Tri Rismaharini yang namanya sudah tak asing lagi di telinga kita. Sepak terjangnya di Kota Surabaya dalam membenahi carut marut Kota Surabaya perlu mendapat acungan jempol. Bu Tri Rismaharini yang akrab dipanggil Bu Risma sering muncul dalam pemberitaan atau media. Mereka menyoroti tentang sikap tegas Bu Risma dalam berbagai kegiatan. Sikap demikian telah jarang kita jumpai dewasa ini. Keteladanan sikap para pahlawan wanita seperti R.A. Kartini dan Dewi Sartika harus kita tanamkan pada para penerus bangsa kita. Bukan hal yang mudah memang, tetapi kita dapat memulai dengan kebiasaan kecil yang akan melahirkan hal besar yang luar biasa. Wali kota yang telah menjabat sejak 28 September 2010 ini tidak hanya tersohor di negara kita saja, tetapi telah mendunia. Bahkan, telah disebut pahlawan. Baru-baru ini, namanya disebut dalam artikel berjudul "Surabaya's Mrs. Mayor: Indonesia's Best-Kept Secret" yang ditulis Stanley Weiss, mantan petinggi perusahaan tambang sekaligus pendiri Business Executives for National Security. "Hari ini Surabaya punya pahlawan baru dalam bentuk walikota, Tri Rismaharini. Dikenal dengan Ibu Risma, Wali kota Surabaya tersebut adalah bagian dari generasi pemimpin baru, diberdayakan oleh desentralisasi kekuasaan di seluruh Indonesia, dan siap untuk merebut tampuk kepemimpinan nasional," tulis Stanley Weiss. Bu Risma tidak segan mengambil sampah yang berserakan tanpa harus mengandalkan orang lain untuk mengambilnya. Usahanya pun tidak sia-sia. Kota Surabaya yang terkenal kotor dan kumuh sekarang telah bersinar berkat kerja keras yang dipimpin oleh Bu Tri Rismaharini. Berbagai penghargaan telah diraihnya sebagai Wali kota maupun partisipasi masyarakat di mata dunia. Tahun lalu, Surabaya dinobatkan sebagai kota dengan partisipasi publik terbaik di Asia Pasifik

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

40

No.5/Th.3/Ags-2015


SOSOK Wanita yang memiliki nama lengkap Ir. Tri Rismaharini, M.T. memiliki banyak angan-angan dan tujuan yang baik. Salah satu tujuan utamanya adalah mengembangkan bukan hanya infrastruktur kota dan ekonomi, tetapi juga warganya, melalui program pendidikan dan peningkatan kesadaran menghabiskan 35 % anggaran Surabaya pada pendidikan, jauh lebih tinggi dari standar nasional. Bukan hanya jabatan yang beliau inginkan tetapi beliau putar otak untuk mengoptimalkan Kota Surabaya. Meskipun demikian, niat baik beliau tidak mulus-mulus saja tetapi penuh dengan tantangan, bahkan sampai nyawa jadi taruhannya. Mari pembaca, kita sebagai penerus bangsa terutama para perempuan pasti juga bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk orang lain. Tidak hanya lelaki saja yang dapat berkarya dan memimpin, kita pun juga bisa menjadi pemimpin seperti yang telah dipejuangkan oleh para pahlawan wanita terdahulu. Tindakan kita yang positif tentu akan dapat memberikan sumbangsih terhadap negeri kita tercinta. Sumber: http://news.liputan6.com/read/670650/makin-mendunia-seperti-jokowi-walikota-surabaya-disebutpahlawan#sthash.0J3HxXmD.dpuf)

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

41


KRONIKA Bukan kelas 6 SD Mutual namanya jika tidak dipenuhi dengan segudang aktivitas rutin yang ada di agenda tahunan sekolah. Salah satunya adalah Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit). Apa dan bagaimana, sih, Mabit itu? Mabit adalah salah satu kegiatan rutin yang sifatnya wajib bagi siswa kelas 6. Kegiatan ini diadakan kurang lebih 4 kali setelah memasuki semester 2. Kegiatan Mabit berlangsung di sekolah. Dimulai di sore hari dan diakhiri pada keesokan harinya. Dengan kata lain, siswa kelas 6 menginap selama satu malam di sekolah. Banyak kegiatan yang dilakukan para siswa selama Mabit, mulai dari awal acara sampai berakhirnya. Awal acara dimulai dengan sholat ashar berjamaah. Selesai sholat ashar, biasanya diisi dengan kegiatan non formal seperti menonton film edukasi ataupun games yang membutuhkan konsentrasi dan kreativitas para siswa. Kegiatan selanjutnya adalah sholat maghrib lalu dilanjutkan dengan makan malam. Acara inti berlangsung setelah sholat isya. Acara inti dari kegiatan Mabit adalah untuk membangkitkan kesadaran, semangat, dan memotivasi para siswa untuk menjadi anak-anak hebat tidak hanya dalam segi akademis tapi juga agama. Sekolah mendatangkan para motivator yang selalu menarik dan berbeda di setiap Mabit. Acara ini berlangsung kurang lebih 2-2,5 jam. Di sesi awal, para motivator membekali mereka dengan ilmu pengetahuan yang dikemas menarik. Kegiatan ini terkadang membutuhkan konsentrasi para siswa ketika motivator meminta untuk mempraktekkan pengetahuan yang mereka dapatkan di sesi tersebut. Setelah itu motivator menayangkan profil para tokoh hebat yang bisa dijadikan contoh dan inspirasi bagi mereka. Di sesi berikutnya motivator mulai memotivasi para siswa. Melibatkan emosi mereka, mulai menggugah perasaan, dan kesadaran mereka untuk bagaimana menjadi orang yang berhasil di dunia maupun di akhirat. Setelah kegiatan inti, ada kegiatan yang tak kalah penting karena dalam kegiatan ini. Para siswa mendapatkan saran/solusi dari masalah yang mereka hadapi, sehingga beban mereka menjadi lebih ringan yaitu sesi curhat atau sharing.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

42

No.5/Th.3/Ags-2015

Oleh: Erni Setyowati, S.S.

Pada sesi tersebut para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Mereka boleh curhat kepada bapak/ibu guru pendamping mengenai masalah yang mereka hadapi baik di sekolah maupun di rumah. Jika ada siswa yang ingin curhat secara individu, bapak/ibu guru pendamping pun dengan setia akan mendengarkan dan sebisa mungkin memberikan solusi. Setelah sesi curhat mereka menjadi lebih lega, nyaman, dan ceria kembali. Kegiatan curhat ini berlangsung kurang lebih hingga pukul 23.00 WIB. Tiba saatnya acara di pulau kapuk alias tidur. Para siswa akan dibangunkan kembali pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan sholat tahajud, dilanjutkan dengan motivasi-motivasi keagamaan dari pemateri sambil menunggu adzan subuh tiba. Setelah sholat subuh yang dilengkapi dengan kuliah subuh dari Bapak Abu Ubaidah, tibalah acara pamungkas. Acara pamungkas biasanya diisi dengan olahraga pagi, tadabur alam, atau hanya sekadar bermain di halaman sambil menunggu orang tua menjemput para siswa. Diharapkan dengan kegiatan Mabit ini, para siswa menjadi pribadi yang lebih baik, selalu semangat, dan pantang menyerah dalam menggapai cita-cita, amin.


KRONIKA

Ketua KPK Menyapa Anak SD Mutual Oleh: Herlian Ardivianti, S.S.

Semoga Anak-anak SD Mutual menjadi tunas-tunas harapan bangsa dan menjadi tunas-tunas penggerak integritas (Abraham Samad) 5 April 2014 menjadi hari yang tak terlupakan bagi anak-anak SD Mutual. Orang nomor satu di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) akan berkunjung ke SD Mutual. Suasana sejak pagi pun nampak berbeda dari hari-hari biasanya. Pagi yang hangat saat mentari mulai memancarkan sinar keemasanya. Ratusan anak riuh berkumpul di halaman sekolah dengan wajah berseri-seri. Mereka menunggu kedatangan tamu yang selama ini mungkin hanya dapat mereka lihat lewat televisi atau media cetak. Ya, mereka menanti Abraham Samad, ketua sebuah lembaga yang sangat ditakuti para koruptor. Antusiame anak-anak untuk bertemu dengan Pak Samad sangat terlihat. Dengan penuh semangat mereka meneriakan yel-yel dan bernyanyi bersahut-sahutan. Mereka pun sabar berdiri sejak pagi di halaman sekolah menanti ketua KPK yang terkenal dengan kesederhanaan dan keberaniannya. Puluhan siswa telah berjejer mulai dari ujung gerbang SD Mutual. Mereka berbaris rapi dengan membawa kertas besar berisi tulisan pendek yang menarik dan menggelitik. “I Love KPK”, “Anak SD Jujur, Pejabat?”, “Jujur itu Hebat”, “Mencontek = Korupsi”, “We love Ketua KPK”, dan sebagainya. Saat Pak Abraham Samad tiba, tepuk tangan anak-anak bergemuruh diiringi yel-yel sambutan untuk beliau. Pak Samad yang datang sekitar pukul 09.35 tampak senang saat melihat tulisan dalam poster yang dibawa mereka. Bahkan beliau menyempatkan berfoto bersama beberapa anak. Saat beliau masuk ke halaman sekolah, langsung disambut dengan suara lantang seorang anak yang tengah berorasi.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

43


KRONIKA

Jadikan jujur sebagai akhlaq terpuji setiap hari. Kejujuran adalah tanda bukti keimanan, jadi, berani jujur itu hebat! Kawan-kawan adalah calon pemimpin negeri tercinta ini, maka harus berani mengambil sikap, jujur, dan sederhana. Para calon pemimpin, mari bersikap jujur sejak dini, dimulai dari diri sendiri! Wrong is wrong even us everyone is doing it, but Right is right even is no one is doing it! Anak-anak mulai hening saat Pak Abraham menyampaikan pesan-pesannya kepada siswa-siswi SD Mutual. "Saya berharap kita memiliki generasi yang kokoh dan punya nilai plus. Punya martabat dan integritas yang kuat untuk Indonesia.� Oleh pihak sekolah, beliau juga diminta memberikan pesan lewat tulisan. Kalimat beliau tidak terlalu panjang tetapi begitu mengena seperti yang tertera pada pembukaan tulisan ini. Yel-yel kembali menggema saat Pak Abraham Samad meninggalkan halaman sekolah menuju auditorium kampus 1 UMM untuk menjadi pembicara di acara seminar nasional “Masa Depan dan Pemberantasan Korupsi: Perspektif Hukum dan Politik�. Acara yang berlangsung singkat ini diharapkan dapat membawa motivasi besar untuk anak-anak khususnya SD Mutual. Semoga apa yang menjadi wejangan beliau dapat ditanamkan dalam diri dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh anak-anak sejak dini. Semoga kelak anak-anak menjadi tunas bangsa yang bermartabat dan berintegritas.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

44

No.5/Th.3/Ags-2015


KRONIKA

UJIAN SEKOLAH

Oleh: Ambarsari Puspita Rukmi, S.P.,M.Pd.

MOMOK YANG TAK PERLU DITAKUTI Mendengar kata “Ujian Sekolah� spontan membuat sebagian orang merinding bulu kuduknya. Mengapa? Karena di sini lah dipertaruhkan banyak hal hanya dalam waktu 3 hari. Proses belajar selama 6 tahun dan nama baik sekolah, akan berakhir terpuruk atau gemilang tergantung dari hasil ujian sekolah. Standar kelulusan sudah ditetapkan, lalu apa yang harus dipersiapkan agar sukses ujian sekolah? Senin, 19 Mei 2014 menjadi hari yang tak mungkin dilupakan oleh siswa-siswi SD Mutual kelas 6 angkatan ke-8. Pada hari itu mereka menjalani Ujian Sekolah. Selama tiga hari berturutturut mereka harus mengerjakan soal ujian yang dibuat oleh dinas pendidikan provinsi. Materi Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA yang telah dipersiapkan sejak jauh hari menjadi fokus mereka. Melihat ke belakang, sebelum mencapai hari tersebut, banyak hal yang telah dilakukan untuk menyambut kedatangan Ujian Sekolah. Bahkan setahun sebelumnya, beragam persiapan telah dilakukan. Guru, siswa, orang tua, dan segenap stake holder sekolah bahu membahu bekerja sama. Persiapan dilakukan dari segala penjuru menuju ke satu titik untuk sukses ujian sekolah. Tentu banyak pengorbanan yang harus dilakukan, seperti pepatah Jawa “jer basuki mawa bea�. Belajar, sudah pasti selalu dilakukan. Para guru mengatur strategi pembelajaran yang dapat memudahkan siswa memahami materi pelajaran. Pembelajaran dilakukan secara aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan tanpa melupakan target materi yang harus dicapai. Selanjutnya siswa dilatih mengerjakan soalsoal latihan ujian sekolah mulai semester kedua (try out). Setiap soal dianalisis untuk mengetahui kelemahan siswa sehingga dapat dicari solusinya bersama-sama. Jika hampir setiap minggu siswa mengerjakan try out yang mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi, maka secara mental diharapkan mereka siap menghadapi soal ujian sekolah dan menganggap semua mudah. Selain belajar, sebagai seorang muslim harus diimbangi dengan berdoa memohon kepada Sang Pemberi Ilmu, Allah Swt. Berdoa dapat dilakukan dengan cara salat wajib dan sunah, mengaji secara rutin, dan ditambah puasa Senin-Kamis jika mampu. Bukankah itu sudah biasa? Tentu, jika orang dewasa yang melakukan, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, dan orang tua yang senantiasa saling mengingatkan untuk menjalaninya. Tetapi

bagaimana dengan anak-anak yang berusia antara 11-12 tahun? Sanggupkah mereka menjalaninya? Selain salat wajib, anak-anak melaksanakan salat dhuha ketika di sekolah dan salat tahajud di penghujung malam. Kok, bisa? Banyak yang bertanya demikian. Waktu sepertiga malam adalah saat yang paling enak untuk tidur, dapatkah anak-anak melaksanakan salat di waktu itu? Nah, inilah hebatnya sistem yang dibangun di SD Mutual. Para wali kelas mengikhlaskan waktu dan pulsanya di pagi hari untuk mengingatkan anak-anak dengan mengirim SMS atau miscall membangunkan siswa untuk salat. Meskipun pada awalnya anak-anak merasa terpaksa tetapi lama kelamaan akan terbiasa dan diharapkan akan menjadi gaya hidup mereka selama hayat. Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah membangun kemitraan dengan orang tua siswa. Mengapa penting? karena setiap gerak langkah guru dalam mendidik siswa di sekolah, jika tidak diimbangi dengan perhatian orang tua di rumah, maka semua itu sia-sia. Kerja sama yang solid antara sekolah dengan orang tua, kesepahaman antara kebijakan sekolah dengan kemauan orang tua sangat dibutuhkan. Kondisi yang kondusif yang tercipta akan menimbulkan iklim pembelajaran yang nyaman, baik bagi guru maupun siswa. Setidaknya, jika hal-hal di atas dapat terpenuhi, sukses Ujian Sekolah ada di depan mata. Secara materi pelajaran yang diujikan anak-anak sudah menguasai. Secara mental mereka juga lebih tenang, dan kondisi lingkungan yang nyaman untuk mereka belajar baik di sekolah maupun di rumah. Jadi ketika waktunya tiba, ujian sekolah tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, tetapi merupakan satu langkah kecil yang dijalani untuk menuju masa depan yang lebih cemerlang.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

45


KRONIKA Lomba Cipta Lagu “Jingle Perpustakaan Keliling” (Tema: Mengajak Gemar Membaca) oleh: Linda Dwi Nugraheni, S.Pd.

Membuat lagu adalah kegiatan yang tidak mudah. Hal terpenting jika ingin membuat lagu adalah niat kuat yang ada dalam diri. Seseorang yang ingin membuat lagu tidak harus mahir bernyanyi atau pun bermain alat musik. Akan tetapi, orang tersebut harus memahami pesan yang akan disampaikan dalam lagu yang akan dibuatnya. Dalam membuat lagu kita bisa mempersiapkan nada terlebih dahulu baru membuat syair/lirik. Namun, bisa juga sebaliknya, kita mempersiapan syair/liriknya terlebih dahulu baru membuat nada. Hal itu tergantung mood atau keinginan pencipta lagu saat itu, karena mood atau perasaan seseorang memengaruhi seseorang dalam membuat lagu. Lagu tanpa musik ibarat sayur tanpa garam. Oleh karena itu, dibutuhkan musik untuk menggiringi sebuah lagu agar lebih indah. Pada bulan April, SD Muhammadiyah 1 Alternatif mendapatkan surat edaran dari Perpustakaan Umum Kota Magelang. Isi dari surat edaran tersebut meminta keikutsertaan sekolah dalam lomba cipta lagu “Jingle Perpustakaan Keliling” dengan tema “Mengajak Gemar Membaca”. SD MUTUAL menanggapi postif dengan diadakannya lomba tersebut. Hal pertama yang dipersiapkan untuk mengikuti lomba tersebut adalah dengan membuat lirik lagu yang sesuai dengan tema yaitu Mengajak Gemar Membaca. Dalam membuat syair lagu, Bu Linda (selaku pendamping ekstra paduan suara) dibantu oleh Mbak Dinda Terzina Damayanti. Waktu untuk membuat syair lagu tidak bisa instan karena syair harus disusun dengan kata-kata sesuai tema yang ditentukan oleh Perpustakaan Umum Kota Magelang. Saat membuat syair melewati beberapa kali editing. Setelah syair lagu selesai dibuat, syair tersebut coba dinyanyikan untuk

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

46

No.5/Th.3/Ags-2015

mendapatkan nada dan irama yang cocok. Agar lagu lebih indah, maka syair diiringi musik yang diaransemen oleh Pak Ponijo. Selanjutnya dipilihlah 3 anak yang mengikuti ekstakurikuler paduan suara untuk menyanyikan lagu tersebut. Tiga anak yang terpilih yaitu Zahrafin Nida Khalila, Haura Athaya Salsabila, dan Alaysha Yahya. Anak-anak tersebut membutuhkan beberapa kali latihan sebagai persiapan sebelum melakukan rekaman. Proses rekaman dilaksanakan hari Minggu, 11 Mei 2014 di studio musik daerah Sanggrahan, Magelang. Ketika proses rekaman, anak-anak didampingi oleh Pak Ponijo, Bu Linda, dan Pak Luqman. Proses rekaman hari itu tidak hanya dilakukan satu kali take vocal, tetapi berulang-ulang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hasil rekaman pun harus melewati mixing dan editing agar diperoleh hasil memuaskan. Setelah proses selesai, rekaman tersebut disimpan dalam CD untuk diserahkan kepada panitia lomba. Ada beberapa babak dalam lomba cipta lagu jingle tersebut. Babak penjaringan (April-17 Mei 2014), babak penyisihan (19 Mei 2014), dan babak final (31 Mei 2014). Dalam babak penyisihan dipilihlah 10 peserta yang akan maju ke babak final. Alhamdullilah, SD MUTUAL dapat masuk ke babak final. Perwakilan dari SD MUTUAL diminta hadir dalam acara technical meeting persiapan babak final. Hasil technical meeting tersebut yaitu peserta lomba diminta untuk langsung tampil menyanyikan lagu tersebut dihadapan dewan juri. Saat babak final, SD MUTUAL mendapat nomor undian 5 untuk tampil. Akhirnya, tibalah nomor undi 5 dipanggil. Anak-anak dengan penuh rasa percaya diri dan semangat menyanyikan lagu tersebut di panggung, meskipun tidak membawa banyak supporter. Pengumuman pemenang lomba diumumkan hari itu juga. Saat-saat yang mendebarkan adalah ketika menunggu hasil lomba. Beberapa jam kemudian hasil lomba diumumkan. Panitia membacakan satu per satu pemenang lomba, ternyata SD MUTUAL mampu berprestasi dalam lomba itu dengan memperoleh Juara III. SD MUTUAL mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,00. Selain itu, juga mendapatkan piala dan piagam yang akan diberikan bulan September 2014 ketika Perpustakaan Umum Kota Magelang mengadakan event besar. Semoga SD Muhammadiyah 1 Alternatif Magelang dapat terus mengukir prestasi dalam berbagai bidang. Bagi keluarga besar SD MUTUAL, mari kita budayakan gemar membaca! Dengan gemar membaca kita dapat membuka jendela dunia dan mengelilingi dunia.


KRONIKA

Tamu Istimewa dari Oleh: Jodi Nur Ismawan, S.Pd. Malaysia Selamat pagi, Cik Gu! Kira-kira sapaan dari siapa, ya! Aha, benar. Sapaan khas tersebut berasal dari kelas matahari, kelasnya si tokoh kartun dari Malaysia yaitu Upin dan Ipin. Nah, di bulan Mei ini, SD Mutual kedatangan tamu dari negara tetangga. Siapa yang tahu? Yup, dari Malaysia. Keren, kan. SD kita kedatangan tamu dari luar negeri. Berarti SD Mutual sudah go internasional, Alhamdulillah. Tujuan para Cik Gu berkunjung memang ingin belajar bersama dengan siswa SD Mutual, sekaligus mengamati bagaimana proses pembelajaran di Indonesia. Pagi yang sejuk mengiringi kunjungan para Cik Gu dari Malaysia. Seluruh siswa antusias menyambut kedatangan mereka. Anak-anak menyanyikan yel-yel sambil memegang bendera mini dari kedua negara. Acara pun berlangsung sangat meriah. Acara pertama yaitu menyanyikan lagu kebangsaan dari masing-masing negara. Setelah bernyanyi dilanjutkan sambutan dari tamu Malaysia dan dari SD Mutual (oleh H. Salamun,S.Ag.,M.Pd.I.) Setelah acara sambutan para Cik Gu diajak berkeliling lingkungan sekolah. Selain keliling lingkungan mereka juga diajak mengamati proses pembelajaran di kelas. Lumayan banyak juga, sih. Ada 30 orang berkeliling sekolah kita. Setelah keliling mereka dijamu makanan dan minuman khas Indonesia terutama makanan yang menjadi ikon Kota Magelang. Apakah itu? Yup, gethuk, asale seko telo. Nah, setelah perjamuan selesai tiba pada acara inti. Mau

tahu? Hmmm‌kasih tahu gak ya? Isi acara inti ini yaitu penandatanganan MOU antara SD Mutual (Indonesia) dengan Malaysia yang sepakat mengadakan pertukaran guru dan pelajar. Guru dan siswa dari Mutual akan belajar di Malaysia selama 2 minggu begitu juga sebaliknya. Insya Allah program pertukaran ini akan dilaksanakan secepatnya. Jadi, siap-siap bagi bapak atau ibu guru dan anak-anak SD Mutual untuk study exchange. Tentunya tidak ada kata tidak untuk pergi ke Malaysia demi peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia. Dalam acara penandatanganan MOU tersebut diselingi pertunjukan seni macapat yang diwakili oleh teman kita, Adam Dewa, peraih juara 2 lomba macapat MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Para Cik Gu banyak yang terkesima melihat penampilannya bahkan sampai memberi kenang-kenangan untuk Mas Dewa berupa uang pembinaan dalam bentuk ringgit Malaysia. Acara diakhiri dengan sholat berjamaah di masjid Tanwir. Karena waktu sudah siang mereka mohon pamit dan akan melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur untuk berwisata sebelum mereka kembali ke kampung halaman. Wah, seru, ya acaranya! Demikian cerita singkat kedatangan tamu istimewa dari Malaysia. Semoga hal ini memacu kita untuk lebih bersemangat belajar. Siapa tahu kalian lah yang akan berkesempatan pergi ke negeri Jiran untuk menimba ilmu.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

47


TRITIKAN

Ibnu Ismail Al Jazari

Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern Mendengar kata robot maka bayangan kita akan mengarah pada sebuah benda canggih hasil rekayasa teknologi yang dapat melakukan berbagai pekerjaan manusia. Berbagai pekerjaan yang sangat sulit dan berat dapat dilakukan oleh robot tersebut. Mendengar kata robot, bayangan kita juga akan tertuju ke sebuah negara yang bernama Jepang. Jepang dikenal sebagai pelopor robot cerdas sebagaimana yang sering dipamerkan ke publik. Robot dapat dijumpai di berbagai tempat misalnya di pelabuhan, bandara, pabrik dan sebagainya. Robot digunakan untuk berbagai kepentingan antara lain merakit berbagai benda berteknologi nano, merakit kendaraan bermotor, mengoperasi pasien di rumah sakit, mengangkat benda berat, menjinakkan bom, atau ranjau dan menjelajah ruang angkasa. Penemuan Robot Pertama Ketika diberikan pertanyaan kepada Anda, siapa orang pertama yang menemukan dan merekayasa teknologi robot. Tidak semua orang bisa menjawab. Tahukah Anda bahwa robot pertama kali dibuat pada abad ke-12? Adalah Ibnu Ismail Al Jazari orang pertama yang berhasil menciptakan robot. Ia lahir di Al Jazira, sebuah wilayah antara Sungai Tigris dan Efrat. Ibnu Ismail Al Jazari mempunyai nama lengkap Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari. Selanjutnya tinggal di Diyar Bakir, Turki, pada abad ke12. Ibnu Ismail Al Jazari dikenal sebagai seorang ahli teknik yang

mengabdikan diri kepada raja-raja Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200. Pada rentang waktu itulah Ibnu Ismail Al Jazari menciptakan robot manusia (humanoid) yang dapat diprogram. Ibnu Ismail Al Jazari juga mengembangkan prinsip hidrolik guna menggerakkan mesin yang dikemudian hari dikenal dengan mesin robot. Mesin robot yang berhasil diciptakan oleh Ibnu Ismail Al Jazari saat itu adalah berbentuk sebuah perahu terapung di sebuah danau yang di dalamnya terdapat empat robot pemain musik; dua penabuh drum, satu pemetik harpa, dan peniup seruling. Tujuan penciptaan robot tersebut adalah untuk menghibur para tamu kerajaan dalam suatu acara jamuan minum. Keempat robot pemain musik ciptaan Ibnu Ismail Al Jazari pandai menghasilkan suara musik yang indah. Robot penabuh drum, misalnya, dapat memainkan beraneka irama yang berbedabeda. Dapat dikatakan, robot kreasi Ibnu Ismail Al Jazari mampu bermain musik seperti manusia sungguhan! Tidak hanya itu, Ibnu Ismail Al Jazari juga menemukan hal penting lainnya, yaitu pencuci tangan otomatis. Pencuci tangan yang berupa keran dapat bekerja secara otomatis dan bisa mengucurkan air tanpa harus diputar. Alat pencuci tangan yang ditemukan Ibnu Ismail Al Jazari itu sekarang telah digunakan pada sistem kerja toilet modern. Ibnu Ismail Al Jazari telah berhasil mengembangkan tidak kurang dari 50 jenis penemuan. Kesemuanya ditulis dalam buku

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

48

No.5/Th.3/Ags-2015

yang berjudul “The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices� Atas berbagai penemuannya Ibnu Ismail Al Jazari itu, seorang ahli teknik Inggris, Donal Hill sangat kagum. Ia berpendapat, tidak tepat jika mengabaikan hasil karya Ibnu Ismail Al Jazari yang demikian penting. Semua penemuan Ibnu Ismail Al Jazari ditulis dengan detail serta dipaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin. Jam gajah yang diciptakan sekitar tahun 1206 adalah salah satu karya Ibnu Ismail Al Jazari yang membuat Donald Hill kagum. Cara kerja jam gajah tersebut menggunakan tenaga air dan berat benda guna menggerakkan secara otomatis sistem mekanis. Pada rentang waktu tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Replika jam gajah kreasi Ibnu Ismail Al Jazari dapat dilihat saat ini di London Science Museum. Sumber : www.pak-sodikin.com/asal-usulrobot-penemu-robot-pertama/


KAWRUH JAWI

TEMBANG MACAPAT Dening: Wulan Charismawati, S.Pd. Pangertosan Sekar macapat inggih menika salah satunggaling tembang jawa kang kalebet sekar alit. Sekar inggih menika reriptan utawi dhapukaning basa mawi paugeran tartamtu (gumathok) ingkang pamaosipun kedah dipunlagokaken ngangge kagunan sawanten (Padmosoekotjo, 1960:25). Sekar macapat menika kalagokaken kanthi lagu maos. Pramila sekar macapat ugi wonten ingkang mastani maca cepet. Wonten ugi ingkang mastani anggone maca papat-papat inggih menika sekawan wanda-sekawan wanda. Cacahipun tembang macapat wonten 11, inggih menika: 1. Mijil, 7. Maskumambang, 2. Kinanthi, 8. Durma, 3. Sinom, 9. Pangkur, 4. Asmarandana, 10. Megatruh, 5. Dhandhanggula, 11. Pocung. 6. Gambuh, Sekar macapat nggadhahi paugeran, dene paugeranipun sekar macapat wonten tiga, inggih menika: 1. Guru gatra, tegesipun wewaton cacahipun larik saben sapada (bait) 2. Guru wilangan, tegesipun wewaton cacahipun wanda (kecap) saben sagatra 3. Guru lagu, tegesipun wewaton dhawahipun dong-ding (dhawahipun swanten) ing pungkasanipun saben gatra. Guru Gatra, Guru Lagu, lan Guru Wilangan Tembang Macapat Mijil : 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u Kinanthi : 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i Sinom : 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a Asmaradana : 8i, 8a, 8e/o, 8a, 7a, 8u, 8a Dhandhanggula : 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a Maskumambang : 12i, 6a, 8i, 8a Durma : 12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i Pangkur : 8a, 11i, 8u, 7a, 12u, 8a, 8i Gambuh : 7u, 10u, 12i, 8u, 8o Megatruh : 12u, 8i, 8u, 8i, 8o Pocung : 12u, 6a, 8i, 12a Wonten ingkang ngandharaken bilih sekar macapat menika minangka pralambang gesanging manungsa wiwit lair dumugi mati. Manungsa lair ing ngalam donya metu saka guwa garba (mijil) nalika isih cilik kudu dituntun utawa dikanthi (kinanthi) yen wis rumaja (sinom) duwe rasa tresna utawa aweh katresnan marang wong liya (asmarandana). Sing lagi nandhang tresna swasanane katon endah lan manis (dhandhanggula). Sawise mengku kulawarga kudu ngerti (gambuh) marang prakaraning urip. Manawa wis tuwa uripe bakal ngambang (maskumambang) mikirake donya lan akherat. Tambah tuwa saya mundur (durma), mungkur ing kadonyan (pangkur) ngadhepi akherat mula gentur ngibadahe. Sawise mati ateges pegat ruhe (megatruh). Banjur dibuntel utawa dipocong (pocung).

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

49


KAWRUH JAWI Watak saha ginanipun Sekar Macapat

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

50

No.5/Th.3/Ags-2015


KAWRUH JAWI No.

Nama Sekar

Watak

Ginanipun

1.

Mijil

Wedharing rasa

pitutur

2.

Kinanthi

seneng, asih, kasmaran

medharake piwulang pratelan asih tresna

3.

Sinom

Gapyak, renyah

sesorah, pitutur

4.

Asmaradana

prihatin, sedhih, sengs em

kanggo carita surasa nawung asmara

5.

Dhandhanggula

luwes,resep

medharake ing carita apa wae

6.

Maskumambang

nelangsa

medharake rasa nelangsa karanta ranta

7.

Durma

Galak, muntab

medharakerasa nepsu, perang

8.

Pangkur

sereng

carita perang

9.

Pocung

Kendho, tanpa greget saut

crita lucu, guyon

10.

Gambuh

Rumaket, kulina

pitutur

11.

Megatruh

prihatin,sedhih

medharake rasasedhih, getun

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

52


SEHAT

Amandel, Apakah Itu?

“Selamat pagi, Dok. Ini, lho, anak saya punya amandel. Jadi nilainilainya jeblok di kelas. Tolong dioperasi, Dok, mumpung liburan....�. Inilah cuplikan dialog yang kerap terjadi dalam praktek saya seharihari. Haruskah amandel dioperasi? Amandel merupakan jaringan kelenjar limfoid yang terletak di antara rongga tenggorokan dan dalam istilah kedokteran disebut kelenjar tonsil. Kelenjar tonsil memiliki fungsi sebagai benteng pertahanan tubuh pada anak yang dapat menyaring infeksi kuman dan bakteri. Adapula kelenjar limfoid lain yang berfungsi aktif pada anak-anak sebagai pertahanan tubuh yaitu adenoid. Adenoid terletak di daerah nasofaring yaitu daerah di belakang rongga hidung bagian atas. Tonsil dan adenoid bila terekspos terus menerus oleh bermacam-macam bahan antigen yang ada di udara dan makanan, berakibat menjadi reservoir virus, bakteri, dan antigen yang dapat

gb. amandel yang membesar

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

52

No.5/Th.3/Ags-2015

Oleh: dr. Endrijati Hardijani menimbulkan penyakit. Hal ini akan menyebabkan peradangan kronis sehingga terjadilah infeksi tonsil dan adenoid atau biasa dikenal sebagai penyakit amandel. Bakteri penyebabnya merupakan golongan streptokokus beta hemolitikus, pneumokokus, stafilokokus, dan hemofilus influenza. Pada penyakit amandel kronis dengan eksaserbasi akut gejala yang nampak adalah gejala umum dan gejala lokal. Secara klinis penderita menderita demam, keadaan umum lemah, nyeri telan, bisa disertai batuk, dan nyeri pada telinga. Pada keadaan lokal amandel nampak membesar, bengkak, merah, dan berbercak abu-abu keputihan seperti selaput membran. Gejala-gejala tersebut yang menyebabkan seorang anak menjadi kurang bahkan tidak dapat berkonsentrasi di kelas karena kekurangan oksigen akibat obstruksi jalan napas yang kerap terjadi. Tidak ada hubungan amandel dengan kecerdasan seorang anak secara langsung.

gb. foto rontgen adenoid yang membesar


SEHAT

Apabila seorang anak menderita gejala-gejala seperti di atas maka pertolongan pertama berikan obat penurun panas dan pengurang rasa nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen. Setelah itu bawalah ke dokter spesialis anak atau THT untuk mendapatkan pengobatan yang lebih optimal, karena penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi seperti kejang demam, abses (nanah) pada jaringan sekitar tonsil, infeksi telinga tengah (congek), radang selaput otak, radang pada otot jantung, ginjal, dan yang paling berat bisa menimbulkan infeksi sitemik yang disebut sepsis yang bisa berakibat kematian. Apakah amandel harus di operasi? Tidak semua penyakit amandel harus dioperasi, mengingat fungsi amandel juga dibutuhkan pada anak-anak. Operasi amandel dapat dilakukan apabila dalam kondisi sebagai berikut. • terjadi infeksi berulang-ulang (lebih dari 4 kali dalam setahun) • menimbulkan sumbatan jalan napas: penderita ngorok dan

sering terbangun karena sesak napas • sudah timbul komplikasi abses, radang telinga tengah (congek) Berdasarkan penelitian tentang amandel dapat disimpulkan bahwa: • pada kasus yang berat, operasi dapat mengurangi gejala nyeri telan yang berulang, sehingga memperbaiki kualitas hidup penderita • pada kasus sedang, operasi hanya memberikan efek yang minimal • beberapa pasien bisa menjadi lebih baik hanya dengan pengobatan tanpa operasi Oleh karena itu, para pembaca jangan segan memeriksakan anak yang menderita amandel karena gejala-gejala tersebut.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

53


KILMI

Terwujud di Negara Oleh: Roida Hasna Afrilita

Dua Benua

Mencari ilmu adalah wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan. Sebuah hadist yang jelas menerangkan untuk kita supaya terus belajar, mencari ilmu tanpa mengenal lelah. Menuntut ilmu itu juga tidak ada batasnya bahkan Rosulullah Saw pernah bersabda “Tuntutlah Ilmu Walau Sampai Negeri Cina.� Yang artinya carilah ilmu sebanyakbanyaknya dan tak terbatas wilayah. Kita bisa mencari ilmu sampai ke ujung dunia mana pun. Sebuah lampu hijau untuk kita semua yang bersemangat untuk belajar di mana saja. Perintah agama pun menjelaskan tentang pentingnya ilmu, dan tidak ada larangan untuk mencari ilmu terus

menerus dan di belahan dunia mana pun bahkan bisa sampai ke luar angkasa. Termasuk saya, Roida Hasna Afrilita atau biasa di panggil Nana. Alumni SD Mutual angkatan 1. Yuhuuu.. saya adalah anak tertua cetakan pendidikan sekolah kebanggaan Indonesia, SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan persiapan bahasa di Canakkale On Sekiz Mart Universitesi (Canakkale 18 Mart University) Turki. Sejak kecil saya sering bercerita jika cita-cita saya ingin menjadi orang yang sukses dan berguna. Bisa sekolah di luar

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

54

No.5/Th.3/Ags-2015

negeri. Bisa melihat negara dengan 4 musim. Saya bisa bermain salju, bisa naik pesawat lama, bisa punya banyak teman dari negara yang berbeda dan saya bisa belajar bahasa asing lainnya. Saya ingin bekerja di Kedutaan Republik Indonesia supaya bisa pindah-pindah negara juga bertemu saudara-saudara sesama Indonesia dan saling membantu di negara orang. Bisa terus menulis dengan menceritakan apa yang saya alami. Akan banyak pelajaran dari pengalaman yang saya dapatkan. Itu yang dulu pernah saya angankan. Jika dulu ketika ditanya mau ke negara mana untuk menuntut ilmu? saya


KILMI

cuma bisa menyebut Belanda. Dulu, kan, masih imut-imut jadi tidak banyak negara di dunia yang saya tahu. Kenapa Belanda? Karena saya sering mendengar cerita dari keluarga nenek saya yang tinggal di Belanda dan saya sering melihat foto nenek saya ketika sedang berkunjung ke sana. “Aku mau ke Belanda...� itu yang terus saya pikirkan. Lambat laun saya semakin tahu beberapa negara lain di dunia dengan kecantikan yang mereka tawarkan. Waah, saya jadi mau keliling dunia! Hari demi hari, jenjang pendidikan juga terus meninggi begitu pula dengan pendidikan dan ilmu yang kita dapatkan. Tentang apa yang sebenarnya kita jalani ini dan bagaimana menata masa depan mulai diseriusi. Apa yang sebenarnya mau saya cari, apa yang sudah

saya lewati menjadi bekal-bekal yang membuat saya semakin lebih mempersiapkan diri. Berdoa. Setiap hari selalu berdoa kepada Allah Swt untuk mendapatkan halhal terbaik menurut-Nya. Diberikan kekuatan untuk terus melangkah dan kecukupan umur serta keterbukaan pikiran untuk bisa menghalau yang mungkar dan mengajak yang ma'ruf. Surat Waqi'ah menjadi surat favorit yang sering saya baca ketika menuntut ilmu di masa sekolah menengah. Dari sebuah pengajian yang sempat saya dengar ada sebuah kisah seorang anak yang ingin belajar ke luar negeri, setiap hari dia belajar dan berusaha

supaya mimpinya terwujud. Dia kemudian sering-sering membaca surat Waqi'ah yang merupakan surat spesial sebagai doa pemohon rezeki. Butuh waktu yang lama juga tapi akhirnya mimpi anak tersebut tercapai. Wallahua'lam. Semua adalah kuasa Allah. Jika Ia telah berkata “ya�, maka jadilah. Karena hampir setiap hari membacanya saya nyaris hafal meski sekarang sebuah kemunduran saya rasakan karena setiap mendengar surah tersebut dibacakan saya hanya ingat beberapa ayat saja. Selain Waqi'ah, saya juga suka membaca Al-Mulk. Kata teman saya waktu SMA yang pernah di pondok, setiap akan ujian dan sudah capek belajar mereka akan pasrah dan membaca surah Al Mulk supaya pikiran mereka di bukakan untuk memahami pelajaran. Di samping itu

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

55


KILMI semua, surah-surah lain juga tetap harus di baca apalagi bisa terus menerus mengkhatamkan al Quran dan tak lupa mengamalkannya. Insya Allah semua mimpi-mimpi kita akan terwujud. Termasuk mimpi saya masa kecil itu yang terus saya bicarakan dan saya angan-angankan. Meski sebatas angan masa kecil ternyata di alam bawah sadar itu masuk menjadi inspirasi dalam perjalanan saya mencari ilmu saat ini. Sampai akhirnya tahun 2013 kemarin Allah memberikan saya amanah besar untuk menuntut ilmu di luar negeri sebagai perwujudan mimpi dan doa saya. Negara di antara dua benua, Turki. Saat ini saya bisa duduk di daratan Benua Asia sambil minum segelas teh dan menulis cerita ini dan sesekali melemparkan senyum kepada Selat Canakkale sebagai

saksi Perang Dunia 1 yang juga membatasi saya dengan pulau tepat di sebrang mata yang terletak di Benua Eropa. Meski tak harus sama dengan apa yang pernah disebutkan dulu tapi percayalah bahwa Allah selalu memutuskan

Tabungan asik sahabat kita

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

56

No.5/Th.3/Ags-2015

dan memberikan jalan terbaik dari rencanarencana yang pernah kita setorkan lewat doa dan usaha kita. Siapa tahu juga ini bagian dari pemanasan kita menuju perjalanan selanjutnya yang akan mengantarkan kita kepada mimpi yang benar dan persis kita sebutkan dulu.


SIDAK Wali Kota Magelang dan Jajaranya Ke SD MUTUAL Senin, 11 Agustus 2014

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

57


OLAH RAGA

Cedera Olahraga Assalamualaikum. Hi, sahabat MUTUALISTA! Bagaimana kabar kalian hari ini? semoga selalu sehat, ya, amin. Dalam kesempatan ini, Pak Aji akan membahas tentang bagaimana pencegahan dan penanganan cedera olahraga. Sebelum kita membahas tentang cedera olahraga, alangkah baiknya kalian mengetahui apa itu cedera. Cedera adalah suatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik. Cedera olahraga (sport injury) adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan mau pun pada waktu berolahraga (pertandingan) atau pun sesudahnya. Nah, sebenarnya bagian tubuh mana saja, sih, yang biasa terkena cedera? Ada yang tahu? Yap, betul sekali! Bagian yang sering terjadi cedera adalah tulang, otot, tendo, dan ligamen. Ada dua faktor penyebab terjadinya cedera olahraga. Pertama adalah faktor dalam, kedua adalah faktor luar. Banyak penyebab cedera olahraga yang berasal dari faktor dari dalam. Yang paling mencolok adalah faktor usia, kurangnya pemanasan, gerakan yang ekstrim, istirahat yang tidak cukup sebelum pertandingan, dan tingkat kebugaran yang rendah. Penyebab cedera yang berasal dari faktor luar meliputi jenis latihan yang dilakukan, kondisi lapangan yang buruk, perlengkapan yang digunakan, dan body contact. Bagaimana cara pencegahan agar tidak terjadi cedera engkel seperti gambar di atas dan bagaimana penanganan jika terjadi cedera tersebut? Yang pertama dilakukan adalah melakukan pemanasan dengan cukup pada bagian kaki, kemudian otot yang melekat pada kaki, agar kita siap untuk melakukan aktivitas. Bagaimana langkah-langkah jika terjadi cedera engkel? Yang pertama dilakukan adalah rest (istirahat), kemudian

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

58

No.5/Th.3/Ags-2015

Oleh: Jaya Aji Putra, S.Pd.

pemberian ice (es) pada bagian yang cedera agar menjegah terjadinya bengkak, compression (balut tekan), elevation (meninggikan) tujuannya adalah agar mengurangi aliran darah ke area cedera sehingga mengurangi peradangan dan pendarahan. Penanganan di atas biasa disingkat dengan RICE. Lakukan RICE ini pada 0-48 jam pertama. Nah, itulah pencegahan dan penanganan cedera olahraga. Kalian harus ingat, sebelum melakukan aktivitas olahraga sebaiknya melakukan pemanasan yang cukup agar mengurangi terjadinya cedera. Jangan lupa akhiri aktivitas dengan pendinginan (cooling down), tujuannya adalah mengurangi asam laktat penyebab kelelahan otot. Demikian uraian dari saya, semoga berguna bagi kalian semua. Teruslah berprestasi dalam bidang apa pun dan jangan berhenti untuk bermimpi demi meraih cita-cita yang kalian inginkan. Sampai jumpa pada terbitan selanjutnya. Wassalamualaikum. Salam olahraga!


OLAH RAGA

Gambar di atas adalah salah satu contoh cedera engkel.

Selamat!

QUIZ Arrange ten words (10) in the box from these letters!

Pemenang Smart Quiz Majalah Mutualista Edisi 4 1. Citra Kayla (III Nabi Ishaq) 2. Glora Ramadhani (V Nabi Daud)

M

I

A

Y Nama

: _________________

Kelas

: _________________

Alamat

: _________________

No. HP

: _________________

D

S

KETENTUAN: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Quiz ini berlaku untuk umum Untuk menjawab Quiz ini foto copy halaman ini Isi identitas dan jawab Quiz dengan benar Masukan ke drop box Majalah Mutualista di Mutual Library Tunggu pengumumannya diakhir September Pemenang yang beruntung akan mendapat uang tunai @ Rp50.000,00 untunK dua orang guna membeli buku kesayangan di toko buku terdekat. Quiz paling lambat masuk tanggal 29 September 2014

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

59


OPOR

Jadikan Anak Kita Juara Oleh: Siti Arifa, S.E., Akt., M.Si.

Alhamdulillahirabbilalamin... kalimat ini terucap sambil menitikkan air mata bahagia dan haru, saat mendengar bahwa Alfiana Nur Fadhilah (nama putri kami) disebut sebagai pemeroleh nilai terbaik US SD MUTUAL tahun 2014 sekaligus pemeroleh nilai terbaik US se Kota Magelang. Hal tersebut diumumkan pada saat pengumuman kelulusan SD MUTUAL yang terselenggara pada tanggal 21 Juni 2014 di aula Universitas Tidar. Terima kasih, ya, Allah, Engkau limpahkan kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami semua khususnya keluarga kami. Selama 6 tahun di SD MUTUAL, Alfiana (Ana) memang selalu menunjukkan ekspresi senang dan semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Setiap kami berdialog dengan Ana tentang sekolahnya, dia selalu menceritakan dan menggambarkan suasana akademik di sekolah yang menyenangkan. Bapak Ibu guru yang hebat, yang selalu memberikan perhatian dan motivasi, kenyamanan sekolah, pertemanan yang kompak, dan masih banyak hal yang membuat dia merasa bersemangat. Memang peringkatnya selama belajar 6 tahun ini naik turun. Hal ini dia sadari karena persaingan untuk berprestasi di antara temantemannya sangat ketat. Masing-masing anak bersemangat untuk meraih prestasi yang terbaik. SD MUTUAL memang hebat. Tujuh tahun berturut-turut meraih peringkat

terbaik perolehan nilai Ujian Sekolah di Kota Magelang. Tidak hanya itu, berpuluh bahkan beratus prestasi telah diraih sekolah ini baik di tingkat kecamatan maupun tingkat nasional, bahkan internasional. Jajaran piala yang dipajang di galeri yang diletakkan di teras lantai 1 sekolah ini menunjukkan bahwa sekolah ini memang sekolah yang patut dibanggakan. Hal ini tentu tidak lepas dari usaha dan kerja keras semua pihak, mulai dari kepala sekolah, jajaran guru, karyawan, para siswa, orang tua / wali murid, dan seluruh pihak terkait. Terima kasih kami sampaikan kepada keluarga besar SD MUTUAL yang senantiasa dirahmati Allah. Semoga selalu sukses membawa putra-putri bangsa ini, terutama putra-putri di wilayah Magelang dan sekitarnya untuk selalu berprestasi di mana pun dan kapan pun. Pendidikan di Rumah Mempunyai anak yang berprestasi di bidang apa pun, termasuk pendidikan di sekolah tentu menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Pendidikan adalah investasi bagi diri si anak, orang tua dan keluarga, serta bagi bangsa dan negara. Pendidikan pertama kali diperkenalkan dalam keluarga. Kebiasaan mengucapkan salam ketika masuk, mengucapkan terima kasih saat dibantu, mengucapkan maaf jika salah, dan memperbaiki kesalahan sebenarnya dimulai dari keluarga di rumah. Keluarga

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

60

No.5/Th.3/Ags-2015

merupakan lingkungan pertama dan utama tempat anak berinteraksi. Dari sinilah dimulai suatu proses pendidikan. Orang tua berperan sebagai pendidik bagi anakanaknya. Lingkungan keluarga juga dikatakan lingkungan yang paling utama karena sebagian besar kehidupan anak di dalam keluarga, sehingga pendidikan yang paling banyak diterima anak adalah dalam keluarga. Dikutip dari Hasbullah (1997) dalam tulisannya tentang Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, bahwa keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu fungsi dalam perkembangan kepribadian anak dan mendidik anak di rumah, serta fungsi dalam mendukung pendidikan di sekolah. Berikut ini kami sampaikan uraian mengenai hal tersebut yang dapat menjadi pengetahuan serta gambaran usaha yang dapat kita lakukan untuk membentuk putra-putri kita menjadi juara dan berprestasi. Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah. Berikut ini merupakan peran keluarga/orang tua dalam pembentukan kepribadian dan mendidik anak di rumah, yang meliputi : a. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak b. Menjamin kehidupan emosional anak


OPOR c. d. e. f.

g.

Menanamkan dasar pendidikan sosial dan moral anak Meletakan dasar-dasar pendidikan agama Bertanggung jawab dalam memotivasi dan mendorong keberhasilan anak Memberikan kesempatan belajar dengan mengenalkan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya kelak sehingga ia mampu menjadi manusia dewasa yang mandiri. Menjaga kesehatan anak sehingga ia dapat dengan nyaman menjalankan proses belajar yang utuh.

Fungsi keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah

Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Orang tua tidak boleh menganggap bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab sekolah. Berikut ini peran keluarga/orang tua dalam mendukung pendidikan anak di sekolah. a. Orang tua bekerja sama dengan sekolah. Sikap anak terhadap sekolah sangat dipengaruhi oleh sikap orang tua terhadap sekolah, sehingga sangat dibutuhkan kepercayaan orang tua terhadap sekolah yang menggantikan tugasnya selama di sekolah. b.

Orang tua harus memerhatikan sekolah anaknya, dengan cara

memerhatikan pengalamanpengalamannya dan menghargai segala usahanya. c.

Orang tua menunjukkan kerja sama dalam mengelola cara belajar di rumah, membuat pekerjaan rumah, dan memotivasi dan membimbing anak dalam belajar.

d.

Orang tua bekerja sama dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar anak

SD MUTUAL menyelenggarakan berbagai program baik intra maupun ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh anakanak didiknya. Diawali dengan ngaji morning pada setiap pagi hari yang

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

61


OPOR didampingi oleh banyak guru BTA yang berkompeten. Proses belajar mengajar dengan sistem guru mapel yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Penyelenggaraan tambahan jam pelajaran/les yang disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Ekstrakurikuler di berbagai bidang baik akademik kesenian, maupun olahraga. Bahkan sampai program home visit dan tahajud call untuk memotivasi semangat belajar anak. Semua ini adalah usaha sekolah yang hebat, yang selayaknya didukung oleh semua pihak

termasuk orang tua/wali dalam rangka mencetak anak-anak kita menjadi generasi islami yang mandiri dan berprestasi. Saya selaku wali murid mengucapkan terima kasih untuk SD MUTUAL. Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua, dan semoga kita dapat menghantarkan anak-anak kita menjadi generasi saleh/salehah yang berprestasi.

Sambung Rasa: Mahalnya Kepedulian dan Keteladanan Oleh: Singgih Harjanto Saya pernah menyaksikan betapa bapak-bapak yang hendak dilantik menjadi pejabat suatu lembaga begitu sukar diarahkan hanya untuk berbaris rapi menunggu acara dimulai. Alihalih mengikuti anjuran petugas, mereka malah agak marah, dan merasa 'tersinggung martabatnya' sebagai calon pejabat. Di kesempatan lain, kita sering melihat kendaraan yang diparkir persis di bawah tanda larangan parkir, pengunjung restoran merokok di tempat yang seharusnya dilarang merokok, timbunan sampah pada tempat bertuliskan dilarang membuang sampah sembarangan, serta banyak lagi contoh buruk lain. Semua mencerminkan demikian rendahnya sikap disiplin yang dimiliki masyarakat kita. Terbersit pertanyaan, akan seperti itu teruskah bangsa kita? Saya jadi teringat sebuah berita di sebuah koran tahun 1990 an. Seorang dokter paruh baya mengisi hari liburnya dengan mengayuh sepeda bermuatan alat pembersih wc, mengunjungi masjid-masjid di Yogyakarta untuk membersihkannya. Kebiasaan tersebut membuat masyarakat jengah. Akhirnya sang dokter terpaksa menghentikan hobinya karena tidak ada lagi masjid yang dapat dikunjungi. Ternyata masyarakat berlomba mengikuti

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

62

No.5/Th.3/Ags-2015

jejaknya di lingkungan masing-masing. Ya, kepedulian dan keteladanan. Itulah sikap yang diperlukan dan sepertinya itu pula yang kita sering lupakan. Apalagi jika kita menyadari bahwa kita adalah pendidik pada level apa saja. Kedua kata sakti itu merupakan senjata terhebat untuk mewujudkan kedisiplinan. Bukankah kita semua mafhum, anak-anak yang nantinya menggantikan kita, ketika beranjak dewasa akan lebih meniru tingkah laku dibanding kata-kata? Ingatan saya melayang pada sebuah pertemuan penuh keakraban guru-guru Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Wonosobo sekitar tahun 2005. Di sela-sela menunggu acara resmi, kami berbagi kisah-kisah sederhana namun menakjubkan tentang keteladanan dan kepedulian yang berujung pada kedisiplinan tergelar di sana. Cerita tentang seorang guru di sebuah sekolah katolik yang setiap istirahat menyempatkan duduk bercengkerama di sekililing muridnya, begitu menggugah semangat dan keirian. Betapa tidak, kebiasaan tersebut membuahkan nilai kedekatan dan akhirnya kepatuhan yang terjaga. Atau tentang seorang guru yang berkeliling memunguti sampah sehingga murid-muridnya ikut


OPOR

berlomba mengikuti gurunya. Ada pula cerita yang mungkin terinspirasi hobi dokter yang sudah dipaparkan di atas yaitu memilih membersihkan wc ketika ada waktu luang tanpa harus memerintahkan pada penjaga, dibanding harus mengeluhkesahkannya pada saat rapat rutin. Seorang kepala sekolah dari ujung barat Jawa Tengah bercerita tentang hal lain. Beliau membuat sebuah eksperimen kecil. Diletakkannya bungkus makanan di lantai selasar, kemudian beliau duduk di kejauhan memperhatikannya. Satu guru lewat, dilangkahinya sampah itu. Guru kedua lewat, hal yang sama berlaku pula. Hingga guru yang belasan lewat, hampir semuanya 'pura-pura tidak melihat' sampah di depannya. Guru terakhir yang lewat, melihat sampah itu kemudian menendangnya sambil bersiul-siul. Nah, bagaimana anak-anak diminta peduli sampah jika gurunya tidak melakukannya?

Obrolan ditutup oleh ketua STIE Kerjasama yang kebetulan menjadi pengurus majlis Dikdasmen Yogyakarta, dan juga salah seorang pemateri dalam pertemuan tersebut. Beliau menyatakan bahwa untuk menilai kedisiplinan, kepedulian, dan keteladanan guru sebuah sekolah, tidaklah perlu melihat wc-nya atau upacaranya. Cukuplah dengan melihat tempat parkirnya. Lihatlah, ketika parkir sang guru tidak beraturan, apalagi merepotkan yang lain, itu artinya kepedulian dan keteladanan masih jauh dari benak guru-guru. Maka, jangan harapkan keteladanan dan kepedulian juga melimpah pada anak didik mereka. Bukankah murid adalah bayangan dari gurunya? Jika gurunya bengkok, jangan harap mendapatkan murid yang lurus. Hmm ... kebiasaan baik harus dimulai sejak dini, ditanamkan sejak dini, dan dilatih pula sejak dini. Siapa pelatihnya, penanamnya, dan pembiasa-nya? Jawabannya terpulang pada seberapa jauh tingkat kesadaran kita sebagai pendidik bangsa ini.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

63


DUNIA PUSTAKA

Librarian Kids Belajar menjadi pustakawan kecil di SD Mutual Oleh: Joko Adi Yunarto, A.Ma.Pust.

Assalamualaikum teman-teman. Tahukah kalian apa itu pustakawan? Pustakawan adalah seseorang yang bekerja di perpustakaan. Tugas pustakawan adalah membantu orang menemukan buku, majalah, dan memberikan informasi seputar perpustakaan. Di perpustakaan SD Muhammadiyah 1 Alternatif ini ada satu pustakawan yang dibantu oleh pustakawan kecil, lho! Pustakawan kecil ini adalah anak-anak kelas 3-5 yang ikut membantu tugas-tugas pustakawan. Pustakawan kecil ini terpilih melalui seleksi. Tahun ajaran 2014/ 2015 ini calon pustakawan kecil yang mendaftarkan diri ada 150 lebih. Wow, banyak, ya! Melalui seleksi nanti akan dipilih 27 anak yang menjadi pustakawan kecil atau disebut dengan librarian kids. Sebagai pustakawan kecil, nantinya akan dilatih dan dibimbing mengenai Pelayanan Sirkulasi, Klasifikasi, Pengolahan buku, Shelving, dll. Setiap hari Jumat, pustakawan kecil berkumpul untuk mengaji bersama. Pustakawan kecil ini nanti akan diajari bagaimana cara melayani teman-temannya sendiri dalam pinjam meminjam buku. Asyiknya pelayanan peminjaman buku di Mutual Library sudah memakai komputer alias sudah otomatisasi. Selain itu, pustakawan kecil juga diajari bagaimana cara mengelompokkan atau mengklasifikasi buku sesuai dengan DDC. Ada 10 kelas dalam mengelompokkan buku di antaranya yaitu sebagai berikut ;

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

64

No.5/Th.3/Ags-2015


DUNIA PUSTAKA 000 100 200 300 400 500 600 700 800 900

Pengetahuan Umum dan Ilmu Komputer Filsafat dan Psikologi Agama Ilmu-Ilmu Sosial Bahasa Ilmu-Ilmu Alam dan Matematika Teknologi dan Ilmu Terapan Kesenian, Hiburan, dan Olahraga Kesusastraan Geografi dan Sejarah

Ada yang mengatakan bahwa seorang pustakawan itu hanya menjaga buku saja, ini salah besar. Dalam mengolah 10 judul buku saja tidak cukup diselesaikan dalam satu hari, apalagi di perpustakaan bukunya berjumlah ribuan. Ini baru mengolah buku, belum yang lain. Wah, ternyata tugas seorang pustakawan itu sangat banyak, ya, teman-teman! Selain mengklasifikasi buku, teman-teman pustakawan kecil akan diajari cara mengolah buku. Ada tahapan-tahapan dalam mengolah buku ini, mulai dari entry data, pengecapan identitas, memberi label, penyampulan, hingga buku ditata rapi di rak sesuai dengan kelasnya. Nah, Serunya pekerjaan ini dikerjakan bersama-sama! Lebih menarik lagi tiap dua minggu sekali diadakan pemilihan pustakawan kecil tergiat. Siapa yang aktif dan semangat dalam menjalankan tugas sebagai pustakawan inilah yang nantinya terpilih. Sebagai penyemangat, pustakawan terpilih akan mendapatkan bingkisan yang menarik. Selain itu serta fotonya akan dipajang di mading Mutual Library. Mading perpustakaan ini berisi karya-karya pustakawan kecil, lho. Karya mereka berupa cerpen, pantun, puisi, cerita bergambar, dan sebagainya. Hebat, kan! Selain diajari ilmu tentang perpustakaan, teman-teman sekaligus juga berkarya di mading. Kamu ingin seperti pustakawan kecil? Ayo, sering-seringlah ke perpustakaan! Mari kita belajar bersama menjadi pustakawan di SD Mutual! Oiya, teman-teman, perpustakaan kita mendapat juara 1 lomba perpustakaan tingkat Kota Magelang dari tahun 2013 hingga 2014. Juara 1 lomba perpustakaan tingkat Keresidenan Kedu dan juara 3 lomba perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013. Keren, kan! Sekian dari kami, semoga kalian lebih bersemangat membaca buku untuk bekal meraih mimpi di masa depan.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

65 63


KOMUNITAS

Belajar Broadcast? Seru! Oleh: Wati Prihayanti,S.Ag.,M.Pd.

Wike, Pak Wahyu, dan Pak Joko. Mengapa dibagi 2 tim? Karena saat workshop nanti kami akan berkompetisi. Kita akan berlatih bagaimana membuat sebuah acara tv (khususnya talkshow) sekaligus proses produksinya. Kita benarbenar shooting di studio televisi, lho! Setiap anggota tim mendapat tugas yang menantang.

K

amis yang cerah, kru majalah Mutualista workshop broadcasting di ADiTV, Jogjakarta. Ide ini pertama kali muncul dari pimpinan redaksi Mutualista, Pak Sigit Kurniawan, S.Pd. Hasil pemikirannya disampaikan kepada Bapak H.Salamun, S.Ag.,M.Pd.I, selaku Kepala SD Mutual yang akhirnya mendapat persetujuan beliau. Simak kisah serunya, ya! Kontak ke AdiTV dilakukan dengan pengajuan perjanjian dan beberapa pertanyaan teknis, misalnya tentang apa saja yang akan kita dapatkan dari pelatihan broadcast di AdiTV. Koordinasi berlanjut dengan Bapak Loko AdiTV yang hadir di SD Mutual pada hari Jumat, 6 Juni 2014. Workshop broadcasting dilaksanakan hari Kamis, 29 Juni 2014. Kru Mutualista yang terdiri dari 18 personil dibagi menjadi 2 tim. Tim satu terdiri dari Bu Ambar, Bu Wati, Pak Sigit, Bu Erni, Pak Oki, Pak Aziz, Pak Bayu, Pak Luqman, dan Pak Jodi. Tim kedua terdiri dari Pak Mustaqim, Pak Endro, Bu Nur, Bu Elin, Bu Inggrit, Bu

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

66

No.5/Th.3/Ags-2015

Dengan 3 mobil dan 1 sepeda motor, tim Mutualista beriringan menuju AdiTV. Sampai di halaman AdiTV, kami dipersilakan masuk oleh Pak Loko. Sambil menunggu acara dimulai, kami berfoto bersama di depan dan di dalam gedung ADiTV. Pukul 09.30 tim Mutualista dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan oleh Mas Candra ADiTV. Beliaulah yang membimbing kami pada acara ini. Dimulai dengan mengelilingi setiap sudut ruangan tempat kerja para kru ADiTV, Mas Candra menjelaskan kinerja dan tata tertib pegawai di sana. Kami diajak sampai di ruang rapat direktur yang berada di lantai 3. Tak menunggu lama, akhirnya kami diajak masuk ke ruang studio yang sudah disetting untuk talkshow. Nah, di sinilah kami mulai banyak belajar. Di dalam studio sudah ada tim kameramen, FD (floor director), switcher yang siap membantu kami. Dengan kelihaiannya, Mas Candra menjelaskan tentang pernak-pernik cara kerja masingmasing bagian termasuk sebagai co host, narasumber, dan sutradara. Kami pun ditantang untuk berlomba membuat acara


KOMUNITAS talkshow dialog khusus. Tim 1 dan 2 sudah membagi tugas dan strategi. Mas Candra memberikan waktu persiapan 20 menit. Duh, dag dig dug rasanya akan tampil di layar kaca yang banyak kamera. Setiap orang siap bertugas. Ada yang di depan kamera, di depan monitor, persiapan materi sebagai narasumber, host, sutradara yang mengatur jalannya acara, dll. Dalam dialog khusus ini, acara dibagi 3 segmen, yaitu opening, inti dialog, clossing. Acara ini dapat dikatakan sukses jika setiap personil disiplin dan memahami tugas serta berkoordinasi dengan personil lainnya. Tema tim 1 tentang sekolah unggul dan tim 2 tentang Ramadhan. Sutradara dari masing-masing tim melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan tampil terlebih dulu. Ternyata tim 1 mendapat giliran pertama. Sebelum tampil, masing-masing tim mendapat satu kesempatan untuk berlatih di depan kamera. Saatnya tim 1 tampil. Pak Sigit dan Pak Aziz memberikan kode dengan memberi aba-aba 5,4,3, jari menunjuk jari 2, jari menunjuk jari 1 (tanpa suara) karena sound sudah standby. Miss Erni dan Pak Bayu selaku host memulai membuka acara dialog dengan narasumber Bu Wati dan Bu Ambar. Grogi, jelas! Sampaisampai harus diulang untuk mendekati sempurna. Alhamdulillah, praktek produksi acara talkshow dialog khusus berjalan lancar. Bahkan Pak Bayu dapat mencairkan suasana yang tegang dengan gurauannya yang lucu. Kameramen, switcher, FD, sutradara bekerjasama hingga shooting berakhir. Giliran tim 2 tampil. Bu Nur dan Bu Elin yang memimpin. 2 host centil dan lincah membuka acara, siapa lagi kalau bukan Bu Inggrit dan Bu Wike. Narasumber tentang Ramadhan yaitu Pak Mustaqim dan Pak Endro. Kekompakan tim 2 lebih terlihat dan acara berjalan dengan sukses karena persiapan lebih matang dengan memperhatikan kekurangan tim 1. Setelah dievaluasi oleh Mas Candra, akhirnya ditentukan pemenangnya yaitu tim 2. Selamat! Kami mendapat banyak ilmu baru yang sebelumnya belum pernah didapat. Ternyata dunia broadcasting luar biasa! Butuh kedisipilnan dan kerjasama yang kompak dari semua tim. Pengalaman pelatihan ini sungguh berharga. Semoga workshop yang hanya satu hari ini dapat memacu tim Mutualista untuk lebih kreatif dan produktif.

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

No.5/Th.3/Ags-2015

67


KOMUNITAS

Mewartakan Merekatkan Menginspirasi

68

No.5/Th.3/Ags-2015


CV. AL FATIYA MEDIKA SIUP: 503/561/59/2013 NPWP: 03-337.499.2.524.000

Kabar Gembira

Alhamdulillah..... Cabang Baru

Telah Dibuka

Showroom toko alat kesehatan dan kedokteran AL FATIYA Jl. Raya Secang - Pucang Km 1(depan Masjid Al-Amin Secang)

LAYANAN ANTAR DALAM KOTA SMS 081 328 009 268

APOTEK AL FATIYA Jl. Raya Secang - Temanggung, Secang (Simpang Tiga Barat Secang) Kab. Magelang Jawa Tengah Telp. 0 2 9 3 - 3 1 5 1 1 0 2

CP :

Telp./Fax. : 0293 - 3218842 Pin BB

: 29B46E22 / 7CD31E1

Hp./SMS

: 081 226 999 244 085 866 140 250

Majalah mutualista edisi #5  

Majalah Mutualista Edisi 5 tahun 2014 (Semster Gasal) diterbitkan Oleh SD Muhammadiyah 1 Alternatif Kota Magelang (SD MUTUAL) Tema: My Dream...

Advertisement