Issuu on Google+


Mei, Waktu Penting Kala Perjuangan Mei selalu diwarnai berbagai peristiwa yang dijadikan momentum penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Tanggal 1 Mei, misalnya, diperingati sebagai Hari Buruh, dan merupakan hari bersejarah karena bendera Merah Putih resmi berkibar di Tanah Papua. Kemudian, 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional dan 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bahkan, selama 15 tahun terakhir ini selalu menjadi pengingat era reformasi 1998. Selama 105 tahun Kebangkitan Nasional, ada banyak cita dan harapan para generasi terdahulu. Bahkan, setiap generasi menjawab tantangan di eranya masing-masing. Namun, cita-cita pendiri bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 masih jauh dari terwujud. Tokoh-tokoh negarawan yang diharapkan mampu mengukuhkan kebangkitan nasional justru kini terhanyut dalam politik kekuasaan yang mengeksploitasi masyarakat. Tidak salah, jika bangsa ini kelebihan politikus dan miskin negarawan. Apalagi, para politikus tidak menunjukkan kekuatan ideologi sebagai landasan dalam berpolitik. Warisan nilai kebangkitan nasional pada 1908, mampu dijawab generasi 1928 dengan Sumpah Pemuda, generasi 1945 dengan kemerdekaan Indonesia, generasi 1966 dengan Orde Baru, dan generasi 1998 dengan era reformasi. Mungkin generasi sekarang dan berikutnya akan memberikan catatan sejarahnya sendiri. Tentu, setiap gerakan itu memiliki tujuan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Namun setiap era sering kali berakhir dengan kekecewaan. Padahal, kalau mau jujur selalu ada perbuatan baik dari setiap generasi untuk kemajuan bangsa dan negara ini. Mari kita tarik dari peristiwa 21 Mei 1999, di mana Presiden Soeharto menyerahkan takhta kepresidenan kepada wakilnya, BJ Habibie setelah kerusuhan di beberapa daerah di Indonesia terjadi beberapa hari. Soeharto diminta turun karena dianggap telah merebut hak demokrasi rakyat. Selama 32 tahun memimpin Indonesia, Soeharto malah merebut hak rakyat untuk sejahtera. Lima belas tahun sudah berlalu sejak peristiwa itu. Silih berganti para tokoh menduduki kursi presiden menjadi orang nomor satu di pemerintahan Indonesia. Empat presiden sudah mengisi era reformasi. Namun sayang, belum satu pun mampu memuaskan dan menyejahterakan rakyat. Bukan cuma tokoh, bongkar dan pasang sistem politik serta pemilu terus dilakukan. Harapannya, mampu melahirkan tokoh negarawan yang punya visi kerakyatan, yang misinya adalah memperjuangkan demokrasi dan kesejahteraan bangsa. Dengan sistem politik dan pemilu baru, puluhan partai politik lahir atas nama reformasi. Semuanya menjunjung nilainilai luhur: demokrasi, keadilan, persatuan, kesejahteraan, kedamaian, dan kemanusiaan. Ideologi nasionalisme, keagamaan berlomba mencuat ke permukaan. Puluhan parpol itu berusaha menarik simpati publik untuk memilihnya pada pemilu yang telah digelar tiga kali pasca-reformasi. Sayang, ideologi yang diboyong ternyata sekadar pemanis citra demi merebut suara warga. Ideologi yang dituangkan dalam

AD/ART partai, yang diteriakkan saat kampanye hanya manis diucapkan, namun nihil dalam manifestasi praktik. Sayang tidak diwujudkan dalam hal yang praktis. Mereka (partai dan politikus) gagal menerjemahkan yang abstrak dalam ideologi menjadi hal yang praksis dalam tindakan. Kini, kenyataannya, ideologi tidak lagi mampu mendulang simpati rakyat. Pun, ideologi yang dulu menjadi magnet bagi kader untuk bergabung dengan partai tidak lagi menjadi pengikat kader. Ada kecenderungan partai tidak membenahi manajemen politiknya. Dia (partai) bisa mengatakan ada ideologi, visi misi, plat form, tapi itu tidak tecermin dalam kerja politiknya. Kader-kader pejuang dalam parpol bukan lagi kader yang mengusung ideologi politik. Yang muncul kemudian adalah kader instan. Hal itu jelas terlihat pada banyaknya artis yang bergabung dengan partai dan menjadi calon anggota legislatif. Benar, bahwa untuk memilih dan dipilih dalam pemilu adalah hak setiap warga negara yang telah memenuhi syarat. Tapi benarkah, para selebritas itu memang menganut ideologi perjuangan rakyat? Mengingat, perekrutan artis didasari popularitasnya yang tinggi. Fenomena yang terjadi saat ini, kata Djito, bukan lagi mereka yang punya visi-misi reformasi dan demokrasi yang diusung partai. “Tapi yang bisa membeli tunai, dia yang dicalonkan. Mereka yang bisa sepakat dengan politik transaksional dengan parpol yang akan diangkat ke permukaan,” tuturnya. Fenomena, yang punya uang yang akan diusung itu pula yang di kemudian hari mencipta para koruptor pengeruk uang rakyat. Maka, tak pelak produk legislasi yang diciptakan hanya mengusung kepentingan pribadi kader dan kelompok partai saja. Namun bukan berarti bangsa ini tidak lagi memiliki negarawan. Meski tidak banyak, masih ada tokoh yang memang layak diusung menjadi pemimpin. Hanya, kata dia, para negarawan itu tidak punya saluran untuk menyuarakan ideologi kebangsaannya. “Tapi, karena dia tidak punya duit, jadi tidak dilirik partai, tidak laku karena tidak sesuai dengan gaya transaksional partai. Kesannya kita kekurangan orang. Sesungguhnya banyak orang baik, tapi tidak ada momentum yang memunculkan itu,” tuturnya. Djito mengungkapkan, sudah saatnya partai melakukan reformasi atas dirinya dan menata organisasinya. Partai, kata dia, seyogianya memproduksi pemimpin dari kader yang memang sesuai dengan ideologi yang diusungnya. “Tugas partai menghasilkan pemimpin, bukan petugas (pemenangan) pemilu,” tegasnya. Dalam usia 105 tahun ini, semestinya negara ini memiliki semakin banyak negarawan, tapi justru kernyataan menunjukkan kebalikan dari itu semua karena calon negarawan justru memilih turun pangkat menjadi politikus. Sangat terang benderang, ketika tanggung jawab mengelola partai menjadi lebih penting daripada mengelola negara ini. Jika persoalan negara bangsa berada di bawah kepentingan golongan dan kelompok maka sesungguhnya bangsa ini harus semakin merayakan kebangkitan nasional setiap hari, agar tidak semakin terpuruk dari hari ke hari.(*)

Kibar, Edisi Perdana

3


Kibar Pemuda

Surat Pembaca

Ringan Namum Penting Penerbit : CV. Kibar Pemuda Direktur : Sofhuan Yusfiansyah Pemimpin Umum : Sofhuan Yusfiansyah Pemimpin Perusahaan : Darwin Syarkowi Dewan Redaksi : Husyam Usman Yubi Utama Syafran Suprano Iwan Naburori Hendri Zainuddin Darwin Syarkowi M. Nasir Taufik Usman Asep Ansyori Pemimpin Redaksi M. Nasir Redaktur Pelaksana: Taufik Usman Sekretaris Redaksi: Aini Cahaya Redaksi : Ansori, Asep, Andreas, Agil Artistik : M Natsir, Novi Layout : TIM-4U Administrasi : Kiki Tim Marketing : Veranita Kiki Sirkulasi: Sarbini Achyar

Truk Masuk Kota

Pak Wako mana janjimu, hingga saat ini kami masih menemukan banyaknya mobil truck dan angkutan barang lain yang melintas didalam kota. Kondisi inilah yang menyebabkan kemacetan panjang dibeberapa ruas jalan, belum lagi kondisi jalan di Palembang yang memang tidak sesuai lagi dengan volume kendaraan ? Hormat, Amir di Plaju

Bagaimana Mendapatkan Beasiswa Kepada Yth Bapak Gubernur Sumsel Saya seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Palembang. Saat ini saya sedang menyusun skripsi. Apakah memungkinkan untuk dapat bantuan penyelesaian skripsi. Sehingga saya bisa mendapatkan gelar sarjana sesuai dengan harapan dan cita-cita saya. Demikianlah pertanyaan saya, semoga mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kepada redaksi Majalah Kibar, atas dimuatnya surat pembaca ini kami ucapkan terima kasih. Hormat, Fransisca Sari Mahasiswa di Palembang

Harga Eceran : Rp.35.000. Langganan : 420.000/tahun. Daerah + Ongkos Kirim Alamat Redaksi : PHDM IV No. 1234 Palembang redaksikibar@gmail.com iklankibar@gmail.com rekening: Bank Mandiri 1120002188295

4

Kami menerima informasi (keluhan ataupun kritik dan saran) serta opini dan karya sastra. Kirimkan ke alamat redaksi Kompleks PHDM IV No 1234 Palembang. telpon: Palembang. Atau email: redaksikibar@gmail.com.

Kibar, Edisi Perdana


INDEKS

Berebut Tahta Sumsel hal..... 6

KNPI Sumsel Bidik Generasi Muda “Peduli Majelis Taklim”

hal..... 61

hal..... 58 Kibar, Edisi Perdana

5


LAPORAN UTAMA

Laput

Berebut Tahta Sum

6

Kibar, Edisi Perdana


LAPORAN UTAMA

msel

“Pendekatan yang dilakukan para cagub untuk menarik simpati masyarakat dalam bentuk memberikan bantuan barang dan uang sangat tidak mendidik. Akibatnya, lama kelamaan masyarakat permisif terjadinya praktik pemberian tersebut,” pengamat politik dari Unsri Ardiyan Saptawan. Pola pendekatan yang dilakukan cagub, untuk merebut Sumsel 1 dalam bentuk pemberian bantuan barang dan modal dana ke calon pemilih, menyebabkan masyarakat menjadi materialistis. Akibatnya, masyarakat tidak terlalu memperhatikan program yang ditawarkan para calon, tetapi lebih menunggu apa yang akan diberikan balongub tersebut, “Masyarakat akhirnya lebih cenderung menunggu siapa yang bisa memberikan uang atau barang. Kalau timses cagub tidak bisa membuat strategi pemetaan wilayah secara baik serta tidak bisa melakukan pencerahan ke masyarakat, maka praktik money politic akan terjadi,” ingat Ardiyan. Tentu masing-masing punya kelebihan dan kekuarangan. secara manusia , tidak mungkin mereka bisa melakukan seluruhnya, ada keterbatasan-keterbatasan”

papar Ardiyan. Massa Mengambang Keberadaan massa mengambang dalam Pilgub Sumsel, diprediksi cukup besar. Keberadaan massa mengambang itu, sebenarnya cukup potensial untuk mendongkrak perolehan suara calon gubernur; “Tapi, tentu cost politiknya besar, karena massa mengambang harus terus dipelihara agar tidak beralih dukungan ke calon lainnya,” tutur Ardiyan. Berdasarkan karateristik, calon pemilih di Sumatera Selatan bisa dibagi tiga golongan. Yakni, kelompok pemilih konvensional, yang berpikir secara tradisional, dengan menyalurkan suaranya karena faktor kekerabatan atau suku. Kemudian, kelompok pemilih mengambang, yang mau menyalurkan aspirasi politiknya karena mengharapkan pemberian atau mendapatkan sesuatu. Selanjutnya, kelompok pemilih rasional, yang lebih melihat program-program yang ditawarkan para calon. Kelompok ini biasanya kalangan intelektual. “ Kelompok massa mengambang ini banyak berada di Kota Palembang. Militansi pemilih tidak stabil,” kata Ardiyan. (Taufik Usman)

Eddy-Alex, Saingan Berat

Perang urat syaraf atau psywar menjelang pilgub mulai ditebar oleh para calon. Tak hanya, unjuk performance melalui atribut ataupun media promosi, bahkan beberapa calon dalam beberapa acara sudah berani mengklaim akan unggul dalam perhelatan pesta akbar tersebut. Gagal meraih kemenangan dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta, incumbent atau petahana Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin harus kerja keras meraih dukungan suara agar tidak lagi gagal dalam pilkada Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan digelar 6 Juni 2013. Alex Noerdin bakal menghadapi saingan berat dari Eddy Santana Putra. Wali Kota Palembang yang saat ini menjabat Ketua DPD PDIP Sumsel. Eddy tidak hanya optimistis menang, tapi berani sesumbar menargetkan bisa menang dalam satu putaran. “Insya Allah, saya akan menang dalam satu putaran,” kata Eddy Santana Putra setelah pengundian nomor urut pasangan calon GubernurWakil Gubernur Sumsel yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel di Palembang, Minggu lalu. Eddy menyebutkan, persentase dukungan kepadanya sebesar 45 persen. Ia juga mengklaim, sudah mempunyai beberapa daerah yang bakal menjadi kantong suaranya pada pilkada Sumsel mendatang.

Kibar, Edisi Perdana

7


LAPORAN UTAMA Lumbung suara itu antara lain Kota Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muaranenim. “Namun, tidak tertutup kemungkinan saya juga bisa menang di Lahat, Empat Lawang, Pagaralam dan Musirawas,” katanya. Eddy juga menyatakan, visi yang diajukannya adalah membawa Sumsel lebih cerah yakni cerdas, sehat, dan sejahtera. Mengenai deklarasi damai, calon

Laput Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, kalau itu merupakan langkah yang baik untuk menciptakan kondisi kondusif pada pelaksanaan pilkada. “Deklarasi damai ini harus benar-benar disepakati karena merupakan usaha yang bagus,” katanya. Sebelumnya Alex Noerdin juga menegaskan optimistis dapat menjadi Gubernur Sumsel lagi untuk periode lima tahun mendatang. “Saya

yakin menang dalam Pilgub Sumsel 2013-2018 nanti,” kata Alex Noerdin yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, didampingi cawagubnya, Ishak Mekki (Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel). Ishak Mekki pun optimistis menghadapi Pilgub Sumsel. “Saya yakin tanpa saya jadi calon wakilnya, Pak Alex akan menang. Tapi dengan saya dampingi, akan tambah optimistis lagi kemenangannya,” ujar Ishak (*/Taufik Usman)

Nomor Hoki Ala Cagub

Entah ada hubungan atau tidak dengan tingkat keberuntungan atau hoki, namun penetapan nomor urut pasangan calon Gubernur Sumsel priode 2013-2018 di KPU beberapa waktu lalu, ditanggapi beragam oleh para calon. Penetapan nomor urut itu, dihadiri keempat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel dan tim sukses masing-masing pasangan calon. Empat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel berdasarkan pengundian nomor urut yakni Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung (ESP-WIN) nomor urut 1, Iskandar Hasan-Hafisz Tohir nomor urut 2, Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman (DerMa) nomor urut 3 dan Alex Noerdin-Ishak Mekki (ALIM) nomor urut 4. Calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra mengatakan, sangat bahagia dan bangga mendapat nomor urut 1 pada rapat pleno penetapan nomor urut tersebut. “Nomor 1 yang terbaik, nomor 1 untuk Sumsel 1,” ujarnya seraya menyatakan kalau nomor itu sesuai den-

8

gan keinginan teman-teman. Eddy menuturkan, tadinya nomor yang diinginkan nomor urut 1 atau nomor 3. “Ternyata dapat nomor urut 1, kalau nomor 3 sama dengan waktu pemilihan Wali Kota Palembang periode dulu ketika mencalonkan diri,” ujar Eddy. Sementara calon Gubernur Sumsel Iskandar Hasan mengatakan, nomor urut 2 memang nomor keberuntungan untuk mereka. “Nomor urut 2 adalah ‘victory’ berarti kemenangan, Insya Allah dengan nomor 2 ini kita menang, karena mudah diingat dan mudah diangkat tangannya,” ujarnya sambil menunjukkan jari tangannya. Sementara calon Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan, dari awal mereka memang ingin mendapat nomor urut 3 dan ternyata dikabulkan. “Jadi, nomor urut 3 mudah diingat dan mudah disebut. Mudah-mudahan masyarakat mudah mengingat pasangan Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman,” ujarnya. Sementara calon Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengaku ikhlas, karena sejak awal dirinya memang tidak menargetkan harus mendapatkan nomor tertentu sehingga nomor urut berapa pun tetap diterima, sebab lebih mementingkan hasil akhir nantinya. “Dari awal sudah bertekad, nomor berapa saja, karena sama saja, yang terpenting ikhlas,” katanya. Benar atau tidaknya nomor undian itu bisa menuai hoki, tentu masih akan dibuktikan saat pilgub 6 Juni nanti. Yang pasti, suka atau tidak suka, semua calon harus mau menerima hasil penetapan tersebut. (Taufik Usman)

Kibar, Edisi Perdana


Laput

LAPORAN UTAMA

Pasangan Calon Gubernur Sumsel Priode 2013-2018 Berdasarkan Nomor Urut 1. Eddy Santana Putra-Anisa Juita Tatung (Eddy Win) Didukung oleh PDIP (11 Kursi ) dan PKPB (1 Kursi). 2. Iskandar Hasan-Hafiz Tohir Didukung oleh PKS ( 7 Kursi ), PAN ( 5 Kursi ) serta PBR (2 Kursi). 3. Herman Deru- Maphilinda Syahrial Oesman (DerMa) Didukung oleh (PKB 3, HANURA 4, GERINDRA 6, dan PPP 5 ) dan beberapa Partai Kecil Non Parlemen. 4. Alex Noerdin ( Petahana Sumsel )-Ishak Mekki (ALIM) Didukung oleh Partai Golkar (16 Kursi ), Partai Demokrat (13 Kursi) serta Partai Bulan Bintang ( 1 Kursi ).

Adu Kaya Cagub Sumsel Entah ada hubungan atau tidak dengan tingkat keberuntungan atau hoki, namun penetapan nomor urut pasangan calon Gubernur Sumsel priode 2013-2018 di KPU beberapa waktu lalu, ditanggapi beragam oleh para calon. Penetapan nomor urut itu, dihadiri keempat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel dan tim sukses masing-masing pasangan calon. Empat pasangan calon GubernurWakil Gubernur Sumsel berdasarkan pengundian nomor urut yakni Eddy Santana Putra-Wiwit Tatung (ESPWIN) nomor urut 1, Iskandar HasanHafisz Tohir nomor urut 2, Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman (DerMa) nomor urut 3 dan Alex Noerdin-Ishak Mekki (ALIM) nomor urut 4. Calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra mengatakan, sangat bahagia dan bangga mendapat nomor

urut 1 pada rapat pleno penetapan nomor urut tersebut. ���Nomor 1 yang terbaik, nomor 1 untuk Sumsel 1,” ujarnya seraya menyatakan kalau nomor itu sesuai dengan keinginan teman-teman. Eddy menuturkan, tadinya nomor yang diinginkan nomor urut 1 atau nomor 3. “Ternyata dapat nomor urut 1, kalau nomor 3 sama dengan waktu pemilihan Wali Kota Palembang periode dulu ketika mencalonkan diri,” ujar Eddy. Sementara calon Gubernur Sumsel Iskandar Hasan mengatakan, nomor urut 2 memang nomor keberuntungan untuk mereka. “Nomor urut 2 adalah ‘victory’ berarti kemenangan, Insya Allah dengan nomor 2 ini kita menang, karena mudah diingat dan mudah diangkat tangannya,” ujarnya sambil menunjukkan jari tangannya. Sementara calon Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan, dari awal mereka memang ingin mendapat noKibar, Edisi Perdana

mor urut 3 dan ternyata dikabulkan. “Jadi, nomor urut 3 mudah diingat dan mudah disebut. Mudah-mudahan masyarakat mudah mengingat pasangan Herman Deru-Maphilinda Syahrial Oesman,” ujarnya. Sementara calon Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengaku ikhlas, karena sejak awal dirinya memang tidak menargetkan harus mendapatkan nomor tertentu sehingga nomor urut berapa pun tetap diterima, sebab lebih mementingkan hasil akhir nantinya. “Dari awal sudah bertekad, nomor berapa saja, karena sama saja, yang terpenting ikhlas,” katanya. Benar atau tidaknya nomor undian itu bisa menuai hoki, tentu masih akan dibuktikan saat pilgub 6 Juni nanti. Yang pasti, suka atau tidak suka, semua calon harus mau menerima hasil penetapan tersebut. (Taufik Usman)

9


LAPORAN UTAMA

Laput

v

SUARA PEREMPUAN PECAH Suara perempuan diprediksi akan pecah dalam pilgub nanti. Meski, ada balon wagub yang berasal dari kaum perempuan, namun tak menjamin mayoritas suara perempuan akan mendukung mereka. Hati nurani dan program yang ditawarkan,malah diyakini akan bisa menjadi magnet untuk memikat mereka.

10

Mahfilinda Syahrial Oesman

Isu gender dalam pemilihan gubernur mendatang dinilai tidak akan laku dijual ke masyarakat pemilih, terutama pemilih perempuan. Dengan tingkat kecedasan politik yang sudah semakin baik, masyarakat tidak lagi melihat figure, tetapi lebih kepada kualitas calon yang bersangkutan. Jumlah suara pemilih perempuan di pilgub Sumsel mendatang diperkirakan hampir separuh dari jumlah mata pilih yang ada. Dengan ratio suara yang besar itu, dukungan dari kaum perempuan tentu menjadi rebutan dari seluruh kandidat, baik cagub maupun cawagub yang akan bertarung dalam pilkada nanti. Berbagai isu serta program ditawarkan oleh masing-masing kandidat,tak terkecuali isu gender juga digulirkan untuk merangkul suara yang ada. Dua

Kibar, Edisi Perdana


v

LAPORAN UTAMA

Laput

kandidat balon cawagub dari perempuan yang hampir dipastikan maju yakni Maphilinda Syahrail dan Elizabeth Harry. Nama terakhir memang masing terasa asing di telinga masyarakat Kultur masyarakat di Jawa tentu berbeda dengan kultur masyarakat di Sumsel. Di Jawa perempuan yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga di anggap hal yang biasa. Sementara, di sumsel, tanggung jawab mencari nafkah merupakan beban yang harus dilakukan laki-laki. Analisis ini dikemukakan pengamat politik Ardiyan Saptawan untuk menggambarkan kans calon perempuan dalam pilgub nanti. Dengan kultur dan karakteristik masyarakat yang masih menganut paham primordial, dimana kaum perempuan tidak bertangung jawab untuk mencari nafkah dalam keluarga, isu gender tidak akan laku dalam menarik simpati masyarakat pemilih, termasuk pemilih perempuan. Suara pemilih perempuan diprediksi masih akan mengambang. Dua calon perempuan yang secara terbuka menyatakan maju sebagai cawagub, ternyata tidak menjadi garansi akan mendapat dukungan signifikan kaum perempuan. Apalagi, kalau tema program yang ditawarkan bersifat global serta tidak menyentuk kepentingan kaum perempuan. “ Beda kalau program kampanye langsung berkaitan dengan kepentingan kaum perempuan. Misalnya, soal perlindungan kaum perempuan di rumah tanga, persoalan anak, pendidikan, harga sembilan bahan pokok yang semakin tnggi, serta persoalan yang terjadi sehari-hari” tegas Ardiyan. Sebagai ukuran menurut Ardiyan, indikasi tidak populisnya isu gender bisa terlihat dari perolehan kursi kaum perempuan di legislative, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Tidak signifikannya perolehan kursi itu, bukan karena kualitas perempuan yang rendah, tetapi lebih cenderung karena budaya primordial serta program yang ditawarkan terlalu makro. Ardiyan sepakat seandainya Maphilinda konsisten dengan tema yang diusungnya tersebut. Selama ini, kiprah Maphilinda di tengah masyarakat juga cukup banyak, seperti melalui jalur PKK, turun ke derah-daerah menyerap aspirasi masyarakat, pengajian, kesehatan, pendidikan, sosial serta berbagai kegiatan lainnya. Kontribusinya itu menjadi poin positif untuk meraup dukungan dari masyarakat pemilih. “Aktifitas yang dilakukan Maphilinda sudah dilakukan sejak lama, dan itu bisa mengangkat elektibilitasnya dalam pilkada,” tegas Ardiyan.

Wiwiek Tatung

“Khusus Elizabeth Harry Jaya kemunculannya terlalu prematur, tidak memiliki basis massa yang jelas, kontribusinya belum terlihat. Sulit untuk memperoleh dukungan” papar Ardiyan lagi. Munculnya kaum perempuan, khususnya Maphilinda dalam pilkada mendapat apresiasi dari salah seorang aktifis perempuan Ade Indriyani. Sebagai bentuk partisifasi politik, langkah Maphilinda maju sebagai cawagub merupakan fenomena baru di sumsel. Apalagi, stigma yang muncul, dunia poliitk merupakan ranah kaum pria, bukan untuk perempuan. Ade sepakat kalau kemunculan Elizabeth hanya sekedar ‘ikut-ikutan’ . meneruskan dinasti kepemimpinan yang dilakukan sebelumnya oleh suami atau orang tua. “Sebaiknya, pencalonan itu muncul atas kesadaran diri sendiri bukan karena di setting oleh pihak lain dengan alasan tertentu. . Soal peluang calon perempuan sulit untuk diprediksi, masih sangat tergantung dengan siapa mereka berpasangan. Karena yang lebih berperan sebenarnya adalah figur cagub. Sebenarnya secara hitungan poliitk lebih bagus mereka maju sebagai cagub bukan cawagub “ papar Ade. (momentum)

Kibar, Edisi Perdana

11


LAPORAN UTAMA

Laput

Adu Pintar Ala

Visi – Misi Cagub Sumsel Dipertanyakan PALEMBANG, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel menggelar dialog publik visi dan misi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Sayangnya, acara yang dihelat di Guns Cafe, Jumat (17/5) tidak dihadiri oleh kandidat pasangan calon pemimpin Sumsel 2013-2018. Ratusan pemuda dan mahasiswa yang menunggu kedatangan calon orang nomor satu ini pun mengaku kecewa. Padahal, isu yang dilontarkan dalam dialog publik ini bersentuhan langsung dengan peranan pemuda dan masyarakat. Salah satunya, menyangkut program kesejahetaraan rakyat yang selalu digadanggadangkan empat pasangan calon. “ Hampir setiap pasangan cagub dan cawagub selalu memproklamirkan diri memiliki program peningkatan kesejahteraan rakyat. Tapi sampai saat ini, kami belum melihat realitasnya. Disinilah kami sebagai pemuda ingin mempertanyakan visi dan misi yang dibuat, apakah memang benar atau hanya sekedar propaganda untuk mendulang suara rakyat. “ papar Ketua Pelaksana dialog publik, Puri Gema Prayogi. Enam panelis masing – masing DR Andreas Renaldo (Unsri), Safran (Lemhanas), Sofhuan Yusdiansyah (Ketua KNPI Sumsel), Husyam (MPI Sumsel) dan dua orang Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Raden Fattah dan Poltek Unsri, pun berpendapat sama. Menurut para panelis, seharusnya pasangan cagub dan cawagub dapat memberikan pencerahan kepada pemuda, karena pemudalah yang akan mendorong tercapainya visi dan misi yang akan akan disampaikan. “ Saya sebagai mahasiswa dan pemuda sangat kecewa dengan seluruh kandidat, saat debat calon kandidat yang dilaksanakan di Unsri beberapa waktu lalu hanya dua orang calon kandidat yang hadir, sekarang saat acara yang sama digelar oleh KNPI Sumsel tidak satupun kandidat yang hadir. Apakah mereka mengira bahwa urusan kepemudaan ini tidak penting. “ Kata salah seorang peserta dialog publik berapi – api. Baru saja dialog dimulai, Nofri salah seorang peserta dialog publik, langsung mempertanyakan dana bagi hasil (DBH) Migas. Menurutnya, selama ini Sumsel hanya mendapatkan DBH sebesar 15 persen. Padahal, daerah lain di luar Sumsel yang juga penghasil

12

migas sudah mendapatkan DBH lebih dari itu. “ Kita ini (Sumsel) sedang dijajah oleh Jakarta, selama ini DBH Migas kita sangat kecil sekali, tidak sesuai dengan ribuan barrel produksi migas yang dikeluarkan dari perut bumi Sumsel. “ Tegasnya. Bukan hanya cagub incumbent, cagub lain yang notabenenya merupakan kepala daerah, seperti Ir Herman Deru (Bupati OKU Timur), Eddy Santana Putra (Wako Palembang), dan Iskandar Hasan (Mantan Kapolda Sumsel), dianggap orang yang paling bertanggung jawab dengan kemajuan Sumsel. “ Saya juga mempertanyakan nasib masyarakat kecil, seperti kaum buruh dan petani. Selama ini, para petani selalu dikesampingkan. Contohnya, kebijakan pemerintah soal HPP yang selalu dibawah harapan petani. Selain itu kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras, ini yang sangat menyakitkan petani. Sementara Sumsel ini merupakan lumbung pangan, dimana pemerintah saat petani membutuhkan bantuan mereka. “ Sambung Dewa. Acara yang dipandu Darwin Syarkowi (Penyiar Radio Smart FM) semakin panas, saat para panelis menyampaikan pandangan mereka soal permasalahan masyarakat saat ini. “ Apa yang disampaikan oleh peserta dialog memang kondisi real yang ada dilapangan. Sebenarnya kami sangat mengharapkan pasangan calon bisa menjelaskan kondisi sebenarnya. Pemuda sebagai agent of change (agen perubahan) memiliki peranan besar untuk bersama – sama dengan kandidat membenahi Sumsel untuk lebih baik lagi. “ Terang Sofhuan. Sebelumnya, dalam acara dialog dan paparan visi misi yang digelar oleh Bawaslu dan Bapilu Sumsel, tidak semua pasangan calon hadir. Acara yang dihelat di PSCC hanya dihadiri oleh Cagup Alex Noerdin dan Cawagup Hafis Tohir. Kondisiyang sama juga terlihat pada paparan visi – misi yang diadakan oleh Mahasiswa Unsri. Dua cagub dan satu cawagup yang meluangkan waktunya, mereka adalah Iskandar Hasan dan pasangannya Hafis Tohir serta Eddy Santana Putra minus cawagubnya Wiwit Tatung. Fenomena ini sendiri membuat tanda tanya besar, memang jadi atau tidaknya pasangan calon itu ditentukan oleh suara rakyat. Hanya saja, pasangan calon tersebut tidak sadar, kalau pemuda dan mahasiswa juga termasuk dalam masyarakat yang akan memberikan hak suaranya. (Asep)

Kibar, Edisi Perdana


Inforial

Cagub

Laput

Perbaikan Infrastruktur Prioritas Gubernur Selanjutnya Palembang, Infrastruktur yang belum memadai menjadi permasalahan utama Sumsel dalam memajukan perekonomian mereka. Empat pasangan kandidat gubernur Sumsel pun menjadikan hal ini sebagai bahan kampanye mereka untuk menarik perhatian pemilih. Kandidat gubernur nomor urut 1 Eddy Santana berjanji akan membangun infrastuktur jalan di Sumsel dan melanjutkan pembangunan pelabuhan Tanjung Api-api. “Lima tahun terakhir, tidak ada jalan baru dibangun di Sumsel dan lima gubernur belum bisa membangun pelabuhan Tanjung Api-api,” ujar Eddy pada debat kandidat yang di Palembang, Senin. Menurut Eddy, gubernur selanjutnya harus serius menyelesaikan pelabuhan ini untuk memudahkan proses bongkar muat barang ekspor import ke Sumsel. “Jika infrastuktur bagus maka investor akan berdatangan,” tambah Eddy yang saat ini menjabat Walikota Palembang. Lalu calon gubernur nomor urut 2 Iskandar Hasan menyatakan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan menuju sentra-sentra industri milik rakyat. “Produk pertanian Sumsel sangat besar tetapi jalan menuju ke sana sangat buruk. Harga produksi pertanian jadi rendah dan rakyat dirugikan,” kata Iskandar. Kemudian calon gubernur nomor urut 3 Herman Deru berjanji akan membangun jalan yang bagus yang menghubungkan antar kota dan kabupaten di Sumsel untuk mengangkat potensi wisata di Sumsel. “Sumsel memiliki berbagai macam potensi wisata tetapi jalan menuju ke sana tidak memadai. Wisatawan akhirnya tidak mau. Seharusnya gubernur selanjutnya bisa membangun jalan yang bagus dan lebar menuju tempat –tempat wisata,” ujar Herman Deru. Sedangkan calon gubernur incumbent nomor urut 4 Alex Noerdin berjanji akan melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukannya lima tahun lalu. “Pembangunan jalan tol Trans Sumatera harus dilanjutkan untuk meningkatkan perekonomian Sumsel,” ujar Alex. Selain permasalahan infrastruktur, permasalahan birokrasi menjadi sorotan ketika debat kandidat ini. Panelis debat Tjipta Lesmana mempertanyakan pola rekrutmen PNS dengan sistem lelang kepada calon Herman Deru. “Lelang jabatan cocok untuk satu tempat tetapi belum tentu tepat diterapkan di Sumsel,” ujar Deru. Deru mengaku akan melakukan proses rekrutmen PNS yang transparan tetapi tidak menjelaskan lebih jauh seperti

apa proses rekrutmen yang transparan itu. Selain itu, dalam reformasi birokrasi pemerintah provinsi tidak dapat berbuat banyak karena rekrutmen PNS yang berhubungan dengan pelayanan dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. “Pemprov hanya sebatas pembimbing dan pemberi teladan agar mereka bisa melayani rakyat,” tambah Deru. Kandidat juga ditanya mengenai strategi menjaga hutan di Sumsel. Alex Noedin yang ditanya langsung oleh panelis mengaku perlunya koordinasi antara daerah dan pusat mengenai status lahan hutan. “Hingga sekarang kejelasan status lahan sebagian warga Sumsel belum jelas sehingga masih kerap terjadi konflik kepentingan antara pihak yang saling mengklaim lahan,” kata Alex. Selain itu, dia juga akan membatasi rekomendasi pengeluaran izin pengelolaan hutan. Selain melakukan reboisasi dan konservasi wilayah hulu sungai. Pada debat mengenai hutan ini, sempat terjadi perdebatan antara Alex Noerdin dengan panelis Tjipta Lesmana. Tjipta bersikeras izin pengelolaan hutan bisa dikeluarkan oleh bupati. Tetapi menurut Alex izin hanya dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan dan pemerintah daerah hanya memberikan rekomendasi. Kemudian mengenai rencana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan mengaudit perkebunan dan pertambangan, Alex mengungkapkan sangt menyambut baik rencana tersebut. “Karena di Sumsel tidak ada penambangan yang masif dan merusak alam jadi kami sambut baik rencana tersebut,” kata dia. Permasalahan kesejahteraan petani juga menjadi perhatian pada debat kali ini. Dalam tayangan yang direkam TVOne, diperlihatkan harapan masyarakat Sumsel akan pemimpin yang bisa membawa perubahan bagi kehidupan mereka yang miskin. Eddy Santana mengungkapkan permasalahan kemiskinan dan pengangguran adalah masalah besar. “Pemerintah harus campur tangan untuk menjamin kesejahteraan rakyat kecil misalnya jaminan harga produksi pertanian, pemberitan kredit usaha kecil, dan program rumah murah,” kata Eddy. Eddy berjanji akan membuat perusahaan daerah yang akan mengatur harga produk pertanian. Tetapi Alex Noerdin menyatakan pemerintah tidak bisa mengintervensi harga produk pertanian karena harga karet ditentukan oleh pasar dunia. “Yang bisa dilakukan pemerintah adalah membuat program yang bisa meningkatkan kualitas produk mereka sehingga bisa diberi harga mahal,” kata Alex yang juga sependapat dengan pendapat Herman Deru yang berpendapat serupa.

Kibar, Edisi Perdana

13


Laput

KONTROVERSI PILWAKO PALEMBANG Pemilihan Walikota Palembang beberapa waktu lalu, menyisakan sejumlah kontroversi. Pasangan Sarimuda-Nelly yang dinyatakan menang melalui hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU Kota Palembang dengan unggul selisih delapan suara harus menelan pil pahit. Pasangan itu, akhirnya dinyatakan kalah, setelah dalam sengketa pemilukada, Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan pasangan RomiHarno sebagai pemenang dalam pilwako tersebut. Pengamat politik dari Unsri Ardiyan Saptawan menyayangkan gugatan tersebut masuk ke MK. Menurut Ardiyan, sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang notabene harus bisa berkerja secara professional, KPU harus bisa menyelesaikan persoalan yang muncul saat pilwako beberapa waktu lalu. “Jangan langsung diselesaikan di tingkat MK. Karena itu menunjukkan kalau KPU dan Panwaslu tidak mampu bekerja secara professional,” tegas Ardiyan. Idealnya, jika muncul persoalan dalam pilkada, harus diselesaikan dijenjang tingkatan yang ada, yakni mulai dari tingkat PPS, PPK dan KPU. “Apalagi, setiap keberatan atau pelanggaran kan dituangkan dalam Berita Acara. Kalau keberatan di tingkat TPS bisa diselesaikan di tingkat PPS. Kalau belum juga selesai, bisa dibawa untuk diselesaikan di tingkat PPK dan KPU. Jadi tidak harus di bawa ke ranah MK,” tandas Ardiyan yang menilai bergulirnya masalah Pilwako Palembang ke MK menunjukkan kalau kinerja perangkat tadi tidak maksimal. “Padahal dalam juklak juga dijelaskan, jika ada masalah diselesaikan ditingkatan jenjang tersebut,” tegasnya lagi. Pemecatan Komisioner KPU Masuknya gugatan sengketa Pilwako Palembang ke MK merupakan pengalaman pahit bagi KPU dan Panwaslu, karena dinilai tidak bisa bekerja secara professional. Terkait itu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) harus memberikan sanksi tegas kepada KPU Kota Palembang. “ Ini (tindakan yang dilakukan KPU Palembang, red) masuk pelanggaran kode etik profesional. DKPP bisa menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap komisioner KPU Palembang. Apalagi, kesalahan yang dilakukan komisioner termasuk kategori fatal, karena memunculkan instabilitas politik dan memicu keresahan di tengah masyarakat,” jelas Ardiyan. (Taufik Usman)

14

Antisipasi Kerusuhan, Ribuan Personel Amankan Palembang Satuan Brimob Polda Sumsel bersiaga di sekitaran Kantor Wali Kota Palembang pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan gugatan pasangan Romi Herton-Harnojoyo. Pengamanan ketat dilakukan aparat, dengan melibatkan 2150 personel sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan kerusuhan yang kemungkinan bisa terjadi. Jajaran Polda Sumsel, Polresta Palembang dan tiga kompi bantuan Brimob Polda Bengkulu serta Jambi siap siaga pascakeluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menetapkan pasangan Romi Herton dan Harnojoyo sebagai Wali Kota Palembang periode 2013–2018. “Pascaputusan MK kami mengerahkan 1.700 personel Polri dengan tambahan dukungan 300 personel TNI dan 150 anggota Pol PP. Termasuk dukungan tiga kompi Brimob dari Polda tetangga, satu kompi dari Polda Bengkulu dan dua kompi dari Polda Jambi,” ungkap Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. M. Fiandar seusai melakukan rapat tertutup bersama Direktur Sabhara Polda Sumsel Kombes Pol Agus P dan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting di ruang Kapolsekta Ilir Timur (IT) I Palembang, beberapa waktu lalu. Adanya personel tambahan, ungkap Fiandar, maka yang dilibatkan untuk pengamanan Kota Palembang pascaputusan MK mencapai 2.150

Kibar, Edisi Perdana


personel. “Para personel nantinya akan ditempatkan di 24 titik pengamanan yang sudah ditentukan mulai dari Kantor KPU Kota Palembang, kediaman calon wali kota, dan aset calon wali kota yang menang maupun kalah,” ujarnya. Selain itu, titik pengamanan juga dilakukan aparat di objek vital milik pemerintah dan keramaian, seperti kantor pemerintahan, DPRD, Bandara SMB II, PLN, pasar, dan mall di Kota Palembang. “Rinciannya 300 personel untuk pengamanan di Kantor KPU Kota Palembang dari jajaran Brimob dan TNI. Sementara, di rumah pasangan calon ditempatkan 40 personel kepolisian. Nantinya, kalau sudah mulai aman akan kami kurangi anggota di lapangan secara bertahap,” katanya.

Terpisah, Kasat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Adeni Mohan Daeng Pabali mengatakan, anggota Brimob Polda Sumsel siap melakukan pengamantan di sejumlah lokasi yang ditentukan pascakeluarnya putusan MK. “Tiga kompi sudah stand by, baik yang di Mako maupun Polda Sumsel. Anggota Brimob Polda Sumsel juga sudah stand by di KPU Kota Palembang melakukan pengamanan,” ungkap Mohan di Mapolda Sumsel. Namun, ungkap dia, bila terjadi kerusuhan pihaknya dilarang menggunakan peluru tajam untuk menghalau perusuh. “Kami dilarang menggunakan senjata dengan peluru tajam selama melaksanakan tugas. Karena itu, pendemo supaya tertib dan tidak anarkhis,” tegasnya. Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Palembang Aris Saputra mengatakan, pihaknya menyebarkan 150 personel Pol PP yang terbagi dalam beberapa regu. “Dari 150 personel yang disiagakan sebanyak 50 orang ditempatkan di aset-aset pemkot dan 1 regu stand by patroli keliling. Jika nanti sewaktu-waktu ada demo atau kerusuhan di Pemkot Palembang, semua personel dikerahkan,” tuturnya. (Ygie/Editor Taufik Usman)

Merasa Dicurangi, Sarimuda-Nelly Ajukan Gugatan Pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), beberapa waktu lalu, calon walikota terpilih hasil penghitungan manual KPU Kota Palembang, Sarimuda, langsung mengelar konferensi pers di kediamannya Jalan Demang Lebar Daun Palembang. Dia mengaku, pihaknya didukung oleh pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra akan menggungat KPU Palembang, apabila KPU Kota Palembang mengubah hasil rekap Pilkada Palembang yang unggul selisih suara dari lawan politiknya, yakni pasangan Romi Herton-Hrnojoyo. “Apabila KPU mengubah ketetapan terdahulu, kami akan menggungatnya. Kuasa hukum kami, pak Yusril, mengatakan ini merupakan beban moril. Karena tiidak pernah ditemui hal semacam ini sebelumnya. Gugatan dilakukan terhadap keputusan KPU yang mengubah perolehan suara. Ada waktu tiga hari mengajukan gugatan setelah KPU menetapkan keputusan,” terang Sarimuda kepada wartawan. Menurutnya, putusan MK menyatakan Romi Herton-Harnojoyo unggul 23 suara itu aneh dan cacat hukum. “KPU tidak harus melakukan perubahan suara, apabila merasa putusan MK bertentangan dengan fakta dilapangan. Tidak ada sanksi yang diberikan, apabila KPU tidak mentaati ketetapan MK,” terang Sarimuda. Lebih lanjut mantan Kadishubkominfo Sumsel itu mengatakan, MK dianggap melakukan kesalahan fatal dengan membuka dan menghitung surat suara tanpa dihadiri oleh saksi semua peserta Pilkada Kota Palembang dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Palembang. “Ketetapan aneh MK yang dimaksud adalah saat dilakukan penghitungan surat suara TPS 3 Sukajaya, sebanyak 20 suara milik Sarimuda-Nelly Radiana hilang. Sehingga, perolehan suara yang awalnya 182 suara berkurang menjadi 162 suara. Penghitungan surat suara di TPS Karyajaya juga dianggapnya aneh. Pemohon menggungat lima surat suara yang dilubangi

pakai api rokok dianggap tidak sah” terang Sarimuda. Ditambahkannya, MK kemudian memeriksa dan menyatakan ada 4 suara yang dilubangi pakai api rokok itu sah. Alhasil, Romi HertonHarnojoyo mendapatkan tambahan tiga suara, Sarimuda-Nelly Rasdiana bertambah satu suara, dan satu suara sisanya tidak diketahui kemana. Pemohon yakni pasangan Romi Herton-Harnojoyo kemudian menggugat satu suara tidak sah di TPS 13 Talang Aman, akan tetapi MK malah menambah tiga suara untuk pasangan RomiHarnojoyo dari sebelumnya yang digugat hanya satu suara. “Kesalahan fatal yang dilakukan MK ialah membuka kotak suara tanpa disaksikan semua pihak terkait. Kami akan diberikan bukti baru. Kalau coblos pakai puntung rokok dikatakan sah, kenapa tidak buka semua kotak suara. 5 TPS yang dibuka tidak bisa menggugurkan 2.650 TPS yang ada,” terang Sarimuda. Selain itu, ia menyayangkan satu dari lima kota suara yang dibawa ke MK ternyata kosong, adanya suara suara basah, dan anak kunci yang hilang. Sarimuda menyebut semua itu tindakan pidana, kejahatan yang sistematis dan terstruktur. KPU dianggap kecolongan yang seharusnya semua kotak suara dijaga dan disimpan dengan baik. “Kami telah melaporkan semua itu kepada Polda Sumsel. Semua itu termasuk tindakan pidana,” ungkap Sarimuda. Sarimuda mengaku, banyak masyarakat yang menelepoon dan SMS pascaketetapan MK. Mereka bingung, kenapa Sarimuda-Nelly Rasdiana yang semula dinyatakan menang tiba-tiba kalah 23 suara. “Mereka yang menelepon dan SMS itu datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang sampai sahabat” terangya. Nelly Rasdiana yang juga ikut dalam konferensi press juga mengakui, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak orang yang menelon dan SMS setiap hari. Dukungan, simpati, dan pertanyaan mengenai ketetapan MK datang dari para pendukung, masyarakat dan teman-teman seperjuangan dari dalam luar maupun dari dalam kota. Mengenai dasar hukum yang akan menggugat KPU Kota Palembang apabila keputusan MK tetap dijalankan, Sarimuda menyerahkannya kepada kuasa hukum yang juga merupakan pakar hukum tata negara yang bergelar profesor. “Masih ada upaya hukum. pastinya saya tidak melakukan kecurangan,” ujar Sarimuda yang didampingi Hamzah Syakban sebagai ketua Timses Sarimuda-Nelly. (Ygie/Editor Taufik Usman)

Kibar, Edisi Perdana

15


Info Gadget

Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu memberikan tips atau informasi mengenai Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu. Simak baikbaik yah :D

Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu. Sebagian orang mungkin sudah tau cara membedakan antara BlackBerry asli dan palsu, namun kebanyak orang apalagi orang awam seperti saya masih belum mengetahui seperti apa perbedaan antara blackberry asli dan palsu. Maka dari itu tak heran jika masih banyak pengguna bahkan pecinta BlackBerry sering mengalami peniupan dalam hal keaslian. So, berangkat dari hal diatas Info Gadget akan mengupas sekaligus

Cek IMEI dan PIN BlackBerry Cara Membedakan BlackBerry Asli atau Palsu yang pertama adalah Mengecek Nomer IMEI dan PIN BlackBerry di ponsel BlackBerry anda. Lalu caranya bagaimana? Caranya adalah buka menu BlackBerry anda dan masuk ke HomeScreen setelah itu tekan tombol Shift + ALT + H secara bersamaan. Setelah itu akan muncul nomor IMEI dan PIN BB anda, kemudian silahkan anda cek dengan di dosbox atau di baterai bb anda. Cek Data Lifetime BlackBerry Cara Membedakan BlackBerry Asli atau Palsu yang kedua adalah dengan

Tips Memilih Operator Untuk Layanan BlackBerry Tips Memilih Operator Untuk Layanan BlackBerry. Bingung mau gunakan operator mana untuk BlackBerry mu?. Ini memang sering terjadi pada pengguna layanan blackberry. Perang tarif yang tengah ditunjukkan operator operator berlabelkan layanan blackberry membuat para pengguna layanan blackberry acap kali ke-

16

bingungan dalam menentukan operator untuk layanan blackberry mereka. Namun kini anda tak perlu bingung lagi karena Info Gadget akan share mengenai Tips Memilih Operator Untuk Layanan BlackBerry, Simak berikut ini yah: Lihat sisi tarif dan layanan yang ditawarkan oleh masingmasing operator dari GSM sam-

melihat sekaligus mengecek lifetime yang ada pada BB Anda. Bagaimana Caranya?, dari HomeScreen pilih Option, Status kemudian akan muncul pesan exceeding 120K dan Voice Usage Exceeding 0 Minutes. Lalu apa artinya jika angkanya masih 0 berarti BlackBerry anda memang masih dalam keadaan baru alias asli. Cek Logo BlackBerry Cara Membedakan BlackBerry Asli atau Palsu yang selanjutnya adalah dengan memperhatikan logo yang muncul di layar LCD anda. Pastikan semua logo yang muncu sama dengan logo pada body blackberry. Cek Harga BlackBerry Dengan mengecek Harga BlackBerry dengan reseller dan membandingkannya, maka anda akan dapat menilai sendiri barang asli atau palsu. Oke mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, Demikian Informasi dari Info Gadget Seputar Cara Membedakan BlackBerry Asli dan Palsu, Semoga Bermanfaat

pai CDMa sebagai bahan pertimbangan Sisi sepele seperti cara pengaktifanpun juga harus menjadi bahan pertimbangan. Logikanya kalok dari cara mengaktifkannya pun sudah susah apalai service yang lainnya. Hal yang paling penting adalah Jangkauan. Sejauh mana si operator menyediakan layanan blackberry dengan jangkauan yang luas. Jangan jangan baru dibawa keluar kota saja, udah gak bisa buat nelfon, atau BBM karena masalah jangkauan. Yang satu ini pasti menjadi nomer utama bagi para pengguna layanan. Yups Bonus dan promo yang ditawarkan haruslah menjadi pertimbangan pertama. Pertimbangkan pula layanan roaming internasional. Inisih bagi yang sering bepergian keluar negeri. Paket yang ditawarkanpun juga harus menjadi pertimbangan matang dalam Memilih Operator Untuk Layanan BlackBerry. Dan yang terakhir dan yang paling penting adalah koneksi, meskipun tips diatas sempurna namun jika koneksinya ewew maka apa yang terjadi. Kalok kata iklan di TV, Tanpamu aku Galau. Yah itu mungkin yang terjadi.

Kibar, Edisi Perdana


OPINI

PROGRAM SEKOLAH GRATIS

Strategi Membangun Pendidikan Bermutu Oleh: Drs. Widodo, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan P en d i d i kan merupakan instrumen penting dan strategis dalam pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Untuk itu, negara mempunyai kewajiban memberikan pendidikan terhadap warga negaranya sebagaimana yang telah ditentukan dalam undang-undang. Negara tidak mempunyai hak untuk membedabedakan antar warga negaranya untuk mendapatkan pendidikan. Semua warga negara berhak memperoleh fasilitas pendidikan dari negara tanpa mengurangi kebebasan individu sebagai anggota masyarakat. Pendidikan merupakan sarana investasi manusia jangka panjang. Untuk itu, maka tujuan pendidikan bukanlah suatu dogma yang tidak berubah akan tetapi merupakan suatu patokan yang terus berubah dan terus bergerak untuk memerdekakan warganya. Berbagai undang-undang dan peraturan, bukan diartikan sebagai pembatas kemerdekaan manusia, tetapi justru untuk memperkuat pembebasan manusia dari berbagai ikatan. Pentingnya pendidikan bagi suatu bangsa akan berdampak pada lahirnya berbagai kebijakan dalam bidang pendidikan. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 sebagai salah satu kebijakan pendidikan menyebutkan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan fungsi dan tu-

juan pendidikan nasional tersebut telah banyak usaha yang dilakukan, dengan lahirnya berbagai kebijakan dalam pendidikan. Namun demikian, tidak sedikit masalah pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia. Salah satu masalah pendidikan yang kita hadapi dewasa ini adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Upaya konkrit telah dan sedang dilakukan, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi guru, penyediaan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan mutu manajemen sekolah. Upaya ini menunjukkan hasil yang menggembirakan, namun sebagian lainnya masih memprihatinkan. Dari pengamatan dan analisis, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata. Pertama, kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipilih semua input (masukan) yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasikan output yang dikehendaki. Dalam kenyataan, mutu pendidikan yang diharapkan tidak terjadi, mengapa? Karena selama ini dalam menerapkan pendekatan education production function terlalu memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan. Kedua, sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi. yang kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah setempat. Ketiga, peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim. Partisipasi masyarakat pada umumnya selama ini lebih banyak bersifat dukungan dana, bukan pada proses pendidikannya (pengambilan keputusan, monitoring, evaluasi dan akuntabilitas). Bagi Pemerintah Provinsi Sumat-

Kibar, Edisi Perdana

era Selatan (Pemprov Sumsel) otonomi daerah, terkhusus otonomi pendidikan, pada hakikatnya sebuah peluang bagi Pemerintah Provinsi untuk lebih leluasa mengelola urusan pendidikan sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh daerah. Berbagai upaya peningkatan kinerja pembangunan pendidikan di Sumsel telah digagas dan dilakukan. Bahkan Pemprov Sumsel telah berkomitmen untuk memposisikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan agar pendidikan di daerah ini benar-benar bermutu, akuntabel, murah, merata, dan terjangkau oleh rakyat banyak. Komitmen untuk memprioritaskan pendidikan dalam pembangunan tersebut sangat logis untuk dilakukan. Hal ini terutama jika mengingat capaian pembangunan pendidikan selama ini yang masih belum menggembirakan. Sebagai gambaran, IPM Provinsi Sumsel Tahun 2009 baru mampu berada di peringkat ke-13 dari 33 provinsi di Indonesia. Di dalamnya, rata-rata lama sekolah baru mencapai 8,0 tahun, sementara angka melek huruf baru 97,21%. Sebagai data pendukung, Data BPS Sumsel Tahun 2009 juga menunjukkan bahwa APK SD Sumsel baru 108 (nasional 114,9), SMP 95 (nasional 95,72), dan SMA 74 (nasional 64,91). Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut, menjadi menarik untuk melihat perencanaan pembangunan Provinsi Sumatera Selatan khususnya intervensi anggaran bidang pendidikan (melalui program �sekolah gratis�) menjadi penting dalam upaya meingkatkan layanan pendidikan. Pembangunan Didasari oleh pemikiran bahwa pembangunan yang diselenggarakan harus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Sumsel sebagai provinsi yang terdepan melalui peran serta masyarakat cerdas yang berbudaya, akhirnya Pemprov Sumsel Periode 2008-2013 pun telah menetapkan visi pembangunan, �Sumatera Selatan Sejahtera dan Terdepan Bersama Masyarakat Cerdas yang Berbudaya�.

17


Opini Terkait bidang pendidikan, misi yang akan dilakukan Pemprov adalah mengembangkan dan membina, serta memfasilitasi pembentukan sumber daya manusia (SDM) Sumatera Selatan yang kreatif, produktif, inovatif, dan peduli melalui semua jalur dan jenjang pendidikan, baik formal maupun informal. Untuk mencapai visi dan misi pendidikan tersebut, ada beberapa strategi pembangunan yang akan dijalankan. Yakni, 1) meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang bermutu melalui pengembangan fasilitas dan sarana pendidikan, pembiayaan pendidikan, dan kesejahteraan guru; 2) revitalisasi pendidikan kepelatihan, keahlian, dan keterampilan untuk secara mandiri dapat berpartisipasi dalam membangun dan mengembangkan usaha ekonomi produktif; 3) meningkatkan partisipasi lembaga pendidikan nonformal untuk mencerdaskan dan memahirkan keterampilan masyarakat; 4) menyediakan beasiswa daerah dan memfasilitasi perolehan beasiswa bagi putra-putri terbaik Sumatera Selatan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Adapun program-program pengembangan pendidikan di Sumsel sampai dengan tahun 2013 meliputi: 1) menambah jumlah sarana, prasarana pendidikan dan guru untuk mendukung wajib belajar 12 tahun; 2) meningkatkan dan menguatkan pendidikan kejuruan menengah dan tinggi (politeknik) untuk menghasilkan tenaga profesional; 3) meningkatkan kesejahteraan guru; 4) meningkatkan mutu guru melalui penyediaan pembiayaan untuk memenuhi kualifikasi dan kompetensi, serta menempuh pendidikan lanjut (sarjana dan pascasarjana); 5) meningkatkan alokasi dana bagi pendidikan gratis 12 tahun serta meningkatkan akses terhadap pelayanan pendidikan murah mahasiswa; 6) membantu pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana untuk memperkuat pendidikan nonformal (fasilitas, pelatihan, magang); 7) mengembangkan pendanaan khusus APBD untuk beasiswa nasional dan internasional bagi putra-putri terbaik Sumatera Selatan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Desentralisasi Pendidikan Istilah desentralisasi menurut Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 diartikan dengan “penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indo-

18

nesia” selanjutnya pada pasal 22 dijelaskan bahwa dalam menyelenggarakan otonomi, daerah mempunyai kewajiban; a). melindungi masyatrakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional serta keutuhan NKRI, b). meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, c). mengembangkan kehidupan demokrasi d). mewujudkan keadilan dan pemerataan, e). meningkatkan pelayanan dasar pendidikan, f). menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, g). menyediaakan fasilitas sosila dan fasilitas umum yang layak, h). mengembangkan sistem jaminan sosial, i) menyusun perencanaan dan tata ruang daerah, j). mengembangkan sumber daya produktif di daerah k). melestarikan lingkungan hidup, l). mengelola administrasi kependudukan, m). melestarikan nilai social budaya, m). membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan kewenangannya, dan o). kewajiban lain yang diatur dalam peraturan perundangundangan. Di dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun. H.A.R Tilaar menegaskan bahwa konsep otonomisasi pendidikan berarti hidupnya pendidikan di lingkungan kebudayaannya yang alami sekaligus terjadi perkembangan yang wajar dalam kebudayaan dan pendidikan, dan pendidikan yang demokrasi sebagai wadah masyarakat demokrasi benar-benar tempat kehidupan yang alamiah. Untuk itu Mastuhu menilai bahwa dalam alam yang tidak demokrasi, tidak mungkin dapat mengelola pendidikan secara otonom, dan tanpa otonomi tidak mungkin dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu. Dengan otonomi lanjutnya, penyelenggaraan pendidikan dapat menetapkan, mencari dan mengelola dana, sumber daya manusia dan aset-asetnya sendiri serta mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang diperkirakan dapat memajukan pendidikan. Di samping itu menurut H.A.R. Tilaar bahwa keputusan politik untuk memberikan Kibar, Edisi Perdana

otonomi kepada daerah didorong pula oleh tuntutan pembangunan nasional yang semakin meningkat dan semakin kompleks sehingga meminta pelayanan yang lebih efisien serta mengikutsertakan masyarakat dalam mengambil keputusan, perencanaan, pelaksanaan dan tanggung jawab pembangunan di daerah. Inilah yang dimaknai Li Lanqing dengan ”education for the people and by the people” H.A.R Tilaar juga menegaskan pendidikan yang otonomi harus dipertanggungjawabkan kepada orang tua, masyarakat bangsa dan negara. Namun demikian, H.A.R Tilaar melihat bahwa desentralisasi merupakan suatu proses yang kompleks karena: Pertama, akan menciptakan suatu sistem pendidikan dengan kebijakan-kebijakan yang kongkret, Kedua, mengatur sumber daya serta pemanfaatannya. Ketiga melatih tenaga-tenaga (sumber daya manusia) yang profesional, baik tenaga guru maupun tenag-tenaga manajer pada tingkat lapangan, Keempat menyusun kurikulum yang sesuai, dan Kelima mengelola sistem pendidikan yang berdasarkan kepada kebudayaan setempat. Program Sekolah Gratis Selama ini muncul penilaian pesimis di masyarakat bahwa pendidikan murah di negeri ini hanyalah impian. Namun, bagi masyarakat Sumatera Selatan pendidikan murah bahkan gratis merupakan sebuah kenyataan. Sebab, Pemprov Sumsel telah berencana me-launching Program Sekolah Gratis bagi seluruh siswa di Sumsel mulai dari jenjang SD hingga SMA, baik negeri atau swasta, pada 25 Maret 2009. Bagi Pemprov Sumsel, kemampuan Sumsel menyelenggarakan Program Sekolah Gratis hingga jenjang pendidikan 12 tahun bukanlah semata-mata karena daerah ini terkategori sebagai daerah kaya. Tetapi lebih karena adanya kemauan politik (political will) atau komitmen yang kuat terhadap dunia pendidikan di jajaran pemerintahan daerah ini. Faktanya, tidak sedikit daerah lain yang APBD-nya lebih besar tetapi belum mampu menjalankan program sekolah gratis. Sebaliknya, ternyata ada daerah yang lebih “miskin” justru mampu menerapkan program sekolah gratis.

Bersambung Bag... II


MITRA

Kesbangpol, Meretas Kemitraan Membangun Daerah

P

embangunan bisa terlaksana kalau tercipta sinergi. Sinergi membutuhkan kemitraan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan Ikhwanuddin S.Sos. MSI sangat menyadari fenomena ini. Karenanya, alumni APDN tahun ini memfasilitasi kemitraan antara pemerintah daerah dengan Partai Politik, LSM, Ormas dan Ormas Islam. Berbagai kegiatan dan aktivitas digagas demi membangun kebersamaan. Ikhwanuddin berusaha menyamakan persepsi pemahaman untuk menuju sasaran yang nyata di dalam berorganisasi terutama bagi Partai Politik, Ormas dan Ormas Islam yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Sehingga diharapkan dapat bekerja secara baik. Serta menyadari akan peran dan fungsinya dengan memberikan manfaat kepada masyarakat luas, bermanfaat untuk pembangunan Provinsi dan untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam memfasilitasi Partai Politik, LSM, Ormas dan Ormas Islam di Provinsi Sumatera Selatan Ikhwanuddin S.Sos. MSI mengatakan ada anggaran khusus yang disiapkan. Pembangunan fisik dan non fisik menurut Ikhwanuddin S.Sos. MSI, sama pentingnya. “Ini sangat penting provinsi sumatera selatan pasti aman karena dukungan para Partai Politik, LSM, Ormas dan Ormas Islam, pembnagunan tidak dapat terlaksana bila ada gejolak ada gesekan” “Tahun mendatang akan kita tingkatkan lagi kualitas, kuantitas kedepannya saya perlu dukungan. JKesbangpol harus didukung, ini bukan hanya sebatas dalam omongan tapi bukti realisasinya”ungkapnya Pada pembangunan di Provinsi Sumatera Selatan ditambahkannya ‘pembangunan ini tidak akan sukses oleh pemerinta saja. Maka perlu dukungan Partai Politik, LSM, Ormas dan Ormas Islam karena pemerintah dan Partai Politik, LSM, Ormas dan Ormas Islam adalah sama” Terhadap bantuan yang diterima Partai Politik,

LSM, Ormas dan Ormas Islam dijelaskan Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumatera Selatan Muklis “bantuan sosial yang bersifat kemasyarakatan ini adalah bentuk uang atau barang yang diberikan kepada kelompok masyarakat politik” “Pemberian ini akan diberikan secara selektif tidak terus menerus tidak mengikat dan jelas sesuai kemampuan daerah’jelasnya “Pemerintah melakukan ini untuk kekompakan, kenyamanan dan ke amanan disini, ini perlu kita tingkatkan dan pertahankan  dalam meningkatkan kemitraan”

“Kita berikan wawasan kepada Partai Politik, LSM, Ormas dan Ormas Islam sekaligus bisa memahami dan terciptanya hubungan yang dinamis dalam menjalankan tugas masing-masing nyaman dan aman itu yang kita harapkan “ kata Ikhwanuddin

Kibar, Edisi Perdana

19


MITRA Sedangkan untuk alokasi dana yang disediakan, dijelaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, politik, Perlindungan Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan Ikhwanuddin S.Sos. MSI “ dana berasala dari APBD Provinsi Sumatera Selatan melalui kesbang pol ini sangat penting dalam hal pembangunan yang bukan saja pembangunan fisik tapi non fisik ini harus seimbang dan sama pentingnya” “angaran yan disediakan untuk satu kegiatan berkisar 120 juta dan ini dimana bapak gubernur telah memberikan kebijakan untuk hal ini seperti pendidikan berpolitik anggarannya berasal dari APBD, anggaran ini disesuaikan dengan bidang-bidangnya total anggaran yang ada di kesbangpol provinsi sumatera selatan berkisar Rp 8 milyar,” ujarnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengharapkan dana yang diberikan jangan digunakan pada hal yang tidak bermafaat karena dana yang diberikan harus ada pertanggung jawaban yang jelas, untuk jumlah LSM, Organisasi Masyarakat dan Ormas Islam di Provinsi Sumatera Selatan yang telah terdaftar di Kesbang Pol berjumlah sekitar 150 organisasi. Dalam negara demokrasi, keberadaan organisasi kemasyarakatan

20

(Ormas) atau civil society adalah sebuah keniscayaan. Tapi yang tidak boleh adalah melakukan tindakan anarkis dan memaksakan kehendak. “Karena itu dialog yang harus kita kembangkan,” ujar M Ikhwanudin  Saat ini, sambung Ikhwan, ada ratusan ormas yang terdaftar di Kesbangpolinmas Sumsel. Pemprov Sumsel, sebut Ikhwanudin, berkomitmen memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan serta keterlibatan Ormas dalam kegiatan-kegiatan keseharian masyarakat.   Menurut Ikhwanudin, peran Ormas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan merupakan kebutuhan yang tak bisa  ditawar.   Hal ini perlu ditegaskan untuk menghindari kesalahpahaman dalam relasi antara Pemerintah dan Ormas. “Dalam konteks seperti ini, posisi Pemerintah dan Ormas sejajar,” sebut Ikhwanudin.  Dia merasa bersyukur, selama ini relasi antara Pemprov Sumsel dan Ormas bisa berjalan berimbang. “Ini yang membuat daerah kita kondusif. Peran Kesbangpolinmas memang bukan berbentuk fisik, tidak terlihat, tapi masyarakat bisa merasakan,” urai Ikhwanudin.

Kibar, Edisi Perdana


PENDIDIKAN

Bimbel Prisma, Mandiri Dalam Prestasi Ingin berprestasi dalam pendidikan ? Bimbel Prisma jawabannya. Ya, sejak berdiri, Bimbel Prism terbukti mampu membantu siswa dalam pendidikan, sebab hanya Prisma yang mengedepankan, layanan tutorial qualified. Selain itu, Prisma juga menyediakan tenaga pendidik yang teruji kualitasnya. Tak heran, ribuan siswa tercetak sebagai siswa berprestasi di Palembang. General Manager Prisma, Nurlena

menjelaskan, Prisma tidak hanya membantu siswa dalam peningkatan prestasi pendidikan, namun Prisma juga mampu mengarahkan kemampuaan siswa. “ Ini bedanya bimbel kita dengan bimbel yang lain, kami tidak hanya memberikan pendidikan, kami juga memberikan ruang diskusi, layaknya bimbingan konseling di sekolah. “ Kata Nurlena. Dalam pembelanjaran pun Prisma mengedepankan metode mind mapping, artinya siswa dilatih tidak hanya menggunakan kemampuan matematis, tetapi juga kemampuan menghafal cepat, menghitung cepat. Sehingga dapat mempengaruhi prestasi siswa secara significant. “Siswa akan dididik oleh tenaga pengajar yang smart, lengkap dengan fasilitasnya, seperti ruangan AC, dan

Kibar, Edisi Perdana

jumlah siswa yang tidak lebih dari 15 orang setiap ruangan. Kami juga menyediakan ruang internet online dan try out yang dilakukan secara berkala. “ Jelasnya. Owner Prisma, Husyam menambahkan, mutu pendidikan yang diberikan Prisma sama dengan mutu pendidikan berskala nasional. Artinya, ada materi – materi pendidikan lain yang diberikan di Prisma yang tidak didapat dalam bangku sekolah. “Makanya kita memiliki moto mandiri dalam prestasi. Kami menginginkan siswa di Prisma tidak hanya mampu menguasai materi pendidikan secara cepat, namun mampu juga mengapliskasikan pendidikan itu, sehingga materi yang didapat benar – benar melekat dan dipahami oleh siswa. “ Tandasnya. (Adv)

21


Sampo

erna A

Sekolah Internasional cadem

y

Harapan Keluarga Kurang Mampu TIDAK cuma menggulirkan sekolah gratis mulai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), komitmen Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin pada dunia pendidikan juga penuh inovasi. Buktinya, sejak terpilih menjadi orang nomor satu di Sumsel, Alex juga menelorkan program santri jadi dokter secara gratis yang bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah, Jakarta. Lewat program tersebut, secara perlahan akan menghapus image, siapa bilang sekolah di pondok pesantren (ponpes) tidak bisa menjadi dokter atau dokter pun bisa pula berasal dari kalangan pesantren. Tidak kalah dengan program itu, lagi-lagi Gubernur Sumsel memanjakan generasi muda Bumi Sriwijaya yang berprestasi dengan memberikan kesempatan untuk belajar secara gratis di sebuah SMA berstandar internasional. Sekolah tersebut dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel di lahan seluas 3 hektare (ha) di kawasan Jakabaring lengkap dengan asrama untuk pelajar. ‘’Semua fasilitas kami berikan secara gratis,’’ ujar Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Sekolah yang memakai sistem kurikulum Cambrige tersebut dimulai pada tahun ajaran 2009 dengan jumlah siswa 150 orang, pada 2010 sebanyak 300 pelajar serta 450 siswa untuk tahun ajaran 2011, tiap kelas diisi masing-masing 25 pelajar. Untuk mengenyam di bangku sekolah itu, harus melewati seleksi yang ketat tidak saja punya otak encer tetapi juga punya jiwa kepemimpinan. Soalnya mereka lah yang diharapkan memegang tongkat komando Sumsel paling tidak 10 tahun kedepan. ‘’Kami pastikan untuk masuk sekolah itu lewat seleksi yang transparan dan tidak ada yang bisa mengintervensi termasuk gubernur sekalipun,’’ tegas Alex. Lembaga pendidikan menengah yang bekerja sama dengan Sampoerna Foundation itu juga menjadi ajang mewujudkan mimpi para remaja kalangan keluarga miskin. Menurut Gubernur, selain pintar, berjiwa kepemimpinan, siswa yang dipilih juga dari kalangan keluarga miskin. ‘’Kalau ada dua siswa berprestasi satu dari keluarga mampu sedangkan satunya lagi dari keluarga miskin, maka saya akan terima siswa dari keluarga miskin agar mereka tidak minder dan bisa maju dan bersaing karena prestasi,’’ ungkap mantan Bupati Musi Banyuasin tersebut. Langkah itu dilakukan karena pemprov dan Sampoerna Foundation harus turun tangan mengeluarkan mereka dari rantai kemiskinan. Falsafahnya yakni keadilan bagi kita semua, artinya anak dari keluarga miskin juga berhak menikmati pendidikan di sekolah internasional. Pihak Dinas Pendidikan Sumsel akan menurunkan tim melakukan survei sampai ke rumah calon siswa. Alex yakin alumnus lembaga yang dinamakan SMA Sampoerna Foundation itu gampang diterima di semua lapangan pekerjaan karena prestasinya tidak diragukan. ‘’Ini pilot project, nantinya akan kita kembangkan sekolah serupa di setiap kabupaten di Sumsel,’’ tegas Alex Noerdin Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Scort Marciel saat berkunjung ke Sumsel beberapa waktu silam mengaku, sangat terkesan dengan perkembangan pembangunan di Sumsel termasuk dunia pendidikan. Dia menilai perkembangan pendidikan

dan pembangunan infrastruktur akan berpotensi mengundang investasi. ‘’Di sinilah (Sumsel) orang seharusnya berinvestasi,’’ kata Marciel, saat berkunjung ke SMA Internasional di Jakabaring, beberapa waktu lalu. Peningkatan kualitas Untuk menunjang itu semua, Pemprov Sumsel mengalokasikan 20% anggaran APBD untuk pendidikan. Tahun ini kocek APBD untuk pendidikan sebesar Rp730 miliar. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumsel Ade Karyana, anggaran itu digunakan untuk peningkatan mutu dan infrastruktur pendidikan. ‘’Untuk menginginkan pendidikan lebih baik memang harus ada political will dari pimpinan sehingga implementasi di lapangan akan lebih gampang,’’ kata Ade. Khusus di Sumsel, tambahnya, pemprov punya komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan meringankan beban rakyat dari persoalan dasar yakni soal biaya pendidikan dan kesehatan. Untuk pendidikan, pemerintah Sumsel tidak selesai pada persoalan pembangunan infrastrukturnya saja, melainkan terus memetakan persoalan apa saja yang terjadi pada dunia pendidikan di Sumsel. ‘’Tidak sebatas memberikan pendidikan gratis lalu selesai, tetapi kami juga fokus pada pembangunan kualitas pendidikan lewat beberapa program peningkatan tenaga pendidik,’’ papar Kadisdiknas. Diknas Sumsel, ungkap Ade, tiap tahun mememberikan pelatihan teknik dan komunikasi untuk guru mulai tingkat SD hingga SMA. Tahun ini ada 450 guru dan TOT sebanyak 35 orang ikut dalam pelatihan yang berbasis multimedia dan web. Pemprov Sumsel juga memberikan beasiswa untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berprestasi untuk kuliah S1. Disebutkan, ada 34 mahasiswa yang dapat beasiswa itu pada 2010 kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan pada tahun lalu pemprov mengirim 33 siswa tamatan SMK untuk kuliah di UNJ dan Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. ‘’Nantinya mereka ini lah akan menjadi tenaga pelajar di SMK-SMK di Sumsel,’’ urai Ade. ***


LAPSUS

509 Permohonan, Cuma 51 Dikabulkan MK

P

enyelenggaraan Pilkada selama 2008-2013, tidak terkecuali juga di Palembang diwarnai berbagai macam ketidakpuasan. Ekpresi ketidakpuasan itu disalurkan melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Setidaknya dalam lima tahun tera¬khir ada 509 gugatan terkait hasil pilkada. Dari jumlah itu sebanyak 477 gugatan sudah diputuskan. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiansyah mengakui, setiap tahun banyak kandidat kepala daerah yang melakukan gugatan hasil pilkada ke MK.

Menurutnya, pelaksanaan pilkada telah banyak menimbulkan berbagai ekses negatif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di antaranya konflik horizontal di dalam masyarakat maupun tindakan penyalahgunaan kekuasaan oleh kepala daerah. ”Bagi kami, ini merupakan bagian dari perjalanan proses demokrasi yang harus selalu dievaluasi,” katanya. Tidak jarang kekisruhan politik dalam pilkada terjadi akibat adanya keberpihakan atau penyaahgunaan wewenang dari penyelenggara. Hal ini membuat KPU Pusat harus lebih selektif dan ketat merekrut petugas di daerah. Selain itu, praktik kotor dari para kandidat seperti politik uang, jual beli suara, mengikutsertakan PNS menodai pros-

Kibar, Edisi Perdana

es

penyelenggaraan pilkada. “Bagi yang tak siap kalah dan kecewa tentu melakukan gugatan ke MK,” jelasnya. Dikatakan, KPU menyadari terhadap hasil keputusan dibuatnya yang kadang tak populer dan berpotensi besar digugat ke MK. “Ongkos politik yang dikeluarkan sangat besar. Kami memakluminya,” ujarnya. Petugas di daerah harus bermain sesuai aturan. Independensi pun harus di kedepankan. Kompetisi yang fair harus dijunjung tinggi. MK tidak punya kewenangan melarang siapa saja yang akan melakukan gugatan. Lebih dari 80 persen pilkada di seluruh Indonesia diperkarakan di MK. Dari angka sebesar itu, hanya 11 persen penggugat yang bisa membuktikan adanya kesaahan. 23


LAPSUS Tak Harus Dibatalkan Kalau kesalahannya tidak sis¬tematis, terstruktur, dan masif MK tidak membatalkannya. Misalnya, terjadi selisih 10 ribu suara. Kemudian orang yang menggugat itu hanya bisa membuktikan 2.000 suara yang dicurangi. Maka tidak bisa untuk membatalkan hasil Pilkada dari sudut hukum tata negara. Namun, jika terbukti terjadi pelanggaran maka harus tetap dihukum. Tapi hasilnya tetap disahkan MK. Soal pelanggarannya itu diserahkan ke pidana di pengadilan umum. Sebab, MK tidak mengadili pidananya. MK memang tidak bisa menolak gugatan, tapi MK menyarankan sebaiknya agar sportif agar tidak menambah gugatan. “Kalau tidak ada pelanggaran yang signifikan, terstruktur, sistematis, dan masif sebaiknya tidak usah menggugat. Tapi kalau memaksa, MK selalu siap”. (Taufik Usman)

Copot Kepala Dinas Wali Kota Palembang terpilih, sulit bisa mem bawa kemajuan pembangunan kota Palembang, jika masih menempatkan kepala UPTD atau SKPD yang tidak kredibel dalam bekerja. Apalagi, jika penempatan kepala SKPD karena alasan balas budi dan koncoisme. Sikap pessimistic untuk bisa membawa kemajuan pembangunan kota Palembang jika masih menempatkan muka-muka lama itu, diungkapkan oleh pengamat sosial dari IAIN Raden Fatah Palembang, Wijaya. Wijaya mengatakan, sebagai instansi tekhnis yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, peran kepala Unit pelaksana teknis dinas (UPTD) maupun Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) harus berada di garda terdepan untuk memacu pembangunan yang ada. Wijaya berani memastikan, dari 52 SKPD di lingkungan Pemkot

24

Palembang, hanya 20 persen yang layak dipertahankan oleh wako terpilih, sementara sisanya sebaiknya diganti oleh orang lain, yang lebih mampu. “Jika kepala dinasnya lempem atau tidak kredibel, sulit bagi wako terpilih untuk bisa menggenjot kemajuan pembangunan kota Palembang. Apalagi, kalau penempatan kepala dinas didasarkan dari politik transaksional dan politik etis, maka kemajuan pembangunan kota akan jalan di tempat. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi wako terpilih,” jelas Wijaya. Politik transaksional dan politik etis yang dimaksud Wijaya, adalah politik balas budi saat proses pencalonan wako tempo hari. Misalnya, karena kepala dinas tersebut membantu dalam bentuk finansial dan pemikiran untuk mensukseskan calonnya, sehingga, wako yang terpilih merasa berhutang budi

Kibar, Edisi Perdana

yang nota bene harus dibalas dengan kompensasi jabatan tertentu. Persoalan klasik Palembang, sebagai kota metropolis dan ibu kota provinsi, menyimpan sejumlah persoalan klasik, yang sampai kini masih menjadi pekerjaan rumah. Misalnya, tingkat pelayanan dan mentalitas unsur birokrat yang masih belum memuaskan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan calon investor, banjir yang masih menggenangi pemukiman warga, kemacetan yang masih terjadi di ruas jalan Kota Palembang, kemiskinan yang masih cukup tinggi dan minimnya tingkat kesejahteraan buruh. “Problem kota Palembang memang cukup kompleks. Makanya, ini menjadi pekerjaan rumah wako terpilih nanti, supaya bisa mengatasi secara baik problem tersebut.


LAPSUS

Atasi Banjir, Hidupkan Anak Sungai Persoalan banjir yang kerap menjadi ’langganan’ Kota Palembang, ternyata bisa diatasi secara mudah. Konsep yang digunakan juga relatif tidak rumit dan memerlukan cost yang besar Adalah pemerhati kebijakan publik Agung Yubi Utama, yang melontarkan konsep tersebut Menurut mantan Kepala Bappeda Kabupaten Empang Lawang itu, persoalan banjir yang terjadi selama ini di Palembang bisa diatasi ‘hanya’ dengan menghidupkan keberadaan 108 sungai serta anak-anak sungai yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Palembang. “Cukup menghidupkan keberadaan sungai dan anak sungai tersebut, yang alurnya nanti akan menuju ke Sungai Musi. Jika konsep ini diterapkan, saya optimis persoalan

banjir yang selama ini terjadi di tengah masyarakat, akan bisa clear,” jelas Agung. Selama ini konsep mengatasi banjir yang dilakukan pemerintah Kota Palembang yakni dengan cara membuat kolam-kolam retensi di setiap kecamatan. Kolam tersebut, berfungsi untuk menampung debit air, dari curah hujan. Cara yang dilakukan pihak pemkot itu .menurut Agung, tidak efefktif dan tidak menyentuh akar persoalan banjir itu sendiri. “Akibatnya banjir masih terjadi di manamana. Padahal, dana yang dikeluarkan sudah cukup besar, tandas Agung. Sekarang ini masih menurut Agung, jumlah sungai maupun anak sungai yang masih aktif hanya tinggal 30. Jumlah itu memang masih sangat minim untuk mampu menampung debit air hujan. Berkurangnya jumlah sungai dan anak sungai di Kota

Palembang, akibat ulah dari manusia sendiri. Misalanya, menutup alur sungai atau menimbun anak-anak sungai untuk kepentingan pendirian tempat usaha, bangunan warga dan berbagai pembangunan lainnya. Konsep yang ditawarkan Agung, berupa pembuatan drainase-drainase baru dari sungai maupun anak sungai yang selama ini sudah dialih fungsikan itu. “Konsep seperti itu seperti membuat jalan yang baru, yang fungsinya supaya air tidak menggenangi pemukiman warga, tetapi bisa langsung menuju ke sungai sehingga notabene debit air hujan tidak akan menggenangi daerah di Kota Palembang,” jelas Agung “Dananya kecil, anggaran Pemkot Palembang untuk atasi banjir juga ada. Cuma perlu focus in the right time in the right place dalam penganggaran,” tandas Agung. (Taufik Usman)

Kalau itu terwujud, saya optimis Palembang akan bisa jauh lebih maju dibanding sekarang ini,” tandas Wijaya. Yang menilai kepemimpinan wako Edy Santana Putra cukup berhasil dan bisa dijadikan pondasi oleh wako terpilih untuk memacu pembangunan kota Palembang. Khusus persoalan banjir dan kemacetan yang cukup krodit di Palembang, menurut Wijaya, harus mampu diatasi dengan segera. Apalagi, dua persoalan itu sudah menjadi ‘langganan’ bagi masyarakat. “Masyarakat sudah capek dengan kemacetan dan banjir yang terjadi selama ini. Harus ditangani secara sistemik dan sinergi, tidak secara instant yang terkesan hanya tampal sulam mengatasi persoalan yang ada,” ujar Wijaya yang menilai, persoalan kemiskinan dan pengangguran juga harus lebih diprioritaskan, supaya tidak meluas menjadi persoalan sosial,misalanya dengan lebih memperbanyak lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar. (Taufik Usman)

Kibar, Edisi Perdana

25


LAPSUS

Bisa Picu Gejolak

P

engamat sosial dari IAIN Raden Fatah Palembang, Wijaya mengatakan, walikota baru nanti, harus mampu menunjukkan performance yang baik dalam memimpin Kota Palembang. Kalau performance yang ditampilkan kurang bagus, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. “Kalau masyarakat tidak puas dengan kepemimpinan mereka, bukan tidak mungkin bisa menimbulkan kekecewaan, yang bisa menjurus terjadinya gejolak sosial di tengah masyarakat. Kalau ini terjadi, maka dukungan masyarakat terhadap pemimpin baru tersebut akan tergerus,” ungkap Wijaya. Dukungan Masyarakat Secara psikologis, masyarakat sangat berharap wako baru nanti, bisa membawa kemajuan pembangunan kota. Apalagi, era kepemimpinan wako Eddy Santana Putra dinilai relatif berhasil dalam menata kota Palembang. Misalnya, menyulap kawasan BKB menjadi area publik yang nyaman dan refresentatif, mengatasi kemacetan

26

Kibar, Edisi Perdana

di kawasan Pasar 16 Ilir , memacu pertumbuhan pasar modern dan mall di tengah masyarakat, mampu mendatangkan investor dari lokal dan luar serta berbagai gebrakan lainnya. “Masyarakat nantinya, akan membandingkan antara kepemimpinan wako baru dengan kepemimpinan era wako Eddy Santana Putra yang dinilai cukup berhasil membawa Kota Palembang. Kendati, harus kita akui memang masih ada kekurangan dan pekerjaan rumah yang ditinggalkan wako Eddy, seperti masalah banjir, minimnya area parkir serta kemacetan di ruas jalan,” ujar Wijaya. Kekurangan itu, harus segera dicari solusi oleh wako terpilih. Jika itu berhasil, maka dukungan masyarakat Palembang terhadap wako terpilih akan semakin menguat. “Masyarakat sekarang ini sudah tidak mempersoalkan lagi siapa yang akan memimpin Palembang. Karena, suka atau tidak suka, sudah ada pemimpin baru yang legitimed dari proses demokrasi langsung oleh masyarakat,” tutur Wijaya. (Taufik Usman)


LAPSUS

Persoalan Ekonomi Palembang Kompleks

Pengamat ekonomi dari UMP, Amidi menyatakan, persoalan ekonomi Kota Palembang kedepan akan semakin kompleks. Konsekuensinya, dibutuhkan investasi yang besar untuk mengatasi persoalan tersebut Persoalan ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran atau lapangan kerja masih menjadi persoalan di Kota Palembang. Persoalan tersebut bisa diatasi jika ada investor yang mau menanamkan modalnya ke kota Palembang. “ Jika ada investasi, maka persoalan ekonomi di tengah masyarakat akan bisa diatasi. Tentu investasi yang berorientasi terhadap kepentingan masyarakat luas serta memaksimalkan potensi daerah. Makanya, kita butuh wako yang betul-betul kuat, terutama mengatasi persoalan ekonomi di tengah masyarakat,” ujar Amidi. Konsep ekonomi yang diusung oleh wako terpilih nanti, jelas Amidi harus jelas. Misalnya, konsep

pembangunan kawasan Jakabaring, apakah akan di-setting menjadi kawasan bisnis dan perkantoran. “Secara geografis kawasan Jakabaring lebih cocok dijadikan kawasan industri atau usaha. Ini juga untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Seberang Ulu dan mengurangi tingkat kepadatan di wilayah Seberang Ilir. Saya yakin, wako terpilih tentu sudah mengakomodir aspirasi dari berbagai kalangan untuk memacu pertumbhan ekonomi kota,” tutur Amidi. Tingginya angka kemiskinan dan penganguran bisa memunculkan resistensi terjadinya kriminalitas di tengah masyarakat. Selain itu, potret kota juga akan menjadi kumuh. Selain ‘menyulap’ ekonomi di kawasan Seberang Ulu, kebijakan ekonomi yang ada sekarang perlu dilakukan evaluasi. Seperti kemunculan ratusan pasar modern yang tidak diiringi dengan penyediaan lahan parkir yang refresentatif. Kibar, Edisi Perdana

“Jangan lupa, Palembang juga banyak daerah-daerah pinggiran. Daerah pinggiran ini harus mampu dimaksimalkan oleh wako terpilih. Bisa dalam bentuk kebijakan memprioritaskan daerah-daerah pinggiran untuk dibangun pusat perbelanjaan atau pusat kuliner. Sehingga, pembangunan bisa menyebar dan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Tak Bisa Instant

Mengatasi persoalan ekonomi yang ada sekarang ini, memang tidak bisa dilakukan secara instant. Selain kebijakan dari pemerintah, dibutuhkan pula dukungan besar dari masyarakat. “Jika ekonomi kerakyata, seperti usaha rumah tangga, warung, kuliner dan usaha kecil lainnya bisa terdongrak, saya optimis persoalan ekonomi di masyarakat bisa diatasi. Sebab, pendapatan yang diperoleh dari sektor ekonomi kerakyatan itu sangat besar,” kata Wijaya. ((Taufik Usman) 27


Kandidat Cagub Sumsel

dengan menjadi Juru kampanye dan pengajar karakterdes Golkar Kota Madya Palembang pada tahun 1982, dan kemudian menjadi wakil sekretaris DPD Golkar Kota Madya Palembang pada tahun 1988. Karena loyalitas dan kemampuannya memimpin, ia diangkat menjadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Periode 2004 – 2013 Alex Noerdin pernah menjabat sebagai Bupati Musi Bayuasin dalam dua periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007 – 2012), namun ia mengundurkan diri di tengah periode kedua masa jabatannya, tepatnya pada 14 Juni 2008 untuk mengikuti pencalonan sebagai Gubernur Sumatera Selatan dalam pilkada 2008 – 2013.

Alex Noerdin adalah politisi Golkar kelahiran Palembang, 9 September 1950, anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H.M. Noerdin Pandji dan Hj. Siti Fatimah. Ayahnya, Noerdin Pandji adalah seorang pejuang kemerdekaan, tak heran jika darah pejuang mengalir dalam dirinya. Sejak kecil, keluarganya mengutamakan pendidikan, dan Alex sendiri adalah sosok pembelajar. Terbukti, selain lulus dari Univ Trisakti dan Atmajaya, Alex kerap ‘mengejar’ course hingga ke luar negeri. Hal ini diterapkannya pula pada anak-anaknya, yaitu harus menuntut ilmu setinggi mungkin.

Seperti bisa diprediksi, Alex terpilih menjadi Gubernur Sumatera Selatan, dan resmi bertugas sejak 7 November 2008. Selama hidupnya, Alex telah mengoleksi puluhan penghargaan sebagai apresiasi prestasinya baik dalam bidang pemerintahan, sosial, olahraga, maupun kepemudaan dan kemasyarakatan.

Sejak masih di bangku sekolah, Alex memang hobi berorganisasi. Hingga kini, ia masih aktif dalam berbagai macam organisasi, dari yang bersifat kemasyarakatan hingga kepemudaan, olah raga, pengusaha, maupun politik. Untuk organisasi terakhir ini, Alex adalah salah satu kader partai Golkar yang mentereng. Ia mengawali karir politiknya

28

Kibar, Edisi Perdana

PENDIDIKAN : • Sarjana (S1) Universitas Triksakti (1980) • Sarjana (S1) Universitas Atmajaya (1981) • International Training Course in Regional Development Planning, United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) Nagoya, Japan (1985) • Post Graduate Diploma: Integrated Development Management Institute for Housing Studies, Roterdam Netherlands (1987-1988) • Program of the United Housing Urbanization, Harvard University, Cambridge (1992) • International Training Course in Integrated Urban Policy United Nations Population Fund (UNFP) Kobe, Japan (1996)


OTO MANIA

Pameran Palembang Auto Show 2013 yang di gelar di Ballroom Hotel Aryaduta beberapa waktu lalu, diikuti agen tunggal pemegang merek (ATPM) dan pelaku otomotif lainnya. Mobil yang di pamerkan dari jenis konvensional seperti Toyota, Nisan, KIA, Ford, Mitsubishi, Daihatsu, Isuzu, Hyundai, Geely dan mobil sport pabrikan Italia terpajang di pergelaran otomotif pertama di Sumsel. Dalam pargelaran tersebut, mobil mewah Ferari yang menjadi daya tarik utama pengunjung Palembang Auto Show 2013. Topcars CBU Spesialist dikenal sebagai dealer mobil-mobil mewah, memajang Mobil Sport Car Ferari F430 Spider sebagai ujung tombak pusat perhatiaan dan beberapa deretan mobil mewah lainya seperti, Jeep Wrangler, mini coper dan Toyota FT 86.” Mobil kami semuanya mobil mewah yang ada di dunia, gharga yang ditawarkan dari Rp.1 miliyar hingga Rp.4,5 miliyar,” kata Branch Manager (BM) Topcars Deby Susanto. Topcars sendiri adalah salah satu importir mobil-mobil mewah yang resmi, terbukti dengan dapat masuknya mobil-mobil mewah ke Indonesia, mengingat tentang sulitnya memasukan mobil mewah ke Indonesia.” Kami telah mendapat izin untuk memasukan mobil mewah ke Indonesia, izin yang kemi dapat tentu dari pemerintah,” tegas Deby. Deby mengaku optimis, penjualan mobil mewah yang di tawarkan oleh Topcars dapat bersaing di pasaran otomotif, meskipun harga yang di tawarkan kepada konsumen sangatlah tinggi.” Kami yakin bisa bersaing, apalagi mengingat petumbuhan ekonomi sumsel yang sedang meningkat tajam,” ujarnya.

Mobil Sport Ferari F430

Rambah Sumsel Topcars tidak hanya sebagai penjualan mobil-mobil mewah, tetapi juga menawarkan perawatan dan penjualan suku cadang untuk konsumen.” Main dealer kitakan sudah mencakup semuanya yaitu Suerveillance System Service, jadi konsumen jangan takut masalah perawatan dan suku cadang,” katanya. Memang diakui Deby, mobil-mobil mewah yang di tawarkan Topcars untuk kalangan menengah keatas. BM topcars juga senang dengan adanya pameran otomotif seperti yang di adakan di Palembang, terlebih lagi Topcars CBU sebagai dealer pertama yang mampu menghadirkan mobil mewah sekelas Ferari ke kota Palembang.” Kami bisa menyediakan mobilmobil built up, sesuai dengan permintaan konsumen,” tambahnya. Gubernur sumsel H Alex Noerdin, menyempatkan diri untuk mencicipi ruang kabin dan berpose dengan mobil Sport Car Ferari F430 Spider.” Pameran ini tidak kalah dengan pameran yang ada diluar negeri,” kata Alex. Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di Sumsel memang relatif stabil, meski demikian, menurutnya bukan tidak mungkin, masyarakat bisa memperoleh mobil – mobil mewah sekaliber Ferari ataupun Jeep Wrangler. “ Kalau secara personal banyak kok masyarakat kita yang memiliki kemampuan ekonomi diatas rata – rata, jadi bukan suatu hal yang mustahil kalau masyarakat kita bisa memiliki mobil mewash seperti ini. “ beber Alex. Andre salah satu pengunjung menggaku tertarik untuk menyempatkan diri melihat Palembang Auto Show 2013 karena kehadiran dari mobil mewah sejenis ferari. Berbeda dengan rekan Andre, Rhiny yang sengaja datang hanya untuk melihat Jeep Weangler.” Kami datang sengaja untuk melihat mobil-mobil mewah yang limited edition,” kata Andre dan Rhiny. (Asep)

Kibar, Edisi Perdana

29


JEJAK

Hendra Nugraha (Didin)

Dua Kali Raih IMI Awards Bisnis transportasi batubara memang sedang lesu darah, apalagi pasca kebijakan yang diberlakukan oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang melarang transportasi batubara melintas di jalan negara. Para pelaku usaha bisnis batubara pun banyak gulung tikar. Kondisi ini sepertinya tidak terlalu berpengaruh dengan Hendra Nugraha. Meski usaha transportasi batubaranya tengah melemah, namun nama besar Didin – Sapaan akrab Hendra Nugraha - tetap berkiprah dikancah nasional. Ya, selain sebagai pelaku bisnis, Didin juga merupakan atlet otomotif Sumsel. Kiprahnya didunia otto sport membuat nama Didin, masuk dalam jajaran nama atlet berprestasi. Tahun 2011 dan 2012, ia dua kali menerima IMI Awards kategori navigator terbaik. Pengusaha transportasi batubara ini menceritakan, tahun 2010 dari 6 series rally yang digelar untuk kelas pemula, ia meraih point tertinggi. Dari inilah, tahun 2011 Didin naik kelas ke Seeded B. Tahun 2012, kembali meraih point tertinggi dalam rally yang digelar, sehingga tahun ini Didin naik kelas ke Seeded A. “Hobi saya ini yang membuat saya tetap tegar. Kalau mau dihitung banyak sekali kerugian dari bisnis transportasi batubara ini. Tapi semuanya seolah hilang ketika saya kembali berada dibelakang stir mobil rally. “ kata Ayah empat orang anak ini. Saat berada dibelakang kemudi mobil rally ini, masalah lain muncul. IMI Sumsel yang notabenenya menaungi atlet – atlet oto sport malah terkesan apatis. Akibatnya, Didin dan atlet rally lainnya terpaksa merogoh kocek sendiri. “Inilah yang sebenarnya membuat saya ingin berkeluh kesah. Sampai sekarang kami yang ikut bertanding dikancah nasional selalu membawa bendera IMI Sumsel. Sayangnya, kondisi ini hanya dipandang sebelah mata saja. Jangkankan diberi support, diajak berbicara pun tidak. Selama ini kami ikut lomba selalu menggunakan uang pribadi. “ terangnya. Meski demikan kecintaannya terhadap dunia rally tak kunjung padam, Didin kerap merogoh koceknya demi kelangsungan rally di Sumsel. “ Saya tetap memberikan semangat kepada seluruh tim, tujuannya bukan hanya kemenangan semata, tetapi demi memajukan olahraga di Sumsel khususnya. “ Terang Didin. Hingga saat ini, jumlah pembalap asal Sumsel yang kerap berlaga di kejuaraan rally nasional ada 18 orang. Sebanyak 9 orang diantaranya adalah pembalap pemula, 6 orang seeded B dan 3 orang seeded A. Selain aktif didunia ottosport, Didin juga aktif didunia politik, ia tercatat sebagai salah seorang pengurus sayap di Partai Gerindra dan pengurus Pemuda Panca Marga KNPI Sumsel. “ Saya juga aktif dalam bidang bisnis transportasi batubara. “ ucap Direktur PT Cakrawala Sejahtera Sejati. Calon Ketua KNPI Palembang Gagasan yang disampaikan Didin memang berapi – rapi. Sebagai seorang pemuda, ia kerap berusaha memajukan para pemuda. Tak heran, jika namanya digadang-gadangkan sebagai calon kuat kandidat Ketua KNPI Palembang. “ Yang jelas, saya tidak ingin melihat para pemuda itu hanya duduk termangu dan menunggu. Pemuda merupakan tongkat kemajuan bangsa. Saya ingin melalui KNPI Sumsel maupun KNPI Palembang dapat memajukan pemuda, setidaknya para pemuda menjadi media pembangunan nasional. “ tuturnya.

30

Kibar, Edisi Perdana

Dengan seabrek kegiatan, Didin masih bisa membagi waktu bersama keluarga, seluruh kegiatan yang dilakukan hanya sebatas hari kerja itupun mulai pukul 07.00 wib hingga pukul 15.00 wib. Sisanya, digunakan untuk keluarga. “ Kalaupun ada kejuaraan rally diluar daerah, saya selalu menyertakan keluarga. Pokoknya, jangan sampai hobi maupun pekerjaan yang dilakukan mengabaikan rumah tangga. “ ulasnya. Soal Hobby, laki – laki yang berusia 39 tahun ini menambahkan, selain olahraga yang mengundang adrenalin, ia juga memiliki hobi traveling. Dua hobi ini yang membuat, hidupnya terasa enjoy. “ Ada satu pengalaman yang sampai saat ini tidak dapat dilupakan, saat mengikuti kejuaraan rally tahun 1994. Ia bersama temannya sempat tergantung selama 5 menit di Jembatan Sungai Lematang. Ini kejadian yang nyaris merengut nyawa, beruntung Allah maih memberikan kesempatan untuk hidup. Hingga hari ini, saya dan teman saya itu masih tetap bisa tersenyum. “ tukasnya. (Asep)


Syapran Suprano, Alumni Lemhanas Pemuda Angkatan V Syapran Suprano mungkin satu dari ratusan bahkan ribuan pemuda Sumatera Selatan yang beruntung pada tahun ini. Bagaimana tidak, baru bergabung di kepengurusan KNPI Sumsel pimpinan Sofhuan Yusfiansyah, pria ramah ini langsung ditunjuk sebagai salah satu dari tiga pemuda beruntung yang dikirim KNPI Sumsel untuk mengikuti program Lemhanas tentang Ketahanan NilaiNilai Kebangsaan Bagi Pemuda, yang berlangsung tujuh hari, di Setukpa POLRI, di Lido Sukabumi, beberapa waktu lalu.

Nilai Kebangsaan Tergerus “Lima hari kita digodok bersama perwakilan 100 pemuda lainnya dari seluruh wilayah Indonesia. Para peserta mendapat pembekalan soal ketahanan nilai-nilai kebangsaan. Banyak nilai-nilai positif yang kita dapat dari kegiatan itu,” ujar Syapran bangga. Menurut Syapran, nilai-nilai kebangsaan saat ini sudah mulai menipis. Jika nilai-nilai tersebut semakin tergerus, dikhawatirkan rasa nasionalisme dan patriotisme terhadap negara akan hilang. “Makanya Lemhanas Kepemudaan itu digelar rutin setiap tahun, untuk membentengi warga negara, khususnya para pemuda terhadap nilai-nilai kebangsaan yang ada,” kata Syapran yang mengaku kegiatan itu bertujuan untuk menciptakan duta-duta kebangsaan di daerah yang bertugas mensosialisasikan nilai-nilai kebangsan sampai ke pelosok masyarakat. Pasca Lemhanas Kepemudaan itu, nantinya akan digelar pula kegiatan berjenjang lainnya, yaitu Training of Trainer yang berlangsung 14 hari di Lemhanas. Jika alumni Lemhanas Ketahanan Nilai-Nilai Kebangsan Kepemudaan bisa ikuti Training of Trainer itu, maka mereka berhak membawa bendera atau wakil dari Lemhanas untuk mendidik generasi muda lainnya. “Jadi kita sudah menjadi semacam trainer resmi dari Lemhanas untuk menyampaikan masalah yang berkaitan dengan nilai-nilai kebangsaan

Kibar, Edisi Perdana

kepada para pemuda lainnya,” tegas Syapran. Syapran mencontohkan, salah satu nilai-nilai kebangsaan yang sudah mulai luntur adalah persoalan kurikulum pendidikan. Para peserta didik sekarang ini ‘dipaksa’ untuk mengejar nilai akademis yang baik, meski dengan cara yang salah, misalnya menyontek atau melalui bocoran soal. “ Cara-cara seperti ini sudah salah, karena yang dikedepankan hanya mencari nilai akademis yang bagus, bukan untuk membentuk mental dan karakter anak didik supaya baik dalam mencapai tjuan yang ada,” tandasnya. (Taufik Usman)

31


Kibar, Edisi Perdana


Kibar, Edisi Perdana


Olahraga

Sriwijaya FC Tetap Milik Masyarakat Sumsel S riwijaya FC akan tetap menjadi milik masyarakat Sumsel, bukan milik pribadi atau golongan, apalagi dijadikan sebagai mesin politik demi meraih kekuasaan. Demikian diungkapkan Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex Noerdin, saat temu supporter dan fans di Hotel Swarna Dwipa Palembang. Dodi yang hadir bersama Direktur Keuangan, Augie Bunyamin dan Sekretaris, terlihat akrab dengan puluhan anggota dari kelompok suporter SFC mulai Sriwijaya Mania, Singa Mania dan Simanis. Tak ketinggalan dari kelompok Sriwijaya FC Community dan juga Kaskuser dan lainnya. “Target kita tetap menjadikan Sriwijaya FC sebagai kebanggan masyarakat Sumsel, apalagi saat ini trend Sriwijaya FC terus meningkat, ini semua berkat dukungan masyarakat Sumsel yang rela berkorban demi kemajuan persepakbolaan di Sumatera Selatan. “ Kata Dodi yang juga tercatat sebagai anggota DPR RI. Namun lanjut Dodi, kalaupun ada yang mendapatkan popularitas di SFC jelas tidak bisa terelakkan. Hal itu dianggap wajar karena sorotan masyarakat terhadap klub kebanggaan Sumsel itu begitu luas. “ Sekarang siapa yang tidak kenal dengan Hendri Zainudin, sebagai Direktur Teknik dan SDM, lalu Manajer SFC, Robert Heri yang baru saja ditunjuk musim ini, namanya langsung popoler dan dikenal masyarakat luas. Bahkan orang lebih banyak mengenal Pak Robert ini sebagai Manajer SFC, ketimbang jabatannya sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel,” Tuturnya. Dodi pun yakin dengan dukungan masyarakat dan kematangan teknik bermain dari para pemain, Sriwijata FC dapat kembali meraih masa – masa gemilang, seperti saat Sriwijaya FC meraih gelar double winner. Diakui Dodi, saat ini Sriwijaya FC tengah memfokuskan diri mencari sponsor, selain menjual marchandise, dan melepas saham ke publik (go public). Apalagi saat ini Sriwijaya FC, sudah hidup sendiri tanpa APBD.

34

Kibar, Edisi Perdana

“Pertanyaannya, apakah setelah tanpa APBD Sriwijya FC akan lumpuh ? tentu saja tidak. Kami tetap memiliki wacana untuk memajukan Sriwijaya FC meski tanpa APBD, tentunya itu tadi, harus dengan dukungan masyarakat. Karena Sriwijya FC merupakan milik kita semua, milik masyarkat Sumsel. “ Tegasnya. Dodi juga menargetkan Sriwijaya FC harus bisa go public dengan kemampuan dan nama besar Sriwijaya FC yang ada sekarang ini. Caranya, manajeman akan berusaha semaksimal mungkin, untuk terus membesarkan nama Sriwijaya FC. “ Saya ingin mengajak masyarakat Sumsel yang peduli SFC untuk membantu klub kebanggaan kita ini. Saya bersama jajaran manajemen akan berusaha keras bagaimana menghidupi dan membuat SFC terus eksis,” urai Dodi. Ketua Kelompok Supporter Singa Mania, H Hendri Zainuddin mengaku tetap akan mendukung semua keputusan manajemen, apalagi Singa Mania memiliki kelompok pendukung yang fanatis terhadap Sriwijaya FC. “ Ini demi kebaikan kita bersama, demi kebaikan Sriwijaya FC yang menjadi kebanggan masyarakat Sumsel. “ Kata Hendri. Dikatakan Hendri, suporter merupakan elemen penting dalam sepakbola. Pertandingan sepakbola tanpa suporter bisa diibaratkan sayur tanpa garam. Suporter bisa menjadi pemain ke-12 bagi tim yang bertanding. Suporter bisa memberikan kekuatan tersendiri dari sebuah tim dalam sepakbola. “ Saya fikir hampir semua klub sepakbola profesional di Indonesia mempunyai suporter. Para suporter ini menggunakan berbagai atribut dan kostum kebanggaan mereka di setiap klub yang mereka dukung sedang bertanding. Mulai dari topi, slayer, kaos, bendera, dan atribut lainnya selalu melekat pada diri mereka. Bahkan ada juga beberapa suporter yang rela untuk mengecat muka mereka sampai seluruh badan mereka demi mendukung tim kesayangannya.” Tukasnya. (Adv)


Kandidat Cagub Sumsel Herman Deru & Hj Maphilinda S.O

Herman Deru lahir pada 17 Nopember 1967 adalah Bupati OKU Timur. Di OKU Timur, ada julukan unik disandang bupatinya, Herman Deru: “Bupati 25�. Julukan tersebut bukan tanpa musabab. Ini Terkait dengan kebiasaan Herman Deru yang unik juga menurut takaran cara kerja Bupati pada umumnya yang hari-hari mudah dijumpai di kantor. Deru berbeda. Ia hanya 2 hari saja kerja di kantor, 5 hari selebihnya ia gunakan turun ke lapangan, mengunjungi desa-desa, berdialog dengan warga, menyerap berbagai aspirasi dan problem yang dihadapi warga. Itu pula sebabnya, mengapa Deru lebih suka tinggal di rumah peninggalan almarhum ayahnya, H. Hamzah, di

Belitang, ketimbang di rumah dinasnya di Martapura. Di Belitang, warga tak sungkan datang dan pergi menyampaikan rupa-rupa soal. Di luar aktivitas kedinasan dan kemasyarakatan yang bertumpuk, lengkap dengan segala suka dan dukanya yang acap menekan tenaga, pikiran dan perasaan, Herman Deru sebagai pribadi adalah suami dari seorang isteri, dan bapak dari anak-anaknya. Keharmonisan dan dukungan keluarga bagi Deru adalah prasyarat mutlak yang harus ia miliki agar tak mudah limbung mengemban amanah warga. Keluarga memberi energi semangat sebab keluarga adalah tempat berangkat dan tempat kita pulang. Pernikahannya dengan Hj. Febrita Lustia, puteri H. Husni (mantan Wali Kota Palembang dua periode), dikarunia empat orang puteri: Hj. Percha Leanpuri, Hj. Samantha Tivani, Leony Mareza Puteri, dan Ratu Teny Leriva. Anak sulungnya, Percha Leanpuri, kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah mewakili Sumatera Selatan. Dalam pandangan keluarga, Deru adalah sosok pemimpin keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Ia seorang bapak, tapi juga sekali gus juga guru, teman diskusi dan bercengkrama. Corak kepemimpinan Deru yang peduli terhadap rakyat, tidak datang tibatiba. Terlahir sebagai anak Pesirah, diamdiam Deru menyimpan sejenis perasaan kagum terhadap corak kepemimpinan

Kibar, Edisi Perdana

ayahnya sebagai Pesirah di Belitang selama hampir dua puluh tahun. Maka, jika Deru memiliki gaya kepemimimpinan seperti sekarang ini: mudah bergaul dengan rakyat, spontan, tegas tapi juga sering jenaka dan gemar humor, sumber insipirasinya adalah gaya kepemimpian pesirah tempo dulu, terutama yg melekat pada diri ayahnya. Tak banyak daerah hasil pemekaran dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat seperti OKU Timur. Di banyak tempat, keterbatasan biaya, sumberdaya manusia, pengalaman sebagai daerah baru, acap membuat perkembangan daerah pemekaran tertatih-tatih. Belum lagi sikap pemimpin yang tak selalu sejalan dengan tujuan awal pemekaran, sering membuat ide pemekaran daerah lantas menjadi tak elok didengar. Ada anggapan bahwa itu tak lebih siasat para elite untuk meraih kuasa, dan tak banyak faedah bagi msyarakatnya. Sejumlah kalangan pun berteriak lantang: moratorium pemekaran daerah! OKU Timur, dengan Herman Deru sebagai bupati pertamanya, berbeda. OKU Timur seperti gadis desa berparas ayu yang tumbuh mekar. Enak disandang, enak dipandang. Berbagai infrastruktur publik, seperti jalan, sekolah, rumah sakit, saluran irigasi, pasar berkembang pesat dengan keteraturan yang terjaga apik. Listrik dapat nyala kapan mau. Hasil tani kian produktif. Lingkungan social relative aman. Mungkin disana-sini belum sempurna betul, itu pasti. Tetapi fakta OKU Timur berkembang pesat, setidaknya dibandingkan ketika ia belum menjadi daerah pemekaran, nyaris tak terbantahkan. Atas semua capaian itu, OKU Timur beroleh berkah penghargaan nasional, misalnya penghargaan sebagai Daerah Pemakaran Terbaik; Low Cost Innovation dari Kementerian Dalam Negeri karena berhasil menata pasar tradisional dan pedagang kaki lima; dipercaya sebagai Ketua Forum Daerah Penghasil Pangan Indonesia; dan Deru tercatat memecahkan rekor MURI karena dipilih lebih dari 95% warga untuk pengabdiannya yang kedua sebagai Bupati.

35


Wisata

Alquran Kayu Akbar, Monumental dari Palembang

Kitab Suci terbuat dari kayu berukuran raksasa menjadi karya monumental dari Palembang. Selain sebagai tuntunan umat Islam, Alquran ini bisa menjadi aset wisata religius sekaligus wahana memperdalam ajaran Islam. Sebuah Alquran terbesar di dunia terbuat dari kayu tembesu saat ini telah selesai dikerjakan dan kini diletakkan di halaman Pesantren Modern Indo Global Mandiri (IGM) di Gandus Palembang. Alquran ini sebagian atau 15 juz diletakkan di bangunan berlantai lima. Sementara sebagian lagi diletakkan di kediaman Syofwatillah Mozaib, penggagas pembuatan kitab suci ini, yang ada di sebelahnya. Ukurannya tidak main-main, tebal

36

Kibar, Edisi Perdana


keseluruhanya termasuk cover mencapai 9 meter kalau disusun dalam bentuk buku. Ukuran halamannya, 177 cm x 140 cm x 2,5 cm. Setidaknya 40 meter kubik kayu tembesu dihabiskan untuk membuat Alquran ini dan hampir Rp 1 milyar dihabiskan untuk menyelesaikan proyek ini. Alquran ini masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) dan dilaunching oleh Presiden SBY secara teleconference dari Hotel Novotel pada Senin (30/1/2012). Sementara pembuatannya digagas sejak era Presiden Megawati masih berkuasa. Dari 30 juz isi Alquran, saat ini sudah diselesaikan seluruhnya. Alquran ini sempat dipamerkan di lantai II Mesjid Agung Palembang untuk dikoreksi dan dilihat bersama oleh ulama dan masyarakat luas. Sebelumnya, Alquran akbar ini bisa diperkirakan diselesaikan awal 2004. Namun ternyata proses mengalami kendala hingga baru bisa diresmikan tahun 2012 lalu. Bukan hanya warga Palembang yang terkagum dan terfana melihat kitab suci ini. Para delegasi Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC) atau konferensi parlemen negara-negara Islam yang melihat keberadaan Alquran ini sempa terkagumkagum. Mereka menyatakan baru pertama kali melihat Alquran terbuat dari kayu dan diukir dengan halus.

Rujukan

Dengan diciptakannya Alquran ini, diharapkan bisa menjadi rujukan dari setiap Alquran yang dicetak atau diterbitkan maupun Alquran impor. “Dan menjadi symbol Islam di Palembang khususnya, Sumatera Selatan bahkan Indonesia umumnya. Alquran ini kini disimpan di bangunan khusus di sebelah rumah saya. Dan nantinya direncanakan akan dibuat bangun khusus berupa museum. Hanya saja, memang dananya diperkirakan cukup besar mencapai Rp 40 milyar. Namun sementara waktu, diletakkan di sini dulu,� uajrnya di sela-sela kunjungan delegasi konfrensi parlemen negaranegara Islam yang berkunjung beberapa waktu lalu. Dengan perkembangan teknologi, Alquran tulisan memang sudah dapat dicetak ribuan lembar lembar setiap hari. Pembuat Alquran pun bukan hanya umat muslim

Kibar, Edisi Perdana

37


WISATA tapi juga mereka yang nonmuslim dengan tujuan bisnis. “Karenanya, bukan tidak mungkin terjadi pemalsuan Alquran. Apalagi dengan diberlakukannya pasar bebas, kita tidak mungkin mengecek secara teliti dan detail isi Alquran yang masuk ke Indonesia. Apalagi beberapa tahun lalu diketahui adanya kesalahan-kesalahan pada produksi Alquran produksi impor. Karenanya tentunya diperlukan rujukan guna menjaga keaslian

Alquran,” tambah Sofwatillah.

Untuk itulah, dengan pembuatan Alquran Akbar ini selain bisa masuk MURI juga menjadi rujukan bagian setiap pembuatan Alquran.

Spesifikasi Alquran ini menurut Marzuki Alie, Ketua Harian Panitia Pembuatan Alquran Raksasa, yang juga Ketua DPR RI, termasuk cover depan dan belakang yang masing-masing tebalnya 4 cm, akan mencapai ketebalan 9 meter. “Isinya, terdiri dari cover dua halaman, isi dari juz pertama sampai juz 30 sebanyak 306 lembar atau 612 halaman. Lalu, 17 lembar atau 34 halaman berupa hiasan Quran, daftar isi, daftar halaman, tadjij, sambutan-sambutan mukadimmah, pengesahan pentanshih, panitia dan daftar donatur. Sehingga nantinya total 325 lembar atau 630 halaman bolak-balik,” tambah Marzuki.

38

Kibar, Edisi Perdana

Namun kini, Alquran tersebut tidak disusun dalam bentuk buku. Melainkan dipajang terpisah di bangunan lima lantai. Sehingga bisa dilihat dan dibaca dari berbagai sisi.

Awal

Pengerjaan Alquran ini memang tergolong sulit dan rumit. Bagaimana tidak, untuk satu keping Alquran bolak-balik, diperlukan waktu satu bulan. Menyambut tahun baru hijrah, 1 Muharam 1423 H, Alquran raksasa tersebut mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Pada peringatan tahun baru Islam yang dibuka, Jumat (8/3/2002), pihak pengurus Mesjid Agung Palembang menggelar kegiatan gebyar Islam dengan berbagai kegiatan-

nya, diantaranya pameran bernuansa Islam. Salah satu yang dipamerkan ketika itu adalah mushaf Alquran raksasa yang terbuat dari kayu tembesu ukuran 177 cm x 140 cm dengan ketebalan 2,5 cm. Alquran akbar itu itu, kini pun telah usai dikerjakan. Rp 1 Milyar Biaya untuk membuat Alquran raksasa ini sedikitnya mencapai Rp 1 milyar. Saat Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan restorasi Mesjid Agung 16 Juni 2003 lalu, sebagian dipamerkan. ‘’Pengerjaan Alquran ini saya dibantu 30 karyawan yang membantu penyelesaiannya,’’ kata Syowatillah Mohzaib, yang meru-


pakan suami dari Evi Komari. Menurut alumnus Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2003 ini, pembuatan Alquran raksasa tersebut memang diperkirakan selesai 2004. Namun akhirnya baru tuntas dikerjakan dan akhirnya diresmikan oleh Presiden SBY pada tahun 2012. ”Alhamdulillah,” pujinya sembari bersyukur. Untuk mengoreksi isi Al Qur’an tersebut, telah dibentuk tim pentashih yang beranggotakan ulama cukup berpengaruh di Sumatera Selatan. Mereka adalah KH A Sazily Mustofa, KH Kgs Nawawi Dencik, KH Abdul Qudus, dan KH Muslim Anshori, dibantu dosen IAIN Raden Fatah Drs Sanusi Goloman Nasution.

gan belajar secara otodidak sejak duduk di Madarsah Tsanawiyah Negeri (MTs N) Pakjo Palembang ini, penyelesaian Alquran raksasa yang mengangkat seni kaligrafi Alquran dan seni ukir khas ornamen Palembang, menunjukkan kebesaran Allah SWT. “Seluruh umat Islam kini boleh berbangga dengan selesainya Alquran ini,” ujar Syofwatillah Mohzaib, pembuat kaligrafi kelahiran Serang 14 April 1975, yang didalam tubuhnya mengalir darah Palembang dan Banten. Dua daerah yang pada masa lalu memang menjadi pusat kejayaan dan syiar Islam di Nusantara.

Tim Khusus Untuk menjamin suksesnya pembuatan Alquran raksasa yang selama ini dikerjakan di rumah Syofwatillah di Jalan Pangeran Sidoing Lautan Lr Budiman No 1009 Kelurahan 35 Ilir Palembang, juga telah dibentuk tim dengan pembina KH Zen Syukri dan KH Dr Kgs Oesman Said DSOG, penasihat Gubernur Sumatera Selatan H Rosihan Arsyad (kini telah habis masa jabatannya), dan pelindungnya Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati. Kini, menurut Sofwatillah yang mengaku punya keterampilan kaligrafi den-

Proses Pembuatan Sederhana Untuk pengerjaan Alquran raksasa ini, Syofwatillah memang tidak bekerja sendirian. Ia dibantu beberapa orang yang ahli, termasuk juru ukir. Mengenai teknis pengerjaannya, Alquran raksasa ini sebelum diukir di atas papan, ayat-ayat Alquran terlebih dahulu ditulis di atas kertas karton. “Lalu tulisan ini dijiplak ke kertas minyak. Sebelumnya tulisan ayat Alquran di atas karton ini dikoreksi oleh tim pentashih, jika ada yang salah langsung diperbaiki,” papar Sofwatillah yang menamatkan SD Negeri Mangunrejo, Serang, Banten, sebelum melanjutkan sekolah di MTsN Pakjo Palembang, dan menamatkan pendidikan sekolah lanjutan tingkat atasnya di Pondok Pesantren Arrisalah, Ponorogo.

Lalu kertas minyak tersebut ditempel ke atas papan yang sudah disiapkan. Huruf-huruf di atas kertas minyak ini menjadi petunjuk bentuk huruf kaligrafi ayat Alquran yang harus diukir. Dalam menulis kaligrafi ayat Alquran dengan bentuk ukiran ini, Syofwatillah menggunakan jenis huruf atau khot standar dalam Alquran terbitan Saudi Arabia. Untuk tajwidnya, ia menggunakan tajwid standar Departemen Agama RI. “Untuk membingkai ayat-ayat Alquran itu, di tepi lembar Alquran raksasa itu dihiasi dengan ukiran ornamen khas Palembang,” sambung ayah dari M Zikrillah, Nurmawadah Islamiah, dan Muhamad Amri Al Aqba. (***)

Kibar, Edisi Perdana

39


Kinerja

KPU Tetapkan Romi-Harno Rapat pleno tertutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, akhirya menetapkan pasangan Romi HertonHarnojoyo sebagai Wako Palembang terpilih. “Dalam pleno tadi tidak ada satupun komisioner yang berpikiran lain, kecuali tunduk pada putusan MK dan sepakat untuk melaksanakannya. Apabila ada pihak-pihak yamg tidak menerima keputusan tersebut, silahkan menggunakan proses hukum yang ada, jelas Ketua KPU Efriyani kepada wartawan, usai sidang pleno tertutup KPU. Lebih lanjut dikatakannya, pasca keputusan MK tersebut, maka keputusan KPU soal penetapan kepala daerah Palembang tentang hasil rekapitulasi suara 13 April lalu otomatis batal. Sementara tuntutan di luar ketentuan, diakui sulit untuk dilaksanakan oleh KPU Palembang. “Soal eksekusi hanya menunggu SK terbaru dan menyampaikan ke DPRD Kota Palembang untuk diproses selanjutnya, melalui proses administrasi saja. Kami tidak membaca di amar keputusan MK tersebut segera dilakukan penetapan, sehingga kami harus menelitinya terlebih dahulu agar tidak ada masalah hukum di kemudian hari. Akan tetapi, yang pasti kami sudah melakukan penetapan tersebut,” ujar Karim komisioner Divisi Teknis Penyelenggara, Humas dan Informasi ini. Selanjutnya Karim mengatakan, kandidat nomor 3 Sarimuda-Nelly Rasdiana tidak memiliki upaya hukum lain untuk menggugurkan keputusan tersebut. “Apabila perselisihan pilkada masa pengajuan selama tiga hari kerja setelah KPU melaksanakan pleno rekapitulasi hasil suara penetapan pemenang Pilkada. Tetapi, kalau keputusan MK bersifat final karena bukan rekapitulasi” tegasnya. Hal senada dikatakan Ketua KPUD Palembang Eftiyani Sanif. Menurutnya, pihaknya telah melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang menganulir kemenangan pasangan Sarimuda-Nelly Rasdiana dan menetapkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang terpilih periode 2013– 2018. KPUD, ungkap Eftiyani, bertindak sesuai perundang- undangan dan menjaga independensi sebagai lembaga penyelenggara pemilu di Kota Palembang. KPUD Palembang juga sudah melakukan rapat pleno untuk memutuskan kapan waktu pelaksanaan putusan MK tersebut. Namun demikian, pihaknya belum bersedia mengungkapkan kepastian tanggal penetapannya. “Putusan MK itu adalah perintah UndangUndang. Apabila tidak dijalankan, kami (KPUD) dapat dikenakan sanksi pidana. Karena itu,

40

kami akan menjalankan putusan tersebut sebagai amanat UndangUndang, dan bukan atas keinginan KPUD. Jika mereka (pendukung Sarimuda-Nelly) mengancam bertindak anarkistis, itu hak mereka. Ada aturan hukum serta petugas berwenang menyelesaikan itu,” ujar Eftiyani di kantor KPUD Palembang. Sementara, kuasa hukum KPUD Kota Palembang Alamsyah Hanafiah mengatakan, hasil putusan MK atas hasil Pilkada Kota Palembang angkanya mengalami perubahan. Sebab, telah dilakukan pemeriksaan ulang atas hasil lima TPS yang bermasalah menurut versi pemohon, akhirnya MK memenanngkan pasangan Romi-Harno. “Bukan keseluruhan, berarti KPUD akan merekap lagi. Setelah itu, KPUD melakukan perekapan ulang dan mengumumkan hasilnya,” ujar Alamsyah. Dia mengatakan, jika KPUD Palembang telah menetapkan hasil rekap dari amar putusan MK, dalam tenggang waktu tiga hari penetapan bisa jadi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang lain juga mengajukan permohonan ke MK. “Pasangan lain dipersilakan mengajukan permohonan ke MK jika merasa keberatan. Mungkin juga bisa dilakukan perhitungan ulang hasil di TPS lain kalau dia juga menemukan kecurangan di TPS lain,” ucap Alamsyah. (Ygie/Editor taufik Usman)

Kibar, Edisi Perdana


Andi Siregar(Karyawan Swasta) mengaku ,seharusnya pihak KPU Kota Palembang segera merealisasikan keputusan MK, jangan membuat masyarakat menjadi bingung.

Andi Juvenal( Karyawan Swasta) mengaku., kita harus menghormati keputusan MK yang menangkan pasangan Romi-Harno. Karena keputusan tersebut sudah final.

CURHAT WARGA

Ciknang (Guru Swasta) mengatakan, seharusnya pihak KPU Kota Palembang sebagai pelaksana pemilihan harus tegas dalam menentukan siapa yang menjadi pemimpin kota Palembang.

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasangan Romi-Harno dalam Pilwako Palembang beberapa waktu lalu, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi pendukung pasangan SarimudaNelly. Putusan itu bak halilintar, karena berbalik 180 derajat dari hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU Kota Palembang yang memenangkan SarimudaNelly dalam pilwako tersebut. Untuk mencoba mengetahui, respon dari masyarakat terkait keluarnya putusan dari MK itu wartawan Majalah Kibar mencoba merangkumnya dalam tulisan berikut ini.

Aulia Lestari (Karyawati Swasta) menyatakan, dirinya bingung dengan penetapan ini. Terlepas dari itu, siapapun yang menjadi pemenangnya merupakan pilihan rakyat Palembang, oleh karena itu agar melaksanakan apa yang telah dijanjikan pada saat kampanye dahulu. Dina Meldasari (Karyawati Swasta) mengaku, biarlah KPU menjalankan tugasnya, mereka pasti bisa penetapkan siapa yang bakal memimpin kota Palembang

Yuliani (Pelajar Kelas XII) menyatakan, bingung dengan kondisi siapa yang keluar menjadi pemenangnya. Kita tunggu saja biarlah mereka bekerja semaksimal mungkin. Krido Suseno (Guru Swasta) mengaku, sebaiknya pihak KPU segera menetapkan keputusannya, agar masyarakat tidak bingung. Keputusan MK sudah final. Yang kalah harus mengakui kekalahannya, tidak berbuat anarkis. Purnama Siregar (Guru Swasta) mengatakan, kita harus menghormati keputusan MK, pihak KPU harus segera melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan oleh MK, agar warga tidak dibuat bingung. Rendi Mahardika (Mahasiswa) mengaku, sebaiknya KPU segera bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak berpihak kepada siapapun. Ketetapan MK tetap dijalankan, KPU segera melantik walikota yang baru. Murida Alfothan (Mahasiswa) menegaskan sebaiknya kita harus menghormati keputusan MK, biarlah KPU yang menetapkan wako mendatang. Editor Taufik Usman.

Kibar, Edisi Perdana

41


Nasib Buruh di Sum “Selama tinggal di Palembang dan sudah mengalami perubahan pemimpin, baru kali ada gubernur Sumsel yang peduli dengan kaum buruh dan saya bangga memiliki pemimpin yang memperhatikan nasib para kaum buruh dan rakyat, walaupun memang angka tersebut masih jauh dari angka yang layak untuk ukuran kaum buruh, namun sudah cukup baik dari tahun lalu sebesar Rp 1.350.000,” ungkap Dodi Ariyanto,32, salah satu demonstran dengan mata berkaca-kaca. Meski diselimuti mendung tetapi tak semendung harapan ribuan buruh yang tergabung dalam Front Buruh & Rakyat Sumatera Selatan Bersatu (KASBI, PRD, SRMI, LMND, HMI, AJI), aksi mereka di Kantor Gubernur Sumsel direspon positif Alex Noerdin. Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas rakyatnya, ia secara spontan menerima langsung perwakilan buruh didampingi Kepala Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Prov. Sumsel, Rizal Fatoni, dan asisten kesejahteraan rakyat, M. Najib untuk berdialog membahas tuntutan usulan buruh. Tanpa basa basi, ia menjawab dalam rapat dengar pendapat pembahasan mengenai permintaan sejumlah buruh tentang kenaikkan UMP beberapa waktu lalu. Meski memang di akhir tahun

42

lalu SK Gubernur Sumsel Nomor: 745/KPTS/ Disnakertrans/2012 tentang upah minimum provinsi (UMP) Sumsel sudah diputuskan, bersama pengusaha dan dewan pengupahan pada akhir tahun. Akhirnya dengan pertimbangan yang matang dan demi kaum buruh akhirnya, gubernur menetapkan dan mengubah UMP Sumsel menjadi Rp 1.630.000 ribu atau naik 20 % dari sebelumnya disebutkan dalam SK tersebut Rp 1.350.000. Kepada perwakilan buruh, Alex menjelaskan, dalam menentukan UMP harus berdasarkan mekanisme yang ada seperti survei disetiap kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. “Saya mengambil ditengahtengah, UMP sebesar Rp 1.630.000, dari permintaan buruh sebesar Rp 1.874.000. Upah ini mungkin paling tinggi di Sumatera, sebelumnya dalam SK sudah ditetapkan Rp 1.350.000, jika UMP ditinggikan pasti akan membuat gubernur lain protes,”tegasnya. Dia menilai kesejahteraan buruh adalah kesejahteraan rakyat, dengan meningkatnya upah buruh/ pekerja, maka dapat membantu daya beli buruh. Upah yang layak adalah upah yang dapat memenuhi kebutuhan hidup buruh. Biaya hidup yang semakin meningkat membuat buruh harus terus menerus mengencangkan

Kibar, Edisi Perdana


msel Kian Baik

Kibar, Edisi Perdana

Pendidikan

43


ikat pinggang dan bekerja lembur,sehingga buruh,yang juga manusia harus rela mengorbankan kehidupan sosialnya di lingkungan masyarakat,agar dapat memenuhi kebutuhan hidup. Pemerintah itu adalah pelayan, kata Alex sehingga harus mampu mengedepankan komunikasi sebagai jalan keluar, jujur sebuah sikap, tegas dalam perbuatan. Hal ini untuk kepentingan bersama, terutama rakyat. “Lebih baik saya dibenci perusahaan dari pada dibenci rakyat, ”tegasnya. Alex Noerdin yang bersedia menandatangani SK UMP tersebut. Keputusan tersebut disambut haru kaum buruh hingga ada yang menenteskan air mata, karena selama ini belum ada gubernur yang sangat memikirkan kepantingan rakyat. “Semoga keputusan terakhir ini dapat di terima seluruh kaum buruh yang ada di Sumsel,”ujar Alex saat menemui pendemo. Alex mengatakan dia akan segera melakukan lobi kepada para pengusaha agar bisa merealisasikan keputusan ini, besaran yang disepakati saat ini juga sudah mempertimbangkan kemampuan pengusaha.

44

Kibar, Edisi Perdana

Kepala Disnaker Sumsel, Rizal Fatoni menjelaskan bahwa kegiatan untuk menentukan UMP tidak bersumber dari survei disatu kabupaten saja tapi kami survei di seluruh kab/kota. “Hasil dari itu dirangkum dimana KHL terendah yang dibicarakan di Dewan Pengupahan dan para pengusaha,” jelasnya. Ketua Ketua KASBI Pusat, Nining Lilitos mengungkapkan bahwa aksi mereka meminta pencabutan SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor: 745/ KPTS/DISNAKERTRANS/2012, dimana dalam SK tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan UMP Sumsel sebesar Rp. 1.350.000 Dia mengatakan cukup puas dengan apa yang telah diputuskan gubernur tersebut. Menurutnya, tinggal lagi kesiapan dari para pengusaha untuk memenuhi keputusan tersebut. Peraturan ini sejatinya hanya perubahan dari ketentuan mengenai kebutuhan fisik minimal dan pada kenyataannya hasil dari KHL sangat jauh dari kebutuhan hidup sehari–hari kaum buruh.(***)


Jalan Umum, JALAN RAkyAT

Meski ribuan sopir truk sepekan terakhir ‘menggruduk’ kantor gubernur dan DPRD Sumsel, jalan umum yang biasa digunakan untuk mengangkut batubara tetap dinyatakan terlarang. Gubenur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, mengatakan kebijakan yang diambilnya itu sudah melalui berbagai pertimbangan. Sehingga diambil kesimpulan untuk mengeluarkan surat edaran larangan angkutan 46

batubara melintas di jalan umum. “Saya sadar, setiap kebijakan mempunyai resiko yang harus ditanggung, dan ini adalah konsekuensi dari sebuah kebijakan,” ujarnya. Alex Noerdin pun bersikukuh untuk mempertahankan kebijakannya yang dituangkan dalam surat edaran yang telah dikeluarkannya per Desember lalu dan berlaku efektif 1 Januari 2013. Semangat Alex untuk memKibar, Edisi Perdana

pertahankan kebijakannya ini, semakin bertambah setelah sejumlah elemen mahasiswa dan tokoh agama menggelar aksi unjukrasa tandingan di halaman Pemprov Sumsel, yang meminta Gubernur Sumsel untuk tetap melarang angkutan batubara melintas di jalan umum. Meski didemo ribuan sopir truk pengangkut batubara, mantan Bupati Musi Banyuasin ini tak bergeming. “Saya mengutamakan


Lintas Transportasi kepentingan rakyat. Bagaimanapun, jalan umum itu lebih utama untuk kepentingan rakyat,” ujarnya tegas. Pemprov Komit Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap pada komitmen yang melarang angkutan truk batubara melintas dijalan umum per 1 Januari lalu. Ini terungkap pada pertemuan antara Pemprov Sumsel yang diwakili Asisten IV Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel, Ir. H. Samuel Chotib dengan asosiasi transportir batubara di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (15/1). Adapun yang hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Provinsi Sumsel, Drs. H. Muzni Wijaya, SSos MSi, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumsel, Ir. Robert Heri, MM dan beberapa perwakilan dari asosiasi transportir angkutan truk batubara. Samuel mengatakan, berdasarkan hasil rapat atau pertemuan yang dilakukan pihaknya dengan asosiasi transportir batubara bahwa pelarangan angkutan truk batubara melintas di jalan umum tetap dijalankan. “Ya kita tetap komitmen bahwa angkutan truk batubara tetap tidak boleh melintas di jalan umum,” tegasnya. Samuel melanjutkan, mengenai permasalahan jalan khusus angkutan batubara yang saat ini mengalami kerusakan akan segera diperbaiki pihaknya. ‘’Jalan khusus PT Servo yang mengalami kerusakan akan kita percepat perbaikannya. Selain itu kita

juga sudah memfasilitasi asosiasi transportir batubara dengan MHP untuk menggunakan jalan alternatif,” ujar Samuel .

Sementara, Kepala Dishub Kominfo Provinsi Sumsel, Drs H Muzni Wijaya, SSos, MSi menambahkan, kebijakan pelarangan angkutan truk batubara melintasi jalan umum yang dikeluarkan gubernur Sumsel tersebut atas dasar pertimbangan dan hasil evaluasi dilapangan. ‘’Kebijakan ini diambil tidak secara sembarangan atau sewenangwenang melainkan beberapa pertimbangan dengan melihat kondisi jalan yang rusak, jembatan rusak dan kemacetan lalu lintas yang terjadi. Nah maka dari itu gubernur mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat demi kepentingan masyarakatn yang lebih luas,” ujarnya. Lebih lanjut diungkapkannya, hingga saat ini pihaknya tetap menjalankan aturan atau undang-undang (UU) yang dikeluarkan Gubernur Sumsel selaku Kepala Daerah. ‘’Kan angkutan truk batubara ini sudah lebih dua tahun dibiarkan melintas dijalan umum, nah untuk saat ini kita lebih mementingkan kepentingan rakyat terutama masyarakat yang terkena imbas dari

Kibar, Edisi Perdana

angkutan truk batubara yang melintas di jalan umum,” ungkap Muzni Menurut Muzni, berdasarkan Undang Undang (UU) nomor 4/2009 tentang pertambangan bahwa perusahaan pertambangan berkewajiban untuk menyelesaikan infrastrukutr sebelum opersional. ‘’Aturan ini kan sudah jelas, jadi seharusnya mereka memenuhi kewajiban mereka yaitu menyiapkan jalan khusus sebelum mereka operasional. Jadi sekarang jangan memojokkan Gubernur yang mengeluarkan kebijakan pelarangan ini ,” katanya. Sebelumnya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Diki mengatakan pihaknya mengajukan tujuh tuntutan yag merupakan aspirasi dari setiap elemen yang terlibat terkait batubara di Sumsel. Salah satu tuntutan yang mereka inginkan adalah mendesak Gubernur Sumsel untuk mengembalikan peran dan fungsi jalan raya prasarana publik yang bersita untuk umum. ‘’Kami juga mendesak Gubernur Sumsel agar menyiapkan infrastruktur transportasi batubara yang efisien, memadai, terjangkau, dan dapat dipakai oleh seluruh pelaku usaha pertambangan batubara di Sumsel,” katanya. Sedangkan, Perwakilan dari Asosiasi Transportir Batubara Sumsel (ATBS), Yasmin mengatakan pihaknya memang akan mematuhi aturan Gubernur tentang pemberlakuan jalan khusus namun dengan syarat jalur khusus memang telah disediakan terlebih dahulu. ‘’Jika jalan itu sudah ada dan kami tetap melalui jalan umum, barulah kami dapat ditindak tegas,” ujarnya. (ryan)

47


Kandidat Cagub Sumsel H eddy santana putra & Wiwiek Tatung Eddy Santana Putra adalah Walikota Palembang. Saat ini, Ibu Kota Sumatera Selatan tersebut memasuki periode kedua era kepemimpinannya. Lahir di Pangkalpinang, 20 Januari 1957, Eddy Santana kali pertama menjadi Walikota Palembang melalui mekanisme pemilihan DPRD Palembang pada tahun 2003. Kemudian ia terpilih kembali melalui mekanisme pemilihan langsung pada tahun 2008. Salah satu keberhasilan pria yang Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan ini selama memimpin Palembang adalah menertibkan kawasan kumuh di sekitar Jembatan Ampera. Ia mengubah kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang bersih. Bahkan, kini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin menghabiskan waktu menikmati Sungai Musi. Prestasi tingkat Internasional yang pernah diraihnya adalah, pada tanggal 5 Maret 2012, Kota Palembang menorehkan prestasi dengan menyabet predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Dan Penghargaan ini, diterima langsung Walikota Palembang, Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja. Keberhasilan lain alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini adalah mampu menyediakan hampir 90 persen kebutuhan warga Palembang atas kebutuhan air bersih. Eddy juga merupakan tokoh atau sosok di balik reklamasi kawasan Jakabaring Palembang pada saat Sumatera Selatan dipimpin Ramli Hasan Basri. Saat itu dia masih tercatat sebagai pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan.

BIODATA 1. Nama Lengkap : Ir.H. Eddy Santana Putra, MT 2. NIP : 110036555 3. Tempat/tgl lahir : Pangkal Pinang (Bangka), 20 Januari 1957 4. Status : Menikah 5. Jabatan : Walikota Palembang 6. Alamat rumah : Jl. Tasik No 12A Palembang 7. Alamat kantor : Jl. Merdeka No.1 Palembang 8. Agama : Islam II. RIWAYAT PENDIDIKAN 1. SD YKKP (Pusri) di Palembang,tahun 1964-1969 2. SMP YSPP (Pusri) di Palembang, tahun 19701972 3. SMA Xaverius 1 di Palembang, tahun 1973-1975 4. Sarjana Teknik Sipil Universitas Sriwijaya di Palembang, tahun 1976-1984 5. Pasca Sarjana Teknis Pengairan Jurusan Pengembangan Daerah Rawa dan Pantai di Bandung, tahun 1990-1991 6. Pasca Sarjana Teknik Sipil Universitas Sriwijaya Jurusan Manajemen Sumber Daya Air di Palembang, tahun 2001-2004.

48

Kibar, Edisi Perdana Kibar, Edisi Perdana


Transportasi

Darah Terakhir Oleh: Awenk

Di warung Mang Din beberapa anak muda masih nongkrong sambil minum-minuman keras cap kunci yang menjadi kebiasaan mereka. Entah sudah berapa botol yang mereka habiskan. Lagu-lagu lama yang dimainkan, diiringi gitar gembreng menambah panjang kehidupan malam mereka. Hampir tiap malam mereka bermain gitar sambil minumminuman keras. Setiap anak muda yang akan melewati lorong kampung, mereka peras dengan dalih menambah uang minuman yang akan dibeli. Masyarakat kampung hanya bisa menggerutu tanpa bisa berbuat banyak dengan kelakuan mereka. Toni, sang preman kampunglah yang mengumpulkan teman-temannya bermabukmabukan setiap malam. Rasanya dunia ini milik mereka kalau botol cap kunci sudah di tangan. Terkadang sesama mereka saling berkelahi karena pengaruh minuman beralkohol itu. Tetapi, karena takut dengan Toni yang bermuka seram, semua temannya berhenti berselisih tak ada yang berani membantah, seperti kerbau ditarik hidung oleh pengembala. Karena keberaniannya pula dan jago dalam hal berkelahi, Toni sangat ditakuti di kampungnya. Tak heran ia pun diangkat jadi ketua perkumpulan preman kampung. Sebuah gelar yang telah menjadi legenda di kampung mereka. ***** Ayah Toni seorang pensiunan polisi

berpangkat kopral. Di kala masih berdinas dan ditugaskan di lingkungan Pasar Klinik tak seorang pun yang tidak mengenal sang polisi jagoan. Dengan kumis melintangnya, keganasan sang polisi terhadap penjahat menjadi legenda tersendiri. Bandit-bandit pasar pun menyebutnya dengan julukan Si Raja Tega sebab tak segan-segan ia memuntahkan peluru dari pistol Colt-nya untuk menguber ulah penjahat kambuhan yang sedang beraksi. Kalau sudah ditangkap dan dibawa ke pospol, ada saja yang lebam di bagian tubuh sang penjahat. Kelima saudara Toni semuanya laki-laki, Toni sendiri anak bungsu. Tetapi, Tiada satu pun dari keluarga Toni mewarisi jejak sang ayah untuk menjadi seorang polisi. Hanya sifat pemberani dari sang ayah yang menurun ke Toni. Ia tak pernah takut walaupun musuhnya lebih dari satu. Pisau dua belas dim tak pernah tinggal di pinggangnya, ke mana pun ia melangkah. Seperti tambatan hati yang selalu disayang dan mengikuti si pemilik hati. Jika situasi mengancam, pisau dua belas dimlah yang langsung berbicara. ***** Ketika sang matahari bersinar di atas kepala, terjadi peristiwa yang mengiris dada. Seorang pemuda berlumuran darah tewas ditikam musuhnya. Duel maut antarpreman barusan berlalu. Sang pemenang tampak tersenyum bangga dengan kemenangan melihat

Kibar, Edisi Perdana

49


musuhnya terkapar bermandi darah. Toni, si pemenang telah lama mencari musuhnya tersebut. Kejadian berawal ketika acara tujuh belasan. Seperti kebiasaan turun temurun di kampung Toni selalu diadakan panggung hiburan rakyat dengan dimeriahkan hiburan orgen tunggal. Biduan yang tampil di atas pentas tak kalah dengan artis top sungguhan. Dadanan menor dan aduhai menambah semarak penggila musik dandutan. Sedang asyik bergoyang, tiba-tiba ada yang menumpahkan air ke belakang baju Toni hingga basah semua. Ternyata preman kampung sebelah yang tersendak mulutnya hingga muntahkan air tepat di belakang Toni. Terjadilah perang mulut antarkeduanya. Karena merasa tidak dihargai sebagai preman, akhirnya Toni membawa masalah tersebut ke ajang pertarungan berdarah dengan si pemuda kampung sebelah tersebut. Toni pun menghilang menjadi buronan. ***** Malam semakin pekat ketika sesosok bayangan berkelebat. Bayangan itu ternyata seorang pria dengan mengenakan sarung sekaligus menutupi wajahnya. Hanya kedua matanya saja yang nampak liar seperti harimau mencari mangsa. Lebih kurang seratus meter di belakangnya, mengekor lima orang temannya yang sama penampilannya. Tampaknya mereka sedang merencanakan sesuatu. Tugas besar untuk mereka telah terngiang-ngiang di kepala mereka sejak seminggu yang lalu. Di belakang gudang pabrik gerobok mereka mematangkan kembali strategi yang telah dibuat. Sasaran harus lenyap malam ini juga. Temannya yang paling tinggi bertugas memukul sasaran dari belakang. Kayu gelam sebesar lengan telah digenggam sedari tadi. Yang lain bertindak sebagai pengeroyok musuh. Sang pimpinan sebagai eksekutornya. Parang klima setajam mata silet menyilaukan pandangan. Berhari-hari ia mengasah parang kesayangannya. Entah sudah berapa banyak pohon pisang yang menjadi amukan sabetan parang klimanya. Sasaran nampak sedang berjalan sendirian. Bau alkohol dari tubuhnya masih menyengat menebarkan aroma ke penjuru kampung seakan-akan memberitahu dialah sang dewa mabuk sejati. Sesekali tubuhnya terjatuh tak kuat mengimbangi gaya gravitasi bumi. Bajunya sudah penuh dengan muntahan minuman yang bercampur dengan aneka kacang-kacangan. Entah sudah berapa botol yang ia habiskan bersama teman-temannya. Tepat berada di tikungan jalan samp50

Kibar, Edisi Perdana

ing pos ronda, sebuah benda keras menghantam kepalanya. Tubuhnya pun terjerembab mencium tanah becek bekas gerimis hujan. Ketika akan berdiri, puluhan pukulan melayang mendarat di wajahnya. Ia tersungkur kembali. Dengan sisa tenaga yang ia punya, mencoba bangkit melawan. Pisau dua belas dim berusaha dicabut dari pinggangnya. Tetapi terlambat. Sabetan parang klima lawan terlebih dahulu membabat habis tubuhnya, mengeluarkan isi perutnya. Usus pun terburai. Walaupun begitu, ia tetap berusaha menusukan pisau dua belas dimnya ke lawan di hadapannya. Namun terlambat, sabetan parang klima yang terakhir tepat mengenai leher menghentikan perlawanannya. Sang sasaran akhirnya tumbang. Tak terhitung lagi luka yang menganga. Sasaran tewas dengan luka mengenaskan. Bau amis darah pun menyengat. Siraman cuka parah menambah rusak wajah si korban. Gerombolan pengeroyok meninggalkan sasaran dengan tersenyum bangga. “Inilah hari pembalasan untuk pembunuh adikku�, teriakan si pemegang parang klima. Dendam berkarat tertanam yang selama dua tahun tersimpan di dalam hatinya. Lama ia menunggu kepulangan Toni, sang preman kampung dari persembunyiannya. Di kala pagi akan menyambut hari, kokok ayam jantan mulai meninggi dan orang-orang mulai akan menjalankan aktivitas, warga dikejutkan dengan sesosok mayat dengan penuh luka di tubuhnya. Gemparlah warga kampung. Seorang preman kampung tewas mengenaskan. Dialah Toni, si pembuat ulah dan keonaran yang baru pulang dua hari lalu dari persembunyiannya. Tubuh Toni ditemukan bersimbah darah oleh pedagang bubur ayam di samping pos ronda. Hampir saja warga tidak mengenali mayat Toni yang wajahnya juga hancur terkena siraman cuka parah. Tato di lengan bertuliskan namanyalah yang menjadi tanda pengenal sang preman kampung. Beberapa orang mengiris dada melihat tubuhnya. Tapi tak sedikit pula yang mengucap syukur atas kematian preman kampung itu. Karena kelakuan Toni yang selama ini meresahkan warga kampung. Sang ayah pensiunan kopral hanya tertunduk lemas melihat jenazah anaknya yang sudah terbujur kaku. Ia merasa terpukul sekali karena merasa gagal mendidik anak bungsunya. Sebulan setelah peristiwa tersebut, sang ayah pun menyusul kepergian anaknya. Ia tewas gantung diri di kamarnya. Beban moral yang menjadi penyebab ia sanggup melakukan perbuatan tersebut. Tamat. *****


Pendekar Entum By : Sns_Novi

Kibar, Edisi Perdana

51


Memadukan Organisasi dan Bisnis Online

“Sebenarnya, saya ingin mengajak seluruh pemuda di Indonesia khususnya di Sumsel untuk bisa menciptakan peluang sendiri. Karena menurut saya pemuda itu sarat akan ide yang cemerlang. “ Jelasnya.

52

Hobi tenis, menekuni organisasi sembari traveling, dan serius menggarap bisnis online sudah terpatri dalam kehidupan Fili Muttaqien. Pria yang tercatat sebagai pengusaha muda yang sukses, kerap kali memadukan berbagai pola antara hobi, naluri bisnis dan mengasah jiwa sosialnya. Alasan tertarik ke organisasi dan bisnis online. Samasama mengasah sdm, banyak presentasi. Melakukan prospek .”Khusus bisnis online, modal terjangkau, income besar, mengasah jiwa entrepreneur, dan at bagi bisnis jaringanpenunh tantangan. Sehingga ketika di organisasi, sudah punya bekal karena di organisasi butuh hal-hal yang pernah didapatkan di bisnis. Begitupun dari pengalaman organisasi, memberikan manfat bagi bisnis jaringan . Karena memiliki jringan yang luas,” kata alumni SMAN 1 Palembang tahun 1999 ini. Kalau sebelumnya terjun di Tian Shie, alumnus Istitut Teknologi Nasional (Itenas), Bandung kini aktif di Ocean Avenue. Baginya terjun di Ocean Avenue memberikan kepuasan terhadap traveling yang menjadi hobinya. Beberapa negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, dan Cina telah ikunjunginya. Hasil dari kerjanya dan September mendatang sudah dapat tiket ke Amerika. Bisnis yang dijalaninya di tiga negara, yaitu Amerika, Canada dan Indonesia, memberkan harapan yang besar baginya. “ Sebenarnya, saya ingin mengajak seluruh pemuda di Indonesia khususnya di Sumsel untuk bisa menciptakan peluang sendiri. Karena menurut saya pemuda itu sarat akan ide yang cemerlang. “ Jelasnya. Pemuda menurut pandangan Filli dituntut untuk kreatif dan dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada didaerah masing-masing. “ Pemuda yang mandiri tentu bisa memberikan jaminan dan keyakinan bagi yang lainnya. Saya yakin estafet kepemimpinan akan berjalan sempurna. Karena, masa depan bangsa kita nantinya bergantung kepada pemuda. Waktu akan berjalan, masa akan berganti. Para pemimpn akan secara alamiah merombak dirinya karena tatanan usia. Pemudalah yang akan menggantinya.” Katanya. (Nasir/Editor : Asep)

Kibar, Edisi Perdana


Transportasi

Sofhuan Yusfiansyah

Urusi PHK Karyawan, Kini Satukan Pemuda Isu-isu pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan dan pelestarian lingkungan merupakan persoalan yang digeluti Sofhuan Yusfiansyah 1998 sejak dia bergabung sebagai volunter di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Sejak kuliah Sofhuan menjadi aktivis. Diawali Koordinator Forum Informasi Reformasi Mahasiswa (1997). Di tahun yang sama, aktivitas lainya juga diembannya sebagai Korwil SBSI Sumsel, menjadi anggota Komite Independen Pemantau pemilu, lalu ikut juga di Pijar Sumsel. Setahun berikutnya Senat Diploma III Fakultas Ekonomi Unsri. Di internal kampus dia dipercaya menjadi ketua Kajian Wawasan Intelektual (KWI) HMI Komisariat D III FE Unsri. Berderet kesibukan sebagai aktivis juga masih diemban pria kelahiran Lubuklinggau 18 Maret 1978 ini, seperti Koordinator Solidaritas Mahasiswa Sumsel untuk Buruh (SMSB), Koordinator Komunitas Analisa Mahasiswa Progesif untuk Solidaritas Buruh (Kampus B). Dan di tahun ini pula dia mengawali jejak kakinya di LBH Palembang sebagai volunter. Setahun kemudian, Sofhuan yang menamatkan SD Muhamadyah 1 Palembang, SMPN 1 Palembang dan SMAN 1 Muarabeliti, serta mengantongi sarjana ekonomi Universitas Palembang dan sarjana hukum Unsri ini ditetapkan di Divisi Perburuhan Lembaga Bantuan Hukum Palembang. Sampai kemudian mejadi Kepala Divisi Perburuhan Lembaga Bantuan Hukum Palembang (20012002) Di sinilah dia banyak bersinggungan dengan berbgaai persoalan perburuhan. “Soal PHK, gaji minimal, hak-hak dikebiri, dan berbagai persoalan antara majikan dan buruh lainnya,” ujar suami dari Armila Febrianti dan ayah dari Shallina Nadya Amalia dan M Satria Khalifah

Musantara Puluhan kasus pernah ditanganinya bersama LBH Palembang berkaitan dengan buruh. Dan kasus itu bukan saja mengaitkan perusahaan kecil tetapi juga perusahan besar dan BUMN. Sebut saja pematokan lahan petani pinggir kota oleh PT Pusri, hak-hak plasma tambah udang PT Wachyuni Mandira, hak-hak buruh tenaga kerja bongkar muat. Buruh Ravitex, buruh PT Sumber Mitra Jaya SMJ( kontraktor tambang Batubara PT Bukit Asam, PT BA), hakhak karyawan Anemer (karyawan harian) PT BA. Buruh PT Tania Selatan, juga karyawan PT Interbis. Termasuk karyawan kontrak PT Musi Hutan Persada (MHP). Di pertambangan, juga pernah membela karyawan PT ConocoPhilip yang diPHK. Bahkan ikut juga membela pengemudi becak dan pedagang kali lima di Palembang. Yang dilakukan Sofhuan memang bukan pekerjaan pribadinya, tetapi dilakukan bersama tim. Dan dia memang pada beberapa kasus terutama saat menjadi kepala divisi perburuhan LBH, menjadi ketua tim advokasi. Koordinator Tim Studi Pengupahan Nasional YLBHI , Kepala Divisi Hakhak Buruh LBH Palembang, Kepala Divisi Hak-hak Buruh danMasyarakat Perkotaan LBH Palembang. Bersama teman-teman lain di LBH Palembang, termasuk Ketua LBH Palembang Nurkholis, melakukan upaya perbaikan nasib buruh yang umumya berada pada pihak yang lemah dalam manajemen. Meski banyak perjuangan yang menemukan jalan buntu dan akhirnya bahkan gagal total, tidak sedikit yang membuahkan hasil. Dan itulah yang membuat jadi puas karena jerih payah, ternyata membuahkan hasil dan bisa dinikmati oleh banyak orang. Tapi menurutnya, intinya hakhak yang tak diterima memang mesti diperjuangkan. Harus ada

Kibar, Edisi Perdana

pengorbanan. Dan hidup itu memang harus diperjuangkan. Shofuan memanng bukan buruh . Dia pun tak pernah menjadi karyawan, tetapi soal buruh dan karyawan, hak-hak dan kewajibannya baginya merupakan sesuatu yang terus harus diperjuangkan. “Memang ada hak yang bisa diperoleh tanpa menuntut. Dengan sedikit menuntut. Harus didemo dan diunjukrasa. Bahkan ada yang harus disertai aksi mogok kerja. Ini yang biasanya berisiko dan terkadang berbau anarkis dan kekerasan. Kami berusaha mendampingi kalau terjadi dampak dari perjuangan dan juga memberikan advokasi. Agar-agar hak-hak hukum para buruh yang umumnya minim tidak dipermainkan pihak menajamen,” jelas Sofhuan yang juga alumnus Fakultas Hukum Unsri ini. Karenanya, setting perjuangan, menetapkan langkah-langklah dan terus berkoordinasi memang merupakan kunci keselamatan dann tercapainya tujuan. Dengan modal pengalaman dan bekal yang dimilikinya itulah, kini Bung Iwan akan melangkah bersama pemuda Sumsel. Menakhodai KNPI Sumsel. Selamat berjuang bung! (nasir)

53


APHI :40 Persen Hasil Hutan Setor Ke Daerah

PALEMBANG-Sektorkehutanan memiliki peranan penting dalam menunjang perkonomian. Pada saat krisi ekonomi di era reformasi akhir tahun 1990-an sektor kehutanan memberikan income yang cukup besar untuk perbaikan ekonomi nasional. Sharing hasil hutan diberikan dalam bentuk PBB, PPN, PPH dan PSBH, yang dikelola oleh Kementrian Kehutanan, hasilnya dikembalikan ke daerah masing – masing dengan rincian 60 persen pemerintah pusat dan 40 persen pemerintah daerah. Namun,  kini faktanya,  daya saing produk kehutanan Indonesia terus menurun, kalah jauh dari produk Cina, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.  Ironisnya, ekspor kayu gergajian dan produk sekunder kayu saat ini telah dikalahkan oleh Thailand, Malaysia dan Vietnam, yang notabene mempunyai luas hutan jauh lebih kecil. Kondisi ini yang menjadi perhatian Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). “ Kalau kita bicara illegal logging, saya mau tanya dimana hutan di Sumatera Selatan ini yang masih ada kayunya. Semua hutan yang ada hampir gundul semua, penyebabnya apa pembalakan liar, pembukaan hutan dengan cara membakar yang dilakukan secara tradisional oleh masyarakat kita. “ Kata Komisaris Daerah (Komda) APHI Sumsel, Iwan Setiawan . Menurutnya, yang perlu diwaspadai saat ini adalah illegal line. Para pelaku perambahan hutan terus masuk menguasai hutan produksi dengan berbagai aktivitas illegalnya. “ Ini bedanya dengan illegal logging, mereka terus merambah masuk dan menguasai lahan itu. Padahal, mereka tidak memiliki izin sama sekali. “ Terang Iwan. Akibatnya, selain menjadi gundul kawasan hutan rawan

54

longsor, lebih parah lagi sejak beberapa tahun terakhir Indonesia dan Sumsel khususnya dituding sebagai sumber asap yang memberikan polusi ketempat lain. “ Ini juga yang menjadi keprihatinan kami, mereka mengeksploitasi kawasan hutan dengan tidak melakukan peremajaan hutan. APHI Sumsel sendiri sebenarnya telah berulang kali memperingatkan masalah ini, sebab ekspoloitasi hutan secara berlebih tanpa dilakukan penanaman kembali akan memberikan dampak yang sangat buruk, terutama bagi masyarakat yang tinggal disekitar kawasan itu. “ Jelasnya. APHI bersama dengan 23 pengusaha hutan produksi lainnya di Sumsel, mengelola hutan negara baik itu yang berbentuk hutan produksi, hutan lindung maupun hutan konversi dalam kondisi kritis, luas hutan produksi yang dikelola sekitar 1 juta hektar lebih. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK HTI) di Sumsel yang dikeluarkan oleh Mentri Kehutanan (Menhut), merupakan lahan rawa, sedangkan hutannya dalam kondisi kosong. Para pengusaha hutan sendiri harus mengeluarkan investasi sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per hektar. “ Kami sendiri yang melakukan peremajaan dengan menanam kembali kawasan hutan yang masuk dalam IUPHHK-HTI, dan ini pekerjaan yang tidak mudah. Perlu waktu yang cukup panjang bagi anggota APHI untuk dapat memproduksi hutan yang mereka tanam. Paling tidak diatas 6 tahun lebih, mereka baru mendapatkan break event point (BEP). Belum lagi ancaman yang dihadapi, seperti kebakaran hutan dan pembalakan liar. “ Terangnya. (Asep)

Kibar, Edisi Perdana


Kandidat Cagub Sumsel Drs. H. Iskandar Hasan & Hafiz Tohir Irjen Pol Drs. H. Iskandar Hasan (lahir di Lubuk Linggau, 1 Mei 1955; umur 58 tahun) adalah tokoh polisi Indonesia. Sebelumnya Iskandar Hasan menjabat Kapolda Sumatera Selatan, sesuai TR Kapolri per 24 November 2012[1] menggantikan Dikdik Mulyana Arief yang maju di Pilgub Jabar. Pilgub Sumsel 2013 Iskandar Hasan ikut meramaikan Pemilihan umum Gubernur Sumatera Selatan 2013, 6 Juni 2013 mendatang. Dirinya maju bersama Hafisz Tohir yang merupakan adik dari Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. Iskandar HasanHafisz Tohir diusung olehPartai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Bintang Reformasi.[2]. Terkait pencalonannya, ia telah mengajukan pengunduran diri pada Kapolri Timur Pradopo.[3][4]

Kibar, Edisi Perdana

55


Ratusan Siswa Tidak Lulus UN Sebanyak 128 siswa di Sumsel dinyatakan tidak lulus pada Ujian Nasional 2013. Kabupaten OKI paling banyak terdapat siswa yang tidak lulus, yakni 41 siswa. Kemudian, Kabupaten Ogan Ilir terbanyak kedua, dimana 19 siswanya tidak lulus UN. Serta OKU Timur dan Kota Pagaralam sebanyak 13 siswa dinyatakan tidak lulus. Untuk Kabupaten OKI, terdapat empat siswa SMA jurusan IPA, 27 siswa jurusan IPS dan 10 siswa MA jurusan IPS yang dinyatakan tidak lulus UN. Kemudian, untuk Ogan Ilir terdapat empat siswa SMA jurusan IPA, 10 siswa jurusan IPS, satu siswa MA jurusan IPS dan empat jurusan Agama. Sedangkan untuk OKU Timur, terdiri dari dua siswa SMA jurusan IPA, 10 siswa jurusan IPS dan satu siswa MA jurusan IPS. Dan untuk Kota Pagaralam terdapat lima siswa SMA jurusan IPS, tujuh siswa MA jurusan IPA dan satu siswa MA jurusan IPS dinyatakan tidak lulus. Selain keempat daerah tersebut, terdapat pula 11 siswa dari Kabupaten Musi Banyuasin, 10 siswa dari Banyuasin, sembilan siswa dari OKU, enam siswa Palembang dan enam siswa dari Lubuklinggau, dinyatakan tidak lulus. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Widodo MPd, hasil ini berdasarkan hasil scanning yang dilakukan pihak Kementerian Pendidikan

56

dan Kebudayaan, khususnya Puspendik diserahkan Ketua Penyelenggara UN Sumsel pada pukul 03.30 WIB, Kamis (23/5). Bahwa sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (POS), pengambilan hasil paling lambat pada 24 Mei 2013. “Hasil untuk Sumsel sangat menggembirakan, walaupun di daerah lain 11 provinsi banyak masalah. Untuk diketahui, jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK/MA pada 2012/2013 ini, SMA berjumlah 57.609 siswa, MA berjumlah 8.717 siswa dan SMK 22.893 siswa,” terang Widodo kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (23/05). Secara global tingkat kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Sumsel meningkat dari tahun sebelumnya. Dimana, pada tahun pelajaran 2011/2013 tingkat kelulusan mencapai 99,72 persen, sedangkan tahun pelajaran 2012/2013 mencapai 99,85 persen. Dan ini merupakan suatu kebanggaan bagi Sumsel yang mampu meningkatkan tingkat kelulusan. Selain terdapat siswa yang tidak lulus, namun terdapat pula siswa-siswa yang memiliki prestasi luar biasa. Adapun nama siswa lulus dengan jumlah nilai tertinggi yakni M Dela Ulfiarakhma (siswa jurusan IPA SMA Negeri Plus 17 Palembang) total nilai 57.00; Rany Safitri Indah Sari (siswa jurusan IPS SMA

Kibar, Edisi Perdana

Negeri Plus 17 Palembang) total nilai 54.10; Noval Satria Bintang (siswa jurusan MA IPA di MAN 2 Palembang) total nilai 52.00; A Redho Nugraha (siswa jurusan MA IPS di MAN 2 Palembang) 49.70; Revlita Wahyuni (siswa jurusan Agama di MA Darussalam Bumi Agung, Lempuing) total nilai 51.10; dan Ahmad Malik Abdul Azis (siswa SMK Negeri 2 Palembang) total nilai 37.70. Dalam kesempatan tersebut, Widodo mengimbau kepada pihak sekolah untuk menjaga keamanan dan melarang siswanya merayakan kelulusan di jalan, karena masih ada temannya yang tidak lulus. “Terima kasih atas bantuan semua pihak yang tetap menjaga agar suasana tetap kondusif, sehingga pelaksanaan UN berjalan aman, tentram dan damai,” pungkasnya. Lebih lanjut dikatakan Widodo, secara keseluruhan tingkat kelulusan meningkat dibandingkan tahun lalu, ini artinya UN dengan 20 paket tidak menjadi kendala bagi siswa. “Dibandingkan tahun lalu, UN yang menggunakan 20 paket tidak menjadi kendala bagi siswa, ini bisa terlihat di Sumatera Selatan kelulusan tahun ini meningkat yaitu 99, 85 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai 99,72 persen” terang Widodo didampingi Ketua penyelenggara UN Prof. Zulfikfli Dahlan. (aan)


Prestasi Harus Diperjuangkan Menjadi juara bukanlah perkara mudah. Perlu kerja keras dan persiapan matang. Seperti prestasi yang sudah diraih oleh Della Ulfiarakhma sebagai peraih nilai UN tertinggi di Sumsel. Dia adalah contoh dari sekian pemuda yang punya tekad yang gigih dalam melakukan hal yang diinginkan. Dengan menjadi pelajar berprestasi dalam Ujian Nasional (UN) SMA IPA dengan mendapatkan nilai tertinggi 57.00 Dela tetap merasa rendah hati. Dirinya merasa bangga, bahagia dan tak lupa bersyukur dengan hasil yang telah didapatkannya. Menurut sebagian pelajar beranggapan kalau pelajaran IPA adalah momok yang menakutkan, karena soal IPA tahun ini lebih sulit daripada tahun sebelumnya. “Tapi semua bisa di kerjakan apabila ada persiapan sebelum melakukan isian jawaban, dan melakukan latihan-latihan soal dahulu,� ujar siswi SMA Plus 17 Negeri Palembang ini ketika dibincangi majalah Kibar Pemuda beberapa waktu lalu. Kegiatan rutin sebagai pelajar sama seperti pelajar lainnya Dela lakukan, mulai aktif di sekolah dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 12.00 siang, setelah pulang sekolah dela aktif mengikuti kursus di luar, dan belajar sendiri di rumah hingga pukul 20.00 saja, di ungkapkan dara kelahiran Palembang 19 Oktober 1995 ini. Dela yang telah mendapatkan beasiswa dari Universitas di Malaysia dan FMIPA Universitas Indonesia ini masih tetap ingin mengikuti tes SNMPTN untuk ma suk Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia. Saya memang ingin menjadi dokter penyakit dalam, sudah lama saya memang mempunyai cita-cita itu, belajar dalam dunia IPA dan masalah kedokteran sudah saya pelajari sejak awal. Oleh karena itu ia telah mendaftrakan

dirinya di Universitas Indonesia melalui jalur SNMPTN dan di jadwalkan akan diumumkan pada 28 mei. Melakukan persiapan yang matang dalam mengahadapi hal yang besar itu sangat perlu dilakukan kalau ingin mendapatkan hasil yang optimal. Setelah semua persiapan itu ada tinggal bagaimana cara kita memperjuangkan hasilnya, terakhir berdoa saja agar semua bisa berjalan sesuai apa yang kita inginkan, ujar anak pertama dari tiga bersaudara ini. Kiat saya agar menjadi orang sukses adalah lakukan persiapan matang (memanajemen waktu), berusaha tidak putus asa (berjuang), dan berdoa agar tercapai hasil yang optimal. Orang tua dan guru adalah kunci sukses dalam membantu saya mencapai cita-cita, semangat yang diberikan orang tua sangat memotivasi saya dan pengetahuan yang diberikan guru sangat berarti untuk saya, ujar siswi terbaik ini. (aan)

Kibar, Edisi Perdana

57


ES Lidah Buaya BAHAN: • 200 gr pepaya matang dan tidak lembek, potong bulat • 1 sdt air kapur sirih • 500 ml air dingin • 3 cm kayu manis • 2 butir cengkeh • 100 gr gula pasir • 500 ml air • 2 sdt air jeruk lemon • 150 gr lidah buaya BAHAN pelengkap: • 150 gr es batu • 2 sdm susu kental manis CARA MEMBUAT: 1. Rendam pepaya dengan air dingin dan air kapur sirih 15 menit. Tiriskan. 2. Rebus air, gula pasir, kayu manis, dan cengkeh sampai mendidih dan gula larut. Masukkan pepaya. Aduk rata. Masak sampai mendidih. Angkat. Tambahkan air jeruk dan lidah buaya. Biarkan dingin. 3. Sajikan dengan pelengkap.

Es Puter Kelapa Muda BAHAN: • 600 ml santan dari 1 butir kelapa • 2 lembar daun pandan • 200 gr gula pasir • 1/2 sdt garam • 1/8 sdt vanili bubuk • 150 gr kelapa muda, dikeruk panjang • 2.000 gr es batu • 1.000 gr garam kasar • 100 gr tape ketan hitam untuk penyajian CARA MEMBUAT: 1. Rebus santan, daun pandan, gula pasir, garam, dan vanili bubuk sambil diaduk sampai mendidih. 2. Tambahkan kelapa muda. Aduk rata. 3. Tuang ke alat es puter yang sudah diisi es batu dan garam kasar di sampingnya. 4. Putar 15 menit sampai beku. 5. Sajikan es puter kelapa dengan tape ketan hitam. 58

Kibar, Edisi Perdana


Profil

Andreas, Doktor Muda

Sempat Jadi Sopir Taksi Sempat menggeluti profesi sebagai sopir taksi gelap, kini Andreas meraih gelar doktor, gelar akademis tertinggi. Predikatnya pun cum laude dan pendidikan strata 3 itu diselesaikan dalam waktu 1,5 tahun. Menamatkan SMAN 13 palembang, Andreas memilih Unsri dalam SNMPTN tahun 1997. Fakultas yang diincarnya Fisip. Namun saat pengumuman ternyata namanya tak termasuk yang lolos. Ahkirnya dia pun memilih Fakultas Ekonomi, Universitas Muhamadyah sebagai tempat menempah masa mudanya. Tahun berikutnya, dia kembali mengikuti seleksi penerimaan di Unsri. Kali ini, bangku di ruang Fisip pun bisa di dapatnya. Sehingga dalam waktu 4 tahun kemudian ia pun berhasil meraih gelar sarjana ilmu politik. Punya ijazah sarjana ternyata serta merta memuluskan langkahnya

mendapat pekerjaan. Ketua Jurusa Fisip Unsri ini pun gagal meraih harapan meskipun sempat mengikuti tes CPNS beberapa kali. ‘Dari pengalaman itu saya meihat terkadang hidup ini tidak fair. Ada yang tidak memberikan apa yang kita harapkan. Rasanya, saya kok bisa diterima, ternyata meleset. Bayangan kolusi dan sejenisnya masih terlihat jelas,” ujarnya mengaku kecewa. Dalam masa yang tak jelas itulah, Andreas mengisi waktunya dengan mengelola mobil pick up milik keluarganya. Jadilah, dia pun menjadi sopir. “Sesuai permintaan, selagi bisa dipenuhi ya dijalankan. Dalam kota bahkan luar kota pun bisa,” paparnya menceritakan masanya ketika menjadi sopir. Banyak pengalaman menggelikan dan juga terkadang lucu ditemuinya. Tanpa beban, profesi itu dilakoninya. Meskipun, mungkin bagi mereka yang tahu mungkin terbersit penilaian yang tak bagus. Sekolah tinggi-tinggi, kok cuma jadi sopir. “Tapi bagi saya, dari profesi itu saya bisa melihat seperti apa kehidupan ini,” ujarnya. Sampai suatu ketika, ia membaca informasi penerimaan tenaga dosen di Universitas Sriwijaya, almamaternya. Merasa tertarik, dia pun mencoba mendaftar. Singkat cerita, dia pun diterima. Dan jadilah, profesinya pun berubah menjadi dosen. Guru, yang mentransfer ilmu serta memberi terang kehidupan. Pendidikan strata dua diikutinya sesuai dengan prasyarat. Selesai, dia pun melanjutkan ke strata tiga “Alhamdulillah, saya

Kibar, Edisi Perdana

menyelesaikan pendidikan sesuai target,” katanya. Pendidikan Magister Administrasi Publik Universitas Diponegoro diselesaikannya dalam waktu 1,9 tahun dengan predikat cumlaude. Dengan IP 3,91. Menuntut ilmu, memang tak ada batasnya. Tahun 2007, dia pun melanjutkan ke jenjang S-3. Dengan disertasi tentang kebijakan Ketenagakerjaan di Palembang, program doktor ini pun diselesaikan dengan cepat. Hasil kajiannya, masih banyak hakhak normatif yang belum dinikmati para pekerja, seperti gaji, dan jaminan sosial. Pemerintah belum begitu memberikan apa-apa yang semestinya menjadi hak para pekerja, Dalam pandangannya, saat ini para pemuda harusnya memiki integritas yang tinggi. Itulah yang bisa menempa individu untuk bisa mengarungi kehidupan yang kompleks dan semakin meningkatkan intensitas persaingannya. Di era globalisasi, pemuda memang harus punya integritas dan motivasi. Sehingga tidak dikendalikan globalisasi. Tetapi justru mengusahakan agar dunia bisa diarahkan kepada harapan yang diinginkan. Bukan sebaliknya, larut dan tergilas dalam pusaran globalisasi. Pemahaman ideologi yang dangkal dalam kehidupan pemuda bisa membahayakan bangsa dan negara. “Ini tidak main-main dan harus menjadi atensi bagi semua pihak. Kalau tidak, generasi akan terjerumus dan masuk dalam merebaknya sistem perekonomian kapitalis, paling tidak bisa dikendalikan kalau pemuda punya ideologi yang kuat dan motivsi serta integritas. “Kalau tidak, tunggu saja bangsa kita akan menjadi bangsa yang tidak seperti selama ini kita harapkan,” katanya.

59


KNPI Sambangi Ponpes Tanfizil Qur’an

Dewan Perwakilan Dearah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel yang diketuai Sofhuan Yusfiansyah Rabu 24 lalu menyambangi Pondok pesantren Tanfizil Qur’an di Jalan KH Azhari Lorong Banten IV Plaju. Dalam kesempatan itu KNPI mmeberikan bantuan berupa sejumlah uang dan puluhan paket sembako bagi penghuni ponpes. Menurut Sofhuan, pihaknya menggelar kegiatan seperti ini untuk membengkitkan kembali semangat para pemuda, khususnya di Sumsel agar lebih dapat menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Mungkin bantuan yang kami berikan tidak ada apa-apanya, namun kami di sini

60

bergerak memang dari hati tanpa adanya bantuan dari pihak lain dan pemerintah,” tuturnya. Sofhuan juga menuturkan, selain uang tunai, pihaknya juga memebrikan sejumlah paket sembako untuk keperluan sehari-hari ponpes tersebut. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga organisasi pemuda lainnya tergerak jjuga untuk membantu sesame manusia,: tambahnya. Para penghuni pesantren sangat terlihat bahagia dengan kedatangan para anggota KNPI itu.” Ya, kami sangat senang, semoga masih banyak lagi orang-orang yang memikirkan atau peduli kaum seperti kami ini,” harap Agus, salah satu penghuni pesantren tersebut. (*)

Kibar, Edisi Perdana


KNPI Sumsel Bidik Generasi Muda “Peduli Majelis Taklim” Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel sangat peduli terhadap pesoalan keagamaan yang ada di tengah masyarakat. Bahkan, melalui program keagamaan yang bertitel “Peduli Majelis Taklim” KNPI akan fokus membidik generasi muda untuk bergabung dalam program tersebut. Kepedulian KNPI Sumsel untuk menggarap keberadaan majelis taklim itu diungkapkan oleh Ketua KNPI Sumsel Shofuan Yusfiansyah saat menghadiri pelantikan Forum Komunikasi Muslimah se-Kelurahan Plaju Darat, di Masjid Sirojul Huda, Tegal Binangun, beberapa waktu lalu. Diakui Shofuan, selama ini keberadaan majelis taklim lebih dominan diisi oleh kaum perempuan atau ibu-ibu. Sementara segmen pemuda maupun remaja putri masih sangat minim. ‘Makanya, kita terobsesi untuk menggarap majelis taklim pemuda maupun remaja putri. Memang ini tidak mudah, tapi bagi kita tantangan itu pemicu semangat untuk merealisasikan program tersebut,” tutur pengacara muda itu. Forum Komunikasi Muslimah se-Kelurahan Plaju Darat priode 2013-2018 saat ini diketui oleh Misparyati. Forum yang dilantik oleh Lurat Plaju Darat Jhony Martin ini membawahi 12 Masjid se-Kelurahan Plaju Darat. Hadir pula dalam pelantikan itu Gubernur Sumsel diwakili staf

Kesbangpol Sumsel Iwan Kurniawan, tokoh masyarkat, tokoh agama, jajaran pengurus KNPI Sumsel dan ratusan ibu-ibu majelis taklim. “Silahkan jika ada ibu-ibu atau generasi muda yang ingin memebentuk komunitas majelis taklim atau kegiatan keagamaan lainnya, KNPI siap men-support kegaiatan tersebut,” ujar Shofuan yang diacara pelantikan itu memberikan santuanan uang kepada puluhan anak yatim. Iwan Kurniawan dari Kesbangpol Sumsel mengatakan, peran ibu-ibu sangat penting dalam membentuk kepribadian keluarga. Jika kaum perempuan bisa menciptakan ketenangan dan ketentraman dalam keluarga, hampir bisa dipastikan akan tercipta kondisi yang tenang di masyarakat. “Peran ibu sangat sentral untuk mencetak generasi penerus yang handal,” tegasnya. Sebagai organisasi yang menaungi para pemuda, Iwan berharap KNPI Sumsel harus mampu membuat program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas, tidak hanya dalam bentuk teoritis tetapi harus dengan aksi nyata. “ Jika itu bisa dijalankan KNPI, saya optimis KNPI akan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Iwan serya menambhkan, KNPI harus bisa jadi mitra strategis untuk membantu tugas-tugas pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. (Taufik Usman)

Kibar, Edisi Perdana

61


KNPI Sumsel Gelar Pelatihan Jurnalistik Untuk membangkitkan peran pemuda, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumsel kerja bareng Mandiri Post, bakal menggelar beberapa event. Salah satunya yakni, pelatihan jurnalistik kepemudaan dengan target 1.000 peserta seSumsel. Hal ini diungkap ketua DPD KNPI Sumsel, Sofhuan Yusfyansyah bersama rombongan, saat melakukan kunjungan ke Graha Pena, Markas Sumatera Ekspres, beberapa waktu lalu. “Rencana kegiatan ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kita meminta Sumatera Ekspres sebagai media partner untuk mensuport suksesnya kegiatan ini,” kata Sofhuan. Selain hal tersebut, menurut dia, pihaknya telah menyusun beberapa program konsolidasi berkenaan berbagai isu yang berhubungan dengan kepemudaan.” Saat ini sudah jalan berhubungan dengan kegiatan olahraga Kita juga memberikan layanan internet gratis dengan menyediakan dua mobil menggandeng pihak ketiga. Untuk beberapa waktu kedepan kita akan memberikan layanan hukum gratis,” ujarnya. Sementara General Maneger Sumatera Ekspres, H Subki sarnawi, menegaskan Sumatra Ekspres siap membantu guna mensukseskan event yang akan digelar KNPI Sumsel.” KNPI ingin dikenal tentunya harus melakukan gebrakan atau kegiatan yang luar biasa,” katanya. (*)

62

Kibar, Edisi Perdana



Edisi : Mei 2013