Page 1


SALAM

EDISI KE-IX

(November 2019)

REDAKSI

S

elamat bersua lagi para pembaca setia majalah KETIK di edisi ke-9! Kami segenap redaksi Majalah KETIK mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas izinnya dapat menerbitkan majalah ini yang ke-9. Meskipun majalah KETIK bukanlah satusatunya majalah yang ada di Indonesia, namun kami optimis akan mendapatkan tempat di hati para pecinta bacaan yang haus akan pengetahuan. Dalam majalah KETIK edisi ke-9, sejatinya Kompetisi Majalah Kampus (khususnya Politeknik se-Indonesia) sudah berjalan lebih dari setahun. Melihat kompetitor yang hadir tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun perubahan konsep acaranya saja yang terlihat berbeda meskipun dari tahun ke tahun selalu ditempat sama yang seharusnya dapat diselenggarakan di politeknik manapun. Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung semua kegiatan LPM KETIK. Semoga LPM KETIK akan terus menjadi Lembaga Pers Mahasiswa yang semakin baik dan lebih kreatif di setiap terbitannya. Dan kami jajaran redaksi LPM KETIK meminta maaf apabila masih ada kekurangan dalam pembuatan majalah KETIK. Saran dan kritik dari pembaca sangat ditunggu kehadirannya. Semoga, kehadiran majalah KETIK dapat menambah wawasan dan informasi bagi para pembaca. Hidup Pers Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! majalahketik.com majalahketik @viv9474f LPM KETIK mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi pada edisi ini. Majalah KETIK juga dapat diakses melalui situs di: majalahketik.com/magazine. Dilarang mengutip, menyadur, menyalahgunakan isi dan gambar tanpa seizin LPM KETIK.

Cover: Naufal Rahman A Baca e-book: majalahketik.com/ magazine

Susunan Redaksi Pimpinan Redaksi Naufal Rahman A Sekretaris Setyawati Riski Setiawan Bendahara Puan Annisa Mutia Azura Humas & Publikasi Masrikah Kusumawardani Sekar Ajeng Gitta Callista M Raka Febrianto Aprianti Vernanda Utami Jurnalis | ď‚Ł Putri Disa Kiftiani [RED.] Dhaniar Wahyu Sharfina Andika Pratama Yuni Puspita Dewi Windu Wulan M Thoifur Fairus Nima Hayati Editor | ď‚Ł Eka Kurnia Chandra Dewi [RED.] Destri Rahayu Viona Rizkia Ananda Rifdah Jihan Alifianisa Layouter Rudi Chandra [RED.] Farhan Maulana Azmi Zaeni Ersa Meidiyana Yusuf Sutan Jihad Bunga Ruth I. S. Fotografer Harits Fajari [RED.] M Jalaluddin Akbar M Haikal Mulki


Majalah KETIK | Edisi ke-IX

DAFTAR

ISI

Berita Utama

4

Kompetisi Majalah Kampus 2019, KETIK: KMK 2020 Optimis Juara 1

32

Info PoliMedia

6

Inilah Kejelasan Manajemen Soal Pembangunan Lantai 9 dan 10

8

Almamater Ungu Turut Ramaikan Senayan, Ada Apa di Balik Demonstrasi?

11

Mengenal Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa di PoliMedia

13

Membangun Negeri Bersama PoliMedia Mengabdi 2019

15

Munas ke-XII dan Pelatnas ke-IX APMPI 2019 Telah Usai Dilaksanakan di Poliban: Sampai Bertemu di Tahun Selanjutnya!

17

Degradia Jakarta Menang di KMDGI 2019, Narasi Netranya Keren!

Event

20

“Explore The Printing’s World” Lewat Acara Techni Que Xelebration Vol.5

22

PFC 2019: Advertising Berhasil Mempertahankan Gelar Juaranya

24

Badminton PoliMedia Open 2019: Burn Your Spirit! 4 Manfaat Donor Darah yang Sayang untuk Dilewatkan

26

Gaya Hidup

28

Yuk siapkan 5 hal ini menjelang musim hujan

30

Persaingan Dompet Digital Semakin Ketat! Mana yang Jadi Favorit Kamu?

Wajib Masuk Playlistmu! 5 Lagu Indonesia yang Enak didengar

Puisi

34 35

Sanjak Bangunan PoliMedia Tanpa Jasa Bersama Derita

Cerpen

36 38

Bungkam I Do Have Mental Illness, I’m Getting Insane

Resensi

41

Romantis! Ini Makna Lagu ‘Senorita’ yang Penuh Arti Cinta!

42

Perempuan Tanah Jahanam, Bikin Jerit!

Teka-Teki Silang

3


4

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Berita Utama

Kompetisi Majalah Kampus 2019

KETIK:

KMK 2020 Optimis Juara 1


Berita Utama

S

FOTO: DOKUMEN PRIBADI

etelah absen pada Kompetisi Majalah Kampus (KMK) tahun 2018, kini di tahun 2019 KETIK kembali mengangkat majalahnya untuk ikut serta berkompetisi. KMK kali ini diadakan pada tanggal 18-21 September 2019 di kampus PoliMedia yang diikuti oleh 24 peserta dari Politeknik se-Indonesia. Selain memperlombakan majalah, KMK juga menghadirkan kompetisi individu untuk anggota LPM dengan kategori penulisan berita, fotografi, dan sesain sampul majalah. KETIK mengirim tiga orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan KMK 2019, yaitu; Andika Pratama Putra dari divisi Jurnalis, Muhammad Jalaluddin Akbar - Fotografi, dan Ersa Meidiyana Yusuf - Layouter. “Saya sangat senang selama mengikuti acara KMK 2019. Selain saya mengembangkan kemampuan, saya juga mendapatkan ilmu dan pengalaman baru serta banyak teman baru yang memiliki visi yang sama dengan saya,” jelas Akbar, salah satu peserta KMK individu perwakilan KETIK. Untuk kategori lomba individu, KETIK berhasil memenangkan dua kategori, yaitu Juara I kategori Fotografi dan Juara II penulisan berita. Sedangkan untuk majalah, KETIK berada diposisi kedua setelah LPM GEMA PNJ, namun KETIK mendapatkan dua pengahargaan lainnya yaitu Grafika terbaik dalam segi pencetakan serta tata letak infografis dan

5

konten berita terbaik. “Untuk menyiapkannya tentu banyak tantangan dan proses yang harus dihadapi. Mulai dari asistensi pemilihan berita, jumlah konten yang dapat dimasukkan, pemilihan foto, pembuatan cover, hingga hasil akhir berupa cetakan majalah yang akan dikompetisikan. Kami juga menyiapkan para perwakilan delegasi yang sudah terlatih di bidangnya masing-masing,” terang Naufal Rahman Pimpinan Redaksi KETIK.” Sedangkan Dr. Erlan Saefuddin, M.Hum selaku Ketua Pelaksana KMK 2019 berharap di tahun berikutnya KMK diikuti oleh lebih banyak lagi pers kampus serta KMK jadi barometer perkembangan dan kualitas majalah kampus. Untuk ke depannya juga, Naufal selaku Pimpinan Redaksi KETIK berharap para anggota KETIK agar dapat lebih bersinergi, karena baginya hal tersebut penting untuk mempertajam alur proses persiapan dalam mengikuti ajang KMK serta intropeksi atas kekurangan agar dapat lebih baik di ajang berikut menurutnya, ada 4 hal yang dapat membangun sinergi tersebut: membangun kepercayaan, komunikasi yang efektif, feedback yang cepat, dan menumbuhkan kreatifitas. Hari ini nomor dua, esok harus nomor satu! Selamat dan sukses untuk KETIK! J: ANDIKA PRATAMA E: DESTRI R


6

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Info PoliMedia

FOTO: LPMKETIK/HAIKAL MULKI

Inilah Kejelasan Manajemen Soal Pembangunan Lantai 9 dan 10


Info PoliMedia

A

kibat penambahan mahasiswa dan program studi baru namun dengan ruang kelas yang terbatas, membuat sebagian mahasiswa mengekspresikan keluhannya melalui spanduk, poster, dan tulisan yang terdapat di sekitar area basement tentang moving class yang diberlakukan tahun ini. Sejumlah mahasiswa berharap lantai 9 dan 10 dapat segera rampung agar tidak lagi terbengkalai dan segera difungsikan untuk ruang kelas. Pihak manajemen pun menanggapi aksi tersebut dengan ikut memasang spanduk di depan Hall PoliMedia yang menginformasikan tentang akan adanya pembangunan lantai 9 dan 10. Di kutip dari berita sebelumnya mengenai pemberlakuan SPI (Sumbangan Pembangunan Institusi), ini sempat menyinggung tentang pembangunan yang kabarnya akan dirampungkan pada bulan September, tetapi hingga bulan November belum ada kejelasan tentang pembangunan lantai 9 dan 10. Pihak kebersihan Hall Polimedia ikut menanggapi pembangunan ini, “saya tidak begitu paham (mengenai) pembangunan lantai 9 dan 10. Kapan pelaksanaannya saya tidak tahu, belum ada pembangunan.” ucap salah seorang office boy kampus PoliMedia. Begitu juga dengan pihak satpam di bagian informasi karena belum mendapat surat edaran tentang barang dan bahan bangunan yang akan datang. Menurut pihak manajemen, belum adanya pembangunan hingga November dikarenakan masih menunggu anggaran dan jadwal pelaksanaan dari

7

pemerintahan pusat dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan). “Tidak bisa menjawab secara pasti. Karena itu, kita menunggu pemerintah pusat dari PU dan BPKP. Dia (PU dan BPKP) adalah pelaksana langsung jadi paling tidak PoliMedia tinggal menunggu itu saja.” jelas Munawir selaku anggota Kasubag Umum. Sebagian mahasiswa awalnya mengaku senang dengan adanya spanduk yang dipasang pada bulan September tersebut namun akhirnya merasa kecewa karena nyatanya belum terlaksananya pembangunan hingga bulan November. “Kalo memang belum ada kejelasan untuk pembangunan, sarannya, sih, jangan dipasang dahulu. Kita jadi berharap tanpa kejelasan yang pasti.” keluh Fairus Nima salah satu mahasiswa PoliMedia. Berbeda dengan Fairus, Rivaldy Andhika juga salah satu mahasiswa lainnya berkomentar dengan perasaan pasrah mengenai belum terlaksananya pembangunan lantai 9 dan 10. “Kalo menurut gua, sih, gua udah terlalu banyak dikecewain juga sama kampus. Jadi gak terlalu berharap banyak juga. Dari awal spanduknya dipasang, gua udah gak yakin banget, sih, itu bakal kelar tahun ini. Lihat aja dari sekarang udah bulan November tapi belum ada pekerja (bangunan).” tegasnya. J: YUNI PUSPITA D & M THOIFUR E: VIONA RIZKIA A


8

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Info PoliMedia

Almamater Ungu Turut

Ramaikan Senayan,

FOTO: LPMKETIK/AKBAR

Ada Apa di Balik Demonstrasi?


Info PoliMedia

D

i akhir September sampai pertengahan Oktober kemarin, gelombang aksi massa terus meningkat, begitu pula dengan mahasiswa yang ikut meramaikan jalan sekaligus sebagai motor pergerakan. Aksi ini dipicu oleh disahkannya Revisi UU KPK dan munculnya berbagai RUU yang bermasalah, sebut saja RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan masih banyak RUU lainnya. Aksi ini merupakan aksi terbesar setelah reformasi. Berbagai kampus dan elemen masyarakat turun untuk menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPR. Tidak hanya di Jakarta, aksi serupa juga dilakukan di berbagai daerah dan menyasar ke Gedung DPRD di daerah tersebut. Aksi ini membawa Maklumat Tuntaskan Reformasi dan 7 Desakan Rakyat sebagai tuntutan. Pada hari Selasa, 24 September, PoliMedia tidak ketinggalan dengan almamater ungunya ikut turun meramaikan Senayan. Dilansir dari Rilis dan Kronologi Aksi di instagram BEM PoliMedia, massa dari PoliMedia berjumlah kurang lebih empat ratus lima puluh orang yang terbagi menjadi dua kloter, yaitu kloter pagi dan kloter siang. Dibanding dengan aksi-aksi sebelumnya,

9

jumlah massa sebanyak ini tentu menjadi sejarah yang baru di PoliMedia. “Sebenernya ini karena zaman juga sih, mungkin karena keterbukaan informasi jadi orang-orang lebih gampang tahu informasi. Kalau dulu dari mulut ke mulut, bergerilya, kalau sekarang kan dengan seruan di sosial media, jadi banyak yang datang.” jelas Rifqi Senatria yang merupakan Kepala Departemen Sosial dan Politik BEM PoliMedia. Selain itu, menurut Rifqi atau yang akrab disapa Sena mengatakan, bahwa ini merupakan titik capek rakyat dalam melihat kebijakan pemerintah. Sehingga sudah saatnya turun tanpa peduli siapa. Rifqi juga mengatakan banyak pasal ”ngaco” di berbagai RUU yang baru, sehingga bisa berdampak pada mahasiswa, termasuk mahasiswa PoliMedia. “Kendalanya itu karena bertepatan dengan jadwal perkuliahan. Rencana kita kumpul jam 09.00 WIB untuk menjelaskan isu apa yang mau diangkat di sana, setelah itu jalan bareng-bareng, tapi, karena jadwal perkuliahan yang berbeda, jadi mengumpulkan massa cukup susah. Ditambah lagi, massa


Majalah KETIK | Edisi ke-IX

cukup banyak sehingga mobilisasi cukup lamban, kita gak expect akan sebanyak itu. Kalau kendala di tempat, mungkin karena aksi kali ini ramai dan cukup bebas, jadinya massa PoliMedia terbawa ke mana-mana dan tidak teratur,” kata Rifqi yang menceritakan kendalanya dalam membawa massa aksi. Selain di tanggal 24 September, PoliMedia juga ikut turun ke jalan pada tanggal 1 Oktober bersama Aliansi BEM Seluruh Indonesia. Namun kali ini merupakan aksi damai dan merespons berbagai tindakan represif aparat pada aksi-aksi sebelumnya. Sama seperti aksi di tanggal 24, aksi di tanggal 1 ini membawa massa kurang lebih empat ratus orang dengan menggunakan dua bis patas. Setelah serangkaian aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, terdapat wacana bahwa Presiden Joko Widodo mengeluarkan perintah untuk para Rektor/Direktur kampus melarang mahasiswanya turun aksi. Hal ini berdampak pada PoliMedia. Evi yang merupakan Staf Wakil Direktur III menyampaikan pada saat Grand Launching PEMIRA, bahwa Direktur

dan Wakil Direktur III melarang mahasiswa PoliMedia untuk ikut turun berdemonstrasi. “Kalo dari gua sendiri itu hal aneh sih mahasiswa dilarang demo. Kita mengatasnamakan mahasiswa bukan kampus. Kalaupun memakai almamater, itu hanya menandakan identitas kita sebagai mahasiswa. Kalau kita gak boleh demo di luar, ya kita demo di dalam. Kembali lagi, itu kan pilihan, selama ini kita demo gak pernah ricuh kok, kemarin demo terlihat rusuh karena banyak provokator. Satu lagi, kenapa kampus melarang? Mungkin karena orang-orang itu takut jabatannya hilang.” kritik M. Taufan yang merupakan Ketua BEM PoliMedia 2019. Berdemonstrasi merupakan salah satu medium dalam menyampaikan pendapat dan dilindungi oleh undangundang. Apakah bijak melarang mahasiswa turun ke jalan? Akankah almamater ungu kita tak lagi ikut meramaikan jalan? J: ANDIKA PRATAMA P E: RIFDAH JIHAN

FOTO: LPMKETIK/AKBAR

10


Info PoliMedia

Info PoliMedia

Mengenal Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa di PoliMedia

S FOTO: LPMKETIK/HAIKALMULKI

ertifikasi Kompetensi mahasiswa itu apa, sih? Saat ini tenaga kerja di bidang vokasi yang memiliki kemampuan dan kompetensi sangat dibutuhkan untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. PoliMedia sendiri merupakan perguruan tinggi berbasis vokasi dengan kompetensi produksi dan wirausaha yang orientasinya tidak hanya semerta mencari kerja, namun juga dapat menciptakan pekerjaan yang berbasis industri kreatif. Dengan itu, program sertifikasi kompetensi mahasiswa dibutuhkan sebagai prasyarat dalam persaingan dunia kerja dilihat dari latar belakang lulusan

yang kompeten. Sekaligus menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi. Permendikbud tersebut merupakan turunan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi yang mengharuskan setiap perguruan tinggi memberikan sertifikat kompetensi bagi setiap lulusannya sebagai keterangan resmi tentang kompetensi, sekaligus dapat

11


Majalah KETIK | Edisi ke-IX

digunakan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Dalam Uji Sertifikasi Kompetensi di PoliMedia tahun ini juga terdapat beasiswa. Beasiswa yang dimaksudkan ini adalah jika Uji Sertifikasi Kompetensi setiap peserta dikenakan biaya, maka mahasiswa Bidikmisi peserta Uji Sertifikasi Kompetensi tidak perlu mengeluarkan biaya apapun selama pelaksanaan uji kompetensi hingga dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Acara tahun kedua ini berlangsung selama seminggu, mulai tanggal 14 hingga 21 Juni. Pembukaan yang dilaksanakan di hari Jumat pada tanggal 14 Juni dihadiri 140 mahasiswa dari 180 peserta yang diterima. ”Prosedur dengan tahun lalu sama. Mendaftar dulu, sekarang kita sudah punya web, sudah bisa mendaftar online. Kalau dulu masih konvensional, kalau sekarang daftar online dulu, registrasi, nanti free assessmentnya melalui konvensional. Mudah-mudahan tahun depan semuanya udah online, mulai dari registrasi sampai mengambil keputusan sudah online. Sekarang masih uji coba.” jelas Dzalzulifa, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama PoliMedia. Terdapat tiga jenis LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi), yaitu LSP-1 untuk

mahasiswa, LSP-2 untuk komunitas, LSP-3 untuk umum yang biasanya dibuat oleh asosiasi. Untuk mahasiswa yang lulus dan mendapat LSP, memiliki kewajiban untuk memelihara dan memastikan bahwa ia telah berkompeten, LSP yang diterima mahasiswa tersebut juga harus diperbarui setelah tiga tahun. Sertifikasi mahasiswa ini berguna untuk memastikan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan selama tiga tahun dapat diuji, apakah proses pembelajaran yang dilakukan selama ini mecapai sasaran atau tidak, sesuai dengan standar kompetensi yang diharapkan industri. Uji Sertifikasi yang dilakukan diantaranya skill, attitude, knowledge, portofolio, dan ujian tertulis hingga wawancara untuk proses pembuktian portofolio yang telah dihasilkan. Dzalzulifa berharap Dikti dapat mengembangkan konsep beasiswa tidak hanya terbatas pada sejumlah mahasiswa Bidikmisi tetapi juga mahasiswa di luar tanggung jawab Bidikmisi. Serta dapat membiayai uji kompetensi ini seratus persen agar mahasiswa lulusan PoliMedia tidak hanya mendapat sertifikat sarjana diploma tapi juga sertifikat kompetensi.

J: YUNI PUSPITA D E: VIONA RIZKIA A

FOTO: LPMKETIK/HAIKALMULKI

12


Info PoliMedia

13

Info PoliMedia

Membangun Negeri Bersama

PoliMedia Mengabdi 2019

P

olimedia Mengabdi merupakan program kerja dari BEM PoliMedia untuk terjun langsung membantu masyarakat. Program ini didasari oleh bunyi poin ketiga Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Setelah sukses mengadakan Polimedia Mengabdi pertama pada 2018 lalu di Desa Cianten, kini BEM PoliMedia kembali mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi langsung membantu masyarakat di pedesaan. Mengusung tema “Bersinergi Bersama Membangun Citra Masyarakat yang Aktif, Kreatif, dan Peduli Melalui PoliMedia Mengabdi�, PoliMedia Mengabdi 2019 digelar dari tanggal 12-14 September di Kampung Cariu, Desa Kuta Mekar, Jawa Barat. “Yang paling penting adalah kita terjun langsung membantu masyarakat, sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi yang ketiga.� tutur Annisa Mutiara Shabrina, mahasiswa

Penyiaran semester lima, selaku Ketua Pelaksana PoliMedia Mengabdi 2019. Terdapat empat aspek dalam kegiatan PoliMedia Mengabdi tahun ini, yaitu aspek pendidikan, aspek infrastruktur, aspek ekonomi, dan aspek kesehatan. Aspek-aspek inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian di Desa Kuta Mekar. Kegiatan pengabdian dimulai pada hari Sabtu, 13 September 2019. Diawali dengan apel pagi yang dihadiri Kepala Sekolah dan beberapa jajaran guru SDN Cikutamahi 3. Kemudian, panitia terbagi ke dalam aspek-aspek yang sudah ditentukan. Sebagian ada yang masuk ke kelas-kelas dan mengajar anak-anak SD, ada yang langsung memperbaiki bangunan sekolah, membagikan sembako, dan mengadakan cek kesehatan gratis kepada warga sekitar. Di malam hari, panitia PoliMedia Mengabdi menggelar acara nonton


Majalah KETIK | Edisi ke-IX

bareng yang dihadiri warga dan anak-anak Desa Kuta Mekar. Beberapa film yang ditampilkan malam itu merupakan karya mahasiswa Animasi dan Broadcast PoliMedia. Pada hari kedua, panitia terbagi menjadi tiga bagian. Kegiatan hari terakhir ini merupakan bentuk pengabdian untuk membantu masyarakat sekitar dalam mengerjakan pekerjaan sehari-harinya, seperti memandikan kambing dan memanen timun. “Saya berterima kasih sekali sama adik-adik ini, karena udah bantuin ibu-ibu di sini panen timun,” ungkap salah satu ibu paruh baya, seorang petani timun. Pukul 16.00 kegiatan pengabdian harus diakhiri. Panitia membersihkan tempat tinggal dan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Kegiatan selama dua hari pengabdian ditutup dengan apel yang dihadiri Pak Karman selaku Ketua RT. “Kami ucapkan banyak terima kasih tentunya kepada rekan-rekan mahasiswa yang sudah berkunjung ke desa kami, semoga ada poin-poin yang bisa dibawa oleh rekan-rekan mahasiswa sekalian.” Ujarnya seraya tersenyum. Apel tersebut menjadi rangkaian acara terakhir dari PoliMedia Mengabdi tahun ini, seluruh panitia serempak kembali ke PoliMedia. “Kesannya, sih, tahun ini walaupun hanya tiga hari dua malam, tapi keakraban antar panitia dan warga Desa Kuta Mekar terjalin dengan baik, dan untuk PoliMedia Mengabdi tahun depan semoga bisa lebih baik.” tutup Annisa Mutiara. Sampai jumpa di PoliMedia Mengabdi tahun depan! J: DHANIAR W S E: ALIFIANISA

FOTO: BEM POLIMEDIA JAKARTA

14


Info PoliMedia

Munas ke-XII dan Pelatnas ke-IX APMPI 2019 Telah Usai Dilaksanakan di Poliban: Sampai Bertemu di Tahun Selanjutnya!

Info PoliMedia

K

15

egiatan Musyawarah Nasional ke-XII dan Pelatihan Nasional ke-IX Aliansi Pers Mahasiswa Politeknik Se-Indonesia telah sukses digelar pada 19-22 Juni 2019. Tahun ini Politeknik Negeri Banjarmasin menjadi tuan rumah, sesuai dengan musyawarah tahun sebelumnya yang diadakan di Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh para delegasi berbagai lembaga pers mahasiswa dari 8 Politeknik yang ada di Indonesia, yaitu Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Politeknik Negeri Madiun, Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), Politeknik Negeri Medan (Polmed), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Poltekkes Tanjung Karang, Poltekkes Kemenkes Malang, dan Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (PoliMedia). Masing-masing Politeknik mengirimkan dua delegasi. Namun ada juga yang hanya mengirimkan satu delegasi seperti PoliMedia dan Politeknik Negeri Medan. Untuk PoliMedia sendiri mengirimkan satu delegasi, yaitu Putri Disa Kiftiani.


16

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Alfarizy Ajie Fadhilah selaku demisioner anggota APMPI berharap, agar komunikasi antar pengurus dan demisioner harus lebih ditingkatkan lagi. “Harus lebih ditingkatkan lagi komunikasinya jangan sampai lose contact, lebih bagus lagi kalau ada agenda meet up, karena kita saling berjauhan mungkin susah, bisa dicoba untuk yang per wilayah dulu. Semoga tetap konsisten juga sama jabatan yang sedang diemban.” ujarnya saat ditanya pesan untuk anggota APMPI selanjutnya. Di hari terakhir, terdapat agenda tur untuk para delegasi dari berbagai kampus sebelum akhirnya kembali untuk pulang. Para delegasi berkeliling kota Banjarmasin dan mendatangi tempat wisata seperti pulau kembang dan lainnya. Selamat bertugas untuk para pengurus APMPI masa jabat 2019/2020 dan sampai bertemu di tahun selanjutnya!

J: PUTRI DISA E: RIFDAH JIHAN

FOTO: DOKUMENTASI PRIBADI

Kegiatan Munas ke-XII dan Pelatnas keIX ini resmi dibuka oleh Wakil Direktur Poliban Hj. Nurhidayati, M.Pd. pada Kamis (20/06/2019). Kemudian dilanjutkan dengan Pelatnas ke-IX APMPI dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Pers yang Kritis dan Proaktif Terhadap Isu-isu yang Berada di Media Sosial” yang di gelar di ruang serbaguna Poliban. Pemateri yang hadir dalam Pelatnas ini adalah Muhammad Royan Naimi, selaku Manajer Digital Banjarmasin Post Group dan Ratna Sari Dewi selaku, reporter dan host TVRI Kalimantan Selatan. Pada hari berikutnya dilaksanakan Munas APMPI ke-X yang bertempat di ruang rapat Poliban. Acara ini membahas AD/ART APMPI, lalu dilanjutkan dengan menentukan pimpinan umum serta badan pengurus harian APMPI tahun 2019/2020, tidak lupa juga menentukan tuan rumah Munas dan Pelatnas APMPI selanjutnya. Untuk Pimpinan Umum APMPI masa jabat 2019/2020, yang terpilih adalah Jufi Luhur Pratama dari Poltekkes Kemenkes Malang. Dan untuk tuan rumah selanjutnya adalah Poltekkes Kemenkes Malang.


Info PoliMedia

17 Info PoliMedia

FOTO: KMDGI POLIMEDIA JAKARTA/AKMAL SAYYID SABIQ


18

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

KMDGI (Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia) ketiga belas dilaksanakan di Universitas Negeri Padang selama tiga hari, mulai tanggal 3 hingga 5 Oktober 2019. Degradia Jakarta sendiri mengirimkan anggotanya sebanyak 20 orang yang 3 diantaranya merupakan mahasiswa semester satu. “Biar mereka punya pengalaman di KMDGI selanjutnya, karena yang megang KMDGI selanjutnya itu semester satunya ini nih yang sekarang.� jelas Hasbi Hasbullah, selaku Ketua KMDGI 13. Acara ini merupakan ajang silaturahmi Mahasiswa Desain Grafis dan DKV seluruh indonesia yang dilakukan selama dua tahun sekali dan bertempat yang berbeda tiap tahunnya. Tahun ini, KMDGI yang dilaksanakan di Padang tersebut mengangkat tema Awarness atau kesadaran yang diikuti oleh 47 delegasi. Dari tema tersebut Degradia menjawab melalui “Narasi Netra�, dimana karya yang akan mereka tampilkan berupa instalasi yang mengangkat tentang kesadaran tentang tunanetra serta simbiotik dan tematik berupa teaser dan dokumenter dari acara tersebut. Instalasi yang digunakan berupa blinding box untuk simulasi menjadi seorang tunanetra dimana pengunjung akan merasakan sulitnya menjadi tunanetra dengan melewati lorong simulasi tersebut. Saat keluar dari lorong tersebut pengunjung akan menemukan solusi yaitu belajar huruf braille dan menulis di papan yang sudah disediakan, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengapresiasi tunanetra dengan belajar dan menulis huruf braille. Selain dapat menambah ilmu dan teman, KMDGI membuat penghargaan dengan tiga nominasi dalam acara ini, yaitu nominasi Best Display yang dimenangi oleh PoliMedia, nominasi Best Simbiotik oleh ISI Jogja, dan nominasi Best Popular yang dimenangi oleh Universitas Trisakti. Hasbi berharap dengan adanya


Info PoliMedia

19

KMDGI ini dapat membuka mata masyarakat dan juga membuka mata mahasiswa desain bahwa mahasiswa desain tak hanya menggambar, namun juga telah menerapkan fungsi mahasiswa salah satunya yaitu agent of change dan moral force. Menurut Hasbi juga lewat “Narasi Netra” ini dapat merubah persepsi tentang tunanetra di masyarakat. ”Kalau hambatan banyak, kayak diawal susah dapat temanya sih, sampai sempat ganti tema juga biar sampai ke tema yang sekarang. Terus perizinan yang amat sangat dipersulit dan uang yang katanya sebelum berangkat mau turun tapi nggak turun. Pas udah menang katanya mau dirembes kalau bikin LPJ dan sebagainya tapi setelah bikin LPJ dan kumpulin semua bukti pembayaran nggak turun juga sampai sekarang ternyata.” keluhnya. Hasbi berharap Kampus dapat lebih mengapresiasi mahasiswa karena menurutnya, hal ini dilakukan untuk membangun nama kampus. J: YUNI PUSPITA D E: ALIFIANISA

FOTO: KMDGI POLIMEDIA JAKARTA/AKMAL SAYYID SABIQ


20

Majalah KETIK | Edisi ke-VIII

Event

“Explore The Printing’s World” Lewat Acara Technique Xelebration Vol 5

M

ahasiswa jurusan Teknik Grafika Kemasan PoliMedia kembali mengadakan sebuah acara yang bernama Technique Xelebration Vol.5 atau biasa disebut Texel TGK (Teknik Grafika Kemasan). Tahun ini acara tersebut berlangsung pada tanggal 9 dan 10 November 2019 yang diadakan di dua tempat, yaitu di Gedung E PoliMedia Jakarta untuk hari pertama dan Yonzikon 14 Jakarta Selatan di hari kedua. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya bertempat di PoliMedia dan diselenggarakan selama satu hari. Acara kali ini bertemakan “Explore the printing’s world” yang artinya menjelajahi lebih dalam lagi untuk memperkenalkan percetakan kepada dunia dan bertujuan memperkenalkan jurusan Teknik Grafika Kemasan kepada masyarakat umum. Hari pertama acara Texel Vol.5 mengadakan sebuah talkshow yang dibawakan oleh Ir.H.M Didik. Ms, yaitu salah seorang dosen di PoliMedia dan Radyun Ikono, M.Eng. selaku CEO Nano Tech Indonesia. Tidak hanya


Event

21

talkshow, acara ini juga diselingi pameran hasil karya mahasiswa jurusan Teknik Grafika Kemasan dengan konsep galaksi. “Galaksi, mungkin karena tahun ini lagi trend dan kami mengambil karyanya dari kita semua. Baik semester satu, semester tiga, maupun dari semester 5. Mulai dari poster terus karya cetak yang sudah dipelajari dari ilmu grafika maupun kemasannya yang dipajang di pameran ini.” ucap Endi Sipa Mudmaina dari Teknik Grafika Kemasan semester tiga, selaku Divisi Kreatif acara. Hari pertama acara tersebut tidak dipungut biaya dan selesai pada pukul 14.00 WIB. Di Hari kedua acara Texel Vol.5 ini, konser musik dilangsungkan yang dimulai pada pukul 19.15. Diisi oleh bintang tamu yang berasal dari Jatinangor, yaitu The Panturas dengan beberapa musik andalan mereka. “Ini pertama kalinya kita tampil di PoliMedia” ucap Abyan Zaki, vokalis band The Panturas. Pertujukan berlangsung ramai ketika The Panturas memulai aksinya di atas panggung dengan lagu pertama yang dibawakan berjudul Gundala. Penampilan selanjutnya diisi oleh band alumni PoliMedia sendiri, yaitu Bartelemi, The Buitenboys, Ramah Tamah dan Mantrakama. Penampil terakhir pada pukul 22.15 WIB, yaitu penampilan dari Skastra yang sekaligus menutup acara di hari itu. Acara berlangsung ramai dan kondusif dengan tiga polisi yang menjaga keamanan acara. Pada hari kedua ini, dipungut biaya sebesar Rp20.000,00-. “Sudah terjual kurang lebih 600 tiket.” ujar Ahmad Faqih, Ketua Pelaksana Technique Xelebration Vol.5. “Gila, pecah banget sih acara teknik, seru habis yang pasti. Pesan untuk acara ini, semoga bintang tamunya lebih bagus lagi dan selalu ada acara seperti ini karena keren banget.” ucap Khoirunnisa, mahasiswa Prodi Penyiaran PoliMedia, selaku penonton. “Keren banget, terus tahun depan harus lebih meriah lagi.” ungkap Celi Nurjana, penonton dari Srengseng Sawah. J: M THOIFUR E: ALIFIANISA

FOTO: LPM KETIK/AKBAR


22

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Event

PFC 2019: S Advertising Berhasil Mempertahankan Gelar Juara

eperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, dari tahun ke tahun prodi Periklanan sering kali memenangkan perlombaan futsal. Tahun ini di perlombaan futsal PoliMedia Futsal Cup (PFC) 2019 prodi Periklanan semester 3 dan semester 5 berhasil masuk kebabak final untuk memperebutkan juara utama. Memperoleh score awal 9-9 pertandingan dilanjut dengan adu pinalti dan menghasilkan score akhir 3-2. Hal ini menjadikan prodi Periklanan semester 3 keluar sebagai pemenangnya. Sementara itu runner up diraih oleh prodi Periklanan semester 5 dan untuk juara ketiga ditempati oleh prodi TGK 1A setelah berhasil mengalahkan prodi TGK 3A.. Hasil akhir untuk pertandingan futsal Putri dimenangkan oleh prodi Broadcast. Pada babak pertama score 1-1 melawan prodi Fotografi dilanjut adu pinalti karena tidak berhasil mencetak gol


Event

FOTO: LPM KETIK/HAIKAL MULKI

pada babak kedua. Pada saat adu penalti prodi Broadcast lebih unggul dengan score akhir 2-3. Lalu prodi Penerbitan berhasil menduduki posisi ketiga dengan score 5-0 dengan mengalahkan prodi TGK. “Seneng banget sih pastinya, apalagi sebelumnya waktu itu pernah ikut PFC, pertama kali ikut PFC juara dua terus yang kedua kalinya juara tiga dan akhirnya di semester akhir ini naik untuk menjadi juara utama, seneng karena sekarang terwujud semua harapannya.” ujar Dessy Nurlina Sari salah satu pemain dari futsal putri prodi Broadcast. Acara yang berlangsung dari tanggal 4-8 November ini berjalan dengan lancar dan meriah terlihat dari antusiasme para supporter yang mendukung prodinya masing-masing. PoliMedia Futsal Club merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Futsal PoliMedia dan bertempat di Sport Center PoliMedia. Tema PFC tahun ini bertajuk “Menjalin silaturahmi dengan sportifitas”. Ketua Pelaksana PFC 2019 yaitu Adriano Juve Rachmano mengungkapkan acara ini bertujuan untuk bersilahturami antar prodi-prodi di PoliMedia, dari keseluruhan prodi ada 25 tim Putra dan 6 tim putri yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Lalu peserta yang berhasil meraih juara pada ajang pertandingan antar prodi ini akan mendapatkan uang jutaan tunai, sertifikat dan piala. “Harapannya untuk PFC tahun depan, Semoga lebih baik lagi dari PFC tahun ini, enggak ada yang aneh-aneh lagi dari acara ini, pokoknya semoga yang tahun depan lebih baik lagi dari tahun ini.” ungkap Juve menutup pembicaraan. Selamat untuk para pemenang dan sampai jumpa di PFC tahun depan! J: FAIRUS N E: EKA KURNIA C

23


24

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Event

Badminton PoliMedia Open 2019:

BURN YOUR SPIRIT! P

untuk bertanding di perlombaan ini. Untuk nomor Ganda Putri dan Ganda Campuran hanya diperbolehkan mengirim satu pasang, sedangkan Ganda Putra bisa sampai 3 pasang pemain. Jadi, totalnya ada 5 pasang dari tiap Program Studi. “Pengalaman pasti ada dan seru, cuma kadang informasi suka dadakan. Pemain-pemain di Badminton PoliMedia Open ini juga jago-jago dan kompak. Gua seneng banget baru masuk di sini udah ada acara gini, harapannya ke depan ada acara-acara kayak gini lagi,” ungkap Eki Ramadhan, mahasiswa baru Periklanan yang juga merupakan peserta lomba Ganda Campuran. Pertandingan berlangsung seru dan sengit, setiap Program Studi membawa massa untuk memberi semangat kepada putra-putri terbaik mereka. Pertandingan final berlangsung pada tanggal 18 Oktober 2019 dan menghasilkan juara-juara sebagai berikut: J: ANDIKA PRATAMA E: EKA KURNIA C

FOTO: LPM KETIK/HAIKAL MULKI

ertandingan bulu tangkis untuk nomor ganda, Badminton PoliMedia Open kembali hadir mewarnai kegiatan di PoliMedia. Pertandingan yang dimulai dari tanggal 15-18 Oktober ini diselenggarakan oleh UKM Badminton dan berlangsung di Sport Center PoliMedia. Tahun ini Badminton PoliMedia Open mengangkat tema “Burn Your Spirit” , yang di dalamnya memiliki makna semangat serta tersimpan harapan besar untuk Badminton PoliMedia ke depannya. “Burn Your Spirit itu maksudnya semangat untuk bermain, jadi sekarang kan dari Wadir itu nyuruh tingkatin lagi untuk UKM (badminton), nah dari sini kita lihat juga orang-orang yang bisa dimasukin untuk Porseni. Untuk ningkatin prestasi non akademik kampus,” tutur Govi, selaku Ketua Pelaksana Badminton PoliMedia Open 2019. Masih sama seperti tahun sebelumnya, cabang yang diperlombakan yaitu, Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran. Semua Program Studi mengirimkan putra-putri terbaiknya


Event

Perolehan Juara Badminton PoliMedia Open 2019 Kategori: Ganda Putra Juara 1

Juara 2

Juara 3

Kategori: Ganda Putri

Shahrifqi Hanif

Juara 1

Shahrifqi Hanif

Program Studi Animasi

Program Studi Animasi

Fajar Subhi

Fajar Subhi

Program Studi Animasi

Program Studi Animasi

Kurniadi Sandi

Juara 2

Kurniadi Sandi

Program Studi Penyiaran

Program Studi Penyiaran

Ariawan Tri Putra

Ariawan Tri Putra

Program Studi Penyiaran

Program Studi Penyiaran

Fildza Denis Adityo

Juara 3

Fildza Denis Adityo

Program Studi Animasi

Program Studi Penyiaran

Almaydo Rizkyansis Akbar

Almaydo Rizkyansis Akbar

Program Studi Animasi

Program Studi Penyiaran

Kategori: Ganda Campuran Juara 1

Fatwa Esa Erizal Program Studi Fotografi

Windi Astuti Program Studi Fotografi

Juara 2

Ery Prasetyo Program Studi Teknologi Permainan

Fitri Ayu Zelilan Program Studi Teknologi Permainan

Juara 3

Eki Ramadhan Program Studi Periklanan

Tuti Mutiarasara Program Studi Periklanan

25


26

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Event

4 Manfaat Donor Darah yang Sayang untuk Dilewatkan

B

SO KSR PMI unit PoliMedia bekerja sama dengan PMI unit Sukabumi kembali mengadakan donor darah. Kegiatan tersebut berlangsung di hall PoliMedia pada Selasa, 24 September 2019. Jumlah peserta yang berpartisipasi pada kegiatan donor darah kali ini meningkat sampai 50% dibandingkan kegiatan donor darah sebelumnya. Hal ini terlihat dari habisnya 150 formulir pendaftaran. Acara ini juga menawarkan hadiah untuk setiap pendonor darah yaitu flashdisk 16GB sehingga mengundang mahasiswa dan civitas akademika untuk ikut mendonorkan darah. Selain hadiah menarik tersebut banyak juga manfaat yang akan didapatkan dengan mendonorkan darah. Yuk, simak!


Event

1.

Menurunkan Berat Badan

2.

Mencegah Penuaan Dini

Dengan mendonorkan darah sekitar 450 ml, kalian dapat membakar 650 kalori. Jumlah kalori tersebut sudah cukup banyak untuk dapat menurunkan berat badan. Meski begitu, mendonorkan darah bukan alternatif yang tepat untuk tidak berolahraga. Sobat Ketik juga harus tetap menerapkan pola hidup sehat dengan berolahraga serta teratur dan tetap memperhatikan asupan makan.

Donor darah secara berkala juga dapat mencegah penuaan dini. Hal ini terjadi karena banyak zat besi tidak baik dalam tubuh kita yang akan menyebabkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan radikal bebas yang memicu penuaan dini. Maka dari itu, darah yang kita sumbangkan akan mengangkat pula kelebihan zat besi tersebut.

3.

4.

Panjang Umur

Sebuah studi Health Psychology menemukan bahwa orang yang sukarela menolong orang lain karena naluri perasaan dapat mengurangi risiko kematian secara signifikan sekitar 4 tahun daripada mereka yang sukarela menolong dirinya sendiri.

Hal ini juga dirasakan Daniel Gerald, salah satu mahasiswa prodi Penerbitan semester 5 yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.“Saya sudah 2 kali melakukan donor darah di PoliMedia, yang membuat saya lebih senang pasti, darah saya itu bermanfaat bagi orang lain. Saya juga berharap kegiatan ini terus berlangsung,� ujarnya.

27

Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan Psikologi Mengingat bahwa donor darah dapat menyelamatkan nyawa orang lain adalah salah satu hal yang membuat perasaan senang dan menghilangkan stres karena mental kita akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Kita akan merasa bangga dan senang karena kita dapat menyelamatkan nyawa orang.

Masih banyak lagi manfaat yang akan kita dapat dengan donor darah. Maka dari itu tidak ada salahnya mencoba menyumbangkan darah kita untuk menyelamatkan nyawa orang lain karena setetes darah kita bermanfaat bagi nyawa orang lain. ď‚ŁJ: WINDU WULAN ď‚ŁE: VIONA RIZKIA A


28

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Yuk Siapkan 5 Hal Ini Menjelang Musim Hujan

Hai sobat ketik! Setelah sekian lama musim kemarau menemani hari-hari kalian sekarang tibalah musim hujan. Puji syukur ya berkat rahmat Tuhan akhirnya hujan turun,siapa nih di sini sobat ketik yang paling suka sama hujan? Kalo aku sih suka hehe soalnya adem. Untuk kali ini tim ketik akan memberikan tips kepada kalian hal apa saja yang perlu disiapkan saat musim hujan tiba. Yuk langsung aja!


Gaya Hidup

29

1. Sedia Payung / Jas Hujan

2. Cari Tebengan

Udah pasti banget nih sobat seperti kata orang “Sedia ayung sebelum hujan� agar kalian nggak kehujanan di jalan. Nah kalau buat kalian pengendara motor yang setiap hari ke kampus naik motor wajib banget deh sediain jas hujan di bagasi motor kalian, biar nantinya kalian gak kejebak hujan di jalan dan harus menunggu hujan reda.

Buat mahasiswa kayak kita gini pasti males banget deh kalau udah memasuki musim hujan harus naik angkutan umum, karena harus nunggu angkutan umum di pinggir jalan sambil kena cipratan kendaraan lainnya yang lewat kan? Nah sekarang waktunya kalian cari tebengan buat musim hujan sekalian bermodus ria ke gebetan, hehe.

3. Periksa Kondisi Rumah dan Selokan

4. Minum Vitamin dan Jaga Kesehatan

Inilah salah satu hal yang penting dan tidak boleh terlewatkan, periksalah kondisi rumah dan selokan yang ada di sekitar rumah kalian. Untuk kondisi rumah kalian bisa periksa atap rumah kalian apakah ada yang bocor dan pastikan selokan di sekitar rumah kalian tidak banyak sampah agar alirannya tetap lancar saat musim hujan tiba.

Minum vitamin dan jaga kesehatan sangatlah penting di musim hujan karena biasanya tubuh kita rentan terkena penyakit saat pergantian musim tiba. Jadi, pastikan diri kalian untuk rajin minum air putih dan vitamin, usahakan jangan jajan sembarangan untuk tetap menjaga kesehatan diri kalian saat musim hujan ya sobat!

5. Sediakan Stok Makanan di Rumah Musim hujan biasanya membuat nafsu makan jadi bertambah, wajib banget buat kalian nih sobat untuk menyediakan stok makanan di rumah, biar nanti saat musim hujan tiba kalian nggak ribet lagi deh untuk keluar rumah membeli makan.

Nah itulah 5 hal yang perlu kita lakuin saat musim hujan sobat ketik, jadi kamu udah prepare yang nomor berapa? ď‚ŁJ: PUTRI DISA ď‚ŁE: DESTRI R


30

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Persaingan Dompet Digital Semakin Ketat! Mana yang Jadi Favorit Kamu? Di era sekarang ini semua hal mengalami digitalisasi. Mulai dari transportasi sampai alat pembayaran. E-wallet atau dompet digital, sekarang mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Adanya aplikasi dompet digital ini memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi. Nah, dompet digital mana yang jadi favorit kamu? Yuk simak tulisan berikut ini! 1. DANA Dengan tagline #GantiDompet, DANA termasuk pendatang baru di dunia e-wallet. Dilansir dari berbagai sumber, DANA merupakan platform pembayaran digital yang mengusung open platfom atau terbuka dan dapat digunakan oleh berbagai aplikasi. Dilansir dari web DANA, saat ini sudah banyak partner yang bekerjasama dengannya, baik online maupun offline, antara lain TIX ID, Bukalapak, Ramayana, KFC, Kedai Kopi Kulo, dll.


Gaya Hidup

31

2. OVO Dilansir dari katadata, saat ini OVO memiliki lebih dari 115 juta pengguna dan merupakan dompet digital terpopuler nomor dua di Indonesia. OVO merupakan aplikasi pembayaran yang dapat digunakan untuk berbagai macam pembayaran pada merchant yang sudah bekerjasama. Berbeda dari yang lain, di OVO ada yang namanya OVO Points, yaitu, loyalty rewards yang diperoleh pengguna OVO setiap bertransaksi dan dapat digunakan kembali sebagai alat pembayaran. (1 OVO Point = Rp 1)

3. GoPay Siapa yang tidak kenal GoPay? Menurut berbagai sumber, GoPay merupakan dompet digital paling populer dan paling banyak digunakan di Indonesia. GoPay merupakan layanan dompet digital milik perusahaan transportasi GoJek. Awalnya GoPay hanya digunakan sebagai alat pembayaran layanan GoJek, seiring berjalannya waktu, GoPay saat ini dapat digunakan sebagai alat pembayaran di berbagai merchant yang bekerjsama dengan GoJek. Kamu dapat top-up GoPay melalui driver juga, loh!

4. LinkAja LinkAja merupakan layanan uang elektronik milik PT Fintek Karya Nusantara atau Finarya. LinkAja awalnya lebih dikenal dengan nama T-Cash yang sama-sama kita ketahui milik Telkomsel. Dilansir dari website LinkAja, ia adalah layanan uang elektronik untuk berbagai macam transaksi. Mulai dari beli pulsa/data, bayar merchant, bayar tagihan, sampai mengajukan pinjaman.

Itulah beberapa layanan dompet digital yang ada di Indonesia. Jadi, mana dompet digital favorit kamu? ď‚ŁJ: ANDIKA PRATAMA ď‚ŁE: RIFDAH JIHAN


32

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Wajib Masuk Playlistmu! 5 Lagu Indonesia yang Enak didengar Siapa sih yang nggak suka dengarin lagu? Kalau lagi bosen, bete dan melakukan aktivitas itu enaknya sambil dengarin lagu kan? Selain film, perkembangan lagu di Indonesia juga makin membaik. Dengan lagu kamu bisa berkhayal serta mencari ide. Berikut lagu-lagu terbaik dan terasik versi KETIK :

1. Adu Rayu – Yovie Widianto, Tulus, Glen Fredly

2. Rayu – Marion Jola ft. Laleilmanino

Sesuai judulnya, Adu Rayu. Mengisahkan tentang dua orang lelaki yang sedang memperebutkan seorang perempuan. Yang dimana si lelaki adalah sosok lelaki yang baru dan sosok lelaki yang lama atau Mantan lah istilahnya. Lagu ini single terbaru dari Yovie Widianto yang dinyanyikan oleh penyanyi kenamaan Indonesia yaitu, Tulus dan Glen Fredly.

Lagu Marion Jola featuring Laleimanino ini mengisahkan tentang seorang perempuan yang butuh sebuah katakata yang manis untuk membuat hatinya luluh. Intinya, meskipun si cewe sudah menaruh rasa kepada si cowo, sebaiknya si cowo memberi rayuan sedikit demi sedikit supaya si cewe nggak berpaling cintanya. Nih buat kalian yang mau kasih kode ke doi, pas banget pake lagu ini. Lagu Rayu ini juga menyuguhkan suasana 90an lho. Dijamin kalau kamu denger lagu ini pasti nggak akan berhenti nyanyi deh.


Gaya Hidup

33

3. Cinta Luar Biasa – Andmesh Lagu Cinta Luar Biasa yang dibawakan oleh Andmesh ini mengisahkan tentang seorang lelaki biasa yang menyukai seorang wanita dengan tulus dan setia. Selain liriknya yang keren banget, lagu ini juga bisa kamu dengerin lho pas lagi jatuh cinta. Lagu yang diciptakan oleh Faisal Resi ini juga sempat masuk beberapa nominasi di acara penghargaan Anugerah Musik Indonesia 2019.

4. Tolong – Budi Doremi Lagu yang dibawakan oleh Budi Doremi mengisahkan seorang cowo yang sedang jatuh cinta tetapi ia bingung dan tidak berani menyampaikan cintanya sehingga ia membuat lagu untuk mengungkapkan perasaanya. Lagu yang ditulis oleh Budi Syahbudin ini rilis pada Oktober 2018. Pas banget nih buat kalian yang lagi jatuh cinta buat dengerin lagu ini. Selain lagunya yang enak didengar, liriknya juga sederhana banget, dan bikin kalian makin enjoy dengerinnya. Lagu ini memang rilis di tahun 2018, tetapi baru eksis di awal tahun 2019 setelah dicover oleh musisi lainnya.

5. Tak Ingin Pisah Lagi – Marion Jola ft. Rizky febian Lagi-lagi Marion Jola, tapi kali ini bersama Rizky Febrian. Lagu yang dirilis pada Mei 2019 mengisahkan sepasang kekasih yang sedang menjalani perjalanan cinta mereka yang tidak mulus. Namun mereka tetap berjuang untuk bersama agar tidak pisah lagu. Lirik lagu ini sangat sederhana dan mudah dimengerti. Bahkan video klip lagu mereka berhasil mencapai 1 juta penonton dalam waktu 14 jam setelah dirilis.

J: KAMIL (B) E: EKA KURNIA C


34

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

SANJAK BANGUNAN POLIMEDIA OLEH: RAGATAN SUKARJI

Aku adalah secarik Secarik kecil yang dicabik-cabik Entah mengerti Atau memang asal bunyi? Bagaimana aku bisa menjelaskan? Sedangkan aku hanya bangunan Aku mengerti Bahkan lebih dari yang kalian koarkan Namun sayang, tak ada solusi ku berikan Aku marah juga tak terluput dari merana Tapi aku sadar Aku hanya bangunan Itu pun belum terselesaikan Untuk sesuatu yang heran Aku tak memiliki peran Kalianlah yang dapat melakukan Dan mereka harus tercengang Tercengang oleh pemikiran muda kalian Tidak ada yang salah dari kalian Namun hanya koaran yang salah arahan Aku hanya bangunan Kepada merekalah seharusnya sasaran

“untuk mahasiswa apatis atau sarkastis yang sering berkoar� Bekasi.11.11.2019


Puisi

TANPA JASA BERSAMA DERITA OLEH: WINDU WULAN Dia mulai tersungkur akan lamunan malamnya Meresapi mimpi-mimpi suram dalam deretan pengadilan zaman Tentang kiat mengenai sumber daya manusia pada diskusi keterasingan Amarah senantiasa timbul mengatasnamakan pahlawan tanpa tanda jasa Yang nyatanya keluh kesah terlampir pada tema pendidikan Dari seekor ikan cakalang pemberian dari nelayan kepulauan Menjadi buah bibir dalam perbincangan di Karawang Kembali lagi integritas dijadikan momok perlawanan Bukan masalah sudut pandang kiri, tengah atau pun kanan yang mengacu ledakan sesal Tapi bagaimana tuan dan puan dapat berpikir rasional bahwa pendidikan bukan sebatas mencari sesuap makanan Pendidikan bukan mengatasnamakan perekonomian Atau pendidikan bukan membicarakan terlambatnya kucuran dana segar Karena pendidikan ialah nyawa hidup dalam memberi bekal generasi mendatang Sudah susah payah berjuang tak ada belas kasihan Jika melawan malah dijerumuskan di lubang kebinasaan Entah apalagi yang harus dipertahankan dari derita yang telah menjalar Tak ada sesal jika tak pernah meyerah karena ini adalah hidup para pahlawan. Bait itu menggambarkan bahwa seorang guru juga merupakan pahlawan, mereka mengajar pagi dan malam hanya untuk membuat anak bangsa menjadi memiliki masa depan gemilang. Selamat Hari Pahlawan 10 November 2019.

35


36

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

BUNGKAM KARYA: FAIRUS NIMA HAYATI

A

sya melipat salah satu lembaran di dalam bukunya.Matanya terpejam menikmati semilir angin yang datang menghampiri. Sudah tak terhitung berapa kali ia menghembuskan

napas dengan gusar. Perlahan air matanya jatuh membasahi pipi, diiringi dengan isak

tangis pelan tak tertahankan. Musik yang mengeluarkan melodi indah kini hanya menjadi

pengiring tangisnya. Sesekali ia mengusap air mata yang keluar dari pelupuk matanya, seraya

menggigit bibir bawahnya dengan keras-keras “Mengapa rasanya sesak sekali? Untuk bernapas pun terasa sulit” Omongnya dalam hati.

Pikiran Asya mundur ke beberapa waktu lalu, meski di dalam ingatannya sudah terekam

jelas bagaimana kata-kata bisa menusuk tajam hingga ke ulu hati. Namun nyatanya, kata-kata

memang bisa semenyakitkan itu. Sanggup menghancurkan rasa percaya diri dan rasa tak aman terhadap lingungan sekitarnya.

“Gausah caper deh! Mau jadi anak kesayangan guru?” “Halah, dasar cewe gendut!”

“Lo tuh jangan pede jadi orang, disini gada yang mau temenan sama cewe jelek kayak lo!”

“Ngaca dong, muka kayak gitu mana ada cowo yang bakal suka sama lo. Suka gatau diri gitu sih

jadi orang haha”

Hinaan dan celaan setiap hari selalu diterima Asya, ia juga tak mengerti mengapa harus seperti ini kehidupannya, Standar kecantikan menjadi tolak ukur dalam menilai seseorang. Sikap tak

suka selalu di tunjukkan oleh orang sekitarnya, seperti menolak dengan keras kehadirannya di dalam lingkungan itu.

Teman? Tak ada. Mereka semua datang hanya jika membutuhkan suatu hal. Dengan muka

dua mereka menyanjung didepan, namun berbicara keburukan dibelakang. Apa memang sifat seseorang di zaman sekarang ini seperti itu? Entahla. “Gubraaaakkkk!!” Ahahahaahaha

Gelak tawa satu kelas terdengar kencang, semua siswa di kelas itu menikmati pemandangan

dihadapannya. Kursi yang ditempati Asya di Tarik ketika Asya ingin duduk. Membuat Asya jatuh, namun tak seorang pun yang menolongnya. Bahkan mereka semua terlihat senang, tidak ada yang merasa terganggu kecuali satu orang. Yaitu Abraham.

“Sini gua bantu” Abraham menyodorkan tangannya kepada Asya.

Asya menatap Abraham dengan mata yang berkaca-kaca, air matanya siap jatuh jika sedari tadi tak ia tahan. Telapak tangannya Asya pun menggapai telapak tangan Abraham. “Terima Kasih”

Ujar Asya, lalu ia langsung berlari keluar kelas dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi.


Cerpen

37

“Harus ya? Kalian mempelakukan seseorang seperti ini?” Teriak

Mata Asya menatap lurus kearah sepatu converse yang dgunakannya,

hening. Wajah-wajah sinis langsung memandang Abraham, seperti

temen? Salah ya ham kalo gue pengen di denger juga? Selama ini gue

Abraham, membuat satu kelas yang tadinya berisik menjadi kesenangannya sedang diusik.

“Jangan jadi pahlawan kesiangan deh ham!” “Dia pantes kali nerima kayak gitu”

“Ah gaasik..pertujukannya udah abis”

Berbagai celetukkan terdengar, mereka semua terlihat kesal dengan Abraham. Namun Abraham tak gentar, ia menatap satu persatu

seseorang dengan tatapan tajamnya. Rasa tidak suka juga Abraham tampilkan di wajah tampannya, perbuatan seperti ini sudah tidak bisa di tolerir lagi. Setiap hari Abraham melihat perbuatan iseng,

jahil bahkan sudah memasuki tidakan Bullying yang dilakukan teman sekelasnya terhadap Asya. Dan sekarang Abraham sudah geram melihat itu semua.

Lalu dengan lantangnya Abraham berbicara “Kalian sama-sama

manusia, sama-sama makan nasi, sama-sama punya akal yang bisa digunakan untuk berpikir. Namun sama sekali tidak dipergunakan dengan baik, bahkan kalian sudah menyakiti seseorang dengan

perbuatan kalian itu, apa yang kayak gitu masih disebut sebagai manusia yang berakal?”

“Halah enggak usah ceramah, lo bukan Ustad!” Teriak Kania, salah satu seseorang yang sering mengusili Asya.

“Gua emang bukan ustad, tapi gue manusia yang memiliki akal. Dan

enggak sepantasnya kalian berbuat seperti itu” Ujar Abraham seraya

meninggalkan ruang kelas. Lalu ia berjalan mencari keberadaan Asya. Setelah berkeliling sekitaran sekolah, akhirnya Abraham menemukan

Asya. Ia sedang duduk, wajahnya sedang menengadah menatap langit biru.

“Enggak usah dipikirin sya” kata Abraham, ia menghampiri Asya lalu duduk di bangku samping Asya, seraya memperhatikan apa yang dilakukan Asya.

Masih dengan posisi yang sama Asya tak bergerak sedikitpun, meski

ia tau Abraham sudah duduk di bangku yang ia tempati juga. Beberapa detik kemudian Asya menatap Abraham. Dengan senyuman Asya Berbicara “Ham, makasih udah menghargai keberadaan gue.” “Apaan deh menghargai segala”

Asya tertawa sumbang “Selama ini gue tidak terlihat penting dimata

semua orang, setiap apa yang gue lakuin selalu salah dimata mereka.

Cemooh selalu dilontarkan untuk gue, perkataan demi perkataan yang menyakitkan selalu gue denger. Boleh ngeluh sedikit? Gue cape ham.” “Jangan ngomong kayak gitu sya!”

“Salah ya ham gue hidup? Salah ya ham kalo gue pengen punya banyak bungkam, diam membisu ketika semua orang mencemooh gue. Semua perkataan mereka masuk ke dalam pikiran gue. Dan gue lelah kalau

setiap hari harus kayak gini. Gada seorang pun yang mendengarkan

perkataan gue, gada seorang pun yang mau dengar keluh kesah gue. Gue kan juga manusia ham. Ingin di dengar ceritanya. Tapi untuk

berharap seperti itu gue ga mampu. Karena gue paham, harapan gue hanya akan sia-sia”

Abraham mendengarkan dengan seksama, di dalam hatinya ia

bergumam “Sudah berapa lama Asya bungkam? Menerima kesakitan seperti ini?”

“Semua orang yang ingin didengar ham, tapi gak semua orang mampu

mendengarkan. Mereka tetap diam membisu, seolah tak perduli meski sebenarnya mereka mengetahui. Banyak orang yang ingin dilihat,

berbagai carapun dilakukan, mengemis akan dunia. Menjatuhkan harga diripun dijadikan. Tapi gue gamau kayak gitu ham. Dan sekarang gue berhadapan dengan kenyataan yang membuktikan bahwa asa gue

telah dipatahkan oleh mereka yang hanya mampu menertawakan dan mennghancurkan harapan seseorang. Gue juga gamau memaksakan

keadaan karena sesuatu hal yang dipaksakan sudah pasti tidak akan berujung dengan baik” Lanjut Asya lagi.

“Asya, lo gak akan pernah bisa membuat semua orang jadi menyukai

lo, tapi lo akan merasa berharga jika berada di lingkungan yang tepat.

Mungkin dilingkungan yang sekarang lo jalani bukan lingkungan yang pas untuk keberadaan lo. Tapi gue yakin, jika lo berada di lingkungan yang tepat, lo akan merasa dihargai.” Abraham menghentikan

perkataannya lalu ia melanjutkan perkataannya yang sempat terhenti “Selama ini lo udah berkera keras, menghadapi kenyataan yang gak

berpihak dengan lo, dan untuk itu ‘Terima Kasih banyak untuk kerja kerasmu’ lo perempuan kuat yang mampu menahan untuk tidak melawan.”

Untuk kali ini Asya sangat bersyukur ternyata masih ada seseorang yang ingin mendengarkan keluh kesahnya, setidaknya beban yang

dipikul berkurang sedikit. Dengan tatapan yang berbinar Asya menatap Abraham tulus “Terima kasih sudah menghargainya”

“Jika memang berat, ceritakan saja. Dan gue selalu siap buat

mendengarkannya” Abraham tersenyum hangat. Lalu ia mengajak Asya untuk pergi ke kelas karena jam selanjutnya sudah akan dimulai. Asya pun mengikuti Abraham untuk pergi menuju kelas, dengan lekungan bulan sabit yang tercetak manis diwajahnya.


38

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

I Do Have Mental Illness,

i’m getting insane Oleh: Annisa Larasati “Ras, hari Minggu besok ada acara nggak?” Lita berdiri di samping meja.

panjangnya yang terurai hingga sebahu. Merapihkan sedikit anak rambut di

Kedua tangannya nampak kesulitan mengatasi beban dua buah buku yang

dahi dan jidat yang menempel lekat akibat keringat.

sedang ia dekap di dada, yang satu tipis berwarna kuning cerah dan satunya

“Gimana?” Lita sibuk merapikan jilbab putih yang terlepas bagian bawahnya.

lagi tebal berwarna dominan hitam. Tebalnya bukan main, mengalahkan buku

Ia sematkan jarum pentul ke bagian bahu dan membiarkan sisa kain putih

ensiklopedia kumbang kotoran yang dulu sering Raras baca.

panjang itu terjulur hingga menutupi tangan. Raras risih ingin bertanya, apa

“Kenapa memang?” Raras sudah selesai merapikan isi tasnya yang seringan

nggak gerah? Tapi lagi-lagi urung. Jawabannya selalu sama, “Aku masih bisa

bulu. Bersiap meninggalkan sekolah karena bel pelajaran terakhir sudah

tahan panas matahari Ras, daripada panas api di neraka nanti.” Lebih baik

berbunyi lima belas menit yang lalu. Rencananya memang begitu, tetapi

tidak usah ditanya, daripada Raras kena ceramah.

rasa-rasanya tidak jadi. Niatnya urung saat melihat sosok mungil sahabatnya

“Gimana apanya? Kan kamu tau aku nggak bisa.” Raras menjawab santai

mengintip dari luar jendela kelas barusan.

sembari menyesap es teh manis.

“Mau ngajak kamu belajar di kafe,” ucap Lita. Jari-jarinya mulai gemetaran

“Kan di kafe Ras, bukan di rumah kamu. Bilang aja mau main sama temen

dan ujung kukunya memutih. Raras tidak tahan, buku berdominan hitam itu

atau apa gitu.”

dia ambil dari lengan kurus Lita. Sahabatnya sedikit terkejut, tetapi membiar-

“Kamu ngajarin aku bohong? Nggak takut api neraka?” Lita terdiam jengkel.

kannya seolah itu memang tugas Raras.

“Memang mau belajar apa?” Raras kembali bertanya, kali ini dengan serius.

“Kita ngomong sambil jalan ke depan ya. Aku mau ke warung.” Raras berjalan

“Stoikio, aku masih belum paham.”

ke luar kelas mendahului Lita. Tubuh tinggi semampainnya dibalut seragam

“Katanya mau masuk jurusan kimia, masa stoikiometri belum

putih-abu dan jaket merah. Lita menyusul dengan langkah cepat. Kaki

paham?” Bukan maksud Raras merendahkan Lita. Masalahnya, sudah

pendeknya sulit mengimbangi langkah lebar yang dibuat kaki jenjang milik

tidak terhitung berapa kali dia mengajarkan Lita materi yang sama dan Lita

Raras. Merasa sahabatnya tertinggal di belakang, Raras berhenti dan menoleh

masih belum paham juga!

ke belakang. “Lelet!” teriaknya gemas.

“Justru itu. Ajarin ya, plisss…” Raras tahu sahabatnya itu manis, wajahnya

“Tunggu! Kamunya aja yang kecepetan!” Menunggu sudah jadi makanan

bulat dan berkulit putih dengan mata sipit khas oriental. Dibalut kerudung

Raras setiap saat.

panjang berwarna putih, mengingatkan dia akan makanan khas Jepang,

Mereka sampai di warung Mang Odeng, pemilik warung kecil di seberang

mochi. Raras masih suka mempertanyakan, bagaimana bisa wajah macam

gerbang sekolah. Sepulang sekolah mereka sering mampir ke sini, sekedar

Lita itu beragama islam, sekeluarga mondok lagi. Orang tuanya hijrah dari

untuk membeli es teh atau mi instan. “Mang, es teh dua.” Raras membuka

Cina ke Arab atau bagaimana? Pakai perahu menelusuri Gurun Gobi begitu?

jaket merahnya. Udara sore itu bukan main, sangat panas. Raras lupa kapan

Atau jangan-jangan dia keturunannya Jenghis Khan? Raras bingung.

terakhir kali hujan, yang pasti sudah berbulan-bulan tidak turun. Padahal

“Ras! Malah bengong! Gimana?” Lita menyadarkan lamunan Raras yang sudah

sekarang sudah bulan September. Kata mendiang neneknya, semua bulan

kelewatan kemana-mana.

yang berakhiran ber adalah bulan penghujan, tapi nyatanya tidak. Ia men-

Raras menyelesaikan tegukan terakhir es teh manis lalu memakan sisa es

gambil karet kunciran hitam di saku tasnya dan menguncir rambut cokelat

batu di dalam gelas. “Tetap aja nggak bisa, Lit. Aku disuruh papa ke tempat


Cerpen

39

mamah.”

“Non, maaf tadi bibi nggak bagi tahu Non kalau bapak sudah pulang.”

“Masih lanjut? Bukannya katanya udah”

“Santai aja, Bi. Ini juga salah aku karena pulang telat. Tapi kok mobil papa

“Mas Raga tantrum lagi. Aku harus ke sana besok.” Kali ini Lita benar-benar

nggak ada di luar?”

diam bukan karena kesal. “Nih kitabmu. Aku pulang duluan ya.” Raras berjalan

“Tadi bapak diantar langsung dari markas. Kayaknya pakai mobil dari sana,

ke samping jalan, menghentikan angkot dan naik untuk pulang.

bibi juga nggak paham.” Raras hanya mengangguk. “Oiya, sini gelasnya kalau

www

sudah selesai. Bapak sudah nunggu di bawah.” Raras hampir saja lupa.

Halaman rumahnya kosong. Raras tidak melihat mobil hitam itu terparkir.

Segera ia turun ke lantai satu, menemui papanya yang sudah duduk di ruang

Langkahnya ringan memasuki rumah. “Bi! Aku pulang.” Raras duduk di kursi

keluarga.

tamu. Tubuhnya menunduk untuk melepaskan tali sepatu.

Baru saja sampai, telinganya sudah disuguhi suara yang tidak mengenakan,

“Darimana kamu?” Tangannya berhenti melepaskan kaus kaki yang baru

“Papa kira ganti baju tidak sampai lima menit.”

setengah terlepas. Dia ragu untuk menjawab. Suara itu tidak seharusnya yang

“Maaf, tadi Raras ngecek PR dulu, Pa.”

pertama ia dengar. Suara lembut bibinya adalah hal yang paling ia rindukan

“Duduk.” Kemudian Raras duduk di kursi seberang Papanya. Keduanya diam,

saat pulang ke rumah, bukan suara berat lelaki itu. “Rumah teman, Pa.” jawab

tidak ada suara yang memulai untuk berbicara. Suasana malam itu dingin,

Raras singkat.

sedingin ikatan ayah dan anak itu. Raras duduk dengan punggung tegap

“Papamu lagi ngomong.” Kalimat singkat itu dan Raras langsung menegakkan

dan pandangan lurus, menunggu orang diseberangnya mengeluarkan suara.

tubuh di atas kursi. Wajahnya lurus ke depan, pandangannya mantap menatap

Haram bagi Raras untuk berbicara mendahului sang papa. Setelah sekali lagi

satu titik di hadapannya. Bukan, bukan wajah papanya yang sedang duduk

menyesap cairan hitam di gelas besar itu, si pria tua mulai angkat suara.

diseberang yang ia tatap. Pandangannya seakan menembus tengkorak

“Besok kamu ke rumah Tantri. Urus kakakmu selagi kami bicara.” Nama

kepala lelaki tua itu. Raras tidak akan pernah menatap mata papanya. Tidak

yang terucap dari bibir pria itu seperti sebuah kutukan. Raras ingat betul

diizinkan. “Orang berpangkat rendah harus menghormati atasannya.” Raras

tepatnya tiga bulan yang lalu, papanya menolak untuk memanggil wanita yang

tidak perlu merapalnya lagi seperti mantra. Ia sudah menghafalnya seperti

masih berstatus sebagai istrinya itu dengan panggilan kesayangan. Setelah

lagu pengantar tidur.

pertengkaran hebat keduanya pada suatu malam yang berujung dengan

“Ke rumah siapa? Kamu nggak bilang.” Papahnya meneguk kopi hitam yang

minggatnya sang mamah ke rumah nenek dan kakeknya, membawa serta

barusan disuguhkan bibi. Masih mengepul panas dan beraroma pahit.

sumber pertengkaran yang saat ini entah Raras rindukan atau tidak, kakaknya,

“Ke rumah Lita. Papa bisa telepon kalau nggak percaya.” Bagai sudah

Mas Raga.

diprogram, kata-katanya lancar terucap. Raras hanya ingin segera masuk ke

“Iya, Pa.” Raras muak berbasa-basi. Matanya sulit menahan kantuk. Hatinya

kamar dan tidur.

lelah menahan emosi yang dia sendiri tidak mengerti. Kesal, benci, marah,

“Bi, siapin makan malam.” Pria tua itu beranjak dari kursi menuju ke ruang

sedih, semua bercampur aduk saat ia ingat satu sosok itu.

makan. Raras baru bisa bernafas lega. Tubuh lelahnya ia seret ke lantai dua.

“Selama kamu di sana, jangan pergi ke mana-mana. Fokus sama latihan

Belum juga setengah tangga, suara itu kembali terdengar, “Setelah ganti baju,

kamu,” Jari Raras terkepal kuat, buku-buku jemarinya memutih tapi tersem-

turun. Papa mau bicara.” Untuk kesekian kalinya, Raras mengutuk malam hari.

bunyi dengan baik di balik bantal sofa yang cukup besar di pangkuannya.

Tas yang hanya berisi satu buku tulis dan sebatang pulpen itu Raras lempar

“Nggak usah ikut Lita belajar buat ujian di kafe. Papa tahu yang terbaik buat

begitu saja ke lantai sesaat setelah memasuki kamar. Ia menjatuhkan

kamu di masa depan.”

tubuhnya di atas kasur yang empuk dan melenguh pelan. Matanya tanpa

Lihat, Raras memang hanya bisa tersenyum pahit.

sadar terpejam, merasakan kenyamanan yang melingkupinya. Pikirannya

www

melanglang buana, memutar kembali kejadian sepulang sekolah tadi. Sampai

“Jaga masmu baik-baik ya. Mamah berangkat.” Tangan mamahnya yang

kapan ia akan hidup seperti ini? Sebentar lagi ia ujian lalu lulus dari SMA.

sedetik lalu mengelus pipi tirus Raras, tidak sehangat dulu. Mata cantik

Sebentar lagi ia harus menentukan mau seperti apa hidupnya ke depan. Raras

dengan bulu mata lentik itu, tidak lagi memancarkan cinta. “Kami pergi dulu

hanya bisa tersenyum pahit.

ya,” ucap lelaki di samping mamah. Om Danu membawa tangan kurus mamah

Pintu diketuk pelan dari luar. “Non, bibi bawa jus alpukat. Diminum dulu.”

untuk ia genggam. Mereka saling menatap, Tatapan penuh cinta yang dulu

Raras bergegas bangun dari kasur dan membuka pintu kemudian mempersi-

sering Raras lihat di antara papa dan mamanya, sebelum masuk ke mobil

lahkan Bi Sum masuk. “Makasih, Bi. Raras minum ya.”

putih pemberian Om Danu untuk mamah. Mobil putih itu sudah keluar gerbang


40

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

rumah mendiang nenek dan kakenya, membawa wanita bernama Tantri itu

ini. Papanya semakin ganas mengatur hidup Raras. Ditambah ujian kelulusan

menemui pria yang Rara yakin sebentar lagi jadi mantan suaminya. Sekarang

dan masuk perguruan tinggi juga tinggal menghitung bulan. Di saat teman-

wanita itu hanya sebatas Tantri di hidup Raras.

nya yang lain sibuk mempersiapkan diri dengan belajar dan ikut bimbel ke

Raras masuk ke rumah, menyusuri lorong penuh dengan bingkai foto usang

sana kemari, Raras harus berkutat dengan barbel dan lari keliling kompleks.

dan berhenti di sebuah pintu kamar. Dari luar terasa sangat hening, tidak

Menjaga agar tubuhnya tetap fit untuk tes kebugaran bulan depan.

ada suara yang mengindikasikan ada kehidupan di dalam. Raras membuka

Lita merasakan keheningan yang cukup lama dari seberang telepon. “Kamu

pintu perlahan dan sosok besar itu seketika menoleh. Berhamburan ke

lagi latihan ya?” Lita lagi-lagi memecah lamunan Raras. Sedikit ragu, Lita

pelukan Raras. Bobot tubuhnya yang tidak seberapa, tidak mampu menahan

akhirnya kembali berbicara, “Aku rasa sudah waktunya kamu ngomong,

tubuh yang lebih besar, alhasil Raras jatuh terduduk dengan memeluk tubuh

Ras, ke papamu. Kalau kamu butuh temen, aku siap temenin. Plis jangan

masnya yang semakin kurus.

maksain. Aku tahu badan kamu sanggup tapi mental kamuaku nggak mau

“Ra…rash” Mas Raga menatap wajah Raras yang tengah menahan sakit

kamu berakhir sama seperti”

akibat jatuh dengan bagian bokong duluan yang menyentuh tanah. Mata

“Maaf ya,” ucap Raras lirih. “Mas Raga tantrum lagi, Lit. Aku tutup teleponn-

Raras masih terpejam namun sekejap terbuka begitu mendengar suara keras

ya.” Raras menghela napas berat kemudian menoleh ke arah kakaknya yang

benda yang dipukul.

sedang tertawa tanpa sebab. Dalam benaknya terbersit pemikiran konyol.

“Aku baik-baik aja, Mas. Yuk udah, yuk.” Dengan sigap Raras menghentikan

Enak ya jadi kakaknya, tidak harus memikirkan omongan papa, tidak perlu

aksi kakaknya yang sedang memukulkan kepalan tangan ke tempurung

kena omel, bentakan, atau bahkan pukulan tangan besar papa. Raras ingin

kepala. Mas Raga menurut.

seperti Mas Raga. Meskipun harus tersiksa dalam dunia halusinasi yang

Mereka pindah ke ruang tengah. Mata Raras tidak pernah lepas mengamati

tiada berujung, Raras yakin bisa hidup bahagia. Setidaknya di dunia yang ia

kakaknya yang sedang asik memainkan botol plastik bekas air mineral,

ciptakan sendiri, Raras tidak perlu menuruti omongan orang lain. Dia bebas

sembari ia mengangkat barbel seberat 2 kilogram di kedua tangan. Raras

menjadi apa yang dia inginkan. Tanpa terikat dengan benang yang papanya

tidak pernah lupa omongan papanya. Kata-kata beliau adalah perintah bagi

kaitkan ke setiap sendi raga dan pikirannya, bagai boneka hidup.

Raras dan harus dipatuhi. Papanya tidak suka di bantah apalagi dibohongi.

www

Raras harus waspada karena mata papa ada di mana-mana.

Raras ingin punya satu alasan untuk lari. Hidupnya bukan lagi miliknya,

Ponselnya berbunyi, Lita menelepon. Raras sudah siap-siap ingin minta maaf,

sudah lama direnggut oleh sang komandan perang berbaret ungu yang

begitu suara sahabatnya itu berteriak memekakkan telinga, “Ke mana kamu

sayangnya selama depalan belas tahun menjabat sebagai ayahnya. Setahun

semalem!” Raras bisa membayangkan wajah sahabatnya itu memerah mirip

yang lalu, belum seekstrim ini. Raras masih bisa bermimpi menjadi seorang

mochi stoberi.

seniman. Masih bebas membeli peralatan lukisnya setiap akhir bulan

“Nggak di mana-mana, kenapa aku kena omel mulu sih. Jangan kayak

bersama Lita. Papanya berubah drastis semenjak anak pertamanya gagal

papaku deh Lit.”

menjalankan tugas mulia. Menjadi pioner kebanggaan di kesatuan komando

“Habis, semalam papamu telepon. Kamu jadiin aku tumbal lagi ya, segala

yang dia pimpin. Mas Raga tumbang sebelum berperang. Raras tahu papanya

bilang main ke rumah aku lagi. Dia tahu kalau aku ngajak kamu ke kafe buat

sangat keras, tapi tidak sampai hati ia mengatakan beliau kejam bagai

belajar, tau! Kamu nggak langsung pulang kan? Ke mana dulu? Kalau kamu

diktator. Tidak, sampai ia merasakannya sendiri. Setahun belakangan bagai

langsung pulang kan papamu gak bakal curiga.”

neraka. Raras dididik untuk meneruskan tugas kakaknya yang

“Sabar Lit, ngomongnya pelan-pelan. Napas dulu gih.” Raras menjawab

belum tuntas. Dipaksa melupakan mimpi dan cita-citanya.

santai. “Aku dari toko lukis. Catku ada yang habis.”

Kalau dengan menjadi tidak waras, ia bisa bahagia,

“Ras, kamu kan bisa nitip ke aku buat beliin kayak biasa. Kenapa harus ambil

Raras ingin jadi gila.

resiko sih. Kalau ketahuan, kamu mau kayak waktu itu? Belom kapok semua lukisanmu dibakar?” “Nggak usah diingetin juga kali, Lit.” “Amaaf kebawa emosi.” Lita jadi tidak enak hati. Raras memang kapok, tapi kemaren malam dia hanya ingin keluar sebentar. Menghirup udara malam yang sangat jarang ia nikmati. Pikirannya sedang penat memang akhir-akhir


Resensi

41

Romantis! Ini Makna Lagu ‘Senorita’ yang Penuh Arti Cinta!

H

alo sebat ketik, siapa di sini yang ngga kenal dengan penyanyi tampan dan berbakat Shawn Mendes? Shawn Mendes adalah sosok penyanyi pria dan penulis lagu asal Pickering, Ontario, Canada. Untuk kaum millennial pasti sudah lekat dengan lagu barunya berjudul “Senorita” yang dibawakan langsung oleh Shawn Mendes dengan Camilla Cabello. Camilla Cabello merupakan penyanyi wanita yang berasal dari Miami, Florida, Amerika Serikat. Camilla tak hanya memiliki paras yang cantik, ia juga berbakat dalam industri musik. Dua penyanyi ini sebelumnya sempat berkolaborasi pada lagu “I Know What You Did Last Summer” dan pada tanggal 21 Juni 2019, kedua penyanyi ini akhirnya berkolaborasi lagi. Kali ini dalam lagu terbaru mereka yang bertajuk “Senorita” yang artinya ungkapan atau julukan kepada seorang wanita yang belum menikah. Lagu ini dilibatkan 8 penulis lagu yaitu Charli XCX, Ali Tamposisi, Jack Patterson (Clean Bandit), Andrew Watt, Benny Blanco, Cashmere cat, Shawn Mendes dan Camilla Cabello. Tidak main-main untuk lagu ini dibuat selama 15 bulan lamanya dan langsung trending menempati nomer 1 di Youtube regian Amerika Serikat dalam 19 jam setelah peluncurnya. Belum genap sehari saja lagu ini telah mendapatkan 2.8

juta likes dan telah ditonton lebih dari 25 juta kali, sungguh keren bukan? Dengan suara vocal yang sangat khas, membuat lagu ini begitu enak didengar dan menjadi “Song Of The Summer” versi Spotify. Secara mengejutkan, lagu ini mengalahkan Old Town Road milik Lil Nas X dan Billy Ray Crus, yang telah memecahkan rekor di tangga musik Billboard 100 dengan bertengger di puncak selam 19 minggu. Lantas apa maksud dari lagu “Senorita” ini? Lagu ini bercerita tentang seorang pria dan wanita yang saling jatuh cinta, terdengat juga pada bait pertama yaitu “I love it when you call me senorita” yang artinya aku suka saat kau memanggilku Senorita (Nona) dan seterusnya sampai bait “All long I’ll be coming for” yang artinya selama ini kau kan datang untukmu. Inti dari lagu ini memiliki makna cinta seperti bilang sayang, tidak akan meninggalkanmu dan akan selalu ada untukmu. Jadi benar lagu “Senorita” yang penuh makna cinta ini sangat enak didengar, musiknya begitu menarik bahkan bisa membuat orang yang mendengarnya bergoyang/menari tipis-tipis seperti tarian latin. J: M THOIFUR E: EKA KURNIA CHANDRA D


42

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Perempuan Tanah Jahannam | 7.7/10

2019

Durasi 106 menit

Sutradara Joko Anwar | Pemeran Tara Basro; Christine Hakim; Ario Bayu; Marissa Anita; Asmara Abigail; Zidni Hakim; Faradina Mufti; Kiki Narendra; Teuku Rifnu Wikana; Abdurrahman Arif; Aghniny Haque; Mian Tiara; Eka Nusa Pertiwi; Muhammad Abe Baasyin; Ahmad Ramadhan; Arswendi Nasution; Ramadhan Alrasyid; Mariana Resli; Mursiyanto; Arfian Aris


Resensi

43

Perempuan Tanah Jahanam,

Bikin Jerit!

Halo, Sobat KETIK. Kalian yang hobi banget nonton film horror pasti nggak asing lagi dengan film yang satu ini. Ya, Perempuan Tanah Jahanam.

Cerita ini berawal dari Maya yang diperankan Tara Basro dan Dini yang diperankan Marissa Anita menempuh perjalanan panjang untuk menguak misteri keluarga Maya. Berdasarkan apa yang ditemukan Maya, keluarganya meninggalkan rumah besar yang bisa menjadi modal usaha mereka. Namun, belum sampai di tujuan, Maya telah menemukan hal-hal janggal. Misalnya tiga sosok perempuan yang berdiri di pinggir jalan pada tengah malam. Sesampainya di Desa Harjosari desa tempat tinggal keluarga Maya mereka terus menerus menemukan hal aneh. Mulai dari kuburan anak kecil, ada yang meninggal tiap hari, dan lain sebagainya. Film ini bisa terbilang sukses. Alur cerita yang matang membuat rasa penasaran penonton terus bertambah di tiap kejadian. Selain alur yang menarik, film ini didukung kehebatan para pemain dalam menjiwai cerita dari Perempuan Tanah Jahanam itu sendiri. Ketegangan demi ketegangan dibangun pelan-pelan dalam film ini, membuat satu persatu misteri dalam desa terpecahkan bersama. Yang membuat spesial PTJ ini adalah sosok hantu atau makhluk gaib tidak ditampakkan terlalu sering, karena yang ingin dibangun dalam film ini adalah inti dari cerita PTJ ini sendiri. Bagaimana

penonton merasa tergugah, bukan karena hantunya, tapi lebih kepada ceritanya. Terdapat kesan menarik dalam film ini. Penonton seakan-akan tidak diizinkan berpaling sedikit saja dari jalan cerita, karena penonton dipastikan tertinggal dengan apa yang sedang terjadi dalam film. Alur cerita dibangun rapat dan kuat, membuat penonton ikut terhanyut di dalamnya. Film Perempuan Tanah Jahanam yang disebut-sebut sebagai film yang sudah ditulis Joko Anwar sejak 2009 lalu ternyata berakhir baik. Film yang dirilis tanggal 17 Oktober 2019 kini telah mencapai satu juta penonton. Kebanggan Joko Anwar sebagai sutradara dan penulis ia tuangkan juga dalam postingan di instagramnya @jokoanwar. “Perempuan Tanah Jahanam bergenre thriller yang belum pernah berhasil di Indonesia. Kami sangat bangga, karena atas dukungan kalian semua yang udah nonton, kita bisa bilang bahwa genre apapun punya kesempatan untuk sukses di Indonesia. PTJ sudah tembus 1 juta penonton! #perempuantanahjahanam.” tulisnya di instagram miliknya. Meski perkembangan jumlah penonton pada Perempuan Tanah Jahanam ini masih lebih lambat dibanding film horror Joko Anwar sebelumnya—Pengabdi Setan— namun sensasi menonton PTJ ini tentu menimbulkan kesan tersendiri bagi penonton yang mengikuti cerita dari awal hingga akhir. Jadi, bagaimana, Sobat KETIK? Sudah nonton Perempuan Tanah Jahanam? J: DHANIAR W. S. E: EKA KURNIA CHANDRA D


44

Majalah KETIK | Edisi ke-IX

Teka-Teki

EDISI KE #002

Silang 1 1

2

3 5

4 2

6

3

7 4

8

9 5 10 11 12

8

14

13

9 15

10 13 14


Mendatar 1. Pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh 2. Batalyon Zeni Konstruksi 3. Anjungan Tunai Mandiri 4. Orang yang bergelut di bidang musik 5. Penawaran bentuk persentase pengem balian uang tunai atau virtual 6. Aliansi Pers Mahasiswa Politeknik SeIndonesia 7. Jenis sistem tulisan yang digunakan untuk tunanetra 8. Musyawarah Nasional 9. Uang atau barang yang digunakan sebagai dasar dalam kewirausahaan 10. Orang yang melaksanakan prosedur assesment 11. Lapangan futsal yang materialnya terbuat dari kayu 12. Pakaian luaran 13. Alat penahan curah hujan 14. Gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum

Menurun 1. Posisi pemain futsal yang bertugas sebagai penyerang 2. Ibu mahasiswa PoliMedia Alat untuk memukul dalam bulu tangkis 3. Antonim dari kata siang 4. Badan Nasional Sertifikasi Profesi 5. Tempat pelaksanaan Polimedia Mengabdi 2019 6. Penyakit kekurangan kadar hemoglobin dalam darah 7. Berita cetak berupa selebaran atau majalah 8. Kepala karangan ( ruang tetap) dalam media cetak 9. Musik pengantar di awal lagu 10. Himpunan Mahasiswa Desain Grafis Polimedia 11. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang 12. Sutradara Indonesia terkenal 13. Technicque Xelebration 14. Orang yang memiliki keahlian tentang cara dan teknik pembuatan film 15. Sinonim dari kata laba

EDISI KE #002 Yuk, temukan kata-kata untuk melengkapi kolom horizontal dan vertikal!


“Satu satunya kegagalan adalah kalau kita hanya diam ditempat, dan satu-satunya kesuksesan adalah kalau kita terus melangkah kedepan� Nadiem Makarim

Š Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif

majalahketik.com majalahketik @viv9474f

Profile for Majalah KETIK

Majalah KETIK Edisi 9  

Majalah KETIK Edisi 9  

Advertisement