Page 1

Edisi 08/Februari 2013 Badan Koordinasi Pengendalian dan Komunikasi Program

Repository ITS Bertahan Ranking Pertama Prestasi cukup membanggakan kembali diukirkan oleh Ins tut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Bila sebelumnya prestasi banyak ditorehkan oleh para mahasiswa dan dosen, kai ini prestasi tersebut disumbangkan oleh UPT Perpustakaan ITS. Yakni dengan berhasilnya repository ITS yang beralamat laman di www.digilib.its.ac.id pada periode Januari 2013 ini mampu bertahan lagi di urutan pertama nasional dan urutan ke-19 di dunia. Keberhasilan meraih prestasi ini juga didukung dengan adanya Surat Edaran (SE) Dirjen Pendidikan Tinggi (Dik ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebelumnya. SE tersebut mewajibkan para dosen yang akan naik pangkat atau menjadi Guru Besar untuk mengunggah karya ilmiahnya ke portal perguruan ngginya masing-masing atau Garuda Dik . Sehingga akhirnya mampu menambah jumlah konten yang ada di laman www.digilib.its.ac.id. Pimpinan ITS pun, dalam hal ini Pembantu Rektor III, juga telah mengharuskan para sivitas akademika ITS untuk bisa mengunggah karya-karyanya di portal ITS sendiri, yakni melalui www.digilib.its.ac.id. Nan nya pustakawan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) akan melengkapi dokumen yang diunggah dengan data bibliograďŹ sebelum akhirnya dipublikasikan dan dibaca banyak pihak. Dengan adanya dukungan kerjasama seper ini hasilnya dapat dilihat. Sejumlah publikasi karya ilmiah (grey literature) dari para sivitas akademika ITS telah menjadi rujukan banyak pihak. Hasil ini juga akhirnya mampu mendongkrak ranking webometrics ITS di ngkat nasional maupun dunia. Diharapkan Badan Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI) ITS juga bisa membantu dengan mewujudkan server rack yang sudah diusulkan sebelumnya. Sehingga database digilib ITS nan nya berdaya kemampuan cukup nggi untuk bisa menampung dan memberikan kemudahan serta kelancaran banyak pihak untuk mengakses informasi karya ilmiah yang dihasilkan para sivitas akademika ITS. (*)


ITS Putuskan Tak Terima Siswa IPS untuk SNMPTN Mekanisme seleksi masuk program sarjana (S1) di ITS untuk tahun 2013/2014 telah ditetapkan hanya melalui ga jalur. Yakni jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, dan jalur Seleksi Mandiri/PKM (Program Kemitraan Mandiri). Jalur SNMPTN merupakan jalur prestasi tanpa tes tulis tetapi penerimaannya didasarkan pada nilai rapor dan prestasi lainnya yang dimiliki dengan kuota minimal 50 persen. Sedang jalur SBMPTN merupakan jalur yang didasarkan pada penilaian tes tulis dengan kuota maksimal 30 persen. Serta jalur PKM merupakan jalur mandiri yang juga harus mempunyai skor nilai pada jalur SBMPTN dengan kuota minimal 20 persen. Awalnya, ITS juga bisa menerima siswa SMA dari IPS melalui jalur SNMPTN. Ada empat jurusan/program studi yang ada di ITS yang bisa menerima siswa dari IPS, yakni Sistem Informasi, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Desain Produk dan Industri (Despro), dan Manajemen Bisnis. Namun, setelah melalui beberapa per mbangan yang matang, akhirnya ITS memutuskan hanya bisa menerima siswa dari IPA pada jalur SNMPTN. Banyak hal yang menjadi per mbangannya. Antara lain adalah nilai rapor IPA dan rapor IPS dak bisa di ranking secara bersamaan dikarenakan nilai rapor berbeda. Terlebih sekarang diminta rapor dari semester satu sampai dengan lima. Padahal nilai-nilai IPA pas sangat berbeda dengan IPS juga Bahasa. Selain itu, saat tes tulis jalur SBMPTN, siswa IPS dan IPA akan mengerjakan soal dengan alat ukur yang sama. Jadi dengan mudah untuk melakukan perankingannya. Dengan demikian, ITS berharap menjadi lebih fair seleksi nan nya. Siswa IPS ini bisa masuk ITS melalui jalur SBMPTN dan PKM. Namun, harus memilih kelompok IPA atau IPC saat tes. Sedang jurusan Despro dak masuk dalam SBMPTN, tetapi melalui Ujian Masuk Desain (UMDESAIN). (*)


Atur Mekanisme Pembayaran dengan Uang Persediaan di ITS Ins tut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali melakukan pembenahan mekanisme pembayaran dengan uang persediaan yang ada di lingkungan ITS. Hal ini sehubungan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan nomor 190/PMK.05/2012 tentang tata cara pembayaran dalam rangka pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Untuk itu, Pembantu Rektor I I I T S menerbitkan Surat Edaran bernomor 02058/IT2.II/TU.00.08/2013 tertanggal 15 Februari 2013 yang menyampaikan beberapa hal tentang mekanisme pembayaran dengan uang persediaan. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa uang persediaan (UP) adalah uang yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran (untuk dana APBN), atau pun uang operasional bulanan yang dikelola Bendahara Pengeluaran Pembantu di ngkat Pusat/Jurusan/Unit (untuk dana PNBP). Pembayaran dengan UP dapat dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran (untuk dana APBN) dan Bendahara Pengeluaran Pembantu di ngkat Pusat/Jurusan/Unit (untuk dana PNBP), kepada satu penerima atau penyedia barang atau jasa paling banyak sebesar Rp 50 juta. Kecuali untuk pembayaran honorarium dan perjalanan dinas. Selain itu, pada se ap akhir hari kerja, uang tunai yang berasal dari UP yang terdapat pada kas Bendahara Pengeluaran atau Bendahara Pengeluaran Pembantu paling banyak harus sebesar Rp 50 juta, dak boleh lebih dari nilai tersebut. UP ini nan nya dapat diberikan untuk tujuan pengeluaran-pengeluaran antara lain seper belanja barang, belanja modal, dan belanja yang lain-lainnya. Aturan ini diharapkan sudah bisa dijadikan pedoman dalam proses pembayaran yang dilakukan baik dengan menggunakan dana APBN maupun dana PNBP di lingkungan ITS sejak 1 Januari 2013. (*)


ITS-JICA Kolaborasi Wujudkan LBE Salah satu target ITS yang sedang dijalankan saat ini adalah mewuwujudkan Lab Based Educa on (LBE). Di mana seluruh pembelajaran mahasiswa di kampus ITS nan nya terpusat pada laboratorium yang ada di masing-masing jurusan. Untuk itu, ITS bekerjasama dengan Japan Interna onal Coopera on Agency (JICA) membuka kembali kesempatan untuk penda aran otorisasi LBE periode ke ga. Penger an sebuah laboratorium dalam hal ini diubah, bahwa laboratorium bukan hanya sebagai sebuah tempat atau ruangan, tapi lebih pada keberadaan orang-orang yang ada di dalamnya yang diperha kan. Saat ini, ITS sedang serius untuk menerapkan LBE di semua laboratorium yang ada di lingkungan ITS. LBE sendiri merupakan research group yang di dalamnya terdapat sejumlah peneli yang tergabung dari satu maupun berbagai laboratorium. Sebuah laboratorium dikatakan LBE jika laboratorium tersebut telah memenuhi kriteria dan telah melakukan otorisasi. Kriterianya adalah berapa dosen pengampunya, berapa mahasiswa S3, S2, maupun S1 yang melakukan beberapa peneli an di laboratorium tersebut. Dibukanya kembali penda aran otorisasi LBE oleh JICA Technical Coopera on Project for Research and Educa on Development on ICT in ITS (Predict) bersama Kumamoto University dan ITS yang telah memasuki batch 3 ini untuk peningkatan kualitas riset ITS secara keseluruhan. LBE juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan peneli an. Hal ini dikarenakan ITS telah mengeluarkan peraturan untuk melibatkan mahasiswa pada se ap kegiatan peneli an. Untuk penyeleksian laboratorium yang mendapatkan ser ďŹ kasi LBE, ITS dibantu JICA dan Kumamoto University melakukan penyeleksian ser ďŹ kasi. Selain itu, JICA juga menggelar sebuah peneli an bersama yang bertajuk JICA joint research yang kini telah memasuki batch 3. Sebelumnya, telah dihelat JICA joint research batch 1 pada April tahun 2012 lalu, dan batch 2 pada September 2012 lalu. (*)


Universitas Graha Nusantara (UGN) Padang Sidempuan, berkunjung ke ITS terkait persiapan peralihan status UGN menjadi PTN dan keingintahuan terhadap ITS, di antaranya, kondisi kekinian kampus, mode pendidikan, dan pengembangan beberapa jurusan terutama jurusan teknik.

Dr Ir Ahmad Darobin Lubis Msc memberikan pela han bertajuk Satuan Penjaminan Mutu dan Pengukuran Kinerja. Pela han ini berlangsung selama dua hari, yang dilanjutkan pela han audit mutu di empat jurusan, yaitu teknik industri, teknik mesin, arsitektur dan sta s ka.

Ir Faimun MSc PhD memberikan materi terkait dengan Research Batch dalam acara seminar LBE (Lab-Based Educa on) Authoriza on dan JICA PREDICT Joint Research Batch 3.

Puskominfo BKPKP ITS Humas: Indah Tri Sukmawa HP. 081231157772 PIN. 2A3E4F2C Telp : 031-5927012 e-mail : humas@its.ac.id itshumas@gmail.com

Cycling For Green merupakan rangkaian acara Biological Opus Fair (BOF) VI yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Biologi ITS (Himabits). Kegiatan tersebut diiku oleh beberapa mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan, serta warga sekitar ITS untuk turut berpar sipasi.

Beranda ITS-Edisi 08 2013  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you