Issuu on Google+

Raharja Baiturrahman

Bijak di Jalan Raya

Dialog Publik di Jantoeng Hatee Kampanye Safety Ridding

Pesan Moral dari Taman Sari

Yang Ditunggu Akhirnya Datang Jua EDISI I TAHUN PERTAMA 2010


Jumlah Santunan Besarnya santunan UU No 33 & 34 tahun 1964, ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No 36/PMK.010/ 2008 dan 37/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008

Angkutan Darat/Laut Meninggal Dunia Rp25.000.000,Catat Tetap (maksimal) Rp.25.000.000,Biaya Rawatan (maksimal) Rp.25.000.000,Biaya Penguburan Rp.2.000.000,-

Angkutan Udara Meninggal Dunia Rp50.000.000,Catat Tetap (maksimal) Rp50.000.000,Biaya Rawatan (maksimal) Rp.25.000.000,Biaya Penguburan Rp.2.000.000,-


Salam Redaksi

Indeks

Perdana uji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas terbitnya Baiturrahman Raharja Edisi Perdana tahun pertama 2010. Terbitnya majalah ini digagas oleh Pengarah Baiturrahman Raharja Abdul Haris SE MM AAAIK pada Oktober 2010. Baiturrahman Raharja diterbitkan sebagai media sosialisasi, informasi, dan komunikasi beragam kegiatan PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD dan mitra kerja. Dengan terbitnya majalah ini diharapkan memberikan motivasi kepada insan Jasa Raharja di Provinsi Aceh untuk lebih meningkatkan kinerja dan hubungan yang harmonis dengan mitra kerja dan masyarakat pada umumnya. Akhirnya, kepada semua pihak yang terlibat dalam penerbitan Baiturrahman Raharja, kami ucapan terima kasih. Semoga penerbitan majalah ini bermanfaat bagi semua pihak.

P

Laporan Utama 4-5

Yang Ditunggu Akhirnya Datang Jua

Redaksi

REDAKSI Pengarah: Abdul Haris, SE. MM. AAAIK. Pemimpin Redaksi: Ahamd Ilham, SH (Kanit Humas dan Hukum Jasa Raharja Aceh). Redaktur Pelaksana: Rahmad Wijaya (kasir). Dewan Redaksi: Endang Prayitno SE (Kanit PKBL), Rusman SE (Kanit. Pelayanan Santunan), H Supriadi SE (Kanit. Teknik).


Laporan Utama

Utama

Yang Ditunggu A Dat

Tampak Rektor Unsyiah Prof. Dr Kepala PT. Jasa Raharja (Persero) Aceh Prof Dr. Yuwaldi Away sert Dicky Sondani, ketika acara pemb Kuala Darussalam Banda Aceh. R


Akhirnya tang Jua

Dr. Darni M. Daud, MA di dampingi oleh o) Cabang NAD dan Kadis. Hubkominfotel erta Kasubdit Dyaksa Polda Aceh AKBP. mbukaan Dialog Publik di Universitas Syah h. Rabu (2/6)

Ibarat saudara dekat yang tidak pernah bersua, berkunjung melihat keadaan kerabatnya. Pertemuannya tentu penuh keakraban. Begitulah suasana menyelimuti Gedung Jasa Raharja di Banda Aceh, ketika sambangi Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja (Persero) Suntoro.

edatangan unsur pimpinan itu sudah ditunggutunggu puluhan stafnya yang bertugas di Aceh. Pasalnya, karyawan PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD di Banda Aceh hanya mengenal dari namanya saja, belum pernah melihat langsung wajah Suntoro. Ketika Suntoro datang pada 5 Juli 2010, rasa haru dan bahagia begitu kentara dirasakan keluarga besar PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. “Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang jua,” ungkap Kepala PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD Abdul Haris SE MM ketika menyambut kedatangan Direktur SDM dan Umum Suntoro. Kedatangan Direktur SDM dan Umum itu ke Bumi Serambi Mekkah dalam rangka mencari memasukan dan menggali informasi terkait pengembangan sumber daya manusia serta kinerja para staf yang bertugas di Provinsi Aceh. Kunjungan itu juga sekaligus memberi pengarahan kepada staf dan unsur pimpinan PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD serta melakukan konsolidasi internal terhadap kegiatan di semua bidang. Pertemuan berlangsung dalam suasana keakraban dan kekeluargaan. Begitu juga ketika staf bertanya kepada Suntoro, tidak ada pembatasan dan ruang sekat antara bawahan dengan atasan. “Mari kita bersama-sama bekerja sesuai SPO yang ada pada bidang tugas masing-masing. Pergunakan anggaran yang telah dialokasikan sesuai peruntukan,” kata Suntoro. Di akhir pertemuan, Abdul Haris mengajak seluruh staf PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD mempertahankan eksistensi dan bekerja sesuai aturan dan penuh kehatihatian. “Marilah kita cintai dan mempertahankan Jasa Raharja. Berhati-hatilah dalam bekerja, dan bekerjalah sesuai aturan yang ada,” kata Abdul Haris menutup pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut. Sebelum meninggalkan Banda Aceh, Direktur SDM dan Umum Suntoro berkesempatan diabadikan dalam sesi bersama dengan seluruh staf PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD. nHumas JR-NAD

K


Agenda

Dialog Publik di Jantoeng Hatee iar lambat asal selamat. Katakata tersebut kerap menghiasi di berbagai sudut jalanan. Kendati istilah itu dianggap usang, namun memiliki makna mendalam. Tapi, rangkaian kata-kata itulah menyelamatkan banyak nyawa. Kecelakaan bukanlah takdir. Kecelakaan bisa dihindari kalau pengguna jalannya santun berlalu lintas. Santun di jalan raya merupakan tindakan terpuji. Tidak hanya menyelamatkan nyawa sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain.

B

**** Suasana ruang utama Gedung Activity Academy Center (AAC) Prof Dayan Dawood, Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Kota Banda Aceh, begitu semarak. Gedung yang biasa civitas akademika di Banda Aceh itu bukan sedang menggelar wisuda atau seminar membahas masalah kampus. Tapi, sebuah dialog publik membahas keselamatan berlalu lintas. “Dialog seperti ini jarang dilakukan. Biasanya di gedung ini hanya digelar seminar yang materinya tidak jauh dari urusan kampus,” kata seorang mahasiswa. Mahasiswa itu mengaku tertarik mengikuti dialog tersebut. Kendati materinya jauh dari urusan kuliah, namun mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, itu merasakan makna pembicaraan terbuka tersebut. “Dari dialog publik ini saya baru menyadari betapa pentingnya memperhatikan keselamatan berlalu lintas.

Hasil dari gedung ini akan saya sampaikan kepada teman-teman,” katanya. Adalah PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD menggagas dialog publik di Jantoeng Hatee (Jantung Hati) masyarakat Aceh tersebut. Sasaran dialog itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kampus akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Dialog publik tersebut dibuka secara simbolis oleh Rektor Unsyiah, Banda Aceh, Prof DR Darni M Daud MA. Acara ini dipandu Syaifuddin Bantasyam SH MA. Dosen Fakultas Hukum Unsyiah tersebut duduk di kursi moderator. Hadir sebagai narasumber Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang NAD Abdul Haris SE MM. Kemudian ada Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Provinsi Aceh Prof DR Yuwaldi Away.


Baiturrahman Raharja EDISI I TAHUN I 2010

Selain itu, Kasubdit Dyaksa Polda Aceh AKBP Dicky Sondani dan pengamat transportasi Unsyiah DR Ir Sofyan M Saleh Msc Eng, turut memberikan pandangan dan masukannya. Prof DR Darni M Daud MA mengatakan dengan dialog publik dapat melahirkan pemahaman bagi mahasiswa bagaimana berlalu lintas dengan santun. “Waktu kita lebih banyak dihabiskan di jalan raya. Dialog ini menjadi ajang meningkatkan pemahaman betapa pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya,” katanya. Oleh karena itu, ia mengimbang peserta dialog publik dan mahasiswa dapat menjadi teladan bagi

pengguna jalan lainnya, sehingga terhindar dari kecelakaan yang dapat merengut nyawa manusia. “Saya memberi apresiasi terselenggaranya dialog publik ini, Dengan harapan, dari gedung ini ada solusi mengatasi pencegahan kecelakaan di jalan raya,” pinta guru besar Unsyiah tersebut. Sementara, Kepala PT Jasa Raharja (persero) Cabang NAD Abdul Haris memberi pesan bahwa kecelakaan bukanlah suatu takdir, tetapi dapat dihindari. “Penyebab utama suatu kecelakaan karena human error atau kesalahan manusia. Kesalahan ini bisa dihindari jika kita mau. Karena itu, marilah kita

7

santun dan menjadi contoh dalam berlalu lintas,” ajak Abdul Haris. Dialog publik tersebut diselingi dengan pemberian 10 helm Standari Nasional Indonesia (SNI) gratis kepada setiap peserta yang mengajukan pertanyaan. Selain helm gratis, 10 peserta beruntung juga mendapat telepon genggam. Hadiah ini untuk mengingatkan peserta untuk selalu berlalu lintas dengan baik. “Saya tidak menyangka dari dialog publik memberi pemahaman berarti karena berlalu lintas merupakan keseharian mahasiswa di kampus ini. Saya berharap dialog serupa sering digelar di kampus ini,” ungkap Siti Zahara, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah. nHumas JR-NAD


Kampanye

Kampanye Safety Ridding

Pesan Moral da

nda ingin selamat di jala raya? Patuhilah aturan b lintas. Begitulah kalimat sering terdengar dalam kampanye keselamatan berlalu lintas. Kalimatny terdengar sederhana, tet punya makna mendalam. Kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara saat ini me perhatian utama banyak pihak, meng kian meningkatnya kecelakaan di jal raya. Tidak hanya kepolisian, tetapi j PT Jasa Raharja, perusahaan asuran jalan raya, tiada henti berkampanye. Safety ridding (keselamatan mengendara) merupakan hal penting sebelum berlalu lalang di jalan raya. mengabaikan safety ridding, maka sa saja mengabaikan keselamatan jiwa. ini juga merupakan amanah UndangUndang Nomor 22 Tahun 2009 tentan lintas. Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Priha mengatakan kecelakaan di jalan ray telah banyak menelan korban jiwa. Kecelakaan itu didominasi karena kesalahan berlalu lintas pengguna ja baik sepeda motor maupun pengemud mobil. “Angka kecelakaan itu pengguna j masih mengabaikan keselamatan be lintas. Seperti, pengendara sepeda m tidak mengenakan helm standar dan memakai sabuk pengaman bagi peng

A


ari Taman Sari

alan n berlalu at yang m n nya tetapi

menjadi engingat jalan i juga ansi ye.

ng a. Jika sama wa. Hal ngtang lalu

hantoro aya .

jalan, mudi

a jalan berlalu motor an tidak ngemudi

mobil,” kata dia. Tahun 2008 saja terjadi 747 kecelakaan, di antaranya 647 dengan kerugian materi mencapai Rp1,6 miliar. Begitu juga pada tahun 2009, terjadi 608 kecelakaan yang menelan korban jiwa mencapai 499 orang dan kerugian materi sekitar Rp2,9 miliar. Masih tinggi angka kecelakaan tersebut membuat Polda Aceh dan PT Jasa Raharja menggencarkan kampanye keselamatan lalu lintas yang dipusatkan di Taman Sari, Banda Aceh, Minggu (27/6) pagi. Kampanye diikuti sekitar 400 pengendara sepeda motor. Pada kampanye tersebut, PT Jasa Raharja menyediakan 400 helm SNI dan dibagikan gratis kepada peserta yang jauh hari sudah menyatakan diri dan merasa terpanggil ikut bertanggung jawab menyosialisasikan keselamatan berkendara. Kampanye diawali dengan pembagian helm Standar Nasional Indonesia (SNI) yang disediakan PT Jasa Raharja. Kemudian, para peserta kampanye berkonvoi melintasi jalan-jalan protokol di Banda Aceh. Ketika melintasi jalanan di Banda Aceh, peserta konvoi memperlihatkan bagaimana berkendara dengan baik, seperti mengenakan helm yang terikat di dagu, menyalakan lampu di siang hari, dan memasang kaca spion kiri dan kanan. Kepala PT Jasa Raharja Cabang NAD

Abdul Haris mengatakan, kampanye safety ridding dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Selain itu, kegiatan tersebut sebagai upaya menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. “Dengan kampanye ini kita harapkan masyarakat memahami pentingnya mengenakan helm SNI dan menyalakan lampu di siang hari bagi pengendara sepeda motor ketika berkendara di jalan raya,” kata Abdul Haris. Menurut dia, kecelakaan di jalan raya masih tinggi terjadi di Aceh. Penyebabnya bermacam-macam, ada karena kelalaian, ada pula karena tidak paham aturan berlalu lintas. Oleh karena itu, PT Jasa Raharja terus menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana menjaga keselamatan di jalan raya, sehingga mampu meminimalisasi terjadinya kecelakaan. “Kami ingin kegiatan di Taman Sari ini menjadi pesan moral bagi pengendara sepeda motor agar selalu mengenakan helm SNI. Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab kita semua,” ungkap Abdul Haris. Pakailah dan ikat kencang helm SNI Anda. Jangan memasang kaca spion kiri dan kanan. Kemudian, nyalakan lampu utama sepeda motor Anda di siang hari agar pengguna jalan lainnya mengetahui keberadaan Anda. Semuanya demi kenyamanan Anda berlalu lintas. ****


Laporan Utama


Baiturrahman Raharja EDISI I TAHUN I 2010

11


Laporan Utama


Baiturrahman Raharja EDISI I TAHUN I 2010

13


Dari Anda :: KONSULTASI JASA RAHARJA RUBRIK INI DISEDIAKAN OLEH PT JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG NAD SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DAN KONSULTASI MASYARAKAT TERKAIT MASALAH SANTUNAN KECELAKAAN DI JALAN RAYA. JIKA ADA MASALAH YANG ANDA HADAPI, BELUM MENGERTI, ATAU KELUHAN ANDA BERKENAAN DENGAN SANTUNAN KECELAKAAN DI JALAN RAYA, SILAKAN KIRIM PERTANYAAN ANDA KE REDAKSI BAITURRAHMAN RAHARJA DENGAN ALAMAT GEDUNG PT JASA RAHARJA (PERSERO) CABANG NAD JALAN T UMAR NO ..... BANDA ACEH ATAU EMAIL REDAKSI@JASARAHARJAACEH.COM ATAU SMS KE NOMOR +628XXXXXXXXX. KONSULTASI TERBUKA UNTUK UMUM DAN TIDAK DIPUNGUT BIAYA.

Jaminan bagi pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan Pengasuh yang terhormat Bila pejalan kaki ditabrak pengendara sepeda motor, apakah korban atau pejalan kaki dan pengendara sepeda motor terjamin oleh Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang dana pertanggungan wajib kecelakaan lalu lintas jalan umum? Mohon penjelasan. Kiki, Banda Aceh Jawab: Dapat dijelaskan bahwa sesuai Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 tahun 1965 yang diatur dalam pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap orang yang berada di luar alat angkutan lalu lintas jalan yang menimbulkan kecelakaan, yang menjadi korban akibat kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu lintas jalan tersebut, diberi hak

atas suatu pembayaran dari dana kecelakaan lalu lintas jalan. Dari uraian di atas, dapat disampaikan bahwa terhadap korban kecelakaan pejalan kaki, termasuk dalam jaminan UU Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 tahun 1965 karena korban ditabrak oleh kendaraan alat angkutan lalu lintas jalan. Namun, untuk pengendara sepeda motor yang menabrak

pejalan kaki berada di luar jaminan. Hal ini berdasarkan jaminan UU Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 tahun 1965. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena korban berada di dalam alat angkutan lalu lintas jalan yang menimbulkan kecelakaan. Yang ditabrak pengendara sepeda motor adalah pejalan kaki, bukan alat angkutan lalu lintas jalan. **

Bagaimana cara mengurus santunan Pengasuh yang terhormat Bila pejalan kaki ditabrak pengendara sepeda motor, apakah korban atau pejalan kaki dan pengendara sepeda motor terjamin oleh Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 tentang dana pertanggungan wajib kecelakaan lalu lintas jalan umum? Mohon penjelasan. Kiki, Banda Aceh Jawab: Dapat dijelaskan bahwa sesuai Undang-undang Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 tahun 1965 yang diatur dalam pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa setiap orang yang berada di luar alat angkutan lalu lintas jalan yang menimbulkan kecelakaan, yang menjadi korban akibat kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu

lintas jalan tersebut, diberi hak atas suatu pembayaran dari dana kecelakaan lalu lintas jalan. Dari uraian di atas, dapat disampaikan bahwa terhadap korban kecelakaan pejalan kaki, termasuk dalam jaminan UU Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 tahun 1965 karena korban ditabrak oleh kendaraan alat angkutan lalu lintas jalan. Namun, untuk pengendara

sepeda motor yang menabrak pejalan kaki berada di luar jaminan. Hal ini berdasarkan jaminan UU Nomor 34 Tahun 1964 juncto PP Nomor 18 tahun 1965. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena korban berada di dalam alat angkutan lalu lintas jalan. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena korban berada di dalam alat angkutan lalu lintas jalan. **


Baiturrahman Raharja EDISI I TAHUN I 2010

15



Majalah Bairurrahman Raharja