Issuu on Google+

1

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


2

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


indeks 3

Kesehatan

31

Otomotif

Di tengah banjir produk kuliner, obesitas alias kegemukan adalah hal yang menakutkan. Di banyak negara, kegemukan kini bukan lagi urusan pribadi, tapi ia sudah jadi ranah negara. Pemerintah ikut mengurus rakyat yang kegemukan agar mendapatkan tubuh ideal.

Gada-gadu

69

Syahrini menyikapi keberadaan hatersnya dengan santai. Para haters itu, menurutnya, adalah para pecintanya, karena mereka selalu memperhatikan tiap detail yang dilakukan.

Kutubkhanah

43

Pentingnya pendidikan budi pekerti, adab, dan akhlak sebagai penunjang pengajaran ilmu pengetahuan bagi anak-anak di sekolah telah dipikirkan oleh sejumlah cendekiawan RiauLingga 94 tahun lalu.

Creatrep

66

Ia memilih mengundurkan diri dari jabatan general manager di perusahaan besar, untuk merintis bisnis kuliner. Semua dimulai dari nol. Kini Mengkeng punya enam outlet di Batam.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

edisi 45, minggu IV - Januari 2014

50

Anda penggemar mobil sport mewah? Ingin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi? Jika iya, Anda harus mencoba sensasi mengendarai Porsche 911 Carrera S.

Tourism

56

Nyebur ke kolam memang mengasyikkan, apalagi ketika cuaca lagi terik-teriknya. Tapi kelamaan bergerak di air tentu saja membuat lapar. Nah, apalagi jika rumah makannya berada tepat di samping kolam. Anda tentu semakin terpacu untuk merasa lapar, bukan?

History

60

BlackBerry, perusahaan pembuat smartphone dengan merek yang sama, terus dilanda masalah. Mungkinkah, perusahaan yang pada 2008 silam sempat bernilai 84 miliar dolar AS itu, kini tengah menghadapi “ajalnya�.

Trend

39

Elie Saab, mungkin di antara kita banyak yang belum mendengar namanya. Ia adalah perancang busana yang karyanya sangat ditunggu-tunggu para penggemarnya setiap season. Di dunia fashion nama Elie Saab sudah mulai diperhitungkan sebagai brand rumah fashion terkemuka.

Desain Cover : Poniman


4

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


jendela

5

p e r i s t i w a

SEL ANCAR Peselancar Cole Clisby beraksi di atas gelombang saat matahari terbenam di lepas pantai Leucadia, California, Rabu (15/1). F. Mike Blake/REUTERS

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


jendela

6

p e r i s t i w a

F. Chris Wattie/REUTERS

Sekuel foto gubuk unik di atas lapisan es yang dibangun untuk keperluan memancing, termasuk gubuk sepanjang 6,7 meter berbentuk ikan yang dijuluki ‘Wally Walleye’ (kiri atas), dekat Pulau Petrie di Ottawa, Kanada, Sabtu (18/1). Meskipun gubuk, namun tak terkesan kumuh.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


jendela

7

p e r i s t i w a

Sambut Dewa

F. Wijaya Satria/Batam Pos

Marga Tionghoa yang beragama Buddha memanjatkan doa, membakar hio dan menyerahkan buah dan makanan sebagai sesajian pada malam penyambutan Dewa di Vihara Tua Pekong, Windsor, Kamis (23/1) malam.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


8

jendela p e r i s t i w a

TA N J U N G

DARI U

Kota Tanjungpinang difoto dari udara terlihat padat, 239.50 Km2 ini kian berkembang seiring dengan dij Pelabuhan internasional dan domestik Tanjungpinan Riau, Selasa (3

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


9

jendela fokus pp ee rr ii ss tt ii w w aa

GPINANG

UDAR A

, Selasa (31/12/2013). Wilayah dengan luas daratan jadikannya Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. (inset) ng merupakan gerbang ibukota Provinsi Kepulauan 31/12/2013).

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Foto-foto : Yusuf Hidayat/Batam Pos


10

fokus p e r i s t i w a

F. Iman wachyudi/Batam Pos

amat Tantoso foto bersama Raja Abdul Gani usai diberi gelar kehormatan Datuk.

Editor: YERMIA RIEZKY email : majalah@batampos.co.id

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Meski masih dibayangi kecurigaan, pembauran antara warga Tionghoa di Batam dengan etnis lain, berlangsung mulus. Tak ada konflik berarti. Ada tokoh Tionghoa yang dapat gelar adat Melayu. Puluhan lainnya terjun ke politik.


fokus

11

p e r i s t i w a

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Dua remaja putri beda etnis duduk akrab di suatu siang di Tanjunguma, Jumat (12/2/2010). Masyarakat Batam yang heterogen menjadikan Kota Industri ini kaya budaya.

ang Tao Seng melepas lelah di teras Klenteng Cetya Santi-Sakti di Seipancur, Tanjungpiayu, Batam. Dua jarinya menjepit sebatang rokok kretek. Ia sangat menikmati siang itu. Meski terik, semilir angin menyejukkan Tao Seng yang duduk dengan salah satu kakinya dinaikkan ke atas kursi berlapis keramik. Pria berumur 70 tahun itu secara perlahan menyedot dalam-dalam asap rokoknya. Asap tebal ia keluarkan dari mulutnya yang sudah nyaris kempot itu. Tao Seng, berperawakan kurus, berkulit sedikit lebih gelap ketimbang kebanyakan masyarakat Tionghoa. Semua kulitnya keriput dan rambutnya memutih. Bicaranya pun begitu pelan sehingga siapa pun yang berbicara dengannya harus sudi memajukan telinga mendekati mulut Tao Seng agar dapat mendengar ucapannya. Di masa mudanya, dia merupakan penyadap getah karet di wilayah Duriangkang. Dia pindah ke Seipancur dengan terpaksa setelah tempat tinggal dan usahanya masuk dalam wilayah proyek waduk milik Otorita Batam pada 1996. Kini, Tao Seng merupakan bagian dari sekitar seratusan keluarga Tionghoa yang menetap di Pancur, pindahan dari Duriangkang. Tidak semua EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

warga bekas perkampungan Tionghoa di Duriangkang yang menetap di sana. Pasalnya, mereka harus memulai kehidupan lagi dengan berdagang dan bertani. Meski Otorita Batam memberikan lahan dan uang sagu hati, ada yang memilih pindah ke kawasan Jodoh dan Nagoya. Kawasan permukiman yang letaknya di sekitar Lapangan Sepakbola Usman Harun itu memang tak didominasi oleh warga Tionghoa. Warga pribumi dari berbagai suku juga menetap di sana. Meski demikian, layaknya warga Tionghoa yang menggerakkan ekonomi, mereka banyak mengoperasikan toko dan kedai kopi. Sepanjang pekan lalu mereka sibuk membersihkan tempat usahanya. Sejumlah ornamen dan benda-benda khas perayaan Tahun Baru China dipasang. Tahun ini perayaan Imlek akan jatuh pada 31 Januari 2014. Peran masyarakat keturunan Tionghoa sebagai Kini, Tao Seng merupakan pemilik toko atau kedai bagian dari sekitar seratukopi membantu intersan keluarga Tionghoa yang aksi mereka dengan menetap di Pancur, pindapribumi konsumen han dari Duriangkang. barang-barang merTidak semua warga bekas eka. Kedai-kedai kopi perkampungan Tionghoa di jadi ajang bertemu Duriangkang yang dan berbincang aneka

menetap di sana.


12

fokus p e r i s t i w a

topik mulai dari pekerjaan, usaha, hingga beragam tetek Mandarin. Kondisi di Batam, jauh berbeda. bengek dunia politik. Di situ sering warga pribumi dan “Orang-orang Tionghoa Batam sangat membawa ciri Tionghoa duduk bersama. Kedai kopi seakan menjadi khas daerahnya seperti bahasa. Misalnya yang asal Moro tempat paling pas untuk berbual-bual tentang akan menggunakan bahasa Tio Chiu atau orang masalah negara. selat Panjang tetap menggunakan bahasa HokLafal bahasa Indonesia meluncur mukian,” terang dia saat dijumpai di rumahnya lus dalam pembicaraan orang Tiondi Baloi Permai. ....banyak masyarakat ghoa dan asli pribumi. Berbeda jika Salah satu penyebab kentalnya pengketurunan Tionghoa di yang bertemu sesama warga ketugunaan bahasa Mandarin pada warga Jawa malah tidak bisa runan Tionghoa. Perbincangan pasti Tionghoa Batam adalah kencangnya lagi berbahasa Mandamengalir dalam bahasa Mandarin. arus siaran berbahasa Mandarin di rin. Kondisi di Batam, Masyarakat Tionghoa Batam dan stasiun televisi asal Malaysia dan Sinjauh berbeda. Kepulauan Riau memang sangat gapura. Tayangan-tayangan berbahasa menjaga bahasa mereka. Bukan sekedar Mandarin sangat membantu warga Tionbahasa Mandarin, namun bahasa daerah ghoa Batam menguasai bahasa dari tanah seperti Tio Chiu, Hokkian, atau Kek. Sangat leluhur mereka, meski kebanyakan tidak berbeda dengan keturunan Tionghoa di daerah Jawa, pandai membaca aksara Mandarin. misalnya. “Kami di Duriangkang sudah menonton siaran televisi Di Surabaya, orang-orang Tionghoa sangat fasih berbaasal Singapura tahun 1963,” terang Sahdan, pemilik kehasa Jawa dengan aksen Surabaya. Kata-kata Jawa medok dai kopi Tiang-Tiang di Seipancur. Pada tahun itu, Televiyang mereka ucapkan tak beda dengan warga pribumi si Republik Indonesia (TVRI) baru berusia satu tahun dan asli. Hal yang sama banyak dijumpai pada masyarakat siarannya baru bisa dinikmati masyarakat di Pulau Jawa. keturunan Tionghoa di Jawa Tengah atau yang hidup di Kualitas siaran dan isi tayangan diakui Budi membuat tanah Pasundan di Jawa Barat dan Banten. warga Tionghoa Batam memilih menonton saluran dari Pengamat budaya Tionghoa yang tinggal di Batam, negara tetangga itu. Penerimaan dengan antena biasa Budi Tamtomo, mengatakan banyak masyarakat keturelatif lebih jernih. Isi siarannya yang bermuatan kisah runan Tionghoa di Jawa malah tidak bisa lagi berbahasa keluarga membuat mereka betah menikmati sajian tele-

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Siswa-siswi sekolah dasar berkonvoi memakai busana daerah sembari melambailambaikan bendera kecil merah putih di Dataran Engku Putri Batam, Jumat (2/5/2008) lalu. Semangat nasionalisme bisa menjadi pembauran antarbudaya (akulturasi) yang ampuh.


fokus

13

p e r i s t i w a

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Pawai budaya menjadi salah satu bentuk pembauran budaya yang sering diadakan di Indonesia termasuk di Batam, Sabtu (24/7/2010). visi atau radio. Fasilitas ini yang kemudian membuat kebiasaan berbahasa Mandarin mereka sangat kental. Berbeda dengan daerah lain di luar Kepulauan Riau di mana pada masa Orde Baru semua hal yang terkait dengan kebudayaan Tionghoa diberangus. Tidak ada kursus bahasa Mandarin seperti yang menjamur saat ini. Itulah yang membuat mengapa orang-orang Tionghoa di luar Kepri kurang fasih melafalkan bahasa leluhur mereka. Kebiasaan itu sudah ditanamkan sejak di keluarga. Batam Pos mengamati data siswa salah satu sekolah dengan jumlah murid keturunan Tionghoa yang banyak. Dalam data itu, anak-anak keturunan Tionghoa banyak menyebutkan, bahasa yang mereka gunakan di dalam keluarga adalah bahasa Mandarin dengan dialek Tio Chiu, Kek, atau Hokkian. Beberapa menggunakan bahasa Hailam. Meski unik, sebagian masyarakat pribumi kerap kesal dengan penggunaan bahasa Mandarin di kalangan terbatas itu. Kesan membatasi diri dan tak ingin membaur dalam ciri khas Indonesia muncul di benak sebagian masyarakat saat mendengar kelompok orang Tionghoa ngobrol dalam bahasa Mandarin. Budi menolak anggapan itu. “Orang selalu melihat dari sisi negatifnya,� ujar Budi, tenang. “Sebenarnya suku lain juga seperti itu. Mereka lebih akrab dengan kelompoknya. Orang Indonesia di luar negeri pun akan saling akrab meski mereka berbeda suku, karena sama-sama Indonesia,� ujar dia.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

*** PERAN masyarakat Tionghoa dalam perekonomian Batam dan Kepri tidak dapat dielakkan. Sejarah merunut, sejak awal kedatangan mereka ke Kepulauan Riau, misi dagang jadi salah satu alasan utama mereka merantau ke daerah-daerah baru. Rombongan orang-orang Tionghoa yang pertama masuk ke Batam dan menetap di Duriangkang tak lepas dari misi itu. Mereka mengusahakan tanaman gambir untuk dijual ke Singapura, baik perseorangan maupun melalui badan usaha. Di abad 19, harga gambir memang melambung tinggi. Itu dipengaruhi oleh tingginya permintaan gambir yang digunakan dalam industri kulit di Eropa. Di lokasi lain di Kepri, mereka mulai menancapkan pengaruhnya melalui pertanian. Di Lingga, misalnya, mereka menanam lada hitam dan mengumpulkan sagu. Lambat laun, mereka tak lagi menanam sendiri. Orang-orang Tionghoa mulai menjadi pengumpul dan menjadi tauke. Mereka mengumpulkan segala hasil alam masyarakat pribumi di daerahnya. Pengalaman memasarkan hasil kebunnya membuka jaringan perdagangan mereka, terutama dengan pedagang-pedagang Tionghoa di Singapura. Faktor kesamaan bahasa membuat mereka cepat akrab yang saling mengait dan memperluas jaringan mereka. Kemampuan masyarakat Tionghoa dalam berdagang ini yang membuat mereka dekat dengan warga Kerajaan Melayu Riau-Lingga. Oleh Sultan, pengusaha-pengusaha Tionghoa diberikan hak untuk mengelola tanah untuk


14 kegiatan ekonomi. “Kerajaan Melayu Riau-Lingga memberikan hak itu karena kemampuan berdagang orang Tionghoa. Kerajaan akan untung karena pajak akan masuk ke kas kerajaan,” kata sejarawan Kepulauan Riau, Aswandi Syahri. Ketua Lembaga Adat Melayu Batam, Nyat Kadir mengungkapkan, ada jalinan persaudaraan antara warga Tionghoa dan masyarakat Melayu. Pasalnya, warga Tionghoa juga memiliki peran dalam membantu Kerajaan Melayu Riau-Lingga. “Itulah sampai sekarang tidak pernah kita dengar gerakan-gerakan anti-China di Kepulauan Riau ini,” terang Nyat. Pembangunan Batam modern di bawah kendali Otorita Batam, memberikan kesempatan baru bagi warga Tionghoa untuk berdagang. Apalagi akan banyak pendatang yang akan bekerja membangun Batam yang diproyeksikan oleh pemerintah saat itu untuk menjadi pesaing Singapura. Jelas, para pendatang itu membutuhkan banyak hal untuk menunjang kehidupan mereka selama berada di Batam. Pada masa pembangunan itulah banyak pengusaha Tionghoa yang memindahkan usahanya ke Batam. Mereka mendapatkan tanah yang saat itu masih dibanderol murah, sehingga lahan luas bisa mereka dapatkan. Dengan modal itu, mereka mengembangkan kawasankawasan perdagangan baru seperti di Jodoh. Usaha yang dijalankan oleh masyarakat Tionghoa di Batam perlahan berkembang. Salah satu faktor adalah kedekatan dengan Singapura dan kesamaan budaya. Seperti ratusan tahun sebelumnya, kesamaan ini membantu pengusaha Tionghoa memperluas jaringan usaha mereka. Seiring berjalannya waktu, Batam menjadi kota yang

fokus p e r i s t i w a

ramai. Masyarakatnya sibuk dengan pekerjaan dan usahanya masing-masing sehingga sosialisasi menjadi kian sulit. Hubungan antara masyarakat Tionghoa dengan pribumi tidak seakrab di daerah lain di Kepulauan Riau. “Di daerah kekerabatan itu lebih kental,” ujar Paulus Amat Tantoso, pengusaha keturunan Tionghoa asal Kundur Barat Karimun. “Pergaulan masyarakat Tionghoa dengan masyarakat pribumi di Batam terbatas karena bagi mereka time is money. Jadi mereka lebih memilih bekerja,” kata Amat. Meski mengakui desakan waktu dan pekerjaan membuat banyak orang Tionghoa di Batam sangat jarang berinteraksi dengan warga pribumi, Amat tetap berusaha menjalin hubungan itu. Nostalgia di kampung dimana keluarganya menampung hasil nelayan membuat dia rindu hal yang sama terjadi di Batam, kota yang sibuk ini. Itulah yang mendorong dia membina organisasi Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Kabupaten Karimun di Batam (Kerabat). Ia tercatat sebagai orang Tionghoa pertama di Kepri yang memimpin organisasi Melayu. Kebiasaan bergaul dengan warga pribumi membuat Amat tak canggung dengan budaya Melayu. Misalnya, ia tak sungkan mengenakan bajua adat Melayu. “Saat saya mengenakan baju Melayu dan pakai peci, orang-orang Tionghoa bilang Amat Tantoso itu pengkhianat,” terang dia diiringi tawa. Amat berusaha menunjukkan bagaimana upaya masyarakat Tionghoa agar bisa membaur dengan masyarakat pribumi di tengah kesibukan mereka. Jika saat ini masyarakat pribumi banyak mengenakan baju Cheongsam asal China pada hari raya Imlek, ia berharap suatu saat masyarakat Tionghoa berbalik mengenakan baju adat Melayu dalam perayaan nasional seperti saat Idul Fitri.

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Geliat dini hari pedagang kue di Pasar Subuh, Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (12/12/2009). Pasar tradisional seperti di Pasar subuh ini menjadi tempat pembauran etnis Tionghoa dan warga lainnya. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


15

Perhatian Amat terhadap budaya Melayu membuat Kerabat Diraja Sultan di Batam memberikan gelar Datuk kepada Amat. Amat menerima gelar itu pada 26 Juni 2013 di gedung Lembaga Adat Melayu Batam. Nyat Kadir menilai pemberian gelar itu pada Amat Tantoso sudah tepat. Dia mengaku tidak ada pengurus Lembaga Adat Melayu Batam yang menolak pemberian gelar Datuk itu. “Alasannya Amat Tantoso sudah sangat dekat dengan masyarakat Melayu. Dia bahkan pernah menjadi ketua ikatan masyarakat Karimun Batam.” kata Nyat. Gelar Datuk itu menjadikan Amat sebagai orang Tionghoa pertama di Kepri yang mendapatkan gelar Datuk. Nyat pun mengakui, Amat barulah awal. “Kami sudah memiliki daftar orang-orang Tionghoa yang berjasa bagi kebudayaan Melayu di Batam. Kami akan mengkaji kelayakannya untuk selanjutnya akan diberikan gelar Datuk jika sesuai dengan persyaratan,” ungkap Nyat. *** Sibuknya orangtua mencari uang akhir-akhir ini banyak keluarga Tionghoa mau tak mau menggunakan jasa pembantu rumah tangga untuk menjaga anak mereka. Jika sanggup, keluarga juga dapat menitipkan anaknya ke tempat penitipan anak. Interaksi dengan pembantu ternyata memiliki dampak dengan anak-anak keluarga Tionghoa. “Anak saya yang paling kecil sudah tidak bisa berbahasa Mandarin karena seringnya ngomong bahasa Indonesia dengan pembantu,” ujar Amat Tantoso. Dia menyebutkan ini merupakan fenomena yang marak terjadi di masyarakat keturunan Tionghoa Batam, yang selama ini dikenal dengan keteguhannya menjaga bahasa asli leluhur. Namun, dampak seperti itu tidak bisa dihindari karena waktu orangtua dengan anak lebih

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

fokus p e r i s t i w a

sedikit ketimbang anak dengan pembantu atau penjaganya. “Anak-anak itu mungkin mengerti saat mendengar, tapi untuk mengucapkan bahasa Mandarin sulit,” terang Amat. Meski demikian, ia mengambil sisi positifnya. Kebiasaan anaknya berbahasa Indonesia akan bagus untuk pembaurannya. “Saya pikir dengan anak saya biasa berbahasa Indonesia, dia tidak canggung di sekolah dan tidak sulit lagi mempelajari bahasa Indonesia,” ujar Amat. Di Batam, beberapa sekolah memang mewajibkan siswanya berbahasa Indonesia, khususnya saat berada di kelas atau dalam pelajaran. Sekolah Yos Sudarso Batam Centre salah satunya. Di sana, sejak SD, anak-anak khususnya keturunan Tionghoa diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia dalam keseharian mereka. Netty Hariani, salah satu guru di SMP Yos Sudarso menjelaskan itu merupakan aturan sekolah agar siswa tidak membentuk kelompok atau mendiskriminasi kelompok yang berbeda. “Kami selalu mengingatkan siswa keturunan Tionghoa jika mulai berbicara dalam bahasa Mandarin untuk menggunakan bahasa Indonesia. Itu aturan tegas di sini,” kata Netty, wanita asli Palembang yang bersuamikan pria keturunan Tionghoa asal Bangka itu. Meski demikian, tetap ada orangtua Tionghoa yang tidak bisa menerima jika ada anaknya yang tak mampu belajar bahasa Mandarin. Netty menceritakan satu waktu ia tidak lagi menemukan salah satu siswa yang dikenalnya di sekolah saat tahun ajaran baru. Penasaran Netty bertanya kepada kakak anak tersebut. “Kakaknya bilang, orang tua mereka memindahkan adiknya dari Yos Sudarso ke SMP Maitreyawira supaya dia bisa berbahasa Mandarin,” ujar Netty. Sementara itu, pembauran melalui pernikahan antara orang Tionghoa, khususya mereka yang lahir dan


fokus

16

p e r i s t i w a

pria asal Flores itu. Menurut Evi, memang masih banyak keluarga keturunan Tionghoa yang memiliki pandangan yang belum terbuka soal penikahan campur. Namun tidak ada aturan dalam budaya Tionghoa yang melarang itu. Sebagian orang Tionghoa, kata Evi, masih ingin mendapatkan keturunan yang murni Tionghoa. Ini berguna untuk meneruskan marga. Namun, orang-orang Tionghoa lebih merelakan anak perempuannya menikah campur dibandingkan lakil-laki. “Budaya patrilineal di Tionghoa masih kuat. Laki-laki sebagai penerus marga diharap dapat memperoleh keturunan laki-laki yang murni. Pandangan seperti itu masih banyak,” terang Evi. Salah satu pria keturunan Tionghoa asal Belakangpadang, Kusuma, yang menikah dengan perempuan asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan mengatakan banyak masyarakat Tionghoa Batam yang masih berupaya mempertahankan kemurnian keturunannya. Ini membuat mereka masih belum terbuka terhadap pernikahan campur. “Mereka masih belum menerima karena masih mengikuti pandangan orang tua dulu. Mereka yang menerima umumnya sudah memiliki pandangan yang lebih global, melihat yang terjadi di negara lain,” terang Kusuma. Budi Tamtomo membenarkan masih Saya pikir dengan adanya pandangan lama dari oranganak saya biasa berbaorang tua Tionghoa. Bahkan panhasa Indonesia, dia tidak dangan kolot itu tidak cukup hanya canggung di sekolah dan berlaku bagi warga pribumi semata. tidak sulit lagi mempela“Ada keluarga Tionghoa yang berjari bahasa beda suku saja tidak mau. Tapi makin Indonesia. ke masa kini pandangan itu mulai terkikis,” kata dia.

berkembang di Batam, dengan pribumi belum jamak terjadi. Kebanyakan pasangan nikah campur di Batam adalah warga Tionghoa yang bukan berasal dari Batam. Batam Pos sempat mendatangi beberapa gereja yang memiliki banyak umat keturunan Tionghoa seperti Gereja Katolik Santo Petrus Lubuk Baja dan GKI Duta Mas. Sekretariat gereja menerangkan pernikahan campur seperti itu lebih sedikit jumlahnya ketimbang pernikahan sesama warga keturunan Tionghoa. Kalaupun ada, salah satu pengantinnya bukan warga keturunan Tionghoa yang berasal dari Batam. Evi, rekan Netty Hariani di SMP Yos Sudarso, mengatakan pandangan terhadap pernikahan campur berbeda di setiap keluarga. Dia mengaku, keluarganya yang merupakan keturunan Tionghoa yang menetap di Padang cukup demokratis. “Mereka membebaskan pilihan pada kami anakanaknya karena kehidupan keluarga itu kami yang menjalani. Saudara-saudara saya yang sudah menikah semuanya nikah campur,” kata Evi yang menikah dengan EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

*** Di luar persoalan keluarga, pembauran juga terjadi di ranah politik. Jika selama Orde Baru warga Tionghoa didesak hanya berkarya di bidang ekonomi, sejak tahun 1999, jejak warga keturunan Tionghoa di Batam mulai tampak. Adalah dua bersaudara asal Dabo, Lingga, Saptono Mustaqim dan Asmin Patros yang menjadi dua orang Tionghoa pertama yang duduk di kursi DPRD Batam. Selanjutnya di tahun 2004, ketertarikan warga keturunan Tionghoa semakin besar. Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Batam mencatat, secara keseluruhan di Kepulauan Riau, ada 43 calon legislatif etnis Tionghoa yang ikut serta dalam Pemilu. Di Kota Batam sendiri saat itu, ada empat anggota DPRD yang merupakan keturunan Tionghoa. Mereka adalah Yohannes, Bastoni Solichin, Danir Tan, dan Asmin Patros.


17 Makin hari, ketertarikan masyarakat Tionghoa pada dunia politik semakin besar. Semakin banyak warga keturunan Tionghoa yang bertarung dalam pemilihan anggota legislatif. Nama-nama bernuansa Tionghoa pun mulai sering terpampang pada baliho dan poster para caleg. Dalam perekonomian dan sosial, upaya warga Tionghoa untuk membaur bersama warga lain dengan membentuk organsisasi sosial seperti Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI), Himpunan Seni Budaya Suku Tionghoa Indonesia Batam (Hisbutib), atau Forum Pembauran Kebangsaan (FKB). Organisasi sosial semacam ini kerap memberikan bantuan pada momen-momen tertentu misalnya saat bulan puasa. Mereka juga mengadakan pentas kesenian gabungan budaya Tionghoa dan budaya asli Indonesia. Nyat Kadir berharap suatu saat organisasi masyarakat Tionghoa Batam tak sekedar memberikan bantuan, namun turut membagikan strategi berdagang ala Tionghoa. Dia mengaku, masyarakat Melayu masih belum ahli dalam berdagang, apalagi jika dibandingkan dengan warga Tionghoa. “Kami akui masyarakat Tionghoa itu paling ahli dalam berdagang. Suatu hari, kami berharap tidak hanya diberi ikan, tapi juga diberikan pancingnya,” ujar Nyat. Amat Tantoso yang kini kerap dipanggil Datuk Amat juga berpikir penting untuk mengembangkan perekonomian warga Melayu. “Ini tanggung jawab saya setelah diangkat menjadi Datuk,” kata dia. Usai dianugerahi gelar Datuk, Amat kemudin meluncurkan produk baru usahanya yang berupa kaos pantun. Ke depan ia merancang

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Dari kiri, Zaskiah, Viona Angelia, Hardianto Sanputri, dan murid TK Handayani, Dabo, bermain di luar kelas sebelum bel tanda masuk berbunyi, Senin (15/10/2012). Di sekolah ini anak-anak dari beragam etnis berbaur tanpa ada perbedaan. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

fokus p e r i s t i w a

berdirinya kios oleh-oleh di sekitar Jembatan Barelang yang berguna sebagai sumber penghasilan alternatif bagi nelayan saat tidak bisa melaut di musim angin utara. Saling ketergantungan warga Tionghoa dan pribumi di Kepri dan Batam khususnya sangat tinggi. Peran besar warga Tionghoa dalam perdagangan menyediakan kebutuhan bagi masyarakat Batam. Pasalnya, usaha warga Tionghoa tersebar mulai dari pusat perbelanjaan moderen hingga ke kedai kopi, dari hotel berbintang sampai konter pulsa. Sebaliknya, ketergantungan pengusaha Tionghoa pada warga pribumi juga tinggi. Bukan cuma berfungsi sebagai konsumen, pengusaha Tionghoa juga butuh pasokan barang dan tenaga kerja agar roda usahanya terus berjalan. Simbiosis mutualisme yang terbentuk ini sebenarnya yang mendorong baik warga keturunan Tionghoa dan warga pribumi dari suku manapun untuk membaur dalam wadah Indonesia mini yang ada di Batam. Jalinan persaudaraan antara saudagar Tionghoa dan anggota Kerajaan Melayu Riau-Lingga yang terbentuk ratusan tahun lalu boleh jadi merupakan contoh baik dalam upaya pembauran ini. Budi Tamtomo mengingatkan agar pembauran itu betul-betul dari hati nurani. Keinginan untuk membantu dan panggilan mengangkat kemanusiaan itu yang mendorong semua pihak berusaha menciptakan pembauran dari tingkat elit hingga akar rumput. “Mengusahakan pembauran memang sulit,” terang Budi. “Tapi pembauran itu tidak usah direkayasa. Kalau merasa kasihan dibantu.” ***


18 ujuh orang keturunan Tionghoa duduk melingkari sebuah meja bundar. Usia mereka di atas 50-an. Dua di antaranya bahkan telah sepuh, berjalan membungkuk dan dibantu tongkat. Seorang dari kelompok itu sepanjang pembicaraan terus menggunakan bahasa Indonesia saat lainnya menyerocos dalam lafal Mandarin. Namun pembicaraan di kedai kopi Tien-Tien, Seipancur, Tanjungpiayu, Batam, itu tetap berlangsung gayeng. Beberapa kali mereka menyebut kata Imlek. Meluncur pula nama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo. Pembicaraan diselingi tawa dan kopi hitam panas atau kopi-o. Hampir satu jam mereka berbincang siang itu. Setelahnya, mereka kemudian meninggalkan kedai sama seperti saat datang, sendiri-sendiri. Satu yang tetap tinggal adalah pemilik kedai, Sahdan. Selesai pertemuan, pria yang juga bernama Lie Sin Siang itu membersihkan meja. Seorang pelanggan datang memesan nasi goreng yang dengan terampil Sahdan menyiapkannya. Sesekali ia melihat salah seorang pekerja membersihkan dinding dan langit-langit lantai satu ruko tempat kedai kopi

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

fokus p e r i s t i w a

Warga Tionghoa sudah m pertengahan abad ke-18. Du gahan pertama mereka. Me bar pengaruh hingga ke bi


19

menetap di Batam sejak uriangkang adalah persingenanam gambir dan menyeidang kuliner dan busana.

fokus p e r i s t i w a

miliknya. “Ini untuk mempersiapkan Imlek, karena itu kami bersihbersih,” kata Sahdan. Di usianya yang mendekati 60, kondisinya masih segar. Badannya sedang, tak gemuk dan tak juga kurus dengan tinggi sekitar 165 centimeter. Rambutnya cepak. Pembicaraan bersama enam rekan yang berlangsung sebelumnya adalah persiapan perayaan Imlek yang akan jatuh pada 31 Januari 2014. Sementara nama Soerya mereka sebut sebagai salah satu tokoh yang akan diundang. Beberapa waktu lalu, Soerya sempat menghadiri acara ulang tahun Klenteng Catur Dharma Tanjungpiayu yang ke-19. “Klenteng itu pindahan dari Duriangkang tahun 1995,” kata Sahdan sambil memperlihatkan foto-foto kehadiran Wakil Gubernur dalam acara lalu. Sahdan mengatakan, ada dua klenteng yang dipindahkan dari Duriangkang sebelum kawasan itu ditenggelamkan menjadi waduk pada 1996. Satu lagi adalah Klenteng Cetya SantiSakti yang dipindahkan tahun 1994. Saat ini klenteng SantiSakti diurus oleh keluarga Sahdan. Sahdan dan rekan-rekan semejanya merupakan keturunan, paling tidak, generasi ketiga dari orang Tionghoa yang datang dan menetap di Duriangkang. “Kecuali yang tadi berbahasa

F. YERMIA RIEZKY/Batam Pos

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

kLENTENG Chatur Dharma pindahan dari Dam Duriangkang, Rabu (22/1).


20 Indonesia, dia dari Kalimantan Barat,” Sahdan menjelaskan. Kakek Sahdan, Li Yong Hok berlayar meninggalkan kampungnya di Hailam, China ke arah Selatan. Ia singgah di Singapura sebelum lanjut ke Batam. Tahun 1929, Yong Hok sampai di Duriangkang bersama kakaknya Li Yong Hiang, bergabung dengan komunitas Tionghoa asal Hailam yang telah lama menetap di Duriangkang. Dalam buku Tionghoa Batam: Dulu dan Kini, Edi Sutrisno dan kawan-kawan menulis orang-orang Tionghoa sudah menetap di Pulau Batam sejak pertengahan abad ke-18 tepatnya di sekitar Duriangkang. Mereka berlayar langsung dari daratan China menggunakan perahu layar kayu berisi tujuh sampai sepuluh orang. Mereka memasuki Batam dari Seibuluh. Setelah menyusuri sungai ke dalam pulau, mereka kemudian menetap di satu wilayah yang memiliki banyak pohon durian. Untuk memudahkan ingatan, mereka menamakan daerah itu duriangkang. ‘Durian’ yang berarti pohon durian. sementara ‘kang’ dalam bahasa Tionghoa berarti sungai. Duriangkang berarti Sungai Durian. Di sana, masyarakat Tionghoa kemudian membuka lahan dan menanam gambir. Saat itu gambir menjadi komoditas yang dicari dunia. Di Singapura harganya terbilang tinggi. Sejarawan Kepulauan Riau Aswandi Syahri mengatakan penanaman gambir di Batam sangat marak pada pertengahan hingga menjelang akhir abad ke 19. Sebelumnya, pusat tanaman gambir berada di Pulau Bintan. “Perpindahan itu karena bahan bakar untuk memasak gambir telah habis di Bintan,” kata Aswandi. Tingginya harga gambir di pasar dunia tak hanya mengundang pedagang besar seperti dua firma Lau Yu Ha dan Sin Yun Hi ke Duriangkang. Para gangster pun ikut merecoki perdagangan hasil bumi yang berfungsi dalam industri kulit itu. Aswandi mengungkapkan, persaingan

F. YERMIA RIEZKY/Batam Pos

Klenteng Cetya Santi-Sakti, Rabu EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014 (22/1).

fokus p e r i s t i w a

muncul di antara kelompok asal Riau yang disebut ‘Muka Hitam’ dan kelompok ‘Muka Merah’ asal Singapura. Namun, kejayaan gambir tak berlangsung lama. Sekitar 1930-an, harganya anjlok di pasar Singapura. Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara kemudian mengubah tanaman gambir menjadi karet. Tanaman penghasil getah itu kemudian terus ditanam pada masa pendudukan Jepang, pasca kemerdekaan, hingga sebelum kawasan Duriangkang tenggelam oleh proyek waduk garapan Otorita Batam pada 1996. Tanaman ini juga masih terekam dalam memori Sahdan dan warga Seipancur pindahan dari Duriangkang. Di masa lampau, perantau asal Tionghoa tak hanya menetap di Duriangkang. Mereka juga menempati daerah Teluk Tering, Mukakuning, Batuaji, Sambau dan Seipanas. Seipanas punya catatan khusus dalam sejarah masyarakat Tionghoa Batam. Daerah itu menjadi semacam pelabuhan dimana banyak kapal-kapal pukat besar yang masuk melalui sungai. Barang dagangan seperti gambir dan karet banyak diangkut melalui lokasi itu. Meski tersebar di banyak titik di Pulau Batam, Duriangkang tetap dianggap sebagai pusat. Pasalnya kegiatan pertanian dan perkebunan banyak dilakukan di daerah itu. Makin lama, makin banyak orang yang datang ke Duriangkang, termasuk warga pribumi dari Flores, Padang, dan Sumatera Utara. Kebanyakan mereka bekerja sebagai buruh di perkebunan karet. Lainnya berdagang. Selain perkebunan, warga Tionghoa menyumbangkan banyak hal bagi Batam dan Kepulauan Riau. Industri batu bata milik Raja Ali Kelana di Batuaji tak dapat berjalan sukses tanpa bantuan pengusaha China. Pedagang Tionghoa-lah yang menyadarkan tingginya nilai ekonomi gambir yang dibawa oleh orang-orang Bugis ke Kepu


21

fokus p e r i s t i w a

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

VIHARA Budhi Bhakti atau lebih dikenal dengan sebutan Tua Pek Kong di Windsor, Sabtu (29/1/2011), tak lepas dari sejarah perjalanan komunitas marga Tionghoa di Batam. lauan Riau. di dalam kawasan perkebunan untuk kemudian dibeli Selain kepada Belanda, Kerajaan Riau-Lingga ketika itu para buruh. banyak memberikan hak guna lahan kepada pen“Mengedarkan candu kepada para buruh gusaha Tionghoa karena kemampuan mereka jadi siasat pengusaha Tionghoa agar uang Tak hanya itu, mengelola sumber daya alam yang bermereka tidak beredar di luar,” Aswandi guna bagi pemasukan kerajaan. Selain menerangkan. “Di situlah pintarnya pengaruh Tionghoa juga berkebun, pengusaha itu juga memiliki mereka.” merasuk ke dunia mode. tambang batu, usaha perikanan, hingSeperti masyarakat Tionghoa lain di Potongan teluk belanga ga rumput laut yang diolah menjadi Indonesia, masa Orde Baru merupayang menjadi salah satu agar-agar. kan masa sulit bagi mereka. Ekspresi gaya busana Melayu Pengaruh budaya Tionghoa juga kebudayaan asal China dilarang oleh merupakan pengaruh masuk ke dapur melalui makanan dan rezim pemerintahan Presiden Suharto. dari busana China. kebiasaan minum kopi. Mereka membuka Pengamat Budaya Tionghoa di kedai kopi yang menjadi ajang kumpul warBatam, Budi Tamtomo, mengatakan ga baik Tionghoa maupun pribumi. Kata tiam pemerintah saat itu begitu alergi dengan dalam ‘kopi tiam’ berasal dari dialek Tio Ciu yang berarti aksara Tionghoa, meski mereka bergandeng erat kedai. Kedai kopi Sahdan atau Tiang-Tiang merupakan dengan banyak pengusaha keturunan Tionghoa. yang tertua di Pulau Batam. Ia merupakan pengelola “Orang-orang yang masuk ke Indonesia harus mengisi kelima dari kedai yang aslinya bernama Kwa Hwa itu. formulir tidak membawa narkoba dan bacaan beraksara Tak hanya itu, pengaruh Tionghoa juga merasuk ke China. Sebegitu antinya sampai aksara Tionghoa disadunia mode. Potongan teluk belanga yang menjadi salah makan dengan narkoba,” terang Budi. satu gaya busana Melayu merupakan pengaruh dari Sahdan mengingat, pada masa itu mereka kerap kebusana China. sulitan mengekspresikan jati diri mereka. Untuk berdoa Dalam catatan sejarah, pedagang dan pengusaha saja mereka sulit. Klenteng-klenteng yang ada di DuriTionghoa juga punya pengaruh buruk di Batam. Mereka angkang diubah menjadi vihara, karena pemerintah adalah pembeli setia candu dari pedagang-pedagang mengakui agama Budha namun tidak untuk Kong Hu Cu. candu asal Eropa. Candu itu kemudian diperdagangkan Namun secara sembunyi-sembunyi mereka masih bisa menikmati perayaan Imlek. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


fokus

22

p e r i s t i w a

Di Batam, peran warga keturunan Tionghoa tak mungkin bisa dihilangkan. Sejak kedatangan mereka di pulau ini, mereka begitu fasih menjalankan roda ekonomi dari skala mikro hingga kelas yang hanya bisa dijalankan para taipan.

“Saat Imlek, kami makan bersama sekeluarga dan mengunjungi kerabat. Kami juga memberikan bingkisan bagi pekerja pada hari itu,� ujar Sahdan. Pascareformasi dan keputusan Presiden Abdurrahman Wahid menghapus larangan bagi ekspresi kebudayaan Tionghoa, perasaan lega dinikmati keturunan Tionghoa di Indonesia, termasuk Batam. Aksara China bertebaran di setiap sudut kota. Klenteng kembali muncul dan warga Tionghoa penganut Kong Hu Cu ramairamai menyerbu untuk berdoa. Kursus bahasa Mandarin pun menjamur. Nama-nama bernuansa Tionghoa pun sudah jamak di telinga masyarakat. Di Batam, peran warga keturunan Tionghoa tak mungkin bisa dihilangkan. Sejak kedatangan mereka di pulau ini, mereka begitu fasih menjalankan roda ekonomi dari skala mikro hingga kelas yang hanya bisa dijalankan para taipan. Kondisi geografis Batam yang berhadapan dengan Singapura dan bertetangga dengan Malaysia makin memperkuat pengaruh mereka, karena didukung kesamaan bahasa. Seiring berjalannya waktu dan munculnya generasi baru dengan semangat yang terus terpompa, menjamin pengaruh mereka akan terus mencengkeram bak cakar naga dengan jaringan yang terus menggurita. (Yemia Riezky). EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

GERBANG China Town di Nagoya berhias lampion, Sabtu (5/2/2011) lalu.


fokus

23

p e r i s t i w a

Budi Tamtomo Pemerhati Budaya Tionghoa

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


fokus

24

p e r i s t i w a

Keberadaan masyarakat Tionghoa di Batam telah berlangsung selama berabad-abad. Sejak mereka datang dari daratan China menggunakan perahu, sampai masuknya para keturunan Tionghoa dari daerah sekitar ketika Batam mulai dibangun pemerintah 40 tahun lalu. Keuletan, jaringan, dan kedekatan geografis dengan Singapura membuat warga keturunan Tionghoa sangat dominan dalam perekonomian di Batam. Keberhasilan ini sedikit banyak memengaruhi hubungan antara masyarakat keturunan Tionghoa dengan pribumi di Batam. Dinamika hubungan itu diamati oleh pemerhati budaya Tionghoa, Budi Tamtomo. Sejak datang ke Batam tahun 2000, Budi aktif dalam membina kerukunan masyarakat keturunan Tionghoa dengan warga pribumi. Pria kelahiran Pontianak 70 tahun lalu ini pernah ikut dalam Forum Kerukunan Umat Beragama Kepulauan Riau. Ia juga membidani kelahiran Majelis Agama Kong Hu Cu. Batam Pos menemui Budi di kediamannya di Kompleks Permata Baloi. Di rumahnya yang juga difungsikan sebagai tempat kursus bahasa Mandarin itu, ia menjelaskan upaya pembauran masyarakat keturunan Tionghoa Batam masa kini.

Dari mana asal masyarakat keturunan Tionghoa di Batam? Dari pulau-pulau di sekitarnya. Ada yang dari Moro, Tanjungbatu, Tanjungpinang, dan Kalimantan Barat. Karena itulah di sini ada Persaudaraan Warga Kalimantan Barat. Ini membuktikan Batam multietnis dan datang dari berbagai daerah. Saat Batam mulai dibangun oleh Pak Habibie (BJ Habibie, Menristek saat itu), mulailah banyak kesempatan untuk berusaha. Yang saat itu aktif sekarang sudah kaya.

Contohnya? Misalnya, Bos Penuin yang menguasai tanah. Akau, pemilik Harbour Bay. Itu yang besar. Yang kecil juga banyak. Waktu itu memperoleh tanah dan rumah masih mudah. Hasilnya, sekarang sudah berkali-kali lipat. Jelas dari sisi ekonomi mereka berkembang.

Setelah 40 tahun pembangunan Batam, apakah masyarakat keturunan Tionghoa Batam memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan di luar Batam? Sebenarnya semua membawa ciri khusus dari daerah asal, seperti bahasa. Mereka masih menggunakan bahasa daerah dia. Misalnya asal Moro masih menggunakan bahasa Tio Ciew. Yang dari Selat Panjang akan menggunakan bahasa Hokkian. Jadi mereka tetap mempertahankan tradisinya. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Dibandingkan dengan daerah lain, apa yang unik pada masyarakat Tionghoa di Batam? Uniknya di sini penggunaan bahasa daerah mereka lebih kental. Karena dekat dengan Malaysia dan Singapura, mereka banyak mendengar siaran televisi dan radio dari sana sehingga bahasa Mandarin mereka bagus meskipun buta huruf. Ini berbeda dengan daerah lain seperti di Jawa. Di sana mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Mandarin. Ya, memang. Di Surabaya, misalnya, banyak sekali kita lihat warga keturunan Tionghoa yang berbahasa Jawa. Berarti ini persoalan geografis? Iya. Apalagi acara radio dan televisi di sini kualitasnya jauh dari Singapura. Film Indonesia juga jauh (lebih rendah kualitasnya). Ada orang Tionghoa di sini yang seumur-umur tidak pernah melihat saluran macam TVRI, RCTI, Indosiar. Soalnya mereka tidak suka sinetron cengeng di Indonesia.

Bagaimana karakter siaran televisi Singapura? Sifat pendidikannya lebih kental walaupun sama-sama sinetron bersambung, bahkan tahunan. Tapi itu merupakan cerita keluarga dan sangat menarik. Kalau di Indonesia yang enggak lucu dilucu-lucukan, kelasnya agak rendah.

Orang yang tidak mengerti mungkin akan menilai orang Tionghoa tidak mau membaur dengan mempertahankan bahasa mereka. Apakah seperti itu? Kita selalu melihat dari sisi negatif. Sebenarnya suku-suku lain juga seperti itu. Orangorang Jawa, kumpulan orang Sunda, semua seperti itu. Jadi semua orang itu lebih akrab dengan kelompoknya. Misalnya kalau di luar negeri tiga orang dari daerah berbeda bertemu, mereka dengan sendirinya akrab meskipun dari suku yang berbeda, karena sama-sama dari Indonesia


fokus

25 Nyat Kadir mengatakan kerukunan masyarakat keturunan Tionghoa dengan masyarakat pribumi sangat baik di Kepri, khususnya Batam. Hampir tidak ada gererakan-gerakan anti-Tionghoa. Pendapat Anda? Saat ini memang sangat jauh sekali dari kemungkinan itu (anti-Tionghoa). Ini juga disebabkan oleh kondisi politik pada masa lalu. Dulu masyarakat Tionghoa hanya bisa bergerak di bidang ekonomi. Itu juga didesak. Kami tidak bisa masuk dalam instansi pemerintah dan militer. Bahkan sekolah saja tidak boleh di sekolah negeri, mau tidak mau mereka membangun sekolah swasta. Desakan hanya bergerak di sektor ekonomi itu kini menumbuhkan hasil. Jika tak ada keturunan Tionghoa tidak ada perumahan-perumahan, ruko, Harbour Bay, Kepri Mall, atau Hypermart. Mereka sudah punya jaringan dan latar belakang sejarah yang mendukung mereka bergerak di bidang ekonomi.

Selain faktor politik, mengapa keturunan Tionghoa begitu dominan dalam bidang ekonomi? Sikap apa yang ditanamkan? Berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Mereka harus mandiri. Secara keseluruhan mereka dididik bahwa hidup ini harus melalui satu perjuangan. Generasi sekarang masih kurang memiliki sikap itu. Generasi saya itu bangun siang tidak boleh. Harus bangun pagi membantu pekerjaan rumah. Ibu saya, contohnya, tidak pernah pakai pembantu. Sekarang orang tua yang masih berpikir panjang, anaknya harus berdikari. Saya pernah melihat

p e r i s t i w a

ada pengusaha sukses anaknya disuruh kerja di tempat lain. Tidak disuruh meneruskan di perusahaannya. Sekarang, dari kecil diajarkan wiraswasta.

Mengapa jaringan ekonomi keturunan Tionghoa begitu kuat? Sebenarnya, bukan orang pribumi tidak memiliki jaringan yang kuat. Lihat saja orang Padang. Tapi link orang Tionghoa itu kuat karena ada bantuan dari Singapura. Ini soal kesamaan bahasa.

Di Batam, di mana pembauran Tionghoa dan pribumi itu terjadi? Banyak. Saya melihat di semua sisi. Dengan meningkatnya intelektualitas masyarakat, mereka juga menyadari. Kalau dulu (pembauran) bukan karena pengetahuan dan pendidikan tapi secara alamiah mereka memang berhubungan baik. Tidak ada pikiran saya harus hidup rukun hanya dengan orang-orang tertentu. Asal orang baik, tidak membedakan suku dan agama. Kalau sekarang, karena pendidikan, kita diminta agar berpikir untuk rukun. Namun ada pandangan bahwa kalau di atas rukun-rukun saja (pimpinan), tapi di akar rumput kan belum tentu.

Sekat apa yang membatasi pembauran itu? Rekayasa pengertian agama. Di Indonesia pengertian agama sudah direkayasa sedemikian rupa menjadi pengotakan. Padahal agama kan adalah hak asasi tiap orang. Ini salah kita bersama. Anak kecil, dalam pelajaran agama, misalnya, akan dipisahkan berdasarkan agamanya. Dari kecil dia sudah dikotakkan. Jadi untuk mengatasi hal ini harus diadakan kerukunan. Saya dulu pernah di FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Batam pada masa Ismeth (Ismeth Abdullah, mantan Gubernur Kepulauan Riau). Yang penting FKUB itu tak hanya di provinsi atau kota tapi harus sampai ke kecamatan bahkan RT dan RW. Lebih perlu lagi di pendidikan. Jangan sampai di pendidikan agama kita malah dikotak-kotakkan.

Apa solusinya? F. IMAN WACHYUDI/Batam Pos

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

KETUA LAM Batam Nyat Kadir (kiri depan) bersama pengurus LAM Batam lainnya di acara pemberian gelar Datuk belum lama ini.

Pembauran itu tak usah direkayasa, dengan hati nurani saja seperti dahulu. Dari sisi agama, misalnya, Kong Hu Cu ada satu kalimat sederhana: “Di empat penjuru lautan semua manusia bersaudara.� Jadi kembali ke fitrah masing-masing. Kalau merasa kasihan dibantu. Tidak


26

fokus

WAWA p e r i sN tC i ARA w a

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Rombongan seni budaya Guang Xi, China membaur dalam tarian Tor Tor, Sumatera Utara di pagelaran seni budaya Nusantara dan China di Hotel Vista Batam, Selasa (18/8/2009).

perlu disuruh-suruh agar membaur kemudian dibantu. Jangan dipacking.

Jadi, apakah batasan bagi orang Tionghoa untuk berbaur karena adanya pelabelan berdasarkan kelompok? Kalau pelabelan itu sepertinya bukan Tionghoa saja. Semua kalangan hampir seperti itu.

Dari yang Anda katakan, pembauran di akar rumput masih sulit. Benarkah demikian? Masih, kita tidak bisa menutup mata karena ini ketulusannya yang susah. Meskipun kalau kita tanyakan mereka akan bilang, “semua orang sama saja.�

Soal pembauran masyarakat keturunan Tionghoa dengan pribumi, apa yang masih perlu dibenahi? Kita semua harus kembali pada ajaran agama masingmasing. Pendidikan sekarang terlalu rancu karena hanya menekankan pengetahuan, sementara budi pekertinya tidak. Agama itu penting, tapi jangan diselewengkan dengan membangun hardware-nya saja, seperti rumahrumah ibadah yang megah tapi korupsi tetap banyak. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Pendidikan agama ini harus diperkuat supaya setiap orang betul-betul menjalankan ajaran agamanya. Pasalnya orang-orang kita lebih sering menjadikan agama sebagai pelajaran, nilainya bagus, khotbahnya bagus, tapi kelakuan jeblok.

Soal perkawinan, apakah di Batam umum terjadi pernikahan campur? Banyak juga. Saya lihat itu tidak menjadi masalah. Apalagi yang ada di pinggiran seperti Tanjungpiayu.

Bagaimana dengan di kota? Hampir sama. Yang penting kedua belah pihak enjoy saja ya udah.

Apakah ada aturan yang melarang kawin campur dalam masyarakat keturunan Tionghoa? Bukan tradisi, cuma pandangan keliru dari orangtua masih ada. Bukan saja dengan pribumi, berbeda suku saja kadang masih ada yang tidak mau. Cuma makin maju ke sini, pelan-pelan mulai terkikis. Ini dipengaruhi juga karena benturan dengan budaya barat. (yermia riezky)


27

karikata Zivanna Letisha Siregar

“Cuek saja. Banjir itu risiko hidup di perkotaan. Sudah harus siap ngalamin yang kayak gitu ya (banjir dan macet, red) kalau mau hidup di kota besar kayak Jakarta�.

Angel Karamoy

Jujur, aku prihatin banget dengan banjir dimana-mana. Karena masalah ini kok kayaknya enggak selesai-selesai dari tahun ke tahun.

Tika Bisono

Anya Dwinov

Jakarta sebenarnya bukan banjir tapi hanya genangan. Harus bisa bedain banjir dan genangan air. Kalau menurut saya genangan air itu ada dimana-mana, dan kita harus melihat lokasinya juga. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Kehadiran artis di lokasi bencana berdampak pada psikis para korban. Bahkan sejenak menghilangkan trauma. Sangat menghibur. Apalagi kalau mau nyemplung. Itu hiburan yang sangat meringankan beban. Pelipur lara.


28

sekilas peristiwa

Babak Baru Pemilu Indonesia P

emilihan umum presiden dan wakil presiden akan digelar bersamaan dengan pemilihan umum legislatif pada 2019. Ini merupakan hasil dari putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan sebagian gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Kamis 23 Januari 2014. “Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” kata Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva saat membacakan amar putusan di Gedung MK. Uji materi ini diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Serentak. Menurut Mahkamah, Pasal 3 ayat 5, Pasal 12 ayat 1 dan 2, Pasal 14 ayat 2, dan Pasal 112 UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden bertentangan dengan UUD 1945. MK menilai pemilihan umum untuk anggota DPR, DPD, DPRD, serta pemilihan presiden dan wakil presiden mesti serentak. “Yang dimaksud pemilihan umum berada dalam satu tarikan napas,” ujar Hamdan. Karena itu, MK menilai pasal-pasal itu tak memiliki kekuatan hukum mengikat. Namun keputusan MK tersebut tak akan diterapkan pada Pemilu 2014. “Berlaku untuk penyelenggaraan Pemilu 2019 dan pemilu seterusnya,” ujar Hamdan. Koalisi semula meminta MK menguji Pasal 3 ayat 5, Pasal 9, Pasal 12 ayat 1 dan 2, Pasal 14 ayat 2, serta Pasal 112 UU Nomor 42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Pasal-pasal ini mengatur waktu pemungutan suara presiden dan wakil presiden yang dilangsungkan setelah pemilihan legislatif, serta syarat

memenuhi presidential threshold bagi partai atau kumpulan partai yang ingin mencalonkan presiden. Koalisi menganggap pasal-pasal ini bertentangan dengan UUD 1945. Soalnya, tak ada aturan yang spesifik tentang urutan penyelenggaraan pemilihan umum. Justru dalam Pasal 22E ayat 1 dan 2 UUD 1945 disebutkan bahwa pemilihan umum diadakan satu kali atau secara serentak. Kenapa tidak langsung diterapkan di 2014? Seperti dikutip dari risalah putusan yang dipublikasi di situs www.mahkamahkonstitusi.go.id, MK mempertimbangkan tahapan penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2014 telah dan sedang berjalan serta mendekati waktu pelaksanaan. “Hal demikian dapat menyebabkan pelaksanaan pemilihan umum pada tahun 2014 mengalami kekacauan dan menimbulkan ketidakpastian hukum yang justru tidak dikehendaki karena bertentangan dengan UUD 1945,” demikian salah satu butir pertimbangan yang dikutip dari risalah putusan. Selain itu, MK mempertimbangkan, jangka waktu yang tersisa tidak memungkinkan atau tidak cukup memadai untuk membentuk peraturan perundang-undangan yang baik dan komprehensif jika pemilu serentak digelar pada Pemilu 2014. Akan tetapi, meski menjatuhkan putusan mengenai Pasal 3 Ayat (5), Pasal 12 Ayat (1) dan ayat (2), Pasal 14 Ayat (2), dan Pasal 112 UU 42/2008, menurut MK, penyelenggaraan Pilpres dan Pemilu Legislatif tahun 2009 dan 2014 yang diselenggarakan secara tidak serentak dengan segala akibat hukumnya harus tetap dinyatakan sah dan konstitusional. (jpnn)

F. MOHAMAD QORI/RM/jpnn

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Dari kanan, akademisi Effendi Gazali bersama pakar psikologi politik Hamdi Muluk didampingi kuasa hukumnya menjalani sidang putusan terkait permohonan uji materi UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (23/1).


29

sekilas peristiwa

F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Pencurian Toko Emas Marak di Batam H

anya berselang lima hari, pekan lalu, tiga toko emas di Batam disatroni kawanan pencuri. Dua toko berada di Pasar Mega Legenda, Batam Center. Keduanya, Toko Emas Merah Sari dan Intan Sori dibobol pada Jumat (17/1) dini hari. Yang terakhir menimpa Toko Emas Anggrek di Pasar Seiharapan pada Rabu (22/1). Pada kejadian pertama, kawanan pencuri membawa kabur dua kilogram emas, tiga kilogram perak dan uang tunai Rp 20 juta dari Toko Merah Sari serta perhiasan perak dengan nilai sekitar Rp 15 juta dari Intan Sori. Namun, di Toko Anggrek, pencuri gagal memperoleh hasil. Mereka tak bisa membongkar brankas warna hitam berukuran hampir dua meter yang berisi perhiasan. Pencuri hanya membawa beberapa batu mata cincin dan kalung yang tersimpan dalam etalase kaca. Yusridal, pemilik Toko Anggrek, mengatakan dalam brankas itu tersimpan perhiasan emas seberat 3 kilogram serta uang tunai Rp 40 juta. Brankas milik Yusridal tak seperti brankas yang banyak dipakai orang. Brankas itu terdiri empat lapis serta dua pintu dalam satu brankas. Sehingga tak mudah untuk membongkar atau membobol paksa pintu brankas. “Brankas ini ada empat lapis perpaduan beton dan besi. Pintu pertama terdiri dari lapisan beton tebal. Pelaku berhasil menjebol pintu pertama menggunakan linggis serta

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

bekas dilas. Namun untuk pintu yang kedua, pelaku sepertinya kesulitan. Karena di pintu kedua hanya ada beberapa goresan dan tak tembus congkelan linggis,” ujar Yusridal. Hingga akhir pekan lalu, polisi belum berhasil membongkar satu pun kasus pencurian toko emas itu. Kapolresta Barelang Kombes Moh Hendra Suhartiyono, mengatakan pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. Bahkan untuk mengungkap siapa pelakunya, Polresta Barelang menggandeng Polres Tanjungpinang untuk sama-sama mengungkap kasus pencurian di toko emas, termasuk kasus pembobolan toko emas di Tanjungpinang. “Kami sudah koordinasi dengan Polres Tanjungpinang dan kasus ini masih terus didalami,” ujar Hendra. Soal ada tidaknya keterkaitan pencurian toko emas di Batam dengan di Tanjungpinang, Hendra tak menampik. “Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Makanya penyelidikan ini kami koordinasikan dengan Polres Tanjungpinang,” ujarnya. Bukan kali ini saja polisi lambat mengungkap kasus pencurian. Sebelumnya, masih di Pasar Mega Legenda, Minimarket Sukses Indah juga dibobol maling pada Minggu (1/12). Maling berhasil mencongkel brankas uang dan membawa kabur uang tunai sekitar Rp200 juta. Dan, polisi masih belum berhasil menangkap pelakunya. (eja/gas)

Polisi dan warga melihat toko emas Intan Sori di Pasar Mega Legenda, Batam Centre yang dibobol perampok, Jumat (17/1).


30

R

encana Pertamina menutup dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang kedapatan menjual solar bersubsidi sebesar Rp 6.000 per liter, batal terwujud. Padahal, Pertamina sudah menerbitkan surat penghentian pasokan bahan bakar minyak kepada dua SPBU nakal itu selama dua bulan. Namun, telepon Wakil Wali Kota Batam, Rudi, meminta Pertamina menunda rencana penutupan SPBU sembari menunggu hasil rapat forum komunikasi pimpinan daerah, Rabu pekan lalu. Forum yang berisi para petinggi lembaga pemerintah itu akhirnya sepakat menganulir rencana Pertamina. Alhasil sanksi yang diberikan hanya berupa pengurangan jatah pasokan saja. Alasan mereka, penutupan SPBU bisa menyebabkan pasokan kepada masyarakat terganggu. Padahal, selama ini, pada sejumlah kesempatan, Rudi selalu menyatakan akan menutup SPBU yang ketahuan main mata dengan penyeleweng solar bersubsidi. Kedua SPBU itu, menurut Sales Executive Retail XII Pertamina Teuku Desky Arifin, adalah SPBU PT Cakrawala Petrol Internasional (CPI) di Batuampar dan SPBU Ismadi Salam di Nongsa. Menurut Teuku Desky, berdasarkan pengakuan pelaku penyelewengan solar bersubsidi kepada penyidik Polsek Lubukbaja, mereka sempat membeli solar di SPBU Ismadi Salam sebelum di PT CPI dengan harga Rp 6.000 per liter. Namun ketika hendak membeli di SPBU Pelita mereka ditangkap. Desky menjelaskan pola yang dilakukan penyeleweng solar itu biasanya mengisi 25 hingga 30 liter solar bersubsidi di setiap SPBU. “Berkeliling hingga empat SPBU,”

F. Cecep Mulyana/Batam Pos

SPBU CPI di Batuampar yang rencananya akan ditutup EDISI 45, namun Minggu IVdibatalkan, JANUARI 2014 Senin (20/1).

sekilas peristiwa

ungkapnya. Hasilnya kemudian diduga dijual ke pemilik industri besar yang seharusnya membeli solar nonsubsidi. Harga jual berkisar Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per liter. Masih berselisih jauh dibanding harga resmi solar non-subsidi yang dijual Pertamina, yaitu Rp12.000 per liter. Pihak SPBU diduga bekerjasama dengan para penyeleweng solar subsidi itu karena mereka menjual Rp 6.000 per liter. Padahal, harga resmi solar bersubsidi di SPBU sebesar Rp 5.500 per liter. Soal adanya perusahaan lain di luar SPBU yang menjual solar ke industri seharga Rp 8.000 per liter, menurut Desky, pemerintah maupun pihak keamanan harus menelusuri itu, dari mana mereka dapat solar serta kemana disitribusikan. “Jualnya saja murah, berarti belinya di bawah itu agar bisa mempunyai untung. Karena logikanya tidak ada yang mau jual rugi,” kata Desky. Namun Desky tidak bersedia menyebutkan apakah solar industri yang dijual di bawah harga pasar itu didapatkan dari para pelansir atau bukan. “Kita belum tahu, karena datanya tidak kita pegang,” tuturnya. (hgt)

SPBU Nakal Batal Ditutup


31

kesehatan

Perang Melawan

Lemak Di tengah banjir produk kuliner, obesitas alias kegemukan adalah hal yang menakutkan. Di banyak negara, kegemukan kini bukan lagi urusan pribadi, tapi ia sudah jadi ranah negara. Pemerintah ikut mengurus rakyat yang kegemukan agar mendapatkan tubuh ideal.

Editor: R YUSUF HIDAYAT email : majalah@batampos.co.id

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


32

M

emiliki jasmani yang sehat adalah harapan semua orang. Tinggi badan ideal dan bobot seimbang. Namun, selera makan yang tinggi bisa memupus impian itu. Bahkan tak sedikit orang mengalami obesitas (kegemukan) akibat nafsu makan yang kuat, menyebabkan lemak dalam tubuhnya menumpuk. Masalah obesitas tak hanya menjadi urusan pribadi. Di sejumlah negara obesitas menjadi masalah serius yang harus diperangi sehingga pemerintah harus turun tangan. Berbagai cara dan metode dilakukan untuk menurunkan berat badan. Masyarakat Amerika mencoba menurunkan berat badan dengan berolahraga, diet, minum obat sampai operasi. Namun negara lain melakukan cara berbeda-beda, seperti yang dilansir harian The New Republic, 23 Juli 2013. Jepang yang memiliki tingkat obesitas rendah, hanya 3,5 persen, -tahun 2008 rata rata penduduk dewasa memiliki lingkar 35,4 inchi dan wanita 33,5 inchi- bila ada yang memiliki ukuran pinggang lebih besar, wajib menghadiri konseling untuk konsultasi. Di Selandia Baru, pemerintahnya melarang penduduk yang bermigrasi dengan berat badan berlebih. Alasannya, kemungkinan mereka sakit karena kelebihan berat badan dan negara tidak akan mampu membayar rumah sakit. Negeri Tirai Bambu, China menggunakan jarum akupuntur. Menurut otoritas rumah sakit di Hongkong, efek akupuntur dapat berfungsi menurunkan berat badan. Titik yang diarahkan seperti telinga dan kaki berdampak juga pada perut dan limpa. Amerika menggunakan tabung agar setiap pasien yang makan lalu 30 persen dikeluarkan kembali sebelum dicerna. Sementara Dubai, negeri kaya minyak itu sampai mengiming-imingi penduduknya dengan emas dan dirham agar berolahraga. Tujuannya menurunkan berat badan. Peserta yang mampu menurunkan berat badan dapat

kesehatan hadiah emas satu gram bila berhasil mengurangi berat badan 1 kg, dan minimal 2 kg selama bulan puasa. Tiga orang mendapat kesempatan untuk memperoleh hadiah 20.000 Dirham atau setara 5.500 dolar AS. Peserta harus mendaftar untuk ditimbang dan program berakhir pada 16 Agustus 2013 lalu. Denmark memerangi obesitas dengan cara memberlakukan pajak lemak, sejak 3 Oktober 2011. Pajak tersebut dikenakan terhadap makanan yang memiliki lemak jenuh di atas 2.3 persen. Di bawah itu dinyatakan sebagai makanan sehat dan tidak dikenakan pajak. Pemerintah Denmark berdalih pendapatan dari sektor pajak lemak tersebut akan digunakan sebagai dana kampanye memerangi obesitas. Negeri Jiran, Malaysia, sejak 2013, melalui Kementerian Kesehatannya fokus memerangi masalah obesitas rakyatnya. Menurut dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Brain Gantoro, SpGK, ada dua faktor yang menyebabkan orang bisa obesitas atau kegemukan. Yaitu, faktor genetik (keturunan) dan pola hidup yang tidak sehat. Yang dimaksud pola hidup tidak sehat, kata dr Brain, pola makan dan aktivitas yang tidak teratur. “Obesitas itu penyakit kronis, karena penanganannya tidak bisa sehari dua hari atau hitungan minggu. Tapi bisa seumur hidup,� kata dr Brain, saat ditemui di ruang praktiknya di RSAB, Selasa (21/1). Secara medis, lanjutnya, obesitas adalah kelebihan lemak dan kelebihan berat badan, yang punya implikasi kilinis terhadap kerja metabolisme (pembakaran) dalam tubuh. “Jika kerja metabolisme tubuh terganggu, orang itu mudah terserang penyakit seperti diabetes, jantung ko-

Kurang aktivitas olah raga bisa menyebabkan lemak dalam tubuh menumpuk.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


33

kesehatan

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Afif Ainurrahman, 37, menemani putranya, Abdullah Assegaf, 7, bermain play station di rumahnya di Perumahan Taman Raya tahap 3 Cluster CTH nomer 11, Batam Centre, Selasa (21/1) sore. roner (pembuluh darah di jantung terjadi penyempitan), dan stroke, karena meningkatnya kadar lemak dalam darah,” Brain menjelaskan. Dia mencontohkan penyakit hati (perlemakan hati). Itu terjadi karena kadar lemaknya tinggi hingga membungkus hati yang menyebabkan kerja hati jadi menurun dan akhirnya tidak bisa membakar lemak. “Hatinya bisa rusak, padahal kerjanya menyimpan gula. Dan itu bisa menyebabkan diabetes. Bahkan bisa menurunkan imun tubuh yang bisa menyebabkan sel kanker cepat tumbuh,” tuturnya. “Satu lagi yang sering tidak disadari yakni peradangan.” Pola makan yang sehat, menurut dr Brain, tidak meninggalkan waktu makan utama (sarapan, makan siang, makan malam). Misalnya sarapan pukul 07.00, makan siang pukul 13.00, dan makan malam pukul 19.00. “Bisa dimajukan setengah atau satu jam,” katanya. Waktu makan utama bukan berarti makan yang banyak. “Makan utama jangan jadikan makan besar, berhentilah sebelum kenyang,” katanya. Di antara jam makan utama bisa menyelingi dengan makanan ringan. Berat badan tidak ideal dialami Afif Ainurrahman, 37. Kapten kapal Villa Singapura yang berbobot 80 kg dengan tinggi 1.67 meter ini, mengaku sulit mengendalikan nafsu makannya. “Nafsu makanku kuat, sulit menahan jika sudah ingin EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

makan meskipun baru saja makan. Apalagi jika gulai kambing atau martabak,” kata Afif, panggilan akrabnya, saat ditemui di rumahnya di Perumahan Taman Raya Tahap III Cluster CTH Nomor 11, Batam, Selasa (21/1) lalu. Makan tak hanya tiga kali sehari, Afif tak membatasi jam makan utama itu. Kapan saja jika mau, makanan apa pun yang menjadi seleranya pasti dilahapnya. “Apalagi kalau malam menjelang tidur, kalau tak makan dulu pasti terbangun karena rasa lapar,” ungkap pria yang sudah sembilan tahun kerja kapal di Singapura ini. Meski sering olah raga voli, berat badannya tak kunjung turun. Pola makan Afif yang salah, menular ke anaknya. “Anakku jadi ikut-ikutan, nafsu makannya kuat juga,” ujar lulusan AMNI Semarang tahun 2000 ini. Akibat pola makan yang tak teratur itu, anak pertamanya, Abdullah Assegaf, 7,5, badannya menjadi gemuk. Siswa SD Cendana itu memiliki tinggi 1.32 meter dan berat 40 kg. Menurut dr Brain, berat ideal Abdullah Assegaf adalah 18.5-31 kg. “Itu masuk kategori obesitas karena lebih besar dari persentil 95,” ucapnya. Berat badan kurang (kurang dari persentil 5), berat badan sehat (antara persentil 5 sampai persentil 85), berat badan berlebih (antara persentil 85 sampai persentil 95). Sedangkan ideal berat badan Afif, lanjut dr Brain, 52-64 kilogram. “Kalau 80 kilogram disebut obese 1,” ujarnya.


34 Olah Raga Dokter Brain mengatakan, lemak dalam tubuh manusia ada dua kategori, yaitu lemak yang mudah dibakar, yang terdapat di bawah kulit atau otot. “Lemak yang ini bisa dibakar dengan olah raga, yang dikeluarkan melalui keringat.” Sedangkan lemak yang sulit dibakar terletak di antara organ tubuh (hati, jantung, usus, ginjal). “Ini hanya bisa ditanggulangi dengan diet.” Bagaimana cara mencegah terjadinya penumpukan lemak? “Secara umum mengurangi in put dan meningkatkan out put,” tukasnya. Yang dimaksud in put, jelas dia, yaitu menghindari makanan berlemak. Makanan berlemak bersumber dari gorengan dan protein hewani, seperti susu, kuning telur, ikan, ayam (daging putih), dan daging merah (sapi, kambing, dan sejenisnya). “Kalau mau makan ayam, gak usah dimakan kulitnya, dagingnya saja. Dan lebih baik pilih yang dipanggang daripada yang digoreng,” sarannya. Sedangkan yang dimaksud out put-nya, yaitu aktivitas olahraga. Menurut dr Brain, ada lima ketegori olah raga; olahraga kesehatan, hobi, rekreasi, pergaulan, dan prestasi. Dari lima kategori olahraga tersebut, yang berguna bagi kesehatan hanya satu. “Hanya olah raga kesehatan,” katanya. Olahraga kesehatan itu seperti apa? Dokter Brain menyebutkan, olah raga kesehatan punya empat syarat, yaitu, minimal dilakukan tiga kali dalam seminggu, berkeringat (intensitas), setiap olahraga minimal durasinya 30 menit, dan tipe olahraganya adalah olahraga aerobik (jogging, yoga, senam pagi, senam aerobik, dan renang). “Olahraga angkat besi tidak termasuk olahraga kesehatan karena hanya sesaat,” ucapnya. Mengapa olahraga kesehatan baik bagi tubuh? “Karena menggunakan oksigen (O2) lebih banyak untuk pembakaran lemak,” katanya. Apakah olahraga kategori lainnya tidak baik bagi tubuh? “Semua olahraga permainan bisa dikatakan bukan olahraga yang terbaik karena menggunakan kapasitas jantung yang tinggi dan jedanya yang rendah, kemudian tinggi lagi. Misalnya sepakbola dan tinju,” terangnya. “Dan olah raga permainan itu tidak bisa kita gunakan seumur hidup. Atlet tinju misalnya yang usianya sudah di atas 30-an sudah harus gantung sarung tinju.”

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

kesehatan


35

kesehatan Faktor Usia

Anak-anak

Selain masalah pola makan dan aktivitas yang tidak sehat, faktor usia juga memengaruhi obesitas. Menurut dr Brain, makin tinggi usia seseorang, metabolismenya semakin menurun. “Misalkan waktu muda makan habis dua piring normal, kalau sudah tua satu piring saja bisa menyebabkan kegemukan,” ujarnya. Tak hanya itu, jika usia semakin tua, kegesitannya juga akan menurun. “Kalau sudah begitu, otot-ototnya otomatis mengendur dan sulit membakar lemak,” katanya lagi. “Nah, ini yang bisa mengimbangi yaitu kalau usia orang sudah di atas 60 tahun selera makan berkurang. Jadi potensi penumpukan lemak di dalam tubuh juga sedikit,” jelasnya sembari tersenyum.

Lalu bagaimana dengan anak-anak? “Sama saja, tapi in put-nya itu gak boleh terlalu ketat, karena masih dalam masa pertumbuhan. Dan anak-anak itu lebih sulit menggunakan obat atau diet. Olahraganya saja ditingkatkan,” jawabnya. Bagaimana cara mengetahui badan (lemak dan otot) kita ideal? Dengan bantuan alat pengukur lemak, di zaman sekarang sudah tidak sulit lagi. Dari hasil hitungan alat canggih itu lemak dan otot di tubuh kita bisa diketahui. “Kalau di sini (RSAB, red) nama alatnya BIA. Alat ini bisa mengukur impedansi (daya tahan listrik dalam tubuh) badan sampai pembagiannya, jadi kita akan tahu berapa kadar lemak di dalam tubuh kita,” ujarnya. Sebaiknya, kata dia, untuk mengendalikan lemak, sebulan sekali mengontrolnya. ***

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


36

kesehatan

dr Brain Gantoro, SpGK

Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Berhentilah Sebelum

Kenyang !

F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


37

kesehatan Salah satu cara untuk mencegah kegemukan adalah diet. “Cara diet yang paling bisa diterima adalah diet seimbang,” ungkap dr Brain Gantoro, SpGK, Spesialis Gizi Klinik Rumah Saki Awal Bros (RSAB) Batam. Seimbang di sini, katanya, in put harus memperhatikan kebutuhan tubuh. “Kebutuhan itu berdasarkan usia, tinggi, berat badan, dan jenis kelamin. Setelah tahu baru diresepkan jumlah makanannya,” terangnya. “Kalau dilanggar pasti menyebabkan ketidakseimbangan, bisa gemuk atau kurus.” Tidak semua orang orang bisa menjalankan diet dengan disiplin. Hanya orang yang punya kemauan kuat bisa menjalankannya. “Diet seimbang itu butuh niat yang kuat, kalau tidak begitu tidak akan berhasil,” ujarnya. Dokter Brain menyarankan disiplin dalam hal makan. “Berhentilah sebelum kenyang,” ia menyarankan. Dia menyatakan tidak masalah makan di luar tiga kali makan utama (sarapan, makan siang, dan makan malam), tapi bukan makanan berat. “Selingan saja, misalkan bubur kacang ijo atau makanan ringan lainnya.” Dia menambahkan, diet juga butuh suplemen dan obat yang sarat serat. Junk Food dan Fast Food Bagi orang yang sibuk, fast food atau makanan cepat saji merupakan pilihan. Karena kesibukan mereka tidak punya banyak waktu di meja makan. Nah, pada umumnya fast food yang ada kebanyakan memiliki sedikit kandungan nutrisi atau makanan rendah gizi (junk food). “Junk food mengandung lemak dan garam tinggi, sementara kandungan vitamin dan mineralnya kurang,” kata dr Brain.

Junk food, kata dia, harus dikurangi. Tapi kalau tidak bisa, harus diimbangi dengan sayur atau buah dan olah raga. Mengapa harus sayur dan buah? Dijelaskan dr Brain, semua sayur dan buah mengandung serat yang tinggi, sementara daging tidak mengandung serat. “Tubuh kita butuh serat untuk membantu kerja metabolisme,” katanya.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


38

kesehatan

Serat sendiri adalah makanan yang tidak bisa dicerna enzim-enzim manusia. “Makanan itu masih bersisa sampai ke pembuangan,” tukasnya. Serat ada dua jenis, serat yang larut dan serat yang tidak larut. “Serat yang larut akan mengikat empedu yang akhirnya akan menurunkan kolesterol. Sedangkan serat yang tidak larut akan memperbesar volume kotoran sehingga tidak menumpuk di saluran cerna bawah,” dr Brain menjelaskan. Jika sisa -sisa pencernaan yang bersifat racun itu menumpuk, lanjutnya, bisa terserap habis oleh tubuh. “Maka dari itu, kita perlu makan sayur dan buah yang juga kaya mineral dan multivitamin,” ucapnya. Istirahat Dalam 24 jam, tubuh manusia perlu istirahat. Normalnya, manusia aktif (tidak tidur) 16 jam dalam sehari. “Sisanya gunakanlah untuk beristirahat,” kata dr Brain. Bagi orang yang jam kerjanya normal (pergi kerja pukul 07.00, pulang kerja pukul 17.00), mungkin tidak masalah untuk mengatur waktu istirahatnya, tapi bagi mereka yang kerjanya malam, tentu lain lagi ceritanya. Kalau kerjanya malam, misalnya pulang kerja hingga pukul dua dini hari, kualias tidurnya harus baik. “Tidurnya harus berkualitas.” Tidur berkualitas, menurut dr Brain, punya siklus. Satu EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

kali siklus sekitar 45 menit. Jika tanpa menyelesaikan siklus tidur dengan lengkap, tubuh akan terasa lebih tidak enak setelah bangun tidur, dibandingkan sebelum tidur. Nah, waktu tidur tubuh kita beristirahat, jika masih ada makanan di tubuh tentu tubuh kita dipaksa terus bekerja yang akhirnya membuat ketidakseimbangan. “Lambung kita butuh waktu pengosongan antara 2-5 jam,” katanya. “Meskipun kerjanya malam, usahakan bangun pagi dan berolah raga. Setelah itu bisa istirahat kembali agar badan tetap fit,” sarannya. (yusuf hidayat)


39

trend

ELIE SAAB 2013-2014 Collection

Be Like A Princess ala Elie Saab Elie Saab, mungkin di antara kita banyak yang belum mendengar namanya. Ia adalah perancang busana yang karyanya sangat ditunggu-tunggu para penggemarnya setiap season. Di dunia fashion nama Elie Saab sudah mulai diperhitungkan sebagai brand rumah fashion terkemuka. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

OLEH: Tri Samsuri


40

trend

E

lie Saab adalah desainer yang suka mendesain busana ‘haute couture’. Ia mulai melirik pasar lebih umum dengan rancangan ready to wear-nya. Yang lebih menghebohkan, Elie Saab bukan seorang desainer asal Milan. Melainkan kebangsaan Lebanon. Yang sangat membanggakan dari seorang Elie Saab adalah dia satu-satunya non-Italian designer yang menjadi Camera Nazionale delle moda di Italia. Ia sudah menjadi langganan para artis Hollywood, sebut saja Taylor Swift, Katty Perry, Kim Kardashian, Lea Michele, Kristen Stewart, Sarah Jessica Parker, dan masih banyak lagi. Sampai-sampai ia dijuluki The King of Red Carpet! WOW! Karena desainnya yang sangat elegan, gaun-gaun rancangan Elie Saab dipesan para Royal Family seperti Ratu Rania dari Jordania, Putri Beatrice, Putri Stephanie

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


41

dari Monaco, Putri Mahkota Swedia, dan lain-lain. Harus diakui rancangan Elie Saab sangat elegan dan dapat membuat setiap wanita yang memakainya layaknya seorang permaisuri (princess). Apalagi dengan permainan siluet dan payet-payet yang selalu ditonjolkan pada setiap desainnya, membuat tubuh wanita terlihat seksi namun sopan dan tampil elegan layaknya seorang princess lady. Cocok dengan impian wanita-wanita Italia yang selalu ingin tampil elegan, simpel, seksi, berkelas, dan bersiluet. Desain gaunnya pun terkesan eksklusif dan pastinya high fashion. Siapa sih yang tak mau memakai gaun rancangan Elie Saab? Yang membuat Anda terkesan dan

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

kagum dengan rancangannya adalah karena cutting dress yang dibuatnya selalu atraktif dan mempunyai warna yang berkelas. Konon, dalam hal jahit menjahit, Elie Saab memulainya dari umur 9 tahun. Itulah yang baju pertama yang dia buat. Dan lucunya, Elie Saab membuat baju untuk saudara perempuannya menggunakan gorden rumah. Di umur 18 tahun, Elie Saab mendirikan rumah mode di Beirut. Model favorit Elie adalah model kondang Anja Rubik. Anja sering menjadi model pembuka shownya. Pria kelahiran 4 Juli 1964 ini juga baru saja mengeluarkan parfum pertamanya yang diberi namanya sendiri Ellie Saab Le Parfum.


42

trend Dan ini adalah rancangan Elie Saab Ready To Wear Fall Winter 2013-2014 di Paris. Elie Saab kali ini mematahkan paradigma pencintanya, bahwa dia berani melirik sesuatu yang baru dan berani bermain dengan jacket, coat, pants, dan aksesoris tas dan sepatu. Warna-warna yang dipilihnya pun warna-warna berani seperti blues and plums, hitam, kuning, dan putih. Berikut ini rancangan Elie Saab yang terbaru untuk Haute Couture 2013-2014, Yuk intip beberapa rancangannya. Check this out girls! ***

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


43

kutubkhanah

(Karya Raja Haji Muhammad Sa’id bin Raja Muhammad Thahir Riau)

Oleh: Aswandi Syahri

Sampul Kitab Panduan KanakKanak cetakan pertama oleh Ma’thba’ah al-Ahmadiah 50 Minto Road, Singapura, 1339 H / 1920 M.

Pentingnya pendidikan budi pekerti, adab, dan akhlak sebagai penunjang pengajaran ilmu pengetahuan bagi anak-anak di sekolah telah dipikirkan oleh sejumlah cendekiawan Riau-Lingga 94 tahun lalu. Gagasan ini antara lain dikemukakan oleh Raja Haji Muhammmad Sa’id melalui Kitab Panduan Kanak-Kanak. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


44

kutubkhanah

Early Malay Printed Books Bila merujuk kepada hasil penelitian bibliografis bukubuku klasik Melayu oleh Ian Proudfoot (1992), maka Kitab Panduan Kanak-Kanak dapat dikategorikan sebagai salah satu Early Malay Printed Books (Buku Melayu Cetakan Lama) yang pernah dihasilkan. Namun sayang, kitab ini luput dari jangkauan Proudfoot, sehingga tidak tercantum dalam laporan penelitiannya yang kemudian dipublikasikan sebagai sebuah ‘katalog’ buku-buku Melayu beranotasi yang komplet setebal 860 halaman. Edisi pertama Kitab Panduan Kanak-Kanak dicetak dan dikeluarkan oleh Mathba’ah al-Ahmadiah, yang beralamat di Minto Rood, Singapura pada tahun 1339 H, bersamaan dengan 1920 M. Seperti dijelaskan dalam catatan singkat salah seorang pengurus Mathba’ah al-Ahmadiah, Raja Haji Umar bin Raja Haji Hasan bin Raja Ali Haji, yang dimuat pada bagian akhir kitab ini, pencetakan dan penerbitannya terwujud “dengan kehendak” Raja Ali ibni almarhun Raja Haji Muhammad Riau (Tengku Nong), yang ketika itu menjabat sebagai ketua (Mudir) Mathba’ah al-Ahmadiah, Singapura. Mathba’ah al-Ahmadiah mencetak kitab ini secara tipografis menggunakan huruf jawi pada 72 muka surat berukuran 16,5 x 12,5 cm yang kemudian dijilid dengan cara dijahit.

Raja Haji Muhammad Sa’id Catatan pada bagian akhir Kitab Panduan Kanak-Kanak menyebutkan bahwa pengarangnya adalah, “…seorang muda yang mempunyai perangai yang terpuji dan tingkah laku yang diridhai….” Nama batang tubuh orang muda itu Raja Haji Muhammad Said bin Raja Haji Muhammad Thahir Riau. Ayahnya, Raja Haji Muhammad Thahir, adalah ahli ilmu falak dan hakim Mahkamah Besar Kerajaan Riau-Lingga di Pulau Penyengat. Sedangkan datuknya, selain menjabat Yamtuan Muda Riau, adalah seorang Mursyid Tarekat Naqsyabandiah alKhalidiah Kerajaan Riau-Lingga yang diba’iat oleh Syekh Ismail bin Abdullah al-Khalidi al-Minangkauwi. Raja Haji Muhammad Sa’id lahir di Pulau Penyengat pada tarikh yang belum diketahui angka tahunnya, dan mangkat di Singapura pada hari Selasa 11 Safar 1338 H bersamaan dengan 4 November 1919 M. Seperti ayahnya, ia juga pakar dalam ilmu falak, dan anggota Tarekat Naqsyabandiah Khalidiah di Pulau Penyengat. Sama seperti ayah dan saudara perempuannya EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Halaman judul Kitab Panduan Kanak-Kanak cetakan pertama oleh Ma’thba’ah al-Ahmadiah 50 Minto Road Singapura, 1339 H / 1920 M.

yang bernama Badariah Muhammad Thahir, Raja Haji Muhammad Sa’id meninggalkan sejumlah karya selain Kitab Panduan Kanak-Kanak. Dari beberapa karyanya, dapatlah diketahui bahwa Raja Muhammad Sa’id mulai menulis di Pulau Penyengat pada akhir abad ke-19. Karya pertamanya adalah sebuah kitab berjudul Wa’I li Nafsi wa li Ikhwani, yang selesai ditulis di Pulau Penyengat pada 9 Safar 1316 H bersamaan dengan 29 Juni 1896, dan kemudian dicetak oleh Mathba’ah al-Ahmadiah Singapura. Ia juga menulis sebuah karya berjudul Jalan Kesatuan atau Al-Irsyad ila Thariq at-Taalufi wa al-ittihad. Ditulis pula di Pulau Penyengat pada 25 Syawal 1325 H bersamaan dengan 1 Oktober 1907 H. Atas usaha Raja Haji Umar bin Raja Hasan Riau, Al-Irsyad diterbitkan pula oleh Mathba’ah al-Ahmadiah Singapura pada 1345 H bersamaan 1927 M. Sebuah terjemahan atas karya Jakfar al-Barzanji yang kemudian diberi judul I’dul Jauhar fi Maulid an-Nabi al-Azhar juga lahir dari pena Raja Haji Muhammad Sa’id. Terjemahan kitab puji-pujian dan sejarah Nabi Muhammad S.A.W. kedalam bahasa Melayu ini diselesaikan di Pulau Penyengat pada malam Ahad, 11 Ramadhan 1327 H bersamaan dengan 26 September 1909, dan kemudian


45 dicetak oleh Mathba’ah al-Ahmadiah Singapura pada tahun itu juga. Pada 4 Muharam 1335 H bersamaan 16 Oktober 1916 M, beliau menyelesaikan pula penulisan Syair Nazam Tajwid al-Qur’an di Pulau Penyengat, dan kemudian dicetak untuk keduakalinya oleh Mathba’ah al-Ahmadiah pada 1346 H bersamaan dengan 1927 M. Ia juga menerjemahkan karya Syekh Ibrahim AlMashiri tentang sejarah Islam dan sejarah Rasulullah S.A.W yang kemudian diberi judul Simpulan Islam. Terjemahan ini dikemas dalam format dwi-bahasa (Arab dan Melayu) ‘…yang amat ringkas dan amat mudah difahamkan oleh murid-murid di dalam tempat pelajaran. Buku dwi-bahasa ini dicetak oleh Mathba’ah al-Ahmadiah pada 1336 H bersamaan dengan 1921 M. Sebagai seorang ahli falakiah, Raja Haji Muhammad Sa’id juga menghasilkan kitab Naskah Hisab dan sejumlah Natijah (hasil perhitungan persamaan tarik hari bulan dan tahun berdasarkan ilmu falak dan hisab) yang selesai ditulis di Singapura pada 1 September 1910 M. Ian Proudfoot (1992), berdasarkan catatan penelitian lapangan Virginia Matheson di Pulau Penyengat, juga mencatat Raja Haji Muhammad Sa’id sebagai penerjemah pertama karya Ali Afandi Fikri yang diberi judul Adab al-Fatat atau Adab al-Fatah.

kutubkhanah

Budi Pekerti dan Ilmu Pengetahuan

Melalui Kitab Panduan Kanak-Kanak, Raja Haji Muhammad Sa’id menegaskan kait-kelindan antara budi pekerti, akhlak, dan adab seorang anak dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari tempat pelajaran (sekolah). Bagi Raja Muhammad Sa’id, pendidikan budi pekerti sangat menentukan manfaat yang dipetik oleh seorang anak dari berbagai pelajaran dan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya di tempat pelajaran atau sekolah. Korelasi antara budi pekerti dan capaian pengetahuan yang diperoleh seorang anak di bangku sekolah sangat menentukan faedah yang dapat dipetiknya di masa depan. Menurut Raja Muhammad Sa’id, “...apabila baiklah pekerti kanak-kanak itu, niscaya sukalah ibu bapanya. Dan tatkala jadilah ia besar dengan kelakuan yang baik, niscaya mencapailah ia akan pangkat ketinggian di antara segala manusia. Tetapi jika jahat perangainya niscaya dibenci orang akan dia dan menyesallah ia kelak pada kemudian hari...” Seperti dijelaskan oleh Raja Haji Muhammad Sa’id, Kitab Panduan Kanak-Kanak ini sesungguhnya adalah sebuah kitab pelajaran asas budi pekerti dan akhlak yang dikemas secara singkat atau pandak atas jalan peringatan dan pengajaran.

Pelajaran pertama dan kedua dalam Kitab Panduan Kanak-Kanak cetakan pertama oleh Ma’thba’ah alAhmadiah 50 Minto Road Singapura, 1339 H / 1920 M. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


46 Secara keseluruhan, Kitab Panduan Kanak-Kanak ini berisikan 29 pelajaran atau ‘bab’ tentang budi pekerti dan akhlak yang dikemas atau terhias di dalamnya dengan “berbagai cetera yang berguna dan ibarat yang berfaedah bagi membaikkan perangai” anak-anak agar sempurna hidupnya apabila besar kelak. Dalam 29 ‘bab’ pelajaran itu, antara lain terdapat penjelasan dan petunjuk tentang adab kepada ibu bapak dan keluarga; adab di dalam tempat pelajaran atau sekolah; perihal perangai yang baik; perihal murah dan berbudi; perihal membalas kejahatan dengan kebajikan; perihal wajib manusia kepada drinya; perihal wajib manusia kepada orang yang lainnya; dan perihal adab berkata. Pelajaran adab dan budi pekerti ini disisipi pula dengan ilustrasi dan pembayang-pembayang atau pengajaran yang berguna, yang dipetik dari pelajaran dasar agama Islam dan kisah-kisah dunia binatang (fable) yang ringkas dan jelas seperti: cerita Dua Ekor Kucing dan Seekor Kera; Gagak dan Kucing; Merpati dan Srigala dan Punai; dan lain sebagainya yang mengandung pelajaran dan pengajaran. Secara substansial, Kitab Panduan Kanak-Kanak karya Raja Haji Muhammad Sa’id adab sebuah kitab pelajaran adab dan budi pekerti yang dapat disanding-bandingkan dengan sebuah karya sejenis berjudul Adab al-Fatah, terjemahan saudara perempuannya yang juga seorang penulis dan cendekiawan perempuan Riau Lingga bernama Badariah Muhammad Thahir. ***

kutubkhanah

Pelajaran Yang Kedua Puluh Tujuh. Tentang adab berkata-kata.

Pelajaran Yang Kesebelas. Tentang membalas kejahatan dengan kebaikan. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


47

matabola

MenantI

Liga Nusantara Oleh: Ade Adran Syahlan

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Bila grup band GIGI punya lagu “11 Januari” yang jadi memori penciptanya, maka saya bakal punya “26 Januari 2014”. Tak bakal jadi lagu, tapi dua kegiatan yang tergelar hari itu, akan jadi patokan untuk hari-hari berikutnya. Apa ya?


48

matabola

Y

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

ang pertama, saya menunggu hasil Kongres Tahunan PSSI 2014 yang digelar di Hotel Shangrila, Surabaya. Sebanyak 300-an klub amatir akan sangat menantikannya. Termasuk klub yang saya ketuai, Erdeka Muda FC, anggota Divisi 3 PSSI Kepulauan Riau (Kepri). Akankah benar, ada penyatuan liga: Divisi 1, 2 dan 3 jadi Liga Nusantara. PSSI pun bakal hanya punya tiga liga: Liga Super Indonesia (LSI/ISL), Divisi Utama, dan Liga Nusantara. Jika itu terjadi, maka secara pribadi, saya akan berjumpa dengan klub yang pernah saya manajeri untuk musim kompetisi 2011/2012 Divisi 2, PS Batam. Apa rasanya hati nanti bila itu terwujud. Saya belum pernah merasakan. Mungkin yang pernah hanyalah berdebar ketika ada sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) lain bertemu SSB Erdeka Muda yang saya pimpin. SSB lawan itu, ownernya pernah saya motivasi untuk mendirikan SSB. Jadi, jika SSB

itu ketemu Erdeka, maka owner dan pelatih tersebut akan garuk-garuk kepala. Perang saudara, kata mereka. Eh, balik ke cerita Liga Nusantara tadi. Saya dan Pelatih Kepala Erdeka Muda FC/SSB Erdeka Muda, Yudi Candra sebenarnya kami sempat “lunglai” saat dapat desas-desus informasi Liga Nusantara pada akhir 2013 lalu. Betapa tidak, Liga Nusantara disebutkan akan berlaku bebas umur. Tidak U-21 lagi, seperti November 2013 lalu ketika kami ikut Divisi 3 di Tanjungbatu, Kundur. Lambat laun, kami harus menyadari jika memang itu sebuah keputusan. Artinya, tetap harus disikapi dengan “akal lain”, begitu saya menyebutnya. Erdeka Muda FC yang didirikan untuk jalan lurus siswa-siswa SSB Erdeka Muda menuju LSI, kompetisi tertinggi Indonesia, harus bisa tetap eksis. Meski lawannya nanti di Liga Nusantara lebih berumur dibanding U-21. Kami yakin, anak-anak kami yang rata-rata


49

matabola

masih pelajar SMP dan SMA itu -berusia 1416 tahun- tetap mampu bertanding melawan seniornya. Saat mereka berhadapan dengan pemain U-21 tahun lalu saja, mereka sudah punya mental kuat. Apalagi di partai pertama ketika jumpa YSK Karimun hanya kalah 0-1. Bermain dengan 9 orang karena dua kena kartu merah oleh wasit yang kontroversial. Tapi itu bukan berarti pemain yang kami sebut hebat itu bisa dengan mudah dapat tempat di skuad 2014 nanti. Siswa-siswa baru bermunculan. Atmosfer kompetisi pun berusaha kami buat. Meskipun kami harus bolak-balik menjelaskan, apa itu Divisi 3 dan apa itu Liga Nusantara. Bahkan, kami pun harus merincikan, beda SSB Erdeka Muda dan Erdeka Muda FC. Nah, untuk terus memunculkan generasigenerasi Erdeka Muda FC di tahun-tahun mendatang, tanggal 26 Januari 2014, kami punya gawean. Mungkin baru pertama kali di Kepri: sepak bola 3 On 3, 3 lawan 3. Permainannya, tanpa penjaga gawang. Gawangnya khusus. Saya mendapatkan ide itu, setelah melihat youtube. Ternyata 3 On 3 itu ada kejuaraan dunianya pula. Kami belum berpikir ke sana. Tapi ini hanya untuk “memaksa� seluruh siswa mengeluarkan “ilmunya� yang sudah didapat dari latihan. Keeping, dribling, dan shooting semua siswa akan terlihat dari event yang baru kami khususkan untuk internal saja, maka namanya Internal Game 3 On 3 SSB Erdeka Muda. Tiga kelompok umur yang ada dalam latihan SSB Erdeka Muda, basic (6-10 tahun), intermediate (11-14) dan advance (15-18) masing-masing akan memperebutkan gelar juara. Mereka pun tak bisa memilih temannya semau gue. Melainkan, teman didapat dari hasil pengundian. Kegiatan 3 On 3 itulah, jadi faktor kedua, kenapa 26 Januari 2014 jadi hari yang penting bagi saya. Faktor pertama, Kongres PSSI, dan kedua 3 On 3 ini saling berkaitan. Meskipun, mungkin, ketemu kaitannya akan lama. Entah generasi keberapa. Yang jelas, dalam penantian kami berusaha menyikapi apapun hasil keputusan Kongres PSSI 2014. ***

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


50 Porsche 911 Carrera S

Tunggangan Canggih Penggemar Kecepatan Tinggi Anda penggemar mobil sport mewah? Ingin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi? Jika iya, Anda harus mencoba sensasi mengendarai Porsche 911 Carrera S.

Editor: Iman Wachyudi email : majalah@batampos.co.id

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


51

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

otomotif P O RS C H E


52

otomotif P O RS C H E

M

engusung mesin boxer Porsche 911, Carrera S sudah dilengkapi sistem transmisi PDK dual-clutch serta penggunaan mode Sport Plus, sehingga mampu membuat mobil ini melesat dari 0-100km/h dalam waktu 4 detik. Taufik, staf showroom mobil built up, CBU World Group di Palm Spring, Batam Centre, Batam, mengatakan rahasia kecepatan mobil besutan Jerman itu terletak pada penggunaan komponen spesial di silinder head dengan camshaft berbeda, new variable resonance intake system dengan 6 penutup udara dan juga penutup resonansi. Selain itu, perubahan pada sistem radiator agar mampu menjaga suhu mesin tetap stabil, serta mengganti sistem knalpot dengan dua set pipa pembuangan.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


53

otomotif P O RS C H E

Mobil ini punya mesin di bagian belakang bodi mobil (rear engine) dengan kapasitas silinder 3.800 cc dan mampu menyemburkan tenaga 400 horse power pada putaran 7400 rpm.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


54

otomotif P O RS C H E

“Mobil ini punya mesin di bagian belakang bodi mobil (rear engine) dengan kapasitas silinder 3.800 cc dan mampu menyemburkan tenaga 400 horse power pada putaran 7400 rpm. Selain itu Porsche 911 dibekali dua jenis exhaust system juga knalpot dengan dua set pipa pembuangan,� kata Taufik Mobil jenis Coupe ini juga didesain sporty dan memesona. Lampu depan menggunakan Bi-Xenon dengan desain khas Porsche yang elegan. Sedangkan di bagian belakang bodi mobil, ada emblem 911 tepat di bawah tulisan PORSCHE. Ada juga sunroof elektrik kaca yang menawan di bagian atap bodi mobil. Di bagian roda, Porsche menyematkan velg berukuran 20 inch yang dilengkapi dengan cakram rem Porsche agar menyajikan penampilan yang atletis. Jarak antar-roda lebih panjang 100 mm. Akselerasi mudah dilakukan karena gearbox yang dikendalikan komputer bekerja dengan cepat dan mulus dalam memindahkan roda gigi. Seperangkat teknologi juga disematkan Porsche, seperti pada sistem kemudi elektromekanik, auto start and stop function, plus transmisi tujuh kecepatan manual pertama di dunia menjadi fitur standar. Sementara untuk interior pada mobil terpampang jok kulit sporty dengan embos logo Porsche pada sandaran kepala yang dijahit manual tanpa

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


55

otomotif P O RS C H E

menggunakan mesin. Dashboardnya juga terlihat mewah dengan dua kombinasi warna, yaitu hitam dan colour espresso. Selain itu terdapat sebuah layar sentuh berukuran 4,6 inci sebagai sistem media, peta navigasi, serta pengukur suhu. “Porshe 911 Carrera S ini juga dilengkapi dengan koneksi ponsel, speaker Bose total out put 235 watt, digital radio, enam disc CD dan DVD yang ada di dalam mobil tersebut. Jika ada yang tertarik kami juga bisa melayani permintaan konsumen sesuai dengan keinginan mereka. Misalnya di bagian interior ingin menambahkan fitur-fitur apa, bisa kami hadirkan,� jelas Taufik Untuk para konsumen yang ingin memiliki mobil canggih ini, silahkan datang langsung ke showroom CBU World Group di Ruko Palm Spring Blok A3 No 6-8 Batam Center, Batam. *** Foto-foto: Iman Wachyudi/Batampos

Seperangkat teknologi juga disematkan Porsche, seperti pada sistem kemudi elektro-mekanik, auto start and stop function,

plus transmisi tujuh kecepatan manual pertama. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


tourism

56

where & out

Ayam Goreng Fatmawati

Melahap Ayam

Legendaris

di Tepi Kolam Nyebur ke kolam memang mengasyikkan, apalagi ketika cuaca lagi terik-teriknya. Tapi kelamaan bergerak di air tentu saja membuat lapar. Nah, apalagi jika rumah makannya berada tepat di samping kolam. Anda tentu semakin terpacu untuk merasa lapar, bukan?

Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


tourism

57

where & out

T

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

empat ini merupakan Restoran Ayam goreng Fatmawati yang pertama di Batam. Berdiri sejak 2002, restoran tersebut terletak persis di samping kolam renang club house Sukajadi. Sehingga bisa ditebak, pelanggan yang sering menyambangi restoran ini tentu kalangan menengah ke atas. Namun club house sekarang telah dipindahkan ke bangunan baru. Sehingga bangunan club house lama hanya ditempati oleh beberapa tenant seperti Ayam Goreng Fatmawati dan yang lainnya. “Dulu tempat ini lebih ramai lagi,” ujar Fatmawati, sang pemilik restoran. Namun demikian, tempat ini jauh dari sepi. Apalagi banyak pengunjung dari luar yang sering makan siang di sini. Restoran Ayam Goreng Fatmawati memiliki nuansa Bali. Didominasi warna coklat gelap, tempat ini terlihat begitu sejuk. Rasa sejuk itu ditimbulkan dari langit-langit yang lumayan tinggi sehingga tidak memerlukan air conditioner lagi. Kursi-kursi yang terbuat dari kayu dan plastik berjejer rapi. Terdapat banyak pilar-pilar di rumah makan ini yang berfungsi menopang loteng. Restoran ini bisa menampung tamu hingga 150 orang. Tempat ini juga biasa dipakai untuk acara ulang tahun atau arisan. “Sering juga pejabat pada makan di sini,” ujar Fatmawati dengan logat khas Sundanya. Ayam goreng kuning dan ayam bakar Fatmawati sudah tentu menjadi menu favorit di sini. Konon menumenu itulah yang membesarkan nama usaha rumah makan wanita lebih paroh baya ini. “Ayam goreng ini memiliki proses pengerjaan yang cukup panjang,” ujar Fatmawati berbagi rahasia. Ia menuturkan, ayam itu harus direbus selama 2 jam setelah


58

dibumbui, dikeprek, dan diberi cabe kering yang didatangkan langsung dari Cirebon. Ayam goreng kunyit pedes dan bebek keprek adalah menu lain yang sering diorder para tamu. Selain itu, rumah makan ini juga sedang menambahkan menu sarapan bubur ayam yang disediakan sejak pukul 9 pagi. Rumah Makan Ayam Goreng Fatmawati memiliki konsep prasmanan alias ambil sendiri. Makanan disajikan pada sebuah etalase panjang berbentuk huruh L. Anda tinggal memasukkan makanan yang Anda suka ke sebuah wadah yang disediakan dengan menggunakan sebuah capit khusus. Selain ayam, udang, dan ati ampela, terdapat juga gorengan bakwan jagung serta tahu tempe. Semakin ke ujung, Anda akan menemukan aneka lalapan seperti daun kemangi, selada, timun, wortel dan sebagainya. Tidak lupa, beberapa jenis sambal tersedia langsung dari cobeknya. Setelahnya, Anda dapat langsung ke kasir dan kemudian dihitung total harga makanan yang ada di piring. Eitss, tunggu dulu. Setelah dibayar, jangan langsung buru-buru disantap karena makanan yang diambil dari etalase panjang itu harus dimasak lagi. Jadi makanan yang Anda peroleh sangat fresh from oven. Hangat dan sedap. Untuk minuman, Anda bisa memesan es ke-

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

tourism where & out


59

lapa muda yang segar. Cuaca siang yang terik seketika berubah menjadi sejuk ketika menyeruput es kelapa muda langsung dari tempurungnya yang masih hijau. Jika tidak sedang ingin makan berat, ada beberapa booth yang menjual camilan sehat seperti rujak dan karedok. Segar dan enak. Di pojok lain juga terdapat booth yang menyediakan gado-gado, mi goreng, dan nasi goreng. Namun tentu saja, harus sabar menunggu hingga jadi makanan yang diorder. Sangat lengkap bukan? Perjalanan panjang Ayam Goreng Fatmawati telah ditoreh dalam sejarah pengabdian terhadap pelestarian masakan asli Indonesia. Bagaimana tidak, sejak tahun 1990, Ayam Goreng Fatmawati telah menjadi restoran besar pertama yang menyajikan masakan Nusantara di tengah gencarnya serbuan makanan fast food. Ayam Goreng Fatmawati memiliki konsep franchise. Hingga kini tercatat lebih dari 62 restoran yang tersebar di pelosok Indonesia.***

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

tourism where & out


60

history

Dari RIM Menjadi RIP? BlackBerry, perusahaan pembuat smartphone dengan merek yang sama, mengumumkan telah membentuk sebuah komite untuk memilih strategi bisnisnya, apakah dijual, joint venture (usaha patungan), atau kemitraan. Hantaman badai terus melanda bisnis perusahaan asal Kanada itu. Mungkinkah, perusahaan yang pada 2008 silam sempat bernilai 84 miliar dolar AS itu, kini tengah menghadapi “ajalnya�.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Mike Lazaridis


61

history

Berikut ini timeline perusahaan yang didirikan dengan nama Research in Motion (RIM) pada 1985 silam dan kini menjadi BlackBerry, dihimpun dari Telegraph.co.uk:

Kebangkitan Februari 1985 – Mike Lazaridis dan Douglas Fregin mendirikan Research In Motion (RIM). Keduanya ingin RIM fokus ke bisnis elektronik dan ilmu komputer. Perusahaan itu berbasis di Waterloo, Ontario. Wilayah di mana Lazaridis kuliah di Universitas Kanada.

1989 – RIM mengembangkan jaringan gateway yang kemudian diperkenalkan sebagai RIMGate. Teknologi tersebut asal mula dari layanan BlackBerry Enterprise Service yang dikenal sekarang ini.

1992 – Jim Balsillie bergabung ke RIM dan menjabat sebagai coCEO. Bahkan, ia hingga menggadaikan rumahnya untuk berinvestasi di RIM dengan nilai 250.000 dolar AS. Ia

Mike Lazaridis (kiri) semasa muda. EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

melihat RIM punya peluang sukses di masa depan.

1994 – RIM meluncurkan perangkat card reader point-of-sales. Perangkat genggaman itu digunakan untuk memverifikasi transaksi debit dan kredit, langsung ke bank.

1995 – RIM membangun modem radio sendiri untuk keperluan email nirkabel.

Oktober 1997 – RIM melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Saham Toronto, Kanada dengan kode saham “RIM”. Waktu itu, RIM berhasil mengumpulkan dana hingga 115 juta dolar AS.

Januari 1999 – RIM meluncurkan layanan email dengan merek dagang “BlackBerry” di seluruh wilayah Amerika Utara. Mereka juga menawarkan perangkat nirkabel pertama yang dapat terhubung dengan sistem email perusahaan. Penjualannya melonjak 80 persen menjadi 85 juta dolar AS. Bahkan pada 1999, pendapatannya mencapai 221 juta dolar AS.


62

Akhir 1999 – RIM mendaftarkan sahamnya di bursa NASDAQ dengan simbol (RIMM). RIM berhasil mengumpulkan dana hingga 250 juta dolar AS. Selain itu, RIM juga memperkenalkan BlackBerry 850 Wireless Handheld, email terhubung, jaringan data nirkabel, dan keyboard tradisional “QWERTY”. Permintaan pasar pun meledak.

11 September 2001 – Ketika terjadi tragedi World Trade Center (WTC), New York, banyak orang yang terjebak di dalam reruntuhan gedung WTC menggunakan BlackBerry untuk berkomunikasi data. Pasalnya, jaringan selular saat itu mati total.

November 2001 – Perusahaan yang menemukan teknolgi wireless email dan desain antena RF, NTP menggugat RIM karena pelanggaran paten dalam sistem email nirkabel. Hasilnya, Departemen Kehakiman AS memerintahkan RIM untuk membayar kerusakan paten sebesar 53 juta dolar AS dan biaya hukum NTP 4,5 juta dolar AS.

2002 – RIM menambahkan teknologi transmisi suara ke BlackBerry.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

history

Kejayaan 2004 – Basis pengguna perangkat BlackBerry untuk pertama kalinya, melampaui satu juta pelanggan.

Maret 2006 – RIM dan NTP kembali bersengketa di meja hijau. RIM kalah dan mesti membayar hingga 612 juta dolar AS.

Januari 2007 – Guna menghadapi dominasi BlackBerry di pasar smartphone, Apple yang waktu itu masih dipimpin mendiang Steve Jobs, memperkenalkan iPhone untuk pertama kalinya. Majalah TIME memberikan penghargaan kepada iPhone sebagai “Invention of the Year”.


63

history

Oktober 2007 –

2009 –

Pelanggan RIM melewati angka sepuluh juta. Ketika itu, RIM didapuk menjadi perusahaan paling berharga di Kanada, berdasarkan kapitalisasi pasar.

Toko aplikasi RIM App World diluncurkan pada April.

November 2007 – Google memperkenalkan platform open source, Android dan diluncurkan pada Oktober 2008.

Mei 2008 – RIM mulai memperkenalkan BlackBerry Bold. Perangkat tersukses dari segi penjualan yang pernah dibuat RIM.

November 2008 – Merasa “iri” teknologi “minim tombol” di iPhone, RIM pun meluncurkan smartphone layar sentuh pertamanya, BlackBerry Storm dan keyboard menjadi bentuk virtual. Selang setahun berikutnya, tepatnya pada Juni 2009, perangkat iPhone sudah hadir ke versi yang lebih baru, yakni iPhone 3GS. President and CEO of Research In Motion, Thorsten Heins.

Juni 2010 – RIM membayar 200 juta dolar Kanada kepada QNX Software Systems untuk mendapatkan sistem operasi yang digunakan pada router internet, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan sistem hiburan di mobil. Di bulan yang sama, Apple juga telah meluncurkan iPhone 4.

Agustus 2010 – RIM meluncurkan BlackBerry Torch, smartphone layar sentuh dengan keyboard slide-out dan meningkatkan teknologi pada browser webnya.

27 September 2010 – RIM memperkenalkan tablet pertamanya (sekaligus jadi yang terakhir dan satu-satunya), PlayBook. Tepatnya pada 19 April 2011, PlayBook diluncurkan di Amerika Serikat.

Desember 2010 – RIM mengakuisisi perusahaan user-interface, The Astonishing Tribe.

Febuari-Maret 2011 – Salah satu pesaing terberat RIM, Nokia mulai menceraikan Symbian dan meminang Microsoft untuk membesut sistem operasi baru. Begitu juga dengan Apple yang telah meluncurkan iPad generasi keduanya pada Maret tahun yang sama.

28 April 2011 – Bulan tersebut menjadi pertanda buruk BlackBerry. Target pendapatan saham per kuartal RIM diperkirakan bakal suram. Namun perusahaan tetap bakal mempertahankan prospek pendapatannya berkisar 7,5 dolar AS per saham.

12 Juni 2011 – Namun yang terjadi, kurang dari dua bulan berikutnya, RIM memangkas prospek pendapatan menjadi di kisaran 5,25 dan 6 dolar AS per saham. Bahkan, pihaknya telah telah mem-PHK lebih dari 10 persen karyawan dan membeli kembali sahamnya.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Ratu Elizabeth II diberi hadiah BlackBerry Bold 9700 oleh Mike Lazaridis saat berunjung ke markas RIM di Kanada.


64

history 15 September 2011 – Laporan hasil kinerja per kuartal terbilang cukup lemah, termasuk penurunan tajam pada penjualan smartphone dan tabletnya. Hingga akhir tahun nanti, RIM memperkirakan, pendapatannya masih rendah.

10-13 Oktober 2011 – Server jaringan RIM bermasalah. Akibatnya, jutaan pengguna BlackBerry di lima benua selama beberapa hari tidak bisa mengakses email, internet, dan layanan BBM.

29 November 2011 – Dikabarkan, RIM menawarkan teknologi pengelolaannya ke perangkat yang dibesut pesaing lain, termasuk iPhone dan iPad.

2 Desember 2011 – Perangkat tablet satu-satunya yang pernah diciptakan RIM mengalami write-down yang cukup banyak. Ini artinya, PlayBook mereka banyak yang tidak terjual di pasaran. Bahkan, RIM mengadakan diskon besarbesaran agar tabletnya itu bisa terjual dan tidak mengendap di gudang karena write-down.

15 Desember 2011 – RIM berjanji akan memperkenalkan smartphone ber-platform BlackBerry 10 pada akhir 2012 guna memberi harapan baru bagi investor.

22 Januari 2012 – Dua pendiri RIM, Lazaridis dan Balsille turun dari jabatan mereka sebagai CEO dan ketua dewan. Perusahaan pun menunjuk Thorstein Heins sebagai CEO dan Barbara Stymiest sebagai ketua dewan.

29 Maret 2012 –

Blackberry Tourch.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Heins menjanjikan perbaikan strategi setelah merilis hasil suram perangkat BlackBerry mereka. Ia juga berjanji, tidak akan mengeluarkan prakiraan keuangan, seperti yang pernah dilakukan pendahulunya.


65

history

28 Juni 2012 – Janji RIM pada akhir tahun 2011 kandas. Pihaknya meminta peluncuran BlackBerry 10 ditunda hingga awal 2013.

24 September 2012 – Saham RIM di Bursa Saham Toronto menyentuh angka terendah, sejak hampir satu dekade terakhir di level 6,10 dolar Kanada.

27 September 2012 – RIM “sedikit berhasil” membuat kejutan kepada investor setelah mencatatkan kerugian, lebih dari yang diperkirakan sebelumnya dan juga, cadangan kas turut meningkat. Selain itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diundur hingga akhir Desember.

12 November 2012 – RIM berjanji bakal meluncurkan BlackBerry 10, tepat pada 30 Januari 2013.

21 Desember 2012 – Saham RIM terjun bebas hingga 20 persen karena penurunan penjualan yang cukup besar. Ini semakin membuat BlackBerry makin tertekan dan jauh di bawah para pesaingnya, terutama Samsung dan Apple.

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Kematian? 30 Januari 2013 – Heins menepati janjinya. BlackBerry 10 resmi diluncurkan di New York. Selain itu, Ia juga mengumumkan perusahaan telah berganti nama menjadi BlackBerry. “Rest in Peace (RIP)” RIM, nama yang telah melekat hampir 30 tahun itu.

28 Juni 2013 – BlackBerry mengumumkan kinerja kuartal terbarunya. Hasilnya, perusahaan mengalami kerugian hingga 84 juta dolar AS. Kendati demikian, perusahaan berhasil meminimalisir kerugiannya, dibanding tahun lalu pada kuartal sama yang mencapai 518 juta dolar.

12 Agustus 2013 – Pembesut Z10 dan Q10 itu membentuk sebuah komite khusus untuk mengeksplorasi pilihan strategi bisnis ke depannya nanti, termasuk opsi menjual perusahaan. Apabila BlackBerry dijual, tentu keputusan ada di tangan pembelinya. ***


66

creatrep creativity & entrepreneur

Mengkeng Pemilik New Sun Bread

Buah Manis Sebuah Keputusan Besar Ia memilih mengundurkan diri dari jabatan general manager di perusahaan besar, untuk merintis bisnis kuliner. Semua dimulai dari nol. Kini Mengkeng punya enam outlet di Batam.

Editor: Iman Wachyudi email : majalah@batampos.co.id

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


creatrep

67

creativity & entrepreneur

New Sun Bread mungkin sudah cukup populer bagi warga Batam. Usaha kuliner ini milik Mengkeng, 44. Toko dan outletnya tersebar di Nagoya Hill, BCS Mall, Kepri Mall, Avava Plaza, ruko Royal Sincom dan Botania. Outlet di food street Nagoya Hill adalah outlet pertama yang dimiliki Mengkeng. Di restoran ini ia menyajikan aneka roti, kue, dan minuman dengan cita rasa yang enak. Yang paling laris adalah kue egg tart, makanan yang berasal dari Portugis. Mengkeng merintis bisnis kuliner ini sejak Maret 2012. Perkenalannya dengan bisnis dilatarbelakangi hobinya jalanjalan dan mencoba beberapa kuliner di tempat-tempat yang ia kunjungi. “Saya memang hobi jalan-jalan dan mencoba kuliner-kuliner di tempat yang saya kunjungi, seperti kue egg tart ini ketika saya coba rasanya enak. Makanya saya coba mengembangkannya di sini,” tutur Mengkeng. Saat ini New Sun Bread mengeluarkan lebih dari 60 varian

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

kue dan roti setiap harinya, termasuk kue kering. Sementara jumlahnya antara 3 ribu-4 ribu kue dan roti. Di antaranya bolu nanas gulung, kue pandan, lapis Surabaya, lapis pandan, brownies, blackforest, kue tart, kue kering dan egg tart yang memiliki 24 rasa seperti rasa coklat, keju, wijen, kacang, mocca, almond dll. Semua kue dan roti itu terpajang di etalase kaca dengan aroma yang menggoda dan menarik mata. “Egg tart ini kue yang paling disukai warga Batam, bahkan warga Medan, Jakarta, Singapura dan Malaysia. Biasanya mereka beli dalam jumlah besar untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kue ini bisa habis ribuan setiap harinya,” kata pria yang pernah menerima Tropi Al Ahmadi kategori pengusaha kuliner yang diserahkan Menteri BUMN Dahlan Iskan itu. Jika dirata-rata, ungkap Mengkeng, setiap bulan terjual ratusan ribu kue dan roti di enam outletnya. Menurut Mengkeng, usahanya dapat berkembang dengan cepat karena ia terus melakukan inovasi dengan memberikan berbagai macam rasa pada kue dan roti yang dijualnya, sehingga pembeli memiliki banyak pilihan. Dekorasi toko juga diubah agar pengunjung yang menikmati kue dan roti merasa nyaman dan betah berlama-lama. Sebelumnya selama tujuh tahun saat masih bernama Sun Bread, toko kue dan roti ini belum begitu dikenal. Saat itu pemiliknyaorangMalaysia. Progressnya datar-datar saja. Sejak diambil alih, Mengkeng mengubah konsep dan menambah jumlah kue dan roti. Termasuk dekorasi toko. “Dengan banyaknya perubahan pada varian kue dan dekorasi pada ruangan membuat New Sun


creatrep

68

creativity & entrepreneur

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Foto-foto : Iman Wachyudi/Batam Pos

Bread ramai pengunjung, omset pun terus meningkat,” kata bapak lima anak itu. Sebelum mengambil alih bisnis toko kue dan roti, Mengkeng bukanlah wirausahawan. Ia karyawan di perusahaan ternama di Batam dengan posisi yang tinggi, general manager. Namun setelah 20 tahun menjadi karyawan ia mengambil keputusanbesar.Iamelepaskan jabatannya itu demi berwirausaha. “Saya akhirnya resign setelah 20 tahun bekerja dengan nyaman dan mendapat fasilitas khusus. Begitu baiknya perusahaan kepada saya. Saya keluar karena ingin mengembangkan diri dalam berwirausaha. Mengembangkan kemampuan yang saya miliki,” ungkap Mengkeng Saat mengambil alih toko kue dan roti itu sebenarnya ia masih bekerja di perusahaan ternama itu. Karena ingin fokus, ia mengundurkan diri dari perusahaan. “Saya melihat prospek usaha ini bagus, makanya saya yakin bisa mengembangkannya. Selain itu saya ingin menawarkan makanan yang enak kepada masyarakat Indonesia dengan jaminan kelezatan dan kandungan gizi yang tinggi,” ucapnya. Pengalaman bekerja di perusahaan selama 20 tahun menjadi modal baginya untuk mengembangkan bisnisnya. Hanya dalam waktu relatif singkat, New Sun Bread berkembang dan omsetnya pun terus meningkat.***


gadagadu

69 Ayu Ting Ting

gak ada angin gak ada ujan

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

A

yu Ting Ting mengaku sudah mantap ingin bercerai dengan suaminya, Henry Baskoro (Enji). Sebab itu, pelantun lagu Sik Asyik itu datang menemui pengacara OC Kaligis SH, di Kompleks Majapahit Permai, Jakarta Pusat, pekan lalu. “Saya datang ke sini karena saya memang memilih OC Kaligis sebagai pengacara. Saya akan mengajukan gugatan cerai,” ungkap Ayu saat menggelar jumpa pers di kantor OC Kaligis. Ayu juga mengungkapkan rumah tangganya dengan Enji memang sudah tidak bisa dipersatukan lagi. Ia secara tegas menyatakan, keputusan untuk bercerai dari Enji bukan karena dorongan ataupun paksaan dari orangtuannya. “Saya tegaskan, orangtua saya enggak pernah ikut campur. Keputusan ini dari pribadi saya,” katanya. (jpnn)


gadagadu

70

gak ada angin gak ada ujan

Hyorin Sistar

L

eader sekaligus vokalis utama idol grup seksi Sistar, yakni Hyorin, membuktikan dia memang benar-benar penyanyi berbakat sekaligus salah satu ‘Ratu Soundtrack Drama’. Terbaru, Hyorin ikut menyumbangkan suara seksinya dalam drama yang kini begitu populer, You Who Came From the Stars. Lagu soundtrack yang dinyanyikan oleh Hyorin itu berjudul Hello/Goodbye (Ahnyeong). Judul Ahnyeong itu sendiri memang dipilih karena memiliki makna ganda. Yakni bisa berarti halo atau selamat tinggal, yang sangat menjelaskan cerita dari drama tentang alien tampan itu, seperti dilansir allkpop.com. Lagu ini sudah pernah terdengar sedikit saat You Who Came From the Stars ditayangkan pada Rabu (8/1) silam dan baru kali ini dirilis secara resmi. Drama romantis You Who Came From the Stars ini dibintangi oleh Kim Soo Hyun yang menjadi seorang alien tampan bernama Do Min Joon yang jatuh cinta pada seorang artis yang sedikit angkuh, Cheon Song Yi yang dimainkan oleh Jun Ji Hyun.(merdeka.com) EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


71

P

ercayakah kamu dengan keberadaan alien? Bila iya, berarti kamu memiliki pemikiran yang sama dengan superstar panggung musik dunia, Katy Perry. “Aku melihatnya dari kacamata spiritual. Aku sangat percaya pada astrologi. Aku percaya alien. Aku melihat bintang-bintang dan aku membayangkan, betapa egois bila kita berpikir kita adalah satu-satunya bentuk kehidupan,” ujar Katy Perry seperti yang diberitakan di situs Contact Music. Katy tampaknya benar-

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

benar tertarik untuk tahu lebih lanjut tentang keberadaan kehidupan lain. Bahkan ia berharap menanyakan hal tersebut pada Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. “Bila saja hubunganku dengan Obama lebih baik, aku akan menanyakan pertanyaan itu. Hanya saja saat ini belum tepat,” tambahnya. Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bila Katy percaya terhadap keberadaan alien. Salah satu single Katy, E.T juga bercerita tentang rasa jatuh cinta pada alien. (merdeka.com)

rry e P Katy

t I n e i l A a y a c r e P EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

a d A u


gadagadu

72

gak ada angin gak ada ujan

Dicintai Haters

Syahrini

S

eorang publik figur tentu tidak bisa dipisahkan dari para penggemar (lovers) dan pembenci (haters). Tidak hanya di Indonesia, di belahan dunia manapun dua kubu tersebut akan selalu ada. Seperti halnya dengan Syahrini yang mengaku selama ini selalu ada haters menguntitnya terus. Mereka mencari celah untuk komentar secara negatif. Namun, Syahrini menyikapi dengan santai. Para haters itu, menurutnya, adalah para pecintanya, karena mereka selalu memperhatikan tiap detail yang dilakukan. “Mereka itu orang yang paling mencintai aku. Mereka yang perhatikan aku dari kaki sampai kepala,� kata Syahrini. Ia menyebut haters memberikan penilaian dari sudut pandang berbeda. Mereka disebut Syahrini sangat peduli. Ini menjadikan pelantun tembang Sesuatu itu terus berusaha memperbaiki diri. “Mereka selalu perhatikan, iya sebenarnya mereka care sama aku,� tandasnya. (merdeka.com)

EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014


73 Diterbitkan Oleh: PT Sijori Interbintana Pers www.majalah.batampos.co.id Pemimpin umum / general manager: Candra Ibrahim Pemimpin Redaksi: Muhammad Iqbal Redaktur Pelaksana: Yusuf Hidayat, Poniman Sipahutar (Desain) Redaktur/Editor: Hasanul Safri, Yermia Riezki, Feni Ambaratih, Herry Dingin Sembiring Iman Wachyudi (Fotografer), Tonny Richardo (Desain) Redaktur senior : Ade Adran Syahlan Lisya Anggraini sekretaris redaksi : Ummy Kalsum

Chairman Rida K Liamsi CEO Makmur Direktur Utama Marganas Nainggolan Wakil Dirut Socrates Pemimpin Perusahaan Herman Mangundap manager iklan Dewi Febsuri

atampos.co.id b h la ja a m : k o o b face

twitter: @majalahBP s.co.id email: majalah@batampo EDISI 45, Minggu IV JANUARI 2014

Alamat Redaksi, Pemasaran, Iklan dan EO: Gedung Graha Pena Batam, Lantai 2, telepon :(0778) 460000 (hunting), Fax (0778) 462162 dan (0778) 465111 Batam Center, Batam. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 10,5 Telpon (0761) 64634 Fax (0761) 64638. Perwakilan Jakarta: Gedung Indopos Lt. 6 Jl. Kebayoran 12 Jakarta Selatan, Telp. 021 - 53699560, 021-5333046. Perwakilan Tanjungpinang: Jalan Pramuka 3. Telepon (0771) 27714, 27715. Perwakilan Tanjungbalai Karimun: Jalan A Yani, Sungai Lakam, Telpon (0777) 323686, Fax (0777) 323685. Rekening PT. Sijori Interbintana Pers, NISP;090.010.011377, BPD Riau Cabang Batam Ac.00701.13.0044560.


45 - Jejak Tionghoa di Batam