Page 1

1

All-New Ford Focus Titanium: Elegan dan Canggih

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

http://majalah.batampos.co.id

Jangan Ceroboh saat Bercinta

Ukuran Bra Kurang Pas? Pakai Aplikasi Ini Spesialis Dekorasi Pesta Penggede Manggung di Depan Pangeran Monaco

Banyak Jalan untuk Curang

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


2

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

statistika


suara

3

p e m b a c a

Kurang Data Statistik Saya melihat tulisan-tulisan Majalah Batam Pos menarik. Bahasa yang digunakan juga asyik. Gaya tulisan pun oke. Satu saran saya, jika tulisannya terkait dengan isu-isu ekonomi, data statistiknya bisa diperbanyak. Seperti saat tulisan tentang investasi bodong. Lewat penyajian data statistik, masyarakat bisa mendapat gambaran bagaimana investasi bodong sudah merugikan masyarakat Kepri, dan berapa miliar kerugiannya. Data statistik, menurut saya, penting karena tulisan yang disajikan adalah reportase yang panjang. Berbeda dengan kolom yang tidak terlalu mewajibkan penyajian data lewat grafis. Dalam reportase, penyajian data-data pendukung membuat tulisan itu lebih 'nendang'..

Adhinanto Cahyono Analis Bank Indonesia Kantor Perwakilan Batam

File Terlalu Besar Majalah Batam Pos merupakan media yang modern dan nyaman. Tulisan-tulisannya bagus, disainnya menarik, dan analisanya tajam. Cover majalahnya menantang. Ini mengundang pembaca untuk membaca isinya. Yang menjadi persoalan, masih sulit mengakses Majalah Batam Pos. Filenya terlalu besar untuk didownload. Saran saya, Majalah Batam Pos bisa disuntikkan ke dalam perangkat Android, iPhone, atau BlackBerry. Kalau aksesnya gampang, saya percaya ini jadi pilihan informasi masyarakat Batam. Saya yakin media ini akan berhasil karena di Batam gadget sudah sangat maju. Masyarakatnya sangat mobile. Masukan saya, kalau ada iklan akan lebih menarik karena kalau hanya membaca saja, pembaca agak bosan. Tapi iklannya jangan kebanyakan. Tetap informasi yang harus dikedepankan.

Hendra Asman Pengusaha

Saran, kritik, dan koreksi kepada redaksi bisa ditujukan melalui email: majalah@batampos.co.id EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


4 edisi 30, minggu V Agustus 2013

creatrep

30

digistyle

54

fokus peristiwa

11

Berawal dari menyewa tenda untuk acara pernikahannya, Andy Fahrizal terpikat dan tergoda untuk menekuni bisnis jasa dekorasi pesta. Pelanggan tetapnya pengusaha dan pejabat Kepri.

Ilmuwan NASA menciptakan aplikasi untuk ponsel iPhone yang dapat menghitung ukuran bra seseorang secara tepat. Aplikasi ini diinspirasi dari sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wanita mengenakan bra yang salah ukuran.

indeks gada-gadu

62

kutubkhanah

35

Bunga Citra Lestari memang bukan berasal dari tanah Pasundan. Kedua orang tuanya merupakan keturunan asli Sumatera Barat. Namun, rupanya ia terlanjur jatuh cinta dengan masakan Sunda.

Nama Rusydiah Club, sebuah perkumpulan cerdik-cendekia kerajaan Riau-Lingga di Pulau Penyengat sangat terkenal. Akan tetapi, bahan sumber dan informasi tentang purkumpulan itu sangat sedikit dan langka.

Akurasi data pemilih menentukan sukses tidaknya penyelenggaraan Pemilu 2014. Di Batam, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari pemerintah berbeda 200 ribu jiwa dibanding data pemilih sementara hasil perbaikan (DPS HP) KPU.

kiprah

58 EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Bagi sarjana teknik sipil ini, menggesek biola jauh lebih menantang ketimbang membangun rumah. Karena itu, ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan developer dan mendirikan sekolah musik.


5 edisi 30, minggu V Agustus 2013

indeks

history

Bermula dari keinginan Inggris yang hendak menggabungkan wilayah koloninya di Kalimantan (Sabah dan Sarawak) dengan koloni di Semenanjung Malaya pada 1961, Indonesia dan Malaysia harus terlibat peperangan.

tips101

media

Lonceng kematian media cetak di Amerika Serikat berdentang kian kencang. Satu per satu media besar dan legendaris di negeri Paman Sam itu mengibarkan bendera putih, isyarat bahwa mereka tak mampu melawan perubahan.

trend

66 48

otomotif

44

Sedan moderen dengan segudang fitur teknologi yang tinggi menjadikan All-New Focus Titanium begitu elegan.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

69 27

Steve Jobs populer dengan keahliannya meyakinkan orang lain. Terbukti, Steve berhasil meyakinkan jutaan pelanggan Apple akan kelebihan produknya. Meyakinkan seseorang bukanlah hal yang mudah, ada beberapa trik yang mesti dilakukan.

Bukan hanya rambut, wajah, dan badan yang mesti dijaga. Kebersihan dan keindahan kuku pun wajib diperhatikan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang sering berkenalan dengan banyak orang. Kuku yang bersih dan bersinar merupakan kesan pertama yang baik.

tourism

39

Kesan pertama adalah hal yang sangat penting dalam membina sebuah hubungan. Begitu juga dalam memilih restoran. Setelah ‘kencan’ pertama Anda bisa memutuskan akan kembali atau tidak.


6

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

kartop KARTUN

OPINI


sekilas

7

p e ri s ti w a

D

amianus Alfaris Meru, bocah enam tahun tewas di tangan ibu kandungnya, Tiner Lina Silaban, di rumahnya Bengkong Palapa Swadaya Blok Z1 Nomor 15, Bukit Beruntung, Bengkong, Ahad 18 Agustus pekan lalu. Berikut data dan fakta tewasnya murid kelas 1 SD Eben Ezer Bengkong ini: - Faris terlebih dahulu dicakar-cakar wajahnya oleh sang ibu beberapa kali. - Setelah itu leher faris dicekik, mulutnya disumpal tangan sang ibu, hingga tidak bisa bernafas. - Kejadian itu disaksikan Marsolena, 30, keponakan Charles Meru (ayahnya Faris). - Charles sendiri saat kejadian sedang ada pekerjaan di Natuna. - Marsolena mengaku tak bisa berbuat apa-apa karena takut. Ia hanya bengong melihat kejadian mengerikan itu. - Menurut Marsolena, usai menganiaya putranya, Tiner berdoa di depan tubuh Faris yang sudah tak bergerak lagi. - Warga baru tahu setelah Morsolena keluar minta tolong. - Warga yang datang tak berani mendekat apalagi banyak darah berceceran di sekitar jazad Faris. Tiner juga masih di dekat jasad Faris. - Warga hanya bisa melaporkan kasus ini ke Mapolsek Bengkong. - Polisi yang dibantu warga, sempat kesulitan mengamankan Tiner. Perempuan 39 tahun itu terus meronta dan melawan. - Bahkan setelah diikat, Tiner tak kunjung menyerah. Ia mengaku kerasukan roh saudaranya yang meninggal beberapa waktu lalu dan mendapat bisikan gaib untuk membunuh anaknya itu. - Setelah berhasil mengamankan Tiner, polisi membawa tubuh lunglai Faris ke rumah sakit. “Kami bawa ke RSOB untuk visum luar karena pihak keluarga tidak mengizinkan autopsi,� ungkap Kapolsek Bengkong. - Asni, kakak Tiner menuturkan, seminggu terakhir ini adiknya berperilaku aneh. Tengah malam sering teriak-teriak, melamun, terus ngomongnya ngawur. (hgt/muhammad nur)

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


8 Bocah-Bocah

Korban Senjata Kimia

K

orban tewas akibat pengunaan senjata kimia yang diduga dijatuhkan rezim Bashar al-Assad di beberapa wilayah di Suriah terus bertambah. Berikut data dan fakta pemboman tersebut: - Bom dijatuhkan Rabu dini hari, 21 Agustus 2013 di beberapa wilayah di Ghouta, Suriah. - Korban pun bergelimpangan, termasuk ratusan bocahbocah yang saat itu terlelap dalam tidur. - Koalisi Nasional untuk Suriah melaporkan, korban terus bertambah. Hingga Jumat, sudah 1.300 jiwa. - Juru bicara kelompok pejuang Tentara Pembebasan Suriah malah menyebut ada 1.729 orang tewas. Sebanyak 6.000 diantaranya akibat menghirup gas beracun hingga mengalami gangguan pernafasan lalu tewas. - Kelompok-kelompok oposisi Suriah ini menuntut PBB segera mengirimkan penyidik mereka ke Ghouta. Pasalnya, bukti-bukti penggunaan senjata kimia akan hilang tak bersisa seiring dengan waktu. - Dewan Keamanan PBB pun langsung menggelar rapat darurat. Namun, suara bulat tidak bisa tercapai lantaran lagi-lagi Rusia dan China menjegalnya. - Tapi pertemuan tersebut tidak secara eksplisit memerintahkan investigasi PBB, namun hanya mendukung seruan Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon untuk melakukan penyelidikan. - Sebanyak 35 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, menyerukan tim penyidik yang dipimpin Ake Sellstrom untuk meluncur ke Ghouta guna menyelidiki insiden tersebut secepatnya. (muhammad nur/jpnn)

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

sekilas p e ri s ti w a


sekilas

9

p e ri s ti w a

Di Ambang Krisis Mata uang rupiah terus terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pun kembali melemah setelah sebelumnya sempat menguat atau rebounTd. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Kamis 22 Agustus 2013, rupiah berakhir turun ke level Rp10.795 per dolar AS, dari perdagangan sebelumnya yang melemah dan menyentuh posisi Rp10.723 per dolar AS. Sementara itu, IHSG ditutup melemah 47,03 poin atau 1,11 persen menjadi 4.171,41 dari perdagangan sebelumnya yang rebound 43,46 poin atau 1,04 persen ke level 4.218,44. Sejumlah pihak memprediksikan, jika kondisi ini terus berlarut-larut, maka Indonesia berada di ambang krisis. Namun Economist Citi Indonesia, Helmi Arman, menilai, volatilitas yang terjadi saat ini bukan seperti pada 1997-1998. Sebab, tingkat utang korporasi saat ini berada pada level yang terkendali dan kondisi sektor keuangan jauh lebih kuat. “Memang, situasi sekarang ini menekankan perlunya diversifikasi ekspor agar tidak terlalu bergantung pada sumber daya alam yang harganya sangat fluktuatif,� kata dia seperti dilansir Vivanews. Chief Economist Strategy and Performance Management Division PT Bank Tabungan Negara Tbk, A. Prasetyantoko, berpendapat, pemerintah perlu mengambil langkah untuk menghadapi ancaman krisis yang dipicu faktor negatif global ini. Pertama, mengurangi impor, terutama BBM (bahan bakar minyak). Kedua, memitigasi kredit ke sektor-sektor berbahan baku impor. Prasetyantoko juga mengajak masyarakat dan pelaku pasar tidak panik dalam menghadapi situasi seperti saat ini, dengan melepas portofolionya di pasar uang dan saham. Sebab, hal itu akan menambah buruk kondisi, yang sebenarnya hanya terpengaruh sentimen negatif global semata. Sementara itu, Jumat pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan paket kebijakan stabiliEDISI 30, Minggu V Agustus 2013

tas ekonomi Indonesia. Salah satunya pemberian insentif pajak bagi perusahaan-perusahaan padat karya guna meredam gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, tidak bisa menjamin gelombang PHK tidak terjadi. “Kita coba cegah PHK sebanyak mungkin, tetapi jangan kami diminta mau jamin 100 persen, itu susah sekali,� ujarnya. Berikut Paket kebijakan penyelamatan ekonomi RI: 1. Relaksasi pembatasan fasilitas kawasan berikat untuk penduduk. 2. Penghapusan pajak penghasilan barang mewah (PPnBM) untuk produk dasar yang sudah tidak tergolong barang mewah. 3. Penghapusan pajak penghasilan (PPn) untuk buku. 4. Menjaga upah untuk mencegah pemutusan hubungan kerja. Tapi skema kenaikan upah tetap mengacu pada kebutuhan hidup layak (KHL). 5. Mengoptimalkan penggunaan tax allowance untuk insentif investasi. 6. Menjaga daya beli masyarakat dengan menekan inflasi. 7. Mengubah tata niaga daging sapi dan hortikultura dari berbasis kuota menjadi berbasis harga. 8. Mempercepat investasi dengan menyederhanakan perizinan dan mengefektifkan layanan satu pintu. 9. Memberi insentif berupa tax holiday dan tax allowance guna mempercepat program investasi berbasis agro, CPO, kakao, rotan, mineral logam, bauksit, dan tembaga. 10. Mempercepat proses penyelesaian investasi atau proyek seperti pembangkit tenaga listrik, migas, pertambangan, mineral dan infrastruktur. 11. Mempercepat Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) yang lebih ramah terhadap investor. 12. Insentif khusus untuk pengembangan dan riset. (viva.co.id/muhammad nur)


10

P

emilihan pejabat publik secara langsung oleh warga sudah ada sejak zaman Yunani kuno, meski tidak rutin. Kala itu, pemilihan oleh sekelompok orang terpilih, yang mewakili warga, justru lebih sering digelar. Tetapi, setidaknya, peristiwa itu sudah menggambarkan bahwa proses demokrasi sudah berjalan. Di Roma, pada zaman Romawi, Dewan Tinggi secara berkala melakukan pemilihan ketua. Namun, pada abad pertengahan, pemilihan umum dilarang kecuali untuk memilih Paus. Pada abad ke 13 di Inggris, pemilihan umum adalah bagian dari proses di parlemen, yang kemudian secara bertahap dibuatkan aturan yang ketat dengan periode pemilihan yang lebih teratur. Penggunaan surat suara untuk menjaga kerahasiaan pemilihan mulai digunakan sejak 1872. Di Amerika Serikat, di era kolonial, pemilihan umum juga sudah dilangsungkan untuk memilih pejabat publik.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

spash sedia payung sebelum hujan

Penggunaan kertas suara pertama kali terjadi pada pemilihan Gubernur Massachusetts tahun 1634. Dengan sistem pemerintahan bikameral, ketika itu, hanya anggota DPR yang dipilih langsung. Sedangkan senat dan presiden dipilih secara tak langsung. Belakangan, sistem itu diubah, dimana semuanya dipilih langsung oleh rakyat. Di zaman moderen sekarang ini, pemilihan umum adalah bagian tak terpisahkan dari sebuah pemerintahan yang demokratis. Di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Britania Raya seorang kandidat yang meraih suara terbanyak, akan maju mewakili sebuah distrik. Sistem distrik ini dianut Malaysia dan Singapura. Sementara di beberapa negara lain, menggunakan sistem proporsional terbuka, seperti yang kini diadopsi Indonesia. Pemilu diperlukan sebagai koreksi atas keputusan memilih pada periode sebelumnya. Agar yang buruk ditinggalkan dan berharap mendapat yang lebih baik untuk masa depan.


11

fokus p e ri s ti w a

Data 200 Ribu Pemilih Bodong Editor: YERMIA RIEZKY

Akurasi data pemilih menentukan sukses tidaknya penyelenggaraan Pemilu 2014. Di Batam, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari pemerintah berbeda 200 ribu jiwa dibanding data pemilih sementara hasil perbaikan (DPS HP) KPU.

email : majalah@batampos.co.id

J

emari Tibrani menari di atas keyboard di layar sentuh iPad temannya, Selasa pekan lalu. Ketua RT 03 Perumahan Tiban Palem, Tiban Baru, Sekupang itu membuka website kpu.go.id untuk mengecek apakah ia terdaftar sebagai pemilih untuk Pemilu 2014 atau belum. Ia lalu menyentuh “pintu” masuk bertuliskan: Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS HP) Pemilu 2014 di sudut kanan layar. Di bawahnya ada “pintu”

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Editor: M. Nur email : majalah@batampos.co.id

masuk bertuliskan: Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2014. Begitu DPSHP disentuh, langsung muncul petunjuk pilihan ‘’provinsi’’. Tibrani langsung memilih Provinsi Kepulauan Riau, lalu memilih Kota Batam, Kecamatan Sekupang, dan Kelurahan Tiban Baru. Tibrani lalu mengambil dompet dari saku belakangnya dan mengeluarkan kartu tanda pendudukan (KTP). Sejurus kemudian, ia memasukkan nomor induk kependudu-

foto:Iman Wachyudi/ Batam Pos

Suasana pemungutan suara di TPS Lokalisasi Sintai, Batam, pada Pilpres 2009 lalu.


12

fokus p e ri s ti w a

Foto: dokumen Batam Pos

kan (NIK) dan namanya. Langkah terakhir, menyentuh kata: cari. Hasilnya: empty. Namanya tak terdaftar. “Saya ketua RT loh, kok tak terdaftar,” ujar Tibrani, heran. Ia lalu mengulang memasukkan data-datanya, mulai dari alamat, NIK, hingga namanya. Kali ini Tibrani memasukkan juga gelar akademiknya. SE (sarjana ekonomi). Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Tak terdaftar. Tibrani lalu mengungkapkan, sebelum DPSHP, ia telah mencoba mengecek di DPS, baik secara online maupun manual di kelurahan. Namun namanya tak muncul. Padahal, namanya sudah diverifikasi panitia pendaftar pemilih (Pantarlih). Ia kemudian menanyakan ke Pantarlih mengapa namanya belum masuk di DPS. Jawaban yang ia dapat, datanya belum dientri oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Bahkan ia terkejut karena bukan hanya dirinya, warganya sebanyak 133 orang juga belum terdaftar di DPS. Padahal sudah didata oleh Pantarlih. Tibrani mengaku sudah melapor dan meminta agar namanya dan warganya segera dientri agar muncul di DPSHP. Namun ternyata, saat ia mengecek lagi Selasa pekan lalu, namanya tak muncul di DPSHP. “Ini baru di TPS 16 Tiban Baru. Bisa jadi di TPS lain banyak seperti saya,” katanya. Ia mengingatkan PPS, PPK, dan KPU Batam, bahwa ada konsekwensi hukum yang harus ditanggung jika data pemilih sengaja dihilangkan atau sengaja tidak dimasukkan. “Kurungan enam bulan penjara,” ujarnya. EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Pria yang pernah menjadi Ketua KPU Batam dan anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau ini masih hafal bunyi Pasal 274 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD: Setiap anggota PPS atau PPLN (Panitia Pemungutan Luar Negeri) yang dengan sengaja tidak memperbaiki daftar pemilih sementara setelah mendapat masukan dari masyarakat dan peserta Pemilu, dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan dan denda paling banyak Rp6 juta. “Mudah-mudahan di DPSHP akhir nama saya dan warga saya sudah muncul sehingga di DPT juga bisa muncul,” ujar Tibrani. *** Kecermatan dalam mendata pemilih mutlak diperlukan. Jika dari awal data pemilih kacau, maka potensi kisruh di saat pemilihan, sangat besar. Sebaliknya, jika data pemilih tidak ada masalah, maka proses pencoblosan bakal tidak ada masalah. Itu sebabnya, jauh-jauh hari, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri meluncurkan program e-KTP secara nasional. Salah satu tujuannya, agar pada Pemilu 2014, DP4 bisa menjadi dasar dalam penyusunan data pemilih. Perekaman e-KTP pun dikebut. Bahkan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sempat mempertaruhkan jabatannya. Jika e-KTP tidak rampung dalam waktu 14 bulan sebelum Pemilu 2014, sebagaimana diamanatkan di pasal 32 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang

Petugas PPS Kecamatan Sagulung menurunkan logistik pada Pilkada Kota Batam 2011 lalu.


fokus

13

p e ri s ti w a

Foto: immanuel sebahyang/ batam pos

Pemilu, ia rela mundur. Meski di sejumlah daerah perekaman eKTP belum rampung 100 persen hingga batas waktu itu, termasuk di Batam, namun Mendagri mengklaim rampung. Ia pun melupakan janjinya untuk mundur. Pada saat penyerahan DP4 kepada seluruh kepala daerah seIndonesia di Hotel Sahid, Jakarta, 29 Januari lalu, Mendagri tetap percaya diri. “Penyiapan DP4 yang akurat dan tepat waktu merupakan komitmen kita bersama untuk mendukung suksesnya penyelenggara pemilu sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat,� ujarnya, saat itu. Penyerahan DP4 itu disaksikan langsung Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman, Sekjen Kemendagri Diyah Anggraeni, dan para kepala daerah dari seluruh Indonesia. Mulai dari provinsi, hingga ke kabupaten/kota. DP4 Provinsi Kepri tercatat 1.406.522 jiwa. DP4 itu diserahkan langsung ke Gubernur HM Sani. Sani kemudian meyerahkan data itu pada 7 Februari lalu ke Ketua KPU Kepri -yang saat itu masih dijabat Den Yealta.

Sementara DP4 kabupaten/kota di Kepri diserahkan masing-masing kepala daerah ke KPU setempat. Rinciannya, DP4 Kabupatan Bintan 102.228 jiwa, Karimun 179.558 jiwa, Natuna 51.942 jiwa, Lingga 70.721 jiwa, Kepulauan Anambas 30.976 jiwa, Kota Tanjungpinang 147.963 jiwa, dan Kota Batam 823.134 jiwa. Di Kepri, Batam memang memiliki penduduk terbesar, sehingga yang masuk DP4 juga terbesar dibanding kota dan kabupaten lain. Namun akurasi data yang diserahkan Pemko Batam ke Kemendagri masih diragukan. Hal itu bisa dilihat dari DPS hasil verifikasi DP4 oleh Pantarlih. Dari 823.134 jiwa yang masuk DP4, hanya 596.316 yang masuk DPS. Artinya, berkurang 226.818 jiwa. Angka yang tidak kecil. Mengalahkan data DP4 enam kabupaten/kota lainnya di Kepri. Padahal DP4 diklaim Mendagri sangat akurat, sehingga saat verifikasi untuk penetapan DPS oleh KPU, angkanya diprediksi tidak jauh dari yang tertera di DP4. Pada verifikasi selanjutnya, KPU Batam pada 31 Juli mengumumkan pergerakan DPS dari 596.316 jiwa menjadi 678.858 jiwa. Naik 92.542 jiwa. Namun jika diband-

DP4 Provinsi Kepri untuk pemilu 2014 tercatat 1.406.522 jiwa. Kota Batam 823.134 jiwa.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Seorang warga Nagoya, Batam, menyalurkan hak pilih di TPS 7 pada Pilpres 2009 lalu.


fokus

14

p e ri s ti w a

ingkan dengan DP4, tetap saja berkurang 144.276 jiwa. DPS tersebut belum final. Dari verifikasi lanjutan menggunakan Sistem Daftar Pemilih (Sidalih), KPU Batam menemukan pemilih ganda akibat entri data berulang oleh PPS. KPU akhirnya mencoret 61.786 calon pemilih, sehingga daftar pemilih sementara hasil perbaikan menjadi 616.854 jiwa. Naik 20.542 jiwa dibandingkan DPS awal (596.316), namun tetap berkurang 206.280 jiwa dibandingkan DP4. Tapi pencoretan tersebut juga diragukan karena sistem komputerisasi yang digunakan KPU, belum tentu berfungsi 100 persen. Apalagi angka yang dicoret melebihi DP4 Natuna dan Anambas. “Pengalaman kami di setiap Pemilu, sistem yang digunakan KPU selalu bermasalah. Tidak pernah benar 100 persen,” kata Tibrani. Selain itu, kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam mengoperasikan sistem itu juga menjadi penentu. Tibrani khawatir, ada pemilih yang benar-benar punya hak pilih tapi dihapus gara-gara saat entri data salah tanda baca atau salah memasukkan huruf, tanggal lahir, atau alamat. Untuk itu, Tibrani meminta petugas PPS, PPK, dan KPU Batam benar-benar teliti. Jangan sampai yang memiliki hak suara dihilangkan. “Konsekwensinya itu tadi, penjara enam bulan dan berpotensi ricuh,” katanya. Ia juga menyarankan agar KPU membandingkan data yang diolah menggunakan sistem komputer dan manual. Artinya, data yang dientri secara online dibandingkan dengan teknologi sistem data tools yang pernah digunakan KPU Batam pada pemilu 2009 lalu. Apakah hasilnya sama atau berbeda. Mengadu atau membandingkan data pemilih itu bisa antar kelurahan maupun antarkecamatan. Mantan angota KPU Batam Muhammad Zainuddin mengatakan, selama ini, DP4 yang diberikan pemerintah ke KPU memang tidak pernah akurat. Wajar jika terjadi perbedaan data mencolok setelah dilakukan verifikasi oleh KPU. Hal itu dirasakan Zainuddin saat masih di KPU pada Pemilu 2004 silam. Saat itu, ia koordinator kelompok kerja (Pokja) pendataan pemilih. Khusus untuk pemilu 2014, Zainuddin menilai, jika DP4 jauh dari akurat, maka daftar pemilih tetap pemilihan kepala daerah (pilkada) terakhir bisa menjadi acuan. Hal ini tak menyalahi aturan karena di UU No 8 Tahun 2012 tentang Pemilu, diperbolehkan jadi dasar dalam penyusunan daftar pemilih untuk Pemilu atau Pilkada berikutnya. Nah, di Batam, pada 2011 digelar Pilkada Walikota

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

DPS HP

DPT Pilwako 2011 Selisih

Batam Kota

58,953

109,256 -50,303

Batuaji

87,206

89,492

-2,286

Batuampar

42,871

44,215

-1,344

Belakangpadang

13,601

13,765

-164

Bengkong

67,215

65,985

1,230

Bulang

8,169

7,230

939

Lubuk Baja

64,156

64,961

-805

Nongsa

45,275

36,900

8,375

Sagulung

89,938

109,256 -19,318

Sei beduk

57,475

62,985

-5,510

Sekupang

70,239

65,286

4,953

Galang

11,773

10,241

1,532

TOTAL

616,871

679,572 -62,701

Keterangan: - DPS HP: Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan - DPT: Data Pemilih Tetap dan Wakil Walikota. Kemudian setahun sebelumnya (2010) juga digelar Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau. DPT Pilkada 2011 tercatat 679.754 pemilih. Sementara DPS Pilkada Gubernur Kepri 2010 sebanyak 667.082 pemilih dan DPT-nya 679.027 pemilih. “Datanya masih baru semua. Tinggal verifikasi ulang,” kata Zainuddin. Mantan Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batam Feri Manalu sependapat dengan Zainuddin dan Tibrani. DP4 memang tidak bisa diandalkan karena perekeman e-KTP sendiri tidak maksimal. Akibatnya, pasti masih banyak warga yang sudah meninggal tetap terdata, anggota TNI/ Polri terdata, anak usia di bawah 17 tahun terdata, dan warga yang sudah tak ada di Batam juga masih terdata sebagai pemilih. Feri mengaku sempat mencermati DP4 yang diberikan pemerintah saat itu. Apalagi saat penyerahan DP4, ia masih duduk sebagai anggota KPU Provinsi Kepulauan Riau. “Data yang paling akurat itu adalah DPT pemilukada terakhir. Harusnya itu jadi dasar,” kata Feri, Rabu pekan lalu. Mantan anggota KPU Kepri, Surya Makmur Nasution juga menilai DP4 amburadul. Satu orang bisa terdata di tiga tempat berbeda. Orang sudah meninggal masih terdata. Zainuddin menambahkan, keluar masuk atau mo-


fokus

15

p e ri s ti w a

bilitas masyarakat Batam yang tinggi menjadi tantangan tersendiri. Bisa saja hari ini terdata di kelurahan A, tapi besok sudah di kelurahan C atau di kecamatan lain. Bisa juga sudah tak di Batam lagi. Mobilitas penduduk itu biasanya paling tinggi di kawasan industri atau wilayah yang menjadi basis tempat tinggal buruh. Namun menyalahkan pemerintah dan mobilitas penduduk tidak menyelesaikan masalah. Jalan terbaiknya, kata dosen Politeknik Negeri Batam ini, penyelenggara pemilu (KPU) harus kreatif dalam melakukan verifikasi data pemilih. Supaya data pemilih tetap (DPT) nantinya benar-benar mendekati kondisi di lapangan. Zainuddin menyebut, berbagai saluran sosialisasi harus dimaksimalkan oleh KPU dan jajarannya hingga ke tingkat PPK, PPS, dan Pantarlih. Melibatkan langsung petugas RT dan RW setempat jauh lebih baik karena mereka lebih mengenal warganya ketimbang tenaga dari luar wilayah yang didata. Selain itu, memanfaatkan media jejaring sosial atau online juga penting. Tujuannya, supaya pemilih bisa

mengecek apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. “Kalau hanya mengandalkan sistem manual dengan menempel di papan pengumuman kelurahan ya repot. Masyarakat di Batam mayoritas pekerja, tidak punya cukup waktu mengecek ke kelurahan,� kata Zainuddin. Tak kalah pentingnya, peran dari partai politik, khususnya pada calon legislatif. Mereka harus mengantongi data pemilih, mulai saat masih DPS, hingga DPT. Dengan begitu, mereka bisa mengecek apakah konstituennya sudah terdaftar atau belum. Khususnya pada saat masa tanggapan dari masyarakat terhadap DPSHP. “Jadi harus proaktif, jangan saat pencoblosan baru ribut,� kata Zainuddin. Memang, kata Zainuddin, memanfaatkan semua potensi untuk sosialisasi, tidak menjamin 100 persen pemilih proaktif mengecek terdaftar atau tidak. Apalagi saat ini, masyarakat cenderung jenuh dan apatis melihat kelakuan oknum-oknum anggota DPR dan DPRD yang banyak terlibat kasus korupsi. Tapi paling tidak, ada upaya maksimal dari KPU. Surya mengatakan, yang paling penting dilakukan

Data yang paling akurat itu adalah DPT pemilukada terakhir. Harusnya itu jadi dasar.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Foto: Yusnadi/batam pos

Warga mengecek namanya di daftar pemilih sementara (DPS) yang ditempel di kantor kelurahan.


fokus

16

p e ri s ti w a

oleh KPU, PPK, PPS, dan Pantarlih, jangan sampai ada pemilih ganda. Selain bisa memicu kericuhan, juga erat kaitannya dengan pengadaan logistik pemilu. Jika pemilih banyak yang ganda, maka otomatis, logistik pemilu yang harus dipersiapkan juga akan lebih banyak. Surya juga menyoroti rencana KPU Batam menambah tempat pemungutan suara (TPS) yang cukup banyak dari pemilukada sebelumnya. Padahal, data DPS HP, jumlah pemilih jauh berkurang dari pemilukada 2010 dan 2011. Pada pemilukada Gubernur Kepri 2010 dan Wali Kota Batam 2011, dengan 679.754 pemilih tetap, hanya ada 1.717 TPS. Sementara dengan DPSHP 616.854 jiwa untuk Pemilu 2014 yang diumumkan KPU Batam 19 Agustus lalu, KPU menyiapkan 1.849 TPS. Bahkan, ketika KPU Batam mengumuman DPS 678.640 jiwa (sebelum perbaikan), KPU berencana menambah 564 TPS sehingga menjadi 2.354 TPS. “Seharusnya kalau jumlah pemilih menurun, TPSnya juga menurun. Ini malah mau ditambah. Hati-hati, bisa jadi bom waktu dan KPU bisa jadi sasaran tembak. Apalagi kalau sempat ada TPS bodong,” kata Surya.

Penurunan jumlah pemilih dibandingkan pada Kantor KPU Pilkada sebelumnya, bisa saja terjadi dengan Kota Batam di mobilitas masyarakat Batam yang begitu Sekupang. tinggi. Namun jika jumlahnya sampai menyentuh 200 ribu jiwa lebih, Surya meminta data tersebut harus benar-benar dicek saat verifikasi sebelum DPT ditetapkan. Diakui atau tidak, melapor atau tidak, saat ini banyak pendatang ke Kota Batam. Apalagi setelah Lebaran Idul Fitri, banyak pencari kerja baru masuk ke Batam yang rata-rata memiliki hak memilih karena usianya di atas 17 tahun. Logika sederhananya, pemilih pasti bertambah. Namun hak mereka bisa hilang jika tidak didata. “Kami harap dalam masa perbaikan KPUD harus maksimal bekerja agar hasil DPT maksimal,” kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Batam, Suryadi Prabu saat dihubungi Jumat pekan lalu. Suryadi mengungkapkan, pemasukan data ke sistem ditemukan banyak kesalahan yang wajib diperbaiki. “Ada data nihil yang tetap dimasukkan. Misalnya penduduk yang tidak ada lagi di lokasi tetapi masih masuk dalam daftar. Atau jika ada satu nama yang tidak diketahui jenis kelaminnya, data yang masuk ke sistem

Daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPS HP) 616.854 jiwa. Berkurang 206.280 jiwa dibandingkan DP4.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Foto: dalil harahap/batam pos


fokus

17

p e ri s ti w a

ada dua orang,” terang Suryadi. PPS sendiri gu masyarakat mendaftar jika ingin mentidak menutup mata adanya kesalahan etap di Batam. “Tugas KPU untuk memyang harus diperbaiki. “Kami akan terus verifikasi data.” Banyak perusahaan yang berupaya memperbaiki dan melengMenurut Sadri, memverifikasi tutup dan melakukan kapi data sampai DPT nanti,” kata data tidak mudah. Apa yang dialami pengurangan jumlah tenAli Mahmud, Ketua PPS Kelurahan KPUD mirip dengan proses perekaaga kerja sejak UMK naik Belian, Kecamatan Batam Kota. man e-KTP serentak yang berakhir tinggi. Wajar selisih DP4 Suryadi sendiri melihat petugas bulan Desember 2012. Saat itu, dengan DPS sampai ratuPantarlih tidak bisa sepenuhnya dari jumlah penduduk wajib e-KTP san ribu. disalahkan. Pendataan pemilih tidak yang tercatat sebanyak 707.435 orang, mudah karena mereka bertugas untuk hanya sekitar 571 ribu yang merekam memastikan keberadaan calon pemilih. data e-KTP. Dalam beberapa kesempatan, Panwaslu ikut “Kami prediksi lebih 100 ribu penduduk mengamati pekerjaan Pantarlih. “Mereka sudah jatuh yang tercatat sebelumnya sudah meninggalkan Batam,” bangun bekerja,” ungkap Suryadi. kata Sadri. *** Prediksi itu, tambah Sadri, dikuatkan DPS yang jumlah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota penduduk yang terdata dalam DPS lebih sedikit dibandBatam, Sadri Khairuddin mengakui DP4 memang belum ing data DP4 yang diserahkan pada Kementerian Dalam 100 persen akurat. Pasalnya, banyak penduduk yang Negeri sebagai acuan penentuan TPS, DPS, dan DPT di meninggalkan Batam tidak melaporkan dengan memBatam. buat surat pindah keluar. Akibatnya data penduduk yang Dalam DP4, jumlah calon pemilih di Batam berjumlah keluar atau pindah dari Batam tidak dihapus dari basis 823.134 jiwa. Data itu bersumber dari gabungan data data kependudukan Batam. Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan dan Selain itu, banyak pula pendatang yang tidak menperekaman e-KTP di Batam. Saat KPUD Batam merigurus KTP sehingga namanya tidak masuk DPS. Kondisi lis DPS pertama kali, jumlah pemilih hanya sebanyak seperti ini bisa menjadi masalah seperti yang pernah 596.316 orang. Selanjutnya saat KPUD Batam merilis DPS terjadi pada Pemilu 2009. HP pada 20 Agustus 2012, jumlah calon pemilih mening“Partai politik cenderung menyalahkan kami di pekat menjadi 616.853 orang. merintah, yang mereka sebut tidak mengakomodasi Pengurangan ini, kata Sadri, merupakan salah satu tuntutan masyarakat,” kata Sadri. karakteristik kependudukan di Batam. Di kawasan-kaIa mengingatkan, tugas pemerintah (Disduk) menungwasan industri seperti Mukakuning, Tunas, atau TanjunEDISI 30, Minggu V Agustus 2013


fokus

18

p e ri s ti w a

guncang, perubahan drastis bisa terjadi dalam enam bulan hingga satu tahun. “Setelah mereka habis kontrak, bisa saja kembali ke daerah asal,” terang dia. Hal ini juga dibenarkan Ketua KPU Batam Muhammad Syahdan. “Kan banyak perusahaan yang tutup dan melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja sejak UMK naik tinggi. Jadi wajar kalau selisih DP4 dengan DPS sampai ratusan ribu,” kata Syahdan. Mantan jurnalis ini tidak terlalu merisaukan selisih jumlah itu karena angka pemilih masih terus bergerak. Kecenderungannya bertambah dari DPS HP saat ini. Apalagi masih banyak data dari Pantarlih yang masih dalam proses entri di PPS. Hingga 22 Agustus, DPS HP sudah mencapai 622.955 pemilih. “Kami berharap partisipasi masyarakat, caleg dan partai politik untuk mengecek sudah terdaftar atau belum. Jika belum segera melapor ke PPS untuk didaftarkan sebelum DPT diteken Oktober nanti,” pinta Syahdan. Suryadi menegaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perbaikan daftar pemilih. Panwaslu ber-

harap tidak ada lagi calon pemilih yang terlewat. Koreksi pada data-data ganda wajib dikerjakan. Hal lain adalah memastikan warga yang diverifikasi memiliki TPS. “Masih ada kasus TPS-nya tidak ada tapi orangnya ada,” ujar dia. Soal data ganda hingga KPU terpaksa menghapus lebih dari 61 ribu data pemilih, Syahdan mengakui hal itu terjadi akibat entri data manual berulang dua hingga tiga kali. Namun setelah dimasukkan ke sistem Sidalih, semua data yang ganda dengan sendirinya terhapus secara otomatis. Syahdan yakin, sistem IT itu akurat sehingga bisa menghapus data pemilih ganda. Terkait rencana penambahan 500 TPS, Syahdan mengatakan angka itu baru estimasi. Angka pastinya menunggu DPSHP hasil perbaikan akhir dam DPT. Penambahan TPS umumnya di daerah hinterland. Pertimbangannya, kata Syahdan, mayarakat terpisah dari satu pulau dengan pulau lainnya. Di satu pulau kadang hanya ada 80 warga per TPS. Jika dipaksakan warga lainnya ke TPS pulau tersebut, masyarakat terbebani biaya sehingga

Kami akan koordinasi dengan kepolisian. Kalau ada TPS bodong, siapapun yang terlibat pasti ditindak.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Foto: dokumen Batam Pos

Pegawai KPU Kota Batam menyiapkan bilik suara yang akan digunakan pada pemilu mendatang.


fokus

19

p e ri s ti w a

dikawatirkan tidak ikut memilih. Salah satu anggota PPS menyerahkan Itu sebabnya, dibuka TPS baru agar bisa selembar lagi kertas berisi data. Dalam tetap memilih di tempat yang lebih data itu tertulis total DPS HP di KeluraSesuai UU Pemilu dan dekat. Maksimal satu TPS untuk hinhan Mukakuning sebanyak 9.881 jiwa. Peraturan KPU, pendatang terland 350 orang. Sementara untuk “Masih ada tiga TPS belum terkumbaru bisa mengisi form A1A di mainland atau perkotaan, maksipul,” kata Khafi kepada Batam Pos. lalu menyerahkan ke PPS di mal satu TPS 500 pemilih. Dengan maksimal jumlah pemilih Syahdan mengaku sudah mesebanyak 500 orang, maksimal petempat mereka berdomisili wanti-wanti PPS dan PPK, jangan nambahan dari tiga TPS yang belum untuk didaftar sebagai sampai ada TPS bodong. “Kami akan masuk sebanyak 1.500 orang. Jumlah pemilih. koordinasi dengan kepolisian. Kalau itu tetap jauh lebih rendah dibanding ada TPS bodong, siapapun yang terlibat DPT Pemilihan Walikota Batam 2011. Khafi pasti ditindak,” katanya. menyebutkan, saat itu jumlah DPT tercatat *** sekitar 18 ribu jiwa. Sementara itu, upaya memutakhirkan data pemilih Penurunan jumlah itu sudah diprediksi Khafi. Pasalterus dilakukan di setiap PPS di Batam. Di Kantor Keluranya, arus migrasi penduduk masuk dan keluar di kelurahan Mukakuning, misalnya, meski pelayanan masyarakat han itu termasuk yang terbesar di Batam. Kepala Dinas telah tutup Rabu sore pekan lalu, pintu salah satu banKependudukan dan Catatan Sipil Batam Sadri Khairudin gunan bercat putih di kompleks Kantor Kelurahan itu juga mengakui itu. “Persentase perekaman e-KTP di Mumasih terbuka. Lima orang masih sibuk di dalamnya. kakuning salah satu yang terendah di Batam,” kata Sadri Salah satu dari mereka adalah Abdul Khafi. Dia duduk Khairuddin, Selasa pekan lalu di Kantor Walikota Batam. di satu kursi memperhatikan selembar kertas di tangan Salah satu penyebab besarnya kehilangan itu karena kanannya. Ada data-data yang berjejer turun tercetak di banyak pekerja yang tinggal di rumah susun atau dormikertas tersebut. tor. Khususnya mereka yang tinggal di Kawasan Industri Khafi adalah ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Batamindo. kelurahan itu. Sore itu ia sedang memerhatikan perkem“Penghuni di Batamindo banyak berkurang jika ada bangan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS perusahaan yang tutup atau berakhirnya kontrak karyHP) untuk Pemilu 2014. awan di sejumlah perusahaan,” kata Khafi. foto:Iman Wachyudi/ Batam Pos

Susana pemilu di salah satu TPS Blok R kawasan industri Batamindo pada Pilpres 2009 lalu.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


fokus

20

p e ri s ti w a

Selain di dormitori Batamindo, di kelurahan itu juga terdapat beberapa rusun yang dihuni oleh pekerja dengan intensitas masuk dan keluar yang tinggi. Rusunrusun tersebut adalah rusun milik BP Batam, Pemko Batam, dan Jamsostek. Total ada 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di rusun-rusun tersebut. Berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4), jumlah penduduk yang berpotensi mengikuti Pemilu pada 9 April 2014 di Kelurahan Mukakuning sekitar 19 ribu jiwa. Untuk memastikan apakah penduduk yang terdaftar masih sesuai, PPS Kelurahan Mukakuning mengerahkan sebanyak 38 Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Meski terjadi kehilangan dalam jumlah besar, rilis DPS HP Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batam menunjukkan selisih DPS HP dengan DPT Pilwako 2011 di Kecamatan Seibeduk bukanlah yang terbesar. Dalam rilis KPU tanggal 21 April 2013 itu, selisih Kecamatan Seibeduk hanya minus 5.510 orang. Jumlah ini jauh lebih rendah ketimbang di Kecamatan Sagulung yang berkurang 19.318 orang dan di Batam Kota yang hilang 50.303 pemilih. Jumlah tersebut memang belum jumlah pamungkas. Masih ada tahap pemutakhiran data yang akan dilaku-

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

kan KPU yakni DPS HP kedua, DPT, dan DPT pemurnian sebelum keputusan pleno jumlah pemilih yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 9 April 2014. Mengenai pendatang baru ke Batam yang diprediksi cukup tinggi pascalebaran Idul Fitri dan potensi perusahaan manufaktur di Batam tiba-tiba mendatangkan pekerja dari luar Batam dalam jumlah besar, Syahdan mengaku sudah menyurati kawasan industri dan sejumlah perusahaan di kawasan industri di Batam, agar segera memberitahukan jika ada rekrutmen tenaga kerja dalam jumlah besar. Tujuannya, agar bisa didata sebagai peserta Pemilu 2014, sebelum DPT disahkan Oktober mendatang. Sesuai dengan UU Pemilu dan Peraturan KPU, pendatang baru itu bisa mengisi form A1A lalu menyerahkan ke PPS di tempat mereka berdomisili untuk didaftar sebagai pemilih pada Pemilu mendatang. Jika pendatang baru tiba di Batam setelah DPT ditetapkan, sementara mereka memiliki hak pilih karena telah mengantongi KTP dan berumur di atas 17 tahun, Syahdan mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari KPU pusat soal boleh tidaknya memilih hanya menunjukkan KTP. “Biasanya last minute baru keluar,� katanya. ***

foto: W Satria/Batam Pos.

Suasana penghitungan suara di KPU Kota Batam pada Pilkada Gubernur Kepri 2010 lalu.


fokus

21

p e ri s ti w a

foto: yusuf hidayat/batam pos

Banyak Jalan untuk Curang Banyak calon legislatif maju di daerah pemilihan di luar tempat tinggal mereka pada Pemilu 2014. Ada potensi kecurangan.

M

emobilisasi massa dari satu daerah pemilihan (dapil) ke dapil lain adalah salah satu potensi kecurangan pada Pemilu 2014. Mobilisasi ini bisa dilakukan secara sistematis dan tersamar. Mantan anggota KPU Batam dan Kepri, Tibrani, Feri Manalu, Muhammad Zainuddin, dan Surya Makmur Nasution membenarkan kemungkinan mobilisasi pemilih itu. “Sangat berpotensi,” ujar mereka, pekan lalu. Namun, mobilisasi itu tidak bisa dilakukan begitu saja, tanpa ada kerjasama dengan penyelenggara pemilu. Baik itu PPS, PPK, atau KPU. Mobilisasi itu bisa disamarkan dan digarap mulai pendataan pemilih. Modusnya, si caleg bekerjasama PPS, PPK, KPU atau ketiganya dengan mendaftarkan sejumlah nama yang akan memilih si caleg. Nama-nama itu nantinya dimasukkan di daftar pemilih sementara (DPS) lalu muncul di daftar pemilih tetap (DPT). Berbekal nama tertera di DPT, konstituen caleg nakal ini bisa memilih di TPS dimana si caleg maju, meski

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

sebenarnya tidak berdomisili di dapil tersebut. Potensi terbongkar memang ada, namun agar tidak ketahuan, konstituen si caleg ini bisa disebar di TPS-TPS padat dengan warga yang kurang mengenal satu sama lainnya. Praktik seperti ini, selain melibatkan penyelenggara, juga ada unsur politik uang karena tidak ada pemilih yang mau dimobilisasi gratis. Apalagi berisiko tertangkap. “Jika hal seperti itu terjadi, saya yakin jumlahnya tidak banyak. Tidak banyak pemilih yang mau mengambil risiko seperti ini,” kata Surya Makmur. Politisi Demokrat ini juga yakin, penyelenggara pemilu juga tidak akan berani mengambil risiko. Pasalnya, jika ketahuan, bisa berakhir di penjara. Tibrani juga yakin, tidak banyak caleg yang berani melakukan langkah ekstrim seperti itu. Pasalnya, selain membutuhkan biaya besar, juga sangat berisiko. “Tapi kalau ada niat bisa saja,” katanya. Ketua KPU Batam Muhammad Syahdan juga mengakui potensi kecurangan tersebut. Namun ia sudah mewanti-

Warga mengecek nama mereka di daftar pemilih sementara (DPS) di kelurahan.


22

wanti PPS, PPK, dan teman-temannya di KPU Batam untuk menjauhi cara-cara seperti itu. Menurut Syahdan, dalam rapat koordinasi dengan KPU Pusat yang ia hadiri belum lama ini, praktik semacam itu bisa dikategorikan sistematis karena direncanakan secara matang dengan melibatkan penyelenggara pemilu. “Mudah-mudahan tidak ada permainan. Kalau terjadi dan ketahuan, pemilu bisa diulang,” kata Syahdan. Potensi kecurangan lainnya, menghilangkan atau tidak mengentri data konstituen caleg tertentu, sehingga peluang si caleg menang, tipis. Sebaliknya, konstituen caleg lain semua dientri dan dipastikan bisa memilih. Praktik kotor ini juga bisa dilakukan secara sistematis dengan melibatkan penyelenggara pemilu. Bisa dimulai sejak pendataan pemilih. Apalagi, minat masyarakat mengecek nama mereka di PPS cukup rendah. Ditambah minat caleg dan parpol tertentu mengecek konstituennya telah terdaftar atau belum, juga rendah. “Supaya tidak dicurangi, masing-masing caleg harus rajin mengecek, apakah konstituennya telah terdaftar atau belum,” kata Feri Manalu, mantan Panwaslu Kota Batam dan mantan anggota KPU Provinsi Kepri. Potensi kecurangan lainnya adalah mencoblos surat suara untuk parpol dan caleg tertentu di TPS-TPS sepi dan jauh dari pantauan saksi maupun pemantau pemilu. Praktik kotor semacam ini juga bisa terjadi jika melibatkan penyelenggara pemilu. Apalagi jika ada TPS

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

fokus p e ri s ti w a

bodong. Satu pemilih mencoblos di beberapa tempat juga kecurangan yang berpotensi terjadi. Apalagi jika melibatkan oknum-oknum penyelenggara pemilu. Namun Syahdan menjamin praktik semacam ini tidak akan terjadi karena sistem pendataan pemilih yang dilakukan oleh Pantarlih, pendekatannya domisili. Artinya, meski seorang pemilih memiliki KTP dari dapil lain, namun ia terdaftar sebagai pemilih di tempat dia tinggal. “Kalau terdaftar di dua tempat pasti akan tertendang dengan sistem IT yang kita gunakan,” kata Syahdan, Kamis pekan lalu. Tibrani menambahkan, praktik pemilih ganda ini, juga bisa dicegah dengan menerapkan sistem kontrol berlapis. Jika ganda di PPS, maka tanggungjawab ada di Pantarlih. Ganda antar-TPS satu kelurahan, maka yang bertanggungjawab adalah PPS. Ganda antarkelurahan, maka PPK yang tanggungjawab. Seterusnya, jika ganda antarkecamatan, maka yang bertanggungjawab adalah KPU. Zainuddin meyakinkan, semua praktik kecurangan itu bisa dicegah jika penyelenggara, caleg, masyarakat, dan partai politik berkomitmen menciptakan pemilu yang bersih, jujur, dan adil. “Tapi kuncinya ada di penyelenggara. Kalau jujur, Insya Allah tidak akan ada kecurangan sistematis,” kata Zainuddin. (muhammad nur)

Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos

Petugas PPS menempelkan pengumuman DPS di Kantor Kelurahan Taman Baloi, Batam Kota.


fokus

23

p e ri s ti w a

Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos

Sadri Khairuddin, Kepala Dinas Kependudukan Kota Batam

Verifikasi Data Itu Tugas KPU

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014 untuk Kota Batam belum lagi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Batam. Namun, gambaran yang tampak dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dirilis selama bulan Juli dan Agustus cukup menimbulkan keresahan. Banyak pihak khawatir persoalan DPT yang terjadi pada Pemilu 2009 terulang lagi.

D

ibandingkan DPT Pemilihan Walikota Batam 2011, DPS Pemilu 2014 turun hingga 62 ribu. Kehilangan lebih parah jika dibandingkan dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Faktor apa yang menyebabkan kecenderungan itu dan bagaimana Pemerintah Kota Batam berperan dalam pendataan pemilih? Berikut wawancara Majalah Batam Pos dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam, Sadri Khairuddin:

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Seperti apa peran Pemko Batam dalam proses pendataan pemilih untuk Pemilu? Pemerintah berperan dalam menyerahkan data kependudukan mulai dari DAK2 (Daftar Agregat Kependudukan per-Kecamatan). Sebelumnya kami mendapat surat dari Menteri Dalam Negeri pada awal 2012 yang mewajibkan kami untuk menyiapkan DAK2 yang berasal dari database SIAK. Kami harus menyerahkan data itu selambat-lambatnya 18 bulan sebelum penyelenggaraan Pemilu. Di Batam, DAK2 pada Desember 2012 sejumlah


fokus

24

p e ri s ti w a

Batam? Kita pas perekaman e-KTP kan targetnya sekitar 707 ribu. Tapi sampai Desember 2012 kami baru merekam 571 ribu atau Saat perekaman e-KTP, 81 persen. Sembilan belas persen dari target 707.435 yang tidak melakukan perekaman penduduk, ternyata kita cek lagi melalui perangkat kecahanya terealisasi 571 Apa beda kedua data itu? matan, kelurahan, sampai RT. Turibuan. Kami prediksi DP4 merupakan data penduduk juannya untuk memastikan apakah sekitar 100 ribu lebih yang berusia 17 tahun ke atas pada orang yang ada di daftar masih ada. sudah tidak di Batam. saat Pemilu berlangsung pada 9 April Akhirnya yang datang hanya 36 ribu. 2014. Nama-namanya sudah disiapkan Sisanya (sekitar 100 ribu jiwa) tidak ada di database kami di Kemendagri. Untuk lagi. Sekarang terbukti saat DPS, sekitar 200 Batam, yang kami serahkan sebanyak 823.134 ribu yang tidak ada. Sama dengan yang kami jiwa. Data itu yang diterima KPU kemudian mereka lakukan. melakukan pencocokan apakah penduduk yang terdata Di wilayah mana paling banyak penurunannya? masih tinggal di alamat yang tertulis atau tidak. Karena Kecamatan Seibeduk. Kami lihat mereka yang tingdatanya kan enam bulan sebelumnya. Kalau tidak ada, gal di Seibeduk, umumnya di Kelurahan Mukakuning bisa mereka coret. Tapi kalau ada tambahan baru, bisa khususnya Batamindo dan sekitarnya. Perekaman e-KTP mereka masukkan. di sana paling rendah persentasenya. Artinya banyak Data DP4 itu data kapan? Apakah sebelum atau sesupenduduk yang tidak bertempat tinggal di situ lagi. Setdah proses e-KTP? elah mereka habis kontrak, mereka pergi. Itu yang paling Itu gabungan perekaman e-KTP dan database sebelbesar. Di samping itu mereka yang tinggal di Batuampar, umnya. Termasuk mereka yang belum merekam. Sagulung, dan Tanjunguncang. 1.060.309 jiwa. Kemudian pada 7 Februari 2013 kami menyerahkan DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih). Itu merupakan daftar penduduk potensial pemilih Pemilu pada tanggal 9 April 2014.

Saat KPU menerbitkan Daftar Pemilih Sementara, datanya jauh berkurang dibanding DP4. Mengapa demikian? Sebelum puasa KPU menerbitkan DPS, jumlahnya 596.316 jiwa. Apakah itu kesilafan atau kesalahan teknis saya tidak tahu. Kami tidak mau mencampuri lagi karena itu sudah kewenangan KPU. Kalau memang KPU membutuhkan mereka akan menyurati kami. Tapi sampai sekarang belum ada. Selanjutnya data itu diumumkan dan hasilnya (sampai 20 Agustus 2013) ada hasil perubahan yang jumlahnya sekitar 616 ribu. Ada penambahan 20 ribu. Nanti akan ada perbaikan sampai ditetapkan DPT. Artinya, dari 800-an ribu penduduk banyak yang berkurang. Penduduk Batam memang begitu, terutama yang di Mukakuning dan kawasan-kawasan industri seperti Tunas atau Tanjunguncang. Saat kami data, orangnya ada. Tapi begitu enam bulan atau setahun habis kontrak bisa saja kembali ke daerah asal. Itu sama dengan yang kami alami saat perekaman e-KTP. Dari 707.435 penduduk kita mampu sampai 571 ribuan. Kami prediksi sekitar 100 ribu lebih itu sudah tidak di Batam. Menurut Anda kecenderungan ini kerap terjadi di

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Selain itu, apa kesulitan pendataan penduduk di Batam? Tugas kami sebenarnya hanya berdasarkan data penduduk yang melaporkan dirinya untuk pembuatan dokumen seperti kartu keluarga, akte, atau KTP. Pada dasarnya, masyarakat yang datang pada kami dan mendaftarkan dirilah yang kami masukkan ke database kami. Tak ada kendala sebenarnya. Yang jadi kendala itu tatkala mereka diwajibkan merekam e-KTP, ternyata masih banyak yang belum melakukan. Hanya, kalau dikatakan gagal tidak juga karena kami berhasil 80 persen lebih. Setelah perekaman kami teliti lagi dengan mendatangi orangnya, ternyata sudah tidak ada lagi. Sekarang dibuktikan lagi dengan DAK2 yang dibandingkan dengan DPS. Hampir sama kehilangannya. Untuk pekerja yang tinggal di dormitori, apakah ada kebijakan kependudukan khusus, mengingat mereka hanya dikontrak setahun sehingga tidak harus tercatat sebagai penduduk Batam? Dalam perda kita sebenarnya sudah ada kekhususan untuk penduduk yang hanya ingin tinggal sementara karena kontrak setahun tapi tidak mau menjadi penduduk Batam. Mereka bisa mengisi formulir tinggal


25 sementara dan digunakan selama setahum. Dia tercatat tapi tidak masuk database kependudukan Batam. Yang ingin menjadi penduduk Batam bisa membuat surat pindah dan mendaftarkan dirinya ke dinas kependudukan. Masalahnya, banyak yang malas mengurus itu, karena syarat mengurus itu harus ada rekomendasi dari RT setempat di mana dia tinggal dan tidak bisa sembarangan karena RT-nya harus menjelaskan yang bersangkutan tinggal di situ. Setelah itu baru kami terbitkan SKTS (Surat Keterangan Tinggal Sementara).

Untuk pendatang, dari catatan Disduk, berapa orang setiap tahunnya? Pendatang itu bervariasi dan tidak menunggu Lebaran saja. Setiap hari rata-rata kami menerima sekitar 50-70 surat pindah. Tinggal dikalikan saja hari kerja dalam setahun. Sementara pertambahan penduduk juga didorong kelahiran. Tahun lalu saja kelahiran di Batam sekitar 33 ribu anak. Itu karena sebagian besar keluarga Batam adalah pasangan-pasangan usia subur. Itu yang tercatat, belum yang tidak melapor.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

fokus p e ri s ti w a

Bagaimana dengan penduduk yang keluar Batam, apakah mereka tercatat? Dari pengalaman kita melakukan e-KTP ini ada 100 ribuan orang tidak ada lagi di Batam. Ini didukung dengan data DPS. Kembali ke persiapan Pemilu 2009, apa catatan penting terkait data kependudukan? Saat itu masalahnya banyak disebabkan keengganan masyarakat yang tidak mau mengurus KTP. Surat pindah ke Batam tidak ada, sehingga mereka tidak terdaftar di DPT. PPS-nya datang mendata, tapi yang didata tidak ada, kerja, atau malas ketemu. Jadi mereka tidak tercatat. Bagi partai, kalau mendengar keluhan masyarakat yang tidak terdaftar mereka bilang bagaimana pemerintah tidak mengakomodasi tuntutan masyarakatnya. Tugas pemerintah kan menunggu masyarakat untuk mendaftarkan diri. Tugas KPU yang mencari orang dan memverifikasi datanya. (yermia riezky)

Foto: immanuel sebahyang/ batam pos

Seorang warga Nagoya, Batam, menyalurkan hak pilihnya di TPS 7 pada Pilpres 2009 lalu.


26

karikata Kini saya sadar seorang juara bukan soal bagaimana ia menang, tapi bagaimana ia bangkit ketika terjatuh. Saya terjerambab beberapa kali. Setiap kali saya bangun, saya merana. Tapi, saya berdoa dan saya lakukan yang terbaik. -Serena Williams-

-Michael Phelps-

Saya melakukan semua yang saya inginkan. Saya pensiun sesuai cara yang saya inginkan. agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus

-Tiger Woods-

-Muhammad Ali-

Jangan pernah sekalipun mendengar harapan orang lain. Lalui jalan hidupmu sendiri dan hiduplah dengan harapan-harapanmu.

Persahabatan adalah sesuatu yang paling susah dijelaskan di dunia. Ini bukanlah sesuatu yang bisa kamu pelajari di sekolah. Tapi jika kamu tidak belajar arti persahabatan, kamu sesungguhnya tidak belajar apapun.


27

trend

Kuku M enyempurnakan Penampilan Manicure dan Pedicure

FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA

Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Bukan hanya rambut, wajah, dan badan yang mesti dijaga. Kebersihan dan keindahan kuku pun wajib diperhatikan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang sering berkenalan dengan banyak orang. Kuku yang bersih dan bersinar merupakan kesan pertama yang baik.


28

P

enampilan seseorang tidak hanya dinilai dari kulit dan rambut, tetapi keindahan tangan dan kuku juga sangat menentukan. Seseorang akan dinilai memiliki penampilan sempurna apabila disertai estetika kuku yang cantik dan menarik. Untuk mendapatkan penampilan tangan dan kuku yang baik maka diperlukan berbagai perawatan untuk tangan dan kuku. Perawatan manicure dan pedicure sebenarnya bukan hanya untuk menjadikan kuku kaki dan tangan Anda cantik, tetapi juga menjaga kesehatan kutikula kuku jari, kelembaban dan juga kelembutan kulit tangan dan kaki. Dalam dunia kecantikan, perawatan tangan disebut dengan istilah “Manicure”. Dimana istilah ini berasal dari bahasa latin, yaitu “manus” yang artinya “tangan” dan “cure” yang artinya “merawat”. Jadi, dalam ilmu kecantikan manicure adalah salah satu usaha untuk memperoleh kesehatan dan keindahan tangan beserta kuku melalui perawatan yang harus dilakukan secara teratur. Sedangkan pedicure hampir serupa dengan manicure, pedicure adalah perawatan pada kaki dan kuku agar terlihat indah dan sehat. Bagi sebagian orang manicure pedicure terasa begitu merepotkan jika dilakukan sendiri. Mereka lebih memilih pergi ke salon, duduk diam dan menikmati hasil kerja para pekerja salon pada kaki dan tangan mereka. Hasilnya mungkin memang sangat memuaskan, tapi itu pastinya juga sebanding dengan banyaknya isi dompet yang melayang. Jika hanya satu dua kali sih oke-oke saja, tetapi bagaimana jika kebutuhan mani pedi itu menjadi rutinitas. Tentunya akan banyak menguras budget, kan? ***

TIPS: Anda pun bisa melakukan manicure dan pedicure di rumah. Perlengkapan yang perlu disiapkan: 1. Handuk berukuran sedang. 2. Baskom berukuran sedang untuk manicure dan baskom besar untuk pedicure. 3. Lotion tangan, krim perawatan kaki dan krim anti jamur. 4. Alat manicure dan pedicure: - Gunting kutikula: Digunakan untuk memotong lapisan kutikula yang tumbul diluar kuku. - Gunting kuku: Siapkan dua ukuran. Ukuran lebih kecil untuk manicure dan lebih besar untuk pedicure. - Alat kikir: Untuk membentuk kuku dan memperhalus ujung-ujung kuku. - Nail Buffer: Untuk meningkatkan kilau alami pada kuku. - Sabun cair: Sebaiknya pilih sabun bayi. - Base Coat: Untuk melapisi dan menguatkan kuku. - Nail Polish

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

trend

1. Bersihkan kotoran dan sel kulit mati dengan cara meng-scrubbing tangan hingga sebatas pergelangan tangan.

2. Setelah selesai scrubbing, tangan dan kaki dibersihkan dengan air bersih agar bebas dari kotoran dan sel kulit mati yang terkelupas.

3. Tahap selanjutnya adalah memberikan lotion tangan untuk membersihkan kutikula. Untuk hasil yang maksimal tunggu lotion meresap 3-5 menit.


29

trend

4. Setelah itu bersihkan kutikula dengan alat pendorongnya.

6. Menggosok permukaan kuku (bukan ujung kuku) dengan nail buffer set sampai permukaan kuku halus.

5. Lalu, buang kutikula dengan nipper.

7. Pulas kuku dengan base coat.

10. Lakukan langkah pertama sampai sembilan pada kaki Anda untuk perawatan pedicure.

9. Jika Anda menginginkan hasil yang lebih artsitik, beri hiasan nail art dengan memasang sedikit glitter pada daerah yang ingin dihiasi. EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

8. Tunggu kering lalu aplikasikan nail polish.


30

creatrep creativity & entrepreneur

Andy Fahrizal Pemilik Graha Eksotika Batam

Spesialis Dekorasi Pesta Penggede

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Editor: Ahmadi email : majalah@batampos.co.id

Berawal dari menyewa tenda untuk acara pernikahannya, Andy Fahrizal terpikat dan tergoda untuk menekuni bisnis jasa dekorasi pesta. Pelanggan tetapnya pengusaha dan pejabat Kepri.


31 otika ha Eks ra G . DOK FOTO :

R

creatrep creativity & entrepreneur

Batam

abu pagi pekan lalu, kantor Graha Eksotika di Seraya Kavling No.24, Batam, sepi-sepi saja. Andy Fahrizal, sang pemilik sudah meninggalkan kantor sekaligus rumahnya itu. Pekerjaannya memang lebih banyak di luar karena berurusan dengan jasa dekorasi pesta yang umumnya berlangsung di hotel atau restoran. Hari itu, Andy-panggilan Andy Fahrizal-menemui sejumlah pelanggan dan survei tempat yang akan didekorasi. Sore menjelang Magrib, Andy baru kembali. Kantor Graha Eksotika Batam ini berada di ruang tamu rumah Andy. Di sana tampak foto-foto dekorasi pesta yang pernah ditangani Andy bersama timnya. Di papan putih juga sudah terjadwal acara-acara yang akan ditangani Andy hingga Oktober mendatang. Salah satunya yang terdekat adalah mendekorasi tenda untuk acara halal bihalal mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan Ibu Aida Ismeth. ‘’Permintaan dekorasi tenda pesta sudah mulai ramai lagi setelah Lebaran karena banyak acara pesta mulai acara halal bihalal sampai pesta pernikahan. Kebanyakan untuk wedding,’’ ujar Andy Fahrizal.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Menurut Andy, September mendatang permintaan dekorasi pesta di akhir pekan sudah penuh. Mereka yang menggunakan jasa Graha Eksotika Batam adalah kalangan orang-orang berduit, pejabat dan pengusaha. Di antaranya keluarga Said Agil, Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, pemilik Citra Buana Hartono, Bambang Suherman, keluarga Anas (Novotel). ‘’Kebanyakan orang-orang etnis Tionghoa,’’ katanya. Selain menangani acara pribadi atau keluarga, Andy juga sering mendapat kepercayaan dari perusahaan ternama. Kala peresmian PT Saipem di Karimun, Andy dipercaya mendekorasi tenda, kemudian acara Bank Mandiri, acara ulang tahun Pelabuhan Batam Centre dan lain-lain. ‘’Kami juga sudah jadi langganan rutin Mega Mall dan BCS kalau mereka ada acara,’’ tambah Andy. Graha Eksotika adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dekorasi pesta, khususnya dekorasi kain eksklusif dengan desain menarik. Dekorasi sesuai dengan keinginan pelanggan, baik bentuk, desain, penataan layout maupun warnanya. Graha Eksotika handal dan kreatif dalam menangani dekorasi dan konsep pesta untuk acara indoor maupun outdoor. ‘’Karena dekorasi kami bukan dibuat dari kain-kain yang kemudian dibentuk. Bukan yang sudah jadi dan


32

creatrep creativity & entrepreneur

tinggal dipasang saja. Jadi model dekorasi kami selalu berbeda dan eksklusif,’’ papar Andy Graha Eksotika Batam menyediakan berbagai macam model untuk keperluan pesta: pernikahan (mulai dari acara di rumah, sampai di gedung), gathering, ulang tahun, acara peresmian, maupun acara spesial lainnya. Dekorasinya dalam berbagai warna serta model yang glamor dan eksklusif, baik gaya klasik, Arabian, moderen, minimalis, dan lain sebagainya. Karena berbeda dan eksklusif, permintaan jasa dekorasi pesta yang datang ke Graha Eksotika termasuk banyak, meski Andy tidak banyak promosi. Promosi justru oleh pelanggan ataupun orang-orang yang pernah menggunakan jasanya. Secara tidak sengaja, segmen pasar Graha Eksotika pun terbentuk yaitu kalangan pengusaha besar. Padahal, Andy menginginkan segmen yang lebih luas. ‘’Permintaan dekorasi paling sedikit 6-7 event per bulan. Itu kalau lagi musim sepi. Kalau lagi musimnya seperti September nanti, sudah full tiap weekend,’’ katanya. Untuk tarif, Andy mengatakan tergantung dengan luas ruang yang didekorasi. Biayanya dihitung per meter persegi. Andy tidak bisa menyebutkan minimalnya berapa, tetapi untuk dekorasi terbesar yang pernah dik-

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus


33

creatrep creativity & entrepreneur

erjakan nominalnya Rp150 juta. Omset dari dekorasi ini, kata Andy, tergantung permintaan dan musim. Kalau lagi sepi, lanjutnya, bisa saja hanya Rp30 juta atau Rp50 juta per bulan. Tetapi jika musimnya, omset bisa Rp150 juta hingga Rp200 juta per bulan. ‘’Jadi kalau dirata-ratakan, omset bisa ratusan juta,’’ ucap Andy. Bisnis jasa dekorasi pesta ini ditangani Andi bersama istri dengan empat karyawannya. Andy mengungkapkan bisnis ini dimulai tanpa sengaja. Katanya, ketika menikah di Malang, kampung halaman istrinya, dekorasi tenda pesta pernikahannya menggunakan jasa dekorasi pesta famili sang istri. ‘’Saya lihat dekorasi unik dan berbeda. Saya bilang di Batam belum ada yang begitu, keluarga saya juga ngomong di Batam belum ada yang seperti itu,’’ ceritanya. Andy terpikat dan tergoda untuk menghadirkannya di Batam. Tiba-tiba ada permintaan dari temannya kala melihat foto-foto pesta pernihakan Andy. Ia pun menangkap peluang tersebut dan langsung menerimanya. Acara pesta pernikahan anak Said Agil, Oktober 2010, adalah job pertama yang ditangani Andy. Setelah itu, permintaan terus datang karena promosi dari mulut ke mulut. ‘’Mungkin mereka puas sehingga mereka merekomendasikan kami,’’ katanya.***

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus


34

creatrep creativity & entrepreneur

Tips memulai usaha dekorasi pesta

D

ekorasi banyak dibutuhkan acara-acara yang bertempat di gedung maupun rumahan. Tidak banyak pemain dalam bisnis yang mengandung unsur seni ini, sehingga persaingan pun belum begitu ketat dan pangsa pasarnya masih luas. Ini dapat memudahkan kita dalam menjual produk layanan kita. Modal usaha untuk bisnis dekorasi pernikahan yang paling utama adalah ketrampilan dan seni artistik yang bagus untuk membuat dekorasi yang meriah dan indah. Seni dan kreatifitas dalam menata ruangan dengan kain dan merangkainya dalam bentuk yang indah sangatlah penting. Jadi simpel saja untuk memulai memulai bisnis ini, hanya butuh kreatifitas dan jiwa seni atau bisa juga kita membayar seseorang untuk mengerjakannya. Terkadang, konsep dekorasi sudah ditentukan penyewa, sehingga kita hanya mengikuti keinginan mereka saja. Yang terpenting sebaiknya kita memberikan contoh beberapa foto dekorasi panggung atau dekorasi ruangan. Foto-foto itu bisa kita buat sendiri atau foto dari berbagai acara. Kemudian foto tersebut kita tawarkan kepada

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

calon kustomer kita dan memberikan penjelasan bahwa kita bisa membuat dekorasi semacam itu dan bahkan lebih bagus, tergantung keinginan dan selera pelanggan. Dan juga memberikan arahan desain dekorasi yang tepat kepada pelanggan kita agar mereka lebih yakin. Perbanyak promosi, dengan cara yang bermacammacam, menggunakan iklan di koran, memberikan kartu nama kepada para pengunjung sebuah acara resepsi dan lain – lain. Promosi sangat penting untuk memajukan usaha karena bisnis dekorasi pernikahan memiliki pangsa pasar yang khusus dan spesifik. Menjalin kerjasama dengan pihak salon, pihak penyewaan alat pesta, kerjasama dengan katering akan menambah jaringan bisnis Anda. Siapa tahu pihak manten membutuhkan jasa dekorasi pada saat ia datang ke suatu salon, atau saat ia memesan kateringnya. Kunci keberhasilan dari usaha ini adalah karya seni dan estitika yang bermutu tinggi yang mungkin tidak semua orang bisa melakukannya. Jadikanlah peluang usaha dekorasi pernikahan sebagai jembatan kesuksesan Anda. Selamat mencoba.***


35

kutubkhanah

Oleh: Aswandi Syahri

N

ama Rusydiah Club, sebuah perkumpulan cerdik-cendekia kerajaan Riau-Lingga di Pulau Penyengat sangat terkenal. Akan tetapi, bahan sumber dan informasi tentang purkumpulan itu sangat sedikit dan langka. Akibatnya, hingga kini tidak diketahui dengan pasti kapan perkumpulan itu bermula, dan kapan sesungguhnya ia berakhir. Banyak pertanyaan penting tentang

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Cover Taman Penghiburan

perkumpulan ini yang belum terjawab. Apa saja aktivitasnya, sehingga Sultan dan Tengku Besar Riau-Lingga dimakzulkan karena mengikuti sikap ‘politik’ anggota Rusydiah Club? Di antara bahan sumber sejarah Rusydiah Club yang langka itu, Taman Penghiburan adalah salah satu di ataranya. Ruang kutubkhanah minggu ini akan memperkenalkannya.


36

kutubkhanah

Susunan panitia Perhimpunan Kesukaan Taman Penghiburan dan jabatan pengurus Rusydiah Club

Publikasi Rusydiah Club

Judul utama khazanah pustaka klasik ini, seperti dicetak pada bagian kulitnya, adalah: Taman Penghiburan. Judul utama itu, dilengkapi pula dengan judul imbuhan yaitu, berita kesukaan pada hari raya idulfitri yang diadakan oleh lid-lid Rusydiah Klub Negeri Riau Pulau Penyengat pada tahun 1313. Dalam dunia kepustakaan klasik Melayu, khususnya bahan-bahan yang berasal dari Riau-Lingga, khazanah pustaka ini termasuk dalam kategori buku cetakan lama (earlyMalay printed books) yang dikelompokan ke dalam buku langka (rare books). Dengan kata lain, jumlahnya tak banyak. Eksemplarnya yang kini tersisa, dan perpustakaan yang menyimpannya, boleh dihitung dengan sebelah jari tangan. Di dunia, kini hanya diketahui ada dua lembaga, di Pulau Penyengat dan Negeri Belanda, yang menyimpan Taman Penghiburan. Taman Penghiburan yang menjadi acuan ruang kutubkhanah minggu ini, adalah EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

satu-satunya koleksi milik Perpustakaan KITLV di Leiden, Belanda, yang judul dalam katalogusnya masih masih menggunakan ejaan lama: Taman penghiboeran ia-itoe berita kasoekaan pada hari idoelfitr jang di-adakan oleh lid-lid Roesjdijah Kelab negeri Rijau poelau Penjengat. Bahan kutubkhnah ini adalah salah satu dari sedikit bahan yang dipublikasikan oleh Rusydiah Club, perkumpulan cerdik-cendekia kerajaan Riau-Lingga di Pulau Penyengat pada dekade terakhir abad 19. Bahan pustaka klasik Melayu yang sangat langka. Sangat tipis. Hanya terdiri dari 5 halaman, dengan dimensi 20 x 15 cm. Dicetak di Pulau Penyengat oleh Mathba’ah al-Riauwiyah pada 1313 AH bersamaan dengan 1895 CE. Oleh karena itu, dan selari dengan kandungan isinya tentang berita kesukaan dan kegiatan pada saat perayaan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1313 AH bersamaan dengan hari Selasa 17 Maret 1896 CE di Pulau Penyengat, maka Taman Penghiburan sesungguhnya adalah sebuah buklet: buku kecil dan tipis yang berfungsi sebagai selebaran. Atau brosur: bahan informsi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem. Secara garis besar, isi Taman Penghiburan dapat dibagi tiga. Bagian pertama yang berjudul Berita Rusydiah Club, berisikan tarikh, waktu, dan tempat pelaksanaan keramaian yang digelar sempena Idulfitiri 1313 AH bersamaan 1895 CE di halaman gedung Rusydiah Clu di Pulau Penyengat.


37

kutubkhanah Bagian kedua, di majlis jamuan. adalah bagian berSelanjutnya judul Mangku Jaya adalah Raja Haji Ali yang berisikan @ Raja Ali Kelana, nama-nama penguWakil Timbalan rus Rusydiah Club Rusydiah Club sebadan tugas mereka gai kuasa mengaturdalam keramaian itu. kan hidangan jaDan bagian terakhir muan. Ada Bentara adalah nama-nama Kanan Riau-Lingga, Neka Permainan Raja Adulrahman @ yang digelar dalam Raja Abdulrahman keramaian itu serta Kecik, dan Tuan Haji hadiah dalam bentu Jakfar bin Abubakar uang bagi tiga orang Lingga, dua wakil pemenangnya. timbalan Rusydiah Hingga sekarang, Club yang bertindak Taman Penghiburan sebagai kuasa menadalah satu-satunya gaturkan alatan dan bahan sumber primer lakon permainan dan tertulis, yang dan mengeluarkan dengan lengkap mentiket orang yang cantumkan delapan dapat hadiah. belas (18) nama lidAda pula Raja lid (bahasa Belanda Awang, Wakil yangmaknanya: Timbalan Rusydiah anggota), pengurus, Club, dan Tengku dan jabatan pengurus Usman Timbalan awal perkumpulan Rusydiah Club yang itu, yang diselarikan bertugas menyiapDaftar aneka permainan dan hadiahnya dalam Perhimpunan Kesukaan Taman Penghiburan dengan tugas mereka kan segala alatan sebagai ‘panitia’ dayang berguna dalam lam keramaian ‘pesta’ permainan sempena Idulfitri yang permainan ini dan jamuan. dikemas dalam acara Perhimpunan Kesukaan. Tiga pengurus teras terakhir adalah Raja Muhammad Akib Timbalan Rusydiah Club, Said Ali al-Atas Sekretaris Rusydiah Club, dan Said Syekh al-Hadi Wan Anom Timbalan Rusydiah Club di Mekah al-Musyarafah. Ketiganya bertanggung jawab terhadap hal-ikhwal yang disebut, Dicinta Hadir, dalam struktur kepanitian Perhimpunan Kesukaan itu Informasi yang terkadung dalam Taman Penghiburan Selain sepuluh pengurus teras diatas, terdapat pula amat penting bagi sejarah intelektual di kerajaan Riautujuh orang lid atau anggota Rusydiah Club. Ada tengku Lingga, dan teramat penting bagi pengetahuan kita Abdul Kadir sebagai timbalan kuasa yang ‘am; Tengku tentang sejarah Rusydiah Club itu sendiri. Abu Bakar dan Engku Abdul Majid sebagai lid yang Nama delapan belas lid dan pengusrus Rusydiah Club berasal dari Lingga sebagai kapitan kuasa yang ‘am; Raja itu diawali dengan Tengku Besar calon Sultan Riau-LingAbdul Muttalib, Raja Idris, dan Raja Abdul Gani yang ga sebagai Presiden Rusydiah Club dengan jabatan kuasa betugas sebagi Setia Amanah mengaturkan uang hadiah yang ‘am dalam Perhimpunan Kesukaan itu. dalam Perhimpunan Kesukaan itu. Kemudian diikuti dengan pengurus teras yang terdiri Terakhir, adalah seorang Lid Muda Rusydiah Club bersepuluh (10) nama. Tengku Muda, Misyir Rusydiah Club, nama Said Umar yang bertugas sebagai Sedia Usaha yang yang menjadi timbalan kuas yang ‘am dalam kepaniabertugas mensediakan orang-orang yang akan bermain tiaan. Kemudian, ada Raja Khalid al-Hitami Bentara Kiri dalam Perhimpunan Kesukaan itu. Riau-Lingga, Maktub fi Rusydiah Club, yang bertugas mengelu-elukan bagi orang yang melawat kesukaan dan

Lid-Lid Rusydiah Club

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


38

kutubkhanah

Bukan Karya Sastra

Facsimile dan alih aksara Taman Penghiburan yang penah dibuat, hanya beredar erbatas pada kalangan tertentu. Namun judulnya amat populer karena sering dikutip dan diperkatakan. Alhasil, karena judulnya yang indah itu, tak sedikit ‘orang awam’ yang mengira Taman Penghiburan adalah sebuah ‘karya sastra’. Taman Penghiburan bukan karya sastra. Ia adalah sebuah buklet atau brosur informasi yang berisikan “berita kesukaan” sempena Perhimpunan Kesukaan dengan aneka perlombanan permaian rakyat yang diselenggarakan pengurus Rusydiah Club sempenan memeriahkan perayaan Idulfitri di Pulau Penyengat pada 1895. Beberapa permainan itu masih dapat dikesan pola-polanya dalam permainan anak-anak pada masa kini. Taman Penghiburan adalah pintu masuk penting untuk menyibak latar belakang sosial dan kultural anggota Rusydiah Club, sehingga kita dapat mengetahui bahwa tidak semua anggota Rusydiah Club adalah penulis atau menghasilkan karya tulis dalam corak dan ragamnya. Jadi, keliru anggapan yang mengatakan bahwa syarat untuk menjadi anggota Rusydiah Club Riouw Pulau Penyengat adalah telah pernah menghasilkan sebuah karya (ter)tulis. Mengapa? Dari bahan sumber primer yang lain tentang Rusydiah Club, jelas terlihat bahwa syarat utama menjadi angota perkumpulan cerdik cendekia itu prosesi perakuan dalam bentuk bai’ah yang kemudian ditandai dengan selembar ‘sertifikat’ dari Presiden Rusydiah Club Riouw. Isi Taman Penghiburan dibuka dengan kalimat Dengan Izin Keadilan Negeri Riau Pulau Penyengat, dan kemudian dilanjutkan dengan bagian berjudul Berita Rusydiah Klub, yang isinya sebegai berikut: “Bahwa pada hari Raya Idulfitri yang mulia yaitu pada hari Selasa jam pukul 2 EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Dari kiri ke kanan, Said Syekh Al-Hadi dan Tengku Usman. Dua Timbalan Rusydiah Club ketika berada di Kairo, Mesir, 1906.

siang hingga Asar 5 ½ tahun 1313 diadakan oleh lid-lid Rusydiah (Klub) akan beberapa permainan pada sekeliling halaman Rusydiah (Kelab) karena menzahirkan kesukaan dan membesarkan bagi menerima Hari Raya yang mulia ini.” Setelah bagian yang berisikan nama anggota dan pengurus Rusydiah Club dengan berbagai tugas mereka dalam kegitan itu, isi Taman Penghiburan dilanjutkan dengan bagian daftar nama Neka Permainan yang diperlombakan, jumlah peserta sekali putran lomba, dan nominal uang hadiah yang akan diterima pemenangnya. Terdapat empat belas jenis permainan yang diperlombakan. Mulai dari, Berlumba berlari serta memasang rokok sekali pusing sekeliling pagar besi di hadapan Rusydiah empat orang; Berlumba berlari di dalam karung sekali pusing empat orang; Berlumba berlari bertinggung sekali pusing empat orang; Berlumba kuda buta sais bisu sekali pusing tiga orang; Berlomba belari serta mengambil dan memeluk niur empat butir sekali pusing 4 orang; Berlumba mencocok jarum 10 batang sekali pusing 4 orang; Berlumba belari undur buntut sekali pusing 4 orang; Sehinggalah Berlumba memungut kayu siapa yang habis dahulu.***


39

tourism w h e r e & out

Restoran dan Kafe Gloria 88

Menikmati Nasi Goreng Dunia Lain FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA

Kesan pertama adalah hal yang sangat penting dalam membina sebuah hubungan. Begitu juga dalam memilih restoran. Setelah ‘kencan’ pertama Anda bisa memutuskan akan kembali atau tidak. Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


40

K

esan pertama yang didapat ketika mengunjungi restoran ini adalah ‘manis’ dan ‘menyenangkan’. Berlokasi di samping Carnaval Mall, dicat dengan warna merah, dihiasi deretan payung-payung, meja dan kursi tersusun rapi, membuat Gloria restoran dan kafe ini sangat bernuansa anak muda. Atau setidaknya bagi Anda yang sudah ‘senior’, restoran ini seolah mengingatkan kembali akan jiwa yang dulu pernah muda. Dekorasi restoran ini terkesan unik dan trendy. Di pojok kanan terdapat alat musik band yang bisa dipakai oleh pengunjung restoran untuk unjuk gigi lewat musik. Sedangkan di pojok sebelah kiri terdapat sebuah mini bar yang menyediakan aneka minuman, mulai dari jus hingga minuman beralkohol. Alunan musik pun menjadi selingan indah waktu bersantap Anda. Suasananya sudah pasti menyenangkan, Anda seolah-olah sedang berada di pesta bujang. Meja makan berukuran relatif kecil sehingga kurang memungkinkan bagi yang berkeluarga untuk menikmati hidangan tanpa ‘grasak grusuk’ dengan si kecil. Akan tetapi Anda mungkin saja meminta salah satu staff restoran tersebut untuk meminta meja tambahan agar lebih lapang. Namun, high chair atau kursi tinggi khusus anak-anak sepertinya belum tersedia di tempat ini. Menu wajib yang patut coba di tempat ini adalah Nasi

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

tourism w h e r e & out


41

tourism w h e r e & out

Goreng Dunia Lain. Mungkin Anda akan bertanya-tanya mengapa nama menu tersebut aneh untuk sepiring nasi goreng. “Sebenarnya nasi goreng dunia lain itu adalah singkatan dari dunia lautan indonesia,� ujar Dhimas Anto, chef di restoran tersebut. Nasi goreng dicampur dengan aneka ikan dan hasil laut. Sederhananya, nasi goreng seafood. Rasa dan aromanya, sungguh luar biasa. Menu yang tak kalah unik lainnya adalah Mie Selimut Cinta. Yakni mie goreng yang dibalut dengan permukaan lapisan telur dadar yang dilipat persegi. Dua buah lambang cinta pun tersemat di pinggir selimut telur tersebut. Cukup memukau.�Nah kalau yang ini cocok untuk mereka yang lagi pacaran memadu kasih,� ujar chef asal Yogyakarta ini. Selain itu, kakap merah goreng terbang juga merupakan menu yang layak dicoba. Bentuknya yang memikat dengan sayatan kiri kanan membentuk sayap yang seakan ingin terbang ke dunia imajinasi Anda. Sup ayam restoran ini juga lezat. Kuahnya yang gurih dan diberi potongan sayur bunga kol dan wortel menambah semaraknya harum yang tercipta pada sajian tersebut. Untuk minuman Anda bisa mencoba chocolate float, es campur, dan aneka minuman yang menyegarkan lainnya.***

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


42

segantang minda

oleh: Muchid Albintani

Kecerdasan Identitas agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus


43

M

segantang minda enjelang H minus tiga Lebaran, negeri ini dikejutkan dengan peristiwa pengeboman di Vihara Ekayana, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Ahad 4 Agustus 2013. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak pengeboman tersebut dapat membawa malapetaka besar. Pengeboman rumah ibadah memberikan makna negatif bagi keberlangsungan kehidupan kemanusiaan secara universal. Belajar dari peristiwa pengeboman (bom Bali I dan II), semestinya menggugah rasa kesadaran bagi si pelaku bahwa tindakan ini merupakan sebuah kebodohan kemanusiaan. Dari sinilah sesungguhnya mengapa Sagantang Minda perlu mengangkat isu kecerdasan sebagai kata kunci merespons tindakan bodoh tersebut. Oleh karena tindakan pengeboman atau kekerasan antara manusia ini selalu dilakukan dengan menggunakan atas nama agama sebagai pembenarnya (justifikasi). Pelbagai penemuan penting terhadap hakikat kedirian manusia dari mulai yang disebut sebagai kecerdasan intelektual (intelectual quotient atau IQ) yang bersifat individual. Dilanjutkan dengan kecerdasan emosional (emotional quotient atau EQ) yang bersifat interaktif (habluminannas). Kemudian kecerdasan spritual (spiritual quotient atau SQ) yang bersifat transendental (habluminallah), tidak menjadi obat penolak yang mujarab, melainkan memberikan secercah harapan teristimewa bagi ‘penghalalan’ pembunuhan atas manusia. Kecerdasan tersebut dari yang intelektual, emosional sehingga spiritual, ternyata belum mampu dan teruji dalam memperkenalkan kedirian (identitas) akan kemanusiaan manusia sebagai yang dicipta (makhluk bukan khalik). Sehingga pembunuhan atas manusia yang dilakukan oleh manusia menistakan kemanusiaan mereka. Ini disebabkan pembunuhan yang dilakukan mengatasnamakan Tuhan oleh mereka (kelompok) justru yang menganggap dekat dengan Tuhan. Yang dalam bahasa kecerdasan, sesungguhnya kelompok ini sangat cerdas secara spiritual Sehingga perbuatan pembunuhan (pengeboman rumah ibadah) yang dilakukan seolah-olah ‘membela’ Tuhan pada saat yang sama juga mereka telah menjadi Tuhan-Nya. Berlatar belakang realitas atas nama kebodohan itulah Segantang Minda berupaya memperkenalkan apa yang disebut dengan kecerdasan identitas (intelligence identity atau II). Kecerdasan ini bukankah hal baru, melainkkan simultansi (akumulatif) dari ketiga kecerdesan sebelumnya yang tidak dapat dipisahkan (terintegrasi). Ini disebabkan tidaklah memungkinkan (tidak masuk aqal) jika seseorang yang ibadahnya melebih dari orang rata-rata dengan ciri khas tertentu (misalnya ada tanda hitam di kening) menginginkan menjadi pengantin bom bunuh diri untuk membunah orang lain. Sementara perilaku atau tindakan yang dilakukannya disebut dengan jihad. Mereka ini dengan menggunakan cara pandang kecerdasan identitas ialah orang-orang

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

atau kelompok yang bodoh secara intelektual, emosi dan spiritual. Dalam hubungan ini menjadi fenomena menarik justru ketika sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh seorang ulama membolehkan bunuh diri sebagai bagian dari tindakan perjuangan yang dianjurkan agama. Fenomena ini yang menghiasi media masa tiada henti ketika mendeskripsikan konflik Palestina dan Israel yang saat ini berimbas ke Suriah. Sehingga dampaknya sampai ke negeri ini. Sebenarnya terkait dengan upaya memahami kecerdasan identitas ini, pujangga agung dan bapak bahasa Indonesia asal Kepulauan Riau, Raja Ali Haji telah memulainya. Dalam Gurindam Pasal I disebutkan bahawa, “Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari”. Konsep mengenal diri sesungguhnya adalah pengidentifikasi (pengenalan) jati diri hakiki sesorang manusia yang menyadari bawa ia (siapapun) adalah manusia. Maka ketika kesadaran tentang kediriannya (indentitasnya) sebagai manusia, secara bersamaan, ia (orang tersebut) akan mengenal Tuhan sebagai Sang Khalik (pencipta). Dalam konteks ini, sesungguhnya wajah Tuhan adalah refleksi diri sebagai media determinan (cermin) jika ia adalah manusia atau makhluk, bukan khalik atau yang mewakilinya. Dari sini baru muncul kesadarannya melalui tahapan kecerdasan intektual (logika), emsosional dan spritual bahwa ia adalah seorang manusia. Dan oleh karenanya, membunuh (mengebom) sesama manusia adalah kejahatan terbesar dan sebuah pengkhianatan terhadap penciptanya (khalik). Oleh karena itu, secara sederhana dapat diambil konklusi bahwa, “barang siapa yang membenarkan pembunuhan antarmenusia dengan menggunakan justifikasi agama (apalagi atas nama sesuai kitab suci), sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bodoh.” Orang-orang yang bodoh secara identitas. ***

Kecerdasan tersebut dari yang intelektual, emosional sehingga spiritual, ternyata belum mampu dan teruji dalam memperkenalkan kedirian (identitas) akan kemanusiaan manusia sebagai yang dicipta (makhluk bukan khalik).


44

foto-foto: arrazy aditya

otomotif

All-New Ford Focus Titanium

Elegan dan Canggih Editor: Ahmadi

Sedan moderen dengan segudang fitur teknologi yang tinggi menjadikan AllNew Focus Titanium begitu elegan.

email : majalah@batampos.co.id

S

ebagai sebuah sedan moderen yang hadir dengan beragam teknologi canggih, tampilan depan All New Ford Focus Titanium didesain untuk mengambarkan keeleganan. Pada bagian depannya terdapat lampu utama dengan desain yang moderen. Mobil ini memiliki grill sederhana yang hanya terdiri dari sebuah garis horizontal beraksen krom pada bagian atas. Sementara untuk bagian belakangnya, hadir dengan bentuk lampu belakang horizontal. Tampang futuristik terlihat dari bagan grill hingga fendernya. Padat berisi, itu gambaran yang tersirat dari bonnet depan,

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

namun begitu kesan aerodinamis juga seakan menjadi ciri khas mutlak untuk Focus anyar ini. Masuk ke dalam interior, lagi-lagi kesan elegan terlihat dengan balutan kulit yang didominasi warna krem yang berpadu dengan beberapa instrumen chrome dan electrical lainnya. Di sisi interior ini juga mengambarkan perbedaan antara versi sedan dan hatchbacknya. Bila hatchback di bagian jok bermodalkan balutan berbahan fabric, sedan berlapis kulit berwarna krem hingga jok di


45

baris kedua sekalipun. All-New Ford Focus dilengkapi dengan berbagai fitur smart, di antaranya adalah Active Park Assist. Fitur ini memudahkan untuk parkir pararel secara otomatis. Teknologi ini membantu pengendara dalam parkir paralel. Pengendara pun tidak perlu takut mobilnya akan lecet. Saat parkir, pengemudi tak perlu lagi mengontrol setir. Roda kemudi akan bergerak otomatis berdasarkan komputer. Pengemudi cukup hanya mengontrol persneling gigi, gas dan rem dengan mengikuti petunjuk pada layar dan sinyal audio. Fitur smart lainnya yang tersemat di dalam All-New Ford Focus adalah Ford Sync yang di dalamnya mencakup fasilitas untuk membaca pesan singkat dengan mudah saat mengemudi. Selain itu, All-New Ford Focus juga ditanamkan berbagai fitur canggih lainnya, di antaranya Active City Stop dan Blind Spot Information System. Fitur Active City Stop berguna untuk membantu mengurangi resiko tabrakan pada kecepatan rendah (30 km/jam). Kerja fitur satu ini menggunakan sensor Light Detection And Ranging yang tersemat di bagian atas kaca depan. Fitur ini bisa memantau kendaraan atau halangan di depan mobil hingga jarak sekitar 7,6 meter. Sedangkan fitur Blind Spot Information System, diklaim oleh Ford akan sangat membantu pengendara ketika memantau kendaraan yang tersembunyi di zona blind spot di sisi kiri dan kanan kendaraan. Sistem ini mendeteksi kendaraan yang memasuki zona blind spot tertentu, lalu menyalakan lampu indikator LED pada kaca spion di sisi

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

otomotif

yang sama. Menambah kenyamanan dalam perjalanan, All-New Ford Focus juga dilengkapi dual-zone electronic airconditioning, rain-sensing wipers, automatic headlamps, cruise control, powered sunroof dan auto-dimming rear view mirror inovatif yang secara otomatis mendeteksi pantulan lampu depan lalu beralih ke pengaturan yang redup. Bagian mesin dipercayakan pada 2.0L Duratec Ti-VTEC GDI in-line 4-Cylinder 16 Valves dengan kapasitas 1999 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 170 ps pad putaran 6600 rpm sedang torsi maksimalnya 202 Nm pada 4450 rpm. EFI (Electronic Fuel Injection) siap mengalirkan bensin beroktan tinggi ke ruang pembakaran. Ford All New Focus Titanium 2.0L A/T hadir dengan transmisi Powershift 6 Speed Automatic. Di Batam, sedan ini hadir dengan warna mustard olive yang merupakan satu-satunya warna yang tersedia di Batam. Harga on the road Rp291,5 juta. ‘’Harga akan kami berikan diskon saat pameran Ford Fiesta di Kepri Mall,’’ kata Sales and Marketing Ford Batam, Novly. ***


46

matabola

Men ikm ati T aya nga n

Pes ta G ol

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus


47

matabola Sungguh banyak chanel tv yang tayangkan khusus sepak bola di tv kabel rumah saya. Tapi Kamis pagi (22/8) saya dibuat kesal. Atletico Madrid versus Barcelona justru diacak. SMS ke orang Barelang Vision-nya pun seperti tak berbalas. Mungkin ketiduran. RCTI yang nayangkan partai Super Copa itu pun tetap diacak hingga partai berakhir. Biasanya, jika ada partai penting, saya jauh-jauh hari memang selalu menyiapkan SMS “mengingatkan”. Jadi, operator tv kabel pun, bisa menyiapkan chanel yang tidak diacak. Tapi kali ini, saya yang lupa “mengingatkan” diri sendiri. Saya yakin, saking banyaknya chanel bola, maka bila satu diacak, yang lain bisa saja tidak. Tapi ternyata, Bein 1 dan Bein 2, yang jika Liga Inggris main jadi alternatif bila Indosiar dan SCTV tak bagus gambarnya, justru tak nayangkan partai tersebut. Maka, jadilah tahu hasil pertandingan, ketika buka internet. Neymar-lah penyelamat Barcelona dari kekalahan. Uniknya, yang nyaris mengalahkan Barca itu dari gol yang diciptakan David Villa, mantan striker Barca. Mengapa saya yakin Bein 1 atau Bein 2 menayangkan? Karena, untuk sekelas Piala Malaysia saja mereka tayangkan. Babak penyisihan pula antara Pahang versus Kelantan. Ini mengingatkan saya menyaksikan final Piala Malaysia 2012 melalui Astro TV bersama anak-anak SSB Erdeka Muda di sebuah resort di Johor Malah, saya juga meyakinkan kepada kolega saya di Jakarta, bahwa Asian Youth Games (AYG) yang sedang berlangsung di Nanjing, Cina, Bein menyiarkannya. Karena kolega saya yang tergabung dalam Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) harap-harap cemas atas prestasi timnas U-14 kita di sana. Apalagi, timnas U-14 itu, bermaterikan dari anak-anak SSB yang tergabung dalam ASSBI. Bicara soal televisi ini, bagi saya tak berkesudahan. Dulu saya pecinta berat TVRI. Pasti yang seumur saya, akan jawab, tentu saja, karena tak ada tv lain. Tidak juga, malah ketika sudah ada RCTI 20 tahun lalu, saya masih cinta TVRI. Karena menayangkan Liga Jerman yang logat host-nya khas. Juga karena sering menayangkan Piala Toyota. Itu kejuaraan dunia antarklub, yang biasanya digelar di Jepang, dan tentu saja masih siang di Indonesia. Tak perlu susah payah menahan kantuk nontonnya. Tapi seiring kini tiap tv swasta berlomba-lomba menayangkan live berbagai liga, maka TVRI pun “terlupakan” oleh saya. Sesekali saya lirik, karena manajemen baru TVRI kini telah perlahan-lahan, mampu membeli tayangan Liga Italia. Yang konsisten paling sering saya lihat dari TVRI kini hanya satu, sudut kiri bawahnya. Ya, jam-nya saya yakin

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus

tepat. Cobalah Anda cek, Antara TV One dan Metro, beda ketepatan jamnya. Apalagi, kalau di setiap jadwal Imsakiyah, ada kalimat panduan, untuk kecocokan waktu, cek TVRI. Bahkan, untuk yakin sudah jadwal berbuka pun, saya cek jam di TVRI itu. He.he.he Nah, saat era tv swasta sekarang, tv mana yang paling saya tunggu untuk urusan bola? Jawaban saya, Anteve. Karena tv ini paling konsisten menayangkan Liga Indonesia. Kini bertambah, setelah TV One jadi segrup Anteve, dan ikutan pula tayangkan Liga Indonesia. Ini karena ada dua faktor. Pertama, saya memang sangat suka nonton sepak bola yang ada fanatismenya. Apalagi itu, untuk klub kota di mana saya dibesarkan, PSPS Pekanbaru. Maka, ketika PSPS Pekanbaru tanding dan live, tv kantor sudah jauh hari saya “amankan” untuk Anteve. Jika tidak, saya pulang ke rumah lebih cepat. Kini, di saat PSPS “loyo”, yang paling menarik ditunggu pertandingannya adalah tim seperti Arema dan Persib Bandung. Arena pertandingan jadi berbeda, karena suporternya. Ditambah lagi, pemainnya kelas nasional pula. Tapi aneh, saya kurang suka nonton Persipura. Kecuali, jika Persipura menghadapi Arema atau Persib. Hemmm... Faktor kedua suka Anteve atau TV One tayangkan Liga Indonesia karena saya sering tak tuntas jika nonton bola yang larut malam. Suka tertidur. Jadi, pertandingan tertentu saja ditonton. Itu pun persiapannya “serius”. Tidur lebih awal, dan wekernya pun tepat saat kick off. Bukan saat komentatornya masih nyerocos. Makanya, saya tak percaya jadwal yang diumumkan tv, saya cari info kick off di website liga-liga itu. Nah, untuk pekan ini ada dua partai yang ingin saya tonton. Tepatnya, menonton dua klub. Manchester City ketika bertamu ke kandang Cardiff. Lalu Barcelona, yang memainkan partai keduanya di La Liga, ketika bertamu ke kandang Malaga. Saya berharap, City dan Barca berpesta gol lagi di partai kedua liga mereka masing-masing itu. City menang 4-0 atas Newcastle United dan Barcelona berpesta tujuh gol tanpa balas ke gawang Levante, pekan lalu. SCTV merilis jadwal, Cardiff versus Manchester City digelar pukul 21:30 WIB, Minggu (25/8). Dan itu rasanya benar kick offnya, karena sama dengan Bein 3 yang juga siarkan 21:30 WIB. Sedangkan partai Malaga versus Barcelona dirilis RCTI Senin 26 Agustus pada 01:30 WIB. Saya tak yakin. Karena Fox Sport yang juga akan siarkan langsung, menulis jadwalnya 02:00 WIB. Saya tak mau berkurang tidur setengah jam, dan saat kick off justru mengawali tidur lagi. Untuk itu, weker bakal tepat 02.00 WIB dan entah tuntas atau tidak menontonnya. ***


48

media

L

onceng kematian media cetak di Amerika Serikat berdentang kian kencang. Satu per satu media besar dan legendaris di negeri Paman Sam itu mengibarkan bendera putih, isyarat bahwa mereka tak mampu melawan perubahan. Zaman telah berganti, media online dan digital menggerus pendapatan media massa cetak dalam bilangan yang amat besar. Setelah Newsweek, majalah berumur 85 tahun, berhenti cetak pada akhir 2012 dan bersalin wajah menjadi media digital per Januari 2013, kini giliran Washington Post, surat kabar tertua di Amerika yang terbit sejak 1877, mengakui tak sanggup membendung peralihan trend media dari cetak ke online. Keluarga Graham, pemilik The Post -sebutan Washington Post, akhirnya menjual surat kabar yang pernah menjungkalkan Presiden Richard Nixon dari kursi kekuasaannya lewat liputan ivestigasi skandal Watergate, kepada Jeff Bezos, pemilik Amazon.com senilai 250 juta dolar AS (sekitar Rp2,5 triliun), awal Agustus 2013. ‘’Bisnis surat kabar menyisakan beberapa pertanyaan yang tidak dapat kami jawab. Kami mulai bertanya ke-

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

pada diri sendiri apakah perusahaan publik kami yang kecil ini masih menjadi surat kabar terbaik. Pendapatan kami terus menurun dalam tujuh tahun terakhir ini,� kata Donald E Graham, Chairman dan Chief Executive The Post, mengemukakan alasan penjualan tersebut. Pendapatan perusahaan melorot hingga hampir 40 persen sejak 2008 menjadi 146,2 juta dolar AS tahun 2012. Di sisi lain, kerugian juga membengkak menjadi


49

53,7 juta dolar AS pada 2012. Perolehan iklan yang menjadi darah bagi koran tersebut turun 14 persen menjadi 228,2 juta dolar AS pada periode yang sama. Sirkulasi The Post pada hari kerja, menurut data dari Alliance of Audited Media, merosot 6,5 persen pada tahun ini menjadi 474.767 eksemplar. Penurunan oplah dan pendapatan dari iklan pula yang memaksa Newsweek berganti platform dari cetak jadi digital. Departemen Sirkulasi Newsweek mencatat, tahun 2000, oplah majalah ini mencapai 3.134.046 eksemplar. Tetapi, pada 2012, penjualan merosot tajam hingga mencapai 1.527.157 eksemplar. Pemimpin Redaksi Newsweek, Tina Brown, seperti dikutip Wall Street Journal, menyebutkan penggunaan telepon pintar dan tablet yang mewabah di Amerika adalah pemicu anjloknya penjualan media cetak. Sebanyak 39 persen warga Amerika, kata dia, kini mencari berita EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

media

dan informasi lewat perangkat digital. “Dalam pandangan kami, Newsweek akan lebih mudah dan efisien menggapai pembaca melalui format digital. Bila berformat digital, Newsweek Global bisa diakses banyak orang di pelbagai negara.’’ Peralihan tren dari cetak ke online dan digital tergambar jelas dari perolehan iklan Google tahun lalu. Pada 2012 pendapatan iklan Google mencapai 46 miliar dolar AS. Adapun total pendapatan iklan media cetak di Amerika di tahun yang sama hanya 19 miliar dolar AS. Fenomena Google mengalahkan media cetak ini juga terjadi di Inggris dan Australia. Adapun menurut Asosiasi Koran Amerika Serikat (NAA), total pendapatan industri media cetak sepanjang 2012 turun dua persen menjadi 38,6 miliar dolar AS dari 39,5 miliar dolar pada 2011. Pendapatan media justru tertolong oleh para pembaca yang berlangganan melalui situs berita yang dimiliki media cetak. Berdasarkan data NAA, langganan pembaca online membantu kenaikan pendapatan sebesar lima persen menjadi 10,4 miliar dolar. Menurut Presiden NAA, Caroline Little, menjual berita online melalui perangkat mobile adalah cara untuk mengatasi melorotnya sirkulasi dan turunnya pendapatan dari edisi cetak. Kini, kata dia, sekitar 400 surat kabar Amerika Serikat mengenakan biaya bagi pembaca untuk mengakses berita secara online. Hasilnya, pendapatan sirkulasi dari industri tersebut pada tahun lalu kembali ke level periode 2007, yakni 10,3 miliar dolar. Pemimpin Redaksi Singapore Press Holding, kelompok media paling berpengaruh di Singapura, Patrick Daniel mengatakan kovergensi media tak bisa dihindarkan untuk menyiasati pergeseran trend pembaca dari cetak ke digital. Jika tidak, para pengelola media cetak harus bersiap menerima kenyataan pahit, gulung tikar. Sebab, perubahan tak bisa dilawan. Ia menggambarkan masa transisi dari cetak ke digital adalah situasi yang genting bagi industri media. ‘’Koran Straits Times berdiri sejak 1940an. Dan kini saya sebagai editor serasa sedang tidur di lereng. Dan saat terbangun kami akan terjatuh.’’ (muhammad iqbal)


pix

50

fotografia

B

elum sah ke Takengon, Aceh, jika belum melihat Danau Lut Tawar. Demikian ungkapan sebagian pelancong yang menyambangi kota dingin Tak-

engon. Danau Lut Tawar merupakan salah satu obyek wisata yang paling dibanggakan masyarakat di dataran tinggi Gayo. Danau seluas 5.472 hektar ini dikelilingi sejumlah lokasi wisata, yang sebagian besar masih dikelola secara

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

tradisional oleh masyarakat setempat. Beragam hayati hidup di danau ini. Danau dengan panjang 17 kilometer dan lebar 4 kilometer itu, selain memiliki panorama yang indah, juga menjadi tumpuan hidup masyarakat yang tinggal di seputaran danau. Keberadaan danau yang menyimpan beragam jenis ikan, menjadi penopang hidup nelayan yang ada di daerah penghasil kopi itu. Bahkan ikan depik (rasbora tawarensis) merupakan


51

jenis ikan endemik yang menjadi khas dari danau itu. Bukan itu saja, aliran air dari Danau Lut Tawar, juga dimanfaatkan oleh lima kabupaten. Selain digunakan oleh masyarakat di Kota Takengon, Aceh Tengah, aliran air dari danau yang mengalir ke daerah aliran sungai (DAS) Pesangan itu, juga menjadi salah satu sumber air untuk beberapa daerah lainnya, seperti Kabupaten Bener Meriah, Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe. Selain menyajikan keindahan, Danau Lut Tawar juga banyak menyimpan budaya lokal yang menarik untuk digali. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah setempat, dalam mempromosikan potensi danau untuk menarik para wisatawan lokal maupun turis asing. *** EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

pix fotografia


52

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

pix fotografia


53

pix fotografia

Narasi dan Foto: Fauzi Ramadhan

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


digistyle

54

ThirdLove

Ukuran Bra Kurang Pas? Pakai Aplikasi Ini I

lmuwan NASA menciptakan aplikasi untuk ponsel iPhone yang dapat menghitung ukuran bra seseorang secara tepat. Aplikasi ini diinspirasi dari sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sekitar 85 persen wanita mengenakan bra yang salah ukuran. “Aplikasi bernama ThirdLove ini dibuat oleh Dave Spector dan Ara Nefian, seorang ilmuan senior dari Robotics Group di NASA Ames Research Center,� tulis Daily Mail, pekan lalu. Ara Nefian menjelaskan, teknis di balik aplikasi ini melibatkan beberapa metode visi komputer canggih, pemodelan tubuh, dan mesin pembelajaran. Alat ini mampu memperkirakan parameter kamera yang membuat iPhone mampu menangkap objek secara akurat. ThirdLove bekerja dengan cara mengambil dua gambar dari pengguna yang memakai rompi ketat. Aplikasi ini kemudian membuat data tiga dimensi dari foto-foto dua dimensi. Data tiga dimensi inilah yang akan membantu menghitung pengukuran bra. Aplikasi ini kemudian akan menyarankan ukuran bra dan juga pakaian dalam yang tepat lewat suara yang dikeluarkan seorang tutorial wanita. Untuk ke depannya, ThirdLove sudah memiliki rencana besar. Peneliti ingin memperluas layanan pas cerdas yang dapat mencakup semua jenis pakaian. (jpnn)

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

foto : gizmodo.com


55

tekstasi c e r p e n

“L

alu apa yang harus kita lakukan?” pekik Sang Ajudan dengan nada tinggi, seraya menampakkan ekspresi kalut.

“Kubur dia,” kata Timothy Lean. Kedua prajurit menundukkan kepala dan menatap ke arah sepatu mereka masing-masing di mana tubuh seorang komandan tergeletak mati. Wajah komandan itu biru seperti kapur barus, dengan sepasang mata masih terbuka, menatap jauh ke angkasa. Di atas kepala kedua prajurit ini, angin menghantarkan desing peluru dari kubu lawan yang kemudian dibalas oleh pasukan infantri asal Spitzbergen* di bawah kepemimpinan Timothy, dalam posisi telungkup di atas tanah, punggung menghadap matahari. “Tidakkah menurutmu lebih baik kita—” Sang Ajudan mulai angkat suara. “Sebaiknya kita tinggalkan dia di sini sampai besok.” “Tidak,” kata Timothy. “Aku tidak bisa mempertahankan posku di sini bahkan untuk sejam saja. Aku harus menggiring pasukanku mundur, dan kita harus memakamkan Bill sekarang.” “Tentu saja,” kata Sang Ajudan tiba-tiba. “Pasukanmu bawa alat-alat penggali selokan?” Timothy berteriak ke arah barisan pasukannya yang hanya sedikit, dan dua prajurit pun berlari menuruni bukit sambil membawa sekop dan kapak. Mereka bergerak ke arah para penembak jitu asal Rostina*. Desing peluru memekakkan telinga mereka. “Gali di bagian sini,” perintah Timothy kepada anak buahnya. Kedua prajurit tadi buru-buru merendahkan kepala mereka, menatap tanah tempat kaki mereka berpijak, mendadak ingin cepat menyelesaikan pekerjaan karena takut berada dekat-dekat dengan tempat di mana peluru-peluru itu ditembakkan. Suara dentuman kapak yang menghantam tanah terdengar tumpul dibandingkan tajamnya desing peluru di sekitar mereka. Sementara prajurit yang membawa sekop pun mulai menggali.

Dilema Sang Komandan agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus

Stephen Crane

“Mungkin—” kata Sang Ajudan pelan, “—sebaiknya kita menggeledah pakaiannya, siapa tahu ada barang-barang berharga.” Timothy mengangguk. Penasaran, keduanya pun melayangkan tatapan ke arah mayat komandan mereka. Lalu Timothy menggoyangkan pundaknya, seolah mengumpulkan keberanian. “Benar,” sahut Timothy, “sebaiknya kita menggeledah dia.” Akhirnya, Timothy jatuh berlutut. Kedua tangannya mulai mendekati mayat sang komandan, meski hanya berani menggerayangi kancing-kancing seragamnya.


56

tekstasi c e r p e n

Kancing pertamanya dilapisi oleh darah kering berwarna merah seperti batu bata, dan dia tidak berani menyentuhnya. “Teruskan,” kata Sang Ajudan dengan suara serak. Timothy mengulurkan tangannya yang kaku, sementara jarinya mulai membuka kancing-kancing berlumuran darah kering tadi. Satu demi satu. Akhirnya, dia bangkit berdiri dengan wajah pucat. Dari pakaian sang komandan, ia telah berhasil menyita sebuah jam tangan, periwitan, pipa rokok, kantung tembakau, sapu tangan, kartu permainan, dan beberapa lembar kertas. Ia menatap ke arah Sang Ajudan—sunyi menyelimuti mereka. Sang Ajudan kini merasa sebagai pengecut karena membiarkan Timothy melakukan semuanya seorang diri. “Nah,” kata Timothy. “Rasanya cuma itu yang ada di pakaiannya. Kamu sudah pegang pedang dan senjata apinya ‘kan?” “Ya,” kata Sang Ajudan, wajahnya berkerut, sebelum tiba-tiba menyemprot kedua prajurit pasukan Timothy yang sedang bekerja keras menggali lubang dengan amarah besar. “Lama sekali, sih? Kalian ngapaian saja dari tadi? Cepatlah. Belum pernah kulihat orang sebodoh—” Bahkan ketika Sang Ajudan meneriakkan perintahnya, kedua prajurit yang tengah menggali kuburan itu sedang berjuang untuk bertahan hidup. Desing peluru yang berseliweran semakin tajam memekakkan telinga. Liang kubur itu pada akhirnya selesai juga digali. Memang tidak sempurna—justru tampak lebih seperti kolam cetek. Timothy dan Sang Ajudan kembali saling bertukar tatapan, berkomunikasi tanpa bertutur. Mendadak, Sang Ajudan meletuskan tawa aneh. Tawa yang disebabkan oleh perasaan grogi. “Well,” katanya kepada Timothy dengan nada bercanda. “Kurasa sebaiknya sekarang kita gulingkan mayatnya.” “Ya,” kata Timothy. Kedua prajurit yang baru saja selesai menggali liang kubur berdiri menunggu dengan tubuh agak bungkuk, siap menggulingkan komandannya komandan mereka. “Kurasa juga begitu. Lebih baik kita sendiri yang menggulingkannya.” “Benar,” kata Sang Ajudan. Lalu, teringat akan tugas berat yang tadi dijalankan Timothy memeriksa pakaian sang komandan, ia berusaha sekuat tenaga menggenggam bagian dari pakaian sang komandan (supaya terlihat tak kalah berjasa). Timothy pun ikut melakukan hal yang sama. Keduanya sangat hati-hati agar jari-jemari tangan mereka tidak bersentuhan dengan kulit mayat. Mereka menarik bagian dari pakaian sang komandan; mayat itu pun terangkat, terbanting, terguling, dan terjerembab ke dalam liang kubur; dan baik Sang Ajudan maupun Timothy kembali melempar tatapan ke arah satu sama lain,

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus

seraya meluruskan tubuh. Setelah itu mereka menarik napas lega. Kata Sang Ajudan, “Kurasa sekarang kita harus mengatakan sesuatu. Apa kamu hafal bait-bait doa pemakaman, Tim?” “Biasanya doa itu tidak diutarakan sampai liang kuburnya telah ditimbuni tanah,” jawab Timothy, menekan bibirnya agar terlihat lebih pintar, seperti seorang akademis. “Masa?” tanya Sang Ajudan, kaget dan kesal karena telah kepergok salah. “Oh, kalau begitu, sebaiknya kita tetap mengatakan sesuatu—selagi dia bisa mendengar kita.” Timothy sangat sangsi. “Aku bisa mengatakan dua baris doa, tapi—” “Lakukan saja,” dorong Sang Ajudan. “Lakukan sebisamu, setidaknya itu lebih baik daripada tidak mengatakan apapun. Apalagi musuh kita sekarang sedang sibuk membidik kita dari jauh.” Timothy menatap ke arah dua prajuritnya. “Siap grak!” gonggongnya tegas. Dalam sekejap kedua prajuritnya mengambil posisi tegap, dengan ekspresi lebih cemas, takut mati. Sang Ajudan menurunkan helm yang dipakainya, sementara Timothy yang tidak mengenakan helm sama sekali berdiri di atas liang kubur. Penembak dari kubu Rostina mulai meluncurkan serangan lagi. “Oh Tuhan Yang Maha Esa,” Timothy memulai doanya dengan asal-asalan. “Teman kami kini telah terpuruk ke dalam lembah kematian, namun rohnya telah naik menuju kerajaan-Mu seperti gelembung air yang mengudara dari bibir orang yang tenggelam. Lihatlah, ya Tuhan, kami mohon, gelembung air yang terbang itu, dan—” Meski berdoa dengan nada rendah dan malu, Timothy tidak sekalipun tampak ragu sampai pada titik ini, di mana ia mendadak berhenti dan menatap ke arah mayat yang terjerembab dalam liang kubur dengan perasaan putus asa. Sang Ajudan bergerak di posisinya sendiri, tidak nyaman. “Dan dari ketinggian-Mu,” ia melanjutkan doa Timothy, juga dengan asal-asalan. “Dan dari ketinggian-Mu,” kata Timothy. Sang Ajudan tiba-tiba mengingat sebuah frase yang pernah ia dengar di acara pemakaman salah seorang penduduk Spitzbergen, dan ia mengutarakan frase ini seolah ia berhasil mengingat seluruh bait doa. “Ya Tuhan, ampunilah—” “Ya Tuhan, ampunilah—” kata Timothy. “Ampunilah,” ulang Sang Ajudan, yang tidak sanggup melanjutkan, karena tidak tahu harus menambahkan frase apa lagi. “Ampunilah,” kata Timothy, yang kemudian tergerak


57

tekstasi c e r p e n

oleh perasaan tidak enak dan akhirnya memutar badan ke arah kedua prajuritnya seraya memberi perintah baru: “Timbuni liang kubur ini.” Tembakan pasukan Rostina masih terus berlangsung dan semakin jitu. Salah satu prajurit Timothy melangkah maju sambil menenteng sekop. Ia mengangkat undukkan tanah merah ke atas sekop dan untuk sesaat tertegun menatap mayat di dalam liang kubur. Lalu, sang prajurit menumpakah tanah merah itu ke atas … kaki mayat sang komandan. Timothy Lean merasa seolah beban berat telah terangkat dari pundaknya. Tadinya ia khawatir prajuritnya akan menumpahkan tanah merah ke atas wajah komandannya yang telah mati. Tapi justru prajuritnya menumpakah tanah merah ke atas kaki sang komandan. Sang Ajudan pun mulai meracau. “Tentu saja—bagi seorang komandan yang selama ini telah kita anggap sebagai saudara—tidak mungkin—kita tidak bisa meninggalkan teman-teman kita membusuk begitu saja di medan perang. Lho kok berhenti? Ayo, sekop terus.” Prajurit yang membawa sekop tadi mendadak menunduk, menggenggam lengan kirinya dengan tangan kanan, dan menatap ke arah Timothy, menunggu perintah berikutnya. Timothy mengambil sekop yang terjatuh. “Sana, kembali ke atas bukit,” perintahnya kepada prajurit yang terluka. Lalu, ia juga berkata kepada prajurit lainnya. “Kamu juga cari perlindungan; biarkan aku yang menyelesaikan urusan ini.” Prajurit yang terluka lari terbirit-birit ke atas bukit tanpa menatap ke belakang sekalipun; sementara prajurit lainnya berlari dengan kecepatan sama menuju tempat yang sama juga—walau, anehnya, prajurit yang tidak terluka sempat menoleh ke belakang sebanyak tiga kali. Inilah yang membedakan antara mereka yang tertembak dan tidak tertembak dalam situasi perang. Timothy memenuhi sekop dengan tanah merah, tertegun sesaat, dan dengan gerakan penuh kebencian, ia melemparkan tanah merah tadi ke dalam liang kubur. Saat mendarat di dasar liang, tanah tadi mengeluarkan suara—plop. Timothy mendadak berhenti dan mengusap alis matanya bak buruh kelelahan. “Mungkin kita salah perkiraan,” kata Sang Ajudan. Pandangan matanya tampak bodoh. “Mungkin sebaiknya kita tidak memakamkan dia saat ini juga. Tentuya, kalau kita maju lagi besok, tubuhnya pasti sudah—” “Aaaah, sial,” kata Timothy. “Tutup mulutmu sekarang juga.” Lagipula Sang Ajudan bukan seorang petugas senior. Sekali lagi, Timothy memenuhi sekop dan membuang tanah merah ke dalam liang kubur. Setiap kali, terdengar suara itu lagi—plop. Untuk sesaat, Timothy bekerja tanpa

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

henti, seperti seseorang yang sedang menggali tempat persembunyian. Akhirnya, tak ada bagian dari mayat sang komandan yang tak tertimbun tanah kecuali wajahnya yang biru seperti kapur barus. Timothy kembali memenuhi sekopnya. “Ya ampun,” teriaknya kepada Sang Ajudan. “Kenapa tadi kamu tidak memutar badannya saat menggulingkan dia? Sekarang, kalau begini—” Timothy mulai gugup, terbata-bata. Sang Ajudan mengerti. Bibirnya pun berubah pucat. “Sudah lanjutkan saja,” katanya memohon, hampir berteriak. Timothy mengayunkan sekopnya ke depan, seperti goyangan bandul pendulum. Saat tanah merah itu terlempar ke dalam liang kubur, terdengar suara yang sama—plop.

Keterangan: * Spitzbergen dan Rostina adalah dua negara fiksi hasil imajinasi penulis. * Karya ini bertajuk The Upturned Face milik seorang sastrawan Amerika Serkat, bernama Stephen Crane, yang pertama kali diterbitkan di tahun 1900. Diterjemahkan Maggie Tiojakin untuk Fiksi Lotus. * Stephen Crane meninggal di usia 28 tahun di tahun yang sama cerita pendek ini diterbitkan. Ia dimakamkan di New Jersey, AS. **** Hak Cipta © Stephen Crane, Fiksi Lotus 2010.


58

kiprah

Manggung di Depan Pangeran Monaco FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA

Joe Purba Pengajar Biola di Batam

Editor: Agnes Dhamayanti email : majalah@batampos.co.id

Bagi sarjana teknik sipil ini, menggesek biola jauh lebih menantang ketimbang membangun rumah. Karena itu, ia meninggalkan pekerjaannya di perusahaan developer dan mendirikan sekolah musik. agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus


59

B

iola buatan tangan bermerek Lyra, diletakkannya di atas bahu kirinya. Setelah memastikan shouler rest (alat bantu untuk meletakkan biola di bahu) nyaman, Joe Purba, pemilik sekolah musik Sonatina ini mulai menggesekkan bow (sejenis tongkat) pada senar biolanya. Sambil tangan kirinya menekan-nekan senar. Terdengarlah sebuah instrumen musik pendek yang asyik di dengar. Memainkan senar-senar biola hingga menghasilkan nada-nada seperti itu menjadi sesuatu yang mengasyikan bagi Joe Purba. Saking senangnya, Sarjana teknik sipil ini rela meninggalkan pekerjaannya di perusahaan developer yang ada di Batam. ‘’Semua proyek perumahan di Genta, Batuaji, itu saya yang kerjakan. Tiga tahun juga saya di Garama, lalu pindah lagi ke Sumber Aneka selama dua tahun saja. Dan mulai 2005, saya sudah mengajar musik di Merry Collage,’’ kata pria kelahiran 1973 di Pontianak ini. Diakui pria bertubuh subur ini, bermain biola ternyata lebih menarik dibandingkan membangun rumah. ‘’Sebenarnya sejak SMA saya sudah mengajar biola. Bahkan saya juga pernah menjadi juara Bintang Radio Remaja tingkat provinsi selama tiga tahun berturut-turut di Pontianak untuk vokal,’’ kenang Joe. Jiwa bisnis Joe ternyata lebih terlihat di bidang musik. Terbukti, pada 2007 ia mulai buka sekolah musik Sonatina di ruko Grand California, Batam, tepatnya di depan sekolah Harapan Utama. ‘’Saya yang ngajar sendiri. Kebetulan kelasnya baru biola dan vokal. Yang ikut les

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

kiprah


60

musik kebanyakan murid sekolah Harapan Utama. Mereka pilih pindah les, saat tahu saya nggak ngajar di tempat yang lama dan buka tempat les sendiri,’’ cerita Joe. Bagi Joe, kini musik adalah dunianya. Kalau bukan karena Idris Sardi, seorang pemain biola terkenal di Indonesia itu, Joe tidak akan seperti sekarang. ‘’Dulu sering lihat Idris Sardi di tv. Saya kepengen sekali seperti beliau. Permainan biolanya keren. Sayapun mulai belajar biola. Dan saat SMA, saya sudah diminta mengajar,’’ kata Joe sambil mengenang masa lalunya. Ternyata tak hanya pintar memainkan biola, Joe juga berjiwa entrepreneur. Ia kembangkan sekolah musiknya. Satu cabang lagi Sonatina Music Studio dibuka di ruko Aviari II No 4-6, Batuaji. ‘’Tahun 2009, buka di sana karena lihat perkembangan Batuaji sangat ramai. Dan memang muridnya cukup banyak. Rata-rata 80 orang murid setiap bulannya. Tidak sampai satu tahun, saya juga sudah mulai merekrut guru musik,’’ kata Joe. Ternyata merekrut guru musik di Batam itu sulit. Diakui Joe, ia akhirnya menerapkan sistem guru yang bekerja full time. ‘’Mereka harus standby saat ada murid yang akan belajar. Jadi kapan saja harus siap. Artinya guru musik Sonatina tidak ada mengajar di tempat lain. Dia hanya mengajar di sini. Kalau nggak diterapkan seperti itu, guru selalu beralasan tidak bisa mengajar karena sedang mengajar di tempat lain, atau sedang ada urusan lain,’’ jelas Joe. Kini Joe memiliki 15 guru musik yang mengajar biola, EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

kiprah

gitar elektrik, drum, piano, keyboard juga vokal. Kesemua guru Sonatina lulusan S1 musik. Foto-foto guru musik Sonatina itu sengaja dipajang Joe di dinding ruang tunggu sekolah musik Sonatina di ruko Permata Niaga Sukajadi Blok D 19-20 Batam Center. ‘’Kami baru pindah ke ruko ini. Yang ada di Grand California sudah tutup,’’ kata Joe. Sekolah musik Joe di Sukajadi ini terlihat lebih besar dan apik. Di ruang depan, dijadikan showroom piano dan biola yang bisa dibeli oleh murid-murid Sonatina. Di ruang itu juga dijadikan ruang tunggu siswa, resepsionis, pustaka mini. Beberapa foto kegiatan siswa juga dipajang di lemari untuk memberi motivasi pada siswa lain sekaligus menjadi kenang-kenangan. Foto Gabi, salah satu finalis Idola Cilik yang dikenal kemahirannya memainkan biola itu juga ada dalam deretan foto-foto yang terpajang dalam lemari kaca. ‘’Dia siswa terlama di Sonatina. Sudah sejak kelas 1 SD sampai 3 SMP. Gabi memang senang sekali bermain biola. Ia cepat paham,’’ kata Joe sambil menunjuk foto Gabi saat tampil di acara Business Opportunity yang digelar Batam Pos Entrepreneur School di I hotel 27 Maret 2010 lalu. Dari penampilan Gabi saat itu, Yayasan Citra Mas milik PT Citra Tupindo Tbk memberikan beasiswa untuk Gabi belajar biola. Joe pun menceritakan suka duka selama mengajar siswanya yang kini sudah ribuan jumlahnya. ‘’Sebe-


61 narnya masalah utama pada orangtua. Mereka umumnya gak sabar. Lihat anaknya tidak ada perubahan, langsung disuruh berhenti les. Padahal belajar musik itu tidak bisa cepat. Tergantung juga pada anaknya. Kalau sering diulang-ulang di rumah, akan cepat pahamnya,’’ kata Joe lagi. Belajar musik itu sama seperti anak yang belajar bicara terlebih dahulu, setelah itu baru bisa belajar menulis. Jadi di musikpun seperti itu, anak diajak memainkan alat musik dulu, mengikuti yang dicontohkan gurunya. Setelah bisa memainkan alat musiknya, mulailah anak diajari not. ‘’Mengajar biola juga seperti itu. Prinsipnya semua anak bisa. Awalnya hanya meniru, setelah lancar baru masuk ke teori. Mengajari anak-anak lebih mudah. Karena mereka mau melakukan hal yang sama selama berjam-jam,’’ kata Joe sambil mencontohkan menggesek biola yang diajarkan pada anak-anak. Beda dengan mengajari orang dewasa. Menurut Joe, agak sulit, karena orang dewasa mudah bosan, karena mereka merasa sudah paham. Tapi mudah lupa. ‘’Saya punya siswa umur 40 tahun. Dia seorang ibu rumah tangga yang anaknya sekolah di sini juga. Ketika disuruh memainkan biola, ia selalu gak sabaran. Ia ingin yang lain lagi, karena merasa sudah bisa,’’ kata Joe sambil tersenyum. Di antara tantangan-tantangan itu, Joe juga merasakan kebanggaan saat mendengar anak didiknya yang sekarang kuliah bisa ikut orkestra di kampus mereka, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor. ‘’Kita merasa gak kalah. Teknik yang kita kasih sudah benar. Saat ini kurikulum yang kita pakai dari Associated Board of the Royal School of Music (ABRSM),’’ kata Joe. Tak hanya jago kandang, ternyata siswa-siswa Sonatina juga sering diundang ke Singapura. ‘’Anak-anak pernah tampil di depan pangeran Albert dari Monaco sewaktu kunjungan ke Singapura.’’ Sabtu (24/8), grup musik Sonatina juga tampil di acara ulang tahun Citra Tupindo. ‘’Kami juga punya grup musik anak-anak Fantasia, yang merupakan kegiatan ekstrakurikulernya. Jadi mereka bisa sewaktu-waktu tampil dimana saja,’’ kata Joe. Selama mengajar musik, Joe melihat efek positif pada anak-anak. ‘’Mereka jadi terbiasa mengerjakan sesuatu dengan tuntas. Walau di sekolah gak pintar banget tapi mandiri, bertanggungjawab pada masalah. Karena setiap kali belajar sebuah lagu baru, mereka dituntut harus menyelesaikan lagu itu sampai bisa. Setelah bisa, baru boleh memainkan lagu yang lain lagi. Selain itu, anak-anak yang terbiasa bermain musik cendrung lebih kalem. Jika besar nanti komunitasnya juga pasti bagus. Karena mereka akan berkumpul pada teman-teman yang memiliki ketrampilan yang sama. Yaitu pemusik baik itu biola, pemain piano atau drum,’’ kata Joe dengan mantap. *** EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

kiprah


62

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Bukan tidak mencintai masakan khas daerahnya sendiri. Istri Ashraf Sinclair itu pun menolak jika dibilang tidak melestarikan masakan khas asal kotanya. “Aku tidak ngin mengkhianati, ini bukan karena aku dari mana, tapi karena semuanya Indonesia. Yang jelas dari awal aku balik terus ke Pondok Sunda, karena makanannya sehat juga,” jelasnya seraya tertawa. Hobinya menyantap masakan khas Indonesia secara umumnya, justru didukung dengan kebiasaan suaminya yang merupakan warga negara Malaysia. Sejak lima tahun membina rumah tangga, Bunga berhasil membuat suaminya menyukai masakan Indonesia. Bahkan, Ashraf sudah bisa diajak makan di pinggir jalan. “Kami memang suka makan, ke mana-mana pasti makan, ke luar negeri pun kami cari makan. Dulu kalau makan di pinggir jalan saya nggak bisa, sampai sakit perut,” kata Ashraf. “Kalau sekarang sudah biasa. Nggak masalah makan di pinggir jalan, di bawah tenda, no problem,” lanjut bintang Saus Kacang itu. Karena hobi keduanya, kini pasangan yang menikah pada 9 November 2008 itu kompak merambah dunia bisnis kuliner. Bunga dan Ashraf memang sudah lama berniat membuka restoran makanan khas pribumi. “Aku suka sekali makan. Kemarin kita sudah membuka restoran yang lain. Sejak itu aku jadi ingin sekali punya restoran khas makanan Indonesia,” jelas bintang film Habibie dan Ainun itu. Dalam kesempatan yang sama, Bunga ikut berbagi kisahnya dua tahun lalu yang berlebaran di kampung halaman Ashraf, Malaysia.”Suasana dan makanan berbeda. Di sana salatnya lebih siang, jam 8, mandi, makan baru salat,” ujarnya. Bila di Jakarta ada ketupat dan opor, di Malaysia ia disuguhkan Lemang. Begitu juga dengan rasa rendang yang disajikan pun berbeda dengan di Indonesi. (jpnn)

Bunga Citra Lestari

B

unga Citra Lestari memang bukan berasal dari tanah Pasundan. Kedua orang tuanya merupakan keturunan asli Sumatera Barat. Namun, rupanya ia terlanjur jatuh cinta dengan masakan Sunda. Bahkan, bisa dibilang ia cukup menggilainya. Pasalnya, lidahnya langsung cocok ketika menyantap masakan khas Sunda. “Aku pernah lewat di Senayan City, makanan Sunda yang menyajikan secara prasmanan. Sejak itu aku balik terus ke sana, ingin sekali punya restoran semacam itu dan akhirnya bisa berkesempatan untuk berpartner,” ujar Bunga saat ditemui di Jakarta.

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus

Kadung Cinta Masakan Sunda foto : kapanlagi.com


63

S

ebagai penyanyi pendatang baru, nama Fatin Shidqia Lubis kian meroket. Tak puas hanya memiliki kemampuan di dunia tarik suara, remaja yang baru saja merayakan sweet seventeen-nya akhir Juli lalu, penasaran ingin merambah dunia akting. Jawara X Factor Indonesia ini sebelumnya tidak pernah menyangka akan ada ajakan bermain dalam film layar lebar datang kepadanya. Hanum Salsabiela Rais yang tak lain putri bekas Ketua MPR Amien Rais rupanya diam-diam mengamati bakat akting Fatin. “Pertamanya nggak tahu, aku kira hoax kan. Nggak tahunya bener Kak Hanum nge-DM (direct message), kaget ‘hah ini serius?” kata Fatin di Jakarta. Melalui pesan tersebut, Fatin ditawari Hanum untuk bermain di film 99 Cahaya di Langit Eropa yang merupakan judul dari sebuah novel terlaris karya Hanum. Buku ini menceritakan tentang perjalanan Islam di Eropa. Bagi gadis yang masih duduk di kelas 3 SMA ini, hal ini merupakan kesempatan yang bagus. Apalagi, film tersebut akan mengambil sejumlah lokasi di Cordoba (Spanyol), Paris dan Swiss, banyak persiapan yang harus dilakukan. “Kalau dulu di X Factor ada build in,

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

itu aja susah. Aku adegan sedih nggak bisa, jadi kalau ngeliat orang akting lucu sendiri,” akunya geli. Meski, bukan menjadi pemeran utama dalam film yang rencananya akan dirilis September mendatang, namun kehadirannya akan menjadi daya tarik tersendiri. Dirinya sudah mulai belajar akting dan akan berusaha melakukan yang terbaik. “Aku memang bukan menjadi tokoh utama, tapi bukan pemeran pembantu juga. Ya temannya pemeran utama gitu deh,” ujarnya polos. “Nggak tahu ini kayak gimana, tapi bakal dicoba kok. Aku harus profesional,” sambungnya. Tak hanya menjajal bakat aktingnya saja, selain bernyanyi, Fatin juga diminta untuk mengisi soundtrack filmnya. “Aku seneng sih, ini kan tentang kisah Islam di Eropa gitu, film kayak gini kayaknya masih jarang, jadi excited. Apalagi nanti kan bisa mainmain di Eropa.” Namun Fatin menyayangkan musim saat berada di luar negeri kala melakukan syuting bukan seperti yang diharapkan. “Di sana musim gugur, padahal aku harap musim salju,” celotehnya. (jpnn)

Fatin

Akting Pertama di Eropa

Shidqia Lubis

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

foto : kapanlagi.com


64

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Olivia Wilde

Kapok

Mabuk

S

iapa yang tak kenal dengan sosok Olivia Wilde? Kekasih aktor Jason Sudeikis ini selalu terlihat menyenangkan, riang dan mencintai semua orang serta selalu gampang beradaptasi dengan siapa saja. Namun siapa menyangka, bahkan Wilde pun pernah mengalami masa-masa kelam dalam kehidupannya, terutama menyangkut kebiasaannya untuk berpesta pora hingga larut malam. “Aku rasa, kesalahan terbesar yang pernah kulakukan adalah minum minuman keras sepanjang malam dan keesokan paginya langsung naik ke pesawat dan bepergian,” ujar Wilde yang kini tengah sibuk mempromosikan film terbaru, Drinking Buddies. Di film ini, Wilde juga beradu akting dengan sang kekasih. Kata Wilde lagi, ia banyak mengambil keputusan yang salah saat berada dalam kondisi mabuk. “Aku pikir setiap kali aku harus terbang dengan pesawat pagi, ya, tidak ada salahnya aku begadang sampai pagi dan bersenangsenang,” selorohnya. Kembali ke soal film, Wilde sangat senang saat bisa

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

berakting di film yang sama dengan Sudeikis. Padahal keikutsertaan sang pacar di Drinking Buddies pun ternyata serba tak disengaja. “Dia datang mengunjungiku di Chicago waktu syuting berlangsung. Saat itu dia jug sedang bersiap untuk syuting film We’re The Millers. Aku pikir, kami belum menemukan orang yang akan memerankan tokoh bosku. Lantas aku bertanya pada Justin apakah dia mau meluangkan waktunya selama satu jam untuk itu dan dia setuju,” ungkap Wilde bahagia. Keduanya dikabarkan sudah bertunangan usai liburan Natal dan Tahun Baru lalu. “Mereka sangat bahagia. Dan sangat, sangat gembira,” ungkap sumber. Mereka mulai menjalin hubungan sejak November 2011. Sebelumnya, Wilde sempat menikah dengan Tao Ruspoli, namun bercerai pada Februari 2011. Wilde mulai dikenal karena aktingnya di film Rush dan The Incredible Burt Wonderstone Sedangkan Sudeikis dikenal sebagai pengisi suara dalam film animasi, Epic. (jpnn) foto : theplace.ru


65

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

B

iduan jazz ini diam-diam punya rekam jejak sebagai ‘atlet’ balap karung untuk momen lombalomba tujuh belasan semasa kecilnya di Batu, Jawa Timur. “Aku paling senang ikut lomba yang adu kecepatan. Akan tetapi, kalau makan kerupuk agak lama, suka susah nelan-nya, hahaha,” ungkap Syaharani. Bahkan, saat SMA, ia giat berlatih sebagai pasukan pengibar bendera (paskibra). Ia ingat harus siap di lapangan pagi hari. “Benderanya terbalik, hehehe”, kenang Syaharani terkekeh. Ketika pindah ke Jakarta, pemilik tiga album jazzy dan satu pop trip-hop ini pun mengusahakan hadir dalam perayaan tujuh belasan di tempat tinggalnya. “Sudah tidak ikut lomba lagi, sih. Biasanya menonton lomba voli, badminton, atau panjat pinang. Saat itulah tetangga keluar semua. Itu kesempatan berinteraksi dan lebih mengenal mereka,” terangnya. Selain perayaan meriah yang menyenangkan, menurut Syaharani, peringatan kemerdekaan ada saatnya diseriusi. “Persoalan sederhana, tetapi penting, misalnya KTP, seharusnya semua orang sudah memilikinya. Itu bukti sebagai warga Indonesia,” jelas perempuan berdarah Bone, Sulsel ini. Dan masih dalam rangka agustusan, Syaharani & Queenfireworks akan manggung di Indojass Festival, 31 Agustus nanti. “Di perhelatan ini yang akan manggung semuanya asal Indonesia. Sebagian masih baru, tetapi punya karya dan bagus,” ujar Syaharani. Bagi dia, nasionalisme dalam bermusik tidak hanya berarti memainkan musik yang memiliki unsur etnik Indonesia. Ia dan teman-temannya menciptakan lagu-lagu yang memiliki unsur jazz, soul, blues, folk, jenis musik yang banyak terdapat di Amerika. Bersama teman-temannya yang orang Indonesia, Syaharani meramu

musik tersebut. “Jadi warna. Original, membangun diri kita sendiri, membangun pengetahuan bermusik kita sebisa mungkin. Itu hal yang bisa dilakukan anak muda untuk mengisi nasionalisme,” kata Syaharani. Membuat musik berarti mengirimkan jati diri bagi orang mendengarnya. Bermusik ibarat memakai baju, katanya, harus sesuai dengan si pemakai, tidak ‘maksa’ dan sesuai dengan gaya musisi itu. Ia lalu memaknai menunjukkan kecintaan pada negara tidak sekedar memakai atribut fisik merah dan putih, tetapi ditunjukkan melalui perilaku. “Menjadi orang Indonesia itu nggak harus gimana-gimana, jadi diri sendiri,” pungkasnya yang masih menjomblo ini. (jpnn)

Syaharani

Jago Balap Karung

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

foto : kapanlagi.com


66

history

Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Sengketa

Dua Tetangga

agustus 2013 EDISI 30, Minggu V Agustus


67

B

history ermula dari keinginan Inggris yang hendak menggabungkan wilayah koloninya di Kalimantan (Sabah dan Sarawak) dengan koloni di Semenanjung Malaya pada 1961, Indonesia dan Malaysia harus terlibat peperangan. Presiden Sukarno menentang rencana itu. Ia berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Namun Malaysia bergeming. Federasi Malaysia tetap dibangun, meski Brunei menolak bergabung di dalamnya. Sikap ngotot Malaysia memancing kemarahan Presiden Sukarno. Dalam sebuah pidato yang monumental, ia menyatakan perang dengan Malaysia. Berikut cuplikan pidatonya:

Kalau kita lapar itu biasa Kalau kita malu itu djuga biasa Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang adjar! Kerahkan pasukan ke Kalimantan, kita hadjar tjetjunguk Malayan itu! Pukul dan sikat djangan sampai tanah dan udara kita diindjak-indjak oleh Malaysian keparat itu Doakan aku, aku bakal berangkat ke medan djuang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang enggan diindjak-indjak harga dirinja

Berikut garis waktu sejarah konfontrasi IndonesiaMalaysia:

8 Desember 1962

: Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, merebut ladang minyak dan menyandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura.

16 Desember 1962 : Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi.

20 Januari 1963

: Menteri Luar Negeri Indonesia, Soebandrio mengumumkan sikap bermusuhan dengan Malaysia.

17 April 1963 : Pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.

27 Juli 1963

: Presiden Sukarno memproklamirkan Ganyang Malaysia.

16 September 1963 : Federasi Malaysia resmi dibentuk. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.

17 September 1963

: Demonstrasi anti-Indonesia

merebak di Kuala Lumpur. Peristiwa ini dikenal dengan istilah ‘’Konfrontasi Indonesia-Malaysia’’. Dari peristiwa ini, sebuah slogan dicetuskan Presiden Sukarno dan dikenang seluruh rakyat Indonesia hingga hari ini, ‘’Ganyang Malaysia’’. Slogan itu kerap digunakan rakyat Indonesia ketika terjadi perselisihan dengan Malaysia, semisal dalam kasus penanganan tenaga kerja Indonesia, pelanggaran batas wilayah di kedua negara, hingga ke panggung olahraga.

3 Mei 1964 : Presiden Sukarno mengumumkan Dwi Komando Rakyat (Dwikora), yang isinya: Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia; Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.

Mei 1964 : Pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Dibentuk Komando Siaga yang bertugas untuk mengkoordinir kegiatan perang terhadap

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


68

history

Malaysia (Operasi Dwikora). Komando ini kemudian berubah menjadi Komando Mandala Siaga (Kolaga).

Agustus 1964 : Enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut Diraja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama pasukan khusus mereka yaitu Special Air Service (SAS).

16 Agustus 1964 : Pasukan dari Rejimen Askar Melayu Diraja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.

17 Agustus 1964 : Pasukan terjun payung Indonesia mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. 2 September 1964 : Pasukan terjun payung Indonesia didaratkan di Labis, Johor.

29 Oktober 1964 : 52 tentara Indonesia mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan membunuh pasukan Resimen Askar Melayu Diraja dan Selandia Baru dan menumpas juga Pasukan Gerak Umum Kepolisian Kerajaan Malaysia di Batu 20, Muar, Johor.

20 Januari 1965 : Indonesia menarik diri dari PBB setelah organisasi tersebut menerima Malaysia sebagai anggota. EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Januari 1965 : Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service.

28 Juni 1965 : Militer Indonesia menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Resimen Askar Melayu Diraja dan Kepolisian North Borneo Armed Constabulary.

1 Juli 1965 : Militer Indonesia yang berkekuatan kurang lebih 5000 orang menyerang pangkalan Angkatan Laut Malaysia di Semporna. Serangan dan pengepungan terus dilakukan hingga 8 September namun gagal. Peristiwa ini dikenal dengan ‘’Pengepungan 68 Hari’’ oleh warga Malaysia.

Akhir 1965 : Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya G30S/PKI. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.

28 Mei 1966 : Di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditandatangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.


69

S

tips101

Seni Meyakinkan Orang Lain teve Jobs populer dengan keahliannya meyakinkan orang lain. Terbukti, Steve berhasil meyakinkan jutaan pelanggan Apple akan kelebihan produknya. “Berbicara soal meyakinkan itu adalah seni, sedangkan keyakinan itu merupakan fakta yang tak terhindarkan dari kehidupan,� jelas Steve. Meyakinkan seseorang bukanlah hal yang mudah, ada beberapa trik yang mesti dilakukan, seperti dilansir Dailylife berikut ini: 1. Ungkapkan permintaan secara terstruktur Ketika kita menginginkan sesuatu, kita memiliki kecenderungan berusaha untuk menjadikan orang yang kita minta untuk memenuhi permintaan kita, ini akan menjadikan kita terdengar tidak jujur. Seorang pemikir kreatif, Simon Sinek, mengungkapkan bahwa Anda bisa mengungkapkan permintaan dengan terstruktur. Ungkapkan manfaat yang Anda peroleh dan apa yang akan diperoleh orang tersebut bila memenuhi permintaan itu, utarakan kerugiannya. Kemudian coba simpulkan dengan baik pengajuan permintaan Anda tersebut. 2. Buat seolah lawan bicara sesedikit mungkin mengambil keputusan

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

Bila Anda meminta sesuatu, maka ungkapkan dengan tegas. Jangan meminta orang tersebut untuk memberikan alternatif. Ungkapkan dengan lugas apa yang Anda minta, atur agar struktur permintaan tersebut hanya terkait dengan setuju atau tidak setuju. Terlalu banyak alternatif akan memusingkan orang yang Anda minta dan justru ia akan cenderung tidak jadi mengambil keputusan positif terkait permintaan Anda. 3. Sampaikan permintaan setelah makan siang Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh National Academy of Science, tingkat glukosa kita memiliki peranan penting terhadap keputusan yang kita buat. Meminta sesuatu ketika orang yang kita mintai kelaparan bukanlah ide yang bagus. Itulah mengapa deal bisnis sebaiknya dilakukan sambil makan siang atau makan malam. 4. Jangan terlalu banyak bicara Usahakan permintaan Anda ringkas. Bila Anda terlalu banyak berputar-putar, itu akan menjadikan orang yang Anda minta tidak fokus pada permintaan itu, bahkan akan merasa terganggu.


70

tips101

Jangan Ceroboh saat Bercinta

A

da banyak kecerobohan yang dilakukan pasangan ketika bercinta. Seperti memanggil nama orang lain selain pasangan saat orgasme. Simak berbagai kecerobohan lain saat bercinta selengkapnya seperti dilansir dari GalTime berikut ini: 1. Tidak berkomunikasi Tidak ada orang yang bisa membaca pikiran Anda, sekalipupasangan Anda. Jadi ketika ingin menyampaikan sesuatu selama bercinta, katakan saja. Jangan cuma diam dan tidak berkomunikasi sama sekali. 2. Egois Seks tidak selalu tentang meraih orgasme. Jadi jangan egois dan menuntut pasangan agar bisa memuaskan Anda. Cobalah untuk lebih menikmati aktivitas intim bersama pasangan.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

3. Terlalu jujur Meskipun menjalin komunikasi ketika bercinta, jangan melakukan kecerobohan dengan cara mengungkapkan berbagai hal terlalu jujur. Misalnya tentang performa pasangan yang kurang baik selama bercinta. 4. Seks sebagai senjata Ketika marah, jangan pernah mengancam pasangan dengan menunda seks. Sebaiknya hindari kebiasaan menggunakan seks sebagai senjata karena pasangan lama-lama akan muak dengan sikap Anda. 5. Memalsukan orgasme Jika memang tak mampu meraih orgasme, jangan memalsukannya. Sementara bagi Anda yang tak mampu membuat pasangan mencapai klimaks, jangan pula merasa bersalah.


71

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

j’naka


72 Obat Cacingan Pada saat pelajaran IPA seorang ibu guru memberi penjelasan mengenai bahaya minuman keras. Sebagai contoh si ibu guru mengambil secangkir miras dan secangkir air mineral Beliau memakai dua ekor cacing sebagai bahan percobaan. Pertama dia memasukkan cacing ke dalam air mineral, dan cacingnya tetap hidup, lalu dia memasukkan cacing yang kedua ke dalam air yang berisi minuman keras, dan cacing tersebut langsung mati. ‘’Anak anak perhatikan cacing ini. Ketika dimasukkan pada air mineral cacing ini tetap hidup, tetapi cacing yang kita masukkan ke dalam air yang berisi minuman keras, cacingnya mati. Bagaimana kalian memberi kesimpulan?’’ Dengan serempak murid-murid menjawab: ‘’Kita harus banyak minum minuman keras supaya tidak cacingan.’

Hobi Lama Gaya Baru Pada suatu hari ada dua orang sahabat bertemu setelah terpisah selama bertahun tahun. Mereka langsung bercakap-cakap ke sana kemari ngomongin nasib mereka selama tidak ketemu. ‘’Lama sekali kita tidak jumpa dengan kau sobat, aku kangen kali sama kau,’’ ujar Rifai, sembari memeluk Yudhi, sahabatnya. ‘’Iya, kawan saya juga kangen sekali sama kamu kawan. Eh ngomong ngomong sudah lama kita tidak bertemu. apakah ada perubahan sama kau? Dengan hobi kau? Sekarang hobi kamu apa kawan? Apa hobi kau merokok?’’ kata Rifai. ‘’Kagak bro, ngerokok ga bagus buat kesehatan,’’ jawab Yudhi.

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

‘’Minum minum? Apa kau sudah insyaf?’’ ‘’Kagak ah. Ngapain habis-habisin duit aja.’’ ‘’Apa kau masih suka selingkuh kawan? Dulu kau suka sekali selingkuh.’’ ‘’Kagak juga. Kita meski setia, kawan.’’ ‘’Kalau judi masih kau? Parah bangetlah kau dulu.’’ ‘’Enggak. Males banget bisa-bisa saya bangkrut gara gara judi.’’ ‘’Terus sekarang hobi kau apa? Hebat kali kau sekarang. Kau jadi alim begini, salut sama kau. Terus hobi yang masih kau jalani apa? ‘’Bohong sobat. Saya suka banget bohong apalagi kalau ditanya saya bohong terus.’’

Panggilan Sayang Sepasang kekasih sedang bersantai dan bercakapcakap di taman kota. Mereka terlihat mesra. ‘’Bang, kita pakai panggilan sayang baru, yuk,’’ ujar si perempuan. ‘’Boleh. Misalnya?’’ ‘’Kalau aku panggil kamu Rama ...’’ ‘’Ku panggil kamu Shinta ...’’ ‘’Ku panggil kamu Pipi ...’’ ‘’Ku panggil engkau Mimi, ahai lebay!’’ ‘’Kalau ku panggil kamu Aa’ ..’’ ‘’Ku panggil kamu Ee’... Upss..!’’


73

EDISI 30, Minggu V Agustus 2013


74

d facebook: majalahbatampos.co.i

twitter: @majalahBP s.co.id email: majalah@batampo

DA R I S U D U T PA N DA N G L A I N

Diterbitkan Oleh: PT Sijori Interbintana Pers www.majalah.batampos.co.id Pemimpin umum / gm: Hasan Aspahani Pemimpin Redaksi: Muhammad Iqbal WAKIL Pemimpin Redaksi: M. Riza Fahlevi Redaktur Pelaksana: Muhammad Nur, Helmi YS (Desain) Asisten Redaktur Pelaksana: Agnes Damayanti. Redaktur/Editor: Ahmadi, Hasanul Safri, Yermia Riezki, Feni Ambaratih, Herry Dingin Sembiring Arrazy Aditya (Fotografer), Muhammad Syahrir (Desain) Tonny Richardo (Desain) Redaktur senior : Ade Adran Syahlan Lisya Anggraini sekretaris redaksi : Ummy Kalsum Chairman Rida K Liamsi CEO Makmur Direktur Utama Marganas Nainggolan Wakil Dirut Socrates Pemimpin Perusahaan Usep Rahmat Saifullah manager iklan Dewi Febsuri Alamat Redaksi, Pemasaran, Iklan dan EO: Gedung Graha Pena Batam, Lantai 2, telepon :(0778) 460000 (hunting), Fax (0778) 462162 dan (0778) 465111 Batam Center, Batam. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 10,5 Telpon (0761) 64634 Fax (0761) 64638. Perwakilan Jakarta: Gedung Indopos Lt. 6 Jl. Kebayoran 12 Jakarta Selatan, Telp. 021 - 53699560, 021-5333046. Perwakilan Tanjungpinang: Jalan Pramuka 3. Telepon (0771) 27714, 27715. Perwakilan Tanjungbalai Karimun: Jalan A Yani, Sungai Lakam, Telpon (0777) 323686, Fax (0777) 323685. Rekening PT. Sijori Interbintana Pers, NISP;090.010.011377, BPD Riau Cabang Batam Ac.00701.13.0044560. EDISI 30, Minggu V Agustus 2013

30 - Kisruh Calon Pencoblos  

Akurasi data pemilih menentukan sukses tidaknya penyelenggaraan Pemilu 2014. Di Batam, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari p...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you