Page 1

1

EDISI 42, Minggu III NOVEMBER 2013 EDISI 37, Minggu III oktober 2013 http://majalah.batampos.co.id

http://majalah.batampos.co.id

Honda Gold Wing F6B

otomotif Dari Burger Menjadi Cafe Terkenal

history

EDISI 42, Minggu III november 2013

Rahayuliana Rela Tidak Terima Gaji, Gratiskan Sekolah AnakAnak Pemulung

kiprah


2

statistika

Total Produksi Kopi di Dunia Tahun 2008 128.636.000 Karung Tahun 2009 122.941.000 Karung Tahun 2010 133.358.000 Karung Tahun 2011 132.483.000 Karung Tahun 2012 145.241.000 Karung

Total Produksi Kopi di Indonesia

(April-Maret)

Tahun 2008 9.612.000 Karung Tahun 2009 11.380.000 Karung Tahun 2010 9.129.000 Karung Tahun 2011 7.287.000 Karung Tahun 2012 12.730.000 Karung Tahun 2013 11.667.000 Karung

Sumber: International Coffee Organization EDISI 42, Minggu III november 2013


3

fokus peristiwa

8

Kampung Bule menjadi cikal bakal dunia huiburan malam di Batam.

tourism

trend

creatrep

kutubkhanah

Menggunakan gaun maxi & mini dress biar tampil lebih cantik.

Donat kentang rasanya tak kalah dengan donat biasa dengan rasa lebih lembut.

Mengenal Madjalah Kepulauan Riau 19681972.

otomotif

media

19

24

33

45

58

digistyle

kiprah

gada-gadu

Moto G, smartphone terbaru dari Motorola.

Sajian fresh beer ala Brewsky bisa mengalahkan bir kalengan.

Moge Honda Gold Wing F6B kini tersedia di eMAuto.

Cara menghindari opini dalam menulis berita.

63

69

Ia rela tanpa digaji dan mendirikan sekolah khusus untuk anak-anak pemulung.

Anggita ternyata juga akrab dengan istri BHD.

history

tingkap

tips101

Cafe ini berawal dari sebuah ruangan bekas showroom mobil.

Mengenal topan haiyan yang menimpa Filipina.

Meredakan rasa nyeri dan stres bisa dengan musik pop.

59

73

80

edisi 42, minggu 17 November 2013

EDISI 42, Minggu III november 2013

82

28


sekilas

4

p e r i s t i w a

cecep mulyana/Batam Pos

Kantor Disnaker Terbakar

S

eluruh ruang kerja di Lantai II Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam di Sekupang habis dilahap api akibat kebakaran yang belum diketahui penyebabnya sekitar pukul 04.45 WIB, Kamis (14/11). Sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan perburuhan di Batam dipastikan musnah karena nyaris tak satupun barang yang selamat dalam musibah itu. Lantai dua tersebut, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi, dijadikan ruang pengawas ketenagakerjaan serta syarat kerja dan pelatihan. Di ruang itu pula tersimpan sejumlah dokumen tenaga kerja yang salah satunya adalah perselisihan tenaga kerja. “Di lantai dua itu ruang pengawas dan syarat kerja serta pelatihan. Dokumen perselisihan tenaga kerja tersimpan di situ jadi pasti ikut terbakar,” ujar Zarefriadi. Sayangnya, ia tidak dapat menyebutkan banyaknya dokumen perselisihan buruh yang hangus terbakar tersebut. Kebakaran ini, kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, tidak mengabaikan pelayanan dan kerja pegawai Disnaker. Bahwasannya tidak satupun yang boleh libur karena masih ada lantai dasar yang tidak ikut hangus terbakar dan bisa dijadikan tempat pelayanan. Dahlan juga mengatakan pegawai Disnaker bisa saja melakukan pelayanan di sejumlah kantor milik pemerintah seperti kantor camat Sekupang, kantor dinas

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

pendidikan dan gedung beringin. Lalu bagaimana dengan pengurusan kartu kuning atau kerja? Dahlan menyatakan bagi masyarakat yang ingin mengurus kartu kuning ke kantor kecamatan terdekat saja. “Ke kantor kecamatan saja, tidak masalah,” kata mantan Humas Otorita Batam ini. Menurut Dahlan, kebakaran itu menghanguskan lebih dari 40 persen gedung. Tapi ia tidak ingin menghubungkan kebakaran itu dengan ditetapkannya angka UMK Batam tahun 2014 sebesar Rp2,4 juta yang diusulkan Pemko Batam ke gubernur Kepri untuk disahkan. “Kita serahkan ke pihak berwenang. Saya tidak kaitkan kejadian ini dengan UMK,” ujar penyuka puisi ini. Penyebab pasti kebakaran Kantor Disnaker belum diketahui. Tapi Kapolda Kepri Brigjen Endjang Sudrajat memastikan bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan penetapan UMK versi pemko Batam yang diserahkan ke gubernur Kepri. Apakah ada unsur sabotase? “Sabotase darimana? tidak ada itu. Yang terlihat benar-benar ada kebakaran. Penyebabnya masih akan dilidik dan tim Inafis sudah turun,” ujar Endjang Sudrajat saat melihat lokasi kebakaran. Satuan Resort Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang memeriksa dua saksi dalam kebakaran Kantor Disnaker Batam, Kamis (14/11) pagi. Dua saksi yang diperiksa di Satreskrim adalah penjaga kantor Disnaker Batam yang saat itu berada di dalam ruang lantai dasar Disnaker. (Yunus Suchari)


sekilas

5

p e r i s t i w a

Gedung MK Dirusak Massa G

edung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat diamuk massa pada Kamis (14/11). Kerusuhan itu terjadi saat majelis hakim konstitusi menggelar sidang putusan sengketa ulang Pemilukada Provinsi Maluku. Kerusuhan terjadi mulai sekitar pukul 11:30 WIB. Dari pantauan di tempat kejadian, amukan massa ini berawal saat beberapa pendukung pasangan calon berteriak-teriak di luar ruang sidang, lantai 2, gedung MK. Hanya beberapa menit, puluhan massa merangsek masuk ke ruang sidang. Mereka pun mengejar majelis hakim. Para majelis hakim pun berlarian mengamankan diri masing-masing lewat pintu belakang. Sayangnya, pihak aparat kepolisian di gedung MK hanya segelintir orang. Aparat nampak tak bisa berbuat apa-apa. Hingga berita ini dibuat, kondisi gedung MK masih rusuh. Kerusuha n yang terjadi di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, mengakibatkan ruang tempat ‘wakil Tuhan’ bersidang hancur berantakan. Ada ratusan massa yang merengsek masuk ke ruang

EDISI 42, Minggu III november 2013

sidang MK. Karena minimnya pengamanan, tidak banyak yang bisa dilakukan saat ratusan massa menghancurkan kursi dan meja ruang sidang. “Namun tadi terlihat ada 5 orang yang sudah diamankan polisi. Sementara ada juga yang melarikan diri,” kata seorang saksi. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, mengecam tindakan anarkis dari para pendukung salah satu pasangan calon gubernur (Cagub) Herman Adrian Koedoboen dan Daud Sangadji, pada sidang pembacaan putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilukada (PHPU) Provinsi Maluku Kamis (14/11) di ruang sidang MK. Hamdan menyebut bahwa tindakan anarkis tersebut telah mencoreng wibawa MK dan negara. “Jadi apa yang terjadi adalah tindakan dari salah satu pendukung yang tidak bermoral, tidak menghargai demokrasi dan negara. Karena apa yang terjadi kemarin adalah tidak saja merusak wibawa MK tapi juga wibawa negara karena MK adalah salah satu lambang kekuasaan negara,” kecam Hamdan dalam konferensi pers terkait kerusuhan PHPU di Gedung MK. (jpnn)


6

sekilas p e r i s t i w a

Badai Burung Laut Renggut 1.200 Nyawa

B

adai Haiyan yang menerjang Filipina menimbulkan dampak luar biasa. Korban meninggal diperkirakan mencapai ribuan. Menurut otoritas palang merah setempat, korban meninggal akibat terjangan badai tersebut mencapai 1.200 orang. Dari jumlah itu, 1.000 di antaranya berasal dari Kota Tacloban di Pulau Leyte. Bencana tersebut juga membuat sekitar empat juta orang terkena imbas. Lebih dari 800 ribu warga harus dievakuasi untuk menghindari terjangan badai dengan kekuatan super itu. Embusan angin dengan kecepatan sekitar 305 kilometer per jam memorak-porandakan permukiman, bangunan, dan tumbuhan di sepanjang wilayah yang dilewati badai. Aliran listrik padam. Sambungan komunikasi juga terputus. Ratusan rumah rusak berat dan bahkan hampir rata dengan tanah. Sementara itu, jalan-jalan tergenang banjir akibat hujan dari air laut yang pasang. Laporan yang dihimpun Daily Mail menyebutkan, kekuatan badai Haiyan -yang dalam bahasa Tiongkok berarti burung laut- adalah yang terbesar dalam sejarah. Badai yang menerjang kepulauan di bagian timur Filipina itu lebih dahsyat 183 kilometer per jam daripada badai St Jude yang menghajar Inggris akhir Oktober lalu. EDISI 42, Minggu III november 2013

Atap-atap rumah beterbangan. Ombak setinggi hampir 20 meter menghadirkan gelombang besar yang merusak aneka bangunan dan tumbuhan di bibir pantai. Empasan Haiyan juga mampu membuat pohon-pohon besar tercabut dari akarnya. Di Tacloban, kota berpenduduk 200 ribu jiwa itu, kerusakan parah melanda di hampir semua sudut. Bangunan dengan konstruksi besi pun tidak kuasa menahan gempuran badai. Banjir bandang membuat jalan-jalan di Tacloban bak sungai. Rekaman gambar dari stasiun televisi ABS-CBN menunjukkan enam rumah yang terbuat dari bambu terseret arus sampai lebih dari 200 kilometer. Tacloban yang berada 468 kilometer tenggara Manila benar-benar tampak seperti kota mati. Bandara lumpuh. “Kerusakan di landasan pacu bandara benarbenar parah. Meski begitu, pesawat militer masih bisa mendarat,� jelas Mike Wylie, perwira Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang memantau kondisi Tacloban, kemarin. Kepala Palang Merah Filipina Gwendolyn Pang mengaku kesulitan untuk mengevakuasi korban karena kondisi cuaca yang masih sangat ekstrem. Angin bertiup kencang diiringi hujan deras. (jpnn)


spash

7

sedia payung sebelum hujan

Thomas Alva Edison

D

I abad 19, Thomas Alva Edison adalah salah satu pionir pencipta alat-alat teknologi yang hingga kini tetap digunakan. Selain menciptakan alat telegraf dan telepon, salah satu ciptakan yang hingga kini telah menjadi embrio dari pemutar musik yakni Phonograph. Alat ini diciptakan oleh Thomas Alva Edison tahun 1877. Alat ini bisa dibilang salah satu penemuan paling penting dari abad ke-19. Penemuan ini adalah yang pertama untuk merekam - dan memutar kembali - suara dan akhirnya memberi orang biasa akses ke musik yang pada saat itu telah disediakan untuk kaum bangsawan. Awalnya Edison bekerja pada sebuah mesin yang akan menuliskan pesan telegraf melalui lekukan pada kertas pita yang kemudian dapat dikirim melalui telegraf secara berulang kali. Saat itu, Edison berspekulasi bahwa pesan telepon juga bisa direkam dengan cara sama. Dia bereksperimen dengan diafragma yang memiliki titik timbul dan dilekatkan pada kertas parafin yag bergerak cepat. Ia lalu mengubah kertas ke silinder logam dengan kertas timah dibungkus di sekitar itu. Alat ini memiliki dua unit diafragma - dan - jarum, satu untuk merekam dan satu untuk memutar. Sejak saat itu, phonograph mulai dikenal dan banyak disukai dan ia lalu mengajukan permohonan paten. Namun Edison kehilangan minat mengembangkan phonograph saat itu. Tetapi yang lain tidak. Alexander Graham

EDISI 42, Minggu III november 2013

Bell, penemu telepon, dan muridnya, Charles Sumner Tainter, melakukan pengembangan atas phonograph. Bell dan Tainter mengembangkan cara yang lebih baik untuk membuat rekaman dengan menggunakan lilin meliputi silinder, bukan kertas timah. Mereka menyebut penemuan mereka yakni graphophone. Baik Bell dan Edison sadar penemuan mereka mengubah dunia hiburan ke depan. Hingga saat ini alat mereka menjadi salah satu alat pemutar musik yang abadi. Walaupun dengan pengembangan teknologi yang semakin canggih dengan menggunakan cakram dan kepingan yang lebih kuat dan awet untuk menghasilkan suara yang jauh lebih jernih. ***


fokus

8

p e r i s t i w a

FOTO-FOTO : Arrazy Aditya/yosh suchari

Bermula di Kampung Bule Editor: Yunus Suchari

email : majalah@batampos.co.id

EDISI 42, Minggu III november 2013

Munculnya Kampung Bule di Nagoya merupakan merupakan efek dari berkembangnya Batam sebagai salah satu pusat industri galangan kapal dan kawasan perdagangan bebas. Awal 1990-an, arus ekspatriat datang ke Batam meningkat. Tak cuma pekerja-pekerja berkulit putih asal benua Amerika, Eropa, dan Australia, Batam saat itu datangi banyak pekerja dari Jepang dan Korea Selatan.

Editor: Yermia Riezky

email : majalah@batampos.co.id


fokus

9

p e r i s t i w a

K

eberadaan para pekerja asing mendorong warga lokal mengembangkan berbagai jasa untuk memenuhi kebutuhan pekerja. Mulai dari restoran hingga hiburan muncul bagi pekerja asing itu. Nagoya pun menjadi lokasi yang ramai dengan lalu lalang para ekspatriat. Tak heran memang jika kawasan Nagoya dan Jodoh menjadi pusat keramaian saat itu. Lokasinya memang tak jauh dari pusat aktivitas para ekspatriat di Batuampar. Ketua Umum Asosiasi Jasa Hiburan Barelang (AJAHIB) Gembira Ginting, mengatakan, meski saat itu ekspatriat dari banyak negara datang ke Batam, para bule yang kerap lalu lalang di kawasan Nagoya. “Orang-orang Jepang dan Korea saat itu lebih banyak jumlahnya, tapi mereka ekslusif dan mewah. Tidak seperti bule yang pilihannya lebih bebas, sepanjang bisa nongkrong dan minum, mereka suka,” kata Gembira yang ditemui di kantornya di Jodoh, Kamis minggu lalu. Letaknya di kawasan Jodoh atau persis di belakang Hotel Harmoni, yang dahulu lebih dikenal sebagai komplek pertokoan New Holiday. Pada siang hari terlihat nampak lengang dan sepi. Namun pemandangan itu berbeda pada saat di malam hari. Kampung Bule kalau malam hari terlihat ramai sekali. Di situ terdapat tempat karaoke dan kafe-kafe yang menyatu dengan rumah toko (ruko). Ada puluhan kafe atau pub berjejer di sana. Di sana kita akan menemukan wajah-wajah orang bule (ekspatriat) yang nongkrong sekadar mencari hiburan atau ketemu dengan relasi. Di Kampung Bule ada juga tempat pijat atau sekadar pijat refleksi. Salah satu pub yang cukup lama eksis di Kampung Bule ini adalah Cock & Bull. Pub yang terletak di Komplek Batam Plaza Blok A No 6-7 Nagoya ini, berdiri pada 2000 silam. Awal berdiri hingga 10 tahun lalu, pub ini bernama Red Cock. Lalu, pada 2010 berubah menjadi Cock & Bull. Hampir setiap malam, pub ini senantiasa dipadati tamu dari berbagai negara. “Kalau boleh dibilang tamunya sangat meng-internasional. Sebab, mereka berasa sari berbagai negara. Antara lain dari Skotlandia, Amerika, Australia, Afrika Selatan, Jepang, China, Inggris, Singapura, Malaysia, dan lainnya. 80 Persen tamunya adalah kebanykan orang asing,” Ani, si pemilik pub. Gembira mengatakan, hampir seluruh pemilik pub di Kampung Bule adalah wanita lokal. “Satu saat mereka bertemu dengan bule, kemudian menikah. Mereka diberikan modal untuk menjalankan pub di lokasi kampung bule,” ujar Gembira. Selain menyediakan beraneka jenis minuman, alasan lain yang membuat para tamu berkenan mampir di Cock

EDISI 42, Minggu III november 2013

& Bull adalah menu masakannya. Dipandu oleh chef yang berpengalaman, menu yang tersedia antara lain masakan Indonesia, Italia, Australia, Skotlandia, Inggris, dan lainnya. “Cock & Bull juga selalu dijadikan tempat mengadakan event spesial, seperti ulang tahun, anniversary, company party, farewell party, dan sebainya. Bahkan, kami juga membuat semacam penggalangan dana untuk korban badai Haiyan di Pilipina. Siapa saja bebas untuk menyumbang,” kata Ani. Lalu, apa saja kebiasaan orang bule itu saat berada di Kampung Bule? Ada yang sekadar makan siang atau menikmati minuman kesukaannya. Sepintas nampak kalau bule-bule itu datang untuk hura-hura seperti mabuk, drug dan seks bebas. Namun, dugaan itu salah! Sebab, mereka datang ke Kampung Bule itu semata-mata hanya untuk fun. Umumnya, bule-bule itu tidak suka drug. Bahkan, ada yang sama sekali tidak suka merokok. Mereka juga punya kebiasaan tidak bisa hanya betah di satu bar/ pub saja. Mereka lebih senang berpindah dari satu pub ke pub lainnya. Kebiasaan inilah yang membawa berkah bagi para pemilik pub. Semuanya bisa eksis karena sama-sama kebagian rezeki. Selain memang masing-masing bar memiliki karakteristik tersendiri yang membuat bule tertentu betah berlama-lama. Di pub yang mereka kunjungi, yang pertama kali dilakukan adalah minum, ada yang buka botol, ada juga yang hanya minum beberapa kaleng bir, ada juga yang minum seloki atau dua sloki minuman, lalu pindah ke bar lainnya untuk hal yang sama. Selain pelayanan, alasan lain yang membuat bulebule itu betah menikmati waktu santainya di Kampung Bule, adalah kenyamanan dan keamanan. Seperti yang diungkapkan James Dobbs. Lelaki asal Texas, Amerika itu mengakui senang menghabiskan waktu luangnya di pub Kampung Bule. “Their service is very good. Here, the people are very friendly. They are also funny. In addition, the price of food or drink is not expensive. I’m happy to be here,” ungkap James yang bekerja di salah satu perusahaan galangan kapal Tanjunguncang, Batam ini.

Gembira Ginting


10 Menurut Gembira, ada beberapa tempat para bule berkumpul di Nagoya. Namun dalam perjalanan waktu, lokasi berkumpul mereka terpusat di sepanjang Jalan Imam Bonjol. Di sana, lantai bawah ruko komudian disulap menjadi pub. Musik dan bir menjadi menu utama di sana meski tak tak hanya itu yang ditawarkan. Para ekspatriat melepas penat selepas bekerja di Kampung Bule. Sering pula mereka bertemu para wisatawan asing yang juga datang ke lokasi itu. Gemerlap hiburan malam ditambah merebaknya judi menjadikan Batam sangat dikenal di penikmat kesenangan dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Gembira mengenang, saat itu banyak warga Singapura keturunan Melayu yang datang menikmati hiburan di Batam. Kebanyakan yang datang dari kelas menengah ke bawah untuk menikmati musik dangdut. Kedatangan mereka, khususnya warga Singapura, peraturan tempat hiburan malam di Batam tak seketat di negara mereka. Pengunjung berhak merokok dan teler di tempat hiburan di Batam. Di negara mereka, hal tersebut merupakan suatu pelanggaran. Situasi tempat-tempat hiburan yang aman jadi pendorong lain datangnya para pecinta hiburan malam. Tak kalah menarik adalah harga barang-barang pada satu hingga dua dasawarsa lalu masih murah dibandingkan negara tetangga atau kawasan lain di Indonesia. Coba Bertahan Kondisi sekarang berbeda. Meski pub, kafe, dan diskotik ramai pengunjung, Gembira melihat kondisi hiburan saat ini lesu. Dari sisi jasa hiburan, menurut dia, Batam tak terlalu menarik wisatawan asing, khususnya dari Singapura. Turis-turis Singapura datang bersama keluarga, menikmati kuliner Batam atau perawatan tubuh.

EDISI 42, Minggu III november 2013

fokus p e r i s t i w a

Meski demikian, warga negara tetangga yang menikmati hiburan malam yang tak langsung lenyap begitu saja. Mereka rata-rata berusia di atas empat puluhan. Masa berganti selera mereka juga berubah. “Sekarang turis Singapura tak lagi mencari musik dangdut. Kalau mau yang nyaman mereka ke pub. Kalau yang mau langsung on (baca: teler), akan memilih diskotik,� kata Gembira. Kini, pertujukan live music merupakan salah satu pilihan bagi para clubbers untuk menghabiskan waktu santai mereka di malam hari. Ada banyak pub atau kafe di Batam yang menyajikan hiburan live music. Sebut saja, Noname, Ratu Platinum, M-One, Meximo Pub, F-1, Steps Garden, The Peak, dan lainnya. Band-band yang mengisi panggung hiburan live music itu berasal dari luar Batam. Seperti Bandung, Jakarta, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, dan lainnya. Bahkan, mereka sempat beberapa kali performance di pub/ kafe yang berbeda di Batam dalam kurun waktun yang berbeda. Suasana pub kelihatan sangat ramai saat pada malam Sabtu dan malam Minggu. Di penghujung weekend itu, banyak tamu-tamu asing berdatangan ke sejumlah pub, selain tamu-tamu lokal. Di sana mereka tampak enjoy menikmati suasana clubbing di pub yang menyajikan hiburan live music. Datangnya pun secara berombongan 5 hingga 7 orang. “Kami sangat enjoy dengan suasana pub seperti ini. Dimana, performance live band-nya bagus dan begitu friendly. So, begitu pula dengan tamu-tamu lainnya. Soal minuman, thats relative lah. Anyway, we have a lot of fun to be here,� ucap Mahmud, pria asal Malaysia berdarah India itu. Ketika ditanya soal jenis hiburan yang paling digemari


11

fokus p e r i s t i w a

“Dengan kerja solid dan penuh rasa tanggung jawab, merupakan salah satu sebab Noname bisa bertahan hingga sekarang. Kami akan selalu memberikan yang terbaik kepada mereka hingga mereka mempunyai kesan yang positif dan berkenan datang kembali ke Noname,” ujar Wiwik, Manajer Noname Cafe. Mereka perlu berjuang di tengah persaingan plus desakan faktor eksternal. Salah satu sumber kelesuan hiburan malam menurut Gembira Ginting adalah semakin mahalnya harga barang konsumsi jasa hiburan. Harga rokok dan minuman di Batam tidak beda dengan harga di daerah lain di Indonesia. Harganya juga mendekati harga di negara tetangga. Padahal, sebagai kawasan perdagangan bebas, banyak barang konsumsi jasa hiburan malam yang seharusnya berharga jauh lebih murah ketimbang di daerah lainnya. di Batam ini, ia bersama teman-temanya lebih memilih Ketua Dewan Pariwisata Kepulauan Riau, Rahman Ussuasana pub/ kafe. Bukan diskotek. man membenarkan harga-harga turut menjadi penyebab “Discotheque, the music is too noisy. Sehingga kita menurunnya minat wisatawan asing mendatangi lokasi agak kurang bisa enjoy. Sementara di sini (pub) kita bisa hiburan di Batam. Menurutnya, itu bukan persoalan kemendapatkan berbagai jenis musik. Ada R ‘n B, pop, rock, bijakan namun praktiknya. slow music and so on. Bahkan, kita juga request suatu “Banyak biaya siluman yang harus dikeluarkan penlagu yang menjadi kesukaan kita,” kata Mahmud yang gusaha. Misalnya untuk mengeluarkan minuman dari tampak enjoy menikmati suasana clubbing di Noname. pelabuhan, ada dana tambahan yang harus dikeluarkan. Saat ini, cukup banyak tempat clubbing yang memDana-dana tambahan ini yang kemudian dibebankan punyai hiburan live band. Sejumlah event digelar pada konsumen,” kata Rahman saat dihubungi untuk menarik minat pengunjung. Bahkan, Jumat pekan lalu. hingga mengundang artis, DJ dan grup Jika kenaikan harga menjadi persoalan band papan atas dari ibukota Jakarta. lesunya konsumen hiburan malam Dengan adanya sosok artis menamBatam. Keamanan juga jadi persoBanyak biaya bah daya tarik pub tersebut. Apalagi alan. Gesekan yang terjadi antar jasa siluman yang artis yang diundang sudah punya keamanan usaha hiburan malam dikeluarkan nama di blantika musik tanah air. kerap terjadi. Menurut gembira, pe­ n gusaha Pengunjung pun membludak. Suakoordinasi di lapangan antar pelaku sana clubbing semakin heboh. Setiap hiburan. jasa keamanan membuat bentuanpub berlomba-lomba untuk menyabenturan itu rawan terjadi. jikan beragam hiburan yang terbaik Saat masih berfungsi efektif, AJAHIB buat para tamunya. Hampir setiap bulan, kerap membantu koordinasi dan penataan Batam kedatangan bintang tamu untuk tampil jasa hiburan, termasuk pendukungnya. Asosiasi di pub dan diskotek. tersebut menjadi perpanjangan tangan Pemerintah Kota Salah satu pub yang menyediakan live music yang Batam dalam menata dan menertibkan jasa hiburan di masih eksis hingga saat ini adalah Noname. Pub yang Batam. terletak di Hotel Harmoni itu kini sudah menginjak di “Hampir sepuluh tahun lalu kami menjadi mitra usia ke-13 tahun. Sementara pub-pub lainnya seangkaPemko Batam dalam menata jasa hiburan. Kami memtan dengan Noname, seperti Tavern (Hotel Melia Panberikan rekomendasi tentang hiburan tertentu,” ungkap orama) dan Tampico (Hotel Novotel) sudah lama tutup. Gembira. Di tengah ketatnya persaingan jasa hiburan malam ini, “Saat kami menjadi partner pemerintah, membuka Noname meprupakan pub masih bertahan hingga sekausaha hiburan baru tidak mudah,” tambah dia. rang, bahkan pub yang paling ramai dikunjungi clubbers. Dalam fungsinya, AJAHIB membantu mediasi jika ada Dengan konsep menampilkan dua grup band ini, Nonanggotanya yang mengalami masalah. Persoalan itu ame berbeda dari pub lainnya yang hanya punya satu tidak hanya soal keamanan. band. “Kami juga banyak membantu saat ada pengunjung

EDISI 42, Minggu III november 2013


12

tempat hiburan malam yang terluka bahkan meninggal. Jika warga asing, kami juga mengurus penginapannya,� kata Gembira. Bagaimana sampai AJAHIB dapat berperan banyak? Gembira mengaku, saat itu asosiasi juga yang membantu Pemko menarik kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan oleh pelaku jasa hiburan. Dari situ, asosiasi berhak atas 30 persen dari dana yang dibayarkan pengusaha. “Itu potongan resmi yang penetapannya dengan persetujuan bersama Pemko dan pengusaha hiburan. Dana itu kemudian kami gunakan untuk membantu mediasi saat ada anggota yang mengalami masalah,� Gembira menerangkan. Dia menambahkan, dana yang ditarik itu selalu dilaporkan kepada Pemko. Tak hanya untuk mediasi, dari persenan itu AJAHIB mampu membantu Pemko Batam mengadakan acara-acara pariwisata hingga melakukan kegiatan sosial seperti memberikan santunan dan membangun rumah ibadah. Kemitraan dengan pemerintah itu tak berlanjut saat ini. Dalam mengurus perizinan, Pemko Batam tak lagi meminta rekomendasi AJAHIB. Menurut Gembira, kini jika pengusaha yang membuat usaha hiburan, cukup memenuhi persyaratan izin formal seperti izin gangguang agar dapat menjalankan bisnis hiburan. Akibatnya, muncul banyak tempat hiburan liar di

EDISI 42, Minggu III november 2013

fokus p e r i s t i w a

wilayah Kecamatan Batuaji. Kafe, karaoke, dan pijat tumbuh subur dalam jumlah yang tak terkontrol. Kondisi ini dapat menimbulkan gesekan antar sesama usaha hiburan atau dengan warga. Asosisasi juga tak lagi membantu menarik retribusi bulanan pada pengusaha hiburan. Banyak anggota dalam wadah itu langsung menyerahkannya pada orang Pemko yang datang langsung ke pengusaha tersebut. Dinas Pariwisata Kota Batam belum memberikan penjelasan soal ini. Kepala Dinas Pariwisata, Yusfa Hendri selama seminggu sedang dinas keluar negeri. Email pertanyaan yang dikirim malajah.batampos kepadanya belum dibalas hingga tenggat tulisan ini. Gembira menyayangkan, ketika peran mereka dikebiri, AJAHIB masih dimintai keterangan kepolisian saat ada yang masalah terkait jasa hiburan. Kadang, yang terlibat persoalan bukanlah anggota AJAHIB. Rahman Usman membenarkan putusnya koordinasi Pemko Batam dengan AJAHIB. Banyak izin usaha hiburan yang dikeluarkan tanpa rekomendasi asosiasi tersebut. Peran AJAHIB, menurut Rahman, akan sangat membantu dalam penataan dan penertiban jasa hiburan malam di Batam. Citra Batam yang berada di wilayah perbatasan dengan Singapura dan Malaysia akan membumbung tinggi jika sektor hiburan tertata, terkoordinasi dan aman. ***


fokus

13

p e r i s t i w a

Hiburan Malam Sekadar Pelengkap

A

nton masih ingat kejadian lucu beberapa tahun lalu. Saat itu temannya dari Bandung datang ke Batam. Merasa pegal dan capek, pria itu bertanya ke Anton di mana tempat

untuk pijat. Kepada kawannya, Anton menunjuk kawasan Nagoya. “Di sana banyak tempat untuk pijat atau kalau mau spa sekalian bisa,” ujar pedagang buku bekas di Nagoya itu. Pria tersebut mengikuti saran Anton. Namun begitu sampai di sebuah lokasi pijat, bukan penawaran pijat yang ia terima, melainkan berhubungan badan. Ternyata lokasi itu menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Ia keluar dari tempat pijat satu ke tempat pijat lain. Tapi yang ditemuinya sama. “Orang benar-benar mau pijat malah ditawarin gituan (berhubungan badan),” ucap Anton mengulangi keluhan kawannya itu. Praktik prostitusi berkedok pijat dan spa sudah cukup lama menjadi citra Batam. Ketiklah frasa “hiburan malam Batam” di mesin pencari Google, informasi lokasi pijat yang menawarkan jasa seks banyak bermunculan. Di samping itu muncul alamat-alamat pub, bar, dan diskotek. Jasa hiburan, termasuk spa dan panti pijat memang merebak di Batam. Sampai mendekati akhir tahun 2013, terdaftar sebanyak 93 spa, panti pijat, dan refleksi. Menurut pegawai Dinas Pariwisata Batam, Sonni mengatakan, jumlah sesungguhnya masih lebih banyak. Namun ada beberapa hal yang membuat pendataannya sulit karena minimnya personel Disparbud, di samping itu mereka juga menunggu pengusaha jasa hiburan dan

EDISI 42, Minggu III november 2013

Rahman Usman spa memperpanjang izinnya. Aturan baru yang berlaku, setiap usaha di bidang pariwisata harus memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang berlaku seumur hidup. Selain spa, usaha lain yang membutuhkan TDUP adalah salon, hotel, karaoke, diskotek, pub, bar, dan biliard. Khusus salon dan biliard, jika skala usahanya kecil, dapat cukup didata oleh kecamatan tempat usaha itu beroperasi. Ketua Dewan Pariwisata Kepri, Rahman Usman mengatakan, meski jadi salah satu yang dicari, industri hiburan malam bukanlah pilar utama pariwisata di Batam. “Jasa hiburan malam dan spa itu pelengkap. Makanya banyak juga hotel-hotel yang menyediakan jasa hiburan di dalam,” kata Rahman yang dihubungi Jumat minggu lalu. Namun bisnis hiburan mau tak mau jadi pelengkap penting bagi pariwisata Batam. Menurut Rahman, jasa ini yang membuat wisatawan mancanegara mengunjungi Batam. Karena itu, kualitas pelayanan jasa hiburan harus ditingkatkan. Spa dan panti pijat misalnya, harus menampilkan daftar harga dan meningkatkan kompetensi pekerjanya. Sementara untuk tempat hiburan malam, keamanan lokasi harus jadi prioritas pengusaha. Rahman menyebutkan, di tempat-tempat seperti itu, bahaya kebakaran merupakan ancaman utama. “Yang harus diperhatikan misalnya, pintu darurat jika terjadi musibah kebakaran. Instalasi listriknya juga harus diawasi, apakah sudah sesuai standar,” terang Rahman. Terkait citra Kota Batam yang akrab dengan praktik prostitusi berkedok spa dan panti pijat maupun peredaran narkoba di tempat hiburan malam, Rahman menilai itu persoalan pribadi. Secara bisnis, jika pelaku usaha menerapkan kaidah bisnis, tak menjadi masalah. “Jadi persoalan bukan pada bisnis hiburannya,” terang dia. (Yermia Riezky)


fokus

14

p e r i s t i w a

Tanda Suriawan Agus Suseno

Batam Wajib Dikunjungi Artis

M

emiliki sejumlah tempat hiburan yang menarik, Kota Batam menjadi magnet bagi sejumlah pendatang/turis. Posisi Batam terletak di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta dekat dengan Malaysia. Lalulintas orang pun perdagangan dan pariwisata sangat padat. Infrastruktur hiburan di Batam pun terimbas. Di kalangan turis lokal dan mancanegara, Batam dikenal sebagai surga hiburan malam. Selain hiburan di diskotek, kafe, dan pub, bentuk hiburan yang cukup menyedot perhatian warga Batam dan sekitarnya adalah pertunjukan (show) dari artis penyanyi ataupun grup band papan atas Tanah Air. Salah seorang pelaku usaha di dunia hiburan di Batam, Tanda Suriawan Agus Suseno, menyoroti bagaimana perkembangan dunia hiburan di Batam. Menurutnya, perkembangan dunia hiburan di Kota Batam sejauh ini cukup bagus dan cukup kompetitif. “Saya kira hampir semua artis, baik itu solo maupun band band papan atas, yang ada di Indonesia sudah pernah tampil di Batam,” tegas Wawan, sapaan akrabnya. Batam mematok diri menjadi kota yang wajib untuk dikunjungi oleh musisi top tanah air. “Batam berbatasan langsung dengan Singapura maupun Malaysia, tentunya mempunyai added value maupun selling point yang sangat bagus bagi siapapun artis yang mengadakan pertunjukan di Batam,” ujar Wawan. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini sudah terjadi pergeseran soal venue, dulu kita sering melihat sponsor lebih memilih mendatangkan artis untuk membantu mempromosikan produknya lebih banyak ke outdoor dengan pertimbangan agar sekaligus bisa mendapatkan /mengakuisisi konsumen dalam jumlah banyak. “Sekarang sponsor lebih suka mengadakan pertunjukan hiburan di dalam ruang (indoor), hal ini tentunya berkaitan dengan budget dan image yang ingin dibangun. Saat ini sudah bergeser dari awareness menjadi image,” imbuhnya. “Kalau soal sarana dan prasarana pendukungnya sudah tidak perlu diragukan lagi, karena Batam sudah bisa men-

EDISI 42, Minggu III november 2013

standarkan diri dengan dengan kota besar lainnya dalam hal venue maupun equipment pendukungnya,” kata Direktur PT Cendana Com ini. “Warga Batam (Kepri), menurut saya, perlu hiburan pertunjukan live music karena Batam sebagai kota tujuan wisata terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta, membutuhkan banyak alternatif hiburan khususnya untuk warga Batam sendiri dan umumnya untuk wisatawan yang sedang berkunjung ke Batam,” bebernya. Itu dari sisi penikmat musik. Dari sisi pemain musik lokal penampilan band/pemusik papan atas, tentunya, akan menjadi tolok ukur kemampuan mereka dalam bermusik. “Tentunya mereka berharap suatu saat nanti akan bisa menjadi band pembuka (opening act) apabila ada artis/band dari ibukota yang akan tampil di Batam,” ujar Wawan. Dengan seringnya Batam kebanjiran artis papan atas, membawa dampak sangat bagus bagi perkembangan dunia hiburan di Batam. Artis/band ibukota tampil di Batam, menunjukkan bahwa kondisi di Batam sangat kondusif dari segi keamanan. Hal ini juga akan berdampak pada dunia pariwisata di Batam yang akan menjadi lebih bergairah karena baik wisatawan lokal maupun mancanegara yang sedang berkunjung ke Batam, mendapatkan alternatif pilihan hiburan. Untuk kemajuan dunia hiburan di Batam, menurut pria asal Solo, Jawa Tengah, ini ke depannya, Pemerintah Kota Batam sebaiknya lebih membuka diri dengan mempermudah birokrasi bagi sponsor atau event organizer yang akan mengadakan pertunjukan musik di Batam. “Dinas Pariwisata Kota Batam juga harus secara berkala dan berkesinambungan untuk mengadakan eventevent MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) yang tentunya akan berdampak pada dunia hiburan dan bertujuan untuk menunjukkan semakin bergairahnya industri hiburan di Kota Batam, karena mudah dalam urusan birokrasi perizinannya dan aman dalam urusan penyelenggaraannya,” saran Wawan. (Yunus Suchari)


fokus

15

p e r i s t i w a

What They Say... (Richard, Manajer Operasional The Peak) “Terkait dengan area Batam yang termasuk free trade zone, dan berdekatan dengan negara Singapura dan Malaysia hingga banyak turis yang berdatangan di Batam. Yang pertama dicari mereka adalah hiburan, selain kuliner dan wisata alam. Berlatar belakang hal itu maka hiburan malam di Batam merupakan bisnis yang menjajikan. Sangat prospek untuk ke depannya. Pelaku usaha hiburan malam di sini harus kreatif. Berpikir, apa yang bisa membuat orang tertarik untuk datang ke tempat kita.”

(Suta, Manajer Operasional M-One Pub) “Dunia hiburan malam di Batam, secara global sangat baik sekali. Ia disambut positif oleh clubbers. Di sisi lain, masyarakat sekarang sudah sangat pintar menentukan pilihan mereka untuk clubbing di Batam. Baik itu tamu asing maupun dari lokal. Mereka sangat peka terhadap tempat atau pub mana yang menjadi kesukaan mereka. Dengan munculnya pub-pub baru menambahkan semarak dunia hiburan malam di Batam. Mendatangkan artis atau bintang tamu ke Batam, merupakan apresiasi untuk para customers. Kita patut juga memanjakan pelanggaan kita hingga mereka mendapatkan suguhan hiburan yang berkelas.”

(Z’lo Pratama, Manajer F1) “Secara umum, dunia hiburan malam di Batam sangat dibutuhkan para wisatawan, investor dan pekerja baik asing maupun dalam negeri. Sebaiknya hiburan di Batam jangan begitu-begitu saja.

EDISI 42, Minggu III november 2013

Nanti orang akan bosan. Harus bisa dibuat suatu terobosan terbaru untuk menambah semarak sebuah tempat hiburan malam di Batam. Harus membuat sesuatu yang berbeda. Untuk itu F1 selalu mengundang artis-artis ibukota datang ke Batam. Di mana event yang digelar sangat tematik, membuat selebritis on the spot. Selebritis datang bukan saja untuk performance, tapi mereka juga berbaur dengan para tamu.”

(Trio Novellis, Manajer Event & Promo Meximo) “Entertain di Batam saat ini sangat marak. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tempat hiburan malam di beberapa lokasi. Bahkan, ada yang baru dibuka, yang dulunya sempat menghilang. Itu menandakan bahwa usaha hiburan malam di Batam sangat menjanjikan. Dengan banyaknya turis asing serta pendatang dari dalam neregi ke Batam ini, juga membuat Kota batam semakin ramai hingga bisa menjadi pangsa pasar yang baru bagi pelaku usaha entertain. Hiburan malam sudah menjadi lifestyle-nya orang Batam. Menggelar event yang berkualitas, juga dapat menambah daya tarik para clubbers. Usaha dunia hiburan di Batam dipastikan ke depannya akan semakin maju dan berkembang.”

(Wiwik, Manajer Noname Cafe) “Usaha di bidang entertaint di Batam berkembang cukup pesat. Hal itu terlihat dari banyaknya kafe-kafe atau pub yang bermunculan. Hal itu sangat positif sekali untuk pengembangan pariwisata di Batam, sehingga orang mempunyai banyak alternatif untuk menikmati suasana hiburan malam. Masing-masing tempat mempunyai keunggulan sendiri-sendiri.”


fokus

16

p e r i s t i w a

PR, sang Motor Penggerak

P

ada dasarnya setiap manusia pasti membutuhkan komunikasi, karena manusia merupakan mahkluk sosial yakni mahluk yang tidak dapat hidup sendiri tanpa keberadaan orang lain, pada saat manusia berusaha berkomunikasi agar dirinya mengerti dan dipahami orang lain maka saat itu juga membutuhkan PR (Public Reletions) atau Hubungan Masyarakat. Ada pendapat bahwa tugas PR ada dua yakni kedalam atau interen adalah membina hubungan baik yang harmonis antara manajer berserta stafnya dengan para karyawan bekerja dengan senang dan merasa puas, meneliti perasaan, kesulitan dan keinginan para karyawan. Sedangkan tugas PR keluar yaitu membina hubungan yang harmonis antara anggota dengan public exteren, memperkenalkan produksi meningkatkan jumlah langganan dan sebagainya. Keberhasilan atau kemajuan sebuah tempat hiburan itu juga tak terlepas dari campur tangan seorang PR. Untuk itu, ada sejumlah tempat hiburan yang menggunakan jasa PR tersebut. Begitu pula halnya dengan tugas yang diemban oleh wanita yang mempunyai nama asli Misnah Ana ini. Ia bekerja sebagai Koordinator PR di F1 Club

Misnah Ana EDISI 42, Minggu III november 2013

& KTV di Hotel Planet Holiday Batam. Sudah empat tahun wanita yang akrab disapa Ana ini berkecimpung di bidang public relation. Dia membawahi beberapa anggotanya yang setia membesarkan nama F1 Club & KTV. Pekerjaan yang digelutinya itu cukup menantang di dunia entertaint. Menghadapi berbagai karakter tamu sudah menjadi makanannya setiap malam. Tapi, Ana sangat menikmatinya hingga bisa bertahan hingga sekarang. “Tugas seorang PR itu cukup simple. Kita harus melayani para tamu yang datang ke sini. Apa keinginan costumer itu kita tanggapi, termasuk jika ada komplain dari mereka,” ujar wanita kelahiran Medan, 30 Desember ini. Seorang PR juga harus bisa membuat para tamunya merasa betah. Untuk itu dituntut kepiawaian seorang PR dalam bersikap dan berkomunikasi yang baik. “Kita harus peka untuk memahami keinginan para tamu. Tidak saja ngobrol, tapi juga kita bisa menemani mereka minum,” kata Finalis 10 Besar Miss Batam 2007 ini. Memilih topik pembicaraan yang menarik, juga merupakan andalan seorang PR agar sang tamu tidak cepat merasa bosan. Seorang PR harus pintar menjadi teman bicara para tamu. “Yang paling sering dibicarakan paling soal dunia entertain. Misalnya bahas soal band, minuman dan lainnya,” papar pemilik tinggi 166 sentimeter ini. Menanggapi suatu komplain sudah menjadi tugas seorang PR. Dengan demikian si tamu merasa dihargai dan diperhatikan. “Dalam menghadapi suatu komplain, dilihat dulu komplainnya seperti apa. Kalau komplainnya soal minuman, kita sudah mempunyai ketentuan sendiri,” ungkap Ana. Sebagian wanita yang bekerja di dunia hiburan malam, tak terlepas dari godaan para lelaki hidung belang. Hal itu pula kerap ditemui oleh seorang PR. “Kalau mereka mau nakal, kita harus bisa bersikap jinak-jinak merpati saja. Tamunya harus bisa diberi pengertian yang baik agar mereka tidak meneruskan usahanya itu,” ujar pemilik motto hidup “cukup jadi anak desa, tapi berharga di mata orang tua” itu sambil tertawa. Selama menjadi Koordinator PR, Ana sudah banyak mempunyai pengalaman di bidangnya itu. Dari segi kesejahteraan, Ana sangat mensyukurinya. “Bekerja di dunia entertaint, kita banyak mengenal orang sehingga menjadi relasi atau teman. Pengalaman yang tidak enak itu, kalau kita mendapat tamu yang kurang ramah. Atau pas saat kita lagi tidak mood, sehingga bawaannya bete melulu,” tegas wanita yang bercita-cita sebagai pebisnis ini. (Yunus Suchari)


fokus

17

p e r i s t i w a

Daftar usaha jasa pariwisata di Batam Spa, panti pijat, refleksi : 93

Karaoke : 48

Salon : 8

Diskotik : 6

Hotel non bintang : 56

Pub : 17

Hotel

Bar : 28

Bintang 1 : 13 Bintang 2 : 3 Bintang 3 : 10 Bintang 4 : 20 Bintang 5 : 1

Biliar : 12

Sumber: Dinas Pariwisata Kota Batam, November 2013 oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


18

karikata Bung Hatta

“Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat. Indonesia merdeka tidak ada gunanya bagi kita, apabila kita tidak sanggup untuk mempergunakannya memenuhi cita-cita rakyat kita: hidup bahagia dan makmur dalam pengertian jasmani maupun rohani. Maka dengan tercapainya penyerahan kedaulatan, perjuangan belum selesai. Malahan kita berada pada permulaan perjuangan yang jauh lebih berat dan lebih mulia, yaitu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan daripada segala macam penindasan…” Sultan Hamengkubuwono IX

Kita harus bersedia dan sanggup mengorbankan kepentingan masingmasing untuk kepentingan kita bersama ialah menjaga, memelihara dan membela kemerdekaan Nusa dan Bangsa. Tiap-tiap golongan harus sanggup mengenyampingkan kepentingan, sanggup untuk mencapai persatuan yang bulat dan kokoh, sehingga bangsa Indonesia bisa mendapatkan senjata untuk mempertahankan republiknya; agar dapat mempertanggung-jawabkannya pada generasi-generasi bangsa Indonesia yang akan datang, dan agar dapat membuat sejarah yang gemilang … EDISI 42, Minggu III november 2013

“Selama bantengbanteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!” Bung Tomo Oto Iskandar Dinata

Ki Hajar Dewantara

“Kalau Indonesia merdeka boleh ditebus dengan jiwa seorang anak Indonesia, saya telah memajukan diri sebagai kandidat yang pertama untuk pengorbanan ini”

Tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).


19

trend

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa dress alias gaun Editor: Fenny Ambaratih merupakan email : majalah@batampos.co.id item busana yang ampuh untuk terlihat feminin. Panjang pendek tidak masalah, Anda bisa memilih maxi dress atau mini dress untuk tampil memikat.

Parade

Gaun Maxi & Mini

Dress FOTO-FOTO : TAUFIK HIDAYATULLAH

EDISI 42, Minggu III november 2013


20

trend

Maxi dress tampil lebih ceria jika memiliki corak yang ramai. Motif-motif seperti bunga akan membuat penampilan semakin feminin dan hangat.

EDISI 42, Minggu III november 2013


21

trend

Mini dress dinilai lebih simpel dan ‘nggak ribet’. Gaun ini biasanya lebih sering dipakai untuk acara yang sifatnya non formal. Warna hitam akan menambah kesan misterius pada pemakainya.

EDISI 42, Minggu III november 2013


22

trend

Mini dress model serut juga tak kalah asik.Dengan penambahan bahan renda atau serut si pemakai akan terlihat ‘bervolume’ atau berisi. Sebaiknya dipakai oleh wanita berpostur badan cenderung kurus.

EDISI 42, Minggu III november 2013


23

trend

Maxi dress biasanya memiliki panjang hingga mata kaki. Dengan motif kromatik hitam-putih ini penampilan Anda akan terlihat klasik.

EDISI 42, Minggu III november 2013


24

creatrep creativity & entrepreneur

Debby Yuni Anita Andri

Pemilik Valiant Doughnut

Manisnya Bisnis Donat Kentang Ia masih remaja, sedang kuliah di perguruan tinggi di Batam, tetapi semangat wirausahanya sangat tinggi. Dari sekadar membantu mama, ia menjadi ketagihan dan membuat usaha sendiri. Editor: Ahmadi

email : majalah@batampos.co.id

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

FOTO-FOTO : arazy aditya


25

creatrep creativity & entrepreneur

U

...Outlet saya ada sai ujian tengah semester, Debby Yuni Anita tiga. Selain di kampus, Andri, 19, bergegas ada satu di Bidaayu dan meninggalkan ruansatu Perumahan gan, Rabu (13/11) sore lalu. MahaPuri Agung..... sisiwi jurusan sistem informasi ini langsung menuju kantin di belakang gedung kampusnya di Universitas Internasional Batam. Di kantin itu, remaja yang biasa disapa Debby ini mendekati outlet Valiant Doughnut yang berada di bagian pojok kantin. Ia mengeluarkan adonan-adonan donut, menyiapkan kompor dan tabung gas, dibantu seorang temannya. Setelah kompor tersambung tabung gas, ia menyalakannya dan mendudukan penggorengan di atas kompor. orang tertarik membeli donat buatannya. Lalu menuangkan minyak goreng ke dalamnya. Adonan “Outlet saya ada tiga. Selain di kampus, ada satu di Bidadonat dari kentang dan tepung kemudian dibentuk bulat ayu dan satu Perumahan Puri Agung. Tetapi yang di Puri dengan lubang di tengah. Adonan yang sudah dibentuk Agung saat ini sedang tutup. Nanti saya buka lagi pakai dimasukkan ke penggorengan. Belum matang, sudah ada karyawan,’’ ujar Debby. dua pembeli yang menunggu. Setelah itu, pembeli lainnya Setiap hari, ungkap Debby, ia memproduksi donat dari terus berdatangan. sepuluh kilogram bahan yang menghasilkan 500 buah doItu adalah salah satu outlet Valiant Doughnut milik nat. Donutnya terbuat dari kentang sehingga lebih lembut Debby. Outlet itu didesain sedemikian rupa dengan bendan enak. Donat kentang menjadi pilihan Debby karena tuk donat di bagian depannya. Desain yang sangat muda menurutnya sangat cocok untuk camilan sore-sore, sangat dan eye catching. Gerobak unik dan menarik ini memang ‘anak muda’ dan tentunya belum ada di Batam. Setiap hari dirancang sendiri oleh Debby dengan harapan membuat ia berjualan dari sore sampai malam. EDISI 42, Minggu III november 2013


26

EDISI 42, Minggu III november 2013

creatrep creativity & entrepreneur


27

creatrep creatrep c r e a t i v i t y & e n t r ec p r er ae tni e v iut yr & e n t r e p r e n e u r

“Omsetnya rata-rata per hari bisa Rp 800 ribu. Kalau satau bulan yang kali 30 hari saja,’’ kata mahasiswi yang mendapatkan beasiswa Excellent Scholarship di Universitas International Batam ini. Jiwa kewirausahaan Debby menurun dari orang tuanya. Sejak kecil, ia tumbuh dengan didikan kewirausahaan dari mamanya yang juga berbisnis Dendeng Daun Singkong. Dari sekadar membantu mamanya ketika ada bazar, Debby memilih jalannya sendiri untuk berwirausaha. Ia berjualan tahu isi di sekolahnya. Dari usaha kecil-kecilan itu, ia sudah punya uang saku sendiri. Memasuki kuliah, ia semakin semangat untuk berwirausaha. Apalagi setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan selama satu bulan penuh di Tanjungpinang yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepu...Untuk, lauan Riau. Ia terpacu untuk ia meminjam berbisnis. “Di pelatihan itu kita dana program diajarkan dari mulai membuPemerintah ka usaha sampai pembukuan. PNPM Mandiri Usai pelatihan kami disaraRp2,5 juta nkan untuk buka usaha,’’ jelas Debby. Debby pun berkonsultasi pada mamanya. Mamanya menyarankan berbisnis donat kentang yang belum ada di Batam. Usulan mamanya itu cocok dengan hasrat Debby yang suka donat. Mula-mula ia membuatnya lalu dijual ke tetangga. Ternyata respon tetangganya bagus. Pesanan dari tetangga pun datang. Ia semakin semangat untuk membuka usaha dengan memiliki outlet sendiri. Untuk modal usaha, ia meminjam dana bergulir program Pemerintah PNPM Mandiri Rp 2,5 juta. Modal itu untuk membuat gerobak dan menyewa tempat. Mula-mula ia menyewa tempat di depan warung bakso di Bidaayu. Peminatnya banyak. Apalagi pergaulan Debby sangat luas sehingga donatnya cepat dikenal, lantas dipesan kawan-kawannya yang mengadakan acara. Ia juga banyak berpormosi melalui sosial media. Setelah tiga bulan, Debby membuka outlet baru di Puri Agung, Tanjungpiayu. Usaha Debby terus meningkat hingga delapan bulan kemudian, ia membuka outlet di kampusnya. Dukungan pihak kampus memberinya peluang dengan menyewa satu tempat di kantin. Outletnya itu berjejer bersama outlet-outlet mahasiswa lainnya. Meski sudah berbisnis di usia sangat muda, Debby mengaku tidak kehilangan masa remajanya. Ia tetap bisa bergaul dan kongkow dengan teman-teman kampus maupun dengan teman komunitas. ***

EDISI 42, Minggu III november 2013


28

kutubkhanah

Sempena: Madjalah Kepulauan Riau 1968-1972

FOTO-FOTO : dok. aswandi syahri

Oleh: Aswandi Syahri

S

ejarah pers tempatan (pers lokal) di Kepulauan Riau bermula di Tanjungpinang ketika majalah Peringatan muncul untuk pertama dan terakhir kalinya pada bulan Mei tahun 1939.

Cover edisi perdana Madjalah Sempena yang terbit pada bulan Juni 1968 dengan ilutrasi grafis yang dibuat dengan klise menggunakan stempel karya pelukis Arijoes Sjarbaini.

EDISI 42, Minggu III november 2013


29

kutubkhanah Dalam rentang lima tahun eksistensinya sebagai tempatan, majalah Sempena telah tampil memainkan perannya untuk kemajuan daerah setelah Tanjungpinang dan Kepulauan Riau umumnya melewati masa-masa suram dan sulit selama ‘politik konfrontasi’ yang menjungkirbalikkan kehidupan sosial-ekonomi. Kiprah majalah Sempena di pentas pers tempatan Kepulauan Riau, di Tanjungpinang, memang telah berakhir 41 tahun yang lalu, namun jejak dan sumbangannya dalam sejarah pers Kepulauan Riau khususnya dan sejarah Kepulauan Riau umumnya, tak dapat tergerus oleh waktu.

Bermula di Kedai Kopi

Sempena adalah Madjalah Kepulauan Riau yang mengusung moto, “Madjalah Tempatan Kepulauan Riau Ringan dan Bermutu”. Formatnya adalah majalah bulanan dan diterbitkan di Tanjungpinang. Nomor perdanaya muncul pada bulan April 1968. Gagasan awal untuk menerbitkan madjalah “Chas Riau” ini, bermula dari diskusi-diskusi beberapa orang seniman dan tjendekiawan Tanjungpinang di kedai kopi.

Contoh daftar isi dan kolom redaksi Madjalah Sempena edisi No. 16 Tahun III Mei 1970 yang diketik dan dicetak menggunakan stensil.

Jejak yang ‘ditinggalkan’ majalah Peringatan kemudian dilanjutkan oleh Riouw Courant dan Nieuwsbulletin Riouw yang diterbitkan pada tahun 1949 oleh pemerintah Belanda yang hadir kembali hingga 1950. Selepas itu, cukup panjang waktu berlalu sehinggalah surat kabar Suluh Riau muncul sebagai bagian dari ’politik’ konfrontasi dengan Malaysia tahun 1962-1964. Setelah konfrontasi dengan Malaysia hingga 1970-an, ketika kehidupan sosial dan politik di Tanjungpinang mulai memperlihatkan hal yang jelas arahnya, sejumlah pers tempatan bermunculan di Tanjungpinang. Maka tampillah sejumlah nama pers tempatan yang ’baru’ seperti: Sempena, Pelita Buana, Utusan, Bayangkara, Solarium, dan Sempadan, yang diterbitkan oleh berbagai pengelola dan penerbit sebagai penanda (sign of times) bagi semangat zamannya. Ada yang mampu bertahan cukup lama di antara nama-nama yang lebih dahulu hilang ditelan waktu. Salah satu pers tempatan di Tanjungpinang yang cukup panjang umurnya adalah majalah Sempena, sebuah madjalah tempatan yang eksis antara tahun 1968 hingga 1972.

EDISI 42, Minggu III november 2013

FOTO-FOTO : arazy aditya

Contoh salah satu puisi awal karya Rida K. Liamsi yang masih menggunakan nama pena Iskanadar Leo. Ditulis di Teluk Ke­riting, Tanjungpinang, tahun 1968. Dimuat dalam Madjalah Sempena edisi rangkap No. 6/7 bulan September - Oktober 1968.


30 Tak ada catatan nama kedai kopi ‘bersejarah itu’. Namun yang jelas beberapa kedai kopi ternama di Tanjungpiang selepas ‘zaman konfrontasi’, dan bahkan hingga kini, telah menjadi sebuah ‘tempat jang paling praktis untuk membintjangkan sesuatu persoalan baik dari kalangan apa saja.” Fakta historis itu dikemukakan oleh redaksi Madjalah Sempena dalam sekapur sirih nomor perdananya yang terbit pada bulan April 1968: “Dimedja kedai kopi inilah sering seniman2 dan tjendekiawan tempatan membintjangkan perlu adanja suatu penerbitan jang “Chas” bercirikan Riau sebagai pembimbing bagi orang2 jang berhasrat mengetahui keadaan daerah ini, baik mengenai kebudayaan maupun selera masjarakatnja.” Nomor perdana Madjalah Sempena terbit tak semudah membalikkan telapak tangan. Salah satu kendalanya adalah “soal biaja penerbitan”. Akan tetapi, semua kendala itu tak dapat mengalahkan tekat dan semangat beberapa orang seniman dan tjendekiawan Tanjungpinang yang menjadi penggeraknya. Bahkan, seandainya kendala biaya penerbitan tak dapat diatasi, mereka sempat berazam: “Kalau perlu kita akan tulis dengan tangan”. Sebuah semangat intelektual yang luar biasa untuk zaman itu. Dengan berbekal dukungan pemerintah daerah, berbagai pihak, dan surat izin terbit sementara dari Djawatan Penerangan Kabupaten Kepulauan Riau dengan Recomendatie Penerbitan No. I/Pers/A.7/68, Madjalah Sempena hadir, dan “ianja [terbit] tidak [jadi] ditulis dengan tangan.”

kutubkhanah

Cover Majalah Sempena No. 13, Tahun 3 Peb 1970.

Madjalah Tempatan Plus

Madjalah Sempena diterbitkan sebulan sekali oleh Jajasan Sempena di Tanjungpinang. Dikarenakan persoalan teknis, beberapa kali pernah diterbitkan dalam bentuk nomor rangkap (satu nomor untuk edisi dua bulan). Selain berisikan rubrik ilmu pengetahuan, berita, dan Contoh essai yang diketik, iklan yang dibuat secara manual, dan dicetak menggunakn stensil. Majalah Sempena No. 13, Tahun 3 Peb 1970.

EDISI 42, Minggu III november 2013


31

kutubkhanah

Almarhum Sudirman Backry 2003: Penerbit/ Penanggung djawab majalah Sempena.

informasi tentang Tanjungpinang dan Kepulauan Riau semasa juga essai dan karya-karya sastra tempatan maupun dunia. Majalah Sempena, dapatlah dikatakan ‘majalah pulus’, sebuah model pers lokal dalam arti yang sesungguhnya. Madjalah Sempena adalah tempat penyair dan seniman Kepulauan Riau seperti, Ibrahim Sattah, Rida K. Liamsi yang ketika itu menggunakan nama pena Iskandar Leo, Abbas M, Rin Rijanto, Hasan Junus, dan lain-lain mempublikasikan karya-karya awal mereka antara tahun 1968-1972. Selain itu, majalah ini juga sangat banyak banya memuat karya-karya sastrawan dunia yang diterjemahkan dari berbagai bahasa dunia oleh Hasan Junus, seorang penulis dengan banyak nama pena. Cara pemasaran majalah ini juga unik, “diedarkan terbatas setjara kekeluarggaan kepada pentjinta-pentjinta kesenian/ kebudayaan dan ilmu Pengetahun”. Walau demikian, daerah jangkauan sebarannya mencakupi Tanjungpinang, Kijang, Tanjung Uban, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu Kundur, Moro, Tambelan, Tarempa, Midai, Ranai, Sedanau, hingga Jakarta dan Bandung. Edisi-edisi awal Madjalah Sempena dicetak pada PN Percetakan Negara RI di Tanjungpinang. Isi beberapa nomor pedananya dicetak menggunankan letter set huruf timah di percetakan itu. Namun kemudian, nomor-nomor selanjutnya diketik severa manual dan diperbanyak menggunakan mesin stensil. Setiap terbit, cover majalah berukuran 21 cm x 14,5 cm ini dilengkapi dengan ilustrasi yang dibuat secara manual menggunakan klise berupa stempel timah, kayu, atau karet yang di-cap satu demi satu menggunakan mesin cetak handpress.

EDISI 42, Minggu III november 2013

Contoh isi majalah Sempena edisi No. 3 Th. 1, Djuni 1970 yang dicetak handpress menggunakan huruf timah.

Ilustrator Majalah Sempena: Almahum Arijoes Sjarbaini membuat ilustrasi cover majalah Sempena secara manual 1970.


32

kutubkhanah

Cover Majalah Sempena No. 10, Th. 2, Nop 1969.

Selain itu, tak sedikit pula cover majalah ini yang dicetak manual menggunakan tangan. Bahkan seluruh ilustrasi grafis pada setiap halaman majalah ini dilukis menggunakan pena khusus stensil ketika isinya diperbanyak menggunakan mesin stensil. Dikelola Seniman dan Tjendekiawan Sempena adalah madjalah tempatan yang sepenuhnya dikelola oleh seniman dan tjendekiawan Kepulauan Riau di Tanjungpinang. Sebagai pengelolanya, tercatat namanama pesohor dunia seni dan cerdik-cendekia Tanjupinang pada zamanya. Di awal terbitnya Madjalah Sempena dikelola oleh Dewan Redaksi yang terdiri dari: penyair dan pemain teater Sudirman Backry (abang penyair Sutradji Calzoum Bachri) yang selalu menggunakan nama pena S. Bakarov sebagai penagggung jawab, penyair Rona Sjuib atau Raja Syu’ib yang juga bekerja pada Perpustakaan Masjarakat di Jl. Bali Tanjungpinang, Rosanjoto, dan Sjamsulkamar A.H. Urusan tata usaha dipercayakan kepada Muhammad Djantan. Sedangan desain cover dan ilustrasi

EDISI 42, Minggu III november 2013

yang menghiasi cover dan halaman-halaman Madjalah Sempena sejak terbit perdana tahun 1968, hingga nomor terakhir pada tahun 1972, dikerjakan oleh pelukis Arijoes Syarbaini yang penah belajar melukis dengan pelukis Wakidi di Bukittinggi. Sejak edisi ketiga yang terbit pada bulan Juni 1968, muncul beberapa nama lain sebagai pengelola. Urusan tata usaha umpanya, diperkuat oleh Rusli M Akib. Sedang bagian redaksi dibantu pula oleh Arifin Musbach. Bahkan, pada edisi terbit sejak tahun 1970, urusan redaksi majalah ini diperkuat lagi dengan bergabungnya penyair Ibrahim Sattah, yang juga seorang anggota Polisi di Tanjungpinang. Redaksi Madjalah Sempena mula-mula ‘menumpang’ pada Kantor Perpustakaan Masjarakat di Jl. Bali Tanjungpinang. Setelah itu, untuk selanjutnya hingga tahun 1972, kantor redaksi majalah ini berada pada salah satu ruangan eks gedung Bibliotheek (perpustakaan) peninggalan Belanda: sebuah bangunan berarsitektur panggung, yang dulu letaknya di Jl. Merdeka depan Kantor Pos Tanjungpinang. ***


33

tourism where & out

Brewsky & Co Menikmati Bir Segar ala Eropa Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id

Melintas di kawasan landscape terbuka Nagoya Citywalk, terlihat sebuah tempat yang lumayan cozy untuk bersantai dari sibuknya kota metropolitan. Namanya Brewsky, tempatnya sangat ‘eye catching’, sebuah billboard berbentuk tong bir ala barat berdiri manis di depannya. Di sini tersedia ‘fresh beer’ dengan aneka menu dining yang mewah.

FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


34

tourism where & out

T

empat ini didominasi oleh warna-warna hangat seperti coklat dan merah bata. Di bagian sisi rumah bir yang terletak di pojokan ini dihiasi kanopi seperti gaya-gaya coffe shop ala Eropa. Masuk ke dalam Anda akan menemukan deretan kursi meja dari kayu dan dekorasi ruangan yang sangat nyaman. Lebih jauh lagi terlihat beberapa tangki pengolahan dan penyimpanan bir yang berada di ruangan yang tembus pandang. Brewsky dalam bahasa slang Eropa berarti bir. Bir yang disajikan biasanya jenis fresh beer atau produk microbrewery yang diproduksi dalam skala kecil. Rasa dan kualitasnya tentu saja lebih bagus ketimbang bir kalengan yang banyak dijual di berbagai tempat penjualan bir seperti bar dan minimarket. “Kami merupakan microbrewery pertama yang ada di Batam,” ujar Hengky Wijaya, salah seorang co-founder Brewsky & co. Ia kemudian mengajak tim Majalah Batam Pos mengintip dapur pembuatan bir di tempat ini. Terdapat dua buah tangki aluminium besar yang masing-masingnya berkapasitas 800 liter air. “Ini merupakan tempat semua bahan-bahan bir dimasak selama 6-8 jam,” ujar pria bermata sipit ini. “Sebenarnya bahan-bahan pembuat bir sangat sederhana, yaitu air, gandum, ragi, dan buah hoops,” ujarnya dengan kalem. Hoops merupakan sejenis tanaman yang diimpor dari negara Jerman. Bentuknya lonjong, hijau, dan

EDISI 42, Minggu III november 2013


35

EDISI 42, Minggu III november 2013

tourism where & out


36

bersisik layaknya buah naga atau dragon fruit. Hops biasa digunakan untuk pembuatan bir. Rasa pahit yang dihasilkan buah ini menyeimbangkan rasa manis pada bir. Hops juga memiliki efek antibiotik yang mendukung aktivitas ragi atas mikroorganisme kurang diinginkan. Setelah dimasak, bir akan dipindahkan dan disimpan selama 2 minggu dengan suhu rendah di dalam tangkitangki penyimpanan yang berada di belakang tangki pemasak. Baru kemudian bir tersebut dipindahkan lagi ke tangki yang berada di belakangnya untuk untuk dijadikan stok di bar house ini. Bir yang dihasilkan bewarna hijau muda dan indah. “Warna hijau pada bir ini kami dapatkan dari salah satu bahan racikan tambahan, yakni rumput laut,� terang Hengky. Rasanya sangat segar, dan memiliki aroma kuat yang wangi ketika meneguknya. Para penyuka bir, wajib mencoba fresh beer di tempat ini. Konsep Brewsky ini terasa sangat matang. Selain tempatnya yang nyaman dan bir-nya yang segar, menu makan malam di house bar ini tidak kalah dengan menu hotel. Menu andalan di tempat ini adalah santapan berbahan pork

EDISI 42, Minggu III november 2013

tourism where & out


37

tourism where & out

alias daging babi. Disamping itu, daging sapi dan ayam juga disediakan bagi mereka yang menginginkan menu halal. “Kami telah mengkreasikan sekitar 80 menu baru di bar house ini,” ujar Budi Untoro, Chef Brewsky & co. Sebagian menu-menu tersebut adalah masakan ala western, namun ada juga makanan otentik dari Indonesia seperti nasi goreng. Menu favorit di restoran ini adalah chicken grill, pork cordonblue, dan triple be ribs. “Kami memiliki tiga macam saos utama, yakni saos mushroom, barbeque, dan pepper,” tambah Budi. Menurutnya kualitas makanan sangat ditentukan oleh kesegaran bahan-bahan yang digunakan. “Di Brewsky, semua bahan makanan masih fresh. Kami tidak menggunakan bahan makanan beku atau kalengan,” tandasnya. Untuk media hiburan, Brewsky memiliki 2 layar besar yang disebut dengan ‘giant screen’. Layar ini sering digunakan untuk acara nonton bareng seperti nonton bola atau memutarkan film-film yang sedang ‘hits’. Di salah satu sudut ruangan, terdapat peralatan band yang dipergunakan untuk penampilan live music dari home band Brewsky. Lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu klasik, latin, dan lagu barat lainnya. ***

EDISI 42, Minggu III november 2013


38

segantang minda

KEDAI KOPI TANPA

ROKOK

Sejak awal pada tulisan ini perlu dipertegas melalui sebuah pertanyaan: Mengapa mengopi (minum kopi) dan merokok merupakan dua aktivitas yang seolah-olah tidak dapat dipisahkan?

oleh: Muchid Albintani

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


39

segantang minda

B

ermula dari pertanyaan inilah menjadi penting untuk dicermati sesungguhnya bahwa ngopi dan merokok bukanlah satu, melainkan berbeda! Kita saharusnya berupaya sekuat tenaga untuk tidak seolah-olah menjadi aksioma (sesuatu yang tak dapat disangkal) penyuka kopi (untuk tidak mengatakan bagi seseorang pecandu kopi) selalu identik dengan perokok (orang yang kecanduan merokok). Bahkan yang selalu mengemuka sebuah aksiomtais yang sosiologis (memasyarakat) bahwa ‘pengopi berat identik dengan perokok berat’. ‘Tidak ada kopi, tanpa rokok’. Begitupun, ‘tidak ada rokok, tanpa kopi’. Segantang Minda berupaya mengungkapkan dua kata yang juga sekaligus konsep antara kopi dan rokok yang sesungguhnya tidak lagi dianggap sebagai yang ‘sepasang’ (dwi-tunggal). Perokok tidak wajib pengopi. Apalagi ‘perokok berat, bukanlah otomatis pengopi berart’. Dalam konteks berupaya membangun opini (cara berpikir) yang berbeda inilah jawaban sesungguhnya antitesa (perlawanan) terhadap jawaban pada awal pertanyaan: mengapa seolah-olah dua aktivitas yang berbeda: ngopi dan merokok tidak dapat dipisahkan? Bagi Saya dan Anda, atau siapapun secara jujur diakui jika berbicara kopi dan rokok mengingatkan kita pada karakteristik masyarakat di Kepulauan Riau. Ini disebabkan terdapat fenomena sebuah tempat atau wadah (konsep) yang dapat memediasi antara rokok dan kopi. Apa itu? Jawabannya yang oleh kalangan awam di nege­ ri Segantang Lada ini dinamakan dengan kedai kopi. Fenomena keberadaan kedai kopi di Kepulauan Riau pada umumnya ialah representasi dua kegiatan yang dwi-tunggal: ngopi dan merokok. Aktivitas ngopi dan merokok yang seolah-olah terintegrasi, menyatu atau bersebati inilah yang menjadi menarik mengindikasikan ketradisionalannya (merepresentasikan masyarakat yang teradisional). Oleh sebab dengan ketradisionalannya (kebiasaannya) mencirikan cara berpikir yang teradisional pula bahwa ngopi identik dengan merokok. Sehingga rokok dan ngopi, atau sebaliknya dua hal sama dan sebangun. Apalagi didukung dengan sebuah realitas di Kepulauan Riau sampai saat ini tidak ada satupun kedai kopi yang ‘melarang’ orang untuk merokok atau terdapat tulisan ‘dilarang merokok’. Bagi Saya (Anda juga pasti sependapat) bahwa cara berpikir demikian tidaklah tepat juga atau salah-salah amat. Mengapa? Apa benar keteradisionalan penyebab cara berpikir bahwa ngopi dan merokok dua tindakan yang menyatu? Dalam konteks cara berpikit moderen dengan asumsi pada berdasarkan keberadaan kedai atau tempat yang modern pun semacam Coffee Bean, Excelso atau Starbuck bukanlah penjaminnya. Tempat mengopi yang berada di kawasan modern atau mal, plaza atamnya EDISI 42, Minggu III november 2013

Sesungguhnya cara berpikir tradisional atau modern tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk memisahkan antara kebiasaan ngopi dan rokok.

bukanlah penjaminnya. Ini dibuktikan bahwa di tempattempat modern dan beradanya orang-orang yang dianggap modern itupun tidak dapat dipisahkan antara ngopi dan rokok. Walapun begitu, Starbucks, kedai kopi asal AS ini terdapat kemajuan berarti. Pengelola Starbucks sudah menerapkan ketentuan dimana si perokok hanya boleh mendekati kafe Starbucks dalam jarak delapan meter. Sejumlah media memberitakan bahwa kawasan delapan meter dari Starbucks menjadi kawasan bebas rokok. Jaringan kedai (kafe) kopi yang bermarkas di Seattle, Amerika Serikat ini mulai melarang para perokok berada dalam jarak delapan meter dari kafe pada Sabtu (1/6/2013) yang lalu. . Belajar dari kebijakan yang diterapkan oleh Starbuck jika boleh jujur, menurut hemat Saya sesungguhnya cara berpikir tradisional atau modern tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk memisahkan antara kebiasaan ngopi dan rokok. Dampak ‘negatif rokok di kedai kopi (kafe)


40

segantang minda

seperti asap yang mengganggu orang yang tak merokok, abu yang berserakan dan kebiasaan membuang puntung di merata tempat, bukanlah tindakan tradisional atau modern, melainkan komitmen bereksprimen saja. Berlatar eksprimen tersebut maka klaim atau perdebatan terkait dengan merugikan atau tidak, semua orang (Saya, Anda, Kita dan Pembaca) pasti sepakat apabila merokok merupakan salah satu hak berkegiatan oleh warga negara yang dilindungi negara. Selanjutnya, hak ini akan semakin runyam untuk dicarikan jalan penyelesainnya bila si Perokok dan si terkena dampak Rokok saling mengaitkannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM). EDISI 42, Minggu III november 2013

Sesungguhnya di sinilah mulai persoalan tersebut menyeruak. Apabila ada yang tidak setuju dengan argumen Saya, silakan. Menurut hemat Saya Merokok bukanlah bagian dari HAM. Sudah umum difahami suatu hak yang disebut asasi apabila tanpa hak berkenaan derajat dan martabat manusia berkurang. Maka jika sifatnya hanya tambahan, itu bukanlah HAM. Oleh karena itu Merokok dapat diketegorikan hak, tapi cuma pelengkap saja (hak yang tentatif, bukan asasi). Maka jelas, Merokok bukan bagian dari HAM. Berdasarkan UU No.36 tahun 2009 tentang, ‘Kesehatan’ di dalam pasal 115 ayat 1, menjelaskan bahwa Pemerintah menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) antara lain, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat kerja dan tempat umum (termasuk kedai kopi) serta tempat lain yang ditetapkan. Lebih lanjut dalam ayat 2 dijelaskan bahwa Pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok di wilayahnya. Pertanyaan Saya yang ‘kebetulan’ tidak Merokok, tetapi selalu diracuni dampak si Perokok, sesungguhnya di mana tempat-tempat yang dimaksud oleh undangundang Kesehatan tersebut? Adakah kedai-kedai kopi yang memberikan ‘perlindungan’ kepada mereka yang tak Merokok? Silakan Anda menjawabnya. Hemat saya berdasarkan pelbagai penjelasan ini, pertanyaannya: Mengapa kita tak hendak bereksperimen untuk membuka (membangun) kedai kopi yang tanpa asap rokok? Mari buktikan, tanpa asap rokok (si perokok) pun orang pasti akan ramai mendatangi kedai kopi Anda! Dan namakan dengan, ‘Kedai Kopi Tanpa Rokok’!


41

sehat

Mudahnya Melahirkan Normal Jamilah Conny Fransiska Instruktur Yoga

EDISI 42, Minggu III november 2013

Walau kehamilannya sudah memasuki usia 8 bulan. Santa masih dapat menggerakkan tubuhnya dengan lentur. Gerakan-gerakan yoga yang diajarkan Jamilah Conny Fransiska, instruktur senam yoga. Santa dianjurkan oleh dokter kandungan agar berlatih yoga agar ia bisa melahirkan normal. Saat ini posisi kepala bayi masih terbalik, karena itu butuh latihan yoga.

Editor: Agnes Dhamayanti email : majalah@batampos.co.id

FOTO-FOTO : Arrazi Aditya


42

sehat

L

ain lagi dengan Vivit, yang kandungannya masih berusia 4 bulan. Vivit mengalami masalah seperti pada umumnya ibu hamil. Saat usia kandungan 2 bulan, ia mengalami morning sickness yang berat. Dengan latihan pernapasan di prenatal Yoga, permasalahan tadi sudah hilang. Menurut Jamilah Conny Fransiska, instruktur senam yoga, kini dengan melakukan aktivitas fisik, yaitu dengan yoga (prenatal yoga) bisa membantu ibu hamil melahirkan secara alamiah. Praktik yoga bagi ibu hamil secara umum tidak jauh berbeda dengan praktik yoga bagi orang dewasa lainnya. Pada dasarnya, Prenatal yoga merupakan modifikasi dari yoga klasik yang telah disesuaikan dgn kondisi wanita hamil yang dilakukan dengan intensitas yang lebih lembut dan perlahan. Modifikasi dan perhatian khusus saat berlatih prenatal yoga sangat diperlukan untuk menghindari calon Ibu dari cidera, dan juga demi kenyamanan dan keamanannya. Berlatih prenatal yoga secara sistematis akan melatih otot-otot tubuh, membuatnya lebih kuat dan elastis. Otot yang kaku tidak akan membantu proses persalinan, dan sebaliknya, otot yang rileks akan membantu saat melahirkan, membuatnya lebih mudah untuk melemas, terbuka, dan memberi ruang untuk jalan sang buah hati ke dunia. Berikut ini adalah beberapa cara manfaat dari berlatih yoga untuk kehamilan: Manfaat fisik melalui postur tubuh yoga (asana): 1. Melatih postur tubuh yang baik, tegap, dan kuat disepanjang kehamilan. 2. Melancarkan aliran darah, memperlancar supply oksigen, nutrisi dan vitamin dan makanan ke Janin. 3. Menguatkan otot punggung, membuatnya lebih kuat untuk menyangga beban kehamilan dan menghindari dari cidera punggung atau sakit pinggang. EDISI 42, Minggu III november 2013

4. Melatih otot-otot dasar panggul (perineum) yang berfungsi sebagai otot kelahiran, agar kuat menyangga beban kehamilan, dan menyangga kandung kemih dan usus besar. Semakin elastis otot dasar panggul, semakin mudah untuk menjalani proses pemulihan pasca melahirkan. 5. Membantu mengurangi ketidaknyamanan fisik selama kehamilan, seperti morning sickness, sakit punggung, sakit pinggang, weak bladder, heartburn, konstipasi/sembelit, dan lainnya. Manfaat mental melalui teknik pernapasan yoga, relaksasi, dan teknik-teknik pemusatan pikiran:


43

sehat 1. Menggunakan teknik-teknik pernapasan yoga untuk menenangkan diri dan memusatkan pikiran. Sebagai media self help yang akan membantu saat dilanda kecemasan dan ketakutan, atau saat perhatian tercerai berai. 2. Menggunakan teknik-teknik pernapasan yoga untuk beristirahat sejenak di saat jeda antara dua kontraksi. Untuk mengumpulkan energi. 3. Menggunakan teknik-teknik relaksasi untuk menginduksi rasa nyaman dan rileks di sepanjang kehamilan dan saat melahirkan. Menjaga otot-otot tubuh tetap rileks saat melahirkan. Gentle Birth Melalui Prenatal Yoga: Proses kelahiran walaupun merupakan proses alamiah bagi seorang perempuan, kerap dilihat dengan sudut pandang negatif. Ketakutan menjelang persalinan seringkali disikapi dengan memlih jalan singkat melahirkan dengan bedah Caesar (C-Sectiion). Cara yang cepat dan mudah. Tehnologi yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi ibu hamil yang mengalami kesulitan fatal saat melahirkan itu, kini kian lumrah dilakukan bahkan oleh calon ibu yang sebetlunya tidak memerlukan treatment tersebut. Walau merupakan hak pribadi setiap calon ibu untuk memilih dengan cara apa untuk dia akan melahir-

kan, tentunya lebih baik bila setiap calon ibu melahirkan dengan cara yang normal dan alami. Beberapa dampak negatif dari melahirkan bedah Caesar adalah meliputi pemulihan fisik yang lebih lama daripada ibu yang melahirkan dengan cara alami, pembiusan lokal maupun total yang berdamoak negatif pada bayi yang dilahirkan (cairan pembius masuk ke peredaran darah bayi atau ASI yang untuk beberapa saat terkontaminasi oleh bahan pembius/narkotika), belum lagi bila ibu mengalami perdarahan dan komplikasi akibat luka jahitan yang bermasalah. Selain itu tentu saja biaya yang selangit. Walaupun sejauh ini dikatakan aman, tentunya semua jenis intervensi tehnologi terhadap alam bisa mengganngu keseimbangan alam, terutama bila sebenarnya intervensi itu tidak diperlukan. Teknologi seharusnya dipergunakan sebijaksana mungkin, bukan untuk mengambil alih fungsi alam, namun untuk membantu keseimbangan alam. Ketakutan menghadapi persalinan menjadi penyebab utama seorang perempuan ingin mengambil cara yang cepat dan mudah. Namun dewasa ini sering diberitakan mengenai konsep Gentle Birth di beberapa media baik di tanah air maupun di luar negeri yang nampaknya cukup memulihkan rasa percaya diri calon ibu melahirkan secara alami. EDISI 42, Minggu III november 2013


44

Gentle Birth adalah sebuah konsep tentang persalinan yang santun, tenang, dan alami yang bertujuan agar ibu hamil siap menjalaninya secara tenang dan rileks. Praktik yang digunakan dalam Gentle Birth meliputi gerakan-gerakansenam hamil yang akan mempersiapkan tubuh ibu hamil dan melakukan persiapan mental dengan latihan self hypnosis sejak awal kehamilan hingga proses persalinan berlangsung. Prinsip dari Gentle Birth bukanlah menghilangkan rasa sakit. Tentu saja, setiap proses persalinan selu melibatkan rasa sakit. Yang perlu dilakukan dalam persiapan kelahiran adalah mengubah persepsi tentang pengalaman yang menyakitkan tentang kehamilan menjadi lebih positif. Mungkin ada beberapa wanita mengalami trauma dengan persalinan yang menyakitkan sebelumnya, atau seorang calon ibu baru yang sangat terpengaruh dengan cerita-cerita tentang pengalaman ibu lainnya yang mengalami sakit ini atau itu saat melahirkan. Merubah persepsi menjadi positif secara langsung akan memperbaiki cara pandang seseorang terhadap pengalaman tersebut, dan membuatnya lebih siap secara mental untuk menghadapinya kembali. Berlatih prenatal yoga secara rutin akan mengkondisikan seorang calon ibu untuk selalul merasa sehat, segar, nyaman,tenang, rileks, damai, bahagia, dan siap untuk menuju persalinan yang mudah (gentle birth) dan fase pemulihan diri yang lebih cepat. *** EDISI 42, Minggu III november 2013

sehat


45

otomotif

Honda Gold Wing F6B oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


46

otomotif

FOTO-FOTO : arazi

Moge legendaris Honda yang telah mendunia. Penampilan barunya yang menonjol adalah kursi Editor: Ahmadi belakang yang terlihat email : majalah@batampos.co.id lebih mewah untuk menawarkan kenyamanan saat diajak touring.

H

onda Gold Wing F6B menjadi sebuah motor baru dalam jagad keras jajaran motor touring. Motor baru ini memiliki perbedaan denga motor touring lain. Meski tampak besar tetapi Honda Goldwing F6B motor yang ringan sehingga pas buat rolling memutari kota, perjalanan pendek maupun panjang. ‘’Ini lah keunggulan Honda Gold Wing F6B dibanding motor gede lainnya. Lebih nyaman untuk touring,’’ ujar Robert, Marketing EmAuto di Penuin. Honda Gold Wing F6B sempurna sebagai motor touring yang punya nama besar. Kemewahan terlihat di jok belakang, dengan beberapa fitur yang menambah kenyamanan penumpang. Sambil touring atau mejeng, musik

EDISI 42, Minggu III november 2013


47

otomotif bisa dinikmati dari fitur radio FM dengan dua speaker yang dasyat. Honda Gold Wing F6B menyiapkan banyak opsi penyimpanan barang seperti box samping (side box) yang terintegrasi selain tentunya benaman fitur kenyamanan dan luxury. Menunjang keselamatan, moge ini dibekali sistem pengereman anti-penguncian atau ABS, lengkap dengan kantong pelindung udara (airbag) di bagian tangki depan yang dapat menghindarkan dari benturan. “Airbag-nya ada satu di bagian depan saja,’’ ungkap Robert. Motor built up Amerika ini menggendong mesin berkapasitas 1.832cc, SOHC enam silinder, berpendingin cair. Dengan kapasitas mesin ini, mampu menyemburkan tenaga sebesar 87 horse power dan dilengkapi tanki kapasitas 25 liter. Motor ini punya velg ukuran 18 inch sehingga bodi kendaraan terlihat tinggi dan gagah. Semakin mengukuhkan kesan gagah dan garang pada desainnya.Kesan gagah juga tampak dari warna motor ini. Di EmAuto Penuin tersedia dua pilihan warna. Merah dan ...Kami berharap hitam.

dengan menampilkan model modifikasi dapat memberikan inspirasi bagi Sahabat Daihatsu....

EDISI 42, Minggu III november 2013


48

otomotif tips

‘’Harganya Rp 400 juta on the road,’’ kata Robert. Honda Gold Wing atau Goldwing adalah motor touring dari Honda. Diperkenalkan pertama kali di ajang Cologne Motorcycle Show pada Oktober 1974, dan kemudian menjadi motor paling popupler di Amerika Utara, Eropa bagian barat, dan Australia. Di tahun 2013 ini, Honda mengeluarkan variasi baru dari Gold Wing ‘tradisional’, yang tersedia dalam dua model, F6B dan F6B Deluxe. F6B pada dasarnya adalah sebuah versi modifikasi dari Gold Wing standar dengan sebagian besar chrome trim dipangkas, memberikan pandangan yang pastinya menarik bagi banyak pembeli cruiser F6B. Batang belakang telah dieliminasi dan kaca depan jauh lebih kecil sehingga lebih indah. ***

EDISI 42, Minggu III november 2013


49

matabola

Berulang-ulang Mengejar Mimpi Oleh: Ade Adran Syahlan

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

Kejadian itu akan berulang. Walau tak persis, selalu saja benang merahnya sama. Itulah yang saya alami sepekan lalu. Tentu saja ceritanya berkaitan dengan sepak bola.


50

T

ahun 1992 saat saya jadi reporter olahraga Riau Pos di Pekanbaru, sayalah yang bisa dikatakan wartawan paling rajin meliput apapun kegiatan PSPS Pekanbaru. Malah, datang lebih awal, saat wasit dan pemain belum muncul di Stadion Hang Tuah. Ikut pula mengangkat meja untuk komisi pertandingan. Tahun 2013 ini, saya bukan saja menjadi salah satu panitia pertandingan sepak bola untuk Pekan Olahraga Kota (Porkot) IV Batam yang babak penyisihannya dimulai dari 9 hingga 14 November 2013, juga menjadi satusatunya wartawan yang meliput. Merangkaplah “kerja” saya. Panitia ya, jadi reporter dan fotograper juga. Meski yang saya kirim nantinya ke redaktur olahraga Batam Pos saya sebut, rilis. Dulu saat PSPS Pekanbaru hanya “klub kampung” Divisi Tiga, rasanya, saya saja yang setia meliputnya. Sampai-sampai saya punya impian dalam hati, yakin bersama PSPS akan keliling Indonesia, jika dia sampai Divisi Utama. Saat itu, belum ada Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama paling tinggi. Tapi apa jadinya, ketika PSPS benar-benar ke Divisi Utama, saya sudah segan minta ikut ke berbagai kota, karena bukan lagi reporter. Kini di tahun 2013, saya memunculkan lagi mimpi keliling Indonesia bersama Erdeka Muda FC yang akhirnya bisa juga berkiprah di Divisi Tiga Liga Indonesia Zona Kepulauan Riau (Kepri). Bukan lagi sebagai reporter. Juga bukan sebagai manajer tim seperti saya mencoba bermimpi dengan PS Batam di musim kompetisi 2011-2012. Tapi kali ini, saya selaku Ketua Umum Erdeka Muda FC, klub yang berafiliasi dengan Sekolah Sepak Bola Erdeka Muda FC. Keduanya, milik Batam Pos Grup

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

matabola yang juga dibawah naungan Riau Pos Grup. Tempat saya membaktikan diri sejak 21 tahun lalu. Sama saat saya jadi reporter, perlu beberapa tahun juga akhirnya PSPS ke Divisi Utama bahkan ke ISL. Jadi teringat, kisah bagaimana Chairman kami, Rida K Liamsi dielu-elukan suporter PSPS ketika beliau menyediakan bus untuk suporter menuju Bengkulu. Juga terbayang, ketika kantor Riau Pos diserbu suporter PSPS. Mereka marah pada Riau Pos, dan tentu juga saya, kenapa tiket dan kaos yang kami sediakan habis, sebelum wakt jual yang telah ditetapkan. Saya juga jadi teringat, ketika saya lambat datang ke Stadion Hang Tuah memberikan kaos pada pemain PSPS untuk dilemparkan kepada penonton. Jadi, ketika PSPS meroket, maka oplah Riau Pos demikian. Kini, lain cara di Pekanbaru, lain pula trik di Batam dan Kepri ini. Ketika banyak orang tak yakin PSPS bisa. Bahkan saat itu, PSPS dikalahkan PSK Karimun dan juga PS Minas, tapi saya tetap yakin, mimpi saya pribadi tercapai. Apalagi, ketika PSPS “didatangi” orang Aceh yang jadi Kanwil Transmigrasi Riau, Iskandar Hoesin dan kemudian memimpin PSPS. Saat itu, saya yakin era kejayaan PSPS tunggu waktu saja. Bagaimana nantinya dengan Erdeka Muda FC? Ketika banyak orang bola tak yakin. Ketika banyak yang meremehkan, saat SSB Erdeka Muda yang baru lahir Juli 2011 lalu merilis berita akan ikut Divisi Tiga. Ketika orang lingkungan terdekat pun, tak paham apa itu Divisi Tiga Liga Indonesia. Ketika itu juga saya yakin, suatu saat akan muncul juga orang seperti Iskandar Hoesin. Berpaham pada sepak bola dan tahu “mengakali” pencarian dana. Saya ikhlas, walau saya entah di mana bila itu


51 terjadi. Bahkan, mungkin lebih hebat dari Iskandar Hoesin. Apa pasal? Karena nanti, akan muncul dua tim hebat dari Kota Batam ini. PS Batam dan Erdeka Muda FC. Malah, bisa saja akan ada klub lain. Artinya, orang akan berlomba-lomba mendirikan klub untuk bermain di Liga Indonesia. Orang Batam yang gila bola dan punya dana akan menyadari, tak bisa lagi sekadar mendirikan klub dan ikut tarkam. Lebih baik jadi anggota PSSI, toh biayanya sama saja. Ketika kita orang Batam datang ke kumpulan orang bola luar Kepri, maka selalu disebutkan kota kita ini punya banyak dana. Mereka berpikiran, banyaknya perusahaan, banyaklah dana. Mereka akan mudah mengalikan saja, seandainya perusahaan itu menyumbang, maka akan terkumpul dana sekian. Padahal, orang gila bola di sini tahu semua. Jangankan dana, izin kerja pun susah didapat jika karyawan perusahaan itu bermain bola. Anehnya, ada perusahaan yang merekrut karyawannya dengan syarat pemain bola. Tapi ketika karyawan itu membela kotanya, izin tak kerja pun susah didapat. Lebih tragis lagi, ada yang dapat izin, tapi gajinya dipotong. Atau, dikasih izin, sekaligus dikasih surat pencopotan. Soal izin kerja itu, bukan saja dialami pemain sepak bola di Porkot ini. Tapi juga di Porkot sebelumnya. Malah, bukan saja hanya cabang sepak bola, tapi seluruh atlet cabang olahraga lain. Kabarnya, malah ada atlet cabang lain, saat akhirnya dapat emas berbuat hal yang dramatis. Diberikan medali dan piala, tapi tanpa hadiah uang, langsung mengamuk. Dihempaskannya piala dan menangis. Apa pasal? Demi ikut kejuaraan itu, dia pun akhirnya dipecat perusahaan. Tapi hasil yang didapatnya bukan uang. Uang yang perlu untuk menghidupi diri dan keluarganya. Nah, para pelatih sepak bola di Porkot ini pun maklum, pemainnya akan telat ke lapangan. Apalagi yang bermain pada pukul 14.00 WIB. Mereka pun yakin juga, walau sudah ada surat dari Camat untuk izin kerja, tetap tak digubris. Karena para pelatih juga meyakini, surat izin dari wali kota saja tak akan digubris pabrik-pabrik yang kebanyakan milik asing itu.

EDISI 42, Minggu III november 2013

matabola Tapi sama dengan kejadian berulang yang saya alami, para pelatih itu pun tak bosan dengan keadaan demikian. Mereka yakin, suatu saat atmosfer olahraga prestasi di Batam akan berbeda. Itu juga akan merasuk ke ruangruang para manajer perusahaan kota ini. Walau mereka juga yakin itu akan berlangsung lama. Karena, unsur orang olahraga saja yang melindungi seluruh cabang, juga tak berpikiran sama dengan pengurus cabang sepak bola. Sepak bola, kadang dianggap miring karena medalinya hanya satu, tapi yang “dikasih makan� banyak. Hemmm, sudahlah, jangan terlalu dipikirkan “keluh kesah� saya ini. Mari kita nikmati saja, pertandingan perempatfinal cabang sepak bola Porkot Batam 2013 mulai Minggu 17 November 2013. Saya yang kehilangan tim kecamatan tempat berdomisili sejak 13 tahun merantau ke Batam, Kecamatan Sekupang, kini diam-diam menjagokan tim lain untuk juara. Terus terang, saya kagum dengan permainan anak-anak Kecamatan Lubuk Baja yang isinya banyak anak Tanjung Uma. Satu lagi, saya salut atas kepedean, anak-anak Kecamatan Sagulung. Tapi tak bisa dipungkiri, materi pemain dengan banyak pengalaman untuk ukuran pemain di bawah U-21 di event ini, maka Batu Aji pantas dinanti pertandingannya. Namun, Batu Ampar yang juara bertahan tak bisa juga untuk dihilangkan saja dari pandangan. Pasti Anda bilang, bahasanya diplomatis. Ya, begitulah. Tapi juga bermaksud, agar Anda selaku warga Batam, bisa menyaksikan sendiri tim kecamatan Anda bertanding. Berduyun-duyun datang ke Stadion Temenggung Abdul Jamal untuk menyaksikan pemain masa depan sepak bola Batam dan Kepri. Jangan hanya jago mengomentari pemain klub dunia di televisi. Tapi mari kenali pemain bola yang ada di sebelah rumah Anda, yang akan mengharumkan nama kota kita ini. Kota tempat kita mengejar mimpi masing-masing, tapi dorong mimpi adik-adik kita itu untuk menggapai mimpinya membawa sepak bola Batam dan Kepri jauh lebih baik. ***


52

pix fotografia

”Gagahnya F-16 Fighting Falcon & SU-30 Sukhoi TNI-AU”

EDISI 42, Minggu III november 2013


53

pix fotografia

Narasi dan foto : Bayu Siswanto (Batam Art Photograpy) Miltary Photography : Aviation Edition Dari Latihan Angkasa Yudha 2013

EDISI 42, Minggu III november 2013


54

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

pix fotografia


pix

55

fotografia

S

ungguh kesempatan langka mengabadikan momen momen Latihan Angkasa Yudha 2013 TNIAU dimana Bandara Hang Nadim menjadi tempat persinggahan Pesawat Pesawat Canggih F-16 A/B Fighting Falcon Skadron Udara 3 Iswahyudi Madiun dan Sukhoi SU-17/SU-30 Skadron 11 dari Makasar. Semua Pesawat dibawa lengkap dengan rudal,dan bom sungguhan yang sangat canggih disesuaikan dengan misi yang diemban. Masyarakat umum di Batam juga bisa melihat static show dan tentunya merasa bangga bahwa kita menyaksikan langsung sebagian pesawat tempur generasi ke - 4 kita yang sangat canggih, dan dengan disambut keramahan khas TNIAU serta mendapat penjelasan tentang performa pesawat tempur kita yang biasanya hanya bisa kita lihat di layar Televisi semata. Semoga sajian singkat static show di Batam lebih digelorakan agar masyarakat lebih dekat lagi dengan ABRI / TNI-AU pada khususnya. Yang terpenting kita juga melihat kesungguhan Pemerintah dan TNI-AU untuk berbenah menjadi First Class Air Force dengan melengkapi Alutsista dengan penambahan kembali pesawat Sukhoi, F-16 C/D, T/A-50 Golden Eagle, Super Tucano, C-295, CN-235 MPA, Grob, Super Puma/Cougar, C-130 Hercules bahkan pemerintah menjajaki Heli tempur Apache untuk TNI-AD. Semoga TNI – AU menjadi lebih kuat dan disegani kembali di Asian dan Dunia seperti era 60an. ***

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


56

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

pix fotografia


57

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013

pix fotografia


58

media

Menghindari Opini

Y

ang namanya berita haruslah berupa fakta, bukan opini. Untuk menulis seperti ini bukanlah hal susah. Setiap kejadian adalah fakta. Yang agak susah ialah menulis fakta tanpa melibatkan opini. Tentu tidak mudah sebab kerap reporter terjebak pada opini pribadi yang bercampur ke dalam tulisan. Di atas kertas tidak sudah membedakan opini dan fakta. Cantik, ganteng, baik adalah opini. Ukurannya ialah pada si penulis sendiri. Rambut hitam, mata biru, tinggi 170 centimeter adalah fakta. Ukurannya bagi setiap orang adalah sama. Opini seperti contoh di atas tentu tidak terlalu menganggu. Yang sangat mengganggu ialah opini yang melingkupi fakta yang terjadi. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel merumuskan sembilan elemen jurnalisme. Elemen yang pertama ialah kebenaran. Jurnalisme tidak mengejar kebenaran secara mutlak atau filosofis, tetapi dapat-dan harus-mengejar itu dalam arti praktis. Ini “kebenaran jurnalistik�. Adalah sebuah proses yang dimulai dengan disiplin profesional merakit dan memverifikasi fakta. Kemudian wartawan mencoba untuk menyampaikan data yang adil dan dapat

EDISI 42, Minggu III november 2013

diandalkan maknanya, berlaku untuk saat ini, tunduk pada penyelidikan lebih lanjut. Maksudnya, kebenaran itu bisa saja berubah dari waktu ke waktu. Sebutlah berita lalulintas. Kala pertama disiarkan terjadi kemacetan, sejam kemudian telah lancar. Fakta ini pun dilakukan lapis demi lapis sesuai perkambangan fakta yang ada. Jurnalis harus setransparan mungkin tentang sumber dan metode sehingga pembaca/pendengar/pemirsa dapat membuat penilaian mereka sendiri tentang informasi yang disajikan. Sesungguhnya mereka pun memiliki saluran informasi lan. Yap, kepada warga (pembaca) lah media massa mengabdi. Mempertahankan kesetiaan kepada warga negara dan kepentingan umum yang lebih besar diatas yang lain serta menyajikan berita tanpa rasa takut atau mendukung. Komitmen ini kepada warga pertama adalah dasar kredibilitas organisasi berita. Menghindari berita sarat opini wartawan mutlak bergantung pada disiplin profesional untuk memverifikasi informasi. Disiplin verifikasi adalah apa yang memisahkan jurnalisme dari mode komunikasi lainnya, seperti propaganda, fiksi atau hiburan. Â (putut ariyotejo)


59

Moto G

Siap Meluncur

M

otorola baru saja memamerkan smartphone Android terbarunya, Moto G. Perusahaan yang kini di bawah komando Google ini, menyelipkan banyak keunggulan pada Moto G, terutama dari sisi harga yang jauh lebih murah dari sesama smartphone bermerk lainnya. Dengan layar 4,5 inci resolusi tinggi dan RAM 1 GB, Moto G dibandrol dengan harga di bawah Rp2 juta (179 Dolar AS). Semoga saja saat masuk pasar Indonesia harganya tidak jauh berbeda. Moto G menggunakan prosesor Snapdragon 400 dengan chip grafis Adreno 350 yang juga digunakan oleh Samsung Galaxy S4 Mini. Untuk sistem operasi, Moto G selangkah lebih maju dari Galaxy S4 karena telah dibenamkan dengan Android 4.3 Jelly Bean, serta kemampuan upgrade ke Android 4.4 Kitkat. Moto G memiliki internal memori 8 GB dan 16 GB, tetapi sayangnya tidak disediakan slot eksternal memori tambahan. (hsl)

EDISI 42, Minggu III november 2013

digistyle ponsel


60

tekstasi c e r p e n

Lima Anugerah Kehidupan Mark Twain

EDISI 42, Minggu III november 2013


61

tekstasi c e r p e n

BAGIAN I

P

ada suatu pagi datanglah seorang peri yang baik dengan keranjangnya, dan berkata: “Ini adalah hadiah. Ambil satu, tinggalkan yang lain. Dan waspada, pilihlah dengan bijaksana; oh, pilihlah dengan bijak! Karena hanya salah satunya saja yang berharga!” Ada lima hadiah: Ketenaran, Cinta, Kekayaan, Kesenangan, Kematian. Pemuda itu berkata dengan penuh semangat: “Tidak ada yang perlu dipertimbangkan”, dan dia memilih kesenangan. Dia pergi menjelajah dunia dan mencari kesenangankesenangan yang disukai pemuda itu. Namun semuanya berumur pendek dan mengecewakan, sia-sia dan hampa; dan masing-masingnya, yang telah berlalu, mengejeknya. Pada akhirnya ia berkata: “Tahun-tahun yang telah kusia-siakan ini. Andai saja aku bisa memilih lagi, aku akan memilih dengan bijak.” BAGIAN II Sang peri muncul, dan berkata: “Masih ada empat hadiah. Pilihlah sekali lagi; dan oh, ingatlah, waktu tetap berjalan, dan hanya salah satu dari ini yang berharga.” Pria itu berpikir dengan lama, kemudian memilih Cinta; dan tidak menyadari air mata yang menggenang di mata sang peri. Bertahun-tahun kemudian, pria itu duduk di samping peti mati, di rumah kosong. Dan dia berbicara dengan dirinya sendiri, mengatakan: “Satu per satu mereka telah pergi dan meninggalkanku, dan sekarang dia berbaring di sini, yang tersayang dan yang terakhir. Kesedihan demi kesedihan melanda hidupku, karena setiap jam yang penuh kesenangan, Cinta, yang dijual oleh pedagang curang kepadaku, kini aku harus mengalami berjam-jam kesedihan. dari lubuk hati aku mengutuknya.” BAGIAN III “Pilihlah lagi.” Kata sang peri. “Waktu telah mengajarkanmu kebijaksanaan -- pastilah begitu. Masih ada tiga hadiah lagi. Hanya salah satunya yang bernilai -- ingatlah itu, dan pilih dengan hati-hati.” Pria itu berpikir lama, kemudian memilih Ketenaran; dan sang peri, mendesah, lalu pergi. Bertahun-tahun berlalu dan peri itu datang lagi, dan berdiri di belakang pria di mana ia duduk sendirian saat hari mulai gelap, berpikir. Dan ia tahu pikirannya:

EDISI 42, Minggu III november 2013

“Namaku memenuhi dunia, dan puji-pujiannya keluar dari setiap mulut orang, dan itu tampaknya bukan masalah bagiku untuk sementara waktu. Sangat singkat sekali! Kemudian datanglah dengki; lalu umpatan; lalu fitnah; lalu kebencian; lalu penganiayaan. Lalu cemoohan, yang merupakan awal dari sebuah akhir. Dan terakhir datanglah belas kasihan, yang merupakan pemakaman bagi ketenaran. Oh, kepahitan dan penderitaan yang mahsyur! Target utama comberan, target busuk kenistaan dan rasa iba.” BAGIAN IV “Walapun begitu, pilihlah lagi.” Itu adalah suara sang peri. “Sisa dua hadiah. Dan jangan putus asa. Dari awal memang hanya ada satu yang sangat berharga, dan itu masih ada di sini.” “Kekayaan -- yang merupakan kekuatan. Betapa butanya aku!” kata pria itu. “Sekarang, akhirnya, kehidupan akan menjadi berharga. Aku akan menghabiskan, memboroskan, memanjakan mata. Para pengejek dan yang suka memandang rendah ini akan berlutut di depanku, dan aku akan memberi makan hatiku yang lapar dengan kedengkian mereka. Aku akan memiliki semua kemewahan, semua kebahagiaan, semua pesona jiwa, semua kepuasan ragawi yang manusia impi-impikan. Aku akan membeli, membeli, membeli! Rasa segan, rasa hormat, penghargaan, pengagungan -- setiap anugerah palsu


62

kehidupan yang dapat disediakan seterusnya oleh urusan jual-beli sepele di dunia. aku telah kehilangan banyak waktu, dan memilih dengan buruk sampai sekarang, tetapi kubiarkan itu berlalu, saat itu aku masih bodoh, dan hanya mengambil apa yang kelihatannya seperti hal yang terbaik.” Tiga tahun yang singkat berlalu, dan suatu hari tiba ketika pria itu duduk menggigil di loteng yang dingin; dan dia kurus, lesu, bermata hampa, dan berpakaian compang-camping; dan ia menggerogoti kerak yang telah kering dan bergumam: “Terkutuklah semua karunia dunia itu, karena mereka hanyalah cemoohan dan kebohongan manis! Dan mencaci-maki, setiap orang. Mereka bukanlah anugerah, tetapi semata-mata hanya pinjaman. Kesenangan, Cinta, Ketenaran, Kekayaan: mereka hanyalah samaran sementara untuk realitas abadi -- Penderitaan, Nestapa, Aib, Kemiskinan. Sang peri mengatakan hal yang benar, di dalam keranjangnya hanya ada satu hadiah yang berharga, hanya satu yang bukan tidak berharga. Kini aku menyadari betapa menyedihkan dan murahan dan kejamnya hadiah-hadiah yang lainnya itu, dibandingkan dengan yang tak ternilai itu, yang berharga dan manis dan baik itu, yang terlalu mahal bahkan untuk diimpikan dan membawa tidur abadi kepada rasa sakit yang menganiaya tubuh, dan aib dan nestapa yang memakan pikiran dan hati. Ayo kemari! Aku sudah lelah, aku akan beristirahat. “ EDISI 42, Minggu III november 2013

tekstasi c e r p e n

BAGIAN V Sang peri datang, membawa kembali empat hadiah tersebut, tapi Kematian tidak ada di situ. Dia berkata: “Aku memberikannya kepada seorang peliharaan ibu, seorang anak kecil. Dia sangat bebal, tapi mempercayaiku, memintaku memilihkan untuknya. Kau tidak memintaku memilihkannya untukmu.” “Oh, malangnya aku! Apa yang tersisa untukku?” “Apa yang bahkan tidak layak untuk kau dapatkan: Masa Tua yang Hina.” ***

Catatan: -The Five Boons of Life atau Lima Anugerah Kehidupan adalah karya Mark Twain -Penerjemah: Harum Wibowo


63

kiprah

Rahayuliana, Praktisi Pendidikan

Rela Tidak Terima Gaji, Gratiskan Sekolah Anak-Anak Pemulung oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


64

kiprah

Editor: Agnes Dhamayanti email : majalah@batampos.co.id

S

Miris lihat anak-anak pemulung tidak sekolah. Ia rela tidak digaji, cari bantuan dana dan gunakan dana pribadi untuk menyekolahkan anakanak itu tanpa biaya.

epatu gunung warna hitam sudah dipakainya. Tas ransel juga sudah ada di punggungnya. Beberapa buah botol susu dan makanan ringan juga sudah disiapkan dalam ranselnya. Hari itu, Rahayuliana, kepala Sekolah RA. Nurul Hidayah ini akan mengunjungi murid-murid kecilnya yang tinggal di rumah liar. Sebelumnya ia mampir di sekolah, untuk menunjukkan pada Majalah Batam Pos sekolah yang dipimpinnya hampir 10 tahun ini. RA Nurul Hidayah dibangun dalam Komplek Perumahan Puskopkar di Blok B no 23, Batuaji. Sekolah dengan dua ruangan kelas dan satu ruang kantor itu adalah milik Yayasan Nurul Hidayah. Di sekolah inilah Rahayu mengabdikan dirinya untuk bocah-bocah kecil yang baru menuntut ilmu. Padahal dulu ia pemilik usaha kue, juga fashion. ‘’Tadinya karena anak saya yang masih berumur tiga tahun sudah bisa membaca. Saya usulkan agar dibuat

EDISI 42, Minggu III november 2013

kursus membaca di sekolah ini. Tapi, teman saya justru ngajak jadi guru saja,’’ kata Rahayu sambil mengingat sepuluh tahun lalu ketika mendapat tawaran itu. Rahayu pun tersenyum sambil berkata, bahwa guru bukanlah mimpinya. Tapi menjadi wartawan adalah dambaannya sejak dulu. Dan ternyata kesabaran juga kemahirannya mengajar membuat anak-anak bisa membaca dan menulis dalam waktu yang tidak lama. ‘’Saya langsung ambil kursus Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak, dan saya diminta teman mengajar,’’ kata Rahayu. Tidak terasa, sepuluh tahun sudah, Rahayu mendidik bocah-bocah cilik di sekolah itu. Hingga suatu saat, Rahayu dipertemukan dengan 6 orang anak-anak pemulung


65

kiprah

yang sedang bermain di depan sekolah. hal mereka harus menyisihkan waktu tamNarti, Sahid, Kandar, Nur, Afbahan untuk mengajar anak-anak itu dan Tiada Tuhan selain fan, juga Anjas yang saat itu asyik belum tentu dibayar gajinya,’’ ujar Wakil bermain ayunan, kaget dan agak Ketua Ikatan Guru Raudhathul Athfal Allah, dan Muhammad takut saat Rahayu mendatangi Kota Batam. adalah Rasul mereka. ‘’Kok gak sekolah, kenaTernyata ajakan sekolah itu sangat Allah,” ucap Tok Laba pa?’’ tanya Ayu, nama panggilanh disukai enam anak itu. Mereka bahkan dengan terbata-bata wanita ini. mengajak adik-adiknya ikut sekolah. karena sakit stroke ‘’Orang tua kami tidak punya Hari pertama belajar, jumlah mereka uang bu untuk sekolah. Bu guru, menjadi 9 orang anak. Ada tambahan Alboleh tak kami ikut sekolah,” tanya fian, Yayan juga Fajar. Mereka ini anak-anak bocah-bocah itu. Rahayu yang tidak bisa pemulung dari ruli Pasar Melayu. menyembunyikan rasa ibanya, spontan mengiSelanjutnya bertambah lagi dari Kampung Biawak yakan permintaan bocah-bocah berpakaian lusuh itu. dan Kampung Damai di belakang Puskopkar. Ada Nur Narti, Sahid, Kandar, Nur, Alfan, juga Anjas bergegas Rahmawati, Tuti, Alpin, Fikril dan Supiah. “Jumlah kespulang dan memberi kabar gembira. Keenam bocah cilik eluruhannya menjadi 12 anak. Karena yayasan tahunya itu berlari saling kerja-kejaran sambil memanggul karanak-anak ini membayar biaya sekolah, makanya saya ung beras yang berisi barang rongsokan. berusaha mencari bantuan. Tak jarang, saya bersama bu Setelah anak-anak itu pulang, kata Rahayu, ia mulai Herini dan Winarti menggunakan uang pribadi. Kadang berpikir tentang keputusannya menerima anak-anak beberapa teman juga ikut nyumbang,’’ kata wanita yang pemulung tadi bersekolah. ‘’Karena nantinya yang akan juga menjadi dosen di Universitas Terbuka mengajar lebih banyak mengajar adalah bu Herini dan bu Winarti. Kurikulum PAUD, dan Strategi Pembelajaran TK. Sedangkan saya belum membicarakan hal itu ke mereka. Mengajar anak-anak pemulung, kata Rahayu, butuh Tapi ternyata, setelah saya sampaikan keinginan anakperhatian lebih. Karena anak-anak itu datang sekolah anak pemulung itu, mereka justru siap mengajar. Padasetelah pulang memulung. Mereka datang dengan kon-

EDISI 42, Minggu III november 2013


66

disi pakaian yang kucel dan belum mandi. ‘’Karena itu khusus anak-anak ini kami harus memandikannya dulu sebelum belajar. Di sekolah kami juga menyiapkan peralatan mandi, karena sering juga mereka belum mandi karena tidak air,’’ kata ibu dari seorang remaja putri bernama Lea Pupus Halimun ini. Tak hanya mandi, setiap kali belajar, anak-anak itu keliatan lemas. Rahayu pun tersadar, bahwa anak-anak ini belum makan. ‘’Dan memang benar, mereka berangkat memulung sejak pagi, dan belum ada makanan di EDISI 42, Minggu III november 2013

kiprah

rumah. Karena itu, saya berusaha agar anak-anak ini mendapat nasi katering seperti siswa yang lain. Lagilagi saya harus mencari dana. Dan alhamdulilah ada saja bantuan. Dan kalau tidak ada saya berusaha gunakan lagi uang pribadi,’’ kata istri Juni rustanto, seorang karyawan perusahaan di Mukakuning. Siang itu, di sekolah tidak ada lagi jam belajar, karena pagi harinya, seluruh siswa TK se-Batam mengikuti salat duha berjamaah di Masjid Agung Batam Centre. Rahayu pun mengajak Majalah Batam Pos blusukan (istilah mendatangi tempat-tempat yang jarang dikunjungi) ke ruli juga kampung tempat anak-anak pemulung itu tinggal. Rahayu mengajak berhenti di sebuah gedung bertingkat yang belum selesai. Dari bawah terlihat bangunan itu dipenuhi ruang-ruang bersekat dinding triplek, juga jemuran pakaian di sana-sini. ‘’Daerah ini namanya ruli Pasar Kampung Melayu. Di sini Alfan dan teman-temannya tinggal,’’ kata Rahayu. Tiba-tiba seorang wanita dengan perut besar menyapa kami. Ia adalah Daimah, 36, ibu dan Alfan, 8, Alfian 6, Asifa juga Safira. Wanita ini ditinggal oleh suaminya tanpa kabar lagi. Ia harus menghidupi 4 anaknya dengan memulung. Bahkan empat anaknya juga ikut memulung. Kini ia sudah menikah lagi dan sedang hamil anak kelima. ‘’Dulu Narti, Sahid dan Sahir juga tinggal di sini. Mereka tinggal di kios yang tak lagi terpakai. Ketiga anak ini ditinggal oleh ibu dan bapaknya. Sekarang ketiganya ada di panti asuhan. Di panti asuhan inilah, ketahuan kalau Sahir pernah makan batu. Waktu itu dia sakit dan dibawa ibu panti, setelah diperiksa dokter ketahuan ada batu di lambungnya. Sepertinya dia pernah kelaparan, dan


67

kiprah

tidak ada makanan, jadilah batu yang dimakan,’’ kata Rahayu dengan mata berkaca-kaca. Tak jauh dari gedung yang dijadikan tempat tinggal oleh para pemulung, ada deretan rumah-rumah papan. Di sinilah tempat tinggal Yayan, 6. Rumah papan itu disewa Rp 50 ribu satu bulan oleh orang tuanya. Ketika Rahayu datang, Yayan belum keliatan. Hanya Heni Fitrianti, ibunya dan Mansyur Alaba, bapaknya yang ada di dalam rumah. Pria asal Flores itu tidak bisa bekerja sejak 2 tahun ini karena stroke. ‘’Setiap hari jam 6 pagi saya sudah berangkat memulung. Anak-anak ikut semua. Anjas, 8, Yayan juga Melani, 2,’’ ujar Heni sambil menunjuk seorang balita yang ada digendongannya. Heni mengucap syukur dan sangat berterimakasih pada Rahayu karena anak-anaknya bisa sekolah gratis. ‘’Saya juga tidak tahu sampai kapan bisa menyekolahkan anak-anak. Penghasilan saya saja Rp 10 ribu per hari. Kadang tidak ada, karena masih harus dikumpulkan agak banyak lalu bisa dijual. Makanya si Anjas itu sudah 8 tahun tapi belum sekolah. Bahkan membacapun belum bisa,’’ kata Heni dengan lirih. Tiba-tiba datang seorang bocah, dengan wajah sayu, rambut berantakan, dan baju yang dikenakan kumal dan kotor. Tanpa senyum, ia datang sambil menyalami Rahayu. Melihat itu, Rahayu bergegas membuka tas ransel yang dibawanya tadi. Beberapa botol susu dikeluarkan dan dibagikan satu persatu. Yayan menerima susu itu, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Di saat teman-temannya yang meluapkan rasa gembiranya kar-

EDISI 42, Minggu III november 2013

ena menerima susu, Yayan terlihat lemas. Setelah beberapa menit di sana, Rahayu kembali mengajak Majalah Batam Pos ke tempat lain. Di jalan setapak yang becek dan kanan kirinya ditumbuhi rerumputan tinggi, Rahayu terus berjalan. Kurang lebih seratus meter, dari jalan masuk tadi ada beberapa rumah. Sebuah rumah papan di bawah pohon jengkol yang pintunya terbuka, Rahayu mengucap salam. Dari dalam rumah muncul seorang pria dengan senyum terkembang, membalas salam. ‘’Walaikumsalam, astagfirullah,’’ katanya. Dari ruang dapur, seorang nenek ikut membalas salam sambil mempersilahkan masuk. Halimah, 70, manula asal Flores ini adalah nenek Supiah, 8 dan pria berwajah pucat itu adalah Nurdin, 37. Supiah, gadis cilik ini tinggal di Kampung Biawak. Ia ikut neneknya yang seorang pemulung dan ayahnya yang mengalami gangguan jiwa. Siang itu, ayahnya Supiah seperti orang normal umumnya. Diajak berbicara ia merespon. Ia hanya mengeluh sakit pada perutnya. ‘’Kalau lagi sakit bisa marah-marah. Biasanya malam. Kalau sudah kumat, dia mau tendang dinding. Lihat saja dinding itu sampai jebol,’’ kata Halimah menunjukkan tembok bawah pembatas ruang tamu dan kamar tidur yang jebol karena ditendang anaknya. Nenek Halimah yang saat itu sedang membuat kue rambut, kue khas Flores yang dibuat dari tepung beras dan gula itu menghentikan sejenak aktivitasnya. Ia menyambut Rahayu dengan suka cita. ‘’Buat kue untuk dijual ya nek?’’ tanya Rahayu.


68

‘’Bukan, ini untuk ibu, bsk saya kasih ke sekolah,’’ katanya sambil membalik adonan yang sudah berwarna coklat tua dari pengorengan kecil. ‘’Gak usah nek. Untuk dimakan nenek saja,’’ kata Rahayu. Penolakan pemberian nenek ini dilakukan Rahayu karena ia tidak tega. Karena sebelumnya, nenek Halimah juga pernah mengantarkan kue yang sama ke sekolah. ‘’Dia jalan dengan membungkuk-bungkuk membawa kue itu. Padahal jalan ke sini jauh loh. Di saat dia sendiri kekurangan masih ingin memberi oranglain,’’ cerita Rahayu. Nenek Halimah ini terpaksa mencari barangbarang rongsokan agar ia bisa memberi cucu dan anaknya makan. ‘’Anak saya ini stres. Dia gak bisa kerja. Kalo disuruh harus dimarahin dulu,’’ kata Halimah dengan logat Flores yang kental. Nenek Halimah memang menjadi tulang punggung keluarga. Ia harus berangkat memulung pukul 02.30 dini hari. Berangkat dari Kampung Biawak sampai Pasar Aviari, dan pulang pukul 07.00 WIB. Karena Supiah harus sekolah. ‘’Cucu saya ini juga ikut memulung,’’ kata Halimah yang tinggal di Kampung Biawak ini sejak 2 tahun lalu. Untungnya, rumah yang ditempatinya ini sudah miliknya sendiri. Dari penghasilan memulung yang berkisar antara Rp 300-400 ribu itu, untuk membayar utang di warung. ‘’Kalau gak utang gak bisa makan,’’ kata nenek yang menderita gagal ginjal sejak 10 bulan lalu. Di saat kambuh, Halimah hanya memberi minyak gosok untuk urut ke perutnya. Ia tidak memiliki biaya untuk EDISI 42, Minggu III november 2013

kiprah cuci darah atau mengobati penyakitnya ini. Supiah, cucu Halimah ini adalah murid Rahayu. Ia adalah anak dari Nurdin. Nurdin menjadi stres sejak ditinggal istrinya. istrinya membawa 3 anaknya yang lain dan meninggalkan Supiah bersama Nurdin. Sudah 2 tahun ini Supiah sekolah di RA Nurul Hidayah. ‘’Usianya sudah 8 tahun, tapi belum pernah sekolah. Sambil menunggu saya menguruskan akta dan mengusahakan SD yang mau menerima dia, biar dulu Supiah belajar di TK. Ini saja, Supiah baru dapat seragam setelah sekolah 2 tahun. Saya baru bisa mencarikan dana untuk membelikan seragamnya,’’ kata Rahayu sambil menunjukkan tumpukan 5 stel baju seragam yang baru baru. Rahayu berharap, dengan sedikit skill yang dipunyainya. Ia bisa terus menyekolahkan anakanak ini dengan gratis. ‘’Padahal sudah beberapa kali saya sounding sama anggota dewan. Beberapa kali mereka bilang mau meninjau tapi sampai sekarang tidak ada juga mereka datang,’’ ujar Rahayu yang baru saja mengikuti Workshop Best Practices RA unggulan dan Rakernas IGRA di Bogor. Pengabdian yang dilakukan Rahayu ini begitu tulus. Ia rela tidak menerima gaji hampir 2 tahun lamanya. ‘’Karena saya dahulukan dua guru saya. Kalau saya baru terima di bulan Juni lalu setelah 2 tahun bekerja. Alhamdulilah, saya tidak terima di sini, tapi saya dapat dari luar. Karena saya juga ngajar di UT, PGTK juga sering jadi juri, ‘’ kata wanita yang menjabat sebagai bendahara IGRA Provinsi Kepri, anggota BP4 Kota Batam dan pengurus BKPRMI Provinsi Kepri. ***


69

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

A

nggita Sari tak mau dicap cuma gertak sambal. Spesialis model majalah dewasa ini gencar membuktikan omongan bahwa dirinya pernah bertunangan dan dihamili oleh Enji-nya Ayu Ting Ting. Kali ini, dia menyebarkan foto mesra sama Enji. Anggita mengenakan dress hitam, sedangkan Enji memakai kemeja putih kotak-kotak. Sembari tersenyum, Anggita menyandarkan kepalanya di dada Enji. Menurutnya, foto itu diambil ketika mereka berkencan di Bandung. Bukan kencan biasa, kala itu Enji memberikannya sebuah cincin. “19 Maret 2011 di Bandung. Enji waktu itu kasih cincin,” kisah mantan pacar gembong narkoba Freddy Budiman ini. Cincin tersebut bermatakan Swarovski. Anggita pun merasa beruntung mendapat hadiah tersebut, terlebih dirinya kala itu juga masih kuliah. “Dia pas sama aku dulu masih kuliah. Masih biasa banget secara materi,” ujarnya. Sampai saat ini Enji masih mengelak pernah menjalin kasih dengan Anggita. Sikap putra mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) itu disesalinya. “Banci banget gitu, dia masih saja mengelak,” kata Anggita. Ditegaskannya, foto tersebut sudah sangat jelas membuktikan keduanya punya hubungan spesial saat itu. “Keterangan foto waktu itu tertulis ‘Big day for us love Henry Baskoro Hendarso’, itu menjelaskan kalau ada hari yang spesial pada waktu itu.”

Anggita

Sari

Dipacari Enji, Anggita Akrab Sama Istri BHD oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


70

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Selama pacaran, Anggita tidak mengenal apalagi bertemu dengan ayah Enji, BHD. Karena selama enam bulan berpacaran dengan Enji dan sering ke rumahnya, Anggita tak pernah sekalipun melihat BHD. “Saya hanya kenal ibunya saja. Ia orang Palembang,” kata Anggita. “Ibunya masih muda dan cantik. Ya, namanya istri kedua ya diumpetin, sudah pasti cantik lah,” imbuhnya santai. Anggita akrab dengan ibu Enji. Saking akrabnya, Anggita menyebut ibu Enji dengan panggilan “Mama”. “Saya sangat akrab dengan ibu Enji,” tandasnya. Saking akrabnya, Anggita kerap diminta untuk menemani sang mama untuk bepergian. “Saya sering menemaninya arisan,” ucapnya. Pengakuan Anggita soal orangtua Enji tadi sudah coba dikonfirmasi. Namun saat dihubungi berkali-kali, BHD tidak menjawab panggilan telepon dan sms dari Rakyat Merdeka. Sedangkan pengacara Enji, Hotman Paris emoh mengomentari soal orangtua Enji. Ia hanya bicara tentang pengakuan Anggita dan model-model lain yang mengaku mantan pacar Enji. “Kalau Anggita kenal. Tapi kalau bicara soal foto itu (foto bukti Anggita), bukan berarti mereka berhubungan badan. Saya hanya bisa foto ribuan sama cewek sambil pelukan segala macam,” tutur Hotman kepada Rakyat Merdeka. Eks kekasih Meriam Bellina ini lantas mengingatkan EDISI 42, Minggu III november 2013

publik agar tak lekas mempercayai omongan Anggita. Hotman merujuk pada rekam jejak Anggita sebagai mantan pacar Freddy. “Dia aja mantannya gembong narkoba dan juga gampang banget ngomong masalah dihamili. Apa bisa dipercaya,” tuturnya. Tentang pengakuan model Sheila dan DJ Anggun Maharani pernah bercinta dengan Enji, Hotman merasa ada pihak tertentu yang sengaja mendompleng kisruh Ayu dan Enji. “Dia itu inisialnya P. Semua infotainment sudah tahu siapa. Coba kamu tanyain ke dia kapan dan ML (making love) dimana. Pasti dia gelagapan,” papar Hotman. Sedangkan Ayu Ting Ting menekankan, perihal rumah tangganya bukan masalah orangtua dia ataupun Enji. “Tolong jangan bawa-bawa orangtua, orangtuanya nggak salah apa-apa, orangtua saya juga nggak salah apaapa,” pintanya. Berkembang isu miring bahwa Ayu matre. Seperti biasa, ia awalnya ‘cool’ saja menanggapinya. Namun, lama-lama ia mulai menangis sedih. “Nggak apa-apa, saya ikhlasin saja,” katanya. “Mereka (orangtua Ayu) bukan orang yang matre. Saya masih bisa kerja sampai sekarang. Tolong jangan bilang saya dan keluarga matre,” tegasnya seraya terisak. Ayu menambahkan hingga saat ini dirinya masih bisa berkarya dan bekerja demi seluruh keluarganya. “Tolong hargai jerih payah saya selama ini,” tuntasnya. (jpnn)


71

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Jennifer

Lawrence

Bela Kelakuan Artis Liar J

ennifer Lawrence yang sekarang disapa JLaw ini membanggakan dirinya di usia yang baru 23 tahun. Peraih Oscar lewat Silver Linings Playbook ini menekankan pentingnya sifat ‘membumi. Dia lantas mengungkapkan pendapatnya tentang wanita yang menjadi obyek seks di industri hiburan. “Aku tidak terlalu khawatir soal itu. Itu hanyalah sesuatu yang merupakan bagian dari dunia

hiburan. Itu bagian dari industri hiburan yang menjual. Dan, untuk beberapa alasan menjijikkan, anak muda menjual seks lebih banyak,” tuturnya. Pernyataan JLaw ini merujuk pada kelakuan Miley Cyrus yang semakin liar dan terakhir mengganja di panggung MTV EMA. Meski tidak setuju, JLaw berusaha untuk tidak menyebut nama Cyrus dalam pernyataannya. “Itu bukan sesuatu yang aku khawatirkan karena setiap orang memiliki jalurnya sendiri. Mereka menemukan caranya sendiri untuk menemukan dirinya sendiri. Dan bagi beberapa orang, bagaimana mereka merasa hebat, seksi, dan cara mereka ingin tampil,” papar JLaw. Ia sendiri mengaku mengagumi Katniss, tokoh yang ia perankan dalam film The Hunger Games. “Aku rasa Katniss contoh yang hebat bagi gadis-gadis muda.

Aku senang mereka punya karakter seperti itu,” tutur JLaw. Menurut dia, tokoh Katniss memberikan gambaran bagaimana seorang wanita harus mampu melihat tubuhnya. “Ini kesempatan menakjubkan untuk bisa menampilkan dirimu seperti itu di industri ini. Dan aku rasa akan lebih baik jika terlihat kuat dan sehat.” JLaw mengatakan, “Aku pikir melihat Kate Moss berlari membawa busur dan panah tidaklah terlalu menakutkan.” Film The Hunger Games: Catching Fire akan rilis di bioskop 22 November mendatang. (jpnn) foto : fanpop.com

EDISI 42, Minggu III november 2013


72

Lady

Gaga

L

ittle Monster Indonesia kembali berduka. Sudah batal menikmati konser Lady Gaga pada Mei 2013, kini album baru sang Mother Monster mendapatkan sensor di iTunes, aplikasi musik bagi pemakai piranti bersistem operasi iOS. Senin lalu, Gaga resmi meluncurkan album Artpop dengan single andalan Sexxx Dreams. Namun di Indonesia, judul lagu-lagu Lady Gaga mendapat editan. Pemotongan itu bisa dilihat dari judul lagu Sexxx Dreams diubah menjadi X Dreams dan Jewels & Drugs diubah menjadi Jewels n *****. “Sangat disayangkan karena iTunes Indonesia mensensor beberapa lagu Lady Gaga yang dianggap tidak sesuai,” kata moderator account Twitter @LadyGagaIndo, Anggiat Dumohar Sihombing, via email. Tak hanya judul, sampul album penyanyi bernama lengkap Stefani Joanne Angelina Germanotta ikut diganti. Menurut Anggiat, ada dua sampul album yang sengaja dibuat oleh Lady Gaga: satu untuk edisi Timur Tengah, satu untuk edisi selain kawasan tersebut. Ternyata, Indonesia kebagian juga sampul album yang ditujukan untuk negara-negara Arab tersebut. “Sangat disayangkan kenapa batasan-batasan kreatifitas seperti ini lagi-lagi terjadi,” kata Giat. Ia membandingkan dengan album baru Rihanna yang berjudul Unapologetic. Di album tersebut, penyanyi kelahiran Barbados itu menunjukan semua bagian badan secara terbuka dan tidak mendapatkan sensor dari pihak iTunes Indonesia atau label artis tersebut di Indonesia.

Album Baru Disensor iTunes Indonesia “Kami sebagai fans kecewa karena untuk yang kedua kalinya Lady Gaga diperlakukan seperti ini di Indonesia,” kata pria 19 tahun ini. Anggiat bersama komuntiasnya berniat membeli album tersebut di negara lain, seperti Singapura. Tujuannya supaya mendapat sampul dan tentunya judul tanpa sensor Pada sampul aslinya, Gaga tampak memperlihatkan dadanya yang hanya ditutupi oleh kedua tangan, serta kaki jenjangnya yang tidak ditutupi sehelai kain pun. (jpnn) foto : fanpop.com

oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


73

history

Dari

Burger

Menjadi

Cafe Terkenal oktober 2013 EDISI 42, Minggu III november 2013


74

history

Hard Rock Cafe (HRC) merupakan sebuah perusahaan cafe yang telah mendunia. Saat ini HRC telah tersebar lebih dari 175 lokasi yang meliputi restoran, hotel, kasino, dan tempat musik live, di 55 negara. Ternyata mendirikan HRC dimulai dari begitu polos: mencari burger baik.

C

afe yang memiliki filosofi Love All-Serve All ini selalu dengan menempatkan gitar di dinding cafe. Hingga saat ini menjadi salah satu cafe yang terkenal bisa menjual t-shirt dengan ciri khas menuliskan tempat Hard Rock Cafe berada. Pada awalnya, Hard Rock memiliki dekorasi ekletik namun kemudian mulai menampilkan dekorasi memorabilia. Hard Rock merupakan salah satu tempat ditampilkannya

Berikut ini sejarah bisnis Hard Rock Cafe seperti dimuat dalam situsnya.

1971 Awalnya Isaac Tigrett dan Peter Morton adalah dua orang Amerika berambut shaggy yang hanya ingin menemukan burger Amerika yang lezat ketika tinggal di London, namun tak berhasil. Lalu mereka berdua membuka sendiri restoran dengan gaya Amerika di dalam sebuah dealer tua mobil Rolls Royce. Mereka menyebutnya Hard Rock Cafe. Awalnya mereka hanya diberika waktu sewa cuma 6 bulan saja. Logo Hard Rock Cafe pun sebenarnya diciptakan oleh seniman Alan Aldridge, yang dikenal karyanya dengan Beatles. Hal ini didasarkan pada gagasan Isaac untuk model setelah desain sederhana mobil hood ornament Chevrolet. Awalnya, mereka akan membuat warna merah, putih dan biru, tapi memutuskan ke warna kuning, merah, dan putih.

EDISI 42, Minggu III november 2013

koleksi memorabilia rock and roll terbesar di dunia. Kafekafe HRC biasanya menerima sumbangan-sumbangan memorabilia musik, namun juga membeli sejumlah item dalam acara lelang di seluruh dunia, termasuk gitar bertandatangan, kostum dari tur terkenal musisi-musisi dunia dan foto-foto langka. Barang-barang ini dapat ditemukan dipajang di dinding-dinding kafe. Hingga saat ini, Hard Rock telah mengumpulkan lebih dari 74.000 item dan terus bertambah.


75

history

1973 Untuk kali pertamanya HRC menggelar live music dengan menghadirkan Paul McCartney & Wings. Ini merupakan konser dadakan sebagai pemanasan sebelum tur konser mereka di Inggris. Sejak saat itu, Hard Rocks seluruh dunia hampir menjadi tuan rumah 15.000 lebih acara live music setiap tahunnya.

1974 Percayakah Anda bahwa t-shirt dengan tanda tangan HRC benarbenar kebetulan? Awalnya HRC London mensponsori sebuah tim lokal sepak bola. T-shirt tim tersebut hanya menampilkan logo sederhana Hard Rock. Kelebihan dari t-shirt tersebut dikembalikan ke HRC untuk diberikan kepada pelanggan setia. Ternyata banyak orang datang untuk membeli t-shirt tersebut. Ternyata tidak hanya Isacc dan Peter memiliki naluri bisnis yang baik untuk mulai menjualnya, tapi juga mulai ada gerai di luar kafe untuk menangani penjualan ritel. Sekarang ritel t-shirt HRC telah menyumbang pendapatan 40 persen dari bisnis HRC.

1979

Pengoleksian (memorabilia) dimulai dengan koleksi pertama adalah gitar Fender Lead II milik Eric Clapton yang saat ini bisa dijumpai di kafe pertama di London. Eric selalu tampil reguler di HRC London. Tak lama kemudian gitaris Pete Townshend, yang merupakan gitaris The Who ikut menyumbangkan gitarnya untuk dijadikan memorabilia HRC London.

EDISI 42, Minggu III november 2013


76

history

1982 Hard Rock Cafe memulai ekspansi ke seluruh dunia, dengan kota Los Angeles, Amerika sebagai yang pertama. Hari ini, HRC memiliki lebih dari 175 lokasi Hard Rock di 55 negara.

1983 Hard Rock mulai memperluas ke Asia dengan pembukaan Hard Rock Cafe Tokyo dan menandakan HRC benar-benar telah mengglobal. Saat ini HRC di Asia lebih dari 30 lokasi dan akan terus berkembang.

1985 HRC membuat pin pertama yang sudah terkenal. Secara keseluruhan HRC telah menciptakan lebih dari 44.000 pin dalam sejarah 40 tahun.

1986 Koleksi memorabilia Hard Rock terus bertambah. Bahkan HRC ikut membelinya di lelang Sotheby’s London. Memorabilia yang diperoleh dalam lelang seperti jaket Michael Jackson dalam lagu “Beat It”, kacamata John Lennon, gaun penganti Madonna dalam “Like A Virgin”, gitar Jimi Hendrix dan masih banyak lagi.

EDISI 42, Minggu III november 2013

1990 HRC meluncurkan Signature T-Shirt Series. T-shirt tersebur dirancang oleh Peter Max sebagai bentuk bantuan pengumpulan dana sosial untuk organisasi kemanusiaan. Ada 29 Signature Series T-Shirts. Selain itu ada edisi ekslusif yang dijual di lokasilokasi Hard Rock di seluruh dunia dan online dengan tanda tangan Eric Clapton, Ozzy Osbourne, Jon Bon Jovi, Ringo Starr, The Who, dan Peter Gabriel.


77

history

1990 HRC meluncurkan Signature T-Shirt Series. T-shirt tersebur dirancang oleh Peter Max sebagai bentuk bantuan pengumpulan dana sosial untuk organisasi kemanusiaan. Ada 29 Signature Series T-Shirts. Selain itu ada edisi ekslusif yang dijual di lokasi-lokasi Hard Rock di seluruh dunia dan online dengan tanda tangan Eric Clapton, Ozzy Osbourne, Jon Bon Jovi, Ringo Starr, The Who, dan Peter Gabriel.

1994 Hard Rock menggelar konser terbuka di Mexico City. HRC telah menggelar konser band terbesar di dunia, dari Coldplay, Weezer hingga The White Stripes.

1995 Hard Rock Hotel & Casino pertama dibuka di Las Vegas, Nevada. Sekarang, HRC memiliki 18 hotel & 8 kasino, termasuk yang baru Panama Megapolis dan resort di Cancun dan Vallarta, Meksiko.

1998 Hotel Hard Rock Bali dibuka. Sekarang ada 18 Hard Rock Hotels di seluruh dunia, termasuk lima di Asia.

EDISI 42, Minggu III november 2013


78

history

1999 Pinktober merupakan inisiatif atas kesadaran kanker payudara, HRC membantu mengumpulkan dana bagi penelitian kanker payudara dan untuk meningkatkan kesadaran di seluruh dunia melalui penjualan pin Pinktober. Hasil dari penjualan disumbangkan ke berbagai badan amal kanker payudara, termasuk Yayasan Penelitian Kanker Payudara.

2006 Konser Hyde Park Calling pertama di Hyde Park, London. Dua tahun kemudian, festival ini kembali dicap sebagai Hard Rock Calling dan menjadi agenda tetap musim panas bagi banyak orang di London dan seluruh dunia. Konser ini telah menghadirkan band papan atas dunia sepeti Aerosmith, The Police, The Who, Pearl Jam, Bruce Springsteen & The E Street Band, The Killers, Bon Jovi, Paul Simon, Soundgarden, Stevie Wonder, dan Paul McCartney, dan lainnya.

EDISI 42, Minggu III november 2013

2001 Hard Rock merayakan 30th Anniversary, awalnya mereka berpikir cafe ini hanya umurnya 3 bulan bukan 30 tahun! Ternyata mereka salah.

2011 Tepat di ulang tahunnya ke 40 tahun, Hard Rock memberika kejutan dengan ikut merayakan bersama Rita Gilligan, yang merupakan waitress Hard Rock pertama di London. Rita telah bekerja untuk Hard Rock selama 40 tahun. Dia adalah karyawan pertama Hard Rock, disewa oleh Isaac dan Peter. (amx)


79

EDISI 42, Minggu III november 2013


80

tingkap

Lebih Dekat dengan

Topan Haiyan T Di akhir tahun ini dunia dikejutkan dengan kemunculan angin topan Haiyan yang menerpa Filipina. mata dunia pun terarah ke sana karena sebagian wilayah Filipina (termasuk kepulauan) terkena dampak yang sangat buruk.

EDISI 42, Minggu III november 2013

opan Haiayan ini diperkirakan melaju di Filipina dengan kecepatan mencapai 320 kilometer per jam dan memakan korban lebih dari 10.000 jiwa dan akan terus bertambah. Apa itu Topan Haiyan? Topan Haiyan disebut di Filipina dengan Topan Yolanda, ialah salah satu siklon tropis terkuat yang pernah dicatat. Badai ini awalnya bermula dari suatu kawasan tekanan


81 rendah di timur-tenggara Pohnpei di barat Samudera Pasifik pada 2 November. Setelah menjadi badai tropis dan mendapat nama Haiyan pada 00.00 UTC 4 November, sistem ini mulai bertambah kuat dengan pantas hingga mencapai intensitas topan pada 18.00 UTC 5 November. Bergerak secara umumnya ke barat, gangguan ini semakin berkembang dengan lingkungan tiupan angin ringan dan suhu permukaan laut hangat, menjadi depresi tropis pada awal keesokan harinya. Badai ini masuk dalam kategori 5 Skala badai Saffir-Simpson. Diarahkan oleh badai subtropis di utara siklon, badai Haiyan melintasi di sisi utara Palau, di mana kerusakan angin besar terjadi. Setelah itu, ia terus meningkat; pada

EDISI 42, Minggu III november 2013

tingkap 12.00 UTC 7 November, Badan Meteorologi Jepang (JMA) menaikkan angin berkelanjutan 10-menit maksimum badai ini ke 235 km / jam (145 mph). Pada 8 November, siklon ini memasuki Laut China Selatan dan diturunkan tingkatan ke topan Kategori 4 oleh JTWC. Berikut foto-foto kedahsyatan topan Haiyan yang berhasil di tangkap oleh Kamera Satelit luar angkasa. (fenny ambaratih / berbagai sumber)


82

tips101

Musik Pop

Redakan Nyeri S edih, tertekan, stres atau “nyeri” hati biasanya bakal reda jika dialihkan dengan mendengarkan musik yang dibawakan penyanyi atau lagu favorit. Namun baru-baru ini, sebuah studi baru memastikan jika mendengarkan musik juga dapat mengurangi nyeri fisik yang dialami seseorang. Empat dari sepuluh orang yang menderita nyeri kronis mengaku, mendengarkan musik bisa membantu meredakan gejala nyeri yang dialaminya. Survei itu melibatkan 1.500 orang berusia 16 tahun hingga 24 tahun. Dari survei yang digelar perusahaan farmasi asal Amerika, LloydsPharmacy, dapat disimpulkan bahwa pop merupakan genre musik yang paling populer digunakan partisipan untuk meredakan nyerinya (21 persen). Diikuti dengan musik klasik sebesar 17 persen dan musik rock maupun indie yang dimanfaatkan 16 persen partisipan. Sedangkan dari para partisipan yang mengaku sering memanfatkan musik untuk meredakan nyeri fisik yang dirasakannya, sepertiga di antaranya mengatakan mereka melakukannya sesering mungkin. Namun 40 persen lainnya mengaku hanya mendengarkan musik di malam hari. Sebelumnya sejumlah studi lain telah menemukan bahwa stres dan kegelisahan dapat memperburuk nyeri yang dirasakan seseorang. Untuk itu segala hal yang bisa membantu seseorang agar merasa rileks juga disinyalir dapat membantu meredakan nyeri yang dialaminya. “Orang-orang yang menderita nyeri tertentu memang seharusnya mencari aktivitas yang bisa mereka geluti sepenuhnya. Salah satunya adalah mendengarkan musik favorit karena dapat melibatkan pemikiran maupun perasaan,” kata Research Assistant Professor dari University of Utah Pain Management Centre, AS, David Bradshaw, seperti dilansir laman Today, Jumat (15/11). “Tak peduli seberapa kronis nyeri yang Anda rasakan, jika Anda bisa terhanyut dalam musik maka ini akan membantu Anda mengatasi nyeri itu. Pilih musik yang Anda suka, kalau perlu bersenandung atau nyanyikan sekalian karena ini juga bisa mengalihkan perhatian A nda dari si nyeri,” pungkasnya. (fny/jpnn)

EDISI 42, 42, Minggu Minggu III III november oktober 2013 EDISI 2013


83

EDISI 42, Minggu III november 2013

j’naka


84

d facebook: majalahbatampos.co.i

twitter: @majalahBP

s.co.id email: majalah@batampo

Diterbitkan Oleh: PT Sijori Interbintana Pers www.majalah.batampos.co.id Pemimpin umum / gm: Hasan Aspahani Pemimpin Redaksi: Putut Ariyotejo WAKIL Pemimpin Redaksi: Ismed Syafriadi Redaktur Pelaksana: Yunus Suchari Asisten Redaktur Pelaksana: Agnes Damayanti. Redaktur/Editor: Ahmadi, Hasanul Safri, Yermia Riezki, Feni Ambaratih, Arrazy Aditya (Fotografer), Mahfud Ashari (Desain) Anthox 足足足(Desain) Redaktur senior : Ade Adran Syahlan Lisya Anggraini sekretaris redaksi : Ummy Kalsum Chairman Rida K Liamsi CEO Makmur Direktur Utama Marganas Nainggolan Wakil Dirut Socrates Pemimpin Perusahaan Usep Rahmat Saifullah manager iklan Dewi Febsuri Alamat Redaksi, Pemasaran, Iklan dan EO: Gedung Graha Pena Batam, Lantai 2, telepon :(0778) 460000 (hunting), Fax (0778) 462162 dan (0778) 465111 Batam Center, Batam. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 10,5 Telpon (0761) 64634 Fax (0761) 64638. Perwakilan Jakarta: Gedung Indopos Lt. 6 Jl. Kebayoran 12 Jakarta Selatan, Telp. 021 - 53699560, 021-5333046. Perwakilan Tanjungpinang: Jalan Pramuka 3. Telepon (0771) 27714, 27715. Perwakilan Tanjungbalai Karimun: Jalan A Yani, Sungai Lakam, Telpon (0777) 323686, Fax (0777) 323685. Rekening PT. Sijori Interbintana Pers, NISP;090.010.011377, BPD Riau Cabang Batam Ac.00701.13.0044560.

EDISI 42, Minggu III november 2013

42 - Gemerlap Batam  

Munculnya Kampung Bule di Nagoya merupakan merupakan efek dari berkembangnya Batam sebagai salah satu pusat industri galangan kapal dan kawa...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you