Page 1

1

EDISI 36, Minggu 6 OKTOber 2013

http://majalah.batampos.co.id

SI TIPIS YANG MENOLAK PANAS

MC Berbakat dari Sambu

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


2

statistika

S

alah satu landmark Batam ialah Jembatan Barelang, sebutan yang merujuk pada jembatan tengku Fisabilillah. Sejatinya Barelang adalah akronim dari Batam - Rempang - Galang, gugusan pulau besar yang melengkapi Kota Batam. Untuk menuju Pulau galang ada serangkaian pulau besar dan kecil yang harsu dilalui dan sejak tahun telah dilengkapi dengan jembatan. Ada 6 jembatan megah yang menghubungkan 7 pulau. Keenam jembatan tersebut yaitu :

Jembatan Tengku Fisabilillah

Panjang 642 M, bentang 350 M, tinggi 38 M. menghubungkan P. Batam ke P. Tonton.

Jembatan Nara Singa II

Jembatan Sultan Zainal Abidin

panjang 420 M, bentang 160 M, tinggi 15 M. menghubungkan P. Tonton ke P. Nipah.

panjang 365 M, bentang 145 M, tinggi 16,5 M. menghubungkan P. Setoko ke P. Rempang.

Jembatan Raja Ali Haji

panjang 270 M, bentang 45 M, tinggi, 15 M. menghubungkan P. Nipah ke P. Setoko.

Jembatan Tuanku Tambusai

panjang 385 M, bentang 245 M, tinggi 27 M. menghubungkan P. Rempang ke P. Galang.

Jembatan Raja Kecil

panjang 180 M, bentang 45 M, tinggi 9,5 M. menghubungkan P. Galang dan ke P. Galang Baru.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


3 edisi 36, minggu 6 Oktober 2013

fokus peristiwa

10

Tamadun Melayu , perhelatan agung yang menuai prokontra. Sebenarnya mengapa perhelatan ini perlu dilakukan?

trend

28

Perempuan selalu ingin tampil jelita. Ada saja yang dapat digubah agar ia nampak menawan. Sulam alis salah satunya.

creatrep

32

Bermula dari ‘nol’, perempuan ini membangun kerajaan bisnis konsultasi desain.

kutubkhanah

38

Kehidupan seksualitas pun telah menjadi catatan pada kebudayaan Melayu.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

indeks tourism

42

Kuliner menjadi salah satu objek wisata yang tak bisa dilupakan. Selalu saja ia menarik untuk ditawarkan. Surabi, layak untuk dicicipi.

otomotif

48

Ia tipis. Menempel di dinding kaca. Ia tak nampak tapi berasa menfaatnya. Kaca film namnya.

media

60

Bermula dibawa oleh penjajah Belanda pers Indonesia berkembang seiring perjuangan bangsa.

digistyle

63

Facebook bukan hanya jejaring pertemanan. Ia telah menjadi jejjaring bisnis.


indeks

4

kiprah

Bermula sebagai penyiar radio, ia kini, menjadi master of ceremony (MC) termahal di Batam.

gada-gadu

72

history

76

Shandy Aulia awalnya enggan bermain di film horor. Tetapi, keadaan berbalik, ia menerima tawaran itu.

Batik menjadi ikon kebudayaan Indonesia. Bagaimana sejarah sesunggguhnya?

tips101

80

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Kulit buah kerap kita abaikan. Sesungguhnya, ia memiliki khasiat yang tak kalah dari isinya.

edisi 36, minggu II Oktober 2013

68


5

Pengirim : Nama : BUDI SANTOSO KALIWNGU KENDAL 51372

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

kartop KARTUN OPINI


sekilas

6

Akil Mochtar

P

p e ri s ti w a

Ditangkap

ublik sangat dikejutkan dengan penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di komplek perumahan Widya Chandra III, Jakarta. Rabu (2/10) malam. Peneliti Formappi, Lucius Karus menyayangkan penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini menunjukkan adanya krisis moral di tubuh pejabat publik. “Krisis itu membuat kita sinis pada semua pejabat publik yang ada saat ini,” kata Lucius kepada JPNN, Kamis (3/10). Ia menuturkan, penangkapan Akil menunjukkan bahwa korupsi sangat dekat dengan lembaga independen seperti MK. “Lembaga prestisius yang selama ini menjadi benteng keadilan Bangsa juga ternyata tak luput dari bandit yang sibuk memburu rente!” kata Lucius. Ia menambahkan, saat ini banyak lembaga yang sudah terjangkit korupsi. Untuk mengatasinya, perlu ada tindakan tegas, sehingga bisa memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana korupsi. “Bukan sekedar pelipur lara publik seketika!” kata Lucius. Sebelumnya, KPK menangkap basah Akil, Rabu (2/10) malam. Ia ditangkap karena diduga menerima suap. Dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan sekitar pukul 21.30 itu, tim KPK menangkap Akil beserta empat orang lainnya. Selain Akil, ada satu nama lagi penyelenggara negara yang ditangkap KPK. Akil ditangkap di rumah dinas Ketua MK di Widya

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Chandra, Jakarta Selatan. Di rumah Akil pula KPK menangkap anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Chairunnisa dan pengusaha berinisial CN. Sedangkan dua orang lainnya adalah Hambit Bintih, Bupati Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah dan seorang dari pihak swasta berninisial DH. “HB dan DH ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Pusat,” kata Juru Bicara Johan Budi SP di KPK, Jakarta, Kamis (3/10) dini hari. Ditambahkannya pula, KPK mengamankan uang dalam bentuk dolar AS (USD). “Jumlahnya masih dihitung,” sambung Johan. Berdasarkan informasi yang beredar, suap itu diduga terkait dengan sengketa Pemilukada Kabupaten Gunung Mas. Sementara Chairunnisa adalah anggota Komisi II dan Korwil Partai Golkar dari Kalimantan Tengah. Johan menambahkan, sampai sejauh ini status Akil Cs masih tetap terperiksa. “KPK punya waktu 1X24 jam untuk menentukan status para terperiksa,” kata Johan. Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi mengejutkan banyak pihak. Salah satunya, pengamat politik dari Universitas Tanjungpura Jumadi. “Penangkapan pak Akil Mochtar oleh KPK tentu membuat kita terkejut, sedih dan perihatin. Sebagai masyarakat Kalbar sebenarnya kita punya kebanggaan yang luar biasa terhadap beliau, karena tidak semua orang yang berasal dari daerah ini bisa menempati posisi sebagai pejabat tinggi negara,” ujar dosen Fisip Untan itu. (jpnn/y.suchari)


sekilas

7

p e ri s ti w a

y r a u t i b o

Diana Nasution Meninggal Dunia

P

enyanyi senior Diana Nasution meninggal dunia di Rumah Sakit Gading Pluit, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 4 Oktober 2013 pada pukul 00.45 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ibunda dari penyanyi Marcello Tahitoe alias Ello itu sempat dikabarkan kritis. Kabar duka tersebut didapat dari kerabat sekaligus presenter Thessa Kaunang. “Iya benar. Sekarang mama dan papa saya lagi di rumah sakit untuk ibadah,” ujar Thessa saat dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (4/10) dini hari. Perlu diketahui, Diana Nasution divonis dokter mengidap sakit kanker payudara stadium lanjut. Kanker yang menggerogoti tubuh pelantun lagu “Benci Tapi Rindu” ini, sudah menjalar sampai ke otak. Bahkan kondisi Diana yang sudah amat kurus dan tak berambut. (jpnn/y.suchari) II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

Selamat Jalan Chaerul Umam S

osoknya dikenal sebagai sutradara yang terus aktif berkarya di usianya yang senja. Salah satunya, film Ketika Cinta Bertasbih sukses mendapat banyak apresiasi positif pada 2009. Namun, setelah dirawat sekitar sepekan di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta, lantaran stroke, Chaerul Umam mengembuskan napas terakhir, Kamis (3/10) pukul 15.00 WIB. ”Telah berpulang ke rahmatullah ayah saya H Chaerul Umam. Mewakili keluarga, saya Aulia Akbar memohon maaf apabila ada kesalahan yang sengaja atau tidak disengaja oleh beliau. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT. Wassalam. ” Begitu kabar yang diterima dari salah seorang putranya, Aulia Akbar, kemarin. Chaerul Umam meninggal pada usia 70. Chaerul Umam adalah salah seorang sutradara terbaik di tanah air. Karya-karyanya telah menghasilkan sejumlah prestasi. Di antaranya, sutradara terbaik dalam film Titian Serambut Dibelah Tujuh (FFI 1983), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (FFI 1986), Joe Turun ke Desa (FFI 1990), Nada dan Dakwah, Ramadhan dan Ramona (FFI 1992), dan penghargaan terpuji untuk film Ramadhan dan Ramona dalam Festival Film Bandung 1993. Bukan hanya itu. Chaerul juga meraih penghargaan khusus dalam Festival Film Asia 1977 di Thailand lewat film Al Kautsar. (jpnn/y.suchari)


sekilas

8

p e ri s ti w a

AKBP Mindo Divonis Seumur Hidup H

akim Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengabulkan kasasi Kejari Batam atas putusan bebas murni AKBP Mindo Tampubolon yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan istrinya Putri Mega Umboh. MA memutuskan menghukum Mindo seumur hidup sesuai tuntutan jaksa. Putusan itu diteken 12 September 2013 lalu. Mindo sendiri telah dua kali dibebaskan dalam putusan PN Batam kemudian di Pengadilan Tinggi Pekanbaru beberapa waktu lalu. Di MA, Mindo tak berkutik lagi karena diputuskan terlibat membunuh istrinya. Dalam hal ini, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) siap membantu Kejaksaan Negeri Batam untuk mengeksekusi AKBP Mindo Tampubolon. “Kalau putusannya sudah inkrah, maka tinggal dieksekusi. Yang mengeksekusi adalah jaksa. Tapi kami siap membantu jika jaksa kesulitan,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny Franky Sompie, Jumat (4/10) sore. Ia berharap salinan putusan MA itu secepatnya diberikan ke Mabes Polri. Ia menegaskan, meski Mindo masih tercatat sebagai anggota Polri dan saat ini bertugas di Mabes Polri, namun pihaknya tidak akan menghalang-halangi jaksa eksekutor dalam proses eksekusi nanti. Mantan Kapolwiltabes Surabaya itu juga memastikan, penyidikan yang dilakukan oleh tim Polri terhadap dugaan keterlibatan anggotanya, Mindo, sejak awal sudah benar. Semua proses dilakukan secara proporsonal, akuntabel, dan transparan. Hasilnya, ada alat bukti yang menguatkan keterlibatan Mindo. “Dari temuan alat bukti itulah kami yakin yang bersangkutan (Mindo) terlibat,” ujar mantan Kapolres Sidoarjo ini. Menurut Sompie, Polri selama ini tidak memperlakukan Mindo secara khusus atau berusaha menutup-nutupi kasus yang membelitnya. Itu sebabnya, mantan Kasat Pamovit Poltabes Barelang itu diserahkan ke jaksa dan peradilan umum untuk diproses hukum lebih lanjut. “Di tingkat sebelumnya Mindo bebas dan kita serahkan sepenuhnya ke sidang tanpa intervensi. Saya kira Polri sangat proporsional dalam bersikap terhadap anak buahnya yang terlibat pelanggaran,” ujarnya. “Kalau

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

FOTO: Wijaya Satria

memang harus membela anak buah, sebatas konsultasi hukum di bagian hukum Polri. Tapi tidak membela dalam arti kalau salah dikatakan tidak salah.” Memang, lanjut Sompie, awalnya di hati kecil pihak kepolisian tidak curiga Mindo terlibat. Pasalnya, dia menantu perwira polisi, Kombes James Umboh. Tapi dalam penyidikan, ada alat bukti yang ditemukan dan didalami lagi hingga akhirnya terbukti saat ini. “Putusan MA itu menguatkan bukti yang ditemukan penyidik selama ini,” kata Sompie. Sementara itu, Kejaksaan Negeri Batam mengaku belum bisa memastikan kapan akan mengeksekusi Mindo. Pihaknya masih menunggu berkas lengkap dari Pengadilan Negeri Batam. “Baru tadi malam (kemarin malam, red) PN Batam mengirimkan petikan putusan, itupun belum saya baca apa isinya karena sedang berada di luar kota,” kata Armen Wijaya, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Batam, kemarin. Armen menjanjikan akan mengeksekusi Mindo secepatnya, jika berkas lengkap putusan MA itu sudah ia peroleh. “Tunggu saja. Akan kami beri kejutan,” katanya. Kejari Batam, lanjut Armen, yakin Mindo tak akan melarikan diri keluar negeri meski sudah ditetapkan bersalah dan dihukum seumur hidup. “Kita yakin itu tak akan terjadi. Pokoknya tunggu saja nanti,” tegas Armen. Kepala Pengadilan Negeri Batam, Jack Johanis Oktavianus membenarkan telah mengirimkan petikan putusan MA itu ke Kejari Batam. Menurutnya, pihaknya tak mempunyai kewenangan lagi atas putusan MA yang menolak vonis majelis hakim PN Batam. “Sudah kewenangan kejaksaan,” katanya. (jpnn/batampos)


spash

9

P

s e d ia pa y un g s e b e l u m h u j an

Raja Ali Haji

engaruhnya dalam pemikiran dan perkembangan dunia Melayu melalui karya satranya sangat kuat. Karyanya Kitab Pengetahuan Bahasa (1851) ditetapkan dalam Kongres Pemuda Indonesia (18 oktober 1928) menjadi bahasa Nnasional atau Indonesia. Atas jasanya ini, Presiden SBY menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional 10 November 2004 lalu. Dialah Raja Ali Haji (RAH) atau nama lengkapnya Raja Ali al-Hajj ibni Raja Ahmad al-Hajj ibni Raja Haji Fisabillliah bin Opu Daeng Celak alias Engku Haji Ali ibni Haji Ahmad Riau. Lahir di Pulau Penyengat tahun 1808 ini, RAH adalah seorang penulis paling produktif. Darah sastrawan menurun dari ayahnya, Raja Ahmad. Saat masih kanak-kanak, RAH sering diajak sang ayah berdagang ke berbagai daerah, termasuk menunaikan ibadah haji. Dalam usia sangat muda, wawasannya jadi luas dan tak ayal ia sering diminta pendapatnya oleh guru-guru agama dan sastra. Buah karya sastranya menyebar dari Kesulatanan Riau-Lingga, Johor, dan Pahang. RAH menyelesaikan penulisan Guridam Dua Belas tahun 1846 yang kemudian diterbitkan dalam bahasa Belanda yakni Tijdschrift van het Bataviaasch Genootschap II oleh E. Netscher tahun 1854. Karya berikutnya adalah Bustanul Katibian yang dicetak di Betawi tahun 1850. Tujuh tahun kemudian karya ini dicetak-batu di Penyengat. Selain itu RAH juga rajin membuat risalah yang berisikan tiga buah wazifah yang dijadikan sebagai pemegang kendali hukum sebelum vonis dijatuhkan. Masih banyak lagi hasil karyanya. Karya-karya RAH dikenal dengan kekhasannya yang selalu berakar pada syariat Islam dan juga tradisi Mel-

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

ayu. Ia sangat mengagumi sosok Imam Ghazali. Pengaruh Al Ghazali sangat terasa bagaimana ia menggambarkan sosok raja ideal yang seharusnya bisa menahan diri dari hal-hal bersifat duniawi dan lebih mengutamakan mengurus umat atau rakyatnya. (ismed syafriadi)


fokus

10

p e ri s ti w a

Upaya Mewujudkan Visi Editor: YERMIA RIEZKY

email : majalah@batampos.co.id

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Wakil Presiden Boediono RI bersama Ibu Herawati Boediono dan rombongan tiba di Gedung Daerah Tanjungpinang tepat pukul 14.00 WIB, Jumat (27/9) lalu untuk menghadiri sekaligus membuka Perhelatan Tamadun Melayu I 2013.

Editor: Ahmadi

email : majalah@batampos.co.id


fokus

11

p e ri s ti w a

B

oediono dan istri mengenakan baju kurung warna biru langit. Wapres yang juga didampingi Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dan Menteri Pendidikan M Nuh, langsung menuju panggung utama. Di panggung itu, sudah menanti Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani bersama istri. Mereka lantas duduk. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya, oleh siswa-siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Tanjungpinang. Seluruh hadirin, termasuk masyarakat yang menyaksikan pembukaan juga turut menyanyi. Dilanjutkan pembacaan ayat suci AlQuran oleh Dudui Sa’dullah. Kemudian pembacaan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Agama Kepri, Handarlin Umar. Wakil Presiden didaulat untuk memberikan alu-aluan (sambutan) sekaligus meresmikan Perhelatan Tamadun Melayu I. Berada di tanah Melayu, Boediono membuka sambutannya dengan pantun. Sirih dilipat dicampur pinang sirih dibawa dari Melaka balas kata selamat datang dengan Bismillah pembuka kata. Pergi ke rimba cari tekukur kaki melangkah terhadang kayu hamba bahagia serta bersyukur

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

di tengah Pemuka Adat Melayu. “Saya memberanikan diri berpantun karena Kota Tanjungpinang ini dikenal sebagai Kota Gurindam dan Pantun,” kata Wapres sembari tersenyum. Wapres hadir menggantikan Presiden Soesilo Bambang Yoedoyono yang berhalangan datang. Akibat ketidakhadiran Presiden, istiadat penganugerahan gelar kebesaran ada Melayu Kepulauan Riau ‘Sri Perdana Mahkota Negara’ kepada Presiden pada pagi harinya, batal terlaksana. Gelar adat itu diberikan Lembaga Adat Melayu Propinsi Kepulauan Riau. “Berhubung beliau ada tugas kenegaraan lain yang tidak bisa ditinggalkan, saya diminta untuk mewakili beliau pada acara akbar, hari ini,” ujar Boediono saat itu. Tamadun pada masyarakat Melayu, kata Boediono, berarti puncak prestasi peradaban yang dicapai suatu bangsa. Perhelatan Tamadun Melayu I, yang mengambil tema “Kebesaran Sejarah dan Tamadun Melayu” ini dilaksanakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Ke-11 Provinsi Kepulauan Riau. Boediono kemudian memaparkan, sejarah menunjukkan bahwa budaya Melayu sudah sejak lama menjadi unsur dominan dalam budaya Indonesia. Gurindam XII adalah karya besar yang mengabadikan nilai-nilai dan


12

fokus p e ri s ti w a

ajaran luhur yang tidak lekang dengan perjalanan waktu. dakan identitas Kepri dengan provinsi induknya, Riau. Sastra Melayu, di tangan pujangga masyhur Raja Ali Haji, Terlebih, wilayah Kepri sarat dengan sejarah kebesaran mempunyai pengaruh sangat luas pada kesusasteraan Kerajaan Melayu yang meliputi poros Riau-Lingga-Pahbangsa Indonesia. Itu semua sumbangan budaya Melayu ang-Johor. yang teramat penting. Kebesaran Kepri tampak dari sejumlah pusat kebu“Tapi bagi kita yang hidup di masa kini, sumdayaan Kerajaan Melayu yang ada di Kepri. Salah bangan yang paling nyata dan akan tetap abadi satunya adalah Pulau Penyengat yang menjadi adalah konsensus kita untuk menggunakan bagian pusat pemerintahan Kerajaan MeMenjadikan Kepri Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional layu sebagai pusat kebudayaan Melayu, kita, bahasa pemersatu bangsa, bahasa yang terkhusus bahasa dan sastra. sebagai Bunda berasal, berinduk dan berkembang dari Di Pulau Penyengat lahir salah satu pahlTanah Melayu. bahasa Melayu,” katanya. awan nasional, Raja Ali Haji, yang menjadi satu-satunya pahlawan nasional di bidang Di akhir alu-aluannya Wapres kembali berbahasa. Ali Haji dikenal dengan warisannya di pantun, bidang bahasa dalam bentuk kitab, yakni Bustanun Bersama kita memotong padi Katibin, Kitab Pengetahuan Bahasa, dan Gurindam Dua panen dibawa ke Pulau Sumatera Belas. Hal ini hanya sedikit menunjukkan kebesaran Kehamba berucap selamat hari jadi pri, jika membicarakan posisinya di alam Melayu. masyarakat Kepri pasti makin sejahtera. Dalam perjalanan waktu, kerajaan Melayu yang Kepulauan Riau tempat bermukim. wilayahnya tersebar dari sebagian Pulau Sumatera, Tanah Melayu hendak dicita Kepulauan Riau, Singapura, Semenanjung Malaya, Pulau dengan mengucap bismilahirahmannirrahhim Kalimantan, hingga Filipina bagian Selatan, terbagi daFestival Tamadun Melayu resmi dibuka. lam berbagai wilayah geopolitik. Pembagian itu mengikuti berbagai kesepakatan bangsa-bangsa penjajah Pantun itu kemudian disusul Wapres menabuh genyang berkuasa di wilayah Kerajaan Melayu. Selanjutnya dang besar sebagai tanda dibukanya Perhelatan Tamawilayah kerajaan yang masuk dalam wilayah Republik dun Melayu I di Tanjungpinang. Perhelatan Tamadun Indonesia terbagi dalam beberapa provinsi. Melayu I dilaksanakan 27-29 September 2013. Tingginya peran Kepri dalam sejarah Kerajaan Melayu Sebagai salah satu provinsi termuda di Indonesia, tersebut ingin dimunculkan kembali oleh Gubernur Sani. Kepulauan Riau (Kepri) berupaya mencari jati diri kebuSalah satu visi pembangunannya adalah, “Menjadikan dayaannya. Hal tersebut sangat penting untuk membeKepri sebagai Bunda Tanah Melayu.” EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


13 Visi yang menurut budayawan Husnizar Hood terdengar seksi, namun abstrak. “Visi itu tidak dapat diukur pencapaiannya. Berbeda dengan Provinsi Riau yang visi gubernurnya menjadikan Riau pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara,” kata Husnizar Kamis pekan lalu. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mencoba menggambarkan wujud visi itu. “Masyarakatnya sejahtera, berakhlak mulia, ramah lingkungan,” kata Arifin. Visi itu diwujudkan melalui misi pembangunan yang berbudaya sekaligus menjadi payung bagi budaya daerah lainnya di Kepri. Salah satu usaha Provinsi Kepri menampilkan pembangunan yang berbudaya adalah dengan mengadakan perhelatan Tamadun Melayu. Secara harafiah, tamadun berarti kota atau bandar yang di dalamnya berisikan peradaban. Singkatnya, tamadun sering diartikan sebagai peradaban. Perhelatan Tamadun Melayu diharapkan dapat menunjukkan ragam budaya Melayu dari seluruh wilayah di dalam alam Melayu. “Perhelatan ini merupakan salah satu perwujudan visi gubernur, selain juga dapat diwujudkan melalui penerbitan buku,” kata Husnizar. Naskah dan tulisan memang menjadi peninggalan terpenting Kerajaan Melayu. Buktinya, hanya Raja Ali Haji yang digelari pahlawan nasional dalam bidang bahasa. Kerajaan Melayu tidak memiliki peninggalan dalam bentuk fisik seperti Borobudur, Prambanan, Taj Mahal di India, piramida di Mesir atau Tembok Besar di China. “Peradaban tertinggi Melayu adalah budaya tulis,” terang Husnizar.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

Budayawan yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kepri itu mengungkapkan, ada faktor politik kebudayaan yang juga mendorong perhelatan ini. Itu terjadi antara Indonesia dan Malaysia. “Dua negara ini sering berlomba untuk menampilkan siapa yang lebih dulu menampilkan sesuatu. Yang duluan menampilkan suatu atraksi kebudayaan, biasanya dianggap sebagai asal dari atraksi itu,” kata dia. Soal Tamadun, Malaysia sebenarnya beberapa langkah lebih dulu. Di negara tetangga itu telah berdiri Institut Alam dan Tamadun Melayu, sebuah institusi pendidikan yang sebelumnya bernama Institut Bahasa, Kesusasteraan dan Kebudayaan Melayu. Lembaga ini berdiri pada 1 Desember 1972. Malaysia, kata Husnizar, telah menetapkan Tamadun Melayu sebagai mata kuliah di universitas sejak 2006. Di luar itu, negeri jiran itu sangat serius menerbitkan karya-karya Raja Ali Haji. Meski demikian, belum ada yang memvisualisasikan tamadun dalam rupa perhelatan budaya. Kesempatan ini yang kemudian dimanfaatkan Kepri. Perhelatan pertama di Tanjungpinang, ujar Husnizar, menahbiskan istilah tamadun melekat dengan Kepri. “Malaysia sempat kesal karena orang mulai mengidentikkan Tamadun dengan Kepulauan Riau, karena istilah itu sudah lama digunakan di sana,” ujar Husnizar. Dari sisi politik kebudayaan, terang dia, menjadi pihak yang pertama kali menampilkan suatu entitas kebudayaan jelas menimbulkan kebanggaan. *** Dinas Kebudayaan Kepri mencatat sebanyak 1.515 peserta memeriahkan perhelatan Tamadun Melayu I. Mereka berasal dari enam kabupaten kota di Kepri, 14 provinsi, dan tiga negara. Arifin Nasir mengungkapkan


14

konsep perhelatan ini telah muncul menjelang akhir 2011. Ketika itu, Dinas Kebudayaan masih bergabung dengan Dinas Pariwisata. Konsep awal acara yang diusung Dinas Kebudayaan adalah suatu pergelaran budaya. Namun, oleh Gubernur Sani, dinas diminta mencari istilah lain. Arifin menerangkan, Sani ingin mengundang negara-negara yang tergabung dalam Dunia Melayu Dunia Islam dan perwakilan provinsi di Indonesia. Termasuk di dalamnya, mengundang Presiden Republik Indonesia yang direncanakan akan mendapat gelar adat. “Gubernur, ingin konsep yang betul-betul bagus,” ujar Arifin. Selama persiapan, berulang kali konsep dan tema dimodifikasi. Dari segi konsep, konsep awal yang berupa festival budaya yang menampilkan keseharian masyarakat dirombak hingga menjadi perhelatan kebudayaan. Sementara tema perhelatan pun terus diramu. Awalnya Dinas Kebudayaan yang menjadi koordinator acara ini mengajukan usulan tema bernuansa pergelaran budaya dan silaturahim. Tema itu ternyata tak dapat menggambarkan kebesaran sejarah dan peradaban Melayu yang ingin ditampilkan dalam perhelatan itu. Perhelatan acara diharapkan memberikan nilai tambah EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

bagi kebudayaan dan peradaban, tidak sekedar hurahura. Tema usulan Disbud tak mendukung konsep acara perhelatan. Mereka kemudian meminta beberapa sejarawan dan budayawan untuk menentukan tema. Sejawaran Aswandi mengajukan tema “Kebesaran Sejarah dan Tamadun Melayu”. Tema itu diterima karena mencerminkan konsep menampilkan kebesaran peradaban Melayu. “Tema itu heroik,” terang Arifin. Dalam persoalan acara-acara kebudayaan, Husnizar mengungkapkan, cukup sulit memperoleh titik temu antara birokrat dan seniman. Proses penggodokan konsep dan tema perhelatan diwarnai tarik ulur. Dalam penganggaran misalnya, Disbud menginginkan acara tersebut sebatas festival budaya. Para seniman sendiri tak sepakat dengan batasan itu. Menurut mereka, jika ingin mewujudkan visi gubernur yang menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu, jangan membatasi hanya pergelaran budaya. “Perhelatan Tamadun itu lebih tinggi ketimbang festival,” kata Husnizar. Menurut Husnizar, perhelatan tamadun tidak bisa asal jadi. Para seniman ingin suatu kegiatan budaya yang berkarakter. Apalagi, Kepri sudah lama tidak mengadakan perhelatan kebudayaan. Terakhir, perhelatan budaya dalam skala internasional adalah saat Festival Budaya Melayu Serumpun pada 2006. “Para seniman ingin, saat orang mendengar kata Tamadun, pikiran mereka langsung tertuju ke Kepri,” terang Husnizar. Mendapat banyak masukan dari para seniman, Disbud bergerak mensosialisasikan perhelatan tersebut. Disbud menyampaikan rencana perhelatan itu pada sembilan Kepala Taman Budaya pada Desember 2012. Tak cukup sembilan, Arifin kembali mensosialisasikan perhelatan tamadun dalam pertemuan Kepala Taman Budaya di Jambi pada bulan Juni 2013. Pada waktu yang berbeda, Arifin juga menyampaikan sosialisasi kepada presiden DMDI dan para Kadis Kebudayaan se-Sumatera. “Itulah mengapa yang hadir dari Indonesia bisa mencapai 14 provinsi,” ujar Arifin. Kepala Taman Budaya dipilih karena pada tingkat provinsi, Taman Budaya merupakan pusat kegiatan ke­ senian. Rencananya, Disbud mengharapkan 16 provinsi bisa mengirim perwakilannya. Belakangan, Bengkulu dan Kalimantan Timur mengundurkan diri karena pada saat bersamaan mereka mengadakan festival budaya. Meski mengundang, Disbud meminta agar yang peserta yang datang mengirimkan kesenian yang sudah menjadi ikon daerah. Misalnya, Aceh diminta mengirimkan


15 tari Saman dan tari Ratoh Duek, Riau mengirimkan tari Zapin dan Randai, sementara dari Malaysia juga diminta hal yang sama. Negara Bagian Kelantan mengirimkan kesenian wayang kulit. Sedangkan Pulau Pinang diminta mengutus kesenian Boria. Jenis-jenis kesenian itu ditentukan oleh sembilan kurator. Mereka menentukan, kesenian apa saja yang tampil dalam perhelatan tamadun. “Yang mereka tampilkan harus memiliki pertalian sejarah dengan kesenian Melayu,” terang Husnizar. Bagi seniman melayu, perhelatan ini menjadi ajang memperkenalkan kebudayaan melayu pada daerahdaerah lain. Sedangkan bagi seniman provinsi selain Kepri, perhelatan ini juga menjadi ajang menunjukkan kebudayaan mereka. Persandingan budaya Melayu dan budaya asli Indonesia lainnya dengan kebudayaan Melayu dari negara lain juga membuka mata masyarakat. Mereka bisa membandingkan dan menilai, sejauh mana pencapaian kebudayaan yang berkembang di Indonesia dibanding sesama negara di alam Melayu lainnya. “Dalam eksplorasi kebudayaan, bisa dibilang Indonesia lebih baik ketimbang Malaysia,” kata budayawan Kepri yang juga Kabid Senibudaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Samson Rambah Pasir. Menurut dia, lebih banyak akulturasi dalam budaya Melayu tanah air ketimbang dengan negeri jiran (tetangga). “Termasuk akulturasi dengan kebudayaan kontemporer, kita di depan,” kata dia. Husnizar menjelaskan, salah satu alasan eksplorasi budaya Melayu tanah air lebih dalam dibandingkan negara tetangga karena kebebasan berekspresi di Indonesia lebih besar. “Di Malaysia atau Brunei yang sistem negaranya kerajaan, seniman dituntut lebih santun,” kata dia. Usai persiapan hingga pelaksanaan yang berlangsung hampir dua tahun, menghabiskan anggaran Rp 5 miliar, dan melibatkan ribuan peserta dan pendukung acara, apa yang diharapkan dari perhelatan ini? Gubernur Sani menegaskan, perhelatan ini menjadi tonggak membangkitkan budaya Melayu. “Kita kembali menunjukkan jati diri Melayu dengan budayanya yang bisa diterima siapa saja dan terbuka bagi persaudaraan,” kata Sani. Untuk jangka panjang, Sani berharap perhelatan Tamadun Melayu mendorong generasi muda untuk mengenal budaya Melayu yang sebenarnya. Tak hanya yang berwujud atraksi kesenian, namun teladan yang ditunjukkan Raja Ali Haji seperti persahabatan, bersahaja, dan patuh pada Tuhan diikuti generasi muda Kepri. Arifin Nasir mengakui, perubahan sikap itu tak berlangsung segera, butuh proses. Namun, sama halnya EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

dengan Sani, target untuk memperlihatkan kebudayaan Melayu pada masyarakat. “Pada anak-anak kita bisa menunjukkan bahwa kebudayaan inilah yang menunjukkan kehalusan budi,” terang Arifin. “Generasi sekarang lebih fasih dengan kebudayaan barat. Kenapa? Karena mereka tidak tahu kekhasan kebudayaan mereka sendiri. Usai perhelatan ini mereka bisa bercerita. Itu sudah merupakan cerminan peradaban,” tambah dia. Sementara Husnizar mengingatkan, tujuan membangun kebudayaan itu bukan untuk menarik turis. “Membangun kebudayaan itu berarti membangun kehidupan,” ucap Husnizar. Namun, ada sisi kehidupan yang jika diangkat dengan baik bisa memberikan efek terhadap pariwisata. “Contoh di Bali, yang menjual memang kebudayaannya. Hanya, kalau diperhatikan masyarakatnya kan membangun kebudayaan untuk kehidupan mereka.” *** Setelah wapres resmi membuka, acara pembukaan dilanjutkan dengan menampilkan pawai budaya tiga negara yang tergabung dalam Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yakni, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Rombongan Malaysia dipimpin langsung Presiden DMDI,


16 Datok Sri Ali Rustam. Kemudian 14 provinsi di Indonesia, 6 kabupaten/kota di Kepulauan Riau sebagai tuan rumah. Kabupaten Natuna tidak hadir dengan alasan terkendala transportasi. Enam titik dan ruas jalan harus ditutup selama pembukaan dan pawai budaya berlangsung. Jalan tersebut simpang jalan Gedung Arsip Daerah, simpang arah Rumah Makan Sadap, simpang Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, simpang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang, simpang Masjid Raya depan Gedung Kaca Puri, serta simpang Jalan Pos. Padahal, jalur pawai budaya ini hanya satu garis, mulai dari Gedung Arsip Daerah dan berujung di Gedung Daerah Tanjungpinang. Pawai Kebesaran Sejarah dan Tamadun Alam Melayu ini adalah sebuah arak-arakan alegoris yang menggambarkan kebesaran sejarah dan tamadun Alam Melayu. Menampilkan puncak-puncak dan khazanah kebesaran sejarah dan tamadun Alam Melayu di Kepulauan Riau, daerah dan negara peserta. Pawai kebesaran Lembaga Adat Melayu Propinsi Kepulauan Riau yang bertindak sebagai kepala pawai membuka arak-arakan. Tabuhan barisan pemusik Nobat menggema dan seolah memenuhi langit. Pemain musik nobat diapit delapan orang pembawa tombak. Di belakangnya ada usungan kebesaran bersaput kuning, pembawa dian 16 orang. Dian itu berupa sebatang lilin menyala diletak di sebatang tuas kayu. Ada pula pembawa bunyi-bunyian keromong, pembawa payung ubur kuning, dan putih. Secara historis dan kultural, pawai ini diilhami aturan

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

semberab mengarak mempelai raja berusung atau istiadat mengarak mempelai raja berusung. Semberab ialah semacam persembahan/hadiah berisi pakaian, sirih dsb (KKBI). Tradisi istana Kerajaan Riau-Lingga ini terakhir kalinya digelar di Istana Keraton di Pulau Penyengat tahun 1885. Mengarak Raja Melayu merupakan simbol kebesaran Kerajaan Riau, Lingga, Johor, dan Pahang. Auman magis dan tembakan meriam membuat penonton bergidik. Juga terkesan heroik dengan iringan vokal yang membahana pembawa acara dalam membacakan Gurindam XII. Pertunjukkan budaya ini menampilkan sosok Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional bidang bahasa dan Raja Ahmad sebagai pahlawan Melayu yang menentang Belanda. Penonton tampak terpukau dan tersihir oleh pertunjukkan budaya ini. Kepala pawai melintas di hadapan Wapres Boediono, Mendagri, Mendikbud, Gubernur Kepri, Presiden DMDI, dan tamu-tamu kehormatan yang duduk di panggung utama. Mereka mempersembahkan budaya kebanggaan negeri-negeri Melayu. Ribuan masyarakat Kota Gurindam dan wisatawan memenuhi jalan untuk menyaksikan pawai budaya perhelatan Tamadun Melayu I ini. Arakan pawai belum selesai, karena masih ada arakarakan peserta. Rombongan pertama dari Malaysia dengan membawa peserta dari Negeri Melaka, Negeri Kedah, Pulau Penang, Johor Bahru, Negeri Kelantan, dan Selangor Darul Ehsan. Menyusul rombongan dari Singapura yang menampilkan pawai dengan mengusung tema “Budaya Singapura�. Rombongan ketiga dari Thailand Selatan, Pattani, yang mengusung tema Bersemangat Melestarikan Melayu di Thailand. Peserta pawai budaya dari Thailand hanya dua orang. Selanjutnya pawai budaya 14 Provinsi yang dimulai dari Nangroe Aceh Darussalam yang menampilkan pawai budaya nelayan dan pesisir sebagai wujud semangat kerja keras. Sumatera Utara menampilkan budaya teria-


17 kan ahoi-ahoi sebagai simbolisme mengajak bergotong-royong panen padi dan ajang pesta panen yang membuat berkumpulnya muda-mudi untuk mencari jodoh. Sumatera Barat menampilkan penjemputan lelaki ke rumah perempuan. Riau menampilkan pertunjukan Melayu agung, kembali ke puncak. Sumatera Selatan menampilkan kesenian dul muluk. Kalimantan Barat menampilkan pawai budaya dengan mengusung tema Sungai Kapuas dengan rumpun Melayu yang akrab dan damai. Kalimantan Selatan menampilkan kesenian Mamanda dengan iringan lagu Ampar-ampar Pisang. Sulawesi Barat menampilkan perkawinan masyarakat Mamuju. Jambi memperkenalkan permainan rakyat lukah gilo. Permainan rakyat yang awalnya ritual magis khas adat pada masyarakat Jambi, sekarang menjadi permainan rakyat yang umum dimainkan. Bangka Belitung menampilkan permainan rakyat usai panen lada dengan iringan musik gambus. DKI Jakarta menampilkan pawai budaya Betawi untuk Jakarta baru. Mpok Nori dan Mastur, adik Mandra, tampil sebagai ikon Betawi. Mastur dan Mpok Nori bersilat dengan iringan tari dan musik tanjidor khas Betawi. Keha­diran Mpok Nori, artis pelawak kelahiran 10 Agustus 1930 itu pun membuat pengunjung tertawa riang. Sementara kabupaten dan kota dari Kepulau Riau menampilkan peserta pawai budaya dalam prosesi perkawinan, tarian basibah-sibah, dan makyong. Pembukaan Perhelatan Tamadun Melayu I dan pawai budaya berakhir menjelang senja. *** Selama tiga hari Perhelatan Tamadun Melayu I, sembilan kegiatan utama terlaksana. Pawai kebesaran sejarah tamadaun alam Melayu, panggung seni alam Melayu, festival seni budaya Melayu Kepri dan pameran UKM, pentas teater tradisional alam Melayu, dan pentas musik tradisional alam Melayu. Berikutnya, pameran khazanah naskah kuno Melayu, seminar kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu, panggung sastra moderen alam Melayu, dan panggung kegemilangan tamadun alam Melayu. EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

Lima venue untuk mengakomodir sajian-sajian budaya itu. Panggung utama di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Panggung Anjung Cahaya, Panggung Gedung Aisyah Sulaiman, Perpustakaan Kota Tanjungpinang, dan Gurindam Square. Pementasan berlangsung malam hari, sementara pameran sepanjang hari dan seminar dua hari terakhir. Usai pembukaan sore hari, malam harinya seluruh panggung pementasan serentak menyajikan kesenian khas masing-masing peserta. Di panggung Gedung Daerah, tampil Aceh dengan Rafai Geleng, Sumatera Utara menampilkan Gordang Sembilan, Kalimantan Tengah mempersembahkan Tari Mandau, dan Kabupaten Karimun dengan Joget Dangkong. Di Panggung Anjung Cahaya, Melaka tampil dengan musik Dondang Sayang Mambo, Kedah menyajikan Gendang Keling, Bangka Belitung menampilkan orkes gambus. Sementara di pentas Gedung Aisyah Sulaiman, Kabupaten Bintan menampilkan Makyong, Sumatera Selatan cerita Dul Muluk, Kabupaten Lingga mempersembahkan teater dengan cerita Bangsawan, dan Kalimantan Selatan berjudul Mamanda. Di Gurindam Square, panggung sastra moderen diisi penyair-penyair alam Melayu. Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri pun turut tampil. ‘’Pementasan digelar serentak jam delapan malam


18 (pukul 20.00) sehingga masyarakat punya pilihan. Mereka yang suka teater ke Gedung Aisyah, bagi yang suka puisi ke Gurindam Square. Kalau suka tarian ke Gedung Daerah, suka musik nonton di Anjung Cahaya,’’ papar Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Arifin Nasir di kantornya Rabu lalu. Malam berikutnya juga begitu. Panggung-panggung pementasan silih berganti diisi penampilan peserta dari berbagai daerah, provinsi, dan negara peserta Perhelatan Tamadun Melayu I. Mereka menyajikan kesenian khas masing-masing yang menunjukkan kebesaran sejarah dan tamadun mereka. ‘’Kesenian yang ditampilkan sudah diseleksi kurator sebelumnya, jadi tidak sembarangan yang mereka tampilkan, Harus khas daerah dan berbeda,’’ kata Arifin Nasir, Ketua Panitia perhelatan Tamadun Melayu I. Hari kedua lebih meriah dengan lomba tari Melayu Kreasi, lomba busana pengantin Melayu, dan lomba masakan khas Melayu di sekitar venue Perpustakaan Kota Tanjungpinang. Seminar juga berlangsung di hari kedua.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

Pemakalah di antaranya Dr Berthold Damshauser dari Universitas Bonn, Institut fur Orient-und Asienwissench, Jerman; Dr Jajat Burhanuddin dari Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan Prof Dr Margaret Kartomi dari Monash University Australia. ‘’Peminat seminar banyak, melebihi target. Karena kapasitas tempat terbatas jadi peserta juga dibatasi hanya seratusan orang,’’ kata Arifin Nasir. Seminar berlangsung hingga hari ketiga atau hari terakhir. Pameran, pergelaran kesenian, dan agenda tambahan wisata sejarah ke Pulau Penyengat juga berlangsung sampai hari terakhir. Malam penutupun dengan tema Kegemilangan Tamadun Alam Melayu di Gedung Daerah menampilkan penampil terbaik malam pertama dan malam kedua. Dikemas dalam satu garapan yang dimulai dari konten orang laut, eskplorasi seni tari, musik mini orkestra dan tradisional Melayu, eksplorasi karya Raja Ali Haji hingga penampilan Sutardji Calzoum Bachri. (Ahmadi & Yermia Riezky)


fokus

19

p e ri s ti w a

Tentang Anggaran Rp5 Miliar Itu S

eratusan warga Tanjungpinang memenuhi Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau, di Kantor LAM Kepri Jalan Usman Harun Kota Tanjungpinang. Duduk bersila, mereka merapat di dinding ruangan kantor berwarna biru muda itu, membentuk empat baris ke arah tengah. Di salah satu dinding, tercantol lukisan besar Raja Haji Fisabilillah. Kamis pekan lalu, mereka berkumpul untuk mensyukuri perhelatan Tamadun Melayu I yang berlangsung pada 27-29 September 2013. Dari luar, perhelatan itu berlangsung lancar, nyaris tanpa cacat. Gubernur Kepri, Muhammad Sani memimpin syukuran yang dihadiri oleh masyarakat pendukung perhelatan tersebut. Dalam pesannya, Sani mengaku perhelatan ini tidak menghasilkan bangunan fisik. Ia mengatakan itu sambil menyinggung berbagai penolakan yang terjadi selama persiapan hingga paska Tamadun. Dalam perjalanannya, sejumlah elemen masyarakat memprotes besarnya anggaran untuk perhelatan tersebut yang mencapai Rp 5 miliar.

Jangan ditengok dari duit yang keluar, yang utama anak-anak kita tahu seperti apa budaya Melayu.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


20 “Jangan ditengok dari duit yang keluar,” pinta Sani. “Yang utama anak-anak kita tahu seperti apa budaya Melayu,” Sani menambahkan. Gubernur mengungkapkan, pelaksanaan Tamadun tidak dapat dinilai dengan uang. Kalaupun ada, bisa dilihat dari peningkatan transaksi jual beli, hunian hotel, dan pengguna jasa transportasi. Mengakhiri pesannya yang singkat, ia menegaskan perhelatan Tamadun Melayu I lebih bertujuan sebagai tonggak membangkitkan budaya Melayu. Tak ada percakapan antara Gubernur dan hadirin yang juga dihadiri beberapa kurator perhelatan seperti sejarawan Aswandi dan budayawan Huznizar Hood. Doa syukur pun kemudian meluncur dari salah seorang sesepuh LAM. Usai doa, hadirin lalu mengantri di dua meja prasmanan yang disiapkan. Mereka siap menyantap opor ayam, gulai, asam manis, dan menyeruput teh tarik. Ya, untuk menyukseskan perhelatan besar ini, Pemerintah Provinsi Kepri menganggarkan dana sebesar Rp5 miliar. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Arifin Nasir, anggaran itu digunakan untuk memproduksi perhelatan dan membiayai akomodasi dan konsumsi peserta. Setiap daerah peserta, lanjutnya, mendapat biaya produksi Rp20 juta, mendapat akomodasi penginapan untuk 20 orang atau 10 kamar, dan konsumsi selama tiga hari. Biaya lainnya untuk para kurator sembilan orang yang bertugas memproduksi dan menyeleksi kesenian yang ditampilkan peserta. Biaya terbesar tersedot untuk

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

produksi dan pelaksaan kegiatan. ‘’Memang biaya yang kami anggarkan Rp5 miliar tetapi tidak semua terpakai. Kan, untuk acara ini ada yang dilelang, misalnya penyediaan konsumsi, dianggarkan Rp250 juta tetapi setelah dilelang hanya Rp200 juta. Dana yang hanya terpakai 70 persen dari yang dianggarkan. Jadi ada selisih dan itu dikembalikan ke kas daerah,’’ tegasnya. Anggaran Rp5 miliar ini memang sempat mendapat protes dari kalangan mahasiswa, meski acara sudah selesai. Aksi demonstrasi digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Senin (30/9/2013), di depan Gedung Graha Kepri, Kota Batam. Mahasiswa menolak berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah karena merupakan pemborosan APBN dan APBD, seperti Perhelatan Tamadun Melayu. “Tidak sepatutnya pemerintah memberikan anggaran berlebihan terhadap kegiatan tersebut di saat sebagian besar masyarakat Kepri berada di bawah garis kemiskinan,” kata Koordinator Umum PMII se-Kepri Rizki Firmanda. Menurut Arifin Nasir, masyarakat belum tahu penggunaan dana yang dinilai relatif besar itu, sehingga wajar ada protes. Ia menegaskan, ada selisih anggaran akan dikembalikan ke kas daerah seperti yang disebutkan di atas. ‘’Masyarakat juga perlu tahu, penggunaan anggaran ini ada pertanggungjawabannya,’’ ujarnya. (Ahmadi & Yermia Riezky)


fokus

21

p e ri s ti w a

Mereka Mengaku Menikmati Rezeki

M

entari bersinar terang di atas Pulau Penyengat, Kamis, pekan lalu. Terik matahari siang itu membuat pulau yang masuk wilayah Kota Tanjungpinang, Kepri itu panas. Tak ayal, terik itu terpantul di tembok Masjid Raya Sultan Riau yang berwarna kuning, menyilaukan. Tak tampak keramaian siang itu. Satu dua orang datang untuk sembahyang di masjid yang telah berusia dua abad itu. Seorang pria paruh baya duduk di depan gerbang masuk masjid. Seluruh rambutnya beruban. Warna kumis dan janggutnya juga telah berubah putih. Dari penampilannya, tampaknya salah satu sesepuh di pulau yang legendaris itu. Benar saja. pria tua itu memperkenalkan diri sebagai salah satu wakil ketua Masjid Raya Penyengat. Namanya Muhammad Nur Yusuf. Di daftar pengurus masjid, namanya terdaftar sebagai Wakil Ketua I. Hari itu Nur bertugas menjaga masjid. Setiap hari satu dari empat penjaga bertugas. “Tugas kami untuk melayani pengunjung kalau mereka bertanya tentang masjid dan Al-Quran berusia 200 tahun yang ada di dalam. Kami juga menunjukkan lokasi

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

tempat wudhu dan toilet, serta mengingatkan pengunjung kalau masih memakai alas kaki di area bebas alas kaki,” kata Nur. Dia menjelaskan, sepinya siang itu sama dengan harihari biasa. Namun, suasana minggu sebelumnya berbeda jauh. Pelaksanaan Tamadun Melayu I di Tanjungpinang membawa limpahan pengunjung ke pulau tersebut. Pulau Penyengat memiliki kisah yang menarik. Pulau itu dikisahkan menjadi mahar Sultan Mahmud Syah III kepada Raja Hamidah, yang lebih dikenal dengan sebutan Engku Puteri. Raja Hamidah merupakan puteri Raja Haji Fisabilillah. Makam Raja Hamidah dan Raja Haji Fisabilillah berada di pulau itu dan menjadi salah satu obyek wisata religi selain Masjid Raya. Obyek-obyek wisata itu menjadi target pengunjung selama tiga hari pelaksanaan Tamadun Melayu I. Nur mengatakan pengunjung memenuhi halaman masjid. Jumlahnya jauh melebihi pengunjung di akhir minggu biasa. “Suasananya sudah seperti lebaran saja,” kata dia. Nur menyebut pengunjung mengaku berasal dari daerah di luar Kepri.


22 “Ada yang dari Padang, Makassar, Jakarta, Singapura, dan Malaysia,” terang dia. Membludaknya pengunjung membuat satu penjaga masjid tak cukup melayani tamu. “Empat orang penjaga semua turun selama tiga hari itu,” ujar dia. Selain mengunjungi sejarah, Pulau Penyengat juga menjadi salah satu lokasi perhelatan Tamadun. Di pulau ini dipamerkan naskah kuno di Balai Maklumat. Banjir pengunjung selama Tamadun menggerakkan ekonomi di Pulau Penyengat. Warung dan penjual jajanan laris. Becak motor tak berhenti mengantar pengunjung berkeliling Pulau Penyengat. Sekali berkeliling mereka mendapat Rp 30 ribu. Memang tidak ada angka pasti peningkatan pengunjung. Namun efeknya terasa. Salah satu pemilik pompong penyeberangan Tanjungpinang-Penyengat dapat mengantar rombongan hingga enam kali. “Biasanya, tiga kali (perjalanan) pun susah,” terang dia. Romlah, penjual jajanan di depan Masjid Raya mendapat penghasilan hampir sepuluh kali lipat. “Hari biasa paling saya dapat sekitar Rp 30 ribu, waktu Tamadun minggu lalu bisa sampai Rp 300 ribu,” terang wanita asal Sumatera Utara itu. Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Arifin Nasir mengungkapkan, meski bukan acara khusus ekonomi dan perdagangan, Perhelatan Tamadun Melayu I berefek pada ekonomi masyarakat Tanjungpinang. Baik peserta dan pengunjung yang datang mendongkrak transaksi jual beli. “Mereka belanja di toko-toko maupun warung-warung di sekitar lokasi perhelatan, hotel-hotel penuh, jasa transportasi pun laku,” kata Arifin, Rabu minggu lalu di Dompak. Penuhnya hotel diakui Didi, salah satu pegawai di Hotel Panorama Tanjungpinang. Selama dua malam, hotel mereka dihuni peserta dari Bintan. “Ada 20 kamar yang diisi peserta dari Bintan. Hari berikutnya 30 kamar. Selama Tamadun, hotel kami penuh,” terang dia. Sebanyak 1.115 orang peserta terlibat dalam perhelatan selama tiga hari ini. Kota Tanjungpinang pun menjadi lebih hidup. Masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya mendapat berkah. Tak hanya mendapat sajian-sajian budaya dan hiburan, tetapi juga materi. Perekonomian bergerak karena efek dari kegiatan ini. Hotel-hotel penuh, rumah makan dan pedagang kaki lima kecipratan rejeki. ‘’Jadi kegiatan ini tidak sekadar euforia dan sama sekali bukan hura-hura. Hotel-hotel penuh dan mereka akan membayar pajak ke daerah, jadi dana yang kita

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

keluarkan kembali ke kas daerah juga kan? Transportasi mendapat penumpang. Penjual makanan laris,’’ jelas Arifin Nasir. Pemprov Kepri sendiri menganggarkan dana bagi seluruh kontingen yang datang dari enam kabupaten kota di Kepri, 14 provinsi, dan tiga negara. Masing-masing rombongan mendapat jatah subsidi maksimal untuk 20 peserta. Anggaran tersebut termasuk dalam anggaran perhelatan Tamadun yang mencapai total Rp 5 miliar. Selama persiapan bahkan paska perhelatan Tamadun, nilai anggaran itu menjadi persoalan banyak kalangan di Kepri. Mereka menganggap hal itu pemborosan. Banyak sektor yang membutuhkan dana yang besar itu. “Perhelatan Tamadun itu tidak bisa kita nilai dengan duit,” kata Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, saat kenduri syukuran perhelatan Tamadun Melayu I di gedung Lembaga Adat Melayu Tanjungpinang, Kamis pekan lalu. “Tapi kalau harus dinilai dengan uang, perhatikanlah pedagang-pedagang yang jualan, transportasi, dan hotel,” lanjutnya. Arifin mengatakan, sedikit-banyak anggaran itu kembali masuk ke kas daerah. “Dari pajak hotel,” ia menyebut salah satunya. Bagi dia, yang utama selain mengenal ragam budaya Melayu yang masuk dalam Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), perputaran ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui belanja peserta dan pengunjung. Budayawan Huznizar Hood yang menjadi salah saru kurator acara menilai perlu niat dan usaha yang besar untuk mewujudkan perhelatan Tamadun. Apalagi tidak pernah ada perhelatan budaya melayu di Kepri sejak Festival Budaya Melayu 2006. Arifin mengharapkan, perhelatan Tamadun juga membuka mata investor melihat kondisi Tanjungpinang. “Mereka bisa berinvestasi membangun infrastruktur Tanjungpinang,” ujar dia. Secara umum, target Tamadun memperkenalkan budaya melayu pada masyarakat Kepri, khususnya di Tanjungpinang berjalan sesuai rencana Pemprov Kepri dan para kurator. Efek samping yang dari sisi ekonomi diperkirakan tak sedikit. Perlahan, potensi daerah sedikit terkuak. Pulau Penyengat pun tak luput. Rasa syukur pengunjung mendengar kisah dan melihat kebesaran warisan kerajaan Melayu Riau-Lingga-Johor-Pahang diwujudkan melalui sedekah. Nur mengungkapkan, sedekah yang diberikan pengunjung masjid bertambah. “Biasanya setiap sedekah yang masuk kami hitung sebanyak Rp 16 juta. Selama Tamadun kemarin, sedekah pengunjung sampai Rp 24 juta,” terang Nur. (Ahmadi & Yermia Riezky)


fokus

23

p e ri s ti w a

Samson Rambah Pasir budayawan batam

Batam, Pelangi tamadun Melayu K

ota Batam menjadi peserta paling sukses dalam dalam perhelatan Tamadun Melayu I yang diselenggarakan selama tiga hari. Mulai 27-29 September 2013 di Kota Tanjungpi-

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


24

fokus p e ri s ti w a

nang, ibukota Provinsi Kepri. penata rias dan busana yang lepas. Selain berjaya pada Sebagai peserta, Kota Batam membawa rombongan lomba tari, Batam juga meraih juara pertama lomba maberjumlah 130 orang untuk mengikuti kegiatan lomba sak melayu. Menyajikan makanan non beras seperti roti dan non lomba. jala, kek ubi kayu bakar, dan lendot, Batam mengungguli Kegiatan non lomba seperti pentas seni (hiburan), kabupaten dan kota lainnya. Batam juga meraih juara pementasan teater, dan pawai budaya. Batam mengiketiga lomba busana pengantin Melayu. kutkan 80 orang dalam pawai budaya pada pembukaan Selain itu, Batam berpartisipasi dalam pementasan Perhelatan Tamadun Melayu I. Kemudian kegiatan yang seni tari, musik, teater, pameran sejarah, seminar dan bersifat lomba seperti festival tari, lomba busana peneksebisi gasing. Selama tiga hari itu, peserta dari Batam gantin, dan lomba masakan Melayu. tampil penuh dan. “Tari yang dilombakan ini bertema Kebesaran seja“Memang ada kegiatan yang dilombakan dan tidak rah dan Tamadun Alam Melayu. Kami (Batam) medilombakan tetapi kami tampil penuh energi dan sama nampilkan tarian berjudul Perdamaian Kuale Bulang,” seriusnya,” tegas Samson. ujar koordinator tim Batam, Samson Rambah Pasir Menurut Samson lagi, Batam memberi peran besar yang juga Kepala Bidang Seni Budaya dan Sejarah, dalam perhelatan Tamadun Melayu I ini melalui sajian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, dan prestasi yang mereka raih. Selasa lalu. “Meski Batam kota urban, tetapi dalam Dengan 10 penari dan 15 pemusik Perhelatan Tamadun Melayu, Batam Batam menyajikan tari yang digarap memberi warna dan peran dengan Meski Batam kota Syafmanevi Alamanda dan musik oleh membawa 130 orang. Kami peraih urban, tetapi dalam Purnawan. Tarian ini bercerita tentang juara terbanyak,” ucapnya sembari Perhelatan Tamaperselisihan Engku Muda Raja Mumenununjukkan piala yang berada di dun Melayu, Batam hammad dengan Raja Ali. Perselisihan meja di ruang kerjanya. memberi warna disebabkan karena keduanya merasa Di luar perhelatan Tamadun Melberhak memerintah Riau. Perselisihan ayu I, Batam memberi peran besar dan kemudian menyulut peperangan antara warna pada kegiatan kebudayaan atauorang Melayu di pihak Engku Muda Raja Mupun budaya Melayu itu sendiri. Di antara tuhammad dengan orang Bugis di pihak Raja Ali. juh kota dan kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Engku Muda berpegang pada titah Sultan Mahmud Batam lah yang penduduknya paling kaya budaya dan Raja Ali masih menganggap dirinya Yang Dipertuan karena penduduknya yang heterogen. Muda. Tetapi, Engku Muda akhirnya menyingkir ke Pulau Dalam garapan-garapan keseniannya, Batam memBulang. beri sentuhan budaya daerah lain pada budaya MePerselisihan antara orang Bugis dan Melayu ini baru layu. Misalnya Kenduri Seni Melayu yang kemudian berakhir ketika Engku Muda didamaikan oleh Sultan melibatkan paguyuban dan kesenian daerah lain Mahmud di atas perahu Engku Busu yang berlabuh di untuk berpartisipasi. Perhelatan yang awalnya sangat Kuala Bulang pada tahun 1802. Raja Ali akhirnya dikental dengan budaya Melayu kemudian berkembang. lantik kembali menjadi Yang Dipertuan Muda Riau V Perhelatan budaya ini disandingkan Gebyar Budaya berkedudukan di Tanjung Unggat dan Pulau Bayan. Nusantara. Paguyuban Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi Sementara itu Engku Muda diberi kuasa memerintah ikut terlibat. Bulang, walaupun kemudian ditolaknya. Kemudian dari segi prestasi, Batam beberapa kali juara Selain mendamaikan Engku Muda dan Raja Ali, ikrar festival tari baik tingkat propinsi Kepri maupun tingkat persetiaan Melayu-Bugis untuk kesekian kalinya itu nasional. Kelompok kesenian yang dibentuk paguyuban ditandai pula dengan dinikahkannya Sultan Mahmud berbagai daerah juga beberapa kali mewakili Batam di dan Raja Hamidah binti Raja Haji Fisabilillah yang kemuwilayah regional dan nasional. dian bergelar Engku Puteri oleh Raja Ali Yang Dipertuan “Kelompok-kelompok kesenian ini baik Melayu mauMuda Riau V di Riau. pun di luar Melayu, diberi bantuan oleh Pemko Batam. “Ide cerita untuk garapan tari ini (Perdamaian Kuala Seperti alat musik gamelan dua set. Kami berupaya, MeBulang) dari saya,” ungkap Samson Rambah Pasir. layu menjadi payung budaya lain, meneduhi masyarakat Di antara lima peserta dari Kota dan Kabupaten di Kekita yang multi etnis, sekaligus memberi ruang dan pelupri, Batam meraih tiga piala penghargaan. Penyaji terbaik ang bagi kesenian lain untuk tumbuh dan berkembang,” 1, penata tari terbaik, dan penata musik terbaik. Hanya paparnya. (Ahmadi & Yermia Riezky)

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


25

fokus p e ri s ti w a

Arifin Nasir ketua panitia tamadun melayu i

Gelar Ditolak, Tamadun Digugat Arifin Nasir, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri yang juga Ketua Panitia Perhelatan Tamadun Melayu I 2013.

P

erhelatan Tamadun Melayu I 2013 di Tanjungpinang, Kepri, pekan lalu, terbilang sukses dan memenuhi target. Ide penyelenggaraan yang sudah diwacanakan bertahun-tahun dan dipersiapkan setahun sebelumnya terwujud dalam bentuk sajian tari, musik, teater, puisi, seminar, dan pameran. Perhelatan yang menelan anggaran, pendapatan, dan belanja daerah (APBD) Kepri miliaran rupiah ini bukan tanpa hambatan dan protes. Pemberian gelar adat kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sempat mendapat protes. Bahkan usai acara pun, masih ada protes dari kalangan mahasiswa karena dianggap pemborosan anggaran. Rabu, (2/10) lalu, Majalah Batampos mewawancarai

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Dari mana ide Perhelatan Tamadun Melayu I ini? Perhelatan Tamadaun Melayu I ini sudah dipersiapkan sejak Desember 2012. Tetapi jauh sebelumnya, sebelum saya, pada waktu dinas kebudayaan bergabung dengan dinas pariwisata masih digabung, tahun 2011 ide ini sudah ada. Kemudian dirancang sedemikian rupa, jadi buka kegiatan tergesa-gesa. Ini inisiatif gubernur (HM Sani). Idenya, ada satu keinginan dari gubernur bagaimana visi dan misi Pemerintah Kepulauan Riau cepat terealisasi dengan perhelatan kebudayaan. Bagaimana Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu masyarakatnya sejahtera, berahlak mulia, ramah lingkungan. Dan pada misi, bagaimana aspek pembangunan di Kepri, pembangunan yang berbudaya sekaligus menjadi payung bagi daerah lainnya yang ada di Kepri. Kemudian konsep perhelatan ini seperti apa? Konsepnya, kami mengedepankan berbagai bentuk tampilan kebudayaan kita seperti pemberian anugerah, seminar, panggung sastra, pameran, pementasan seni dan budaya. Pada awalnya kita belum menemukan tema


26 apa untuk semua kegiatan itu. Tema itu tdak mudah karena kita mau mengusung kebesaran sejarah dan tamadun alam Melayu. Maka kegiatan ini kami kemas, bukan untuk euforia dan hura-hura. Tapi kegiatan ini memberikan satu nilai tambah dalam dalam hal peradaban dan kebudayaan. Maka gubernur meminta ini dikemas dengan baik. Sebagai contoh, saya tidak mau nanti mereka itu pawai budaya pakaiannya asal-asal saja. Saya mau mereka tampil dengan pakaian melayu lengkap, baju kurung dan kopiah. Bayangkan yang ikut itu sampai dau ribu orang, maka begitu pawai ditampilkan, besar sekali aura yang muncul. Itu sudah kami kemas betul. Apalagi sesuai dengan yang kita harapkan semua kegiatan harus bermuara pada tema yang kita susun. Cukup berat membuat kegiatan agar sesuai dengan tema yang kami formulasikan, karena banyaknya pendapat. Tema awalnya itu pergelaran budaya dan silaturahim, tapi kalau tema ini diangkat, tidak mencerminkan kegiatan. Tema harus mencerminkan sejarah alam melayu. Itu yang kami usung. Memang sulit mencari tema itu. Aswandi sebagai sejarawan yang mencari dan tema pun tergantikan. Temanya, Kebesaran Sejarah dan Tamadun Alam Melayu. Dalam perhelatan ini, ada agenda pemberian gelar adat untuk SBY. Apakah tidak jadi karena ada penolakan? Tidak jadi diberikan karena waktu itu SBY ada acara di Pacitan. Tapi kalau beliau waktu itu tak ada kegiatan pasti hadir. Jadi saya tegaskan beliau tak hadir bukan karena ada penolakan. (Presiden SBY kemudian digantikan Wakil Presiden Boediono untuk membuka acara). Saya kira hadirnya wapres satu kebanggaan. Beliau juga memberikan respon positif. Mungkin sesuai lah dengan persiapan kami sejak Desember 2012. Apa yang melatarbelakangi pemberian anugerah ini? Kami, pertama, terinspirasi. Riau sudah memberikan, Jambi juga. Banyak daerah lainnya. Ini (pemberian gelar adat) tak terlepas perhatian SBY pada Kepri. Kami tidak melihat pada aspek kebudayaan tapi juga ekonomi seperti penetapan Batam sebagai lokomotif ekonomi nasional dan bagaimana beliau hadir dalam proses pembangunan di Batam. Beliau sering hadir di Batam tak lain karena perhatian beliau tentu memberikan dampak. Berbicara masalah ekonomi berarti kesejahteraan masyarakat. Kita kan tak bisa melihat dari hal sempit saja. Kalau banyak yang melihat hanya dari sisi kebudayaan terlalu sempit. Penuh pengkajian lembaga adat melayu (LAM) itu sebelum memberikan gelar adat kepada presi-

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

fokus p e ri s ti w a

den RI. LAM yang diakui legalitasnya sebagai tempat berhimpun orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang adat, berurun rembug memberikan presiden gelar adat karena melihat sumbangsih presiden. Kita kan termasuk provinsi yang termasuk sering dikunjungi presiden. Bagamana Umrah itu bisa jadi negeri. Bagaimana keterlibatan presiden? Tidak mungkin Mendikbud mengambil keputusan tanpa persetujuan presiden. Apa lagi yang diberikan presiden pada Kepri? Tidak bisa kita data satu per satu. Tapi lihat yang besarbesar, bagaimana Umrah jadi negeri. Apa tiak ada campur tangan presiden? Apakah pendidikan bukan salah satu kebudayaan? Tidak bisa dilihat secara sempit. Presiden mengeluarkan satu kebijakan yang bisa dirasakan. Kepri bangga punya 2 PTN (peguruan tinggi negeri). Kemudian ada bantuan kapal sabuk nusantara dan kapal roro, apa bukan kebijakan beliau? Menhub tidak melapor ke beliau? Jadi LAM ini ingin mengambil kesempatan menganugerahkan ini sebagai ungkapan terima kasih. Tidak mungkin kita berikan rumah atau utang, salah pula. Tapi dengan pemberian gelar adat ini, inilah penghargaan itu. Dengan harapan ada hubungan emosional pusat dan Kepri. Dari perhelatan selama tiga hari, apakah sudah tercapai target menampilkan peradaban alam melayu? Pembangunan kebudayaan itu kan membutuhkan proses. Jadi perubahan tingkah laku, sikap, itu membutuhkan proses. Tetapi setidaknya dalam perhelatan itu kita sudah memperlihatkan pada masyarakat Kepri terutama pada anak-anak, inilah kebudayaan yang mencerminkan kehalusan budi. Setelah itu kita harapkan ada pemikiran, daya serap anak-anak kita tentang penampilan yang kita suguhkan. Tentu tidaklah secara cepat kita menjadikan anak-anak kita berperadaban. Meskipun kita sudah punya peradaban. Tapi peradaban yang bagaimana yang kita inginkan. Apakah itu sopan santun, saling menghormati, cinta pada khasanah budaya mereka. Mereka lebih bangga dengan kebudayaan barat. Kenapa? karena mereka tidak tahu khasnya kebudayaan mereka sendiri. Setelah mereka melihat, mereka bisa bercerita. Itu juga sudah merupakan cerminan peradaban. Perubahan attitude (sikap) mereka. Jadi pembangunan peradaban tidak saja soal anak melawan orangtua kemudian setelah ada tamadun jadi alim, bukan itu. Itu sempit. Tapi timbul dan muncul rasa cinta mereka pada kebudayaan mereka. Mau ikut berpartisipasi pada even-even kebudayaan di sekolah mereka. (Ahmadi & Yermia Riezky)


27

karikata

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. -Soekarno-Mike Tyson-

-KH Abdurrahman Wahid-

-Chiang Kai-shek-

Ketakutan adalah teman terbaik sekaligus musuh terburuk. Ini seperti api. Jika bisa mengendalikannya, itu bisa untuk memasak dan menghangatkan rumah. Sebaliknya jika tidak bisa mengendalikan justru akan membakar dan menghancurkan Anda.

Tujuh puluh persen wilayah Indonesia adalah air asin, karena itu mengapa kita mengimpor garam? Okelah kalau bodoh, tapi mengapa sengaja bodoh?

Kita hidup untuk saat ini, kita bermimpi untuk masa depan, dan kita belajar untuk kebenaran abadi.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


28

FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA

trend

Sulam Alis

Membuat Penampilan Semakin Terlihat Indah II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

Editor: Fenny Ambaratih

Inovasi pada dunia kecantikan seolah tidak pernah ada habisnya. Gaya hidup wanita modern yang semakin menginginkan nilai kepraktisan menyebabkan timbulnya trend sulam alis. Apakah sulam alis itu? berikut pembahasannya.


29

trend

B

egitu mendengar kata sulam, maka yang pasti terpikikan adalah jarum dan benang yang kemudian dijahitkan pada permukaan kain. Nah apakah pada sulam alis, maka kulit di sekitar alis lah yang dijahit? Ternyata tidak. “Sulam alis adalah teknik tatto yang diaplikasikan untuk membentuk alis,� ujar Koh Ali, pemilik Ali Tatto yang berada di komplek ruko Pesona Asri, Batam center. Sebagian wanita mungkin merasa kurang percaya diri dengan memiliki alis yang terlalu tipis atau tumbuh secara tidak beraturan. Dengan teknik sulam alis, alis bisa menjadi terlihat lebih tebal dan rapi, sehingga wajah akan terlihat lebih cantik. Dengan adanya sulam alis, wanita tidak perlu lagi memakai pensil alis untuk mempertebal alisnya. “Setiap pelanggan yang datang, kami memberikan konsultasi terlebih dahulu. Kemudian menentukan gambar alis yang sesuai dengan wajahnya, dirapikan, baru kemudian di tato,� ujar pria yang sudah mempelajari teknik tato sejak tahun 1996 ini. Sulam alis tidak bersifat permanen. Tergantung dengan bahan yang dipakai, sulam alis bisa bertahan dari 2 sampai 5 tahun. Sulam alis ternyata memiliki banyak ragam juga. Ada yang 2 dimensi, 3 dimensi, 4 dimensi, 5 dimensi, hingga 6 dimensi. Sulam alis 2D hanya mengisi bagian-bagian rambut yang kosong sehingga membuatnya lebih penuh. Alis yang dihasilkan tampak seperti buatan dan seolah hanya memakai pensil alis saja.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


30

Berbeda dengan teknik tiga dimensi. Sulam alis 3D dibuat seolah Anda memang memiliki rambut yang tebal pada bagian atas mata. Sela alis yang kosong diberikan efek bulu tebal tapi tidak tampak buatan. Ada pula 3D Full yang memberikan hasil lebih padat sehingga alis kelihatan tebal tapi tetap alami. Setelah tiga dimensi, ada pula teknik 4D atau 4 dimensi. Sebenarnya teknik 3D itu sama saja dengan 4D hanya saja namanya berubah. “Semakin tinggi dimensinya, maka semkin halus dan alami sulam alis yang dihasilkan,” ujar Ali yang sering menjadi bintang tamu di berbagai acara talk show saperti ‘Bukan 4 Mata’, ‘Hitam Putih’, ‘Dahsyat’ dan lainnya ini. Teknik tatto yang terbaru adalah shading alis. “Kalau sulam alis sudah agak ketinggalan zaman. Pada teknik shading kami mengunakan serat sintetis yang menyerupai alis dan ditanamkan pada kulit di sekitar alis,” tuturnya lebih lanjut. Hasilnya tentu saja, shading alis yang menjadi juara. Kulit di sekitar alis tidak hanya di tato namun juga diberi tambahan alis buatan sehingga terlihat tebal alami.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

trend


31 Menurutnya kini sulam dan shading alis tidak hanya milik kaum hawa. “Bahkan sekarang pria juga banyak yang menyulam alisnya biar terlihat rapi,” ujar Koh Ali serius. Untuk masalah harga, perawatan kecantikan ini bisa didapatkan dari harga Rp1,5 juta hinga Rp 2,5 juta. Menurutnya harga tersebut tidaklah mahal karena hasil yang didapat bisa dinikmati hingga bertahun-tahun. Ada sebagian wanita yang ragu untuk menyulam alisnya karena alasan kebersihan dan kehigenisan peralatan yang dipakai untuk menyulam alis. Namun Koh Ali menyatakan bahwa di studio salonnya ia menerapkan bahwa ‘satu pelanggan satu jarum’. Maksudnya semua peralatan termasuk jarum yang akan diaplikasikan pada konsumen adalah baru. “Bahkan untuk tinta yang digunakan kami menggunakan bahan herbal dan organik,” terangnya. Selain alis, anggota tubuh lainnya yang juga bisa disulam adalah bibir. Bibir yang disulam akan terlihat merona secara alami terhindar dari warna gelap kusam yang biasanya muncul pada pinggir bibir. Warna tinta yang digunakan bisa bermacam-macam sesuai dengan selera pelanggan, ada pink, soft orange, hingga merah. “Sulam bibir bisa bertahan lebih lama. 5 hingga 6 tahun. Hal ini disebabkan karena bibir tidak memiliki pori-pori,” ujar pria yang terlebih dahulu sudah memiliki beberapa cabang studio sulam alis di Jakarta ini. Tertarik untuk melakukan prosedur sulam alis dan bibir?***

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

trend


32

creatrep creativity & entrepreneur

Helen Cia

Design Consultant

Modal Kepercayaan&

Tanggung Jawab Konsultan desain rumah adalah orang yang bertanggungjawab dalam merencanakan serta mengarahkan proyek pembangunan dan atau renovasi sebuah rumah. Keahlian mereka dalam menentukan warna, bahan dan furnitur yang sesuai akan memperindah suasana rumah.

Editor: YUNUS SUCHARI email : majalah@batampos.co.id

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


33 33

EDISI 36, Minggu II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

creatrep creativity & entrepreneur

FOTO-FOTO : YUNUS SUCHARI


34

S

aat ini sudah banyak sekali perusahaan yang membutuhkan jasa konsultasi mereka. Mulai dari pendirian bangunan komersial, fasilitas kesehatan, keamanan dan fasilitas fungsionalis lainnya. Perlu diketahui bahwa untuk menjadi seorang konsultan desain memerlukan bekal pendidikan keahlian dan pengalaman desain selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya mereka diakui kemampuannya. Adalah Helen Cia ST AIA. Wanita lulusan Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Atmajaya YOgyakarta ini, merupakan salah satu konsultan desain (design consultant) yang eksis di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Berbekal dari ilmu yang dimilikinya, Helen menggiatkan profesinya mulai dari ‘nol’. Lewat jerih payah yang ia jalani, akhirnya alumnus Batam Pos Enterpreneur School (BPES) ini berhasil menjalankan roda bisnisnya hingga sukses sekarang ini.

EDISI 35, IIoktober 36, Minggu IIi oktober2013 2013

creatrep creativity & entrepreneur


35

“Dengan berbekal kepercayaan dan tanggung jawab, saya memulai usaha ini sebagai konsultan desain. Di mana, saya harus bisa menumbuhkan kepercayaan terhadap klien saya agar proses pembangunan itu bisa berjalan lancar. Begitu pula halnya dengan rasa tanggung jawab. Harus saya tunjukkan supaya mereka merasa apa yang sudah diinveskan menjadi sesuatu yang bermanfaat,’’ ujar Helen. Wanita berusia 33 tahun ini telah mengantongi Sertifikasi Keahlian (SKA) gred A, sehingga dia bisa merencanakan pembanguan perumahan di sebuah kawasan. “Saya sudah memiliki Sertifikasi Keahlian grade A, sehingga bisa membangun bangunan tinggi dan kawasan. Mengapa konsultan harus grade A, karena menyangkut ke pembangunan kawasan tadi. Dengan memiliki Sertifikasi Keahlian dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) baru bisa disebut sebagai konsultan. SKA itu sangat berguna menuju pasar bebas ASEAN 2015. Setidaknya, kita sudah punya ‘senjata’. Dan, sertifikasi itu diakui se- Asia Tenggara. Jadi, saya yang di Batam punya proyek di Singapura, saya bisa ambil,” ungkap Helen Cia. Helen memulai usahanya dengan membuka CV Home To Home pada 2006 silam. Lalu, pada 2010, CV-nya berubah menjadi CV Home Creative Konsultan ‘n Propertindo. Bidang usaha yang digelutinya hingga sekarang ini mengkhususkan sebagai konsultan desain yang men-

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

creatrep creativity & entrepreneur

cakup urban desain dan bangunan. “Selama lebih lima tahun sejak berdiri, perusahaan kami telah berkembang dan memiliki pengalaman dalam menangani beberapa proyek di Batam maupun di tempat lain,” ujar wanita asal Baturaja, Sumatera Selatan ini. Sudah ratusan proyek yang digarap CV Home Creative Konsultan ‘n Propertindo. Mulai dari proyek industri dan shipyard, wanita yang menjabat sebagai Direktur ini juga sudah mengerjakan proyek pembangunan hotel, perumahan, ruko, workshop, rumah tinggal dan lainnya. Seseorang biasanya menyewa konsultan rumah ketika mereka melakukan renovasi secara besar-besaran atau membangun sebuah tempat tinggal yang baru. Nantinya konsultan ini akan menggali sejumlah informasi tentang bagaimana gambaran besar desain rumah yang diinginkan oleh kliennya tersebut. Baru kemudian dia membuat sketsa yang tepat, menentukan apakah bahan-bahan yang digunakan memenuhi standar kualitas dan keselamatan serta menciptakan model desain yang sudah diolah dalam bentuk cetak. “Tugas konsultan dasain itu sebagai perencanaan dan pengawasan. Pengawasan, sifatnya masih pada tahap pengerjaan. Misalnya dia clearing. Seperti pohon-pohon dibuang dulu, penentuan titik koordinat. Kita bantu mengawasi (kontrol) sampai ke finishing.


36

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

creatrep creativity & entrepreneur


37

creatrep creativity & entrepreneur

Sampai termin ke kontraktor kita masih ikut mengawasi. Setelah jadi, kita nggak ikut lagi. Tugas kami sampai ke finishing aja, tak sampai ke serah terima,” jelas Helen. Tidak sedikit orang yang ingin merenovasi rumah namun kehabisan ide dan kreativitas yang menarik, lalu mereka menyewa konsultan desain rumah. Hal itu merupakan solusi terbaik. Sebab, konsultan desain, baik itu desainer maupun arsitektur tahu betul bagaimana membuat penampilan sebuah rumah menjadi semakin baik lagi. Mereka bisa memberikan rekomendasi dan perencanaan desain yang matang. “Arsitek melihat banyak spec. Pencahayaan, supaya rumah itu hemat. Tidak semua rumah harus pakai AC. Sekarang kan lebih ke pembangunan rumah yang eco green. Ramah lingkungan. Ramah lingkungan itu hemat energi. Dalam artian, pemakaian listrik itu bisa diminimalkan. Seperti di luar negeri, mereka sudah menggunakan solar panel. Memang pemasangan instalsinya relatif mahal. Beda dengan seperti pemasangan instalasi listrik PLN. Penggunaannya jauh lebih murah. Di Jepang, sudah mengguanakan teknologi ini (solar panel) Hampir di setiap rumah penduduk Jepang sudah memakainya. Bahkan, dengan kelebihan daya yang dimiliki sebuah rumah, mereka bisa menjual listrik ke perusahaan listrik negara Jepang,” papar alumnus SMA BOPKRI Yogyakarta’ini. Proyek yang dikerjakan Helen tidak hanya di Batam saja. “Sejak ikut BPES, saya punya visi-misi ke luar negeri juga. Maksudnya, jangan hanya orang luar saja yang diandalkan. Kita bukan tidak ada kemampuan, cuma para investor itu tidak memberikan kesempatan pada tenaga lokal. Kita dekat dengan Singapura. Secara operasional, kita lebih rendah. di sana (Singapura, red) gaji arsitek minimal 10.000 dolar Singapura. Kalau dikurs sudah 90 juta rupiah. Bagi kita itu prospek untuk Batam. Biaya penawaran ke konsumen pun jauh lebih murah . Bisa setengah harga yang ditawarkan di Singapura,” terang dia. Lalu, bagaimana untuk tembus pasar internasional? “Kita harus mempunyai relasi di luar negeri. Kita harus bisa menunjukkan kualitas. Sebagian staf saya, saya meniru gaya kerja yang di Graha Pena, yaitu virtual office, di manapun kita bisa bekerja. Tidak mesti di dalam kantor. Yang mana, kerja arsitek itu sama dengan jurnalis. Gambar kita edit, di kolam renang pun kita bisa. Dengan laptop, kita bisa menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan efisien. Kita sudah menggunakan teknologi terkini, untuk kita menuju pasar bebas ASEAN 2015 nanti,” sebut pemilik motto: terus belajar dan selalu memberikan motivasi dan semangat. Konsultan itu juga, menurut Helen, sebagai perantara antara pemerintah dan owner (investor). “Pemerintah punya aturan soal lahan. Kalau kita tidak bisa menjadi perantara, suatu kawasan yang akan dibangun bisa kacau. Daerah Batam kalau tidak dikontrol akan semrawut pembangunannya. Itulah salah satu tugasnya konsultan desain untuk menata pembangunan. Juga termasuk aturan yang berlaku sekarang, kita harus informasikan ke owner. Jangan sembarang desain aja. Kan owner gak ngerti soal lahan di sini. Kita bisa menjelaskan ke owner soal fungsi lahan. Sebelum dibangun atau digambar, kita mesti survei dulu. Semua ada perhitungannya. Jadi, tak bisa sembarangan desain,” tegas pemilik Toko HC Keramik di Komplek Ruko Puriloka Blok D No 1, Seipanas ini. ***

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


38

kutubkhanah

Love Magic: ’Kama Sutra Melayu’ A

da Kama Sutra karya Vatsyayana dari India, ada Makura no sooshi karya Sei Shonagon dari Jepang, ada pula Serat Centini dari tanah Jawa. Di Pulau Penyengat (Kepulauan Riau), ada Perhimpunan Pengetahuan Karya Abu Muhammad Adnan, dan ada pula Perhimpunan Gunawan Bagi Laki-Laki dan Perempuan karya Khatijah Terung. *** Kama dalam mitologi Hindu berarti Dewa Cinta. Ia tokoh yang dilambangkan membawa resa atau dorong kreatif: sosoknya istimewa karena lahir dari kekacauan sulung dunia yang menyebabkan dapatlah semua kreasi sesudah itu muncul. Kama digambarkan sebagai seorang gagah. Dikelilingi oleh para bidadari dan memegang anak panah berbunga cinta. Berdasarkan kepercayaan terhadap mitologi ini, seorang bijak bernama Vatsyayana menyusun sebuah kitab berjudul Kama Sutra yang terkenal hingga kini. Karya yang disusun pada abad ke-4 Masehi ini merupakan karya dunia yang sangat tersohor dan luas dibaca dalam kaitannya dengan

Halaman pertama kitab Perhimpunan Pengetahuan. ‘Kama Sutra Melayu’ karya Raja Haji Abdullah koleksi Balai Maklumat di Pulau Penyengat.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Oleh: Aswandi Syahri


39

kutubkhanah

dari tahun 991 Measehi hingga tahun 1000 Masehi. *** Dalam rentang waktu antara pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, sejumlah penulis di Pulau Penyengat ternyata tidak hanya menghasilkan karya kreatif, historigrafi, kitab hukum, bahasa, dan agama semata. Atau menggunakan sastra sebagai laluan untuk untuk menghasilkan ragam karya yang menerokai berbagai hal. Suasana intelektual di Penyengat pada masa itu, telah merangsang kreatifitas dan keluasan cakupan karya para penulis. Persoalan yang mereka ungkapkan menjangkau jauh sampai kepada hal-hal yang dalam kehidupan sehari-hari orang Melayu dipandang tabu. Di Riau-Lingga, tulisan paling awal seperti Kama Sutra di India, ternyata dihasilkan oleh pengarang prolific yang paling cemerlang bintangnya pada abad ke-19, Raja Ali Haji, melalui sebuah karya berjudul Syair Suluh Pegawa,

Kama Sutra karya Vatsyayana dari India.

masalah seksualitas. Hanya penyusunnya yang masih terlindung di balik tabir misteri. Dalam novel karya Sudhir Kakar yang berjudul The Ascetic of Desire, sang pengarang yang sebenarnya adalah pakar psikologi ini, memaparkan tentang diri Vatsyayana. Makura no Soshi (The Pillow Book) karya Sei Shonagon dari Jepang, selesai ditulis pada tahun 1002 Masehi. Pengarangnya anak perempuan seorang penyair bernama Kiyohara no Motosuke, yang bekerja pada Ratu Sadako

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


40 yang judul lainnya adalah Hukum Nikah atau Kitab Nikah (1856). Hasan Junus pernah mengupas dengan tuntas karya Raja Ali Haji ini dalam sebuah essai berjudul “Suluh Seks dan Raja Ali Haji’ yang dimuat dalam Surat Kabar Indonesia Raya (Selasa, 10 Oktober 1972). Jejak Raja Ali Haji itu kemudian diikuti oleh salah seorang cucunya yang berasal dari ‘angkatan’ Rusydiah Club (Riouw) Pulau Penyengat. Tokoh yang sering menggunakan nama pena Abu Muhammad Adnan ini wafat ini wafat di Pulau Penyengat pada 1 Syawal 1345 Anno

kutubkhanah

Higeira yang bersamaan dengan 24 April 1926 Anno Domini. Raja Haji Abdullah adalah seorang penulis yang paling prolific setelah Raja Ali Haji. Seperti halnya Raja Ali Haji, ia juga menghasilkan banyak sekali karya sastra. Pakar dalam bahasa Melayu, dan last but not certainly not least, juga menulis karya seperti Kama Sutra dengan perisa Melayu. Genre karya Raja Haj Abdullah yang disebutkan terakhir ini, dituangkan dalam buah penanya yang diberi judul cukup panjang: Perhimpunan Pengetahuan Bagi Segala laki-laki dan Segala Perempuan dan Dihiasi Dengan Beberapa Gambar yang Molek-Molek dan Rupa yang Pelik-Peling Supaya Mudah Dipahamkan dan Dingatkan dan Membedakan. Dalam dunia filologi, karya Raja Haji Abdullah ini adalah sebuah sebuah codex-unicus (manuskrip tunggal) yang dikenal juga dengan judul ‘Cempaka Putih’. Manuskrip sangat langgka ini berada dalam simpanan Balai Maklumat Kebudayaan Melayu Riau di Pulau Penyengat. Sebuah manuskrip yang dijuluki juga sebagai ‘Kama Sutra Melayu’. Naskah yang ditulis menggunakan pensil dan tinta itu dilengkapi dengan gambar adegan erotis berbau pornografis berupa lukisan dan foto-foto yang berasal dari guntingan surat kabar serta majalah Eropa. Menurut Hasan Junus, penjelajahan intelektual Raja Haji Abdullah atau Abu Muhammad Adnan itu cukup luas. Daftar buku koleksi perpustakaanya menunjukkan adanya buku-buku berbahasa asing seperti Arab

Makura no Soshi (The Pillow Book) karya Sei Shonagon dari Jepang.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


41 dan Prancis. Selain Raja Haji Abdullah, istri beliau yang bernama Khatijah Terung atau Mak Terung, seorang penulis perempuan dan bomoh terkenal di Pulau Penyengat, juga menghasilkan sebuah kitab ‘Kama Sutra Melayu’ berjudul Perhimpunan Gunawan Bagi Laki-Laki dan Perempuan pada tahun 1911. Manuskrip codex-unicus ini kini berada dalam simpanan Balalai Maklumat Kebudayaan Melayu Riau di Pulau Penye­ ngat. Dr. Ding Choo Ming dalam sebuah kajiannya yang berjudul, “Khatijah Terung Dengan Karyanya Perhimpunan Gunawan bagi LakiLaki dan Perempuan” (Ding, 2009), menyebutkan Khatijah Terung adalah penulis perempuan pertama di Alam Melayu yang menulis masalah tuntunan jimak. Dengan sangat terbuka Khatijah Terung menjelaskan berbagai rahasia jampi dan ilmu pengasih menjaga kasih sayang antara suami dan istri (love magic) sebagaimana terungkap dalam kajian Dr. Wendy Mukherjee, “The Love Magic of Khadijah Terong of Pulau Penyengat” (1997). Dalam Perhimpunan Gunawan Bagi Laki-Laki dan Perempuan yang beberapa bagiannya dikemas dalam bentuk syair, Khatijah Terung yang mangkat di Pulau Penyengat pada tahun 1955, juga menggambarkan apa yang disebutnya sebagai “gerak yang tujuh”: Sebuah kaidah berjimak yang seyogianya harus dikuasi oleh seorang istri. Dari sumber dan bahan manakah kedua karya ini berpunca? Apakah Kama Sutra dari India atau bahan lainnya? Atau dari buku-buku berbahasa Prancis dan Arab yang banyak dimiliki oleh Raja Haji Abdullah atau Abu Muhammad Adnan? Ada kecendrungan yang kuat bahwa karya-karya seperti Perhimpunan Pengetahuan atau Cempaka Putih dan Perhimpunan Gunawan Bagi Laki-Laki dan Perempuan adalah hasil penggalian dari kitab sumber seperti Babul

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

kutubkhanah

Halaman 61 Kitab Perhimpunan Gunawan. ‘Kama Sutra Melayu’ karya Khatijah Terung koleksi Balai Maklumat Pulau di Penyengat.

Jimak yang berisikan tuntunan hubungan suami-istri menurut kaidah agama Islam. Kitab sumber seperti Babul Jimak kemudian dipadupadankan dengan kaidah yang ada dalam kebudayaan Melayu. Bahan-bahan dari kebudayaan Islam ini jauh lebih meyakinkan sebagai sumber, dibandingkan Kam Sutra yang hampir tak dikenal di kalangan orang Melayu pada abad-abad yang lalu.***


42

tourism w h e r e & out

Surabi Bandung Enhaii

Jajanan Pasar yang Naik Kelas

Siapa bilang makanan jajanan pasar kurang diminati. Meskipun berbentuk mini, Surabi memiliki cita rasa yang khas dan banyak diminati oleh para pecinta kuliner. Bahkan, makanan khas Bandung ini mulai merambah ke pasar internasional.

Editor: Fenny Ambaratih email : majalah@batampos.co.id

FOTO-FOTO : ARRAZY ADITYA EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


43

tourism w h e r e & out

A

donan surabi yang dipanggang di atas tungku mengeluarkan aroma yang begitu menggoda. Asap yang dikeluarkan oleh arang tungku menjalar hingga membelai hidung para pengunjung Restoran Surabi Bandung Enhaii di kawasan Komplek Ruko Odessa Batam Center. Para koki terlihat sibuk mengipas tungku hingga asap semakin menyebar. Membuat mereka yang datang dengan perut kosong semakin bertambah lapar.

Surabi sudah terhidang di meja. Di atasnya diberi saus durian dan keju parut. Terlihat sangat modern. Sekilas penampilannya menyerupai pan cake yang biasa disajikan sebagai makanan penutup atau dessert di restoran-restoran berkonsep Barat. Sebuah garpu dan pisau untuk memotongnya pun terletak manis di pinggir piring.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


44

tourism w h e r e & out

Ketika dicoba, surabi di sini terasa lebih lembut di lidah. Teksturnya pun lebih halus dan tidak terlalu berserat seperti surabi konvensional. Ternyata perpaduan antara durian dengan dengan surabi sangat ‘klop’. Rasa manis yang dikeluarkan oleh buah berduri ini tercampur dengan rasa gurih dan asin yang berasal dari surabi yang bertabur keju. Surabi atau kadang disebut serabi merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia. Ada dua jenis serabi, yaitu surabi manis dan surabi asin. Di Bandung, serabi biasa dijajakan di pagi hari dan diberi taburan oncom diatasnya. Kadangkala telur ayam yang telah dikocok ditambahkan keatas adonan surabi yang sedang dimasak. Oleh orang Sumatera, surabi biasanya dihidangkan dengan menambahkan kuah gula aren di atasnya.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


45

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, surabi mengalami inovasi dengan penambahan berbagai topping seperti keju, sirup, saus maupun mayones. “Tujuannya adalah agar mematahkan asumsi bahwa surabi adalah makanan rendahan dan hanya dikonsumsi oleh orang-orang kampung. Dengan membuat surabi berbagai rasa dan toping. Maka diharapkan makanan ini mendapat tempat di hati masyarakat urban, khususnya anak muda sekarang,” ujar Rahmat Hidayat, Leader Chef di Surabi Bandung Enhaii, Batam Center. Di restoran Surabi Bandung Enhaii, Anda bisa memesan berbagai varian rasa surabi seperti blueberry, coklat, straberry, pisang dan lain-lain.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

tourism w h e r e & out

Bagi yang suka gurih-gurih, tersedia surabi ayam, mayonaise, oncom, dan sebagainya. Selain surabi, juga tersedia nasi bakar ayam yang tidak kalah lezatnya. “Nasi bakar kami memiliki keunikan, karena didalamnya sudah dibubuhi bumbu,” terang Rahmat. Untuk minuman, Anda bisa memesan yang segar-segar seperti es shanghai yang dikemas cantik dengan menggunakan buah cocktail. Letak restoran ini berada di restoran lama Batagor Ihsan. Ternyata pemilik restoran ini masih sama sehingga kedua restoran waralaba itu digabung pada satu tempat. Restoran Surabi Bandung Enhaii sendiri memiliki 2 lantai dan memiliki kapasitas sekitar 250 orang. “Lantai atas biasanya dipakai untuk acara privat seperti rapat, acara ulang tahun, atau keperluan bisnis lainnya,” tambahnya lagi. Uniknya, tidak seperti umumnya restoran lain yang memiliki 1 dapur. Restoran ini memiliki 3 dapur. Dapur pertama adalah dapur surabi yang terletak di depan restoran. Di tempat inilah proses pembuatan surabi berlangsung, mulai dari adonan air hingga pemberian topping. Dapur kedua adalah dapur batagor yang terletak di samping kanan restoran. Sedangkan dapur ketiga yang merupakan dapur utama berada di pojok kiri restoran. Restoran Surabi ini termasuk pendatang baru di Batam. “Kami baru membuka restoran ini kurang dari sebulan yang lalu,” terang Rahmat. Namun demikian, Surabi Bandung Enhaii telah memiliki sebanyak 15 outlet di seluruh Indonesia. “Rencananya, kami akan membuka cabang di Singapura dan Malaysia,” pungkasnya dengan nada optimis. ***


46

segantang minda

Manifesto Menolak

�Empat Pilar� oleh: Muchid Albintani

W

alaupun setiap 1 Oktober diperingati sebagai hari ‘Kesaktian Pancasila’, kami (Saya dan beberapa orang teman) sampai saat ini selalu mengkritisi dengan mencoba mendefinisikan secara lebih aktual dan implementatif terkait apa yang dimaksud dengan Kesaktian Pancasila? Atau, apa benar Pancasila itu sakti? Segantang Minda berupaya berkontribusi mendiskusikan perihal kesaktian ini, bukan hendak menggugat

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Pancasila sebagai falsafah (fundamen) negara, melainkan berupaya menempatkan eksistensi Pancasila sebagai Dasar Negara, bukan pilar. Dalam konteks ini terus terang diakui terlalu sukar memahami jika Pancasila dikatakan sakti apabila kita mendekatinya melalui makna denotatif (makna sesungguhnya, konkritnya atau aplikatifnya). Berbeda jika mendekatinya secara konotatif (kiasasan, bukan sesungguhnya atau riilnya).


47

segantang minda

Berlaterbelakang pada realitas itulah sesungguhnya menjadi amat penting jika peringatan yang disebut hari ‘Kesaktian Pancasila’ ini dijadikan momentum bagi menolak secara tegas terkait dengan istilah empat (Pancsila, UUD1945, NKRI dan Bhineka Tinggal Ika) pilar yang disandang Pancasila sebagai dasar negara. Berlatar dari sini pula hasil dari diskusi rutin berpendapat perlunya sebuah manifesto politik guna menolak istilah empat pilar ini. Oleh karenanya pertanyaan khusus bagi Saya terkait perlunya manifesto dilahirkan minimal terdapat empat alasan penting. Pertama, istilah empat pilar telah mendegradasi Pancasila sebagai falsafah (dasar) negara Indonesia. Kedua, empat pilar menurut hemat saya telah berdampak negatif terhadap keberadaan falsafah negara Pancasila. Ketiga, sejauh pengamatan yang dilakukan selama ini, ‘empat pilar’ telah menyebabkan terjadinya pergeseran orientasi dari dasar negara yang kesaktiannya adalah kononatif (sebagai ideologi yang menjadi alat pemersatu bangsa untuk terus disosialisasikan oleh seluruh bangsa) menjadi alat kampanye politik oleh penyelenggaranya (pemangku kepentingan) untuk menaikkan elektabilitas dan meningkatkan citranya saja. Keempat, istilah pilar yang disandingkan dengan dasar, telah ‘menodai’ Pancasila sebagai falsafah negara. Bahkan dalam diskusi ini seorang kawan menegaskan jika kita terdapat kesepakatan (konvensi semantara di kalangan anak bangsa) Pancasila sudah direduksi menjadi pilar, maka sesungguhnya telah terjadi degradasi nilai. Ini mengandung makna, kita sama dengan mengatakan, Pancasila itu tidak penting lagi (bukan sebagai falsafah negara). Mengapa? Ini disebabkan kelasnya atau tingkatannya (levelnya) telah kita turunkan dari pondasi menjadi pilar. Belajar dari sikap kita tersebut, pengalaman Orde Baru memperlihatkan bahwa istilah empat pilar (4P) seperti hanya sekadar membalikkan saja dari P4 (pedoman

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Belajar dari sikap kita tersebut, pengalaman Orde Baru memperlihatkan bahwa istilah empat pilar (4P) seperti hanya sekadar membalikkan saja dari P4 (pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila).

penghayatan dan pengalaman Pancasila). Dari ini tampak semakin jelas memperlihatkan apabila penyebutan Pancasila sebagai pilar itu sudah sangat menyimpang (terdegradasi). Inilah yang menurut seorang kawan, ‘Ibarat membangun rumah, Pancasila itu sebagai pondasi. Pilar-pilar rumah boleh saja berubah, tapi pondasi tidak boleh dirubah sama sekali. Bagi Saya, sangat beralasan apabila sejumlah kalangan di negeri Segantang Lada (Pulau Batam khususnya) menolak keberadaan empat pilar dengan sebuah manifesto politik. Sebab apabila istilah empat pilar dengan alasan untuk mempermudah melakukan sosialisasi, sementara pada kenyataanya telah terjadi ‘degradasi’ (penyimpangan), bukan mustahil semakin lama, Pancasila akan kehilangan kesaktiannya. Perlu dipertegas, kehilangannya tidak saja secara denotatif melainkan juga konotatif. Oleh karena itu, Pancasila yang dianggap sebagai ideologi (falsafah) yang merupakan instrumen tertinggi (paling utama) dari sebuah identitas (kedirian manusia), ketika kehilangan kesaktiannya (sebagai sebuah analogi menjadi alat pemersatu bangsa), maka yang tinggal hanyalah kehancuran. Kalau ini yang kita pilih dalam hidup berbangsa dan bernegara, maka tunggulah waktunya. Pasti ‘yang tinggal’ tersebut, tak berapa lama lagi akan tiba. ***


48

otomotif

Kaca Film Mobil

FOTO-FOTO : arazi aditya

SI TIPIS yang

menolak panas

Editor: YUNUS SUCHARI email : majalah@batampos.co.id

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

Kaca film mobil merupakan piranti tambahan yang cukup bermanfaat bagi pengendara mobil. Kaca film ini terbuat dari plastik khusus, tembus pandang. Fungsi utama plastik ini untuk mengurangi terpaan sinar matahari. Pengemudi tak akan silau jika mengendarai mobil saat melawan sinar matahari. Jadi kethika menyetir, mata tak mudah lelah dan lebih awas. Sekarang, semua mobil baru diberi lapisan film pada kaca-kacanya. Bahkan, lapisan film pada kaca mobil menjadi benda standar produsen otomotif.


49

otomotif

Sebaiknya, pemilik mobil tidak asal memasang kaca film pada mobilnya. Jangan dilihat dari harganya saja. Tapi lebih pada kualitas

S

elain untuk menolak sinar matahari, pemasangan kaca film ini sudah menjadi tren tersendiri. Kalau tidak pasang kaca film, mobilnya dianggap kurang gaul. Bahkan, ada yang bilang seperti berada di dalam akuarium. Banyak jenis kaca film yang bisa digunakan si pemilik mobil. Harganya pun bervariasi. dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Memilih kaca film memang bisa menjadi salah satu hal yang agak sulit untuk dilakukan. Pemilik mobil perlu berhati-hati dalam memilih kaca film tepat penangkal sinar ultraviolet yang benar-benar berkualitas. Jangan sampai salah pilih dan menggunakan kaca film yang palsu. Hal ini hanya akan menyebabkan sinar ultraviolet mampu masuk ke dalam mobil dan akan menimbulkan panas yang berlebih pada kabin mobil. Jika panas yang didapat terlalu berlebihan, akan menemukan kondisi kabin mobil pengap dan mungkin akan ditumbuhi jamur. Kaca Film juga menyamarkan penglihatan akan

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

seisi mobil dari luar. Sehingga dapat berfungsi sebagai pencegahan tindakan kejahatan. “Sebaiknya, pemilik mobil tidak asal memasang kaca film pada mobilnya. Jangan dilihat dari harganya saja. Tapi lebih pada kualitas kaca film tersebut,� ujar Michael, Pemilik Sinar Mentari, toko khusus pemasangan kaca film pada mobil pada majalah.batampos, belum lama ini. Ada berbagai merek terkenal kaca film yang bisa didapatkan konsumen di Sinar Mentari. Antara lain Degree,


50

otomotif

O2, dan Radium. Degree merupakan kaca film produk Amerika yang banyak digemari pemilik kendaraan roda empat. Termasuk di Batam. Kaca film ini terlihat istimewa, karena menawarkan tipe yang otomatis bisa berubah tingkat kegelapannya, sesuai kondisi cuaca di luar. Degree, akan berubah dari 20 persen ke 40 persen, 60 persen ke 70 persen saat mobil kena panas matahari, dan sebaliknya. Yang membedakan dengan kaca film merek lain, adalah adanya jenis Smart Film Technology. Kaca film merek-merek lainnya tidak memiliki jenis ini, yang bisa secara otomatis berubah sesuai kondisi cuaca di luar. Adapun teknologi Smart Film, yaitu sebuah produk yang mempunyai keunikan seperti pada lensa kaca mata photogrey atau transition, yaitu saat panas/ solar spectrum matahari menyentuh permukaan kaca, maka Smart Film yang tertempel di kaca tersebut akan berubah tingkat kegelapannya. Kaca film Degree ini “Kaca film Degree ini mampu mampu menolak sinar menolak sinar infrared sebanyak 99 infrared sebanyak 99 persen. Itu artinya, hanya 1 persen

persen. Itu artinya, hanya 1 persen saja sinar infrared yang masuk

saja sinar infrared yang masuk ke dalam mobil,” terang Michael. Ada beberapa saran disampaikan oleh Michael soal pemasangan kaca film. Di bagian depan sebaiknya menggunakan kegelapan 40 persen. Samping 60 persen, dan belakang 60-80 persen. “Di bagian depan dipasang kaca film 40 persen, agar pada waktu malam hari pandangan tidak terlalu gelap. Sehingga bisa leluasa melihat ke arah depan,” papar pria asal Medan itu. Kaca film merupakan sparepart yang mudah rusak, jika tak dirawat dengan baik. Padahal, kaca film yang tergores bisa merusak estitika keindahan mobil. Salah satu cara perawatan kaca film, menurut Michael, harus dibersihkan dengan kain/ spons halus. Caranya, bersihkan dulu dengan air agar butiran debu dan pasir hilang. Jika langsung dilap, akibatnya kaca film tergires. Setelah itu, dilap dengan kain atau spons yang permukaannya halus. “Hindari pemakaian zat kimia saat membersihkan kaca film. Sebab, kaca film akan mudah mengelupas. Sehingga merusak penampilan mobil,” terang Michael. Di toko yang terletak di Ruko Taman Nagoya Inndah Blok A 4 No 7 A itu, Michael menambahkan, juga menerima pemasangan kaca film pada kantor, gedung, dan kapal. ***

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


51

matabola

Kabar Duka dari Timnas U-16 dan PS Batam Pekan lalu, ada dua kabar duka sepak bola datang pada saya. Uniknya, kabar duka itu kurang terekspos di media. Ada yang menyangkut jauh dari kegiatan sehari-hari saya, ada juga yang dekat. Oleh: Ade Adran Syahlan

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


52

matabola

Y

ang jauh, ternyata tim nasional (timnas) U-16 kita nyaris jadi juru kunci Piala AFC U-16 Grup J di Malaysia. Menempati peringkat ketiga, dari empat peserta. Kalah atas Vietnam 1-2, seri 0-0 dengan Filipina dan terakhir tanggal 29 Oktober 2013, kalah telak 0-3 atas Jepang. Peringkat ketiga itu pun tertolong selisih gol yang jauh atas Filipina. Karena Filipina dikalahkan Jepang 0-9. Saat Jepang menghadapi Indonesia, mereka telah pasti menjadi pemuncak klasemen. Dan tentu saja, pemain yang jarang dimainkan diturunkan. Padahal, sebulan sebelumnya, timnas U-16 itu nyaris menjadi juara Piala AFF U-16 di Myanmar. Sempat unggul 1-0 atas Malaysia di final se-Asia Tenggara itu, tapi detik terakhir disamakan. Hingga adu penalti yang juga seakan kita menangkan, tapi ujungnya berakhir duka. Timnas kita, kalah menyakitkan 6-7 atas Malaysia. Walaupun hanya kalah beruntung di final level Asia Tenggara, tapi timnas U-16 gagal total di kelas Asia. Padahal, dua lawannya masih sesama Asia Tenggara. Filipina saat Piala AFF U-16 bisa kita kalahkan 2-0. Ternyata di Piala AFC U-16, tak bisa mengulanginya, hanya seri 0-0. Vietnam, kita memang tidak ketemu di Piala AFF U-16, tapi kekalahan 1-2 atas tim itu, menandakan makin bahayanya sepak bola negeri kita di kawasan Asia Tenggara. Sepertinya, sedikit saja media menyoroti kegagalan tim asuhan Sutan Harhara dan Mundari Karya itu. Mengapa begitu bagusnya di Asia Tenggara, bahkan bisa mengalahkan Australia, akhirnya di level Asia, gagal to-

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

tal? Tak ada peluang sedikit pun melaju ke babak selanjutnya. Karena di level AFC itu, selain pemuncak klasemen melaju ke babak selanjutnya, juga diambil enam negara peringkat dua terbaik dari 10 grup yang ada. Nah, kita kalah prestasi dari Vietnam. Saat di Piala AFF U-16, mereka hanya meraih juara ketiga. Kita juara kedua. Apa yang terjadi? Bayangan duka seperti itu, saya rasakan menghantui juga timnas U-19 yang akan bertarung mulai 8 Oktober mendatang dalam Piala AFC U-19 yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Mampukah pelatih Indra Sjafri mengembalikan kegemilangan anak asuhnya seperti 22 September lalu saat merebut juara pertama Piala AFF U-19 di Gelora Delta Sidoarjo? Saya bersyukur, pesta pora Evan Dimas dkk berhenti dengan cepat karena 26 September mereka sudah memasuki pemusatan latihan lagi untuk persiapan ke level Asia ini. Jika terlalu lama berpesta akan membuat mereka terlena. Badan pun makin dingin, dan lambat panas. Semoga ketika Indra Sjafri menyatakan dalam status facebooknya, “FOKUS AFC Cup. PESTA SUDAH USAI”, memang penuh kesiapan untuk ke medan pertempuran yang lebih tinggi bagi anak-anak itu. Karena kita sangat khawatir, ketika melihat Indra Sjafri tampil talk show di TV One. Lalu sang Kapten Evan Dimas dan kiper Ravi Murdianto di Trans TV. Seakan mereka “diadu” dalam tayangan langsung yang nyaris sama waktunya untuk mereguk keuntungan sesaat televisi. Untunglah, pesta itu hanya empat hari.


53 Dan mereka pun bertungkus lumus mempersiapkan diri untuk bertarung di Grup G bertemu juara bertahan Korea Selatan, Laos dan Filipina, dua tim yang tak pernah dihadapi saat AFF U-19 karena berbeda grup. Semoga saja, kepindahan pertandingan dari Gelora Dewata ke GBK, memberi semangat baru bagi Evan Dimas dkk. Bukan malah makin gamang, dan menjadi beban. Cuma, yang saya khawatir, dukungan warga Jakarta, tak “se bonek” warga Jatim. Sehingga pemain tak punya tenaga tambahan seperti di Sidoarjo, yang terkesan tanpa lelah menghadapi Vietnam. Semoga juga, kabar duka dari timnas U-16, jadi pelajaran bagi timnas U-19. Nah, kabar duka yang dekat itu apa? PS Batam turun ke Divisi 3! Kabar itu saya dapatkan Sabtu sore 28 Oktober 2013. Adalah Sekretaris PS Batam Rustam Sinaga yang menyampaikan. Beliau saya telepon untuk mengonfirmasi benarkah kabar yang saya dapat lebih awal dari salah satu asisten pelatih SSB Erdeka Muda yang juga seorang wasit. Rupanya, saat Jumat 27 Oktober 2013 malam, ketika ada pertemuan wasit untuk Porkot Batam IV, turun tahta itu telah disampaikan Pak Naga, begitu mereka kami panggil. Hari-hari ini, saya merasakan bagaimana perasaan Pak Naga. Dia yang karyawan Batamindo, harus bertungkus lumus menemui berbagai pihak yang berada di pemerintahan kota Batam untuk mencairkan dana PS Batam. Lagi pula, sudah lama ada anggaran PS Batam itu. Cuma mencairkannya yang jadi masalah. Ketua Umum PS Batam, Aris Hardi Halim seperti “malu-malu kucing” untuk bercakap dengan Walikota Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Rudi. Padahal, kedua orang itu juga pimpinan KONI Batam. Bahkan Rudi, juga ketua PSSI Batam. Dan Aris sendiri, adalah Wakil Ketua DPRD Batam. Nah, PS Batam dananya ada di KONI. Sampai tanggal Jumat 27 Oktober itu, Pak Naga berusaha mencairkan. Padahal, hari itu dilaksanakan Technical Meeting (TM) di Sumenep, Madura, tempat PS Batam bermain di Kompetisi Divisi 2 2013 Grup H. Hingga tenggat waktu untuk menyatakan jaminan bisa ikut serta PS Batam dan kehadiran tanggal 28 Oktober, itu yang tak bisa dijawab Pak Naga kepada panitia di sana. Bahkan, dia pun sudah berusaha “mengemis” sanasini pada orang bola atau pecinta bola di Batam ini, siapa tahu bisa meminjamkan dana. Dia juga tak lupa mengingatkan orang-orang KONI, bahwa PS Batam berhak dan tak menyalahi dapat dana dari pemerintah karena PS

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

matabola

Batam adalah tim sepak bola amatir bukan profesional. Saat dilansir Batam Pos edisi Rabu 2 Oktober 2013, hanya Pak Naga yang berani berkomentar bahwa PS Batam turun kasta ke Divisi 3. Aris seperti mengelak dengan menyebutkan belum ada surat resmi dari PSSI. Sedangkan Ketua Harian PS Batam, Marzuki menyuruh wartawan bertanya pada ketua umum. Logika Pak Naga itu benar apalagi kompetisi sekarang adalah penyatuan berbagai versi PSSI dahulu. Jadi, jika tahun ini tak ikut maka Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) bisa mendegradasi, bahkan mendenda tim tersebut sesuai keputusan di manager meeting divisi 2, Juli lalu. Dan saat manajer meeting itu, bukan Pak Naga yang hadir tapi Yoni Mukti, asisten pelatih PS Batam tahun 2012 yang kini sering ditunjuk Aris dan Marzuki mewakili PS Batam di berbagai kegiatan. Saya, selaku mantan manajer PS Batam untuk kompetisi 2011-2012 tentu termasuk yang paling sedih dengan kenyataan ini. Apalagi, pada rapat pengurus PS Batam 3 September 2013 saya mau ditunjuk lagi jadi manajer, tapi mengundurkan diri keesokan harinya. Jadi belum sempat dibuat SK, saya mengundurkan diri. Saya berpikir ulang, karena waktunya mepet, harus hadir di Madura 28 September pula. Beda saat saya ditunjuk untuk kompetisi 2011-2012. Akhir 2011 saya sudah mengikuti manajer meeting dan berdebat dengan pengurus PSSI agar Batam tak ditempatkan segrup dengan tim dari Sumatera Utara, melainkan tim dari Jambi saja. Tahun ini, saya tak tahu alasan mengapa Madura yang dipilih, terlalu jauh dari Batam. Di Batam Pos edisi Rabu itu, ada dua berita yang bertolak belakang. PS Karimun ke Divisi 2, berita di halaman Karimun. Lalu di halaman olahraga, PS Batam Turun ke Divisi 3. Divisi 3 adalah divisi paling terendah dari liga yang ada di PSSI. Artinya, PS Batam harus memulai dari nol lagi. Adakah yang mau mengurusnya sungguh-sungguh lagi ?


pix

54

fotografia

Negeri di atas awan II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


pix

55

fotografia

K

ota Takengon adalah ibu kota Kabupaten Aceh Tengah di Provinsi Aceh Indonesia. Berada di Dataran Tinggi Gayo yang memiliki hawa sejuk dan segar khas pegunungan perawan berikut panorama nya yang indah serta hijau. Obyek wisata yang patut dibanggakan keindahannya panorama pegunungan, bukit, serta kondisi alam yang masih asri dan kerap berselimut kabut, menjadikan pemandangan di dataran tinggi Gayo bak lukisan alam. Dilihat dari kejauhan saat kabut turun, sebuah kabupaten yang

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


pix

56

fotografia

terletak di sepanjang Bukit Barisan itu seolah menyembul dari awan-awan yang melingkupinya. Kabupaten Aceh Tengah bagaikan “Negeri di atas awan???. Rona wilayah yang didominasi pegunungan serta suhu udara yang sejuk memberi pesona tersendiri bagi daerah ini. Sebuah danau yang dikitari gunung-gunung di tepi kota Takengon, ibu kota kabupaten, melengkapi keindahan kabupaten Tanah Gayo itu. Dari danau Laut Tawar itu mengalir sebuah sungai Krueng Peusangen yang bermuara di Selat Malaka. Danau seluas 5.742 hektar itu, selain sebagai objek wisata, juga merupakan sumber air minum bagi masyarakat yang ada di kota Takengon, serta sebagai sumber air bagi II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


57

pix fotografia

PLTA Peusangan I dan II. Untuk menuju ke Takengon melalui darat akan melalui kota Juang Bireun baik dari arah Banda Aceh atau Lhokseumawe-Medan. Sepanjang perjalanan dari Bireuen ke Takengon, kita akan disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan. Rangkaian pegunungan hutan lengkap dengan jurang-jurang dalam yang hijau memikat.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


58

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

pix fotografia


59 59

EDISI 36, 36, Minggu II oktober 2013 EDISI Minggu Ii oktober 2013

pix fotografia


60

media

Tonggak Kebangkitan

Pers Indonesia

S

urat kabar itu pertama kali diterbitkan di Eropa pada abad ke-17. Di Indonesia sendiri, surat kabar hadir dan tumbuh satu abad kemudian. Pada tahun 1744-an. Kala itu bangsa Indonesia tidak memiliki peran apapun sebab semua dikerjakan dan ditujukan untuk bangsa kulit putih, Belanda. Bataviasche Nouvelles tercatat sebagai salah satu media pertama yang hadir. Bataviasche Nouvelle adalah iklan pertama di Belanda yang terbit pada Agustus 1744 sekaligus merupakan surat kabar pertama di Batavia (Jakarta). Surat kabar ini adalah surat kabar Belanda karena dicetak dan diterbitkan oleh Vereenigde Oost Compagnie (VOC). Hampir seluruh halamannya dipenuhi oleh iklan. Kemungkinan nama “Bataviasche” dipakai dari kata

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

“Batavia” yaitu nama Jakarta pada abad 18, karena surat kabar ini diterbitkan di Batavia. Lalu “nouvelle” dalam bahasa Perancis artinya novel sedangkan dalam bahasa Belanda adalah “novelle”. Surat kabar ini diprakarsai oleh Jan Pieterszoon Coen dan bahkan ia adalah penerbit dari Bataviasche Nouvelle. Dengan terbitnya surat kabar ini, JP Coen membuktikan bahwa berita-berita dapat disampaikan dengan metode periklanan juga. Ia juga memuat iklan tentang produkproduk baru sebagai salah satu upaya promosi. Pada tahun 1776 , menyusul hadir Vendu Niews, Jakarta yang berisi berita lelang . Baru pada tahun 1854 pers Indonesia mencatat sejarah penting sebab pada masa itu telah ada surat kabar dalam bahasa Melayu yang bernama Terompet Melajoe di Se-


61

marang, majalah Bianglala dan seterusnya. Memasuki abad 20 pers Indonesia semakin mumpuni. Pers Indonesia memegang peran penting dalam perjuangan bangsa. Ditandai dengan munculnya Medan Prijaji, Bandung pada tahun 1904. Adalah Tirto Hadisurjo atau Raden Mas Djokomono yang menjadi pionir. Raden Mas Djokomono dengan akte notaris Simon mendirikan NV Javaansche Boekhandel & Drukkerij en handel in Schrijfbehoeften Medan Prijaji di Bandung, diikuti dengan terbitnya mingguan Medan Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian. Saat itu, untuk pertama kali bangsa Indonesia punya koran sendiri. Jurnalisme modern tanah air hadir. Dia dikenal sebagai pionir yang membuat basis jurnalisme modern di Indonesia. Tidak hanya berita, iklan pun telah ia kelola.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

media

Siapa Raden Mas Tirto Adhi Soerjo? Tirto mengawali karier jurnalisnya sebagai koresponden Hindia Ollanda pada tahun 1894. Ia menjadi pimpinan redaksi Pemberita Betawi pada 1902. Di ini ia bertahan hanya setahun.


62

media Setahun kemudian Tirto menerbitkan Soenda Berita, sebuah media mingguan. Mingguan ini tak bertahan lama, hanya dua tahun. Tirto dihukum dengan dibuang ke Maluku. Selama setengah tahun ia di Maluku. Sekembali dari Maluku ia mendirikan mingguan Medan Prijaji (dengan ejaan sekarang, Priyayi). Medan Prijaji adalah surat kabar mingguan pertama di Jawa yang mengambil peran sebagai corong kaum terpelajar pribumi. Isu kesejahteraan pribumi, terutama soal pendidikan bagi kaum pribumi, menjadi unggulan dalam pemberitaan. Kritik sosial politik utamanya ditujukan pada priyayi korup dan pejabat pemerintah yang menyalahggunakan kekuasaan dan mengeksploitasi orang kecil pun tak lepas dari sorotan Medan Prijaji. Medan Prijaji juga sangat keras mengkritik sistem kolonial Belanda. Tirto Adhi Soerjo pun harus berhadapan dengan UU Pers kolonial yang melarang mengkritik pejabat pemerintah dan kalangan priyayi senior. Selepas menerbitan Medan Prijaji, Tirto Adhi Soerjo menerbitkan Soeloeh Keadilan pada April 1907. Tirto juga ingin menerbitkan sebuah jurnal perempuan, karena percaya kebangkitan elite pribumi tidak bisa hanya dibatasi hanya pada kaum pria terpelajar. Ia adalah juga salah seorang motor gerakan emansipasi. Poetri Hindia menjadi dukungan nyata Tirto pada kaum perempuan. Poetri Hindia terutama melayani kebutuhan para istri dan keluarga priyayi tinggi, tetapi juga mempunyai beberapa pelanggan Tionghoa. Artikel soal-soal rumah tangga seperti kebersihan, nasihat mengenai anak, jahatnya kemewahan dan seni masakan Jawa menjadi rubric di majalah itu. Tirto Adhi Soerjo lahir di Blora 1880 dan meninggal 7 Desember 1918, diasuh di kalangan priyayi cukup tinggi. Ia lahir pada zaman politik etis. Ada celah yang diberikan pemerintah colonial Belanda untuk bangsa Indonesia yang dimanfaatkan di bidang jurnalistik, pengorganisasian rakyat, bisnis, dan gerakan penyadaran tentang emansipasi rakyat yang tertindas. (putut ariyotejo dari berbagai sumber) Tirto Adhi Soerjo, Pendiri Koran Medan Prijaji

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


63

digistyle facebook

Bikin Belanja Tak Perlu Keluar Rumah

Nambah Teman dan Penghasilan

D

engan 31 ribu lebih anggota, Forum Jual Beli Batam atau bisa disebut FJB Batam kini menjadi tempat belanja tidak resmi warga Batam. Jangan cari dimana gerai FJB Batam, karena tak ada alamat fisiknya. Tapi carilah di Facebook, berupa group FJB Batam. Di grup ini, anggotanya bisa menjual dan membeli barang. Modalnya cukup sebuah komputer atau laptop, atau bisa juga dengan menggunakan ponsel pintar. Tetapi untuk transaksi jual beli, antara pembeli dan penjual bisa bertemu di tempat yang disepakati dengan istilah COD (cash on delivery).

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Bagi yang malas keluar, COD di rumah bisa dilakukan. Cukup janjikan waktunya kepada penjual. Setelah itu cukup tunggu di rumah dan transaksi pun berjalan. Lantas, produk apa yang dijual? Ups, soal itu jawabnya: bermacam-macam. Kebanyakan yang ditawarkan oleh sesama anggota FJB Batam adalah ponsel, produk fesyen atau produk rumah tangga. Tetapi bulan lalu ada juga salah satu membernya yang menjual tiga ekor anak buaya! Kebanyakan adalah produk bekas pakai tetapi ada juga pemilik gerai atau butik yang menawarkan produk baru dengan harga lebih rendah dari harga toko. Harga miring itulah yang membuat anggota di FJB Batam terus bertambah. “Selain bisa menambah teman, juga dapat penghasilan,� kata salah seorang anggota FJB Batam, dalam sebuah kopi darat di BFC Kepri Mall, Sabtu (28/9) lalu. Pertemanan menjadi dasar setiap transaksi. Tapi tak jarang ada pula yang berusaha menciptakan flame war dengan hinaan terhadap barang yang ditawarkan penjual sehingga memicu keributan sesama anggota. Untungnya keributan-keributan kecil tidak berlangsung lama karena cepat diredam oleh anggota lainnya. Yuk belanja. (hasanul safri)


64

Antara Dia dan Dia Craig Pospisil

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

tekstasi c e rp e n


65

tekstasi c e rp e n

G

erbong kereta bawah tanah Kota New York. Seorang wanita Asia, NATALIE, memandang ke arah tiga temannya dengan mulut me­ nganga. AMBER dan JOHN, pasangan yang telah menikah, serta TERRY, seorang wanita kulit hitam. AMBER tengah hamil enam atau tujuh bulan. (AMBER, JOHN dan TERRY membalas pandangan NATALIE dengan penuh simpati dan kesedihan.) NATALIE: Apa? TERRY: Kami minta maaf. AMBER: Sungguh minta maaf. NATALIE: Maksud kalian apa? JOHN: Kita…putus sampai di sini saja. NATALIE: Kalian bertiga minta putus di dalam kereta? TERRRY: Kita sudah tidak searah lagi. NATALIE: Bukankah kita semua menuju ke daerah downtown? AMBER: Kau tahu maksud kami apa. NATALIE: Tidak. Aku tidak tahu. Pertama, kita semua berteman. Kita bukan pasangan. Jadi mana bisa kalian memutuskan hubungan denganku? JOHN: Teman juga bisa berpisah. TERRY: Hal ini sudah sering terjadi pada banyak orang. NATALIE: Aku mengerti bahwa teman bisa berpisah. Tapi pada umumnya mereka tidak ada yang secara formal minta putus. AMBER: Kadang-kadang ada yang begitu. Contohnya, saat mereka bertengkar hebat. NATALIE: Tapi kita tidak pernah bertengkar. Kalian sudah gila, ya? JOHN: Dengar, kami tahu ini sulit untuk kau terima, Natalie. Kami juga sulit mengucapkannya. Tidak ada seorang pun dari kami yang menginginkan hal ini terjadi. NATALIE: Lantas kenapa hal ini bisa terjadi? Dan kenapa kalian harus mengungkitnya sekarang saat kita sedang berada di dalam kereta? TERRY: Karena kami tidak mau hal ini jadi terseretseret. AMBER: Iya, kau tahu sendiri betapa hal ini bisa memicu perdebatan panjang selama berminggu-minggu. JOHN: Makanya kami ingin melakukannya secepat mungkin. Sampai perhentian kereta di Jalan West 4th Street. NATALIE: Memang ada apa di Jalan West 4th Street? TERRY: Kami mau makan malam di sekitar daerah the Village. NATALIE: Tanpa aku!?! AMBER: Apa kau tidak mendengarkan kami dari tadi? JOHN: Sayang, jangan kasar begitu dong sama dia. Kita tahu hal ini sulit dilakukan, dan kita sudah janji untuk

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

tidak berlaku kasar. AMBER: Oh, diamlah, John! JOHN: Amber! AMBER: Aku mau tahu apa kau bisa diam dan tenang saat kau hamil dan tubuhmu dialiri oleh enam puluh galon hormon. TERRY: Hey, guys, kenapa fokus pembicaraan kita jadi meleset? Amber, duduklah. AMBER: Terima kasih, Terry. Kau teman yang baik. Aku tahu John dan aku telah mengambil pilihan terbaik di antara kalian berdua. NATALIE: Hey! Aku juga teman yang baik! Amber, ketika kau kehilangan pekerjaanmu tahun lalu, siapa yang dengan setia mendengarkan keluh-kesahmu di telepon selama berjam-jam setiap harinya? JOHN: Natalie, masalahnya bukan apakah kau teman yang baik atau bukan. Ini keputusan yang sulit bagi kami. Dan kami sudah mendiskusikannya berkali-kali. Kami sempat depresi gara-gara harus mengambil keputusan ini. Tapi ini bukan salahmu. Kesalahannya ada pada kami. NATALIE: Aku tidak mengerti. Amber, kita sudah berteman lama sekali. Aku bahkan jadi pendamping wanitamu di hari pernikahanmu. AMBER: Aku tahu. Aku juga sedih. (Diam sesaat) Barusan diumumkan perhentian, kalian ada yang dengar? JOHN: Jalan 42nd Street. TERRY: Oh, baguslah. Tinggal beberapa perhentian lagi sebelum kita harus turun. NATALIE: Tidak! Jelaskan padaku kenapa kalian melakukan hal ini! TERRY: Natalie, kau orang yang luar biasa. Sungguh. Tapi…kami menginginkan sesuatu yang berbeda sekarang. NATALIE: Kalian bertiga sependapat akan hal ini? JOHN: Kami merasa kau sangat terfokus pada pilihan hidup yang berbeda dengan kami, sangat terikat pada kariermu…dan terus terang kami bertiga berada pada fase kehidupan yang berbeda denganmu. NATALIE: Aku tahu kau dan Amber ada dalam fase yang berbeda denganku. Bagaimana dengan Terry? AMBER: Ini bukan tentang Terry. Ini tentang kita semua. JOHN: Yeah. Ini bukan salahmu. Kau tidak melakukan apa-apa. NATALIE: Aku pasti telah melakukan sesuatu kalau kalian sampai menolak untuk jadi temanku. TERRY: Bukan begitu. Banyak hal yang telah berubah. Mungkin pertemanan memang tidak ditakdirkan untuk langgeng selamanya. Ada waktunya kita harus berpisah dan melanjutkan hidup sendiri-sendiri. Ini hal yang alami.


66

tekstasi c e rp e n

NATALIE: (diam sesaat) Omong kosong. AMBER: Terry benar. Semua pertemanan ada waktunya, masa kadaluarsanya. (diam sesaat) Apa ini perhentian Jalan 34th Street? NATALIE: Jangan menghitung perhentian kereta terus! TERRY: Jangan dilawan, Natalie. Semua ini akan segera berakhir. NATALIE: Oh ya? Kalian tidak bisa memutuskan aku jika aku menghentikan laju kereta. Maka kita takkan pernah sampai di Jalan West 4th Street. (NATALIE beranjak menghampiri tuas rem darurat di salah satu dinding gerbong kereta. Ia baru hendak menarik tuas itu ketika tangan JOHN menghentikannya. JOHN kemudian menarik dan mendudukkannya di kursi kereta.) JOHN: Jangan berlebihan. Kau akan menemukan teman lain. TERRY: Ya, kau akan punya lebih banyak teman. Kau masih muda. NATALIE: (sesenggukan) Tapi kenapa? Apa salahku? Aku tidak mengerti! Kenapa? AMBER: Karena kau membosankan!! (Sunyi.) NATALIE: Apa? AMBER: Kau membosankan. Kau hanya ingin pergi ke restoran dan kedai kopi yang sama. Selama kita berteman, kita sudah mengunjungi enam tempat yang sama di Upper West Side sebanyak lima puluh kali. Dan saat kita pergi nonton, kau selalu memilih film komedi romantis yang konyol. Tidak pernah mau nonton film thriller. “Terlalu menakutkan.” Film aksi juga tak mau. “Terlalu banyak kekerasan.” Apalagi kalau diajak nonton film asing. “Aku tidak suka membaca teks subtitle.” Hiburan kita tak pernah ada ragamnya. Kau tidak pernah mau ikut kalau diajak pergi main ski atau pergi ke pantai. Kau cuma mau berada dalam rutin keseharianmu. Kau harus bisa melepaskan diri dari semua itu, ambil resiko sekali-kali. Kau adalah orang baik, juga cerdas, humoris, sabar dan penuh kasih sayang. Siapa saja pasti beruntung mendapatkanmu sebagai teman…tapi, ampun deh, kau membosankan!! (Sunyi.) NATALIE: Tadi katanya “Ini bukan salahmu, ini salah kami”. AMBER: Kami berbohong. JOHN: Tunggu dulu. Jangan begitu, Amber. Kita sudah janji tidak akan bertindak seperti ini. AMBER: Tapi waktu kita di kereta ini tidak lama lagi. NATALIE: Kalian benar-benar berencana untuk meninggalkanku di dalam kereta? EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

TERRY: Kami punya reservasi makan malam pukul 8. NATALIE: Kalian mencampakkanku, lalu langsung makan malam? Di mana? TERRY: Apakah penting di mana? NATALIE: Penting buatku. JOHN: Jangan mempersulit situasi, Natalie. NATALIE: Apakah kalian akan pergi ke restauran Moroko yang selalu ingin kalian kunjungi? JOHN: Ini bukan soal makanan. NATALIE: Lantas kemana? TERRY: Sudahlah. NATALIE: Kemana?! AMBER: Kami akan pergi ke restauran Moroko. Oke? Kau puas sekarang? NATALIE: (diam sesaat) Kalian pernah ke sana sebelumnya? JOHN: (diam sesaat) Beberapa kali. NATALIE: Ya ampun! Kenapa? Kenapa?! Aku juga pasti mau diajak mencicipi masakan Moroko! TERRY: Masakannya pedas. Kau kan tidak suka makanan pedas. NATALIE: Oh ya? Kau sadar kalau kau punya kebiasaan buruk di meja makan? TERRY: Apa? NATALIE: Kau selalu berbicara dengan mulut penuh. Kau duduk serampangan dan selalu menyandarkan siku tangan di atas meja. (Kepada JOHN dan AMBER) Pilih aku. Aku lebih baik dari Terry. JOHN: Natalie, please, jangan memperburuk suasana. Jangan menangis. Kami hanya butuh perubahan. Apalagi dengan bayi yang akan segera lahir. Kami tidak punya cukup ruangan dalam hidup kami untuk dua teman dekat. NATALIE: Tapi kenapa dia yang dipilih? AMBER: Apa aku harus mengulang pidato “kau membosankan” sekali lagi? NATALIE: Tapi aku tidak membosankan. TERRY: (diam sesaat) Natalie, apa yang kau lakukan malam Minggu kemarin? NATALIE: (diam sesaat) Aku memesan Chinese food dan menyewa DVD. JOHN: Film apa? NATALIE: Sleepless in Seattle. TERRY: Dan malam Minggu sebelumnya? NATALIE: When Harry Met Sally. JOHN: Benar kan? NATALIE: Tapi aku bisa melakukan hal yang berbeda. Aku bisa berubah. Aku akan nonton film apa saja yang kalian inginkan. TERRY: Kami tidak mau kau berubah. Kami ingin kau jadi dirimu sendiri dan berbahagia. JOHN: Dan kami harap kau menginginkan hal yang


67

tekstasi c e rp e n

sama untuk kami. NATALIE: Tidak mau! Aku berharap kalian tersedak masakan Moroko yang kalian santap nanti! (NATALIE bergegas ke pintu kereta.) JOHN: Kau mau kemana? Kita belum sampai di daerah downtown. NATALIE: Kalau aku tidak diinginkan, buat apa aku ada di dalam kereta ini? (Dengan itu NATALIE turun dari kereta dan menghilang di tengah kerumunan penumpang. Yang lain menghela napas, menggelengkan kepala dan duduk berjajar di kursi kereta.) AMBER: Well, sungguh canggung sekali situasinya. JOHN: Memang kalian berharap apa dari reaksinya? TERRY: Kupikir dia akan menanggapinya dengan ele­ gan. (Sunyi sesaat.) AMBER: Sekarang hilang selera makanku untuk menyantap masakan Moroko. JOHN: Yang benar? AMBER: Ya. Bagaimana kalau kita pulang dan memesan Chinese food saja? JOHN: Oke. Tak masalah. Apapun yang kau inginkan, sayang. TERRY: Tunggu…kupikir kita akan bersenang-senang. AMBER: Iya, tapi dalam kondisi hamil begini… JOHN: Kau mengerti kan, Terry? TERRY: Tapi aku sudah menunggu-nunggu malam ini. Kalau tahu kita takkan keluar makan malam, seharusnya aku bisa pergi kencan dengan seseorang.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

AMBER: Maaf, ya. Mungkin lain kali. JOHN: Minggu depan. TERRY: Jadi aku tidak punya pilihan? Terima kasih banyak! (Mereka bangkit dari duduk dan melangkah ke pintu kereta saat perhentian di Jalan West 4th Street diumumkan. Kereta berhenti dan TERRY adalah yang pertama keluar. JOHN dan AMBER berdiam diri seraya bertukar tatapan. JOHN menggelengkan kepala.) JOHN: Kalau Natalie pasti bisa mengerti. AMBER: Iya, aku rindu padanya. (Mereka keluar..) #Catatan: > Drama panggung ini masuk dalam kategori One-Act Play. Bertajuk It’s Not You karya CRAIG POSPISIL, drama ini pertama kali dipentaskan oleh Neighborhood Playhouse, New York City pada tanggal 13 September 2002 dan diproduksi oleh Atrainproductions. >> CRAIG POSPISIL adalah seorang dramatis asal Amerika Serikat yang telah beberapa kali mendapatkan penghargaan Excellence in Playwriting dari Kennedy Center/American College Theatre. Karya-karyanya telah dipentaskan di beberapa negara, seperti Cina dan Australia; serta disertakan dalam koleksi naskah drama panggung seperti Atrainplays dan Take Ten II. >>> Diterjemahkan Maggie Tiojakin untuk Fiksi Lotus. 2013 © Hak Cipta. Fiksi Lotus dan Craig Pospisil.


68

kiprah

Rambutnya dibiarkan tergerai. Jatuh hingga sepinggang. Wajahnya juga terlihat segar dengan polesan make up natural. Mengenakan setelan blouse garis-garis dan celana panjang hitam, membuat tampilan Fairuz Kurniati terlihat sangat elegan.

Fairuz Kurniati (Veve) Master of Ceremony Batam

Editor: Agnes Dhamayanti email : majalah@batampos.co.id

MC Berbakat Itu dari Pulau Sambu II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


69

Hari ini gak ada panggilan ngemsi, makanya bisa santai. Saya saja baru pulang dari dokter kandungan. Lagi program untuk hamil lagi,” kata Fairuz tersenyum sambil mengiris potongan daging steak yang dipesannya di Byza Cafe di Mega Mall. Melihat penampilannya juga gaya bicara yang lugas, pasti tak menyangka, kalau wanita muda ini lahir di Pulau Sambu, pulau kecil dekat Pulau Belakangpadang. Kepiayawannya dalam dunia broadcastinglah yang mengantarkannya menjadi seorang MC terkenal di Kota Batam ini. “Sejak SMP kelas 2 di Belakangpadang, saya sudah siaran di Radio Gema Harapan. Sewaktu pindah ke Cirebon, saya masih terus siaran. Dari SMA kelas 2 sampai kelas 3 saya jadi penyiar di Radio Maritim FM di Cirebon. Di sinilah saya dikenalkan dengan dunia ngemsi. Waktu itu acara majalah Aneka Yesss. Mereka ngundang bintang tamu artis Jakarta. Kami semua penyiar jadi MC termasuk saya yang paling junior,” kenang wanita kelahiran Pulau Sambu 33 tahun yang lalu. Tidak terasa, sudah empat belas tahun lamanya, Fairuz Kurniati asyik menekuni dunia Master of Ceremony. Dan sudah ratusan acara diTeman-teman cembupandunya. Profesi yang tidak ru, mereka protes, saya pernah dibayangkan sebelumnya. Keinginannya waktu itu, kok bisa enak-enakan hanya menjadi seorang sekduduk bareng artis. Seretaris sesuai dengan jurusan dangkan mereka hanya Komputer Sekretaris Pimpinan bisa lihat dari jauh yang diambilnya di Cirebon Institute of Computer (CIC) di Kota Cirebon. Dulu, kata Fairuz, ia menjadi satusatunya pelajar di Kota Cirebon yang bisa duduk berdampingan dengan artis. “Teman-teman cemburu, mereka protes, saya kok bisa enak-enakan duduk bareng artis. Sedangkan mereka hanya bisa lihat dari jauh,” kata wanita yang biasa disapa dengan nama Veve ini. Kini, dengan banyaknya pengalaman menjadi

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

kiprah


70

kiprah

“Yang paling butuh tenaga ekstra jadi MC anniversary perusahaan. Karena waktunya paling panjang bisa sampai jam 12 malam

MC “Alhamdulillah, sekarang honor saya sudah Rp 4 juta rupiah untuk satu kali event,” kata wanita yang pernah berguru dengan Shanaz Haque menjadi presenter TV di IBSC TV Presenter Jakarta. Semua event, baik itu formal maupun semi formal sudah pernah dipandu Veve. Mulai dari pelantikan, dinner, jumpa fans, konser, malam dana, peresmian kantor, turnamen golf, anniversary, wedding, fun gathering juga race. “Yang paling butuh tenaga ekstra jadi MC anniversary perusahaan. Karena waktunya paling panjang. Biasanya dari jam 4 sore sampai jam 12 malam. Yang paling enak, MC untuk peresmian kantor. Hanya satu jam saja. Kalau seminar juga lumayan lama nunggunya. Karena lebih banyak diisi pembicara,” kata wanita yang mahir berbahasa Inggris ini. Untuk menambah perbendaharaan materi MC, Veve mengaku mengandalkan tablet PC. “Biasanya untuk search materi seminar atau biodata artis. Seperti baru-baru ini, saya ngemsi di 6th Asean Jazz Festival di Lapangan Engku Putri, Batam. Ada beberapa artis yang saya belum tahu. Saya pake tab, untuk nyari data-data pribadinya. Lumayan bisa membantu perbendaharaan saya waktu mengenalkan artis itu,” kata Veve yang sudah 6 kali berturut-turut menjadi MC Asean Jazz Festival. Setelah menjadi sangat dikenal sebagai MC paling berpengalaman di Batam, Veve menyimpan obsesi memiliki sekolah Master of Ceremony di Batam. Bagi Veve, profesinya ini sangat membantu ia dalam mengurus dua anaknya, Galang Luthfi Pramana Rangkuti EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

(9) dan Gita Analeigh Andara Rangkuti (2,6). Ia masih dapat mengantar jemput anaknya sekolah. “Hanya saat saya lagi ngemsi saja. Saya titip ke orangtua saya. Kebetulan ibu ada di Batam. Beliau kan guru TK. Sedangkan suami saya, Agustino Leo Fatra Rangkuti sekarang bekerja di salah satu developer di Tanjungpinang. Sudah lamanya juga saya berjauhan dengan suami. Kira-kira hampir sepuluh tahun selalu beda kota,” kata Veve. Selain itu, bersama suami, Veve juga mengelola event organizer ‘GTM Motorsport’. Bagi Veve, profesi MC kurang lebih sama dengan artis. “Kita harus memperlihatkan perfomance terbaik. Baik dari sisi kualitas bicara juga kostum. Dulu saya masih sering padu padan kostum lama. Tapi sekarang setiap even pasti kostumnya baru. Padahal budget-nya bisa separuh dari honor loh,” kata Veve yang pernah ikut


71

kiprah casting presenter Silet juga Hot Shot di Jakarta. Walau sudah belasan tahun menjadi Master of Ceremony, Veve mengaku masih grogi. “Paling enak kalau audiensnya gak kenal. Saya bisa all out. Tapi kalau kenal. Saya bisa grogi,” kata Veve yang juga menjadi MC langganan Batam Pos. Bertambahnya usia Veve, membuat segmen yang dihadapinya juga berubah. “Sekarang acara di mal sudah gak lagi dipanggil. Justru. Dipakai untuk acara untuk resmi dengan audiensnya VIP. Mungkin nanti semakin tua, lain lagi acaranya,” tutur Veve.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

Ternyata disela-sela waktu ngemsi. Veve bersama putra pertamanya, Galang Luthfi ikut suting film Nyanyian Kecil Buat Ibu. “Anak saya jadi pemeran utama di film itu. Baru-baru ini suting di Tanjungpiayu juga Dutamas. Dia main 20 scene. Saya hanya 3 scene, jadi pemeran Naya yang sudah dewasa,” kata Veve. Selama menjadi MC, Veve mengaku terkesan saat ngemsi di Surabaya. “Ini tempat paling jauh yang pernah saya datangi. Sebenarnya kemarin ada tawarin MC di Kalimantan. Dengan honor Rp 12 juta selama 3 hari. Tapi batal karena mereka tidak bisa menyediakan budget untuk 2 orang. Saya memang minta akomodasi dua, untuk suami dan saya. Karena suami gak ngizinin saya pergi sendiri. Tempatnya cukup jauh. Dan saya sendirian,” kata Veve lagi. Rata-rata setiap minggunya, Veve bisa menerima 3 event. Dan untuk satu kali ngemsi, bisa satu hari. Hanya saat bulan puasa saja, ia sepi ngemsi. “Batam ini kota Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE), banyak sekali acara di kota ini. Setiap hotel saja punya acara sendiri. Belum kantor pemerintahan juga swasta. Saya saja sering jadi rebutan. Makanya profesi ini masih banyak dibutuhkan di sini. Makanya saya ingin suatu saat punya sekolah MC. Semoga segera terwujud,” harap Veve. ***


72

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

S

handy Aulia awalnya setengah hati untuk bermain di film horor 308. Ia beranggapan, film horor di Indonesia kebanyakan sudah melenceng jauh dari unsur hiburan yang ada dalam film horor. Adrenalie yang timbul dari rasa takut dan penasaran dalam film, sebut Shandy justru tidak terasa. “Saya sebenarnya kecewa dengan film horor Indonesia, yang harusnya bisa fun bareng dan teriak bareng dalam bioskop justru tidak ada. Jadi awalnya saya agak setengah hati,” ungkap Shandy. Namun setelah membaca lebih jauh sinopsis dan konsep produksi film yang disutradarai Jose Poernomo

Shandy Aulia

itu, Shandy mulai tertarik. Ia merasa visinya untuk ikut andil dalam memperbaiki kualitas film horor di Indonesia bisa terpenuhi melalui film itu. “Yang penting dari sisi cerita, mungkin pengambilan gambar juga pertimbangkan art-nya. Apa yang bi sa buat orang takut dan penasaran, itu yang ingin kita perbaharui,” jelas Shandy. Keputusan istri David Herbowo untuk terlibat di film itu tidak sia-sia. Film 308 mewakili Indonesia di ajang Screamfest Horror Film Festival 2013 di Amerika Serikat. “Saya enjoy dan nikmati banyak hal di film ini,” cetus Shandy. Perjalanan film tersebut untuk berkompet isi semakin lancar setelah mendapat dukungan dari pemerintah. “Saya sangat bahagia dapat dukungan penuh. Ini support dari pemerintah untuk perfilman Indonesia. Agar masyarakat luar bisa menikmati film kita,” ujar mantan pacar Roger Danuarta ini. Disinggung apakah ia berharap filmnya tersebut berhasil meraih penghargaan, Shandy menjawab diplomatis. “Saya pribadi tidak ekspektasi untuk penghargaan. Saya bermain film untuk memuaskan diri saya, passion yang mengalir dalam diri saya,” jelasnya. (jpnn)

Pengen Penonton Takuti Film Horor EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013


73

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

J

anet Jackson dikabarkan siap memiliki anak dengan suaminya, Wissam Al Mana. Janet dan Al Mana, miliarder asal Qatar, menikah diam-diam beberapa waktu lalu. “Dia (Janet) tahu kehamilan sudah tidak mungkin terjadi, jadi dia sedang berusaha untuk adopsi,” ungkap sumber. Namun, Janet tidak ingin rencana adopsi ini diketahui banyak orang. Kabarnya, ia dan suami memilih akan mengadopsi anak yang berasal dari dunia ketiga. “Dia tergugah dengan keadaan di Yordania dan Suriah. Dia sendiri belum pasti kapan itu terjadi, tapi dia sudah mulai mencari,” ujar si sumber. Menurut Page Six yang pertama kali melaporkan, Janet sudah menghubungi Ratu Rania untuk membantu proses adopsi ini. Alasan Janet memilih negara dunia ketiga karena kepeduliannya akan kesejahteraan anak-anak. “Penting baginya karena ia mampu memberikan bayi itu kesempatan untuk hidup layak,” beber sumber. Us Weekly sebelumnya pernah melaporkan kalau penyanyi yang berasal dari klan Jackson ini siap memulai sebuah keluarga dengan Al Mana. Janet mulai berkencan dengan Al Mana sejak musim panas 2010 dan menikah awal 2013. Al Mana, yang usianya 10 tahun lebih muda dari Janet, merupakan suami ketiganya. Sebelumnya ia pernah menikah dengan James DeBarge dan Rene Elizondo. Dari perkawinan sebelumnya, Janet tidak memiliki anak. Setelah menikah, pelantun That’s The Way Love Goes ini dikabarkan mualaf dan memutuskan pensiun ngartis. “Dia telah menikahi miliuner dan dia memutuskan untuk pergi,” ucap sumber. “Mereka punya rumah di tiga negara yang berbeda. Dan Janet telah menjadi mualaf sekarang,” lanjut sumber singkat. Sepanjang kariernya, Janet berhasil menelurkan 10 album musik. Juga sempat apik bermain film antara lain You Rock My World, Why Did I Get Married dan For Colored Girls. (jpnn)

foto : justjared.com

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

Janet Jackson

Niat Adopsi Anak Jordania


74

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

Z

askia dan suami siri disebut pernah ngontrak di Cikarang. Kalau kata Annisa Bahar, Zaskia diinapkan di apartemen oleh pejabat daerah. Satu per satu kisah masa lalu pedangdut Zaskia ‘Gotik’ terungkap ke publik. Tidak hanya koleksi foto erotisnya di majalah pria dewasa 2007 silam, isu personal tentang si Neng pun makin menajam. Kabar terbaru, Zaskia disebut pernah menikah siri. Saat ditanya soal kabar itu, mantan manajer Zaskia, Jul Bahar pun membenarkannya. Tapi, ia tidak ingat nama suami siri pelantun Satu Jam Saja, Ajari Aku Tuhan dan 1001 Alasan ini. “Namanya saya lupa, nanti saya cari tahu lagi,” ujar Jul kepada wartawan, kemarin. Jul mengungkapkan, Zaskia menikah di kampung halamannya, Cikarang, Jawa Barat. Zaskia dan suami siri itu juga sempat menyewa rumah di sana. “Sempet kontrak rumah, tempatnya saya lupa-lupa ingat. Karena waktu itu saya anggap nggak penting soalnya urusan pribadi orang,” tutur Jul. Tudingan menohok pun disampaikan Annisa Bahar, pedangdut senior yang sempat satu manajemen dengan Zaskia. Annisa mendengar kabar bahwa Zaskia simpanan pejabat. Ibunya Juwita ‘Buka Dikit Joss’ ini mendengar kabar itu dari orang-orang dekat Zaskia. Namun, saat ditanya lebih lanjut, ia enggan mengungkapkan identitas pejabat tersebut. “Orang-orang dekatnya pernah bilang dia

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Lagi…Zaskia Digoyang Isu Pernah Nikah Siri foto : kapanlagi.com


75

gadagadu gak ada angin gak ada ujan

simpanan,” ujar Annisa. “Aku sama dia memang pernah satu manajemen, cuma aku nggak mau terlalu vulgar ceritanya,” lanjutnya. Annisa pun menegaskan bahwa Zaskia bukan perempuan yang lugu. Menurutnya, Zaskia memang pintar berakting. Dikisahkan pula, Annisa dulu kerap mengajak Zaskia manggung. Dari pengalaman itu dia yakin Zaskia bukan cewek lugu. Suatu ketika, kata Annisa, ia mengajak Zaskia tampil di depan para pejabat daerah. Ia pun mengaku tahu bahwa Zaskia pernah ditempatkan di sebuah apartemen. “Dia kan sering aku bawa nyanyi, kenalin ke bupati, walikota. Tapi besoknya dia jalan sendiri, lobi sendiri. Dia Lugu? nggak, nggak lugu, justru pinter. Sama pejabat itu, dia ditempatin di apartemen,” kata Annisa. Si pemilik goyang patah-patah ini juga mengungkapkan bahwa Zaskia pernah tinggal di rumahnya. Namun meski begitu, menurutnya ia tak terlalu tahu mengenai sosok si ‘itik’. Ia hanya bisa menilai kini Zaskia telah menjadi sosok yang berbeda. Menurutnya, Zaskia sekarang adalah pribadi yang sombong. “Aku tahu Zaskia udah punya mobil, apartemen, toko, butik, kok tiba-tiba Zaskia dari desa nggak punya apaapa itu kan kebohongan publik. Rekayasa, dia pinter cari uangnya,” terang Annisa. Sombongnya Zaskia di bagian mana? “Dia nyanyi udah Rp 80 juta. Waktu itu ada job ke kafe, aku kenal deket, melalui Dewinta dia minta Rp 65 juta, aku tawar Rp 60 juta nggak mau. Ya Allah ampe segitunya sih,” jawab Annisa. Sebenarnya Annisa mengaku tak mau terlalu banyak mencampuri urusan pribadi Zaskia. Tapi ada satu-dua hal yang memaksanya bercerita. Kemarin pagi, Zaskia tampil sebagai bintang tamu di sebuah televisi swasta. Belum juga syuting acara tersebut selesai, Zaskia tampak sudah pulang dengan tampang bersungut-sungut. Jika sebelumnya ia selalu akrab ketika diwawancara, kali ini mendadak terkesan tak ramah. Duh, kenapa neng? “Nggak ah,” tepisnya dengan nada jutek saat dijumpai wartawan. Sebelumnya, dengan sikap yang polos, Zaskia membantah bahwa dirinya pernah menjadi ‘simpanan’ seorang pengusaha. “Dan neng berpikir positif saja, biarin orang mau ngomong apa, itu ambil positifnya saja,”

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

lanjut mantan tunangan Vicky Prasetyo ini. Perihal pernyataan Jul Bahar yang membuka ‘aib’-nya, Zaskia tak mau ambil pusing. “Kalau dibilang kacang lupa kulitnya, neng mengundang dia di acara lamaran. Tahu-tahu muncul di media jelek-jelekin neng. Menurut neng terserah orang mau bicara apa,” ungkapnya. “Neng disini nggak merasa kecewa, nggak merasa sakit hati, cuma bisa sabar, tawakal, karena niat neng kejujuran neng biar cuma Tuhan sama orangtua neng yang melahirkan neng yang tahu sebenarnya,” tegasnya. (jpnn)

foto : nyata.co.id


76

history

k i t a BWarisan Budaya yang Mendunia

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii


77

T

anggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasio足nal. Ini merupakan kebanggan bagi bangsa Indonesia karena batik telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009 silam.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

history


78 1.

Menurut UNESCO dalam situs resminya, keputusan menetapkan batik Indonesia sebagai warisan dunia karena batik Indonesia memiliki simbolisme terkait dengan status sosial, masyarakat setempat,alam, sejarah, dan warisan budaya dengan rasa identitas dan keberlanjutan sebagai komponen penting dari kehidupan masyarakat, dan terus berevolusi tanpa kehilangan makna tradisionalnya. Batik Indonesia sebagai prasasti yang berkontribusi untuk memastikan warisan budaya pada tingkat lokal,nasional, dan internasional. Lembaga pemerintah dan non - pemerintah dan asosiasi di masyarakat bersama-sama melakukan peningkatan kesadaran, peningkatan kapasitas dan kegiatan pendidikan untuk melanjutkan upaya meningkatkan batik sebagai warisan dunia.

2.

Dalam situs wikipedia, kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Walaupun kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Ia juga melaporkan pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.

history

5.

Dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.

3.

6.

4.

Batik sendiri tidak lagi didominasi dari Jawa, namun hampir semua pelosok di negeri ini memiliki ciri khas sendiri soal batik. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam.Termasuk di Kepri yang memperkenalkan batik gonggong. Batik gonggong sangat unik. Motif cangkang siput gonggong menjadikan ciri khas batik yang menarik.

7.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

Menurut Antropolog dari School of Anthropology and Archaeology, James Cook University, Australia, Maria Friend, batik secara historis dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang dan sebagainya. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Secara teknik ada tiga. Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Kemudian,batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Terakhir, batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih. Go Tik Swan (dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro) seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang menetap di Surakarta. keluarga Go Tik Swan Hardjono sudah turun-temurun mengusahakan batik, Soekarno menyarankan agar ia menciptakan “Batik Indonesia”. Pola yang sudah dikembangkan itu diberinya warna-warna baru yang cerah, bukan hanya coklat, biru dan putih kekuningan seperti yang lazim dijumpai pada batik Solo-Yogya. Lahirlah yang disebut “Batik Indonesia”.


79

history

8.

II oktober 2013 EDISI 36, Minggu Ii

Salah satu desainer batik Indonesia yang terkeal adalah Iwan Tirta.Batik rancangannya digunakan sebagai pakaian tradisional yang dikenakan para kepala negara pada pertemuan APEC tahun 1994. Iwan mengembangkan batik khas Indonesia, mulai dari pendidikan batik, penelitian hingga promosi ke mancanegara. Iwan juga mengembangkan filsafat batik Indonesia.


80

tips101

Kulit Bermanfaat, Dibuang Sayang

M

isalnya, kepala udang, dan kulit buah kiwi yang sebenarnya, mengandung banyak nutrisi tersembunyi yang mampu meningkatkan kesehatan anda. “Nafsu makan manusia dikendalikan oleh fungsi otak dalam banyak cara. Tidak mengherankan, isyarat visual memainkan peran yang kuat dalam menentukan apa yang kita makan,� kata Psikolog Llinis dan Direktur Mypsych.com Alisa de Torres, seperti yang dilansir laman Lifestyle. Berikut adalah cara untuk mengolah makanan sisa ke dalam menu diet anda

1

Kulit buah Kiwi Kiwi sangat kaya akan serat, memiliki kandungan vitamin C lebih dari jeruk, dan dapat melindungi tubuh anda terhadap kerusakan DNA yang bisa memicu kanker dan juga penyakit jantung. Cara mengolahnya: anda bisa mencampurnya kedalam chutney buatan sendiri.

2

Kulit jeruk Kulit jeruk merupakan sumber vitamin dan mineral termasuk kalsium, magnesium, zat besi, tembaga, kalium dan fosfor, yang mampu mengobati berbagai penyakit termasuk sembelit, tekanan darah tinggi dan kolesterol, serta mengurangi risiko kanker perut. Cara mengolahnya: bisa dicampur pada kacang hijau dan asparagus.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

3

4 5

6

Kulit pisang Pisang mengandung kalium dan mineral, yang dapat membantu menjaga tekanan darah serta mengurangi risiko stroke. Para peneliti di Taiwan menemukan bahwa, ekstrak kulit pisang kaya akan serotonin kimia, yang mampu meningkatkan suasana hati. Cara mengolahnya: rebus kulit pisang selama 10 menit, kemudian minum cairan kulit pisang setelah didinginkan, atau ditaruh di dalam juicer/frezer. Air rebusan sayur Mengukus adalah metode yang disukai untuk memasak sayuran karena membantu mengunci nutrisi. Namun, jika anda memilih untuk merebus sayuran anda, tidak masalah karena air rebusan sayur tersebut kaya akan nutrisi. Cara mengolahnya: setelah didinginkan, minum langsung air sayuran rebus anda tersebut. Babat atau jeroan sapi Pikiran memakan lapisan perut sapi (babat) terkadang membuat anda mual. Tapi tahukah anda, bahwa babat mengandung sejumlah nutrisi sehat termasuk kalsium, zat besi dan selenium, yang mengandung zat anti radikal bebas yang kuat. Jika anda menyukai memakan babat, maka hal itu akan memberikan manfaat perlindungan untuk gigi, tulang dan sistem reproduksi laki-laki. Cara mengolahnya: nikmati dalam berbagai hidangan sup atau gulai. Kepala udang Kepala udang mengandung antioksidan dan astaxanthin yang kuat, dimana kandungannya 10 kali lebih besar daripada yang biasa ditemukan dalam buah dan sayuran. Cara mengolahnya: panggang, goreng, atau ditambahkan ke sup. (fny/jpnn)


81

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

j’naka


82

d facebook: majalahbatampos.co.i

twitter: @majalahBP

s.co.id email: majalah@batampo

Diterbitkan Oleh: PT Sijori Interbintana Pers www.majalah.batampos.co.id Pemimpin umum / gm: Hasan Aspahani Pemimpin Redaksi: Putut Ariyotejo WAKIL Pemimpin Redaksi: Ismed Syafriadi Redaktur Pelaksana: Yunus Suchari Asisten Redaktur Pelaksana: Agnes Damayanti. Redaktur/Editor: Ahmadi, Hasanul Safri, Yermia Riezki, Feni Ambaratih, Arrazy Aditya (Fotografer), Mahfud Ashari(Desain) Antok (Desain) 足足足 Redaktur senior : Ade Adran Syahlan Lisya Anggraini sekretaris redaksi : Ummy Kalsum Chairman Rida K Liamsi CEO Makmur Direktur Utama Marganas Nainggolan Wakil Dirut Socrates Pemimpin Perusahaan Usep Rahmat Saifullah manager iklan Dewi Febsuri Alamat Redaksi, Pemasaran, Iklan dan EO: Gedung Graha Pena Batam, Lantai 2, telepon :(0778) 460000 (hunting), Fax (0778) 462162 dan (0778) 465111 Batam Center, Batam. Perwakilan Pekanbaru: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 10,5 Telpon (0761) 64634 Fax (0761) 64638. Perwakilan Jakarta: Gedung Indopos Lt. 6 Jl. Kebayoran 12 Jakarta Selatan, Telp. 021 - 53699560, 021-5333046. Perwakilan Tanjungpinang: Jalan Pramuka 3. Telepon (0771) 27714, 27715. Perwakilan Tanjungbalai Karimun: Jalan A Yani, Sungai Lakam, Telpon (0777) 323686, Fax (0777) 323685. Rekening PT. Sijori Interbintana Pers, NISP;090.010.011377, BPD Riau Cabang Batam Ac.00701.13.0044560.

EDISI 36, Minggu Ii oktober 2013

36 - Kebudayaan untuk Kehidupan  
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you