Issuu on Google+


“Walaupun padi telah menguning, bunga tumbuh warna-warni namun kita semua akan teduh dan aman di bawah naungan langit yang biru,� Edhie Baskoro Yudhoyono

2 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Rampai Sutra Ada informasi yang menarik pada majalah Sinergis edisi kali ini. Minggu pertama di bulan Oktober, masyarakat yang tergabung dalam paguyuban warga Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo) mengikuti Halal Bihalal bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di halaman Teather Imax, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Informasi menarik lainnya yang turut kami sampaikan untuk pembaca tekait Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia yang pada 5 Oktober 2012 lalu, genap berusia 67 tahun. Sejauhmana pembangunan TNI kita ke depan serta pandangan terkait TNI dewasa ini, disajikan dalam wawancara khusus dengan Mas Ibas. Seperti diketahui, Mas Ibas juga menjabat anggota Komisi I di DPR RI bidang pertahanan yang selama ini menjadi mitra kerja TNI di DPR. Untuk itu, setiap

perkembangan untuk mewujudkan TNI yang profesional tak luput dari pandangan Mas Ibas yang sangat concern untuk berkontribusi dalam upaya tersebut. Selain sorotan di atas, informasi menarik lainnya juga turut tersaji dalam majalah Sinergis kali ini. Beberapa waktu lalu, Partai Demokrat menyerahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejumlah berkas persyaratan partai untuk maju dalam Pemilu 2014 mendatang. Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Mas Ibas tentunya yang memegang tanggung jawab penuh dalam memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dalam Undangundang Pemilu. Tak hanya di Jakarta, semangat yang sama juga ditunjukkan pengurus DPC Partai Demokrat di Dapil VII Jatim dengan serempak mendatangi kantor KPUD untuk menyerahkan dokumen persyaratan partai peserta Pemilu

2014. Rangkaain kegiatan Mas Ibas sebagai Sekjen Partai Dmeokrat juga turut kami sajikan. Beberapa saat lalu, mas Ibas bersama Ketua Umum, Anas Urbaningrum dan sejumlah rombongan Dewan Pimpinan Pusat berkunjung ke sejumlah daerah untuk mengikuti agenda partai seperti, deklarasi calon gubernur dan wakil gubernur di Sulawesi Selatan yang diusung Partai Demokrat, agenda pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah PD di Papua serta jalan sehat bersama masyarakat Papua. Agenda lainnya seperti di Palangkaraya dan Riau juga turut disajikan. Sementara informasi seputar program-program pembanguann di wilayah Dapil VII Jawa Timur juga turut diulas dalam rubrik Kilas Dapil edisi kali ini. Selamat membaca !

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 3


Sorotan

Menkop & UKM Resmikan “Sentra Kulakan Posdaya� di Pacitan

Posdaya, Tekan Angka Kemiskinan

Daftar Isi

38

Acara Syukuran

Tujuh Bulanan Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono Keluarga besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar tasyukuran untuk memperingati kehamilan tujuh bulan Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono, Minggu (14/10) malam. Acara Syukuran digelar di pendopo kediaman Presiden SBY, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

32

3 Rampai Sutra 7 Rakyat Bicara SUATU kebanggan bagi kami semua, segenap Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Watubonang, Kecamatan Badegan karena Alhamdulilah pada tahun 2012 ini Program Pembanguan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) bisa menyapa kami semua.

8 profil EBY

Berjuang bersama Rakyat

11 Wakil Rakyat Pemerintah dan DPR Maksimalkan Dukungan untuk Veteran

18 Nasional Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono

Menatap Masa Depan TNI

48 Kilas Dapil VII Jawa Timur

Program Grindulu Mapan Raih Innovation Government Award 2012 4 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Produk Unggulan

41

56

Pengrajin Kulit Pendowo

Makin Eksis di Usia Tua

57

Menengok Kerajinan Handycraft MA Al-Islam Kabupaten Ngawi

44

Musroh, Pengrajin Keranjang

Konsisten Mempertahankan Keterampilan Menganyam

Menengok Kampung Tahu Malon Ponorogo

Turun Temurun Bawa Pulang Uang Berarti Untung

14 Reaksi

70 Pesona Wisata Daerah

Maksimalkan Kinerja untuk Wujudkan Kemandirian TNI

91 Agenda EBY 26

74 Kilas DPP Demokrat

Partai

DPP Partai Demokrat Lantik DPC se-Provinsi Kepulauan Riau

Minggu

27

2

89 Komunitas PISA PONOROGO Komunitas Ponorogo Independent Scooter Alternatif

Senin

3

Selasa

28

4

Raker dengan Pemerintah (Menteri Pertahanan RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Keuangan dan Menteri Sosial RI)

9

September 2012

10

29

Rabu

5

Rapat Intern Badan Anggaran DPR RI

11

Rapat Intern Panja RUU tentang Industri Pertahanan

12

RDP dengan Sekjen Kemkominfo Acara Tasyukuran Ultah Partai Demokrat

RDP dengan Kepala BIN RDP dengan Sekjen Kemkominfo

16

17

23

24

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah Rapat Panja RUU tentang Veteran dengan Pemerintah

Rapat Intern Komisi I DPR RI

Raker dengan Pemerintah (Menteri Pertahanan RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Keuangan dan Menteri Sosial RI)

18

RDP dengan Sekjen Kemenlu RI

Pertemuan Komisi I dan GKSB DPR RI dengan Delegasi Parlemen Turki

Rapat Timus dan Timsil RUU tentang Industri Pertahanan dan Keamanan dgn Pemerintah

26 Rapat Timus RUU tentang Veteran dengan Pemerintah

Indonesia-Serbia Business Forum

Kamis

31

Jumat

7

6

1

Sabtu

8

Rapat Pleno Fraksi FPD DPR RI

13

14

RDP Komisi I DPR RI dengan Sekjen Wantannas

RDP dengan Sekjen Kemhan

19

25

30

15

Rakornas Bidang Perbankan dan Financial

RDP dengan Dirut LPP RRI

20

Halal Bi Halal PIA DPR RI

21

22

28

29

International Seminar on Peace, Stability in SCS and Asia-PaciďŹ c : ASEAN Unity & Power Engagement in the Region

27 Raker dengan Menkeu, Kepala Bapennas, Gubernur BI

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

Rapat Pleno Fraksi FPD

30

1

NOTES

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

www.edhiebaskoro.com Š EBY STAFF

Sinergis Media Komunikasi Edhie Baskoro Yudhoyono

Pemimpin Umum

Edhie Baskoro Yudhoyono

Pemimpin Redaksi/ Penanggungjawab

Bonggas Adhi Chandra

Redaktur Pelaksana David Christian Bojoh

Editor

Abdul Qowi Bastian

Koordinator Liputan Daerah Frend Mashudi

Kontributor Daerah Destyan Sujarwoko Ardian M. Choiri Hernawan Adipriyana Muh. Nurcholis Setyo Utomo Yuyun Sutondo

Fotografer EBY Team

Tata Letak dan Desain Grafis

Sirkulasi dan Distribusi Herry Purnomo

Alamat Redaksi

Jl. Piere Tendean No. 7 Pucang Sewu Pacitan 63513 Jawa Timur Telp. 0357 - 881993 Fax. 0357 - 881993 Email. info@edhiebaskoro.com

F-design & Griya artwork

Wartawan dan tim redaksi Sinergis dilengkapi dengan ID card atau kartu pers setiap melakukan kegiatan jurnalistiknya. Nama wartawan dan tim redaksi Sinergis tertera dalam kolom Susunan Redaksi di atas. Dalam melakukan kegiatan jurnalistik-nya, wartawan dan tim redaksi Sinergis dilarang memungut/meminta biaya apapun dari/kepada narasumber. SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 5


Tentang Sinergis Dengan Hormat, SUATU kebanggan bagi kami semua, segenap Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Watubonang, Kecamatan Badegan karena Alhamdulilah pada tahun 2012 ini Program Pembanguan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) bisa menyapa kami semua. Masyarakat sangat merindukan berbagai program pembangunan infrastruktur karena wilayah kami memang sangat tertinggal dibanding dengan wilayah lain yang ada di Bumi Reyog. Sehingga sangat diperlukan kepedulian semua pihak. Termasuk langkah Mas Ibas dan Pemerintah Pro Rakyat yang telah dengan baik mengawal dan merealisasikan PPIP pada tahun ini. Sekali lagi, kami menghaturkan rasa terima kasih atas realisasinya PPIP tahun 2012 ini. Semoga jalinan kebersamaan ini bisa terus dilanjutkan di masa yang akan datang. Semoga. Amin. Hormat Kami, BOWO SUSETYO Kepala Desa Watubonang, Kabupaten Ponorogo

Kecamatan

Berkat Mas Ibas, PPIP TA Menyapa Warga Watubonang

Badegan,

Sinergis Memang Luar Biasa SEBAGAI pelaku program PNPM Mandiri Perdesaan UPK Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo kami bangga dengan kehadiran majalah Sinergis ini. Karena isinya mengupas tuntas tentang kegiatan Mas Ibas sebagai wakil rakyat.

AGUS SUDARMONO Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan UPK Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo

Selain itu dalam setiap edisinya Sinergis juga mempublikasikan berita pembangunan dan program Pro Rakyat yang telah dilakukan saat ini, seperti PNPM Mandiri Perdesaan. Dengan pemeberitaan yang berimbang ini, semoga bisa menggugah semangat masyarakat dalam handarbeni (merasakan dan bertanggungjawab) terhadap apa yang telah diberikabn oleh pemerintah Pro Rakyat. Kami berharap Majalah Sinergis selalu mengedepankan berita Pro Rakyat serta mengupas tuntas tentang wilayah Dapil VII Jawa Timur. Semoga.

Sinergis Buka Wawasan Kami sangat berharap Sinergis memberikan wawasan yang luas bagi pembacanya dan tidak memberikan informasi-informasi yang bisa mengembangkan pikiran yang tidak rasional. Tentu saja informasinya juga harus faktual, obyektif dan akurat, sehingga tidak memunculkan spekulasi yang justru menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Salut buat Sinergis, semoga selalu memberikan manfaat bagi pembaca. Amien. dr Puji Ristiono Kepala dinas kesehatan kabupaten Ngawi 6 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Rakyat Bicara Terima Kasih Atas Kepedulian Membantu Usaha Kami Kami sangat berterimakasih kepada Mas Ibas, atas bantuan peralatan untuk produksi usaha selai pisang keluarga kami. Ini rejeki yang kami syukuri, semoga dengan bantuan peralatan ini usaha kami kian berkembang dan bisa membuka lapangan kerja baru ke depannya. Bagi kami, Mas ibas itu memiliki sifat yang sama seperti bapaknya, peduli, jujur dan welas asih, dia itu tauladan bagi generasi muda Pacitan. Semoga mas ibas selalu diberi kekuatan untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat.

Mursiati Perajin Sale Pisang Desa Sirnoboyo, Kabupaten Pacitan

Ponkesdes Keniten Butuh Perhatian Assalamualaikum Wr Wb.. Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) Kelurahan Keniten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo hingga saat ini pasiennya cukup banyak, terutama dari pengobatan umum. Oleh karena itu agar mutu pelayanan kesehatan bisa ditingkatkan dibutuhkan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Kami berharap Mas Ibas bisa mewujudkan keinginan kami agar prasarana dan sarana kesehatan bisa terwujud. Dengan harapan pelayanan kesehatan masyarakat di Kelurahan Keniten bisa maksimal dan sesuai dengan harapan masyarakat semua. Terima kasih. Wassalamualaikum Wr Wb.. HANDRIANINGRUM Bidan Ponkesdes Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo

Berharap Program Pro Rakyat Dilanjutkan! Saya mengharapkan progam-progam pro rakyat dilanjutkan. Kalau bisa kesejahteraan warga Ngawi ditingkatkan, kaum kecil lebih di perhantikan Sunar warga Karangasri -Ngawi 

Majalah Sinergis mengundang para pembaca untuk mengirimkan aspirasi, saran dan kritik. Panjang tulisan tidak lebih dari 100 kata atau 2 paragraf singkat. Surat pembaca bisa dialamatkan ke redaksi Majalah Sinergis di Jl. Piere Tendean No. 7, Pucang Sewu, Pacitan, 63513, Jawa Timur, dan melalui email di : info@edhiebaskoro.com atau sinergisme@gmail.com. SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 7


Profil Edhie Baskoro Yudhoyono

BIODATA

Nama

: Edhie Baskoro Yudhoyono

Tanggal Lahir

: 24 November 1980

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Istri

: Siti Rubi Aliya Rajasa

Alamat : Wisma Nusantara 1, Lt. 9, Room 930 - Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat 10270 Pendidikan 2005 – 2007 Master of Science in International Political Economy, Nanyang Technological University, Singapore 1999 – 2005 Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce, Curtin University, Perth, Australia

Anggota Partai Demokrat Kamar Dagang dan Industri Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga Kepala Pengembangan Industri Derivatif Pertanian KADIN Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat Anggota Komisi I DPR RI periode 2009-2014 Majelis Dzikir SBY Nurussalam Sekretaris Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GMFKKPI) Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Olahraga Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI)

1996 – 1999

SMAN 39 Cijantung, Jakarta

Dewan Pertimbangan GM-FKKPI

1993 – 1996

SMPN 20 Jakarta

1993 – 1996

SD Merdeka Bandung

Pelatihan Pelatihan Selam Dasar Asia Pasific Forum Takornas Pelatihan Kepemimpinan Kader Partai Demokrat (PKKPD) Demokrat Party Course of Public Relation Japan Visit

Riwayat Organisasi Partai Demokrat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2010-2015 Ketua Departemen Kaderisasi DPP Partai Demokrat Koordinator Wilayah Jawa Timur Koordinator Wilayah DKI Jakarta 8 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Penghargaan Bintang Jasa Demokrat Bintang Mapilu – PWI Brevet Selam Dasar Brevet PR Communication - Demokrat Party Course of Public Relation Brevet Takornas


Media Informasi Edhie Baskoro Yudhoyono KARIR EDHIE BASKORO YUDHOYONO Edhie Baskoro Yudhoyono lahir di Bandung, 24 November 1980. Beliau adalah putra bungsu dari Presiden Republik Indonesia Ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono. Pada November 2011, Edhie Baskoro atau yang populer dipanggil Ibas, mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Siti Rubi Aliya Rajasa sebagai istri. Politisi muda ini menyelesaikan Bachelor of in Finance and Commerce E-Commerce di Curtin University, Perth, Australia. Ibas kemudian melanjutkan studinya di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura. Ibas meraih gelar masternya pada tahun 2008 dengan spesialisasi Ekonomi Politik Internasional. Beliau lulus dengan disertasi berjudul “Revitalization of Indonesia’s Economy : Attempts to Solve the The Twin - CriticalEconomic Problems and To Build Foundation for Future Economic Development�.

Pada tahun 2009, Ibas mengambil keputusan untuk masuk ke dunia politik di Indonesia. Ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, yang mencakup lima kabupaten di Jawa Timur, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Hasil dari keseriusannya itu, Ibas berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan April 2009 dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia, yakni 327.097 suara. Ibas pun ditunjuk sebagai anggota Badan Anggaran

dan Komisi I DPR RI yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan dan informasi dan komunikasi. Penunjukkan ini sesuai dengan kompetensi Ibas yang telah memiliki modal ilmu yang dipelajarinya di luar negeri. Selain aktif sebagai anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono juga aktif menjalankan tugas sebagai kader Partai Demokrat. Pada tahun 2010, sosok yang dikenal santun ini, dinilai berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kader Demokrat yang potensial. Ibas dipercaya menjadi Ketua Penyelenggara (Steering Committee) pada Kongres ke II Partai Demokrat yang diselenggarakan pada 21-23 Mei di Bandung. Dalam hajatan nasional partai terbesar di Indonesia tersebut, Edhie Baskoro kembali berhasil menyelenggarakan kongres tersebut secara demokratis dan menghasilkan Ketua Umum terpilih Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Karirnya di Partai Demokrat diawali sebagai Koordinator Wilayah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Selanjutnya Ibas ditunjuk sebagai Ketua Departemen Kaderisasi Partai Demokrat. Tak sampai di situ, sepak terjang Ibas sebagai kader muda Demokrat terus menuai prestasi dan kepercayaan. Setelah dinilai berhasil melaksanakan Kongres II Partai Demokrat Mei 2010, beliau kembali dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk mendampingi Ketua Umum Terpilih Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Pria penggemar sepak bola ini dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Periode 2010-2015 pada tanggal 7 Juni 2010 di Jakarta. Ibas kemudian menjadi satu sosok politisi muda yang kini

menghiasi dunia perpolitikan di Indonesia. Penunjukkan Sekretaris Jenderal

sebagai Partai

Demokrat diyakini Ibas sebagai amanah mulia yang diemban untuk membawa Partai Demokrat menjadi partai yang modern dan semakin lebih dekat lagi dengan masyarakat. Beberapa aktifitas Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat di antaranya, menghadiri Musyawarah Daerah Partai Demokrat, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Ibas juga kerap turun langsung ke berbagai daerah untuk menyukseskan Pilkada di tanah air, serta agenda kegiatan DPP Partai Demokrat lainnya. Setiap kunjungannya ke daerah, Ibas selalu berpesan kepada seluruh kader Demokrat di daerah untuk menjalankan politik bersih, cerdas dan santun sebagaimana yang diamanatkan pendiri Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai Sekjen, Ibas bertanggung jawab menjalankan roda organisasi partai sesuai dengan amanah organisasi Partai Demokrat.

Agenda kunjungan Ibas lainnya ke daerah terkait kapasitasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI. Sejumlah SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 9


S e k i l a s E d h i e B a s ko ro Yu d h o yo n o

Berjuang Bersama Rakyat kunjungan kerja ke Dapil yang dilakukannya merupakan bentuk tanggung jawabnya kepada konstituennya. Dapil Jawa Timur VII yang menjadi konstituen Ibas terdiri dari Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan Trenggalek. Ibas kerap memanfaatkan kunjungan kerja untuk bersilatuhrahmi dengan segenap jajaran pemerintah daerah maupun warga yang menjadi konstituennya. Bentuk keseriusan Ibas untuk membantu konstituennya di Dapil Jatim VII kembali dibuktikannya dengan mendirikan Griya Aspirasi EBY ( r u m a h aspirasi) di lima

kabupaten. Lewat Griya Aspirasi EBY tersebut, Ibas berkosentrasi untuk terus memantau perkembangan di dapilnya dan terus mendorong pembangunan di Dapilnya. Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono, dipercayainya efektif memberikan update secara objektif aspirasi masyarakat yang diwakilinya di parlemen. Di sela-sela kesibukan kegiatan Parlemen dan Partai Demokrat, Ibas juga melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar negeri untuk menunjang kegiatan utamanya. Misalnya mengikuti short course dan diskusi tentang pertahanan dan hubungan Internasional di Amerika Serikat (Stanford University dan John Hopkins University), berkunjung ke Jepang dan Belanda untuk berdiskusi tentang partai politik modern dan dinamikanya dalam era demokratisasi. T a k hanya itu, Ia juga pernah m e w a k i l i Presiden SBY dalam menerima penghargaan sebagai Best Communicator Leader in Asia di Hongkong. Organisasi lain yang ditekuni Ibas adalah Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GMFKKPI). Sebelumnya Ibas menjabat Kepala Departemen Pen g a b d i a n Masyarakat dan Olahraga, G e n e r a s i Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI

10 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

dan Polri (GM-FKKPI). Dan kini, Ibas aktif mejabat sebagai Dewan Pertimbangan di GM-FKKPI. Selain itu, Edhie Baskoro juga menjabat Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Promosi

Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga periode 2010-2015. Jabatan ini ditetapkan lewat formatur Musyawarah ke-VI Kadin Indonesia pada 1 November 2010. Pada Kamis, 25 November 2011, Ibas dan pengurus Kadin lainnya secara resmi dilantik di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Sebagai wakil Kadin, Ibas ikut ambil bagian dalam pelaksanaan pesta olah raga Asia Tenggara, SEA Games XXVI 2011 di Palembang Sumatera Selatan. Penandatanganan nota kesepahaman Kadin dan INASOC (Indonesia SEA Games Organizing Comittee) secara resmi dilaksanakan di Plaza Senayan, Jakarta 2011 lalu. Puncaknya, Pertunjukan kembang api dan penyulutan obor menandai dimulainya SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Melihat sepak terjang dan eksistensi politisi muda ini dipanggung politik tanah air, tak dipungkiri lagi, Edhie Baskoro Yudhoyono kini menjadi sosok yang kian diperhitungkan sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia. Semoga pemikiran dan perjuangan Edhie Baskoro Yudhoyono ke depan akan memberikan kontribusi kemajuan untuk Indonesia semakin damai, adil dan sejahtera.


W a k i l R a k ya t

Pemerintah dan DPR Maksimalkan Dukungan untuk Veteran Jakarta, SINERGIS Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono mengungkapkan pemerintah dan DPR sepakat untuk terus memaksimalkan dukungannya bagi para veteran. Hal ini dikatakan Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono menanggapi disepakatinya Rancangan Undang-Undang (RUU) Veteran menjadi Undangundang. “Tentu kita mendukung sepenuhnya eksistensi veteran kita. Dasarnya adalah keinginan

kita bersama, DPR RI dan pemerintah mengapresiasi eksistensi veteran kita yang telah memberikan sumbangsihnya untuk negara. Negara perlu memberikan penghargaan dan penghormatan berupa tanda kehormatan veteran RI atas jasa warga negara yang telah berjuang dan menjaga kedaulatan NKRI,” terang Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. Menurut Ibas, sejauh ini, pemerintah terus berupaya optimal melindungi dan mengayomi para veteran. Idealnya menurut Ibas, perhatian dalam hal kesejahteraan, jaminan sosial dan jaminan menikmati kemerdekaan bagi veteran diatur dalam sebuah perundangundangan.

agar para veteran dapat lebih diperhatikan oleh negara dalam hal kesejahteraan, kesehatan dan tempat tinggal yang layak,” tambahnya. Lebih lanjut Ibas menjelaskan, prinsip tunjangan veteran harus berlandaskan penghargaan dan penghormatan bukan sebagai bantuan karena ketidakmampuan. “Jadi kita mendukung veteran mendapatkan hak-hak dari Negara atas apa yang telah mereka lakukan dalam berjuang membela kemerdekaan RI. Intinya, revisi UU Veteran RI sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan saat ini,” terang Ibas.

“Kenapa demikian, karena pembahasan RUU Veteran merupakan pembahasan RUU tercepat antara Komisi I DPR dan pemerintah. Ini bukti adanya keseriusan yang konkrit untuk melindungi veteran kita. Namun demikian, upaya tersebut akan semakin maksimal dengan adanya payung hukum yang jelas dan terimplementasi dengan baik,” tegas Ibas.

Meskipun pemberian tanda kehormatan ini telah diatur dalam UU No.7 Tahun 1967, namun Ibas menilai, pada perkembangannya substansi UU itu memerlukan penyesuaian yang sejalan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan negara karena sudah berusia 45 tahun. “Itulah yang menjadi salah satu faktor yang mendorong Komisi I DPR dan Pemerintah untuk membahas agar ada penyesuaian Undangundang untuk veteran kita up to date dengan dinamika saat ini,” ungkap politisi muda ini.

Ditambahkan Ibas, keseriusan pemerintah terhadap veteran diwujudkan dengan mengakomodir jaminan kesejahteraan, tempat tinggal layak dan kesehatan masuk dalam draft RUU. “Revisi UU Veteran ini merupakan inisiatif dari pemerintah. Dan, Komisi I DPR sebagai mitra pemerintah memberikan dukungan penuh

Ibas juga menilai penting pembahasan terkait nasib veteran Indonesia. Menurutnya, Bangsa Indonesia bisa bebas menentukan masa depannya karena perjuangan para veteran membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. “Jasa merekalah yang patut kita balas dengan langkah-langkah yang konkrit,” tambahnya. ** SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 11


Wa kil R ak yat

Fit and Proper Test Komisioner Baru Komnas HAM 2012-2017 Jakarta, SINERGIS

Komisi III DPR akhirnya berhasil menetapkan 13 nama calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2012-2017 dalam rapat yang digelar Senin (22/10). Dalam rapat Komisi III menetapkan 13 nama tersenut melalui pemungutan suara (voting). Dok. DPR RI

Komisi III DPR RI belum lama ini baru saja memilih 13 anggota baru komisioner Komnas HAM tahun kepengurusan 2012-2017. Ke-13 komisioner tersebut kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Selasa, 23 Oktober 2012 kemarin. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM merupakan sebuah lembaga mandiri di Indonesia berdiri sejak tahun 1993 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993, tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yangmemiliki fungsi untuk melaksanakan kajian, perlindungan, penelitian, penyuluhan, pemantauan, investigasi, dan mediasi terhadap persoalanpersoalan hak asasi manusia. Komisi ini. Komnas HAM mempunyai kelengkapan yang terdiri dari Sidang paripurna dan Subkomisi. Di samping itu, Komnas HAM mempunyai Sekretariat Jenderal sebagai unsur pelayanan. Komnas HAM memiliki kedudukan yang setingkat dengan lembaga negara lainnya, sama halnya dengan Komisi-komisi lain yang mulai muncul sejak era reformasi sebagai bagian dari proses check and balance dalam demokrasi. Pembentukan serta tugas dari Komnas HAM mengacu pada Piagam PBB, 1945, Deklarasi Universal HAM 1948, serta Instrumen internasional lain mengenai HAM yang telah disahkan dan diterima oleh Indonesia 12 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Sejak berdiri, Komnas HAM telah lima kali melakukan pergantian komisioner, dan jumlah komisioner tiap-tiap periode pun berbeda beda. Pada periode 1993-1998 jumlah komisioner berjumlah 25 orang anggota. Pada 1998-2002 sebanyak 22 orang anggota. 2002-2007 20 orang anggota, 2007-2012 11 orang anggota dan periode 2012-2017 sebanyak 13 anggota. Fit and Proper Test Komisioner Komnas HAM Sejak pembukaan pendaftaraan, sebanyak 30 orang dinyatakan lolos tahapan administrasi yang kemudian ke 30 orang tersebut akan menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR RI selama lima hari pada 11-18 Oktober 2012. 30 orang calon ini berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari mantan anggota DPR, mantan PNS, wartawan, aktivis penggiat LSM, advokat, sampai elemen ormas keagamaan maupun kemanusiaan. Berdasarkan pertimbangan serta

rapat yang panjang, Komisi III DPR RI akhirnya menyepakati jumlah anggota Komnas HAM untuk periode 2012-2017 sebanyak 13 orang. Jumlah ini bertambah dari periode sebelumnya yang hanya 11 orang. Pemilihan akan dilakukan secara voting. Demi terselenggaranya voting ini ada 22 anggota dari komisi lain yang ditugaskan untuk hadir di Komisi III DPR RI, yakni Poempida Hidayatullah dari komisi IX Fraksi Golkar, Dedy Gumelar dari Komisi X fraksi PDIP, Marwan Jafar dari Komisi V fraksi PKB (tidak hadir), Saleh Husein dari Komisi V Fraksi Hanura, Mustafa Kamal dari Fraksi PKS. Dari 56 kertas suara yang dibagikan tapi hanya 55 kertas suara yang ada di kotak suara. Satu kertas suara milik Marwan Jafar BKO dari fraksi PKB namun tidak hadir. Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika menyatakan, sebanyak 13 anggota Komnas HAM periode 2012-2012 adalah pilihan dari anggota Komisi III DPR RI setelah sebelumnya menjalani uji


W a k i l R a k ya t kelayakan dan keptutan bersama 17 nama calon anggota lainnya. Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Iabs, menyambut baik terpilihnya Komisioner baru Komnas HAM. Menurutnya Anggota Komisioner Komnas HAM harus memiliki keberanian dan integritas yang tinggi. Hal ini merupakan modal yang dibutuhkan dalam mengambil terobosan solusi atas persoalan HAM yang kian marak di berbagai wilayah Indonesia, antara lain masalah persoalan konflik agraria di berbagai wilayah. Ibas berharap para calon terpilih nantinya bisa bekerja maksimal. Aria Ranggakusumah

Ke 13 anggota Komisioner Komnas HAM terpilih antara lain: No

Komisioner

Lembaga

1.

Sandrayati Moniaga

Samdhana Institut

Jumlah Suara 48 suara

2.

Maneger Nasution

MUI

45 suara

3.

Natalius Pigai

PNS Kemenakertrans

43 suara

4.

Otto Nur Abdullah

(Imparsial),

42 suara

5.

Ansori Sinungan

Mantan PNS

42 suara

6.

Muhammad Nur Khoiron

Desantara Foundation

38 suara

7.

M. Imdadun Rahmat

Pengurus Besar NU

38 suara

8.

Siane Indriani

Jurnalis

36 suara

9.

Roichatul Aswidah

Demos

35 suara

10.

Hafid Abbas

Dosen UNJ

35 suara

11.

Siti Noor Laila

Advokat

33 suara

12.

Dianto Bachriadi

Agrarian Resource Center

28 suara

13.

Nur Kholis

Anggota Komnas HAM

27 suara

Ibas Dukung Investigasi Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi masalah pertahanan, Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum TNI terhadap wartawan harus segera diinvestigasi secara menyeluruh. Hal ini dikatakan Ibas menanggapi kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan yang tengah meliput peristiwa jatuhnya pesawat Hawk 200 di di permukiman warga RT 03, RW 03, Desa Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Riau. “Semua harus jelas, unsur kekerasan terhadap wartawan yang meliput serta prosedur apa yang dilanggar harus diselidiki secara komprehensif dan transparan. Ada aturan dan prosedur untuk TNI di lapangan dan ada kode etik jurnalis untuk wartawan yang meliput. Semua ada aturan mainnya masingmasing.” jelas politisi muda ini. Tujuan dilakukannya investigasi ini, menurut Ibas agar secapatnya

diselesaikandan ke depan aksi seperti ini tidak terjadi lagi. “Kalau terbukti melanggar, oknum TNI AU yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan ini harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Ini antisipasi agar ke depan aksi seperti ini tidak terulang lagi.” tutup Ibas. Ibas menambahkan, tindakan tersebut justru akan menghambat sistem demokrasi Indonesia yang kini semakin baik. “Sangat disayangkan. Bagaimana pun, tindakan kekerasan fisik, atau merampas properti wartawan tidak dibenarkan dalam aturan hukum kita. Ada cara-cara yang arif dan bijak yang bisa ditempuh tidak harus dengan kekerasan,” ujar politisi muda ini. Ibas mendorong agar semua pihak menghormati kebebasan pers karena kegiatan peliputan yang dihimpun wartawan merupakan informasi untuk publik. “Kita harus hormati kebebasan pers,

tidak menghalang-halangi kegiatan jurnalistik yang dilakukan wartawan karena informasi yang dihimpun wartawan adalah informasi milik publik. Profesi jurnalis dilindungi UU Pers Nomor 40/1999,” tambahnya. Ibas berharap, TNI dan media ke depan bisa menjadi mitra dalam upaya membangun TNI semakin profesional dan dekat dengan masyarakat. “Saya justru mendorong agar TNI dan media bisa bersinergis membangun komunikasi yang baik ,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. ** SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 13


Rea ksi Interview Edhie Baskoro Yudhoyono :

Maksimalkan Kinerja untuk Wujudkan Kemandirian TNI

Kita perlu memilah, isu-isu keamanan yang masuk ke ranah TNI dan isu keamanan yang menjadi tugas Polri. Kita juga harus melihat secara utuh isu keamanan nasional yang memerlukan koordinasi dan sinergitas TNI, Polri, BIN, dan elemen bangsa.

Jakarta, SINERGIS Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini berusia 67 tahun. Di usia tersebut, TNI terus berbenah diri menjadi garda terdepan yang siap sedia membela negara dari segala ancaman baik dari dalam maupun ancaman dari luar. Pada puncak peringatan HUT TNI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin langsung upacara peringatan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10). Peringatan HUT TNI tersebut bertema "Dilandasi Profesionalisme, Semangat Juang dan Soliditas TNI Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI. Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi masalah pertahanan, Edhie Baskoro Yudhoyono menilai positif upaya TNI dalam upayanya melakukan pembenahan. Menurut politisi muda Partai Demokrat ini, TNI kini jauh berbeda dengan TNI dulu. Keseriusan pemerintah dalam meningkatkan profesionalitas TNI juga diapresiasi Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro. Sejauhmanakah Ibas menilai TNI dewasa ini, Berikut petikan wawancaranya : Bagaimana mas Ibas menilai TNI kita dewasa ini? TNI kita jauh saat ini sudah jauh berbeda dengan TNI dulu. TNI tidak lagi terlibat dalam politik praktis. Mereka kini fokus untuk menjaga NKRI, terus berbenah diri meningkatkan kualitas dan profesionalismenya dalam menangkal ancaman-ancaman yang membahayakan keutuhan negara. TNI semakin disiplin dan patuh

14 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


R e a k si terhadap aturan dalam menjalankan tupoksinya serta menghormati supremasi sipil. TNI bergerak ke arah mandiri ditengah kritik dan ekspektasi yang tinggi dari masyarakat kita. Itu penilaian saya terhadap TNI kita dewasa ini. Apa catatan mas Ibas terkait upaya pemerintah memperkuat TNI kita? Pertama, saya menggarisbawahi keseriusan pemerintah terkait anggaran untuk Kemhan/TNI yang semakin meningkat tiap tahunnya di masa pemerintahan SBY. Sebagai perbandingan, besaran anggaran Kemhan/TNI dari tahun ke tahun, tahun 2004 sebesar 21,7 triliun, 2009 33.67 triliun dan saat ini sebesar 77 triliun. Keseriusan pemerintah ini patut kita dorong. Modernisasi alutsista yang terdiri dari pembelian (pengadaan) alutsista, upgrade, pemeliharaan dan perawatan alutsista, pengembangan SDM pengguna alutsista menjadi fokus kita semua. Kedua, dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI kita. Salah satu tujuan reformasi adalah membentuk TNI profesional yang harus ditopang oleh kesejahteraan. Kesejahteraan prajurit harus dipenuhi negara karena militer adalah abdi negara dan profesi yang harus siap memberikan nyawa karena tugasnya.

peningkatan alokasi belanja pegawai itu, pemerintah juga merencanakan untuk anggaran remunerasi.

maupun masalah kesejahteraan prajurit. Komisi I DPR RI juga selalu mendukung semua program Kemhan/TNI

Ketiga, upaya meningkatkan profesionalisme TNI juga terus dilakukan. Indonesia kini telah memiliki International Peace and Security Centre di Sentul Bogor yang merupakan pusat pelatihan peace keeping operation yang modern. TNI dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi pemeliharaan perdamaian dan keamanan dunia. Kontingen Garuda yang bertugas dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon menjadi contoh dan bukti bahwa tentara TNI memiliki kemampuan yang mumpuni dan professional sehingga dipercaya oleh PBB untuk menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Produk UU industri pertahanan yang baru saja disahkan dalam paripurna DPR diharapkan dapat memberi semangat kemandirian industri pertahanan khususnya dalam penyediaan Alutsista dalam negeri yang bermutu.

Sejauh ini, bagaimana Mas Ibas menilai dukungan Komisi I DPR RI terhadap TNI? Komisi I DPR terus berupaya mendukung TNI semakin tangguh dan berwibawa ke depannya. Konkritnya, Komisi I DPR RI ikut andil dalam membantu perkembangan dan pertumbuhan TNI melalui produk-produk legislasi dan anggaran baik itu dalam konteks modernisasi alutsista

Komisi I juga terus mendukung penoingkatan kualitas produksi Alutsista. Produk-produk alutsista produksi Indonesia sudah mulai dipandang dan menjadi pertimbangan Negara-negara lain. Beberapa negara seperti Irak menyatakan berminat membeli rompi tahan peluru, helm, sepatu lars, dan seragam militer. Selain Irak, Uganda juga tertarik pada pesawat CN-235 dan NC-219 produksi PT Dirgantara Indonesia karena dinilai andal. Sejumlah Negara, seperti Malaysia dan Korea Selatan, sudah terlebih dulu menggunakan produk PT Dirgantara Indonesia itu sebagai pesawat resmi kepala negara negara. Selain itu, Kesejahteraan prajurit merupakan bagian dari kelanjutan program Modernisasi alutsista. Apalagi prajurit TNI akan menjadi yang terdepan dalam

Alokasi anggaran belanja pegawai dalam RAPBN 2013 meningkat Rp. 28,9 triliun atau 13,6% dari pagu APBN-P 2012. Alokasi anggaran belanja pegawai dalam RAPBN 2013 sebesar Rp. 241,1 triliun. Dalam rangka menuntaskan pelaksanaan program Reformasi Birokrasi pada Kementerian Negara/Lembaga, SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 15


Rea ksi menjaga kedaulatan kita. Komisi I DPR RI setiap masa reses selalu meninjau dan menampung segala aspirasi prajurit di daerahdaerah, khususnya daerah perbatasan, daerah terpencil, dan pulau-pulau terdepan di negeri ini. Tidak hanya kesejahteraan prajurit yang masih aktif saja yang menjadi prioritas, tapi juga para purnawirawan dan veteran TNI. Hal ini dilakukan dengan UU Veteran, yang baru saja disahkan dalam rapat Paripurna DPR. UU veteran ini diharapkan dapat memberikan perlidungan kesejahteraan bagi veteran maupun purnawiran prajurit.

Dewasa ini, ada anggapan bahwa Indonesia dinilai belum aman. Ada banyak konflik dan teror di sejumlah wilayah yang turut andil membentuk penilaian tersebut. Bagaimana komentar Mas Ibas terkait masalah keamanan nasional? Bicara masalah keamanan nasional, menjadi isu yang kompleks karena munculnya isu keamanan non-tradisional, non-traditional security issues, yang mencakup terorisme, penyeludupan senjata, perdagangan obat-obat terlarang, hingga money laundering dengan tujuan finansial kegiatan-kegiatan terorisme internasional. Kita perlu memilah, isu-isu keamanan yang masuk ke ranah TNI dan isu keamanan yang menjadi tugas Polri. Kita juga harus melihat secara utuh isu keamanan nasional yang memerlukan koordinasi dan sinergitas TNI, Polri, BIN, dan elemen bangsa. Khusus isu-isu keamanan yang aktual dewasa seperti terorisme, separatisme, dan 16 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

kejahatan trans-nasional yang lain dengan memanfaatkan atau mengeksploitasi jalur-jalur laut di wilayah perairan Indonesia, ini membutuhkan kerjasama semua pihak dalam penyelesaiannya. TNI telah melakukan berbagai kesepakatan kerjasama pertahanan dengan beberapa negara di kawasan untuk masalah keamanan maritim dan perbatasan. Intinya kita terus mendorong kerjasama yang baik antara masyarakat, Polri, TNI dan segenap komponen bangsa untuk menjaga keamanan negara kita.

Sebagai Anggota Komisi I DPR, bagaimana Mas Ibas melihat konflik di Papua? Penanganan masalah keamanan di Papua tetap harus mengedepankan aparat kepolisian. TNI sesuai asas perbantuan diturunkan dalam situasi dan kondisi yang sudah sulit ditangani kepolisian. Hal ini untuk menghindari munculnya isu pelanggaran HAM. Kekuatan separatis di Papua tidak besar secara jumlah dan persenjataan. Tidak seperti kasus GAM dulu.

Edhie Baskoro Yudhoyono dan Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyonosaat mengikuti perayaan HUT TNI beberapa waktu lalu di Jakarta. Dok. EBY Team

Saya sependapat kalau pendekatan represif keamanan harus seminimal mungkin. Utamakan dialog dan mufakat. Kalau kita niat untuk mencari solusi bersama, Saya yakin akan ada jalan keluar terkait masalah ini. Dengan catatan, NKRI adalah harga mati.

Apa yang menurut mas Ibas perlu dibenahi atau koreksi apa yang Mas Ibas bisa sampaikan untuk TNI kita semakin kuat ke depannya? Mari kita melihat faktanya bahwa postur ril Pertahanan Indonesia bisa dilihat dari kondisi kekuatan hari ini. Kondisi kekuatan personel TNI hingga saat ini mencapai 383.870 orang (0,17%) dari 220 juta penduduk Indonesia, yang terdiri dari 298.517 orang TNI Angkatan Darat, 60.963 orang TNI Angkatan Laut, 28.390 orang TNI Angkatan Udara, dan 68.647 PNS TNI. Dari segi jumlah, kekuatan personil TNI tersebut jika dibandingkan dengan luas wilayah Indonesia masih belum seimbang. Saya kita ini bisa menjadi evaluasi kita bersama. David Christian


SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 17


N asio nal Catatan Perwira Muda

Menatap Masa Depan TNI Oleh : Mayor (Inf) Agus Harimurti Yudhoyono

mencederai upaya optimal reformasi TNI. Beberapa kasus kekerasan yang melibatkan TNI sedikit banyak memengaruhi citra TNI yang sudah semakin baik.

Saya melihat semangat dan harapan di mata generasi muda TNI, Polri, dan mahasiswa yang memadati Gedung AH Nasution, Akademi Militer, Magelang, Jumat (21/9). Tampak ada keinginan kuat untuk bersama-sama membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Ini berbeda dengan ketika saya menjadi taruna, berbarengan dengan angin reformasi yang bertiup kencang saat itu. Hujatan dan cercaan terhadap TNI disuarakan lantang oleh para mahasiswa, bahkan di depan gerbang Akademi Militer (Akmil). Oleh karena itu, memenuhi undangan Gubernur Akmil untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para taruna dan mahasiswa memberi arti tersendiri. Setelah lebih dari satu dekade ikut mengawal reformasi TNI, tak berlebihan bila kini generasi muda TNI juga melakukan refleksi diri. Bagi kami, yang masuk Akmil pada era Orde Baru—saat kekuatan tentara begitu luar biasa— sungguh tak menyangka kelak institusi TNI dihujat oleh rakyatnya sendiri. Seragam yang menjadi identitas kami terpaksa dilipat dan masuk ke dalam tas untuk menghindari aksi sweeping kelompok anarkis di jalan raya. Kebanggaan yang menjadi modal dasar militer sempat pudar. Sungguh sedih, dilantik di istana sebagai perwira tetapi seolah tak diharapkan masyarakat. Tuntutan reformasi yang begitu kuat direspons positif melalui kebijakan dan langkah-langkah konstruktif oleh para pemimpin TNI saat itu. Politik praktis yang menjadi bagian dari dwifungsi ABRI dan mendapatkan banyak 18 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

sorotan karena dampak eksesif yang ditimbulkan ditinggalkan sebelum jatuh tempo. Keberadaan TNI di lembaga legislatif (Fraksi TNI/Polri) yang seharusnya berakhir pada 2009 ditinggalkan TNI pada 2004. Selain itu, TNI yang pada masa lalu sering dicap sebagai pelanggar HAM mampu melepas citra buruk itu melalui proses penyelesaian konflik di beberapa wilayah, seperti halnya Aceh. Pada akhir 2005, TNI non-organik berhasil menarik diri dan menjadikan Aceh wilayah yang aman dan damai. Di dunia internasional, peran aktif TNI memelihara perdamaian semakin mendapat tempat karena disiplin, semangat, dan kinerjanya. Hal ini patut diapresiasi sebagai hasil perjuangan para senior TNI yang sungguh-sungguh berupaya mentransformasikan TNI sesuai tuntutan reformasi. Langkahlangkah konkret itu membuat generasi muda TNI optimistis mengawal Indonesia menjadi negara maju. Tantangan Jalan reformasi memang tidak mudah. Sulit dimungkiri, dalam proses transformasi yang melibatkan banyak aspek, terjadi deviasi yang tak jarang

Harus diakui, masih ada peristiwa yang melukai hati masyarakat yang dilakukan oleh sekelompok oknum prajurit, baik disengaja maupun tidak, yang berdampak buruk bagi TNI. Pelanggaran dan penyimpangan ini disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah ketidakmampuan mengikuti proses transformasi TNI, yang tidak hanya melibatkan aspek institusi tetapi juga aspek kognitif dan afektif prajurit. Untuk mengakselerasi proses transformasi itu, TNI menerjunkan generasi mudanya, yang berbeda 10 tahun dengan taruna, ke kampus-kampus Akademi TNI. Mereka memberikan gambaran yang kontekstual tentang situasi, kondisi, dan harapan ke depan sehingga lahir para perwira yang tidak hanya memahami pertahanan tetapi juga dunia global sebagai kunci pengembangan kualitas diri selanjutnya. Koreksi dan evaluasi internal perlu terus dilakukan karena terbukti berhasil mengantarkan TNI menjadi harapan bangsa dan negara. Harapan Kini tanggung jawab masa depan TNI ada di tangan generasi muda. Citra positif TNI yang telah dibangun para senior akan lebih bermakna apabila dilanjutkan secara konsisten oleh prajurit di lapangan, baik dalam konteks latihan maupun penugasan operasi. Kita benarbenar ingin menuju militer yang semakin profesional, modern, dan menentukan sehingga memiliki


N a si o n a l

Oleh karena itu, TNI harus dapat mengatasi ketertinggalannya untuk menjadi kekuatan pertahanan yang dihormati kawan dan disegani lawan. Bagaimanapun, aspek hard power amatlah penting bagi sebuah negara dalam politik internasional. Kita optimistis, dengan semakin kuatnya ekonomi Indonesia dewasa ini, negara dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk belanja dan modernisasi militer. Sudah saatnya kita melihat lebih banyak jet tempur mengudara, kekuatan armada laut yang perkasa, dan sistem persenjataan pertempuran darat yang berteknologi tinggi. Semua untuk menjaga kedaulatan NKRI. Namun, kemajuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus dengan dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya. Introduksi teknologi dan senjata baru akan mengubah cara bertempur kita. Hal ini tentu mensyaratkan sejumlah pembaruan terhadap doktrin dan strategi militer. Dalam konteks ini, para prajurit TNI harus dibekali dengan ragam pendidikan, pelatihan, dan penugasan yang semakin memperluas cakrawala berpikir dan bertindak. Kita berharap melalui capacity building, TNI semakin profesional dan berkelas dunia. Selain itu, karakter TNI yang selalu dekat dengan rakyat harus terus diperkuat. Kita ingin kehadiran prajurit di lapangan memberikan arti positif bagi masyarakat di sekitarnya. Tidak hanya di dalam negeri, winning the hearts and minds of the people juga merupakan kunci keberhasilan pasukan Garuda

yang ditugaskan di berbagai misi perdamaian dunia selama ini. Dengan berpegang teguh pada prinsip netralitas dan imparsialitas, setiap penjaga perdamaian harus dapat menjadi diplomat untuk mewujudkan stabilitas keamanan di daerah konflik. Memang, masih banyak pekerjaan rumah yang kita miliki. Begitu banyak tantangan di era globalisasi dan revolusi informasi yang berimplikasi pada aspek pertahanan dan keamanan negara. Karena itu, tepat rasanya bila generasi muda TNI menyatukan visi dan mewujudkannya melalui aksi nyata di lapangan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang senantiasa menjemput masa depan dan mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Untuk melakukan itu, TNI tidak berdiri sendiri. Hanya dengan kolaborasi dan dukungan seluruh komponen bangsa, kita dapat mewujudkan Indonesia yang semakin aman, maju, dan sejahtera. Kita semua saling membutuhkan dan saling melengkapi. Tak kalah penting adalah peran media dalam proses check and balance bagi TNI. Pemberitaan yang obyektif akan memberikan ruang bagi TNI untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasinya. Dengan segala keterbatasan, kami ingin selalu berbuat yang terbaik. Di negara mana pun, setiap tentara ingin menjadi solusi bagi permasalahan bangsa dan dicintai rakyatnya. Dimuat Harian Kompas Edisi, 5 Oktober 2012 dan dipresentasikan Diskusi Forum Garuda Muda Indonesia di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Foto. Okezone

daya tangkal menghadapi ancaman dan tantangan keamanan negara yang semakin kompleks.

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 19


N asio nal

Edhie Baskoro : Keputusan MK Terkait Verifikasi Parpol Patut Didukung Jakarta, SINERGIS Mahkamah Konstitusi pada Kamis (30/8/2012) mengabulkan sebagian uji materi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [Pasal 8 Ayat (1) dan Ayat (2) serta Pasal 208] yang diajukan partai kecil. Pengujian dilakukan karena Pasal 8 yang mengatur tentang verifikasi partai politik dinilai diskriminatif dan bertentangan dengan Pasal 1 ayat 3 UUD 1945. Adapun Pasal 208 tentang ambang batas nasional atau Parliamentary Threshold 3,5 persen, dianggap tidak sesuai dengan asas kedaulatan rakyat dalam konstitusi. Sebab ketentuan PT hanya menghitung perolehan suara di tingkat nasional, meski di daerah ada yang perolehan suaranya mencapai 70 persen. Hal itu dinilai bertentangan dengan asas kedaulatan rakyat,

prinsip keadilan dan persamaan dalam hukum.

Uji materi diajukan 17 partai nonparlemen, masing-masing PKNU, PBB, PKPI, PKPB, PPN, PDK, PSI, PIS, PKDI, PPPI, PDS, PDP, PRN, PPI, Partai Merdeka, PNBK Indonesia, dan Partai Kedaulatan melalui kuasa hukum, Yusril Ihza Mahendra.

Menurut Ibas, dengan memenuhi persyaratan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012, dapat dimanfaatkan oleh jajaran Partai Demokrat baik pusat sampai daerah untuk mengevaluasi kesiapan partai menjelang Pemilu 2014. “Partai Demokrat melihat peluang dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan undang-undang pemilu ini. Dengan demikian, kita bisa melihat kesiapan kader dalam menyambut Pemilu 2014 nanti,” jelas politisi muda ini.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyambut positif keputusan Mahkama Konstitusi tersebut. Menurutnya, keputusan itu telah memenuhi asas keadilan bagi partai-partai kecil lainnya. “Keputusan Mahkamah Konstitusi terkait undang-undang patut kita dukung karena tujuannya baik. ,” ujar Ibas.

Ia menambahkan, dengan adanya aturan tersebut, diharapkan pelaksanaan pemilu 2014 mendatang bisa berlangsung dengan adil, aman dan lancar tanpa mencederai semangat demokrasi yang sedang berkembang di Indonesia. “Dunia internasional memiliki pandangan yang positif terkait sistem demokrasi di Indonesia. Dengan adanya undang-

Dengan demikian, semua partai politik, baik parpol besar maupun kecil, harus menjalani verifikasi pemilihan umum.

Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua Umum Anas Urbaningrum dan rombongan DPP PD saat mendaftar ke kantor KPU di Jakarta. Dok. EBY Team 20 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


N a si o n a l undang pemilu yang berkualitas, Saya yakin semangat demokrasi di indonesia akan terus tumbuh,� tambah Ibas. Atas keputusan ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan empat keputusan terkait hasil uji materi UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi dengan nomor perkara putusan MK no. 52 tahun 2012. KPU dalam hal ini membuat perubahan atas peraturan KPU nomor 7 dan 8 tahun 2012. Parpol yang belum memenuhi 17 dokumen syarat verifikasi yang dipersyaratkan KPU dapat

melakukan pelangkapan dokumen hingga tanggal 29 September 2012. Empat poin tersebut. Pertama adalah sub tahapan pendaftaran dan verifikasi. Pendaftaran sendiri berlangsung sampai 7 September 2012. Kedua, parpol yang dinyatakan terdaftar sampai 7 September 2012 wajib memenuhi 17 dokumen syarat verifikasi yang disiapkan KPU untuk dipenuhi. Ketiga, memenuhi azas keadilan dari putusan MK yaitu menambah jadwal untuk pendaftaran 7 September 2012 hingga 29 September 2012.

Berikut ini 17 dokumen yang wajib dilampirkan partai politik ketika mendaftarkan diri ke KPU sebagai calon peserta pemilu 2014: 1. Surat pendaftaran (Formulir Model F-Parpol) 2. Salinan Berita Negara Republik Indonesia yang menyatakan bahwa partai politik tersebut terdaftar sebagai badan hukum 3. Surat pernyataan memiliki pengurus, alamat dan kantor tetap tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta pengurus tingkat kecamatan (Formulir Model F1-Parpol) 4. Daftar susunan pengurus dan alamat kantor tetap partai politik tingkat provinsi (Formulir Lampiran 1 Model F1-Parpol) 5. Daftar susunan pengurus dan alamat kantor tetap partai politik tingkat kabupaten/kota (Formulir Lampiran 2 Model F1-Parpol) 6. Daftar susunan pengurus dan alamat kantor tetap partai politik tingkat kecamatan (Formulir Lampiran 3 Model F1-Parpol) 7. Keputusan pengurus pusat partai politik tentang pengurus tingkat provinsi, pengurus tingkat kabupaten/kota dan pengurus tingkat kecamatan 8. Surat pernyataan dari pimpinan pusat partai politik mengenai jumlah anggota partai politik tingkat kabupaten/kota (Formulir Model F2-Parpol) 9. Rekapitulasi daftar anggota partai politik dalam wilayah kabupaten/kota (Formulir Lampiran 1 Model F2-Parpol) 10. Softcopy daftar nama anggota partai politik paling sedikit 1.000 (seribu) orang atau 1/1.000 (satu per seribu) dari jumlah

11.

12.

13. 14.

15. 16. 17.

penduduk pada setiap kabupaten/kota (Formulir Lampiran 2 Model F2-Parpol) Surat pernyataan dari pimpinan pusat partai politik tentang penyertaan keterwakilan perempuan paling sedikit 30% (tiga puluh persen) pada kepengurusan tingkat pusat, tingkat provinsi, dan tingkat kabupaten/kota (Formulir Model F3-Parpol) Surat keterangan domisili kantor sekretariat tetap partai politik tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari Camat atau sebutan lain/Lurah atau Kepala Desa atau sebutan lain (Formulir Model F11-Parpol) Salinan bukti kepemilikan atau sewa atau pinjam untuk kantor sekretariat tetap partai politik tingkat provinsi dan kabupaten/kota Surat keterangan tentang pendaftaran nama, lambang, dan/atau tanda gambar partai politik dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang hukum dan hak asasi manusia Bukti kepemilikan nomor rekening atas nama partai politik tingkat pusat, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota Salinan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai politik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Nama dan tanda gambar partai politik ukuran 10 x 10 cm berwarna sebanyak 5 (lima) lembar. David Christian

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 21


Sorotan DPP Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono :

Lolos Verifikasi Partai Demokrat Siap Berkompetisi

Jakarta, SINERGIS Upaya Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) melengkapi dokumen persyaratan untuk ikut sebagai partai peserta pemilu 2014 membuahkan hasil. Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah mengumumkan Partai Demokrat beserta 15 parpol lolos verifikasi administrasi tahap II. Walaupun masih ada tahapan verifikasi 22 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

faktual oleh KPU. Sebelumnya, Partai Demokrat resmi melakukan pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta Pemilu 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jalan Imam Bonjol, Jakarta. Rombongan yang dipimpin Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Partai Dmeokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tiba di kantor KPU sekitar pukul

14.15 dan langsung disambut antusias oleh ratusan pengurus dan kader Partai Demokrat yang terlebih dahulu sudah tiba di kantor KPU. Edhie Baskoro Yudhoyono dan Anas Urbaningrum bersama rombongan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPPPD) datang menggunakan bus besar Partai Demokrat dan dua unit mobil box yang membawah berkas-berkas verifikasi partai


politik yang diperlukan. Terkait ini, Edhie Baskoro menegaskan Partai Demokrat siap berkompetisi pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 mendatang. Hal ini disampaikan Ibas menjelang pendaftaran Partai Demokrat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai partai peserta Pemilu Legislatif 2014, Rabu, (5/9) di Jakarta. “Sesuai ketentuan UU nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum, hari ini, Partai Demokrat mendaftar sebagai partai peserta pemilu 2014. Dengan persiapan ini, saya yakin Partai Demokrat sudah siap berkompetisi di Pemilu 2014,” ujar politisi muda ini. Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan persiapan DPP Partai Demokrat terkait verifikasi partai politik peserta pemilu sudah matang sehingga proses pendaftaran ini menjadi langkah awal Partai Demokrat untuk kembali memenangkan pemilu mendatang. “Ini merupakan langkah awal Partai Demokrat untuk kembali memenangkan pemilu mendatang. Seluruh kader Partai Demokrat baik di pusat, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan sampai di level kelurahan sudah terkoordinasi dengan baik untuk memenuhi persyaratan pemilu,” terang Ibas. Ibas yakin, dengan kelengkapan persyaratan yang disiapkan DPP Partai Demokrat, bersama seluruh pengurus di daerah, partai berlambang mercy ini akan lulus verifikasi KPU. “DPP Partai Demokrat sudah menyiapkan dokumendokumen yang menjadi syarat

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bersama Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono saat tiba di gedung Komisi Pemulihan Umum, Jakarta, Rabu, (5/9). Dok. EBY Team.

untuk diverifikasi. Kita yakin dan percaya diri Partai Demokrat akan lulus dalam verifikasi ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Ibas optimis karena pihaknya membawa dokumen lengkap dari seluruh DPD, DPC, dokumen domisili kantor, keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen, dan rekening-rekening partai di daerah dan DPP. Demokrat Siap 100 Persen Disampaikan Ketua umum Anas Urbaningrum, kesiapan Partai Demokrat dalam memenuhi berkas pendaftaran partai politik ke KPU yang bukan hanya sekedar memenuhi pasal 15 UU Pemilu, tetapi juga memastikan bahwa kelengkapan persyaratan sudah 100 persen di seluruh wilayah. Pada kesempatan itu, DPP Partai Demokrat menyerahkan 36 box berisi dukumen persyaratan untuk diverifikasi KPU. Pada kesempatan itu, Anas dan Ibas ditemani puluhan petinggi Demokrat antara lain, Direktur Eksekutif, Toto Riyanot, Gede Pasek Suardika, Max Sopacua, Saan Mustopa, Ramadhan Pohan dan Jhonny Allen Marbun

dan sejumlah petinggi partai lainnya. Kedatangan rombongan DPP Demokrat ini membirukan kantor KPU sebab ratusan kader Demokrat mengenakan atribut lengkap Partai Demokrat. “Pendaftaran ini sesungguhnya penegasan kesiapan dan optimisme Partai Demokrat. Penegasan bahwa Partai Demokrat siap secara jaringan pengurus, kader, anggota, infrastruktur partai,” kata Anas. “Kami tegaskan, dengan kesiapan ini semua, pada tahun 2014 Partai Demokrat akan kembali meraih medali emas. Kami mohon doa restu seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan dan sejarah Partai Demokrat akan terus kami lanjutkan pada 2014 sebagai titik penting perjuangan, serta pada masa mendatang,” kata Anas. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta seluruh kader Paertai Demokrat berusaha keras agar Partai Demokrat lulus dengan nilai terbaik dalam verifikasi partai peserta Pemilu 2014 yang diadakan Komisi Pemilihan Umum. Hal ini ditegaskan Anas dalam Rapat Koordinasi SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 23


Sorotan DPP Demokrat Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan sejumlah kader Demokrat saat mendaftar dan menyerahkan berkas verifikasi untuk penetapan parpol peserta Pemilu 2014. Dok. EBY Team

Persiapan Pendaftaran Pemilu 2014 yang digelar di Sekretariat DPP Partai Demokrat, Graha Kramat VII, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta, Senin, 3 September 2012, malam.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum bersama jajaran pengurus DPP Partai Demokrat saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (5/9). Dok. EBY Team

“Partai Demokrat wajib lulus verifikasi dengan nilai sangat baik. Excellent. Summa cum laude. Kalau partai baru sekadar memenuhi syarat maka kita harus 100 persen. Kita tunjukkan dengan berkas sahih dan kenyataan di lapangan. Kita bukan hanya memenuhi syarat. Bukan minimalis dan sekadar lulus. Kita tunjukkan Partai Demokrat memang partai terbesar,�kata Anas.

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memimpin pertemuan dengan Ketua DPD PD seluruh provinsi untuk persiapan pendaftaran Pemilu 2014 di kantor DPP PD Jakarta. Dok. EBY Team

Anas memastikan, keikutsertaan Partai Demokrat di 2014 adalah tugas penting menyangkut nasib bangsa dan nasib politik di 2014. Kerja keras para kader untuk meluluskan Partai Demokrat adalah refleksi kecintaan dan tanggung jawab pada masa depan partai.

>>

>>

>>

Part a i D emo k ra t Da p i l V I I J a t i m

K

Serahkan Verifikasi Parpol Ke KPUD Setempat

Pacitan, SINERGIS

eseriusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk melengkapi dokumendokumen persyaratan parpol perseta Pemilu 2014 diikuti oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Dapil VII Jawa Timur yang juga Daerah Pemilihan

24 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Edhie Baskoro Yudhoyono. DPC Kabupaten Pacitan Partai Demokrat Kabupaten Pacitan Rabu (5/9) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pacitan. Ketua DPC Partai

Demokrat Pacitan, Indartato mengatakan bahwa pihaknya datang ke KPUD Pacitan untuk mendaftarkan partainya peserta pemilu tahun 2014. “Kita hari ini mendaftarkan Partai Demokrat untuk menjadi peserta pemilu 2014, yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Mulai dari


Secara serentak, Rabu (5/9) Partai Demokrat Dapil 7 Jawa Timur meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi menyerahkan verifikasi dan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Langkah Partai Demokrat tersebut juga dilakukan di seluruh Indonesia, mulai dari Pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. pusat, provinsi dan kabupaten/ kota,” katanya. Pendaftaran partai Demokrat ini diterima langsung oleh Ketua KPUD Kabupaten Pacitan Damhudi. Hadir dalam pendaftaran ke KPUD Pacitan, di antaranya Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan Indartato, Sekretaris Partai Demokrat Ronny Wahyono bersama Tim Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) Pacitan. Sementara, Ketua KPUD Pacitan Damhudi mengatakan bukan hal mudah bagi semua partai politik untuk bisa lolos sebagai peserta pemilu anggota DPR, MPR dan DPRD pada Pileg 2014 nanti. Sekalipun memiliki badan hukum sebagai parpol, akan tetapi sebagaimana ketentuan keputusan MK No. 52/ PUU-X/2012, bukan menjadi jaminan mereka juga akan lolos sebagai kontestan pemilu. “Mereka (parpol) diwajibkan mengikuti proses verifikasi faktual oleh KPU. Dan belum menjadi jaminan, akan lolos sebagai peserta pemilu,” ujarnya. Salah satu syarat, kata dia, setiap parpol harus memiliki kabsahan kepengurusan yang tersebar diseluruh provinsi, 75 persen dari jumlah Kabupaten/ Kota, serta 50 persen jumlah kecamatan. “Satu saja ada yang tidak lolos di level provinsi, maka parpol tersebut jelas tidak akan lolos sebagai peserta pemilu. Ini persoalan krusial yang tidak bisa disepelekan,” tandasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan, Indartato menyerahkan berkas verifikasi parpol kepada ketua KPUD Pacitan Damhudi. Dok. EBY Team

Namun dilain pihak, ketentuan pemberlakuan ambang batas perolehan kursi parlemen atau parliamentary threshold (PT) yang semula diberlakukan secara nasional, tidak lagi diberlakukan. “Ketentuan itu hanya berlaku bagi anggota DPR RI, tidak untuk anggota DPRD,” tukasnya. DPC Kabupaten Ponorogo Dihari yang sama, Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo juga menyerahkan sejumlah dukomen verifikasi partai ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ponorogo. Ketua KPUD Kabupaten Ponorogo Fatchul Azis, di Kantor KPUD Kabupaten Ponorogo Jalan Soekarno-Hatta, menyampaikan kedatangan sejumlah pengurus Partai Demokrat ke KPUD Ponorogo untuk melakukan verifikasi dan pendaftaran untuk peserta pemilu tahun 20014. “Memang hari ini pengurus Partai Demokrat Ponorogo datang ke KPU Ponorogo untuk verifikasi dan pendaftaran untuk peserta pemilu tahun 2014 mendatang,” kata Fatchul Azis. Dia menjelaskan, bahwa sebenarnya pendaftaran dan verifikasi ini tidak diwajibkan

kepada partai politik. Tapi tambahnya, pihaknya tetap melayani partai yang mendaftarkan ke KPU Ponorogo. “Sebenarnya pendaftaran ini tidak ada tugas KPU Ponorogo, tapi kalau partai politik menyerahkan tentunya kami akan lihat dan menerima,” ujarnya. Pihaknya juga mengaku baru tiga Parpol mendaftarkan diri ke KPUD Ponorogo, yaitu Partai NasDem, Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Sementara Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo, H. Miseri Efendy, SH.,MH mengatakan bahwa pihaknya datang ke KPUD Ponorogo untuk mendaftarkan partainya peserta pemilu tahun 2014. “Hari ini kita mendaftarkan Partai Demokrat untuk menjadi peserta pemilu 2014, yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Mulai dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” katanya. Hadir dalam pendaftaran ke KPUD Ponorogo, di antaranya Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo H. Miseri Efendy, SH.,MH, Sekretaris Partai Demokrat Edy Iswahyudi, SE dan

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 25


Sorotan DPP Demokrat

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, H. Miseri Efendy, SH.,MH menyerahkan berkas verifikasi kepada Ketua KPUD Kabupaten Ponorogo Fatchul Azis. Dok. EBY Team

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunoto.,S.Sos bersama jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo. M. Nurcholis. DPC Kabupaten Trenggalek Sedangkan, Pendaftaran Partai Demokrat Kabupetan Trenggalek di diwakili oleh Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek Drs. Hj. Suprayitno didampingi Wakil Sekretaris Dwi Riyono memberikan sejumlah berkas untuk memenuhi persyaratan mengikuti pemilu 2014 ke kantor KPUD Kabupaten Trenggalek pukul 14.00 WIB, Rabu (5/9/2012). “Sesuai dengan surat KPUD Kabupaten Trenggalek perihal pemberitahuan batas akhir pendaftaran verifikasi 26 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

parpol sebagai peserta pemilu 2014, dengan ini DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek menyampaikan kelengkapan berkas yang diterima oleh sekretaris KPUD Kab. Trenggalek Woro Wikan M,” jelas Drs. Hj. Suprayitno. Berkas berkas yang diberikan terdiri dari daftar kartu anggota 1/1.000, Surat Keterangan Domisili kantor DPC dan DPAC, referensi bank, foto copy Surat Keputusan SK DPP tentang susunan Kepengurusan DPC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek, Foto copy SK DPC Tentang susunan kepengurusan DPAC Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek sebanyak 14 DPAC. DPC Kabupaten Magetan Sementara itu, Partai Demokrat Magetan menyerahkan

berkas ke kantor KPUD, di Jalan Karya Dharma Magetan. Pendaftaran tersebut disertai 1095 Kartu Tanda Anggota Partai Demokrat dan rencananya Jumlah KTA tersebut masih akan ditambah lagi. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Magetan, Hartoto, Sekretaris Ali Basri dan sejumlah anggota dewannya dari Fraksi Demokrat serta beberapa pengurus sekitar 9 orang. “Kami yakin partai kami akan lolos, karena persyaratan kami Insya Allah sudah beres, untuk target jumlah KTA yang di perintahkan dari pusatpun sudah beres” terangnya Hartoto. Masalah batas akhir pendaftaran mengalami perubahan yang mana sesuai sosialisasi KPUD Magetan sebelumnya bahwa batas akhir pendaftaran tanggal 7 september


>>

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Magetan, Hartoto, Sekretaris Ali Basri dan sejumlah anggota dewannya dari Fraksi Demokrat serta beberapa pengurus sekitar 9 orang menyerahkan berkas verifikasi parpol ke KPUD Magetan. Dok. EBY Team

Ketua DPC Partai Demokrat Ngawi Muh Isnaini Widodo Menyerahkan berkas verifikasi kepada Ketua KPUD Surat Ashari SH di ruang Media Center Kantor KPUD Ngawi. Dok. EBY Team

2012untuk parpol non PT dan Parpol baru, sedangkan Parpol PT terakhir Tanggal 29 september 2012, sesuai perkembangan terakhir untuk ketentuan diatas dihapus, diganti bahwa semua Parpol terakhir pendaftaran tanggal 7 september 2012 pukul 16.00 Wib, sedangkan masa perbaikan diberi waktu hingga tanggal 29 september 2012. Sedangkan ketentuan jumlah penduduk Kabupaten Magetan untuk memenuhi persyaratan Pasal 8 ayat2 huruf UU no.8 tahun 2012 mengacu pada surat Keputusan KPU no.156 tahun 2012 Bahwa untuk jumlah penduduk yang digunakan sebagai persyaratan pendaftaran dan verifikasi Parpol peserta pemilu 2014 Kab Magetan sebanyak 657.948 orang( jadi 1/1000 sekitar 658 orang. DPC Kabupaten Ngawi Tak luput DPC Partai Demokrat

Ngawi rabu (5/9) juga menyerahkan berkas pengurusan partai kepada KPUD Ngawi untuk diverikasi sebagai partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014. Penyerahan berkas dilakukan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Ngawi Muh Isnaini Widodo kepada Ketua KPUD Surat Ashari SH di ruang Media Center Kantor KPUD Ngawi. Penyerahan berkas berisi surat keputusan kepengurusan, nomor rekening partai, status kepemilikan kantor dilaksanakan sesuai tuntutan Peraturan KPU Nomor 8 tahun 2012 tentang pendaftaran, verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu tahun 2014. “saya berharap KPUD bisa menerima berkas Partai demokrat dan memverifikasi insyaallah kami memenangkan Pemilu 2014 mendatang,� ungkap Isnaini kepada media. 

anggota fraksi partai Demokrat yang duduk di legeslatif DPRD Ngawi. Menanggapi semangat konsolidasi DPP Partai Demokrat di Dapil VII Jawa Timur, Sekretaris Jenderal partai Dmeokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan apresiasinya. Menurut Ibas, sapaan akrabnya, soliditas seluruh DPC PD di daerah akan ikut menentukan masa depan Partai Demokrat. Selain itu, yang tak kalah pentingnya menurut Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur ini, semangat kerja kader-kader Demokrat di daerah akan memberikan energi yang positif sehingga Partai Demokrat bisa menjadi pemenang pada Pemilu 2014 mendatang. Frend Mashudi/Hernawan/Handi/ Muh Nurcholis/ M. Choiri/Ardian

Hadir dalam penyerahan tersebut selain sebagian pengurus DPC Partai Demokrat Ngawi juga SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 27


Sorotan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono

Hadiri Halal Bihalal Warga Pawitandirogo

Jakarta, SINERGIS Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani Yudhoyono menghadiri acara halal bihalal dan silaturahim akbar warga Pacitan-Ngawi-Magetan-MadiunPonorogo (Pawitandirogo), Sabtu pagi ini, di Taman Mini Indonesia Indah. Acara tersebut dihadiri sekitar 10.000 warga yang tergabung dalam paguyubanpaguyuban dalam cakupan Pawitandirogo. Hadir pula sejumlah menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh.

28 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Pada acara yang diprakarsai Edhie Baskoro Yudhoyono ini, Presiden SBY secara khusus menyampaikan perhatiannya kepada warga Pawitandirogo karena Presiden merasa bagian dari keluarga besar perkumpulan ini. "Meskipun sebagai Presiden, saya menyayangi seluruh rakyat Indonesia dan itu sumpah jabatan, serta etika saya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, tentunya Pawitandirogo punya tempat tersendiri di hati saya sebagai putra Pacitan dan bagian dari keluarga besar Pawitandirogo," ujar Presiden. Dalam sambutannya, Presiden juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara halal bihalal yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut.

mohon maaf lahir dan batin," tambah Presiden. Presiden SBY dalam sambutannya percaya bahwa paguyuban masih relevan dalam era globalisasi serta tidak membahayakan persatuan dan kesatuan Indonesia. "Meskipun kita hidup dalam perkampungan global, masing-masing harus punya rumah-rumah inilah nasionalisme dan kebangsaan," ujar Presiden. Presiden SBY juga menyampaikan pentingnya identitas dalam keberagamaan di Indonesia, "Meskipun Indonesia ini satu, Bhineka Tunggal Ika, tidak berarti identitas yang ada dianggap tidak perlu," tegas Presiden. Ditambahkannya, selama identitas itu diposisikan s e b a g a i kekayaan dan kekuatan,

maka tidak akan menimbulkan hal negatif bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Presiden SBY juga menilai ikatan warga Pawintandirogo bukanlah ikatan yang bersifat primodialisme negatif yang dapat merongrong kebersatuan bangsa melainkan ikatan emosional yang justru bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah. "Ikatan warga Pawitandirogo bisa berkontribusi bagi keluarga besar paguyuban, ataupun bangsa dan negara," ujar Presiden SBY.

"Seraya saya mengucapkan terima kasih dan p e n g h a rgaan yang setinggi-tingginya, baik kepada Ketua Panitia, Mas Dibyo dan juga Edhie Baskoro Yudhoyono yang menjadi pemrakarsa dari pertemuan ini, tentu saya harus menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk juga mengucapkan, meskipun sudah lewat, Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1433 H, Minal Aidin Wal Faidzin, SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 29


Sorotan

Edhie Baskoro Yudhoyono Prakarsai Halal Bihalal Warga Pawitandirogo Jakarta, SINERGIS Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas ikut serta dalam acara silaturahmi bersama Paguyuban Warga Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo) di halaman Theater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu, 6/10/12. Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro hadir didampingi istrinya, Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono yang nampak anggun mengenakan batik bercorak coklat. Ibas menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga masyarakat Pawitandirogo

30 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

yang antusias mengikuti aca halal bihalal ini. "Tentu saya sangat mengapresiasi kehadiran masyarakat Pawitandirogo dalam acara ini baik yang datang langsung dari daerah masingmasing maupun yang berdomisili di Jakarta. Untuk panitia, Bapak Sudibyo dan rekan-rekan, saya juga menyampaikan terima kasih atas upayanya sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar,"ujar Politisi asal Dapil VII Jawa Timur ini. Ditambahkan Ibas, acara silaturahmi seperti ini sangat bermanfaat untuk mempererat persaudaraan antarsesama warga. Tak hanya itu, masingmasing daerah juga bisa saling memberikan motivasi untuk terus mengangkat potensi dan

membangun daerahnya. "Selain mempererat persaudaraan, manfaat lain tentu dapat kita ambil dari acara ini. Produkproduk unggulan daerah yang dipamerkan dalam acara ini bisa mendorong perekonomian daerah semakin bergeliat," tambah Ibas. Ibas mencontohkan, kerajinan batik khas Kabupaten Pacitan cukup dibanjiri pembeli. "Selain produknya kompetitif karena memiliki corak yang khas, batik Pacitan sudah muali dikenal kualitasnya," tandas Politisi Partai Demokrat ini. Ibas optimis, dengan terselenggara acara halal bihalal warga Pawitandirogo secara rutin, masyarakat akan semakin bersatu


dan memiliki persepsi yang sama untuk membangun daerahnya. "Masyarakat harus terus didorong untuk memiliki pandangan positif dalam membangun daerahnya. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara silaturahmi semacam ini. Upaya pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten dalam membangun akan semakin maksimal kalau masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan itu sendiri," tambah Ibas. Sementara, Ketua Umum Paguyuban Warga Pacitan (PWP) Sudibyo Alimoeso dalam sambutannya mengatakan masyarakat yang tergabung dalam cakupan Pawitandirogo begitu antusias ingin bertemu langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Dari sekitar 5.000 undangan yang kami sebar, masyarakat yang hadir mencapai dua kali lipat yakni sekitar 10.000 warga," katanya. "Para tamu ada yang datang langsung dari daerah asalnya, ada juga yang dari wilayah Jabodetabek. Selain dimeriahkan dengan berbagai kesenian daerah, juga ada pameran produk unggulan, seperti makanan khas," ujar Sudibyo. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Edhie Baskoro Yudhoyono yang telah ikut mendukung terselenggaranya acara halal bihalal warga Pawitandirogo ini. Usai menyampaikan arahan, Presiden SBY bersama rombongan dan peserta halal bihalal langsung meninjau produk unggulan daerah. Berbagai produk kerajinan khas daerah seperti batik, batu alam, obat tradisional dan berbagai produk khas lainnya ikut dipamerkan. David Christian

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono meninjau karya seni Wayang Beber asal Pacitan yang mendapatkan rekor MURI. Dok. EBY Team

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono saat mengikuti acara halal bihalal warga Pawitandirogo. Dok. EBY Team

Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri Siti Rubi Aliya berjabat tangan dengan Bupati Kabupaten Ngawi, Budi Sulistyono. Dok. EBY Team

Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri Siti Rubi Aliya saat menghadiri acara halal bihalal warga Pawitandirogo. Dok. EBY Team

Salah satu produk unggulan daerah yang dipamerkan di stan Kabupaten Pacitan. Dok. EBY Team SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 31


Pro Rakyat Menteri Koperasi Dan UKM, Syarifudin Hasan, berbincang dengan salah seorang pengurus Sentra Perkulakan Pos Daya, di Desa Tanjungsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jumat (12/10).

>>

K

Pacitan, SINERGIS

erja keras yang didukung sinergitas dari semua stake holder, merupakan kata kunci untuk menekan angka kemiskinan di Pacitan. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koperasi Dan UKM, Syarifudin Hasan, disela-sela acara peresmian Sentra Perkulakan Pos Daya, di Desa Tanjungsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jumat (12/10). Menteri berlatar Partai Demokrat ini mengatakan, dengan bergulirnya program pos daya diyakini bisa menjawab persoalan klasik di negara ini, yaitu kemiskinan yang belakangan ini masih menjadi pemikiran rumit bagi pemerintah. Menurutnya program yang

Menkop & UKM Resmikan “Sentra Kulakan Posdaya” di Pacitan

Posdaya, Tekan Angka Ke diprakarsai mantan Kepala BKKBN Pusat, Haryono Suyono tersebut sudah mencakup semua program pembangunan. “Sehingga dengan pos daya tersebut masyarakat akan sejahtera. Dan Pacitan menjadi pelopornya,” ujar suami dari pesinetron Inggrit Tansil itu. Karena itu, Menkop berharap program posdaya bisa dibantu. 32 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Yaitu dengan merealisasikan dana bergulir kepada kelompokkelopok pos daya. Selain itu kedepan, diharapkan kelompok pos daya bisa membentuk koperasi.  “Pos daya merupakan program prioritas pemerintah. Saya berharap dengan program tersebut bisa menurunkan angka kemiskinan paling tidak dalam kurun waktu 6 bulan

kedepan,” tutur menteri yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina DPP Partai Demokrat ini. Lebih lanjut Syarifudin mengatakan, dengan berdirinya sentra kulakan pos daya, diharapkan bisa lebih memberdayakan warungwarung kecil yang berdampak meningkatnya pendapatan masyarakat. “Dengan pendapatan


pas-pasan. “Melalui sentra kulakan posdaya ini nantinya pedagang yang tidak memiliki modal bisa belanja dengan penjamin Bank UMKM di provinsi masing-masing,” terangnya. Namun, lanjut dia, program permodalan lunak untuk pedagang kecil dan menengah tersebut bukan untuk UKM, warung, ataupun pertokoan yang tidak bisa dijamin/tidak diberi pinjaman permodalan oleh bank-umum (“bankable”). Menkop UKM menjelaskan bahwa upaya tersebut harus terus didorong untuk membantu menekan kemiskinan yang tengah diperangi pemerintah, terutama untuk memberdayakan ekonomi masyarakat melalui

miskinan yang layak, Kesehatan dan pendidikan akan lebih bagus. Tentu saja indek pembangunan manusia di Pacitan akan lebih meningkat,” sebutnya. Selain itu, “Pendirian sentra kulakan melalui program Pos Pemberdayaan Masyarakat(Posdaya) ini bertujuan untuk “menumbuhkan peluangserta kesempatan

ekonomi di sektor perdagangan untuk kelompok UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah). Selain di Pacitan, sentra kulakan posdaya juga didirikan di dua lokasi lainnya di Yogyakarta. Dalam sambutannya, Menteri Syarif Hasan sempat menguraikan latar belakang dan tujuan pendirian sejumlah sentra kulakan berbasis pemberdayaan masyarakat tersebut. Menurut dia, pusat perdagangan yang menyediakan aneka kebutuhan dengan harga grosir tersebut lebih diorientasikan untuk memasok barang dagangan ke para pedagang ataupun kelompok UKM dengan modal cekak atau

“Pendirian sentra kulakan melalui program Pos Pemberdayaan Masyarakat(Posdaya) ini bertujuan untuk “menumbuhkan peluangserta kesempatan ekonomi di sektor perdagangan untuk kelompok UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah)” pembukaan warung-warung dalam jaringan sentra kulakan posdaya. Mengenai pendirian sentra kulakan Posdaya Pacitan, Menkop berpendapat hal itu searah dengan upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena pendapatan akan bertambah jika masyarakat mudah mendapatkan akses ke saluran-saluran perkulakan guna memenuhi kebutuhan seharihari. SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 33


Pro Rakyat Menteri Koperasi Dan UKM, Syarifudin Hasan, saat memotong pita tanda diresmikannya Sentra Perkulakan Pos Daya, di Desa Tanjungsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Jumat (12/10).

Saat ini, di Kabupaten Pacitan telah ada sekitar 100 warung yang masuk dalam jaringan posdaya. Selain melalui jaringan, upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ekonomi itu dilakukan dengan cara memberikan kredit atas barang-barang dagangan dari sentra kulakan posdaya. Bertindak selaku penjamin adalah Bank UMKM Jatim. Harga barang-barang di pusat grosir sendiri juga lebih murah dari barang sejenis di pasaran. Sementara itu Bupati Pacitan, H. Indartato menerangkah, awalnya pos daya di Pacitan hanya beberapa gelintir saja. Sekalipun begitu, sejak bergulirnya program tersebut, bisa menjadi stimulus hingga terbentuknya 171 koperasi wanita di Pacitan. “Koperasi ini dibentuk setelah ada pos daya,” ujarnya, secara terpisah. Indartato mengatakan, tujuan dibentuknya pos daya sematamata bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat. “ Awalnya ada 1500 pos daya dan saat ini sudah berkembang menjadi 2011 pos daya yang tersebar mulai dari tingkat dusun, desa/ kelurahan dan kecamatan. Kegiatan pos daya ini, mulai dari anak-anak hingga lansia,” jelas mantan Kepala Bappeda Pacitan ini. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Pacitan, Hery Purwanto mengatakan, prioritas pelayanan di fasilitas baru itu adalah perkulakan. Meski tidak menutup layanan pembelian secara 34 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Dialog Peresmian Sentra Kulakan Posdaya bersama Bupati Pacitan, Drs. Indartato, MM dan Ketua Yayasan Damandiri Haryono Suyono, Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Syarifuddin Hasan, MM., MBA , Ketua Bidang Ekonomi PWRI, Dr Subiakto Tjakrawerdaja dan Ketua Koperasi Wredatama Dr. Fadjar Sofyar sebagai pendukung koperasi pengelolanya.

eceran, Hery memperkirakan di seluruh wilayah Kota Pacitan ada lebih dari seribu warung. “Sementara yang sudah terdata baru warung-warung dari enam desa di Kecamatan Pacitan. Tapi nanti seluruh Kabupaten Pacitan,” ujarnya. Ketua PWRI Pusat, Subiyanto yang kemarin turut hadir diacara peresmian sentra perkulakan pos daya menambahkan, bahwa kemiskinan merupakan persaingan berat untuk

menghadapi era global.  Karena itu sangat diperlukan sebuah sinergitas dengan semua pihak. “Sebab tanpa itu, kemiskinan sulit diturunkan.  Saya berharap suatu saat warga miskin tidak lagi mendapat bantuan dari pemerintah. Mereka harus mandiri," tambahnya. Itulah salah satu tujuan utama didirikannya sentra kulakan untuk memberdayakan warung-warung pos daya yang menyalurkan barang-


warung atau menjadi penjaga warung di desanya. Warungwarung itu membeli barang dagangannya dari keluarga yang mulai mengembangkan kegiatan produksi sederhana seperti membuat kue, membuat keripik, abon atau makanan sehari-hari lainnya. “Dari situlah timbul gagasan untuk mengembangkan sentra kulakan bagi para pemilik warung di dukuh, agar dapat diperoleh harga beli yang lebih murah. Gagasan belanja bersama itu akhirnya melahirkan Sentra Kulakan dalam bentuk koperasi,” ungkapnya. barang kebutuhan dengan harga terjangkau. Salah satunya mengirim barang dengan tidak harus membayar tunai. Sementara itu pada kesempatan tersebut juga disampaikan bantuan dana bergulir dari Bank UMKM Jatim kepada Koperai  Mitra Mandiri Sejahtera  dan Koperasi Mitra Tulakan, senilai Rp. 1.130.000.000, warung pos daya masing-masing Rp. 2 juta, dan kelompok pos daya masing-masing Rp. 10 juta. Pun penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU). Diantaranya MoU tentang akses revitalisasi dan permodalan KUD antara Bank UMKM Jatim, Bulog, Puskud, dan Perum Bulog Devisi Regional Jatim, serta MoU antara Bank UMKM Jatim dengan PT Jamkrida Jatim dalam penjaminan kredit koperasi.

Kartu Debet untuk Keluarga Miskin Seiring dengan dibukanya sentra kulakan Posdaya, dalam kesempatan itu diresmikan pula pinjaman dari Bank UMKM Jawa Timur yang dipimpin oleh Dirut R. Soeroso bagi 101 Warung Posdaya yang menginduk

dan belanja di Sentra Kulakan Posdaya melalui skim Tabur Puja yang menarik. Setiap pemilik atau penanggung jawab Warung Posdaya di dukuhnya, yang anggota Posdaya, diberikan kredit sebesar Rp. 2.000.000,yang agunannya ditanggung Pemerintah Provinsi Jatim dan Yayasan Damandiri, dimana dana yang dipinjam langsung dimasukkan dalam buku tabungan peminjam. Setiap penabung, yang juga penanggung jawab Warung Posdaya, diberi buku tabungan, dan yang unik, kartu debet, yang dapat digunakan untuk belanja di Sentra Kulakan Posdaya seperti layaknya kartu kredit biasa. Dengan demikian untuk pertama kalinya di Indonesia, keluarga miskin tanpa syarat pendapatan tertentu, melalui sistem tanggung renteng, berhak dan mempunyai kartu debet untuk belanja di Sentra Kulakan. Prof. Dr. Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin mengungkapkan,karena makin maraknya Gerakan Pemberdayaan Keluarga melalui Posdaya, keluarga miskin yang bergabung dengan keluarga mampu mulai membentuk

Diungkapkan Haryono Suyono, gagasan Koperasi Sentra Kulakan itu akhirnya melahirkan tiga Sentra Kulakan di kabupaten Kulon Progo, Bantul dan Pacitan, dimana kegiatan penyegaran budaya gotong royong dalam lingkungan Posdaya di kabupaten itu telah disegarkan diantara anggotanya. Sentra Kulakan Posdaya di Pacitan diresmikan oleh Bupati Pacitan, Drs. Indartato, MM dan Ketua Yayasan Damandiri sebagai sponsor utamanya, Ketua Bidang Ekonomi PWRI, Dr Subiakto Tjakrawerdaja dan Ketua Koperasi Wredatama Dr. Fadjar Sofyar sebagai pendukung koperasi pengelolanya, serta disaksikan Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Syarifuddin Hasan, MM., MBA dan Kepala Dinasnya dari Provinsi Jawa Timur dan wakil-wakil kabupaten sekitar Pacitan. Pendirian Sentra Kulakan ini difasilitasi melalui pinjaman lahan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan dengan gudang yang dibangun melalui kredit lunak yang disediakan oleh Koperasi PWRI melalui kerjasama dengan Yayasan Damandiri di Jakarta. Frend Mashudi / Yuniardi Sutondo SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 35


HUT Magetan

, TAHUN BERPRESTASI NASIONAL

HUT Magetan ke 337

T

anggal 12 Oktober 2012 ini Kabupaten Magetan telah mencapai usia 337 tahun. Kabupaten Magetan yang terletak di ujung barat Propinsi Jawa Timur, saat ini dipimpin oleh Bupati Drs. H. Sumantri, MM dan Wakil Bupati Samsi yang telah memasuki tahun ke-5 masa pemerintahannya. Dalam masa jabatan dan dalam usaha mewujudkan visi dan misi untuk menyejahterakan masyarakat, telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya berbagai prestasi baik di tingkat Propinsi hingga tingkat Nasional. Beberapa penghargaan tingkat Nasinal diantaranya adalah Piala Adipura di bidang kebersihan, Wahana Tata Nugraha dalam pengelolaan lalu lintas. Di Bidang Kesehatan penghargaan yang diraih adalah Swasti Saba Padapa, Manggala Karya Bhakti Husada dan Penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional. Selain itu, dalam bidang gotong royong, Bupati Magetan menerima penghargaan sebagai Pembina terbaik Gotong Royong Masyarakat dan Ketua Tim Penggerak PKK menerima penghargaan Pelaksana terbaik Pemanfaatan Lahan Pekarangan (HATINYA PKK). Di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Kabupaten Magetan menerima penghargaan Adikarya Pangan Nusantara dan Piagam Penghargaan atas keberhasilan Peningkatan Produksi Beras diatas 5 %. Sementara Penghargaan Adiwiyata merupakan prestasi dibidang Pendidikan yang dalam hal ini Kabupaten Magetan 36 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

diwakili oleh SMAN 3 Magetan. Tidak ketinggalan Penghargaan KUA Teladan Tingkat Nasional yang diwakili oleh KUA Kecamatan Panekan. Berkaitan dengan raihan berbagai prestasi tingkat Nasional, Bupati Magetan melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol, Saif Muchlissun, S.Sos, MM mengungkapkan, “Prestasi yang diraih merupakan pengakuan dan bukti keseriusan Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan Masyarakat Magetan. Dan, prestasi ini tidak semata milik Pemerintah Daerah, namun juga milik bersama seluruh masyarakat Magetan karena keberhasilan yang dicapai juga tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat” Saat ini yang menjabat Bupati adalah Drs. H. Sumantri, MM dengan wakilnya Samsi, dimana Bupati Sumantri merupakan Bupati pertama yang dipilih langsung oleh masayarakat. Melalui

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2008. Dalam menjalankan pemerintahannya, Drs. H. Sumantri, MM mempunyai visi “Terwujudnya kesejahteraan Magetan yang adil dan bermartabat “. Untuk peringatan Hari Jadi ke337 tahun 2012 ini, mengambil tema “Dengan Semangat Hari Jadi Kapupaten Magetan 12 Oktober 1675, Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan untuk Membangun Magetan Guna Kemakmuran dan Kesejahteraan Masyarakat Magetan”

Masyarakat Magetan Dimanjakan Kemeriahan HUT Ke-337 Usia 337 tahun merupakan usia yang panjang bagi sejarah sebuah kota yang penuh dinamika dan keragaman penduduknya. Ditandai dengan upacara yang digelar di alun-alun tepat tanggal peringatan 12 Oktober, berbagai kegiatan digelar mulai 7 September hingga


Momentum Hari Jadi ini kita jadikan semangat untuk menyumbangkan pikiran, tenaga serta karya nyata sesuai bidang masing masing demi membangun dan menata Kab Magetan. Dengan harapan agar Magetan dapat tumbuh dan berkembang mengikuti era globalisasi,’’ tegas Bupati Soemantri.

Kab Magetan. ‘’Dengan harapan agar Magetan dapat tumbuh dan berkembang mengikuti era globalisasi,’’ tegasnya. Ditambahkan, peringatan hari jadi tak hanya sekedar semarak berbagai ragam kegiatan seremonial yang hampa tanpa makna. Namun momentum ini dapat dijadikan wahana untuk melakukan evaluasi serta instrospeksi diri. Bagaimana kinerja aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugasnya, memberikan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Sehingga peringatah hari jadi dapat dimaknai sebagai media perenungan apa yang sudah dicapai dan disumbangkan demi kemajuan mendatang.

29 Oktober 2012. Tidak salah jika Bulan Oktober boleh dibilang bulan istimewa karena berbagai kemeriahan hari jadi digelar guna memanjakan warga Magetan. Beragam hiburan ini disuguhkan dengan gratis kepada masyarakat. Yang tak kalah menarik adalah Pekan Pasar Rakyat Magetan yang berlangsung 12 hingga 19 Oktober di Stadion Yosonegoro. Berbagai stan menyajikan produk unggulan hasil karya warga mulai dari makanan hingga produk kerajinan. Termasuk berbagai informasi pembangunan yang berguna bagi warga serta wahana hiburan, permainan yang edukatif bagi anak-anak. Sementara pada tanggal 13 Oktober 2012 di Alun-alun Magetan digelar Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki H Anom Suroto. Dilanjutkan Minggu malam 14 Oktober 2012 di tempat yang sama dilaksanakan Pesta Rakyat

Dangdut menghadirkan sejumlah artis terkenal diantaranya Tika KDI dan Trio Itik yang siap menghibur warga. Selain kemeriahan hiburan, ragam kegiatan juga dilakukan diantaranya ziarah ke makam leluhur, malam tirakatan, malam resepsi, gerak jalan tradisional, napak tilas Ngunut - Parang Magetan. Dengan berbagai lomba seperti lomba kebersihan kantor, gelar budaya kerja, lomba MTQ PNS, lomba membuat naskah sambutan, lomba panca tata tertib, lomba MC serta bhakti sosial berupa pemberian bantuan paket Sembako kepada keluarga miskin di sekitar lokasi makam leluhur dan rute gerak jalan tradisional dan donor darah. Bupati Magetan, Drs H Sumantri MM dalam moment hari jadi mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menyumbangkan pikiran, tenaga serta karya nyata sesuai bidang masing masing demi membangun dan menata

Peringatan Hari Jadi Magetan ke 337 bersamaan dengan Hari Jadi Provinsi Jatim ke-67 ini diharapkan dapat selaras dengan Pemprov Jatim, memberikan dukungan serta motifasi untuk mensukseskan kedaulatan ekonomi Jatim. Meguatkan industri kecil, pasar dalam negeri, memajukan produk unggulan daerah agar mampu bersaing. ‘’Sehingga program Jatim untuk menghapus kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan dapat terlaksana sesuai yang diharapkan,’’ katanya. Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol, Saif Muchlissun SSos MM mengatakan Gebyar Peringatan Hari Jadi ke337 Kab Magetan tahun 2012 ini dipastikan akan berlangsung meriah. Diharapkan segenap warga dapat menikmati berbagai hiburan dengan senang hati dan tetap tertib sehingga Kab Magetan yang kondusif ini dapat tetap terjaga. Frend Mashudi/ M.Choiri

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 37


S y u k u r a n Tu j u h B u l a n

Ibas dan Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono Gelar Syukuran Tujuh Bulan Kehamilan

Edhie Baskoro Yudhoyono dan istri, Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono tampil anggun dan kompak pada acara syukuran di Pendopo Puri Cikeas, Gunung Putri Bogor, Minggu, 14/10. Dok. EBY Team

Jakarta, SINERGIS Keluarga besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar tasyukuran untuk memperingati kehamilan tujuh bulan Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono, Minggu (14/10) malam. Acara Syukuran digelar di pendopo kediaman Presiden SBY, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam acara tersebut, Presiden SBY mewakili keluarga besarnya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena kandungan Siti Rubi Aliya, sudah memasuki usia tujuh bulan. 38 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

“Kami memohon kepada saudara semua untuk berdoa kepada Allah SWT, seraya diawali dengan rasa syukur kami, syukur saya dan istri, syukur Pak Hatta dan Ibu serta semua keluarga besar bahwa kandungan ananda Aliya telah memasuki usia tujuh bulan. Syukur pada Allah,” ucap Presiden SBY yang tampil mengenakan kemeja dan bawahan putih, serta mengenakan peci warna hitam. Presiden juga menyampaikan, permohonannya agar para

undangan ikut mendoakan Aliya agar dapat melahirkan dengan selamat dan lancar. “Mohon restu para hadirin sekalian, seraya bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar pada saatnya nanti, Ananda Aliya dapat melahirkan putra atau putri yang ditentukan oleh Allah dengan selamat lancar dan dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Presiden SBY. Majelis taklim yang memimpin acara tasyukuran ini adalah majelis Qurunul Bahri


Cadakadarma. Majelis tak'lim ini dibawah pimpinan istri Menko Polhukam Djoko Suyanto, Ratna Djoko Suyanto yang turut hadir dalam acara tersebut. Lantunan doa-doa dan pujian majelis Qurunul Bahri Cadakadarma ikut mengiringi jalannya acara tasyukuran tersebut. “Semoga amal kebaikan dari majelis ini, keluarga besar Cadakadarma akan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Pada akhir sambutannya, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih atas dzikir dan doa untuk pasangan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono. “Terima kasih dan penghargaan yang tinggi telah melantunkan dzikir dan doa untuk pasangan Edhie Baskoro dan Ananda Aliya serta kita semua,” ujar Presiden. Sementara itu, Edhie Baskoro Yudhoyono juga melantunkan doa untuk istri serta anak yang dikandung Aliya.“Ya Allah semoga engkau menjadikan anakku sebagai anak yang berkualitas umat. Jadikan dia sebagai mukmin yang berserah diri dan jadikan dia sebagai penyejuk hati bagi orang tuanya, saudaranya dan seluruh umat Islam,” doa Ibas. “Ya Allah mudahkanlah istriku dalam mengandungnya dan ringankan jalan kelahirannya. Jadikanlah anakku senantiasa dalam keadaan sehat lahir dan bathin. Sempurna bentuk fisiknya tidak kurang suatu apapun. Elok rupawan rupa dan tingkah lakunya serta berikanlah Ilmu yang bermanfaat serta beramal

baik.,” lanjut Ibas mendoakan Aliya dan bayi yang dikandung. Pada kesempatan ini, turut dibacakan juga doa dan ayat suci surah Maryam dan surah Yusuf. Doa ini dimaksudkan agar sekiranya Allah SWT meridhoi Siti Rubi Aliya melahirkan anak perempuan, agar berkarakter dan solehah seperti Maryam. Sementara jika anak lakilaki yang dilahirkan, didoakan memiliki wajah tampan seperti

Nabi Yusuf AS. Selain itu, turut didoakan juga, doa arwah untuk almarhum kedua keluarga besar yang sudah tiada. Pasangan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya tampil kompak. Ibas mengenakan baju koko warna hijau muda, warna yang sama dengan busana Aliya, yang mengenakan baju muslim untuk wanita lengkap dengan kerudung warna putih. **

Suasana acara tasyukuran Tujuh Bulanan kehamilan Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono di Pendopo Puri Cikeas, Gunung Putri Bogor, Minggu, 14/10. . Dok. EBY Team

>>

Edhie Baskoro Yudhoyono dan istri, Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono bersama para anggota majelis Qurunul Bahri Cadakadarma di Pendopo Puri Cikeas, Gunung Putri Bogor, Minggu, 14/10. Dok. EBY Team

>>

Edhie Baskoro Yudhoyono dan istri, Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono tampak mesra foto bersama sebelum acara tasyukuran di Pendopo Puri Cikeas, Gunung Putri Bogor, Minggu, 14/10. Dok. EBY Team

>>

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 39


Kredit Usaha Rakyat

(KUR)

K

redit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/ pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tapi belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/ USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana. Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UKMK. Kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UMKMK mencakup: - Peningkatan akses pada sumber pembiayaan - Pengembangan kewirausahan - Peningkatan pasar produk UMKMK - Reformasi regulasi UMKMK Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum Jamkrindo. Adapun Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin.

40 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Trenggalek, SINERGIS

Arus globalisasi dan lapangan pekerjaan modern yang semakin deras dewasa ini membuat nilai-nilai tradisi semakin terpinggirkan. Tak mengherankan apabila semakin banyak generasi muda yang pilih merantau kedaerah lain. Namun hal itu sepertinya tak berlaku bagi Musroh (57) dan keluarganya, Warga dusun Pager Desa karanggandu, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek ini telah bertahuntahun menekuni profesi sebagai pembuat keranjang. ”Saya mulai membuat kranjang sejak tahun ’80,”ungkapnya. Berasal dari keluarga nelayan membuat Musroh tertarik untuk mempelajari pembuatan kranjang. ”Awalnya saya hanya membantu orangtua kemudian berlanjut menjadi kebiasaan yang akhirnya mulai belajar membuat kranjang” tukasnya. Ketrampilan ini dia dapat secara otodidak. Musroh mulai mencoba untuk membuat kranjang. Untuk benar-benar menguasai teknik pembuatan krajang, Musroh memerlukan waktu 4 tahun. Diakuinya, dalam membuat keranjang diperlukan ketelitian dan kesabaran yang ekstra karena dibutuhkan sampai waktu sehari dalam pembuatan 1 keranjang. Harga keranjang sangat ditentukan oleh kwalitas bahan dan hasil pekerjaan yang dihasilkan. Pemesannya pun tak tanggung-tanggung, mulai dari pengusaha ikan kecil sampai tengkulak besar bahkan Bapak H.Alif pengusaha ikan terbesar di Trenggalek merupakan pelanggan pertama dan sampai sekarang masih menjadi pelanggannya. Tak hanya keranjang Musroh juga membuat kerajinan bambu yang lain seperti cikrak, tompo, reyeng dan lain-lain.

Musroh, Pengrajin Keranjang Trenggalek

Konsisten Mempertahankan Keterampilan Menganyam Pembuatan keranjang yang digeluti Musroh dan keluarganya ini bukannya tak menemui kendala. Kendala permodalan dan juga semakin langkanya bahan baku dari waktu ke waktu karena banyaknya pengrajin bambu di wilayahnya. Hal ini diperparah dengan tidak pernah dilakukannya promosi secara intensif. ”Promosi yang kami lakukan baru sebatas getok tular di kalangan pengusaha ikan di daerah Trenggalek ini saja, bahkan kamipun belum pernah diikutkan dalam acara pameran maupun ekspo baik ditingkat lokal maupun luar daerah,”ungkap Pak Musroh. Ada sesekali dari Dinas terkait yang datang cuma mereka hanya pinjam hasil karyanya dan tidak ada kelanjutannya. “Kami berharap agar ada perhatian lebih bagi para perajin keranjang seperti kami agar nantinya pengrajin tradisional seperti membuat keranjang ini tidak hilang ditelan jaman,”pungkasnya. Kegigihan Pak Musroh dan keluarganya yang tetap mempertahankan tradisi ditengah-tengah arus perubahan zaman yang semakin ganas ini patut diacungi jempol. Tak banyak yang bisa diperbuat memang, namun paling tidak nilai-nilai

Team Edhie Baskoro Yudhoyono Kapupaten Trenggalek saat menyerahkan bantuan penguatan modal usaha. Dok. EBY Team

tradisional yang terkandung dalam tradisi masyarakat kita dapat terus terjaga. Atas Kegigigihannya tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono melalui EBY Tam Kabupaten Trenggalek berkenan menyerahkan bantuan pengembangan usaha. Handy Kordinator EBY Team Kabupaten Trenggalek mengharapkan dengan bantuan tersebut sedikit banyak bisa membangkitkan produktifitas usaha keranjang milik Musroh. “Semoga, produktifitas usaha pak musroh bisa lebih berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat disekitarnya,” tegas Handy. Hendy/Fren Mashudi SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 41


Biasanya para ibu rumah tangga saat memasak di dapur menggunakan gula kelapa warna coklat muda atau merah sebagai sarana penyedap masakan. Siapa pun yang akrab dengan urusan masak memasak tentu mengenal gula berwarna coklat muda ini. Tampilannya sedikit keras tercetak mirip mangkok tertelungkup dan mudah mencair bila terkenan hawa panas.

MENDERAS KELAPA MEMBUAT GULA MERAH

G

ula kelapa coklat manis ini, sehat dengan kundalini reiki menyebutnya sebagai gula Jawa. Untuk menilik proses pembuatannya , Sinergis berkunjung ke sebuah desa penghasil gula jawa, tepatnya di Desa Nglaran Kecamatan Tulakan Pacitan Jawa Timur dan Desa Pagerjo Kecamatan Ngadirojo. Masyarakat Desa Tulakan di samping bertani dan berkebun juga berprofesi sebagai penderas. Penderas yaitu pekerjaan mengambil air nira kelapa di puncak pohon kelapa dan memasukkan tetesan air nira ke dalam bumbung bambu. Karena keunikannya dalam membuat gula kelapa terutama bentuk dan cara membuatnya, gula jawa produksi Desa Tulakan sudah dikenal hampir di seantero Kabupaten Pacitan, Madiun, Tulungagung dan Ponorogo di samping Wonogiri, Sukoharjo dan Solo. Selain penghasil

sebagai daerah kelapa terbesar di

42 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Pekerjaan memasak air nira dalam wajan besar memakan waktu sekitar 3-4 jam.

Jawa Timur, Pacitan juga banyak memasok gula jawa (gula merah) ke berbagai daerah. Wajar saja jika daerah ini banyak terdapat usaha sampingan bagi warga setempat selepas memburuh tani yaitu membuat gula jawa. Usaha ini sudah berlangsung turun temurun dan ternyata mampu menopang kehidupan ekonomi rumah tangga warganya. Karena itu pekerjaan menderas kelapa menjadi usaha sampingan warganya mengingat setiap warga desa rata-rata mempunyai kebun kelapa luas di samping rumahnya. Warga desa Nglaran yang hampir separo warganya berprofesi sebagai pembuat gula jawa atau gula merah, sangat cekatan membuat gula kelapa sejak mengumpulkan air nira

kelapa hingga mengolahnya di dapur. Memang cara membuat gula jawa ini kelihatan mudah dan sederhana, tetapi perlu keahlian khusus. Mula-mula pukul empat sore pohon kelapa dipanjat. Penderes harus membawa bumbung bambu lalu memanjat dan meletakkan bumbung ini di bawah tangkai manggar yang dipotong ujungnya. Ujung manggar yang dipotong lalu dimasukkan ke lobang bumbung yang digantungkan dengan seutas tali kawat pada tangkai daun kepala di puncak pohon. Selama bumbung ini menggantung di malam hari, maka tetes demi tetes air nira akan mengalir memenuhi bumbung ini. Pagi harinya bumbung ini diambil di bawa turun dan selanjutnya


Memanjat pohon kelapa untuk mengambil air nira sebagai bahan baku gula merah. Air nira yang keluar dari batang manggar ditampung dalam bumbung (wadah dari bambu).

>>

dilakukan usai mereka meladang dan baru diambil Pagi harinya," ungkap Sediyono, yang juga kordinator Kecamatan Tim EBY Kecamatan Ngadirojo ini.

di masukkan wajan tempat mengolah air kelapa atau nira.

menghidupi keluarga warga desa Nglaran Pacitan ini.

Kumpulan air nira kelapa masing-masing bumbung lalu disaring agar didapatkan air nira bersih. Barulah air nira bersih ini direbus dalam wajan di atas tungku api sampai cairan nira mendidih. Setelah cairan nira mendidih dan berubah menjadi adonan coklat lalu dimasukkan ke dalam cetakan bathok terbuat dari tempurung kelapa yang dibelah dua. Cetakan juga bisa dibuat dari lingkaran ruas bambu yang dipotong horizontal.

Tak Hanya di wilayah kecamatan Tulakan, Pengrajin Gula Kelapa ini juga terdapat di wilayah Kecamatan Ngadirojo . Sebarannya meliputi desa Wonosobo, Wonoasri, Sidomulyo dan Hadiwarno dan Pagerejo. Sentra pengrajin gula merah ini biasanya mengelompok dalam satu lingkungan, terbagi dalam beberapa dusun. Seperti didesa Pagerejo, pengrajin gula kelapa ini mengelompok dalam 3 dusun. Yaitu di dusun Karanganyar, dusun lembu dan dusun Bungkah.

Adonan rebusan air nira yang sudah kental lalu dituang ke cetakan batok kelapa. Cetakan ini lalu dijemur di halaman selama satu hari satu malam. Adonan dalam mangkuk tempurung kelapa dibiarkan selama semalam hingga membeku dan mengeras. Barulah adonan ini dilepaskan dari cetakan dan siap dijual ke pasar desa. Setiap kilo gula jawa laku dijual tujuh ribu hingga tujuh ribu lima ratus rupiah. Rata-rata seorang pembuat gula jawa mampu memanjat pohon kelapa hingga sepuluh pohon per hari. Memang berat pekerjaan memanjat pohon kelapa tinggi dengan risiko jatuh tapi mau apalagi bila ini satusatunya pekerjaan yang dapat

Sediyono, kordinator kelompok pengrajin gula kelapa didusun Karanganyar desa Pagerejo mengakui, kegiatan menderes pohon kelapa ini sudah dilakoni warga secara turun temurun. "Penderesan biasanya

Diakuinya, Rata-rata setiap dusun mengelompok antara 10 hingga 20 orang pengrajin. "Secara ekonomi, para pengrajin ini hidupnya pas-pasan, hasil kegiatan menderes dan membuat gula kelapa ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja," tukasnya. Sebagai bentuk apresiasi terhadap Usaha berskala rumahan ini Edhie Baskoro Yudhoyono memberikan bantuan pengembangan usaha. Bantuan ini diserahkan oleh Hernawan A. Priyana mewakili . Untuk selanjutnya bantuan tersebut akan diserahkan langsung oleh Tim EBY dan masing-masing korcam kepada sejumlah pengrajin di kecamatan Tulakan dan Ngadirojo. “Semoga bantuan ini mampu mendongkrak usaha Gula kelapa yang banyak ditekuni masyarakat di wilayah-wilayah pedesaan,� tukas Hary Purnomo. (Frend Mashudi/Yuniardi Sutondo) Frend Mashudi/Yuniardi Sutondo

Team EBY, diwakili Hernawan A. Priyana menyerahkan bantuan alat produksi kepada kelompok pengrajin gula kelapa di Dusun Karanganyar, Desa Pagerejo, Ngadirojo Pacitan. Dok. EBY Team SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 43


Menengok Kampung Tahu Malon Ponorogo

Turun Temurun, Bawa Pulang Uang Berarti Untung

S

Ponorogo, SINERGIS

emua tahu, Ponorogo memiliki sejumlah komunitas atau kelompok masyarakat yang memiliki mata pencaharian yang sama. Utamanya memproduksi serta menjual jenis makanan yang seragam. Sebut saja misalnya, Getuk Golan Sukorejo, Gang Sate Kelurahan Nologaten, Jenang Mirah Kecamatan Jetis, Dawet Jabung kecamatan Mlarak, Kampung gamelan Kelurahan Paju, Pengrajin Kulit Nambangrejo Kecamatan Sukorejo dan Sangkar Burung Desa Ketonggo Kecamatan Bungkal. Di sisi Ponorogo Barat pun ada satu sentra makanan yang sudah mendarah daging. Yaitu, Kampung Tahu Malon. Warga Dukuh Taji, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo 44 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

sudah berpuluhan tahun menekuni usaha mebuat tahu yang sudah turun temurun menerusan warisan leluhurnya. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kampung Tahu dukuh Taji Gelanglor, sebenarnya tidak beda dengan suasana kampung lainnya. Tidak ada spanduk atau papan yang menunjukkan kalau wilayah ini sentranya tahu. Namun, indra penciuman anda bisa menjadi petunjuk berharga, bahwa ini adalah kampung tahu yang terkenal se-antero Ponorogo itu. Apa sebab? Ya, sepanjang jalan kampung ini anda pasti akan mencium ampas tahu yang khas dihasilkan dari hasil buangan terakhir proses pembuatan tahu. Tidak salah dukuh Taji ini kampung tahu. jengkal rumah

bila lingkungan disebut sebagai Pasalnya, setiap warganya pasti

memproduksi tahu. Ya, di desa kecil Gelanglor itu terdapat puluhan produksi tahu yang tak kalah lezat rasanya dibanding tahu asal Kediri atau Sumedang. Usaha makanan tradisional ini adalah warisan dari nenek moyangnya dahulu. Warisan yang juga bernilai ekonomis itu kini semakin berkembang diteruskan. Orang desa biasa menyebutnya Tahu asal Gelanglor ini dengan tahu malon, tahu yang terbuat dari gilingan kedelai yang lembut dengan dimensi 3 x 3 x 2 cm dengan rasa gurih, serta lezat ketika dimakan, terutama bila disajikan hangat. Ada tahu gembos juga ada tahu benthet serta tahu putih. Di balik lembut dan gurihnya tahu Malon itu terdapat kerja keras para juragan dan pekerja tahu.


Sejak malam hingga pagi hari aktifitas mereka bergelut dengan api, gilingan, dan gorengan. Panas dan pengap. Namun jerih payah mereka terbayar dengan hasil olahan tahu yang cukup lezat dan nikmat itu. Salah satu pengusaha tahu Malon yang terkenal yaitu mbah Muji (66 tahun). Mujilah nama lengkapnya, sudah menekuni tahu hampir seperempat abad lamanya. Tahu sudah menjadi darah dagingnya yang diturunkan dari kedua orang tuanya. “Usaha tahu malon niki kulo nerusne usaha bapak lan ibu. Bapak kulo namine Kasemo, ibu kulo Mariyah,” terang Mujilah kepada Sinergis. Menurutnya, orang yang pertama kali membuat tahu di desa ini adalah Toban (alm). Namun saat ini sudah habis tidak tersisa

Dengan usaha tahunya itu, ia bisa bertahan hidup dan mencukup kebutuhan sehari-hari. Ia berharap, pemerintah bisa memberikan perhatiannya terhadap kampung tahu tersebut.  sama sekali bekasnya. “Kulo nomer papat. Sing disik dewe pak Toban, Pande, pak kulo, trus kulo niki,” sebutnya. Membuat tahu itu sudah turun temurun dilakukannya hingga diteruskan anak-anaknya. Dari lima anaknya, empat diantaranya menjadi pengusaha tahu. Ia bersama anak-anak menekuni secara sendiri-sendiri, menggiling, mencetak, dan menggoreng tahu di pabrik kecil miliknya. Usaha tahu yang turun temurun ini pun dilakoni oleh warga lainnya. Teknologi pembuatan tempe dan oncom masih tradisional, tetapi tahu lebih maju. Jika dulu untuk menggiling kedelai menjadi tepung sebagai bahan baku tahu menggunakan tenaga manusia yang berjalan sambil memutar

penggilingan kayu, kini mesin berbicara. Beberapa pabrik tahu yang ada di Malon sejak 18 tahun terakhir sudah menggunakan mesin-mesin sederhana penggilingan kedelai.“Riyen dibantu saking pemerintah mesin giling ipun,” sebutnya.  Sejak pukul 21.00 WIB, Katiran (69 tahun) suami Muji telah sibuk menggiling tahu. Setiap hari ia bisa menghabiskan 5 liter kedelai yang digiling menghasilkan sekitar 300 potong tahu. “Namung sitik mas, 5 liter bendino,” katanya. Suara mesin penggiling kedelai hampir tidak berhenti di dukuh Taji. Setiap rumah atau kepala keluarga menggantungkan hidup dari tahu tersebut. Sayangnya, mereka hanya mengandalkan tungku dari tanah liat biasa. Kompor gas kecil tidak mampu memanaskan tahu dengan cepat. «Nek ngangge kompor alit tahu matenge suwi. Sak jane butuh kompor ingkang ageng genine,. Seng suwaren sos ngoten,” katanya. Usaha keluaraga ini pun ia tekuni hingga kini. Semua di jual ke pasar-pasar dan warung di desanya, serta desa-desa sekitar. Biasanya pembeli datang sendiri dan antri membeli tahu ke pabrik Muji, hanya pembelian dalam jumlah besar mendapat fasilitas antar. “Biasane kulo adol teng pasar Tulung Sampung, pasar Klego Pintu Sidorejo lan pasarpasar lintune,” sebutnya. Musim bulan puasa dan acara keagamaan lainnya, tahunya laku banyak dipesan. “Biasane damel puluran, yasinan lan acara lintune,” katanya. Ia tidak kesulitan mendapatkan bahan baku kedelai yang dikabarkan mulai mahal. Sembari pulang berjualan di pasar ia menukar uangnya untuk membeli lagi bahan utama berupa kedelai. “Kalau pasar habis belinya di Tambakbayan Ponorogo,” akunya. Untuk Urusan untung ruginya ia tidak memperhitungkan secara ekonomis. “Sing penting balik gowo duwit. Asale gak nduwe duwit malih nduwe. Iku wae itungane,” bebernya. ia

Dengan usaha tahunya itu, bisa bertahan hidup dan

mencukup kebutuhan seharihari. Ia berharap, pemerintah bisa memberikan perhatiannya terhadap kampung tahu tersebut.  Melihat potensi UKM Kampung Tahu Malon tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono melalui EBY Team Korcam Sukorejo didampingi EBY Team Korkab Ponorogo, Didik Suwito berkenan menyerahkan bantuan kedelai kepada 45 orang pengrajin tahu di Dukuh Taji, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, Rabu (31/10). Penyerehan bantuan disaksikan oleh Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Ponorogo Dapil VI Ponorogo (Kecamatan Sukorejo, Sampung dan Kauman), Ketua DPAC Partai Demokrat Sukorejo, Kepala Desa Gelanglor Budiyanto dan Kamituwo Dukuh Taji, Puguh.

“Semoga bantuan kedelai ini bisa dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya,” harap Didik Suwito. Sementara itu Kamituwo Dukuh Taji, Puguh menjelaskan baru Mas Ibas yang peduli terhadap usaha pengrajin tahu di wilayahnya. “Sudah sering ada survei tetapi belum pernah ada bantuan, baru kali ini ada bantuan nyata dari Mas Ibas,” ungkap Puguh Bangga didampingi Kades Gelanglor Budiyanto. Senada dengan Puguh, Mbah Muji, pengrajin setempat juga mengaku bersyukur ada kepedulian dari Mas Ibas. “Niki saged nyambung usaha kulo sedhoyo (Ini dapat membantu kelangsungan usaha kami semua),” tutur Mbah Muji diamini Mbah Joyo dan Mbah Misdi, pengrajin lain. Muh Nurcholis SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 45


Program Pro Rakyat

P

Berlapisnya Program untuk Rakyat Miskin

emerintah menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama. Program dilakukan secara berlapis sehingga mendorong rakyat miskin dapat mandiri. Hasilnya telah terbukti dengan berkurangnya angka kemiskinan dari 16,7 persen pada 2004 menjadi 12,49 persen pada 2011. Begitu juga angka pengangguran berkurang dari 9,9 persen pada 2004 menjadi 6,8 persen 2011. Program yang dilakukan secara berlapis ini dibagi menjadi empat klaster, yakni Bantuan dan Perlindungan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Kredit Usaha Rakyat, dan 6 Sasaran Program lainnya.

Klaster 1: Bantuan dan Perlindungan Sosial. Klaster 1 diibaratkan sebagai ikan. Melalui program ini Pemerintah memberikan bantuan pada masyarakat miskin atau rumah tangga sasaran (RTS) berupa : o Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran BOS tahun 2011 sebesar Rp. 16, 4 triliun. o Beras bersubsidi atau beras untuk rumah tangga miskin (raskin) 15kg/RTS/bulan dengan harga Rp. 1.600/kg o Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM). Setiap RTSM mendapat Rp. 600.000 – Rp. 2,2 juta per tahun.

46 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

PKH tahun 2011 terdiri dari 25 provinsi dan 115 kabupaten/kota. Anggaran PKH tahun 2011 sebesar Rp. 1,610 triliun. Kesehatan Masyarakat o Jaminan (Jamkesmas) untuk berobat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit kelas III milik pemerintah. Tahun 2010 peserta Jamkesmas diperluas kepada gelandangan dan napi. Selain Jamkesmas diberikan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp. 100 juta/Puskesmas/tahun. Anggaran Jamkesmas 2011 sebesar Rp. 6,3 triliun. o Bantuan sosial untuk pengungsi/korban bencana. o Bantuan untuk penyandang cacat Rp. 300 ribu/bulan. o Bantuan untuk lanjut usia (lansia) terlantar Rp. 300 ribu/bulan.


Program Pro Rakyat

Klaster 2: Pemberdayaan Masyarakat. Klaster 2 diibaratkan sebagai kail. Melalui program ini Pemerintah melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. o Dilaksanakan oleh 13 Kementerian dan 1 Lembaga. o Anggaran PNPM 2011 sebesar Rp. 10,3 triliun.

Klaster 3: Kredit Usaha Rakyat. Klaster ini diibaratkan sebagai perahu. Melalui program ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 Bank, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Bank BTN, Bank DKI, Bank Nagari, Bank Jabar-Banten, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Jatim, Bank NTB, Bank Kalbar, BPD Kalsel, Bank Kalteng, Bank Sulut, Bank Maluku, dan Bank Papua. o Pemerintah memberikan jaminan melalui PT. Asuransi Kredit Indonesia (PT. Askrindo) sebesar Rp. 2 triliun/tahun. KUR tahun 2010 telah dikucurkan Rp. 17,4 triliun. o KUR Rp. 20 juta diberikan tanpa agunan. o Persyaratan: memiliki usaha tetap, KTP, KK dan Keterangan Usaha dari desa/kelurahan. o KUR untuk TKI dengan kredit maksimal Rp. 60 juta. KUR untuk perkebunan diberikan waktu hingga 13 tahun.

o Setiap kecamatan memperoleh dana hingga Rp. 3 miliar. o Untuk tahun 2011, sasaran yang akan dicapai 6.622 kecamatan. Tahun 2010 mencakup 6.321 kecamatan, tahun 2009 mencakup 6.408, tahun 2008 mencakup 3.988 kecamatan.

Klaster 4: Sasaran Program Lainnya Sebagian dari Klaster 4 ini dilaksanakan mulai 2011 dan efektifnya mulai tahun 2012 yang meliputi 6 sasaran, yakni: o Program Rumah Sangat Murah & Murah o Program Angkutan Murah Pedesaan o Program Air Bersih Untuk Rakyat

o Program Listrik Murah dan Hemat o Peningkatan Kehidupan Nelayan

o Peningkatan Kehidupan Masyarakat Miskin Perkotaan Sumber: Media Komunikasi Rakyat

Bertindak

Untuk

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 47


kebijakan yang diterapkan tetap mengacu ketentuan dari pemerintah yang lebih atas. Berbagai indikator yang menjadi acuan menentukan kemiskinan selanjutnya dituangkan dalam peraturan bupati. Kebawah, sosialisasi juga gencar dilakukan mulai tingkat kecamatan hingga RT. Harapannya, semua tingkat pemerintahan akan satu bahasa dalam menentukan kriteria penduduk miskin.

Program Grindulu Mapan

Raih Innovation Government Award 2012

I

novasi program Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam mendukung upaya menyejahterakan masyarakat melalui pemberian pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing daerah mendapat penghargaan tingkat nasional. Anugerah yang dinamakan Innovative Government Award 2012, diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada Bupati Pacitan Indartato Senin 8 Oktober di Jakarta. Kabupaten Pacitan termasuk satu diantara 30 Kabupaten/ Kota di tanah air yang berhasil memboyong penghargaan bergengsi tersebut. Kota 1001 Goa masuk nominasi terpilih melalui Program Gerakan Terpadu Menyejahterakan Masyarakat Pacitan (grindulu mapan) yang dicanangkan pada era pemerintahan Bupati 48 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Indartato Prayitno.

dan

Wakil

Bupati

Menurut Bupati Indartato, konsep Grindulu Mapan diilhami kenyataan masih banyaknya penduduk miskin yang belum terjaring dalam pendataan yang dilakukan pemerintah pada tahun 2008. Warga kurang beruntung yang secara ekonomi tidak memiliki potensi untuk diberdayakan tersebut merupakan sasaran utama Grindulu Mapan. Pemerintah daerah berupaya mengangkat derajat ekonomi mereka dengan mengucurkan bantuan untuk hidup sehari-hari. Harapannya, mereka dapat hidup lebih layak meskipun ditengah keterbatasan. Terobosan Program Grindulu Mapan dimulai dengan aspek paling mendasar. Yakni kriteria penduduk miskin. Tentu saja

Program Innovative Government Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Tujuannya, untuk memotivasi Pemerintah Daerah agar senantiasa mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan karakteristik masalah dan spesifikasi kebutuhan masyarakat. Program Innovative Government Award mengedepankan 4 nilai strategis. Antara lain: memperkuat kemandirian daerah, membangun citra positif pemerintah daerah, mengharuskan pemerintah daerah untuk terus belajar dan mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah. Frend mashudi


dapat di jual untuk pendapatan keluarga. Saya berharap M-KRPL kelompok wanita Melati Sukorejo ini dalam pelaksanaannya perlu didukung oleh instansi terkait seperti perangkat desa dan elemen masyarakat setempat.

Ibas Dukung Model Kawasan Rumah Pangan Lestari Ponorogo Diresmikan

D

Ponorogo, SINERGIS

epartemen Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPPP) serta Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur bekerjasama dengan Pemkab Ponorogo membuat Kebun Bibit Desa M-KRPL atau Model Kawasan Rumah Pangan Lestari pada Kelompok Tani Wanita ‘Melati’ Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Rabu (3/10) lalu. Sebelumnya beberapa bulan yang lalu gerakan nasional Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) telah di-launching Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono pada tanggal 13 Januari 2012 silam di Pacitan Jawa Timur untuk direflikasikan di tiap Provinsi. Kementerian Pertanian RI menyusun suatu konsep yang disebut “Model Kawasan Rumah Pangan Lestari” (M-KRPL) dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan

dan gizi keluarga. Program tersebut mempunyai tujuan yang sama untuk meningkatkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan meningkatkan pola pangan harapan (PPH). Kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) terdapat komponen Diversifikasi Pangan untuk penganekaragaman konsumsi pangan dari bahan baku pangan lokal non beras untuk peningkatan gizi keluarga. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ponorogo Ir. Supriyanto, M.MA saat berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo. “Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) kelompok wanita Melati desa Sukorejo mempunyai tujuan yaitu menggerakan perempuan dan optimalisasi pekarangan,” katanya. Supriyanto juga menjelaskan pemberdayaan pekarangan warga juga untuk menyediakan kebutuhan pangan dan gizi keluarga untuk di tanami cabai keriting, cabai rawit, aneka sayuran, tanaman obat dan tanaman hias, selebihnya

Ketua Kelompok Tani Wanita ‘Melati’, Ninik Setiyowati dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan Ponorogo yang telah membantu kepada M-KRPL. “Baru satu tahun kita sudah bisa dipercaya untuk kegiatan pemberdayaan,” kata Ninik Setiyowati. Jumlah Kelompok Tani Wanita ‘Melati’ sampai saat ini mencapai 55 orang. Kelompok tani yang dimulai dari kelompok sholawatan sudah 22 tahun kita melakukan organisasi. Berbekal itu akhirnya kami diberikan bantuan dan pembimbingan dalam menanam tanaman di pekarangan rumah. Tahap pertama kita masih dibantu bibit tanamanan, dan tahab kedua ini kelompok KRPL Melati saat ini sudah bisa menyediakan bibit sendiri. “Ini semua berkat bantuan dan dorongan dari pemkab dan dinas ketahanan pangan,” ungkapnya. Sementara itu Wakil Bupati Ponorogo Hj. Yuniwidyaningsih dalam sambutannya mengatakan, semangat yang luar bisa bisa kita lihat para kaum wanita di Desa Sukorejo. Dimana mereka bisa membentuk suatu kelompok tani wanita yang dalam perjalanan bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan. “Saya salut dan berterima kasih kepada semua fihak dimana melalui dinas ketahanan pangan ponorogo, bisa memberikan income pendapatan untuk para kaum ibu-ibu,” pungkasnya. Hadir pada kegiatan ini Wakil Bupati Ponorogo Hj. Yuni Widyaningsih, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jatim Tutut, Ketua BPTP Jatim Didik, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Ponorogo, Supriyanto kepala ketahanan pangan Ponorogo, Muspika, kepala desa dan undangan lainnya.

Muh. Nurcholis SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 49


Kilas DPC ATLET PONOROGO YANG MENDAPATKAN MEDALI PON KE XVIII DI RIAU NO

NAMA ATLET

1

AGUNG SETIYONO

PANAHAN

2

ANGGIE NURFITRIA SARI

3 4 5 6

CABANG OLAH RAGA

PEROLEHAN MEDALI

ALAMAT

KETERANGAN

1 PERAK

DESA PLOSO JENAR KAUMAN

PANAHAN

1 PERAK

DESA PLOSO JENAR KAUMAN

EKA DARMAWAN SLAMET PUTRO ITA TRIANA PURNAMA SARI

PANAHAN

1 PERUNGGU

PANJAT TEBING

2 PERUNGGU

DESA PLOSO JENAR KAUMAN DESA WAGIR LOR KEC NGEBEL

CAHYO TRI SETYAWAN CATUR YUNI TRIANINGSIH

TAEKWONDO

1 PERUNGGU

TAEKWONDO

1 PERUNGGU

IKIP BUDI UTOMO MALANG PRODI PEDIDIKAN JASMANSI UNESA SURABAYA PRODI PENDIDIKAN JASMANI STESIA SURABAYA PRODI EKONOMI UNESA SURABAYA PRODI PENDI KEPELATIHAN PELATNAS DI JAKARTA PELATNAS DI JAKARTA

KEL KENITEN PONOROGO KEL KENITEN PONOROGO

PEMKAB PONOROGO APRESIASI ATLET PERAIH MEDALI PON

L

Ponorogo, SINERGIS uar biasa, Kabupaten Ponorogo dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) keXVIII Riau beberapa waktu lalu mampu menyumbangkan 7 medali bagi kontingen Provinsi Jawa Timur. Ke-7 medali tersebut antara lain 2 perak dipersembahkan atlet panahan atas nama Agung Setiyono dan Anggi Nur Fitria, 1 perunggu juga dari cabang olahraga Panahan, 50 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Eko Darmawan. Selain itu dari cabang olahraga Taekwondo 2 medali perunggu dipersembahkan oleh Cahyo Tri Setyawan dan Catur Yuni Rianingsih sedangkan 2 medali perunggu dipersembahkan Ita Triana Purnamasari dari cabang olahraga Panjat Tebing. Sebagai bentuk kebanggaan terhadap raihan prestasi tersebut, para atlet medali PON sengaja dikirap mamutari kawasan Kota Ponorogo dan


GLONTOR Rp. 400 JUTA UNTUK CUCI DARAH Ponorogo, SINERGIS

disambut Bupati Ponorogo H. Amin, SH di Rumah Dinas Bupati beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan Kepala SKPD, Kamis (4/10) silam. Dalam sambutannya Bupati Ponorogo merasa bangga atlet Kabupaten Ponorogo mampu mengharumkan nama Kabupaten Ponorogo dikancah nasional dengan merah beberapa medali dalam Pekan Olahraga Nasional. Selain itu Bupati meminta KONI sebagai induk semua cabang olahraga mengembangkan potensi atlet tidak hanya dari segi prasarana namun juga lewat gelaran kompetisi dan yang pasti Pemerintah kabupaten akan mendukung penuh apapun betuknya demi kemajuan dunia olahraga. “Kegiatan hari ini merupakan bentuk penghargaan dari Pemkab Ponorogo kepada generasi muda yang membawa nama harum Ponorogo dengan memberikan penghargaan kepada atlit-atlit yang telah berprestasi dalam PON ke XVIII di Riau,” terang Amin. Penghargaan tersebut merupakan suatu motivasi pada cabang-cabang yang lain agar dapat menunjukkan prestas baik tingkat kabupaten, regional maupun nasional dan internasional. “Harapan Pemkab Ponorogo, prestasi sekarang ini bisa memacu atlit-atlit lain agar bisa berprestasi,” terangnya. Menurut Ketua KONI Ponorogo, Sugeng Prawoto, pihaknya juga akan memberikan penghargaan secara khusus. Dia juga menjelaskan, Pemkab Ponorogo sudah memberikan perhatian yang besar terhadap para atlit olah raga. Olehkarenanya, pihak KONI menyesal jika ada atlet Bumi Reyog mengharumkan nama daerah lain. “Yang Saya sesalkan, ada atlit bola basket dari Ponorogo mendapatkan juara namun tidak berangkat dari Jatim,” sesal Sugeng Prawoto. Muh. Nurcholis

P

asien penguna Surat Keterangan Miskin (SKM) untuk cuci darah, nampaknya mendapatkan angin segar. Ini terjadi lantaran, Pemerintah Kabupaten Ponorogo akan mengucurkan bantuan anggaran sebesar Rp 400 juta, yang tertuang dalam Perubahan APBD tahun 2012. Anggaran terebut, digunakan untuk bulan Oktober hingga Desember tahun 2012. Untuk tahun 2013, diperlukan pembahasan kembali untuk pengajuan anggaran. Hal itu diungkap Edy Iswahyudi, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Kamis (27/9). Edy  mengatakan, dalam Perubahan APBD disepakati anggaran sebesar Rp 400 juta untuk pasien yang melakukan cuci darah. Diharapkan anggaran tersebut dapat membantu pasien dengan SKM dalam melakukan cuci darah. Anggaran tersebut, digunakan pada bulan Oktober hingga Desember 2012. “Untuk tahun 2013, nanti akan dibahas lagi. Dan diharapkan ada anggarannya,” ujar Edy Iswahyudi. Politisi Partai Demokrat itu juga berharap, agar kesehatan masyarakat Ponorogo menjadi fokus utama pemerintah daerah, terutama untuk masyarakat miskin. Kesehatan itu memerlukan sentuhan yang tepat, selain pendidikan dan pertanian, dengan anggaran. “Jangan sampai pasien untuk berusaha sembuh, tidak ada perhatian. Rp 400 juta ini diharapkan sudah dapat membantu para pasien yang menggunakan surat miskin dalam cuci darah,” tambahnya. Sementara Prijo Langgeng, Dirut RSUD Hardjono mengatakan, untuk bantuan cuci darah telah ada solusi, terutama cuci darah. Penanganannya akan dilakukan di RSUD Hardjono, setelah bantuan anggaran dari Provinsi dicabut. Dalam satu tahun, diperkirakan akan menelan anggaran sekitar satu miliyar. “Namun dalam Perubahan APBD tahun 2012 hanya berlaku tiga bulan saja. Total anggaran masih menunggu intruksi dari Pak Sekda,”tambahnya.  Muh. Nurcholis SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 51


KELOMPOK TANI KBR MAGETAN, SIAP HIJAUKAN LAHANNYA

U

Magetan,SINERGIS paya menanam di lahan Kritis atau lahan kosong tidak produktif di dalam dan di luar kawasan hutan dengan jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serba guna( MPTS ) merupakan salah satu upaya pemulihan kondisi DAS( Daerah Aliran Sungai) yang kritis. Upaya tersebut juga dapat memberikan hasil berupa kayu, getah, buah, daun, bunga, serat, pakan ternak, dan sebagainya. Keinginan masyarakat untuk menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna dalam berbagai upaya rehabilitasi hutan dan lahan, dibatasi oleh ketidakmampuan mereka untuk memperoleh bibit yang baik. Sehingga masyarakat cenderung menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna dari biji atau benih asalan yang tidak jelas asal usulnya. Sehingga tanaman tersebut memerlukan waktu yang lebih panjang untuk 52 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

berproduksi. Kebun bibit rakyat/ KBR merupakan program pemerintah untuk menyediakan Bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat, terutama di pedesaan. Bibit hasil Kebun Bibit Rakyat ini digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan penghijauan lingkungan. Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan upaya optimalisasi lahan agar semakin produktif harus terus ditingkatkan. "Optimalisasi lahan menjadi semakin produktif dan berdaya guna bagi masyarakat harus kita optimalkan. Program KBR dan KPRL menjadi bagian dari program pemerintah yang tepat untuk sektor ini," jelas politisi muda ini. Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro menambahkan, upaya meningkatkan perekonomian masyarakat


dengan memanfaatkan potensi lahan pekarangan bisa menjadi prioritas pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, di lima wilayah Dapil VII Jawa Timur, Ibas kerap memberikan bantuan bibit sayur untuk masyarakat dapat memanfaatkan lahannya agar semakin produktif. Ibas juga ikut serta dalam penanaman bibit pohon di Kebun Bibit Rakyat (KBR) Dusun Jambu, Desa Bangunsari, Pacitan, Jawa Timur. 50 Ribu bibit pohon jenis Sengon dan Jabon diberikan untuk masyarakat. Kepedulian politisi Partai Demokrat ini agar masyarakat semakin produktif memanfaatkan lahan kosong terus diimplementasikannya dengan berbagai program dan bantuan langsung untuk konstituennya. Untuk Kabupaten Magetan sendiri, tahun 2012 ini sesuai dengan program dari kementrian Kehutanan nomer P.17/ Menhut- II/ 2012, mendapatkan

program KBR yang didapatkan dari Anggaran pendapatan Belanja Negara/ APBN Pusat senilai 1, 5 Miliar. Anggaran tersebut diberikan ke 30 kelompok tani yang tersebar di tiap kecamatan di kabupaten Magetan dengan nilai perkelompok mendapatkan bantuan 50.000.000 Juta Rupiah, dengan target bibit perkelompok sebanyak 40 ribu bibit. Untuk awal Kebun Bibit Rakyat sendiri, Kepala Bagian Rehabilitasi dan Bina Produksi Kehutanan Dinas Kehutanan Kabupaten Magetan, Sunarto mengatakan, saat ini ke 30 kelompok tani sudah mendapatkan  40 persen dana awal untuk pengolahan tempat persemaian dan pembuatan lahan. "Dana tersebut akan dicairkan 3 tahapan. Setiap tahapan mereka akan memberikan laporan pekerjaannya, kemudian baru akan dicairkan dana tahap selanjutnya. Sedangkan untuk jenis bibit, mayoritas Kelompok tani lebih memilih bibit pohon Jati," ungkap SUnarto. Dari pantauan Sinergis di lapangan, ke 30 kelompok tani tersebut, sudah melakukan pembuatan media persemaian di lahan yang telah mereka siapkan. Seperti halnya yang dilakukan Kelompok Tani Desa Trosono Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Kelompok tani yang di ketuai Supriono ini lebih memilih menyiapkan media pembibitan pohon jati. “ Minggu kemarin Dana Bantuan KBR tersebut turun 40 persen, kami langsung berangkat Ke Ponorogo untuk membeli Paranet dan polibek serta kebutuhan lainnya termasuk pupuk , untuk persemaian Bibit jati nanti Mas, biar segera jadi dan turun tahap berikutnya, karena sesuai jadwal dan musimnya , diperkirakan nanti pada bulan Januari bibit sudah siap di distribusikan ke anggota” jelasnya. Ditambahkan Supri, Dengan Dimulainya program ini, mereka bersama – sama dengan kelompok taninya, siap menghijaukan tanah garapannya. Seperti diketahui, kecamatan parang adalah Kecamatan paling selatan di kabupaten Magetan, yang tesktur geografisnya tandus dan Kering, Tanah dengan Kondisi semacam itu sangat baik untuk tanaman sejenis jati. Pihak Dinas Kehutanan kabupaten Magetan, selaku pelaksana Tehnis Lapangan memberikan acuan agar pengelolaan KBR ke depan bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Khususnya Kelompok Tani penerima Program.  Hal tersebut dimaksud agar Tujuan Program pemerintah bisa tercapai, yakni mensejahterakan rakyat, melalui Program Kebun Bibit Rakyat. M. Choiri

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 53


Mobil Aspirasi EBY Kunjungi Warga Magetan, SINERGIS Semenjak diperkenalkan penggunaanya beberapa bulan lalu oleh Edhie Baskoro Yudhoyo, Mobil Aspirasi terus mobile menyambangi warga di desadesa diserata Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan. Kedatangan mobil Aspirasi EBY di Magetan disambut antusias oleh warga magetan. Mobil Aspirasi EBY meluncur ke Magetan pada tanggal 27 September 2012 lalu . Mobil Aspirasi ini berfungsi sebagai Mobil sehat, Mobil Perpustakaan, mobil database, dan Mobil Hiburan rakyat. Sesampai di Magetan, mobil Aspirasi Tersebut Langsung difungsikan perannya oleh koordinator griya Aspirasi EBY Kabupaten Magetan Bersama Koordinator Kecamatan untuk berkeliling ke KecamatanKecamatan dan Desa Di Wilayah Kabupaten Magetan. Diantaranya mengunjungi Kecamatan Parang, yakni Kecamatan Paling selatan kabupaten Magetan, yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Ponorogo, dan kabupaten wonogiri, Jawa tengah. Koordinator

Griya

Aspirasi

EBY Magetan, Agus Suprayitno Mengatakan, Kehadiran Mobil Aspirasi di Wilayah magetan sangat di harapkan dan di sambut penuh kehangatan oleh semua warganya. Hal itu terlihat saat mobil menyapa warga desa Tamanarum, kecamatan Parang. Seperti hendak melihat Putra Presiden secara langsung, mereka berduyun – duyun datang mendekati Mobil biru tersebut. Mereka rela antri sekedar menanyakan beberapa keluhan dan harapannya kepada EBY. Selesai di Tamanarum Mobil aspirasi melanjutkan keliling ke Mategal, kemudian Desa Pragak, kelurahan Parang. Agus mengakui, sejauh ini pihaknya belum bisa memaksimalkan kegiatan anjang sana dengan Mobil Aspirasi ini, karena Jadwal mobil di Magetan hanya 3 hari, dan akan bergeser di kabupaten lain. Rencannya bila masih bisa diperpanjang Mobil tersebut akan dimaksimalkan untuk menyemarakkan hari Ulang tahun Magetan Yang ke 337. Di Kabupaten Ngawi, Mobil Aspirasi mengunjungi desa

Jatigempol kecamatan Karangayar, desa Dampit Kecamatan Bringin, desa Rejomulyo kecamatan Karangjati, desa Tambakromo kecamatan Padas, dan desa Ngrompo kecamatan Pangkur. Selain melakukan fungsinya sebagai Mobil sehat, Mobil Perpustakaan, mobil database, dan Mobil Hiburan rakyat, mobil aspirasi juga di maksimalkan untuk melakukan pemantauan terhadap implementasi program-program pro rakyat di ke lima desa tersebut. Suwardi, Kepala Desa Jatigempol Karangayar, mengaku senang dengan kunjungan mobil aspirasi di desanya. “Mobil ini multi fungsi, anak-anak bisa belajar, orang tua yang membutuhkan cek up kesehatan juga bisa dilayani, intinya kami sangat terbantu, syukur-syukur mobil ini bisa kesini tiap minggu,” ungkap kepala desa penuh harap. Hal serupa diungkapkan Darmaji salah seorang warga Jatigempol, dirinya sangat berterimakasih karena kedatangan mobil ini ternyata juga memberikan pelayanan kesehatan bagi warga. “Lumayan mas, bisa menghemat beli obat, pelayanannya CumaCuma, tidak harus mengeluarkan uang sendiri,” ujarnya. Selain itu, di wilayah Ngawi mobil aspirasi beserta Tim Griya Aspirasi juga melakukan kegiatan bakti sosial dilokasi bencana putting beliung di desa Karangsono, Kecamatan Kwadungan Ngawi. Mobil Aspirasi mengunjungi rumah Sukamto dan Juwarni salah satu korban terparah amukan angin puting beliung. Ditempat tersebut, tim Griya Aspirasi EBY menyerahkan bantuan

54 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


semen yang diangkut dengan menggunakan mobil Aspirasi. Sementara itu, Keberadaan mobil aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono di Bumi Reyog Ponorogo disambut hangat oleh masyarakat setempat. Seperti disampaikan oleh Nyoikun, warga Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo yang mengaku bersyukur dengan disinggahinya mobil aspirasi milik Mas Ibas. “Walaupun belum bertemu Mas Ibas secara langsung, tetapi Alhamdulilah mobilnya mengunjungi desa kami, sembari membagikan daging kurban kepada kami,” ujar Nyoikun, Sabtu (27/10) yang diamini oleh Mbah Tukidjo, warga yang lain. Sementara itu Masyudi Farid, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo mengaku berterima kasih karena desanya telah dikunjungi oleh Tim EBY Korkab Ponorogo bersama mobil aspirasi milik Mas Ibas. “Saat itu Tim Mas Ibas dan mobil aspirasi EBY mengunjungi lokasi PUMP di Desa Bangunrejo,” ungkap Masyudi Farid, tokoh Desa Bangunrejo, Rabu (10/10) silam. Ungkapan hampir sama juga dilontarkan oleh Minim Subarno selaku Kepala Desa Sekaran, Kecamatan Siman, Ponorogo. Dia bersyukur karena Desa Sekaran selain mendapat pengawalan Program PPIP TA 2012 juga sudah dikunjungi oleh Mobil Aspirasi mas Ibas beberapa waktu. Bahkan Kepala Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Bowo Susetyo mengaku bangga dengan Mas Ibas yang telah membantu dengan

pengawalan Program PPIP TA 2012 untuk Desa Watubonang. “Selain itu mobil aspirasi EBY bersama Tim EBY Ponorogo juga sering mengunjungi desa kami,” kata Bowo Susetyo, Kamis (11/10). Bahkan beberapa masyarakat juga mengaku kaget dengan kedatangan Tim Mas Ibas Ponorogo dan mobil aspirasi EBY yang mengunjungi wilayahnya. Seperti diutarakan oleh Banjir, warga Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Ponorogo yang cukup antusias dengan kedatangan mbil aspirasi EBy bersama Tim. “Mudahmudahan secepatnya Mas Ibas datang juga ke desa kami,” tutur Banjir yang diamini oleh Giyanto, warga yang lain. Tak kalah heran juga disampaikan oleh warga Dukuh Taji, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo saat melihat mobil aspirasi Mas Ibas. “Tanpa ada kabar sebelumnya, mobil aspirasi Mas Ibas bersama Tim EBY datang ke desa kami dan membawa bantuan kedelai untuk 45 pengrajin tahu di dukuh kami,” jlentreh Puguh selaku Kamituwo Dukuh Taji yang diamini oleh Budiyanto selaku Kepala Desa Gelanglor. Sementara Sumanto, warga Desa Jetis, Kecamatan Jetis mengaku kaget ketika mobil aspirasi mengantar keluarganya ke kediamannya yang kemalaman beberapa waktu lalu secara gratis. “Matur suwun ternyata yang peduli bukan hanya Mas Ibas, tetapi mbil aspirasinya pun cukup peduli dengan kami sebagai wong cilik,” beber Sumanto, Kamis (25/10)

Mobil Aspirasi EBY disambut antusias masyarakat di di Desa Kauman, Ponorogo. Dok. EBY Yeam

silam. Sementara Didik Setyo Budi, warga Desa Bedrug, Kecamatan Pulung, Ponorogo berharap ke depan kalau bisa Mas Ibas menyediakan mobil pengobatan secara gratis kepada warga miskin di Ponorogo. “Lebih bagus lagi Mas Ibas menyediakan mobil untuk antar jemput pasien miskin secara gratis bagi wong Ponorogo, dan itu lebih mengena,” harap Didik Setyo Budi. Hal yang sama juga dilakukan di Trenggalek. Mobil Aspirasi mengunjungi beberapa desa di kecamatan watulimo. Tak hanya sebagai mobil Pintar, Mobil Sehat, Mobil database dan Mobil Informasi, Mobil aspirasi juga dimaksimalkan fungsinya untuk melakukan pendistribusian daging kurban di desa Sukowetan kecamatan Gandusari. Selain itu mobil aspirasi juga mengunjungi desa Baruharjo kecamatan Tugu. Mobil Aspirasi juga difungsikan untuk melakukan serangkaian kordinasi terkait berbagai kegiatan di Griya Aspirasi, menyangkut fungsi databasenya. Seperti dilakukan di desa Ngadisoko, kecamatan Pogalan. Ditempat tersebut, Tim EBY menyerahkan bantuan berupa seperangkat peralatan pembuat wayang wayang kulit kepada Sumiran, warga desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan. Sementara itu di Pacitan, mobil aspirasi secara maraton melakukan aktifitas ke beberapa kecamatan. Seperti halnya di Kecamatan Tulakan, Punung, Pringkuku, Ngadirojo, Tegalombo, Bandar, Nawangan dan Kecamatan Pacitan. Selain memaksimalkan fungsinya sebagai mobil pintar dan Mobil sehat, mobil aspirasi juga di manfaatkan untuk kegiatan edukatif dan kordinasi sekaligus konsolidasi dengan konstituen. (Frend Mashudi/ M.Choiri/ Ardian/ Destiyan/ Nurcholis/ Yuyun Sutondo) SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 55


tambahnya.

PENGRAJIN KULIT PENDOWO

MAKIN EKSIS DI USIA TUA

P

Magetan, SINERGIS engrajin Kulit Pendowo, merupakan salah satu dari sekian banyak pengrajin kulit yang ada di kabupaten Magetan saat ini. Kerajinan Kulit “PENDOWO” Nama dari merk kulit dari keluarga    Haji Ali Yafi ini merupakan Kerajinan kulit yang turun temurun, warisan dari nenek dan kakeknya sejak tahun 1930 an yang lalu.

ini anak saya Suprayogi yang meneruskan usaha ini” Terang Ali yafi.

Keluarga pengrajin kulit ini merupakan salah satu pengrajin kulit yang paling lama menjalankan bisnis keluarganya di magetan. Sejak zaman perjuangan sudah membuat kerajinan kulit, hingga saat ini  diperkirakan sudah hampir 100 tahun dalam menekuninya.

Saat ini di bawah manajeman ogik, Panggilan Akrab Suprayogi, anak laki- laki Ali yafi, bisnis Sepatunya semakin maju, terbukti dengan jumlah pegawainya mencapai 16 orang, setiap hari mampu menghasilkan sandal, sepatu sekitar 1- 2 kodi( satu kodi berisi 20 pasang). Dalam hal model, ali menjelaskan, salah jika ada beberapa pendapat di luar yang menyatakan jika sepatu sandal kulit magetan ketinggalan model dari luar. Dia menegaskan jika saat ini  model tersebut merupakan permintaan Konsumen, mereka pesan model  seperti model- model lama.

“Kalau dihitung- hitung sudah puluhan Tahun, sudah Hampir seratus tahun keluarga kami menjalankan Usaha ini, dan  saat

“Kebanyakan mereka salah persepsi, sebenarnya model lama yang kami buat ini justru permintaan Konsumennya”

Team EBY Kabupaten Magetan, Agus Suprayitno saat memberikan bantuan untuk perajin kulit di Magetan. Dok. EBY Team 56 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk model, pihaknya juga menyediakan model- model baru sesuai permintaan pasar saat ini. "Tergantung permintaannya bagaimana, karena kami juga ingin menyesuaikan perkembangan model," tukasnya. Pihak pemerintah kabupaten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan juga telah memberikan bantuan Hibah sekitar  2 tahun lalu berupa Mesin Jahit, mesin Press, mesin Sesek, untuk meringankan dan meningkatkan produktifitas pekerja dan hasil yang maksimal. Ayah Dari ke Tujuh putra dan putri ini juga mengatakan jika bantuan dari Pemerintah sudah cukup banyak, mulai Pemberian Pinjaman Lunak, pemberian modal, dan dalam bentuk kerjasama. Seperti pemberian Kredit dengan bunga Ringan. Hal itu diakui sangat membant untuk pembelian kulit, serta biayabiaya produksinya. Terhadap usaha kerajinan kulit yang di rintis oleh Ali yafi, Edhie Baskoro Yudhoyono atau lebih akrab di panggil Mas Ibas, lewat Griya Aspirasi Masyarakat Kabupaten Magetan, menyerahkan bantuan modal usaha untuk Pak ali yafi.” Saya terima palelahipun saking mas Ibas, Kaget kulo, wong dek wulan kepengker wonten tiyang tirose saking majalahipun mas Edhie Baskoro, kok terus niki, langsung asal bantuane.’( saya terima segala bantuan dengan ikhlas dari mas ibas, saya kaget, bulan lalu ada orang kesini katanya dari majalahnya mas ibas, ingin liat- liat, dan Tanya- Tanya masalah kulit, kok terus sekarang langsung dapat bantuannya dari mas Ibas.”. terima kasih Untuk pak SBY, mas Edhie, semoga apa yang menjadi cita- citanya dikabulkan oleh Tuhan, dan akan kami manfaatkan bantuan ini dengan baik” terang Ali. M. Choiri


Kilas DPP

A

Ngawi, SINERGIS

da yang beda bila kita melihat aktifitas murid-murid MA Al-Islam Desa Gentong Kabupaten Ngawi. Sekolah setingkat SMU dibawah naungan Kementrian Agama ini selain fokus pada pembelajaran materi ajar Umum, MA Al-Islam juga konsentrasi pada pengembangan kreatifitas dan kewirausahaan, mirip sekolah Kejuruan.

Aflan Rosidi, kepala MA AlIslam Gentong, Paron, Ngawi saat menerima bantuan dari EBY yang dwakili oleh Setyo Utomo.

Menengok Kerajinan Handycraft MA AL- ISLAM Desa Gentong Paron Ngawi

SEKOLAH BERBASIS AGAMA YANG SERASA SMK Kurikulum sekolahpun dibuat seperti kurikulum SMK yang berbasis pada pengembangan kewirausahaan. Program dari sekolah kejuruan seperti mata ajar KWU atau kewirausahaan di serap dan di ajarkan kepada siswa dan siswinya. Menurut Aflan Rosidi, kepala MA Al-Islam, lulusan MA Al-Islam harus siap menghadapi dunia kerja. ”Program peningkatan bakat, seperti halnya mata ajar kewirausahaan lebih kita tekankan pada anak didik, sehingga ketika mereka lulus nantinya sudah tidak gagap lagi menghadapi perkembangan yang ada disekelilingnya,” tukas Sarjana Komunikasi ini.

Saat Sinergis bertandang ke sekolah ini, siswa kelas 10 dan 12 tengah membuat handycraft berupa boneka dan gantungan kunci. ” Saat ini memang mereka baru kita ajarkan kewirausahaan membuat handycraft boneka dan pernik-perniknya, prinsipnya kami tidak ingin kalah dengan sekolah kejuruan, ”  jelasnya. Sepekan sekali, selama 2 jam anak didiknya dilatih dan dikaryakan untuk membuat handycraft ini. ”Kerajinan siswasiswi ini sudah mampu merambah ke luar sekolah, dan ini sangat membantu menambah uang saku dan meningkatkan kesejahteraan siswa,” ujar Aflan.

pernik kunci ini dijual dengan harga Rp 2.000.00 hingga termahal Rp 45.000.00. ” Untuk pemesanan memang baru ada beberapa, hal ini karena para siswi harus menyesuaikan dengan mata pelajaran KWU, ” terangnya dengan optimis. Ika salah satu pelajar kepada sinergis menjelaskan, untuk pembuatan handycraft boneka dan gantungan kunci plus nama pemesan bisa dilakukan dalam sehari. Biasanya, pola dasar boneka dibuat sesuai dengan keinginan pemesan.”Sebenarnya pembuatan tidak lama mas, namun karena hanya ada 1 mesin jahit, sehingga harus bergantian menggunakannya,” ungkapnya polos. Pernyataan serupa juga di  ungkapkan Any  Yuliastuti, guru pembimbing KWU,  diakuinya antusias siswa dan siswi cukup tinggi. Mereka mau terlibat langsung dalam kewirausahaan baik di sekolah maupun di jam luar sekolah. Namun lagi-lagi kreatifitas mereka terbentur permasalahan alat penunjang seperti halnya mesin jahit dan peralatan sablon. ”Mungkin kalau alat – alat lebih dari satu, siswa- siswi akan semakin semangat mengikuti progam KWU, karena selain untung di sekolah para siswi juga terbekali ilmu yang tidak ada di mata pelajaran ilmu pasti” tambah Any. Ardian

Kerajinan Boneka dan pernakSINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 57


“Semangat perjuangan dan nilai kepatriotan yang ada pada diri dr Radjiman Wedyodiningrat patut dijadikan panutan atau teladan bagi Indonesia, terlebih generasi muda yang mulai kehilangan karakter bangsa.»

para pengunjung akan melewati sebuah gerbang yang besar. Pada gerbang itu terdapat tulisan “Situs Radjiman Wedyodiningrat”. Setelah itu, pengunjung akan melewati jalan sepanjang 500 meter untuk menuju bangunan utama Kanjengan. Bangunan utama Kanjengan sangat sederhana. Nuansa perpaduan arisitektur Jawa dan Belanda sangat terasa pada bangunan tersebut. Langit-langit ruangannya yang tinggi, demikian juga model pada daun pintu dan jendelanya. Hawa dingin langsung terasa saat memasuki ruangan demi ruangan di dalam Kanjengan. Tak disangka, puluhan tahun lalu, di bangunan ini hidup seorang tokoh yang mempunyai andil besar

Dr KRT. Rajiman Widyadiningrat

Sisa Sejarah Tokoh Pendiri B

M

eski telah berusia lebih dari 134 tahun, rumah tua yang terletak di Dusun Dirgo, Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tersebut masih berdiri kokoh. Beberapa sudut bangunan terlihat baru saja direnovasi, namun tidak meninggalkan bentuk aslinya.

Warga desa setempat menyebut rumah tua itu dengan “Kanjengan”, yakni rumah kediaman dr Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wedyodiningrat, sang pahlawan bangsa yang terlupakan. Saat berkunjung ke Kanjengan, SINERGIS disambut oleh sang juru kunci yang bernama Sagimin. Sagimin merupakan keturunan kedua dari juru kunci sebelumnya, ayah mertuanya Japar, yang digantikan sejak tahun 1992. Untuk memasuki kawasan bangunan Kanjengan, 58 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

dalam sejarah perkembangan Bangsa Indonesia. Keberadaannya yang tak banyak dikenal, seakan ikut sirna bersama berlalunya waktu.

Hanya foto-foto yang terpajang di dinding Kanjengan itulah, yang menjadi saksi bisu bahwa Radjiman memiliki peran penting bagi Bangsa Indonesia. Dan juga memiliki hubungan yang dekat dengan Ir Soekarno, Presiden RI yang pertama. “Hampir semua perabotan yang ada di Kanjengan asli peninggalan dari dr Radjiman. Pihak keluarga sengaja mempertahankannya karena kediaman ini akan menjadi situs sejarah,” ujar Sagimin. Mulai dari meja, kursi, almari, tempat tidur, meja rias, dan sejumlah perabotan lainnya, masih asli. Sudah menjadi tugas Sagimin untuk membersihkan perabotan tersebut agar tetap bersih dan tidak rusak.“Meski dr Radjiman dimakamkan di Yogyakarta,


keluarga tetap berkunjung kemari. Biasanya berkunjung ke sini pada bulan Ruwah penanggalan Jawa untuk berziarah,� kata Sagimin. Di Kanjengan, dulunya dr Radjiman hidup bersama dua istri dan tiga orang anaknya. Selama masa hidupnya, dr Radjiman memiliki lima orang istri, empat merupakan warga Indonesia dan satu lainnya warga Belanda. Dari kelima istri tersebut, ia memiliki tiga anak dari istri yang berbeda. “Dr Rajiman mulai pindah ke Dirgo dan menempati rumah ini pada tahun 1938. Bahkan beliau tutup usia juga di rumah ini pada tahun 1952,� kata Sagimin. Nama dr Radjiman Wedyodiningrat memang tidak seterkenal Pangeran Diponegoro ataupun Panglima

saat pemerintahan Hindia Belanda. Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang dokter sekaligus tokoh pergerakan. Perannya sangat menonjol menjelang kemerdekaan Indonesia. Khususnya ketika bangsa Indonesia sedang merumuskan dasar negara yang akhirnya disebut Pancasila. Berdasarkan berbagai sumber, dalam perjalanan sejarah menuju kemerdekaan Indonesia, dr Radjiman adalah satu-satunya orang yang terlibat secara akif dalam kancah perjuangan bangsa yang dimulai dari munculnya Boedi Utomo sampai pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKl). Puncak peranannya terjadi ketika dr Radjiman menjadi ketua BPUPKl menjelang kemerdekaan Indonesia. Setelah terdesak dalam medan pertempuran di Pasifik, Jepang membentuk BPUPKl di Jawa pada akhir Mei 1945, dan menunjuk dr Radjiman sebagai ketuanya. Sebagai ketua BPUPKI, Radjiman pernah menanyakan tentang dasar negara saat Indonesia merdeka, maka Bung Karno mengenalkan uraian tetang Pancasila. Uraian Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia diyakini pernah ditulis oleh Radjiman dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948 di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Pada awal kemerdekaan, Radjiman juga menjadi

BPUPKI di Kabupaten Ngawi Sudirman di telinga masyarakat umum. Demikian juga namanya tak sefenomenal Bung Karno ataupun Bung Hatta. Namun, kiprah dan jasanya sangat besar, terlebih saat-saat menjelang Indonesia merdeka. Dr Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wedyodiningrat, lahir di Yogyakarta pada 21 April 1879. Ia berasal dari keluarga rakyat biasa. Bapaknya, Sutodrono, hanya seorang penjaga sebuah toko kecil di Yogyakarta. Meski berasal dari keluarga rakyat kecil, Radjiman tak patah semangat untuk mengenyam pendidikan hingga berhasil menjadi dokter. Gelar dokter yang diperolehnya di negeri Belanda telah membuatnya memiliki kedudukan yang sejajar dengan para dokter bangsa Belanda. Sedangkan gelar Kanjeng Raden Tumenggung diberikan oleh Kesultanan Yogyakarta kepada Radjiman Wedyodiningrat atas jasanya bertugas di sebuah rumah sakit di Yogyakarta pada

anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan kemudian anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia. Dalam perkembangannya, seluruh badan perwakilan, baik yang didirikan RI maupun Belanda digabung dalam DPR-RI. Sebagai anggota tertua, Radjiman mendapat kehormatan memimpin rapat pertama lembaga itu. Selama tahun 1950-1952 Radjiman menjadi anggota DPR di Jakarta. Walaupun telah berusia lanjut, pikirannya masih aktif sehingga diangkat sebagai tokoh sesepuh dan Bapak Lansia Indonesia. Secara umum, Radjiman selain dikenal sebagai tokoh perjuangan juga merupakan dokter yang sangat peduli akan kesehatan masyarakat terutama mereka yang tidak mampu. Sehingga beliau juga disebut sebagai dokter rakyat. Hidup dr Radjiman juga banyak diabdikan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di wilayah Dirgo, Wododaren, SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 59


Ngawi. Pejuang ini juga dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. “Terlebih peran beliau dalam memberdayakan dukun bayi di wilayah Ngawi. Tujuannya hanya satu, yakni mencegah kematian ibu melahirkan dan bayi lahir,” ujar cucu dr Radjiman, R Retnowidowati Subaryo saat berkunjung ke Ngawi. Radjiman juga mengajar anak-anak di Dusun Dirgo yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena tidak adanya sekolah waktu itu. Di lokasi tempatnya mengajar waktu lalu telah dibangun sekolah dasar dan hingga kini masih bertahan. Yakni SD Negeri 3,4,5 Kauman. Akhirnya, pada tanggal 20 September 1952 Radjiman wafat di Dirgo, Widodaren, Ngawi. Jenazahnya dimakamkan di Desa Mlati, Sleman, Yogyakarta, berdekatan dengan makam dr Wahidin Sudiro Husodo yang telah membesarkannya.

Pahlawan Nasional Atas berbagai jasanya dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dr Radjiman Wedyodiningrat banyak diusulkan oleh berbagai pihak untuk menjadi pahlawan nasional. Peran dan jasanya dianggap setara dengan Bung Karno, Bung Hatta, Mohammad Yamin, dokter Wahidin Sudiro Husodo, HOS Cokroaminoto, dan sejumlah pahlawan nasional lainnya. “Semangat perjuangan dan nilai kepatriotan yang ada pada diri Dr Radjiman Wedyodiningrat patut dijadikan panutan atau teladan bagi Indonesia terlebih generasi muda yang mulai kehilangan karakter bangsa. Seperti kata Bung Karno soal istilah “jasmerah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab, negara yang melupakan sejarah akan kehilangan arah,” ujar Ketua Umum Komunitas Pawitandirogo (Warga Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo), Parni Hadi, Parni mengatakan hal itu ketika menjadi narasumber dalam acara sarasehan dan dialog dengan mengambil topik “Membangun Potensi Daerah Dengan Menghargai Perjuangan Dr Radjiman Wedyodiningrat” yang digelar oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Madiun di Kanjengan, baru-baru ini. Menurut Parni, usulan Komunitas Pawitandirogo kepada pemerintah pusat untuk menjadikan dr Radjiman Wedyodiningrat menjadi pahlawan nasional sudah tidak perlu bukti lagi. Jasa yang diberikan Radjiman bagi kemajuan bangsa sudah cukup banyak dan dirasakan oleh masyarakat. Menanggapi dukungan dan usulan masyarakat untuk menjadi pahlawan nasional, Retnowidowati Subaryo mengatakan, Radjiman pernah berwasiat agar jangan pernah meminta suatu apa pun kepada pemerintah atau negara. “Pesan kakek adalah kami tidak akan pernah boleh

60 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

minta sesuatu dari negeri ini. Namun, jika masyarakat memang menghendaki dan mendukung untuk menjadi pahlawan nasional, tentu keluarga sangat berterima kasih dan bangga,” kata Retnowidowati.

Wisata Sejarah Selain usulan dan dukungan untuk menjadi pahlawan nasional, Kanjengan tempat kediaman dr Radjiman di Dirgo, Ngawi, juga dijadikan sebagai situs sejarah. Keberadaan Kanjengan dinilai semakin memperkaya potensi wisata sejarah yang berada di Kabupaten Ngawi, selain Museum Trinil dan Benteng Pendem. “Kebanyakan yang datang adalah anakanak sekolah dan mahasiswa. Mereka datang untuk belajar sejarah tentang peranan dr Radjiman bagi kemerdekaan Bangsa Indonesia,” ujar Juru Kunci Kanjengan, Sagimin. Sementara, Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyatakan, gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada Radjiman Wedyodiningrat, nantinya akan semakin mendorong rencana Pemkab Ngawi untuk menjadikan Situs Rumah Kediaman Radjiman Wedyodiningrat sebagai bagian dari “trading tourism investment” yang saat ini mulai dikembangkan. “Kediaman Radjiman akan menjadi satu rangkaian dari sejumlah tempat sejarah lainnya yang ada di Ngawi untuk pengembangan pariwisata. Potensi daerah berupa tempat bersejarah yang ada di Ngawi lainnya di antaranya adalah Museum Trinil dan Benteng Pendem Ngawi,” ucap Bupati. Pihaknya juga merasa bangga jika wilayah Ngawi memiliki tokoh besar yang layak dijadikan sebagai pahlawan nasional. Karena itu, ia akan mendukung 100 persen. “Kami sangat mendukung dengan usulan Dr Radjiman Wedyodiningrat menjadi pahlawan nasional. Usulan tersebut diharapkan mampu menjadi daya ungkit untuk pengembangan parwisata sejarah di wilayah Ngawi,” kata Kanang, sapaan akrab Budi Sulistyono. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, saat ini akan mengembangkan potensi pariwisata yang ada di wilayahnya dengan konsep jalur “Jatipangawitan”. Adapun Jatipangawitan merupakan singkatan nama sejumlah daerah di Ngawi yang membentang dari Karangjati hingga Mantingan sepanjang 75 kilometer. Yakni, Karangjati, Padas, Ngawi, Widodaren, dan Mantingan. Bersama pemerintah pusat, Pemkab Ngawi akan melakukan berbagai perbaikan guna mendukung wisata sejarah di Situs Rumah Kediaman Radjiman Wedyodiningrat. Di antaranya dengan perbaikan jalan menuju kediaman Radjiman. “Semuanya akan dilakukan bertahap dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Hal ini karena bangunan Kanjengan dan kawasannya merupakan milik keluarga,” tutur Kanang. Tim Media Ngawi


Kilas DPP

Rencana rabat jalan sepanjang 750 meter, di Desa Jatigempol, jalan tersebut merupakan akses vital di tiga dusun di Kecamatan Karangayar.

D

Ngawi, SINERGIS alam upaya m e n d u k u n g penanggulangan kemiskinan di daerah pedesaan, pemerintah berusaha memberikan program-program serta dana pembangunan untuk daerah pedesaan. Salah satunya Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) yang dimulai pada tahun 2007 tahun 2012.  Program PPIP berupaya menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok melalui partisipasi dalam memecahkan berbagai permasalahan yang terkait kemiskinan dan ketertinggalan desanya sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2012 ini , Kabupaten

Edhie Baskoro Dukung Pemerataan Program PPIP Ngawi mendapatkan bantuan PPIP terbagi di 5 desa di 5 kecamatan. Masing-masing desa mendapatkan 250 juta. Menjalankan arahan Edhie Baskoro Yudhoyono, Tim Griya Aspirasi EBY di Kabupaten Ngawi, terus meninjau lokasi-lokasi yang memenuhi kriteria terkait program PPIP ini. Di Kabupaten Ngawi, Team EBY juga meninjau lokasi di lima desa penerima  progam PPIP. Desa tersebut diantaranya Desa Jatigempol Kecamatan Karangayar, Desa Dampit Kecamatan Bringin, Desa Rejomulyo kecamatan Karangjati, desa Tambakromo  Kecamatan Padas,  dan Desa Ngrompo Kecamatan Pangkur.

Dijelaskan Suwardi, Kepala Desa  Jatigempol Karangayar,  bahwa bantuan pemerintah ini dipergunakan untuk  membangun akses jalan. “Kami sangat berterimakasih dengan bantuan ini, Dana tersebut akan kita pergunakan untuk merabat jalan sepanjang 750 meter, jalan tersebut merupakan akses vital di tiga dusun di kecamatan karangayar dan semuanya sudah final tinggal menunggu dana itu turun,” kata Suwardi. Usai dari Karangayar  EBY Team melanjutkan perjalanan ke Dusun Nambung Desa Dampit. ** SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 61


Kemenperindag Apresiasi Kerjasama Industri - Petani

K

Trenggalek, SINERGIS

ementerian Perindustrian dan Perdagangan mengapresiasi pengusaha lokal di Kabupaten Trenggalek, karena dinilai berhasil memberdayakan masyarakat sebagai pembudidaya dan pemasok pisang tanduk berkualitas tinggi. “Ini menjadi satu inspirasi bagi saya untuk mengembangkan IKM di Indonesia, dimana pengusaha tidak hanya mencari bahan baku ke masyarakat tapi juga ikut menjaga petaninya untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Euis Saedah saat berkunjunge Kabupaten Trenggalek, Sabtu (6/10/2012). Ia menjelaskan, sinergi antara industri dan petani tersebut menjadi model rantai bisnis yang saling menguntungkan dan bisa menjaga ketersediaan bahan baku dan pangsa pasar. “Gerbong bisnis itu memang seharusnya seperti itu, ada hasil pertanian (bahan baku) kemudian proses produksinya didekatkan serta ada pemasaran, sehingga benar-benar menyambung,” katanya. Lanjut Euis, usaha yang digagas Ida, warga 62 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Dusun Gelang Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari tersebut berhasil memproduksi aneka olahan makanan (snack) yang berbahan baku pisang tanduk. Hasil produksinya kini telah dipasok ke berbagai daerah dan di ekspor ke luar negeri. Dirjen IKM ini menambahkan potensi industri kecil berbasis hasil pertanian di Indonesia asih terbuka lebar, bahan baku yang bisa dioleh beraneka ragam dan melimpah. “Pangan itu sangat prospektif, karena 25 persen dari IKM itu ada di pangan. Sedangkan sumberdaya kita melimpah mulai ladang, sawah, laut maupun pegunungan segalanya ada dan itu bisa diolah,” ujarnya. Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang menjual hasil buminya dalam bentuk mentah, padahal apabila hasil produksi tersebut diolah dalam bentuk jadi muapun setengah jadi maka akan mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Sementara itu, salah satu petani pisang tanduk di Trenggalek, Imam mengatakan, sistem kerjasama dengan industri makanan tersebut sangat menguntungkan, karena pemasaran hasil kebunnya lebih mudah dan pasti terserap. “Selain itu kami juga mendapatkan bimbingan bagaimana cara pengolahan tanaman yang benar agar bisa menghasilkan pisang yang berkualitas,” katanya. Destyan Sujarwoko


Otonomi Award 2012

KABUPATEN TRENGGALEK Terima Nominasi Kategori Spesial

D

Trenggalek, SINERGIS

i tahun 2012 ini, The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) kembali menggelar Otonomi Awards ke-11 untuk kategori Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur. Tahap sosialisasi parameter dan indikator penilaian penghargaan bergengsi ini telah dimulai sejak awal Februari silam. Dari program yang telah dilakukan kemudian dengan penghargaan yang diberikan kepada daerah, Otonomi Award tersebut diharapkan menjadikan motivasi  bagi setiap daerah untuk  semakin meningkatkan kinerjanya, terutama dalam usaha mereka meningkatkan kesejahterakan rakyat. Untuk mendapatkan nominasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus menghadapi empat (4) kota/kabupaten lain yang berpotensi menjadi saingan dalam kategori distribusi ekonomi, di antaranya Kabupaten Sumenep, Magetan, Kediri dan Madiun. Hasilnya setelah diadakan rapat pleno, Kabupaten Trenggalek harus berbesar hati tidak mendapatkan penghargaan dan harus jatuh ke kabupaten Madiun. Masyarakat Bumi Menaksopal (istilah lain Kabupaten Trenggalek) dengan demikian harus puas meski baru mendapatkan sertifikat penghargaan Special Category. Pada Parameter Ekonomi ini, JPIP akan melihat kinerja pemerintah daerah dalam tiga indikator, yakni pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi dan pemberdayaan ekonomi lokal. JPIP juga akan mengukur kinerja pemerintah daerah dalam mengupayakan ekonomi di daerah serta bagaimana upayanya memeratakan distribusi ekonomi hingga ke pelosok, sehingga pembangunan tidak terhenti di pusat kabupaten atau kota saja. Pada indikator Pemberdayaan Eekonomi Lokal, JPIP menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai program atau kebijakan pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi dan menyiasati keterbatasan ekonomi lokal. Semakin terintegrasi upaya untuk memacu pertumbuhan pemerataan dan pemberdayaan ekonomi lokal dengan pengentasan kemiskinan maka nilai daerah akan semakin tinggi. Parameter Pelayanan Publik. Parameter ini terbagi menjadi tiga indilator, yakni, pelayanan pendidikan, kesehatan, serta administrasi. Terobosan baru pada tiga bidang tersebut harus berorientasi pada kelompok masyarakat miskin. Oleh karenanya,, penyediaan pelayanan publik yang mudah, murah, terjangkau dan merata menjadi salah satu aspek

yang dinilai dalam Otonomi awards 2012. Sementara perbaikan kualitas manajemen pengelolaan pelayanan publik menjadi catatan penting pada penilaian. Parameter Politik Lokal. Ada dua indikator yang digunakan untuk melihat kondisi politik lokal suatu daerah yakni, bidang partisipasi publik dan akuntabilitas. Dalam skema JPIP, partisipasi publik merujuk pada pelibatan masyarakat dalam proses pembuatan dan implementasi kebijakan strategis dan kebijakan umum. Di tahun ini evaluasi dan monitoring difokuskan pada isu partisipasi publik pada proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pembangunan. Sedangkan pada akuntabilitas publik meliputi isu transparansi, pengaduan masyarakat, responsibiltas aparatur, akses informasi publik dan sanitari birokrasi. Diharapkan, nominasi Otonomi Award 2012 “Special Categori� yang diberikan kepada Kabupaten Trenggalek kali ini bisa menjadikan cambuk untuk lebih baik lagi dalam Pemerintahan Kabupaten Trenggalek yang di pimpin Mulyadi, Sehingga tahun depan bisa mendapatkan penghargaan baik di parameter ekonomi, pelayanan publik maupun dalam parameter politik lokal .

Destyan Sujarwoko SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 63


D

inas Koperasi Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Koperindagtamben) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memberdayakan puluhan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI) Arab Saudi yang terdampak moratorium, menjadi perajin sepatu. “Kami telah memberikan pelatihan sekaligus bantuan peralatan berupa mesin jahit sepatu, tujuannya agar mereka tetap bisa bekerja,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Koperindagtamben) Kabupaten Trenggalek I Gde

Wirausaha Mandiri

MENYULAP BURUH MIGRAN M Siama, Sabtu (6/10/2012). Ia menjelaskan, pemberdayaan para mantan TKI Arab Saudi itu merupakan konsekwensi pemerintah setelah mengeluarkan moratorium yang tidak memperbolehkan mereka untuk balik lagi ke Arab Saudi.Program pemerdayaan mantan TKI dimulai tahun 2011 bekerja sama dengan Balai Pengembangan Persepatuan Indonesia (BPPI) Jatim selaku pihak yang memberikan bantuan mesin jahit. “Sekarang 30 orang mantan TKI itu sudah bisa menjahit dan mulai mendapatkan order dari sejumlah industri sepatu di Jawa Timur. Tapi memang antara hasil dan pekerjaannya masih belum sesuai harapan, karena ordernya masih sedikit,” ucapnya. Siama menambahkan, saat ini Diskoperindagtamben 64 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

masih memberikan subsidi biaya transportasi dan listrik kepada kelompok usaha mantan pahlawan devisa tersebut. “Jadi untuk mengambil barang dan kirim ke pemberi order itu masih kami bantu, termasuk listriknya juga kami subsidi, tapi sifatnya hanya sementara, nanti kalau sudah semakin banyak orderannya maka subsidi akan kami cabut,” ujarnya.

salah satu sentra industri sepatu di Indonesia yang telah memiliki pangsa pasar di tingkat nasional maupun internasional.

Pelatihan Wirausaha

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengembangkan usaha baru tersebut pihaknya berusaha menjalin kerja sama dengan beberapa pengusaha sepatu di Jatim yang mau menjadi “bapak angkat” dan memberikan order.

Kelompok usaha baru atau wira usaha baru persepatuan dengan nama kelompok “Karya Tangguh Mandiri” itu dilatih pertama kali untuk membuat atasan sepatu sejak setahunan lalu, tepatnya antara tanggal 4-24 November 2011. Pelatihan saat itu dipusatkan di BPPI Sidoarjo dengan jumlah peserta sekitar 30 orang, terdiri dari tiga laki-laki dan 27 perempuan.

Beberapa industri yang telah menjalin kemitraan antara lain dari Sidoarjo dan Mojokerto. Ia menganalisa, potensi bisnis dengan dengan para pengusaha sepatu masih terbuka lebar, terlebih wilayah Jatim adalah

Semua peserta merupakan mantan TKI maupun calon TKI yang gagal berangkat ke luar negeri. Selesai mengikuti pelatihan tahap pertama di BPPI Sidoarjo, intensifikasi ketrampilan dilanjutkan di Dinas


“Sekarang 30 orang mantan TKI itu sudah bisa menjahit dan mulai mendapatkan order dari sejumlah industri sepatu di Jawa Timur. Tapi memang antara hasil dan pekerjaannya masih belum sesuai harapan, karena ordernya masih sedikit,� ungkap Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Koperindagtamben) Kabupaten Trenggalek I Gde Siama.

MENJADI PERAJIN SEPATU Koperindagtamben Trenggalek, mulai tanggal 5 April hingga akhir Juni 2012. Pelatihan wirausaha mandiri untuk komunitas pekerja/buruh migrant tersebut terselenggara berkat sinergitas program yang diluncurkan Kementerian Perindustrian RI, Disperindag Jatim, Asosiasi Perajin Indonesia (Aprisindo) serta Pemkab Trenggalek. Sekretaris Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian RI, Dr.Ir.Bushar Maidi M.Si saat berkunjung ke Trenggalek mengatakan, pelatihan tersebut merupakan serangkaian program pemberdayaan dalam rangka meminimalisir dampak diberlakukannya moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi maupun sejumlah Negara Timur Tengah lainnya.

Pemerintah dalam hal ini membantu para mantan buruh migrant ataupun calon yang gagal berangkat karena dampak moratorium, dengan menyediakan lapangan kerja baru melalui pengembangan wirausaha baru di sejumlah sektor kerajinan tertentu, seperti menjahit, pembuatan sepatu, maupun lainnya. Sebagaimana daerah Mataraman lainnya, Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu daerah kantong TKI yang cukup besar di Jawa Timur. Beberapa Negara yang selama ini menjadi tujuan favorit TKI asal Trenggalek adalah Malaysia, Hongkong, Arab Saudi, Singapura, dan sejumlah Negara Asia serta Timur Tengah lainnya. Moratorium yang diberlakukan pemerintah Indonesia terhadap beberapa Negara, termasuk Arab Saudi

dan Malaysia selama dua tahun terakhir menyebabkan banyak TKI di negara-negara bersangkutan dipulangkan. Nasib kurang lebih sama dialami para calon TKI yang berencana bekerja di dua Negara tersebut. Mereka harus rela membatalkan niatnya atau menunggu hingga moratorium pengiriman TKI dicabut oleh pemerintah, seiring kesepakatan bilateral antara Pemerintanh Indonesia dengan negara yang dimoratorium. Potensi dan risiko ledakan pengangguran yang muncul sebagai dampak moratorium inilah yang kemudian ditangkap Kementrian Perindustrian melalui Dirjen IKM untuk diantisipasi dengan meluncurkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi dengan sasaran kelompokkelompok buruh migran di daerah. Destyan Sujarwoko SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 65


Pesona Wisata Daerah

R

encana PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VII yang bakal menghidupkan jalur kereta api rute Madiun – Slahung (Kabupaten Ponorogo) dengan rute Stasiun Besar Madiun hingga Stasiun Slahung sepanjang 58 Km dalam beberapa tahun kedepan mendapat apresiasi positif dari Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono. Wilayah Madiun-Ponorogo diramalkan oleh Mas Ibas akan berkembang pesat di masa yang akan datang. Sehingga diperlukan alat transportasi yang memadai, murah dan cepat.

Kereta Api Jurusan Madiun Ponorogo saat beroperasi pada 15 Mei 1976 silam

“Salah satu alat transportasi alternatif adalah Kereta Api, sehingga kita menyambut baik rencana PT KAI yang akan menghidupkan Kereta Api Jalur Madiun menuju Kabupaten Ponorogo tersebut,” ujar Edhie Baskoro Yudhoyono. Langkah PT KAI tersebut,

IBAS DUKUNG OPERASIONAL JALUR

KERETA API MADIUN-PO menurut Ibas sebagai wujud adanya langkah hemat energi. Bahkan daerah lain ada yang sudah mulai dibangun kembali rel kereta api. Anggaran dari pemerintah pusat mencapai triliyunan rupiah setiap tahunnya untuk aktifasi kembali kereta api.

Pemkab Ponorogo Tunggu KAI, Terkait Rencana Hidupkan Kembali Kereta Api Rencana menghidupkan kembali kereta api di Ponorogo, ternyata bukan hanya angan kosong belaka. Terbukti, PT KAI 66 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Daop VII Madiun telah memiliki rencana tersebut, setelah hampir 25 tahun jalur kereta api MadiunPonorogo di non aktifkan. Jalur yang dimulai dari Madiun itu akan berakhir di Slahung, yang akan melewati jalur Kota, Jetis, Balong hingga Slahung. Sejauh ini, Pemkab Ponorogo masih menunggu komunikasi dari PT KAI Madiun. Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Pramono Rabu (17/10) mengatakan, kewenangan membangun kembali kereta api merupakan ranah dari PT KAI. Namun demikian, harus ada pembicaraan dengan pemerintah

Kabupaten Ponorogo. Pasalnya, akan menyangkut proses pembangunan kota Reyig dimasa yang akan datang. “Pemkab harus diajak biacara karena menyangkut pembangunan di Ponorogo,” ungkap Agus Pramono. Ia juga mengatakan, hingga saat ini belum dikaji akan rencana pembangunan rel kereta api oleh PT KAI. Hal itu, tentunya akan dikoordinasikan dengan Beppeda terlebih dahulu. Rumusan yang jelas harus dibuat jika akan mewujudkan rencana tersebut. Selain

menyangkut

tata


Pesona Wisata Daerah

Jalur Kereta Api jurusan Ponorogo - Slahung dengan bukit-bukit sebagai latar belakang pada 15 Mei 1976

ONOROGO pembangunan kota, rencana penghidupan kembali jalur kereta api tersebut tentunya akan melibatkan banyak pihak. Ini lantaran di sepanjang jalur kereta api tersebut banyak berdiri bangunan milik warga. Meski saat ini santer diberitakan di sejumlah media, namun rencana PT KAI yang mewacanakan penghidupan kembali sarana transportasi dari stasiun Madiun hingga Slahung tersebut belum dilakukan pembicaraan khusus dengan Pemkab Ponorogo.“Sampai sejauh ini, pemkab belum mebuat rumusan akan hal itu,� terang sekda.

Sementara itu, sejumlah masyarakat menyambut positif rencana pengoperasian kereta api yang telah divakumkan sejak tahun 1983 itu. Namun tak sedikit warga (penyewa lahan PT KAI) yang sedikit shook dengan kabar ini. Dedy, salah satu warga Balong menuturkan, adanya kereta api diyakini menjadi alternatif pilihan transportasi di masa mendatang. Termasuk untuk mengurai ancaman kemacetan lalu lintas beberapa tahun kedepan. Selain itu, diharapkan menjadi alat transportasi yang murah bagi masyarakat.

Apalagi, saat ini banyak warga Ponorogo yang bekerja diluar kota, belum lagi bagi yang bersekolah. “Kereta api akan nada lagi itu sangat positif bagi warga. Tranporatsi murah dan hemat BBM menjadi tujuan dimasa yang akan datang,� terang Dedy.

Menteri Perhubungan Juga Dukung PT KAI Sedangkan rencana ini ternyata mendapatkan apresiasi positif dari Menteri Perhubungan dan Walikota Kota Madiun. Hal ini terungkap saat Menteri Perhubungan RI, SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 67


Pesona Wisata Daerah Jalur Kereta Api jurusan Madiun Slahung saat dioperasikan sekitar 15 Mei 1976

E.E Mangindaan melakukan kunjungan ke PT Industri Kereta Api (INKA) Kota Madiun, Selasa (25/9) lalu. Kedatangannya itu dalam rangka komitmen kementrian Perhubungan dalam mengembangkan dunia perkereta apian dalam negeri. “Saya sangat setuju jika PT KAI berencana untuk menghidupkan kembali jalur Madiun-Ponorogo. Mengingat,jalur MadiunPonorogo memiliki potensi yang cukup baik.Kendati demikian hal itu perlu dilakukan dengan pelanpelan,” tutur E.E Mangindaan. Menurutnya, untuk mewujudkan program tersebut sebaiknya segera dilakukan pembahasan yang baik antara PT KAI dengan pemerintah daerah setempat. Mengingat selama ini banyak aset milik KAI sudah berdiri bangunan permanen milik masyarakat setempat. “Saya sangat setuju,namun demikian hal ini perlu langkahlangkah yang baik dan kehatihatian. Mengingat aset KAI sudah banyak berdiri bangunan rumah secara permanen. Untuk 68 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

menertibkan jalur tersebut pemerintah harus tetap memperlakukan mereka secara manusiawi,” tandasnya. Disinggung adakah rencana untuk membuka jalur terbaru Madiun-Ponorogo, tanpa harus membuka jalur lama,”Wah kalau membuka jalur baru itu jelas membutuhkan anggaran yang cukup besar. Nanti, pemerintah masih perlu melakukan pembebasan lahan dan melakukan ganti rugi lagi,Jalur yang sudah ada aja dimanfaatkan kembali dan Pemerintah daerah sebagai Mediator nantinya,” tambahnya. Hal yang sama juga diungkapkan Walikota Madiun, Bambang irianto, saat dikonfirmasi terkait persoalan ini. Menurutnya dirinya sangat responsive dan setuju jika ada rencana untuk membuka kembali jalur Kereta Api MadiunPonorogo. “Pemerintah Kota Madiun kapanpun selalu siap dan setuju jika rencana tersebut direalisasikan.pihaknya akan siap

menjadi mediator antara warga masyarakat dengan pihak PT KAI selaku pemilik aset,” terang Bambang. Bambang juga menambahkan,dengan dibukanya kembali jalur Kereta api Madiun-Ponorogo diharapkan kedepan nanti mampu mengatasi persoalan terjadinya kepadatan transportasi darat lain di kota Madiun pada masa mendatang. “Untuk kapan realisanya kita


Pesona Wisata Daerah harus mendudukkan tiga pemda yang dilewati jalur, yaitu Pemkot Madiun, Pemkab Madiun dan Pemkab Ponorogo. Soal mengurangi kepadatan lalin, bisa sampai 50% (pengurangannya) nantinya,” katanya.

Rel yang akan diaktifkan oleh KAI di wilayah Desa Brahu Kecamatan Siman saat ini masih bisa dilihat walaupun di tempat lain sudah dimusnahkan

Soal banyaknya bangunan semi permanen maupun permanen di atas tanah PT KAI yang sebagian besar tepat di atas rel, Sugianto menyatakan semua pemilik bangunan itu hanya penyewa saja. Kepada para penyewa, PT KAI memiliki kontrak yang salah satu klausulnya menyatakan penyewa wajib menyerahkan tanah yang disewa tanpa ganti rugi.

Madiun meninggi. “Ini sebuah tawaran dari PT KAI saat kami rakor dengan stakeholder Kota Madiun beberapa waktu lalu. Jalur Madiun-Ponorogo bisa diaktifkan lagi. Mirip jalur SoloWonogiri di Solo (Jateng),” ungkap Sugianto, kemarin. Sugianto menyatakan, hingga saat ini memang belum dilakukan pentahapan pembukaan lintas cabang Madiun-Ponorogo yang dinonaktifkan sejak 1983 lalu. Namun ia memastikan PT KAI siap untuk mengaktifkan jalur yang pernah menjadi idola warga Madiun dan sekitarnya ini. Jalurnya adalah dari Stasiun Besar Madiun menuju Stasiun Sleko, Pagottan, Mlilir, Ponorogo hingga ke Slahung.

Tampak bagian lokomotif Kereta Api Jurusan Madiun Ponorogo pada tahun 1970 an silam

belum bisa pastikan,pasalnya ini masih dalam bentuk wacana. Ini perlu pembahasan dan rencana yang cukup matang,”tambahnya. Sementara itu,Humas PT KAI Daop VII Sugianto menyatakan, pembukaan lintas cabang ini akan menjadi solusi saat kepadatan lalu lintas dari dan ke

“Otomatis, stasiun yang sudah mati harus dihidupkan lagi. Rel yang sudah tertutup bangunan, harus diperbaiki dengan berbagai pembongkaran,” terangnya. Disadarinya, untuk pembongkaran memang akan menelan biaya yang amat besar. Namun hal ini akan menjadi kewajiban pemerintah daerah terkait sebab pembukaan lintas cabang ini demi kelancaran lalu lintas di daerah itu sendiri. “Besarnya belum dirumuskan. Itu

“Seperti bangunan di bantaran rel, bangunan di tanah PT KAI harus diserahkan dan dibongkar tanpa ganti rugi,” ujarnya. Dikatakannya, pembukaan lintas cabang dari lintas raya Surabaya-Jakarta di Madiun ini akan diseriusi begitu pihak pemda memberi sinyal positif. “Ini mungkin akan jadi agenda KAI setelah jalur ganda rampung. Itu artinya mungkin setelah 2014 nanti,” katanya. Di Daop VII, PT KAI memiliki dua lintas cabang lain yang sangat mungkin diaktifkan kembali. Yaitu lintas cabang Kediri-Pare sepanjang 30 kms dan lintas cabang JombangBabat sepanjang 70 kms. Kedua lintas cabang dinonaktifkan pada 1981 lalu. Terkait tawaran PT KAI ini, Sekda Kabupaten Madiun Soekardi belum bersedia berkomentar banhyak. “Itu masih nanti. Belum dibahas itu,” ujarnya. Menurutnya, hal ini masih harus dikaji oleh pihak berkompeten yaitu dari pihak Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum. M. Nurcholis SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 69


Pesona Wisata Daerah Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Timur, Arief Rahman menyerahkan cinderamata kepada Bupati Megetan, Sumantri

Launching Magetan the Beauty Of Java

B

ertepatan dengan HUT Kabupaten Megetan ke 337 serta hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke 67, Bupati Sumantri me-launching merek Magetan sebagai kota wisata, Magetan the beauty of Java di Stadion Yosonegoro, Jumat (12/10/2012). Dalam Launching Magetan the beauty of Java ini juga digelar berbagai kegiatan di antaranya, pameran bonsai di halaman gedung DPRD dan Pekan Pasar Rakyat Magetan (PPRM) yang dibuka hingga 20 Oktober pekan depan. Bupati Magetan Sumantri mengatakan, rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan daerah. “Pameran ini merupakan sarana promosi untuk mengenalkan peluang usaha,” ujarnya di sela acara peluncuran. Bupati

Sumantri

meminta,

70 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

“Pesona wisata dan kerajinan di Magetan sangat banyak. Bukan hanya Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu. Barubaru juga telah dibuka obyek wisata arung jeram di wilayah Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan,”

memiliki puluhan obyek wisata alam dan peninggalan sejarah yang layak untuk digali dan terus dikembangkan. “Banyak sekali potensi wisata di Magetan, hampir tiap kecamatan bahkan desa, terdapat obyek wisata andalan,” ungkapnya.

para pelaku usaha UKM-UKM peserta PPRM bisa memanfaatkan kegiatan ini sebagai motivasi sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Mungkin, lanjut Arief Rahman, untuk saat ini masyarakat luas belum banyak mengenal atau tahu potensi yang ada di kabupaten ini. Maka, logo Magetan The Beauty of Java ini yang menjadi jalan untuk mengenalkan Magetan lebih jauh.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Timur Arief Rahman menyampaikan, launching Magetan The Beauty of Java ini bisa menjadi sarana promo obyek wisata yang ada di Kabupaten Magetan. Merek ini akan menjadi identitas bagi Magetan sebagai kota wisata untuk pemasaran Magetan sebagai destinasi wisata berkelas nasional. Menurut

Arief,

Magetan

“Pesona wisata dan kerajinan di Magetan sangat banyak. Bukan hanya Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu. Baru-baru juga telah dibuka obyek wisata arung jeram di wilayah Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan,” pungkasnya. Frend Mashudi/M. Choiri


Pesona Wisata Daerah

batu bergambar binatang, bekas umpak, yoni, dan batu yang merupakan bagian sudut candi.

Candi Sadon terletak di Dusun Sadon, Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di sebelah jalan raya Magetan – Panekan.

W

alaupun nama candi tersebut adalah Candi Sadon, sesuai dengan nama dusun tempatnya berada, namun masyarakat setempat lebih

40 kg tersebut biasanya dikenakan oleh penari Singabarong. Tidak banyak informasi yang didapat mengenai Candi Reog, walaupun bangunan kuno ini telah ditetapkan sebagai situs suaka purbakala. Konon candi ini merupakan peninggalan Raja Airlangga, namun tidak diketahui kapan tepatnya dan untuk apa candi tersebut dibangun. Upaya pemugaran terhadap candi ini tampaknya belum pernah dilakukan, melihat kondisinya yang tinggal berupa kumpulan batu reruntuhan. Pada tahun 1966, batu-batu

Candi Sadon Situs Sejarah Kota Magetan mengenalnya dengan nama Candi Reog, karena di reruntuhan Candi Sadon terdapat Kalamakara, arca raksasa Kala yang wajahnya mirip dengan kepala harimau pada ‘dhadhakmerak’. Dhadhakmerak adalah topeng kepala harimau dengan hiasan susunan bulumerak disekelilingnya. Topeng ini merupakan atribut tokoh Singabarong dalam kesenian reog. Topeng dhadak merak yang berat keseluruhannya antara 30-

reruntuhan candi tersebut diobrakabrik dan dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 1969, dengan dipelopori oleh Sutaryono, yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Pembinaan kebudayaan Kabupaten Magetan, diadakan penataan kembali batu-batu reruntuhan Candi Sadon. Di antara reruntuhan peninggalan bersejarah tersebut terdapat arca Kalamakara, arca naga,

Di samping itu, di areal tersebut juga didapati tiga batu bertulis. Menurut penuturan Sarnu dari Dinas Sejarah dan Purbakala Kabupaten Magetan, tulisan di ketiga batu tersebut berbunyi A-PA PA-KA-LA, SA DA PA KRAMA dan BA DA SRI-PA SA-BA DA-HA-LA. Dari tulisannya yang berbentuk balok atau kwadrat, diperkirakan bahwa batu bertulis tersebut berasal dari masa yang sama dengan prasasti yang diketemukan di Dusun Pledokan, Kediri, Jawa Timur. Di sebelah timur kompleks candi Sadon, tepatnya di depan pemakaman desa, terdapat candi kecil bernama Candi Reca Sapi (arca sapi). Ukuran candi ini sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebanyakan candi yang terdapat di Jawa Timur. Candi yang diperkirakan merupakan candi Hindu tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1971 oleh Sudiro, penduduk setempat. Ketika diketemukan, candi tersebut tertutup rumpun bambu. Candi Reca Sapi terdiri atas lima arca, yaitu Reca Kandang, Reca Pakan ( tempat makanan sapi), Reca Omben (tempat minum sapi), Reca Capil (arca topi gembala sapi) dan Reca Cagak (tonggak tempat menambatkan tali pengikat sapi). Kelima arca tersebut diyakini sebagai perwujudan sapi dan perlengkapan menggembala milik Dadhung Awuk atau Maesadanu, tokoh penggembala dalam legenda setempat. M. Choiri SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 71


Labuh Laut Larung Sembonyo

Mengemas Tradisi dalam Konsep Pariwisata Daerah Larung Sembonyo merupakan tradisi labuh laut masyarakat nelayan di sekitar Pelabuhan Prigi, Kabupaten Trenggalek berusia ratusan tahun. Meski mengalami sedikit pergeseran, tradisi ini telah menjadi ikon pariwisata dan masuk kalender wisata Jawa Timur

T

Trenggalek, SINERGIS ahun ini, labuh laut “sembonyo” secara resmi digelar pada Sabtu Kliwon (13/10/2012). Hari itu dipilih karena memang tradisi sembonyo harus dilaksanakan sesuai penanggalan Jawa. Jika menurut pakem adat, idealnya larung sembonyo hanya boleh dilaksanakan pada Selasa Kliwon Bulan Selo, tidak boleh hari lain. Namun pemilihan hari itu membuat pelaksanaan kegiatan terkesan kurang greget. Tidak banyak pengunjung yang datang karena larung sembonyo digelar bertepatan dengan hari kerja efektif. Kondisi itu mendorong terjadinya 72 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

“kompromi”: labuh laut tidak lagi harus dilakukan pada Selasa Kliwon sebagaimana tradisi awalnya, tetapi dialihkan ke hari Sabtu/Minggu yang mengandung unsur Kliwon. Kompromi waktu ini pada akhirnya disepakati oleh masyarakat adat setempat, khusus di lingkungan Desa Trasikmadu, Kecamatan Watulimo, asal-usul ritual sembonyo sekaligus pelaksana kegiatan labuh laut. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Trenggalek maupun luar kota senantiasa memadati upacara sedekah laut yang pelaksanaannya dipusatkan di Balai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Prigi tersebut. Prosesi pelarungan rupanya menjadi momentum yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat demi “ngalap berkah” bersama-sama di titik lokasi pelarungan yang biasanya dilakukan lepas pantai setempat. Pada puncak acara, sebuh tumpeng dan aneka sesaji diperebutkan nelayan dan warga yang ada di atas kapal. Kapal-kapal tersebut berlomba mendekati tumpeng yang ditarik perahu panitia. Tidak heran kerap terjadi benturan keras antar kapal


yang ditimpali jerit ketakutan para penumpangnya. Seorang warga setempat, Samari (38) mengaku acara tersebut tidak kehilangan kesakralannya meski dilakukan di luar hari Selasa. Malah menurutnya acara tersebut terkesan semakin meriah dengan banyak wisatawan yang datang. “Yang penting niatnya untuk mengucap syukur sudah kesampaian. Apalagi jika banyak wisatawan yang datang, berarti ekonomi masyarakt sekitar juga ikut terbantu,” katanya. Asset Wisata Daerah Upacara adat larung sembonyo  konon digelar masyarakat nelayan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur yang telah berhasil membuka kawasan Pantai Prigi. Menurut cerita rakyat setempat, tokoh yang berhasil membuka atau babad kawasan Prigi kala itu adalah adalah Raden Tumenggung Yudhanegara, salah seorang prajurit dari Kerajaan Mataram. Perairan Prigi waktu itu merupakan kawasan yang sangat angker. Tidak ada orang yang berani tinggal di kawasan tersebut hingga akhirnya Raden Tumenggung Yudhanegara berhasil membuka kawasan tersebut setelah terlebih dahulu menikah dengan Putri Gambar Inten, putri dari penguasa alam gaib  di wilayah tersebut. Perkawinan itu dimeriahkan dengan kesenian tayub.  Karena itu dalam setiap upacara adat labuh laut tersebut juga digelar kesenian tayub dan menampilkan miniatur pengantin pada rangkaian sembonyo untuk mengenang peristiwa perkawinan Tumenggung Yudhanegara dengan Putri Gambar Inten. Rangkaian upacara diawali dengan kirab tumpeng  agung berikut miniatur  tempat pelaminan beserta pengantinnya lengkap dengan uba rampenya. Arak-arakan kirab diikuti oleh para sesepuh beserta rombongan kesenian tradisional. Dalam laporannya, Kepala Desa Tasikmadu, Imam Basuki menyampaikan, selain mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan, ada empat poin tujuan diadakannya upacara adat labuh laut tersebut. Keempat poin tujuan dimaksud masing-masing adalah untuk melestarikan budaya yang telah turun temurun berlangsung di Pantai Prigi, Kedua sebagai ajang silaturohmi warga masyarakat (baik antarnelayan Prigi maupun dengan masyarakat luar kota), ketiga untuk menjaga agar warisan nenek moyang ini tidak tergerus oleh budaya modern yang sekarang ini terus berkembang di dalam

kehidupan sehari – hari, dan yang ke empat yaitu untuk mempromosikan kawasan wisata Pantai Prigi agar lebih di kenal oleh masyarakat Jawa Timur, khususnya dan warga seluruh Indonesia . Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek Mulyadi WR menyampaikan bahwa kegiatan upacara adat labuh laut tahun ini bersamaan dilaksanakan di sepanjang pantai selatan Trenggalek, yaitu di Kecamatan Munjungan dan kegiatannya diselenggarakan bersamaan pada Sabtu (13/10/2012). Bedanya, di Munjungan pekan Budaya ini di sebut ‘Sumbreng’ atau yang lebih di kenal dengan istilah “Longkangan” dan acaranya di selenggarakan di pantai Blado Munjungan.  Tindakan mensyukuri nikmat ini dituangkan dalam bentuk upacara adat yang sekaligus jaga sebagai aset wisata budaya yang masuk salah satu kelender wisata tingkat regional Jawa Timur. Oleh karena itu Bupati Trenggalek berharap di masa datang kualitas palaksanaan upacara adat Labuh

Upacara kirab tumpeng  agung berikut miniatur  tempat pelaminan beserta pengantinnya lengkap dengan uba rampenya. Arak-arakan kirab diikuti oleh para sesepuh beserta rombongan kesenian tradisional. Laut sembonyo ini semakin baik sehingga akan meningkatkan nilai barokahnya baik bagi nelayan maupun bagi pengembangan wisata di Kabupaten Trenggalek. Disampaikan, pendapatan asli daerah (PAD) Trenggalek saat ini mayoritas justru dari sektor pariwisata. Dari sisi barat yang berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo, Trenggalek mempunyai pantai Pelang dengan air terjun yang langsung jatuh ke laut. Semakin ke timur ada Pantai Kili yang dijadikan pelestarian penyu, dan Pantai Bladu yang masih sangat asri. Kemudian ada Pantai Damas, Karanggongso dan Prigi. Mulyadi beryakinan, jika nantinya jalur lintas selatan (JLS) sudah jadi, potensi wisata Trenggalek semakin bisa diandalkan sebagai sumber PAD. “Untuk itu tahun ini kami sudah alokasikan Rp5 miliar untuk pembebesan tanah JLS. Karena kami yakin, JLS akan menunjang ekonomi Trenggalek,” pungkasnya. (*)

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 73


DPP Partai Demokrat Lantik DPC se-Provinsi Kepulauan Riau

Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Anas Urbaningrum foto bersama kader Partai Demokrat di Kepri. Dok. EBY Team

Tanjungpinang, SINERGIS Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendampingi Ketua Umum Anas Urbaningrum melakukan kunjungan politik ke Tanjungpinang dan Batam untuk melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Provinsi Kepulauan Riau periode 20112016 di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Sabtu, 29/9. Selain Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Anas Urbaningrum, turut serta Wakil Bendahara Umum Sartono Hutomo, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Ketua DPD Partai Demokrat Riau Mambang Mit, yang juga Wakil Gubernur Riau. "Ketua DPC Natuna, Tanjungpinang, Anambas, Bintan, Karimun, Lingga dan Batam harus kuat membangun konsolidasi 74 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

internal, dan semangat melakukan kerjakerja politik untuk kepentingan bersama," kata Anas dalam sambutannya. Partai Demokrat di Natuna dipimpin oleh Imalko dan Jhon Roni, Batam Ahmad Dahlan dan Rudi, Bintan Rudi Wibowo dan Zulkifli, Anambas Wan Saros dan Harlis, Karimun dipimpin Iwan Kusuma, Lingga M Azis dan Chairil Anwar, serta Tanjungpinang dipimpin oleh Husnizar Hood dan Andi Genta Asmara. "Pengurus pusat memiliki kepercayaan dan harapan penuh kepada pengurus di daerah. Harapan kami, seluruh pengurus dapat mengutamakan kepentingan rakyat dan dekat dengan rakyat," katanya. Ia menginstruksikan, seluruh kader Partai Demokrat yang memiliki jabatan politik di

pemerintahan wajib menaati peraturan partai dan mendukung program partai. Selain itu, kader Partai Demokrat juga harus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Selain itu, kata dia, kader partai harus dapat mendekati dengan rakyat, dan melakukan kerja nyata dengan mengutamakan kepentingan rakyat. Jika hal itu dilaksanakan, maka Partai Demokrat akan semakin berjaya dan memenangkan Pemilu 2014. "Kader partai harus bekerja keras sesuai irama partai," katanya. Sementara Ketua Partai Demokrat Kepri, Apri Sujadi, mengatakan, pengurus DPC Partai Demokrat se-Kepri memiliki semangat yang besar dalam membesarkan partai. Karena itu, kata dia, Partai Demokrat


Ki l a s D P P D e m o k r a t meyakini perolehan suara sebesar 30 persen dari jumlah pemilih pada Pemilu 2014 dapat tercapai.

santai rela menunggu sejak pagi, kendati sebagian dari mereka berharap mendapat hadiah.

"Target perolehan suara belum diubah, namun kami yakin target itu dapat tercapai dengan kerja keras dan semangat bersama dalam menggerakkan mesin partai," katanya yang juga Wakil Ketua DPRD Bintan.

Ketua DPC Partai Demokrat Batam Ahmad Dahlan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Batam. Tak lupa ia mengulang permintaan maafnya kepada warga Batam yang tidak mendapatkan kupon.

Jalan Sehat Partai Demokrat

"Kami mohon maaf, ini di luar dugaan. Dari 40 ribu kupon yang tersedia, yang datang ternyata lebih banyak sekitar 60 ribu orang," katanya.

Sekretaris Jenderal partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas disambut antusias masyarakat Batam. Kedatangan Ibas di Batam mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengikuti jalan santai bersama Partai Demokrat. Sejak kehadiran Anas dan Ibas di atas panggung, kalangan ibuibu yang masih berada di atas panggung, tak sungkan meminta jabat tangan dengan Edhie Baskoro Yudhoyono. Melihat antusiasme masyarakat tersebut yang semangat berjabat tangan dengannya, Ibas pun menyambut baik dan langsung berjabat tangan dengan para peserta. "Terima kasih kepada masyarakat Batam yang sudah berpartisipasi menyemarakkan jalan sehat bersama Partai Demokrat," terang Ibas.

Dahlan menambahkan terhadap warga Batam yang tidak kebagian kupon, ia yakin warga Batam yang ikut serta jalan santai Partai Demokrat ini, tidak terlalu mengharapkan hadiah.

Pelantikan Pengurus DPAC PD se-Kabupaten Rohul. Sektretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketum Anas Urbaningrum bersama

rombongan DPP PD tiba di Kabupaten Rokan Hulu. Kedatangan rombongan disambut Ketua DPD PD Riau, H. Mambang Mit dan Ketua DPC PD Rokan Hulu (H. Achmad) di Bandara Tuanku Tambusai, Pasir Pengaraia, Rohul. Pada kesempatan itu, Sekjen dan rombongan disambut dengan marching band dan pertunjukan seni Reog Ponorogo. Setelah itu bertolak menuju Gedung Daerah Rokan Hulu untuk menghadiri Peringatan HUT ke-11 PD dan Halal Bi halal sekaligus pelantikan pengurus DPAC PD se-Kabupaten Rohul. Acara berlangsung dengan meriah dengan diadakannya lomba memasak, lomba melukis, serta pagelaran seni silat dan tarian sebelum masuk ke acara pelantikan DPAC. Usai agenda tersebut, Sekjen dan rombongan menikmati santapan siang khas Riau di rumah dinas Bupati Rohul, sebelum bertolak ke Tanjung Pinang, Provinsi Kepri untuk melantik pengurus DPC PD se-Kepri. Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua Umum, Anas Urbaningrum, rombongan kader PD serta puluhan ribu masyarakat Batam jalan sehat bersama. Dok. EBY Team

Menurutnya, kegiatan sosial masyarakat seperti jalan sehat akan terus dilakukan DPP Partai Demokrat karena kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan positif untuk masyarakat. Jalan santai memperingati hari jadi Partai Demokrat ke-11 di seputaran Jalan Engku Putri Batam Centre dihadiri ribuan orang, Minggu (30/9). Dikutip situs Tribunnews Batam, peserta jalan SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 75


Sebanyak 17 DPC Partai Demokrat se-Sumbar Dilantik

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono sedang menyematkan pin Demokrat kepada salah satu kader PD di Sumatera Barat. Dok. EBY Team

Sumbar, SINERGIS Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) yang dipimpin Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) atau pengurus Partai Demokrat di 17 Kab/kota se-Sumatera Barat. Pada kesempatan itu Anas Urbaningrum berpesan, program PD harus bersinergi dengan program pemerintah sebab Partai Demokrat lahir untuk membantu pemerintah dalam mensejahterakan rakyat Demikian disampaikan Anas pada pelantikan pegurus DPC PD Sumbar di 17 kab/kota se-Sumbar di depan Tugu peringatan Gempa Sumbar 30/S, Jumat,(14/9). Pelantikan itu ditandai dengan penyerahan bendera pataka dan penyematan PIN kepada seluruh pengurus yang dilantik. Menurut Anas, program partai Demokrat khususnya di Padang 76 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

dan seluruh kabupaten/kota se-Sumbar umumnya harus bersinergi dengan program pemerintah daerah, karena tujuan berdirinya partai ini adalah sama dengan tujuannya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia maupun masing-masing kabupaten/kota se Indonesia. "Oleh karena itu saya ingatkan kepada ketua DPC dan seluruh kader untuk mendukung semua program pemerintah, kemudian mensinergikan program partai dengan program pemerintah, saya yakin ini akan mudah terlaksana," ungkapnya. Dia mengatakan, adanya pelantikan pengurus DPC di 17 kab/kota se-Sumbar, merupakan langkah awal terbentuknya priodesasi struktur 2012-2017, karenanya organisasi ini harus tetap hidup dan berjalan di masing-masing kecamatan. "Kunci

keberhasilan

suatu

organisasi adalah sangat tergantung kepada sumber daya manusianya. Sebaik apapun program yang kita buat, kalau kader-kader Partai Demokrat tidak cerdas menyikapi permasalahan kehidupan yang terjadi di Madina, program maupun struktur yang kita buat akan sia-sia" terangnya. Anas mengajak agar semua pengurus dan kader Partai Demokrat harus cerdas, bersih dan santun dan ini harus dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dia berharap kepada kader Demokrat semuanya agar tetap solid dan mendukung semua program kerja partai. "Maka itu, marilah kita dukung semua program kerja PD," harapnya. Sementara Sekjen PD, Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan pelantikan pengurus Partai Dmeokrat di Sumatera Barat menjadi bukti kader Demokrat terus berkonsolidasi bukan hanya di tingkat pusat, tetapi juga sampai ke tingkat daerah. "Konsolidasi ini menjadi modal Partai Demokrat untuk terus eksis dalam membangun bangsa," ujar Ibas. Sementara Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Josrizal Zain dalam kesempatan mengungkapkan, keberhasilan suatu organisasi harus ditopang dengan kehandalan SDM, keteladanan dalam berorganisasi, menerima keragaman dalam pandangan. **


Ki l a s D P P D e m o k r a t

Ibas Dukung IA Maju di Pilgub Sulawesi Selatan Makassar, SINERGIS Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menghadiri acara deklarasi pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Kahar Mudzakkar (IA) maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan. Ibas yang juga anggota Komisi I DPR ini menyampaikan dukungannya kepada pasangan ini. Menurut politisi muda ini, sosok Ilham Arief Sirajuddin yang saat ini menjabat Walikota Makassar merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Sulawesi Selatan karena memiliki banyak pengalaman memimpin. Deklarasi bakal calon pasangan gubernur dan wakil gubernur

Sulawesi Selatan yang diusung Partai Demokrat dan sejumlah partai politik lainnya, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Kahar Mudzakkar (IA) berlangsung di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Jumat (7/9) malam. Pada acara deklarasi yang berlangsung meriah ini, pasangan IA menjanjikan perubahan baru di Sulsel.

Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono, turut hadir sejumlah petinggi Partai Demokrat lainnya, antara lain, Sekretaris Dewan Pembina yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia , Amir Syamsuddin, Menkop Syarief Hasan, sejumlah Ketua partai pengusung dan tokoh masyarakat serta LSM di Sulawesi Selatan. **

Selain Ketua Umum Partai Demokrat Anas urbanigrum dan

Edhie Baskoro Yudhoyono saat memberikan arahan pada Musda Partai De mokrat Provinsi Jawa Barat di SICC, Bogor, Senin, 22/10/2012. Dok. EBY Team SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 77


Jajaran Pengurus Baru Partai Demokrat Papua Barat Dilantik Sorong, SINERGIS Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat se-Provinsi Papua Barat periode 2012-2017 di Mariat Hotel Kota Sorong, Sabtu (8/9) malam. Pada kesempatan tersebut, Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono membacakan Surat Keputusan (SK) Nomor 95 Tahun 2012 tentang kepengurusan DPD Partai Demokrat yang memberikan mandat kepada Robby Nauw untuk memimpin Partai Demokrat di Papua Barat. Dalam SK tersebut, sebanyak 99 kader Demokrat Papua Barat dilantik dan siap membesarkan Partai Demokrat di Papua Barat. Adapun susunan kepengurusannya Majelis Partai Daerah, sebagai berikut, ketua Bastian Salabai, wakil ketua Akiba Kaitam, sekretaris Fabianus Nandu, anggota Lukas Marangi; Dewan kehormatan Daerah, ketua Izak Fimbay, wakil ketua Klara Warauw, sekretaris, Musa Yowe, anggota Rugaya Assegaf; Komisi Pengawas Daerah, ketua Debby Panggemana, wakil ketua Abner Kaisiepo, sekretaris Jhon Ubon, anggota Samuel Fahta. Sementara itu lampiran SK susunan Kepengurusan Dewan 78 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Edhie Baskoro Yudhoyono saat membacakan Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Barat. Dok. EBY Team

Pimpinan Partai Demokrat Provinsi Papua Barat masa bhakti 2012-2017, dengan ketua Robby M. Nauw, wakil ketua I Rico Sia, wakil ketua II Darius Hara, sekretaris Arifin, wakil sekretaris I Mathius Silano, wakil sekretaris II Aminadaf Asmuruf, wakil sekretaris III Metusala Awom, wakil sekretaris IV, Apsara Auparay, bendahara Yuliana H. Yulianto, wakil bendahara I, Marthen Loupatty, wakil bendahara II Henok Kiawa, wakil bendahara III Emilia Simorangkir; wakil Bendahara IV Ina Hawe Reni. Direktur Eksekutif Daerah, ketua Ina Denowi Hara, wakil direktur eksekutif daerah I , Lazarus Bob Warinussy, wakil direktur eksekutif daerah II, Zulkar Nadi; Divisi-divisi: Divisi Advokasi Hukum Daerah

koordinator Warius Yawa, wakil koordinator Denni Moututy, anggota Otigenes Howay, dan dilengkapi dengan divisi dan susunan kepengurusan lainnya. Dikutip portal berita online Radar Sorong, Robby Nauw yang memimpin Partai Demokrat Papua Barat untuk kedua kalinya menyatakan siap mengibarkan panji Partai Demokrat itu ke seluruh wilayah di Papua Barat. Ia menyatakan, meski sudah berusia 66 tahun, tapi semangatnya seperti anak muda 17 tahun. Nauw menegaskan, pihaknya siap menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang. “Bagi Demokrat, tidak ada kata mundur. Sumpah dan janji akan tetap membara, membakar jiwa kami untuk hadapi Pemilu 2014 mendatang,� ujar Robby Nauw. **


Ki l a s D P P D e m o k r a t

DPP Partai Demokrat Bersama Masyarakat Kabupaten Sorong

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketum, Anas Urbaningrum saat jalan sehat bersama masyarakat Sorong, Provinsi Papua Barat beberapa waktu lalu. Dok. EBY Team

Sorong, SINERGIS Petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat bersama masyarakat Kabupaten Sorong menggelar jalan santai bersama. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Partai Demokrat ke-11 yang jatuh pada 9 September 2012. Untuk memeriahkan acara ini, panitia menyediakan berbagai hadiah untuk masyarakat yaitu, dua unit sepeda motor, TV, Kulkas, Blacberry 5 Unit, HP Mito 10 Unit, kompor, mesin cuci, sepeda gunung dan sejumlah hadiah menarik lainnya. Sebelumnya, kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua Umum Anas Urbaningrum dan rombongan dimulai dengan kunjungan ke LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Kabupaten Sorong untuk melihat

langsung prosesi khitanan massal. Kegiatan khitanan masal diikuti oleh 50 orang anak yang berasal dari Distrik Aimas, Mariat, Mayamuk dan sejumlah distrik di Kabupaten Sorong. Rombongan terdiri dari Kordinator Wilaya Papua Barat, Michael Wattimena, Ketua DPD Papua Barat Robby Nauw, Plh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sorong, Umar, dan Ketua Panitia Rico Sia hadir dalam kegiatan khitanan massal dan jalan santai yang dipusatkan di Alun-alun Aimas. Pada kesempatan tersebut, Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono memberikan dukungannya untuk anak-anak peserta khitanan. “Semoga adikadik yang dikhitan semakin dewasa, jangan takut dikhitan karena seumur hidup cuma sekali,” ujar Ibas menyapa peserta khitanan.

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, hingga saat ini Partai Demokrat sudah berkembang pesat dan menjadi Partai yang besar di usia yang ke-11. Meskipun baru berusia 11 tahun namun sudah menjadi satu partai yang besar. “Berkat rahmat Allah dan dukungan warga masyarakat Indonesia Partai Demokrat menjadi besar dan berkembang pesat seperti saat ini,” kata Anas. Ditempat terpisah, rombongan DPP juga mengagendakan kunjungan di alun-alun Aimas dan menyerahkan sejumlah bantuan kepada para petani yaitu bantuan hand tractor 3 unit, Pupuk kepada sejumlah kelompok tani yang masing-masing menerima 1 ton pupuk, selain itu juga diberikan bantuan kepada sejumlah rumah ibadah yang tiap rumah ibadah yaitu Masjid dan Gereja menerima 5 juta rupiah. ** SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 79


Halal Bihalal Warga Pawitandirogo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Paguyuban Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo) di Halaman Theater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu 10.00 WIB. Acara yang diprakarsai Edhie Baskoro Yudhoyono ini dihadiri anggota paguyuban dari kawasan Jabodetabek ataupun datang langsung dari daerahdaerah masing-masing.

Suasana acara halal bihalal Paguyuban warga Pawitandirogo di Halaman Theater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu, 14/10/2012. Dok. EBY Team

Edhie Baskoro yudhoyono dan istri, Siti Rubi Aliya Baskoro Yudhoyono tampil kompak mengenakan batik bercorak coklat. Dok. EBY Team 80 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Produk-produk unggulan daerah yang dipamerkan usai acara halal bihalal Paguyuban warga Pawitandirogo. Dok EBY Team


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono disambut para peserta acara halal bihalal saat tiba di lokasi. Dok. EBY team

Edhie Baskoro Yudhoyono bersama istri. Dok. EBY team

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Edhie Baskoro saat meninjau produk kerajinan daerah yang dipamerkan. Dok. EBY team

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono meninjau karya seni Wayang Beber dari Pacitan yang menerima rekor MURI Wayang Beber terpanjang. SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 81


Pelantikan Pengurus Demokrat Sumatera Barat

Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro dan Ketum Anas Urbaningrum menandatangani pembangunan kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat. Dok. EBY Team

Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyematkan pin Demokrat kepada Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat se-Provinsi Sumatera Barat. Dok. EBY Team

82 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Jalan Sehat Partai Demokrat dan Wisata Sejarah

Rombongan Ketua Umum, Anas Urbaningrum dan Sekjen, Edhie Baskoro Yudhoyono beserta rombongan DPP PD mengunjungi lokasi goa peninggalan Jepang. Dok. EBY Team

Ketua Umum, Anas Urbaningrum, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono beserta pengurus PD menyempatkan untuk meninjau lokasi UKM dan menyerap aspirasi para pekerja. Dok. EBY Team

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 83


JALAN SEHAT BERSAMA PARTAI DEMOKRAT DI PAPUA BARAT Rombongan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat bersama masyarakat Kabupaten Sorong menggelar jalan santai bersama. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Partai Demokrat ke-11 yang jatuh pada 9 September 2012. Untuk memeriahkan acara ini, panitia menyediakan berbagai hadiah menarik untuk masyarakat yaitu, dua unit sepeda motor, TV, Kulkas, Blacberry 5 Unit, HP Mito 10 Unit, kompor, mesin cuci, sepeda gunung dan sejumlah hadiah menarik lainnya.

84 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama rombongan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) disambut masyarakat saat tiba di Provinsi Papua Barat. Ibas ke Papua Barat bersama Ketum, Anas Urbaningrum untuk menghadiri acara pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Barat yang baru. Dok. EBY Team

Ibas saat membacakan daftar nama Pengurus DPD Partai Demokrat Papua Barat. Dok. EBY Team.

Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum dan Sekjen, Edhie Baskoro memberikan ucapan selamat kepada para Pengurus DPD PD Papua Barat. Dilanjutkan dengan agenda foto bersama. Dok. EBY Team

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 85


Kunjunga Partai Dem ke Provins Kepulauan

Rombongan DPP Partai Demokrat, Sekjen PD, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketum, Anas Urbaningrum disambut kedatangannya dengan marching band. Ibas foto bersama Ketum dan sejumlah kader Partai Demokrat. Dok. EBY Team

Sekjen PD, Edhie Baskoro Yudhoyono mendampingi Ketum, Anas Urbaningrum saat melantik sejumlah Pengurus DPC PD se-Kepulauan Riau. Dok. EBY Team 86 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


an DPP mokrat si n Riau

Ribuan masyarakat Batam tumpah ruah mengikuti jalan sehat Partai Demokrat. Sekjen PD, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketum, Anas Urbaningrum sedang menyapa warga masyarakat Batam. Dok. EBY Team

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum serta rombongan DPP PD saat jalan sehat bersama masyarakat di Kepri. Dok. EBY Team

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono sedang menarik kupon undian untuk peserta jalan sehat . Masyarakat menyambut antusias diselenggarakannya jalan sehat bersama Partai Demokrat di Kepri. Dok. EBY Team SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 87


Pendaftaran Partai Demokrat sebagai Parpol Peserta Pemilu 2014

Pendaftaran dan verifikasi partai politik peserta pemilu anggota DPR dan DPRD 2014 akan berakhir pada 7 September 2012 pukul 16.00 WIB. Partai Demokrat melakukan pendaftaran ke kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta. Anas Urbaningrum, Edhie Baskoro beserta pengurus PD mengacungkan jari jempolnya saat pendaftaran. Dok. EBY Team

Sejumlah petinggi DPP Partai Dmeokrat didampingi ratusan kader Partai Demokrat antusias mendampingi Ketua Umum, Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono saat mendaftar ke KPU. Dok. EBY Team

Dokumen yang diserahkan Partai Demokrat memenuhi unsur persyaratan sesuai dengan UU Nomor 8/2012 tentang Pemilu. Kecuali, persyaratan mengenai dokumen KTA (kartu tanda anggota) diserahkan secara bertahap sesuai jadwal KPU. Dok. EBY Team 88 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012


Kom u n i t a s

Anggota PISA Ponorogo berkumpul di Aloon-Aloon Ponorogo untuk merekatkan persaudaraan, kegiatan semacam ini rutin dan teragendakan.

Komunitas Ponorogo Independent Scooter Alternatif (PISA)

BERSCHOOTER KITA BERSAUDARA

K

omunitas yang dinamakan PISA ( Ponorogo Independent Scooter Alternatif ) adalah komunitas vespa tertua di Ponorogo yang memiliki sekretariat di Jalan Ahmad Dahlan 34 Ponorogo. Didirikan pada tahun 1998, dibawah naungan dari IVI (Ikatan Vespa Indonesia ), IMI (Ikatan Motor Indonesia ) dan di awasi oleh Pengda Jatim. Zainal Arifin Ketua PISA saat ini adalah salah satu anggota komunitas vespa tertua di ponorogo tersebut. Arif, panggilan akrabnya sampai sekarang masih tetap eksis dengan hobi vespa, jenis motor tua bermesin samping keluaran Italia. “Dengan pengorganisiran yang bagus, adanya pengurus, penasehat, dan juga dewan pengurus komunitas itu, PISA menjadi komunitas yang sangat maju saat itu,� ujar Zainal Arifin yang diamini oleh Edy Iswahyudi dan Widodo, dua legislator DPRD Ponorogo penghobi vespa ini. Sampai kini PISA pecah anggota, berawal pecah menjadi komunitas vespa POSTER-C, PISS sampai PASPOT yang bertempat agak jauh dari jantung pusat kota Ponorogo. Dengan diadakannya acara tahunan hingga kini PISA yang beranggotakan sekitar 50 orang masih tetap terorganisir, acara tahunan itu diantaranya baksos (bakti sosial) di kota-kota dan kecamatan Ponorogo dan sekitarnya, adanya SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 89


Komun i tas

Pose bersama para penggemar Vespa di Kabupaten Ponorogo yang tergabung dalam PISA

pertemuan bulanan agar tetap bersosialisasi antara anggota lama dengan anggota baru, penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Qurban, turing yang diwajibkan bagi setiap anggota 1 tahun 2 kali, awal tahun dan pertengahan tahun. Ada juga Wingday, adalah penghargaan yang diberikan kepada anggota PISA yang terbaik, di nilai dari keaktifan beranggota, dan juga aktif mengikuti acara-acara yang diadakan oleh teman-teman vespa se-Indonesia. PISA juga sering bersosialisasi dengan teman-teman vespa lainnya yang ada di Bumi Reyog. Komunitas Scooter atau Vespa yang memiliki jiwa kebersamaan, persaudaraan, dan solidaritas tinggi sudah terkenal dimana-mana. Hal ini membuktikan bahwa komunitas scooter atau vespa merupakan salah satu komunitas penggemar otomotif terbesar di Indonesia yang mampu bertahan dari masa ke masa. Dengan semboyan “SATU SCOOTER SEJUTA SAUDARA”, scooter mampu menjadi alat pemersatu bangsa, dimana para scooterist (penggemar scooter/ vespa) tidak pernah terhalang status sosial ataupun golongan di dalamnya. Lebih dari 6.000 scooter/vespa dari berbagai penjuru Indonesia datang ke ulang tahun ke-12 PISA yang diadakan di Kota Ponorogo beberapa waktu lalu. Mereka datang mulai Dari kota-kota di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan hingga NTT. Bahkan acara dihadiri oleh Wakil Bupati Ponorogo, Hj. Yuni Widyaningsih, SH serta salah satu anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Dini Riyanti, mantan Presiden PISA Widodo yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Ponorogo dan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Ponorogo, Edy Iswahyudi. Hadir juga Ketua Umum IVI (Ikatan Vespa Indonesia). Antusias dari para scooterist luar biasa, acara begitu meriah dan mampu mengguncang Bumi Reyog. Sejuta scooter mengikuti kompetisi modif scooter, bakti sosial donor darah, touring keliling kota Ponorogo, hingga pentas Reyog Ponorogo, ada juga band-band pengisi yang ratarata beraliran musik Reggae, seperti Peron Satoe 90 SINERGIS l Edisi 015/Th. II/2012

Reggae Band Jakarta, Polyphonic Rastacompany, The Djadoel n Gank, Rastamaica, Ledoo Roots, Rastamaivet, Zeo Band Ponorogo, Plong Republic, Rasa Rasta, Cross line, Jegereagge dan lainnya. “Secara data, saya belum tahu komunitas sepeda motor apa yang keberadaanya paling banyak di Indonesia. Tapi di manapun sepengetahuan saya, komunitas Vespa mudah kita temui. Bicara soal kebersamaan, boleh dikatakan mereka cukup kuat,” ujar Widodo, penggemar Vespa sejak era 1980-an silam warga Dukuh Gabahan, Desa Kalisat, Kecamatan Bungkal, Ponorogo. Namun apa yang menyebabkan ikatan antar mereka begitu kuat? Widodo yang juga Pembina PISA ( Ponorogo Independent Scooter Alternatif ) menambahkan, kekuatan tersebut lebih karena homogenitas. Dengan begitu lebih mudah mengekspresikan diri. Tetapi apakah seluruh anggota yang ada betul-betul menggemari scooter Italia tersebut? Ternyata tidak. “Kalau dikatakan kebersamaan club Vespa tinggi, memang benar. Namun apakah semua adalah penggemar? Tidak juga, umumnya mereka lebih memilih bergabung lantaran acara touring. Bukan menyelami apa sebenarnya sepeda motor ini,” ujarnya yang diamini Edy Iswahyudi yang kesehariaannya sama-sama menjadi Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo 20092014 ini. Senada dengan Widodo dan Edy, Zainal Arifin selaku Ketua PISA Ponorogo mengatakan saat ini Vespa sudah banyak yang dimodifikasi dengan penuh keunikannya. “Oleh sebab itu tidak jarang jika kendaraan asal Pontedra, Italia ini dimodifikasi dengan menghilangkan ciri khas Vespa. Akibatnya, membuat Vespa sering dianggap sebelah mata,” tutur Zainal Arifin. Padahal motor bermesin samping tersebut diciptakan oleh para insinyur penerbangan di tahun 1940-an. “Agar masyarakat umum tidak lagi memandang sebelah mata terhadap Vespa. Saya berharap muncul wadah bagi penggemar bukan pengendara Vespa. Dengan begitu filosofi tinggi scooter ini tetap bisa terjaga bahkan berada diposisi yang paling tinggi,” tukasnya. M. Nurchlis

Tampak Wakil Bupati Ponorogo, Hj. Yuni Widyaningsih, Dini Rianti, Widodo dan Edy Iswahyudi saat Potong Tumpeng pada Ultah PISA


Minggu

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

30

23

16

Acara Tasyukuran Ultah Partai Demokrat

9

2

26

Senin

RDP dengan Kepala BIN

1

Rapat Intern Komisi I DPR RI

24

Rapat Panja RUU tentang Veteran dengan Pemerintah

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah

17

RDP dengan Sekjen Kemkominfo

10

Raker dengan Pemerintah (Menteri Pertahanan RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Keuangan dan Menteri Sosial RI)

3

27

Selasa

Rapat Timus RUU tentang Veteran dengan Pemerintah

NOTES

25

Pertemuan Komisi I dan GKSB DPR RI dengan Delegasi Parlemen Turki

18

Raker dengan Pemerintah (Menteri Pertahanan RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Menteri Keuangan dan Menteri Sosial RI)

RDP dengan Sekjen Kemkominfo

11

Rapat Intern Badan Anggaran DPR RI

4

28

Rabu

Indonesia-Serbia Business Forum

26

Rapat Timus dan Timsil RUU tentang Industri Pertahanan dan Keamanan dgn Pemerintah

19

RDP dengan Sekjen Kemhan

RDP dengan Sekjen Kemenlu RI

12

Rapat Intern Panja RUU tentang Industri Pertahanan

5

29

Kamis

Rapat Pleno Fraksi FPD DPR RI

Rapat Pleno Fraksi FPD

Raker dengan Menkeu, Kepala Bapennas, Gubernur BI

27

International Seminar on Peace, Stability in SCS and Asia-PaciďŹ c : ASEAN Unity & Power Engagement in the Region

20

RDP dengan Dirut LPP RRI

RDP Komisi I DPR RI dengan Sekjen Wantannas

13

6

30

September 2012 Jumat

29

22

15

8

1

Sabtu

www.edhiebaskoro.com Š EBY STAFF

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

28

21

Halal Bi Halal PIA DPR RI

Rakornas Bidang Perbankan dan Financial

14

7

31

Agenda EBY September 2012

SINERGIS l Edisi: 015/Th. II/2012 91



Majalah Sinergis Edisi 015