Issuu on Google+


"Dan yang paling penting menurut saya terkait target peningkatan kesejahteraan untuk petani. Ini penting, karena jika petani kita sejahtera, maka sejumlah besar masyarakat Indonesia juga akan terangkat perekonomiannya, khususnya di Dapil VII Jawa Timur," Edhie Baskoro Yudhoyono

2

SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


Rampai Sutra Tidak terasa, waktu terus berjalan dan kita kembali menyongsong hari besar yang suci dan penuh makna. Bulan suci Ramadan sudah kita lalui dengan penuh hikmah. Tak hanya itu, kita juga ikut merayakan hari besar kemerdekaan bangsa Indonesia. Dua momen besar yang hampir secara bersamaan kita rayakan. Tentunya kita ingin memaknai secara mendalam dua momen istimewa ini dengan harapan keimanan dan rasa nasionalisme kita bisa semakin tumbuh berbarengan menyongsong masa depan yang semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. Edisi Majalah Sinergis kali ini dilaporkan sejumlah kegiatan mas Ibas menjelang hari raya Idul Fitri seperti kegiatan kunjungan kerja mas Edhie Baskoro ke Dapil VII Jawa Timur beberapa waktu lalu. Agenda reses yang dilakukan mas Ibas, sapaan Edhie Baskoro mengangkat tema ketahanan pangan untuk mendorong kaum petani dan nelayan di Kabupaten

Pacitan dan daerah lain di dapil VII Jatim agar semakin maju dan mandiri. Keseriusan Mas Ibas membantu petani dan nelayan di Dapilnya kali ini diwujudkan dengan memberikan sejumlah bantuan alat pertanian berupa hand traktor, benih padi, pohon Sengon dan Jabon, bibit ikan Nila, motor tempel dan jaring ikan. Dukungan untuk kaum petani dan nelayanini bertujuan agar petani dan nelayan semakin produktif dan bisa semakin madiri. Bagi mas Ibas , salah satu upaya untuk mendukung pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional adalah mendorong kaum petani dan nelayan untuk mandiri. Informasi lainnya terkait isuisu nasional dan internasional juga disajikan dalam edisi ini. Harapannya, informasi yang tersaji dapat menambah wawasan pembaca majalah Sinergis. Pada edisi yang spesial ini, Mas Ibas serta jajaran redaksi majalah Sinergis juga menyampaikan

selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah. Aktivitas mudik bersama, gema takbir, zakat, dan ekspresi sosial lainnya seyogyanya dijalani dengan penuh hikmah dan ucapan syukur yang mendalam. Begitu juga dengan semarak perayaan HUT Republik Indonesia yang dirayakan berdekatan dengan Idul Fitri. Biarlah semarak perayaan ini menjadi oase penyejuk yang semakin menyatukan naluri kemanusiaan kita untuk bersamasama memandang masa depan yang penuh harapan. Mari bersama kita melangkah dari kefitrian dengan penuh kesadaran menjalani amanah untuk bangsa dan negara. Semoga, tahun ini menjadi istimewa untuk kita semakin termotivasi untuk terus berkarya. Selamat ber-Idul Fitri! dan Dirgahayu Republik Indonesia.

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS

3


Sorotan

Edhie Baskoro Dukung Petani Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian

Daftar Isi

62

32

3 Rampai Sutra 7 Rakyat Bicara “Matur nuwun Mas Ibas. Bantuan traktor sudah kami terima dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan anggota kelompok. Bantuan ini sangat berguna bagi kami, sekali lagi Matur nuwun�

8 profil EBY

Berjuang bersama Rakyat

12 Wakil Rakyat Menuju Era Penyiaran Digital

Pesona Religi MASJID JAMI KYAI MUHAMMAD BESARI TEGALSARI

Cikal Bakal Islam Di Ponorogo

Seorang Pujangga Jawa yang masyhur Raden Ngabehi Ronggowarsito alias Bagus Burhan, tokoh Pergerakan Nasional H.O.S. Cokroaminoto, Paku Buwana II atau Sunan Kumbul, penguasa Kerajaan Kartasura, adalah deretan Alumni Pondok Tegalsari. Bukti kemashuran sejarah Pondok ini masih bisa kita rasakan saat kita mengunjungi Masjid Besar Tegalsari. 4

SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Kemajuan teknologi penyiaran saat ini telah memasuki era digital. Karena itu pemerintah memiliki rencana untuk mengubah sistem penyiaran dari analog ke digital.

22 Nasional Presiden SBY Prihatin Konflik di Suriah

Presiden menganggap usaha resolusi yang dilakukan oleh utusan khusus PBB-Liga Arab, Koffi Annan belum memenuhi hasil yang optimal.

52 Kilas Dapil VII Kilas Dapil Pacitan

Antisipasi lonjakan harga sembako menjelang lebaran, Bupati Pacitan Indartato inspeksi mendadak di Pasar Minulyo, Baleharjo, pasar Arjosari dan pasar Punung.


64

Program Prorakyat

Ibas Senang, 6.847 RTSM Ponorogo Nikmati PKH Berdasarkan data dari Pemkab Ponorogo, pada tahun 2012 ini sebanyak  6.827 RTSM atau KK menikmati PKH dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 2,6 miliar.

HUT ke-8 Gerakan Aman, Adil Sejahtera untuk Indonesia (GARANSI)

Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarief Hasan menerima Deklarasi Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis yang tergabung dalam GARANSI.

BATIK SAJI PACITAN

Mengemas Batik "Amoh" Menjadi Produk Berkelas 16 Reaksi Edhie Baskoro Apresiasi Kinerja Paspampres Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengapresiasi kinerja dan profesionalisme Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

68 Wirausaha 50 Produk Unggulan 68 Kilas DPP Partai Demokrat Pelatihan Komunikasi Publik Partai Demokrat Anggakat Keempat

85 Komunitas

MENTULHOLIC PACITAN Komunitas Sepeda Mentul Pacitan

87 Agenda EBY

27

Minggu

28

Senin

Juni 2012

Selasa

29

30

Rabu

31

Kamis

1

Jumat

Peringatan Pidato Bung Karno Tanggal 1 Juni 1945 bersama Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono, M.Ec

3

4

5

Rapat Timmus RRU Pertahanan RDP dengan Gubernur Lemhanas dan Sekjen Wantanas

10 Seminar Kengasaan "Paradigma Ekonomi Politik Indonesia Dalam Bingkai Kebangsaan"

11

Rapat WKU KADIN Indonesia

12

Rapat Panja Asumsi Dasar Kebijakan Fiskal dan Pendapatan Defisit dan Pembiayaan

18

24

25

19

Rapat Timmus Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan dan Pembiayaan Badan Anggaran DPR RI

2

Sabtu

Australian Alumni Awards Ceremony 2012

9

RDPU Badan Anggaran DPR RI dengan Pakar

Bakti Sosial "Pengobatan Gratis" di Desa Majalaya Kec. Majalaya

20 Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

26

15

16

RDP Komisi DPR RI dengan Kepala Badan Intelijen Negara

21

22

23

29

30

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

27

Rapat Intern Badan Anggaran DPR RI

Rapat Pleno Fraksi Demokrat DPR RI

Rapat Intern Komisi I DPR RI

14

Fit and Proper Test Calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh

The Warok, the East Java Cultural Enchantment

Rapat Pleno Fraksi Partai Demokrat

28 Rapat Paripurna DPR RI

Rapat Paripurna DPR RI RDP Komisi I DPR RI dengan Kemneterian Sosial RI dan Mabes Polri

8

7

13 Fit and Proper Test Calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh

RDP Komisi I DPR RI dengan BIN

17

6 Rapat Paripurna DPR RI

Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Menteri Keuangan RI

Raker Badan Anggaran DPR RI dengan Menteri Keuangan RI, Menteri PPN/Bappenas dan Gubernur BI

Peringatan Isra Mi'raj dengan Gubernur DKI Jakarta

NOTES

www.edhiebaskoro.com © EBY STAFF

Sinergis Media Komunikasi Edhie Baskoro Yudhoyono

Pemimpin Umum

Edhie Baskoro Yudhoyono

Kontributor Daerah

Bonggas Adhi Chandra

Hernawan Adipriyana Muh. Nurcholis Setyo Utomo M. Chairi Handi

Redaktur Pelaksana/Editor

Fotografer

Koordinator Liputan Daerah

Tata Letak dan Desain Grafis

Pemimpin Redaksi/ Penanggungjawab

David Christian Bojoh Muhamad Mulia Andriana Oknova

Kontributor Jakarta Aria Ranggakusumah

EBY Team

Alamat Redaksi

Jl. Piere Tendean No. 7 Pucang Sewu Pacitan 63513 Jawa Timur Telp. 0357 - 881993 Fax. 0357 - 881993 Email. info@edhiebaskoro.com

Frend Mashudi

Sirkulasi dan Distribusi Herry Purnomo Abdul Qodir

Wartawan dan tim redaksi Sinergis dilengkapi dengan ID card atau kartu pers setiap melakukan kegiatan jurnalistiknya. Nama wartawan dan tim redaksi Sinergis tertera dalam kolom Susunan Redaksi di atas. Dalam melakukan kegiatan jurnalistik-nya, wartawan dan tim redaksi Sinergis dilarang memungut/meminta biaya apapun dari/kepada narasumber. Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS

5


Tentang Sinergis Sinergis Mendidik Masyarakat

P

emberitaan yang disajikan dalam majalah Sinergis memang luar biasa dan cukup mengena. Sajiannya juga menarik, penuh dengan berita-berita pro rakyat yang mendidik masyarakat untuk maju. Selain itu juga mengupas tuntas berita pembangunan di dapil VII Jawa Timur. Sebagai pembaca kami berharap majalah Sinergis tetap eksis dan selalu menyapa masyarakat di desa-desa. Matur Suwun

Mey Widya Ningrum

Bidan Desa Nglarangan, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo

Sinergis Semakin Inspiratif

K

eberadaan sinergis sebagai media komunikasi Mas Ibas dengan konstituen sudah sangat tepat. Paling tidak muatan beritanya sudah bisa memberikan gambaran apa-apa saja yang telah di dan akan dilakukan mas Ibas. Untuk itu mohon diperkaya isinya dengan rubrikasi dan berita yang inspiratif. Sehingga akan memberikan inspirasi positif bagi kalangan muda. Terima kasih. NOKA - Mahasiswi Asal Pacitan

KEHADIRAN Majalah Sinergis saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di pedesaan. Karena informasinya mengupas tuntas semua kegiatan dan sepak terjang Mas Edhie Baskoro Yudhoyono atau Mas Ibas dalam menjalankan amanah rakyat, khususnya masyarakat dari Dapil VII Jawa Timur. Mudah-mudahan ke depan informasi pembangunan di wilayah Dapil VII Jawa Timur (Kabupaten Ponorogo, Pacitan, Magetan, Ngawi dan Trenggalek) porsinya ditambah lagi. Agar masyarakat atau konstituen sebagai pembaca semakin puas.

Mas Ibas BenarBenar Pro Rakyat

JEMIRIN Pedagang, Warga Dukuh Butung, Desa Bajang, Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur

Majalah Sinergis mengundang para pembaca untuk mengirimkan aspirasi, saran dan kritik. Panjang tulisan tidak lebih dari 100 kata atau 2 paragraf singkat. Surat pembaca bisa dialamatkan ke redaksi Majalah Sinergis di Jl. Piere Tendean No. 7, Pucang Sewu, Pacitan, 63513, Jawa Timur, dan melalui email di : info@edhiebaskoro.com atau sinergisme@gmail.com. 6

SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


Terima Kasih Mas Ibas, Matur Nuwun Pemerintah Pro Rakyat ATAS nama keluarga besar Kelompok Tani ‘Makmur’ Dukuh Bibis, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Mas Ibas yang sudah memberi bantuan  Handtracktor beberapa waktu lalu sehingga sangat membantu para petani anggota Kelompok Tani ‘Makmur’. Selain itu dengan bantuan tersebut sedikit banyak bisa memberi kontribusi terhadap uang kas Kelompok Tani ‘Makmur’ dari jasa uang sewa Handtracktor. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah  Pro Rakyat yang telah memberikan bantuan APPO, yaitu alat untuk memproduksi pupuk organik merk ‘BISA’ dalam bentuk powder secara manual. Hingga saat ini pupuk ‘BISA’ sudah bisa berproduksi walaupun dalam kuota

(kuantitas) yang sedikit. Hal tersebut dikarenakan kami masih kekurangan modal untuk mengembangkan usaha/produksi pupuk organik ‘BISA’ padahal permintaan pasar cukup besar. Disamping itu peralatan untuk memproduksi pupuk ‘BISA’ masih sangat sederhana serta manual. Harapan Kelompok Tani ‘Makmur’ adalah mudah-mudahan Mas Ibas atau pemerintah Pro Rakyat  membantu kami dalam hal permodalan serta penambahan peralatan operasional produksi. Matur Nuwun. KATIMUN dan PARMADI Kelompok Tani ‘Makmur’ Dukuh Bibis, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

Assalamualaikum Wr. Wb.. AMI Berharap Mas Ibas sebagai wakil rakyat merealisasikan program yang menyentuh generasi muda di Kabupaten Ponorogo. Dengan harapan bisa menggali potensi remaja sebagai generasi penerus bangsa dan jangan sampai para remaja terjerumus ke hal-hal negatif. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai pemberdayaan yang melibatkan remaja, bisa melalui kegiatan keolahragaan, keagamaan, berbagai sosialisasi yang melibatkan remaja maupun kegiatan positif lainnya.

K Menanti Program Pemberdayaan Kepemudaan

Rakyat Bicara

Kami yakin dengan berbagai terobosan yang memberdayakan kaum muda tersebut bisa menjadi cambuk sekaligus support untuk keberlangsungan kepemimpinan Pro Rakyat ini. Matur Suwun. Wassalamulaikum Wr. Wb.. AGUS GUNARTO

Ketua Karangtaruna Dukuh Nambak Tengah, Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

Bantuan Hand Traktor Mas Ibas Bermanfaat “Matur nuwun Mas Ibas. Bantuan traktor sudah kami terima dan akan kami manfaatkan sebaikbaiknya untuk kepentingan anggota kelompok. Bantuan ini sangat berguna bagi kami, sekali lagi Matur nuwun”

Slamet,

Ketua Kelompok Tani Maju Lancar, Dusun Krajan, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan.

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS

7


Profil Edhie Baskoro Yudhoyono

BIODATA

Nama

: Edhie Baskoro Yudhoyono

Tanggal Lahir

: 24 November 1980

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Istri

: Siti Rubi Aliya Rajasa

Alamat : Wisma Nusantara 1, Lt. 9, Room 930 - Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat 10270 Pendidikan 2005 – 2007 Master of Science in International Political Economy, Nanyang Technological University, Singapore 1999 – 2005 Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce, Curtin University, Perth, Australia

Anggota Partai Demokrat Kamar Dagang dan Industri Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga Kepala Pengembangan Industri Derivatif Pertanian KADIN Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat Anggota Komisi I DPR RI periode 2009-2014 Majelis Dzikir SBY Nurussalam Sekretaris Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GMFKKPI) Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Olahraga Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI)

1996 – 1999

SMAN 39 Cijantung, Jakarta

Dewan Pertimbangan GM-FKKPI

1993 – 1996

SMPN 20 Jakarta

1993 – 1996

SD Merdeka Bandung

Pelatihan Pelatihan Selam Dasar Asia Pasific Forum Takornas PKKPD Demokrat Party Course of Public Relation Japan Visit

Riwayat Organisasi Partai Demokrat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2010-2015 Ketua Departemen Kaderisasi DPP Partai Demokrat Koordinator Wilayah Jawa Timur Koordinator Wilayah DKI Jakarta 8

SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Penghargaan Bintang Jasa Demokrat Bintang Mapilu – PWI Brevet Selam Dasar Brevet PR Communication - Demokrat Party Course of Public Relation Brevet Takornas


Media Informasi Edhie Baskoro Yudhoyono KARIR EDHIE BASKORO YUDHOYONO Edhie Baskoro Yudhoyono lahir di Bandung, 24 November 1980. Beliau adalah putra bungsu dari Presiden Republik Indonesia Ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono. Pada November 2011, Edhie Baskoro atau yang populer dipanggil Ibas, mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Siti Rubi Aliya Rajasa sebagai istri. Politisi muda ini menyelesaikan Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce di Curtin University, Perth, Australia. Ibas kemudian melanjutkan studinya di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura. Ibas meraih gelar masternya pada tahun 2008 dengan spesialisasi Ekonomi Politik Internasional. Beliau lulus dengan disertasi berjudul “Revitalization of Indonesia’s Economy : Attempts to Solve the The Twin - Critical-Economic Problems and To Build Foundation for Future Economic Development�.

Pada tahun 2009, Ibas mengambil keputusan untuk masuk ke dunia politik di Indonesia. Ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, yang mencakup lima kabupaten di Jawa Timur, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Hasil dari keseriusannya itu, Ibas berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan April 2009 dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia, yakni 327.097 suara. Ibas pun ditunjuk sebagai anggota Badan Anggaran dan Komisi I DPR RI

yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan dan informasi dan komunikasi. Penunjukkan ini sesuai dengan kompetensi Ibas yang telah memiliki modal ilmu yang dipelajarinya di luar negeri. Selain aktif sebagai anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono juga aktif menjalankan tugas sebagai kader Partai Demokrat. Pada tahun 2010, sosok yang dikenal santun ini, dinilai berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kader Demokrat yang potensial. Ibas dipercaya menjadi Ketua Penyelenggara (Steering Committee) pada Kongres ke II Partai Demokrat yang diselenggarakan pada 21-23 Mei di Bandung. Dalam hajatan nasional partai terbesar di Indonesia tersebut, Edhie Baskoro kembali berhasil menyelenggarakan kongres tersebut secara demokratis dan menghasilkan Ketua Umum terpilih Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Karirnya di Partai Demokrat diawali sebagai Koordinator Wilayah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Selanjutnya Ibas ditunjuk sebagai Ketua Departemen Kaderisasi Partai Demokrat. Tak sampai di situ, sepak terjang Ibas sebagai kader muda Demokrat terus menuai prestasi dan kepercayaan. Setelah dinilai berhasil melaksanakan Kongres II Partai Demokrat Mei 2010, beliau kembali dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk mendampingi Ketua Umum Terpilih Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Pria penggemar sepak bola ini dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Periode 2010-2015 pada tanggal 7 Juni 2010 di Jakarta. Ibas kemudian menjadi satu

sosok politisi muda yang kini menghiasi dunia perpolitikan di Indonesia. Penunjukkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai

Demokrat diyakini Ibas sebagai amanah mulia yang diemban untuk membawa Partai Demokrat menjadi partai yang modern dan semakin lebih dekat lagi dengan masyarakat. Beberapa aktifitas Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat di antaranya, menghadiri Musyawarah Daerah Partai Demokrat, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Ibas juga kerap turun langsung ke berbagai daerah untuk menyukseskan Pilkada di tanah air, serta agenda kegiatan DPP Partai Demokrat lainnya. Setiap kunjungannya ke daerah, Ibas selalu berpesan kepada seluruh kader Demokrat di daerah untuk menjalankan politik bersih, cerdas dan santun sebagaimana yang diamanatkan pendiri Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai Sekjen, Ibas bertanggung jawab menjalankan roda organisasi partai sesuai dengan amanah organisasi Partai Demokrat. Agenda kunjungan Ibas lainnya ke daerah terkait

kapasitasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI. Sejumlah kunjungan kerja ke Dapil yang dilakukannya merupakan Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS

9


S e k i l a s E d h i e B a s ko ro Yu d h o yo n o

Berjuang Bersama Rakyat bentuk tanggung jawabnya kepada konstituennya. Dapil Jawa Timur VII yang menjadi konstituen Ibas terdiri dari Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan Trenggalek. Ibas kerap memanfaatkan kunjungan kerja untuk bersilatuhrahmi dengan segenap jajaran pemerintah daerah maupun warga yang menjadi konstituennya. Bentuk keseriusan Ibas untuk membantu konstituennya di Dapil Jatim VII kembali dibuktikannya dengan mendirikan Griya Aspirasi EBY (rumah aspirasi) di lima kabupaten. Lewat Griya Aspirasi EBY

tersebut, Ibas berkosentrasi untuk terus memantau perkembangan di dapilnya dan terus mendorong pembangunan di Dapilnya. Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono, dipercayainya efektif memberikan update secara objektif aspirasi masyarakat yang diwakilinya di parlemen. Di sela-sela kesibukan kegiatan Parlemen dan Partai Demokrat, Ibas juga melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar negeri untuk menunjang kegiatan utamanya. Misalnya mengikuti short course dan diskusi tentang pertahanan dan hubungan Internasional di Amerika Serikat (Stanford University dan John Hopkins University), berkunjung ke Jepang dan Belanda untuk berdiskusi tentang partai politik modern dan dinamikanya dalam era demokratisasi. Tak hanya itu, Ia juga pernah mewakili Presiden SBY dalam menerima penghargaan sebagai Best Communicator Leader in Asia di Hongkong. Organisasi lain yang ditekuni Ibas adalah Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI). Sebelumnya Ibas menjabat Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Olahraga, Generasi Muda Forum Komunikasi

10 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI). Dan kini, Ibas aktif mejabat sebagai Dewan Pertimbangan di GM-FKKPI. Selain itu, Edhie Baskoro juga menjabat Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia

Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga periode 20102015. Jabatan ini ditetapkan lewat formatur Musyawarah ke-VI Kadin Indonesia pada 1 November 2010. Pada Kamis, 25 November 2011, Ibas dan pengurus Kadin lainnya secara resmi dilantik di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Sebagai wakil Kadin, Ibas ikut ambil bagian dalam pelaksanaan pesta olah raga Asia Tenggara, SEA Games XXVI 2011 di Palembang Sumatera Selatan. Penandatanganan nota kesepahaman Kadin dan INASOC (Indonesia SEA Games Organizing Comittee) secara resmi dilaksanakan di Plaza Senayan, Jakarta 2011 lalu. Puncaknya, Pertunjukan kembang api dan penyulutan obor menandai dimulainya SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Melihat sepak terjang dan eksistensi politisi muda ini dipanggung politik tanah air, tak dipungkiri lagi, Edhie Baskoro Yudhoyono kini menjadi sosok yang kian diperhitungkan sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia. Semoga pemikiran dan perjuangan Edhie Baskoro Yudhoyono ke depan akan memberikan kontribusi kemajuan untuk Indonesia semakin damai, adil dan sejahtera.


Wa kil R ak yat

Pemerintah dan DPR Harus Bersinergi Mendorong Penyelenggara Siaran TV Digital yang Berkualitas Jakarta, SINERGIS Kemajuan teknologi penyiaran saat ini telah memasuki era digital. Karena itu pemerintah memiliki rencana untuk mengubah sistem penyiaran dari analog ke digital. Pada dasarnya frekuensi adalah aset negara, maka negara berhak mengatur mengenai penggunaan frekuensi. Teknologi digitalisasi memberikan efisiensi spektrum frekuensi radio di negara ini. Digitalisasi merupakan bagian dari kesepakatan bersama dalam International Telecommunication Union (ITU) melalui The Geneva 2006 Frequency Plan (GEO06) Agreement. Mengenai batas waktu untuk negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan migrasi ke televisi digital pada tanggal 17 Juni 2015. ITU adalah bagian dari PBB yang mengurusi masalah telekomunikasi, termasuk mengatur mengenai penempatan satelit dsb. Indonesia sendiri merupakan anggota dari ITU Council, berdasarkan pemilihan dengan jumlah dukungan 135 negara (lebih banyak dari pada China dan Amerika). Alasan lain adalah bahwa pengoperasian teknologi analog akan semakin mahal dan usang yang pada akhirnya televisi analog akan tidak di produksi lagi. Walaupun Indonesia tidak atau belum diwajibkan untuk mengikuti migrasi dari analog ke digital pada tahun 2014 ini, namun keputusan ITU menjadi 12 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Kominfo, Tifatul Sembiring rapat bersama Komisi I DPR di Jakarta. Foto. detik.com

tren global yang pada akhirnya akan diikuti oleh seluruh anggota PBB, sehingga Indonesia menargetkan migrasi pada akhir 2018. Di mana saat ini 85% negara didunia telah melakukan migrasi ke digitalisasi. Menurut Menkominfo RI bahwa terdapat beberapa keuntungan dari televisi digitral antara lain televisi digital dalam penggunaan frekuensi (frekuensi digital) lebih sempit/kecil jadi lebih bebas, sehingga penggunaan frekuensi akan tersisa banyak dan dapat dijual atau digunakan untuk pendapatan negara. Manfaat televisi digital antara lain bagi konsumen kualitas gambar dan suara yang lebih bagus dan pilihan program siaran lebih banyak. Keuntungan bagi lembaga penyiaran akan meberikan efisiensi infrastruktur dan biaya operasional. Digitalisasi dapat menumbuhkan industri

kreatif melalui industri konten. Digitalisasi juga memberikan kesempatan kepada industri nasional untuk memproduksi Set Top Box (dekoder). Selama masa transisi pemerintah akan menyiapkan dekoder/ adaptor perubah televisi digital ke analog dan sebaliknya. Karena dalam prinsip dasar migrasi televisi analog ke digital bahwa penyiaran TV ke pemirsa tidak terputus, serta memberikan jaminan kepada LPP dan LPS kegiatan penyiarannya tidak terganggu selama masa transisi. Pada masa transisi LPP dan LPS yang sudah beroperasi memiliki prioritas untuk bersiaran digital dan bagi pemerintah untuk mengkaji kebijakan subsidi settop-box ke masyarakat agar tepat sasaran. Menteri Komunikasi dan Informatika RI Tifatul Sembiring dalam beberapa rapat kerja


W a k i l R a k ya t dengan Komisi I DPR RI membahas masalah digitalisasi penyiaran menyatakan, digitalisasi atau kebijakan multipleksing menjamin adanya diversity of content dan diversity of ownership serta sistem stasiun berjaringan. Digitalisasi konsisten dengan UU Penyiaran, menjamin demokratisasi penyiaran dan tidak akan ada monopoli. Jadi sebenarnya digitalisasi ini adalah the real diversity of ownership dan diversity of content. Digitalisasi juga lebih efisien atau pro green concept. Seperti diktehaui bahwa dasar hukum dari penyelenggaraan televisi digital, yang juga berdasarkan arahan dari Komisi I DPR RI, antara lain UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, UU No. 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi, PP No. 50 tahun 2005, Peraturan Menkominfo No. 22 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital terestrial, Peraturan Menkominfo No. 23 tahun 2011 tentang Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio untuk keperluan Televisi Siaran Digital. Dalam pelaksanaan model bisnis penyiaran digital bahwa dalam penyiaran televisi analog ada kecendrungan monopoli karena semuanya dikendalikan oleh lembaga penyiaran (model vertikal), sedangkan dalam penyiaran digital terdapat perbedaan dan pembagian antara lembaga penyiaran dan lembaga penyelenggaraan dalam pengaturan infrastruktur dengan program atau konten. Diharapkan, berdasarkan road map yang telah dibuat oleh Menkominfo RI bahwa persiapan penyiaran televisi digital telah di mulai dari tahun 2009 dan diharapkan pada tahun 2018 seluruh wilayah Indonesia telah berjalan seluruhnya (nation-wide analog switch off).

Belum lama ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan ada sebanyak 23 stasiun televisi lolos seleksi Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LPPM). Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan seleksi dilakukan pada lima zona layanan. "Pengumuman ini sesungguhnya sudah harus disampaikan pada 23 Juli 2012. Namun karena kementerian masih memerlukan waktu untuk melakukan evaluasi, maka baru disampaikan 30 Juli 2012,” ujar Gatot dalam keterangan resminya, Selasa, 31 Juli 2012. Hampir seluruh pemenang hasil seleksi lembaga penyiaran penyelenggara penyiaran multipleksing (LPPPM) siaran televisi digital di lima zona adalah grup penyelenggara siaran televisi nasional. Siaran pers hasil seleksi yang diterbitkan Kementerian Kominfo tersebut menyebut hanya satu televisi lokal yang lolos seleksi. Perusahaan tersebut yakni PT Banten Sinar Dunia Televisi dengan nama sebutan di udara BSTV. Tim seleksi LPPPM menjamin rangkaian seleksi berlangsung sangat obyektif, transparan, dan tidak mengutamakan lembaga penyiaran tertentu. Sebab, seluruh peserta memiliki hak yang sama untuk mengikuti seleksi sesuai aturan yang berlaku. Gatot menuturkan, para peserta seleksi yang keberatan dengan pengumuman tersebut dapat menyampaikan sanggahan tertulis. "Diberikan kesempatan pada tanggal 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 2012," kata Gatot. Belakangan, upaya Kemkominfo

ini dipermasalahkan karena pelaksanaannya diminta ditunda termasuk oleh kalangan DPR. Terkait hal ini, Gatot menjelaskan, Menkom­ info Tifatul Sembiring sudah sampai lima kali memberikan pa­paran seleksi digital di Komi­si I DPR. Bahkan, kata Gatot, saat Komisi I DPR meminta penun­ daan, pihak Kemenkominfo taat menundanya. “Tapi ketika tidak ada perintah penundaan pada hearing berikutnya, ya Kemen­ kominfo mulai melakukan se­ leksi,” kata Gatot. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan DPR dan pemerintah perlu bersinergi melihat kepentingan masyarakat lebih luas lagi. Menurutnya, aturan perundang-undangan dan implementasi penyelenggaraan siaran TV digital harus selaras agar tidak menemui kendala di kemudian hari. Ibas optimis, ke depan dengan persepsi yang sama yaitu mendorong terlaksananya kualitas siaran TV yang objektif dan pro pembangunan masyarakat, DPR, pemerintah dan masyarakat dapat menikmati informasi-informasi yang berorientasi ke pembangunan. "Digitalisasi dapat mempercepat perkembangan media televisi yang sehat di Indonesia," terang Ibas. Untuk itu, Ibas mendorong agar Komisi I DPR RI bersamasama dengan Kemenkominfo dapat menemukan upaya bersama yang konstruktif untuk mempersiapkan pelaksanaan digitalisasi penyiaran yang berkualitas untuk masyarakat Indonesia. Aria Ranggakusumah/ David Christian

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 13


Wa kil R ak yat

DPR Dukung Pemerintah Terima Hibah Australia Jakarta, SINERGIS Pemerintah Indonesia dan Australia telah menandatangani nota kesepahaman -Memorandum of Understanding/MoU berupa hibah empat pesawat Hercules tipe C-130. Namun pro kontra terkait persetujuan hibah empat pesawat Hercules tipe C130 dari Australia masih bergulir. Untuk menghindari terjadinya pro dan kontra di kalangan masyarakat, perlu ada penjelasan secara terbuka kepada publik terkait hibah pesawat Hercules tersebut. Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPR, Ramadhan Pohan, mengatakan, Komisi I mendukung langkah pemerintah menerima hibah empat pesawat C130 Hercules dari Australia. Biaya perbaikan pesawat hibah tersebut, ujar Ramadhan, bisa diambil dari alokasi dana

pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) sebesar Rp64,4 triliun yang telah tersedia. Ramadhan berpendapat, pengadaan Hercules harus menjadi prioritas karena pesawat jenis ini sangat dibutuhkan Indonesia untuk mobilisasi bantuan bencana. Pernyataan Ramadhan itu bertolak belakang dengan ucapan Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, sebelumnya yang menyebut pesawat Hercules hibah Australia itu tak layak terbang sehingga DPR belum menyetujui hibah ini. Menanggapi hal ini, Ramadhan menambahkan bahwa penolakan tersebut tidak mewakili seluruh fraksi di Komisi I DPR RI. "Artinya sudah sesuai dengan prosedur, bahkan selama ini proses terbuka. Adapun penolakan Fraksi

PDIP dalam Komisi I, tidak mencerminkan suara Komisi I secara keseluruhan," jelas Pohan kepada wartawan di Gedung DPR RI belum lama ini. Lebih lanjut, Ia menambahkan, bahwa penolakan yang terjadi merupakan pernyataan Hasanuddin dalam kapasitas yang bersangkutan sebagai wakil Fraksi PDIP sehingga tidak mencerminkan suara Komisi I secara keseluruhan. Ramadhan juga menegaskan, empat Hercules hibah Australia tersebut bukan pesawat rongsokan. “Tidak semua pesawat tua itu merongrong. Kuncinya ada pada pabriknya. Pabrik Hercules ini masih ada untuk meneruskan produksi spare parts-nya,� terang politisi Demokrat itu. Hal ini, lanjutnya, berbeda dengan pesawat Fokker yang pabriknya

Upacara penandatanganan MoU hibah empat C-130H Hercules dari Pemerintah Australia ke Indonesia, yang dihadiri anggota DPR RI. Foto http://beritahankam.blogspot.com 14 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


W a k i l R a k ya t sudah tidak ada sehingga spare parts pesawat jenis itu pun tidak bisa lagi diproduksi. “Jadi merawat Fokker 27 yang pabriknya sudah bangkrut tentu berbeda dengan merawat C130 Hercules yang pabriknya masih ada,� jelas Ramadhan. Hibah ini, menurut Ramadan, adalah hasil dari hubungan diplomatik yang baik sekaligus meningkat antara Australia dan Indonesia. “Ini buah prestasi diplomatik yang menunjukkan kepercayaan internasional meningkat kepada Indonesia,� kata dia. Kementerian Pertahanan menegaskan Komisi I DPR pernah memberi persetujuan atas usulan hibah 4 unit pesawat Hercules C-130 dari Australia. Persetujuan dari Komisi bidang Pertahanan itu terjadi dalam pembahasan anggaran 2011. "Semua pimpinan Komisi I sudah setuju waktu itu. Karena kita membahas pagu anggaran untuk memperbaiki pesawat hibah," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan, Hartind Asrin dikutip detik.com. Menurut Hartind, saat itu DPR dan pemerintah menyepakati anggaran Rp 50 miliar untuk perbaikan 4 unit pesawt hibah Hercules. Biaya ini dianggarkan karena pesawat bekas yang dihibahkan harus menjalani perbaikan. "Anggaran tidak masuk APBN tapi ada skema tertentu dari Kementerian Keuangan," jelasnya. Namun saat itu, proses hibah ditunda oleh pihak Australia. Penandatanganan hibah baru dilakukan pada 2 Juli 2012 ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Australia. "Saat penandatanganan MoU di Australia, ada dua anggota Komisi I yang hadir. Satu di antaranya Pak Yoris Raweyai. Dia datang atas undangan pemerintah," kata Hartind.

Memenuhi Prosedur

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menambahkan pro-kontra hibah pesawat Hercules dari Australia sebaiknya disorot dari sudut pandang yang positif. "Sebenarnya tidak menjadi masalah bila Indonesia menerima hibah pesawat Hercules dari Australia ini. Apalagi Pesawat sejenis Hercules memang dibutuhkan Indonesia, terutama untuk mendukung operasi-operasi penanganan bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia," jelas pilotosi muda ini. Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro justru mendorong pemerintah untuk memberikan penjelasan yang menyeluruh terkait polemik ini. "Masyarakat perlu mengetahui bahwa proses hibah ini sudah sesuai dengan prosedur dan justru sarat manfaat untuk kepentingan nasional kita," tambah anggota DPR asal Dapil VII Jawa Timur ini. Pada kesempatan lain, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan sudah mengkonfirmasi kondisi empat pesawat C130 Hercules bekas yang akan dihibahkan Australia ke Indonesia. Purnomo pun memastikan kelayakan empat pesawat itu kepada TNI Angkatan Udara. "Saya sudah tanya ke TNI AU kenapa kamu mau terima ini. Jawabnya, jam terbangnya masih bisa untuk 10-15 tahun. Saya pesimistis ini, tadinya mereka bilang malah 20 tahun," kata

Purnomo di Jakarta. Kementerian Pertahanan saat ini tengah menanti kepulangan tim inspeksi yang dikirim ke Australia untuk mengetahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki pesawat-pesawat itu. Soal anggaran untuk perbaikan pesawat hibah itu, Kemenhan akan meninjaunya. Jika dana yang diperlukan kecil, bisa diambilkan dari pos lain. Dana itu bisa juga diajukan dari pos APBN 2012. Jika anggaran dianggap terlalu besar, bisa juga dimasukkan ke APBN 2013. "Tergantung tim nanti," ujarnya. Purnomo juga menanggapi kritik tajam anggota Komisi I DPR yang menyatakan hibah empat Hercules itu merugikan karena pemerintah harus merogoh kocek terlalu dalam. Menurut dia, tudingan itu belum berdasar. Sebab, tim yang dikirimkan untuk mengetahui biaya perbaikan belum mengetahui berapa dana yang dibutuhkan untuk melakukan upgrade pesawat tersebut. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Eris Haryanto dan Panglima Angkatan Bersenjata Australia David Hurley menandatangani MoU tentang hibah pesawat tersebut di RAAF Darwin, Australia. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan koleganya, Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman hibah yang dilakukan di depan pesawat Hercules yang akan dihibahkan itu. Dalam sambutannya, Smith mengatakan Australia sudah mendapat persetujuan Amerika Serikat (AS), sebagai produsen pesawat Hercules, untuk menghibahkan ke Indonesia. Ia menambahkan pemberian hibah produk-produk militer asal AS harus seizin negara tersebut. David Christian/Berbagai Sumber Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 15


Rea ksi

Edhie Baskoro Apresiasi Kinerja Paspampres Jakarta, SINERGIS Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengapresiasi kinerja dan profesionalisme Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). “Sejauh ini, Paspampres menjalankan tugas dengan penuh dedikasi. Saya harap, ke depan Paspampres dapat mempertahankannya dan semakin profesional dalam mengemban tugas,” terang Ibas saat hadir dalam serah terima jabatan (sertijab) Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Markas Paspampres, Jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat Rabu (25/7). Ibas yang juga anggota Komisi Pertahanan DPR RI ini optimis, komandan Paspampres yang baru mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. “Selamat mengemban tugas yang baru kepada Bapak Doni Monardo. Semoga tugastugasnya dapat dijalankan dengan baik,” harap Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Ibas juga mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit agar semakin berkosentrasi dalam menjalankan tugas. “Upaya meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI, khususnya Paspampres akan terus kita perjuangkan bersama pemerintah agar dapat semaksimal mungkin menjalankan tugas-tugasnya,” tambah politisi Partai Demokrat ini. Pada kesempatan itu, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono meminta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) meningkatkan kewaspadaan dengan 16 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

meningkatkan sensitivitas dan naluri sebagai prajurit yang profesional dalam melakukan pengamanan VVIP, terutama dalam menghadapi dinamika politik pada 2014 mendatang serta kemajuan teknologi yang sangat cepat. Ia mengatakan, tugas pengamanan terhadap Presiden dan Wakil Presiden tidak boleh dikurangi dan disederhanakan, tetapi harus dipersiapkan secara matang dan selalu memperhatikan kewaspadaan. “Tugas Paspampres tidak akan ringan menghadapi periode kepemimpinan 2014--2019. Tamu negara akan semakin banyak. Apalagi kondisi lingkungan yang semakin terbuka,” kata Panglima TNI Agus Suhartono dikutip Antara beberapa waktu lalu. Ditambahkannya, Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden. Tentunya, tugas Paspampres akan semakin berat. “Ini akan menjadi tantangan sendiri bagi tugas dan kemampuan Paspampres. “Kepada para prajurit Paspampres agar ditingkatkan kewaspadaan dengan mencermati dan mengantisipasi

Komandan Paspampres yang lama Mayjen TNI Agus Sutomo (kiri) dan Komandan Paspampres yang baru Brigjen TNI Doni Monardo (kanan) menuju lokasi serah terima jabatan Komandan Paspampres di Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (25/7). Foto: Antara

perkembangan situasi secara terus-menerus terhadap adanya ancaman yang merongrong kewibawaan dan keamanan kepala negara sebagai lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Agus Suhartono. Posisi Komandan Paspampres yang baru dijabat Brigjen TNI Doni Monardo, menggantikan Komandan Paspampres yang lama Mayjen TNI Agus Sutomo. Doni Monardo sebelumnya menjabat Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Wadanjen Kopassus). Sementara Mayjen TNI Agus Sutomo, akan menempati jabatan baru yakni Komandan Jenderal Kopassus.

Tingkatkan Kewaspadaan

Pada kesempatan itu, Komandan Paspampres yang baru Brigjen TNI Doni Monardo berjanji akan meningkatkan kesiagaan pasukannya mengawal presiden, wakil presiden dan tamu negara lain. "Tingkat kewaspadaan dan kesiagaan prajurit yang perlu saya tambahkan," kata Doni usai upacara serah terima jabatan di Markas Komando Paspampres.


R e a k si Menurut Doni, kepekaan pasukan terhadap situasi saat bertugas juga harus ditingkatkan. Dengan kepekaan ini, pasukan dapat mengantisipasi teror yang mungkin terjadi. “Prajurit harus lebih fokus, konsentrasi harus full,” pungkasnya. Sementara itu Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan tugas Paspampres cukup berat karena perkembangan kondisi keamanan yang cepat berubah. Tapi dia yakin Doni mampu mengemban tugas barunya tersebut. “Pak Doni bukan orang baru di Paspampres karena beliau pernah menjadi komandan grup dan saya yakin dengan apa yang dimiliki Pak Doni,”

ujar Agus. Paspampres merupakan Badan Pelaksana Pusat Mabes TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan tugas pokok melaksanakan pengamanan fisik secara langsung atau tidak langsung, terhadap Presiden/ Wakil Presiden dan tamutamu negara setingkat Kepala Negara/Pemerintahan, beserta keluarganya. Hal yang terpenting dan perlu menjadi perhatian bagi setiap prajurit Paspampres adalah tugas pengamanan yang diemban tidak boleh dikurangi dan disederhanakan, dalam arti tugas dianggap rutin dan dibuat sederhana, sehingga tidak direncanakan dan dipersiapkan secara matang

tanpa memperhatikan prinsip kewaspadaan, karena hal tersebut akan menghilangkan sensitifitas dan kesiapan operasional satuan. Terkait tugas pokok Paspampres yang berhubungan langsung dengan lambanglambang kenegaraan, yang bersifat sangat ekspresif dan simbolik bagi suatu bangsa dan negara. Paspampres dituntut konsisten memelihara dan meningkatkan terus profesionalitas prajurit beserta kesiapsiagaan satuannya, dalam rangka memastikan serta menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan VVIP yang menjadi domain tugas kesatuan Paspampres.

Doni Monardo lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963. Anak pasangan Letkol. Nasrul Saad dengan Roeslina ini menyelesaikan SMA I Padang tahun 1981, Doni kemudian melanjutkan pendidikan ke AKABRI dan lulus tahun 1985. Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor-

Timur, Aceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalion Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspamres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan. Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh. Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makasar, Sulawesi Selatan di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad. Setelah di Makasar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres hingga 2010. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia, ia sudah mengikuti kunjungan Presiden ke 27 negara

di dunia. Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Hanya beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diberi kepercayaan menjadi Wadankopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal. Bulan April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas. Baru empat bulan di Lemhannas Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres.

David Christian

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 17


Rea ksi

Edhie Baskoro Dukung Peningkatan Fasilitas untuk Prajurit TNI Jakarta, SINERGIS Komitmen meningkatkan kualitas dan kinerja prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) perlu selalu ditingkatkan untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia di tengah-tengah di tengah-tengah perkembangan global yang semakin dinamis. Selain pendidikan dan pelatihan, tentu fasilitas sarana dan prasarana di lingkungan TNI juga menjadi faktor penting dalam upaya mengoptimalkan kualitas prajurit TNI. Upaya itulah yang baru-baru ini diimplementasikan pemerintah. Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pertahanan akan memfasilitasi sekitar 460.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dan pegawai negeri sipil (PNS) untuk mendapatkan tempat tinggal. “Fasilitas pendukung untuk prajurit TNI harus terus ditingkatkan. Upaya ini akan terus diperjuangkan di Komisi I DPR

agar ke depan TNI semakin giat dan optimal dalam menjalankan tugas-tugasnya.� Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa disapa Ibas. Ditambahkan politisi muda ini, peningkatan fasilitas untuk prajurit adalah bagian dari upaya meningkatkan kinerja TNI dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini mendorong agar sinergitas Kementerian Pertahanan dan kementerian Perumahan Rakyat dapat terus berjalan dan membangun program-program serupa yang semakin tepat sasaran. Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perumahan Rakyat Dzan Farid meletakkan batu pertama pada pembangunan rumah Prajurit TNI dan Pegawai

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono saat mengikuti rapat DPR di Senayan Jakarta. Dok. EBY Team. 18 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Negeri Sipil (PNS) Kementerian Pertahanan di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Kamis 19 Juli 2012. Sebanyak 2.000 unit rumah bertipe 36 meter persegi akan dibangun di atas tanah seluas 32 hektar. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, menyampaikan saat ini ada sekitar 400.000 prajurit TNI AD dan PNS di lingkup Kemenhan yang belum memiliki tempat tinggal. Purnomo mengatakan, penyedian rumah bagi para prajurit TNI dan PNS di lingkungan Kemenhan karena jumlah rumah yang ada jauh dari ideal. Perumahan Bumi Kartika Dramaga Raya untuk prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) TNI tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektare terletak di Kampung Sinarsari, Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Diharapkan dengan adanya perumahan ini, para prajurit sudah memiliki rumah setelah ia purna tugas," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro dikutip Antara pada acara peletakan batu pertama pembangunan rumah prajurit dan PNS TNI di lingkungan Kemhan di Ciherang, Kabupaten Bogor, Kamis. Menhan menyebutkan, pembangunan rumah tersebut merupakan salah satu jawaban dari permasalahan penyediaan rumah negara yang saat ini sudah menjadi masalah nasional. Pembangunan perumahan


R e a k si

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz melakukan peletakan batu pertama, pada pembangunan perumahan Bumi Kartika Dramaga Raya, Kamis (18/7), di Bogor. Dok. rri.co.id

tersebut sekaligus merupakan penataan yang koprehensif, sehingga diharapkan dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan untuk prajurit dan PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI. Seperti diketahui, hingga kini rumah negara yang bagi prajurit dan PNS Kementerian Pertahanan/TNI masih jauh dari ideal. Data yang ada menyatakan, rumah negara idealnya sebanyak 427.866 unit. Sedangkan rumah yang tersedia baru sebanyak 192.832 unit dengan rincian yang dihuni anggota aktif sebanyak 158.705 unit, dihuni purnawirawan atau warakawuri 27.460 unit dan penghuni lainnya 6.658 unit. "Kita masih membutuhkan rumah negara sebanyak 241.929 unit," kata Menhan. Ditambahkannya, pemerintah melalui, Kementerian Pertahanan telah melakukan berbagai upaya terobosan untuk mengatasi ketersediaan rumah negara tersebut di antaranya telah dibuatnya Instruksi Menteri Pertahanan untuk penyelenggaraan fungsi pembinaan rumah negara di lingkungan Kemhan dan TNI. Pemerintah juga telah membuat

“Fasilitas pendukung untuk prajurit TNI harus terus ditingkatkan. Upaya ini akan terus diperjuangkan di Komisi I DPR agar ke depan TNI semakin giat dan optimal dalam menjalankan tugastugasnya,� terang Ibas. kesepakatan bersama antara Kemhan dengan Kemempera. Perjanjian kerja sama antara Kemhan dan Kemempera berupa dibangunya rumah susun sewa dan rumah khusus, diintensifkannya pengadaan rumah milik untuk anggota aktif maupun bagi yang telah memasuki masa purna tugas serta dibuatnya Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen Kuathan Kemhan dan Deputi Bidang Perumahan Rakyat, Deputi Bidang Pembiayaan dan Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kemenpera untuk penyediaan rumah prajurit TNI, PNS, Purnawirawan/warakawuri, janda/duda PNS di lingkungan Kemhan/TNI. Pemerintah mengupayakan

agar penerbitan rumah negara tetap dilaksanakan secara terukur dengan skala prioritas diantaranya, penertiban diprioritaskan bagi penghuni yang tidak berhak, kemudian penghuni yang telah memiliki rumah pribadi serta penerbitan rumah-rumah yang diprioritaskan atau diutamakan pada pangkalan-pangkalan yang mendukung tugas pokok satuan secara langsung. "Dengan dibangunnya rumah milik beberapa wilayah di seluruh Indonesia, maka diharapkan para prajurit, purnawirawan atau warakawuri, janda/duda PNS di lingkungan Kemhan dan TNI dapat mengurangi dan menjadi solusi permasalahan rumah negara," kata Menhan. Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyebutkan, pembangunan rumah bagi prajurit dan PNS TNI merupakan salah satu jalan meningkatkan kesehjahteraan prajurit saat pensiun. "Dengan pembangunan rumah ini diharapkan para prajurit saat pensiun sudah memiliki rumah sendiri," katanya. Menteri mengapresiasi Asosiasi perumahan rakyat (Aspera) yang telah membantu rencana pembangunan rumah untuk prajurit tersebut. Ia mengharapkan pengembang yang akan membangun dapat menggunakan beton cetak yang dikembangkan oleh Kementerian Perumahan rakyat sehingga dapat menekan harga rumah. "Kalau gunakan beton cetak, modalnya murah harga jual rumah Rp 25 juta di luar lantai keramik dan plafon. Kalau pakai lantai dan plafon jadinya Rp45 juta. Pemborong bisa untung besar sehingga mendorong pembangunan perumahan rakyat," kata Menpera. David Christian Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 19


Rea ksi Deklarasi Diaspora Indonesia

Edhie Baskoro Dukung Komunitas Global Cinta Indonesia

Suasana Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles Convention Center, Los Angeles, Amerika Serikat pada 6 Juli - 8 Juli 2012.. Foto. www.diasporaindonesia.org

Jakarta, SINERGIS Menunjukkan rasa cinta tanah air bisa diwujudkan di mana saja. Belum lama ini, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersebar di berbagai belahan dunia mengikuti Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles Convention Center, Los Angeles, Amerika Serikat pada 6 Juli - 8 Juli 2012. Mereka adalah warga Indonesia yang memiliki darah, jiwa, dan budaya bangsa Indonesia yang keberadaannya tersebar di seluruh penjuru dunia. Kongres yang digagas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat ini, disamping melahirkan wacana-wacana baru, juga melahirkan ide, aspirasi dan gagasan luar biasa dari seluruh belahan dunia yang bercita-cita menjadikan bangsa Indonesia lebih baik. Kegiatan puncak penutupan Kongres Diaspora Indonesia ditandai dengan pembacaan Deklarasi Diaspora Indonesia yang dibacakan oleh para diaspora Indonesia yang tersebar di 32 negara, dari berbagai profesi, edukasi dan latar belakang. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri bidang Promosi 20 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga, Edhie Baskoro Yudhoyono menyambut baik dideklarasikannya komitmen para diaspora Indonesia untuk ikut mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depan. “Sebagai Wakil Ketua Umum Kadin bidang Promosi Internasional, saya menyambut baik inisiatif dan komitmen rekan-rekan kita yang berada di luar negeri untuk membangun komunitas global yang cinta Indonesia,” terang Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro. Politisi Partai Demokrat ini juga optimis, keberadaan Diaspora Indonesia ke depan akan menjadi kekuatan yang besar bagi Indonesia karena keberadaannya dilandasi oleh rasa cinta tanah air yang mendalam. “Jika tindakan kita diawali dengan rasa cinta yang mendalam kepada Indonesia, tentu ide-ide pemikiran, gagasan-gagasan, inovasi dan kreatifitas kita akan membawah manfaat yang besar bagi Indonesia. Saya yakin, landasan kuat inilah yang akan mendorong Diaspora Indonesia ke depan muncul sebagai aset berharga dan kekuatan Indonesia

di mata masyarakat global,” ujar anggota Komisi I DPR RI ini yang juga membidangi masalah luar negeri. Ibas berharap, potensi Indonesia yang dikenal kaya akan nilai-nilai keberagaman dapat dipromosikan ke dunia internasional. “Kita patut bangga karena negara kita adalah negara yang spesial. Negara yang dikenal kaya akan nilai-nilai seni, budaya, sumber daya manusia dan alam, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Mari kita promosikan nilai-nilai ini,” ajak Ibas. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membentuk unit khusus untuk urusan diaspora. Inisiatif itu diumumkan presiden lewat pesan video dalam Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, Amerika hari Jumat malam (6/7) waktu setempat. Salah satu bentuk dukungan yang akan diberikan adalah kemudahan dalam memperoleh visa Indonesia jangka panjang bagi diaspora yang sudah tidak lagi berpaspor hijau. Dikutip VoA Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan diaspora Indonesia lebih dari sekedar perantau, tapi juga merupakan komunitas besar yang dinamis dan penuh dengan potensi dan sumber daya. Presiden SBY menambahkan pemerintah sedang menyusun langkah kongkret untuk menjalin kemitraan dengan diaspora Indonesia. “Menteri Luar Negeri Republik Indonesia tengah mengembangkan kebijakan untuk lebih memberikan dukungan dan bantuan kepada komunitas Diaspora Indonesia, dengan antara lain membentuk desk urusan Diaspora Indonesia,” demikian ungkap Presiden SBY. Pada kesempatan lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif


R e a k si (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, mengatakan, diaspora asal Indonesia atau warga yang bermukim di negara lain tetapi berasal dari Indonesia sangat potensial menjadi duta wisata Indonesia. "Semua diaspora Indonesia berpotensi menjadi Duta Wisata Indonesia dan Kemenparekraf telah membawa bahan promosi untuk setiap peserta yang diharapkan dapat digunakan," kata Menteri Mari Pangestu dikutip Antara belum lama ini. Pihaknya bahkan sedang berencana menggunakan database diaspora sebagai duta promosi wisata dimanapun mereka berada. "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan pesan bagaimana Diaspora Indonesia dapat menjadi kekuatan yang dapat menyumbang ke pembangunan Indonesia dan untuk itu telah meminta Kementerian Luar Negeri untuk membuat desk diaspora," katanya. Menurut Mari, banyak hal yang dapat dilakukan oleh diaspora Indonesia yang mempunyai kecintaan terhadap Indonesia. "Sangat banyak yang bisa disumbangkan ke tanah air yang sedang berkembang dan memerlukan banyak talenta," ujar Mari Pangestu. Mari sendiri mengaku pernah mengalami menjadi diaspora Indonesia, ia tinggal di luar negeri 20 tahun sebelum kembali ke tanah air. Ia berpendapat, sebagai diaspora seseorang tidak harus risau atau khawatir jika berkeinginan kembali ke tanah air dengan niat untuk menyumbangkan baik tenaga maupun pemikiran. Ia menambahkan, kaum diaspora pernah tinggal di berbagai negara dan harus menyesuaikan dengan budaya dan gaya hidup setempat, sehingga umumnya mereka memiliki kelebihan dalam beradaptasi dan dapat mengambil yang terbaik dari pengalaman dan adat istiadat yang telah mereka serap saat tinggal di luar negeri. "Niat dan tekad kembali ke tanah air juga memerlukan kesabaran karena perlu paling tidak dua tahun untuk dapat melakukan

Presiden SBY menyampaikan pesan video dalam Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, Amerika hari Jumat malam (6/7) waktu setempat. Foto. www. diasporaindonesia.org

penyesuaian," katanya. Selain itu, Mari menyarankan agar selama berada di luar negeri, Diaspora Indonesia dan keluarganya sedapat mungkin tetap mempunyai hubungan dan mengikuti perkembangan dan kebudayaan Indonesia. Hal tersebut dapat dilakukan dengan aktif berpartisipasi di acara-acara yang diselenggarakan KBRI/KJRI setempat, aktif dalam atau membentuk perkumpulan masyarakat Indonesia dimanapun, dan ketika kedatangan tamu-tamu dari Indonesia yang melakukan kegiatan, semaksimal mungkin tetap berinteraksi dan membangun jaringan. "Diaspora Indonesia tetap dapat berkontribusi dan menunjukkan kecintaannya ke Indonesia tanpa harus kembali ke tanah air," katanya. Hal tersebut, kata dia, dapat dilakukan dengan aktif di berbagai kegiatan, membangun jaringan dan hubungan dengan Indonesia guna menyampaikan informasi dan perkembangan teknologi mutakhir, membangun kerjasama, kemitraan maupun melakukan investasi dan promosi mengenai serta membangun citra Indonesia yang positif di mata dunia. Kebijakan baru tersebut terlahir dalam Kongres Diaspora Indonesia yang baru diadakan pertama kalinya. Kongres bersejarah ini menghabiskan biaya sekitar 820 ribu dolar.

Menurut penggagasnya, Dino Patti Djalal, dana besar itu diperoleh dari sponsor seperti Marvell Technology dan Pertamina. Kongres Diaspora Indonesia berikutnya akan diadakan di Jakarta tanggal 23-25 Agustus tahun depan dengan mengusung tema “Diaspora Indonesia Pulang Kampung.� David Christian/Berbagai Sumber

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 21


N asio nal

Presiden SBY Prihatin dengan Konflik di Suriah Jakarta, SINERGIS Konflik yang berkepanjangan dikhawatirkan akan menimbulkan kerugian dan bertambahnya jumlah korban jiwa, yang mayoritas adalah warga sipil yang tak berdosa. Bentuk keprihatian ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Kamis malam (19/7/2012) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pertikaian di Suriah semakin mengkhawatirkan dan telah menelan ratusan korban dari kalangan sipil. Presiden menganggap usaha resolusi yang dilakukan oleh utusan khusus PBB-Liga Arab, Koffi Annan belum memenuhi hasil yang optimal. Presiden sendiri telah mengirimkan rekomendasi kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Rekomendasi SBY ini adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintah Indonesia terhadap situasi di Suriah. "Membangun perdamaian secara terpadu di Suriah tentunya harus berpedoman pada prinsip-prinsip yang diterapkan dalam operasi perdamaian PBB," kata Presiden. 22 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Presiden menilai hingga bulan ke-16 konflik tidak ada tanda-tanda penghentian pertempuran yang berkecamuk yang telah mengakibatkan ratusan korban dari kalangan sipil. Dewan Keamanan PBB masih belum mencapai kata sepakat guna mengakhiri tragedi kemanusiaan di negara itu, namun Presiden dapat memahami hal itu. Walaupun begitu, Presiden berharap negara-negara pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB yang memiliki kekuatan penuh untuk menentukan sikap PBB dapat mencari solusi segera guna menghindari bertambahnya korban jiwa. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan konkret terkait konflik di Suriah. Sebab, konflik tersebut sudah memuncak dan mencapai titik krusial. DK PBB sendiri sebelumnya telah memngeluarkan resolusi bagi penghentian kekerasan di Suriah, namun usul resolusi ini mendapatkan veto dari Rusia dan Cina.


N a si o n a l Presiden SBY juga menyerukan dunia untuk bersatu mengakhiri konflik di negara itu. “Jika kondisi itu berlanjut, jumlah korban bisa bertambah banyak, terutama di kalangan sipil. Situasi ini tidak bisa lagi ditoleransi. Tindakan konkret harus dilakukan baik oleh Suriah sebagai sebuah negara maupun, oleh komunitas internasional�. Konflik yang terjadi di Suriah merupakan pemberontakan. Konflik kekerasan internal yang sedang berlangsung di Suriah. Ini adalah bagian dari Musim Semi Arab yang lebih luas, gelombang pergolakan di seluruh Dunia Arab. Demonstrasi publik dimulai pada tanggal 26 Januari 2011, dan berkembang menjadi pemberontakan nasional. Para pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad, penggulingan pemerintahannya, dan mengakhiri hampir lima dekade pemerintahan Partai Ba'ath. Tentara Suriah dikerahkan oleh pemerintah untuk memadamkan pemberontakan tersebut, dan beberapa kota yang terkepung. Para pemberontak bersatu di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah. Puluhan ribu pengungsi Suriah ke beberapa Negara sekitar telah mulai bertambah dalam beberapa bulan belakangan ini. Beberapa insiden-insiden yang menelan korban jiwa telah terjadi dalam pekan-pekan belakangan ini Beberapa Negara anggota DK PBB mengusulkan melakukan intervensi kemanusiaan sebagai salah satu bentuk solusi yang di rasa dapat menyelesaikan konflik di Suriah. Namun usulan intervensi ini tidak disetujui oleh seluruh anggota DK PBB, diantaranya adalah Rusi dan China.

Intervensi Kemanusiaan

Intervensi sendiri dalam beberapa pendapat dalam Hubungan Internasional merupakan sebuah tindakan yang paling dilarang dalam hukum internasional dan sistem hubungan internasional. Namun pada kenyataan intervensi masih kerap kali terjadi dalam dinamika hubungan internasional. Bentuk-bentuk intervensi memang telah mengalami berbagai perubahan wajah, seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa intervensi konvensional merupakan bentuk masuknya pasukan militer sebuah Negara kenegara lain. Bentuk intervensi pun dapat berupa ikut campurnya Negara lain dalam pembuatan kebijakan disebuah Negara

atau memperngaruhi Negara lain secara langsung. Intervensi yang terjadi sekarang memang lebih “halus� dan dapat dikatakan bukan merupakan sebuah internvensi langsung, namun intervensi tetaplah sebuah intervensi. Intervensi sendiri menemukan celah baru dengan munculnya konsep HAM dan demokrasi di mana intervensi menjadi sebuah tindakan yang sah jika dilakukan berdasarkan alasan kemanusiaan namun tetap saja intervensi masih menjadi pro-kontra bagi sebagian subjek dan kctor internasional. Dalam piagam PBB pun terbagi dua hukum yang disati sisi melarang namun disisi lainnya memperbolehkan, seperti dalam piagam PBB chapter 2 (ayat 4 dan 7) yang secara garis besar melarang segala bentuk intervensi terhadap Negara lain oleh siapapun juga, namun pada chapter 7 piagam PBB justru memperbolehkan, bahkan mengharuskan dilakukannya sebuah intervensi dengan beberapa syarat atau kondisi tertentu. Namun menurut Presiden SBY bahwa sudah saatnya untuk mempertimbangkan penyesuaian mandat berdasarkan Pasal 7 Piagam PBB. Perubahan ini pada intinya mentransformasi misi utama PBB, dari semata memelihara perdamaian menjadi misi menciptakan perdamaian. SBY juga mengatakan bahwa penyelesaian konflik di Suriah menjadi tanggung jawab moral bersama karena tidak mungkin dunia internasional berdiam diri menyaksikan hal itu. Sebenarnya siapa yang memiliki kewajiban untuk menciptakan dan mememberikan keamanan individu? Pertanyaan ini sudah sering muncul dari beberapa pemikir hubungan internasional Baik dalam keamanan tradisional maupun non-tradisional Negara (state) merupakan aktor yang paling penting dalam rangka memberikan keamanan. Dalam keamanan nontradisional negara dipandang sebagai securitizing actor karena negara dapat menentukan dan mempolitisasi sebuah isu menjadi isu keamanan dan juga negara memiliki kemampuan serta kapasitas sumber daya guna mendukung prosessekuritisasi tersebut. Keamanan non-tradisional telah merubah konsep keamanan itu sendiri dari hanya sebatas keamanan dari perlindungan terhadap konflik bersenjata menjadi perlindungan terhadap hampir semua Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 23


N asio nal isu yang dianggap dapat mengancam keamanan dan keselamatan jiwa individu yaitu yang disebut sebagai human security.

Responsibility to Protect (R2P)

Responsibility to Protect (R2P) pada dasarnya adalah sebuah norma, bukan hukum. R2P merupakan sebuah bentuk tanggung jawab negara-negara untuk membantu permasalahan sebuah negara, yang ditujukan khususnya untuk mencegah serta menghentikan kejahatan-kejahatan perang, seperti genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembantaian etnis, baik itu oleh negara maupun kelompok-kelompok di dalam negara. Pada dasarnya R2P merupakan tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari tindakan kekerasan. Jika sebuah negara atau pemerintahan dianggap tidak dapat melindungi warga negaranya maka dengan dasar R2P ini negara lain memiliki tanggung jawab untuk membantu dengan berbagai

cara seperti dengan melakukan mediasi dengan kelompok-kelompok yang berkonflik, penguatan sector keamanan sampai pada tindakan ekstrim seperti dengan mengintervensi secara diplomatik dan dengan cara memaksa menggunakan kekuatan militer. R2P pada dasarnya hanyalah sebuah kerangka atau framework bagi negara-negara untuk membantu. Kewenangan untuk menggunakan kekuatan militer sebagai bentuk R2P untuk mengintervensi dipegang oleh PBB melalui Dewan Keamanan maupun Majelis Umum. Namun banyak yang menentang dan tidak setuju dengan konsep R2P ini sendiri. Di samping lingkupnya yang dianggap terlalu kecil, yaitu terbatas pada masalah kejahatan terhadap kemanusiaan, R2P dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap kedaulatan sebuah negara. Penggunaan kekuatan militer dalam R2P juga dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Masalah yang muncul dalam R2P

Konflik di Suriah menjadi topik hangat pada Rapat Kerja Komisi I dengan Kemlu belum lama ini di Ruang Rapat Komisi I, DPR RI, Jakarta. Foto. http://www.kemlu.go.id 24 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


N a si o n a l adalah kewenangan Dewan Keamanan PBB untuk menentukan negara mana atau krisis mana yang dijadikan tujuan R2P, menjadikan R2P sebagai alat bagi negara-negara besar untuk mencapai tujuan pribadi mereka. Menurut Presiden SBY situasi yang terjadi di Suriah sudah bisa disebut sebagai perang saudara. Sehingga harus segera dicari jalan keluar permasalahannya atau solusi perdamaiannya. Upaya penciptaan perdamaian ini tidak perlu dikaitkan dan tidak harus senantiasa dikaitkan dengan tuntutan perubahan kekuasaan politik ataupun keberlanjutan pemerintahan yang saat ini sedang berkuasa di Suriah. Menurut Presiden, proses politik yang mencerminkan dan menghormati keinginan dan kehendak rakyat Suriah tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun dapat digulirkan segera setelah upaya menciptakan perdamaian telah berhasil dilakukan.

Maksimalkan Pe r l i n d u k u n g a n TKI di Suriah

Di tempat terpisah, anggota Komisi I DPR RI yang membidangi Hubungan Luar Negeri, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas mengatakan upaya perlindungan keselamatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Suriah Edhie Baskoro Yudhoyono harus diutamakan. "Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri kita dorong untuk mengambil tindakan-tindakan strategis untuk mengavakuasi TKI yang berada di daerah konflik. Utamakan keselamatan para TKI agar tidak menjadi korban atas konflik di Suriah," terang politisi muda ini. Ibas menambahkan, segala upaya untuk menyelamatkan TKI di Suriah perluh dikerahkan. "Kemnakertrans bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Damaskus dan Atase Tenaga Kerja

di Suriah agar terus memantau perkembangannya. Sikap proaktif sebaiknya dikedepankan karena ini menyangkut nyawa para TKI kita." tambah Ibas. Politisi muda ini juga menambahkan, kendalakendala yang dihadapi untuk memulangkan para TKI di Suriah harus segera diselesaikan. Untuk itu, Ibas mendorong sinergitas semua pihak untuk menyelesaikan kendala pemulangan TKI di Suriah. Apapun kesulitan yang dihadapi, pasti ada jalan keluarnya. Tentunya sinergitas semua pihak dibutuhkan untuk melihat urgensi penyelamatan TKI kita di Suriah," harap Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. Sementara itu, pihak Kemlu dan KBRI di Damaskus terus mengupayakan pemulangan WNI dari Suriah. "Upaya perlindungan WNI di Suriah akan terus diupayakan kedutaan kita di Damaskus. Pemulangan ini akan terus diupayakan untuk memberikan kepastian keselamatan para WNI. Meski hingga kini masih belum ada korban WNI akibat konflik di Suriah, kita tidak akan diam saja. Kita tidak boleh lengah," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, pihak kemlu bersama KBRI di Damaskus telah melakukan pemulangan WNI sebanyak 17 kali. "Pemulangan yang terakhir yaitu pada 18 Juli yang lalu. Hingga kini sudah 403 orang yang dipulangkan ke Indonesia dari Suriah," imbuhnya. Menurut laporan terakhir, masih ada 187 warga yang ditampung di KBRI Damaskus dan 19 orang di Aleppo. Aria Ranggakusuma/ David Christian Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 25


N asio nal

Presiden : Resolusi Konflik Butuh Pendekatan Fleksibel Jakarta, SINERGIS Masalah rekonsiliasi dan penanganan konflik di kawasan menjadi fokus pidato yang dipaparkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peluncuran Jurnal Strategic Review dan penyelenggaraan Forum Strategic Review yang pertama. Acara yang digelar di Hotel Shangri-La, Selasa 17 Juli 2012 ini mengambil tema "Peace & Reconciliation in Southeast Asia" di buka oleh Pemimpin Redaksi Jurnal Strategic Review, Hassan Wirajuda. Presiden menjelaskan bahwa resolusi konflik membutuhkan pendekatan yang fleksibel dan pragmatik. Sementara pendekatan yang kaku seperti pendekatan militer tidak akan memberikan resolusi konflik. Presiden melanjutkan bahwa peace-building memerlukan usaha yang sistemik dan jangka panjang. Resolusi konflik juga haruslah komprehensif, dan melobatkan banyak sektor dan sisi seperti usaha politis, legal, ekonomi, sosial, dan budaya. Proses penyelesaian konflik terkadang panjang dan tidak mudah menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pemimpin untuk mengambil langkah agar konflik tidak meluas dan mengalami eskalasi sambil mencari peluang penyelesaian. Dalam sambutannya, SBY membagi pengalamannya, khususnya yang berkaitan dengan rekonsiliasi dan penanganan konflik. SBY meyakini, setiap konflik dapat diselesaikan melalui jalan politik damai. Selain itu, keputusan dan analisa politik yang tepat juga bisa mecegah meluasnya konflik Jurnal ilmiah yang berisi tentang berbagai kebijakan (policy) dan pemikiran Indonesia ini dapat dianggap sebagai upaya membangun citra positif Indonesia dalam berkomunikasi dengan dunia internasional yang terus dilakukan pemerintah 26 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Jurnal Strategic Review sebenarnya telah terbit satu tahun lalu dan telah mengeluar lima edisi sebelum diluncurkan secara formal pada acara ini. Namun Forum Strategic Review merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan. Strategic Review merupakan jurnal triwulan yang berisi kumpulan tulisan mengenai masalah-masalah kepemimpinan, kebijakan dan hubungan internasional. Edisi terbaru terbit dengan sebagian besar mengenai Indonesia. Namun meskipun setengah isinya membahsa Indonesia, tetap ada porsi untuk isu-isu regional dan global. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan redaksi strategic review, hasan wirajuda dalam sambutannya.

Presiden SBY menyampaikan pidato pada peluncuran Jurnal dan Forum Strategic Review di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (17/6) sore. (foto: rusman/presidensby.info)

Upaya Lahirkan Code of Conduct Sengketa Perairan Laut China Selatan Konflik di Laut China Selatan belakangan ini terus memanas, terutama antara China dan Filipina. Peristiwa yang terkahir terjadi adalah masuknya 30 kapal nelayan asal Hainan, China, ke wilayah perairan dekat gugus karang Yongshu di sekitar Kepulauan Spratly. Usaha dialog mengenai masalah ini telah dilakukan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-45 pekan lalu di Phnom

Penh, Kamboja, namun gagal menghasilkan komunike bersama. ASEAN dan Kelompok Kerja China sedang berupaya untuk menghasilkan pedoman perilaku (code of conduct) terkait sengketa di perairan Laut China Selatan. Jurnal Strategic Review ini diharapkan dapat terus memberikan pandangan dan perspektif yang obyektif terkait berbagi kebijakan untuk pengembangan intelektual di dunia dan kawasan. Terutama proses rekonsiliasi Kawasan Asia Tenggara termasuk masalah Laut China Selatan ini termasuk masukan untuk pedoman perilaku (code of conduct) terkait sengketa di perairan Laut China Dalam kesempatan ini Presiden menyerukan agar 6 negara yang bersengketa di perairan Laut China Selatan berupaya mencegah terjadinya eskalasi konflik sehingga tidak sampai terjadi perselisihan terbuka antarmiliter dari negaranegara yang bersengketa seperti yang terjadi di masa lalu. Negaranegara di sekitar kawasan juga harus membantu pihak yang bersengketa mengelola permasalahan dan menjaga situasi tetap dingin. Maka karena itu. SBY berharap, penerbitan jurnal tersebut bisa menjadi pintu untuk berkomunikasi dengan dunia internasional dengan membawa pemikiran-pemikiran dari dalam negeri. Turut hadir dalam acara ini mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta, dan mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Tiga panelis ini diundang karena dianggap berpengalaman dan dapat berbagi perspektif terkait perdamaian dan rekonsiliasi di Negara mereka masingmasing. Aria Ranggakusumah


N a si o n a l

Kongres Keluarga Indonesia Ibu Negara : Keluarga Harmonis Menjadi Benteng Derasnya Arus Globalisasi

D

Jakarta, SINERGIS alam upaya membentengi etika dan karakter bangsa di tengah derasnya arus globalisasi seperti sekarang ini, keluarga harus menjadi filter yang kuat. Keimanan dan ketakwaan menjadi benteng pertama, selain keharmonisan rumah tangga itu sendiri. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono saat membuka Kongres Keluarga Indonesia (KKI) di Ruang Puri Ratna, Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (17/7). Dijelaskan Ibu Negara, peran orang tua dalam membina dan menciptakan keluarga yang sejahtera sangat diutamakan. “Orang tua merupakan benteng utama dalam keluarga. Saya katakan orang tua, karena akan menjadi tidak adil rasanya, kalau peran yang sangat penting ini hanya dibebankan ke pundak seorang ibu saja,” terang Ibu Ani dalam kongres yang mengambil tema ‘Keluarga Berkualitas Solusi Permasalahan Bangsa’ ini. Pada kesempatan itu, Ibu Ani juga menyampaikan pesan Presiden SBY yang mengapresiasi atas diselenggarakannya Kongres Keluarga Indonesia ini. “Beliau sangat mengapresiasi acara ini, sebab menurut beliau keutuhan dan kualitas keluarga merupakan titik awal dalam pembangunan bangsa. Tidak mungkin

suatu bangsa akan kuat dan kokoh jika keluargakeluarga di dalamnya tidak harmonis. Dengan kata lain, keutuhan keluarga merupakan pilar keutuhan bangsa,” ujar Ibu Ani dilansir situs presidenri.go.id. Untuk itu, Ibu Negara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membuka diri dan berpikir positif, serta mendukung langkah-langkah dan program-program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan, mutu pendidikan, dan kesejahteraan rakyat. “Saya berharap Kongres Keluarga Indonesia dapat menjadi momentum bagi kita untuk membanguan keluarga yang sehat, ideal, mandiri, dan sejahtera,” jelasnya. Ibu Negara menjelaskan pentingnya keluarga sebagai pusat melestarikan tradisi dan kasih sayang sebagai landasan yang kokoh dalam membangun keharmonisan keluarga. “Keluarga merupakan pondasi dan institusi yang paling dicintai dalam Islam. Pusat untuk melestarikan tradisi-tradisi, serta tempat untuk menyemai kasih sayang yang tidak akan pernah luntur oleh badai yang menerjangnya, yang selalu kokoh berdiri, bagaikan batu karang dan yang terus merajut hari-hari dengan sejuk dan tenang. Apa yang kita khawatirkan terkait kecenderungan ketidakharmonisan keluarga bukan sekedar wacana, melainkan fakta nyata di depan mata.” Terang Ibu Negara. Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 27


N asio nal Ibu Ani menyampaikan sambutan pada pembukaan Kongres Keluarga Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (17/7) siang. (foto: laily/ presidensby.info)

Kepada para peserta kongres yang hadir, Ibu Ani juga membagi pengalamannya ketika pertama kali membentuk keluarga. “36 tahun lalu yang saya nikahi bukan Presiden, tapi prajurit berpangkat letnan satu. Sebenarnya ini cerita yang biasa saja, bukan luar biasa, tetapi anggaplah sebagai sharing atau berbagi 28 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

pengalaman dengan ibu-ibu,� kata Ibu Ani. Peserta kongres terlihat serius menyimak pengalaman Ibu Negara. Sementara itu, Ketua Pelaksana Kongres KKI Sri Rahayu Purwitaningsih dalam laporannya menjelaskan, acara Kongres Keluarga Indonesia


N a si o n a l adalah sebuah upaya untuk menguatkan kekokohan bangsa tercinta dan meningkatkan daya saingnya sehingga menjadi bangsa yang kian harum namanya di pentas dunia. “Kongres ini dihadiri peserta dari berbagai kalangan. Pada acara pembukaan ini, alhamdulillah telah hadir 500 peserta,” kata Sri Rahayu. “Diharapkan, kongres dapat merumuskan sebuah rekomendasi yang perlu kita perhatikan dan perjuangkan bersama agar Indonesia menjadi bangsa yang kokoh berporos pada keluarga yang berkualitas,” lanjutnya. Sementara dalam sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari menjelaskan, keluarga adalah

tempat pertama kali interaksi antara anak dan orangtuanya terjadi, dan tempat dimana individu belajar untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain. “Tentu kita semua setuju apabila kita bangun keluarga yang berkualitas, maka secara otomatis akan terbentuk bangsa yang berkualitas,” terang Linda. “Saya sering mengikuti kegiatan Bapak Presiden dan Ibu Negara, berkali-kali Bapak Presiden menyampaikan betapa pentingnya bagian terkecil dari bangsa ini yaitu keluarga untuk menjadi ujung tombak bagi keberhasilan suatu negara. Yang disampaikan Bapak Presiden perlu kita buktikan dan implementasikan oleh kaum perempuan,” tambah Linda. presidenri.go.id

Ibu Ani, didampingi Menteri PP dan Perlindungan Anak Linda Gumelar serta panitia, resmi membuka Kongres Keluarga Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (17/7) siang. (foto: laily/presidensby.info) Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 29


N asio nal Jakarta, SINERGIS Ketahanan pangan nasional kini menjadi topik nasional yang banyak mengemuka dalam berbagai diskusi dan pemberitaan di media massa nasional. Segala upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional terus diupayakan pemerintah dalam berbagai kebijakan dan implementasi program-program pendukungnya. Terkait hal ini, Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono mengingatkan bahwa tujuan pokok ketahanan pangan nasional adalah tersedianya bahan pangan pokok yang cukup dengan harga terjangkau bagi seluruh rakyat, sepanjang waktu. Untuk mencapai ketahanan pangan nasional itu, strategi utamanya bertumpu pada kemandirian suplai untuk memenuhi secara berkelanjutan perkembangan konsumsi. "Kemandirian suplai yang sustainable atau berkelanjutan dalam jangka panjang hanya bisa dicapai melalui satu jalan: peningkatan produktivitas per satuan lahan, melalui penerapan teknologi," kata Wapres saat memberikan pengarahan pada rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan Nasional di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, belum lama ini. Dalam rapat pleno tang mengambil tema "Percepatan Pencapaian Swasembada Lima Komoditas Pangan Pokok" pada 2015 itu, Wapres Boediono menyinggung tentang kecemasan dunia akan keamanan sektor pangan. Dilansir wapresri.go.id, Budiono menyampaikan, dalam lima tahun terakhir, dunia mengalami tiga krisis pangan. Yang pertama terjadi pada 2007/2008 ketika badai El Nino menyebabkan kekeringan dan gagal panen di Argentina dan Australia yang kemudian disusul dengan krisis ekonomi dan politik; pada 2010 dunia menyaksikan kekeringan di Rusia; kedua krisis itu menyebabkan harga gandum meroket dan kini pada 30 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Pemerintah Berkomitmen Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono 2012, Amerika Utara mengalami kekeringan dan harga kedelai mulai melonjak seiring dengan harga jagung yang mulai merambat naik. "Dalam suasana pangan global yang rawan shock akibat perubahan iklim, kebijakan ketahanan pangan kita harus makin kita perkuat. Tidak ada ruang untuk bersantai," kata Wapres. Untuk memperoleh pola konsumsi yang rasional dan berkelanjutan, kata Wapres, perlu adanya program diversifikasi pangan, kebijakan harga dan insentif yang rasional, sehingga perkembangan pola konsumsi masyarakat dalam jangka panjang tidak melenceng dari kapasitas pangan nasional dan dapat dipenuhi dengan sumber daya yang tersedia di tanah air. Ditambahkannya, dalam kondisi

perubahan iklim yang penuh kerawanan dan suasana global yang penuh ketidakpastian, sistem pangan nasional harus bisa menjamin keseimbangan jangka panjang antara produksi dan konsumsi sekaligus juga harus mampu meredam dampak dari setiap gejolak yang timbul dalam jangka pendek. Oleh karena itu selain kebijakan produksi dan kebijakan konsumsi tersebut, Indonesia harus memiliki dua instrumen yang dapat diandalkan, yaitu: (a) kebijakan stok yang benar-benar efektif dan (b) kebijakan ekspor-impor pangan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan perimbangan supply dan demand pangan dalam negeri dalam jangka pendek.


N a si o n a l Road Map Percepatan Swasembada Lima Komoditas Pokok Pemerintah tampak serius menargetkan dan mencapai swasembada komoditas pertanian yang menjadi produk unggulan Indonesia. Menteri Pertanian Suswono, kementeriannya telah membuat road map percepatan swasembada lima komoditas pangan pokok yakni beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi dan berharap road map bisa digunakan sebagai dokumen acuan bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan swasembada pangan.

Dalam kesempatan itu, Wapres menerima rumusan hasil rapat Gubernur Dewan Ketahanan Pangan dari Gubernur Banten Atut Choisyiyah. Wapres berpesan agar rumusan para Gubernur dan hasil rapat pleno harus benar-benar dijabarkan secara operasional dilaksanakan, dimonitor, dan kalau perlu disesuaikan dengan perubahan situasi lapangan. "Dari hasil-hasil Sidang Dewan Ketahanan Pangan sebelumnya saya mencatat masih perlu ditingkatkan segi implementasi dari apa-apa yang diputuskan. Dalam kaitan dengan

implementasi ini, saya meminta agar hasil-hasil konferensi DKP kali ini benar - benar diimplementasikan dengan lebih baik lagi. Secara khusus saya minta agar dilakukan review semua regulasi yang terkait dengan pangan dan kemudian diambil langkah-langkah untuk meningkatkan sinkronisasi dan harmonisasi antar kementerian/ lembaga dan pemerintah daerah," kata Wapres. David Christian

Tiga komponen kebijakan pokok yang harus menyatu dan saling mendukung dalam strategi ketahanan pangan

1. Peningkatan produktivitas melalui teknologi

2. Pengembangan pola konsumsi yang sesuai dengan kapasitas produksi pangan nasional melalui program diversifikasi pangan.

3. Kebijakan stok dan ekspor-impor pangan yang mampu mengatasi gejolak jangka pendek

Sembilan langkah kebijakan yang perlu menjadi perhatian dan komitmen pemerintah daerah, yakni: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pemerintah Daerah harus meningkatkan komitmennya terhadap pencapaian target swasembada di daerah masing-masing melalui koordinasi program yang lebih baik dan dukungan dana APBD yang cukup. BUMN/BUMD juga harus mengambil peran yang lebih besar lagi dalam program-program swasembada pangan termasuk mendukung permodalan. Wapres meminta kementerian dan lembaga terkait menyusun langkah-langkah khusus untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi melalui upgrading lembaga-lembaga riset yang ada termasuk di bidang bioteknologi pertanian pangan dan mempercepat laju diseminasi dan adopsi hasil-hasil riset tersebut di kalangan petani. Perlu disusun dan dilaksanakan program bersama komprehensif antara Pemerintah -Swasta untuk meningkatkan jumlah dan mutu SDM di daerah di bidang pertanian dan industri pendukungnya, mulai dari SDM Pemulia, Budidaya, Teknologi Pertanian, Teknologi Pangan hingga Kewirausahaan. Perlu disusun dan dilaksanakan program yang terpadu dan sistematis untuk meningkatkan kapasitas seluruh mata rantai industri pertanian mulai dari hulu hingga hilir, yang mencakup industri benih, pupuk, pakan, pestisida dan alsintan. Sistem informasi produksi dan sistem informasi pasar yang ada perlu diefektifkan dan ditingkatkan kualitasnya sehingga makin bermanfaat nyata bagi produsen maupun konsumen yang melaksanakan transaksi sehari-hari. Alih fungsi lahan pertanian produktif di semua daerah perlu benar-benar dikendalikan dengan menerapkan secara tegas ketentuan-ketentuan yang berlaku. Perlu diadakan review menyeluruh atas sistem stabilisasi harga pangan pokok yang ada, agar makin responsif terhadap perubahan kondisi supply dan demand yang sering berubah mendadak. Kebijakan stok dan kebijakan ekspor-impor harus saling mendukung untuk mengawal stabilitas harga dalam negeri. Perlu dirumuskan sistem insentif yang pas dan sustainable untuk mendukung: Program-program intensifikasi dan ekstensifikasi pangan yang dilaksanakan oleh swasta, pengembangan industri hilir berbasis sumber daya pangan lokal untuk mendukung diversifikasi pangan dan pengembangan sentra-sentra produksi pangan baru, seperti di wilayah Timur Indonesia.

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 31


S

ekalipun secara tehnis berada di wilayah geografis kurang subur, akan tetapi potensi pertanian di Kabupaten Pacitan, khususnya padi Gogo masih relatif stabil. Menurut data, produktifitas padi Gogo masih bertahan di kisaran 4,7 ton per hektar. “Ini bukti riil kegigihan petani di Pacitan. Meskipun berada didaerah tandus, akan tetapi produktifitas padi di Pacitan masih sangat tinggi,” puji Rusman Hariawan, Wamen Pertanian, saat dialog “Pemberdayaan Petani Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional” bersama Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, Bupati Pacitan, Drs. H. Indartato, MM dan Ketua KTNA Pusat Winarno Thohir.

Edhie Baskoro Dukung Petani Tingkatkan Produktivitas Lahan Pertanian

32 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Produktivitas padi gogo di Kabupaten Pacitan mencapai 4,7 ton per hektar. Angka produktivitas tersebut diketahui dari hasil ubinan dalam rangkaian acara Panen Raya di Lokasi SL PTT Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Sabtu (14/7/2012).


Puji Rusman Hariawan, Wamen Pertanian, saat dialog bersama Edhie Baskoro Yudhoyono, Bupati Pacitan, Drs. H. Indartato dan Ketua KTNA, Winarno Thohir di lokasi panen raya Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

ketika fenomena alam kurang mendukung, biasanya hasil pertanian juga tidak bagus. Namun khususnya Pacitan, hukum alam seperti itu sepertinya tidak berlaku. Tidak hanya sektor pertanian, Rusman juga mengapresiasi terobosan masyarakat Pacitan soal program kelompok rumah pangan lestari (KRPL). “Program ini menjadi replika nasional,” sebutnya. Dia mengatakan, diharapkan pada Tahun 2014 mendatang

Sementara itu Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono  atau yang akrab disapa Ibas, meminta agar petani di seluruh Indonesia utamannya Pacitan bisa meningkatkan produktifitasnya. “Dengan peningkatan produktifitas hasil pertanian bisa menyukseskan swasembada beras dengan cadangan 10 juta ton. Dan saya yakin petani bisa mencapainya,” ujarnya . Menurutnya, untuk

Wamentan sangat mengapresiasi tingginya produktivitas padi gogo yang dicapai, meski kondisi alam Kabupaten Pacitan kurang bagus. Ditambahkannya, tingkat harga gabah saat ini dalam kondisi yang baik bagi petani. Tentu ini akan mendorong petani lebih bergairah dalam berusatani padi. Kalau petani bergairah maka untuk selanjutnya tinggal mengarahkan mereka, bagaimana bisa menggunakan teknologi yang lebih efisien. Wamen mengatakan,

swasembada beras, jagung, daging sapi dan gula pasir di Indonesia harus bisa tercapai. Salah satu kuncinya, yaitu terfokus kepada pengembangan sektor pertanian, diversifikasi pangan, serta tingkatkan nilai tinggi dibidang pertanian. “Dengan begitu, para petani akan sejahtera,” tutur Rusman. Wamentan juga berpesan agar seluruh pemangku kepentingan saling bahu membahu, baik secara vertikal maupun horizontal dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

memenuhi target-target tersebut dibutuhkan sinergitas seluruh stakeholders untuk bersama-sama mengimplementasikan prosesproses strategis dan kemudian mengevaluasi sampai ke tingkat paling bawah di daerah. “Saya kira, salah satu strategi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional adalah melalui intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas pangan. Upaya lainnya, tentu melalui program berkelanjutan seperti pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari. Di Pacitan, pengembangan kawasan rumah Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 33


PANEN RAYA : Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Bupati Pacitan Indartato, Anggota DPR RI Herman Khaeron, Ramadhan Pohan, Kepala Diperta Propinsi Jatim (Ir. Wibowo Ekoputro, M.MT. ), Kepala BPTP Jatim (Dr. Didik Harnowo), melakukan Panen Raya Padi Di desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. (foto: frend)

“Dan yang paling penting menurut saya terkait target peningkatan kesejahteraan untuk petani. Ini penting, karena jika petani kita sejahtera, maka sejumlah besar masyarakat Indonesia juga akan terangkat perekonomiannya,” tambah politisi Partai Demokrat ini. 34 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

pangan lestari telah terbukti berhasil dan dapat dijadikan model untuk tingkat nasional,” ungkapnya. Ibas juga menghimbau kepada dinas-dinas di daerah bersama jajarannya agar proaktif dalam membantu petani mengakses berbagai skim pembiayaan seperti: Program Usaha Agrisbisnis Pertanian (PUAP), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E), Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-R), serta program-program pertanian yang secara berkelanjutan terus digalakkan pemerintah. “Tak kalah penting tentunya ketersediaan dan distribusi pupuk murah dan benih. Dan ini yang saya kira sedang diimplementasikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk itu, saya berharap agar dengan adanya upaya-upaya

ini, kaum petani khususnya di Kabupaten Pacitan ini bisa semakin produktif dan menjadi pelopor ketahanan pangan nasional serta menjadi salah satu sentra produksi beras nasional,” ujar Ibas. Putra orang nomor satu di Indonesia ini menyatakan, untuk meningkatkan produksi hasil pertanian tersebut bisa dilakukan dengan penggunaan obat-obatan organik serta implementasi program pengembangan kawasan rumah pangan lestari di Kabupaten Pacitan bisa menjadi contoh untuk diterapkan di wilayah lain. “Penggunaan obat-obatan organik bisa menjadi salah satu cara untuk menggenjot hasil produksi. Karena dengan hasil produksi melimpah bukan hanya target pemerintah yang tercapai tapi juga memakmurkan para petani kita,” tuturnya. Ibas optimis, target lainnya di bidang pertanian seperti


diversifikasi pangan, peningkatan daya saing pertanian dan peningkatan ekspor hasil pertanian dapat segera terwujud. “Dan yang paling penting menurut saya terkait target peningkatan kesejahteraan untuk petani. Ini penting, karena jika petani kita sejahtera, maka sejumlah besar masyarakat Indonesia juga akan terangkat perekonomiannya,” tambah politisi Partai Demokrat ini. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini menilai, pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang patut mendapatkan dukungan semua pihak. “Untuk mewujudkan tujuan, triple track strategy pembangunan nasional, yaitu pro growth, pro job, dan pro poor harus kita dukung bersama ”, jelas Ibas. Masih di lokasi yang sama, Ibas juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah kabupaten Pacitan yang telah banyak memberikan bantuan dan

HASIL PANEN KETELA Anggota Komisi I DPR RI, yang juga Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, bersama Ketum Partai Demokrat melihat hasil panen petani.

dukungannya kepada para petani di Pacitan untuk mendorong peningkatan produktifitas petani berupa dua belas ton benih padi dan tiga unit traktor tangan. “Saya harap, panen ini dapat memenuhi kebutuhan dan ketersedian beras menjelang bulan puasa minggu depan,” ucap Ibas. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pacitan, H. Indartato mengatakan, dari 540.000 jumlah penduduk Pacitan, 59 persen diantaranya bekerja disektor pertanian. Namun diakui bupati, bahwa dari 138.000 hektar luas lahan pertanian di Pacitan, 85 persen diantaranya berupa tanah pegunungan. Sedang 15 persen berupa dataran, dan 9 persen diantaranya berupa tanah persawahan. “Pacitan ini memang banyak lahan kering,” ujar Indartato. Diakui Bupati, meski luas lahan persawahan di Pacitan sangat kecil, namun upaya pemkab untuk menambah produksi padi terus dilakukan. Menurutnya, menuju kemandirian jangan hanya berangan-angan dan bermimpi, tapi dengan kerja keras. Lahan persawahan yang menjadi andalan kenaikan produksi,

papar Bupati adalah Kecamatan Ngadirojo, Arjosari dan Pacitan Kota. Sedangkan jenis padi gogo, akan dikembangkan di wilayah barat Pacitan, Yakni Kecamatan Donorojo. “Untuk Pacitan, produksi padi gogo juga akan kita kembangkan,” ujar nya. Ditambahkan, kalau para petani bisa menciptakan swasembada beras dan ketahanan pangan, akan berdampak pada kemandirian pangan. Tapi para petani harus yakin dan ada syaratnya, tidak datang dari langit begitu saja. Syaratnya selain meningkatkan kemandirian juga meningkatkan daya saing. “Bukan budaya yang cengeng, mudah mengeluh, dan suka saling menyalahkan orang lain,” tandas Bupati. Rangkaian acara Panen Raya ini juga di hadiri Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, anggota DPR RI, Herman Khaeron, Ramadhan Pohan, Kepala Diperta Propinsi Jatim (Ir. Wibowo Ekoputro, M.MT. ), Kepala BPTP Jatim (Dr. Didik Harnowo), jajaran Muspida Kabupaten Pacitan dan petani sekitar Pacitan dan masyarakat setempat. Frend Mashudi/David Christian

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 35


Edhie Baskoro Yudhoyono menyerahkan secara simbolis bibit Padi dan Hand Traktor kepada poktan Pacitan. Total bantuan yang diberikan sebanyak 12 ton benih padi dan tiga unit hand traktor untuk petani Pacitan.

Kepedulian Ibas Terhadap Kesejahteraan Petani

Bantu 12 Ton Benih Padi dan Tiga Unit Hand Traktor Untuk Petani Pacitan Untuk meningkatkan produktifitas petani Pacitan Ibas menyerahkan 12 Ton benih padi dan tiga unit Hand Traktor.

A

nggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang biasa disapa Ibas, memberikan bantuan dua belas ton benih padi dan tiga unit Hand Traktor kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Pacitan. “Semoga bantuan benih padi dan alat pertanian ini dapat meningkatkan produktifitas kelompok tani di Pacitan ini,” harap Ibas. Bantuan 36 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

tersebut diserahkan politisi muda ini saat menghadiri acara Panen Raya di Desa Kebun Agung, Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan, Sabtu (14/7). Acara Panen Raya yang mengusung tema “Pemberdayaan Petani Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional” ini juga dihadiri oleh Bupati Pacitan, Indartanto, dan Ketua KTNA Nasional, Winarno Thohir, anggota DPR RI, Herman Khaeron,

Ramadhan Pohan dan jajaran Muspida Kabupaten Pacitan. Pada kesempatan ini, Ibas berharap, kegiatan Panen Raya di Pacitan ini dapat memotivasi para petani setempat agar semakin produktif dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional seperti yang sedang diprioritaskan pemerintah di bidang pertanian. “Saya mendukung upaya


pemerintah untuk memenuhi target swamsebada beras dengan cadangan 10 juta ton. Target itu sangat memungkinkan tercapai, karena panen masih akan terus berlangsung di berbagai daerah di wilayah Indonesia,” terang Ibas. Ibas optimis, target lainnya di bidang pertanian seperti diversifikasi pangan, peningkatan daya saing pertanian dan peningkatan ekspor hasil pertanian dapat segera terwujud. “Dan yang paling penting menurut saya terkait target peningkatan kesejahteraan untuk petani. Ini penting, karena jika petani kita sejahtera, maka sejumlah besar masyarakat Indonesia juga akan terangkat perekonomiannya,” tambah politisi Partai Demokrat ini.

“Saya mendukung upaya pemerintah untuk memenuhi target swasembada beras dengan cadangan 10 juta ton. Target itu sangat memungkinkan tercapai, karena panen masih akan terus berlangsung di berbagai daerah di wilayah Indonesia,” terang Ibas.

Menurut Ibas, salah satu strategi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional adalah melalui intensifikasi produktivitas pangan nasional. Ditambahkannya, penggunaan obat-obatan organik serta implementasi program pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kabupaten Pacitan bisa menjadi contoh untuk diterapkan di wilayah lain. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini menilai, pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari

pembangunan nasional yang patut mendapatkan dukungan semua pihak. “Untuk mewujudkan tujuan, triple track strategy pembangunan nasional, yaitu pro growth, pro job, dan pro poor harus kita dukung bersam ”, jelas Ibas. Masih di lokasi yang sama, Ibas juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah kabupaten Pacitan yang telah banyak memberikan bantuan dan dukungannya kepada para petani di Pacitan untuk mendorong peningkatan produktifitas petani “Saya harap, panen ini dapat memenuhi kebutuhan dan ketersedian beras menjelang bulan puasa minggu depan,” ucap Ibas. Sementara itu, Slamet, Ketua Gapoktan Maju Lancar dusun Jeruk, desa Ngumbul, Tulakan salah seorang penerima bantuan Hand Tractor mengaku Terharu dengan bantuan tersebut. “Mas Ibas benar-benar peduli pada petani dan wong cilik, Matur nuwun Mas Ibas. Bantuan traktor sudah kami terima dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan anggota kelompok. Bantuan ini sangat berguna bagi kami, sekali lagi Matur nuwun,” ungkap Slamet. Diakunya, hand tractor ini

sangat membantu petani di pedesan. “Dengan peralatan ini, petani bisa lebih produktif lagi,” tukasnya. Kedepan, ungkap Slamet penggunaan hand tractor ini akan dimanfaatkan secara bergilir kepada masyarakat. “Siapapun boleh menggunakannya, ini milik masyarakat,” imbuhnya. Ungkapan yang sama dilontarkan Misgirin, Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki XIV, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku dan Sarwito, Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Desa Mujing, Kecamatan Nawangan. "Bantuan Hand Tractor sangat bermanfaat untuk mempermudah dan mempercepat kerja kami, para petani dalam menggarap lahan. Terima Kasih Mas Ibas, maju terus petani Indonesia,"ujar Misgirin. Sementara Sarwito mengaku, dengan adanya peralatan tersebut masyarakat tidak lagi harus banyak mengeluarkan anggaran untuk sewa hewan penarik, (Sapi red). “Dengan traktor ini, pekerjaan kami semakin mudah dan menghemat tenaga juga biaya, terima kasih Mas Ibas, terus memperjuangkan aspirasi kami sebagai petani” tukasnya. David Christian/Frend Mashudi

Tim majalah Sinergis bersama perangkat desa setempat memantau langsung Hand Traktor bantuan Edhie Baskoro Yudhoyono di rumah Slamet Ketua Poktan Maju Lancar dusun Krajan, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan. Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 37


Dinilai Menguntungkan, Ibas Ajak Masyarakat Manfaatkan Potensi Sengon dan Jabon Pilihan investasi sektor kehutanan belum banyak dilirik oleh masyarakat luas. Termasuk investasi menanam pohon Jabon. Padahal jika ditekuni, hasil investasi jabon ini tak kalah menggiurkan. Istilah Jabon mulai familiar dikalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Kepopuleran jabon seakan menenggelamkan pohon sengon yang sebelumnya sudah banyak dikembangkan. Jabon sering diplesetkan dengan istilah 'jati bonsor' (jabon) yaitu jenis pohon yang mirip jati dengan kemampuan tumbuh yang sangat cepat. Sehingga tak heran jenis pohon ini cocok sebagai pohon yang kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood maupun industri pulp maupun kertas. Kemasyuran pohon jabon sebagai salah satu pohon yang bernilai ekonomis tinggi, juga telah diakui oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Zulkifli menilai, harga jual kayu jabon bernilai tinggi sehingga cocok untuk investasi masyarakat. Melihat potensi produktivitas pohon Jabon dan Sengon, Anggota Komisi I DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono mengajak masyarakat di Kabupaten Pacitan dan kabupaten sekitarnya untuk memanfaatkan lahan perkebunannya dengan menanam pohon Sengan dan Jabon. Menurutnya, pemanfaatan lahan perkebunan untuk menunjang masyarakat semakin produktif masih minim. Untuk itu, politisi muda ini berharap dengan mendorong masyarakat untuk mencoba dan marasakan langsung manfaat dan potensi pohon Sengan dan Jabon. Bila di Indonesia pemanfaatan jabon 38 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Anggota Komisi I DPR RI Asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie baskoro Yudhoyono menanam bibit Sengon dan Jabon di Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan sabtu (14/7)

masih terbatas pada kayunya, di India bagian dari tanaman jabon, seperti bunga, buah, daun, kulit kayu, dan akarnya ternyata sudah dimanfaatkan secara komersial. Daun jabon digunakan sebagai obat pelangsing dan obat kumur. Ekstrak daun jabon dipercaya mengandung senyawa-senyawa kimia yang bersifat antimikroba. Daun jabon juga dapat dipakai sebagai tempat alas makanan (pengganti piring). Daun Sengon, merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda. Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon Sengon dapat membuat tanah di sekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya

tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya. Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus ke dalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur. Edhie Baskoro menambahkan, potensi pohon Sengon dan Jabon sangat tepat jika dikembangkan di Kabupaten Pacitan. Ia juga mengingatkan pihak pemerintah daerah untuk bersama-sama melihat potensi ini sebagai peluang untuk mensejahterakan masyarakat.

Wujudkan Konkrit

dengan

Sebagai upaya konkrit dan keseriusan dalam mendorong pemanfaatan lahan agar semakin produktif, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie


Baskoro Yudhoyono atau yang biasa disapa Ibas, memberikan 50.000 bibit Sengon dan Jabon kepada kelompok tani di desa Bangunsari Kecamatan Pacitan, kabupaten Pacitan sabtu (14/7). Bibit Sengon dan Jambon dipilih karena kayu Sengon dan Jabon dinilai memiliki prospek pasar yang cukup tinggi. Ibas menjelaskan bahwa sebagai salah satu negara yang memiliki hutan tropika basah terluas ketiga di dunia selain Brasil dan Zaire, Indonesia dianugerahi keanekaragaman hayati yang tinggi. Kebutuhan kayu dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sementara hutan di Indonesia semakin krisis. Solusinya adalah budidaya pohon Sengon dan Jabon. Jabon tergolong pohon cepat tumbuh, mudah beradaptasi di segala tipe tanah dengan teknik budidaya mudah dan telah diketahui. “Tempat tumbuh tidak terbatas dari dataran rendah hingga dataran tinggi, Hal ini cocok dengan Topografi Pacitan 80% terdiri dari pegunungan dan bukit” ungkap Ibas. Selama ini Pacitan memiliki 3-4 pabrik pengolah kayu Sengon, dibandingkan dengan Kabupaten Lumajang yang memiliki 10 pabrik pengolah kayu Sengon. Dengan pemberian bibit ini maka dapat menjadikan Pacitan tidak hanya sebagai penghasil kayu Sengon tapi juga sebagai pusat pengolahan kayu Sengon dan Jabon di Jawa Timur. Ibas mengatakan, “dengan pemberian bibit kayu Sengon dan Jabon ini, saya berharap untuk kedepannya, usaha ini akan menjadi mata pencaharian baru serta menjadi sumber pendapatan baru bagi Kabupaten Pacitan. Pada akhirnya komoditas kayu Sengon dan Jabon ini dapat membuka peluang usaha dan

Sekjen Partai Demokrat, Edhie baskoro Yudhoyono menyerahkan secara simbolis handsprayer, bibit Sengon dan Jabon kepada kelompok tani di Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan sabtu (14/7)

mengundang minat investor baik investor lokal maupun asing.” Dalam kesempatan ini juga, Ibas turut memberikan 115 handsprayer pestisida dan 12 Ton Benih padi serta 10 Mist blowing sprayer, kepada Gapoktan di Pacitan. Munawar, Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah I, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan salah satu penerima bantuan handsprayer pestisida mengakui bantuan tersebut sangat membantu produktifitas petani. “Bantuan alat penyemprot hama ini sangat di butuhkan oleh anggota kelompok kami. Agar produksi pertanian bagus dan tidak terserang hama. Terima kasih Mas Ibas atas perhatiannya kepada para petani. Sukses terus dalam karir politik dan keluarga” ujar Munawar. hal yang sama diungkapkan, Sahrin, Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah II, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan. “Terima

kasih Mas Ibas. Bantuan alat penyemprot hama ini akan kami rawat dan dipergunakan untuk kepentingan anggota kelompok. Semoga hasil panen nanti banyak dan bagus,” tukasnya. Sementara Surani, Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah III, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan berharap agar wakil-wakil rakyat yang ada di DPR RI bisa lebih fokus dalam mendorong pemerintah pada upaya mensejahterakan petani. “Mewakili anggota kelompok tani Gemah Ripah III saya selaku ketua kelompok mengucapkan banyak terima kasih kepada Mas Ibas atas bantuannya berupa alat penyemprot hama. Semoga ke depan Mas Ibas memberi banyak lagi jenis bantuan kepada petani. Harapannya agar perekonomian petani makin meningkat” ungkapnya. David Christian/Frend Mashudi Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 39


PANEN IKAN NILA: Ibas bersama Anas melakukan Panen Raya Ikan Nila disalah satu kolam budidaya milik kelompok masyarakat Bangunsari, Pacitan. Selain melakukan panen Ikan Ibas juga menyerahkan bantuan 100 Ribu bibit Nila dan Lele untuk kelompok budidaya ikan di Pacitan. Dok. EBY Team

100 RIBU BIBIT NILA DAN LELE UNTUK KELOMPOK BUDIDAYA IKAN PACITAN

S

ebanyak seratus ribu benih ikan lele dan ikan nila di serahkan anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas di Dusun Sundeng, Desa Bangunsari, Pacitan, Jawa Timur (14/7). Acara pelepasan benih ikan Nila dan Lele ini juga diikuti oleh pemberian bantuan program Pengembangan Usaha Minapolitan Pedesaan (PUMP) kepada beberapa Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) di Pacitan. Pacitan merupakan wilayah pantai dengan sumber daya laut melimpah. Meski 70 hingga 80 persen wilayahnya adalah pegunungan, namun 7 dari 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan merupakan wilayah pantai sehingga sangat potensial untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Seperti untuk jenis ikan lele maupun ikan nila. Potensi tersebut dapat menjadi nilai tambah, jika mampu terkelola dengan baik. Bukan hanya sebatas dijual mentah, namun dikembangkan dalam bentuk produk olahan. Ibas menjelaskan program PUMP ini merupakan 40 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

program yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan telah menunjukkan hasil positif di beberapa daerah. Sebagai konsep pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis wilayah. Program ini telah membantu Pemerintah dalam merealisasikan visi KKP sebagai negara penghasil produk perikanan terbesar tahun 2015. Kegiatan PUMP yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, menumbuhkan wirausaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan di pedesaan. “Dengan pemberian bibit lele ini dan juga pemberian program PUMP ini, maka diharapkan pacitan dapat menjadi sentra lele terpadu dan menjadi percontohan untuk pengembangan kampung sejenis. Produksi lele di wilayah ini telah mendorong berkembangnya usaha pembenihan hingga pembesaran serta pengolahan beraneka ragam produk olahan berbahan baku ikan lele,” sambung Ibas. Menurut Ibas, semua pencapaian itu dapat dicapai melalui pengembangan SDM setempat. Pengembangan SDM dilakukan melalui 3 langkah, yaitu peningkatan keterampilan masyarakat pelaku utama perikanan, pengukuhan penyuluh perikanan swadaya yang merupakan mitra dari penyuluh PNS dan instansi penyuluh kabupaten/kota, dan peningkatan pendidikan melalui pemberian bantuan beasiswa kepada anak-anak pelaku utama usaha perikanan. Ibas mengatakan, “Besarnya potensi perikanan dikabupaten Pacitan, diharapkan mampu menjadikan kawasan dipesisir paling selatan Jawa timur ini, menjadi penggerak gemar makan ikan bagi daerah-daerah lain.” David Christian


A

nggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mendukung Kabupaten Pacitan menjadi sentra produksi perikanan tangkap dan kelautan. Hal ini disampaikan Ibas saat mengunjungi pelabuhan ikan di Tamperan Kabupaten Pacitan, Sabtu, 14/07. “Besarnya potensi perikanan di Kabupaten Pacitan sebagai kawasan di pesisir paling Selatan Jawa Timur ini, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar politisi muda ini. “Pacitan merupakan wilayah pantai dengan sumber daya laut melimpah. Walau sebagian besar wilayahnya pegunungan, namun sangat potesial untuk pengembangan budidaya ikan laut maupun air tawar. Masyarakat nelayan bisa dibina agar semakin trampil memanfaatkan kekayaan alam di Kabupaten Pacitan,” ujar politisi muda ini. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini juga berharap nelayan di Pacitan semakin produktif dengan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Pacitan. “Pembinaan untuk nelayan di Kabupaten Pacitan juga bisa diarahkan agar dapat mengelola hasil produksi ikan menjadi bahan siap saji yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujar Ibas. Pada kesempatan ini, Ibas menyerahkan bantuan tujuh unit Motor Tempel untuk tujuh kelompok nelayan dan masingmasing 8 paket jaring untuk kelompok nelayan yang ada di Kabupaten Pacitan. “Semoga bantuan ini bisa meningkatkan produktifitas nelayan di wilayah Kabupaten Pacitan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para nelayan, harap Ibas. Ungkapan terimakasih diungkapkan Hartono, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) Tamperan usai penerimaan bantuan Mesin Tempel dari Edhie Baskoro Yudhoyono. “Kepedulian Mas Ibas terhadap para nelayan harus terus kita dukung karena di Kabupaten Pacitan banyak sekali kelompok nelayan. Dengan bantuan mesin

Edhie Baskoro, Dukung Produktifitas Perikanan Di Pacitan temple ini, akan kami manfaatkan untuk optimalisasi kerja kelompok dalam melakukan pengawasan di Pelabuhan Tamperan. Terima kasih Mas Ibas,” ungkap Hartono Hal senanda juga diungkapkan Imam Mukti, KUB Sejati, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan. “Mesin tempel ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama anggota nelayan di Desa Jetak. Matur nuwun Mas Ibas, atas perhatiannya kepada para nelayan” Sementara itu, Djumari, KUB Tunas Harapan, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo penerima bantuan Jaring juga mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Ibas. “ Terima kasih kami ucapkan kepada Mas Ibas atas bantuannya berupa jaring nelayan. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaikbaiknya untuk kepentingan bersama. Sekali lagi, Matur Nuwun Mas Ibas” ujar Djumari. Turut hadir dalam agenda

kunjungan di Tamperan Pacitan sejumlah petingga Partai Demokrat seperti Ketua Umum, Anas Urbaningrum, Anggota DPR RI, Herman Khaeron, Ramadhan Pohan, Bupati Kabupaten Pacitan Indartato dan sejumlah muspida Kabupaten Pacitan. David Christian/Frend Mashudi/ Hernawan

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 41


Ibas menerima penghargaan penghargaan MURI sebagai pemrakarsa Wayang beber terpanjang di dunia dari perwakilan MURI Sri Widayati di Pendopo Bupati Pacitan, Jawa Timur (14/7).

SENI WAYANG BEBER PACITAN PECAHKAN REKOR MURI DAN REKOR INTERNAIONAL

A

nggota DPR RI asal Pacitan, Edhie Baskoro Yudhoyono mengaku bangga dengan prestasi kelompok pecinta seni Wayang Beber Sanggar Lung asal Kabupaten Pacitan yang berhasil memecahkan rekor pementasan Wayang Beber terpanjang yaitu, sepanjang 80 meter. “Saya tentu bangga dengan prestasi rekanrekan seniman Sanggar Lung, yang sudah berupaya memecahkan rekor baru pementasan Wayang Beber terpanjang,” ujar pria yang akrab disapa Ibas ini usai menerima penghargaan MURI sebagai pemrakarsa Wayang beber terpanjang di Pendopo Bupati Pacitan, Jawa Timur (14/7). Ibas yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga menyambut baik dan memberi apresiasi terhadap upaya rekan-rekan seniman Pacitan dalam melestarikan kesenian 42 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Wayang Beber. Prestasi yang membanggakan ini membuahkan hasil berupa Wayang Beber Terpanjang yang masuk kedalam Rekor MURI. Prosesi penganugerahan Rekor MURI ini dilakukan oleh Ibu Sri Widayati sebagai Perwakilan dari pihak MURI. Wayang Beber merupakan salah satu kesenian asli Pacitan. Wayang Beber merupakan sebuah hasil karya yang bisa menjadi salah satu nilai jual untuk meningkatkan potensi pariwisata di Pacitan. Oleh karena itu revitalisasi Wayang Beber harus dimulai dengan kebijakan yang tepat, komitmen pemimpin daerah, dukungan masyarakat dan swasta, serta dilakukan secara sinergis antarpara pihak yang peduli terhadap eksistensi Wayang Beber. Berbeda dengan wayang kulit atau wayang golek, cara penyampaian cerita pada wayang beber sedikit lebih unik, yakni

melalui lembaran kain atau kertas selebar 3 meter. Kain tersebut bergambar tokoh-tokoh pewayangan. Kemudian kain tesebut dibentangkan dengan dua tongkat di sisi kiri dan kanan sebagai penyangga. Tongkat itu ditancapkan dalam lubang bambu berdiameter 50 cm. Dengan masuknya Wayang Beber ke dalam Rekor MURI, Ibas berharap agar minat kaum muda Pacitan terhadap Wayang Beber meningkat, serta tetap terjaga kelestariannya. Karena di Pacitan sendiri kesenian Wayang Beber sudah cenderung sulit ditemui. Untuk itu, tugas anak muda penerus bangsa untuk meneruskan warisan seni agung tersebut. “Teruslah berkarya, semoga usaha rekan-rekan seniman ini kedepan semakin mendapat tempat di hati masyarakat luas,” lanjutnya. David Christian/Frend Mashudi


IBAS SAMBUT BAIK PROGRAM LIMAR PGN DI PACITAN Ibas memberi apresiasi positif atas berjalannya program LIMAR, karena untuk kedepannya bisa menjadi peluang untuk pemberdayaan putra daerah Pacitan. Kaum muda Pacitan yang bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan bisa terlibat dalam perakitan alat-alat penerangan, sehingga kedepannya Pacitan bisa menjadi sentra produksi alat-alat penerangan, yang kemudian bisa disalurkan keluar Pacitan.

S

elain peresmian Rekor MURI, Ibas juga memberikan sambutan positif terhadap PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) atas kepeduliannya kepada masyarakat Pacitan. PGN selaku badan usaha milik negara (BUMN) belum lama ini membantu penerangan di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik di Kabupaten Pacitan. Berkat perjuangan Anggota DPR RI asal Dapil VII ini, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PGN ini dapat turun di Pacitan dalam bentuk Program LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat). Dalam kesempatan ini, turut pula hadir Direktur Utama PT. PGN, Hendi Prio Santoso. Di Pacitan, program LIMAR telah berhasil menerangi sejumlah desa yang selama ini belum dapat menikmati fasilitas listrik. Bantuan tersebut, yakni di Dusun Jatiroto Desa tumpuk Kecamatan Bandar, sudah dibantu 297 keluarga. Kemudian, Dusun Sono Desa Bangun Sari Kecamatan Bandar, sudah dibantu 183 keluarga. Lalu, Dusun Ngagik Desa Bandar, Kecamatan Bandar, sudah terbantu sebanyak 186 keluarga. Dan terakhir, Desa Tinatar, Kecamatan Punung, telah mendapat bantuan sebanyak 237

keluarga. Ibas memberi apresiasi positif atas berjalannya program LIMAR, karena untuk kedepannya bisa menjadi peluang untuk pemberdayaan putra daerah Pacitan. Kaum muda Pacitan yang bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan bisa terlibat dalam perakitan alat-alat penerangan, sehingga kedepannya Pacitan bisa menjadi sentra produksi alat-alat penerangan, yang kemudian bisa disalurkan keluar Pacitan.

Sebagai wakil rakyat yang diamahkan oleh Kabupaten Pacitan, Ibas mendorong sepenuhnya upaya-upaya untuk membangun Kabupaten Pacitan untuk kedepannya akan semakin maju dan sejahtera. Ibas menambahkan, “semoga kedepan, program Pemerintah agar Indonesia bebas gelap, bisa segera diimplementasikan secara menyeluruh di Indonesia,� tandas Ibas. David Christian Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 43


GRAND FINAL LOMBA LAGU KARYA SBY DI PACITAN

Untuk kesekian kalinya Acara bergengsi Lomba nyanyi karya Cipta Karya SBY digelar di Pacitan. Acara ini selain bertujuan untuk pencarian bakat juga diharapkan mampu memotivasi generasi muda dalam mengekpresikan diri dalam bidang seni musik.

M

asyarakat berjubel di alun-alun kota Pacitan, Jawa Timur, hari Sabtu (14/7) malam. Tidak sedikit dari mereka yang datang dari pedesaan dan pegunungan. Mereka datang ke pusat kota untuk menyaksikan Grand Final Lomba Menyanyi Lagu Karya Cipta SBY. Menpora Andi Mallarangeng, Edhie Baskoro Yudhoyono, Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Sulasikin Mur Pratomo juga berada di antara mereka. Saat memberi sambutan untuk membuka hajatan yang sudah keempat kalinya digelar ini, Menpora menyampaikan salam dari Presiden SBY yang memang berasal dari Pacitan. Menpora mengaku senang kegiatan ini telah berjalan hingga yang keempat kalinya. Mengenakan kemeja batik bermotif catur, Menpora berharap Kabupaten Pacitan tidak hanya menghasilkan atlet catur nasional dan atlet bola voli nasional. Akan tetapi tanah kelahiran Presiden SBY ini juga bisa menjadi sentra pengembangan kebudayaan, kesenian, khususnya seni musik. "Pesertanya banyak, luar biasa, memang lagu-lagu Presiden SBY enak didengar, manis dan punya makna yang dalam. Kita semua berharap lomba ini terus diadakan tiap tahun," ujar Menpora. Ketua Penyelenggara Sugiarto melaporkan, jumlah peserta 214 orang, tidak hanya berasal dari Pacitan saja tetapi juga dari wilayah Jawa Timur lainnya, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hadir pula dalam acara tersebut bupati Pacitan Indartato bersama unsur Muspida Kabupaten Pacitan. Selain diisi dengan penampilan para peserta, lomba nyanyi lagu SBY ini juga dimeriahkan dengan penampilan band papan atas LYLA. Beberapa lagu Hits kelompok band yang tengah digandrungi kaum muda ini begitu membuat para penonton terhibur. Frend Mashudi 44 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

PEMENANG LOMBA LAGU SBY KATEGORI SMP SEDERAJAT 1. 2. 3.

JUARA I : - Agisnia Nur Azizah (SMPN 1 Madiun) - Bagus Romadhoni (SMPN 1 Ponorogo) JUARA II : - Nurul Mukti Utami (SMPN 1 Pacitan) - Didit Setiawan (SMPN 1 Tulungagung) JUARA III : - Sophia Utami Putri (SMPN 1 Ngawi) - Nova Tri Nugroho (SMPN 1 Pacitan)

1. 2. 3.

KATEGORI SMA SEDERAJAT JUARA I : - Dickna Pramiswara Putri (SMAN 1 Pacitan) - Buyung Kuswandoko (SMAN 1 Pacitan) JUARA II : - ANJAR MUKHOYAROH (SMAN 1 Trenggalek) - Yoga Setyo Nugroho (SMAN 1 Ponorogo) JUARA III : - Dian mita (SMKN 3 Pacitan) - Aldi Choirul Anwar (SMKSN 3 Pacitan)

1. 2. 3.

KATEGORI UMUM JUARA I : - Edy Susanto (Solo) - Catur Fifti Anas Sari (Pacitan) JUARA II : - Aryoko (Solo) - Titah Rahayu (Pacitan) JUARA III : - Sapta Hudaya (Solo) - Amelia Kusumawati (Pacitan)


Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Menyanyi Lagu Karya Cipta SBY di alun-alun kota Pacitan, hari Sabtu (14/7) malam. (foto:qirun)

IBAS APRESIASI LOMBA NYANYI LAGU SBY

A

nggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ibas, memberikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Lomba Nyanyi Lagu Karya Cipta SBY di Pendopo Kabupaten Pacitan, Sabtu, (14/07). Pada acara tahunan yang sudah empat kali dilaksanakan di Pacitan ini, Ibas menyampaikan apresiasinya atas sambutan masyarakat yang antusias mengikuti lomba ini. “Saya menyampikan apresiasi atas diselenggarakannya lomba nyanyi lagu cipta SBY ini. Masyarakat Pacitan begitu antusias menyambut acara ini,” ungkap Ibas. Pada kesempatan ini, Ibas menjelaskan, di tengah kesibukan menjalankan tugas kenegaraan, Bapak Presiden masih dapat meluangkan waktunya untuk menciptakan lagu-lagu yang bertemakan pembangunan dan optimis dalam menatap masa depan. “Tentu semangat dan dedikasi beliau perlu kita teladani. Makna-makna yang terkandung dalam lirik-lirik lagu yang beliau ciptakan juga bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk melanjutkan pemikiran-pemikiran beliau yang begitu mencintai tanah air Indonesia,” tambah Ibas. Politisi muda ini juga menyambut positif usaha pihak panitia yang dinilainya berhasil

menyelenggarakan acara lomba tersebut yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah peserta. “Saya mendengar peserta lomba ini ada yang datang jauh-jauh dari wilayah Jawa Tengah. Untuk itu, saya mengucapkan selamat berlomba dan berkreasi. Semoga melalui kompetisi ini, kemampuan para peserta di bidang seni suara semakin meningkat.” Seperti diketahui, kompetisi Lomba Nyanyi Lagu Karya Cipta SBY 2012 ini diikuti oleh 210 peserta, yang berasal dari berbagai daerah, terutama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kebanyakan mereka berasal dari Kediri, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Solo, Yogyakarta, Kudus, Tulungagung dan sekitarnya. Jumlah peserta yang mengikuti lomba nyanyi di tahun 2012 ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2011, peserta lomba yang berpartisipasi hanya sejumlah 135 orang. Untuk babak Grand Final ini, peserta yang tersisa sebanyak 30 orang, yang terdiri dari siswa dan siswi dengan kategori umum, SLTP/ Madrasah Tsanawiyah dan SMA/ SMK/ Madrasah Aliyah. Ibas menilai, “potensi siswa-siswi tersebut patut kita support bersama, saya berharap para kaum muda Pacitan tetap mempertahankan prestasi ini, dan semoga kedepannya ajang kompetisi ini tetap dijalankan dan dapat membawa manfaat untuk masa depan generasi muda Pacitan. Di sisi lain, saya berharap acara ini dapat mempererat silaturahmi antarmasyarakat Pacitan.” Acara Lomba Nyanyi Lagu Karya Cipta SBY 2012 dibuka oleh Menpora Andi Mallarangeng. Selain itu, Bupati Kabupaten Pacitan, Indartato serta jajaran Muspida Kabupaten Pacitan turut menyaksikan kemeriahan acara lomba nyanyi tersebut. Pada bagian penutupnya, masyarakat dihibur oleh kelompok Band Lyla yang juga ikut menyanyikan salah satu tembang ciptaan Presiden SBY yang diaransemen ulang. David Christian Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 45


Edhie Baskoro Yudhoyono didampingi Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, anggota DPR RI, DPRD Jawa Timur dan DPRD Pacitan dan Tiem EBY berfoto bersama di depan Mobil Aspirasi EBY usai diluncurkan. Dok. EBY Team

Perkuat Layanan Aspirasi Masyarakat Dapil VII Jawa Timur

Ibas Luncurkan Mobil Aspirasi Edhie Baskoro Luncurkan Mobil Aspirasi untuk Masyarakat Dapil VII Jawa Timur.“Mobil Aspirasi EBY” ini untuk memaksimalkan upaya penyerapan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pacitan. “Mobil Aspirasi ini pada tahap awal akan beroperasi di Kabupaten Pacitan. Kabupaten lainnya seperti, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi akan menyusul,” jelas Ibas saat peluncuran Mobil Aspirasi EBY di Griya Aspirasi EBY, Jl. Piere Tendean No. 7, Pucang Sewu Pacitan, Jawa Timur (14/7). 46 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

D

alam masa reses IV DPR RI, anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas meluncurkan “Mobil Aspirasi EBY” untuk memaksimalkan upaya penyerapan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pacitan. “Mobil Aspirasi ini pada tahap awal akan beroperasi di Kabupaten Pacitan. Kabupaten lainnya seperti, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi akan menyusul,”


Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono memecahkan kendi sebagai tanda resmi diluncurkannya Mobil Aspirasi EBY. Dok. EBY Team

Informasi. “Saya harap, Mobil Aspirasi ini dapat membantu mengatasi kesenjangan informasi masyarakat di pelosok Pacitan, serta membawa sejumlah fungsi yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya. Terkait operasionalnya, Mobil Aspirasi EBY akan ditempatkan secara bergiliran ke daerah-daerah pelosok yang belum terjangkau layanan kesehatan, informasi, dan layanan lainnya. Selain Mobil Aspirasi, Ibas juga mempelopori adanya moda transportasi bentor, atau bebek motor. Keberadaan bentor ini nantinya diharapkan dapat menjangkau pelosokpelosok daerah yang sulit dijangkau oleh becak, dimana selama ini masyarakat banyak yang menggunakan becak sebagai alat transportasi sehari-hari. (**) Ibas bersama Anas melihat-lihat koleksi buku dan obat-batan di Mobil Aspirasi EBY. Dok. EBY Team

kalau aspirasi mereka sampai terlewatkan,” jelas Ibas. Ditambahkannya, Mobil Aspirasi ini juga didesain sebagai sarana pembelajaran multifungsi, yakni sebagai Mobil Pintar, Mobil Sehat, Mobil Database, dan Mobil

Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Anggota DPR RI Ramadhan Pohan dan Herman Khaeron mencoba transportasi becak motor berbahan bakar Gas.Dok. EBY Team

>>

jelas Ibas saat peluncuran Mobil Aspirasi EBY di Griya Aspirasi EBY, Jl. Piere Tendean No. 7, Pucang Sewu Pacitan, Jawa Timur (14/7). Lebih lanjut politisi muda ini menjelaskan, konsep Mobil Aspirasi EBY secara khusus dirancang untuk menembus dan menjemput aspirasi masyarakat, terutama yang bermukim di pelosok daerah. “Selama Griya Aspirasi ini beroperasi, Alhamdulilah, sejumlah besar aspirasi masyarakat sudah kami perjuangkan di Jakarta. Ada sejumlah program yang turun dari pusat untuk Pacitan. Kami mengevaluasi bahwa masih banyak aspirasi masyarakat yang belum bisa tersampaikan, khususnya masyarakat yang berada di daerah-daerah pelosok. Bagi saya, sangat disayangkan

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 47


Edhie Baskoro Yudhoyono menyerahkan bantuan secara simbolis beasiswa pelajar berprestasi kepada Salini Rengganis juara Surfing Internasional dan Catur Adi Sagita Juara Catur tingkat ASEAN.

Ibas Berikan Beasiswa Untuk Siswa Berprestasi Pacitan

D

alam kunjungannya kali ini, Edhie Baskoro yudhoyono (Ibas) yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat memberikan program beasiswa EBY kepada 30 murid berprestasi di Kabupaten Pacitan. Menurut Ibas, upaya meningkatkan motivasi dan prestasi putra putri terbaik Pacitan harus selalu digalakkan agar Kabupaten Pacitan bisa tampil sebagai lumbung sumber daya manusia yang berkualitas. “Peran kaum muda untuk membangun bangsa harus dimulai dengan prestasi sedini mungkin. Saya melihat potensi siswa-siswi di Kabupaten Pacitan sangat bervariatif. Untuk itu, tentu perlu kita dukung bersama,” jelas Ibas di Griya Aspirasi EBY. Program Beasiswa EBY ditujuhkan untuk siswa siswi yang berprestasi. Masing-masing siswa mendapat beasiswa total sebesar 48 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

4 Juta rupiah dan diberikan selama selama tiga tahun. Dengan rincian, tahun pertama 1,5 juta, tahun ke dua 1,5 juta dan tahun ke tiga sebesar 1 Juta rupiah. Di antara mereka yang menerima beasiswa ini, terdapat nama Catur Adi Sagita, siswa kelas lima SDN Pacitan yang berprestasi bidang catur. Ia merupakan juara ASEAN Catur tahun 2011. Siswa berprestasi lainnya yang turut menerima program beasiswa ini adalah Salini Rengganis, Siswi SMPN 3 Nawangan yang menjadi juara surving internasional, serta sejumlah murid berprestasi di Pacitan. “Saya memiliki keyakinan, program Beasiswa EBY ini dapat memberikan kontribusi dan pengaruh positif, bukan saja untuk memotivasi anak didik kita, tapi saya berharap adik-adik kita ini tetap memiliki optimisme sebagai modal meraih masa depan yang

lebih baik,” harap Ibas. Tak hanya memberikan dukungan untuk dunia pendidikan, Ibas juga memberian bantuan sejumlah paket alat pembuat batik untuk pengrajin Batik di Pacitan. Ibas yang juga Wakil Ketua Umum Kadin bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga ini mendukung berkembangnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Pacitan agar bangkit dan dapat berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pergunakanlah dengan sebaikbaiknya. Semoga bermanfaat dan menambah kreatifitas untuk menambah corak seni dan budaya batik Pacitan agar semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, maupun manca negara.” tutup politisi muda ini. David Christian


Pesona

Kredit Usaha Rakyat

(KUR)

K

redit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/ pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tapi belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/ USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana. Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UKMK. Kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UMKMK mencakup: - Peningkatan akses pada sumber pembiayaan - Pengembangan kewirausahan - Peningkatan pasar produk UMKMK - Reformasi regulasi UMKMK Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum Jamkrindo. Adapun Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin.

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 49


Presiden SBY dan Ibu Ani tengah mengamati produk Batik SAJI Pacitan saat menggelar pameran batik di Pendopo Kabupaten Pacitan . (13 Janurai 2012).

BATIK SAJI PACITAN

Mengemas Batik "Amoh" Menjadi Produk Berkelas

Batik Warna Alam ter-SAJI Memberi Warna Pacitan. Namanya pendek saja, SAJI Merupakan nama orang sebenarnya. Belakangan, Saji menjadi merk sebuah produk kain batik tulis berkelas asal Pacitan. Rumah batik saji berada di Jalan Buono Keling, desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, Jawa Timur Km 6 arah timur kota Pacitan.

B

atik Saji merupakan salah satu batik khas Pacitan yang menonjolkan pada kreatifitas dalam desain dan motifnya. Tidak saja corak batiknya memiliki karakter kuat dan khas, pamor menawan itu masih dipadu dengan teknik pewarnaan natural dyes atau yang lebih dikenal dengan warna alam. Yaitu, warnawarni untuk membatik yang bahannya berasal dari bermacam daun, kulit, dan akar-akaran pohon yang diolah, dicampur, dengan tanaman atau buah-buahan tertentu dari tegalan maupun hutan. Teknik pewarnaan yang sebenarnya sudah sangat lama ditinggalkan, namun kini hidup kembali seiring dengan munculnya gerakan kesadaran untuk kelestarian alam. Sebelum batik Pacitan dikenal 50 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

masyarakat luas, orang mengenal tempat asal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini hanya sebagai daerah yang dikelilingi gugusan pegunungan kapur yang menyimpan aneka warna bebatuan alami atau Akik. Kini setelah Pacitan mempunyai batik tulis warna alam yang berpamor menawan, perburuan kerajinan unggulan daerah oleh para kolektor tidak lagi terkonsentrasi pada batu akik, tetapi juga kain batik. Dan Saji, adalah salah satu merk batik dengan warna alam yang sedang digandrungi para kolektor batik dari dalam dan luar negeri. BATIK “AMOH” “Orang di sini bilang, batik saya ini adalah batik amoh. Semakin warnanya

terlihat amoh, semakin mahal pula harganya,” ujar Bu Saji dengan tawa berderai. Para kolektor batik, lanjut dia, malah memprotes dan kurang percaya jika kain batik warna alam malah terlihat terang benderang. “Yang seperti itu malah dibilang warna alam yang aspal alias asli tapi palsu.” Amoh dalam bahasa Jawa berarti rusak atau aus. Kata amoh kerap berpasangan dengan kata gombal. Gombal amoh berarti kain rusak atau kain yang sudah usang karena sering di pakai. Jadi, ketika “Batik Tulis Saji” warnanya makin terlihat seperti gambal amoh, komoditas unggulan baru dari Pacitan ini justru makin berharga tinggi. Mampu mengalahkan jenis batik tulis lain dengan pewarna kimia yang notabene malah terlihat bagus dan


Ibas mendampingi Ketua Umum PD Anas Urbaningrum menyerahkan bantuan peralatan membatik kepada perajin batik di Pacitan, salah satunya Pengrajin Batik SAJI Pacitan.

kinclang dari segi warna. Dan lagi lebih terlihat cerah dan seperti kain baru yang keluar dari produksi pabrik kain. Sukses Batik Tulis Saji tidak semata karena booming kain batik di negeri ini yang diawali dari kebijakan pemerintah untuk melestarikan warisan budaya. Menurut Bu Saji, jauh sebelum batik memasyarakat seperti sekarang, keluarganya sudah bergelut dengan canting dan batik. Keluarganya adalah sebagian kecil dari keluarga-keluarga di Pacitan yang turun temurun mengusahakan kain batik menjadi komoditas untuk menopang hidup. Dituturkan lebih jauh, keluarga Saji sempat menarik diri dari produksi batik tulis yang dilakoni turun-temurun tersebut. Keputusan itu diambil karena lesunya pasar kain batik. Apalagi, saat itu, batik tulis tak mampu bersaing harga dengan murahnya jenis kain batik cap dan batik printing bikinan pabrik. Namun, membatik bagaimana pun adalah warisan turun-temurun. Sungguh sayang warisan ini kalau ditinggalkan begitu saja. Di tahun 1980-an, keluarga Saji kembali bergelut dengan batik. Hanya bedanya, kalau dulu, membatik adalah membantu usaha orang tua, sedang saat itu usaha batik diwariskan kepadanya. Pasangan Saji (Pak dan Bu Saji) yang saat itu merasa muda dan bertenaga kemudian merombak manajemen produksi batik turun-temurun tersebut. Untuk membuat gebrakan, 10 orang pekerja direkrut. Semuanya adalah

para tetangga di sekitar rumah. Mereka diajak membatik selesai bekerja di sawah atau setelah mengurus rumah tangganya. Gebrakan tersebut ternyata membawa hasil yang lumayan. Sembari mengedarkan batik dari pasar ke pasar, Bu Saji mengaku menitipkan hasil batikannya ke toko-toko kain. Untuk motif-motif batik yang laku dipasaran kemudian dicoba dikembangkan. Pak Saji-Iah yang kemudian kebagian tugas menjadi desainer dari karya-karya batik itu. Sembari memperkaya khasanah batik produksinya, dengan adanya motif-motif baru membuat pasar tidak jenuh dan bosan dengan batik. Motif batik yang berhasil dikembangkan oleh keluarga Saji di antaranya motif lumbu, wahyu temurang, gringsing, latulip, pace, sekar, lung-lung ayu dan lainnya. Seiring munculnya tren batik dengan pewarna alam yang juga sering disebut indigo, Batik Tulis Saji tak pelak turut ketiban berkah. Motif-motif yang sudah berhasil dikembangkan dan berhasil mengundang minat masyarakat kemudian diproduksi dengan teknik pewarna alam. DIBURU KOLEKTOR MANCANEGARA Dari semula hanya mempekerjakan 10 orang, kini Batik Tulis Saji memiliki tak kurang dari 50 orang karyawan. Omzet usaha batiknya juga membengkak pesat, Mampu menembus angka di atas 100 juta rupiah per bulan. Sebuah omzet yang bukan main-main. Setelah sekian lama bergelut dengan batik warna alam, di Jawa Timur, Batik Tulis Saji cukup memiliki nama besar. Pasarnya pun juga kian melebar hingga keluar wilayah Pacitan yang terhimpit pegunungan. Pasar potensialnya di dalam negeri adalah Jogjakarta, Bandung, Jakarta, Pontianak. Sedangkan pasar luar negeri yang sudah menjadi pelanggannya adalah Singapura, Bombay, Jepang, dan Amerika Serikat. Tren batik warna alam yang kian diminati pasar, membuat keluarga Saji mulai meninggalkan pewarna batik dari bahan kimia. Saji mulai belajar dan rajin meramu sendiri bahan-bahan alam yang digunakan untuk pewarna batik. Bahan-bahan alami yang diperlukan untuk meramu warna batik di antaranya adalah kulit pohon mangga, buah mohoni, buah

ketapang, koncer, bluluk kelapa , daun suji, daun pandan, dan seterusnya. Bahan-bahan tersebut jika direbus dan diolah dengan cara tertentu akan menghasilkan warna-warni batik yang sangat bagus, tahan lama, aman serta ramah lingkungan. Proses membatik dengan warna alam prinsipnya sama dengan membatik umumnya. Namun untuk mendapatkan kualitas warna yang prima, batik warna alam membutuhkan sedikitnya empat kali proses’ pencelupan di dalam bejana-bejana warna. Untuk satu potong kain Batik Tulis Saji warna alam, harga yang dipatok berkisar antara 400-600 ribu rupiah. Itupun juga masih tergantung dengan tingkat kerumitan motif batik yang diinginkan. Sementara untuk batik dengan pewarna kimia, untuk harga per potongnya jauh di bawah yang menggunakan warna alam, yaitu berkisar antara 100250 ribu rupiah. Menyadari segmentasi pasar batik, dan agar usaha turuntemurun itu tetap berjalan, keluarga Saji tetap mengakomodasi pasar. Bagi sebagian besar masyarakat Pacitan, harga kain batik warna alam boleh jadi adalah harga yang tak terbeli. Sebab itu, batik dengan harga terjangkau tetap diupayakan berproduksi untuk menjangkau pasar ekonomis. “Apalagi orang Pacitan tidak begitu menyukai batik amoh yang harganya teryata malah mahal,” pungkas Bu Saji masih diiringi dengan derai tawa meski kali ini sedikit terdegar pahit. Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengrajin batik di Pacitan, Edhie Baskoro Yudhoyono menyerahkan bantuan paket peralatan membatik kepada pengrajin Batik Saji Pacitan. Ibas yang juga Wakil Ketua Umum Kadin bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga ini mendukung berkembangnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Pacitan agar bangkit dan dapat berkontribusi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pergunakanlah dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat dan menambah kreatifitas untuk menambah corak seni dan budaya batik Pacitan agar semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, maupun manca negara.” tutup politisi muda ini. Frend Mashudi Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 51


ANTISIPASI LONJAKAN HARGA PEMKAB LAKUKAN OPERASI PASAR

Bupati Indartato tengah berbincang dengan pedagang tempe di Pasar Arjosari

M

PACITAN, SINERGISeski harga sejumlah komoditas di pasar mulai stabil, namun Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan tetap menggelar operasi pasar. Ini dimaksudkan untuk menjaga harga terkendali hingga lebaran mendatang. Bupati Pacitan Indartato saat inspeksi mendadak di Pasar Minulyo, Baleharjo, pasar Arjosari dan pasar Punung Jumat (27/7) menegaskan, lonjakan harga yang terjadi selama ini dinilai memberatkan masyarakat. Apalagi, dampak yang ditimbulkan berantai. Jika harga bahan baku melambung, tentu saja harga produk jadi yang dihasilkan juga ikut meningkat. “Kendati sempat mengalami kenaikan, namun kondisi cukup stabil, dan tak ada kelangkaan untuk jenis-jenis kebutuhan pokok,� tukas bupati. Namun demikian, lanjut 52 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Indartato, operasi pasar tetap menjadi solusi untuk menjaga harga tetap berada pada ambang wajar. Sebagai langkah awal, lanjut bupati, pihaknya akan menyampaikan hasil sidak kepada pemerintah provinsi maupun pusat. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, operasi pasar kali ini diharapkan berlangsung sejak awal Ramadan hingga Idul Fitri. Sebagian pendanaannya mendapat bantuan pemerintah provinsi Jawa Timur berupa biaya transportasi. Setelah mengalami lonjakan signifikan menjelang awal Ramadan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Pacitan berangsur normal. Komoditas daging sapi misalnya, harga di tingkat pedagang berkisar 75 hingga 80 ribu rupiah per kilogram. Padahal 6 hari sebelumnya menembus angka 100 ribu rupiah per kilogram. Bahan pangan lain yang relatif tidak mengalami perubahan harga adalah beras, gula dan minyak

goreng. Pantauan di beberapa kios di Pasar Minulyo, harga jual beras super tetap berada pada angka 9 ribu rupiah per kilogram. Begitupun dengan gula pasir yang tetap dijual dengan harga Rp 14 ribu rupiah, dan minyak goreng yang stabil pada harga 11 ribu rupiah per kilogram. Khusus komoditas telur, justru mengalami trend penurunan. Sebelum Ramadan, harga per kilogramnya mencapai 20 ribu rupiah, namun saat ini turun menjadi 16 ribu rupiah per kilogram. Sementara untuk produk berbahan baku kedelai, seperti Tempe juga tetap setabil kendati mengalami kenaikan. Untuk tempe bungkus daun ukuran kecil di Pasar Punung dijual 1000 rupiah per enam bungkus. Frend Mashudi


Pemkab Tandatangani Mou Penyelesaian Hukum

Perdata Dan TUN Dengan Kejaksaan

P

PACITAN, SINERGISemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri terkait penyelesaian hukum perdata maupun Tata Urusan Negara. Penandatanganan Mou tersebut dilakukan antara pihak pertama yakni Bupati Pacitan atas nama Pemerintah Kabupaten dengan pihak kedua Nurlini SH atas nama Kejaksaan Negeri, Senin (23/7). Dengan disepakatinya kerjasama tersebut maka dalam penyelesaian masalah hukum perdata maupun tata urusan negara yang dihadapi pemerintah kabupaten dapat diwakilkan kepada Jaksa pengacara negara (JPN). Dengan hak substitusi, JPN dengan kuasa khusus akan membela pihak pertama baik sebagai tergugat maupun penggugat. Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan (Kajari), Nurlini SH dalam kesempatan itu mengatakan, kerjasama bidang perdata dan tata urusan negara ini merupakan amanat undang-undang. “Kejaksaan memiliki lima fungsi tugas dan

wewenang. Yakni, bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, penegakan hukum serta tindakan hukum lain sebagai mediator dan Fasilitator,” ungkap Nurlini SH. Dengan upaya ini pula diharapkan, dapat terwujud kepastian hukum sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. “Hanya saja, peran jaksa Negara ini harus mulai dilibatkan dari awal sehingga penyelesaian diluar pengadilan dapat dilakukan. Hal ini menjadi prioritas karena prinsip jalan tengah dinilai lebih praktis dan efisien sebelum melangkah ke proses litigasi di pengadilan,” imbunya. Sementara itu bupati Pacitan Indartato menyambut baik kerjasama ini. “Bagaimanapun juga dalam menyelenggarakan pemerintahan, harus selalu taat hukum. Sehingga, semuanya dapat berjalan dengan baik. Pelayanan kepada masyarakat tidak tersendat karena penyelenggara pemerintahanya tersangkut hukum,” tandas Bupati. Frend Mashudi Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 53


Ibas Dukung Kabupaten Ponorogo jadi Penyangga Sentra Kedelai Nasional

U

PONOROGO, SINERGIS– paya yang dilakukan Pemerintah Pro Rakyat untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional adalah peningkatan produktivitas dan perluasan areal. Selain pembukaan lahan baru, upaya perluasan dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial untuk budidaya kedelai tetapi belum maksimal dimanfaatkan, termasuk lahan-lahan di bawah naungan tegakan tanaman hutan dan tanaman perkebunan yang masih muda. Teknologi yang spesifik untuk lahan perkebunan atau hutan adalah varietas kedelai tahan naungan sesuai ekosistem hutan/perkebunan disamping itu juga harus berumur genjah, produktivitas tinggi dan toleran cekaman biotik (hama dan penyakit) dan toleran cekaman abiotik (kekeringan, kebasahan, naungan). Tanaman kedelai berpotensi menyuburkan tanah. Dalam satu musim tanam, kedelai menyumbang 44 – 485 Kg N/ha atau 7,6 – 22,5 Kg/ ha P2O5 atau 20 – 92,6 Kg/ha K2O atau 25,4 – 51,4 Kg/ha Ca yang berasal dari hasil dekomposisi daun, batang dan akar tanaman kedelai. Tanaman kayu putih membutuhkan unsur P dan Ca dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan pembentukan 54 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

kulaitas kayu yang baik. Dengan demikian penanaman kedelai diantara kayu putih dalam sistem tumpangsari akan memperbaiki kesuburan lahan hutan. Disamping itu keuntungan tumpangsari tanaman kayu putih dengan kedelai memiliki keunggulan, diantaranya, pemanfaatan lahan lebih optimal yang ditujukan Nisbah Kesetaraan Lahan atau Land Equaivalent Ratio (LER) dan produk panen beragam. Selain  itu lebih cepat memperoleh penghasilan karena kedelai hanya berumur 76-80 hari saja serta memperoleh tambahan hasil dari tanaman yang ditanam. Keuntungan lainnya adalah mencegah erosi dan juga menyediakan pakan ternak. Oleh karena itu Edhie Baskoro Yudhoyono, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dari Kabupaten Ponorogo memberi apreasiasi positif atas keberhasilan Kabupaten Ponorogo dalam mengembangkan tanaman kedelai sehingga Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu penyangga sentra kedelai secara Nasional. “Luar biasa, Kabupaten Ponorogo ternyata sangat sukses mengembangkan tanaman kedelai dan mejadi primadona Nasional saat ini,” ungkap Ibas sapaan akrab Edhie baskoro Yudhoyono. Dia menambahkan, potensi kedelai

Kabupaten Ponorogo bisa ditiru daerah lainnya di Indonesia.   “Ketika kedelai dan tempe berstatus import, ini sesungguhnya kesempatan bagi para petani kedelai untuk bisa memenuhi kebutuhan domestik. Tempe bukan makanan biasa, tapi luar biasa enak, murah, sehat dan bergizi,” imbuhnya. Dan kesempatan tersebut bisa dibaca oleh petani kedelai di Bumi Reyog Ponorogo. Diantara BKPH yang terdapat areal tanaman kayu putih adalah Sukun (3.218 Ha), Sumoroto (118,59 Ha) dan Bondrang (350 Ha). BKPH Sukun memiliki areal pertanaman kedelai sebesar 3.012 Ha. Potensi lahan di bawah tegakan hutan kayu putih sangat berbeda dengan aneka pohon tahunan yang lain, misalnya, jati, karet, kelapa sawit dan sebagainya.  Mengapa? Kayu putih selalu dipangkas, daunnya disuling untuk minyak kayu putih, sehingga tekanan naungan sangat kecil (10– 20%), intensitas cahaya tidak terlalu mengganggu tanaman lain yang ada di bawah tegakan kayu putih.   Para petani pesanggem di hutan kayu putih Ponorogo, menyampaikan kepada Menteri Pertanian bagaimana meningkatkan produksi kedelai dan ketersediaan benih berkualitas untuk varietas Gepak Kuning saat temu wicara Menteri Pertanian RI dengan


petani LMDH di Ngawi, 9 Januari 2012 silam. Petani berharap, aparat pemerintah menanggapi permintaan tersebut. Badan Litbang Pertanian pun bergerak cepat, memerintahkan Balai Latihan Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (Balitkabi) segera merespons permintaan petani LMDH BKPH Sukun dan petani lainnya. Tim Peneliti Balitkabi pun turun ke lapang, diskusi dengan KPH di Madiun dan LMDH setempat. Maka diputuskan untuk melakukan Gelar Budidaya Kedelai di Kawasan Hutan Kayu Putih BKPH Sukun Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo seluas 7 Ha. Varietas Gepak Kuning mendominasi pertanaman gelar tersebut, disandingkan dengan varietas kedelai lainnya serta calon varietas kedelai toleran naungan, agar petani pesanggem bisa langsung membandingkan. Ketidakpastian curah hujan pada awal tanam dapat diatasi oleh peneliti Balitkabi. Buktinya, keragaan tanaman kedelai sangat bagus. Menurut Dr. Muchlish Adie selaku Kepala Balitkabi Observasi menyimpulkan pertumbuhan kedelai optimal dan berpeluang memperoleh hasil hingga 2 ton/ha.  Lahan di bawah tegakan hutan kayu putih, potensial untuk produksi kedelai. Dia  menyampaikan kepada petani dan Ketua LMDH, lahan di bawah tegakan hutan kayu putih, berpotensi untuk produksi kedelai secara permanen atau sepanjang tahun, hal ini berbeda dengan kawasan hutan jati, yang hanya dapat ditanami kedelai hingga pohon jati berumur 5 tahun. “Jika lebih dari 5 tahun kanopi pohon jati sudah menutup, kedelai tak kebagian cukup sinar matahari. Kondisi ini berlainan dengan hutan kayu putih, yang dapat ditanami kedelai sepanjang waktu, tidak dipengaruhi umur pohon kayu putih,” ujar Dr. Muchlish Adie. Para pesanggem di BKPH Sukun hanya butuh kedelai Gepak Kuning dengan kualitas benih yang baik.

Gepak Kuning dan Gepak Ijo, merupakan hasil pemurnian varietas lokal Ponorogo. Pada 2008, kedua varietas tersebut dilepas menjadi varietas kedelai unggul. Dua varietas tersebut sangat sesuai untuk bahan baku tahu, rendemennya sangat tinggi (400%), kualitas tahunya lebih baik. Di areal Gelar Budidaya, keragaan varietas Gepak Kuning sangat bagus. Optimalnya pertumbuhan tanaman kedelai di bawah tegakan hutan kayu putih, tidak lepas dari dukungan Mitra Kerja Balitkabi yakni produsen Pestisida dan Pupuk seperti FMC, Petrosida, Petro Kayaku, Bayer dan Alam Jaya. Petani mendapatkan pembelajaran dari sisi budidaya kedelai yang benar; sekaligus mendapatkan bimbingan penggunaan pestisida dan pupuk yang benar dan efisien. Hasil akhirnya adalah Panen Raya dirangkai dengan Temu Wicara Gelar Teknologi Budidaya Kedelai di Kawasan Hutan Kayu Putih BKPH Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, beberapa waktu lalu. Acara dihadiri oleh Bupati Ponorogo, H. Amin bersama Wakil Bupati Hj. Yuni Widyaningsih, Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Balitkabi dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian, Dr Hasil Sembiring serta Tim Edhie Baskoro Yudhoyono Kabupaten Ponorogo. Sementara itu, panen raya di Kawasan Hutan Kayu Putih BKPH Sukun, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo diharapkan  dapat meningkatkan pasokan komoditas kedelai serta menjadikan Kabupaten Ponorogo sebagai daerah penyangga kedelai di Jawa Timur. “Selama ini Kabupaten Ponorogo menjadi daerah penyangga produksi kedelai Jawa Timur dan bahkan Nasional urutan ke enam,” ujar Bupati H. Amin. Diharapkan petani kedelai menjadi tuan rumah di negera sendiri dan bisa menjadi pemasok produksi kedelai sehingga mampu mengurangi

ketergantungan terhadap impor kedelai. “Petani jangan kawatir menanam kedelai, karena jika harga di pasaran rendah diharapkan bisa dibeli oleh lembaga badan usaha milik desa sehingga petani kedelai tidak akan merugi,” tegas mantan Kepala Desa Tosanan, Kecamatan Kauman ini. Disela-sela acara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pertanian RI, Dr Hasil Sembiring mengakui target swasembada kedelai pada tahun 2014 sulit tercapai karena tingginya ketergantungan pasar Indonesia terhadap kedelai impor, terutama yang berasal dari Amerika Serikat. “Target (swasembada) selalu ada. Tapi dibanding dua target swasembada berkelanjutan lainnya (beras dan jagung), pemenuhan kebutuhan kedelai dalam negeri memang agak susah mengingat besarnya ketergantungan pasar Indonesia terhadap produk impor,” tutur Dr Hasil Sembiring yang mewakili Menteri Pertanian pada acara tersebut. Dijelaskannya, total jumlah kebutuhan kedelai nasional menurut data yang tercatat di Kementrian Pertanian tahun 2011 mencapai 1,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, lanjut dia, hasil pertanian kedelai dalam negeri baru mencapai sekitar 900 ton per tahun atau hanya mampu memenuhi 40 persen dari total kebutuhan kedelai di pasar domestik. Selebihnya, kebutuhan produk kedelai lebih banyak dipasok dari luar negeri (impor), terutama yang berasal dari Amerika Serikat. “Bagaimanapun kami dari Kementrian Pertanian akan terus dorong supaya Indonesia mampu swasembada kedelai. Kalau dulu pernah bisa (swasembada), tentu sekarangpun kita bisa mengupayakannya meski tentu tidak bisa seketika, tapi bertahap,” kata ahli kesuburan tanah jebolan IPB ini. Moh. Nurcholis

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 55


Kilas DPC

R

Ponorogo, SINERGIS angkaian pagelaran memperingati Hari Jadi Kabupaten Ponorogo Ke 516 berlangsung meriah. Walau sebenarnya Hari Jadi Kabupaten Ponorogo Ke 516 jatuh pada Sabtu, 11 Agustus 2012 tetapi karena bertepatan dengan suasana menyambut bulan suci Ramadhan, rangkaian acara dimajukan tetapi cukup semarak. Bahkan seluruh rangkaian acara mampu menyedot perhatian raibuan warga yang haus hiburan seni dan budaya. Gelar budaya yang menampilkan 105 Reyog menjadi pesona tersendiri, pasalnya pegalaran ini baru pertama kali dilaksanakan. Festival Reyog Mini (FRM) ke X pun berlangsung istimewa. Juara umum pun diraih group Reyog Solah Wetan dari kecamatan Sawoo, ditempat kedua diduduki grup dari SMPN I Ponorogo disusul grup dari Kecamatan Ponorogo. Untuk Pembina Seni Reyog, Nunuk Sri Murni Karjati,  Kepala SMPN 1 Jetis dinobatkan sebagai Pembina terbaik. Bupati Ponorogo, Amin mengatakan, peringatan HUT Ponorogo ini digelar berbagai acara untuk melstarikan seni budaya Ponorogo. Terutama bagi generasi muda, ditingkat pelajar. Selain itu, juga digelar kegiatan keagamaan, seperti pawai Ta’aruf yang diikuti seratus lebih pondok pesantren dan ratusan madrasah diniah seleuruh Ponorogo. “Kegiatan keagamaan selalu ditonjolkan di Ponorogo, begitu juga pelestarian seni budaya,” katanya saat memberikan sambutan sebelum melepas Pawai Ta’aruf, Sabtu (14/7) lalu. Bupati Ponorogo mengaku bangga akan pagelaran seni budaya yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan itu. Banyak generasi muda di Ponorogo, benar-beanr mampu melestarikan seni bduaya warisan leluhur. “Pembinaan tentunya akan terus dilakukan, agar seni budaya asli Ponorogo dapat dilestarikan dan dikembangkan dimasa yang akan,” paparnya. Terpisah, Edhie Baskoro Yudhoyono, anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dari Kabupaten Ponorogo memberi apresiasi tersendiri terkait rangkaian perayaan 56 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

IBAS : DIRGAHAYU KABUPATEN PONOROGO KE- 516 Hari Jadi Kabupaten Ponorogo Ke 516. “Kita salut atas upaya Pemkab dan masyarakat Ponorogo dalam menguri-uri (melestarikan) kesenian dan budaya asli Ponorogo yang adi luhung ini,” ucap Mas Ibas bangga. Bahkan dalam berbagai kesempatan Mas Ibas selalu mengajak elemen seniman Kabupaten Ponorogo untuk tampil dalam acara Mas Ibas atau saat Mas Ibas punya gawe, diantaranya saat Tasyakuran Pernikahan Mas Ibas-Mbak Aliya dengan mengadakan pagelaran Campursari dan Wayang Kulit semalam suntuk beberapa bulan silam di Perempatan Desa Ngumpul, Kecamatan Balong. Kemudian saat gelaran Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012 dari Desa Ke Desa se-kabupaten Ponorogo, Tim EBY menggandeng Seniman Reyog

Ponorogo dan Grup Campursari menghibur saat kegiatan tersebut. Dan ternyata juga mendapat respon dan sambutan hangat masyarakat Kabupaten Ponorogo. Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Sapto Jatmiko menambakan, seluruh rangkaian kegiatan petringatan HUT Ponorogo berjalan dengan sangat baik. Bakatbakat dari generasi penerus mulai terlihat dari digealrnya Festival Reyog Mini dan pagealran yang lain, terutama yang dilakukan para pelajar. Kedepan, lanjut Sapto, peringatan HUT Ponorogo akan digelar dengan selalu memberikan inovasi-inovasi baru. “Semua berjalan lancar dan baik. Warga Ponorogo hingga luar kota sangat antusias mengikuti berbagi rangkaian peringatan HUT Ponorogo,” pungasknya.  Muh. Nurcholis


Kelompok Tani Makmur Sukses Produksi Pupuk Organik Merk BISA

BANTUAN HAND TRACTOR IBAS, PACU PRODUKSI PUPUK ORGANIK

K

Ponorogo, SINERGIS ampanye Pemerintah terkait pentingnya penggunaan pupuk organik di lahan pertanian akhir-akhir ini direspon Kelompok Tani (Kelomtan) ‘Makmur’ Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Terbukti setelah mendapat bantuan APPO atau Alat Pengolah Pupuk Organik dari Pemerintah Pro Rakyat tahun 2010, Kelomtan ‘Makmur’ terus melakukan inovasi dan penyempurnaan. Kerja keras Kelomtan ‘Makmur’ ternyata tidak sia-sia. Berkat kegigihan dan semangat para pengurus dan anggota, akhirnya Kelomtan ‘Makmur’ meluncurkan Pupuk Organik Powder dengan nama ‘BISA’. Sambutan hangat dan membanggakan terhadap beredarnya pupuk organik powder ‘BISA’ datang dari berbagai pihak. Seperti diungkapkan oleh Ahmad Abrori, seorang petani asal Sambit. “Kualitas produksi pupuk organik ‘BISA’ yang dikelola kelomtan Makmur  lebih baik jika dibandingkan dengan pupuk yang disubsidi pemerintah,” aku Ahmad Abrori. Dia mengatakan, karena banyak pupuk organik yang kualitasnya rendah membuat para petani harus lebih ekstrahati-hati dalam memilih dan memakai pupuk organik. “Agar tidak salah menggunakan pupuk, para petani yang tergabung dalam Kelomtan Makmur memproduksi sendiri pupuk organik untuk mencukupi kebutuhan mereka akan pupuknya dan bahkan saat

ini sudah edar dipasaran,” jlentrehnya. Keuntungan lain memakai pupuk produksi sendiri selain kualitasnya lebih bagus, adalah harganya lebih murah. “Hasil produksi pupuk organik produksi Kelomtan Makmur ini  kualitasnya jauh lebih baik dibanding pupuk organik bersubsidi keluaran pemerintah,” terangnya. Bahkan, Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas pernah kepincut dan sempat menengok tempat produksi ‘BISA’ disela-sela kunjungan resesnya pada 28 Juli 2011 silam. Bukan kebetulan, sosok Ibas menyambangi Kelomtan ‘Makmur’ tersebut dikarenakan Ibas pernah memberikan bantuan berupa satu mesin Handtracktor. “Berkat bantuan Handtracktor dari Mas Ibas, anggota kelompok tani Makmur bisa mulai merintis usaha produksi pupuk organik powder ini karena uang kas dari sewa Handtracktor dijadikan modal usaha ditambah lagi bantuan dari pemerintah berupa APPO,” aku Katimun, salah satu pengurus Kelomtan ‘Makmur’ memulai cerita sejarah berdirinya usaha produksi pupuk organik powder ‘BISA’ kepadaSinergis, beberapa waktu lalu. Selain itu juga berkat bimbingan dari para PPL dan Dinas Pertanian Pemkab Ponorogo turut mensupportberdirinya usaha mulia tersebut. “Pupuk organik merk BISA diperuntukkan pada jenis tanaman holtikultura, seperti tanaman bawang merah, melon, cabe serta padi dan sudah bisa dibuktikan mendapatkan hasil yang baik,” ujar Katimun.

Pihaknya hanya memproduksi dalam kemasan powder dan tidak membuat secara granol karena memerlukan panas. “Kami mempunyai keyakinan bila kena panas 60 derajat mikroba bisa mati, maka kita bikin powder (serbuk),” jelasnya. Kelebihan lain pupuk organik BISA, tanaman akan kebal terhadap penyakit, diantarnya penyakit sundep, wereng dan potong leher. Sedangkan Ketua Kelomtan ‘Makmur’, Sugijono menerangkan hingga saat ini, pupuk merk ‘BISA’ produksi Kelomtan ‘Makmur’ tersebut sudah mendapat lisensi dari Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo. Bahkan pada peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) Tahun 2012 Pemkab Ponorogo yang digelar di Halaman Kantor Bapeluh Ponorogo, Pupuk ‘BISA’ ikut dalam stand pameran Dinas Pertanian Ponorogo. Sebelumnuya pada Senin Malam (18/6) silam Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo melakukan acara ‘Rembug Desa’ ke Kelomtan ‘Makmur’ bersama Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo H. Miseri Efendi, SH.,M.Hum didampingi beberapa pengurus DPC Partai Demokrat. Saat itu pihak Kelomtan Makmur melalui Sugijono berharap kepada Mas Ibas atau Pemerintah Pro Rakyat memberikan suntikan modal kepada Kelomtan ‘Makmur’ agar usaha produksi lancar. Menanggapi keluhan tersebut, Hery Purnomo selaku Ketua Koordinator Tim EBY Ponorogo  berjanji akan membawa aspirasi tersebut ke pusat ataupun ke Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pertanian agar bisa memberikan  suntikan modal usaha kepada Kelomtan ‘Makmur’. Muh. Nurcholis

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo Miseri Efendi didampingi oleh Tim Griya Aspirasi EBY Ponorogo bersama Ketua Kelompok Tani dan PPL serta Kepala Desa Campurejo Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 57


B

ulan Suci Ramadhan telah datang, bulan yang penuh berkah dan menyimpan banyak pahala bagi yang melaksanakanya. Banyak cara dilakukan dalam menyambut bulan suci romadhan, Setiap daerah memiliki cara dan bentuk sendiri- sendiri, seperti halnya masyarakat di magetan, mereka memiliki cara sendiri dalam menyambutnya. Megengan istilah jawanya, yang berarti persiapan penyambutan. Megengan adalah tradisi masyarakat Magetan dalam rangka menyambut bulan romadhan. Dalam megengan tersebut berbagai kegiatan dilakukan, seperti bersihbersih masjid, makam, rumah dan tempat- tempat yang dianggapnya sakkral. Seperti halnya yang di lakukan warga desa Tamanarum, kecamatan Parang, kabupaten Magetan, tepatnya di dukuh Godhekan, mereka megengan dengan ro’an/kerja bakti membersihkan masjid kuno dan sarean(makam) pendiri masjid. “Mereka yang kerja bakti adalah anak cucu, kerabat yang masih keturunan dari yang di makamkan di sarean ini, atau senasab” ujar kurmen, warga Godhegan. Seperti diketahui, masjid kuno yang ada di desa Tamanarum ini adalah masjid kuno peninggalan KH Imam Nawawi, yang konon menurut cerita sesuai dengan peninggalannya yang berupa pahatan dan Mustaka melati, juga wuwung jati yang bentuknya sama persis dengan makam KGRay Maduretno istri Adipati Maospati Rangga Prawirodirdjo III, yang berangka 1810, yang berarti sama dengan berdirinya kabupaten magetan.(sumber kliping koran kedaulatan rakyat edisi minggu kliwon 3 april 2005). Sebelum bulan puasa, mereka melakukan ro’an atau bersih- bersih masjid kuno ini dengan bersama-sama, kemudian dilanjutkan kerja bakti di makam kuno, tempat dimakamkannya para leluhur, termasuk makam KH imam Nawawi sekeluarga. “seperti biasanya kita menyambut bulan suci romadhan ini dengan bersih bersih tempat ibadah, karena akan kita gunakan untuk sholat taraweh dan kegiatan selama romadhan, lemari- lemari tempat penyimpanan kitab-kitab dan quran kuno juga kita 58 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

MEGENGAN TRADISI SAMBUT RAMADHAN bersihkan, selesai masjid kita kerja bakti membersihkan makam,karena biasanya sebelum puasa datang dan menjelang hari raya banyak kerabat yang nyekar ke makam, jadi biar bersih itu saja” jelas kh Hamid, Pengasuh masjid At Taqwa yang juga keturunan dari KH Imam nawawi ini. Biasanya selesai membersihkan masjid dan makam, malam harinya dilaksanakan kirim doa kepada keluarga yang sudah meninggal, dilanjutkan dengan selamatan “Am bengan”(membawa tumpengan at au makan satu ember penuh yang di penuhi berbagai jenis menu dan jajan) di bawa ke masjid, dan dinikmati bersama- sama di serambi masjid. “Tradisi seperti ini adalah simbol kebersamaan yang tercipta sejak mbah/ nenek kakek dulu, tidak ada unsur apaapa dalam pelaksanaannya, ya karena tradisi saja, kami melakukannya sebatas ngeluri budaya, karena kalau tradisi seperti kerja bakti ini tidak sering kita adakan akhirnya akan terbangun sifat individualis seperti yang ada di kotakota besar” tambah Kurmen. Menurut Lanjar Karni, kepala

desa Tamanarum, tradisi megengan di desanya sangat beragam, dan keberagaman ini merupakan wujud dari tradisi yang sudah ada sejak dulu. menurutnya tradisi seperti kerja bakti  ini perlu di lestarikan, karena dapat memupuk persatuan dan kesatuan warga. ”kalau pas megengan, wis rame mas, banyak warga yang munjung (ngirim makanan) ke rumah, wah pokoknya rame makanan,”jelas lanjar, Masjid At Taqwa sendiri pada bulan suci ramadhan, sering di kunjungi oleh banyak orang dari berbagai tempat, mereka berkunjung ke masjid kuno tersebut selain untuk ikut sholat taraweh juga ingin melihat masjid kuno, ada juga yang ingin mendapatkan petunjuk, entah petunjuk apa yang mereka inginkan (Hidayah), karena menurutnya biasanya Masjid yang memiliki sejarah mempunyai Aura positif yang besar. bahkan pada malam- malam ganjil di atas malam 20 bulan romadhan, banyak juga yang beriktikaf di masjid  ini. M Chairi


Tradisi Larung Sesaji Telaga Sarangan Magetan, SINERGIS Warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pertengahan Juli lalu menggelar ritual adat larung sesaji yang dilakukan setiap bulan Jawa Ruwah. Tak hanya para pemilik perahu yang ada di tempat wisata itu, namun seluruh pebisnis seperti pengelola hotel atau penginapan serta perdagangan yang ada di kawasan Telaga Sarangan pun turut menyemarakkan ritual tersebut. Dalam ritual adat ini, Tumpeng Gono Bahu setinggi dua meter lebih, diarak dan dilarung ke dalam Telaga Sarangan. Tumpeng ini, merupakan simbol ucapan syukur warga Sarangan kepada Tuhan YME atas limpahan rahmat dan berkah selama satu tahun penuh. Selain Tumeng Gono Bahu, masih terdapat lagi tumpeng ukuran besar yang berisi sayuran dan hasil bumi di sekitar Telaga Sarangan. Sebelum prosesi Larung Sesaji, ada sejumlah prosesi yang dilewati. Yakni, diawalinya dengan kirab tumpeng Gono Bahu. Selama dalam kirab tumpeng Gono Bahu ini diiringi dengan pasukan berkuda serta barisan putera-puteri dengan berpakaian mataraman. Setelah itu pembacaan doa yang dilakukan oleh sesepuh Kelurahan Sarangan dan diteruskan penyerahan tumpeng beserta ubo rampe kepada Bupati Sumantri. Setelah itu, pembawa sesaji tumpeng Gono Bahu lengkap dengan hasil bumi berupa sayur mayur dan buah-buahan dinaikkan perahu dan dibawa menuju ke tengah telaga. Puluhan perahu yang dinaiki seluruh Muspida Magetan beserta awak media mengikuti dua perahu yang membawa tumpeng untuk dilarung di tengah telaga Sarangan. Selain untuk menarik wisatawan, tradisi ini juga dipercayai untuk menjaga keselamatan agar warga di sekitar Telaga Sarangan terhindar dari mara bahaya dan bencana. Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pos Retribusi Telaga Sarangan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Magetan, Kuswinardi, dikutip Antara mengatakan, kegiatan larung sesaji telah mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan. Sesepuh warga Sarangan, Sunarto, mengatakan, ritual adat larung sesaji ini merupakan puncak dari upacara adat bersih desa yang dilakukan masyarakat di sekitar Telaga Sarangan, menjelang bulan suci Ramadhan. "Selain untuk bersyukur kepada Tuhan, melalui acara adat ini, kami juga ingin memohon agar Telaga Sarangan tetap lestari dan warganya hidup sejahtera," ujar Sunarto kepada magetankita.com. Sementara Bupati Magetan, Sumantri mengatakan, tradisi larung sesaji ini merupakan dalam rangka bersih desa warga Kelurahan Sarangan. Yang setiap tahun, lanjut Sumantri, dilaksanakan pada Bulan Ruwah hari Jumat Pon, Dijelaskan Sumantri, tradisi ini juga merupakan sebuah langkah untuk melestarikan budaya. “Kami sengaja mengemas semenarik mungkin agar menarik wisatawan,” paparnya.

LAGI, MAGETAN RAIH PRESTASI NASIONAL

M

Magetan, SINERGIS agetan kembali raih prestasi di tingkat nasional, atas upayanya dalam gerakan peningkatan produksi beras Nasional( P2BN), yang diterimakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Bupati magetan Sumantri di Ball Room Hotel Grand Indonesia(18/7/2012). Penghargaan P2BN tersebut diraih atas prestasi kabupaten magetan dalam meningkatkan produksi beras lebih dari 5 persen, diantara faktor yang mendukung magetan memperoleh penghargaan tersebut adalah program dari pemerintah kabupaten dalam pemberiaan beberapa bantuan di antaranya, pemberian bantuan pengembangan usaha agribis pedesaan, diberikan kepada gapoktan, sekolah lapang pengelolaan tanaman( SLPT), bantuan berupa bibit melalui jaringan usaha tani(JITUT), jalan usaha tani( JUT), jaringan tersier(JITERS) sumur resapan, reklamasi lahan, bantuan alat pertanian dan rumah kompos. Bupati Magetan, melalui humasnya mengatakan, bahwa penghargaan tersebut merupakan salah satu indikator telah berjalannya misi, visi dari Kabupaten Magetan yang tertuang dalam program prioritas DI TATA INDAH( pendidikan, pertanian, pariwisata, industri, perdagangan, kesehatan), diamana yang menjadi prioritas utama pembangunan adalah faktor pertanian. Selain itu sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar PDRB untuk Kabupetan Magetan. “Magetan mayoritas penduduknya petani, jadi sudah menjadi prioritas kami untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian, dan inilah hasil dari usaha tersebut, dan patut kita syukuri” Saif muhlisun, kabag Humas Pemkab Magetan. M. Chairi

David Christian/Berbagai Sumber

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 59


bola ngawi menapaki kakinya di lapangan senayan untuk mengikuti ajang sepak bola nasional. 

Bupati Ngawi Kanang dan wabup Ony melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan Makam para leluhur Kabupaten Ngawi dalam rangkaian Hari Jadi Ngawi ke-654.

2 TAHUN KEPEMIMPINAN KANANG ONY

BUPATI BERJANJI BAKAL MEMAJUKAN NGAWI LEBIH BAIK

T

Ngawi, SINERGISanggal 27 Juli 2012, 2 tahun kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Ngawi Kanang Ony menahkodai kabupaten Ngawi yang di rayakan dengan gelar doa bersama dengan para pejabat sekabupaten Ngawi di pendopo widya graha pemkab Ngawi. kegiatan yang di ikuti oleh ratusan pejabat teras hingga ke tingkat camat se kabupaten Ngawi berlangsung cukup khidmat tidak ada pesta hura-hura dalam perayaan 2 tahun Kanang Ony tersebut.   Kahumas pemkab Ngawi Joko menjelaskan bahwa panitia mengemas dengan sesederhana mungkin karena mengingat saat sekarang memasuki  bulan ramadhan sehingga perayaan di gelar hanya dengan doa bersama jajaran muspida serta pejabat 60 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

teras Ngawi.  Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi kepada bahana menjelaskan ke depan Ngawi harus luar biasa dalam segala aspeknya baik  pariwisata, kesejahteraan masyarakat dan juga perkembangan pembangunan fisik   sehingga di   harapkan tidak hanya pejabatnya saja yang melakukan perubahan namun masyarakat ikut andil  pula dalam kemajuan kabupaten Ngawi yang luar biasa. Tegas mbah Kung demikian panggilan awam bagi  warga Ngawi kepada Bupati Ngawi ini mengungkapkan untuk mewujudkan  semuannya ini pihaknya kedepan bakal melakukan planning dengan efisiensi anggaran, ketepatan sasaran rencana kabupaten Ngawi dan yang cukup membuat bangga hingga usia 654 tahun baru tahun ini PERSINGA atau persatuan sepak

Obsesi Bupati di Hari Jadi Ngawi Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mempunyai obsesi muluk di Hari Jadi Ngawi ke-654 ini. Citacita mewujudkan kota ramah, berbudaya dan hijau menjadi prioritas peningkatan program kerja daerah. Di samping penggeliatkan sektor pertanian yang selama ini dijadikan final project pangan nasional.”Masih banyak mimpi-mimpi yang harus kita raih. Dan, itu harus diwujudkan sesegera mungkin,” terang pria yang akrab disapa Kanang itu. Pemkab optimistis bisa menjalankan program daerah setahun kedepan dengan terobosan inovatif. Bukan sekadar obral janji atau misi-misi untuk mencari simpatik. Namun, sudah mengarah ke realisasi penanganan yang kongkret dan berkelanjutan. “Itu juga tak lepas sokongan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dan elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Ngawi. Dengan demikian, bisa menumbuhkan kesadaran, empati, rasa kecintaan memiliki Ngawi seutuhnya,”jelasnya. Kanang juga menyinggung krisis yang masih kerap menjadi kendala dalam kurun dua tahun pemerintahanya. Yakni, krisis anggaran, sumber daya manusia (SDM) dan keterpaduan aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. “Krisis anggaran sudah mulai terurai. Begitu juga kekompakan dan keterpaduan kepegawaian. Yang paling sulit itu menata SDM untuk pelayanan masyarakat. Masih ada sejumlah problem yang harus segera dituntaskan,” paparnya. Senada juga dilontarkan wakil bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Hari Jadi bisa menjadi momentum untuk mempererat kerukunan masyarakat. Itu untuk menciptakan suasana lingkungan yang kondusif tanpa ada benturan. “Sekaligus menumbuhkan kepercayaan terhadap pemimpin untuk bersama-sama membangun Ngawi,” ucapnya. (**)


Trenggalek Sabet Penghargaan P2BN

K

TRENGGALEK, SINERGISabupaten Trenggalek raih penghargaan dari Presiden RI terkait produksi beras yang melampaui lebih dari 5% sementara berdasarakan data dari dinas Pertanian,kehutanan dan perkebunan trenggalek menyebutkan Produksi padi (gabah kering panen) trenggalek pada tahun 2009 sebesar 148.292 ton per tahun. Tahun 2010 alami peningkatan 162.442 ton pertahun, tahun 2011 sebesar 152.018 ton pertahun. Tahun 2012 sampai dengan bulan april 108.365 ton. Sementara kebutuhan beras masyarakat trenggalek tahun 2011 sejumlah 93.006 ton per tahun sedangkan hasil beras pada tahun itu 98.811 ton lebih per tahun. Dengan demikian terjadi surplus beras 6,24%. Peningkatan surplus beras diatas 5% inilah yang pada akhirnya menghantarkan kabupaten trenggalek sabet

Penghargaan P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) dari Pemerintah Pusat pada tanggal 18 juli 2012. Luas lahan persawahan kabupaten trenggalek 12 ribu hektar lebih,sedang luas lahan kering yang ditanami 8 ribu hektar lebih. Keberhasilan trenggalek raih penghargaan tersebut tak luput dari kerja keras yang sinergis antara petani dan petugas penyuluh pertanian serta mantri tani. Sebagai bukti nyata di bentuk adanya SLPTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) yang tiap minggu kerap melakukan pertemuan yang di pandu langsung oleh para penyuluh dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan serta Dinas PERTAHUTBUN. Tak cukup hanya pertemuan, berbagai praktek langsung di lokasi cara tanam juga di peragakan di laboratorium lapangan, serta di lakukan

pengamatan dari apa yang mereka tanam.dari sanalah para petani bisa menyimpulkan sendiri apa yang seharusnya dilakukan ketika dirinya menekuni profesi sebagai petani. Selain itu karena faktor cuaca yang mengharuskan petani melakukan pembukaan lahan persawahan secara besar di kabupaten ini yang mendukung secara tidak langsung kesuksesan trenggalek meraih perhargaan P2BN. Padahal di lihat secara geografis hampir 80% Trenggalek merupakan daerah pegunungan. ini adalah bukti bahwa petani Trenggalek sanggup berteriak dikancah nasionaL. Menurut Ir. Joko Surono Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Trenggalek menurut suvei BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Trenggalek kebutuhan beras sebesar 139 kg/ kapita, fakta dilapangan hanya sebesar 88 kg/ kapita. “Kalau perhitungan kita sesuai dengan fakta di lapangan pasti perhitungan surplus kita lebih besar. Meskipun kita terus meningkatkan produksifitas tanaman padi, kita tidak boleh menyampingkan sumber kabohidrat selain dari padi seperti dari umbi-umbian,� ungkap Joko. Handi Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 61


MASJID JAMI KYAI MUHAMMAD BESARI TEGALSARI

Cikal Bakal Islam Di Ponorogo

S

Seorang Pujangga Jawa yang masyhur Raden Ngabehi Ronggowarsito alias Bagus Burhan, tokoh Pergerakan Nasional H.O.S. Cokroaminoto, Paku Buwana II atau Sunan Kumbul, penguasa Kerajaan Kartasura, adalah deretan Alumni Pondok Tegalsari. Bukti kemashuran sejarah Pondok ini masih bisa kita rasakan saat kita mengunjungi Masjid Besar Tegalsari.

alah satu obyek wisata religi di Kabupaten Ponorogo adalah Masjid Tegalsari. Konon, masjid ini dipercaya sebagai masjid cikal bakal penyebaran Agama Islam di Bumi Reyog. Masjid yang pernah dikunjungi mantan Presiden RI HM. Soeharto dan KH. Abdurahman Wachid terletak di RT. 01, RW. 01, Dukuh Gendol, Desa Tegalsari Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tepatnya,  terletak 10 km arah tenggara dari pusat kota  (Searah dengan jalur Pondok Pesantren Walisongo, Desa Ngabar, Kecamatan Siman dan Al-Mawadah, Desa Coper, Kecamatan Jetis). Masjid Tegalsari merupakan bagian dari cagar budaya, satu dari sekian banyak obyek wisata andalan di Kabupaten Ponorogo. Masjid ini merupakan peninggalan Kyai Ageng Muhammad Besari seorang ulama’ sakti dan berbudi luhur, konon keturunan ke sebelas Nabi Muhammad SAW. Keturunan ke -9 Kyai Muhammad Besari adalah Kyai Zainal yang menjadi Raja Selangor Malaysia, Kyai Moh. Muhji menjadi Raja penerus dari Ayahandanya dan Nyai Ngaisah Dinobatkan sebagai Sultan Johor Malaysia.  Menurut sejarah karena Tegalsari melahirkan orangorang yang Dekdaya maka sampai sekarangpun dipercaya sebagai salah satu tempat yang mempunyai daya tarik sendiri. Menurut Mbah Sujak, salah satu sesepuh Desa Tegalsari yang juga juru kunci Kompleks Makam Kyai Ageng Muhammad Besari di Kompleks Masjid Jami Muhammad Besari Desa Tegalsari,masjid Tegalsari tak pernah sepi pengunjung dan pejiarah. Hampir tiap hari ratusan orang datang untuk Ngalap Berkah atau mencari hidayah. Apalagi dalam bulan suci 62 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Ramadhan maupun menjelang pelaksanaan Ujian Nasional. Beberapa keunikan Masjid Jami Kyai Muhammad Besari  menurut Mbah Sujak, antara lain adalah Kubah masjid yang terbuat dari tanah liat (sejenis gerabah) yang masih asli sampai sekarang. Kubah ini menurut cerita pada jaman Belanda pernah di tembak berkali-kali namun tidak rusak sedikitpun. “Soko guru berjumlah empat buah yang masingmasing mempunyai kekuatan tersendiri apabila ada orang yang berdoa di dekat tiang tersebut,” tutur Mbah Sujak. Selain itu payung kebesaran yang konon bisa dipergunakan sebagai penangkal tolak balak mana kala ada kerusuhan di desa Tegalsari. Dalam saat-saat tertentu Payung tersebut diarak keliling desa. “Ada juga Batu Tangga peninggalan Kerajaan Majapahit berukuran 1 x 0,6 meter dan Ruang Pertemuan Dalem Njero tempat peristirahatan Kyai Ageng Muhammad Besari yang berada di seberang jalan masjid,” tambahnya. Dalem Njero saat ini dimanfaatkan oleh Yayasan  Tegalsari sebagai tempat untuk pertemuan rutin kegiatan yayasan. “Dalem Njero juga diyakini sebagai tempat bermunajat yang paling ampuh,” ulasnya. Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Ponorogo, Sapto Djatmiko menjelaskan bahwa masjid Kyai Muhammad Besari selesai dipugar dan diresmikan oleh Presiden RI Ke 2 HM. Soeharto pada 2 Maret 1978 silam. “Bahkan dalam rangka Lomba Anugerah Wisata Jawa Timur Tahun 2012, Pemerintah


Kabupaten Ponorogo menghimbau kepada masyarakat luas se-Kabupaten Ponorogo untuk memberikan dukungan SMS sebanyak-banyaknya terhadap Wisata Religius Kyai Muhammad Besari agar bisa menjadi nominator,” harap Sapto Djatmiko. Menurutnya, saat ini pihaknya terus berupaya menjaga dan melestarikan keunikan dan keasrian warisan leluhur. “Kita juga melakukan perbaikan prasarana prasarana untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke obyek tersebut,” tambahnya. Selain itu pihaknya juga memberikan kesempatan pada masyarakat baik dari sisi ekonomi, sosial dan budaya sehingga di harapkan mampu memberikan dampak ekonomis bagi lingkungan sekitar. “Kita juga mencoba melakukan terobosan-terobosan baru baik melalui media masa maupun elektronik, disamping itu disediakan juga leaflet serta brosur-brosur pada saat acara pameran di luar daerah,” jelasnya. Selain itu setiap tahun ada even religi sekaligus memperingati haul Kanjeng kyai Muhammad Besari. “Evennya berupa lomba tahlil, tartil dan lainnya dan juga lintas budaya sejarah Tegalsari,” bebernya. SEJARAH MASJID TEGALSARI Berdasarkan sejarah, pada paruh pertama abad ke-18, di desa Tegalsari hiduplah seorang kyai besar bernama Kyai Ageng Muhammad Besari. Diantara sungai Keyang dan Malo, yang membelah desa Tegalsari, Kyai Muhammad  Besari (alias Kyai Agung Tegalsari) mendirikan sebuah pondok yang kemudian dikenal dengan sebutan Pondok Tegalsari (ada yang menyebut pesantren Gebang Tinatar). Kyai Muhammad Besari adalah cicit dari Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) dan cucu dari Sunan Ampel (Raden Rahmat) dari garis keturunan ibu. Sedangkan dari pihak ayah masih keturunan Prabu Brawijaya dari Majapahit. Dan ia cucu Kyai Ageng Muhammad Besari. Dalam sejarahnya, Pondok Tegalsari pemah mengalami zaman keemasan berkat kealiman, kharisma, dan kepiawaian para kyai yang mengasuhnya, terutama pada jaman Kyai

Muhammad Besari. Ribuan santri berduyun-duyun menuntut  ilmu di pondok ini. Karena besarnya jumlah santri, seluruh desa menjadi pondok, bahkan pondokan para santri juga didirikan di desa-desa sekitar, misalnya Dukuh Ngalawu, Desa Jabung, Kecamatan Mlarak dan Dukuh Bantengan, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis dan lain-lain. Alumni pondok ini banyak yang menjadi orang besar dan berjasa kepada bangsa Indonesia. Di antara mereka ada yang menjadi kyai, ulama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, negarawan, pengusaha, bahkan pujangga keraton. Misalnya, Paku Buwana II atau Sunan Kumbul, penguasa Kerajaan Kartasura; Raden Ngabehi Ronggowarsito alias Bagus Burhan (wafat 1803), seorang Pujangga Jawa yang masyhur; dan tokoh Pergerakan Nasional H.O.S. Cokroaminoto (wafat 17 Desember 1934). Sebuah riwayat  menyebutkan, keberadaan pondok itu mengelilingi sebuah masjid yang didirikan Kyai Ageng Besari pada tahun 1760. Menurut Afif Azhari, Ketua Yayasan Kyai Ageng Besari, rehab pertama menyalahi Bistek sehingga hampir mengubah wajah asli bangunan masjid di atas lahan seluas satu hektar itu. Dengan penambahan serambi dan bangunan di sisi kiri-kanan masjid. “Namun, rehab terakhir berusaha dikembalikan lagi seperti aslinya,” ujar Afif Azhari. Secara arsitektural, masjid ini memiliki langgam Jawa kuno. Terdiri dari tiga bangunan yang saling berhimpit, berorientasi barat-rimur, bangunan masjid beratap tajug tumpang riga terletak paling barat. Di dalam interior terdapat empat buah saka guru, 12 sakarawa, dan 24 saka pinggir penyangga atap tajug yang dipasang dengan sistem ceblokan. Struktur atap tajug diekspose, sehingga dapat diketahui bahwa brunjungnya merupakan jenis atap tajug peniung atau payung agung, karena usuknya disusun secara sorot. Selain itu, juga terdapat mimbar kayu berukir, yang sebetulnya merupakan replika dari mimbar asli yang telah rusak.  Mihrabnya merupakan sebuah ceruk yang dibingkai kayu ukiran dengan bentuk dan stilirasi dari kalarnakara.  Di sebelah rimur masjid terdapat pendopo beratap limasan. Di sebelah timur pendopo terdapat bangunan tambahan beratap kubah metal dengan proporsi sangat pendek. Bangunan tambahan ini termasuk bangunan yang dibuat atas dana bantuan dari Soeharto. Bangunan kuno lainnya yang masih terjaga adalah rumah Kyai Ageng Besari, yang berada di depan masjid. Rumah itu dikenali sebagai rumah adat satu-satunya yang masih ada. Karena itulah, pemerintah setempat menetapkan kawasan ini sebagai obyek wisata religi. Keunikan masjid ini bisa ditemui pada pilar-pilar kayu jati yang keseluruhannya berjumlah 36 buah, atau tembok setebal 0,5 meter. Sirap, usuk, selukat dan lain-lain, sebelum direhab pada 1978 masih asli. Ketika rehab pada 1998 pun, tidak mampu mengembalikan keaslian bangunan. Lebih parah lagi, pada masjid putri, di sebelah kanan masjid utama, semua bagian telah berubah dan nyaris tak ada bedanya dengan bangunan pada umumnya. Tempat tinggal Ronggowarsito semasa jadi santri juga sudah tak jelas keasliannya. Di sisi barat masjid terdapat makam keluarga besar Kyai Ageng Besari. Pada 1990-an, pemerintah bersama tokohtokoh agama setempat berkeinginan membesarkan pesantren itu dengan nama pesantren Ulumul Quran. Namun, kata Afif Azhari, keinginan itu hingga kini belum berhasil diwujudkan. Yang masih berjalan hingga kini adalah pesantren dengan sistem modern, yaitu Madrasah  Tsanawiyah dan madrasah Aliyah Ronggowarsito. Muh. Nurcholis Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 63


Suasana penyerahan PKH Tahap Kedua bagi RTSM di Pendopo Kecamatan Ngebel

Ibas Senang, 6.847 RTSM Ponorogo Nikmati PKH

S

PONOROGO, SINERGIS alah satu Program Pro Rakyat yang dinikmati warga Kabupaten Ponorogo adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, program PKH tepat untuk masyarakat di daerah karena program ini memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka 64 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan. Tujuan utama PKH yang digulirkan sejak 2007 silam menurut Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono adalah membantu mengurangi kemiskinan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada kelompok masyarakat sangat miskin. “Dalam jangka pendek, bantuan ini

Secara Simbolis Bupati Ponorogo Amin menyerahkan bantuan PKH Tahap Kedua kepada ribuan RTSM di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo

membantu mengurangi beban pengeluaran RTSM, sedangkan untuk jangka panjang, dengan mensyaratkan keluarga penerima untuk menyekolahkan anaknya, melakukan imunisasi balita, memeriksakan kandungan bagi ibu hamil, dan perbaikan gizi, diharapkan akan memutus rantai kemiskinan antargenerasi,”  ujar Ibas, legislator muda dari Dapil VII Jawa Timur ini. "Tentu dengan pengawasan yang menyeluruh dan


evaluasi secara berkelanjutan agar semakin tepat sasaran." tambah politisi muda ini. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs. Melalui program ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan, memutus rantai kemiskinan, meningkatkan SDM serta merubah prilaku RTSM yang relatif kurang mendukung peningkatan kesejahteraan. RTSM yang berhak menerima PKH harus memenuhi ketentuan, memiliki anak usia 0-6 tahun, memiliki anak usia 6-15 tahun atau kurang dari 18 tahun tetapi belum menyelesaikan pendidikan dasar dan pada RTSM tersebut terdapat ibu yang sedang hamil. Berdasarkan data dari Pemkab Ponorogo, pada tahun 2012 ini sebanyak  6.827 RTSM atau KK menikmati PKH dengan alokasi

yaitu Bungkal, Jetis, Siman, Pudak, Sukorejo, Mlarak, Balong, Badegan, Ngebel, Sambit dan Sawoo,” kata Amin disela-sela melakukan pemantauan penyerahan PKH tahap kedua di Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Ngebel beberapa waktu lalu kepada Sinergis. Penyerahan bantuan ini diberikan harus berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan PT Pos Indonesia Ponorogo, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Ponorogo, para Camat dan Kepala Desa, Tim Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo serta para penerima bantuan PKH. Lebih lanjut Amin menegaskan Pemkab Ponorogo akan sepenuhnya mendukung PKH ini. “Karena program ini merupakan salah satu bentuk

Ribuan RTSM Kecamatan Sawoo penerima PKH Tahap Kedua Tahun 2012 sabar menunggu giliran pembagian

anggaran sebesar Rp. 2,6 miliar. Menurut Bupati Ponorogo, Amin untuk tahun 2012 PKH Kabupaten Ponorogo akan dibagikan dalam 4 (empat) tahap. Pertama, sudah dilaksanakan pada bulan April lalu. Kemudian, kedua dilaksanakan 9 sampai 16 Juli.  Sementara untuk tahap ketiga dan keempat belum ditentukan kapan pelaksanaannya. “Alhamdulilah tahun 2012 ini ada 11 kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang menikmati PKH,

dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memperbaiki kualitas sumber daya anak sebagai generasi penerus dan kelak mampu membawa keluarganya keluar dari garis kemiskinan,” tambahnya. Oleh karena itu melalui program PKH ini dapat semakin mengasah dan mengarahkan anak-anak di Kabupaten Ponorogo untuk dapat bersaing dan membangun Indonesia khususnya di Bumi Reyog. Kepada penerima bantuan

PKH, Bupati Ponorogo berharap agar dapat menjadi contoh dan keluarga teladan bagi lingkungan sekitar dan menjadi corong untuk memberi pemahaman kepada masyarakat Ponorogo yang lain. “Gunakan untuk hal-hal yang sangat penting bagi keluarga. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Pusat atas program tersebut. Sehingga, bisa dirasakan oleh masyarakat Ponorogo,” bebernya. Lanjut Amin, bahwa bantuan ini sangat berguna bagi keluarga miskin di Kabupaten Ponorogo. ‘’Selanjutnya, saya pesan, bahwa bantuan ini merupakan program pemerintah pusat untuk warga miskin. Dengan harapan, penerima harus lakukan dengan baik. Jangan salah gunakan bantuan ini. Kalau disalagunakan, maka akan ada masalah. Atau, bantuan lain tak akan dapat lagi,’’ ucapnya. Sementara itu para penerima PKH di Kabupaten Ponorogo mengaku bersyukur bisa menikmati salah satu program Pro Rakyat tersebut. Seperti diungkapkan oleh Marsini, warga Dukuh Siwalan III, Desa Siwalan, Kecamatan Mlarak. “Kami sekeluarga bersyukur karena tahun ini mendapat PKH lagi,” aku Marsini yang diamini Murtini dan Simpen, warga Desa Siwalan yang lain. Sedangkan Menuk, warga Dukuh Tanjung, Desa Bancangan, Kecamatan Sambit juga merasa haru dengan kucuran PKH tersebut. “Mudah-mudahan kedepan program PKH bisa terus dilanjutkan,” harap Menuk yang diamini oleh Soinatin dan Mesinah, warga lainnya. Tak berbeda jauh, diungkapkan juga oleh Sriati dan Wagini, warga Dukuh Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Sawoo. “Bantuan PKH ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” papar Sriati. Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Jarmi, warga Dukuh Ngimo, Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo dan Paini warga Dukuh Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan. “Mudahmudahan pemerintahan yang peduli rakyat ini bisa berlanjut,” doanya.  Muh. Nurcholis Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 65


Program Pro Rakyat

P

Berlapisnya Program untuk Rakyat Miskin

emerintah menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama. Program dilakukan secara berlapis sehingga mendorong rakyat miskin dapat mandiri. Hasilnya telah terbukti dengan berkurangnya angka kemiskinan dari 16,7 persen pada 2004 menjadi 12,49 persen pada 2011. Begitu juga angka pengangguran berkurang dari 9,9 persen pada 2004 menjadi 6,8 persen 2011. Program yang dilakukan secara berlapis ini dibagi menjadi empat klaster, yakni Bantuan dan Perlindungan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Kredit Usaha Rakyat, dan 6 Sasaran Program lainnya.

Klaster 1: Bantuan dan Perlindungan Sosial. Klaster 1 diibaratkan sebagai ikan. Melalui program ini Pemerintah memberikan bantuan pada masyarakat miskin atau rumah tangga sasaran (RTS) berupa : o Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran BOS tahun 2011 sebesar Rp. 16, 4 triliun. o Beras bersubsidi atau beras untuk rumah tangga miskin (raskin) 15kg/RTS/bulan dengan harga Rp. 1.600/kg o Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM). Setiap RTSM mendapat Rp. 600.000 – Rp. 2,2 juta per tahun.

66 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

PKH tahun 2011 terdiri dari 25 provinsi dan 115 kabupaten/kota. Anggaran PKH tahun 2011 sebesar Rp. 1,610 triliun. Kesehatan Masyarakat o Jaminan (Jamkesmas) untuk berobat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit kelas III milik pemerintah. Tahun 2010 peserta Jamkesmas diperluas kepada gelandangan dan napi. Selain Jamkesmas diberikan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp. 100 juta/Puskesmas/tahun. Anggaran Jamkesmas 2011 sebesar Rp. 6,3 triliun. o Bantuan sosial untuk pengungsi/korban bencana. o Bantuan untuk penyandang cacat Rp. 300 ribu/bulan. o Bantuan untuk lanjut usia (lansia) terlantar Rp. 300 ribu/bulan.


Program Pro Rakyat

Klaster 2: Pemberdayaan Masyarakat. Klaster 2 diibaratkan sebagai kail. Melalui program ini Pemerintah melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. o Dilaksanakan oleh 13 Kementerian dan 1 Lembaga. o Anggaran PNPM 2011 sebesar Rp. 10,3 triliun.

Klaster 3: Kredit Usaha Rakyat. Klaster ini diibaratkan sebagai perahu. Melalui program ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 Bank, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Bank BTN, Bank DKI, Bank Nagari, Bank Jabar-Banten, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Jatim, Bank NTB, Bank Kalbar, BPD Kalsel, Bank Kalteng, Bank Sulut, Bank Maluku, dan Bank Papua. o Pemerintah memberikan jaminan melalui PT. Asuransi Kredit Indonesia (PT. Askrindo) sebesar Rp. 2 triliun/tahun. KUR tahun 2010 telah dikucurkan Rp. 17,4 triliun. o KUR Rp. 20 juta diberikan tanpa agunan. o Persyaratan: memiliki usaha tetap, KTP, KK dan Keterangan Usaha dari desa/kelurahan. o KUR untuk TKI dengan kredit maksimal Rp. 60 juta. KUR untuk perkebunan diberikan waktu hingga 13 tahun.

o Setiap kecamatan memperoleh dana hingga Rp. 3 miliar. o Untuk tahun 2011, sasaran yang akan dicapai 6.622 kecamatan. Tahun 2010 mencakup 6.321 kecamatan, tahun 2009 mencakup 6.408, tahun 2008 mencakup 3.988 kecamatan.

Klaster 4: Sasaran Program Lainnya Sebagian dari Klaster 4 ini dilaksanakan mulai 2011 dan efektifnya mulai tahun 2012 yang meliputi 6 sasaran, yakni: o Program Rumah Sangat Murah & Murah o Program Angkutan Murah Pedesaan o Program Air Bersih Untuk Rakyat

o Program Listrik Murah dan Hemat o Peningkatan Kehidupan Nelayan

o Peningkatan Kehidupan Masyarakat Miskin Perkotaan Sumber: Media Komunikasi Rakyat

Bertindak

Untuk

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 67


Wirausaha HUT ke-8 Gerakan Aman, Adil Sejahtera untuk Indonesia (GARANSI)

Ibas Dukung Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis

Jakarta, SINERGIS Keseriusan Partai Demokrat dalam mendorong kesejahteraan kelompok masyarakat menengah ke bawah kembali ditunjukkan. Belum lama ini, organisasi sayap partai, Gerakan Aman, Adil Sejahtera untuk Indonesia (Garansi) kembali intensif merangkul kelompok masyarakat dari kelas ekonomi bawah. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan apresiasinya atas upaya Garansi dalam merangkul masyarakat menengah ke bawah untuk maju bersama. Bagi Ibas, sapaan akrab politisi muda ini, gerakan kewirausahaan di Indonesia harus selalu dimotori dan dikawal agar bisa menjadi penopang perekonomian Indonesia. “Penguatan di bidang wirausaha akan memberikan dampak positif pada ketahanan ekonomi nasional. Apalagi sumber daya manusia kita cukup kreatif 68 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

dan inovatif. Saya kira aksi konkrit untuk mendukung kewirausahaan ini perlu kita dukung bersama,” jelas anggota Komisi I DPR ini. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan perekonomian yang berhasil adalah perekonomian yang memberikan manfaat pada masyarakatnya. "Perekonomian yang berhasil adalah kalau ekonomi itu bukan hanya sekedar tumbuh, tapi pertumbuhannya dinikmati oleh sebanyak mungkin rakyat. Itulah ekonomi yang berkeadilan, kerakyatan ekonomi yang mempunyai basis, pilar dan soko guru yang banyak," ujar Anas Urbaningrum dalam sambutannya pada puncak peringatan HUT ke-8 Garansi di Istora Senayan Jakarta, belum lama ini. Menurut Anas, ketika Garansi akan mendeklarasikan program yang sangat penting bagi pertumbuhan kewirausahaan negara yang juga selaras dengan program Kementerian Koperasi dan UKM, "Saya bukan saja setuju tapi saya dan Partai Demokrat di depan mendukung program ini. Kami ingin Indonesia makin banyak melahirkan wirausaha mandiri." tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Garansi, Gondo Raditiyo Gambiro di sela–sela mengatakan, program Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (GK2S) yang

sedang digalakkan Garansi akan menjadi aksi organisasi yang strategis. Sinergitas Partai Demokrat dan Garansi bisa mempercepat akselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat secara konkrit. Kelompok yang menjadi bagian dari program Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (GK2S) inipun telah disiapkan Garansi. “Sejak berdiri delapan tahun lalu, kelompok ini yang menjadi tulang punggung Garansi. Dan kelompok ini ikut aktif menyukseskan program pemerintah. Warga dari lapisan strategis ini binaan sekaligus kader Garansi,” jelas penggagas dan pendiri Garansi ini. Spesifiknya, kelompok masyarakat strategis yang dimaksud diantaranya kelompok tani, kelompok pemulung, kelompok nelayan, kelompok mahasiswa, kelompok pemuda/i, kelompok ibu rumah tangga, kelompok pedagang pasar, kelompok pedagang kaki lima. Menanggapi hal ini, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan organisasi masyarakat Gerakan Aman, Adil dan Sejahtera untuk Indonesia (Garansi) dengan mendeklarasikan Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (GK2S). "Saya mendukung penuh kewirausahaan, setiap gerakan


Wirausaha

Menteri Koperasidan UKM, Syarief Hasan saat melantik Pengurus HIPWI FKPPI di Jakarta. Foto. fkppi.or.id

kewirausahaan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi massa, termasuk gerakan kewirausahaan yang didukung oleh partai-partai politik. Dengan demikian secara komulatif akan meningkatkan rasio kewirausahawan kita sekaligus akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," terangnya. Menurutnya, gerakan kewirausahawanan yang dilakukan ormas strategis seperti Garansi merupakan kegiatan yang luar biasa. Apalagi dalam catatan pihaknya dalam dua tahun terakhir pertumbuhan kewirausahaan mencapai 1,6 persen per tahun. Dengan adanya gerakan-gerakan seperti ini diharapkan tahun ini akan mencapai 2 persen. Sementara, Sekretaris Jenderal Garansi, Didik mengatakan pertumbuhan yang terus bergerak sudah seharusnya mengakomodasi struktur mikro. Itu dilakukan agar pertumbuhan perekonomian punya fondasi yang kuat. “Dengan demikian pertumbuhan ekonomi tidak hanya bisa dinikmati oleh menengah ke atas. Secara faktual juga harus menjangkau dan berpihak

kepada struktur penguatan dan pertumbuhan ekonomi di level mikro, agar sustainabilitasnya terjaga dan dinamisasi pergerakan ekonnomi tidak bergeser menurun namun bisa senatiasa bergerak menjadi peningkatan dari masa ke masa,� jelas Didik. Realisasi kerja Garansi merangkul wong cilik melalui pembentukan 1.000 unit koperasi dan Kios Garansi koperasi yang tersebar di 23 provinsi. Unit koperasi dan Kios Garansi akan bernaung di bawah Induk Koperasi Garansi (IKG). “Koperasi dalam persepektif korporasi merupakan sebuah lembaga usaha yang berorientasi profit yang endingnya adalah untuk kesejahteraan para anggotanya,� jelas dia. Sejak berdiri, ormas yang turut serta memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono dalam dua periode pemilihan presiden ini konsisten mengusung ekonomi kerakyatan sebagai tulang punggung peningkatan kesejaheteraan rakyat. "Koperasi mampu menyentuh, berkolaborasi, berinteraksi serta mampu menarik simpati dan memiliki daya dobrak terhadap kebuntuan pergerakan ekonomi

Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarief Hasan menerima Deklarasi Gerakan Kewirausahaan Kelompok Strategis (kelompok pemulung, pedagang kaki lima, pedagang pasar, petani, nelayan, ibu-ibu rumah tangga, pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam GARANSI

di komunitas sosial masyarakat pada level yang paling basic," ujar Didik, yang juga Ketua Departemen Pengawasan Keuangan dan Pembangunan DPP Partai Demokrat. Karena itu, lanjut Didik, perekonomian yang terus bergerak seyogianya tak sekedar mengakomodasi peningkatan struktur makro perekonomian nasional. Semestinya, laju perekonomian di level mikro menjadi fondasi sehingga kokoh dalam struktur ekonomi. "Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tak hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Namun, secara faktual hatus mampu menjangkau dan berpihak kepada struktur penguatan dan pertumbuhan ekonomi di level mikro," ujarnya. Organisasi Garansi terus peduli dan memerjuangkan kesejahteran rakyat melalui program pemberdayaan dan ekonomi kerakyatan. Dalam waktu dekat, garansi akan memberikan pelatihan penyuluhan, pendampingan, melalui program kewirausahaan di bawah payung induk koperasi garansi. David Christian/Berbagai Sumber Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 69


Muscab Demokrat

K

PACITAN, SINERGISeinginan Bupati Pacitan, H. Indartato, memimpin DPC Partai Demokrat Pacitan, masa bhakti 20122017, akhirnya terwujud. Melalui musyawarah mufakat yang diambil oleh seluruh peserta dalam Musyawarah Cabang (Mucab) ke-II, DPC Partai Demokrat Pacitan, Jumat (13/7) , orang nomor satu dijajaran Pemkab Pacitan tersebut secara aklamasi terpilih sebagai nahkoda parpol besutan Presiden SBY itu hingga lima tahun mendatang. Sementara dua pesaingnya, yaitu Masruri Abdul Ghoni dan Zaenuri, sepakat tidak akan menyoal keputusan tertinggi yang diambil dalam Muscab kemarin. “Ini amanah cukup berat. Satu sisi, saya harus melaksanakan kegiatan dan tugas pemerintahan. Sementara disisi lain, bagaimana bisa memenangkan PD di Pacitan,” ujar Ketua DPC PD Pacitan terpilih, H. Indartato, Jumat (13/7). Karena itu, Indartato berharap adanya kerjasama dan bantuan dari semua pihak. Agar kedepan, keberadaan PD di tanah kelahiran orang nomor satu di negeri ini tetap eksis dan bisa memanangi Pemilu 2014 mendatang. “Kami butuh bantuan semuanya. Tetap semangat, agar PD di Pacitan tetap jaya,” sebutnya. Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo Soekarwo yang juga Gubernur Jatim ini juga mengingatkan seluruh kader PD untuk tidak terlena dengan “kemewahan politik” empat tahun silam, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali terpilih. “Ini merupakan gejala politik baru. Datangi mereka yang merasa sendiri dan sapa mereka,” imbaunya. Dengan model komunikasi politik fungsional, lanjut dia, para kader diwajibkan menyapa para konstituen di daerah-daerah pemilihan tempat mereka berangkat menjadi anggota legislatif. Selain harus turun menyapa konstituen, dalam pelaksanaannya para kader tetap tidak meninggalkan sopan santun yang dimotori oleh moral yang baik. Hal senada dilontarkan Wakil Sekretaris DPD PD Provinsi Jatim, 70 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Indartato Pimpin Demokrat Pacitan Wakil Sekretaris DPD PD Provinsi Jatim, Sugiri Sancoko, saat menyerahkan pataka bendera Demokrat kepada Ketua DPC PD Pacitan terpilih, H. Indartato.

Sugiri Sancoko, dirinya sangat optimistis bahwa PD masih tetap eksis dan terus berkembang. Ia yakin, keberadaan Indartato sebagai Bupati Pacitan, adalah murni suara aspirasi masyarakat. “Karena itulah saya optimistis, suara Demokrat tidak akan berkurang karena dipimpin oleh seorang bupati yang merakyat,” kata Sugiri yang juga anggota Komisi C, DPRD Provinsi Jatim tersebut. Selain itu, mantan wartawan sebuah media cetak terkemuka ini berharap, bagaimana elemenelemen parpol bisa lebih dihidupkan lagi. “Agar akarnya semakin kokoh, dibanding akar-akar yang lain,” tukasnya.

Demokrat Harus Ubah Gaya Komunikasi Politik Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Soekarwo mengingatkan kepada seluruh kader partai berlambang mercy tersebut agar mengubah gaya komunikasi politik hirarki, demi mendongkrak simpati maupun perolehan suara pada Pemilu 2014. “Partai harus belajar mengubah gaya komunikasinya, dan jangan main perintah karena yang semacam itu sekarang sudah tidak laku,” cetusnya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) 2 DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan di Gedung

Graha Bhayangkara, Kota Pacitan. Soekarwo banyak mengulas sebab-sebab kemerosotan elektabilitas suara Partai Demokrat secara nasional, selama kurun setahun terakhir. Selain dipengaruhi adanya kader yang tersandung masalah hukum, menurutnya gejala antiklimaks dalam hal popularitas suara Partai Demokrat lebih disebabkan oleh gaya komunikasi politik yang dikembangkan. Menurutnya, dalam demokrasi sekarang ini para kader harus belajar kebutuhan politik, dimana alam demokrasi menuntut kesetaraan, mulai dari perlakuan sampai kesejahteraan. Ia lalu mencontohnya perlunya sebuah pendekatan emosional terhadap warga miskin atau kaum yang termarjinalkan, dan bukan pendekatan simbolis karena dinilai semu. Soekarwo yang juga Gubernur Jatim ini juga mengingatkan seluruh kader PD yang hadir untuk tidak terlena dengan “kemewahan politik” empat tahun silam, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali terpilih. “Ini merupakan gejala politik baru. Datangi mereka yang merasa sendiri dan sapa mereka,” imbaunya. Frend Mashudi


Muscab Demokrat

Trenggalek, SINERGIS Partai Demokrat di berbagai daerah terus melakukan konsolidasi kader dan organisasi. setelah Partai Demokrat Kabupaten Pacitan sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab), giliran Kabupaten Trenggalek yang melakasanakan hajatan lima tahunan untuk memilih pemimpin Partai Demokrat masa bakti 2012 - 2017. Lamuji S.P.D, M.Hum. Akhirnya terpilih secara aklamasi memimpin Demokrat Trenggalek masa Bhakti 2012-2017 dalam Musyawarah cabang ke II Partai Demokrat Trenggalek. Muscab yang di helat di gedung Hotel Hayam Wuruk Jalan Soekarno – Hatta, 16 Juli lalu ini dihadiri oleh 14 Perwakilan Anak Cabang (PAC), satu perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), satu perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan satu perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Muscab kali ini diikuti tiga bakal calon ketua diantaranya Nuryanto, Lamudji S.PD., M.Hum, dan Mugianto S.Pd. Namun pada akhirnya Nuryanto dan Mugianto menyatakan mundur dari pencalonan. Selanjutnya dilakukanlah pemilihan secara aklamasi dan terpilihlah Lamudji sebagai pemimpin Partai Demokrat dengan masa Bhakti 2012-2017. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas menyampaikan ucapan selamat berjuang untuk kader Partai Demokrat di Trenggalek. Hal ini diungkapkannya untuk memberikan dukungan agar Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek yang masih mempercayakan kepemimpinan organisasi kepada Lamuji.

Lamuji Terpilih Aklamasi Pimpin Partai Demokrat Trenggalek "Selamat atas suksesnya Muscab Partai Demokrat di Trenggalek. Perjuangan partai ke depan masih panjang. Untuk itu, soliditas antarkader Demokrat di Trenggalek harus terus ditingkatkan," ajak politisi asal Dapil VII Jawa Timur ini. Ibas menambahkan, dengan terlaksananya Muscab Partai Demokrat di Kabupaten Trenggalek ini, organisasi partai di daerah pemilihan yang diwakilinya yaitu, bisa semakin berkosentrasi untuk menjalankan program-program partai yang berorientasi untuk membangun masyarakat semakin sejahtera. "Saya bangga karena Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi yang merupakan Dapil yang saya wakili dapat melangsungkan Muscab Partai Demokrat dengan lancar dan demokratis. Saya optimis, kader-kader Demokrat di lima kabupaten ini dapat bersinergi untuk menykseskan program-program pemerintah," tutup Ibas. Pada kesempatan itu, Sugiri Sancoko sebagai Wakil Sekretaris  DPD yang mewakili Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur menyatakan agar Ketua terpilih Partai Demokrat Kabupaten Trenggalek untuk menjalankan organisasi partai dengan baik dan merangkul semua potensi kader untuk berjuang

bersama0sama membesarkan partai. "Ketua terpilih hari ini bapak Lamudji mohon untuk mengajak PAC (Pimpinan Anak Cabang) dalam segala kegiatan politik, pendidikan politik pada ranting, manusiakan rantingranting yang ada. Jangan lupa mendengar keluhan rakyat, Ketua terpilih jangan tipis telinga, hari ini saya berharap jangan ada sakit hati, jangan ada iri, hari ini justru kita harus bersatu menyongsong tahun 20114 agar Partai Demokrat lebih maju dan tetap berjaya ” ungkap Sugiri meyakinkan seluruh kader Partai Demokrat Trenggalek. Diakhir pidatonya sugiri mengajak semua anggota muscab untuk bersama meneriakan yel-yel yang berbunyi “SBY, Bung Anas, Mas Ibas, Pak De karwo, 2014 harus menang, pekikan itupun diikuti oleh anggota sidang yang ada. Fren/David

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 71


Pelatihan Komunikasi Publik Angkatan Keempat Jakarta, SINERGIS Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ke-empat, dibuka pada Jumat(6/7). Pelatihan tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai 6-8 Juli 2012. Pemlatihan yang diadakan di lantai ke-8, Sekretariat DPP-PD, Graha Kramat VII, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat tersebut dibuka oleh Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat Toto Riyanto. Tujuan pelaksanaan pelatihan komunikasi ini adalah sebagai upaya untuk menggali potensi dan memaksimalkan kinerja dan performance kader Partai Demokrat. Meningkatkan kredibilitas dan integritas Partai Demokrat serta para kadernya melalui strategi “pencitraan dan pengelolaan reputasi”. Serta meningkatkan wawasan pengetahuan dalam mengembangkan strategi kehumasan dan komunikasi pemasaran, seperti yang diungkapkan oleh Toto Riyanto dalam pidato sambutannya. Toto Riyanto juga meminta para kader Partai Demokrat memahami bahwa saat ini komunikasi telah digunakan para kompetitor untuk menyerang Partai Demokrat. Menghadapinya, para kader Partai Demokrat harus menguasai informasi dan komunikasi. Selain itu para kader juga harus memaknai filosofi “sapu lidi”. Kader harus membangun soliditas tinggi agar Partai Demokrat tetap bisa menjadi partai terbesar dan memenangkan Pemilu 2014. Para pemateri dari internal Partai Demokrat antara lain Ketua Majelis Tinggi sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Doktor Susilo Bambang Yudhoyono 72 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Suasana Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Keempat saat Ahmed Kurnia Soeriawidjaja membawakan materinya. Foto. demokrat.or.id/Iwan

(melalui video dokumentasi), Ketua Umum DPP-PD Anas Urbaningrum, Ketua Komisi Pengawas DPP-PD TB Silalahi, Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Andi Nurpati. Pelatihan yang diikuti oleh 42 orang peserta ini meliputi 13 sesi pelatihan selama 19,5 jam, dengan 13 materi ajaran, termasuk 4 sesi kelas praktek (talk show, press conference, door stop) yang akan dibawakan oleh 9 narasumber, baik itu dari kalangan internal Partai Demokrat maupun dari luar atau ahli dan professional di bidangnya. Pembicara eksternal yang diundang untuk menjadi narasumber antara lain: Direktur Charta Politika, Luvie Triadi yang membawakan materi mengenai pentingnya memahami media tracking dan political branding. Dosen Pasca-sarjana Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia Doktor Hifni Alifahmi yang menjelaskan mengenai political branding akan menentukan identitas, citra dan reputasi suatu partai politik. Materi “Media landscape dan Analisis Media serta Strategi Komunikasi”

dibawakan oleh Pakar jurnalistik Ahmed Kurnia. Pakar komunikasi publik Magdalena Wenas yang menjelasakan mengenai “Komunikasi Partai Politik dan Psikologi Komunikasi”. Praktisi komunikasi dan iklan, Subiakto Priosoedarsono yang membawakan materi “Strategi dan Eksekusi Kreatif Kampanye Partai Politik”. Dan Tina Talisa, presenter yang kini berkarier di Indosiar yang berbicara mengenai “Teknik Berbicara di Depan Publik dan Praktek Wawancara/Talk Show”. Para peserta berasal dari Pimpinan DPP-PD, Anggota Fraksi PD di DPR, Pimpinan DPDPD, dan para kader PD dari hari pertama terus memadati ruang pelatihan tampak sangat antusias mengikuti materi yang diberikan. Berbagai pertanyaan dilontarkan para peserta kepada dua pakar komunikasi tersebut. Walaupun materi sangat padat dan diajarkan pagi hingga sore, tetapi peserta tetap semangat dan sangat antusias mengikutinya. Antusias itu disebabkan seluruh peserta menyadari bahwa seorang kader Partai Demokrat harus menguasai teknik berbicara jika ingin bicara di media massa.


Ki l a s D P P D e m o k r a t Pelatihan komunikasi sebagai sarana pembekalan kader Demokrat Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang biasa disapa Ibas melihat pentingnya pelatihan komunikasi ini. Menurutnya keterampilan berkomunikasi sangat diperlukan. Para kader harus mampu membela kebijakan, mendukung program-program Pemerintahan yang dipimpin Presiden SBY, serta harus mampu menjernihkan pemahaman masyarakat; memberi kejelasan dan klarifikasi lewat komunikasi yang baik dan terarah. Menurutnya Tantangan politik ke depan yang semakin dinamis dan bergejolak. Sehingga jika kita benar-benar siap, maka kita harus dibekali dengan sejumlah amunisi keterampilan yang memadai. Pelatihan komunikasi ini adalah sebuah sarana pembekalan agar kader-kader Demokrat semakin trampil dalam menyampaikan pesan politik, sehingga kita bisa kembali menjadi pemenang dalam setiap pertarungan politik. Ibas sangat berharap, seluruh materi ajaran dalam pelatihan ini bisa dihayati dengan serius, sehingga bisa diimplementasikan sebaik-baiknya oleh para kader hingga tingkat DPC di daerah. Pelatihan yang sama akan terus dilaksanakan oleh DPP PD agar semua kader baik di tingkat pusat maupun di daerah semakin komunikatif dalam berpolitik sehingga Partai Demokrat ke depan semakin mapan menjalankan roda organisasi. Kesuksesan Pelatihan Komunikasi Publik angkatan Keempat ini akan semakin melengkapi kesiapan kita menyongsong Pemilu 2014. Tidak ada pilihan lain selain kita tampil sebagai pemenang. Terlepas dari semua gejolak politik saat ini, target meraih 30 % suara sudah harga mati. Pelatihan Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Angkatan

Keempat akhirnya ditutup oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum pada hari Minggu sore (8/7). Upacara penutupan diawali dengan menyanyikan lagu Mars Partai Demokrat oleh hadirin. Selanjutnya Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto, selaku penyelenggara, menyampaikan laporan singkat tentang pelaksanaan kegiatan. Dalam pelatihan ini 42 orang peserta seluruhnya dinyatakan lulus. Anas Urbaningrum didampingi Toto Riyanto kemudian menyematkan revet kepada para peserta secara simbolik. Brevet (tanda penghargaan) tersebut berbentuk pin berwarna emas. Selain itu para peserta menerima sertifikat kelulusan yang ditandatangani Ketua Dewan Pembina PD Doktor Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Usai melakukan penyematan brevet, Anas Urbaningrum menyampaikan pembekalan. Menurut Anas, para lulusan

pelatihan layak berbangga hati karena mereka lulus dari “kurikulum” berstandar pendidikan modern bukan standar ringan. Terkait hal itu, para lulusan hendaknya makin baik dalam berkomunikasi. Di akhir pembekalan Anas berpesan para kader mampu memanfaatkan media sosial dan tetap memperhatikan perkembangan media mainstream seperti televisi, koran, dan radio. Para kader di seluruh Nusantara diminta makin bersemangat dan berjuang menjayakan Partai Demokrat. Menjadi pilar kokoh untuk mengembangkan eksistensi Partai Demokrat. Meneguhkan komitmen dan optimis menyambut masa depan. “Sebab masa depan hanya untuk mereka yang bekerja keras dan optimis pada kemajuan negara, bangsa dan partai kita,” kata Anas. Anas kemudian menyampaikan terima kasih, rasa bangga, penghargaan dan respek kepada lulusan pelatihan. Ia bersyukur karena seluruh peserta lulus dan siap menjadi “pasukan khusus” untuk menjadi komunikator yang siap menjelaskan keberhasilan Pemerintahan Presiden SBY dan Partai Demokrat kepada masyarakat. “Selamat berjuang. Saya iringi dengan doa,” kata Anas sembari berharap para lulusan pelatihan selamat hingga tiba di kediaman masing-masing. Aria Ranggakusumah/demokrat. or.id/didik

Ketua Umum DPP-PD Anas Urbaningrum didampingi Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto foto bersama lulusan Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Keempat. Foto. demokrat.or.id/ Omar Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 73


Kila s DPP Demo k r a t Jajak Pendapat Nasional Harian Kompas

Partai Demokrat Tetap Menjadi Pilihan Mayoritas Masyarakat Indonesia Jakarta, SINERGIS Dewasa ini, publik secara terus menerus disodori informasi terkait elektabilitas partai politik oleh sejumlah lembaga survei. Nampaknya, hasil survei sejumlah lembaga survei tersebut yang kerap menyebutkan Partai Demokrat telah turun peringkat kembali terbantahkan dengan hasil jajak pendapat yang dilakukan Harian Kompas Selasa, (24/7/2012). Ada yang menarik dengan hasil jajak pendapat yang dilakukan Harian Nasional Kompas yang dikenal dengan kredibilitas dan objektifitas informasinya. Hasil jajak pendapat tersebut membuktikan, ternyata mayoritas masyarakat Indonesia masih mempercayakan pilihannya kepada Partai Demokrat, partai yang lahir di era reformasi ini. Walaupun angka elektabilitas Partai Demokrat yang menjadi pemenang pada pemilu 2009 menurun, bila pemilu digelar saat ini, namun Partai Demokrat tetap menjadi pemenang dengan angka 12.8 persen. Bukan hanya Demokrat saja yang turun. Hasil Litbang Kompas mencatat, PDI Perjuangan juga mengalami penurunan, hanya 9,1 persen yang memilih PDI Perjuangan. Sedangkan Partai Golkar yang menurut hasil survei sejumlah lembaga survei berada di urutan pertama, justru mencatat hasil yang berbeda. Bila pemilu digelar saat ini, Partai Golkar hanya mendapat angka 6,9 persen. Realitas ini berbeda dengan publikasi hasil survei 74 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

partai politik belakangan ini yang selalu menempatkan posisi Partai Golkar di peringkat pertama. Menanggapi hasil ini, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono menekankan perlunya peningkatan kinerja partai sebagai modal utama meningkatkan kepercayaan masyarakat. Ibas, sapaan akrab anggota DPR asal Dapil VII Jawa Timur ini, menilai masyarakat kini semakin selektif dan mampu menilai secara objektif publikasi tentang Partai Demokrat yang cenderung tidak berimbang belakangan ini. “Partai Demokrat kini semakin

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono mendampingi Ketua Umum Anas Urbaningrum disambut antusias masyarakat di daerah. Foto. Dok. EBY Team

giat memantapkan programprogram organisasi secara konkrit dan nyata. Bagi kami, implementasi program kerja partai untuk mensejahterakan masyarakat lebih penting. Dan masyarakat dapat langsung merasakan kinerja tersebut,� tegas Ibas. Seperti dikutip dari Kompas, Selasa (24/7/2012), Metode Jajak Pendapat. Pengumpulan pendapat melalui telepon ini diselenggarakan Litbang "Kompas" pada 16-19 Juli 2012 di 33 ibu kota provinsi seluruh Indonesia. Dilakukan reguler triwulanan sejak Januari 2012,


K i la s D P P D e m ok r a t Publik Nilai Positif Figur SBY

sebanyak 955-1.363 responden berusia minimal 17 tahun dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari buku telepon terbaru. Jumlah responden di setiap wilayah ditentukan secara proporsional. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, nirpencuplikan penelitian diperkirakan kurang lebih 2,7 persen sampai dengan kurang lebih 3,2 persen. Soal Parpol, Kompas menyebutkan ada dua pertanyaan yang diajukan kepada responden. Pertama, partai apa yang Anda pilih dalam pemilu 2009 lalu? Dan pertanyaan kedua, jika pemilu diadakan saat ini, partai apakah yang akan Anda pilih? Hal lain yang mengemuka dalam survei harian Kompas ini, ada sekitar 30,8 persen responden yang belum menentukan pilihannya, bila pemilu digelar saat ini. Dan ada 15,3 persen yang tidak memilih. Tak hanya Partai Demokrat, Memasuki 33 bulan usia

pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penilaian publik tampak beranjak. Setelah beberapa triwulan paceklik apresiasi, kini apresiasi terhadap Presiden dan pemerintahan mengalami peningkatan. Demikian laporan jajak pendapat yang ditulis Kompas edisi 23 Juli 2012. Diinformasikan Kompas bahwa, kesesuaian antara yang diharapkan publik dan respons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa bulan ini membawa pengaruh positif bagi kenaikan apresiasi. Penampilan yang lebih selektif serta kemampuan menjauh diri dari sejumlah dugaan kasus korupsi yang membelit kader Partai Demokrat membuat persepsi publik positif. Sebagaimana terpantau dari jajak pendapat triwulanan kali ini, terjadi peningkatan berarti apresiasi publik dalam menilai citra SBY. Triwulan sebelumnya (April 2012), rapor citra SBY hanya 48,0 persen, tetapi kini naik menjadi 57,8 persen. Proporsi penilaian saat ini sama

dengan penilaian jajak pendapat pada Januari 2012 yang sedikit lebih rendah dibanding penilaian jajak pada Juli 2011 lalu. Citra penilaian positif terhadap figur SBY ini merupakan rebound kedua setelah penilaian publik sempat jeblok di triwulan ke24 (Oktober 2011). Saat itu 48,7 persen responden menilai citra SBY buruk dan hanya 40 persen yang menilai baik. Sudah lama publik menyuarakan kurangnya ketegasan SBY terhadap berbagai isu korupsi dan koalisi parpol. Meski demikian, SBY tampak menjaga stabilitas politik nasional dengan memilih kompromistis terhadap berbagai persoalan tersebut. Di satu sisi, stabilitas memang cenderung terjaga yang berimplikasi pada stabilitas ekonomi makro dan proses transisi demokrasi yang relatif lancar. Di sisi lain, sikap SBY yang mulai menunjukkan ketegasan memperingatkan sejumlah kader tampaknya direspons positif publik. David Christian/Kompas Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 75


Kila s DPP Demo k r a t

Demokrat - UMNO Sepakat Bentuk Komite Bersama Jakarta, SINERGIS Partai Demokrat serius mengimplementasikan program kerja untuk membangun bangsa dalam segala bidang termasuk dalam hal hubungan diplomasi antarnegara. Tindakan konkrit tersebut dilakukan Partai Demokrat belum lama ini. Partai Demokrat dan The United Malays National Organisation (UMNO) sepakat membentuk komite bersama yang akan membahas persoalan Indonesia-Malaysia. Partai UMNO yang berkuasa di Malaysia mengunjungi Jakarta untuk bertemu dengan beberapa partai politik (Parpol). Upaya itu dilakukan UMNO dalam rangka membangun hubungan baik antara Indonesia-Malaysia di luar jalur diplomasi resmi. Partai Demokrat sebagai partai pemenang pemilu didekati UMNO untuk mempererat hubungan Indonesia-Malaysia. pada kesempatan tersebut, Delegasi PD yang dipimpin ketua umumnya, Anas Urbaningrum, mengadakan pertemuan tertutup dengan delegasi UMNO yang dipimpin Wakil Presiden UMNO sekaligus Wakil Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyidin Yasin di Four Seasons Hotel Jakarta. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbanningrum mengatakan bahwa inti dari pertemuan tersebut adalah membahas kerjasama antara PD dengan UMNO. "Karena kami yakin kalau dua partai ini bekerjasama, akan punya 76 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012

Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum, berbincang dengan Wakil PM Malaysia sekaligus Wakil Presiden United Malays National Organisation (UMNO) Tan Sri Dato Muhyiddin Haji Mohd. Yassin dalam pertemuan bilateral partai di Jakarta, Selasa (3/7). Dok. EBY Team

kontrisbusi dan saling menguntungkan Indonesia dan Malaysia," kata Anas yang dalam kesempatan itu didampingi Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono dan sejumlah fungsionaris PD lainnya. Dikutip situs JPNN, pertemuan tersebut salah satunya membahas pembentukan komite bersama ( joint committee) antara kedua partai guna membahas isu-isu sensitif di antara kedua negara. "Seperti isu TKI, isu perbatasan, klaim budaya," papar Anas. Anas menambahkan, dalam pertemuan dengan delegasi UMNO itu dipaparkan pula tentang keragaman di PD yang mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia. Misalnya,

Anas memperkenalkan Wakil Sekjen PD, Ramadhan Pohan dari Sumatera Utara yang terkenal dengan Tari Tor-Tor. Atau ada nama Ketua DPP PD, Gede Pasek Suardika dari Bali yang juga terkenal dengan Tari Pendet. "Kami senagaja pakai batik juga untuk menunjukkan identitas budaya Indonesia," ucapnya. Sedangkan fungsionaris PD Radityo Gambiro mengatakan, partainya mendorong UMNO agar segera membentuk pusat pengaduan TKI di tingkat paling bawah, termasuk di pabrik-pabrik. "Karena kalau harus mengadu ke konsulat atau kedutaan tentu jauh dan makan waktu. Kita dorong pusat layanan pengaduan TKI bentukan UMNO," kata Radityo.


K i la s D P P D e m ok r a t Ia meyakini kerjasama PD dengan UMNO akan membuahkan hasil. Menurutnya, persoalanpersoalan antara kedua negara yang tak kunjung selesai lewat jalur diplomasi resmi bisa diselesaikan secara informal melalui jalur partai. "Ini kan persoalan bagaimana hubungan people to people, party to party dan politician to politician. Tadi Ketua Umum menyampaikan soal Reog, Tor Tor atau batik. Makanya meski mereka berdasi, kami tetap pakai batik. Ini pesan yang mau kami kirim juga ke mereka. Tapi pembicaraan tetap hangat," ucap Radityo. Namun ada hal lain yang juga ingin dibangun PD dan UMNO dari pertemuan itu. Kedua partai yang berkuasa di negeri masing-masing itu ingin saling berbagi ilmu dan pengalaman. "Kalau khusus kerjasama dengan Demokrat ya soal pelatihan dan kaderisasi. Mereka (UMNO) punya diklat dan kaderisasi yang sudah established karena UMNO sudah 66 tahun. Kita lakukan pertukaran kader," kata Ketua Divisi Kaderisasi, Pendidikan dan Pelatihan PD itu. Radityo juga membeber alasan Demokrat didekati UMNO. Salah satu alasannya karena partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono itu dianggap UMNO memiliki potensi ke depan dan berani menonjolkan kepemimpinan dari kalangan muda. "Mereka melihat masa depan Demokrat. Apalagi lihat Ketum dan Sekjen PD kan masih muda-muda semua, masa depan akan lebih bagus," kata Radityo seraya menambahkan, partainya akan melakukan kunjungan balasan ke Malaysia sekitar Oktober mendatang.

Edhie Baskoro : Hubungan RI - Malaysia Layaknya Kakak Beradik Selama 2011, hubungan dua bangsa serumpun dan bertetangga Indonesia Malaysia mengalami fluktuasi, dari masalah perbatasan dan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia hingga persoalan seni budaya, dan bahkan olahraga. Masalah ini tentu tidak boleh menjadi penghambat hubungan antarkedua negara. Terkait pertemuan Partai Demokrat dan partai politik terbesar di Malaysia, United Malays National Organisation (UMNO), yang sepakat membentuk komite bersama, Edhie Baskoro mengatakan, hubungan harmonis Indonesia dan Malaysia sejauh ini sudah seperti kakak beradik. Meski demikian, Ia juga mengakui hubungan kedua negara kadang-kadang mengalami pasang surut. Oleh karenanya, lanjut politisi muda ini hubungan yang harmonis ini harus terus ditindaklanjuti dengan kerjasama yang konkrit baik antara kedua negara dan partai politiknya. Ibas berharap, pertemuan antarpartai ini juga bisa melunakkan ketegangan hubungan Indonesia – Malaysia dengan cara dan sudut pandang politik. “Pertemuan yang hangat itu memberikan makna tersendiri. Apalagi melihat hubungan Indonesia Malaysia yang kerap menghangat terkait isu budaya, perbatasan dan tenaga kerja. Untuk itu, pertemuan ini diharapkan dapat melunakkan ketegangan dengan perspektif politik,”

tambah Ibas yang juga anggota Komisi I DPR yang membidangi masalah luar negeri ini. Selain membahas isu-isu sensitif di atas, Ibas juga menjelaskan bahwa silaturahim antara kedua partai berkuasa ini menyoroti dan membahas kerjasama bidang ekonomi, pendidikan, tenaga kerja termasuk budaya. “Intinya mempererat hubungan antara kedua partai dan membahas peningkatan kerjasama antarpartai seperti pelatihan, saling mengunjungi antarkedua partai, young guns training, dan kerjasama lainnya,” lanjutnya. Yang tak kalah penting dalam pertemuan tersebut menurut Ibas adalah mengupayakan hubungan yang erat antarmasyarakat kedua negara ditindaklanjuti dengan komitmen kedua negara untuk mendukung penuh persahabatan antarkedua negara. David Christian/ Berbagai Sumber

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 77


Pa nen R a ya di Ke b o n a g u n g K abupa te n Pa c i t a n

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut memberikan bantuan hand tractor kepada kelompok tani di Kabupaten Pacitan. Pada kesempatan yang sama juga diberikan bantuan beni padi untuk petani di Pacitan. Sabtu, (14/7).

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono serta rombongan DPP PD panen bersama di Kebonagung Kabupaten Pacitan, Sabtu, (14/7) 78 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


Program Listrik Mandiri Rakyat Kabupaten Pacitan

Selain program LIMAR di Pacitan, Rombongan DPP partai Demokrat juga meninjau penggunaan Gas LPG untuk kendaraan bermotor. Anas dan Ibas sedang mendapatkan penjelasan terkait program ini di halaman Pendopo Pacitan.

Ibas, Bupati Pacitan, Indartato, Ketum Anas Urbaningrum serta Direktur PT. PGN, Hendi Santoso sedang memamerkan alat penerangan untuk Program LIMAR di Pacitan.

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama rombongan DPP Partai Demokrat sedang mendengarkan penjelasan terkait program Listrik Mandiri Rakyat (LIMAR)di Pacitan. Selain program LIMAR, juga dijelaskan penggunakan LPG untuk sepeda motor.

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 79


Peluncuran Mobil Aspirasi EBY

Peluncuran Mobil Aspirasi EBY dilakukan di Griya Aspirasi EBY, Jl. Piere Tendean No. 7, Pucang Sewu Pacitan, Jawa Timur (14/7) dan dihadiri sejumlah pimpinan teras DPP Partai Demokrat.


Optimalisasi Penyerapan Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono meluncurkan Mobil Aspirasi untuk Masyarakat Dapil VII Jawa Timur. “Mobil Aspirasi EBY” ini untuk memaksimalkan upaya penyerapan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pacitan. “Mobil Aspirasi ini pada tahap awal akan beroperasi di Kabupaten Pacitan. Kabupaten lainnya seperti, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi akan menyusul.


Meninjau Karya Seni Wayang Beber di Pendopo Pacitan

Anggota Komisi I DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum, Anas Urbaningrum membubuhkan tanda tangan di atas kanvas Wayang Beber. Sabtu, (14/7) di Pendopo Kabupaten Pacitan.

Edhie Baskoro dan Ketuam Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum tampak serius mengamati karya seni Wayang Beber yang berhasil meraih rekor MURI. Ibas menjadi pelopor dalam pemecahan rekor MURI tersebut.

Foto bersama dengan para seniman Wayang Beber usai peninjauan di Pendopo Kabupaten Pacitan.


Pemberian Bantuan Bibit Pohon Sengon dan Jabon di Kebun Bibit Rakyat Pacitan

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum disambut meriah masyarakat Kabupaten Pacitan saat mengunjungi Kebun Bibit Rakyat. Sabtu (14/7).

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyerahkan bibit pohon Sengon dan Jabon saat kunjungan ke Kebun Bibit Rakyat. Pacitan. Sabtu (14/7).


Pemberian Bantuan Bibit Ikan Nila dan Lele

Suasana saat rombongan DPP Partai Demokrat meninjau lokasi pembibitan Ikan Nila di Pacitan.

Selain menyerahkan bantuan bibit pohon Sengon dan Jabon, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga memberikan bantuan benih ikan Nila untuk kelompok pembudidaya ikan di Pacitan.

84 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


Ko m u n i t a s

Mentulholic Pacitan Komunitas Sepeda Mentul Pacitan Kini komunitas sepeda di Pacitan tumbuh bak jamur dimusim penghujan. Namun, mungkin sudah biasa melihat komunitas sepeda bermunculan dimana-mana sekarang. Tapi ada yang berbeda dengan komunitas sepeda yang satu ini terutama dari model sepeda yang tanpa kayuhan kaki. Sepeda Mentul, begitu komunitas ini menyebutnya. Lalu mengapa disebut Mentul ? Mentul berarti lentur atau elastis mengikuti tekanan ayunan. Cara mengendarainya pun nyris mirip gerakan pocong berjalan seperti dalam filmfilm hantu Cina.

S

epeda yang dari negeri asalnya Amerika dikenal dengan Bounce Bike ini disebut Sepeda Mentul atau spring Bike yaitu sepeda tanpa jok (sadel). Selain tak bersadel, cara menggerakkannya pun tak memakai pedal kayuh seperti kebanyakan sepeda onthel pada lazimnya. Ukuran ban pun beda mencolok antara depan dan belakang. Sepeda ini akan bergerak maju dengan hanya menaik-turunkan badan. Namun bagi yang melakukan pertama kali, pasti akan canggung menaikinya. Porosnya berada dipinggir ban belakang, membuat sepeda ini bekerja layaknya roda lokomotif Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 85


Komun i tas

k

omunitas ini berusaha memperkenalkan keunikan sepeda ini kepada masyarakat disamping mengkampanyekan bumi yang hijau yang bebas dari polusi. Banyak yang menyebut lebih sehat dibanding sepeda pada umumnya karena dengan sepeda Mentul semua anggota badan akan ikut bergerak dari mulai kaki, lutut, pinggang, hingga tangan.

k

ereta api uap. Belum banyak anggota yang bergabung dalam komunitas sepeda mentul ini. Komunitas sepeda ini mungkin baru satusatunya di Pacitan, namanya “Mentulholic Pacitan”. Kendati baru terbentuk, namun kehadiran komunitas “Mentulholic Pacitan” ini cukup bisa memberi warna bagi keberadaan komunitas sepeda yang sudah ada sebelumnya di Pacitan. Mengusung semboyan “Mentul-Mentul Selamatkan Bumi”, komunitas ini berusaha memperkenalkan keunikan sepeda ini kepada masyarakat disamping mengkampanyekan bumi yang hijau yang bebas dari polusi. Banyak yang menyebut lebih sehat dibanding sepeda pada umumnya karena dengan sepeda Mentul semua anggota badan akan ikut bergerak dari mulai kaki, lutut, pinggang, hingga tangan. Dengan semakin banyaknya event-event bersepeda, menjadikan komunitas ini makin dikenal, serta menjadi ajang memperkenalkan cara baru berolahraga. Biasanya komunitas ini memilih nongkrong di Alun-Alun Kota Pacitan pada Minggu pagi atau di sekitar Jalan Lintas Selatan Ruas Pacitan-Kebonagung pada sore hari. Bagi yang mau gabung dengan komunitas silahkan langsung datengin aja markas Mentulholic Pacitan di Desa Sukoharjo-Pacitan. Frend Mashudi 86 SINERGIS Edisi: 013/Th. II/2012


Minggu

24

17

Seminar Kengasaan "Paradigma Ekonomi Politik Indonesia Dalam Bingkai Kebangsaan"

10

3

27

Senin

RDP Komisi I DPR RI dengan Kemneterian Sosial RI dan Mabes Polri

25

Rapat Timmus Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan dan Pembiayaan Badan Anggaran DPR RI

18

RDP Komisi I DPR RI dengan BIN

Rapat Panja Asumsi Dasar Kebijakan Fiskal dan Pendapatan DeďŹ sit dan Pembiayaan

11

RDP dengan Gubernur Lemhanas dan Sekjen Wantanas

Rapat Timmus RRU Pertahanan

4

28

Rapat Paripurna DPR RI

Selasa

Rapat Intern Badan Anggaran DPR RI

Rapat Paripurna DPR RI

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

Fit and Proper Test Calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh

NOTES

26

19

12

Rapat WKU KADIN Indonesia

5

29

Rabu

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI dengan Menteri Keuangan RI

27

20

Bakti Sosial "Pengobatan Gratis" di Desa Majalaya Kec. Majalaya

Fit and Proper Test Calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh

13

RDPU Badan Anggaran DPR RI dengan Pakar

6

30

Kamis

Rapat Intern Komisi I DPR RI

Rapat Paripurna DPR RI

Rapat Pleno Fraksi Partai Demokrat

Rapat Panja Badan Anggaran DPR RI

Raker Badan Anggaran DPR RI dengan Menteri Keuangan RI, Menteri PPN/Bappenas dan Gubernur BI

28

21

RDP Komisi DPR RI dengan Kepala Badan Intelijen Negara

14

7

31

Juni 2012 Jumat

29

22

15

8

Sabtu

Peringatan Isra Mi'raj dengan Gubernur DKI Jakarta

30

The Warok, the East Java Cultural Enchantment

23

16

9

Australian Alumni Awards Ceremony 2012

2

www.edhiebaskoro.com Š EBY STAFF

Rapat Pleno Fraksi Demokrat DPR RI

Peringatan Pidato Bung Karno Tanggal 1 Juni 1945 bersama Wakil Presiden RI Prof. Dr. Boediono, M.Ec

1

Agenda EBY Juni 2012

Edisi: 013/Th. II/2012 l SINERGIS 87



Majalah Sinergis Edisi 013