Issuu on Google+


“Secara keseluruhan, rapor pemerintah tetap baik. dari 12 indikator penilaian, 6 indikator membaik, 4 indokator tetap dan hanya 2 indikator yang penilaiannya menurun.Harapannya semua pihak objektif menilai hasil survei tersebut. Jika baik kita nilai baik dan jika belum maksimal tentu jadikan cambukan untuk bekerja lebih keras lagi�

Edhie Baskoro Yudhoyono

2

SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


Rampai Sutra Ada yang menarik dengan Majalah SINERGIS edisi kali ini. Pasalnya, ada kabar gembira dari Dapil VII Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Belum lama ini, lima kabupaten ini menerima penghargaan Adipura untuk wilayah masing-masing. Tentunya sebagai anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa disapa Mas Ibas mengapresiasi pencapaian pemerintah daerah tersebut. Informasi lain yang tersaji pada edisi kali ini terkait inisiatif Griya Aspirasi EBY mengadakan acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan sepak bola Piala Eropa tahun 2012 di sejumlah daerah di Kabupaten Ponorogo dan Pacitan. Agenda acara Nobar ini dikemas untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus silaturahmi dengan konstituen Mas Ibas. Tak heran, acara tersebut mendapat sambutan hangat oleh masyaraka, bahkan diselingi

dengan pagelaran Reog Ponorogo. Sejumlah agenda sidang Komisi I DPR RI di Senayan Jakarta yang merupakan tugas Mas Ibas sebagai Anggota DPR RI juga kami sajikan untuk pembaca Majalah SINERGIS. Harapannya, proses pembahasan terkait isu-isu di bidang Pertahanan, Kominfo dan Luar Negeri yang menjadi tugas utama Komisi I DPR RI dapat diketahui oleh masyarakat. Sementara itu, isu nasional yang mendapat perhatian Mas Ibas adalah polemik pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga mendapat sorotan oleh masyarakat luas. Terkait isu ini, Mas Ibas berpendapat, kontroversi pembangunan gedung baru KPK ini, bisa diselesaikan dengan mekanisme yang benar, yaitu dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah. Mas Ibas juga memberikan apresiasinya atas kinerja KPK dan berharap agar KPK semakin

giat memaksimalkan kinerjanya memberantas korupsi di Indonesia. Mas Ibas juga memberikan komentar atas pencapaian kinerja pemerintah yang secara keseluruhan dinilainya terus membaik dan sudah berada dijalur yang benar. Hal ini diungkapkannya untuk meluruskan persepsi di masyarakat yang menggambarkan Indonesia sebagai negara gagal. Informasi lain terkait aktivitas di DPP Partai Demokrat sebagai Sekretaris Jenderal juga turut diinformasikan. Seperti diketahui aktifitas mas Ibas sebagai Sekjen cukup padat di sejumlah daerah di Indonesia. dengan demikian, pembaca Majalah SINERGIS bisa memperoleh informasi yang komprehensif terkait kegiatankegiatan yang dilakukan Mas Ibas. Selamat Membaca !

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS

3


Sorotan Sorotan

34

“Roadshow Rembug Desa dan Nonton Bareng Piala Euro 2012” dari Desa ke Desa Tak ingin ketinggalan dengan moment Piala Euro 2012, Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Kabupaten Ponorogo melakukan gebrakan serta hiburan dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat dengan menggelar event  “Road Show Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012” keliling desa di 21 Kecamatan di Kabupaten Ponorogo. 

Daftar Isi Pesona Wisata Luweng Jaran

3 Rampai Sutra

Indahnya Surga Perut Bumi

7 Rakyat Bicara Bupati Kabupaten Ponorogo, Amin Apresiasi Majalah SINERGIS

8 Profil EBY

Berjuang bersama Rakyat

11 Wakil Rakyat Komisi I DPR RI Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Dubes

49 Menyusur Bentang alam bumi Pacitan sepertinya tak akan pernah habis untuk digali. Keindahan panoramanya bak taman Surga yang masih perawan. Salah satu bentang alam yang menyuguhkan keindahan taman surga itu adalah Luweng Jaran, salah satu keajaiban ‘taman’ bawah tanah di bumi Pacitan. Tepatnya di Dusun Kasri, Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku wilayah Pacitan ini berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan 4

SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

DPR Sahkan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan DPR Sahkan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan

18 Reaksi

Ibas Nilai Kinerja Pemerintah Terus Membaik

26 Nasional

Presiden SBY Berikan Keynote Speech di The Shangri-La Dialogue: 11th Security Summit

40 Kilas Dapil VII Jawa Timur

Kisah Para Atlit Angkat Besi Kabupaten Pacitan


64 Wirausaha

Pelantikan HIPWI FKPPI Pemerintah meminta Himpunan Pengusaha dan Wiraswata Forum Komunikasi Putra-Putri ABRI (Hipwi-FKPPI) proaktif terlibat dalam pembangunan nasional. Upaya pemerintah untuk menyejahtera rakyat serta mendongkrak pertumbuhan perekonomian tak akan maksimal tanpa dukungan komponen bangsa, seperti Hipwi-FKPPI.

50

Penghargaan Adipura dan Adiwiyata 2012

Hartoto Siap Rangkul Seluruh Wayang Beber Potensi Partai Menggapai Muri, MURI, Demokrat di Menggapai Mengukuhkan Magetan Mengukuhkan Identitas Identitas Tak hendak meninggalkan Pakem atas tradisi leluhur, Wayang Beber Pacitan kini tersaji begitu elok dalam gulungan kertas kardat sepanjang 80 meter. Inilah wayang beber terpanjang di Indonesia yang siap memecahkan rekor Muri pada 14 Juni 2012 nanti di bumi kelahiran Presiden SBY, Pacitan.

Bencana 49 Siaga Demokrat & Budaya 54 Muscab 50 Seni &Budaya 58 66 Kilas DPP Partai Demokrat Pelatihan Komunikasi Publik Partai Demokrat Angkatan Ketiga 83 Agenda EBY 81 Komunitas Andantino Music Course

29

6

Minggu

30

Mei 2012

Senin

Selasa

1

7

Rabu

2

8

9

13

14

20

21

15

Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2011-2012

16

Sarasehan Nasional Kadin Indonesia

27

28

29

Rapat Panja RUU tentang Industri Pertahanan Komisi I DPR RI dengan Pemerintah Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI

Seminar dan Business Meeting Kedutaan Portugal - KADIN RDP dengan Ketua KPI RDP dengan Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia

30 Rapat Paripurna DPR RI Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI & RDP dgn Dirjen Perhubungan Udara Kemhub RI, Deputi Bid. Usaha Infrastruktur & Logistik Kem. BUMN, Dirut PT Angkasa Pura I & II

Jumat

5

Sabtu

12

Peresmian Rusunawa Kodam III/Siliwangi

17

18

24

25

19

Pembukaan Diklat SAR Nasional Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat Angkatan Kedua

Rapat Paripurna DPR RI

23

RDP dengan Sekjend Kementrian Pertahanan RI dan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan RI

4

11 RDPU Banggar dengan Pakar Prof.DR.Suahasil Nazar dan Prof.DR.Rina Oktaviani

Festival Budaya & Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu 2012

Raker dengan Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI

22

Kamis

3

10 Rapat Intern Komisi I DPR Ri

Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI dan Gubernur Bank Indonesia

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri RI Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI

Rapat Paripurna DPR RI Pembicaraan Pendahaluan RAPBN Tahun Anggaran 2013

26

Peluncuran dan bedah buku "Negeri MaďŹ a Republik Koruptor"

Rapat Pimpinan FPD

31 Pelantikan Komite Brunei dan Talkshow " Mempererat Hubungan Bilateral Indonesia-Brunei dalam rangka Integrasi Ekonomi ASEAN" Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI

NOTES

www.edhiebaskoro.com Š EBY STAFF

Sinergis Media Komunikasi Edhie Baskoro Yudhoyono

Pemimpin Umum

Edhie Baskoro Yudhoyono

Pemimpin Redaksi/ Penanggungjawab

Bonggas Adhi Chandra

Koordinator Liputan Daerah Frend Mashudi

Kontributor Daerah Destyan Sujarwoko Hernawan Adipriyana Muh. Nurcholis Setyo Utomo

Redaktur Pelaksana/Editor

Fotografer

Reporter Aria Ranggakusumah

Tata Letak dan Desain Grafis

David Christian Bojoh

EBY Team

Sirkulasi dan Distribusi Herry Purnomo

Alamat Redaksi

Jl. Piere Tendean No. 7 Pucang Sewu Pacitan 63513 Jawa Timur Telp. 0357 - 881993 Fax. 0357 - 881993 Email. info@edhiebaskoro.com

David Christian/Frend Mashudi

Wartawan dan tim redaksi Sinergis dilengkapi dengan ID card atau kartu pers setiap melakukan kegiatan jurnalistiknya. Nama wartawan dan tim redaksi Sinergis tertera dalam kolom Susunan Redaksi di atas. Dalam melakukan kegiatan jurnalistik-nya, wartawan dan tim redaksi Sinergis dilarang memungut/meminta biaya apapun dari/kepada narasumber. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS

5


Tentang Sinergis Bupati Amin Apresiasi Majalah SINERGIS Assalamulaikum Wr. Wb. ATAS nama Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan masyarakat Kabupaten Ponorogo, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Edhie Baskoro Yudhoyono atau Mas Ibas yang telah bergandengan tangan selama ini membangun Dapil VII Jawa Timur, khususnya Kabupaten Ponorogo. Kami berharap kerjasama yang baik ini ke depan lebih ditingkatkan lagi demi kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan ini kami juga menghaturkan rasa terima kasih kepada Mas Ibas yang telah menerbitkan Majalah Sinergis. Majalah Sinergis bisa menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat Ponorogo dengan Pemerintah Pusat melalui Mas Ibas. Salut pemberitaannya yang selalu mengupas tuntas pembangunan di daerah serta berita-berita Pro Rakyat. Semoga jalinan kerjasama yang baik ini bisa terus dibangun dan dilanjutkan di masa yang akan datang. Terima Kasih. Wassalamualaikaum Wr. Wb. H. AMIN, SH., M.Si, Bupati Ponorogo

Majalah Sinergis Memang Oke KEHADIRAN Majalah Sinergis sangat diharapkan masyarakat kecil di Kabupaten Ponorogo karena informasi bisa dibaca oleh semua pihak sehingga setiap aspirasi dari masyarakat bisa diserap oleh wakilnya melalui majalah ini. Mohon kedepan rubrikasi usaha kecil yang potensial selalu dimunculkan. Besar harapan kami ke depan semakin banyak perhatian dan bantuan permodalan dari pihak terkait. Terima Kasih. HERY PURWANTO, Peternak Kambing, Warga Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Sinergis Pro Rakyat Salam Hormat, SEBAGAI warga Bumi Reyog Ponorogo, kami merasa bangga dengan kehadiran Majalah Sinergis. Karena beritanya sangat mengena yang memaparkan berbagai Program Pro Rakyat. Perlu kiranya Sinergis juga mempublikasikan sudut-sudut pembangunan dari segala penjuru desa yang ada di Dapil VII Jawa Timur. Utamanya pembangunan yang mengangkat keberhasilan Program Pro Rakyatseperti publikasi PKH, PNPM, PPIP, Layanan Jamkesmas dan sebagainya. Sehingga hal ini bisa dijadikan sarana untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat terkait program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Mudah-mudahan penyebaran Sinergis juga sampai kepada kelompok-kelompok masyarakat terkecil, seperti  majelis ta’lim, Dasawisma, Posyandu dan sebagainya.   Terima Kasih. SUKADIM, Kamituwo Dukuh Wates, Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo 6

SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


Rakyat Bicara Matur Nuwun Pemerintah SEBAGAI rakyat kecil kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Presiden SBY karena telah banyak menggulirkan berbagai program yang menyentuh rakyat serta bisa dirasakan nyata, walaupun belum semuanya bisa dinikmati. Oleh karenanya kami berharap pemerintahan saat ini bisa dilanjutkan meneruskan berbagai program Pro Rakyat di masa yang akan datang. Sehingga nantinya semua warga bisa menikmati hasil nyata pembangunan di segala bidang, Matur Suwun. SUDARMO, Pedagang Sayur Keliling Warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Dukung Program Pembangunan Assalamualaikum Wr. Wb.. ALHAMDULILAH hingga saat ini berbagai Program Pembangunan Pro Rakyat sudah bisa dinikmati warga Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Ke depan, kami berharap kehidupan petani lebih bisa terangkat kesejahteraannya. Saat ini perubahan iklim membuat nasip petani kian terpuruk. Lahan pertanian tak lagi bisa diandalkan sebagai lumbung penghasilan. Hasil cengkeh juga mengalami paceklik. Kami berharap pemerintah maupun wakil rakyat segera tanggap jika ada bencana alam yang menimpa masyarakat untuk segera dijadikan solusi terbaik penanggulangannya. Harapan kami kepada Mas Ibas begitu besar. Semoga mas Ibas selalu sukses dan dilindungi Allah SWT. Amin.  Wassalamualaikum Wr. Wb..  ILYAS, Warga Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur

Mendukung Program Mas Ibas Kami sangat mendukung Program Pro Rakyat, Mas Ibas sebagai wakil kami di DPR RI yang juga meliputi Kabupaten Trenggalek sangat kami nanti sumbangsihnya terhadap pembangunan di daerah kami. Pun dengan kehadiran website www.edhiebaskoro.com lengkap dengan Majalah Sinergis versi digital. Website dan Majalah Sinergis ini kemi nilai sebagai wadah untuk memperluas jangkauan komunikasi, sekaligus sebagai wujud keterbukaan Edhie Baskoro terhadap konstituennya. Keterbukaan syarat bagi seorang politisi untuk menunjukan kinerja dan kepedulian terhadap masyarakat yang diwakilinya. Selain itu beliau juga bisa memposisikan diri sebagai politisi yang egaliter dengan membuka diri untuk masyarakat. Semoga mas Ibas selalu diberi kekuatan, keimanan dan kesehatan sehingga dapat menjalankan amanah untuk memperjuangkan aspirasi kami. Salam Sigit Pujiyanto, Warga Sumberingin, Kabupaten Trenggalek Majalah Sinergis mengundang para pembaca untuk mengirimkan aspirasi, saran dan kritik. Panjang tulisan tidak lebih dari 100 kata atau 2 paragraf singkat. Surat pembaca bisa dialamatkan ke redaksi Majalah Sinergis di Jl. Piere Tendean No. 7, Pucang Sewu, Pacitan, 63513, Jawa Timur, dan melalui email di : info@edhiebaskoro.com atau sinergisme@gmail.com. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS

7


Profil Edhie Baskoro Yudhoyono

BIODATA

Nama

: Edhie Baskoro Yudhoyono

Tanggal Lahir

: 24 November 1980

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Istri

: Siti Ruby Aliya Rajasa

Alamat : Wisma Nusantara 1, Lt. 9, Room 930 - Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat 10270 Pendidikan 2005 – 2007 Master of Science in International Political Economy, Nanyang Technological University, Singapore 1999 – 2005 Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce, Curtin University, Perth, Australia

Anggota Partai Demokrat Kamar Dagang dan Industri Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga Kepala Pengembangan Industri Derivatif Pertanian KADIN Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat Anggota Komisi I DPR RI periode 2009-2014 Majelis Dzikir SBY Nurussalam Sekretaris Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GMFKKPI) Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Olahraga Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI)

1996 – 1999

SMAN 39 Cijantung, Jakarta

Dewan Pertimbangan GM-FKKPI

1993 – 1996

SMPN 20 Jakarta

1993 – 1996

SD Merdeka Bandung

Pelatihan Pelatihan Selam Dasar Asia Pasific Forum Takornas PKKPD Demokrat Party Course of Public Relation Japan Visit

Riwayat Organisasi Partai Demokrat Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2010-2015 Ketua Departemen Kaderisasi DPP Partai Demokrat Koordinator Wilayah Jawa Timur Koordinator Wilayah DKI Jakarta 8

SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Penghargaan Bintang Jasa Demokrat Bintang Mapilu – PWI Brevet Selam Dasar Brevet PR Communication - Demokrat Party Course of Public Relation Brevet Takornas


Media Informasi Edhie Baskoro Yudhoyono KARIR EDHIE BASKORO YUDHOYONO Edhie Baskoro Yudhoyono lahir di Bandung, 24 November 1980. Beliau adalah putra bungsu dari Presiden Republik Indonesia Ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono. Pada November 2011, Edhie Baskoro atau yang populer dipanggil Ibas, mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting Siti Ruby Aliya Rajasa sebagai istri. Politisi muda ini menyelesaikan Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce di Curtin University, Perth, Australia. Ibas kemudian melanjutkan studinya di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura. Ibas meraih gelar masternya pada tahun 2008 dengan spesialisasi Ekonomi Politik Internasional. Beliau lulus dengan disertasi berjudul “Revitalization of Indonesia’s Economy : Attempts to Solve the The Twin - Critical-Economic Problems and To Build Foundation for Future Economic Development�.

Pada tahun 2009, Ibas mengambil keputusan untuk masuk ke dunia politik di Indonesia. Ia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, yang mencakup lima kabupaten di Jawa Timur, yakni Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Hasil dari keseriusannya itu, Ibas berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan April 2009 dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia, yakni 327.097 suara. Ibas pun ditunjuk sebagai anggota Badan Anggaran dan Komisi I DPR RI

yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan dan informasi dan komunikasi. Penunjukkan ini sesuai dengan kompetensi Ibas yang telah memiliki modal ilmu yang dipelajarinya di luar negeri. Selain aktif sebagai anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono juga aktif menjalankan tugas sebagai kader Partai Demokrat. Pada tahun 2010, sosok yang dikenal santun ini, dinilai berhasil menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kader Demokrat yang potensial. Ibas dipercaya menjadi Ketua Penyelenggara (Steering Committee) pada Kongres ke II Partai Demokrat yang diselenggarakan pada 21-23 Mei di Bandung. Dalam hajatan nasional partai terbesar di Indonesia tersebut, Edhie Baskoro kembali berhasil menyelenggarakan kongres tersebut secara demokratis dan menghasilkan Ketua Umum terpilih Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Karirnya di Partai Demokrat diawali sebagai Koordinator Wilayah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Selanjutnya Ibas ditunjuk sebagai Ketua Departemen Kaderisasi Partai Demokrat. Tak sampai di situ, sepak terjang Ibas sebagai kader muda Demokrat terus menuai prestasi dan kepercayaan. Setelah dinilai berhasil melaksanakan Kongres II Partai Demokrat Mei 2010, beliau kembali dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk mendampingi Ketua Umum Terpilih Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Pria penggemar sepak bola ini dilantik menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Periode 2010-2015 pada tanggal 7 Juni 2010 di Jakarta. Ibas kemudian menjadi satu

sosok politisi muda yang kini menghiasi dunia perpolitikan di Indonesia. Penunjukkan sebagai Sekretaris Jenderal Partai

Demokrat diyakini Ibas sebagai amanah mulia yang diemban untuk membawa Partai Demokrat menjadi partai yang modern dan semakin lebih dekat lagi dengan masyarakat. Beberapa aktifitas Ibas sebagai Sekjen Partai Demokrat di antaranya, menghadiri Musyawarah Daerah Partai Demokrat, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Ibas juga kerap turun langsung ke berbagai daerah untuk menyukseskan Pilkada di tanah air, serta agenda kegiatan DPP Partai Demokrat lainnya. Setiap kunjungannya ke daerah, Ibas selalu berpesan kepada seluruh kader Demokrat di daerah untuk menjalankan politik bersih, cerdas dan santun sebagaimana yang diamanatkan pendiri Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai Sekjen, Ibas bertanggung jawab menjalankan roda organisasi partai sesuai dengan amanah organisasi Partai Demokrat. Agenda kunjungan Ibas lainnya ke daerah terkait

kapasitasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI. Sejumlah kunjungan kerja ke Dapil yang dilakukannya merupakan Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS

9


S e k i l a s E d h i e B a s ko ro Yu d h o yo n o

Berjuang Bersama Rakyat bentuk tanggung jawabnya kepada konstituennya. Dapil Jawa Timur VII yang menjadi konstituen Ibas terdiri dari Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Magetan dan Trenggalek. Ibas kerap memanfaatkan kunjungan kerja untuk bersilatuhrahmi dengan segenap jajaran pemerintah daerah maupun warga yang menjadi konstituennya. Bentuk keseriusan Ibas untuk membantu konstituennya di Dapil Jatim VII kembali dibuktikannya dengan mendirikan Griya Aspirasi EBY (rumah aspirasi) di lima kabupaten. Lewat Griya Aspirasi EBY

tersebut, Ibas berkosentrasi untuk terus memantau perkembangan di dapilnya dan terus mendorong pembangunan di Dapilnya. Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono, dipercayainya efektif memberikan update secara objektif aspirasi masyarakat yang diwakilinya di parlemen. Di sela-sela kesibukan kegiatan Parlemen dan Partai Demokrat, Ibas juga melakukan kegiatan-kegiatan lain di luar negeri untuk menunjang kegiatan utamanya. Misalnya mengikuti short course dan diskusi tentang pertahanan dan hubungan Internasional di Amerika Serikat (Stanford University dan John Hopkins University), berkunjung ke Jepang dan Belanda untuk berdiskusi tentang partai politik modern dan dinamikanya dalam era demokratisasi. Tak hanya itu, Ia juga pernah mewakili Presiden SBY dalam menerima penghargaan sebagai Best Communicator Leader in Asia di Hongkong. Organisasi lain yang ditekuni Ibas adalah Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI). Sebelumnya Ibas menjabat Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Olahraga, Generasi Muda Forum Komunikasi

10 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Putra Putri TNI dan Polri (GM-FKKPI). Dan kini, Ibas aktif mejabat sebagai Dewan Pertimbangan di GM-FKKPI. Selain itu, Edhie Baskoro juga menjabat Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia

Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga periode 20102015. Jabatan ini ditetapkan lewat formatur Musyawarah ke-VI Kadin Indonesia pada 1 November 2010. Pada Kamis, 25 November 2011, Ibas dan pengurus Kadin lainnya secara resmi dilantik di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Sebagai wakil Kadin, Ibas ikut ambil bagian dalam pelaksanaan pesta olah raga Asia Tenggara, SEA Games XXVI 2011 di Palembang Sumatera Selatan. Penandatanganan nota kesepahaman Kadin dan INASOC (Indonesia SEA Games Organizing Comittee) secara resmi dilaksanakan di Plaza Senayan, Jakarta 2011 lalu. Puncaknya, Pertunjukan kembang api dan penyulutan obor menandai dimulainya SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Melihat sepak terjang dan eksistensi politisi muda ini dipanggung politik tanah air, tak dipungkiri lagi, Edhie Baskoro Yudhoyono kini menjadi sosok yang kian diperhitungkan sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia. Semoga pemikiran dan perjuangan Edhie Baskoro Yudhoyono ke depan akan memberikan kontribusi kemajuan untuk Indonesia semakin damai, adil dan sejahtera.


W a k i l R a k ya t

Komisi I DPR RI Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Dubes Jakarta, SINERGIS Komisi I DPR yang membidangi masalah Keamanan, Luar Negeri dan Komunikasi Informasi melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Duta Besar (dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI. Hal ini sesuai dengan kewenangan DPR RI menjalankan fungsi pengawasan dalam pengangkatan Duta Besar Republik Indonesia (RI). Pasal 13 ayat (2) UUD 1945 setelah perubahan, menyebutkan “Dalam hal pengangkatan duta, Presiden memperhatikan pertimbangan DPR”. Menurut ketentuan yang baru tersebut diisyaratkan bahwa dalam pengangkatan duta besar (dubes) tidak hanya merupakan hak prerogratif Presiden namun juga melibatkan peran DPR untuk memberikan pertimbangan. Dubes yang akan ditempatkan di suatu negara oleh pemerintah, harus terlebih dahulu melalui dengar pendapat yang dilakukan DPR. Hal ini kemudian menjadikan hubungan antara Presiden dan DPR berkaitan dengan pencalonan dubes mulai dipersoalkan oleh sekian banyak kalangan, ketika keputusan DPR yang mempermasalahkan calon-calon dubes yang diajukan oleh pemerintah. Secara legal formal peran DPR terlebih dalam fungsi pengawasan mengalami Perubahan besar setelah di lakukan amandemen terhadap UUD 1945 yang dilakukan sejak

Sidang Umum MPR 1999. Berdasarkan Tata Tertib DPR RI pasal 196 bahwa surat pencalonan Duta Besar RI untuk negara sahabat disampaikan oleh Presiden kepada Pimpinan DPR dan Pimpinan DPR segera memberitahukan dalam Rapat Paripurna terdekat tanpa menyebut nama dan negara penerima. Selama dua hari, 12 Juni–13 Juni 2012, Komisi I DPR RI melakukan fit and proper test terhadap 21 calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI. Penilaian terhadap calon dubes RI itu di antaranya menyangkut visi dan misi, cara dan kemampuan berdiplomasi 21 calon Duta Besar saat kelak ditempatkan di negara tersebut. Komisi I DPR lebih fokus pada empat hal dalam fit and proper test tersebut, yakni Pengetahuan tentang keadaan dan kondisi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan (Ipoleksosbudhan) negara yang bersangkutan. Masalah hubungan bilateral dengan Indonesia

dan potensi apa saja yang menguntungkan buat Indonesia dan harus dikembangkan. Komisi I DPR RI mengangkat isuisu mengenai masalah-masalah yang penting diselesaikan seperti masalah perbatasan, TKI dan lainlain. Adapun pos-pos yang akan di isi oleh calon Duta Besar ini antara lain, Tunisia, Yaman, Ceko, Italia, Malaysia, Korea Selatan, Ukraina, India, Yordania, Tanzania dan beberapa negara lain baik itu di kawasan Timur Tengah maupun di Eropa. Dari pos-pos penempatan ini kedutaan Besar Malaysia merupakan yang paling mendesak untuk segera diisi karena posisi Dubes RI di Malaysia sudah kosong selama 10 bulan. Hasil fit and proper test di Komisi I DPR RI memberikan rekomendasi kelayakan calon Duta Besar kepada pemerintah. Terkait hal ini, Komisi I DPR RI memberikan pertimbangan terhadap hasil uji kelayakan ini, antara lain, bahwa Komisi I DPR RI berpendapat bahwa Calon Duta Besar “layak untuk ditugaskansesuai negara/ organisasi internasional penempatan; atau layak ditugaskan sebagai Dubes dengan catatan memindahkan negara/ organisasi internasional penempatannya; atau tidak layak untuk ditugaskan sebagai Dubes,” demikian hasil keputusan Rapat Intern Komisi I DPR RI beberapa waktu lalu.

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 11


Wa kil R ak yat Proses Uji Kelayakan Duber Berjalan Lancar

Calon

Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa disapa Ibas menerangkan proses uji kelayakan calon dubes di DPR RI berjalan lancar. “Alhamdulillah proses fit and proper test terhadap 21 calon Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI semua berjalan baik dan lancar�, hal itu diungkapkan oleh Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas. Dari 21 calon dubes RI yang akan ditempatkan itu, hanya ada satu catatan kecil, yakni untuk penempatan calon Dubes RI di Yordania. Dari sisi kemampuan, keahlian dan kecakapan, calon tersebut lebih cocok ditempatkan di Tanzania. Untuk itu Ibas berharap penempatan para calon-calon Duta Besar LBBP RI ini dapat menjalankan memaksimalkan fungsi dan peran meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara sahabat. Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Ibas, menekankan bahwa untuk mencapai berbagai kepentingan nasional Indonesia dalam kancah internasional harus didukung dengan pengerahan segenap potensi dan sumber daya yang ada untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan diplomasi di dala sistem global, inter-regional, regional, sub-regional, dan bilateral. Ditambahkannya, hal tersebut harus diantisipasi oleh Indonesia melalui kebijakan dan strategi politik luar negeri yang tepat sehingga Indonesia dapat menarik manfaat maksimal dari dinamika hubungan internasional saat ini. “Perwakilan juga harus berfungsi sebagai public relations dalam upaya meningkatkan nama baik Indonesia di negara-negara sahabat,� ujarnya. Politik luar negeri merupakan hasil 12 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

perpaduan dan refleksi dari politik dalam negeri yang dipengaruhi oleh dinamika perkembangan situasi regional maupun internasional. Demikian pula halnya dengan politik luar negeri Indonesia yang tidak terlepas dari pengaruh beberapa faktor, antara lain posisi geografis yang strategis, potensi sumber daya alam dan manusia berikut susunan demografi, dan sistem sosialpolitik yang sangat mempengaruhi sikap, cara pandang serta cara kita memposisikan diri di fora internasional. Meski begitu pada dasarnya politik luar negeri Indonesia tetap mengacu pada politik luar negeri bebas aktif yang berdasarkan pada Pembukaan UUD 1945 dan Ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). GBHN antara lain menegaskan arah politik Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antarnegara

berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama intemasional bagi kesejahteraan rakyat. Perubahan-perubahan dalam tata hubungan intemasional yang kini dihadapi politik luar negeri Indonesia diwarnai oleh sejumlah dinamika global yang fundamental yang menjadi nilainilai baru, yaitu menguatnya arus globalisasi dan interdependensi, serta adanya saling keterkaitan antara berbagai masalah-masalah global, baik dalam bidang-bidang politik, ekonomi, sosial, keamanan, lingkungan hidup, dan lain sebagainya. Semakin menguatnya peranan aktor non-pemerintah dalam percaturan internasional atau multi-track diplomacy dalam hubungan internasional. Dan semakin menonjolnya masalahmasalah transnasional, seperti Hak Asasi Manusia (HAM), demokrasi, good governance, dan


W a k i l R a k ya t lingkungan hidup dalam agenda internasional. Oleh karena itu, pelaksanaan politik luar negeri pun harus dapat diwujudkan dan diteruskan dengan baik dan jelas oleh pemerintah Indonesia. Sarana untuk melaksanakan politik luar negeri ada dua macam yaitu diplomasi dan perundingan atau perjanjian. Dalam arti luas diplomasi mencakup seluruh kegiatan politik luar negeri suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. Instrumen Diplomasi terdiri dari 2 macam instrumen yang dapat digunakan untuk melaksanakan diplomasi yaitu Departemen Luar Negeri dan Perwakilan Diplomatik dari suatu negara yang ditempatkan di negara lain. Salah satu Perwakilan Diplomatik tersebut adalah Duta besar berkuasa penuh, yaitu perwakilan diplomatik yang mempunyai kekuasaan penuh dan luar biasa. Aria Ranggakusumah

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama anggota Fraksi Demokrat, Max Sopacua mengikuti rapat di gedung Senayan Jakarta.

Daftar Calon Dubes LBBP RI yang Mengikuti Uji Kelayakan: 1. Triyono Wibowo SH, calon Dubes LBBP RI untuk Perwakilan Tetap RI untuk PBB, berkedudukan di Jenewa, Konfederasi Swiss. 2. Drs. Benny Bahanadewa, MBA, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena. 3. August Parengkuan, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Italia merangkap Republik Malta, dan Republik Siprus berkedudukan di Roma. 4. Rachmat Budiman SH, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia berkedudukan di Wina. 5. Djumatoro Purwokoputro Purbo, MA, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Slovakia, berkedudukan di Brastislava. 6. Dra Niniek Kun Naryatie, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Ukraina merangkap Georgia dan Republik Armenia berkedudukan di Kyiev. 7. Drs. Nadjib Riphat Kesoema, Calon Dubes LBBP RI untuk Australia merangkap Rep Vanuatu, berkedudukan di Canberra. 8. Marcellinus Primanto Hendrasmoro SH, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Demokratik Timor Leste berkedudukan di Dili. 9. Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Calon Dubes LBBP RI untuk Malaysia, berkedudukan di Kuala Lumpur. 10. John A Prasetio, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Korea berkedudukan di Seoul. 11. Drs. Zakaria Anshar, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Persatuan Tanzania merangkap Republik Burundi, Persatuan Komoros, dan Republik Rwanda, berkedudukan di Dar Es Salaam. 12. Teguh Wardoyo, Calon Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimia merangkap Republik Palestina, berkedudukan di Amman. 13. Drs. Chilman Arisman, Calon Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama. 14. Ronny Prasetyo Yuliantoro, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Tunisia berkedudukan di Tunis. 15. Drs. Wajid Fauzi, Calon Dubes LBBP RI untuk Republik Yaman berkedudukan di Sana'a. 16. Drs. Foster Gultom, calon dubes LBBP RI untuk Republik Kazakhstan, berkedudukan di Istana. 17. Drs. Iwan HS Wiranataatmadja, calon dubes LBBP RI untuk Republik Rakyat Banglash merangkap Republik Federal Demokratik Nepal, berkedudukan di Dhaka. 18. Drs Burhan Muhammad M, MA calon dubes LBBP RI untuk Republik Pakistan, berkedudukan di Islamabad. 19. Mayjen TNI (Purn) Anshory Tadjudin, calon dubes LBBP RI untuk Republik Islam Afganistan, berkedudukan di Kabul. 20. Harimawan Sujitno. Calon dubes LBBP RI untuk Republik Demokratik Sosialis Sri Lanka merangkap Republik Maladewa berkedudukan di Kolombo. 21. 21. Drs. Rizali Wilmar Indrakusuma, calon dubes LBBP RI untuk Republik India. Berkedudukan di New Delhi.

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 13


Wa kil R ak yat

DPR Sahkan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Jakarta, SINERGIS Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad terpilih secara aklamasi oleh Komisi XI DPR sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Muliaman Hadad terpilih sebagai Ketua OJK secara aklamasi oleh Komisi XI DPR. Ia mengatakan, akan memprioritaskan masa transisi lembaga tersebut berjalan tanpa kendala. "Ada beberapa hal penting yang menurut saya perlu ditekankan betul, yang pertama adalah bagaimana OJK bisa menjamin masa transisi yang halus, berjalan baik dan lancar," kata Muliaman kepada media usai Pengesahan Ketua DK OJK di Gedung DPR. Muliaman berharap bisa meningkatkan akses dan perlindungan masyarakat terkait sektor keuangan. OJK, menurut Muliaman, dilahirkan tidak hanya untuk memperbaiki akses, tetapi juga untuk membuat kebijakan sektor keuangan lebih bersifat inklusif. Sebelumnya, Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan ditunjuk oleh pemerintah dan DPR RI untuk melakukan uji kelayakan (fit and proper test) terhadap para calon Anggota Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Uji kelayakan ini dimulai sejak hari kamis tanggal 7 Juni 2012 sampai 14 Juni 2012. Sebagai rangkaian dari proses fit and proper test, Komisi XI DPR RI mengundang Panitia Seleksi (Pansel) DK OJK untuk meminta 14 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

penjelasan terkait proses seleksi. Pansel DK OJK yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah institusi baru yang bertugas melakukan supervisi industri jasa keuangan di Indonesia. Lembaga OJK dibentuk mengingat industri jasa keuangan sangat strategis sehingga harus diawasi orang-orang berintegritas tinggi, memiliki keahlian dan kompetensi di bidang keuangan. OJK nantinya akan mengelola dana yang terbilang besar yakni sekitar Rp 7.500 triliun atau setara dengan produk

Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono saat mengikuti rapat di gedung Senayan Jakarta.

domestik bruto (PDB) Indonesia. Karena itu calon-calon Anggota Dewan komisioner berasal dari orang-orang yang dianggap telah memilki pengalaman dan kemampuan yang bagus dibidangnya. Ada 14 kandidat usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi peserta fit & proper test.Dari paket 14 nama calon anggota Komisioner OJK, nama Muliaman dan Achjar memang disebut-sebut bakal menempati posisi Ketua Dewan Komisioner OJK. Komisi XI DPR mewacanakan paket nama calon yang telah dipasang-pasangkan ke dalam tujuh jabatan.


W a k i l R a k ya t Maksimalkan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK akan mengambil alih fungsi pengawasan perbankan BI dan pengawasan lembaga keuangan nonbank Bapepam-LK. OJK akan mengawasi industri perbankan, pasar modal, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, dan asuransi. Tak hanya mengawasi, OJK juga akan membuat berbagai ketentuan jasa keuangan. Beberapa pengamat mengatakan bahwa OJK akan menjadi lembaga superior. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Penelitian dan Pengaturan Bank, Muliaman D Hadad, mengibaratkan OJK seperti perusahaan yang sedang merger. Soalnya, di lembaga independen itu, akan terhimpun sekitar 1.500 pegawai BapepamLK, Kementerian Keuangan dan 1.200 karyawan Bank Indonesia (BI), serta 500 karyawan yang direkrut dari umum. Mulai 1 Januari 2013, fungsi pengawasan lembaga keuangan nonbank

Bapepam-LK beralih ke OJK, sementara fungsi pengawasan perbankan BI mulai 1 Januari 2014. Sesuai amanat undangundang, OJK harus sudah terbentuk paling lambat awal tahun depan. Edhie Baskoro Yudhoyono, atau Ibas, juga berpendapat bahwa harapan dan ekspektasi masyarakat, baik umum maupun dari kalangan perbankan, terhadap OJK adalah akan adanya pengaturan dan pengawasan terhadap perlindungan konsumen dan tranparansi produk jasa keuangan yang lebih baik. "Pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan harus dimaksimalkan agar dapat secara maksimal berkontribusi bagi perekonomian Indonesia sehingga Indonesia dapat memiliki sektor keuangan yang lebih tangguh, akuntabilitas, effisien, menguntungkan, dan aman," harap Ibas. Seperti diketahui pansel menyerahkan 21 nama kepada

Delegasi Komisi I DPR RI, meninjau industri militer Ceko, MPI yang sedang melakukan perbaikan main battle tank T72 di kota Pardubice. Industri militer Ceko memiliki hasil produksi dengan kualitas negara maju dan harga yang terjangkau. Foto : http://perkembanganmiliter.blogspot.com

presiden disertai posisi yang akan dijabat kepada presiden dan kemudian presiden menyerahkan 14 nama ke DPR untuk dipilih menjadi 7 orang. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada pasal 11 ayat 9 dalam UU OJK sendiri berbunyi Panitia Seleksi melakukan penilaian dan pemilihan serta menyampaikan calon anggota Dewan Komisioner kepada Presiden sebanyak tiga orang calon untuk setiap anggota Dewan Komisioner yang dibutuhkan, paling lama 12 hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (8). Sementara pasal 12 ayat 1 berbunyi Presiden menyampaikan calon anggota dewan komisioner sebanyak dua orang calon untuk setiap anggota dewan komisioner yang dibutuhkan kepada DPR, paling lambat 12 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya nama calon anggota Dewan Komisioner dari panitia seleksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (9). Proses fit and proper test akan berlangsung selama tiga jam untuk seorang calon. Proses seleksi terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, pada pukul 10.00 WIB. Seluruh anggota Komisi XI DPR RI bisa memberikan pertanyaan kepada calon komisioner OJK. Dalam fit and proper tersebut, Komisi XI DPR RI akan memberikan penilaian berdasarkan tiga hal yaitu, kapabilitas, kapasitas, dan integritas. Yang terpenting adalah jawaban para calon ketika dikonfirmasi atas laporan PPATK maupun BIN. Jika calon yang bersangkutan bisa menjelaskan dengan baik dan jawaban tersebut bisa memuaskan Komisi XI DPR maka tidak masalah. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 15


Wa kil R ak yat

Daftar Nama Anggota Komisioner OJK No 1. 2.

Nama Komisioner Muliaman D Hadad Nelson Tampubolon

3.

Ilya Avianti

4. 5. 6. 7.

Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono Firdaus Djaelani Rahmat Walujanto Nurhaida

Selain mengundang Panitia Seleksi (Pansel) dalam proses uji kelayakan DK OJK, Komisi XI DPR RI juga mengundang beberapa instansi lain untuk mendapatkan saran terkait proses pemilihan ini. Instansi yang diundang itu akan diminta sarannya terkait 14 calon Dewan Komisioner OJK dalam sebuah sesi Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar sebelum pelaksanaan fit and proper test. Instansi yang diundang antara lain PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan), ICW (Indonesia Corruption Watch) dan BIN (Badan Intelijen Negara). Diharapkan dengan terbentuk Dewan Komisioner ini dapat memberikan harapan baru di bidang perbankan Indonesia. kunci keberhasilan OJK menghadapi tantangan dunia perbankan di Indonesia ke depan terletak pada pengawasnya, yaitu diharapkan mempunyai integritas dan kapasitas yang mumpuni, sigap dalam membuat aturan serta aktif dan kreatif sesuai dengan perkembangan di sektor keuangan ke depan. Komisioner OJK harus mampu mengumpulkan data dari berbagai sumber, mengikuti perkembangan, bahkan memberikan early warning system. OJK juga harus mampu 16 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia Direktur Internasional Bank Indonesia Mantan Auditor Utama Keuangan Negara VII Badan Pemeriksa Keuangan Kepala Kantor Bank Indonesia Cabang New York Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

Proses Fit and Proper Test calon Komisioner OJK di Gedung DPR RI Senayan Jakarta. Foto : Infobanknews

memantau ketat likuiditas, penipuan perbankan, dan aturanaturan baru permodalan. Komisioner OJK nantinya perlu tanggap terhadap isu yang selama ini menjadi hambatan industri perbankan. masalah ini perlu dibenahi untuk kemajuan industri perbankan kedepannya. Beberapa masalah tersebut, antara lain ialah belum adanya asas resiprokalitas bagi perbankan nasional yang ingin berekspansi di negara lain, masih rendahnya akses layanan bagi masyarakat, harapan bagi perbankan untuk menurunkan tingkat bunga. Lalu konvergensi industri telekomunikasi dengan kegiatan perbankan, arsitektur perbankan Indonesia dan implikasinya dalam melakukan supervisi, serta diversifikasi sumber pendanaan. Pimpinan OJK diharapkan

dapat menangkap aspirasi industri perbankan sambil tetap memperhatikan proses pengalihan dengan baik. Masalah koordinasi antar perbankan dan OJK juga harus dapat berjalan dengan baik agar jangan sampai juga terjadi pengawasan yang overlapping. Artinya, OJK menjalankan kebijakan micro prudential yaitu regulator dan supervisor OJK bertanggung jawab terhadap kesehatan individual bank terutama terkait likuiditas dan rasio kapital. Sementara itu peran macro prudential diberikan kepada Bank Indonesia untuk mengatur dan mengelola risiko likuiditas secara agregasi. Aria Ranggakusumah


W a k i l R a k ya t

Panja DPR Pelajari Regulasi Penyiaran Di Inggris dan Amerika Jakarta, SINERGIS Untuk menyusun peraturan dan regulasi penyiaran yang berkualitas di Indonesia, Panja Penyiaran Komisi 1 DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Inggris dan Amerika. Kunjungan ke Inggris dilakukan pada tanggal 18-20 Juni 2012 dalam rangka mempelajari peraturan dan regulasi bidang penyiaran (broadcasting) di Inggris, mendalami sistem manajemen lembaga penyiaran swasta, lembaga penyiaran publik, serta best practices system penyiaran di Inggris dalam rangka pengayaan wawasan anggota Panja Penyiaran Komisi 1 dalam proses perumusan revisi UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Kunjungan delegasi Panja Penyiaran yang difasilitasi KBRI London tersebut merupakan upaya untuk melakukan ”benchmarking” dalam proses perumusan revisi UU tentang Penyiaran, kata Sekretaris Tiga KBRI London, Billy Wibisono dikutip KBN Antara. Agenda pertemuan yang dilakukan bukan hanya untuk memperoleh masukan dari sisi lembaga penyiaran melainkan juga untuk memperoleh masukan dari sisi regulator dan legislasi yakni melalui pertemuan dengan Ofcom dan dengan Ketua Komisi Culture, Media and Sports Parlemen Inggris, John Whittingdale MP. Hal ini dilakukan sehingga delegasi memperoleh masukan dan informasi yang lengkap dari semua sisi sehingga dapat merumuskan revisi UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran sebaik mungkin. Dijelaskan, berbagai isu yang dibicarakan berkisar pada topik kebijakan penyiaran, struktur, tanggung jawab dan kewajiban

otorita penyiaran, prinsip kebebasan dan ketidakberpihakan dalam penyiaran, regulasi lembaga penyiaran publik, pengaturan dan praktek lembaga penyiaran lokal, masalah periklanan dalam penyiaran serta penggunaan teknologi digital. Delegasi panja melakukan pembicaraan dengan berbagai otorita dan organisasi penyiaran di London antara lain dengan Office of Communications (Ofcom), regulator penyiaran dan telekomunikasi Inggris, Komisi “Culture, Media and Sports” Parlemen Inggris. Selain itu dengan lembaga penyiaran publik “British Broadcasting Corporation” (BBC), lembaga penyiaran swasta Independent Television (ITV), saluran berita CNN, serta asosiasi periklanan “Advertising Association”.

Panja Turut Pelajari Regulasi Penyiaran di Amerika Pimpinan rombongan ke AS, Ramadhan Pohan menjelaskan, Selama di AS, delegasi menggelar pertemuan dengan National Public Radio (NPR), Federal Communication Committee (FCC); dan Public Broadcasting System (PBS). Regulasi di bidang penyiaran di AS berlandaskan pada Communication Act 1934. UU ini merupakan statuta di bidang penyiaran yang kemudian pelaksanaannya ditegakkan oleh FCC. FCC sebagai yurisdiksi yang paling utama dan tidak membawahi FCCFCC. Sistem ini tak seperti di Indonesa dengan regulator penyiaran dipimpin oleh KPI dan terdapat KPI-KPI di daerah. Dalam dunia penyiaran AS yang melakukan pengawasan di daerah/ negara bagian adalah pemerintah

daerah. Terdapat 1.800 stasiun penyiaran di AS. Hanya 400 di antaranya adalah stasiun penyiaran komersial. Dapat disimpulkan, lebih banyak penyiaran publik di AS daripada komersial. AS sangat menghargai konsep diversity of ownership dan diversity of content dengan memberlakukan komposisi paling banyak dua stasiun TV untuk suatu daerah yang sama. Di suatu daerah/negara bagian dibatasi hanya boleh memiliki 8 stasiun penyiaran. Dalam satu wilayah tertentu, seseorang atau pihak hanya diperbolehkan memiliki maksimal dua lembaga penyiaran. Lembaga penyiaran kedua yang dimiliki tidak menguasai 39 persen dari coverage area tersebut. Kunjungan kerja Komisi I ke AS juga menyempatkan berkunjung ke KRI Dewaruci yang tengah bersandar di Baltimore, USA. Sebelumnya, KRI Dewaruci sedang melaksanakan muhibah keliling dunia 2012. Pada kesempatan ini, rombongan Komisi I

langsung meninjau kondisi ruanganruangan KRI Dewaruci, khususnya ruangan tempat tidur kadet. Dalam kunjungan ini juga, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Marsetio, memberikan penjelasan terkait misi KRI Dewaruci kepada rombongan Komisi 1 DPR RI. David Christian/Berbagai Sumber

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 17


Rea ksi Ibas Nilai Kinerja Pemerintah Terus Membaik

Indonesia Bukan Negara Gagal Jakarta, SINERGIS Wacana tentang negara gagal yang digulirkan akhir-akhir ini perlu dicermati semua pihak. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang menyeluruh terkait wacana ini agar tidak terjebak pada persepsi buruk terkaiti publikasi Indeks Negara Gagal (FSI) 2012 yang menempatkan Indonesia di posisi 63 dari 177 negara di dunia. Menurut indeks tahun sebelumnya, Indonesia tercatat mengalami perbaikan dari angka 81,6 menjadi 80,6, dengan catatan skor terburuk yang digunakan Fund For Peace (FFP) dalam FSI adalah 120. Sangat disayangnya, banyak pihak yang mengomentari peringkat Indonesia tersebut tanpa mengetahui fakta tentang membaiknya catatan skor Indonesia dalam FSI 2012 itu, bahkan sejak tahun 2009 yang tercatat di angka 84,1. Menanggapi hal ini, anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas menilai kinerja pemerintah secara keseluruhan tetap baik. Menurutnya, dari 12 indikator penilaian, 6 indikator membaik, 4 indokator tetap dan hanya 2 indikator yang penilaiannya menurun. Enam indikator yang nilainya membaik terkait penilaian atas masalah pengungsian, migrasi sumber daya manusia, pembangunan yang tidak merata, kemiskinan dan kemunduran ekonomi, pelayanan umum dan intervensi atau bantuan asing. “Secara keseluruhan, raport pemerintah 18 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

tetap baik. Harapannya semua pihak objektif menilai hasil survei tersebut. Jika baik kita nilai baik dan jika belum maksimal tentu jadikan cambukan untuk bekerja lebih keras lagi,” tegas Ibas optimis. Sekjen Demokrat ini berharap pencapaian pemerintah yang semakin baik ini bisa terus ditingkatkan. “Harapannya, apa yang sudah dihasilkan dapat terus ditingkatkan dan bagi indikator yang belum merupakan tantangan sekaligus PR bersama pemerintah,” tambahnya. Sejauh ini, Ibas menilai kinerja pemerintah dari tahun ke tahun khususnya dibidang ekonomi pantas diapresiasi. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tshun 2012 sebesar 6.3 %. Cadangan devisa lebih dari U$111 miliar per 31 Mei 2012 dan APBN kita 1400 triliun. Pembangunan infrastruktur dan program untuk pemerataan pembangun terus berjalan. Kita harus apresiasi hal

ini,” tegas politisi muda ini. Ibas menambahkan, selain pencapaian tersebut, rasio utang Indonesia masih cukup rendah dibanding negaranegara berkembang lainnya. Tak hanya itu, Indonesia juga ketiga terbesar di dunia untuk pertumbuhan kelas menengah. “Di negara-negara berkembang rata-rata rasio utang terhadap PDB-nya 39%, sedangkan negara maju rata-rata rasio utangnya mencapai 109% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dibanding rasio utang Indonesia per April 2012 hanya sebesar 26,3%,” tambah Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. “Masyarakat ekonomi kelas menengah di Indonesia juga meningkat. Seharusnya kita bangga karena pertumbuhan tersebut berada di urutan terbesar ke tiga di dunia. Jumlah masyarakat kelas menengah ini nomor tiga terbesar di dunia setelah China dan India,” terang


R e a k si Ibas. Di kancah internasional, Ibas justru menilai peran Indonesia semakin diperhitungkan. “Peran Indonesia di pentas internasional sangat strategis. Indonesia masuk ke dalam G20 dan salah satu emerging economic country yang tumbuh paling cepat di dunia, dengan angka kemiskinan yang terus turun. Rating ekonomi kita juga terus membaik dan mendapat pengakuan dari lembaga internasional ternama seperti Fitch, S&P dan Moodys. Seharusnya kita semakin optimis melihat pencapaian ini,” ungkap Ibas. Untuk itu, Ibas mengajak semua pihak untuk proporsional melihat Index pengelompokan The Fund for Peace (FFP) 2012 tersebut. Ibas menilai, justru kondisi Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang benar dan harus dijaga bersama-sama oleh semua pihak. “Biarlah jadi masukan untuk kita semakin giat berusaha. Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden SBY sudah on the right track. Tugas kita untuk menjaga dan terus bekerja keras agar Indonesia ke depan semakin tangguh dan sejahtera,” ujar Ibas.

Ibas mengakui ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar Indonesia semakin baik ke depannya. Memang kondisi Indonesia belum sempurna dan masih ada sejumlah pekerjaan rumah. Akan tetapi Ibas optimis melihat pertumbuhan, pembangunan serta implementasi program-program pro-rakyat yang dijalankan secara serius oleh pemerintah. Ibas justru menyayangkan pihakpihak terkait di dalam negeri yang tidak secara proporsional dan objektif melihat hasil survey ini dan cenderung menilai negatif negara sendiri. Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Ia menegaskan Indonesia bukan negara gagal mengingat

Indokator FSI

perekonomian Indonesia tumbuh cukup positif. Hatta menilai apabila tuntutan sebagian besar bangsa Indonesia terus meningkat dan belum terpenuhi bukan berarti Indonesia gagal. "Dulu saya ketika masih kecil, kalau makan telur ayam satu butir dibagi empat dengan saudara-saudara saya. Namun, sekarang kalau hanya satu terasa kurang. Ini bukan berarti negeri saya gagal memenuhi kebutuhan telur, tetapi karena tuntutan hidup saya dan kebanyakan orang di Indonesia meningkat," ungkapnya kepada media di Jakarta. Pada kesempatan lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana juga meluruskan informasi yang

“Secara keseluruhan, raport pemerintah tetap baik. dari 12 indikator penilaian, 6 indikator membaik, 4 indokator tetap dan hanya 2 indikator yang penilaiannya menurun.Harapannya semua pihak objektif menilai hasil survei tersebut. Jika baik kita nilai baik dan jika belum maksimal tentu jadikan cambukan untuk bekerja lebih keras lagi,” tegas Ibas optimis. Ta h u n 2 0 1 1

Ta h u n 2 0 1 2

Keterangan

Demographic Pressures

7.4

7.4

Stagnan

Refuges IDPs

6.6

6.3

Membaik

Group Grievance

6.6

7.1

Memburuk

Human Flight

6.9

6.6

Membaik

Uneven Development

7.5

7.2

Membaik

Pover ty and Economic decline

6.4

6.0

Membaik

Legitimacy of the State

6.7

6.7

Stagnan

Public Services

6.5

6.2

Membaik

Human Right

6.3

6.8

Memburuk

Security Apparatus

7.1

7.1

Stagnan

Factionalized Elites

7.0

7.0

Stagnan

External Intervention

6.5

6.2

Membaik

TOTA L

81.6

80.6

Membaik Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 19


Rea ksi berkembang terkait wacana ini. Menurutnya, secara keseluruhan justru Indonesia mengalami banyak perbaikan. "Banyak komentar dalam pemberitaan yang menyebutkan Indonesia mendekati negara gagal, padahal jika hasil surveinya dibaca secara keseluruhan justru menunjukkan kemajuan di beberapa bidang," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Bappenas, Jakarta beberapa waktu lalu. Melalui dua aspek ekonomi dan politik yang terbagi dalam 12 indikator, FFP menganalisa informasi yang mengambil beberapa poin relevan dari suatu negara yang kemudian dikonversi dalam sebuah skor yang merepresentasikan berbagai tekanan terhadap negara. Kedua belas indikator itu adalah tekanan demografi, masalah pengungsi, pemerataan pembangunan, kekerasan kelompok, kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, legitimasi pemerintah, pelayanan publik, penerapan hak asasi manusia, peran aparat keamanan, fraksi para elit politik, dan intervensi eksternal. "Guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan demokrasi, Indonesia harus mengatasi berbagai hambatan utama seperti pembangunan infrastruktur, pengangguran, korupsi, perlindungan terhadap kaum minoritas, serta pendidikan," tulis FFP dalam publikasi tersebut. Menurut data tersebut, Indonesia tercatat mengalami perbaikan dalam aspek pelayanan publik, pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, kualitas sumber daya manusia, masalah pengungsi, dan intervensi eksternal jika dibandingkan 20 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

dengan indeks tahun sebelumnya. "Skor pelayanan publik Indonesia membaik seiring upaya pemerintah untuk memperkuat fungsi dan tanggung jawab Ombudsman Republik Indonesia dalam hal meningkatkan kepercayaan publik dan menjamin pelayanan publik terlaksanan secara

akuntabel dan transparan," tulis FFP dalam laporan itu. Sementara soal legitimasi pemerintah, tekanan kependudukan, peran aparat keamanan, dan fraksi para elit politik Indonesia dinyatakan cenderung stabil atau tidak berubah dengan beberapa sorotan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana

Koreksi dan Tantangan Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana seperti dikutip kompas.com, menjelaskan beberapa langkah yang telah ditempuh pemerintah guna mempercepat prosesnya. "Untuk kekerasan kelompok sudah ada prioritas polhukam dalam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RAN HAM) yang akan segera diperkuat melalui peraturan presiden," kata Armida. Sementara itu, mengenani masalah legitimasi pemerintahan, pemerintah telah melakukan reformasi birokrasi dan strategi nasional percepatan pemberantasan korupsi. "Tetapi seluruh implementasinya akan sangat berganung pada kinerja dan koordinasi antara pelaksana, pemerintah daerah, dan konsistensi penganggaran terhadap perencanaan," katanya. Armida juga menekankan bahwa kedua belas indikator yang ada dalam FSI versi FPP itu telah menjadi bagian dari prioritas Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Nasional 2010-2014 dan Rencana Kerja PEmerintah tahun 2013."Semuanya butuh waktu, soal korupsi misalnya indeks persepsi korupsi kita yang meningkat, artinya ada progres walaupun tidak bisa dikatakan masalahnya sudah selesai," katanya. Berdasarkan indeks yang disusun FFP tersebut, Armida mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia juga tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, terutama soal tekanan kependudukan. "Yang juga menjadi pertimbangan dalam indeks/survei itu adalah ada hal yang tidak semata-mata bisa ditangani oleh pemerintah semisal bencana alam, kelangkaan pangan, atau malnutrisi, karena ada elemen masyarakat yang juga ikut berperan," kata Armida yang juga menyampaikan ketidakpuasannya terhadap FSI yang dinilai lemah dalam hal metodologi pembobotan indeks. David Christian


R e a k si

Ibas : Kader Demokrat Tetap Solid dan Kompak “Adu domba hanya ada di lapangan domba, Demokrat pastikan tetap solid dan kompak, perlu dipisahkan antara berbagai kasus dengan institusi Demokrat. Bila ada kader yang terkesan nakal, bukan berarti Partai Demokrat buruk secara institusi,” terang Ibas. Jakarta, SINERGIS Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas menanggapi wacana internal Partai Demokrat yang dinilai tidak kompak. Menurut Ibas kader Demokrat tetap solid dan kompak meski terus didera opini tidak sedap. “Adu domba hanya ada di lapangan domba, Demokrat pastikan tetap solid dan kompak, perlu dipisahkan antara berbagai kasus dengan institusi Demokrat. Bila ada kader yang terkesan nakal, bukan berarti Partai Demokrat buruk secara institusi,” terang Ibas. Ibas menambahkan dari sejumlah kader yang terjerat kasus hukum, masih banyak juga kader Demokrat yang berprestasi dan terus menjalankan politik yang bersih, cerdas dan santun. “Banyak juga kader PD dari eksekutif, legislatif dan lainnya yang berkinerja baik bahkan mendapatkan nilai positif selain itu juga mereka semua masih menjalankan politik bersih, cerdas dan santun,” ujar politisi muda ini. Untuk itu, Ibas berpesan agar aparat penegak hukum dapat secepatnya menyelesaikan kasus hukum yang menjerat kader Partai Demokrat secara adil. “Mengenai masalah yang berkaitan dengan hukum, kita menginginkan penegak hukum

segera menyelesaikannya dengan obejektif mungkin tanpa ada tekanan media dan unsur apapun. Agar semua clear dan jelas, mana yang salah dan mana yang benar dan penegak hukum juga mendapatkan kepercayaan penuh atas prestasi dan objektifitasnya,” tambah anggota Komisi I DPR ini. Ia menegaskan, eksistensi Partai Demokrat tidak akan terganggu dengan isu-isu perpecahan y a n g t e r u s digulirkan pihakp i h a k ter tentu. “ K i t a m a s i h percaya d a n yakin a k a n kerja

penegak hukum. Partai Demokrat tidak ingin menjadi korban spin issue dari beberapa pihak yang memang benar menginginkan Partai Demokrat hancur dan terpecah belah. Saya tegaskan sekali lagi, itu tidak mudah. Partai Demokrat optimis ke depan.,” ujar Ibas. David Christian

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 21


Rea ksi

Ibas : Selesaikan Kontroversi Pembangunan Gedung KPK Sesuai Mekanisme

Jakarta, SINERGIS Sumbangan masyarakat untuk pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalir. Bantuan dalam bentuk cek dan uang tunai itu ditampung Koalisi Saweran Gedung KPK, yang membuka pos layanan di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas mendorong agar kontroversi pembangunan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini tengah bergulir agar bisa diselesaikan dengan mekanisme yang benar. “Terkait kontroversi pembangunan gedung KPK, tentunya apapun program kerja KPK termasuk kebutuhan akan gedung baru, sesungguhnya merupakan wilayah kewenangan KPK dan DPR untuk membahas itu. Oleh karenanya, sebaiknya kita dorong agar bisa diselesaikan dalam mekanisme pembahasan yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap politisi muda ini. Ibas juga menilai aksi pengumpulan sumbangan untuk pembangunan gedung KPK 22 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

seharusnya tidak diperlukan. “Sikap sukarelawan memang patut diapresiasi. Namun terkait pembangunan gedung KPK, seharusnya tidak perlu dengan sumbangan-sumbangan secara independen,” harap Ibas. Ditambahkannya, terlepas dari polemik pembangunan gedung baru KPK, lembaga ini harus terus berupaya memaksimalkan kinerjanya untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi tanpa pandang bulu. “Mengenai kasus - kasus hukum yang menurut KPK akhir-akhir ini terus meningkat biarlah diserahkan sepenuhnya ke lembaga ini. Sudah kewenangan sekaligus tupoksi KPK untuk terus menegakan hukum sekaligus juga menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang marak terjadi,” tambahnya. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja KPK yang akhir-akhir ini banyak mengungkap kasus-kasus korupsi di tanah air seperti kasus korupsi pengadaan Alquran di Kemenag. “Kita apresiasi atas prestasiprestasinya dan berharap agar KPK terus konsisten dan menjaga profesionalitasnya dalam mengungkap dan menyelesaikan kasus-kasus tersebut hingga tuntas. Kita terus dorong agar KPK terus memberikan shock therapy agar Indonesia menjadi negara bebas korupsi,” ujar Ibas optimis. Sebelumnya, pimpinan KPK menyebutkan bahwa gedung yang saat ini ditempati KPK di kawasan Kuningan, Jakarta

Selatan, sudah tak memadai untuk menampung sekitar 730 pegawai KPK. Saat ini, gedung itu ditempati 650 orang, sementara sisa karyawan terpaksa berkantor di dua gedung lain. Sebetulnya, kapasitas gedung tersebut hanya untuk menampung 350 orang. Terlebih lagi, KPK berencana menambah pegawai untuk memenuhi tuntutan masyarakat, terutama DPR, dalam pemberantasan korupsi. Idealnya, pegawai KPK sekitar 1.200 orang. Terkait hal itu, pihak KPK membandingkannya dengan jumlah pegawai KPK di Malaysia yang mencapai 5.000 orang dan Hongkong mencapai 3.600 orang. Belum lagi kondisi gedung KPK yang saat ini sudah berumur 31 tahun. Menurut penjelasan konsultan, umur bangunan dan kondisi kelebihan kapasitas itu berbahaya untuk 2-3 tahun ke depan. Penjelasan pihak KPK, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung di tanah seluas 27.600 meter persegi itu mencapai Rp 225,7 miliar. Adapun rincian anggarannya meliputi biaya pekerjaan fisik senilai Rp 215 miliar, konsultan perencana Rp 5,48 miliar, manajemen konstruksi Rp 4,38 miliar, dan pengelolaan kegiatan Rp 766 juta. Jika disetujui, anggaran akan dikucurkan dalam waktu tiga tahun, terhitung mulai 2012 sampai 2014. Tahap pertama akan dikucurkan sebesar Rp 16,7 miliar. David Christian


R e a k si

Ibas Bersyukur Operasi Ibu Negara Berjalan Lancar Jakarta, SINERGIS Operasi syaraf tulang leher yang dijalani Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono di RS Allegheny General Hospital, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) pada pukul 07.30 waktu setempat atau pukul 19.30 WIB, Jumat (15/6) berjalan lancar. Ibu Ani tampak segar dan mengatakan siap mengikuti perjalanan Bapak Presiden menjalankan tugas kenegaraan. “Alhamdulilah hari ini saya diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan langsung mengikuti perjalanan Bapak Presiden ke Los Cabos. Operasi sudah dilakukan Kemarin Pagi dan alhamdulilah semua berjalan sangat lancar. Alhamdulilah para dokter di sini dan timnya telah berbuat yang terbaik untuk saya,” ujar Ibu Ani dikutip VoA Indonesia saat dijemput Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara itu, Presiden SBY mengaku senang karena Ibu Negara bisa kembali mendampinginya untuk menemui rakyat. “Ada sedikit gangguan bisa disembuhkan. Tentu akan setiap saat bisa mendampingi saya untuk bertemu rakyat,” ujar Presiden. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang turut

mendampingi Ibu Ani menjalani operasi menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim dokter rumah sakit yang menangani Ibu Negara serta dukungan doa masyarakat Indonesia sehingga operasinya bisa berjalan lancar. “Thanks God dan seluruh dokter yang telah menangani dengan baik, termasuk kepada seluruh handai tolan dan masyarakat Indonesia yang telah turut mendoakan sehingga operasinya bisa berjalan lancar,” terang Ibas. Menurut anggota Komisi I DPR ini, pasca operasi Ibu Negara sudah aktif kembali mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kenegaraan. “Ibu sudah aktif kembali mendampingi Bapak. Ibu juga tetap berkosentrasi untuk program" konkrit 'Indonesia Sejahtera' bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Ditambahkan Ibas, melihat kondisi Ibu Negara yang kini kembali fit, Ibas optimis Ibu Negara bisa kembali melakukan tugas-tugas dan aktivitas kenegaraan. “Tentu kesehatan penting untuk menambah energi positif dalam bekerja dan memberikan yang terbaik untuk bangsa,” tutup Ibas yang ikut mendampingi proses pengobatan Ibu Ani hingga selesai dengan baik. David Christian Ibas bersama Presiden SBY saat menjemput Ibu Negara di RS Allegheny General Hospital, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat Foto. VoA Indonesia. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 23


Rea ksi

Edhie Baskoro Dampingi I Resmikan Rumah Pintar B Banten, SINERGIS Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas mendampingi Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, meresmikan rumah pintar Baladika, Kesatrian Gatot Soebroto, Grup 1 Kopassus, Serang, Provinsi Banten, Kamis (7/6). Sejumlah 27 rumah pintar (Rumpin) diresmikan secara simbolis, diantaranya Rumpin Dadap Tangerang (Banten), Rumpin Ardya Cendikia TNIAU Makassar (Sulsel), Rumpin Cendikia Halim (Jakarta), dan Rumpin Halalan (Sumut). Dikutip situs, presidenri. go.id, Ibu negara menyampaikan pesan agar semua pihak bisa menjaga agar rumah pintar tersebut bisa berjalan dengan baik. "Jagalah keberadaan rumah pintar, hanya kita semua yang bisa

24 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

menjamin rumah pintar dapat berjalan. Kami di SIKIB dan para mitra hanya berupaya membidani lahirnya rumpin, namun tidak mungkin bisa mengelolanya sendiri," kata Ibu Ani dalam sambutannya. Rumpin merupakan program yang digagas Ibu Negara bersama Solidaritas Isteri-isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Tujuannya memberikan sarana belajar dan bacaan bagi anakanak secara gratis. "Marilah kita manfaatkan rumpin ini secara baik ,diisi dengan kegiatan yang bermannfaat serta dijaga kebersihannya biar tetap bermanfaat bagi orang banyak," Ibu Negara berpesan. Sementara itu, Edhie Baskoro menyambut baik peresmian rumah pintar Baladika ini karena rumah pintar merupakan program yang

edukatif. “Rumah pintar sangat efektif sebagai sarana pendidikan usia dini. Semoga program ini bisa menjadi pendorong terciptanya sumber daya manusia yang handal di masa depan,� terang politisi muda ini. Ibas menambahkan, peran generasi penerus bangsa yang berkualitas merupakan bagian dari ketahanan bangsa. “Jika pendidikan ditanamkan sejak dini, generasi penerus bangsa Indonesia ke depan akan semakin berkualitas dan mampu bersaing di pentas internasional,� jelas Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini. Pada kesempatan ini, Ibu Ani memberikan alat permainan edukatif dan sejumlah buku kepada 27 Rumpin yang diresmikan. Selesai meresmikan, Ibu Negara meninjau sejumlah fasilitas Rumpin Baladika, seperti Sentra Lalu Lintas, Sentra Kesehatan, Sentra Rumah Pohon, Sentra Radio, Sentra Herbalia, dan diakhiri dengan penenaman pohon Jacarada di halaman sekitar Rumpin. Hingga Juni 2012 telah terdapat sekitar 592 rumah pintar, termasuk 27 rumah pintar yang baru diresmikan tersebut, di seluruh tanah air. Selain rumah pintar, juga terdapat 150 mobil pintar, 404 motor pintar dan tiga kapal pintar di seluruh Indonesia dan Lebanon. Tiga kapal pintar beroperasi di Sungai Kapuas, Sungai Mahakam, dan Kepulauan Maluku. lebih lanjut Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini saat meresmikan 27 rumah


R e a k si

Ibu Negara Baladika Banten pintar (Rumpin) di berbagai daerah Idnonesia, yang dipusatkan di Rumah Pintar Baladika, Kesatriaan Gatot Soebroto Grup 1 Kopassus, Serang, Banten, “Anak Indonesia harus cerdas, kreatif, berdaya juang tinggi, dan berahlak mulia. Sehingga mereka sebagai generasi penerus bangsa dapat membawa Indonesia menjadi lebih sejahtera lagi,” Ibu Ani menambahkan. Konsep pembelajaran yang dikedepankan di rumpin adalah pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan terpadu guna menggembangkan kecerdasan jamak. “Dengan metode ini diharapkan anak

tidak hanya pintar, tetapi juga menikmati masa kanak-kanak mereka sehingga tumbuh secara alami,” Ibu Negara menjelaskan. Anak-anak yang belajar sambil bermain, lanjut Ibu Ani, daya imajinasi dan kreativitasnya dapat lebih terasah. “Kita menginginkan suasana membaca, belajar, bermain yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak mudah bosan,” ujar Ibu Negara. Rupim diharapkan juga bisa menjadi pusat membangun kreativitas bagi anak dan ibu dalam membangun pendidikan dan keterampilan. Untuk di daerah terisolir, rumpin diharapkan Ibu Negara Ani Yudhoyono secara serentak meresmikan sejumlah rumah pintar (Rumpin) yang dipusatkan di Rumah Pintar Baladika Grup1 Kopassus di Serang Banten, Kamis (07/06). Foto. kopassus. mil.id

Ibu Ani memberikan sambutan peresmian 27 rumah pintar di berbagai daerah, yang dipusatkan di Rumpin Baladika, Kesatrian Grup 1 Kopassus, Serang, Kamis (7/6) pagi. (foto: intan/ presidensby.info)

menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. “Rumah pintar dapat dijadikan sebagai magnet untuk menarik masyarakat, terutama anak-anak, agar mau mengunjunginya,” Ibu Ani menerangkan. Kepada para pengolala, Ibu Negara berharap dapat menggali krativitasnya agar rupim dapat berkembang. “Rumah pintar harus menjadi oase yang menyejukan bagi rakyat,” kata Ibu Ani. Sejak diluncurkan pada tahun 2005, hingga Juni ini tercatat 292 unit rumpin telah didirikan. Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) selama ini bekerja sama dengan pemerintah daerah, instansi militer, Polri, swasta, dan masyarakat untuk membangun rumpin. Selain rumpin, SIKIB juga meluncurkan 150 unit mobil pintar, termasuk dua mobil yang dioperasikan di Lebanon, dan dua yang ada perbatasan Kalimatan. Program SIKIB untuk membantu mencerdaskan anak bangsa lainnya adalah motor pintar yang kini sudah mencapai 404 unit dan 3 kapal pintar. Pada kesempatan ini, Ibu Ani berharap semakin banyak rumpin yang dapat didirikan sehingga pada tahun 2014 akan ada 500 unit rumpin. “Hal ini merupakan cita-cita dan keinginan dari kita semua. Merupakan tantangan bagi kami, bukan pekerjaan yag mudah, dengan tekad, kerja keras, dukungan berbagai pihak yang peduli dan cinta kepada anakanak Indonesia, insya Allah target itu dapat tercapai,” ujar Ibu Ani. David Christian

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 25


N asio nal

Jakarta, SINERGIS Posisi serta pandangan dan juga kebijakan luar negeri Indonesia di bidang perdamaian dan keamanan internasional menjadi tema utama dalam key-note Speech Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di perhelatan Shangri-La Dialogue “The Shangri-La Dialogue: 11th Security Summit�, pada Jumat 1 Juni 2012 di Singapura. Dalam pidatonya yang bertema An Architecture for Durable Peace in The Asia Pacific, beranggapan bahwa Geopolitik global saat ini telah berubah dan mengarah pada semangat saling bekerjasama untuk menciptakan stabilitas keamanan kawasan dan memperkuat perekonomian. Hal itu jauh berbeda dengan kondisi selam lima dekade lalu yang didominasi oleh blok perang dingin yang menumpulkan upaya diplomasi damai. Menurut Presiden berbagai inisiatif diplomasi perdamaian bisa ditempuh untuk mencapai perdamaian yang lebih langgeng dalam pola hubungan antar negara dan kawasan. Dan untuk mencapai itu diperlukan kesabaran semua pihak untuk menempuh solusi damai, terutama kesabaran negaranegara kekuatan utama. ASEAN juga ingin ikut memberikan sumbangan yang lebih besar bagi tercapainya stabilitas keamanan di dunia dengan memperkuat diri dalam menjalin kerjasama di antara negara anggota mamupun dengan negara di luar kawasannya. Dalam kesempatan ini juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan penjelasan alasan mengapa Indonesia memodernisir peralatan militer TNI. Presiden juga menyatakan bahwa trend pertumbuhan belanja militer dan upaya untuk memodernisasi angkatan bersenjata terjadi di seluruh negara di Asia. Setelah selama 20 tahun menghadapi krisis ekonomi yang menyebabkan Indonesia hanya mampu mengalokasikan anggaran yang minim untuk belanja pertahanan, 26 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Presiden SBY Berikan Keynote Speech di The Shangri-La Dialogue: 11th Security Summit

Presiden SBY saat memberikan pidato kunci pada Shangri-La Dialogue di Island Ballroom, Tower Hotel Shangri-La, Singapura, Jumat (1/6) malam. (foto: intan/presidensby.info)


N a si o n a l

kini dengan kondisi sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan PDB sekitar 7,5%, Indonesia memiliki posisi yang lebih baik untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pertahanan. Ini merupakan konsekuensi

bahwa upaya modernisasi militer Indonesia akan dilaksanakan secara transparan, dan akan dipadukan dengan upaya intensif pada langkahlangkah pembangunan kepercayaan, seperti latihan militer bersama dan pertukaran. Untuk mengurangi potensi

sejenis dengan forum yang diadakan rutin setiap tahunnya di Indonesia, yaitu Jakarta International Defense Dialogue yang membicarakan kerja sama dari sisi pertahanan dan keamananan. Forum ini juga dihadiri oleh PM Singapura Lee Hsien Loong dan para

Presiden SBY, Ibu Ani, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan Dirjen IISS John Chipman sesaat sebelum Opening Dinner the Shangri-La Dialogue di Island Ballroom, Tower Hotel Shangri-La, Singapura, Jumat (1/6) malam. (foto: muchlis/presidensby. info)

logis dari fakta bahwa perekonomian Asia yang tumbuh, dan mereka mampu untuk menghabiskan anggaran lebih pada pertahanan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas Indonesia untuk melindungi perbatasan NKRI, dan untuk melawan ancaman transnasional, untuk meningkatkan kontribusi Indonesia untuk menjaga operasi perdamaian di seluruh dunia, untuk menjadi lebih siap untuk operasi militer selain perang, dan untuk melakukan operasi khusus. Namun demikian, Presiden meyakinkan

persaingan dengan membangun kepercayaan yang lebih besar, Presiden mengusulkan upaya adanya latihan militer bersama dengan negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat dan China. Dan Indonesia bersedia menjadi bagian dari upaya ini. Shangri-La Dialogue merupakan pertemuan tahunan di bidang pertahanan dan keamanan di kawasan Asia Pasifik. Shangri-La Dialogue mempertemukan pihak pemerintah dan non pemerintah yang membahas isu-isu perdamaian dan keamanan di kawasan. Forum ini juga sama atau

stakeholder pertahanan negara-negara Asia Pasifik termasuk sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, di antaranya Menlu Marty Natalegawa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menko Kesra Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendag Gita Wirjawan dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Aria Ranggakusuma

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 27


N asio nal

HUT Polri:

Presiden Instruksikan 5 Kunci Reformasi Polri Depok, SINERGIS Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepolisian untuk melaksanakan lima kunci perbaikan kinerja jajaran kepolisian. Hal itu menjadi penting karena menjadi tolok ukur dan sekaligus kunci sukses institusi Polri sebagai Bhayangkara negara. Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara dalam acara peringatan Hari Bhayangkara atau kepolisian RI yang ke 66 di Lapangan Markas Brimob di Depok, hari ini. Adapun lima kunci yang dimaksud yang juga merupakan tema peringatan hari Bhayangkara itu, yaitu pelayanan prima, anti KKN, anti kekerasan, memantapkan keamanan dalam negeri, dan menegakkan supremasi hukum. "Kelima kata kun-ci itu merupakan tolok ukur dan sekaligus kunci sukses institusi Polri," kata Presiden Yudhoyono dalam kesempatan tersebut. Purnawirawan bintang empat TNI AD itu, menjelaskan pelayanan prima dan anti KKN merupakan bagian dari komitmen Polri untuk meningkatkan pelayanan publik yang lebih cepat, lebih murah, transparan, dan akuntabel. Sementara itu, lanjutnya, anti kekerasan, memantapkan keamanan dalam nege-ri, dan supremasi hukum merupakan bagian dari tugas utama Polri dalam memberi rasa aman kepada masyarakat. "Saya berharap melalui kelima kata kunci itu Polri dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, sekaligus dapat lebih menjamin keamanan dan ketertiban di kalangan masyarakat di seluruh tanah air." Di sisi lain, Presiden memberikan apresiasi dengan menyebut Polri 28 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Presiden SBY selaku inspektur upacara memeriksa barisan, pada upacara peringatan HUT ke-66 Bhayangkara, di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu (1/7) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)

telah dapat menghadirkan layanan publik yang lebih berkualitas, dan makin mampu pula menciptakan keamanan dan ketertiban yang lebih baik di tengah masyarakat kita. Hal itu, tuturnya, terlihat dalam pelaksanaan kerja kepolisian dalam beberapa tahun belakangan ini. Menurut Yudhoyono, kokohnya institusi Polri dapat menjadi pondasi bagi suksesnya grand strategy Polri tahap III yang dijadwalkan berproses

pada 2015-2025. “Anggaran PAD [pendapatan asli daerah] kami terbatas, jadi kami hanya bisa membantu rehab rumah yang tidak banyak,� imbuhnya. Dia menambahkan pihaknya telah membuat site plan terkait rencana pembangunan rumah PNS. Dia berharap pembangunan rumah tersebut dapat selesai dalam satu tahun.

Presiden SBY melantik dan mengambil sumpah anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang baru, di Istana Negara, Senin (4/6) siang. Kompolnas dipimpin Menko Polhukam Djoko Suyanto. (foto: rusman/presidensby.info)


N a si o n a l Dafrat Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) 2012 - 2017

Presiden Lantik Kompolnas 2012-2017 Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik sembilan anggota Komisi Kepolisian Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6/2012). Sembilan anggota Kompolnas ini telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 2012 tentang Keanggotaan Komisi Kepolisian Nasional pada 16 Mei 2012. Hal ini sesuai dengan UndangUndang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional. Keduanya menyatakan, Kompolnas beranggotakan sembilan orang yang terdiri dari tiga orang dari pemerintah, tiga pakar kepolisian, dan tiga tokoh masyarakat. Ke-9 anggota Kompolnas ini menggantikan Kompolnas lama yang masa tugasnya berakhir pada 19 Mei 2012. Susunan keanggotaan Kompolnas terdiri dari seorang ketua merangkap anggota, Wakil Ketua merangkap anggota, Sekretaris merangkap anggota, dan 6 (enam) orang anggota. Tiga orang dari unsur pemerintah, 3 (tiga) orang pakar kepolisian dan (tiga) orang tokoh masyarakat.

Kompolnas Terus Kawal Reformasi Polri Kinerja Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia mendapat sorotan publik lantaran tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Berkaca pada masa lalu, anggota Kompolnas yang baru saja dilantik, Adrianus Eliasta Meliala, menegaskan bahwa Tupoksi Kompolnas saat ini akan lebih jelas dibandingkan era sebelumnya. Kompolnas akan membenahi kebijakan pembinaan dan pengembangan SDM kepolisian. Sejumlah ide program yang muncul mulai dari moratorium penerimaan calon anggota Polri, perbaikan mekanisme mutasi dan promosi, serta penanganan hukum acara yang ditengarai kerap dipermainkan di lapangan. “Promosi dan mutasi, konon ada uangnya. Kita mau lihat apa sih yang

No

Nama

Jabatan

Unsur

1.

Djoko Suyanto

Ketua

Pemerintah/Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

2.

Gamawan Fauzi

Wakil Ketua

Pemerintah/ Menteri Dalam Negeri

3.

Amir Syamsuddin

Anggota

Pemerintah/ Menteri Hukum dan HAM

4.

Prof Drs Adrianus Eliasta Meliala MSI,

Anggota

Pakar Kepolisian

5.

Inspektur Jenderal (Purn) Drs Logan Siagian, MH

Anggota

Pakar Kepolisian

6.

Brigadir Jenderal (Pol) (Purn) Syafriadi Cut Ali

Anggota

Pakar Kepolisian

7.

Drs Edi Saputra Hasibuan

Anggota

Tokoh Masyarakat

Dr Hamidah Abdurrachman

Anggota

Tokoh masyarakat

Dr M Nasser, SpKK, DLAW

Anggota

Tokoh Masyarakat

8. 9.

sebenarnya terjadi,” kata komisioner baru Kompolnas, Andrianus Meliala beberapa waktu lalu. Program lain untuk perbaikan SDM anggota Polri, adalah dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas mereka. Opsi yang terpikirkan adalah menambah materi pelajaran kepada para calon anggota Polri yang konsekuensinya adalah menambah masa pendidikan bagi di Sekolah Polisi Negara (SPN). “Sekarang ini di SPN hanya lima bulan, ke lapangan sebentar lalu masuk SPN lagi. Ini terlalu pendek. Apakah nanti perlu ditambah masa pendidikannya agar lulusannya tidak main pukul dan sebagainya. Kalau dianggap perlu, mungkin harus ada moratorium sementara penerimaan calon polisi,” papar Andrianus. Guru besar Ilmu Kriminologi UI ini juga menyinggung pembenahan SDM perwira menengah Polri terutama jajaran reserse. Menurutnya, mereka perlu ditingkatkan kapabilitas dan

integritas dalam menangani kasuskasus hukum di lapangan demi menjawab keluhan masyarakat mengenai permainan kasus oleh oknum aparat. Profesionalitas Polri Anggota Komisi I DPR RI yang juga membidangi pertahanan, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas memberikan apresiasi atas kinerja dan profesionalitas Polri selama ini yang dinilainya semakin meningkat. Menurut politisi muda ini, di usia yang ke-66 tahun ini Polri harrus semakin dewasa dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dalam usia lanjut itu, Ibas menambahkan, Polri kian menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat. Untuk Itu, Ia mendorong profesiolitas Polri ke depan semakin ditingkatkan agar Polri bisa menjadi institusi yang dinamis dan senantiasa dapat mengayomi masyarakat. David Christian Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 29


N asio nal

Lima Kebijakan Presiden SBY Soal Hemat Energi

Presiden SBY menyampaikan pidato Pelaksanaan Penghematan Energi Nasional di Istana Negara, Selasa (29/5) malam. (foto: rusman/ presidensby.info)

Jakarta, SINERGIS Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika menyampaikan pidato tentang gerakan nasional penghematan energi serta peningkatan pendapatan negara dan optimasi anggaran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5/2012), mengemukakan lima kebijakan dan tindakan yang akan dilakukan pemerintah. Pertama, pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU. Pengendalian ini, kata Presiden, dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Setiap kendaraan akan didata secara elektronik, baik data kepemilikan

30 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

maupun data fisik kendaraan tersebut. Setiap kali kendaraan tersebut mengisi BBM, maka jumlah BBM subsidi yang dibeli akan tercatat secara otomatis, dan dapat diketahui jumlah pembelian setiap harinya. "Langkah ini untuk menjamin bahwa konsumsi BBM khususnya yang bersubsidi dapat dikendalikan secara transparan dan akuntabel, dan penggunaannya pun tepat sasaran. Ingat, BBM bersubsidi hanya bagi mereka yang berhak. Jumlahnya pun harus tepat, sehingga dapat dicegah terjadinya kebocoran dan penyimpangan, yang akan sangat merugikan negara," kata Presiden.

Selain itu, untuk mencegah terjadinya kelangkaan BBM, Pertamina akan tetap menjaga pasokan sesuai dengan kuota daerah, tetapi sekaligus menyediakan BBM non subsidi berapapun yang dibutuhkan. Langkah kedua adalah pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, juga untuk BUMN dan BUMD. Langkah ini dilakukan dengan cara pemberian stiker khusus bagi kendaraan yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi tersebut. Jajaran Pemerintah Pusat dan daerah, BUMN dan BUMD diharapkan dapat memberikan contoh nyata dalam upaya penghematan BBM ini. Langkah ini juga untuk meyakinkan bahwa subsidi dengan anggaran yang besar benar-benar tepat sasaran, dan sesuai dengan peruntukannya. Kebijakan ketiga adalah pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan. Pelarangan ini juga dilakukan dengan menerapkan sistem stiker. Pengawasan dilakukan oleh BPH Migas secara terpadu bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah. "Harus pula dilakukan kontrol yang ketat di daerah, utamanya di areal usaha perkebunan dan pertambangan, serta Industri, atas pelaksanaan ketentuan ini. Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan BBM bagi kalangan pertambangan dan perkebunan, Pertamina akan menambah SPBU BBM non subsidi sesuai kebutuhan di lokasi-lokasi tersebut," kata Presiden. Kebijakan keempat adalah


N a si o n a l konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi. Program konversi atau pengalihan penggunaan BBM ke BBG ini, kata Kepala Negara, harus menjadi program utama nasional. Hal ini sebagai upaya Indonesia mengurangi ketergantungan pada BBM, dan kemudian beralih ke gas, terutama di sektor transportasi. "Pada tahun ini akan dibangun stasiun pengisian gas baru sebanyak 33 stasiun, dan sebanyak 8 stasiun akan direvitalisasi kembali. Untuk langkah awal, mulai tahun ini, pemerintah akan membagikan 15.000 converter kit, atau alat konversi penggunaan BBM menjadi BBG bagi angkutan umum secara bertahap, dan terus ditingkatkan pada tahuntahun mendatang," kata Presiden. Efektivitasnya diversifikasi dan konversi BBM ke BBG, kata Presiden, memang baru akan dirasakan pada tahun 2013 mendatang. Namun, langkah ini dikatakan upaya penting dalam penghematan penggunaaan BBM bersubsidi, dan pelestarian lingkungan. Kebijakan kelima adalah penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD, serta penghematan penerangan jalan-jalan, yang semuanya mulai diberlakukan pada bulan Juni 2012.

"Pimpinan instansi dan lembaga terkait harus bertanggung jawab untuk suksesnya pelaksanaan program ini. Pada tahun 2008 dan 2009 yang lalu, ketika kita menghadapi kondisi yang relatif sama dengan apa yang terjadi saat ini, gerakan penghematan listrik dan air ini berjalan dengan sangat sukses. Saat itu kita berhasil menurunkan penggunaan BBM dan listrik yang signifikan," kata Presiden. Kelima langkah ini, sambung Presiden, akan ditunjang oleh pengetatan pengawasan. Pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan menindak tegas setiap penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi. "Saya instruksikan kepada BPH Migas agar meningkatkan koordinasi dengan instansi-instansi terkait, untuk memastikan tidak ada kebocoran dan penyimpangan dalam distribusi, mulai dari depo sampai ke stasiun pengisian (SPBU), dan di tempattempat lainnya," kata Presiden.

Kebijakan Penghematan BBM akan Berdampak Positif Terhadap Stabilitas Keuangan dan Pendapatan Negara

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono juga mendukung upaya pemerintah dalam menghemat Bahan Bakar

Lima Kebijakan Pemerintah Terkait Penghematan BBM Pertama, pengendalian sistem distribusi di setiap SPBU. Keempat adalah konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk transportasi. Program konversi atau pengalihan penggunaan BBM ke BBG ini,

Kedua adalah pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, juga untuk BUMN dan BUMD. Langkah ini dilakukan dengan cara pemberian stiker khusus bagi kendaraan yang dilarang menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

Minyak dalam negeri. "Upaya pemerintah selayaknya mendapat dukungan dari instansi pemerintah untuk memberikan contoh yang positif dalam gerakan penghematan energi nasional," tarang Ibas. Ia berharap gerakan penghematan BBM ini bisa terus berlangsung dan memberikan dampak signifikan. "Harapannya, kebijakan pemerintah yang baik ini bisa berdampak positif untuk peningkatan pendapatan negara sehingga roda pembangunan nasional bisa terus berlanjut. Begitu juga dengan stabilitas keuangan negara bisa terus bertahan dari gejolak perekonomian global. Upaya ini harus didukung oleh segenap masyarakat Indonesia," harap Ibas yang juga anggota Komisi I DPR RI ini. David Christian Ketiga adalah pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan. Pelarangan ini juga dilakukan dengan menerapkan sistem stiker.

Kelima adalah penghematan penggunaan listrik dan air di kantor-kantor pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD, serta penghematan penerangan jalan-jalan, yang semuanya mulai diberlakukan pada bulan Juni 2012.

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 31


N asio nal

Presiden Lantik Menkes, Wamen ESDM, Kepala BKPM dan BPN Jakarta, SINERGIS Untuk mengisi kekosongan jabatan di Kabinet Indonesia Bersatu II, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik dan mengambil sumpah Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pengambilan sumpah jabatan itu dilakukan di Istana Negara, Jakarta, di hadapan para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Kamis (14/6). Sebelumnya, di Istana Bogor Presiden Yudhoyono telah mengumumkan Nafsiah Mboi sebagai calon Menteri Kesehatan untuk sisa periode pemerintahan hingga 2014. "Saya melihat kemampuan pengalaman dan pengabdian beliau waktu lalu, termasuk komitmen untuk menjaga kesehatan masyarakat," kata Presiden tentang alasannya memilih Nafsiah Mboi. Pada kesempatan itu, Presiden juga melantik Guru Besar ITB bidang Teknik Minyak dan Gas, Rudi Rubiandini sebagai Wakil Menteri ESDM menggantikan almarhum Widjajono Partowidagdo. Menurut Presiden, Rudi Rusbiandini memiliki kecakapan pengetahuan pengalaman, sekaligus komitmen untuk memajukan sumber energi dan mineral Indonesia. Sementara untuk jabatan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal diisi Muhammad Chatib Basri, menggantikan Gita Wiryawan yang selama ini merangkap sebagai Menteri Perdagangan. Presiden juga menunjuk Mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional yang baru menggantikan Joyo Winoto. Dikutip situs presidenri.go.id, Presiden memandang, masalah hukum dalam pertanahan saat ini menjadi fokus yang 32 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Presiden SBY menyalami Menkes yang baru, Nafsiah Mboi, seusai pelantikan, di Istana Negara, Kamis (14/6) siang. (foto: intan/ presidensby. info)

perlu dibenahi. Untuk itu, Presiden menilai penempatan Hendarman untuk memimpin BPN ke depan sudah tepat untuk mengatasi masalahmasalah menyangkut pertanahan. Upacara pelantikkan ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah untuk melantik Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan bagian kedua untuk melantik Wamen ESDM Rudi Rubiandini, Kepala BKPM Chatib Basri, dan Kepala BPN Hendarman Supandji. Pengangkatan Menkes Nafsiah Mboi dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 61 tahun 2012 yang ditetapkan pada 13 Juni. Sesuai protokol, Presiden SBY bertanya kepada Nafsiah apakah ia bersedia diambil sumpahnya berdasarkan agama Roma Katolik, yang dijawab Nafsiah dengan sigap, "Bersedia." Usai pelantikan Menteri Kesehatan, Presiden dan Wakil Presiden Boediono beserta Herawati Boediono meninggalkan tempat acara untuk bersiap-siap melantik Wakil Menteri

ESDM Rudi Rubiandini, Kepala BKPM Chatib Basri, dan Kepala BPN Hendarman Supandji. Nafsiah Mboi menggantikan almarhumah Endang Rahayu Sedyaningsih, Rudi Rubiandini mengisi posisi yang ditinggalkan almarhum Widajono Partowidagdo. Adapun Chatib Basri menggantikan Gita Wirjawan yang telah menjabat Menteri Perdagangan dan Hendarman menduduki posisi yang semula dijabat Joyo Winoto. Usai pengambilan sumpah, Presiden SBY, Wapres Boediono, dan para anggota KIB II memberikan selamat secara langsung kepada para pejabat baru tersebut. Di antara anggota KIB II yang hadir dalam upacara ini adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, dan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan. David Christian/Berbagai Sumber


N a si o n a l Pelantikan Didasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Pelantikan 4 (empat) pejabat baru di Istana Negara, Kamis (14/6) siang, dilaksanakan 2 (dua) kali. Yang pertama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Menteri Kesehatan Dr. Nafsiah Mboi. Setelah itu acara dihentikan sejenak, dan dimulai lagi dengan

pelantikan Wakil Menteri ESDM Dr. Rudi Rubiandini, Kepala BPN Hendarman Supandji, dan Kepala BKPM Dr. M. Chatib Basri. Pelantikan Nafsiah Mboi sebagai Menkes didasarkan pada Keppres No 61/P 2012, sementara pelantikan Rudi Rubiandini sebagai Wakin Menteri ESDM dilaksanakan

Dr. Nafsiah Mboi SpA, MPH lahir di Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940, adalah istri mantan Gubernur NTT Mben Mboi. Ia adalah dokter spesialis anak yang mendapat gelar MPH dari Universitas Antwerpen, Belgia tahun 1990 dan sempat menjadi research f e l l o w untuk Takemi Program d a l a m kesehatan internasional d i Universitas Har vard, Cambridge, AS tahun 1990-1991. Ibu dari tiga anak ini juga dikenal aktif di bidang HAM dan pernah menjadi ketua komite hak-hak anak untuk PBB. Di bidang pemerintahan, ia pernah menjadi anggota MPR RI (1982-1987). Sejak 2006, Nafsiah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional . Alumni jurusan spesialisasi anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dikenal memiliki kepedulian yang tinggi di bidang advokasi HIV/AIDS. Chatib Basri lahir di Jakarta, 22 Agustus 1965 seorang ekonom, peneliti dengan keahlian makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Ia lulus sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1992), m e n d a pa t k a n g e l a r Master of Economic Development d i Australia National University (1996), dan meraih gelar PhD dalam bidang ekonomi dari Australia National University (2001). Saat ini selain menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional, ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, pendiri CReco Research Institute, komisaris di beberapa perusahaan publik, dan konsultan di berbagai lembaga internasional. Konsultan di berbagai lembaga internasional seperti World Bank, USAID, AUSAID, OECD, dan UNCTAD, Asian Development Bank serta menjadi anggota Asia and Pacific Regional Advisory Group dari International Monetary Fund. Tahun 2010-2011 Chatib menjadi anngota High Level Trade Expert Group.

berdasarkan Keppres No. 66/M 2012, dan pelantikan Hendarman Supandji sebagai Kepala Badan Pertanahan dan Dr. M. Chatib Basri sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) didasarkan pada Keppres No. 67/M 2012 dan Keppres No. 68/M 2012.

Rudi Rubiandini lahir di Tasikmalaya, Jabar, pendidikan program S2 nya ditempuh di Technische Universitaet Clausthal Jerman, dan pada tahun 1995 Wamen ESDM baru ini dipercaya untuk mengajar di ITB. Usai pengumuman, Rudi, pria kelahiran 9 Februari 1962, mengaku bersyukur t e l a h diberi amanah menjabat s e b a g a i Wakil M e n t e r i ESDM. “Ini adalah sebuah tugas yang sangat berat bagi siapapun karena b i d a n g energi merupakan tulang punggung kebutuhan bangsa. Namun demikian tantangan yang sangat besar ini sekaligus menjadi penyemangat saya untuk bekerja lebih baik,� kata Rudi. Sebelum diangkat sebagai Wamen ESDM, Rudi merupakan Deputi Operasi BPMigas sejak 18 Agustus 2011. Pria kelahiran Tasikmalaya, 9 Februari 1962 ini lulus dari jurusan Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1985 dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di Tenhnische Universitaet Clausthal Jerman pada tahun 1991.

Hendarman Supandji lahir di Klaten, Jawa Tengah, 6 Januari 1947. Dia pernah menjadi Jaksa Agung sejak 9 Mei 2007 hingga 24 September 2010. Ia menggantikan Abdul Rahman Saleh. Sebelumnya, l u l u s a n fakultas hukum Universitas D i p o n e g o ro ini memulai karir di bidang hukum sejak ia lulus dari almamaternya dan bekerja di kejaksaan negeri Jakarta Pusat pada tahun 19791981. Pria low profile ini juga merangkap jabatan sebagai Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Timtas Tipikor) di lingkungan pemerintahan. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 33


Warga Bancar antusias menyambut “Roadshow Rembug Desa dan Nonton Bareng EURO 2012 di Balai Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorog.

Serap Aspirasi Tim EBY Ponorogo

“Roadshow Rembug Desa d Piala Euro 2012” dari Desa Tak ingin ketinggalan dengan moment Piala Euro 2012, Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo melakukan gebrakan serta hiburan dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat dengan menggelar event  “Road Show Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012” keliling desa di 21 Kecamatan yang ada di kabupaten Ponorogo. 

T

Ponorogo, SINERGIS erkait hal ini, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyambut antusias digelarnya laga Piala Euro 2012. Menurut Ibas, demam Euro 2012 tidak hanya melanda kawasan Eropa tapi juga ditunggu-tunggu oleh masyarakat penggemar bola di Indonesia.  Ibas berharap, antusiasme Piala Eropa 2012 bisa tertular untuk memajukan prestasi olah raga di Indonesia. “Apapun tim idola Piala Eropa 2012, mari kita 34 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

dukung terus prestasi olah raga di Indonesia,” harap politisi muda ini.  Ibas yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olah Raga ini juga berpesan agar semarak nonton bersama dalam menyaksikan Piala Eropa 2012 ini semakin meningkatkan sportifitas dan produktivitas kerja dalam membangun Indonesia. Seperti diketahui, Edhie Baskoro Yudhoyono bersama

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Ketua Fraksi dan Sekertaris Fraksi serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat DPR RI, menggelar Nonton Bareng (Nobar) Final Euro 2012, Senin (2/7) dini hari nanti. Acara ini dilaksanakan di E Corner Lantai Dasar Mall Episentrum Kuningan, Jakarta Selatan mulai Pukul 22:00 WIB. Tak mau ketinggalan, event  “Road Show Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012” juga digelar Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono


Ketua DPC PD Ponorogo Miseri Efendi menghadiri acara Road Show Rembuk Desa dan Nonton Bareng Euro 2012 Tim Griya Aspirasi EBY Ponorogo.

Ekspresi kegembiraan Edhie Baskoro Yudhoyono bersama Ketua Umum, Anas UrbaningrumPartai Demokrat, saat tim Spanyol menjebol gawang Italia.

di Kabupaten Ponorogo dan mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Bahkan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Miseri Efendi juga tampak mengikuti acara serap

dan Nonton Bareng Ke Desa aspirasi tersebut.  “Ini sebagai upaya mendekatkan diri Mas Ibas bersama masyarakat dan pecinta bola yang ada di Bumi Reyog,” ungkap Hery Purnomo selaku ketua Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo kepada Sinergis. Acara “Road Show Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012” diisi dengan dialog sambung rasa antara warga dengan Mas Ibas yang diwakili Tim Griya Aspirasi Ponorogo. “Kesempatan Piala Euro 2012 ini kita jadikan momentum yang tepat untuk mendengar dan menggali aspirasi yang ada di tengah masyarakat,” imbuhnya.  bareng diawali, Nonton Jum’at (8/6) di Lapangan

Olahraga Rajawali Desa Bedikulon, Kecamatan Bungkal yang kebetulan juga tengah diselenggarakan pesta rakyat dan pameran dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong dan Kesatuan Gerak PKK tahun 2012.  Pada kesempatan tersebut, Siswoyo salah satu penonton yang juga Kepala Desa Pager berharap acara “Road Show Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012” oleh Tim Griya Aspirasi EBY Ponorogo tersebut ditindaklanjuti dengan terealisasinya berbagi Program Pro Rakyat yang merata. “Jangan sampai hanya sebatas wacana, tetapi karya nyata untuk masyarakat,” harap Siswoyo penuh harap. Sementara saat acara “Road Show Rembug Desa dan Nonton

Bareng Euro 2012” oleh Tim Griya Aspirasi EBY Ponorogo di Dukuh Tlogo, Desa Duri, Kecamatan Slahung, Sabtu (9/6) Kepala Desa Duri, Suroto mewakili masyarakat setempat berharap adanya penjelasan-penjelasan detail tentang alur bantuanbantuan dari Pemerintah Pro Rakyat dan sistem pengajuan permohonan bantuan. Suroto juga menanyakan pemerataan pembangunan di Kabupaten Ponorogo khususnya program-program PNPM Mandiri Perdesaan dan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan atau PPIP.  “Karena Desa Duri yang merupakan desa di wilayah pinggiran Ponorogo namun belum maksimal realisasi program-program tersebut,” keluh Suroto. Menurutnya pada tahun 2010, Desa Duri mengajukan rehabilitasi jembatan pasca bencana dan

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 35


pernah ada Inspeksi Mendadak dari Komisi C DPRD Ponorogo, namun sampai sekarang belum ada realisasi. “Balai Desa Duri, kondisinya memprihatinkan dan tidak layak pakai,” akunya.  Sedangkan Pasar Brambang di Desa Duri tetapi tidak layak pakai. Lebih lanjut ia menegaskan Infrastruktur jalan di Desa Duri yang mayoritas masih rusak, hanya jalan poros yang

Warga saksikan Road Show Rembuk Desa dan Nonton Bareng Euro 2012 Tim Griya Aspirasi EBY Ponorogo di Desa Duri Kecamatan Slahung kondisinya baik. “Infrastruktur irigasi di sekitar Dukuh Tlogo, Desa Duri yang masih butuh perhatian dan masjid desa yang dibangun sejak tahun 1983, kondisinya juga memprihatinkan,” tambahnya. Khusus kepada Mas Ibas, Karangtaruna ‘Tapak Bima’ Desa Duri mengajukan usulan pengadaan seragam tim sepak bola dan peralatan pertandingan. “Karena Tapak Bima FC berprestasi menjadi Juara I Liga Persepon PSSI Pengcab Ponorogo Divisi Utama tahun 2011 silam,” akunya. Menanggapi hal tersebut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Miseri Efendi berjanji akan menindaklanjuti dan berusaha maksimal memperjuangkan aspirasi masyarakat bersama Pemkab Ponorogo.  Sedangkan Hery Purnomo juga berjanji akan menyampaikan semua aspirasi masyarakat termasuk permintaan pengadaan seragam dan peralatan oleh Tim Tapak Bima FC tersebut. Sementara saat mengunjungi Dukuh Pogag, Desa Besuki, Kecamatan Sambit pada Minggu (10/6) Tim EBY Korkab Ponorogo disambati oleh kelompok peternak bebek Desa Besuki. “Kami perlu mendapat bantuan modal,” ujar Gentur Ketua Peternak Bebek Desa Besuki. Dia berharap realisasi 36 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Suasana Nobar Euro 2012 bersama Tim EBY Ponorogo dan Kolaborasi bersama Seni Reyog Ponorogo. bantuan modal tersebut benarbenar direalisasikan.  Kepala Desa Besuki, Nurhidayat berharap Pemerintah melalui Tim EBY Korkab Ponorogo memperjuangakan pembangunan talud permanen aliran sungai yang melewati desa tersebut. “Sudah lima tahun

bahaya mengancam, dan saat ini perlu ada pembangunan talud secara permanen agar masyarakat Desa Besuki nyaman,” pinta Nurhidayat mengakhiri Rembug Desa ala Tim EBY Korkab Ponorogo tersebut.

Kolaborasi Seni Budaya

Acungan jempol patut diberikan kepada Edhie Baskoro Yudhoyono, Anggota Fraksi Partai Demokrat  DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII (Pacitan,


Baskoro Yudhoyono menggelar Nobar Euro 2012 di Desa Kalisat, Jum’at (15/6) lalu. Masyarakat dihibur dengan penampilan seni Reyog Ponorogo. Penampilan Group Reyog “Singo Kartiko Yudho” milik DPAC Partai Demokrat Kecamatan Bungkal cukup menghibur masyarakat Desa Kalisat dan sekitarnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Kalisat Imron Ashari berharap pengajuan proposal Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari pengrajin sangkar burung Desa Kalisat kepada Mas Ibas yang sudah diajukan beberapa bulan yang lalu untuk segera direalisasikan. Selain itu Kepala

Suasana Nonton Bareng Euro 2012 Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono bersama masyarakat Dukuh Warung Desa Bediwetan. Ponorogo, Trenggalek, Ngawi dan Magetan) dalam menguriuri (melestarikan) budaya Jawa yang Adi Luhung. Bersamaan dengan moment Piala Euro 2012, Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo melakukan gebrakan serta hiburan dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat dengan menggelar event  “Road Show Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012” keliling desa di 21 Kecamatan yang ada di kabupaten Ponorogo.  Bahkan bukan hanya sekedar Rembug Desa dan Nonton Bareng Euro 2012 saja, Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo juga mendekatkan diri bersama masyarakat dengan memberikan hiburan kesenian tradisional sembari menyemarakkan Nonton Bareng Euro 2012. Disela-sela penampilan seni tradisional tersebut, Tim Griya Aspirasi Edhie Baskoro Yudhoyono Koordinator Kabupaten Ponorogo juga menyerap segala keluhan dan sambate wong cilik.

Seperti saat di acara Nonton Bareng Euro 2012, Rabu (13/6) silam di halaman Balai  Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, ditengah-tengah penampilan Seni Budaya Jawa berupa Campursari «Mahardika Rock Dhut» dari Desa Bekare, Tim EBY  menyerap aspirasi Salah satu warga setempat. Saat itu warga yang bernama Supriyadi, penduduk Dukuh Nglodo berharap ada pembangunan talud di lingkungan. Pihak Tim EBY  melalui Hery Purnomo berjanji akan menyampaikan  aspirasi tersebut. Dan bahkan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Miseri Efendi akan segera merealisasikan melalui dana APBD Ponorogo secepat mungkin. Acara menarik juga terlihat saat Tim Griya Aspirasi Edhie

Tampak Ketua Koordinator Tim Griya Aspirasi EBY Ponorogo Hery Purnomo bersama Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Ponorogo Widodo dan Kepala Desa Bancar, Pamuji. Desa Kalisat juga berharap Mas Ibas peduli terhadap seni budaya dan kelompok masyarakat seperti Karangtaruna dan kelompok jamaah Majelis Ta’lim atau Yassinan. Menanggapi hal tersebut, Hery Purnomo akan menyampaikan kepada Tim EBY di Jakarta. Selanjutnya Nonton Bareng Euro 2012 digelar di Kecamatan Jetis, Sampung dan beberapa kecamatan lainnya.  Muh. Nurcholis Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 37


SELALU SOLID: Puluhan pengurus Partai Demokrat Kabupaten Magetan bersama EBY Team berpose bersama sebelum pertandingan Euro digelar, dini hari (28/6).

Tim EBY dan DPC PD di Magetan dan Pacitan Gelar Nobar Euro 2012

Tak Sekedar Nonton Bareng

M

omen piala eropa dijadikan ajang Partai Demokrat Pacitan untuk mendekatkan diri dengan konstituen. Salah satunya adalah kegiatan nonton bareng di beberapa titik. Antusiasme warga penggila bola sangat tinggi mengingat di Kab. Pacitan, tidak semua warga bisa menyaksikan pentas sepakbola empat tahunan tersebut. Pasalnya, rata-rata menggunakan parabola yang tentu saja siarannya di acak. “Kalau dengan parabola biasa siarannya diacak. Harus menggunakan televisi berbayar. Kan tidak semua masyarakat mampu berlangganan,” kata Hadi Suranto, warga Desa Tulakan, ditemui saat nobar di Lapangan desa setempat yang di laksanakan oleh DPAC Tulakan. Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan, Sutopo mengatakan acara nonton bareng piala eropa di Pacitan tidak ter lepas dari peranan Tim EBY Kab. Pacitan. Pihak DPC mendukung penuh kegiatan tersebut karena merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan konstituen. Terutama bagi masyarakat penggila bola. Selain itu, rasa kebersamaan juga terlihat di acara nobar itu. “Intinya adalah kebersamaan. Meskipun saat ini di Pacitan sedang musim ‘mbediding’ yang tentu saja dinginnya sangat 38 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

menusuk tulang,” ujar Sutopo. Acara nobar di Pacitan di laksanakan di beberapa titik. Diantaranya di Kecamatan Pacitan dan Tulakan. Sementara itu di Magetan, ada yang berbeda saat gelaran nonton bareng (nobar) Euro 2012, Kamis (28/6) dini hari kemarin, di Hotel Imelda Magetan. Puluhan kader dan simpatisan Partai Demokrat (PD) se-Magetan, menjadi saksi pertandingan antara Portugal kontra Spanyol itu. Baik dari seluruh unsur DPC hingga DPAC, seluruhnya seolah menunjukkan kekompakan, pasca gelaran muscab PD pekan lalu. Keakraban mereka berbaur dengan masyarakat yang turut menyaksikan pertandingan pun tampak hangat. Ya, DPC PD Magetan bersama tim Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), seolah ingin melakukan sesuatu yang berbeda dalam menunjukkan kekompakannya. Betapa tidak, meski acara tersebut dilakukan dini hari, namun, sejumlah wajah pengurus tampak dalam kegiatan itu. Baik dari pengurus demisioner, anggota DPRD hingga DPAC. Seperti Supari, Sony Sumarsono, dr Pangayoman, Ali Basri hingga HM Shoim, wakil ketua DPRD Magetan dari PD. Hadir pula, Koordapil VII Jatim EBY Team Muhammad Mulia. Ketua DPC PD Magetan H Hartoto mengaku jika upaya kali ini merupakan rangkaian acara konsolidasi antara DPC dengan DPAC PD Magetan dengan

EBY Team. Usai konsolidasi itu, dilanjutkan kegiatan nobar yang dikemas bersama tim dari EBY di Magetan. ‘’Tentunya, meski saya baru diberikan amanah belum lama, saya ingin membuktikan jika PD merupakan partai yang ingin selalu berbaur dengan masyarakat. Termasuk, menunjukkan wujud kekompakan kami. Itulah mengapa, usai rapat konsolidasi ini, kami lanjutkan dengan nobar bersama masyarakat,’’ terang Hartoto. Ditambahkannya, wujud jalinan kekompakan tersebut diharapkannya akan terus terjadi. Pasalnya, dengan sistem kepengurusan baru, bukan berarti seluruh personil juga akan dikemas baru. ‘’Justru kami akan terus menghidupkan mesin partai. Menggemukkan dan menyolidkan seluruh pengurus termasuk mengaktifkan roda partai,’’ tegasnya. Sementara itu, Koordapil VII Jatim EBY Team Muhammad Mulia mengaku jika nobar bersama EBY dan DPC PD Magetan itu memang sengaja dikonsepnya. Menurutnya, EBY, selaku anggota DPR-RI selalu ingin dekat dengan konstituennya. Salah satunya dengan nobar bersama masyarakat tersebut. ‘’Selain itu, ada kepengurusan baru dari Pak Hartoto. Kegiatan ini tentu menjadi salah satu upaya menyolidkan sekaligus bukti kekompakan seluruh pengurus,’’ tegas pria yang akrab disapa Olik ini. Frend/RM


Pesona

Kredit Usaha Rakyat

(KUR)

K

redit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/ pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tapi belum bankable. Maksudnya adalah usaha tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan. UMKM dan Koperasi yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain: pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung, maksudnya UMKM dan Koperasi dapat langsung mengakses KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada usaha mikro, maka penyaluran KUR dapat juga dilakukan secara tidak langsung, maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/ USP Koperasi, atau melalui kegiatan linkage program lainnya yang bekerjasama dengan Bank Pelaksana. Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan yang bertujuan meningkatkan Sektor Riil dan memberdayakan UKMK. Kebijakan pengembangan dan pemberdayaan UMKMK mencakup: - Peningkatan akses pada sumber pembiayaan - Pengembangan kewirausahan - Peningkatan pasar produk UMKMK - Reformasi regulasi UMKMK Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKMK melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum Jamkrindo. Adapun Bank Pelaksana yang menyalurkan KUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Bukopin.

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 39


Ketua Pengcab PABBSI Pacitan, Anang Setyaji, ST, (kiri) usai menyerahkan bantuan dana transportasi dan menyaksikan aktivitas latihan di Sasana Club Bina Satria, kemarin. Foto. Frend

Kilas Dapil VII Pacitan

Sekelumit Kisah Para Atlet Angkat Besi Pacitan

Menakar Sunyi, Hingar Prestasi Mengukir prestasi ditengah keterbatasan, bukan hal yang gampang dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun tidak demikian bagi sejumlah atlet cabang olah raga angkat besi di Kabupaten Pacitan ini. Sekalipun hanya didukung sarana dan prasarana serba minim, mereka justru lebih memacu diri hingga berhasil menyabet segudang prestasi dibidangnya. “Prestasi mereka harus kita apresiasi, mereka merupakan asset daerah dan bangsa” tukas Edhie Baskoro Yudhoyono, saat memberikan Biasiswa kepada beberapa Atlet berprestasi di Pacitan.

J

arum jam menunjukkan pukul 16.15 Wib. Sorot mentari perlahan mulai condong ke ufuk Barat. Alam di seputaran Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, seakan mengisyaratkan hari segera berganti senja . Namun dari balik bangunan berdinding kayu yang sebagian diantaranya mulai rapuh dimakan usia, aktivitas sejumlah atlet angkat besi masih nampak menggeliat. Sayupsayup lirih terdengar instruksi sang official, dibarengi hentakan barbel ketanah mengiringi kegiatan latihan para atlet, sore itu.  Begitulah sekilas potret aktivitas 40 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

di sasana club Bina Satria, Dusun Tekil, Desa Soko, Kecamatan Punung. Empat atlet angkat besi yang mayoritas masih berusia belia, terus digembleng agar talentanya semakin terasah. Mahfum saja, saat Sinergis ke tempat Latihan, mereka tengah bersiap untuk diberangkatkan mengikuti invitasi ke Jakarta dalam rangka menghadapi kejurnas angkat besi. “tepatnya pada tanggal 25-26 Juni 2012, 4 orang atlet dan 2 official mengikuti invitasi di Jakarta. Kegiatan tersebut sebagai upaya penggemblengan bagi para atlet sebelum mengikuti Kejurnas mendatang,” ujar


Atlet Panjat Tebing Pacitan, Rebut 2 Emas, 1 Perunggu

P

otensi atlet panjang tebing Pacitan tidak dipandang sebelah mata. Buktinya, Muscholifah, dan Wildan Akila Ananda mampu menyabet medali emas dalam kejuaraan di ITS Surabaya, awal Juni lalu. "Keduanya masih siswa SMP dan MI menang di kategori lead spyderkid putri,"kata Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pacitan Hendro Subekti.(12/6).  Bahkan Muscholifah Atlet kelahiran Dusun Petung Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan itu juga pernah ikut dalam Kejuaraan Asia Youth Championship 2011 di Singapura. Tidak hanya itu, Moza Cinantya, atlet lainnya yang ikut dikirim ke Surabaya, meraih medali perunggu untuk kategori yang sama. Hendro merasa dua emas dan satu perunggu itu mampu mengobati dahaga prestasi para atlet panjat tebing muda Pacitan. Sebab, dalam kejuaran di Lamongan Mei lalu yang memperebutkan piala Gubernur Jatim para atlet tak mampu merebut satu medali pun. "Karena mental bertanding yang masih belum stabil,"terangnya.  FPTI kini menambah intensitas latihan dan jam bertanding para atlet mudanya. Jadwal latihan disusun ketat di arena panjat dinding di barat alunalun dan Lembah Kera di Desa Sukoharjo. "Untuk di Lembah Kera medan tebingnya lebih sulit, baik untuk berlatih skill dan fisik,"terang Hendro. Sebagai bentuk kepedulian terhadap prestasi olahraga, Edhie Baskoro Yudhoyono menyerahkan beasiswa bagi atlet-atlet berprestasi dari Pacitan. Apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet yang telah mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa. "Prestasi atlet muda Pacitan harus kita apresiasi, mereka merupakan aset dan harapan yang aakan mengharumkan nama bangsa," tukas Ibas. Frend Mashudi

Bupati Pacitan Indartato bersama Wakil Bupati Prayitno menyerahkan piagam penghargaan kepada Muscholifah atlet Panjat tebing putri termuda yang dimiliki Pacitan. Foto. Dok Sinergis Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 41

Kilas Dapil VII Pacitan

Anang Setyaji, Ketua Pengcab Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi, Dan Bina Raga Seluruh Indonesia (PABBSI) Pacitan, usai menyerahkan bantuan alakadarnya kepada sejumlah atlet angkat besi di Pacitan yang akan diberangkatkan menuju Kota Betawi, Minggu (24/6). Anang mengakui, ketersediaan sarpras di sasana yang terbilang “miskin” dan berlokasi dilereng bukit tersebut, masih jauh dari layak. Apalagi soal asupan suplemen, nyaris tak pernah didapat oleh atlet yang tergabung disasana tersebut. Sekalipun begitu, dari balik bangunan reot berukuran 6x8 meter, milik Ita Fauziah (istri Samsuri, PNS di Bagian PPIKON, Kemenpora), itulah pernah terlahir atletatlet berbakat yang sempat mengharumkan nama Pacitan di kancah Porprov Jatim beberapa waktu lalu. “Kita berhasil menyabet 15 medali dari semua kelas tanding. Tiga diantaranya medali emas. Karena itulah, sekalipun terbatas dari sisi sarpras, kami tetap berupaya kontingen dari Pacitan ini bisa tampil dalam Kejurnas Remaja. Langkah ini diawali dengan kegiatan invitasi. Soal biaya, memang cukup berat, tapi kita upayakan mereka bisa berangkat,” jelas bapak dua anak tersebut, kemarin. Sekalipun miskin dari sisi sarpras, akan tetapi kaya motivasi. Kondisi inilah yang membuat para atlet remaja angkat besi di Pacitan, acap kali mengukir prestasi gemilang. Motivasi itu bukan hanya berangkat dari diri si atlet saja, pun lembaga sekolah formal tempat mereka menimba ilmu, juga memberikan dorongan dan kontribusi nyata. “Kontribusi itu bisa berwujud pembebasan biaya sekolah, bagi mereka yang berprestasi,” imbuh Aris Rahmanto, Ketua Sasana club Bina Satria. Menurut Aris, sekarang ini sudah dipersiapkan 4 atlet belia yang akan dikirim mengikuti invitasi ke Jakarta. Ke-empat atlet tersebut diantaranya Gusti Rahayu (12), kelas tanding 50 kg, Safira (12), kelas tanding 40 kg, Heri Herdianto (12), kelas tanding 69 kg, dan Joko Siswanto, kelas tanding 50 kg. Satu diantara “samson-samson” Pacitan itu, dari kaum hawa. “Joko Siswanto ini, baru duduk di kelas VI SD,” sebutnya. Terkait dengan prestasi yang diraih atlet-atlet angkat besi tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono yang merupakan wakil rakyat dari dapil VII Jawa Timur merasa tergugah. Saat kegiatan resesnya di kabupaten Ibas berkesempatan memberikan bantuan beasiswa bagi atlet-atlet berprestasi Pacitan. Diantarannya dari cabang Angkat Besi, Tinju, Panjat Tebing dan Catur. “Para atlet ini merupakan aset daerah dan asset bangsa yang harus kita apresiasi prestasinya,” tukas Ibas. Dirinya berharap, pemerintah daerah akan lebih peduli terhadap prestasi atlet. Perhatian Pemerintah pusat terhadap persiapan bibit-bibit atlet dengan menguatkan sarana fisik terutama stadion dan mes atlet kini mulai bisa dimaksimalkan peruntukannya. Frend Mashudi


Kompak saat Panen Raya Padi Organik di areal persawahan Kelompok Tani Sayuk Tani Desa Gontor yang dihadiri Bupati Amin dan Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo Miseri Efendi.

Kader Demokrat Ponorogo Dukung Swasembada Pangan Nasional,

Kilas Dapil VII Ponorogo

Kembangkan Padi Organik

L

Ponorogo, SINERGIS angkah positif ditunjukkan oleh para kader Partai Demokrat di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur untuk  mendukung Program Pemerintah RI dalam hal mencukupi kebutuhan pangan nasional atau swasembada pangan. Hal tersebut dibuktikan oleh Tamsyir, salah satu kader partai berlambang Mercy di Bumi Reyog. Selain masuk jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Tamsyir juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Tani ‘Sayuk Tani’ Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.  Mbah Tamsyir, panggilan akrab Tamsyir bersama para anggota Kelompok Tani ‘Sayuk Tani’ ternyata sangat mendukung program pertanian 42 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Organik.  Terbukti, Rabu (13/6) lalu bertempat di areal lahan pertanian milik Kelompok Tani ‘Sayuk Tani’ Bupati Ponorogo,  H. Amin, SH.,MH didampingi oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo H. Miseri Efendi, SH.,M. Hum berkenan melakukan Panen Raya Padi Organik pada lahan seluas 1 Hektar sebagai lahan percontohan. Tampak hadir  pada kesempatan tersebut antara lain Tim EBY Kabupaten Ponorogo, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Ponorogo Dapil II Sunoto, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Bapeluh, PPL se-Ponorogo, Muspika Mlarak, Kepala Desa seKecamatan Mlarak, perwakilan Gapoktan dan Kelompok Tani se-Ponorogo serta keluarga besar Kelompok Tani ‘Sayuk Tani’ maupun  perwakilan produsen

pupuk organik lokal Ponorogo. Pada kesempatan tersebut, Tamsyir memaparkan terkait keunggulan padi sistem Organik yang ia kembangkan. “Kita sangat mengapresiasi program Gubernur

“Kita sangat mengapresiasi program Gubernur Jawa Timur, Pak De Karwo yang melarang adanya impor padi dan sapi dari luar Jawa Timur,” ungkap Tamsyir disela-sela acara panen raya padi organik tersebut. Jawa Timur, Pak De Karwo yang melarang adanya impor padi dan sapi dari luar Jawa Timur,” ungkap Tamsyir disela-sela acara panen raya padi organik


Edhie Baskoro Turut Peduli pengambangan Padi Organik

Kepedulian Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono di wilayah Ponorogo terus dibuktikannya secara konkrit. Sebelumnya, Ibas juga mendorong kelompok tani di Ponorogo untuk semakin produktif dalam mengelola kelompok usahanya. Di Ponorogo, sejumlah bantuan berupa hand tractor dan benih padi maupun sayuran kerap diberikan Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro. Ia bahkan pernah mengunjungi lokasi usaha pembuatan pupuk organik yang dikelola oleh kelompok tani "Tani Makmur" di Desa Campurrejo Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Produk pupuk hasil olahan

kelompok ini yang diberi merek dagang "BISA" menurut Ibas memiliki potensi yang besar untuk mensejahterakan kelompok tani "Tani Makmur". Bupati Ponorogo, Amin mengatakan perolehan sebelas ton itu merupakan angka yang cukup menggembirakan karena selama ini perolehan hasil panen untuk lahan satu hektar hanya di bawah sepuluh ton. “Perolehan hasil panen padi organik ini memang cukup menggembirakan mengingat untuk luasan lahan satu hektar biasanya tidak mampu mencapai angka sebelas ton,” tutur Amin bangga.  Mantan Kepala Desa Tosanan, Kecamatan Kauman ini mengemukakan dengan adanya perolehan hasil panen yang cukup bagus tersebut pihak akan terus memberikan stimulan kepada petani yang ada di Kabupaten Ponorogo untuk mengikuti jejak petani yang ada di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak tersebut. “Kami juga meminta kepada petani yang ada di Desa Gontor ini untuk tetap memaksimalkan hasil produksi tanaman padi organiknya supaya bisa meningkatkan kesejahteraan

warganya,” harapnya.  Lebih lanjut, Amin juga menerangkan, selain tahan terhadap wereng, penggunaan pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah, menambah unsur mikro, menambah populasi musuh alami hama, meningkatkan kualitas produksi serta menurunkan penggunaan pupuk kimia. Pada kesempatan tersebut Amin juga meminta kepada Dinas Pertanian Ponorogo untuk rajin turun ke lapangan melalui para PPL mengkampanyekan penggunaan pupuk organik untuk lahan pertanian di Ponorogo. Sementara itu, Miseri Efendi mengaku bersyukur dengan kampanye pertanian organik yang dikembangkan Kelompok Tani ‘Sayuk Tani’. “Apa yang dilakukan oleh kader Partai Demokrat seperti Pak Tamsyir ini bisa menjadi teladan bagi petani dan kader lainnya sehingga mampu memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara dalam swasembada pangan nasional,” tegas Miseri. Acara diakhiri dengan temu wicara Bupati Ponorogo bersama perwakilan petani yang hadir.  Muh. Nurcholis

Desa Tumpak Pelem Sudah Nikmati PPIP

S

Ponorogo, SINERGIS alah satu desa di Kabupaten Ponorogo yang sudah menikmati Program Pro Rakyat Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) pada tahun 2011 lalu adalah Desa Tumpak Pelem, Kecamatan Sawoo. Menurut Sukadim selaku Kamituwo Dukuh Wates, Desa Tumpak Pelem, Program PPIP TA 2011 sudah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu. Pada program PPIP TA 2011 ada 3 (tiga) lokasi yang dijadikan lokasi pembangunan yaitu Dukuh Jabak, Dukuh Krajan dan Dukuh Wates. “Di tiga lokasi tersebut PPIP TA 2011 mengerjakan pembangunan rabat beton,” kata Sukadim kepada  Sinergis, Selasa (29/5). Dia menjelaskan total dana yang

diterima Rp. 250.000.000,00 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang selalu Pro Rakyat sehingga Program PPIP bisa dirasakan masyarakat Desa Tumpak Pelem. “Mudahmudahan kesinambungan dalam pembangunan Pro Rakyat ini bisa terus dilanjutkan,” paparnya. Sementara pada tahun 2012 ini, program PPIP untuk Ponorogo yang diperjuangkan Anggota DPR asal Dapil VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas diturunkan untuk Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan, Desa Pohijo Kecamatan Sampung, Desa Sekaran Kecamatan Siman, Desa Sawoo Kecamatan Grogol, dan Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo. Ibas mengatakan, program-

Warga Desa Tumpak Pelem Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo mengerjakan pembangunan rabat jalan desa dalam Program PPIP TA 2011.

program dari pemerintah pusat harus terus dikawal agar bisa ikut dinikmati oleh masyarakat di pedesaan. Untuk itu Ibas berharap, program-program serupa yang pro rakyat ke depan akan semakin menyentuh masyarakat dan meningkatkan kesejahteraannya. Muh. Nurcholis

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 43

Kilas Dapil VII Ponorogo

tersebut. Tamsyir menjelaskan bahwa dalam lahan 1 Hektar , padi yang dihasilakan dalam sistem Organik adalah mencapai 11 Ton. Selain itu, ia memaparkan bahwa padi yang menggunakan pupuk organik murni (tanpa campuran pupuk kimia) bisa memperbaiki struktur tanah.


Kilas Dapil VII Magetan

RAIH 5 PRESTASI NASIONAL 

T

Magetan Sandang i s a t s e r P a Ko t

Magetan, SINERGIS ahun ini nampaknya menjadi tahun yang luar biasa bagi Magetan. Betapa tidak, dalam waktu yang hampir bersamaan, kabupaten yang berada dilereng gunung Lawu ini berhasil meraih 5 prestasi tingkat nasional.  Pertama, meraih juara 1 Pelaksana Terbaik Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Kedua, meraih juara 1 Pembina Terbaik Gotong

44 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Royong. Ketiga, meraih Penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha untuk kategori tertib lalulintas dan angkutan jalan. Keempat, meraih piala Adipura untuk kategori kota kecil. Dan kelima, meraih Piala Adiwiyata untuk kategori SMA. Piala Adiwiyata ini berhasil diraih oleh SMA 3 Magetan.  Sebelumnya, Wakil presiden Boediyono menganugerahkan penghargaan kepada Sumantri

bupati Magetan sebagai Pembina terbaik pertama gotong royong masyarakat tingkat nasional tahun 2012. Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan di Puspo Agro, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penyerahan penghargaan tersebut dalam memperingati Bulan Bhakti Gotong royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK)


Sumantri berpesan, dengan telah diraihnya sejumlah  prestasi nasional ini tentunya membawa konsekuensi tersendiri. "Maka segenap aparatur Pemkab Magetan beserta seluruh elemen masyarakat harus konsisten terhadap kebersihan kota. Sehingga akan tercapai lingkungan yang bersih, asri dan hijau. Dan ini semua perlu mendapat dukungan dari seluruh warga masyarakat untuk tetap mempertahankan pola hidup bersih. Serta turut serta berpartispasi menjaga fasilitas yang telah disediakan oleh pemkab Magetan," bebernya.

Bupati Sumantri berhasil meraih predikat sebagai Pembina Terbaik Tingkat Nasional untuk Pembina Gotong Royong Masyarakat Tahun 2012. Diterangkan Sumantri, kultur masyarakat desa di Magetan sangat mendukung dan membantu pemerintah dalam pencapaian visi dan misinya. “Budaya gotong royong masyarakat Magetan cukup tinggi. Sehingga mudah untuk diajak kerjasama," urainya.  Karena itu, penghargaan ini menurutnya tak lepas dari peran serta seluruh elemen masyarakat Magetan. "Pembangunan harus mempunyai nilai tambah agar bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat bukan sejedar obyek, tapi juga menjadi subyek pembangunan. Maka, pelibatan sekaligus peran serta dan partisipasi

masyarakat sangat penting," terangnya. Namun tentunya semua sesuai kapasitas masing masing, terangnya. Sementara prestasi sebagai pelaksana terbaik nasional pemanfaatan lahan pekarangan, tak lepas dari kerja Tim Pengerak PKK Magetan. Hj. Nanik Sumantri selaku Ketua Tim Pengerak PKK Kab Magetan menerangkan, pemanfaatan lahan pekarangan merupakan bagian dari 10 program pokok PKK.  Gerakan optimalisasi pemanfaatn lahan pekarangan memiliki dampak positif. Diantaranya meningkatkan ketersediaan cadangan pangan kelurga, terpenuhinya gizi keluarga dan bertambahnya pendapatan keluarga. “ Itulah yang kemudian menghantarkan desa Duwet meraih penghargaan nasional”, katanya.  Anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono menyambut baik prestasi Kabupaten Magetan dan berharap, ke depan prestasi ini bisa terus dipertahankan bahkan menambah prestasi pembangunan di bidang lainnya. Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini, pencapaian positif ini patut ditiruh oleh kabupaten lainnya sehingga masyarakat bisa ikut merasakan keberhasilan di berbagai bidang. Tak hanya itu saja, Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro juga menyampaikan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah agar program-program pembangunan dan kemasyarakatan dari tingkat pusat bisa terus dirasakan langsung sampai ke tingkat daerah. Muh. Nurcholis

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 45

Kilas Dapil VII Magetan

Untuk Piala Adipura dan Adiwiyata diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono kepada Bupati Magetan Sumantri di Istana Negara, Selasa 5 Juni 2012 silam. Bupati Magetan Sumantri,  menyatakan keberhasilan Magetan meraih kembali piala Adipura ini tidak lepas dari kerja sama dan dukungan semua pihak. 'Tanpa dukungan segenap elemen masyarakat dan tentunya para petugas kebersihan, mustahil prestasi ini kembali kita raih," ungkap Sumantri. Sementara untuk keberhasilan Sekolah Adiwiyata yang diraih oleh SMA 3 Magetan, kata bupati, merupakan hasil kerja sama dan kerja keras oleh seleuruh elemen sekolah dan masyarakat juga. SMA 3 Magetan berhasil meraih Piala Adiwiyata setelah menerapkan lingkungan sekolah yang rimbun, sejuk. «Menanamkan kepedulian kepada seluruh guru dan siswa akan pentingnya lingkungan hidup yang sejuk, sehat dan bersih,» paparnya. Selain itu juga disekolah ini juga digalakkan budidaya jamur, pemeliharaan fauna, pengolahan air limbah, pemeliharaan sumur resapan, pemeliharaan hutan mini, pembuatan kompos organik, pelaksanaan 3R, kegiatan Jumat bersih. Serta pengurangan polusi udara. “Semua itu kami lakukan untuk menumbuhkan rasa peduli akan lingkungan hidup. Dan alhamdulillah, tahun ini sekolah kami mendapat piala Adiwiyata,» ungkap Mahmudah, Plt Kepala Sekolah SMA 3 Magetan. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya dan terima kasih kepada seluruh civitas SMA 3 Magetan. Semoga prestasi ini bisa menjadi contoh dan memacu sekolah lain untuk bisa lebih peduli akan lingkungan hidup," jlentrehnya.  Namun demikian,


Batik Widi Nugraha

Tampilkan Ciri Khas Ngawi

Kilas Dapil VII Ngawi

K

Niatan Budi Siwi  untuk mengembangkan potensi batik asal Ngawi gayung bersambut dengan moment di tetapkannya batik Indonesia sebagai warisan budaya leluhur karya asli Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2010 lalu.

erja keras Pemerintah yang berhasil mendapatkan pengakuan dan penetapan karya Batik Indonesia sebagai budaya dan warisan leluhur asal Indonesia dari organisasi perserikatan BangsaBangsa (PBB) itu telah mendorong semangat masyarakat di Nusantara untuk membuat karya batik yang sesuai dengan cirikhas daerahnya. Motivasi Siwi untuk mengenalkan daerah Ngawi melalui karya batik memang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya karya batik “Widi Nugraha” yang selalu menampilkan corak/khas daerah Ngawi. Siwi menjelaskan, melalui karya batik ini semoga bisa  menjadi salah satu media agar Kabupaten Ngawi lebih di kenal luas oleh masyarakat di luar Ngawi. Berawal dari niatan untuk mendidik Widi Nugraha putra ke 3 nya yang juga alumnus SLB Don Bosco, Wonosobo , Jawa tengah agar memiliki ketrampilan yang mumpuni, kini karya batik yang di tekuni Guru SMPN I Kasreman ini telah di kenal luas oleh masyarakat di dalam dan luar Ngawi. Bahkan hingga saat ini karya batik Widi Nugraha telah banyak di nikmati oleh warga di Jakarta, Bali, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Perempuan alumnus Universitas Sanata Darma, Jogjakarta ini pada awalnya melatih delapan ibu rumah tangga (tahun 2011) yang ada di sekitarnya di Desa Munggut, Kecamatan Padas untuk di latih mencanting hingga membatik yang awalnya ke delapan ibu rumah tangga tersebut bergantung pada hasil pekerjaan sebagai pekerja di sawah ketika musim panen dan musim tanam.  Sambil menunggu musim panen mereka biasanya hanya di

46 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Pemberian bantuan alat batik dari Edhie Baskoro secara langsung diterima Siwi di Desa Munggut Kecamatan Padas, Ngawi.

rumah menggantungkan hasil dari pekerjaan suaminya. Namun saat ini Usaha kerajinan batik yang di rintis Budi Siwi bersama putranya Widi Nugraha telah memberdayakan sebanyak 50 orang ibu rumah tangga yang ada di sekitarnya. Dengan tekun Ibu tiga Putra ini terus memberikan pelatihan dan motivasi pada para ibu-ibu rumah tangga ini agar selalu terampil dalam menghasilkan karya batik yang berkualitas. Usaha kerajinan batik yang kemudian di beri nama “Widi Nugraha Batik” ini di kenal dengan banyaknya motif batik yang menampilkan corak dan kekhasan kota Ngawi. Iconicon kota Ngawi, seperti Benteng Pendem, Museum Trinil, Kebun teh Jamus, hutan jati dan lain-lain banyak menginspirasi karya batik yang di hasilkan Siwi dan putranya, Widi Nugraha. Bahkan hingga kini motif batik “Widi Nugraha” ini mempunyai 60 lebih motif batik yang kesemuanya menampilkan nilai dan filosofi daerah Ngawi. Seperti motif batik “Awi” yang dalam bahasa sankskerta berarti bambu, sehingga dalam karyanya Siwi menampilkan bermacam motif jenis bambu. Kata “Awi” inilah yang selanjutnya menjadi cikal bakal sebutan daerah “Ngawi”. Selain batik Awi, Widi Nugraha Batik juga

menampilkan “Batik Trinil” dan batik  “Kali tumpuk” yang di dalam karyanya banyak menampilkan bentuk fosil manusia dan binatang purba serta corak pertemuan dua sungai besar yaitu Bengawan Madiun serta Bengawan Solo. Corak Benteng Pendem  (Van Den Bosch) serta berbagai produk unggulan Ngawi seperti buah Melon, Kripik tempe, serta padi juga terlihat di tampilkan dalam karya batik Widi Nugraha ini. Lebih lanjut siwi menjelaskan batik Widi Nugraha yang bercorak kota Ngawi ini memiliki konsep motif budaya Ngawi, situs sejarah yang bernilai tinggi, seperti adanya museum Trinil, produk unggulan Ngawi serta hasil produksi pertanian (hasil bumi) dari Ngawi. Potensi ini juga mendapat perhatian Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas. Lewat Timnya di Kabupaten Ngawi, Ibas memberikan bantuan perlengkapan alat batik yang secara langsung diterima Siwi di Desa Munggut Kecamatan Padas, Ngawi. Pada kesempatan tersebut, Siwi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mas Ibas yang dinilainya peduli terhadap usaha kecil menengah di daerahnya. "Semoga Mas Ibas selalu sukses dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat," ucapnya. Setyo Utomo


Edhie Baskoro Dukung Pengembangan Infrastuktur Pedesaan di Trenggalek

S

ejumlah bantuan melalui Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang digelontorkan ke Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Selain membantu perbaikan fasilitas jalan dan jembatan antardesa yang ratarata berlokasi di daerah terpencil, pengelolaan dana PPIP dengan sistem swakelola telah membantu upaya peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan yang menjadi titik sasaran program. PPIP merupakan salah satu program prorakyat yang menjadi atensi khusus anggota Komisi I DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono. Sejumlah desa bahkan telah difasilitasi untuk mendapat kucuran bantuan dari program peningkatan kualitas infrastruktur perdesaan tersebut. Di Kabupaten Trenggalek, tercatat lima desa yang memperoleh program yang diturunkan karena bentuk kepedulian Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro mengawal dari tingkat pusat sampai ke daerah. Kelima desa tersebut meliputi, Desa Duren Kecamatan Tuguh, Desa Widoro Kecamatan Gandusari, Desa Depok Kecamatan Bendungan, Desa Cakul Kecamtan Dongko, dan

Desa Prigi Kecamatan Watulimo. Ibas yang menaruh perhatian serius terhadap pembangunan di Dapil VII jawa Timur mengatakan, program pembangunan untuk wilayah pedesaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mendorong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Dalam hal ini, bidang infrastruktur menurut politisi muda harus menjadi prioritas untuk disegerakan. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah yang selama ini dinilainya semakin proaktif agar lebih berupaya untuk meningkatkan kinerjanya mensejahterakan masyarakat. ke depan Ibas berharap, program-program pemerintah pusat yang pro masyarakat dan pembangunan akan semakin banyak menyentuh masyarakat di daerah. "Harapannya, program-program yang dari pusat untuk membangun daerah bisa terealisasi dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, khususnya di daerah Kabupaten Trenggalek," ujar pollitisi muda ini di ruang kerjanya di Senayan Jakarta. (Tim PPIP EBY/Destyan Sujarwoko)

SOSIALISASI PPIP: Kegiatan sosialisasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Didesa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Joto. Destyan Sujarwoko

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Lamuji mendampingi tim EBY menunjau salah satu lokasi penerima program PPIP beberapa waktu lalu. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 47

Kilas Dapil VII Trenggalek

Program PPIP: Salah satu kegiatan swakelola pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Trenggalek yang mendapat kucuran bantuan melalui PPIP. Foto/dok. Sinergis


Pemerintah Prioritaskan Perlindungan TKI Di Luar Negeri

Kilas Dapil VII Trenggalek

M

Trenggalek, SINERGIS enteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaker trans) Muhaimin Iskandar menegaskan, penghentian sementara (moratorium) pengiriman TKI ke empat negara di Timur Tengah (Arab Saudi, Yordania, Kuwait, serta Syria) tetap akan diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Moratorium masih akan terus kami berlakukan selama kepastian perlindungan hukum dan pemberian hak-hak dasar bagi TKI kita di luar negeri," tegasnya saat berkunjung ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (21/5/2012). Banyaknya TKI/TKW yang terjerat masalah hukum di empat negara tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. Selain menuntut perlindungan serta pemberian hak-hak para TKI secara lebih kongkret, Muhaimin mengatakan, dia dan tim dari Kemenakertrans juga aktif dalam melakukan lobby maupun komunikasi dengan masing-masing pemerintah yang menjadi langganan TKI. Kepada sejumlah wartawan, Muhaimin hanya mengilustrasikan bahwa kemajuan dalam penyusunan perjanjian kerjasama perlindungan TKI baru tercapai setahap demi setahap dengan pemerintah Malaysia. Beberapa hak dasar TKI seperti pemberian libur sehari dalam seminggu, upah minimum sebesar 800 ringgit, paspor dipegang TKI, semua telah dipenuhi dan disepakati oleh pemerintah Malaysia. Berdasar data statistik yang terekam di Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, jumlah TKI yang bekerja di luar negeri pada 48 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

kurun tahun 2011 mencapai sekitar enam (6) juta orang. Dari jumlah itu, Malaysia dan Arab Saudi berturut-turut menjadi tujuan favorit para pencari kerja dari Indonesia dengan jumlah rata-rata di masing-masing negara mencapai 2,5 juta dan 1,5 juta orang per tahun. Selebihnya, TKI tersebar di berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika, serta kawasan Timur Tengah. Mereka bekerja di berbagai sektor, formal maupun nonformal, dan menghasilkan devisa sangat besar, yakni mencapai Rp 60-an triliun per tahun. Ia berjanji, pemerintah akan terus mengupayakan peningkatan mutu perlindungan bagi para pahlawan devisa negara tersebut dengan melakukan perjanjian kerjasama ketenagakerjaan dengan masingmasing negara tujuan, seperti Arab Saudi, Malaysia, Taiwan, Brunei, Syria, Hongkong, maupun lainnya. Muhaimain bahkan berjanji untuk terus mengurangi jumlah TKI yang bekerja di sektor nonformal sepertihalnya di bagian penata laksana rumah tangga (PLRT). "Target kami tahun 2017 jumlah TKI yang bekerja di sektor nonformal atau PLRT ini bisa direduksi hingga nol persen," tandasnya. Jumlah TKI di sektor nonformal sendiri saat ini sudah terus berkurang. Dikatakan Muhaimin, bila dulu TKI yang bekerja di sektor nonformal bisa mencapai kisaran 75 persen dari total TKI dalam kurun waktu satu tahun tertentu, kini 45 persennya sudah bergeser ke sektor formal, mulai dari tenaga medis, pekerja bangunan, pekerja/ buruh pabrik, perhotelan/restoran, maupun berbagai industri lainnya. Anggota Komisi I DPR RI yang juga membidangi masalah luar

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ketum Anas Urbaningrum saat bertemu dengan pimpinan partai terbesar di Malaysia, UMNO, di Jakarta beberapa waktu lalu. Foto. EBY Team

negeri, Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan, tekad pemerintah untuk melindungi pahlawan devisi negara ini harus diapresiasi dan didukung. Menurutnya, perlindungan untuk TKI harus diutamakan khususnya ke negaranegara yang tercatat banyak kasus hukum yang dialami oleh TKI. "Wilayah Trenggalek menjadi salah satu wilayah yang mengirimkan TKI ke luar negeri. Untuk itu, saya mendorong agar perlindungan terhadap TKI bisa dimaksimalkan sehingga keluarga TKI yang ditinggalkan juga bisa merasa tenang," ujar Ibas sapaan akrabnya yang juga wakil DPR RI asal Trenggalek. Ditambahkan Ibas, upayaupaya perlindungan TKI ini telah difokuskan baik di lever pemerintah maupun partai. Seperti diketahui, belum lama ini, Partai Demokrat dan partai politik terbesar di Malaysia, The United Malays National Organisation (UMNO), punya kesepahaman bahwa perlu membentuk komite bersama guna membantu negara masing-masing dalam mengatasi persoalan yang menyangkut kedua negara, misalnya TKI. David Christian/ Destyan Sujarwoko


Pe s o n a W i s a t a Menyusur Luweng Jaran Pacitan

Taman Surga Perut Bumi

Menyusur Bentang alam bumi Pacitan sepertinya tak akan pernah habis untuk digali. Keindahan panoramanya bak taman Surga yang masih perawan.

S

alah satu bentang alam yang menyuguhkan keindahan taman surga itu adalah Luweng Jaran, salah satu keajaiban ‘taman’ bawah tanah di bumi Pacitan. Tepatnya di Dusun Kasri, Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku wilayah Pacitan ini berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian selatan. Lokasi persisnya berada di perbukitan desa Jlumbang, 20 km dari kota Pacitan, ke arah Barat. Uniknya, goa yang sangat menantang ini justru diperawani bukan oleh penjelajah negeri sendiri, tapi tim ekspedisi dari Australia, pada tahun 1987. Oleh aktifis pecinta alam khususnya penyusur goa, tempat ini disebut ‘surga’ petualangan. Sebutan itu memang tidak mengada-ada, Luweng Jaran menyajikan beragam keindahan, tantangan, sekaligus keajaiban. Ornamen batu terhampar di setiap dinding goa, seolah relief gaib isyarat alam. Juntaian stalagtit dan stalagmit membentuk taman batu, basah, indah, sekaligus mempesona. Bentuk-bentuk ornamen batu yang bertonjolan di sepanjang lorong, adalah mahakarya alam tiada dua. Dengan ukuran yang beragam, ada yang mirip manusia, binatang, menara, bahkan ada miniatur Grand Canyon. Karena Luweng Jaran merupakan goa aliran sungai (sungai bawah tanah), pintu masuknya berupa sungai. Pada musim hujan, sebagian besar sungai bawah tanah itu banjir

dan berarus deras. Dalam kondisi seperti itu standar bahaya jadi meningkat. Bayangkan kalau terpeleset dan tercebur, bisa terseret arus dan tenggelam ditelan bumi. Anehnya, dalam kepekatan goa yang basah itu, tumbuh tunas kelapa setinggi 1 meter. Pohon itu menyeruak begitu saja diantara himpitan batu dinding goa. Meski daunnya berwarna kuning, pohon itu hidup. Sepanjang perjalanan menuju Luweng, kita disuguhi pemandangan conical hills, danau doline yang menjadi ciri khas dari daerah karst, disertai suara desiran angin laut yang tak jauh dari dusun itu. Kenapa goa itu begitu menantang? Tak lain karena tingkat kerenggangannya. Perlu diketahui, goa yang berada di daerah Pacitan ini adalah goa yang tertutup untuk umum, dengan tingkat ‘keangkeran’ yang mempesona. Bayangkan, pintu goa hanya berupa lubang (luweng), yang seolah tanpa dasar, menganga membuka seukuran 3 x 5 meter. Dari penjelajahan tim ekspedisi dari Australia itu, terungkap bahwa panjang goa itu mencapai 30 kilometer. Setelah turun dari mulut goa dengan panjang 35 meter,

Telaga kecil dari kumpulan tetesan air yang nampak bening, mentransparankan dasarnya. Foto. Frend

Anda akan ternganga, karena di depan mata terhampar ruang dengan luas mencapai 3 hektar, disertai bunyi gemericik air dan kilau batu stalagtit dan stalagmit. Jika angin enggan bersuara, akan terdengar ritmis dari suara tetesan-tetesan air itu, seolah tenaga magis yang memancing tangis. Sebuah keindahan yang mengharukan. Di ruang yang luas itu, akan kita lihat bertebaran lorong-lorong kecil perawan, dan belum pernah terjamah, sempit, lembab dan basah. Di tengah ruangan itu, terdapat telaga kecil dari kumpulan tetesan air yang nampak bening, mentransparankan dasarnya. Air juga tidak terlalu dingin, meski juga tidak hangat. Batu-batu kecil yang ditampilkan, terasa begitu manis ditatapi dengan mata yang kekurangan sinar mentari. Menurut cerita, ekspedisi asing itu pernah menelusuri lorong utama, dan berjalan terus ke arah Barat. Mereka menarik garis lurus berdasarkan jarak tempuh dan terungkap bahwa goa itu memanjang terus hingga berada di bawah kecamatan Donorojo. Wilayah yang hampir berbatasan dengan Jawa Tengah. Luar biasa! Keluarbiasaan itu belum berakhir, di lantai dan dinding goa, mata kita akan dikerlipi batubatuan mutiara yang menyinar tajam, memamerkan kilauannya. Tapi, jangan sembarangan memungut, karena salah bergerak sedikit saja, dinding kapur gua ini akan retak dan runtuh. Inilah sebabnya gua ini masih sangat jarang dibuka untuk umum. Hanya para pecinta alam yang terlatih saja, dan dilengkapi peralatan lengkap yang diizinkan memasukinya. Bagi yang ingin memacu adrenalin, rasanya tak lengkap kalau tidak mencoba tantangan Luweng Jaran. Frend Mashudi Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 49


42

Penghargaan Adipura &

Adiwiyata 2012

Lima Kabupaten Dapil VII Jawa Timur Raih Piala Adipura Supremasi tertinggi bidang kebersihan Lingkungan Piala Adipura 2012 kembali diraih Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Magetan, Ngawi dan Trenggalek. Sementara penghargaan Adhiwiyata diterima Ponorogo dan Magetan. Penghargaan bergengsi ini diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pencanangan Tahun Badak Internasional 2012 di Istana Negara. Selasa (5/6).

D

alam sambutannya usai menyerahkan penghargaanp e n g h a r g a a n tersebut, Presiden SBY mengucapkan selamat dan mengimbau agar mereka terus bekerja keras untuk melestarikan lingkungan. “Saudara-saudara yang meraih penghargaan Kalpataru; para Bupati dan para Walikota yang wilayahnya memperoleh penghargaan Adipura; para Kepala Sekolah yang sekolahnya memperoleh 50 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

penghargaan Adiwiyata Mandiri; dan penerima Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), saya ucapkan selamat, disertai ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras, keteladanan, dan prestasi saudara. Lanjutkan kerja keras saudara-saudara dalam kepeloporan dan keteladanan pada pemeliharaan kelestarian lingkungan di wilayah saudara masing-masing,” ujar Presiden SBY. Secara khusus kepada para gubernur, para bupati, dan para

walikota, Presiden berharap agar pengelolaan pembangunan daerah berwawasan lingkungan ditingkatkan. “Berikan kontribusi konstruktif pada berbagai program nasional yang berwawasan lingkungan. Libatkan masyarakat, LSM, dan kalangan dunia usaha untuk mengelola pembangunan yang berwawasan lingkungan. Budayakan kearifan lokal di wilayah saudara masingmasing,” pungkasnya. 


Apresiasi Anggota DPR

Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur mengapresiasi keberhasilan lima kapupaten di dapilnya. Menurut Ibas keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan di wilayahnya harus terus dijaga bahkan ditingkatkan. "Selamat kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi atas penghargaan Adipura ini. Semoga ke depan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan Adipura Kategori kota kecil kepada Bupati Pacitan Indartato dalam peringatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pencanangan Tahun Badak Internasional 2012 di Istana Negara. Selasa (5/6). prestasi ini bisa dipertahankan dan semakin ditingkatkan," ujar Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro. Ia menilai, pencapaian ini adalah upaya bersama antara pemerintah daerah bersama dengan masyarakatnya.

Pacitan Raih Adipura Ke Lima Kalinya

Untuk Kabupaten

kelima Pacitan

kalinya, meraih

penghargaan Piala Adipura. Supremasi tertinggi bidang kebersihan ini diberikan pemerintah pusat atas upaya Kota 1001 Goa menciptakan kawasan bersih dengan pengelolaan sampah yang baik dengan klasifikasi kota kecil. Bupati Indartato menyampaikan rasa terima kasih kepada semua elemen masyarakat atas kerja keras selama ini. Prestasi tersebut harus terus dipertahankan untuk meraih penghargaan yang lebih tinggi,

kabupaten,” ungkap Mulyono. Prosesi arak-arakan kali ini tak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Piala adipura akan dibawa secara estafet oleh camat dan kepala desa yang dilewati. “Setibanya di alun-alun, Piala Adipura dibawa pasukan kuning penjaga kebersihan untuk diserahkan kepada Bupati,”

yakni Adipura Kencana. Indartato menekankan agar kebiasaaan menjaga lingkungan yang bersih ini dimulai sejak dini. Peneladanan adalah cara efektif untuk mengajak anak-anak menjaga kebersihan. Termasuk jajaran PNS agar menjadi contoh bagi masyarakat. Sejauh ini pemkab telah melakukan berbagai upaya untuk membudayakan hidub bersih. Seperti penyuluhan dan sosialisasi, juga memperbanyak fasilitas-fasilitas umum pembuangan sampah, baik untuk sampah organik maupun unorganik. Sekretaris Daerah Pacitan Ir. Mulyono mengatakan, secara resmi penghargaan diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, 5 Juni 2012. “Setiba diperbatasan Pacitan, Piala Adipura dikirab menuju pendopo

ujarnya. Dengan diraihnya Adipura untuk kelima kalinya, lanjut Mulyono, Kabupaten Pacitan tinggal selangkah lagi menuju kompetisi yang lebih tinggi, yakni Adipura Kencana. “Kita berharap peran aktif semua pihak untuk menjaga kebersihan dilingkungannya masing-masing, agar supremasi Adipura Kencana bisa kita raih,” pungkas Mulyono. Beberapa titik yang masih menjadi atensi kebersihan adalah, tempat-tempat umum, lingkungan pemukiman, pasar dan tempat pembuangan akhir sampah (TPA).

Bupati Ponorogo Amin bersama Wabup Yuni Widyaningsih sebelum kirab Adipura dan Adiwiyata

Adipura & Adiwiyata Ponorogo 2012 Menuju Adipura Kencana 2013

Ribuan  warga  menyambut gembira kirab Piala Adipura dan Adiwiyata  2012  yang melewati Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 51


jalan-jalan protokol  diawali dari Pendopo Kabupaten Ponorogo.  Mereka tampak antusias melihat piala penghargaan yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bupati Amin dalam sambutannya mengatakan  bahwa penerimaan anugerah Adipura dan Adiwiyata Tahun 2012 ini,  bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan di Istana negara

lanjut Amin. Adipura dan Adiwiyata pada 2012 ini diharapkan menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Ponorogo. Bupati Amin  dan Adam Parikesid  Kepala Kantor Lingkungan Hidup Ponorogo, menerima langsung Adipura untuk kategori kota kecil atau kabupaten di istana Negara Jakarta. Sedikitnya ekonomi hijau memiliki 4 unsur. Pengentasan kemiskinan , pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi

ponorogo dapat menyusun dan memperolah Adipura Kencana.  Menurut Adam selaku Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Ponorogo termasuk dari puluhan kabupaten atau kota kecil se Indonesia yang menerima Adipura. Presiden Republik Indonesia berpesan agar semangat “Go Green” atau semangat menghijaukan lingkungan untuk dipertahankan. Piala Adipura dan Adiwiyata  harap Adam, mampu menjadi

Jakarta, Selasa  (5/6) silam. “Dengan tema ekonomi hijau kita rubah perilaku, dan tingkatkan kwalitas lingkungan,” kata Amin sebelum memberangkatkan peserta kirab, Jum›at (8/6). Dia juga menjelaskan makna utama dari tema ini adalah pentingnya masyarakat, dimana perilaku kita untuk selalu megambil setiap kesempatan dalam mencari informasi,  belajar dan melakukan demi melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Piala Adipura ini merupakan penghargaan ke lima setiap tahun berturut-turut kategori kota kecil, dan untuk tahun ini pemerintah daerah juga menggondol  piala Adiwiyata SMKN 1 Jenangan. “Ini sangat membanggakan kita semua, dan berkat kerja keras bersama,”

yang berkeseinambungan, internalisasi lingkungan dalam semua aktifiatas pembangunan. Dengan begitu ekonomi hijau yang dimaksud disini adalah untuk meningkatkan kwalitas hidup manusia dan kesetaraan sosial yang juga dimaksudkan untuk mengurangi resiko lingkungan.  “Saya sampaikan ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan, dan  terima kasih kepada semua fihak atas partisipasi  masyarakat Ponorogo,” jlentreh Amin. Sehinggga kabupaten Ponorogo memperoleh kembali penghargaan anugerah adipura yang ke V berturut-turut pada 2012 ini. Dalam meraih Adipura Kencana kedepan tidak lah mudah, harus mendapat dukungan dan partisipasi  masyarakat Pabupaten Ponorogo. Harapan kita tahun depan kabupaten

pemicu dan pemacu semangat untuk terus menjaga Kota Ponorogo  tetap bersih dan hijau. Bersama-sama antara pemerintah dan seluruh masyarakat Ponorogo. “Kami pemerintah hanya sebagian kecil elemen dalam menjaga Ponorogo tetap bersih, anugerah ini karena peran dari seluruh masyarakat, sehingga diharapkan kedepan  tetap bersih dan hijau karena peran serta seluruh masyarakat Ponorogo,” pungkasnya. 

52 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Magetan Meraih Piala Adipura & Piala Adiwiyata Bupati Magetan Sumantri menerima Piala Adipura dan Adiwiyata. Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh President RI Susilo Bambang Yudoyono di Jakarta, Selasa. (5/06/2012). Kabupaten Magetan pernah


tercatat dalam waktu lima tahun berturut-turut mendapatkan piala Adipura sejak tahun 2006 hingga tahun 2010.Namun pada tahun 2011 Kabupaten Magetan gagal meraih piala Adipura.” Kali ini tahun 2012 Magetan telah berhasil mendapatkan Piala Adipura, tidak hanya itu saja Magetan juga mendapat Piala Adiwiyata,” ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Saif Muclissun. “Keberhasilan meraih

Adipura tahun ini tak terlepas dari dukungan semua pihak, terutama dukungan masyarakat Magetan. Kesadaran masyarakat akan selalu menjaga kebersihan lingkungan,”jelasnya. Sedangkan keberhasilan meraih piala Adiwiyata oleh sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Magetan juga tak terlepas dari jerih payah yang dilakukan oleh seluruh elemen sekolah dan masyarakat.cahyo nugroho.Magetan. Kabupaten Ngawi Terima Adipura Kabupaten Ngawi tahun ini mendapat Anugrah Penghargaan Adipura dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Secara resmi, Bupati Ngawi, Budi Sulistyono menerima penghargaan Adipura di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (05/06).

Kabupaten Ngawi yang dikenal dengan sebutan Kota Ramah menerima penghargaan kategori kota kecil bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan penghargaan Adipura yang diterima merupakan upaya bersama aatara pemerintah kabupaten dan masyarakat Ngawi. “Adipura ini merupakan buah kerja keras masyarakat Ngawi yang telah peduli akan kebersihan lingkungan hidup dan penghijauan. Ngawi harus menjadi Kota Hijau,” terang Budi Sulistyono. Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi telah membudayakan ‘Jumat Bersih’ bagi masyarakat dan lingkup pemerintahan maupun di tingkat lingkungan sekolah. “Setiap Jumat kami mencoba untuk bisa singgah ke lingkungan masyarakat. Untuk bisa meraih Adipura, penghijauan kami garap secara maksimal. Kami ingin Kota Ngawi bisa dikonsep seperti hutan yang banyak tanaman hijau tumbuh di setiap jengkal lahan pekarangan perkotaan,” paparnya. ADIPURA Ketiga Untuk Trenggalek Tidak kurang dari 700 warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (6/6/2012) pagi mengarak piala adipura keliling kota. Arak-arakan yang terdiri atas komunitas jeep, pasukan bersepeda serta pasukan kuning tersebut mengambil start di depan kantor Kecamatan Pogalan dan kemudian menuju Kecamatan Trenggalek dengan dengan menempuh jarak sekitar 10 kilometer. Kirab dimulai pukul 08.30 WIB, bertolak dari halaman Kecamatan Pogalan menuju pusat Kota Trenggalek. Rombongan bupati serta jajaran SKPD yang menjadi peserta arak-arakan justru menggunakan sepeda kayuh, sedangkan pasukan kuning yang menjadi ujung tombak keberhasilan meraih adipura dinaikkan sebuah truk trailer.

“Ini sebagai bentuk penghormatan atas kinerja dari teman-teman pasukan kuning yang telah bersusah payah menciptakan Kecamatan Trenggalek menjadi lebih bersih dan tampak rapi,” kata Kabag Humas Pemkab Trenggalek, Yuli Priyanto. Rombongan kirab piala adipura berakhir di pendopo Kabupaten Trenggalek dan dilanjutkan dengan penyerahan kembali piala dibidang kebersihan kota tersebut kepada bupati. Yuli menambahkan, piala adipura, Selasa (5/6/2012) secara resmi telah diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta bersama dengan ratusan kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Kabupaten Trenggalek meraih penghargaan piala Adipura tahun 2012 untuk kategori kota kecil, dengan menduduki peringkat ke 21 dari 48 kabupaten/kota lain se-Indonesia. Keberhasilan Trenggalek meraih adipura tidak lepas dari peran serta seluruh komponen masyarakat dan pemerintah setempat. Upaya merebut kembali piala adipura tersebut bahkan telah dipersiapkan sejak setahun tarakhir, di antaranya dengan membentuk satuan tugas (satgas) adipura, pengadaan tempat sampah di sepanjang jalan protokol, serta pelestarian alun-alun sebagai paru-paru kota. “Selain itu kami juga terus meningkatkan kebersihan dan mempercantik taman-taman terutama yang ada di kawasan kecamatan Trenggalek,” katanya. Pihaknya berharap apa yang sudah dicapai kabupaten dengan slogan “berteman hati” ini mampu dipertahankan dan dilestarikan, sehingga mampu meraih piala adipura kembali pada tahun-tahun berikutnya. Selama sepuluh tahun terakhir, Kabupaten Trenggalek telah meraih tiga kali penghargaan adipura, yakni tahun 2008, 2010 dan 2012. Hernawan/Frend/Muh Nurcholis/ Setyo/Destyan Sujarwoko Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 53


Kilas DPC Musc ab Dem o k r at

LAUTAN BIRU : Suasana Muscab II Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo di Gedung Graha Nirwana, Ponorogo pada Jum’at (23/2).

Muscab II Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo, Ngawi dan Magetan

MISERI : Ponorogo Harus Jadi Lumbung Biru ISNAENI : Target kita adalah 30 persen suara dalam Pemilu 2014 Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas, mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab)Partai Demokrat di wilayah Dapil VII Jawa Timur. Sejauh ini, sudah tiga kabupaten yang sukses menyelenggarakan Muscab yaitu, Kabupaten Magetan, Ngawi dan Ponorogo. Ibas yang juga anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur ini mengungkapkan soliditas kader Partai Demokrat mampu meredam perbedaan-perbedaan dan gejolak politik saat Muscab berlangsung. Untuk itu, Ibas 54 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

menambahkan, soliditas seperti ini agar tetap dipertahankan dan semakin ditingkatkan. Ibas juga

Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur Bonie Lasmana, Jumat (2/3)  membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Kabupaten H. Miseri Efendi, Ponorogo. SH, MH menjabat sebagai Muscab diikuti seluruh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ketua Dewan Pimpinan (DPC) Partai Demokrat Ponorogo ini Ranting (DPRt) lahir di Ponorogo, 10 Desember 1963. Partai Demokrat seSebelumnya ia menjabat Sekretaris DPC Kabupaten Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Pria yang pernah atau sebanyak 305 menjadi dosen dan guru ini menjabat DPRt, Ketua, Sekretaris anggota DPRD Ponorogo. Ia juga pernah dan Bendahara dari 21 menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat, Dewan Pengurus Anak Ketua Komisi C DPRD Ponorogo dan Ketua Banggar DPRD Cabang (DPAC) ditambah Ponorogo. Pengurus DPC, perwakilan DPD dan DPP.  Nampak hadir dalam berpesan agar kabupaten lain Muscab yang dilaksanakan di seperti Kabupaten Trenggalek Gedung Graha Nirwana, Jalan dan Pacitan agar mencontoh Arief Rahman Hakiem No. 103, soliditas kader Demokrat di Ponorogo tersebut  Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Ngawi, Magetan dan Ponorogo. Seperti diketahui, Sekretaris DPD Ponorogo termasuk Wakil Bupati


M u sc a b D e m o k r a t Muscab menetapkan H. Miseri Efendi, SH.,M.Hum sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo Periode 2012-2017. “Ingat, target kita adalah 30 persen suara dalam Pemilu 2014. Kita menang dan juga harus mendapat suaran terbanyak,” janji Miseri Efendi usai terpilih yang disambut tepuk tangan hadirin. Dia sangat yakin nantinya Kabupaten Ponorogo akan menjadi lumbung biru (Partai INDAHNYA KEBERSAMAAN :  Rukun setelah Muscab II Partai Demokrat Demokrat). “Oleh karenanya Kabupaten Ponorogo. Tampak Marjuki, Miseri Efendi dan jajaran DPC serta DPAC kita semua harus merapatkan PD Kabupaten Ponorogo. barisan dan bekerja keras Ponorogo, Hj. Yuni Widyaningsih. program yang benar-benar demi kebesaran dan kejayaan Hadir juga para tokoh lintas diperlukan rakyat Ponorogo,” panji-panji Partai Demokrat di partai, tokoh agama, tokoh pinta Mantan TKI dan Pengusaha Kabupaten Ponorogo tercinta,” masyarakat, tokoh pemuda serta PJTKI ini. Marjuki juga berpesan ucapnya. Dia bersama para pengurus jajaran Anggota Fraksi Partai agar seluruh kader Demokrat baru nanti akan selalu komunikasi Demokrat DPRD serta jajaran secara konsisten membela Partai dengan jajaran dan kader Partai DPC Partai Demokrat se-Dapil VII Demokrat dalam situasi apapun. Jawa Timur (Kabupaten Ngawi, “Kita sedang diuji dan Demokrat. “Kita harus menang Magetan, Pacitan, Trenggalek hanya kader yang sejati yang karena sejarah negara harus dan Ponorogo). Tampak hadir bisa bertahan,” jelasnya. Dia berlanjut melalui kemenangan pula anggota Fraksi Partai juga meminta agar para ketua Partai Demokrat pada Pemilu Demokrat DPRD Jawa Timur dari DPC beserta jajarannya rajin mendatang, demi masa depan Dapil VII Jawa Timur. berkunjung ke Dewan Pimpinan bangsa,” tambahnya. Miseri  mengingatkan, Dalam sambutannya, Wabup Anak  Cabang agar rakyat benarbanyak tantangan yang harus Yuni Widyaningsih atas nama benar mencintai Demokrat. Pemerintah Kabupaten Ponorogo Sementara itu Boni Lasmana kita hadapi, kompetisi makin mengucapkan terima kasih atas berharap dalam pelaksanaan keras, ketat, dan panjang, kontribusi Partai Demokrat yang Muscab ini agar mengutamakan  karena partai baru bermunculan. semua itu, besar dalam pembangunan musyawarah dan mufakat, agar “Menghadapi Kabupaten Ponorogo. “Ke depan semua lega, tidak ada yang persiapan yang dilakukan harus semoga kerja sama, hubungan merasa kalah dan menang. “Tidak makin baik. Persiapan juga harus baik ini semakin ditingkatkan ada yang kalah dan menang, sudah dilakukan dari sekarang,” lagi untuk mencapai visi dan ingat yang menang hanya Partai imbuhnya kepada Sinergis. Pria kelahiran Desa misi Pemerintah Kabupaten Demokrat,” urainya. Ponorogo,” tutur Hj. Yuni Mengutip pesan harian Ketua Bekiring, Kecamatan Pulung ini Widayaningsih. Dewan Pembina Partai Demokrat menyatakan, tantangan lain yang Dia juga berharap Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono, harus dihadapi partai politik Besar DPC Partai Demokrat “Mari kita bangkit, jangan tidur, termasuk Partai  Demokrat, saat Kabupaten Ponorogo berperan jangan tiarap. Seluruh jajaran ini persepsi publik terhadap aktif memajukan Kabupaten pengurus, mulai DPP, DPD, DPC, parpol kurang baik atau menurun. Ponorogo. DPAC, DPRt jangan tidur. Mari “Situasi ini merupakan tantangan Sementara itu Ketua DPC bangun partai, mari bangun yang harus dihadapi seluruh Partai Demokrat 2007-2012, Drs. Republik ini agar lebih sejahtera,” kader Partai Demokrat termasuk H. Marjuki meminta agar para ajak Boni Lasmana yang disambut di Bumi Reyog,” ungkapnya. peserta Muscab memilih ketua aplaus panjang peserta. dan pengurus dari kader yang Karena hingga pelaksanaan Muh. Nurcholis mempunyai komitmen tinggi dan mau membesarkan partai agar Partai Demokrat makin solid. “Susun dan laksanakan

Muscab II Partai Demokrat Kabupaten Ponorogo digelar hanya ada satu calon yang memenuhi syarat akhirnya

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 55


Mu s cab Demo k r at Isnaeni Kembali Terpilih

Muscab Partai Demokrat Kab. Ngawi telah berlangsung pada tanggal 09 Maret 2012 lalu bertempat di Hall Auditorium Hotel sukowati Ngawi. Dalam Muscab II DPC PD ini menempatkan Isnaeni Widodo kembali terpilih sebagai ketua DPC PD Ngawi, periode 2012-2017. Dalam Mucab yang di gelar dengan di hadiri 19 ketua PAC PD se-Ngawi ini di hadiri juga oleh Boni Laksmana (Sekretaris DPD Partai democrat Jawa Timur). Melalui Musyawarah Cabang ini juga di sepakati Amirul Yati kembali di tunjuk sebagai Sekretaris DPC PD Ngawi untuk periode 2012-2017. Prosesi Muscab di Hotel terbesar di Ngawi tersebut juga berlangsung lancar tanpa di warnai oleh konflik politik di tubuh Partai berlambang Mercy ini.

Muscab II Ngawi : Suasana Musyawarah Cabang II Partai Demokrat Kabupaten Ngawi berlangsung di Hall Auditorium Hotel Sukowati, Ngawi.

pada 2013 ini. Dengan berjalannya proses konsolidasi partai secara baik pada moment Muscab lalu, Isnaeni mentargetkan pada Pemilu 2014 nanti DPC PD Ngawi dapat menambah perolahan kursi di DPRD Ngawi, hingga 8-9 kursi. Setidaknya dengan dinamika politik mutakhir DPC PD Ngawi dapat mempertahankan perolehan 6 kursi di DPRD Ngawi.    “Ini merupakan amanat Bonie Laksmana, sekretaris dari seluruh pengurus dan DPD Demokrat Jatim merespon kader Demokrat. Begitu positif kemenangan aklamasi pula kepercayaan DPD dan yang diraih Isnaini. Menurut dia, DPP Demokrat yang hadir di masih bercokolnya muka lama sini (Muscab, Red)” terang bukan berarti kaderisasi di tubuh Demokrat mandek. Melainkan Muh. Isnaini Widodo usai cermin kondusifitas di jajaran Muscab. kader, pengurus dan seluruh elemen-elemen partai. “Justru Lebih lanjut Isnaeni kekompakan dan kebersamaan menyatakan setelah selesainya Muh. yang kami utamakan. Bila Muscab dan pelantikan pengurus Isnaini Widodo sebelum Muscab sempat diisukan baru, DPC PD Ngawi akan lahir Ngawi, 20 Mei 1968. memanas karena ada tarik ulur focus pada proses konsolidasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten kepentingan itu persoalan yang Partai menjelang Pemilu Ngawi ini telah sudah dua periode wajar. Yang penting Muscab 2014. Lebih lanjut Isnaeni menjadi Ketua Dewan Pimpinan bisa berjalan sukses,” jelasnya. menjelaskan pada tahun Cabang Partai Demokrat Kabupaten Bonie menambahkan, Muscab 2012 ini DPC PD akan Ngawi. Selain itu, Isnaini juga menjabat merupakan momentum yang mengawal  pelaksanaan Wakil Ketua Pengurus Cabang PSSI tepat untuk kembali mematri Musyawarah anak Kabupaten Ngawi. Suami dari Lindun jiwa kepartaian kepada kader, Cabang (Musancab) PD Ngestiningsih ini juga menjabat pengurus dan konstituen PD. di 19 kecamatan seluruh Ketua Penasehat HKTI dan Ketua Begitu pula sebagai rancangan Pengurus Anak Cabang (PAC) Asosiasi SSB Sekaresidenan pondasi menyusun program dan PD se-Ngawi serta pelaksanaan Madiun. agenda kerja kedepan. “Kader dan Musyawarah anak Ranting PD di 217 Desa seluruh Ngawi. “Tahun Anggota pengurus Partai Demokrat harus ini pelaksanaan konsolidasi partai PD), atau KTA nisasi untuk optimistis menyongsong pileg di tingkat PAC maupun ranting simpatisan dan pemilih Partai dan pilpres kedepan. Yakinkan bisa harus selesai,” tegas Isnaeni. Demokrat sambil mempersiapkan berbuat yang terbaik,” ucapnya. Sementara untuk tahun 2013 PD Ngawi untuk bersiap DPC PD Ngawi akan mengadakan menghadapi Pemilihan Gubernur Muh. Nurcholis/Setyo Utomo pembuatan KTA (Kartu Tanda Jawa Timur yang akan berlangsung 56 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


M u sc a b D e m o k r a t Muda usia, matang dan dewasa dalam bersikap. Kalimat ini layak disandangkan untuk H. Hartoto, S.Sos Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Magetan periode 2012-2017. Niatnya untuk bergabung dengan Partai Demokrat mendapat sambutan luar biasa kaderkader partai berlambang mercy ini. Buktinya, pada Muscab II partai Demokrat Kabupaten Magetan (22/6), ia mendapatkan dukungan bulat (aklamasi) untuk memimpin partai ini lima tahun ke depan.

pilihan bergabung bersama partai demokrat� Ungkap Hartoto. Dua tahun ke depan banyak event politik yang harus dijalani dan tidak boleh dilewatkan karena ini menjadi tugas politik partai, lanjutnya. untuk menyambut event ini struktur partai harus mengakar dan solid. Konsolidasi struktural ditingkat bawah (ranting dan anak ranting) harus diperkuat dan giatkan karena mereka adalah ujung tombak partai yang paling dekat dengan

masyarakat. “Prinsipnya tidak ada pergantian tapi merangkul semua potensi yang ada dan tidak ada dikotomi artoto bukan orang baru orang baru dengan orang lama.� di panggung politik Tandasnya. Saat ini banyak orangMagetan, dua periode ia orang lama yang mulai pasif di menahkodai Partai Patriot partai, padahal mereka tokoh tokoh Pancasila di Magetan dan partai demokrat. Semangat dan dua kali pula ia melenggang ke kursi kecintaan mereka pada partai perlu legislatif Magetan. didorong oleh dibangunkan lagi dengan mengajak keinginannya yang kuat untuk dapat mereka untuk bergabung. lebih maju dan bisa berbuat yang Konsolidasi struktural belum lebih banyak untuk masyarakat cukup untuk membesarkan partai, magetan, jabatan ketua partai patriot terangnya. partai harus dapat pancasila dan sederet jabatan di H. Hartoto, S.Sos menelorkan program kegiatan legeslatif ia tanggalkan dan lahir di Magetan, 04 Juni yang menyentuh masyarakat, memilih bergabung dengan 1964. Pria yang aktif sebagai bersifat kemanusiaan dan bernilai partai demokrat. Sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila sosial. Disamping sebagai partai bukti kesungguhan Kabupaten Magetan ini terpilih menjadi pemerintah, semua kader harus pada muscab II Partai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai proaktif mendukung program Demokrat Magetan Demokrat secara aklamasi pada Musyawarah pemerintah. ia mendaftarkan diri Cabang Partai Demokrat beberapa waktu Dino/Frend sebagai bakal calon lalu. Suami dari Hj. Risworini ini juga tercatat ketua. Saat ini Hartoto sebagai Ketua ISSI Kab. Magetan, Ketua telah menahkodai Partai DPC KNPI Kabupaten Magetan, Wakil Demokrat Magetan, lantas Ketua KADIN Provinsi Jawa Timur apa yang akan dilakukan dan Pengurus PSSI Provinsi untuk partai dan masyarakat Jawa Timur. magetan? “Semua orang ingin lebih maju dan sebagai seorang yang menekuni politik tentu saya ingin ingin dapat memberikan yang lebih baik dan lebih banyak pada masyarakat, harapan inilah yang mendorong saya untuk menentukan

H

Hartoto Siap Rangkul Seluruh Potensi Partai Demokrat

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 57


Wayang Beber Terpanjang Ikon Pacitan

Menggapai Muri, Mengukuhk Tak hendak meninggalkan Pakem atas tradisi leluhur, wayang Beber Pacitan kini tersaji begitu elok dalam gulungan kertas kardat sepanjang 80 meter. Hanya nuansanya yang berbeda namun masih dengan rasa yang sama seperti 800 tahun lalu. Tidak membosankan. Namun justru semakin hidup dan kian menunjukkan karakter khasnya. Lukisan wayang beber yang biasanya hanya berukuran 4 x 1 meter dengan empat adegan, kini dibuat dalam bentangan 80 x 1 meter lengkap dengan 24 adegan. Inilah inovasi tradisi sebagai karya wayang beber terpanjang di Indonesia yang siap memecahkan rekor Muri pada 14 Juni 2012 nanti di bumi kelahiran Presiden SBY, Pacitan.

D

isebuah sanggar dipinggiran kota Pacitan, Rudhi Prasetya pimpinan Sanggar LUNG terlihat bersemangat menuntaskan sketsa gambar wayang beber. Kertas kardat warna kecoklatan itu masih teronggok menggulung rapi , sebagian lembarannya terurai memanjang, membalut lekuk ruangan sanggar berukuran 4 x 5 meter. Dibantu beberapa seniman muda didikannya, sketsa pensil itu di sungging dengan sentuhan warna agar lebih hidup. Kuas yang sudah tercampur cat itu begitu kuat menggoreskan karakter wayang beber. Padanan warna merah yang khas terlihat membias, memedarkan simbolsimbul baru. Sebuah pemberontakan tradisi nampak begitu kuat ditorehkan Rudhi dan kawan-kawannya. “Untuk menyelesaikan lukisan ini kita butuh waktu beberapa minggu saja,” ujar Rudhi. Diakui Rudhi, Dalang wayang beber juga harus satu garis ke turunan ‘dalam’, yakni dari ayah ke anak laki-laki. Di Pacitan, dalang wayang beber sudah 15 keturunan. Rudhi merupakan satu-satunya pengecualian, karena dia berada di luar garis keturunan. Dia bahkan tidak punya hubungan darah dengan dalang sebelumnya, alm. Mardiguno Utomo. Mbah Mardi tidak berputra, hanya berputri. Dari putrinya, mbah Mardi mendapat cucu laki-laki bernama Handoko yang masih terlalu kecil untuk diajar mendalang. Menyiasati ini, Rudhi terlebih dahulu diangkat anak oleh mbah Mardi, maka tugasnyalah untuk kelak mengajarkan Handoko ilmu mendalang wayang beber. Untuk sementara, Rudhi yang mengawal tradisi wayang 58 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

beber di tengah kesenian kontemporer yang serba instan semarak. Ketika wayang orang dan wayang kulit membuka pintu bagi macam-macam inovasi, wayang beber Pacitan bertahan di pakemnya. Rudhi pun tak hendak melenceng dari garis.Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta itu memberi alasan, “Saya tidak berani. Saya juga menjaga karena (wayang beber) itu warisan. Kalau diubah-ubah, jangan-jangan saya jual warisan. Warisan harus dijaga,”tukasnya. Dirinyapun berharap, kelak wayang beber benar-benar bisa menjadi ikon Pacitan. Tak hanya itu, bisa menjadi salah satu warisan budaya nasional yang diharapkan bisa lestari dari generasi-ke generasi. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono memfasilitasi upaya sanggar LUNG untuk mematenkannya dalam rekor MURI, sebagai Lukisan wayang beber terpanjang di Indonesia. “Kita harus menghargai sekaligus melestariannya karena wayang beber merupakan warisan budaya asli Pacitan yang masih terjaga keasliannya,” ungkap Ibas. Ibas mengakui, simbol-simbol budaya merupakan cerminan karakter bangsa. Nilai luhur yang tersirat dalam wayang beber tidak sekedar mengilhami kehidupan kita akan romantisme belaka. Namun, juga kesabaran, keramahan, keuletan dan patriotisme. “Simbol-simbul itulah yang akan memberikan filterisasi terhadap westerniasi budaya barat yang terkadang sangat paradox dengan keramahan budaya adat ketimuran,” imbuhnya. Dirinyapun sangat bangga dengan upaya pelestarian


sekaligus pemahaman budaya yang dilakukan senimanseniman muda Pacitan. “generasi muda harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengenali budayanya, mereka merupakan pewaris sekaligus penentu kebangkitan sebuah tradisi,� tegas Ibas.

Sepenggal kisah dalam Wayang Beber Magis Roman Sang Dewi

Sudah hampir 800 tahun roman Joko Kembang Kuning dan Dewi Sekartaji dikisahkan secara anggun di tengah suasana magis, asap dupa, dan restu leluhur. Kisah cinta sejati yang tak pernah salah pilih, siapa pula yang bisa bosan mendengarnya? Sekira tiap satu menit, dalang menggeser layar kertas yang bergambar satu adegan, dengan cara menggulung secara horizontal dari kiri ke kanan. Tangkai layar (sligi) kiri menggulung, sligi kanan membuka layar yang tadinya

kan Identitas

tergulung. Adegan baru terbentang, sligi ditancapkan di ujung kiri dan kanan ampok kayu. Dalang melanjutkan kisahnya. Selama delapan abad, seperti inilah wayang beber dimainkan. Tak ada yang berubah. Layar masih terbuat dari kertas dlancang gedog, cara tutur (tumbung) sama, dan cerita yang diangkat juga selalu sama, yakni roman Joko Kembang Kuning dan Dewi Sekartaji dari Lakon Panji. Wayang yang terhitung langka itu dimainkan pada Rabu malam, 21 Maret 2012, di Bentara Budaya Jakarta. Dibawa dari Pacitan, satu dari dua daerah yang masih mempertahankan wayang beber tradisi. Dalangnya masih muda, Rudhi Prasetyo. Baru 27 tahun usianya. Permainan dalang diiringi lima laki-laki yang memainkan perangkat gamelan. Tidak ada waranggono (perempuan penembang). Cenderung “sepi� dibandingkan pementasan wayang kulit. Ada bokor kemenyan di samping dalang. Di hadapan layar, tersaji nampan berisi nasi, ayam ingkung, telur, kelapa, dan pisang di tengah tebaran mawar merah. Sesajen ini nantinya jadi rebutan penonton begitu acara berakhir. Kisah percintaan Dewi Sekartaji dan Joko Kembang

Kuning itu ringkasnya begini: Dewi Sekartaji, putri Prabu Brawijaya, hilang karena akan dilamar Raden Kelono yang tidak dia sukai karena perangainya kasar. Maka Prabu Brawijaya mengadakan sayembara untuk menemukan Dewi Sekartaji. Hadiah yang dijanjikan bagi pemenang, kalau laki-laki jadi suami Dewi Sekartaji, kalau perempuan jadi saudaranya. Joko Kembang Kuning berhasil menemukan sang Dewi. Raden Kelono tidak terima dengan kenyataan ini, dia malah mengajak Joko Kembang Kuning berperang. Raden Kelono kalah, dan akhirnya Dewi Sekartaji menikah dengan Joko Kembang Kuning. Berbeda dengan dalang wayang kulit yang memainkan satu demi satu tokohnya, dalang wayang beber cukup membentangkan (membeberkan) layar berlukiskan adegan. Satu layar berukuran 4 x 1 meter itu bergambar empat adegan. Hanya satu adegan yang dibuka saat dimainkan, sedangkan tiga lainnya tergulung. Setelah empat adegan selesai diceritakan, dalang mengambil gulungan baru untuk dibeberkan. Demikian seterusnya hingga enam gulungan diceritakan. Wayang beber ini rampung dalam

waktu lebih kurang dua jam. Wayang beber dimulai pada masa Kerajaan Jenggala (sekarang kabupaten Sidoarjo) pada tahun 1223 M, bentuknya masih berupa gambar di daun siwalan (lontar). Ketika Prabu Suryahamiluhur menjadi Raja Jenggala dan memindahkan keraton ke Pajajaran pada 1244, cerita wayang purwa digoreskan di atas kertas. Inilah awal pemakaian kertas untuk wayang beber. Wayang beber kemudian jadi harta pusaka keraton yang turun temurun milik raja-raja Jawa. Ketika pecah pemberontakan Geger Pacinan tahun 1743, Keraton Kartasura direbut pasukan perusuh, dan Pakubuwono II terpaksa mengungsi ke Ponorogo. Para abdi dan kerabat raja berusaha menyelamatkan benda-benda pusaka keraton, di antaranya kotak-kotak yang berisi wayang beber. Kotak wayang beber itu ada yang dibawa ke arah timur hingga Karangtalun dekat Pacitan, dan ada yang diselamatkan jauh ke barat daya hingga ke Giring, Gelaran Wonosari di Gunung Kidul. Dua tempat inilah yang hingga sekarang masih mempertahankan wayang beber tradisi yang dimainkan persis seperti dulu. Frend Mashudi Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 59


Seni dan Budaya

Mbah Kusnan, Pengrajin Gamelan Asli Ponorogo

Layani Pesanan Dalam da

Siapa tidak kenal dengan Mbah Kusnan, Warga Kelurahan Paju, Kecamatan Paju, Kabupaten Ponorogo. Dialah sososk seorang lelaki pecinta gemelan yang telah berumur. Rautnya sendu, keramahan jelas terpancar dari setiap ejaan sapaannya. Tatapan mata tajam, namun tak sedikitpun mengisyaratkan kesombongan. Di sela bicaranya, tawa renyah menghias, seakan tak habis kebanggaan dengan masa tuanya. Sebagai seorang seniman yang masih mempertahankan kesenian nusantara, yakni gamelan asli dari Jawa Timur, sepantasnyalah Kusnan bangga serta merasa hidupnya tak sia-sia. Berangkat dari hobi dan kecintaan terhadap gamelan, membuat Kusnan tak merasa jenuh jika setiap hari harus bergumul dengan seperangkat alat musik Jawa tersebut.

G

amelan yang telah menyatu dengan dirinya itu ditekuni mulai tahun 1963.  Pada waktu itu Kusna masih duduk di bangku SMP,  saking cintanya Kusnan sangat tekun dan getol bekerja dan mempelajari alat kesenian itu.  Upaya tekun dan rajinnya berbuah manis, sehingga pada tahun 1980, dengan semua keahlian dan hobi yang dimiliki, Kusnan mampu mandiri. Yakni, mendirikan rumah di wilayah Paju Ponorogo. Alat gamelan buatan Kusnan diberi 60 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

nama  Ponowirogo, yang berarti dari Ponorogo. Untuk saat ini, satu set gamelan  pelog-slendro  dapat diselesaikan dalam jangka waktu 20 hari. Mbah Kusnan, dibantu 5 orang pekerjanya. “Jika kita mngerjakan dengan rasa cinta semua akan mudah,” tandasnya. Kusnan selalu memberi motivasi pada pekerjanya, bahwa sesuatu yang dilakukan ini semata-mata karena rasa peduli terhadap kesenian lokal. Satu set gamelan terdiri dari banyak jenis, seperti diantaranya Gong Barong, Gong Penerus,

Gong Kenong, Gong Kempul, Gong Saron Peking, Slentem, Gender Gambang, Kendang dan masih banyak lagi. Menurut Kusnan, jenis gamelan yang paling sulit dilakukan adalah jenis  Gong Gede.  Lantaran, ukuran yang besar saja, sehingga harus membutuhkan waktu 3 hari lamanya. Menurut Kusnan seorang pembuat gamelan tidak perlu keahlian khusus. Yang lebih dibutuhkan sebenarnya adalah cinta dan kesadaran akan kesenian lokal. “Yang butuh keahlian itu hanya waktu


an Luar Negeri penyetelan suara saja. Kalau pembuatannya tidak perlu,” Tuturnya. Penjualan Kusnan tidak terbatas dalam kota saja, namun juga luar kota, bahkan seluruh Indonesia. Bahkan juga ke luar negeri. Saat ini pihaknya juga mengerjakan pesanan 100 unit Gong atau Gamelan dari Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sugiri Sancoko. Menurut Mbah Kusnan, Politisi dari Partai Demokrat yang merupakan putra daerah asli Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung tersebut sengaja memesan gamelan kepada dirinya karena Sugiri kagum dengan semangat Mbah Kusnan melestarikan budaya adiluhung. Hal ini juga dapat dibanggakan sebagai prestasi nomor satu. Kusnan membedakan gamelan buatannya menjadi 2, yakni jenis besi dan jenis kuningan. Jenis besi per satu set dijual dengan harga Rp. 40 juta. Dan yang terbuat dari kuningan Rp. 150 juta. Pihak lain yang

pernah pesan kepada dirinya adalah Marjuki, wakil ketua DPRD Ponorogo dan beberapa pihak lain. Edhie Baskoro Yudhoyono melihat kerajinan ini sebagai potensi yang harus dilestarikan. Tak hany itu, Anggota DPR RI asal Dapil VII Jawa Timur ini menilai jenis usaha seperti ini harus terus didorong agar semakin mandiri dan mampu bersaing dengan usaha serupa di wilayah lainnya. Untuk itu, Ibas sapaan akrabnya memberikan bantuan modal usaha untuk Mbah Kusnan lewat Tim EBY di Kabupaten Ponorogo. "Semoga bantuan

tersebut bisa membantu Mbah Kusnan dalam menjalankan usahanya," tegas Ibas di Jakarta. Bantuan diserahkan langsung oleh Hery Punomo selaku Koordinator Kabupaten Tim EBY Ponorogo yang diterima langsung oleh Mintuk, isteri Mbah Kusnan, Kamis (5/7). Turut menyaksikan penyerahan bantuan adalah Edy Tri Witjahjono selaku Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Ponorogo dan Anggota TIM EBY Ponorogo. Mbah Kusnan saat penyerahan bantuan masih berada di luar kota karena mengirim pesanan goong gamelan. “Alhamdulilah dan matur suwun ternyata Mas Ibas sangat peduli kepada kami,” ungkap Mintuk didampingi dua anaknya, Nuning dan Rahayu serta cucu-cunya kepada Sinergis. Dalam 1 tahun minimal Kusnan dapat menjual 6 set gamelan, itu bisa dikatakan paling sepi. Dalam hal produksi permodalan, ia tidak perlu khawatir karena telah dibantu oleh pihak perbankkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), jadi untuk pengadaan bahan selama ini Kusnan tak perlu cemas. “Program-program Pro Rakyat seperti halnya KUR ini sangat membantu kelangsungan usaha kami, hal ini perlu dilanjutkan,” tukas Kusnan. Pada tahun 1991, Kusnan pernah mendapat penghargaan dari Smithsonian Institution Office Folklife Programs Amerika Serikat. Dalam acara yang bertajuk, Festival Kesenian Daerah. Ia diundang ke Amerika selama 1 bulan. Penghargaan itu diberikan atas partisipasinya dalam menjaga dan melestarikan alat musik kesenian daerah. “Jangan kalah dengan Amerika, karena di sana gamelan juga salah satu pelajaran sekolah,” pintanya penuh harapan.  Muh. Nurcholis

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 61


Program Pro Rakyat

P

Berlapisnya Program untuk Rakyat Miskin

emerintah menempatkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama. Program dilakukan secara berlapis sehingga mendorong rakyat miskin dapat mandiri. Hasilnya telah terbukti dengan berkurangnya angka kemiskinan dari 16,7 persen pada 2004 menjadi 12,49 persen pada 2011. Begitu juga angka pengangguran berkurang dari 9,9 persen pada 2004 menjadi 6,8 persen 2011. Program yang dilakukan secara berlapis ini dibagi menjadi empat klaster, yakni Bantuan dan Perlindungan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, Kredit Usaha Rakyat, dan 6 Sasaran Program lainnya.

Klaster 1: Bantuan dan Perlindungan Sosial. Klaster 1 diibaratkan sebagai ikan. Melalui program ini Pemerintah memberikan bantuan pada masyarakat miskin atau rumah tangga sasaran (RTS) berupa : o Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran BOS tahun 2011 sebesar Rp. 16, 4 triliun. o Beras bersubsidi atau beras untuk rumah tangga miskin (raskin) 15kg/RTS/bulan dengan harga Rp. 1.600/kg o Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM). Setiap RTSM mendapat Rp. 600.000 – Rp. 2,2 juta per tahun.

62 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

PKH tahun 2011 terdiri dari 25 provinsi dan 115 kabupaten/kota. Anggaran PKH tahun 2011 sebesar Rp. 1,610 triliun. Kesehatan Masyarakat o Jaminan (Jamkesmas) untuk berobat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit kelas III milik pemerintah. Tahun 2010 peserta Jamkesmas diperluas kepada gelandangan dan napi. Selain Jamkesmas diberikan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp. 100 juta/Puskesmas/tahun. Anggaran Jamkesmas 2011 sebesar Rp. 6,3 triliun. o Bantuan sosial untuk pengungsi/korban bencana. o Bantuan untuk penyandang cacat Rp. 300 ribu/bulan. o Bantuan untuk lanjut usia (lansia) terlantar Rp. 300 ribu/bulan.


Program Pro Rakyat

Klaster 2: Pemberdayaan Masyarakat. Klaster 2 diibaratkan sebagai kail. Melalui program ini Pemerintah melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. o Dilaksanakan oleh 13 Kementerian dan 1 Lembaga. o Anggaran PNPM 2011 sebesar Rp. 10,3 triliun.

Klaster 3: Kredit Usaha Rakyat. Klaster ini diibaratkan sebagai perahu. Melalui program ini, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 19 Bank, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, Bank BTN, Bank DKI, Bank Nagari, Bank Jabar-Banten, Bank Jateng, BPD DIY, Bank Jatim, Bank NTB, Bank Kalbar, BPD Kalsel, Bank Kalteng, Bank Sulut, Bank Maluku, dan Bank Papua. o Pemerintah memberikan jaminan melalui PT. Asuransi Kredit Indonesia (PT. Askrindo) sebesar Rp. 2 triliun/tahun. KUR tahun 2010 telah dikucurkan Rp. 17,4 triliun. o KUR Rp. 20 juta diberikan tanpa agunan. o Persyaratan: memiliki usaha tetap, KTP, KK dan Keterangan Usaha dari desa/kelurahan. o KUR untuk TKI dengan kredit maksimal Rp. 60 juta. KUR untuk perkebunan diberikan waktu hingga 13 tahun.

o Setiap kecamatan memperoleh dana hingga Rp. 3 miliar. o Untuk tahun 2011, sasaran yang akan dicapai 6.622 kecamatan. Tahun 2010 mencakup 6.321 kecamatan, tahun 2009 mencakup 6.408, tahun 2008 mencakup 3.988 kecamatan.

Klaster 4: Sasaran Program Lainnya Sebagian dari Klaster 4 ini dilaksanakan mulai 2011 dan efektifnya mulai tahun 2012 yang meliputi 6 sasaran, yakni: o Program Rumah Sangat Murah & Murah o Program Angkutan Murah Pedesaan o Program Air Bersih Untuk Rakyat

o Program Listrik Murah dan Hemat o Peningkatan Kehidupan Nelayan

o Peningkatan Kehidupan Masyarakat Miskin Perkotaan Sumber: Media Komunikasi Rakyat

Bertindak

Untuk

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 63


Wirausaha Pelantikan HIPWI FKPPI

Kementerian Koperasi dan UKM Lirik Kalangan Muda

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Pusat HIPWI FKPPI yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2012 di Jakarta. Foto. fkppi.or.id

Jakarta, SINERGIS Indonesia membutuhkan sedikitnya empat juta wirausaha untuk mendukung sektor perekonomian bangsa agar lebih tangguh di masa depan. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa belum lama ini menyebutkan, jumlah wirausaha yang ada saat ini masih sekitar 1,56 persen dari jumlah penduduk, padahal idealnya minimal dua persen atau sekitar empat jutaan wirausaha. "Kita masih tertinggal dibanding negara tetangga, seperti Malaysia yang jumlah wirausahawannya di atas tujuh persen dari total penduduk. Belum lagi negara maju yang jumlahnya lebih banyak lagi," katanya dikutip situs antaranews.com. Nampaknya untuk meningkatkan wirausahawan di Indonesia, tengah diupayakan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop & UKM. Dengan tumbuhnya jiwa entrepreneur di kalangan generasi muda, maka roda perekonomian terus akan bergerak sehingga ekonomi nasional bisa diselamatkan dari krisis. Pernyataan ini disampaikan Menkop & UKM, Syarief Hasan

64 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

ketika berbicara pada Pelantikan Himpunan Pengusaha & Wiraswasta Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan ABRI (HIPWI FKPPI) dan Gerakan Mahasiswa & Pelajar FKPPI di Jakarta, Minggu (10/6). Menurutnya, jiwa kewirausahaan harus ditumbuhkembangkan untuk menggerakkan perekonomian nasional sehingga kemiskinan bisa dientaskan. "Menjadi wirausaha itu identik dengan generasi muda. Pemuda biasanya suka tantangan. Makanya untuk menjadi wirausaha yang inovatif harus siap menghadapi tantangan," katanya. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini melanjutkan, untuk membangkitkan jiwa kewirausahaan ini kementrian yang dipimpinnya perlu melakukan sinergi dengan lembaga yang punya segmen khusus bergerak di bidang perekonomian. "Ini ibaratnya pucuk di cinta ulampun tiba. Lama dinanti akhirnya tiba juga," ucapnya. Syarief menjelaskan salah satu indikator negara maju adalah dengan banyaknya jumlah usahawan. Ia mencontohkan Singapura yang jumlahnya

mencapai 7 persen dan Amerika Serikat dengan 12 persen dari total jumlah penduduknya. "Kita juga mengarah ke sana dengan program pemerintah seperti kredit usaha rakyat (KUR) dan mengembangkan koperasi," ucapnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum HIPWI FKPPI Hariara Tambunan mengatakan bahwa pembangunan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga seluruh elemen masyarakat. Karenanya kata dia, perlu dilakukan jalinan kemitraan antar-lembaga. "Ini merupakan amanah yang harus dilakukan demi cita-cita kita bersama," katanya. HIPWI sendiri kata Hariara berkomitmen untuk membantu perekonomian daerah dengan cara membentuk koperasi. Apalagi kepengurusan HIPWI mencakup seluruh kecamatan yang ada di Indonesia. "FKPPI memiliki sumber daya manusia yang besar. Tak hanya sampai Sabang-Marauke saja tapi kami ada hingga kecamatan. Potensi ini sangat besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat," ucapnya.


Wirausaha

Menteri Koperasidan UKM, Syarief Hasan saat melantik Pengurus HIPWI FKPPI di Jakarta. Foto. fkppi.or.id

Pemerintah Minta Hipwi FKPPI Proaktif

Pemerintah meminta Himpunan Pengusaha dan Wiraswata Forum Komunikasi Putra-Putri ABRI (Hipwi-FKPPI) proaktif terlibat dalam pembangunan nasional. Upaya pemerintah untuk menyejahtera rakyat serta mendongkrak pertumbuhan perekonomian tak akan maksimal tanpa dukungan komponen bangsa, seperti Hipwi-FKPPI. "Ini ibaratnya pucuk di cinta ulampun tiba. Sesuatu yang dinantikan akhirnya tiba juga," demikian Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarifuddin Hasan menambahkan. Syarief terang - terangan meminta Hipwi bisa mengawal pemerintah untuk membangun perekonomian masyarakat khususnya di kelas bawah. Ketersebaran FKPPI melalui Hipwi di daerah membuka peluang mengembangkan jaringan usaha, diantaranya industri rumah tangga dan sebagainya. "Kementerian Koperasi dan UKM juga bersedia membantu kawan-kawan HIPWI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Syarief. Syarief meyakini anggaran Kementerian Koperasi dan UKM yang tidak sebesar dengan kementerian lain masih bisa menopang dan membantu program - program UKM, apalagi di kawasan perbatasan negara Indonesia dengan negara tetangga.

Bangkitkan Jiwa Kewirausahawan Tahan Krisis

Sementara itu, Hariara Tambunan menegaskan, Hipwi berkomitmen untuk membantu perekonomian daerah dengan cara membentuk koperasi. Dan HIPWI juga siap mengawal program pemerintah dalam rangka membangkitkan perekonomian nasional. "Dalam waktu dekat temanteman HIPWI akan dibentuk hingga ke daerah. Karena dengan dibentuknya HIPWI diharapkan mampu membangkitkan ekonomi kerakyatan misalnya soal pembentukan UKM dan koperasi," yakin dia. Hariara melanjutkan, jika ekonomi kerakyatan kuat maka Indonesia mampu menghadapi gunjangan krisis. Dia menambahkan, Hipwi punya potensi besar untuk memberdayakan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. "FKPPI memiliki sumber daya manusia yang besar. Tak hanya sampai Sabang-Marauke saja tapi kami ada hingga kecamatan. Potensi ini sangat besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat," kata Hariara. Untuk itu, dengan mendapatkan kepercayaan memimpin HIPWI, dia berkomitmen memberdayakan potensi untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Memang, diakuinya, untuk mewujudkan itu merupakan tantangan besar bagi dirinya.

Wirausahawan Muda Optimalkan Petensi Daerah

Hal yang sama diungkapkan Edhie Baskoro Yudhoyono yang juga aktif di Dewan Pertimbangan

GM FKPPI. Menurutnya, potensi kaum muda di Indonesia belum secara maksimal ditumbuhkembangkan. Padahal menurut Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro, kreatifitas dan inovasi kaum muda di Indonesia kerap mengharumkan nama baik Indonesia di pentas internasional. Untuk itu, Ibas yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industir (Kadin) Indonesia bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni, Budaya dan Olahraga mendorong sinergitas kaum muda dan pemerintah untuk menjawab tantangan pembangunan ekonomi nasional. "Kaum muda harus mampu menjawab tantangan pembangunan baik nasional maupun global. dan untuk menjawab tantangan ini, harus ada sinergitas kaum muda bersama pemerintah. Kreatifitas harus dikonkritkan dengan berwirausaha," ujar politisi muda ini. Ibas juga berharap, HIPWI FKPPI ke depan mampu menularkan semangat berwirausaha sampai ke pelosok daerah sehingga potensi sumber daya alam dan manusia di daerah bisa dikelola secara optimal. "Wilayah Indonesia begitu luasnya dengan sejumlah potensi sumber daya alam yang belum sepenuhnya dimafaatkan. Mari kita tularkan semangat ini agar daerah juga mampu menggerakkan roda perekonomiannya," harap anggota Komisi I DPR RI ini. Seperti diketahui, Edhie Baskoro merupakan salah satu politisi muda asal Dapil VII Jawa Timur yang peduli dengan pengembangan potensi kaum muda. Di Dapil VII Jawa Timur yang meliputi wilayah Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi ini, Ibas berkosentrasi mengangkat potensi-potensi kaum muda. Salah satunya dengan memberikan dorongan pementasan Wayang Beber di Kabupaten Pacitan untuk memecahkan rekor MURI, yaitu dipentaskan sepanjang 80 meter. David Christian

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 65


DPP Partai Demokrat Sukses Selenggarakan Pelatihan Komunikasi Publik Angkatan Ketiga Jakarta, SINERGIS Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono membuka Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga, Rabu, 23 Mei 2012. Pelatihan tersebut dilaksanakan 23-27 Mei 2012 di lantai ke-8, Sekretariat DPP-PD, Graha Kramat VII, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat. Anas Urbaningrum dalam arahannya mengatakan, Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga hendaknya bisa mengikuti kesuksesan alumni angkatan pertama dan kedua. Peserta angkatan I dan II kini mulai terlihat mampu menerapkan materi yang dipelajari dalam berkomunikasi. Meskipun para alumni angkatan I dan II tetap masih dalam pendampingan selama satu semester. Anas juga mengingatkan, para lulusan pelatihan komunikasi publik akan memakai brevet (tanda penghargaan) berbentuk pin berwarna emas. Brevet tersebut adalah sebagai pertanda bahwa para peserta diharapkan mampu menjadi komunikator yang handal, tangkas, dan simpatik. Tak hanya itu, pelatihan komunikasi publik adalah persyaratan bagi kader untuk menjadi calon legislatif di tingkat pusat. Anas menyatakan dengan gamblang, semua partai termasuk PD tentulah ingin menang Pemilu. Pada Pemilu 2004, PD berhasil meraih 7,5 persen suara 66 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono saat memberikan pembekalan utama pada kader PD dalam Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD di Palace Hotel, Cipanas, Minggu, 15 April 2012. Foto: demokrat.or.id/Omar

dan pada 2009 memenangkan Pemilu dengan suara hampir 21 persen. PD menjadi juara pertama sekaligus kembali mendudukkan kader terbaiknya, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI di periode kedua. Kader-kader PD menguasai posisi eksekutif dan legislatif pusat dan daerah. Konsekuensinya, PD menjadi partai paling diperhitungkan. “Rumus di mana pun, pada partai terbesar; partai berkuasa maka serangan politik kepadanya pasti lebih kencang dan keras ketimbang partai lain. Hal ini bukan semata dalam konteks kompetisi politik tetapi memang alamiah dalam dinamika politik. Partai Pemerintah pasti lebih diserang daripada partai di luar Pemerintah,” Anas menegaskan.

Terkait hal itu, Anas meminta, agar para kader PD mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar bisa melakukan komunikasi publik yang memadai. Para kader harus mampu membela kebijakan dan langkah-langkah Pemerintahan yang dipimpin Presiden SBY. Para kader harus mampu menjernihkan pemahaman; memberi kejelasan; mengklarifikasi bahkan kalau perlu melawan serangan. Para kader juga harus membela posisi dan eksistensi partai. Anas memaklumi jika serangan terhadap PD saat ini makin hebat karena PD adalah partai terbesar. “Kalau tidak ingin diserang, jadilah partai kecil. Kalau partai besar apalagi terbesar, pasti diserang dengan serius,” kata Anas sembari menegaskan, karena itu


Ki l a s D P P D e m o k r a t kemampuan komunikasi para kader harus makin mumpuni. Anas meminta, meskipun para kader yang mengikuti pelatihan adalah kader utama sehingga sudah punya kemampuan komunikasi publik yang baik tetapi hendaknya mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. “Ilmu butuh pemutakhiran. Mari anggap pelatihan ini sebagai penyegaran dan pemutakhiran kemampuan karena pasti tidak ada juga yang kemampuan komunikasinya 100 persen,” kata Anas. Harapannya, seluruh materi ajaran dalam pelatihan ini bisa juga disampaikan para alumni kepada para kader hingga tingkat DPC karena kebutuhan komunikasi publik di daerah tidak kalah penting dengan pusat atau provinsi. “Pelatihan ini adalah salah satu modal untuk kemenangan di Pemilu 2014. Maka mari kita mulai dengan niat baik, kesungguhan, dan cita-cita besar. Semoga Tuhan Yang Mahabaik meridhoi perjuangan kita,” kata Anas. Pelatihan berupaya menggali potensi dan memaksimalkan kinerja serta performance kader Partai Demokrat. Meningkatkan kredibilitas dan integritas partai serta para kader. Meningkatkan wawasan pengetahuan dalam mengembangkan strategi kehumasan dan komunikasi pemasaran. Sementara iti, Sekretaris Jenderal partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menambahkan, pelatihan yang sama akan terus dilaksanakan oleh DPP PD bagi semua kader baik ditingkat pusat maupun di daerah. Menurut politisi muda ini, tantangan politik ke depan yang semakin dinamis harus diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. "Masyarakat akan terus menilai

dan mengevaluasi mana politikus yang berkualitas termasuk partai yang berkualitas. Karena identitas partai juga dinilai dari kinerja dan kemampuan kaderkadernya bersosialisasi dengan masyarakat, sepantasnyalah kita memaksimalkan kemampuan kader Demokrat dengan pelatihan-pelatihan sepeeti ini" tambah Ibas. Anggota DPR RI ini juga berharap, dengan adanya pelatihan ini, ke depan kader Demokrat akan semakin tangguh dan trampil dalam berpolitik.

Ketua Komwas Partai Demokrat Tutup Pelatihan

Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat TB Silalahi menutup Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga di Sekretariat DPP-PD, Graha Kramat VII Jakarta. Sebelumnya TB Silalahi didampingi Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto dan Ketua Divisi Komunikasi DPP-PD Andi Nurpati menyerahkan sertifikat dan menyematkan brevet (tanda penghargaan) berbentuk pin berwarna emas kepada empat perwakilan peserta. Sebelum menutup pelatihan, TB Silalahi mengatakan, ia sering mengikuti pendidikan karena pendidikan adalah jalan menuju keberhasilan. Tidak seorang pun akan mencapai posisi penting tanpa pelatihan atau pendidikan. TB Silalahi, yang juga Sekretaris Dewan Kehormatan PD, berharap para lulusan nantinya bisa membawa nama baik PD. Para kader harus bisa membawa PD memenangkan Pemilu. Para kader hendaknya menjadi calon permimpin baru atau komunikator PD yang handal, tangkas, dan simpatik. Para kader akan menjadi komunikator yang bersih, cerdas, dan santun dalam berkomunikasi. Diingatkannya pula agar para peserta pelatihan tidak cepat puas dengan ilmu yang didapatkan.

Karena tidak ada seorang pun yang boleh berhenti belajar. Sebelumnya, Toto Riyanto menyampaikan, pelatihan digelar selama lima hari 23-27 Mei 2012. Ada 16 sesi atau 25 jam pelajaran yang mencakup 14 materi. Jumlah narasumber 10 orang. Ada pula 4 sesi kelas praktek meliputi simulasi talk show, press conference dan door stop. Jumlah peserta pelatihan mencapai 54 orang. Ketua Komisi Pengawas TB Silalahi, Direktur Eksekutif DPPPD Toto Riyanto berfoto bersama para peserta Pelatihan Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga. (iwan k) Hasil evaluasi, para peserta berkomentar positif dari manfaat pelathan. Kapasitas peserta untuk menjadi komunikator juga sangat memadai, tinggal meningkatkan “jam terbang” saja. Para peserta juga mulai menyadari betapa pentingnya penggunaan sarana internet dan sosial media dalam berpolitik. Usai TB Silalahi menutup acara, para peserta dan panitia memanjatkan doa bersama-sama; memohon pertolongan Tuhan Yang Mahabaik. Selanjutnya diadakan sesi foto bersama; mengabadikan berakhirnya sebuah pelatihan; awal dari sebuah perjuangan. David Christian/demokrat.or.id Ketua Komisi Pengawas PDTB Silalahi menyematkan brevet kepada Anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman, salah satu lulusan Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga. Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto menyaksikan "ritual" tersebut. (iwan k) Ketua Komisi Pengawas TB Silalahi, Direktur Eksekutif DPPPD Toto Riyanto berfoto bersama para peserta Pelatihan Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga. David Christian/demokrat.or.id Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 67


Kila s DPP Demo k r a t Hasil Survei Asia Pasific Assosiation of Political Consultans (APAPC) :

Partai Demokrat Masih Berada di Posisi Teratas Jakarta, SINERGIS Hasil survei sejumlah lembaga survei di Indonesia yang menyebutkan suara Partai Demokrat turun drastis lantaran tersaingi oleh beberapa partai politik (Parpol) seperti, PDI P dan Golkar, kembali terbantahkan. Lembaga internasional yang bebas dari kepentingan politik di Indonesia, Asia Pasific Assosiation of Political Consultans (APAPC) baru-baru ini merilis hasil temuannya yang menyebutkan Partai Demokrat masih berada di urutan teratas dan mayoritas publik di Indonesia masih menaruh harapan yang besar kepada partai yang lahir di era reformasi ini. Hasil survei APAC dipublikasikan di www.apapc.com. Mereka melakukan survei selama Juni 2012 dengan responden sekitar 2.000 orang, dengan pola tatap muka dan wawancarai di 17 provinsi di Indonesia. Hasil survei APAC menyimpulkan, Partai Demokrat berada di posisi teratas 19,0 persen. Kemudian di posisi kedua, PDI Perjuangan memperoleh suara 17 persen yakni naik empat persen dari survei sebelumnya pada Maret 2012. Sedangkan, Partai Golkar yang perolehan suaranya stabil 16 persen jadi melorot dari posisi kedua menjadi posisi ketiga. Kemudian, Partai Gerindra berada di posisi keempat dengan perolehan suara enam persen. Berikutnya, PKS dan PAN masingmasing memperoleh empat persen suara serta Partai Nasional Demokrat memperoleh dua persen suara. Hal itu diungkapkan dalam jejak pendapat APAPC tentang hasil survei terbarunya mengenai 68 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

partai politik yang diunggulkan pada pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang. Diketahui, APAPC adalah sebuah organisasi internasional yang tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan demokrasi. Lembaga APAPC menugaskan Roy Morgan Riset untuk menyediakan sebuah monitor politik netral bulanan kepada media dan masyarakat Indonesia. Menanggapi hal ini, Sekretaris Jendral partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono yang biasa disapa Ibas mengatakan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa eksistensi Partai Demokrat masih mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Namun demikian, Ibas mengingatkan bahwa hasil survey tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh kader Partai Demokrat agar semakin giat meningkatkan kinerjanya. "Ini bukti bahwa Partai Demokrat masih menjadi bagian dari masyarakat. Untuk itu, penting bagi seluruh kader Demokrat terus melakukan konsolidasi dan berupaya memaksimalkan kerjanya

khususnya yang berorientasi pada program-program yang langusng bersentuhan dengan masyarakat," ujar politisi muda ini. Sebelumnya, Lembaga Kajian Centre For Strategic and International Studies (CSIS) yang menduduki peringkat tiga di Asia-Pasifik dalam survei University of Pensylvania Amerika Serikat tahun 2011 ini juga merilis hasil survei. dalam rilisnya, Partai Demokrat mendapatkan kepercayaan publik teratas dengan persentase 12,6 persen. Partai Golkar di posisi kedua dengan dukungan sebesar 10,5 persen, sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mendapat dukungan 7,8 persen, berada di posisi ketiga. PKB, PKS, Gerindra, PPP, dan PAN masingmasing menempati posisi keempat hingga kedelapan, dengan kisaran penurunan 0,54 persen hingga 4,78 persen. Partai Hanura mendapat kemerosotan dukungan dengan hanya mendapat 0,7 persen. David Christian


K i la s D P P D e m ok r a t

Ketua DPC Partai Demokrat seWilayah Nyiur Melambai Dilantik Manado, SINERGIS Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Sulawesi Utara masa bakti 2011-2016 resmi dilantik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Pelantikan dilakukan Ketua Umum, Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Sintesa Peninsula Manado, Jumat (25/5/2012) malam. Ketua Umum, Anas Urbaningrum menyampaikan arahan dalam pelantikan ini dan agar

masing-masing DPCPD Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Timur, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Talaud, Kabupaten Sangihe, Kota Manado, Kota Bitung DPC kota Tomohon dan DPC-PD Kota Kotamobagu.

Ketua DPD PD Sulut GS Vicky Lumentut bersama ribuan kader Partai Demokrat di Manado terlihat solid dan antusias berjalan bersama menuju lapangan olahraga Megamas sebagai lokasi finish Jalan Sehat, Sabtu (26/5) pagi. Jalan sehat tersebut dimulai di Lapangan Sparta Tikala Manado dan selesai di Lapangan Basket Megamas, Bolevard Manado, dengan melewati beberapa ruas jalan di kota Manado. Kegiatan di Megamas diikuti

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono mendampingi Ketua Umum Anas Urbaningrum saat pelantikan DPC Partai Demokrat se-Provinsi Sulawesi Utara. Selain pelantikan, Sekjen dan Ketum juga mengikuti jalan sehat di Kota Manado. Foto. Dok. EBY Team

seluruh kader Partai Demokrat di Sulawesi Utara semakin memperjelas, memperterang dan mempekuat keyakinan bahwa di ‘bumi nyiur melambai’ Partai Demokrat makin besar dan makin diterima oleh rakyat. “Kekompakan, kebersamaan dan semangat soliditas para kader yang ditunjukkan pelantikan secara bersama atau kolektif ini adalah suatu etape penting bagi Partai Demokrat di Sulut untuk makin menunjukkan eksistensi peran dan kiprahnya,” kata Anas. Pengurus DPC yang dilantik

Ribuan Warga Semarakkan Jalan Sehat Partai Demokrat di Manado Sementara itu, Ribuan masyarakat Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) antusias mengikuti jalas sehat bersama yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulut. Sekretaris Jendertal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut serta dalam kegiatan ini mendampingi Ketua Umum, Anas Urbaningrum.

dengan serangkaian kegiatan penarikan kupon berhadiah dengan hadiah utama satu unit rumah. Nama-nama pemenang yang berhasil diundih panitia akan dipublikasikan panitia di media massa. David Christian Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 69


Kila s DPP Demo k r a t

Ibas Dukung Potensi Danau Linaw dan Rumah Panggung Woloan Tomohon, SINERGIS Nama Danau Linaw tidak asing lagi bagi masyarakat Kota Tomohon dan wilayah disekitarnya. Namun, tidak demikian bagi masyarakat di luar wilayah tersebut. Untuk itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya dan Olah Raga, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan, pesona keindahan Danau Linaw perlu dipromosikan secara optimal agar mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini dikatakan Ibas saat berkunjung ke Danau Linaw bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum beberapa waktu lalu. Politisi muda ini mengungkapkan, sektor pariwisata bisa menjadi sektor andalan untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. Untuk itu, Ibas mendorong pemerintah setempat agar memaksimalkan sektor pariwisata di Kota Tomohon. Linaw merupakan danau yang unik dan sering disebut danau tiga warna. Danau ini terletak di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Disebut demikian karena bila terpancar sinar matahari, warna air di permukaannya bisa tampak kuning, hijau dan merah. Namun, warnanya kini sudah lebih dari tiga warna. Tiga warna itu karena pengaruh warna belerang. Warnanya lebih dari tiga. Saat matahari tepat di atas permukaan danau, 70 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

terlihat warna hijau tua, hijau muda, biru, kuning, orange dan putih. Hampir seperti warnawarna pelangi. Lokasi danau ini dulunya adalah kawah gunung berapi. Menurut cerita turun temurun dari orang-orang tua di wilayah itu, danau ini dulunya kawah. Namun setelah proses alam ribuan tahun menjadi danau. Danau yang luasnya sekitar 46 hektare dengan kedalaman mencapai 36 meter ini, menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Sulawesi Utara. Keunikannya membuat sejumlah wisatawan domestik dan internasional tertarik untuk mengunjungi objek wisata ini. Berbagai kegiatan fotografi seperti prewedding juga marak dilakukan di kawasan ini. Untuk masuk ke kawasan ini tamu lokal, nasional ataupun internasional mendapat beban yang sama. Biaya masuk anakanak maupun dewasa Rp 20.000 per orang. Kawasan wisata

ini terdiri dari pemandangan di sekitar danau, pondok peristirahatan, hutan pinus, air panas belerang untuk berendam kaki atau mandi dan kafe yang menyiapkan aneka makanan dan minuman. Sebelumnya, Didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Uyara, Vicky Lumentut, Ketua DPC Manado Morris Korah dan sejumlah pengurus DPD dan DPC, Anas dan Ibas, panggilan akrab untuk Edhie Baskoro Mengunjungi Danau Linow dan Danau Tondano. Anas mengaku sangat terkesan dengan potensi wisata alam dan kuliner Minahasa. “Pariwisata di Sulut terutama Minahasa sangat berpotensi karena didukung pemandangan dan kuliner yang bagus. Saya dan Sekjen porsi makanan hari ini lebih besar dari biasanya,� tutur Anas kepada sejumlah wartawan saat selesai menikmati makan siang di rumah makan Paleloan di tepi Danau Tondano.


K i la s D P P D e m ok r a t

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum Anas Urbaningrum saat meninjau sentra produksi rumah panggung di Woloan Kota Tomohon. Dok. EBY Team

Rombongan DPP Partai Demokrat sedang menikmati kuliner khas Minahasa di restoran Lour Danau Tondano yang terletak di pinggiran Danau Tondano. Dok. EBY Team

Sentra Produksi Rumah Panggung Woloan Tomohon

Di Woloan, ada yang menarik perhatian rombongan. Selain disambut dengan tarian adat khas Minahasa, Cakalele, Edhie Baskoro berkesempatan meninjau pusat pembuatan rumah panggung di lokasi ini. Kelurahan Woloan merupakan sentra industri pembuatan rumah panggung yang sudah terkenal bahkan sampai ke mancanegara. Untuk memproduksi rumah panggung, jenis kayu yang digunakan diataranya kayu jati, kayu besi, kayu kamper, kayu borneo, dan lain sebagainya. Di Indonesia, industri pengerajin rumah Kayu masih bisa kita temui di berbagai daerah, salah satunya di provinsi Sulawesi Utara. Terdapat beberapa daerah sentra industri Rumah Kayu, akan tetapi yang sudah lebih dikenal pasar yakni Woloan Tomohon dan Mokobang Kabupaten Minahasa Selatan. Di Kota Tomohon sendiri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat mendukung penuh pelestarian kebudayaan Rumah Kayu. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut dan Kota Tomohon melatih

pengrajin rumah panggung Kelurahan Woloan sehingga mampu meningkatkan kualitas produksi rumah panggung yang dihasilkan. Beberapa waktu lalu seperti yang dilansir Antara, Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Industri Kecil Menengah (FPIKM) Disperindag Sulut, Nico Rambitan mengatakan bahwa kualitas sangat penting dalam upaya meningkatan usaha pengrajin, karena itu diharapkan dengan pelatihan peningkatan teknologi proses finishing produk kayu dapat lebih meningkatkan usaha para pengrajin rumah panggung di Woloan Tomohon. Industri pembuatan Rumah Kayu ini merupakan salah satu primadona untuk meningkatkan investasi di Tomohon. Salah satu pasar potensial untuk Rumah Panggung Tomohon, yakni Eropa, karena tingginya permintaan yang datang dari beberapa negara dari kawasan itu. Beberapa negara yang sudah pernah membeli rumah panggung Woloan di antaranya Swedia, Belanda, Spanyol dan beberapa negara lainnya. Butuh perhatian serius untuk melestarikan budaya Rumah Panggung ini, untuk itu butuh

langkah serius dan konkrit dari pemerintah dan masyarakat. Dibalik manisnya industri Rumah Panggung, terdapat kendala yang membuat dilema para pelaku industri. Salah satu kendala pengembangan industri ini adalah kesulitan mendapatkan bahan baku kayu. Agenda rombongan kemudian terus ke Danau Linow. Di tempat ini rombongan beristirahat cukup lama sambil menikmati makanan ringan dan pemandangan Danau Linow. Kemudian perjalanan kembali ke Kota Tomohon dan rombongan DPP melaksanakan sholat di Mesjid Matani. Selesai sholat rombongan menuju Desa Paleloan untuk makan siang, Agenda menarik lainnya, berkunjung ke Kabupaten Minahasa dan makan siang di Restauran Lour Danau Tondano, Kelurahan Paloloan Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, puji kuliner Minahasa. Menurut Anas, masakan ikan air tawar dari Danau Tondano rasanya enak. “Kulinernya enak, saya puas makan disini,� ujar Anas, Jumat (25/05), saat makan siang bersama Sekjen DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono. Hal yang sama disampaikan Ibas. Menurutnya, santapan perkedel ikan Nike kuliner khas danau Tondano ini cukup unik karena hanya terdapat di daerah Tondano Minahasa. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan melintasi Romboken, Langoan, Kawangkoan dan kembali ke Kota Manado. David Sumber

Christian/Berbagai

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 71


Kila s DPP Demo k r a t

Pelantikan DPC Demokrat se-Provinsi Gorontalo Gorontalo, SINERGIS Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk enam wilayah se-Wilayah Provinsi Gorontalo, di Asrama Haji Kota Gorontalo, Sabtu (26/5). Ketua Umum Anas Urbaningrum meminta seluruh kader Demokrat Gorontalo segera menyelesaikan konsolidasi politik hingga ke tingkat terbawah, untuk menyiapkan agenda pemilihan umum (pemilu) 2014. "Sebelum ayam jantan berkokok pada awal 2013, kader demokrat Gorontalo harus tuntas selesaikan konsolidasi politik hingga tingkat bawah," ujarnya, DPP Partai Demokrat menegaskan kader Demokrat di Gorontalo harus memahami program-program pro-rakyat yang diusung oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Banyak program pro-rakyat milik demokrat, yang kemudian digunakan oleh kader partai lain, kita harus beritahukan pada rakyat, agar rakyat tahu mana partai yang benar-benar bekerja," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, seluruh kader Demokrat juga diminta memaksimalkan kerja politik, dengan cakupan kerja yang lebih luas dan lebih besar. Anas berpesan, politik harus diberi wajah sosial, keagamaan, kerja bakti kemanusiaan, kebudayaan, seni olahraga, serta kearifan lokal. "Menuju 72 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum Anas Urbaningrum jalan sehat bersama ribuan disambut antusias masyarakat Pekanbaru

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) membacakan salah satu pemenang hadiah yang disiapkan panitia jalan sehat

2014 yang akan datang, kader demokrat harus memadukan kerja politik dan non politik secara lebih luas, hingga punya alat kontak dan makin komunikatif dengan rakyat," katanya. Selain melantik Pengurus DPC Partai Demokrat di Provinsi Gorontalo, Ketum dan Sekjen juga mengikuti kegiatan jalan sehat Partai Demokrat. Panitia jalan sehat Partai Demokrat juga menyediakan hadiah berupa sepeda motor, kulkas, dan hadiah menarik lainnya. Agenda jalan sehat ini disambut antusias

warga masyarakat di Gorontalo. Kunjungan DPP PD di Provinsi Gorontalo merupakan serangkaian kunjungan kerja DPP Partai Demokrat dalam melakukan konsolidasi kader dan organisasi partai. Sebelimnya, Sekretaris Jenderal Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum Anas Urbaningrum beserta sejumlah jajaran pengurus DPP Demokrat lainnya, telah melakukan kegiatan partai di Manado, Sulawesi Utara. David Christian


K i la s D P P D e m ok r a t

Pengurus DPD Partai Demokrat Aceh Dilantik

Banda Aceh, SINERGIS Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum meminta agar para kader partai yang ada di Aceh tidak terpengaruh sedikit pun dengan adanya isu-isu tuduhan korupsi yang saat ini menerpa. Menurutnya, badai dan ujian berat yang sedang menerjang partai pendukung pemerintah itu, justru harus semakin bisa memperkuat konsolidasi internal partai serta menepis isu-isu tidak jelas yang bisa merusak citra partai, sehingga ke depan bisa kembali mendapat kepercayaan rakyat pada Pemilu Legislatif 2014. "Kepada kader PD di Aceh, saya meminta untuk tidak percaya terhadap isu-isu yang tidak benar selama ini berkembang. Meskipun demikian, kita harus mampu melewati ujian berat ini, sehingga kembali mendapat kepercayaan rakyat," ujar Anas Urbaningrum saat pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Aceh, Sabtu (9/6) malam di Anjong Mon Mata Banda Aceh. Pengurus DPD PD Aceh periode 2012-2017 yang dilantik merupakan hasil Musda Desember 2011 lalu, diketuai Ir Mawardy Nurdin dengan Wakil Ketua Tanwier Mahdi dan Amir Helmi. Posisi Sekretaris Miryadi Amir dengan Wakil Sekretaris

masing-masing Yudi Kurnia, Dalimi, Aswandi dan Yusrizal. Sedangkan Bendahara Makmur, Wakil Bendahara Azwar Usman, T Firmansyah dan Eranida. Disebutkan, sebagai sebuah partai besar yang masih tergolong baru di Indonesia, Partai Demokrat memang saat ini sedang dilanda terpaan angin kencang, karenanya para kader harus siap menghadapi dan tidak ada yang lari dari badai yang terus menerpa.

Pertai Demokrat Naik Kelas

Terpaan badai selama ini justru semakin memperkuat pilarpilar partai. Kalau partai diuji, maka artinya siap naik kelas. "Kami juga yakin akan lulus ujian dan semakin kuat di masa mendatang, ujanya. Anas menyatakan, meskipun hingga saat ini terus menerima tudingan, namun PD tetap solid dan kuat serta terus bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia. "Kalau kita semua terus bekerja untuk kepentingan rakyat, maka tudingan itu akan terbang tinggi diterpa angin," katanya. Dalam kesempatan itu juga diingatkan agar kader partai berlambang bintang segitiga merah putih yang ada di Aceh, tidak hanya bekerja secara politik, tapi juga non politik yang berguna untuk kepentingan masyarakat luas, seperti kegiatankegiatan yang bersifat sosial, keagamaan atau kebudayaan. "Dengan meningkatkan kerja non poltik dan non partai, maka tidak akan ada jarak antar kader dan masyarkat.

Ribu Warga Banda Aceh Ikuti Jalan Sehat Demokrat

Ribuan orang mengikuti jalan santai bersama Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang mengambil start dan finish di pelataran parkir depan Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (10/6) pagi. Para peserta jalan santai memakai kaos putih biru, seperti warna Partai Demokrat dengan menelusuri jalan T Nyak Arief. Sesampai di Simpang Jambo Tape berbalik untuk kembali menuju ke arah stadion. Para peserta begitu gembira sesampai finish mengingat banyaknya hadiah yang dibagikan. Ketua penitia penyelenggara, Yudi Kurnia, mengatakan, panitia menyediakan 5.000 kaos bagi pendaftar pertama. Sedangkan aneka hadiah menarik yang disediakan, seperti sepedamotor, netbook, TV LCD, home theatre, sepeda, mesin cuci, kulkas, kompor gas, serta lainnya. Anas Urbanigrum dalam sambutannya mengatakan, jalan santai bersama ini dalam rangka rasa syukur karena pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh periode 2012-2017 telah dikukuhkan, Sabtu (9/6) malam. Sehingga Ketua Umumnya Marwardy Nurdin sudah bisa ikut jalan sehat. “Kalau ada yang tanya Pak Mawardy sehat atau tidak sehat, maka hari ini Pak Mawardy sehat dan siap dilantik sebagai walikota Banda Aceh,� ujarnya. David Christian/ The Globe Journal

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 73


Pe l a tiha n K omunikasi Pu bl i k P a r t ai De mo krat A ngka t a n K et i ga

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono membuka Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga, Rabu, 23 Mei 2012. Pelatihan tersebut dilaksanakan 23-27 Mei 2012 di lantai ke-8, Sekretariat DPP-PD, Graha Kramat VII, Jalan Kramat Raya 146, Jakarta Pusat.

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama para peserta pelatihan saat acara pembukaan.

74 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


Menghadirkan Pembicara Profesional

Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga juga menghadirkan Bapak T.B. Silalahi dan Ibu Magdalena Wenas sebagai pembicara. Magdalena Wenas membawakan materi “Psikologi Komunikasi AntarPribadi, Komunikasi Intra-Pibadi, Komunikasi Kelompok dan Komunikasi Kepemimpinan.

Suasana Pelatihan Komunikasi Publik DPP-PD Angkatan Ketiga. Tina Talisa sebagai pembicara sedang menyampaikan materi pelatihan kepada peserta. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 75


Pelantikan DPC Demopkrat se-Provinsi Sulawesi Utara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Sulawesi Utara masa bakti 20112016 resmi dilantik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sedang memasang Pin Partai Demokrat kepada Pengurus DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Utara Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua umum Anas Urbaningrum dan rombongan DPP PD saat acara berlangsung

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Anas Urbaningrum didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, Vicky Lumentut 76 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


Kunjungan DPP Demokrat ke Danau Linau Tomohon

Agenda kunjungan DPP Partai Demokrat di Sulawesi Utara diselingi dengan kunjungan ke objek wisata Danau Linau di Kota Tomohon. Nampak Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sedang mengabadikan keindahan Danau Linau Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum bersama rombongan sedang menikmati keindahan Danau Linau

Sesi foto bersama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 77


Jalan Sehat Partai Demokrat di Manado Ribuan masyarakat Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) antusias mengikuti jalas sehat bersama yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulut. Sekretaris Jendertal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) turut serta dalam kegiatan ini mendampingi Ketua Umum, Anas Urbaningrum.

Jalan sehat dimulai di Lapangan Sparta Tikala Manado dan selesai di Lapangan Basket Megamas, Bolevard Manado, dengan melewati beberapa ruas jalan di kota Manado. Edhie Baskoro sedang menyapa warga Kota Manado usai jalan sehat.

Kegiatan di Megamas diikuti dengan serangkaian kegiatan penarikan kupon berhadiah dengan hadiah utama satu unit rumah. Sekjen Edhie Baskoro sedang menarik kupon undian berhadiah. Panitia menyediakan satu unit rumah yang dimenangkan oleh seorang peserta jalan sehat Partai Demokrat. 78 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


Kunjungan DPP Partai Demokrat ke Sentra Produksi Rumah Panggung dan Danau Tondano Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum Anas Urbaningrum disambut tarian Cakalele saat tiba di Woloan Kota Tomohon. Dok. EBY Team

Rombongan DPP Partai Demokrat, bersama Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Utara, Vicky Lumentut melakukan peninjauan di Kelurahan Woloan Kota Tomohon. Daerah ini merupakan sentra industri pembuatan rumah panggung yang sudah terkenal bahkan sampai ke mancanegara. Nampak Rombongan disambut dengan tarian khas Minahasa, Cakalele, tarian perang daerah Nyiur Melambai.

Didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Uyara, Vicky Lumentut, Ketua DPC Manado Morris Korah dan sejumlah pengurus DPD dan DPC, Anas dan Ibas, panggilan akrab untuk Edhie Baskoro Mengunjungi Danau Tondano. Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 79


Pelantikan DPC Partai Demokrat se - Provinsi Gorontalo

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk enam wilayah se-Wilayah Provinsi Gorontalo, di Asrama Haji Kota Gorontalo, Sabtu (26/5).

Selain melantik Pengurus DPC Partai Demokrat di Provinsi Gorontalo, Ketum dan Sekjen juga mengikuti kegiatan jalan sehat Partai Demokrat. Panitia jalan sehat Partai Demokrat juga menyediakan hadiah berupa sepeda motor, kulkas, dan hadiah menarik lainnya. Agenda jalan sehat ini disambut antusias warga masyarakat di Gorontalo.

80 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012


Ko m u n i t a s

Andantino Music Course

Konsisten Gelar Lomba Lagu Karya Cipta SBY

laran Lomba Karya Sudah empat kalinya ge diselenggarakan di Cipta Lagu Karya SBY baik Bangsa Susilo bumi kelahiran putra ter citan. Ke-empat Bambang Yudhoyono, Pa Music Course di kalinya juga Andantino garakan Lomba daulat untuk menyeleng ten Pacitan. pa Lagu Karya SBY di Kabu

S

ore itu langit begitu cerah, puluhan anak terlihat asik bercengkrama diteras sebuah studio music di kawasan desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan. Waktu pun menunjuk pukul. 16.00 WIB, wajah anak-anak terlihat berbinar menyambut guru private mereka di Andantino Music Course. Tak berselang sosok . Hurip Sapto Wibowo atau akrab dipanggil Wiwik, pemilik Andantino terlihat begitu sabar membimbing siswa-siswinya memainkan beragam alat music. Bak kelompok orkestra kecil, alunan merdu Piano begitu ritmis menyatu dengan hentakan drum, bass dan guitar. Ditemui usai memberikan materi, Wiwik mengakui keberadaan sekolah musik di Pacitan masih kurang diperhitungkan, padahal potensinya sangat besar. “Potensi anak-anak dalam hal bermusik sangat besar, ini memerlukan tempat yang bisa mewadahinya. Untuk itulah Andantino Music Curse ini didirikan,” ungkap Wiwik. Sesuai visinya, Andantino Music Curse diharapkan bisa mencetak generasi muda yang mandiri, berbudaya dan sejahtera dengan masa depan yang berkualitas. “Penyelenggaraan Lomba Karya Cipta Lagu SBY ini merupakan bentuk nyata upaya kami membentuk genarasi yang mandiri, berbudaya dan

berkualitas seperti halnya yang ditunjukan oleh prestasi gemilang Pak SBY,” ujarnya. Seperti diketahui, untuk tahun ini, Karya Cipta Lagu SBY audisinya dilaksanakan mulai tanggal 9 Juli 2012. Sedangkan penyelenggaraan final tanggal 14 Juli 2012. Menurut rencana banyak tamu yang akan menghadiri kegiatan tersebut. Selain Edhie Baskoro Yudhoyono, Menpora Andi Mallarangeng juga akan hadir dalam acara ini. Sebagai pengharagaan atas dedikasi Andantino dalam menyelenggerakan lomba lagu cipta karya SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono memberi bantuan sebuah Piano. Wiwik, pemilik Andantino sangat berterima kasih kepada EBY. Diakuinya, alat tersebut, sangat bermanfaat untuk mengembangkan bakat anak-anak Pacitan dalam bermusik.  “Kami sangat berterima kasih kepada Mas Ibas atas bantuannya. Piano ini sangat berguna bagi anak-anak Pacitan yang tergabung dalam Andantino Music Course. Mereka dapat mengembangkan bakatnya, dan siapa tahu dari Pacitan nantinya akan lahir seorang musisi ternama atau pianis terkenal,” kata Wiwik.

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 81


Komun i tas Dikonfirmasi diruang kerjanya, Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro berharap bantuannya tersebut bisa membantu murid-murid pak Wiwik semakin termotivasi untuk belajar dan lebih berprestasi lagi. "Silahkan digunakan sebaik-baiknya, semoga ada manfaat untuk anak-anak yang sedang belajar musik untuk semakin berprestasi," ujar anggota DPR RI asal Pacitan ini. Sementara itu, salah seorang anak yang tengah

mencoba piano bantuan EBY, Angel mengatakan kalau selama ini berlatih hanya menggunakan keyboard, kini dia dan teman-temannya dapat menjajal piano. Kepada Sinergis, Angel pun tak keberatan menunjukkan kemampuannya memainkan Piano. Hentakan jari lentik bocah itu begitu matang menekan tuts piano sambil memainkan karya musisi classic Bethoven. Hernawan A Priyana Nama: ANDANTINO MUSIC COURSE Alamat : Jln. Suharjo No. 1 Desa Bangunsari Kecamatan Pacitan. Nomor Tlp.: ( 0357 ) 881713 / HP. 081 741 322 65 Nama Ketua : HURIP SAPTO WIBOWO ( WIWIK ) Nomor Akta pendirian: 421.9/3025/408.37.05/2006 Nomor Rekening Bank: 0212122548 BPD JATIM An :ANDANTINO MUSIK Nomor Akta Notaris : 48 Nomor SIUP : 510/0106.SIUP.K/408.33/2005 N P W P : YAYASAN LEMBAGA KURSUS ANDANTINO 02.586.387.9-621.000 NO. INDUK ORGANISASI : 431.1/04/408.35/2006

1. VISI Visi lembaga adalah gambaran mengenai sosok / bentuk keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin dicapai oleh suatu lembaga, yang berfungsi memberi inspirasi dan motivasi pihakpihak yang mempunyai kepentingan terhadap masa depan suatu lembaga. Dalam pembangunan yang berwawasan budaya, maka ANDANTINO MUSIC COURSE sebagai Lembaga yang mempunyai cita-cita untuk ikut serta mewujudkan program pembangunan dibidang pendidikan sebagaimana tersirat dalam Pembukaan UUD 45, dalam melaksanakan tujuan diharapkan mampu melaksanakan pembinaan,pendidikan serta pengelolaan dibidang kesenian agar dapat menciptakan Generasi penerus yang berbudaya serta mempunyai andil dalam meraih cita di masa depan. Untuk mencapai maksud tersebut diatas, maka Visi lembaga ANDANTINO MUSIC COURSE adalah : TERWUJUDNYA GENERASI MUDA YANG MANDIRI, BERBUDAYA DAN SEJAHTERA DENGAN MASA DEPAN YANG BERKUALITAS.” 2. MISI Misi Lembaga adalah tujuan jangka panjang yang ingin dicapai, yang berfungsi memberikan tuntutan yang spesifik. Misi sebagai landasan utama tentang berdirinya suatu organisasi. Dengan adanya misi akan diketahui apa yang harus 82 SINERGIS Edisi: 012/Th. I/2012

dilakukan oleh lembaga agar tujuan umum dapat terlaksana dengan baik. Dengan misi yang telah ditetapkan dapat menunjukkan peranan suatu lembaga melalui program-programnya. Bahwa dalam rangka mewujudkan generasi yang berkualitas sekarang dan mendatang sesuai visi yang telah ditetapkan maka Misi ANDANTINO MUSIC COURSE sebagai berikut :  MENINGKATKAN MUTU DAN PERAN SERTA DALAM MENCIPTAKAN KEMANDIRIAN GENERASI MUDA DENGAN MELAKSANAKAN KEGIATAN BELAJAR KHUSUSNYA PADA BIDANG KESENIAN  MEMBERIKAN PEMBINAAN DAN PELATIHAN BAGI PEMERHATI SENI SERTA SISWA – SISWI KHUSUSNYA DAN MASYARAKAT PADA UMUMNYA.  MENINGKATKAN POLA KEMITRAAN DENGAN BERBAGAI LEMBAGA DALAM MENINGKATKAN MUTU BERKESENIAN KHUSUSNYA ANAK USIA SEKOLAH.  MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWASISWI DALAM BERKESENIAN SEBAGAI UPAYA PEMBEKALAN PENGETAHUAN UNTUK MELANJUTKAN TINGKATAN PENDIDIKAN YANG AKAN DITEMPUH  MENINGKATKAN PERAN SERTA DALAM PENGENDALIAN DAMPAK DARI BUDAYA LUAR YANG BERKEMBANG .


Senin

28

27

Rapat Panja RUU tentang Industri Pertahanan Komisi I DPR RI dengan Pemerintah Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI

21

20

Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2011-2012

14

13

30

7

Minggu

6

29

Rapat Intern Komisi I DPR Ri

Rabu

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika RI & RDP dgn Dirjen Perhubungan Udara Kemhub RI, Deputi Bid. Usaha Infrastruktur & Logistik Kem. BUMN, Dirut PT Angkasa Pura I & II

Rapat Paripurna DPR RI

NOTES

29

RDP dengan Sekjend Kementrian Pertahanan RI dan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan RI

22

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Luar Negeri RI

30

Seminar dan Business Meeting Kedutaan Portugal - KADIN RDP dengan Ketua KPI RDP dengan Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia

23

Rapat Paripurna DPR RI

Raker dengan Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI

16

Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan RI dan Gubernur Bank Indonesia

9

2

Festival Budaya & Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu 2012

Selasa

Sarasehan Nasional Kadin Indonesia

15

8

1

Kamis

RDPU Banggar dengan Pakar Prof.DR.Suahasil Nazar dan Prof.DR.Rina Oktaviani

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan RI dan Panglima TNI

Pelantikan Komite Brunei dan Talkshow " Mempererat Hubungan Bilateral Indonesia-Brunei dalam rangka Integrasi Ekonomi ASEAN"

31

Rapat Pimpinan FPD

Rapat Paripurna DPR RI Pembicaraan Pendahaluan RAPBN Tahun Anggaran 2013

24

17

10

3

Mei 2012 Jumat

26

19

12

5

Sabtu

www.edhiebaskoro.com Š EBY STAFF

Peluncuran dan bedah buku "Negeri MaďŹ a Republik Koruptor"

25

Pembukaan Diklat SAR Nasional Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat Angkatan Kedua

18

Peresmian Rusunawa Kodam III/Siliwangi

11

4

Agenda EBY Mei 2012

Edisi: 012/Th. I/2012 l SINERGIS 83



Majalah Sinergis Edisi 012