Page 59

Kindleben yang ditulis pada tahun 1781, dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Sebagai catatan, kata antiburschius (“anti-mahasiswa”) sebenarnya bukanlah kata asli dari bahasa Latin, melainkan sebuah kata serapan dari bahasa Jerman Bursch atau Bursche, yang berarti “anak muda” atau “mahasiswa”. Ketika dinyanyikan, dua baris pertama dan baris terakhir setiap stanza dinyanyikan secara berulang, sebagai contoh:

Gaudeamus igitur Juvenes dum sumus. Gaudeamus igitur Juvenes dum sumus. Post jucundam juventutem Post molestam senectutem Nos habebit humus Nos habebit humus. Selain itu dalam acara wisuda umumnya lagu ini ‘dipersingkat’ dengan hanya menyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.

La!n

Indonesia

Gaudeamus igitur

Mari kita bersenang-senang

Juvenes dum sumus.

Selagi masih muda.

Post jucundam juventutem

Setelah masa muda yang penuh keceriaan

Post molestam senectutem

Setelah masa tua yang penuh kesukaran

Nos habebit humus.

Tanah akan menguasai kita.

Ubi sunt qui ante nos

Kemana orang-orang sebelum kita

In mundo fuere?

Yang pernah hidup di dunia ini?

Vadite ad superos

Terbanglah ke surga

Transite in inferos

Terjunlah ke dalam neraka

Hos si vis videre.

Bila kau ingin menjumpai mereka

Vita nostra brevis est

Hidup kita sangatlah singkat

Brevi finietur.

Berakhir dengan segera

Venit mors velociter

Maut datang dengan cepat

Rapit nos atrociter

Merenggut kita dengan ganas

Nemini parcetur.

Tak seorang pun mampu menghindar

Vivat academia!

Panjang umur akademi!

Vivant professores!

Panjang umur para pengajar!

Vivat membrum quod libet

Panjang umur se!ap pelajar!

Vivant membra quae libet

Panjang umur seluruh pelajar!

Semper sint in flore.

Semoga mereka terus tumbuh berkembang!

halaman 57

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement