Page 53

Tiga Senyum

Di pinggiran tong sampah, tiga senyum memekar indah Yang satu kelopak-kelopaknya mulai senja Yang dua baru memekar memulai menghirup waktu Sebab garis-garis kuncupnya masih pagi “Kehidupan boleh saja tercemar kekejaman zaman Tapi wangi aroma ilahi harus tetap abadi pada diri� Kata pemilik kelopak yang mulai senja Membuatku tak ingin beranjak pergi Sebab mataku selaksa menempel dengan tiga senyum itu Terlalu menikmati awanginya An Najah, 2015

halaman 51

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement