Page 51

sekarang dia sedang mengembara menyusuri semak berduri menuju namamu aku tahu dipikirannya tak tergambar peta darah dari tubuhnya telah menetes sebab bau amisnya telah sampai ke hidungku angin, dedaunan, sawah-sawah dan jalan yang kukenal telah kupesan untuk menggagalkan niatnya tapi semua telah di hajar semangat bajanya Pun Tuhan ikut membantuku dengan kasih dan sayangnya tapi hasilnya sewarna dengan segala usaha yang telah tercipta kuaduk-aduk cuaca mencari cara berharap mendapat senjata atau apa pun namun aku hanya membuang waktu kau dimana tolonglah hari-hariku yang sedang menjemput mautnya Kini, Aku menunggumu di pelataran rindu kuharap kau datang dan membawa hariku pulang An Najah, Maret 2015

halaman 49

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement