Page 50

Hari

kini hari telah candu sebab pernah kuajak meneguk namamu di Kudus ketika hatinya begitu tandus dan di petak-petak sawah hanya ada luka dan cinta yang terkapar Karena dehidrasi dengan kucuran sayang kekasih namamu lagi namamu lagi yang diminta namun aku membiarkan suara-suaranya hilang diterpa angin Selalu kusuguhkan kalam Tuhan di embun dan sorenya kadang hanya dicicipi, kadang di buang aku takut dia sakit karena kulit dan tulangnya semakin dekat dan di hari nanti hidungnya tak lagi mencium kasturi matanya tak bisa melihat mata cahaya mulutnya, tangannya, kakinya dan wajahnya oh tidak bagaimana aku membuat peringatan sedangkan rindunya selalu membuang segala kata-kata penyelamatan yang kutempel di dinding rumahnya

halaman 48

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement