Page 48

Pelabuhan Para Penyair

Di teras sastra dan puisi sedang berkumpul Tanpa peduli waktu-waktu yang lewat Dengan senyum penuh warna Suara gitar dan kata menjadi lahapan pendengaran Ini menjadi pelabuhannya para penyair Yang berlayar dengan sajak-sajaknya Dari berbagai kota Perbincangan yang panjang dan Dalam tarian paling menyita konsentrasi Sampai sapaan pagi tak terdengar Lenyap di telan dinding yang membatas An Najah, Maret 2015

halaman 46

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement