Page 47

Mengisi Sepi

Bapak Pergi ke hutan Ibu Pergi ke hutan Adik Pergi ke hutan Dan Senyum-senyum mengungsi Seketika sunyi menjadi wajahmu yang kucari di setiap musim kita melahap waktu dan bercumbu Itulah tungku Tempat pembakaran Ketika suasana pahit di telan dan Sajak yang kupesan untuk menjagaku Lemah tak berdaya Terikat oleh tipu laknat Dan dibungkam dengan kelupaan Apakah pantas aku bacakan sepi ini Di hari perhitungan Di dengar oleh semua orang Yang tercipta Kadang aku hanya menjadikan semua batu Ketika kalam Tuhan datang Menyuarakan keadilan An Najah, Maret 2015

halaman 45

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement