Page 30

“Mengeluh? Mengeluh tentang apa?” Bang Karim balik bertanya dan mulai menanggapi serius. Walau resiko bagaimanapun yang akan kuhadapi, namun aku sudah bertekad untuk tetap menyampaikan masalah ini kepada bang Karim. “Kak Anisah mengatakan kepadaku, bahwa akhir akhir ini Abang selaku suami sahnya, telah melalaikan kewajiban abang sebagai suami yang sehat lahir batin.” “Mengabaikan bagaimana?” Bang Karim sedikit tersentak menanggapi akhir kalimatku. “Bukankah segala kebutuhan rumah tangga kami aku penuhi dengan baik. Rumah, mobil, perhiasan, tabungan hari tua di bank dan juga kebutuhan anak anak serta keperluan mertuaku, aku penuhi dengan cukup dan itu semua aku sadari sebagai tanggung jawabku. Apalagi?” Katanya dengan nada tinggi. “Tapi Bang, itu saja saya rasa tidaklah cukup. Ada satu kewajiban yang mutlak harus Abang penuhi. Menurut kak Anisah, Abang terlalu lama membiarkan dia melewati malam malam panjangnya dengan kekosongan yang menjemukan dan malah menyakitkan. Untuk lebih jelasnya, Abang lupa atau mungkin Abang tidak mampu lagi memberikan na$ah batin untuk kak Anisah.” Dengan lantang dan gamblang aku mengutarakan keluhan keluhan yang di derita Anisah selama dua bulan ini. Jelas Bang Karim terkesiap mendengar kata kataku dan aku siap menghadapi kalau kalau Bang Karim menilai yang bukan bukan kepadaku. Bang Karim tercenung. Lama dia baru bisa menaggapi kata kataku. Aku lihat pandangan matanya kosong menatap sesuatu yang tak jelas. Satu demi satu, tetes air mata jatuh membasahi pipinya. Dari wajahnya yang aku lihat akhir akhir ini, tergambar suatu beban penderitaan yang berat menghimpit. Sehingga garis garis ketuaan yang tak semestinya dan seyogianya belum saatnya tergurat diwajahnya yang masih belum seberapa, terlihat mulai muncul di sana sini. “Betul Tab, aku, aku….” Dengan terbata bata ia berupaya mengakui kesalahannya. “Memang aku lalai, sesungguhnya aku sehat kok. Sehat lahir batin, sehat seperti dulu. Tapi tak tahu mengapa, aku rasa ini semua bukan kesalahanku.” “Bukan kesalahan Abang? Tapi Abang mengakui Abang sehat

halaman 28

Profile for Majalah sagang

Edisi207  

Edisi207  

Advertisement