Page 1

Sanankerto PROFIL DESA


CONTENTS

1

Karakteristik Fisik Dasar

36

Hasil Participatory Rural Appraisal

3

Karakteristik Fisik Binaan

47

Rencana

29

Struktur Ruang

54

Penutup

30

Aktivitas Wisata


Karakteristik Fisik Dasar

1


Desa Sanankerto berada di koordinat 112.770315 Bujur Timur - 8.168525 Lintang Selatan, dan memiliki luas wilayah sebesar 390,37 ha yang terbagi menjadi 2 dusun yaitu Dusun Krajan dan Dusun Kampung Anyar serta terdi dari 5 RW dengan 23 RT.

Sebelah Utara Sebelah Barat Sebelah Selatan Sebelah Timur

: : : :

Desa Beringin Desa Sananrejo Desa Jambangan Desa Sumber Putih

Desa Sanankerto terletak di bagian timur Kecamatan Turen dimana merupakan daerah dataran tinggi. Kondisi topograď€ Desa Sanankerto sebagian besar merupakan daratan dengan ketinggian rata-rata kurang lebih 600 meter diatas permukaan air laut (website wisata Desa Sanankerto). Kondisi tanah Desa Sanankerto cocok untuk ditanami padi dan sayuran, serta pohon sengon untuk mengatasi longsor. Selain itu, Desa Sanankerto memiliki irigasi yang baik sehingga menudukung potensi desa dalam bidang pertanian. Desa Sanankerto memiliki tiga sumber mata air diantaranya Sumber Air Andeman, Sumber Air Wonoayu, dan Sumber Air Warak yang terletak di Dusun Kampung Anyar. 2


Karakteristik Fisik Binaan

3


TATA GUNA LAHAN

Lahan terbangun di Desa Sanankerto terdiri dari permukiman dan sarana dengan luas seluas 29,13 Ha atau sebesar 8% dari luas total seluas 390,37 Ha. Pola perumahan yang terdapat di Desa Sanankerto ialah pola perumahan liner yaitu pola dimana rumah mengikuti jalan. Lahan tak terbangun di Desa Sanankerto terdiri dari 334,28 Ha atau sebesar 96% dari luas total seluas 390,37 Ha. Pertanian merupakan mata pencaharian utama di Desa Sanankerto, sehinga lahan di Desa Sanankerto didominasi oleh lahan pertanian. Penggunaan lahan tak terbangun di Desa Sanankerto seperti sawah, kebun, tegalan, dan hutan.

4


Karakteristik Fisik Binaan

5

SARANA


SARANA PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN UMUM Sarana Pemerintahan berupa 1 kantor desa terletak di Dusun Krajan, tepatnya di RT 07 RW 02. Kantor Desa Sanankerto melayani masyarakat dalam urusan administrasi, perijinan, dan lain-lain. Kondisi Kantor Desa Sanankerto sangat baik, mulai dari bangunan yang berupa konstruksi permanen hingga fasilitas pendopo yang sangat terawat untuk mendukung kegiatan berkiumpul warga.

Sarana Pelayanan Umum di Desa Sanankerto berupa 1 kantor sekretariat BUMDES yang didalamnya terdapat LADESTA dan 1 kantor POKDARWIS serta terdapat 1 kantor sekretariat GAPOKTAN dan sarana pelayanan umum lain berupa 10 pos kamling terletak menyebar di Desa Sanankerto.

6


SARANA PENDIDIKAN Desa Sanankerto memiliki sarana Pendidikan berjumlah 3 Sekolah Dasar, 1 PAUD, dan sedangkan Taman Pendidikan Al-Quran berjumlah 3 unit yang berada di kedua dusun di Desa Sanankerto.

7


SARANA KESEHATAN Sarana kesehatan yang ada di Desa Sanankerto sebanyak 9 unit, yaitu 2 unit posyandu, 1 unit puskesmas pembantu, dan 1 unit praktek bidan. Kegiatan posyandu merupakan salah satu program kerja PKK yang dilakukan sebulan sekali untuk balita, kegiatan tersebut meliputi pemberian vitamin, imunisasi, dll.

8


SARANA PERIBADATAN Sarana peribadatan di Desa Sanankerto terdapat sebanyak 17 unit dan tersebar di setiap dusun. Dusun Krajan memiliki 11 unit musholla dan 3 unit masjid. Dusun Karanganyar memiliki 1 unit musholla dan 2 unit masjid. kondisi ď€ sik dari bangunan masjid dan musholla yang ada di Desa Sanankerto sudah bisa dibilang baik,

9


SARANA PERDAGANGAN DAN JASA Jumlah perdagangan dan jasa di Dusun Krajan terdapat 23 unit dan Dusun Kampung Anyar terdapat 28 unit. Perdagangan dan jasa di Desa Sanankerto terdiri toko, warung, bengkel, dan salon. Persebaran sarana perdagangan dan jasa di Desa Sanankerto sudah cukup lengkap dan tersebar merata di setiap dusun, sehingga memudahkan masyarakat Desa Sanankerto untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

10


SARANA INDUSTRI Jenis sarana industri yang terdapat di Desa Sanankerto yaitu industri pembuatan batu bata yang berada di kedua dusun (Berjumlah 3 buah, 2 industri terletak di Dusun Krajan, dan 1 industri terletak di Dusun Kampung Anyar). Adapun jenis industri lain yang ada di Desa Sanankerto seperti industri pengrajin kayu yang berjumlah 10 buah, industri gerabah/keramik yang berjumlah 8 buah, industri makanan sejumlah 31 buah, dan industri pengrajin bambu sejumlah 41 buah. 11


SARANA RUANG TERBUKA DAN OLAHRAGA Ruang terbuka yang terdapat di Desa Sanankerto yaitu lapangan yang berada di RT 21 Dusun Kampung Anyar. Lapangan seluas Âą0,6 ha tersebut sering digunakan oleh masyarakat desa untuk pertandingan sepak bola khususnya bagi anak-anak sekolah dan juga olahraga voli.

12


SARANA PEMAKAMAN Sarana permakaman di Desa Sanankerto terdapat 2 unit dimana terletak di dua dusun yaitu Pemakaman Kampung Anyar dan Pemakaman Krajan. Kedua pemakaman tersebut memiliki total luas Âą1,5 ha. Sarana pemakaman Kampung Anyar terletak di RT 23 berdekatan dengan permukiman warga sedangkan sarana pemakaman Krajan berada di tengah-tengah lahan persawahan yaitu berada di RT 01.

13


Karakteristik Fisik Binaan

PRASARANA

14


JARINGAN JALAN 15

Mayoritas jalan yang terdapat di Desa Sanankerto merupakan jalan dengan perkerasan aspal sepanjang 18,30 km. Meskipun didominasi dengan aspal, banyak jaringan jalan di Desa Sanankerto memiliki kondisi buruk sepanjang 23,30 km dengan keterangan disepanjang jalan tersebut terdapat jalan yang berlubang dan tidak rata yang dapat menghambat kenyamanan mobilisasi kendaraan.


JARINGAN AIR BERSIH Berdasarkan hasil survei tahun 2017, Pengguna air bersih di Desa Sanankerto terdiri dari dua, yaitu pengguna HIPPAM dan pengguna Sumur. Terdapat 2 HIPPAM, yaitu HIPPAM andeman dan HIPPAM yang bersumber dari sumber warak. HIPPAM andeman melayani Dusun Kampung Anyar yang berada di dekat objek wisata Andeman. Sedangkan HIPPAM Sumber Warak terbagi alirannya menjadi 3 bagian yaitu ke Sumber Kauman, Rekasan dan Tambakrejo. HIPPAM Sumber Warak melayani Dusun Krajan. Biaya yang dikeluarkan oleh warga untuk pembayaran HIPPAM ialah sebesar Rp.2000/m3.

Desa Sanankerto merupakan salah satu desa yang tidak pernah kekurangan air bersih. Sumber air yang ada di Sanankerto merupakan potensi utama dalam kegiatan masyarakat desa Sanankerto khususnya untuk objek wisata, yaitu Andeman. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pemuka adat, sumber air yang berada di Objek Wisata Andeman tidak pernah kekeringan.

16


JARINGAN LISTRIK Desa Sanankerto dilayani satu gardu listrik yang berda di Dusun Krajan RT 15 RW 3. Satu gardu tersebut sudah dapat melayani semua kebutuhan listrik masyarakat Desa Sanankerto. Namun terdapat permasalahan yaitu terkadang terjadi pemadaman listrik.

17


JARINGAN SANITASI DAN SAMPAH Berdasarkan hasil survei tahun 2017, Desa Sanankerto tidak memiliki sistem persampahan yang terintegrasi oleh 1 desa. Sampah-sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga sebagian besar dibakar dan dibuang ke sungai. Untuk rumah-rumah yang tinggal dekat dengan sungai, sampah yang diahasilkan dibuang ke sungai. Hal ini berdampak pada sungai di RT 10 yang tertimbun banyak sampah. Pada tahun 2016, terdapat inovasi bank sampah yang terletak di rumah Bapak Subakri RT 10. Namun bank sampah tersebut hanya berjalan sekitar 2 bulan karena tidak ada yang mengelola lebih lanjut. Sistem santasi di Desa Sanankerto sebagian besar sudah menggunakan MCK pribadi. Namun masih ada beberapa yang menggunakan MCK umum, terdapat 2 MCK umum di Desa Sanankerto. Hampir semua rumah yang jauh dari sungai memiliki septictank. Namun, permukiman yang berada dekat dengan sungai pembuangannya langsung menuju sungai tersebut. Hal ini dikarenakan sebagian besar tidak ada lahan tersisa untuk pembuatan septictank dan tidak ada biaya untuk membangun septictank. Terdapat 1 septictank yang berada di RT 7 dan melayani RT 14, RT 15, dan RT 13. Namun, septictank ini menimbulkan permasalahan karena menimbulkan bau tak sedap. 18


JARINGAN DRAINASE Berdasarkan hasil survei tahun 2017, seluruh pemukiman masyarakat Desa Sanankerto sudah memiliki jaringan drainase. Drainase di Desa Sanankerto merupakan drainase terpisah dan terbuka dengan konstruksi semen. Kondisi jaringan drainase saat ini sudah baik karena baru saja dilakukan perbaikan jaringan drainase di seluruh RT di Desa Sanankerto dan setelah adanya perbaikan tersebut sudah tidak terjadi banjir maupun genangan.

19


JARINGAN IRIGASI Kondisi jaringan irigasi di Desa Sanankerto terbilang sudah cukup baik dimana memiliki jenis irigasi teknis di setiap lahan pertanian. Sejak adanya perbaikan dan pengembangan embung yang merupakan sumber air Andeman, pengairan lahan pertanian tidak mengalami permasalahan meskipun di musim kemarau. Embung desa tersebut telah mengairi lahan pertanian di Desa Sanankerto seluas Âą124 ha.

20


Karakteristik Sosial dan Kelembagaan

21


KEPENDUDUKAN Jumlah penduduk Desa Sanankerto dalam lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, namun tidak secara signiď€ kan. Bertambahnya jumlah penduduk selain diakibatkan jumlah kelahiran di Desa Sanankerto, juga karena adanya penduduk pendatang yang umumnya berasal dari Bululawang maupun desa tetangga. Pada tahun 2011 hingga 2013, jumlah penduduk Desa Sanankerto meningkat Âą 0,7%, kemudian di tahun berikutnya, jumlah penduduk mengalami kenaikan pertambahan yaitu mencapai Âą 1,4%. Jumlah penduduk Desa Sanankerto terus mengalami peningkatan meski tidak secara signiď€ kan. kenaikan jumlah penduduk diakibatkan adanya perbandingan antara jumlah kematian dan kelahiran penduduk yaitu 3:8 serta perbandingan antara jumlah migrasi masuk dan keluar yaitu 4:3. 22


ADAT ISTIADAT Salah satu kegiatan adat istiadat yang rutin dilaksanakan oleh Desa Sanankerto tiap tahun yaitu Grebeg Sesucen dan Sedekah Bumi. Grebeg Sesucen dan Sedekah Bumi merupakan acara yang ditujukan sebagai bentuk rasa syukur warga Desa Sanankerto kepada Yang Maha Kuasa. Acara tersebut telah ada mulai dari tahun 2013 dan diadakan tiap menjelang bulan syuro. Selain itu, acara Grebeg Sesucen dan Sedekah Bumi mulai dijadikan agenda kabupaten sejak tahun 2017. Acara tersebut diawali dengan penggotongan tumpeng secara bersama-sama oleh seluruh warga desa dari Balai Desa menuju ke Andeman. Tiap wilayah RT dengan tumpengnya masing-masing dibawa oleh masyarakat yang mengenakan baju adat jawa. Tumpeng yang dibawa memiliki 2 jenis yaitu tumpeng dewi dan tumpeng dewa. Acara rutin ini diikuti dari berbegai kalangan masyarakat baik anak-anak, pemuda maupun orang tua. 23


KELEMBAGAAN Perangkat desa yang terdapat di Desa Sanankerto terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kebayan, Modin, Kuwowo, Kapetengan, Kaur Umum, Kaur Keuangan, dan Kami Tuwo. Perangakat desa tersebut berfungsi untuk menjalankan pemerintahan dan administrasi desa.

Selain perangkat desa, terdapat sembilan lembaga yang terdiri dari BPD, LPMD, BUMDES, LADESTA, Pokdarwis, PKK, Karang Taruna, Gapoktan, dan Linmas.

24


Karakteristik Ekonomi

25


MATA PENCAHARIAN

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama yang ada di Desa Sanankerto sejumlah 729 jiwa dengan presentase sebesar 33% dari jumlah keseluruhan penduduk. Desa Sanankerto memiliki luas lahan seluas 363.85 Ha dengan luas pertanian 334.28 Ha yang dimanfaatkan untuk menanam padi, tomat, cabai, jagung, buncis, dan timun. Lahan pertanian tersebut umumnya ditanami padi pada lahan tertentu. Lahan lainnya umumnya ditanami sayuran dengan jenis tomat dan cabai terlebih dahulu kemudian setelahnya diganti dengan jenis sayuran lainnya. Hal ini dikarenakan hasil produksi tomat dan cabai di Desa Sanankerto mendapatkan keuntungan yang maksimal dibandingkan dengan jenis sayuran yang lainnya. Penduduk di Desa Sanankerto juga ada yang memanfaatkan hasil hutan, seperti penghasil kayu sengon yang diproduksi menjadi kerajinan kayu dengan jumlah 32 jiwa. Mata pencaharian terbesar kedua yaitu pada sektor jasa sebesar 218 penduduk atau dengan presentase sebesar 9,98% dari jumlah penduduk. Sektor jasa yang ada di Desa Sanankerto yaitu seperti tukang jahit, tukang rias, tukang cukur, maupun guru. 26


HASIL KOMODITAS Berbagai macam komoditi ditanam di lahan pertanian di Desa Sanankerto seperti padi, jagung, cabai, dan tomat. Jenis Komoditi Padi Jagung Tomat Cabai

Luas Lahan Hasil Komoditas (ha) (ton) 150,12 28,03 9,79 10,14

1050,84 112,12 234,94 121,67

Hasil komoditi yang ada di Desa Sanankerto dijual kepada tengkulak yang nantinya akan dipasarkan di Desa Sanankerto dan ke luar Desa Sanankerto.

27

MODAL PERTANIAN BERDASARKAN JENIS KOMODITAS


PEMASARAN HASIL PERTANIAN

28


Struktur Ruang Pusat kegiatan berada di Dusun Krajan dikarenakan Dusun Krajan memiliki luas lahan terbangun yang lebih besar dibandingkan Dusun Kampung Anyar, selain itu jumlah sarana di dusun krajan lebih banyak dan lengkap serta beragam jenisnya. Dusun Kampung Anyar menjadi sub pusat pelayanan Desa Sanankerto dengan fungsi pelayanan pertanian, perdagangan dan jasa dan pariwisata. Linkage atau jaringan yang menghubungkan antara pusat dan sub pusat kegiatan di Desa Sanankerto merupakan jaringan jalan utama yang menghubungkan Dusun Krajan dengan Dusun Kampung Anyar.

29


Aktivitas Wisata

30


EKOWISATA

BOON PRING ANDEMAN

31


EKOWISATA BOON PRING ANDEMAN

Wisata yang berada di Boonpring diantaranya terdapat embung, wahana outbond, kolam renang anak-anak, kolam terapi, dan hutan bambu. Embung juga digunakan sebagai penangkaran ikan hias. Wisatawan dapat menikmati embung tersebut dengan menggunakan bebek kayuh seharga Rp.20.000 dan perahu seharga Rp.3000 per orang. Sehingga wisatawan dapat menikmati indahnya pemandangan embung dan ikan-ikan yang berada di dalam embung. Di tengah embung, terdapat pulau Sekarsari yang ditata sebagai taman. Wisata outbond yang ada diantaranya ying fox dan game. Flying fox terbagi menjadi 2 yaitu untuk anak-anak dan dewasa seharga Rp.10.000 per orang untuk satu kali bermain.

32


PEMBUATAN KERAJINAN DARI BAMBU

33


Atraksi pembuatan kerajianan dari bambu terletak di RT 19 dan 23. Pengerajin di RT tersebut membuat produk-produk kerajinan dari limbah bambu hasil dari mata pencaharian utamanya yaitu berupa tusuk sate. Produk-produk yang dibuat diantaranya asbak, lampu tidur, dan lampu hias. Wisatawan dapat mengunjungi pembuatan kerajinan untuk melihat dan belajar cara pembuatannya. Setelah itu wisatawan juga dapat membeli produknya langsung dari pengerajin. Dari pihak pokdarwis juga memberikan aktivitas pembuatan kerajinan topeng bambu dari limbah bambu. Limbah bambu yang digunakan adalah akar bambu. Wisatawan juga dapat bekunjung untuk melihat dan belajar pembuatannya. Nantinya ketika tertarik pada kerajinan tersebut bisa membeli untuk dijadikan buah tangan.

PEMBUATAN KERAJINAN DARI BAMBU

34


AKOMODASI WISATA Jenis akomodasi yang ada di Desa Wisata Sanankerto ialah berupa homestay. Homestay ialah rumah biasa milik warga yang beberapa ruang kamarnya sengaja disewakan bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin menginap dengan harga tertentu. Berdasarkan hasil survei primer, pada Dusun Krajan terdapat 6 homestay yang sudah berstatus tetap dan memiliki nama maupun yang berstatus belum tetap dan belum memiliki nama. Terdapat pula 1 homestay berstatus tetap yang berada di Dusun Kampung Anyar. 35


HASIL ALAT PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA)

36


Sejarah Berdirinya Desa Sanankerto

ALUR SEJARAH DESA

Pemerintah Desa berziarah ke makam Mbah Singorejo yang diyakini sebagai penemu Dusun Singgahan pertama kali

Sejarah Terbentuknya Embung Desa (Andeman) Embung Desa Sanankerto yang terletak di Andeman mulai dikembangkan pada tahun 1978 oleh Dinas Pengairan. Pada awalnya, embung desa dimanfaatkan hanya untuk pengairan lahan sawah seluas Âą124 ha, selain itu embung Desa Sanankerto juga cukup untuk mengairi lahan sawah di Desa Pagedangan dan Desa Sananrejo. Kemudian, mulai tahun 2015, embung desa mulai dimanfaatkan selain untuk pengairan sawah, juga sebagai ekowisata dan budidaya ikan.

37


PEMETAAN DESA Kegiatan pemetaan dilakukan dengan partisipasi warga secara langsung dan memperoleh data-data yang dibutuhkan seperti batas desa, batas dusun, batas RW, batas RT, tata guna lahan, sarana dan prasarana serta potensi dan masalah yang ada di Desa Sanankerto.

Hasil Pemetaan Desa dengan Warga

Dalam berlangsungnya kegiatan pemetaan warga mengemukakan bahwa terdapat masalah kekeringan yang terjadi di Desa Sanankerto yaitu terletak pada Dusun Kampung Anyar. Masalah tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan ketinggian. Permasalahan ini memberi dampak yang besar karena merugikan sejumlah petani.

38


TRANSEK DESA

Barat ke Timur

Hutan

Ladang

Untuk penanaman tanaman hutan yaitu pohon sengon, mahoni dan kelapa di sekitarnya. Hasil dari penanaman pohon tersebut selain dapat menambah pendapatan juga sering dikonnsumsi sendiri oleh masyarakat desa.

Untuk menanam tanaman jagung dan cabai

Kurang subur, tanah sedikit berpasir, cocok ditanami tanaman hutan seperti mahoni, sengon dan kelapa

Subur, berwarna kecoklatan

Menghasilkan hasil kehutanan berupa kayu dari pohon sengon dan mahoni, hasil dari pohon kelapa yang dapat dijual dan dimanfaatkan warga Desa Sanankerto

Menghasilkan hasil tanaman berupa jagung dan cabai yang dapat menjadi pemasukan bagi warga Desa Sanankerto

Kepemilikan

Desa

Pribadi

Masalah

Jenis tanah kurang subur, tanah sedikit berpasir sehingga tidak cocok ditanami tanaman pertanian

Guna Lahan

Keadaan Tanah

Potensi

39

Serangan hama

Permukiman

Sawah

Untuk tempat tinggal dan kegiatan sosial budaya penduduk Desa Sanankerto

Untuk menanam tanaman sawah seperti padi, kubis, selada, dan buncis

Subur, berwarna coklat cerah sehingga berpotensi untuk membuat taman di depan maupun belakang rumah untuk menjadi RTH privat

Subur, berwarna coklat kemerahan

Sebagai tempat Menghasilkan bersosialisasi dan hasil tanaman pengembangan sarana berupa padi, kubis, seladah, prasarana sebagai dan buncis yang penunjang kegiatan dapat menjadi penduduk dengan mayoritas (>50%) mata pemasukan bagi warga Desa pencaharian sebagai Sanankerto petani

Pribadi

Kurangnya penerangan dan tempat sampah di pinggir jalan

Pribadi

Industri

Transek desa merupakan penggambaran wilayah desa secara vertikal yang telah ditelusuri. Transek desa di Desa Sanankerto dipotong dari arah barat daya ke tenggara. Pemilihan pemotongan ditentukan berdasarkan keberagaman guna lahan.

Sungai

Untuk tempat Sebagai tempat pembuatan mengalirnya air batu-bata sehingga berpotensi yang menjadi menjadi sumber salah satu mata air untuk irigasi mata lokasi persawahan percaharian milik warga Desa warga Desa Sanankerto Sanankerto Kurang subur, tanah sedikit berpasir

Subur, berwarna kecoklatan

Menjadi saluran Menghasilkan maindrain di Desa batu bata Sanankerto untuk dijual sehingga dapat dan dapat meminimalisir menjadi potensi terjadinya pemasukan banjir dan bagi warga membantu irigasi Desa persawahan warga Sanankerto Desa Sanankerto

Pribadi

Pribadi

Tanah asam Mulai sulit Ditemukan sehingga mendapatk sampah yang biaya an bahan perawatan baku yang dibuang warga ke sungai menjadi dua bagus sehingga kali lipat dan secara mencemari serangan terus sungai hama menerus

Kebun

Waduk

Untuk penanaman tanaman kering seperti tebu dan kopi

Sebagai sumber mata air dimana berfungsi untuk menampung air hujan. Sumber tersebut dimanfaatkan untuk ekowisata, budidaya ikan, dan mengaliri sawah milik warga Desa Sanankerto

Subur, berwarna kecoklatan

Kurang subur, tanah sedikit berpasir

Menghasilkan hasil tanaman berupa tebu dan kopi yang dapat menjadi pemasukan bagi warga Desa Sanankerto

Digunakan untuk eko wisata, budidaya ikan, dan mengaliri sawah milik warga Desa Sanankerto

Pribadi

Serangan hama

Desa

Apabila terjadi erosi, air menjadi dangkal karena adanya kenaikan endapan yang diakibatkan erosi tanah di sekitarnya. Selain itu pertumbuhan lumut yang cepat juga menyebabkan waduk mudah kotor

Hutan Untuk penanaman tanaman hutan yaitu pohon sengon, bambu, mahoni dan kelapa di sekitarnya. Penanaman pohon sengon juga berfungsi untuk mencegah erosi Kurang subur, tanah sedikit berpasir, cocok ditanami tanaman hutan yang membantu mencegah terjadinya erosi Menghasilkan hasil kehutanan berupa kayu dari pohon sengon dan mahoni serta bambu yang dapat dijual dan dimanfaatkan warga Desa Sanankerto serta berfungsi untuk mencegah erosi

Desa

Tanah sedikit berpasir, sehingga rawan erosi


KALENDER MUSIM Keterangan Simbol

Berdasarkan hasil kalender musim, maka dapat diketahui pola-pola kegiatan petani sayur dan wisatawan dalam kurun waktu 1 tahun/12 bulan serta petani padi dalam kurun waktu 2 tahun. Desa Sanankerto memiliki beberapa komoditi unggulan padi, cabai, tomat, dan jagung. 40


BAGAN KECENDERUNGAN & PERUBAHAN

Hasil Diskusi Bagan Kecenderungan dan Perubahan dengan Warga Desa

41


BAGAN PERINGKAT Komoditas pertanian utama Desa Sanankerto meliputi tanaman pangan padi dan jagung, serta tanaman sayuran yaitu cabai dan tomat. Parameter yang digunakan dalam diskusi bagan peringkat yaitu dari jumlah hasil produksi, daya saing yang dilihat dari luasnya jangkauan pemasaran, serta keuntungan yang diperoleh petani.

Hasil peringkat tiap jenis komoditas tersebut didapatkan dari proses diskusi bersama masyarakat petani sayur, petani padi, dan petani jagung.

42


KAJIAN MATA PENCAHARIAN

43


BAGAN ARUS MASUKAN & KELUARAN Pertanian Padi

Pertanian Cabai Keriting

Pertanian Tomat

44


DIAGRAM AKTIVITAS

45


DIAGRAM VENN

Diagram venn merupakan salah satu alat PRA yang berfungsi untuk mengetahui hubungan antar lembaga-lembaga yang ada di Desa Sanankerto.

46


Rencana

47


RENCANA PENAMBAHAN TEMPAT SAMPAH PADA OBJEK WISATA BOONPRING

Pengadaan tempat sampah untuk beberapa lokasi seperti lokasi Wisata Boonpring untuk meminimalisir terbuangnya sampah secara sembarangan diperlukan karena sebagai bentuk dari prasarana penunjang wisata. Pengadaan tempat sampah untuk Desa Sanankerto juga dapat diiringi dengan pembentukan budaya masyarakat dalam memilah sampah. Pengadaan tempat sampah yang terpilah dengan wadah diantaranya wadah sampah plastik dan botol plastik, sampah kaleng dan kaca, sampah makanan/basah, serta sampah kertas. Pemilahan tersebut memang berbeda dengan pemilahan sampah organik dan sampah anorganik dengan harapan masyarakat dapat dengan lebih mudah memilah sampah tersebut dengan dipandu oleh gambar-gambar yang terdapat di bagian depan tempat sampah. 48


TITIK PENEMPATAN TEMPAT SAMPAH DI LOKASI WISATA BOONPRING

49


RENCANA REVITALISASI BANK SAMPAH Bank sampah sebelumnya sudah pernah diterapkan di Desa Sanankerto, namun kurangnya partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan bank sampah tersebut menjadi faktor penyebab berhenti beroperasinya bank sampah di Desa Sanankerto. Revitalisasi bank sampah yang berada di Desa Sanankerto baik untuk dilakukan dengan perencanaan serta pengelolaan yang baik dan pengadaan kerjasama dengan bank sampah induk Kabupaten Malang diperlukan untuk keberlanjutan bank sampah Desa Sanankerto. Peruntukkan lahan dari bank sampah ini adalah lahan kosong yang dibangun untuk bank sampah.

50


RENCANA ZONASI WISATA

Dalam penataan desa wisata, sistem zonasi sangat penting untuk diterapkan agar pengembangan aktivitas wisata dapat lebih terfokus dan wisatawan memiliki alur yang jelas untuk menuju destinasi wisata di desa. Dengan adanya penataan yang jelas untuk menuju berbagai destinasi wisata di desa, maka akan mendorong wisatawan untuk memperlama masa tinggal serta pengeluarannya di berbagai destinasi tersebut. Rencana zonasi wisata yang akan diterapkan di Desa Sanankerto sesuai dengan RTRW Kabupaten Malang Pasal 14 huruf f dimana menyatakan bahwa adanya rencana untuk membentuk zona wisata dengan disertai pengembangan paket wisata. Penentuan zonasi wisata tersebut dilakukan berdasarkan potensi-potensi daya tarik wisata yang ada di Desa Sanankerto dan mempertimbangkan hasil dari rencana pola ruang desa serta pendapat dan keputusan dari masyarakat, supaya manfaat yang dihasilkan tepat sasaran dan memiliki manfaat secara jangka panjang. 51


RENCANA PROYEK PENGEMBANGAN INDUSTRI TELUR ASIN ASAP KHAS SANANKERTO Rencana pengembangan industri telur asin asap dilakukan melalui penambahan rumah tangga produksi. Adanya rumah produksi telur asin asap dapat menjadi atraksi wisata yang berbasis edukasi dan memperluas dalam bidang pemasarannya. Maka dari itu, perlu dilakukan proyek sosialisasi dan pelatihan dalam bidang pengolahan serta pemasarannya. Proyek ini memiliki sasaran utama yaitu untuk meningkatkan perekonomian serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan wisata. 52


Proyek ini didasarkan pada hasil produktivitas kerajinan bambu yang tinggi di Desa Sanankerto dan dijadikan sebagai daya tarik tersendiri bagi pengunjung Wisata Andeman. Jadi, dengan adanya industri pengolahan hasil kerajinan bambu, diharapkan masyarakat yang datang ke Wisata Andeman bisa mengolah sisa bambu dan membuat kerajinan bambu. Sasaran proyek adalah adanya industri pengolahan hasil kerajinan bambu dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Sanankerto. 53

RENCANA PROYEK PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN BAMBU


PENUTUP Demikian buku ini dibuat sebagai sarana informasi mengenai keadaan Desa Sanankertodan sebagai invemtarisasi Akhir kata, penulis menyadari kekurangan adalah milik pasti manusia, begitupun dengan buku ini yang masih jauh dai kata sempurna. Namun besar harapan penulis agar guna dan manfaat buku ini dapat tersampaikan sebagaimana mestinya.

54


STUDIO PERENCANAAN DESA 2017

DESA SANANKERTO KECAMATAN TUREN, KABUPATEN MALANG

TIM PENYUSUN : MOHAMMAD GHANI FARKHAN - 165060600111022 KINTAN FATMARINI - 165060600111007 ILHAM MAULANA - 165060601111024 MEIDYANA VISI CHAIRUNNISA - 165060607111012

165060601111044 - MAHISMA DRIYA KARENGGANI 165060601111010 - ANANIA PUTRI KENCANA 165060601111026 - FAIZAH ARIFIYAH AL AZIZI 145060600111013 - BUNGA ADELIA

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PROFIL DESA SANANKERTO KECAMATAN TUREN, KABUPATEN MALANG  

Rural Planning - Urban and Regional Planning, Brawijaya University

PROFIL DESA SANANKERTO KECAMATAN TUREN, KABUPATEN MALANG  

Rural Planning - Urban and Regional Planning, Brawijaya University

Advertisement