Issuu on Google+

CMYK

CMYK

RABU 7 MEI 2014

Pemkot Pilih Kasih Sindoro Semburkan Asap Status Normal, Masyarakat Jangan Takut TEMANGGUNG – Gunung Sindoro yang berada di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo mengeluarkan asap sulfatara. Ini merupakan fenomena yang sudah biasa sejak gunung tersebut ditetapkan aktif normal pada Maret 2012 lalu. Petugas Pengamat Gunung Sindoro Sum-

bing Yuli Rahmatullah mengatakan, tidak ada peningkatan aktivitas yang berarti, baik itu aktivitas kegempaan tektonik maupun vulkanik. Aktivitas yang terekam di seismograf karena terpengaruh besarnya angin yang ada di puncak gunung. “Saat ini Gunung Sindoro dalam keadaan normal, Gunung Sindoro

tidak apa-apa,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya di pos pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing

di Desa Genting Sari Kecamatan Bansari, kemarin (6/5). Memang diakuinya, setiap hari puncak Gunung Sindoro mengeluarkan asap sulfatara. Namun hal ini merupakan

fenomena yang biasa bagi gunung api yang aktif. Apalagi kalau dalam keadaan cerah pada pagi hari, keluarnya asap sulfatar terlihat sangat jelas. “Ya memang, setiap hari keluar asap sulafatara, paling tinggi 150 meter dari bibir kawah Jalatunda yang berada 60 meter di bawah puncak Sindoro,” terangnya. ke hal 3

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

KELUAR ASAP. Gunung Sindoro mengeluarkan asap sulfatara, tapi fenomena ini merupakan hal biasa bagi gunung api, sindoro masih dalam keadaan normal.

Tiket Arus Balik Ludes hingga 5 Agustus JAKARTA - Meski belum memasuki bulan puasa apalagi musim mudik Lebaran, sejumlah tiket kereta api dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah ludes terjual. Bahkan untuk arus balik pun sudah sebagian terjual.

Untuk pemesanan tiket arus balik bisa dilakukan secara online ataupun membeli di loket resmi yang tersedia di stasiun. Tapi, jangan harap membeli tiket balik ini bebas dari antrean. Seperti yang terjadi di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (6/5).

Pembelian tiket arus balik terlihat sangat padat. Padahal seluruh loket di stasiun ini sudah dibuka. Penumpang pun tidak bisa memilih jadwal arus balik seenaknya. Pasalnya, tiket arus balik sudah terjual habis hingga tangke hal 3 foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

PAPARAN. Camat Bansari sedang memberikan paparan di depan puluhan peserta di Balai Desa Getingsari Kecamatan Bansari Selasa kemarin.

Jalur Evakuasi Rusak Parah Oleh : Agna Susila, SH., MHum Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang Pertanyaan : Seorang teman mengatakan kepada saya bahwa hukum Islam itu tidak wajib ditaati karena negara kita bukan negara yang berdasarkan hukum Islam. Benarkah itu? Mohon penjelasan. (Kodiran-Kajoran) Jawaban : Pak Kodiran yth, negara kita memang bukan negara yang menjadikan hukum Islam sebagai dasar hukum sebagaimana yang dianut beberapa negara di kawasan Timur-Tengah seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Libia, Turki dan lain-lain. Tetapi negara kita mayoritas penduduknya beragama Islam. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) terakhir (2013) penduduk Muslim di Indonesia bahkan mengalami penurunan dari tahun ke tahun yaitu 95% pada tahun 1970 menjadi ke hal 3

Syahrini Ketua Pecinta Mobil Mewah SYAHRINI dapat berkah setelah kerap ‘mamerin’ mobil Lamborghini yang diakui miliknya. Barubaru ini dia resmi ditetapkan sebagai Ketua Previledge Club Indonesia (PCI), klub pecinta mobil sport mewah. “Mungkin berbekal pengalaman touring sama banyak laki-laki itu, ke Bali, Bandung, nanti banyak hal yang bisa aku sharing,” ungkap Syahrini. ke hal 3

foto:ist

foto:jpnn

RATUSAN. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA), Arist Merdeka Sirait, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Walikota Sukabumi M Muraz menggelar konferensi pers di Polres Sukabumi Kota, kemarin. Korban sodomi emon kembali bertambah menjadi 110 orang yang melapor.

Korban Sodomi Emon Capai 110 Anak SUKABUMI - Bocah lelaki korban pencabulan Andri Sobari alias Emon (24) terus bertambah. Angka terbaru jumlahnya menembus lebih dari 100 anak. ”Hingga kini sudah 110 orang

Sukabumi, Selasa (6/5/2014). Menurut Rycko, pihak penyidik kepolisian masih mendata dan meminta keterangan para bocah. “Kami kedepankan saat ke hal 3

Mitigasi Bencana Alam di Balai Desa Gentingsari Kecamatan Bansari, kemarin. Pihaknya sangat berharap, Pemkab Temanggung segera merealisasikan perbaikan jalur evakuasi tersebut. Karena datangnya bencana tidak bisa diprediksikan. “Memang saat ini masih dalam keadaan normal dan kami berharap Sindoro selalu dalam keadaan normal. Tapi sewaktuwaktu aktivitas Gunung Sindoro bisa kembali meningkat. Jadi langkah –langkah antisipasi juga sangat perlu dilakukan,” katanya. Sementara itu Kasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung Gito Walngadi menambahkan, ke hal 3

Tradisi Ekstra Puding saat Ujian Nasional di SMPN 8 Magelang

Tambah Stamina Sajikan Roti hingga Burger SMP Negeri 8 Magelang Magelang memberi nutrisi kepada siswa kelas 9 yang menjadi peserta ujian nasional. Kegiatan ekstra pudding ini dilaksanakan sebelum ujian nasional dimulai. CHANDRA YOGA Magelang WAKIL Kepala Sekolah Bidang Humas SMP Negeri 8 Magelang, Wasyanta Bambang Nugraha, mengatakan, kegiatan ekstra puding merupakan anjuran dari pemerintah daerah dan rutin dilaksanakan

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

yang melapor. Dari jumlah tersebut 60 orang lebih ada indikasi kekerasan seksual,” ucap Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat menggelar konferensi pers di Mapolresta

SEMENTARA itu jalur evakuasi Gunung Sindoro yang melintasi daerah Kecamatan Bansari menuju Kauman Parakan saat ini dalam kondisi rusak parah. Sehingga sangat perlu diperbaiki sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana. Kondisi jalur evakuasi tersebut sudah rusak sejak Gunung Sindoro Aktif pada Desember 2011 lalu. Namun sampai saat ini belum juga diperbaiki. Padahal pihaknya sudah mengajukkan perbaikan jalur tersebut ke pemerintah sebanyak tiga kali. “Sudah tiga kali masuk dalam Musrenbangdes, tapi sampai saat ini belum juga diperbaiki,” kata Camat Bansari, Singgih Purnomo usai memberikan paparan dalam acara Sosialisasi

foto:chandra yoga k/magelang ekspres

EKSTRA PUDING. Siswa SMP Negeri 8 Magelang sarapan dalam kegiatan ekstra puding agar badan lebih siap dalam menghadapi ujian nasional.

di sekolah tersebut. “Sudah tahun ke empat kami melaksanakan ekstra puding sebelum mengerjakan soal ujian nasional, yang awalnya merupakan anjuran dari Pemkot Magelang kepada seluruh sekolah,” ucap Bambang saat pelaksanaan ujian nasional SMP hari kedua. Dalam ekstra puding tersebut, siswa mendapat makanan, minuman serta snack untuk menambah stamina. Makanan yang disajikan setiap harinya bervariasi mulai dari roti coklat hingga burger. “Untuk hari kedua ini siswa menyantap burger, cukup membantu untuk menjaga stamina terutama

SINDORO SEMBURKAN ASAP

Ora opo-opo, dijamin aman

KORBAN SODOMI TEMBUS 110 ANAK

Ya Allah, piye otake emon, kok tega kaya ngene

ke hal 3

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK

ke


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

RABU 7 MEI 2014

Karsimin

4

MAGELANG - Tak ada seorangpun yang ingin merasakan kehilangan sesuatu hal yang dicintai, termasuk barang. Apapun bentuknya, yang namanya kehilangan selalu saja menyisakan rasa sakit hingga kecewa Untuk itu, maka manajemen Armada Town Square (Artos) Mall menyediakan layanan kehilangan (lost and found) dengan harapan barang-barang pengunjung yang hilang dapat ditemukan kembali. General Manager Artos Mall, Robby Afian mengatakan, layanan ini diciptakan atas dasar banyak kejadian yang dialami pengunjung, baik kehilangan barang berupa dompet, uang, handphone, perhiasan, maupun barang-barang berharga lainnya. “Sebelumnya lost and found sudah ada sejak sekitar 3 bulanan lalu. Namun sementara ini pengunjung belum banyak yang tahu,” ujar Robby, didampingi Manager General Affair, Otniel Hanung Krisnupathi di kantornya, kemarin. Dikatakan, untuk layanan ini pihaknya menyediakan tempat khusus berupa lemari kaca yang ditempatkan di Atrium, atau tepatnya disamping customer service (CS). Ini maksudnya, agar mudah dilihat dan diketahui oleh pengunjung sendiri sehingga mereka dapat menemukan kembali barangnya. “Saya rasa tidak ada satupun mal yang memiliki layanan seperti ini, kecuali Artos. Meskipun ada, setelah saya survei ternyata di luar negeri seperti di Thailand misalnya,” katanya. Selain bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kepada pengunjung dan customer, layanan ini juga dimaksud untuk bisa mendidik para karyawan, khususnya bagi mereka yang menemukan agar selalu bertindak jujur. Karena menurut Robby, kejujuran adalah hal yang sangat penting untuk bisa menunjukan bahwa Artos Mall benar-benar menjadi yang terbaik dalam memberikan pelayanan. (imr)

Rajakan Konsumen SEBAGAI Kepala Cabang Yamaha Sudirman Motor Temanggung, Karsimin, sudah sangat diperhitungkan. Disamping itu, sebagai leader dealer, ia masuk dalam perhitungan pesaing dalam dunia penjualan sepeda motor. Tangan dingin yang ia miliki terbukti ampuh menjadikan Sudirman Motor menjadi tulang punggung penjualan Yamaha di kota tembakau. “Tahun 2013 lalu Sudirman Motor dinobatkan menjadi back bone penjualan Yamaha di Temanggung, lantaran dinilai menjadi dealer resmi terbaik,” katanya, kemarin. Karir profesionalnya dimulai tahun 2001 sebagai marketing otomotif. Sampai seperti ini, ia pun memiliki kiat-kiat khusus yang ditanamkan kepada karyawannya di semua divisi. Disiplin, ulet, inovatif, dan kematangan stra tegi marketing menjadi kunci yang ia berikan dan ia miliki. “Ekspektasi saya adalah pelayanan kepada konsumen secara maksimal dalam hal pelayanan, demi nama baik dealer ini sendiri,” pungkasya. (cr1)

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

RAPI. Petugas layanan lost and found tengah merapikan barang-barang milik pengunjung yang hilang.

Koperasi Siap Hadapi Persaingan Global foto : rizal ifan/temanggung ekspres.

PERBANKAN Gandeng Jamkrindo, Berikan Jaminan KPR JAKARTA – Persaingan bisnis dewasa ini sangat pesat. Dunia perbankan dan asuransi merupakan bidang bisnis yang bersaing cukup pesat di pasar. Untuk bersaing dibutuhkan strategi bisnis agar dapat memanfaatkan peluang bisnis bagi pertumbuhan usaha. Atas dasar itulah, Bank BTN bekerjasama dengan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Kerjasama lebih dimaksudkan untuk memberikan jaminan pembiayaan KPR dengan skim FLPP. "Kerjasama ini akan sangat menguntungkan bagi masyarakat yang memanfaatkan skim pembiayaan KPR FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) karena Jamkrindo akan memberikan jaminan atas pembiayaannya," kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN di Jakarta, usai menandatangani naskah kerjasama bersama Jamkrindo, Senin (5/5). Disebutkan, naskah PKS ditandatangani masing-masing oleh Maryono, Direktur Utama Bank BTN dan dari Jamkrindo dilakukan oleh Diding Surdirja Anwar, Direktur Utama dan Bakti Prasetyo, Direktur. Maryono menjelaskan kerjasama antara Bank BTN dengan Jamkrindo ini merupakan tindak lanjut dari rencana bisnis yang sudah direncanakan perseroan bagaimana agar masyarakat yang selama ini memanfaatkan fasilitas pembiayaan KPR FLPP yang disiapkan Bank BTN terlindungi sepenuhnya. "Masyarakat yang menjadi pelanggan Bank BTN harus diberikan layanan lebih agar mereka nyaman dalam memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan yang kami miliki," tegasnya. Sejak digulirkannya skim FLPP tahun 2010, kata Maryono, sampai dengan 30 Maret 2014 Bank BTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp 18,32 triliun dengan jumlah rumah sebanyak 270.130 unit. Nilai kredit yang besar ini perlu jaminan keamanan. Atas dasar itulah Bank BTN mengajak Jamkrindo kerjasama dalam memberikan jaminan asuransi atas kredit yang disalurkan Bank BTN kepada masyarakat melalui skim FLPP. Bank BTN merupakan Bank BUMN dengan status perusahaan terbuka saat ini telah masuk kelompok 10 bank terbesar di Indonesia berdasarkan Asset dan Kredit yang disalurkan. (vit/jpnn)

Jelang MEA 2015 BALI-Jelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, koperasi mengklaim tidak gentar bersaing oleh lembaga keuangan lain. Bahkan, koperasi berperan besar membantu mensejahterakan ekonomi masyarakat. Seperti yang diklaim Koperasi Unit Desa (KUD) Pedungan yang terletak di kecamatan Pedungan, Bali. Dengan aset Rp 34 miliar per Desember 2013, KUD pimpinan I Nyoman Kertajaya ini berhasil mengajak seluruh masyarakat Pedungan menjadi anggotanya. “Anggota KUD kita sampai Desember 2013 ada 2.702 orang. Dengan menerapkan prinsip kekeluargaan, masyarakat sangat terbantu dengan KUD ini. Kita tidak gentar lah menghadapi persaingan glo-

bal,” kata Nyoman, di Bali, kemarin. Kenapa terbantu, Nyo man menjelaskan beberapa alasan KUD-nya bisa membantu perekonomian masyarakat setempat. Dia mencontohkan, dengan besarnya biaya adat ketika meninggal dan lahiran, iuran simpanan wajib Rp 11 ribu per tahun da pat mengurangi beban anggota karena sebagian ditanggung KUD. “Upacara adat Ngaben itu biayanya tidak sedikit, mencapai ratusan juta. Dengan menjadi anggota kita (KUD Pedungan), keluarga yang ditinggalkan hanya mengeluarkan uang sepa-

ruh dari yang dibutuhkan,” jelas dia. Keunggulan lainnya, lanjut Nyoman, bunga yang dikenakan masyarakat yang meminjam uang di koperasinya sangat kecil. Bahkan lebih kecil dari Badan Per kreditan Rakyat (BPR). Dengan prinsip tersebut, tidak heran KUD Pedungan ini menghasilkan Selisih Hasil Usaha (SHU) per Desember 2013 sebesar Rp 1,289 miliar. Dengan modal awal Rp 45 miliar ketika berdiri di 1978, KUD Pedungan tetap menjadi pilihan warga setempat untuk membantu mengelola uang dan usaha yang dihasilkan masyarakat. Selain Koperasi

Pedungan, Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kamadhuk yang merupakan koperasi milik pegawai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali juga membeberkan keberhasilannya membantu masyarakat. Koperasi pimpinan Putu Putra Wisada ini juga memberi kemudahan kepada pegawai RSUP Sanglah meminjam dan mengelola keuangan. “Saat ini anggota kita 1.861 orang per Desember 2013. Anggota sangat terbantu dengan keberadaan kita (KPN),” ucap dia. Putu mengaku koperasi ini tidak mempunyai kendala yang besar dalam kredit macet karena pinjaman anggota langsung dipotong dari gaji sebagai pegawai RSUP Sanglah. “Bisa dibilang, rasio kredit macet kita hampir tidak ada. Karena itu, kita juga bisa ikut bersaing di pasar ASEAN nanti,” kata Putu. (jpnn)

Realisasi Pajak Tembus Rp 281 T JAKARTA - Di tengah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi, sektor pajak masih menunjukkan kinerja positif. Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengatakan, realisasi penerimaan pajak periode Januari-28 April sudah tembus Rp 281 triliun. Penerimaan sebesar itu sudah 25,4 persen dari target yang dipatok APBN 2014 senilai Rp 1.110,2 triliun. “Ini capaian positif,” ujarnya kemarin. Menurut Fuad, jika dibandingkan periode sama 2013, realisasi awal tahun ini naik 12,8 persen. Kenaikan tersebut tercatat lebih tinggi daripada periode sama tahun sebelumnya yang hanya 3,6 persen. Dia menyebut, kenaikan tersebut disumbang penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas, baik orang pribadi maupun badan yang tumbuh 16 persen. “Tahun lalu pertumbuhan PPh nonmigas masih negatif,” katanya. Meski mencatat kenaikan dibanding periode sama tahun sebelumnya, Fuad pesimistis dapat mencapai target penerimaan pajak tahun ini yang dipatok Rp 1.110,2 triliun. Menurut dia, target tersebut dibuat dengan asumsi ekonomi Indonesia 2014 bakal tumbuh 6,0 persen. “Padahal, pertumbuhan ekonomi tahun ini diproyeksi lebih rendah dari 6,0 persen. Jadi realisasi pajak juga akan lebih rendah,” ucapnya. Lantas, apa yang akan dilakukan Ditjen

Pajak untuk menggenjot realisasi penerimaan? Fuad mengatakan, tahun ini pihaknya menjalankan enam strategi. Pertama, ekstensifikasi atau menjaring lebih banyak wajib pajak (WP) dari kelompok orang pribadi berpendapatan tinggi dan menengah. “Kita harus mengakui, masih banyak orang kaya yang belum membayar pajak dengan benar,” ujarnya. Kedua, intensifikasi dan ekstensifikasi ke sektor-sektor yang selama ini belum banyak digali potensinya, yakni properti dan usaha kecil menengah (UKM). Untuk UKM, pemerintah tidak menargetkan terlalu banyak penerimaan karena salah satu tujuan pengenaan pajak UKM adalah mendorong pelaku usaha mendapat nomor pokok wajib pajak (NPWP). “Dengan begitu, mereka bisa mengakses pendanaan perbankan. Potensi besar ada di properti,’ katanya. Sebagaimana diwartakan, sejak September 2013 lalu Ditjen Pajak mulai memperketat pengawasan pajak properti. Caranya, dengan menginstruksikan perusahaan properti besar atau developer untuk membayar pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen dari nilai transaksi riil. Bukan 10 persen dari nilai jual objek pajak (NJOP) yang nilainya jauh lebih rendah dari harga riil. Hasilnya, tahun lalu realisasi pajak properti mencapai Rp 60 triliun atau naik 28 persen

foto : jpnn

TENANG. Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany saat di kantor kementerian

dibanding 2012. Strategi lainnya, adalah penyempurnaan sistem administrasi perpajakan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Kemudian optimalisasi pemanfaatan data dan informasi yang terkait dengan perpajakan dari institusi lain, penguatan penegakan hukum bagi penghindar pajak, serta penyempurnaan peraturan perpajakan untuk lebih memberikan kepas tian hukum. (owi/oki/jpnn)

Permudah UKM Masuk Koperasi Ritel SURABAYA - Koperasi yang bergerak di bidang ritel makin agresif memasarkan produk buatan usaha kecil dan menengah. Saat ini porsi produk UKM yang dijual koperasi ritel mencapai 40 persen. Hingga tiga tahun ke depan penetrasinya ditargetkan bisa mencapai 70 persen. Sejumlah keringanan persyaratan tengah disiapkan. Ketua Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia Jatim Murpin Josua Sembiring mengatakan, komposisi produk UKM yang dipasarkan di koperasi ritel terus meningkat tiap tahun. Ketika Asosiasi baru dibentuk tiga tahun lalu, porsi produk

CMYK

UKM hanya 5-10 persen. Kini persentase produk UKM mencapai 40 persen. Sedangkan sisanya 60 persen merupakan produksi industri besar. “Standar yang diberlakukan untuk tiap produk UKM yang masuk memang tidak terlalu ketat. Seperti tidak terlalu mempersoalkan packaging dan terutama untuk makanan minimal harus higienis. Selain itu, menerapkan sistem konsinyasi sehingga bisa langsung menikmati keuntungan ketika barang laku terjual,” terangnya, kemarin. Ada beragam produk UKM yang dijual di koperasi ritel. Mulai dari makanan

basah, makanan ringan, produk fashion, souvenir, dan peralatan rumah tangga. “Seluruh produk yang dihasilkan UKM bisa masuk. Tidak harus produsen langsung. Bahkan distributor pun juga bisa menawarkan produk UKM,” katanya. Dia mengakui banyak kendala yang dihadapi pelaku UKM dalam memasarkan produknya. Terutama, dari sisi perijinan dan kemasan. Idealnya suatu produk harus memiliki izin dari Badan POM. Tidak lupa untuk makanan ada keterangan masa kadaluarsa. “Tapi untuk kasus tertentu kami tidak menerapkan itu secara mutlak. Sebab

bagi pelaku UKM, perizinan membutuhkan biaya yang tinggi. Makanya kemasan yang higienis kadang sudah cukup,” katanya. Belum lama ini, ada koperasi ritel yang memfasilitasi pengemasan produk UKM. “Jadi produk UKM yang potensi dijual bisa mendapatkan merek dan plastik secara gratis,” tuturnya. Menurut dia, pengembangan produk UKM tidak terlepas dari pinjaman perbankan. Menurut dia, selama ini skema yang ditawarkan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. (res/sof/jpnn)

CMYK


CMYK

CMYK

RABU 7 MEI 2014

KOTA KITA Produk UMKM Produk usaha masyarakat kecil menengah tidak kalah dengan produk industry besar, tetapi mengapa gaungnya kurang terutama di tingkat local.

Ada kalanya produk lokal usaha kecil menengah malah lebih popular didaerah lain, berarti dibutuhkan pemikiran mencintai produk lokal,

Kasus Money Politics Mental Panwaslu Tak Bisa Melimpahkan MAGELANG TENGAH - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Magelang menerima empat laporan dugaan money politics Pemilu Legislatif (Pi leg). Namun lembaga ini tak dapat menindaklanjuti laporan itu, lantaran dinilai tak memenuhi unsur formal dan material delik pelanggaran pidana pemilu.

”Banyak faktor sehingga keempat-empatnya tidak bisa dilimpahkan ke tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Ada yang karena laporannya sudah kedaluwarsa, tidak ada bukti yang cukup, juga pencabutan laporan dari pelapor itu sendiri,” kata Ketua Panwaslu Kota Magelang, Zuchron Arofi, Selasa (6/5). Namun demikian, Zuchron menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengesampingkan laporan dari warga tersebut. Apalagi menurutnya, sepak ter-

jang money politics tidak memberikan interpretasi yang baik kepada masyarakat tentang demokrasi. ”Kita tetap tindaklanjuti setelah laporan itu masuk. Hanya saja kembali lagi pada aturan yang memang mutlak. Tergantung memenuhi syarat atau tidak laporan itu,” jelasnya. Dia mengakui, laporan money politics yang masuk ke Panwaslu sejak Pileg lalu semuanya kandas. Meskipun dari sifat pelaporannya, pelapor juga menyertakan bukti-bukti awal.

”Barang bukti money politics memang ada, pelapor dan terlapornya juga ada. Ada uangnya, ada calegnya dan orang yang membagikan uangnya. Bahkan, ada yang menyertakan bukti rekamannya juga. Tapi laporan itu sudah kedaluwarsa, dan satu laporan lagi dicabut pelapornya sendiri,” ujar Zuchron. Sebelumnya, beberapa warga yang merasa dirugikan dengan adanya politik uang itu melaporkan pelanggaran tersebut ke Panwaslu. ke hal 11

GINANJAR, SWASTA, MAGELANG.

Produk kerajinan lokal me mang bagus, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, agar bisa bersaing dengan industry besar, (mg1) FADIL, GURU, MAGELANG.

TINJAU. Walikota Magelang Sigit Widyonindito beserta jajarannya meninjau operasional Pasar Rejowinangun yang sudah mulai ditempati sejak akhir Maret lalu.

KAJIANSEHATALAMI Mental SAKIT ANDAIKATA kita menanam dan merawat pohon tomat dengan baik pasti di kemudian hari kita akan memetik buah tomat yang banyak, dan sangatlah tidak mungkin dari menanam pohon tomat kita dapat memetik buah durian, inilah sunatullah. Bila kita menginginkan panen buah durian pastilah kita harus menanam serta merawat pohon durian juga, agar menghasilkan buah yang banyak di kemudian hari. Artinya buah-buah toMedi Wirawan mat yang kita petik hari ini merupakan hasil dari pohon yang kita tanam dan rawat dengan baik beberapa waktu yang lalu. Analogi ini berlaku juga terhadap kondisi sakit yang diderita seseorang saat ini, yang merupakan hasil dari perilaku sakit yang dikerjakannya beberapa waktu yang lalu. Hidup ini tidaklah instan karena semuanya berlangsung dengan mengikuti proses alamiah bertahap, terstruktur dan berkesinambungan. Sebagaimana akar tumbuhan yang berperan sangat penting dalam menunjang kekuatan tumbuhan agar dapat berdiri tegak, demikian pula sakit berakar dan berawal dari sebuah mental sakit. Kondisi sakit terjadi karena didahului adanya faktor awal mental sakit dan ditunjang pola hidup tidak sehat yang dilakukan terus menerus di masa lalu. Mental sakit inilah yang menjadi dasar seseorang menjadi sakit di kemudian hari. Ada delapan dimensi mental sakit sebagai berikut, pertama mental suka mengeluh, dimana sikap mental ini memang merupakan fitrah manusia seperti yang disebutkan dalam QS Al Ma’aarij (70):19 : “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”. Jadi secara fitrah ada dua sifat manusia disamping suka mengeluh juga kikir. Kenapa manusia menjadi suka mengeluh? Ada 8 alasan yang melatar belakanginya : akibat ketidakcocokan, tidak sejalan, tidak sesuai harapan sebelumnya, meleset dari rencana, takut bersaing, merasa tidak mampu, takut gagal dan memiliki mentalitas pecundang yang semuanya dapat berujung membentuk sikap putus asa. Setelah mengetahui sifat-sifat tersebut sebaiknya kita dapat mulai melatih mental kita agar menjadi lebih kuat dengan cara selalu menyelesaikan masalah hidup dengan penuh ikhlas, pasrah dan legowo dan selalu bergantung kepada Allah saja dengan pantang berputus asa sesuai QS Alam Nasyrah (94) : 8 sebagai berikut : “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” . Sikap mental sakit berikutnya adalah lebih suka berobat daripada mencegah sakit. Pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang tidak suka kondisi sakit & sangat tidak tahan akan sakit. Padahal sakit sebenarnya merupakan tanda alamiah adanya kerusakan sel atau ketidakseimbangan proses metabolisme sel yang harus segera diperbaiki.

foto : wiwid arif/ magelang ekspres

PASAR TERNYA TERNYAATTAA BOCOR PASAR MILIARAN MILIARAN TERNY BOCOR

MAGELANG TENGAH - Walikota Magelang Sigit Widyonindito meninjau penempatan kembali pedagang korban kebakaran Pasar Rejowinangun. Bersama dengan Wakil Walikota Joko Prasetyo, Sekda Sugiharto dan jajarannya, dirinya sempatkan berdialog dengan be-

berapa pedagang Pasar Rejowinangun yang baru diresmikan, 12 Maret lalu itu. ”Saya memastikan penempatan pedagang sudah tertata dengan baik atau tidak. Tapi, setelah saya cek, ternyata masih banyak yang harus dibenahi,” tutur Sigit di sela-sela tinjauannya,

Usai Pileg, Kantor DPRD Sepi MAGELANG SELATAN - Masa jabatan anggota DPRD Kota Magelang tinggal beberapa bulan lagi. Namun, jelang penghujung tugas mereka, kondisi gedung dewan setempat justru sepi. Seringkali, anggota dewan tidak berada di kantor lantaran tengah menjalani tugas di luar kota atau kunjungan kerja. Kendati lengang, Sekretaris DPRD Kota Magelang, Hardi Siswantono menilai bahwa mayoritas anggota DPRD yang tidak hadir di kantor, lantaran tengah disibukkan dengan tugas jabatan. ”Setelah Pileg selesai, banyak yang mesti diurus anggota dewan. Tapi ketika rapat internal kehadiran mencapai hampir 100 persen,” katanya di kantornya, Selasa (6/5). Menurutnya, sebagian anggota dewan memang sedang menajani kunjungan kerja ke beberapa daerah. Namun saat ditanya lebih jauh tentang tugas kunjungan kerja itu, Hardi tak mampu menjawabnya secara detail. ”Ya tugas dewan kan banyak. Tapi kalau rapat mereka pas ti hadir kok,” kelakarnya. Memang dari pantauan koran ini kema-

rin, suasana di DPRD Kota Magelang tampak lengang. Jika seminggu sekali sebelumnya sering diadakan rapat, maka kali ini hanya terlihat segelintir PNS dan beberapa komponen DPRD saja. Beberapa anggota dewan justru tengah bersiap untuk bertolak ke luar kota, guna menjalani tugas jabatan. ”Itu (kunjungan kerja) per komisi bisa, per baleg (badang legislatif ) juga bisa. Jadi ya memang padat. Tapi kunjungan kerja itu kaitannya semua dengan pekerjaan,” tukas Hardi. Hardi menambahkan, meski pergantian jabatan anggota dewan tinggal beberapa bulan lagi, namun ia menilai bahwa tidak ada satupun rapat intern DPRD Kota Magelang yang tertunda. ”Sekarang ini sedang pembentukan panitia khusus (pansus), jadi harus dipersiapkan alat kelengkapan. Memang agak padat jadwal (anggota DPRD),” imbuhnya.

Selasa (6/5). Dari pengamatannya, beberapa kondisi atap pasar yang menelan anggaran sekitaar Rp63 miliar tersebut masih ada yang bocor. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan konsumen dan pedagang sendiri. Selain itu, ia juga menyo-

roti banyaknya los dan kios yang belum digunakan. ”Ini masih tahap pemeliharaan. Saya minta SKPD terkait untuk mengomunikasikan degan pihak rekanan supaya atap bocor segera diatasi,” imbuhnya. ke hal 11

Prioritaskan Keluarga MENIKMATI waktu bersama keluarga menjadi prioritas utama Eka Martina di saat hari libur. Pekerjaan ataupun beban pikiran lain, ia tangguhkan sementara demi memaksimalkan waktu berkumpul bersama sang suami dan anaknya. ”Soalnya memang kan bisa bersantai sama-sama ya waktu liburan itu, jadi saya usahakan untuk benar-benar menikmatinya,” ujar perempuan 28 tahun ini. Ia menambahkan, setiap hari sebenarnya dirinya juga bisa berkumpul bersama suami dan putrinya yang kini berusia lima tahun itu. Namun, menurutnya, pada hari-hari biasa ia ataupun sang suami terkadang pulang terlambat lantaran kesibukan pekerjaan masing-masing. Karena itu, ia pun menganggap waktu liburan, semisal hari Minggu atau saat hari libur nasional, merupakan waktu terbaik untuk sejenak refreshing bersama keluarga kecilnya. Ia mengaku bahwa hal tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan sang suami.

EKA MARTINA

foto : wiwid arif setyoko /magelang ekspres

ke hal 11

ke hal 11

ke hal 11

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK

RABU 7 MEI 2014

Kontraktor Dinilai Tak Serius

PEMBENAHAN

Dalam Perbaikan Pasar Temanggung Permai

foto : rizal ifan/temanggung ekspres.

LUBANG. PDAM tengah melakukan perbaikan atas kerusakan saluran air bawah tanah di Jalan Dr Wahidin Temanggung, kemarin.

PDAM Perbaiki Pipa Rusak

TEMANGGUNG – Meski beberapa kerusakan bangunan di Pasar Temanggung Permai telah diperbaiki oleh pihak kontraktor. Namun para pemilik kios mengaku pengerjaan tersebut masih belum optimal. Pedagang menganggap bahwa beberapa petugas yang datang mengecek kerusakan hanya mengerjakan sebagian titik-titik kerusakan yang ada. Hingga saat ini masih banyak terlihat bukti ketidak maksimalan tersebut. Salah satu pedagang, Slamet Mujiono yang menghuni Blok F membenarkan adanya cek lapangan oleh perwakilan dari PT Bhumi Mas Perdana, pelaku pi-

hak ketiga proyek pembangunan pasar percontohan skala nasional ini. Namun, dalam pengerjaannya masih tampak belum serius dan menyeluruh. “Memang sudah ada petugas yang datang, sudah sekitar dua minggu belakangan ini. Mereka membenahi atap, instalasi listrik, dan rolling door. Sudah ditangani beberapa laporan kerusakan itu, hanya saja masih belum maksimal. Nyatanya masih saja banyak menyisakan ketidak beresan,” katanya, Selasa (6/5). Salah satu contoh yang terjadi pada kiosnya pada blok F 36, instalasi air masih saja belum mengalir. Ini sudah terjadi sejak satu bulan lalu. Padahal dahulu pernah mengalir. “Kalau WC umum itu bayar, pa-

dahal air sangat kami butuhkan. Kalau tidak menyala, percuma krannya dipasang,” ungkapnya. Lain lagi dengan yang menimpa Indra, pemilik kios lain. Meski telah dilaporkan terkait kebocoran atap. Namun sampai detik ini masih saja terjadi rembesan hebat saat hujan deras turun. Selain itu, terkait perbaikan oleh para petugas dari kontraktor juga menjadi pertanyaannya. Pasalnya tidak ada konfirmasi terlebih dahulu. “Saya rasa ini masih serampangan dan sangat tidak serius. Lihat saja waktu hujan seperti apa yang terjadi,” timpalnya. Bahkan, ditambahkannya, bahwa kios disebelahnya malah memiliki keanehan yang sangat mencolok. Kios F 35 atas nama ke hal 11

XX

foto: rizal ifan/temanggung ekspres.

BELUM OPTIMAL. Pemilik kios di Pasar Temanggung Permai menunjukkan meteran listrik, kemarin (6/6).

Dishub Gelar Pemilihan Supir Angkum

TEMANGGUNG – Setelah sekian lama kerusakan saluran air terjadi di Jalan Dr Wahidin, akhirnya PDAM Kabupaten Temanggung merespon dengan memperbaikinya. Menurut salah satu petugas pengawas teknis lapangan yang berada di tempat saat ditemui koran ini menyatakan, kerusakan tersebut meliputi saluran air bawah tanah. “Kami dari PDAM melakukan perbaikan peralon ukuran lima dan delapan inci. Perbaikan ini kami lakukan karena terjadi kerusakan dengan indikasi air memancar dari dalam tanah,” katanya, Selasa (6/5). Perbaikan tersebut telah dilakukan selama dua hari, yakni dari pagi hingga malam hari dengan melibatkan beberapa petugas lapangan. ke hal 11

Juara I Ferri dari DNA Taksi TEMANGGUNG – Pemilihan pengemudi awak angkutan umum (angkum) digelar perdana di Kabupaten Temanggung, kemarin (6/5). Sebanyak 20 peserta mengikuti berbagai rangkaian penilaian yang diberikan panitia, seperti dari Dishubkominfo, Satlantas Polres Temanggung, Jasa Raharja, PMI, Organda, dan Paguyuban Angkudes Temanggung. “Pemilihan seperti ini akan menjadi agenda rutin kami. Ta-

PERTANIAN

hun 2014 ini adalah penyelenggaraan pertama yang kami gelar. Kedepannya akan terpilih satu pengemudi terbaik yang akan dikirim ke tingkat provinsi,” kata Cahyono, panitia dari Dishubkominfo. Peserta dalam kegiatan yang digelar di Ocean Star ini melibatkan beberapa pihak awak angkutan. Dia ntaranya bus AKAP dan AKDP, angkudes, angkota, dan juga taksi. Kriteria penilaian yang diajukan panitia kepada seluruh peserta terdiri atas beberapa unsur. ke hal 11

Kali Galeh Pernah Sapu Persawahan Warga Kerja Bakti Bangun Tanggul

Dewan Tanyakan Pemasangan PJU foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

DICABUTI. Tanaman cabai di lahan pertanian di Desa Danurejo Kecamatan Kedu dicabuti.

Petani ‘Amuk’ Ribuan Tanaman Cabai KEDU – Lantaran harga cabai terus anjlok dan terserang hama patek, petani di Desa Danurejo Kecamatan Kedu mencabuti tanaman cabai di lahan pertanian miliknya, kemarin (6/5), sebelum petani menanggung kerugian yang semakin banyak. Sahwan (49) petani setempat menuturkan, sejak pertengahan bulan April 2014 lalu, harga cabai sret (cabai setan) terus mengalami penurunan. Dari harga Rp20 ribu perkilogram terus turun hingga Rp10 ribu perkilogram pada awal Mei ini. “Harga tertinggi pada bulan April lalu satu kilogramnya bisa mencapai Rp50 ribu perkilogram. Tapi sekarang harganya terus me-

TEMANGGUNG - Target Pemkab Temanggung melakukan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dipertanyakan kalangan dewan. Karena hingga saat ini sejumlah jalan raya yang rawan kecelakaan dan tindakan kriminal masih dalam kondisi gelap gulita saat malam hari. “Masih banyak jalan yang gelap, padahal posisinya sangat rawan kecelakaan. Ini sangat berbahaya bagi penguna jalan. Seharusnya pemkab bertindak cepat,” pinta Anggota Fraksi PAN DPRD Temanggung, Erda Wachyudi, kemarin (6/5). Pihaknya menilai, upaya pemasangan PJU masih belum dilakukan secara serius. Data yang dilaporkan, selama satu

tahun terakhir, Pemkab baru memasang 179 unit PJU baru jumlah itu masih jauh dari target yang dibuat oleh pemkab. “Hingga kini angka pemasangan PJU masih jauh dari target dan banyaknya kerusakan yang belum diperbaiki,” ujarnya. Ia mengatakan, Pemkab Temanggung mentarget akan melakukan pemasangan total sebanyak 700 unit PJU baru di kawasan daerah rawan dan perkotaan. Namun hingga kini semua belum direalisasikan. Selain itu pemetaan pemasangan PJU terkesan tidak sesuai dengan peruntukkannya. “Tidak hanya satu dua saja, banyak daerah rawan kecela-

PARAKAN – Untuk mengurangi ganasnya terjangan banjir di Kali Galeh, ratusan warga di RW 3 dan 5 di lingkungan Sidorejo, Kelurahan Parakan Kauman melakukan gotong royong di sungai tersebut. Mereka membuat tanggul dengan batu kali dengan peralatan seadanya kemarin. Kepala desa setempat Heri Karjono mengatakan, derasnya terjangan banjir di Kali Galeh su-

dah menghilangkan sedikitnya 1,5 hektar sawah. Untuk menangulangi melebarnya aliran sungai ini, warga dibantu anggota TNI dari Kodim 0706 Temanggung melakukan pembuatan tanggul dengan peralatan seadanya. “Dulu di sini (Kali Galeh) di tengah-tengahnya aliran sungai ada sawah. Tapi sekarang sudah hilang di terjang banjir,” katannya disela melakukan gotong royong kemarin (6/5). Menurutnya, upaya ini bukan ke hal 11

ke hal 11 foto : setyo wuwuh/temanggung ekspres

PASANG. Petugas tengah melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum dengan alat berat.

ke hal 11

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

GOTONG ROYONG. Ratusan warga bersama anggota TNI melakukan gotong royong di aliran sungai Kali Galeh, kemarin (6/6).

PPS Proses Pemutahiran Data Pemilih TEMANGGUNG – KPU KaDaftar Pemilih Khusus (DPK) bupaten Temanggung mela, DPK Tambahan, dan pemilui Panitia Pemunggutan lih baru yang tanggal lahirnya Suara (PPS) di tingkat desa, mulai dari 10 April hingga 9 saat ini tengah melakukan Juli tahun 1997,” jelasnya. pemutahiran data pemilih Disampaikan, berdasar data, menjelang pemilihan presijumlah pemilih di Kabupaten den (pilpres) 9 Juli 2014 Temanggung mencapai 582.mendatang. 524 orang. Data itu adalah “Tahapannya sudah berjapenambahan dari daftar pelan, PPS saat ini sedang memilih tambahan yang berlakukan pemutahiran data jumlah 579.617 orang. Daftar pemilih,” kata Komisioner pemilih tambahan (DPTb) AGUS ISTANTO KPU Temanggungh Agus Is476 orang, daftar pemilih tanto, kemarin (6/5). khusus (DPK) 611 orang dan Ia mengatakan, sebagai dasar dan acauan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) dalam pemutahiran data pemilih pada Pilsebanyak 1820 orang pres mendatang, digunakan Daftar Pemilih Kemudian katanya, dari data tersebut Tetap (DPT) pada Pileg 9 April 2014 lalu. nantinya akan didapatkan Daftar pemilih “Tidak itu saja tapi juga ditambah dengan ke hal 11

Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271


(1,1) -1- WONOSOBO EKSPRES.indd 5/6/2014 10:15:58 PM

CMYK

RABU 7 MEI 2014

PT Putuskan Agus Bersalah GURU BK ITU DIHUKUM PERCOBAAN

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Buruh Gendong dan Pikul WONOSOBO – Sedikitnya S dikit 250 buruh b h gendong, buruh pikul serta pedagang di pasar Induk Wonosobo diperiksa kesehatannya oleh petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam rangka peringatan hari Lansia yang ke- 18 di Kabupaten Wonosobo. “Target peserta yang diperiksa oleh Dinas Kesehatan ada sekitar 100 peserta. Tetapi, dalam pemeriksaan kesehatan ini pesertanya membludak hingga 250 peserta. Karena, target yang diperiksa hanya buruh gendong dan buruh pikul, tetapi sebagian pedagang juga

ik t”” terang t K i Kesehatan K h t Anak, A k Remaja R j ikut, Kasi dan Lansia Dinkes Kabupaten Wonosobo, Suherni Riyati SKM MM kepada Wonosobo Ekspres di sela-sela pemeriksaan di aula RW 08 Pencil Sari, Kelurahan Wonosobo, Selasa (6/6).Menurunya, pemeriksaan kesehatan ini rutin dilakukan setiap satu tahun dua kali pada bulan Mei dan Oktober. Dengan pemeriksaan kesehatan tersebut maka derajat kesehatan buruh gendong dan buruh pikul akan meningkat. “Kami fokus memeriksa mereka karena pernah ditemukan ada beberapa buruh gendong yang mengalami sakit

jjantung t hi t i hingga tid tidakk d dapatt ttertangani. Untuk itu, dengan kegiatan ini maka kesehatan mereka akan terdekteksi sejak dini. Sebab, hampir sebagian buruh gendong usianya sudah lanjut. Jadi dinkes berikan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis,” terangnya.Menurutnya, tenaga buruh gendong dan buruh pikul sangat terkuras, akibatnya pinggul terasa pegal linu dan sebagainya. “Gejala yang dirasakan buruh gendong kadang sangat perlu untuk segera diperiksa. Agar kesehatannya terjaga,” terangnya.

WONOSOBO - Pengadilan Tinggi Jateng di Semarang akhirnya menganulir putusan bebas Pengadilan Negeri Wonosobo terhadap Agus Hermawan, PNS yang berprofesi sebagai guru BK SMA 1 Sapuran. Dan menyatakan terdakwa bersalah, karena telah terlibat dalam kegiatan kampanye partai politik.“Sebelumnya Agus diputus bebas oleh PN Wonosobo , namun JPU mengajukan banding, dan pengadilan tinggi menguatkan tuntutan kejaksaan, artinya Agus dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman,” beber Ketua Panwaskab Wonosobo Eko Fifin Haryanti kepada Wonosobo Ekspres kemarin sore ( 6/5) di kantornya. Dijelaskan Fifin, sebelumnya Agus Hermawan diajukan ke meja hijau lantaran sebagai pegawai negeri sipil dirinya terpantau ikut secara aktif terlibat dalam kegiatan kampanye terbuka Partai Demokrat, berdiri ke hal 15

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

SALINAN. Ketua Panwaslu Wonosobo Eko Fifin Haryanti menunjukkan salinan putusan Pengadilan Tinggi Jateng yang menyatakan Agus Hermawan bersalah dan dihukum percobaan tiga bulan.

ke hal 15

CEK KESEHATAN.

Dokter Azri BK, dr Hermawan dan dr Sasa sedang mengecek kesehatan fisik buruh gendong, buruk pikul dan pedagang pasar Induk Wonosobo di aula RW 08 Pencil Sari, Kelurahan Wonosobo, Selasa (6/6).

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

SEMENTARA ITU

foto: susy pym/wonosobo ekspres

INOVASI. Siswa SMAN Kertek menunjukkan karya inovasi dengan memanfaatkan biji durian diolah menjadi es krim serta kulit durian untuk pengganti serbu hitam batu batrei.

Dua PNS Kepergok saat Berjudi

Manfaatkan Biji Durian untuk Es Krim

WONOSOBO – Polres Wonosobo baru-baru ini menangkap 4 warga yang sedang asyik bermain judi kartu ceki di Kampung Gunung Pitik, Kelurahan Sapuran Kecamatan Sapuran. Dari empat pelaku, dua di antaranya berstatus sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil).“Memang benar jajaran Satuan Reksrim telah menangkap terhadap 4 pelaku perjudian, dua di antaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil,” beber Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Sunarto kemarin ( 6/5).

Terancam Sanksi

ke hal 15

UN SMP

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

TANAM GANJA. Dua pemuda di Kecamatan Kejajar bernama Insanu (34) dan M Yasin (37), ditangkap Sat Resnarkoba Polres Wonosobo lantaran menanam biji ganja di bukit Pakuwojo Kejajar.

KERTEK - Setelah menikmati daging buah durian yang enak rasanya, biasanya orang membuang biji dan kulit buahnya. Mereka menganggap biji dan kulit merupakan sampah yang tak dapat dipergunakan kembali. Tetapi tidak bagi para siswi SMA Kertek, yang kreatif membuat olahan makanan seperti es krim dan tempe dari biji durian serta memanfaatkan kullit durian menjadi pasta yang dapat digunakan sebagai elektrolit atau pengganti serbuk hitam dalam batu baterai yang menghasilkan tegangan listrik hingga 0,8 volt. Hasil temuan Desi, Fitri dan Floren siswisiswi SMA Kertek ikut dipamerkan dalam perayaan Hardiknas (2/5) lalu. Saat ditemui Wonosobo Ekspres, mereka mengaku

memanfaatkan limbah durian menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai lebih, bukan hanya dapat menambah omset ketika berhasil dipasarkan saja, akan tetapi mampu menghadirkan inovasi kreatif dan memberikan pencerahan bagi masyarakat luas. “Salah satunya es krim yang terbuat dari olahan biji durian sangat enak dan nikmat,”tutur Desi kepada Wonosobo Ekspres. Ia dan temanya menjelaskan, dengan cara pengolahan sedemikian rupa dan teliti, tak hanya es krim dicampur aroma coklat dan gula saja yang dapat dinikmati oleh lidah masyarakat, olahan tempe yang biasanya terbuat dari kedelai ternyata ke hal 15

Temukan Tanaman Ganja di Pakuwojo foto: susy pym/wonosobo ekspres

LANCAR.Pelaksanaan UN SMP hari kedua berjalan lancar tak ada kendala yang berarti.

Polisi Tak Seragam Berjaga di Sekolah WONOSOBO - Agar tidak terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UN 2014, diberlakukan sistem silang antar sekolah, satu ruangan ada dua pengawas,p. “Agar lebih objektif sesuai visi UN bermutu, bermanfaat dan bermartabat,” demikian disampaikan oleh drs One Andang Wardoyo selaku Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo saat dihubungi Wonosobo Ekspres via telepon (6/5). ke hal 15

2 Pemuda Diamankan Petugas Resmob WONOSOBO- Entah iseng atau memang sengaja ingin membudid ayakan tanaman ganja, namun yang jelas dua pemuda dari Kecamatan Kejajar harus berurusan dengan pihak Kepolisan Sektor Wonosobo. Sebab, biji tanaman haram yang mereka sebar di gunung Pakuwojo Kejajar tumbuh dengan baik, ternyata wangi aromanya tercium oleh petugas Satuan Resmob Narkoba Polres Wonosobo. Dua pemuda yang menebar biji ganja bernama Insanu (34) dan M Yasin (37) , keduanya merupakan warga Kelurahan Kejajar. Mereka ditangkap Sat Resnarkoba Polres Wonosobo pada (28/4) silam saat sedang berada di se-

buah bengkel sepeda motor. Penangkapan terhadap pelaku sendiri didasarkan pada adanya informasi tentang keberadaan tanaman ganja di lereng gunung Pakuwojo Kejajar. Pelaku kemudian diminta menunjukkan tempat menanam pohon ganja di lereng gunung Pakuwojo. Benar saja, setelah menyusuri lereng gunung, petugas menemukan 2 pohon ganja setinggi 1,5 meter. Menurut keterangan Insanu, dirinya menanam biji ganja pada bulan Desember 2013 sebanyak 20 biji. Namun ternyata hanya dapat tumbuh 2 pohon. Biji ganja itu sendiri didapatnya dari M. Yasin, yang pulang ke rumah orang tuanya di Desa Serang Kecamatan Kejajar, setelah merantau dari Karawang Jawa Barat. ke hal 15 Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632


(1,1) -1- PURWOREJO.indd 06/05/2014 22:00:34

HARIAN PURWOREJO Korane Wong Purworejo

RABU 7 MEI 2014

Eceran Rp 2.000

Bekas Kades Divonis 3 Tahun

PURWOREJO - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang memvonis 3 tahun penjara Haryoko Saputro, mantan Kades Borowetan Kecamatan Banyuurip. Haryoko terbukti bersama terdakwa Asf menyalahgunakan wewenang melakukan tukar guling tanah kas desa seluas 0,38 hektare. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo,

Ismu Armanda SH, saat dimintai konfirmasi kemarin mengungkapkan, majelis hakim menilai Haryoko melanggar subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 UU 31/1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU 20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.  “Terpidana dinilai tidak terbukti melanggar dakwaan primer Pasal 2 UU 31/1999. Selain itu ia juga dim-

inta membayar uang denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan serta biaya perkara sebsesar Rp 5 ribu,” katanya, kemarin. Lebih lanjut Isnu mengaku tidak puas denga putusan hakim tersebut. Karena, putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutannya. “Atas putusan ini akan melakukan banding. Karena tuntutan jaksa kepada terpidana selama 4 tahun 6 bu-

lan. Kami nilai putusan itu terlalu rendah,” imbuhnya. Dijelaskan, kasus tersebut terjadi antara tahun 2005 hingga 2008 ketika Asf membujuk Haryoko yang menjabat sebagai kades, untuk menukar guling tanah kas desa dengan milik perseorangan. Objek tukar guling pertama adalah tanah bengkok Kadus II seluas 0,145 hektare. Asf memberi uang Rp 50 juta kepada Haryoko

sebagai ganti penjualan tanah. Uang tersebut tidak digunakan Haryoko untuk membeli tanah pengganti, melainkan dibagikan kepada 13 ketua RT masing-masing Rp 1,5 juta, 4 ketua RW Rp 500 ribu, taman kanak-kanak Borowetan Rp 1 juta dan sisa Rp 27 juta digunakan merehab kantor desa. Asf kemudian kemudian berniat mengadakan tukar guling tanah

bengkok kades seluas 0,235 hektare. Asf menjanjikan uang Rp 100 juta untuk desa serta menyediakan tanah pengganti. “Setelah dimiliki, Asf menjual tanah itu Rp 275 juta dan digunakan untuk kepentingan sendiri, sedangkan janjinya mencarikan tanah pengganti tidak pernah direalisasikan. Akibat perbuatan keduanya, negara dirugikan Rp 350 juta,” terangnya. (mg4)

PNPM Dua Desa Miskin Berdayakan Jahe dan Sirih KALIGESING - Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPMMD Kecamatan Kaligesing menggelontor dana sebesar Rp 21 juta kepada dua desa di wilayah Kecamatan Kaligesing yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang. Kedua desa tersebut, Desa Somangari dan Tlogoguwo. Unggul di bidang peternakan kambing peranakan ettawa, belum mampu mengangkat Desa Tlogoguwo dari status desa miskin. Begitu juga dengan Desa Somongari yang terkenal dengan buah manggis dan duriannya. Dua desa ini termasuk kategori desa miskin di Kecamatan Kaligesing.  “Hal inilah yang dijadikan pegangan bagi UPK PNPMMD Kecamatan Kaligesing untuk turut membantu upaya peningkatan kesejahteraan bagi kedua desa tersebut. Adapun caranya dengan menjadikan kawasan itu sebagai demlpot atau lokasi pembibitan jahe merah dan sirih,” terang Ketua UPK PNPM-MD Kaligesing, Joko Surono, kemarin. Joko menambahkan, dana tersebut diambilkan dari dana sosial sebagai bentuk kewajiban atas hasil keuntungan dari usaha dana bergulir (SPP dan UEP) tahun 2013. Desa Tlogoguwo mendapatkan jatah lebih besar yakni Rp 18 juta dan Somongari mendapatkan Rp 3 juta.  “Kita hanya menindaklanjuti salah satu program dari KBPM (Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat-red) yang menjadikan jahe merah dan sirih untuk dikembangkan menjadi salah satu jalan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.  Selain menyalurkan dana sosial bagi kedua desa, PNPMMD Kaligesing juga memberikan kepada 19 desa yang lain. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 105.232.300. “Dana sosial yang dberikan itu diwujudkan dalam bentuk modal, hewan kambing dan jamban. Tidak semua desa mendapatkan sama tapi kami sesuaikan dengan keterserapan alokas yang diberikan,” tambah Joko. (mg4)

PENDIDIKAN MGMP Bahasa Inggris Tentang Kurikulum 2013  KUTOARJO – Hangatnya perbincangan penerapan kurikulum 2013 bukan semata-mata karena materi yang diajarkan. Tetapi juga terkait jumlah jam mengajar yang merisaukan sejumlah guru SMK. Pengurangan jam pelajaran akan berakibat pada pengurangan jumlah guru Bahasa Inggris di masing-masing sekolah. Selain itu minimnya jatah jam pelajaran juga mempengaruhi guru bahasa inggris untuk meraih tunjangan sertifikasi. Hal itu diungkapkan Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Purworejo, Purwanti SPd MPar saat melakukan sosialisasi implementasi kurikulum 2013 dan pembahasan kebijakan kurikulum Bahasa Inggris dalam Pertemuan MGMP di SMK N 2 Purworejo, Selasa (6/5). Menurut Puwanti, jatah pengurangan jam mata pelajaran bahasa inggris cukup signifikan, jika sebelumnya guru bahasa Inggris mendapatkan jatah 4-5 jam pelajaran dalam setiap minggunya, kini hanya diberlakukan 2 jam pelajaran. “Dalam kurikulum 2013, bahasa Inggris dikurangi menjadi 2 jam, sementara pelajaran lain mengalami penambahan, yaitu Bahasa Indonesia dari 2 jam menjadi 4 jam, Penjaskes dari 2 jam menjadi 3 jam, Pendidikan Agama dari 2 jam menjadi 3 jam,” katanya. Pengurangan jatah jam mata pelajaran bahasa inggris dinilai Purwanti masih kurang tepat, alasannya pelajaran bahasa Inggis masih sangat penting dan dibutuhkan oleh siswa, yaitu dengan adanya persiapan menjelang AFTA, perdagangan bebas yang tak lagi terjadi. “Jelas pengurangan jam pelajaran ini dikeluhkan dan dikecewakan para guru bahasa Inggris,” lanjutnya. Selain itu, pengurangan jam mata pelajaran tersebut berdampak pula terhadap pengurangan jatah guru bahasa inggris di setiap sekolah. Pengurangan jam menjadikan sebagian guru tak mendapat jatah jam. “Secara otomatis jam berkurang, guru juga berkuranglah. Pengurangan guru bahasa inggris mau dikemanakan, sampai saat ini belum ada solusinya,” tuturnya. Purwanti mencontohkan, seperti yang terjadi di SMK N 2 Purworejo, sebelumnya di SMK tersebut terdapat 7 orang guru bahasa Inggris. Dengan adanya muatan 2 jam, yang dilakukan di 36 kelas, dengan capaian 48 jam pelajaran dalam setiap minggunya, maka di SMK N 2 hanya dibutuhkan Guru bahasa inggris sejumlah 2 orang.“Kita berharap untuk bisa dikembalikan seperti semula, kasihan bagi guru yang tak mendapat jatah jam. Karena mereka jelas tak mungkin bisa dialihkan ke pelajaran lain,” ujarnya. Dikatakan Purwanti, untuk memberikan solusi terkait pengurangan jatah jam pelajaran bahasa Inggris, pihaknya berencana akan melakukan penambahan jam mata pelajaran bahasa inggris dalam bentuk muatan lokal. Yaitu dengan akan dilakukan pemberian pelajaran Inggris vokasi. Namun demikian, solusi itu masih menjadi kendala, lantaran dengan penambahan jam pelajaran itu membuat siswa untuk mengikuti belajar di sekolah sampai sore hari. “Pada hari biasa saja siswa sudah sampai sore, jika ada muatan local bahasa inggris vokasi, apa siswa masih bersedia pulang hingga lebih sore, kan kasihan para siswanya,” ungkap Wahidin Spd, guru bahasa Inggris SMK N 3 Purworejo. Hingga saat ini para guru masih mengikuti anjuran kurikulum yang telah diberlakukan itu. Namun, para guru bahasa Inggris berharap Dinas serta Kementrian Pendidikan masih bisa memberikan jatah pelajaran bahasa inggris seperti waktu sebelumnya. (cr2)

DIPAGARI. Sebuah mobil tengah melintas di tikungan yang sering memakan korban. Warga memagari dengan bambu untuk meminimalisir datangnya korban jiwa. foto: lukman hakim/harian purworejo

Akses Jalan Goa Seplawan Makan 5 Korban Jiwa Saat di Tikungan Tajam Dusun Sumbersari KALIGESING - Prihatin dengan seringnya terjadi kecelakaan di akses jalan menuju lokasi objek wisata Goa Seplawan, di Dusun Sumbersari, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, warga setempat memasang pagar bambu.  Di titik lokasinya memang

membuat miris karena berada di atas sungai sedalam 5 meter. Posisinya jalan menurun tajam dan tepat di lokasi ada tikungan tajam. Pengendara motor yang menjadi korban biasanya lalai mengendalikan laju kendaraannya karena tidak paham medan jalan.  “Bambu yang dipasangi warga itu hanya bersifat sementara karena banyaknya kejadian di situ. Di lokasi itu tercatat sudah ada lima korban jiwa. Rata-rata warga luar dae-

rah yang belum paham betul medan,” kata Kepala Desa Kaligono, Suroto kepada Harian Purworejo, Selasa (6/5).  Pengadaan pagar permanen, sambung Suroto, sebenarnya telah diusulkan kepada pemerintah kabupaten, namun hingga kini belum terealisir. “Kami sudah pernah mengajukan tapi hingga kini tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.  Terpisah, Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu SIK MSi melalui Kapolsek Kali-

gesing AKP Panpandi membenarkan jika kawasan itu menjadi salah satu wilayah rawan kecelakaan.  Pihaknya bersama dengan pemerintah Kecamatan Kaligesing telah merekomendasikan adanya penambahan rambu lalu lintas dan pengaman jalan di beberapa titik hingga ke objek wisata Kaligesing.  “Secara langsung dalam kunjungan Bupati Purworejo ke Kaligesing beberapa waktu lalu, Pak Camat sudah menyampaikan agar akses jalan

ke Goa Seplawan itu ditangani dan dilengkapi dengan rambu dan pengaman,” kata Panpandi.  Selain itu, lanjut Panpandi, pengadaan lampu jalan juga dibutuhkan karena saat ini kondisi jalan masih gelap gulita. “Dalam usulan itu juga disampaikan pula kebutuhan Kaligesing untuk pengadaan lampu penerangan jalan yang saat ini kondisinya masih amat minim,” imbuh Panpandi. (mg4)

Taman Komplek GOR Didanai Rp1,4 M PURWOREJO - Dalam waktu dekat ini, Pemkab Purworejo akan membangun taman kota di komplek Gedung Olahraga (GOR) WR Soepratman Purworejo. Pembangunan taman kota itu dilakukan setelah Pemkab mendapat kucuran dana sebesar Rp 1,4 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) RI. “Untuk keperluan itu Pemerintah Kabupaten Purworejo, dalam hal ini Kantor Linkungan Hidup, akan menyusun desain berdasaran masukan dari SKPD terkait,” ucap Kepala Kantor LH Bambang Sugito SH dalam acara Focus Group Discussion Penyusunan DED Taman Hijau Kota Program Pengembangan Kota Hijau tahun 2014 Kabupaten Purworejo. Bambang Sugito menuturkan, Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) dimulai 2011 lalu dan direncanakan hingga 2015 mendatang.  Ada dua jenis kegiatan yang hampir sama, yaitu taman kota dan hutan kota. Taman kota, merupakan program dari Kementrin PU, sedangkan hutan kota program dari Kementerian Kehutanan. “Program dua kementerian ini dalam mengembangkan kota hijau berjalan secara sinergis. Program tersebut diberikan kepada kabupaten/ kota yang telah mempunyai peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW). Pemkab Purworejo sendiri telah memiliki perda tersebut,” ucapnya. P2KH, lanjut Bambang, dialokasikan kepada daerah yang disyaratkan memiliki delapan atribut. Yaitu, perencanaan yang ramah lingkungan, ketersediaan ruang publik hijau, konsumsi energi yang effisien, pengelolaan air yang efektif, pengelolaan limbah dengan prinsip 3 R.

Program dua kementerian ini dalam mengembangkan kota hijau berjalan secara sinergis. Program tersebut diberikan kepada kabupaten/kota yang telah mempunyai peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW). Pemkab Purworejo sendiri telah memiliki perda tersebut, Bambang Sugito SH

Bangunan yang hemat energi, penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat. “Partisipasi masyarakat Purworejo sangat tinggi, terbukti adanya komunitas hijau Godhong Bagelen,” ungkapnya. Tahun 2012, sambungnya, Pemkab Purworejo belum mendapat alokasi kegiatan. Dalam perkembangannya, tahun 2013 Purworejo mendapat alokasi kegiatan dengan lokasi di kompleks kolam renang Arta Tirta. “Untuk tahun 2014 mendapat alokasi kegiatan lagi senilai Rp 1,4 miliar untuk membangun taman kota Lokasi di sekitar komplek gedung olahraga (GOR) WR Soepratman. Luas areal sekitar 5.000 meter persegi. Dana tersebut, rinciannya Rp 1 milyar untuk pembangunan fisik, sisanya untuk kegiatan lain seperti komunitas hijau, master plan dan lainlain,” tandasnya. (cr2)

DARURAT. Seorang peserta UN SMP tengah belajar dengan penerangan lampu darurat karena aliran listrik di kawasan Bagelen Purworejo terganggu akibat jaringannya tersambar petir, Senin (5/5) malam. foto: eko sutopo/harian purworejo

Listrik Padam 6 Jam, Belajar Peserta UN Terganggu PURWOREJO – Salah satu siswa kelas IX SMPN 36 Purworejo, Enrico Piko (15), terpaksa tidak bisa belajar maksimal jelang pelaksanaan UN SMP hari kedua. Persiapannya menghadapi mata pelajaran matematika tersendat, karena padamnya aliran listrik di tempatnya tinggal, Senin (5/5) sore hingga malam selama enam jam. Akibatnya, Piko belajar di rumah tetangganya yang memiliki lampu darurat. Hal itu dilakukan sebab penerangan di rumahnya tidak memadai, sementara orang tuanya tidak bisa mencari lilin karena warung tutup. “Saya biasanya belajar bersama di tempat teman. Tapi wong mati lampu ya tidak bisa kemana-mana. Untungnya di sini ada lampu sehingga saya numpang belajar,” ujar Piko. Dalam keterbatasan, lanjut Piko, dirinya berusaha menguasai apa yang ada dalam buku pegangan yang dimilikinya serta naskah soal-soal prediksi yang diberikan pihak sekolah. “Ada atau tidak ada listrik ya harus tetap belajar, saya tidak mau gagal ujian besok,” tam-

bah anak Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen itu. Sementara itu, Kelik (40) orang tua Piko menyayangkan lambannya penanganan yang dilakukan PLN. Pemadaman listrik yang terjadi mencapai 6 jam sejak pukul 15.30-21.30 WIB. “Seharusnya PLN bergerak cepat melakukan penanganan. Sehingga layanan kepada masyarakat tidak terganggu. Apalagi sekarang ini saatnya anak belajar untuk menghadapi UN,” katanya. Terpisah, Waluyo, Supervisior Teknik PLN Rayon Purworejo membenarkan jika ada pemadaman listrik. Tapi hal itu di luar kemampuan teknik karena disebabkan oleh alam. “Listrik yang padam karena jaringannya disambar petir sampai putus. Kami mohon maaf jika layanan PLN Rayon Purworejo menjadi terganggu,” ujar Waluyo saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (6/5). Kejadian padamnya listrik itu dipicu adanya gangguan jaringan PW 8 dan 5 yang berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Purwodadi. Jaringan PW 8 selama ini menyuplai aliran listrik di kawasan Bagelen dan

PW 5 ke arah kota Purworejo. “Kabel listriknya putus dan membutuhkan waktu untuk penanganan. Selain itu kami juga harus memastikan terlebih dahulu jaringan yang berada di sepanjang kawasan,” imbuh Waluyo. Selain adanya gangguan di Sumberrejo, kejadian serupa juga terjadi di Gardu Induk Banyuurip, dua kawat penghantar listrik putus karena petir. Namun, penanganan di lokasi itu relatif lebih cepat sehingga layanan ke dalam kota, gangguannya tidak terlalu lama. D i t a m b a h k a n n y a, P L N Rayon Purworejo sebenarnya telah berkomitmen dengan Pemkab dan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga untuk tidak melakukan pemadaman terencana. “Sejak awal dalam mendukung kelancaran ujian nasional kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dimana kami tidak akan melakukan pemadaman terencana. Tapi yang terjadi sekarang ini di luar kemampuan kami. Sekali lagi kami meminta maaf karena gangguan ini,” tambahnya. (cr2)

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.94 Purworejo Telp: (0275) 322594


Magelang ekspres edisi 7 mei 2014