Issuu on Google+

CMYK

CMYK

SENIN 3 MARET 2014

Gerindra Terbesar PKPI Terkecil Parpol Laporkan Dana Kampanye Pemilu 2014 JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan 12 partai politik

peserta pemilu nasional telah menyerahkan laporan awal dana kampanye yang akan digunakan pada pemilu legislatif 9 April 2012. “Hari ini parpol seluruhnya telah menyerahkan laporan awal dana kampanye,” ujarnya di Jakarta, Minggu (2/3).

Menurut Ferry, laporan awal dana kampanye dari parpol-parpol mulai diserahkan ke KPU sejak Jumat (28/2) kemarin. Dimulai dari PDI Perjuangan, Partai Bulan Bintang. Kemudian pada Sabtu (1/3) menyusul Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Keadilan Sejah-

tera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem. Sementara pada Minggu (2/3) enam partai lainnya datang menyerahkan laporan. Masing-masing Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), ke hal 3

BRI Bantu Desa Bahasa Borobudur BOROBUDUR - Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan pendidikan dan lingkungan, Bank Rakyat Indonesia(BRI) melalui program corporate social responsibility(CSR) memberikan bantuan sebesar Rp27 juta kepada Desa Bahasa Borobudur. Bantuan yang diberikan oleh Kepala BRI Muntilan Agung Krisna ini diterima oleh pengelola Desa Bahasa Borobudur Hani Sutrisno. Menurut Agung, bantuan diberikan sebagai bentuk komitmen BRI untuk turut serta mengembangkan dunia pendidikan, dalam hal ini mendukung perkembangan Desa Bahasa Borobudur. Bantuan tersebut merupakan dana CSR dari BRI pusat

DPR RI Pantau Kasus Molotov

ke hal 3 foto:jpnn

DEBAT. Peserta Konvesi Partai Demokrat berfoto bersama Ketua Umum PD SBY sesaat sebelum debat kandidat di Bogor.

SBY : Peserta Konvensi Pemberani BOGOR - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan kepada 11 peserta konvensi calon presiden di akhir debat kenegaraan yang digelar di Puri

Nia Ramadhani Larang Anak Jadi Artis MESKI namanya besar sebagai artis, Nia Ramadhani atau sekarang bernama Ramadhania Ardie Bakrie tak ingin anaknya,Mikhayla Zalindra Bakrie, menjadi seorang artis. Ditemui di kawasan Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (2/ 3) Nia memang tak menjelaskan alasan kenapa dirinya tak mau anaknya jadi artis. “Jangan deh jadi artis,” ujar Nia. Senada dengan Nia, sang suami, Anindra Ardiansyah Bakrie, menambahkan bahwa dimatanya dunia artis menyeramkan. ke hal 3

foto:ist

wilayah Rutan Boyolali yang terletak di Jalan Merbabu No 15 Boyolali itu. Sebelum kejadian dia meminta izin kepada petugas jaga untuk menyalakan lampu penerangan di lantai dua. Tetapi ditunggu-tunggu, Mardiyanto tak kunjung turun. Setelah dicek di lantai dua ternyata dia sudah tidak ada. Petugas hanya menemukan bekas kawat berduri di lantai dua bagian timur yang sudah rusak. Kepala Rutan Boyolali, Satriya Waluyo, membenarkan salah seorang warga binaannya kabur. “Setelah mengetahui ada napi yang kabur, kami langsung

SEMARANG - Meskipun kuantitas kecelakaan di Jawa Tengah sudah mengalami penurunan dari tahun ke tahun, namun jumlah tersebut masih terbilang cukup tinggi. Menanggapi hal itu, Polda Jawa Tengah menyebarkan virus safety riding dengan bentuk perlombaan di Semarang. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan pada tahun 2013 tercatat ada 19.203 kejadian dengan jumlah korban meninggal 3.229 jiwa. Jika di ratarata, per hari ada delapan orang meninggal di jalanan Jawa Tengah. ”Saya baru menjabat Kapolda di sini, rata-rata 12 orang meninggal akibat kecelakaan setiap hari. Ini sudah menurun dan berharap bisa zero victim,” kata Kapolda saat membuka acara Kapolda Cup Riding Contest Safety and Skills di Sport Center BSB Semarang, Minggu (2/3).

ke hal 3

ke hal 3

“Sekarang ini kita menghadapi tantangan dan tudingan,” kata SBY yang tak menjelaskan secara rinci tudingan yang dimaksud. ke hal 3

Parkir di Stasiun, Rusak Pagar, Napi LP Boyolali Kabur Rp 220 Juta Raib SEMARANG - Sebuah mobil Daihatsu Grand Max milik PT Nawakara Arta Kencana diketahui raib saat diparkir di depan Stasiun Poncol, Semarang, Sabtu (1/3) sekitar pukul 10.00. Padahal di dalam mobil itu terdapat uang cash Rp 220 juta. Diduga kuat pelaku adalah orang dalam perusahaan tersebut. Sebab, pelaku bisa mencuri mobil dengan mudah meski sudah dikunci dan mengetahui bahwa di dalam mobil itu ada uang ratusan juta. ke hal 3

BOYOLALI - Seorang narapidana di Boyolali kabur dengan cara merusak pagar berduri di lantai dua rumah tahanan (Rutan) Boyolali. Saat ini petugas sedang melakukan pengejaran terhadap napi kasus pencurian itu. Mardiyanto, napi kasus pencurian yang berasal dari Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali itu diketahui kabur melalui lantai 2 Rutan Boyolali, Minggu (2/3) petang, dengan menjebol kawat berduri di dinding pagar sisi timur. Menurut petugas, Mardiyanto diketahui kabur saat hujan deras mengguyur

Akibat Kecelakaan di Jawa Tengah

Melihat Merti Desa Losari Kecamatan Grabag

Wujud Rasa Syukur dan Nguri-uri Budaya Jawa PARPOL LAPORKAN DANA KAMPANYE

Gelaran Merti Desa sebuah budaya warisan leluhur yang masih bisa ditemukan di berbagai daerah saat ini, terutama pedesaan dengan mayoritas penduduk agraris. Budaya ini merupakan salah satu cara kearifan lokal untuk bersyukur atas kelimpahan berkah kesuburan dan ketentraman desa.

Moga-moga riil datane ora ngarang.

CHANDRA YOGA KUSUMA Grabag, Magelang PAGI itu, Sabtu (1/3) gerimis turun di Dusun Losari, Kelurahan Losari Kecamatan Grabag Magelang, namun gerimis yang juga merupakan berkah alam tersebut tidak mengangu jalannya ritual inti Merti Desa di Dusun Losari. Penduduk mulai berdatangan

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

Begawan, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/3). Dia berpesan agar peserta tidak takut terhadap tantangan ataupun tudingan yang saat saat ini tengah melanda partainya.

12 Jiwa Melayang Setiap Hari

ke satu titik lokasi upacara inti Merti Desa, degan membawa tumpeng, lauk pauk dan nasi dari rumah masing-masing , sebagian memakai rantang dan yang lainnya menggunakan jarit atau selendang sebagai wadah makanan tersebut. ke hal 3

PERPUSDA PUNYA GEDUNG BARU

foto:chandra yoga k/magelang ekspres

KESENIAN TRADISIONAL. Merti Desa Dusun Losari menampilkan kesenian tradisional. Merti Desa itu sendiri adalah sebagai bentuk rasa syukur atas ketrentraman dan kesejahteraan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.

Pelayanan kudu lewih apik bukune ditambah.

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

SENIN 3 MARET 2014

Cindy Irani Saputri Aktiv dalam Sosialita PERKUMPULAN sosialita dianggap memiliki peran penting bagi Cindy Irani Saputri untuk menghadapi berbagai problem dalam hidupnya. Apalagi, dirinya merupakan seorang pebisnis. Menurutnya, perkumpulan sosialita bisa menjadi jembatan atau sarana guna memperluas jaringan bagi perkembangan bisnisnya. Sarjana Hukum jebolan perguruan tinggi Muhammadiyah tahun 2004 ini, kini tengah menjalankan bisnis homemade. Hingga saat ini ia pun bertekad untuk terus aktif dan bisa bergabung dengan rekan-rekan lain yang kebanyakan beranggotakan para ibu muda. “Sosialita juga merupakan penyaluran hasrat alami yang biasanya dirasakan oleh wanita yang senang berkumpul. Karena secara psikologi, wanita juga bu tuh memiliki support grup,” tutur owner Indy Flanel kelahiran 7 Juni 1986 ini. (imr)

4

Antena Berchanel Piala Dunia Disiapkan MNS Sky Vision JOGJAKARTA - Menyambut pagelaran akbar Piala Dunia FIFA 2014 yang akan dimulai Juni mendatang di Brazil, MNC Sky Vision berjanji membantu para pelanggan, khususnya di kawasan blankspot mengupayakan pemasangan antena UHF dengan biaya murah. Hal itu disampaikan oleh Regional Manager MNC Sky Vision area Jateng-DIJ, Krisna Setiawan dalam acara jumpa pers di Hotel Royal Ambarrukmo Jogjakarta, Sabtu (1/3). Menurutnya, upaya itu dilakukan guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggan yang selama ini loyal. Tujuannya agar para pelanggan televisi berbayar di bawah grupnya bisa menonton pertandingan sepak bola yang selama ini ditunggu banyak orang. “Hampir semua masyarakat suka dengan sepak bola. Apalagi ini piala dunia. Agar mereka tetap setia berlangganan, kita akan layani mereka dengan membantu memasang antena UHF. Khususnya untuk daerah blankspot yang cukup banyak di Jateng dan DIJ,” katanya didam pingi

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

ROADSHOW. Selama dua hari berturut-turut, MNC Sky Vision menggelar berbagai acara dalam roadshownya di Ambarrukmo Plaza, Jogjakarta, Sabtu-Minggu (1-2/3).

General Manager MNC Sky Vision, Julio Sanjaya. Krisna mengemukakan, hingga saat ini semua perusahaan televisi berbayar yang

ada belum ada yang bisa memberikan konform terkait penyiaran piala dunia itu, termasuk dengan grup Indovision. Hal itu karena biaya hak siar yang ditawarkan sa-

ngat tinggi alias tidak logis. “Sementara ini kami tetap mengupayakan bisa membeli hak siarnya. Kalaupun bisa, nantinya kami khawatir ini akan menjadi beban kepada pelanggan itu sendiri,” ungkapnya. Adapun biaya murah yang akan ditawarkan, sebesar Rp75 ribu untuk setiap antena UHF sekaligus jasa pemasangan. Jadi, baik pelanggan Indovision, Top TV maupun OK Vision hanya cukup menyediakan tiang penyangganya saja. Sementara Julio Sanjaya menambahkan, hingga saat ini MNC Sky Vision memiliki pelanggan terbanyak di Indonesia dengan menguasai 73 persen marketshare. Jumlah pelanggan sebanyak itu harus tetap diper tahankan, atau bila perlu lebih ditingkatkan. Selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya guna mencapai tujuan itu, salah satunya menggelar “MNC Sky Road Show” yang dilangsungkan di Ambarrukmo Plaza, Sabtu-Minggu (1-2/3). “Roadshow kita gelar di lima kota di Indonesia. Pertama di Jakarta, kemudian Surabaya, Bandung lalu di Jogjakarta. Dan nanti pada tanggal 23-24 Maret kita adakan di Pekanbaru,” imbuhnya. (imr)

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

BANTUAN Carrefour Beri 250 Paket Sembako ke Korban Kelud KEDIRI - PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan donasi atau bantuan dalam bentuk paket sembako, Kamis (27/2). Bantuan yang berisi berbagai kebutuhan pokok itu diberikan kepada pengungsi erupsi Gunung Kelud. “Donasi ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada pengungsi erupsi Gunung Kelud. Donasi ini kami harapkan dapat mengurangi beban mereka sebelum kembali ke rumahnya masing-masing,” ujar Hendrik Adrianto, Head of External Communications & Corporate Social Responsibility, PT. Trans Retail Indonesia di sela pemberian bantuan. Penyaluran donasi diserahkan Ahmad Ro’fiudin, selaku Store Manager Carrefour Madiun. Penyaluran tersebut bekerja sama dengan PKH (Program Keluarga harapan) di bawah Depsos wilayah Kediri, yang sudah dari awal terjun langsung di tempat pengungsian. Team PKH membantu menyalurkan dan membagikan paket tersebut secara langsung kepada pengungsi dan secara kolektif melalui Ketua RT setempat. Paket tersebut berisi antara lain Beras, Minyak Goreng, Mi Instan, Bumbu Masak Instan, Makanan Kaleng, Biscuit, Shampoo, Detergent, dan Sabun Mandi. Bantuan diberikan ke Dusun Tegal Rejo, Desa Kebon Rejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri yang berjarak sekitar 6 KM dari pusat letusan. Total keseluruhan ada 250 paket yang dibagikan kepada 4 RT yaitu RT. XI (70 ruma ), XII (48 Rumah),XII (44 rumah) dan RT XIV (88 rumah). (rls)

INDUSTRI Inaplas Minta Kenaikan TDL Bertahap JAKARTA-Sekjen Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono berharap agar kenaikan tarif dasar listrik (TDL) diberlakukan secara bertahap. Fajar mengatakan, bagi industri plastik, biaya listrik mengontribusi 15 persen dari total biaya produksi, menempati posisi nomor dua setelah bahan baku, sehingga kebijakan kenaikan tarif listrik tersebut sangat berpengaruh. “Kenaikan tarif listrik jelas sangat memberatkan bagi industri apalagi 2014 merupakan tahun politik. Ditambah industri masih terpengaruh kenaikan UMK yang terjadi pada awal tahun,” katanya. Menurut Fajar, Inaplas telah menyurati Kementerian Perindustrian (Kemenperin) agar kenaikan tarif listrik tidak diberlakukan sekaligus 13 persen. Namun diberlakukan bertahap. “Paling tidak setahun diberlakukan dua kali dan dimulai tahun depan. Hal itu dapat memperkecil kerugian, karena penjualan produk saat ini merupakan kontrak enam bulan lalu. Sehingga belum memperhitungkan kenaikan tarif listrik sebesar itu,” jelas Fajar. Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan besaran kenaikan tarif listrik konsumen industri skala besar antara 8,613,3 persen yang berlaku setiap dua bulan sekali mulai 1 Mei 2014. (vit/jpnn)

CMYK

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

TANAM. Mewakili Bupati Magelang, Kepala BLH Kabupaten Magelang Pardi Sriyono, menanam pohon pertama disaksikan oleh Pemimpin Kelompok Pengembangan Divisi Coorprate Community Responsibility (CCR) BNI, Sakariza Qori Hermawan, dan Kepala cabang BNI Magelang Setyo Basuki.

BNI Hijaukan Lereng Sumbing Pakai 50 Ribu Pohon MAGELANG - Salah satu wujud dari komitmen program Go Green dalam upaya menghijaukan bumi, PT Bank Negara Indonesia (BNI) menanami pohon di lokasi kritis lereng Gunung Sumbing. Proses penanaman dikerjasamakan dengan Bioma (lembaga sosial kemasyarakatan yang berdedikasi di bidang lingkungan hidup) dan masyarakat sekitar di Dusun Krandegan Desa Sukomakmur Ke camatan Kajoran Kabupaten Magelang. Pemimpin Kelompok Pengembangan Divisi Coorprate Community Responsibility (CCR) BNI, Sakariza Qori Hermawan menyampaikan, sebanyak 50 ribu bibit akan ditanaman di atas lahan kritis seluas 125 hektar. Bibit tersebut merupakan tanaman keras, seperti kayu-kayuan dan buah-buahan, bahkan terdapat beberapa jenis tanaman langka seperti kalpataru, uli, ebony serta tanaman lainnya. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang terkait dengan lingkungan,” kata Sakariza, didampingi Kepala Cabang BNI Magelang

Setyo Basuki, usai acara penanaman simbolis, Jumat (28/2). Ia berharap, melalui program ini BNI juga bisa turut beribadah kepada Allah SWT. Selain menjaga hubungan dengan manusia dan alam “Hablum minannas” secara horizontal, juga hubungan dengan sang pencipta “Hablum minallah” secara vertikal. Sehingga pada akhirnya, tidak hanya masyarakat maupun manusia saja yang mendukung kemajuan bank, tetapi juga tanaman yang ditanam turut mendoakan. Untuk seluruh Indonesia, BNI telah menanam pohon lebih dari 2.200 tanaman setiap tahunnya. Tanaman didapat dari hasil pembibitan di daerah Sentul dengan sebanyak 2 juta tanaman keras, dan 10 ribu tanaman langka yang sudah dilakukan sejak 2011. “Ketika dibibitkan, hasilnya kemudian kita bagikan kepada masyarakat secara gratis,” ujarnya. Alasan bekerjasama dengan Bioma, dijelaskan Sakariza, karena lembaga ini tidak hanya sekedar memiliki dedikasi yang kuat untuk menanam, tetapi juga

bisa melibatkan masyarakat dengan mengetuk hati nuraninya agar timbul rasa memiliki. Tanaman yang ditanam, tidak menutupi tanaman lainnya atau tumpang sari dengan yang berada dibawahnya. “Jadi ini yang dimaksud dengan agroforestrik, konsep pertanian sekaligus kehutanan,” jelasnya. Lebih lanjut ia mengutarakan, khususnya penanaman di lereng Sumbing ini, secara bertahap sudah dilakukan sejak awal musim hujan lalu. Pihaknya berjanji akan terus melakukan penanaman sekaligus pemantauannya hingga selesai. “Menanam itu gampang, tapi yang paling sulit adalah merawatnya. Untuk itu kita akan memantau seperti apa progres yang dilakukan oleh Bioma dan masyarakat dalam menanam pohon dilereng Gunung Sumbing ini,” terangnya. Sementara Setyo Basuki menambahkan, pihaknya akan te rus mensupport program yang telah dibuat oleh pusat, dengan selalu melakukan pemantauan terhadap kondisi dan perkem-

Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberdayakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang terkait dengan lingkungan,

foto : n ma

SAKARIZA bangan berikutnya. “Ini program CSR kesekian kalinya di wilayah Magelang, setelah beberapa waktu lalu turut peduli terhadap lingkungan korban erupsi Merapi,” imbuhnya. (imr)

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 3 MARET 2014

Jembatan Elo Over Kapasitas Fly Over Bisa Jadi Solusi MAGELANG SELATAN - Tingginya volume kendaraan yang melintas sering menyebabkan kemacetan lalulintas. Pemkot Magelang pun dituntut untuk dapat memberikan solusi munculnya persoalan yang selama ini terjadi di persimpangan Canguk, Kota Magelang. Hingga kini dari tiga arah jalan nasional tersebut, kerap menjadi langganan antrean kendaraan menuju Jogjakarta,

Semarang dan Salatiga. Traffic light yang merupakan salah satu sarana untuk mengurai kemacetan lalu lintas nampaknya belum dapat berbicara banyak di kawasan Canguk. Meskipun jenis lampu yang digunakan disertakan sensor jumlah kendaraan secara otomatis dengan anggaran mencapai ratusan juta. Namun pada jam-jam tertentu, para pengguna jalan di kawasan tersebut cukup dibuat repot. Tiga arah yang sering kali mengalami

antrean panjang itu berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Magelang dari arah Telalrejo, Kabupaten Magelang atau dari arah Salatiga menuju traffict light. Lalu antrean dari arah Jalan Urip Sumoharjo, Kota Magelang (Semarang) menuju traffic light Jalan SoekarnoHatta (Jogjakarta). ”Belum lagi kalau dari arah telaga warna dan Cangkuk, sekarang ini sudah ramai.

KOTA KITA Cemas Jembatan Elo Besarnya volume kendaraan yang melintas Jembatan Canguk yang melintang di atas Sungai Elo membuat sejumlah pengendara cemas dan takut.

Segera bangun fly over agar masalah ini cepat tuntas, karena dengan jalan laying minimalnya beban jembatan tersebut bisa berkurang. DHEAN AYU, SWASTA, MAGELANG.

ke hal 11

Harus ada pengecekan dari instansi terkait agar pengguna jalan yang melintas tidak was-was akan kekuatan jembatan tersebut. (bay) QIQIS QUWA, SWASTA, MAGELANG.

Ria Arminita Cinta Musik Keroncong

foto : chandra yoga kusuma/magelang ekspres

PRESTASI. Siswa berprestasi SMP Negeri 1 Kota Magelang berpose bersama guru, bersama-sama mendukung prestasi siswa dalam bidang akademik dan non akademik.

Di Lomba Mapel dan SMANSA Religions Day

SMP Negeri 1 Borong Prestasi MAGELANG UTARA - SMP Negeri 1 Magelang kembali memborong prestasi dalam dua ajang perlombaan yang digelar dalam Bulan Februari lalu. Perlombaan tersebut adalah lompa Mapel SMP tingkat Kota Magelang dan SMANSA Religions Day. Kepala SMP Negeri 1 Magelang, Kunandi, mengatakan, sangat bangga dan mendukung atas pres tasi yang diraih oleh siswa-siswinya. Ini dikarenakan keseimbangan prestasi akademik dan non akademik harus dimiliki semua anak didik. “Kami sangat bangga kaKami sangat rena SMP Negeri 1 bangga Magelang karena SMP bisa menNegeri 1 jadi juara umum daMagelang bisa menjadi lam lomba juara umum M a p e l tingdalam lomba SMP kat Kota Mapel SMP Magelang. tingkat Kota Tidak hanya presMagelang,” tasi akademik saja, tetapi KUNANDI dalam lom ba SMANSA Religions Day peserta anak didika kami juga membawa pulang piala. Karena kami mendukung prestasi secara akademik dan non akademik,” ucap Kunandi. Kunandi mengungkapkan, ketika siswa sekolahnya akan

CMYK

mengikuti lomba selalu dilaksanakan persiapan matang, kurang lebih dua bulan sebelumnya. Persiapan lomba tersebut dibimbing langsung oleh guru SMP Negeri 1 Magelang sesuai dengan bidang studi

yang diampunya. “Dalam menghadapi sebuah perlombaan, selalu diadakan persiapan agar hasilnya maksimal dan tidak setengah-setengah.

Selain itu dalam persiapan selalu ditanggani langsung oleh guru yang bersangkutan, dan belum pernah menggundang pembimbing dari pihak luar,” ke hal 11

BAGI Ria Arminita, musik keroncong merupakan musik asli yang dimiliki Indonesia. Untuk itu, dengan keunikan dan corak yang layak dijaga eksistensinya terhadap jenis musik yang satu ini, gadis ini pun terinspirasi dapat berkecimpung di bidang musik keroncong. Berbeda dengan teman seumurannya, perempuan yang lahir 25 tahun yang lalu itu, ke hal 11 foto :wiwid arif setyoko /magelang ekspres

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 3 MARET 2014

Satpol Didesak Matikan Pesta Miras TEMANGGUNG - Pesta miras yang kerap terjadi di Alun-alun Temanggung, terutama saat malam Minggu, mengundang rasa keprihatinan dari wakil rakyat yang duduk di gedung dewan. Anggota Komisi A DPRD, Gunawan Adi Puromo, mengaku terkejut dengan adanya pesta mabuk-mabukan tersebut. Ia mengaku baru kali ini mendengar kabar terkait aktivitas di depan rumah dinas bupati (dekat dengan alun-alun) tersebut yang biasa dilakukan muda-mudi. “Ini masukan buat kami. Tapi kenapa bisa terjadi. Padahal, di pendopo itu kan depannya ada pos satpam,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, kemarin. Ditandaskan, Satpol PP yang menjadi mitra Komisi A dalam menangani berbagai permasalahan, terkait pelanggaran Perda dan penegakannya, harus segera mengambil langkah

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

PILIH. Salah seorang pembeli di Pasar Kliwon Rejo Amertani tengah memilih cabai yang siap akan dimasak.

Harga Cabai ’Setan’ Super Pedas Capai Rp60 Ribu/Kg TEMANGGUNG – Minimnya stok cabai jenis sret (cabai setan) di pasaran, membuat harga cabai jenis ini di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Temanggung mengalami kenaikan sangat tinggi. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang

enggan membeli cabai setan ini. Hartini (42) salah satu pedagang di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung menuturkan, sejak sepekan terakhir, harga cabai sudah mulai mengalami kenaikan. Untuk cabai sret mengalami kenaikan tertinggi yakni Rp60 ribu per kilogram. “Sebelumnya

hanya Rp40 ribu per kilogram, tapi sejak sepekan terakhir harganya sudah Rp60 ribu,”tuturnya Minggu kemarin. Mahalnya harga cabai tersebut, membuat Hatini lebih memilih untuk tidak membeli (kulakan cabai sret), karena ditakutkan akan mengalami kerugian. ke hal 11

Bulan Ini Raskin Turun Dua Kali

PERTANIAN

Penurunan Dipercepat TEMANGGUNG – Pemerintah Pusat melalui Menko Kesra mengintruksikan pemerintah daerah untuk menyalurkan beras miskin (raskin) yang semestinya disalurkan November dan Desember 2014 diajukan menjadi bulan Febuari dan Maret 2014. Kasubag Ekonomi Daerah, Bagian Perekonomian, Pemkab Temanggung, Entargo Yutri Wardono mengatakan instruksi ini didasarnya pada hafoto:setyo wuwuh/temanggung ekspres.

MEMUPUK. Wahyu memupuk tanaman kobis miliknya saat pupuk belum langka

Pupuk Langka Hingga Berbulan-bulan NGADIREJO – Kelangkaan pupuk di Kabupaten Temanggung semakin meluas. Saat ini untuk mendapatkan pupuk petani harus menunggu hingga berminggu-minggu bahkan hingga satu bulan. Kondisi ini mengancam petani mengalami penurunan hasil ke hal 11

nyata, jika perlu disertai ketegasan. Hal ini, baginya, dirasa sangat memalukan dan mengganggu lalu lintas jalan raya lingkar alun-alun. Selain itu juga dikhwatirkan menganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat. “Pasti ini mengganggu kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Apalagi aktivitas itu tepat berada di depan rumah dinas pak bpati, sungguh perbuatan yang tidak terpuji,” lanjutnya. Menurutnya, kasus yang merupakan suatu pelanggaran itu menjadi kewajiban pemeritah dalam menyelesaikannya. Menurutnya, ada beberapa tahapan langkah yang harus diambil. Antara lain, dengan kegiatan pengarahanpengarahan, sodialisasi, dan jika masih tidak bisa berhenti, maka terpaksa harus ditindak tegas demi kenyamanan. ke hal 11

Surat Suara Dikemas Bertahap TEMANGGUNG – KPU Kabupaten Temanggung mulai mengemas logistik kebutuhan pemilu. Di antaranya surat suara DPRD Provinsi yang telah selesai disortir dan dilipat serta beberapa logistik lainnya. Ketua KPU Temanggung Sudjatmiko mengatakan, dikarenakan datangnya logistik tidak serentak. Maka pengemasana logistik dilakukan secara bertahap sesuai dengan kedatangan logistik. “Logistik yang telah selesai disortir akan lebih dahulu dikemas dan diseting terlebih dahulu,” katanya disela mengawasi pengemasan logistik kemarin. Diharapkan jika nanti logistik sudah datang secara lengkap, semua logistik untuk ke hal 11

sil rapat kabinet terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negera 7 Februari lalu. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat keputusan bernomor B.23 Menko /Kesra / II / 2014. “Pemerintah pusat menginstruksikan pada daerah agar penyaluran beras miskin (raskin) Bulan November dan Desember tahun ini dipercepat atau disalurkan pada Bulan

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

MENATA. Losigtik Pemilu mulai dikemas di Alua KPU Temanggung, kemarin (2/3).

ke hal 11

Siswa MTs Parakan Belajar Jurnalistik PARAKAN – Forum Jurnalist Temanggung (FJT) kembali menjamah pendidikan untuk mengenalkan dunia penulisan pada siswa. Kali ini OSIS MTs Parakan mendapatkan jatah untuk belajar meningkatkan kemampuan kompetensi dibidang tulis menulis. Salah satu guru MTs Parakan Nurul, mengatakan, kegiatan dilakukan untuk mengasah kemampuan siswa, dalam bidang jurnalistik. Dengan me-

nghadirkan para praktisi langsung. Dia berharap siswa akan lebih mengetahui secara terperinci soal bidang penulisan. “Kami berharap agar siswa kami bisa mahir dalam penulisan. Materinya penulisan dasar, pembuatan mading. Jadi harapannya nanti selain bisa menulis berita anak-anak kami bisa membuat mading dengan baik dan benar,” harapnya kemarin. ke hal 11

Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

xx sambungan

Foto: rizal if Lokasi. Ditem dilakukan ka pada malam h Redaksi : Riz


CMYK

CMYK

SENIN 3 MARET 2014

Klaim Sewa Diperpanjang Tiga Tahun Diperindag Membantah Pernyataan Tersebut foto: jamil/wonosobo ekspres

JALAN PUTUS. Separoh badan jalan di Dusun Kleyang Gunung, Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah ambles, Minggu (2/3). Akibatnya kendaraan roda empat tak bisa melintas.

Hujan Deras Longsorkan Jalan Desa MOJOTENGAH – Hujan deras yang terjadi pada (1/3) mulai pukul 20.00 hingga pagi hari menyebabkan separoh badan jalan di Dusun Kleyang Gunung, Desa Pungangan, Kecamatan Mojotengah putus. Akibatnya, para kendaraan roda em pat bermuatan berat harus me-

mutar jalur agar jalan tetap aman. Pantauan Wonosobo Eks pres, separuh badan jalan yang ambles sepanjang 13 meter dengan ketinggian 100 meter. Tak ada korban jiwa, hanya saja puluhan pohon albasia berdiameter 30 centimeter serta kolam ikan beserta isinya tergenang

longsor. Abdidin, warga Kleyang Gunung yang rumahnya berjak 40 meter dari lokasi kejadian menceritakan, hujan lebat di dusunnya terjadi mulai pukul 20.00 WIB. Larut malam, hujan mulai tambah deras.

WONOSOBO – Para pedagang yang menyewa di komplek Rita Pasar Raya tidak akan dipindah oleh Pemkab Wonosobo hingga 11 Maret 2014. Sebab, sewa akan diperpanjang hingga 3 tahun mendatang. “Sesuai yang disampaikan oleh pemerintah, untuk bangunan yang kami tempati masih diperpanjang hingga 3 tahun lagi. Karena, kontrak dengan Rita diperpanjang, dan otomatis pedagang di bawahnya juga secara otomatis ikut diperpanjang,” terang Ketua Paguyuban PKL Plaza Wono-

sobo, Slamet Riyadi Kepada Wonosobo Ekspres saat menjajakan dagangannya, Jumat (28/2). Disebutkan pula, konsekuensi para pedagang di kompleks Rita diberikan kewenangan untuk menempati banguanan dengan beban membayar sewa bangunan. Total sewa banguna tersebut terhitung per meter dari total bangunan yang digunakan untuk berjualan. “Rencananya kami masih boleh menempati dengan membayar Rp90 ribu per meter. ke hal 15

ke hal 15

Pelanggaran APK Sulit Dikendalikan MUSIM BUAH Durian Wonosobo Semakin Diminati

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

SOSIALISASI. Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif dalam acara sosialisasi UU Desa di aula Balai Kelurahan Kepil, Sabtu (1/3).

WONOSOBO - Semakin men dekati pelaksanaan pemilu, pelanggaran alat peraga kampanye semakin meningkat tajam. Hal tersebut lantaran tim penertiban di tingkat kecamatan belum terbentuk. Tercatat sekitar 150an lebih APK yang melanggar. Ketua Panwascam Wonosobo Saikhurrohman kepada Wonoke hal 15

foto: jamil/wonosobo ekspres

DIPERPANJANG. Para pedagang yang menyewa bangunan milik Pemkab Wonosobo di komplek Rita Pasar Raya.


foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

Durian Wonosobo Semakin Diminati WONOSOBO - Meski bukan panen raya, namun musim durian tahun ini memberi keuntungan besar kepada petani durian di Kecamatan Selomerto. Sebab, buah durian asal kecamatan tersebut terbukti memiliki kualitas baik dibanding daerah lain. Usai mencicipi buah durian lokal dari Desa Sindupaten, Kecamatan Selomerto kemarin (2/3), Kepala Disperindag Wonosobo Sumedi mengatakan, panen tahun ini memang diprediksi tidak sebanyak tahun sebelumnya, namun tidak berarti permintaan menurun bahkan sebaliknya semakin ke hal 15

SOSIALISASI. Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif dalam acara sosialisasi UU Desa di aula Balai Kelurahan Kepil, Sabtu (1/3).

Perempuan Harus Lebih Proaktif

an lebih APK yang melanggar. Ketua Panwascam Wonosobo Saikhurrohman kepada Wonoke hal 15

foto: jamil/wonosobo ekspres

DIPERPANJANG. Para pedagang yang menyewa bangunan milik Pemkab Wonosobo di komplek Rita Pasar Raya.

KEPIL - Undang-undang desa akan memberikan kewenangan lebih luas kepada pemerintah desa bersama masyarakat untuk mengelola dana lebih besar. Terkait dengan hal itu diperlukan partisipasi aktif dari seke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


CMYK

SENIN 3 MARET 2014

PENERBITAN Buku Sejarah WR Supratman Terbit PURWOREJO - Sekretariat Negara (Setneg) Republik Indonesia menerbitkan buku sejarah tentang perjuangan Wage Rudolf (WR) Supratman seorang pahlawan Nasional yang menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya asal Dusun Trembeleng Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Purworejo. Kepala Bagian Kesra Setda Purworejo Bambang Susilo saat dimintai konfirmasi, Minggu, (2/3) membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, ini merupakan hasil dari perjuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengukuhkan nama pahlawan nasional dari Purworejo tersebut. ”Banyak yang belum tahu jika beliau (WR Supratmen-red) berasal dari Purworejo. Buku ini terbit setelah mendapatkan ketetapan dari Pengadilan Negeri (PN) Purworejo bahwa WR Supratman lahir di Purworejo, mengingat sebelumnya ada terjadi simpang siur terkait dari mana WR Supratman berasal,” terangnya. Bambang menambahkan, sebelum buku tersebut diterbitkan, beberapa waktu yang lalu secara khusus telah mengunjungi Kabupaten Purworejo, termasuk mengunjungi Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing yang merupakan desa kelahiran WR Supratman. Kunjungan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan buku sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya yang juga mengupas tentang sejarah penciptanya. ”Kabar terakhir yang kami terima, buku tersebut sudah dicetak. Kami dari Purworejo rencananya akan diundang ke Jakarta guna melakukan ceking akhir sebelum buku tersebut dicetak banyak dan sebarluaskan kepada masyarakat,” tambahnya. Lebih lanjut Bambang menjelaskan, buku sejarah tersebut disusun oleh tim yang dibentuk oleh lembaga Setneg. Rencananya buku itu akan diedarkan ke lembagalembaga yang ada di negeri ini sebagai salah satu upaya meluruskan tentang sejarah WR Supratman. Bambang menegaskan, Pemkab menyambut baik atas penerbitan buku tersebut. Dia juga mengucapkan terima kasih atas prakarsa Setneg yang memberikan respon positif terhadap usaha pelurusan sejarah WR Supratman Sementara saat disinggung penarikan buku ajar dan buku sejarah, ia mengaku tidak akan terburu-buru. ”Namun kami sudah menghubungi Pusat Perbukuan Nasional. Itu merupakan salah satu upaya kami agar sejarah dijelaskan kepada para siswa sebagaimana mestinya. Bukan sejarah yang dibuat-buat atau direkayasa untu kepentingan golongan tertentu,” pungkasnya. (cr2)

OLAHRAGA Turnamen Futsal PSSI Rampung Berlangsung Dua Hari PURWOREJO - Sebanyak 32 tim futsal se Jawa Tengah dan DIJ meramaikan turnamen Fulsal PSSI yang diselenggarakan Pengurus Cabang(Pengcab) Kabupaten Purworejo. Turnamen tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu-Minggu (1-2/3) di GOR WR Soepratman Purworejo dan dibuka oleh Bupati Purworejo, Drs H Mahzun Zain MAg. Ketua Pengcab Kabupaten Purworejo, Angko Setiyarso Widodo mengatakan, turnamen tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk mendorong perkembangan olahraga Futsal di Purworejo. Dalam turnamen tersebut peserta bertanding memperebutkan Piala Pengcab PSSI Purworejo 2014. ”Turnamen ini baru pertama kali diadakan di Purworejo. Tujuannya untuk memerkenalkan futsal yang baik dan benar di Purworejo. Harapanya bisa memunculkan minat dan potensi pemain futsal dari generasi muda Purworejo,” ucapnya kemarin. Ketua panitia, Yusuf Joni, menjelaskan, tim peserta dalam turnamen tersebut merupakan tim undangan yang memiliki skill dan pernah menorehkan prestasi. Seleksi tim dalam turnamen tersebut dilakukan untuk meningkatkan semangat dan profesionalitas para pemain. Dalam turnamen tersebut panitia juga menghadirkan dua tim peserta liga Amatir Nasional, yakni GPS Bantul dan Bajak Laut dari Semarang. ”Dari Purworejo sendiri ada tujuh tim yang ikut dalam turnamen ini, lainnya dari luar kabupaten. Selain memperebutkan trophi PSSI Pengcab Purworejo 2014, pemenenag juga akan mendapatkan uang pembinaan dengan total sebesar Rp 3,5 juta,” jelasnya. Yusuf menambahkan, turnamen tersebut memberlakukan sitim gugur dengan sistim waktu 2 x 30 menit kotor. Tim wasit dan penjurian sendiri dilakukan oleh Tim dari Abang Ireng Even Organiser. Nantinya akan diambil empat tim juara turnamen dan satu tim juara top skor. ”Turnamen ini memang hanya dibatasi untuk 32 tim. Jadi Kami mempioritaskan tim-tim yang kompeten terlebih dahulu. Mereka berasal dari Semarang, Jepara, Kebumen, Wates, Gombong dan Kota Jogya,” pungkasnya. (cr2)

Jln Purworejo-Magelang Gelap PURWOREJO - Minimnya penerangan jalan di ruas jalan antara Purworejo-Magelang menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan tersebut. Disamping itu, kondisi jalan yang bergelombang dan berliku-liku juga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan yang perlu penambahan lampu penerangan terutama di wilayah Kecamatan Bener. Utamanya pada jalan yang menanjak dan menikung. Mes-

kipun di ruas jalan tersebut sudah ada mata kucing namun dirasa masih kurang. ”Jalan Purworejo-Magelang ini kan semakin ramai. Semestinya lampu penerangan ditambah supaya jalanan lebih terang kalau malam hari. Terutama di jalan yang menanjak maupun turunan yang menikung,” kata sopir truk Prapto (38) yang seminggu dua kali melintas di jalan PurworejoMagelang untuk mengirimkan barang ke Cilacap, kemarin.

Menurut Prapto, kurangnya lampu penerangan jalan membuat para pengendara harus ekstra hatihati saat melintasi jalur tersebut. Apalagi kalau hujan deras mengguyur, lampu kendaraan tidak memadahi dan mengakibatkan jarak pandang terbatas,” katanya. Harapan serupa disampaikan Taryadi (27), sopir mobil bok asal Kudus yang juga rutin melewati jalan itu untuk mengirimkan barang. Dia sangat berharap pemerintah menambahkan fasilitas penerang-

an jalan untuk mengurangi tingkat kerawanan. “Jalur ini memang semakin ramai. Kalau sopir yang sudah terbiasa melintas mungkin tidak terlalu bermasalah. Tapi yang jarang-jarang lewat, tentu suasana terang di malam hari sangat membantu,” katanya. Khoironi (34), salah satu sopir kontainer menambahkan, selain penambahan lampu penerangan, jalan sepanjang kurang lebih 22 KM itu juga perlu adanya penambahan rambu-rambu lalu

lintas. “Juga perlu ada penambahan pagar pengamanan di lokasilokasi jalan yang berbatasan langsung dengan jurang,” katanya. Menurut dia, beberapa lokasi yang tingkat kerawanannya cukup tinggi antara lain di turunan Margoyoso yang merupakan wilayah perbatasan Purworejo dengan Kabupaten Magelang. Juga turunan di sepanjang Kalijambe, tepatnya di Randu Alas yang dikenal sebagai jalur tengkorak hingga jembatan Sungai Kodil. (him)

Harga Buah Anggur Naik

foto: lukman hakim/harian purworejo

DIPERIKSA. Amin, warga Desa Kaliglagah tengah diperiksa di Polsek Purworejo akibat memanjat tiang telepon dan papan reklame. Dalam aksinya itu sempat membuat warga sekitar dan pengguna jalan gempar.

Ngaku Dibisiki Bung Karno, Panjat Tiang Telepon PURWOREJO - Seorang yang diduga mengalami gangguan jiwa nekad memanjat tiang telepon di depan Pos Polisi Tugu Kelurahan Baledono Kecamatan/ Kabupaten Purworejo, Sabtu (1/3) malam. Akibatnya warga sekitar menjadi gempar lantaran menduga orang tersebut akan bunuh diri. Selain itu, lokasi tiang telepon yang berada di tepi Jalan Raya Purworejo-Magelang itu menyebabkan pengguna jalan banyak yang menghentikan laju kendaraannya dan turut menonton kejadian tersebut. Sejumlah warga terlihat berteriak meminta orang itu untuk turun. Bahkan ada juga yang melemparinya dengan kerikil agar ia segera turun. Namun bukannya turun, orang itu malah justru melompat ke papan baliho setinggi lima meter yang tidak jauh dari tiang tersebut. Baru setelah ada petugas Banpol Pos Polisi Tugu yang

membujuk orang itu agar mau turun akhirnya ia segera turun, lalu diamankan di Pos Polisi Tugu. Dari hasil pemeriksaan, laki-laki yang menggemparkan tersebut dari hasil pemeriksaan orang yang diduga mengalami gangguan jiwa Itu bernama Amin Prasetyo, (30) warga RT 01/ RW 02 Dusun Sepakis Desa Kaliglagah Kecamatan Loano. Saat diperiksa kepolisian ia mengelak saat dituduh sebagai orang gila. Ia mengaku perilakunya untuk memanjat tiang telepon dan baliho tersebut sudah mendapatkan izin dari sejumlah kiai di Purworejo. ”Saya mendapatkan perintah dari Bung Karno untuk mengambil bendera merah putih yang berada di atas sana. Setelah itu saya sowan kepada sejumlah kiai untuk mengambil bendera itu dan akhirnya berhasil,” tutur Amin kepada Ha-

rian Purworejo usai diperiksa di Pos Polisi Tugu. Sementara itu, Petugas Banpol Pos Polisi Tugu yang membujuk Amin untuk turun, Sugeng (43) mengungkapkan, setelah membujuk untuk makan dan minum akihirnya yang bersangkutan mau turun. ”Setelah sekitar dua jam di atas tiang telepon akhirnya Amin berhasil diamankan. Saat ditanya jawabannya ngelantur tidak jelas. Ia mengaku mendapatkan bisikan ghaib untuk memanjat tiang telepon yang berada diatas tiang tersebut,” terang Sugeng. Ditambahkan, usai diamankan, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Purworejo Kota kemudian mengantarnya ke Mapolsek Loano untuk diserahkan kepada keluarganya. ”Sepeda motor dan tas milik Amin sementara ini kami amankan, biar diambil sama pihak keluarga,” tandasnya. (cr2)

PURWOREJO - Sejumlah harga buah di pasaran akhirakhir ini mengalami kenaikan sangat tinggi. Diduga kenaikan tersebut dipicu oleh bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat serta bencana meletunya Gunung Kelud hingga menyebabkan hujan abu vulkanik. Akibatnya, akses transportasi tidak bias berjalan dengan lancar. Pantauan Harian Purworejo di kompleks pasar buah Kecamatan Kutoarjo, beberapa jenis uang yang menfalami kenaikan diantaranya, buah anggur, buak Jeruk, melon dan beberap buah lainnya. Pecinta buang anggur impor sejak tiga hari terakhir terpaksa merogoh kocek lebih dalam lantaran harga buah yang semakin melambung. Saat ini buah anggur menembus harga eceran Rp 85.000 per koligram atau naik dari harga sebelumnya sekitar Rp 60.000 per kilogram. Kenaikan itu ditengarai banjir yang terjadi di wilayah Jawa Barat, sehingga menyulitkan transportasi pengiriman buah. Sumarwati (38) salah satu pedagang buah di kompleks Pasar Kutoarjo mengatakan, kenaikan harga buah anggur itu cukup drastis lantaran pasokan buah yang makin menipis. Harga dari para pengepul juga mengalami kenaikan, se-

hingga pedagang eceran terpaksa menaikan harga. ”Harga anggur naik sejak tiga hari ini, karena banjir di Jakarta,” katanya, Minggu (2/3). Dia menjelaskan, selain buah anggur, kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas buah impor, seperti apel USA yang kini seharga Rp 40.000 atau naik dari harga sebelumnya sekitar Rp 30.000 per kilogram. Meski harga buah impor naik drastis, namun minat pembeli tidak begitu terpengaruh. “Buah anggur dan apel USA masih laku dijual, tapi dengan stok yang terbatas,” ujarnya. Sementara itu, lanjut dia, beberapa komoditas buah lokal juga mengalami lonjakan harga, di antaranya buah melon. Harga melon saat ini mencapai Rp 14.000 atau naik dari harga sebelumnya Rp 8.000 per kilogram. Kenaikan itu dipicu turunnya abu vulkanik dari Gunung Kelud yang terjadi beberapa waktu lalu. Abu vulkanik itu membuat hasil panen melon turun. Pedagang lain, Suhadi (34) mengemukakan, untuk harga buah lokal lainnya, seperti jeruk dan alpukat harganya relatif normal. Harga buah jeruk super saat ini Rp 20.000 per kilogram dan alpukat kisaran Rp 15.000 per kilogram. (cr2)

foto: lukman hakim/harian purworejo

POTONG TUMPENG. Ketua PC NU bersama Ketua Fatayat NU tengah memotong tumpeng dalam rangkaian peringatan HUT IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo, kemarin.

Bupati: IPNU IPPNU Pengunjung CFD Parkir Sembarangan Kurang Tafqquh Fid Dien PURWOREJO - Penataan pelaksanaan hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di Alun-alun Purworejo belum maksimal. Kesemrawutan masih tampak dan pusat keramaian juga belum maksimal. Parkir kendaraan bermotor yang telah dilokalisir di beberapa titik tidak berjalan efektif. Pemandangan mencolok ada di Jalan Urip Sumoharjo. Rambu larangan parkir sepertinya tidak berdaya menahan keinginan warga untuk menempatkan kendaraannya di luar kawasan itu. Hal yang sama juga terjadi di bangjo depan Polres Purworejo. Pengguna kendaraan masih menempatkan kendaraanya persis di depan rambu larangan masuk. Kondisi diperparah oleh keberadaan tukang parkir yang membantu menata kendaraan di lokasi itu yang semestinya bukan lokasi parkir. Salah seorang warga, Nanang (30) warga Krendetan, Bagelen yang dijumpai koran ini saat hendak memarkirkan kendaraannya persis di bawah rambu larangan parkir mengaku belum tahu adanya rambu tersebut. Sepengetahuannya, rambu yang ada itu diperuntukkan bagi kendaraan di luar CFD, padahal sebenarnya rambu itu hanya untuk pelaksanaan CFD. “Harusnya khusus hari minggu, rambu itu tidak berlaku,” kata Nanang, Minggu (2/3). Namun betapa kagetnya saat diajak melihat rambu bahwa maksud rambu itu untuk pelaksanaan CFD. “Saya malah tidak tahu isi rambu itu. Tapi kok yang lain tetap parkir disini. Kalau memang tidak boleh kok tidak ada pe-

foto:aris himawan/harian purworejo

PARKIR. Sepede motor diparkir sembarangan meskipun telah dipasang rambu-rambu larangan parkir saat CFD di Alun-alun Purworejo.

tugas disini yang mengarahkan para pengguna kendaraan,” katanya. Saat diberitahu lokasi parkir untuk Jalan Urip Sumoharjo ada di jalan umum depan Makodim, Nanang mengaku lokasinya terlalu jauh dan seharusnya Pemkab bisa memilih lokasi yang lebih dekat. “Kalau di depan Makodim ya terlalu jauh. Harusnya parkir bisa di Kantor Pos atau SD Maria atau SD Purworejo. Kan lebih dekat, turun dari kendaraan langsung sampai Alun-alun ini,” tambahnya. Selain pakir, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pemusatan keramaian. Pemkab yang menjanjikan akan meramaikan seluruh ruas jalan, termasuk Jalan Proklamasi dan Jalan Setyabudi juga tidak tampak. Panggung hiburan yang muncul dalam dua CFD sebelumnya menghilang. Padahal keberadaan sebelumnya

cukup mendapat apresiasi dari masyarakat. Sementara itu, kegiatan senam bersama yang rencananya dipusatkan di Jalan Proklamasi, malah belum tampak sama sekali. Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Purworejo, Agus Budi Supriyanto saat dimintai keterangan menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi. Namun Agus tidak memaparkan evaluasi seperti apa yang akan dilakukannya. Sementara itu Kabid UMKM dan Koperasi Diskoperindagpar Dra Titik Mintarsih yang mengerakkan penataan PKL mengaku siap untuk menindaklanjuti hal itu dengan mengundang pengurus paguyuban PKL untuk dilakukan pertemuan. “Besok, pengurus paguyubannya akan kami undang untuk membahas hal itu,” kata Titik melalui pesan pendek. (him)

PURWOREJO - Ratusan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Purworejo yang berasal dari seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Komisariat yang ada di Purworejo tumpah ruah di Gedung Kesenian Sarwo Edi Wibowo Purworejo, Minggu (2/3). Mereka hadir untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) IPNU yang ke-60 serta IPPNU yang ke-59. Turut hadir dalam kegiatan yang bertajuk Revitalisasi Peran IPNU IPPNU dalam menuju kader militant dan berdedikasi tinggi tersebut segenap Muspida Kabupaten Purworejo serta Pengurus NU dan Badan Otonom serta organisasi kepedudaan dan organisasi kemahasiswaan. Bupati Purworejo, Drs H Mahsun Zain MAg dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan organisasi pelajar, pemuda dan santri ini telah banyak membantu programprogram pemerintah. Untuk itu, ia meminta agar ke depan program dari IPNU IPPNU lebih disinergitaskan kembali dengan program dari pemerintah agar peranan ke depan bisa lebih maksimal lagi. ”Saya lihat berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh IPNU IPPNU di Kabupaten Purworejo sudah cukup baik. Hal ini tentu jangan membuat kalian untuk berpuas diri karena kedepan tantangan za-

man akan semakin keras lagi,” tutur Mahsun. Lebih lanjut ia meminta agar segenap pemuda, pelajar dan santri yang menjadi anggota IPNU IPPNU untuk meningkatkan tafaqquh fid dien (mendalami ilmu agama) Menurutnya, kewajiban membangun masyarakat harus pula diimbangi dengan membangun nilai-nilai religious para generasi muda. ”Karena saya melihat hari ini IPNU dan IPPNU memiliki kekurangan dalam hal tersebut. Padahal sebenarnya itulah yang menjadi identitas dari organisasi pengkaderannya NU,” tandasnya. Sementara itu, Siti Ma’rufah Hani selaku ketua panitia menjelaskan, rangkaian kegiatan yang akan digelar dalam Harlah kali ini merupakan langkah konsolidasi dari para kader agar kedepan bisa lebih solid lagi dalam rangka mengisi kemerdekaan yang merupakan tanggung jawab dari para pemuda. ”Beberapa rangkaian agenda yang kita laksanakan hari ini diantaranya, seremonial harlah dengan menghadirkan para sesepuh, baik alumni, Muspida maupun pengurus-pengurus dari Badan Otonom NU serta tokoh pemuda dan masyarakat, “ tandasnya. Selain itu, sambung Siti Ma’rufah, untuk menyemarakkan agenda kegiatan harlah ini, pihaknya juga menggelar lomba pentas seni antar PAC yang se Kabupaten Purworejo. (cr2)

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.43 Purworejo

CMYK


Magelang ekspres edisi 3 maret 2013