Issuu on Google+

(1,1) -1- MAGELANG EKSPRES.indd 4/29/2014 1:09:39 AM

CMYK

SELASA 29 APRIL 2014

Foto PNS Mesum Hebohkan Boyolali BOYOLALI - Sebuah foto lelaki dan perempuan telanjang beredar luas di Boyolali. Satu foto lagi memperlihatkan si perempuan yang sama sedang tidur telanjang. Pasangan itu dikenal sebagai seorang bidan PNS dan pasangan selingkuhannya yang berprofesi sebagai satpam bank swasta. Pihak Pemkab Boyolali mengaku sudah membentuk tim dan sudah memeriksa sang bidan. Dalam foto itu, si perempuan tampak memeluk seorang lelaki bertato di lengan atas tangan kanan. Keduanya dalam kondisi bugil. Tangan kanan si pria tampak mengambil gambar selfie mereka berdua. ke hal 3 foto : jpnn

MESUM. Masyarakat Boyolali dihebohkan dengan beredarnya gambar porno. permpuanyang diduga seorang PNS di lingkup Dinas Kesehatan.

Saksi Pemkot Berubah-ubah

Baru Mengaku Setelah ”Di-Pressure” Hakim

MAGELANG - Pemkot Magelang sebagai pihak tergugat perdata sengketa kios nomor 1 Jalan Mataram, kembali mendatangkan saksi dalam sidang

lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Magelang, Senin (28/4). Saksi yang didatangkan pihak tergugat adalah Koordinator Perwakilan Pedagang Pasar Rejowinangun Magelang (P3RM), Nasirudin Hadi. Awalnya, dalam kesaksian Nasirudin, dirinya mengaku tidak

tahu adanya penamaan Kios Berdikari atau Kios Mandiri dan Los Inpres yang menjadi bagian Pasar Rejowinangun, sebelum kebakaran pada tahun 2008 silam. Namun, Nasirudin yang sejak tahun 1971 jadi pedagang Pasar Rejowinangun akhirnya ke hal 3

foto : wiwid arif/magelang ekspres

KETERANGAN. Saksi Pemkot Magelang, Nasirudin Hadi memberika kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim PN Magelang, dalam sidang lanjutan sengketa kios nomor 1 Pasar Rejowinangun, kemarin.

Ganjar Ngamuk di Jembatang Timbang Tangkap Basah Pungli Truk

foto : Aris Himawan/harian purworejo

MOBIL. Salah satu aset milik dr Sururi berupa mobil telah diamankan tim penyidik Polres Purworejo.

Mantan Kepala Dinkes kembali Ditahan Kali Ini Kasus Dugaan Penipuan

SEMENTARA ITU SBY “Cicipi” Pesawat Kepresidenan JAKARTA - Presiden SBY dijadwalkan akan menghadiri KTT ASEAN di Myanmar. Dalam perjalanan ini Presiden SBY bersama rombongan untuk pertama kalinya menggunakan pesawat kepresidenan yang baru. “Rencananya untuk hadiri KTT ASEAN di Myanmar. Jadwal dan program masih difinalisasikan,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang ke hal 3

PURWOREJO - Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo dr Sururi kembali ditahan. Kali ini, dia

ARTIS cantik Sophia Muller akhir-akhir ini kerap digosipkan punya hubungan spesial dengan vokalis grup band Noah, Ariel. Apa tanggapan anak-anak Sophia, terutama, Eva Celia Latjuba? “Eva dibesarkan dengan sekelilingnya sama gosip. Jadi dia sudah biasa,” kata Sophia saat menjadi bintang tamu dalam sebuah talk show, Senin (28/4) malam. Lalu sedekat apa dengan Ariel saat ini?

ke hal 3

foto:ist

Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu didampingi Kasubag Humas Kompol Suryo Sumpeno dan Kasatreskrim AKP Juli Monasoni saat dimintai konfirmasi di Mapolres membenarkan penetapan tersangka ke hal 3

Fasum Rawan Penyebaran Jentik Nyamuk Penderita Chikungunya di Kota Magelang Naik MAGELANG - Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Magelang selama musim hujan terjadi penurunan penyakit

Sophia Muller Tak Kapok Nikah

ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan pengelolaan RS PKU Muhammadiyah Purworejo. Sebelumnya, dr Sururi menjalani hukuman dari kasus korupsi pengadaan obat di Dinkes Purworejo. 

demam berdarah. Namun, untuk suspek chikungunya justru mengalami kenaikkan. Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Magelang, Yis Romadon, mengatakan, pihaknya mengirim

13 warga suspek cinkungunya ke Laboratorium Balai Besar Pengembangan Penelitian Vektor Research Penyakit di Salatiga. Hasilnya cukup mencengangkan, ternyata 9 warga positif cikungunya. ke hal 3

S E M A R A N G   - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo marah besar ketika melakukan sidak di Subah, Batang, Minggu (27/4) malam. Ia memergoki praktik pungutan liar di jembatan timbang. Sidak dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB ketika hendak kembali ke Semarang setelah tugas dinas di Banyumas, Cilacap, dan

Tegal. Saat melintas di jembatan timbang Subah, Ganjar memutuskan untuk mampir. Di sana ia bertanya kepada petugas soal mekanisme kerja. Namun ketika Ganjar melihat-lihat truk yang berjajar di jembatan timbang, ia melihat seorang kernet truk berjalan menuju kantor sambil menggenggam uang. Ganjar pun membuntutinya dan ternyata uang digenggam kernet itu diletakkan di meja petugas ke hal 3

Harga Rumah Diatur Beda Tiap Provinsi JAKARTA  - Harga rumah di masing-masing daerah bakal berubah. Hal itu menyusul dengan terbitnya Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permenpera) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Dalam Rangka Pengadaan Perumahan Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera. Selain itu terbit juga Permenpera   Nomor 4 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan Dalam Rangka Pengadaan Perumahan Melalui Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera. Serta, Permenpera Nomor 5 Tahun 2014 tentang Proporsi Pendanaan Kredit/Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera. “Permenpera baru mengatur harga rumah baik Rumah Sejahtera Tapak (RST) maupun Rumah Sejahtera Susun (RSS) ke hal 3

Maestro Biola Idris Sardi Tutup Usia

Gagal Wujudkan Konser dengan Sang Cucu Isak tangis Syahkunta Anjani, 11, cucu dari maestro biola tanah air Idris Sardi pecah di dalam Masjid Al-Hidayah yang berada di Komplek Perumahan Bumi Cimanggis Indah, yang terletak di Jalan Pekapuran, Kelurahan Pekapuran, Kecamatan Cimanggis, Senin (28/4), pagi. BETAPA tidak, keinginan terakhir ayah dari aktor layar lebar itu Lukman Sardi untuk konser biola dengan para cucunya tak dapat terwujud. Terlebih konser tersebut merupakan rancangan sang maestro biola itu sendiri sebagai hadiah terakhir kepada keluarganya sebelum tutup usia. “Sebelum sakit kakek mau buat konser sama semua cucunya di

sebuah tempat. Kami semua sudah sering berlatih bersama. Lagu yang akan dibawakan berjudul Bunda. Keinginan kakek terakhir memberikan hadiah terbaik buat semua keluarga,” kata Syahkunta, kepada JPNN, sembari menangis di depan jenazah Idris Sardi, di dalam masjid, kemarin. ke hal 3

Kudu diusut tuntas, kok iso nyebar nang masyarakat

PEMAIN PPSM MASIH LABIL

foto: jpnn

CMYK

Maklum isih enom dadi ganpang kebakar emosine

TABUR BUNGA. Keluarga maestro biola Idris Sardi menaburkan bunga di pusaran bapak dua anak yang meninggal kemarin(28/4) pagi.

Web: magelangekspres.com,

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

HEBOH FOTO MESUM PNS

E-mail: magelangekspres@yahoo.co.id, iklanmglekspres@gmail.com


(1,1) -1- Kombis.indd 4/27/2014 11:11:29 PM CMYK

MAGELANG EKSPRES

SENIN 28 APRIL 2014

Pengobatan Gratis Pegadaian Incar Rekor MURI MAGELANG - PT Pegadaian Magelang menggelar aksi sosial membuka klinik pengobatan massal gratis untuk masyarakat di lingkungan kantor setempat, Minggu (27/4). Kegiatan serempak diadakan di dua tempat, yakni di kantor cabang Magelang dan kantor unit Muntilan guna memperingati hari jadinya yang saat ini sudah berusia 113 tahun. Pimpinan Cabang Pegadaian Magelang Edy Rusmanto mengatakan, hari ulang tahun Pegadaian sebenarnya jatuh pada 1 April lalu. Tapi, selama hampir dua pekan ini tidak bisa mengadakan kegiatan lantaran berbarengan dengan

momen pemilihan umum (Pemilu) yang dikhawatirkan mengganggu. “Usai pencoblosan kami bisa berkegiatan lagi. Karenanya, kami langsung merealisasikan program nasional itu. Di sejumlah kabupaten dan kota se-Indonesia serentak menggelar pengobatan gratis yang bahkan akan sekaligus memecahkan rekor MURI,” ujarnya di kantornya, kemarin. Dikatakan, dalam pengobatan gratis, pihaknya menggandeng Puskesmas Magelang Selatan untuk tempat pengobatan di kantor cabang. Sementara tempat pengobatan di kantor unit Muntilan bekerja sama dengan RS Aisyiyah Muntilan dengan masing-masing mengundang 50 pasien. “Kategori pengobatannya

untuk sakit yang ringan-ringan saja atau standar. Sementara untuk penyakit yang berat, akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Pasien kita undang, terutama dari lingkungan sekitar kantor,” katanya. Edy menjelaskan, kegiatan merupakan bagian dari program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang bertujuan untuk lebih mendekatkan dengan masyarakat sekitar. Setiap pasien yang datang diberikan voucher untuk multi payment online (MPO) yang masing-masingnya senilai Rp10 ribu. Voucher dapat digunakan untuk pembayaran telepon, listrik, televisi berlangganan hingga pembelian pulsa. Tak hanya itu, perusahaan plat merah ini juga memberikan cindera mata berupa tumbler, boneka, dan mug serta lainnya ses-

uai dengan pilihan pasien. Terkait rekor MURI yang akan dicapai, kata Edy hal itu merupakan program nasional. Upaya rekor MURI ini dihitung dari jumlah titik pengobatan yang diadakan serentak di seluruh Indonesia. “Tadi pada jam 9, kami sudah kirimkan jumlah berikut data pasien ke kantor pusat untuk penghitungan MURI,” terangnya. (imr)

4

Ratusan Karyawan BNI Blusukan Garap Pasar Tabungan Baru

ditentukan. Dua tim diturunkan di wilayah Utara hingga menuju kampus Universitas Negeri Tidar dan Armada Estate, sedangkan MAGELANG - Bank Negara In- dua tim lain di wilayah Selatan donesia (BNI) Cabang Magelang menuju pasar Rejowinangun dan kembali mengerahkan seluruh pusat perbelanjaan Artos Mall. “Sebetulnya program sudah pegawainya untuk ‘Blusukan’, Sabtu (26/4). Ratusan pegawai, dimulai sejak 23 Maret lalu. Saat mulai dari tingkat bawah hingga itu pra event-nya dan hari ini (kepimpinan diturunkan ke jalan marin, red) adalah hari H nya,” untuk mensukseskan program kata Basuki. Sejak dimulainya program, ‘Saling Day’ yang digelar serentak BNI se-wilayah Jawa Tengah sambung dia, pihaknya mengaku itu. Saling Day digelar empat kali sudah memperoleh sebanyak dalam setahun guna mening- 700 rekening tabungan baru dan katkan dana pihak ketiga (DPK) itu sudah mencukupi dari target dan kredit. Pada triwulan per- yang ditentukan. Untuk pelaksatama tahun ini, BNI fokus pada naan serempak ini, menurutnya menggarap pasar tabungan hanya sekedar mencari tamba(rekening) baru dan pembukaan han saja. “Dari jumlah tersebut kami berkartu kredit. Pemimpin Cabang BNI Magelang Setyo Basuki men- hasil menghimpun dana sekitar gakui, saling day kali ini meru- Rp150 juta yang sebagian besar pakan yang pertama digelar di payrol. Kalau untuk kartu kredit tahun 2014. Fokusnya memang sendiri tidak ada target,” teranguntuk meningkatkan jumlah na- nya. Ia menambahkan, saling day sabah baru khususnya tabungan kali ini diharap bisa lebih baik dari pelaksanaan sebelumnya di dan kartu kredit. “Setiap diadakan saling day, bulan Desember 2013 yang telah targetnya berbeda-beda. Kali mampu mencapai rekor MURI. Untuk itu dirinya mengimbau ini untuk tabungan dan kartu kepada seluruh pegawai agar kredit,” ungkapnya. semangat dalam bekerja demi Dikatakan, tim saling day terbagi dalam empat kelompok den- mendapatkan apa yang diharapgan masing-masing berjumlah 24 kan. “Mudah-mudahan hari ini orang. Mereka akan mendatangi bisa lebih sukses dari sebelumcalon nasabah di empat titik yang nya,” tutupnya. (imr)

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

LAYANI. Salah seorang warga tengah diberi obat dalam pengobatan gratis yang digelar PT Pegadaian Magelang.

Kopi Trend Berangkat dari Kafe Trend

TEMANGGUNG – Kopi asli Temanggung siap menggilas pasar kopi dengan merk ternama yang telah lama memiliki jaringan konsumen luas. Adalah Kopi Trend, dengan simbol dua gunung kembar kebanggaan Temanggung Sindoro-Sumbing ini merupakan komoditas unggulan. Bahan dasar untuk menciptakan racikan kopi yang mayoritas berjenis Robusta ini berasal dari perkebunan dengan proses pemilihan. “Kami ingin memperkenalkan kopi ini pada kalangan masyarakat Temanggung dulu, baru kemudian kita edarkan di luar kota. Maka dari itu, kami mendirikan satu kafe, namanya Kafe Trend, letaknya di kompleks ruko Pasar Temanggung Permai, sebagai outlet promosi penjualan,” kata Elang, pemilik, kemarin. Dia beranggapan, bahwa kualitas produk ini tidak kalah dibanding den-

foto: rizal ifan/temanggung ekspres.

ASLI. Kafe Trend menyuguhkan karakteristik kopi asli hasil bumi tanah Temanggung dengan satu cita rasa yang khas.

gan merk-merk ternama yang sudah mapan terlebih dahulu secara skala nasional, termasuk peredarannya di Temanggung.“Kami melihat peluang bahwa hasil kopi di sini sangat luar biasa. Selain itu kami juga ingin men-

gangkat produk-produk UMKM yang berproduksi kopi. Sudah banyak pedagang warung yang beli di sini untuk diecerkan,” imbuhnya. Selain itu, ada satu kopi chivet luwak yang merupakan hasil ternakan

sendiri di Kecamatan Kedu. Dengan sentuhan alami, biji buah kopi yan dikeluarkan lewat kotoran luwak ini menghasilkan kopi yang bercitarasa khas dari hasil proses fermentasi di perut hewan tersebut. (cr1)

Ubay Gagal Jadi The Next Idol MAGELANG – Ribuan Ubayers di Magelang harus rela ketika melihat penyanyi pujaannya, Muhamad Yusuf Nur Ubay, teriliminasi di babak 5 besar ajang Indonesian Idol 2014. Saat acara nonton bareng di Artos Mall, Jumat (25/4) malam, mereka terpaksa pasrah karena begitulah kenyataannya. Ubay diumumkan oleh host, Daniel Mananta gagal masuk menuju babak selanjutnya, ajang 4 besar, sepekan mendatang. Ubay memang hampir mengalami

nasib yang sama pada babak sebelumnya. Namun karena mendapat hak veto dari juri, akhirnya kontestan asal Magelang ini pun selamat dan lolos hingga babak 5 besar. Pada penampilan terakhir di panggung spektakuler ini, Ubay menyanyikan dua buah lagu. Lagu pertama berjudul Pupus (Dewa 19), dan lagu kedua berjudul Charity. Lagu pertama yang dibawakan berhasil dinyanyikannya dengan sempurna sekaligus mampu membukti-

kan kepada juri yang telah menyelamatkan sebelumnya. Termasuk juga sang pencipta lagu, Ahmad Dhani, yang menilai penampilan Ubay terbaik malam itu. Di lagu kedua, Ubay berbalik mendapat kritikan yang cukup pedas dari juri. Ahmad Dhani dan Anang Hermansyah habis-habisan membombardir Ubay yang katanya kurang pas menyanyikan lagu yang dipopulerkan oleh Zeed ft Foxes itu.

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

SALING DAY. Pemimpin Cabang BNI Magelang Setyo Basuki dan Pemimpin Sentra Kredit Theresia Astuti, memberangkatkan tim Saling Day. Saling Day digelar empat kali selama satu tahun guna meningkatkan DPK dan Kredit dengan menyisir tabungan.

Meski dua juri lain Raisa dan Titi DJ, seolah masih mengharap penyanyi berusia 17 tahun itu bisa tampil di babak selanjutnya, namun semua itu tidak berguna. Kini mimpi Ubay untuk menjadi The Next Indonesian Idol sirna. Sementara kontestan lainnya, Nowela, Husein Alatas, dan Muhammad Devirzha serta Yuka Tamada, maju ke babak selanjutnya yang akan digelar pada Jumat (2/5) Malam mendatang. (imr)

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

NOBAR. Inilah suasana nonton bareng panggung spektakuler Indonesian Idol 2014 di Artos Mall, Jumat (25/4) Malam. Disini juga para Ubayers yang terdiri dari keluarga dan pendukung setia menitikan air mata saat diumumkannya Ubay gagal masuk babak selanjutnya diajang 4 besar pekan mendatang.

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 28 APRIL 2014

Simolodro Salahkan Pemkot Tak Mau Perhatikan PPSM MAGELANG – Supporter setia PPSM Sakti Magelang, Simolodro menyayangkan tim kebanggaannya ditekuk PSIS dalam laga tandang yang digelar di Stadion madya, Kota Magelang, Sabtu (26/4). Padahal, PPSM sebenarnya sangat layak bila

menang atas Laskar Mahesa Jenar di kandang sendiri. Salah satu anggota Pendowo Limo pengurus Simolodro, Slamet Riyanto menyayangkan, skuad Macan Tidar tidak pernah mendapat perhatian dari Pemkot Magelang, maupun stakeholder lainnya. ”Kami sayangkan kurangnya perhatian

itu. Contoh nyata saja, Pemkot tidak mau meminjamkan fasilitas bus-nya untuk mengangkut pemain ke stadion,” katanya, kemarin. Parahnya, skuad PPSM justru harus susah payah menyewa bus dengan biaya tidak murah. Hal ini lah, kata dia, salah satu faktor PPSM gagal merengkuh poin penuh kala melawan PSIS Semarang.

Sebab, jika dukungan itu ada, maka bisa dipastikan pemain dapat bermain all out dan lebih bersemangat. ”Saya lihat dalam pertandingan itu pemain kurang lepas dalam bermain. Selain internal tim, faktor eksternal juga sangat penting bagi semangatnya tim. ke hal 11

Jelajah Herman Thomas Karsten MAGELANG TENGAH Komunitas Kota Toea Magelang sebagai pemerhati cagar budaya dan heritage mengadakan kegiatan Jelajah 130 Herman Thomas Karsten, Minggu (27/ 4).Sebanyak 50-an peserta yang sebagian anggota Komunitas Kota Toea mengawali kegiatan jelajah tersebut dari Water Torn atau menara air ikon Kota Magelang di Alun-alun. Karena Water Torn tersebut adalah salah satu mahakarya Thomas Karsten di Magelang. “Start jelajah ini mengambil tempat di Water Torn, peserta ma suk ke menara air tersebut, meskipun tidak sampai naik ke atas. Dan menara air ini bisa dikatakan karya fenomenal Herman Thomas Karsten, mengingat hasil rancangan Thomas Karsten sampai saat ini masih berdiri kokoh, bahkan menjadi ikon Kota Magelang,” ucap Bagus Priyana Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang. Selain water torn, rombongan jelajah juga mengunjungi kawasan Kwarasan, dimana kawasan tersebut termasuk hasil dari rancang bangun Thomas Karsten.

KALAH. Tim Macan Tidar harus mengakui keunggulan PSIS Semarang 1-3 dalam pertandingan lanjutan Divisi Utama. foto : wiwid arif setyoko/ magelang ekspres

KOTA KITA Bangunan Cagar Budaya Seiring laju perkembangan Kota Magelang, tidak jarang memakan korban termasuk bangunan cagar budaya.

Seharusnya ada payung hukum yang kuat untuk bisa melindungi bangunan cagar budaya tersebut, jika tetap ada bangunan bersejarah itu bisa berpotensi sebagai obyek wisata, (mg1)

ke hal 11

MAGELANG UTARA – PPSM Sakti Magelang, dipaksa mengakui keunggulan tamunya PSIS Semarang dengan skor 1-3, pada laga lanjutan kompetisi Divisi Utama Grup IV di Stadion Madya Magelang, Sabtu (26/4). Bagi PSIS kemenangan ini membuat mereka memuncaki klasemen sementara Grup IV dengan nilai sempurna 12 dari 4 kemenangan. Sementara untuk PPSM Sakti, harus berada di papan tengah poin 4 dari sekali menang, sekali seri dan sekali kalah. Terlepas dari kekalahan perdana ter-

sebut, Pelatih PPSM, M Hasan mengaku secara permainan anak asuhnya sudah tampil cukup menggembirakan. Bahkan, pada babak pertama terlihat skuad Macan Tidar ini berhasil unggul ball possein ketimbang lawannya. Pada laga yang disaksikan ribuan suporter baik Simolodro, Panser Biru dan Snex tersebut, secara umum memang berjalan cukup apik. Kedua kesebelasan saling jual beli serangan pada babak pertama. Awal babak pertama, kerap pemain PPSM memborbardir pertahanan PSIS

Semarang. Permainan agresif yang ditunjukan kedua tim ini, menimbulkan intensitas pertandingan yang cukup keras. Petaka bagi PPSM muncul pada menit 30, ketika bek kanan Jordi Kartiko diganjar kartu merah oleh wasit Dwi Purba dari Kudus, setelah melanggar Julio Alcorse. Jordi terkena akumulasi kartu kuning kedua sehingga membuat PPSM harus bermain dengan 10 pemain pada pertengahan babak pertama. ke hal 11

HADI, MAHASISWA, MAGELANG.

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 28 APRIL 2014

Pemkab Sebaiknya Bertindak Cepat

Gol Injury Time Samakan Kedudukan Persitema Sempat Tertinggal

ANTISIPASI BPBD Ancang-ancang Hadapi Kemarau TEMANGGUNG – Kendati saat ini masih dalam musim hujan, namun menghadapi musim kemarau tahun 2014, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung tengah menyiapkan program pipanisasi di empat titik yang berpotensi mengalami bencana kekeringan. Titik tersebut adalah, Desa Geblog di Kecamatan Kaloran, Desa Jragan di Kecamatan Tembarak, Desa Ngaditirto di Kecamatan Selopampang, serta Desa Gentan di Kecamatan Kranggan.

TEMANGGUNG – Persitema Temanggung harus puas mendapat poin satu, pada pertandingan ke tiga melawan Persipur Purwodadi di Stadion Bhumi Phala Temanggung Sabtu (26/4), setelah mampu menahan skor imbang 2-2 hingga wasit meniupkan peluit panjang pada babak kedua. Sejak awal pertandingan, tuan rumah Persitema mampu menguasai pertandingan. Pada menit ke 10 dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang Persipur yang dijaga ketat Yoga Arif Wahyu, pemain depan Persitema Sumaryanto berhasil menyarangkan bola ke gawang Persipur. Tertinggal satu gol, anak-anak asuhan Nanang Kushariyanto semakin meningkatkan performa-

nya untuk mengejar ketinggalan. Menit ke 24, pemain asing Persipur Yao Rudy Abblode berhasil menyamakan kedudukan melalui kaki kanannya. Sisa waktu babak pertama menjadi pertandingan yang semakin menarik. Tempo permainan dari keke hal 11

Soal Keluhan Pedagang Permai ADU. Sumaryanto pemain depan Persitema berebut bola dengan kiper Persipur

DIKAWAL. Satu pemain Persitema Temanggung dikawal dua pemain lawan dalam lanjutan laga Divisi Utama di Stadion Bhumi Phala Temanggung, Sabtu (26/4). Dalam laga ini masing-masing tim mengantongi satu poin. Kedudukan sama 2-2.

ke hal 11

PERTANIAN

TEMANGGUNG – Keluhan pedagang Pasar Temanggung Permai selama ini soal belum sempurnanya bangunan pasar tersebut mendapat respon dari mantan anggota DPRD Kabupaten Temanggung. Anggota dewan yang tak lagi terpilih dalam Pemilu Legislatif 2014 ini turut meminta percepatan penanganan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Pasar Temanggung Permai. Mantan anggota Komisi C DPRD Temanggung dari PAN yang pada periode pileg ini menyeberang ke Partai Nasdem, Arif Mas’ud mengatakan, dalam mengahadapi masalah pasar percontohan ini haruslah dengan duduk bersama antara pemerintah de-

ngan pihak ke tiga PT Bumi Mas Perdana, selaku pembangun Pasar Temanggung Permai. “Jika memang banyak keluhan yang datang dari para pedagang, harus segera diselesaikan secepatnya. Pemerintah lewat dinas terkait harus mencari terobosan agar Pasar Permai ini ramai lagi seperti dulu. Mengenai kerusakan itu harus menjadi tanggung jawab dari kontaktor yang masih bertanggung jawab. Namun, peran pemerintah harus tetap dilibatkan sebagai penengah dan jembatan suara pedagang,” katanya kemarin. Kerusakan bangunan pasar yang baru saja diresmikan oleh Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, 13 Maret 2014, yang jadi keluhan pedagang adalah roolling door yang dirasa ti pis, atap yang bocor, intalasi ke hal 11

foto-foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

Ratusan Siswa SMKN 1 Tembarak Digojlok TNI di Semarang

Gembleng Mental, Diidamkan Jadi Generasi Tangguh foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

BERBURU. Penemabk yang tergabung dalam Perbakin Temanggung melakukan perburuan kera di Desa Petarangan Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung, kemarin.

Gerombolan Kera Rusak Tanaman Warga KLEDUNG – Warga di Desa Petarangan, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung merasa resah. Karena ratusan kera yang berada di wilayahnya merusak tanaman di ladang dan perkebunan milik warga. ke hal 11

Berbagai cara ditempuh pihak sekolah dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kulitas siswa didik. Khususnya mereka yang tengah duduk di bangku sekolah menengah atas. Seperti yang dilakukan SMK Negeri 1 Tembarak, Kabupaten Temanggung. RIZAL IFAN, Tembarak DENGAN menggandeng pihak TNI, murid-murid SMK ini mengikuti pelatihan dan penggemblengan yang bertemakan “Menanamkan Disiplin dan Semangat Nasionalisme”. Sebanyak 220 siswa kelas XI diajak oleh guru-guru mereka menuju barak militer di Bantir, Sumowono, Kabupaten Semarang selama dua hari untuk karantina. Berbagai kegiatan diberikan instruktur yang berasal dari Koramil setempat selama dua hari. Hal ini merupakan pioner kegiatan serupa yang

foto : rizal ifan/temanggung ekspres.

SEMANGAT. Para siswa mendengarkan arahan dan kegiatan yang dikomandoi oleh instruktur dari anggota TNI.

rencananya akan dilaksanaan setiap tahun dan dijadikan agenda rutin oleh pihak sekolah. “Tujuan kami adalah mendidik anak supaya belajar disiplin, toleran, jujur, tepat waktu, dan menghargai sesama rekan. Ini adalah kegiatan pertama kali. Kami memilih tempat ini lantaran dulu guru-guru pernah melakukan kegiatan seperti ini di sini, dan effortnya bagus. Dan TNI saya rasa adalah sosok yang pas untuk melatih mental anak-anak. Program mereka sangat bagus dan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” kata Budi Subagyo, Wakasek Kesiswaan, kemarin. Berbagai kegiatan yang telah di program oleh aparat berseragam doreng ini diikuti dengan semangat oleh siswa-siswi tersebut. Salah satunya adalah sesi PBB atau baris-berbaris yang bertujuan untuk memberikan sikap disiplin kepada mereka. Selain itu, gemblengan mental juga diberikan seperti pengarahan dan motivasi, selain gemblengan fisik tersebut. “Kita memberikan aspek materi. Di antaranya ke hal 11

Bertekad Menangkan Jokowi TEMANGGUNG - Kemenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Temanggung semakin memompa semangat penggurus DPC PDIP Temanggung mendukung Joko Widodo melaju mencalonkan diri sebagai calon Presiden pada Pilihan Presiden 9 Juli mendatang. Ketua DPC PDIP Temanggung Bambang Sukarno mengatakan, kemenangan PDIP pada pemilu legislatif 9 April lalu, semakin membulatkan tekad DPC PDIP Temanggung untuk memenangkan Jokowi pada pilpres mendatang. “Alhamdulilah partai kami masih mendominasi di Temanggung. Ke depan pada pilpres mendatang kami tetap bertekad memenangkan Jokowi,”kata Ketua DPC PDIP Temanggung

BAMBANG SUKARNO

Bambang Sukarno, kemarin. Pria yang juga menjadi Bupati di Temanggung ini mengatakan, hasil pileg dikabupaten Temanggung memang sangat menggembirakan bagi PDIP, walupun secara perolehan kursi tidak meningkat akan tetapi secara perolehan ke hal 11

Kursi Termahal Dewan 10.929 Suara TEMANGGUNG – Untuk menduduki kursi di DPRD Temanggung, selain harus memperoleh suara terbanyak dalam satu partai politik pada ajang pemilihan umum 2014 lalu, juga harus memenuhi angka Bilangan Pembagi (BPP) per daerah pemilihan.

“Perhitungan awal harus memenuhi angka BPP, kemudian sisanya akan memperebutkan pada perhitungan ke dua,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temanggung Lutfi Arifin, kemarin. Ia mengatakan, BPP per daerah pemilihan (Dapil) di kabupaten Temanggung berbedabeda yakni sesuai dengan jumlah suara sah pada pemilu 2014 lalu kemudian dibagi dengan alokasi kursi yang ada di setiap dapil. Ia menyebutkan, untuk dapil satu, jumlah ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

CMYK Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres LONGSOR.


CMYK

CMYK

SENIN 28 APRIL 2014

foto: susy pym/wonosobo ekspres

RUSAK.Tiga rumah warga yang dihuni dua keluarga di Dusun Wringinanom, Desa Binangun Kecamatan Kertek rusak parah akibat tertimbun tanah longsor yang berada di atas rumah milik mereka Sabtu lalu.

KEWIRAUSAHAAN

Longsor Timbun Tiga Rumah Warga

Pelajar Al Madina Panen Cabai Perdana WONOSOBO – Puluhan pelajar kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Madina Wonosobo berhasil memanen cabai sebanyak 13,5 kilogram cabai yang ditanamnya. Penanaman cabai dilahan seluas 504, 5 meter persegi itu merupakan aplikasi tematik dari mata pelajaran biologi, matematika dan juga wirausaha sekolah alam tersebut. “Ini merupakan rangkaian materi pembelajaran biologi, matematika dan wirausaha yang dipraktikkan langsung dalam menanam cabai. Mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen. Ilmu biologi didalamnya terdapat cara mengatasi hama, mengetahui penyakit dan pertumbuhannya,” terang guru kelas VII SMP AL Madina, Aji Jaya Wiguna Amd SPd kepada Wonosobo Ekspres di selasela memantau para pelajar sedang memetik cabai, kemarin. Menurutnya, untuk belajar bioogi, wirausaha dan matematika, misalnya, siswa diajak untuk menanam cabai di lingkungan sekolah. Ketika panen, siswa bisa menghitung cabai untuk mengenal konsep satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan.

Tak Ada Korban Jiwa KERTEK - Tiga rumah warga yang berada di Dusun Wringinanom, Desa Binangun, Kecamatan Kertek rusak berat akibat tertimpa tanah longsor dari ketinggian 10 meter dari permukaan jalan. Bencana tanah longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB Sabtu (26/4) saat arus kendaraan cukup padat mengingat hari itu merupakan banyak warga luar kota yang berlibur ke Wonosobo. Tiga rumah yang dihuni oleh dua buah keluarga tersebut berada di bawah jembatan Binangun,

ke hal 15

yang kondisi tanahnya memang sangat gembur. Dari pantauan Wonosobo Ekspres, tanah liat bercampur air masuk hingga ke dalam rumah warga, bukan hanya merusak perabotan warga saja namun menjebol dinding rumah. Hingga saat berita diturunkan, kerugian yang ditanggung oleh dua keluarga ditaksir puluhan juta rupiah. Budi, seorang warga yang rumahnya tertimpa tanah longsor mengatakan, hujan deras yang tak kunjung berhenti

mengakibatkan aliran sungai meluap dan terjadi banjir di sisi jembatan, hingga menyebabkan air bercampur lumpur menjebol dinding senderan bangunan tebing. Di sisi lain, senderan tebing jembatan yang telah terlalu tua dan dipenuhi tanah yang gembur diperkirakan tak kuat me nahannya. “Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,” kata Mahmud, anggota Polres Wonosobo saat ditemui Wonosobo Ekspres di lokasi musibah.

Taufiq Prioritaskan Pendidikan, Infrastruktur dan Pertanian foto: jamil/wonosobo ekspres

PANEN. Para siswa-siswa SMP Al Madina sedang memanen cabai dan hendak djiual ke warung makan Seleras Sambal.

KOTA HIJAU Pemkab Gagas Kampung Hijau WONOSOBO - Dalam mendukung program kota hijau (green city) Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengagas keberadaan kampung hijau di kawasan kota Wonosobo. Sebagai tahap awal pemkab akan menentukan 10 titik kampung yang ada di wilayah Kecamatan Wonosobo. Kepala DPU Wonosobo Supriyanto saat dikonfirmasi Wonosobo Ekspres membenarkan, pihaknya sedang menggagas kampung hijau di wilayah perkotaan Wonosobo. “Untuk mendukung kota hijau dibutuhkan kampung hijau, sehingga sinergis. Sebagai tahap awal kemungkinan akan dilakukan di 10 titik,” ujarnya. Terkait dengan pola dan konsep kampung hijau, pihaknya belum bisa membeberkan terlalu jauh, sebab masih dalam proses pembicaraan dengan berbagai pihak seperti pemerintahan kecamatan, pemerintahan kelurahan atau desa dan juga dinas terkait. ke hal 15

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

RAPAT. Bupati Wonosobo Kholiq Arif memimpin rapat penataan kampung hijau bersama warga Kelurahan 0jaraksari di balai desa setempat (25/4).

ADA tiga sektor yang mendesak untuk diperhatikan secara serius di Kabupaten Wonosobo. Yaitu, sektor infrastruktur, pendidikan dan pertanian. Ketiga sektor tersebut jika ditelusuri secara mendalam masih banyak yang belum terakomodasi dengan baik. Misal, di Watumalang saja jalan utama, kondisinya rusak parah, kemudian belum ada SMK serta pertanian masih menggunakan metode lama. Hal itu diungkapkan Ketua DPD PAN Kabupaten Wonosobo, Taufiq SH yang berpeluang akan duduk di kursi dewan dari Daerah Pemilihan III (Watumalang, Sukoharjo dan Leksono) kepada Wonosobo Ekspres di kantornya, kemarin. ke hal 15

ke hal 15

STAND. Bunda Siaga Gerakan Pramuka Kwarcab Wonosobo, Aina Liza memantau stan Pesta Siaga tingkat Korwil Kedu di alun-alun Wonosobo, Sabtu, (26/4).

foto: agus supriyadi/ wonosobo ekspres

Pramuka Tidak Hanya Kemah dan Buat Api Unggun WONOSOBO - Gerakan pramuka di semua tingkatan harus lebih maju dan dinamis, sehingga mampu menunjang kemandirian generasi muda. Anggapan bahwa gerakan kepanduan hanya bisa mendirikan kemah dan api unggun, harus segera dihilangkan.Hal itu diungkapkan Bunda Siaga Gerakan Pramuka Kwarcab Wonosobo, Aina Liza saat membuka gelaran Pesta Siaga tingkat Korwil Kedu, yang ber-

langsung sehari di alun-alun Wonosobo, Sabtu (26/4). Menurut Aina, selama ini gerakan pramuka hanya diidentikkan dengan kegiatan baris berbaris, kemah di alam bebas atau mengadakan api unggun saja, namun kegiatan pramuka sekarang dituntut harus lebih konstruktif dan positif dalam menunjang kemajuan dan kemandirian generasi muda. ke hal 15

Melongok Panti Perawatan Gangguan Jiwa di Wadaslintang

Ikhlas Membantu dengan Biaya Pribadi Merawat orang dengan gangguan kejiwaan bukanlah pekerjaan mudah. Umumnya, mereka adalah orangorang yang berpendidikan dan bersertifikat resmi, seperti perawat atau dokter spesialis kesehatan jiwa (SpKJ). Namun, di Dusun Jurutengah, Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang, Utiyah (45), seorang perempuan yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar (SD), justru mampu melakukannya. Lebih istimewa lagi, Utiyah merawat orang terkena gangguan jiwa tanpa digaji, dan bagi penderita yang tak

mampu bahkan tak dipungut biaya. Keikhlasan dan semangat ingin membantu kesembuhan orang-orang yang “terpinggirkan”, membuat istri Hamid Mustaqim itu bahkan rela menjadikan rumah pribadinya sebagai “RSJ”. Kini, setelah lebih dari 10 tahun berdiri, rumah penampungan orang yang terkena gangguan jiwa milik Utiyah makin sesak dengan pasien “rawat inap”. AGUS S, Wadaslintang DItemui di rumahnya menjelang senja tiba, Sabtu (26/4) , Utiyah yang tengah memberi

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

TERAPI. Utiyah melakukan terapi pijatan kepada salah saorang pasien gangguan jiwa di panti miliknya di Dusun Jurutengah Desa Erorejo Kecamatan Wadaslintang.

motivasi pada beberapa pasiennya tampak semringah. Kedatangan tim dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah,

bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, disambut dengan hangat. ke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


(1,1) -1- PURWOREJO.indd 27/04/2014 23:18:05

HARIAN PURWOREJO Korane Wong Purworejo

SENIN 28 APRIL 2014

Eceran Rp 2.000

Putri Tahanan Kasus Togel Tewas PURWODADI - Warga Desa Bongkot, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo digemparkan dengan penemuan mayat seorang gadis di kolam ikan milik salah satu warga Desa Bongkot. Diketahui mayat tersebut bernama Sri Maulana, siswa kelas 3 SMP Bakti Mulia Purwodadi. Anehnya gadis itu tewas di kolam yang hanya memiliki ketinggian air 30 cm. Mayat ditemukan oleh istri dari Suwito pemilik kolam, pada Minggu (27/4) pagi. Mayat ditemukan dalam kondisi leher tertindih stang

sepeda ontel yang digunakan korban. “Sekitar pukul 06.00 pagi, istri pak Suwito melihat ada sosok mayat tertindih sepeda onthel. Saat baru keluar dari rumahnya, kolam itu tepat berada di samping rumah pak Suwito dekat jalan,” kata Kepala Desa Bongkot Kecamatan Purwodadi, Sarmono Mengetahui ada mayat di dalam kolam ikan Mujaher itu, istri Suwito kembali masuk rumah untuk member tahu Suaminya. Lalu Suwito melaporkan ke pihak Desa dan diteruskan ke Polsek Ke-

camatan Purwodadi. Tak lama kemudian, keluarga bersama Polsek dan warga mengevakusi korban dan membawa mayat korban ke rumah keluarga yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. Polisi pun kemudian mengidentifitasi dan melakukan olah kejadian perkara. Pihak keluarga dan warga tak mengetahui sebab penyebab yang menimpa korban, lantaran tak terdapat saksi dan hanya ditemukan sudah dalam kondisi tewas berada di kolam ikan. “Dikatakan oleh kakak kor-

ban, korban sempat ditelepon sekitar pukul 01.30 dini hari, katanya baru perjalanan pulang. Namun sampai pagi tak kunjung sampai rumah, dan dikiranya menginap di rumah temanya. Di mana pada sore harinya, korban sempat pamit ingin bermain di rumah temannya,” terangnya. Pihak keluarga korban yang sebelumnya telah menerima korban dan hendak dimakamkan, urung dan meminta korban untuk diotopsi. Baru pada sekitar pukul 15.30 WIB, korban dibawa ke rumah sakit Purworejo (RSUD Saras Husa-

da) untuk dilakukan otopsi. Korban baru akan dimakamkan setelah dilakukan otopsi. Dikatakan Sarmono, korban itu merupakan putri dari pasangan Legino dan Legiyah, warga yang tinggal satu RT dengan Suwito yaitu diRT 3 RW g2 Dusun sawahan Desa Bongkot Kecamatan Purwodadi. ih Legino sendiri saat ini masih berstatus sebagai tahanan d dii an Purworejo sejak empat bulan olalu, terkait kasus penjualan toasgel di Desa itu. Kini kasus tewasih nya siswa kelas 3  SMP itu masih edalam penanganan Polsek Kecamatan Purwodadi. (mg4)

Kronologis Penemuan Mayat 1. Ditemukan istri Suwito di kolam setinggi 30 cm, pagi

hari.

2. Kondisi leher mayat tertindih stang sepeda onthel. 3. Istri Suwito lalu masuk rumah memberitahukan ke

suaminya.

Suwito lapor ke pihak desa yang diteruskan ke kepolisian 5. Jenazah sebelum dimakamkan sempat diotopsi

4.

FISIK Gorong-gorong Jalan Lingkar Barat Amblong PURWOREJO - Kondisi jalan lingkar barat Kabupaten Purworejo semakin memprihatinkan. Banyak kerusakan yang belum diperbaiki dan bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kerusakan yang belum lama terjadi adalah amblongnya gorong-gorong yang berada tepat di perempatan Sucenjurutengah. Pantauan Harian Purworejo di lapangan, gorong-gorong yang merupakan drainase saluran air tersebut amblong sekitar satu meter. Untuk menghindari agar pengguna jalan tidak terperosok, warga sekitar memasang tanda tepat di titik yang amblong. Sunardi, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi amblongnya gorong-gorong tersebut mengungkapkan, kerusakan itu sudah terjadi sekitar dua minggu yang lalu. “Kalau malam hari sangat membahayakan, terutama pengendara sepeda motor atau mobil yang bukan warga sekitar. Meskipun sudah diberikan tanda, tapi banyak yang hampir terperosok,” katanya. Gorong-gorong tersebut amblong karena plat beton yang berada di bawah lapisan aspal pecah dan akhirnya jebol setelah tidak kuat menyangga beban dari kendaraan yang melintas. “Kami sangat berharap kerusakan gorong-gorong bisa segera diperbaiki untuk menghindari agar jangan sampai ada pengendara yang celaka karena terperosok,” katanya.  Dian, salah satu warga yang setiap hari melewati  jalan itu mengatakan, amblongnya gorong-gorong itu memang sangat membahayakan. Menurutnya, jika kerusakan itu tidak segera diperbaiki justru akan semakin parah. Dijelaskan, kerusakan ruas jalan lingkar barat dampaknya juga bisa merembet ke jalan-jalan di wilayah perkotaan. Pasalnya, kendaraan-kendaraan berat baik dari arah Purwokerto maupun arah Magelang tidak lagi mau melewati jalan lingkar barat, tapi memilih lewat jalan dalam kota. “Melihat kondisi jalan lingkar barat sekarang, kendaraan tronton sekarang memilih lewat kota daripada terperosok. Kalau dibiarkan seperti ini, gantian jalan dalam kota yang akan mengalami kerusakan karena tidak sesuai dengan tonase yang tentu melebihi batas,” katanya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Fatori mengakui kerusakan cukup parah di jalan lingkar barat. “Status jalan lingkar itu sebenarnya jalan strategis nasional yang tentu tanggung jawab perawatan dan perbaikannya ada di pusat. Tapi karena lokasinya berada di Purworejo tentu Pemkab tidak bisa tinggal diam,” katanya. Disebutkan Fatori, pihaknya sedang berjuang mengajukan bantuan sebesar Rp 23 miliar ke pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan lingkar barat. “Konsep jalan lingkar itu kan satu kesatuan fungsi. Lingkar utara sudah mulus, lingkar selatan juga mulus. Tapi kalau lingkar barat rusak, jalan lingkat di Purworejo otomatis tidak bisa berfungsi sesuai peruntukannya,” katanya berharap pengajuan peningkatan jalan lingkar barat itu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. (mg4)

10 Mahasiswa UMP Jadi Lulusan Terbaik

PURWOREJO- Sepuluh mahasiwa dari 342 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dinyatakan menjadi lulusan terbaik dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Mahasiswa ke-50 UMP, Sabtu (26/4).

foto-foto: lukman hakim/harian purworejo

KUNJUNGI. Seorang warga tengah melintas di depan papan nama showroom hasil komoditi dan produk daerah yang ada di perbatasan Jateng dan DIY di Desa Dadirejo, Bagelen. Kondisinya saat ini cukup merana karena kurang terperhatikan.

Showroom Produk Daerah Tak Terawat PURWOREJO P k b PurPURWOREJO-Pemkab P worejo ternyata memiliki sebuah showroom yang ditujukan untuk memajang aneka komoditi dan produk daerah. Berada di ujung selatan Purworejo tepatnya di Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, keberadaannya seolah menjemput para pengusaha atau investor yang akan memasuki Purworejo. Letaknya tidak terlalu jauh dari gerbang utama perbatasan Jawa Tengah dan DIY. Namun, yang patut disayangkan dari keberadaan bangunan showroom itu, kini kondisinya bisa dibilang cukup merana. Nyaris tidak ada

Mereka meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi untuk tiap program studi. Kesepuluh mahasiswa itu, yakni Mujianto dari program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3,30, Nur Muslimah Progdi Bahasa dan Sastra Jawa (IPK 3,59), Yulianti Ratnasari Progdi Bahasa Inggris (IPK 3,21), Nuji Harmono Progdi Pendidikan Ekonomi (IPK 3,12), Teni Wijianti Progdi Pendidikan Matematika (IPK 3,66). Selanjutnya, Heri Purwadi dari Progdi Pendidikan Fisika (IPK 3,18), Subur Pujiono Progdi Pendidikan Teknik Otomotif (IPK

yan dibuktiperawatan yang kan dari kotornya lo lokasi serta ti i t di sekitingginya rerumputan tarnya. Areal parkir yang amat luas pun hanya dimanfaatkan oleh truk-truk besar untuk mengistirahatkan truk ataupun awaknya. Kondisi arealnyapun cukup parah karena nyaris tidak ada bagian yang rata serta banyak debu beterbangan saat ada kendaraan lewat. Pantauan di lapangan, lokasi show room yang berada di bagian barat jalan utama Purworejo-Jogyakarta ini cukup luas. Di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan warungwarung jajanan, tempat istirahat dan musala serta sarana

mandi cuci kakus (MCK). Sebagai peneduh, tepat di pinggir jalan utama juga tertanam pohon berukuran besar yang mampu menyejukkan lokasi. Melongok ke dalam gedung berbentuk joglo, terlihat di dalamnya cukup lega karena tidak ada sekat-sekat pembagi ruangan. Kanan kirinya juga tidak tertutup rapat dengan tembok namun dipasangi kaca sehingga mata bebas melihat ke dalam gedung. yang memiliki ketinggian sekitar setengah meter dari permukaan tanah sekitarnya. Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan gedung show room itu dibangun sekitar tahun 2003 yang

3,57), Mamad Progdi Agribisnis (IPK 3,37), Misgiarti Progdi Teknik Sipil (IPK 3,22). Sedangkan IPK tertinggi (3,80) dalam wisudah tahun ini diraih Intan Kartika Yunri dari Program studi Manajemen. Adapun rincian wisudawan setiap program studi, yakni dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 48 orang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa 71 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 33 orang, Pendidikan Ekonomi 19 orang, Pendidikan Matematika 94 orang, Pendidikan Fisika 17 orang, Pendidikan Teknik Otomotif 30

peresmiannya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mardiyanto. Di awal keberadaanya, beragam komoditas dan hasil Purworejo dipamerkan, namun seiring perjalanan waktu ada penurunan penanganan dan dialihfungsikan sebagai rumah makan yang dikelola perorangan. “Dalam beberapa kesempatan gedung itu juga dimanfaatkan untuk acara pernikahan tapi tampaknya gedungnya kurang luas sehingga tidak terlalu sering digunakan untuk kegiatan itu,” kata warga yang mengelola sebuah warung di kawasan itu, Minggu (27/4). Terpisah, Camat Bagelen Windarto SSos melalui Sekre-

orang, Program Studi Manajemen 19 orang, Teknik Sipil 5 orang, dan  Agribisnis 6 orang. Rektor UMP Drs H Supriyono MPd mengatakan, wisuda bukanlah akhir pencarian ilmu tetapi justu awal dari pengembangan ilmu. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh wisudawan untuk tidak pernah berhenti dalam belajar dan menuntut ilmu. Supriyono melanjutkan, saat ini UMP sedang dalam proses pembangunan gedung perkuliahan kampus II yang berlokasi di Jalan Plaosan No 5 Purworejo. Selain itu, pada bulan April 2014 ini dosen UMP yang bergelar Doktor ber-

taris Kecamatan Dwijo Mudiarto SSos MM membenarkan jika lokasi itu kurang perawatan. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena posisinya milik pemerintah desa Dadirejo dan bangunannya milik Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian dan Pariwisata Kabupaten Purworejo. “Pihak desa telah berkomunikasi dengan kami tentang pengelolaannya, tapi kami belum bisa memberikan solusi karena bangunannya milik Diskopperindagpar Purworejo. Secara pribadi saya juga eman-eman kalau ada bangunan representatif seperti itu sampai tidak terurus,” tandas Dwijo. (mg4)

tambah dua orang, yakni Dr Sriyono M Pd dan Dr Sudar M Pd. “Berangsur-angsur dosen UMP yang bergelar Doktor akan bertambah, pada saat ini ada 15 dosen yang tengah menempuh studi S3. Pada tahun ini juga ada 8 dosen yang akan melanjutkan studi S3,” ucapnya. Bupati Purworejo, Drs H Mahsun Zain Mag yang diwakili Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikbudpora Purworejo, Drs Ery Prayitno MM, menegaskan acara wisuda memiliki arti penting sebuah tanggung jawab para wisudawan dalam menjalani kehidupan dikemudian hari. (cr2)

35 Tahun Kopisisa Berkiprah dalam Dunia Sastra di Purworejo

Mampu Bertahan atas Sukarela Aktivis Sastra Pasang surut peristiwa dan buah karya telah lahir diciptakan lewat beragam sentuhan proses kreatif, dengan segala plus minusnya, segala sukses dan cacat-kidalnya. Kelompok Peminat Seni Sastra (Kopisisa) Purworejo, komunitas budaya nirlaba yang selama 35 tahun mampu eksis berkiprah, menumbuhkan, merawat, dan membangkitkan apresisasi sastra masyarakat Purworejo. EKO SUTOPO, Purworejo SEBUAH Tumpeng Robyong berdampingan dengan kue tart berlilin 35 Tahun tersaji di tengah-tengah lingkaran puluhan pecinta sastra siang itu, Minggu (27/4). Bertempat di Kantor Korpri Kabupaten Purworejo, Kopisisa mengelar Aksi Baca Puisi menandai Temu Sastra dalam rangka HUT ke-35 Kopi-

sisa Purworejo. Puluhan pegiat kopisisa, baik senior maupun junior, para pelajar, mahasiswa, dan pecinta sastra Purworejo, hadir untuk mengapresiasi eksistensi kelompok sastra yang lahir pada 28 April 1979 dibidani oleh Soekoso DM dan Maskun Artha ini. Tentang Sebuah Balon, sebuah puisi dibacakan oleh Maskun Arta sebagai pembuka dalam aksi baca puisi tersebut. Sebuah puisi yang memberikan permenungan sekaligus pencerahan bahwa hidup ada pada pilihan dan selayaknyalah manusia bijaksana dalam menentukan beragam pilihan itu. Selanjutnya, pembaca puisi kedua, Soekoso DM, menampilkan karya-karyanya antara lain, Seekor Koruptor, Memilah dan Memilih, dan Jangan Pilih Aku. Tidak hanya senior, tampil juga junior Kopisisa, Arsy, dengan membacakan puisi Di Simpang Jalan Dia Menyapa karya Maskun Artha dengan apik dan energik. Aksi Baca Puisi bukanlah satu-satunya acara inti pada HUT Kopisisa Ke-35. Ketua Kopisisa, Soekosa DM

foto: eko sutopo/harian purworejo

PENTAS. Soekoso DM dalam Aksi Baca Puisi 35 Tahun Kopisisa Purworejo.

mengatakan lewat mengenang dan mengkaji sejarah masa lalu, serta dengan menatap dan menimbang apa yang telah terjadi, diharapkan Kopisisa akan melangkah lebih bijak menghadapi masa yang akan datang.

“Kali ini kita peringati 35 tahun Kopisisa juga untuk mengenang Chairil Anwar, penyair-pejuang dan pembaharu sastra Indonesia, serta untuk kejayaan bahasa dan sastra Indonesia sebagai salah satu panji kebangsaan yang tersurat dalam Sumpah

Pemuda, serta upaya merawat jati diri bangsa,” terangnya. Menurutnya, sebagai komunitas budaya nirlaba, pengalaman pahitmanis telah dialami Kopisisa, terutama dalam hal pendanaan. Kesulitan lain dialami ketika pola bantuan dari pemerintah bagi ormas dan sejenisnya diperketat. Namun, dengan modal tekad selain atas dukungan dan kesukarelaan para aktivis, Kopisisa mampu mempertahankan eksistensinya hingga 35 tahun. Hingga saat ini, tak kurang dari 80an partisipan Kopisisa telah tercatat menjadi dokumen kebudayaan, yang langsung tak langsung turut mewarnai khazanah dan mozaik sastra Indonesia. Hal ini tampak dari diselenggarakannya Lomba Kesastraan setiap tahun, penerbitan sedikitnya 9 antologi puisi, munculnya penulis novel/cerpenis asal Kopisisa, serta tercatatnya Kopisisa dalam buku Direktori Seni dan Budaya Indonesia Tahun 2000. Keberhasilan Kopisisa makin tampak dari banyaknya dosen, guru Bahasa Indonesia, dan Juri Lomba Sastra yang

berasal dari Kopisisa. Melengkapi renungan 35 Tahun Kopisisa ini, sebagai puncak cara digelar diskusi sastra yang dimoderatori oleh Junaedi Setiyono, senior Kopisisa yang juga Dosen Universitas Muhammadiyah Purworejo. Puluhan ihwal sastra dibincangkan. Junaedi, yang belum lama ini mendapatkan kesempatan melakukan bimbingan disertasinya di Ohaiyo State University, Amerika, menghidupkan suasana diskusi dengan menggambarkan posisi sastra di Amerika. Menurutnya, sastra merupakan suatu bidang yang sangat dihormati seperti halnya bidang kedokteran, fisika, kimia, dan bidang eksak lainnya. “Belajar dari itu, seharusnya masyarakat kita dapat lebih memposisikan sastra secara terhormat. Dengan itu, keberadaan sastra akan lebih melekat dalam masyarakat”, terangnya. Kopisisa, dengan semboyannya “Seni Mengutuhkan Hidup Manusia, Sastra Memperluas Cakrawala”, 35 tahun merawat dan membangkitkan sastra di Kabupaten Purworejo. (*)

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.94 Purworejo Telp: (0275) 322594


Magelang ekspres edisi 29 april 2014