Issuu on Google+

CMYK

CMYK

SENIN 24 FEBRUARI 2014

kembali Main Imbang Arca, Promosikan Potensi Borobudur Film yang Mengisahkan tentang Cagar Budaya BOROBUDUR - Arca bagi seba-

gian besar seniman merupakan suatu barang seni yang sakral dan tidak ternilai harganya. Namun demikian, di era sekarang ini ada juga oknum tidak bertanggung

jawab yang tega memperjual belikan benda tersebut. Kondisi tersebut tidak sengaja ditemukan oleh beberapa anak dari daerah ke hal 3

TASYUKURAN. Sutradara muda, Almavizikry bersama beberapa aktor film Arca menggelar tasyakuran pembuatan film berlatar belakang Candi Borobudur. foto: solikhah ambar p/magelang ekspres

Ibu Muda Nekat Nyemplung Kali Sebelumnya Adu Mulut dengan Suami SALAMAN - Warga Dusun Kalisari, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman dihebohkan dengan aksi nekat Yeni Puji Lestari (19), Sabtu (22/2) . Warga asli Kecamatan Ponjong, Wonosari, Jogja-

karta yang merupakan istri M Hamdan (20), warga Kalisari RT 03 RW 05, Desa Margoyoso itu diketahui menceburkan diri ke Kali Buthek desa setempat saat banjir deras. Dari keterangan yang dihimpun, Yeni diketahui sempat terlibat adu mulut dengan suaminya sebelum kejadian. Korban juga diketahui baru saja pulang

Wallahu a’lam untuk Dua Tokoh Mikroba MUNGKIN saya belum akan bisa bertemu tokoh kita yang hebat ini: Prof Dr Ali Z u m Mashar. Setidakn y a dalam waktu dekat ini. Padahal saya pengin sekali bertemu. Dialah penemu mikroba P2000Z yang oleh ke hal 3

dari rumahnya di Jogjakarta dan pulang ke rumah suaminya Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda yang aneh pada diri Yeni setibanya di rumah Hamdan yang berjarak sekitar 10 meter dari Kali Buthek. Yeni baru bertemu dengan suaminya saat pulang kerja sekitar pukul 17.00 WIB. ke hal 3

DEMO. Mahasiswa Membakar bendera Partai Demokrat saat demo menolak kunjungan SBY di Jogja, kemarin (23/2).

yakarta untuk menyelesaikan konflik keraton. Nyaris 10 tahun Keraton Sura-

JAKARTA - Dahlan Iskan hingga saat ini terus merajai hasil survei popularitas dan elektabilitas konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat . Dari 10 pesaing, tak satu bisa mendekati elektabilitas dan popularitas Dahlan. Sekretaris Departemen Pertanian, DPP Partai Demokrat, Amal Alghozali menyampaikan, sejumlah hasil survei yang memenangkan

ke hal 3

ke hal 3

foto:jpnn

SBY Tengahi Konflik Keraton Solo JOGJAKARTA - Sejumlah petinggi Keraton Kasunanan Surakarta bertemu di Istana Negara (Gedung Agung) Yog-

DI Rajai Survei Konvensi PD

Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Lalin Disosialisasikan

Bakal Tekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Cinta Penelope Batalkan Pernikahan ARTIS sekaligus penyanyi Cinta Penelope akan dinikahi kekasihnya, pada 14 April 2014. Namun Karena sempat mengke hal 3

Polres Magelang Kota mengampanyekan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas, di Jalan Alun-alun Selatan, Magelang Tengah, Minggu (23/2). Kampanye itu dimaksudkan untuk menekan pelanggaran maupun kecelakaan lalulintas yang berada di wilayah hukum polres setempat. Bagaimana acara tersebut berlangung ? Berikut laporannya.

Iki apik ditonton generasi muda

WIWID ARIEF, Magelang KAPOLRES Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto dalam sambutannya mengatakan, untuk mewujudkan gerakan tersebut, pihaknya sudah menggelar beberapa kegiatan, mulai dari

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

ARCA FILM TENTANG BOROBUDUR

sosialisasi hingga razia rutin kendaraan di beberapa titik rawan. Menurutnya, dengan adanya pencanangan program pelopor keselamatan berlalulintas ke hal 3

WALIKOTA UMBAR JANJI GRATIS SEKOLAH foto : wiwid arif/magelang ekspres

KAMPANYE. Sejumlah peserta dari TK dan SMA di Kota Magelang meramaikan kampanye Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas di Jalan Alunalun Selatan, kemarin.

Moga-moga ditepati, ora mung pencitraan.

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

SENIN 24 FEBRUARI 2014

KUNJUNGAN

foto : heni/magelang ekspres

TUNJUKAN. Ketua Umum Forum CSR Kesos Jateng, Ferry Firmawan, dan GM Magelang Ekspres Suyuti Abdul Ghofir melihat menunjukan koran Magelang Ekspres.

4

Mitsubishi Kenalkan Jagoan Baru WONOSOBO - Strada Triton Single Cabin 4x2, varian terbaru dari Mitsubishi diharapkan menjadi andalan usaha bagi para pecinta kendaraan merek tersebut. Dengan didukung mesin turunan dari Mitsubishi L300 yang sudah melegenda, Strada Triton Single Cabin 4x2 tangguh dan nyaman digunakan untuk mendukung segala aktifitas, mulai dari angkutan barang sampai dengan berpetualang. Hai itu tersampaikan saat acara LCV Gathering “Sahabat Setia Semakin Tanggung dan Menguntung” antara PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Jakarta bersama PT Sun Star Motor, selaku Dealer Resmi di area Wonosobo dan sekitarnya, dengan para Juragan di Hotel Kresna yang dihadiri 150 orang, kemarin malam.

Henky Cahyana, selaku marketing mengungkapkan beberapa keunggulannay, yaitu mesin handal dan tangguh, BBM hemat, perawatan mudah dan murah. “Serta satu – satunya kendaraan Pick Up 4x2 yang telah dilengkapi pendingin udara. Dengan dukungan bengkel Siaga Suku Cadang tersedia dimana – mana,” katanya. Acara gathering itu berjalan meriah, ketika Duo Mira & Shanty bersama Team OMG Band dari Bandung mulai unjuk kebolehannya. Banyolan segar, suara yang nyaman di hati, serta pembawaan dari MC Kocak, Bintang menyihir setiap jengkal ruangan di Pringgodani Balllroom. Edi Budoyo, selaku perwakilan dari PT Sun Star Motor Wonosobo mengung-

BERPOSE. Sahabat Setia Semakin Tangguh dan Menguntungkan menjadi tema gathering Mitsubishi. foto : ist

kapkan rasa terima kasihnya kepada konsumen yang telah sudi untuk selalu bersilaturahmi, bekerjasama dan membangun jaringan bisnis yang lebih kuat.

“Dengan garansi resmi, pelayanan prima, Harga Murah, Proses STNK Cepat, hanya itulah yang kami berikan kepada konsumen setia Mitsubishi,” imbuhnya. (rls)

Media Turut Memotivasi Pelaku Usaha MAGELANG-Media massa sebagai sarana sosialisasi tentunya sangat efektif untuk memperkenalkan program-program CSR (corporate social performance) , dengan harapan dapat dikenal masyarakat. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Forum CSR Kesos Jawa Tengah, Ferry Firmawan ST MT, saat berkunjung ke kantor Harian Umum Magelang Ekspres, Sabtu (22/2). “Peran serta media sangatlah perlu bagi CSR. Selain sebagai sosialisasi, juga sebagai sarana publikasi program-program kami kepada masyarakat luas,” terangnya. Di samping itu, lanjutnya, peran media juga dapat menjadi pemotivasi pelaku usaha dalam menyampaikan informasi-informasi terkait dengan usaha yang mereka geluti. Dengan harapan mereka mendapat pencerahan. “Peran media juga sangat membantu untuk memberikan semangat pada pelaku usaha. Sehingga mereka tidak hanya mengeluh. Tetapi, bisa mengatasi masalahnya sendiri agar menjadi maju,”terangnya. Ferry beberapa kali memberikan pelatihan kewirausahaan kepada pelaku usaha, di antaranya acara Peningkatan Kapasistas Mitra Binaan PKBL PTPN IX Jateng, 21-22 Oktober 2013. Sebagai pesertanya dari Wirausaha Kampung Jamu Bandungan Semarang, Wirausaha dari Magelang dan Wonosobo binaan PT PN IX. Dinyatakan Ferry, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Wirausaha dan pelaku Usaha Mikro Kecil dalam hal tata kelola manajemen dan teknis pengembangan kapasitas usaha. “Saat mereka terjun dalam usaha memiliki skill. Dengan harapan dapat meningkatkan daya saing produk,”jelasnya. Selain itu, lanjutnya, peserta pelatihan dapat memahami materi pelatihan, yang meliputi pengembangan entrepreneurship dan pengembangan produk, legalitas dan standarisasi produk, selling skill dan strategi pengembangan usaha. Dengan adanya materi tersebut, peserta diharapkan mampu mengim plementasikan hasil pelatihan. Kedatangan Ferry Firmawan di Kantor Magelang Ekspres disambut GM Magelang Ekspres Sayuti Abdul Ghofir. Dalam kunjungan itu Ferry sempat melihat proses percetakan koran. (hen)

PARIWISATA

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

SEMANGAT. Salah seorang peserta REI Open Golf Tournament tengah menunjukan kepaiawaiannya dalam memasukan bola ke dalam lubang.

REI Open Golf Tournament Berhadiah Mobil Mewah MAGELANG – Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-42 tahun 2014, Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Kedu me nggelar pertandingan golf. Bertema REI Open Golf Tournament, pertandingan dilangsungkan selama dua hari di Borobudur International Golf & Country Club Magelang, Sabtu-Minggu (22-23/2). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI Komisariat Kedu, KRT Suharsono SE

mengatakan, pertandingan digelar guna mempererat hubungan antar stakeholder, sekaligus menunjukkan ke-eksistensi-an REI sebagai organisasi pengembang/industri perumahan. Baik perumahan untuk kalangan menengah ke bawah, rumah sehat hingga perumahan menengah keatas. “Meskipun tahun 2014 adalah tahun politik, dimana orang sulit untuk membeli rumah, na-

mun kita harus tetap optimis,” katanya, disela turnamen, kemarin. Disebutkan, turnamen diikuti oleh sebanyak 290 pegolf yang akan berjibaku memperebutkan ratusan hadiah menarik. Tak hanya Magelang, perserta juga berasal dari berbagai kota di penjuru tanah air seperti Jogjakarta, Solo, Semarang, Cirebon, Lampung, kota-kota di Kalimantan hingga Sulawesi. “Turnamen ini yang pertama dilangsungkan menyambut HUT. Saya rasa ini juga yang pertama diadakan di wilayah Jateng,” ujarnya. Harsono berharap, kegiatan serupa bisa dapat terselenggarakan lagi di tahun depan. Bahkan bila perlu menjadi agenda ru-

tin tahunan. Hadiah yang disediakan pada turnamen kali ini, berupa 2 unit Toyota Alphard, 2 unit Nissan Grand Livina, 2 unit Toyota Yaris, dan 2 unit Honda Freed untuk pemenang hole in one. Selain itu, disediakan juga hadiah lucky draw dengan grandprize uang tunai Rp30 juta, dan sebanyak 85 item barang elektronik. “Turnamen merupakan rang kaian kedua dalam menyambut HUT ke-42, setelah sebelumnya kami memberi bantuan kepada korban Gunung Kelud sepekan la lu. Puncak peringatan akan difokuskan di Kota Makassar pada tanggal 18-20 Maret mendatang,” terangnya. (imr)

Konser Amal untuk Korban Gunung Kelud Dana Terkumpul Rp14,5 Juta

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

PENJELASAN. Ketua DPC PHRI Kota Magelang, Eddy Hamdani (berdiri) menyampaikan penjelasan terkait kunjungan PHRI ke Bali.

PHRI Kota Magelang Berkunjung ke Bali MAGELANG – Sejumlah jajaran pengurus dan anggota DPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang akan melakukan kunjungan kerja (studi banding) ke Pulau Bali itu dengan sasaran Kabupaten Gianyar, Rabu (5/2). Ketua DPC PHRI Kota Magelang, Eddy Hamdani mengatakan, sebagaimana diketahui Kabupaten Gianyar dikenal memiliki semangat yang tinggi terkait upaya memajukan industri pariwisata. Terlebih di kabupaten ini, sudah terjalin adanya kerjasama yang baik antara pemerintah setempat dengan organisasi PHRI. “Hal itulah yang menjadi alasan mengapa kunjungan kerja ini diarahkan ke sana. Minimal kita bisa meniru semangat mereka, selain kita juga ingin menggali lebih dalam bagaimana mereka bisa melakukan ke-sinergis-an antara pemerintah dengan PHRI-nya,” kata Eddy, saat tekhnikal meeting bersama anggota PHRI Kota Magelang, di Borobudur International Golf & Country Club, Sabtu (22/ 2). Adapun tujuan dari kunjungan kerja ini, kata Eddy, adalah untuk melihat bagaimana mereka mengelola pariwisata sehingga bisa maju dan berkembang. (imr)

CMYK

MAGELANG – Bencana meletusnya Gunung Kelud beberapa pekan lalu, ternyata menggugah para musisi di Magelang. Mereka turut ambil peduli dengan menggelar aksi sosial Charity Night. Bertemakan “Bagimu Negeri Charity Concert”, para musisi yang tergabung dalam grup band pentas musik di Lapangan Parkir AIM Artos Mall Magelang, Sabtu (22/2). Band yang terlibat di antaranya adalah New Butterfly, Lapiezt Legiet, Striker, Jupiter Shop, Lapena Happy Summer, Blod-

dydie, Hey Lauren, Morbitual, Nancy, Cavery dan Akar. Dalam pentas itu, meski sempat diguyur hujan. Namun tidak menurunkan semangat para musisi meneruskan konsernya. Terlebih penonton yang hadir menyemut dan terlihat antusias untuk menyaksikan acara hingga selesai. “Padahal pada konser ini penonton dibebankan membeli tiket seharga Rp15 ribu per orang. Tetapi mereka mau saja karena tahu bahwa sebagian dari yang dibayarkan akan disumbangkan kepada korban bencana,” kata Staff Promosi Artos Mall Magelang, Leno

Christianaldo. Ia menyebutkan, dari konser amal ini, telah terkumpul dana sebesar Rp 14.567.100. Penggalangan dana dilakukan oleh panitia konser dan kemudian akan diserahkan kepada korban bencana erupsi di sekitar Gunung Kelud melalui PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat). “Penyerahan dari panitia ke PKPU di-

foto : n ma

saksikan secara langsung oleh perwakilan dari Kapolsek, perwakilan Carrefour, dan perwakilan menejemen Artos Mall,” ujarnya. (imr)

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

MEMADADI. Penonton memadati di depan panggung konser amal.

CMYK


CMYK

CMYK

a

SENIN 24 FEBRUARI 2014

Walikota Umbar Janji Bakal Gratiskan Siswa Miskin MAGELANG TENGAH - Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito berjanji akan memberikan bantuan pendidikan siswa miskin mulai tahun ini. Tidak hanya bagi siswa SD, SMP yang kini berhak mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat, namun Sigit memprogamkan agar bantuan tersebut juga ditujukan kepada siswa yang

duduk di bangku SMA sederajat. ”Ke depan kita rencanakan untuk pendidikan siswa miskin. Saya minta bantuan itu disubsidi silang dulu,” katanya, saat memberikan sambutan peresmian Masjid Darussalam, Perum Tuk Songo, Cacaban, Magelang Tengah, Jumat (21/2) malam lalu. Sigit juga memastikan pelayanan pendidikan kepada siswa dari kalangan yang heterogen, tidak akan dibeda-bedakan. ”Saya itu ingin sekali memberikan

pendidikan gratis kepada anak-anak kita yang ke depan akan menjadi generasi bangsa. Kalau generasi bangsa itu bermutu, maka bukan tidak mungkin ke depan mereka dapat menggelorakan Kota Magelang,” tandasnya. Sigit juga mengatakan kepada ratusan warga dan tamu undangan yang hadir dalam kesempatan itu terkait pembangunan Pasar Rejowinangun yang digadang-gadang bakal menjadi pasar percontohan

skala nasional. Dia menambahkan bahwa pasar tradisional semi modern itu akan mulai dihuni para pedagang, Selasa (25/ 2), pukul 13.00 WIB. ”Saya mohon doa restu, kepada seluruh warga Kota Magelang karena Pasar Rejowinangun tak lama lagi akan segera beroperasi. Pasar tradisional ini menjadi kebanggaan kita semua, karena bisa menghidupi, lebih dari 15.000 pedagang,” ucapnya. ke hal 11

KOTA KITA Trotoar Buruk Buruknya fasilitas trotoar yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai akses menuju halte bus didekat pertigaan Kupatan dinilai mengurangi kenyamanan.

Seharusnya pemerintah melalui jajaran terkait bisa segera mengambil langkah perbaikanagar nantinya masyarakat yang me nggunakan fasilitas tersebut kembali merasa nyaman,

LINGKAR TIDAR Smansa Gelar Religions Day MAGELANG TENGAH- OSIS SMA Negeri 1 Kota Magelang adakan SMANSA Religions Day, Minggu (23/02). Adapun kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan ekstrakulikuler keagamaan, yaitu Dewan Islam Sekolah (DIS), Christal (Christian Student League) dan Mudika (Muda-mudi Katolik). Wakasek Kesiswaan, Rochani Purwanto, mengatakan, Religions Day adalah lomba keagamaan yang diikuti oleh siswasiswi tingkat SMP/sederajat. Lomba diadakan meliputi tartil Alquran dan dai bagi siswa Muslim. Lomba akustik bagi siswa Kristen dan lomba bercerita kitab suci bagi siswa Katolik. Serta lomba poster bagi siswa Muslim, Kristen dan Katolik. “Kegiatan ini merupaka kali pertamanya diadakan oleh OSIS dengan merangkul ekstrakulikuler keagamaan. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan toleransi kehidupan beragama di sekolah dan di luar sekolah, kaitannya dengan pendidikan karakter siswa,” ucap Rochani. Ketua panitia kegiatan, Michele Valiana Dewi, menerangkan, kegiatan tersebut berperserta sejumlah sekolah setingkat SMP se Kabupaten Kota Magelang, adapun kegiatan tersebut sebagai media kreake hal 11

foto : chandra yoga kusuma/magelang ekspres

POSTER. Peserta lomba poster dengan tema kerukunan umat beragama tampak serius menggoreskan alat peralatan menggambar dalam kegiatan perlombaan SMANSA Religions Day.

CMYK

EVA, MAHASISWI, MAGELANG

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

TERTIB LALULINTAS. DNA Taksi berpartisipasi dalam Program Pelopor Keselamatan yang dicanangkan oleh Presiden SBY.

Nyaman Tanpa Harus Melanggar

DNA Taksi Dukung Tertib Lantas MAGELANG TENGAH - Sebagai upaya untuk mendukung program pelopor keselamatan berlalulintas yang digalakan oleh pihak kepolisian, DNA Taksi ikut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas yang diadakan pada Minggu (24/2). “Dengan diikutkannya DNA Taksi dalam kegiatan gerakan nasional pelopor keselamatan berlalulintas ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap keselamatan berlalulintas. Terutama bagi seluruh awak angkutan agar nantinya dapat lebih memrioritaskan keselamatan saat berada di jalan raya,” kata Direktur DNA Taksi, Dwi Subekti, kemarin. Keikutsertaan dalam kegiatan ini juga tidak lepas dari salah satu upaya DNA taksi untuk turut membantu

meningkatkan kesadaran dalam berlalulintas. Baik bagi seluruh awak angkutan umum dan juga bagi seluruh masyarakat. “Tingginya angka kecelakaan lalulintas memang tidak terlepas dari mi-

nimnya kesadaran para pengendara. Oleh sebab itu kita terus berusaha membantu menyosialisasikan tentang pentingnya kesadaran dalam berlalulintas. ke hal 11

Pemandangan seperti ini memang terlihat bagai langit dan bumi, disisi lain kondisinya bagus dengan tatanan keramik yang indah tapi disisi lain kondisinya buruk dengan banyaknya lubang yang dihiasi rumput liar. (mg3).

k

NURI, MAHASISWI, MAGELANG

CMYK


CMYK

CMYK

SENIN 24 FEBRUARI 2014

Foto: riza Tewas. K motor dan korban da Redaksi:

Tewas Berdarah Nubruk Truk REGULASI

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

TUTUP MUKA. Pasangan yang terjaring razia tampak tertunduk malu saat diberikan pembinaan.

Tak Perlu Tunggu Perbup TEMANGGUNG – Belum juga ditempatinya Plaza Temanggung Permai lantaran masih menunggu peraturan bupati (perbup) mendapat tanggapan dari kalangan dewan. Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Temanggung Slamet

Soal Zonasi Pedagang Plaza Permai

ke hal 11

Empat Pasang Mesum Diciduk di Hotel TEMANGGUNG – Empat pasangan terjaring dalam razia bertajuk KKD (Koordinasi Keamanan Daerah) yang digelar tim gabungan dari kepolisian, Kodim, Satpol PP, dan Dinas Sosial, Sabtu (22/2) malam. Target razia yang dimulai pukul 22.00- 1.30 WIB antara lain hotel, tempat umum, tempat karaoke, dan tempat-tempat yang digunakan untuk ber-

PEMANDANGAN tersebut tampak saat digelarnya acake hal 11

ke hal 11

Foto:se

Ketua KPU Tem

ke hal 11

KPU Kawal Pencetakan Surat Suara

Bantu Korban Bencana lewat Bumbung Pramuka

RIZAL IFAN, Ngadirejo

Rizal

mengakibatkan hilangnya nyawa Iwan, warga Ngempon, Kecamatan Parakan. Di samping itu satu korban lain mengalami luka ringan. Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka cukup parah di bagian kepala yang tak hentinya

gerombol dan disinyalir tengah berpesta miras. “Target kami adalah pasangan yang yang tak memiliki surat nikah dan tengah berduaan di dalam kamar hotel. Gerombolan yang tengah pesta miras, dan bentuk pelanggaran lainnya yang masih termasuk kenakalan remaja,” ujar Cukup Sudaryo, Kasi Penengakan

Pramuka Siaga Dilatih Kepekaan Sosial

Keprihatinan terhadap suatu bencana tak hanya datang dari kaum dewasa. Anak-anak usia SD pun turut merasakan hal yang sama. Sedini mungkin mereka dilatih untuk bersamasama membantu para korban lewat donasi kolektif.

TEMANGGUNG – Satu orang tewas dalam sebuah tragedi kecelakaan di ruas jalan antara Temanggung menuju Parakan, tepatnya di daerah Kebonsari, Minggu (23/2) sekitar pukul 1.30 WIB dini hari. Kecelakaan yang melibatkan sebuah truk dan sepeda motor ini

Redaksi: Chanaris.

GALANG BANTUAN. Para peserta pesta siaga bersama-sama menggalang terhadap korban bencana. foto: rizal ifan/temanggung ekspres

TEMANGGUNG – Untuk baru,” Ketua KPU Temanggumeminimalisir kesalahan ng Sudjatmiko, kemarin. dalam pencetakan surat suaIa mengatakan, berdasarkan ra, KPU Temanggung akan hasil rapat koordinasi antar segera melakukan pengeceksemua KPU di Solo, beberapa kan pencetakan surat suara KPU di kabupaten kota sudah di PT Tiga Serangkai Semamenerima surat suara. Narang. Hal ini dilakukan atas mun, ternyata di Kabupaten beberapa kejadian di bebeBanyumas surat suara yang rapa kabupaten kota lainnya dikirim bukan merupakan yang salah dalam melakukan surat suara hasil validasi DPT pencetakan surat suara. terakhir. Sehingga salah cetak “Kami tidak ingin kesalasurat suara. Sudjatmiko han itu terjadi pada penceta“Kalau terjadi seperti itu hakan surat suara untuk Temanggung. Karena rus bagaimana? padahal waktu sudah semakalau sampai terjadi kesalahan dalam cetak kin dekat. Karena itu kami akan mendatasuara rawan menimbulkan permasalahan ke hal 11

OPERASI Anak Punk Tak Kapok Dirazia TEMANGGUNG - Keberadaan anak punk di Kabupaten Temanggung rupanya sudah sulit untuk dihapus. Karena beberapa kali Satpol PP bersama Dinas Sosial setempat telah berkali-kali melakukan penertiban, tetapi komunitas yang dikenal anti kemapanan itu tetap muncul di kabupaten tersebut. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosisal, Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Teguh Suryanto mengaku pihaknya telah berkali-kali melakukan pembinaan terhadap PGOT, termasuk anak-anak punk. “Kami sering membina mereka. Namun tak ada efek jera bagi ke hal 11

PERISTIWA Mobil Yayasan Aksani Tertimpa Pohon TEMANGGUNG - Hujan disertai angin kencang di Kota Temanggung mengakibatkan pohon tua di Jalan Kartini tumbang dan menimpa sebuah mobil minibus milik Yayaasan Aksani Takwin Temanggung hingga ringsek di bagian depannya, Sabtu (22/2). Beruntung saat kejadian, tiga siswa di dalamnya bisa melarikan diri. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sedangkan mobilnya tidak bisa dikemudikan lagi. “Saat itu hujannya sangat deras ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

ke hal 11


CMYK

CMYK

SENIN 24 FEBRUARI 2014

Aniaya Anak hingga Meninggal Orang Tua Ditetapkan Menjadi Tersangka WONOSOBO - Polres Wonosobo menetapkan orang tua sebagai tersangka penganiayaan terhadap Risman, pelajar SD asal Kandangan yang makamnya dibongkar oleh pihak Polres Wonosobo bersama tim Forensik Polda Jateng. Kasubag Humas Polres Wonosobo AKP Widayatno kepada Wonosobo Ekspres kemarin ( 22/2) mengatakan, dari hasil penyelidikan semen tara, pihak kepolisian menetapkan orang tua korban bernama Isroji (70) sebagai pelaku kasus penganiayaan tersebut. Menurutnya, yang bersangkutan telah mengakui perbuatanya kepada penyidik polres.“Ini masalah KDRT, pelaku orang tua

sendiri, dia sudah mengakui,” katanya. Namun pihak Polres sedang melakukan pengembangan, apa kah penganiyaan tersebut dilakukan sendiri atau ada orang lain, mengingat luka yang diderita korban sangat serius. “Itu kan baru tahap awal, kita baru meminta keterangan dari dua orang yaitu orang tua korban dan paman korban,” ujarnya. Dipaparkan, dari hasil sementara tim forensik, terdapat luka menghitam di leher korban, tulang leher patah, dari hidung dan mata keluar darah, bahu patah dan jantung dalam kondisi hancur. ke hal 15

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

SAMPAH. Ratusan Siswa SDN 1 Wonosobo bersama SMA N 1 Mojotengah menggelar kampanye peduli sampah di alun-alun wonosobo kemarin (22/2).

Pamerkan Kostum Sampah Tandai Hari Sampah Nasional WONOSOBO- Ratusan siswa SDN 1 Wonosobo bersama SMAN 1 Mojotengah menggelar kampanye peduli sampah di alun-alun wonosobo ke marin (22/2). Kegiatan yang

dilakukan dalam memperingati Hari Sampah Nasional tersebut, di meriahkan dengan fashion show baju dari sampah plastik. Kepala Dikpora Wonosobo One Andang Wardoyo dalam sambutannya mengatakan hari peduli sampah dijadikan mo mentum untuk membangun

kesadaran kolektif tentang pentingnya prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah.“Diperlukan kerjasama multi pihak dalam melaksanakan pembangunan sampah berbasis 3R termasuk penanganan sampah B3 rumah tangga,” ujarnya.

foto: jamil/wonosobo ekspres

PARKIR. Empat tronton ekspedisi Aqua PT Tirta Investama diparkirkan di badan jalan pertigaan Siwatu, Minggu (23/2).

ke hal 15

Tronton Aqua Ganggu Pengguna Jalan

Buruh Migran akan Didata

HAMA CABAI

WONOSOBO – Para petani cabai di kawasan Sindoro, Sumbing dan Dieng merasa kewalahan serangan hama patek. Serangan hama patek sudah tak bisa dikompromi lagi dengan obat-obatan. dari toko pertanian, karena hama patek menyerang tanaman cabai secara habis-habisan.

WONOSOBO - Untuk mengetahui jumlah buruh migrant secara pasti di kabupaten wonosobo, migrant care akan melakukan pendataan. Kegiatan tersebut bagian dari upaya pengembangan inisaitif lokal untuk perlindungan buruh migran di Kabupaten Wonosobo. Aktivis Buruh Migran Wonosobo Mariam Boniok kemarin (22/2) mengatakan, pendataan terhadap buruh migran dilakukan untuk mengetahui jumlah yang akurat. Sehingga apabila ada masalah yang menimpa buruh migran bisa langsung diketahui.“Hingga saat ini belum ada data yang akurat terkait jumlah buruh migran di Wonosobo, data Disnakertrans memang sudah ada, tapi data itu hanya didasarkan pada laporan resmi ke kantor tersebut, padahal banyak yang berangkat tidak lapor dan tidak melalui Wonosobo,” urainya. Menurutnya, data TKI di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sekitar 1816. Padahal dari pendataan yang dilakukannya dalam satu dusun di Kuripan, Kecamatan Garung saja mencapai 100 orang lebih.

ke hal 15

ke hal 15

foto: jamil/wonosobo ekspres

PATEK. Mubaidi petani cabai rawit asal Bulu kecamatan Garung sedang menunjukkan hama patek kepada Wonosobo Ekspres, Minggu (23/2).

Petani Kewalahan Tangani Hama Patek

foto: susy pym/wonosobo ekspres

MENUNGGU PEMBELI. Seorang penjual durian sedang menunggu barang daganganya di pinggir jalan raya yang cukup ramai kemarin.

Buah Durian Semakin Mudah Didapatkan WONOSOBO - Musim buah durian telah tiba, bukan hanya warga kota yang berbondongbondong untuk membeli dalam jumlah banyak, warga masyarakat dari berbagai desa pun tak

mau ketinggalan. Bagi masyarakat atau konsumen penyuka buah dengan aroma menyengat ini, kini tak lagi sulit untuk memburunya. ke hal 15

WONOSOBO – Badan jalan di pertigaan jembatan Siwatu, Kecamatan Watumalang dipadati oleh tronton Sekitar empat tronton berjajar di badan jalan. Pantauan Wonosobo Ekspres, empat tronton ekspedisi Aqua sedang diparkirkan. Satu tertata di pinggir jalan menuju Mangli, dua di antaranya tertata di pinggir jalan menuju Sumberan. Dan satu tronton lagi, tertata di samping kendaraan lain. Kondisi tersebut, sudah berulangkali mendapatkan keluhan, tetapi selalu tidak diindahkan. “Dulu sangat menggangu sekali, ketika diparkirkan dipinggir jalan pabrik. Tetapi, sekarang malah pindah dikompeks jembatan. Padahal sangat mengganggu kendaraan roda dua dan empat yang lewat jalan tersebut,” keluh pengendara truk bermuatan kayu asal Kuripan, Sutono kepada Wonosobo Ekspres di lokasi, Minggu (23/2). Menurutnya, gangguan yang dirasakan pengguna jalan

adalah, ketika bermuatan banyak kemudian berpapasan dengan kendaraan. Maka, terpaksa salah satu kendaraan harus mengalah.

ke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


(1,1) -1- PURWOREJO.indd 23/02/2014 22:55:04

HARIAN PURWOREJO Korane Wong Purworejo

SENIN 24 FEBRUARI 2014

Eceran Rp 2.000

12 Rumah Rusak Kena Longsor

GEBANG - Sebanyak 12 rumah penduduk di tiga Dusun Desa Kalitengkek Kecamatan Gebang mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor, Sabtu (22/2) siang. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor kali ini. Namun, kerugian diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Informasi yang berhasil dihimpun Harian Purworejo, Minggu (23/2) musibah itu terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang. Sejumlah bangunan rumah yang rusak tersebut di antaranya milik Nurokhim dan Untung di Dusun Krajan RT 1 RW 1; selanjutnya Musklhasin, Janingin, Kholikhin, Rofik, dan Nur Taufik di Dusun Kalimagur RT 2 RW 3 ; dan di Dusun Tanggulangin RT 1 RW 3, yang menimpa rumah

milik Muchfid, Rambat, Fakhrudin, Parino, dan Senin. “Sekitar pukul 13.00 WIB hujan turun dengan deras disertai angin kencang. Selang dua jam kemudian, beberapa daerah di desa kami dilanda tanah longsor. Saat hujan deras warga lebih memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, jadi musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ucap Umi Faizah, Kepala Desa Kalitengkek. Kerusakan paling parah, lanjut Umi, terjadi di Dusun Dusun Kalimangur yang menimpa rumah Jamingin dan Muchlasin. Longsoran tanah bahkan sampai masuk ke rumah Jamingin. Di Dusun Krajan, longsoran tanah merobohkan rumpun bambu sehingga sempat menutup ases jalan desa.

Umi Faizah menambahkan, pihaknya sudah berupaya melaporkan kejadian itu ke Kecamatan yang selanjutnya di teruskan ke BPBD Kabupaten Purworejo. Pagi harinya puluhan warga masyarakat setempat bergotong-royong membersihkan longsoran tanah dari bangunan rumah dan jalan desa. “Di Desa Kalitengkek terdapat tiga Dusun yakni Krajan, Kalimangur dan Tanggulangin. Tiga dusun itu dihuni 400 KK atau sekitar 1500 jiwa. Sebagian besar dari mereka memang tinggal di daerah perbukitan yang rawan longsor. Jadi mereka sudah paham betul, saat hujan deras biasanya mereka memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya. Jumingin, warga yang rumahn-

ya rusak terkena longsor mengatakan, sekitar pukul 15.00 WIB, longsoran tanah dari tanggul dengan tinggi sekitar tiga meter merobohkan dinding belakang rumahnya. Beruntung saat itu, ia dan keluarganya tengah mengungsi di rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi. “Saat kejadian saya mengungsi ke tempat tetangga. Saat itu hujanya sangat deras, angin kencang mambuat pohon-pohon bergoyang. Saat ini kerusakan rumah saya sudah diperbaiki oleh warga, jadi bisa kembali ditempati,” ucapnya. Camat Gebang, Khusairi yang sempat meninjau lokasi longsor mengatakan, daerah setempat memang merupakan daerah perbukitan yang rawan terjadi musibah tanah

longsor. Untuk itu ia mengimbau warga untuk mengambil langkah mengungsi jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. “Antisipasi yang harus dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan. Utamakan keselamatan keluarga. Sebisa mungkin, saat hujan deras segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ucapnya. Khusairi menambahkan, di Desa Gebang terdapat 12 desa dari 24 desa dan 1 kelurahan yang tercatat sebagai daerah rawan longsor. Diantaranya Desa Prumben, Kalitengkek, Redin, Tlogolosono, Ngaglik, Kemiri, Pakem, Penungkulan, dan Sidoleren. “Saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi. Longsor susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu ke

foto: lukman hakim/harian purworejo

BERSIHKAN. Warga bergotong royong terlihat membersihkan material longsoran di salah satu rumah warga Desa Kalitengkek.

waspadaan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya

korban jiwa dalam musibah bencana alam,” ucapnya. (cr2)

Sulit Merekrut 13.384 Petugas KPPS

PURWOREJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo mengaku kesulitan merekrut tenaga penyelenggara pemilu ditingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yakni Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Pasalnya, menurut Undang-undang Nomor 15 tahun 2011 memang tidak ada ketentuan pendidikan minimal bagi petugas KPPS. Namun, dalam regulasi khusus berupa PKPU disyaratkan pendidikan petugas KPPS minimal lulusan SMA. Padahal, pada pemilu 9 April mendatang, jumlah TPS keseluruhan di Kabupaten Purworejo mencapai 1.912. Dengan demikian, total keseluruhan petugas KPPS yang harus direkrut sebanyak 13.384 orang. Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPU) Kabupaten Purworejo Dulrokhim saat ditemui Harian Purworejo, Minggu (23/2). Menurutnya banyak ditemui disejumlah desa yang warganya banyak yang merantau setelah lulus SMA. Sementara yang berada didesa-desa tersebut banyak yang tingkat pendidikannya tidak sampai SMA. “Saat ini kami mulai merekrut KPPS. Dari laporan teman-teman PPK, memang perekrutan KPPS ini cukup kesulitan akibat persayaratannya harus lulusan SMA. Tapi PPK masih terus berusaha agar kebutuhan KPPS untuk pemilu 9 April mendatang bisa terpenuhi,” terangnya.

Dulrokhim menambahkan, pihaknya telah mengkunsultasikan permasalahan ini ke KPU Provinsi. Dari hasil konsultasi tersebut, ia tetap diminta untuk berusaha semaksimal mungkin memenuhi kualifikasi pendidikan tersebut sampai batas akhir pembentukan 9 Maret mendatang. Kalau sampai batas akhir tidak terpenuhi, pihaknya diberikan dispensasi tidak harus lulusan SMA tapi dituangkan dalam berita acara bahwa memang sudah tidak ada lagi lulusan SMA di desa bersangkutan. Menurut Dulrokhim, kesulitan lainnya dalam perekrutan KPPS karena banyak petugas KPPS dari pemilu sebelumnya telah bergeser menjadi Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). “Jumlah PPL sekarang kan sangat banyak mencapai 1.456. Nah ini sedikit banyak berpengaruh juga terhadap perekrutan KPPS,” katanya. Ketua Panwaslu Kabupaten Purworejo Gunarwan mengingatkan KPU agar dalam perekrutan KPPS tidak sekedar memenuhi ketentuan persyaratan pendidikan saja. “Aspek netralitas dan imparsialitas juga harus diteliti betul. Jangan sampai ada kader parpol atau tim sukses calon masuk menjadi petugas KPPS. Kami sudah instruksikan Panwascam dan PPL agar ikut mengawal proses pembentukan KPPS ini supaya tidak sampai ada kader parpol yang menyusup jadi penyelenggara pemilu,” paparnya. (cr2)

TEWAS Setelah dilakukan upaya pencarian hingga tiga jam, akhirnya Dias ditemukan dalam keadaan tewas akibat tenggelam di sungai Bogowonto, kemarin.

foto: lukman hakim/harian purworejo

Anak SMP Tewas Terseret Aliran Sungai

PURWOREJO - Nasib naas dialami oleh Dias Ardiansyah (15) anak dari pasangan Rizal (44) dan Waliyatun (440 warga RT 1 RW 2 Kelurahan Pangen Jurutengah Kecamatan/ Kabupaten Purworejo. Siswa kelas VIII SMP N 31 Purworejo  ini tenggelam saat mandi di Bogowonto tepatnya di Dusun Tilompo Kelurahan Kedungsari kurang lebih 500 meter sebelah utara Bendung Boro, Minggu (23/2) pukul 13.00 WIB. Korban ditemukan tiga jam kemudian dalam keadaan tewas.

Informasi yang berhasil dihimpun Harian Purworejo, musibah ini bermula saat Dias bermain bersama empat orang temannya, Fendi Dwi P (11), Mutazaki (8), Amat Setyawan Aji (11) dan Yoga (14) di tepian sungai Bogowonto sambil mencuci sepeda mereka. “Kami berlima berangkat ke Kali Bogowonto mengendarai dua buah sepeda onthel sekitar pukul 12.30 WIB. Sesampai tepi kali, kami kemudian mencuci sepeda di tepian sungai,” kata Fendi ditemui Harian

Purworejo di lokasi kejadian. Diceritakannya, sambil mencuci sepeda, mereka melepas baju kemudian mandi dipinggiran sungai. Namun mereka tidak berani ketengah karena aliran sungai cukup deras. “Saat itu Dias mencoba sedikit ketengah. Baru sekitar dua meter tiba-tiba tubuhnya terseret aliran sungai. Dias sempat teriak minta tolong, namun kami tidak bisa berbuat banyak karena takut ikut tenggelam,” imbuhnya polos.

Kiswadi (41) warga Kelurahan Kedungsari yang menemukan jasad korban, mengaku upaya pencarian disulitkan dengan derasnya arus akibat curah hujan yang relatif tinggi dan tebalnya lumpur di dasar sungai. Pencarian sempat dihentikan lantaran arus yang cukup besar terlalu membahayakan belasan warga yang berenang dan menyelam berupaya mencari Dias. Terlebih mereka tidak memakai perlengkapan SAR.

Beberapa saat setelah upaya pencarian kedua dengan menggunakan bantuan ban sebagai pelampung, warga berhasil menemukan jasad Dias yang sudah terbujur kaku sekitar 50an meter dari lokasi hilangnya korban. Kapolsek Purworejo Kota, AKP Mangarif SH MH mengatakan, jenazah langsung diserahkan ke keluarga karena tidak ditemukan adanya bukti tindak kekerasan.“Korban langsung diserahkan ke pihak keluarga,” tandasnya. (cr2)

Kisah Bayi Tujuh Bulan Pengidap Hedrocepalus

Tak Miliki Biaya, Butuh Uluran Tangan Rhea Kalyani Putri, seorang bayi berusia tujuh bulan harus menanggung penyakit yang cukup berat. Tubuh mungil itu harus menanggung beban kepala yang terus membesar. Karena mengidap Hedrocepalus (air di dalam otak, red). Keadaan ekonomi yang paspasan membuat Suyadi Hadiyanto (45) dan Maryanti (33), kedua orang tua Rhea, harus merawat sendiri di rumah. Karena memang tidak memiliki biaya. LUKMAN HAKIM, Purworejo DITEMUI Harian Purworejo di rumahnya Dusun Krajan RT 2 RW 1, Kelurahan Cangkrep Lor, Kecamatan Purworejo, pasangan suami istri dengan empat orang anak ini mengaku penyakit Herdocepalus yang diderita putrinya sejak awal kelahiranya. Namun, hingga kini ia tidak mengetahui secara pasti penyebab penyakit tersebut. Saat menjalani perawatan, dokter rumah sakit hanya memberitahukan jika penyakit tersebut diduga karena toksin dari hewan kucing. “Saat dilahirkan lingkar kepala putri saya mencapai 45 centimeter, padahal ukuran normalnya hanya 30-35 centimeter. Dua hari setelah melahirkan secara cecar di RSUD

Saras Huasada Purworejo, pihak rumah sakit membuatkan rujukan untuk memeriksakan putri saya ke RS Sardjito Jogjakarta,” kata Maryanti, kemarin. Maryani melanjutkan, di RS Sardjito Jogjakarta putrinya menjalani perawatan selama 15 hari. Saat itu, namun pihak rumah sakit menyarankan untuk segera dilakukan operasi. Meski demikian, tingkat keberhasilan operasi sangat rendah, mengingkat kondisi bayi yang masih lemah. Hal itu membuat keluarga mengesampingkan saran dari pihak rumah sakit. “Kami kemudian memutuskan menjalani pengobatan alternatif untuk kesembuhan Rhea. Terlebih lagi saat itu kami tidak memiliki biaya untuk melakukan operasi. Selama menjalani perawatan di RS Sardjito kami hanya mengandalkan kartu Jampersal untuk menekan biaya pengobatan selama 15 hari yang mencapai Rp7 juta,” ucapnya. Pengobatan alternaif pertama yang dipilih, sabung Maryani, yakni pengobatan alternatif milik Romo Lukman di Purworejo. Di tempat ini, putrinya menjalani perawatan selama empat bulan. Saat bulan pertama dan kedua, kondisi putrinya mengalami pekembangan positif dengan lingkar kepala yang mulai mengecil. Namun memasuki bulan ketiga dan keempat, kondisi putrinya justru semakin bertambah parah. Saat ini, keluarga Suyadi hanya bisa pasrah menerima keadaan. Tingginya biaya operasi membuat keluarga ini tidak bisa berbuat banyak. (*)

foto: lukman hakim/harian purworejo

MEMBENGKAK. Kepala Rhea terus membengkak akibat terkena penyakit Hedrocepalus. Bayi berusia tujuh bulan ini saat bersama ibunya yang ditemani ayahnya, kemarin.

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.43 Purworejo


Magelang ekspres edisi 23 februari 2014