Page 1

CMYK

CMYK

JUMAT 21 FEBRUARI 2014

Lagi, Pedagang Kritik Dewan MAGELANG - Perwakilan Pedagang Pasar Rejowinangun mengklaim soal penempatan pedagang tidak hanya dijalankan oleh Pemkot Magelang. Sebab, adanya

proses penempatan pedagang Pasar Rejowinangun yang dianggap sudah berjalan 97 persen ini, tidak lepas dari upaya dan peran serta organisasi perwakilan pedagang.

Hal itu dikatakan Sekretaris Perwakilan Pedagang Rejowinangun Magelang (PPRM), Syamsudin kemarin. Menurutnya, Pemkot ke hal 3

3 Hari Tak Keluar, Ditemukan Membusuk SALAMAN - Jupri (65), warga RT 18 RW 8, Dusun Mranan Kulon, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan, Rabu (19/2) sore.

Pria lajang ini ditemukan tergeletak di kamar tidurnya. Korban diketahui meninggal dunia pada sore hari tapi baru dievakuasi pada malam hari. Sebab harus menunggu kedatangan ke-

luarganya. Dan atas permintaan pihak keluarga, jenazah tersebut di autopsi di RSU dr Sardjito, Jogjakarta. “Tadi malam sampai rumah sakit jam dua belas malam,

Status Kelud Jadi Siaga

JAKARTA - Status Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur setelah melakukan erupsi kini sudah diturunkan. Jika sebelumnya berstatus awas makan kini sudah menjadi siaga seiring dengan menurunnya aktivitas gunung Kelud. Kepastian

penurunan status itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono. Politikus Golkar itu mengatakan bahwa berdasarkan dari laporan terakhir yang diterimanya menyebutkan status Kelud kini menjadi siaga. “Dari laporan yang kami terima

ke hal 3

ke hal 3

SIAGA. Pemerintah menurunkan status Gunung Kelud dari awas menjadi siaga. siaga, foto:jpnn

Agenda Jalan-Jalan Walikota Saat Masalah Datang

Pasar Disidik dan LKPj Belum Rampung Kunjungan Walikota Magelang Sigit Wiyonindito bersama para Kepala SKPD dan lainnya ke Gunung Tidar cukup mengundang banyak pertanyaan. Betapa tidak kegiatan yang bertajuk olahraga bersama itu sempat tertunda lima hari. Padahal Sekda Sugiharto harus menata jadwal paparan LKPj Walikota pada malam hari, karena kesibukan para SKPD. Seperti apa?

STATUS KELUD JADI SIAGA

Alhamdulillah, moga-moga cepet normal

WIWID ARIF, Magelang PAGI itu, barisan mobil plat merah terparkir di bekas terminal lama di Jalan Ikhlas. Tak berapa lama, datang Walikota Sigit Widyonindito beserta istrinya, Yetti Biakti dan ketiga anaknya,

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

Aji, Atik dan Agung. Mereka membagikan nasi bungkus kepada warga sekitar. �Tadi Ibu Sigit telah pesan ke Mbak Sari (ajudan) agar disediake hal 3

PELANGGAR KTL KEMBALI DIRAZIA foto : wiwid arif/magelang ekspres

POTONG TUMPENG. Walikota Magelang Ir Sigit Widyonindito bersama istri dan keluarganya memotong tumpeng dii puncak Gunung Tidar dalam agenda kunjungannya kemarin sekaligus merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke 25.

Ora kapokkapok, kudune ono sanksi tegas.

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

JUMAT 21 FEBRUARI 2014

4

Menu Oriental Muncul Dua Bulan MAGELANG – Atria Hotel & Conference Magelang (AHCM) bakal menghadirkan menu-menu makanan Oriental guna memenuhi keinginan para tamunya. Menumenu Oriental akan diperkenalkan sekaligus disajikan khusus selama dua bulan di Maret dan April mendatang. Public Relation Manager AHCM Candid Erdiata mengaku, saat ini pihaknya baru menyiapkan segala kebutuhannya, mulai dari nama dan jenis menu, harga, hingga paket-paketnya. “Sementara ini kita baru menyiapkan juru masaknya yang khusus dan ahli di bidang-

nya, yaitu Chinese Sous Chef Sugiyono yang sudah bergabung,” terangnya. Dijelaskan, menu-menu Oriental selanjutnya akan disediakan dalam beberapa peket dan penawaran. Selama dua bulan itu disajikan paket khusus dua orang, enam orang hingga 10 orang dengan harga mulai Rp75 ribu-Rp250 ribu per pax-nya. Bentuknya berupa buffet, dimana tamu dapat memilih makanan sesukanya. “Harga tersebut saya rasa relatif murah untuk standar hotel bintang empat,” jelasnya. Dikatakan, menu-menu Oriental ini dilahirkan dari ide yang muncul saat grand

opening hotel pada 29 Januari lalu. Saat bersamaan, pihaknya menggelar berbagai rangkaian acara dengan nuansa Cina karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Selain paket menu makanan, AHCM juga menyajikan paket penawaran untuk wedding. Saat ini pihaknya sudah menyiapkan tiga paket, di antaranya paket Red Lotus, Blue Lotus, dan Purple Lotus yang juga bertemakan Oriental. “Selama ada wedding yang diadakan di Atria, 80 persen nya adalah orang-orang keturunan Cina. Saya yakin ini sangat menarik bagi mereka yang memang pasarnya ada,” pungkasnya. (imr)

LEZAT. Chinese Sous Chef Sugiyono tengah menunjukkan salah satu menu hasil karyanya, Bebek Szechuan, yang akan disajikan pada Maret dan April mendatang.

foto : nur imron rosadi/ magelang ekspres

Asing Rekomendasikan Saham Ketimbang Obligasi JAKARTA - Pengelola dana investasi asing lebih memilih menempatkan dana di instrumen saham dibandingkan instrument lainnya. Tidak heran saat ini aliran dana asing ke bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus meningkat. Global Strategist Eastspring Investment, Robert Rountree, mengatakan ada hal yang lebih besar lagi yang perlu diperhatikan investor untuk menentukan pilihan investasi di Indonesia. Apakah ditempatkan pada saham atau obligasi. Belajar dari pengalaman tahun lalu saat muncul isu tapering off di Amerika Serikat (AS) bahwa volatilitas obligasi akan naik menjelang akhir dari siklus tingkat suku

bunga rendah. Robert berpendapat, saat ini tingkat pengembalian (return) dari investasi obligasi tidak sesuai de ngan tingginya tingkat risiko. “Maka pilihannya, investor harus mempertimbangkan untuk mengalihkan dana investasinya ke instrument saham yang memiliki dividen tinggi. Risiko mungkin akan lebih tinggi namun potensi returnnya juga akan lebih tinggi,” ujarnya dalam Global Local Market Outlook Presentation di Jakarta, kemarin. Jika investor akan melakukan investasi di pasar obligasi, sebaiknya fokus pada arus kas pendapatannya (kupon bunga) bukan pada keuntungan dari kenaikan harga obligasinya. (jpnn)

Dian Sektiana Putri Ngeband dan Ngantor foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

TEKEN. Presiden Direktur PT Spheros Indonesia atau PT Klima Anlage Jaya, Wahyadi Elvin Jatmika (kanan) bersama Plt Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Magelang Ramelan (tengah) menandatangai kontrak kerjasama di aula sekolah setempat, Kamis (20/2). Mereka disaksikan Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo (kiri).

Perusahaan AC Jerman Gandeng SMKN 1 Kota Magelang MAGELANG – Sebagai bentuk perhatian dalam dunia pendidikan, perusahaan air conditioner (AC), Spheros Indonesia, menjalin kerjasama dengan SMKN 1 Kota Magelang dengan menggelar program pelatihan AC mobil. Penandatanganan kerjasama dilangsungan kemarin (20/2), di kampus sekolah setempat oleh Presiden Direktur PT Spheros Indonesia atau PT Klima Anlage Jaya, Wahyadi Elvin Jatmika dan Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Magelang Ramelan. Turut menyaksikan Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo, serta Director of Technic Spheros International, Scheid Helmut. Wahyadi Elvin Jatmika mengatakan, program ini didirikan untuk

menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia yang siap pakai bagi perusahaan yang membutuhkan, serta membuka lapangan kerja baru. “Ini juga salah satu program dari CSR (corporate social responsibility). Kami berharap bisa berbagi ilmu tentang pesatnya kemajuan teknologi dibidang otomotif, khususnya AC mobil dan peningkatan kualitas SDM,” kata Elvin dalam sambutannya. Ditegaskan, keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan semua pihak, baik dari pemerintah daerah, maupun dunia pendidikan itu sendiri serta dunia industri. Pihaknya optimis dengan bantuan dari berbagai pihak terkait, maka akan dapat terus mening katkan

kualitas program. “Kami harap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, khususnya masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya,” harapnya. Direktur Teknic Spheros International, Scheid Helmut menambahkan, training center difokuskan untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil di bidang AC mobil. “Ini adalah sekolah pertama di Indonesia yang kita ajak kerjasama,” katanya. Scheid berharap, kerjasama tersebut akan terus berkelanjutan, demi terciptanya tenaga-tenaga terampil di bidang industri AC mobil. Sementara Joko Prasetyo menyampaikan, atas nama pemerintah daerah dirinya menyambut baik kerjasama

antara perusahaan asal Jerman tersebut dengan SMKN 1 Magelang. “Kami berterima kasih kepada semua pihak, yang telah memberikan sumbangsih demi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dari sekolah-sekolah di Kota Magelang. Termasuk, kerjasama dalam hal training center ini,” ungkap Joko, mewakili Walikota Sigit Widyonindito. Secara teknis, kegiatan pelatihan di training center AC mobil di SMKN 1 Magelang akan berlangsung masingmasing dalam waktu 4 bulan. Sebulan di antaranya diisi dengan pemberian teori, sedangkan 3 bulan berikutnya praktik di PT Spheros Indonesia. (imr)

Ginza Sediakan Alat Pengaman Mobil TEMANGGUNG – Ginza Temanggung tak berhenti menyediakan variasi produk, baik barang dan jasa untuk dipasarkan. Selain jasa cuci motor- mobil, rental meja biliar, Ginza juga menjual salah satu perangkat keamanan pada mobil, yakni GPS (Global Positioning System). Hendro, pemilik Ginza mengaku pelanggan biasanya datang dari berbagai kalangan, baik pemilik mobil rental, pemilik truk, dan juga pengguna mobil pribadi. “Mayoritas mereka datang ke sini untuk dipasangkan perangkat keamanan kendaraan, GPS. Tujuan untuk mengamankan kendaraan mereka dari kemungkinan tindak pencurian,” katanya, Kamis (20/2). Awal ia menyediakan produk ini lantaran keprihatinannya terhadap banyaknya kasus pencurian dan penggondolan mobil rental yang mayoritas adalah rekan dan partnernya. “Mayoritas dari mereka adalah teman-teman saya. Hampir 90 persen mobil rental yang ada di Temanggung me-

masang GPS di tempat usaha saya,” lanjutnya. Dipatok dengan harga Rp1,4 juta dan bergaransi selama satu tahun, ia menyatakan tidak ada biaya tambahan untuk proses pemasangannya. Bisnis GPS yang dirintisnya dua tahun silam ini semakin banyak pelanggannya. Alasan yang pernah ia dengar dari para pelanggannya adalah Ginza melayani dan menservis sepanjang 24 jam nonstop. “Kami berikan layanan pri-

ma bagi mereka yang mengambil produk kami. Bahkan saat terjadi kehilangan mobil tersebut kami turut andil membantu mencari dan melacak keberadaannya yang telah dibawa kabur,” ujarnya lagi. Menurutnya, sudah sekitar 16 mobil yang dilacak dan melibatkan pihak Ginza dalam membantu proses pencariannya. Bahkan sebagian dari kendaraan beroda empat ini telah kembali ditemukan. (cr4)

PEKERJAAN yang cukup berat dan menyita banyak waktu, tidak membuat Dian Sektiana Putri melupakan hobinya dalam bermusik. Wanita Kelahiran Magelang, 7 Juli 1988 itu justru banyak mencetak prestasi di dunia musik, termasuk di dunia vokal. Perempuan berambut panjang dan manis itu mengaku saat ini ia bekerja sebagai Value Analisis & Value Enginering (VAVE) PT Mekar Armada Jaya. Setiap hari kecuali Sabtu dan Minggu ia dituntut masuk kantor untuk mengerjakan semua pekerjaannya. Meski begitu, alumnus SMA N 3 Magelang itu tetap menekuni hobinya dalam bermusik. Bahkan, putri pertama dari Puji Sektiati yang seorang penyanyi keroncong dengan grup Sapu Lidi ini pun masih aktif “ngeband” bersama rekan-rekan grupnya Holly Bride dan pentas di sejumlah tempat. Termasuk juga mendalami dunia vokal yang telah melahirkan beberapa prestasi. “Sejak kecil saya suka musik. Selain faktor orang tua, juga memang saya suka musik. Seolah-olah, musik sudah menjadi bagian dari hifoto : nur imron rosadi/ magelang ekspres dup,” katanya. (imr)

foto : rizal ifan/temanggung ekspres

MENCOBA. Hendro, pemilik Ginza tengah menunjukkan cara pengoperasian GPS.

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK

JUMAT 21 FEBRUARI 2014

KOTA KITA Krisis Air Minum PDAM berupaya untuk meningkatkan pe layanan kepada pelanggan dengan cara memerbaiki sejumlah pipa yang usianya sudah tua.

Ini rencana bagus dan harus segera diwujudkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, apalagi warga kota khususnya yang selama ini bergantung kepada pelayanan PDAM. NILA, SWASTA, MAGELANG.

Demi pelayanan semua harus dilakukan, perbaikan dan penggantian sarana dan prasarana adalah hal yang penting. Jangan sampai pelanggan sudah membayar tapi pelayanan malah minim. (bay)

foto : fuad bayu irawan/magelang ekspres

DITILANG. Petugas gabungan yang terdiri dari Satlantas Polres Mako, Dishubkominfo dan Satpol PP menilang sebuah sepeda motor yang kedapatan melanggar di KTL.

RIAN, SWASTA, MAGELANG.

MUTIARA JUMAT Bolu Dan Batu SAYUP-sayup terdengar lantunan Qira’ahnya Muamar dari masjid desa tetangga. Itu berarti waktu shubuh akan segera tiba. Ku buka pintu tuk pergi ke masjid. Kaget menampar muka dan rasa. Ku tolehkan kanan kiri, bawah atas tuk mengetahui apa yang telah terjadi. Namun suasana saat itu masih gelap. Kemana kaki mengMuhtadi Kadi, LC injak, terasa ngeres. Oh, ternyata seluruh halaman rumah dan masjid diselimuti debu. Ini debu dari mana? Apakah gunung Merapi meletus lagi?! Pagi tak seperti biasanya. Udara pengap. Langit mendung. Gerimis dari langit, namun yang jatuh butiran debu. Ku dengar berita bahwa debu ini hadiah dari gunung Kelud, Kediri sana. Sejauh mata memandang, putih menyelimuti persawahan dan perkebunan. Anak-anak sorak-sorai karena sekolah diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. ke hal 11

CMYK

Kesalahan Berulang di Pecinan Tim Gabungan kembali Sisir KTL PECINAN -Masih banyaknya pelanggaran lalulintas yang terjadi di ruas jalur lambat dan juga trotoar membuat pihak terkait segera menindak lanjuti permasalahan tersebut. Yakni dengan menggelar Operasi Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL) pada Ka-

mis (20/2) yang diadakan oleh pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Infor matika bekerja sama dengan Kepolisian Resor Magelang Kota, Detasemen Polisi Militer VI/Diponegoro, dan Satpol PP Kota Magelang. Dalam operasi kali ini, setidaknya ada sekitar 6 sepeda motor yang berhasil ditilang lantaran telah menyalahi rambu lalulintas. “5 kendaraan bermotor berhasil kita

tindak di ruas Jalan Tidar karena melawan arus di jalur lambat. Kemudian 1 kendaraan lagi kita tilang di ruas Jalan Pemuda karena di parkir diatas trotoar,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria D melalui Kepala Unit Laka Lantas Ipda Anas Syarifudin, kemarin(20/2). Dari keenam kendaraan bermotor yang berhasil ditindak dalam operasi KTL kali

ini. Ada berbagai jenis barang bukti yang berhasil dibawa oleh pihak kepolisian untuk diamankan. “Ada 3 buah surat izin mengemudi (SIM), 2 buah STNK kendaraan, serta satu unit sepeda motor yang kita angkut lantaran pemilik kendaraan tidak dapat menunjukan surat-surat kendaraan beserta SIM-nya,” tambahnya. ke hal 11

Sopir dan Saksi Saling Bantah Kronologi Kejadian

Tronton Lindas Motor di Perempatan Kupatan RINGSEK. Honda GL Pro milik korban Sariyanto terlihat mengalami rusak parah setelah terlindas truk tronton yang dikendarai oleh Suwardjo.

Foto : fuad bayu irawan/ magelang ekspres

MAGELANG UTARA - Untuk kesekian kalinya, kerawanan ruas Jalan A Yani kembali memakan korban. Kali ini menimpa seorang pengendara motor yang harus mengalami luka serius setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak sebuah truk pasir. Musibah kecelakaan lalulintas ini tepatnya terjadi di pertigaan Sanden pada pukul 08.00. “Awalnya itu motor dan truknya yang melaju dari arah selatan ke utara sudah samasama berhenti karena lampu merah. Posisi motornya ada di sebelah kiri truk. Pada saat lampu belum hijau, kira-kira masih 3 detik lagi. Tapi tiba-tiba truk trontonnya sudah jalan saja padahal kendaraan yang lain belum ke hal 11

CMYK


CMYK

CMYK

JUMAT 21 FEBRUARI 2014

12 Mobil Rental Ditilep TEMANGGUNG – Dua tersangka kasus penggelapan mobil rental di bekuk Polres Temanggung, setelah satu pemilik rental melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres setempat beberapa waktu lalu. Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Marino menyebutkan, dua tersebut adalah Ika Hermayanti (32) warga Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu dan Jaka Nur Kholis (34) warga Soko Wangi Temanggung. Keduanya berperan sebagai perantara dalam kasus ini. “Selain kedua tersangka ini masih ada tersangka lainnya. Saat ini masih

dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)dan dalam penggejaran petugas kepolisian Temanggung,” terangnya saat gelar perkara, Kamis (20/2) siang. Modus yang dilakukan tersangka, lanjutnya, yakni dengan meminjam mobil di beberapa rental mobil di Parakan, Kedu, Temanggung dan beberapa daerah lainnya dalam waktu yang cukup lama. “Kedua tersangka ini sangat lihai, ketika meminjam mobil, mereka hanya menjanjikan kalau mobil akan disewa selama satu bulan, ada yang dibayar di muka dan ada pula yang

hanya diberi uang muka saja,” terangnya. Dikatakan, mobil hasil rental tersebut, kemudian oleh sindikat penggelapan ini digadaikan kepada penadah di beberapa tempat luar Temanggung. Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan sebuah mobil Avansa putih tahun 2013 dengan nomor kendaraan AA 8791 QE, dari 12 mobil rental yang berhasil digelapkan oleh kedua tersangka ini. “Kedua tersangka diancam dengan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” tandasnya.

Ika salah satu tersangka mengaku, tidak tahu kalau yang dilakukannya akan berurusan dengan pihak kepolisian. Karena ia merasa hanya meminjamkan mobil di rental dengan iming-iming semua hutangnya akan dilunasi oleh Sarwo Edi (29) warga Tegalurung Bulu. “Saya melakukan ini karena diimingi-imingi oleh Sarwo Edi. Jika saya mau meminjamkan mobil rental semua hutang saya Rp6 juta akan dilunasinya,” akunya kepada wartawan. Ia mengaku, setelah meminjamkan enam mobil rental, yakni lima buah ke hal 11

PENERTIBAN

ke hal 11

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

TERSANGKA. Dua tersangka kasus penggelapan mobil rental digelandang ke Mapolres Temanggung, kemarin (20/2).

DPU Hanya Bantu Awasi Proyek Pasar

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

DILEPAS.Alat Peraga Kampanye yang dipasang menyalahi aturan dilepas.

Satpol PP Obok-obok APK KRANGGAN – Ratusan Alat Peraga Kampanye (APK) diturunkan paksa oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP), Panwaslu, TNI, Polri dan KPU Kamis (20/2). Dalam penertiban di 10 kecamatan ini, Kecamatan Kandangan, Jumo, Ngadirejo, Kedu, Bulu, Parakan, Tlogomulyo, Kranggan, Pringsurat, dan Kecamatan Kaloran diperkirakan mencapai ratusan lebih APK. Kasi Penegakan Perda, Satpol PP Kabupa-

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

DIRATAKAN. Eks Pasar Legi Parakan Temanggung mulai diratakan dengan menggunakan alat berat.

PARAKAN – Kepala Dinas Perhubungan (DPU) Kabupaten Temanggung Pardiyono mengatakan, pihaknya hanya bisa membantu pengawasan dalam pembangunan Pasar Legi Parakan. Karena sudah ada PT Yodya Karya sebagai Manajemen Kontruksi (MK) dalam pembangunan pasar tersebut. “Kami hanya akan bantu pengawasan pembangunan saja, kan sudah ada manajemen kontruksinya. Jadi tugas kami hanya membantu saja,” katanya kemarin. Ia mengatakan, pemerintah dengan PT Hutama Karya sudah melakukan penandatangan kontrak pembangunan dengan PT Yodya Karya sebagai MK. Secara otomatis PT Yodya Karya akan selalu mendampingi dan mengawasi pembangunan pasar tersebut. “Dalam kontrak pembangunannya sudah seperti itu. Jadi

pengawasan diserahkan sepenuhnya kepada PT Yodya Karya,” tegasnya. Sementara itu Bupati Temanggung Bambang Sukarno meminta, semua elemen masyarakat untuk ikut membantu pengawasan pembangunan Pasar Legi, jika dalam pelaksanaan pembangunan ditemui kejanggalan maka diharapkan segera melaporkan. “Jika memang ada kejangalan, segera laporkan saja. Nanti pemerintah akan memberikan teguran langsung kepada PT Hutama karya untuk memperbaikinya,” katanya Permintaan itu disampaikan, karena tidak menutup kemungkinan pada saat pelaksanaan pembangunan nanti ada proses pembangunan yang kurang, baik itu material bangunan maupun perihal lainnya. “Inilah fungsinya pengawasan, kalau memang itu menyalahi ke hal 11

ke hal 11

BanserAnsor Harus Tanggap Bencana TLOGOMULYO – Jajaran Satkorcab Banser dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Temanggung diminta untuk tanggap bencana, menyusul banyaknya bencana alam yang terjadi di wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Permintaan tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Temanggung Yami Blumut saat pendidikan kader Dasar (PKD) PAC GP Ansor Kecamatan Tlogomulyo beberapa waktu lalu. Menurutnya, Kabupaten Temanggung yang sebagian besar wilayahnya berada di daerah pegunungan sangat rawan terjadi bencana alam, baik tanah longsor maupun angin ribut. “Semua jajaran Banser Ansor harus siap dan tanggap dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Melakukan pencegahan dan tindakan penolongan pertama menjadi kewajiban,” pintanya. Yami menekankan pada 3 fungsi penting dari Banser sebagai tenaga inti Ansor, pertama peran Banser sebagai pengawal dan pengamal ajaran Islam Ahlusunnah wal jamaah, kedua sebagai kader penerus estafet kepemimpinan Nahdlatul ulama, sekaligus sebagai benteng para ulama, ketiga sebagai pengawal NKRI. Ke depan kata Yami, ada beberapa perjuangan yang sedang dan akan tetap dilakukan yaitu mengawal dan memperjuangkan tentang menolak ratifikasi FCTC dan menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya menolak penggalian pasir di seluruh wilayah Temanggung.

Pasar Rejo Amertani yang Difasilitasi Tempat Ibadah

Dulu Musala Kini Tergantikan Masjid Mengingat dan mengagungkan Allah SWT merupakan suatu keharusan bagi umat Islam. Tak memandang waktu dan tempat, termasuk di Pasar Rejo Amertani Temanggung. RIZAL IFAN, Temanggung PEMBANGUNAN itu saat ini tengah dalam proses penyelesaian berbagai program. Baik fisik bangunan ataupun penataan para pedagang. Termasuk fasilitas di dalamnya. ke hal 11

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

KEBANGGAAN. Salah seorang tengah memasuki masjid yang ada di dalam pasar.

KPU Belum Terima Surat Pengunduran Caleg PPP TEMANGGUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Temangung hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan dengan Ismail, calon legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari daerah pemilihan IV yang menggundurkan diri karena lolos menjadi CPNS. Ketua KPU Temanggung Sujatmiko mengatakan, secara pribadi Isamil sudah berkomunikasi dengan KPU terkait dengan penggunduran dirinya karena diterima menjadi CPNS. Namun sampai saat ini pihak KPU belum menerima secara resmi surat penggunduran diri dari parpol pengusung Ismail. “Perlu diingat bahwa peserta pemilu adalah partai politik (parpol). Jadi yang berhak

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

FORUM. Ketua KPU Temanggung Sujatmiko (dua dari kiri) memberikan keterangan.

mencabut pencalegan Ismail adalah dari pihak parpol yakni PPP,” tegasnya saat ke hal 11

ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271

ke hal 11


CMYK

CMYK

JUMAT 21 FEBRUARI 2014

Usut Jual Beli Los Pasar WONOSOBO - Bupati Wono sobo Kholiq Arif meminta dinas terkait untuk mengusut masalah jual beli los pasar atas di pasar Induk Wonosobo. Disinyalir banyak los pasar tidak digunakan sesuai peruntukannya, namun diperjualbelikan oleh oknum tertentu.“Saya min ta soal jual beli los pasar atas harus di usut, siapa yang menjual, sebab salah satu kesemrawutan pasar berawal dari masalah itu, ”ucapnya dalam forum audiensi dengan perwakilan pedagang pasar di ruang Bamus DPRD setempat(19/2). Menurutnya, pada awal pembukaan pasar baru Wonosobo, semua pedagang telah diako-

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

SERTIFIKAT. Bupati Wonosobo, Kholiq Arif menyerahkan sertifikat Iso 9001-2008 kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Okie Hapsoro pada acara apel pagi PNS di halaman Adipura Kencana, Kamis, (20/2).

Jangan Menjadi Formalitas Belaka WONOSOBO Pengakuan internasional melalui Sertifikat ISO 9001-2008, atas kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, jangan hanya menjadi formalitas dan kebanggaan saja, namun harus ada perubahan yang lebih baik lagi dalam menyusun dan melaksanakan sistem manajemen mutu. Hal itu disampaikan Bupati Wono sobo, Kholiq Arif usai menyerahkan

Sertifikat ISO 9001-2008 kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Okie Hapsoro pada acara apel pagi PNS di halaman Adipura Kencana, Kamis, (20/2). Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, harus meningkatkan pelayanan menjadi lebih prima, efisien, kepastian mutu pelayanan, dan transparan, yang bermuara pada terpenuhinya ha-

rapan masyarakat. Akan tetapi dengan tetap memberi ruang perbaikan yang berkesinambungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terhadap produk dan pelayanan yang baik. “Pelayanan yang baik dan prima harus dijadikan sebagai tujuan akhir dari pelaksanaan fungsi pemerintahan,” katanya Pihaknya juga mengimbau, de-

ngan diterapkannya sistem 5 hari kerja, maka para karyawan pemerintah harus ada perubahan yang signifikan. “Sekarang tidak bisa lagi “jor klowor” terhadap pekerjaan, harus lebih fokus dan mengarah pada hasil yang jelas serta terukur,” tegasnya. Kepada pimpinan SKPD, Kholiq meminta untuk segera mengeva-

modir oleh pemkab sehingga bisa masuk ke dalam, namun dikemudian hari, banyak terjadi penyimpangan seperti jual beli los pasar atas.“Saya minta kepada paguyuban pasar untuk bersikap seimbang, apa yang telah dilakukan oleh pemerintah harus disampaikan, sehingga lebih objektif, tidak hanya dari satu sisi saja,” katanya. Ditegaskan, persoalan pasar akan lebih baik dibicarakan secara terbuka, sebab dirinya bukan orang lain. “Mari kita ngobrol dengan baik, saya bukan orang lain, saya hidup dari pasar Induk Wonosobo,” imbuhnya. ke hal 15

ke hal 15

SEMENTARA ITU Kawasan Dieng Dilanda Hujan Es

foto: jamil/wonosobo ekspres

SENANG. Warga Puntuksari, Kerkob dan Nirmalasari kelurahan Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo merasa senang dan lega cerombong limbah sudah ditutup.

DIENG - Masyarakat di kawasan objek wisata Dieng dikejutkan dengan hujan es disertai angin kencang yang melanda daerah tersebut kemarin sia(20/2) sekitar pukul 13.30 WIB. Situasi tersebut sempat membuat warga setempat panik dan tidak berani keluar rumah. Saat dikonfirmasi Wonosobo Ekspres , Uswatun Hasanah, warga Desa Sikunang, Kejajar mengatakan, hujan es yang di sertai dengan angin kencang tersebut berlangsung selama sekitar 3 menit lebih, dan sempat membuat warga panik. “Jadi hujan es terjadi pada awal munculnya hujan, dan berlangsung sekitar 3 menit, setelah itu hujan biasa,” katanya.Ditambahkan, masyarakat sempat panik

Cerobong Limbah Medis RSUD Ditutup Kini Warga Merasa Senang

ke hal 15

OBJEK WISATA

foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

Wisata Sikunir Dilindungi Payung Hukum WONOSOBO - Sudah sewajarnya menjadi perhatian semua pihak (stakeholders) terutama pengelola objek wisata Sikunir untuk lebih cermat dan hati-hati ketika akan mengambil kebijakan atau merencanakan suatu program untuk menghindari potensi konflik. Selain itu, pemerintah harus ikut campur dalam pengelolaan Sikunir sebagai sebuah objek wisata, lebihlebih dengan membuatkan payung hukum bagi pengelola. "Kita bisa belajar dari Gua Pindul bagaimana pengelolaanya terkatung-katung, begitu merindukan payung hukum dari pemerintah untuk meredam berbagai gejolak yang muncul dari internal maupun eksternal desa," ungkap pengamat Pariwisata UGM, Musadad kepada Wonosobo

Nantinya Tak Terkatungkatung

ke hal 15

BANTUAN. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wonosobo mengirimkan bantuan makanan dan perlengkapan bayi kemarin (20/2), untuk korban banjir di Kabupaten Pati.

Ansor Kirim Bantuan untuk Korban Banjir WONOSOBO - Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wonosobo mengirimkan bantuan makanan dan perlengkapan bayi kemarin (20/2) untuk kor ban banjir di Kabupaten Pati. Bantuan tersebut dikumpulkan pengurus dari ranting GP Ansor yang ada di Kecamatan Wonosobo. Ketua PAC GP Ansor Wonosobo Slamet Nurochman menjelaskan, dalam membantu meringankan korban banjir di Kabupaten Pati beberapa waktu

WONOSOBO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro Wonosobo sudah menutup aktivitas pembakaran limbah medis yang mengeluarkan asap putih. Penutupan itu, dilakukan pihak RSUD sejak tiga hari paska keluhan yang disampaikan warga Puntuksari, Kerkob dan Nirmalasari, Wonosobo Barat, Kecamatan Wonosobo. “Alhamdulilah tiga hari warga mengeluh, pihak rumah sakit langsung tanggap dengan cara menutup aktivitas pembakaran limbah. Warga pun merasa senang dan lega karena

sudah aman dari asap putih limbah medis,” terang Krisbianto, warga Puntuksari RT 05, RW 06 Kelurahan Wonosobo Barat yang rumahnya berhadapan langsung dengan cerobong kepada Wonosobo Ekspres, Kamis (20/2). ke hal 15

lalu, GP Ansor melakukan penggalangan bantuan ke rantingranting, dan baru bisa terkumpul saat ini.“Penggalangan bantu sudah kita lakukan sejak merebaknya bencana banjir, dan baru terkumpul saat ini, sehingga baru dilakukan pengiriman, “ katanya. Sedangkan untuk membantu korban bencana erupsi Gunung Kelud, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengurus cabang GP Ansor terlebih dahulu. ke hal 15

Sanggar Seni Embun Cari Anak Berbakat Mewarnai

Berhasil Kirim Anak ke Tokyo, Jepang Sebanyak 400-an lebih siswa dari tingkat PAUD, TKdan anak-anak yang masuk dalam Sanggar Seni Embun, seKabupaten Wonosobo mengikuti lomba mewarnai berbagai macam tema menarik seperti dedaunan dan batik bunga. SUSY PYM, Wonosobo foto: susy pym/wonosobo ekspres

MEWARNAI. Anak-anak dari tingkat PAUD, TK dan anggota Sanggar Embun, mengikuti ajang mewarnai tema batik bunga dan daun di Perpusda Kabupaten Wonosobo.

AJANG kreativitas untuk meningkatkan bakat anak-anak yang berlangsung di teras depan dan di lorong-lorong gedung Perpusda Wonosobo ini begitu menarik minat para peke hal 15 Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


CMYK

CMYK

JUMAT 21 FEBRUARI 2014

SIDANG Penganiaya PRT Dituntut 6 Tahun Penjara PURWOREJO - Rub (53) warga RT 01 RW 12 Kelurahan Tambakrejo Kecamatan/Kabupaten Purworejo yang menganiaya pembantu rumah tangga (PRT) pada akhir tahun lalu dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Kamis (20/2). Dalam sidang yang diketuai Sri Rahayuningsih SH MH tersebut, majlis hakim mempertanyakan iktikad baik terdakwa dan keluarganya untuk mengembalikan korban ke daerah asalnya di Kalimantan. Hakim menyayangkan usaha itu belum dilakukan padahal bisa meringankan hukuman terdakwa. Oleh jaksa penuntut Kejaksaan Negeri Purworejo Bibit SH, Rub didakwa telah melanggar Pasal 44 Ayat 2 UU 23 Tahun 2004 tentang Pemberantasan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, setelah menganiaya Rusnawati (45) pembantunya hingga mengalami kebutaan permanen. Ditemui usai sidang Bibit mengatakan, tuntutan itu didasarkan fakta bahwa terdakwa yang mengulangi perbuatannya, tidak pernah membayar gaji korban, berbelit-belit memberikan keterangan dan aksinya menyebabkan luka berat. “Empat poin yang memberatkan terdakwa. Sementara meringankan hanya terdakwa tidak pernah dihukum serta menyesali perbuatannya,” katanya. Seperti diketahui, Rusnawati wanita asal Sampit Kalimantan tersebut merupakan pembantu Rub sejak 25 tahun lalu. Rub sering menyiksa Rusnawati hingga mengalami kebutaan permanen. Kebiadaban Rub tersebut terungkap pada bulan Oktober 2013 lalu. Para tetangga Rub curiga sudah hampir satu pekan Rusnawati tidak kelihatan. Suatu ketika saat warga kebetulan ada acara dirumah yang berhadapan dengan rumah Rub, ada salah seorang warga yang berinisiatif untuk mengintip melalui ventilasi dan melihat Rusnawati mengalami luka dibagian matanya. Warga kemudian memaksa masuk kerumah Rub. Saat ditanya mata Rusnawati kenapa, Rub berdalih bahwa matanya terkena getah tanaman yang berada di depan rumah. Warga tidak percaya dengan alasan Rub yang mengada-ada itu. Warga kemudian melaporkan Rub kepada pihak berwajib. (cr2)

PENCURIAN 60 Gram Emas Dirampok PURWOREJO - Aksi pencurian yang mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta rupiah menimpa Murtingah (34) pedagang toko kelontong, warga RT 1 RW 1 Dusun Kalimanggis Desa Ngadirejo Kecamatan Kaligesing, Rabu (19/2). Aksi tersebut baru diketahui korban keesokan harinya. Korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Kini kasus ini tengah ditangani pihak berwajib. Kapolres Purworejo, AKBP Roma Hutajulu SIK MSi melalui Kasubag Humas Suryo Sumpeno saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dalam kejadian tersebut pencuri berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan, rokok, uang tunai, hand phone dan kotak amal. ”Dalam aksinya pencuri berhasil menggasak 20 gram kalung emas, 32 gram gelang , delapan gram cincin dan uang tunai Rp 10.300.000, rokok berbagai merk hingga kurang lebih enam slop, kotak amal masjid yang dititipkan di rumahnya senilai sekitar Rp 4 juta serta sebuah handphone merk nokia seharga Rp 400 an ribu,” terang Suryo, Kamis (20/2). Suryo menambahkan, kejadian tersebut diketahui oleh korban pada keesokan harinya. Korban kaget mendapati warungnya sudah acak-acakan. Setelah diperiksa, barang berharga, uang dan kotak amal sudah tidak berada di tempatnya. ”Diperkirakan, pelaku yang belum diketahui jumlahnya masuk ke warung melalui lubang angin pada bangunan tersebut. Setelah berhasil menguras barang berharga tersebut, pelaku keluar secara normal setelah membuka gerendel pintu belakang,” jelasnya. Ia mengungkapkan, atas kejadian ini korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 45 juta. (cr2)

Saat Blusukan, Bupati Disambati Petani Padi PURWOREJO - Pasca erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan ratusan hektar area pesawahan di Kabupaten Purworejo mengalami kerusakan, membuat Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg turun kelapangan, melihat dari dekat keadaan area pesawahan. Salah satu tempat yang dikunjunginya Desa Guyangan Kecamatan Purwodadi.

Di tempat ini sejumlah petani mengeluhkan tanaman padi mereka yang sudah berumur 75 hari ambruk karena tidak kuat menahan beban abu vulkanik. Selain itu mereka juga meminta bantuan alat perontok padi yang lebih ringan sehingga mudah digunakan terutama untuk daerah yang sulit dijangkau. ”Pak Bupati, kami memerlukan alat perontok padi yang lebih ringan untuk menjangkau semua persawahan di sini,” kata Kepala Desa Guyangan, Budi Antoro, kepada Bupati. Bupati menanggapi permintaan itu dan meminta kepada Ir Dri Sumarno, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan yang turut mendampingi tinjauan itu untuk bisa menindaklan-

jutinya. Usai memantau areal sawah, areal perkebunan tebu yang memanjang di jalur Daendels Purworejo menjadi jujugan Bupati. Namun kondisinya relatif baik dan tidak ada tanaman tebu yang rusak. Untuk mengecek kondisi di lapangan, Bupati menyempatkan mendatangi sebuah kelompok tani di Desa Kentengrejo, Kecamatan Ngombol. Hal ini dilakukan untuk mengetahui laporan dari para petani yang mengembangkan tanaman tebu. Dari laporan ketua kelompok tani setempat, Marto Sudarmo mengatakan bahwa areal tebu tidak terganggu akibat sapuan debu Kelud. “Hanya daunnya saja yang terimbas karena patah. Tapi tidak mempengaruhi pertumbuhan tebu,” ujar Marto. Menurut Marto, anggota kelompok

taninya optimis akan memasuki masa panen dengan hasil baik di bulan Mei mendatang. “Sebagian besar masyarakat di desa ini mengembangkan tebu. Dari lahan pertanian yang ada, hampir 80 persen seluruhnya ditanami tebu. Mohon doa restunya saja mudah-mudahan nanti hasilnya memuaskan,” tambah Marto. Disinggung mengenai hasil tinjauannya tersebut, Bupati mengaku bersyukur ternyata gantungan hidup masyarakat yang sebagian besar petani tidak terlau berdampak akibat debu vulkanik Gunung Kelud. Dirinya berharap, masyarakat untuk lebih giat dalam mengembangkan sektor pertanian mengingat Purworejo saat ini juga fokus untuk mengembangkan pertanian sebagai salah atu keunggulannya. (cr2)

foto: lukman hakim/harian purworejo

TINJAU. Bupati Purworejo Mahsun Zain bersama rombongan saat meninjau area pesawahan yang ambruk akibat hujan abu vulkanik.

Perda Sewa Gedung ‘Bunuh’ Atlet Bayar Rp250 Ribu/Malam KUTOARJO - Sejumlah atlet bulutangkis merasa keberatan dengan diberlakukannya Peraturan Daerah (Perda) No 16 Tahun 2010 tentang Penerapan Jumlah Dana Sewa Gedung/Aula di Gedung/Aula Sekolah baik negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Purworejo. Dalam Perda tersebut diatur bahwa pengguna gedung diwajibkan membayar uang sewa sebesar Rp 250 ribu per malam. Seperti yang diberlakukan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purworejo di Kutoarjo. Di gedung tersebut biasanya atlet Bulutangkis di Kutoarjo berlatih. Sebelum diterapkannya peraturan tersebut, uang sewa gedung hanya Rp 75 ribu perbulan. "Pemberlakuan kebijakan menaikkan harga sewa gedung hingga puluhan kali lipat ini sangat tidak rasional dan bisa membunuh atlet- atlet yang biasa menggunakan fasilitas gedung," kata Humas PBSI sekaligus pengguna gedung aula SKB Purworejo di Kutoarjo, Haji Triyanto, kemarin. Triyanto sendiri baru tahu perihal kenaikan harga sewa gedung tersebut saat akan bermain badminton malam Senin lalu. Saat akan mulai, tiba-tiba perlengkapan badminton diambil oleh pengelola gedung sambil memberitahu bahwa kalau mau menggunakan gedung harus membayar uang sewa sebesar Rp 250 ribu semalam. Informasi yang diberikan tanpa sosialisasi terlebih dahulu itu membuat pengguna gedung menjadi kecewa dan meninggalkan gedung. Para pengguna mengaku keberatan atas kebijakan yang diterapkan pihak SKB dan menganggap ketetapan itu tidak lazim. "Jelas itu sangat memberatkan, sebelumnya hanya 75 ribu itu perbulan, dan paling ada tambahan 10 ribu setiap main untuk ganti alat atau

beli chok. Jika ini diterapkan 250 ribu permalam, kita ada uang dari mana untuk sewa gedung itu," lanjutnya. Peneraparan kebijakan itu dianggap akan membunuh atlet- atlet Bulutangkis di Purworejo, bagiamana tidak dengan kebijakan itu, para atlet serta pengguna gedung tidak lagi mampu menyewa gedung. "Ya kita hanya bisa menghormati kebijakan yang katanya dari Dinas dan Pemkab itu. Namun, setidaknya penerapan itu bisa dievaluasi lagi, dan disesuaikan dengan kondisi kemampuan atlet. Untuk gedung lain saja belum ada penerapan harga itu semua masih menggunakan harga sewa antara rata 50- 100 ribu itupun perbulan bukan permalam,"ujarnya. Sementara itu Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purworejo di Kutoarjo Dra Supriastuti Pratiwi saat dikonfirmasi membenarkan hal itu, pihaknya memang telah menerapkan perda No 16 tahun 2010 sesuai dengan perintah dari Dinas Pendidikan Purworejo, perapan itu dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2014 lalu. "Ya kita hanya melakukan sesuai perintah atasan, sesuai intruksi Dinas sejak tanggal 1 Januari lalu pengguna gedung aula di SKB harus mengikuti sesuai dengan peraturan yang ada diperda No 16 tahun 2010, yaitu membayar sewa gedung/ aula sebesar 250 ribu permalam," tandasnya. Supriastuti menambahkan kebijakan itu muncul tatkala Gedung SKB mendapat audit dari Inspectorat Purworejo, dalam temuan yang dilakukan pihak Inspectorat, SKB dinilai kurang dalam memberikan setoran dana hasil sewa gedung/aula kepada Pemkab, dari Rp 75 ribu perbulan yang sudah diberlakukan sebagian telah digunakan untuk bayar listrik serta untuk menambah ongkos jasa petugas jaga malam gedung SKB. (cr2)

Mahasiswa UMP Hijaukan Dusun Blengkunan

foto: lukman hakim/harian purworejo

TANAM. Peserta KKN Mahasiswa UMP bersama dengan warga masyarakat dan anggota Koramil Gebang tengah menanam pohon di pinggir lapangan Dusun Blengkunan.

GEBANG - Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di Desa Bulus Kecamatan Gebang mengadakan kegiatan bakti lingkungan massal dan gerakan penghijauan, Kamis (20/2). Selain melibatkan seluruh warga desa, dalam kegiatan ini juga nampak sejumlah personel tentara dari Koramil Gebang. Ketua Kelompok KKN, Adi Prasetyo (23) mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN kelompoknya. Ada dua jenis pepohonan yang ditanam, yakni Glodog Pecut sebanyak 40 batang dan Jabon 60 batang. ”Selain untuk menghijaukan lingkungan agar

tidak terlalu panas. Kami berupaya untuk menghiasi lingkungan. Maka yang kami tanam adalah tanaman Glodog Pecut yang merupakan salah satu jenis pohon taman,” katanya. Adi menambahkan, fokus penghijauan dilaksanakan di Dusun Blengkunan tepatnya di sekeliling lapangan serta area gedung olah raga desa setempat. Pemilihan lokasi tersebut setelah pihaknya melakukan survei lokasi mana yang bisa ditanami pohon. ”Kami pusatkan di lokasi ini karena di sini yang paling memungkinkan. Untuk dusun lainnya sudah relatif lebih hijau karena banyak pepohonannya,” imbuhnya. Lebih lanjut Adi mengatakan, di Desa Bulus terdapat 39 mahasiswa peserta KKN yang terbagi dalam dua kelompok yakni kelompok 26 dan 28. Untuk kegiatannya juga ada yang masing-masing kelompok sendiri-sendiri, adapula program yang gabungan. Sementara itu, Kepala Desa Bulus Damanhuri SIP menyambut baik program-program para mahasiswa KKN UMP yang dilaksanakan di desanya. Menurutnya, selain sebagai media belajar bersosialisasi bagi para mahasiswa, kegiatan KKN ini juga menumbuhkan semangat membangun desa bagi warga. ”Jadi dalam kegiatan KKN selama hampir satu bulan ini. Kami sama-sama belajar. Beberapa hal warga belajar kepada mahasiswa, begitu juga sebaliknya, mahasiswa peserta KKN juga belajar bermasyarakat dengan warga sini,” katanya. Ia berharap agar kerjasama ini terus berlanjut tidak hanya saat KKN ini saja. (cr2)

Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.43 Purworejo

CMYK

Magelang ekspres edisi 21 februari 2014