Issuu on Google+

CMYK

CMYK

SELASA 1 APRIL 2014

Insiden Jet Coaster, Layak Dipidanakan Sudah Rugikan Konsumen Secara Inmaterial MAGELANG - Pengamat hukum menilai kasus anjloknya jet coaster di Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Ma-

gelang bisa mengerucut kasus pidana. Pasalnya, insiden yang terjadi dua pekan lalu itu, dinilai dapat berpotensi membahayakan nyawa orang lain. Dosen Perlindungan Konsumen Fakultas Hukum UM Magelang, Heniyatun SH MHum menyatakan, meskipun korban hanya menderita sakit ringan, dan tidak sampai luka berat atau bah-

kan meninggal dunia, namun dalam kasus tersebut terjadi karena adanya kelalaian pihak manajemen. Ironisnya, insiden ini terjadi di salah satu tempat wisata yang sudah menjadi kewajiban pihak manajemen apabila memberikan pelayanan dan kenyamanan. ”Kejadian itu membuat konsumen ke hal 3

foto : wiwid arif/magelang ekspres

RAMAI. Paska insiden jet coaster beberapa waktu lalu, pengunjung objek wisata Taman Kyai Langgeng masih tetap ramai. Pada saat liburan dua hari, Minggu dan Senin, ribuan pengunjung memadati objek wisata unggulan Kota Magelang tersebut.

Desak KPK Tangani Kasus Penambangan Ilegal SEMENTARA ITU Akbar Tanjung Layak Jadi Cawapres JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung menerima dukungan para aktivis dan elemen pemuda yang tergabung dalam Jaringan Indonesia (Jari) untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendapingi capres terkuat saat ini. Deklarasi dukungan tersebut diberikan langsung oleh 33 perwakilan koordinator Jari dari Akbar Tanjung provinsi se-Indonesia kepada Akbar Tanjung di kediamannya, kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/3). ke hal 3

Ashanty

JAKARTA - Praktik pertambangan pasir besi di Kabupaten Malang, Jawa Timur membuat Ketua Komisi III DPR, Pieter C Zulkiefli meradang. Menurutnya, sudah saatnya Mabes Polri dan KPK turun tangan menangani usaha pertambangan yang diduga ilegal itu. Pieter mengungkapkan, praktik per-

tambangan pasir besi ilegal di Kabupaten Malang itu ada di tiga lokasi konservasi. Yakni di Pantai Wonorogo, Pantai Kondang Pakem dan Pantai Jelangkung. Ditegaskannya, Menteri Kehutanan sejak 2007 lalu sudah tegas menolak memberikan izin untuk pertambangan

pasir besi di wilayah Malang selatan itu karena lokasinya masuk kawasan lindung. “Tetapi kenapa pada 12 Juli 2012 Pemkab Malang bisa menerbitkan izin pertambangan rakyat (IPR)?” kata Pieter kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/3). ke hal 3

Jokowi Bukan Boneka Megawati SEJAK resmi mendapat mandat sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan, serangan kepada Joko Widodo semakin bertubi-tubi. Ini pun diakui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Sekarang banyak yang coba menghalangi,” kata Mega saat berkampanye di Lapangan Koni Sario Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (31/3). Karenanya, Mega mengajak masyarakat Sulut untuk memenangkan PDI Perjuangan di pemilihan legislatif 9 April 2014. Dengan kemenangan atau meraih minimal 20 persen, maka PDI Perjuangan bisa mengusung capres sendiri. “Saya ingin buktikan di Sulut, saya minta bantu, kalau Pak Jokowi ingin jadi di ronde kedua (pilpres),” kata Mega. Menurutnya, tanpa menang di pileg atau meraih minimal 20 persen, maka ke hal 3

dan pembenahan jalur rel kereta api jauh lebih murah, yakni hanya butuh Rp 20 miliar per 1 kilometer, dibandingkan membangun jalan tol yang butuh Rp 120 miliar per 1 km.

BREBES – Harapan untuk bisa mendapatkan momongan pupus sudah. Andi Wijaya (25), warga Desa Pakijangan Kecamatan Bulakamba akhirnya harus harus rela anaknya yang masih dalam kandungan meninggal bersama istri yang selama ini disayanginya, Endah Tri Muhana (21). Keduanya meninggal setelah mengalami kecelakaan di rumah bersalin milik dr Budi Arya yang berada di Jalan A Yani Brebes. Diketahui, Endah Tri Muhana (21) menghembuskan nafas terakhirnya bersama jabang bayi yang masih di dalam kandungannya setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Dedy Jaya Brebes. Sumber informasi menyebutkan, korban meninggal sesaat setelah terjatuh dari ranjang persalinan di rumah bersalin. Setelah itu, korban kemudian langsung di larikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

ke hal 3

ke hal 3

IDA NL/RADAR SEMARANG

SOROTI INFRASTRUKTUR. Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno saat menyampaikan kesimpulan dalam Focus Group Discussion (FGD) Forum Ekonomi dan Bisnis Jateng di kantor Bank Indonesia (BI) Semarang.

Kereta Barang Perlu Dihidupkan Lagi SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng perlu menghidupkan dan memanfaatkan jalur kereta api barang peninggalan Belanda, dalam upaya melakukan pembenahan infrastruktur. Apalagi proses pembangunan

Terjatuh dari Ranjang Bersalin, Ibu dan Anak Tewas

Sebut Aurel Ratu Selfie TITANIA Aurelie Nurhermansyah atau yang lebih akrab disapa Aurel dikatakan Ashanty merupakan ratu selfie. Itu karena tiap harinya, tak terhitung, berapa kali gadis berusia 15 tahun itu narsis di depan kamera telepon genggam pribadinya. "Aurel ratu selfie tetapi jangan selfies kak," ucap Ashanty saat dijumpai di kawasan Tendean, Mampang, ke hal 3

Dari Peluncuran buku ‘The Next One’, Biografi Dahlan Iskan

Dahlan Kaget, Kisahnya Jadi Biografi Aula gedung Energy Tower di kawasan SCBD, Jakarta, Senin (31/3) malam dipadati sejumlah tokoh dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka datang untuk menghadiri peluncuran buku ‘The Next One’, Biografi Dahlan Iskan. SEBELUM peluncuran buku dimulai, Dahlan Iskan mengaku tak menyangka dengan buku tentangnya hasil tulisan Budi Rahman Hakim dan M Deden Ridwan. “Ya saya berterimakasih pada Pak Budi

foto:jpnn

LAUNCHING. Menteri BUMN Dahlan Iskan menunjukkan buku The Next One saat dilaunching di kawasan SCBD Jakarta Senin (31/3).

dan Pak Deden (penulis biografi Dahlan, red). Kagetlah,” kata Dahlan kepada wartawan. Buku biografi tentang Dahlan itu mengupas sosok pria yang kini menjadi Menteri BUMN itu sejak menjadi wartawan sampai menjabat menjadi pembantu presiden di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Buku setebal 743 ini di terbitkan oleh Arsy Publishing (RM Books). Beberapa tokoh penting, seniman, politikus, direksi BUMN, wartawan senior memberikan komentar soal Dahlan di halaman awal buku biografi itu. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga memberikan komentar tentang sosok menteri asal

INSIDEN JET COSTER, LAYAK DIPIDANAKAN

ayo pak polisi, kasuse wis tekan ndi?

DAHLAN ISKAN PALING POPULER

piye pak dahlan kapan kampanye?

ke hal 3

foto:ist

Redaksi, Iklan dan Pemasaran: Jl. A. Yani No 348 Magelang Telp. (0293) 310846

CMYK

Web: magelangekspres.com, E-mail: redaksi@magelangekspres.com, iklanmglekspres@gmail.com

CMYK


CMYK

CMYK

MAGELANG EKSPRES

SELASA 1 APRIL 2014

4

Progo Rafting Dibludaki Wisatawan MAGELANG - Selama libur panjang week and dan Hari Raya Nyepi, kunjungan wisatawan arung jeram di Progo Rafting mengalami peningkatan. Sejumlah wisatawan tampaknya tertarik untuk mencoba uji adrenalin dengan perahu karet menyusuri Sungai Progo. Meneger Marketing Progo Rafting Isnu Priyanto menuturkan, selama tiga hari liburan, sejak Sabtu (29/3) hingga Senin (31/3), banyak wisatawan yang datang mencoba rafting di tempatnya. Mereka kebanyakan dari kalangan keluarga yang singgah setelah menikmati liburan di Jogjakarta maupun tempat lain di Jawa Tengah. “Sebetulnya tidak hanya dari mereka, kami juga melayani banyak grup dari beberapa instansi yang sengaja mengisi liburan,” tuturnya, kemarin (31/3). Wisatawan yang mencoba rafting,

CERIA. Sejumlah wisatawan tampak asyik melakukan rafting dengan perahu karet di Sungai Progo, Senin (31/3). Kunjungan wisatawan mengalami peningkatan cukup drastis saat liburan panjang ini.

foto : nur imron rosadi/ magelang ekspres

umumnya pelanggan yang sudah pernah datang. Hampir setiap liburan mereka selalu saja menyempatkan diri untuk singgah dan menggunakan jasa arung jeramnya. Di antara mereka terdiri keluarga maupun grup dari Semarang, Madiun, Bandung, bahkan Jakarta, hingga kota-kota lain di Pulau Jawa. “Jika di hari biasa hanya ada sekitar 10 hingga 15 perahu yang beroperasi membawa wisatawan. Pada saat liburan bisa mencapai sekitar 40-50 perahu. Atau setidaknya kami malayani hingga 200 orang per hari,” ungkapnya. Pada liburan kali ini, lanjut Isnu, pihaknya tidak menaikan tarif rafting. Sama seperti sebelumnya, setiap wisatawan, baik kecil maupun dewasa dikenakan charge Rp175 ribu per orang. Namun berbeda dengan kelompok maupun grup yang saat liburan

ini diberikan diskon. “Tapi kita lihat dulu berapa jumlah orang yang akan ikut,” ujarnya. Menurut Ifnu, liburan kali ini adalah saat yang tepat bagi mereka kalangan keluarga mencoba rafting. Debit air yang mengalir di Sungai Progo tidak terlalu deras dan juga tidak terlalu dangkal, sehingga bisa dikatakan aman sekaligus nyaman meskipun sampai pada tempat finish di great 3. Rafting dimulai dari tempat start Hotel Puri Asri Kota Magelang dan berakhir di Watu Karung Tempuran Kabupaten Magelang. Wisatawan akan diantar kembali ke tempat start dengan menggunakan kendaraan darat yang disiapkan. Salah satu wisatawan, Ragil (26) mengaku memilih untuk memanfaatkan kegiatan arung jeram selama liburan ini untuk sekadar melepas penat dan berlatih. (imr)

Buang Warsito Dekat Dunia Musik TAK menguasai alat musik, tidak membuat Buang Warsito jauh dengan dunia musik. Nyatanya, pria kelahiran Magelang, 17 April 1969 ini justru sangat dekat sekali dengan dunia musik. Bahkan ia kerap berperan menjadi pengatur atau manager di beberapa pementasan musik. Namanya hampir tidak pernah luput dari dunia pertunjukan grup musik atau band. Betapa tidak, pria yang aktif di Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) itu selalu hadir dan bahkan sering terlibat di dalamnya sebagai seorang pengatur pertunjukan di atas panggung atau stage manager. “Saya tidak bisa bermusik, tapi suka sekali musik. Dari situ saya akrab dengan grup musik baik yang baru terbentuk dan belum dikenal sampai yang sudah populer,” katanya, kemarin. Menurutnya, kedekatannya dengan dunia musik dapat membantu dirinya dalam memperbanyak jaringan di dunia seni. Kedekatannya di dunia musik juga tak jarang membuat beberapa grup musik, baik yang baru maupun belum terkenal selalu meminta bantuannya untuk menjadi terkenal. Melalui even-even musik yang diorganisir, ia pun senantiasa membawa grup band tersebut untuk pentas dan menciptakan pasar. Ia mengaku, ban y a k berperannya di bidang manajerial tidak membuatnya terikat dengan salah satu band s a j a . (imr) foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

SERAMPAK. Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention (GAAHC) Magelang turut memperingati Earth Hour dengan menyalahkan puluhan lilin.

Peringati Earth Hour, Hotel Padamkan Lampu

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

KOMPETISI AIS Juarai Community Cup Nikita Futsal MAGELANG – Community Cup III yang digelar Nikita Futsal berlangsung meriah, Minggu (30/3). Euforia dan yel-yel supporter tak hentihentinya dinyanyikan untuk mendukung team kesayangannya. Dengan segala atri but supporter memenuhi lapangan Nikita Futsal. Namun, Team Asuhan dari Difa dan Aditya Handi inilah yang menjadi juaranya dalam Community Cup III. Dua official yang ciamik ini membawa Arsenal Indonesia Suporter (AIS) Regional Magelang @AIS_Mgl menjadi juara. Mereka melahap semua pertandingan dengan tanpa kekalahan satu sama sekali dengan raihan 12 point. Permainan satu dua menjadi juru taktik ketika pasukan Arsenal mengobrak-abrik musuhnya, Team Asuhan Difa dan Aditya Handi ini tampil sangat memukau di hadapan suporternya AIS Magelang.“ Mereka pantas juara, dengan meraih semua point sangat fantastik, dari kiper sampai striker, skil , dribbling dan kreasi permainanya sama rata,” Ujar Brand Manager Nikita Futsal Andy Soldim, kemarin. Team yang dibawahi Rasyid sitanggang ,Gi lang Ramadhan , Fuad Ari W (Ambon) , Gilang T (Bayex) , Edo Marino (Edo), Imam Fauzi (Bonjol) , Bebeddan Tri Puji sangat impresif selama pertandingan berlangsung . Untuk best supporter di raiholehJuventus Club Indonesia Regional Magelang @JCI_Magelang yang mendapatkan piagam dan piala eklusifdari Nikita Futsal , Top Skor diraih oleh Aji dari Team Chelsea Indonesia Supporter Club @CICS Magelang mendapatkan piagam penghargaan dan sepatu dari sponsor oemah shop. “Kami sangat bangga event ini bisa berjalan ke-3 kalinya, atas dukungan dari semua sponshorship selamaini, khususnya masyarakat Magelang kebanggaan kami berikan. ke fotoSemoga : nur imron rosadi/ ekspres depanya kami tampil baik, dan akanmagelang mengundang,“ imbuh Andy Soldim. (rls)

CMYK

MAGELANG - Sejumlah hotel berbintang di Magelang menggelar aksi Earth Hour sebagai bentuk partisipasi terhadap kampanye peduli lingkungan dan perubahan iklim. Aksi dilakukan serempak, Sabtu (29/3), mulai pukul 20.30-22.30 WIB, dengan melakukan pemadaman lampu pada beberapa areanya. Seperti yang dilakukan Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention (GAAHC) misalnya. Pada peringatan Earth Hour ini melayani para tamu menggunakan lilin selama satu jam. “Para tamu hotel terlihat senang bisa ikut serta dalam gerakan hemat energi atau Earth Hour. Bahkan, mereka mengabadikan gambar berlatar belakang cahaya lilin serta tulisan Earth Hour,” tutur General Manager GAAHC Magelang Anton Rezie, kemarin. Lebih lanjut Anton menuturkan, aksi pemadaman digelar sudah dua kali ini sejak hotel beroperasi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kepedulian hotel kepada lingkungan dan perubahan iklim. Ia berharap peringatan Earth Hour dapat diikuti oleh masyarakat maupun instansi lain guna berpartisipasi dalam menghemat energi. “Upaya penghematan ini sebenarnya sudah kita lakukan, contohnya degan melakukan pengontrolan oto matis saat mau meninggalkan kantor lampu atau perangkat lain yang tidak dipakai dimatikan,” terangnya. Selain itu, pihaknya juga sudah menggunakan seluruh lampu gedung menggunakan jenis light emiting diode (LED) yang dapat menghemat hingga 60 persen.

Kemudian upaya re-cycle dan re-use juga diterapkan seperti halnya pengolahan limbah kamar menjadi air yang selanjutnya digunakan untuk menyiram tanaman. Upaya ini, katanya juga sekaligus menyongsong akan dilakukannya audit ISO 9001 (manajemen mutu) dan ISO 14001 (manajemen lingkungan). Hotelnya akan menjadi yang pertama bagi hotel di bawah grup Aerowisata yang akan memiliki kedua ISO tersebut. “Kalau tidak ada hambatan, bulan Agustus kami akan memiliki kedua ISO tersebut. Sebenarnya selama ini hotel kami sudah termasuk ecohotel, tapi akan semakin yakin dengan adanya ISO tersebut,” paparnya. Selama peringatan berlangsung, hotel grup Garuda Indonesia ini menyediakan penawaran menarik untuk para tamunya. Selain memberi diskon sebanyak 60 persen untuk kamar, makanan serta minuman, juga menyediakan prasmanan green food. Marketing Communication Manager GAAHC, Lina Agustin menambahkan, dalam peringatan Earth Hour ini pihaknya mengajak seluruh tamu hotel yang malam itu banyak menginap. Tempat di-

foto : nur imron rosadi/magelang ekspres

LILIN. Pengunjung hotel menyantap makanan dengan diterangi dengan lilin.

pusatkan di area Pandan Resto yang diwarna dengan even candle light dinner. Aksi pemadaman lampu dalam memperingati Earth Hour juga dilakukan Atria Hotel & Conference (AHC). Dibeberapa area, seperti loby, kamar dan area-area lain yang banyak menyerap tenaga listrik tampak gelap.

Sayangnya, aksi pemadaman hanya berlangsung 15 menit saja. “Saat itu kita lagi banyak event. Jadi takut mengganggu aktifitas mereka akhirnya kita hanya sebentar saja memadamkan lampu,” ujar Public Relation Manager AHC Magelang, Candid Erdiata. (imr)

CMYK


CMYK

CMYK

SELASA 1 APRIL 2014

LIBUR PANJANG Terminal Lengang MAGELANG SELATAN - Momen cuti bersama tampaknya tidak berpengaruh terhadap jumlah penumpang di Terminal Tidar Kota Magelang. Libur akhir pekan sekaligus peringatan Hari Raya Nyepi, Senin (31/3), tidak terdapat lonjakan penumpang secara signifikan. Justru sebaliknya, situasi terminal yang berada di Jalan Soekarno-Hatta itu nampak lengang dan sepi sejak akhir pekan lalu. ”Tidak ada lonjakan dari hari Sabtu kemarin. Malahan cenderung sepi tidak ada penumpangnya,” ujar salah satu pedagang tiket bus teriminal setempat, Sulistiono, kemarin.

Tadi sangat sepi. Bahkan, banyak bus-bus yang hanya ngetem saja, karena sulit sekali cari penumpang. Malah nyaris tidak ada penumpang di terminal, EKO PRIJONO Dia mengaku, pada momen libur panjang biasanya ia dapat menjual hingga 10 tiket setiap harinya. Namun kali ini, ia hanya dapat menjual 3 sampai 5 tiket saja. ”Penjualannya relatif menurun.

Banyak malah bus kota-kota besar malah kosong tidak ada penumpangnya. Di terminal juga sangat sepi,” imbuhnya. Dia mengaku, jumlah penumpang akan melonjak dalam momen-momen tertentu saja. Tidak seluruhnya ketika liburan ramai. ”Biasanya saat mudik Lebaran dan libur panjang sekolah. Tapi sudah dua tahun ini jumlahnya tidak begitu banyak,” jelasnya. Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Tidar Eko Prijono mengaku, sepinya penumpang pada momen libur panjang ini karena pengaruh kendaraan pribadi yang sudah merebak. Selain itu, fasilitas yang kurang memadai di terminal Ikon Kota Magelang itu juga dituding menjadi penyebab menurunnya penumpang setiap tahun. ”Tadi sangat sepi. Bahkan, banyak bus-bus yang hanya ngetem saja, karena sulit sekali cari ke hal 11

foto : wiwid arif/magelang ekspres

SEPI. Situasi Terminal Tidar Kota Magelang terlihat lengang meski pada momen libur panjang, kemarin.

Wahyu Estri S

Hari Autis, Dorong Anak SLB Tetap Berkarya

foto : wiwid arif setyoko/magelang ekspres

Mulai Pakai Jilbab PERSEPSI segelintir wanita, memakai jilbab adalah suatu hal yang wajib. Selain beranggapan menjadi lebih dihargai lawan jenis, cara mengenakan jilbab juga menjadi hal yang penting untuk menjaga penampilan. Seperti yang dirasakan perempuan bernama Wahyu Estri Sejati. Menurut dia, jilbab adalah aksesoris yang bisa menambah sisi keanggunan seorang wanita. Tak pelak, warga Jalan A Yani, Pucangsari, Kedungsari, Magelang Utara ini memiliki banyak koleksi baju-baju muslim di rumahnya. Menurutnya, meski kesan awal berjilbab itu agak ribet, namun lambat laun dengan mengenakan jilbab, dia merasa semakin nyaman dan tambah percaya diri. ”Masih awal, baru sekitar dua bulan aku pakai jilbab. Ternyata nyaman, enggak ribet,” katanya. Mahasiswi semeter akhir Universitas Tidar Magelang (UTM) itu merasa, seiring dirinya mulai mengenakan jilbab, maka sudah sepantasnya ia mengombinasikan dengan kebiasaan seharihari. Salah satunya, dengan tekun beribadah dan mencoba bertutur secara santun.

MAGELANG TENGAH- Dalam rangka menyongsong hari Autis Dunia, 2 April 2014, Guru Staf dan jajaran pengajar SLB se Magelang dan Temanggung mengadakan acara Keakraban dan Ketulusan Para Disabillity, Ekspresion of Disablellity, di Komplek Bakorwil II Eks Karisidenan Kedu. Ketua Panitia kegiatan tersebut, Sigit Purnama mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengawal anakanak difabel agar tetap berkarya di masyarakat secara nyaman, sekaligus membuka sudut pandang bahwa, keterbatasan bukan hambatan untuk berkarya. “Dengan kegiatan ini akan membuat komunikasi dengan publik akan lebih luas untuk memberikan a prove bahwa anak-anak difable bukan komunitas yang tak mampu mengefloorkan ekspresi karya nyata. Ekspresion of disablellity adalah sebuah rangkaian yang membuat pandangan lebih jauh dan transparan dalam menjawab pertanyaan secara actual serta pengakuan tulus masyarakat umum tentang difable,”ucap Sigit. Sigit menambahkan, bahwa saat ini

kurangnya sosialisasi yang lebih luas tentang identitas anak-anak disability dapat membuat kurangnya keadilan sosial terhadap kaum difabel itu sendiri. “Keterbelakangan bukan suatu dosa, tetapi satu kekuatan nyata yang tersembunyi dan jarang orang mengerti apa arti itu semua. Kegiatan ini adalah upaya komunitas dan instansi yang selalu turut mengawal semua bentuk sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab,” terang Sigit. Dalam kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan beragam acara menarik, seperti difabel bazzar and café snack tradisioal, lelang art kreasion disability, lomba foto graphy ekspresi disability, music anak-anak difabel, pemutaran film “Disabelity Comunication”, pentas seni anak-anak disability, serta ekspresi komunitas lainnya. “Beragam acara yang diadakan dalam kegiatan ini, tentunya dengan tema yang sama. Mulai dari kesenian tradisional yang dibawakan anakanak difabel, hingga pasar murah. Dalam kegiatan ini akan dihadiri oleh sekolah tingkat SD, SMP dan SMA dari Kota/Kabupaten

Keterbelakangan bukan suatu dosa, tetapi satu kekuatan nyata yang tersembunyi dan jarang orang mengerti apa arti itu semua. Kegiatan ini adalah upaya komunitas dan instansi yang selalu turut me ngawal semua bentuk sosial dan kemanusiaan yang adil dan beradab, SIGIT PURNAMA Magelang dan Kabupaten Temanggung, serta pemerintah daerah, tokoh ke hal 11

KOTA KITA Tidak untuk Anak Menjelang akhir musim kampanye terbuka, nampaknya banyak peserta konvoi kampanye masih mengajak atau me libatkan anak di bawah umur.

Sepertinya orang tua atau siapapun yang mengajak anak, kurang memiliki rasa peduli kepada anak itu sendiri, FITRI, SWASTA,MAGELANG.

Kampanye untuk anak itu tidak ada hubungannya, karena anak belum mempunyai hak pilih, mungkin orang tuanya menganggap kampanye itu adalah hiburan, namun itu salah kaprah,(mg1) NINUK, SWASTA, MAGELANG.

ke hal 11

CMYK

CMYK


gung ekspres si X DPR RI Abdul Kadir ran didepan puluhan guru angkel Sabtu (29/3)Jangan okrasi Pendidikan Barat

CMYK

CMYK

SELASA 1 APRIL 2014

Plaza Baru Dibangun Sudah Bocor Berbagai Fasilitas Lain Dikeluhkan

PARPOL

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

PAPARAN.Ketua Panwaslu Kabupaten Murti Anggono memberikan paparan di depan anggota Panwascam.

Pengaman Logistik Pemilu Dipersenjatahi TEMANGGUNG - Kasatreskrim Polres Temanggung AKP Agung Setyo Budi Utomo dengan tegas mengatakan, tanggung jawab pengamanan logistik pemilu 2014 sepenuhnya menjadi tanggung jawab anggota TNI/Polri. Penegasan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi pengawasan tahapan pengadaan dan pendistribusian logistik pemilu 2014 di Aula Hotel Kintamani, Sabtu (29/3). Menurutnya, selama penyeti-

ngan hingga distribusi logistik pemilu 2014, pihaknya melakukan pengamanan dengan anggota bersenjata lengkap. “Pengamanan logistik menjadi tanggung jawab kami. Setiap hari minimal dua anggota bersenjata lengkap kami terjunkan di KPU,” katanya. Terkait dengan politik uang, ia menegaskan, KPU, Panwaslu, TNI/Polri telah sepakat akan memberantas politik uang. Karena akan mencederai demok-

rasi. “Politik uang bibit korupsi dan tindakan yang sangat dilarang. Jika ada yang menemukan segera laporkan ke Panwas atau kepolisian,” pesannya. Sementara itu Perwira Kodim 0706 Temanggung Lettu Inf Budi Setyawan menambahkan, politik uang harus diberantas sejak dini. Ke depan pemimpin hasil dari pemilu ini mempunyai integritas tinggi, malu korupsi dan berkualitas. ke hal 11

TEMANGGUNG – Sejumlah pedagang di Pasar Temanggung Permai (Plaza) mengeluhkan bocornya atap kios yang baru ditempati beberapa minggu ini. Pedagang sudah menyampaikan hal ini kepada pemerintah setempat, namun perbaikan yang dilakukan belum maksimal. “Sejak awal persiapan berdagang sudah bocor, sampai saat ini juga masih bocor,” kata Udin (50) salah satu pedagang di pasar tersebut kemarin. Padahal katanya, jauh hari sebelum diresmikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, pedagang sudah mengeluhkan hal ini kepada pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Sebelum diremikan kami sudah menggeluhkan hal ini. Kemudian dilakukan perbaikan, tapi lihat saja masih bocor, perbaikan belum sempurna,” katanya. Hal senada juga dikeluhkan Wanto (40), upaya perbaikan yang dilakukan seolah tidak maksimal. Buktinya hingga saat ini atap kios masih tetap bocor. “Apalagi kalau hujannya deras, bocornya di mana-mana,” keluhnya. Selain mengeluhkan adanya kebocoran, sejumlah fasiltas seperti bak mandi juga masih menggunakan bak mandi yang lama. Selain itu juga rolling door ada yang sudah sobek. Padahal aktivitas pedagang baru dilakukan belum genap satu bulan. “Kami sudah mengeluhan hal ini kepada bapak bupati, kalau bisa fasilitas-fasilitas yang kurang dan tidak sesuai bisa diganti,” pintanya. ke hal 11

foto: rizal ifan/temanggung ekspres.

SOSIALISASI. Pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah mensosialisasikan masalah sebagai saksi dalam Pemilu.

PPP Bekali Saksi TPS WONOBOYO – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mensosialisasikan cara menjadi saksi PPP dalam Pemilu Legistalif 9 April mendatang di Dusun Pomahan, Desa Rejosari, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Minggu (30/3). Acara yang dimulai pada pukul 10.00-13.00 WIB ini dihadiri oleh sekurang-kurangnya 243 orang saksi yang juga simpatisan partai bernomor urut 9 tersebut. ke hal 11

Titik Pendidikan Itu di Akhlak dan Karakter TEMANGGUNG – Penerapan sistem pendidikan di Indonesia tidak serta merta harus meniru sistem demokrasi pendidikan ala liberal. Sebab bangsa ini mempunyai kultur budaya yang harus dimasukkan dalam membuat konsep pendidikan “Jangan ditelan mentah-mentah, semua harus diperhitungakan, mana yang baik dan mana yang tidak. Budaya kita sama budaya barat itu berbeda,” kata Anggota Komisi X DPR RI Abdul Ka-

dir Karding usai acara dengar pendapat umum tim kerja sistem ketatanegaraan MPR RI dan empat pilar kebangsaan di Aula Pasar Ikan Dangkel Parakan, Sabtu (29/3). Dalam kesempatan usai menghadiri dengar pendapat dengan tema penguatan demokrasi dalam sistem pendidikan nasional itu, dikatakan budaya ketimuran sebagai ciri khas dari bangsa ini harus diperhitungkan sebagai salah satu faktor dalam membuat

konsep pendidikan. Sehingga budaya warisan nenek moyang bisa terus tertanam. Ditegaskan, sesuai pasal 31 UUD 1945 menyebutkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang . ke hal 11

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

BOCOR. Atap kios Pasar Temanggung Permai bocor.

Keluarga Amin Wastoni Dirikan Ponpes untuk Membantu Anak Putus Sekolah

Jamin Mutu SDM, Datangkan Pengajar Perguruan Tinggi Pada masa kampanye caleg dan partai politik jelang pemilu mendatang, istilah sekolah gratis menjadi iming-iming untuk menarik simpati publik. Telah sejak lama program impian ini digembargemborkan, tapi jarang janji pemilu itu terwujud. Bahkan, apa yang terjadi, wajah dunia pendidikan malah semakin lama semakin ternoda dan minim prestasi.

ke hal 11

ke hal 11

RIZAL IFAN, Wonoboyo DI saat gersang merambah dunia kaum pelajar tersebut, ternyata masih ada salah satu keluarga yang peduli akan nasib para penerus bangsa. Dengan niat tulus dan menggebu-gebu, mereka bertekad untuk membantu anak-anak putus sekolah supaya mampu melanjutkan lagi di masa depan, khususnya di Kecamatan Wonoboyo. ke hal 11

foto: rizal ifan/temanggung ekspres

POSE. Keluarga Amin Wastoni beserta ketiga anaknya, didampingi istri, Siti Maskanah, tengah befoto di lokasi tanah wakaf.

Din Syamsudin Siap Dicapreskan BULU – Ketua Umum Pimpi- ke hal 11 nan Muhammadiyah Din Syamsudin siap dicalonkan mejadi pemimpin negeri ini pada pilihan presiden mendatang, jika ada partai politik (parpol) yang melamarnya. “Saya siap, asalkan ada yang melamar dan ada persejutuan dari Muhammadiyah sendiri,” katanya usai menghadiri Hari Bermuhammadiyah di sebuah gedung pertemuan di Kecamatan Bulu Minggu (30/3). TEMANGGUNG – Meskipun 130 warga Diakuinya, sejauh ini sejumlah binaan di Rutan Kelas II B Temanggung tidak tokoh dari parpol telah datang ke tercatat sebagai warga Temanggung, namun kantor PP Muhammadiyah unmereka mempunyai hak pilih yang sama patuk menemuinya. Namun dari da Pemilu 9 April 2014 mendatang. sejumlah parpol itu tidak me“Mereka mempunyai hak yang sama denyampaikan secara definitf. Bangan warga negara lainnya. Mereka juga dihasanya isyarat dan tidak boleh harapkan menggunakan hak pilihnya deditelan mentah-mentah. ngan baik,” kata Komisioner KPU Temang“Manufer politik kemungkinan gung, Ari Murti Hendro Wardani, usai besar baru akan terjadi setelah memberikan sosialisasi pemilu 2014 di Rupemilu legislatif ini selesai. Metan kelas II B Temanggung kemarin. mang isyarat-isyarat sudah ada Ia mengatakan, pada dasarnya warga binatapi belum ada perminfaa yang an sudah mengetahui pemilu dan teknikdefinitif. Kalau saya ditanya apanya. Sosialisasi agar mereka lebih mema-

Napi Bisa Nyoblos Caleg

foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres

BICARA. Komisioner KPU Temanggung, Ari Murti Hendro Wardani, sedang memberikan sosialisasi kepada Warga binaan di Rutan Kelas II B Temanggung.

hami teknis pencoblosan dan bisa menggunakan hak suaranya. Selama ini katanya, akses informasi warga binaan ini kan terke hal 11

ke hal 11 Iklan dan Pemasaran : Jl. Gerilya Lingkungan Bebengan RT 4 RW 5, Kertosari, Temanggung Telp: (0293) 5526271


CMYK

MAGELANG EKSPRES

SELASA 1 APRIL 2014

7

Panwaslu Panggil Panitia Kampanye PPP Terkait Dugaan Kampanye BOROBUDUR - Partai Persatuan Pembangunan telah mulai menjajaki beberapa partai politik (parpol) dan menjalin komunikasi menjelang Pemilu 9 April mendatang. Tiga parpol yang sejauh ini dilirik oleh partai berlambang Kabah itu antara lain Gerindra, PAN, dan PKB.”Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada kerjasama politik,” kata Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan

(PPP), Suryadharma Ali usai kampanye di Lapangan Kujon Kecamatan Borobudur, Minggu (30/3). Menurutnya, dari ketiga parpol tersebut, pihaknya lebih intens menjalin komunikasi dengan partai Gerindra. Namun demikian, hingga saat ini PPP masih belum memunculkan nama calon presiden (capres) karena masih fokus pemenangan.”Target kami pada Pileg mendatang bisa mencapai 12 persen lebih suara, dan jika semua bekerja lebih keras lagi bisa mencapai suara 15 persen,” katanya. Sementara itu, dalam kampanye ter-

PARTAI GERINDRA

Karding Berjanji Lindungi Nasib Petani Tembakau

Elektabilitas Prabowo Paling Tinggi JAKARTA ~ Lembaga survei Indonesia Network Election Survey (INES) merilis hasil survei terbarunya, soal Elektabilitas Parpol dan Capres Jelang Pemilu 2014. Hasil survei yang dilakukan selama periode 14-21 April 2014 menunjukkan bahwa Capres Par tai Gerindra Prabowo Subianto memiliki elektabilitas paling tinggi dan Partai Gerindra dinilai sebagai partai yang paling anti korupsi. "Prabowo Subianto memiliki tingkat top of mind yang paling tinggi di kalangan masyarakat, yaitu sebesar 35,2%, disusul Megawati sebesar 17,1%, dam Joko Widodo sebesar 16,2%," kata Direktur Eksekutif INES Irwan Suhanto di Hotel Sari Pan Pacific, Jakata (31/3). Menurut Irwan, survei juga meneliti tingkat elektabilitas Capres 2014. Dia mengatakan, apabila Pemilu dilakukan hari ini maka rakyat Indonesia akan memilih Prabowo Subianto. "Dibandingkan dengan Capres lainnya, elektabilitas Prabowo paling tinggi sebesar 35,6%," katanya. Disusul Megawati sebesar 17,1%, Joko Widodo 16,2%, kemudian Wiranto, Pramono Edhi Wibowo, Aburizal Bakrie dan tokoh-tokoh lainnya dalam prosentase yang lebih kecil. Irwan menjelaskan, rakyat memilih Prabowo karena berbagai alasan utama, antara lain : memiliki strong leadership, jujur dan bersih, berkomitmen nemenuhi janji, mampu memberantas korupsi, mampu mengatasi permasalahan ekonomi, mampu mensejahterakan rakyat, dan mampu menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan nasional yang selama ini dilihat sangat lemah. Menurut Irwan, tongkat keterpilihan Prabowo yang tinggi berdasarkan argumentasi rakyat bahwa Prabowo dapar mengembalikan martabat bangsa Indonesia. "Hal ini dapat juga diartikan bahwa rakyat Indonesia sebenarnya memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, meskipun ekonomi tidak terlalu baik. (rls)

buka kemarin, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menemukan banyak pelanggaran yang terjadi. Seperti adanya keterlibatan anak- anak atau remaja di bawah umur serta pemakaian sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai standar.”Kami akan mengklarifikasi panitia pelaksana kampanye PPP Selasa (1/4) hari ini. Usai klarifikasi, kami masih akan mengkaji ada tidaknya pelanggaran serta jenisnya apa. Baru kemudian akan dilaporkan ke KPU,” kata Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabupaten Magelang, Eli Daru Asriani. (amb)

foto: jamil/wonosobo ekspres

BERJABAT TANGAN. Ratusan pedagang di Pasar Garung ingin bersalaman langsung dengan Anggota DPR RI H Abdul Kadir Karding, kamarin.

WONOSOBO – Wakil Ketua Baleg DPR RI Abdul Kadir Karding berjanji akan melindungi petani tembakau. Perlindungan yang dilakukan ialah dengan mengupayakan pencabutan PP 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Produk Tembakau bagi Kesehatan, mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) pertembakuan serta menolak pengesahan (Ratifikasi) Framework Convention in Tobacco Control (FCTC). “Baleg sendiri sudah mengirim surat penolakan ke pimpinan DPR pada 28 Februari lalu yang akan diteruskan ke presiden dan kita minta pemerintah agar tidak menandatangani dan mengesahkan FCTC. Karena kami khawatir ada konten yang tumpang tindih dengan RUU Pertembakauan,” terang H. Abdul Kadir Karding kepada Wonosobo Ekspres di warung makan seder-

hana di sela-sela kegiatan blusukan di Pasar Garung, kamarin. Dia mengkhawatirkan, FCTC tersebut hanya sebagai ajang persaingan dari perusahaan rokok asing. Dengan menetapkan larangan tak memperkenankan tar lebih dari 2 persen, maka kesempatan rokok putih yang merupakan produksi negara asing akan menyerbu negara ini. “Petani tembakau yang akan dirugikan, karena rokok putih yang merupakan produksi asing akan menyerbu negara ini,” jelasnya. Menurutnya, kontribusi cukai tembakau hanya Rp42 triliun, sedangkan obatobat yang diperlukan untuk penderita rokok mencapai Rp240 triliun. “Sekarang RUU Pertembakauan lolos di Prolegnas dan akan dibahas tahun anggaran 2014 mendatang, yakni hingga Oktober 2014. Meski demikian, kami membutuhkan dukungan dari para stakholder. (mg2)

CMYK


CMYK

10

KAB. MAGELANG

SELASA 1 APRIL 2014

11 Ribu Pohon Selamatkan DAS Kali Putih NGLUWAR- Forum Jurnalis Magelang (FJM) bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Opak Progo (BPDAS) melakukan kegiatan konservasi di daerah aliran sungai (DAS) Kali Putih sabtu (29/3) di Desa Blongkeng Kecamatan Ngluwar. Kegiatan dengan tema “Ayo Jogo Kaline” ini bertujuan untuk mengajak masyarakat turut dalam konservasi dan pelestarian alam di sekitar aliran Kali Putih. Aksi kepedulian para jurnalis itu merasa prihatin dengan kondisi beberapa sungai mengalami pendangkalan dan pelebaran akibat terjangan banjir lahar dingin. Salah satunya yaitu alur Kali Putih di Kecamatan Ngluwar dan Salam. “Kegiatan konservasi ini dilakukan untuk menanggulangi kerusakan alam akibat erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu, kita akan melakukan konservasi alam dengan menanam 11.000 pohon dari jenis gemilina, sengon, jati putih, dammar, suren dan beberapa tanaman buah-buahan lainnya. Sedukitnya ada 11 titik lokasi yang akan kita tanami pohon,” jelas Ketua panitia Habib Sholeh. Pihaknya sangat berharap kegiatan penghijauan tersebut tidak hanya sebatas menanam

pohon semata namun juga mampu menjadi gerakan kampanye untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar pada umumnya. “Semoga ditahun yang akan datang kita dapat menyelenggarakan lagi acara konservasi seperti ini dengan jumlah pohon yang lebih banyak,” imbuhnya. Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin yang ikut hadir dalam kegiatan tersebutmengaku sangat mendukung kegiatan ini. “Apresiasi yang setinggi-tingginya bagi para pihak yang telah mau melaksanakan kegiatan konservasi ini. Mari kita jaga kelestarian alam di sekitar aliran sungai untuk dapat memberikan manfaat bagi kehudupan di masa depan,” ungkapnya. Kegiatan konservasi daerah aliran Kali Putih ini juga melibatkan banyak pihak dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya warga empat desa, yakni Sirahan, Jumoyo, Blongkeng dan Seloboro, anggota Kodim 0705 Magelang, serta relawan dari berbagai komunitas. Selain itu panitia juga melibatkan para pelajar dari beberapa sekolah seperti SD Blongkeng 1, MI Maarif Blongkeng, SMKN 1 Salam, SMK Muhammadiyah 2 Salam dan SMAN Nguwar. Sementara itu, perwakilan BBWSSO, Suhadi Yusuf Wibi-

Kasus Pelanggaran Mobdin Tak Cukup Bukti Berhenti di Sentra Gakkumdu

foto:solikhah ambar p/magelang ekspres

TANAM POHON.Wabup Magelang Zaenal Arifin saat menanam bibit tanaman di DAS Kali Putih.

sono menuturkan, penambangan liar yang dilakukan oleh warga juga menyebabkan terjadinya degradasi pada bagian tanggul. Beberapa waktu sebelumnya, pihaknya menemukan sejumlah tanggul pengaman lahar yang dibangun ta-

hun 2011-2012 tersebut sudah banyak mengalami kerusakan. “Untuk itu, kami terus berupaya melakukan pembenahan dengan kegiatan penghijauan. Sejauh ini, setiap membangun cekdam kami selalu

menanam minimal 50 pohon. Untuk tahun ini, kami bangun tujuh fasilitas di Sleman, Magelang, dan Boyolali. Kami berharap masyarakat untuk menjaga sehingga sabo dam bisa berfungsi dengan maksimal,” jelas Suhadi. (cr3)

Job Training di Sawah Mantan Gubernur BANDONGAN - Sebanyak 28 orang Taruna Akmil tingkat IV Matra Darat Kecabangan Armed mengikuti job training di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, kemarin. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kurikulum taruna menjelang pelantikan perwira muda. ”Kegiatan ini merupakan pengenalan tugas-tugas mereka (taruna) baik sebagai Komandan Batalyon Tempur maupun Teritorial yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelas Komandan Koramil Bandongan Kapt Inf Mudjtahidin. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh para taruna tersebut antara lain karya bakti serta praktik pertanian di lahan milik mantan Gubernur Jawa Te-

ngah, Bibit Waluyo.”Dengan pembekalan semacam ini, diharapkan para taruna bisa berperan bersama dengan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan,” imbuh Danramil. Sementara itu, Bibit Waluyo yang berkesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan para taruna mengaku sangat mendukung kegiatan pembekalan pertanian ataupun ketahanan pangan. Kegiatan itu termasuk dalam pembinaan sosial kemasyarakatan dan diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana keterlibatan prajurit dalam menjaga ketahanan masyarakat. ”Mereka bisa melihat langsung kiprah masyarakat pedesaan dalam mempersiapkan keluarga untuk dukung ketaha-

nan pangan. Dengan begitu, ketika sudah keluar dari pendidikan taruna, mereka sudah punya bekal sedikit pemahaman,” kata Bibit. Diharapkan, ketika sudah terjun langsung ke lapangan, para taruna tersebut tidak canggung dan bisa langsung berperan bersama rakyat, terutama petani. ”Kepedulian TNI dalam rangka wujudkan ketahanan masyarakat sangat dibutuhkan. Saya sangat mendukung kalau seluruh TNI mampu mengaplikasikan hal ini,” tambah Bibit. Secara pribadi, kata dia, usai pensiun dirinya langsung melanjutkan konsep bali deso membangun deso bersama petani. Dia pun menggeluti apa yang ada dan diberdaya-

foto:solikhah ambar p/magelang ekspres

JOB TRAINING.Sebanyak 28 orang Taruna Akmil tingkat IV Matra Darat Kecabangan Armed mengikuti job training di Desa Banyuwangi, Bandongan.

kan.”Rakyat Indonesia itu 65 persen ada di desa. Kalau desa kuat maka kabupaten/kota, provinsi, dan negara juga akan

kuat. Titik tolak pemberdayaan ketahanan pangan adalah pemberdayaan potensi di desa- desa,” tandasnya. (amb)

Genteng Rumah Warga Beterbangan

foto:solikhah ambar p/magelang ekspres

TUMBANG. Sejumlah warga sedang memotong dan menyingkirkan pohon yang tumbang dan menutup akses jalan.

Disapu Angin Kencang CANDIMULYO - Angin kencang kembali memporakporandakan wilayah Kabupaten Magelang, Sabtu (29/3). Di Kecamatan Candimulyo belasan rumah mengalami rusak ringan akibat genteng beterbangan disapu angin yang cukup kencang. Puluhan batang pohon ambruk dan sempat memutus akses jalan serta listrik. Salah satu korban angin ken-

CMYK

cang, Sumarno (34) sempat shock lantaran mobil pikap yang dikemudikan tertimpa

MAGELANG EKSPRES

tiang listrik saat angin kencang melanda wilayah Dusun Bolong Kulon, Desa Tegalsari, Kecamatan Candimulyo. Saat itu, dia tengah membawa kayu sengon dari arah Blabak ke Candimulyo. ”Tiba-tiba sampai lokasi ada tiang listrik ambruk. Mobil bagian belakang tertimpa dan sempat membuat mobil agak terangkat,” terang Sumarno. Dia mengaku langsung menyelamatkan diri bersama kernet mobil M Saefudin ke arah pepohonan pisang dekat mobil. Akibat kejadian tersebut, aliran listrik yang mengaliri ratusan rumah warga di Desa Trenten dan Desa Tegalsari sempat terputus hingga Sabtu malam. Kepala Dusun Tegalsari Riyadi menuturkan, ambruknya tiang listrik disebabkan pohon sengon yang ambruk dan menimpa jaringan listrik. Menurutnya, tiang listrik di Dusun Dukoh, Desa Trenten juga sempat ambruk akibat angin kencang yang disertai hujan

deras itu. Namun demikian, petugas PLN langsung melakukan perbaikan. Sementara itu, 4 rumah di Dusun Dukoh rusak sedang akibat tertimpa pohon dan belasan lainnya rusak ringan. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah yaitu milik Nurhadi (50). ”Rumah bagian depan rusak berat akibat tertimpa pohon gowok berdiameter sekitar 50 cm dan panjang 16 meter. Terpaksa harus dibongkar agar tidak ambruk,” kata Nurhadi. Dia berharap agar pemerintah memberikan bantuan, mengingat biaya untuk perbaikan tidak sedikit. Sedangkan dirinya hanya berprofesi sebagai pencari nira. ”Untuk sementara ini, kami tetap tinggal di rumah karena tidak ada tumpangan,” ujarnya. Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang Joko Sudibyo menjelaskan, pihaknya sejauh ini sudah memberikan

bantuan logistik kepada korban yang tertimpa pohon. Bantuan tersebut, harapannya bisa dipergunakan untuk kerja bakti pembersihan. “Untuk rumah Nurhadi ini rusak sedang. Sementara untuk korban yang mengalami rusak rumah, kami ajukan dana tak terduga. Nantinya bisa berupa santunan,” ujarnya. Dia menyebutkan, tiga rumah lain yang mengalami kerusakan berada di Dusun Dukoh, dua di antaranya rumah milik Sumarni dan Tarno mengalami rusak ringan. Sementara, rumah Nurhadi mengalami rusak sedang. Sedangkan, satu rumah warga di Dusun Salam mengalami rusak ringan. “Selain merusak rumah, pohon yang tumbang juga sempat mengganggu akses jalan. Namun, sudah kami kondisikan untuk dibersihkan bersama relawan, tagana, dan tim reaksi cepat BPBD,” katanya. (amb)

MUNGKID - Kasus dugaan pelanggaran kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah berupa mobil plat merah yang ditindih plat hitam pada kampanye terbuka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di lapangan Tegalrejo beberapa waktu lalu akhirnya dibawa ke sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Dalam rapat yang digelar Jumat (28/3) lalu, semua pihak, yaitu Panwaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan menyatakan bahwa kasus itu tidak memenuhi unsur bukti permulaan yang cukup.”Kasus tidak dilanjutkan dan berhenti di sentra Gakkumdu,” kata Divisi Pelanggaran dan Penanganan Sengketa Pemilu Panwaslu Kabupaten Magelang, Hendy Setiyo Nugroho. Dikatakannya, berdasarkan keterangan dari salah satu saksi, pengguna kendaraan bukan termasuk pelaksana, petugas ataupun peserta kampanye namun hanya mengantar tamu.“Dari keterangan dan hasil klarifikasi saksi tidak ditemukannya keterlibatan pengguna kendaraan dalam aktivitas kampanye tersebut,” jelasnya. Adapun dua orang pengendara yang diketahui merupakan sopir berinisial C dan penumpang GY merupakan orang luar partai. Mereka diketahui berada dalam satu rombongan kendaraan dan beriringan dengan jurkam PKB, Ahmad Dhani saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Kecamatan Tegalrejo. ”Dasar hukum tidak dilanjut-

kannya kasus dugaan pelanggaran ini sebagai tindak pidana Pemilu, mengacu pada pasal 86 ayat 1 huruf H UndangUndang No.8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD yang menyebutkan pelaksana, peserta, dan petugas kampanye dilarang, menggunakan fasilitas Pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan,” sebut Hendy. Meskipun, lanjutnya, ada ketentuan pidana dalam pasal 299 UU No. 8 Tahun 2012 terkait sanksi ketika ada kesengajaan dalam menggunakan fasilitas pemerintah dalam kegiatan kampanye pemilu, akan tetapi dalam pasal 86 ayat 4 menyebutkan bahwa ketentuan ayat (1) huruf c, huruf f, huruf g, huruf i, dan huruf j, dan ayat (2) merupakan tindak pidana pemilu. Untuk huruf H tidak disebutkan sebagai tindak pidana Pemilu. Dia pun meminta semua pihak peserta ataupun pelaksana kampanye untuk mematuhi aturan. Seperti tidak menggunakan fasilitas negara selama pelaksanaan kampanye atau mobilisasi anak-anak di bawah umur. Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye PKB Kabupaten Magelang, Suwarsa menegaskan bahwa dua orang pengendara mobil dinas plat merah dan ditindih plat hitam tersebut bukan panitia ataupun anggota tim kampanye PKB. “Bisa saja itu pengunjung atau orang lain. Tapi yang pasti tidak ada panitia atau anggota tim kampanye yang menggunakan kendaraan dinas dalam kampanye di Tegalrejo,” kata Suwarsa. (amb)

xx


CMYK

CMYK

SELASA 1 APRIL 2014

BENCANA

KRONOLOGIS PEMBUNUHAN FINA 1 Selasa 25 Maret 2014, Fina

Belum Berpengalaman Tangani Erupsi Gunung

Yuni astuti berangkat mengaji pukul 15.00 WIB, mampir ke rumah pakdenya (Riswanto Mukin), yang hanya berjarak 15 meter dari rumahnya untuk pinjam payung lantaran kondisi hujan besar.

WONOSOBO - Perlu meningkatkan kepedulian semua pihak, mengingat penanganan bencana tidak semudah dibayangkan. Upaya itu butuh proses panjang untuk menuju masyarakat tanggap bencana. Pemerintah dan pihak perlu menyiapkan segala sesuatunya sebagai langkah antisipatif. Terlebih warga di Wonosobo itu belum �berpengalaman� menghadapi dampak dari erupsi gunung. Pengurangan ancaman bencana ini bisa dilakukan antara lain dengan menyinergikan semua pihak, seperti pemda, LSM, dan komunitas lain.

kamar, Geri melakukan 4 Di tindakan pencabulan kemudian membunuh dengan cara menjerat dengan menggunakan jilbab yang dipakai oleh korban hingga meninggal.

ke hal 15

6 Jumat 28 Maret 2014,

ASPIRASI foto: agus supriyadi/wonosobo ekspres

EVAKUASI. Petugas Polres Wonosobo sedang mengevakausi mayat Vina Yuni Astuti (11) siswa kelas 4 SDN 1 Batursari ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam karung yang dimasukan kardus.

foto: jamil/wonosobo ekspres

BERDISKUSI. H Abdul Kadir Karding menemui Camat Garung Santosa untuk membicarakan permasalah yang ada di pasar tradisional Garung, kemarin.

Pedagang Tradisional Harus Dilindungi WONOSOBO - Pemerintah harus melindungi para pedagang pasar tradisional. Caranya, dengan menata, mengelola, membuat aturan dan menjalankan aturan dengan sebaik-baiknya. Sebab, tanpa ada campur tangan pemerintah, pasar tradisional sulit untuk berkembang. Utamanya, ribuan pedagang akan kesulitan untuk memasarkan barangnya. ke hal 15

Siswi SD Dibantai Saudara Sendiri Diperkosa, Dibunuh dan Dimasukkan ke Dalam Kardus WONOSOBO - Setelah hilang selama empat hari, Vina Yuni Astuti (11) siswa kelas 4 SDN 1 Batursari, ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sudah ti-

dak bernyawa dalam karung yang dimasukkan dalam kardus bekas kemarin pagi (29/3) di langit-langit kamar rumah milik Riswanto Mukin,warga RT 01/ RW 02 Dusun Banaran Desa Batusari Kecamatan Sapuran. Tubuh mungil anak tidak berdosa itu saat dievakuasi oleh pihak Kepolisan Resort Wonosobo sudah mengeluarkan bau me nyengat dan dikerumuni lalat. Kepala Desa Batursari Sungko-

no kepada Wonosobo Ekspres mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh pemilik rumah setelah beberapa hari ini ada tetasan darah dari ruangan atas .Meski sudah dibersihkan darah yang mengeluarkan bau busuk itu terus menetes. “Penemuan ini berawal dari pemilik rumah Ibu Suhaemi (istri Riswanto Mukin), yang curiga dengan tetesan darah serta ke hal 15

Suhaemi , ibu kandung pelaku merasa curiga dengan munculnya tetesan air berwana agak kemerahan berbau busuk yang mengalir dari kamar lantai atas, meski sudah dibersihkan, namun tetasan ari terus mengalir.

2 Rumah pakdenya dalam

kondisi sepi, hanya ada Fery Supratikno (pelaku) di dalam rumah,

3 Melihat Fina masuk ke

rumahnya, Fery langsung menyekap dan membawanya ke kamar.

Mayat korban dimasukkan

5 ke dalam karung lalu diikat, kemudian dimasukkan ke dalam kardus lalu dibawa ke kamar lantai atas dan diletakkan di langit-langit kamar

8 Warga tidak berani

membuka dan melaporkan ke polisi. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisan ternyata di dalam karung tersebut ada mayat Fina yang anak kedua keluarga mahiro yang hilang empat hari lalu.

7 Sabtu 29 Maret 2014,

sekitar pukul 08.00 WIB Suhaemi akhirnya melaporkan ke tetangga sekitar, kalau ada bau busuk di dalam rumahnya, kemudian sejumlah warga termasuk ayah korban memeriksa kamar Fery yang ada di lantai atas. Ternyata bau busuk berasal dari sebuah karung yang terikat kuat dan dimasukkan ke dalam kardus.

*) dari berbagai sumber

KPU Mulai Distribusikan Logistik Pemilu 2014 WONOSOBO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo mulai mendistribusikan surat suara dan logistik pemilu legislatif ke tingkat panitia pemilih kecamatan. Packing dan distibusi logistik per hari ti-

ga kecamatan. Komisoner KPU Divisi Logistik Dian Kartika Whulandari kepada Wonosobo Ekspres kemarin ( 30/3) mengatakan, packing logistik pemilu sudah ke hal 15

Iklan dan Pemasaran: Jl. S Parman No 53 Prajuritan Bawah,Wonosobo. Telp. 0286 323632

CMYK

CMYK


(1,1) -1- PURWOREJO.indd 31/03/2014 23:20:58

HARIAN PURWOREJO Korane Wong Purworejo

SENIN 1 APRIL 2014

Eceran Rp 2.000

Ponpes Dikucur Rp4,6 Triliun Untuk Pembangunan

LOANO - Didasari atas rasa keprihatinannya terhadap keberadaan Asrama Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di sejumlah daerah di Indonesia, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Paride berjuang untuk membantu membangun Pondok Pesantren. Karena, ia mengakui bahwa Pesantren memiliki andil yang tidak sedikit bagi negara ini. “Dari data yang kami miliki, di Indonesia ini ada 27 ribu Pondok Pesantren. Mayoritas dalam kondisi yang sangat memperiha-

tinkan. Bayangkan, satu kamar ukuran 3x4 ditempati oleh 20 orang santri. Dan itu riil terjadi hampir di seluruh pesantren,” terang Djan Paride, saat menyerahkan SK bantuan Kemenpera kepada puluhan pondok pesantren dan bedah rumah untuk warga Purworejo, di Ponpes Nuril Anwar, Maron Kecamatan Loano, Minggu (30/3) malam. Ia menambahkan, minimnya anggaran yang disediakan Pemerintah RI disinyalir sebagai penyebab utama permasalahan itu. Betapa tidak, tahun 2013 lalu Pemerintah RI hanya menyediakan anggaran sebe-

sar Rp 600 miliar untuk membantu warga mendapatkan hunian layak. Dari total anggaran itu, Ponpes hanya mendapat jatah sebesar 2-3 persen saja. Kondisi tersebut membuat Kemenpora berupaya mencari terobosan guna mengurai permasalahan. Salah satunya dengan dengan meminta tambahan alokasi anggaran. Hal itu disambut baik Pemerintah yang kemudian menambah alokasi anggaran menjadi Rp4,6 triliun di tahun 2014. “Faktanya cukup mengejutkan, dari total anggaran dari Rp600 miliar dinaikkan

menjadi Rp4, 6 triliun. Dampaknya, saat ini sudah banyak masyarakat yang merasakan alokasi anggaran tersebut” imbuhnya. Dalam kesempatan itu Djen Paride menjelaskan, sebelum mengajukan permohonan, ia lebih dulu melakukan studi lapangan guna menyaksikan langsung kondisi riil masyarakat, salah satunya dilakukan di asrama Ponpes. Bukti pengamatanya itu, kemudian diserahkan kepada Presiden RI. “Faktanya masih sangat banyak warga yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Kondisi asrama santi juga jauh dari

kata layak, satu kamar bisa ditmpati oleh puluhan santri. Fasilitas pendukung seperti MCK juga perlu dibenahi. Fakta itu juga yang membuat pemerintah merasa perlu mengalokasikan anggaran,” ucapnya. Djan Paride melanjutkan, hingga 2014 ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang disediakan. Dia ntaranya untuk membangun 500 asrama Ponpes, membangun 2.700 MCK komunal, dan merehab sebanyak 500.000 rumah milik warga miskin. Dimana setiap satu rumah mendapatakn jatah anggaran sebesar Rp 7,5 juta. (mg4)

SEMINAR

foto: eko sutopo/harian purworejo

PERHATIKAN. Ratusan peserta mengikuti Seminar Nasional yang diadakan IMM di Auditorium UMP.

Mahasiswa UMP Dituntut Bangun Peradaban PURWOREJO - Sebagai salah satu upaya membangkitkan peran aktif generasi muda dalam membangun peradaban bangsa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Membangun Peradaban Bangsa” pada Sabtu (29/3). Seminar yang diselenggarakan di Auditorium UMP itu diikuti oleh sedikitnya 450 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, guru, dan umum. Rektor UMP Drs H Supriyono MPd menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Gebyar Milad ke-50 IMM UMP ini. “Melalui seminar ini generasi muda, khususnya mahasiswa UMP, diharapkan dapat lebih aktif dalam membangun peradaban bangsa agar mampu bersaing dengan bangsa lain,” katanya dalam sambutan. Hadir tiga tokoh sebagai pembicara, yakni yakni Drs Muhammad Suwarsono, M.A. (Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI), Eko Prasetyo S.H. (Pengurus Social Movement Institue), sedangkan Gubernur Jateng yang dijadwalkan hadir diwakili oleh kepala Bakorwil II Jateng Drs Budiyanto Msi. Terkait dengan tema, pembicara pertama, Drs. Muhammad Suwarsono, MA, dalam paparannya menekankan pada strategi pemberantasan korupsi menuju ekonomi keseimbangan. Pembicara kedua Eko Prasetyo SH, menyampaikan materi Membangun Harapan Masyarakat. Adapun pembicara ketiga, Drs Budiyanto Msi menjelaskan mekanisme pemerintahan, dan membangun kesadaran generasi muda merespons zaman. Terpisah, Pembina IMM UMP Rofiq Nurhadi MAg mengatakan, IMM sebagai salah satu kader masa depan bangsa harus dapat memberikan solusi untuk mengatasi isu-isu nasional, khususnya korupsi, melalui kegiatankegiatan yang bersifat membangun. (cr2)

Budaya ‘Wani Piro’ Sudah Merebak

foto: eko sutopo/harian purworejo

ANGKAT. KTNA bersama Kelompok Tani dan Kepala Kelurahan Doplang Kecamatan/Kabupaten Purworejo menyeleksi benih unggul Inpari 14.

Jamin Mutu, KTNA Seleksi Padi Inpari 14 PU RWO R E J O - Je l a n g musim panen padi tahun ini, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Purworejo melakukan seleksi padi varietas Inpari 14 di area penangkaran benih unggulan Kelompok Tani Rukun, Kelurahan Doplang, Kecamatan/ Kabupaten Purworejo, Minggu (30/3). Hadir dalam kegiatan tersebut ketua KTNA Kecamatan Purworejo, Seksi Pemuda Tani KTNA, Kepala Kelurahan Doplang, Ketua Kelompok Tani Seringin, Kuat, Rukun, Sigayam dan petani setempat. Ketua KTNA yang juga Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Doplang, Sabar menuturkan, seleksi varietas ini merupakan langkah untuk menjaga mutu

PURWOREJO - Kekecewaan masyarakat terhadap anggota legislatif yang duduk di kursi dewan menjadi salah satu daya dorong terjadinya proses traksaksional dalam Pileg 204 ini. Budaya wani piro atau wangsit di tengah masyarakat sudah menggejala saat mereka menerima kedatangan seorang calon legislatif yang berusaha mencari biting (suara-red) di tengah masyarakat. “Masyarakat meminta wangsit kepada para caleg kalau mereka benar-benar ingin dipilih. Kalau tidak ngasih wangsit ya masyarakat ngemohi,” ujar Ketua Panwaslu Purworejo Gunarwan SE di depan ratusan

benih Inpari 14 yang akan dipanen tidak lama lagi. Padi jenis baru yang ditanam di hamparan seluas 4,5 hektare tersebut ditargetkan akan menghasilkan 8,5 Ton per hektare. “Sekitar dua minggu lagi kami akan memasuki masa panen. Agar memperoleh benih yang bermutu baik, maka sebelum panen kita seleksi terlebih dahulu. Kita pisahkan jika ada varietas lain yang menempel,” terangnya. Dikatakan Sabar, hingga kini KTNA telah menangkarkan benih dari berbagai jenis padi, mulai Inpari 1 hingga Inpari 16 di wilayah yang berbeda. “Agar petani tahu cara penangkaran benih yang baik, kami mencetak sebanyak 57 Kader Benih Desa sebagai

kader yang akan mewakili membuat benih di wilayahnya masing-masing,” imbuhnya. Dion Agasi Setiabudi SI Kom, selaku anggota KTNA Seksi Pemuda Tani mengaku prihatin dengan minat pemuda di bidang pertanian yang masih minim. Menurutnya ini karena seakan tidak ada jaminan dari pemerintah bagi kesejahteraan petani. “Meski demikian, kami akan terus melakukan langkahlangkah yang dapat memberikan jaminan kesejahteraan bagi petani agar minat pemuda pun meningkat”, jelasnya.     Dion menambahkan, tidak adanya jaminan kestabilan harga padi saat musim panen juga menjadi kendala bagi petani. Seringkali ketika panen tiba harga padi anjlok

peserta bimbingan teknis pengawasan bagi relawan pengawas Pemilu yang diadakan Panwaslu Purworejo di Hotel Ganesha, baru-baru Pengertian wangsit yang dimaksud Gunarwan adalah ‘uang disit’ atau uang dahulu. Menurutnya, tidak sedikit dari anggota masyarakat yang secara terang-terangan meminta kepada caleg. Lebih dari itu, siapapun caleg yang masuk akan difasilitasi, dimana dalam pelaksanaan pencoblosan nantinya akan dibagikan suara-suara masyarakat kepada para caleg yang sudah membantu.

sehingga petani justru merugi. “Ke depan kami juga akan memikirkan jaminan harga padi melalui sistem resi gudang. Ini akan membantu petani agar tidak langsung menjual semua padinya setelah dipanen karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Dengan demikian, petani dapat melepas hasil panen secara bertahap dan mendapatkan keuntungan yang maksimal,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Kelurahan Doplang, Rudi Prasetyo S.Sos mengatakan, lahan pertanian yang berada di wilayahnya kini semakin berkurang karena tergusur untuk bangunan perumahan. Karena itu, keberadaan KTNA dan kelompok tani diharapkan dapat memotivasi para petani

“Semua yang datang itu diterima, memang terkadang uang tidak untuk pribadi tapi untuk kepentingan umum seperti pembangunan jalan dan lain sebagainya. Masyarakat berpikirnya saatnya untuk meminta karena kalau sudah duduk di DPRD biasanya mereka akan ditinggalkan,” imbuh Gunarwan. Gunarwan meminta kepada masyarakat untuk lebih arif dalam menyikapi kedatangan para caleg. Money politic dalam pelaksanaan Pemilu seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dirinya berharap masyarakat untuk bisa

untuk memanfaatkan lahannya dengan maksimal. “Banyak inovasi yang telah diluncurkan oleh KTNA dan kelompok tani, utamanya dalam penangkaran benih padi jenis-jenis baru seperti ini. Harapannya petani bisa kompak agar kelurahan Doplang dapat mendukung program Peningkatan Produksi Beras Nasional ,” jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan, Kelurahan Doplang memiliki potensi sumber daya manusia dengan penguasaan teknologi pertanian yang baik. “Dengan potensi yang ada ini, ke depan kami akan menuju ke penangkaran padi organik dan untuk mengolah hasil pascapanen kami sudah mulai merintis Koperasi Unit Desa (KUD) Doplang,” tandasnya. (cr2)

mengeliminir tindak money politic dari para caleg dengan tidak menerima pemberian. “Memang itu sulit, tapi setidaknya para caleg itu akan berpikir bahwa mereka tidak sekedar membeli putus suara dari masyarakat. Dimana semuanya telah dibayar tunai saat akan pencoblosan, dan saat duduk di kursi dewan menjadi masanya untuk mengembalikan modal,” tandasnya. Kepada para relawan yang akan membantu pengawasan pelaksanaan Pemilu 2014, Gunarwan meminta untuk bisa bersinergi dengan Panwascam dan Petugas Penyuluh lapangan (PPL) yang ada di desa. (mg4)

Ary Berdayakan Bermacam Cangkang Telur untuk Lukisan

Bermula dari Iseng, Kini Bernilai Jutaan Rupiah Ditangan kreatif, tidak ada sesuatu yang terbuang siasia. Bahkan, sesuatu yang bagi banyak orang dianggap sampah bisa disulap menjadi barang seni bernilai hingga jutaan rupiah. Salah satunya Ary Wahyu Purnomo W arga RT 1 RW 2 Desa Kaliwatubumi, Kecamatan Butuh. Di tangan kreatif milik pria 30 tahun ini, cangkang telur diolah menjadi karya seni. LUKMAN HAKIM, Purworejo BERBEKAL bakat seni serta ilmu yang diperolehnya dari Fakultas Sastra dan Seni rupa Jurusan Seni Murni Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, Ary kini sibuk di rumah dengan mengolah cangkang telur sebagai media untuk menghasilkan karya unik, berupa lukisan mixed. “Untuk sebuah karya lukisan

mixed media cangkang telur berukuran 1,5 meter, saya bandrol dengan harga Rp 4,5 juta sampai Rp 5 juta. Tergantung tingkat kesulitannya,” terang Ary saat ditemui Harian Purworejo, kemarin. Ary menuturkan, usaha kerajinan yang telah dilakoninya sejak empat tahun lalu tersebut bermula dari coba-coba. Namun setelah karyanya jadi, ternyata respon masyarakat sangat baik. Sejak saat itulah ia serius untuk menekuni usaha ini. “Awalnya hanya coba-coba bereksperimen dengan membuat karya lukisan menggunakan bahan yang ada di sekitar rumah. Namun, setelah jadi ternyata laku dijual. Sejak saat itulah ia mulai menseriusi dengan menggunakan media-media yang lain sebagai uji coba selanjutnya,” tambahnya. Seluruh bahan dari lukisan tersebut diambilkan dari warna asli cangkang telur tanpa sedikitpun menggunakan warna tambahan. Cangkang-cangkang telur itu ia beli dari pedagang kue maupun jamu yang juga merupakan tetangganya.

“Cangkang telur memiliki tekstur yang cukup unik dan warnanya juga bervariasi. Kombinasi dari berbagai warna telur, seperti telut bebek, telur ayam kampung telur ayam petelur sangatlah berbeda baik tekstur maupun warnanya. Kombinasi dari perbedaan warna inilah yang saya saya pecah-pecah sesuai dengan kebutuhan kemudian dikombinasikan dan dituangkan dalam kanvas untuk menghasilkan lukisan menarik dan memiliki nilai seni tinggi,” imbuhnya. Sebelum menata di atas kanvas, sanbung Ary, ia juga harus membuat pola lukisan dan menentukan kombinasi warna cangkang, yakni memilih warna cangkang yang gelap, cukup terang dan terang. “Mengingat sulitnya pengerjaan kerajinan tersebut, maka dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat satu karya. Karya berukuran 1,5 x 1 meter bisa diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Sementara untuk karya yang lain seperti menggunakan media gerabah, proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu lebih singkat. Satu

hari saya bisa membuat kerajinan gerabah 1-2 buah,”katanya. Karya-karya yang berhasil dihaslikannya tersebut, sering diikutkan dalam berbagai pameran. Menurutnya, selain mencari kepuasan bagi Ary pameran juga menjadi ajang untuk memasarkan hasil karyanya. Selain itu, beberapa karyanya juga dijual dengan menitipkannya kepada galeri milik teman-temanya. “Karena berkarya merupakan salah satu jalan untuk memperoleh uang, selain membuat lukisan dari cangkang telur, ia juga terus mencoba karya lainya seperti luisan car, karikatur, kaligrafi dan lukisan kaca. Hal itu diseuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. Tangan kratif Ari tidak hanya berhenti sampai disitu lantaran dirinya juga membuat karya dengan menggunakan media kanvas dan triplek untuk menuangkan kreasi lukisan foto: lukman hakim/harian purworejo mixed media tiga dimensi, dia LUKISAN. Ary menunjukkan lukisan Ir Soekarno dari cangkang telur. menggunakan media gerabah yang berbahan dari tempurung kelapa, dibidang seni ini, saya mampu abah, karya itu saya jual kisaran memperoleh penghasilan yang Rp 40.000 - Rp 60.000 per buah,” keramik dan kayu. “ Syukurlah, karena keahlian saya cukup lumayan. Untuk media ger- pungkasnya. (*) Iklan dan Pemasaran: Jl. Kolonel Sugiyono No.94 Purworejo Telp: (0275) 322594


Magelang ekspres edisi 1 april 2014