Issuu on Google+

D E S T I N A T I O N S fotografi: astrid natasastra

Alunan musik jazz quartet menjadi background sempur­ na di perkebunan wine pada sore hari

Special wine dari V.Sattui Winery

Menyebutkan nama

cabernet sauvignon atau chardonnay di saat memesan wine memang tidak pernah salah. Selain dijamin selalu tersedia di setiap menu, kepopulerannya juga dikenal karena reputasinya yang tidak diragukan lagi, mengingat faktor usianya yang sudah ratusan tahun. Kedua jenis wine asal Eropa ini memang sudah dikenal dunia sebagai wine klasik, namun coba Anda memesan zinfandel, maka belum tentu tersedia di semua tempat. Cukup disayangkan, padahal ini merupakan wine yang paling terkenal di California. Apabila Anda penasaran akan perbedaan wine Eropa dengan California, bayang­ kan saja membandingkan crème brulee yang bentuknya indah dengan apple pie buatan rumah, dimana yang satu terlihat anggun, bergengsi dan klasik, sementara yang terakhir berkesan homey dan lebih terasa dekat dengan kehidupan seharihari sehingga bisa dinikmati tanpa perlu ada acara khusus. Selain itu saya juga ingin menunjukkan bahwa kunjungan ke winery tidak hanya sebatas melihat perkebunan anggur dan mencicipi wine. Walaupun sulit dipungkiri, namun itulah bagian terbaiknya! Di tempat-tempat menarik ini, Anda juga bisa berwisata kuliner mulai dari mencicipi berbagai hasil produsen lokal seperti keju dan minyak zaitun beragam jenis, mengikuti kelas masak, hingga mempelajari wine lebih dalam. Intinya, kegiatan yang membuai indera perasa Anda secara maksimal.

SENSUOUS

SENSES Penjelajahan vineyard, restoran dan food shops pilihan di salah satu negara wine terbaik di dunia - Napa dan Sonoma Valley, California. Di sini Astrid Natasastra berbagi destinasi yang paling berkesan selama kunjungannya MEN’S FOLIO 118

Grape Expectations

V.Sattui Winery, merupakan bangunan berbatu menyerupai kastil yang terdiri dari dua lantai, di atas adalah menara, di bawah adalah ruang bawah tanah untuk aging cellars

Napa Valley merupakan nama besar dalam kamus perkebunan anggur yang memiliki perkebunan wine bersejarah seperti Domaine Chandon, Robert Mondavi, dan Niebaum-Coppola, di samping pendatang baru seperti PlumpJack Winery. Dari sekian banyaknya winery yang ada di Napa Valley (total sekitar 400), maka saya harus selektif dalam memilih tujuan karena keterbatasan waktu. Karena itu sebagai kunjungan pertama tidak ada yang lebih tepat dalam menghadirkan suasana Napa yang sesungguhnya selain di V.Sattui Winery. Bagaimana tidak? Selain terdapat winery dengan barrel aging cellars, di sini juga terdapat gourmet deli dan cheese store, gift shop serta area piknik yang luas dan teduh. Berlokasi di St. Helena, jantung kota Napa Valley, V. Sattui merupakan bangunan kuno dari bebatuan yang menyerupai kastil, serupa gambaran winery yang ada di Italia dan Perancis pada abad ke-19. Terdiri dari bangunan dua lantai, di bagian atasnya terdapat menara, sedangkan di bagian bawahnya adalah ruang bawah tanah untuk aging cellars. MEN’S FOLIO 119


D E S T I N A T I O N S teks & fotografi: robin mckelvie

Bangunan modern dari COPIA Food and Cultural Center

Nama V. Sattui diambil dari nama penemunya, seorang imigran asal Italia bernama Vittorio Sattui yang membangun tempat ini pada tahun 1885 dan telah menjadi bisnis turun temurun semenjak itu. Pria kelahiran Genor, Italia ini memang mempunyai cita-cita mendirikan sebuah winery semenjak ia tiba di San Fransisco pada tahun 1882 untuk memulai hidupnya di Amerika. Nampaknya semangat Italianya berhasil tertuang lewat arsitektur dan konsep tempat yang tidak kalah indahnya dengan suasana winery di Italia. Pada tahun 1975, tempat ini sempat mengalami pembaruan oleh penerusnya, Daryl Sattui, di mana sekarang ini hasilnya bisa dilihat dari lahan yang luas dan rapih, dengan perkebunan anggur yang memancarkan aura old world charm dari vila Italia dengan latar belakang cuaca California yang cerah. Bagi Anda yang memang ingin berpetualang wine, maka dengan biaya tasting sebesar US$5 Anda dapat mencicipi 6 gelas wine dan US$10 untuk koleksi wine premium, atau tantang diri Anda untuk mencicipi rangkaian Vintage Wine dan Reserve Wine yang disimpan di Vittorio Room seharga US$25 (hanya tersedia di akhir pekan). Pelajaran pengenalan wine ini juga termasuk tur yang dipandu Wine Consultants, sambil menjelajahi vineyard, pabrik produksi, ruang barrel hingga private cellar. Selanjutnya apabila Anda ingin membuktikan bahwa ‘California has the best weather’, maka kegiatan apalagi yang lebih tepat selain berpiknik? Tempat ini memang ideal apabila Anda datang dengan rombongan, karena area tamannya sangat luas dan teduh, dengan patio berbatu dan air mancur. Bahkan karena keindahannya tempat ini juga sering digunakan untuk acara pernikahan. Setelah puas memilih makanan, mulai dari 200 ragam keju berbagai negara, salad, sandwich hingga panini, kini Anda siap menggelar wine country picnic. Saya beruntung karena berkunjung ke sini pada akhir pekan di Musim Panas, karena selama Musim Panas mereka menyediakan barbecue salmon, udang, sosis, hingga pizza. Destinasi kedua, bagi Anda yang ingin mendapatkan pelajaran lebih mendalam mengenai sejarah wine di California, maka beralih­ lah ke food and cultural center bernama COPIA. Memang tidak salah apabila COPIA mengaitkan wine dengan makanan, karena lebih dari 100 tahun sejak anggur pertama kalinya ditanam di perbukitan ini, bidang kuliner juga ikut bermunculan di daerah ini. Nama COPIA mengandung makna goddess of abundance, yaitu discovery

Welcoming message mengenai keterkaitan wine dengan kuliner yang terukir di dinding pintu masuk COPIA

Julia’s Kitchen yang diambil dari nama chef Julia Child yang legendaris

Demo masak dari lunch series “A taste of COPIA”

MEN’S FOLIO 120

Gourmet food store, dengan lebih dari 200 ragam keju dari seluruh dunia

center non-profit yang tujuannya menelusuri, membagikan kenikmatan dan wine, serta menjelaskan kaitannya dengan makanan dan kebudayaan. Bertempat di pusat kota Napa Valley, di sini pengunjung bisa mengikuti program wine tasting, mengunjungi perkebunan organik, mengikuti acara konser, bersantap fine dining maupun casual dining, hingga berbelanja souvenir wine. Sebagai ‘tamu kehormatan’ kuliner di sini adalah Julia’s Kitchen, restoran yang mengambil nama dari chef legendaris Julia Child, seorang chef asal Amerika yang dikenal lewat kesuksesannya mempopulerkan masakan Perancis di Amerika, lewat bukunya Mastering the Art of French Cooking. Hingga saat ini buku tersebut masih menjadi bestseller dan merupakan ‘buku wajib’ dimiliki bagi mereka yang ingin mempelajari dasar-dasar masakan Perancis. Tempat ini juga dianugerahi New York Times sebagai salah satu dari tiga restoran terbaik di Napa Valley. Untuk merasakan pengalaman yang lebih lengkap, cobalah mengikuti “Taste of COPIA”, lunch series yang diadakan setiap Jumat siang, dengan program seperti demonstrasi masak, diskusi mengenai wine pairing, serta bincangbincang tentang bahan makanan dengan chef berpengalaman. Saran saya, jangan lewatkan acara ini apabila Anda seorang penikmat gastronomi sejati, karena ini merupakan pengalaman yang dapat memperluas pandangan kuliner Anda, sambil menikmati makanan three course dengan tiga wine pairing yang nikmat tentunya. Untuk pilihan lain yang lebih kasual bisa beralih ke daerah bistro yang menyajikan hidangan dari perkebunan yang sehat dan segar dengan harga menu yang lebih terjangkau. Tahun ini rencananya juga dibuka sebuah wine bar, dengan wine tasting room terbesar di West Coast dengan pilihan sekitar 500 wine. Uniknya di wine bar tersebut akan ada sudut khusus untuk wine lokal, dalam rangka mendukung produsen wine yang lebih kecil sehingga mereka berkesempatan untuk berinteraksi dengan pengunjung COPIA secara langsung. MEN’S FOLIO 121


yang dapat disantap sehari-hari. Wine yang juga tidak kalah populer adalah Rosso Classic, yang dibuat dengan aneka campuran anggur merah. Teksturnya yang kaya, paduan rasa dari buah plum, cherry, mocha dan selai strawberry menjadikannya pilihan yang ideal untuk segala jenis makanan. Walaupun di sini tidak terdapat food store, namun koleksi suvenir wine dan piknik sangat memikat. Di sini Anda bisa mendapatkan wine stopper dan pourer eksklusif hanya dengan seharga US$12. Sedangkan kafe berukuran mini memungkinkan Anda untuk memesan makanan yang bisa Anda nikmati di area piknik. Meskipun ukurannya tidak terlalu luas, karena hanya terdiri dari empat meja, namun lokasinya berhadapan langsung dengan ladang anggur yang berjarak hanya beberapa langkah, sehingga Anda bisa menghirup aroma dari pembuatan wine begitu udara berhembus. Ditambah lagi alunan musik jazz dari quartet, yang rupanya hanya ada setiap hari Jumat sore hingga malam (beruntungnya saya!). Selain itu, Jumat juga merupakan hari ideal untuk mengunjungi tempat ini, karena setiap sore terdapat marketplace, bernama Geyserville Neighbor’s Market, di mana pengusaha lokal berkumpul dan menjual hasil produksi organik mereka yang lezat, seperti homemade truffles, toffee, selai, keju, dan coklat. Apabila Anda belum puas dengan kunjungan ke winery, maka jangan lewatkan kunjungan ke Roshambo Winery and Gallery. Sosok di balik ide ini adalah Naomi Brilliant, cucu dari pengusaha anggur ternama, Frank Johnson. Selain winery dengan konsep funky dan atmosfir modern, juga terdapat galeri yang sleek dan chic yang memamerkan hasil karya seniman setempat. Tapi selain bersenangsenang, Roshambo juga serius dalam kualitas wine, karena Zinfadel yang diproduksinya ini tidak kalah populer di antara pecinta wine.

Suvenir wine dan peralatan piknik dari koleksi Coppola Winery

Melodious Empiricism

Napa Valley dengan V.Sattui yang terkenal merupakan ‘kunjungan wajib’ bagi mereka yang baru pertama berkunjung ke daerah ini, sehingga terkadang kepopulerannya membuat tempat ini terlalu ramai terutama di saat liburan. Jadi, apabila Anda menginginkan suasana winery yang lebih privat, maka beralihlah ke daerah Sonoma Valley, yang berada di antara Napa Valley dan Pacific Ocean. Walaupun iklimnya cukup serupa dengan Napa Valley, namun anggur-anggur yang dihasilkan di sini memiliki cita rasa tersendiri dan kualitasnya pun tidak kalah. Salah satu winery favorit saya di sini adalah Francis Coppola Winery. Walaupun sekilas tempat ini tampak tidak jauh berbeda dari winery pada umumnya, yaitu terdiri dari wine tasting room, ladang anggur dan area piknik, namun tempat ini menyiratkan suasana yang berbeda melalui interior modern yang berpadu dengan suasana perkebunan anggur tradisional. Karena lokasi yang sedikit terpencil, maka pengunjungnya pun cukup terbatas, sehingga suasananya lebih tenang dan membuat Anda lebih nyaman berlama-lama di sini. Untuk lebih jelas membayangkan apa yang saya rasakan, saya anjurkan Anda memulai tur ini dengan menikmati segelas Sonoma County Director’s Cut yang disajikan begitu memasuki barrel room. Sambil menghirupnya perlahan, Anda akan lebih meresapi sejarah menarik dari berdirinya winery yang mempopulerkan wine bernama Rosso dan Bianco ini. Di sini semua koleksi wine memang hasil kreasi dari Francis Ford Coppola, nama besar yang sudah tidak asing lagi dalam dunia perfilman, video, resor, hingga majalah literatur dan perkebunan wine tentunya. Rupanya pembuatan wine sudah menjadi tradisi keluarga Coppola selama beberapa generasi, dimulai dari kakeknya, Agostino Coppola, yang dulunya membuat wine di ruang bawah tanah apartemennya di New York yang menggunakan campurannya sendiri. Tapi semenjak 30 tahun lalu, barulah Francis dan Eleanor Coppola beserta anak-anaknya pindah ke San Fransisco, dengan tujuan mencari cottage kecil di Napa Valley dan memproduksi wine sendiri. Sejalan dengan perkembangan tempat ini, ia kemudian mengambil langkah lebih lanjut dengan mendirikan sebuah wine house untuk kreasi wine mereka yang kian populer, yang kemudian diberi nama Diamond Collection dan Rosso & Bianco. Hingga kini wine mereka dikenal sebagai wine mewah dengan harga terjangkau

Kunjungan ke Francis Coppola Winery tidaklah lengkap tanpa memberli house wine mereka yang populer, yaitu Diamond Collection atau Rosso & Bianco

MEN’S FOLIO 122

Air mancur di dalam V.Sattui Winery

MEN’S FOLIO 123


Gigot d’Agneau, yaitu roasted leg of lamb with merguez sausage, couscous, sweet peppers, English cucumbers and mint lamb juice

Huitres, oyster segar sebagai makanan pembuka

Flétan Poêlé, ikan halibut panggang dengan braised fennel, roasted tomatoes, crispy capers dan tomato verbena nage.

Toko-toko wine lokal yang banyak terdapat di Sonoma Valley

Jauh dari kesan formal, Bouchon nampak lebih rileks dan tenang dari luar, namun penuh kehidupan di dalamnya

FACT FILE

1. V Sattui Winery

Melodious Finesse

Mengarah ke utara melewati perbukitan di Highway 29, Anda akan melewati sederetan restoran ternama, mungkin yang sering Anda lihat di acara food channel atau majalah kuliner. Di sini terdapat restoran French Laundry yang berlokasi di Yountville. Selagi melintasi jalan ini, jangan harapkan bangunan besar dan mewah, karena dari luar tempat ini hampir tidak terlihat. Saya melakukan kesalahan dengan tidak melakuan reservasi, karena rupanya di sini diperlukan reservasi minimal sebulan sebelumnya, padahal waktu itu saya tiba sebelum jam makan malam dan bukan di akhir pekan. Restoran ini dikelola oleh Chef Thomas Keller yang juga mengelola sebuah restoran di Manhattan. Padahal sebelum ke sini saya sudah membayangkan kelezatan hidangannya yang ternama, oyster with cream and tapioca pearls dan daging kelinci panggang beraroma rosemary. Karena itu saya mengobati kekecewaan dengan beralih ke restoran yang juga dikelolanya, Bouchon, hanya berjarak beberapa meter dari French Laundry. Serupa dengan French Laundry, dari luar tempat ini hanya terlihat seperti kafe biasa, dengan kanopi merah dan beberapa meja dan kursi alfresco. Menempati bangunan yang sudah ada sejak tahun 1800-an, desainer Adam Tihany menciptakan dekor bertema bistro Perancis yang mewah namun tetap berkesan kasual, di mana pengunjung yang datang terlihat sangat rileks, sambil berbincang-bincang dan menikmati makanan mereka. Bouchon mengambil nama dari sejenis bistro yang pertama muncul di daerah Lyon pada abad ke-19. Ciri khas Bouchon adalah suasana kekeluargaan, hidangan yang simpel dan tradisional. Di sini yang menjadi pilihan santapan saya adalah Huitres, yaitu oyster segar sebagai makanan pembuka. Dilanjutkan dengan Gigot d’Agneau, yaitu roasted leg of lamb with merguez sausage, couscous, sweet peppers, English cucumbers and mint lamb juice. Sementara teman saya memilih Flétan Poêlé, ikan halibut panggang dengan braised fennel, roasted tomatoes, crispy capers dan tomato verbena nage. Kedua hidangan ini mempunyai cita rasa yang sangat halus, dengan penyajian yang sempurna namun tidak berlebihan. Sebagai makanan penutup, saya memilih pastry di Bouchon bakery, yang berlokasi tepat di sebelah restoran ini. Dijamin akan sulit menentukan pilihan di sini, selain roti-roti yang baru dipanggang, juga ada beragam makaroni, croissant, tart hingga coklat. Kunjungan ke Bouchon tidaklah lengkap tanpa mencicipi roti atau kue dari bakery yang semakin populer ini. Sebagai pilihan tempat penginapan, apabila Anda berencana untuk menjelajahi Napa dan Sonoma Valley dalam sekali kunjungan, saya menganjurkan untuk bermalam di daerah Carneros, yang berlokasi di antara kedua daerah ini. Carneros juga merupakan daerah produsen anggur, dengan koleksi wine yang paling terkenal bernama Pinot Noir. Di sini terdapat Carneros Inn, sebuah rumah peristirahatan mewah berbentuk cottage dengan interior modern dan stylish. Lokasinya yang berada di antara Napa dan Sonoma menjadikannya pilihan praktis untuk mengunjungi dua daerah tersebut. Sedangkan untuk fasilitas, terdapat private garden, restoran eksklusif dengan pemandangan ladang anggur, outdoor shower hingga perawatan spa mewah. Kejutan lain yang juga saya dapatkan di tempat ini adalah restoran yang berlokasi di penginapan ini, bernama Boon Fly Café, yang bisa memposisikan diri di antara restoran kasual dan formal, serupa dengan perbedaan antara Napa dan Sonoma Valley. Hal ini terbukti dari menu makanan yang ada, seperti Kobe beef burgers, mac n’ Gruyère cheese dengan kisaran harga yang tidak akan menguras dompet Anda. Begitu pula dengan harga winenya, yang cukup mengejutkan karena relatif murah, ternyata setelah saya selidiki, prinsip mereka adalah “Mengapa menjual wine dalam harga mahal di tempat ini apabila Anda bisa dengan mudah mendapatkannya di toko toko sekitar dengan harga terjangkau?”. Satu alasan lagi mengapa saya layak mencatat tempat ini sebagai salah satu tujuan yang patut direkomendasikan, bukan? MEN’S FOLIO 124

1111 White Lane St. Helena, CA 94574 Tel: 707-963-7774 www.vsattui.com/

2. COPIA The American Center for Wine, Food & the Arts 500 First St. Napa, CA 94559 Tel: 707-259-1600/ 888-51-COPIA www.copia.org

3. Francis Coppola Winery

300 Via Archimedes formerly Souverain Road Tel: 1-877-RossoBianco (1-877-7677624) http://www.rossobianco.com/

4. The French Laundry 6640 Washington St. Yountville, CA 94599 Tel: 707-944-2380 www.frenchlaundry.com

5. Bouchon

6534 Washington St. Yountville, CA 94599 Tel: 707-944-8037 http://www.bouchonbistro.com/ http://www.bouchonbakery.com/

6.Carneros Inn

4048 Sonoma Highway Napa, CA 94559 TEL 707-299-4900 http://www.thecarnerosinn.com/thecarnerosinn/

7. Boon Fly Café

4048 Sonoma Highway Napa, CA 94559 Tel: 707-299-4870 http://www.thecarnerosinn.com/thecarnerosinn/restaurant_boonfly.aspx

8. Roshambo Winery and Gallery

3000 Westside Rd. Healdsburg, CA 95448 Tel: 707-431-2051/ 888-525-WINE www.roshambowinery.com o

MEN’S FOLIO 125


Sensuous Senses