Page 9

mengambil pekerjaan sebagai seorang freelance graphic designer. Dari pekerjaan tersebut, kepada VISI Gilang menceritakan bahwa kala itu ia biasa diberi upah sebesar Rp 70.000,00 untuk setiap desain yang dibuatnya. Tak hanya itu, ia juga mengambil peran dalam salah satu proyek perkuliahan di kampusnya dengan menjadi art director di Olli Advertising Agency. Usaha dan tekad belajar Gilang pun membuahkan hasil. Sejumlah prestasi berhasil ia torehkan. Prestasi-prestasi tersebut antara lain meliputi Juara 1 Entrepreneur Muda Terbaik UNS dalam Festival Ilmiah Mahasiswa versi BEM dan versi Studi Ilmiah Mahasiswa (SIM) tahun 2016, 1st winner in Art Directing and best team with OLLI Advertising Agency, serta best presenter in three semesters learning of Integrated Markeing Communication Plan with Granola Creations, Bali. Tak hanya itu, Gilang juga beberapa kali didaulat sebagai pembicara dalam acara-acara seminar kewirausahaan baik di level kampus maupun umum.

Jangan Lakukan Sendiri

Melakukan pembagian waktu dengan efektif merupakan salah satu hal yang sukar dilakukan oleh para wirausahawan muda yang sedang duduk di bangku kuliah. Kurang bisa membagi skala prioritas antara kuliah dan kerja merupakan penyebab

banyaknya bisnis rintisan kaum muda yang harus gulung tikar. Kepada VISI, Gilang sendiri menyampaikan bahwa kuliah tetap menjadi prioritasnya. Oleh karena itu, ia juga giat mencari orang lain yang sanggup dan mau bekerjasama dalam tim agar Eleven Attire tetap berjalan semestinya. Hal tersebut terbukti berhasil. Ia berhasil mengumpulkan setidaknya 17 anggota dari UNS, belum termasuk model. “Ada tim di sana, yang sama-sama melengkapi saat ada kekurangan. Sehingga proses jual beli tetap terjaga dan berjalan tanpa meninggalkan kuliah,” ungkap Gilang Sebelum menutup sesi wawancara dengan VISI, Gilang membagi beberapa tips untuk mahasiswa yang ingin belajar ataupun mencoba berwirausaha. Bagi Gilang, hal pertama yang harus dimiliki seorang wirausahawan adalah komitmen tinggi. “Follow your passion. Kalo ngerjain sesuatu karena passion, mesti kita ngerjainnya enak,” imbuh Gilang. Tips lain yang tak kalah penting adalah mencari keunikan diri sendiri untuk melawan kompetitor usaha yang ada. Dengan mencari nilai baru yang tentunya tidak mainstream, tentu akan menambah daya saing produk masing-masing. Banyu, Husna

KELUARGA BESAR LPM VISI 2016-2017 MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DIWISUDANYA - Alvira Parahita, S.I.Kom (Pemimpin Kaderisasi LPM VISI 2014-2015) - Astini Mega Sari, S.I.Kom (Redpel Majalah LPM VISI 2014-2015) - Diah Harni Saputri, S.I.Kom (Redpel Terbitan Lain LPM VISI 2014-2015) - Ester Lia Amanda, S.I.Kom (Staf Bendahara Umum LPM VISI 2014-2015) - Hira Askamal, S.I.Kom (Staf Usaha LPM VISI 2014-2015)

- Maharani Krisna Handayani, S.I.Kom (Pemimpin Usaha LPM VISI 2014-2015) - R. Ahmad Reiza, S.I.Kom (Redpel Majalah LPM VISI 2014-2015) - Linda Fitria Christyas (Staf Usaha LPM VISI 2014-2015) - Radityo Kuswihatmo, S.I.Kom (Pemimpin Redaksi LPM VISI 2014-2015)

SEMOGA SUKSES DAN TERUS BERKARYA

Acta Diurna No.26/V/2017

9

Buletin Acta Diurna Edisi 26  
Advertisement