Page 3

BIDIKAN UTAMA

Melawan Sekaligus Menggandrungi Plagiarisme

ilustraasi: Mae

Plagiarisme merupakan tindakan terlarang dalam dunia akademik. Keputusan Rektor UNS No.487A/ J27/KM/2005 telah menegaskan bahwa mahasiswa dilarang melanggar etika akademik seperti plagiarisme, menyontek, memalsu nilai, memalsu tanda tangan, memalsu cap, memalsu ijazah, dan atau perbuatan lain yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ironisnya, peraturan tersebut tidak serta merta membuat mahasiswa UNS menjauhi praktik plagiarisme. Di lingkungan FISIP UNS misalnya, dosendosen beberapa kali telah menjumpai kasus plagiarisme yang dilakukan oleh mahasiswa mereka, baik dalam pengerjaan tugas-tugas kuliah—seperti makalah dan paper—maupun skripsi.

D

iah Kusumawati, dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, menceritakan kepada VISI bahwa ia kerap kali mendapati beberapa tugas mahasiswa serupa dengan tugas mahasiswa lain. Kesamaan terdapat pada kalimat, tanda baca, bahkan analisisnya. Dosen yang biasa disapa Didi ini juga pernah menjumpai plagiarisme dalam skripsi salah satu mahasiswanya yang sedang dalam tahap sidang.

“Mahasiswa saya ada yang pernah copy paste hampir satu blog (penuh—red),” jelas Didi ketika ditemui VISI di ruang dosen Ilmu Komunikasi pada Senin (27/03). Mula-mula, Didi menemukan satu paragraf yang familiar dalam skripsi tersebut. Kemudian, ia mengeceknya secara daring dan pada saat itu juga didapatinya bahwa mahasiswa yang menulis skripsi tersebut menyalin hampir seluruh isi blog temuannya.

Acta Diurna No.26/V/2017

3

Buletin Acta Diurna Edisi 26  
Advertisement