Page 2

EDITORIAL Kami sangat terkejut ketika naskah Bidikan Utama dan Problematika dari para reporter dalam buletin edisi ini sampai ke meja redaksi. Hal ini dikarenakan semua narasumber mahasiswa yang diwawancarai dalam kedua rubrik tersebut terang-terangan mengungkapkan agar namanya tidak disebut dalam berita. Mereka meminta ditampilkan secara anonim, atau setidaknya menggunakan nama samaran. Hal semacam ini memang bukan pertama kali terjadi. Pada beberapa edisi terdahulu, dalam isu-isu kelewat sensitif sumber berita di Acta Diurna memang beberapa kali ditampilkan secara anonim. Namun, baru kali ini ‘semua’ narasumber mahasiswa tidak berkenan jika namanya ditampilkan. Pada saat itu pula, redaksi terpaksa harus mengambil suatu kebijakan besar: antara mengganti tema atau tetap melanjutkan isu ini dengan konsekuensi tidak menyebutkan satupun nama narasumber mahasiswa. Anonimitas dalam dunia jurnalistik memang sah dan wajar, dan boleh dilakukan manakala si narasumber akan menerima risiko jika namanya disebut. Akan tetapi, harus digarisbawahi pula bahwa apabila identitas narasumber disembunyikan, maka tanggungjawab data yang diperoleh akan berpindah dari orang tersebut ke tangan si media. Keputusan sudah diambil dan oleh sebab itu VISI siap bertanggungjawab penuh terhadap seluruh konten hasil wawancara dengan mahasiswa. Kami sadar bahwa keputusan untuk tetap menyajikan pemberitaan yang penuh dengan narasumber anonim ini mungkin akan membuat beberapa pembaca meragukan validitas informasi yang ada. Akan tetapi, bagian ini akan kami anggap sebagai pendewasaan diri.

SURAT PEMBACA

Buletin Acta Diurna 25 Terbit Februari 2017

UNSecret, Kala Pesan Anonim Menjadi Tren

Dari yang aku baca selama ini, walaupun aku juga nggak terlalu mengikuti, UNSecret cukup menghibur dengan postingannya yang lucu-lucu di tengah kesibukan mahasiswa UNS yang stres gara-gara tugas. Selain itu, mereka juga membagikan banyak info seputar kampus. anonim

Belajar Memperluas Wawasan dari Loper Koran Di luar dugaan, ternyata ada sisi humanis lain dari seorang loper koran yang biasa saya temui sehari-hari. Di balik pembawaan santai, ternyata ia juga punya perjuangannya sendiri. Saya pikir saya jadi belajar bahwa setiap orang punya kisah inspiratifnya masing-masing. Larasati, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS

LPM VISI FISIP UNS Sekretariat LPM VISI Gedung 2 Lt. 2 FISIP UNS, Jl. Ir. Sutami No. 36A Surakarta 57126

redaksi@lpmvisi.com

Susunan Redaksi

Pelindung Penanggung Jawab Pemimpin Redaksi Redaktur Pelaksana Editor Reporter Ilustrasi dan Tata Letak Riset

@lpmvisi @gwi5930m http://www.lpmvisi.com/ @LPM_VISI lpmvisi.com

: Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si : Iim Fathimah Timorria : Herdanang Ahmad Fauzan : Paxia Meiz Lorentz, Maran Ayu Nilawati : Herdanang Ahmad Fauzan, Iim Fathimah Timorria, Paxia Meiz Lorentz : Arif Miftah, Banyu Visandi Pangestu, Husna Nur Amalina, Ika Agustina, Mira Rahma Safirasari, Nasy’ah Mujtahidah Madani, Rachma Dhania , Widyadewi Metta Adya Irani : Diah Nur Indah Yuliana, Hernowo Prasojo, Nurmaya Sinta Permatasari : Bidang Litbang

Redaksi menerima kritik dan saran serta tulisan, artikel, informasi, ataupun karikatur. Naskah atau gambar yang dikirim menjadi hak penuh redaksi. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan pengutipan pernyataan, Redaksi LPM VISI menerima hak jawab sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999 pasal 1 ayat 11. Kirim ke: Sekretariat LPM VISI Gd. 2 Lt. II FISIP UNS Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126, email: redaksi@lpmvisi.com

2 Acta Diurna No.26/V/2017

Buletin Acta Diurna Edisi 26  
Advertisement