Page 1

Harga Rp 1.000

Kamis, 7 Maret 2019

Abon Sapi PS Mas Makanan Khas Solo Alamat: Jagalan RT 03 RW 10 Jebres, Surakarta

Kamis, 7 Maret 2019

Tahun 15/ No. 2

KKN-Dik FKIP

Bebani 600 Ribu WD 3 Sebut Masih Murah Reporter : Naufal Abdurrahman Musa

UMS, Koran Pabelan - Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membebankan biaya 600 ribu rupiah di luar empat Sistem Kredit Semester (SKS) yang harus dibayar. Selaku Wakil Dekan (WD) 3, Nur Hidayat mengatakan jumlah tersebut masih murah karena butuh proses yang panjang.

T

erdapat setidaknya sepuluh tahapan yang dimulai dari koordinasi tim microteaching, bantuan-bantuan sela-

ma kegiatan berlangsung, hingga tindak lanjut dan kerja sama dengan daerah-daerah binaan. “Termasuk pengembangan jika ada kemungkinan pelaksanaannya di luar Jawa atau bahkan luar negeri,� tutur Nur, Sabtu (2/3). Nur Hidayat menuturkan bahwa tahun ini ada sekitar 144 desa yang dijadikan tempat kegiatan KKN. Ia menambahkan bahwa besarnya biaya operasional masih perlu untuk disisihkan sebagai bekal hidup mahasiswa. Setiap desa yang dihuni 9-10 orang mahasiswa diberikan subsidi 1,5 juta rupiah untuk biaya hidup. Ketika KKN-Dik selesai, selanjutnya akan dilakukan berbagai

illustrasi : freepik.com

8

bersambung halaman 7

Harga: Abon Sapi mulai dari 25.000/ons Abon Ayam mulai dari 13.000/ons Srundeng 5000/ons Dendeng 65.000/250 gr Snack mulai dari harga 15.000

Snack: Kripik usus Kripik paru Ampyang Rambak Intip Brem dll

Bisa antar ke rumah dengan pembelian minimal 5kg No Telp: 085229051074

Unggah PKM

Kuota Bertambah, UMS Dapat Jatah Unggah 700 Judul Reporter : Faizatul Maslahah

UMS, Koran Pabelan – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) naikkan jumlah kuota unggah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UMS sebesar 39% untuk 2019. Hal ini turut dibarengi antusiasme mahasiswa yang mengunggah PKM hingga lebih dari 1400 peserta.

K

epala Bagian (Kabag) Penalaran Kreativitas dan Soft skill, Ahmad Kholid Al Ghifari, menuturkan bahwa tahun lalu UMS mendapat jatah 425 pengunggahan dari Dikti dan jumlah yang masuk di sistem internal 874. Tahun ini UMS mendapat jatah 700 pengunggahan dari Dikti dan jumlah proposal yang masuk di sistem internal su-

dah mencapai 1400 PKM. "Artinya dari sisi pengunggahan internal kita lebih banyak dan yang diunggah ke Dikti juga lebih banyak, tentu kita berharap nanti yang didanai juga lebih banyak," tuturnya, Rabu (27/2). Sementara itu, jumlah penyumbang PKM terbanyak masih didominasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 217

PKM, disusul Fakultas Teknik (FT) 110 PKM, kemudian Fakultas Kedokteran (FK) 103 PKM, Fakultas Farmasi (FF) 66 PKM, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) 56 PKM, Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) 31 PKM, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 33 PKM, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) 17 PKM, Fakultas Agama Islam (FAI) 5 PKM, Fakultas bersambung halaman 7

08975020889 SMS

s:085790223518


2

WARTA KAMPUS

Kamis, 7 Maret 2018

Kamis, 7 Maret 2019

7

Editorial

Butuh Transparansi yang Jelas

Scan QR Code ini untuk cara mudah mengunjungi

akan kebijakan uang tambahan tersebut. Uang memang hal yang sensitif, terlebih tidak semua mahasiswa dari golongan yang mampu secara finansial. Transparansi segamblanggamblangnya bisa menjadi salah satu alternatif jalan keluar. Sama-sama enak tanpa salah paham. Karena mahasiswa dan kampus saling berkorelasi, tak da salahnya hidup berdampi-ngan secara rukun tanpa salah paham. Walaupun dengan dalih butuh proses yang panjang, akan lebih baik jika dibarengi juga dengan rincian dana yang terpapar secara gamblang.

Sofyan Anif (kanan) menyerahkan cinderamata kepada pembicara dalam diskusi kemahasiswaan yang bertema “Hots, soft skill, dan kreativitas bidang kemahasiswaan pada era industri 4.0" di ruang seminar gedung induk Siti Walidah, Sabtu (2/3)

Bebani 600 Ribu WD 3 Sebut Masih Murah Aku bukan anak sultan.

Sambungan Halaman 1 Bebani 400 ribu, WD 3......

Kuota Bertambah, UMS Dapat Jatah Unggah 700 Judul Alhamdulillah bertambah..

Prof Ruwet

Beberapa Mata Kuliah Remidial Dibatalkan Jangan suka PHP!

Sambungan Halaman 1 Belum Ada Regulasi..

Tahukah Kamu?

sumber: Google

Negara yang mendapat peringkat sebagai negara dengan pendidikan terbaik adalah Finlandia. Negara ini memiliki 5 jam pelajaran/ harinya tanpa PR dan Ujian Nasional

perlombaan seperti fotografi, film dokumenter, dan makalah. Lebih lanjut, Nur Hidayat mengatakan bahwa KKN ini bukan sekadar mencari nilai bagi mahasiswa, tetapi juga untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa itu sendiri. “Kita berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan dana yang ada,” tambah Nur Hidayat. Salah satu mahasiswa Pendidikan Biologi, Arif Rendi Pratama mengaku terkejut ketika ma-

Foto: Nadya Vicky P. /Koran Pabelan

Diterbitkan oleh: Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan, Universitas Muhammadiyah Surakarta Terbit Sejak: 28 Juni 2005 berdasarkan Surat Keputusan Pemimpin Umum LPM Pabelan No. 02/A-PU/LPM Pabelan/UMS/2005, Tanggal 24 Juni 2005 Alamat Redaksi: Lembaga Pers Mahasiswa Pabelan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Student Center “Griya Mahasiswa” UMS, Jl. Ahmad Yani Tromol Pos 1, Pabelan, Kartasura (0271) 717417 ekt. 164 Surakarta e-mail: lpmpabelanums@gmail.com, http//www.pabelan-online.com

lan SKS ditiap semester-nya. Bobot SKS dari KKN-Dik ini adalah empat SKS, sudah tidak berbicara nominal uang ribuan saja, tapi sudah masuk ke dalam nominal ratusan ribu. Ada beberapa rincian yang sudah di florkan sperti memperoleh tote bag, kaos, uang subsidi sebesar 1,5 juta untuk biaya hidup per kelompok. Akan tetapi, untuk biaya hidup selama kurang lebih 1,5 bulan dengan subsidi 1,5 juta barangkali tidak mencukupi, sehingga mereka tidak lepas dari iuran kelompok. Yang dipermasalahkan adalah ketidak adanya rincian biaya secara detail baik uang SKS maupun uang tambahan diluar SKS membuat mahasiswa merasa ganjal

Pemimpin Umum: Risky Setyo W. Sekretaris Umum: Yusuf Apriyanto Pemred Online: Annisavira Pratiwi Pemred Koran: Lia Lesmawati Pemred Tabloid: M. Sukma Aji Pemred Majalah: Inayah Nurfadilah Litbang: Afitasari Mulyafi Personalia: Hanif Afifah Perusahaan: Cici Birohmatika Manajer Logistik: Ananda Iriyadi Manajer Humas: Muhamad Ismail H. Manajer Diskusi: Ahmad Hafiz I. Manajer Data: Rio Novianto Manajer Penelitian: Tias Nur Aini Manajer Pelatihan: Nadya Vicky P.P. Manajer Iklan: Wulan Adis Aranti Manajer Prodis: M. Ahlan Fauzan J.

K

uliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan secara sistematis sebagai bagian dari pelaksaan pendidikan di perguruan tinggi oleh mahasiswa strata 1. Kegiatan tersebut merupakan pengalaman ilmu, teknologi, seni yang dilakukan mahasiswa kepada masyarakat. KKN-Dik ini merupakan program wajib untuk mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebagai salah satu syarat kelulusan mereka. KKN-Dik adalah bagian dari kurikulum pendidikan yang masuk dalam Satuan Kredit Semester (SKS) dimana mahasiswa dikenakan biaya dalam pengambi-

Foto: Riki Efendi /Koran Pabelan

Pemimpin Redaksi: Lia Lesmawati Redaktur Pelaksana: Naufal Abdurahman Musa Redaktur: Faizatul Maslahah Redaktur Foto: Riki Efendi Reporter: Fafa, Lisa, Atika, Musa, Friska, Nina, Rio A., Sukma, Annisavira, Wahyu Aji Fotografer: Vicky, Efendi Editor: Sukma Aji, Afita, Musa, Rio N., Lia, Fafa Desain Artistik/Tata Letak: Jabal, Lidiana, Riski

Sambungan Halaman 1 Kuota Bertambah, UMS ......

Suara Pabelanis. Sampaikan informasi atau keluhan anda sebagai mahasiswa terhadap kebijakanfasilitas kampus tercinta, UMS. Pesan dapat anda sampaikan melalui (085790223518) natau akun media sosial resmi LPM Pabelan. Mari bersama kawal kebijakan kampus bersama Koran Pabelan. Lpm Pabelan

@infopabelan

lpmpabelan

+628589873xxxx (Mahasiswa Manajemen) Kantin di FEB terlalujauh, kalaubisa di FEB dikasihkantin yang menjual makanan berat misalkan nasi. Biar lebih mudah dijangkau kalau jadwal kuliah padat.

+62856543xxxx (Mahasiswa PAI) Pelayanan MMC masih gitu-gitu aja, tidak ada perubahan. Apa tidak ada evaluasi untuk memberikan pelayanan yang baik, yang ramah pada pasien. Terutama bagian administrasi dan apotek. QR Code http//www.pabelan-online.com

sih harus membayar biaya tambahan selain biaya SKS. Menurutnya pihak kampus masih kurang terbuka mengenai dana yang digunakan untuk program KKN-Dik ini. Ia mengaku besarnya dana yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat oleh mahasiswa itu sendiri. “Mahasiswa hanya mendapat kaos, buku panduan, dan totebag,” ujar Rendi, Jumat (1/3). [AM]

Diesnatalis : Taekwondo UMS ke-24 menampilkan aksi oleh tim demonstrasi (Demo) Taekwondo UMS di Auditorium Moh. Djazman, kamis 28/2)

Psikologi (FP) 5 PKM, Fakultas Geografi (FG) 3 PKM, Fakultas Hukum (FH). "Ada beberapa fakultas yang memang masih terbatas jumlah pengunggahannya," ungkap, Kholid. Salah satu mahasiswa FH, Wisnu Tri Nugroho menuturkan bahwa ada banyak alasan yang melatarbelakangi mahasiswa untuk mengunggah PKM, yang pertama merupakan tuntutan dari fakultas supaya mahasiswa mampu menuangkan idenya ke sebuah PKM. Selain itu, alasan ma-

hasiswa mengunggah PKM adalah kehendak dari mahasiswa itu sendiri sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. "Upaya untuk lebih menggiatkan dan memacu mahasiswa lain untuk lebih aktif di bidang kepenulisan sebagaimana fakta yang ada keikutsertaan mahasiswa di bidang literasi masih sedikit dan saya menginginkan melalui ini (PKMred) mahasiswa akan lebih aktif, kreatif dan kontribusi lagi bagi UMS ke depannya," ujar Wisnu, Kamis (28/2). [MSA]


6

WARTA KAMPUS

Kamis, 7 Maret 2019

KARIKATUR

Kamis, 7 Maret 2019

3

Teknik Elektro

S

alah satu anggota tim Brahmadirga, Adi Viyo Nugroho menjelaskan bahwa lomba 3D Pattern Aeromodelling Tecnologine tersebut merupakan ajang perlombaan nasional 2019 yang memanfaatkan sarana miniatur pesawat terbang untuk tujuan rekreasi, edukasi, dan olahraga. kegiatan tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF) Universitas Telkom Bandung. Muhammad Rodif selaku

foto : Dokumen pribadi

UMS, Koran Pabelan – Tim Brahmadirga dari Komunitas Aerobo Elektro UMS berhasil menyabet juara 3 sekaligus best pilot dalam ajang 3D Pattern Aeromodelling Tecnologine 2019. Perlombaan tersebut digelar di Aula Fit Telkom Universitas Telkom Bandung yang di ikuti 18 Peserta dari berbagai universitas di Indonesia, Kamis (28/2).

wa Mahasis MS AKTIF U 6 Max SMT

???

Islam Berkom

itmeN

Ikhlas Diutamakan mahasiswa kampus 2

Brammadigara : Komunitas Aerobo Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menangkan juara tiga Nasional 2019 di kampus Telkom Universitas Bandung (UTB). Kegiatan tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika UTB. Kamis (29/2)

ketua komunitas Aerobo Teknik Elektro UMS mengaku biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan pesawat sendiri kurang lebih mencapai 1 juta belum termasuk perangkat lain yang harus disiapkan. Pihak yang mendukung dana terdiri dari Program studi Teknik Elektro dan komunitas Aerobo. Terdapat kendala yang harus dihadapi peserta selama masa perlombaan yang terbilang cukup berat, pasalnya membutuhkan waktu yang tidak sedikit yaitu empat bulan untuk merakit pesawat sampai selesai dan bisa

terbang. Pembagian tugas dalam tim juga dilakukan sebaik mungkin, masing-masing anggota berperan dengan kemampuannya masing-masing. “Semuanya berperan dalam pembuatan pesawat, ada 4 orang yaitu Pungky Sasando (Pionir/ Pilot-red), Mukhlis Khoirudin (Co.Pilot-red), M.Irfan Izzudin (Mekanik-red), Adi Viyo Nugroho (Mekanik-red),” ujar Mukhlis, Kamis (28/2). Disamping itu, panitia penyelenggara perlombaan juga memasang berbagai rintangan untuk menguji coba kecepatan

dan kelancaran aerodinamika pada pesawat. Selain itu, dalam penilaiannya terdapat poin dan nilai tambahan ketika mampu take off dan landing dengan baik. Penilaian tak hanya dari segi modelnya, bahkan kemampuan pilot dalam mengendalikan pesawat juga masuk dalam poin penilaian. “Yang dinilai nggak cuma hanya manufer, tapi skill kemampuan pilot dan juga rintangan seperi opsical,” ujar Mukhlis, Kamis (29/2). [Atika/NAM]

Kajian

Perempuan Dobrak Peradaban melalui Pendidikan Anak UMS, Koran Pabelan Lembaga Dakwah Kampus dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) menggelar Grand Opening (GO) kegiatan kajian fiqih dan siroh shohabiyah (Kekasih) di masjid Sudalmiyah Rais kampus dua. Acara tersebut merupakan pembuka agenda Kekasih yang akan diagendakan secara rutin. alam acara tersebut mengambil dua tema pembahasan, yaitu Aku

D

Dilamar Malaikat Maut yang disampaikan oleh Fatimah Karismawati dan Menjadi Wanita Pendobrak Peradaban yang diisi oleh Melani. Dalam tema kedua, Melani selaku pembicara menyampaikan bahwa dalam peradaban dunia, wanita mengalami tiga fase perlakuan, yakni fase mendewakan, fase menghinakan, dan fase menyamaratakan. “Sampailah kita pada fase saat ini dimana fase menyama ratakan," tutur Melani, Rabu (27/2). Selain itu Melani juga

mengatakan bahwa cara wanita untuk mendobrak peradaban tidak dilakukan dengan menjadi wanita karir dan meninggalkan tanggung jawab sebagai ibu, tetapi dilakukan dengan memiliki visi yang kuat dalam mendidik anak. "Siapa bilang perempuan itu gak boleh sekolah tinggi? Justru dia yang nantinya jadi sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya, maka wanita harus pintar," ujar Melani. Salah satu peserta kajian yang bernama Nurul Eka Safitri mahasiswi Ilmu Komunikasi,

mengungkapkan bahwa tema yang dibahas dalam GO Kekasih menarik. Lebih lanjut ia berkomentar tentang pesan yang didapat dari kajian pertama dengan tema Aku Dilamar Malaikat Maut. "Bagaimana cara kita mempersiapkan kematian kita sebelum datang malaikat maut. Maka, kita butuh persiapan, itu yang paling berkesan,"ungkapnya, Rabu (27/2). [Sukma/FM]

*Kirim ke email lpmpabelanums@gmail.com

n Calo wan a Rel

Kami tidak terlalu butuh banyak persyaratan yang penting berkomitmen untuk aktif di masjid, rajin, peduli untuk memakmurkan masjid itu aja. ngga harus semester berapa IPK berapa, yang penting rela bekerja.

Ilustrasi: Riski Setyo W.

Pendaftaran Relawan Masjid Sudalmiyah Rais

Aerobo Sabet 2 Kategori Tingkat Nasional


WARTA KAMPUS

Kamis, 7 Maret 2019

WARTA KAMPUS

Relawan Masjid Tak Butuh Banyak Persyaratan

A

ngga selaku Koordinator relawan masjid Sudalmiyah menjadikan liburan beberapa waktu lalu sebagai ajang promosi lewat ber-bagai media. Angga mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti, mahasiswa UMS aktif, maksimal semester 6, beragama islam, berkomitmen,

ikhlas, dan diutamakan mahasiswa kampus dua. Sementara itu, Nurgiyatna selaku penanggung jawab Masjid Sudalmiyah menjelaskan tidak banyak persyaratan khusus untuk menjadi relawan masjid Sudalmiyah. “sebenernya kami tidak terlalu butuh banyak persyaratan yang penting berkomitmen untuk aktif di masjid, rajin, peduli untuk memakmurkan masjid itu aja, ngga harus semester berapa, IPK berapa, yang penting rela bekerja,” jelasnya, Senin (25/2). Tidak hanya organisasi saja yang memiliki struktur, melainkan relawan juga memiliki strukur oganisasi yang digunakan untuk mengkoordinasikan terwujudnya kegiatan rutin seperti mengadakan kajian, gerakan cinta

subuh, serta penggalangan dana untuk korban bencana. Nurgiyatna menuturkan bahwa menjadi relawan masjid sudalmiyah memilki banyak keuntungan seperti melatih soft skill, mendapatkan sertifikat, meskipun banyak yang meragukan tugas relawan karena tidak ada imbalan finansial. “Itu termasuk kegiatan mengembangkan diri, bagaimana mengurus kegiatan soft skill nya akan kelihatan disitu, disamping nanti juga ada sertifikat penghargaan di life skill nya,” tuturnya, Senin(25/2). Salah satu relawan masjid Sudalmiyah Sendi Dani Mayasari, mahasiswi Fakultas Psikologi semester 4, mengatakan bahwa menjadi relawan masjid Sudalmiyah tidaklah mudah.

Marching Band Kukuhkan 102 Anggota Baru

Untuk merekrut relawan juga tidak bisa menjanjikan seperti organisasi lain yang memiliki daya tarik. Sendi berkeinginan menjalankan misi dakwah, menghidupkan kajian-kajian dengan beranggapan sebagai mahasiswa khususnya UMS sebagaimana berpedoman pada caturdarma. “Sebenarnya kalau untuk memberikan daya tarik kita agak ngga bisa ya, karena kita itu tidak bisa memberikan apa-apa untuk kalian, kalian datang kesini dengan ikhlas lillahi ta’ala,” ujarnya, Rabu (20/2). Ia menambahkan niat yang baik akan dimudahkan oleh Allah SWT. [Lisa/LL]

UMS, Koran Pabelan- Unit Kegiatan Mahasiswa Marching Band Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pentas Anggota Baru Rotasi XXVI di Gelanggang Olahraga (GOR), Kampus dua, Kamis (28/2). Acara tersebut sekaligus mengukuhkan 102 anggota baru dari angkatan 2018.

D

iperlukan latihan rutin selama kurang lebih lima sampai enam bulan guna mempersiapkan pertunjukkan ini.Tema acara pada malam tersebut sekaligus nama yang diberikan untuk angkatan baru 2018 adalah 'Arsenio: Si Manusia Kuat dan Berani'. Tema tersebut mengandung filosofi yang kuat

Talk Show Leadership

Kepemimpinan

AMM yang Kokoh UMS, Koran Pabelan – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Abduh menggelar Talk Show Leadership yang bertempat di Auditorium Moh. Djazman UMS. Acara tersebut melibatkan segenap Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dari Pemuda Muhammadiyah, IMM, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Rabu (27/2).

M

uhammad Adam selaku ketua umum IMM Muhammad Abduh menuturkan bahwa Muhammadiyah yang kaya akan potensi di setiap Organisasi Ortonom (Ortom) nya perlu disatukan dan berkolaborasi untuk membangun

dan berani. Terabaikannya tugas kuliah bisa jadi risiko serta tantangan tersendiri dalam menghadapi segala proses tersebut. Untuk itu, BimaYulianto, selaku ketua panitia, berharap kedepannya 102 anggota baru Marching Band yang dikukuhkan, menjadi generasi yang semakin jaya. Baik di tingkat nasioal ataupun internasional dan tetap kuat bertahan dalam keaadan susah maupun senang. “Pentas pengukuhan sebagai pembuktian anggota baru untuk menunjukan skills yang mumpuni,” jelasnya, Kamis (28/2). Penonton cukup antusias menyaksikan pementasan. Hal tersebut dibuktikan dengan

Parkiran Penuh – Seorang mahasiswa melintasi parkiran di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang terlihat sesak karena beberapa motor mahasiswa terparkir sembarangan, Jumat (14/9).

ramainya mahasiswa yang hadir. Bahkan beberapa dari mereka berasal dari kampus lain. Lebih lagi, diputarkan sekumpulan video dokumenter kala anggota baru berlatih, diharapkan mampu memotivasi anggota baru untuk lebih giat lagi. Sekaligus menambah daya tarik tersendiri bagi penonton pentas tersebut. Salah satu penonton, Aisyah Ganesh Ratnasari, mengatakan pentas anggota baru Marching Band cukup

bagus dan menghibur.Variasi antara musik dengan benderabendara yang disuguhkan mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton. Apalagi ia baru kali pertama menonton pentas seperti ini. ”Bagus sih tapi sayangnya cuma sebentar doang, kalau di tempat lain mungkin lama,” ujar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, Kamis (28/2). [Wahyu Aji/RN]

PPS Fakultas Psikologi Pembicara : Hafizh Syafa’atarrahman (kedua dari kanan) mengisi Talk Show Leadership di Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Rabu (27/2)

kekuatan kepemimpinan yang kokoh. Apa yang dikatakan Adam tersebut selaras dengan tema yang diangkat yaitu Meningkatkan Sinergitas Kepemimpinan AMM Untuk Indonesia Berkemajuan”. Ada tiga pembicara dalam acara tersebut yakni Yusuf Aziz Rahma dari Proram Daerah Pemberdayaan Masyarakat Sukoharjo, Mario Prakoso dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah, dan Hafizh Syafa’aturrahman dari Pimpinan Pusat (PP) IPM. Hafizh mengatakan bahwa AMM harus berdakwah secara inklusif, kaderkader Muhammadiyah harus mencerminkan orang Muha-

Beberapa Mata Kuliah Remidial Dibatalkan foto : Dokumen pribadi

Bangun Kekuatan

5

UKM

Oprec Relawan

UMS, Koran Pabelan Relawan masjid Sudalmiyah mengadakan kegiatan perdana open recruitmen (Oprec) beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikarenakan kebijakan tahun sebelumnya dimana Dekan dari tiap fakultas kampus dua menyetorkan nama mahasiswanya kurang efisien.

Kamis, 7 Maret 2019

Foto: Riki Efendi /Koran Pabelan

4

mmadiyah. “Sudah saatnya kita open mindset, membuka diri dan kita harus berkolaborasi serta bekerja sama,” tuturnya, Rabu (27/2). Di sisi lain Mario Prakoso menyampaikan bagaimana transformasi kader dari IPM ke IMM kemudian ke Pemuda Muhammadiyah. Ia juga mengatakan kolaborasi antara IPM, IMM, Pemuda Muhammad-iyah itu penting, sinergitas, kerja sama, ukhuwah, harus tetap terjalin karena belum pernah ada suatu kegiatan yang melibatkan ketiga ortom ini. "Belum pernah ada suatu kegiatan yang melibatkan ketiga ortom ini,” tutur Mario, Rabu (27/2).

Sementara itu Yusuf Aziz Rahma selaku pembicara ketiga mengatakan bahwa pemimpin harus hadir dengan suri tauladan disiplinnya. Itulah yang masih harus ditingkatkan di kalangan AMM saat ini. Terlebih lagi peran pemuda milenial yang sangat diperlukan oleh kemajuan bangsa. “Prinsip kerendahan hati sangat penting bagi seorang pemimpin, dan harus memiliki integritas yang tinggi serta menjadi pemimpin yang baik harus banyak peduli dengan orang lain,” Rabu (27/2). [Rio A. /NAM]

UMS, Koran Pabelan – Pembatalan beberapa mata kuliah remedial di Fakultas Psikologi (FP) dikarenakan adanya program dari surat keputusan (SK) rektor yang memperbolehkan setiap program studi (Prodi) mengadakan remedial dengan ketentuan – ketentuan yang sudah ada. Salah satunya adalah minimal kuota yang mengikuti remedial harus melebihi 20 mahasiswa.

S

elaku Dekan FP Susatyo Yuwono, memaparkan bahwa setiap mata kuliah mempunyai kuota minimal dalam menyelenggarakan remedial dengan melihat berapa mahasiswa yang daftar.Ia memaparkan bahwa mahasiswa yang sudah membayar, uangnya akan dikembalikan dengan mengecek

mata kuliah apa saja yang tidak remedial. “Kita mengembalikan hanya yang batal saja, kan yang tidak batal tidak, itu mungkin proses mengeceknya butuh waktu,” jelasnya, Rabu (27/2) . Kepala Program Studi (Kaprodi) FP Partini, menjelaskan bahwa mata kuliah yang akan di remedial harus mendapatkan persetujuan dari dosen pengampu, dan mahasiswa yang mengambil remedial adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut di semester berjalan. Mahasiswa menilai mata kuliah tersebut dirasa kurang puas dengan nilai yang diberikan. Sehingga semua mata kuliah ditawarkan untuk melihat mata kuliah mana yang sesuai dengan kriteria mahasiswa. Dari 33 mata kuliah yang diminati, hanya ada satu atau dua saja yang memenuhi kuota minimal.

“Kemudian setelah kami lihat ada sekitar empat mata kuliah itu yang lebih dari sepuluh, nah kami memberikan toleransi setelah kami menghubungi dosen yang bersangkutan apakah bersedia dengan jumlah lebih dari 10 orang, sehingga hanya 6 mata kuliah yang diujikan,” ungkapnya, Rabu (27/2). Mahasiswa yang sudah membayar tetapi tidak remidial, uangnya dapat diambil melalui sistem pengambilan di badan keuangan yang memberikan beberapa alternatif pilihan yang bisa diambil atau dimanfaatkan. Untuk perbaikan ke depannya adalah jika masih ada remedial diharapkan bagi mahasiswa untuk menunggu sampai ada ketentuan apa saja yang diperbolehkan remedial. “Supaya mahasiswa tidak perlu mengambil kalau mata kuliah

tersebut tidak memenuhi kriteria untuk remedi,” ujarnya, Rabu (27/2). Sementara itu mahasiswi FP yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan sedikit kekecewaannya terhadap dibatalkannya ujian remedial tersebut. Ia mengatakan bahwa pada saat jadwal keluar ternyata mata kuliah yang ingin diremedial dibatalkan karena kuota yang diambil kurang dari 10. Selain kuota, pertimbangan dari dosen yang tidak setuju dengan adanya remedial adalah karena beberapa faktor seperti mahasiswa yang hanya masuk beberapa kali saja. “Semoga untuk ke depannya menjadi yang lebih baik, mahasiswa mendapatkan informasi yang pasti,” ujarnya, Rabu (27/2). [Friska, Nina, Annisavira/LL]

Profile for LPM Pabelan

Kamis, 7 Maret 2019  

edisi 2

Kamis, 7 Maret 2019  

edisi 2

Advertisement