Page 1

Edisi 57 | III | 2013 | www.lpmjournal.com

Dialog Jurusan Teknik Informatika 2012 Hasil Dialog Jurusan Belum Di-publish di Web Kampus

Liputan: Penjelajahan Lab Explorasi BOIM 2013 Award, Puncak Ajang Apresiasi Karya Multimedia Amikom


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

D

i akhir 2012, diselenggarakan Dialog Jurusan TI. Bersama lembaga, mahasiswa mencoba merumuskan masalah dan menemukan solusinya. Akreditasi jurusan S1 TI dan perubahan kurikulum menjadi bahasan. Namun tidak ada publikasi di situs www.amikom.ac.id tentang hasil dialognya. Pada wisuda ke-45, salah satu wisudawan yang juga mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Syaban Harahap, mempertanyakan kegunaan Lab Explorasi. Pertanyaan tersebut dilontarkan saat Ia berpidato mewakili para wisudawan. Seolah menggertak para pemegang kepentingan untuk memberikan kejelasan perihal penggunaan sarana belajar ini. Bicara soal sarana, menurut teman-teman, apakah Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga termasuk sarana? Ada sebuah penelitian yang membuktikan bahwa terdapat korelasi antara ruang terbuka hijau di kampusnya dengan kualitas hidup, termasuk kualitas akademik para mahasiswa. Mari kita lihat bagaimana kondisi RTH di Kampus Ungu ini. Sudahkan memadahi dan mematuhi ketentuan? Beberapa masalah di atas telah disajikan pada beberapa rubrik dalam buletin ini. Selamat membaca. Salam Persma!

Selamat Wisuda

FERY EKA ACHMAD, A.Md Pimpinan Produksi buletin D’Journal (2011-2012), Layouter buletin D’Journal (2011-2012), Divisi Litbang sub pengaderan (2012-2013)

Semoga Sukses!

DITERBITKAN OLEH : LPM Journal STMIK Amikom Yogyakarta. PELINDUNG : Drs. M. Idris Purwanto, M.M. PEMBINA : Jaeni, S. Kom. PIMPINAN UMUM : Deni Dwi K. WAKIL PIMPINAN UMUM : Harys Imanulloh. SEKRETARIS : Annisa Fathonatunisa'. BENDAHARA : Merti Dina N. PIMPINAN REDAKSI : Ilham Bagus P. PIMPINAN PRODUKSI : Annisa Fauziyyah. REDAKTUR PELAKSANA : Lutfi Fauziah, Satrio Rizki D. REDAKTUR : Ilham Bagus P, Untung Prasetyo, Tirta Hadi F, Annisa Fathonatunnisa’ REPORTER : Ilham Bagus P, Annisa Fauziyah, Satrio Rizki D, Annisa Fathonatunnisa’, Lutfi Fauziah FOTOGRAFER : Lutfi fauziah. LAYOUTER : Adam G. Nuskara. ALAMAT REDAKSI : Gedung BSC Ruang VI.3.8, STMIK Amikom Yogyakarta, JL. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. EMAIL : lpmjournal@gmail.com. WEBSITE : www.lpmjournal.com. TELP : (0274) 7013524.


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Dialog Jurusan Teknik Informatika 2012 Hasil Dialog Jurusan Belum Di-publish di Web Kampus

Ilustrasi : Dok. Journal

Suasana dialog jurusan Teknik Informatika. Dok. HMJTI

Akhir tahun lalu, tepatnya Sabtu 15 Desember 2012 Dialog Jurusan Teknik Informatika (TI) digelar di Ruang Citra 1 STMIK Amikom Yogyakarta. Acara yang difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (HMJTI) tersebut dimulai pukul 09.00. Kegiatan itu dihadiri Ketua Jurusan S1-TI Sudarmawan dan Ketua Jurusan D3-TI Hanif Al-Fatta. Pada tanggal dan waktu yang sama, seminar The Secret of SEO for Organic Traffic diselenggarakan di Ruang Citra 2. Dari data yang diperoleh, 70 peserta mengikuti Dialog Jurusan TI, sedangkan 250 peserta—menurut web Amikom—mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Komunitas Kalong Dolar (Kadol) tersebut. Erwin (10.11.4276), Ketua HMJTI ketika ditemui di BSC menyatakan bahwa Dialog Jurusan TI Desember lalu sudah berhasil di mata HMJTI dalam hal penyelenggaraan, namun belum dari segi jumlah dan keaktifan mahasiswa. “Kebanyakan mahasiswa Amikom bersikap apatis. Setelah dialog terselenggara, mereka baru berkoar-koar,” ujarnya (4/2). Dia memberi contoh kasus remedial, dimana Dialog Jurusan TI sudah mengangkat masalah tersebut.

Dialog Jurusan TI diselenggarakan dua kali dalam satu tahun, dengan tujuan menampung aspirasi akademika, khususnya aspirasi mahasiswa jurusan TI. Ketua Panitia Dialog Jurusan TI lalu, Mufid Itsnaini Zain mengatakan target minimal peserta dialog adalah 100 mahasiswa, dengan kuota maksimal 150. “Tetapi yang hadir hanya 70 orang,” ungkap mahasiswa angkatan 2010 ini (8/2). Terkait jumlah peserta, Ketua Jurusan S1-TI Sudarmawan mengatakan hal serupa. Dia menganggap, pemilihan tanggal berpengaruh pada menurunnya kuota forum. Namun berbeda dengan Erwin, Sudarmawan justru menganggap peserta lebih dewasa dibandingkan dialog sebelumnya. “Sekarang ketika dia (mahasiswa-Red) mengutarakan persoalan juga memberikan alternatif solusi,” ucapnya (7/2). Pada tanggal 28 Desember lalu, HMJTI mengunggah hasil Dialog Jurusan TI di web mereka (www.hmjti.org). Hasil dialog berformat PDF tersebut juga dikirimkan ke alamat surat elektronik peserta.


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Dua Poin Penting Pada tanggal 6 Desember 2012, Kampus Ungu mengajukan re-akreditasi (akreditasi ulang) untuk jurusan S1-TI ke Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT). Sampai berita ini ditulis (1/3) masa berlaku jurusan S1-TI dinyatakan kadaluwarsa, seperti yang tertera di situs resmi BAN-PT (www.ban-pt.kemdiknas.go.id). Jurusan S1SI yang sebelumnya berstatus sama, telah lebih dahulu terakreditasi ulang hingga 15 Desember 2017. Erwin,berharap agar mahasiswa S1-TI tidak panik dengan hal tersebut. Menurutnya, meski status terbaru akreditasi belum turun, Kampus Ungu dapat menggunakan akreditasi yang lama sampai proses akreditasi ulang selesai. Tambahnya, jurusan S1-TI hanya membutuhkan sedikit poin lagi untuk mendapat akreditasi A. “Riset mahasiswa, pengabdian mahasiswa ke masyarakat serta riset dosen,” sebut Erwin (4/2). Keyakinan senada dikemukakan Mufid. Mengacu pada Dialog Jurusan, Mufid mengatakan bahwa hasil akreditasi ulang dapat diketahui dua bulan setelah pengajuan. Ketika dimintai keterangan, Sudarmawan mengaku belum dapat mengeluarkan pernyataan langsung terkait proses re-akreditasi. Ini dikarenakan BAN-PT belum mengeluarkan hasilnya. Diapun membenarkan bahwa dalam bulan Februari 2013 seharusnya hasil akreditasi ulang dapat diketahui. “Namun kita kurang tahu proses yang ada di dalam BAN sendiri,” ujar Sudarmawan. Di luar hal tersebut, dia tetap optimis dengan hasil akreditasi yang akan keluar. “Saya yakin yang terbaik. Minimal tetap B,” tegasnya. Naskah publikasi TA/Skripsi turut ditanyakan saat Dialog Jurusan. Sudarmawan menjelaskan bahwa naskah publikasi harus melewati dua jenjang sebelum dipublikasikan. Pertama, naskah harus dikoreksi oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing dapat dikenai sanksi apabila naskah publikasi mengandung unsur plagiat. Berikutnya, naskah publikasi harus melalui proses filtering oleh Ketua Jurusan. Ilustrasi : Dok. Journal

04

Selain dua poin di atas, Kualitas dosen dan asisten adalah dua dari beberapa yang menjadi pembahasan. Dosen yang akrab disapa Wawan ini mengaku bahwa di semester ini Amikom sudah merekrut lima dosen operasional baru lulusan S2. Seorang peserta sempat menyinggung mengenai asisten yang dianggap memilih-milih pertanyaan mahasiswa. Dalam dialog tersebut Wahyu selaku Ketua Forum Asisten menjawab bahwa FA sulit mengontrol hal tersebut. Menurut Wahyu, perilaku tersebut datang dari pribadi masing-masing. Wahyu menyatakan bahwa kualitas asisten tidak bisa meningkat secara instan. Proses peningkatan kualitas asisten sudah ditindaklanjuti dengan diadakannya Training for Trainer (TFT). “Nanti jajaran Jurusan akan dilibatkan dalam proses itu,” imbuhnya (7/2). Harapan Bagi Ketua Jurusan TI, Dialog Jurusan adalah kegiatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas Amikom, terutama di bidang program studi. Namun Sudarmawan berpesan agar publikasi ke depan lebih baik lagi. Dia juga mengajak segenap mahasiswa Jurusan TI berpartisipasi aktif memberikan sumbang-pikir, “Dari mahasiswa. Untuk mahasiswa. Oleh mahasiswa.” Mufid menaruh harap kepada mahasiswa agar dapat turut berperan aktif dalam memberikan aspirasi di dialog selanjutnya. Ditemui di waktu yang berbeda, Erwin selaku Ketua HMJTI menegaskan bahwa indikator keberhasilan Dialog Jurusan adalah respon mahasiswa terhadap Jurusan serta bobot permasalahan yang dibawa ke Jurusan. Meskipun sudah merasa berhasil dalam hal penyelenggaran, HMJTI mengaku akan mengangkat kembali arti penting Dialog Jurusan bagi mahasiswa. Ilham


D’Journal Edisi 57 | III| 2013

Satrio Rizki D. (09.12.3633)

Lutfi Fauziah (11.11.4994)

05


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Ruang Terbuka Hijau Kampus Ungu Oleh: Untung Prasetyo (11.12.5943)

Percampuran warna merah dan biru merupakan pemandangan yang tersaji, ketika memasuki kampus STMIK Amikom Yogyakarta. Dengan enam gedung masing-masing memiliki empat lantai. Pelayanan, keamanan, penataan, serta fasilitas terlihat nyaman di dalamnya. Sayang, hal itu tidak diimbangi dengan kenyamanan di luar ruangan. Idealnya ada pertimbangan antara luas bangunan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Untuk kepadatan seperti Amikom harus disediakan RTH minimal 20% dari luas kawasan, hal ini tertera pada UU No.26/2007(koreksi bila saya keliru) tentang Penataan Ruang Dan Fenomena Kebijakan Penyediaan RTH Di Daerah. Dinginnya ruang-ruang di dalam gedung Amikom tidak sebanding dengan hawa panas di luar ruangannya. Keadaan ini menyebabkan mahasiswa lebih memilih berdesakkan di lorong kelas, pintu masuk gedung dan basemen yang sumpek akan lalu lintas kepentingan masing-masing. Sedikit pilihan ketika mahasiswa ingin menyegarkan pikiran di luar gedung. Kalaupun ada, hanya Selat Gedung Unit I-II dan taman di samping Gedung Unit III. Ketika mahasiswa mencari tempat menyenangkan untuk meluangkan waktu sekedar berdiskusi atau menyegarkan suasana hati di kampus ini. Di selat Gedung Unit I-II pot hias berjejer rapi. Namun, tempat tersebut teduh karena dipayungi oleh kanopi. Lain lagi di taman Amikom tepat yang terletak di timur Gedung Unit III pada dasarnya sudah bagus dengan pepohonan rindang, beralaskan rumput, dan tiga gasibu. Kenyataannya kini setengah dari luas taman ini tertutup barangbarang milik kampus yang tidak terpakai. Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya gasibu. Lantas dimana mahasiswa dapat menikmati nyaman beraktifitas di RTH? Lingkungan kampus seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk menimba ilmu pengetahuan dengan mempertimbangkan aspek kebersihan, dan teduh (hijau). Kreativitas tidak saja muncul di ruang belajar melainkan dari lingkungan kampus yang nyaman. Dalam hal ini menurut penelitian yang dilakukan oleh McFarland dkk.,

06

(2008) dari Texas State University,San Marcos, TX, yang berjudul Relationship Between Student Use of Campus Green Spaces and Perceptions of Quality of Life (HortTechnology, 18: 196-319) membuktikan bahwa terdapat korelasi yang sangat nyata antara ruang terbuka hijau di kampusnya dengan kualitas hidup, termasuk kualitas akademik para mahasiswa tersebut. Sedikitnya RTH di Amikom secara tidak langsung berimbas dengan jumlah mahasiswa yang masuk berbanding terbalik dengan jumlah wisudawan dan wisudawati serta prestasi yang didapatkan kampus ini. Efisiensi penggunaan lahan di kampus ini juga perlu mendapat perhatian. Selama ini ada kecenderungan banyak lahan-lahan di Kampus Amikom yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sejenak kita memandang ke area parkir kendaraan, berapa banyak knalpot yang berjajar disana? Dibandingkan dengan barisan pedal? Isu pemanasan global memang sudah menjadi berita sejak lama, dan sebagai manusia yang menghidupi lingkungan kampus, sepatutnya membantu penderitaan bumi dengan melestarikan pohon dan mengurangi asap knalpot di lingkungan kampus. Siapapun itu. Keberadaan taman disamping Gedung Unit III, perlu pemeliharaan yang lebih dan digunakan sesuai hakikatnya sebagai taman. Tetapi, dengan luas kampus ini harus ada perluasan RTH. Teristimewa kampus memiliki ketegasan untuk mengalihkan setengah fungsi parkiran knalpot menjadi RTH. Menjauhkan area parkir kendaraan bermotor dari dekat gedung dan perluasan parkiran sepeda dengan mendekatkan dengan akses kampus. Seyogyanya dengan adanya Shelter Amikom jalur 3B Trans Jogja kampus ini diuntungkan karena tidak terlalu sulit civitas akademika untuk menuju Amikom dengan modal transportasi umum. Dalam hal ini masyarakat kampus ungu akan berpikir ulang untuk mengunakan jenis modal transportasi, atau bahkan jalan kaki guna menuju kampus.


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

BOIM 2013 Award, Puncak Ajang Apresiasi Karya Multimedia Amikom

Peraih Best of The Best Movie BOIM 2013 foto bersama. Journal|Fatho

Penyelenggaraan BOIM (Battle Of Indie Multimedia) 2013 mencapai acara puncak yaitu ‘Boim 2013 Award’ pada Rabu (2/2). BOIM sendiri merupakan ajang yang bertujuan mengapresiasi karya –yang sekaligus tugas mata kuliah— multimedia mahasiswa semester tiga Amikom. Bertempat di Citra 2 Amikom, BOIM 2013 Award adalah acara penganugerahan kepada nominator karya yang sebelumnya lolos proses penjurian. “Tahun ini karya yang masuk ada 300 lebih untuk TV commercial (iklan), video clip ada sekitar 200 dan 66 karya indie movie,” ujar Fitri Rachmawati selaku ketua panitia BOIM 2013. Terdapat total 24 kategori yang diperebutkan, terbagi menurut jenis karya yaitu masing-masing 7 untuk iklan, 7 untuk video klip dan 10 untuk indie movie. Agus Purwanto, penanggung jawab BOIM 2013 yang juga merupakan dosen Multimedia menyatakan bahwa BOIM adalah ajang untuk memotivasi mahasiswa yang berminat di bidang multimedia untuk lebih mengembangkan minatnya (12/2). “Supaya ada gambaran bahwasanya kerjaan mereka di multimedia itu memang ada lapangan dan peluangnya kedepan,” tambah Agus. Senada dengan yang diungkapkan Fitri berkaitan dengan dipilihnya tema BOIM 2013 yaitu “Berapi-api” yang ternyata diambil dari serial kartun “Avatar”. “Di situ diceritakan kalau negara api adalah negara paling

kuat. Yang kami inginkan adalah multimedia menjadi salah satu bidang terkuat di kampus Amikom ini,” imbuhnya. Tahap dari proses penjurian yaitu, karya berupa iklan dan video klip yang dipresentasikan di kelas multimedia dipilih menjadi lima teratas untuk dinominasikan ke masing-masing kategori oleh tim juri. Sedangkan untuk indie movie, tim juri memberikan penilaian secara langsung dengan menonton semua film. Tim juri sendiri terdiri dari asisten praktikum dan alumnus BOIM yang sebelumnya juga telah mengikuti penataran mengenai editing. Yang berbeda dari penyelenggaraan BOIM tahun ini adalah hadirnya Bank Muamalat sebagai salah satu sponsor. Fitri menyatakan bahwa Heri Sismoro, ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Amikom memandang BOIM sebagai sebuah acara yang ‘worthed’. “Kebetulan waktu itu Muamalat sedang ada sisa dana, kemudian Pak Heri mengusulkan ke Muamalat. Jadi bukan kami (panitia) yang meminta dan bukan Muamalat yang mengajukan,” tambah Fitri. Selain Muamalat terdapat pula keterlibatan Amikom ICT Award (AMICTA). Karena BOIM merupakan bagian dari AMICTA, yang mana berarti nantinya para pemenang BOIM juga akan diumumkan saat penyelenggaraan AMICTA. Jaringan Alumni Amikom (Jala) juga memberikan bantuan ruangan untuk sekretariat panita BOIM 2013. Kategori Best Of The Best indie movie BOIM 2013 dimenangkan oleh kelas SI-07 dengan film berjudul “Revenge” yang bergenre action. Ditemui seusai acara, mereka menyatakan kebahagiaanya dan bersyukur atas kemenangan ini. “Kami ingin coba mengikuti ajang kompetisi film indie di luar kampus, dan syukur-syukur bisa punya production house sendiri,” tambah Imam Dwi Ananda sang sutradara. Fatho | Satrio

07


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Foto : Journal | Frans

Tradisi Methik, Bentuk Syukur Masyarakat atas Kesuksesan Panen Teks dan foto: Lutfi Fauziah Menyambut panen padi di awal Februari 2013, tradisi Methik kembali dilakukan oleh sebagian warga Dusun Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Pethikan kali ini dilaksanakan di sawah milik Rubiyah, Minggu (10/2). Methik atau Pethikan sudah mentradisi di kalangan masyarakat Jawa. Ritual ini dilakukan para petani sebagai bentuk rasa syukur akan datangnya musim panen. Methik dilakukan bergantian oleh warga yang sawahnya hendak dipanen. “Saya dipesenin sama orang tua saya dulu, untuk bikin acara methik, biar panennya lancar,” ungkap Rubiyah ketika diwawancara usai ritual. Kamidiwinata, tokoh masyarakat setempat menyebutkan, perlengkapan ritual atau yang biasa disebut dengan ubo rampe terdiri dari nasi liwet, jajanan pasar, nasi suci, ayam ingkung, ketupat, palawija, jadah, ketela pohung . “Ada juga tebu, dadap dan kemenyan yang dipercaya masyarakat

08

Mbah Giman, salah satu petani yang turut membantu memanen padi di sawah milik Rubiyah. Total luas persawahan di dusun Jelok sekitar 25 hektar, mayoritas ditanami dengan padi organik.

sebagai syarat meminta,” tambah Kamidiwinata yang juga ketua RW 06 dusun Jelok. Tradisi yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat Jawa pada Dewi Sri. Sosok Dewi Sri dianggap sebagai dewi padi yang membawa rejeki dalam mitologi Jawa. Dengan Pethikan, masyarakat berharap musim panen padi tahun ini lancar dan hasilnya baik.


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Ubo rampe diarak menuju ke tengah sawah tempat ritual akan dilangsungkan. Anak-anak juga dilibatkan dalam ritual ini.

Sebelum dimakan bersama-sama oleh warga, ubo rampe didoakan terlebih dahulu. Kyai Yoso Supardiyono mengucapkan ikrar pethikan sekaligus doa.

Ubo rampe merupakan perlengkapan ritual. Terdiri dari nasi liwet, jajanan pasar, nasi suci, ayam ingkung, ketupat, palawija, jadah, ketela pohung.

09


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Wasitya Dwi Anggoro mantan Ketua Senat periode 2011 – 2012 di menanggapi rencana pengembangan Lab Eksplorasi mengatakan, “Saya dengan beberapa kawankawan keilmuan berembung untuk menggunakan Lab Eksplorasi serta merancang penjadwalan penggunaannya.” (5/2). Menurutnya, ada beberapa kendala Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk menggunakan Lab di Amikom. Kendala tersebut antara lain, mulai dari Senin sampai Sabtu lab penuh untuk kepentingan perkuliahan dan adanya standar penggunaan lab dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang menyatakan Salah seorang mahasiswa sedang memanfaatkan Lab Explorasi, bahwa hari Minggu lab tidak boleh digunakan Senin (4/3). Journal|Lutfi tanpa ada yang mengawasi, serta alasan komputer harus istirahat agar tidak cepat Laboratorium Explorasi (Lab Explorasi) rusak. “Cara mengatasinya yaitu dengan adalah tempat yang diperuntukan bagi mahasiswa memberdayakan Lab Eksplorasi. Misalnya guna mengeksplorasi ide –ide kreatif. Waktu itu ketika akan mengadakan pelatihan atau alasan dibangunnya Lab Eksplorasi awalnya workshop untuk adik-adiknya (anggota baru),” mengingat Amikom selalu mengirimkan karyanya tambah Wasitya. pada ICT sejak 2008 sehingga perlu suatu wadah “Saya kurang mendalami mengenai Lab untuk tumbuh kembang ide–ide kreatif. “Tidak Explorasi. Di dua bulan awal kepengurusan harus kumpul untuk mengerjakan sesuatu tetapi sudah pernah saya tanyakan pada Ketua Senat minimal kumpul untuk mendiskusikan sesuatu untuk melahirkan ide-ide bagus,” kata Heri Sismoro periode sebelumnya dan Presiden BEM yang (16/2), ketua Pusat Penelitian, Pengembangan dan baru, pada saat saya tanyakan soal Lab Ekplorasi sudah selesai katanya. tapi saya Pengabdian Masyarakat (P3M) STMIK Amikom kurang tahu selesai yang seperti apa,” tutur Yogyakarta yang juga penanggung jawab Lab Febrijatmiko, Ketua Senat periode 2012-2013 Eksplorasi. (5/2). Dia juga menambahkan dalam periode Heri menjelaskan, alasan memilih Lab kepengurusanya tidak ada program kerja Eksplorasi di basemen Unit II karena saat itu hanya lokasi tersebut yang bisa dipakai. Kemudian mengenai Lab Explorasi. Heri mengatakan bawa tindakan pihak lembaga (P3M) sempat mendiskusikan selanjutnya untuk revitalisasi pengadaan alat bagaimana prosedur penggunaan lab dengan dan tempat baru akan dipikirkan lebih pengurus Senat Mahasiswa dan Badan Eksekutif secepatnya selama sudah memungkinkan Mahasiswa (BEM) periode 2011-2012. Sejatinya perihal ketersediaan tempat serta dana untuk fungsi penggunaan lab itu utamanya memang pengadaan alat. “Kami menunggu feedback dari untuk seluruh mahasiswa, bukan hanya untuk teman-teman mahasiswa jika memang robotik. “Itu bukan lab milik robotik. Kalau ada menghendaki untuk merekomendasikan lokasi anak robotik yang ada disana, teman-teman robotik yang layak, baru semuanya akan mendapat di sana itu pinjam untuk persiapan lomba dan ada waktu masing-masing untuk penggunaannya,” surat resminya,” tuturnya pungkas Heri. Untung|Anisa|Iok .

Penjelajahan Lab Explorasi

10


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Wisudawan Terbaik ke-45 STMIK Amikom Yogyakarta Lia Ayu Ivanjelita dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada Wisuda ke-45 STMIK Amikom Yogyakarta. Mahasiswi jurusan Sistem Informasi angkatan 2009 tersebut merupakan putri dari pasangan Sri Purwatininghandayani dan Lilik Kiswanto. Ditemui di selat 1-2 STMIK Amikom beberapa waktu lalu, dara yang kerap disapa LingLing ini berbagi sedikit cerita selama menempuh pendidikan di Kampus Ungu. Berikut petikan wawancaranya. Bagaimana anda mangatur waktu antara kuliah dan kegiatan lain? Prioritaskan yang paling penting dulu, kita di amikom untuk kuliah, jadi utamakan kuliah. Untuk organisasi, kita punya tanggung jawab sama temanteman di organisasi. Sebisa mungkin, kalau ada kegiatan ya diikuti. Kalau tambah ngasisten, waktunya disesuaikan dengan waktu kosong kuliah. Anda juga tercatat sebagai angggota aktif di Amikom Computer Club (AMCC). Pernah menjabat sebagai apa? Awalnya sebagai anggota Dev. Web, Lalu menjadi koordinatornya. Terakhir jadi sekretaris II, saya mulai aktif di AMCC pada semester 3. Bagaimana pendapat anda mengenai mahasiswa yang aktif kuliah dan aktif berorganisasi? Sebenarnya ikut organisasi itu untuk mendukung aktivitas di kampus selain kuliah, walaupun begitu, kuliah tetap nomor satu. Bukan karena ikut organisasi malah nilainya standar, tapi seharusnya bisa lebih baik, karena kita bisa belajar banyak di organisasi. Antara kuliah, Orma, Asisten dan Student staff,

kegiatan apa yang paling banyak memberikan andil pada prestasi anda? Lebih banyak ke kuliah, aku gak banyak prestasi cuma dengan IPK. IPK itu aku dapat dari kuliah, kalau dari asisten labih tambah ilmu aja, kalau student staf bagus untuk menambah relasi. Nama anda juga sudah tercantum dalam daftar dosen di dosen.amikom.ac.id, bagaimana ceritanya? Ceritanya, kemarin Ketua Jurusan (Kajur) sudah melihat potensi. Pertama mungkin dari IPK, lalu mungkin kepribadian waktu di student staff jurusan. Waktu itu di suruh memasukkan lamaran untuk jadi dosen. Akhirnya habis yudisium mau wisuda, saya memasukkan lamaran dan allhamduliilah keterima. Apa harapan anda kedepannya? Lanjut Strata2 (S2) semoga bisa dapat yang tebaik dan bisa diangkat jadi dosen tetap. Pesan untuk adik-adik angkatan? Rajin-rajin kuliah. Dukung perkuliahan dengan jadi assiten karena hal itu membantu dalam belajar sharing ilmu. Di organisasi, selain untuk menambah relasi bisa juga untuk sharing ilmu. Pesan anda untuk lembaga agar mahasiswa dapat semangat berprestasi. Untuk lembaga, dari fasilitas lebih dilengkapi lagi. Untuk dosen, sebaiknya menambahkan materi untuk motivasi kepada mahasiswa, agar mahasiswa semangat dan menjadi lebih sukses daripada yang sudah ada sekarang. Frans Nama Nim Alamat Judul Skripsi

: Lia Ayu Ivanjelita : 09.12.3505 : Ngamboh, Margorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta : Perancangan Sistem Informasi Penjualan Obat Pada Apotek Syifa Sleman Menggunakan PHP dan MYSQL.

11


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Microsoft Meluncurkan Aplikasi Office Terbaru

Microsoft akhirnya meluncurkan aplikasi Office terbarunya ke pasar global pada hari Selasa (29/01/2013). Aplikasi ini menawarkan sejumlah pembaruan dibanding Office versi sebelumnya. Tampilan Office 2013 telah diubah sedemikian rupa agar lebih touch-and-stylus-friendly, sehingga bisa dengan mudah digunakan dalam tablet berbasis Windows 8. Microsoft juga menambahkan sejumlah fitur sosial dan mengintegrasikan Skype ke dalam Office 2013. Mereka juga tidak lupa mengintegrasikan penggunaan konektivitas Cloud melalui Sky Drive. Penggunaan Skype didukung oleh Microsoft Lync untuk melakukan multiparty video chat, dan terintegrasi dalam dokumen di Office itu sendiri. Salah satu contoh penggunaannya adalah pada rapat-rapat di kantor. Jika dihubungkan dengan monitor berukuran besar, fitur ini bisa menampilkan sebuah papan tulis besar yang interaktif. Office 2013 secara spesifik telah dioptimalisasi untuk penggunaan pada tablet, dan bahkan smartphone. Layoutnya telah disederhanakan, dan Microsoft telah menambahkan tombol dan icon yang touchfriendly. Read mode telah dioptimalisasi dengan penggunaan tablet, dimana mengganti halaman pada Office 2013 akan terasa seperti membalik halaman buku, dan video juga bisa ditonton dalam dokumen. Gambar pun bisa diambil menggunakan kamera yang tersedia dalam tablet, dan di-resize sesuai dengan ukuran dokumen.Sistem Operasi yang dibutuhkan PC berbasis Windows 7 atau Windows 8, atau sebuah tablet berbasis Windows RT. Windows RT yang tersedia untuk tablet yang berbasis ARM. Versi ini diberikan secara gratis untuk pembeli perangkat RT semacam tablet Surface RT. Tidak perlu kawatir untuk pengguna

12

Mac, meskipun tidak berada dalam satu jalur, Microsoft telah memberikan satu aplikasi yang bisa digunakan pada platform iOS, Android, dan Symbian, yaitu One Note. Pelanggan Office 365 akan mendapat kompabilitas dengan Office for Mac. Office 365 mendukung penggunaannya pada web browser, dimana akan bisa digunakan pada iPad ataupun iPhone. Office 2013 muncul dalam sejumlah versi untuk home dan business user diantaranya Office Home and Student 2013 ; termasuk aplikasi Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote, Office Home and Business 2013 ; di dalamnya mencakup semua layanan di versi Home and Student 2013 ditambah Outlook, serta Office Professional 2013 ; menyajikan semua aplikasi yang ada di versi Home and Business 2013 ditambah Access dan Publisher. Microsoft menawarkan sejumlah fitur semacam Google Docs melalui SkyDrive. Konektivitas Cloud juga ditawarkan melalui Web browser tanpa perlu melakukan pembelian aplikasi dan tanpa biaya bulanan. Meskipun fitur yang ditawarkan pada versi web tidak sebaik dengan yang ada pada versi penuh, namun web apps via SkyDrive sudah cukup berguna pada penggunaan semacam mengedit dokumen sederhana. Aplikasi yang tersedia pada webapps tersebut adalah Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote. Pilihan lain berlangganan Office 365 yang akan memberikan sejumlah keuntungan. Antara lain, pilihan aplikasi downloadable yang sama, juga akses terhadap sejumlah upgrade yang akan tersedia di masa yang akan datang. Office on Demand, kapasitas penyimpanan sebesar 20 GB pada Skydrive (kapasitas pada versi gratis hanya 7 GB), dan bisa menginstall Office 2013 pada lima PC sekaligus. Versi Office 365 terbagi menjadi 2 bagian yaitu Office Home Premium ; termasuk 20 GB penyimpanan di SkyDrive dan 60 menit telepon via Skype) dan Office Small Business Premium ; termasuk shared calendars business-class mail, dan HD conferencing dan ProPlus (enterprise). Deni Sumber : http://www.chip.co.id/news http://tekno.kompas.com


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Di Langit yang Sama … Guarda questa terra che. che gira insieme a noi. A darci un po’ di sole. Mighty Sun… Mighty Sun… Mempertanyakan waktu yang menemukan diri pada tidak biasa. Seolah petang ini segelas teh hangat yang dinanti. Sunyi yang mendesah di bibir mendinginkannya lekas. Di luar sana, manusia berjamaah meneteskan air mata sebagaimana percakapan yang deras. Riuh di batas lampau dan esok hari. Lalu ketika aku terlelap, kunang-kunang berdiam melaun, membasuh wajah lelah entah darimana datang. Aku berharap bisa bermimpi. Bertiga, mempersilahkan langit menaruh hati. Canto Della Terra. Jarak itu pada matamu nan sayu. Pada rambutmu nan tergulung ombak. Dan puisi-puisi yang tak pernah berhenti membuat kita bertemu-tatap, menggerakkan jari untuk menemukan senyum di halaman selanjutnya. Puisi yang membuat kita duduk berdua. Di langit yang sama. Oleh: Ilham

13


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

SUDAH Lalu sudah kutekankan pada ruang dan waktu tentang aku yang tak akan meratapimu Pada sebentuk pias wajah yang sudah tak lagi hadir dalam hitam mimpi Sesungguhnya … Dongeng tentang rindumu dan aku masih saja bersenggama dengan malam Aku masih mencari jejakmu dalam pijar temaram lampu taman Dongeng tentang deritamu juga masih saja membuatku teriris Namun.. Ketika angin tak bisa menghapus jejak suaramu Kau sudah pergi jauh dan semua tentangmu masih tertinggal disini Kehangatan tak bernama bersemayam mengakar hingga setiap jengkal detik Apapula daya ruang waktu Selalu ada rindu bertahta Nostalgia berbalut luka… Oleh: Annisa

Agenda

Bernyawa Apa yang masih kuingat tentang hitam dan putih? Ia tak berubah seperti aku. Tetap tujuh langkah untuk menemuinya, dan kadang beberapa langkah harus kuhentakkan bersama. Bagaimana rasanya? Sesulit melangkah dan sebahagia mencapainya. Berdebu olehku atau olehmu sendiri, seharusnya bukan alasan. Sejatinya tak mampu aku membersihkannya, namun tetap bersih. Kau teriakkan umpatan tentang aku yang berkhianat? Teriakkan saja, aku akan tetap seperti ini. Jika sudah bosan kau mengumpat, baru aku akan menghampirimu. Menghapus debu dan mencoba membuatmu bernyawa kembali. Karena bukan hanya kau saja yang membutuhkan nyawa, Aku pun membutuhkan nyawa di atas sana, Dan kau lah nyawaku.

Oleh: Adam D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Dialog Lembaga dan Mahasiswa

Pesta Buku Buku Jogja Jogja2013 2013 Pesta

Tanggal Pukul Tempat Ket

Tema : Jogja Membaca Kembali Tempat : gd. Mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta. Tanggal : 13 Maret-19 Maret 2013 Jam : 08.00-17.00 WIB

14

: 23 Maret 2013 : 07.00-12.00 WIB : Ruang Citra II : Perwakilan Kelas


D’Journal Edisi 57 | III | 2013

Judul Genre Pemain Sutradara

: From Paris With Love : Action : John Travolta, Jonathan Rhys Meyers : Pierre Morel

Tidak seperti judulnya yang terkesan romantis. Film yang berlatar di Paris, Prancis ini menceritakan tentang Asisten Duta Besar Amerika Serikat yaitu James Reese, yang diperankan oleh Jonathan Rhys Meyers. James mendapatkan tugas dari atasannya untuk menyelidiki dugaan terorisme bom bunuh diri di gedung Kedutaan Amerika di Paris. Untuk mengungkap dan menggagalkan aksi bom bunuh diri tersebut Reese dibantu oleh agen mata-mata kelas dunia Charlie Wax, diperankan oleh John Travolta. Charlie yang jago berkelahi dan menggunakan senjata api membuat Reese begitu terkejut dengan aksi yang ditunjukannya. Charlie tidak ragu-ragu untuk membunuh setiap orang yang dianggap berhubungan dengan teroris tersebut. Tak heran jika film ini hampir 90% lebih adegan penembakan atau berkelahi. Yang lebih mengejutkan di film ini, ternyata kekasih Reese yaitu Caroline yang diperankan oleh Kasia Smutniak ikut terlibat dalam aksi terorisme tersebut. Bagaimana sikap Reese begitu mengetahui kekasihnya yang seorang teroris? Dan apakah Reese bisa mengikuti jejak Charlie sebagai agen mata-mata kelas dunia? Anda bisa melihat langsung di film ini. Dina

Judul : Taare Zameen Par (Like Stars on Earth) Sutradara : Aamir Khan Produser : Aamir Khan Pemain Film : Aamir Khan, Darsheel Safary Distributor : Aamir Khan Productions, UTV Home Entertainment, The Walt Disney Company Tahun : 2007

Melalui film Taare Zameen Par (Like Stars on Earth), Aamir Khan mendapat 13 penghargaan dan 15 nominasi. Dalam situs IMDB, film ini mendapat rating 8.4 dan menduduki Top 250. Ishaan Awasthi (Darsheel Safary) adalah anak kelas tiga sekolah dasar yang selalu mendapatkan nilai jelek karena tidak bisa baca tulis. Dia melihat dunia dengan imajinasinya. Ia pun sering membolos. Guruguru mengecap dia sebagai pemalas, nakal bahkan idiot. Orang tuanya geram melihat tingkah Ishaan karena berbeda dengan kakaknya yang pintar. Maka ayahnya, Nandkishore Awasthi (Vipin Sharma) memindahkan Ishaan ke sekolah asrama. Saat berada di asrama, Ishaan bertemu dengan guru baru, Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Nikumbh sadar bahwa Ishaan mengalami kesulitan membaca dan menulis (Dyslexia). Dalam benak Ishaan, huruf dan angka menari-nari di kepala, sehingga ia susah membaca maksud dari kalimat yang dituliskan. Nikumbh juga pengidap Dyslexia, maka ia tidak ingin Ishaan semakin terpuruk. Ia mengajari Ishaan membaca dan menulis dengan metode berbeda. Film ini layak ditonton para guru, praktisi pendidikan dan orang tua. Tidak semua anak bisa diperlakukan sama, terlebih pada anak dengan kemampuan “spesial�. Ika

15


Journal | Lutfi

D'Journal 57  

Di akhir 2012, diselenggarakan Dialog Jurusan TI. Bersama lembaga, mahasiswa mencoba merumuskan masalah dan menemukan solusinya. Akreditasi...

D'Journal 57  

Di akhir 2012, diselenggarakan Dialog Jurusan TI. Bersama lembaga, mahasiswa mencoba merumuskan masalah dan menemukan solusinya. Akreditasi...

Advertisement