Page 1

Tak Ada yang Beda, hanya Soal Nama Oleh : Handayani Ekaningtyas (12.12.7047) Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) atau yang lebih dikenal dengan Pengalian Potensi Mahasiswa (PPM) 2014 STMIK Amikom Yogyakarta, kali ini mengangkat tema “Glory of Technology”. Tidak berbeda dengan tahun lalu yang masih mengangkat tema tentang teknologi. Tahun lalu, kebijakan panitia Lembaga lebih menyerahkan perumusan konsep PPM kepada Panitia Mahasiswa. Namun, Panitia mahasiwa tidak kreatif menggunakan kesempatan itu. Terlihat dengan pelaksanaan PPM tahun lalu yang bisa dibilang sama dengan PPM tahun sebelumnya. Masih dengan kegiatan pengenalan studi hingga aktivitas sosial yang malah terlihat seperti seminar. Jika dibandingakan dengan tahun sebelumnya, presentase mengenai ide-ide PPM antara panitia mahasiswa dan Lembaga adalah 50:50. Artinya kepanitian berperan sama besarnya terhadap ide-ide yang muncul. Jika dibandingkan dengan PPM 2013, secara kasat mata yang berubah hanya nama tema dan kelompok bagi pemandu saja. Selebihnya, jalannya acara dan isi kegiatannya sama seperti tahun sebelumnya. Seberapa mengerti mahasiswa baru akan tema yang diangkat oleh panitia? Masih saja ada mahasiswa baru yang belum paham dengan tema tersebut. Harusnya acara PPM lebih variatif dan sesuai dengan tema yang diangkat.

Penggalian Potensi Mahasiswa 2014 “Glory of Technology”

#1 Khusus

Oleh: Danny Noviandri S. (10.11.3744) Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) adalah acara yang setiap tahun dilaksanakan oleh STMIK Amikom Yogyakarta. Berbeda dengan universitas lain yang masih menerapkan sistem Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) atau plonco, di Amikom kegiatan tersebut sudah diganti dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan sekaligus dapat mengenalkan mahasiswa baru dengan lingkungan Amikom. Ajang tahunan terbesar di Amikom ini juga dapat digunakan untuk menunjukan eksistensi semua civitas perguruan tinggi. Dengan adanya Pelatihan Super Unggul (PSU) bagi mahasiswa baru yang sebelumnya sudah dilaksanakan, kegiatan PPM ini diharapkan membuat mahasiswa baru benar-benar menjadi mahasiswa yang unggul. PPM hari pertama menitik beratkan pada pengenalan Lembaga, sedangkan dihari kedua, konten yang disajikan adalah pengenalan Organisasi Mahasiswa (Orma) yang ada. Menurut saya yang diluar kepanitiaan, dari sisi kesiapan panitia tahun ini sudah menunjukan kerja yang maksimal meski tetap ada kendala-kendala sedikit. Hingga tanggal 1 September 2014, persiapan sudah berlangsung dengan baik. Semoga yang sudah disusun oleh panitia dapat berjalan seperti yang diinginkan dan dapat mengatasi kendala-kendala yang terjadi di lapangan.

Edisi

PPM

2 September 2014 www.lpmjournal.com

Lembaga Pers Mahasiswa Journal

Selamat Datang untuk Kalian, Mahasiswa Baru, Selamat datang di masa Ospek (baca : PPM) ala STMIK Amikom Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015. Dalam penyelenggaraannya yang akan berlangsung selama 2 hari—mulai tanggal 2-3 September 2014—ini, kalian akan disuguhkan dengan beragam acara dan kegiatan. Pada penyelenggaraannya kali ini, PPM tentu tak kan mungkin lahir begitu saja. Konsep dan ide tentu sudah jadi bahan pertimbangan oleh panitia sebelumnya. Lantas adakah perbedaan antara PPM tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnnya? Sekali lagi selamat datang buat kalian, selamat mengikuti PPM.

Konsep panggung PPM 2014 yang siap digunakan 2 hari kedepan (1/9). Journal|Urfa

ujar Barka Satya, selaku Ketua Umum PPM 2014 dari pihak

KARIKATUR

Lembaga. Ia juga menambahkan bahwa presentase dalam

Usung Tema Teknologi dalam PPM

penyusunan konsep tahun ini antara pihak lembaga dan mahasiswa mencapai 50:50. Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum PPM dari pihak mahasiswa. Hal ini didukung oleh Suyatmi selaku Penanggungjawab PPM 2014. “Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Amikom dan karyawan serta disesuaikankebutuhan dan kondisi perguruan tinggi.” Menurut Teguh Rahayu (13.21.0739) selaku Ketua umum PPM dari pihak mahasiswa, tujuan dari pemilihan tema PPM tahun ini yaitu ingin mengangkat teknologi. “Karena kita berada pada lingkungan teknologi, maka kita ingin mengangkat dan menjunjung tinggi teknologi,” jelasnya. Sesuai dengan tema PPM tahun ini, yang ditonjolkan yaitu desain dekorasi panggung. Disebelah barat panggung terdapat robot yang dibuat oleh seksi Perlengkapan dan

Suasana dan penataan panggung oleh panitia PPM (1/9). Journal|Sintya

Keredaksian DITERBITKAN OLEH: LPM Journal STMIK Amikom Yogyakarta. PELINDUNG: Drs. M. Idris Purwanto, M.M. PEMBINA: Jaeni, S. Kom. PIMPINAN UMUM: Ndaru Kurniawan. WAKIL PIMPINAN UMUM: Fregy Damara. SEKRETARIS: Ali Fatur Rohmah. BENDAHARA: Geslin Ardhana R. PIMPINAN REDAKSI: Govinda Al A, PIMPINAN PRODUKSI: Handayani Ekaningtyas. REDAKTUR PELAKSANA: Tutur Larasati, Ayu Nathania. REDAKTUR: Morita Puspitasari, Rony Prasetya N. REPORTER: Geslin Ardhana R, Sintya Permata S, Ndaru Kurniawan, Asih Wulan S, Yusuf Dwi P, Ahmad Shodiq, Yoga Patria P, Ginanjar Adi P. FOTOGRAFER: Ganes Budi B, Urfa N. KONTRIBUTOR: Fregy Damara, Handayani Ekaningtyas, Riski Dian A K, Danny Noviandri S. LAYOUTER: Fredi Santoso.

Oleh: Fregy Damara (13.11.6927)

ALAMAT REDAKSI: Gedung BSC Ruang VI.3.9, STMIK Amikom Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. EMAIL : redaksilpmjournal@gmail.com. WEBSITE : www.lpmjournal.com.

Publikasi, Dokumentasi dan Dekorasi (PDD). Pendaftaran peserta PPM yang dilakukan oleh panitia

Glory of Technology merupakan tema dan konsep dari

dimulai dari tanggal 1 Juli sampai 29 Agustus. Akan tetapi

Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) 2014. Konsep ini disusun

mengingat masih banyaknya mahasiswa baru yang belum

atas dasar kesepakatan pihak Lembaga dan pihak Mahasiswa.

mendaftar, maka pada tanggal 1 September sebelum breafing

Penyusunan konsep ini telah dilakukan dari tiga bulan yang lalu

pendaftaran dibuka kembali.

tepatnya pada bulan Juni 2014. “Pihak Lembaga dan pihak Mahasiswa bersama sama mencetuskan ide tema PPM tahun ini ,”

Menurut Chairiyyah Hanifah (12.12.6777) selaku koordinator Data dan Informasi, “ Untuk data mahasiswa yang


mendaftar sampai tanggal 31 Agustus 2014 berjumlah 1742 peserta,” tuturnya. Hanifah juga menambahkan bahwa peserta tahun ini tidak terdiri dari mahasiswa baru saja, akan tetapi

Pihak Panitia Telah Memiliki Izin Panitia berkerjasama dengan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)sekitar kampus STMIK Amikom Yogyakarta serta pihak Kepolisian terdekat untuk menyelenggaraan Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM). “Perizinan sudah diberlakukan baik dari pihak kampus dan pihak mahasiswa, Perizinan dilakukan 70 rumah disekitar kampus, RT/RW dan Kepolisian terdekat,” ujar Chatrio Destraandra (12.11.5927) selaku Koordinator Humas(1/9). Hal senada juga diungkapkan Moh.Rozan (11.12.5692) selaku Koordinator acara menambahkan perizinan yang telah disetujui pihak–pihak terkait yang mana perizinan tersebut diberlakukan dari 1-3 September 2014. Dari pihak masyarakat, Paryono (63) selaku ketua RT sudah memberikan izin perihal kegiatanPPM 2014.“Calon mahasiswa dan panitia yang mengikuti acara tersebut dilarang membuat gaduh serta dilarang mengganggu warga sekitar,” tambahnya.Wulan

terdapat mahasiswa dari angkatan 2007. Untuk tahun ini berbeda dengan tahun kemarin, karena dari pihak panitia tidak ingin membebani peserta dengan barang-barang bawaan. “Atribut yang akan dibawa oleh peserta akan lebih simpel dari tahun kemarin,” tambah Hanifah. Perbedaan yang sangat menonjol bisa dilihat dari segi hiburan, karena PPM tahun ini semua pengisi hiburan berasal dari mahasiswa Amikom. Hal ini dipertegas oleh Moh. Rozan (11.12.5692) selaku koordinator seksi Acara. Berdasarkan rundown PPM 2014, Rozan mengungkapkan bahwa kepulangan peserta lebih dipercepat, karena pada PPM tahun 2013 mahasiswa baru pulang sampai tengah malam. Suyatmi menggungkapkan, “Harapannya, semoga kegiatan PPM ini berjalan lancar dan mendapat manfaat serta berkah.” Sama halnya dengan dari Hanifah agar PPM tahun ini berjalan lancar dan tujuannya bisa tercapai. Sintya|Geslin|Rony|Ndaru

TECS Mandiri JAYA

Jl. Nusa Indah No. 2J Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta No. Telp : (0274) 4477814, 4477815

Pihak Panitia Telah Memiliki Izin Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) yang diselenggarakan tanggal 1-3 September 2014 ini mengangkat tema “Glory of Technology”. Fachrifah Intan Nurmaningsih (14.12.8207) salah satu peserta mengatakan belum mengetahui apa maksud dari tema tersebut.Dia mengaku sangat antusias selama mengikuti acara PPM hari ini(1/9). Ketika diwawancarai perihal persiapan PPM,Intan menjelaskan bahwa dia hanya mengalamikesulitan mencari karpet berwarna ungusebagai barang yang wajib dibawa saat acara berlangsung. “Baru dapat jam11 malam, itupun di depan Amikom,” ujarnya.Intan berharap dengan mengikuti PPM dia bisa memperoleh pengalaman serta

menambah teman.Morita PPM Membuka Peluang Usaha Seperti Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) tahun sebelumnya, tahun ini juga membuka peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Seperti yang dilakukan olehS uwaryono (47) bersama istrinyaTukilah (47) sejak pukul 07.00 WIB dihari briefing PPM (1/9) menjual barang-barang yang dibutuhkan oleh peserta seperti karpet warna ungu, dasi, alat tulis dll. Sejak berada di depan parkiran Amikom pukul 07.00 WIB sampai menjelang acara briefing dimulai yaitu puku l08.30 WIB Suwaryono berhasil menjual 30 karpet ukuran 50 x 100 cm dengan harga satuan Rp 15.000,-.Shodik Jumlah Peserta PPM Menurun Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) tahun ajaran 2014/2015 yang rutin diadakan oleh pihak STMIK Amikom Yogyakarta kali ini bertemakan Glory Of Technology. Jumlah peserta PPM menurun dari tahun ajaran sebelumnya yang mencapai jumlah 1.900-an peserta. Seperti yang diungkapkan oleh Chairiyyah Hanifah (12.12.6777) selaku koordinator bagian Data dan Dokumentasi (DI) bahwa jumlah peserta PPM tahun 2014 mencapai 1.742 peserta. Peserta PPM 2014 sendiri tidak hanya diikuti oleh mahasiswa baru melainkan ada beberapa mahasiswa Amikom angkatan 2007, 2012 dan 2013. Penurunan jumlah peserta PPM tersebut diakibatkan oleh dipersingkatnya Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB) Amikom yang hanya menerima mahasiswa baru sampai awal bulan Agustus 2014 dan juga kurang efektifnya sosialisasi PPM ke mahasiswa baru. Putra

SUARA MABA Saiful – Demak PPM ini agak memberatkan karena yang tidak punya harus beli, contoh sepatu pantofel. Jam masuk yang terlalu pagi, untuk acara sendiri asik dan menyenangkan tetapi terlalu formal. Sabila– Solo Acara PPM seru dan asyik tapi anak-anaknya banyak yang rame sendiri dan terlalu banyak yel-yel agak membosankan. Dari persiapan menurut saya kurang karena dari rundown acara yang seharusnya dimulai jam 8 pagi tapi molor sampai jam setengah 9 lebih, pungkasnya.

Peserta PPM 2014 sedang memarkirkan motor di basement Gedung VI yang semakin memadat.

Wahyuri – Magelang Saya masuk di kelompok Remsem, pemandu saya enak dan asik, untuk teman dikelompok saya baru satu yang kenal karena saya tidak bisa bergabung dengan barisan yang lain. Dari pandangan saya acara cukup megah dan menarik hanya saja rundown yang pelu diperbaiki.

Kumpulnya peserta PPM 2014 yang didominasi oleh mahasiswi sebelum mulai acara.

Suasana tempat parkir telah dipadati motor dan peserta PPM 2014

Diah – Prambanan Menurut saya acara asik hanya kurang tatap muka dengan yang lain, contohnya MC atau panitia yang kurang berkeliling. Untuk barang bawaan dan tata tertib mudah dan ringan. Rundown kurang efektif karena molor.

99 Cahaya di Langit Eropa Judul Sutradara Produksi Durasi

: 99 Cahaya di Langit Eropa : Guntur Soeharjanto : Maxima Pictures : 105 menit

99 Cahaya di Langit Eropa merupakan film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra. Film ini terinspirasi dari kisah nyata perjalanan Hanum dan Rangga selama 3 tahun tinggal di Eropa dan menceritakan agen muslim yang mengenal situs dan sejarah Islam di Eropa. Perjalanan mereka dimulai saat Rangga yang saat itu menempuh pendidikan doktor di WU Vienna dan Hanum yang dahulu bekerja di bidang jurnalistik mendampingi sang suami selama di Eropa. Hanum kemudian bertemu Fatma di tempat dia kursus bahasa Jerman. Fatma menjadi teman spiritual Hanum yang mengajarkan tentang situs dan sejarah Islam di Eropa. Saat itu, Rangga harus menghadiri seminar di Paris. Hanum pun diajak Rangga ke Paris. Di sana Hamun bertemu dengan Marion sahabat Fatma, Marion merupakan ahli sejarah di Paris. Dari Marionlah dia mengetahui bahwa monumen Arc de Triomphe memiliki garis lurus imajiner yang tepat membelah kota Paris. Jika garis tersebut ditarik lurus sampai ke timur, maka garis tersebut tepat mengarah ke Ka'bah, Mekkah. Kiki

D'Journal Edisi 1 Khusus PPM  

Buletin khusus hari kegiatan Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) STMIK Amikom Yogyakarta 2-3 September 2014.

D'Journal Edisi 1 Khusus PPM  

Buletin khusus hari kegiatan Penggalian Potensi Mahasiswa (PPM) STMIK Amikom Yogyakarta 2-3 September 2014.

Advertisement