Page 1


FIND THE “GREEN” !

Watercolor Painting by Doca Vestalia


need more news about current

lifestyle ? visit our website :

www.longlifemagz.com


LONGLIFEMAGZ EDITOR IN CHIEF

Henggal Wismana Ardia Kusuma

PROMOTION IN CHIEF Bagus Adityatama

EDITOR

Hosea Marcel Edward Dias Yuda Pratama

ILUSTRATOR

Doca Vestalia Osean Ajah Anggoro Gemilang

FOTOGRAFER

Alcander Brian Dega Bintang Bagas Herlambang Anissa Sulistya Fariz Febriansyah

AUTHOR

Dheo Galih Abilena Lola Jagad Aji Wijoyo Rizky Febrian

PUBLIC RELATION

Luqman Afif Khairuddin Galuh Aulia Widias Anindita

WEB DESIGNER Danang Suryo Adi

CONTRIBUTOR Isontehaink Rega Warganegara

CONTACT

Email : publisher@longlifemagz.com Advertise : ads@longlifemagz.com

Partnership : partnership@longlifemagz.com Sponsorship : sponsorship@longlifemagz.com

Jl. Dr.Wahidin Family Housing G-10 Semarang - Indonesia WWW.LONGLIFEMAGZ.COM

4


LETTER FROM EDITOR IN CHIEF

Pada edisi kedua ini LONGLIFE berkembang dengan sangat cepat, sejak pertama rilis edisi pertama pada bulan januari lalu membuat kami bersemangat dalam berkarya. Di edisi kedua ini kami mengambil tema “Metropolitan�. Tema ini sangat menarik bagi kami dimana fenomena foto metropolitan, street sedang digemari beberapa bulan terakhir. Mulai edisi kedua ini majalah kami hanya ada dalam versi digital, tanpa versi cetak. Selain itu LONGLIFE akan terbit setiap bulannya mulai bulan mei 2016. Di edisi kedua ini, kami mengucapkan terima kasih pada guru-guru kami Garna Raditya, Isontehaink, Yostria Gintarsa. Tanpa kritik kalian di edisi pertama, mungkin di edisi kedua ini beberapa kesalahan kami pasti akan terulang kembali. Terima kasih juga untuk teman-teman pelaku industri kreatif lokal serta teman-teman semua yang sudah mendukung kami selama ini. Pada bulan ini kami membuka kesempatan kepada teman-teman semua untuk bergabung di LONGLIFE. Beberapa posisi sudah diisi orang baru yang kami nilai tepat mengisi posisi itu. Kami meminta teman teman semua untuk dapat mendukung LONGLIFE agar semakin berkembang kedepannya. Kami menerima kritik dan saran agar kami dapat menyesuaikan keinginan teman-teman semua. LONGLIFE merupakan majalah dari Kota Semarang. Mari kita semua membudayakan mengapresiasi karya seseorang mulai dari diri sendiri, Kita bawa nama Semarang agar dapat dikenal di lingkungan nasional bahkan sampai internasional. Editor In Chief Henggal Wismana Ardia Kusuma

5


EDITION II COVER Photo by Agus Hartomo Prakoso Location : Rooftop Kuningan City, Jakarta Indonesia

Pada edisi kedua ini kami mengangkat tema “Metropolitan�. Dipilih tema ini karena semakin majunya tehnologi semakin maju juga sebuah kota, namun kemajuan itu selalu berdampak baik dan juga buruk. Dampak baiknya kota tersebut akan semakin maju dan terkenal, dampak buruknya dapat mengubah bentuk budaya atau kultur dan lingkungan kota tersebut. Oleh karena itu, semakin kreatifitasnya anak muda jaman sekarang dengan menyesuaikan kemajuan yang ada untuk menghasilan karya seperti musik, fashion, brand, serta event atau lainnya. Diharapkan juga selalu memperhatikan budaya dan lingkungan sekitar mereka agar tidak berubah dimakan oleh kemajuan jaman.

Longlife magz 6


CHECK OUR CHANNEL ON YOUTUBE “LONGLIFE TV” Get the latest update from LONGLIFE TV by hitting the SUBSCRIBE button!

Stay connected with us on your favorite social media platform:

Facebook.com/LLmagz Instagram.com/longlifemagz

7


METROPOLITAN ISSUE APRIL 2016 FASHION

Richie Rudolf 10 Able Store 12 Maze Groot 14 Essays 15

ALBUM REVIEW

AK47 17 GVM 20 Offside Mouth 21 Sugar Bitter 22

MUSIC NEWS

Figura Renata 23

INTERVIEW

Yostria Gintarsa 24

CONTRIBUTOR

Rega Warganegara 28 Isontehaink 32

KOMUNITAS

Beruang Raya Mercantile ( BRM 731 )

34

OTOMOTIF

Corolla Veteran 5th Anniversary 36

SPOT

Able Coffee 38 Tetuka Store 40

TIPS & TRIK

Cara Merawat Jeans 42 Wasche Shoes Cleaner 44

EVENT REVIEW

Pop Up Market 46 Pentagon 2016 48 8


Talk hat, Richie Rudolf Heritage black hoodie

Model : Adinda Rizky Amalia Photography by Dega Bintang


Richie Rudolf Noble ls tees

Model : Olga Leonardo Photography by Dega Bintang


Essays franklin white polocaps Able denim with camo t-shirt

Model : Olga Leonardo Photography by Dega Bintang


able store

Mazegroot mazelogo hat Able army tees

Model : Adinda Rizky Amalia Photography by Dega Bintang


Essays franklin white polocaps Mazegroot maze deer tees

Model : Olga Leonardo Photography by Dega Bintang


Essays wearwood tees

Model : Olga Leonardo Photography by Dega Bintang


AK//47

Rilis Album Baru “ Verba Volant, Scripta Manent “

17

AK//47, Trio grindcore asal Semarang merilis album baru pada 6 Pebruari

2016 lalu. Album berisikan 13 lagu tersebut bertajuk “Verba Volant, Scripta Manent” yang merupakan bahasa latin,yang mempunyai “Yang sekadar terucap akan hilang. Yang tertulis akan abadi”. Pada hari yang sama, turut dirilis video klip single dari album mereka “Ignorant Middle Class”.


Band yang terbentuk sejak tahun 1999 ini sempat vakum selama 7 ta-

hun. Kini dengan formasi Garna Raditya (gitar/vokal), Novelino Adam (bass/vokal), dan Yogi Ario (drum). Album “Verba Volant,Scripta Manent” yang dirilis oleh Vitus Records dan Resting Hell Records ini didedikasikan kepada pergerakan literasi untuk menggerus ingoransi, tegas sang gitaris. “Barangkali ini tema usang, kami juga bukan seorang literatus yang sejati. Tetapi gerakan literasi akan bisa menjadi energi yang besar melawan ignoransi. Bagi kami barikade depan ialah pengetahuan, agar tidak terus dibodohi,”ujar Garna. Tema literasi, merupakan upaya untuk mencatat dan merekam segala apapun yang ada disekitar. “Bisa melalui medium foto, teks, seni rupa atau bentuk lainnya agar tidak hilang atau dilupakan. Sebab, arsip tersebut akan berguna untuk teman-teman kami berikutnya. Kelak, kami bisa memetakan jaman maupun pemikiran di masa depan,” tambah Yogi yang akrab dipanggil Kotob. Album ini juga diisi vokalis tamu dari tiga band metal gaek, yakni Rudy Murdock (Radical Corps), Debronzes (Syndrome) dan Rudi Harjianto a.k.a Giant (SiksaKubur). “Saat kami tawarkan kepada Giant langsung disambut antusias. Saat rekaman vokal, Giant bisa langsung klop menghayati lagu dan hanya menghabiskan waktu satu jam untuk rekaman. Barangkali karena disini setiap hari disuguhi Congyang dan masakan Babi Parang,” ujar Inu bergurau. Rudy yang akrab dipanggil Giant itu mengisi pada lagu “Punguti Aksara”. Demikian penggalannya, “...Tulislah ucapan. Simpanlah, sebarkan. Punguti aksara, jadikan sejarah...”. Lirik yang ditulis oleh Garna tersebut kental dengan sentuhan hardcore/grind, lagu itu menginsyaratkan untuk menulis dan mengarsipkan segala sesuatu agar tidak hilang dilekang jaman. Dengan tema yang serupa tampak juga pada lagu “Merawat Ingatan” yang didedikasikan kepada pejuang HAM yang hilang maupun dibunuh. Selain Rudy, AK//47 juga menggaet Debronzes, vokalis band death metal veteran asal Semarang, Syndrome, pada lagu “So You Call Yourself a Revolutionary?”. Rudy Murdock, vokalis/gitaris Radical Corps mengisi vokal pada lagu “Makan Semen” yang didedikasikan kepada perjuangan warga untuk mempertahankan pegunungan Kendeng Utara yang digerus oleh korporasi. Materi lagu album baru yang semua ditulis oleh Garna ini sudah dikerjakan sejak awal tahun 2014. Kemunculan mereka dimulai pada bulan Maret 2015, Rifqi (Moiss) mengajak untuk kembali ke panggung guna mendampingi Vrosk, Matiasu, Kaitzr saat mereka tur ke Semarang.”Sebelum kami main lagi, mulai banyak latihan dan membiasakan menjaga stamina di panggung. Kami tidak berekspetasi apa-apa jika kami kembali,

kami hanya ingin bersenang-senang, meletupk

Sebelumnya, AK//47 telah menyelesaikan tur propinsi Jawa Timur yakni di kota Batu, Damp

Ak//47 telah menghasilkan EP “Tidak Setuju beberapa kompilasi dan split album.


kan energi yang terpendam,” ujarnya.

r ke 13 kota Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada 12-16 Pebruari 2016 akan kembali melakukan tur promo albumnya di pit, Surabaya dan Kediri.

u!” pada 2003. Tahun 2006, AK//47 merilis album “Barricades Close The Street, But Open The Way” dalam format kaset serta


GVM Luncukkan EP “2015”

Apa

yang terjadi bila lima orang berkumpul berawal dari sebuah persahabatan serta mempunyai kesamaan visi ? Banyak hal yang bisa terjadi, begitu pula dengan GVM yang merupakan band alternative pop/rock asal Kota Jepara. Pilihannya adalah menghasilkan hal positif atau negatif. Uniknya mereka berlima ini memilih jalur positif yaitu berkarya melalui sebuah hobi bermusik. Untuk pertama kalinya GVM meluncurkan Extended Play (EP) mini album yang bertajuk “2015” dimana mini album tersebut berisi 6 lagu asli karya mereka.

Dengan

line up personil Nanda Galih Febryan (vokal), Adhimas Pradipta (gitar), Alfian Adi Prakoso (gitar), Bananda Janu Candra (bass), dan Arief Tri Wibowo (drum). Dengan latar belakang yang menyukai aliran musik yang bervariasi dari setiap personil, hal ini tak membatasi mereka untuk berkarya dan menghasilkan sebuah musik yang beraliran alternative pop/rock dalam GVM. Band yang terbentuk sejak pertengahan tahun 2009 ini berawal dari persahabatan dari SMA sampai kuliah. Kesibukan masing-masing personil dala menjalankan pendidikan tidak mengurangi hobi mereka dalam bermusik. Nama GVM sendiri berasal dari kata “Give Me Some Advice” yang berarti “Beri Aku Beberapa Nasihat” yang kemudian di singkat dengan nama GVM untuk mempermudah mengingat dan melafalkan. Kekompakan dan kerjasama dari setiap personil GVM ini menghasilkan lagu-lagu yang indah serta enak di dengar dimana dalam setiap lagu pada mini album “2015” .

Album ini menceritakan kebersamaan dan semangat

mereka saat menjalankan aktifitas band seperti latihan di studio, saling memberikan saran dan masukan ketika dari setiap personil ada yang salah, bahkan dalam album ini menceritakan kisah percintaan yang pernah di alami oleh salah satu personil sehingga terciptalah sebuah lagu semacam curahan hati. Lagu - lagu tersebut adalah Waktu Bersama, Berubah Arah, Kemarin, Irama, Jangan Berhenti, dan Guilty Of. Artinya setiap komposisi di mini album perdana yang digawangi Briyan, Dhimas, Alfian, Andra, dan Bowo ini dikemas secara serius dan dibuat semenarik mungkin sehingga mampu menggambarkan pesan yang hendak di sampaikan dalam setiap lagu tersebut.

20


OFFSIDE MOUTH Pertengahan tahun 2015 lalu gerombolan band pop punk semarang OFFSIDE MOUTH, baru saja mengeluarkan karya berupa rilisan Mini Album yang berjudul “Melangkah Kedepan”. Band yang terbentuk sejak tahun 2010 ini kembali muncul dengan kedewasaan dalam mini album ini ketimbang dengan EP pertama mereka empat tahun silam. OFFSIDE MOUTH digawangi oleh talenta muda Semarang: Pras (Vocal), Andang (Gitar), Bram (Gitar), Angga (Bass), Irsyad (Drum) dan Dinda (Keyboard). Mencoba mengeksplore kreatifitas bermusik mereka dengan enam lagu bertempo sedang,diantaranya : Pagi Cantik, My Heart Smile, Melangkah Ke Depan, Perbedaan, Pergi Jauh, dan Hari Ini. Track list pertama berjudul “Pagi Cantik” begitu easy listening, dengan hentakan drum serta isian keyboard yang begitu ciamik membuat lagu ini sangat enak didengar. Lagu yang mengambarkan seorang pria yang terkesima melihat wanita cantik dengan skuter matiknya, mungkin cocok dengan kehidupan remaja masa kini. Yang kedua “My Heart Smile”, lagu dengan tempo ringan yang begitu indah mengalun dengan lirik berbahasa inggris penuh arti mendalam. Isian sampling yang begitu indah membuat lagu ini sangat adem di telinga.

21

Berikutnya “Melangkah Ke Depan”, yang merupakan single dalam album ini. Lagu ini merupakan lagu lama yang di rekam lagi. Mungkin sebagian pecinta band indie Semarang sudah familiar dengan lagu ini. Pada list ke empat “Perbedaan”, merupakan satu lagu akustik yang di masukan dalam EP ini. Lagu ini begitu slow dan bakal bikin suasana hati jadi galau saat mendengarnya. “Pergi Jauh”. Merupakan lagu terbaru dari OFFSIDE MOUTH. Dengan beat cepat dengan isian lirik tentang perpisahan. Dan yang terakhir, “Hari ini”. Lagu yang di recycle dari lagu yang dulu berjudul “selamanya”. Lirik dan musik masih seperti yang dulu cuma judul lagunya saja yang berbeda. Pada tahun 2016 ini, OFFSIDE MOUTH kembali akan mengeluarkan 3 lagu. Dua diantaranya akan berduet dengan vokalis dari Jakarta dan semarang. Dan juga berencana untuk membuat video clip untuk lagu terbarunya. Selain rilisan berupa fisik, lagu – lagu dari Offside Mouth juga bisa di dapatkan melalui itunes atau media digital lainnya seperti reverbnation dan soundcloud.


SUGAR BITTER Rilis Single “ Caffeinated Man “

Sugar Bitter.

Indie/Garage Rock asal Semarang, Merilis Single, Caffeinated Man 10 Maret 2016 kemarin. Setelah cukup lama berkutat dengan tiga lagu demo mereka di panggung-panggung Ibu Kota Jawa Tengah, akhirnya unit indie rock/ post-punk revival asal Semarang, Sugar Bitter, meluncurkan single terbaru, ‘Caffeinated Man’. Single ini merupakan single dari EP debut mereka yang diumumkan akan rilis pada 22 April mendatang, bertajuk Spark Plug. Band yang beranggotakan tiga orang personil tersebut; Lazuardi Rifki pada vokal, A. Luthfi Maajid pada gitar, dan Ardian Daniswara pada drum, juga sedang dalam proses penggarapan klip video untuk Single terbaru mereka ini. Melalui single ini, Sugar Bitter merepresentasikan musik-musik mereka yang akan dirilis pada EP Spark Plug. Di bawah payung dari aliran indie rock, Sugar Bitter terpengaruh besar oleh

rock yang menjamur pada awal era 2000 atau biasa disebut post-punk revival. Dengan menambahkan elemen lain seperti garage rock, stoner rock, dan desert rock, mereka mencoba bereksplorasi lebih jauh. EP Spark Plug itu sendiri direncanakan akan rilis melalui launching party pada tanggal perilisan yang sama dan bertempat di Semarang dengan menggandeng band-band lokal untuk turut berpartisipasi. Mereka membocorkan bahwa terdapat lima lagu lainnya yang akan masuk melengkapi single mereka tersebut. “Dari tiga lagu demo kami sebelumnya, enggak semuanya bakal masuk di EP, karena pertimbangan mood dan konsep lagu yang pengen diseragamkan. Kemungkinan untuk materi kami yang belum masuk di Spark Plug, nantinya bakal dirilis di EP yang selanjutnya dengan mood yang mungkin berbeda tetapi seragam”, terang Luthfi.

22


Dengan “Elegi” Duo Folk Semarang memulai

WORD BY DEGA BINTANG

Munculnya beberapa pemusik baru menjadi angin segar

di ranah musik Kota Semarang. Salah satunya adalah Figura Renata. Duo yang terbentuk pada bulan Oktober 2015. Diprakarsai oleh Bima Sinatrya (gitar/vokal) dan Deviasita Putri (vokal) Sebelum membentuk Figura Renata, project ini diawali dengan mengunggah beberapa lagu yang dicover sepasang pemuda kreatif ini di halaman soundcloud mereka. “Kami berdua sebenarnya tidak kenal sama sekali. Berawal dari keisengan saya yang menjelajah di soundcloud.com kemudian saya sampai di halaman Devia. Merasa cocok dengan suara Devia, kemudian saya hubungi dan beberapa kali bertemu, akhirnya sepakat untuk membuat project ini.” jelas Bima. Nama Figura Renata diambil dari dua kalimat Figura yang memiliki makna sebuah kesalahan dari kalimat aslinya pigura, kemudian Renata melambangkan sebuah keindahan. Berjalan diranah folk/pop keduanya tidak takut berjalan diranah yang berbeda, karena mereka menjadikan perbedaan ini menjadi sebuah tantangan baru.

23

Pada tanggal 19 Maret 2016 Figura Renata resmi merilis single untuk menjadi sebuah titik langkah baru dalam menjelajahi dunia musik. Single yang berjudul Elegi ini dirilis melalui halaman soundcloud mereka. Elegi bercerita mengenai pengalaman yang mereka alami mengenai kehidupan anak muda sekarang yang lebih memilih terjebak di perkembangan teknologi gadget dan meninggalkan dunia sosial yang ada disekitar. “Single Elegi ini merupakan sebuah gambaran yang ada di sekitar kami. Selain merilis single, kami juga membuat sebuah video klip Elegi yang diunggah di halaman Youtube kami. Pembuatan video dibantu oleh Epik” ungkap Devia. Selain single dan video klip Elegi, keduanya tengah mempersiapkan sebuah album yang rencananya akan dirilis tahun ini. Dalam waktu dekat mereka akan tampil dalam acara tahunan Record Store Day yang akan digelar pada bulan April.


YOSTRIA GINTARSA INTERVIEW BY HENGGAL KUSUMA

Di

negara berkembang seperti Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi yang pesat namun memiliki rate fluktuasi yang tinggi, kecenderungan peluang dan tantangan menjadi semakin unik dan sulit di prediksi. Pertumbuhan sektor Smal-Medium Enterprises menjadi salah satu faktor yang di anggap akan mampu mendorong dan menyeleamatkan situasi perekonomian indonesia untuk terus tumbuh. Salah satu yang paling menonjol di sektor Small – mediaum Enterprises Indonesia adalaha Industri kreatifnya – khusunya di sektor lifetyle dan fashion.

Menilik sejarah, pasar lifestyle dan fashion sendiri telah terbentuk jauh sebelum hari ini. Banyak brand brand yang mengusuhng semangat independent bermunculan – ironisnya banyak pula yang menghilang. Namun era internet yang kini semakin mudah di akses oleh semua masyarakat memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap industri lifestlye dan fashion di Indonesia. Di mana jangkauan pasar menjadi semakin luas, semakin kompleks dan tentu saja semakin berkualitas.

Secara spesifik, dalam industi lifestyle dan fashion yang menyasar market ‘niche’ yang mengsusung semangat independen – saat ini memiliki banyak sekali hal menarik. Satu brand yang telah berhasil mencuri perhatian kami adalah westward works®, sebuah brand yang fokus untuk meproduksi carrygoods ( tas ) dan asesoris travel yang disebut sebut sebagai salah satu pionir yang kemudian ‘membukan’ pasar niche untuk carrygoods di Indonesia. Secara teknis, mereka telah aktif sejak tahun 2008, namun mereka secara resmi memperkenalkan diri pada 2010 di mana pada masa itu, sebagian besar bradn independent menganggap carrygoods hanyalah sebuah ‘asesories’.

westward works® memiliki filosofi menarik. Mereka memilih fokus tehadap fungsi dan detail di mana looks dan faktor estetitika berada di belakang ke 2 bagian tersebut. Bagaimanapun, mereka selalu berhasil membuat produk yang tidak hanya unik dan menarik, namun juga memiliki fungsi yang maksimal dan kental dengan nuansa teknikal.

“Our products was not designed, it’s engineered.” Kalimat itu keluar dari Yostria atau Co – Founder sekaligus Designs and Branding Strategic Head dari westward works®.

Berbicara kualitas, mereka tidak ingin berkompromi. westward works® hanya ingin menggunakan material terbaik yang bisa di dapat. Oleh karena itu, westward works®, juga dikenal sebagai brand independent pertama yang memakai CORDURA® Fabric. Selain Fabric sebagai material utama, westward works® memperhatikan semua komponen hingga bagian terkecil di mana mereka hanya mau menggunakan zipper set dari YKK hingga memakai benang dengan standar kualitas otomotif. Dalam sesi inspirasi kali ini, kami mendapat kesempatan untuk berbicara dengan Yost orang di balik segala hal yang anda tau tentang westward works® yang teknikal, fungsional dan memiliki design yang sangat relevan dengan preferensi style saat ini. Kami berkesempatan untuk mengetahui lebih dalam tentang beliau, apa yang menginspirasi nya dalam berkarya, bagaimana dia memanage waktunya dan bagaimana sudut pandang nya tentang brand yang dia bentuk hingga bisa berada pada level seperti yang kita kenal saat ini.

24


Hello Yost, Apa Kabar ?

Oh Hi LongLife, Sangat baik, terimakasih sudah bertanya.

Ok, langsung saja. Bisa ceritakan sedikit tentang anda? Bagaimana akhirnya anda bisa berada di posisi seperti sekarang bersama westward works® ?

sesuai apa yang udah telah di rencanakan adalah ultimate project gue, number one priority. Namun di lain pihak, gue juga terlibat aktif dalam project project lain seperti membantu aspek strategist dari suatu brand yang kebetulan di miliki olah teman atau berbpartisipasi dalam beberapa event.

Ah well, haha... Gue Yost, Yostria. Tapi panggil aja Yost. Dengan westward works® awalnya sederhana, gue senang menciptakan sesuatu. Gue selalu tertarik dengan proses – bagaimana sebuah ide atau bisa dikatakan fantasi yang tidak terlihat bahkan tidak bisa di ukur mampu berevelousi menjadi sebuah konsep yang feasible hingga kemudian menjadi sesuatu yang terlihat, bisa di rasakan dan bahkan memberikan manfaat. Prosesnya sendiri sebenernya cukup unik, di mana saat gue nyoba mencari media untuk menciptakan sesuatu hingga akhirnya muncul westward works® - Di mana ada sedikit faktor teoritis dalam proses gue akhirnya bertemu dengan co – founder westward works® yang lain. Pointnya, saat itu gue melihat ada peluang. Ada kebutuhan yang besar dari pasar akan carrygoods yang proper kemudian tercipta lah westward works® yang kita tau sekarang.

Lalu bagaimana anda memulai project project tersebut ?

Lalu bagaimana proses anda mempelajari carrygoods ini?

Untungnya, gue tipe orang yang bisa tidur 8 jam atau bahkan hanya 3 jam dan akan bisa berfungsi dengan baik di jam produktif. Well honestly, gue lebih spontan dalam bekerja. Gue gak punya jam khusus namun di satu sisi gue bisa sangat pragmatis terhadap deadline. Secara teknis, membuat scheduling atau to do list sangat membantu. Gue sendiri memakai metode “Bullet Notebook” untuk ini. Well, menggunakan teknologi time management apps kekinian mungkin lebihefisien. Namun saya lebih tertarik menggunakan metode manual. Namun, di luar aspek teknis, secara sentimentil, gue bisa bilang kecintaan kita terhadap apa yang kita lakukan akan sangat membantu.

Bisa dibilang sampai saat ini gue masih belajar. Banyak hal yang tidak gue tahu, dan tantangan untuk belajar bukan pada proses nya, namun pada kemampuan kita untuk mengakui bahwa kita perlu belajar – artinya mengakui bahwa kita sangat bodoh dan belajar adalah salah satu kebutuhan untuk terus hidp dan berkembang. Saat kita sudah menerima hal tersebut, proses belajar akan jauh lebih mudah –Stay Hungry, Stay Foolish.

Passion?

Sampai saat ini, dimana gue berkarya dan makan dari dunia carrygoods tidak lantas ngebuat gue pede buat bilang bahwa ini passion gue. Karena kenyataannya banyak hal yang membuat gue tertarik di luar sana walaupun sampai saat ini tidak ada yang bisa ngalahin kecintaan gue terhadap carrygoods dalam konteks berkarya.

Okay, dengan kata lain anda masih punya project di luar westward works® ? Ada berapa prject ? Seperti di sebutin sebelumnya, belum ada yang bisa ngalahin kecintaan gue terhadap carrygoods dalam konteks berkarya. Namun jika secara prinsipil ada tawaran untuk mengerjakan project untuk menciptakan sesuatu, well I open for that. Memastikan lah westward works® berjalan

Pada prinsipnya, memulai suatu project tidak pernah mudah, namun dengan perencanaan yang matang serta background ( data ) yang relevan, semua kesulitas akan bisa di atasi. Bagaimanapun, memulai sebuah project pada awalanya akan sangat teoritis. Namun ada esensi yang seringkali terlewatkan pada saat kita ingin menginisiasi sebuah project. Ketika semua persiapan dan perencanaan sudah sangat baik, melewatkan keinginan dan semangat untuk berkarya dan menghasilkan impact berupa manfaat bagi orang banyak menurut gue akan sangat berbahaya dan berpotensi membuat project tersebut terhenti di tengah jalan.

Bagaimana anda membagi waktu pada semua project yang anda kerjakan?

Berapa kira kira modal awal untuk membuat semua project itu?

Tergantung project apa yang akan kita kerjakan, bagaiman cakupan project nya dan apa impact yang kita harapkan. Tapi gue yakinkan sekali lagi, bahwa berbicara modal, gue akan mengesampingkan faktor financial. Modal paling besar yang mutlak harus kita miliki adalah dedikasi, rasa cinta dan keinginan untuk berkarya, that’s all. Berkaca pada saat gue memulai lah westward works®, saat itu kita bukan mahasiswa yang memiliki supply dana berlebih. Namun kita memutuskan untuk fokus terhadap apa yang kita cintai dan mengesampingkan masalah financial hingga dibutuhkan. Hasilnya, kami hanya mengeluarkan modall secara spontan. Bahkan saat itu saya harus men-

26


gorbankan budget untuk membeli Samurai Jenas untuk biaya research product. Well, we finally made it until now.

Bagaimana cara melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk promosi project anda?

Pointnya sederhana, apapun yang kita lakukan harus feasible, acountable dan semua resiko bisa dikalkulasi. Itu dapat menjadi indikasi bahwa setidaknya, secara teoritis kita mengerti apa yang kita lakukan. Dengan begitu, meyakinkan pihak lain untuk bersama sama mewujudkan project tersebut akan semakin mudah. Namun, masalah utama yang muncul adalah menemukan partner yang tepat. Kita terkadang menemukan orang yang memiliki semangat yang sama, namun motivasinya tidak cukup kuat untuk keep up dengan project pada saat harus mengahdapi msalah berat. Meereka tidak punya motivasi untuk itu, aau bahkan lebih berbahaya, mereka memiliki motivasi yang ‘berbeda’. I mean some people just happen to do thing for he sake of being ‘cool’. Ketika menginisaiai sebuah partnership atau sponsorship relation, saya akan menghabiskan banyak waktu untuk berpikir keras mengenai long term value di banding mengumbar short term value.

Apa hambatan anda dalam menjalankan project anda?

Well, seperti hal nya orang lain. Mampu menjaga nilai nilai dasar yang kita perrcayai sebagai sebuah brand atau yang melatarbelakngi sebuah project merupakan tantangan tersendiri. Sementara di tengah pergeseran tren yang sulit di prediksi dan bahkan banyaknya ide ide gila juga akan menjadi sebuah problem tersendiri.

27

Apakah motto hidup anda?

I belueve that I was designed to be slightly dissapointed. I mean, regardless dari apapun pencapaian kita, untuk tau bahwa akan selalu ada ruang untuk berkembang dan belajar merupakan pilihan yang bijak. Kita tidak akan merasa berkecil hati saat mendapat kritik, I won’t get bruisedsaat atu bahwa apa yang kita lakukan tidak bisa menyenangkan semua orang, kita tidak akan berhenti belajar, to improve and to push ourself beyond our limit. Dan pada akhirnya menjadi seseorang yang lebih baik.

Ah well, thank you Yost. Terimakasih buat waktunya. Ada hal lain yang mau di sampaikan?

Hahaha.. .kayanya enggak ada deh. Wait, go follow westward works di intagram ya : @westwardworks ( tetep promosi )

Haha silahkan silahkan. Anyaway sekali lagi thank you Yost. Semoga apa yang anda paparkan bisa menjadi inspirasi buat pembaca. Sama sama Longlife, keep up the good work!


REGA

ABLE TO FASHION Introduction

Fashionable – Siapa yang terbesit di benak kamu? Apakah kamu termasuk? Asek, mari kita aca-ucu dengan scene ini. Fashion menurut saya pribadi bisa dianalogikan seperti agama, tidak dapat dibahas dalam kontekstual benar dan salah mungkin lebih tepatnya kita menyebutnya baik dan buruk. Keyakinan seseorang untuk mengkonsumsi pakaian (top-to-toe) yang mereka anggap nyaman secara emosional. That’s right?

28


Sebelumnya

saya ingin berkenalan dengan kamukamu sebagai penkmat dan pelaku lifestyle tentunya sahabat Longlife Magazine. Saya biasa dipanggil “Rega� dari nama panjang Rega Quaritama Warganegara, nama asek saya di dunia perinstgraman adala “pekokep� mungkin kita bisa berteman di personal account. Saya Semarang tulen dengan darah Sumatera dari Ayah saya, lahir 7 Februari dan masih mencoba menyelesaikan urusan dengan para ikan-ikan akademis di Universitas Diponegoro. Mulai dari SD Isriati, SMP 2, hingga SMA 3 Semarang belum berasa darah fashion yang saya miliki karena lebih inten dalam olahraga basketball. Menginjak perkuliahan akademis, terjadi suatu pergantian karakter peran dari script yang Tuhan telah tulis. Saya penderita LHON, penyakit genetis dari mutasi dna darah yang menyebabkan syaraf mata saya cukup merubah jalan hidup saya 180 derajat. Singkatnya, saya mutan. Mutan low vision yang tidak ingin menyia-nyiakan hidup yang sekali dan sebentar. Yes, ignore it anggap saja saya normal seperti pada umumnya ya. Jiwa kompetitif dari olahraga dan emosional darah Sumatera saya yang membawa saya dapat jatuh bangun pada hobby ini. Bermula dari ajakan adik untuk mempelajari brand yang ada diflea market, saya senang ngawul dengan adik. Sebut dia Revin Leo, sapaan akrab karibnya. Dia seharusnya bertanggung jawab atas keterlambatan saya menyelesaikan riwayat akademis karena sekalinya saya suka maka saya akan total, dan sekarang kelewat banget totalnya karena doi menganggap saya autis. Dari situlah

29

saya mrndirikan Orycle (Original Recycle) dengan Revin, Bobibaba, dan almarhum Ayong. Sebelumnya saya pernah mencoba peruntungan di business kuliner yaitu Warung Sushi di Pleburan. Memang dasar ternyata sudah berkiblat ke Jepang dan saya belum sadar akan itu. Pada usia 22 tahun saya mendirikan ProDeB (Propre DeBout Company) yang menjadi awal journey perjuangan saya di premium clothing. Awal yang baik ketika saya menggeluti bidang denim enthusiast khususnya vermak. Mengapa? Karena dari vermak, saya ketipu, saya tidak tahu malu, saya haus ilmu, dan saya mau ditipu kembali. Pelajaran yang saya dapat dari lapangan yaitu membedah brandbrand besar denim Internasional dan mencatat segala riset yang saya lakukan setiap malam sebagai alasan menemukan mood untuk membuat skripsi. Hobby bukan business, itu anggapan saya tentang ProDrB. Tangan kepala mulai gatal untuk memperdalam kehausan saya tidak hanya pada denim, sehingga membuat saya mendirikan brand premium clothing HIM (Heritage Inseparable Manufacture) dan traditional fine goods Batu Essential. Semua project itu tidak saya dedikasikan untuk pasar Semarang. . Dan saya dapat berdiri sebagai Rega disini karena Tuhan telah menggerakkan teman saya untuk menolong saya saat terpuruk, sehingga beliau (Affan Fais) adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupan karir dan mimpi-mimpi saya.


Muara saya daripada semua ini adalah dedikasi saya untuk sematang meningkatkan kualitas product, taste, edukasi ten-

tang garment, serta keinginan mencapai titik dimana kota ini dapat bergairah dalam fashion tanpa ada geb yang berate. Garmentlabs adalah pegangan hidup saya sekarang dan masa depan. Vendor? Iya. Brand lagi? Bukan, saya lelah. Laboratory of garment manufacture, asek. Tempat dimana saya tidur, bekerja, belajar, pusing, senang, dan berkeluarga. Pekerjaan kami adalah memfasilitasi buyer untuk : membuat produk garmen apapun selama kami mampu, cowok cewek, satu atau beribu-ribu, quality and timing, yes karena kami berbeda. Lalu? Pesen bahan (fabric made by order), cari mesin, cari hardware kami bantu, brand consultant kami siap. Cukup ye, yuk mulai aca-ucu. Seringkali terdengar vocab mengenai streetwear dan menswear. Apa sich?

Mens wear :

Streetwear

workwear

dsb

Menswear - lifestyle berpakaian laki-laki yang terdapat berbagai aliran pemahaman di dalamnya. Kamu di aliran

mana? Tidaklah menjadi sebuah pertanyaan yang perlu diperdebatkan. Namun, ada baiknya kita mencoba menelaah fashion lifestyle mulai episode ini hingga 5 episode ke depan mengenai menswear. Fashionable tidak berate menjadi metrosexual atau harus dengan branded barang-barang mahal, persepsi yang tidak perlu diperdebatkan juga. Kemampuan berpakaian dengan menjaga penampilan yang sesuai karakter keyakinan barang apa yang baik, nyaman, enjoy, indah, bagus, branded dan mahal (haha, canda). Tapi terkadang butuh, dan pepatah orang wiseless berkata ‘mana ada fashion yang nyaman’, okay.

Cheers mate, Rega Warganegara founder of Garmentlabs Jalan Puspowarno Tengah 3/22 Semarang Email : garmentlabs@gmail.com Instagram : garmentlabs

30


ISON

32


“ A - Z Event Management � Pada

kesempatan kali ini saya diminta redaksi untuk mengisi rubrik ini dengan tema event manajemen. Maka saya melakukan beberapa callback mengenai materi event manajemen yang pernah saya dapati pada saat saya menggeluti dunia event. Sebetulnya saya memutuskan untuk pensiun dari dunia event yang pernah saya geluti dan menetapkan untuk fokus kepada bisnis FnB yang sedang saya jalankan. Tapi tidak dapat dipungkiri, selama menjalankan bisnis FnB saya selalu banyak mendapat tawaran event. Toh saya pun merasakan butuh untuk melakukan brand activation dan beberapa kegiatan promosi untuk meningkatkan awareness dari brand FnB yang saya jalankan. Selama tidak terlibat menjadi penyelenggara, atau cukup sebagai partisipan yang sifatnya supporting event saja saya tetap ambil tawaran tersebut. Beberapa tahun belakangan ini marak sekali berbagai event yang diadakan di kota-kota besar. Lalu munculah beberapa bisnis dan profesi yang menawarkan jasa event organizing. Di indonesia bisnis jasa ini masih tergolong baru sekitar tahun 90an mulai marak dan dilirik sebagian pelaku usaha. Hingga kini masih terus berkembang karena prospek masa depan bisnis ini sejatinya sangat cerah. Karena semakin dibutuhkannya jasa ini didunia industri. Profesi sebagai event manajement menuntut berbagai keahlian yang sifatnya multidisiplin. Artinya bisnis dan profesi ini menuntut pelakunya untuk menguasai berbagai pengetahuan dan keterampilan Karena didalamnya banyak cakupan yang harus dipenuhi demi terselenggaranya sebuah event yang bonafide. Dalam sebuah kegiatan akan ada banyak pihak yang terlibat, semuanya harus terakomodir dan terkoordinir dengan baik. Persiapan baik akan menghasilkan event yang baik dan berkesan juga. Seringkali pihak penyelenggara amatir melakukan kesalahan-kesalahan sepele yang seharusnya dapat ditanggulangi jauh

33

sebelum kegiatan berlangsung. Namun karena tidak dipersiapkan dengan detail, menjadi sesuatu yang fatal pada saat kegiatan telah berlangsung. Sebagian penyelenggara kegiatan ada pula yang terkadang terlalu fokus dengan teknis pelaksanaan. Mereka menghiraukan bagaimana cara pemasaran event mereka kepada khalayak yang sebetulnya menjadi fokus yang penting. Event yang baik salah satu indikatornya adalah dihadiri dengan audience yang sesuai dengan targetnya. Penyelenggara event sebaiknya juga menyusun strategi agar informasi mengenai kegiatan yang akan berlangsung sampai kepada para khlayak atau target audiencenya. Sangat disayangkan apabila event yang telah dikemas dengan baik secara teknis namun tidak dihadiri oleh khalayak yang sesuai degnan target. Pelaksana event dituntut untuk selalu update dengan trend yang sedang marak. Selain itu juga menjadi suatu kewajiban untuk memiliki jaringan yang luas untuk mempermudah mendapatkan suplai terbaik dari para vendor produksi, legalitas maupun talent atau tenant yang terlibat. Tidak lupa melakukan evaluasi dari setiap kegiatan yang telah dieksekusi. Agar menjadi pembelajaran dari kesalahan dan dapat meningkatkan kualitas event yang akan dieksekusi selanjutnya. Evaluasi bisa berupa quesioner, pertanyaan dan pengumpulan saran. Lembar evaluasi sebaiknya diberikan kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Agar dipastikan semua tujuan dari seluruh pihak dapat terpenuhi. Bukan sesuatu yang mudah mengukur kepuasan seluruh pengunjung, khalayal atau stakeholder yang terkait dalam sebuah kegiatan. Namun ketika seluruh stakeholder merasa nyaman selama penyelenggaraan kegiatan tersebut tanpa harsh complain, setidaknya kegiatan tersebut telah berhasil diselenggarakan dengan baik.


BRM

Kalian pernah dengar Berung Raya M

maka kami akan membahas BRM 731 BRM 731 merupakan salah satu kom juan sebagai wadah dari semua kaw Semarang .BRM 731 mengajak merek pengalaman , berbagi ide dan berbag jiwa bisnis mereka.

BRM ini dibentuk pada Tahun 2014 , mat rumah lama si pendiri komunitas B Raya 7 no.31, Karena disana ia mend dan disana juga merupakan tahap awa dan satu pemikiran untuk mendirikan

Hal yang paling utama

dalam menjalankan usaha ada idealism dengan berdagang ? karena mereka menganut

Lahirnya komunitas BRM 731 ini karena ada satu kejad da duduk satu meja, dari obrolan panjang yang dapat d clothing ini berbincang – bincang dengan alasan mere adalah pesaing dan menolak untuk berbagi apapun tent tuknya BRM 731 adalah dari perhitungan matematika s

Pasar didalam kota ada ratusan ribu, Jika expand ke ko sampai jutaan, lalu kenapa dengan quality yang hanya 1 saling bekerjasama, saling berbagi ilmu, saling memban yang lebih besar. Meningkatkan angka 100 – 200 itu jad gan Target yang telah tercapai adalah saling memotivas berdikari serta menciptakan inovasi yang baru .

Dan kalian tau nggak sih ? Karena prestasi itu tidak sendiri , yang terpenting adalah mereka – mereka yan prestasi adalah mereka – mereka yang terjun ke lapang nitas BRM ini .So….. Buat kalian yang memiliki jiwa b BRM 731 !! “ Hmmmm…. By the way sukses selalu yah buat Komun

34


M 731

Mercantile atau BRM 731? Jika belum 1 di pembuka rubrik community ini. munitas di kota Semarang yang bertuwula muda pelaku industri kreatif kota ka untuk saling berbagi ilmu, berbagi gi kesempatan untuk mengembangkan

, Nama BRM 731 ini diambil dari alaBRM 731 ini sendiri yaitu JL. Beruang dapat ide untuk membentuk BRM 731, al rekan – rekan BRM 731 mengamini BRM 731 .

alah dengan berdagang, mengapa mereka mewujudkan t teori ekonomi , yakni Teori Ekonomi Merkantilisme .

dian dimana 2 orang pemilik brand clothing yang berbedisimpulkan bahwa rekan – rekan yang memiliki brand eka merasa bahwa satu rekan dan rekan yang lainnya tang pengembangan usahanya . Latar belakang dibensederhana .

ota – kota yang ada di wilayah jawa dan sekitarnya bisa 100-200 itu merasa saling saingan? Kenapa tidak untuk ntu untuk mengambangkan usaha, untuk meraih pasar di 500, jadi 1000, atau bahkan 5000 lebih . sesuai densi untuk terus berkarya untuk terus produktif dan terus

terlalu penting bagi anggota komunitas BRM 731 ini ng ada didalam BRM 731, jadi sebenarnya yang bergan & mereka yang turut berpartisipasi didalam Komubisnis, yuk gabung bersama Rekan – rekan Komunitas

nitas BRM 731 !

35


5th Anniversary Party Sang “Veteran” Corolla Semarang WORD BY RIZKI FEBRIAN

5 tahun bukanlah hal yang mudah bagi sebuah komu-

nitas untuk tetap solid dan kompak dalam eksistensinya pada dunia otomotif di kota Semarang khususnya. Namun komunitas yang satu ini dapat menunjukkan kekompakan mereka, yaitu Corolla Veteran Semarang atau yang disingkat “Corvet”. Terbukti mereka berhasil merayakan hari jadinya yang kelima dengan penuh rasa solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi di setiap anggotanya. Corolla Veteran Semarang adalah komunitas pecinta mobil retro klasik Toyota Corolla K-series (KE20, KE30 & KE70) yang berbasis di Kota Semarang dan bergentayangan di jalan Pemuda dan Pahlawan Semarang. Kampung Prau, Jepara, 12 hingga 13 Maret 2016, menjadi tempat dan tanggal dirayakannya hari jadi Corrolla Veteran kali ini. Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh para anggota Corvet beserta keluarga masing – masing. Desiran ombak serta angin laut menyambut hangat setiap anggota yang hadir hari itu. Selain merayakan hari jadi yang kelima, acara ini sekaligus bertujuan

untuk memilih ketua dan kepengurusan yang baru, serta merupakan agenda tahunan Corolla Veteran Semarang sebagai turing keluarga. Febria Aria terpilih sebagai ketua Corvet yang baru. Diawali pemotongan tumpeng pada malam hari oleh bapak Bagyo selaku ketua periode 2013 – 2015 yang diserahkan kepada sesepuh Corvet, acara dilanjut dengan makan bersama yang dihibur oleh pemutaran video dokumentasi dari komunitas yang mencintai mobil klasik keluaran tahun 1968 hingga 1979 ini. Setelah itu proses pemilihan ketua dan Febria Aria terpilih sebagai ketua mengalahkan kandidat yang lain. Di hari kedua, komunitas yang sering melakukan kegiatan sosial ini memulai hari dengan berolahraga bersama dan dilanjut dengan konvoi bersama menuju Semarang. “Saya berharap kedepannya Corolla Veteran Semarang semakin maju, semakin kompak, seduluran sak lawase”, ucap Febria Aria kepada team Longlife Magazine.

36


37


FROM UNABLE TO BE ABLE ABLE COFFEE’S ( COFFEE & STORE ) WORD BY HENGGAL WISMANA

Able Coffee’s yang merupakan perpaduan dua konsep yang berbeda yaitu clothing store dan coffee shop asal Kota Semarang, merupakan salah satu tempat terbaik untuk belanja dan menghabiskan waktu kalian bersama teman-teman. Bertempat di Jalan Singosari Raya No 1, Pleburan Semarang. Able Coffee’s telah resmi membuka clothing store dan coffee shop pada tanggal 10 Oktober 2015. ABLE sendiri diambil dari kata bahasa Inggris yang berarti “mampu”. Jadi dengan satu kata dasar “mampu” iniliah ABLE mempunyai sebuah filosofi untuk selalu dan diharuskan mampu untuk berinovasi dan mampu untuk selalu menjadikan yang terbaik di bidangnya. Dengan berbagai tekat dan inovasi ini mereka telah sukses membuka Able Coffee’s.

38


Able Coffee’s

ini tidak semata-mata hadir secara instant.Berbagai jalan terjal telah mereka lewati untuk mendirikan perpaduan clothing store dan coffee shop ini. Semua itu berawal di penghujung tahun 2012, pada tahun itulah Able Indonesia. Able didirikan oleh beberapa anak muda asal Kota Semarang yang awalnya ingin membuat bisnis clothing, mereka adalah Muhammad Kemal SW, Kukup Adiutomo, Cosmos Tri Nugroho Putro, Ivandi Rizqi Prastian, Muhammad Ridho Hartono, Harsa Andito serta Prayoga Dwigatama yang merupakan pioneer dari Able Indonesia.

ABLE STORE

memiliki konsep lifestyle, sehingga berbagai jenis brand dapat masuk pada Able store. Entah itu sebuah brand streetwear, skate , bmx, vintage, lowrider dan lain lain dapat masuk di ABLE STORE, namun mereka tetap membatasi brand yang mempunyai konsep etika bisnis yang baik tetap mereka junjung tinggi. Dan untuk saat ini beberapa brand telah masuk di able store yaitu vicious colony, ruft, sixside, aleea dan up apparel serta produk ABLE sendiri.

ABLE COFFEE memiliki ciri khas kopi ( house blend ) yang tidak dapat ditemukan pada coffee shop ditempat lain, karena sebuah coffee shop mempunyai cita rasa khas masing masing. Sedangkan untuk ABLE sendiri memiliki beberapa kandungan biji kopi unggulan yang ada di dalam HOUSE BLEND ABLE yaitu perpaduan kopi arabica dengan kopi robusta dan kami jual menjualkan single origin yaitu colombia supremo, java arabica, kalosi toraja, mandheling, aceh gayo. Selain menjajakan minuman berbahan dasar kopi kami juga memberikan beberapa pilihan untuk konsumen yang tidak begitu menyukai kopi, yaitu kami memiliki kategori menu non coffee, frappe, tea. Serta untuk hidangan pendamping minuman pun telah mereka sediakan dengan beberapa pilihan yaitu menu ice cream, pastry, waffle , snacks ( chicken wing, french fries, meal chips ), dan yang terbaru menu rice box.

ABLE COFFEE’S (COFFEE & STORE) sendiri telah menjalin beberapa kerjasa-

ma bisnis untuk satu tahun kedepan dengan 1st shoes cleaning dan media partner asli kota semarang yaitu Clean Your Shoes dan Longlife Magazine. Sehingga ketika konsumen mengunjungi ABLE COFFEE’S (COFFEE & STORE)akan semakin banyak fasilitas yang diberikan untuk kepuasan konsumen.

Selain itu juga Able ( Able Foundation ) mempunyai program CSR ( Coorporate Social Responsibility) setiap bulannya dan telah bekerja sama dengan salah satu komunitas anak jalanan kota semarang yaitu Komunitas Satoe Atap dan ABLE telah berencana untuk mem-build up komunitas ini satu tahun kedepan untuk menjadikan komunitas ini lebih siap secara fasilitas untuk pendidikan gratis anak jalanan kota Semarang, sehingga pendidikan pun dapat dirasakan oleh semua kalangan tanpa harus di himpit oleh mahalnya kebutuhan sekolah saat ini. Dan yang terpenting able memiliki filisofi dari bisnisnya yaitu orientasikan bisnismu untuk dapat membantu orang lain , jangan pernah orientasikan bisnismu hanya untuk sekeping uang saja. “ we know, we will not be able to change everything in this world but we can change just a little thing to make a better world “ - ABLE INDONESIA -


Unlimited Adventure with Tetuka Store Tetuka, sebuah nama yang diambil dari nama kecil tokoh

Gatotkaca yang konon memiliki kekuatan untuk terbang. Sesuai dengan motto mereka “Unlimited Adventure Like The Sky� dan hobi paralayang yang dimiliki oleh founder membuat nama tersebut dipilih menjadi nama sebuah concept store di daerah Tembalang, Semarang. Berkonsep travel dan adventure, tetuka store mencoba membawa kamu semua tetap nyaman sekaligus fashionable dikala traveling atau adventure diberbagai kondisi petualangan kalian. Dengan store yang nyaman, kamu semua bisa menikmati suasana santainya pantai didalam store dengan shopkeeper yang ramah dan siap membantu kekepoan kalian semua dalam berbelanja produk-produk yang tersedia di Tetuka Store.

Lengkap dan bagus nggak sih produk brand yang ada di Tetuka Store ?jangan khawatir dengan itu, mulai dari parka, celana kargo, sepatu sandal buat outdoor, bucket hat, waistbag, leathergoods, jam tangan kayu, sampai pomade dan pisau pun ada! dan semua produk berasal dari berbagai daerah di Indonesia tentunya, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Pacitan, dan Semarang. Kualitas ? apalagi itu jangan diragukan lagi, semua produk memiliki karakteristik yang unik karena dibuat dan didesain oleh orang-orang muda berbakat dan tentu saja handmade dan limited edition alias terbatas. Seperti Matoa, Humblezing, Hijack, Desature, Pantara, MKS ,dan beberapa brand lainnya. Jadi masih ragu mau traveling atau adventure tapi takut nggak fashionable ? dateng aja ke Tetuka Store. Let’s be a smart buyer bro!

40


Instagram @tetukaindonesia

dan @tetukastore

website :

www.tetuka.co.id

Jl. NgesrepTimur V No. 36 Kav. 3A, Tembalang Semarang WhatsApp

0812-2981-6000 Line

tetukastore


Cara Mudah Merawat Jeans WORD BY RIZKI FEBRIAN

Seiring

dengan lamanya pemakaian celana jeans, kita mungkin melihat mengapa celana kita lama-lama terlihat kusam dan bahan jeansnya jadi menipis? Kedua hal ini tidak akan terjadi kalau kita bisa merawat jeans dengan benar. “Gimana cara yang benar buat merawat jeans?” Pertanyaan ini seringkali muncul dari para pengguna jeans, baik hardcore denim lovers ataupun pengguna jeans pada umumnya. Dimana mereka mengeluarkan kocek yang nggak sedikit untuk membawa pulang sebuah jeans baru jadi milik mereka. Ini menjadi hal yang wajar jika mereka ingin merawat jeans sebaik-baiknya. “Nyuci jeans yang bener itu kayak gimana?” Ini menjadi pertanyaan basic dan klasik. Langsung aja baca aturannya

Jangan Terlalu Sering di Cuci

1

Pasalnya, fakta ini banyak dilakukan para pecintan jeans atau denim geeks. Jeans memang nggak perlu sering dicuci karena bahannya yang tebal sehingga jeans lebih awet daripada bahan pakaian lain. Selain itu warna jeans akan cepat berubah pudar dan jeans juga jadi cepat rusak.

42


2 Pilih Detergen yang sesuai Kebanyakan detergen biasanya mengandung bahan pemutih. Nah zat ini bakal merusak warna pada jeans. Sebaiknya pilih detergen yang non abrasive untuk mencuci celana jeans. Bahkan ada yang bilang, mencuci jeans tidak perlu pakai detergen, loh. Cukup direndem aja.

Balik Celana Jeans

3

Membalik celana jeans ketika mencuci dan menjemur jeans ini manfaatnya supaya warna jeans tidak cepat pudar. Biasanya bagian yang cenderung kotor oleh keringat adalah bagian dalam celana jeans. Meskipun ada noda di permukaan jeans, lebih baik cuci dengan tangan di bagian yang terkena noda.

4 Hindari Mesin Pengering Untuk mengeringkan jeans, tidak perlu menggunakan mesin pengering. Karena mesin pengering bakal bikin jeans kita berubah bentuk dan mengalami penyusutan. Hindari juga mengeringkan di bawah sinar matahari langsung karena akan merusak warna jeans juga. Jadi sebaiknya jeans diperas dengan tangan lalu jemur dengan matahari tidak langsung.

Tidak Perlu Disetrika

5

Kalau celana jeans udah kering, kita bisa langsung melipatnya. Atau kalau memang merasa jeans butuh disetrika, lagi-lagi lakukan dengan kain terbalik. Sehingga panas setrika nggak terlalu tinggi mengenai permukaan jeans dan nggak berdampak terlalu buruk pada warna jeans.

43


Wasche Shoes Cleaner Romantisme para sneakers head dengan

sepatunya kadang membuat kepala beberapa dari kita sering geleng-geleng kepala. Betapa tidak, alas kaki yang mereka injak harganya mulai dari jutaan hingga puluhan juga rupiah untuk setiap pasangnya. “Good things needs good cares�. Begitulah kirakira kiasan yang berlaku bagi para sneakers head. Bagi mereka sepatu adalah investasi yang dapat dijual lagi di kemudian hari. Tak heran jika mereka akan memberikan perhatian lebih untuk perawatan sepatu-sepatu mereka. Menjamurnya jasa cuci sepatu di Indonesia memberikan kemudahan bagi para sneakers head ini untuk merawat barang kesayangannya tersebut. Akan tetapi tidak semua jasa cuci sepatu menggunakan bahan pencuci yang safe bagi material sepatu. Kebanyakan dari jasa cuci sepatu ini masih belum memahami jika pencucian menggunakan detergen akan merusak material sepatu, mulai dari tekstur,

warna, hingga bentuk. Memang, penggunaan detergen lebih murah dan tentu saja bersih. Namun efek kedepannya tentu saja akan merusak material sepatu itu sendiri. Wasche yang merupakan new comer diantara maraknya cleaner sepatu di Indonesia sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh para sneakers head. Wasche merupakan cairan pencuci sepatu yang 100% bahan pembuatnya berasal dari bahan-bahan organik, seperti minyak sari kelapa, minyak atsiri dari buah-buahan, dan minyak essensial tambahan. Dengan riset yang didukung instrumen laboratorium modern maka terciptalah cleaner solution yang benar-benar aman untuk digunakan di semua material sepatu. Tanpa adanya bahan kimia tambahan seperti detergen, Wasche akan menjaga umur sepatu menjadi lebih lama, dan tentunya sangat biodegradable dan aman bagi lingkungan. Tertarik dengan Wasche? Find out more at waschecleaner.com


Gelaran Pop Up Market Memanaskan Industri Kreatif Nasional WORD BY HENGGAL WISMANA

Acara tematik tahunan yang diselenggarakan oleh

mahasiswa/i Prasetya Mulya School of Business and Economics memang sangat ditinggu oleh para pelaku industri kreatif nasional. Kemarin (10/3) bertempat di MVG ParAking Area, Lotte Shopping Avenue Jakarta, acara Pop Up Market Resmi dimulai. Acara yang bertujuan untuk mewadahi brand lokal dan bisnis start-updi Indonesia. Tahun ini Pop Up Market menghadirkan sesuatu yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dengan mengusung tema yang sangat unik, Pop Up Market 2016 dibawakan dalam suasana Santa Fe, New Mexico selama empat hari berturut-turut. Pengunjung dan tenantpartisipan diajak masuk pada suasana venue yang bernuansa seperti di Santa Fe, New Mexico. Dengan tema “Santa Fe, New Mexico� panitia sangat memperhatikan dekorasi di acara ini antara lain Pueblo Revival, bangunan berwarna coklat yang merupakanlandmark dari Santa Fe, New Mexico. Selain itu juga ada banyak ornamen kaktus dan be-

ragam icon khas Santa Fe yaitu Blue Doors atau pintu biru. Bagi masyarakat Santa Fe, Blue Doors ini dianggap dapat mengusir makhluk jahat dari rumah mereka. Jumlah tenantpartisipan dalam acara ini adalah 113 tenant dari berbagai kategori seperti fashion, food and baverage, dll, selain itu ada juga beberapa rangkaian acara yang semakin meramaikan acara ini yaitu, Gimmicks, Mariachi Street Performance dan penampilan musik EDM. Acara ini digelar selama 4 hari berhasil memenuhi target dengan total pengunjung sejumlah 51,988 orang. Pada hari pertama digunakan sebagai VIP Day, dimana yang datang pada hari itu merupakan tamu undangan dan media. Pada 3 hari berikutnya acara ini dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 – 22.00 WIB secara gratis.

46


Pop Up Market 47


Pekan Solidaritas Anak Teknik Unissula

WORD BY HENGGAL WISMANA PHOTOGRAPHY BY HENGGAL WISMANA

Kemarin malam tepatnya pada 27 Februari 2016 merupakan hajatan tahunan dari mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sultan Agung (UNISSULA) kembali lagi meramaikan jagat hiburan di Semarang. Lewat gelaran pensi tahunannya, yaitu “PENTAGON” yang diselenggarakan di Stadion Tri Lomba Juang Semarang, terselenggara dengan sangat sukses dan meriah. PENTAGON tahun ini mengambil tema “Daydream”. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan dari acara Pekan Satu 2016 ( Pekan Solidaritas Anak Teknik Unissula ) dengan mengusung berbagai guest star dari ibu kota yaitu The SIGIT dan Endah N Rhesa, juga tidak tertinggal line up musisi lokal semarang yaitu Rastaline dan Serempet Gudal yang memanaskan acara ini. Open gate dibuka sejak pukul 17.00, para penonton segera berlarian memasuki venue. Acara dimulai sekitar pukul 18.00, dibuka dengan penampilan tari daerah dan paduan suara karya mahasiswa/i Fakultas Teknik Unissula yang sangat bagus sehingga mengajak penonton untuk menyaksikan hingga selesai penampilan tersebut. Acara dilanjutkan dengan penampilan band indie yang membawakan beberapa lagu andalan dari The SIGIT salah satunya adalah Black Amplifier, beberapa penonton mulai masuk ke Stadion Tri Lomba Juang Semarang setelah mendengar lantunan musik dari The SIGIT. Malam itu cuaca sangat cerah setelah diguyur hujan pada siang hari, akhirnya tiba saatnya penampilan band lokal Semarang, dibuka dengan penampilan dari Rastaline dengan beberapa lagu andalannya seperti Reggaeman, Sudah yang menghipnotis crowd untuk bernyanyi bersama malam itu. Acara dilanjutkan dengan tampilnya grup orkes asal kota Semarang yaitu Serempet Gudal ( SEREAL ) pada pukul 20.30. Mereka dengan aksi nyentriknya

membuat para penonton yang datang malam itu tertawa dan berjoget bersama, beberapa lagu dibawakan SEREAL mulai dari Lagu Saru, Congyang yang memanaskan crowd malam itu. Akhirnya acara inti dimulai pada pukul 21.20 yaitu penampilan dari guest star pertama pada acara ini yaitu The SIGIT. Malam itu semua penonton berteriak memanggil pelantun Black Amplifier itu untuk segera naik ke atasstage. Teriakan semakin keras sampai pada akhirnya mereka berada didepan dan Rekti segeram membuka penampilan malam itu dengan single andalan Detourne, Teriakan penonton mulai menggila malam itu, The SIGIT yang merupakan band Nasional kelas dunia yang sempat tampil di acara kelas dunia tampil dengan sangat hebat, yang membuat crowd semakin memanas malam itu. Dengan membawakan sekitar 8 lagu, Rekti cs membuat para penonton puas malam itu. Tibalah pada penampilan guest star terakhir yaitu Endah N Rhesa dengan beberapa lagu andalannya seperti Liburan Indie, Melupakanmu, When You Love Someone, Thousand Candles Light yang menghangatkan malam itu. Para penonton bernyanyi bersama hingga penampilan Endah N Rhesa selesai. “ Acaranya keren setelah lama kita tidak main di Semarang, para penontonnya sangat seru sehingga acara sangat menarik” Ujar Endah dari Endah N Rhesa. Acara yang sangat keren dan kreatif dari Pentagon 2015, semoga di tahun depan acara ini dapat berlangsung kembali di kota Semarang ini.

48


49


50


51


52

Longlife Magazine 2nd Edition  
Longlife Magazine 2nd Edition  

Di edisi kedua ini kami mengambil tema “Metropolitan”. Tema ini sangat menarik bagi kami dimana fenomena foto metropolitan, street sedang di...

Advertisement