Issuu on Google+

Maka ditentukanlah waktu yang baik untuk melangsungkan akad nikah. Indah kata dengan mufakat, elok bicara dengan musyawarah, apa lagi kedua belah pihak adalah raja pada qabilah masing - masing, seluruh rakyat Makkah berpesta ria. Ketika itulah ijab kabul dibuhul oleh kedua belah pihak, dimuka para saksi yang menghadiri, sanak saudara handai taulan. Upacara pernikahan meriah dan syahdu sekali. Akad nikah telah berlangsung, upacara telah pula selesai. Kedua mempelai yang bahagia itu berbulan madu tidak terkatakan gembiranya. Dari peristiwa pernikahan inilah di kemudian hari lahir seorang anak yang di kemudian hari menjadi Rasul bagi ummat Islam.

Keadilan Untuk Semua

*Disarikan oleh Ana J dari beberapa buku dan kitab yang berkisah tentang pertemuan Abdullah dan Siti Aminah.

6

T a n y a

J a w a b

Edisi: 28/Khusus/Maret/2009

Kesehatan Reproduksi

J a w a b

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya mau tanya soal mandul, apakah itu disebabkan dari tidak suburnya rahim perempuan, penyebabnya apa? Dan apakah laki-laki juga bisa mandul? Apakah semua ini alami (genetik) atau disebabkan oleh penyakit tertentu? Lalu apa yang bisa mencegah kemandulan? Dan apakah pengobatan alternative untuk kemandulan itu diperbolehkan dalam pandangan medis? Wassalamualaikum Wr. Wb Komunitas Perempuan Banyuwangi Wassalamu'alaikum Wr Wb. Kemandulan atau infertilitas adalah ketidaksuburan sehingga tidak terjadi pembuahan karena adanya gangguan fungsi organ. Gangguan fungsi organ tersebut antara lain terganggunya fungsi testis sehingga sperma yang dihasilkan tidak memiliki kualitas dan kuantitas yang baik untuk membuahi sel telur atau bahkan tidak menghasilkan sperma, gangguan pada indung telur sehingga sel telur yang dihasilkan tidak cukup baik atau tidak menghasilkan sel telur. Jadi, kemandulan dapat terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki. Gangguan fungsi organ reproduksi ini dapat diakibatkan dari faktor bawaan, penyakit (IMS: infeksi menular seksual) dan pola hidup yang tidak sehat seperti merokok. Tidak berfungsinya organ reproduksi ini juga bergantung pada tingkat keparahan, yang berakibat pada rendahnya tingkat kesuburan hingga infertil atau mandul. Untuk memastikan gangguan kemandulan ini dibutuhkan pemeriksaan medis bahkan uji laboratorium. Resiko kemandulan ini dapat dicegah atau diperbaiki dengan menjalankan pola hidup yang sehat yaitu olah raga, asupan makanan bergizi, tidak merokok dan berperilaku seksual yang aman. Ada bermacam-macam pengobatan alternatif yang ditawarkan di tengah masyarakat, tentu tidak semua buruk. Namun, sebagai konsumen / pasien yang berdaya, kita perlu bersikap kritis dengan berbagai tawaran dan klaim keberhasilan yang diberikan, cukup realistis atau tidak? Ini juga berlaku pada pelayanan medis, kita berhak mendapatkan informasi yang lengkap berkaitan dengan kondisi kita maupun prosedur medis yang dilakukan, keamanan/sterilisasi alat medis yang digunakan dan lain-lain.Semoga jawaban kami dapat memberikan pemahaman bagi komunitas perempuan Banyuwangi. Wassalamu'alaikum Wr Wb.

Pesan dan Hikmah

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hikmah Mendalam Di Balik Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Tirakat : Usaha Mendekatkan Diri Pada Ilahi. Pertemuan Sebelum Kelahiran Muhammad SAW.

Tanya Jawab Kesehatan Reproduksi


Hikmah Mendalam Di Balik

Susunan Redaksi Penanggungjawab Ketua Yayasan LKiS Ketua Sidang Redaksi Zusiana Elly Triantini Sidang Redaksi Mar'atul Uliyah Hanifah el Adiba Andi Andrianto Wafiyatul Muflihah (Magelang) Maria Ulfa (Solo) Ibah Muti'ah (Kulon Progo) Asih Nuryanti (Gunung Kidul) Setting/Layout Imam Syahirul Alim Administrasi Pusvyta Sari Nungki Kusetyowati Reni Dwi Putranti Dwi Yanti Iras Alamat Redaksi Jl. Pura I/1 Sorowajan Baru, Banguntapan Bantul Yogyakarta 55198 Telp/Fax: (0274) 489901. Hp. 085253775585 Email: adalah.lkis@gmail.com Website: www.lkis.or.id

Ya y a s a n

Islam Transformatif dan Toleran

1

Pembaca yang kami muliakan. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Sholawat serta salam kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, sahabat dan ummatnya. Peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW. banyak diselenggarakan di berbagai daerah. Salah satu yang cukup dikenal masyarakat Yogyakarta sebagai perayaan Maulid adalah penyelenggaraan sekaten dan grebek Maulid. Perayaan-perayaan tersebut memiliki latar belakang sejarah yang cukup beragam, namun pesan dasar peringatan Maulid sebagai hari kelahiran Rasulullah tersebut tidak lain untuk kembali mengingat ajaran Islam dan bersatu sebagai ummat Rasulullah. Apakah pesan dasar peringatam kelahiran Rasulullah (maulid Nabi tersebut) masih dipahami dan dibawa oleh ummat Islam saat ini? Berangkat dari pertanyaan tersebutlah, redaksi buletin 'Adalah mencoba menawarkan wacana seputar makna perayaan Maulid Nabi dengan harapan pesan sesungguhnya perayaan maulid dapat direnungkan oleh ummat Islam. Selain itu, redaksi juga menyajikan kesaksian pelaku 'tirakat' dalam rangka maulid dan tirakat-tirakat lainnya sebagai salah satu gambaran kepercayaan ummat Islam terhadap ritual-ritual Islam untuk mendekatkan diri pada Ilahi. Kami juga menyajikan kisah singkat pertemuan Ayah dan Ibu Rasullullah SAW. hingga melahirkan Rasulullah, serta rubrik tanya jawab kesehatan reproduksi. Tiada lain, harapan kami setelah mennerbitkan edisi kali ini ke depan masyarakat mengerti arti sesungguhnya peringatan Maulid Nabi. Selain itu, semoga sajian pada buletin edisi khusus Maulid Nabi ini menghadirkan kemaslahatan dan pencerahan bagi ummat. Amin.

Selamat membaca.

PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW.*

M

engapa hari kelahiran Rasulullah SAW. selalu dirayakan oleh sebagian besar umat Islam di Indonesia. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat misalnya, perayaan Maulid Nabi lebih meriah dibanding Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Perayaan Maulid di daerah ini tidak hanya pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal tetapi sebulan penuh dengan berbagai prosesi: pra upacara, hari upacara dan pasca upacara. Di Yogyakarta, masyarakat disuguhi Sekaten (berasal dari kata syahadatain) yang berisi nilai-nilai budaya Jawa dan nilai-nilai Islam yang disajikan dengan cara yang ramah, damai dan menyejukkan, sehingga tidak terjadi ketegangan. Tradisi yang awalnya di bawa oleh Sunan Kalijaga ini, kini telah menjadi tradisi yang mengakar, bahkan menjadi sumber ekonomi bagi beberapa pihak. Meskipun perayaan Maulid tidak ditentukan oleh hukum, namun peristiwa ini di peringati di hampir seluruh dunia muslim. Acara peringatan kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad tersebut dilaksanakan oleh berbagai lapisan masyarakat, dari kalangan pejabat pemerintahan hingga rakyat di desa-desa. Bentuk acara yang dilaksanakan bermacam-macam, ada yang diisi dengan pembacaan syair-syair pujian kepada Nabi, ada juga yang hanya diisi dengan pembacaan ayat suci alQur'an dan ceramah agama, dan ada juga yang menggabungkan ketiga hal tersebut: pembacaan al-Qur'an, pembacaan syair-syair pujian kepada Nabi dan ceramah. Selain tiga “acara inti� ini,

masih banyak lagi variasi-variasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan serta corak budaya setempat. Pe s a n p e n t i n g a p a ya n g sejatinya ingin disampaikan melalui perayaan hari besar kelahiran Rasulullah SAW? Tidak lain hendak mengajak semua umat Islam melakukan refleksi dan merenungkan kembali keteladanan hidup yang diajarkan Nabi. Mengajak umat bersatu melawan kebodohan, kemiskinan, membangkitkan kembali identitas ke-Islaman kita yang sudah m u l a i m e m u d a r. S e b a g a i m a n a peringatan maulid pertama kali diadakan oleh seorang raja bernama Muzaffarsyah dari Irbil (Irak) untuk mempersatukan umat Islam dalam melawan imperialisme Tartar dan Mongol yang sudah mendekati negaranya. Untuk membangkitkan dan menghidupkan semangat mereka, maka bertepatan dengan ulang tahun kelahiran Nabi, Muzaffar merayakan Maulid Nabi. Pola perayaan ini beberapa tahun kemudian ditiru pula oleh saudara ipar Muzaffar, yaitu Sultan Salahuddin (647 H/1250 M-657 H/1260 M) dari dinasti Ayyubiyah yang waktu itu berkuasa di Mesir, guna membangkitkan semangat rakyatnya dalam menghadapi serbuan tentara Salib. Salahuddin waktu itu melihat rakyatnya sangat memperihatinkan, sudah sangat letih, terpecah-belah, saling fitnah, mementingkan diri dan kelompoknya, kehilangan semangat juang, tak ada lagi mental pemenang, padahal para musuh Islam telah siap menyerang. Untuk

2


Hikmah Mendalam Di Balik Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.*

menggelorakan kembali semangat juang, jiwa pengabdian, mental pemenang, rasa persatuan, dan gairah keagamaan rakyatnya, Salahuddin mengadakan perayaan Maulid sebagaimana dilakukan Muzaffar. Dalam perayaan tersebut, ia mengadakan lomba cipta karya sastra khususnya prosa dan syair kenabian. Ternyata dengan perayaan Maulid ini, mampu membuat perubahan terhadap sikap rakyatnya, bangkit semangat keagamaan dan jiwa perjuangannya s e h i n g ga d a l a m b e b e ra p a ka l i gelombang serangan tentara Salib, Salahuddin dan pasukannya selalu mendapat kemenangan gemilang. Lalu bagaimana dengan perayaan maulid sekarang? Bukankah Tartar sudah tidak ada? Perang Salib yang sejatinya tidak perlu terjadi itu sudah berlalu? Apa motivasi kita memperingati dan mempertahankan tradisi Maulidan ini. Ada motivasi teologis (keagamaan) dan historis (sejarah) mengiringi perayaan ini. Motivasi teologis adalah perayaan ini bagian dari syi'ar Islam yang dalam alQur'an dijelaskan bahwa barangsiapa yang mengagungkan syi'ar-syi’ar Allah, sesungguhnya ia dari taqwanya hati (QS. al-Hajj ayat 30). Dalam hadis dhaif juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW. pernah mengatakan bahwa barangsiapa yang memuliakan hari kelahiranku (maulidiy), maka aku akan memberinya syafaah pada hari kiamat. Para ulama yang membolehkan perayaan Maulid ini dengan berdasar pada 'urf (tradisi), salah satu sumber hukum Islam. Peringatan Maulid merupakan tradisi yang baik ('urf shahih) bagi umat Islam, oleh sebab itu tidak ada larangan untuk menyelenggarakannya. Dalam hal ini mereka mendasarkan diri pada kaidah �ketetapan dengan 'urf sama kuatnya dengan ketetapan berdasarkan nass (al-

21

Hikmah Mendalam Di Balik Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.*

Qur'an wal hadis)�.

pejabat tidak lagi memperdulikan nasib rakyat.

Sementara motivasi historis, dalam hal ini mereka percaya bahwa Nabi Muhammad adalah manusia yang berjasa dalam membangun peradaban baru di dunia, yaitu masyarakat Jahiliyah menuju pencerahan. Nabi Muhammad mampu mengubah sebuah tatanan kehidupan masyarakat di berbagai sendi kehidupan, menghilangkan ketertindasan dan diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras maupun gender (jenis kelamin). Dia hadir untuk menjunjung tinggi semua peradaban dan semua kebudayaan manusia (rahmatan lil alamain), termasuk mengangkat harkat dan martabat perempuan. Perempuan waktu itu sama sekali tidak dihargai eksistensinya sebagai seorang manusia yang punya hak dan martabat sama dengan kaum laki-laki. Posisi mereka baik secara sosial, ekonomi maupun politik, tidaklah bebas. Bahkan, mereka dianggap sebagai beban hidup dan aib sosial. Dengan demikian 12 Rabiul Awal merupakan tonggak sejarah dalam rangka merayakan kelahiran beliau sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam atas nikmat risalah Allah yang telah mereka dapatkan melalui kehadiran Sang Rasulullah.

Bagi dunia Islam perayaan ini melahirkan angan-angan besar untuk selalu mengenang masa romantik peradaban awal Islam yang pernah terukir dalam babak sejarah kehidupan manusia, walaupun yang jelas masa romantik itu telah selesai. Yang tertinggal adalah tanda-tanda, kode, dan pesan, dan itulah yang akan kita rangkai dan kita maknai untuk membangun peradaban masa depan. Sebuah usaha jihad yang banyak diteladankan Rasulullah pada umatnya.

Bagi umat Islam perayaan Maulid ini, walaupun masih kontroversial di sebagian masyarakat tetap menjadi penting apalagi kalau kita cermati kondisi umat Islam memperihatinkan. Kita seolah-olah lupa akan keteladanan Rasulullah SAW. sebagai uswatun hasanah. Kita kehilangan identitas dalam rumah tangga, masyarakat maupun berbangsa. Para orang tua sudah tidak dapat lagi menjadi teladan bagi anak-anaknya. Para pemimpin sudah tidak lagi mengindahkan norma-norma sehingga sulit menjadi panutan masyarakat serta para

Jangan kita jadikan perayaan maulid sebagai aktifitas rutin tahunan tanpa makna. Perayaan ini akan bermakna jika dijadikan sebagai momen untuk membangkitkan kembali ingatan kita terhadap risalah kenabian yang dibawa Muhammad dalam merubah dunia. Nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan yang dibawa Nabi itulah yang pantas kita bumikan dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. * Ditulis oleh Bukran Efendi, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tirakat : Usaha Mendekatkan Diri

Pada Ilahi

S

ejak kecil saya tidak asing lagi dengan istilah tirakat atau kalau saya sering menyebut dirakat atau prihatin dalam arti spiritual. Sebab, keluarga dan lingkungan saya selalu mengajari tentang pentingnya berperilaku dirakat. Biasanya, ayah yang menganjurkan saya untuk puasa Senin dan Kamis. Tujuannya, konon katanya biar selalu diberi kewelasan dan keselamatan dunia dan akhirat. Karena pada dasarnya puasa adalah menyuruh kita untuk belajar menahan lapar dan mengendalikan diri kita dari berbagai cobaan duniawi. Tak dapat disangkal, orang zaman dulu sangat percaya sekali dengan spiritual Jawa, misalnya puasa tidak makan, tidak bicara dan puasa-puasa lainnya. Sewaktu saya berumur dua belas tahun, sudah sering melakukan puasa Senin dan Kamis ketika mendekati ujian sekolah agar ketika ujian saya mampu mengerjakan soal dengan baik. Tentu harus diiringi dengan belajar yang sungguh-sungguh. Hasilnya, saya selalu bisa jika mengerjakan soal ujian dan bahkan juara kelas waktu itu.

31


51

61

Tirakat : Usaha Mendekatkan Diri Pada Ilahi

Selain itu, pernah juga saya melakukan puasa selama tujuh hari dan shalat lima waktu. Setelah shalat dianjurkan untuk membaca amalan tertentu untuk menyelesaikan atau melancarkan permasalahan yang saya hadapi. Banyak sekali faktor keselamatan dan keberuntungan seseorang yang selalu di topang dengan hal-hal yang bersifat spiritual. Pernah suatu hari saya mendapatkan pengalaman yang bagi saya mengerikan, saya dipukuli preman sekitar enam orang sampai hampir pingsan dan diinjak-injak. Tidak ada teman yang berani mendekat waktu itu. Namun, syukur alhamdulilah badanku waktu itu sama sekali tidak ada yang terluka. Hanya terasa badan saya terasa capek, seperti orang yang habis main sepak bola. Padahal dalam waktu bersamaan dan dilokasi yang berbeda, teman saya dipukul oleh orang sampai harus dibawa ke rumah sakit. Setelah saya refleksikan, saya ingat sekali, dulu saya pernah melakukan puasa mutih selama hampir empat puluh hari hanya makan nasi putih dan mengamalkan amalan tertentu. Menurut beberapa orang yang ahli dalam hal seperti ini (termasuk ustadz saya) mengatakan bahwa sering sekali orang yang melakukan puasa yang tujuanya untuk keselamatan itu bisa dirasakan ketika ada kejadian-kejadian yang dekat dengan bahaya pada seseorang yang bersangkutan. Saya pernah juga menjalankan puasa dawud sampai hampir sembilan bulan. Ketika itu aku berusia dua puluh tiga tahun. Kata ibu saya: jika seseorang punya cita-cita tinggi maka wajib melakukan puasa dawud. Sebab nenek

moyang kita dulu sangat prihatin dan selalu melakukan puasa dawud jika punya keinginan-keinginan besar. Secara pribadi memang sangat percaya sekali dengan puasa sunnah jika saya punya keinginan-keinginan. Karena menurut saya puasa itu orang bisa tenang dalam jiwanya dan rasanya sangat mudah jika kita berdoa untuk mendapatkan sesuatu yang kita tuju. Hal ini juga dapat dilakukan dengan memperbanyak shalawat-shalawat dan dzikir. Perilaku tirakat ini tidak lain bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Sama halnya ketika kita melakukan pengajian, sholat, berdzikir, bahkan memperingati hari-hari istimewa dalam Islam dengan perayaan maupun tirakatan. Tentu perilaku tirakat yang saya lakukan tidak terlepas dari tradisi Islam dan budaya Jawa yang selama ini saya dapatkan. Orang tua saya, nenek dan kakek saya kebetulan orang yang sering melakukan tirakat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga untuk menjaga diri dari perilaku-perilaku dosa. *Ditulis oleh reporter 'Adalah Andi Andrianto dari hasil wawancara dengan Anwar Arif Wibowo

Disahkan bahwa Abdul Muththolib ingin sekali melihat Sayyidina Abdullah segera menikah. Beliau sangat percaya bahwa Sayyidina Abdullah akan mempunyai anak yang luar biasa. Seorang anak yang akan menjadi pemimpin dunia akhirat, sesuai dengan firasat yang ditunjukkan Allah dalam mimpinya ketika tidur di Hijir Isma'il. Untuk melaksanakan cita-citanya itu, beliau menunjukkan pada Sayyidina Abdullah seorang gadis tercantik di Makkah. Bunga mekar yang paling indah ditanah suci. Di antara sekian banyak bunga indah di Makkah waktu itu belum ada yang menandinginya, baik dalam hal kecantikan maupun dalam akhlaqnya. Gadis itu adalah putri dari Wahab, seorang kepala qabilah Bani Zuhroh yang bernama Siti Aminah. Memang banyak gadis cantik di Makkah dikala itu, seperti Fatimah binti Mur, Rukaiyah binti Naufal dan lain-lain. Abdul Muththolib memilih Siti Aminah. Keinginannya itu disampaikannya kepada Sayyidina Abdullah untuk meminta pendapat. Adapun Sayyidina Abdullah menyerahkan saja hal itu kepada kebijaksanaan bapaknya. Maka Abdul Muththolib mengajak Sayyidina Abdullah untuk meminang gadis pilihan itu. Dalam perjalanan kerumah Wahab, Sayyidina Abdullah sengaja ditunggu oleh Fatimah binti Mur. Dengan lemah lembut gadis itu bertanya: "Wahai Abdullah, anda akan kemana ?" "Kerumah Wahab" jawab Sayyidina Abdullah. Fatimah segera mengerti,bahwa kepergian Sayyidina Abdullah bersama bapaknya waktu itu adalah untuk meminang Siti Aminah. Fatimah adalah gadis yang tahu diri juga. Dia memang cantik. Oleh karena itu, dia mencoba menyampaikan isi hatinya kepada Sayyidina Abdullah, dengan harapan bisa disetujui menjadi istri beliau. Ia berkata: "Bagaimana Abdullah, kalau anda pilih saya saja menjadi istrimu ?". Sayyidina Abdullah menjawab dengan

jawaban bijaksana: “Terserah bapak saya saja. Saya cuma mengikut pilihan orang tua ".Mendengar jawaban itu, Fatimah hilang harapan untuk berjodoh dengan beliau. Demikian pula halnya dengan Ruqayyah binti Naufal. Dia mencoba mengemukakan isi hatinya kepada Sayyidina Abdullah, mungkin masih ada harapan. Tetapi, jawaban yang dia peroleh tidak berbeda dengan Fatimah. Ruqayyah sengaja menunggu Sayyidina Abdullah di dekat Ka'bah. Ada lagi wanita cantik lain yang juga pernah menawarkan diri kepada beliau, namanya Laili al Adawiyah. Tetapi, beliaupun mendapat jawaban yang sama pula. Demikianlah Sayyidina Abdullah telah menarik banyak perhatian orang baik laki-laki maupun perempuan. Karena cantiknya, orang banyak yang terpesona. Budi pekertinya yang tinggi memikat hati, tutur katanya yang manis membuat banyak simpatik. Bagi Abdul Muththolib, tidaklah beda pilihan lain, selain Siti Aminah karena dilihat dari segi kecantikan maupun budi pekerti, belum ada yang lebih pantas mendampingi Sayyidina Abdullah dalam kehidupan berumah tangga. Maka isi hati beliau yang demikian diungkapkan secara terus terang kepada Wahab. Wahabpun demikian pula keadaannya. Beliau khawatir melihat putri kesayangannya akan diperistri oleh sembarang orang. Tidak ada pilihan lagi bagi beliau selain Sayyidina Abdullah. Hanya saja untuk menyampaikan isi hatinya itu terlebih dahulu, mungkin dianggap cela oleh orang banyak. Walaupun hal itu dianggap baik oleh agama, tetapi aturan pergaulan hidup menganggap yang demikian itu adalah aib. Ternyata kedua belah pihak sudah terdapat kata sepakat. Bertemu ruas dengan buku. Seperti misai pulang ke bibir, laksana janggut pulang kedagu atau seperti sirih pulang ke gagang. Bulan bersanding dengan bintang.


Buletin 'Adalah edisi 28