Issuu on Google+

Money&I Entrepreneurship Magazine

Vol. 37 Jan - Feb 2013

Suplemen Inside

NEXT

GENERATION youth, woman & netizen

Aviliani Public Figure In Economic Special Feature Exclusive Interview p.25

Indonesia 2013 :

Land Of Opportunity Special Feature

ISSN: 2087-5975

www.money-and-i.com

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

1


2

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


Vol. 37 | Januari - Februari 2013

3


FROM THE EDITOR

New CHAnnel more access... Hanya perubahan yang tidak pernah berubah, fakta ini memaksa semua instrumen diatas bumi ini mengikuti hukum tersebut, tidak terkecuali. Bahkan dinosaurus sekalipun diyakini punah karena ‘enggan’ beradaptasi dengan perubahan. Hal ini pula yang tengah kami lakukan di redaksi, di awal tahun 2013 ini, kami pun turut berbenah!

S

udah lama kami berkeinginan menyajikan sesuatu yang baru melalui majalah ini, dan rasanya tepat untuk memulai hal tersebut di awal tahun keempat majalah ini beredar menemani para pembaca. Poinnya hanya satu, yakni memberikan akses lebih banyak bagi Anda untuk mendapatkan sajian kami. Itulah sebabnya berbagai channel baru kami kembangkan, agar secara nyata mewujudkan apa yang menjadi visi dan cita-cita kami sebagai majalah bisnis yang edukatif. Tidak tanggung-tanggung, ada enam channel baru yang bisa menjadi sarana bagi Anda untuk menambah wawasan, dan juga kesempatan mempertajam kompetensi bisnis melalui media kami. Dan sejumlah perubahan lain yang kami harapkan bisa merubah penampilan kami tampak lebih segar.

melalui logo tersebut adalah lean & simply, filosifinya sederhana, kami ingin tampil lebih lincah dan sarat berita, tanpa harus tampak layaknya media ekonomi dengan ‘muatan berat’, tulisan bergenre feature masih menjadi andalan kami, dan rubrik interview ke sejumlah pebisnis sukses terus kami tambah sehingga banyak insight berharga yang dapat kita pelajari dari mereka. Untuk lay out, kami tetap tampil dengan gaya pop namun elegan, agar tetap menjadi bacaan yang ringan namun sarat pembelajaran. Itulah alasannya mengapa kami menjadikan Entrepreneurship Magazine sebagai tagline! Dan yang istimewa, kami menambah porsi halaman menjadi 84 dari yang sebelumnya 76, agar mampu mengakomodasi lebih banyak berita dan inspirasi bagi para pembaca. More Access

Versi digital Money & I bisa di download secara langsung di website kami, atau mengaksesnya melalui perangkat mobile sebagai bacaan ditengah penat pekerjaan Anda misalkan. Bahkan, jika Anda tidak cukup nyaman dengan versi digital, dan kerap kehabisan edisi print, maka kami sarankan Anda untuk memesan dan berlangganan kepada kami di M&I Social Store, maka setiap edisi baru yang terbit, akan kami kirimkan langsung ke alamat Anda, kekhawatiran akan kehabisan stok tidak akan terjadi. Berbagai perubahan dan channel-channel tersebut bisa Anda lihat lebih detil dihalaman 5. Dan kami berharap, dengan berbagai macam akses yang kami buka saat ini, maka kami dapat berperan dalam peningkatan jumlah entrepreneur di tanah air, dan menjadi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang kompetitif, khususnya dalam kancah persaingan global.

New Look 2013 Perubahan paling signifikan yang kami lakukan adalah tata letak dan design, termasuk didalamnya perubahan logo. Dari yang sebelumnya berupa inisial M&I, saat ini kami perkenalkan dengan nama Money&I, tema yang kami angkat

4

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Perubahan lainnya adalah sejumlah channel baru yang kami buka sebagai mediasi diluar majalah, mulai dari pembentukan komunitas, layanan communication business, hingga akses-akses baru yang dapat dibuka dan dinikmati oleh pembaca disejumlah media digital.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

Jabat Erat, Arif Rahman arif@money-and-i.com


FROM THE EDITOR M&I Digital Magz

M&I Suplemen Next Generation

M&I The Club

NEXT

GENERATION youth, woman & netizen

Ketika Newsweeks, majalah internasional berumur 30 tahun itu kolap karena digempur media digital, sontak berbagai penerbitan beramai-ramai terjun ke dunia maya. Kami pun melakukan hal yang sama. Itu sebabnya M&I selain tetap hadir dalam bentuk media print, juga dapat Anda download melalui www.money-and-i.com dan www.issuu.com/moneyandi yang dapat Anda nikmati melalui PC, Android, iPad atau Mac dalam bentuk digital magazine

Perubahan digital yang terjadi secara masif ini, digerakkan oleh sekelompak segmentasi pasar baru yang kini kerap dikenal dengan istilah Youth, Woman & Netizen. Untuk memenuhi serta mengakomodasi segmentasi pasar yang baru inilah M&I mulai volume 37, menambah jumlah halaman menjadi 84 dan memberikan porsi khusus dalam suplemen yang kami beri nama Next Generation! Informasi seputar geliat bisnis anak-anak muda, pengembangan karir para socialita, komunitas dan antusiasme netizen berinovasi hingga ke cerpen remaja, bisa Anda kupas disuplemen ini.

Selain majalah sebagai domain utama kami, dengan tetap bertujuan untuk memberikan kontribusi pengetahuan khususnya bagi para pengusaha, maka di tahun ini kami membentuk komunitas bernama M&I Club. Disini, setiap anggota berkesempatan untuk belajar dengan para ahlinya terkait seputar dunia bisnis, mulai dari bagaimana membangun bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar, merekrut karyawan dan menjadikan mereka sebagai aset paling berharga, sampai dengan soal akuntansi dan pengaturan keuangan perusahaan. Dapatkan informasinya lebih detail di edisi ini dan bergabunglah bersama kami.

M&I Communication

M&I Social Store

M&I Consulting & Research

MONEY & I

Consulting Research

MONEY & I

SOCIAL STORE

Kami juga memiliki layanan untuk membantu komunikasi bisnis Anda ditengah pasar yang dinamis dan komplek, mulai dari pembuatan corporate magazine/ books, Commercial Photography, Annual Report, Company Profile hingga corporate identity seperti logo, brosur, pamflet dan marketing tools lainnya. Tentu saja termasuk jasa pelayanan internet marketing seperti website yang memungkinkan bisnis Anda terus online 24 jam

Kami juga membuka ruang bagi Anda yang ingin mendapatkan majalah M&I versi print, ataupun bundling 12 edisi di market place kami dengan alamat http:// mnistore.multiply.com. M&I Magz bisa Anda dapatkan dengan harga Rp. 15.000 / edisi sebagai pengganti biaya pengiriman di kawasan Denpasar, sementara untuk bundling 6 edisi seharga Rp. 80.000 dan 12 Edisi Rp. 150.000. Untuk buku Interview With the Millionaire, dapat Anda peroleh dengan harga diskon hingga 20%

COMMUNICATION

Terakhir, M&I Consulting & Research yang memberikan pendampingan khususnya bagi Anda pebisnis pemula atau kepada mereka yang hendak mendirikan sebuah usaha. Mulai dari Business Plan, Feasibility Study, Comparative Market Analysis sampai dengan pembuatan Standard Operating Procedure [SOP]. Informasi lebih lanjut terkait dengan berbagai layanan ini, dapat Anda akses di www.money-and-i.com Vol. 37 | Januari - Februari 2013

5


CONTENT 26 SPECIAL FEATURE 2013 : Land Of Opportunity Tahun ini Indonesia diprediksi akan menjadi runner-up pertumbuhan Ekonomi Dunia di kelompok G-20, sesudah Tiongkok dan melampaui India. Sekalipun tensi politik di tahun 2013 kian memanas, namun pelaku pasar yakin bahwa dua mesin ekonomi Indonesia saat ini domestic spending dan foreign investment, akan tetap membawa bangsa ini stabil dan aman. Bagaimana gambaran dan pemetaan ekonomi khususnya di Bali?

10 A Travellers Note 14 Pin Up 19 Note from the Guru : Masih Perlukah Bali Berpromosi? 20 Event : Lestari Stakeholder Meeting 2013 34 Insight The Creative Year

16

36

42 Fitness Menghitung Kalori Dalam Makanan

EVENT Road Show & Official Book Launch Interview With The Millionaire

INTERVIEW Aviliani : Being a Public Figure In Economic

44 Lestari First Bale Udang Mang Engking

58 FRONT OF MIND Kevin Styrom Inilah sebuah terobosan yang sangat brilian dari seorang Kevin Systrom, anak muda yang berhasil mencuri perhatian dunia dengan jejaring sosialnya yang diberi nama Instagram, sejak diluncurkan pada tahun 2010 lalu, telah berhasil mengubah cara pandang, berpikir dan share tentang foto-foto hasil jepretan manusia diberbagai belahan dunia. 6

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

50 Smart Family Growing Pain, Dinikmati saja.. 52 Gallery The Les Paul 60’s Tribute 56 Growth Strategies Menunggu adalah hal yang menyenangkan 60 Note From a Friend Indonesia 2013 Land of Opportunity 62 Inspiration Asyiknya bekerja di taman bermain Kaskus


Vol. 37 | Januari - Februari 2013

7


KONTRIBUTOR Alex P Chandra Alex P Chandra adalah Chairman BPR Lestari dan juga publisher majalah M&I, memulai karir sebagai profesional banker di BCA selama 8 tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan bisnisnya sendiri BPR Lestari, perusahaan yang dibawanya menjadi BPR terbesar di Bali dalam waktu 5 tahun. Denny Santoso, SAC. Dip., CSN., CHt. Adalah seorang ahli diet, nutrisi, dan fitnes. Denny Santoso aktif menyebarkan cara diet sehat dan berolahraga yang benar melalui www.PanduanDiet.com, twitter @ dennysantoso, serta Buku Rahasia Diet. Denny Santoso juga meluncurkan www. SixReps.com, satu-satunya jejaring sosial bagi para fitness mania di Indonesia.

Hermawan Kartajaya Merupakan Asia’s Leading Marketing Strategiest dan juga CEO Of Mark Plus. Inc. Pria yang sering disebut sebagai bapak pemasaran Indonesia ini mencermati perkembangan global saat ini yang bertumpu pada Net Woman & Netizen. Ide-ide nya dituangkan dalam rubrik Notes From a Guru. Yuswohady Merupakan penulis dari sekitar 40 buku mengenai pemasaran. Pernah bekerja selama 12 tahun di MarkPlus Inc dengan posisi terakhir sebagai Chief Executive. Di bidang keorganisasian Yuswohady pernah menjadi Sekretaris Jendral Indonesia Marketing Association (IMA).

Pribadi Budiono Ulasannya tentang wacana dari para penulis dan pemikir besar dan di adopsinya dalam rubrik Literature. Direktur BPR Lestari ini mengintrepretasikan dengan kritis dan memberikan alternatif solusi pada permasalahan yang kerap dihadapi bangsa ini khususnya yang ada di Bali.

Suzana Chandra Smart Family adalah rubrik yang diasuh oleh Managing Director - Lestari Living ini. Wanita yang pernah menimba pengalaman hidup di Australia ini dengan lugas memaparkan bagaimana kiat cerdik untuk mengelola keuangan dan investasi khususnya di property.

I Made Wenten B. Perannya sebagai Kabid Support & Operation di BPR Lestari membawanya dekat dengan human resource & development. Pengetahuannya akan hal tersebut dipaparkan dalam rubrik Growth Strategies, bagaimana membangun karir dan kompeten dalam dunia kerja.

Rangga Umara Namanya melejit lewat jaringan usaha restaurant nya. Founder & owner Lela Internasional Corp ini adalah pengusaha muda yang memilih berwiraswasta setelah kehilangan jabatan karena PHK. Keberhasilannya telah membuahkan penghargaan termasuk Indonesian Small and Medium Business Entrepreneur Award.

ALAMAT REDAKSI PT. BPR SRI ARTHA LESTARI Jl. Teuku Umar 110 Denpasar T. (0361) 246706 F. (0361) 246705 Follow Us On :

8

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

E. redaksi@money-and-i.com marcomm@bprlestari.com Direct Sales & Marketing for Advertisement T. 0361 7843244 www.money-and-i.com

EDITORIAL PUBLISHER Alex P. Chandra CHIEF OPERATIONS Arif Rahman PUBLIC RELATION Wahyu Sari Pande HEAD OF CONTENTS Arif Rahman REPORTER Putera Adnyana

LAY OUT & DESIGN Hendrik MARKETING & CIRCULATION Aan Evarudin PHOTOGRAPHY I.B. Baruna Luhur

Supported By.


IMPROVE YOUR BUSINESS Terbitkan Biografi atau Corporate Book / Magazine Perusahaan Anda!

Kesuksesan adalah sebuah kebanggaan, terlebih jika perjalanan untuk mencapainya penuh liku dan onak. Itu sebabnya, setiap upaya dan keringat perjuangan tersebut layak untuk menjadi pembelajaran bagi siapa saja, bahkan lintas generasi. Tuangkan rekam jejak keberhasilan tersebut dalam goresan pena, agar tersimpan dengan baik dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Anda juga bisa menceritakan perjalanan bisnis mulai sejak dirintis hingga saat ini, baik dalam bentuk buku [corporate book] ataupun majalah [corporate magazine]. Corporate media print dapat menjadi sarana komunikasi bisnis yang efektif kepada customer, dengan menyampaikan produk-produk terbaru perusahaan, menjaga confident level mereka terhadap produk perusahaan atau bahkan untuk penetrasi segmentasi pasar baru. Buku Biografi atau Corporate Media Print akan menjadi sarana komunikasi yang tepat untuk karakter pasar yang terus berubah dan dinamis. Melalui media print, siapapun dapat menyimak kisah perjalanan Anda dan perusahaan, bahkan hingga diwaktu-waktu mendatang. Anda dapat mempercayakan proses pembuatan biografi atau media print ke M&I Communication, yang telah berpengalaman dalam pembuatan majalah dan buku-buku bisnis. Bahkan, kami pun melayani distribusinya secara nasional. Kami juga melayani pembuatan Annual Report, Catalog dan Company Profile.

Informasi lebih lanjut hubungi M&I Communication Aan Evarudin 081 805 437 830 I 085 792 220 820 I 0361 215 4023

www.money-and-i.com

Wahyu Sari 081 338 737 004 I 0361 246 706 Vol. 37 | Januari - Februari 2013

9


10

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


Traveller’s Note

Kawah Bromo by. Arif Rahman

B

romo merupakan salah satu kawasan wisata terbaik di Indonesia, mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Itu sebabnya, Anda bisa menuju Bromo melalui keempat jalur kabupaten tersebut. Namun dari Bali, akan lebih cepat jika memilih jalur Pasuruan, sekalipun untuk layanan tour dengan berbagai fasilitas yang lengkap lebih mudah dijumpai di kota Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Kawah Gunung memiliki garis tengah Âą 800 meter (utara-selatan) dan Âą 600 meter (timur-barat), dan tampak kerap mengeluarkan asap Vol. 37 | Januari - Februari 2013

11


12

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


Traveller’s Note

Tangga Langit by. Arif Rahman

C

ara praktis dan mudah menuju kawah Bromo melalui tangga beton, yang menurut cerita, jumlah anak tangga ini kerap berubahubah setiap kali dihitung, ada yang menyebutkan jumlahnya 250, ada yang menyebut 170. Di sejumlah sumber bahkan menyatakan bahwa anak tangga berjumlah 249. Namun oleh penduduk setempat, mereka memastikan bahwa jumlahnya adalah 198 anak tangga. Namun percayalah, Anda akan sulit untuk mendapatkan jumlah tersebut saat menghitungnya sendiri secara langsung. Vol. 37 | Januari - Februari 2013

13


PIN UP

“A Business That Makes Nothing But Money Is A Poor Business.” Henry Ford

14

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


Akan menjadi tidak berharga jika kita tidak menyadari bahwa emas itu berharga - Bong Chandra: Seminar Prospek Bisnis Property Bali tahun 2013-2015 Jika aset yang Anda miliki itu tidak digunakan, maka sama saja membiarkan uang Anda tertidur - Panangian Simanungkalit: Seminar Prospek Bisnis Property Bali tahun 2013-2015 Hidup hanya sekali, hiduplah dengan dahsyat - Tung Desem Waringin : Lestari Kick Off 2013 Vol. 37 | Januari - Februari 2013

15


Roadshow and Official Book Launch “Interview With The Millionaire� Selama tiga tahun eksistensinya, Majalah Money&I berhasil merangkum puluhan wawancara eksklusif dengan para millionaire tanah air.

S

ebanyak 37 profil millionaire berikut cara pandang, belief system serta aktivitas keseharian para pebisnis yang telah sukses tersebut, menjadi inspirasi untuk rilisnya sebuah buku bertajuk Interview With The Millionaire. Dimana tim Money&I mengadakan serangkaian diskusi secara berseri untuk memperkenalkan buku tersebut.

Rangkaian diskusi digelar di tiga gerai toko buku Gramedia Bali baik yang berada di daerah Kuta maupun Denpasar. Diskusi dan bedah buku pertama diselenggarakan di Gramedia Duta Plaza pada 11 Januari 2013. Untuk roadshow kedua digelar di Gramedia Nikita pada 22 Januari 2013. Sementara pada 25 Januari 2013 menjadi hari terakhir roadshow yang diadakan ditengah festival buku yang digelar oleh Gramedia Bali Galeria. Seluruh event bedah buku ini dimulai dari pukul 19.00 Wita hingga selesai. Sebelumnya, sosialisasi juga sudah dilakukan lewat radio Pinguin FM. Bedah buku Interview With The Millionaire sendiri ditampilkan dalam bentuk talk show bedah buku. Dalam roadshow ini, Arif Rahman selaku editor Money&I pun menjadi fasilitator yang menceritakan tentang buku Interview With The Millionaire secara detail dan menceritakan latar belakang mengapa Money & I yang bekerjasama dengan Transmedia Jakarta merilis buku tersebut.

Alex P Chandra memberikan tanda tangan pada sejumlah buku yang dibeli oleh peserta seminar. (Foto: Red)

16

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


EVENT Secara deskriptif, Arif memperkenalkan satu per satu profil unik dari sosok millionaire yang ada dalam buku ini. Namanama seperti Merry Riana, Hermawan Kertajaya, Alex P. Chandra, Denny Santoso, Shinta Khrisna dan masih banyak lagi dipaparkan secara bertahap. Arif mencoba menceritakan sekelumit kisah hidup, perjuangan, pandangan dan pencapaian dari beberapa profil sukses mereka dalam buku Interview With The Millionaire ini.

Book Launch di Balai Pertemuan Bhumiku yang secara simbolis diwakili oleh Lukito AM dari penerbit Transmedia Jakarta kepada Alex P Chandra selaku publisher M&I Magazine. (Foto: Red)

Mengenal cara berpikir, belief system, serta kebiasaaan para miliarder yang membawa mereka sukses dipaparkan oleh Alex P Chandra.

Diskusi yang digelar di momen week end ini menjadikan gerai Gramedia penuh pengunjung, yang sebagian besar menunjukkan antusiasmenya terhadap diskusi dan launching buku Interview With The Millionaire. Selain disediakan kursi yang bisa ditempati pengunjung guna lebih dekat dalam menyimak talk show ini, tidak sedikit pula dari pengunjung yang rela berdiri sambil menyimak penuturan Arif Rahman tentang buku ini. Dalam gelaran promosi ini di tiga gerai Gramedia Bali tersebut, juga memberikan diskon 10% bagi mereka yang saat itu membeli buku Interview With The Millionaire selama acara berlangsung. Puncak dari diskusi berseri tersebut, Money&I juga melakukan launching buku Interview With The Millionaire di sela-sela berlangsungnya acara seminar Prospek Bisnis Properti yang bertempat di Balai Pertemuan Bhumiku pada tanggal 20 Januari. Alex P. Chandra selaku Chairman BPR Lestari dan juga publisher majalah Money&I pun menandai secara resmi perilisan buku Interview With The Millionaire dengan menerima plakat dari pihak Transmedia Jakarta selaku penerbit buku ini yang di

Diskusi dan bedah buku Interview With The Millionaire secara berseri di tiga gerai toko buku Gramedia Denpasar dan Kuta. (Foto: Red)

wakili oleh pemimpin redaksi Lukito AM. Acara launching kian ramai ketika Alex P. Chandra meluangkan waktunya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap buku Interview With The Millionaire yang dibeli oleh pengunjung seminar. Alhasil antrian panjang pun terjadi di antara peserta demi mendapatkan buku dengan tanda tangan Alex P. Chandra.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

17


NOTE FROM THE GURU

Hermawan Kartajaya Asia’s Leading Marketing Strategiest & CEO of Markplus Inc

Masih Perlukah Bali Berpromosi? Inilah judul yang diberikan pada Saya pada acara Selasa Pariwisata, Oktober 2012 lalu. Acara ini sendiri di organisir oleh GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali).

W

aktu itu, ada dua ratus insan pariwisata Bali yang berkumpul pada Kamis pagi di gedung Bank Indonesia, Denpasar. Masalahnya, di Bali pada saat ini, muncul kegalauan karena rusaknya budaya Bali. Alasannya, ada kesan pengobralan Bali. Untuk mengejar

18

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

target Pendapatan Asli Daerah (PAD) umpamanya, Pemda Kabupaten Badung menjadi yang paling agresif mengeluarkan izin pembangunan hotel. Akibatnya, beberapa pengusaha memang akhirnya memanfaatkan situasi itu dengan membangun berbagai hotel. Banyak orang datang ke Bali. Tapi, lantas banyak komplain terdengar. Mulai dari tercemarnya budaya sampai ke banyaknya sampah. Selain itu, jalan di sekitar Kuta, Legian

dan Seminyak jadi tambah macet. Lagu Waltzing Mathilda pun jadi sangat terkenal di sana terutama pada waktu hari nasional Australia. Pesta pun digelar di berbagai tempat sehingga risiko gesekan pun jadi tambah besar. Sementara itu, Kabupaten Gianyar, sebaliknya sangat ketat dalam mengeluarkan izin hotel dan restoran. Peranan Puri Saren yang kebetulan keluarga kerajaan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang juga jadi Bupati Gianyar sangat menentukan.


NOTE FROM THE GURU

Sedang kota Denpasar yang juga punya Sanur sering mengatakan bahwa mereka berada di simpang jalan. Di simpang jalan antara mass tourism seperti di Badung atau quality tourism seperti di Gianyar. Tapi masalahnya, hanya baru tiga daerah tingkat dua itu yang banyak turisnya. Bahkan, daerah tingkat dua lain masih harus di subsidi oleh mereka bertiga lewat pemerintah provinsi Bali. Orang bilang hanya Bali Selatan yang sudah sumpek sehingga Gubernur Bali pun pernah berteriak supaya Bali menuju ke quality tourism saja. Less tourist, more spending. Di acara GIPI itu sendiri Saya mengingatkan dalam situasi apa pun, Bali tidak boleh berhenti melakukan promosi. Karena pesaing pun tambah agresif. Lihat saja Phuket sebagai salah satu destinasi di Thailand. Jumlah turis yang bertandang

ke sana hampir sama dengan jumlah turis ke Bali. Sedang Bali Timur dengan Karang Asemnya masih belum digarap maksimal. Di situ, ada Puri Agung Karang Asem, Candi Dasa yang merupakan mother temple, eks pemandian Raja Taman Ujung, tempat bermain surfing Tulamben, dan sebagainya.

Karena itu jawabannya tegas, Bali harus terus berpromosi dengan memperhatikan berbagai syarat. Pertama, harus smart dengan low budget high impact marketing mengingat brand Bali Island sudah sangat kuat. Pakailah New Wave Marketing bukan Legacy Marketing.

Apalagi kalau cruise terminal Tanah Ampo jadi tahun depan, akan banyak turis kelas atas penumpang kapal pesiar yang akan berlabuh di situ. Bagaimana pula dengan Bali Utara, Singaraja dengan Pantai Lovinanya. Selain itu, masih ada juga Klungkung dengan Pulau Nusa Penidanya yang sakral, dan sebagainya.

Kedua, promosikanlah daerah-daerah baru yang bukan tiga daerah tingkat dua tadi. Dengan demikian, beban infrastruktur akan semakin merata.

“

Sangat susah bagi chain restoran untuk buka outlet di Gianyar, terutama Ubud, kota kecil yang pernah jadi The Best City in Asia pilihan Majalah Conde Nast Traveller USA pada tahun 2010. Para wisatawan mancanegara suka Gianyar, khususnya Ubud karena sering dianggap masih asli Bali. Orang bilang Taksunya masih terasa sebagai hasil pelestarian dari Tri Hita Karana. Harmonisasi dari Tuhan, Alam dan Manusia.

Promosi jangan diartikan sebagai hanya iklan dan diskon. Tapi, pandai-pandailah menggunakan conversation yang bersifat online dan offline dari para pengunjung sendiri.

Ketiga, promosi jangan diartikan sebagai hanya iklan dan diskon. Tapi, pandaipandailah menggunakan conversation yang bersifat online dan offline dari para pengunjung sendiri. Kita tinggal memfasilitasinya karena promosi sebenarnya adalah hanya bagian dari marketing. Bukan berdiri sendiri. Dalam hal ini, namanya adalah Place Marketing atau Destination Marketing. Saya sendiri berharap Bali saja secara total sudah bisa mengalahkan Singapura atau Malaysia. Dan, Tri Hita Karana tetap utuh!

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

19


EVENT

Lestari Stakeholder Meeting 2013, “Indonesia, Land of Opportunity”

Diguncang Andien, Tung Desem Waringin hingga New Look BPR Lestari 2013 Ruangan Grand Ballroom Hotel Aston Gatot Subroto Denpasar disulap penuh euforia dan futuristik oleh BPR Lestari. Lebih dari seribu nasabah dan mitra bisnis tampak antusias memenuhi kursi undangan, dan bertahan selama 4 jam demi menyaksikan kehebohan gelaran tahunan BPR Lestari yang bertajuk Lestari Stakeholder Meeting 2013, “Indonesia, Land of Opportunity”. Opening Act Lestari Stake Holder Meeting 2013 : New Look BPR Lestari 2013 (Foto: Red)

20

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


EVENT

S

ebelum memasuki acara utama, MC mengajak para undangan untuk membuka gelaran tahunan ini dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya secara khusuk. Semua undangan pun tanpa ragu berdiri dan bernyanyi sambil mengikuti iringan musik Indonesia Raya nan megah. Baru kemudian untuk mencairkan suasana, sekelompok modern dancer pun mengajak para tamu undangan untuk bergoyang Gangnam Style. Alhasil, suasana di dalam ballroom pun semakin riuh oleh tawa dan gemerlap musik.

Demi memperkenalkan tampilan baru BPR Lestari di tahun 2013 ini, para karyawan-karyawati BPR Lestari pun dengan luwesnya berlenggak-lenggok dalam peragaan busana yang menampilkan busana baru mereka. Jika di tahuntahun sebelumnya, BPR Lestari terkenal dengan busana orange yang dikenakan para karyawannya, kini endek Bali dengan sentuhan warna tosca menjadi identitas baru BPR Lestari di tahun 2013. Usai fashion show yang meriah tersebut, Komisaris BPR Lestari Alex P Chandra pun muncul dari balik pagelaran busana. Dengan penuh semangat dan canda, beliau menyapa para undangan dilanjutkan dengan melaporkan

pencapaian bisnis BPR Lestari di tahun 2012 lalu yang sarat raihan positif. Alex P. Chandra menyampaikan bahwa selama perjalanan BPR Lestari yang lebih dari satu dekade ini, akhirnya di tahun 2011 lalu mampu meraih pencapaian emas dengan nilai aset Rp 1 triliun. Tak hanya itu, BPR Lestari juga berhasil masuk ke dalam jajaran 3 BPR terbaik dan terbesar tingkat nasional. Dengan pencapaian ini, maka manajemen berinisiatif untuk menjadi salah satu dari lokomotif perubahan. “BPR Lestari meyakini, sebuah bisnis harus melayani kepentingan yang lebih tinggi daripada sekedar mencetak uang. Business is More Than Just Making Money. Dan untuk itu, dibutuhkan motivasi lain, yakni creating legacy, yaitu sebuah bentuk nyata yang dilakukan BPR Lestari, dengan menjadi force of good bagi lingkungan sekitarnya,� serunya dari atas panggung. Tabungan Jumbo Lestari sebagai produk andalan milik BPR Lestari, menawarkan bunga tinggi dan hadiah-hadiah undian yang nilainya juga sangat menguntungkan. Demi meningkatkan kenyamanan para nasabahnya akan program tabungan Jumbo, maka di tahun ini Alex P Chandra pun bersiap me launching fasilitas Virtual Account yang akan memberikan kemudahan bagi pemilik rekening di tabungan Jumbo dalam bertransaksi, sebuah program yang akan dikembangkan hasil kerjasama BPR Lestari dengan BCA. Selain itu, beliau juga memperkenalkan new chapter untuk hadiah Kado Lestari 2013. Dalam bentuk force of good, BPR Lestari juga menunjukkan perhatiannya melalui program Lestari Peduli dan Lestari Berbagi yang masing-masing memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta dalam kerjasamanya dengan K3S Kota Denpasar dan Rp 30 juta yang bekerjasama

Gangnam Style (Foto: Red)

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

21


“

EVENT

BPR Lestari meyakini, sebuah bisnis harus melayani kepentingan yang lebih tinggi daripada sekedar mencetak uang. Business is more than just making money. Dan untuk itu, dibutuhkan motivasi lain, yakni creating legacy.

dengan Yayasan Lentera Anak Bali. BPR Lestari juga memperpanjang program bantuan beasiswa schoolarship kepada mahasiswa-mahasiswi berprestasi namun tidak mampu dalam hal financial. Melalui program Generasi Lestari ke empat, BPR Lestari akan memberikan beasiswa kepada 22 mahasiswa/i khusus untuk mereka yang sedang mengenyam perkuliahan di lingkungan Universitas Udayana. Jumlah penerima beasiswa ini meningkat dua kali lipat dari jumlah di tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah 12 orang per angkatan. Ini merupakan bukti nyata keseriusan BPR Lestari untuk turut ikut serta sebagai bagian dari perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, terutama dalam bidang pendidikan Usai penyampaian laporan dari Alex P.Chandra, atmosfer pun kembali dicairkan

22

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Bagaimana mengelola keuangan ditahun 2013 melalui faktor kali dan nilai tambah oleh Tung Desem Waringin. (Foto: Red)

Andien and the dancers, Turn On The Night. (Foto: Red)

dengan penampilan spesial dari Andien. Dengan gaun merahnya, Andien begitu attraktif mengajak penonton untuk berdendang mengikuti beberapa tembang yang dibawakannya seperti The Way You Look at Me dan Moving On. Event Lestari Kick Off ini juga makin spesial dengan kehadiran pengusaha dan motivator sukses,

Tung Desem Waringin. Pak Tung, begitu panggilan akrabnya penuh semangat memberikan resep dan trik untuk menjadi sukses di tahun 2013. Lengkap dengan banyolan segarnya yang ampuh membuat penonton betah berlama-lama untuk mengambil ilmu bisnis ulungnya.


Vol. 37 | Januari - Februari 2013

23


INFO PROPERTY

Berebut Pasar Property di Bali Siapkah pemain Lokal Bersaing?

B

ali ibaratnya kembang desa yang cantik, sedemikian menariknya sehingga kumbang-kumbang berdatangan. Baik kumbang lokal, dari daerah lain bahkan kumbang dari mancanegara. Pertumbuhan ekonomi yang sedemikian pesatnya, menjadikan para pengembang atau pemain properti besar mulai melirik Bali sebagai areal bermain mereka. Baru beberapa tahun belakangan ini saja, Bali mulai dilirik bukan hanya karena potensi pariwisatanya, tetapi sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi masyarakat yang tinggi. Property investors dari berbagai daerah mulai berdatangan menyerbu Bali. Baik property investor yang profesional maupun amatir. Dari yang melakukan analisa pasar, sampai yang ikut-ikutan saja. Developer besar seperti Ciputra masuk dengan Citraland-nya di daerah Cargo. Daerah yang tadinya cuma buat numpang truk-truk bermalam dan gudang-gudang, sekarang berubah wajahnya, semenjak Citraland mulai memasang patung-patung kudanya di depan lokasi perumahan. Kabarnya ratusan rumah sudah terjual dengan harga yang sangat premium, dan tahap ke 2 dan ke 3 sudah mulai menyusul. Sea Sentosa (ini sama dengan Sentosa Island Singapore) sejak 2 tahun yang lalu sudah menguasai daerah Echo beach. Sekarang kalau kita ke daerah Echo Beach, perkembangan disana sangatlah luar biasa. Harga tanah dan properti disana sudah melonjak tajam. Selentingan kabar mengatakan bahwa banyak pengembang besar lain yang juga sudah mulai melakukan land banking di Bali. Bali yang tadinya sangat humble dengan mal yang relatif kecil dan sederhana, sekarang memiliki Beach Walk yang memiliki variety tenant setara dengan mal di Jakarta dan Singapore. Sedemikian kondusifnya bisnis di Bali ini, sehingga orang-orang asing yang kita temui seliweran di Bali, bukan hanya para turis, 24

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

melainkan juga para pebisnis yang sedang menjajaki ataupun sudah berbisnis di Bali. Daerah Seminyak, sebagian daerah Legian dan Kuta, sekarang sudah didominasi oleh retailer dan restoran yang notabene dimiliki oleh pebisnis asing. Entah berpartner dengan orang lokal ataupun menggunakan nominee orang lokal. Peta bisnis dan properti di Bali sudah berubah. Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan pebisnis lokal yang ada di Bali? Akan tersingkirkah kita? Saat ini, satu-satunya jalan untuk bisa tetap exist dan menikmati booming bisnis dan properti di Bali adalah dengan meningkatkan standard bisnis kita. Kita harus naik kelas, bukan lagi sebagai pebisnis tradisional, bukan lagi hanya mengandalkan koneksi dan benefit karena kita orang lokal. Misalnya, jika Anda seorang agent property ataupun perantara tradisional, edukasi diri Anda, sehingga Anda menjadi source of information atas tanah/properti yang Anda tawarkan. Bukan hanya sekadar menawarkan saja. Saya selalu mengatakan, bagaimana Anda memberikan nilai tambah atas jasa/produk yang Anda tawarkan. Para pengembang dan pemain properti lokal pun harus sudah meningkatkan

permainannya. Sudah lewat masanya asal main sruduk saja. Membangun rumah asal jadi, tidak ada ijin dan lain sebagainya. Estetika, kebersihan, kenyamanan lingkungan dan kelegalan sudah saatnya diperhatikan. Tingkatkan standard dari jasa ataupun bisnis Anda. Dengan lebih beredukasi, bersih, lebih beretika, ramah, memperhatikan estetika, design dan juga ramah lingkungan. Contohlah bisnis-bisnis lokal yang sudah sukses, kebanyakan mereka sudah menerapkan hal tersebut diatas. Bali berkembang dengan segala konsekuensinya, dengan begitu banyaknya kompetisi baik sesama pebisnis lokal Bali maupun luar Bali dan bahkan asing. Peta persaingan dan bisnis sudah berubah. Kalau Anda tidak berubah kearah yang lebih baik, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk menikmati Bali yang cantik ini. Pesan saya, jangan terlena dan terbuai dengan harapan semua akan tetap baik, tanpa adanya usaha perubahan kearah yang lebih baik, maka kita semua akan ketinggalan kereta. Yuk, tingkatkan persaingan dan level competition kita sehingga Bali akan tetap dapat dimiliki dan bermanfaat bagi Bali.


Tropical Home for Sale-Renon

Beautiful Home in the exclusive area of Renon.......REDUCED PRICE FOR QUICK SALE IDR 5.5M (regular 6.25M) *LT 510mt2

* LB 410mt2 * 6 bedrooms all with ensuites bathroom

*Beautiful swimming pool * 4 A/C

* Tropical garden

* Acommodate 3 cars

* walking distance to Lap. Renon * minutes to Teuku Umar & Sanur

Imagine, coming home to your holiday home, EVERYDAY

CALL NOW : + 085857120888 Vol. 37 | Januari - Februari 2013

25


SPECIAL FEATURE

Indonesia 2013!

The Land Of Opportunity

26

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


SPECIAL FEATURE

Mangan ora mangan, asal connect!

I

nilah pendapat Hermawan Kartajaya terkait pandangannya soal Indonesia saat ini. Tidak berlebihan memang, karena plesetan ungkapan Jawa itu kian terasa nyata dalam keseharian kita. Bentuk berkumpul dan berinteraksi dalam satu ruang dan waktu tidak lagi terjadi, dunia digital telah mengganti peran tradisional dan menghadirkan paguyuban virtual. Terlebih di Indonesia, dengan lebih dari 230 juta penduduk, maka platform konektivitas diperkirakan akan menjadi mainan baru yang menyokong ekonomi kreatif tanah air hingga tiga sampai lima tahun mendatang. Bahkan Marketing Guru ini meyakini, setelah melewati tiga kuartal, maka tahun ini Indonesia akan jadi runner-up pertumbuhan Ekonomi Dunia di kelompok G-20, sesudah Tiongkok dan melampaui India. Sekalipun tensi politik di tahun 2013 kian

memanas, namun pelaku pasar yakin bahwa dua mesin ekonomi Indonesia saat ini domestic spending dan foreign investment, akan tetap membawa bangsa ini stabil dan aman. Apalagi jika mesin ketiga yaitu government spending on infrastructure di genjot pemerintah. Bagaimana konsumsi domestik dan juga investasi asing akan menjadi penggerak perekonomian kita, dan bagaimana dengan Bali yang juga akan menggelar pilkada pada pertengahan tahun 2013 ini, lalu bagaimana dengan potensi APEC di penghujung tahun nanti? Inilah kisi-kisi Indonesia baru di tahun 2013 yang kami rangkum dari pendapat berbagai pakar, mulai dari Hermawan Kartajaya di MarkPlus Conference, Panangian Simanungkalit saat seminar Prospek Property 2013-2015, ataupun pandangan Aviliani, sekretaris Komite Ekonomi Nasional di seminar yang digelar oleh Perbarindo. Inilah, Indonesia baru, the land of opportunity! Vol. 37 | Januari - Februari 2013

27


SPECIAL FEATURE

M

emasuki tahun 2013, trend krisis yang melanda negara-negara Eropa di prediksi belum akan menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan diperkirakan akan berlangsung selama satu dekade, dan tidak menutup kemungkinan memakan waktu dari 8 hingga 16 tahun. Sekalipun saat ini baru negara kecil seperti Yunani yang dilanda krisis hebat, namun bukan 28

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

tidak mungkin hal ini berimbas ke negara Eropa lainnya. Krisis ini ditandai dengan tidak sanggupnya negara-negara Eropa membayar utang mereka, dan ini menyebabkan investor enggan memberi pinjaman ulang. Saat itulah Eropa mengalami penurunan terutama dari pendapatan pajak, ini yang menjadi indikator bahwa krisis Eropa akan berkepanjangan. Bahkan jika diteliti lebih rinci dari rasio utang terhadap PDB, maka kasus terparah justru terjadi di Italia. Seharusnya PDB

“

Macro Outlook 2013

Trend krisis yang melanda negara-negara Eropa di prediksi belum akan menunjukkan tandatanda akan berakhir. Bahkan diperkirakan akan berlangsung selama satu dekade.


SPECIAL FEATURE lebih besar dari utang, namun di Italia sebaliknya. Dimana negeri pizza ini memiliki 125% utang dan defisitnya hanya 100%. Kesimpulannya, tidak mungkin bisa membayar utang dengan rasio seperti itu. Tahun 2013 juga menjadi tahun dimana perlambatan terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara maju. Hal ini dapat dilihat pada Perancis dan Italia yang pertumbuhan ekonominya sangat rendah, bahkan hanya dibawah angka 2%. Sehingga penurunan demand di bawah 2% akan membawa pengangguran mengalami kenaikan signifikan, lantas memicu gejolak lainnya. Menariknya, hal ini juga terjadi karena occupy wallstreet, dimana barangbarang dari orang kaya Amerika lah yang pada gilirannya telah menyebabkan kondisi negara-negara maju seperti saat ini. Amerika sendiri yang tengah mengalami krisis serupa, masih tetap diuntungkan dengan mata uang Dollar-nya yang dipakai sebagai harga perdagangan dunia. Bayangkan saja, transaksi ekspor dan impor di seluruh dunia selalu berkutat dengan nilai Dollar. Karena setiap pertukaran uang, Amerika selalu mencetak kembali Dollar mereka. Oleh karena itu, kondisi perekonomian Amerika dapat dikatakan tidak lebih baik atau lebih buruk. Meski jika dibandingkan dengan krisis yang melanda Eropa, kondisi Amerika kini justru relatif lebih baik. Menengok ke Asia, di negeri Sakura Jepang juga memiliki masalah yang pelik, malah negara termaju di Asia ini sudah mengalami resesi selama 25 tahun belakangan. Banyak orang yang tidak melihat kondisi resesi tersebut. Padahal sesungguhnya angka pertumbuhan ekonomi Jepang sangat rendah. Jepang hanya diuntungkan oleh masyarakatnya yang punya jiwa menabung. Ketika Jepang memproses utangnya, negara ini menggunakan tabungan rakyatnya untuk membayar utang, sehingga terlihat di permukaan bahwa Jepang tidak terlalu mengalami resesi.

akan mengalami penurunan yang sangat signifikan. Jika ekspor turun secara terus menerus, maka dipastikan akan terjadi PHK pada sektor ini. Itulah sebabnya Jepang -dan juga China-, mengalami masalah besar di ketenagakerjaan. Kedua negara ini tak mampu menyerap 70% permintaan di dalam negeri. Maka yang hanya bisa mereka lakukan adalah mengekspor ke negaranegara lain termasuk Indonesia. Sementara di India, saat ini mulai kurang diminati karena faktor inflasi di dalam negerinya. Angka inflasi di India mencapai 8%. Negara dengan angka inflasi tinggi cenderung kurang diminati investor lantaran daya belinya juga akan menurun. Selain itu, India juga merupakan negara yang politiknya selalu gonjang-ganjing lebih parah ketimbang negara lain. Sehingga menjadi salah satu faktor yang membuatnya tidak menarik minat bagi para penanam modal. Berbeda dengan Indonesia, kalau yang politiknya hanya ribut di televisi, tapi di luar selalu bisa membaik. Setinggi apapun gonjang-ganjing politik di Indonesia relatif jauh lebih aman ketimbang Filipina, India dan Thailand. Filipina misalkan, politiknya relatif lebih parah, bahkan di Thailand, tiap 6 bulan sekali bisa terjadi pergantian Perdana Menteri. Bagaimana dengan raksasa ekonomi Cina? Konsumsi Cina di dalam negeri justru tidak meningkat secara signifikan. Cina bahkan telah membangun investasi berpuluh-puluh tahun. Jadi apa yang mau diinvestasikan lagi di sana. Akibatnya terjadi overgating. Jadi

ada dana masuk tapi tak bisa digunakan secara produktif. Selain itu, pasar modal di Cina juga kena pajak. Investor pun akhirnya banyak masuk ke Indonesia. Devisa meningkat hingga 100 milyar US, sekalipun nilai tukar rupiah masih dibawah Dollar. Peluang Indonesia Dalam konteks ini sesungguhnya Indonesia diuntungkan, karena nilai ekspor yang kecil yakni 20%. Ketika permintaan ekspor secara global turun, ekspor yang masuk ke dalam negeri dipastikan masih bisa terjadi karena demand dalam negeri sendiri relatif tinggi. Apalagi dengan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia yang mencapai angka 50 juta orang. Mereka merupakan kelas menengah baru yang sudah berubah gaya hidupnya. Negara Asia seperti India dan Cina memiliki pertumbuhan ekonomi yang terbatas, antara 4-6 %. Indonesia menjadi negara kedua di dunia yang pertumbuhan ekonominya relatif 6 % ke atas. Maka dari itu banyak investor asing berbondongbondong datang ke Indonesia. Karena mereka menganggap pertumbuhan 6% merupakan aktiva yang mampu menyerap tenaga kerja. PDB Indonesia yang mencapai 87 triliun, sementara utang hanya di angka 1.800 trilun [relatif 25%] tergolong masih aman. Maka inilah kesempatan bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi lebih baik. Dan jika pada akhirnya government spending on infrastructure di genjot pemerintah, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan melejit lebih cepat dari perkiraan banyak orang.

Namun untuk ke depannya, Jepang hanya akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif 1,2%. Ini lantaran Jepang termasuk negara yang 70% perekonomiannya mengandalkan aktivitas ekspor. Saat permintaan turun, maka nilai ekspor

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

29


SPECIAL FEATURE

Bangkitnya Sektor-Sektor Urban!

S

ektor yang akan berkembang di tahun 2013 cenderung berkaitan dengan lifestyle. Dari 9 sektor yang ada, maka pertanian dan pertambangan diduga akan mengalami penurunan di tahun ini. Pertumbuhan keduanya cenderung berada di bawah angka 4%. Meskipun terlihat banyak orang yang mengarah ke pertanian saat ini, namun sayangnya aturan tata ruang RT/RW kita belum rampung sehingga menyebabkan ekspansi terhadap perkebunan dan pangan relatif rendah. Namun diperkirakan, jika UU RT/RW sudah ada, maka sektor pertanian akan naik secara signifikan. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi adalah daerah yang sektor pertaniannya diperkirakan akan berkembang di atas 7% sampai dengan tahun 2030. Sementara Jawa malah cenderung dibawah angka 5%. Dari sektor pertambangan juga akan mengalami hal serupa dengan pertanian, dimana angkanya rendah karena aturan RT/RW yang belum tuntas. Sektor lainnya yang akan berkembang diatas 6% terkait dengan perdagangan hotel dan restoran. Ini dikarenakan kelas

30

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

menengah Indonesia yang telah berpikir tentang pentingnya rekreasi dan pariwisata. Bali misalkan, turis domestiknya terus mengalami kenaikan signifikan. Pariwisata akan terus berkembang sejalan dengan pintarnya kita dalam mengemas pariwisata tersebut. Sektor industri juga mengalami kenaikan dari 4% menjadi 5%. Contohnya Cina, buruhnya sudah tidak banyak lagi karena mereka sudah berpendidikan dan memilih untuk urbanisasi. Karena tidak ada buruh dan tidak ada yang mau menjadi buruh, maka upah pekerja pun naik. Maka berpindahlah mereka ke Indonesia. Yang

masuk ke Indonesia itu seperti sparepart dan garmen. Jadi mereka yang berbasis unskill tapi memiliki ketelitian akan diterima masuk di Indonesia. Pertumbuhan hingga 10% lainnya terdapat pada sektor air, gas dan telekomunikasi. Sektor properti juga masih tetap akan berkembang di tahun 2013. Pemicunya adalah banyaknya orang kelas menengah baru yang akan membeli rumah pertama mereka, sedangkan orang kelas menengah lama akan membeli properti tersebut untuk berinvestasi. Malah saking banyaknya pembangunan properti, semen pun saat ini ikut di import oleh Indonesia.


SPECIAL FEATURE

“

Orang Indonesia cenderung tidak suka investasi baru, misalnya kalau punya mesin lama yang masih bagus, tidak akan mau mengganti dengan yang baru.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2013 diprediksi akan mencapai angka 6-6,6%. Asumsinya jika pemerintah atau swasta tidak berinvestasi dan meningkatkan produksi, maka konsumsi pun mendominasi ketimbang pertumbuhan ekonomi dan stuck di angka 6%. Sebaliknya, jika semua ramai berinvestasi, maka tidak diragukan lagi akan mencapai target 6,6%. Ekspor dan impor masih menjadi angka yang negatif. Di Indonesia, ketika investasi masuk bukan uangnya yang masuk melainkan barang-barang seperti alat atau mesin yang tidak bisa kita produksi di dalam negeri. Terjadilah capital off load yakni aliran uang ekspor yang masuk tidak seimbang dengan barang yang di impor ke Indonesia, akibatnya akan bertumpu pada angka negatif. Beberapa waktu lalu misalkan, Indonesia membeli senjata dan nanti akan membeli pesawat. Dari pembelian tersebut sudah mendapatkan angka negatif. Diprediksi, di tahun 2013 ekspor Indonesia tidak akan naik namun juga tidak mengalami penurunan. Bangkitnya Sektor Keuangan BPR Sementara disektor keuangan, diperkirakan tumbuh sebanyak 7%. Orang yang sudah

naik level menjadi kelas menengah baru sudah pasti akan berpikir untuk memiliki asuransi hingga reksadana. Itu sebabnya produk-produk perbankan harus mampu bersaing. Dipastikan, orang-orang menengah ke atas akan menyisihkan 50% penghasilannya untuk berinvestasi disektor keuangan. Saat ini BI mengarahkan setiap bank untuk meningkatkan produktifitasnya. Sekalipun, jika tidak ada barang atau permintaan, bank tidak bisa mengoptimalkan produktifitas mereka. Investasi dari orang Indonesia masih rendah, dan mereka cenderung tidak suka berinvestasi baru, misalnya kalau punya mesin lama yang masih bagus, tidak akan mau mengganti dengan yang baru. Karenanya, sangat disarankan agar perbankan meningkatkan sentuhan emosional dengan orang-orang yang menjadi target nasabahnya. Jika bank yang targetnya usaha-usaha mikro, maka marketingnya jangan terjun ke lapangan dengan outfit yang formal dan tidak melebur dengan masyarakat kedaerahan. Ini justru tidak akan berhasil menarik minat nasabah. Kalau perlu marketingnya ikut beradaptasi dengan masyarakat di daerah.

Selain itu perlunya bank untuk mengetahui kebutuhan nasabahnya. Misalnya tidak selalu memberikan hadiah tabungan yang diinginkan oleh nasabah, karena di daerah-daerah marginal bisa saja mereka ingin traktor atau sapi untuk membajak sawah mereka sebagai hadiah. Maka dari itu perbankan saat ini diharapkan mampu mengenal karakteristik target mereka. Komunitas Pertumbuhan juga bisa dilakukan dengan menargetkan komunitas-komunitas. Contoh sederhana dapat dilihat pada Vespa, yang dulunya adalah barang yang dianggap kuno dan tak laku. Namun semenjak komunitas-komunitas pecinta vespa berjamuran, harga sparepart Vespa pun bisa melonjak tajam. Maka dari itu bagi marketing, target komunitas sangat penting karena jumlahnya cukup banyak dan bisa lebih efisien dalam mempromosikan produk ketimbang promosi besar-besaran. Sektor urban yang dikomandani oleh para kelas menengah akan menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia di tahun 2013. Mempelajari karakter mereka bisa menjadi kunci sukses untuk memenangkan persaingan ditahun ini.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

31


SPECIAL FEATURE

Shine Brighter in Bali Tahun 2012 lalu, Pertumbuhan ekonomi Bali naik sebesar 6,6% dan merupakan angka yang lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3%.

T

ahun ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih tetap terjadi pada kisaran angka yang tidak jauh berbeda. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memprediksi ekonomi Bali akan tumbuh 5 – 7 tujuh persen pada tahun 2013 ini. Hal ini disampaikan oleh Ketua HIPMI Bali Putu Pasek Sandoz Prawirottama pada pelaksanaan "HIPMI Economic Outlook 2013" di Kuta, Kabupaten Badung. Hal ini dapat dilihat dengan semakin naiknya harga tanah hingga 20 persen di beberapa kawasan yang dekat dengan kawasan pariwisata seperti di Kabupaten Badung dan Gianyar. Selain harga tanah yang melejit, pembangunan sejumlah infrastruktur yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan juga dinilai mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sementara I Gede Made Sadguna, Deputi Kepala Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah III Bali-Nusa Tenggara mengatakan pertumbuhan Bali bisa mencapai angka 6,6% hingga 7,1%, yang didorong dari sektor pajak hotel dan restoran (PHR) dan dengan prospek industri pariwisata yang meningkat menjelang KTT APEC. Itulah sebabnya Badan Pusat Statistik (BPS) dan tim makro ekonomi Bali mematok target pertumbuhan ekonomi tahun 2013 berkisar antara 6,7 - 7,3 persen dengan asumsi ekonomi dunia akan tumbuh di kisaran 3,9 persen dan lama tinggal wisatawan mancanegara mencapai 12,3 - 13,3 hari dan wisatawan nusantara 5,3 - 5,7 hari. Sementara ekspor tahun depan diharapkan bisa mencapai angka 650 juta 664 juta dollar Amerika, dan pertumbuhan sektor pertanian dipatok pada kisaran 3,17 - 4,81 persen. Berbagai prediksi diatas di amini oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang 32

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Renovasi & Ekspansi Bandara Ngurah Rai (sumber : 3.bp.blogspot.com)


SPECIAL FEATURE Jalan Tol Nusa Dua (sumber : www.bpjt.net)

Saat ini, ada 3 pengembangan infrastuktur besar yang tengah dilakukan pemerintah. Mulai dari pembangunan jalan tol yang jika selesai di akhir tahun ini, diharapkan bisa menyebabkan arus barang dan jasa akan semakin lancar. Selain pembangunan jalan di atas perairan yang menghubungkan Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua sepanjang 12 kilometer, perluasan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dan pembangunan jalan bawah tanah atau underpass di kawasan Simpang Siur Kuta juga ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata. Tentu saja, beberapa perhelatan akbar internasional seperti Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC), ajang Miss World, dan ajang internasional lainnya juga dinilai akan menjadi faktor yang menyumbang perkembangan ekonomi Bali ke arah lebih baik. Belum lagi maskapai penerbangan dengan tarif ekonomis yang semakin menjamur dan mendorong perbaikan sektor pariwisata Bali. Pendapatan pariwisata dari kunjungan wisatawan pada akhir tahun 2012 diproyeksi mencapai Rp 56,20 triliun dengan perolehan devisa 4,80 miliar dollar AS.

“

optimis pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2013 mendatang akan tumbuh positif, hal ini karena di dorong oleh pengembangan sejumlah infrastruktur yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Sedikit hal yang akan diperkirakan bisa memperlambat langkah pertumbuhan ekonomi Bali adalah krisis global yang tak kunjung membaik. Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan ada di kisaran 3,3 persen.

membawa gairah lain. Hal ini sangat berbeda dengan kecenderungan jika Pemilukada berlangsung maka ekonomi melambat. Trend ini kian tersisih dengan semakin percayanya publik dengan proses demokrasi Indonesia yang semakin dewasa. Bahkan pada Pemilu 2014 nanti, juga

diprediksi tidak akan banyak berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Sedikit hal yang akan diperkirakan bisa memperlambat langkah pertumbuhan ekonomi Bali adalah krisis global yang tak kunjung membaik. Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan ada di kisaran 3,3 persen. Pertumbuhan ini relatif rendah dan belum pernah terjadi selama lima tahun terakhir. Langkah diversifikasi menjadi solusi jangka pendek yang dirasa bisa menjadi jawaban atas ancaman krisis. Diversifikasi bisa dilakukan dengan membidik pasar ekspor ke negara-negara non Eropa yang tidak terkena krisis dan juga mempromosikan Bali di kawasan negara lain sehingga ketergantungan dari devisa yang selama ini didapat dari Eropa dan Amerika kian tergerus. Jalan Tol Bali (sumber : www.pu-news.com)

Bahkan, Bali yang juga akan menggelar pemilihan Gubernur pada 15 Mei nanti, justru akan memperoleh dorongan lain untuk kenaikan ekonomi masyarakatnya, sekalipun tidak signifikan. Namun banyaknya uang beredar di masyarakat untuk kebutuhan barang-barang terkait dengan proses pemilukada tersebut, khususnya yang berkaitan dengan atribut kampanye sedikit banyak akan Vol. 37 | Januari - Februari 2013

33


Yuswohady

INSIGHT

Praktisi Pemasaran dan ex. Sekjen Indonesia Marketing Association

2013: The Creative Year

T

ahun 2013 berbagai kondisi ekonomi, bisnis, dan politik di dalam negari maupun global tidak begitu bersahabat. Di tingkat global krisis di Eropa dan krisis fiskal Amerika Serikat berujung pada bayang-bayang resesi ekonomi dunia yang masih terus mengintai. Sementara di dalam negeri, beberapa perkembangan negatif dari demo buruh hingga ancangancang pemilu merupakan mendung yang memayungi dunia usaha kita. Namun di tengah perkembangan yang suram tersebut, jangan lupa Indonesia kini sedang di masa-masa awal transformasi struktural jangka panjang yang menjadi driver positif bagi menggeliatnya perekonomian nasional di tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya. Salah satunya adalah pertumbuhan konsumen kelas menengah yang menjadi pilar kekuatan pasar domestik. Kombinasi dari the bad (tren negatif: situasional-jangka pendek) dan the good (tren positif: struktural-jangka panjang) ini akan menghasilkan sebuah dinamika lingkungan bisnis menantang. The Bad: Crisis Mendung pekat masih mewarnai perekonomian dunia karena penanganan krisis Eropa masih sarat dengan ketidakmenentuan. Hal ini diperparah dengan masih belum jelasnya tarikmenarik kebijakan fiskal Amerika Serikat. Pemerintah AS sekarang menghadapi risiko besar kebijakan peningkatan pajak dan pemangkasan anggaran belanja Amerika Serikat secara otomatis yang menimbulkan jurang fiskal (fiscal cliff). Resiko paling besar dari kebijakan untuk memangkas secara tajam defisit anggaran ini adalah terjadinya resesi di sepanjang tahun 2013. 34

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Indikasi menurunnya perekonomian dunia khususnya di negara maju ini sudah terbaca. Dalam laporannya akhir November lalu, OECD yang membawahi 34 negara-negara maju memperkirakan AS hanya tumbuh 2,0 persen tahun 2013. Sementara ekonomi zona Euro berkontraksi sebesar 0,1 persen. Pertumbuhan dunia masih tertolong oleh negara-negara maju baru (emerging countries) seperti Cina tumbuh 8,5 persen, India (6,5 persen), dan Brasil (4 persen). Kalau pertumbuhan negara-negara maju mengecewakan maka permintaan terhadap komoditi unggulan Indonesia (batubara, kelapa sawit, karet, dll.) juga akan melemah. Itu di tingkat global. Di dalam negeri, kondisi kurang bersahabat juga bakal terjadi di tahun 2013 ini. Demo buruh menuntut kenaikan upah tahun lalu menemukan critical mass-nya, dan akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya: It’s point of no return. Ini sekaligus menandai berakhirnya bonanza upah buruh murah di Indonesia. Meningkatnya upah buruh menjadi tekanan bagi pengusaha kita karena naiknya biaya produksi. Di sisi lain, subsidi BBM yang membengkak hingga mendekati Rp. 200 triliun tahun 2013 juga akan mendorong pemerintah untuk menaikkan harga BBM di awal tahun.

Kalau skenario ini terjadi maka dampak ikutannya akan ke mana-mana: tarif listrik naik, ongkos produksi naik, dan ujungujungnya inflasi pun akan terkerek naik. Ranjau lain yang dampaknya akan sangat luas adalah pemilu. Kita tahu tahun 2013 ini adalah tahun pemanasan menuju pesta demokrasi lima tahunan yang akan digelar 2014. Hal ini tentu saja akan meningkatkan political risk di kalangan pelaku usaha kita. Memanasnya iklim politik menyebabkan mereka mengambil posisi berhati-hati dan menahan diri (wait and see) dalam melakukan ekspansi bisnis. Belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya, mudahmudahan memanasnya iklim politik ini tak terlalu berdampak pada aktivitas bisnis dan ekonomi nasional. The Good: Megatrends Di tengah banyak ranjau di atas, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kokoh sebagai buah dari transformasi struktural-jangka panjang yang dampaknya akan dirasakan sejak tiga tahun terakhir. Transformasi ini ditandai oleh twin megatrends. Pertama, revolusi pertumbuhan konsumen kelas menengah (consumer 3000). Kedua, berkah bonus demografi (demographic bonus) yang ditandai melonjaknya angkatan kerja produktif (usia 15-64 tahun). Dua megatrends ini impact


INSIGHT

“

Gempuran produk China akan semakin menyadarkan pelaku usaha bahwa daya saing tak melulu terbangun oleh harga murah, tapi lebih pada excellent value yang ditawarkan ke konsumen.

positif-nya akan kian nyata kita rasakan di tahun depan. Mengacu kepada definisi Bank Dunia, pengeluaran perkapita perhari sebesar $2-20, jumlahnya kelas menengah kita saat ini sudah mencapai sekitar 140 juta atau hampir 60 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah kelas menengah yang besar ini merupakan sumber kekuatan pasar domestik yang luar biasa (tahun ini besarnya mencapai Rp. 4 ribu triliun). Dalam laporan terakhirnya dua bulan lalu, McKinsey Global Institute menggunakan terminologi consuming class (penduduk dengan pendapatan perkapita pertahun sebesar $3,600 ke atas) sebagai pilar dari sektor konsumsi yang tumbuh luar biasa di Indonesia. Basis kelas menengah yang besar merupakan driver bertumbuhnya berbagai sektor industri di tanah air mengingat mereka memiliki daya beli tinggi dan mengkonsumsi produk-produk advance seperti gadget, mobil, produk perbankan, hingga entertainment. Tak hanya itu, konsumsi domestik yang ditopang konsumen kelas menengah juga menjadikan Indonesia memiliki ketahanan ekonomi dalam menghadapi krisis di Eropa maupun Amerika. Kondisi inilah yang menjadikan kita optimis mampu melampaui krisis ekonomi dunia di tahun depan.

Revolusi kelas menengah (di sisi konsumtif) yang diikuti dengan berkah bonus demografi (di sisi produktif) merupakan momentum penting yang diyakini akan membawa ekonomi Indonesia mencapai era keemasan di tahun-tahun ke depan (bonus demografi diperkirakan mencapai puncak di tahun 2020-2030). Optimisme inilah yang menjadikan kepercayaan investor kepada ekonomi Indonesia melonjak. Lembaga pemeringkat asing (Moody’s, S&P, Fitch) serempak menaikkan peringkat investasi Indonesia dan investasi asing langsung (FDI) deras mengalir ke Tanah Air. Dengan fundamental ekonomi yang kokoh ini, tak heran jika Bank Indonesia mengeluarkan proyeksi ekonomi yang sangat optimis di tengah bayang-bayang krisis global yang masih terus mengintai. BI memproyeksikan ekonomi kita tetap tumbuh mantap di tahun 2013 sebesar 6,3-6,7 persen; investasi naik 11,6-12 persen; pertumbuhan konsumsi rumah tangga naik 5-5,4 persen; sementara inflasi dipertahankan di tingkat 3,5 – 5,5 persen. The Great: Creative Krisis global dan dinamika ekonomi-politik dalam negeri kurang menguntungkan yang berpaut dengan fundamental ekonomi kokoh karena adanya megatrends di atas menghasilkan wajah perekonomian 2013 yang cukup berat tapi tetap menantang (tough, yet challenging) bagi para pelaku bisnis. Tough karena banyak ranjau yang harus kita lalui di tahun depan. Tapi challenging karena kalau kita tepat melakukan inovasi strategi kita akan bisa menemukan peluang yang luar biasa untuk mengunci persaingan. Karena itu saya sebut tahun 2013 sebagai: The Creative Year, tahun berat yang sarat kreativitas. Kondisi terberat tentu adalah kenaikan ongkos produksi akibat meningkatnya upah karyawan. Apabila hal ini juga diikuti dengan kenaikan BBM dan kenaikan tarif listrik, maka efeknya pada kenaikan biaya produksi akan berlipat-ganda. Kalau sudah begini maka skenario yang bisa ditempuh para pelaku bisnis hanya dua. Pertama, strategi cost leadership dengan melakukan efisiensi (operational excellence) dan pemangkasan biaya-biaya agar tetap kompetitif. Kedua, strategi pertumbuhan

dengan menggenjot penjualan melalui inovasi produk (menghasilkan value proposition baru), reposisi model bisnis, atau menemukan dan menggarap pasarpasar baru (blue ocean market) yang belum terpikirkan sebelumnya. Dalam konteks tahun 2013, seharusnya strategi pertumbuhan lebih challenging karena perubahan kita tahu tumbuhnya kelas menengah dan perubahan perilaku mereka berpotensi menghasilkan peluangpeluang pasar baru yang menggiurkan. Tren-tren konsumen kelas menengah seperti: pergeseran konsumsi ke produkproduk yang lebih advance (gadget, mobil, hiburan, produk keuangan, dll); munculnya gaya hidup dan kebiasaan baru; pergeseran preferensi konsumen ke arah produkproduk sehat dan ramah lingkungan; atau tren maraknya produk-produk tersier seperti perawatan tubuh dan hiburan; semuanya bisa menjadi insight luar biasa untuk berinovasi dan mendongkrak omset. Melempemnya pasar Eropa dan Amerika di tahun 2013 bisa diperkirakan bakal mendorong China mengalihkan produkproduk murahnya ke pasar-pasar lukratif seperti Indonesia. Ini tentu saja akan menjadi tekanan persaingan luar biasa kepada pelaku usaha di Tanah Air. Namun sekali lagi, hal ini akan mendorong pemain lokal untuk berinovasi menghasilkan produk-produk value for money yang tetap memiliki daya saing dalam menghadapi serangan the China price. Gempuran produk China akan semakin menyadarkan pelaku usaha bahwa daya saing tak melulu terbangun oleh harga murah, tapi lebih pada excellent value yang ditawarkan ke konsumen. Dinamika pasar yang tough, yet challenging ini akan membawa pelaku usaha untuk tak larut pada kondisi comfort zone seperti ketika kondisi ekonomi sedang bagusbagusnya. Jadi blessing in disguise, kondisi tak nyaman ini membawa mereka untuk terus alert dan kepepet, yang mudahmudahan akan menghasilkan energi inovasi dan kreativitas yang luar biasa. Welcome 2013. Welcome the tough year, the challenging year, the creative year.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

35


“

Ketika saya menjelaskan suatu hal yang menyangkut ekonomi, saya berusaha menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh orangorang awam�

Wajahnya kerap menghiasi layar televisi di program berita bisnis. Dengan lugas ia menerangkan data-data analisa ekonominya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

36

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


INTERVIEW

Aviliani BEING A PUBLIC FIGURE IN ECONOMIC Pemikirannya tentang perekonomian Indonesia selalu menjadi daya tarik bagi para pemerhati bisnis sekaligus pemerintah. Ia adalah seorang wanita yang selalu tampil dengan rambut pendek khasnya, Anda tentu sudah tidak asing dengan kiprahnya yang kerap menghiasi layar kaca.

I

a adalah Aviliani. Namanya mungkin tak sepanjang dengan berbagai prestasi yang ditorehkannya selama ini. Wanita kelahiran Malang, 14 Desember 1961, tengah disibukan dengan rutinitas sebagai Komisaris Independen PT. Bank Rakyat Indonesia, Ketua Komite Audit PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk, hingga Peneliti Senior INDEF. Selain itu, wanita yang telah berhasil meraih gelar doktornya di S3 Program Doktor Manajemen Bisnis

Institute Pertanian Bogor ini juga masih aktif mengajar sebagai dosen di STIE Nusantara. Beruntung seusai pemaparannya di Seminar Perbarindo, Bali (7/12) lalu, Aviliani menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan Putra Adnyana, reporter Money & I perihal kehidupan personal, karir, impian dan keluarganya, berikut penuturannya.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

37


INTERVIEW

Bukankah Anda juga berprofesi sebagai dosen? Ya, sesungguhnya latar belakang saya adalah dosen. Semenjak tahun 1989, saya jadi dosen di STIE Perbanas, sekolah yang bergerak tentang perbankkan. Di sana saya sudah 17 tahun mengajar. Meski kini saya adalah pakar ekonomi, saya tetap berpikir bahwa mengajar itu penting karena merupakan bagian dari sharing ilmu. Tidak cuma sharing tapi saya juga kecipratan ilmu-ilmu yang baru. Maka dari itu meski disibukkan sebagai pakar ekonomi sekaligus komisaris bank, saya tetap menyempatkan diri untuk mengajar.

Apakah sejak kecil Anda sudah bermimpi untuk menjadi seorang Ekonom? Waktu kecil itu, saya malah berpikir pokoknya pengen masuk TV. Namanya juga cita-cita masa kecil. Kemudian pas lulus SMA saya lihat jadi pegawai bank itu kayaknya enak ya. Tapi baru pada tahun 1998, saya lebih menekuni bidang ekonomi gara-gara di ajak bergabung dengan INDEF (Institute for Development of Economic and Finance). Kebetulan saat itu memang di ajak oleh salah satu dosen saya. Setelah di INDEF, saya menjadi peneliti ekonomi. Selang beberapa lama, saya mulai menggantikan senior-senior saya untuk menjadi pembicara Ekonomi. Kemudian datang kesempatan dari beberapa radio untuk mengisi analisis pendek tentang perekonomian. Terus muncul sebagai salah satu host di TV sekitar tahun 2000-an. Baru dari sanalah saya menekuni bidang ekonomi secara praktis dan lebih mendalam. Lantas tahun 2005 saya ditawari untuk menduduki posisi komisaris bank. Akhirnya cita-cita saya untuk bisa kerja di bank tercapai juga.

38

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Publik pun lebih mengenal Anda sebagai seorang pengamat ekonomi lantaran sering muncul di televisi dan berbagai workshop ekonomi. Bisa beri komentar? Kata orang sih, bukan kata saya ya! Ketika saya menjelaskan suatu hal yang menyangkut ekonomi, saya menggunakan bahasa yang justru mudah dicerna oleh orang-orang awam. Biasanya kan banyak pakar ekonomi bicaranya datar yang bikin orang susah untuk mengerti. Bahasa ekonomi itu perlu disederhanakan. Saya pun berusaha untuk mengerti kebutuhan pendengar saya. Entah bagaimana pun caranya, saya berusaha untuk membuat mereka mengerti apa yang saya sampaikan. Dalam setiap penyampaian, saya juga menekankan tentang optimisme. Karena bagi saya, di setiap ancaman pasti ada peluang dan jalan keluar. Banyak pakar yang selalu memberikan aura pesimis dalam setiap pandangannya. Ini yang tak ingin saya lakukan.


“

INTERVIEW

Dalam setiap penyampaian, saya juga menekankan tentang optimisme. Karena bagi saya, di setiap ancaman pasti ada peluang dan jalan keluar. Banyak pakar yang selalu memberikan aura pesimis dalam setiap pandangannya. Ini yang tak ingin saya lakukan.

Bagaimana Anda berkontribusi terhadap pemerintahan sekarang? Kini saya tergabung dalam Komite Ekonomi Nasional. Lebih banyak melakukan studistudi yang hasilnya bisa dijadikan masukan serta rujukan untuk Presiden. Komite ini juga bertindak secara proporsional, karena lebih melihat fakta di lapangan. Kemudian hasilnya kita sampaikan ke Presiden. Jika pun nantinya tidak ditindak lanjuti, yang penting kami sudah memberikan pandangan-pandangan yang jelas.

Bagaimana Anda menempatkan diri saat beradu debat dengan pakar-pakar ekonomi yang notabene pria? Saya nggak pernah merasa kalau perempuan itu berbeda dengan laki-laki. Saya pikir posisi kita adalah sama dan perempuan tak melulu tersudut di posisi yang minor. Ini sih memang tergantung dengan kadar kepercayaan diri kita masingmasing. Ya, sejauh ini saya tak pernah terdeskreditkan dengan permasalahan gender tersebut. Karena saya merasa kita adalah sama.

Menurut Anda bagaimana posisi atau peran wanita Indonesia di bidang pembangunan ekonomi nasional saat ini? Saya lihat masih sedikit. Memang ada beberapa ekonom wanita yang makin bergeliat. Namun, keuntungan saya mungkin karena saya pernah bekerja di sebuah perusahaan jadi tahu antara penelitian dengan kondisi di lapangan. Mungkin banyak pengamat yang pandangannya masih di tataran awangawang, cenderung teoritis. Bisa jadi pandangan yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Makanya saya menyarankan dosen-dosen untuk main di riset, supaya kita tahu kalau kondisi di lapangan terkadang tidak sesuai dengan teori yang ada. Ketika ditanya oleh masyarakat pun, kita bisa lebih mudah menjelaskannya melalui fakta-fakta lapangan ketimbang teori. Keuntungan lainnya, saat saya memegang jabatan komisaris, saya pun jadi memahami sektor riil.

Mengapa pakar ekonomi wanita jarang muncul ke publik, selain Anda tentunya? Bukannya tidak muncul. Sesungguhnya muncul atau tidaknya seseorang itu diukur dari bagaimana penerimaan publik terhadapnya. Mungkin banyak wanita yang punya keahlian tapi sayangnya pengakuan oleh publik kurang. Mendapatkan pengakuan oleh publik itu justru menentukan apakah nantinya kita akan sering di undang atau tidak sebagai pembicara. Saya juga bukan tipe orang yang tinggi hati. Kan banyak juga orang-orang kalau sudah posisinya di langit, mereka akan melabeli harga pada dirinya. Saya bukan orang yang seperti itu. Saya tipe orang yang easy going kalau ada undangan untuk jadi pembicara saya lebih melihat situasinya saya bisa atau tidak. Misalnya saat saya diundang untuk jadi analisis ekonomi di radio, saya terima. Karena implikasinya justru bukan dari radio, tapi dari para pendengar analisa saya di radio tersebut. Jika makin banyak pendengarnya, tentu undangan-undangan lainnya tak akan terelakkan dan jelas makin memperbanyak relasi. Vol. 37 | Januari - Februari 2013

39


INTERVIEW

Bagaimana suka dan duka Anda sejauh ini meniti karir di bidang ekonomi?

Apakah ada persiapan khusus sebelum tampil sebagai pembicara dalam suatu acara?

Wah kayaknya lebih banyak sukanya ya, ketimbang dukanya. Dukanya ya mungkin kalau banyak yang menilai masalah penampilan saya misalnya di rambut atau apalah. Bagi saya hidup itu dijalani seperti air yang mengalir. Bukan berarti maksudnya tidak memiliki prinsip. Karena jalan hidup seseorang itu sudah ada yang menentukan, jadi kita nggak perlu terlalu ambisius yang akhirnya mengandalkan segala cara. Kita boleh punya mimpi, tapi biarkan mimpi itu berjalan sendirinya. Ya, lebih bagus ada orang yang menilai kita ketimbang kita yang menilai diri kita sendiri. Saat orang-orang ramai melamar jadi komisaris, saya justru ditawarkan begitu saja. Di sini, saya sadar bahwa merekalah yang menilai kinerja saya sehingga saya mendapatkan tawaran posisi komisaris tanpa melamar sekali pun.

Yang jelas saya tidak pernah ikut kursus kepribadian atau vokal sekalipun ya! Saya belajar dari pengalaman saat menjadi pembicara di Metro TV tahun 2003 lalu. Saya diajarkan bagaimana tampil di depan kamera oleh kru setempat. Sekaligus dalam hal artikulasi pun.

Bagaimana membagi waktu dengan keluarga di tengah kesibukan Anda? Keluarga memang butuh pengertian. Tak semua bisa memahami kesibukan saya. Jadi saya mulai mengajarkan anak saya untuk memahami rutinitas saya. Pernah saya ajak anak saya itu ikut siaran sampai malam, mereka pun mulai memahami kalau kerja itu susah. Bahkan saat mereka saya ajak berbelanja, selalu mempertimbangkan kembali barang-barang yang mereka beli. “Itu kemahalan nggak, kalau mahal nggak jadi deh kasihan uangnya� begitu kata anak saya. Biasanya kalau waktu luang, saya dan anak saya menghabiskan waktu dengan jalanjalan, nonton di bioskop atau dengerin musik. Bahkan anak saya yang baru 10 tahun itu sudah seneng dengerin One Direction dan menunjukannya ke saya. Oh ya kalau weekend biasanya saya suka masak berdua dengan anak saya.

Mungkin, Anda punya hobi lain?

Bisa ceritakan tentang gaya busana yang sering Anda pilih dan kenakan setiap muncul di publik? Saya sih tidak terlalu mengikuti mode atau trend. Saya lebih suka pakai batik. Jadi kalau mau ke acara mana pun, pasti saya mengenakan batik. Sudah saatnya kita mempromosikan produk lokal terutama batik. 40

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Oh ya saya suka melatih suara dengan organ yang seperti karaoke itu lho! Ya nyanyi itu terkadang sangat baik untuk melatih pernafasan

Adakah tokoh ekonom yang Anda idolakan? Ehm...Roubini, itu lho yang sering dijuluki Dr.Doom.

Bisa ceritakan masa-masa kuliah dulu? Apa ya..., dulu saya nggak terlalu banyak aktivitas dalam kampus, meski saya juga mengikuti ekstrakurikuler Menwa. Soalnya saya dulu kerja sambil kuliah, nggak punya waktu main banyak. Dulu saya kerjanya di Martha Tilaar pas di bagian keuangan. Yang paling membekas justru saat saya di semester 2. Saat itu saya kekurangan uang untuk membayar biaya kuliah. Syukurnya ada orang tua asuh dari lingkungan kampus yang memberi saya uang Rp 275.000 dan karena itulah saya akhirnya bisa lulus kuliah. Mulai dari sanalah saya berpikir, jika kita membantu orang meski tidak seberapa tapi itu akan sangat berkontribusi dalam membuat orang tersebut menjadi seseorang


“

Saya ingin bikin sekolah yang bisa mendidik anakanak tersebut menjadi seorang entrepreneur bukan malah menjadi pegawai.

Lalu bagaimana pendidikan di dalam keluarga sendiri? Justru saya belajar banyak dari pengalaman di keluarga dulu. Sesungguhnya malah cenderung belajar dari pengalaman buruk. Bukannya ikut keluarga sendiri, saya dulu ikut sama tante-tante saya. Dari satu tante ke tante lain. Jadilah saya pindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Saya tidak merasakan bagaimana di didik keluarga sendiri. Saya justru banyak mendapatkan pelajaran dari keluarga tante-tante saya itu. Ada yang didikannya keras, ada pula yang biasa-biasa saja. Dari pengalaman itulah saya belajar tentang bagaimana mendidik anak saya semestinya kini.

INTERVIEW

Adakah harapan-harapan Anda ke depannya yang belum tercapai, atau mungkin harapan untuk negeri ini? Mungkin harapan saya lebih mengarah pada generasi muda. Saya berpikir bahwa generasi-generasi sekarang, kurikulum pendidikannya diarahkan untuk menjadi pegawai. Selain itu kenapa orang miskin itu tidak naik kelas, ya faktor utamanya bukanlah karena pendidikan tapi lebih pada tingkat gizinya. Di Indonesia itu pendidikannya yang gratis tapi kesehatan dan gizi justru mahal. Harusnya pemerintah memikirkan tingkat gizi masyarakat terlebih dahulu baru kemudian persoalan pendidikan. Bagaimana orang bisa berpikir jika tidak didukung dengan asupan gizi yang memadai. Untuk itu saya punya mimpi untuk mendirikan sebuah asrama seperti panti tapi bukan sejenis panti asuhan. Orang-orang bisa menyerahkan anaknya ke asrama tersebut, dimana kemudian kita didik dari nol. Masa-masa emas anak seperti itu biasanya kurang diperhatikan oleh orang tua. Saya ingin bikin sekolah yang bisa mendidik anak-anak tersebut menjadi seorang entrepreneur bukan malah menjadi pegawai. Vol. 37 | Januari - Februari 2013

41


Denny Santoso

FITNESS

Praktisi Kesehatan dan Kebugaran

Menghitung Kalori Dalam Makanan

“

Para ahli nutrisi mengukur jumlah panas yang dihasilkan tubuh dengan memetabolisme makanan dalam sebuah unit yang disebut kilokalori (kcal).

K

ita ambil contoh kandungan kalori yang terdapat dalam sebuah pisang. Pisang mengandung 105 kalori, artinya dengan memetabolisme pisang, tubuh akan menghasilkan 105 kalori yang dapat digunakan untuk beraktivitas. Anda mungkin bertanya-tanya makanan 42

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Anda mungkin bertanyatanya makanan apa yang mengandung kalori tinggi. Jawabannya tergantung pada jenis nutrisi yang dikandung.

apa yang mengandung kalori tinggi. Jawabannya tergantung pada jenis nutrisi yang dikandung. Sebagai contoh, dalam 1 gram karbohidrat mengandung 4 kalori, 1 gram protein mengandung 4 kalori, dan 1 gram lemak mengandung 9 kalori. Dengan kata lain, satu gram protein atau karbohidrat memberikan lebih dari separuh kalori dari satu gram lemak. Ini sebabnya makanan tinggi lemak seperti gorengan, memiliki kalori lebih tinggi dibandingkan


FITNESS makanan yang rendah lemak seperti sayur dan buah-buahan.

Semua makanan menghasilkan kalori. Semua kalori menghasilkan energi. Namun tidak semua kalori membawa nutrisi seperti yang baik seperti asam amino, asam lemak, serat, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya. Beberapa makanan bahkan mengandung kalori kosong. Istilah ini diberikan pada kalori dengan sedikit atau tidak ada manfaat nutrisinya sama sekali, seperti gula pasir dan ethanol (alkohol yang terdapat dalam minuman keras). Gula dan ethanol memberikan energi namun tanpa nutrisi apapun.

Jadilah bijak dalam memilih sumber kalori yang sehat dan tepat bagi tubuh Anda. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, seharusnya jumlah kalori yang masuk tidak lebih besar dari energi yang Anda keluarkan, karena apabila tubuh kelebihan kalori ia akan tersimpan menjadi lemak. Mulailah menghitung kalori Anda sekarang.

“

Bagaimanapun juga, tidak selalu penghitungan kalori semudah ini, makanan biasanya mengandung beragam nutrisi. Ambil contoh, jika Anda makan dada ayam tanpa kulit dengan burger, keduanya mengandung protein tinggi. 100 gram dada ayam memiliki 140 kalori sedangkan burger dengan berat yang sama memiliki 270 kalori.

Jadilah bijak dalam memilih sumber kalori yang sehat dan tepat bagi tubuh Anda.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

43


LESTARI FIRST

Bale Udang Mang Engking

Presenting the Touch of Village in a Very Delicious Local Culinary Ingin menikmati pengalaman kuliner lokal dengan balutan panorama yang teduh dan segar di tengah hiruk pikuk jalur bisnis dan eksotika pariwisata Kuta dan Denpasar? Bale Udang Mang Engking punya jawabannya.

A

rahkan tujuan Anda ke Jalan Nakula No.88 Sunset Road-Kuta. Anda akan terkagetkaget menemukan sebuah rumah makan dengan tampilan tradisional ala pedesaan di jalur Denpasar-Kuta yang super sibuk itu. Seperti menemukan sebuah oase segar di sela-sela atmosfer tropis Bali yang panasnya kian menjadi-jadi. Bale Udang Mang Engking pun menawarkan alternatif pengalaman berkuliner dengan menonjolkan nuansa alam pedesaan serta hidangannya yang ramah dengan lidah lokal kita.

44

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


LESTARI FIRST Siapa yang tak pernah mendengar nama besar rumah makan Mang Engking? Saking populernya, rumah makan ini menjadi sebuah franchise yang tersebar di beberapa titik di Jawa dan kini Bali pun salah satunya. Rumah makan Mang Engking pertama kali mengawali eksistensinya di Jogjakarta yang benar-benar menekankan pengalaman kuliner yang begitu tradisional. Entah itu dari hidangan maupun arsitekturnya. Avilla Management yang bergerak dalam bidang hospitality menjalin kerjasama dengan Mang Engking untuk membawa seluruh pengalaman kuliner Nusantara ala Gubuk Mang Engking tersebut ke Bali. “Disini, Gubuk Makan Mang Engking memberikan support dari sisi dapur. Sementara Avilla yang mengelola operasionalnya secara keseluruhan� ungkap Henry Setiono, Direktur Avilla. Bali pun menjadi destinasi yang cocok dengan tema Gubuk Mang Engking yang mengangkat lokalitas dan keunikan budaya sebagai daya tarik utama. Pemilihan lokasi pun tak sembarangan. Meski Jalan Nakula merupakan jalan tembus antara Sunset Road dan Imam Bonjol. Namun jalur ini tidak terlampau crowded seperti jalan utama. Hal ini juga membantu dalam mengoptimalkan suasana nyaman dan tenang. Selain itu, pengunjung pun akan sangat mudah mengakses jalur ini dan tidak terjebak oleh kemacetan.

Embel-Embel Udang Berdiri sejak 2009 lalu, Avilla memilih untuk berinovasi dengan menyisipkan co-brand Bale Udang Mang Engking. Ya, sekilas menyimak namanya saja, dengan begitu mudah kita menebak kalau hidangan primadona di Mang Engking Bali adalah udang. Secara etimologi, Bale dalam bahasa Bali maupun Sunda artinya Gubuk atau

Saung. Pada dasarnya, udang merupakan hidangan andalan yang sudah lama menjadi salah satu trademark Gubuk Mang Engking. Namun Bale Udang Mang Engking ingin lebih mengoptimalkan popularitas racikan menu udang ala Mang Engking dengan menonjolkannya sebagai ikon utama di Bali. Ini pula yang membuat Bale Udang Mang Engking memiliki karakteristik berbeda dengan Gubuk Mang Engking lainnya. Di sini, hasrat kuliner Anda akan terpuaskan dengan berbagai menu olahan udang. Satu menu utama yang sering dielu-elukan adalah Hurang Ageung. Dalam satu paket besar Hurang Ageung, Anda dapat menikmati seluruh kreasi menu olahan udang yang diracik Bale Udang Mang Engking. Anda dapat mencicipi kelezatan udang bakar keju, udang leker dengan saus homemade-nya, udang goreng tepung riuh kriuk di lidah, udang bakar kecap serta udang rebus yang sensasinya menggigit. Tak ketinggalan udang bakar madu yang juga merupakan salah satu hidangan pamungkas di Bale Udang Mang Engking. Tidak hanya itu, tumis toge dan tumis kangkung khas Indonesia juga menghiasi nikmatnya berbagai olahan udang dalam satu menu Hurang Ageung. Oleh karena porsinya yang cukup besar, maka Hurang Ageung lebih

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

45


LESTARI FIRST nikmat jika disantap bersama keluarga, rekan atau kelompok. Cukup nekat jika mesti menghabiskannya seorang diri. Bale Udang Mang Engking juga tak melupakan hidangan original Mang Engking yang tersohor semisal Gurame Cobek dengan kombinasi gurih dan pedas hingga Iga Penyet yang maknyusnya menggelegar. Selain olahan udang dan menu khas Mang Engking, kelebihan Bale Udang Mang Engking adalah sajian menu lokalnya yang variatif. Anda masih bisa menemukan nasi goreng, sup buntut, karedok, lalapan hingga sambel terasi. Menu Ayam Kintamani dengan bumbu kecapnya yang meresap pun turut menjadi idola di Bale Udang Mang Engking. Untuk urusan minuman, mereka punya racikan Es Sarang Singaraja yang notabene es campur dengan taburan rumput laut. Bagi yang menginginkan kesegaran berlebih, Es Kelapa Muda juga bisa jadi alternatif kenikmatan minuman lokal. Sensasi Pedesaan Merujuk dari tampilan arsitekturnya, Bale Udang Mang Engking terinspirasi dari konsep arsitektur tradisional Indonesia khas pedesaan yang menggunakan material bambu dan atap alang-alang sebagai daya tarik utama. Sesuai dengan namanya, bangunan area makan pun sengaja dibuat dengan konsep bale-bale bambu yang tersebar mengelilingi kolam ikan. Sementara itu bale utamanya berada di tengah-tengah yang mampu memuat kapasitas seratus lebih pengunjung. Gubukgubuk kecil yang mengitarinya terdapat

sekitar 12 buah. Arsitektur dan interiornya mengawinkan unsur Sunda dan Bali sebagai sebuah kolaborasi apik. Kolam ikannya pun sangat luas, dimana hampir menyerupai sebuah danau yang penuh ketenangan. Di setiap sudut dihiasi pepohonan yang menambah rindang dan kesejukan kala menyantap kuliner lokal ala Bale Udang Mang Engking. Semuanya terkonsep dengan detail-detail yang estetik. Bale Udang Mang Engking benar-benar sukses menciptakan nuansa pedesaan di tengahtengah kepenatan kota. Bale Udang Mang Engking memiliki kapasitas tempat duduk kurang lebih untuk 400 orang di berbagai area dari ruang makan utama, area dek, bale kolam, bale taman, dan di ruang pertemuan. Fasilitas berupa area parkir yang luas, toko oleh-oleh, musholla, dan yang kini tengah dibangun adalah function room dengan kapasitas lebih dari 100 orang dan kids playground yang cukup besar. Bagi Anda yang ingin melakukan pertemuan dengan klien, Bale Udang Mang Engking juga menyediakan ruang meeting beserta kelengkapannya. Menurut Henry Setiono, target market Bale Udang Mang Engking itu sendiri ialah menyentuh ke seluruh segmen baik dari keluarga, corporate, hingga turis lokal maupun internasional. Semua market yang ingin mengalami citarasa kuliner Indonesia yang lezat dengan nuansa alam pedesaan ada di sini. “Visi kami adalah menjadikan Bale Udang Mang Engking sebagai Must Visit Indonesian Restaurant in Bali� tambahnya. Kini berkat berada dalam asuhan Avilla

46

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Management, Bale Udang Mang Engking akan segera memperluas ekspansinya ke daerah Ubud. Suasana Ubud yang teduh, asri dan kental dengan seni dan budaya Bali, apalagi didukung dengan pemandangan sawah dan gunungnya yang elok. “Dengan lahan dua kali lebih luas, Bale Udang Mang Engking diharapkan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Ubud� pungkas Henry.


LESTARI FIRST Interview with Henry Setiono

Direktur Avilla

Ditemui di kawasan Bale Udang Mang Engking, Henry Setiono selaku direktur Avilla yang juga pengelola Bale Udang Mang Engking, menceritakan bagaimana perusahaan kuliner ini pertama kali berdiri, kepada Putera Adnyana, reporter Money & I, pria kawakan ini memaparkan strategi pengembangan usaha ini yang terus melejit.

Bagaimana awalnya restaurant ini berdiri? Restoran Bale Udang Mang Engking dibentuk dari kerjasama antara Avilla Management dan Mang Engking. Gubug Makan Mang Engking memberikan support dari sisi dapur sementara Avilla Management mengelola operational secara keseluruhan. Avilla sendiri bergerak dibidang hospitality management. Sementara ini Avilla mengelola 9 hospitality berupa villa complex, apartment, hotel, spa dan restaurant. Antara lain: Le Jardin Villas, Kokonut Suites, Berry Hotel, Bliss Wayan Hotel, Cozy Stay, Legian Loft, Berry Amour dan Bale Udang. Semuanya berlokasi di Bali. Keunikan kami adalah setiap properti yang kami kelola mempunyai konsep dan karakter yang

berbeda-beda. Di desain untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan berbeda bagi tamu-tamu kami. Membahagiakan mereka adalah misi utama dan esensi dari hospitality service. Merupakan kehormatan bagi kami jika tamu-tamu mau meluangkan waktu bersama kami dan menikmati momen-momen yang membahagiakan bersama kami. Kapan tepatnya restauran ini berdiri? Berdiri di Bali sejak 2009. Kami, Avilla Management awalnya bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan hotel ini berkeinginan untuk berkembang di bidang hospitality. Selain hotel juga restoran dan spa dengan tujuan dapat saling melengkapi

dan menjadi satu kolaborasi yang utuh dalam memberikan pengalaman hospitality yang lengkap dan berkualitas bagi tamutamu kami. Kenapa memilih tempat di Bali? Bali merupakan salah satu pulau tujuan wisata yang diakui dunia. Didukung budaya Bali yang unik, religius dan bersahabat, diperkaya dengan kontribusi expatriat yang tinggal di Bali menghasilkan budaya Bali yang international sekaligus menjadikan kekuatan lokalitas sebagai daya saing utama. Tantangan konsep Bale Udang Mang Engking adalah menciptakan produk lokal yang berkualitas sekaligus memberikan

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

47


LESTARI FIRST pengalaman yang unik bagi konsumen lokal sekaligus konsumen international untuk mengenal budaya kita. Jika melihat lokasi, letaknya di jalan Nakula, apakah ini ideal? Lokasi yang ideal untuk konsep Bale Udang dalam pemikiran kami awalnya adalah harus mudah diakses dari area Kuta maupun Denpasar dan bukan jalan utama agar dapat memberikan ketenangan dan tidak crowded sehingga suasan yang tercipta dapat maksimal. Jalan Nakula merupakan lokasi yang tepat karena merupakan jalan tembus antara Sunset Road dan Imam Bonjol. Akses dari Kuta maupun Denpasar sangat mudah dan cepat pencapaiannya.

Bagaimana dengan target customernya? Target market Bale Udang Mang Engking adalah ke semua segmen dari keluarga, corporate dan turis lokal maupun international. Semua market yang ingin experience citarasa Indonesia yang lezat dengan nuansa alam pedesaan. Ada embel-embel balai Udang, kenapa udang? Visi Bale Udang Mang Engking menjadi Must visit Indonesian Restaurant in Bali. Olahan menu udang segar adalah speciality

“

Apa yang membedakan Mang Engking di Bali dengan Mang Engking di daerah lainnya, konsepnya seperti apa, bisa digambarkan? Di Bali, Mang Engking co-brand dengan Avilla Management dengan nama Bale Udang Mang Engking. Bale dalam bahasa Bali maupun Sunda artinya gubug/saung. Bale Udang merupakan restoran Indonesia dengan konsep alam pedesaan dengan menu spesial udang. Kami bukan hanya sebuah tempat makan tetapi sebuah pengalaman hospitality yang lengkap mulai dari makanan, pelayanan dan suasana yang memberikan nilai tambah yang berkesan bagi tamu-tamu kami.

dari pada Bale Udang Mang Engking. Kami menyediakan berbagai macam menu makanan dengan bahan udang. Menu andalan apa saja yang paling sering dipesan oleh pelanggan? Udang Bakar Madu, Gurame Cobek, Ayam Kintamani dan sambel terasi. Dijamin maknyus yang suka pedas. Arsitekturnya menarik, bisa diterangkan konsep interior dan arsitekturnya? Arsitektur dikreasikan dari ide arsitektur Indonesia tradisional pedesaan dengan bahan utama bambu dan atap alang-alang. Sesuai dengan namanya, maka area makan selain terdiri dari bangunan utama juga terdiri dari Bale-bale bambu yang tersebar diatas mengelilingi kolam ikan di tengahtengahnya. Elemen kolam ikan seperti danau kecil, bambu dan alang-alang, serta taman, keseluruhan sebagai kesatuan menciptakan nuansa yang unik menemani santapan udang tamu-tamu. Adakah program-program khusus yang diluncurkan Mang Engking untuk pelanggannya? Tiap tahun kami mengadakan banyak event mulai dari tahun baru, Imlek, valentine, Paskah, photo kontes, liburan sekolah, Ramadhan, lomba resep dan

48

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Kami terus berupaya agar Bale Udang Mang Engking menjadi tempat pilihan untuk berekreasi bagi para tamu kami.

lain-lain. Misalnya di Imlek terdapat atraksi barongsai yg disukai oleh anakanak. Paskah diadakan lomba menghias telur. Spesial menu buka puasa pada saat Ramadhan. Kami terus berupaya agar Bale Udang Mang Engking menjadi tempat pilihan untuk menjadi tempat berekreasi untuk para tamu kami. Saat ini, apa saja fasilitas dan berapa jumlah karyawan di restauran ini? Kapasitas duduk Bale Udang Mang Engking sebanyak hampir 400 orang di berbagai area dari ruang makan utama, area dek, bale kolam, bale taman, dan di ruang pertemuan. Fasilitas yang ada saat ini berupa parkir yang luas, toko oleh-oleh, musholla, dan yang sekarang lagi dibangun function room dengan kapasitas lebih dari 100 orang dan kids playground yang cukup besar. Kami sedang mengembangkan Bale Udang Mang Engking yang kedua di Ubud di lahan dua kali lebih luas daripada sekarang. Dengan pemandangan sawah dan gunung, Bale Udang Mang Engking ini diharapkan akan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Ubud.


Vol. 37 | Januari - Februari 2013

49


Suzana Chandra

SMART FAMILY

Managing Director, Lestari Living

GROWING PAIN? DINIKMATI SAJA... “Mom….tolong pijitin kaki saya donk, sakiit sekali” demikian rengek anak saya yang paling kecil (9 tahun) sambil menunjuk betis dan paha nya yang terasa “nyeri” setelah beraktifitas sepanjang hari. Dulu, kejadian yang sama juga dialami oleh anak saya yang sulung (pada usia yang mirip-mirip), pijat kaki pada saat mau tidur adalah suatu hal yang “rutin”. 50

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

A

walnya, saya sempat khawatir, apakah ada masalah dengan tulang atau otot mereka, tetapi setelah dianalisa dan diskusi dengan banyak orang (termasuk dengan Mr. Google) mereka sebut itu adalah growing pain. Hal ini terjadi pada saat tingkat pertumbuhan mereka melampaui tingkat pertumbuhan tulang dan ototnya, istilah lainnya adalah growth spurt. Ini adalah masa dimana anak-anak bertumbuh dengan sedemikian cepatnya. Sepertinya anak-anak tersebut menjadi jauh lebih tinggi, lebih besar dan lebih dewasa dalam hitungan bulan dan bahkan minggu. Bukan cuma kaki yang nyeri, perubahan pola makan (biasanya makannya menjadi jauh lebih banyak), lapar terus, perubahan perilaku, emosi dan lain-lain. Semua campur aduk dimasa growing pain ini. Masa sakit karena pertumbuhan.


SMART FAMILY

Pada dasarnya, Growing pain bukan hanya terjadi pada masa pertumbuhan anak-anak kita. Hal ini dapat dianalogikan dengan segala macam proses pertumbuhan baik dalam bisnis, kehidupan rumah tangga maupun kehidupan secara umumnya. Suatu bisnis yang baru dan sedang bertumbuh, akan melalui masa-masa dimana sakitnya bukan cuma paha dan betis tetapi bisa sekujur tubuh termasuk sakit hati dan kantong juga. Awal suatu bisnis atau usaha akan memerlukan modal, waktu dan jiwa. Pemilik bisnis harus rela tidak mengambil gaji sampai bisnis tersebut bisa membayar gaji bagi pemilik bisnis. Waktu yang dicurahkan kepada bisnis baru biasanya melebihi 24 jam dari sehari (kalau bisa). Biasanya makan, mandi, dan tidurpun yang terpikir tentang bisnisnya. Seiring dengan pertumbuhan bisnis, akan banyak lagi modal yang dibutuhkan, artinya ada lagi yang terasa nyeri, entah itu berarti menambah modal atau menambah hutang.

Pegawai baru akan dibutuhkan, ini juga proses yang painful. Sehingga banyak para pebisnis mengeluh, cari pegawai kok susah banget ya, saat dapat yang bagus, sudah ditraining dan sudah pintar, eh malah pindah kerja atau buka usaha sendiri. Pelanggan lama, sering dibawa oleh pegawai tersebut. Pembaca sekalian, janganlah berkecil hati. Hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dan akan terjadi pada suatu bisnis yang bertumbuh. Nah, pada saat nyeri karena pertumbuhan tersebut tidak terjadi lagi, justru inilah yang harus diwaspadai. Artinya, mungkin bisnisnya slowing down atau terjadi in-efesiensi dari pengelolaan dana yang berhubungan dengan opportunitas yang terlewatkan. Dengan porsi dan tipe berbeda-beda, masa growing pain ini akan terus kita alami selama pertumbuhan masih ada di agenda. Berapapun modal, dana dan resources yang ada, tetap akan mengalami kekurangan, tetap akan terasa nyeri selama masa pertumbuhan. Demikian juga hal yang biasa untuk sebuah keluarga muda yang

produktif untuk mengalami nyeri pada masa-masa investasi. Diawal berkeluarga, umumnya pasangan muda bersakitsakit menyisihkan dana untuk deposit sebuah rumah. Selama bertahun-tahun, hampir seluruh pendapatan akan terpakai untuk pembayaran KPR. Seiring dengan berkembangnya karir atau bisnis, investasi akan menjadi sesuatu yang seyogyanya dilakukan. Ini juga akan menciptakan nyeri juga. Jadi, kesannya pendapatan berapapun tidak akan pernah cukup. Mengelola cash flow selalu menjadi tantangan seharihari. Kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat, biaya pendidikan anak, penyisihan dana yang harus dilakukan untuk investasi juga relatif semakin meningkat. Jadi kapan akan cukupnya ya? Pembaca sekalian, pertanyaan kapan akan pernah cukupnya, sangatlah tergantung dari individu masing-masing. Sebagian akan merasa cukup dengan memiliki rumah tanpa ada hutang, kemudian ada yang akan merasa cukup dengan memiliki passive income yang dapat membiayai lifestylenya, ada yang merasa cukup kalau sudah memiliki sejumlah tabungan, ada yang merasa cukup kalau sudah bisa berbagi dengan yang membutuhkan, tetapi juga ada yang baru merasa akan cukup kalau memiliki multinational corporation. It’s all relative. Tidak ada ukuran, tidak ada rumus dan tidak ada patokannya. Semuanya sangat subyektif tergantung dari individu masingmasing. Dan the good news is... semuanya benar. Nah, selama pertumbuhan masih dalam kosa kata dan rencana kita, kayaknya growing pain akan selamanya bersama kita. Oleh karena itu, pesan saya sih pintarpintar mensiasati nyeri ini, jangan sampai kita jadi pesakitan karenanya. Sementara itu, ayo di nikmati saja deh.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

51


52

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


GALLERY The Les Paul ‘60’s Tribute

Ready to Rock!

T

ahun 2013 menjadi perayaan bagi brand terkenal Gibson melalui gitar pamungkasnya dari seri Les Paul yang selama ini dikenal sebagai salah satu merek yang paling melegenda. Produk ini merupakan bagian dari perjalanan sejarah untuk menghormati kesenian dan inovasi dari penemu dan gitaris Les Paul, yang merupakan gitaris terbaik dari salah satu gitaris-gitaris kenamaan dari empat era yang berbeda. Sebagai Tribute, maka Les Paul diwujudkan dalam bentuk ‘keajaiban’ dengan tampilan dan nada evolusi klasik. Mulai dari desainnya yang mengikuti citra klasik dari Les Paul Standard, bentuk atas melengkung lembut dan cutaway tunggal di sisi treble. Bagian belakang body gitar diarahkan dengan jumlah lubang yang berfungsi untuk mengurangi berat secara keseluruhan dan meningkatkan resonansi gitar. Body nya sendiri dibuat dari kayu chambered mahogany, terintegrasi dengan maple yang solid dan diukir dengan Titebond Franklin 50. Dengan mahagony sebagai kayu yang memiliki karakteristik padat, maka akan menghasilkan resonansi yang sangat baik, belum lagi tampilan yang bulat sempurna. Body chambering juga meningkatkan resonansi mellow, dan kejernihan suara. Beratnya sendiri sekitar 5.13 lbs, sama seperti gitar Gibson lainnya.

Untuk hardware, pada Tuning Keys, Headstock dari Tribute Les Paul Studio 60-an ini dilengkapi dengan vintage kluson tuner dengan tombol tulip hijau. Tuner ini memberikan tampilan klasik. Hal ini tidak lepas dari sejarah ketika tahun 1954, Gibson merevolusi hardware gitar mereka ketika memulai debutnya dengan menetapkan standar kesederhanaan dan fungsionalitas. Termasuk di Tribute Les Paul Studio 60-an, Nashville Tune-o-matic menyediakan firm seating yang kokoh untuk senar-senarnya, yang memungkinkan pemain untuk menyesuaikan dan menyempurnakan intonasi tinggi hanya dalam hitungan menit. Hal ini juga mampu memaksimalkan resonansi dan mempertahankan nada. Sementara untuk Pickguardnya, The Les Paul Studio 60-an Tribute membawa a single-ply vintage cream pickguard. The Les Paul Studio 60-an Tribute dilengkapi dengan string Gibson asli ukuran 0,010-0,046. Bagi Anda para musisi penikmat gitar, maka perangkat ini bisa menjadi pelengkap koleksi, untuk Worn Gold Top, di banderol dengan harga Rp. 14.900.000 lengkap dengan sertifikat resminya.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

53


LITERATURE

Pribadi Budiono Direktur Utama BPR Lestari

“

Cracking Values Ketika muridnya sudah siap maka guru akan muncul dengan sendirinya�

A

wal tahun 2013, saya beserta keluarga liburan ke Singapura. Sepanjang perjalanan pulang dari hotel ke Airport Changi, saya berbincang-bincang dengan sopir, warga negara Singapura keturunan Tionghoa. Dia bercerita, betapa bangganya menjadi warga Singapura. Semuanya serba teratur. Jalanan tidak pernah macet. Kalau hujan hampir tidak pernah banjir, gorong-gorong besar, dalam dan bersih. Walaupun ini kota besar, tapi seperti hutan. Banyak tanaman dan bunga-bunga, betulbetul hijau dan semua jalan sangat bersih sekali. Semua tanaman di kontrol oleh negara, bagi yang menebangnya ada denda yang sangat besar. Sepanjang jalan, tidak ada polisi yang terlihat. Para pemudanya dan anak sekolah tidak pernah ada tawuran. Kalau ada sedikit keributan, maka tidak sampai 5 menit polisi sudah banyak di tempat, mereka begitu sigapnya, pak sopir bercerita penuh antusias. Semua anak-anak yang sekolah baik warga negara Singapura maupun asing, semuanya

54

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

giat belajar. Kompetisinya sangat tinggi. Tugas anak, hanya belajar, belajar dan belajar, bukan tawuran. Kebanyakan warga asing yang sekolah di sini, tidak mau balik lagi ke negara asalnya. Memilih menetap, mengapa demikian? Di sini semua serba teratur. Banyak perusahaan multinasional ada disini, sehingga mencari pekerjaan sangat mudah serta gajinya sangat bagus. Walaupun Singapura merupakan salah satu negara maju dengan income perkapita sebesar

$50,000 setahun. Harga-harga makanan tidak berbeda jauh dengan Indonesia yang income perkapitanya mendekati $4,000 setahun. Sehingga, hampir semua warga negara Singapura memiliki rumah sendiri. Ini semua merupakan achievement yang luar bisa, dan setiap negara memimpikan hal ini, termasuk Indonesia. Tanggal 11 Maret 2011, gelombang tsunami menerjang pesisir utara Jepang, menghancurkan sejumlah rumah dan gedung setelah gempa berkekuatan 8,8


“

LITERATURE

kekayaan yang dimiliki dibandingkan dengan value seseorang. Setiap musim hujan, penyakit akutnya selalu muncul, banjir, banjir, dan banjir. Bahkan ibu kota Jakarta dikepung banjir. Penyebabnya sudah diketahui, curah hujan yang besar, saluran pembuangan yang kecil. Sudah kecil tersumbat oleh sampah pula. Air tidak mengalir dengan lancar. Membuang sampah pada tempatnya belum menjadi budaya yang kuat. Kita tidak malu membuang sampah di jalan, selokan dan sungai. Sebagian masyarakat melakukannya serta sudah menjadi kebiasaan. Setelah ada banjir karena selokan mampet, baru sadar bahwa banyak sampah. Kejadian ini selalu berulang-ulang. Pada hal kebersihan itu sebagian dari Iman.

skala ricther terjadi. Akibat bencana itu, 6.400 orang tewas, 300.000 orang kehilangan tempat tinggal dan kerugian ekonomi mencapai US$100 milyar atau hampir Rp.1.000 triliun atau senilai APBN Indonesia tahun 2011. Pasca tsunami banyak orang Jepang yang kehilangan harta bendanya. Mobil, dompet, peralatan rumah tangganya, brankas, emas batangan atau perhiasan tercecer di antara puing-puing. Namun masyarakat Jepang memilih tidak mengambil barang-barang yang memang bukan miliknya. Mereka tidak melakukan penjarahan, justru mereka secara masif melakukan penyisiran secara bersama-sama untuk mengumpulkan barang-barang tersebut dan hasilnya diserahkan semuanya ke kantor polisi. Masyarakat Jepang tertib antri kala menerima bantuan dari pemerintahnya, pasca tsunami. Ini membuktikan betapa tata nilai tentang kejujuran dan disiplin telah menjadi budaya masyarakat Jepang. Bagaimana dengan Indonesia? Banyak Kepala Daerah atau anggota DPR/ DPRD yang ditangkap KPK karena kasus korupsi. Ini merupakan hal yang biasa, karena sudah terlalu banyak jumlahnya. Bahkan sebagian diantara mereka masih ditempatkan sebagai orang yang sangat dihormati dan disegani walaupun mereka sudah menyandang status koruptor, karena kita masih melihat dari segi materi atau

Ketika muridnya sudah siap maka guru akan muncul dengan sendirinya. Jakarta, saat ini memiliki Gubernur dan Wagub yang fenomenal, Jokowi dan Ahok. Masyarakat Jakarta bersuka cita dengan Gubernur yang baru. Dukungan yang diberikan masyarakat juga luar biasa. Banyak program pemerintah mendapatkan respon yang positif. Mulai pelantikan Walikota di bantaran sungai. Jokowi blusukan ke kampung-kampung kumuh, sungai, tumpukan sampah, dan banyak tindakan yang dilakukan untuk melihat permasalahan yang ada di Jakarta. Sekarang ini, walaupun belum berjalan, banyak program yang sedang dipersiapkan untuk dikerjakan. Mulai transportasi MRT, monorel dan Deep Tunnel. Penataan kota lama dari pedagang kaki lima. Gerakan penghutanan kota Jakarta. Pembersihan sungai dan bantaran sungai untuk mencegah banjir (walaupun didahului dengan banjir).

Seorang pemimpin, harus seperti seorang guru. Semua ucapan dan tindakannya akan ditiru atau diikuti oleh muridnya.

siapapun pemimpinnya yang muncul akan mendapatkan dukungan. Hebatnya, Jokowi (ibarat guru) datang dengan pembawaan yang merakyat, sederhana serta memiliki gagasan dan ide yang luar biasa untuk membenah kota Jakarta. Jokowi akan lebih mudah untuk menggerakkan semua komponen masyarakat di Jakarta. Seperti mudahnya seorang guru memberitahu atau menasehati muridnya. Seorang pemimpin, harus seperti seorang guru. Semua ucapan dan tindakannya akan ditiru atau diikuti oleh muridnya. Semoga, euforia Jokowi dengan Jakartanya menular ke daerah lainnya. Bagaimana dengan Bali? Rhenald Kasali dengan buku terbarunya Cracking Values, semoga bisa memberikan inspirasi bagi Bali.

Mengapa hanya kota Jakarta yang responnya begitu luar biasa, sedangkan daerah lain belum? Karena masyarakat yang telah siap adalah Jakarta. Masyarakat Jakarta capek dan lelah dengan kemacetan yang luar biasa, banjir hampir setiap tahun, sampah dan perkampungan yang kumuh. Inilah saatnya untuk berubah, masyarakat sudah bosan. Masyarakat ibarat seorang murid, mereka sudah siap untuk berubah. Karena telah siap, maka

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

55


GROWTH STRATEGIES

I Made Wenten Kabid Support & Operation BPR Lestari

Menunggu adalah Hal yang Menyenangkan!

Dapatkah Anda menebak dimana kira-kira photo ini diambil? OK, memang photo ini diambil di Buterfly Garden. Tapi, saya yakin Anda membayangkan bahwa taman kupu-kupu ini terletak sebuah kebun raya atau pegunungan.

K

alau bayangan Anda seperti itu, maka saya akan bilang itu SALAH. Taman kupu-kupu ini bukanlah terletak di pegunungan atau sebuah kebun raya, tetapi terletak di lantai 2 Terminal Transit Changi Airport - Singapore. Sebelum melanjutkan menulis, saya kasih tahu dulu. Tulisan ini masih ada hubungannya dengan tulisan sebelumnya.

56

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Hubungannya adalah, idenya sama-sama berawal dari ikut World Quality Conference 2012 di Surabaya dan juga sama-sama bercerita tentang Changi Airport. Changi Airport sudah berhasil menjadikan mereka sebagai bandara yang paling nyaman, menenangkan melalui staf yang helpful dengan kampanye internal mereka yaitu �Many Partners, Mani Visions, One Changi�. Dari hasil kampanye tersebut maka penumpang yang singgah atau mendarat di Changi tidak usah khawatir lagi, tidak


“

Sediakanlah sesuatu agar menunggu itu menjadi hal yang menyenangkan.

GROWTH STRATEGIES jauh sebelum pesawat berangkat atau penumpang yang transit. Jelas ini bukan salah si Changi. Tetapi saya kagum sama Changi, walaupun penumpang yang menunggu bukanlah dosa dari Changi, mereka tetap bertanggung jawab. Mereka tetap peduli terhadap kenyamanan dari penumpang yang menunggu ini. Mereka tetap peduli terhadap para tamu di rumah mereka ini, yaitu penumpang. Sediakanlah sesuatu agar menunggu itu menjadi hal yang menyenangkan.

usah langak-longok lagi kalau mereka perlu bantuan. Kalau penumpang memerlukan informasi atau pertolongan apapun di bandara Changi, mereka bisa bertanya kepada siapapun yang berseragam di Bandara Changi. Dan staf itu akan membantu penumpang, kalaupun tidak bisa membantu maka dengan senang hati mereka akan menunjukkan bahkan mengantarkan dimana kita bisa mendapatkan bantuan. Apakah PR Changi Airport selesai? Owww, tentu tidak. Mereka kemudian berlanjut ke tugas dan tantangan selanjutnya, yaitu bagaimana menghibur penumpang yang terpaksa menunggu di Bandara Changi. Mereka sadar betul, bahwa menunggu merupakan pekerjaan yang membosankan. Mau menunggu lama atau sebentar tetap saja bagi penumpang tidak menyenangkan. Masalahnya adalah, penumpang yang terpaksa menunggu itu diluar kekuasaan dari Bandara Changi atau bukan dari bagian tanggung jawab Bandara Changi. Contohnya adalah penumpang yang menunggu karena pesawat delay, atau penumpang yang datang terlalu cepat

Changi menyediakan taman kupu-kupu. Ada sekitar 200 spesies serangga ada disana. Dan kupu-kupunya sudah akrab sama manusia. Jadi kita bisa punya photo dimana ada kupu-kupu nangkring di tangan sama kepala kita. Photo itu kita bisa langsung upload ke Facebook, dan kemudian teman kita nanya? Dimana di bro.... Keren kan. Kalau suka yang berbau taman, bukan taman kupu-kupu saja yang ada. Di Airport Changi juga ada taman kaktus, taman pohon paku dengan kolam koinya, ada

Kepedulian Changi terhadap penumpang yang menunggu ini adalah dengan menyediakan hiburan. Hiburan ini akan membuat penumpang memiliki kegiatan yang menyenangkan selama menunggu. Sehingga menunggu itu adalah kegiatan yang menyenangkan. Saya curiga, jangan-jangan Changi nyontek ide dari Ibu saya di kampung. Saya ingat kalau dulu ada tamu mencari bapak saya pada saat beliau tidak ada, maka ibu saya setelah meminta tamu menunggu dia akan menyiapkan sesuatu. Nah saya bisa menebak-nebak berapa lama kira-kira bapak akan datang. Dari mana nebaknya? Dari snack dan makanan yang di sajikan untuk tamu. Kalau minumnya berupa kopi dengan air yang baru dipanaskan dan jajan yang cukup banyak serta habisnya lama, maka saya yakin bapak datangnya akan lama. Kalau yang disajikan minumnya teh botol yang sekali sruuut bisa bisa habis, itu tandanya bapak segera datang. Saya pernah membayangkan seandainya ibu saya salah menyajikan minuman. Misalnya, bapak saya datangnya agak lama dan kemudian yang disajikan teh botol. Bisa-bisa setelah teh botol habis dengan cepat saya yakin tamu itu akan ‘mati gaya’. Bingung mau ngapain. Nah apa yang dilakukan Changi agar menunggu itu menjadi hal yang menyenangkan? Selain menyediakan tempat shopping serta wifi gratis dimana banyak bandara sudah melakukannya, Changi juga menyediakan hal dimana kita akan bersyukur kalau menunggu di Changi.

taman bunga matahari. Bahkan disana ada seluncuran yang bisa dipakai anak-anak kita untuk mainan selama menunggu. Tinggi seluncurannya itu dari lantai 4 sampai ke lantai 1. Anak-anak bisa-bisa berdoa semoga nanti nunggu pesawat agak lama, agar bisa main seluncuran.Dan yang lebih spetakuler adalah Changi menyediakan paket City Tour Gratis selama 2 jam, untuk penumpang yang transit di Changi lebih dari 5 jam. Tempat wisatanya untuk tour ini bisa berbagai macam, bisa dipilih. Nah bisa-bisa orang yang transit di Changi agak lama bersyukur, “Syukur transitnya lama, jadi kita bisa dapet Paket City Tour Gratis�.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

57


FRONT OF MIND

Kevin Systrom

M

asa-masa sebelum tahun milenium bergulir, belum banyak diantara kita yang memiliki handphone, terutama anak-anak usia remaja. Boleh dibilang saat itu kita masih bersahabat erat dengan telpon umum berkoin dan masih setia menggunakan jasa pak pos, because Mr. Post is our hero, terutama di daerah pinggiran. Saat itu era komunikasi masih flat dan belum ada loncatan yang extrem dari gaya berkomunikasi masyarakat. Namun saat ini semua telah bergeser. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa menjamurnya kaum netizen (pengguna aktif internet) karena mewabahnya jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang kini melanda dunia. Melihat celah di situs jejaring sosial inilah, seorang anak muda lulusan Stanford University Amerika telah berhasil menggoreskan tinta emas kesuksesannya dalam menelurkan sebuah situs jejaring sosial dengan mengambil segmentasi berupa foto. Seperti peribahasa yang pernah kita dengar, sebuah foto bisa lebih berbicara dari pada seribu kata-kata. Sebuah foto atau gambar bisa melukiskan ribuan pesan dan maksud yang terkandung didalamnya. Adalah sebuah terobosan yang sangat brilian dari seorang Kevin Systrom yang berhasil mencuri perhatian dunia dengan jejaring sosialnya yang diberi nama Instagram. Instagram yang diluncurkan belum lama ini, yaitu tahun 2010 telah

58

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

berhasil mengubah cara pandang, berpikir dan share tentang foto-foto hasil jepretan manusia diberbagai belahan dunia. Dengan memiliki fasilitas lengkap yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto, menerapkan filter digital dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial lainnya termasuk milik Instagram sendiri, pengguna dimanja untuk bisa berkreasi sebebas mungkin. Hampir tanpa batas. Banyak headline media yang mengupas masalah gosip dan entertainment mengambil menu dapur redaksinya sehari-hari dari situs besutan Kevin Systrom ini. Bila menengok ke belakang, pada awalnya Kevin Systrom adalah karyawan di Odeo, perusahaan yang kelak menjadi cikal bakal Twitter. Untuk menambah pengalamannya di dunia IT Kevin lalu berlabuh dan

menghabiskan waktu dua tahun bekerja di Google. Pertama ia bekerja untuk mempermak Gmail, lalu memoles Google Reader dan produk-produk lainnya. Ia dikenal memiliki semangat yang tinggi saat membicarakan produk jejaring sosial yang memungkinkan orang saling berinteraksi lebih mudah dan menggabungkan antusiasmenya dalam dunia fotografi. Tidak puas mengeruk pengalaman di Google ia lantas beralih ke Nextstop sebagai Product Manager hingga tahun 2009. Pria yang memilih jurusan Computer Science dan


FRONT OF MIND

Investment Science sewaktu masa kuliah ini lalu menggandeng rekan seperjuangannya yang bernama Mike Krieger dan memutuskan mendirikan Instagram di mana pengembangannya dimulai di San Fransisco, Amerika Serikat. Nama Instagram sendiri dipilih karena namanya 'berbau' kamera. Perjuangan anak muda yang cerdas, kreatif, inovatif dan mampu melihat potensi pasar yang demikian gemuk ini tidak sia-sia. Instagram pada awalnya hanya merambah iOS. Selama beberapa waktu hanya pengguna Apple saja yang merasakan platform eksklusif dari Instagram ini. Tapi jangan Anda kira penggunanya sedikit. Dari satu sistem operasi ini saja, aplikasi yang lahir dari tangan dingin Kevin Systrom mampu meraih 30 juta pengguna. Lalu coba Anda bayangkan sendiri bila merambah ke pengguna Android. Ketika memutuskan untuk masuk ke Android, Instagram tak hanya meledak. Aplikasi ini bahkan mampu meraup satu juta unduhan di hari pertama peluncuran. Booming-nya Instagram,

memaksa Apple mengganjarnya sebagai App of The Year di tahun 2011 silam. Aplikasi ini baru berusia dua tahun. Namun dengan sentuhan magis Kevin Systrom, Instagram kini bernilai milyaran dollar. Kini tak berlebihan bila kita menyebut Instagram sebagai salah satu aplikasi yang mengubah cara orang memanfaatkan ponselnya. Bila kini banyak ponsel berbasis mobile photography laris manis dipasaran itu juga berkat tsunami positif dari Instagram yang kini menjadi trendsetter anak muda. Lantas, apakah rahasia keberhasilan aplikasi yang hanya dioperasikan oleh selusin staf ini? Dalam sebuah acara di media online, Kevin Systrom membocorkan rahasia penyebab keberhasilan yang ia dan timnya raih. “Instagram tak hanya tentang filter digital. Aset yang kami pertahankan adalah komunitas. Kalian tak akan menemukan anggota dengan passion seperti ini,” ujar Kevin Systrom nmeyakini bahwa komunitas adalah segmentasinya.

Ya, komunitas berada dalam posisi penting bagi Instagram. Tanpa komunitas Instagram hanyalah sebuah situs tempat penampungan akhir dari ratusan juta gambar yang numpuk tiap minggunya. Kalau sudah begini maka Instagram tak ubahnya dengan situs kebanyakan yang memanfaatkan fasilitas unduh dan unggah semata. Ada sisi lain yang berbeda dari Instagram, meskipun jejaring sosial ini mengambil segmentasi hanya di ranah foto ternyata Kevin Systrom tidak begitu senang jika ada orang yang menyebut Instagram sebagai aplikasi foto semata. Ia beralasan karena Instagram sendiri adalah sebuah bentuk baru cara berkomunikasi yang menjadi pasangan sempurna untuk berbagai jenis smartphone dalam dunia jejaring sosial masa kini. Jejaring sosial Instragram terbangun melalui foto-fotonya, tempat orang dapat dengan mudah berkomentar atau menekan tombol “like” pada foto dan membagikannya di Twitter dan Facebook. Meski popularitas filter fotonya demikian tinggi, Instagram selalu bertujuan menciptakan sesuatu yang lebih baik yaitu jejaring sosialnya sendiri. Itulah yang menjadi alasan mengapa saat kita mendaftar, kita harus membuat akun Instagram yang terpisah dari Twitter atau Facebook, Kevin Systrom mengatakan, ”Saya sadar bahwa Anda bisa menarik orang dengan memiliki sesuatu seperti filter foto, hal ini akan menarik pengguna baru dan setelah itu terjadi, mereka akan mengamati dunia di sekitar mereka yaitu sebuah dunia utuh dari fotografer lain, ini sesuatu yang sangat menarik dan menjadikan komunitas semakin erat” ujarnya. Saat ini Kevin Systrom telah bermetamorfosa sebagai milyuner muda dan diperhitungkan, tentu saja ini terjadi setelah founder sekaligus owner Facebook Mark Zuckerberg mengakuisisi situs Instagram senilai USD 1 miliar setara dengan Rp 9,1 triliun. Sebuah value yang luar biasa mengingat usia Instagram yang relatif masih belia.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

59


I

ndonesia 2013: Land of Opportunity merupakan presentasi saya dalam Stake Holder Meeting BPR Lestari, yang merupakan laporan pertanggungjawaban saya kepada pemangku kepentingan BPR Lestari.

Amerika dan Eropa dilanda krisis. Pertumbuhan Cina dan India melambat. The world is shaking. Tapi Indonesia diramalkan tetap tumbuh 6,5% - 6,7% tahun ini. Jadi walaupun dunia gonjang-ganjing, Indonesia tetap tumbuh. Tahun ini (2013) Indonesia diramalkan menjadi Negara dengan pertumbuhan kedua tertinggi di dunia setelah Cina. Data pertumbuhan ini, dikuatkan oleh pendapat beberapa pakar. McKinsey

60

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

meramalkan bahwa di tahun 2030, Indonesia akan menjadi salah satu superpower, 10 besar dunia, bahkan nomor 6 atau nomor 7. Mengalahkan negara old industrialized, Jerman dan bahkan Inggris. Pertumbuhan Indonesia yang ‘berlainan’ dengan negara-negara lain di dunia, dikarenakan kekuatan pasar domestiknya. Konsumsi penduduknya sendiri. Dan sejak menembus angka psikologis GDP per kapita USD3,000 di tahun 2010, kebangkitan kelas menengah di Indonesia kelihatannya makin menjadi kenyataan. Di majalah ini, beberapa tahun yang lalu saya pernah mengatakan bahwa secara demografis, Indonesia akan terus tumbuh sampai tahun 2050. Kelompok usia muda dan produktif di Indonesia (kelas

Alex P. Chandra Publisher of Money & I Magazine

NOTES FROM A FRIEND

The world is shaking, Indonesia is still standing” (Hermawan Kartajaya)


“

NOTES FROM A FRIEND We have every reason to be optimist ! Di artikel saya dahulu, saya mengatakan we are on the right track. Kita memilih jalur sistem ekonomi yang kapitalis dan sistem politik yang demoktratis. Ini pilihan yang benar. Sekarang, walaupun belum efesien dan masih hingar bingar, sistem demokrasi kita bisa menghasilkan pemimpin seperti pak Jokowi dan pak Ahok di Jakarta. Walaupun di banyak daerah, masih banyak yang seperti Aceng. Namun saya percaya, cepat atau lambat, seiring dengan semakin bertambahnya kelas menengah, seiring dengan semakin banyaknya pemilih yang rasional, dan seiring dengan makin banyaknya rakyat kita yang berpendidikan baik, akan semakin banyak pemimpin-pemimpin sekelas Jokowi dan Ahok bermunculan di seluruh pelosok Indonesia. Model kepemimpinan ala Jokowi, Ahok dan pak Dahlan, yang motonya adalah kerja, kerja dan kerja. Yang kehormatan hidupnya adalah dari hasil karyanya, bukan atas hartanya (yang tidak jelas dari mana asalnya). Adalah model yang harus kita -kelas menengah Indonesia- terus dorong dan dukung demi Indonesia Baru.

menengahnya) akan tumbuh terus dari tahun ke tahun. Kalau pendidikannya bagus, dan iklim investasi juga bagus, jumlah penduduk Indonesia akan menjadi motor penggerak perekonomian yang luar biasa. Apa yang kita ramalkan beberapa tahun yang lalu, keliatannya semakin menunjukkan kebenarannya. McKinsey juga meramalkan bahwa kelas menengah di Indonesia yang sekarang jumlahnya 45 juta orang, akan mencapai 110 juta pada tahun 2030. Jadi meningkat terus setiap tahunnya. Dengan buying power yang semakin meningkat. Sekarang saja dengan GDP per kapita 3,500-an, penjualan mobil menembus angka 1 juta unit setahunnya. Bayangkan tahuntahun kedepan.

Gebrakan pak Jokowi dan wakilnya untuk mencopot oknum PNS yang menjadi calo rusun Marunda, harusnya merupakan entry bagi pembenahan birokrasi di pegawai negeri sipil. Saya harap jika benar terbukti terjadi ‘integrity violation’, calo rusun Marunda tadi harusnya dipecat secara tidak hormat, bukan hanya dipindah jabatan.

I love this country! tenaga kerja Indonesia harus berbondongbondong bekerja di perkebunanperkebunan di Malaysia, menjadi PRT di Arab Saudi. They don’t deserves that. Namun tak lama lagi, jika kita berhasil mengerjakan pekerjaan rumah kita dengan baik, saya percaya Indonesia akan menjadi Negara besar yang rakyatnya sejahtera dan bermatabat. Kami di BPR Lestari juga sedang menyusun business plan, agar ikut menikmati kue pertumbuhan di negara ini. Lestari Bali harus menjadi Lestari Indonesia. Selamat berjuang!

Meritrokasi di birokrasi is a must buat Indonesia Baru. PNS harus berbenah, manjadi bagian dari membangun Indonesia. Birokrasi yang cerdas, tajam, penuh integritas adalah pekerjaan rumah besar bagi Indonesia Baru. Membiarkan PNS dengan kultur unproduktif dan koruptif, yang karirnya tidak didasarkan oleh performance, adalah halangan bagi Indonesia Baru yang sejahtera. Yang dilakukan oleh pak Jokowi adalah contoh pembenahan birokrasi di negeri ini. I love this country! Sedih rasanya melihat

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

61


INSPIRATION

Asyiknya Bekerja di Taman Bermain Kaskus

sambil menunggu orang yang ingin ditemui datang. Uniknya lagi, di taman golf mini ini pohon-pohonnya dipasang dalam posisi terbalik. Lantai ini ditempati oleh bagian kreatif, promosi dan pengembangan. Ruang kerja mereka diberi nama playground.

Di dalamnya ada ruangan rapat dengan desain modern, terang dan simpel. Bila beraktivitas di dalam ruang rapat ini, niscaya tidak akan terganggu dengan suara atau kegiatan di luar.

Penempatan meja dibuat tidak simetris dan tidak disekat. Ruangan khususnya, seperti ruang rapat dan ruang para programmer, hanya dipartisi dinding kaca. Ada juga ruang bermain di mana para karyawan bebas memainkan Nintendo Wii dan game musik Guitar Hero. Desain di lantai 11 ini menjelaskan apa itu Kaskus secara tiga dimensi, bukan secara maya, tutur Raul, yang menggambarkan Kaskus dalam enam kata: controlled chaos,

K

askus, situs komunitas online terbesar di Indonesia, telah menempati kantor barunya sejak November 2011. Kantor yang bertempat di gedung parkir Menara Palma lantai 10 dan 11 Kuningan, Jakarta ini diberi nama New Kaskus Playground. Dengan tema treasure hunt, Kaskus hendak menyajikan suasana kerja yang menyenangkan agar para karyawan tak hanya menganggap Kaskus sebagai kantor, tetapi juga rumah yang memberi pengalaman tak terlupakan. “Kami ingin membuat rasa nyaman untuk karyawan. Seakan-akan mereka ke kantor bukan untuk bekerja, tetapi untuk bermain dan bertemu teman�, kata Chief Technology Officer Kaskus Andrew Darwis, saat acara Kaskus Office Warming digelar. Andrew dan Chief Executive Officer Kaskus Ken Dean Lawadinata memang sengaja mengadopsi desain kantor Google dan Facebook, sebagai bukti keseriusan Kaskus mengelola industri kreatif berbasis teknologi informasi (TI). Mereka berharap industri TI di Indonesia bisa mendunia 62

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

sehingga para programer lokal tak perlu lagi bekerja di perusahaan asing ataupun luar negeri. Memasuki lantai 10 kantor Kaskus ini, pengunjung akan langsung bertemu dengan kantin. Lantai ini dihuni bagian keuangan, pemasaran dan pusat data. Menurut Raul Renanda, desainer interior kantor Kaskus, lantai 10 ini menceritakan obsesi Kaskus di masa depan. Sementara di lantai 11, taman rumput (sintesis) golf mini yang diiringi suara burung dan gemericik air, didesain sebagai ruang tunggu. Pengunjung bisa bermain golf

community, wonderland, journey, experience dan movement. Di usia Kaskus yang genap 12 tahun, setelah menjalin kerja sama dengan anak perusahaan Group Djarum, Global Digital Prima, pada awal 2011, Kaskus mulai menambah server dan menambah jumlah karyawan. Kini, Kaskus sudah merancang tampilan baru situs yang sudah memasuki proses akhir dan sudah mulai diluncurkan. Hingga tahun ini, jumlah halaman yang terakses di Kaskus mencapai 800 juta kunjungan per bulan. Pada 2012 lalu, Kaskus menargetkan 1 miliar halaman terakses setiap bulannya.


NEXT

GENERATION youth, woman & netizen

Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S

The Youth! Sambal Bu Susan, The Hottest Local Sambel From Bali

p. 64

Entrepreneurship Marketing Splash

p. 68

Teenage C orner Shadow Woods

p. 74

Community Urban Sketchers

p. 76

A BEAUTIFUL AMBASSADOR WITH A LOT OF PERSONAL TALENT p. 70

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

63


the youth

S

iapa sangka hanya berbekal inspirasi sebuah cabai, Yayak Eko Cahyanto berinovasi dalam menciptakan sebuah produk kuliner yang mudah dicintai oleh masyarakat Indonesia, apalagi bagi mereka yang maniak makanan bercita rasa pedas. Sambel Bususan hadir sebagai sebuah alternatif bagi para pecinta pedas untuk menikmati sambel dengan konsep yang praktis dan efisien. Konsepnya sambel botolan yang bisa dibawa kemana-mana dan dinikmati langsung sebagai pendamping nasi dan lauk pauk. Bahkan sambel ini juga bisa dijadikan bumbu masak bagi mereka yang enggan repot meracik bumbu sambel sendiri. Dengan mengambil nama panggilan istrinya, Sambel Bususan pun menjadi sebuah brand sambel baru yang dikerjakan secara industri rumahan. Berbeda dengan sambel-sambel pabrikan yang kaya bahan pengawet, sambel Bususan justru hadir dengan sisi alamiahnya beserta varian yang menggigit lidah. Yayak, begitu panggilan ayah muda kelahiran 20 Oktober 1976 ini begitu optimis dengan bisnis baru yang ia lakoni. Saking menjanjikannya, Yayak pun berniat resign dari tempat kerjanya semula di sebuah hotel bintang lima di Bali. Yayak yang memiliki latar belakang pendidikan desain grafis di ISI Denpasar ini malah lebih sering berkutat dengan seni desain dan ilustrasi ketimbang bisnis. Bahkan ia telah memiliki posisi strategis di hotel tempatnya bekerja sebagai seorang desain grafis yang ulung. Yayak juga merangkap sebagai seorang freelance dalam bidang yang sering dianggapnya sebagai sebuah passion dan hobi sejatinya tersebut. Kliennya pun tak tanggung-tanggung, berasal dari perusahaan ternama. Sayangnya, Yayak telah memantapkan hatinya untuk keluar dari zona nyaman. Ia memilih untuk fokus berwirausaha dan akan meninggalkan pekerjaan tetapnya yang telah memberikan banyak pundi-pundi rupiah.

64

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

SAMBEL BUSUSAN Bersama istrinya Yeni Nur Susanti dan adiknya Ari Febriyanto, Yayak optimis bisa mengibarkan nama sambel Bususan sebagai produk kuliner yang diburu oleh masyarakat lokal. Wah, sebegitu menjanjikannyakah prospek dari sebuah usaha sambel botolan home made ini? Putra Adnyana, reporter Money&I mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Yayak. Di sini, Ia akan membagi-bagikan resep sukses dan latar belakang dari usaha Sambel Bususan yang kini telah memiliki ‘nama’ dalam industri kuliner lokal.

The Hottest Local Sambel from Bali


the youth

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

65


the youth

Indofood dan ABC, sambel kami pun sengaja di buat tanpa pengawet. Orangorang Bali biasanya suka sambel matah kan. Nah kita mikir kalau sambel matah kan hanya bertahan 1-2 hari saja. Bagaimana kalau saya buat versi yang matang saja.

Bagaimana awalnya bisnis Sambel Bususan ini berdiri? Awalnya saya dapet invitation dari kementrian perindustrian. Kenapa dapet invitation ini? Mungkin mereka tahu alamat email saya dari TDA (Tangan Di Atas), sebuah komunitas wirausaha yang saya ikuti. Mereka bilang ada kuota kosong untuk domain (.co.id). Jujur saya belum pernah bisnis kuliner, karena basic saya sendiri adalah designer grafis. Nah, saya bingung harus diapakan domain ini kan lumayan gratis. Yang dipikiran saya waktu itu hanya bisnis clothing. Soalnya saya dulu pernah mengelola usaha ini, namun mesti tersendat di jalan lantaran biayanya yang sangat besar. Terus ide untuk membuat sambel itu tercetus? Terus saya mulai berpikir keras mencari ide usaha yang mudah dikerjakan, namun modalnya juga kecil. Momen itu pun akhirnya tiba. Itu terjadi ketika saya menanyakan kepada istri saya “Malam ini mau makan apa? Gimana kalo kita makan sambel?â€? Ahaa‌ini bisa jadi ide yang brilian, langsung saja syaraf-syaraf dalam otak saya spontan merespon “Kenapa kita nggak bikin sambel saja ya?â€? Kemudian

66

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

saya segera telusuri di google. Akhirnya saya menemukan fakta kalau di Indonesia, pebisnis sambel itu sendiri masih jarang. Paling pemainnya hanya Indofood dan ABC. Tentu konsumen sendiri pasti sudah jenuh. Marketnya sudah sangat jelas. Rata-rata orang Indonesia memang doyan pedas kan! Kalau makan tanpa sambel, pasti terkadang nggak afdol. Apalagi nggak semua orang Indonesia itu pintar bikin sambel.Hal ini juga yang membuat saya tercambuk untuk segera merealisasikan usaha sambel ini. Konsep sambel yang kami hadirkan pun sangat cocok bagi mereka yang suka dengan sesuatu yang praktis. Kalau lagi malas masak, bisa pakai sambel Bususan. Atau ini juga bisa dijadikan sebagai bumbu masak lho! Bagaimana dengan kompetitor lokal? Apa yang membuat produk sambel Anda begitu spesial? Kompetitor untuk produk sambel seperti yang kami buat sejauh ini belum ada untuk kelas home made sendiri. Kalau pun ada yang bikin, paling masih di jual secara konvensional di warung-warung. Kebanyakan memang yang masih pabrikan seperti Indofood dan ABC itu. Agar beda dengan produk-produk sambel sekelas

Bagaimana Anda melakukan uji pasar terhadap produk Anda? Kebetulan saya ada project desain di Ayana Hotel. Di sana kan ada kantin yang biasanya kalau siang dipenuhi oleh karyawan yang sedang menikmati makan siangnya. Lantas saya datang menghampiri satu persatu meja mereka dan memberikan mereka beberapa botol sambel hasil kreasi saya. Dari sana, saya minta komen dari mereka apa kelemahan sambel saya. Mereka bilang kurang asin, kurang gini kurang gitu. Nah saya tampung komentar mereka. Kita bikin lagi yang baru sesuai dengan saran mereka, kemudian kembali saya bagikan ke mereka untuk mengetes lagi rasanya apakah sudah pas atau belum. Cara mempromosikannya? Pas promo kita bukannya bagi flyer ke publik, tapi bagi-bagi cabe yang ditempelin stiker sambel Bususan. Oh ya sistem marketing kami juga menerapkan prinsip bagaimana produk kami tanpa diiklanin pun tetap menjadi incaran customer. Untuk kami tidak membuka warung atau toko. Kami malah mengoptimalkan keberadaan bandar (re-sales) kami. Dari bandar itu sendiri akan ada pengedarnya lagi. Dengan kuatnya di situ, kami nggak takut untuk kehilangan customer. Simpelnya, bandar itu yang belanja banyak produk-produk kita, lalu mereka punya pengedar tersendiri yang langsung nanti berhadapan dengan pembeli lainnya. Dengan sistem ini saya rasa cukup efektif. Media promosi kami juga lewat twitter dan facebook. Di twitter itu antusiasmenya lumayan tinggi. Kayak pas liburan kemarin, ada beberapa yang bertanya di mana bisa beli sambel Bususan. Kami bilang hanya di jual via online saja. Kebetulan yang bersangkutan tidak bisa datang ke rumah untuk membeli. Jadi saya pun bertindak sebagai kurir yang mengantarkan pesanan mereka.


the youth

Tapi pesanan sambelnya harus minimal 6. Saya sempat kaget kebanyakan yang beli memang orang Jakarta yang nggak tanggung-tanggung pesannya bisa lebih dari 20 botol. Target konsumen Anda? Ya orang lokal lah! Sejauh ini kebanyakan customer kami sendiri orang-orang di luar Bali, seperti Jakarta dan Bandung. Kalau di Bali sendiri, customer-nya masih bersifat institusi. Jadi kami memperkenalkan beberapa sampelnya ke institusi tertentu, ketika mereka tertarik pasti akan langsung memesan. Kok tidak mendirikan outlet atau toko khusus Sambel Bususan? Memang sejauh ini kami belum buka outlet, tapi rencana untuk kesana sih ada. Soalnya saya masih mikir usaha dengan modal kecil dan untung besar. Kalau buka outlet kan harus sewa bangunan lagi dan itu sejauh pantauan saya masih mahal untuk sewa. Bagi saya, memproses seluruh produk ini di rumah dan memperjualbelikannya via online tetap menjadi cara yang lebih efektif. Tidak banyak keluar duit kan jadinya! Rencananya outlet yang akan kami bikin ini hanya sekedar brand awareness saja bahwa di tempat kami ada yang jualan sambel seperti Sambel Bususan ini. Bagaimana proses produksinya? Proses produksinya dikerjakan di rumah saya. Timnya ada tiga orang yakni saya, istri saya dan adik saya. Kalau misalnya kewalahan, biasanya saya minta tolong tenaga dari tetangga sekitar. Kami bisa memproduksi 10 kg sambel yang nantinya jadi sekitar 110 botol. Kami belum berani produksi banyak kalau belum ada permintaan yang banyak pula. Produksi tertinggi paling baru sekitar 20 kg. Target kita ke depan sih bagaimana

bisa memproduksi 300 botol per harinya. Sekaligus sebagai motivasi ya! Ada varian apa saja dari produk Sambel Bususan? Ada lima varian sambel Bususan yakni sambel terasi,

procedure) agar tetap mempertahankan cita rasa sambelnya. Ketakutannya kan seperti ini, ketika sambel ini hanya dikerjakan oleh satu orang tentu kita akan bergantung dengan satu orang itu saja. Ketika kita kehilangan orang itu, tentu akan membuat kita panik. Kalau ada SOP kan jadinya lebih praktis, semua orang bisa mengolah sambel sesuai dengan yang kita takarkan. Kalau boleh tahu, bahan cabe yang digunakan berasal dari mana? Kita menggunakan cabe dari Klungkung. Pertimbangannya karena cabe dari sana cenderung punya daya tahan yang lebih lama dan tentu lebih pedas. Jujur, pas mau survey cabe yang pedas, kita bukannya bertanya ke dagang cabe melainkan dagang rujak.

sambel teri, sambel udang, sambel bawang, dan sambel pete. Resepnya sih kita coba-coba sendiri. Awalnya memang dari konsep sambel Bali yang coba kami matengin, karena nggak mungkin kita jualan sambel matah apalagi kita nggak pake pengawet. Oleh karena itu kami berani bilang kalau Sambel Bususan itu adalah sambel khas Bali. Sambel ini bisa bertahan rata-rata 10 hari. Ya pengawet alaminya berasal dari minyak goreng di dalamnya itu. Asalkan sendok yang digunakan saat mengambil sambel tidak digunakan bergantian dengan orang lain. Untuk menghindari sambel cepat basi, saya juga membuat SOP (standard operating

Modal awal dan omzetnya berapa? Modal awal kecil cuma Rp 300.000. Omzet rata-rata 100 botol itu sekitar 3 Juta. Harga per botolnya sih Rp 20.000, tapi kalau beli di bandar atau pengedar bisa lebih murah sekitar Rp 17.000. Kenapa lebih murah? Ini agar tidak mematikan sisem re-seller ini. Saya misalnya jual 13 ribu ke Bandar. Lalu Bandar menjual paling sekitar Rp 15.000 ke pengedar lainnya. Sementara itu pengedar bisa menjual sambel ini ke customer sekitar 17 ribu. Harapan ke depan? Saya akan tetap fokus menggarap usaha ini. Target saya bisa jual 300 botol /hari, punya 5 outlet di pusat oleh oleh dan airport, punya 50 bandar aktif dan harapan terakhirnya punya pabrik padat karya dengan ratusan karyawan. Ya semoga impian itu bisa tercapai. Saya sih optimis bisnis ini sangat menjanjikan karena marketnya jelas dan keuntungannya pun sudah mulai dirasakan meski usahanya sendiri belum menginjak setahun. NG

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

67


entrepreneurs

Rangga Umara Founder & Brand Owner Pecel Lele Group & CEO Lela Internasional Corp

MARKETING SPLASH Cara Buka Usaha Langsung Ramai

Buka usaha langsung ramai? Sebagian orang mungkin tidak percaya hal ini dapat dilakukan, namun demikian bukan berarti tidak mungkin. Ada beberapa kiat yang bisa diambil untuk mewujudkan hal tersebut, Rangga Umara pebisnis muda yang melejit lewat jaringan restauran Pecel Lele nya, berbagi tips yang disebutnya dengan Marketing Splash, sebuah strategi agar usaha yang baru di buka langsung ramai oleh pengunjung, berikut penjabarannya:

1 COMMON ATAU UMUM

Pastikan produk yang kita pilih adalah produk yang umum atau sudah dikenal, cari pasar yang sudah ada dan sudah dikenal. Untuk pengusaha pemula, strategi common ini sangat efektif, karena kalau harus mencoba membangun pasar yang baru biayanya pasti besar dan investasinya juga beresiko karena belum berpengalaman. Jangan idealis dulu, awal buka usaha kita sebaiknya main aman dulu, jangan karena gengsi jadi tidak mau pilih yang umum. Ingat rumus kalau mau sukses jangan banyak gengsi, tapi kalau sudah sukses otomatis bergengsi. Bagaimana mengetahui produk kita umum atau tidak? Caranya, coba pejamkan mata dan bayangkan kita sebagai konsumen. Contoh: coba sebutkan nasi goreng, apakah bisa terbayang? Atau bakso dan sebagainya, kalau bisa terbayang itu bisa dikategorikan produk yang umum. 68

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

2 Pencitraan melalui sense. Setelah produk kita lolos kategori umum, mulailah lakukan pencitraan. Komunikasikan produk kita pada calon konsumen. Pedagang makanan membuat pencitraan melalui sense penciuman, misalnya tukang sate taburin bawang goreng di bakaran satenya, jadi baunya tercium kemana-mana. Sense penciuman terbukti efektif pada saat itu memancing perhatian calon konsumen bahkan sampai sekarang masih digunakan. Pernah dengar Roti Boy atau Papa Bunz, mereka adalah contoh bisnis modern yg menggunakan sense penciuman dengan aroma khusus yang tercium dari counter nya. Tapi saat ini sense yang lebih banyak digunakan adalah sense visual melalui pencitraan yang terlihat. Contoh sense visual: membangun pencitraan seolah-olah ramai, dengan menciptakan antrian atau suasana yang ramai di tempat kita, maka manfaatkanlah komunitas Anda, 75% orang akan datang ke tempat makan bila melihat tempat tersebut ramai, maka bangunlah kesan ramai terlebih dulu, kedepannya diharapkan terus ramai. Strateginya bisa dengan karangan bunga, orang berkumpul berlama-lama atau antrian yang diciptakan. Pokoknya gimana caranya biar ramai. Contoh bisnis makanan yang menggunakan strategi menciptakan antrian adalah Bread Talk dan J.Co


entrepreneurs

4 Jadikan tempat kita sebagai destination Produk sudah umum, pencitraan sudah oke, harga sudah jelas, maka bersiaplah tempat kita akan menjadi destination. Sebagai destination pastikan tempat kita memiliki nama yang mudah di ingat, logo yang menarik dan warna serta desain tempat yang eye cathcing.

3 Komunikasikan harga

Banyak yang lupa mengkomunikasikan harganya pada calon konsumen. Kenapa banyak orang lebih memilih KFC atau McD, karena mereka punya harga yang jelas, produk yang jelas, serta pelayanan yang jelas. Selalu komunikasikan harga dan produk yang jelas, sekarang sudah sangat mudah lewat media banner digital printing. Pastikan terlihat jelas oleh konsumen.

Mulailah dari yang akhir. Selalu positif bahwa tempat kita akan ramai dan laku, jangan berpikir sebaliknya. Bagaimana kalau sepi? Ya malah sepi. Tidak pernah ada usaha yang gagal, hanya cara-cara melakukan usahanya saja yang kadang sering membuat gagal. Ingat yang kita jual bukan cuma produk tapi informasi dari produk kita, semakin kita bisa menginformasikan produk kita kepada konsumen, semakin cepat juga produk kita dikenal oleh calon konsumen. Fasenya adalah: melihat -> penasaran -> tertarik dan mencoba -> kembali lagi. Banyak sekali usaha dengan produk bagus tapi akhirnya gagal di pasaran, karena tidak mengerti bagaimana cara mengkomunikasikan produknya. Demikian, semoga usahanya lebih ramai dan makin ramai saja. Selamat mencoba. NG Vol. 37 | Januari - Februari 2013

69


socialita

Ni Nyoman Krisna Kumalayani, S.S

A BEAUTIFUL AMBASSADOR WITH A LOT OF PERSONAL TALENT

Saya sudah bertekad bulat untuk fokus dengan cita-cita sebagai dosen.

70

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

N

i Nyoman Krisna Kumalayani, S.S, tak pernah menyangka predikat Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia dikalungkan padanya. Ajang ini merupakan kontes beauty pageant pertama dengan skala nasional yang pernah diikuti oleh dara kelahiran Denpasar, 18 Desember 1989 ini. Sebelumnya, wanita bertinggi 171 cm ini sudah sering wara-wiri mengikuti kontes kecantikan sejenis di wilayah lingkup Bali. Kumala begitu sapaan akrabnya pernah mencoba peruntungan di pemilihan Putri Bali 2010. Sayang impiannya untuk mewakili Bali ke ajang Putri Indonesia mesti buyar, lantaran hanya menduduki peringkat Runner Up 1. Sosoknya juga mulai dikenal lewat kemenangannya di ajang Jegeg Bagus Bali 2009. Sebagai Jegeg Bali, ia pun kerap melakukan aktivitas sosial dan promosi pariwisata bersama rekan-rekannya dalam Paguyuban Jegeg Bagus Bali. Tak hanya getol mengikuti ajang beauty pageant, Kumala juga dikenal multitalented person. Bagi Anda yang sering menyalakan channel Bali TV, mungkin sudah akrab mendapati paras ayu Kumala membawakan program berita di stasiun TV tersebut. Ya, wanita yang juga punya hobi menyanyi ini adalah seorang presenter dengan jam terbang yang lumayan tinggi. Bahkan ia sempat memenangkan sebuah kompetisi presenter di sebuah stasiun TV Lokal. Meski kini masih menjabat sebagai Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2013, Kumala tetap memfokuskan dirinya untuk menimba ilmu di Jurusan Magister Linguistik Pasca Sarjana Universitas Udayana. Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan masa depan yang telah lama diimpikannya. Impian yang sesuai dengan passion dan kata hatinya. Apa itu? Bersama Putra Adnyana, reporter Money & I, Kumala pun membagikan rencana masa depan dan kisah manis pengalamannya selama berpartisipasi di ajang beauty pageant.


socialita

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

71


socialita

Bagaimana awalnya bisa tertarik mengikuti berbagai kontes Beauty Pageant? Awalnya itu berangkat dari SMA, dari lomba-lomba kelas seperti Jegeg Bagus Foursma. Lanjut mewakili sekolah ke ajang Truna-Truni Denpasar 2006, tapi sayangnya tidak lolos. Ya semuanya sih karena dorongan dari pihak sekolah yang membuat Saya ikut ajang seperti ini. Pas gagal di Truna-Truni Denpasar itu sebenarnya sudah nggak berniat lagi untuk ikutan ajang sejenis. Tapi saat di bangku kuliah, malah didorong sama teman untuk ikutan Jegeg Bagus Badung. Jujur Saya masih pesimis. Namun teman Saya itu ngotot banget biar Saya ikutan. Ngomongngomong teman Saya itu pernah mencicipi ajang tersebut dan keluar sebagai salah satu pemenangnya. Jadilah Saya mendapatkan banyak nasehat dan trik untuk bisa berlaga di ajang ini secara optimis. Tak menyangka, malah keluar sebagai pemenang pertama. Kemudian bersambung ke tingkat provinsi, ya ternyata menang lagi. Dibawa mengalir aja deh hingga sekarang. Lalu Anda melaju ke ajang Putri Bali 2010, bagaimana ceritanya? Ya sama aja sih, semuanya berawal dari teman-teman yang ngedukung Saya banget untuk ikutan ajang Putri Bali. Memang awalnya dari pribadi sendiri juga ada hasrat untuk coba-coba kontes ini, cuma masih setengah-setengah. Ya nggak nyangka juga dapet predikat runner up 1. Sempat terpikirkan kalau ini merupakan kontes beauty pageant terakhir yang bakal Saya ikuti. Setelah itu Saya akan berniat fokus dengan bidang akademis di kampus serta kegiatan organisasi mahasiswa di dalamnya saja. Oh ya, di tahun yang sama dengan gelaran Putri Bali, Saya juga mengikuti pemilihan Duta Bahasa Bali. Syukur Puji Tuhan, keluar sebagai pemenangnya. Lantas Saya lanjut ke tingkat nasional untuk mewakili Bali. Di sini yang bikin super kaget, karena nggak menyangka sama sekali bisa juara nasional. Tapi akhirnya kepincut juga kan untuk ikutan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2012? 72

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Kalau itu karena pihak Disparda Bali yang menyuruh. Semuanya kebetulan. Saat itu Saya lagi main-main ke Disparda dan ketemu Kabid disana. Beliau pun penuh gurau membujuk Saya untuk ikutan pemilihan Putri Pariwisata Indonesia. Wah, beliau merayu Saya terus menerus, karena Saya sempat menolak untuk ikut ajang tersebut. Ya pengalaman ketika mengikuti ajang Putri Bali. Saya susah membangkitkan rasa percaya diri itu lagi. Kalau ajang seperti itu kan tidak cuma wawasan yang dinilai tapi juga tampilan fisik. Hal ini yang bikin Saya terkadang minder juga. Tapi, ya lagilagi rayuan seorang teman itu sangat ampuh meluluhkan Saya. Jadilah Saya mengambil tantangan untuk melaju ke kontes Putri Pariwisata Indonesia.

Pariwisata Indonesia dengan konteskontes kecantikan yang pernah Anda ikuti sejauh ini? Secara tak langsung, Putri Pariwisata menjadi kontes kecantikan yang paling menantang bagi Saya, karena levelnya juga tingkat nasional. Di ajang ini benarbenar mencari wanita yang paling smart, charming dan hospitable. Serta wawasan pariwisatanya juga diuji. Bukan hanya sekadar bahasan pariwisata yang menyangkut budaya, kita juga dituntut untuk tahu bagaimana cara pengelolaannya, mengetahui potensinya, hingga cara promosinya. Uji wawasan yang sangat mengkhusus seperti ini sangat menantang ketimbang kontes putri-putrian yang lebih mengacu pada aspek wawasan umum.

Apa saja persiapannya untuk berlaga di Putri Pariwisata Indonesia? Persiapannya lumanyan bikin stress, karena sudah lama vaSaya di ajang beauty pageant. Apalagi juga ikut ngurusin sponsor kemanamana untuk mendukung penampilan Saya di sana. Ya seperti kostum dan hair dress kan perlu sponsor juga. Selain itu dari Disparda Bali juga punya tim sukses yang mempersiapkan segala kebutuhan dan pelatihan Saya sebelum berkompetisi.

Tugas yang Anda emban sebagai Runner Up 2 Putri Pariwisata Indonesia 2012 seperti apa? Sama seperti yang lainnya, di sini Saya bertugas sebagai ambassador pariwisata Indonesia. Sementara ini tugas Saya hanya dalam lingkup Bali saja. Kebetulan Saya sedang menempuh kuliah S2 di sini dan kerja juga, jadi Sayang buat ninggalin apalagi kuliahnya. Jadi Saya dapet dispensasi tugas-tugas di Jakarta maupun keliling Nusantara. Namun kalau misalnya Saya diminta untuk ikut lantaran urgensi, ya Saya berusaha untuk memenuhinya.

Apa saja yang Anda kerjakan selama berkompetisi di ajang ini? Ada karantinanya seperti pembekalan, pelatihan , kunjungan ke kementerian pariwisata & ekonomi kreatif, hingga kunjungan ke sponsor. Penjuriannya juga berkali-kali dan penuh tahapan. Apa yang membedakan pemilihan Putri

Lalu apa ada kejutan lainnya selama menjabat gelar ini? Saya akan mewakili Bali dalam ajang Miss Tourism Queen of Asia di Shanghai bulan April dan Miss Tourisnm World di Afrika bulan Juni 2013. Tapi tanggalnya belum


socialita

pasti, cuma kemungkinan besar yang di Afrika aja yang bisa ikut, karena yang di Shanghai akan di undur ke Desember, dan saat itu sudah awa putri baru yang akan mewakili. Oh ya, karena Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang terkenal, sehingga diberikan space khusus dalam ajang ini. Meski runner up 1 Putri Pariwisata juga bakal ikutan kontes ini dengan membawa nama Indonesia. Ya cukup berbanggalah, karena Bali mendapat apresiasi yang begitu istimewa di mata internasional. Manfaat dari ikutan kontes kecantikan dan ambassador sejenis ini bagi Anda? Ikut ajang-ajang seperti ini, seperti menabung untuk masa depan. Memperluas networking salah satunya. Seperti sekarang, Saya mendapatkan pekerjaan juga karena koneksi dan prestasi Saya yang sebelumnya di ajang Jegeg Bagus Bali. Salah besar, kalau ada yang bilang ikutan ajang putri-putrian cuma buat mejeng saja. Selain koneksi, manfaat lainnya adalah Saya jadi punya banyak pengalaman dalam melatih mental dan mengasah kepercayaan diri. Ajang ini kan menuntut kita untuk bisa tampil dan berbicara dengan baik di hadapan publik. Tentu ini menjadi bekal praktis untuk menambah kemampuan public speaking Saya sendiri. Berarti semua kontes yang Anda ikuti benar-benar menekankan tentang tugas ambassador ya? Tugas ambassador itu tidak cuma tagline kok. Kita benar-benar menjadi representatif dari ajang tersebut. Misalnya saat Jegeg Bagus, Saya mesti mempromosikan pariwisata Bali

ke beberapa daerah di Nusantara hingga ke mancanegara seperti Singapura. Mendapatkan predikat Putri Berbakat juga kan saat pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2012? Iya, sempet nggak nyangka dan bingung dapat predikat ini. Soalnya talenta kontestan yang lain juga bagus dan unik. Di situ Saya cuma menari Tarian Cendrawasih. Mungkin juri melihat penjiwaan Saya ketika membawakan tarian itu begitu maksimal. Ada salah satu juri sempat memberi komentar bahwa ia memilih Saya karena Saya menari benar-benar seperti penari Bali sesungguhnya. Berarti dari dulu suka menari ya? Saya dari kecil sudah mulai belajar menari. Meski vaSaya pada akhirnya ketika di bangku SMP dan SMA. Karena lebih concern ke olah vokal saat itu. Jadi suka ikut kompetisi nyanyi dong? Ah nggak juga, hanya saja pernah ikut paduan suara dan kompetisi Pekan Seni Remaja mewakili sekolah. Oh ya Saya juga pernah nekat ikutan Indonesian Idol lho! Kaget juga, ternyata lolos 12 besar perwakilan Bali. Tapi Sayang nggak lolos pas di Jakarta. Anda juga suka wara-wiri sebagai MC kan? Itu awalnya dari SMP sih. Gara-gara pihak sekolah juga yang sering menunjuk Saya untuk jadi MC di beberapa acara di sana. Mulai dari sanalah jadi ketagihan. Cuma memang lebih bersifat formal. Puncaknya ya saat di bangku kuliah. Bahkan Saya sempat ikut ajang Citra Prestasi Bali TV sejenis ajang untuk presenter. Puji Tuhan

dapet predikat juara 2 untuk kategori program acara. Setelah itu kan ada casting untuk beberapa finalis untuk bisa ditempatkan di beberapa program Bali TV. Sayangnya Saya nggak bisa ikut, karena sudah ada janji duluan untuk MC di sebuah acara. Kemudian, Saya juga pernah diminta untuk jadi presenter continuity di TVRI Bali. Untuk kesempatan di Bali TV sendiri baru datang Juli kemarin saat Saya bertemu dengan Bapak Satria Naradha. Beliau meminta Saya untuk coba mengisi program news Bali TV. Sempet gugup awalnya karena itu persiapannya cuma 15 menit sebelum news dimulai. Ini pertama kali Saya on air. Perasaan Anda waktu membawakan program berita TV? Gugup iya! Jujur Saya belum pernah bawain program news. Jadi Saya belajar lagi dengan orang-orang TV di sana. Saya mesti membaca materi beritanya terlebih dahulu. Pokoknya nggak boleh salah baca atau kagok pas bacanya. Mesti sempurna lah! Ajang yang paling berkesan buat Anda? Hmmm, duta bahasa sih. Bukan kategori kontes kecantikan memang, tapi lebih sebagai ambassador pendidikan bahasa. Ini berkesan karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Duta Bahasa Bali bisa memenangkan Duta Bahasa Nasional saat masa-masa Saya dulu itu. Senangnya itu juga menular pada perwakilan Duta Bahasa Bali periode kemarin. Fokus Anda saat ini? Sekarang fokusnya tetap ngelanjutin kuliah S2 Linguistik Sastra. Saya memang berencana untuk jadi dosen, dan kuliah ini adalah modal awalnya. Ini juga lantaran ingin mengikuti jejak Bapak yang notabene dosen Bahasa Inggris juga. Mudahmudahan, target lulusnya setahun lagi. Tidak berniat ikut kontes-kontes kecantikan lagi? Ah tidak, Saya mau pensiun saja dari ajang ini. Miss Queen Tourism International 2013 ini bakal menjadi ajang terakhir yang akan Saya ikuti. Pokoknya sudah bertekad bulat untuk fokus dengan cita-cita sebagai dosen. NG

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

73


teenage corner

Samantha Chandra blogger & author I www.adriannaandevan.blogspot.com

were infinite kinds of plants and roots on the ground. Once a while, if I was lucky, sometimes I ran into a bush full of juicy berries and other kinds of harmless food that nature had provided for us. Some of those berries were even better than the food they serve in the palace.

THE SHADOW WOODS (Episode One)

The Shadow Woods was always the best place to think, the best place to daydream, to write, to draw, or just stare into the sky. It was particularly good for a hiding place when you’re hiding from a bunch of palace servants that were looking for you, like a bunch of crazy wolves hunting for their prey.

T

he Shadow Woods were given the wrong name. In my opinion, there was nothing grim, or even slightly gray, about this place. I listened to sounds of the birds chirping on the tall slender trees, the sound of a river flow not far from where I was sitting, and the sounds of rustling leaves and bushes below me as I sat on a high tree branch. When it is noon, the sun shone from above through the colorful treetops canopy and gave the surrounding a greenish light. Lots of different kinds of trees surrounded the woods, and there 74

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

My favorite place in these woods was this big, open area surrounded by swaying trees. There was a small pond and lots of rocks and stones around. Sometimes, I could see a family of bunnies hopping nearby. I think I understand why they loved to hang around this area. It was a lot brighter than any other parts of the woods, and much more inviting. But that didn't mean the other parts of the woods were scary and dark either, it just meant that this place had a different feel than them. Currently, I was sitting on a tree near my favorite place, hands holding a sketchbook and a pencil. I was supposed to be at the royal lunch, but I had a small fight with my sister an hour ago and I didn't feel like going back yet. I let my mind drift off in the peaceful surrounding and started doodling. It felt so good just to sit here, feel my being sink into the woods. A thought popped in the back of my mind. My maids must've looked all over for me by now. I laughed quietly. Of course, I was forbidden to go in the Shadow Woods. Me being the King's daughter and all. Plus, my mom thought the woods were full of dangerous things like ghosts and monsters. It was all because a stupid myth that gave the woods its name. It was said that one scary night, a lonely traveler were making his way to the Diamond Point to exchange his money. Suddenly, a young woman appeared in front of him out of nowhere, and asked him to help her. The traveler foolishly agreed (I'm guessing the ghost-lady was wickedly


teenage corner

beautiful) and followed her into the dark, misty woods. There, the lady disappeared and was replaced by a shadow form. The traveler was scared out of his wits and he franticly ran outside the woods, screaming hysterically for help to the nearby village. He claimed to see more shadow creatures on the way back out. After that, people started calling the woods with the name: The Shadow Woods. The funny thing was, I didn't actually believe that story. I mean, I've spent most of my time here, and I haven't seen anything unusual or ghost-like. Well, maybe at night the woods could become more intimidating. But whatever the circumstances, my woods will always be my favorite place. Or at least that was what I thought then. My only peaceful, private place, away from the busy palace. With ghosts or not with ghosts. "Adrianna!" the peaceful moment was wrecked by a piercing scream of my favorite maid, Josie. Josie was the only maid that was brave enough to enter the woods, and even she was shuddering with paranoia the whole time she was here. I sighed, realizing my time here was up. I needed to go back to the palace and probably face my mother and father’s fury for missing the so called important Royal Lunch. Well, at least Celia was there to fill in the princess spot. They didn’t need me there, as long as my sister was there. Not that I wanted the guest’s attention anyway. I preferred being here way more than being in that crummy, busy palace. I hopped down from the tree and landed perfectly on the ground, right before Josie came bursting through the bushes, eyes wide open and her hair full of thorns and leaves. She panted, "I knew I will find you here!" and collapsed to the ground.

here!” she added fiercely. "Chill, Josie," I laughed, "Look, I've been here every day and I've never seen a single shadow. And I will really appreciate it if you don't tell my father about this." "And I will really appreciate it too if you don't disappear into the woods every single day!" she cut me off and brushed the leaves and dust from her clothes as she got up to her feet, "I'm tired of going into this spooky woods everyday looking for you. You know how scared I am with the woods! Now... let's go home! I can’t believe you missed the Royal Lunch on purpose,” she muttered, more to herself than to me, “you do know how excited your parents have been to introduce you to all their royal guests, do you?” I snorted. “I’ll just embarrass them, like I’ve always had. Celia will entertain their guest’s just fine without me.” “Entertain?” Josie frowned, “so that’s how you put it?” I shrugged as I walked effortlessly through the roots and trees, while Josie struggled behind me. “You know it’s more like a training to face royal guests and how to have a polite chitchat when you grow up,” she said wisely. “What if I don’t want to do that when I grow up?” I shot back at her, skipping through the trees, leaving Josie further and further behind.

"Josie, what happened?" I tried to sound concerned but failed miserably because I couldn't hold back my laugh.

Josie quickened her pace and started jogging, trying to keep up with me. “Well, you have to. It’s your responsibility. I don’t get you, Adrianna. People will kill—literally kill—to be in your place. To be a princess, to live in a beautiful palace and to be served with thousands of maids. And yet, you don’t want them at all.”

Josie took a while before answering, busy with her panting and chuffing. "I think I was chased by something. I didn't know what it was but I think it's a shadow monster," she finally said, shuddering by the thought. She eyed me, viciously. "And what are you doing here again? Your father will burst into flames if he knew you’re

I only smiled. Josie shook her head, sighing. I never answered that question, although she always asked that question every day, every time she went into the woods to search for me, as if it was a routine. The reason I never answered that question was because I myself didn’t know the answer. “Do we have to go back now?” I sighed, “It’s still in the middle of the day. I could wait until it gets darker”

"I'm tired of going into this spooky woods everyday looking for you. You know how scared I am with the woods!

“No, Adrianna. Stop stalling. You know you’re going to face the King and Queen sooner or later… and your sister,” Josie sang, “Oh, I know about the fight,” she responded to my surprised expression, “I heard her yelling at you this morning. It was weird, hearing Princess Celia yelled like that. She almost never loses her temper. What did you do?” “Hey, it’s not my fault!” I protested. Josie laughed and gestured me to haste. I followed Josie's quick steps through the woods, back to the boring, dull palace ahead. I smiled as I walked on the familiar damp ground, knowing tomorrow I would be back here again, as always. NG Vol. 37 | Januari - Februari 2013

75


Urban Sketchers Bali

Merekam Suasana Urban Dalam Bentuk Sketsa “Ia serupa fotografi, dimana sejatinya merekam suatu objek, suasana atau peristiwa yang ada di tempat itu dan saat itu juga ke dalam sebuah media gambar.”

S

etiap hari Sabtu, mereka berkumpul dari satu sudut ke sudut kota Denpasar lainnya. Berbekal pensil, drawing pen, cat air, dan kertas gambar, mereka mulai membuat sketsa tentang rutinitas dan situasi perkotaan. Kesempurnaan sketsa bukanlah hal prioritas yang ingin mereka capai. Di balik itu, mereka sekadar ingin menikmati sensasi menggambar kilat dan langsung rampung on the spot. Mereka adalah para pecinta aktivitas bersketsa. Di bawah payung sebuah komunitas bernama Urban Sketcher Bali, mereka menemukan titik terang dalam mencurahkan passion berkesenian. Sebagai sebuah komunitas yang resmi terbentuk pada 10 November 2012 lalu, Urban Sketchers Bali masih tergolong baru

76

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Koleksi foto: dok. pribadi Urban Sketchers Bali

community

sekarang hanya mengandalkan komputer saja. Nah lantaran itu juga komunitas ini terbentuk” papar suami dari Neli Gunawan ini saat ditanya latar belakang terbentuknya komunitas ini.

dan segar. Apalagi tak ada komunitas lain yang mengusung aliran serupa dengan Urban Sketcher Bali, tak ayal membuat komunitas ini sangat unik. Pada dasarnya pendirian komunitas ini justru mengadopsi komunitas-komunitas serupa yang beridentitas Urban Sketchers dan telah tersebar di berbagai wilayah Eropa maupun Asia Tenggara. Komunitas Urban Sketchers merupakan komunitas yang global, bahkan setiap daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Jogja juga memiliki komunitas serupa. “Tapi kiblat kita justru lebih pada Urban Sketchers Singapore” lontar Neli Gunawan, selaku sekretaris Urban Sketcher Bali. Rudy Ao menjadi otak dibalik kemunculan nama Urban Sketchers Bali. Pria asli Bandung ini awalnya mengadopsi konsep Urban Sketchers di Singapore. Kebetulan ia pernah menetap selama 3 tahun di sana. Sering Ia menyimak sekelompok orang berkumpul di sebuah taman di Singapore dan terlihat sedang sibuk menggambar sesuatu. Pada akhirnya, pria yang sudah setahun menetap di Bali ini pun terkesima semenjak mengetahui komunitas Urban Sketchers Singapore tersebut mampu membuat sebuah pameran sekaligus peluncuran buku yang hanya menampilkan karya-karya para anggota komunitas mereka. “Disamping itu, kami juga memiliki kerinduan untuk mensketsa sesuatu dengan tangan sendiri. Biasanya kan arsitek jaman

Kopi Darat Mengawali aktivitas pertama dengan kopi darat, Urban Sketchers Bali pun berhasil menjaring 16 orang untuk berkumpul sambil mulai membuat sketsa. Anggota pun mulai bertambah dan bertambah hingga mencapai 40-an anggota. Kebanyakan anggota masih didominasi dari mereka yang berlatarbelakang arsitek dan desain grafis, namun tak menutup kemungkinan jika ada orang-orang yang profesinya di luar dari ranah menggambar atau sketsa ingin bergabung. “Mensketsa itu bagi saya adalah cara ampuh untuk keluar dari kepenatan. Apalagi dengan kehadiran komunitas ini, hobi pun makin tersalurkan” terang Herry Himawan, salah seorang anggota Urban Sketchers Bali. Pria yang berprofesi sebagai arsitek ini juga menambahkan bahwa sketsa menjadi sebuah kegiatan menarik karena membuat dirinya mampu menangkap hiruk pikuk suasana atau pun bentuk sebuah benda ke dalam media gambar dengan ekspresinya sendiri. Sketsa itu sejatinya adalah menggambar cepat. Menggambar langsung salah satu objek yang kita jumpai di suatu tempat. Ia serupa fotografi, dimana sejatinya merekam suatu objek, suasana atau peristiwa yang ada di tempat itu dan saat itu juga ke dalam sebuah media gambar. “Dengan memanfaatkan media seadanya dengan waktu secukupnya, itulah kunci kegiatan mensketsa” tambah Rudy yang berprofesi sebagai arsitektur. Untuk mengeratkan rasa keakraban antar anggota, jejaring sosial Facebook pun menjadi media sharing dan komunikasi praktis. Mereka pun dapat mengunggah karya-karya sketsa yang pernah dikerjakan selama gathering atau workshop. Kritik dan masukan antar sesama pun menjadi hal yang diburu untuk mengevaluasi karya dan kemampuan sketsa bersangkutan. Untuk menemukan mereka di jejaring sosial Facebook, Anda cukup mengetik nama


Urban Sketchers Bali di kolom search. Tak Harus Mahal Senjata utama dari seorang sketcher ulung adalah pensil dan kertas gambar. Jadi salah bagi mereka yang mengira hobi ini harus mahal. Namun, memang jika ingin menambah sensasi pengalaman mensketsa yang lebih liar. Anda bisa memanfaatkan pelbagai peralatan pendukung sebagai alat pewarnaan semisal drawing pen, pensil warna atau pun cat air. Untuk mendapatkan kualitas gambar yang baik, memang dianjurkan untuk memakai kertas gambar khusus sketsa. Meski begitu, tidak memungkiri Anda pun bisa memanfaatkan kertas gambar biasa, buku tulis hingga tisu untuk jadi media gambar dadakan. Semuanya memang bisa serba murah meriah. Namun terkadang untuk menginginkan hasil yang berkualitas tak menampik akan ada bujet lebih untuk dikeluarkan. “Untuk sebuah cat air berkualitas terbaik bisa berkisar 400-500 ribu rupiah, bahkan kertas sketsa paling bagus saja hampir 100 ribu� urai Rudy, alumni jurusan arsitektur dari Universitas Parahyangan. Beraksi Urban Sketchers Bali menjadwalkan secara rutin untuk mengadakan kegiatan kumpul bersama anggota entah itu berupa workshop atau sketsa on the spot setiap hari Sabtu. Biasanya akan ada urunan uang sebesar Rp 5.000 per anggota untuk mendukung konsumsi alakadarnya di setiap workshop.

Rudy Ao, selaku penggagas terbentuknya komunitas ini juga tak menampik kalau teknik pewarnaan cat air memang tergolong rumit. Dua pertemuan lainnya yang diselengarakan oleh Urban Sketchers Bali lebih cenderung memilih untuk mengeksplor kemampuan sketsa para anggotanya dengan menerjunkan mereka secara langsung ke lapangan. Ada pun area seperti Niti Mandala Renon dan Pantai Sanur pernah menjadi objek sketsa mereka. Kegiatan mensketsa memang sedikit berbeda ketimbang melukis. Medianya pun lebih kecil. Meski terbilang mungil dan dalam fase merangkak, Urban Sketcher Bali berusaha untuk lincah dalam mengisi warna di tengah-tengah komunitasnya. Banyak mimpi yang ingin mereka realisasikan. Mereka tak ingin menjadi komunitas yang lesu akan kegiatan berkreativitasnya. Membuat sebuah buku antologi sketsa adalah impian terbesar bagi Urban Sketchers Bali saat ini. Tak hanya itu, komunitas ini pun tengah mendorong para anggotanya untuk membuat blog pribadi yang mampu mengetalasekan seluruh karya-karya mereka selama berkegiatan bersama Urban Sketchers Bali. “Kami ingin mengikuti jejak Urban Sketchers Singapore yang telah berhasil menghasilkan sebuah output berharga bagi komunitas serta anggota-anggotanya� pungkas Neli yang pernah mengenyam pendidikan di STISI Telkom Bandung ini. NG

Mereka pernah mengadakan workshop teknik mewarna dengan cat air bagi para anggota dan kalangan umum di area Denpasar. Usut punya usut, meski ratarata anggota Komunitas Urban Sketchers Bali berasal dari latar belakang arsitek dan desain. Ternyata tak semuanya lihai dalam menguasai teknik cat air, terutama dalam hal gradasi dan pencampuran warna. Bahkan beberapa diantaranya harus kembali belajar dari nol. Untuk itulah mengapa sangat tepat bagi Rudy Ao dan kawan-kawan menyelenggarakan workshop tersebut.

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

77


ADVETORIAL DEA BUNTAL She studied fashion and retail diploma in Lim Kok-Wing university in Malaysia and went to do her master in Fashion Design in Istituto Marangoni , Milan Italy. She has been with Body and Soul for a couple of years.

T

oday women are more conscious

Our Spring 2013 collection provides the modern young

about their appearance, styling and

woman with a fashion that reflects her up-to-the-minute

comfort than ever before. With

sense of style. Inspired by the latest runway looks, from

multiple

choices available in this

London, Paris, Milan and New York, we developed a color

vast ocean of fashion and in the midst

palette of the latest and brightest fashion-forward tone

of stiff competition, designing clothes is a much

layered in with timeless blacks and whites. The looks were

higher responsibility . Especially as a designer for

certainly more sophisticated but yet keeping that sexy

Body and Soul, which is one of the largest women

attitude.

wear clothing retail brand in Indonesia , it is both challenging and exciting .

The color palette transcends luminously from Linen, Grayed jade, African violet and Tender shoots to Nectarine,

Body and Soul invokes some of our favorite images,

Monaco blue, Emerald, and Poppy red. Black and white

those of freedom, courage, spirit and femininity

pieces have always been our timeless statement. We play

with an edge. Over the years our fashion has

around with the ³contrast² as one of latest trend of this

evolved into a more mature and contemporary

season, two tones color in one garment. These colors are

brand. This allowed twenty-something women

applied to elegant sassy outfits in light weight comfortable

to appreciate the line of clothing that catered to

fabrics like Chiffon, Poly-silk , Poly silk crepe, Rayon, and

their intelligence, creativity and individuality, while

Cotton Spandex.

keeping with its great quality and affordability. This seasons prints too emerge from the color palette. To keep the customers excited we create smaller

Subtle floral, Animal and Tribal motifs,

but many ready-to-wear capsule collections. We

effects and even our trademark polka dots and stripes

did a soft launch of

our Pre-Spring Signature

exude the energy of Spring. The collection is accessorized

collection last month which targeted the creative

with jewelry, scarves, bags and belts revolving around the

modern women who prefers trendy uniqueness.

same theme.

Geometrical

We developed our own unique prints on luxe fabrics and translated them into strong styles. The

We believe that when our customer looks good, she feels

collection performed very well and there have

good‹giving her the confidence to achieve her personal

been several requests for replenishment.

success. That's the power of great fashion. That's the power of Body and Soul.

78

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


NOTES FROM A FRIEND

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

79


Training & Development Program

Full Pack Training IDR 6 Million / Person And for the first 25 seats IDR 3.5 Million / Person

Entrepreneurship Class I Comprehensive Approach About M&I The Club

Key Speakers :

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh pengusaha adalah masalah manajemen, mulai dari pengelolaan karyawan, keuangan seperti modal, laporan keuangan dan perpajakan, sampai dengan bagaimana membangun system operational procedure dan pemasaran yang efektif. M&I Club adalah komunitas bagi para pengusaha untuk meningkatkan manajerial skills melalui pelatihan dan pengembangan manajemen. Pelatihan dilakukan secara berkala dalam 8 pertemuan dengan masing-masing materi pelatihan sebagai berikut :

Alex P. Chandra Chairman BPR Lestari Founder Lestari Group

Pribadi Budiono

Materi Training

CEO BPR Lestari

Start it Now, Start it Right I 96% usaha baru mengalami kegagalan, hindari faktor kegagalannya dan kenali cara untuk sukses, sesi ini mengajak kita untuk mengenal Passion, Vision, Role Model & Leverage Concept! IDR 1 Million / one day workshop

Khrisna Muku

Change Your People Into Your Asset I To Grow your company, you have to grow your people. Kenali bagaimana cara efektif melakukan rekruitmen, pengembangan keterampilan dan menciptakan karyawan bintang. IDR 1 Million / one day workshop

Founder & Director STIKI Indonesia

Marketing Effective for Small Business I Dunia pemasaran terus berubah, kenali pasar dengan baik, lakukan promosi yang efektif, serta bagaimana menciptakan strategi harga yang tepat dan produk yang excellent. IDR 1 Million / one day workshop Tax & Accounting Management I Sesi ini akan mengupas secara komprehensif dan praktis bagaimana cara membuat laporan keuangan meliputi Laporan Laba Rugi, Neraca, Perubahan Modal dan juga sistem perpajakan. IDR 1 Million / one day workshop Selling Skills I Mengenal teknik dasar penjualan, membaca buying signal dari konsumen, membangun komunikasi yang efektif, 5 teknik closed sales yang tepat serta bagaimana merubah keraguan konsumen menjadi pembelian. IDR 1 Million / one day workshop Retail Business I Bagaimana mengelola persediaan, menetapkan harga dan program promosi, termasuk didalamnya teknik-teknik merchandising untuk merubah slow moving produk menjadi fast moving produk. IDR 1 Million / one day workshop OnLine Market & Social Shopper I Populasi netizen terus bertambah, merekalah pasar yang prospektif. Pelajari bagaimana menggapai pasar didunia ini melalui strategi internet marketing yang tepat. IDR 1 Million / one day workshop Personal Portfolio & How To Creating Wealth I Investasi menjadi bagian tidak terpisahkan bagi seorang pebisnis, ketahui instrumen investasi yang tepat dan ciptakan peluang melalui passive income. IDR 1 Million / one day workshop

Mardi Soemitro Founder & Owner Adam & Hawa Gym

Member Benefit :

• Semua sesi dilengkapi modul / panduan • Mendapatkan Majalah M&I sebanyak 6 edisi • Mendapatkan peliputan di Majalah M&I • Special disc untuk memasang iklan di M&I • Special disc untuk pembuatan Business Plan, Market Analisys & Corporate Identity [Logo] • Special disc untuk pembuatan website usaha • Program dirancang khusus untuk pengusaha yang bisnisnya kurang dari 10 tahun • Peluang Networking dengan member lainnya

For More Information :

Who Should Attend? Program ini sesuai untuk Anda yang ingin belajar mengenai

entrepreneurship dalam waktu singkat dan praktis, dengan kualitas setara program pendidikan nasional dan di bimbing mentor yang merupakan local champions dibidangnya. 80

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Aan - 0361 215 40 23 085 792 220 820 Wahyu - 0361 246 706


Vol. 37 | Januari - Februari 2013

81


Pick Up Point

82

Vol. 37 | Januari - Februari 2013

Lestari Teuku Umar Jl. Teuku Umar 110 Denpasar

Krisna Kuta Jl. Sunset Road

Lestari Thamrin Jl. Thamrin No. 31 Denpasar

Krisna Denpasar 1 Jl. Nusa Kambangan

Lestari Gatsu Jl. Gatot Subroto No. 356

Gramedia Duta Plaza Jl. Dewi Sartika

Lestari Renon Jl. Letda Tantular 1 Blok A 16

Gramedia Nikita Jl. Gatot Subroto Timur

Lestari Melati Jl. Melati No. 69 Denpasar

Kopi Bali House Jl. By Pass Ngurah Rai

Lestari Tohpati Jl. Wr Supratman No. 311

Hotel Aston Denpasar Jl. Gatot Subroto Tengah

Lestari Sanur Jl. By Pass Ngurah Rai

Pop Harris Hotel Jl. Teuku Umar

Auto Bridal Jl. Sunset Road

Fave Hotel Jl. Teuku Umar

Orange Bakery Jl. Teuku Umar

Cempaka Lounge Airport Bandara Ngurah Rai

Joger Kuta

Mandiri Lounge Airport Bandara Ngurah Rai

Warung Subak Jl. Astasura

Padma Lounge Airport Bandara Ngurah Rai


Vol. 37 | Januari - Februari 2013

83


Iklan Seminar Rangga Umara. On Going Design

84

Vol. 37 | Januari - Februari 2013


M&i magz ed 37